Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [Musik] 0:07 Brail 0:22 TV berasil 0:31 202 dengan mengangkat tema tentang 0:33 Pilkada Jakarta, mesin partai mana yang 0:36 bekerja. Sahabat-sahabat sekalian, ee 0:38 kita segera akan memasuki musim Pilkada 0:41 serentak di seluruh Indonesia. 0:43 Ee dan salah satu magnet terbesar dari 0:46 Pilkada Serentak ini adalah Pilkada 0:48 Daerah Khusus Jakarta yang ee terdiri 0:52 dari tiga paslon tetapi ee persaingan 0:55 ketat ee terdiri antara paslon 0:59 ee dari ee Kimplus ee dalam hal ini 1:03 Ridwan Kamil dan Suswono dengan ee 1:06 paslon dari PDIP dalam hal ini Promono 1:08 Anung dan ee Ranokarno. Nah, 1:12 sahabat-sahabat sekalian ee pada ee ee 1:16 minggu ini ee salah satu hal yang 1:19 dikejutkan adalah keluarnya survei dari 1:21 LDBank Kompas ee yang dilakukan pada 20 1:24 sampai 25 Oktober yang hasil survei 1:28 menunjukkan ee suara pemilih pasangan 1:30 Ridwan Kamil dan Sonoon semakin menurun. 1:33 malah ee sekarang sudah berpotensi 1:36 disalib ee dilewati oleh pemilih ee 1:40 Pramono Anung dan juga ee Ranokarno. Hal 1:43 ini tentu mewujudkan ee di mana ketika 1:46 pertama kali pasangan ini ee semua ee 1:49 paslon berlayar 1:52 eh elektabilitas Ridwan Kamil e dan 1:55 Suswono ini sudah di atas 50% ya. dan 1:58 juga Pramuono dan juga ee Ranokarno juga 2:02 ketika itu masih di sekitar ee 20% ya ee 2:07 sangat jauh dan saat ini sudah e semakin 2:11 lama elektabilitas dari Pramono Anung 2:13 dan juga Ranokarno semakin naik dan juga 2:17 elektabilitas Ran Kamil dan juga Susona 2:20 dilihat trennya makin turun. Nah, ee apa 2:23 yang sedang terjadi di Pilkada DKI dan 2:26 kemudian ada isu berikutnya bahwa parpol 2:29 ee Kimples pengusung Ridwan Kamil 2:31 Suswono ini dianggap tidak bekerja ya. 2:34 Ee atau mungkin ada yang mengatakan 2:36 hanya PKS yang bekerja. Tentu kita tidak 2:39 ingin ee memberikan tuduhan stigma ee 2:42 kita ingin melihat ee seperti apa yang 2:44 sedang terjadi sebenarnya dalamik 2:48 DKI ini. Untuk itu saya stop pada malam 2:51 hari ini mengangkat tema ini. Pilkada 2:53 Jakarta mesin partai mana yang bekerja. 2:56 Alhamdulillah sudah hadir bersama kita 2:59 ee narasumber kita ee tuan rumah kita 3:02 juga sudah hadir Pak Mar. 3:04 Asalamualaikum, Pak 3:06 Mardani. Dan juga ee hadir juga bersama 3:11 kita Bang Nova Mujahid. Beliau adalah 3:13 analis senior dari drone ee Emprit ya. 3:18 Ee nanti akan Bang Nova Mujahid akan 3:20 memaparkan bagaimana peta ee ee 3:24 persaingan di dunia digital sosial media 3:26 ya. Dan selamat malam Bang Nova. 3:29 Asalamualaikum. Waalaikumsalam 3:31 warahmatullahi wabarakatuh. dan juga 3:33 sudah hadir juga bersama kita Bung Roki 3:36 Grung duetnya Pak Mar. Asalamualaikum, 3:38 selamat malam 3:41 Muroki. Baik ee dan juga segera menyusul 3:44 Bang Hendra Satrio dan juga ee peneliti 3:47 dari LDBank Kompas, Pak Yohan Wahyu yang 3:50 mungkin bisa memaparkan apa yang hasil 3:52 dari ee survei Litbang Kompas yang 3:55 menunjukkan ee semakin menaiknya eh 3:59 elektabilitas dari Pramon Nora Karno dan 4:01 juga semakin menurunnya Ridwan Kamilan 4:04 Susona. ee kita ingin membahasnya apa 4:06 yang sedang terjadi dalam kontestasi 4:08 Pilkada DK Daerah Khusus Jakarta ini. Ee 4:12 sebelum kita mulai, kita seperti biasa 4:15 kami mengucapkan terima kasih yang 4:16 sebesar-besarnya kepada seluruh pemirsa 4:18 Indonesia Stok baik di dalam negeri 4:21 ataupun luar negeri. Acara ini bisa 4:22 disaksikan secara langsung melalui 4:25 siaran live streaming eh YouTube Mardani 4:28 Alisera PKS TV dan Rasil TV. ee dan juga 4:31 bisa disaksikan didengar melalui 4:34 jaringan radio rasil ee di beberapa kota 4:38 di seluruh Indonesia khususnya di Jabor 4:40 Tabik. Baik ee kita dan juga kami 4:43 mengucapkan terima kasih kepada 4:44 rekan-rekan media dan wartawan yang juga 4:46 senantiasa meliput dan menyaksikan serta 4:49 memberitakan acara ini. Semoga bisa 4:51 memberikan sumbangsih konten positif 4:53 bagi ee dunia persyarat Indonesia. Baik, 4:57 kita mulai diskusi kita pada malam hari 5:00 ini dengan tema Pilkada e Jakarta, mesin 5:04 partai mana yang bekerja. Kepada Pak 5:06 Marani. Pak Marani apabila apa sudah 5:09 bergabung? Oh, mungkin lagi sedang ada 5:12 acara. Mengta Bung Rocki dulu atau Oke, 5:16 itu Bung Rocki dulu 5:19 dipersilakan mewakili tuan 5:22 rumah wakil presidennya Wakil Presiden 5:26 ILT. 5:27 Rocky 5:29 Buruk masih di-mute Om Rocky. 5:40 Oke ya. 5:42 Ya. Silakan Bu Roki. Asalamualaikum 5:45 warahmatullahi wabarakatuh. 5:46 Waalaikumsalam. Saya Rocky Alisera. 5:51 Roera. Silakan. Keren. Kiren. Oke. Oh 5:55 ada si Nova tuh. Udah lama gua enggak 5:56 lihat ya. Kan main 6:00 teman teman lama dia si Nova dan 6:02 kelihatan dia makin kinclong tuh 6:04 sebetulnya lebih pantas Nova jadi ee 6:07 calon gubernur daripada Ritwan Kamil ya. 6:13 Iya kalau wakilnya bagus. Iya. Oke, kita 6:16 mau coba mendeteksi sebetulnya pembuluh 6:19 darah apa yang putus sehingga ee 6:24 elektabilitas menurut Kompas itu, Ritwan 6:28 Kamil itu drop dan ee kan begitu tadi ee 6:33 eh isinya kan Haldi ya. Iya, betul betul 6:36 Pak. Ya, kita coba lihat saya cuma 6:39 deteksi satu hal secara cepat-cepat. 6:41 Ritan Kamil ini terlalu banyak pergi ke 6:43 Jokowi. Kira-kira itu aja masalahnya 6:45 tuh. Terlalu banyak mencari patron. 6:49 Padahal dia sendiri sudah patron. 6:50 Ngapain? Jadi kelihatannya Kamil enggak 6:53 ada ide yang orisinal itu cuma mau 6:55 menggabungkan antara Ahok 6:58 dan eh ee siapa? Eh aduh lampu matinya 7:03 mati-lampu pula. Ahok dan eh 7:08 siapa tadi? 7:11 Ya, artinya sesuatu yang khas Jakarta 7:14 itu tidak ditemukan oleh Kamil. Yang 7:15 kedua adalah hambatan kultural culture 7:18 mattersah dianggap bahwa Kamil diimport 7:21 dari Bandung itu jadi terlalu dipaksakan 7:24 itu. Dan e yang kedua tentu blunder yang 7:27 dibuat oleh ee wakil calon wakil 7:29 gubernurnya soal percandaan itu. Jadi 7:32 bagi masyarakat Jakarta itu peka sekali 7:34 kalau soal-soal yang menyangkut gender 7:36 equality itu di di permainkan tuh. 7:39 Karena tetap Jakarta itu sudah jadi 7:41 metropoli sehingga isu tentang hal-hal 7:44 yang 7:45 sifatnya eh dangkal itu itu dianggap 7:49 sebagai tidak bermutu. Jadi tetap kita 7:51 ingin lihat itu ada persaingan yang 7:53 penting tidak ada unsur yang diandalkan 7:56 melalui intervensi aparat kan itu itu 7:59 aja sebetulnya kan bahwa kemampuan 8:01 intelektual dari ee Praham dan eh Ran 8:05 Kamil tentu saya kenal baik dua-duanya 8:07 anak ITB saya kenal Praham lebih awal 8:10 tuh sama seperti Haldi anak ITB ya tapi 8:13 dia lagi magang di PKS dulu tuh oke 8:15 enggak apa-apa 8:16 itu PKS itu bukan lagi S3 dia S4 8:20 sebetulnya Ya, kalau makan di dekat kita 8:22 balik lagi pada isu tadi itu. Kita mau 8:24 lihat satu duel argumen yang belum kita 8:27 lihat hari ini baru sering saling kirim 8:29 ee apa namanya nih negative campaign di 8:32 antara dua kandidat ini kan. itu bisa 8:34 terjadi itu kayak tawuran di tempatnya e 8:39 Sumatera Utara tuh Bobinasution dan eh 8:43 Edi Rahmayadi itu tapi kita melihat 8:45 peradaban politik Jakarta itu basisnya 8:48 adalah kelas menengah yang menuntun 8:50 isu-isu itu. Tentu PKS datang dari kelas 8:53 menengah tuh dibandingkan dengan PDIP 8:55 tentu elit PKS itu lebih kelas menengah 8:57 daripada PDIP karena ee hampir enggak 9:00 ada uang cilik sebenarnya di PKS tu. 9:02 Jadi sebetulnya kalau kita balik tadi 9:04 tetap orang akan lihat Ritwan Kamel itu 9:06 cari perlindungan pada Jokowi. Sesuatu 9:08 yang agak konyol sebetulnya kan. Nah 9:10 kita ingin lihat itu dari segi ee 9:14 kapasitas ee siksa dalam politik bahwa 9:17 ide-ide yang hendak diucapkan itu sudah 9:20 standar. Soal kemacetan, banjir, 9:22 perumahan itu sudah standar saja. itu 9:24 sekarang orang tinggal lihat elemen ee 9:28 incapacity itu atau elemen kegelisahan 9:31 dari Ritwan Kamil tuh. Dan itu makin 9:33 lama makin terlihat bahwa Ridwan Kamil 9:35 itu gelisah karena dia disusul oleh eh 9:38 semacam euforia bahwa harus orang yang 9:42 betul-betul Betawi. Dan itu yang 9:44 memungkinkan kita melihat pengkondisian 9:47 baru di ee minggu terakhir ini. Apakah 9:50 betul satu-satunya elemen yang akan 9:52 membatalkan Ran Kamil adalah ee 9:55 kegagalan dia untuk menjadi orang yang 9:57 punya punya autenticity itu enggak perlu 10:00 nebeng-nebeng pada tokoh-tokoh yang 10:01 lain. Saya kira itu e 10:04 pengantarnya ee atas nama eh Marani 10:08 Alisera ya tadi. Jadi anggap a kalau 10:09 yang ngomong tuh Maris. Saya cuma 10:11 mewakili beliau tuh. Jadi menurut 10:14 Murwaki Redwan Kamil jatuh karena ketemu 10:16 Jokowi ya. Iya, itu itu poin poin 10:20 negatif. Betul. Itu kan ngapain ketemu 10:22 Jokowi kenapa kasin aja ketemu Gibrang 10:25 kan. 10:27 Iya iya iya. Terima kasihokir. Sekarang 10:30 ee kita ke Bang Nova dulu. Silakan Bang 10:33 Nova mungkin apakah benar ini eh tren e 10:37 Ridwan Kamil menurun di percakapan e 10:39 media sosial ya. Dan sesuai dengan 10:42 survei LDBank Kompas. Nanti setelah ini 10:45 baru kita coba klarifikasi seperti apa 10:47 data detail dari dan latar belakang ee 10:51 survei dari LDBang Kompas dari Pak Yohan 10:53 Wahyu. Ya, selamat datang Pak 10:56 Yohan. Nah, sekarang kita ke Bang Nova. 10:59 Silakan Bang Nova menyampaikan dulu. 11:02 Bang H baru masuk. Asalamualaikum Bang. 11:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 11:06 wabarakatuh. I selamat datang. Ini kita 11:09 dengar Bang Nova dulu ya memaparkan data 11:12 dari drone Emprit. Oh, memang harus Bang 11:14 Mujahid dulu. Itu penting dari pagi 11:16 sudah disiapkan datanya. Itu 11:20 saya sudah lihat tuh tadi di awal tadi. 11:22 Tadi pagi bareng saya di TV One saya 11:24 sudah lihat data-datanya bagus-bagus. 