Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Rbi zidni ilman Allahumfni bimaamtani
- warzuqni ilmafuni. Masih dipancarkan
- dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimanggis Cibur, Bekasi. Inilah radio
- silaturahim dan rasil visual untuk Islam
- yang satu. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan
- akhwat pendengar radio silaturahim dan
- pemirsa Rasil Visual di mana pun Anda
- berada. Seperti biasa di hari Senin kali
- ini edisi 8 Januari 2018 atau bertepatan
- dengan tanggal 21 Rabiul Akhir 1439
- Hijriah. Kajian sirah Sahabat bersama
- Ustaz Komaruddin Basuni akan mengisi
- ruang dengar dan alhamdulillah Ustaz
- sudah berada di tengah-tengah kita.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana
- kabar di pagi hari ini, Ustaz?
- Alhamdulillah bikhairin. Perjalanan
- lancar, Ustaz, ya? Alhamdulillah sangat
- lancar sekali. Alhamdulillah. Baik,
- Ikhwan dan Akhwat, mari kita simak saja
- pemaparan yang akan disampaikan oleh
- Ustaz Komaruddin Basuni dalam kesempatan
- kali ini yang akan diangkat adalah
- sahabat Kais bin Saad. Siapakah beliau?
- Mari kita simak bersama. Tafadal Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu
- wa nastain'uhu wa nastagfiruh wa
- naudubillahi min syururi anfusina
- wasayiati
- a'malina. May yahdillah fala mudillalah
- wam yudlil fala hadiyaalah. Asyhadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- asyhadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluh. Amma ba'd.
- Para pendengar Radio Rasil serta
- pamiarsa TV Visual Rasil.
- Alhamdulillah pada hari yang
- ke-21 bulan Rabiul
- Akhir tahun
- 1439 atau berbarengan dengan
- tanggal 7 ee tanggal 8 Januari tahun
- 2018.
- Alhamdulillah kita kembali kepada kajian
- sirah sahabat yang mana pada hari ini
- kami akan mengangkat kisah perjalanan
- seorang pemuda yang cerdik pandai namun
- dia tidak punya jenggot.
- Nah, wajahnya
- licin hanya satu yaitu karena
- kekurangannya tidak punya jenggot. Kalau
- sekiranya jenggot itu bisa
- dibeli itu mungkin dia sudah penuh
- dengan jenggot-jenggot yang serba wah
- atau yang serba heboh. Namun untuk hari
- ini, untuk hari ini ya di zaman now
- ini saya pernah dibuatkan jenggot palsu
- sama kawan saya. Terus hasinya di kirim
- lewat WA. Saya kaget ini siapa? katanya.
- Ya, coba direnungkan. Ternyata diri saya
- Oh, diedit. Iya, diedit. Jenggot saya
- kok jadi tebal dari mulai bagian telinga
- atas terus sampai ke bawah sampai-sempit
- di dada itu. Saya bilang, "Dari mana
- anak kok bisa?" Akhirnya saya lacak,
- akhirnya ditemukan alatnya. Oh, di sini.
- Tapi saya enggak mau niru lagi. Khawatir
- saya ditipu orang.
- Nah, ini kalau zaman sekarang orang bisa
- direkayasa wajah 60 tahun bisa wajah 30
- tahun sekarang bisa kayak anak muda lagi
- umur 20 tahun ini wajah sekarang ya
- kalau dulu memang segitu karena belum
- ditemukan
- ya saudaraku kaum muslimin yang
- dirahmati Allah subhanahu wa
- taala Qais bin Sa'ad salah satu pemuda
- Anshar. Dia anak dari seorang tokoh
- sahabat Anshar yaitu Sa'ad bin Ubadah.
- Saad bin Ubadah. Pada saat Saad bin
- Ubadah masuk Islam, maka dia beserta
- anaknya yang bernama Qais.
- Maka pada saat itu Saad berkata, "Ya
- Rasulullah, saya berikan anakku ini
- sebagai orang
- yang menyertai engkau."
- Karena Rasulullah begitu diserahin oleh
- ayahnya terhadap anaknya yang bernama
- Qais, maka Rasulullah menjadikan
- dia semacam kalau sekarang adalah
- pasukan yang kita kenal di dalam dunia
- teknologi atau di dunia dina politik
- adalah pas pampresnya. Pas pampres.
- Dialah yang selalu ada di samping Rasul.
- Masih muda anaknya.
- cerdik bukan main pintarnya
- masyaallah tapi kecerdikan kepintaran
- yang dia miliki itu selalu mengarah
- kepada negatif.
