Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Masih dipancarkan
- dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimagis Cibu Bekasi, Radio Silaturahim
- dan juga Rasil Visual untuk Islam yang
- satu. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ikhwan Awat. Apa kabarnya
- di kesempatan sore hari ini? Semoga
- Ikhwan Ahwat selalu dalam keadaan baik
- dan juga selalu dalam lindungan Allah
- subhanahu wa taala. Amin. Amin ya rabbal
- alamin. Kembali di kesempatan ini saya
- Rizal Haq bersama teman-teman yang
- bertugas di studio Rasil Cibubur. Ada
- Bang Fajar dan juga Bang Fahri. Tidak
- lupa juga teman-teman yang berada di
- daerah ya, yang merilai siaran di sore
- hari ini. Semoga juga tetap semangat
- dalam bertugasnya ya insyaallah. Dan
- juga telah hadir guru kita Imam
- Yahsyaallah Mansur yang kembali akan
- menyampaikan tausiahnya di sore hari ini
- yang akan memberikan kajian tafsir
- maudunya. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Kabar baik
- dan sehat ya. Baik, baru saja kembali
- saya dari Kupang. Kupang ya? Iya.
- sebelumnya ke Palu ya? Palu. He dan
- Kupang di daerah sebetulnya dulunya
- mayoritas nonmuslim tapi gak di Kupang.
- Tapi alhamdulillah Kupang menggembirakan
- jumlah umat Islam di sana terus
- bertambah dan perhatian pada agama pun
- juga umat Islam terus
- bertambah. Masjid makin ramai.
- Kemudian orang-orang yang berjilbab pun
- juga makin banyak. Masyaallah. TPQ, TPQ
- juga berkembang. Alhamdulillah telah
- mengadakan tabligh akbar di sana ya.
- Iya, betul. Tablig akbar yang mungkin
- baru pertama kali di sana itu menurut ee
- tokoh-tokoh agama di sana. Karena
- sebagian mereka acara yang sebesar itu
- baru I. Alhamdulillah ada diri kurang
- lebih
- 700
- apa peserta atau pengunjung dan yang ee
- mungkin di sini tidak ada atau jarang
- itu pengunjungnya pun ada yang Nasrani
- nonmuslim itu. Alhamdulillah. Ini
- mengenalkan Islam juga ya? Iya.
- Mengenalkan Islam yang rahmatan lil
- alamin. Baik. Jadi untuk keluar kita
- kenalkan Islam rahmatan lil alamin.
- Betul. untuk ke dalam
- kita menghimbau pada umat untuk mereka
- bersatu di dalam jemaah itu. Dan di
- kesempatan ini insyaallah kita akan
- mendengarkan kajian tafsir modo yaitu
- mengkaji Quran surah Al-Hujurat ya ayat
- yang ke-10 ini mengenai urgensi ukhuwah
- Iwan akhwat. Silakan yang mungkin ee
- tidak jauh-jauh dengan mushaf
- Al-Qur'annya atau di aplikasi
- Android-nya ada Al-Qur'annya bisa
- membuka Quran surah Alhuj Alhujrat ayat
- pertama. Kita akan mendengarkan menyimak
- dengan tema bahasan urgensi ukhuwah.
- Mongilakan.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillahilladzi amrona biluzumil
- jamaah wahnail ikhtilafi wat
- tafaruqoh wasalatu wassalamu ala nabi
- rahmah wa ala alihi wa ashabihi hudatil
- ummah. Ashadu alla ilahaillallahu
- wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna sayyidana
- muhammadan abduhu wa rasuluh.
- Masyaallahu kan wama lam yasya lam yakun
- la haula wala quwwata illa billahil
- aliyil adzim amma
- ba'd ikhwan akhwat pendengar radio
- silaturahim yang sangat disayang oleh
- Allah subhanahu wa taala dan pemirsa
- silaturahim visual yang sangat disayang
- oleh Allah subhanahu wa taala.
- Alhamdulillah sore hari ini kita dapat
- kembali bertemu dalam kajian tafsir
- maudu yang pada sore hari ini kami akan
- menyampaikan ayat yang insyaallah sudah
- sangat
- familiar di telinga kita, yaitu surah
- Al-Hujurat ayat yang
- ke-10 yang berbunyi
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Innamal
- mukminuna ikhwatun faaslihu baina
- akhwa wattaqulaha la'allakum turhamun.
- Apabila kami berikan maudu atau judul
- pada ayat
- ini adalah dengan judul
- urgensi ukhuwah islamiah atau ukhuwah
- imaniah. Ayat tadi
- bunyinya sudah saya baca. Ah, kemudian
- artinya kurang
- lebih sesungguhnya orang-orang mukmin
- hanyalah
- bersaudara.
- Karena itu
- damaikanlah di antara kedua
- saudaramu dan
- bertakwalah kepada Allah supaya kamu
- mendapatkan rahmat.
- Ayat ini
- menjelaskan bahwa kalau
- orang sudah sama-sama tumbuh iman dalam
- hatinya, pasti mereka akan menjadi
- bersaudara.
- Saudara dalam bahasa Arab akhun pada
- mulanya
- berarti
- persamaan dan
- keserasian dalam banyak
- hal. Oleh karena
- itu, persamaan dalam
- keturunan mengakibatkan persaudaraan.
- Persamaan dalam
- sifat-sifat juga mengakibatkan
- persaudaraan dan persamaan dalam
- kepercayaan. Iman juga mengakibatkan
- persaudaraan.
- Bentuk jamak atau plural dari kata
- akhun di dalam Al-Qur'an itu ada
- dua. Yang pertama
- ikhwan dan yang kedua ikhwah.
- Bentuk jamak ikhwan ini terdapat kurang
- lebih 22 kali disebut dalam
- Al-Qur'an yang biasanya
- digunakan untuk arti yang tidak
- sekandung atau tidak seketurunan.
- Kemudian sebagaimana ini kita lihat pada
- firman Allah Subhanahu wa taala di dalam
- surah at-Taubah ayat yang
- ke-11. Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Fain
- tabu wa aqomus shatta
- wauzzakata
- faikhwanukum
- fiddin. Yang
- artinya, maka jika mereka
- bertaubat dan melaksanakan
- salat dan menunaikan zakat, maka mereka
- adalah saudara-saudara kalian dalam
- agama.
- Karena
- memang
- realitanya di dalam
- beragama itu orang
- tidak satu keturunan
- asalnya. Seperti Mas Rijal dengan
- saya, satu ketu, satu agama tapi beda
- keturunan.
- Itulah realitanya semacam itu. Oleh
- karena itu, Allah menggunakan kata
- ikhwan. Nah, kemudian yang kedua
- ikhwah. Ini disebut tujuh kali di dalam
- Al-Qur'an
- dan digunakan untuk persaudaraan yang
- sekandung atau seketurunan.
- Hal ini bisa kita lihat dalam surah
- Yusuf, surah yang ke-12 ayat yang
- ke-7 di mana Allah
- berfirman, "Laqad kana fi Yusufa wa
- ikhwatihi ayatul lisailin."
- yang
- artinya
- sungguh dalam kisah Yusuf dan
- saudara-saudaranya
- terdapat tanda-tanda
- kekuasaan bagi orang yang bertanya.
- Nah, kata-kata ikhwah yang di dalam
- Al-Qur'an tadi sudah saya sampaikan
- disebut kurang lebih tujuh kali
- seluruhnya
- digunakan untuk pengertian yang
- persaudaraan
- seketurunan atau
- sekandung kecuali satu ayat yaitu yang
- sedang kita bahas ini di surah
- Al-Hujurat.
- Ayat 10. Innamal mukminuna
- ikhwah. Pada ayat ini digunakan kata
- ikhwah yang di dalam ayat-ayat yang lain
- digunakan untuk arti
- persaudaraan
- seketurunan. Bukan ikhwan yang
- digunakan untuk arti persaudaraan yang
- tidak seketurunan.
- Padahal
- realitanya saudara seiman itu terdiri
- dari banyak
- manusia yang tidak selalu seketurunan
- dan sekandung. Ini realita semacam itu.
- Jadi orang-orang yang beriman ini tidak
- selalu seketurunan.
- Jelas orang-orang yang Islam, kaum
- muslimin tidak satu keturunan. Tetapi
- mengapa pada ayat
- ini Allah menggunakan kata ikhwah? Bukan
- kata ikhwan. Bukan begini. Innamal
- mukminuna ikhwan. Padahal orang-orang
- yang beriman itu realitanya tidak
- seketurunan.