11:27 Keren, keren. Eh, silakan silakan. 11:30 Makasih, Masih Bang Hensat. ini ketemu 11:32 paroki dikuliahin sedikit lagi kayaknya 11:35 saya jadi ingat masa-masa ee 11:38 2005 gitu paroki. Wah jadi makin segar 11:42 tuh ingatan 11:44 saya. Saya murid paroki di Filsafat UI 11:48 2003. Saya masuk dan senang sekali 11:52 ketika Paki mulai ramai di media sosi 11:55 wah ini guru gua ini. 11:58 Iya sudahudah itu bagian selesai. 12:02 Oke, lanjut. kita saya kalau kita lihat 12:06 ee perbincangan di media sosial tentang 12:09 RK ya R tentang ee Pilkada Pilkada DKI 12:14 ini ee saya ngelihat datanya mulai dari 12:17 ee tanggal 25 September sampai kemarin 7 12:21 November 12:23 itu kalau kita bandingkan antara RK 12:26 Pramono dengan Rano dan semuanya akan 12:30 kelihatan kalau perbandingan tentang RK 12:31 itu masih dominan sebenarnya. 12:34 32% dengan lebih dari 177.000 12:37 perbincangan. Tetapi hanya beda tipis 12:39 dengan Pram yang menyusul kemudian di 12:42 pulau e di minggu kedua di bulan kedua 12:47 ee dengan 12:48 16.000 ee perbincangan. Ah, ini baru 12:52 bisa share saya. 12:54 Kenapa? 12:56 Nah, selain itu ya tentu saja ya Pak 12:59 Rano Ranok Karno lebih tinggi 13:01 perbincangan dari Pak Susmono dan Dharma 13:03 sama eh Kun ya ee penggembira sajal l 13:08 kalau di media sosial karena memang 13:09 tidak ada kekuatan di balik Pak Darma 13:12 dan Kun ini yang mendukung ee 13:14 menggerakkan percakapan tentang ya. Nah, 13:17 kalau kita lihat kemudian interaksinya. 13:20 Jadi kalau percakapannya tadi Pak Ridwan 13:22 Kamil hanya berbeda tipis dengan Pak 13:23 Pramono 32 berbanding 30%. Kalau lihat 13:27 interaksinya sebenarnya Ridwan Kamil itu 13:31 lebih tinggi interaksi yang dihasilkan 13:33 dibandingkan eh 13:36 Pramono. Begitu juga Pak Suswono. 13:38 Interaksinya lebih tinggi. Artinya 13:41 postingan-postingan tentang Ridwan 13:43 Kamil, postingan-postingan tentang 13:44 Suswono itu lebih banyak diterima oleh 13:48 publik, lebih banyak dikomentari oleh 13:50 publik. Permasalahannya adalah 13:52 interaksinya itu nanti kita lihat 13:54 positif atau negatif. 13:56 Oke, interaksinya bagus, tetapi apakah 13:58 dia positif atau negatif. Nah, kemudian 14:01 kalau kita lihat antara 14:04 yang disukai dengan ee yang paling 14:06 banyak di ee paling banyak dibicarakan 14:10 ini paling ke atas itu semakin ke atas 14:13 ee garisnya atau garis paling disukai, 14:16 paling kesukaan gitu ya. Ke bawah ini 14:18 garis negatif artinya tidak disukai. ee 14:21 ke kanan itu volume perbincangan artinya 14:24 semakin banyak dia 14:25 dibicarakan. Kelihatan kalau Pak Ridwan 14:27 Kamil itu lebih banyak dibicarakan 14:31 tetapi volume perbincang sentimen 14:33 perbincangannya tidak lebih baik 14:35 daripada Pak Rano Karno yang hanya di 14:38 120.000an 14:40 perbincangan kayak gitu. Dengan kata 14:42 lain, Pramono paling tinggi positifnya 14:45 sekaligus paling tinggi eh 14:47 perbincangannya. Pak Suswono paling 14:49 tinggi 14:50 negatifnya. Riwan Kamil paling banyak 14:53 dibicarakan. Kira-kira bacanya begitu. 14:56 Nah, kalau ngelihat trennya Pak RK itu 15:00 tinggi banget di awal-awal bulan, awal 15:03 awal-awal September. Jadi ee bulan 15:06 pertama dia ee bicara eh bulan pertama 15:09 dia campaign itu tinggi positifnya, 15:12 perbincangannya tinggi sekali ee bukan 15:14 positifnya, maaf, perbincangannya tinggi 15:16 sekali. Tetapi kemudian kelihatan kalau 15:19 mulai Oktober perbincangan tentang Pak 15:23 Pramono itu juga semakin 15:26 menguat naik turun naik turun tapi 15:29 konsisten. Pak Pramono itu sesekali 15:31 mengungguli perbicaraan tentang RK dan 15:34 kalau dilihat sentimennya rupanya 15:36 perbincangan tentang Pak Pramono pasal 15:38 selama Oktober itu lebih banyak 15:40 positifnya dibanding perbincangan 15:42 tentang RK yang lebih banyak negatifnya 15:45 terlebih di akhir-akhir. 15:48 Ben banget tadi itu seperti yang 15:50 disampaikan Pak Roki 15:53 perbincangan tentang Pak RK itu 15:55 negatifnya tinggi disumbang semata 15:58 karena 16:01 berkaitan dengan Pak Jokowi dan keluarga 16:03 Jokowi. Jadi pertemuan dengan Pak Jokowi 16:05 itu betul sekali respon publik itu 16:07 negatif karena RK seperti sepertinya kok 16:11 tidak bisa lepas dari ee dari Jokowi 16:15 seperti tidak punya ide tentang Jakarta 16:17 kayak gitu. Betul sekali itu. Banyak 16:20 banyak yang berbicara tentang 16:22 itu. Lalu Pak 16:25 Suswono, sentimen negatif terhadap Pak 16:27 Suswono paling tinggi di antara ee semua 16:30 tokoh di Jakarta ini. Siapa eh apa isu 16:34 yang ee yang menyebabkan perbincangan 16:36 Pak Suswono negatif? Hanya satu tentang 16:39 janda. Jadi pernyataan blundernya 16:42 tentang janda itu dimakan oleh semua 16:44 orang. tidak hanya dimakan oleh ee 16:48 kluster yang ada di kubu Pak Pramono 16:50 atau juga Pak Rano, tetapi juga itu 16:53 dikritisi oleh kubu yang ada di Pak RK 16:56 dan Pak Suswono sendiri. Jadi sentimen 16:59 negatifnya juga datang dari kluster yang 17:01 sebenarnya mendukung Pak RK dan Pak 17:03 Suswono. Itu saya kira 17:07 eh peta besarnya ee seperti itu. Jadi 17:11 kalau dilihat siapa saja yang berbicara 17:13 tentang Pak RK dan Pakus itu juga Pak 17:16 Prom dan lainnya itu kan kelihatan 17:19 banget kalau perbincangan positif 17:22 terhadap RK Suswono itu didorong oleh 17:26 sekian nih PKS Jakarta, PKS D sejahtera, 17:30 Ridwan Kamil sendiri, Demokrat juga 17:32 Golkar. 17:34 So itu tentu saja adalah akun-akun yang 17:37 digerakkan atau yang memiliki 17:40 kecenderungan ee 17:42 kecenderungan preferensi pemilih 17:44 tertentu 17:45 ya. Tidak bisa diasosiasikan kepada 17:48 partai juga tapi mereka punya preferensi 17:50 pemilih. Gampangnya sih anak Abah kayak 17:52 gitu. Anak Abah itu banyak sekali 17:54 berbicara tentang RK baik dalam nada 17:56 positif atauada dalam nada negatif. 18:00 Kelihatan juga kalau perbincangan 18:02 terhadap Pram dan Rano itu selain 18:05 Pramono dan PDIP lainnya adalah ee apa 18:10 ya? Selebet, selebgram, seleb-seleb 18:14 sosmed lainnya kayak gitu. Jadi beda 18:18 banget tuh 18:19 petanya ee peta 18:22 perbincangannya. Nah, ini 18:24 contoh-contohnya saja. Ini contoh 18:27 perbincangan di Twitter tentang R kasus 18:29 dalam periode itu eh hampir semuanya itu 18:33 gak ada negatif nih dari 1 sampai 10 18:35 hanya beberapa yang positif ya tentu 18:37 saja R Kamil positif pada dirinya selain 18:40 itu hampir kebanyakan negatif yang 18:42 positifnya ada di mana lagi 15 16 PKS 18:46 Pamar dan Risera nomor 22 eh Golkar 39 18:52 ini ada Hasbill LBS dari Demokrat 116 18:55 Demokrat dan Demokrat lainnya 135 dan 18:58 seterusnya juz yang jadi ketinggalan 19:02 jauh gitu ya ee penyumbang pertama 19:04 percakapan terhadap RKUS kebanyakan 19:07 negatif dan ini tidak terafiliasi para 19:09 partai tetapi terafiliasi pada ee tokoh 19:13 gitu ya. Mudi asmara ya kecewa karena 19:17 anisnya enggak jadi dan seterusnya tuh. 19:21 Dharmakun tentu saja dia jadi 19:23 bulan-bulanan. Dia dibicarakan oleh dua 19:26 sisi dan kebanyakan yang e dua sisi itu 19:29 dua kluster. Kluster pendukung pramono 19:31 juga kluster pendukung ee RK. Tentu saja 19:35 dia banyak dibicarakan oleh lucu-lucuan 19:37 ya 19:38 tim penguinas ini lucu isinya. 19:42 Kementerian Kegelapan juga lucu-lucuan 19:44 aja. Ini ee pemberitaan tentu saja 19:46 banyak disinggung terkait ee berbagai 19:49 macam hal di Pilkada DKI Jakarta. Kalau 19:52 lihat 19:54 pamul itu kelihatan kalau meskipun yang 19:58 terafiliasi dengan partai politik hanya 20:01 dua yang kuat 29 dan di urutan 29 dan 74 20:05 G PDIP tetapi di urutan 1 sampai 10 loh 20:10 urutan 1 sampai 9 di sini e 10nya 20:13 kepotong rupanya isinya adalah 20:16 pendukung-pendukung pramul ee 20:19 pasukan-pasukan PDIP Oke. Tidak, mereka 20:23 tidak langsung terafiliasi ee ada 20:26 orangnya gitu, jelas apa orangnya dan 20:29 bagian dari partai tertentu enggak. Ini 20:31 banyakan adalah akun-akun yang ee anonim 20:35 kayak gitu, tetapi jelas posisi mereka 20:37 adalah pendukung ee 20:39 PDIP. Jadi beda banget tuh. Begitu juga 20:43 ee kondisinya tidak jauh berbeda dengan 20:44 di FB. Eh, Pak di sini di FB itu 20:48 kelihatan eh R kasus yang banyak 20:52 ngomongin ya media selain itu dari 20:57 PKS lalu PSI lalu eh Gerindra Erwin Aksa 21:03 Golkar. Cuma itu saja berbeda dengan di 21:07 sini. Nah, ini kelihatan Gus 21:11 Rharjo e Gus Rharjo gitu ya di sini. eh 21:16 Prasato, Edi, Babel BD, IP kay gitu. 21:20 Petanya tidak jauh berbeda ee di IG, di 21:24 ee di ee di media sosial, media sosial 21:28 lainnya tidak jauh berbeda kayak gitu. 21:30 Jadi, jadi karena tidak jauh berbeda ya 21:32 saya batasi saja sudahlah ini sama aja 21:35 datanya di FB, IG, dan 21:36 Twitter kayak gitu. Jadi kalau ngelihat 21:39 petanya dengan dengan seperti itu kita 21:41 ya kayaknya kesimpulannya sudah jelas 21:43 tuh siapa sih mesin partai mana sih yang 21:44 bekerja untuk di Pilkada DKI Jakarta 21:47 yang solid adalah mesin partai PDIP. 21:50 Sedangkan eh pendukung RKUS itu hanya 21:53 beberapa partai saja. PKS itu paling 21:55 keras berbicara tentang RKUS lalu ada 21:58 juga didukung oleh Demokrat lalu ada 22:00 Golkar. Sedikit sekali ee dari Gerindra 22:04 yang berbicara tentang R kasus. 22:06 Kira-kira kayak gitu tuh, Mas Aldi. 22:08 Monggo, silakan kembalikan. 22:11 Baik, terima kasih Bang Mujahid ya. Tadi 22:15 sudah diberikan analisanya. Jadi, 22:17 teman-teman bisa terlihat itu ee 22:19 percakapan di media sosial ya ee 22:22 petanya. 