Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 Brail 0:22 TV Brazil 0:31 sangat maju dan sangat diperhitungkan ee 0:34 di dunia. Nah, apakah memungkinkan ee 0:38 daerah-daerah kita di Indonesia ee bisa 0:41 juga dibuat maju seperti Singapura yang 0:44 mungkin salah satu syarat ee kemajuan 0:47 Singapura itu adalah kepemimpinan 0:49 Liquanu yang mungkin bisa menjadi 0:52 inspirasi bagi para calon kepala daerah 0:55 di Indonesia. Ya, Liquanu berhasil 0:58 mengubah pulau kecil Singapura menjadi 1:00 negara pencapaian ekonomi yang dikagumi 1:02 di seluruh dunia. Sejak awal 1:04 pendiriannya, Singapura menjadi negara 1:06 yang menghadapi banyak masalah yang 1:07 harus dipecahkan, termasuk pengangguran 1:09 massal, infrastruktur yang tidak 1:11 memadai, perjudian yang merajalela, dan 1:13 masalah-masalah lain yang melanda negara 1:16 baru. Perdana Menteri pertama Singapura, 1:18 Liquan harus mengatasi sejumlah masalah 1:20 yang kompleks dan menantang terlepas 1:23 dari keterbatasan sumber daya alam 1:25 Singapura serta populasi, masyarakat 1:28 atau rakyatnya yang kecil dan wilayah 1:31 yang kecil. Negara ini memiliki visi 1:32 untuk menjadi pusat perdagangan dunia 1:35 yang kompetitif secara global dan 1:37 memiliki ketersediaan modal intelektual 1:39 yang tinggi. Ya, meskipun demikian, 1:41 Singapura saat ini telah berhasil 1:43 mencapai tujuannya menjadi pusat 1:45 perdagangan dunia yang penting dengan 1:47 memanfaatkan posisi strategisnya di 1:49 kawasan ini. Ee baik sahabat-sahabat. 1:52 Eh, oleh karena itu kita ingin mencoba 1:54 mendalami kisah sukses ee Singapura di 1:58 bawah kepemimpinan Liuan yang menjadi 2:01 mengubah sebuah negara, sebuah daerah 2:04 kecil menjadi negara super power secara 2:07 ekonomi dan pengaruh di kawasan Asia 2:11 Pasifik dan juga di dunia. Untuk itu 2:14 sudah hadir bersama kita ee narasumber 2:17 kita yang pertama Dr. Zulkifli Mansyah, 2:20 Gubernur NTB 2018-2023 dan sekarang 2:24 calon Gubernur NTB untuk 2:27 2024-2029. Asalamualaikum Bang Zul, apa 2:30 kabar? 2:34 Dan kemudian juga sudah hadir bersama 2:37 kita ee Pak Dahlan Iskan ya, Menteri 2:40 BUMN 2:42 2009-2011 eh yang juga senantiasa 2:45 membersamai Newal The St eh tema-tema ee 2:49 tertentu. Dan saat ini kita berharapkan 2:52 bagaimana pemaknaan dan mungkin 2:54 inspirasi ee dari Pak Dalan Iskan 2:58 terkait dengan Singapura di bawah 3:00 kepemimpinan LIU yang mungkin bisa kita 3:03 pelajari untuk Indonesia dan juga sudah 3:07 hadir ee oh nanti akan hadir bersama 3:10 kita Pak Mardan Elisera sebagai tuan 3:12 rumah Indonesia Leaders Talk ee dan juga 3:15 Bung Rocky Gerung ya yang senantiasa 3:17 membersamai Pak Mardani dalam setiap 3:19 acara ini. Lad Stok. Baik, 3:21 sahabat-sahabat sekalian, sebelum kita 3:23 mulai diskusi kita pada malam hari ini 3:26 ee kami ingin mengucapkan terima kasih 3:29 yang besar sebesar-besarnya kepada 3:31 pemirsa setia Indonesia Stok baik di 3:33 dalam negeri ataupun luar negeri. Acara 3:36 ini bisa disaksikan secara langsung 3:38 melalui siaran live streaming PKS TV, 3:41 Rasil TV, dan Mardani Alisera dan juga 3:44 disiarkan melalui jaringan radio Rasil 3:47 di sekitar Jabo Detabek dan juga direlay 3:50 di beberapa jaringan radio Rasil di 3:52 beberapa kota di seluruh Indonesia. Dan 3:55 juga kami mengucapkan terima kasih 3:57 kepada 3:58 pemirsa wartawan media ee yang juga 4:01 senantiasa menyaksikan, meliput, dan 4:04 memberitakan acara ini ee sehingga acara 4:08 kita ini bisa ee disaksikan dan 4:11 diberitakan di berbagai media dan 4:14 mudah-mudahan ee bisa memberikan 4:16 sumbangsih konten positif yang 4:18 mencerahkan bagi media dan masyarakat 4:21 Indonesia. Siap. Ya, selamat datang, Pak 4:24 Mardani. 4:27 Asalamualaikum. Salam, Bang Haldi. 4:29 Maafkan. Lanjut, ya. Baik, mungkin tadi 4:34 belum sempat di awal. Sebelum kita mulai 4:36 mungkin ee ee kita mulai dahulu dengan 4:39 qiraah Quran. Apa sudah ada dari ee 4:43 karinya? 4:46 Sudah, Pak. Iya, silakan. 4:59 kita Bismillahirrahmanirrahim. 5:01 Asalamualaikum warahmatullahi 5:03 wabarakatuh. 5:04 Waalaikumsalam warahmatullahi 5:06 wabarakatuh. 5:10 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 5:16 [Musik] 5:24 [Musik] 5:29 Bismillahirrahmanirrahim. Alif 5:35 lam mim. 5:41 Allahu 5:43 [Musik] 5:45 la 5:47 ilahailla huwal hayyul qayyum. 5:54 Nazzala alaikal kitaba bilhaqqi musaddiq 6:00 limaa baina yadaihi wa 6:04 anzalat taurata wal 6:08 in 6:11 jil 6:14 minqoblu 6:17 hudallinasi wa 6:19 an zalal furqan 6:27 Innalladzina kafaru 6:31 biayatillahi lahum 6:34 adzabun syadid. 6:39 Wallahu 6:40 [Musik] 6:48 azizunq. 6:51 Innallaha la 6:56 yakhun fil ardhi wala 7:03 fisama. Hualladzi yushawirukum. 7:13 y 7:16 la 7:18 ilahailla huwal azizul 7:22 [Musik] 7:25 hakim. 7:27 Sadaqallahul aliyul 7:32 adzim. Wasalamualaikum warahmatullahi 7:34 wabarakatuh. 7:37 Salam. 7:40 Baik, sahabat-sahabat sekalian, kita 7:41 mulai diskusi kita pada malam ini dengan 7:44 tema ee belajar dari Singapura di bawah 7:47 kepemimpinan Likwanyo. Kepada Pak Marani 7:49 dipersilakan ee untuk memberikan 7:51 pengantar dan paparannya. 7:54 Izin, Pak Adhanan Iskan, ee Mang Zul 7:59 duluan. Bismillahirrahmanirrahim. 8:02 Asalamualaikum warahmatullahi 8:03 wabarakatuh. 8:05 Alhamdulillah. Allahumma sholli ala 8:07 sayyidina 8:09 Muhammad. Amma baad. Selamat malam dan 8:12 salam sejahtera untuk kita semua. 8:14 Bahagia sekali Indonesia leaders Talk 8:17 edisi 8:19 198 belajar dari tetangga kecil kita ya. 8:24 Dia kecil padalan Iskan atau Bangzul 8:28 tapi sovereign well fund-nya itu 1,3 8:32 triliun hampir sama dengan total GDB 8:35 kita. 8:36 Keren. Tiga hal saja. Yang 8:39 pertama tentu kita tidak bisa compare 8:42 Indonesia dengan Singapura ya. Eh, kalau 8:44 Pak Habibi bilang the red dot countries, 8:47 tetapi kita bisa melihat bahwa dia salah 8:50 satu 8:52 negara termakmur bukan cuma di Asia tapi 8:56 juga di dunia ya. Belakangan bukan cuma 8:59 ekonomi tetapi disebut the blue 9:02 countries ya. karena persentase yang 9:04 hidup di atas 100 tahunnya tinggi sekali 9:07 gitu loh. 9:09 Ee bukan cuma itu, saya nih mungkin 9:14 kalau Pak Dalan Iskand sering ke Cina, 9:16 saya seringnya ke Singapura Pak Dalan 9:18 Iskand karena dulu sempat kuliah di 9:21 Johor ya, di selatannya Malaysia itu 9:24 berbatasan sama Singapura. Tapi 9:27 belakangan memang kalau cari buku yang 9:30 terbaru dan murah ya di Singapura. 9:33 Jadi yang pertama Singapura tidak bisa 9:35 dibandingkan dengan Indonesia, tapi 9:37 Indonesia bisa banyak belajar dari 9:39 Singapura ya. Eh lagi baca dua bukunya 9:43 Liquan ya from third world to first sama 9:47 ini ya apa nih? Eh one man view of the 9:51 world. Eh ini kian menegaskan everything 9:55 rises and falls on leadership. Ya, 9:57 segalanya naik turun karena 9:58 kepemimpinan. Karena itu ee tema kita, 10:02 tema kepemimpinan akan terus kita angkat 10:04 karena memang satu orang bisa satu 10:07 individu bisa sangat membuat ee keadaan 10:12 satu institusi berubah. Ya, Liwaniu 10:15 menjelaskan bagaimana komitmennya, 10:18 kapasitasnya, integritasnya untuk 10:20 membangun 10:21 Singapura eh Scrat from zero ya. Bahkan 10:25 cerita bagaimana dia menangis ketika 10:29 tahun 63 keluar dari Malaysia ya. Tetapi 10:33 dibuktikan setelah itu justru ee banyak 10:36 sekali orang Malaysia yang ingin masuk 10:39 ke Singapura. Sama lebih dari 1000 orang 10:42 Indonesia menjadi warga negara Singapura 10:45 every year setiap 10:47 tahun. Jadi kita bisa belajar dari 10:50 Singapura dan dari Liwan ya. Karena tadi 10:54 ya eh resist and falls on leadership. 10:58 Segalanya naik turun karena 10:59 kepemimpinan. Karena itu leaders dan 11:01 leaders eh 11:04 membaca ee ee biografi itu menjadi 11:08 makanan wajib ya. Kenapa tahun 2010 itu 11:12 eh Piala Dunia diadakan di Afrika 11:14 Selatan karena one man namelson Mandela? 11:18 Ya, kita juga bagus nih ee Erik Tohir 11:21 kerja sama sama Sintai bikin kesebelasan 11:25 nasional kita luar biasa ya. Jadi 11:27 pelajaran 11:28 pertama eh satu orang bisa sangat 11:32 mempengaruhi. Karena itu growing our 11:35 capacity, strengthen our integrity itu 11:39 menjadi kewajiban harian kita. Dan itu 11:42 bukan 11:44 pekerjaan eh once in a lifetime, tapi eh 11:48 dari yang kecil, kebiasaan yang kecil 11:51 terus-menerus setiap hari. Berpegang 11:53 teguh kepada ee nilai, berpegang teguh 11:57 kepada keberanian, mengambil risiko dan 11:59 bertanggung jawab adalah menjadi syarat 12:02 kita semua. 12:04 Yang kedua tentu yang kita pelajari, nah 12:07 ini juga mungkin ee enggak tahu kalau 12:10 Pak Prabowo terinspirasi ya, Pak Dalan 12:12 Iskan, Pak Prabowo pengin bikin eh eh 12:17 develop a strong government ya. Liuan 12:20 memang 12:21 meliberalisasi ekonomi mungkin eh dan eh 12:26 banyak hal, tetapi benar-benar strong 12:28 government yang kontrol pemerintahannya 12:30 kuat ya. banyak kali bisa dilaksanakan 12:33 dengan strong government. Tetapi 12:35 pastikan bahwa strong government ini 12:38 bukan 12:39 dipandu atau ee diinisiasi oleh 12:44 ee orang-orang yang ee punya 12:47 kecenderungan tirani dan diktator, 12:50 tetapi ayah yang sayang kepada anaknya. 