Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:14 [musik] 0:18 [musik] 0:27 [musik] 0:43 [musik] Berasil TV 0:47 untuk Islam yang satu. 0:58 [musik] 1:12 Asalamualaikum warahmatullahi 1:14 wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil 1:16 alamin. Wasalatu wasalamu ala asrofili 1:18 iya wal mursalin waa alihi wasahbihi 1:20 ajmain. Amma ba'du. Masih 1:23 dipencerluaskan dari Jalan Masih 1:24 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis, Cibu 1:27 Bekasi. Inilah radio silaturahim untuk 1:30 Islam yang satu untuk Indonesia bersatu. 1:33 Ikhwan awat, para pendengar radio 1:34 silaturahim yang dirahmati Allah 1:35 subhanahu wa taala dan juga para ee 1:38 rasil visual ya di mana pun Anda berada 1:41 tentunya. Baik yang berada di Sukabumi, 1:42 Batam, Semarang, Pontianak dan juga yang 1:44 berada di Palembang dan juga yang berada 1:46 di Banyuwangi. Bagaimana kabar Anda di 1:48 pagi hari ini? Semoga pagi hari ini 1:50 ikhwan akhwat masih dalam keadaan sehat 1:52 walafiat ya. Dan mudah-mudahan penuh 1:54 dengan kebaikan dan tentunya dengan 1:56 bersyukur kita kepada Allah Subhanahu wa 1:57 taala kita dapat berjumpa kembali dengan 2:01 ee tentunya bersama saya Muhammad Hanis 2:03 Mualim dalam program tausiah pagi. Dan 2:06 di edisi hari ini yaitu di hari Sabtu 2:08 tanggal 7 Rabiul Akhir 1440 Hijriah 2:11 bertepatan di tanggal 15 Desember 2018. 2:15 Baik ikhwan akhwat pendengar silatim 2:16 yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. 2:18 telah hadir narasumber kita insyaallah 2:20 yang akan memberikan kajiannya kepada 2:22 kita semuanya dan semoga dapat 2:24 bermanfaat bagi kita semua. Kita sapa 2:26 terlebih dahulu bersama Ustaz Zazul 2:28 Khalil. Asalamualaikum warahmatullahi 2:30 wabarakatuh, Ustaz. 2:31 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:32 wabarakatuh. 2:32 Sehat walafiat, Ustaz. Ya, pagi hari 2:34 ini. Alhamdulillah. 2:35 Alhamdulillah. Ini baru pulang dari 2:37 kajian apa gimana, Ustaz? 2:40 Iya. Habis kuliah subuh saya. 2:41 Kuliah subuh, Ustaz. 2:42 Iya. Biasa hari Sabtu itu ada kuliah 2:44 subuh sama hari Minggu. 2:45 Oh. Sama ini, Ustaz, ya? Pengajian, 2:47 Ustaz, ya? Masyaallah ya. Baik, Ustaz. 2:49 Di pagi hari ini senang sekali Ustaz 2:51 dalam program tausiah pagi kita dapat 2:53 berjumpa kembali ini Ustaz menemani 2:55 ikhwan akhwat memberikan kajian dan 2:57 ilmunya Ustaz ya. Semoga ini dapat 2:59 bermanfaat bagi ikhwan akhwat dan juga 3:03 untuk saya pribadi juga ustaz ya. 3:05 Masyaallah. Dan tema kita pagi hari ini 3:08 agak sedik menarik ya Ustaz ya. 3:10 He. 3:11 Yaitu temanya mengenai setan menguasai 3:13 hati dengan wiswas. Ini saya belum paham 3:16 nih, Ustaz, arti dari wiswas ini apa. 3:17 Saya tahunya waswas ini wiswas. 3:20 Nah, ini mungkin nanti di kajian SAT 3:22 akan membahas ya. Wiswas itu seperti apa 3:23 ya, Ustaz ya. 3:24 Baik, ikhwan akhwat pendengarim yang 3:26 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 3:28 Tentunya di segmen kedua kami akan 3:30 membuka untuk sesi tanya jawab. 3:32 Dipersilakan untuk ikhwan akhwat 3:33 mendengarkan dulu kajian yang akan 3:35 disampaikan oleh Ustaz Zaul Khalil dan 3:37 yang ingin bertanya mengenai tema yang 3:39 disampaikan pada pagi hari ini yaitu 3:40 mengenai setan menguasai hati dengan 3:43 wiswas. Langsung saja bisa dikirimkan di 3:45 Line telepon kita dan juga di Line SMS 3:47 ya. Untuk di layan teleponnya di 3:49 0218451512. 