- Tetapi Allah
- menggunakan dengan kata
- ikhwah. Nah, di sini Allah Subhanahu wa
- taala
- seakan-akan
- mempertegas dan
- memperelatan, hubungan antar sesama
- orang yang beriman.
- Seakan-akan hubungan tersebut
- dijalin bukan oleh keimanan mereka yang
- ditunjukkan oleh kata
- almukminun, tetapi ia seakan-akan
- dijalin oleh persaudaraan seketurunan
- yang ditunjukkan oleh kata ikhwah
- tersebut.
- sehingga tidak ada
- alasan untuk
- tidak
- merekatkan hubungan di
- antara orang-orang yang beriman.
- Jadi Allah
- mengingatkan bahwasanya hubungan orang
- yang beriman bukan hanya hubungan
- keimanan saja, tetapi
- seakan-akan mereka itu satu keturunan.
- Oleh karena itu, tidak ada satu alasan
- pun
- untuk
- tidak
- melekatkan hubungan atau persaudaraan di
- antara
- mereka. Tidak ada satu alasan pun
- yang
- meretakkan hubungan di antara mereka.
- Jadi seharusnya hubungan
- persaudaraan antar orang beriman ini
- tidak retap. Karena
- apa? Di samping mereka dijalin oleh
- keimanan juga
- seakan-akan mereka itu adalah satu
- saudara. Ik akhwat yang sangat disayang
- oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Nah, untuk merekatkan
- persaudaraan di antara
- umatnya, Islam mendesain seinggan
- rupa bangunan-bangunan atau
- faktor-faktor
- yang
- menyebabkan persaudara itu
- rekat. Di mana beberapa unsur penting di
- dalam Islam ini sama.
- Karena dengan
- kesamaan persaudaraan mereka menjadi
- kuat. Makin banyak persamaannya maka
- makin rekat makin kuat persaudaraan itu.
- Nah, apa saja kesamaan-kesamaan dalam
- syariat Islam
- itu? Yang pertama adalah kesamaan
- akidah. Seluruh umat Islam memiliki
- kesamaan akidah.
- yang
- berlandaskan pada kalimat
- syahadat. Ashadu alla
- ilahaillallah wa ashadu anna muhammadar
- rasulullah. Tidak ada Tuhan selain Allah
- dan Muhammad adalah utusan Allah. Siapa
- saja yang mengucapkan kalimat
- ini, mereka adalah umat Islam.
- Dan mereka adalah
- bersaudara dari manaun latar
- belakangnya, apapun warna
- kulitnya, dari siapapun
- keturunannya, asal mereka
- sudah mengucapkan kalimat syahadat ini,
- maka akidah mereka sama dengan
- seluruhnya dan mereka menjadi
- bersaudara.
- Yang kedua, kesamaan
- ibadah. Kesamaan umat Islam dalam
- salat yang sama-sama salat lima
- waktu. Di dalam puasa wajib
- sama-sama puasa di bulan
- Ramadan. Di dalam soal zakat, baik yang
- dizakati maupun
- asnafnya juga sama.
- Kesamaan dalam haji sama-sama seluruhnya
- berhaji ke satu titik, yaitu di Ka'bah,
- di kota Makkah almukarramah. Ini
- merupakan basis kesatuan umat yang
- menjadikan mereka terlebur dalam ikatan
- persaudaraan yang
- kuat. Yang
- ketiga, kesamaan teladan.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- adalah
- teladan bagi umat Islam
- seluruhnya. Jadi seluruh umat Islam
- mesti menteladani Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Sebagaimana Allah
- menyatakan, "Laqod kanana lakum fi
- rasulillahi uswatun hasanah."
- Nah, kesadaran umat Islam dalam hal ini
- artinya dalam
- meneladani Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam ini menjadi
- inspirasi kesatuan sikap dan perilaku
- dalam memperkuat persaudaraan
- umat.
- Ukhuwah. Apalagi Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam
- menekankan bahwa keimanan seseorang
- tidak sempurna.
- sebelum dia
- mencintai
- saudaranya dengan apa yang dia cintai
- untuk dirinya
- sendiri. Hadis sahih jelas tafaq alih
- Rasulullah bersabda, "La yukminu
- ahadukum hatta yuhibba liaakihi ma
- yuhibbu
- linafsih." Yang
- keempat, kesamaan sejarah.
- Kesamaan sejarah umat Islam tidak
- terbentuk atas dasar ikatan tanah air.
- Tidak. Tidak atas dasar kebangsaan.
- Tidak. Tidak
- atas kesamaan bahasa,
- tidak. Tidak atas kesamaan warna kulit.
- Tidak. Tidak. Atas dasar kesamaan
- keturunan. tidak dan
- seterusnya. Kesamaan-kesamaan atribut
- yang sifatnya duniawiah tidak. Tetapi
- kesamaan sejarah umat Islam adalah
- diikat dengan kesamaan dakwah para
- rasul. Setiap muslim yang mempunyai
- ikatan setiap
- muslim mempunyai ikatan
- sejarah dengan Nabi Adam Alaih Salam.
- itu nabi umat Islam. Walaupun kita tidak
- tahu di mana beliau
- itu dikuburkan sampai sekarang. Walaupun
- beberapa ee temuan sejarah menyatakan
- beliau ada di India dan sebagainya dan
- sebagainya. Wallahualam
- bisawab. Kemudian aja di tempat yang
- lain. Wallahuam bisawab.
- juga kita
- punya ikatan sejarah dengan Nabi Nuh
- Alaih
- Salam. Ketika disebut Nabi Nuh, seluruh
- umat Islam menyatakan itu adalah nabi
- kita. Kemudian Nabi Musa alaih salam.
- Karena memang dakwah Nabi Nuh sama
- dengan dakwah Nabi
- Musa, dakwah Nabi Isa Alaih
- Salam dan dakwah Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam dan
- orang-orang yang beriman yang mengikuti
- mereka.
- Jadi inilah yang mengikat
- menyamakan sejarah umat Islam, yaitu
- kesamaan dalam misi dakwah yang dibawa
- oleh para rasul dan orang-orang yang
- beriman yang mengikuti para rasul
- tersebut. Kemudian yang
- kelima, kesamaan
- pedoman. Seluruh umat Islam memiliki
- pedoman.
- yang sama yaitu Al-Qur'an dan
- As-Unah. Semua berpedoman dengan ini.
- Semua berpedoman kepada Al-Qur'an yang
- satu yang
- sama juga berpedoman kepada
- asunah. Nah, dengan demikian umat Islam
- mempunyai peraturan dan hukum yang sama.
- Asal umat Islam aturannya sama.
- Seandainya ada perbedaan, maka berbeda
- hanyalah perbedaan ijtihadiah atau cara
- pandang terhadap nas yang terdapat dalam
- Al-Qur'an dan Asunah. Sama-sama ada
- dalilnya. Misalnya tentang apakah boleh
- menyentuh Al-Qur'an dalam keadaan tidak
- bersuci.
- Nasnya sama, hanya pemahamannya beda.
- Allah berfirman dalam nasnya, "La
- yamassuhu illal
- mutahaharun." Nah, ulama berbeda
- menafsirkan atau menjelaskan soal
- pertama
- domirhu la yamassuhu ini sebetulnya apa
- yang dimaksudkan? Apakah mushaf yang
- tertulis pada masa Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam atau mushaf yang ada di
- lauh
- Mahfud. Kemudian mutaharun di sini
- apakah dia orang yang suci dari hadas
- besar, suci dari hadas
- kecil, suci dari
- kekafiran atau suci dari dosa? Nah, ini
- dalam metodologi ijtihad berbeda-beda,
- tetapi nasnya sama. Sehingga orang yang
- punya pendapat tidak apa-apa menyentuh
- Al-Qur'an walaupun tidak suci, itu bisa
- dibenarkan. Tetapi mereka yang
- mengatakan bahasanya untuk menyentuh
- mushaf Al-Qur'an harus suci itu juga
- bisa dibenarkan. Nah, ini perbedaan
- ijtihadiah tidak menyebabkan
- harus
- merusak atau merenggangkan ukhuwah di
- antara umat
- Islam. Kemudian yang
- keenam, kesamaan manhaj atau jalan.
- Manhaj yang dipakai oleh umat Islam
- adalah mahaj manhaj para
- nabi yang saleh dan orang-orang yang
- mengikutinya. Inilah yang setiap hari
- umat Islam selalu memintanya.