12:53 Ya, seperti ayah sayang kepada anaknya, 12:56 pemimpin sayang kepada rakyatnya. di 12:57 strong government harus sangat based on 13:01 research, based on eh apa? Intellectual 13:06 approach, eh based on eh pendekatan 13:09 common sense dan best practice. Ya, 13:13 Singapura dari awal eh mempesona Cina 13:17 bahkan ketika dengoping datang pertama 13:20 maju sekali gitu ke Singapura ya. 13:22 Padahal negara yang kecil dan tidak 13:24 punya sumber 13:25 daya. Kenapa? Karena memang tadi ya 13:30 betul-betul setiap kebijakannya mengikut 13:33 kepada there is no rocket science in 13:35 winning election dan there is no rocket 13:37 science in develop the country. Ya, 13:40 mudah kok untuk bangun negara asal ikut 13:42 ya. Makanya bagaimana membuka investasi, 13:45 memperkuat manufaktur, habis itu 13:47 pendidikan, kualitas sumber daya manusia 13:50 atau sumber insani dan lain-lain itu 13:52 yang dilakukan. Poin dua. Nah, poin 13:54 tiganya tentu ee kaderisasi 13:57 kepemimpinan. 13:59 Ee kepemimpinan tidak bisa diedukasi 14:03 tapi dikader kaderisasi. Dan karena itu 14:06 selalu ya dari Likano ke Gocoktong, 14:09 Gocotong ke bijili, bijili sekarang ke 14:12 Samuel Wong gitu. Itu semuanya 14:14 kaderisasi yang dilakukan dengan sangat 14:16 seksama. Kita perlu belajar Indonesia 14:19 bagaimana melakukan kaderisasi 14:20 kepemimpinan yang baik, tidak tral and 14:22 error, tidak sumbu kiri ke sumbu kanan 14:25 terus-menerus sehingga kita seperti 14:27 jalan di tempat. Malam ini kita bahagia 14:30 karena banyak guru kita. Itu Bang Aldi 14:33 sebagai pengantarnya. Matur nuwun nyuwun 14:35 sewu. Lanjut. Baik, terima kasih Pak 14:39 Mardani atas pengantarnya. Dan sekarang 14:42 kita langsung masuk ke Pak Gubernur, 14:44 Bang Dr. Zulkifli Mansah. Bagaimana 14:48 pemaknaannya terkait 14:50 pimpinanu dan sedikit mungkin bisa kasih 14:53 contoh ee bagaimana Bang Zul membangun 14:56 NTB juga. Dipersilakan Bang Zul. Ya, ini 15:00 terima kasih teman-teman semua, 15:03 terutama guru saya, mentor saya, Pak 15:07 Daniskat juga senior saya Pak Mardani. 15:11 Ya, tentu seperti dikatakan oleh Pak 15:14 Marani tidak mungkin membandingkan 15:17 secara 15:18 umum Singapura dengan ya tetapi memang 15:23 kita bisa belajar 15:25 banyak negeri yang tadinya dianggap 15:28 remeh 15:29 mampu berbagan proses menjadi salah 15:33 satu yang sangat disegani di seluruh 15:35 dunia karena 15:37 kemajuan 15:39 kehidupannya Tentu kalau kita 15:42 lihat strong leadership dari Liquan 15:45 adalah faktor paling 15:47 penting. Tapi bukan hanya strong, dia 15:49 juga punya visi yang kemudian deeply 15:53 rooted and widely shared, mengakar, 15:56 dipaksa dimengerti internalisasi oleh 15:59 masyarakatnya. 16:01 Tapi yang 16:02 menarik Pak Mani dan lain-lain itu 16:06 hadirnya Liquani itu tidak muncul dalam 16:09 kevakuman ya. sekolah di luar negeri. 16:14 ya di Inggris awalnya Pak Cambridge ya 16:17 di Inggris sehingga dia sadar betul 16:20 bahwa misalnya kalau kita baca 16:23 biografinya itu pentingnya sistem 16:26 Inggris itu diberlakukan juga pada 16:29 awal-awal Singapura di mana misalnya 16:31 polisi dan militer itu dijauhkan dari 16:34 politik karena menurut dia pembangunan 16:37 ekonomi itu mensyaratkan ada freedom of 16:41 expression dalam pengertian ee politik 16:44 sama militer sama polisi ini jangan 16:47 disatukan terlebih 16:48 dahulu. Nah, yang kedua yang menarik 16:50 menurut saya yang perlu kita pelajari 16:52 itu dia investasi yang very serious in 16:55 education. Nah, jadi dia percaya betul 16:59 meng-upgrade kapasitas masyarakat itu 17:01 butuh perbaikan di pendidikan. Jadi 17:05 bukan hanya institusinya diperkuat, tapi 17:08 dia mengirim anak-anak terbaik Singapura 17:10 itu untuk belajar in the best 17:13 universities in the UK. Jadi dia kirim 17:16 calon pemimpin masa depan itu di 17:18 Cambridge, di Oxford, di apa namanya 17:22 sekolah-sekolah terbaiklah yang ada di 17:25 di Inggris itu. Imperial College B 17:28 University salah satunya. 17:31 Tetapi yang menarik Pak 17:33 Mardani 17:36 dia learn from the best and make it 17:38 better in Singapore. Nah, ini menarik. 17:41 Jadi dia duplikasi, dia pelajari dan 17:45 orang-orang yang terbaik kemudian dia 17:46 replicate itu dengan cara yang lebih 17:48 baik 17:49 di Nah, kenapa? Karena dia tidak lihat 17:52 lagi Cambridge sama itu menjadi sangat 17:54 maju. Pch berikutnya orang-orang terbaik 17:57 ini setelah punya pengalaman 17:58 undergrade-nya di UK kemudian disuruh 18:01 ngambil MBA di Harvard atau di MIT. Nah, 18:05 jadi ada shifting kebijakan 18:07 pendidikannya ke Amerika karena dilihat 18:09 Inggris sudah kedodoran keteteran 18:13 mengajar Amerika. Jadi dia belajar dari 18:14 Amerika. Nah, setelah dia belajar di 18:17 Harvard kemudian dia belajar di MIT dia 18:19 kemudian bikin NUS. 18:22 Kemudian dia bikin ee apa namanya? NTU 18:28 NTU mereplicate ee MIT MIT. Tapi mereka 18:32 berusaha membuat itu lebih bagus and to 18:35 some extent memang NU dan NTU tidak 18:37 kalah dengan Harvard dan eh apa namanya 18:41 eh NTU dengan M MIT. 18:45 Jadi yang kami pelajari kalau misalnya 18:47 di ee replicate ke apa yang kami lakukan 18:50 di MTB ini, Pak Dahlan, kami mencoba 18:53 merubah cara pandang masyarakat kami 18:55 yang tradisional ini dan mengirimkan 18:57 anak-anak muda NTP ini ribuan ke luar 18:59 negeri. 19:01 Nah, jadi sebenarnya kami ingin 19:03 menyentil pemerintah pusat sebenarnya 19:04 Pak Martani. Kalau NTB dengan segala 19:06 kekurangannya sanggup memberangkatkan 19:08 1000 orang. 1000 19:12 Indonesia dengan resources yang banyak, 19:14 LPDP itu bisa kirim ratusan ribu. Betul. 19:18 Ketimbang mengirim satu di Harvard, di 19:21 Stanford, mereka bisa ngirim lebih 19:23 banyak sains dan teknologi di Eropa 19:25 Timur, di Rusia, di Republic, Poland dan 19:28 lain sebagainya. Itu satu. Nah, yang 19:30 kedua selain setelah mereka menyiapkan 19:34 ee apa namanya? cukup dengan 19:37 meng-upgrade kapasitas ee institusi 19:40 pendidikannya, mereka mulai masuk ke 19:43 tahap kedua yang disebut dengan 19:44 industrialisasi. Industrialisasi itu 19:47 seperti Pak Madani katakan itu ya, ada 19:50 manufaktur menghadirkan memang mereka 19:53 tidak punya ee sumber daya alam, tapi 19:56 dengan sains dan teknologi mereka mampu 19:58 membeli komoditas mentah dari Indonesia, 20:01 diolah dengan sains dan teknologi di 20:04 Singapura dan kemudian dijual kembali ke 20:07 Indonesia dengan harga yang relatif 20:08 lebih mahal. Jadi, jadi industrialisasi 20:12 itu kita coba lakukan juga di NTB. Saya 20:14 sering mengatakan selama ini NTB itu 20:17 coba kita sering jual gabah tapi beli 20:20 beras. Kita jual kayu ke Surabaya ke 20:23 tempat Pak Dahlan Iskan, tapi kita beli 20:25 kursi dan meja dari sana. Kita jual 20:28 jagung tapi beli pakan ternak dan lain 20:31 sebagainya. Kita punya tomat, kita punya 20:33 cabe. We all sell traditional 20:36 commodities atau komoditas mentah ini 20:39 dengan harga lebih murah. Tapi di 20:40 Surabaya, di Bandung, di Jakarta, di 20:42 Semarang diolah, dijual kembali ke 20:44 tempat kita. Nah, oleh karena itu 20:47 kemarin COVID berkah di antara musibah 20:50 juga kita akhirnya bisa social 20:53 distancing, physical distancing 20:55 menumbuhkan 5.000 UKM baru padahalan. 20:57 sehingga kita oleh BNPB termasuk 21:00 provinsi yang terbaik mencegah COVID 21:02 tapi mampu memelihara kesinambungan 21:04 pertumbuhan ekonomi. Nah, jadi 21:07 sebenarnya apa yang dilakukan oleh Likan 21:10 itu seperti investing in education, 21:13 kemudian 21:14 industrialization, eh kemudian eh 21:17 structural deing in term of industry itu 21:20 kita coba copy sedikit demi sedikit. 21:23 Nah, itu menurut kami ini bukan sekedar 21:25 teori mudah-mudahan saja ee apa yang 21:29 dilakukan dengan leadership yang bagus 21:32 ya. Kemudian dengan mengkader 21:34 kepemimpinan berikutnya secara ee 21:37 terstruktur dan well prepared gitu. Itu 21:40 menjadi inspirasi pemimpin-pemimpin di 21:43 Indonesia terutama yang ada di 21:45 daerah-daerah. Itu sedikit yang 21:48 menginspirasi. tentu banyak hal yang 21:49 lain bisa kita diskusikan nanti. Saya 21:51 kira begitu pengantarnya, Pak. 21:54 Baik, terima kasih Bang Zul atas 21:57 pengantarnya. Sangat menarik. Ee 22:00 ternyata kata kuncinya dimulai dari 22:03 pendidikan ya, menginspirasi dari 22:04 pendidikan dan menyekolahkan calon-calon 22:07 pemimpin pelanjutnya dan pembantunya di 22:10 sekolah-sekolah terbaik ya. Ya, 22:12 mudah-mudahan ini bisa jadi pola di 22:14 Indonesia juga. Satu yang menarik, Bang 22:16 Zul, tadi Bang Zul pengin menyentel 22:18 pemerintah pusat. Mungkin suatu saat ya 22:21 enggak usah disentil-sentel, biar Bang 22:22 Zul aja yang ada di pemerintah pusat 22:24 nanti. 22:24 [Tertawa] 22:26 Ya. Baik. Kenapa kenapa saya perlu 22:30 tekankan ini? Karena saya lihat ee yang 22:32 di pemerintah pusat misalnya mengirim 22:34 satu orang ke Harvard itu bisa 22:36 mengirimkan 100 atau 200 orang di Eropa 22:39 Timur misalnya. Itu sayang sekali. 22:42 Karena mungkin di 22:44 di LPDP itu ee terlampau terpaku pada 22:49 100 terbaik di dunia gitu. Sebenarnya 22:52 kalau kita belajar sains dan teknologi 22:54 Eropa Timur pun tidak kalah sebenarnya. 