- Kenapa? Jadi niat dia, rencana dia untuk
- berbuat sesuatu itu selalu merugikan
- orang.
- Dan di samping itu ada titik-titik yang
- tidak bisa dijangkau oleh pikiran orang,
- tapi selalu
- negatif. Ah, begitu dia masuk Islam,
- Qais ini berubah
- total dari gaya
- penampilan, cara berpikir berubah total.
- Kenapa? Karena Islam mengajarkan
- kejujuran. Islam mengajarkan ketulusan.
- Islam mengajarkan tentang tanggung
- jawab. Islam mengajarkan bahwa seseorang
- tidak boleh menyakiti orang, tidak boleh
- menzalimi orang. Maka Qis ini tiba-tiba
- kayak orang yang disunglap ya dari
- asalnya hijau jadi putih.
- Waduh.
- Inilah perubahan yang begitu drastis
- yang Allah katakan dalam Al-Qur'an bahwa
- orang-orang yang sudah diberikan hidayah
- oleh Allah mereka itu
- bisibgtil dengan celupan Allah. Wah.
- Nah, Qais bin Saad ya kalau istilah
- bahasa saya
- mungkin agak geleng-geleng kepala kok
- jadi begini saya ini. Tapi semuanya
- tidak disesali. Kenapa? Karena dampak
- dari apa yang dia dapatkan dari
- Rasulullah itu membuat hati dia bahagia
- atau dia tenang. Yang tadinya kalau dia
- berbuat apa-apa selalu timbul tanda
- tanya kira-kira gul apa enggak. Nah, nah
- sekarang beda. Setelah dicelup dengan
- sigotallah, rasa tanggung jawab,
- kejujuran, keikhlasan, ketulusan,
- tanggung jawab dan sebagainya. Sekarang
- PD-nya lebih kuat lagi. Apalagi yang di
- depannya orang yang menjadi panutan
- umat, kekasih Allah, bahkan orang yang
- dicintai oleh bumi dan langit Muhammad
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
- maka hidupnya makin kuat.
- Nah, di satu
- hari dia membaca firman
- Allah dalam satu
- surat yang ayat ini membuat seolah-olah
- ditegur dia dengan ayat Allah. Yaitu
- sebuah ayat yang
- tercantum di dalam firmannya yang
- berbunyi seperti ini.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Istiqbarun fil ard wro sayi wala yahiul
- makrus sayiu illa
- biahli fahal yangzuruna illa
- sunatallahi fahal yangzuruna illa
- sunatal awwalin falang tajida
- lunnatillahi tabdila walang tajida
- lisunnatillahi tahwila.
- Masyaallah. Ini firman Allah yang sangat
- indah ya yang kita bisa temukan dalam
- surah di sini
- disebutkan surah Fatir
- insyaallah. Iya. Surah Fatir ayat 43.
- Fatir 43 yang
- artinya karena kesombongan mereka itulah
- yang terjadi di muka bumi dan karena
- rencana jahat mereka yang jahat itulah
- maka rencana jahat itu tidak akan
- menimpa salah seorang yang mereka
- rencanakan melainkan akan menimpa kepada
- dirinya seni. Masyaallah.
- Maka di sini wala yahul makrusu dan
- tidak ada rencana buruk illa kecuali
- biahlihi menimpa dirinya sendiri. Nah,
- ini ee ayat yang merupakan teguran pada
- dia sehingga dia bisa ee merubah gaya
- rencana dan apapun yang sebelumnya dia
- rencanakan. Nah, saudaraku kaum muslimin
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Beliau
- ternyata dikasih kurnia umur yang
- panjang.
- Sampai saat Rasulullah pulang kepada
- Allah, dia masih beberapa kali dia ikut
- pertempuran di zaman Rasul, dia
- ikut. Kemudian Rasulullah wafat, dia
- masih hidup ikut di zaman Abu Bakar, dia
- masih. Kemudian Abu Bakar wafat, dia
- masih hidup. zaman Umar. Begitu pula
- sampai di zaman Ali. Berarti dari mulai
- Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali itu 30
- tahun di zaman Khulafa Rasyidin, belum
- di zaman Nabi. Nah, pada saat di zaman
- Ali itu
- terjadi
- k antara Ali dengan
- Muawiyah. Banyak para sahabat yang
- kebingungan ini saya mau ada di pasukan
- mana ini?
- pasukan Ali apa pasukan Muawiyah? Nah,
- Qais bin
- Sa'ad dengan
- pertimbangan, dengan ee
- renungan, dengan penelitian, akhirnya
- dia tempatkan, "Saya berada di pihak
- Ali."