- Terutama sekali pada waktu salat seluruh
- umat Islam akan membaca
- ihdinasiratal
- mustaqim shathalladzina an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim
- [Musik]
- waladin. Mereka akan mengatakan
- ihdinasiratal mustaqim.
- Ya Allah tunjukilah
- kami kepada jalan yang
- lurus. Walaupun dia salat sendiri dia
- tetap menggunakan
- damir mutakalim maal ghair. Kami tidak
- boleh ihdini. Artinya apa? mendoakan
- juga orang lain. Ya Allah
- berikanlah saya dan orang-orang lain
- yang sesama muslim, sesama mukmin
- petunjuk kepada jalan yang lurus.
- Masyaallah. Inilah kesamaan
- manhaj. Nah, kemudian yang ketujuh,
- kesamaan
- bahasa. Memang ikhwan akhwat yang sangat
- disayang oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Beragamnya bahasa merupakan karakter
- manusia.
- Namun perlu
- diperhatikan, karena Al-Qur'an dan
- Asunah sebagai sumber agama
- Islam menggunakan bahasa Arab, maka
- bahasa Arab menjadi
- bahasa yang digunakan oleh umat Islam
- khususnya dalam memahami agama. di mana
- pun juga ketika akan memahami agama yang
- bersumber dari Quran dan sunah mesti
- menggunakan bahasa
- Arab. Oleh karena itu, Imam Syafi'i
- pernah berkata yang artinya
- begini. Sesungguhnya secara tidak
- langsung Allah mewajibkan semua manusia
- mempelajari bahasa Arab. Mengapa?
- Karena
- dialog antara Allah dan manusia melalui
- Al-Qur'an menggunakan bahasa Arab. Jadi
- kalau kita membaca Quran kita dialog
- dengan Allah Subhanahu wa taala dan
- Allah menetapkan bahwasanya membaca
- Al-Qur'an yang berbahasa itu sebagai
- ibadah. Maaf. Inilah para ikhwan
- semuanya
- urgensinya bahasa Arab. Oleh karena
- alhamdulillah radio kita
- silaturahim juga sudah beberapa
- waktu membuka rubrik pelajaran bahasa
- Arab. Mudah-mudahan kita terus dapat
- mengikuti dengan
- sebaik-baiknya. Nah, kemudian yang
- kedelapan yang terakhir adalah kesamaan
- pimpinan atau kepemimpinan.
- Pada dasarnya umat Islam mempunyai
- pemimpin yang sama yaitu Rasulullah
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Nah, setelah Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam wafat, umat Islam wajib
- memilih dan mengangkat pemimpin
- sesudahnya sebagai
- khalifahnya, sebagai pengganti beliau
- dan imam yang akan memimpin umat Islam
- sesuai
- dengan aturan syariat Allah Subhanahu wa
- taala.
- Inilah delapan hal
- yang akan dapat
- mempererat ukhuwah islamiah. Akan
- merekatkan persaudaraan di antara umat
- Islam.
- melihat beberapa unsur kesamaan dalam
- syariat Islam di
- atas,
- maka apabila
- terjadi permusuhan di antara umat
- Islam, penyebabnya jelas bukan karena
- agama,
- bukan karena salah paham
- mungkin atau karena
- prasangka atau karena kurang
- pengertian. Oleh karena itu, pada ayat
- yang
- sesudahnya Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan umat
- Islam agar jangan melakukan berbagai
- macam
- tindakan yang
- mengakibatkan retaknya persaudaraan.
- Hal itu Allah sebutkan dalam ayat yang
- sesudahnya, ayat yang ke-11 dan 12.
- Allah mengingatkan
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Ya ayyuhalladzina amanu la yasum minumin
- asa ayakunuir
- minhum wis
- minakunir
- minhun wmizu anfusakum wabu bil
- alqabmul fusuqu baal
- iman wam yattub faula
- Ditambah lagi pada ayat yang ke-12.
- Ya ayyuhalladzina
- amanutibu
- min
- inas
- wukumbu
- ahukum
- wattaqulah inallaha tawaburahim.
- Nah,
- pada dua ayat ini Allah
- melarang umat Islam melakukan
- perbuatan-perbuatan yang akan
- menyebabkan retaknya
- ukhuwah islamiah atau ukhuwah
- imaniah. Apa itu?
- Yang pertama saling
- mengolok dalam kondisi sekarang ini. Ini
- harus hati-hati. Betul. Jangan sampai
- kita sesama umat Islam saling
- mengolok-olok. Yang
- kedua, saling mencela.
- Kalau tadi dalam bahasa Al-Qur'an, la
- yashar qumum minumin asa ayyakunuir
- minhum wala nisaum min nisain asa
- ayyakun.
- Kemudian yang kedua tadi saling mencela
- bahkan mencela orang lain seperti
- mencela diri sendiri. Nah, wala
- talmizu anfusakum.
- Ikhwan-ikhwan, para akhwat, perhatikan
- betul. Kalau kita mencela orang lain,
- berarti kita mencela diri kita
- sendiri. Yang
- ketiga, jangan memanggil dengan gelar
- yang buruk, yang tidak
- baik. Yang keempat, jangan banyak
- berprasangka buruk.
- Ya ayyuhalladzina amanut jtanibu
- katsirom
- minzon. Jauhi kebanyakan dari
- prasangka. Walaupun kadang-kadang ada
- yang kita boleh berprasangka bahkan
- harus ya terhadap orang-orang yang sudah
- kita lihat tanda-tandanya tidak baik,
- kita boleh
- berprasangka yang tidak baik.
- Ah, kemudian yang kelima, jangan
- mencari-cari kesalahan orang
- lain. Jadi, sekali lagi dalam kondisi
- yang demikian ini pun begitu.
- Hati-hati, carilah kebaikan orang lain.
- Kalau istilah cari saja rapot birunya,
- jangan cari rapot merahnya.
- Karena Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam menyatakan tuba liman sagolahu
- aibuhu an uyubinas.
- Sungguh bahagia orang-orang yang sibuk
- mencari kesalahan diri sendiri daripada
- mencari kesalahan orang
- lain. Dan yang seterusnya yang keenam
- adalah
- menggunjing. Jangan saling
- mengguncing. Nah, inilah beberapa hal
- yang
- menyebabkan rusaknya persaudaraan di
- antara umat
- Islam. Apakah ini mungkin terjadi? Oh,
- mungkin. Satu saat kemungkinan
- persaudaraan umat Islam ini akan retak.
- Oleh karena itu, Allah kemudian
- melanjutkan firmannya, "Faaslihu baina
- akhwaikum.
- Damaikanlah di antara saudara-saudara
- kalian. Jadi apabila terjadi
- permusuhan di antara umat Islam,
- hendaknya yang lain berusaha
- mendamaikan. Jangan malah justru
- memanas-manasi atau justru membela salah
- satunya dengan menyalahkan salah
- satunya.
- Nah, dalam usaha mendamaikan ini tidak
- ada niat yang lain melainkan
- semata-mata mencari rida Allah Subhanahu
- wa taala. Maka faasbihu bain akhwaikum
- wattaqulah. Bertakwalah kepada Allah.
- Jadi
- ketika antar umat Islam
- retak hubungannya,
- persaudaraannya, orang yang lain, pihak
- ketiga siapa saja terserah mesti harus
- ada. Kemudian mencari jalan untuk
- mendamaikannya. Dan tujuan mendamaikan
- ini
- semata-mata mencari rida Allah Subhanahu
- wa taala dan kasih sayang kepada sesama
- orang yang
- beriman agar nanti la'allakum
- turhamun. Jadi kita sayang kepada mereka
- semuanya. Misalnya si A dengan si B
- retak hubungannya kita
- damaikan. Landasan pertama takwa. Yang
- kedua, karena kita sayang kepada si A
- dan kepada si B. Tidak ada kepentingan
- pribadi yang
- dipertahankan. Baik kepentingan yang
- mendamaikan
- maupun dua kelompok. Kepentingan dua
- kelompok yang didamaikan.
- Tidak. Semua semata-mata mencari rida
- Allah Subhanahu wa taala. Karena yang
- bermusuh-musuhan tadi, yang retak
- persaudaranya tadi sama-sama mukmin.
- Maka Allah mengatakan baina
- akhwaikum. Oleh karena itu, sehebat
- apapun permusuhan di antara umat Islam,
- Allah masih menganggap mereka sebagai
- orang yang
- beriman. Ini bisa kita lihat juga pada
- ayat yang kees9 yang sebelumnya. Berarti
- naudubillah minitjim wain thifatani
- minal mukminina tatalu faaslihu
- bainahuma. Dan jika
- kedua kelompok orang yang beriman itu
- berperang, maka damaikanlah di antara
- keduanya.