22:25 Sekarang sudah hadir Pak Mardani. 22:27 Asalamualaikum Pak 22:30 Mardani. Bang Haldi. Dipersilakan 22:34 langsung Mujahid 22:36 Nova, Bang 22:38 Hat, Om Rocky. 22:41 Apa kabar ketua? 22:44 Rid itu sebelum Bang Mardani jadi ketua 22:46 harian pasti susah 22:48 menangnya. Jadi, jadi Ustaz Mardani ini 22:50 harus jadi ketua harian menurut saya. 22:53 Siap. Insyaallah. Karena konsep sopunya 22:56 itu harus ditunjukkan lagi tuh sekarang. 22:59 Sop batu 23:02 kita izin menanggapi. 23:06 Ee bismillahirrahmanirrahim. 23:09 Asalamualaikum warahmatullahi 23:10 wabarakatuh. Eh waalaikumsalam. Matur 23:13 nuwun Mas Mujahid. luar biasa ee 23:16 masukannya tadi dan eh Mas Yohan juga 23:21 Bang Hensat, Bro. Yang pertama makin 23:24 kelihatan bahwa hampir seperti 23:28 2017 pertarungannya antara PDIP dengan 23:31 PKS ya. 23:34 dan ee di datanya Mas eh Nova ee agak 23:40 leading Mas Pram, tetapi percakapan 23:43 paling banyaknya masih ee Kang ee RK 23:47 gitu. 23:49 Buat saya ini sesuatu yang sangat ee 23:53 menarik bahwa masih ada waktu ee 18 hari 24:00 ee untuk 24:01 melakukan strategi yang tepat. Ee tapi 24:05 tadi saya menarik ketika Masova 24:07 mengangkas cukup banyak akun anak Abah 24:11 yang komen tentang RK ya karena memang 24:15 di sisa waktu. 24:17 Izin Mas Yohan. Kalau saya tidak salah 24:20 masih 23% lebih yang undesided footters. 24:24 Dan saya melihat memang eh rabaan saya 24:28 ini adalah anak ABA 24:32 e suara 24:34 212 ee suara kanan dan suara kelas 24:38 menengah. tugas 24:41 ee Kang Ridwan Kamil dan Masus ee tidak 24:45 lain tidak bukan betul-betul harus bisa 24:48 memigrasikan suara-suara ini yang sangat 24:51 dekat dengan PKS, sangat nyambung dengan 24:55 ide-idenya Kang Ridwan Kamil dan pasus e 24:59 terlepas dari ada slip of ok tong 25:01 walaupun di beberapa penjelasan pas 25:04 sudah menyampaikan bukan cuma meminta 25:07 maaf faktanya memang ini eh menjadi 25:10 blessing in disguise eh menjadi lebih 25:13 dikenal dan ee saya tetap yakin 25:16 insyaallah dengan waktu yang cukup, 25:18 strategi yang cepat, dukungan dari semua 25:21 tadi juga ee Golkar bergerak, GIDRA ada 25:24 gerakan dikit, kemudian PSI juga 25:27 sebetulnya semua bergerak saya ee masuk 25:30 dalam grup bibir mereka tapi memang ee 25:34 hasil dari survei Litbang Kompas menjadi 25:38 wake up call bagi kita semua dan 25:43 ee 25:45 ee petarung itu justru merasakan 25:48 kenikmatan dalam keadaan ee data kita di 25:52 bawah bukannya unggul tapi sudah ee 25:55 mulai terlewati. Insyaallah satu du 25:58 pekan ke depan faktanya akan berubah. 26:01 Begitu Bang Hadi. 26:04 Baik, terima kasih Pak Mardani atas 26:07 paparannya. Sekarang kita ke Bang 26:10 Hensat. Bang Hensat silakan memberikan 26:12 pandangannya baru nanti kita setelah ini 26:14 Bang Pak Yon Wahyu dari Bang Kompas. 26:17 Bang Hatilakan ya. 26:19 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 26:20 warahmatullahi wabarakatuh. 26:22 Waalaikumsalam warahmatullahi 26:23 wabarakatuh. Memang kan Pilkada kali ini 26:25 tuh berbeda dengan Pilkada sebelumnya 26:28 ya. Apalagi ee saat ini pilkadanya itu 26:34 sangat pilpres sehingga bau-bau 26:38 pilpresnya itu masih terasa walaupun 26:40 sama sekali tidak bisa disamakan antara 26:43 pergerakan Pilpres dengan Pilkada. Yang 26:46 pertama adalah karena Pilkada harus 26:49 diurus oleh daerah masing-masing, tidak 26:51 bisa diurus oleh nasional. Ee yang 26:54 kedua, Pilkada juga pasti akan sulit ee 26:57 sebuah daerah meminta bantuan dari 26:59 daerah lain untuk memperkuat daerah itu. 27:02 Misalnya 27:03 ee case-nya Rido di Jakarta, mungkin 27:07 kalau itu terjadi di Pilpres itu bisa 27:09 minta bantuan dari Depok, bisa minta 27:11 bantuan dari Bekasi atau ee Banten gitu 27:16 ya. Betul itu. Betul. Ee tapi kali ini 27:19 enggak bisa. itu harus diurus sendiri 27:21 karena baik Depok, Bekasi maupun ee 27:25 Tangerang gitu ya, Mas Imam, Mas 27:28 Herikoswara atau ee Ruhama Band itu 27:31 harus ngurus dirinya sendiri juga. Jadi 27:33 akan sulit sekali ee untuk ee meminta 27:37 bantuan. Kemudian tentang yang ketiga 27:39 adalah tentang partai politik. 27:42 Eh, ini mohon maaf lahir batin walaupun 27:44 judulnya adalah partai politik mana yang 27:47 bergerak, tapi kenyataannya di beberapa 27:49 daerah kedai kopi itu mendapatkan ee 27:52 sebuah fenomena bahwa bergerak atau 27:56 tidaknya mesin ee pemenangan itu bukan 27:59 tergantung dari partai politik, tapi 28:01 tergantung dari kekuatan logistik si 28:04 calon gitu. Kenapa demikian? Karena 28:07 partai politik juga sudah enggak habis 28:08 sudah enggak punya uang. Habis buat 28:11 pilek, habis buat pilpres gitu. Jadi mau 28:13 enggak mau yang diharapkan memberikan ee 28:17 sumbangsih logistik itu adalah dari ee 28:21 pasangan calon. Jadi kalau pasangan 28:23 calonnya itu ternyata tidak memiliki 28:27 logistik yang mumpuni, ya memang ee akan 28:31 sulit bergerak mesinnya gitu. ee Ustaz 28:34 Mardani pasti masih ingat kejadian 2017, 28:37 kenapa akhirnya Anis harus meminjam uang 28:40 ke ee Standiaga Uno? Karena memang ee 28:44 enggak bisa mengharapkan mesin partai 28:46 bergerak tanpa ada sumbangsih logistik 28:49 dari ee kandidat gitu. Maka kalau ee 28:55 kita lihat Rido misalnya ya, ya ada 28:59 Ritwan Kamil dan Suswono ya memang yang 29:01 diharapkan bergerak adalah dari dua 29:03 partai Golkar dan ee PKS. Kenapa 29:06 demikian? karena mungkin mesin Grindra 29:09 itu berfokus di Jawa Barat gitu ya untuk 29:12 pemenangan Dedi Mulyadi yang ee level 29:16 atau kemungkinan menangnya lebih tinggi 29:18 dibandingkan Banten misalnya atau dengan 29:21 partai-partai politik lain. 29:23 maka otomatis di Pilkada memang ee peran 29:29 dari si calon itu lebih lebih ee dominan 29:33 ketimbang peran dari si partai politik 29:36 itu. Partai politik apakah akan 29:38 membantu? Iya, membantu. Pasti membantu. 29:41 Tapi apakah maksimal? Nah, itu belum 29:43 tentu. Nah, kemudian kerepotan 29:47 selanjutnya dari sebuah koalisi yang 29:49 besar itu adalah ee ada pakai politik 29:53 yang luar biasa besar. Saya tadi enggak 29:56 bercanda tuh bicara tentang Ustaz 29:59 Mardani yang harusnya jadi ketua harian. 30:00 Kenapa demikian? Karena di pilek itu 30:03 suaranya besar sekali gitu. Dan seorang 30:07 Pardani Alisere itu memahami Jakarta 30:10 juga. Jadi kalau bayangkan ya, kalau 30:12 Rido dengan ee berbesar hati menandemkan 30:16 Ariza Patria dengan Mardani Alisera, 30:19 saya akul yakin pasti hasilnya akan 30:21 berbeda karena ada dua kepala yang 30:24 sangat mengerti Jakarta. Ariza sebagai 30:26 wakil gubernur, Mardani yang memenangkan 30:29 Anis eh Sandi waktu itu. Tapi kan karena 30:32 ada uwuh pakai uwuh koalisi besar ini 30:36 akhirnya kan hal itu tidak terjadi gitu 30:38 ya. Kemudian catatan saya selanjutnya 30:41 ee di Pilkada Jakarta memang tentang 30:44 budaya ya. Ee saya pernah memang 30:48 mengusulkan ee dari Kang Emil harusnya 30:52 jadi bank Ritwan sekarang ya. Karena 30:55 memang tidak bisa misalnya diambil 30:58 contoh Pak Jokowi yang tetap saja jadi 31:01 Mas Jokowi atau ee contoh-contoh lain 31:05 gitu ya. Bahkan FOKE pun merubah namanya 31:07 jadi Bank POE. Karena memang antara Jawa 31:10 dan Sunda itu berbeda sekali. Sunda 31:13 kalau saya tidak salah nanti e Mas Yohan 31:15 tolong dikoreksi kalau saya tidak salah 31:18 adalah ee etnis keempat yang yang besar 31:23 di Jakarta. Jadi yang pertama itu Jawa. 31:26 Kemudian kalau saya tidak salah itu ada 31:28 ee Tiongkok atau Padang gitu ya. baru ee 31:31 apa? Minang, baru kemudian Sunda. Maka 31:34 otomatis itu harus 31:37 ee apa namanya? Ada 31:39 penyesuaian-penyesuaian gitu. Betawi 31:41 dulu NRI. Oh, Betawi. Iya, i sori. Iya, 31:43 benar benar benar. Ee Jawa, Betawi, ee 31:47 Tiongkok ya, baru kemudian ee Sunda atau 31:51 Minang gitu. Makanya ee saya ingat itu 31:53 tuh waktu itu kita mengatur. Jadi 31:55 makanya memang 31:56 ada tantangan tersendiri buat rida. Nah, 32:00 apakah 32:02 kemudian ee bisa menang? Yait dibahas 32:06 sama Mas Mujahid lagi terdesak 32:09 suara bukannya justru mengambil ceruk 32:13 suara lain, tapi ketemu Jokowi sama 32:15 Prabowo ini lah itu mah udah pasti 32:19 ceruknya Ritwan Kamil itu ada di Jokowi 32:21 dan Prabowo gitu. Kalau mau nambah ya 32:24 nambah yang lain gitu ya. Ee ke Jmania 32:27 nampaknya juga sudah susah. 32:30 Ee jadi memang ya mau tidak mau ee 32:35 pergerakan Rituan Kamil itu akan 32:37 ditentukan oleh mesin partai dua partai 32:40 besar ini, Golcar dan PKS. Tapi kan 32:42 Golkar enggak menang di Jakarta, maka 32:45 otomatis ee harus mengandalkan PKS. 32:48 Nah, coba deh ini saran ya apa misalnya 32:52 Rituan Kamil mendekat lebih ke PKS 32:54 mungkin itu akan ee berbeda tuh nanti 32:57 suaranya. 32:59 Nah, ini kan repotnya adalah bagaimana 33:03 penerimaan DU yang memang tinggi di 33:06 masyarakat Jakarta ketimbang 33:09 ee apa namanya? RK Siswono. Jadi, kan 33:12 perhitungannya PKS dengan mendorong 33:14 Siswono kelihatannya agak berbeda dengan 33:18 penerimaan warga Jakarta yang sudah 33:20 lebih dulu melihat triutan Kamil yang 33:22 dihadirkan sebagai ee representatif 33:25 penguasa saat ini gitu. Jadi memang 33:29 beberapa catatan yang enggak berubah. 