- Ah. Nah, waktu dia berada di pihak
- Ali, dia lihat Muawiyah bin Abi Sufyan
- dengan pasukannya dan didukung oleh para
- sahabat besar seperti Amr bin Ash.
- Kemudian pasukan Ali didukung oleh
- sahabat-sahabat yang terkenal. Di situ
- ada sahabat Amr bin Yasir. Woh, ini
- sahabat-sahabat yang sejak Nabi di
- Makkah dia berada di belakangnya. Belum
- sahabat-sahabat yang lain, Ibnu Abbas.
- Ah, sekalipun Ibnu Abbas tidak langsung
- terjun, tapi dia mengamati ya, tapi dia
- berpihak kepada Ali bin Abi Thalib. Nah,
- kemudian Qais
- ini
- memperhitungkan
- sehingga dia
- berkata, "Saya akan membuat satu rencana
- yang tidak bisa ditandingi oleh seorang
- pun." bangsa Arab.
- Wuh. Artinya kehebatan orang Arab di
- zaman itu kalau
- menyaingi pandangan Qais untuk membuat
- satu gebragan tidak akan ada yang mampu.
- K. Ini saking apa? Saking hebatnya dan
- diakui oleh tokoh-tokoh sahabat itu
- kehebatannya.
- Namun begitu dia mau melaksanakan
- rencana itu, ingat ayat ini surat Fatir
- ayat
- 43. Wala yahul makrus sayyiu illa
- biahli. Ahlinya dicabut lagi
- itu. Nah, dia bilang
- begini. Apa yang terjadi antara Ali
- dengan Muawiyah?
- Sesungguhnya kalau Muawiyah itu
- menang, itu kemenangannya itu bukan
- karena kelicikannya, tapi karena
- kesalehannya kalau dia
- menang. Tapi ternyata yang terjadi apa?
- Dari pihak Muawiyah, cucu mengadakan
- satu gerakan yang menimbulkan kecurangan
- dari pihaknya, yaitu adanya pasukan yang
- mengatasnamakan kita harus berlindung
- atau berhukum dengan Quran. Nah, Ali bin
- Abi Thalib mendengar ee komentar itu
- bahwa hukum yang sesungguhnya adalah
- hukum itu hukum Allah, bukan hukum
- buatan manusia.
- La hukma illa billah. Tidak ada hukum
- kecuali punya Allah.
- Akhirnya ini pandangan yang disebarkan
- oleh Amr bin Ash di tengah-tengah
- pasukan terdengar oleh pasukan yang ada
- di pihak Ali bin Abi Thalib. Dan
- kemudian sampai kepada Ali. Apa komentar
- Ali?
- Kata Ali, Quran yang dibaca benar, tapi
- niatnya enggak jujur. Nah, jadi ada
- hal-hal yang tersembunyi di balik itu.
- Jadi, Ali bisa membaca dengan ketajaman
- ilmunya.
- Ternyata apa yang Ali katakan? Kata Ali,
- "Kamu enggak usah
- berhenti. Kamu tetap berjuang karena
- kita melaksanakan kebenaran."
- dia sudah saya
- suratin supaya dia tobat, tapi dia
- sekarang angkat senjata kita
- hadapi. Nah,
- kemudian di tengah-tengah itu para
- sahabat banyak yang bingung
- lagi. Sekalipun sudah memulai tapi
- beberapa tokoh sahabat ada yang
- menunggu. Kenapa? Karena di situ ada Amr
- bin apa? Ada yang disebut namanya Amr
- bin
- Yasir. Nah, dia ingat suatu saat Nabi
- pernah berkata, kata Nabi, "Tidaklah Amr
- terbunuh
- kecuali yang membunuh itulah orang-orang
- Bugot." Nah, enggak lama kemudian Amar
- bin Yasin wafat terbunuh. H.
- itu yang tadinya sahabat pada nongkrong
- bingung. Akhirnya mereka langsung
- berdiri di pihak Ali bin Abi Thalib. Dan
- tidak sedikit pasukan yang tadinya
- berpihak kepada Muawiyah berbelok
- menjadi pasukan Ali bin Abi Thalib.
