Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:10 [musik] 0:12 Brail TV. 0:19 Bismillahirrahmanirrahim. 0:21 Asalamualaikum warahmatullahi 0:23 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:24 rahimakumullah. 0:26 Alhamdulillah wasyukurillah kita 0:28 dikaruniai kesempatan untuk berada 0:31 bersama-sama di ruang kesehatan rasil 0:34 untuk Islam yang satu yang mudah-mudahan 0:38 apapun yang kita simak akan mampu 0:41 membuat kita menjadi hamba-hambanya yang 0:45 tahu lebih baik bagaimana menjaga 0:47 kesehatan baik fisik ataupun nonfisik 0:50 ya. Syukur alhamdulillah. Sekali lagi 0:52 tidak lupa salam selawat kita lantunkan 0:54 kepada kekasih kita, kepada junjungan 0:56 kita Muhammad Rasulullah sallallahu 0:58 alaihi wasallam beserta keluarga dan 1:01 kerabatnya. Insyaallah kita kelak akan 1:04 dipertemukan di saat-saat yang 1:07 sangat-sangat kita rindukan. Amin. 1:09 Allahum amin. Dan untuk siang ini Anda 1:13 siap tahu siapa yang hadir? Beliau 1:15 adalah Dr. Muhammad Husein. 1:17 Asalamualaikum warahmatullahi 1:18 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:20 warahmatullahi wabarakatuh. 1:22 Sehat ya? 1:23 Alhamdulillah sehat 1:24 dan akan berbagi kesehatan bagi yang 1:26 dengar. 1:27 Amin. 1:27 Amin. Dok, ngomong-ngomong banyak di 1:29 antara kita yang suka berpikir darah 1:32 tinggi itu apa sih? Hipertensi itu apa 1:34 sih? Ukurannya kenapa kok kalau orang 1:37 umurnya sudah 50 lebih dengan yang masih 1:40 muda kok ee beda sih dan sebagainya? 1:44 Kayaknya keren banget ya, Dok, kalau 1:46 kita bahas terkait dengan hipertensi 1:48 ini. 1:49 Baik, terima kasih. 1:50 Bismillahirrahmanirrahim. 1:53 Asalamualaikum warahmatullahi 1:55 wabarakatuh. 1:56 Waalaikumsalam. 1:58 Rabbana zidna ilman wa alhiqna 2:01 bisolihin. Alhamdulillahilladzi 2:04 hadana lihadza wama kunna linahtadiya 2:08 laula an hadanallah. Jadi di siang hari 2:12 ini ee saya akan coba menjelaskan 2:14 tentang ee hipertensi dan hemodinamik. 2:19 Jadi ee sebenarnya bagaimanakah 2:22 terbentuknya atau ee perhitungan 2:26 tensimeter yang biasa mungkin ee 2:29 pendengar sekalian ee periksa di rumah. 2:32 He. 2:33 Apa yang dimaksud apa yang dimaksud 2:34 dengan sistolik, diastolik, dan 2:36 bagaimana mekanisme terbentuknya tensi? 2:39 Ee saya akan coba menjelaskan dengan 2:41 bahasa yang sederhana. 2:43 Jadi ee kita bilangnya ee hemodinamik 2:47 atau keseimbangan dari ee darah. Darah 2:51 itu bahasa medisnya hemo. Kemudian 2:54 dinamik itu merupakan ee dinamisasi. 2:57 Jadi, bagaimana terbentuknya ee 2:59 keseimbangan dari ee darah kita. 3:02 Kemudian ee sebelum saya menjelaskan 3:04 tensi, saya akan menjelaskan dulu 3:06 tentang aliran darah atau blood flow. 3:09 Jadi, aliran darah itu sejumlah ee darah 3:13 yang mengalir melalui pembuluh darah 3:15 atau organ atau sistem satuannya itu eh 3:18 cc per menit. Kemudian ee dia ditentukan 3:22 juga oleh perbedaan tekanan. 3:25 perbedaan tekanan dan resistance atau 3:27 tahanan. Nah, di sini yang saya mau 3:30 jelaskan adalah ee tentang tensi. Tensi 3:34 itu ee atau blood pressure, tekanan 3:36 darah merupakan tekanan ee yang 3:40 diberikan pada dinding pembuluh darah 3:42 yang berisikan darah. Kemudian ada 3:46 beberapa faktor yang menentukan 3:48 terbentuknya tensi. Saya kasih gambaran 3:51 sederhana. Blood pressure itu atau 3:53 tekanan darah itu dibentuk oleh dua 3:55 faktor. Yang pertama adalah eh kardiac 3:59 output atau jumlah darah yang 4:01 dikeluarkan oleh jantung per menitnya ee 4:04 dikalikan dengan eh 4:08 resistensi vaskular atau systemic 4:11 vascular resistance SVR kita bilangnya. 4:13 He. 4:13 Nah, untuk cardiac output ini jumlahnya 4:16 tetap atau konstan sekitar 5.000 cc atau 4:20 5 lit/ menit. 4:22 dikalikan dengan systemic vascular 4:24 resistance atau ketahanan dari pembuluh 4:27 darah. Nah, untuk kardiac output sendiri 4:30 ini kita gambarkan jantung ini seperti 4:32 pompa mekanik ya. Kardiac output ini 4:35 darah yang dikeluarkan oleh jantung 4:38 per kalinya perhitungannya didapat dari 4:40 darah yang dikeluarkan oleh jantung satu 4:42 kali pompa. He 4:44 dikalikan dengan 4:46 ee jumlah nadi yang di ee hasilkan oleh 4:51 jantung per menit atau bit per menit. 4:53 Nah, tadi totalnya adalah sekitar 5 4:55 liter. Kemudian SVR atau sistemic 4:59 vascular resistance atau ketahanan 5:01 vaskuler ini ditentukan oleh tiga hal. 5:04 Ditentukan oleh viskositas darah atau 5:06 kekentalan darah. Yang kedua adalah ee 5:10 jarak dari jantung menuju ke tempat yang 5:14 diperiksa total velength-nya atau jarak 5:16 dari pembu darahnya. Yang terakhir 5:18 adalah diameter dari pembuh darah itu 5:20 sendiri. Jadi kalau ada yang bertanya 5:22 sama kita, apakah kekentalan darah 5:24 berpengaruh pada tensi? Ya, berpengaruh 5:27 karena viskositas atau kekentalan darah 5:29 itu salah satu dari komponen SVR. 5:33 Jadi kalau digambarkan mungkin secara ee 5:37 saya enggak bisa tulis di sini, 5:38 tapi kira-kira blood pressure sama 5:41 dengan cardiac output dikali SVR. Cardia 5:43 output adalah jumlah darah yang 5:46 dikeluarkan oleh jantung per menit. Jadi 5:48 hitungannya adalah darah volume sekuncup 5:50 satu kali pompa berapa cc? Sekitar 7080 5:53 cc dikalikan oleh jumlah ee nadi per 5:57 menit. Nah, ini jumlahnya konstan. 5:59 Artinya kalau nadinya meningkat itu 6:02 menunjukkan bahwa volume yang 6:04 dikeluarkan oleh jantung per menitnya 6:06 itu per kali keluarnya lebih sedikit. 6:09 Begitu juga ketika nadinya berkurang 6:11 berarti pompa yang dikeluarkan oleh 6:14 jantung atau kita bilangnya ventrikel 6:16 kiri karena ventrikel kiri yang bertugas 6:18 untuk memompak seluruh tubuh itu semakin 6:20 kecil. Jadi kalau nadinya cepat volume 6:24 yang dikeluarkan kecil. Kalau volume 6:25 yang dikeluarkan banyak nadinya 6:27 berkurang atau melambat. 6:29 Nah, ini adalah eh kita bilang equation 6:32 ya, persamaan yang membentuk eh tensi. 6:35 Kalau saya jelaskan lebih mendalam lagi 6:37 mungkin agak rumit ya karena berhubungan 6:40 sama pressure gradien, kemudian eh 6:42 resistensi. Ini kalau di ilmu fisika 6:45 kita bilangnya ilmu debit. 6:46 He he. 6:47 Debit itu adalah kalau dalam bahasa 6:48 medisnya di sini blood flow. Debit. 6:51 Kalau dihitung debit itu dalam bahasa 6:53 medisnya adalah aliran darah, blood 6:56 flow. Nah, kemudian sebenarnya mekanisme 7:00 terbentuknya ee tekanan darah itu sama 7:02 seperti mekanisme ee pompa mekanik 7:05 sebenarnya. Jadi sebenarnya lebih 7:06 gampang digambarkan dibanding sama ee 7:10 ilmu infeksi ya. Karena kalau ilmu 7:12 infeksi itu mekanismenya lebih kompleks 7:15 sampai ee faktor sampai hal-hal yang 7:18 bersifat molekuler pun di ee terlibat 7:22 ikut terlibat. 7:24 Nah, 7:25 gambaran gampangnya untuk SVR ini 7:28 seperti pembul seperti selang air. 7:30 Selang air itu ketika saya kecilkan 7:32 ujungnya, 7:34 ketika dia mengalirkan air saya kecilkan 7:36 ujungnya, otomatis akan menghasilkan 7:38 tekanan yang lebih tinggi. Itu 7:40 berhubungan sama tadi yang saya bilang 7:41 diameter dari pembuluh darah. Ini inilah 7:43 yang mengatur juga termasuk keseimbangan 7:46 tensi pembuh darah itu bisa ada 7:48 compliance namanya. Dia bisa melebar, 7:50 bisa juga menyempit. Nah, itu juga 7:52 menentukan nanti tensi pada orang-orang 7:56 tua tadi yang seperti dijelaskan sama Bu 7:57 Nuning, kenapa kok tensinya cenderung ee 8:01 lebih tinggi daripada anak muda, 8:03 seberapa batasan tensi pada orang tua? 8:06 memang ada penelitiannya ada ada join 8:09 komite nasional kita bilang eh GNC 8:14 join National Commite. Nah, itu yang ee 8:16 merumuskan setiap tahunnya eh 8:19 kesepakatan tentang standar tensi yang 8:22 ee yang normal 8:24 baik untuk ee usia dewasa muda sampai 8:27 orang-orang tua kita bilangnya geriatri. 8:30 Nah, untuk eh GNC terakhir GNC pada 8:34 pasien di usia di atas 65 tahun masih 8:38 diperbolehkan ee ditoleransi tensi 8:42 mencapai 150 atasnya di bawahnya 90. 8:47 Artinya yang sebenarnya tidak bisa 8:50 diberikan tensi seperti ini pada usia 8:51 muda. Usia muda sekitar kita hitung 18 8:54 sampai 65 tahun. Pada usia di atas 65 8:57 tahun diperbolehkan. Kenapa seperti itu? 9:00 Ini berhubungan sama SR yang saya 9:01 jelaskan tadi. 9:02 Kenapa? Karena pada orang tua pembuluh 9:05 darah sebagaimana kulit pada orang tua 9:06 sudah mulai alot, 9:08 keriput. 9:08 E alot. Jadi dinding pembuluh darah pun 9:10 sudah mulai mengaku. Jadi dia kaku 9:13 ee compliance-nya, elastisitas lah 9:16 bahasa dari pembuluh darah itu sudah 9:17 mulai berkurang. Jadi ketika ee jantung 9:21 memompa, seharusnya dinding pembuluh 9:23 darah itu kan dia melebar seperti ini 9:25 ya. ketika memompa dindingnya melebar 9:27 seperti ini menyesuaikan sama tekanan. 9:30 Tapi ketika pada orang tua dindingnya 9:32 kaku, beban ee pompa itu akan semakin 9:36 tinggi untuk menghasilkan tekanan yang 9:38 sama di ee di perifer atau di pembuluh 9:42 darah. Akibatnya ketika jantung memompa 9:45 dengan tekanan tinggi, dia punya 9:47 pembuluh darah tidak bergerak. Jadi 9:49 tekanannya semakin tinggi. Bisa 9:51 dibayangkan, ya. Jadi karena dia kaku, 9:53 jantung butuh kerja lebih kuat untuk 9:55 menghasilkan tekanan yang sama. Nah, 9:58 untuk pada orang tua ada istilah 10:00 isolated systolic hypertension. Biasanya 10:03 gambaran tensinya itu tensi bagian 10:04 atasnya atau kita bilang sistolik ya, 10:07 dia tinggi katakan 160 atau 150. 10:12 Nah, tapi di bagian diastoliknya dia 10:15 cenderung normal. Nah, itulah yang kita 10:17 bilang isolated systolic hypertension. 10:20 ini disebabkan oleh tadi yang saya 10:21 bilang elastisitas dari pembuh darahnya 10:22 yang sudah mulai berkurang. Nah, sedikit 10:24 saya jelaskan tentang sistolik dan 10:26 diastolik. Ini sering mungkin ditanyakan 10:28 apa itu tensi atas, apa itu tensi bawah. 10:29 He 10:30 ya. Jadi tensi atas itu sistolik 10:32 sebenarnya dihitung yang paling tepat 10:34 itu di tekanan di aorta. Jadi pembul 10:37 darah ee setelah jantung itu yang paling 10:40 besar ukurannya atau diameternya dari 10:42 seluruh tubuh pembul dari seluruh 10:44 pembuluh darah yang ada di tubuh adalah 10:46 pembuluh darah aorta. Jadi, e jantung 10:49 itu kan memompa sebenarnya dari seluruh 10:52 tubuh kemudian ee ke apa namanya? ke 10:56 jantung, ke paru-paru baru ke seluruh 10:58 tubuh lagi. Nah, ee kita bilangnya kalau 11:03 bahasa Indonesianya bilik bilik sebelah 11:05 kiri, ventrikle sebelah kiri itu ya 11:08 menyalurkan tensinya pertama kali itu ke 11:11 pemuruh darah besar yang namanya aorta. 