33:31 Tapi begini 33:32 ya, saya sih 33:34 memprediksi 33:36 ee kalau terjadi dua putaran gitu, itu 33:41 mungkin ee apa namanya peta politiknya 33:44 berubah. Kenapa demikian? Karena begitu 33:48 putaran kedua di Jakarta terjadi dan 33:50 mulai putaran kedua itu daerah lain 33:53 pilkadanya sudah selesai. Jadi bisa 33:56 dibantuin tuh kekuatan-kekuatan lain 33:59 masuk ke Jakarta. Maka kalau kemudian ya 34:02 ee sebetulnya sih misalnya situasi 34:04 sekarang kalau baik Mas Pram atau Ritwan 34:08 Kamil ee tidak berhasil menembus satu 34:13 putaran dan harus dua putaran itu 34:15 definitely pasti berubah ee situasi di 34:19 putaran kedua karena memang 34:21 daerah-daerah lain sudah selesai 34:23 sehingga mesin partai itu bisa bergerak 34:26 minta bantuan dari daerah-daerah lain 34:29 untuk juga men-support Jakarta. Apa itu? 34:33 Misalnya, yang paling mudah adalah 34:35 kampanye 34:37 terbuka. Warga Jakarta mungkin enggak 34:40 terlalu banyak yang menyukai lagi 34:41 kampanye terbuka dengan musik dan 34:44 lain-lain. Tapi kalau ingin penuh, 34:47 kampnya terbuka itu kalau dengan bantuan 34:49 dari Bekasi, Depok, Banten itu pasti 34:52 akan jadi penuh tuh kamanya terbukanya. 34:54 Jadi memang ee per hari ini sih ee dari 34:58 hasil LDBank Kompas ee kedai kopi juga 35:02 sedang turun lapangan. Mungkin minggu 35:04 depan selesai. 35:06 kelihatannya memang akan terjadi dua 35:10 putaran dan kelihatannya memang 35:12 masing-masing ee pasangan akan dan harus 35:16 mengantisipasi ee perbedaan peta di 35:20 putaran pertama hari ini dengan putaran 35:23 kedua. Gitu, Mas Haldi kira-kira 35:24 pembukanya. Terima kasih, 35:26 Ustaz. Keren. Keren. I terima kasih, 35:30 Bang Had. Dan sekarang eh kita mendengar 35:35 ee dari LDBank Kompas, Pak Yohan Wahyu, 35:38 bagaimana paparan hasil temuannya, 35:40 insight-insight yang ditemukan dari 35:42 survei Pilkada Jakarta. Dipersilakan, 35:45 Pak 35:45 Yohan. 35:47 Iya. Baik. Ee suara saya terdengar 35:51 jelas, Mas? 35:53 Baik, terima kasih. Asalamualaikum 35:54 warahmatullahi wabarakatuh. 35:56 Waalaikumsalam. Selamat malam, salam 35:58 sejahtera buat kita semua. Ee terima 36:01 kasih undangannya, Ustaz Mardani. Ee 36:04 bisa bergabung sekali nih. Mohon maaf 36:07 memang kondisinya mendadak undangannya 36:10 dan saya lagi perjalanan 36:12 jadi aman ya. Ee Bang Roki salam kenal 36:17 Bang Roki. Saya ngikutin terus itu 36:19 omongannya Bang Roki terus Bangat 36:23 dan Bang Nova. Salam kenal. Mungkin ee 36:27 kalau soal survei ee hasil survei semua 36:30 sudah tahu ya ee apa ada selisih yang 36:33 cukup ee tipis antara RK dan Mas Pram 36:36 gitu ya. Selisihnya itu sebenarnya masih 36:39 dalam batas mergin error. Artinya 36:42 bagaimana kita memahami hasil survei 36:44 Kompas ini? Yang pertama survei Kompas 36:46 ini adalah survei yang pertama kali 36:48 sejak penetapan paslon. Jadi memang kita 36:51 tidak bisa menyimpulkan apakah RK atau 36:54 Pram itu naik atau turun. Jadi karena 36:58 tidak punya survei ee ee yang lain 37:01 setelah penetapan pasangan calon. Jadi 37:03 memang tidak bisa ee dibandingkan. Jadi 37:05 tidak bisa dibandingkan. Tapi kalau 37:08 kalau rujukannya itu survei sebelum 37:11 pendatapan pasangan calon tentu berbeda 37:13 jauh ya. Waktu itu RK hanya 8% sementara 37:17 yang di atas itu Anis dan Ahok. Jadi 37:20 memang kita tidak bisa menyimpulkan 37:22 apakah ada penurunan atau kenaikan. Ya, 37:25 itu yang pertama. Yang kedua tentu 37:29 ee dalam konteks ee apa ee tema kita 37:33 malam hari ini, saya mau berbicara tiga 37:36 tiga hal. Yang pertama fenomena split 37:38 voting. Yang kedua bagaimana suara Anis 37:41 dan Ahok itu menjadi penentu. Dan ketiga 37:43 soal resistensi. Yang pertama soal split 37:46 voting. Jadi eh memilih di Pilkada itu 37:49 tentu berbeda dengan memilih di ee pilek 37:52 gitu ya. Variabel partai itu tidak 37:55 menjadi variabel utama gitu ya. Kalau 37:58 kita lihat bahkan balio-balio di jalanan 38:01 logo partai itu hampir minim. semua 38:03 kemudian tertuju pada ee sosok pasangan 38:05 calon dan ini kemudian terbaca dalam 38:08 konteks hasil survei ada terjadi split 38:11 voting. Jadi pilihan ee pilihan pemilih 38:14 partai itu memang kadang tidak linier 38:17 dengan pilihan partainya mendukung 38:19 seseorang gitu ya. Jadi memang di 38:21 masing-masing partai itu terjadi split 38:24 voting. Tapi polanya memang kelihatan 38:26 misalnya partai-partai seperti PDIP itu 38:30 split votingnya lebih rendah. Artinya 38:32 kalau di total 100% pemilih PDIP dalam 38:36 konteks survei LDBank Kompas itu 60% 38:39 lebih itu masih memilih Pramono Prano. 38:42 Jadi memang eh slip quoting PDIP relatif 38:45 paling rendah gitu ya dibandingkan 38:47 partai-partai yang lain. Nah menariknya 38:49 PKS di sini biasanya split voting-nya 38:52 itu juga rendah. kali ini itu terbelah 38:55 ya sekitar 30% bagian sepertiga bagian 38:59 itu ke RK Suswono, sepertiga bagian itu 39:02 ke Pramono Pram. Jadi ini agak menarik 39:05 PKS karena umumnya split voting PKS itu 39:08 juga relatif sama dengan PDIP rata-rata 39:11 30% tinggi kita tinggi. Betul. Ee di 39:14 survei kita cuma 39:16 34% anu ee Ustaz. Jadi memang ada split 39:20 voting ee ada split umumnya biasanya 39:23 tinggi di Pilpres itu di atas 70% 39:25 pemilih PKS itu milih Anis gitu loh. 39:28 Jadi memang ada linearitas. Nah, 39:30 menariknya di PD di konteks e Pilkada 39:33 Jakarta ini split voting-nya terlalu 39:35 tinggi. Jadi, yang loyal itu rendah gitu 39:37 ya. Eh, sementara PDIP relatif eh stabil 39:40 gitu ya, di atas 60% itu ee ee loyal 39:43 gitu. Nah, ini padahal padahal selama 39:46 ini memang PDIP dan PKS ee terkenal dari 39:49 survei-survei Kompas setidaknya itu 39:51 loyalitas pemilihnya itu relatif e 39:54 tinggi solid gitu ya. Nah, ini fenomena 39:56 menarik. Nah, ketika kita lihat memang 39:59 ee ada kita ada satu pertanyaan yang ee 40:01 yang yang tentu kita tidak ini ya ee 40:04 cuma menguji. Ada satu pertanyaan 40:06 misalnya, apakah Anda kecewa ee Anis itu 40:09 tidak masuk dalam kontestasi? Hal yang 40:12 sama kita juga tanyakan apakah Anda 40:14 kecewa Ahok itu tidak masuk kontestasi. 40:17 Nah, menariknya di pertanyaan ini 70% 40:20 pemilih PKS itu menyatakan kecewa. Ini 40:22 sama ketika pemilih PDIP menjawab 40:25 pertanyaan apakah Anda kecewa Ahok tidak 40:27 masuk kontestasi? Hampir sama di atas 40:30 65% juga menyatakan kecewa. Jadi memang 40:33 ee ada korelasi antara ee tidak tidak 40:37 hadirnya ee foto Anis dan Ahok dalam 40:41 kontestasi Pilkada itu juga mencerminkan 40:44 ee pengaruh ya kekecewaan ee kader-kader 40:48 PKS atau pemilih PKS, responden-pemilih 40:50 KS dalam survei Kompas ini termasuk 40:52 responden-pemilih PDB ee tidak menyatang 40:55 kecewa. Tapi berbeda situasinya kalau 40:57 pemilih PDIP ini kan yang diusum pun 40:59 tetap kader PDIP gitu ya. 41:02 gitu ya yang diusung. Jadi memang tidak 41:04 mengubah banyak. Sebentar PKS ini kan 41:07 bukan kader e calon gubernurnya meskipun 41:09 Pak Suswono kader calon wakil gubernur. 41:11 Jadi fenomena ini eh semakin memperkuat 41:13 eh split voting memang ee biasa dalam 41:16 konteks pemilihan ee kepala daerah atau 41:19 eh presiden ya. Tapi dalam konteks 41:21 Pilkada Jakarta hari ini ee isu menarik 41:24 justru terjadi di PKS. Yang kedua soal 41:27 fenomena ee suara Anis dan ee Pilkada 41:32 Jakarta ini memang kalau kalau kita 41:34 merujuk survei pertama ya sebelum 41:35 pasangan calon itu elektoralnya itu 41:39 hampir 70% itu habis dibagi ee pemilih 41:42 Ahok dan Anis. Jadi waktu itu kan Anis 41:44 di atas ee 30 ya e Ahok juga hampir 30 41:48 sementara di bawa langsung jaraknya ee 41:50 Ridwan Kamil di urutan ketiga 8. Artinya 41:53 memang ee orientasi pilihan masyarakat 41:55 Jakarta ini masih masih terengiang 41:57 memori 2017 gitu ya. Jadi memang itu. 42:00 Nah, dalam konteks ee survei kali ini 42:03 itu menariknya ee pemilih Anis itu kalau 42:06 kita lebih dekat ke pemilik pilihannya 42:09 ya lebih dekat ke Pramono eh Rano 42:12 dibandingkan eh pemilik Ahok gitu. eh 42:14 dibandingkan ee maksud saya pemilik Anis 42:17 itu memang terjujur sebagian besar itu 42:19 memang terjadi split tapi memang 42:21 sebagian besar lebih banyak ke Pramono 42:24 Rano. Tentu pemilih Ahok sebagian besar 42:27 juga sama ke Pramono Rano. Jadi memang 42:30 ada porsi yang ee apa bagian terbesar 42:34 pemilih Anis yang loyal jadi pemilih 42:36 Anis meskipun ee belum sampai di atas 42:39 50% ya angkanya sekitar 40% itu ke ee 42:44 Pramono sementara sekitar 30% ke anu apa 42:48 ke RK. Jadi memang kelihatan polanya itu 42:51 memang ee split voting dari pemilik Anis 42:54 itu lebih banyak tertuju ke Pramono nah 42:57 ini tentu akan ee menjadi apa ya ee 43:02 secara isu saya belum membayangkan 43:05 misalnya Pak Anis kemudian menyatakan 43:07 dukungan kepada salah satu pasangan 43:10 calon itu tentu akan bisa mengubah gitu 43:12 ya karena ada diihad pemilih Anis yang 43:14 relatif cukup signifikan untuk ee 43:17 menggerakkan pilihan orang gitu ya. Itu 43:20 dari ee sisi kedua bagaimana pemilih 43:22 Anis dan Ahok ini relatif ee relatif 43:25 kuat gitu ya. Tapi menariknya ketika 43:29 pemilih Ahok sebagian besar ke Pram Rano 43:32 eh sebagian besar pemilih Anis juga ke 43:34 Pram Rano. Jadi sebenarnya sosok 43:36 pasangan Pramu ini menjadi titik temu 43:39 gitu loh. Kedua dari dari kuali pemilik 43:42 Anis dan Ahok gitu. Ini menarik karena 43:45 sebelumnya di survei kita sebelum 43:47 penetapan pasangan calon itu karakter 43:50 dua pemilih pemilik Anis dan Ahok ini 43:52 saling bertabrakan gitu ya. Jadi kalau 43:55 kita kan biasa ada pertanyaan ee kalau 43:58 Pilkada Jakarta saat ini dilakukan siapa 44:00 yang tidak akan Anda pilih? Itu 44:02 resistensi Anis umumnya dijawab oleh 44:04 pemilih Ahok. Hal yang sama ketika ee 44:08 yang yang menjawab Ahok tidak akan 44:10 dipilih itu umumnya dari pemilih Anis. 44:13 