3:51 Untuk layanan SMS dan juga WhatsApp-nya 3:53 bisa mengirimkan di 0811999720. 3:58 Baik, kita buka program tausiah pagi 4:00 dengan kita membaca doa thabul ilmi. 4:02 Bismillahirrahmanirrahim. 4:03 Rbiidni ilman Allahum bimaamani waimni 4:07 mafuni warzuqni ilman. Amin. 4:14 Asalamualaikum warahmatullahi 4:16 wabarakatuh. 4:17 Waalaikumsalam. 4:19 Alfadilah hadrati sayyidina wa habibina 4:21 rasulillah Muhammad ibni Abdillah 4:23 sallallahu alaihi wasallam wa ala alihi 4:27 wa ashabihi wa azwajihi wriyati wa ahli 4:30 baiti wa ikhwani minalbiya mursalin 4:32 khulafa rasidinhabati 4:35 tabiin 4:36 wa aimmatil arba mzaidin muqidihim 4:40 auliyafat 4:42 muhaqin ulama 5:02 khanau 5:04 uyubana hajatina darojatina 5:09 maqosidana mardona mautana 5:31 maal kitabah 5:34 wakum husna wa muhammadinallahu alaihi 5:38 wastihahillah 5:43 Irim. Bismillahirrahmanirrahim. 5:46 Alhamdulillahiabbil alamin 5:48 arrahmanirrahimiki 5:50 yaumiddin. Iyaka nasta ihdinasiratal 5:53 mustaqimatadzina 5:56 anamta alaihim ghairil magdubi alaihim 5:58 waladin. 6:00 Amin. 6:02 Bismillahirrahmanirrahim. 6:04 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 6:07 wasalamu ala asrofil mursalin sayyidina 6:10 wa maulana Muhammadin wa ala alihi 6:13 wasohbihi ajmain. Amma ba'd. 6:16 Para pendengar radio silaturahim yang 6:20 dirahmati Allah. 6:22 Alhamdulillah kembali kita panjatkan 6:25 puji serta syukur 6:28 kepada Allah Subhanahu wa taala yang 6:30 senantiasa melimpah curahkan nikmat 6:33 karunianya kepada kita, terutama nikmat 6:35 iman dan Islam, nikmat sehat walafiat, 6:39 nikmat panjang usia dalam taat, termasuk 6:42 nikmat dipertemukannya kita pagi ini 6:46 dalam keadaan sehat walafiat dalam 6:49 rangka 6:52 mendalami dan mengkaji ajaran-ajaran 6:55 agama kita sebagai bekal kita di dunia 6:59 dan terutama tentunya lebih-lebih lagi 7:03 adalah bekal di akhirat kita nanti. 7:07 Selawat dan salam semoga selalu tercurah 7:09 atas Nabi kita Muhammad sallallahu 7:11 alaihi wasallam beserta keluarganya, 7:14 para sahabatnya, para pengikut dan 7:16 pengamal sunahnya, para pendengar radio 7:19 silaturahim yang dirahmati Allah. 7:22 Pada minggu yang lalu saya sudah 7:24 sampaikan tentang hati. Bahwa hati ini 7:28 mempunyai pasukan. Pasukan zahir, 7:32 pasukan batin. Pembantu zahir, pembantu 7:35 batin. 7:37 Nah, maka pagi ini masih dalam kaitannya 7:40 dengan masalah hati ya, bahwa [berdehem] 7:46 ee hati ini adalah tempat pertempuran 7:51 dua kekuatan yang berlawanan, kekuatan 7:54 positif dan kekuatan negatif. 7:58 Kemudian hati ini ibarat sebuah istana 8:02 yang di dalam istana ini 8:05 ada singgahsana. 8:08 Kemudian dua kekuatan ini berebut ingin 8:12 menguasai singgahsana itu. 8:15 Kekuatan positif malaikat, kekuatan 8:18 negatif iblis, setan pengin duduk di 8:22 sana, di singgahsana itu untuk 8:25 mengendalikan mengarahkan 8:28 seluruh anggota tubuh kita ya. Sehingga 8:32 nantinya baik atau tidaknya itu 8:35 tergantung siapa yang duduk di atas 8:38 singgahsana itu. 8:40 Hati ini ibarat telaga 8:44 ya. ibarat [mendengus] telaga 8:46 yang ke sanalah kemudian masuk 8:50 apa namanya air dari sungai, dari sawah 8:54 entah dari mana yang sungai itu airnya 8:57 ada yang jernih, ada yang apa namanya 9:01 kotor ya. Dan telaga itu enggak bisa 9:04 menolak 9:06 masuknya itu air yang jernih diterima 9:09 dengan baik. Yang buruk pun adalah sama, 9:12 yang kotor pun sama. 9:15 Ah, begitu juga hati kita. Hati kita itu 9:18 menerima bisikan yang baik. Hati kita 9:21 juga menerima bisikan yang buruk. 