11:13 Nah, aorta ini ee yang menentukan 11:15 sebenarnya tekanan darah yang tepat 11:18 kalau bisa di tensi yang paling akurat 11:19 tuh tensi di aurorta sebenarnya. Jadi, 11:21 sistolik itu adalah tekanan yang paling 11:25 tinggi ya. Tekanan yang paling tinggi 11:28 yang 11:30 ee 11:32 peak aurtic pressure artinya tekanan 11:34 yang paling tinggi yang didapatkan di 11:35 aorta. Nah, didapatkannya ketika si 11:39 jantung lagi mau begini. Jadi jantung 11:41 itu sistol tuh seperti ini. Dia memompa 11:43 seperti ini. 11:45 Jadi ketika seluruh chamber atau seluruh 11:47 ruang di jantung memompa, itu namanya 11:49 sistolik. Nah, yang diukur pada saat 11:51 tekanan sistolik yang kita kerjakan 11:53 biasa di rumah itu atau menggunakan 11:55 tensimeter itu sebenarnya yang paling 11:57 tepat itu di aur tadi pembuh darah 11:59 terbesar karena dia pembuh darah yang 12:00 pertama keluar dari jantung. Jadi ketika 12:03 dipompa ya atau melakukan sistolik, nah 12:07 tekanan di situlah yang yang sebenarnya 12:11 menunjukkan tekanan sistolik yang paling 12:12 tepat. Kemudian kalau diastolik adalah 12:16 tekanan aorta yang paling rendah. Tadi 12:18 tekanan aorta yang paling tinggi piknya 12:20 puncaknya. Sedangkan diastolik adalah 12:23 yang paling rendah yang didapatkan 12:24 ketika si jantung mengisi. Jadi diastol 12:28 itu atau yang kita sering bilang tekanan 12:30 tensi bagian bawah itu ketika jantung 12:32 melakukan pengisian seperti ini. Jadi 12:34 dia sistol mengisi diastol. Sistol 12:38 diastol. Sistol itu kemudian 12:41 menghasilkan tekanan yang tadi saya 12:42 bilang di aorta. 12:43 Heeh. 12:43 Nah, itu puncak tekanan tersebut disebut 12:46 sistol. Ketika dia mengisi, otomatis ada 12:49 katup di sana. Namanya katup aorta 12:52 ketika dia menutup ya, katup aorta 12:55 membuka ketika sistol, menutup ketika 12:58 dia stol. Karena kalau enggak menutup 12:59 otomatis akan ada aliran darah barik 13:01 dari aorta ke dalam jantung. Ini gak 13:03 bagus. Nah, sistol dia terbuka kemudian 13:06 melakuk melepaskan satu tekanan di situ 13:08 diukur. Nah, itu sistol yang paling 13:10 tinggi diastol ketika dia tertutup 13:13 katupnya. Nah, ada tekanan pengisian di 13:16 situ. Di aortanya tekanan yang paling 13:19 rendah adalah diastol. Jadi, sebenarnya 13:21 mekanismenya seperti itu. 13:24 Kemudian ee batas-batasan tensi yang 13:28 mungkin perlu diketahui sama ee 13:30 pendengar sekalian. Jadi, sebenarnya 13:33 batasan-batasan tensi ini setiap tahun 13:35 ada revisi, tapi revisinya tidak begitu 13:39 apa namanya? Tidak begitu signifikan ya 13:42 perubahannya. saya kasih gambaran di 13:44 sini. Jadi sebenarnya kita bicara ee 13:47 pada 13:49 semua ee 13:52 orang sehat ya. Jadi tensi itu ada 13:54 batasan untuk orang-orang tertentu. 13:57 Artinya ketika dia ada compelling 13:58 indication, compelling indication ini 14:01 suatu indikasi yang memaksa. bahasanya 14:03 compeling itu menekan, memaksa ee 14:06 seperti diabetes ya, penyakit ginjal 14:09 kronis, kemudian CVD atau stroke 14:12 cerebrovascular disease, kemudian ee 14:15 tadi diabetes, CVD, 14:18 kemudian ee penyakit jantung koroner, 14:21 penyakit ginjal kronis. Nah, pada 14:23 kondisi-kondisi seperti ini kita bilang 14:25 compelling indication ada pengkhususan. 14:28 Jadi, batas tensinya akan disesuaikan 14:31 sama penyakitnya. Bahkan pilihan obatnya 14:33 pun akan menyesuaikan sama eh compelling 14:36 indication. Jadi, orang yang sehat 14:37 dengan hipertensi artinya dia enggak 14:39 punya diabetes, tidak punya gagal 14:41 ginjal, tidak punya gangguan ee tidak 14:43 punya riwayat stroke atau riwayat 14:45 penyempitan di otak. Nah, otomatis akan 14:48 mendapatkan perlakuan yang berbeda 14:50 dengan orang-orang yang memiliki 14:51 gangguan tadi. Nah, kita bicara secara 14:53 umum di sini untuk orang sehat. Nah, 14:56 optimalnya tensi itu sebenarnya di 14:58 tekanan 120 di atas, 15:01 80 mm HG itu di bawah. 15:05 Jadi, ee 15:07 di bawah ini yang normal ya. Jadi kalau 15:09 misalkan ada gadis biasanya atau 15:11 perempuan muda atau mungkin ibu-ibu muda 15:14 tensinya itu 90/60, 15:16 100/60, 15:18 100/70 itu masih dalam batas normal. 15:20 Nah, tensi ini dibagi tiga besar. 15:23 Hypertension yang saya akan bahas ini, 15:25 normension atau tekanan darah normal, 15:27 hypotension, tekanan darah rendah. 15:29 Tekanan darah rendah patokannya 90/60. 15:32 Bahkan pada kondisi-kondisi tertentu 15:34 biasa perempuan khususnya ya, 15:36 perempuan muda itu tensinya bisa sampai 15:38 90/50. 15:40 Selama dia tidak enggak ada, tidak ada 15:41 keluhan, artinya tidak ada keluhan ee 15:44 pingsan, gelap, penglihatan, dan 15:45 lain-lain. Ee sebenarnya masih dalam 15:48 wajar-wajar aja untuk perempuan muda. 15:51 Tapi kalau dia ada keluhan, nah itu 15:53 harus dicari tahu penyebab hipotensinya 15:55 apa. Nah, yang saya akan bahas di sini 15:57 adalah hipertensi. Untuk norma tensi, 15:59 tensi normal berarti range-nya di antara 16:02 90 sampai 120. Untuk atasnya di bawahnya 16:06 di antara 60 sampai 80, ya. 16:10 Nah, kemudian di sini saya akan jelaskan 16:13 optimal. Optimal itu tadi di bawah 16:15 120/80 tapi di atas ee 90/60. 16:20 Normal. Nah, ini normal artinya masih 16:22 bisa dimaklumi ini normal. Jadi di atas 16:26 120 pun masih boleh sampai berapa? 120 16:29 sampai 129. 16:31 Kemudian 80 sampai 84 bagian bawahnya. 16:34 Nah, ada juga sekarang ada istilah 16:36 normal tinggi. Dulu pada GNC7 cuma 16:39 dibagi normal, prehiertensi, dan 16:41 hipertensi. Hipertensinya dibagi dua. 16:43 Sekarang sudah ada kriteria baru nih 16:46 yang terakhir di 2019. Jadi normalnya 16:49 itu sampai 129 16:51 atasnya. Kemudian tekanan diastolik yang 16:54 di bawah itu sampai 84. 16:57 Kalau ada lagi normal tinggi. Normal 16:59 tinggi 130 sampai 139. 17:02 Kemudian 85 sampai 89. Dulu di sini 17:05 dibilang prehiertensi, sekarang sudah 17:08 dibilang normal tinggi. Nah, untuk 17:10 hipertensi derajat pertama, nah ini 17:12 perlu ee teman ee rekan-rekan sekalian 17:15 atau ee pendengar sekalian mendengarkan 17:18 apa ee mencatat bahwa hipertensi 17:21 dihitung dimulai dari tensi 140/90. 17:26 Jadi di atas itu 140 sampai 159, 17:30 90 sampai 99 itu hipertensi derajat 17:32 pertama. Mungkin saya gak perlu jelaskan 17:34 lebih mendalam. Di sini ada hipertensi 17:36 derajat 1, derajat 2, derajat 3. Eah 17:38 derajat dulu gak ada derajat 3. Kita 17:40 langsung masuk ke hipertensi urgensi. 17:42 Sekarang ada derajat 3 di atas 180 17:46 sama di bawahnya di atas 110. Jadi kalau 17:50 misalkan sudah di atas 140/90 17:54 artinya dia sudah masuk dalam kriteria 17:56 hipertensi 17:58 ya dan dia perlu dilakukan inisiasi 18:01 pengobatan. Artinya kapan pasien 18:03 diberikan obat? Kalau dia tensinya 18:06 diukur dengan cara yang benar. Artinya 18:07 ada cara pengukurannya juga 18:10 di atas 140/90. 18:13 otomatis setelah kita kita lakukan 18:15 intervensi perubahan gaya hidup, kita 18:18 langsung berikan obat-obatan. Jadi, ada 18:20 empat hal ee yang bisa kita intervensi 18:24 dalam gaya hidup mengubah ee 18:28 apa namanya? Bisa menurunkan tensi 18:30 secara signifikan. Jadi, yang pertama 18:34 ini juga perlu dicatat, salt 18:35 restriction, kita harus membatasi garam. 18:38 Saran saya pada orang-orang yang sudah 18:39 terkena hipertensi, dia kalau bisa 18:42 menaburkan garamnya sendiri. Jadi, 18:44 khusus kalau dia sudah berumah tangga 18:45 punya istri, 18:46 dia bisa minta dimasakan tanpa garam. 18:50 Jadi, garamnya diukur kira-kira 1 sendok 18:52 teh dalam 24 jam. Jadi mereka punya 18:54 tempat sendiri, kontainer sendiri yang 18:56 berisi garam yang mereka bisa tabur 18:58 secukupnya dalam 1 hari satu malam 19:01 mereka tabur sendiri sampai sejumlah 19:03 itu. Garam diperlukan dalam tubuh dalam 19:06 jumlah yang seimbang. Artinya kalau 19:08 kurang garam juga hati-hati bisa 19:10 menyebabkan sakit kepala, keseimbangan 19:12 hemodinamik kita juga bisa terganggu. 19:14 Kemudian yang kedua ee exercise yang 19:18 teratur. 19:19 Exercise yang teratur ini kira-kira 19:21 sekitar 5 kali dalam 5 sampai 6 kali 19:24 dalam 1 minggu. Kemudian dengan durasi 19:27 sekitar 4 30 sampai 60 menit. 19:31 Nah, exercise juga tergantung umur. 19:33 Kalau masih muda, kalau bisa di 19:36 tingkatkan intensitas exercise-nya 19:39 supaya mencapai batas yang maksimal. 19:41 Kalau pada orang-orang tua biasa jenis 19:43 exercise-nya pun yang disesuaikan sama 19:45 umurnya. karena faktor dari umur 19:48 sendi-sendi yang sudah tidak sekuat ee 19:50 di usia muda. Jadi mungkin seperti 19:53 berjalan, berenang yang tidak begitu 19:55 memberikan beban pada sendi. Kalau 19:57 aktivitas yang menggunakan 19:58 gerakan-gerakan mendadak seperti 20:00 melompat, memukul, memukul dengan apa 20:02 cepat itu beresiko pada sendi. Jadi 20:05 harus dihindari kecuali memang 20:06 sebelumnya sudah atlet ya, dari muda 20:10 sudah terbiasa olahraga. Kemudian ee 20:13 yang ketiga, kurangi berat badan. ada 20:15 penelitiannya semua. Ini tiga hal yang 20:16 saya sampaikan tadi ketika dilakukan 20:18 dengan baik bisa menurunkan tensi secara 20:20 signifikan. Jadi kalau kita melakukan eh 20:24 exercise kemudian diet dengan baik 20:27 sehingga berat badan kita turun ya 20:29 otomatis tensi akan turun. Mungkin ee 20:32 pengalaman ee pendengar sekalian kalau 20:34 berpuasa dengan benar ya otomatis ya 20:36 berpuasa dengan benar selama di bulan 20:37 Ramadan. Berpuasa penuh selama di bulan 20:40 Ramadan biasanya tensi itu cenderung 20:42 rendah. artinya bukan maaf cenderung 20:45 menurun. Jadi pada orang-orang dengan 20:46 hipertensi dia akan cenderung menormal. 20:49 Saya pernah dapat satu pasien ee ee di 20:53 umur 80 tahun. Dia ada tiga macam ee 20:56 kombinasi obat hipertensi. 20:58 He. 20:59 Kemudian ketika berpuasa 21:01 tensinya kok sering turun rendah. 21:03 Pasiennya sering e mengeluh keliangan 21:05 mau jatuh. Akhirnya ketika kita tensi 21:08 ternyata yang di umur 80 tahun 21:11 compliance-nya akan lebih rendah. 21:12 Artinya dia akan membutuhkan tensi yang 21:15 lebih tinggi dibanding sama orang 21:16 normal. Kenapa? Seperti yang saya 21:17 jelaskan tadi, pembuluh darahnya pada 21:19 kaku. Bisa dibayangkan ketika dia tensi, 21:22 dia akan membutuhkan tenaga yang lebih 21:24 besar untuk sampai ke ujung-ujung atau 21:26 perifer kita bilangnya, baik di otak 21:28 maupun di kaki. Nah, karena ee tensinya 21:33 setelah berpuasa cenderung jadi 21:34 110/80/70, 21:38 akhirnya saya ee mengambil keputusan 21:40 untuk mengurangi salah satu obat 21:41 hipertensinya. Jadi ternyata setelah 21:44 dikurangi keluhannya hilang, tensinya 21:46 tetap harus disesuaikan sama kebutuhan. 21:49 Kadang orang-orang berbeda. Ada yang 21:51 masih bisa adaptasi di tensi 140, 145, 21:54 ada yang masih bisa adaptasi di 130. Ini 21:56 untuk orang tua ya, untuk geriatri 21:58 kanc cut off-nya di 150. Ada yang sudah 22:01 di 120 sudah gak mampu dia. 22:03 Iya. di bawah 120/70 tidak disarankan 22:06 untuk orang tua. Jadi justru tensi di 22:09 bawah 120/70 22:11 tidak disarankan untuk orang tua. Ini 22:12 kan untuk anak muda bagus. Tapi pada 22:14 orang tua justru mengakibatkan dia 22:17 terganggu aktivitasnya. Nanti dia 22:19 keliengan. 22:20 Iya. 22:20 Jadi apa? Pusing kepalanya jadi ring dan 22:23 lain-lain. Nah, jadi ee yang ketiga tadi 22:27 adalah ee kurangi berat badan. 22:30 Nah, yang keempat ee untuk orang muslim 22:34 insyaallah tidak ada. Tapi kalau memang 22:36 masih ada yang nakal jangan minum 22:38 alkohol karena alkohol terbukti 22:40 meningkatkan ee resiko hipertensi dan 22:43 pada orang-orang dengan hipertensi akan 22:45 meningkatkan tensinya. Jadi, empat hal 22:47 ini yang harus diperhatikan. Otomatis 22:50 makan pun harus yang sehat. Seperti yang 22:52 saya jelaskan tadi, viskositas orang 22:54 yang berlemak tinggi akan makan berlemak 22:56 tinggi yang trigliseritnya tinggi ya itu 22:59 akan cenderung tensinya akan lebih 23:01 tinggi. Kemudian ee apa namanya? 