Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:10 tabarakalladzi nazzalal furqana ala 0:15 abdihi liakun 0:18 lilam 0:21 Nir alladzi 0:27 [Musik] 0:28 lahuusti 0:34 [Musik] 0:39 amakunahu walam yattakhidz 0:43 Wada Wam Yakun lahu 0:48 syarikun fil Mulki walaqa 0:53 kullaai 0:58 wqq 1:11 alihatan laa 1:15 yakluquunaai 1:20 yukhlaquun Wal yamlikuna 1:26 lifusihim wa Nafa 1:30 Wal yamlika 1:33 maut W 1:36 Hay 1:37 [Musik] 1:39 wur 1:42 waqadina 1:45 kafaru 1:47 in 1:49 illa 1:54 if 1:56 [Musik] 1:58 in 1:59 [Musik] 2:09 un 2:13 [Musik] 2:15 faqul 2:17 wur 2:20 waqu 2:22 asatirul 2:25 [Musik] 2:28 awal 2:30 [Musik] 2:35 ahiumaii 2:38 Bu wa 2:40 Asila Qul 2:45 anzalahuladzi yalamus sirro Fis 2:49 samaawati Wal ARD 2:53 innahu kaana 2:58 gfururahim 3:05 sqallahulim Bismillahirrahmanirrahim 3:07 dear Leaders dan calon Leaders di 3:10 seluruh Indonesia dan luar negeri 3:11 kembali lagi kita pada acara Indonesia 3:13 Leaders talk setiap Jumat malam pukul 20 3:16 yang pada malam ini mengambil tema salah 3:19 satu isu luar negeri ee di mana 3:22 ee presiden di Sri Lanka yang saat ini 3:26 eh sedang digoyang dan diturunkan oleh 3:29 rakyatnya Malam ini kita mengambil tema 3:32 tentang Sri Lanka Ada apa denganmu 3:34 sahabat-sahabat sekalian ee saat ini 3:37 Resesi ekonomi sedang terjadi di 3:40 berbagai belahan dunia Salah satu 3:42 penyebabnya akibat krisis eh konflik eh 3:47 antara Rusia dengan Ukraina yang 3:49 berimbas eh kepada 3:52 eh stabilitas ekonomi finansial di 3:56 berbagai negara negara-negara besar 3:58 sudah mengalami inflasi besar-besaran ya 4:01 yang paling merasakan dampaknya Amerika 4:04 beberapa negara Eropa bahkan di berita 4:07 terbaru kita juga melihat bahwa eh Boris 4:11 Johnson sudah mengundurkan diri eh 4:13 sebagai Perdana Menteri Inggris kemudian 4:16 ee di Itali juga sedang ee digoyang juga 4:21 ya pemerintahannya ya perdana menterinya 4:23 juga 4:25 ee apa juga sedang di tuntut oleh rakyat 4:29 nya dan juga ee sebelum negara-negara 4:32 tersebut dan salah satu yang agak 4:34 fenomenal adalah Sri Lanka di mana kita 4:37 lihat di pemberitaan sampai rakyat Sri l 4:39 langka itu menduduki ee e rumah Presiden 4:44 ya rumah dinas Presiden Sri Lanka dan 4:46 presiden Sri lankanya Ee tidak 4:49 bertanggung jawab e tanpa memiliki rasa 4:52 tanggung jawab ee melarikan diri ke luar 4:55 negeri Ya masih agak mending mungkin 4:58 kalau kita dengar bagi Bagaimana 5:00 presiden Ukraina ya yang masih tetap 5:02 terus di tengah situasi perang 5:05 bertanggung jawab tentang apa ee 5:07 amanahnya sebagai presiden nah eh 5:11 Bagaimana korelasinya dengan kondisi 5:13 sosial politik Indonesia ya kondisi 5:15 sosial politik ekonomi di luar negeri 5:18 yang sekarang sedang bergejolak salah 5:20 satu eh akar penyebabnya adalah masalah 5:23 ekonomi yang berimbas kepada 5:25 kepemimpinan politik dan kita ingin 5:28 mengevaluasi yang sudah hadir pada malam 5:30 ini salah satu ekonom kita Dr eh Antoni 5:34 budwan ya beliau adalah managing direct 5:38 political economy and policy studies ya 5:40 peps nah eh dan sudah beberapa kali 5:43 hadir bersama kita di inialok Selamat 5:46 malam Dr Antoni Selamat malam i Dr an 5:52 Salam sehat Dr Anton kalau kita lihat di 5:55 tulisan-tulisannya di sosial media ya di 5:58 Twitter dan lain-lain ini sangat banyak 6:00 membahas terkait dengan kondisi yang ada 6:02 di Sri Lanka dan mencoba merefleksikan 6:05 dengan kondisi Indonesia saat ini nanti 6:07 mungkin kita ingin mendengar juga secara 6:09 langsung Bagaimana Dr Antoni membedah 6:12 menganalisis kondisi Sri Lanka dan EE 6:16 dunia Global secara umum dan juga kita 6:18 melihat Bagaimana kondisi prospeknya di 6:20 Indonesia ini sudah mulai menjalar ya 6:22 Dok harga-harga sudah mulai dinaikkan ya 6:25 harga ee BBM dan beberapa harga sembako 6:30 lainnya nanti akan segera meningkat kita 6:32 tidak tahu karena ada analisis 6:34 kemungkinan puncaknya di Indonesia nanti 6:36 tahun 2023 gitu ya nanti mungkin kita 6:38 lihat Bagaimana E proyeksi kondisi 6:42 ekonomi sosial politik dari Dr Antoni 6:44 Budiawan dan juga yang sudah hadir juga 6:47 bersama kita tuan rumah inial ST ini 6:49 duet Pak Mardani dan Bung Roki gurung 6:51 Selamat malam Asalamualaikum pakani Bung 6:55 Riam waramam Selamat malam ini duet 6:59 Terima kasih Prof Iya selamat selamat 7:02 menunggu Raja paksa Raj 7:07 paksaang ini I Raja paksu sudah di 7:10 Singapura Oh ya bentar lagi ke Indonesia 7:13 Iya itu malam malam ini dia naik 7:15 speedbat ke ke Riau ke Batam Batam ke 7:19 Batam akan ketemu dengan Sri Mulyani di 7:22 Batam jadi Sri Langka dan Sri 7:27 mlyani baik 7:29 satsahat sekalian eh kita segera akan 7:32 membahas terkait dengan tema malam ini 7:34 Sri Langka Ada apa denganmu Tetapi 7:37 sebelum kita masuk nanti oleh Pak 7:39 Mardani eh Saya ingin mengucapkan terima 7:42 kasih sebesar-besarnya kepada seluruh 7:43 pemirsa Setia Ind stok di dalam negeri 7:46 dan luar negeri dan juga e kepada 7:49 rekan-rekan media wartawan yang terus 7:51 Setia membersamai menyaksikan ee Meliput 7:55 dan memberitakan acara ini mudah-mudahan 7:57 menjadi sumbangsih konten positif dan 7:59 mencerdaskan bagi seluruh rakyat 8:00 Indonesia dan masukan bagi para 8:03 pengambil kebijakan di negeri ini ee 8:05 rekan-rekan sekalian yang ingin 8:06 mengaksikan acara ini bisa disaksikan 8:09 secara langsung melalui channel YouTube 8:11 e Mardani alisera dan juga Facebook 8:13 Beliau juga channel YouTube PKS TV dan 8:17 rasil TV dan juga disiarkan secara 8:20 langsung melalui channel radio rasil AM 8:23 720 am ya Bagi sahabat-sahabat setia 8:27 yang ingin mendengarkan melalui channel 8:29 radio yang ingin hemat bandwid ya bisa 8:32 mendengarkan langsung Buka radio di 8:34 channel radio rasil 720 AMM dan juga di 8:36 relay oleh beberapa jaringan rasil di 8:40 beberapa kota di Indonesia baik 8:42 sahabat-sahabat sekalian e langsung kita 8:45 masuk pada diskusi inial stok pada malam 8:47 ini terkait dengan tema Sri l langkaada 8:50 padenganmu sebagai pengantar kepada Pak 8:53 Mardani dipersilakan Pak izin Prof 8:56 Antoni Bro Bismillahirrahmanirrahim 8:59 alamualaikum Warahmatullahi 9:02 Wabarakatuh Alhamdulillah Allahumma Shi 9:05 ala sayidina 9:07 Muhammad Selamat malam dan salam 9:10 sejahtera untuk kita semua bahagia 9:12 sekali Indonesia leader talk edisi 9:15 berapa De 9:16 kita sudah 9:21 302 Sebentar lagi kita akanesial Ed 9:25 edisi ke sekarang 9:28 5 5 pakan lagi semoga 9:31 ee apa yang kita lakukan seperti Bang 9:34 haldi tadi bilang ee dapat menjadi civic 9:38 education agar nasib Indonesia tidak 9:42 seperti Sri l langka ya karena eh 9:46 eh pemimpin itu lahir dari rahim 9:50 masyarakatnya ketika 9:52 masyarakatnya tidak kritis tidak etis ya 9:56 tidak logis gu maka lahir lah 9:59 pemimpin-pemimpin yang 10:01 EE bukan menjadikan negara dan rakyat 10:05 Sebagai pertimbangan utamanya tapi 10:08 justru kroni oligarki dan juga 10:11 kepentingan keluarga ya Ee sehingga ee 10:14 berbagai hal justru yang lebih mengemuka 10:17 ketimbang pembahasan atau kajian atau 10:20 kebijakan buat 10:22 rakyat yang kedua tentu teman-teman 10:25 sekalian ee Sri Lanka harus jadi 10:27 pelajaran ya karena 10:29 dulu sriilanka salah satu yang dianggap 10:32 keajaiban karena punya letak yang luar 10:35 biasa ee enggak tahu Bung Roki sudahudah 10:37 Saya belum pernah ke sana Bung Roki eh 10:40 nanti nanti besok kita pindahin ibukota 10:42 ke 10:44 sana 10:47 eh salah satu 10:50 eh surga bagi wisatawan untuk 10:54 mendapatkan banyak sekali karena 10:56 keindahan alam sriilanka tetapi karena 10:59 salah urus salah manage dan salah Leader 11:03 jadi hancur eh berkeping-keping seperti 11:06 sekarang ya kalau di Quran ada 11:11 dikatakan bahwa Allah mempergikan 11:14 mempergilirkan hari-hari di antara 11:16 manusia apa yang terjadi di Sri Lanka 11:19 baik kompak itu Bu Sri Mulyani dan 11:22 seluruh eh and un eh teman-teman yang di 11:26 pemerintahan punya orkestrasi enggak 11:28 akan terjadi di Indonesia tetapi 11:31 bersyukur malam ini Prof anthoni dengan 11:33 eh pisau analisa dan data yang sangat 11:36 tajam Saya yakin nanti bisa membedah Ada 11:39 kesamaan tentu tetap ada perbedaan ya 11:42 kalau kita To Big To Be fail itu tetapi 11:46 eh Nothing Impossible Bagaimana Pak 11:49 Harto yang tahun 11:51 6 eh Golkar ataupun eh partainya masih 11:56 masih 86% bahkan ee terpilih waktu 86% 12:02 saya ingat itu waktu 12:04 9 7 Pemilu 97 tapi ternyata eh tidak 12:08 sampai setahun berubah menjadi eh quote 12:12 and unquote eh yang tadinya salah satu 12:14 pemimpin tertinggi punya banyak catatan 12:16 akhirnya harus eh berganti kepemimpinan 