Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:09 wal auliyauhadain 0:12 muhain ulamaidin 0:16 wawahi abina 0:19 wawati minal muslimin 0:21 muslimatallahairuana 0:41 maqidana 0:45 mautana gibana duyunana 0:49 humumana 0:51 usrona 1:06 maal kitabahtimana 1:09 wakum bil husna waa hadratin nabi 1:12 Muhammadin shallallahu alaihi wasallam 1:14 al fatihahubillahiminasyaitanirrajim 1:19 bismillahirrahmanirrahim 1:22 Alhamdulillahiabbil 1:24 alamin arahmanirrahimiki 1:27 yaumiddin 1:29 iyaka na'budu wa iyaka nastain ihdinatal 1:32 mustaqimathalladzina 1:35 anamta alaihim ghairil maghdubi alaihim 1:38 waladin 1:40 amin. 1:42 Bismillahirrahmanirrahim. 1:45 Alhamdulillahi rabbil alamin wasalatu 1:48 wassalamu ala asrofil mursalin sayyidina 1:52 wa maulana Muhammadin wa ala alihi 1:55 wasohbihi ajmain. Amma ba'd. Fainna 1:59 asdaqal hadis kitabullah taala wahairal 2:02 hadi hadi Muhammadin shallallahu alaihi 2:05 wasallam. 2:18 Para pendengar hadiah silaturahim yang 2:21 dirahmati Allah. Alhamdulillah kembali 2:23 kita 2:25 memanjatkan puji serta syukur ke hadirat 2:28 Allah Subhanahu wa taala yang senantiasa 2:32 melimpah curahkan nikmat karunianya 2:34 kepada kita terutama sekali nikmat Islam 2:38 dan iman, nikmat sehat walafiat, nikmat 2:42 panjang usia dalam taat, termasuk nikmat 2:46 dipertemukannya kita pagi ini di majelis 2:49 mubarok ini. dalam rangka menjalankan 2:53 salah satu perintahnya yang diwajibkan 2:56 atas kita semua yaitu menuntut ilmu yang 2:59 insyaallah pada pagi ini kita akan 3:02 melanjutkan kaji kita minggu yang lalu 3:06 tentangakhilus 3:09 setan ya fi qolbinas 3:13 tempat atau pintu masuknya setan ke 3:16 dalam hati manusia 3:19 yang mudah-mudahan Dengan kita 3:22 mengetahui ini ya, kita akan mampu 3:27 menjaga diri kita dari ee tipu daya 3:31 setan dengan menutup celah yang bisa 3:36 menyebabkan masuknya setan ke dalam hati 3:39 kita. Sehingga hati kita akan menjadi 3:43 tempat malaikat yang membisikkan ke 3:45 dalam hati kita. 3:47 Ya, yang dijelaskan oleh Allah dalam 3:50 Al-Qur'an. Tatanazzalu alaihimul 3:53 malaikah alla taku wala tahzanu wa 3:57 absiru bil jannatillati kuntum tuadun. 4:02 Selawat dan salam semoga selalu tercurah 4:05 atas Nabi kita Muhammad sallallahu 4:07 alaihi wasallam serta keluarganya, para 4:10 sahabatnya, para pengikut dan pengamal 4:12 sunahnya. 4:15 Para pendengar radio silaturahim yang 4:17 dirahmati Allah. 4:18 Pada pertemuan yang lalu saya sudah 4:21 sampaikan bahwa di antara pintu 4:24 [berdehem] masuknya setan ke dalam hati 4:27 kita itu adalah tha. 4:30 Yakni mengharap-harap 4:33 pemberian orang. Ya, mengharap-harapkan 4:37 bantuan orang. Hmm. 4:41 di mana toma ini seperti sudah saya 4:44 sampaikan juga itu merupakan salah satu 4:47 penyebab ya lahirnya sifat riak di dalam 4:52 diri kita 4:54 ya. Tiga penyebab tumbuhnya ri ya salah 4:58 satunya tha. Nah yang pertamanya adalah 5:01 senang pujian. 5:03 senang dipuji karena senang adanya 5:06 pujian walaupun sebenarnya enggak layak 5:09 untuk dipuji. 5:11 Kemudian [berdehem] berusaha ke sana 5:13 kemari bagaimana supaya orang memberikan 5:16 nilai positif. Kalau bahasa sekarang 5:19 biasa disebut apa namanya? Pencitraan 5:21 apa ya? Supaya orang memberikan nilai 5:25 apa namanya positif dan itu adalah 5:27 sebuah kebohongan sebenarnya. 5:30 Kemudian yang keduanya artinya bahwa 5:33 kalau kita masih senang dipuji orang, 5:36 maka amal-amal kita ini ripuji 5:44 itu berarti amalnya selalu riak. Enggak, 5:47 ya. Tapi menghilangkan riak dari diri 5:50 kita itu adalah suatu hal yang mustahil 5:53 kalau kita masih suka dipuji orang. 5:57 Yang keduanya mungkin saja kita enggak 5:59 suka dipuji. Tapi ini yang kedua nih 6:02 berat lagi yaitu ee alergi 6:07 mendengar atau menerima apa namanya 6:09 celaan 6:11 ya kritikan gitu tuh. Kritikan, celaan 6:16 enggak senang. Ah ini juga adalah 6:19 penyebab ya tumbuhnya ee riya. Bagaimana 6:24 sahabat Umar radhiallahu anh ketika 6:27 beliau menjadi khalifah, ada yang lapor, 6:30 "Ya, tuan katanya banyak nih, 6:33 Saudara-saudara ini rakyat ini ketakutan 6:37 panjenengan jadi presiden, jadi 6:41 khalifah." Kenapa? Karena takut sampean 6:45 ini orangnya galak gitu, tegas 6:47 sebenarnya ya. Sahabat Umar itu 6:50 menangis. 6:51 Kenapa? Ya Allah, celakalah katanya aku. 6:56 Apa jadinya? Katanya kalau pemimpin 6:59 ditakuti oleh rakyatnya. 7:03 Jadi beliau itu enggak mau ditakuti. Ya, 7:07 yang dipimpin atau rakyat itu jangan 7:09 takut kepada pemimpin lah. Kalau aku ini 7:11 ditakuti, 7:13 maka nanti kalau aku berbuat salah 7:15 mereka tidak akan ada yang berani 7:17 menegornya. Bahaya ini kata sahabat Umar 7:20 itu. Jadi istana itu adalah merupakan 7:24 tempat yang membawa kedamaian bukan 7:27 sakral apa namanya 7:30 kayaknya oh angker gitu kan. Angker 7:34 sekali. Kayaknya istana itu jadi tempat 7:38 berlalunya rakyat itu bertemunya itu 7:40 cuma zamannya ini Gus Dur. 7:44 Orang pakai sendal jepit masuk ke apa 7:47 namanya itu menarik juga ya. 7:50 Iya. 7:52 Baik jemaah rahimakumullah. Yang 7:54 ketiganya ini t 7:58 ngarap-ngarap pemberian, ngarep-ngarap 8:00 pertolongan orang. 8:03 Padahal kan waidasta'anta fasta'in 8:05 billah. Kalau kamu minta tolong, minta 8:08 tolonglah kepada Allah. 8:11 Ya, tidak ada yang bisa menolong kita 8:13 selain Allah. Bagaimana Rasulullah 8:16 sallallahu alaihi wasallam menjelaskan 8:18 bahwa ayat yang paling luar biasa di 8:20 dalam Al-Qur'an itu adalah ayat kursi. 8:25 Sehingga barang siapa yang [mendengus] 8:28 ee membaca mau tidur membaca ayat kursi, 8:33 maka Allah akan jaga orang yang tidur 8:36 juga menjaga orang ee tetangganya dan 8:40 tetangga-tetangganya. 8:43 Hm. Dan beliau menganjurkan agar kita 8:45 membaca ayat kursi selepas salat fardu 8:48 yang lima. Ya, dawamkan. 8:51 Siti Fatimah ketika minta kepada Nabi 8:54 pembantu, 8:57 seolah-olah Nabi itu enggak enggak 9:01 ngerti apa yang diminta oleh Siti 9:04 Fatimah. 9:06 Seolah enggak peduli, beliau malah 9:08 menyuruh Siti Fatimah itu mendawamkan 9:12 membaca ayat kursi. 9:14 Tapi namanya putri salehah, ya sudah 9:17 barangkali Rasul enggak mau ngasih. 9:19 Kemudian lain hari datang lagi Rasul. 9:22 Saya katanya minta diberi pembantu. Kan 9:26 sudah aku kasih Fatimah 9:29 ya. Yang mana engkau cuma menyuruh saya 9:34 mengamalkan, membaca ayat lah. Iya. Itu 9:36 katanya pembantu yang tenaganya jauh 9:39 lebih besar dari tenaga pembantu 9:41 manusia. 9:43 Artinya kalau kau amalkan itu kamu akan 9:46 mampu mengerjakan pekerjaan berat yang 9:49 biasa dilakukan oleh pembantu bahkan 9:52 lebih hebat lagi. Jadi Allah memberikan 9:54 kekuatan kepada kepadanya sehingga 9:57 enggak butuh lagi apa namanya pembantu 9:59 dia bisa mengerjakan tanpa kelelahan. Ya 10:03 kan luar biasa ayat kursi. 10:06 [mendengus] 10:07 Itulah mengenai yang ee apa namanya tha 10:12 wamin abwabihil adzimah 10:16 alajalah 10:17 watarkut tabbut fi um fil umur. 10:22 Qala Rasulullah sallallahu alaihi 10:23 wasallam. Aljalah minitan watani 10:26 minallahi taala. Waqala azza waall 10:30 khuliqal insanu min ajal waqala taala 10:36 insanu ajula. 10:39 Jadi yang ke yang berikutnya tempat 10:42 masuknya ee setan ke dalam hati itu 10:44 pintu masuknya setan ke dalam hati 10:46 adalah al-ajalah 10:49 ya. Tergesa-gesa 10:52 ya. Apa bahasa lainnya? Gerasa grusu. 10:55 Hm. Hm. Jadi, geraza, grusu itu adalah 10:58 ee dari setan. H. Jadi kata Rasulullah 11:02 sallallahu alaihi wasallam ee alajalah 11:06 minasyaitan gerasa grusiu itu dari setan 11:08 wattaani minallah. Tenang yang kita 11:12 pikirkan sebelumnya. Karena ada ungkapan 11:16 orang dewasa ini dia berpikir 10 kali 11:19 untuk satu perbuatan. 11:22 Ya, itu orang yang bijak yang begitu. 11:25 Ah. Nah, dan Rasul memberikan petunjuk 11:28 apabila kamu melakukan sesuatu, 11:31 renungkan, pikirkan akibatnya. 11:35 Ya, jika baik akibatnya lanjutkan. Tapi 11:38 kalau buruk ya hentikan. Kata 11:41 Rasulullah, nih banyak nih tokoh-tokoh 11:44 kita ini pada gerasa grusu ketika bicara 11:49 apa namanya? enggak diperhatikan apa 11:52 akibat dari pembicaraannya itu. Padahal 11:56 ya Allah semua kita tahu kalau kita 11:59 tergelincir kaki kita enggak menyebabkan 12:03 keributan, enggak menyebabkan kematian 12:07 ya. Tapi kalau yang terpelet tergelincir 12:10 itu lidah kita 12:12 bukan hanya bisa menimbulkan masalah 12:15 keributan, tapi bahkan bisa menyebabkan 12:18 kematian. Lidah itu luar biasa. Makanya 12:22 suruh jaga. Nabi sering mengatakan nih 12:25 jaga. Katanya ini jaga. 12:29 Makanya Allah menciptakan satu mulut dua 12:31 telinga. Biar kita ini sedikit bicara 12:35 banyak mendengar. 