Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [musik] 0:13 [musik] 0:16 wasatu wasalam ala rasulillah waa albi 0:19 asalamualaikum warahmatullahi 0:20 wabarakatuh ikhwan akhwat selamat datang 0:23 selamat pagi bersama alfagqir is alkaf 0:26 kembali menemani di renungan di bawah 0:28 naungan al-quran edisi 0:30 tanya jawab live langsung bersama Ustaz 0:33 Husin bin Hamid Alattos yang 0:35 alhamdulillah sudah membersamai kita di 0:37 studio. Asalamualaikum, Ustaz. 0:38 Waalaikumsalam warahmatullah. 0:39 Semoga sehat selalu, Ustaz. Ya, 0:41 kita sudah memasuki awal-awal bulan 0:43 Rajab, Ustaz. 0:45 Sebentar lagi eh Syakban. Allahu Akbar. 0:47 Iya. Syakban sebentar lagi Ramadan, 0:49 Ustaz. Masyaallah. 0:51 Gimana ini kita harus mempersiapkan diri 0:53 menghadapi Ramadan, ya, Ustaz ya? 0:54 Mudah-mudahan 0:55 Allah sampaikan umur kita di bulan 0:57 Ramadan. Amin ya rabbal alamin. Ikhwan 0:59 akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa 1:01 taala. Sebagaimana yang yang sudah saya 1:03 sebut tadi bahwa pagi hari ini 1:06 insyaallah kita akan live tanya jawab 1:08 menjawab pertanyaan ikhwanat sekalian 1:10 yang disampaikan melalui pesan WhatsApp. 1:12 Jika ikhwanat ingin bertanya silakan 1:14 kirimkan pesan WhatsApp di nomor 0811999 1:21 720. Sekali lagi nomor WhatsApp di nomor 1:25 08 1:26 111999 1:30 720 1:33 atau bisa bertelepon di 0218451512. 1:39 Kami tunggu pertanyaannya. Kita buka 1:41 dulu dengan baca ummul Quran surah 1:43 Alfatihah. Tafadul Ustaz 1:48 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:53 Bismillahirrahmanirrahim. 2:00 Alhamdulillahirabbil 2:03 alamin 2:05 arrahmanirrahim. 2:10 Maiki yaumiddin. 2:15 Iyaka na'budu wa iyyaka nasta 2:21 ihdinasirathal 2:23 mustaqim 2:26 shathalladzina 2:27 an'amta alaihim 2:31 ghairil maghdubi alaihim waladin. 2:43 Amin. 2:43 Amin. Amin ya rabbal alamin. 2:44 Allahummarhamna bil. Semoga dari bacaan 2:47 Al-Qur'an tadi Allah bukakan pintu 2:49 hidayah, pintu rahmatnya untuk kita 2:50 semua. Amin ya rabbal alamin. Ikhwan 2:52 akhwat ee mari kita ke pertanyaan 2:55 pertama ini, Ustaz dari hamba Allah di 2:57 Bekasi. Ustaz, bagaimana menurut Ustaz 3:00 jika seorang lelaki tidak mampu bekerja 3:04 di tengah gempuran ekonomi? Bagaimana 3:06 sebenarnya Islam memandang 3:09 produktivitas? Terima kasih, Ustaz. 3:13 Bismillahirrahmanirrahim. 3:16 Alhamdulillahiabbil 3:18 alamin. Allahumma sholli ala Muhammadin 3:21 wa ali Muhammad. 3:26 Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana. 3:29 Innaka antal alimul hakim. Wala haula 3:33 wala quwwata illa billahil aliyilim. 3:37 Rabbana zidna ilman walhiknain. 3:43 Asalamualaika ya Rasulullah. 3:45 Asalamualaina wa ala ibadillah shihin. 3:50 Asalamualaikum 3:52 ayyuhal ikhwah wal akhwat 3:56 almukminun warahmatullahi wabarakatuh. 3:59 Waalaikumsalam. 4:00 Allah Subhanahu wa taala 4:03 di dalam kitab sucinya 4:07 menegaskan kepada kita semua 4:10 bahwa kewajiban 4:12 untuk memberikan nafkah bagi keluarga 4:15 itu merupakan tanggung jawab laki-laki. 4:20 Sebagaimana firmannya, arrijalu 4:23 qawwamuna alan nisa. 4:27 Bima fadalallahu ba'dahum ala ba'din 4:30 wabima anfaqu 4:32 min amwalihim. 4:35 Sesungguhnya kaum laki-laki 4:38 Allah Subhanahu wa taala amanatkan di 4:40 atas pundak mereka 4:42 untuk mengurus, 4:45 mengayomi, 4:47 menafkahkan. 4:50 Begitu pula menuruskan. Karena kata 4:52 qawwam ini merupakan sebuah kata yang 4:55 dipilih amat indah, amat tepat, 4:58 mengandung makna yang amat betul-betul 5:01 mendalam. Bukan hanya sekedar memberikan 5:03 makan, 5:04 he 5:05 minum, pakaian. 5:08 Demikian pula tempat kediaman. Karena 5:10 kita berbeda dengan hewan. Tapi tugas 5:14 manusia di sini secara khusus buat 5:17 laki-laki tugasnya di samping mengayomi, 5:20 mengurus, melindungi juga meluruskan. 5:24 H 5:25 itu merupakan tanggung jawab laki-laki. 5:27 Oleh karena itu, mereka harus tahu 5:29 tanggung jawab amanat yang ada di atas 5:32 pundak mereka sebelum mereka berumah 5:34 tangga. 5:36 Bima fadalallahu ba'dahum ala ba'din 5:38 dengan keutamaan yang Allah berikan atas 5:41 masing-masing. 5:43 Kaum pria diberikan keutamaan, kaum 5:45 wanita pun diberikan keutamaan dan tugas 5:48 yang Allah amanatkan sesuai dengan 5:50 keutamaan yang Allah berikan pada 5:52 masing-masing. 5:55 Wabima anfaqu min amwali. Begitu pula 5:58 dengan apa? Dengan apa yang mereka 5:59 nafkahkan dari harta mereka. 6:03 Begitu juga firman Allah dalam suratul 6:05 baqarah wa al mauludiahu 6:08 wa mauludi lahu rizun 6:12 bil maruf 6:14 almaulud lahu di sini mau tidak mau apa 6:16 suami ya kewajiban mereka untuk apa 6:20 memberikan baik kebutuhan makan mereka 6:24 pakaian mereka termasuk juga tempat 6:25 tinggal mereka 6:29 nah wanita dengan sendirinya juga 6:31 ditugaskan Allah subhanahu wa taala 6:33 untuk taat bertakwa kepada Allah, 6:35 mentaati juga suaminya, 6:39 melaksanakan kewajiban dia untuk 6:41 mengurus rumahnya. Begitu pula 6:43 anak-anaknya 6:45 agar mereka hidup saling melengkapi, 6:48 satu dengan lain dengan keutamaan yang 6:50 Allah berikan kepada masing-masing. 6:53 Tapi terkadang ada kondisi di mana 6:56 laki-laki ya yang baik, bertanggung 7:00 jawab. 7:02 tahu-tahu disebabkan karena kondisi 7:04 ekonomi dia di PHK. 7:06 Sedangkan sebelumnya dia penuh tanggung 7:08 jawab pada istrinya, pada anak-anaknya, 7:10 pada keluarganya. 7:12 Apakah berarti seorang istri 7:17 patut untuk meminta kisah dari suaminya 7:21 karena suaminya berada dalam kondisi 7:23 lemah dan belum mampu untuk memenuhi 7:26 kewajiban dia dalam memberikan nafkah 7:28 kepada istrinya? 7:31 Kalau suaminya tidak bertanggung jawab 7:33 sebelumnya, ya pada saat dia mampu 7:36 tanggung jawabnya kurang. Pada saat dia 7:38 kuat dia mengabaikan istrinya. 7:42 Pada saat dia lemah, istri pada saat 7:46 tersebut katakan meminta untuk berpisah 7:49 wajar 7:50 dengan melihat track record sebelumnya. 7:54 Tapi bila suaminya tanggung jawab baik, 7:57 peduli ya pada saat dia mampu, nah pada 8:01 saat dia PHK, kira-kira apa yang akan 8:04 dipilih oleh wanita yang salehah yang 8:07 mengenal budi kebaikan suami 8:11 dengan sendirinya 8:13 dia 8:15 akan menunggu dan berharap dari rahmat 8:18 Allah. Ini merupakan ujian yang Allah 8:21 Subhanahu wa taala apa timpakan kepada 8:24 mereka untuk menguji kesabaran mereka. 8:28 Suami yang diphk bukan berarti harapan 8:31 hidupnya putus, 8:33 tapi dia bisa berharap kepada Allah 8:36 Subhanahu wa taala dari jalan usaha yang 8:39 lain. Seperti yang kita saksikan 8:41 bagaimana Sayidah Hajar 8:44 ketika ditinggalkan oleh suami di padang 8:46 yang tak bertuan bersama anak yang masih 8:49 baik. 8:52 Karena mereka meyakini bahwa ini 8:53 merupakan ujian dari Allah Subhanahu wa 8:55 taala. Mereka pasrah kepadanya. 8:58 Sayidah Hajar menjalankan kewajiban dia 9:00 untuk berusaha 9:03 yang diungkapkan dalam ungkapan sai. 9:05 Karena kata sai itu dalam bahasa Arab 9:07 artinya berusaha. 9:09 Saa yas'a. Ana as'ah yang artinya aku 9:14 berusaha. Cuma karena ain susah 9:16 disebutkan dalam bahasa Indonesia karena 9:18 tidak ada huruf ain maka berubah dari 9:21 as'a menjadi usaha. 