12:20 dari krisis ekonomi berubah menjadi 12:22 krisis sosial belakangan menjadi krisis 12:25 politik yang itu 12:27 ee 17 tahun Indonesia mundur ya karena 12:32 kita tidak melakukan transisi yang 12:34 smooth yang baik yang e betul-betul 12:37 beradab Nah karena itu tiga hal Bang 12:40 haldi yang ingin saya sampaikan Yang 12:42 Pertama eh kalau viso analisa politis eh 12:46 ekonomis Prof Antoni nanti kalau 12:48 filosofis B rocki dan macam kalau saya 12:50 cuma satu everything Rises and fall on 12:53 leadership lagi-lagi segala sesuatunya 12:55 naik turun karena kepemimpinan 12:57 eh 12:59 pastikan 2024 Kalau Bu Roki mau 13:02 sebelumnya Itu haknya ada yang mau 13:05 panjang ada yang mau no problem no 13:07 problem at all gu tapi eh pastikan kalau 13:11 regularly 2024 kita pilih pemimpin yang 13:15 betul-betul paham dan ngerti Jangan 13:18 sampai eh eh IQ individu itu bisa 120 13:23 tapi IQ total e satu bangsa atau satu 13:27 kabinet bisa 60 karena memang IQ 13:30 pemimpinnya itu yang bikin semuanya 13:31 menjadi kelihatan bodoh 13:34 G 200 IQ tapi 13:38 sekolam Nah jadi pastikan ya karena 13:42 pemimpin yang baik itu yang justru dapat 13:45 melejitkan semua potensi kebaikan dari 13:48 timnya Bagaimana eh Pogba yang tadinya 13:52 punya masalah berubah menjadi e melejit 13:56 karena kepemimpinan pelatih yang bagus 13:59 ya sebaliknya Karim Benzema yang tadinya 14:01 tidak eh eh biasa saja di bawah Kementan 14:05 Ancelotti menjadi salah satu e calon 14:09 pelaih Baron the olor eh yang sekarang 14:12 ini eh sangat besar kemungkinan 14:14 dimenangkan oleh Karim Benzema jadi 14:17 pastikan 2024 teman-teman buat riset 14:20 sendiri ya buat track recordnya Jangan 14:23 cuma karena eh wajar kalau ada satu kota 14:27 di tengah Jawa tiba-tiba melejit karena 14:31 semua menteri datang ke situ semua 14:33 anggaran diberikan Semua dukung 14:34 tiba-tiba diklaim ingin menjadi salah 14:37 satu itu sesuatu yang sangat tidak Apple 14:39 to Apple dan tidak simetris pastikan 14:43 Yang menentukan kita sendiri teman-teman 14:45 buat riset sendiri buat kajian sendiri 14:49 Cari YouTube Prof Antoni Bro Bro Roki 14:52 Gerung dan lain-lain betul cari mana 14:55 pemimpin yang kita perlukan karena di 14:57 Indonesia ini kadang-kadang problemnya 14:59 ekonomi gitu loh 15:01 ee materi yang kampanye yang disampaikan 15:04 bukan ekonomi tapi orang milihnya kan 15:06 apa karena dekat karena masuk ke 15:08 gorong-gorong karena macam-macam harus 15:10 pilih sesuai dengan apa Masalah cari 15:13 pemimpin yang sesuai dengan masalahnya 15:14 pada 5 tahun ke depan ini sehingga 15:16 betul-betul kita dapat pemimpin yang 15:18 baik dan belum tentu popularitas itu 15:21 sesuai dengan kapasitas walaupun 15:24 biasanya popularitas diikuti dengan 15:26 isitas ya karena oligarki pasti akan 15:28 datang bro gitu nah kita cari yang punya 15:30 kapasitas dan integritas jangan 15:32 sebaliknyaau 15:33 gu poin dua yang ingin saya sampaikan 15:36 Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita 15:39 dikatakan To Big To Be fail Oke kita 15:41 punya cadangan devisa 139 miliar US 15:44 Dollar walaupun kalau Prof Anton nanti 15:47 bisa detailkan 7 bulan impor tetapi 15:50 vulnerability kita nih dengan kasus 15:53 Rusia lawan ukrain yang tidak selesai 15:56 Sekarang eh 1o udah setara dengan 1 16:00 dolar ya Prof Antoni ya Eh itu 16:03 menunjukkan I menunjukkan betapa 16:06 geopolitik global dan e 16:09 ekonomi global kita sangat berpengaruh 16:11 dan Rusia Katakan belum mengeluarkan 16:14 senjata eh andalannya walaupun kita 16:17 sangat tegas Ukraina adalah sebuah 16:20 negara berdaulat yang harus didukung 16:22 yang harus ditegakkan hukumasal tetapi 16:25 Dampak krisis ini masih sangat masih 16:29 sangat tidak bisa diprediksi dan pasokan 16:33 rantai supply chain dan segala macam 16:37 hati-hati hati-hati hati-hati saya cuma 16:39 ingin pesan buat semua teman-teman ilt 16:42 ayo Kencangkan ikat pinggang e perbanyak 16:45 produksi ketimbang konsumsi 16:47 eh lebarkan sayap untuk menjadi e sosial 16:52 safety net setiap kita harus bisa 16:55 nanggung ponakan kita anak yatim 16:58 tetangga kita betul-betul menjadi 17:00 pribadi yang siap rumahnya Bung RG siap 17:04 tuh untuk dikunjungi kami rumah kami 17:06 juga siap untuk jadi teman-teman 17:08 sekalian eh eh Things Will Get Harder 17:13 tetapi will get like much lighter softer 17:18 kalau kita punya saling menjaga 17:21 benar-benar saling 17:23 Eh kalau kata nabi kan tahadu tahabbu 17:27 saling memberiak kalian kalian Saya 17:29 mencintai Ayo perbanyak infak zakat 17:32 sedekah perbanyak charity perbanyak 17:35 filantropi karena 17:37 ee biarkan mereka yang bersalah dihukum 17:40 ya tetapi tugas kita menjaga agar 17:43 masyarakat tidak kena hantaman yang kuat 17:47 ya walaupun eh poin tiga eh how can you 17:51 go ya Eh dengan Eh sekarang nih Prof 17:55 Antoni Saya punya sedikit analisa ya 17:58 memang bleeding ya bleeding sekali APBN 18:01 kita terkait dengan subsidi ya karena 18:05 dan subsidi kita dengan basis data yang 18:07 tidak jelas apalagi akrobatik yang 18:10 sangat ee lucu dan tidak cerdas terkait 18:13 semua harus pakai aplikasi ee yang salah 18:17 negara yang disuruh menanggung kebodohan 18:19 itu masyarakat dengan memasang aplikasi 18:22 Mestinya kan dengan pendekatan data yang 18:25 benar gitu subsidi itu bisa langsung Dir 18:29 kepada orang bukan kepada barang gitu 18:31 nah ini pemerintah tidak mau bekerja 18:34 rakyat yang disuruh untuk menanggungnya 18:36 dan karena itu poin t teman-teman 18:38 sekalian teruslah kritis teruslah e 18:42 eh Lakukan sesuatu yang logis dan etis 18:47 sehingga kita bisa jaga negara kita 18:50 walaupun 18:51 Eh kalau naik pesawat ini bumping gitu 18:55 loh Tapi kita tetap Insyaallah akan tiba 18:57 di tujuan kalau 19:00 2024 kita bisa memilih pemimpin yang 19:02 benar begitu Bang 19:04 Aldi Baik terima kasih Pak Mardani 19:08 eh saya barusan membaca ini Pak Mardani 19:13 berita di detik entah ada kaitannya 19:15 dengan acara kita di detik di 19:19 diberitakan Opung Luhut menyatakan kalau 19:22 ada yang menyamakan Indonesia dengan Sri 19:25 l langka itu sakit jiwa tiba-tiba keluar 19:26 berita di detik Ni sekarang 19:29 Nah itu gara-gara bang haldi itu itu 19:33 wilayah 19:37 wilayah baik sekarang kita lihat secara 19:41 rasional dan faktual berdasarkan 19:43 data-data dan kajian ilmiah Apakah benar 19:46 kondisi Sri l langka itu suatu saat akan 19:49 menjalar juga ke Indonesia kepada dok 19:52 Anton 19:55 dipersilakan terima kasih ini saya bisa 19:58 Share screen Enggak Oh bisa teman-teman 20:01 tolong di bisa sekali Prof 20:07 Iya sudah Prof supaya bisa kita bisa 20:10 lihat sama-sama sebentar 20:13 oke entar saya buat 20:17 dulu silakan Prof Iya sebentar ini ya 20:22 saya enlarch dulu nah ini share screen 20:27 eh 20:31 eh sudah bisa sudah kelihatan ya ya ya 20:35 silakan judulnya saya ganti bukan 20:37 sriilanka Ada apa denganmu tapi ada apa 20:40 dengan Ada apa dengan srianka apa kabar 20:44 Indonesia we as iya iya iya jadi kalau 20:49 kita lihat ini keren keren banyak sekali 20:53 juga yang beredar seperti salah satu 20:55 adalah yang tadi ya bahwa kalau 20:59 menyamakan Indonesia dengan Sri Lanka 21:02 itu 21:03 adalah tidak benar apa kurang sehat ya 21:08 tapi mereka juga cuman melihat beberapa 21:11 titik tapi seperti tadi Pak Mardani 21:14 katakan bahwa tidak ada yang sesuatu 21:17 yang tidak bisa mungkin yang tidak 21:19 mungkin bisa terjadi jadi apa pun masih 21:22 bisa Ada kemungkinan Nah kita lihat 21:26 Kenapa Bahwa saat ini 21:29 dikatakan Indonesia itu memang tidak 21:31 akan seperti Sri l langka maksudnya 21:34 tidak akan terjadi krisis neraca 21:37 pembayaran kan gitu tidak akan terjadi 21:40 krisis cadangan devisa Nah kalau kita 21:43 lihat Kenapa tidak terjadi begitu karena 21:46 katanya utang kita 21:49 eh dibandingkan dengan ini sangat rendah 21:52 ya nah jadi kalau kita lihat 21:55 adalah pertama kita melihat dari 21:58 kesehatan suatu ekonomi 22:01 ekonomi itu sehat ya kalau kita bicara 22:04 mengenai risiko dari seperti eh 22:08 eh Sri Lanka maka yang kita lihat adalah 22:13 sebetulnya transaksi 22:15 internasional Jadi bahwa transaksi 22:19 berjalan ini adalah menghasilkan 22:22 devisa menghasilkan 22:24 devisa nah Berapa banyak kita bisa 22:27 menghasilkan ba Nah jadi kalau kita 22:29 lihat adalah sejak 22:33 2011-22 kita punya neraca transaksi 22:35 berjalan itu tidak begitu terlalu 22:37 beda-beda banget dengan Sri Lanka Nah di 22:41 sini memang kita harus komare dengan 22:44 yang 2019 sebelum krisis atau 2020 lah 22:49 ya tapi kita yang itu adalah Lihat 22:51 kondisi 