22:57 Jadi menurut saya ketimbang 22:59 kita LPDP hanya terbatas kirimkan aja 23:03 terutama sebagian besar menurut saya itu 23:04 yang harus dikasih prioritas itu orang 23:06 Indonesia Timur. 23:08 Nah, kalau bisa dikirim ke sana maka 23:10 nasionalisme itu akan muncul di luar 23:13 negeri. Sehingga rasa cinta pada 23:14 Indonesia itu luar biasa. Jadi menurut 23:16 saya pemerintahan baru itu perlu melihat 23:19 enggak usah harus ke the best busnis 23:22 school misalnya seperti Harvard, 23:23 Stanford dan lain sebagainya. Tapi sain 23:25 and technology ini bisa dipelajari di 23:28 manapun di dunia dengan harga yang jauh 23:29 lebih murah. Saya kira gitu, Pak 23:31 Mardani. 23:32 Setuju. Nambahin dikit, Di. Eh, 23:36 eh Singapura juga awalnya tuh ke 23:39 Commonwealth Country dulu yang murah 23:41 gitu loh. Ketika sudah cukup baru ee 23:44 masukin ke Amerika. Amerika tuh mahal 23:46 sekali. Mahal sekali gitu, Dik. Artinya 23:49 kita harus betul-betul punya strategi 23:51 yang baik. Makasih, Bang Zul. Masukan 23:53 bagus. Baik, terima kasih ee Bang Zul. 23:57 Dan sekarang kita dengar dulu pandangan 23:59 dari Pak Dalan Iskan. Dipersilakan Pak 24:02 Dahlan. 24:04 Ya, saya setuju dengan Pak Mardani, Pak 24:07 Gubernur bahwa kita tidak bisa tidak 24:12 bisa membandingkan dengan Singapura ada 24:14 dua hal. Satu, ya kita tidak 24:19 punya nasib untuk melahirkan seorang 24:23 diktator yang baik hati. 24:26 Jadi sebetulnya yang kita perlukan 24:28 adalah seorang diktator tetapi yang baik 24:30 hati. Titik beratnya dibaik hati. Baik 24:33 hati dan pandai. 24:36 Kadang-kadang kita punya diktator tetapi 24:39 enggak cukup haik hati sehingga diktator 24:41 mikir dirinya sendiri dan keluarganya. 24:44 Atau kita punya orang baik hati tetapi 24:47 tidak diktator. Ya, itu dari nasib kita 24:52 bahwa Singapura nasibnya begitu baik. 24:54 Begitu dapat satu orang diktator, dia 24:57 baik hati, tidak memikirkan keluarganya, 24:59 tidak memikirkan anaknya, dan ee rumah 25:03 tinggalnya pun di rumahnya sendiri. 25:05 Kemudian anak-anaknya seperti yang 25:08 barusan meninggal kemarin itu, dia juga 25:11 sejak kecil dididik bahwa biarpun kamu 25:14 anaknya perdana menteri, tapi tidak ada 25:17 istilahnya kalau kamu lempar bola akan 25:20 ada orang lain yang mengambilkan bola 25:21 itu. Tidak ada begitu. Dan itu di secara 25:25 konsekuen diterapkan di pribadi Liquanu 25:28 dan itu kan kita tidak bisa tiru. Eah. 25:31 Yang kedua kita juga enggak bisa tiru 25:34 karena modal sosial kita tidak seperti 25:39 di Singapura. Intinya bahwa memang untuk 25:43 maju kita harus lebih sabar. Harus lebih 25:46 sabar. Sabar. Sabar. Sabar. Sabar. 25:50 Karena 25:51 misalnya ya 25:54 kita 25:56 punya 25:59 pendidikan intinya bahwa jurusan-jurusan 26:02 di perguruan tinggi kita yang jurusan 26:05 agama itu luar biasa besarnya dibanding 26:08 yang jurusan ee ee sains, ee teknik dan 26:12 keuangan. begitu juga jurusan-jurusan 26:15 seperti hukum ee sosial ee itu luar 26:20 biasa besarnya. Sehingga sebetulnya kita 26:23 memang tidak bisa dari seperti Singapura 26:25 karena modal sosial yang yang sulitlah 26:29 kita bagaimana menyiapkan masyarakat 26:32 untuk bisa rasional. Itu aja kan sulit 26:35 ya harus kita sadari. Padahal untuk maju 26:39 kan masyarakatnya harus rasional begitu. 26:43 Nah, ini kita harus sabar. pertama. 26:49 Kedua, mm bagaimana ya caranya 26:53 pemerintah agak berani sedikit misalnya 26:57 menutup untuk 26:58 sementara jurusan-jurusan di perguruan 27:01 tinggi 27:02 yang bergerak di bidang ilmu sosial 27:05 misalnya, kan enggak ada yang berani. E 27:09 dan saya pengin sebetulnya ada lembaga 27:12 kalau bisa ini datang dari kalangan 27:14 Islam yang 27:16 meneliti struktur masyarakat kita. 27:20 Berapa persen yang berpendidikan sains, 27:23 berapa persen yang berpendidikan agama, 27:25 berapa persen yang berpendidikan hukum, 27:28 berapa persen yang berpendidikan 27:29 akuntansi dan seterusnya. Nanti kita 27:33 petakan, kita beberkan aja. Ini loh 27:35 struktur penduduk kita yang 27:37 berpendidikan sains sekian persen, yang 27:39 berpendidikan agama sekian persen dan 27:41 seterusnya. Dan dengan struktur seperti 27:44 itu apakah mungkin negara kita maju? 27:47 Betul kan? Tidak mungkin begitu. Nah, 27:50 sesuatu yang tidak mungkin kenapa 27:53 diteruskan? Nah, itu kan selalu begitu. 27:56 Sesuatu yang tadi Pak Mardani bilang 27:58 common sense itu sesuatu yang tidak 28:01 common sense harus ditinggalkan begitu. 28:03 Betul. Nah, sementara kita yang tidak 28:06 komen itu kan banyak sekali dan itu 28:09 menyangkut emosional dan itu menyangkut 28:11 ee iman dan itu menyangkut agama itu 28:14 menyangkut peribadatan semua kan jauh 28:17 sekali. Jadi intinya ya sudahlah kita 28:19 harus lebih sabar ya. Ee dan saya setuju 28:23 jalan yang terbaik adalah pendidikan. Ya 28:25 sudah ee karena tapi kan pendidikan 28:29 tidak bisa jangka pendek harus jangka 28:31 panjang. ee ee Pak Gubernur aja sekolah 28:34 di Glasgo ee berapa lama? Kemudian 28:37 pulangnya pulang dari Glasgo ya 28:40 bagaimana. Itu kan harus banyak sekali 28:43 yang tadi bilang ratusan ribu e yang 28:46 harus lulusan Amerika, lulusan Inggris. 28:48 Dan saya setuju memang dengan Pak 28:50 Gubernur bahwa tidak harus atas biaya 28:53 negara kirim ke Harvard atau ke MIT. 28:57 Nah, itu biarlah itu yang 28:59 pribadi-pribadi yang punya uang sekolah 29:01 di sana. Tetapi kalau negara ibaratnya 29:04 kita ini kan enggak perlu Mercy, tetapi 29:07 kita ini perlu Toyota cukup. Toyota 29:10 cukup Toyota kan juga sangat baik tapi 29:13 banyak gitu. daripada punya Mercy tapi 29:16 sedikit, mendingan punya Toyota tapi 29:18 banyak banget begitu. Dan Toyota kan 29:21 juga cukup bagus, kan juga mobil juga 29:23 dan juga AC-nya juga enak, naikannya 29:26 juga enak. Ya sudahlah kenapa kita harus 29:28 e harus ngejar Mercy? Kita punya Toyota 29:32 tapi banyak kan lebih baik begitu. 29:33 Makasih 29:37 Pak Dalan. Pak Dalan yang sudah pernah 29:39 merasakan menjadi menteri ya di 29:41 pemerintah pusat, pernah ikut rapat 29:43 kabinet mungkin ya dengan Presiden, 29:45 Wakil Presiden, dan Menteri lainnya. 29:48 Kira-kira untuk pemerintahan baru ke 29:50 depannya kebijakan-kebijakan strategis 29:53 apa yang segera perlu dilakukan? ee tadi 29:56 tadi banyak masukan-masukan kita belajar 29:58 dari Singapura plus juga mungkin Pak Dah 30:01 melihat masalah-masalah saat ini 30:02 kira-kira seperti apa pemerintahan baru 30:04 ini nantinya yang kebijakan yang perlu 30:07 diambil. Terus terang saya penuh 30:08 teka-teki ya. Saya penuh teka-teki 30:10 karena kalau Pak Prabowo mengatakan 30:13 pertumbuhan ekonomi 8% itu asbabun 30:16 nuzulnya bagaimana? 8% itu harus 30:19 investasi beri berapa? Sementara kita 30:22 ini kan sudah enggak punya uang. Ee 30:25 misalnya uang-uang negara ini kan sudah 30:28 habis sudah dihabiskan di zaman Pak 30:30 Jokowi ini. Kemudian ee juga satu ya 30:35 satu uang negara sudah habis. Dari mana 30:38 dapat utangan lagi? Dari mana dapat uang 30:40 lagi? Yang kedua zaman Pak Jokowi itu 30:44 memang luar biasa Tuhan memihak Pak 30:47 Jokowi. Luar biasa. 30:49 Karena selama zaman Pak Jokowi itu ee 30:53 musim hujan itu bagusnya luar biasa 30:56 sehingga selama 5 tahun terakhir, 7 30:59 tahun terakhir ini tidak pernah ada 31:01 kemaru panjang. Itu kan Tuhan memihak 31:04 Pak Jokowi luar biasa. Nah, apakah tahun 31:07 depan tahun depannya lagi ini tidak ada 31:10 kemarau panjang? 31:12 Selama ini selama Pak Jokowi ini petani 31:14 itu sibuk dengan pertaniannya karena 31:17 setahun bisa tiga kali tanam padi 31:20 misalnya begitu. Itu satu. Jadi 31:23 pertanian luar biasa. Artinya 31:25 orang-orang desa itu sibuk dengan 31:27 pekerjaannya sehingga enggak sempat 31:28 revolusi dan seterusnya lah. Begitu. Ee 31:31 yang kedua harga batubara itu bisa 10 31:35 kali lipat pada zaman Pak Jokowi 31:37 dibanding zaman sebelumnya. Nah, apakah 31:40 tahun depan harga batubara masih bagus? 31:42 Itu tidak. Karena sekarang saja sudah 31:44 mulai normal. Begitu Pak Jokowi mau 31:46 turun, harga batu bara ini normal lagi. 31:49 Padahal itu sumber keuangan negara yang 31:51 luar biasa besar. Kemudian selama Pak 31:54 Jokowi harga sawit, harga nikel, harga 31:58 baxit itu luar biasa tinggi dan itu di 32:02 luar kendali Pak Jokowi sendiri begitu. 32:05 Di luar kendali kita. sehingga tiga 32:07 sumber yang utama yaitu kemampuan utang 32:11 waktu itu ada, kemudian kemampuan 32:14 produksi pangan ada ee harga komodite 32:18 tambang luar biasa, harga komodite ee 32:22 sawit dan seterusnya luar biasa. Ini ada 32:25 empat hal yang menurut pendapat saya 32:28 Tuhan sangat mencintai Pak Jokowi dan 32:30 apakah Tuhan masih seperti itu terhadap 32:32 Pak Prabowo? Ini pertanyaan besar dan 32:35 siap. Tapi siap saya kan tidak tahu Pak 32:37 Prabowo dalam pengertian luar dalam. 32:40 Siapa tahu beliau punya 32:42 rahasia-rahasia misteri yang sangat 32:44 besar sehingga tiba-tiba bisa cari uang. 32:48 Karena kalau dari pajak kan tidak 32:49 mungkin. Sebesar-besar kenaikan pajak 32:52 paling kan 10%. Masa pajak mau naik 5% 32:55 kan tidak mungkin begitu. Nah, dari saya 32:58 ini penuh misteri. Dari mana Pak Prabowo 33:01 ini mau dapat uang? penuh misteri. 