9:25 dia berusaha setelah itu selebihnya baru 9:27 dia pasrahkan dirinya kepada Allah 9:29 Subhanahu wa taala. Allah berikan dan 9:31 anugerahkan bagi mereka rezekinya. 9:35 Jadi kalau kita menghadapi cobaan dalam 9:38 kehidupan kita, suami yang tadinya 9:41 sehat, kuat bekerja sakit, yang tadinya 9:44 bekerja dengan penghasilan yang 9:46 mencukupi, bahkan melebihi kebutuhannya 9:48 di PHK. Ini ujian-ujian 9:51 yang Allah Subhanahu wa taala timpakan 9:53 kepada hamb-Nya untuk menguji 9:57 bagaimana syukur mereka pada saat 9:58 diberikan nikmat dan sabar mereka pada 10:01 saat menghadapi ujian. Dan Allah sudah 10:04 menegaskan hal ini dalam surah 10:06 Al-Ankabut. Pada awal surah ini Allah 10:10 berfirman, "Ahasibanasuqu 10:14 amanna wahum laanun." 10:16 Apakah manusia beranggapan 10:19 bahwa cukup mereka mengatakan kami 10:21 beriman sedangkan mereka tidak 10:22 menghadapi ujian-ujian sebagaimana orang 10:25 sebelum mereka? Walaqod fatanadzina 10:28 minqlihim fala yalamannallahuladzina 10:31 shodqu w yamanal kadibin. Sesungguhnya 10:34 kami telah menguji orang-orang sebelum 10:37 mereka. 10:39 Maka dengan ujian ini Allah akan melihat 10:41 dan menampakkan siapa di antara mereka 10:44 yang jujur 10:46 dalam iman mereka. Walaupun menghadapi 10:50 badai, menghadapi cobaan, menghadapi 10:52 berbagai macam daya tarik dan 10:55 tawaran-tawaran yang menggoda, tetap 10:57 mereka dalam keadaan jujur, dalam 11:00 keadaan lurus dan istiqamah di atas 11:02 kebenaran. 11:04 Fala yalamanallahuladina 11:06 shqu wamalibin. 11:08 Melalui ujian baru akan terlihat siapa 11:11 yang tulus, siapa yang dusta. 11:16 Dia diuji oleh Allah dengan kesempatan 11:20 kesempatan yang amat besar. Dia bisa 11:23 melaksanakan amanat Allah, bisa 11:25 berkhianat untuk memperkaya diri, untuk 11:28 membangun katakan kemegahan bagi 11:31 keluarganya. Tapi yang beriman walaupun 11:34 berhadapan dengan pesona pikat, 11:38 kesempatan yang dihadapi, tetap dia 11:41 istikamah di atas kebenaran. 11:44 Begitu juga berhadapan dengan godaan 11:46 dari wanita cantik yang menawarkan 11:48 dirinya. 11:50 Tapi dalam hubungan yang diharamkan 11:52 Allah, dia mengatakan inni akhafullaha 11:56 rabbal alamin. Jadi ujian-ujian semacam 11:58 ini yang membuktikan siapa kita. 12:02 juga derajat kita di sisi Allah. Jadi 12:04 kalau seandainya seorang wanita suaminya 12:07 yang tadinya bekerja berpenghasilan 12:09 dengan baik 12:11 kemudian dia tidak mampu untuk 12:15 memberikan nafkah karena kondisi keadaan 12:18 yang dihadapi dari seorang yang punya 12:21 pekerjaan di PHK atau katakan dalam 12:23 keadaan sakit tidak mampu untuk mencari 12:26 nafkah. Wanita yang salehah 12:29 akan teringat pada kebaikan suaminya, 12:31 kesetiaannya, tanggung jawabnya. Dia 12:34 akan dengan penuh kesetiaan untuk 12:36 melayani suaminya. 12:38 Ada sebuah kisah menarik ini true story 12:42 dari orang yang kita kenal. 12:44 Kebetulan orang ini tadinya sejahtera, 12:47 punya rumah juga yang cukup baik. 12:50 Kebetulan dia menikah 12:53 dengan beberapa istri, bukan hanya satu 12:55 istri. Hm. 12:58 Satu hari 13:01 Allah coba dia dengan kejatuhan dalam 13:03 usahanya 13:06 hingga akhirnya dia tidak mampu untuk 13:08 menjalankan kewajiban dia memberikan 13:10 nafkah kepada istri-istrinya. 13:14 Akhirnya dia memilih 13:17 daripada dia menyia-nyiakan kewajiban 13:19 dia terhadap keluarganya. Dia datangi 13:21 istrinya satu persatu. Dia mengatakan, 13:23 "Saya tidak mampu lagi untuk memberikan 13:27 nafkah yang layak bagi kalian 13:29 sebagaimana kalian tahu kondisi saya." 13:32 Jadi, bagaimana kalau seandainya kita 13:33 berpisah? 13:36 Si istri mengatakan, "Tidak mungkin. 13:40 Kamu tetap suami saya. Kamu enggak usah 13:42 berpikir untuk memberikan nafkah. Yang 13:43 penting kamu jalankan kewajiban kamu 13:45 sebagai suami. 13:49 Waktu kamu datang kepada kami. 13:52 Si perempuan menolak untuk cerai 13:54 berpisah. Kenapa? Karena dia menjumpai 13:57 suaminya selama ini betul-betul 13:58 memuliakan dirinya. Dia merasa orang 14:01 biasa. Tapi di hadapan suaminya karena 14:03 perlakuannya begitu mulia, dia merasa 14:05 apa? 14:06 Dia merasa betul-betul menjadi wanita 14:08 mulia di sisi suaminya. datang lagi 14:11 kepada istrinya yang lain, dia ucapkan 14:13 hal yang sama. 14:15 Si wanita enggan untuk berpisah. 14:19 Bahkan si perempuan mengatakan, "Kamu 14:21 enggak usah berikan nafkah. Saya 14:23 alhamdulillah cukup ada usaha. Bahkan 14:26 kamu setiap menggilir kalau enggak punya 14:28 uang, saya berikan kamu ongkos." 14:31 Kenapa? Karena si laki-laki ini 14:32 memuliakan wanitanya. 14:36 Dia bukan hanya melihat suaminya dari 14:38 tanggung jawabnya memberikan nafkah 14:39 kewajibannya, tapi dia melihat bahwa dia 14:42 di samping suami dia merasakan kemuliaan 14:45 walaupun hidupnya sederhana. 14:48 Jadi yang penting 14:52 hal ini bukan karena kemalasan suami 14:54 untuk berusaha, bukan karena dia tidak 14:57 bertanggung jawab, tapi kondisi 14:59 kesulitan yang dihadapi di luar 15:02 kehendaknya. 15:04 dia tetap berusaha mencari pekerjaan dan 15:06 rahmat Allah Subhanahu wa taala bukan 15:08 hanya terbatas pada tempat pekerjaan dia 15:11 bekerja. 15:13 Ada seorang laki-laki begitu di PHK dari 15:15 pekerjaannya 15:17 dia bersabar, istrinya juga bersabar. 15:19 Mereka memohon pada Allah tu dapat 15:21 pekerjaan dan lapangan usaha yang lebih 15:24 baik, lebih besar pendapatannya. Karena 15:27 apa? Karena syukur dan mereka kepada 15:29 Allah dan sabar mereka. Jadi kalau 15:31 berkaitan dengan produktivitas, 15:34 Allah Subhanahu wa taala memerintahkan 15:36 kita orang-orang yang beriman 15:39 untuk berusaha, untuk bekerja. 15:43 Allah Subhanahu wa taala akan membantu 15:45 orang yang berusaha tapi tidak mencapai 15:48 apa yang dia inginkan. Tapi Allah tidak 15:51 akan membantu orang yang tidak berusaha 15:53 dan bermalas-malasan. 15:55 Dalam pepatah Arab, innallaha yajbur 15:58 alqusur. 15:59 Hm. 16:02 Allah akan menambal, membantu orang yang 16:05 sudah berusaha tapi enggak sampai. 16:07 H 16:08 Allah akan datang kepadanya dengan 16:09 rahmatnya. 16:10 Iya. 16:11 Tapi tidak akan sama sekali menolong 16:13 membantu orang-orang yang melalaikan 16:15 kewajibannya. 16:16 Oke. 16:18 Jadi kalau dia katakan berusaha tapi 16:21 usahanya tidak mampu mencapai apa yang 16:23 diinginkan, rahmat pertolongan Allah 16:25 akan datang. Dengan syarat dalam 16:26 usahanya dia apa? berharap kepada 16:30 Allah. 16:30 Oleh karena itu ucapan 16:32 bismillahirrahmanirrahim 16:34 bukan hanya sekedar ritus, 16:38 tapi ini betul-betul merupakan apa? 16:40 Pembuka pintu rahmat Allah yang akan 16:42 membuka bar bantuan yang datang dari 16:44 Allah. Karena kalau kita hanya 16:46 bergantung pada usaha kita, mustahil 16:50 bergantung pada ilmu kita juga. Wama 16:53 utitu minal ilmi illa qila. Oleh karena 16:55 itu, setelah kita bekerja, Allah 16:57 perintahkan kita bertawakal pada Allah. 17:00 H 17:00 setelah kita berusaha, wa alallahi 17:02 fatawakalu inuntum 17:04 mminin. 