22:53 2019 Kenapa saya katakan 2019 karena di 22:57 itu kita mau melihat resistensi daripada 23:00 ekonomi kalau terjadi guncangan nah 23:03 guncangan itu ada di 23:05 2020 guncangan pandemi tapi pandemi 23:09 adalah satu hal yang membuat Sri Lanka 23:12 adalah cololaps karena pendapatan ekspor 23:15 Dia turun jauh Nah nanti kita lihat jadi 23:18 pertama adalah yang menentukan adalah 23:20 sehat atau tidaknya suatu ekonomi adalah 23:22 mereraca transaksi 23:24 berjalan ini antara Sri Lanka dan 23:27 Indonesia nah di Indonesia itu minus 0,4 23:31 tapi kemudian di 2012 itu kita sudah 23:34 positif Karena Kanya di 23:37 2021 nah ini 23:41 adalah 23:43 pandemi itu membuat 23:46 ekonomi dari Sri Lanka dan Indonesia itu 23:50 bertolak belakang artinya Indonesia 23:53 diselamatkan 23:55 oleh pandemi Sri Lanka Terpukul oleh 24:00 pandemi nah diselamatkan Kenapa 24:03 diselamatkan kita 24:06 punya transaksi berjalan itu defisitnya 24:09 mengecil dan menjadi 24:13 positif Karena berkahnya adalah karena 24:16 dari harga komoditas nah itu yang 24:18 pertama ya Jadi kita itu mendapatkan 24:21 berkah dari eh 24:25 dari dari pandemi khusus khususnya 24:28 setelah mendapatkan 24:29 eh kebijakan-kebijakan quantitatif ising 24:33 l mone polusi 24:36 dan berakibat kepada harga komoditas 24:39 yang naik yang membuat inflasi tinggi 24:43 nah 24:46 ini nah kalau kita lihat 24:50 risiko katanya Indonesia tidak seperti 24:53 Sri Lanka karena apa Karena Sri Lanka 24:56 dia punya ya terhadap utangnya terhadap 25:00 rasio utang terhadap GNI gross National 25:03 income atau kita bilang GDP aja hampir 25:05 sama aja Nah di sini jauh lebih tinggi 25:08 dari Indonesia makanya tidak mungkin 25:10 katanya B Indonesia seperti Sri Lanka 25:14 karena di sini katanya sangat bagus 25:16 sekali Memang dari lihat dari apa hutang 25:21 rasio utang terhadap PDB ya bahwa 25:24 Indonesia rendah tetapi daripada krisis 25:28 ee neraca pembayaran itu bukan ada di 25:33 rasio hutang terhadap PDB karena rasio 25:38 Neraca Pembayaran adalah rasio utang 25:41 luar 25:42 negeri Jadi bukan rasio utang total 25:45 terhadap PDB Nah jadi kalau kita lihat 25:48 rasio utang luar negeri ya dibandingkan 25:52 dengan Berapa banyak kita bisa dapat 25:56 ekspor ya nah Nah di sini adalah yang 25:58 disebut De service ya kan kemampuan kita 26:02 membiayai utang yang jatuh tempo utang 26:05 dan bunga yang jatuh tempo lalu di 26:08 dibandingkan dengan kemampuan kita 26:10 mendapatkan devisa yaitu dari ekspor 26:13 barang dan jasa dan dari pendapatan dari 26:17 luar negeri Nah ini nah kalau kita lihat 26:21 di sini enggak jauh-jauh banget bahwa 26:25 Indonesia S Sri Lanka itu B mirip 26:28 nah angkanya saya perjelas di sini yaitu 26:31 Indonesia pada 26:33 2019 itu rasionya itu lebih buruk dari 26:37 Sri 26:38 Lanka Kenapa saya katakan 2019 ini 26:42 sangat penting ini sama-sama keadaan 26:45 normal lalu keadaan tidak normal pandemi 26:48 pandemi ini membawa berkah kepada 26:51 Indonesia di mana kemudian Dep service 26:54 raationya turun karena dia mendapatkan 26:56 devisa 26:58 Ya untuk itu nah Sri Lanka service Raya 27:02 31,7 menjadi 27:04 39 27:06 nah ini tahun1 lagi tahun 2021 lebih 27:10 parah lagi nah terjadilah krisis di situ 27:14 Ini Trigger dari krisisnya jadi di masa 27:17 pandemi harga komoditas itu melonjak 27:20 nanti saya Tunjukkan bahwa berapa nih 27:23 harga komoditas 27:24 melonjaknyaah di situ terjadi Indonesia 27:28 ornya naik dan Dep service raationya 27:31 turun Sri Lanka 27:33 kebalikannya yaitu dia punya Dep service 27:37 ratio naik karena dia punya ekspor turun 27:40 ekspor itu dari pariwisata dan 27:42 sebagainya semuanya Lockdown Dia 27:46 turun pertanyaannya adalah bagaimana di 27:49 tahun 27:50 2020 tahun ini dan tahun 2023 yang eh 27:55 yang akan 27:56 datang nah risiko dari Indonesia adalah 28:00 kalau harga komoditas itu anjrok 28:03 bagaimana dia akan kembali kepada 28:07 situasi seperti ini Dep service 28:10 raationya akan meningkat 28:12 tajam Nah di sini bisa memicu sampai 28:16 sejauh mana ini bisa memicu krisis 28:18 valuta dan krisis cadangan devisa atau 28:21 krisis neraca pembayaran seperti Sri 28:26 Lanka kalau dia anloknya dalam itu akan 28:30 terjadi bisa terjadi apalagi situasi 28:34 dunia sedang 28:36 Resesi lalu terjadi keluar outflow ya Eh 28:42 dolar akan ditarik luar negeri nah 28:45 kebalikannya nanti kalau ini harga 28:49 komoditas turun inflasi turun dan 28:53 ekonomi serilangka menjadi membaik ini 28:55 adalah bisnis cycle daripada fundamental 28:58 daripada ekonomi itu sendiri dari setiap 29:01 negara yang 29:02 berbeda 29:03 Nah di sini nah kita lihat inilah yang 29:08 membuat berkah bagi Indonesia ini saya 29:12 ini indeks yaitu minyak sawit karet dan 29:15 batubara kita lihat sudah sampai kalau 29:19 kita bandingkan dari April 2020 ini 29:22 sudah naik ya sudah hampir dua kali 29:25 lipat Juni 2021 sampai kurang lebih 29:28 setahun lah ya sampai ini Lalu di sini 29:31 sudah 29:33 4,94 kali lipat saya hampir lima kali 29:36 lipat untuk batubara naik dari April 29:41 sampai Mei 29:43 2022 ini 2,8 kali lipat karet masih baru 29:49 1,5 kali lipat ini yang membuat ekspor 29:53 Indonesia meningkat tajam ya dari tahun 29:57 sor yang ini ya ekspornya meningkat 30:00 tajam 2020 dan 30:05 2021 ini yang menyelamatkan ekonomi 30:10 Indonesia Nah buat Sri Lanka malah 30:13 terkena getahnya dia yang terkena adalah 30:16 inflasinya karena dia punya harga 30:19 komoditas naik inflasi naik dia tidak 30:22 bisa e kecukupan untuk ke e devisa dia 30:27 sulit untuk bayar Dia punya tangan 30:33 dan BBM diinilah krisis di situ untuk 30:38 sriil langka Nah sekarang kita 30:42 lihat ini yang 30:44 memicu sriilanka dari 2019 ekspor turun 30:49 30% hampir 30% ekspor turun 30% ya lebih 30:56 ya Indonesia meskipun ekspor turun 30:59 tetapi neraca perdagangannya itu ee 31:02 neraca perdagangannya itu masih ini 31:03 impor pun sebetarnya di 2020 turun 31:06 sehingga neraca perdagangan itu 31:09 meningkat tajam meskipun ekspornya turun 31:12 Nah jadi kita lihat di sini 31:18 bahwa penurunan ekspor 30% ini 31:24 sangat sangat buruk bagi eh bagi Sri 31:28 Lanka dan memberikan dampak yang sangat 31:30 buruk sekali terhadap mereka punya 31:32 cadangan devisa nah In The End bahwa 31:37 Kalau 31:39 ekspor turun ya tadi kita bilang bah Dep 31:43 service itu Kalau ekspornya turun 31:45 semuanya turun maka kita tidak bisa 31:47 bayar kita punya de de service maka 31:50 ekspornya turun primary income turun dia 31:53 punya ituah sulit untuk memenuhi itu itu 31:55 yang terjadi In The End 31:58 adalah bahwa cadangan di visa Memang 32:02 secara stok itu adalah cukup penting Nah 32:05 kita 32:06 lihat dari 13,6% total reserve ya Apa 32:11 Dari eh persentase dari eksternal e 32:14 hutang luar negeri yaitu 32:16 13,6 6% menjadi tinggal 32:20 10% ya reserve-nya itu keluar tajam 32:23 sekali terjadi arus balik keluar ekspor 32:26 turun dan terjadi juga uang keluar ini 32:29 yang memicu tapi jangan lupa Jangan 32:32 dianggap sekarang ini adalah cukup kuat 32:35 lalu tiba-tiba mengatakan bahwa ini 32:37 tidak mungkin terjadi krisis kita lihat 32:40 di 2011 sama di 2013 ini harga komoditas 32:45 turun tajam ini langsung kita punya 32:48 total reser ini turun tajam kita punya 32:51 defisit itu meningkat tajam defisit 32:53 transaksi berjalan ya ini pers 13% ini 32:59 ya hampir hampir sepertiganya turun 33:02 dalam 2 tahun Nah sekarang kita lihat 33:06 kurs 33:08 rupiah kurs rupiah pada 21 Februari saja 33:12 begitu ada pandemi begitu panik Begitu 33:15 keluar uang keluar cuman enggak sampai 33:18 10 miliar dolar 33:21 ini rupiah turun hampir 33:25 Rp3.000 Jadi apa yang tidak mungkin 33:28 bahwa ini bisa terjadi lagi bahwa dari 33:32 15.000 menjadi 33:34 18.000 ini sudah terbukti ada turun 33:39 Rp3.000 Apa yang membuat kita mengatakan 33:42 bahwa rupiah tidak bisa turun 33:44 Rp3.000 ini hanya bisa diselamatkan 33:47 dengan pada saat itu kita mendapat 33:49 bantuan dengan Samurai Bond utang lagi 33:52 nah sriilanka tidak mendapat 33:55 bantuan 33:57 terusembantuannya dari IMF dan dari yang 34:01 lainnya dia dielay terus sehingga 34:06 terjadi krisis ini berkepanjangan kalau 34:08 Indonesia pada saat itu tidak mendapat 34:12 bantuan dari ADB dengan Samurai Bond 3,5 34:16 miliar dolar ini rupiah sudah meluncur 34:22 lagi nah kelihatannya di 34:25 sini 34:27 memang internasional bermain juga dalam 34:30 arti si raja paksa ya dipaksa untuk 34:32 mundur kan gitu kan tidak dibantu Nah si 34:36 raja kita ini masih dibantu oleh ADB dan 34:39 sebagainya 34:43 selamatlah pertanyaannya adalah ke 34:45 depannya