33:04 Tetapi kan kita tidak tahu, tidak bisa 33:06 juga bilang enggak mungkin Pak Bok kan 33:07 enggak bisa juga. Siapa tahu beliau 33:09 punya kunci Inggris yang luar biasa. 33:11 Tiba-tiba dapat uang dari mana saya 33:13 tidak tahu. Nah, ini penuh tanda tanya 33:16 dari 33:17 mana pemikirannya, asbabun nuzulnya 33:21 bahwa ekonomi akan tumbuh 33:23 8%. Makasih. 33:27 Baik, terima kasih Pak. 33:32 Nanti itu mungkin Bang Zul yang bisa 33:34 menja Oh, tuh saya ke Bang Zul dulu. 33:35 Izin ya Pak Mardan dulu. Bang Zul dulu 33:38 tuh pengalaman tuh Bang Zul kira-kira 33:41 bagaimana? Apa optimis e dengan target 33:43 8% e ekonomi pemerintahan baru di bawah 33:46 Pak Parabo? Iya. Mudah-mudahan kita bisa 33:49 seperti disampaikan oleh Pak Dahlankan 33:53 dengan kesabaran kita mudah-mudahan Pak 33:55 Prabowo ini adalah diktator yang baik 33:57 hati. 33:59 Amin. 34:03 Soalnya pertama gini kalau kita lihat 34:06 Pak Mardani ya. 34:09 Jadi Likuanu itu kenapa kuat itu karena 34:12 dia 34:13 mempraktikkan apa yang dia katakan, apa 34:15 yang dia khotbahkan pada masyarakatnya. 34:17 Jadi sesuai dengan perkataan dan 34:20 perbuatan. Jadi karena dia mewariskan 34:23 dan mempraktikkan keteladanan yang baik 34:25 p masyarakatnya. Jadi masyarakatnya itu 34:28 hormat dan sungkan pada figurano ini. 34:32 Sehingga ketika dia mengatakan misalnya 34:34 penegakan hukum tanpa pandang bulu 34:36 begitu juga terhadap korupsi, perang 34:38 terhadap korupsi. Jadi akar masalah 34:41 terhadap sebuah pembangunan ekonomi yang 34:43 baik itu pondasinya kuat sekali. Karena 34:46 kalau penegakan hukum ee tidak 34:48 dilakukan, tidak ada kepastian, orang 34:51 investasi tidak mungkin masuk. Nah, 34:53 kalau orang tidak memuliakan kontrak, 34:55 tidak ada kepastian investment, maka 34:57 kita tidak bisa bicara tentang 34:59 pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, 35:01 kemudian upgrading human capacity dan 35:03 lain-lain. Oleh karena itu, menurut saya 35:06 keteladanan seorang pemimpin ini penting 35:09 sehingga ketika dia mengatakan penegakan 35:11 hukum, penegakan hukum ini kunci yang 35:14 paling dasar untuk majunya sebuah 35:15 berikut. Nah, kalau penegakan hukum bisa 35:19 tidak terbang pilih misalnya, apalagi 35:21 sampai memperjual belikan ee apa namanya 35:25 persoalan hukum, kita baru akan 35:27 mengatakan perang terhadap korupsi. Nah, 35:29 kalau ini dua masalah dasar bisa 35:31 diselesaikan, saya kira kita optimis 35:32 terhadap masa depan negeri kita, ya. 35:36 Oke. Baik. Kalau soal masalah ee apa ee 35:41 fiskal, finans, kemampuan fiskal 35:42 finansial negara kita bagaimana, Bang 35:44 Zul? Nah, kalau menurut saya pertumbuhan 35:47 ekonomi itu tidak semata pada 78. Bisa 35:50 saja lebih tinggi daripada itu. Tapi 35:51 kalau kualitasnya jelek, percuma saja. 35:54 Contoh misalnya NTB. Tapi ini susah, Pak 35:57 Dahlan ya. Saya itu ketika dipuji bahwa 35:59 NTB itu perekonominya paling bagus di 36:02 Indonesia karena pertumbuhan ekonominya 36:04 itu tertinggi, salah satu yang tertinggi 36:06 di Indonesia. Tapi saya tahu sebenarnya 36:09 walaupun kita tertinggi di Indonesia, 36:11 tapi saya tahu betul ini tertinggi bukan 36:13 karena ekonomi kami baik. Tapi ada 36:15 perusahaan besar seperti PT Aman Mineral 36:18 mengekspor ee industri ekstraktif kita 36:21 ke luar negeri. Jadi, tetapi kan secara 36:24 politik orang-orang melihat wah ini 36:26 hebat gubernurnya, pertumbuhan 36:27 ekonominya bagus gitu. Tapi kan kami 36:32 ya ketimbang jelek wah orang yang 36:35 mengkritik kami jadi berlebihan. Tapi 36:37 kami buat yang ngerti ekonomi, kita tahu 36:39 walaupun pertumbuhan ekonominya tinggi, 36:42 tapi sebenarnya kualitas ini tidak 36:44 begitu bagus. Ekonomi kita tetap ee 36:46 tersendat gitu karena masih didominati 36:49 sektor yang tertentu saja. Tapi memang 36:52 karena hadirnya PT Aman Mineral Tenyumon 36:54 dulu yang ekspornya luar luar biasa ini 36:57 secara statistik statik statistik wise 37:00 kita jadi lebih kelihatan mengkilap 37:02 gitu. Tapi kan kita juga harus sadar 37:05 kalau pemerataan belum dirasakan 37:07 masyarakat kemudian kita 37:09 masih tradisional commodities gitu ya. 37:12 Enggak maju-maju sebenarnya tapi secara 37:14 politik kita dapat tepukan deep down in 37:18 our heart gitu jauh di dalam lembuk hati 37:20 kita, PR kita masih terlampau berat 37:22 untuk ee ee merubah cara pandang itu. 37:27 Itu kira-kira Pak. 37:29 Berarti selain pertumbuhan, selain 37:32 pertambahan PDB dari segi pemerataannya 37:35 berarti ya Bang Zul ya. Kalau menurut 37:37 saya sudah saatnya Indonesia terutama 37:39 ekonomi Indonesia itu harus punya 37:41 industrial base yang kuat. Industrial 37:43 base yang kuat ini ya kita tidak boleh 37:45 sekedar mengekspor saja, tapi kemudian 37:48 kita harus punya misalnya ada yang bagus 37:51 yang tidak konsisten aja. Beli bela 37:53 produk lokal adalah pelajaran yang 37:55 paling bagus menurut saya dari Pak Joko 37:57 itu. Tapi ini tidak diterjemahkan oleh 38:00 kementeriannya dengan serius. Betapa 38:02 masker saja kita senang impor. Belum 38:05 lagi yang yang agak-agak berat gitu 38:07 hanya karena fee yang lumayan 38:09 sebenarnya. Nah, ini kan between rock 38:11 and hard. di satu sisi kita ngomong 38:13 tentang hilirisasi, industrialisasi, 38:16 tapi aktor utama yang bermain dalam 38:18 ekonomi kita masih senang impor gitu. 38:21 Kemudian tidak memberdayakan ee 38:23 produk-produk lokal dalam tender-tender 38:26 proyek besar gitu, apalagi 38:27 industri-industri yang sifatnya 38:29 ekstraktif. Nah, ini memang harus di 38:31 digesa dengan eh mengupgrade kemampuan 38:34 sains dan teknologi SDM kita. Enggak ada 38:36 pilihan. Makanya seperti Pak Dahlan kami 38:39 lakukan di NTB itu ketika ngirim 38:41 beasiswa priority akan diberikan pada 38:44 sains dan teknologi. Karena kebetulan di 38:47 Eropa pun jurusan sains dan teknologi 38:49 itu enggak banyak peminatnya. Jadi 38:51 scholarship available untuk jurusan itu 38:53 banyak. Kalau untuk komunikasi, 38:56 psikologi, tapi kalau untuk sains, 38:58 teknologi, accounting, finance itu harus 39:01 kami kasih support. Nah, dan ini 39:03 peminatnya di Eropa enggak banyak dan 39:05 menurut kita ini harus diambil sebagai 39:07 sebuah 39:11 kesempatan. Baik, terima kasih Bang Zul. 39:14 Ee selamat malam. Asalamualaikum Bung 39:16 Rocki. 39:19 Masih mute, Bro. Masih mute 39:24 ya. Selamat malam. 39:27 dan dua pemikir utama tentang nasib 39:31 republik dan 39:34 iya Bang Bung Rocki malam ini kita 39:37 membahas kembali terkait kepemimpinan 39:39 Liquanu yang berhasil membangun 39:41 Singapura apa kira-kira pembelajaran 39:43 yang bisa kita peti untuk Indonesia 39:45 silakan Bung Roki. 39:47 Kita ingat Lianyu itu sebagai seorang 39:50 diktator sebetulnya karena mengandalkan 39:54 stitas tapi dia adalah seorang benevon 39:56 diktator. Jadi seorang otoriter yang 39:59 baik hati itu sama Pak Dahlan itu ya itu 40:04 Pak Dahlan Isken soal itu. Tapi yang 40:06 menarik adalah Singapura kota kecil 40:10 semacam eh yang dalam bayangan Plato 40:12 dulu itu adalah justru Singapura sebagai 40:15 city state dan mengefisienkan ekonominya 40:19 pada satu dalil bahwa dia hanya fokus 40:21 pada financial market misalnya dia tahu 40:24 bahwa dia negara kecil maka dia wajibkan 40:27 untuk menjaga keamanan itu berasal dari 40:31 semacam 40:32 militarisme untuk memobilisasi rakyat 40:36 ee Singapura sebagai penjaga keamanan 40:39 kan itu yang kita ingat bahwa seluruh 40:42 warga negara Singapura itu wajib 40:44 militer. Jadi dia aman secara militer. 40:47 Dia pastikan bahwa dia adalah kota jasa. 40:49 Dia enggak mau pilih yang lain tuh. Dan 40:51 kepimpinan Lianu selama 30 berapa tahun? 40:55 30 tahun ya itu menunjukkan bahwa ada 40:58 legitimasi yang kuat dasarnya apa ya? 41:00 Pembangunan ekonomi itu dan Pak Harto 41:03 juga ada di dalam lingkungan yang sama. 41:05 Kalau kita bilang dulu model 41:06 developmentalisme itu ada Indonesia, 41:09 Singapura, dan Korea Selatan. Korea 41:10 Selatan di bawah siapa dulu? Di ee eh 41:15 Park Chunghe. Park Chunghe itu jadi 41:18 Indonesia sebetulnya pernah jadi 41:21 pusat pusat ee kaiirian ASEAN itu karena 41:26 kita negara besar, kita mampu untuk 41:29 menciptakan stabilitas. militer kita 41:32 ditakuti di ASEAN, lalu kita jadi pusat 41:35 pemerintahan ASEAN. Tetapi Singapura 41:37 lebih pintar dari kita. Dia bilang, 41:39 "Silakan Indonesia pimpin ASEAN, tapi 41:40 ekonomi di kita." Ya. Dan itu 41:42 menunjukkan benar kan, sekretariat ASEAN 41:45 ada di Jakarta, Jalan Singa Mang Raja, 41:47 tapi sekretariat Kadin ASEAN itu ada di 41:50 Singapura. Jadi Singapura mampu untuk 41:53 nyolong ide bahwa pada akhirnya ekonomi 41:55 yang diperlukan bukan bukan ee 41:58 politiknya. Indonesia Jakarta jadi ibu 42:00 kota politik ASEAN tapi Singapura jadi 42:03 ibu kota ekonomi ASEAN. Nah, di situ 42:05 saya kira ee 42:07 kumpulan dari e kawan kita yaitu Ijo. 42:15 Iya, keren. Keren. Makasih Bu Roki. 42:18 Sekarang kita ke dulu. Tadi ada Bung 42:22 Rocky dan Pak Dalan sudah bilang nih eh 42:25 ini seorang detaktor yang baik hati ya. 42:28 Oh, sama ya? 42:30 Sama. Ini kayaknya sudah sefrekuensi nih 42:32 walaupun enggak ketemu 42:35 tadi. Mbak Pak Mardani 42:38 saya ini lagi di Surabaya tempat ee ee 42:42 Profesor Daklan Iskan memulai 42:44 kritisismenya. 