- Dalam ayat ini
- jelas Allah memerintahkan kepada orang
- yang beriman yang memiliki rasa tanggung
- jawab untuk mendamaikan dua kelompok
- yang sama-sama beriman, yang keduanya
- terlibat dalam
- peperangan. Sampai pun perang di antara
- kedua kelompok ini oleh Allah masih
- dianggap sebagai mukmin.
- Dari ayat pula, dari ayat ini pula kita
- mendapat
- pelajaran agar kita tidak mudah
- menganggap orang beriman sebagai orang
- kafir. Jangan.
- Jangan mudah kita menuduh orang lain
- yang sama muslim sebagai
- kafir. Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam dalam riwayat hadis riwayat
- albukhari menjelaskan tentang hal
- ini. Beliau
- bersabda, "La yarmi rajulun rojulan bil
- fusuqi wala yarmihi bil kufri illaddat
- alaihiyakunik."
- tidaklah seseorang
- menuduh orang lain dengan
- fasik dan menuduhnya dengan
- kafir, kecuali tuduhan itu akan kembali
- kepada si penuduh jika yang dituduh
- tidak
- seperti yang dituduhkan itu. Am yakun
- shohi kadzalika.
- Jadi kalau kita menuduh orang
- lain kafir, kalau dia tidak kafir maka
- kembali pada diri kita
- sendiri. Kalau kita menuduh orang lain
- berbuat
- fasik, kalau dia tidak fasik, maka dia
- akan kembali pada diri kita sendiri.
- Inilah ikhwan-ikhwan yang sangat
- disayang oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Betapa Allah Subhanahu wa taala
- mengajarkan kepada kita bagaimana
- seharusnya men jaga ukhuwah Islamnya.
- Insyaallah kalau
- kita mengikuti tuntunan
- Al-Qur'an, mengikuti tuntunan Rasulullah
- sallallahu alaihi
- wasallam, ukhuwah akan terus terjaga
- walaupun kadang-kadang mengalami
- dinamika.
- Bagaimana realitanya dalam kehidupan
- bermasyarakat ketika umat Islam
- menghadapi problematika ukhuwah ini?
- Insyaallah kita akan lanjutkan setelah
- jeda berikut ini. Baik, kami ucapkan
- terima kasih Imam Yas Mansur atas
- pemaparannya ya sebagai ee apa pembuka
- mungkin ya. Tislah. Jadi insyaallah akan
- dilanjutkan bagaimana
- ee problem problematika mengenai ukhwah
- di masyarakat ya, Imam ya. Insyaallah.
- Dan ikhwanat kami mengundang juga
- partisipasi dari Ikhwan Awat untuk
- menyampaikan tanggapan, komentar
- ataupun ee pertanyaannya. Kami
- persilakan untuk menyampaikannya di
- 0811999720 ataupun berinteraktif di
- 0218451512. Dan sebelum jeda ikhwan
- akhwat, kami informasikan bagi ikhwan
- akhwat yang ingin umroh ya, insyaallah
- silaturahim travel ee mengadakan program
- baru yaitu Madrasah umrah. Insyaallah
- akan dilaksanakan pada 2 Desember yang
- akan datang. Insyaallah akan dibimbing
- langsung oleh Ustaz H Nurdi dan juga Mas
- Krisna ya. Insyaallah ya yang biasa
- siaran dengan Ustaz Husin insyaallah
- akan mendampingi juga dan ikhwan-akhwat
- yang mungkin berminat ingin bergabung.
- umrah bersama Satrium Travel yang akan
- dilaksanakan 2 Desember 2018 yang akan
- datang. Silakan bisa
- menghubungi Mbak VNK di
- 0812
- 90085637. Sekali lagi ikhwan akhwat yang
- mungkin ingin menanyakan informasi
- mengenai umrah bersama Rasil ataupun
- nanti umrah yang akan dilaksanakan di 2
- Desember yang akan datang. Sekali lagi
- di bisa menghubungi Mbak Vienka di
- 0812
- 90085637 atau di 0 ee masih oh ya di VNK
- aja ya di
- 081290085637 Iwan Iwanat kami masih akan
- kembali setelah jedah berikut ini.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- selalu ingat kepada Tuhannya, mensyukuri
- nikmat-Nya, bekerja dengan mengikuti
- petunjuknya hingga Allah melimpahkan
- rahmat berkahnya atas dirinya dalam
- kehidupan dunia dan juga kebahagiaan di
- Kita tidak berkuasa atas hidup kita,
- tidak berkuasa atas kesehatan kita. Kita
- tidak
- berkuasa terhadap hati kita. Bila kita
- berita tidak berdaya untuk mengubah
- apalagi terhadap hati dan perasaan. Maka
- jangan kita menyembuhkan, jangan kita
- membanggakan dia. Sadari kebutuhan kita
- sebagai seorang Tuhan kita yang maha
- pengasih, yang maha penyayang, yang maha
- tahu lagi maha bijaksana. menurunkan
- kitab dan firman yang ditaati bukan
- hanya sekedar membaca yang indah pada
- salat-salat wajib kita atau salat-salat
- kita masing-masing berlomba untuk
- mengkhatamkan Al-Qur'an tapi tak ubahnya
- bagaikan keledai-keledai yang memikul
- tumpukan-tumpukan buku tanpa memakan Oh
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- United Islam Channel berisi rangkuman
- tausiah Ustaz dan Ustazah dalam
- menyerukan persatuan Islam.
- [Musik]
- Tayangan yang dibuat secara singkat dan
- padat tanpa mengurangi bobot suatu tema
- yang
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- dibahas. Ragam bahasa menarik ada di
- sini.
- [Musik]
- Dukung layani orang-orang yang berjuang
- di jalanku
- [Musik]
- mengharapkan. Kunjungi sekarang hanya di
- United Islam Channel.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Terima kasih Wanwat yang dirahmati
- Allah. masih menyimak siaran dari
- silaturahim dan juga hasil visual.
- Hewan-hewat yang menyimak melalui 720 AM
- ataupun yang di daerah ya di Batam 104,3
- Sela Batam di Sukabumi juga melalui
- Latan
- 96,9 juga di Semarang 612 Radio
- Silaturahim Merangen Semarang Ikhwana
- Awat dan juga di beberapa daerah seperti
- di Palembang Suara Sriwijaya kemudian di
- Banyuwangi ya radio suara Habibullah
- juga di Palu ya insyaallah akan segera
- mengudara juga. Radio Alkhairat Palu.
- Ikhwan awan. Ikhwan awat. Di kesempatan
- ini kita tadi sudah menyimak penjelasan
- kajian yang disampaikan oleh Imam Yas
- Mansur mengkaji Quran surah Al-Hujrat
- ayat yang ke-10 ya mengenai urgensi
- ukhuwah. Tadi disampaikan beberapa ee
- persamaan atau kesamaan-kesamaan kita
- sebagai umat Islam. Di antaranya
- kesamaan ibadah, kesamaan teladan,
- kemudian kesamaan bahasa. Tadi ada
- delapan ya. Iya. Yang terakhir tuh
- kesamaan pimpinan ya dan juga ikhwan
- tadi beberapa hal yang dapat menyebabkan
- rusaknya persaudaraan di antara umat
- Islam. Di antaranya itu ee kita harus
- sindarkan untuk tidak mengolok-olok
- kemudian mencari-cari kesalahan tadi ya
- dan juga tidak saling menggunjing. Nah,
- dan bagaimana Iwan Akhwat ee realita di
- kehidupan masyarakat mengenai
- problematika ukhuwah ini? Kita akan
- lanjutkan penjelasannya yang akan
- disampaikan oleh Imam Yas Mansur. Nanti
- setelah selesai kami persilakan Iwan
- Rawat untuk menyampaikan pertanyaan dan
- juga tanggapannya. Insyaallah ee
- insyaallah ada waktu kita akan bacakan
- dan kita bahas bersama dengan Imam Yal
- Mansur. Kami persilakan Ibu untuk
- lanjutannya.
- Ikhwan akhwat yang sayaang disayang oleh
- Allah Subhanahu wa taala. Memang
- realitanya kadang-kadang terjadi gesekan
- ukhuwah di antara umat Islam.