23:06 Makan-makanan yang seimbang. Sekarang 23:07 ada namanya ee ee [mendengus] 23:11 dulu kan empat sehat lima sempurna ya. 23:13 Kalau sekarang itu 13 gizi seimbang 23:15 kalau gak salah. Saya lupa. 23:16 Lebih banyak nih. 23:16 Iya. Jadi, bagaimana sebenarnya 23:18 mengkombinasikan ee makan yang sehat 23:21 sehari semalam. Nah, itu nanti ada 23:23 babnya sendiri. 23:24 Jadi ee empat hal tadi kalau dijaga 23:27 dengan baik, harapannya mudah-mudahan 23:29 bisa menurunkan tensi. Terus apakah 23:32 obat-obatan tensi diminum seumur hidup? 23:34 Ya, obat-obatan [mendengus] tensi 23:37 diperlukan selama tensinya tidak 23:39 terkontrol. Artinya begini, ketika dia 23:41 mengubah gaya hidup dia, mengurangi 23:43 berat badan dia, olahraga teratur selama 23:46 3 bulan setelah mengikuti ee program 23:48 diet yang baik, tercapai tensinya, woh 23:51 sekarang kok saya minum obat malah turun 23:53 tensi saya. Artinya ee turunnya bukan 23:55 turun normal, turun cenderung rendah. 23:57 Nah, pelan-pelan obat-obatan hipertensi 23:59 yang dikonsumsi itu bisa kita kurangi 24:02 malah mungkin bisa sampai berhenti kalau 24:04 dia betul-betul bisa berubah total jadi 24:07 apa namanya menjadi orang yang ee hidup 24:09 sehat. Tidak semua tapi pada kasus 24:12 tertentu ada yang bisa berhenti obat 24:14 hipertensi ketika dia betul-betul 24:16 mengubah gaya hidup yang saya bilang 24:18 tadi. Berat badannya berkurang jadi 24:20 normal malah jadi berotot. Ada yang 24:21 begitu. Kemudian ada juga yang apa 24:24 namanya? Makannya jadi makanan sehat. 24:26 yang tadinya makanan-makanan fast food, 24:27 junk food yang tinggi garam berubah jadi 24:30 makanan-makanan yang real food, yang 24:31 sehat, yang rendah kalori, kemudian juga 24:34 banyak exercise. Kemudian yang tadinya 24:37 mungkin konsumsi alkohol berhenti 24:38 konsumsi alkohol membiasakan gaya hidup 24:41 sehat. Nah, kemudian ee 24:45 kapan pasien disebut hipertensi? Tadi 24:47 kan sudah saya sebutkan tensinya. Terus 24:50 bagaimana cara menghitung tensi yang 24:52 normal? Eh, cara menghitung tensi yang 24:53 benar. 24:55 Jadi hipertensi itu ee kita gak bisa 24:58 tegakkan dalam satu kali pemeriksaan. 25:00 Biasanya kalau pasien datang ke poli, 25:02 katakan ke poli jantung, pasien itu kita 25:06 evaluasi setiap bulan tensinya. Nah, 25:08 kalau kita masih pertama kali ketemu 25:10 pasiennya dan pasiennya juga pasien yang 25:12 kooperatif yang ee apa namanya? Bisa 25:14 diajak kerja sama di rumah, dia punya 25:16 alat tensieter sendiri, intelektualnya 25:18 cukup bagus, kita bisa suruh di rumah 25:20 untuk tensi sendiri. Jadi ee biasanya 25:25 ee kita suruh tensi ulang di rumah atau 25:28 kita tensi beberapa kali di rumah sakit 25:30 kita jarakin katakan setiap 15 menit. 25:32 Kalau pasien baru datang terburu-buru 25:35 sampai ke poli di tensi ini tidak ee 25:38 tidak standar tensi yang baik. Jadi 25:40 pasien ee di tensi yang baik seperti 25:42 apa? Pasien [mendengus] datang tidak 25:44 dalam keadaan habis terburu-buru, tidak 25:46 habis dalam keadaan berlari, ya sudah 25:48 duduk kira-kira 15 menit, dilakukan 25:50 ditensi di tangan sebelah kiri dengan 25:52 ketinggian manset setinggi jantung, 25:54 pasien tidak dalam kondisi habis 25:56 konsumsi kopi atau misalkan ee habis 26:00 exercise berat gak. 26:02 Kemudian di tensi biasanya kalau 26:04 didapatkan tensi tinggi kita ulang 26:07 minimal paling cepat itu 3 menit 26:09 tapi bagusnya jarakin 5 sampai 10 menit. 26:11 Nah, ketika kita dapatkan tensi yang 26:13 pertama tinggi, kalau tensinya sudah di 26:15 atas 140, kita biasa inisiasi dengan 26:19 obat sambil mengubah gaya hidup. Jadi, 26:23 kemudian ee di rumah kita sarankan juga 26:27 biasanya untuk tensi sendiri. Untuk 26:29 evaluasi tensi kita bisa kita bilangnya 26:32 HPM home blood pressure monitoring. Jadi 26:36 kita tensi suruh di tiga waktu di pagi 26:38 hari kemudian ee di malam hari sama kita 26:43 ambil rata-ratanya. Pagi hari bisa 26:45 dibangun tidur ya sama di siang hari 26:48 kemudian di malam hari sebelum tidur. 26:51 Nah, biasanya [mendengus] kalau ee rumah 26:53 sakitnya punya alat yang bagus, kita 26:55 bilang punya alat yang namanya ABM. 26:57 Biasa dia sejenis alat mengukur tekanan 27:00 darah yang otomatis ambulatory blood 27:03 pressure monitoring. Jadi kita pasang di 27:05 tangannya, alatnya dibawa pulang, dia 27:08 akan mentensi secara otomatis mengambil 27:10 rata-rata tensinya di pagi hari, malam 27:12 hari, dan selama 24 jam. Nah, jadi 27:15 dengan begini akan lebih akurat 27:17 sebenarnya untuk menegakkan tensi. Nah, 27:19 tapi kalau misalkan tidak ada hal-hal 27:21 seperti ini, pasien tidak punya tensi, 27:22 kita biasa tensi secara berkala di rumah 27:24 sakit. kita inisiasi setelah tensi di 27:27 atas 140/90. 27:30 Saya kasih gambaran seperti ini. Kalau 27:31 pasiennya datang ke kita tensinya bagus 27:34 120/80 27:36 ini berdasarkan ee ISH yang 2019. 27:41 Artinya dewasa muda, sehat, tensi bagus 27:43 kita ulang 5 tahun. 27:45 Kalau misalkan tekanan darahnya normal 27:47 120 sampai 129 tadi yang saya bilang 80 27:51 sampai 84 kita ukur setiap 3 tahun. Nah, 27:54 kalau sudah normal tinggi 130/139 27:58 ini untuk orang sehat ya. Kita bicara 27:59 untuk orang sehat. [mendengus] Kemudian 28:01 85 bawahnya per89. Nah, ini harus di 28:05 harus hati-hati karena sudah normal 28:06 tinggi kita sudah warning. Ini 28:08 disarankan untuk diukur secara berkala. 28:10 Di sini disarankannya berdasarkan IASH 28:13 ee 28:14 setiap tahun atau kita lakukan 28:16 pemeriksaan dengan ABPM atau dengan 28:19 HBPM. ABPM itu yang otomatis. Kalau HBM 28:22 manual tapi kita kerjakan sendiri di 28:23 rumah, takutnya tensinya pada saat 28:26 datang ke rumah sakit itu tidak muncul 28:28 yang sebenarnya. 28:29 He. 28:29 Jadi ada istilah namanya mask 28:31 hypertension. Jadi pasien [mendengus] 28:33 ketika datang ke dokter itu justru 28:36 tensinya gak tinggi. Tapi ketika di 28:38 rumah di pagi hari tensinya tinggi. Ada 28:40 istilah morning search biasa pada pasien 28:42 dengan ee pasien yang sehat di pagi hari 28:44 itu cenderung tensinya naik. Itu kita 28:46 bilangnya irama sirkadian 28:48 karena faktor hormonal. kita bilang dari 28:51 tubuh ada namanya ee kortisol dan 28:53 lain-lain. Nah, itu meningkatkan tensi 28:57 di waktu pagi hari ketika mau aktivitas. 28:59 Nah, atau ketika bangun tidur. Ketika 29:02 tensi seperti itu biasanya [mendengus] 29:04 pada orang-orang tertentu bisa sampai 29:06 tinggi sekali. Nah, makanya ada kasus e 29:09 mungkin ee untuk pendengar sekalian biar 29:10 tahu ee kasus-kasus serangan jantung 29:13 atau stroke itu biasa terjadi di pagi 29:16 hari ketika bangun tidur. Karena ketika 29:18 itu tensi sedang naik, kita bilangnya 29:20 morning surge. 29:22 Nah, apa namanya? Kalau pasien punya 29:25 alat tensi sendiri di rumah ketika 29:26 bangun tidur katakan dia bangun jam .30, 29:28 jam 5. Dicoba tensi. Biasanya di situ 29:31 tensi yang paling tinggi dalam 1* 24 29:33 jam. 29:35 Nah, ee apa namanya yang saya bilang 29:38 tadi ketika datang ke dokter tensinya 29:40 kok normal. Tapi kalau di pagi hari kok 29:42 saya sering ada keluhan sakit kepala, 29:45 kemudian ee biasanya di daerah punuk 29:47 tegang, bahkan kadang suka agak 29:49 keliengan. E jangan-jangan tensinya 29:51 tinggi di pagi hari. Nah, disarankan 29:54 untuk memeriksakan dengan ABpM kalau 29:57 rumah sakitnya ada yang saya bilang tadi 29:58 yang diperiksa ditempel selama 24 jam 30:00 mansetnya atau [mendengus] menggunakan 30:03 HBM. dia menggunakan sejenis ee tensi 30:05 biasa yang otomatis sudah banyak dijual 30:07 di luar. Nah, biasanya kita tensi sesuai 30:10 instruksi dokternya jam berapa, jam 30:12 berapa, jam berapa. Nah, nah ada lagi 30:15 yang satu lagi hipertensi yang lain. 30:16 Justru ketika pasiennya datang ketemu 30:18 dokter, pasiennya malah tensinya naik. 30:20 Ada istilah white coat hypertension. 30:22 Jadi pasien ketika datang ke dokter 30:24 karena cemas, karena takut lihat jaz 30:26 putih white coat di jas putih kita 30:28 bilangnya, tensinya cenderung naik. Nah, 30:31 ini juga ee perlunya kenapa kita lakukan 30:33 evaluasi di luar rumah sakit atau di 30:35 luar klinik? Karena ada kondisi-kondisi 30:37 tertentu yang seperti ini. Jadi, tadi 30:39 tensi yang benar, pasien datang tidak 30:43 terburu-buru, tidak habis lari, tidak 30:45 habis exercise berat, kemudian sudah 30:47 duduk kira-kira 15 menit dengan tenang, 30:49 tidak habis minum kopi, ya di tensi di 30:53 tangan kiri dengan manset setinggi dada 30:56 dan alat pengukurnya juga setinggi dada. 30:58 Kalau sekarang di rumah sakit rata-rata 30:59 sudah otomatis untuk mengurangi human 31:01 error karena kadang juga perawat salah 31:03 salah ukur tensi. Nah, kemudian diukur 31:07 kalau tinggi diulang biasanya 5 sampai 31:10 10 menit paling cepat 3 menit tidak 31:12 boleh terburu-buru mengulang. Jadi baru 31:14 di tensi tinggi langsung diulang lagi. 31:16 Gak boleh. 31:17 Pasien tidak boleh dalam keadaan 31:19 berbicara juga. Ternyata ada 31:20 penelitiannya ketika ditensi sambil 31:22 berbicara bisa meningkatkan ee tekanan 31:24 darah sistolik sekitar 10 mm HG. Jadi 31:26 kalau dia 130 naik ke 140 31:29 karena bicara jadi pasien harus dalam 31:31 keadaan tenang. Nah, tadi mungkin saya 31:33 juga belum jelaskan keluhan-keluhan pada 31:35 pasien hipertensi. Hipertensi itu 31:37 keluhannya biasanya sakit kepala. Ini 31:39 keluhan-keluhan yang yang ee yang 31:42 ringan, keluhan-keluhan yang berat kita 31:45 bilang ya pada hipertensi yang emergency 31:47 atau hipertensi urgensi. Pasiennya bisa 31:49 sampai pingsan. Masyaallah 31:52 bisa sampai pingsan bahkan bisa kejang 31:54 kalau dia mengalami perdarahan di otak 31:56 dia bisa kejang bisa ini kita bicara 31:58 yang ee emergency yang berat sakit 32:00 kepala berat sampai bisa muntah ya 32:03 kemudian penglihatannya bisa tiba-tiba 32:06 terganggu kemudian bisa nyeri dada yang 32:09 hebat kemudian ee apa namanya nyeri dada 32:15 pingsan sakit kepala berat diikuti sama 32:18 pingsan. Nah, itu juga salah satu 32:20 hati-hati tanda-tanda warning bahwa 32:21 pasien ini tensinya tinggi. Jadi, 32:25 hipertensi emergency ini suatu kondisi 32:27 gawat darurat. Kalau seperti ini ada di 32:30 keluarga kita atau ada rekanan kita yang 32:32 tiba-tiba pingsan, sakit kepala berat, 32:35 kemudian muntah, disarankan tensi dulu 32:37 kalau ada tensi di rumah dan segera 32:39 dibawa ke rumah sakit. Nah, hipertensi 32:42 emergency ada di bawah namanya 32:43 hipertensi urgency. Emergency sama 32:46 urgensi bedanya kalau pada emergency 32:48 terdapat kerusakan organ, kita bilangnya 32:51 target organ damage. Nah, organ apakah 32:54 yang menjadi korban dari tensi tinggi? 32:56 Yang paling sering mengalami korban itu 32:58 pertama otak menyebabkan stroke. 33:00 Kemudian mata, retinopati hipertensi, 33:03 kerusakan syaraf mata. He. Yang ketiga, 33:05 jantung. Yang keempat paru-paru. Ya, 33:09 paru-paru itu bisa mengalami ee apa? 33:12 Perembesan ee cairan kita bilang edema 33:14 paru akibat tensi tinggi. Kalau jantung 33:16 bisa mengalami serangan jantung, 33:18 kemudian ginjal bisa mengalami gagal 33:19 ginjal. Orang yang tensinya 33:21 terus-terusan tinggi dalam waktu lama, 33:23 ginjalnya hati-hati bisa jadi korban. 