apakah masih bisa dibantu atau 34:47 tidak kalau semuanya terjadi 34:50 krisis ini dalam bulan l dalam bulan ini 34:55 jadi jangan langsung kita bilang ang 34:57 semuanya langsung ee mengatakan bahwa 35:00 ini tidak mungkin bisa terjadi 15.000 35:03 menjadi 18.000 itu adalah hal yang 35:06 terbukti dalam 1 bulan ini sudah 35:08 meluncur dan kita dari 35:12 14.400 menjadi 15.000 itu dalam sekitar 35:16 1 minggu sampai 2 minggu dan itu pun 35:19 masih diintervensi terus dan itu masih 35:22 belum terjadi keluar jangan 35:25 lupa kita punya struktur utang itu bisa 35:30 Kapan saja diuangkan dan 35:33 keluar karena kita melalui kebanyakan 35:36 SBN melalui e surat utang negara yang 35:40 ada di pasar bisa Liquid kalau dia 35:43 menjual maka dia bisa itu keluar Jadi De 35:46 service ratio tadi juga tidak 35:48 benar-benar 35:50 eh bahwa itu bisa mengcover kita punya 35:53 pembayaran luar negeri Karena pada satu 35:56 saat itu bisa melebihi ada yang ada di 35:59 Dep service ratio tadi karena yang 36:02 jangka panjang pun yang belum jatuh 36:04 tempo dia bisa jual karena di market itu 36:08 eh Liquid demikian Jadi kesimpulannya 36:13 adalah bahwa saya setuju dengan pendapat 36:17 dari Pak Mardani di mana 36:22 bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin 36:26 bahwa di dalam moneter 36:28 ini kita tahu bahwa Amerika Serikat 36:33 inflasinya 36:35 9,1% inflasi ini disebabkan harga 36:38 komoditas yang naik jadi Amerika kalau 36:40 dia mengatakan harga mau menurunkan 36:43 Inflasi artinya Apa artinya mau 36:47 menurunkan harga 36:48 komoditas Nah kalau itu terjadi artinya 36:52 ekonomi Indonesia menjadi masalah itu 36:55 gampang saja nya gitu kita lihat jadi 36:58 Amerika dan dunia mau menurunkan harga 37:01 komoditas yang sekarang dinikmati 37:05 oleh negara-negara produsen 37:08 komoditas ini akan dibalik suku bunga 37:12 akan naik kalau bayangkan kalau harga 37:16 komoditas 37:18 turun lalu suku bunga naik dan ini akan 37:22 naik Sekarang bank eh Bank Sentral 37:25 Amerika sudah menaik kan 37:27 1,5% dan bulan ini kelihatannya akan 37:32 menaikkan paling sedikit 0,75% atau 37:35 sampai 1% kalau 37:38 0,75% berarti sudah koma 37:40 2025% dan kita punya cuman 3,5% 37:44 suuhngacuan Bank Indonesia ini 37:46 selisihnya sangat kecil 37:49 sekali Nah di sinilah bahwa akan terjadi 37:52 arus paling keluar besar-besaran dan di 37:55 sini akan terjadi masalah nah masalahnya 37:59 itu kapan masalahnya adalah sekitar di 38:02 Kuartal keempat ya semester kedua ini 38:05 Kuartal 4 atau setidak-tidaknya karena 38:09 suku bunga yang dinaikkan oleh Bank 38:11 Central Amerika 38:13 belum 38:15 bisa memberantas inflasi ini belum bisa 38:18 menurunkan harga komoditas maka akan 38:22 diperpanjang sampai 38:24 2023 jangan kaget kalau suku bunga di 38:28 Amerika bisa sampai 5 sampai 6% bahkan 38:31 bisa lebih bayangkan di kita bisa berapa 38:33 persen jadi tidak ada pilihan lagi Bank 38:35 Indonesia harus menaikkan suku bunga itu 38:38 Dan kalau itu terjadi ya maka ekonomi 38:43 Indonesia pasti masuk krisis Dan kita 38:47 punya ini apa E devisa pasti keluar 38:50 rupiah akan terjadi ee akan e menghadapi 38:54 tekanan berat pertanyaannya adalah 38:56 sampai berapa rupiah bisa kolaps Apakah 39:00 asing masih bisa membantu Indonesia 39:03 Kalau tidak bisa 39:06 ya opsi untuk Raja paksa itu adalah 39:10 bukannya Tidak mungkin bahwa banyak 39:13 ramai-ramai minta mundur seperti di 39:15 Itali minta mundur tadi sudah dikatakan 39:17 ya itu ramai-ramai minta mundur karena 39:20 dianggapnya tidak mampu 39:23 demikian baik 39:25 eh terima kas ih eh luar biasa atas 39:28 datanya eh sebelum kita ke rocki ada 39:30 satu pertanyaan Eh Pak Doktor kondisi 39:34 yang terjadi di Sri Lanka saat ini 39:36 pernah juga terjadi di Indonesia eh 39:39 sedikit mirip itu ketika krisis 98 ya 39:42 kalau Tapi di Indonesia bedanya yang 39:44 diduduki itu adalah e gedung DPR MPR ya 39:47 E kalau di Sri Lanka yang diduduki 39:50 benar-benar rumah di rumah presidennya 39:53 nah eh ketika krisis 8 kan benar-benar 39:56 ekonom Omi Indonesia sangat terpuruk ya 39:57 Eh rupiah yang awalnya r000 r.000an Rupi 40:01 E menjadi 16.000 ya sampai e anjloknya 40:05 luar biasa sehingga menggoncang ekonomi 40:07 harga naik drastis terjadi kerusuhan 40:10 sosial dan demo-demo mahasiswa dan eh 40:14 Apakah kondisi saat ini secara 40:17 makroekonomi fental ekonomi kita Ada 40:20 kemiripan enggak dengan 98 atau 40:22 Bagaimana dok 40:25 98 itu kita melihat kita harus 40:28 bandingkan di 95 dan 96 Heeh 96 ekonomi 40:34 Indonesia sangat kuat sekali 40:36 95 pertumbuhannya 40:38 8,2% 96 pertumbuhannya 40:42 7,8% jadi saat ini adalah jauh ee di 40:46 bawah 9596 itu tapi memang bahwa terjadi 40:52 defisit transaksi berjalan tapi yang EE 40:55 yang sangat penting adalah pada saat 40:58 itu harga komoditas Indonesia itu masih 41:03 rendah sehingga tidak meningkatkan 41:05 ekspor sehingga kita punya neraca 41:08 ee pembayaran atau cadangan devisa itu 41:12 stabil tetapi mendapat tekanan dia punya 41:15 rasionya itu cukup tinggi sehingga 41:17 mendapat tekanan maka terjadi kolaps 41:20 sekarang 41:21 ini kita punya cadangan di visa juga 41:25 bukan 41:26 eh benar-benar murni bahwa ini adalah e 41:30 milik pemerintah karena pemerintah juga 41:32 sudah tidak ada ini juga milik pengusaha 41:34 kalau rupiah mendapatkan tekanan Siapa 41:37 yang mau mau menukar itu eh rupiahnya 41:41 dolar kepada rupiah itu tidak ada 41:44 semuanya menahan gitu jadi rupiah pasti 41:46 akan mendapat tekanan dan kalau rupiah 41:48 mendapat tekanan dan kalau tidak bisa 41:51 tidak Eh ada bantuan dari asing ya pasti 41:55 ini akan colabs dan 41:57 bisa saya tidak berani katakan sampai 42:01 sejauh mana 98 tetapi yang pasti adalah 42:04 bisa memicu sampai ke sana begini 42:08 8 juga sebetnya 7 itu juga sudah 42:11 aman-aman saja tetapf melay itu bantuan 42:16 kepada Indonesia kalauf cepat membantu 42:19 Indonesia tidak ada masalah itu itu 42:22 kesalahan-kesalahan kebijakanlah e di 42:25 mana seharusnya tidak perlu begitu 42:27 Seperti contohnya Malaysia Malaysia bisa 42:29 menghadapi itu nah jadi pertanyaannya 42:32 adalah sampai sejauh mana Indonesia mau 42:35 diselamatkan oleh asing Nah itu bung 42:40 Roki Baik terima kasih Pak Dr Antoni 42:45 atas penjelasannya dan sekarang kita 42:47 pengin lihat nih analisis dari Bung Roki 42:50 terkait kondisi Sri l langka dan juga 42:53 kondisi Indonesia I karena tadi 42:57 bolanya diover ke saya oleh 43:00 Antoni maka saya mesti ganti juga 43:03 judulnya Ini bukan 43:04 e apa judulnya Ada apa 43:08 denganmu Sri Lanka judulnya Ada apa 43:11 denganmu Sri 43:15 mulyania satu-satunya faktor untuk 43:18 menghitung intervensi asing pada ekonomi 43:21 Indonesia adalah 43:23 ucapan-ucapan kan gampangitu kan pers 43:26 wawancara dan sinyal bahwa Sri Mulyani 43:29 akhirnya harus mencari keseimbangan 43:32 antara perintah dalam tanda peti eh 43:35 World Bank IMF dan perintah dalam tanda 43:40 seru Presiden Jokowi kan Psikologi itu 43:43 yang sebetulnya kita bisa hitung tuh 43:45 Sebagai pemegang brankas e negara tuh 43:49 sulani UD kasih sinyal bahwa kita mesti 43:51 hati-hati karena bisa jadi seperti Sri 43:53 Lanka artinya sebagai ekonom dia tahu 43:56 bahwa keadaan kita betul-betul buruk kan 43:58 tinggal memilih kan apa naikin suku 44:00 bunga itu artinya sektor R hancur kan 44:02 begitu kan ee kredit konsumsi habis itu 44:06 menahan suku bunga itu sama juga 44:08 konyolnya tu menahan suku bunga itu 44:10 artinya rupiah jatuh itu jadi tinggal 44:13 Itu pilihannya kan jadi mau dengar apa 44:15 itu Sri muulani jadi di situ eh 44:18 kesulitan kita sebetulnya hal yang mesti 44:20 dia putuskan sambil tentu Sri Muliani 44:23 menunggu sinyal dari ee e dari Amerika 44:28 kan itu yang kita tahu per hari ini Nah 44:31 itu yang kita sering Terangkan bahwa Sri 44:34 mani enggak mungkin berbicara dengan 44:36 presiden Jokowi dalam hal yang 44:39 mendebarkan ini itu Dia takut kalau Diah 44:42 omong nanti presiden panik itu Tapi 44:44 kalau dia enggak jujur dia juga Resa 44:46 nanti Bagaimana keadaan ekonomi kan jadi 44:49 kadangkala Sul dalam analisis saya diaar 44:52 tuh dia nunggu sinyal Dar 44:54 imful sebulnya Dia memberi keadaan kita 44:58 membocorkan keadaan kita pada World Bank 45:01 IMF lalu IMF World B ngce dari 45:04 Washington lalu dikutip oleh Pers 45:06 Indonesia laluul Terangkan itu Padahal 45:08 dia sendiri yang bocorin kan supaya 45:10 Presiden Jokowi tahu itu itu itu 45:11 tekniknya begitu saya haal soal semacam 45:14 itu tapi kita balik lagi pada soal yang 45:17 diterangkan oleh Antony 45:20 tadi hutang Iya