17:04 Begitu juga faidza faragta 17:07 fans penutupnya. Waika farag. Kalau kamu 17:11 menyelesaikan satu pekerjaan, maka mulai 17:13 lagi dengan usaha yang baru. Tapi ingat 17:15 seluruh harapan kamu tunjukkan hanya 17:16 kepada Allah. Iyaka na'budu wa iyaka 17:18 nastain. Jadi berusaha, beramal, 17:22 berjuang ini yang akan membuka pintu 17:24 rahmat Allah. Walladina jahadu 17:27 fina 17:27 finaahdiannahumul 17:29 subula. Ayat ini turun pada periode 17:33 Makkah sebelum ada jihad perang. 17:35 Berarti jahar yujahis ini orang-orang 17:37 yang berjuang di jalan kami, kami akan 17:41 tunjukkan buat mereka jalan-jalan kami 17:43 yang amat banyak. 17:45 Wa inallah 17:47 muhsin. Allah selalu bersama orang yang 17:48 berbuat kebajikan. Ini merupakan 17:50 gambaran dari seorang mukmin muslim yang 17:53 sejati yang berusaha berjuang di jalan 17:56 Allah, mengharapkan ridanya dan tidak 17:58 melalaikan kewajibannya. Wallahuam. 18:00 Masyaallah. Ee jawaban yang bagus 18:04 sekali, Ustaz. Ustaz, ini ada dari Fani. 18:06 Ustaz, asalamualaikum, Ustaz. Inin 18:07 bertanya, "Bagaimana dengan seorang yang 18:11 sudah menunda-nunda berbuat kebaikan?" 18:13 Contoh, ustaz ingin bersedekah tapi 18:15 nanti saja. Tapi pada akhirnya dana yang 18:18 digunakan untuk sedekah 18:21 terpakai untuk keperluan lain. 18:24 Sebagian lain membaca Al-Qur'an tapi 18:26 nanti saja akhirnya malah membaca 18:28 sosmet. Mohon nasihatnya, Ustaz. Apakah 18:31 ini suatu penyakit hati ustaz? Yaitu 18:35 duka menunda, suka menunda-nunda berbuat 18:38 amal saleh. Syukran, Ustaz. 18:42 Bismillahirrahmanirrahim. 18:46 Ada pepatah 18:49 yang berkata khairul birri ajilu. 18:52 Sebaik-baiknya kebaikan itu apa? Kita 18:55 segerakan. 18:57 Kita segerakan. 19:00 Karena begitu kita tunda. Walaupun hanya 19:02 beberapa saat, setan ini akan berusaha 19:05 untuk apa? menghalang-halangi kita 19:06 berbuat kebaikan 19:08 mendorong kita untuk berbuat yang keji. 19:11 Asyaitan yaukum bil fahsyai 19:15 e 19:17 setan yaurukum bil fahsya wal munkar. 19:22 Setan ini apa? Selalu mendorong kalian 19:25 untuk berbuat keji dan mungkar. 19:29 Asyaitan yauhu ya apa? 19:34 Astagfirullah. 19:34 Surat apa, Ustaz? Albaqarah apa? 19:36 Albaqarah 19:41 wala tayammamul khit minhu tunfiquum 19:45 biakhi illau 19:48 wasum biakhi illau 19:52 wallahu wallahu ghaniyun 19:55 wallahu ghaniyun hamidulq 19:59 asyaitan yaidukumqurukumahya 20:04 wallahuidukum 20:13 Kita lihat dalam surat Albaqarah Allah 20:14 mengingatkan kita asitani yaukumul 20:17 faqurukum 20:19 bil fahsya. 20:21 Setan pada saat kita ingin berbuat 20:22 kebaikan, berinfak di jalan Allah, 20:26 menakut-nakuti dengan apa? Dengan 20:28 ancaman kemiskinan. 20:31 Kalau kita banyak-banyak membantu 20:32 berinfak, 20:34 mulai kita ditakuti dengan bayang-bayang 20:36 kemiskinan. 20:38 Subhanallah. Wurukum bil fahsya. 20:41 Tapi mendorong, menganjurkan kalian 20:42 berbuat yang keji. Walaupun biayanya 20:45 besar, setan tidak akan apa? 20:47 Menakut-nakuti dengan biaya besar. Malah 20:50 akan memberikan janji-janji kesenangan, 20:52 kenikmatan, keuntungan, dan kebahagiaan. 20:56 Sedangkan Allah wallahu yaidukum 20:58 magfiratan minhu wa wallahu wasiun alim. 21:03 Sedangkan Allah subhanahu wa taala 21:05 dengan apa yang Allah anjurkan dari 21:07 perbuatan-perbuatan baik dan mulia ini 21:10 menjanjikan bagi kalian ampunannya. 21:13 Di samping Allah berjanji untuk melipat 21:16 gandakan balasan orang yang berinfak di 21:19 jalan Allah. Satu dibalas menjadi 700 21:22 kali lipat. Allah juga janjikan bagi 21:24 kalian di samping balasan dalam 21:26 kehidupan dunia yang berlipat, Allah 21:28 janjikan ampunan daripadanya. 21:32 Wallahu wasiun alim. Sungguh Allah maha 21:34 luas karunianya lagi maha mengetahui 21:37 segala sesuatu. Jadi orang-orang yang 21:40 berinfak mendapatkan janji dari Allah 21:42 yang tak terhingga. 21:43 I 21:43 di samping balasan yang berlipa di dunia 21:46 ampunan dari Allah dan di hari akhirat 21:48 mereka tidak akan mengalami ketakutan 21:50 maupun kesedihan. 21:52 Alladina yunfiqu amwalahum fibilillah 21:56 tumma la yutbiuna maqu manan w lahum 22:00 ajruhumbihim 22:01 w khaufun alaihim wum yahsanun. Orang 22:05 yang menginfakkan harta mereka di jalan 22:07 Allah. Di jalan Allah ini bukan hanya 22:09 terbatas perang di jalan Allah tidak. 22:12 Tapi mencakup seluruh infak di 22:14 tempat-tempat yang Allah ridai. 22:19 Mereka-mereka menginfakkan harta mereka 22:21 di jalan Allah. Kemudian mereka tidak 22:24 mengiringi infak yang mereka keluarkan 22:27 dengan mengungkit-ngungkit yang pernah 22:29 kita berikan atau menyakiti perasaan 22:32 orang yang kita berikan. Allah sediakan 22:35 bagi mereka apa? Ganjaran mereka. 22:38 Kemudian Allah bebaskan mereka dari 22:40 ketakutan, kesedihan. Ketika manusia 22:42 mengalami ketakutan. Itu manfaat yang 22:45 Allah janjikan bagi orang yang berinfak. 22:47 Dan setiap kali ya setiap pagi hari 22:51 malaikat berdoa Allahumma ati munfiqan 22:55 khalafa wa mumsikan talafa. Ya Allah 22:58 gantikan 23:00 gantikan mereka-mereka yang berinfak. 23:05 Sedangkan 23:06 sebaliknya hancurkanlah harta 23:08 mereka-mereka yang menahan harta mereka 23:10 dan menimbun. 23:12 Karena begitu mereka menimbun berarti 23:14 apa? Mereka memonopoli nikmat Allah, 23:18 maka sekian banyak orang akan hidup 23:20 dalam penderitaan dan kesempitan akibat 23:22 pula mereka. Padahal Allah jadikan kita 23:24 manusia ini terutama yang beriman 23:26 ba'dukum min ba wal mukminun wal 23:29 mukminat ba'dukum auliya bain. Orang 23:32 yang beriman baik itu pria wanita 23:34 sebahagian mereka menjadi wali 23:36 sebahagian yang lain. 23:39 Jadi 23:41 berkaitan dengan apa? dengan 23:44 pertanyaan tadi apa apagi? 23:47 Ee menunda-nunda. Ustaz. 23:48 Nah, menunda-nunda untuk berbuat 23:50 kebaikan itu justru yang diinginkan oleh 23:52 setan. Ada sebuah riwayat 23:56 attaswif syi'usit yulqihi fi qulubil 23:59 mukminin. 24:00 H. 24:01 Taswif diambil dari kata saufa. Sawafa 24:04 yusawifu taswifan. 24:06 Taswifan. 24:07 Menunda-nunda entar 24:09 sebentar lagi, besok. 24:13 itu merupakan semboyan setan yang 24:15 dimasukkan dalam hati orang yang 24:16 beriman. Akhir sebelum dia berbuat 24:19 kebaikan atau sebelum dia bertobat 24:21 datang ajal menjemput dia. Sebelum dia 24:26 sempat berbuat kebaikan, kesempatan yang 24:28 Allah berikan kepadanya hilang. Baik itu 24:30 kecukupan, kelebihan, ya 24:32 kemampuan, kesehatan, maka jangan pernah 24:35 kita tunda kebaikan yang kita akan 24:37 lakukan. 24:39 Sebagai contoh, 24:41 saya pernah mengalami hal tersebut. Ada 24:43 orang minta bantuan, 24:46 dia jelaskan kondisinya. 24:48 Hati kita apa? Kita ingin berikan 24:50 sepenuhnya apa yang dia inginkan. Dari 24:53 depan kita jalan ke belakang untuk 24:54 ngambil uang. Ah, kalau kita kasih 24:57 sepenuhnya akhirnya enggak ada semangat 24:59 usaha dia. 25:00 Heeh. 25:01 Betul gak? 25:02 Mulai kita bilang separuhnya aja supaya 25:05 yang separuh lagi dia bisa berusaha dan 25:07 dia enggak terlalu mengandalkan. 