33:25 Enggak sadar kok tiba-tiba fungsi 33:27 ginjalnya menurun. Wah, tiba-tiba sudah 33:29 gagal ginjal stadium 3, stadium 4 karena 33:32 tensinya tinggi dibiarkan oleh dibiarkan 33:34 sama dianggap remeh karena enggak ada 33:36 keluhan. Nanti ke sekian tahun ketemu 33:39 sama dokter sudah gagal ginjal, perlu 33:41 cuci darah dan lain-lain. Jadi, organ 33:44 yang terlibat tadi empat empat yang saya 33:46 bilang tadi, otak, jantung, paru, 33:49 ginjal, dan mata. Mata itu juga sering 33:53 pasien kok mengaluh. Saya punya 33:55 penglihatan kenapa terganggu ini. Nah, 33:57 saya pernah dapat juga pasien keluarga 33:58 saya juga seperti itu mengeluh. Jadi 34:01 datang ke dokter bukan karena tensinya 34:03 tapi karena penglihatannya terganggu. 34:04 Wah, kok penglihatan saya kok ada yang 34:06 ada yang terganggu nih? Enggak enggak 34:08 seperti biasanya ada yang hilang. Nah, 34:11 setelah diperiksa ternyata syarafnya 34:12 terganggu. Treatmennya justru yang 34:14 diterapi bukan matanya, tensinya justru 34:16 yang harus diobatin dulu. Kalau matanya 34:18 direatmen, tensinya enggak diperbaiki, 34:20 enggak ada gunanya. He 34:21 setelah diperiksa di screening ternyata 34:23 ginjalnya sudah mulai terganggu dan 34:24 lain-lain. 34:26 Nah, hati-hati tensi tinggi itu 34:28 menimbulkan kekakuan pada pembuluh 34:30 darah. Kita bilangnya ee 34:34 ee arterosklerosis, arteriosklerosis, 34:36 jadi pengerasan pada pembuluh darah. 34:39 Nah, ini juga bisa menyebabkan resiko 34:40 serangan jantung. Jadi, hal-hal tadi 34:44 merupakan keluhan-keluhan yang 34:46 didapatkan pada pasien-pasien yang 34:48 hipertensi dalam waktu lama. Biasanya 34:50 pasien ketika ketahuan tensinya tinggi 34:53 bukan baru itu 34:54 biasanya sudah berbulan-bulan makanya 34:56 perlu direkreening. Apa aja yang perlu 34:57 direkreining? Datang ke dokter mata, 34:58 diperiksa fundusnya, pemeriksaan saraf 35:00 mata, kemudian diperiksa fungsi 35:02 ginjalnya, diperiksa fungsi jantungnya, 35:04 jantungnya dengan eho biasanya. 35:07 Kemudian kita lakukan treatmal untuk 35:08 menilai koronernya seperti apa. Kemudian 35:11 juga kalau perlu juga dilakukan 35:12 pemeriksaan kepala juga untuk evaluasi 35:14 apakah pembuluh darahnya juga yang di 35:16 otak terganggu. 35:18 Eh, jadi 35:21 ada juga e hipertensi dibagi dua besar. 35:25 Kita bilang esensial sama sekunder. 35:27 Esensial itu artinya esensi. Jadi memang 35:30 sudah faktor dari dalam yang menyebabkan 35:32 tensinya tinggi. Ada orang yang mungkin 35:34 badannya enggak enggak enggak obesitas, 35:36 makannya sehat. Loh, tensi saya tetap 35:38 tinggi, Dok. Ini karena faktor dari 35:40 genetik biasanya dari orang tua 35:42 diwariskan itu tensi tinggi. Nah, kalau 35:44 yang saya nah 95% tensi itu disebabkan 35:47 oleh yang esensial justru 35:51 yang disebabkan oleh faktor yang 35:52 diwaris. Karena yang 5%-nya itu 35:54 sekunder. Yang sekunder itu biasa faktor 35:56 dari penyakit lain. Misalkan ini bukan 35:59 dari tensi menyebabkan gangguan ginjal, 36:00 tapi gangguan ginjal menyebabkan 36:03 gangguan tensi. Makanya kalau ada satu 36:06 bidang penyakit ee spesialis di penyakit 36:08 dalam namanya ginjal hipertensi. Karena 36:11 ginjal sama tensi itu sangat 36:12 berhubungan. Termasuk yang menjaga 36:14 keseimbangan hemodinamik tadi adalah 36:16 ginjal. Jadi gangguan ginjal bisa 36:19 menyebabkan tensi tinggi. Begitu juga 36:22 gangguan tensi tinggi dalam waktu lama 36:23 bisa menyebabkan gangguan dari ginjal. 36:27 Kemudian gangguan hormonal juga misalkan 36:29 pada pasien hipertiroid. Kemudian ee 36:32 obat-obatan tertentu dikonsumsi jangka 36:34 panjang. Misalkan obat-obatan steroid 36:36 mungkin kalau didengar kalau yang sering 36:38 didengar di ee pasar itu kayak retnison, 36:41 pretnisolon, metal pretnisolon itu 36:42 dikonsumsi dosis tinggi dalam jangka 36:44 panjang 36:45 itu juga beresiko meningkatkan tensi. 36:49 Jadi ee kira-kira gambarannya sementara 36:51 seperti ini, Bundi. 36:53 Iya. 36:53 Iya. 36:54 Jadi, Ikhwan akhwat kalau apa yang sudah 36:57 kita dengar dari dr. Muhammad 36:58 [mendengus] Husein tadi memang 37:00 betul-betul harus kita perhatikan. 37:03 Jangan khawatir kalau usia sudah di atas 37:06 ee 60 itu kalau loh kok aku 90 ya bukan 37:12 berarti lantas ee seperti yang kita 37:14 takutkan atau jadi 140. Tapi memang 37:18 banyak sekali seperti yang tadi dr. 37:20 Muhammad bilang kita harus aware, 37:21 peduli. Apalagi kalau tiba-tiba kita 37:25 mengalami muntah-muntah atau pusing 37:27 berat banget. Enggak boleh didiamin aja. 37:29 Oke, sebelum kita lanjutkan, Dok, kita 37:31 akan jeda sejenak. Kita akan simak 37:33 terlebih dahulu apa yang akan dipilih 37:37 oleh operator kita. Sebelum kami bacakan 37:40 SMS atau WA yang telah masuk ke nomor di 37:45 Rasil. Kalau Anda ingin telepon, silakan 37:47 ke 845 1512. 37:58 [musik] 38:00 Brail TV. 38:06 Terima kasih masih tetap bersama Rasil 38:10 untuk Islam yang satu yang juga dapat 38:12 Anda saksikan di YouTube Rasil kalau 38:14 terlambat menyimak ya. Dan terima kasih 38:18 juga untuk radio-radio di daerah yang 38:19 sudah menyebarluaskan siaran-siaran 38:21 Rasil di Palembang. di Yogyakarta, 38:25 kemudian juga di Sukabumi, di Semarang, 38:27 di em Batam. Mudah-mudahan ya di 38:32 Pontianak ada juga. Baik, saya langsung 38:35 ke pertanyaan ya, Dok, ya. Ini dari Ibu 38:37 Fajar di Bekasi. Asalamualaikum, Dr. 38:40 Muhammad dan Mbak Nuning. 38:42 Apa sih yang bikin orang hipertensi itu 38:44 lebih cepat emosi dan gampang banget 38:46 kaget? 38:47 Iya. 38:48 Dan harus minum obat terus-menerus ya, 38:50 Dok? 38:51 Iya. Itu saja. 38:52 Bismillah. Bismillahirrahmanirrahim. Ee 38:54 tadi saya belum jelaskan mendetail 38:56 mekanisme ee syaraf otonom. [tertawa] 39:00 Jadi tensi juga ditentukan juga sama ada 39:03 dua syaraf otonom simpatik sama 39:05 parasimpatik. Ini dua syaraf yang 39:07 berlawanan. Yang satu simpatik itu 39:10 meningkatkan tensi. 39:11 He. 39:11 Yang parasimpatik itu menurunkan tensi. 39:14 Oke. 39:15 Jadi singkatnya seperti ini. Ketika kita 39:17 tensi e kita emosi. Kenapa tensi kita 39:19 naik? Karena ketika kita emosi itu 39:21 merangsang syaraf simpatik kita. He. 39:24 Syaraf simpatik juga sebenarnya sama 39:26 parasimpatik ini dia ada iramanya. 39:28 Iya. 39:29 Jadi ketika dalam ee 24 jam ada namanya 39:31 irama sirkadian di pagi hari ketika kita 39:34 mau aktivitas kita bilangnya fight and 39:35 flight. He. 39:36 Jadi ketika kita butuh gairah ya di 39:40 matahari yang pagi yang hangat, kita mau 39:42 aktivitas dan lain-lain. Nah, yang 39:43 dominan adalah sistem syaraf simpatik. 39:46 Nah, ketika kita mau istirahat di malam 39:48 hari, ketika malam sudah mulai apa 39:50 namanya? Ee matahari sudah mulai 39:52 terbenam, nah itu yang akan ee dominan 39:55 adalah sistem syaraf parasimpatik yang 39:57 membuat kita jadi ingin istirahat, 39:59 kemudian lebih terasa nyaman, comfort, 40:02 tenang. Nah, itu ee sistem syaraf 40:05 parasimpatik yang bekerja lebih dominan 40:07 ketika kita emosi. Ya, sistem syaraf 40:09 yang terpacu itu simpatik. 40:12 Nah, simpatik yang terpacu itu 40:13 menimbulkan juga respon 40:15 ee peningkatan tensi karena dia ada kita 40:18 ada dua e efek yang dihasilkan oleh 40:20 seraf simpatik pada jantung kita 40:23 bilangnya kronotropik sama inotropik. 40:25 Kronotropik itu meningkatkan denyut 40:27 jantung. Dia merangsang otot jantung 40:28 untuk berkontraksi sehingga dia naik. 40:31 Kalau maaf tadi inotropik, kalau 40:33 kronotropik itu merangsang nadi s anod 40:36 untuk menghasilkan denyut yang lebih 40:38 tinggi. Jadi ketika orang emosi itu 40:40 nadinya dan tensinya ikut naik. Itu 40:42 dicetuskan oleh sistem saraf simpatik 40:44 tadi yang bekerja pada ee kita bilangnya 40:46 kronotropik dan inotropik pada jantung. 40:49 Kalau pada pembuh darah dia meningkatkan 40:51 kita bilangnya eh sheer stress, dia 40:53 meningkatkan eh pasok konstriksi. Jadi, 40:56 pembu darah itu akan menyempit ketika 40:58 orang sedang emosi. 41:00 Nah, ketika emosi dia akan menyempit 41:02 meningkatkan tekanannya juga. Jadi, 41:04 faktor dari jantung dan pembuluh darah 41:06 yang terpacu sama sistem syaraf simpatik 41:08 tadi. 41:08 He. 41:09 Nah, hati-hati pada orang-orang tertentu 41:10 yang punya resiko kardiovaskular 41:12 disepelak ya, kemudian dia [berdehem] 41:15 emosi, tensinya naik, otomatis akan 41:19 beresiko menyebabkan plug yang ada di 41:21 jantung itu mengalami robekan. Nah, itu 41:23 yang kita bilang sheer stress. Jadi, 41:25 iya 41:25 dia tonusnya ototnya. Jadi, dalam 41:27 sedikit saya jelaskan pembudara. 41:28 Pembudara tuh ada tiga lapis. 41:30 Yang bagian paling dalam tunika intima, 41:32 tengah-tengah ee tunika media, yang luar 41:35 tunika eksternal. Nah, yang di 41:36 tengah-tengah itu terisi dari otot 41:38 polos. Nah, otot polos ini yang tadi 41:40 berespon sama Oh, ee berespon sama 41:44 sistem syaraf simpatik yang menyebabkan 41:46 dia tegang, menyempit seperti itu 41:48 kira-kira. Baik, 41:49 jadi rugi deh kalau suka ngomel ya. 41:51 Iya, betul. [berdehem] Kalau ee sering 41:53 sekali terpicu emosi, apalagi kalau 41:56 seperti yang dokter bilang tadi, ada loh 41:57 faktor keturunan. 41:59 Iya, betul. 42:00 Kalau kita suka marah-marah dan ada 42:01 faktor keturunan, risikonya lebih 42:03 tinggi. Baik, Dok. Yang berikutnya ini 42:04 pertanyaan dari Mbak Hestri di Cibinong. 42:07 Kalau umur 60 tahun dengan tensi 42:11 Oh, ada telepon dulu. Oke, kita terima 42:13 telepon dulu. Asalamualaikum. 42:16 Iya. Waalaikumsalam. 42:18 Dengan siapa? Di mana? Amalia Lili, Dok. 42:21 Mbak Naning, mohon maaf. 42:22 Mbak Amalia di mana? 42:24 Iya dari Cilengsi. 42:26 Jambi. 42:27 Cilengsi. 42:28 Salah dengar. Oke, Cilengsi. Silakan. 42:30 Silakan, Mbak. 42:31 Ini mau mau menanyakan sekitar ee 42:34 hipertensi ya. 42:35 Heeh. 42:35 Ee kebetulan ibu saya kan lagi sakit nih 42:38 ya. 42:39 Emang 2 hari lalu itu tensinya tinggi. 42:42 Heeh. 42:43 Dibilang dokter itu udah step du lah ya. 42:45 Step. 42:46 Karena dia belakangan ini juga 42:48 megang-megang dada terus sakit gitu. He. 42:50 Itu apakah ada sakit memicu sakit 42:53 jantung juga atau gimana ya? Karena 42:55 dikasih obat ISDN itulah mereknya. 42:59 Oke, itu saja. 43:00 Iya, itu saja. Heeh. 43:02 Baik, Mbak Amalia silakan, Dok. 43:04 Iya. 43:05 Bismillahirrahmanirrahim. 43:06 Jadi, seperti yang saya jelaskan tadi, 43:08 hipertensi itu salah satu risk faktor 43:11 dari penyakit kardiovaskular. 43:13 Ketika dia tensi tinggi, pasien datang 43:16 ke kita sudah tensi tinggi, biasanya dia 43:19 sudah tensi tinggi lama, jarang sekali 43:21 baru datang itu baru biasa sudah 43:23 berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun 43:24 tensinya sudah tinggi. Nah, itu 43:26 menyebabkan saya bilang tadi ee 43:29 arteriosklerosis dia ee kerasnya dinding 43:32 pembuluh darah. Jadi, dinding pembuluh 43:33 darahnya itu kan berkali-kali dia 43:35 dihadapkan sama tensi yang tinggi. Nah, 43:38 sebagai kompensasi dia harus kaku, harus 43:40 keras. Kalau gak resikonya adalah 43:43 pembuluh darahnya kalau dihadapkan sama 43:44 tensi tinggi bisa pecah. He he. 43:46 Jadi dia berusaha meningkatkan tonusnya. 