enggak ada soal berutang 45:22 tu enggak ada soal kita mau bangun ik 45:25 dengan utang enggak ada soal tapi 45:27 pertanyaannya mau dibalikin dengan apa 45:29 tentu dibalikin dengan pajak sementara 45:31 ta rasio kita mungkin 8% cuman tuh jadi 45:36 jebakan itu sebetulnya ada di dalam cara 45:38 kita melihat kebijakan kan kalau saya 45:40 mampu misalnya sebagai presiden e 45:43 naikkan ta ro du digit ya udah ada rasa 45:47 aman gitu dan sinyal ini kan yang dibaca 45:50 oleh International player financial 45:54 Global financial player 45:56 Jadi dua orang di Singapura lagi minum 45:59 kopi malam ini dia lihat eh data-data 46:01 makro Indonesia dia bilang Oke kita 46:03 mainin sedikit deh jatuh lagi rupiah kan 46:06 ini kan cuman soal Bagaimana ngetes e 46:09 daya tahan daya tahan psikologi 46:12 pemerintah Indonesia sebetulnya bukan 46:14 daya tahan ekonomi karena dalam keadaan 46:16 sekarang semua orang bermain psikologi 46:18 kan itu intinya kan Hit and Run Itu 46:20 nyari Jin cepat-cepat terus pindahin 46:23 lagi itu Capital outflow-nya itu jadi 46:26 bagian ini yang saya anggap enggak 46:28 dipahami oleh eh kabinet kabinet sudah 46:31 enggak mungkin memahami ini karena 46:34 setiap setiap menteri yang ada di 46:36 kabinet dia sudah berpikir tentang 46:37 elektabilitas dia enggak lagi berpikir 46:39 tentang ta rasio enggak berpikir tentang 46:42 keseimbangan antara kebijakan fiskal dan 46:44 kebijakan moneter dia enggak peduli itu 46:46 jadi karena itu misalnya orang semacam 46:48 zulhas itu dengan suka-suka aja 46:50 memanfaatkan kedudukan dia sebagai 46:52 Menteri perdagangan untuk mendagangkan 46:55 anak anaknya secara politik kan begitu 46:57 kan jadi menteri yang mendagangkan 46:58 anaknya secara politik yang melanggar 47:00 etik ditegur Pak Jokowi 47:05 tentu sulhas akan bilang ya Pak Joko 47:08 juga lakukan hal yang sama kan eh 47:10 memanjakan dinastinya jadi moral Clarity 47:14 itu sudah enggak ada di kita Nah itu 47:16 bahayanya seluruh e figur makro yang 47:19 diterangkan oleh pak Antoni akan 47:21 berhadapan dengan ketidakpercayaan 47:23 psikologis itu masyarakat Indonesia 47:25 sudah sampai di situ tuh sehingga orang 47:27 mau cari tahu apa sebetulnya gejala 47:29 politik Indonesia karena orang enggak 47:31 bisa dapat sinyal yang kuat mereka mulai 47:33 mengintip apa yang terjadi di rumah eh 47:37 Jenderal sambo dan itu psikologinya sama 47:41 orang mau tahu mau ingin tahu mau dapat 47:43 sensasi itu itu hal yang yang eh Saya 47:46 kira contagious effect dari Sri l langka 47:49 itu sudah sampai di depan pintu kita 47:51 sudah sampai di Singapura dan saya kira 47:53 sriil langka ee Raja paksa itu sengaja 47:55 mangkal di Singapura untuk nakut-naku di 47:57 Indonesia kan begitu sebetulnya 47:59 sinyalnya tuh jadi bagi saya keadaan ini 48:03 yang kita sering sebut sebagai 48:04 conttigious effect atau efek rumah rumah 48:08 rumah kartu atau Efek domino itu persis 48:10 sudahada di depan mata kita Nah sekarang 48:13 kita ajukan semacam pertanyaan Apakah 48:16 Pak Jokowi paham soal ini ya tentu dia 48:18 juga berdebar-debar karena eh di 48:21 sriilanka ada raja paksa di kita ada e 48:25 yang memaksa Jadi Raja itu itu e 48:28 persamaannya itu raja paksa di situ di 48:30 sini memaksa Jadi Raja itu tetapi kita 48:33 enggak dapat sinyal itu dari Presiden 48:35 tuh presiden anggap ya ini biasa aja tu 48:38 karena dia juga menganggap kalau terjadi 48:40 krisis di Indonesia dia punya big data 48:43 dia punya relawan sekarang dia punya 48:45 KUHP itu jadi dia bersiap-siap 48:48 sebetulnya untuk mengeluarkan seluruh 48:51 peralatan Itu demi memberi sinyal bahwa 48:53 kita baik-baik aja tetap tapi ekonomi 48:56 dunia enggak bisa ditipu dengan 48:57 cara-cara semacam itu enggak mungkin e 48:59 Global financial player itu eh percaya 49:03 bahwa big data bisa menyelamatkan 49:04 Indonesia bahwa relawan bisa 49:06 menyelamatkan politik Indonesia tu bahwa 49:08 KUHP bisa menyelamatkan Indonesia jadi 49:11 kita masuk di dalam keraguan sebetulnya 49:14 dan karena itu kita bikin kalkulasi pada 49:16 akhirnya ini Pemilu enggak bakal jadi 49:18 dan 49:19 eh Jadi bukan kita nakut-nakuti tapi 49:23 faktanya begitu kalau presiden paham 49:25 keadaan dia sudah datang ke ke depan mic 49:29 ilt lalu kasih pidato bahwa saya 49:31 mengerti keadaan tapi saya ingin agar 49:33 supaya ada semacam buffer Psikologi itu 49:36 atau psychological safety net ini dia 49:39 enggak ngerti tuh social safety net Iya 49:42 tapi itu kan bantuan langsung uang tuh 49:44 bukan bantuan langsung kebijakan pada 49:46 sektor yang lagi Papah kan itu kan ini 49:49 kemarin eh pak pak luhud dan Pak eh blil 49:54 itu datang bertemu dengan produsen 49:58 kelapa sawit dan produsennya cuman 50:02 mengeluhkan aja bahwa enggak mungkin ada 50:04 kepercayaan lagi untuk e 50:06 meminta tanggung jawab negara terhadap 50:08 jatuhnya eh harga harga sawit dan dan 50:12 ini sebetulnya tadi diterangkan oleh pak 50:15 Antoni bahwa gejala politik global ini 50:17 sebetulnya sudah di di di tepi jurang 50:20 itu jadi begitu satu satu satu putaran 50:23 lagi di Eropa antara ukrain dan dan EE 50:27 Rusia itu efeknya terhadap harga 50:31 ee energi dan harga pangan di Indonesia 50:34 itu pasti bergetar ini yang sering 50:36 disebut sebagai eh butterfly effect gu 50:39 kepak sayap kupu-kupu di Hutan Amazon 50:42 bisa menyebabkan badai di California itu 50:45 berlaku juga dalam ekonomi itu satu 50:48 gejala kecil di Eropa itu bisa 50:49 menyebabkan seluruh Asia Tenggara itu 50:51 gemetar karena kita enggak pernah punya 50:54 semacam buffer yang memungkinkan orang 50:56 percaya bahwa presiden Jokowi bisa 50:58 menyelamatkan Indonesia jadi itu sinyal 51:00 itu bisa kita baca aja eh betapa 51:04 dua dua pemimpin Eropa Boris Johnson dan 51:08 eh Perdana Menteri Itali yang 51:12 seolah-olah 51:13 eh percaya pada ucapan Jokowi 51:16 dua-duanyauh 51:17 jatuh hal-hal semacam ini yang 51:20 memungkinkan kita merasa lebih baik 51:22 dipercepat daripada diperpanjang ya 51:24 tentu sebagai partai PKS menginginkan 51:27 yang normatif itu kita inginkan juga 51:29 Tapi saya tahu bahwa di dalam e PKS juga 51:32 ada ee e kajian tentang kalau terjadi 51:35 kecelakaan Apa yang mesti dilakukan nah 51:37 Tentu saudara-saudara saya Mardani 51:39 alisera enggak bisa ucapkan di sini tapi 51:41 saya bisa baca pikir aja 51:44 tuh kira-kira gitu hal siap Prof eh e ee 51:51 di selain kondisi ekonomi ee kira-kira 51:55 Apa yang membuat ketika 98 dulu ya 51:58 secara sosial lah ya sosial dan 52:01 psikologi rakyat pada saat itu sehingga 52:04 eh benar-benar terjadi sebuah gerakan 52:07 yang 52:08 ingin mengganti eh presiden ketika itu 52:12 Pak Harto ada dua faktor faktor pertama 52:15 adalah eh isu-isu yang tadinya enggak 52:18 bisa diakses akhirnya orang tahu apa 52:20 yang disebut Eh konglomerat Apa yang 52:23 disebut nepotisme itu Kan dulu kita baca 52:26 terus berita dari Sydney morning herald 52:30 tentang yang disebut sohartos and his 52:33 generalal yang ditulis oleh David jenkin 52:36 seluruh eh riset-riset yang mendalam 52:39 tentang keadaan 52:41 eh monopoli dari anak-anak Presiden 52:44 Soeharto monopoli cengkeh monopoli jeruk 52:46 segala macam tuh macam-macam itu jadi 52:49 Sudah ada pemanasan jadi sehingga kita 52:51 tahu mahasiswa tahu waktu itu Bahwa ini 52:54 ini tinggal nunggu waktu tuh dan 52:56 kebetulan terjadi krisis di dunia tuh 52:58 lalu eskalasi itu berubah menjadi 53:01 tuntutan publik dan pada waktu itu 53:03 sejumlah 53:05 eh teknokrat Pak Harto paham tentang 53:08 keadaan jadi itu intinya kan teknokrat 53:11 paham tentang keadaan dan mereka 53:13 melakukan semacam kalkulasi memang 53:15 enggak bisa diteruskan lalu mulai 53:17 diaturlah siapa mundur duluan lalu 53:19 akhirnya semuanya mundur itu yang 53:21 mestinya terjadi hari ini tetapi pada 53:23 waktu itu presiden Harto e dalam 53:27 kekuatan inti kekuotannya adalah militer 53:30 sehingga dia yakin betul bahwa dia masih 53:32 bisa selamatkan negara tapi kemudian 53:35 sinyal diberikan juga oleh militer Oke 53:37 kami enggak bisa lanjutkan Nah sekarang 53:39 keadaan juga begitu diam-diam kita tahu 53:41 bahwa dua tiga orang di kabinet merasa 53:43 sudah resah itu dan sinyal-sinyal itu eh 53:46 muncul di dalam ucapan yang agak sinis 53:49 Sega macam tu lebih berbahaya lagi di 53:52 kita sekarang ada soal islamofobi 53:54 pembelahan rakyat nah pembelahan ini 53:57 terkait dengan ketimpangan ekonomi 53:59 tetapi nanti istana akan itu islamofobi 54:02 itu dasarnya adalah e apa namanya 54:04 intoleransi Oh bukan ini adalah akibat 54:08 dari disparitas ekonomi jadi