12:37 Karena ciri orang alim, ciri orang 12:40 pintar adalah dia lebih suka 12:43 mendengarkan daripada berbicara. Dengan 12:47 mendengar akan bertambah ilmu. Dengan 12:50 bicara belum tentu bertambah ilmu. 12:53 Kemungkinan kesalahan ada. Sebab apalagi 12:57 namanya kalau sudah bicara di depan 12:59 orang banyak 13:00 lah itu pengaruhnya itu luar biasa 13:03 secara psikologis ya. kita ini adalah 13:07 orang yang apa namanya didukung oleh 13:10 orang sekian banyak sehingga pengecut 13:13 pun menjadi singa. Itu pengaruh apa 13:17 namanya? Masa. 13:19 Pengaruh masa. [mendengus] 13:21 Coba lihat tuh kalau ada istighasah 13:24 entah itu Nurul Mustofa atau apa, 13:27 anak-anak itu kadang-kadang karena breng 13:30 berangkat ya sekian mobil dia udah 13:34 enggak ngelihat. 13:35 Lampu merah kayak apa ada polisi atau 13:38 enggak dia terabas saja tuh begitu. Ini 13:42 kenapa ada dukungan kuat apalagi yang 13:45 mendukungnya adalah pemerintah. M W 13:48 lebih lebih berani lagi orang. Nah 13:51 begitu yang tikus saja maaf pengecut 13:54 saya bisa menjadi macan. Luar biasa. 13:58 Nah, karena itu juga hati-hati bagi 14:01 tokoh-tokoh ini ketika berbicara 14:04 ya ee ya tadi itu akibatnya kata Nabi 14:09 lihat kalau ini berakibat buruk maka 14:13 hentikan. Tapi kalau berakibatnya baik 14:16 faham lanjutkan kata Rasulullah. 14:19 Jadi kembali adalah al-ajalah 14:21 minasyaitan. Tergesa-gesa itu gerasa 14:24 grusu itu dari setan ya. Nah, yang 14:27 tenang gitu itu dari Allah. Kecuali tiga 14:31 hal kata Nabi yang dibalik ya. Buru-buru 14:36 itu dari Allah, lalu berlambat-lambat 14:40 itu dari setan. Tiga hal itu. Satu, 14:43 mengurus jenazah. Jadi kalau ada orang 14:46 yang meninggal jangan ditunda-tunda. 14:50 Kalau dia itu adalah orang baik ya, maka 14:54 kita sudah zalim kepadanya karena 14:57 memperlambat dia untuk memperoleh 15:00 kenikmatan dari Allah di alam kubur. 15:04 Ya. Nah, coba sekarang orang lagi haus 15:08 dalam acara maulidan atau apa, udah 15:11 lapar, 15:12 haus, ya pengin makan, [mendengus] 15:16 penceramah sudah selesai, tinggal 15:18 terakhir adalah penutup dan doa. 15:22 Begitu mau berdoa, ngomong dulu dia ya 15:25 alhamdulillah wasalatu wasalam. Bopos 15:28 nyambut lagi dia. Itu yang hadir udah 15:31 gondok banget itu walaupun ngomong kiai 15:33 ah katanya. Iya. Kenapa? Memperlambat 15:39 memperoleh kenikmatan lah. Ini orang 15:41 mukmin itu akan mendapatkan apa? Akan 15:44 dimasukkan ke dalam radah min riyadil 15:47 jannah. Taman surga. Eh diperlambat. Nah 15:51 itu zalim kita. 15:53 Tapi kalau orang itu orang durhaka, 15:57 maka kita sudah membiarkan tempat kita 16:00 ini berlama-lama menjadi tempat turunnya 16:04 laknat Allah. 16:06 Ya. 16:08 Ya. Jangan kelamaan. Di situ tuh laknat 16:11 Allah turun kepada orang kafir. Adanya 16:14 di rumah kita berlama-lama jadi buruk. 16:17 Ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam 16:20 melaksanakan ibadah haji, 16:23 berangkat dari Arafah, ketika sampai 16:26 perbatasan antara Muzdalifah dengan Mina 16:30 itu ada satu tempat namanya Wadi 16:33 Muhasir. 16:35 Ya, sampai di Wadi Muhasir, Rasulullah 16:37 gebuk untanya, 16:40 lari unta. Lalu Nabi juga bersabda, 16:43 "Asriu, asriu." Ayo cepetan, cepetan. K 16:46 cepetan. 16:48 Nah, ini pertanyaan. Kenapa Rasulullah 16:50 ini kok enggak mau lama-lama, enggak 16:53 santai di jalan itu seperti di tempat 16:55 yang lainnya? Oh, di situ itu adalah 16:58 tempat dulu Abrahah dihancurkan 17:02 Ibnu. 17:04 Nah, tempat Abraha dan pasukannya 17:07 dihancurkan di satu lembah yang namanya 17:10 Wadi Muhasir. Sampai sekarang itu adalah 17:14 itu tempat turunnya laknat Allah, 17:16 turunnya azab Allah. Maka kita jangan 17:19 berlama-lama di tempat itu. 17:23 Kalau di tempat turunnya rahmat kayak 17:25 model di masjid ya. Nah, itu silakan 17:29 ziarah ke rasul, ke aulia silakan. 17:33 Itu kuburan yang tempatnya orang-orang 17:36 saleh berlama-lama di sini boleh lah. 17:38 Ini bocah pada nongkrong di kuburan Cina 17:42 ya. Lama-lama di situ. Padahal itu 17:44 turunnya laknat Allah. Ya namanya juga 17:47 orang enggak ngerti susah dah ya 17:51 begitu. 17:53 Nah, kalau di tempat yang turunnya 17:55 laknat Allah aja kita enggak boleh 17:57 berlama-lama, bagaimana kita 17:59 berlama-lama bergaul dengan orang yang 18:01 mendapat laknat dari Allah? Nah, di 18:04 sinilah makanya kita harus pandai-pandai 18:06 mencari teman, cari sahabat dengan siapa 18:10 kita rantang runtung gitu ya. Kalauang 18:13 runtung kita dengan orang-orang yang 18:15 mendapatkan curahan rahmat dari Allah, 18:18 ya kita kebagian. Tapi kalau kita 18:20 runtang runtungnya dengan orang yang 18:22 mendapatkan laknat Allah, kita pun akan 18:24 kebagian laknat Allah. 18:28 anil mar tasal fasal anqinihi fainnal 18:33 qarina bil muqorinah tadi. Ya, kalau 18:37 kita mau bertanya tentang seseorang 18:40 jangan tanya orang itu. 18:44 Apakah kamu 18:46 ee pencuri? Maling mana yang mau mau 18:50 ngaku, "Iya, Pak. Saya pencuri. Sama aja 18:52 bohong ya. Nanya pencuri, kamu maling 18:55 bukan ya?" ya enggak bakalan ngakulah. 18:59 Jadi kalau kita mau nanya seseorang, 19:01 jangan tanya orang itu siapa, tapi 19:03 tanyalah siapa temannya. 19:07 Itu dengan melihat temannya, ah kita 19:10 tahu siapa orang ini. Karena teman itu 19:13 akan mengikuti apa namanya ee temannya. 19:19 Seseorang akan mengikuti teman. Itu 19:22 begitu. 19:24 Saya menarik satu kisah ketika Nabi 19:27 Ibrahim dibakar 19:29 itu ada burung kecil, burung kemprit 19:33 ya. Melihat Nabi Ibrahim dibakar itu dia 19:37 ngambilin air sama paruhnya. Tetesin 19:42 ambil lagi air. Tetesin. Diketawain sama 19:45 cecek 19:47 ya. Kemprit katanya. Ya, percuma, 19:51 percuma lu katanya. bahwa air enggak 19:53 bakalan mati. Api segitu gedenya 19:57 dibanjur dengan air setetes demi 19:59 setetes. Belum menyentuh ke dasarnya 20:02 juga airnya sudah kering duluan kena 20:06 panas. Apa kata burung kemprit? Saya 20:09 tahu, saya sadar kalau perbuatan saya 20:13 itu tidak apa namanya tidak akan ada 20:16 manfaatnya buat memadamkan api. Enggak 20:19 mungkin. 20:20 Tapi saya pengin supaya kamu tahu kalau 20:23 saya itu ada di pihak mana 20:26 gitu. Pihak yang membiarkan Nabi Ibrahim 20:29 dibakar atau pihak yang tidak setuju 20:32 dengan Nabi Ibrahim dibakar. Ini jadi 20:35 keberpihakan ini yang penting ini. 20:38 Walaupun mungkin kita ini enggak ada 20:40 artinya lah ya. Tidak ada artinya buat 20:44 orang yang kita bela, yang buat kita 20:46 dukung, buat kita apa, mungkin tidak ada 20:48 artinya kita. Tapi kita pengin supaya 20:51 orang tahu ya, khususnya kepada Allah 20:55 bahwa saya ini ada di pihak mana ini. 20:59 Karena Allah akan kumpulkan seseorang 21:01 ini dengan kelompoknya. Dikumpulkan. 21:05 Kalau kita cinta kepada orang-orang 21:07 baik, maka kita akan bersama dengan 21:09 orang-orang baik itu walaupun kita bukan 21:12 orang baik. 21:14 Ya, bagaimana tidak dikumpulkan? Wong 21:16 anjing aja itu bisa kumpul di surga 21:19 bersama Ashabul Kahfi hanya karena 21:22 anjing. Ini semasa di dunia dia selalu 21:25 ngikutin ulama. Nah, begitu sampai masuk 21:30 ke Gua Kahfi, ikut anjing itu di sana 21:33 bareng dakwah ikut dikejar-kejar oleh 21:36 penguasa juga sama ikut masuk ke dalam 21:40 gua Kahfi, mati bersama-sama dengan 21:42 ulama. Begitu 21:45 mau masuk surga kata Rasul itu anjing 21:48 disetop 21:50 oleh malaikat Malik eh oleh malaikat 21:52 Rudan. "Wau ke mana kau anjing?" Katanya 21:55 gitu kan. 21:56 Mau masuk surga enggak bisa. Ini bukan 21:58 tempat hewan. Kenapa enggak bisa? Ya, 22:02 selama di dunia aku selalu bersama 22:04 mereka. 22:06 Ya, senang bareng-bareng, senang susah, 22:09 menderita bareng-bareng sampai mati pun 22:12 bareng dalam gua Hiro. Kenapa giliran 22:14 sekarang mereka mau masuk surga? Saya 22:16 enggak boleh masuk surga. Nah, kata 22:19 Allah Ridwan ya masukkan. Biarkan dia 22:24 bersama dengan orang yang dicintainya. 22:27 Almaru maaman ahab. Begitu. Ini 22:30 keberpihakan. 22:32 Kita berpihak kepada yang baik apa 22:35 kepada yang tidak baik ini ya. Saya 22:37 enggak katakan yang baik yang mana, yang 22:39 mana dan siapa-siapa. Pokoknya kita 22:42 punya ya punya garis ya bahwa kita ini 22:47 harus ada di pihak orang yang ee baik. 22:53 Jadi yang pertama itu. Yang keduanya 22:56 bayar hutang. 22:58 Kalau bayar hutang jangan lama-lama, 23:00 jangan ditunda-tunda, jangan berdalil. 23:03 Ya, begitu ditagih wis ingat kata Nabi, 23:06 alajalah minas setan. Buru-buru itu dari 23:09 setan. Jadi bayar hutang enggak usah 23:11 buru-buru. Nah, ini terbalik ini. Ini 23:14 namanya yang begini nih ucapan setan ya. 23:19 Yang ini buru-burunya itu dari Allah. 23:22 Aduh, Pak Ustaz, bagaimana? Saya ini kan 23:24 ngontrak. 23:26 Pas begitu gajian kalau saya bayar 23:29 kontrakannya 23:31 eh bayar hutang berarti saya enggak 23:33 bayar kontrakan. 23:36 Eh, enggak makan, maaf. Tapi kalau buat 23:39 makan berarti saya enggak bayar 23:40 kontrakan. Bayar dulu. 23:44 Bayar dulu. Kemudian ngomong sama yang 23:46 punya rumah. Bu, nih saya bayar. Kalau 23:49 boleh mau saya pinjam. saya enggak ada 23:52 buat makan. Nah, itu jujur. 23:55 Kejujuran ini yang penting. 23:58 Kejujuran yang penting. 