- Oleh karena itu, Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam telah memberikan
- tuntunan bagaimana kita menghadapi
- gesekan
- itu. Nah, Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam dalam sebuah
- hadis mengingatkan kepada kita agar kita
- dapat
- menyelesaikan gesekan-gesekan yang
- terjadi di antara umat Islam itu. Dalam
- satu hadis yang agak panjang, saya ambil
- sebagian saja. Bel menyatakan begini,
- hadis
- iniwat dikeluarkan oleh Imam Muslim.
- almuslima akul
- muslim la
- yazlimuhu wala yakuluhu wala
- yahqiruhu attaqwa
- hauna wausiru ila
- shodrihi bihasbi mriin
- minasyar ayahqiro akhu al
- muslima kul muslim alal muslim
- haromun damuhu
- Artinya kurang
- lebih orang muslim adalah
- saudara bagi muslim yang
- lain. Tidak boleh
- menganiaya, tidak boleh
- menelantarkannya dan tidak boleh
- menghinanya.
- Takwa itu ada di
- sini. Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam menunjukkan ke dadanya tiga
- kali. Di sini, di sini, di sini.
- Nah, kemudian belum melanjutkan
- sabdanya, "Cukup kejelekan
- seseorang menghina saudaranya muslim."
- Para pensyar hadis menjelaskan apabila
- kata ada kata begini bihasbriin
- minasyar. Artinya dia tidak usah
- melakukan
- perbuatan-perbuatan jahat yang lain.
- Cukup
- kejahatannya, cukup kejelekannya. Apa?
- Menghina saudaranya yang muslim.
- Jadi tidak usah ninggalkan salat, tidak
- usah ninggalkan puasa, tidak usah
- durhaka pada orang dan seterusnya. Dia
- menghina saudaranya muslim itu sudah
- sama dengan meninggalkan
- salat, dengan durhaka kepada orang tua,
- dengan dia meninggalkan puasa dan
- seterusnya.
- Ini para hewan semuanya. Sekali lagi
- beliau bersabda, "Bihasbri
- minasyar ayahiro akhu al
- muslimah." Cukup
- keburukan
- seseorang
- menghina saudaranya.
- Muslim kullul muslimi alal muslimi
- haramun.
- Semua orang Islam, setiap muslim
- terhadap muslim yang lain ini
- haram darahnya. Artinya sesama muslim
- haram menumpahkan darah
- saudaranya. Haram
- hartanya. Artinya sesama muslim dilarang
- mengambil harta sesama muslim.
- wa irduhu dan juga kehormatannya. Haram
- sesama muslim itu menjatuhkan kehormatan
- saudaranya.
- Ini tuntunan yang sangat indah para
- ikhwan
- semuanya dan para ulama salafus shih
- generasi para
- sahabat ketika mereka
- diminta komentar tentang apa yang
- terjadi di antara orang yang beriman
- terutama sekali yang sejarah ini tidak
- terlupakan yaitu itu
- permusuhan antara Sayidina
- Ali radhiallahu anhu dengan Sayidina
- Muawiyah radhiallahu anhu. Mereka
- rata-rata berkomentar
- positif, tidak menyalahkan keduanya.
- Tidak. Apa kata Abdullah bin
- Abbas ketika beliau diminta
- tanggapannya tentang permusuhan bahkan
- peperangan di
- antara Sayidina Ali radhiallahu anhu dan
- di antara Muawiyah radhiallahu anhu.
- Beliau menjawab dengan indah.
- Sebabnya ialah karena di kalangan kami,
- karena memang beliau ada di pihak Ali,
- kami Ibnu Abbas itu berada di pihak Ali.
- Tidak ada orang yang seperti
- Muawiyah dan di kalangan Muawiyah tidak
- ada orang yang seperti
- Ali. Selesai.
- Kemudian
- juga pernah
- disampaikan
- kepada salah satu
- keturunan dari Bani
- Umayyah walaupun beliau juga keturunan
- Umar bin Khattab. Siapa? Khalifah Umar
- bin Abdul Aziz.
- Ketika ditanya orang
- bagaimana sikap
- beliau
- terhadap pertentangan antara golongan
- Ali dan Muawiyah radhiallahu anhuma,
- beliau berkata
- begini, "Tanganku telah dibersihkan oleh
- Allah Subhanahu wa
- taala sehingga tidak
- turut kena percikan darah yang tertumpah
- di waktu itu.
- Maka saya
- harap janganlah engkau tanyakan lagi
- kepadaku bagaimana pendapatku dalam
- perkara
- ini. Supaya lidahku tidak turut pula
- berlumur dengan darah dalam peristiwa
- yang sudah lama
- berlalu. Begitu
- indahnya ulama salafus saleh menghadapi
- realita
- bahwasanya pernah terjadi
- gesekan ukhuwah, keretakan ukhuwah di
- antara umat
- Islam. Indah, indah, dan indah. Dan
- akhirnya ini adalah masalah sejarah.
- Jangan sampai kita mengulang lagi
- sejarah yang kelam itu. Kita bangun
- kondisi ukhuwah dengan yang lebih baik
- lagi. Insyaallah kita mampu
- melaksanakannya. Wallahuam biswab.
- Baik, terima kasih atas kelengkapan dari
- pemaparannya dan ikhwan akhwat langsung
- saja kita memasuki sesi tan saya jawab
- ya. Sudah ada beberapa pertanyaan yang
- masuk. Yang pertama dari Ibu Mameh di
- Jati Waringin. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Bukankah persaudaraan sesama muslim tak
- terbatas hanya
- personal tapi interpersonal atau
- internasional? Ya, internasional
- tulisannya ya. Interpersonal maksudnya
- antar person. Iya. Dan juga
- internasional artinya tidak hanya
- sikapnya skopnya nasional. Iya. He. Di
- suatu negara muslim ada yang berkiblat
- politik. ee hankamnya ke barat, tapi di
- pihak ee lain negara Islam lainnya
- berpihak ke timur. Tetapi mengapa negara
- Islam yang berkiblat ke barat menyerang
- ke negara Islam yang berkiblat ke timur
- katanya. Contohnya diserangnya Yaman dan
- Suriah, Suriah. Nah, bagaimana sikap
- kita sebagai seorang muslim melihat
- kasus seperti itu? Tolong pencerahan dan
- penjelasannya. Terima kasih.
- Alhamdulillah kita oleh Allah
- diselamatkan dari kondisi yang semacam
- itu. Dan kita
- berdoa
- mudah-mudahan yang sedang mengalami
- konflik segera
- kembali kepada tuntunan Allah dan
- Rasul-Nya.
- Asal kita kembali kepada Al-Qur'an dan
- As-Unah,
- insyaallah akan terbangun
- lagi
- persaudaraan yang tadi persaudaraan
- personal, persaudaraan
- interpersonal, dan persaudaraan
- internasional.
- Artinya seluruh umat Islam di mana saja
- berada akan wujud
- persaudaraan. Karena apa?
- Tadi umat Islam ini tidak dibatasi oleh
- keturunan, tidak dibatasi oleh
- kebangsaan, tidak dibatasi oleh warna
- kulit. Selama mereka itu muslim, mereka
- itu saudara kita.
- Kalau mereka menyadari itu, tidak
- mungkin akan terjadi antar muslim saling
- menyerang.
- Dan sekali
- lagi
- terjadinya gesekan persaudaraan ukhuwah
- islamiah atau ukhuwah imaniah di antara
- umat Islam adalah bukan karena
- agama, tapi adalah karena hal-hal yang
- lain. Nah, oleh karena itu kita harus
- bijak
- mensikapi. Jangan sampai kita
- ikut-ikutan masuk dalam konflik itu,
- tapi hendaknya kita harus bisa
- mendamaikan. Apa yang dapat kita
- lakukan? Minimalnya kita
- berdoa, "Allahumma alif baina qulubil
- mukminin." Ya
- Allah, satukanlah hati di antara
- orang-orang yang beriman. satu yaitu
- ini. Kemudian jangan berbicara kalau
- kita tidak
- tahu sebaiknya
- diam. Kita tidak tahu apa realitanya
- dari dua negara yang berkonflik. Kalau
- mungkin tidak tahu sudah
- diam. Alah, kalau kita sudah tahu
- kemudian kita berikan nasihat sesuai
- dengan kemampuan
- kita. Kalau bisa kita langsunglangsung.
- Kalau tidak ya menurut kadar kemampuan
- kita, mungkin kita menurut mass media
- atau sekarang di WA dan sebagainya dan
- sebagainya. Yang penting jangan sampai
- menambah panas di antara
- ee
- dua orang atau dua kelompok yang sedang
- berkonflik.