42:47 Mantap. 42:48 Saya lagi di Sensen, Pak Roki. 42:53 Saya lagi di Gili Terawangan 42:56 ini. Nyambung 42:58 itu membicarakan Rocky Gerung ni Gili 43:01 Terawangan. 43:04 Itu yang terjadi ya. Semua orang enggak 43:08 tidak ingin ke Gili Terawangan dan tidak 43:09 ingin ke Surabaya karena semuanya 43:11 sekarang ada di IKN. 43:13 [Tertawa] 43:16 mengawal Presiden Jokowi terakhir. 43:20 Baik, terima kasih Roki. Pak Mardani, 43:23 bagaimana caranya melahirkan di 43:25 Indonesia ini karakter pemimpin diktator 43:29 tanda kutip? Ya, saya mungkin lebih 43:30 menerjemahkan leadershipnya yang sangat 43:32 kuat ya. 43:34 Tapi kalau saya bisa tambah kan mumpung 43:36 Pak Mardani, mumpung Pak Mardani di 43:39 Komisi dua ya tentang 43:42 saya lihat keberhasilan Singapore selain 43:44 selain kepemimpinan yang kuat tapi juga 43:47 punya ASN yang kapasitasnya mumpuni. 43:51 Very profesional. Nah, jadi menurut saya 43:53 kan Pak Mardani membawahi ee publ. Heeh. 43:58 Ee kalau kita lihat di sana mereka tidak 44:01 tergoda misalnya untuk korupsi karena 44:03 memang gaji ee pegawai negerinya sangat 44:05 tinggi dan sangat qualified saat mereka 44:08 punya privilege menjadi pegawai negeri 44:10 itu. Nah, gimana di Indonesia mungkin 44:12 Pak Mardani kan ada lembaga administrasi 44:15 negara tuh di bawah Komisi 2 dan 44:16 lain-lain. 44:18 Keren. Keren. Ya, nyambung. Bagaimana 44:21 Pak? Ee pertama mungkin secara 44:23 kepemimpinan ya supaya di Indonesia ini 44:27 ee lahir pemimpin-pemimpin yang 44:29 kepemimpinannya kuat dan ee secara hati 44:32 juga baik enggak memikirkan diri sendiri 44:34 atau keluarga gitu, anak, istri dan 44:36 lain-lain. Dan juga ee dia memiliki 44:40 pasukan ya, pasukan seperti Bang Zul 44:43 bilang ASN e para aparatur pemerintahan 44:47 yang juga memiliki kapasitas yang baik. 44:50 Mana nih bisa berapa? Iya. Kasih Bang 44:53 Aldi. Ee yang pertama ee kayaknya mimpi 44:57 kita atau doa kita biar ada diktator 45:00 yang baik tidak perlu banyak-banyak gitu 45:03 loh. Cukup siapapun yang terpilih jadi 45:06 pemimpin dia berperilaku dengan logika 45:10 dan etika yang benar. Kemudian mau 45:13 rendah hati dah. Kalau itu yang terjadi 45:16 insyaallah kok tidak kurang kok orang 45:18 pandai di kita. tetapi banyak yang 45:21 memang ketika sudah menduduki jabatan ya 45:24 catatannya jadi lebih tertutup ya. Dan 45:27 karena itu buat saya tadi punya logika 45:30 etika yang baik yang selama ini ILT itu 45:33 hampir 200 di situ benderanya cuma satu 45:37 aja etika dan logika aja itu yang kita 45:39 bangun. Dari situ nanti akan tumbuh ee 45:42 satu iklim yang baik yang menghargai 45:45 mendapat orang yang kita akan melihat 45:49 meritokrasi, kita akan melihat sebuah 45:52 sistem yang tumbuh secara natural yang 45:55 common sense tadi ya. Tidak tiba-tiba 45:58 saya agak tertarik dengan Pak Dahlan 46:01 Iskan ketika dari mana 8% Pak Jokowi 46:04 janji 7% aja 10 tahun tidak tercapai itu 46:08 Pak Dahlaniskan ya. Ya walaupun kalau 46:11 secara teori gampang sih Bang Hi ya. 46:13 Saya Kompas 3 hari yang lalu tuh satu 46:16 profesor muda dari UI mungkin juniornya 46:18 Zul kali ya ee perempuan itu mensimulasi 46:23 bagaimana bisa 8%. Yang pertama 46:26 pertumbuhan kredit perbankan dinaikin 46:28 dari 15% sekarang ke 18%. Saya baca tuh 46:31 ya. Lapangan pekerjaan yang 2% naik jadi 46:35 3% serapannya. 46:37 Kemudian ee ee satu lagi ee investasi 46:42 yang tadinya cuma 46:45 5,6% jadi 7,8%. Kemudian 46:49 optimalisasi ekonomi hijau ee dengan ee 46:52 carbon trade macam-macam. Tapi ekonomi 46:55 biru ee laut kita lebih banyak lagi 46:58 ekonomi digital. Nah, kajian-kajian itu 47:01 ee bisa dilakukan tetapi yang memang 47:04 ditentukan strong leadership tadi gitu 47:07 loh. Ada satu kisah kecil ini yang saya 47:10 baca di bukunya Liikan ada kebakaran di 47:13 Jurong Isk padahalan Iskan itu hampir 47:16 12.000 ee ee hilang tempat tinggal itu 47:20 kalau dilepas ke pasar yang beli banyak 47:23 banget. Tetapi habis itu masyarakat 47:25 enggak bisa beli. Makanya L ini langsung 47:28 bikin ee kayak perpres gitu loh ataupun 47:32 perpu langsung dibeli oleh negara dijual 47:36 kepada ee 12.000 masyarakat itu dengan 47:39 harga sedikit di atas ee yang normal. 47:42 Jadi mereka malah dapat renovasi yang 47:44 bagus, harganya naik sedikit. Nah, dan 47:47 affordable. Makanya 96% rakyat Singapura 47:51 punya rumah gitu. Nah, jadi Bang 47:53 Hi berpikir tentang ee pemimpin ee 47:57 diktator atau pemimpin luar biasa. Cukup 48:00 pemimpin biasa, tapi punya etika, logika 48:02 yang baik, mau rendah hati, habis itu 48:04 dia menghargai aturan main. Nah, 48:07 termasuk tadi Bang Zul, kita sudah ada 48:09 undang-undang ASN yang baru 2003 kemarin 48:12 Oktober. Sebenarnya itu lebih lintas. 48:14 Tetapi memang ketika political will-nya 48:18 tidak ada dan padahalan sangat paham, 48:20 saya ketemu Mas Sudirman Said Zul lebih 48:22 paham juga ini kata Mas Dian Said, 48:24 "Cukup kok kita punya presiden yang 48:26 baik, yang punya etika log yang baik, 48:28 dia akan pilih 50 menteri atau kepala 48:30 lembaga yang baik. 50 ini akan nyari 500 48:33 dirjen atau setara esol 1 yang baik. 500 48:36 ini akan jadi 5.000 direktur yang baik 48:39 diorkestrasi dengan baik. Maju 48:41 Indonesia. Mudah-mudahan Pak Prabowo 48:43 melakukan itu dengan baik. Asal tadi 48:46 benar-benar ada political will yang kuat 48:49 dan di Indonesia ini sangat saya masih 48:52 sedih pada Laniskan dengan kisah satu 48:55 kementerian yang kasus korupsinya itu 48:59 dibongkar habis Kementerian Pertanian 49:01 waktu itu. Saya kalau ketemu teman-teman 49:03 Dirjen apa yang kamu gitu? Mereka punya 49:07 ee Irjen, punya penyelidik PPNS, punya 49:11 macam-macam gitu. Tapi itu bablas 49:13 anginnya. Sehingga kalau enggak ada 49:15 perubahan political will, 60% pekerjaan 49:19 di kementerian itu ngelayanin satu 49:20 menteri aja. Ini bahaya sekali. Itu 49:23 harus dibongkar gitu. Begitu Pak Ali. 49:28 Baik, terima kasih ee Pak Marani. 49:31 Sekarang Pak Dahlan ee kita dulu pernah 49:34 coba mencanangkan membangun Batam ya 49:36 yang cita-citanya pengin bisa 49:39 mendandingi ataupun setidaknya mendekati 49:41 Singapura lah sebagai pusat ee 49:44 perdagangan di Selat Malaka ya dan di 49:46 Asia Tenggara tapi tidak berhasil. 49:49 Kira-kira kenapa? Faktornya kita belum 49:52 Batam itu tidak bisa berhasil seperti 49:56 Singapura. Padahal mungkin secara 49:58 support harusnya kita bisa kita negara 50:00 yang besar. 50:02 Mm saya tidak tahu. Saya tidak tahu. 50:04 Saya sudah lupa semua 50:06 [Tertawa] 50:09 atau Pak 50:09 Pak Dahlan ada udah sudahudah dijawab 50:13 tuh 50:15 Bang Zul. Kalau Bang Zul ada analisis 50:19 ya. Kalau menurut saya kan pendekatannya 50:22 harus sistemik juga ya. Batom itu di 50:25 bawah satu sistem yang lebih besar yang 50:27 tidak kompatibel dengan apa yang 50:29 dilakukan di Singapura 50:31 sebenarnya. Nah, jadi itu juga 50:34 memberikan kita pelajaran yang atau 50:37 pesan yang cukup tegas bahwa walaupun 50:39 berdekatan kalau manusianya beda, 50:42 tradisi, kultur pendidikannya beda, 50:44 hasilnya pun berbeda. 50:47 Hm. Ee saya lihat Batam dulu kan kenapa 50:50 gagal? Karena kan otoritas otorita Batam 50:54 itu 50:55 kan semacam dibubarkan. Semacam 50:58 dibubarkan. Meskipun tidak bubar tapi 51:00 kan prinsip-prinsipnya misalnya yang 51:03 datang ke sana han harus hanya kualitas 51:05 orang tertentu, kemudian infrastruktur 51:09 harus begini semua. itu kan kalah dengan 51:13 sistem makro bahwa kita ini negara 51:15 demokrasi, semua hak orang Indonesia 51:18 untuk datang ke Batam itu tanah air 51:20 kita. Dan sejak itu kan sebetulnya 51:22 praktis ee ee cita-cita Batam itu kan 51:26 sudah selesai. Karena seandainya waktu 51:28 itu Batam itu betul-betul otoritas 51:32 seperti yang diinginkan Pak Habibi dan 51:34 betul-betul dibatasi. Bahkan kalau perlu 51:38 menurut saya waktu itu orang Indonesia 51:40 yang akan ke Batam harus pakai paspor 51:42 begitu. Ee nah itu baru akan ee berjalan 51:47 sehingga kita ini kan pertumbuhan 51:50 ekonomi kita ini kan kalah dengan 51:52 pertumbuhan penduduk. Artinya 51:54 pertumbuhan kita ini digerogoti oleh 51:57 pertumbuhan penduduk. Ee Batam lebih 51:59 dari itu. Karena pertambahan penduduk di 52:02 Batam tidak hanya dari kelahiran tetapi 52:05 juga dari pendatang. 