24:01 Masyaallah. Ya, 24:06 saya sudah katakan ya, bahwa Sayidina 24:09 Ali itu 24:11 pernah suatu hari istri beliau Siti 24:14 Fatimah radhiallahu anha itu lagi ngidam 24:18 pengin buah delima. 24:21 Makanya minta kepada Sayidina Ali, 24:23 enggak punya duit, minjamlah ya. 24:26 Akhirnya minjam kepada Sayidina Utsman. 24:30 Beliau kemudian beli delima satu 24:34 dibawa pulang buat istrinya. Ya, lima 24:37 Arab kan gede-gede olin ya. Cakeplah 24:39 gitu. 24:41 Eh, di tengah jalan ada pengemis yang 24:43 kelaparan. 24:46 Dia mikir, "Kalau aku bawa pulang enggak 24:49 diberi nih pengemis, berarti aku enggak 24:51 mengamalkan 24:53 Al-Qur'an, enggak mengamalkan sunah 24:55 Rasul. Tapi kalau aku berikan kepada 24:58 pengemis, gimana dengan istriku? 25:01 Apalagi ditambahin entar anaknya ngiler 25:04 lagi." Ya, daripada katanya enggak 25:08 menjalankan perintah ya, lebih baik 25:11 anaknya ngiler. Itu delima diberikan. 25:15 Padahal buat beli delima itu ngutang 25:18 duitnya itu. Ini kan luar biasa. 25:20 Sayidina Ali itu 25:23 tinggal mikirin bagaimana dia jawab ya 25:27 alasan apa yang disampaikan. Tapi dia 25:29 harus jujur 25:31 ya. Siti Fatimah melihat suaminya datang 25:34 enggak bawa delima. 25:37 Ya. Ya. Namanya wanita salehah. Begitu 25:40 Sayidina Ali ngomong alasannya, apa kata 25:44 Siti Fatimah? Suamiku, 25:47 begitu aku melihat engkau pulang 25:51 ya, tiba-tiba saja keinginanku untuk 25:55 makan buah delima hilang. 25:57 Enggak tahu deh itu apakah memang beliau 26:00 ini jujur bicara apa adanya ya 26:04 [mendengus] atau tidak. 26:06 Ee kalaupun umahnya bohong, bohong yang 26:09 sangat bagus 26:12 untuk menyenangkan suaminya, tidak 26:14 merasa suaminya bersalah. Namanya wanita 26:17 salehah. Wong kadang-kadang itu apa 26:20 namanya? Bohong itu perlu, 26:23 jujur itu bisa membahayakan. 26:26 Ya. Hm. Ya, bisa jadi. 26:29 Nah, lah sekarang kalau kita lagi nonton 26:32 dengan istri kita, wis itu orang cakep 26:35 banget ngelihat cewek. Emang benar cakep 26:38 apa enggak gondok bini kita, 26:41 ya? Heeh. 26:44 Iya. 26:46 Baiklah para pendengar silaturahim ya. 26:49 Senanglah Sayidina Ali karena Siti 26:51 Fatimah berkata seperti itu. Sudah 26:54 selesai sudah. Ya kan bohong 26:57 kadang-kadang juga untuk menyenangkan 26:59 suami, pasangan hidup ya perlulah. 27:03 Enggak lama kemudian pintu rumahnya 27:04 diketuk. 27:07 Man fil bab? Siapa itu di pintu? Katanya 27:12 saya katanya Sayidina e Tuan Ali dibuka 27:15 pintu ada orang bawa nampan ditutupin 27:18 pakai 27:20 selampe. 27:22 Ada apa? Enggak saya ketemu seseorang, 27:25 Tuan Ali. Orang itu menitipkan ini sudah 27:28 diberikan kepada Anda. 27:31 Tuh, 27:32 dari siapa? Kata Sayidina Ali. Nah, 27:35 orang itu juga ngomong kalau Ali nanya 27:37 bilang aja ini dari Allah 27:40 gitu. Ya sudah diterima. 27:43 Begitu dibuka selampainya di atas nampan 27:46 itu ada delima sembilan. 27:50 Hmm. Akhirnya 27:52 iya. Wah, Sayidina Ali paham nih 27:56 kalau dari Allah ya mestinya kan 10. 28:00 Kata Sayidina Ali bercanda begini 28:04 saudara ini bukan dari Allah. 28:07 Enggak orang-orang yang ngomong begitu 28:09 kalau Alianya bilang ini dari Allah. Eh, 28:13 Saudara, 28:15 Allah itu berfirman, "Man jaa bil 28:17 hasanah falahu asyru amsaliha." 28:20 Siapa yang melakukan satu kebaikan oleh 28:23 Allah akan dibalas minimal itu 10. 28:27 Dan tadi saya sudah berbuat baik ya 28:30 sedekah delima satu sekarang dibalas 28:32 oleh Allah. Enggak mungkin pasti 10 28:35 kalau dari Allah. 28:37 Eh dirogo kemudian kantongnya saya 28:39 kantongin katanya atu tu. 28:42 Sayidina Ali senyum. Maksud Sayidina 28:45 Ali, mbok jujur, 28:48 kamu bilang aja minta satu. Walaupun 28:51 enggak minta juga, masa iya sih Sayidina 28:53 Ali enggak ngasih orang dermawan luar 28:55 biasa. Itu aja yang satu-satunya ya kan 28:59 diberikan kepada pengis. Padahal ini 29:02 adalah permintaan istri tercintanya. 29:05 Apalagi ini ada 10, masa enggak ngasih? 29:08 Enggak mungkinlah Sayidina Ali yang 29:11 diinginkan oleh Sayidina Ali kejujuran 29:15 ini sebenarnya. 29:17 [berdehem] 29:18 Jadi yang kedua adalah bayar utang. 29:22 Nah, yang ketiga mengawinkan anak gadis. 29:28 Lalu wamin abwabihil adimah adarohim 29:32 waddananir. 29:34 Termasuk lagi nih pintu masuknya ee 29:37 setan itu adalah fulus 29:40 ya. Dinar dan dirham. Rasulullah itu 29:44 tidak mewariskan dinar, tidak mewariskan 29:47 dirham. 29:49 Yang diwariskan oleh Rasulullah itu 29:51 adalah ilmu ya, hikmah. Itu yang 29:55 diwariskan. 29:58 Ee 30:00 suatu hari tokoh-tokoh musyrik ini, 30:04 Musir Quraisy datang menemui Rasulullah. 30:07 Kata mereka, "Muhammad, kalau engkau 30:11 pengin menjadi raja, maka aku akan 30:14 angkat engkau menjadi raja." 30:19 Ah. Dan kalau engkau ingin menjadi orang 30:22 paling kaya, kami akan kumpulkan harta 30:27 di Makkah ini akan aku berikan kepada 30:30 kamu sehingga kamu akan menjadi orang 30:33 paling kaya. 30:35 Dan kalau kau pengin wanita, siapa 30:38 wanitanya? Berapa wanita yang kau 30:40 inginkan, kami akan berikan kepadamu. 30:44 Asal 30:45 hentikan dakwah risalah. 30:49 Nah, ini namanya nego ya. 30:51 Ah, untuk menghentikan dakwah risalah 30:55 ini ada tiga 30:57 yang apa nam yang ditawarkan mereka dan 31:00 ini selamanya akan seperti itu. Satu 31:02 adalah tahta, jabatan, 31:06 yang keduanya harta, yang ketiganya 31:09 adalah wanita. 31:11 Ini akan terus sepanjang zaman ini 31:13 begini. Kenapa orang ribut nih? Kubu 31:17 ini, kubu itu. Wah, ini kan masalah 31:20 tiga. Enggak, enggak keluar dari situ. 31:22 Ini lagi meributkan masalah jabatan 31:25 jabatan presiden, 31:27 ya. Kemudian calon-calon nanti yang jadi 31:30 menteri, yang jadi ini, jadi ini, jadi 31:32 ini, ininya. calon orang yang memperoleh 31:35 keuntungan di balik kepemimpinan ini. 31:38 Ya, itu sebenarnya apa keuntungan itulah 31:42 yang tiga harta, tahta, wanita. 31:48 Ah, Nabi Nabi Musa datang kepada Firaun 31:53 mengajak iman, tapi Firaun tidak mau. 31:58 Kenapa Firaun itu enggak mau beriman? 32:00 Karena dia tidak mau kehilangan 32:03 tahtanya, 32:05 tidak mau kalau dia ini sesudah iman 32:08 enggak jadi raja lagi. Kata kata ini 32:11 kata Nabi Musa ya, tuan 32:17 dengan beriman bukan berarti Anda harus 32:20 kehilangan tahta. Anda tetap jadi raja, 32:25 enggak ada yang berubah. Semua ini 32:27 istana kerajaan ini adalah milik Anda. 32:30 Enggak lantas berpindah kepada saya. 32:34 Hanya satu aja iman. Mengakui ketuhanan 32:37 Allah. Mengakui aku ini sebagai 32:39 rasul-Nya. Selesai sudah. 32:43 Jadi enggak kehilangan harta takahta? 32:45 Enggak. Ya kalau begitu nanti aku bicara 32:48 dulu dengan Haman. Siapa Haman itu? 32:51 Perdana menteri. 32:54 Begitu bicara kepada perdana menterinya, 32:57 apa kata Hamad Paduka? Benar sekali, 33:01 dengan beriman Anda tidak kehilangan 33:03 apapun. Cuma, nah ini cuma 33:07 ya dengan kalau selama ini tuan 33:11 disembah, kalau beriman tuan jadi 33:14 menyembah. 33:15 Kalau selama ini tuan itu memerintahkan 33:18 memerintah atau menyuruh sesudah beriman 33:21 Anda akan disuruh 33:23 selama ini Anda yang mengatur. Kalau 33:26 sudah beriman Anda diatur oleh Musa 33:29 dan seterusnya. Ya, padahal sebenarnya 33:33 kalau kalau kalau dia beriman takut ini 33:38 si Haman ini kehilangan apa namanya 33:41 jabatan dia. Akhirnya ya enggak 33:44 berimanlah. Firaun itu. 33:47 Nah, dari sini bisa mengerti sebenarnya 33:50 bahwasanya kekuasaan itu bukan di atas 33:53 singgahsana. 33:54 Kekuasaan itu adalah di balik 33:57 singgahsana. 33:59 Jadi, yang keberatan imannya 34:02 Firaun sebenarnya bukan Firaun, tapi 34:05 orang yang ada di balik Firaun. Siapa? 34:10 itu ya 34:12 lah. Ini juga sama lah kalau orang kalau 34:15 bukan Pak Jokowi enggak mau berhenti 34:18 jadi presiden, yang paling enggak mau 34:20 itu adalah orang yang dibalik itu. Ah, 34:24 begitu juga dengan kubu yang lainnya. 34:27 Samalah namanya kalau sudah bicara 34:30 masalah takhta, masalah kekuasaan ya di 34:33 mana-mana dari dulu emang sudah seperti 34:35 itu. Dan ini adalah merupakan 34:40 tantangan, rintangan, ya. [mendengus] 34:44 Hm. Menjadi tantangan dan untuk 34:47 memperoleh jabatan itu 34:50 ya tahta itu apapun bisa dilakukan. 34:55 Nah, inilah celakanya kalau takhta 34:57 dipegang oleh orang-orang yang enggak 34:59 beriman 35:01 ya menjadi senjata pemustah. 35:04 Tapi kalau di tangan orang yang apa 35:07 namanya beriman, insyaallah akan menjadi 35:10 alat yang sangat bermanfaat sekali. 35:14 Ah, [berdehem] 35:16 saya lagi ngaji di ini, 35:20 ngaji di Mabes. Saya ngomong k begini, 35:23 Rasulullah. sallallahu alaihi wasallam 35:25 itu sebagaimana Nabi Muhammad sebagian 35:29 rasul yang lainnya adalah orang yang 35:31 mendata mendapatkan amanah amanah dari 35:35 amanah dari Allah 35:37 untuk men menyampaikan pesan Allah 35:40 kepada hamba-hambnya. 35:44 Nah, inilah utusan. 