ekonomi 54:11 menyebabkan keresahan sosial itu tumbuh 54:13 secara psikologis Nah kita juga masih 54:16 tahu pada eh era Pak Harto ya faktor 54:20 psikologi kan menyebabkan rupiah itu 54:23 jatuh makin lama makin jatuh kan k 54:25 enggak ada lagi orang yang mampu 54:26 menerangkan pada Pak Harto bahwa enggak 54:28 kita masih punya kesempatan untuk regain 54:30 misalnya dengan diplomasi dengan Jepang 54:33 misalnya tapi kan gagal karena eh 54:36 pemerintah Amerika memang akhirnya 54:37 memutuskan bahwa udah enough Indonesia 54:39 itu sehingga semua kemungkinan negosiasi 54:42 global itu batal nah ini juga yang 54:44 sedang terjadi karena enggak ada sinyal 54:46 kapan Eh ya kemarin ada sinyal IMF atau 54:51 World Bank akan kasih pinjaman dengan 54:53 fasilitas teknik 54:55 1300 triliun atau berapa Kan itu omongan 54:58 doang kan yang kemudian di dicoba di di 55:03 dibisik-bisikkan pada analis ternyata 55:05 enggak ada itu ada yang sekarang 55:07 mengatakan bahah kita masih masih tenang 55:10 soalnya kemiskinan di Eropa Jokowi turun 55:13 2% yang Apa artinya 2% dibandingkan 55:17 dengan yang dilakukan SB ya kemiskinan 55:19 waktu itu turun 20% 55:22 jadi perbandingan-perbandingan palsu ini 55:25 dipakai untuk 55:26 ee menyogok psikologi publik Tapi saya 55:30 merasa kalau dari saya muter-muter ke 55:33 daerah merasa bahwa ini ini Sesuatu akan 55:35 terjadi gerakan buru makin lama makin 55:37 radikal konsolidasinya tu eh Mahasiswa 55:40 juga akan terus dengan isu-isu yang 55:42 lebih teknis soal k HP misalnya karena 55:45 di dalamnya ada soal kebebasan per jadi 55:47 tetap bangsa ini tinggal menunggu 55:49 puntung untuk di 55:51 e dipercikkan ke jerami yang sudah udah 55:55 kering nah jerami kering itu yang 55:57 diterangkan dengan bagus t o Pak Anton 56:00 itu jadi e biar aja mereka yang gak mau 56:03 mendengar Yaudah dia yang akan sibuk 56:05 memadamkan jam yang terbakar nanti dan 56:07 kita gembiraja karena dengan cara ituame 56:10 dipercepat 56:12 yesudah cukup provokasinya 56:16 ya kita kaspan 56:20 [Tertawa] 56:23 Lamb Jelaskan oleh Pak Antoni dan juga 56:27 analisis dari Bung Roki ya bahwa memang 56:30 kondisi negara kita sekarang ee sedang 56:33 rawan juga sebenarnya ada tingkat 56:35 kerawanan gitu ya Yang kalau ini tidak 56:38 dikelola akan berdampak serius bagi 56:42 ekonomi masyarakat dan e ekonomi bangsa 56:45 gitu nah kira-kira 56:47 eh dalam situasi seperti ini apakah 56:50 kegelisahan ini menjalar tidak sih 56:52 dienayan di ruang eh rapat-rapat e 56:57 anggota dewan yang terhormat gitu Apakah 57:00 dewannya merasa jujur 57:03 jujur ketika kita semua sudah gelisah 57:06 Apakah anggota dewannya masih merasa 57:08 everything is under control baik-baik 57:10 saja gitu 57:13 Eh kalau PKS di eh contohnya di komisi 57:18 11 Buti sudah mengingatkan ya 57:22 bahwa Jangan Anggap ringan kasus Sri 57:26 Lanka ya karena kan Ekuador kah Peru dan 57:31 beberapa negara bahkan Mesir sekarang 57:34 sudah mulai punya e 57:37 problem Rusia ni Anton nanti Ingatkan 57:40 saya kalau salah Rusia sama Ukraina 57:42 khususnya adalah eksportir gandum utama 57:45 dunia sehingga bahkan agak lucu Pak 57:49 Jokowi Kemarin Sain niat mulia untuk 57:53 mendamaikan dengan Ukraina ada 57:56 eh tentengannya itu kayak waktu itu ada 57:59 yang ketemu Elon Mas bawa Kopiko gitu 58:02 loh ternyata yang utama kopikokya gitu 58:05 karena e investasinya Enggak jalan ke 58:08 sini gitu kan Nah ternyata ada juga 58:11 urusan gandum agar ada relaksasi gandum 58:15 Ukraina pasukannya ke Indonesia tidak 58:18 berhenti ya jadi eh PKS akan terus 58:22 bersuara tapi tetap e kita mengambil 58:26 posisi oposisi yang kritis dan 58:28 konstruktif ya sehingga memang tidak 58:30 menarik ee Bung rooki ya kita tidak 58:33 atraktif kita tidak e eh katakan eh 58:39 progresif revolusioner ya tetapi 58:42 pengalaman 98 ketika 58:46 eh pergantian atau transisi kepemimpinan 58:50 itu tidak mulus Prof Anton bisa tahu PDB 58:53 kita luar biasa mundurnya gitu dan itu 58:55 berbahaya buat rakyat ya buat rakyat 58:57 rakyat rakyat karena itu PKS tetap ingin 59:01 jadi oposisi yang beradab ya kita tetap 59:04 bersuara Makanya kalau dilihat Bung Roki 59:07 ketawa kita itu udah kalau belah sana ya 59:12 grup sana tuh Pokoknya apa yang dibilang 59:14 Jokowi jelek terus sama PKS ada dua 59:17 memang jelek satu loh itu itu aja kita 59:20 ditahan-tahan dan ingat ya kritis 59:22 konstruktif ya jangan provokatif gitu 59:26 loh Itu aja kita sudahudah ditahan-tahan 59:28 gitu eh Prof Antoni gitu l tapi memang 59:31 banyak sekali yang kalau kita kayak 59:33 misal Sederhana 59:35 90% undang-undang itu ditolak sama PKS 59:38 kita tolak undang-undang Perpu Corona 59:41 karena peluang kayak eh eh belot blbi 59:46 95% blbi-nya 98 tapi tahun 2000 auditnya 59:50 menyatakan 95% eh alokasi dana untuk 59:54 bailout blbi ternyata frou G dan peluang 59:58 yang sama ketika krisis covid-19 kemarin 1:00:01 sangat besar karena itu PKS menolak 1:00:03 undang-undang Perpu Corona menolak 1:00:05 undang-undang omnibus Law menolak 1:00:07 undang-undang IKN apalagi gitu karena 1:00:09 kita lihat memang ada banyak sesuatu 1:00:11 yang satu tidak relevan kalau IKN tidak 1:00:14 relevan yang kedua kajiannya sangat Ee 1:00:18 tidak kuat secara filosofis ee ekonomis 1:00:22 termasuk ee ee 1:00:25 apa ekologisnya juga gitu loh sosiologis 1:00:28 kemasyarakatan macam-macamnya sehingga 1:00:30 Bang haldi PKS akan terus bersuara kalau 1:00:34 yang lain-lain kita tanyakan ke partai 1:00:36 yang lain ya Yang jelas PKS akan terus 1:00:40 eh bersuara ya Karena gini 1:00:43 ee kami lagi jaga sesama biskota jangan 1:00:47 saling mendahului ya tapi kita bisa 1:00:50 melihat ada eh partai-partai yang selalu 1:00:53 setuju dengan apa yang berapa kali kita 1:00:55 undang pak Dahlan Iskan Pak Dahlan Iskan 1:00:57 itu selalu mengatakan Pak Jokowi ini 1:00:59 super power sekali semua 1:01:01 undang-undangnya pasti disetujui gitu 1:01:03 sehingga eh kalau pandangan saya Eh kita 1:01:07 harus betul-betul membangun eh iklim di 1:01:11 mana masyarakat yang menjadi penentu DPR 1:01:13 harus takut sama masyarakat pemerintah 1:01:16 harus takut sama masyarakat media juga 1:01:18 harus takut sama masyarakat sehingga 1:01:19 betul-betul nanti demokrasi yang ada 1:01:21 dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat 1:01:24 Bu dijadikan rakyat sebagai e korban 1:01:28 atau e objek dari permainan elit begitu 1:01:31 Bang Baik terima kasih Pak 1:01:35 Semoga saya mau 1:01:38 tambahkan 1:01:39 Eh ini yang mengatakan 1:01:42 bahwa tidak boleh kritik ini mentalnya 1:01:46 memang mental 1:01:49 [Tertawa] 1:01:53 penjajah negara itu di mana anggota DPR 1:01:57 dibilang katanya bukan fraksi ya itu 1:02:00 dibilang jangan kritik gitu kan ini kan 1:02:03 sudah justru dia harus berterima kasih 1:02:06 bahwa itu dikritik berarti kan mendapat 1:02:08 masukan kalau dikritik itu yang harus 1:02:11 mereka cerna gitu kan yang tadi otaknya 1:02:14 tidak jalan kalau kayak seperti katakan 1:02:17 jadi berjalan sedikit gitu Jadi gimana 1:02:22 kalau dia gak tahu gitu dikasih tahu dia 1:02:24 harus berterima kasih gitu jangan 1:02:26 mentalnya mental penjajah lalu Dikatakan 1:02:28 selalu bahwa kalau kritik adalah sama 1:02:31 juga dengan eh ya saya tidak tahu ya Apa 1:02:35 maksudnya itu Jadi maksudnya semua harus 1:02:37 aklamasi gitu ya mendukung gitu kan Nah 1:02:41 ini yang yang itu Setuju Prof Setuju 1:02:46 Iya terus nah terus mengenai bahwa Siapa 1:02:50 ya yang ya kalau dari 1:02:52 EE tadi dan Iskan mengatakan bahwa 1:02:56 Jokowi itu sangat powerful sekali semua 1:02:58 undang-undang diterima justru saya tanda 1:03:02 tanya yang powerful itu adalah partai 1:03:05 oligarkinya atau siapa ya kan B Itu dia 1:03:10 begitu ke sana itu kan pasti ada ini 1:03:13 suatu kesepakatan di situ nah jadi 1:03:16 artinya partai yang mengakur atau di 1:03:19 belakang oligarki karena undang-undang 1:03:22 ini menguntungkan kalau kita lihat 1:03:24 menguntungkan sekelompok kecil orang itu 1:03:28 bukan ryat Nah inilah bahwa ini jadi 1:03:31 kalau kita tahu Jokowi sendiri 1:03:34 memikirkan rakyat katanya ya sederhana 1:03:36 ya tetapi kalau kebicakannya begitu 1:03:39 berarti Pak Jokowi tidak kuat salah 1:03:43 lihat kebijakannya Prof 1:03:45 setuju Baik terima kasih Prof Antoni 1:03:49 langsung saja nih Prof eh satu 1:03:51 pertanyaan untuk Prof Antoni Prof ee 1:03:53 sekarang eh kondisi ekonomi dunia sedang 1:03:56 di beberapa negara sedang mengalami 1:03:58 hyper inflation ya inflasi yang sangat 1:04:00 tinggi ini ada data terbaru ya 10 negara 1:04:04 dengan inflasi tertinggi ini