52:07 Dan begitu pendatang semua datang ke 52:10 Batam dengan segala ee ee sifat orangnya 52:15 dari seluruh Indonesia, maka memang 52:17 sebetulnya sudah selesai. Enggak 52:19 mungkinlah membangun pertumbuhan ekonomi 52:22 di Batam yang ee 52:25 bisa tidak termakan oleh pertumbuhan 52:28 penduduk. Nah, jadi sejak sejak 52:31 prinsip-prinsip otorita yang membatasi 52:35 Batam akan menjadi wilayah khusus itu 52:38 tidak ada lagi, ya sudah selesai 52:41 sebetulnya. Karena tidak mungkin ada 52:44 satu wilayah, satu daerah yang 52:48 pertumbuhan 52:49 ekonominya tidak digerogoti oleh 52:51 pertumbuhan penduduknya. Makasih. Baik, 52:55 terima kasih Pak Dahlan. Sekarang kita 52:58 ke Moroki-Murokih. Salah satu faktor 53:01 tadi juga sudah dikaji eh Luan yang 53:04 dilakukan adalah pemerintahan yang kuat 53:06 ya dan bersih. Bang Zul tadi juga sudah 53:10 bilang tanpa adanya pemerintahan yang 53:12 bersih dan kuat investor tidak akan mau 53:15 datang gitu untuk investasi di sana. 53:18 Nah, kira-kira ee apa yang membuat eh 53:21 Liquanu dan Singapore itu berhasil 53:24 membuat pemerintahan yang kuat dan 53:25 bersih? Tapi di sisi lain infonya banyak 53:29 juga koruptor-koruptor di Indonesia yang 53:32 berlindung di Singapura gitu ya. 53:34 Bagaimana Bung Roki melihat? Iya. 53:36 Singapura enggak peduli itu kan dia 53:38 koruptor asal Indonesia kan tetapi dia 53:40 masuk dalam sistem keuangan keuangan 53:42 rasional Singapura. Enggak mungkin dia 53:45 korupsi di situ kan. Jadi sebetulnya 53:47 politik kita yang mengasuh para koruptor 53:50 ini bukan politik bukan bukan Singapura. 53:52 Jadi dia tetap dianggap sekoruptor 53:54 Indonesia mencari ee tax heaven di 53:58 Singapura. Nah, tadi misalnya kalau 54:00 Batam, kenapa Batam tidak bisa tumbuh? 54:02 Karena Batam mestinya dirancang sebagai 54:04 market ekonomi dan akhirnya harus 54:07 menjadi market society. Singapura kota 54:09 kecil dia market ekonomi sekaligus 54:11 market society. Bayangkan dengan Batam 54:14 misalnya dia market ekonomi tapi yang 54:16 hadir di situ adalah 54:18 komunitas-komunitas persekutuan ee 54:20 pedagang Batak. Persekutuan pedagang e 54:23 Cina, persekutuan pedagang Sulawesi kan. 54:26 Jadi dia tidak berubah menjadi market 54:27 society, culture matters. Itu yang 54:29 menyebabkan Batam itu beda dengan 54:31 kualitas rasional dari eh Singapura. Itu 54:35 satu soal tuh. Yang kedua adalah cara 54:37 Singapura untuk mempush eh growth-nya 54:40 itu dia dipush growth-nya tidak 54:42 menimbulkan ee jenis rasio yang e yang 54:45 irasional. Jadi tidak menghasilkan 54:47 disparitas. di kita begitu dipush 8% 54:50 misalnya itu generasionya 54:52 langsung terlihat ee disparitas. Karena 54:56 8% itu artinya cuman 2% dari penduduk 54:59 kaya itu yang yang bisa e tumbuh 8% kan 55:02 yang di bawah pasti tertinggal. Kan 55:04 enggak mungkin koperasi UMKM itu mau 55:06 dapat 8% tuh. Apalagi kalau dia dipush 55:09 terlalu cepat itu artinya kita bawa 55:11 bajai ke jalan tol terus disuruh ngebut 55:14 100 km ya rontok mestinya kan itu 55:16 dasarnya kan. Tetapi kadang kala ya 55:19 gampang sebetulnya buat menghasilkan 55:21 pertumbuhan ekonomi ya dipush aja. Iya. 55:24 Tapi itu akan menimbulkan eh apa namanya 55:28 eh ekonomi jadi panas gitu kan. 55:31 Yes. Itu itu soalnya tuh. Jadi kalau 55:34 kita mau lihat cara yang lebih masuk 55:37 akal ya cetak uang aja supaya ee 55:40 misalnya kita perlu del Pak Jokowi, Pak 55:43 Prawo perlu 800 triliun ya cetak aja 400 55:45 triliun untuk demand. 400 triliun untuk 55:48 suplly ya selesai problem kan tetapi 55:50 langsung inflasi karena rupiah itu 55:53 enggak dipakai di seluruh dunia rupiah 55:55 kita itu hanya berlaku sampai Cengkareng 55:57 keluar Cengkareng sudah enggak ada harga 55:58 rupiah itu kan lain dengan Singapura dia 56:01 dipack dalam sistem financial market 56:03 dunia itu kira-kira tuh nah sekarang 56:05 kita balik pada soal apa yang menjamin 56:08 bahwa 8% Indonesia itu bisa menghasilkan 56:11 stabilitas politik sekarang kita hitung 56:15 8% grows itu berapa persen ecological 56:18 food-nya? Kan itu intinya kan. Jadi 56:21 karbonya yang diproduksi berapa itu? Dan 56:24 kelihatannya itu enggak dihitung oleh 56:25 pemerintah. Pemerintah hanya anggap 8% 56:27 itu dengan sendirinya tumbuh. Iya. 56:29 Tetapi kadar oksigen kita berkurang 8% 56:32 juga setiap menit kita produksi ee ee 56:36 bagian suplainya itu belum bagian 56:37 demandnya. Jadi kemampuan kita untuk 56:40 menghitung secara ekologi demi ekonomi 56:42 itu gagal tu dan itu belum 56:44 diperlihatkan. Jadi, Pak Prabowo mesti 56:45 buktikan bahwa 8% itu tidak menimbulkan 56:48 gini rasio yang memburuk dan tidak 56:50 menambah eh ecological footprint kita 56:52 gitu kira-kira. 56:55 Wah, siap. Terima kasih, Mbak Oki dan eh 56:59 Bang Zul. Bang Zul tadi kata kuncinya 57:02 salah satu untuk bangun perekoman 57:03 Indonesia itu adalah industrialisasi. 57:05 Nah, bagaimana Bang Zul melihat kondisi 57:07 Indonesia saat ini? Permasalahan 57:10 industrialisasinya. Bahkan salah satu 57:12 analisisnya kita lagi mengalami 57:14 deindustrialisasi kan ada yang ada 57:17 seperti itu. Nah, gimana nih fasinya 57:19 supaya industrialisasi benar-benar bisa 57:21 berkembang di Indonesia? Ya, 57:23 industrialisasi itu driving force-nya 57:26 itu adalah inovasi teknologi. 57:29 Pembelajaran teknologi ini tidak 57:31 costless, tidak timeless, tapi butuh 57:33 waktu dan panjang prosesnya. dan setiap 57:36 industri punya technological trajectory 57:39 itu beda-beda. Nah, oleh karena itu 57:42 harus ada kesadaran memulai dan harus 57:45 ada konsistensi misalnya beli bela 57:48 produk lokal gitu. Nah, kalau tidak 57:50 dicontohkan dari presiden dan 57:52 kementerian susah kita memang 57:54 menghadirkan ee industrialisasi yang 57:57 beneran gitu. Coba bayangkan alat 57:59 kesehatan saja hampir di daerah ini 58:02 calo-calo 58:04 yang menghidangkan produk-produk buatan 58:07 Cina banyak sekali. Di saat yang sama 58:09 Pak Jokowi mengatakan beli bela produk 58:11 lokal misalnya. Nah, ini misalnya kita 58:14 ingin mengupgrade ee apa namanya? Produk 58:17 lokal ini enggak gampang juga Pak Dahlan 58:19 Niskan. Ketika misalnya untuk sampai 58:23 dipilih oleh dinas-dinas harus melalui 58:25 e-katalog. Nah, proses produk lokal 58:27 sampai ke e-atalog rumit-rumit juga. 58:30 Apalagi misalnya produk lokal ini 58:32 biasanya kualitasnya jelek, harganya 58:34 lebih mahal. Nanti kalau tidak kita 58:38 bicarakan dengan kepolisian, kejaksaan, 58:40 BPK, BPKP disangka merugikan negara 58:43 lagi. Jadi industrialisasi ini harus 58:46 jadi spirit kita bersama. Dan pada awal 58:48 pemerintahan Pak Jokowi, saya termasuk 58:49 yang optimis bahwa ee beli bela produk 58:53 lokal ini jadi mantra bersama kita. 58:56 Kemudian ee hilirisasi misalnya di NTB 58:59 sendiri sekarang sudah terbukti ya. 59:00 Alhamdulillah kita syukuri Pak Jokowi 59:02 sangat serius sehingga kita punya 59:05 smelter kompleks yang bagus di PT Aman 59:08 itu. Dan menurut saya ini yang harus 59:10 diapresiasi dengan segala kekurangan 59:12 kelemahannya. apa yang dilakukan 59:14 hilirisasi di ekstraktif ekstraktif 59:16 industry di RTB ini terjadi. Jadi 59:18 alhamdulillah kami UKM mengalami 59:21 pendalaman struktur. Ada yang pengolahan 59:23 produk-produk yang tradisional tapi 59:25 industri besarnya juga kita jalan. Jadi 59:28 tidak mungkin ada industrialisasi 59:30 misalnya tanpa Indonesia punya mesine 59:32 tools 59:33 industri yang layak. Nah sekarang mesin 59:36 perkakas Indonesia itu enggak ada 59:38 industrinya. Gimana mau ngomong 59:39 industrialisasi? Kalau kita ngomong 59:42 industrialisasi, everywhere in the world 59:44 sejak UK, Amerika, Jepang pasti 59:47 mengawali dengan industri permesinan. 59:50 Nah, kalau industri permasinan atau 59:51 machine tools industry itu enggak ada 59:53 mother machine-nya, enggak mungkin ada 59:55 industrialisasi. Jadi diindustrialisasi 59:57 yang terjadi. Nah, kita kemudian latah 1:00:00 tidak setelah ngomong manufaktur tidak 1:00:02 berkembang, industrialisasi tidak 1:00:04 berkembang, langsung loncat ke ee 1:00:06 industrialisasi 5.0, I digital segala 1:00:09 macam. Itu step berikutnya itu. Tapi 1:00:11 kalau kita langsung loncatrognya enggak 1:00:13 karuan-karuan ya enggak pernah dapat 1:00:15 kita industrialisasinya. 1:00:18 Baik, terima kasih Bang Zul sangat 1:00:21 menarik. Baik, sekarang ke Pak 1:00:24 Mardani. Pak Mardani ee apa ya? Tadi Pak 1:00:28 Dalan ada menarik juga Pak Dalan ee ee 1:00:32 melihat bahwa secara pendidikan nih kita 1:00:35 nanti mungkin lebih banyak yang 1:00:37 pendidikan agama ya, pendidikan apalagi 1:00:39 tadi sosial dan segala macam ya. 1:00:42 masyarakat Indonesia ter ee di sosial 1:00:44 media ini terkenal yang paling ee apa ya 1:00:49 ee hebohlah gitu ya komen-komentarnya 1:00:52 terkait sosial, politik, dan agama gitu 1:00:54 ya. Tetapi kita sangat jauh tertinggal 1:00:57 dari segi ekonomi, dari segi sains and 1:01:00 technology. Nah, kira-kira struktur kan 1:01:03 dan saya sepakat sekali ketika kita 1:01:05 berbicara pembangunan itu harus 1:01:06 diturunkan kan bagaimana SDM-nya dan 1:01:08 bagaimana pendidikannya. Bagaimana 1:01:11 struktur pendidikan dan pengembangan SDM 1:01:13 Indonesia yang baik menurut Pak Marani 1:01:15 yang perlu dikembangkan di pemerintahan 1:01:17 baru nantinya. 1:01:20 Iya, Bang Haldi salah satu akarnya itu 1:01:23 kan ee tidak ada ee murid yang bodoh ya, 1:01:28 yang ada guru yang ee tidak kapabel 1:01:31 membuat pelajaran menarik ya. Matematika 1:01:35 itu selalu jadi momok. Yang ada guru 1:01:37 yang dunguk. 