25:10 Begitu kita masuk ke kamar mulai dari 25:12 separuh apa? 25:13 Setan membisikkan kita lagi untuk apa? 25:16 Ada keperluan lain untuk ini. Kita bisa 25:19 bantu orang lain. Kita kurangi lagi dari 25:22 setengah menjadi 1/4at. [tertawa] 25:24 Waktu kita ambil uang kita balik ke 25:28 depan di tengah jalan, setan berusaha 25:29 membisikkan kita untuk mengurangi lagi 25:30 apa yang kita infakkan. Iya. Iya. Iya. 25:32 Kita bisa merasa bagaimana setan tidak 25:35 akan menyia-nyiakan kesempatan untuk 25:37 membuat kita apa? Bukan hanya menunda, 25:40 bahkan mengurangi apa yang kita akan 25:42 keluarkan. Padahal jarak begitu dekat 25:43 kan. 25:44 Betul. Betul. Minal kalau enggak jadi 25:45 dikurangin sama. 25:46 Iya. 25:47 Wuduh. 25:48 Jadi kita lihat bagaimana setan berusaha 25:50 untuk menghalang-halangi kita dari 25:52 kebaikan. Tapi untuk perbuatan maksiat. 25:55 Contohnya katakan orang akan mengadakan 25:57 ulang tahun. 25:58 Heeh. dia sudah keluarkan katakan 25:59 biayanya sebanyak R juta. Nanti ada 26:02 orang mengatakan sebaiknya kalau ada ini 26:05 sebaiknya kita panggil tukang sulap 26:07 tambah lagi dananya. Itu subhanallah 26:09 tanpa diperhitungkan. 26:12 Tapi kalau untuk kebaikan, 26:14 setan berusaha menghalang-halangi. Jadi 26:16 semua upaya ya yang kita dengarkan di 26:19 hati kita untuk menghalang-halangi kita 26:21 melakukan kebaikan dengan segera atau 26:23 mengurangi kebaikan yang kita akan 26:25 keluarkan itu merupakan wasawis 26:27 asyaitan. Walyadubillah. 26:29 Masyaallah. 26:32 Berikutnya, Ustaz, dari Maulana Yusuf. 26:34 Heeh. 26:35 Oh, ini pertanyaan cukup menarik, Ustaz. 26:37 Tapi beda tema enggak apa-apa, Ustaz, 26:38 ya. 26:39 Asalamualaikum, Pak Ustaz. Maaf di luar 26:40 tema. Izin bertanya. 26:42 Ee saya Ali Basah di Jalan Parjajaran, 26:46 Sukabumi. Seandainya, Ustaz, kalau ada 26:48 pejabat yang menyalahgunakan jabatannya, 26:51 bagaimana cara bertobatnya? terutama 26:53 yang berhubungan dengan manusia dan 26:56 bagaimana ketika disidang atau dirampas 26:58 hartanya tapi masih menempel dari hasil 27:00 penyalahgunaan jabatannya. Mohon aasan 27:03 arahan dan bimbingannya, Ustaz. Terima 27:04 kasih. 27:06 Masyaallah. 27:08 Saya ingat satu kejadian 27:11 seorang bupati. Kebetulan 27:15 saya berceramah ya di Mabes, Polri. 27:19 Iya. 27:22 di tengah-tengah tawanan-tawanan dari 27:24 kalangan pejabat-pejabat tinggi atau 27:26 mantan-mantan pejabat. Ada katakan 27:30 mantan bupati, 27:32 ada juga gubernur. Semua kalangan 27:35 orang-orang yang ee tadinya diberikan 27:38 amanat. 27:40 Dia ditahan. 27:43 Lalu setelah usai ceramah, salah seorang 27:46 dari mereka, salah seorang bupati 27:48 bertanya walaupun enggak langsung ke 27:50 saya, "Bimana keadaan saya, harta yang 27:54 saya kumpulkan semua ini dari hasil 27:58 pendapatan usaha yang tidak benar." Itu 28:02 penyalahgunaan jabatan. 28:04 Apa yang saya harus lakukan untuk 28:05 bertobat? 28:08 Saya katakan padanya, "Kalau seandainya 28:12 kamu bisa balikkan ke negara, 28:15 diterima oleh pejabat-pejabat yang 28:17 jujur, disalurkan untuk kepentingan ya 28:22 dan 28:24 ee kembali untuk kepentingan rakyat, 28:27 maka kamu serahkan kepada negara. 28:30 Tapi kalau seandainya kamu serahkan ke 28:32 negara dimakan oleh pejabat-pejabat yang 28:34 korup tidak akan dikembalikan menjadi 28:38 milik negara yang merupakan milik 28:40 rakyat, sebaiknya kamu dirikan 28:43 lembaga-lembaga 28:45 yang manfaatnya kembali kepada umat 28:47 manusia. 28:49 Baik itu lembaga kesehatan ya yang 28:51 melayani kesehatan masyarakat atau 28:54 lembaga pendidikan atau kamu membangun 28:57 rumah-rumah untuk mereka-mereka 28:59 orang-orang yang tidak memiliki tempat 29:01 kediaman, kembalikan kepada rakyat. 29:05 Karena sebetulnya kekayaan negara itu 29:07 merupakan milik rakyat yang dikuasakan 29:10 kepada negara. 29:12 Jadi kalau pejabat negaranya 29:15 tidak bertanggung jawab atas 29:16 kewajibannya, kamu kembalikan kepada 29:18 rakyat yang kamu ambil. Paling yang 29:21 menjadi hak kamu dari pendapatan kamu 29:23 yang halal, selebihnya kamu kembalikan 29:26 kepada rakyat sambil kamu bertobat mohon 29:29 ampun kepada Allah. Kalau dia tulus 29:33 ingin bertobat tidak akan berat 29:35 mengembalikan yang bukan haknya. 29:38 Tapi bisa saja ketika dia tersentuh dia 29:41 ingin bertobat, begitu nanti apa? 29:44 Kembali kepada keadaannya semula, dia 29:47 berpikir 1000 kali untuk mengeluarkan 29:49 apa yang menjadi apa yang menjadi hak 29:51 rakyat yang bukan menjadi hak miliknya. 29:53 Tapi ada sebagian dari mereka 29:55 betul-betul yang rela mengembalikan apa 29:58 yang bukan menjadi miliknya dan dia 30:00 bertobat dengan taubatan nasuha. 30:04 Jadi kalau seandainya Anda merasa bahwa 30:07 yang di tangan Anda ini bukan milik 30:09 Anda, coba 30:12 dirikan satu lembaga yang bisa membawa 30:15 manfaat bagi rakyat dengan niat. Bukan 30:18 niat sedekah. Kalau sedekah itu dari 30:20 uang pribadi kamu, tapi mengembalikan 30:23 hak-hak rakyat. 30:26 Karena kalau kita kembalikan ke negara, 30:28 enggak jelas siapa yang bakal menerima 30:30 dan di mana dia akan disalurkan. 30:33 Anda lebih tahulah terhadap 30:34 pejabat-pejabat kita bagaimana keadaan 30:36 mereka. Walaupun rakyat sedang lapar pun 30:40 sebahagian dari mereka tuh masih ingin 30:41 makan uang rakyat. Ini yang kita 30:44 saksikan di depan mata kita. Nah, kalau 30:47 seandainya 30:49 hartanya dirampas, 30:51 dia dipidanakan katakan hingga tidak 30:53 milik apa, tidak memiliki apa-apa, maka 30:56 dengan sendirinya apa? Mohon kepada 30:58 Allah agar menjadikan kejadian yang 31:02 dihadapi dengan dia dihukum dipermalukan 31:05 kemudian dia bertobat pada Allah 31:07 Subhanahu wa taala dari perbuatannya. 31:09 Perbaiki dirinya pintu tobat terbuka 31:11 dengan luas. 31:13 Tapi selagi dia masih melakukan tindakan 31:17 korupsi, walaupun dia infakkan sebagian 31:20 besar harta yang didapatkan dari hasil 31:22 korupsi 31:23 dan dia tidak bertobat, maka salatnya 31:26 terkatung-katung. Begitu juga puasanya, 31:29 begitu juga ibadahnya sampai dia 31:31 bertobat pada Allah Taala. Karena yang 31:34 Allah terima hanya dari orang yang 31:35 bertakwa. Sebagaimana firman Allah 31:38 mengisahkan anak Adam ketika berkata 31:41 pada saudaranya yang marah karena 31:44 amalnya ditolak. Sedangkan saudara 31:45 ditolak, dia mengatakan, "Innama 31:47 yataqobbalullahu minal muttaqin." Kamu 31:49 jangan salahkan saya. Karena Allah hanya 31:51 menerima dari orang yang bertakwa. 31:54 Jadi orang-orang yang melakukan tindakan 31:57 korupsi, menyalahgunakan jabatan, kalau 32:00 ingin diterima salatnya, ingin diterima 32:02 siamnya, diterima juga ibadahnya, sodqah 32:05 dan infaknya, bertobat. 32:08 Bertobat. Hentikan perbuatan yang tidak 32:10 benar. Maka mulai saat itu amal 32:13 ibadahnya insyaallah akan diterima oleh 32:14 Allah Taala dan keluarkan yang bukan 32:17 miliknya menjadi haknya kembali kepada 32:20 rakyat dengan cara yang bijaksana yang 32:22 menjamin betul-betul apa? Pengembalian 32:24 ini sepenuhnya kembali kepada rakyat 32:26 yang berhak. 