43:48 Kita bilang tadi yang sheer stress. Jadi 43:50 tonusnya di tegangannya itu diperkuat 43:52 supaya alirannya itu gak menyebabkan 43:54 kerusakan pada pembuluh darah-pembul 43:57 darah yang halus. Pembuluh darah yang 43:59 besar aja bisa mengalami problem. Bagian 44:01 dalamnya bisa mengalami kerusakan. Kita 44:02 bilangnya bagian endotelnya itu. 44:04 Iya. 44:04 Nah, apalagi pembudara-pembudara yang 44:06 harus bisa pecah. Nah, kalau di jantung 44:08 itu ketika terpapar tensi terus-menerus 44:10 yang tinggi itu bisa resiko terbentuk 44:12 plug karena endotelnya rusak mengalami 44:15 defek lama-lama bisa disisipkan sama 44:17 lemak akhirnya terbentuk plug. Nah, ISDN 44:20 itu fungsinya untuk ISDN itu kita 44:22 bilangnya isosorbit di nitrat. Dia punya 44:24 efek lebarkan pembuluh darah. 44:26 Kasodilatasi. Ketika dia lebar otomatis 44:30 tensinya akan ee berkurang kan. kita 44:33 kita bisa bayangkan e seperti pipa 44:36 atau selang kalau dia melebar otomatis 44:37 tekanannya akan berkurang. He. 44:39 Nah, ketika dia di jantung kalau 44:41 jantungnya pembuluh darahnya ada 44:42 pembuluh darah kornernya ada plug ketika 44:44 kita berikan ISDN dia sebenarnya obat 44:46 yang ee bermanfaat untuk beberapa hal. 44:48 Pertama anti angina untuk mengurangi 44:50 nyeri nyeri dada. Pada pasien yang chest 44:53 penat akibat tensi tinggi atau serangan 44:55 jantung kita bisa taruh bawah lidah. dia 44:57 fungsinya untuk relief pain, untuk 44:59 menghilangkan nyeri. Tapi kalau kita 45:01 minum biasanya dia untuk preventif untuk 45:03 mencegah 45:04 pencegahan. 45:05 Tapi efek ketika kita minum itu 45:08 ee tidak secepat atau sesignifikan 45:10 ketika kita taruh-taruh di bawah lidah. 45:12 Jadi kalau pasien datang ke kita dengan 45:14 tensi yang cukup tinggi, selama masih 45:16 urgensi belum emergency kita bilang ya 45:18 ini harus digaris bawahi. Kalau 45:20 emergency sudah ditemukan tanda-tanda 45:22 kerusakan organ ya artinya ee ini masih 45:25 baru sakit kepala tapi belum ada 45:27 tanda-tanda kerusakan organ. Kita bisa 45:28 kasih di bawah lidah. Dikasih di bawah 45:31 lidah kita tensi ulang per 15 menit. 45:33 Kita kasih lagi di bawah lidah setiap 15 45:35 menit sampai tensinya tercapai. Karena 45:38 tensi tinggi itu berbahaya sekali untuk 45:39 pembuh darah. Nah, kalau misalkan ee 45:41 keluhannya di dada chest pain ketika 45:43 tensi tinggi kita taruh di bolida juga 45:45 memang ISDN drug of choice-nya 45:47 pilihannya itu memang sebagai anti nyeri 45:48 dan anti hipertensinya juga. 45:50 Jadi ee untuk memastikan ada apa tidak 45:53 gangguan pada pembuluh darah di jantung 45:55 atau koroner harus diperiksakan lebih 45:57 mendetail pada dokter jantung. Kalau 45:59 pasien di usia lanjut katakan 80 tahun 46:02 lebih ya mungkin disesuaikan sama 46:04 umurnya jenis screeningnya 46:06 apakah misalkan di eho atau mungkin 46:08 dengan lakukan kita bilangnya 46:10 pemeriksaan-pemeriksaan yang lain kayak 46:11 MPS untuk menilai apakah pembuluh 46:13 darahnya ada ee plug juga di jantung 46:16 kitaah seperti itu kira-kira. 46:17 Iya. Jadi untuk ibunda ee Mbak Amalia 46:21 bisa jadi seperti yang ee dr. Muhammad 46:24 bilang selanjutnya apa ya? Karena kalau 46:28 itu pencegahan masih mending banget ya. 46:30 Tapi kalau terjadi sesuatu yang memang 46:33 mem 46:35 Oke, teleponnya bunyi lagi, kita terima 46:38 dulu. Maaf ya untuk yang WA-nya belum 46:39 jadi dibaca. Ee silakan dengan siapa? 46:42 Asalamualaikum. 46:43 Waalaikumsalam warahmatullahi 46:45 wabarakatuh. 46:46 Waalaikumsalam. 46:47 Ini Ibu Ratmi dari Kalisari. 46:49 Baik, Ibu Ratmi silakan dengan dr. 46:51 Muhammad. 46:51 Asalamualaikum, dokter. 46:53 Waalaikumsalam warahmatullahi 46:54 wabarakatuh. 46:55 Ini saya mau nanya. Saya umur 67 tahun. 46:59 Heeh. 47:00 Tensi. Obat tensi enggak apa-apa disebut 47:02 ya, Dok? 47:02 Iya, silakan. Silakan. 47:04 Obat tensi amodipin 5 mili. Apakah itu 47:07 diminum seumur hidup? Apa dari turunan 47:10 bisa juga? Ini ibu saya juga hipertensi, 47:13 Dok. 47:14 Tensinya ibu berapa, Bu? 47:16 Tensinya 140/90. 47:19 Saya kontrol terus, Dok. Pakai itu tensi 47:23 yang manual yang itu tuh, Dok. Yang 47:26 alat tensi di rumah 47:26 yang tuh yang manual 47:28 yang digital. Tensi digital. 47:29 Iya, digital ya. Ya, itu, Dok. Gitu. 47:31 Punya sendiri, Dok, tiap pagi 47:33 iya harus punya memang, Bu, 47:34 ya. 47:35 Harus punya memang. 47:36 Iya iya iya Dok. Itu baik 47:38 apa itu harus minum seumur hidup, Dok? 47:41 Emang kadang kita suka minum 2 hari 47:43 sekali, Dok? 47:44 Iya. Baik, 47:46 itu saja, Ibu. Ratm 47:47 umur 60, Bu, ya? 67. 47:49 Iya iya, Dok. Umur 67 tahun terus ini, 47:52 Dok. Saya juga [mendengus] kalau apa itu 47:56 enggak terasa itu, Dok. Biarpun tensi 47:58 tinggi enggak rasa pusing, enggak rasa 48:00 apa, biasa aja gitu, Dok. 48:01 Ketika minum obat ada keluhan enggak, 48:03 Ibu? 48:03 Enggak ada, Dok. Biasa aja gitu. 48:05 Baik, baik. 48:07 Oke, Ibu Ratmi cukup. 48:08 Iya, gitu aja, Dok. 48:09 Baikam. Terima kasih. Waalaikumsalam. 48:12 Silakan, Dok. Bismillahirrahmanirrahim. 48:14 Jadi seperti yang saya jelaskan tadi ada 48:17 kelompok usia ya. Ee jadi ee kalau saya 48:20 bagi itu kira-kira 18 sampai 65 tahun, 48:23 65 sampai 79 sama di atas 80 tahun. 48:26 Berarti 140/90 48:28 untuk usia segini masih tidak 48:30 membahayakan ya. 48:30 Iya memang targetnya seperti itu. Cuma 48:32 ini kan sudah dalam keadaan minum obat. 48:34 Iya minum obat dia segitu gitu ya. 48:36 Jadi target tensinya untuk ee untuk ibu 48:39 kira-kira di 130 sampai 139 ya. 130 48:44 sampai 139 kan ibu kan tidak ada keluhan 48:47 lain artinya tidak ada penyakit yang 48:48 lain seperti diabetes, 48:50 penyakit ginjal, penyakit jantung atau 48:51 stroke kan gak ada 48:52 diastoliknya 48:53 ya kira-kira diastoliknya di 70 sampai 48:55 79 48:56 79. 48:57 Tapi artinya masih bisa ditoleransi 48:59 sampai 49:00 ee kalau di GNC8 49:03 ada satu e guideline-nya itu sebenarnya 49:05 sampai 150 cuma untuk Indonesia untuk 49:08 Indonesia 150 tuh ke retraded 80 tahun. 49:12 Oke. 49:12 Jadi sebenarnya masih diperbolehkan 49:14 sebenarnya sampai di 140. 49:16 Cuma 49:17 itu yang diharapkan idealnya ya untuk 49:19 Ibu di 140. Kalau misalkan ee orang 49:22 normal kan optimalnya tadi 120 kan. 49:25 Nah, untuk orang tua itu tidak 49:26 disarankan di 120 justru 49:28 itu justru rendah ya malahan. 49:30 Justru takutnya malah menimbulkan 49:31 keluhan. Nah, Ibu harus ee pahami bahwa 49:33 Ibu ee dalam kondisi minum obat tercapai 49:35 tensinya seperti ini. Khawatirnya kalau 49:37 Ibu tensinya ee tidak minum obat, 49:40 tensinya malah naik. Apalagi amlodipin. 49:42 Amlodipin ini diadjust dosnya, diatur 49:45 dosisnya itu per 5 hari. 49:47 Dia efeknya baru baru hilang di dalam. 49:49 Dia kerja long acting, dia kerja panjang 49:51 makanya diminum satu kali sehari dan 49:53 baru tercapai di dalam darah kadarnya 49:55 setelah kadar terapinya setelah 5 hari. 49:58 Artinya kalau ibu berhenti baru mungkin 50:00 terganggu tensinya setelah 3 hari minum. 50:03 Eh, setelah 3 hari tidak minum. Jadi 50:05 kalau ibu 3 hari tidak minum baru 50:07 tensinya itu naik. Ada orang keluh sama 50:09 keluhan e mengeluh sama saya, "Dok, saya 50:11 sudah minum obat tensi sudah normal ini, 50:13 Dok. 50:14 Sekarang sudah normal 50:15 terus enggak minum ya? Sama lagi 50:17 berhenti sudah stop kan dianggap seperti 50:19 antibiotik. Kalau sudah sembuh, enggak 50:20 perlu lanjut. 50:21 Akhirnya diop malah setelah 2 3 hari 50:23 kemudian tensinya kembali naik lagi. 50:25 Jadi harus diperhatikan bahwa 50:26 obat-obatan tensi tidak langsung hilang 50:28 efeknya. Nah, ini juga termasuk saya 50:31 keluarga saya juga ada yang begitu nakal 50:32 sudah dibilangin harus minum setiap hari 50:34 [tertawa] malah gak mau karena sudah 50:36 merasa normal enggak minum lagi. 50:37 Akhirnya ketika diop satu du hari 50:39 tensinya langsung naik. Hati-hati. Nah, 50:41 ada satu lagi eh ee kita bilangnya blood 50:44 pressure variability. Hati-hati lonjakan 50:46 tensi. 50:47 Jadi kalau berhenti minum obat tensi 50:49 apalagi yang sudah kombinasi dua 50:50 kombinasi tiga 50:52 ya berhenti mendadak. Nah, itu melonjak 50:55 katakan tadinya rata-ratanya di 130/90 50:58 itu sudah dengan kombinasi dua macam 51:00 obat misalkan 51:01 kemudian naik meningkat kita bilang 51:04 variasinya lebih dari 20 mm 20 mm HG. 51:07 Jadi ee katakan dari 130 naik ke 150 51:11 mendadak. Nah, itu perubahan-perubahan 51:13 seperti ini yang berbahaya untuk 51:14 kardiovaskular untuk jantung dan 51:15 pembuluh darah. 51:16 Hati-hati. Jadi jangan ee suka nakal. 51:19 Itu juga lebih dia lebih berbahaya lagi 51:21 ketika berhenti minum. Berhenti minum. 51:23 Artinya ee tidak patuh minum minum obat 51:27 ee jantung ini kemudian membuat dia 51:28 berhenti naik tensinya turun. Kan tensi 51:31 enggak begitu spesifik sebenarnya. Ada 51:33 orang-orang tertentu yang sensitif, 51:34 ada orang-orang tertentu yang tidak 51:35 sensitif ketika naik. 51:37 Tapi kalau untuk ibu kalau di du hari 51:39 sekali gak ada. Sebenarnya bagusnya 51:40 setiap hari ya Dipin. 51:41 Bagusnya setiap hari. Artinya supaya 51:43 karir di dalam darahnya 51:44 tercapai seap sempurna dalam 5 hari. 51:47 Jadi ketika kita mau naikin dosis, 51:48 mengurangi dosis, menyesuaikan sama 51:50 keadaannya ibu, dosisnya sudah ada di 51:52 dalam darat tuh sudah jelas 51:53 setelah 5 hari seperti itu kira-kira. 51:55 Jadi jawaban ini mungkin bisa juga 51:58 sekaligus kepada Mbak Dewi di Kalisari 52:00 yang pertanyaannya hampir sama. Kalau 52:03 minum 2 hari sekali gimana, Dok? Kan 52:05 sudah turun tensinya. 52:07 Harus minum teratur ya, Mbak Dewi. Dan 52:11 pertanyaan yang sama lagi tentang minum 52:14 obat tensi seumur hidup ya, Dok, ya. itu 52:16 banyak yang bertanya harus. Jadi seperti 52:18 yang saya jelaskan tadi sebelumnya, 52:20 obat-obatan tensi itu 52:22 harus diminum teratur secara kontinu. 52:25 Iya. 52:25 Kecuali dokter yang menginstruksikan 52:27 untuk mengganti atau menyetop sebagian 52:29 obatnya. Nah, itu juga ditentukan nanti 52:31 sama yang saya bilang tadi yang empat 52:32 hal tadi. Gaya hidupnya ibu sudah 52:33 diubah, berat badannya dikurangi, 52:36 exercise teratur. Ternyata kalau semua 52:38 ini dikerjakan tensi ibu kembali 52:40 mendekati atau normal 52:41 aman damai sentosa deh ya. 52:43 Iya. mungkin sebagian bisa dikurangi 52:44 atau bahkan ada yang bisa diop 52:45 tergantung umur dan faktor resikonya 52:47 juga. Kalau dia sudah punya faktor 52:48 resiko Bu Nuning misalkan punya penyakit 52:50 diabetes 52:51 ya atau punya e apa e riwayat penyakit 52:53 jantung koroner obat hipertensinya gak 52:55 bisa kita stop. Ada obat-obatan tertentu 52:58 yang harus tetap dikonsumsi minum. 52:59 Iya karena ada ee sakit sampingan 53:02 lainnya ya. 53:04 kita bilangnya. 53:05 Ee tadi pertanyaan Mbak Hestri waktu 53:07 sebelum masuk telepon adalah di 60 tahun 53:10 tensi 13080 tuh normal enggak, Dok? 53:13 Normal. 53:14 Normal. Jadi enggak usah khawatir asal 53:15 dijaga yang empat hal tadi ya. 53:17 He 53:18 kemudian saya ke 53:21 pertanyaan yang lain dari 53:25 siapalah namanya? Bapak Irfan ya, Dok. 53:28 Untuk obat pengencer darah untuk yang 53:31 hipertensi itu aman enggak sih, Dok? 53:33 Saya termasuk hipertensi turunan, Dok. 53:37 Obat ee untuk obat pengencer darah itu 53:40 ada dua macam, 53:41 tapi yang sering diketahui sama awam itu 53:43 seperti golongannya aspilet 53:45 sama klopidogrel. Kita bilangnya 53:47 antiagregasi. 