35:46 Ah. Nah, karena itu supaya amanat Allah 35:50 ini sampai aman, 35:53 sukses ya ee Rasul mengemban amanat ini, 35:58 maka setiap para rasul oleh Allah 36:01 dikasih senjata, 36:03 senjata yang luar biasa untuk 36:06 mengalahkan musuh-musuhnya yang tidak 36:09 ada kekuatan atau senjata lain yang bisa 36:12 mengalahkan senjata yang Allah berikan 36:15 kepada para nabi. Apa itu mukjizat? 36:21 Hm. Mukjizat diberi itu alat ya untuk 36:24 mengalahkan musuh-musuhnya. 36:27 Watilka hujjatuna atainaha Ibrahima 36:30 alaika. Kemampuan ini, kemampuan itu. 36:33 Ya. Tuh. 36:36 Makanya coba di zaman Firaun eh di 36:38 zamannya Nabi Musa ya itu tukang sihir 36:42 berendeng melemparkan kayunya jadi ular. 36:46 Bukan cuma ratusan, ribuan ular 36:49 menyerang Nabi Musa. Nabi Musa jatuhkan 36:52 tongkat. Jadi ular yang paling yang 36:54 sangat besar itu ular-ular kecil telenin 36:57 semuanya 36:59 ya. 37:01 Dan tukang sihir itu tahu kalau kayu itu 37:04 enggak pernah berubah. 37:06 tetap aja kayu. 37:09 Nah, ini kan mereka itu saharu aunanas. 37:13 Mereka itu menipu siri itu kan menipu. 37:15 Menipu pandangan mata orang. 37:19 Jadi oleh orang lain kelihatannya 37:20 berubah jadi ular. Padahal sebenarnya 37:22 enggak berubah enggak apa ya itu 37:25 penglihatannya saja. Tapi tukang sihir 37:28 sendiri ngelihat itu tongkatnya Nabi 37:31 Musa berubah benar-benar berubah jadi 37:34 ular. 37:35 Maka kata mereka, "Ini bukan sihir. 37:38 Kalau sihir aku ini biangnya. Bagaimana 37:41 mungkin aku melihat kayu berubah jadi 37:43 pan ular? Namanya sir enggak berubah. 37:48 Cuma menurut mereka yang enggak ngerti 37:50 sihir, bagi yang mereka sir ya tetap aja 37:52 kayu. Karena mereka enggak tertipu. 37:55 Karena ini bukan sihir, maka mereka 37:58 kemudian tunduk. Fasajadu, 38:01 mereka kemudian sujud. ya. 38:04 Nah, 38:07 karena itu, nah, makanya kalau saya 38:10 katakan begini, mirip-mirip yang namanya 38:12 tentara itu dalam hal salah ini kayak 38:15 kayak Rasul. 38:17 Dalam hal apa? Kalau Rasul mendapatkan 38:20 amanat dari Allah, kalau tentara tuh 38:23 dapat amanat dari negara. Ya kan? negara 38:27 memberikan amanah kepada tentara 38:31 untuk menjaga, melindungi negara ini, 38:34 rakyat ini, gitu kan. Hm. 38:37 Ah, karena itu maka supaya amanat ini 38:41 dapat dilaksanakan sukses oleh para 38:44 tentara, negara wajib memberikan kepada 38:49 mereka, kepada tentara senjata yang 38:53 canggih yang tidak bisa dikalahkan oleh 38:56 senjata mana pun juga. Itu harus berikan 39:00 tuh. 39:01 maka akan sukses melindungi negara ini. 39:05 Maka kalau umpamanya anggarannya buat 39:07 buat tentara kecil, bagaimana bisa 39:11 tentara menjaga negara ini? Jadi mirip 39:14 dalam hal ini tentara itu dengan dengan 39:17 Rasul sama-sama penerima amanat. Cuma 39:20 Rasul amanat dari Allah, tentara 39:22 amanatnya dari apa namanya? Negara. 39:25 [mendengus] 39:27 Awas. Jadi hati-hati itu tiga. Satu 39:29 tadi. Jadi kadang orang demi takhta 39:32 apapun ya, apapun bisa dia korbankan 39:36 dengan cara bagaimanapun supaya takhta 39:40 itu diperoleh. Waduh. Ah, kalau sudah 39:42 cara begini 39:44 ya. Jadi tahta itu menjadi tujuan. 39:47 Padahal sebenarnya tahta itu adalah 39:49 mestinya menjadi 39:51 alat. 39:53 Hm. 39:55 Saya mendengarkan cerita dari Habib 39:58 Umar. 39:59 Kata Habib Umar begini, "Dulu ada 40:02 seorang raja. 40:05 Raja ini katanya dia kena penyakit tidak 40:08 bisa buang hajat. 40:11 Wah, udah sebagai berbagai macam." Dan 40:15 orang namanya ahli pengobatan para tabib 40:19 didatangkan. 40:22 didatangkan. Tapi tidak ada yang bisa 40:26 membuat orang ini buang air. Perutnya 40:29 sudah gede. 40:32 Nah, perutnya sudah gede, 40:34 enggak ada tabib. Tinggal satu kiai. 40:39 Si kiai dipanggil. Kata si kiai atau 40:42 ulama ini mengatakan begini, "Saya 40:46 siap akan bantu akan saya obati Paduka 40:50 Raja, tapi saya ini bayarannya mahal 40:53 katanya Paduka sanggup." Apa bayarannya? 40:57 Saya minta dibayar dengan istana 41:01 kerajaan Paduka. 41:03 Woh ya keberatan lah si raja ya. Kalau 41:06 gitu saya enggak bisa ngobati. 41:08 akhirnya musyawarah dengan keluarganya. 41:10 Daripada begini mendingan jadi rakyat. 41:13 Buat apa jadi raja juga enggak bisa 41:15 berbuat apa-apa. Tiap saat kemudian 41:18 hanya mengerang ya mengeluh kesakitan 41:22 akhirnya baik 41:24 diserahkan. Dia tulislah kalau 41:26 barangkali ada perjanjian apa namanya 41:29 ada MUU-nya gitu ya. 41:32 Ah 41:34 ngambil ini bakbat buat nyuci tuh. 41:37 Lalu didudukkan di situ diobati sama 41:41 kiai itu benar-benar itu bisa buang 41:43 kotoran habis semua 41:46 ya. Saya perjanjiannya kerajaan 41:48 diserahkan. Akhirnya kata si ulama ini, 41:52 "Paduka, saya terima tapi saya 41:54 kembalikan lagi kerajaan ini. Saya hanya 41:58 pesan mengingatkan kepada Paduka, 42:01 ternyata Paduka harga kerajaan Anda itu 42:05 cuma senilai nih kotoran yang ada di apa 42:09 namanya di bak ini. 42:12 Hanya karena pengin ini kan Pak Duka itu 42:15 serahkan itu istana." Nih sekarang saya 42:18 kembalikan lagi tuh. istana kepada Anda. 42:20 Kata ulama begitu. Cuma ingat itu 42:23 harganya istana sampean tuh sama dengan 42:26 ini. 42:28 Iya 42:30 lah. Sekarang ini kita lagi pada memburu 42:33 isi bak itu gitu. Aduh. Hah. 42:37 Iya. Lagi ngeburu si bak itu kan. 42:44 Bukan enggak boleh jadi orang kaya ya. 42:47 Silakan jadi orang kaya. Heeh. 42:55 Yang berikutnya lagi, wamin abwabihil 42:58 adzimah albukhl. 43:00 Di antaranya lagi nih, pintu masuknya 43:03 setan ke dalam hati. Sifat bakhil. 43:07 Ada bakhil atau ee bukhl. Ada lagi satu 43:12 lagi namanya syukh. Nah, ini beda nih. 43:17 Kalau kita artikan syukh ya bakhil. 43:20 Bukhl ya bakhil juga qoret. Sama 43:23 sebenarnya pengertiannya beda. Kalau 43:26 bakhil itu pelit kepada orang lain tu 43:29 nanya bakhil. Saya enggak mau berbagi 43:31 kein kepada orang lain itu namanya saya 43:33 itu bakhil. Lah kalau suh itu adalah 43:37 orang yang bakhil pada dirinya. Jadi 43:40 kalau dirinya bahil apalagi kepada orang 43:43 lain. Waman yuk nafsihi. Nah ya siapa 43:47 yang dipelihara oleh Allah akan bakhil 43:51 dirinya bihil kepada dirinya itu syukh 43:53 itu begitu. Ini lebih berbahaya lagi ya. 43:58 Ee jadi pintu masuknya ee ini adalah 44:02 bukhl. Jadi kalau bukhala menjadi pintu 44:04 apalagi syuh 44:07 wa khauful faqri dan takut fakir takut 44:11 menjadi orang miskin. Jadi orang miskin 44:13 takut. Fakir itu bisa jadi bagus, 44:17 fakir itu bisa jadi juga buruk. 44:20 Tergantung siapa orangnya. Kita jangan 44:23 mencela ya. Rasulullah seorang pengusaha 44:27 ya sebelum Nabi. Sesudah jadi rasul kan 44:31 berhenti 44:32 ya. Pernah dagang aja. 44:35 Kenapa? Supaya Nabi ini bisa ditiru oleh 44:38 semua orang. Kalau Nabi jadi orang kaya 44:42 lah siapa yang bisa niru? 44:44 Ya. Ya. Tapi kalau Nabi miskin, siapapun 44:49 bisa menjalani hidup itu. Yang kaya bisa 44:52 jadi miskin, tapi yang miskin pengin 44:55 jadi kaya susah. Nabi itu harus bisa 44:58 diikuti 44:59 ya. Nabi melaksanakan ibadah haji satu 45:02 kali ya. Masa Nabi sampai dua tiga kali 45:04 loh. Nabi itu uswatun hasanah. Kalau 45:07 Nabi hajinya lima kali ya bagaimana 45:09 dengan umatnya? Siapa yang bisa 45:11 mengikuti? Jadi, Nabi melakukan hal yang 45:14 bisa diikuti oleh seluruh lapisan 45:17 masyarakat atau umat 45:19 gitu. 45:21 Saya ada pasangan suami istri, 45:25 orangnya kaya, pakaiannya kayak orang 45:28 gembel. Ya, sederhana istrinya ya kan 45:31 malu jugalah punya suami begitu mbok 45:34 paling enggak ya sekali-kali pakaian 45:36 yang pantes ya. Dia bilang, "Saya ini 45:39 mengikuti tauladan saya." Ya, siapa 45:41 toladan sampean? Toladan saya khalifah 45:45 itu Sayidina Ali. 45:47 Akhirnya dia bawa tuh suaminya menghadap 45:50 Sayidina Ali. Laporkan kepada Sayidina 45:52 diomelin sama Sayidina Ali. Keliru 45:55 katanya kamu begitu. Ya Allah itu senang 45:59 kalau memang apa namanya nikmatnya itu 46:02 ada bekasnya kamu tuh memanfaatkannya 46:05 gitu. pakai pakaian yang pantas loh. 46:08 Saya kan coba ngikut katanya ee teladan 46:11 saya. Siapa teladan kamu? Ya khalifah 46:14 sendiri ya. Anda ini di tangan Anda 46:19 kunci gudang ya apapun Anda pengin makan 46:23 makanan seenak apapun ada kuncinya di 46:26 tanah Anda. Pakaian semewah apapun Anda 46:29 bisa, tapi kenapa Anda tidak 46:31 melakukannya? 46:32 Ah, itu itulah yang saya ikuti. Apa kata 46:36 Sayidina Ali? Saudara, 46:38 [berdehem] saudara, kamu itu dengan saya 46:41 beda. 46:43 Kamu itu tidak dimonitor oleh apa 46:46 namanya? Rakyat. 46:48 Nah, saya ini adalah pemimpin negara. 46:52 Saya ini akan terus dimonitor oleh 46:55 seluruh rakyat. Hmm. 46:57 Lah kalau saya pakaiannya mewah, 47:00 makanannya lezat-lezat, ini akan melukai 47:04 perasaan wong cilik. 47:06 Orang-orang kecil tuh terluka hatinya, 47:09 ya. Tapi kalau saya berpakaian 47:12 sederhana, makanan juga sederhana, ini 47:16 akan menghibur hati rakyat yang 47:20 kecil-kecil. Tuh, gitu. Lihat presiden 47:23 aja begitu. Ah, ya. Apalagi kita 47:27 presiden ya segalanya bisa pakaian yang 47:29 mewah, makanan yang lezat-lejat, tapi 47:32 beliau tidak memiliki itu semua. 