32:28 Nah, mudah-mudahan Allah terima taubat 32:31 Anda. Karena terang-terangan hisab di 32:34 hari akhirat jauh lebih besar 32:35 dibandingkan 32:37 apa yang dihadapi oleh seorang di 32:40 hadapan KPK maupun kepolisian. Kalau KPK 32:43 bisa diajak tawar-menawar, 32:45 kepolisian juga bisa begitu. 32:47 Malah kalau tawar-menawar lebih 32:48 menguntungkan. 32:49 He. 32:50 Saya kenal satu orang yang kerja sama 32:53 dengan seorang pejabat. 32:56 Akhirnya dikejar oleh KPK. kira-kira 32:57 sekitar 10 tahun yang lampau. 33:01 Akhirnya dia kumpulkan anak-anak yatim 33:04 di rumahnya. Saya termasuk orang yang 33:06 hadir. Saya enggak tahu tadi tujuannya 33:07 apa. Ternyata minta didoakan supaya 33:10 terbebas dari KPK, dari apa? Jerat 33:12 hukum. 33:14 Saya bilang, "Kalau kamu ingin terbebas, 33:16 tobat kembali pada Allah. Karena 33:19 walaupun kamu panggil anak-anak yatim 33:22 ini, 33:23 kamu minta kepada Allah supaya kamu 33:26 dibebaskan. dari apa? Dari jerat KPK. 33:29 Kamu lepas dari KPK akan berhadapan 33:31 dengan siapa? 33:32 Berhadapan dengan Allah Subhanahu wa 33:34 taala di hari kemudian nanti. Di sana 33:36 kamu tidak mungkin melakukan 33:38 tawar-menawar. Jadi lebih baik kita 33:39 jujur bersama Allah, jujur bersama diri 33:43 kita. Kita perbaiki sikap kita agar 33:45 sesuai dengan keridaan Allah. Ini 33:47 merupakan jalan keselamatan buat kita. 33:49 Jadi mereka-mereka yang pernah melakukan 33:52 penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan 33:55 dirinya atau yang sekarang yang sedang 33:56 melakukan sebelum terlambat, mari kita 33:59 bertobat kembali kepada Allah 34:01 bersama-sama. Wallahuam. 34:03 Masyaallah. Masyaallah. 34:04 Ustaz, tapi kalau misalnya ketangkap itu 34:07 ketangkap kemudian dia menjalani proses 34:10 hukum. 34:10 He 34:11 ee semua proses hukum dia jalani dan 34:13 keputusan pengandalan dia jalani. Apakah 34:16 itu termasuk sudah bertobat jantinya, 34:18 Ustaz? meskipun hartanya barangkali 34:20 belum balik. Begini, kalau di hatinya 34:23 betul-betul dia bertobat kembali kepada 34:26 Allah sepenuhnya 34:29 kemudian apa? Di tangan dia masih ada 34:32 uang dari hasil apa? Dari hasil korupsi, 34:35 penyalahgunaan jabatan, maka tobat dia 34:38 tidak akan sempurna sampai dia 34:39 mengembalikan yang bukan haknya. Karena 34:42 kan persyaratan orang bertobat itu 34:44 Heeh. Kalau berkaitan dengan seseorang 34:47 ya, di samping dia menghentikan 34:50 perbuatan yang tidak benar, dia 34:52 menyesali perbuatannya, mengembalikan 34:53 hak orang tersebut atau minta 34:54 keikhlasannya. 34:55 Nah, kalau berkaitan dengan hak rakyat, 34:58 dengan sendirinya harus dikembalikan apa 35:00 kepada rakyat 35:01 dan yang terbaik dengan mendirikan 35:05 lembaga-lembaga yang bisa membawa 35:07 manfaat yang terus-menerus kembali 35:08 kepada rakyat. 35:10 Jadi kalau saya mendirikan rumah sakit 35:12 ya, tapi rumah sakitnya bukan apa rumah 35:15 sakit yang labawi. 35:16 Iya. 35:16 Tapi rumah sakit yang di laba yang 35:19 mengharapkan betul-betul apa? Pelayanan 35:21 sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. 35:24 Dan hal ini kan bermanfaat. 35:25 Iya, Ustaz. Dan untuk katakan apa untuk 35:28 ee mereka-mereka yang tidak mampu 35:30 sepenuhnya ditanggung rumah sakit yang 35:32 mampu membayar 35:34 tapi bukan apa kembali manfaat 35:36 keuntungannya kepada mereka yang 35:38 membangun rumah sakit tersebut 35:39 sepenuhnya menjadi milik Allah. 35:42 Dan ini insyaallah akan membina para 35:43 dokternya juga untuk melakukan pekerjaan 35:46 mereka dengan ikhlas. 35:47 Jangan untuk kelas-kelas yang tinggi 35:50 mereka perhatikan. Untuk bangsal mereka 35:52 tidak perhatikan. Kalau perlu kelasnya 35:54 semua disamakan. tidak ada yang namanya 35:55 VIP. 35:56 Semua sama. Perhatian para dokter dan 35:59 lainnya pun sama. Dan para dokter juga 36:01 akan mendapatkan bahagiaan mereka dengan 36:04 penuh keadilan. Tapi terhadap yang 36:07 lemah, rumah sakit maupun dokternya 36:09 mengikhlaskan amal mereka. Itulah 36:11 merupakan jihad mereka. Wallahuam. 36:13 Nah, ini Ustaz ee ada satu orang kita 36:15 kenal Ustaz masuk penjara. Kemudian dia 36:19 cerita beberapa teman-temannya menurut 36:22 keyakinan dia ada beberapa 36:23 teman-temannya yang kena kasus masuk 36:26 penjara karena kasus penggelapan dana. 36:28 Ketika di penjara oke vonis jatuh 2 3 36:31 tahun. 36:32 He. 36:32 Ketika dia kena kasus penggelapan dana 36:35 di dalam dia sudah menyimpan uang sekian 36:37 miliar. 36:38 Heeh. 36:39 Kan dia sudah pasang badas, proses hukum 36:41 sudah selesai. Ketika dia keluar duitnya 36:43 masih ada, Ustaz. Nah, ini hukumnya 36:45 bagaimana, Ustaz? Duitnya yang 36:46 didapatkan dengan cara yang tidak halal 36:48 wajib untuk dikembalikan. 36:51 Iya. 36:51 Wajib. Tidak ada tawarmenwar. He. 36:54 Karena apa? Karena itu didapatkan bukan 36:57 dari usaha dia yang halal. 36:59 Iya. 36:59 Jadi kalau katakan gaji dia R juta ya 37:03 usaha yang halal katakan berkembang, 37:06 maka yang diterima dari gaji dia maupun 37:07 usaha yang halal. 37:09 Selebihnya kembalikan. 37:11 Iya. 37:11 Katakan umpamanya dia mengalami 37:13 kesulitan. 37:13 Iya. Kesulitan bagaimana 37:16 dia dengan apa yang didapatkan dari yang 37:19 halal ini ya? 37:21 Ee artinya betul-betul dalam kondisi 37:24 apa? Tidak mencukupi. 37:26 Bercampur hartanya yang halal bersama 37:28 yang bukan menjadi hak. 37:31 Dia bisa kembalikan perlahan-lahan ya 37:34 karena kondisinya kembalikan katakan 37:36 separuh dulu atau seperempat dulu 37:38 secara bertahap dikembalikan. 37:40 He. 37:41 Hingga sepenuhnya bersih dari apa? 37:44 dari harta yang bukan menjadi miliknya. 37:48 Jadi la yukallifulahu nafsan illa 37:51 katakan dalam bentuk aset ada uang dia 37:53 di situ. Ada uang juga yang haram 37:54 bercampur menjadi satu. 37:56 Dia bisa menunggu sampai rumah tersebut 37:58 terjual. Diambil yang menjadi hak dia, 38:01 dikembalikan yang bukan menjadi hak dia. 38:03 Dan ini bukan hak satu orang, hak 38:04 rakyat. 38:05 Hak. Tapi pejabat ini tidak sadar. Dia 38:08 beranggapan ketika melakukan tindakan 38:10 korupsi, dia melakukan tindakan korupsi, 38:12 pengkhianatan terhadap jabatan dia. 38:15 Dia tidak sadar bahwa ini kembali kepada 38:18 apa? Kerugian yang diita oleh rakyat. 38:20 Bagaimana dia di hari kemudian nanti 38:22 ketika rakyat menuntut dia. Sekarang dia 38:26 tidak merasakan hal tersebut. Tapi di 38:27 hari kemudian nanti Allah Subhanahu wa 38:30 taala yang akan mewakili orang-orang 38:32 yang zalim untuk menuntut hak-hak 38:34 mereka. 38:36 Nah, ulama juga dalam hal ini enggak 38:38 boleh sama sekali apa mendoakan dia 38:40 supaya jabatannya terus naik 38:43 dan dia juga jangan dosa berarti 38:44 dosa. Kalau dia doakan seorang yang 38:46 zalim maka dia bertanggung jawab, dia 38:48 berkontribusi dalam kezaliman. 38:50 Oh. 38:51 Dan kemudian dia tidak boleh juga terima 38:53 uang dari orang tersebut untuk 38:55 kepentingannya. 