seperti 1:04:06 Libanon sampai 1:04:08 211% Sudan 1:04:11 192% ya Turki 78% gitu Venezuela 1:04:16 167% Nah apakah hperlation ini ada 1:04:20 potensi terjadi juga di Indonesia dalam 1:04:22 beberapa waktu ke depan Prof 1:04:26 pertama Apakah 1:04:29 kita yakin bahwa inflasi Kita cuman 1:04:37 4,5% kita sudah lihat ada yang mengutip 1:04:40 ini sekarang cabe aja sudah 1:04:43 r00.000 Cabe itu sudah 10% penyumbang 1:04:47 inflasinya Iya udahudah segitu gitu 1:04:50 r.000 ya itu kenaikannya berapa ratus 1:04:53 per itu dari 200 dia menyumbang 10% 1:04:55 lebih dari itu jadi di sini adalah satu 1:04:58 keanehan nah minyak goreng minyak goreng 1:05:01 itu yang mau dihitung yang mana yang 1:05:04 14.000 ya padahal sudah ada 24.000 sudah 1:05:07 ada itu itu inflasinya yang mana yang 1:05:09 dihitung BBM Apakah cuman pertight yang 1:05:12 dihitung ya yang lain-lainnya tidak 1:05:14 dihitung gitu kan eh 1:05:17 pertamaxikian rupa itu tidak dihitung 1:05:19 gitu ini jadi saya 1:05:23 mempertanyakan Bagaimana kita tahu di 1:05:25 tengah masyarakat bahwa terjadi kenaikan 1:05:28 harga yang sedemikian besar tetapi bahwa 1:05:32 kita 1:05:33 punya inflasi dianggapnya sebagai masih 1:05:37 masih 1:05:38 4,35% meskipun pangan 9,1% bulan lalu ya 1:05:42 pangan Tapi itu pun sudah tidak masuk 1:05:45 akal Nah jadi pertama metodenya terus 1:05:49 kedua adalah bahwa hiperinflasi ini di 1:05:53 dalam statistik tercermin tapi di dalam 1:05:56 masyarakat sudah 1:05:58 terjadi ya masyarakat bagian bawah ini 1:06:01 gitu itu sudah sudah terjadi gitu 1:06:04 Bagaimana mungkin orang PPN aja sudah 1:06:06 naik 10 menjadi 11% Kok bagaimana 1:06:08 sekarang Eh ini cuman 4,3% gitu dengan 1:06:13 eh dengan kenaikan harga komoditas 1:06:16 begitu Nah itulah jadi saya rasa adalah 1:06:20 itu sangat mungkin Tetapi apakah 1:06:22 tercermin di dalam statistik atau tidak 1:06:24 nah itu yang saya tidak 1:06:26 yakin Terima 1:06:29 kasih baik Iya soalnya kita 1:06:32 bertanya-tanya juga kan dengan kondisi 1:06:34 negara luar seperti itu Kenapa ee 1:06:37 Indonesia 1:06:38 ee secara data baik-baik saja sementara 1:06:41 masyarakat sudah sangat merasakan ya 1:06:43 mudah-mudahan kita cukup kritis nih 1:06:45 masyarakat melihat kondisi 1:06:47 ya Sekarang kita ke Bung Roki m Roki eh 1:06:51 eh Dr Antoni sudah Ee e secara data 1:06:55 beliau agak sedikit meragukan Apakah 1:06:57 benar data statistik 1:06:59 ekonomi inflasi kita memang masih agak 1:07:02 rendah ya dibanding negara lain ya 1:07:04 mungkin lebih jujur dan terbuka Nah 1:07:06 sekarang Eh kita lihat 1:07:08 eh ee bu Roki terkait dengan data eh 1:07:13 sosial politik ya indeks demokrasi dan 1:07:16 beberapa ee hari ee belakang ini juga 1:07:20 ada beberapa kasus ya Ee terkait dengan 1:07:24 ee Bagaimana kondisi di kepolisian ya 1:07:27 jadi banyak sekali data-data yang di era 1:07:30 Pak Jokowi ini menunjukkan kita itu 1:07:33 semakin memburuk ya Eh kondisi demokrasi 1:07:37 sosial politik gitu ya Nah tetapi kenapa 1:07:40 ini eh dari Pemilu ke Pemilu seakan-akan 1:07:44 masyarakat tetap 1:07:46 eh mempercayakan ke Pak Jokowi apa yang 1:07:49 sedang terjadi di negara kita Iya itu 1:07:52 sebetulnya itu penting itu seolah-olah 1:07:55 mempercayakan k Pak Jokowi itu tapi saya 1:07:58 mau 1:07:59 e Terangkan dengan cara yang agak tidak 1:08:02 langsung ya karena kebetulan dalam S du 1:08:06 minggu ini saya banyak ketemu analis 1:08:08 asing wartawan asing juga yang 1:08:10 menyatakani wartawan dan mereka gak 1:08:13 peduli lagi dengan angka-angka itu 1:08:15 Mereka bertanya ke saya seberapa resah 1:08:18 sih masyarakat kita karena mereka tahu 1:08:21 kadanga 1:08:22 merekaing wawancara saya bahwa saya 1:08:24 muutter-mutar ke daerah tuh dan ketemu 1:08:26 mahasiswa ketemu ee orang biasa itu jadi 1:08:30 terasa bahwa kuriositas asing untuk 1:08:34 mengetahui keadaan psikologi sosial 1:08:37 bangsa ini 1:08:38 itu ee terasa betul mereka hanya ingin 1:08:42 raba kira-kira baranya sudah ke mana 1:08:44 menjalarnya tuh karena dia enggak bisa 1:08:46 baca lagi itu dari figur-figur makro 1:08:49 yang dipromosikan oleh pemerintah Jadi 1:08:52 mereka enggak percaya apa yang EE 1:08:53 disebutkan inflasinya bahwa masih 4% 1:08:55 segala macam Mereka melihat bahwa 1:08:57 disparitasnya sejauh mana itu mereka 1:08:59 ingin tahu apakah e efek dari 1:09:02 eh pembelahan politik ini akan 1:09:05 menyebabkan eh percepatan Pemilu atau Ju 1:09:09 memberantakkan demokrasi itu semua 1:09:11 pertanyaan ee mereka ke saya dan kita 1:09:14 mesti Jelaskan itu secara e 1:09:16 perlahan-lahan karena saya curiga 1:09:18 mungkin dalam 2 minggu ini Intel Cia 1:09:22 Intel 1:09:24 Singapura sudahudah dua kali lipat 1:09:26 beroperasi di Indonesia dan atau Intel 1:09:29 Jepang biasanya kan kita mau tahu apa 1:09:32 kondisi Indonesia itu Ya kita bisa lihat 1:09:36 Berapa banyak operasi intelijen yang 1:09:37 masuk ke Indonesia melalui 1:09:40 pertanyaan-pertanyaan yang sinopsisnya 1:09:42 tadi saya Terangkan itu mencoba merab 1:09:44 keresahan publik jadi itu keadaan kita 1:09:48 kena karena merekaak bisa lagi melihat 1:09:50 apa yang terjadi di ist mungk mere itu 1:09:54 cctv-nya sudah dimatikan juga tuh 1:09:55 sehingga enggak ada ee ee bukti-bukti 1:09:59 perceakapan atau file yang bisa 1:10:00 dipercaya sebagai ee data faktual kan 1:10:03 jadi ini keadaan kita jadi betul bahwa 1:10:06 memang ada ketegangan itu dan EE 1:10:08 bayangkan misalnya Cina Minggu lalu 1:10:10 dengan Arogan mengatakan Indonesia 1:10:13 hati-hati ya Jangan jadi partner dari 1:10:15 negara-negara besar kan itu satu 1:10:17 ketakutan yang harus diaucapkan akhirnya 1:10:21 dan pak Jokowi enggak kasih komentar tuh 1:10:22 justru lyalah yang kasih komentar B Anda 1:10:25 juga negara besar Anda juga yang Ee Kita 1:10:27 tegur hati-hati Anda ee berupaya untuk 1:10:30 Ee menganeksasi kita secara ekonomi kan 1:10:33 itu yang terjadi tu jadi sekali lagi 1:10:36 betul bahwa kita perlu membangun oposisi 1:10:39 pada akhirnya kita siapkan oposisi itu 1:10:41 kalau saya oposisinya 0% kalau Pak 1:10:43 Mardani oposisi yang 7% enggak apa-apa 1:10:45 juga sebetulnya Tuh 1:10:46 [Tertawa] 1:10:48 kan sama sama itu sama sama ini cum 1:10:53 cuman caranya aja tuh kalau kalau Antoni 1:10:55 dan saya mungkin memang sudah enggak 1:10:57 sopan beroposisi Kalau Pak merdani 1:10:59 karena memang ee masih secara formal 1:11:02 partai politik tentu mesti mengatur e 1:11:04 caranya tuh eh dulu PKS bilang 20% itu 1:11:09 dosa Nah kalau 7% dosa kecil kira-kira 1:11:11 begitu 1:11:15 kan tapi kan kita ada semangat yang sama 1:11:18 saya Antoni dan PKS ada semangat yang 1:11:20 sama yaitu mewat kekuasaan ini itu yang 1:11:23 yang penting sebetulnya jadi sekali lagi 1:11:26 tadi betul bahwa presiden Jokowi tadi 1:11:28 Antoni betul bahwa dia sebetulnya eh 1:11:31 diatur oleh eh oligarki itu seluruh 1:11:34 perundang-undangan memang kalau saya 1:11:36 rumuskan dengan kalimat lain Pak Jokowi 1:11:38 punya power tapi poinnya dinikmati oleh 1:11:41 oligarki itu Intinya kalau kita pakai 1:11:44 politik powerpo Jokowi punya power doang 1:11:46 dan powernya itu justru dimanfaatkan 1:11:48 oleh oligarki untuk dapat poin jadi 1:11:51 power ada pada Jokowi poin diterima oleh 1:11:53 oligarki itu keadaan kita hari ini ya 1:11:56 Baik terima kasih buokih dan Ee tidak 1:12:00 terasa waktu sudah di pengujung acara 1:12:03 menarik sekali diskusi kita pada malam 1:12:05 ini ya kita membahas Sri Lanka tetapi 1:12:08 kita juga merefleksikan Seperti apa 1:12:10 ancaman kondisi Sri l langka yang 1:12:12 mungkin saja berpotensi terjadi di 1:12:14 Indonesia dan kita harap pemerintah 1:12:17 tidak memandang remeh tidak menjadikan 1:12:19 rakyat ee cuma sebagai uji coba ee 1:12:23 korban yang tidak diperhitungkan semua 1:12:26 derita penderitaan ekonomi rakyat dan 1:12:28 mudah-mudahan pemerintah juga mau 1:12:30 mengambil tanggung jawab di akhir 1:12:32 masa-masa Penghujung periode terakhir 1:12:35 Pak Jokowi menjabat sebagai presiden ya 1:12:37 jangan pernah lagi e mengorbankan 1:12:40 kepentingan rakyat cuma untuk 1:12:42 kepentingan jangka pendek Baik sahabat 1:12:44 sekalian tiba kita di akhir acara 1:12:46 seperti biasa setiap narasumber 1:12:49 memberikaning 1:12:52 ing ide pertama dipersilakan Pak 1:12:55 dipersilakan kasih Bang haldi Prof 1:12:58 Antoni Bro RG eh yang pertama Tidak ada 1:13:02 yang tidak mungkin 1:13:03 eh hidup 1:13:06 eh dulu siklus krisis ekonomi per 10 1:13:11 tahunan sekarang Ada kajian makin kerap 1:13:14 Prof Antoni ya bisa 5 tahunan bisa 2 1:13:17 tahunan apalagi covid-19 memberikan 1:13:20 unpredictable