47:35 Terhibur hati rakyat yang apa wong cilik 47:38 itu terhibur. Itu katanya saya, Saudara. 47:42 Sementara saudara itu bukan saya, kata 47:44 Sayidina Ali. Barulah mau dia 47:47 berpakaian. Itulah hebat Sayidina Ali 47:52 ini. Ini bakhil ya. 47:54 Kemudian apa? Wahual maudil mukirinq 48:00 bil quranil aziz 48:04 faqriikazi 48:06 yamnaal infaqdu 48:11 walabil alim. Ya. Jadi taukud kefakiran 48:17 karena hal itu dapat mencegah menolak 48:21 kita untuk mau berinfak dengan bakhil. 48:24 Padahal tegaknya dunia bukan negara aja 48:28 nih dunia tegaknya kata Nabi karena 48:31 empat orang. Satu biadlil umaro. 48:35 Ya, umarahnya adil 48:39 memperlakukan semuanya sama. 48:43 ya enggak apa namanya berpihak kepada 48:47 satu tidak kepada yang lainnya. Itulah 48:50 karena umarah ini adalah memandang 48:53 semuanya itu anak harus diperlakukan 48:56 secara adil ya. Dan keadilan itulah 49:01 ketika dinodai hancurnya umat-umat 49:05 sebelum umat Islam. Itu karena ini 49:08 ketika orang-orang besar hukum ini 49:11 kemudian tumpul. Tapi ketika orang 49:14 miskin ya tajamnya bukan main itu apa 49:17 hukum. Di zaman sebelum datangnya Islam 49:22 ya itu di Makkah ini ada empat kelompok. 49:27 Yang pertama pribumi 49:29 kaya. Nah, ini kebal hukum. Abu Jahal, 49:33 Abu Lahab udah orang kaya pribumi enggak 49:37 ada, enggak tersentuh hukum itu. Mereka 49:39 melakukan apapun juga. Yang keduanya 49:43 kuaya ya, tapi bukan pribumi. Masih kena 49:47 hukum 49:49 ya. Masih kena hukum. Hm. 49:52 Tapi kadang-kadang ada juga negara kalau 49:54 sudah kaya walaupun bukan pribumi 49:56 pendatang kebal juga. Nah, ini lebih 49:59 buruk lagi nih dari zaman jahiliah. 50:01 Zaman jahiliah walaupun kaya kalau bukan 50:04 pribumi kena hukum. Yang ketiganya 50:08 sekarang 50:10 pribumi tapi miskin. Kena juga hukum 50:14 yang paling buruk sudah miskin 50:18 pendatang lagi bukan pribumi. Udah dah. 50:22 Itu di zaman jahiliah. Begitu Islam 50:25 datang, tidak ada kaya, tidak ada 50:28 miskin, tidak ada pribumi, tidak ada 50:30 pendatang. Keadilan ya menjangkau 50:33 seluruhnya. Inilah Islam. Syariat Islam 50:37 tuh kayak begitu. Luar biasa 50:40 ya. 50:44 Ee 50:46 jadi dengan sebab bakhil enggak mau 50:48 berinfak, enggak mau sedekah. Yang 50:50 keduanya tegaknya dunia ini adalah 50:53 biilmil ulama 50:57 dengan ilmunya alim ulama ya. Ilmunya 51:00 alim ulama. Jadi ilmu ulama yang 51:02 menyebarkan ilmu. Ah begitu tuh 51:05 memberikan petunjuk. Jadi hudat petunjuk 51:09 ya dibimbing oleh ulama. Nah ini nanti 51:13 umarnya yang megang apa namanya? 51:15 Palunya. 51:17 Memegang palunya gitu. 51:21 Lalu yang berikutnya apa? Bisakhawatil 51:24 agniya. 51:26 Orang-orang kayanya dermawan, mempunyai 51:29 kepedulian. 51:30 Jadi umarnya adil, ulamanya mau 51:33 menyampaikan ilmu, ngebimbing orang 51:37 kayanya adalah mau berbagi. Ya tuh. 51:42 Kemudian yang terakhir, bidakwatil 51:45 fuqaro. Doanya orang-orang miskin, 51:48 orang-orang fakir. Ya, orang fakir itu 51:51 juga bermanfaat. 51:53 Manfaatnya apa? Doanya mereka. Belum 51:56 tentu doa kiai ya didengar. Belum tentu 52:01 ya. Justru doanya orang miskin yang 52:03 didengar oleh Allah. Dan itu bisa jadi. 52:07 Ahah. 52:09 Itulah mengenai ee pintu yang entah yang 52:13 ke berapa itu ya. 52:17 Ini ada satu hadis tapi hadis ini hadis 52:20 dif. 52:22 Inna Abu Umamah albahili berkata, "Inna 52:26 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 52:28 qal bahwa Rasulullah sallallahu alaihi 52:30 wasallam bersabda, inna iblis lamma 52:34 nazala nuzilal ardhi q ya rab anzaltani 52:39 ilal ard w'altani rjiman faj'ali baitan 52:43 qala alham." 52:46 Kata Rasulullah, "Sesungguhnya iblis 52:49 ketika diturunkan ke bumi, 52:52 ia berkata, "Ya Rabb, Engkau telah 52:55 menurunkan aku ke bumi ini dan 52:58 menjadikan aku sebagai makhluk yang 53:01 rajim, yang dirajam, yang terkutuk. 53:05 Maka buatkan rumah buat saya." Qala 53:07 alham minta diberi tempat sebagai tempat 53:11 tinggal. Kata Allah, "Baik aku berikan." 53:14 Tuh Allah tuh walaupun iblis yang 53:16 durhaka kayak begitu minta masih 53:18 dikabulkan oleh Allah. Apalagi kita 53:21 manusia ya. Makanya jangan putus asa. 53:24 Rumahmu adalah kamar mandi. 53:28 Ham. 53:29 Makanya kita kan kalau mau masuk ke 53:31 kamar mandi ya, ke WC ya. Sekarang 53:35 disebut kamar mandi karena kamar mandi 53:36 itu ada WC-nya sekarang ya. Allahumma 53:39 inni azubika minal khubusi wal khabais 53:42 kan gitu ya. Heeh. 53:46 Nah, itu rumahnya. Rumahnya dia. Makanya 53:48 kita kalau masuk baca doa itu. Kalau 53:50 enggak nanti buang air sumpel pantat 53:52 kita sama dia. Susah enggak buang-buang 53:55 karena disumpel sama dia. Lalu qola 53:57 faj'alli majlisan qala alaswaq wa majuk 54:02 turuk. lalu ber memohon lagi saya minta 54:06 juga majelis kalau kita punya majelis 54:09 ilmu. Nah, dia juga pinpin punya 54:11 majelis. Di majelis itulah kemudian dia 54:14 nanti ngobrol dengan teman-temannya, 54:16 ngumpul-ngumpul, diskusi dan sebagainya 54:19 oleh Allah dikasih. Yaitu apa? Al-aswaq, 54:23 satu pasar. 54:25 Jadi pasar itu majelisnya 54:27 setan. Jadi kalau di di pasar banyak 54:30 tukang tipu ya meang masalnya tempat 54:32 setan di situ ya dan juga tempat 54:36 berkumpul di jalanan tempat nongkrong 54:39 gitu tuh di jalanan itu juga adalah 54:41 majelisnya ee setan. Makanya kan enggak 54:44 ada kan kiai suka nongkrong-nongkrong di 54:46 pilih jalan kan. Kenapa? Karena kiai 54:48 tahu itu majelis setan. [mendengus] 54:52 Qamanullah 54:56 alaih. Ya Allah ya beri saya makanan. 55:01 Lalu kata Allah makananmu adalah semua 55:05 yang tidak disebut nama Allah di sana. 55:09 Orang nyembelih enggak nama Allah. Makan 55:11 enggak baca bismillah. Itulah katanya 55:13 makanan kamu. Oh. Makanya kalau kita 55:16 makan enggak baca bismillah itu berarti 55:19 kita sudah bersedekah kepada setan. 55:22 Ya, karena itu kata Nabi, kalau kita 55:25 lupa di awal membaca bismillah, maka 55:29 segera kamu baca bismillah ala awalihi 55:32 wa akhirihi. 55:34 Nah, itu kalau kita baca begitu awalnya 55:36 setan makan tuh dengan kita baru 55:40 menjelang habis kita ingat belum baca 55:42 bismillah tadi ucapkan bismillah ala 55:45 awalihi wa akhirihi ya. Maka apa yang 55:48 sudah dimakan oleh setan itu keluar lagi 55:50 muntah. Itu 55:53 gitu. Jangan biarkan tuh setan ya makan. 55:57 Makanya ada cerita 55:59 setan yang tukang goda orang mukmin 56:01 ketemu yang tukang goda orang durka. 56:05 Orang kafir. Yang tukang goda orang 56:08 durhaka dan orang kafir ini gemuk-gemuk 56:10 badannya. Yang godain orang mukmin 56:13 kuru-kuru gitu. Kuning-kuning 56:16 makan. Iya. Begitu ketemu. Kenapa? 56:19 Katanya kamu kok kurus amat dan kamu 56:21 kenapa gemuk banget? Gimana enggak 56:24 kurus? Katanya dia mau makan baca 56:26 bismillah, mau minum baca menyebut nama 56:29 Allah. Akhirnya aku lapar, aku haus. 56:32 Tuh, mau hubungan badan, baca juga 56:35 bismillah. Ya, aku dari kejauhan 56:37 ngelihatin aja begitu. Wah, untung 56:41 katanya saya. Kenapa? Dia makan enggak 56:44 baca bismillah. Jadi aku ikut makan, dia 56:46 minum enggak baca bismillah, aku juga 56:49 minum. Dia hubungan badan enggak 56:51 menyebut nama Allah, aku ikut juga 56:53 begitu kan. Tuh, coba makanya 56:55 gemuk-gemuk 56:57 gitu. 57:00 Lalu kata S lagi, waqala ij'alli saroban 57:03 juga saya minta minuman ya Allah. Q ya 57:07 muskir minumanmu semua yang memabukkan 57:10 itu minuman kamu 57:13 minuman yang memabukkan itu minuman 57:15 setan qal muadin q almazamir nah lalu 57:19 jadikan juga minta juga saya muadin yang 57:21 mengingatkan nah muadin kamu itu mazamir 57:25 mazamir itu apa seruling-seruling 57:28 makanya ada orang mengatakan haram 57:31 hukumnya ee apa itu ee musik ini. Nah, 57:34 mungkin atas dasar ini. Tapi ingat ini, 57:36 ini hadis-hadis dif nih ya. Nah, tapi 57:39 untuk fadil amal bagus ya. Q ijali 57:43 quranan minta juga ada Qurannya. Kalau 57:45 orang Islam punya Quran. Nah, saya juga 57:48 punya bacaannya. Apa qolasir? Bacaan 57:51 kamu adalah syair-syair. Itulah bacaan 57:53 kamu, nyanyian-nyanyian. 57:55 Ya. Ah, qa'alli kitaban. Lalu minta 58:00 kitab. Qala alw kitab. Kitab kamu itu 58:03 adalah wasem. Wasem itu apa? Tato 58:07 jadi orang Islam coba lihatlah orang 58:09 Islam sih enggak ada yang ditato ya kan. 58:12 Kalau ada waktu belum sadar dulu belum 58:15 insaf ya saya punya jemah ditatau di 58:19 sininya nih. Kemudian dia pergi haji 58:23 udah begitu sadar duh katanya. Jadi 58:26 kalau kalau ini suka begini aja 58:27 ditutupin sama dia. Hm. 58:30 Jadi setelah dia sadar itu meyakini itu 58:33 adalah enggak bagus gitu kan. Memang kan 58:36 bikin tata itu hukumnya haram. Enggak 58:38 boleh ya enggak boleh karena menyakiti. 