38:55 Ah. 38:56 Tapi kalau si pejabat tobat mengatakan, 38:58 "Tolong Ustaz Isa, ini dana yang saya 39:01 dapatkan dari hasil korupsi. Coba dengan 39:03 cara bijak kembalikan kepada rakyat yang 39:05 berhak. Itu boleh. Tapi kalau si ulama 39:07 terima angpau dari koruptor, maka dia 39:10 berkontribusi dalam perbuatan tersebut. 39:12 Iya. Iya. 39:13 Saya teringat sebuah kisah 39:14 Heeh. 39:16 Satu pengusaha yang biasa meminjamkan 39:20 kuda. 39:20 Iya. 39:21 Usaha dia seperti rental. Rental kuda. 39:25 Stable. Stable namanya. 39:26 Iya. Kebetulan dia bekerja sama dengan 39:30 pemerintahan Abbasiyah. Pada saat itu 39:33 dikuasai oleh diperintah oleh Harun 39:35 Rasyid. Dia menyewakan kuda-kudanya 39:38 untuk pekerjaan yang berhubungan dengan 39:40 apa? Kepentingan kepentingan pemerintah. 39:46 Ini datang kepada seorang ulama yang 39:49 cukup terkenal yaitu Abu Abdillah 39:51 Asshadiq. Dia mengatakan, "Ya, Aba 39:53 Abdillah, 39:55 bagaimana kira-kira usaha saya ini yang 39:58 saya lakukan ya dengan meminjamkan apa? 40:02 Dengan meminjamkan 40:04 rental kuda, 40:04 kuda-kuda saya dengan penguasa." 40:08 Dijawab oleh Abu Abdillah Asadiq, "Anta 40:11 syarikhu fulmik, kamu sekutunya dalam 40:14 kezaliman." 40:15 Dia mengatakan, "Walimika ya Abu 40:17 Abdillah, Bagaimana kok saya bisa 40:19 termasuk?" Dia bilang, "Kamu pasti 40:22 berharap supaya dia menyelesaikan apa? 40:25 Kewaj 40:25 kebayarannya." Oke. 40:26 Kan? Mendoakan dia supaya dipanjangkan 40:28 umurnya. 40:29 Supaya dipanjangkan 40:30 umurnya, dilancarkan urusannya 40:32 agar dia mampu untuk menaks membayar 40:34 kewajibannya kepada kamu. Maka anta 40:37 syariku 40:39 kamu sekutunya dalam kezaliman. 40:41 Bayangkan masalah kan masalah yang kita 40:42 anggap biasa kan. Saya kerja dengan 40:45 menyediakan apa namanya? Kuda dan saya 40:48 terima keuntungan. 40:49 dari hal tersebut. Tapi ini ternyata 40:51 berkaitan dengan apa? Dengan 40:53 kepentingannya yang ada pada orang 40:54 tersebut yang mendorong dia untuk 40:56 mendoakan orang tersebut agar tetap apa? 40:59 Agar tetap mampu untuk membayar 41:01 kewajibannya. 41:03 Nah, kita kalau bekerja sama dengan 41:04 orang yang zalim, 41:07 kita berharap dia membayar kewajiban 41:09 dia. 41:10 Bagaimana kalau sampai dia meninggal 41:12 dunia 41:14 atau dia enggak mampu untuk membayar dan 41:16 melaksanakan kewajiban kita? kita merasa 41:19 dirugikan, maka kita doakan supaya dia 41:20 rezeki digampangkan, supaya dipanjangkan 41:23 umurnya. 41:25 Padahal usaha dia merupakan usaha yang 41:26 tidak benar. 41:27 Iya. 41:28 Jadi lebih baik jangan dekat-dekat 41:30 dengan para penguasa yang zalim, yang 41:33 tidak benar, dengan pejabat yang korup. 41:35 Akhirnya lama-kelamaan kita menganggap 41:37 tindakan korupsi itu apa? 41:38 Benar. 41:39 Benar. He. 41:40 Apalagi kalau terimau dalam kebutuhan 41:42 kita. Ada acara dia berikan bantuan, ada 41:46 kebutuhan dia berikan pertolongan. Kita 41:49 minta dan berharap kepada orang seperti 41:51 ini yang mau tidak mau kita akan melihat 41:54 dia dari sisi negatif walaupun perbuat 41:56 tidak benar. 41:58 Iya. Iya. 41:58 Nah, ini yang sisi positifnya. 42:00 Jadi lebih baik dari sisi positifnya. 42:03 Pasti dia akan memandang dari sisi 42:04 positifnya karena berikan manfaat buat 42:06 dia kan. Karena orang punya kecondongan 42:08 menilai orang baik itu tergantung baik 42:10 pada dirinya. 42:11 Benar. 42:12 Walaupun dia berbuat zalim pada 42:14 masyarakat ya dia menyalahgunakan 42:16 jabatannya tapi kalau baik padanya waktu 42:19 ditanya bagaimana pandangan kamu 42:20 terhadap fulan? Wah dia orang baik. 42:23 Orang yang penuh kepedulian karena 42:26 berkaitan dengan dirinya. 42:27 Iya. Iya. Iya. 42:29 Jarang orang bersifat objektif dalam 42:30 masalah ini. Tetapi kalau seorang 42:33 betul-betul adil ketika dia melihat 42:36 katakan seorang terhadap dia kurang 42:38 baik. Mungkin disebabkan karena 42:40 persoalan tertentu, tapi terhadap umat, 42:42 terhadap masyarakat dia betul-betul 42:44 berlaku adil. 42:44 Iya. 42:46 Seharusnya dia mengatakan, "Fulan, saya 42:48 lihat dari pekerjaannya, amalnya, 42:50 kejujurannya orang yang adil." 42:52 Masyaallah. Walaupun antara saya dengan 42:54 dia ada hal-hal yang saya tidak sukai, 42:56 tapi secara objektif saya katakan bahwa 42:59 dia baik. 42:59 H. 43:00 Nah, ini yang berbahaya buat ustaz ya, 43:03 buat kalangan-kalangan tertentu dekat 43:06 dengan para pejabat yang korup yang 43:08 tidak benar mendapatkan manfaat dari 43:11 mereka. Akhirnya matanya menjadi buta, 43:14 telinganya menjadi tuli, lidahnya keluh, 43:17 akhirnya dia tidak menilai dengan 43:19 penilaian yang positif. Dia bukan 43:21 berbicara secara adil dan objektif, 43:24 tapi berbicara dengan logika Tuhan yang 43:27 memberikan manfaat kepada dirinya. Nah, 43:29 Ustaz kan ee tadi Ustaz bilang kalau 43:32 kita dititipin dana untuk kembalikan ke 43:35 umat itu tadi boleh. 43:36 Walaupun dia enggak bilang itu dana dari 43:38 mana kan 43:39 tapi kita tahu dia memegang jabatan yang 43:42 di mana di situ banyak syubhatnya dan 43:45 lain sebagainya. kita dititipin Anda 43:47 untuk kita sumbangin itu enggak ada 43:49 masalah, Ustaz? 43:50 Enggak. Nanti kita kembalikan kepada 43:52 mereka-mereka yang berhak. 43:53 Saya pernah sekali waktu 43:55 oke 43:55 pada era Presiden Soeharto ya 43:58 diundang ke satu acara ee salat tarawih 44:03 berjamaah. Oke. 44:04 Kebetulan yang hadir kalangan-karangan 44:07 dari keluarga Cendana pada saat itu, 44:09 dari pejabat-pejabat tinggi. 44:13 Saya punya harapan mungkin saya datang 44:15 bisa memberikan manfaat, berikan nasihat 44:17 karena tujuan saya bukan untuk 44:19 menyenangkan mereka. Setelah acara 44:21 mereka berikan apa? 44:25 Saya menolak untuk menerima tapi 44:26 dipaksakan. Kita kan enggak enak kalau 44:28 depan umum tarik-menarik kan. 44:32 Saya terima itu uang, tapi sepanjang 44:35 perjalanan hati gelisah yang luar biasa. 44:38 Gelisah bukan karena apa-apa. Gelisah 44:40 ini karena uang. Ini yang saya tahu 44:43 berasal dari pejabat-pejabat yang 44:46 pejabat-pejabat yang menyalahgunakan 44:48 jabatan mereka. 44:50 Mereka bersenang-senang, berkumpul 44:52 bersama-sama, salat tarawih. Mengundang 44:55 ulama juga untuk membuat apa? Hati 44:57 mereka tentram dan mereka berharap 45:00 apa yang mereka nikmati ini bisa 45:01 berlangsung lama. 45:04 Sedangkan usahaya menerima sedikit kan 45:06 seperti kucing yang duduk di bawah meja 45:08 tuannya untuk mendapatkan sisa-sisa 45:10 makanan. 45:12 Saya punya hati sepanjang perjalanan 45:13 gelisah. Akhirnya sebelum sampai ke 45:16 rumah saya mampir di pinggir kali di 45:18 tengah-tengah orang-orang yang susah 45:20 semuanya saya keluarkan untuk mereka. 45:22 Baru subhanallah hati pada saat itu 45:24 plong dan tentram. 45:26 Jadi Allah kasih subhanallah keburukan 45:29 itu menimbulkan kelisahan sedangkan yang 45:31 baik memberikan rasa tentram di hati 45:33 kita. Jadi jangan sekali-kali 45:37 kita akrab dekat dengan pejabat yang 45:40 korup kecuali untuk memberikan nasihat. 45:42 Oke. 45:43 Allah berfirman dalam surat Hud. Wala 45:45 tarkanuadinaamuakumunar 45:49 wum min dunillahi min auliya. 