- Dan jangan sampai masuk
- kepentingan-kepentingan kita dalam dua
- kelompok yang konflik tadi. Insyaallah
- kita akan dapat menyelesaikan
- konflik-konflik itu. Karena pada
- hakikatnya sekali lagi kita ini
- bersaudara. Bahkan persaudaraan kita
- bukannya seperan keluarga tapi
- persaudaraan keluarga plus persaudaraan
- agama.
- Insyaallah problematika persaudaraan
- dalam
- keluarga sehebat apun akhirnya bisa
- diselesaikan. Asal saling menyadari dan
- tidak ada
- kepentingan merasa dirinya salah. bukan
- menyalahkan, dapat menyadari dirinya ini
- salah, bukan menyalahkan orang lain.
- Nah, inilah yang insyaallah dapat kita
- lakukan dalam menghadapi berbagai macam
- problematika ukhuwah yang terjadi di
- antara umat Islam. Wallahuam bisawab. ee
- mengenai ukhuwah internasional ya, antar
- negara. I ee kalau enggak salah 3 minggu
- lalu kan ada acara di London itu Imam
- ya. Iya. Heeh. Pertemuan
- perwakilan-perwakilan dari beban negara.
- He. Khusus konsernnya untuk Palestina.
- Iya. Nah, bagaimana melihat
- perwakilan-perwakilan dari negara itu
- khususnya perwakilan negara Islam
- mengenai ukhuwah mereka seperti apa?
- Nah, sebetulnya kalau kita berbicara
- masalah
- ukhuwah itu ada
- beberapa ukhuwah di dalam Al-Qur'an yang
- bisa kita
- pahami kalau kita artikan saudara.
- Pertama, ukhuwah
- khalqiah. Saudara sama-sama makhluk
- Allah Subhanahu wa taala.
- Artinya persamaan kita dengan makhluk
- yang lain itu adalah
- saudara. Kemudian ukhuwah
- insaniah, persaudaraan sama-sama
- manusia. He. Walaupun itu berbeda agama,
- berbeda kepercayaan, tapi mereka
- sama-sama manusia seperti kita. Makhluk
- Allah Subhanahu wa taala yang namanya
- manusia.
- Semua itu adalah saudara kita. Maka
- Allah memanggil ya ayyuhannas. Ya
- ayyuhannas. Kemudian
- ukhuwah sya'biah atau
- kaumiah persaudaraan yang
- sama-sama itu satu bangsa.
- Kita sebagai orang Indonesia
- ini menjadi bersaudara karena kita
- tinggal di sebuah negara mulai dari
- Sabang sampai
- Meraoke. Nah, kemudian yang paling
- tinggi adalah ukhuwah islamiah atau
- ukhuwah
- imaniah. Nah, yang kami datang ke ke
- sana kemarin itu lebih tercermin di sana
- ukhuwah insaniah. Hm.
- Karena apa? yang datang tidak hanya
- saudara-saudara sama muslim, bahkan
- mungkin mayoritas dusun
- nonmuslim
- 70% 75 sampai 90% itu nonmuslim. Hati
- mereka tergerak melihat penderitaan
- rakyat
- Palestina. Nah, inilah persaudaraan
- sesama manusia.
- Mereka ada orang-orang
- Yahudi, tapi melihat orang Palestina itu
- menderita, mereka pun tidak senang
- dengan sama bangsanya yang mengikuti
- paham
- Zionis. Jadi perlu dibedakan antara
- Yahudi dengan apa? Zionis. Nah, itu jadi
- orang Kristen ada juga. Nah, kemudian
- yang berakamali ada juga. Itulah ukhuwah
- insani dan Islam memang
- mengajarkan semacam ini agar kita
- sebagai manusia juga menghormati manusia
- yang
- lain.
- Ketika ada
- tamu
- dari Nasrani yang datang dari
- Etiopia, mereka datang ke Madinah.
- Ajasi. Kemudian para sahabat menyatakan
- pada
- beliau ee kepada Rasulullah, "Ya
- Rasulullah, cukup saya saja yang
- menyambut mereka." Eh, jangan. Hm. Saya
- akan menyambut mereka sebagaimana mereka
- menyambut saudara-saudara yang hijrah ke
- sana. Tuh, penghormatannya sama.
- Penghormatannya sama.
- Bahkan juga diiratkan dalam kitab-kitab
- tarikh. Kalau itu tadi dari
- Ethiopia ah dari
- Habasyah ini datang dari Najran. Najran
- itu sekarang Yaman, orang
- Nasrani. Kemudian datang ke Madinah hari
- Ahad. Mereka tidak ada tempat untuk
- beribadah. Dalam satu riwayat mempersil
- Rasul, "Sudah kamu di masjid ini aja."
- Mereka beribadah di masjid
- itu. Ini jadi secara interpersonal
- sesama
- manusia. Kemudian secara personal person
- ini riwayat masyhur
- sekali. Ada iring-iringan jenazah.
- Rasulullah
- berdiri
- menghormat salah seorang sahabat ada
- yang mengatkan Umar bin Khattab
- menyatakan, "Ya Rasulullah, kenapa Anda
- berdiri? Ini jenazah orang
- Yahudi. Apa kata beliau? Soal Yahudi
- urusan dia dengan Allah Subhanahu wa
- taala." H tetapi dia adalah manusia dan
- itu harus saya hormati. Masyaallah.
- Nah, bukan hanya kepada manusia, kepada
- binatang pun. Karena itu saudara kita
- dalam arti sebagai makhluk Allah, kita
- diperintahkan untuk berbuat baik pada
- mereka. Tiga peristiwa yang sering kita
- dengar. Yang pertama, bagaimana
- Rasulullah menyuruh apabila orang
- menyembelih binatang, maka hendaknya
- dipertajam pisaunya.
- Walaupun binatang itu diper jangan
- sampai
- menyakitkan ya mungkin terlalu
- menyakitkan kalau jelas mi sakit
- ya sehingga menghambat mereka untuk
- cepat mati.
- Bagaimana
- juga kisah seorang wanita
- pelacur yang diampuni oleh Allah
- Subhanahu wa taala karena memberi minum
- seekor anjing. Yang menurut riwayat
- menurut sebuah riwayat saat itu memang
- anjing belum dianggap binatang najis
- sehingga diber minum.
- Ah, kemudian
- disebutkan bahwasanya Allah mengampuni
- dosa pelacur tadi. Dan setelah itu
- memang dia tobat karena dia memberi
- minum seekor
- anjing. Ada lagi
- peristiwa seorang mengejar-ngejar
- untanya. Kemudian Rasul bertanya dan
- sambil mengacungkan goloknya. Rasul
- tanya, "Kenapa Anda kejar-kejar unta
- kamu?" "Ya Rasulullah, mau saya sembelih
- dia." "Kenapa kok sembelih? Saya sudah
- bosan beri makan." H. Nah, gitu. Maka
- Rasul nyatakan, "Apakah ketika unta itu
- muda kau ambil
- tenaganya dan setelah dia tidak punya
- tenaga, kau akan sembelih
- jalan?" Itulah persaudara. sesama
- makhluk apalagi persaudaraan sama
- manusia apalagi persaudaraan sama muslim
- sama muslim. Nah, dan itu indah sekali
- terjadi di Madinah
- gitu. Apa yang tadi disampaikan oleh
- Allah dan oleh Rasulullah wasallam
- betul-betul mereka
- implementasikan mereka sama-sama
- merasakan dan tidak ada kepentingan
- karena memang mereka saudara.
- Satu saat belum menerima seorang
- tamu yang dia belum
- makan. Kemudian dia bilang, "Ya
- Rasulullah, saya belum makan." Ayo kalau
- gitu kau ke rumah saya. Diajaklah ke
- rumah
- Rasulullah. Tetapi di rumah Rasulullah
- dari beberapa istrinya, tidak ada satuun
- yang hari itu menyisakan makan. Gak ada
- makanan.
- Maka kemudian tamu tadi dibawa
- lagi ke majelis bersama sahabat yang
- lain. Ditawarkan, "Ada di antara kalian
- yang mau menjamu tamu
- ini." Langsung saung aja reflek mereka
- mungkin saya Rasulullah biar saya
- jamu. Ayo kamu ke rumah saya. diajaklah
- orang tadi ke rumahnya sudah malam itu.
- Kemudian dari diminta duduk di ruang
- tamu punya rumah masuk ke dalam. Hah.
- Kemudian tanya pada
- istrinya, "Adakah makanan hari ini yang
- tersisa?" Ada, tapi hanya
- sedikit. Untukmu riwayat lain untuk anak
- kita. Ah, enggak apa-apa. Ada tamu yang
- lebih memerlukan.