- Kenapa? Setelah melihat gugurnya Amr bin
- Yasir. Karena Rasul pernah mengatakan,
- "Tidaklah terbunuh Amr bin Yasir kecuali
- dibunuh oleh kaum Bugot, kaum
- pemberontak." Nah, di situlah. Nah,
- kemudian di tengah-tengah pertempuran
- yang begitu hebat itulah keluarlah fatwa
- tidak ada hukum kecuali adalah kembali
- kepada hukum Allah. Kata Ali, bohong itu
- ayatnya benar cepat tujuannya beda. Tapi
- karena pasukan Ali lama-kelamaan
- mendengar itu akhirnya bilang mereka
- ternyata tidak hanya itu, mereka minta
- berdamai juga. Kata Ali, "Iya berdamai
- benar tapi niatnya bukan berdamai yang
- sesungguhnya." Jadi Ali selalu mengelak
- ya mungkin karena ketajaman ilmunya.
- Ternyata pasukan Ali
- lama-kelamaan
- luntur meletakkan senjata. Kata Ali,
- "Kenapa?" "Habis mereka minta berdamai
- gimana?" "Ya sudah," kata Ali, "Kita
- berhenti, kita aku nah siapa yang kita
- angkat yang pantas menghadapi
- juruundingnya?" Maka dari pihak Ali
- ditunjuklah yang pertama Ibnu Abbas.
- dari pihak Muawiyah, Amar bin Ash. Cuma
- begitu disodorkan Ibnu Abbas, mereka
- nolak enggak mau. Kenapa? Karena Ibnu
- Abbas sudah diakui kealimannya,
- kecerdasannya, dan semangatnya adalah
- menyampai kebenaran. Sehingga Ibnu Abbas
- ditolak. Terus mereka menyerangkan,
- "Udah Abu Said aja Alhudri."
- Ah, akhirnya dia ditunjuk kemudian dia
- tampil.
- Ternyata
- begitu dialoh sebelumnya lobi lobi
- lebihi siapa yang akan berkata duluan?
- Pihak Ali, Pak Muawiyah belakangan.
- Begitu pihak Ali menyampaikan isinya
- bahwa ee kekhalifahan kami makjulkan
- dari Ali, maka akan diserahkan kepada
- kaum muslimin di tempat ini. Turun dia.
- Begitu turun naik itu pihak dari
- Muawiyah. Muawiyah kata juru bicaranya,
- "Sagaimana Anda katakan eh sebagaimana
- barusan dikatakan, Anda telah mendengar
- dan saya akan katakan bahwa saat mulai
- saat inilah saya tetapkan Muawiyah
- sebagai pemimpin kalian." Nah, tadi
- dalam pembicaraannya sama-sama keduanya
- mau memakajurkan, memenurkan. Ah, di
- situlah ee pihak Ali merasa kecewa,
- dibohongin. Nah, akhirnya pihak Ali
- sebagian mundur, sebagian mereka juga
- ada yang tetap istikamah. Bahkan di
- situlah ada yang kita sebutkan yaitu
- pasukan yang berlebihan.
- ke Ali enggak, ke Muawiyah enggak,
- bahkan membuat satu pron tersendiri,
- bikin grup sendiri. Nah, itu yang
- disebutkan ee kelompok yang istilah kita
- ini ee kelompok
- gerombolan dan ini dipimpin oleh orang
- yang cerdas juga. Maka Ali menghadapi
- ini akhirnya kata Ali ini musuhnya
- tambah lagi satu lagi. Akhirnya oleh Ali
- mereka
- dibersihkan dan terjadilah peristiwa
- yang disebutkan peristiwa nahawan.
- Nahawan. Nah, yaitu perang di sebuah
- perbatasan yang di situ ada sungai
- sungai Nahawan dan pertemuan hebat
- terjadi antara pihak Ali dengan pihak
- mereka dan akhirnya mereka kucar kasir
- dibasmi semua. itu yang mereka
- mengatasnamakan tidak ada hukum kecuali
- hukum Allah. Ahah. Tapi ternyata mereka
- membenci sahabat Nabi. Jadi
- sahabat-sahabat Nabi itu dianggapnya
- kecil, ibadahnya enggak seberapa. Nah,
- jadi itulah disebut istikbarat. Merasa
- kesombongannya, ibadahnya lebih hebat,
- akhlaknya lebih hebat, perjuangannya
- lebih hebat. Sehingga sahabat-sahabat
- Nabi yang mulia itu dianggapnya kecil
- semua. Ah, ini kesombongan ya. Maka Ali
- tidak membiarkan akhirnya mereka
- diberantas dan akhirnya bersih mereka
- dari Madinah. Itulah ee sekilas kisah
- yang terjadi di tengah-tengah para
- sahabat. Dan alhamdulillah sahabat Bagik
- ini ya yang tadi kita sebutkan Qais bin
- Sa'ad dia ternyata alhamdulillah berada
- di pihak Ali bin Abi Thalib. Demikian
- waluminkum wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]
- Yeah.