Jadi, bagaimana ee dua-dua kelompok 44:16 pemilih ini memang 44:19 saling 44:21 berseberangan. Nah, menariknya di survei 44:25 tadi mempertemukan sebagian besar dalam 44:28 pemilih kelompok pemilih Ahok dan 44:31 sebagian besar dalam kelompok pemilih 44:32 Anis itu bertemu di Pramonorano gitu. 44:35 Itu bagian kedua. Yang terakhir tentu 44:37 soal resistensi ya. tadi yang sempat 44:38 saya singgung kenapa resistensi ini 44:40 penting karena semakin dia 44:43 resisten ee pemilih itu resisten pada 44:45 sosok calon dia akan kesulitan untuk 44:48 menambah daya elektoral. Ini ini ini ee 44:51 kajian kami seringkali di survei Kompas 44:54 ee selain elektabilitas kita juga 44:56 mengukur resistensi. Jadi kalau di 44:59 survei itu biasanya kalau sekarang 45:01 Pilkada siapa yang dipilih? Kita ada 45:03 pertanyaan juga kalau sekarang Pilkada 45:05 siapa yang tidak akan dipilih gitu ya. 45:07 itu untuk mengukur resistensi. Nah, 45:09 menariknya memang kalau kita lihat ee 45:12 dari tiga paslon ini tentu resistensi 45:14 terbesar itu adalah paslon nomor du ya 45:16 ee Dharmakun itu resistensinya sekitar 45:19 59%. Nah, ini wajar karena kelihatan 45:23 elektoralnya juga paling minim ya, jauh 45:26 di atas dua pasangan calon yang lain. 45:28 Nah, menariknya sementara itu RK itu 45:31 memiliki resistensi yang meskipun kecil 45:33 juga signifikan 45:35 14,6%. Ada resistensi pemilih Jakarta 45:38 dalam konteks eh survei ee Litbang 45:41 Kompas itu 14,6% yang menolak ee RK 45:45 untuk dipilih gitu ya. Sementara Pram 45:47 ada 9,3%. 45:49 Nah, kalau kita lihat komposisi ini ee 45:52 daya elektoral ke potensi elektoral 45:55 nambah itu justru lebih bisa dimiliki 45:57 Pram karena resistensinya lebih rendah 46:00 dari RK. Nah, dari situ aja sebenarnya 46:04 ee resistensi ini juga jadi beban gitu 46:06 ya ee beban yang akan menghambat ee 46:09 seseorang itu ee punya potensi menambah 46:12 daya elektoral. Nah, apakah du pekan ke 46:15 depan itu ee akan ada terjadi perubahan? 46:18 Saya pikir studi-studi ee kuantitatif 46:21 seperti halnya survei ini kan studi yang 46:23 memang berbasiskan persepsi ya. Orang 46:26 akan bisa berubah ee persepsinya 46:30 tergantung informasi yang dia konsumsi 46:32 selama 2 t pekan ke depan. Nah, menurut 46:35 saya catatannya dengan konteks ee apa 46:39 selisih suara antara Pram dan RK yang 46:42 masih dibawa margin error, saya pikir 46:44 dua pasangan calon ini memang masih 46:46 punya peluang yang sama. Karena itu di 46:48 survei Kompas di laporan hari Selasa 46:51 kemarin kita memang menyimpulkan kedua 46:53 pasangan calon ini masih bersaing ketat 46:55 ya. Tapi tentu dengan catatan-catatan 46:59 potensi-potensi ee daya elektoral dan ee 47:02 potensi hambatan yang kedua pasangan 47:04 calon ini juga ditempuh masing-masing 47:06 menjadi tantangan untuk bagaimana meraih 47:09 simpati pemilih 23 ke depan. Mungkin itu 47:13 ee sedikit mengantar ee diskusi kali 47:15 ini. Terima kasih. Saya serahkan ke 47:18 moderator. Matur nuhun, Mas Yan. Hatur 47:21 nuhun, Ustaz. Ustaz juga di jalan 47:23 kayaknya. Iya. Iya. Ya. Jadi saya ingin 47:27 membahas ee ini ke Bung Rocky ya 47:30 sekarang ya. Iya. Apa temuan eh 47:33 surveilid Bank Kompas bahwa 47:36 resistensinya 47:37 RK di Jakarta agak lebih besar ya 47:40 dibanding Pramono. Dan justru peluang 47:43 penambahan suara itu mungkin menjawab 47:45 kenapa e penambahan suara Pramono ini 47:48 makin lama makin tinggi ya ee apanya 47:51 trennya gitu. Apalagi kalau nanti dua 47:54 putaran gitu ya. Bagaimana Bung Roki 47:56 melihatnya? Ini Ran Kamil ini kayak bolu 48:00 bolu yang dikukus tapi di blendernya 48:03 kurang gitu. Jadi kurang ngembang itu ee 48:06 fenomena bolu kukus ini nih. Dan e 48:09 istilah-istilah yang dipakai oleh Tuan 48:11 Kamil itu tidak memperlihatkan bahwa dia 48:13 itu bisa menangkap aspirasi the 48:15 intellectual of Jakarta. Itu intinya itu 48:18 mau diandalkan pada ee Ritwan Kamil agak 48:21 susah karena publik tetap menganggap 48:26 Ritwan Kamil itu adalah Kim plus. Ah itu 48:28 gampangnya tuh bagian dari Kim Plus itu 48:31 istilahnya kan. Jadi sebetulnya kalau 48:33 mau ambil semacam tadi 48:35 ee persepsi yang mau diubah itu kan 48:38 biasanya dalam drama Yunani itu kalau e 48:40 play-nya macet, kalau panggungnya macet 48:43 itu agak kaku. Biasanya ada seseorang 48:46 yang turun dari atas e langit-langit itu 48:48 meluncur lewat pipa itu namanya Deus 48:51 Exmasina itu. Jadi yang kemudian 48:53 menghidupkan kembali skenario. Itu 48:56 intinya. Nah, kalau mau hidupin skerayo 48:58 bilang bahwa saya Ritwan Kamil, saya Kim 49:00 tapi Kim Minus yaitu minus Gibran. Nah, 49:03 gitu caranya tuh kalau mau dapat 49:05 sensasi. Jadi sebut aja bahwa dia memang 49:08 Kim Kim tapi Kim Kim minus minus minus 49:11 Gibran begitu kan mesti ada sesuatu yang 49:14 bisa menggemparkan publik. Tapi saya 49:17 lihat bahwa itu standar sekali itu eh 49:19 kampanye eh Ridwan Kamil seolah-olah dia 49:23 menganggap bahwa ya sudahudah nah akan 49:24 didorong oleh partai itu mengandalkan 49:26 partai. Padahal partai sibuk untuk 49:28 memecah belah konsentrasinya di di 49:31 banyak daerah. Tadi eh Henri terangkan 49:33 dengan baik. Sekali lagi kemampuan kita 49:36 untuk melihat duel di Jakarta itu akan 49:38 jadi penanda apakah politik Indonesia 49:41 masih akan maju dengan ee cara-cara yang 49:44 beradab apa tidak. Itu kan itu intinya. 49:46 Jadi tetap saya ingin ada duel argumen 49:48 di dalam Pilkada Jakarta karena Jakarta 49:50 akan memulihkan kembali ingatan buruk 49:52 kita pada pemilu yang lalu tuh. Jadi 49:54 kalau Jakarta bisa tampil elegan, ada 49:58 debat yang intelektual antara Ritwan 49:59 Kamil dan Pramono Anung lalu dipoles 50:03 dengan cara yang bagus oleh KPU sehingga 50:05 KPU kemudian menimbulkan inspirasi baru. 50:08 Oke kalau begitu dalam 2 minggu ini ada 50:10 pertandingan ulang kira-kira tuh atau 50:12 permainan ulang yang baru sama sekali. 50:14 Jadi ini intinya tinggal pada KPU 50:16 siapkan forum supaya publik Jakarta bisa 50:18 tonton satu duel intelektual. Itu itu 50:21 aja intinya tuh bahwa kader-kader PKS 50:24 tentu siap dengan jar intelektual tetapi 50:28 dengan satu poin bahwa dia harus 50:31 hilangkan dulu faktor Jokowi di situ. 50:33 Saya tetap lihat bahwa Litwan Kamli itu 50:35 disandra diam-diam waktu dia minta 50:37 disandra atau cari suaka pada Jokowi itu 50:39 konyol itu. 50:43 Baik, terima kasih eh Bu Roki. Pak 50:45 Mardani bagaimana melihat hasil dari 50:48 LDBank Kompas tadi analisis Pak Yohan. 50:50 Terima kasih selamat jalan. Kasih Bang 50:53 Haldi. Eh yang pertama Mas Yohan matur 50:55 nuwun. Eh, saya tetap pada preposition 50:59 bahwa dan nyambung nih Masan, bahwa 23% 51:04 yang belum milih itu ee kelompok kanan 51:08 yang kesal sama PKS karena ee dari 51:11 koalisi ke oposisi kelompok 51:16 21 habaib, kelompok ee saya menyebutnya 51:21 anak abah gitu loh. Jadi memang cara 51:25 yang paling mudah buat Ridwan Kamil ya 51:29 betul-betul mengetuk pintu, mengetuk 51:32 hati ee dialog dan sampaikan program 51:36 yang memang masuk akal dan masuk hati 51:40 untuk kelompok kanan. Ee beliau sudah 51:42 dapat dukungan kuat ya. Saya melihat 51:46 teman-teman Golkar, teman-teman 51:48 Gerindra, teman-teman PAN Demokrat ee 51:52 Nasdem, PKB, PSI, semua tuh yang dalam 51:56 itu kalau dirapat-rapat itu luar biasa 51:58 bekerja keras ya. Tetapi memang yang 52:01 tadi Hensat bilang pemenangnya PKS g 52:04 sehingga memang beban ini ada di PKS dan 52:07 buat saya ini sekali lagi menunjukkan 52:09 bagaimana PKS bisa menunjukkan 52:12 soliditasnya. Matur nuwun Mas Yohan. 52:14 Tadi baru ee separuh sepertiga bahkan ya 52:18 pemilih PKS yang mengikut dengan ee 52:21 Ridwan Kamil. Tetapi beda dengan Mas 52:24 Pram di mana 60% lebih pemilih PDIP, 52:29 pemilih merah itu memang mendukung ee 52:32 Mas Pram dan Rano. Dan sehingga buat 52:34 saya ini PR besar dan waktu yang ada 52:37 masih sangat cukup dengan kekuatan 52:40 militansi kader dan soliditas struktur, 52:44 insyaallah PKS akan all out untuk 52:46 memenangkan Ridwan Kamil dan Suso. 52:48 Begitu Pak Hadi. 52:52 Baik terima kasih Pak Marani. Sekarang 52:55 kita ke Bang Hensat. Bang Hensat ee 52:59 fakta bahwa Pak Pramono ini diusung oleh 53:03 PDIP ya yang di Pilkada sebelumnya ini 53:08 ya PDIP itu mewakili Pak Ahok ya. Di 53:11 mana Pak Ahok ketika itu banyak 53:12 resistensinya karena kasus penistaan 53:14 agama ya. dan ee tapi ee sekarang ee ee 53:22 faktanya ee Pak Pramono ini ee mulai 53:26 menaik elektabilitasnya gitu ya. 53:28 Sementara Pak RK yang hampir didukung 53:32 oleh partai yang ee partai Islam juga 53:36 termasuk PKS gitu ya, PAN dan lain-lain, 53:39 P3, PKB ini agak stagnan gitu. Nah, 53:43 apakah ee isu ee bahwa Pak Pramon PDIP 53:49 yang juga berkawin dengan Pak Haok ini 53:51 sudah kurang relevan lagi atau 53:53 bagaimana, Bang Henri? 53:57 Baik, ee terima kasih. 54:00 Jadi sebetulnya kalau kita tarik mundur 54:03 ya 54:05 antara ee PKS dengan PDI 54:08 Perjuangan, PDI Perjuangan tuh cuma 54:12 menghadapi fenomena dua kali lohkok saya 54:15 nyebutnya. Jadi kayak heran gitu loh. Ee 54:18 lohkok. Nah, itu PDI Perjuangan cuma dua 54:20 tuh. Yang pertama adalah loh kok enggak 54:24 Ahok, yang kedua loh kok ee Pramono 54:28 gitu. 54:29 Sementara kita di PKS itu menghadapi 54:33 empat kali loh. Loh kok enggak Buungkim? 54:37 Loh, kok enggak jadi Anis? Loh, kok 54:40 Suswono yang terakhir? Lah kok loh kok 54:44 presidennya maju juga di Jawa Barat. 