58:41 La dororo wala diror kata Rasul jangan 58:44 kamu menyakiti dirimu dan juga jangan 58:47 menyakiti orang lain. Nah itu 58:49 ditusuk-tusuk kan sakit itu ya. Tapi 58:53 kalau sudah bikin 58:55 lah sekarang dihilangkan disedika ya itu 58:58 juga sama menyakiti yang kedua enggak 59:01 boleh. 59:02 Saya punya jemaah namanya Haji Tajudin. 59:06 Anaknya ini oh bandel tadinya 59:11 bapaknya dipacul. 59:13 Saya Pak Ustaz mungkin kepala dengan 59:16 pacul ini tinggal 1 centti ya. Memang 59:18 umur saya masih kali dijaga oleh Allah. 59:21 Huh, selamat katanya saya. 59:25 Saya girangnya sekarang ini anak saya, 59:27 Pak Ustaz, mau salat katanya gitu. Wah, 59:30 udah enggak ada hadiah yang 59:32 menggembirakan saya dibanding dengan 59:34 ngelihat anak saya ini katanya mau 59:36 salat. 59:38 Kurang lebih dua apa 3 bulan salat, 59:40 berhenti lagi salatnya 59:43 gitu. Akhirnya ditanya, "Lu kenapa?" 59:46 Katanya berhenti lagi salat yah, Mbak. 59:49 Katanya salat juga percuma. Loh, kok 59:51 percuma? Lah, iya kan badan saya banyak 59:54 tato melulu. Nah, gitu. Tato melulu. 59:58 Kalau badan tatoan katanya wudunya tidak 1:00:01 sah. Kalau wudu tidak sah ya salatnya 1:00:03 juga tidak sah. Lah sekarang salat 1:00:06 katanya enggak sah. Disiksa. Enggak 1:00:09 salat ya udah karuan ya. Mendingan 1:00:11 enggak salat sekalian gitu 1:00:13 hitung-hitungannya ya. Ya, sekarang 1:00:15 enggak salat neraka. Salat kan enggak 1:00:18 diterima neraka juga. Udah capek neraka 1:00:21 ya. Mendingan sekalian aja enggak salat. 1:00:22 Dia bilang gitu. [tertawa] 1:00:25 Iya. Saya katanya kan enggak tahu, Pak 1:00:28 Ustaz katanya 1:00:30 ya kalau memang ee tatawan itu tidak sah 1:00:35 wudunya gitu. Akhirnya sekarang begini 1:00:38 aja lu temuin deh Ustaz Jazuli ya sono 1:00:42 tanya coba sama Ustaz. 1:00:45 Ya, satu hari ketika jalan ketemu saya 1:00:47 dengan dia. Ustaz, ada perlu saya ya. 1:00:52 Ayo, ayo, kata saya. Tapi maaf katanya 1:00:54 di jalan. Enggak apa-apa. Ayo duduk. Hm. 1:00:57 Ada apa ini? Katanya saya ceritain 1:01:00 begitu kalau dia ini berhenti salat 1:01:03 karena wudunya tidak asah. Loh, siapa 1:01:05 bilang wudu kamu tidak asah? 1:01:08 Ya alasannya apa? Lah, kan badan saya 1:01:10 tuh, Pak Ustaz Tatom lulu. Wudu yang 1:01:13 enggak sah. Mandi junub juga katanya 1:01:15 enggak sah. Yang bilang begitu siapa? 1:01:18 Nah, segitu yang bilang teman saya. 1:01:21 Teman kamu salat enggak? Enggak, Pak. 1:01:23 Lah, orang enggak salat kamu dengar. Ya, 1:01:26 orang enggak salat kamu dengar. Kalau 1:01:29 yang ngomong kiai bolehlah kamu dengar 1:01:32 lah. Orang begitu kamu dengerin ya. Itu 1:01:36 pengin supaya kamu enggak salat lagi 1:01:38 biar jadi nemenin dia. Dah, sekarang 1:01:40 begini. 1:01:42 Itu yang kedua ya 1:01:45 syarat di antara wudu itu ya 1:01:50 ee di dalam kulit itu di atas permukaan 1:01:53 kulit itu syaratnya permukaan kulit 1:01:56 harus tersentuh oleh air 1:01:59 ya. Oleh sebab itu tidak boleh ada benda 1:02:03 yang menghalangi sampainya air ke 1:02:06 permukaan kulit. Apa? 1:02:10 Seperti misalnya ada cat itu harus 1:02:12 dibuang. Kemudian perempuan suka pakai 1:02:15 cutek itu harus dibuang ya. Nah. 1:02:19 Nah, sekarang saya nanya 1:02:22 itu tato itu di luar kulit apa di dalam? 1:02:27 Di dalam, Pak Ustaz. Gitu lah. Kalau di 1:02:30 dalam enggak ada masalah. 1:02:33 Enggak ada masalah. 1:02:35 Kecuali tuh tato-tatoan yang bocah tuh 1:02:37 ditempelin ya. Itu kan di luar di atas 1:02:40 permukaan kulit itu harus dibuang 1:02:44 itu ya. Oh jadi sah ya Ustaz sah. Jangan 1:02:47 dengerin sekali itu bocah yang ngomong 1:02:49 begitu ya. Kalau yang ngomong katanya 1:02:52 bilang enggak sah itu ustaz atau kiai. 1:02:56 Tadi saya ketemu dengan orang itu. Saya 1:02:58 tanggung jawab kata saya gitu ya. 1:03:01 Alhamdulillah salat lagi gitu ya. Enggak 1:03:05 lama bapaknya datang lagi. 1:03:07 Alhamdulillah, Pak Ustaz sekarang salat 1:03:09 lagi. 1:03:11 Ya. Ya udahlah bagus. Alhamdulillah. N 1:03:14 ngomongnya ya. E jadi itu ya. Aduh 1:03:21 udah udah udah lewat ya. Heeh. 1:03:24 Sebenarnya ada satu lagi sebenarnya sih 1:03:26 ada dua lagi. Sudah di ini aja diingkat 1:03:30 diinikan. Yang berikutnya adalah taasub. 1:03:33 Artinya taasub itu apa? fanatik, 1:03:36 fanatik mazhab, fanatik guru. Itu enggak 1:03:39 benar itu ya. Awas fanatik ini 1:03:42 menyebabkan jangan karena jenengan ini 1:03:45 sampean ini orang NU, apapun yang 1:03:47 dikatakan oleh tokoh NU benar. 1:03:51 Jangan karena Anda orang Muhammadiyah, 1:03:53 apapun dikatakan tokoh Muhammadiyah 1:03:55 enggak ada salahnya. Benar semua 1:03:57 diikutin semua. Jangan begitulah ya. 1:04:02 Kita harus berani mengatakan salah kalau 1:04:04 itu salah walaupun itu keluar dari tokoh 1:04:09 kita ya, dari orang yang sangat kita 1:04:12 hormati. Dan kita harus berani 1:04:14 mengatakan benar ya walaupun itu keluar 1:04:19 dari orang yang paling kita benci. 1:04:23 Enggak enggak enggak fanatik ya. Jangan 1:04:25 fanatik mazhab. Fanatik Islam wajib. 1:04:28 Fanatik mazhab. fanatik ke kiai. Itu 1:04:31 adalah perbuatan yang menyebabkan kita 1:04:34 ini sudah kemasukan ya, sudah membuka 1:04:38 pintu masuknya setan. Lalu yang terakhir 1:04:42 ee yang terakhirnya yang berikutnya 1:04:45 suudon kepada kaum muslimin ya. berburuk 1:04:48 sangka kepada kaum muslimin. Dan juga 1:04:52 yang berikutnya lagi adalah kalau orang 1:04:54 awam sudah ee melampaui batas, dia 1:05:00 berlaku berbuat seperti orang alim itu 1:05:04 tuh ya menyampaikan fatwa yang 1:05:08 sebenarnya belum saatnya dia 1:05:10 menyampaikan hukum 1:05:13 bisa hancurlah. bisa hancur. Kemudian 1:05:16 umat ini kalau orang awam berbicara 1:05:21 bukan dalam kapasitasnya berbicara. 1:05:26 Kalau ini bagian ulama, biarkan ulama 1:05:28 yang bicara. Ya gitu. Ini kadang-kadang 1:05:32 orang mengambil alih perbuatan yang 1:05:34 mestinya dilakukan oleh ulama. Ya sudah 1:05:38 jadi ketawaan orang. Ingat ilmu itu ada 1:05:41 empat. 1:05:42 Ilmu yang hanya diketahui oleh Allah, 1:05:44 hatta nabi pun tidak tahu. Yang kedua, 1:05:47 ilmu yang hanya diketahui oleh para 1:05:49 nabi, ya ulama enggak tahu. Misalnya ini 1:05:53 yang ketiganya, ilmu yang hanya 1:05:55 diketahui ulama, diketahui oleh ulama. 1:05:57 Kalau sudah ulama tahu, apalagi nabi 1:05:59 Allah sudah jelas ya orang awam enggak 1:06:02 tahu lah. Ini orang awam jangan 1:06:05 melakukan yang mestinya hanya dilakukan 1:06:07 oleh ulama, gitu tuh ya. Nah, ini 1:06:11 berbahaya nantinya lah orang awam fat 1:06:14 enggak boleh begini hukumnya haram dan 1:06:16 sebagainya ya. Padahal itu bukan 1:06:18 bagiannya. Makanya hati-hati kita mampu 1:06:21 menempatkan diri. Khairunas manif qadr. 1:06:24 Sebaik-baik manusia adalah orang yang 1:06:25 tahu kadar dirinya. Saya ini kelas apa? 1:06:29 Nah, tahu dirilah. Tahu diri. Kalau 1:06:31 sudah kita tahu diri insyaallah 1:06:32 hati-hati. Tapi kalau enggak akhirnya 1:06:35 bagian kiai diambil ya. Bagian ustaz 1:06:39 diambil. itu padahal bukan kiai, bukan 1:06:41 ustaz, bukan orang ngerti agama. Wah, 1:06:42 bahaya ini kalau sudah begini ya. 1:06:46 Barangkali inilah yang bisa sampaikan 1:06:47 pagi ini. Wallahuam. Alhamdulillahi 1:06:49 rabbil alamin. Ikhwan dan akhwat, telah 1:06:51 kita ikuti bersama bagian akhir dari 1:06:53 kajian ustaz, yaitu pintu masuk setan ke 1:06:56 dalam hati. Kami undang ikhwan dan 1:06:58 akhwat masih ada beberapa waktu walaupun 1:07:00 tersisa beberapa menit. Silakan hubungi 1:07:03 kami untuk pertanyaan di nomor 1:07:05 0218451512. 1:07:09 Itu untuk telepon dan untuk SMS dan 1:07:12 WhatsApp di 0811999720. 1:07:18 Insyaallah kami akan segera kembali 1:07:20 setelah jedan nasid berikut ini. 1:07:33 [musik] 1:07:41 [musik] 1:07:51 [musik] 1:07:56 [musik] 1:08:09 [musik] 1:08:14 [musik] 1:08:19 [musik] 1:08:32 [musik] 1:08:39 [musik] 1:08:48 [musik] 1:08:57 [musik] 1:09:01 [musik] 1:09:10 [musik] 1:09:18 [musik] 1:09:27 [musik] 1:09:36 [musik] 1:09:50 [musik] 1:09:57 [musik] 1:10:08 [musik] 1:10:26 [musik] 1:10:29 Subhanahu wa taala. Kami telah masuk ke 1:10:31 sesi tanajan jawab berkaitan dengan tema 1:10:33 kita yaitu pintu masuk setan ke dalam 1:10:35 hati. Dan penanya pertama saya akan 1:10:38 bacakan dari hamba Allah ustaz ini. 1:10:40 Asalamualaikum warahmatullahi 1:10:41 wabarakatuh Ustaz Ahmad Jazudi. 1:10:43 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:10:45 wabarakatuh. 1:10:46 Salam Ustaz. katanya semoga Ustaz selalu 1:10:47 sehat. 1:10:48 Amin. Amin. Terima kasih. 1:10:49 Pendengar setia ini untuk kajian Ustaz 1:10:51 Aljazuli katanya. Ustaz ingin bertanya, 1:10:54 bagaimana dengan orang yang tidak punya 1:10:57 atau orang miskin, Ustaz, yang sombong 1:11:00 ee dia dengan semena-mena berjualan atau 1:11:03 membuka lapak di depan rumah kami. 1:11:05 Ketika kami tegur, dia akan marah-marah 1:11:07 dan bilang, "Orang sama-sama cari duit. 1:11:09 Kenapa sih sombong? Mentang-mentang 1:11:10 punya halaman luas." Dan kami seperti 1:11:12 tidak berdaya, Ustaz. karena kami merasa 1:11:15 kami tidak ingin menyakiti hatinya. 