- kita berikan saja untuk dia
- itu. Bukankah nanti kamu akan kelaparan?
- Oh, enggak apa-apa. Kita sudah biasa
- kenyang. Ya, mikir begitu. Jadi
- seandainya malam ini kita lapar, ah itu
- sudah
- Bapak. Bagaimana nanti menyajikannya?
- Ini makanan sedikit dimakan berdua
- sama-sama tidak kenyang.
- makan dikasih dia aja lah. Terus gimana
- dia? Mana dia mau dia makan. Kurang
- lebih begitu. Sementara kamu sebagai
- tuan rumah enggak makan. Begini caranya.
- Kau hidangkan dua
- piring. Kemudian yang ada isinya kau
- berikan pada tamu yang piring kosong
- untuk saya. Ya, tapi kan dia ngelihat.
- Ah,
- begini. Ini saya buat ee apa namanya?
- Dengan beberapa ilustrasi. ilustrasi
- begitu hadisnya tidak semacam itu ya
- karena namanya hadis kan itu. Nah,
- kemudian betul
- tamu istrinya tadi ee menghidangkan dua
- piring begitu sudah dihidangkan lampu
- dimatikan sehingga si tamu tidak tahu
- kalau piring tuan rumah itu kosong
- kosong kan.
- Masyaallah. Ayo makan. Silakan
- makan, Bapak. Iya, saya makan
- sama sampai kenyang dia. Ah, pulanglah
- dia. Sudah semalaman si tuan rumah tidak
- bisa tidur karena karena kelaparan.
- Lapar. Masyaallah.
- Pagi-pagi malaikat Jibril memberikan
- wahyu pada Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam walaupun tidak masuk dalam
- Al-Qur'an. Kata beliau, seluruh malaikat
- penghuni langit heran karena tadi malam
- ada sahabatmu yang
- kelaparan karena ingin memberikan makan
- kepada
- tamunya. Indah, indah dan indah
- persaudaraan di kalangan para sahabat.
- Masyaallah. Kalau kita coba kalau kita
- bisa realisasikan dalam
- kehidupan masyarakat sekarang
- ini, tidak akan terjadi gesekan-gesekan
- yang tidak perlu seharusnya. Karena
- masing-masing merasa mereka adalah
- bersaudara dan sama tidak bermusuhan
- satu dengan yang lain. Wallahualam.
- Baik, kita lanjutkan pertanyaan dari Bu
- Rani di Bogor. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. di media sosial itu dengan
- mudahnya katanya orang mengolok-olok dan
- mencera orang lain. Heeh. Apalagi dengan
- alasan perbedaan pilihan capres katanya.
- Mereka melupakan bahwa diri mereka itu
- satu agama. Kalaupun tidak satu agama,
- minimal mereka itu satu bangsa katanya.
- Mohon nasihat. Ya, memang itulah ya yang
- melatar belakangi kenapa saya
- menyampaikan hal ini adalah memang
- mungkin bukan keprihatinan saya saja,
- keperhatinan Mas Rizal, keprihatinan
- burani. Bu Rani juga keperhatinan yang
- lain. Kok jadi semacam ini ya sesama
- umat Islam. Nah, itu maka dengan ini
- menurut kadar kemampuan yang saya
- miliki, saya
- sampaikan agar yang demikian itu
- sudahlah
- disudahi. Oleh karena itu kalau kita
- membaca kitab tafsir
- Al-Manar Muhammad Rasyid Rid dan
- Muhammad Abduh itu jadi yang
- menyampaikan itu Muhammad Abduh yang
- kemudian menuliskannya muridnya Muhammad
- Rasyid
- Rido. ini sudah sering mungkin saya
- sampaikan
- penyebab-penyebab terjadinya gesekan
- atau retaknya ukhuwah beliau
- menyampaikan dua hal yang pokok. satu
- karena
- masalah eksternal artinya
- memang ada orang-orang di luar Islam
- yang tidak senang dengan adanya ukhuwah
- di antara umat Islam. Maka mereka terus
- berusaha bagaimana
- menggesek-nggesek ee antar umat Islam
- sehingga menjadi bermusuhan. itu terjadi
- sejak pada masa Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Dan pernah umat Islam
- terprovokasi oleh perilaku orang Yahudi,
- berarti orang luar yang berusaha untuk
- merusak ukhuwah di antara umat Islam.
- Tapi alhamdulillah kemudian oleh
- Rasulullah diatasi dan kemudian mereka
- menjadi bersatu lagi. Maka Allah
- menurunkan ee wahyu di surah Al Imran
- ayat 100 sampai 100 10
- itu yang antara lain Allah
- memerintahkan yaadzina amanutqulah haqqo
- tuqatih wala tamutunna illa wa antum
- muslimun untuk bertakwa. Kemudian
- waasimu biillahi jami w tafar untuk
- berpegang teguh dengan tali Allah seraya
- berjamaah dan jangan berpecah belah. Itu
- penyebab eksternal. Adapun internal yang
- terjadi setelah Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam, setelah para
- sahabat itu empat hal.
- yang pertama bahkan juga ee artinya
- setelah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam ya dan ini masih ada di
- kalangan para pertama masalah siasah
- masalah
- politik ini kalau tidak hati-hati akan
- dapat merusak ukhuwah islamiah maka yang
- tadi terjadi antara Muawiyah dan juga
- Ali bin Abi Thalib rata-rata warmati ini
- masalah politik bukan masalah agama ya
- itu wallahuam
- masalah asiasah, masalah
- politik ini menyebabkan umat
- Islam retak
- hubungan persaudaraannya atau minimalnya
- agak rubeklah ya itu ini kalau tidak
- retak robek dikit. He. Nah, kalau
- dibiarkan akan rubek besar masalah
- politik ya. Seperti yang kita lihat
- sekarang sama-sama
- muslim capres 1 muslim wakilnya muslim
- capres eh 01 ya. Iya. Nah, capres 02
- muslim. Wakilnya juga
- muslim. Seharusnya tidak terjadilah
- seperti yang ini tadi saya gambarkan ini
- masalah siasah. Mas ini cuman 8 bulan
- habis itu kan selesai kan harusnya kan
- begitu menyadari ya itu tapi mengapa
- sampai harus mengorbankan nilai-nilai
- Islam yang begitu indah yang begitu
- tinggi jatuh masalah siasah yang kedua
- masalah mazhab itu masalah furuk ini
- yang juga sering menyebabkan
- gesekan tapi alhamdulillah dengan usaha
- para ulama sebelum belum kita dan juga
- terus kita lanjutkan bahwasanya
- masalah-masalah furuiah ini sudah biasa
- terjadi baik sejak pada masa Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam dan kemudian
- pada masa-masa itu tidak menyebabkan
- ukhuwah mereka jadi rusak. itu misalnya
- masalah salat
- tarawih ada yang 11, ada yang 23. Sejak
- dulu sudah ada semacam
- itu. Baca kemarin saya sampaikan di ee
- Kupang masalah basmalah.
- Bismillahirrahmanirrahim. Yang ini
- sebetulnya mengajarkan kita untuk
- menjalin ukhuwah dengan kasih sayang.
- Tapi justru karena basmalah ukhuwah jadi
- retak.
- Yang di sini membaca basmalah dengan sir
- pelan. Ini baca basmalah dengan jahar.
- Dalam masalah basmalah ini kan ada tiga
- pemandangan. Satu dia baca dengan
- keras, kemudian dia baca dengan pelan
- bahkan tidak baca sama sekali karena itu
- bukan bagian dari surah Fatihah.
- Sebagian ulama kan mengat yang penting
- kan baca Fatihah. Seharusnya basmalah
- tidak menjadi permasalahan. Nah, inilah
- masalah ee furuiah, masalah mazhab
- kadang-kadang agak
- mengganggu. Nah, kemudian yang ketiga
- masalah asobiyah.
- masalah suku.
- Nah, merasa suku ini lebih utama dari
- suku
- ini. Allah sendiri sudah menyatakan inna
- akromakum
- adqokum. Tidak ada bedanya bainal arab
- wal ajab antara orang Arab dengan orang
- non Arab. Sama saja di hadapan Allah.
- Mereka
- sama-sama makhluk Allah, hamba Allah.