53:48 Kalau yang satu lagi untuk koagulasi. 53:50 Biasanya untuk orang-orang yang dengan 53:51 gangguan pembekuan darah sejenis apa 53:54 namanya? Kayak trombus, bekuan darah. 53:56 bekuan darah ee di dalam jantung pada 53:59 orang gangguan irama jantung atau pada 54:00 kaki biasanya divent trombosis itu kita 54:03 bilangnya obat-obatan ee antiagulan. 54:06 Nah, kalau untuk anti agregasi biasanya 54:09 ee diberikan pada orang-orang yang ada 54:11 indikasi kapan itu indikasinya? Pada 54:13 orang-orang misalkan ada penyempitan 54:14 jantung atau orang-orang pada riwayat 54:17 stroke, penyempitan pembuluh darah otak 54:19 di fungsinya untuk mencegah serangan 54:20 jantung atau serangan stroke. Tapi pada 54:22 orang-orang tertentu juga bisa diminum 54:24 sebenarnya untuk pencegahan. He 54:26 katakan tiga atau empat kali seminggu 54:28 selang-seling. Kadang orang-orang 54:30 tertentu yang tidak punya faktor resiko 54:31 jantung dan lain-lain misalkan ya ada 54:35 tablet ee tabel indikasinya tersendiri 54:37 dia. Jadi gak setiap orang disarankan 54:39 minum pengencer tapi pada kondisi 54:41 tertentu untuk prevensi boleh. 54:43 He 54:43 ya. Jadi kadang orang-orang tertentu Bu 54:45 Nuning yang mungkin darahnya tuh agak 54:47 cenderung kental, 54:48 viskositas tinggi misalkan karena memang 54:50 makanan-makanan 54:51 suka ada neuropati jadi kebas-kebas 54:54 enggak nyaman di di apa di ujung-ujung 54:57 jari 54:58 itu di samping kekurangan terganggu 55:00 akibat ee 55:01 kolesterol tinggi 55:03 itu karena ada gangguan syaraf syarafnya 55:05 ee rusak akibat dari gangguan metabolik 55:07 tadi. 55:08 Iya. Iya. Kebas itu kebal kayak gitu. 55:12 itu kadang perlu kita kasih pengencer 55:13 juga seperti itu kira-kira. 55:15 Oke, berikut dari Oh, telepon bunyi 55:17 lagi. Asalamualaikum. Waalaikumsalam 55:20 warahmatullah. 55:20 Halo. 55:24 Enggak kedengaran. Halo. 55:28 Oh, sudah putus. Nanti silakan bel 55:29 kembali. Ini dari Bapak Yudi di Bogor 55:32 nih, Dok. Saya punya darah tinggi dan 55:34 maah, Dok. Kalau mengkonsumsi obat 55:36 maahnya dalam jangka panjang, ada 55:38 dampaknya enggak? 55:40 darah tinggi dan mah. 55:41 Heeh. 55:42 Maksudnya dampak pada apanya nih? 55:44 Pada darah tingginya mungkin ya. 55:46 Kalau dampaknya 55:46 kalau minum obat mah terus 55:48 kalau obat ee mah jangka panjang 55:50 dikonsumsi biasanya yang terganggu tu 55:52 fungsi higin dari lambungnya. 55:54 Jadi lambung ini kan diciptakan sama 55:55 Allah mengeluarkan asam. Tujuannya untuk 55:58 membersihkan makanan yang 55:59 terkontaminasi. 56:01 Jadi katakan ada bakteri atau ada kuman 56:04 yang masuk bersamaan sama makanan. 56:06 He. 56:06 Nah, itu di dibersihkan di asam lambung. 56:09 Kalau dia terlalu lama konsumsi apa 56:11 namanya obat-obatan ee lambung untuk 56:14 mengurangi asam seperti golongan PPI 56:17 kayak omeprazol, pantoprazol jangka 56:19 panjang nih artinya lebih dari 6 minggu. 56:20 He. 56:21 Nah, itu resikonya adalah fungsi higien 56:23 dari fungsi asamnya dari lambung itu 56:25 hilang akibatnya mudah diare nanti mudah 56:28 terganggu pencernaannya terinfeksi 56:30 seperti itu. 56:30 Iya, jelas ya, Pak. Dan teleponnya yang 56:35 tadi sudah tersambung mungkin. 56:36 Asalamualaikum. 56:37 Asalamualaikum. Waalaikumsalam 56:39 warahmatullah. 56:40 Halo. 56:41 Iya. Halo. Asalamualaikum 56:42 warahmatullahumsalam warahmatull. 56:43 Tolong volumenya ditambah. 56:45 Saya Ibu Eli dari Cimanggis. 56:47 Ibu Eli silakan. Ibu Eli. 56:49 Ini Pak Dokter saya sering napasnya 56:53 sesak. Heeh. 56:54 Kira-kira melangkah tiga langkah terus 56:57 sesak. Tapi sebelah kanan kaki saya 56:59 bengkak. Tapi saya sudah berobat sudah 57:02 prasa ke dokter. Katanya, kata dokter, 57:06 saya kena pengapuran di telapak kaki 57:09 terus sama sama apa tuh ee 57:15 yang sudah bengkak ini kakinya katanya 57:17 seperti 57:18 yang bengkaknya sebelah mana, Ibu? 57:20 Cuman saya baru bertanya 57:23 kalau sering sering bengkak itu kaki 57:26 sama so napasnya susah tapi peredan 57:29 darah saya perekensi darahnya normal. 57:32 Tensinya berapa ya? Kira sakit apa ya, 57:34 Dok? 57:35 Tensi berapa, Ibu? 57:37 Tensinya waktu gua bulan kemarin 150 57:40 per70. 57:41 Umur berapa, Ibu? 57:45 Maaf, Ibu. Usia berapa? 57:46 Usia berapa, Ibu? 57:47 Usia 63. 57:50 Oke. 57:50 Baik, 57:51 itu saja 57:53 saya jelaskan secara makasih, Ibu. 57:55 Terima kasih. Baik, Ibu Eli. Silakan, 57:57 Dok. 57:57 Jadi, saya jelaskan secara luas saja, 57:59 Bu, ya. Karena untuk mendiagnosis 58:02 penyakit ini agak sulit kalau cuma bifon 58:04 aja. Harus ada pemeriksaan-pemeriksaan 58:06 lanjutan. 58:07 Jadi bengkak di kaki ini harus 58:08 diperhatikan dua hal. Pertama, simetris 58:11 apa tidak? Artinya kanan kiri sama-sama 58:13 bengkak apa cuma salah satu? Bengkaknya 58:16 di sebelah mana? Dimulai dari katakan 58:18 punggung kaki, pergelangan kaki naik ke 58:20 atas sampai ke betis, sampai ke paha 58:23 atau cuma di misalkan di daerah ee 58:25 pergelangan kaki, punggung kaki sampai 58:27 ke betis misalkan. Kemudian ketika kita 58:29 tekan ya, kita bilang pitting edem apa 58:31 dak pembengkakannya itu kira-kira 58:33 kembali cepat apa lambat kembalinya ya. 58:37 Kemudian apa makna klinis ini ya? Kalau 58:40 misalkan bengkaknya simetris ya, ada 58:44 beberapa faktor yang bikin ee gangguan 58:46 seperti ini. Di antaranya juga dari 58:48 jantung. Orang-orang yang mengalami 58:50 gagal jantung, pompanya lemah, 58:52 biasanya darah yang sudah sampai di 58:53 bawah sulit balik ke atas. He he 58:55 ya. Nah, itu biasanya bikin yang ee 58:58 bagian kakinya tergantung kadar air yang 59:01 tertahan. Semakin banyak dia minum air, 59:03 hati-hati akan semakin bengkak bahkan 59:06 bisa beresiko sesak nafas. Karena 59:08 jantung itu kerjanya akan semakin berat 59:10 ketika volume darahnya banyak. 59:13 Dia menumpuk di kaki bisa sampai ke atas 59:15 itu bengkaknya bisa sampai besar. Nah, 59:17 kemudian kalau misalkan kaki salah satu 59:20 aja yang mengalami bengkak harus 59:21 dievaluasi juga. He. 59:23 Jangan-jangan ada gangguan dari vena 59:24 dalamnya. Kita bilang di fent trombosis. 59:27 Nah, pembengkakan seperti ini juga ada 59:29 kemungkinan lain. CVI chronic fence 59:32 insufficiency. Jadi karena pembuluh 59:34 venanya, pembul pembuluh baliknya 59:36 pembuluh darah balik kan vena kita 59:37 bilangnya. Itu di dalam bedanya sama 59:40 arteri. Arteri itu pembuluh darah dari 59:41 jantung. Kalau vena tuh yang kembali ke 59:43 jantung. 59:44 Kalau arteri itu tekanannya tinggi. Dia 59:45 enggak ada katup di dalamnya. Jadi 59:47 tekanannya tinggi, dia mendorong dari 59:49 jantung. Kalau vena dia yang 59:52 mengembalikan ke jantung dari bawah ke 59:53 atas. Artinya kerjanya akan lebih berat. 59:56 Dia membutuhkan katup. Katupnya itu yang 59:58 mendorong ke atas. Nah, ketika pembuluh 1:00:00 darah vena itu dia mengalami pelebaran, 1:00:02 otomatis kan katupnya yang tadi itu akan 1:00:05 berjarak seperti ini. Kan harusnya 1:00:06 ketemu begini katupnya. 1:00:07 I 1:00:08 ya. Tapi ketika dia melebar kita 1:00:11 bilangnya insuisiensi. ketika dia mau 1:00:14 mendorong enggak bisa akan tertahan di 1:00:16 situ dia sehingga pembu darahnya melebar 1:00:19 dan menimbulkan bengkak. 1:00:21 Jadi pada orang-orang tertentu yang 1:00:23 orang-orang tua itu bisa menyebabkan itu 1:00:25 juga tadi chronic insuffisiensi atau 1:00:28 obat tertentu juga bisa kayak amlodipin 1:00:30 pada orang-orang tertentu 1:00:32 itu bisa menyebabkan CVI pada 1:00:34 orang-orang tertentu. artinya ee apa ee 1:00:38 pembuluh darah di sori bukan CVI sori 1:00:41 bikin bengkak enggak si enggak enggak 1:00:43 berhubungan sama CVIA tapi bisa efek 1:00:44 sampingnya menimbulkan bengkak pada kaki 1:00:47 itu berhubungan sama ee 1:00:51 kita bilangnya ee arteri er yang 1:00:54 halus-halus itu di pembudara-pembudara 1:00:56 yang halus 1:00:57 karena dia ada namanya arteri averen 1:00:59 sama aferen. Nah, kalau dia pembuluh 1:01:00 darahnya itu yang ee di kan e CCB atau 1:01:04 amlodipin itu bekerja melebarkan 1:01:06 pembuluh darah. Nah, kalau dia arteri 1:01:08 aferannya melebar, tidak melebar, nah 1:01:10 itu yang menyebabkan terjadinya bengkak. 1:01:12 Jadi, jadi bisa dibayangkan seperti 1:01:14 ruangan ini ya, pintu masuknya dibuat 1:01:18 lebar, tapi pintu keluarnya dibuat 1:01:20 sempit. He. 1:01:21 Nah, itu yang terjadi kalau misalkan 1:01:23 pada orang-orang tertentu yang tidak 1:01:25 yang tidak ee cocok sama AMLODPIN. Nah, 1:01:28 ketika seperti itu merembes pembul 1:01:30 karena tekanan di dalam ruangannya 1:01:32 tinggi. 1:01:33 Nah, pembuluh darah ini kan seperti 1:01:35 selang yang berpori. Jadi, kalau dia 1:01:37 tekanannya tinggi, otomatis airnya 1:01:40 keluar dari pembuluh darah yang 1:01:42 menimbulkan piting edem. Kita bilang ee 1:01:44 penumpukan cairan di ekstravaskular. 1:01:46 Tadi bukan CVI ya, sori CVI itu 1:01:48 berhubungan sama venanya. Kalau ini 1:01:50 berhubungan sama efek samping dari 1:01:51 amlodipinnya. 1:01:52 Kalau ada yang jadi batuk-batuk 1:01:54 gara-gara minum penurun darah. 1:01:56 Oh iya itu karena efek dari bradikinin. 1:01:57 Obat obatan yang menyebabkan batuk itu 1:01:59 golongan inhibitor. 1:02:01 AC tulisannya ACE inhibitor. 1:02:03 Seperti apa golongan ee kayak seperti 1:02:05 rami pril, prilpril di belakangnya 1:02:07 kaptopril, 1:02:08 kemudian tenap e tenapril apalagi itu 1:02:11 banyak 1:02:12 banyak sekali yang belakangnya ada 1:02:13 pril-pril. Nah, ee obat-obatan seperti 1:02:17 ini meningkatkan kadar beradikinin di 1:02:19 dalam darah yang bikin gatal tenggorokan 1:02:21 jadi batuk. 1:02:21 Tapi efeknya enggak sama ke semua orang. 1:02:23 Enggak semua. Padahal orang yang 1:02:24 sensitif aja yang batuk. 1:02:25 He. Jadi ada yang enggak apa-apa tapi 1:02:27 ada yang terus jadi batuk. Ya. Baik. 1:02:29 Kalau tadi pertanyaan dari Mbak itu 1:02:31 belum jadi dijawab tapi sebetulnya sudah 1:02:32 terjawab dari jelasan yang lain karena 1:02:35 di usia 60 tensi 130/80 itu normal ya. 1:02:39 He. Baik, pertanyaan berikutnya ini ee 1:02:42 dari tunggu sebentar. 1:02:44 Oh, ada telepon lagi. Maaf. 1:02:46 Asalamualaikum. 1:02:47 Waalaikumsalam. 1:02:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:02:49 wabarakatuh. 1:02:50 Dengan Mbak siapa? Di mana? 1:02:52 Dari Ibu Heni. Dari Cilengsi. 1:02:54 Iya, Ibu Heni Cilengsi. Silakan dengan 1:02:56 Dr. Muhammad. 1:02:57 Iya. Asalamualaikum, dokter. 1:02:58 Waalaikumsalam warahmatullah. 1:03:00 Ini saya, Dokter, menanyakan kaki saya 1:03:02 itu kalau misalnya jalan ee jauh apa 1:03:06 dekat juga berasa kebas gitu. udah 1:03:08 periksa ke apotek itu 1:03:11 katanya ee enggak ada asam urat normal 1:03:14 semuanya normal. Itu kenapa ya, Dok? 1:03:16 Umur berapa, Ibu? 1:03:17 Saya usia 55. 1:03:19 Berat badannya normal apa dak? Ibu 1:03:22 lupat udah lama sih ditimbangnya 1:03:24 enggak gemuk 1:03:25 tapi gemuk enggak? 1:03:26 Enggak sih sedang ya? 1:03:27 Oh sedang aja. 1:03:29 Iya jadi berasa bas gitu padahal apa? 1:03:32 Jalan dari dapur ke depan aja udah 1:03:34 kadang-kadang suka berasa gitu. 1:03:36 Umur berapa, Ibu? Maaf tadi 1:03:37 55. 