45:53 Jangan kalian rukun. Bahasa Indonesia 45:55 tuh rukun tuh menggambarkan keharmonian 45:57 kan. 45:57 Heeh. 45:58 Jangan kalian rukun dekat nemplok ya 46:01 dengan orang-orang yang zalim. Akhirnya 46:03 kalian terkena azab api neraka walaupun 46:06 kalian enggak menjadi pelaku, tapi 46:08 karena berkumpul bersama mereka pada 46:10 saat azab turun kalian kena. Akhirnya 46:12 kalian tidak menjumpai pelindung yang 46:14 akan menolong kalian dan kalian 46:17 betul-betul dalam keadaan yang amat 46:19 menyedihkan. 46:21 Nah, ini yang paling susah buat kita ni 46:23 para ustaz, para pendakwah kalau 46:25 berhadapan dengan orang-orang seperti 46:27 mereka. Apalagi dengan mulut manisnya, 46:30 dengan hadiahnya. Siapa orang yang tidak 46:32 suka hadiah? Betul gak? 46:34 Apalagi kebutuhan zaman sekarang cukup 46:36 banyak. Oleh karena itu, bagi orang yang 46:38 tidak tahan lebih baik tidak dekat, 46:40 tidak kumpul bersama mereka. 46:42 Iya. Iya. 46:43 Padahal kata ustaz tadi seperti kucing 46:46 yang dikasih tulangnya dong. 46:48 Betul. Betul. Dia nungguin, dia gembira 46:49 dikasih makan tulang tulang ikan. Ya 46:51 Allah, 46:52 daging dimakan oleh tulang. Tapi di hari 46:53 akhirat yang paling besar siapa 46:54 hisabnya? 46:55 Yang makan tulang. 46:57 Yang makan tulang ini ustaz-ustaz yang 46:58 makan tulang itu yang paling besar 47:00 hisabnya. Karena seharusnya dia beramar 47:01 makruf, bernahi mungkar. Tapi apa? 47:03 Iya. Iya. 47:04 Tapi dia justru berkumpul bersama orang 47:07 yang zalim, memberikan restu dan 47:09 dukungan. Dan rata-rata yang saya jumpai 47:12 selama kurang lebih mungkin 30 tahun ini 47:15 pejabat-pejabat konglomerat kalau 47:17 mengundang para ulama bukan karena ingin 47:19 mendengarkan nasihat yang baik, 47:21 bukan ingin memperbaiki, tapi sekedar 47:24 apa? 47:24 Sekedar 47:26 acara yang menyempurnakan apa? 47:28 Menyempurnakan 47:30 tujuan mereka dengan doa dari para 47:32 ulama, pembacaan Al-Qur'an. Al-Qur'an 47:34 dibaca bukan untuk diresapi. 47:36 Iya. Ulama juga ceramah mulai 47:39 memuji-muji, mengangkat ya, 47:42 mengangkat-ngangkat ya, menyanjung itu 47:44 yang saya jumpai dengan telinga saya. 47:46 Saya rasakan langsung. 47:47 He he. 47:48 Dia memberikan pujian, sanjungan tanpa 47:50 mengingatkan dirinya 47:52 bahwa dirinya sebentar lagi bakal 47:54 dipanggil oleh Allah dan bertanggung 47:55 jawab atas amal perbuatan yang 47:57 dilakukan. 47:59 Padahal kalau kita kumpul bersama-sama 48:01 dalam suasana yang saling mengingatkan, 48:02 hati kita damai. 48:03 Benar, Ustaz. Karena kita ini mau enggak 48:06 mau kan suka mengalami saat lupa, enggak 48:08 sadar, lengah. 48:10 Iya. 48:11 Begitu diingatkan, "Ya Fulan, apa yang 48:13 kamu perbuat ini betul-betul 48:16 menjatuhkan, mempermalar diri kamu." 48:19 Kita tersadar pada saat itu. Karena 48:20 almukmin miratu akhi seorang yang 48:22 beriman itu merupakan cermin bagi 48:25 saudaranya. Dia bisa melihat dirinya 48:28 melalui apa? Saudaranya. 48:30 Nah, kenapa Allah perintahkan wat 48:32 tawasau bilhaqi wa tawasau bisabri 48:34 setelah iman dan amal saleh? Karena apa? 48:37 Karena manusia ada saat-saat dia lupa 48:39 lengah tidak menyadari perbuatan yang 48:41 dilakukan. Wallahuam. 48:43 Masyaallah, Ustaz. Nah, Ustaz ee saat 48:46 kita mengembalikan uang tadi ke rakyat 48:49 kemudian kita publikasi. A publikasinya 48:52 itu dosa Ustaz publikasi bahwa ini duit 48:54 dari uang dari politikus ini nih. 48:56 Alhamdulillah. 48:59 Jadi begini masalahnya, pejabat-pejabat 49:01 di saat mereka menyumbangkan sesuatu ke 49:03 masjid, ke usaha-usaha terentu, 49:06 biasanya mereka ingin disebutkan 49:07 iya benar. 49:08 Supaya memperbaiki nama mereka di 49:10 tengah-tengah masyarakat, pejabat yang 49:12 saleh, yang baik, yang peduli terhadap 49:15 rakyat dijadikan sebagai alat propaganda 49:17 atau alat kampanye. Nah, dengan hal ini 49:20 seharusnya kita tidak lakukan sama 49:22 sekali. 49:23 I benar. Saya pernah sekali waktu ketika 49:26 sedang berkembang isu lemak babi 49:29 pada era Sudomo dulu ya mulai 49:32 perusahaan-perusahaan 49:33 ya yang memproduksi makanan ya indofood 49:37 dan lain sebagainya berusaha mengundang 49:39 para ulama untuk apa mengadakan 49:41 acara-acara katakan tablig akbar 49:44 kemudian di atas podium ditaruh 49:46 sambal ABC produk-produk yang yang 49:49 menjadi keributan tuh 49:50 sambal-sambal produk-produk mereka 49:52 supaya kesannya apa? bahwa ini produk 49:54 halal semuanya. Padahal si ulama enggak 49:56 pernah meriksa, enggak pernah memeriksa 49:57 di laboratorium apakah produk tersebut 49:59 halal atau tidak. Tapi karena sumbangan 50:02 yang diberikan oleh produsen ini 50:05 Heeh. 50:05 Kemudian dengan apa namanya? Dengan ee 50:09 iya katakan dengan balehohobaleho ya 50:13 dengan barang-barang produksi yang 50:15 diletakkan di atas apa? Di atas podium. 50:18 Kan secara enggak langsung ulama 50:19 merestui bahkan ada yang diundang ke 50:21 pabrik Indomie kalau tidak salah pada 50:23 saat itu diundang ya ramai-ramai mereka 50:26 makan Indomie. Mereka bilang, "Kami 50:28 enggak melihat babi dan enggak melihat 50:30 kepala babi maupun apa daging babi di 50:32 sana." Ini kan sikap yang salah. Dia 50:36 bukan datang sebagai seorang yang 50:39 bertanggung jawab untuk meneliti apakah 50:42 Indomie atau yang serupa mengandung babi 50:44 atau tidak, tapi apa? diundang untuk 50:48 makan di tengah-tengah mereka dan 50:50 menunjukkan kepada umat bahwa apa yang 50:52 dilakukan membuktikan bahwa semua ini 50:53 halal. Saya enggak menuduh Indomie itu 50:55 apa namanya mengandung nembak babi, tapi 50:57 sikap ulamanya salah. 50:59 Iya. 50:59 Kecuali kalau mereka teliti, mereka 51:02 periksa ya di laboratorium betul bersih 51:05 baru dia mengatakan dengan jujur bahwa 51:08 tidak ada temuan yang menunjukkan adanya 51:10 unsur babi pada apa? Pada makanan 51:12 tersebut. Itu cara yang baik. I, 51:14 tapi kita menjadi alat aja, alat 51:16 propaganda, alat kampanye pada saat 51:18 pemilu 51:19 atau alat untuk menghalalkan sesuatu 51:23 i 51:23 yang tidak jelas. 51:25 Tapi karena uangnya besar, 51:28 kita lagi susah, Ustaz, lagi butuh 51:31 anak kita mau sekolah, mau bayar ini, 51:33 bayar itu, kita terima, kita pasrahin 51:35 sama Allah Taala. Katanya [tertawa] 51:38 ini cobaan yang datang dari Allah 51:40 Subhanahu wa taala. 51:41 Masyaallah, Ustaz. Eh, berikutnya ini 51:43 dari Muhammad di Bekasi. Asalamualaikum 51:45 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 51:46 Bagaimana sikap kita jika kita dipinjami 51:49 uang oleh orang lain dan orang tersebut 51:52 belum mampu menjawab? Di sisi lain kita 51:54 butuh, tapi di sisi lain juga kita 51:57 kasihan sama orang yang kita pinjami. 51:59 Itu sudah jatuh tempo, Ustaz. Terima 52:02 kasih. 52:03 Allah Subhanahu wa taala dalam suratul 52:05 baqarah berfirman, wainana 52:09 usratiniratun 52:11 maisar waquirakum 52:15 intumamun. 52:17 Kalau orang yang meminjam dalam keadaan 52:20 sempituniru 52:26 apa? 52:28 Kalau yang meminjam dalam keadaan 52:30 sempit, belum mampu untuk menunaikan 52:33 kewajiban dia dan bukan karena 52:35 kesengajaan, maka tangguhkan dia sampai 52:38 saat dia menghadapi kemudahan. 