Crisis buat kita yang 1:13:23 paling utama bukan masalah yang kita 1:13:25 takuti tapi apa respon kita kepada 1:13:28 masalah ya karena memang kalau para 1:13:30 ulama mengatakan addun maidanul fitan 1:13:33 dunia itu Medan ujian akan selalu ada 1:13:35 ujian bukan ujian dan masalah yang kita 1:13:37 takut tapi respon kita untuk mampu 1:13:40 merespon dengan baik ilt selalu hadir 1:13:42 untuk melakukan exercise dan pendalaman 1:13:46 terhadap kualitas eh eh eh eh saya 1:13:51 menyebutnya etika dan logika kita kalau 1:13:53 Bung RG selalu ngangkat itu betul-betul 1:13:56 jadilah manusia yang etis manusia yang 1:13:58 logis ya manusia yang berani untuk 1:14:01 membuat keputusan dan berani untuk 1:14:03 bersuara sehingga dengannya tidak ada 1:14:06 lagi pemerintah Apun presiden apapun 1:14:09 partai Apun e oligarki apapun dapat 1:14:12 dengan semena-mena ee melaksanakan niat 1:14:15 buruknya di Indonesia karena enggak ada 1:14:18 yang namanya jagoan di antara para 1:14:20 pemberani tapi akan ada jagoan di antara 1:14:22 para ngecut dan orang-orang yang lemah 1:14:25 makasih bang Aldi wes bijak betul kawan 1:14:30 [Tertawa] 1:14:33 ini Baik terima kasih pak sekarang pak 1:14:36 Dr Antoni 1:14:38 persilakan 1:14:40 ee 1:14:42 Ini sifat yang selalu kalau kita ada 1:14:46 mencoba untuk menganalisa yang lain maka 1:14:50 kalau tidak berkenan dan tidak sesuai 1:14:53 dengan apa yang diinginkan oleh mereka 1:14:56 yang di 1:14:57 sebelah maka akan dicap macam-macam 1:15:00 tetapi itu akan menjadi bumerang buat 1:15:03 mereka karena mereka tidak ee mempunyai 1:15:07 suatu 1:15:08 perkiraan-perkiraan Jadi kalau 1:15:11 seandainya Perkiraannya ini adalah 1:15:13 begitu ada tiba-tiba harga komoditas 1:15:17 turun Apa yang harus dilakukan dan 1:15:19 bagaimana ini kejadiannya gitu apakah 1:15:22 akan menjadi di colaps atau tidak Dan 1:15:24 chancenya gimana Kenapa bahwa kita ada 1:15:27 3% bahwa 1:15:29 eh apa Chance bahwa itu masuk krisis 3% 1:15:34 itu karena dianggap dengan sekarang ini 1:15:38 neraca perdagangan tinggi dengan harga 1:15:41 komoditas sekarang tapi begitu harga 1:15:43 komoditas turun 10% 20% 30% 40% itu kan 1:15:49 yang 3% menjadi bisa 1:15:52 60% betul Nah inilah kriteria-kriteria 1:15:56 persentase ini nah ini yang harus 1:15:58 dilihat 1:15:59 bahwa besaran ekonomi adalah tidak 1:16:02 statis tetapi sangat dinamis sekali Nah 1:16:06 dengan damic ini dia harus mempunyai 1:16:09 satu 1:16:10 perkiraan-perkiraan ya dia ini akan ke 1:16:13 mana gitu nah mereka bersyukur kalau 1:16:16 masih ada kita-kita ini yang memberikan 1:16:19 eh masukan-masukan Meskipun mungkin 1:16:23 secara ee publik mengatakan bahwa itu 1:16:27 tidak sehat ya E orang bodoh yang ini 1:16:31 tapi mungkin di belakangnya dikalkulasi 1:16:33 itu Sema mereka masukkan Roki Ya 1:16:36 begitulah jadi ya Mereka cuma mau 1:16:39 mendapatkan masukannya mungkin tetapi 1:16:41 tidak mau memberikan ya Eh malah 1:16:45 mendiskreditkan jadi 1:16:47 saya itu tidak etis itu itu tidak etis 1:16:51 Emang ada yang etis di 1:16:56 sana memang sudah hilang itu etis dan 1:16:58 moral itu sudah tidak ada gu 1:17:02 Oke demikian Saya rasa ya begitu Terima 1:17:05 kasih Pak Dr Antoni yang terus 1:17:07 senantiasa memegang 1:17:10 idealisme dan kejujuran akademik dan 1:17:14 ilmiah dan sekarang kita ke Profesor 1:17:16 akal sehat kita 1:17:20 Prof kita lihat sinyal-sinyal eh Global 1:17:24 bahwa NATO pasti habis-habisan investasi 1:17:27 ekonomi perang di Eropa itu karena 1:17:30 seolah-olah ya keputusannya begitu 1:17:33 bahkan Swiss yang seharusnya negara 1:17:35 Netral dari awal sejarah selalu posisi 1:17:38 Netral akhirnya berpikir untuk ikut 1:17:40 dengan NATO itu jadi sinyal psikologis 1:17:43 itu terbaca dengan kuat dan 1:17:46 eh satu banding satu sekarang Euro 1:17:49 dengan dolar itu ya bukan bukan bukan ee 1:17:53 itu artinya euronya yang melemah gitu 1:17:55 bukan bukan dolarnya yang menguat 1:17:57 sebetulnya itu jadi poin-poin seperti 1:18:00 ini yang mesti kita perhatikan tuh jadi 1:18:02 kalau kita anggap bahwa Indonesia itu 1:18:04 bisa kasih sinyal pada dunia ya mungkin 1:18:06 e Iya bisa juga Tetapi kan enggak 1:18:10 mungkin Indonesia itu yang nentuin suku 1:18:12 bunga lalu fet yang ngikutin Indonesia 1:18:14 kan kan itu agak ajaib cara berpikir 1:18:16 semacam itu kan jadi ngocek apapun kita 1:18:19 tahu bahwa dolar itu akan mendik kita 1:18:21 akan mendik rupiah ya kalau Dolar e Joe 1:18:26 biden suruh pulang ya pulanglah dolar 1:18:28 itu pasti itu kosong kita e ke mana-mana 1:18:31 sekarang eh Joe biden lagi Mar mandir di 1:18:34 di Palestina dan itu satu pertanda bahwa 1:18:37 akan ada konsolidasi baru di situ jadi 1:18:39 kita bersiap untuk menghadapi Bah 1:18:40 Indonesia akan dianggap sebetulnya 1:18:42 sinyal yang kedua e negara-negara Barat 1:18:45 itu enggak lagi ngomong tentang G G7 dan 1:18:50 g20 mereka punya proposal baru namanya 1:18:54 g12 g12 itu jadi G7 plus e 5 negara baru 1:18:59 dia akan masukkan New Zealand eh Korea 1:19:02 Selatan E Australia jadi kira-kira itu 1:19:06 akan jadi semacam 1:19:07 eh eh makrooltical economy yang akan 1:19:12 menyebabkan Indonesia Tersisi Jadi apa 1:19:14 yang mau dibantu ke 1:19:16 Indonesia seluruh fasilitas ekonomi 1:19:18 politik akan dikerahkan ke Eropa nah 1:19:20 bagian ini yang satu waktu kita akan 1:19:22 lihat eh keadaan kita jadi Papa lalu 1:19:25 kita berpikir dalam keadaan 2 minggu ke 1:19:29 depan misalnya itu e Raja paksa mau 1:19:31 ngapain di Singapur masa minum kopi di 1:19:34 Orchard Road kan Gila kan kan mesti ada 1:19:36 keputusan dia mau ke mana pasti Singapur 1:19:39 punya punya kalkulasi tu mau dikirim 1:19:42 balik atau mau diekstrisi ke tempat yang 1:19:44 lain jangan-jangan Singapura justru lagi 1:19:47 berupaya untuk meminta Indonesia untuk 1:19:49 menerima Raja paksa sebagai tempataka 1:19:52 terakhir kan jadi soal-soal semacam ini 1:19:54 akan memporakporandakan juga 1:19:56 desain-desain politik yang lagi 1:19:57 dirancang sekarang tapi saya tetap 1:19:59 melihat bahwa Pak Jokowi tetap melakukan 1:20:02 konsolidasi untuk perpanjangan kekuasaan 1:20:04 relawannya masih gerila di mana-mana tu 1:20:07 eh ada persiapan mungkin besok 1:20:10 bupati-bupati se-indonesia akan 1:20:12 dikumpulkan lagi di Ancol itu untuk 1:20:14 dibrief oleh Presiden dan ada kebulatan 1:20:17 tekad bahwa Bupati bukan lagi kepala 1:20:19 desa sekarang Bupati mendukung periode 1:20:21 atau Apun lihat bahwa keadaan kita 1:20:24 betul-betul ee bertanding untuk hal yang 1:20:27 palsu nah Kepalsuan pertandingan politik 1:20:30 itu akan dicrossfire oleh keadaan 1:20:33 ekonomi jadi mampuslu politik karena 1:20:35 ekonomi akan mendik politik kira-kira 1:20:37 itu eh simpulan yang yang agak 1:20:42 pesimistis sebetulnya dan kita mesti 1:20:44 terusus pesimis Baik terima kasih eh 1:20:48 Prof R profi Prof Mardani eh atas eh 1:20:52 diskusi yang sangat menarik pada malam 1:20:54 ini eh semua data ini ini bukan diskusi 1:20:57 ini rapat kabinet 1:20:59 alternatif Kabat 1:21:02 B Insyaallah nanti kita rapat kabinet E 1:21:05 3 tahun 1:21:07 lagi ya dan Eh sahabat-sahabat sekalian 1:21:11 eh kondisi sedang tidak baik saja eh 1:21:15 tetap kritis Eh tadi Prof Antoni sudah 1:21:18 Berikan sinyal bahwa semua data yang 1:21:20 diberikan pemerintah itu perlu kita 1:21:22 kritisi Apakah benar valid Apakah hanya 1:21:25 kebohongan statistik yang jelas kita 1:21:27 semua masyarakat merasakan sedang 1:21:29 kesulitan ekonomi sedang negara tedang 1:21:33 tidak sedang baik-baik saja dan EE 1:21:36 dengan kondisi ini kita harapkan kita 1:21:38 bisa berpekir jenih agar e Indonesia ada 1:21:41 ee peluang perubahan dengan adanya 1:21:44 kepimpinan baru di 2024 itu saja dan 1:21:48 terakhir soal raja apa Raja paksa 1:21:51 presiden srianka ke Singapur Mungkin 1:21:53 beliau sedang menonton Singapore Open 1:21:56 badminton 1:21:57 Prof dan sebagai kabar baik tadi saya 1:22:00 kebetulan pengembar badminton Indonesia 1:22:04 di semifinal singaporea Open keseluruhan 1:22:07 EMP semifinalis tu ganda putra semua 1:22:09 dari Indonesia all 1:22:12 indonesial salah satu sejarah kita 1:22:14 bulutangkis Indonesia kita ucapkan 1:22:16 selamat kepada empat pasangan gand Putra 1:22:19 Indonesia yang masuk ke seminal sap 1:22:22 bersih semal gandra adal Indonesia 1:22:25 sebuah kebanggaan bagi kita semua dan 1:22:28 mudah-mudahan Pak Raj paksa menonton 1:22:30 juga di 1:22:32 singap Terima kasih sampai ketemu lagi 1:22:35 pada 1:22:36 acaraan depan pada waktu dan jam yang 1:22:39 sama dan channel yang sama asalamuikum 1:22:42 War 1:22:45 wabaro 1:22:51 makas