1:03:38 55. 1:03:39 Ibu sudah pernah periksa gula apa 1:03:40 enggak? 1:03:41 Sudah itu sekalian sama yang gula yang 1:03:44 tiga itu di apotek tapi 1:03:47 katanya normal semuanya. 1:03:48 Oke. Baik. 1:03:49 I ya. Terima kasih, dokter. 1:03:51 Baik Ibu Heni. 1:03:53 Iya. 1:03:54 Kebas, Dok, ke kakakinya. 1:03:55 Bismillahirrahmanirrahim. [tertawa] 1:03:56 Kebas itu sebenarnya ee disebabkan oleh 1:03:58 gangguan syarat ya. 1:04:00 Kita biasanya bilangnya neuropati. 1:04:02 neuropati perifer. Seringki gangguan ini 1:04:05 bisa karena akibat ee gangguan metabolik 1:04:07 ya. Misalkan karena yang saya jelaskan 1:04:09 tadi ee akibat dari kolesterol yang 1:04:11 tinggi dalam waktu yang lama mengganggu 1:04:13 syaraf, pengentalan darah juga bisa 1:04:15 menyebabkan gangguan syaraf 1:04:17 misalkan. Kemudian pada ya seperti 1:04:19 orang-orang diabetes, gula darah tinggi 1:04:21 dalam waktu lama menyebabkan gangguan 1:04:22 mikrovaskuler, pembuluh darah-pembul 1:04:24 darah harusnya mengalami penebalan 1:04:25 sehingga syarafnya itu yang harusnya 1:04:28 dapat nutrisi dari pembuluh darah akibat 1:04:30 pembuluh darahnya menebal. akhirnya 1:04:32 alirannya gak bagus, sarafnya itu 1:04:34 mengalami gangguan. Biasanya kita kasih 1:04:37 ee vitamin B dosis tinggi biasanya untuk 1:04:40 apa namanya? Mengurangi keluhannya. 1:04:41 Mungkin kalau dengan gangguan metabolik 1:04:43 kita sesuaikan misalkan kolesterolnya 1:04:45 tinggi atau ada pengentalan darah kita 1:04:47 kasih pengencer dan lain-lain. Saran 1:04:49 saya sih diperiksakan aja ke dokter. 1:04:51 He 1:04:51 jangan ke apoteker supaya lebih 1:04:54 komprehensif dan pemeriksaan lab. Saran 1:04:56 saya jangan di ee menggunakan quick test 1:05:00 karena saya sendiri sudah punya 1:05:01 pengalaman jumlah banyak saya periksa 1:05:03 dengan quick test hasilnya tidak akurat 1:05:04 sama sekali. 1:05:05 Orang yang sama diperiksa di dalam waktu 1:05:07 yang berdekatan. 1:05:08 Yang satu quick test, yang satu lain 1:05:10 hasilnya beda. 1:05:11 Kecuali satu-satunya pemeriksaan quick 1:05:13 test yang saya sarankan di rumah cuma 1:05:14 pemeriksaan gula darah. Gula darah 1:05:17 karena memang perlu dimiliki sama 1:05:19 orang-orang diabetes untuk mengontrol 1:05:20 gulanya di rumah. Itu doang yang akurat. 1:05:22 Tapi untuk asam urat, untuk kolesterol 1:05:23 harus klep. Saya enggak pernah sarankan 1:05:25 untuk diperiksa di alat quick test 1:05:27 seperti ini. Kemudian harus minimal 1:05:29 puasa 12 jam. Jadi gak bisa dinilai, gak 1:05:31 bisa dipakai. Kalau tidak diperiksa ee 1:05:34 tidak dipuasakan minimal 12 jam, 1:05:36 maksimal 14 jam. Jadi ee kalau 1:05:38 pemeriksaan metabolik seperti ini, asam 1:05:40 urat ya, kolesterol itu harus puasa. 1:05:43 Enggak bisa diambil hasilnya kalau dia 1:05:45 gak puasa, apalagi menggunakan alat ee 1:05:48 quick check e quick check yang ee 1:05:50 sewaktu seperti itu. 1:05:52 Kan berarti kan dia gak puasa. 1:05:53 Iya. Nah, biar diperiksa secara 1:05:55 komprehensif sama dokter, dilakukan 1:05:57 pemeriksaan ulang mungkin di lab yang ee 1:05:59 apa namanya? Yang punya standar yang 1:06:01 bagus. 1:06:02 Oke, Dok. Ini berikutnya dari em Ibu 1:06:06 Sri, nenek berusia 64 tahun. 1:06:09 Pertanyaannya, olahraga dan makanan apa 1:06:11 saja yang baik ya, Dok? Karena saya 1:06:13 banyak sekali macam-macam penyakitnya. 1:06:16 Jantung saya kardiomalik, kemudian juga 1:06:19 ada radang sendi, ada batu empedu, mata 1:06:21 juga minus. Dan meskipun tensi saya 1:06:24 rata-rata normal pada saat periksa. Tapi 1:06:26 olahraga apakah gerangan, Dok, untuk 64 1:06:29 tahun? 1:06:30 Kalau misalkan ee sendi lututnya sudah 1:06:33 bermasalah, 1:06:34 he 1:06:35 mungkin 1:06:36 apalagi kalau berat badannya cukup 1:06:37 berlebih ya, hati-hati karena sendinya 1:06:41 menjadi tumpuan berat. 1:06:42 Iya. Jadi kalau berjalan juga saya 1:06:44 khawatir malah semakin sakit. Lebih baik 1:06:47 saran saya sih kalau punya sepeda 1:06:48 statis. Sepeda statislah 1:06:50 olahraga di rumah aja. 1:06:50 Iya. Di rumah sepeda statis 1:06:52 tanpa beban aja Bu. 1:06:54 Iya. 1:06:54 Yang paling gampang itu karena untuk 1:06:55 olahraga lutut kalau Ibu mau lihat yang 1:06:57 bagus sebenarnya di YouTube aja 1:06:59 cari olahraga lutut yang baik untuk 1:07:00 orang-orang dengan gangguan lutut. 1:07:02 Kalau jalan itu takutnya membebani 1:07:03 lututnya semakin berat akhirnya 1:07:06 malah semakin sakit nanti kakinya. Tapi 1:07:08 kalau dengan sepeda yang paling gampang, 1:07:10 sebenarnya gambaran paling gampang itu 1:07:11 sepeda statis tanpa beban. Cuma asal 1:07:13 menggowes saja. 1:07:14 Asal menggowes saja supaya otot-otot di 1:07:17 sekitar sendinya itu kuat sehingga dia 1:07:18 bisa menopang lebih. 1:07:20 Jadi kalau dia ototnya lemah, otomatis 1:07:23 yang menjadi tumpuan total adalah sendi. 1:07:25 Tapi kalau otot di sekitar sendinya 1:07:27 kuat, ototnya akan memproteksi sendinya. 1:07:29 Iya. 1:07:30 Ketika dia kuat. Nah, kalau makanan 1:07:32 makanan sehat, Ibu, kalau untuk ee sendi 1:07:35 itu sebenarnya dari minyak ikan 1:07:37 sebenarnya, Bu. Ibu boleh minum omega3, 1:07:40 omega6, bebas merek apapun. Kalau Ibu 1:07:43 punya ikan di rumah, ikan ikan-ikan itu 1:07:47 sangat tinggi kadar minyak ikannya, 1:07:48 omega3-nya. Artinya sebenarnya ee 1:07:52 dihindari digoreng kalau bisa. Kalau 1:07:54 enggak dibuat direbus, dibakar 1:07:57 ikannya, 1:07:57 itu akan jauh lebih sehat dibanding sama 1:08:00 ibu makan daging-dagingan yang merah, 1:08:02 daging-daging seperti daging sapi 1:08:04 apalagi daging kambing. Jangan 1:08:05 dihindari, Bu, daging kambing. 1:08:06 Jadi, makan yang dari air aja ke laut. 1:08:08 Iya, dari ya ikan-ikan ikan-ikan. 1:08:11 Kemudian hindari yang digoreng 1:08:14 ya atau menggunakan minyak seperti itu 1:08:16 kira-kira. 1:08:17 Baik, ini ada yang bertanya soal 1:08:19 makanan. Kalau mengkonsumsi semangka, 1:08:22 timun, belimbing katanya bisa nurunin 1:08:24 tensi ya. 1:08:24 Iya. Jadi kalau yang saya ikuti 1:08:26 penelitiannya itu ee apa ee yang jelas 1:08:30 efeknya pada penurunan tensi itu 1:08:31 ketimun. Tapi ingat tidak bisa 1:08:33 menggantikan obat dokter. 1:08:35 Itu hanya untuk membantu 1:08:36 iya. Arti kita membantu konsumsi tapi 1:08:38 tidak bisa menggantikan obat dokter. 1:08:39 Obat dokter tetap diminum ketimun 1:08:42 silakan dikonsumsiilah. Artinya harapan 1:08:44 kita bisa membantu. Itu aja sebenarnya. 1:08:47 Ya, jadi Bu Tiaun 1:08:49 boleh dimakan tapi bukan pengganti obat. 1:08:51 Baik, kita terima telepon lagi. 1:08:53 Asalamualaikum. 1:08:55 Waalaikumsalam. 1:08:57 Dengan siapa? Di mana? 1:08:58 Dengan Ibu Novia di Ciawi. 1:09:01 Ibu Novia Ciawi. Oke, silakan Dr. 1:09:04 Mahmad. 1:09:05 Silakan Ibu. 1:09:06 Iya. Saya ini divonis oleh dokter kena 1:09:10 jantung bengkak. 1:09:12 Jantung bengkak. Oke. 1:09:14 Iya. kaitannya [mendengus] 1:09:15 dengan hipertensi gimana ya, Dok? 1:09:17 Oh, iya. Baik, Ibu sudah Ibu punya 1:09:19 hipertensi? 1:09:21 Iya. 1:09:22 Ibu punya hipertensi. 1:09:23 Iya, ada. Kadang ada tinggi kadang 1:09:26 enggak. 1:09:26 Baik, baik. 1:09:28 Sudah, Ibu Novia 1:09:29 sudah. Terima kasih. 1:09:30 Baik. Iya, silakan, Dok. Jadi ee 1:09:33 kardiomegali atau pemengkakan jantung 1:09:37 istilahnya di jantung tuh sebenarnya 1:09:38 hipertrophy. 1:09:40 Kalau pada hipertensi itu kita bilangnya 1:09:42 LVH, left ventricular hypertrophy. Jadi 1:09:44 kalau kita foto ronsen, 1:09:46 kalau kita foto ronsen itu sebenarnya 1:09:48 yang membuat jantung melebar ke kiri itu 1:09:51 adalah bilik kiri atau ventrikle kiri. 1:09:54 Jadi kalau yang memengkak itu atrium 1:09:57 misalkan atau ventrikle kanan 1:10:00 gambarannya itu enggak bakal membesar 1:10:01 seperti ini. 1:10:02 He. 1:10:02 Yang bikin membesar seperti ini melebar 1:10:04 ke samping itu kita bilang CTR-nya lebih 1:10:07 dari 50% itu adalah ventrikle kiri. Nah, 1:10:10 ventrikle kiri fungsinya memompa tadi 1:10:12 yang saya jelaskan ke seluruh tubuh 1:10:14 dan itu yang pertama kali menimbulkan 1:10:16 imbas ke systemic hypertension. Karena 1:10:19 hipertensi itu ada dua, Bu. He he. 1:10:21 Kalau dilihat dari posisi jantung, 1:10:23 hipertensi pulmonal, tensinya tinggi ke 1:10:25 menuju paru atau hipertensi yang kita 1:10:27 bahas tadi, hipertensi sistemik. Jadi, 1:10:29 tensinya itu tinggi ke seluruh tubuh ya. 1:10:33 Nah, kalau tensinya tinggi ee saya 1:10:35 bilang tadi ventrikle kirinya ini 1:10:37 bebannya berat sama [berdehem] seperti 1:10:38 otot kalau kita latih. 1:10:40 He. 1:10:41 Otot kalau kita latih exercise, dia akan 1:10:43 semakin besar. Kita bilangnya 1:10:45 hypertrophy. Jantung pun sama. ketika 1:10:47 dia tensinya terus-terusan tinggi, dia 1:10:49 terus-terusan dipakai memompa, dia akan 1:10:51 membesar, ototnya akan menebal. Tapi 1:10:54 bedanya sama otot ee kita bilangnya otot 1:10:57 ee yang kita apa namanya? 1:11:00 kita bilang muscle yang kita pakai nih 1:11:01 otot ee 1:11:04 bedanya sama otot jantung, kalau otot 1:11:06 jantung menebal, membesar itu justru 1:11:08 bahaya karena akan mengalami gangguan 1:11:10 nanti pengisiannya, akan mengalami 1:11:12 gangguan pompanya bisa menyebabkan 1:11:14 gangguan bisa tensinya terlampau tinggi 1:11:16 jadi berbahaya. Jadi justru ee apakah 1:11:20 berhubungan pembengkakan jantung sama 1:11:22 hipertensi? Justru itu salah satu tanda 1:11:25 bahwa dia sudah hipertensi lama. Jadi 1:11:27 kalau pasien datang ke saya 1:11:29 bilang, "E, Dok, ini saya baru pertama 1:11:31 kali tensi saya tinggi. Ketika saya 1:11:33 suruh ronsen, tensinya besar, jantungnya 1:11:35 besar." Oh, berarti dia sudah lama tens. 1:11:37 Baru tahunya sekarang. 1:11:37 Baru tahunya sekarang. [tertawa] Karena 1:11:39 ototnya sudah terlatih lama itu sudah 1:11:40 besar. Bahasanya seperti itu. 1:11:42 LVH merupakan salah satu tanda organ ee 1:11:46 salah satu target bukan target organ 1:11:48 damage dia apa namanya? ee salah satu 1:11:52 tanda bahwa dia sudah mengalami 1:11:55 ee 1:11:56 gangguan tensi jangka panjang, 1:11:59 organ yang mengalami korban akibat dari 1:12:01 tensi jangka panjang. Baik, seperti itu 1:12:03 kira-kira. 1:12:04 Baik, saya ke Ibu Raihana yang ada di 1:12:07 Bekasi. Saya pernah diperiksa ada batu 1:12:09 empedu meskipun masih kecil, darah, 1:12:12 gula, dan asam urat saya normal dan 1:12:16 kolesterolnya itu loh, Dok, sering 1:12:17 banget naik kalau makan loss control. 1:12:20 Saya sudah diberi obat dokter 1:12:22 Simfastatin. 1:12:23 Baik. yang ditanyakan 1:12:26 seperti halnya yang tadi eh kalau minum 1:12:28 [mendengus] herbal atau air rebusan 1:12:31 serai terus ketumbar dan bawang putih, 1:12:35 ada efek apakah gerangan dokok ini 1:12:37 dianjurkan? 1:12:38 E kalau untuk obat-obatan herbal saya 1:12:40 masih belum yang tadi dikombinasi saya 1:12:42 belum tahu efeknya. 1:12:43 He. 1:12:43 Tapi apa namanya? Ee tadi pertanyaannya 1:12:46 apa? Saya lupa yang pertama 1:12:47 sebetul kolesterolnya aja yang tinggi 1:12:49 dia minum Simfastatin. 