54:47 Jadi dua apa? Dua perbedaan yang sangat 54:50 signifikan gitu. Empat lohkok ini 54:53 ternyata berpengaruh. Jadi kalau ee Bang 54:56 Haldi cek juga di seputaran Jakarta, 54:59 Bekasi, Depok gitu ya, itu PKS enggak 55:02 nyalonin Anis kerasa loh. Cek deh sama 55:06 Mas Imam sama Mas apa Bang Herry Koswara 55:08 ya itu ngaruh tuh. Jadi ada 55:11 resistensinya sampai pinggiran Jakarta. 55:14 Kemudian loh kok masuk Kim juga pasti 55:16 kan ada pertanyaan. Nah loh kok yang 55:19 paling menurut saya bikin deg-degan itu 55:22 pasti kita semua masih ingat bagaimana 55:25 holding time-nya PKS terhadap beberapa 55:29 daerah gara-gara Jakarta. 55:32 Jawa Barat misalnya itu nge-holdnya lama 55:35 loh dari Kang Haru Swandaru yang tadinya 55:39 gubernur tiba-tiba berubah ke Ustaz 55:43 Saihu apa Kang Harunya majunya di ee 55:47 Bandung itu hold-nya itu juga 55:49 berpengaruh di Jawa Barat dan menurut 55:52 saya ada hickup-hickub atau cegukan yang 55:56 membuat di Jawa Barat juga akhirnya 55:57 mesin partai PKS-nya tidak terlalu bisa 56:00 bergerak. Nah, sementara di PDI 56:04 Perjuangan lohkolnya itu cuma dua dan 56:08 ada faktor penentu yang sangat solid 56:10 yang namanya Megawati Soekarno Putri. 56:12 Jadi pada saat didorong Pram ya udah itu 56:16 solid itu si PDI Perjuangannya. Tadi Mas 56:19 Yohan mungkin bisa juga dibuka tuh, Bro. 56:22 Ee bagaimana kesolidannya PDI Perjuangan 56:25 terhadap ee keputusannya Megawati Sukan 56:28 Putri. Jadi memang ee situasinya berbeda 56:33 ee apa ee Bang Haldi. Bahkan ini sih 56:37 dengan kondisi saat ini ee kalau 56:40 enggak ee satu putaran menang aja tuh 56:44 udah oke banget karena memang akhirnya 56:45 kita melihat ada cross yang kemudian 56:50 enggak berhenti tuh cross-nya. Jadi 56:52 tadinya Ritwan Kamil unggul terus 56:53 kemudian Pram nyusul cross gitu ya. 56:55 Kalau kita lihat ee hasilnya ee Kompas 56:59 kan sudah berbeda dengan sebelumnya gitu 57:01 ya. Dan itu 57:05 ya sama sekali tidak dijawab dengan 57:07 program-program yang seru gitu. Terus 57:09 terang program Ritwan Kamil dibandingkan 57:12 program menghilangkan lampu merahnya 57:14 Dharmakun itu lebih enak kita omongin 57:16 tuh ngilangin lampu merah gitu 57:19 dibandingkan dengan mobil curhat. Nah, 57:23 jadi menurut saya 57:25 memang lagi-lagi saya bukan ingin 57:27 membanding PKS ya, tapi ada dua Pilkada 57:31 yang nampaknya memang membuat Pilks ini 57:34 ee terbelah mesin ee gerak partainya 57:38 yaitu Jakarta dan Jawa Barat. di Jawa 57:41 Barat saat ini memang ee kalau tidak 57:44 saya tidak salah posisinya tertinggal 57:46 dibandingkan Dedi Mulyadi. Tapi mungkin 57:49 itu adalah ee harga diri partai tuh. 57:53 Jadi Presiden enggak bisa kalah di Jawa 57:55 Barat. Sementara di Jakarta peran PKS 57:59 juga menurut saya ee tidak terlalu 58:02 dominan kecuali dengan fenomena Pak 58:05 Suswono gitu. Jadi kalau kemudian eh 58:09 kata Bang Rocky tidak ada hal-hal yang 58:13 extraordinary dari ee Ritwan Kamil dan 58:16 Suswono, maka hasilnya akan 58:18 begini-begini aja gitu. Yang lokok-lokok 58:21 tadi menurut saya sudah susah 58:24 diperbaiki. Yang sekarang tinggal bisa 58:26 diperbaiki adalah bagaimana 58:29 program-program yang masuk akal untuk ee 58:32 warga Jakarta. Persija Jakarta penting, 58:35 tapi 58:36 akhirnya postingan Ritwan Kamil terakhir 58:39 tentang golnya Ritwan apa golnya Persija 58:43 Jakarta itu kan juga jadi aneh gitu 58:46 dilihat orang ya enggak usah segitunya 58:48 sih gitu. Sementara yang Persipnya juga 58:51 habis menang tuh main di Singapura. 58:55 Ee 58:57 gini, kita tuh kan sudah lelah ya 59:01 melihat sebuah kampanye pencitraan yang 59:05 dilakukan oleh Pak Jokowi selama 10 59:07 tahun. Makanya pada saat ee pidato Pak 59:11 Prabowo tentang kemiskinan yang apa 59:14 gunanya penghargaan-penghargaan kalau 59:16 rakyat kita masih miskin itu kan seperti 59:20 ee 59:22 menghapus 10 tahun pencitraan Jokowi 59:25 melalui 1 jam pidatonya ee Prabowo. 59:30 Semakin sering ee Rido 59:33 menampilkan program-program pencitraan. 59:36 saya hakul yakin pasti akan semakin 59:38 terpuruk. Jadi mulailah membuat 59:41 program-program nyata yang memang 59:44 disukai oleh warga Jakarta tapi juga 59:48 rasional gitu. 59:50 Saya menyadari bahwa Pram dan Ritwan 59:52 Kamil pada saat kampanye itu sangat 59:55 berhati-hati karena lisan buat warga 59:58 Jakarta itu jadi penting dan Pak Susono 1:00:01 sudah merasakan itu. Kita masih ingat 1:00:05 POK dan Ahok itu terpeleset karena 1:00:09 lisan. Maka hingga hari ini belum bisa 1:00:13 terbantahkan tuh mitos bahwa di Jakarta 1:00:16 yang unggul di survei biasanya kalah. 1:00:19 Karena memang karena kepercayaan diri 1:00:21 yang berlebihan lisannya kepeleset tuh. 1:00:25 Jadi eh Ritwan Kamil dan Pramono Anung 1:00:28 saat ini kan menghadapi situasi yang 1:00:30 memang harus ee menjaga supaya 1:00:33 elektabilitasnya enggak turun. Makanya 1:00:34 mereka berdua terbebani. Nah, hal ini 1:00:37 tidak demikian dengan Dharma. Dharma 1:00:39 karena emang sudah paling bawah 1:00:40 elektabilitas, popularitas paling bawah 1:00:42 ya dia terserah ngomong apa aja gitu 1:00:45 bebas-bebas aja. Nah, karena Pram dan ee 1:00:50 Kang apa Bang Ritwon ini harus menjaga 1:00:52 lisan. Jadi harus hati-hati. Memang 1:00:56 akhirnya beban menang itu harus 1:01:00 di apa? Harus dibopong oleh para wakil 1:01:05 gubernurnya, calon wakil gubernurnya. 1:01:07 Karena dalam hal ini ee Rano Karno ee 1:01:11 sangat unggul dibandingkan ee Pak 1:01:14 Suswono. Kalau menurut saya, kalau 1:01:16 menurut saya mungkin harus ada sebuah 1:01:21 town hall ya yang dilakukan oleh Plt. 1:01:24 Presiden PKS untuk kembali 1:01:27 mempersolid 1:01:28 ee jejak PKS di Jakarta. 1:01:32 Nah, lagi-lagi saya ulang ini enggak 1:01:34 bermaksud gara-gara ada Ustaz Mardani, 1:01:36 tapi data membuktikan seorang Mardani 1:01:39 Alisera memimpin kemenangan Anisandi. 1:01:42 Yang kedua adalah memimpin perolehan 1:01:45 suara pilek di Jakarta. Jadi dengan 1:01:48 tandem Ariza Mardani menurut saya itu 1:01:51 menjadi salah satu hal yang penting. 1:01:53 Karena apa? 1:01:54 Suka atau tidak suka mesin PKS ini harus 1:01:58 melihat ada tokoh PKS yang bergerak. 1:02:01 Tanpa ada tokoh PKS yang bergerak dan 1:02:03 hanya mengandalkan Pak Suswono yang nota 1:02:06 BN juga tidak dari Jakarta pasti akan 1:02:09 sulit gitu kira-kira. Terima kasih Mas 1:02:11 Saldi. 1:02:14 Baik terima kasih. Masih ada waktu Bang 1:02:16 Hasan. 1:02:18 Masih ada waktu kurang lebih 2 minggu 1:02:20 lagi nih Bang 1:02:22 Han. Iya. 1:02:24 Baik, sekarang kita ke Pak Mujahid. Nova 1:02:28 Mujahid. Pak Nova Mujahid eh terkait isu 1:02:33 apa sih sekarang sebenarnya yang paling 1:02:35 banyak berkembang di Pilgup DKI ya yang 1:02:39 kira-kira ee perlu diangkat oleh paslon 1:02:42 ini untuk diperbincangkan ya. Sudah 1:02:44 pasti yang memang ee berkorelasi 1:02:47 langsung untuk pembangunan DKI. 1:02:49 Kira-kira 1:02:51 masyarakat Jakarta itu kalau dilihat 1:02:55 percakapannya memang ee berkualitas. 1:02:58 Betul. Terutama kelihatan betul waktu 1:03:01 kemarin Pilgub ee debatdebat Pilgub itu 1:03:04 ya itu kelihatan kalau tektokan diskusi 1:03:08 antara antara para pendukung itu sangat 1:03:12 berkualitas. Mereka tidak hanya saling 1:03:14 memaki, tapi memakainya pun dengan 1:03:17 sangat baik. ya. Jadi dikulik semua tuh 1:03:20 ininya ee program-programnya disampaikan 1:03:23 di mana ya kejanggelan dan 1:03:26 kemustahilannya di dilakukan. Jadi kalau 1:03:29 isu-isu apa yang paling banyak 1:03:31 dibicarakan belakangan ini ya tentunya 1:03:34 isu-isu yang di paling banyak 1:03:36 disampaikan waktu di Ilgub kemarin kita 1:03:41 ee di debat kemarin ya kita kayaknya 1:03:43 masih ada debat ya masih ada debat dan 1:03:45 kayaknya bakalan lebih hangat lagi tuh 1:03:48 ee kalau ini bisa dimanfaatkan dengan 1:03:51 baik ee terbukti kalau ee kemarin itu 1:03:56 Pak RK sangat sayang sekali 1:03:58 ee ketika ngomongin tentang Disney lain 1:04:01 langsung diskakmat sama Pak Pramono ini 1:04:04 maksudnya apa di sini lain mau di mana 1:04:06 kayak itu 1:04:09 itu dimakan banget sama sama netizen dan 1:04:12 kalau di pinpo lagi di mana mereka yang 1:04:15 bicara tentang itu itu memang ada di 1:04:17 Jakarta daerah-daerah Jakarta bukan 1:04:19 bukan di luar Jakarta ya sedikit 1:04:20 gesernya Depok gitu ya Depok sama Bekasi 1:04:23 tetapi di luar itu tidak ada yang 1:04:25 berbicara tentang Disneyland tidak 1:04:28 permasalahan Jakarta ee debat Jakarta 1:04:30 hanya betul-betul dibicarakan oleh di 1:04:32 pilgub Jakarta. Kalau karena kalau 1:04:34 ngelihat Jawa Tengah perbincangan di 1:04:36 Jawa Tengah itu pilgumnya justru 1:04:38 perbincangan tertingginya ada di daerah 1:04:40 Jawa Barat. Pembicara tertingginya lucu 1:04:43 banget tuh. Nah, kalau tidak demikian 1:04:45 dengan di Jakarta. Jadi ee itu ya ee 1:04:49 isu-isu yang diangkat di Pilg di 1:04:52 debat itu banyak sekali dibicara karena 1:04:55 kalau sudah ngomongin program kayaknya 1:04:57 programnya sudah banyak tuh di 1:04:58 disampaikan di ee poster-poster di 1:05:02 Bali-balio sehingga orang tidak lagi 1:05:04 tertarik dengan itu. Tetapi menampilkan 1:05:07 karakter orang berdebat gitu. 1:05:09 menampilkan Pak Pram ee Pak RK ee beradu 1:05:13 kecerdasan, Pak Dharma juga beradu 1:05:15 kecerdasan. Itu lebih menarik. Saya kira 1:05:17 gitu untuk Mas Aldi. 1:05:20 Baik, terima kasih Bang Mujahid. Dan ee 1:05:25 sekarang ee kita ke Pak Yohan ya, Pak ee 1:05:30 Pak Yohan ee kira-kira ee apa namanya 1:05:35 dari hasil proyeksi itu ya? hasil survei 1:05:39 LD Bank Kompas ini adakah kira-kira 1:05:42 masukan yang bisa diberikan kepada 1:05:44 paslon untuk meningkatkan kualitas 1:05:46 Pilkada DKI supaya ee benar-benar hasil 1:05:49 Pilkada DKI ini bisa berdampak pada 1:05:53 kebaikan masyarakat DKI dan pembangunan 1:05:56 ee Jakarta. 