- Kalau ada yang melecehkan satu suku,
- berarti dia melecehkan Allah. Saya
- bilang begitu. Karena yang menciptakan
- suku ini adalah Allah Subhanahu wa
- taala. Melecehkan suku Sunda berarti
- melecehkan pencipta suku Sunda Allah
- Subhanahu wa
- taala. Melecehkan suku Jawa berarti
- melecehkan Allah
- pencipta suku
- Jawa, melecehkan suku Minang dan
- seterusnya. Ah, berarti melecehkan Allah
- pencipta suku Minang. Jadi masalah
- asobiyah. Jadi kadang-kadang
- merasa ee suku lebih sukunya lebih utama
- dari suku yang lain. Nah, kemudian yang
- terakhir kadang-kadang yang membuat
- ukhuwah ini jadi retak adalah ijabu
- kulliin biri.
- bangga dengan
- pendapatnya, merasa pendapatnya paling
- benar. Yang paling benar adalah hanya
- Allah Subhanahu wa taala dan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Pendapat
- kita mungkin benar tapi mengandung
- kesalahan. Kan begitu kata Imam Syafi'i
- hafidahullahu taala.
- Nah, rahimahullahu taala.
- Pendapat Anda orang lain mungkin salah
- tapi mengandung kebenaran.
- Selesai. Nah, jadi sekali lagi janganlah
- masalah siasah, masalah mazhab, masalah
- ashabiyah, dan masalah pendapat
- menyebabkan ukhuwah islamiah menjadi
- retak. Mari kita kembali kepada tuntunan
- Allah dan Rasul-Nya sehingga ukhuwah
- kita tetap terus terjaga. Wallahualam
- bisawab.
- Baik. Dan terakhir nampaknya ini dari
- Bunda siapa ini? Bunda Ang. Ini ibu-ibu
- semua ya yang tanya ya. Tadi pertama Pak
- ini ya. Oh iya mohon maaf ya. Mohon
- maaf. Heeh. Ini dari Bunda Anggi di
- Tangerang. Ukhuwah di antara saudara
- sekandung saja kadang-kadang bisa retak
- katanya. Apalagi di antara masyarakat
- sebangsa yang lebih luas. Heeh. Nah
- retaknya ukhuwah rusak rusaknya
- persaudaraan kadang hanya karena masalah
- sepele. Heeh. Misal masalah yang membuat
- kita baper katanya. ngambek, sakit hati.
- Heeh. Baper itu bawa perasaan. Iya.
- Heeh. Bagaimana menjaga hati ini agar
- tidak mudah sakit hati dan juga tidak
- mudah baper? Heeh. Itu pertanyaannya.
- Maka benar tadi sabda Rasulullah yang
- mengatakan attaqwa hahuna. H. Nah, hati
- memang yang dapat menjaga ukhuwah itu
- hati, bukan masalah-masalah yang lain
- juga. Kadang-kadang kalau ukhuwah ini
- sudah retak, yang bisa menyatukan adalah
- juga hati. Maka alif baina qulubil
- mukminin. Maka Allah menyatakan,
- "Faallafa baina
- qulubi." Allah menyatukan hati. Betul
- kata ibu tadi. Maka untuk menjaga
- ukhuwah ini, mari kita bersihkan
- hati dari hal-hal yang
- menudainya. Apa yang menudai hati? Ya
- dosa. Ketika Allah berfirman, "Kalla bal
- rona ala qulubihim ma kanu
- yaksibun." Jangan begitu.
- Bahkan dosa telah mewarnai hati
- mereka. Oleh karena itu, ketika hati
- ini ada titik dosa yang melekat,
- menempel, segeralah
- tobat. Begitu seterusnya. Ketika e ada
- melakukan kesalahan pada ikannya itu
- hati yang di yang di warnai dengan
- segera tobat sehingga terus hati ini
- normal.
- Rasulullah menggambarkan hati itu
- seperti lima jari tangan ini, telapak
- tangan. Ketika dia berdosa
- sekali menutup jari kelingking. Ketika
- dia tobat kembali
- lagi. Nah, ketika dia misalnya dia tidak
- tobat, wah menutup berarti sudah hilang
- salah satu fungsi dari ee telapak tangan
- kita. H. Kalau dia tidak tobat, tutup
- lagi. Kalau dia tidak tobat, nutup lagi.
- Begitu sen akhirnya begini. Nah, kalau
- tangan sudah begini ya adanya
- menyakitkan hati orang
- saja. Oleh karena itu ketika betul hati
- itu ada yang menurai segeralah bersihkan
- dengan bertobat kepada Allah Subhanahu
- wa taala.
- sehingga bersih. Jadi
- persaudaraan itu intinya di hati dan
- untuk
- bersaudara tidak
- harus seluruhnya sama.
- Tidak. Saudara kan wajahnya enggak sama.
- Yang kembar aja.
- Itulah Allah Subhanahu wa taala. Tapi
- upayakan hati ini sama. Maka yang
- ikhtilaf itu hati. Secara fisik boleh
- berbeda, tapi hati ini harus
- satu. Salat bisa bedanya sana sini. Nah,
- tentang tata
- caranya hati satu dan itu tidak jadi
- masalah. H ee seperti kita salat di
- Masjidil Haram
- macam-macam meletakkan tangan pada waktu
- ee berdiri itu ada minimalnya tiga. Satu
- sedekah di atas dada ala
- sodri. Kemudian ada yang di atas
- perutnya ada irsal.
- Hmbnya benar. Wong ada dalilnya kok.
- Nah, itulah masalah-masalah hati
- satu dan yang misalnya yang makmum
- sedekah, yang yang imam sedekah, makmum
- irsal, jangan menganggap ini dalam
- hatinya ini imamnya enggak benar nih. H.
- Nah, ya nanti salatnya jadi enggak benar
- juga kalau begitu lah. Jadi inilah yang
- penting memang masalah hati harus kita
- bersihkan. Betul. Maka tadi Rasulullah
- mengatakan attaqwa hahuna dengan hati
- bersih insyaallah persaudaraan akan bisa
- menjadi kuat. Nah,
- mudah-mudahan manfaatnya inilah yang
- dapat saya sampaikan. Wallahuam bisawab.
- Baik dan penutupnya cukup ya. Iya. Jadi
- para ikhwan, bahasanya muslim ini adalah
- bersaudara. Dan karena memang
- persaudaraan itu dapat dibangun dengan
- kesamaan, maka syariat Islam mengajarkan
- beberapa syariat yang mengedepankan
- kesamaan. Oleh karena itu, dalam
- menghadapi problematika ukhuwah, mari
- kita kedepankan kesamaan. Jangan kita
- perbanyak perbedaan ya. Demikian
- mudah-mudahan manfaatnya. Had asmain.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
- dan jazakullah khairan kir kepada Imam
- Yas Mansur atas kehadirannya di hasil
- dan juga kajiannya ya. Semoga kita semua
- dapat memuti pelajaran dan hikmah dari
- kajian yang disampaikan tadi terakhir.
- Semoga Allah membersihkan hati-hati kita
- semua dan juga akhirnya nanti ukhuwah
- kita terjaga ya. Ukhuwah sesama saudara
- kita seislam juga sebangsa dan juga
- ukhuwah sesama manusia tentunya ya yang
- lebih luas lagi. You horat terima kasih
- atas kebersamaannya. Terima kasih juga
- atas partisipasi yang disampaikan.
- Seperti biasa, mohon maaf jika ada SMS
- yang belum sempat kita bacakan atau
- pertanyaan melalui WhatsApp yang belum
- sempat kita bacakan. Akhirnya saya Rizal
- Alhaq bersama teman-teman yang bertugas
- ada Bang Fajar dan juga Bang Fahri
- Undurri. Tapi ada satu yang lupa tadi
- informasi WW dari Silaturahim Travel.
- Insyaallah Silatim Travel mengadakan
- program ukhuwah umrah. Maksud kami umrah
- madrasah umrah yang akan dilaksanakan
- pada 2 Desember 2018 yang akan datang.
- Insyaallah akan didampingi oleh Ustaz
- Heri Nurdi dan juga Ustaz Muhammad
- Krishna Purwana insyaallah. Dan ikhwanat
- bisa mendapatkan informasi atau
- mendaftar bisa menghubungi Mbak Viennk
- di
- 081290085637. Saya ulangi
- 0812
- [Musik]
- 90085637. Baik ikhwan akhwat kita akhiri
- saja. Subhanakallahum wabihamdika asadu
- alla ilahailla anta astagfiruka waubuik
- billahi taufik walhidayah
- wasalamualaikum warahmatullahi
- [Musik]
- wabarakatuh karim
- Sah
- [Tepuk tangan]
- [Musik]