1:11:18 Namun kegiatan mereka sangat mengganggu 1:11:20 dan sama sekali tidak ada izin kepada 1:11:21 kami, Ustaz, sebagai yang memiliki 1:11:23 lahan. Mohon nasihat, Ustaz. 1:11:27 Iya. Bismillahirrahmanirrahim. 1:11:32 Allah itu 1:11:34 ee 1:11:37 suka ya kepada orang tua yang rajin 1:11:40 ibadah. 1:11:43 Suka sekali Allah lebih suka lagi kepada 1:11:46 anak ee kepada anak muda yang ibadah. 1:11:50 Lebih suka lagi. Tuh 1:11:52 Allah benci kepada orang kaya yang 1:11:55 sombong. 1:11:57 Tapi Allah lebih benci lagi kepada orang 1:12:00 miskin yang sombong. 1:12:03 Lah apa 1:12:07 apanya yang mau disombongkan? Ya kan? 1:12:10 Heeh. Di Islam ini datang dibawa oleh 1:12:13 Nabi ini mempunyai tujuan. Apa 1:12:15 tujuannya? Lisaadatil basyari fi 1:12:17 maasyihim wa maadihim. 1:12:20 Tujuannya bagaimana supaya manusia ini 1:12:23 bahagia dunia akhirat. 1:12:26 Ini tujuan agama. Nah, kemudian 1:12:30 agama ini membicarakan seluruh aspek 1:12:34 kehidupan itu dibicarakan oleh agama. 1:12:39 Coba saja sampai gunting kuku diatur, 1:12:43 nyisi rambut diatur pakai baju. Hal yang 1:12:46 sepele seperti itu diatur, apalagi 1:12:48 hal-hal yang besar. 1:12:50 Nah, selanjutnya ajaran Islam ini 1:12:53 mempunyai dua apa namanya? Hubungan. Di 1:12:57 satu sisi kita ini sebagai makhluk, maka 1:13:00 tentu punya aturan antara makhluk dengan 1:13:03 khaliq. 1:13:04 Tapi di sisi lain kita juga sebagai 1:13:06 makhluk sosial ya. Ya, maka tentu kita 1:13:10 punya aturan mengenai hablu minannas 1:13:13 ini. Bagaimana bertetangga, bagaimana 1:13:16 bersaudara, bagaimana murid dengan guru, 1:13:19 anak dengan orang tua, dengan tetangga, 1:13:22 dengan sesama. Nah, ini ada aturannya. 1:13:26 Aturan-aturan itu ketika dilakukan ya 1:13:30 maka akan berbalas. 1:13:33 Berbalas dari Allah. Yang baik nanti 1:13:35 balasannya baik, yang buruk ya 1:13:37 balasannya buruk. Hal jazaul ihsan 1:13:40 lisan. 1:13:41 Nah, selanjutnya sekarang orang yang mau 1:13:45 membuka [berdehem] 1:13:47 dagangan 1:13:48 ya termasuk itu enggak bisa membuka 1:13:51 begitu saja tanpa ada apa namanya aturan 1:13:55 ya. Nah, sekarang kalau si pedagang ini 1:13:58 di tempat orang ya apa yang harus 1:14:02 dilakukan? siapapun juga tahu itu ya. 1:14:06 minimal minta izin ketika izin itu 1:14:08 diizinkan atau tidak sampai 1:14:12 dalam agama sebenarnya nih 1:14:16 kalau umpamanya nih ini rumah ada kebun 1:14:21 ya ini kebon olin saya mau lewat ke 1:14:24 kebun olin aja tuh mestinya saya izin 1:14:29 diizinkan enggak sama yang punya sampai 1:14:31 seperti itu sebenarnya 1:14:34 ya belum tentu yang punya kebun itu suka 1:14:37 kita masuk ke sana ya, apalagi ngambil 1:14:40 sesuatu dari kebon itu. 1:14:44 Jadi ada aturan-aturannya 1:14:46 ya. Nah, karena itu maka bagi kita ini 1:14:51 semuanya 1:14:53 ya harus ngikutilah coba belajar agama 1:14:56 supaya tahu kita aturan hidup kita ini 1:14:59 bagaimana bertetangga, bagaimana 1:15:01 bermasyarakat. 1:15:03 Nah, jadi ibu jelas tidak salah ya, 1:15:07 bukan ngebelain ya. Nah, ini si pedagang 1:15:09 ini enggak benar seperti itu ya. Namanya 1:15:14 mengambil apa namanya menggunakan milik 1:15:17 orang lain tanpa izin. Ya, itu dalam 1:15:20 istilah agama disebut gosab. 1:15:24 Alghasbu minal akabir itu termasuk dosa 1:15:27 besar. Termasuk dosa besar. 1:15:31 Iya. Jadi kalau ibu ini 1:15:35 mengeluarkan orang itu dari halaman 1:15:38 halaman ibu tidak salah secara fikih. 1:15:43 Tapi kalau umpamanya sekarang ibu ya 1:15:47 mengizinkan dia karena kasihan 1:15:51 atas dasar 1:15:53 kemanusiaan atau apa ya? Ya 1:15:54 kemanusiaanlah misalnya begitu ya. Orang 1:15:57 mencari rezeki ya memang luar biasa itu 1:16:00 ya. luar biasa. Padahal orang itu enggak 1:16:03 nyewa, enggak minta izin, ibu biarkan. 1:16:07 Itu luar biasa. Tapi kalau Ibu itu 1:16:10 kemudian menyuruhnya pergi keluar ya 1:16:13 dari halaman itu juga itu tidak ee bukan 1:16:17 suatu kesalahan ya. Apalagi orang ini 1:16:21 tidak minta izin kepada ibu. 1:16:23 Wallahualam. 1:16:24 He. Jadi diberikan pilihannya kepada 1:16:27 mudah-mudahan pilihannya yang terbaik 1:16:29 insyaallah diberikan solusi ya, Ibu. di 1:16:31 mana pun berada. Saya lanjutkan ke 1:16:32 pertanyaan berikutnya. Masih dari hamba 1:16:34 Allah di Jakarta. Asalamualaikum 1:16:35 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz Jazuli 1:16:38 Khair. 1:16:38 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:16:39 wabarakatuh. 1:16:40 Apakah aktivitas di pagi hari yang 1:16:43 sering padat dan terkesan terburu-buru 1:16:46 karena harus mengejar waktu meski sudah 1:16:48 direncana dan ditata dari 1:16:50 sebelum-sebelumnya, termasuk datangnya 1:16:52 dari setan juga, Ustaz. 1:16:53 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 1:16:58 Ee saya ingat waktu itu ee ada 1:17:03 sekelompok ee kaum muslimin di satu di 1:17:07 satu masjid ya. Begitu selesai salat 1:17:11 subuh ini dia mengadakan kajian. 1:17:14 Nah, sementara sebagian jemaah ini ada 1:17:17 kemudian yang keluar karena dia harus 1:17:21 berangkat kerja. 1:17:24 Lalu orang itu mengatakan begini. 1:17:27 Noh, katanya orang-orang yang 1:17:30 mengejar-ngejar bendera setan gitu. 1:17:33 Jadi, seolah orang yang pergi ee dari 1:17:36 masjid ini enggak mendengarkan sampai 1:17:40 selesai tadi taklim tadi karena dia 1:17:43 harus berangkat kerja. Ya, disebut 1:17:45 mengejar bendera setan karena 1:17:47 mengutamakan duit 1:17:49 ya. Padahal pernah suatu hari Rasulullah 1:17:53 sallallahu alaihi wasallam bersama para 1:17:56 sahabat ketika duduk-duduk lewatlah anak 1:17:59 muda gagah badannya kekar bawa kayu 1:18:02 bakar. Lalu kata para sahabat, 1:18:05 "Celakalah kau hai anak muda." Katanya 1:18:08 badan sebagus itu ya kau pergunakan 1:18:12 untuk coba kalau kau pergunakan untuk 1:18:15 jihad di jalan Allah. Luar biasa tuh 1:18:17 katanya. Kata Rasulullah, "Kau jangan 1:18:20 bilang begitu. 1:18:22 Kalau dia itu pergi ya ee menjual kayu 1:18:27 bakar tadi ke sana, tujuannya untuk 1:18:30 menjaga dirinya, 1:18:33 mencukupi kebutuhan hidupnya sehingga 1:18:35 tidak minta-minta kepada orang, dia ada 1:18:37 di jalan Allah." Fisabilillah. Itu orang 1:18:40 kata Rasulullah. atau dia ini sudah 1:18:43 mencukupi tapi dia pengin menafkahi ya 1:18:47 ayah ibunya yang lemah dia juga di jalan 1:18:50 Allah dan kalau dia umpamanya ada untuk 1:18:53 ini tapi dia pengin bisa memberi kepada 1:18:56 tetangganya maka perbuatan itu juga 1:18:59 adalah fisabilillah 1:19:01 tetapi kalau memang dia melakukannya itu 1:19:04 untuk menumpuk-numpuk harta nah itu 1:19:06 namanya fisabil setan kata Rasul jadi 1:19:09 enggak benar juga kalau orang berangkat 1:19:12 begitu disebut mengejar-ngejar bendera 1:19:15 setan ya. Ee kita mempunyai ikatan harus 1:19:21 masuk ya ke sebuah instansi atau 1:19:24 perusahaan tempat kita kerja waktu 1:19:26 masuknya jam sekian. Sedang Jakarta ini 1:19:29 namanya macet kalau berangkat jam sekian 1:19:32 nanti kita berarti sudah melanggar 1:19:34 aturan. Nah, ini ya. Ya, apakah kita ini 1:19:38 termasuknya ini dari setan? Ya, tidak. 1:19:40 Ya, ini justru dari Allah yang seperti 1:19:42 ini. Karena memang kita harus tepat 1:19:45 waktu dan itu aturan kita digaji itu 1:19:48 untuk itu. Diggaji untuk itu. Maka 1:19:51 melaksanakan tugas sesuai dengan 1:19:54 ketentuan yang sudah ditetapkan kepada 1:19:57 kita dan itu dilaksanakan ini adalah 1:20:00 suatu apa namanya kebaikan yang kita 1:20:03 lakukan bukan dari setan yang demikian. 1:20:05 Wallahuam. 1:20:07 Baik. Satu pertanyaan lagi Ustaz ya. 1:20:08 Masih ada waktu. Asalamualaikum. 1:20:09 warahmatullahi wabarakatuh, Ust. 1:20:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:20:13 wabarakatuh. 1:20:13 Bapak Hambali di Bekasi, Ustaz, dari 1:20:16 pintu masuk setan sebelah mana, Ustaz, 1:20:18 untuk keluarga atau saudara saya yang 1:20:21 apabila membicarakan lawan politik atau 1:20:24 yang berseberangan dengan yang ia yakini 1:20:26 untuk pilihannya mengeluarkan kata-kata 1:20:29 kasar, kata-kata yang tidak pantas, dan 1:20:31 bahkan memusuhi Ustaz dan bagaimana saya 1:20:34 harus menyikapi? 1:20:37 Baiklah. 1:20:40 Ee sahabat Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu, 1:20:43 beliau ini pernah ee berkata begini, 1:20:46 Pak. Ya, 1:20:48 kata Ibnu Mas'ud radhiallahu anh itu ada 1:20:52 sekelompok orang, 1:20:54 orang ini lagi berzikir kepada Allah ya. 1:20:59 Berzikir kepada Allah. 1:21:01 Lalu setan itu masuk di tengah-tengah 1:21:04 mereka gitu. Masuk. Tujuan setan ini 1:21:07 supaya yang pada zikir ini pada berdiri, 1:21:10 pergi meninggalkan terus dibisiki oleh 1:21:13 setan. Tapi enggak ada pengaruhnya. 