1:06:00 Mason kayaknya kepental tadi. Coba dicek 1:06:05 dulu. Oh, kepental ya. 1:06:08 Bentar. Tadi tadi sudah di lokasi sudah 1:06:12 nyaman tapi tadi kepencet atau kepental? 1:06:14 Kita tunggu dulu. Lanjut. Oke. E sambil 1:06:18 kita tunggu mungkin pertanyaan yang ini 1:06:21 sudah masuk nih, Pak. 1:06:29 Ya, Pak Yohan apa sudah 1:06:32 bergabung? Eh, masih 1:06:34 belum. Sebentar lagi belum lihat. Heeh. 1:06:40 Ya, Pak Mardani. Mungkin sambil menunggu 1:06:42 Pak Yohan pertanyaan yang sama kira-kira 1:06:45 ee untuk ke depannya berdasarkan hasil 1:06:46 survei yang ada gitu ya. Apa kira-kira 1:06:49 masukan nih para bagi para kontestan ee 1:06:51 Pilkada DKI ya khususnya Ridwan Kamil 1:06:54 Suswono nih 1:06:55 agar eh kontest apa ke depannya Pilkada 1:06:59 DKI ini memang memberikan dampak bagi 1:07:02 kebaikan masyarakat 1:07:03 Jakarta, bagi pembangunan Jakarta dan 1:07:06 tetap menjaga keutuhan ee kota Jakarta. 1:07:11 Eh, makasih Bang Haldi. Tadi Mas Nova e 1:07:15 salam buat Mas Fahmi. Mas Nova sudah 1:07:17 lama enggak ngeriung kita 1:07:20 nih yang 1:07:22 enak ditunggu. 1:07:26 Iya, Mas Yohan. Saya izin sebentar Mas 1:07:27 Yohan nanti balik ke Mas Yohan tadi 1:07:29 Masan. Jadi sekarang ini Bang Aldi 1:07:31 seperti tadi ee Mas Nova 1:07:35 bilang, konsentrasi kelas menengah 1:07:38 paling besar itu ada di Jakarta. gitu. 1:07:41 Dan karena itu usul saya di debat 1:07:45 terakhir ini buka-bukaan anggaran gitu 1:07:48 loh, buka-bukaan proses teknokrasinya 1:07:51 gitu loh, buka-bukaan target 1:07:53 delivery-nya gitu loh, tidak lagi 1:07:56 membuat jargon-jargon gitu loh. Nah, 1:07:59 untuk 1:08:00 itu eh ini adalah the last battle gitu 1:08:04 loh. Pak Hat mungkin pasti ingat waktu 1:08:08 kita 2017 masa anis itu di peringkat 1:08:11 ketiga surveinya sebelum debat. debat 1:08:15 itu betul-betul kita matangkan, kita 1:08:18 tajamkan, kita siapkan Q card-nya, 1:08:22 timingnya, sandi brandingnya apa, Mas 1:08:25 Anis brandingnya apa, oke, apapun 1:08:28 pertanyaannya oke gitu loh, Mas Anis AJP 1:08:31 plus gitu loh. Karena Pak Ahok sangat 1:08:33 kuat di KJP-nya gitu. Nah, semuanya 1:08:37 jelas 1:08:38 deliverynya terukur. Nah, usul saya 1:08:41 memang ee tidak bisa lagi jargon. Kalau 1:08:45 Mas Pram dua kali nyerang gitu kan, 1:08:47 Ridwan Kamil dua kali tidak balas 1:08:50 nyerang buat saya enggak. Kenapa? Itu 1:08:52 karakter 1:08:54 eh Kang Ridwan Kamil yang memang bukan 1:08:59 ingin mendowrade menjatuhkan gitu. Yang 1:09:01 pertama kan yang disabilitas, yang kedua 1:09:03 disayak kenapa. Tapi yang ketiga harus 1:09:07 betul-betul mampu meyakinkan publik 1:09:10 proses 1:09:11 teknokrasinya, proses anggarannya, 1:09:13 proses delivery-nya sehingga kelas 1:09:16 menengah. Karena yang harus digoda kelas 1:09:18 menengah dan kelas menengah itu bukan 1:09:21 cuma kontestasi ide dan gagasan, tapi 1:09:23 betul-betul bisa memberikan e bagai dan 1:09:26 Ridwan Kamil punya sederet bukti gitu 1:09:30 loh bagaimana proses teknokrasi yang 1:09:32 dilakukan karya-karya enggak usah 1:09:34 malu-malu lagi gitu loh. Gitu begitu 1:09:37 Bang Hali. 1:09:40 Baik. Eh, sekarang Oh, Pak Yohan ke 1:09:42 pental 1:09:45 lagi. Oke, saya ke dulu. 1:09:53 Lanjut Mok apa masih bergabung? 1:09:59 Yohan sudah masuk. Jadi, 1:10:02 Pak Yohan, Pak Yohan 1:10:05 silakan. I siap. Oke, Mas dulu ya 1:10:09 sebentar. Pak Yohan eh berdasarkan 1:10:13 surveilid Bank Kompas yang terbaru, 1:10:15 kira-kira apa masukan kepada para 1:10:17 kandidat ni agar ee kontestasi Pilkada 1:10:19 DKI semakin berkualitas dan menghasilkan 1:10:22 gagasan dan juga nanti produk-produk 1:10:25 terbaik bagi PEMPR DKI dan juga warga 1:10:28 DKI. 1:10:30 Iya. ee mungkin sebenarnya ee kalau 1:10:33 kembali ke hasil survei tadi ya ee 1:10:35 bagaimana kemudian mengurangi potensi 1:10:38 resistensi itu yang menurut saya itu ee 1:10:41 yang utama ya mengurangi potensi 1:10:44 resistensi itu utama karena dengan 1:10:46 adanya resistensi peluang untuk menambah 1:10:48 elektoral itu terhambat. Bagaimana 1:10:51 mengurangi resistensi yang mengurangi 1:10:54 hal-hal yang selama ini tidak disukai 1:10:56 oleh pemilih gitu ya. Nah, tentu tentu 1:10:58 tim sukses masing-masing tim sukses 1:11:00 punya data apa yang kira-kira yang 1:11:03 kemudian direspon negatif oleh pemilih 1:11:05 gitu ya. Tentu Mas Nova tadi sudah 1:11:08 jelaskan salah satu indikator ee penting 1:11:11 untuk kita mengetahui tentu adalah 1:11:12 perbincangkan di media sosial ya atau 1:11:15 kemudian tim sukses sudah punya hasil 1:11:17 survei sendiri yang khusus eh soal itu. 1:11:20 Jadi mengurangi resistensi ini penting 1:11:21 karena dengan mengurangi resistensi 1:11:23 membuka lebar peluang penambahan 1:11:26 elektoral. Itu yang pertama. Yang kedua, 1:11:29 ee memperbanyak ee kampaign positif 1:11:32 campaign. Saya pikir positif campaign 1:11:34 ini dalam artian dulu di 2017 meskipun 1:11:38 auranya politik identitas itu menguat, 1:11:41 perbincangan soal program itu kuat juga 1:11:43 loh. Jangan salah ya. Perdebatan soal DP 1:11:46 0%, perdebatan soal OKOC itu kan menjadi 1:11:50 diskursus publik gitu ya. Nah, kali ini 1:11:53 ee perdebatan itu ee kurang muncul ya 1:11:56 yang kemudian benar-benar jadi ee 1:12:00 diskursus gitu loh. Jadi menurut saya 1:12:02 positif itu kan positif ya bagi publik 1:12:05 untuk kemudian membandingkan ee apa 1:12:09 cukup rasional atau tidak sebuah program 1:12:11 gitu ya. Jadi, jadi pada akhirnya itu 1:12:14 kan memperkuat positif kempin. Apa yang 1:12:16 menjadi positif dari pasangan RK 1:12:18 Suswono, apa yang menjadi positif 1:12:20 Dharmakun dan eh dan Pramonorano. Itu 1:12:23 yang kemudian eh dikembangkan saya pikir 1:12:25 yang ketiga, 1:12:28 bagaimana memperbanyak kerja-kerja 1:12:31 elektoral di bawah. Saya pikir kan 1:12:34 Jakarta ee luas Jakarta ini masih bisa 1:12:38 ditempuh misalnya sehari 10 titik, saya 1:12:40 pikir masih memungkinkan. ya, bagaimana 1:12:42 kemudian ee terus ee terus-menerus untuk 1:12:45 menyapa pemilih ee dengan dengan 1:12:48 menyentuh pemilih dengan kemudian 1:12:49 membawa pesan-pesan yang menurut saya 1:12:51 juga cukup cukup konkret gitu ya, yang 1:12:55 banyakbanyak mempengaruhi pemilik. Saya 1:12:57 pikir tiga itu yang bisa ee bisa ee bisa 1:13:01 dikerjakan dalam dua pekan ke depan. 1:13:04 Debat. Saya pikir di hasil survei 1:13:07 meskipun antusiasme orang paling enggak 1:13:10 Jakarta begitu tinggi melihat debat, 1:13:12 sebenarnya banyak yang kemudian mengaku 1:13:14 hanya mungkin maksimal 30% yang bisa 1:13:17 mengubah pilihannya gitu ya. Jadi 1:13:19 sebenarnya meskipun ee Jakarta ini 1:13:22 pemilih rasional, masyarakat urban, 1:13:24 debat bukan pertimbangan utama, tapi ada 1:13:27 sisi ee cukupcukup mempertimbangkan itu 1:13:30 gitu ya. Yang jelas kalau kita lihat eh 1:13:35 strong footer dari masing-masing 1:13:37 pasangan calon ini sebenarnya relatif 1:13:39 dari sosial capital. Jadi selain andised 1:13:42 footer 23% itu potensi swing footer dari 1:13:46 masing-masing pasangan calon itu juga 1:13:48 ada ya. Jadi kita tanyakan apakah 1:13:51 pilihan Anda itu sudah bulat atau sudah 1:13:53 tetap gitu ya atau masih bisa berubah? 1:13:55 rata-rata itu 60% tetap ya, baik itu RK, 1:14:00 Pram maupun Dharmakun gitu ya. Tapi 1:14:03 setidaknya yang bisa dianalisis karena 1:14:05 jumlah respondennya tinggi kan nomor 1 1:14:07 dan 3 itu rata-rata 60% itu sudah strong 1:14:11 putter. Jadi pemilih yang tidak akan 1:14:12 mengubah pilihan. Nah, di luar itu 1:14:14 sisanya sekitar 40% itu swing. Jadi 1:14:18 pasar itu masih terbuka ya. Selain 23% 1:14:22 adised itu potensi di masing-masing 1:14:24 pasangan calon yang swing putter itu 1:14:26 juga bisa menjadi pasar untuk direbut. 1:14:29 Nah, ini yang yang saya pikir 1:14:30 penentuannya itu di tiga dua t pekan ke 1:14:33 depan apa yang bisa menarik perhatian ee 1:14:37 pemilih gitu ya. saya melihatnya 1:14:39 endorser ya yang sebenarnya ee cukup 1:14:42 potensial itu bagaimana ee terutama 1:14:45 sikap anis ya yang selama ini kan belum 1:14:47 ada 1:14:48 tanda-tanda mau ke mana. Ahok oke gitu 1:14:52 ya. Tapi kan Ahok sudah kader PDIP ya. 1:14:55 Otomatis sebenarnya dia hanya 1:14:56 kristalisasi aja e duguan PDIP yang 1:14:59 notab sudah solid tadi. Nah sementara 1:15:01 Anis ini punya peluang golden golden 1:15:04 swing kalau saya melihat ya. Anis ketika 1:15:06 memutuskan akan akan e memilih siapa 1:15:10 atau mendukung siapa, saya yakin ini 1:15:12 banyak faktor yang bisa bisa mendrak 1:15:14 gitu ya. Tentu kalau lihat gejalanya 1:15:17 sejauh ini Pak Anis kan lebih banyak 1:15:21 tidak berbicara Jakarta kalau paling 1:15:22 enggak kalau dari akun sosial medianya 1:15:24 ya. Jadi sedikit banyak peluang itu ee 1:15:27 mungkin saja tidak dia lakukan gitu ya. 1:15:29 ya. Kemudian dia diam aja menyerahkan 1:15:32 sepenuhnya pada ee proses elektoral yang 1:15:34 ada. Mungkin itu Mas. 1:15:37 Baik, terima kasih atas masukannya Pak 1:15:40 Yohan Wahyu. Semoga didengar ini oleh 1:15:42 para kandidat dan juga para tim sesnya 1:15:44 ya. ee kita siap didengar di 1:15:49 ee dan perlu seriuslah untuk 1:15:53 kampanye dan ee baik ee teman-teman 1:15:56 sekalian sudah tiba kita di akhir acara 1:15:59 ee dengan tema Pilkada Jakarta mesin 1:16:02 partai mana bekerja. Tadi para 1:16:03 narasumber sudah memberikan analisisnya 1:16:06 dan tiba kita di akhir acara seperti 1:16:08 biasa setiap narasumber kita minta 1:16:10 closing statement atau closing ideas. 