52:39 Hm. 52:40 Kalau kamu sedekahkan 52:43 ya kamu sedekahkan itu akan lebih baik 52:45 lagi. Melihat kemampuan dia betul-betul 52:47 lemah, keadaan dia. Apalagi dia memiliki 52:50 anak-anak ya yang membutuhkan. Kalau 52:53 kita pikirkan dengan pendapatan dia 52:55 mustahil untuk bisa membayar hutang. 52:58 Jadi kalau kita ikhlaskan itu akan lebih 53:00 baik. Dan balasan dari Allah bukan satu 53:03 berbanding satu. H 53:05 bukan cicilan ya 53:07 tapi Allah balas satu berbanding 700. 53:10 Allah. 53:12 Oleh karena itu saya sering berikan 53:14 katakan orang butuh pinjaman, kita 53:16 berikan pinjaman. Kita lihat ternyata ya 53:19 dia apa tidak punya kemampuan untuk 53:22 membayar kan wajar ada saat orang mampu. 53:25 Kita juga pernah mengalami kondisi 53:26 keadaan seperti ini. 53:28 Saya bilang, "Sudah saya ikhlaskan kamu 53:29 enggak perlu bayar buat kamu." Dia 53:31 merasa malu. 53:33 Kita akan berusaha. Tidak perlu. Yang 53:35 Allah gantikan buat saya lebih baik. 53:37 Yang penting kamu jangan dibebani oleh 53:38 perasaan berhutang. Begitu dia terbebas 53:41 dari perasaan berhutang, pintu rahmat 53:43 Allah akan terbuka bagi kita semuanya. 53:45 Daripada kita berharap dari orang yang 53:48 tidak mampu, lebih baik kita berharap 53:50 dari Allah yang maha kaya, yang maha 53:51 kuasa. 53:54 Kalau gaya hidupnya kayak orang mampus, 53:56 kenapa? Kadang-kadang hidupnya dia 53:58 menjaga apa? Dia menjaga dirinya ya. Oh 54:01 iya benar sih. 54:01 Artinya bukan berarti dia orang yang 54:03 benar kelebihan. Benar. 54:04 Tapi kalau dia punya kemampuan dia 54:06 enggak bayar, maka dia termasuk 54:08 almumatil. 54:10 Mumatil ini dalam bahasa Arab yang suka 54:12 menunda pembayar hutang. Matul 54:13 ghaniulmun. Orang kalau menunda pembayar 54:16 hutang padahal dia mampu 54:18 atau dia sembunyikan kemampuan dia, maka 54:20 dia berbuat zalim yang luar biasa. 54:21 Zalim zalim sama orang yang nolongin 54:23 dia. Ustaz ya. 54:24 Betul. Sedangkan yang membantu tidak 54:25 akan disia-siakan Allah. Allah akan 54:27 ganti dengan yang lebih baik. Sudah 54:29 berbuat kebaikan dizalimi. Dapat dua 54:31 hal. 54:32 Allah. pertama ya dia membantu orang 54:34 dengan tujuan yang baik. 54:36 Baik itu orang pantas apa menerima 54:38 kebaikan tidak. Yang jelas kita sudah 54:40 melaksanakan apa? 54:42 Kemudian dengan kezaliman tadi dia 54:44 mendapatkan balasan tanpa hisab. 54:48 Innama yirun ajab. 54:51 J daripada kita berharap kesal sama 54:53 orang yang kita berikan kebaikan lebih 54:55 baik kita berharap kepada yang maha 54:57 pemurah. 54:57 Rezeki lebih banyak lagi datang. 54:59 Pasti Allah gantikan. Pertanyaan 55:00 terakhir, Ustaz. Ini dari filutfiyah. 55:02 Singkat saja, Ustaz. Kalau kita sumbang 55:05 ke masjid atau majelis dan minta 55:07 dibacakan Fatihah atas nama penyumbang 55:10 dengan maksud menginginkan Fatihah 55:12 tersebut mengalir untuk mereka yang 55:14 nyumbang, apa hukumnya, Ustaz? Syukun 55:16 kasiron. 55:18 Kalau dia berinfak dari uang yang baik, 55:20 yang halal, ya. Kemudian kita doakan. 55:23 Heeh. 55:23 Kita doakan agar dia apa? Agar dia 55:27 mendapatkan apa? Allah mudahkan 55:30 urusannya, lapangkan juga katakan apa 55:33 hatinya sehatkan, jauhkan dari penyakit. 55:37 Ini kan bahagian dari yang Allah 55:38 perintahkan ya. Orang yang mengeluarkan 55:41 sesuatu dalam kebaikan ya kh min 55:44 amwalihim shodqatanirhum 55:47 tuzakihim biha. Setelah itu wasolli 55:49 alaihi. 55:51 Selawat dari rasul maksudnya doa dari 55:53 rasul untuk orang yang mengeluarkan 55:56 zakat mereka atau infak mereka. Nah, 55:58 kita doakan kalau kita baca Al-Fatihah 56:01 sebagai pembuka kan Al-Fatihah ini 56:03 merupakan apa? Umbul Quran dan isinya 56:05 betul-betul merupakan adab komunikasi 56:08 seorang hamba kepada Tuhannya. Dia baca 56:10 al-Fatihah, setelah itu doakan 56:12 orang-orang yang berinfak di jalan Allah 56:13 Subhanahu wa taala. Kalau perlu tanpa 56:15 menyebutkan nama kita doakan aja agar 56:18 mereka-mereka yang menginfakkan harta 56:20 mereka di jalan Allah mendapatkan 56:21 ampunan, mendapatkan kelapangan, 56:23 mendapatkan keluasan, dijauhkan dari 56:25 penyakit dan Allah jadikan sebagai bekal 56:27 baginya di hari akhir nanti. Jadi tanpa 56:30 harus menyebutkan nama. Karena 56:31 menyebutkan nama dikhawatirkan nanti 56:33 menimbulkan ria di hati mereka kan. Kita 56:36 doakan kecuali kalau ingin mengajak 56:39 orang lain berinfak. Ada satu orang 56:41 berinfak untuk perjuangan. Lalu kita 56:44 mengingatkan pada orang-orang, "Si fulan 56:46 ngasih sekian di jalan Allah Taala." 56:48 Mudah-mudahan Allah terima, Allah 56:49 ikhlaskan apa-apa yang mereka keluarkan. 56:51 Lalu kalian 56:52 apa yang kalian akan keluarkan sebagai 56:54 kontribusi dalam perjuangan? 56:56 Tapi yang sebaik-baiknya 56:58 kita 57:00 menyembunyikan apa yang kita berikan. 57:02 Tapi kalau kita tampakkan pun itu 57:03 merupakan kebaikan. 57:11 Kalau kalian nampakkan sedekat itu 57:13 sebaik-baiknya artinya perbuatan asal 57:17 kamu niatkan untuk Allah. Tapi kalau 57:19 kamu sembunyikan 57:21 ya wain tukfu 57:23 watul fuqar kamu berikan kepada kaum 57:26 fakir itu akan lebih baik. 57:28 balasannyaukirumikum 57:31 Allah akan ampuni ya bersihkan 57:34 keburukan-keburukan dosa-dosa 57:36 kalianukirumatikum 57:39 kemudianum 57:48 suratul baqarah 57:50 Hqati 57:54 wafuqirakumukiruum 58:02 wallahuallahu 58:03 bimaalunir. 58:05 Jadi kalau kalian berikan kepada kaum 58:07 fuqara 58:09 ya dengan menyembunyikan pemberian 58:11 kalian ya itu akan lebih baik balasan 58:14 yang Allah akan berikan kepada kalian. 58:17 Kemudian Allah berjanji di samping 58:19 memberikan balasan yang lebih baik, 58:22 Allah Subhanahu wa taala akan tutupi 58:23 keburukan kita dan hapuskannya. 58:27 Karena kita ini terkadang melangkah 58:29 menuju kebaikan berat. Karena apa? 58:31 Karena dosa kita. Dosa kita ini yang 58:33 menimbulkan apa? Beban berat di atas 58:35 pundak kita untuk mengerjakan kebaikan 58:37 juga untuk menjauh dari yang mungkar. 58:39 Tapi dengan kebaikan-kebaikan tadi Allah 58:42 ampuni dosa kita, bersihkan kesalahan 58:44 kita, ringankan beban kita. langkah kita 58:46 di jalan kebaikan. 58:49 Mudah-mudahan insyaallah Allah berikan 58:51 manfaat dari ee 58:52 dialog kita pagi hari dan 58:54 amin. 58:54 Apa yang kita ee sampaikan mudah-mudahan 58:57 semata-mata dengan mengharapkan rida 58:58 Allah Subhanahu wa taala karena ini yang 59:01 akan 59:01 membuka pintu kabul bagi kita. Kalau 59:04 tidak wali iyadubillah sia-sia kita 59:06 beramal kalau bukan mengharapkan rida 59:08 Allah. Subhanakallahumma 59:10 wabihamdikakallahum wamdikah 59:13 astagfiruka. 59:15 Makasih Ustaz atas penjelasannya. Terima 59:17 kasih Oni dan Mas Algi di meja operator 59:19 ikhwan akhwat terima kasih sudah 59:20 menyimak sejauh ini. Alfagqir Isa Alkaf 59:23 beserta seluruh yang bertugas mohon 59:25 undur diri. Asalamualaikum 59:26 warahmatullahi wabarakatuh. 59:27 Waalaikumsalam warahmatullah.