1:21:16 Tetap saja mereka zikir kepada Allah 1:21:18 gitu kan. 1:21:20 Nah, akhirnya setan ini mendekati dua 1:21:24 kelompok orang gitu. Taruhlah kalau 1:21:28 sekarang nih pendukung Prabowo dengan 1:21:30 pendukung Jokowi 1:21:33 lagi ngobrol di situ. 1:21:35 Nah, dibisiki itu oleh si setan ini yang 1:21:38 pendukung ini. Lalu mengangkat-ngangkat, 1:21:40 muji-muji, enggak terima yang ininya 1:21:43 gitu kan. Ribut akhirnya dua orang ini 1:21:47 ribut nih kedua kelompok jotos-jotosan. 1:21:50 Ini bukan tujuan setan. 1:21:54 Ini bukan tujuan setan untuk menciptakan 1:21:56 menjodoh-jotosan dua orang ini bukan. 1:21:59 Nah, akhirnya orang yang lagi zikir ini 1:22:03 merasa terganggu kan. Akhirnya pada 1:22:05 bangunlah berdiri mereka meninggalkan 1:22:07 tempat itu yaela mengelerai apa orang 1:22:12 berantem ini yang dimaksud setan. 1:22:13 Berantem. 1:22:15 Bagaimana membangunkan orang yang lagi 1:22:18 zikir yang istikamah itu dari zikirnya 1:22:22 gitu tuh. 1:22:23 Adapun ini alat saja alatnya nih orang 1:22:26 ribut ini. Orang ribut ini hanya hanya 1:22:28 menjadi alat setan 1:22:31 bukan berti sekatan mer alat ini dalam 1:22:33 konteks ini loh gitu ya. Nanti saya 1:22:36 nanti di apa namanya? Ah begitu tuh. Tuh 1:22:39 setan tuh kayak begitu tuh pintarnya. 1:22:42 Yang tadinya lagi zikir lagi tenang ya 1:22:44 ditinggalkan ya. 1:22:46 Kiai yang tadinya istikamah melihat 1:22:49 ramai-ramai begini turun juga akhirnya. 1:22:52 Ini yang diinginkan oleh setan. Ayo 1:22:54 tinggalkan padepokan ente semuanya. 1:22:57 Tinggalkan pondok sampean semua gitu. 1:23:00 Ributlah kemudian ramai itu. 1:23:03 Nah, kita harus waspada ini. Begitu luar 1:23:06 biasanya itu apa namanya? Setan ya. Ah. 1:23:11 Nah. Nah, dulu saya pernah mengatakan 1:23:15 ya, Syekh Abdul Qadir Jailani itu 1:23:20 dia lagi jalan awan menaungi 1:23:23 ya. Luar biasa. Nah, tiba-tiba keluar 1:23:28 ini hujan. Ah, mau minum. Eh, di bawah 1:23:31 awan itu ada sinar. Dari sinar ini 1:23:35 keluar kemudian kalimat ya ada ucapan 1:23:39 Abdul Qadir katanya mulai e aku rida 1:23:44 kepadamu karena itu mulai sekarang aku 1:23:48 halalkan kepadamu apa yang pernah 1:23:51 diharamkan kepadamu itu. Syadul Qadir 1:23:54 langsung mengatakan idhab ya laknatallah 1:23:58 pergilah kau hai makhluk yang di yang 1:24:00 dilaknat oleh Allah. Begitu kata si 1:24:04 setan ini. Dikira setan ini Syekh Abdul 1:24:07 Qadir mau tertipu ya karena dikiranya 1:24:10 kan mungkin Allah nih gitu kan yang 1:24:12 ngomong. 1:24:13 Maka berkata Syek Abdul eh si setan ini 1:24:17 Abdul Qadir, "Bagaimana kamu tahu kalau 1:24:19 ini saya? Padahal dengan cara begini 1:24:23 sudah banyak orang-orang yang model kamu 1:24:25 ini aku sesatkan dengan cara begini 1:24:28 sehingga menganggap aku ini Tuhan. 1:24:32 Ya, saya tahu pertama karena Allah itu 1:24:35 tidak berhubungan dengan arah. Enggak di 1:24:38 atas, enggak di bawah, sedangkan kamu 1:24:41 ada di atas. Yang kedua, Allah ini dalam 1:24:45 berfirman enggak bersuara, enggak 1:24:46 berhuruf. Suara mulu jelas. 1:24:49 Ya. Yang ketiganya, Allah itu laisa 1:24:52 kamisli. 1:24:54 Enggak ada menyerupai, enggak diserupai 1:24:56 lah. Sedangkan kamu berupa sinar sama 1:24:59 dengan lampu di rumah saya. 1:25:01 Yang keempat katanya yang namanya e 1:25:04 Allah itu iblis kalau sekali 1:25:07 mengharamkan ya haram selama-lamanya 1:25:09 haram. Enggak pernah Allah itu 1:25:11 mengharamkan yang dihalalkannya dan 1:25:14 menghalalkan apa yang diharamkannya. 1:25:16 yang biasa menghalalkan apa yang 1:25:18 diharamkan atau sebaliknya mengharamkan 1:25:21 apa yang dihalalkan itu kerjaan kamu. 1:25:25 Maka iblis itu kemudian setelah kalah 1:25:28 lalu dia mencoba nih cara yang lain. Apa 1:25:32 kata iblis? Luar biasa katanya kamu 1:25:35 katanya Abdul Qadir ya. 1:25:38 Karena ketinggian ilmumu itulah kau bisa 1:25:41 selamat dari tipu dayaku. Ah, ini iblis 1:25:44 ini lagi menggoda cara yang lebih hebat. 1:25:47 Bagaimana menanamkan sifat ujub ya di 1:25:51 dalam hati Syekh Abdul Qadir kalau dia 1:25:53 ini ee bisa selamat gitu. Tuh dipujinya 1:25:58 itu Syekh Abdul Qadir oleh iblis. Syekh 1:26:00 Abdul Qadir tahu kalau iblis ini lagi 1:26:03 mencoba cara yang jauh lebih halus dari 1:26:06 saya yang pertama. yaitu menanamkan ujub 1:26:09 bangga dalam dirinya. Maka kata Syekh 1:26:12 Abdul Qadir, "Kau keliru," katanya 1:26:15 iblis, "Kalau aku selamat ini ya dari 1:26:19 tuuduh dayamu, bukan karena ilmuku yang 1:26:22 tinggi." Tidak. Ini adalah karena 1:26:24 rahmatnya Allah. Kalau bukan karena 1:26:27 rahmat Allah, aku pun sama. Tidak bisa 1:26:30 berbuat apa-apa. Kalah tuh dua kali. Ini 1:26:34 seringki kita ini ya ditanamkan itu 1:26:37 tadi. 1:26:39 Nih dalam masalah entah saudara atau apa 1:26:41 ya. Ee wong saya itu beda loh sama sama 1:26:45 istri saya beda. Tapi enggak pernah 1:26:48 ribut. Saya jujur aja ya saya lebih suka 1:26:51 mendukung apa namanya Pak Prabowo gitu 1:26:55 tapi istri saya justru ke Pak Sandi ya 1:26:57 enggak ada masalah. 1:26:59 P enggak jadi soal saya walaupun beda. 1:27:02 Walaupun beda tapi kita tetap akur saya 1:27:05 dengan istri saya. 1:27:06 Iya ustaz. 1:27:07 Ini pendidikan politik ini. 1:27:08 Betul. Betul. 1:27:09 Hah? Jangan karena beda berantem ya. 1:27:13 Masalah begitu aja. Lap ponakan saya 1:27:15 lain lagi ya. Biasa-biasa aja. Kenapa? 1:27:19 Yang masalah begini kok diributin gitu 1:27:21 ya. Saya enggak pernah ada loh ponakan 1:27:24 saya mendukung yang beda dengan saya. Ya 1:27:27 itu hak dia kok. ya memang saya yakin 1:27:31 gitu. Nah, ini juga samalah Bapak ya. 1:27:34 Silakan Bapak memilih siapa yang paling 1:27:37 cocok dengan sesuai dengan keyakinan, 1:27:40 tapi jangan karena ikut-ikutan. 1:27:44 Jangan karena ikut-ikutan. Bapak bisa 1:27:46 membaca apa yang selama ini berjalan ya. 1:27:50 Ya, dalam kepemimpinan Pak Jokowi 1:27:52 misalkan gitu kan. Baik atau tidaknya 1:27:56 Bapak tahu gitu. Yakin bahwa Gowi adalah 1:27:59 calor pemimpin ke berikutnya yang lebih 1:28:01 baik. Pilih beliau. 1:28:03 Kalau ah saya ragu dengan beliau, 1:28:05 tinggalkan ganti Pak Prabowo. Selesai 1:28:07 sudah begitu. Dan ini adalah kita ini 1:28:11 demokratis. Negara kita ini kan menjamin 1:28:15 semuanya memilih siapa si orang-orang 1:28:17 dilindungi oleh undang-undang. ya. Nah, 1:28:20 kalau kita meributkan masalah ini 1:28:24 ya, melawan ini, ini namanya kita sudah 1:28:26 membiarkan masuknya 1:28:29 setan ke dalam hati kita lewat apa? 1:28:32 Lewat kepanatikan kita gitu ya. Lewat 1:28:37 kepanatikan dan lewat keegoan kita. 1:28:40 Padahal itu berbahaya sekali. Begitu 1:28:43 barangkali ya. Ah, semoga Allah 1:28:45 subhanahu wa taala 1:28:47 selalu melindungi kita semuanya, 1:28:50 membimbing hati kita ke jalan yang 1:28:51 diridai dan dicintainya dan selalu 1:28:54 melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah 1:28:56 kepada kita anak cucu kita sehingga 1:28:58 dapat istikamah dalam menjalankan 1:28:59 perintahnya, menj larangannya. Rabbana 1:29:01 taqobbal minna duana sir amalina 1:29:04 birahmatika ya arhamar rahimin. 1:29:05 Wasallallahu ala sayidina Muhammad 1:29:07 wasallam. Alhamdulillahiabbil alamin. 1:29:09 Asalamualaikum warahmatullahi 1:29:10 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:29:13 warahmatullahi wabarakatuh. 1:29:14 Alhamdulillah ikhwan dan akhwat, kita 1:29:16 ucapkan terima kasih jazakallah khairan 1:29:18 kasir kepada guru kita Ustaz Ahmad Jazul 1:29:21 Khalil atas ilmunya dan peringatannya 1:29:23 kepada kita. Tentu saja semoga hati kita 1:29:26 terjaga dari masuknya setan dari 1:29:29 pintu-pintu yang terbuka yang berpotensi 1:29:31 untuk dihembuskan oleh setan. Insyaallah 1:29:34 bermanfaat besar pada pagi hari ini 1:29:35 kajian kita. Dan saya Carolin juga minta 1:29:38 maaf kepada para pendengar yang 1:29:40 menyampaikan pertanyaannya via WhatsApp 1:29:42 terutama tidak sempat dibahas oleh 1:29:44 ustaz. Mudah-mudahan di kesempatan 1:29:45 berikutnya terutama untuk Ibu Bunda 1:29:48 Syifa kemudian di nomor 081293 1:29:50 sekian-sekian dan masih banyak lagi 1:29:52 mohon maaf tidak saya sebutkan. E 1:29:53 alhamdulillah nampaknya hari ini banyak 1:29:55 yang berminat dengan kajian kita, Ustaz. 1:29:57 Mudah-mudahan dihitung diganjar amal 1:30:00 jariah ee semangat untuk belajarnya. 1:30:02 Baik, sekali lagi saya Kolin didampingi 1:30:04 juga ada Neja Panji Ahmad. Mohon undur 1:30:08 diri dan jangan lupa simak acara rasil 1:30:10 setelah ini ada kesehatan islami dan di 1:30:14 acara-acara berikutnya di pada sore hari 1:30:16 insyaallah bermanfaat. Subhanaka 1:30:17 Allahumma wabihamdika ashadu alla ila 1:30:20 anta astagfiruka wa atubu ilaik. 1:30:22 Wabillahi taufik walhidayah. 1:30:23 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:30:26 wabarakatuh. 1:31:30 [musik] 1:31:31 Amal yang keenam orang penuhi janjinya. 1:31:35 Yang ketujuh orang-orang yang [musik] 1:31:38 selalu menjaga waktu dan setiap 1:31:42 salatnya. 1:31:44 Dan mereka ada [musik] 1:31:48 orang yang di surga. 1:31:54 Kau 1:31:56 tempat kembali [musik] 1:32:03 [musik] 1:32:16 mereka [musik] 1:32:17 adalah 1:32:18 surga. Manusia yang disayangi