1:16:13 Kelas ID pertama ke Bu Roki. Persilakan 1:16:15 Bu 1:16:19 Roki masih di-mute Bu Rogi. Mohon maaf 1:16:26 ya. Kubu Pramono itu ada captive 1:16:27 market-nya dan e 1:16:30 terutama ee DL itu jadi DL jadi 1:16:35 semacam penentuh bahwa suara Jakarta itu 1:16:38 solid karena ada ee Bangdul itu. Tetapi 1:16:43 kalau Ridwan Kamil orang mau mesti cari 1:16:46 siapa yang bisa jadi Ilon Masnya Ridwan 1:16:49 Kamil. Keren, keren, keren. Elon Maset 1:16:52 Trum 1:16:55 itu intinya itu. Lalu kita lihat 1:16:58 misalnya seandainya kalau saya ajukan 1:17:00 siapa yang berani ambil risiko untuk 1:17:02 mengatakan di dalam Pilkada DKI, saya 1:17:05 Ritwan Kamil atau saya para anung akan 1:17:08 memastikan berupaya keras untuk 1:17:09 memertahankan ibu kota tidak pindah. 1:17:11 Nah, itu dia dapat poin besar tuh. itu. 1:17:14 Jadi orang sekarang mau lihat apa yang 1:17:16 jadi ice breaker untuk sebuah e 1:17:21 kemandekan hari ini. Apa yang bisa jadi 1:17:24 burning issue untuk membakar kembali 1:17:26 perdebatan publik? Itu aja kan. Jadi 1:17:29 kelihatannya cuma itu. Nah, saya ingin 1:17:31 supaya Ritwan Kamil kalau nekad bilang 1:17:33 aja bahwa saya bukan orang Jokowi, saya 1:17:36 orangnya Prabowo. Kan itu suasananya 1:17:38 begitu. Jadi dengan kondisi apapun, 1:17:41 dengan risiko apapun dia mesti bilang 1:17:42 bahwa dia bukan orang Jokowi, dia 1:17:44 orangnya Prabowo untuk menghindari eh 1:17:47 black hole yang sedang menarik niat ke 1:17:50 dalam karena terus menganggap bahwa 1:17:52 diperlukan orang kayak Jokowi. Jokowi 1:17:54 betul-betul lagi enggak diperlukan, 1:17:56 kenapa dia jadi perlu kepada Jokowi? Kan 1:17:58 konsekuensinya itu tuh. Jadi kira-kira 1:18:00 itu tuh eh bikin radical break itu 1:18:03 dasarnya tuh. Terima 1:18:05 kasih. Oke, keren. Berikutnya, Bang Nova 1:18:10 Mujahid persilakan. Closing 1:18:14 statement. 1:18:17 Eh, Pak Ridwan Kamil itu memang sudah 1:18:20 jadi orang nomor satu di Jawa Barat. Eh, 1:18:25 branding-brandingnya pun sudah terlanjur 1:18:27 jadi satu gitu dengan Jawa Barat. Jadi, 1:18:29 eh guber jadi gubernur Jawa Barat. Jadi 1:18:31 ketika dia coba pindah ke Jakarta itu 1:18:33 memang kelihatannya gagap sekali. Warga 1:18:36 Jakarta pun kelihatannya agak malu-malu 1:18:39 gitu. bukan malu-malu malah ee agak 1:18:41 gimana gitu ya pada pada ee Jawa Barat 1:18:44 terutama memang betul tuh ketika dia di 1:18:47 balik lagi itu ketika diangkat berbagai 1:18:50 macam dukungan kepada Persip ya itu udah 1:18:54 susah itu orang Jakarta ngomongin kalau 1:18:56 udah viking versus e Persija itu jadi eh 1:19:01 permasalahan branding Pak Pak Ridwan 1:19:03 Kamil itu akan menjadi PR utama 1:19:06 bagaimana dia bisa memastikan ketika 1:19:08 meyakinkan publik Jawa Barat bahwa dia 1:19:10 akan bekerja, maaf, meyakin publik 1:19:12 Jakarta bahwa dia akan bekerja untuk 1:19:14 Jakarta dan akan katakanlah say goodbye 1:19:18 pada Jaw Barat jika dia memang 1:19:20 betul-betul. Saya kira kayak gitu. Eh, 1:19:24 sehingga permasalahan-permasalahan 1:19:26 Jakarta, permasalahan ee bukan 1:19:29 Jakarta, permasalahan-permasalahan 1:19:31 Jakarta itu memang sudah banyak sekali 1:19:33 dibicarakan oleh pasus. ee PR besarnya 1:19:36 Pak Ridwan memang dia orang Jawa Barat 1:19:39 dan orangnya Jokowi. Orang gitu aja tuh. 1:19:42 Oh iya, 1:19:44 itu yang agak 1:19:46 susah. Baik, sekarang kita Terima kasih, 1:19:50 Bang Jahid. Sekarang kita closing 1:19:53 statement dari Pak Yohan Wahyu. 1:19:56 Persilakan 1:19:58 ya. Makasih. ee di awal 1:20:01 ketika ee Ridwan Kamil wacananya 1:20:03 dicalonkan ke Jakarta, kemudian Anis ee 1:20:07 Wacana juga kemudian maju ke Jawa Barat. 1:20:10 Saya waktu itu kemudian bilang dalam 1:20:12 sebuah diskusi di internalpas.com itu 1:20:14 ya, ini fenomena gubernur yang 1:20:17 tertukar bagaimana ee tukar posisi gitu 1:20:20 ya. Nah, PR-nya RK hari ini adalah 1:20:24 membuktikan bahwa dia bukan gubernur 1:20:26 yang tertukar. Saya pikir itu yang itu 1:20:29 yang ee menjadi kendala terbesar RK 1:20:32 bagaimana kemudian dia membuktikan dia 1:20:34 bukan gubernur tertukat, dia adalah 1:20:36 gubernur yang memang dibutuhkan oleh 1:20:38 Jakarta. Sementara Pram Rano saya pikir 1:20:41 sejawa ini dia sudah relatif menjaga 1:20:44 efek wow gitu ya. Tadi kalau bahasanya 1:20:47 Bangsat lukok lukok ini efek wown-nya 1:20:50 relatif terjaga ketika wow Rahmono gitu 1:20:54 ya. sesuatu yang sebenarnya eh relatif 1:20:57 stabil. Efek wow-nya itu terjaga sampai 1:20:59 hari ini. Bagaimana dia mempertahankan 1:21:01 efek wow itu saya pikir akan menjadi 1:21:04 kunci pada saat penetapan pada saat 1:21:06 pungutan suara nanti. Saya pikir dua 1:21:09 paslon ini punya kekuatan yang sama, 1:21:11 seimbang, bahkan punya potensi elektoral 1:21:14 yang relatif sama. Tinggal PR-nya adalah 1:21:16 bagaimana mengurangi hambatan dan 1:21:18 resistensi. ee 1:21:21 ketika dipasangkan dua pasangan calon 1:21:23 pun dalam simulasi litbank Kompas 1:21:26 misalnya putaran kedua dua pasangan 1:21:28 calon ini running hasilnya juga tidak 1:21:31 jauh berbeda ya itu juga masih di bawah 1:21:33 sampling error kita gitu. Nah, ini ini 1:21:36 yang yang saya lihat ee peta Jakarta 1:21:38 masih terbuka lebar luas. Kuncinya du 1:21:41 pekan ke depan jangan sampai kemudian 1:21:44 terjadi blunter ya. Seperti Pak Suswono 1:21:46 itu saya pikir blunder. Nah, dua pekan 1:21:49 kemudian bagaimana semakin memperluas ee 1:21:52 keyakinan pemilih dan semakin mengurangi 1:21:55 resistensi dan pada akhirnya dia akan 1:21:57 mendulang simpati pada saat 27 November 1:22:00 nanti. Mungkin itu. Terima kasih, Mas. 1:22:04 Iya. Terima kasih, Pak Yohan dan nuhun, 1:22:07 Mas. 1:22:09 Bang Henspersilakan. 1:22:12 Oh, eh ini jelas enggak suaranya, Mas? 1:22:15 Saya agak jelas, jelas, jelas, jelas. 1:22:17 Ya, yang pertama cartan saya ee harus 1:22:20 jaga lisan para calon 1:22:22 gubernur. Karena sejarah membuktikan 1:22:24 lisanlah yang membuat ee seorang 1:22:27 gubernur itu gagal. Kemudian yang kedua, 1:22:30 masa pencitraan sudah usai. Jadi harus 1:22:33 ditinggalkan ee gaya-gaya kampanye 1:22:37 pencitraan-pencitraan dengan lebih masuk 1:22:40 ke area yang memang ee nyata dan 1:22:43 ditunggu-tunggu oleh ee masyarakat 1:22:46 Jakarta. Kemudian yang 1:22:51 ketiga, mau tidak mau memang ee partai 1:22:54 politik harus solid dan dalam hal ini 1:22:57 saya menghimbau PKS untuk ee membuat 1:23:02 town hall meeting ya untuk memperkuat 1:23:04 mesin di Jakarta gitu. Karena ee Bang 1:23:09 Susono bukan orang Jakarta gitu ya. 1:23:12 Ritwan Kamil di Jawa Barat juga kan ada 1:23:15 luka. Harus diakui juga tuh sama PKS. 1:23:18 Jadi itu harus diperjelas bahwa ee yang 1:23:21 harus dimenangkan bukan saja di Jawa 1:23:23 Barat tapi juga harus di Jakarta. 1:23:27 Kandangnya PKS di Jakarta ya. E walaupun 1:23:30 di Bandung juga suaranya atau di Jawa 1:23:32 Barat suaranya bagus, tapi pasti ada ee 1:23:37 pemikiran bahwa PKS akan bergerak lebih 1:23:40 masif dibandingkan lainnya untuk 1:23:42 memenangkan ritual kamil. Nah, kemudian 1:23:45 yang terakhir catatan saya bila terjadi 1:23:48 dua putaran maka memang ee peta 1:23:52 politiknya akan berubah. Dan terakhir 1:23:56 saya setuju tuh dengan apa yang 1:23:58 disampaikan oleh Bang Rocky bahwa harus 1:24:01 ada hal kontroversial yang disampaikan 1:24:04 oleh Ritwan Kamil untuk menghapus rekam 1:24:08 jejak pencitraan yang selama ini nempel 1:24:11 di dirinya. Berani berkata bahwa tidak 1:24:14 akan pindah misalnya atau berani berkata 1:24:17 bahwa saya bukan anak buah Gibran itu 1:24:20 akan menarik sekali gitu. Terima kasih. 1:24:23 Asalamualaikum warahmatullahi 1:24:24 wabarakatuh. 1:24:26 Salam. 1:24:27 Terima kasih, Bang 1:24:29 Hens. Dan terakhir Pak Marani 1:24:34 persilakan. Kasih, Bang Aldi, Bung Roki, 1:24:37 Mas eh Nova, Mas Yohan eh Bungensat eh 1:24:42 dan leaders serta calon 1:24:45 leaders. Ee Pilkada selalu menghasilkan 1:24:49 kejutan dan prosesnya selalu dinamis. 1:24:53 ee masih ada waktu PKS ee akan bekerja 1:24:58 dengan sepenuh hati, sepenuh pikiran, 1:25:01 dan sepenuh kesolidan untuk mengajak 1:25:05 anak Abah ee teman-teman 212 ee kemudian 1:25:09 kelompok kanan, para ulama habaib yang 1:25:13 selama ini selalu solid menjaga ee ee 1:25:18 kesatuan agar bersama PKS untuk 1:25:22 memenangkan kan rida dan apresiasi ee 1:25:26 buat teman-teman PDIP ee teman-teman 1:25:29 merah yang solid ee mendukung Pram ini 1:25:33 jadi ee nasihat yang baik buat PKS agar 1:25:37 juga bekerja optimal. Matur nuwun, Bang 1:25:40 Hli. Terima kasih. 1:25:42 Matur nuwun Mardani dan seluruh 1:25:46 narasumber. Mardani selalu bijak. 1:25:50 orang bijak tapi makanya enggak jadi 1:25:53 komandan tim pemenangan lagi nih 1:25:56 murag. Baik, terima kasih semuanya. Ee 1:26:00 Pak Mardani, Bang Hensat ya, Bung Roki, 1:26:04 Pak, Bang Mujahid. 1:26:07 Makasihnya sebenarnya para narasumber di 1:26:10 sini siap ini untuk turun gunung untuk 2 1:26:12 minggu terakhir untuk bisa berkontribusi 1:26:16 bagi Pilkada Jakarta. Mudah-mudahan para 1:26:19 paslon mendengarnya dan tim ses sangat 1:26:21 disayangkan bila para pendekar di sini 1:26:24 tidak dilibatkan untuk meningkatkan 1:26:26 kualitas Pilkada DKAJ. Kita masih punya 1:26:29 2 minggu. Semoga 2 minggu inilah 2 1:26:32 minggu terbaik bagi para paslon gitu ya. 1:26:34 Terima kasih sampai ketemu pada Amin. 1:26:37 Oke. Amin. Salam semua. Oke. Terima 1:26:39 kasih.