1:01:43 Nah, jadi 1:01:44 ee kata kuncinya memang guru zaman 1:01:49 Soekarno aja padahalan lebih paham gitu 1:01:51 ya, tidak bisa jadi guru kecuali the 1:01:54 best student gitu loh. Dan iming-iming 1:01:57 untuk jadi guru itu benar-benar kalau di 1:02:00 Malaysia saya pernah tuh kalau kita 1:02:02 bukan guru ambil kredit 4% perumahan 1:02:05 tapi kalau guru 2% jadi apa aja untuk 1:02:08 guru you are a very special eh profesi 1:02:13 gitu. Nah sekarang kalau udah enggak 1:02:15 ITB, enggak UI baru IKIP atau UNJ gitu 1:02:18 lah. Akhirnya guru kencing berdiri ya 1:02:20 murid kencing berlari. Ya susahnya 1:02:23 kenapa kita enggak bisa concentrate on 1:02:26 steam ya, Science, Technology, endering 1:02:28 and math gitu loh ya. Karena memang dari 1:02:31 ST dari SD-nya enggak kuat matematikanya 1:02:35 kan ee logika itu kan. Nah, karena itu 1:02:39 memang mestinya betul-betul perbaiki. E 1:02:42 bukan cuma kita perbaiki tuh 1:02:45 memang Nadim sudah menariklah tuh ya 1:02:48 dengan kurikulum merdeka dan 1:02:49 macam-macamnya. Tetapi dengan ada ee 1:02:53 POP, program organisasi penggerak, ada 1:02:56 guru penggerak segala macam lagi memang 1:02:58 50 juta lebih ya ee lima kali lipat ee 1:03:01 penduduk Singapura ee ee ee siswa kita 1:03:05 tuh dari TK sampai kuliah gitu. ini 1:03:07 pekerjaan besar. Tetapi lagi-lagi 1:03:10 pekerjaan besar itu menjadi mudah kalau 1:03:14 punya guru. Makanya kalau dalam kaidah 1:03:16 bahasa Arab tuh dua bangdi asyekh wal 1:03:19 kutub g loh ee guru sama kitab. Kitab 1:03:23 itu kurikulum atau apalagi kalau 1:03:25 sekarang kitab nih gampang. Internet itu 1:03:27 adalah perpustakaan terbesar di dunia 1:03:29 tuh internet. sudah gitu loh. Nah, ee 1:03:33 nanya chat GPT apa aja tahu kok gitu dan 1:03:36 segala macamnya. Kita bisa live FR di 1:03:38 situ tapi harus ada gurunya dan guru itu 1:03:41 kalau sekarang kan tidak di depan tapi 1:03:43 in the center. Boleh in the center tapi 1:03:46 tetap dia harus punya karakter yang bisa 1:03:48 diguguk dan ditiru gitu Bang Aldi. 1:03:54 Baik terima kasih Pak Marani. Sekarang 1:03:56 ke Pak Dalan. Pak Dalan kan pernah jadi 1:03:58 Menteri BUMN Pak ya. Dan mungkin salah 1:04:00 satu ee yang bisa kita harapkan jadi 1:04:03 model percontohan menjadi organisasi 1:04:06 terbaik atau perusahaan terbaik itu 1:04:07 adalah BUMN karena punya kemampuan 1:04:10 finansial ya, marketnya juga beberapa 1:04:13 monopoli gitu. Nah, bagaimana kira-kira 1:04:16 Pak Dhan agar BUMN kita ini bisa naik 1:04:18 kelas ee menjadi salah satu 1:04:21 perusahaan-perusahaan terbaik dunia yang 1:04:24 Singapura bisa melakukan itu di 1:04:25 Singapura ya sehingga mungkin itu bisa 1:04:27 menjadi pendongkra untuk pertumbuhan 1:04:29 ekonomi di sektor lainnya. 1:04:33 Ee ee saya kan sebetulnya anti BUMN. 1:04:36 Saya dulu saya enggak tahu saya kenapa 1:04:38 jadi menteri BUMN. Padahal aku sudah 1:04:39 tahu bahwa saya ini tidak setuju dengan 1:04:43 ekonomi yang seperti itu. Karena 1:04:45 negara-negara yang sangat maju di Barat 1:04:48 itu kan enggak punya BUMN, tapi kan maju 1:04:51 sekali gitu. Sehingga ketika saya jadi 1:04:54 MenteriN target saya satu, tidak boleh 1:04:57 ada BUMN yang menerima uang dari negara. 1:05:00 itu sudah dan saya buktikan selama saya 1:05:02 BUMN tidak ada BUMN yang dapat uang dari 1:05:05 negara yang disebut PNM itu yang itu 1:05:07 adalah permainan Pak Marani tahu itu 1:05:09 permainan di DPR dan di BUMN begitu 1:05:12 kerja sama dua itu. Karena itu saya 1:05:14 dimusuhi dimusuhi DPR luar biasa karena 1:05:18 saya melarang seluruh BUMN untuk 1:05:21 mendapat uang PNM ee karena ee BUMN kan 1:05:25 harus bekerja untuk negara. Kenapa 1:05:27 negara bekerja untuk BUMN? Begitu. Nah, 1:05:31 tapi kan ya kan kemudian berubah lagi 1:05:34 karena sesuai dengan ee ee waktu berubah 1:05:38 dan ee sekarang kembali lagi ee BUMN 1:05:41 semua dapat PNM dan seterusnya. Nah, 1:05:45 sebetulnya yang terbaik ya kalau kita 1:05:48 bicara Cina dulu awalnya itu kan 1:05:52 swastanisasi BUMN. 1:05:54 berjuta-juta BUMN itu diserahkan kepada 1:05:57 rakyat, diserahkan kepada manajemen. 1:06:00 Hanya BUMN tertentu yang dipertahankan 1:06:02 milik negara. Begitu. Nah, tetapi kan 1:06:05 Anda bisa bilang Singapura semua BUMN 1:06:07 kok juga maju begitu ya. Begitulah ee 1:06:11 terserah saja kalau saya terserah mau 1:06:13 lewat UMN tidak lewat BUMN ee terserah. 1:06:16 Tetapi ee menarik tadi apakah BUMN ini 1:06:22 sumbangannya besar untuk negara? Menurut 1:06:24 saya tidak sebesar ee ee ya tidak 1:06:28 sebesar mm usaha negara. Maksud saya 1:06:32 begini, misalnya tadi ee untuk bisa 1:06:34 tumbuh 8% kredit perbankan harus ee 1:06:37 ditingkatkan 18. Sekarang ini kredit 1:06:39 perbankan itu kan habis untuk BUMN. Nah, 1:06:43 sehingga alokasi untuk swasta itu 1:06:46 semakin kecil. Nah, sekarang apakah 1:06:49 dinaikkan kredit bank BUMN itu kepada 1:06:52 siapa? Kepada BUMN lagi, ya. 1:06:54 Berputar-putar di situ lagi, gitu. 1:06:56 Sehingga likuiditas di masyarakat 1:06:58 sekarang ini berkurang karena dulu 1:07:01 kredit-kredit yang untuk swasta itu 1:07:05 jatahnya berkurang 1:07:07 karena habis untuk BUMN. Satu. Kedua, 1:07:11 swasta-swasta yang dapat kredit sekarang 1:07:14 ditarik atau diperkeras pengembaliannya 1:07:18 kepada bank. Jadi, itu ee likuiditas 1:07:22 berkurang. Ketiga, pajak dan semua uang 1:07:25 ini lari ke negara dan kalau sudah lari 1:07:28 negara kan ee sulit beredar lagi di 1:07:31 masyarakat. Sehingga menurut pendapat 1:07:33 saya BUMN yang terbaik segera 1:07:35 dikopublikkan 100%. 1:07:38 sudah itu yang terbaiklah begitu segera 1:07:41 dikopublikkan 100% mungkin yang tersisa 1:07:46 hanya tiga bank atau bagaimana begitu 1:07:51 ya. Minta maaf saya tidak bisa menjawab 1:07:53 dengan baik karena pada dasarnya saya 1:07:55 tidak terlalu setuju dengan adanya BUMN. 1:07:59 Makasih. Baik terima kasih eh Pak Dahlan 1:08:03 ke Bang Zul. Mungkin ini sebelum kita 1:08:05 closing statement sebagai kepala daerah 1:08:09 di 5 tahun sebelumnya dan calon kepala 1:08:11 daerah ke depan, apa kira-kira contoh 1:08:14 program ee yang tepat yang untuk skala 1:08:17 daerah? Ya kan beda dengan skala 1:08:19 nasional untuk pemerintah pusat. Untuk 1:08:20 di daerah ini kira-kira apa 1:08:23 contoh-contoh program strategis yang 1:08:24 bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi 1:08:27 yang cocok dengan kondisi daerah di 1:08:29 Indonesia dengan segala keterbatasan 1:08:31 fiskal dan lain-lain? Bang Zul? 1:08:34 Kalau kita lihat ya enggak ada pilihan 1:08:36 selain misalnya investasi di bidang 1:08:37 pendidikan kemudian kita 1:08:40 industrialisasi catching up dengan 1:08:43 kemajuan teknologi dan lain sebagainya 1:08:44 itu sisi yang lain. Tapi sehari-hari 1:08:47 masyarakat kan kalau kita lihat karena 1:08:48 kita sering ke bawah misalnya masyarakat 1:08:51 konsen terhadap ee pengendalian inflasi 1:08:53 di mana harga-harga barang kebutuhan 1:08:55 pokok kalau bisa tidak membebani ibu 1:08:57 rumah tangga. 1:08:59 petani kita masih berkutat masalah tata 1:09:02 niaga pupuk yang dari dulu sampai 1:09:04 sekarang belum ada perbaikan. Nah, jadi 1:09:06 masalah ketersediaan air bersih sekarang 1:09:08 jadi masalah yang serius juga di 1:09:10 berbagai daerah. Oleh karena itu, di 1:09:12 samping tentu program yang strategis 1:09:13 seperti pendidikan, kemudian 1:09:17 strengthening industrial base juga 1:09:19 masalah yang dihadapi sehari-hari oleh 1:09:21 masyarakat. bagaimana pengangguran, 1:09:24 kemudian harus segera dicari solusinya, 1:09:26 kemudian kemiskinan diatasi dan lain 1:09:29 sebagainya. Saya kira itu ee berjalan 1:09:31 harus paralel dari yang sangat sederhana 1:09:34 sampai yang sangat complicated kita 1:09:36 hadapi sehari-hari dan bukan hanya satu 1:09:38 model, bukan hanya satu pendekatan, tapi 1:09:41 semuanya kita pakai sehingga pragmatik 1:09:43 aja seperti Singapura pokoknya pragmatis 1:09:45 saja. Yang penting apapun ee kucingnya 1:09:49 yang penting bisa nangkap tikus 1:09:50 kira-kira gitu. 1:09:53 Deng shopping tuh. Ya, 1:09:56 saya satu pertanyaan menggelitik nih ke 1:09:59 Terima kasih. Sekarang kita Bu Roki. Bu 1:10:01 Roki Lianu itu katanya bisa begitu kayak 1:10:04 Pak Harto juga kan 30 tahun Singapura 1:10:06 bisa maju. Apa mungkin Indonesia hanya 1:10:09 dua periode Presiden bisa maju seperti 1:10:12 Singapura? Jangan Pak Jokowi benar 1:10:14 pengin tiga periode, empat periode 1:10:16 begitu. Bagaimana Bu? 1:10:18 Bukan maju mundurnya itu tergantung maju 1:10:21 mundurnya isi kepala 1:10:23 presiden kan soal itu. Tetapi juga ada 1:10:26 semacam desain yang harusnya diresmikan. 