1:12:50 Kalau untuk obat kolesterol itu kita 1:12:53 yang paling sering dipakai sama dokter 1:12:54 memang golongan statin. Statin ini ada 1:12:57 dibagi tiga macam. Efek yang ringan, 1:13:00 sedang, sama 1:13:01 efek yang kuat. Nah, efek yang ringan 1:13:03 itu golongan yang ibu minum tadi 1:13:04 simpastat. Efek yang ringan itu yang ibu 1:13:06 minum simpfastatin. Dia obat yang paling 1:13:09 gampang didapat di luar. Murah lagi 1:13:11 harganya. He. 1:13:11 Yang di atasnya itu yang moderat kita 1:13:13 biasa kasihnya atorfastatin. 1:13:15 Kalau saya lebih suka atorfastatin 1:13:18 tergantung kadar kolesterolnya. Tapi 1:13:19 kalau kadar kolesterolnya masih 1:13:20 borderline tinggi simpastatin gak 1:13:22 masalah. 1:13:23 He. 1:13:23 Tapi kalau kolesterolnya sudah cukup 1:13:25 tinggi untuk menurunkan secara 1:13:27 signifikan gak bisa dengan simpfastatin. 1:13:28 Tidak cukup dengan simpfastatin. 1:13:30 Jadi perbandingannya seperti ini. 1:13:31 Sifastatin ee 80 mg 1:13:34 sama seperti ee 20 mg atorfastatin. 1:13:38 Oke. 1:13:38 Jadi kan jauh sekali perbedaannya. 1:13:40 atauastatin 40 mg sama seperti 1:13:43 rosufastatin yang lebih bagus yang 1:13:45 restor ini 10 mg. 1:13:47 Jadi ee ada perbandingannya equation-nya 1:13:51 lah. Jadi kalau pada pasien-pasien 1:13:52 dengan resiko tinggi dengan resiko 1:13:55 kardiovaskular, diabetes, kita enggak 1:13:57 mungkin pakai simpfastatin, kita pakai 1:13:58 yang bagus langsung. 1:14:00 Perjawaban ini sekaligus untuk Ibu 1:14:01 Neneng di Sukabumi yang usianya 52 1:14:04 tahun, kolesterolnya 240 1:14:08 40. Kolesterol apa itu yang dinilai 1:14:10 harus tahu karena yang kita pakai 1:14:11 biasanya LDL. 1:14:13 Heeh. Tidak ada keterangan di sini. 1:14:14 Kalau kalau ada LDL-nya segitu langsung 1:14:16 kita pakai yang paling bagus. He. 1:14:18 Karena target di atas 180 mg kolesterol 1:14:22 ingat LDL di atas 180 mg high risk. 1:14:26 Kita sudah harus langsung inisiasi 1:14:27 dengan krestol atau sufastatin. 1:14:29 Iya. 1:14:29 20 mg. 1:14:30 Dia ada catatan tambahannya. Ini periksa 1:14:33 lab-nya 10 hari yang lalu. 1:14:35 Baik, Ibu Neneng. Mudah-mudahan itu bisa 1:14:39 menjawab keingintahuannya. 1:14:42 Saya ke pertanyaan berikutnya, Dok. Tadi 1:14:44 dokter bilang morning search itu bisa 1:14:45 diakalin enggak sih atau tensi asli 1:14:47 kita? 1:14:48 Gak. Jadi [mendengus] itu morning search 1:14:49 itu merupakan irama sirkadian. Jadi 1:14:51 tubuh kita ini punya irama yang saya 1:14:52 bilang tadi 1:14:53 itu secara natural terbentuknya enggak. 1:14:55 Nah, tapi pada orang-orang yang punya 1:14:57 basis atau dasar tensi tinggi hati-hati 1:15:00 di situ. Di waktu itu akan jauh lebih 1:15:02 naik dia. Jadi katakan sebelumnya tensi 1:15:04 hariannya itu 150. 1:15:06 Heeh. He. 1:15:06 Nah, ketika dia di pagi hari tadi bisa 1:15:09 jadi naik sampai 170. 1:15:11 Hm. He. 1:15:11 Jadi tergantung kita bilang tadi das ee 1:15:15 basisnya ini dasar tensinya ini berapa. 1:15:17 Iya. 1:15:18 Kalau tensinya sudah dasarnya tinggi di 1:15:19 pagi hari akan beresiko lebih tinggi 1:15:21 lagi seperti itu. 1:15:23 He. Kalau pertanyaan dari 1:15:27 ini tidak ada namanya 1:15:29 tadi saya saya ulang sedikit. LVH itu 1:15:31 merupakan hypertension mediated organ 1:15:33 damage. Jadi kerusakan organ yang 1:15:34 dimediasi sama hipertensi. He. 1:15:36 Jadi karena hipertensi lama, jadi left 1:15:40 ventricle-nya itu atau bilik kirinya itu 1:15:42 menebal seperti itu. 1:15:43 Ee pertanyaan berikut yang tanpa nama 1:15:45 itu, Dok. Kalau seandainya saya memang 1:15:48 menderita tensi yang tinggi 1:15:50 terus-menerus meskipun sudah minum obat, 1:15:52 mungkin enggak sih muncul komplikasi 1:15:55 yang serius, Dok? 1:15:57 Sudah minum obat. 1:15:57 Sudah minum obat tapi kecemasannya dia 1:16:00 tinggi tapi bisa enggak sih muncul yang 1:16:02 lain penyakit? 1:16:02 Sebenarnya yang harus saya tanyakan 1:16:03 terkontrol enggak dengan obatnya? 1:16:06 Kalau obatnya berhasil mengontrol tensi, 1:16:08 kita akan evaluasi setiap 3 bulan atau 6 1:16:10 bulan 1:16:11 ada enggak efek yang tidak diharapkan 1:16:13 dari obatnya. Misalkan gangguan fungsi 1:16:15 hati atau fungsi ginjal misalkan. Itulah 1:16:18 pentingnya kontrol ke dokter. Tapi 1:16:19 ingat, tanpa obat akan sangat berbahaya. 1:16:22 Dengan obat kita akan kontrol, kita akan 1:16:24 jaga, kita sesuaikan sama efeknya gitu. 1:16:28 Jadi meskipun minum obat tetap harus 1:16:30 kontrol lagi ya. I 1:16:31 harus bulan untuk mengevaluasi fungsi 1:16:33 ginjalnya, fungsi hatinya, dan 1:16:35 lain-lain. 1:16:36 Ini pertanyaan di bawahnya. Kemungkinan 1:16:37 kehilangan penglihatan katanya ada, Dok. 1:16:40 Benarkah? 1:16:40 Kalau tensinya tidak terkontrol tinggi 1:16:43 dalam waktu lama. 1:16:44 He 1:16:44 hati-hati. Saya pernah dapat kasus yang 1:16:46 seperti itu. Datang ke dokter bukan 1:16:47 karena tensi keluhannya. 1:16:49 Heh. 1:16:50 Tapi karena memang ee apa tadi? Efek 1:16:53 dari kita bilang hypertension mediated 1:16:56 organ damage-nya. Jadi tensi tinggi lama 1:16:58 datang ke dokter mata justru bukan 1:17:00 datang ke dokter penyakit dalam. 1:17:02 Oke. 1:17:02 Jadi wah Dok ini mata saya terganggu. 1:17:04 Dia enggak ada keluhan tensinya. Enggak 1:17:05 pernah ada keluhan tensi tinggi. Artinya 1:17:07 dia merasa fine-fine aja dengan 1:17:09 tensinya. Enggak ada keluhan. Tiba-tiba 1:17:10 datang ke dokter tensi 180 1:17:13 tanpa diketahui sebelumnya. 1:17:14 Tanpa diketahui. Jadi 1:17:16 munculnya ketahuannya justru setelah 1:17:18 peksa mata bisa bikin buta. Betul Bu. 1:17:22 Betul. Ya. Jadi kecemasannya tadi 1:17:24 beralasan. 1:17:26 Emm. Jangan terlalu cemas, Bu. 1:17:27 Hati-hati. Cemas juga meningkatkan 1:17:29 respon secara simpatik itu juga bisa 1:17:30 bikin tensi tinggi. Jadi, Ibu rileks 1:17:32 aja. Perbanyak baca Quran, perbanyak 1:17:35 zikir, kemudian ibu juga ee olahraga 1:17:38 teratur, sesuaikan sama kemampuan, 1:17:40 kemudian minum obat teratur. Jalani 1:17:42 hidup dengan tenang aja, Bu. Insyaallah 1:17:43 mudah-mudahan sehat selalu. 1:17:45 Nah, jadi semua diikuti tapi cemas 1:17:48 dibuang gitu ya. Yang penting ya. 1:17:49 Iya. Sama cemas. 1:17:50 Heeh. 1:17:51 Emm, ini pertanyaan dari hamba Allah. 1:17:56 tidak disebutkan namanya, Dok. Kalau 1:17:58 obat yang tadi dokter sebutkan 1:18:01 yang bagus tadi itu yang untuk 1:18:03 kolesterol kurang jelas, Dok. Saya boleh 1:18:05 enggak diulang lagi? 1:18:06 Jadi kita memberikan obat kolesterol 1:18:08 disesuaikan sama indikasinya. Kalau dia 1:18:10 gak ada faktor resiko kemudian 1:18:12 kolesterolnya gak begitu tinggi, 1:18:13 cukupatin saja. 1:18:14 Cupastatin. 1:18:15 Kalau misalkan dia cukup tinggi 1:18:17 kolesterolnya, misalkan kita biasa 1:18:19 berpatokan sama LDL. 1:18:20 He. 1:18:21 LDL-nya misalkan ee 1:18:24 cukup tinggi gitu ya. Kemudian ada 1:18:26 gangguan fungsi ginjal. Biasa kita lebih 1:18:28 prefer ke atorfastatin. 1:18:30 Kalau misalkan dia ada penyakit jantung 1:18:32 koroner, ada diabetes, katakan dia gak 1:18:36 gak kolesterolnya gak begitu tinggi pun 1:18:39 target kolesterolnya beda, Ibu. Pada 1:18:41 pasien dengan penyakit jantung koronel 1:18:42 itu target kolesterol LDL-nya di bawah 1:18:44 100. Sedangkan orang-orang pada umumnya 1:18:47 itu sebenarnya cukup 130, 120, 130 itu 1:18:50 sudah dianggap normal. Tapi pasien 1:18:51 dengan gangguan ee jantung koroner, 1:18:54 penyakit jantung koroner atau dengan 1:18:55 diabetes targetnya malah ada yang bilang 1:18:57 di bawah 70 LDL-nya. 1:18:59 Makanya enggak mungkin terkejar kalau 1:19:01 dengan sifastatin. Enggak mungkin 1:19:02 terkejar sama mungkin terkejar sama 1:19:04 atrofastatin tapi dosisnya lebih tinggi. 1:19:06 Nah, solusinya kita menggunakan 1:19:08 rosuastatin. Nah, rosu fastatin ini dia 1:19:11 punya kekuatan itu empat kali lipat 1:19:13 dibanding samafastatin 1:19:15 gitu loh. Jadi kalau untuk mencapai 1:19:17 dosis ee rosul fastatin tadi saya bilang 1:19:20 10 mg aja diperlukan 80 mg dari 1:19:22 sinfastatin. 1:19:24 Delapan kalinya 1:19:25 del kali. Sedangkan e 80 mg kalau 1:19:27 simpfastatin kita minum efek sampingnya 1:19:29 bukan main. 1:19:30 Iya. 1:19:30 Jadiastatin 1:19:32 semakin tinggi dosisnya semakin besar 1:19:34 efek sampingnya juga. 1:19:35 Jadi semua sesuai indikasi. 1:19:37 Baik. Jadi memang sekali lagi pastatin 1:19:39 dari kalau nanya 1:19:40 kita harus tanya pada ahlinya ya ke 1:19:42 dokter itu penting. Mohon maaf sekali 1:19:44 banyak yang tidak bisa dibahas waktu 1:19:45 kita terbatas. Ibu Tini, kemudian juga 1:19:48 emm Pak Sulaiman, kemudian Pak ee 0857 1:19:53 sekian-sekian dan yang jelas lagi 1:19:55 mudah-mudahan ee suguhan apa yang 1:19:59 dibahas oleh Dr. Muhammad terkait dengan 1:20:02 yang disebut tensi tinggi atau rendahnya 1:20:05 bagi usia-usia tertentu memang berbeda. 1:20:07 Mudah-mudahan akan membawa kita pada 1:20:09 pemahaman yang jauh lebih baik. Dan Dok, 1:20:12 kita rangkum bahasan pada siang hari ini 1:20:14 sebelum kita akhiri silakan. Ya, 1:20:16 bismillahirrahmanirrahim. Jadi, ee 1:20:18 hipertensi harus diwaspadai ee harus 1:20:21 didiagnosis juga dengan tepat karena 1:20:24 pemeriksaannya juga sebenarnya simpel 1:20:26 tapi harus dilakukan secara berkala 1:20:28 kemudian ditegakkan juga sama ahli. 1:20:30 Obat-obatan hipertensi harus dikonsumsi 1:20:32 juga secara teratur, secara kontinu 1:20:34 supaya kita bisa sesuaikan dosisnya 1:20:36 apakah perlu dinaikkan atau dikurangi. 1:20:39 Makan makanan yang sehat, olahraga 1:20:41 teratur, batasi garam, tidak minum 1:20:43 alkohol itu salah satu cara untuk 1:20:45 menurunkan tensi secara alami. Nah, jadi 1:20:49 ee prinsipnya hipertensi ini kembali 1:20:51 pada diri kita sendiri. Kalau kita bisa 1:20:54 berhasil menjaga, memperbaiki pola 1:20:56 hidup, kemudian e cara makan yang ee 1:20:59 makanan yang sehat, yang seimbang, 1:21:00 insyaallah bisa mengontrol tensi dengan 1:21:02 baik. Jangan lupa juga perhatikan 1:21:04 tanda-tanda e kita bilang eh 1:21:07 hypertension mediated organ damage. Jadi 1:21:09 kalau pada orang-orang tertentu yang 1:21:11 sudah hipertensi jangka panjang harus 1:21:13 kontrol rutin, periksa lab teratur, 1:21:15 kemudian periksa faktor eh ada enggak 1:21:18 komplikasi dari hipertensi itu sendiri 1:21:20 supaya kita bisa mencegah dan 1:21:23 meningkatkan kualitas hidup kita. Jangan 1:21:24 sampai ee komplikasi tadi menyebabkan 1:21:27 kita punya ee kualitas hidup berkurang 1:21:30 atau menurun. Terima kasih. Ee demikian 1:21:33 Buunding mudah-mudahan bermanfaat kurang 1:21:35 lebihnya saya mohon maaf. Mudah-mudahan 1:21:37 apa yang saya sampaikan bermanfaat untuk 1:21:39 kita semua. 1:21:40 Amin. 1:21:40 Insyaallah mudah-mudahan ee terima kasih 1:21:44 banyak waktunya Bu Nuning. 1:21:46 Mudah-mudahan siap datang lagi untuk ee 1:21:49 Iya. Mudah-mudahan. 1:21:50 Amin. Insyaallah. Amin. Terima kasih 1:21:51 banyak. 1:21:52 Baik, Dr. Muhammad. Terima kasih banyak 1:21:53 untuk kehadirannya pada siang hari ini 1:21:55 dan teman-teman em yang menyimak sejak 1:21:59 awal atau kalau terlambat bisa cek di ee 1:22:02 YouTube-nya Rasil TV dan mari kita jaga 1:22:06 makan kita, kita jaga olahraga kita, 1:22:08 kita jaga berat badan kita dan satu lagi 1:22:10 jaga emosi agar tidak meledak, agar 1:22:14 kemarahan ataupun sesuatu yang terkait 1:22:16 dengan meningkatkan tensi kita bisa kita 1:22:19 jaga. Terima kasih. Asalamualaikum 1:22:22 warahmatullahi wabarakatuh.