1:10:28 Saya baru baca buku 1:10:30 dari judulnya The New China Playbook 1:10:35 dari Koyu 1:10:37 Jin. Bahkan anak judul bukunya itu 1:10:39 Beyond Capitalism and socialism. gitu. 1:10:42 Itu bagus betul buat menerangkan bahwa 1:10:44 banyak orang tidak mengerti Cina itu. 1:10:47 Seolah-olah tidak ada kompetisi. Justru 1:10:48 di tingkat lokal itu. Bahkan BUMN lokal 1:10:51 itu diumpankan untuk kompetitif kan. 1:10:54 Jadi persaingan itu adalah dasar dari 1:10:56 pertumbuhan bukan BUMN yang jadikan 1:10:59 dasar pertumbuhan. Fungsi BUMN itu 1:11:01 distribusi bukan akumulasi. Kan desain 1:11:03 konstitusi kita begitu. Jadi kalau kita 1:11:05 mau mengandalkan PUMN itu artinya dari 1:11:08 awal kita balik pada negaraisme, 1:11:10 stateisme yang rasionalitasnya tidak 1:11:13 bisa dipertanggungjawabkan. Kita enggak 1:11:14 tahu kalau kita hitung eh supply 1:11:17 demand-nya itu bagaimana BUMN menentukan 1:11:19 suplly perlu begini, demand perlu begini 1:11:21 kan nyentuin politisi kan. Jadi 1:11:23 sebetulnya lepaskan pada pasar bahkan di 1:11:26 tingkat lokal tetapi Cina berhasil untuk 1:11:29 menghidupkan kompetisi itu bahkan di 1:11:30 tingkat lokal. Nah, Indonesia di tingkat 1:11:32 lokal itu namanya UMKM yang sebetulnya 1:11:35 itu semacam pariahnya ekonomi Indonesia 1:11:37 kan. Jadi secara mental mendengar UMKM 1:11:40 apa tuh UMKM itu tinggal mengemis CSR 1:11:43 dari korporasi sebetulnya. Jadi mental 1:11:46 ini mesti dihapus dulu bahwa rasional eh 1:11:49 ekonomi apa seorang makhluk ekonomi 1:11:53 pasti dia ingin ada kompetisi fair. Jadi 1:11:55 fair competition itu tidak ada 1:11:57 hubungannya dengan kapitalisme. Karena 1:11:58 dasar persaingan manusia itu yang 1:12:00 menimbulkan pertumbuhan. Jadi saya mau 1:12:02 balik pada tesis itu bahwa Pakak Pak 1:12:04 Proko mesti menimbulkan kompetisi fair 1:12:07 dan itu hanya bisa dilakukan kalau 1:12:10 animal rasional itu dipastikan sebagai 1:12:13 makhluk yang ingin menghidupkan ekonomi 1:12:15 bukan makhluk yang ingin merampok 1:12:16 ekonomi. Jadi kita punya masalah 1:12:18 sebetulnya dengan watak e ekonomi kita 1:12:21 dan watak itu yang harusnya didahulukan 1:12:23 untuk dipangkas oleh Presiden Prabo 1:12:25 sampai ke tingkat daerah. Nah, Bang Sul 1:12:27 itu sebetulnya dia punya ide yang bagus 1:12:30 tapi sayang sekali dia ada di NTB must 1:12:32 dia jadi e Gubernur DKI itu karena 1:12:35 kemampuan dia untuk berpikir ya memang 1:12:38 kan ya saya lihat ada ada Ritan Kamil ya 1:12:41 tapi Ritwan Kamil ya apa ya potensi 1:12:43 dimenangkan oleh PKS ya boleh aja tu 1:12:45 tetapi sebetulnya seseorang yang tidak 1:12:48 mampu untuk memikirkan masa depan itu 1:12:51 harusnya dibatalkan di DKI kan Ridwan 1:12:53 Kamil enggak mampu untuk melihat 1:12:55 konsekuensi dari menjadi Gubernur DKI 1:12:57 itu bukan saya ee Kang Emil, saya juga 1:13:00 membantu itu. Tetapi ide untuk menemukan 1:13:03 kompetisi itu yang lebih penting. 1:13:05 Jakarta ini kota bisnis isinya kompetisi 1:13:08 bukan bukan bukan distribusi itu tetapi 1:13:10 ya PKS sudah pilih itu dan kalau bisa 1:13:12 masih bisa diganti ya saya usulkan 1:13:14 supaya ee Jul itu yang maju di 1:13:19 mantap. Nanti kita kawal Bang Zul segera 1:13:23 dari NTB ke e istana. E iya saya ingin 1:13:27 2029 nama Zul itu ada di dalam 1:13:29 kompetisi. Nah itu dia. Siap kita kawal. 1:13:34 Baik eat sekalian sangat menarik 1:13:36 pembicara kita kelas berat semua pada 1:13:38 malam hari ini dengan tema ee bagaimana 1:13:42 kita belajar dari kepemimpinan Liwanu 1:13:45 untuk Singapura. ee para leader di 1:13:48 narasumber pada malam hari ini sangat 1:13:50 lugas mengulasnya karena ee para 1:13:53 narasumber juga sehari-hari 1:13:55 mempraktikkan apa yang kita bahas ee 1:13:57 saat ini ya. Dan mudah-mudahan bisa 1:13:59 menjadi inspirasi bagi Indonesia. 1:14:02 Seperti sebelum kita akhiri initial STK 1:14:05 pada malam ini, setiap narasumber 1:14:07 dipersilakan untuk memberikan closing 1:14:09 statement atau closing ideas kepada Pak 1:14:11 Marani persilakan closing ideas. 1:14:14 Eh, saya selalu ngutip everything rises 1:14:17 and falls on leadership. Ya, segalanya 1:14:19 naik turun karena kepemimpinan. Dan 1:14:21 kepemimpinan itu tiga. Satu, punya 1:14:23 keteladanan. Artinya dia sudah selesai 1:14:26 dengan dirinya, betul-betul banyak 1:14:28 memikirkan di luar ya e orang lain. Yang 1:14:31 kedua dia berani mengambil keputusan ya 1:14:35 ee ris eh taker karena memang hidup cuma 1:14:39 sekali. Dan yang ketiga, keputusan 1:14:42 apapun dia jadikan itu fondasi untuk 1:14:45 continuous improvement secara 1:14:47 bertanggung jawab. Keteladanan, berani, 1:14:50 bertanggung jawab itu salah satu yang 1:14:52 harus kita bangun bersama gitu, Bang 1:14:54 Ali. Wah, 1:14:57 bijakih 1:14:59 Pak sekarang Pak Marani harus bijak 1:15:03 [Tertawa] 1:15:05 dari dulu juga diulu. 1:15:10 Baik, sekarang eh Bang Zulakan closing 1:15:13 statement-nya, Bang. Saya menyemangati 1:15:16 Pak Mardani supaya PKS terus semangat 1:15:20 ya, jangan sampai terlena karena mesin 1:15:23 politik kita ini untuk 202 harus digesa 1:15:26 dari sekarang dan tiata kata jera dalam 1:15:29 perjuangan. 1:15:33 Stardan. Wah, ini bukan ini bukan pijak 1:15:37 bestari. 1:15:41 Pak Dalan persilakan Pak Dar. Nah, 1:15:44 sebetulnya yang paling saya sedih adalah 1:15:49 kenapa kelas menengah jumlahnya menurun. 1:15:52 Itu harus kita sesali secara 1:15:54 bersama-sama. 1:15:56 Sebetulnya tugas presiden yang utama 1:15:58 adalah bagaimana menaikkan jumlah kelas 1:16:01 menengah. Karena nanti yang membangun 1:16:05 Indonesia ini, yang membuat Indonesia 1:16:06 maju itu ya mereka itu sekarang ini 1:16:09 katakanlah sudah ada sekitar 110 juta 1:16:13 atau 120 juta orang yang tidak lagi 1:16:16 miskin. Saya tidak menyebut mereka sudah 1:16:18 kaya, tidak lagi miskin. Dan 110 120 1:16:21 juta orang itu dulu pernah miskin dan 1:16:24 mereka tidak mau lagi miskin karena 1:16:27 sudah pernah tahu merasakan bagaimana 1:16:29 miskin. Sebetulnya 110 juta orang inilah 1:16:33 yang membuat Indonesia maju. Mau tidak 1:16:36 mau harus maju. Siapapun presidennya, 1:16:39 siapapun partai yang menang, enggak ada 1:16:42 masalah. Yang penting jumlah 120 juta 1:16:45 orang ini harus bertambah kalau bisa 1:16:47 dalam 10 tahun menjadi 160 juta orang. 1:16:52 Kalau itu tercapai, siapapun presidennya 1:16:55 tidak penting. Karena mereka ini yang 1:16:57 akan membuat Indonesia terpaksa maju 1:17:00 karena mereka tidak mau lagi 1:17:02 miskin. Mereka akan berusaha keras 1:17:05 bagaimana tidak lagi miskin, bagaimana 1:17:07 lebih maju lagi. Sayang sekali bahwa 1:17:10 selama 10 tahun terakhir jumlah mereka 1:17:12 menurun. Itu sedih sekali. Makasih. 1:17:16 Baik, terima kasih. Dan terakhir Bu Roki 1:17:20 persilakan closing Ideas. Iya itu 1:17:22 harapan Pak Daklan, tetapi saya justru 1:17:25 terlambat masuk di webinar ini karena 1:17:27 sebelumnya saya ikuti webinar dengan 1:17:28 anak-anak muda tadi itu yang kita sebut 1:17:31 the potential leader of the next itu 1:17:35 mereka menganggap bahwa lebih baik bagi 1:17:38 mereka menghabiskan uang hari ini 1:17:41 daripada menunggu kepastian perubahan 1:17:43 ekonomi ke depan. Jadi mereka masuk 1:17:45 kalau Anda baca e tagline anak-anak muda 1:17:47 sekarang itu desperate karena tidak ada 1:17:49 harapan lagi itu. Nah, ini yang mesti 1:17:51 kita tuliskan tuh bahwa kalau anak-anak 1:17:53 muda ini sudah tidak punya harapan dan 1:17:55 mereka menganggap sudahlah karpedium 1:17:57 nikmatilah hari ini besok entah 1:17:59 sera-serera the futures not our se 1:18:02 tetapi pemimpin-pemimpin kita tidak mau 1:18:05 paham itu. Jadi kehidupan kita makin 1:18:08 lama makin ditentukan oleh the politics 1:18:10 of hope, politics harapan. dan politik 1:18:12 harapan itu kita letakkan pada mereka 1:18:14 yang berbasis pengetahuan. Jadi 1:18:17 seandainya seakan kabinet Pak Joko, Pak 1:18:20 Prabon nanti itu 1:18:22 dinyatakan maka ada peluang anak-anak 1:18:25 muda ini untuk berpikir oke ya ada hope 1:18:27 di depan itu. Tapi kelihatannya 1:18:30 komposisi kabinet sekarang bukan seakan 1:18:31 kabinnya tapi para politisnya di situ. 1:18:34 Maka anak-anak muda ini akan menganggap 1:18:36 bagaimana ada harapan kalau politisi itu 1:18:38 menguasai kabinet. Itu intinya tuh. 1:18:41 Apalagi e unsur-unsur dinasti masih 1:18:43 disindung. Jadi saya anggap bahwa kita 1:18:45 mesti percaya kendati e Pak Jokowi atau 1:18:48 Pak Prawo mungkin akan nerusin ide 1:18:50 tentang eh competitifeness dan yang 1:18:53 ternyata saya baca terakhir Malaysia itu 1:18:57 anak-anak muda di Malaysia itu GDP-nya 1:18:59 itu GNP-nya itu per kapitanya sudah. Do 1:19:04 sementara kita baru 4.500. Jadi siapa 1:19:06 yang akan menikmati bonus demografi di 1:19:08 Indonesia? ya anak-anak muda Malaysia 1:19:10 yang akan datang ke sini untuk mengisi 1:19:11 infrastruktur startup segala macam. Jadi 1:19:13 saya kira ini social base kita mesti 1:19:15 kita ganti itu bahwa harapan itu mesti 1:19:17 dihasilkan dan harapan itu hanya bisa 1:19:19 dihasilkan oleh leader bukan dealer. 1:19:23 Thank you. 1:19:25 Terakhir saya 1:19:28 terima kasih ya di sini sudah jam 11.00 1:19:30 ya. Silakan. Terima kasih semuanya 1:19:33 narasumber dan ee sebagai penutup ee 1:19:36 saya ingin mengutip lagi tadi 1:19:38 pernyataannya closing ideas-nya Bung 1:19:41 Rocky bahwa pemimpin itu bisa memberikan 1:19:44 harapan. Ya, kita lihat apakah harapan 1:19:46 itu benar-benar bisa tumbuh bagi seluruh 1:19:48 rakyat Indonesia, generasi muda. 1:19:50 Sehingga yang membangun ekonomi dan 1:19:52 bangsa kita bukan hanya bertempuh di 1:19:54 pemimpin, tapi anak-anak muda, seluruh 1:19:57 masyarakat yang punya harapan untuk 1:19:59 bangkit secara mandiri. atas dasar 1:20:02 percayaan mereka kepada pemimpin mereka. 1:20:04 Terima kasih ee para narasumber dan 1:20:06 seluruh pemirsa setia in stock. Sampai 1:20:08 ketemu pada acara stok pekan depan pada 1:20:11 waktu dan channel yang sama. 1:20:12 Asalamualaikum warahmatullahi 1:20:13 wabarakatuh.