9:25 Dan menerimanya hati pada dua bisikan 9:27 ini adalah seimbang. Enggak berat 9:29 sebelah, 9:31 ya. Enggak berat sebelah. 9:34 Kemudian ee hati ini juga ibarat cermin, 9:39 ya. Ibarat cermin. yang cermin ini 9:42 ketika kita sorot dengan senter dengan 9:45 cahaya, maka cermin itu akan memantulkan 9:50 cahaya tersebut 9:52 ya ke sekelilingnya. 9:55 Seberapa pantulan cahaya yang keluar 9:59 dari cermin itu tergantung kepada 10:03 seberapa besar cahaya yang sampai atau 10:07 yang mengarah kepada ee cermin itu. 10:13 Ee dan bisanya memantul itu memantulkan 10:19 cahaya ketika cermin itu jernih, ketika 10:21 cermin itu bersih. Tapi kalau cermin itu 10:26 kotor, banyak debunya tertutup oleh 10:28 debu, tentu dia tidak bisa memantulkan 10:31 cahaya itu. Begitulah hati kita manusia. 10:35 Ada hati yang bersih, 10:38 qolbun saofi. Hati yang jernih, ada juga 10:42 hati yang berkarat. 10:45 Ya, ketika hati itu jernih, maka ketika 10:48 ada cahaya Islam, cahaya Al-Qur'an 10:52 yang masuk ke dalam hati kita, maka hati 10:55 ini kemudian memantulkan cahaya itu ke 10:59 sekitarnya, ke sekelilingnya. 11:02 Sehingga terlihatlah kemudian 11:05 mana yang membahayakan, mana yang tidak. 11:09 ya, mana yang halal, mana yang haram, 11:12 mana yang hak, mana yang batil. Karena 11:15 cahaya Al-Qur'an masuk ke dalam hati. 11:18 Lalu hati itu memantulkan cahaya ini ke 11:20 sekitar kita sehingga kelihatan mana 11:23 yang membahayakan dan mana yang 11:25 [berdehem] menguntung yang ini yang 11:29 bermanfaat. 11:31 Yang demikian itu ketika jernih hatinya, 11:34 tapi ketika hati itu berkarat, tertutup 11:37 oleh debu, 11:39 sebesar apapun cahaya ya mengarah 11:42 kepadanya, maka cermin itu tidak akan 11:44 mampu memantulkan kembali cahaya 11:47 tersebut. Kenapa? Karena sudah tertutup 11:50 oleh debu. 11:52 Ah, begitulah namanya hati kita. 11:56 Seberapun orang ngasih nasihat, ngasih 11:59 tahu susah. Enggak akan ada manfaatnya. 12:02 Ini yang kata Allah, sawaun alaihim 12:05 aandzartahum am lam tundirhum la 12:08 yukminun. [mendengus] 12:10 Enggak bakal percaya. Dibilangin kayak 12:12 apapun, siapapun juga yang nasihatin 12:15 yang ini enggak bakalan didengar. 12:17 Kenapa? Khatamallahu ala qulubihim. 12:20 Hatinya sudah tertutup. 12:24 Ya khatamallah ala qulubihim wa ala 12:26 samihim. pendengarannya juga tertutup 12:29 sudah. Waala absorihim gisyawah 12:34 ya. E pada pada penglihatannya juga ada 12:38 gisawah. 12:42 Jadi sawaun alaihim antara khatamallah 12:45 ala qulubihim wa ala samihim waa 12:48 absorihim gisawatu walahum adzabun adim. 12:52 Nah, para pendengar radio silaturahim 12:54 yang dirahmati Allah. 12:57 ee ketika kita mau melakukan satu ini, 13:01 ini luar biasanya hati nih. Ketika 13:04 seseorang melakukan satu perbuatan 13:07 sebelum terjadinya perbuatan itu ada 13:10 enam proses hati. 13:14 Ketika itu yang terjadinya proses ini 13:18 begitu cepat hitungannya 13:21 ya. sehingga itu hitungannya enggak 13:25 sampai 1 detik sepekan detik. 13:29 Itu menunjukkan hati ini kan luar biasa 13:31 sekali ya. 13:34 Nah, empat proses itu enam itu yang 13:37 pertama namanya khatirah. 13:40 Apa khatirah itu? Katirah itu bisa jadi 13:44 suara, 13:45 bisa jadi juga adalah perbuatan 13:50 juga bisa jadi juga itu adalah merupakan 13:53 benda. 13:55 Ya tergantung ya. Jadi kalau secara 14:00 harfiah barangkali diartikan itu 14:02 lintasan. 14:04 Kalau ada orang di belakang kita, waktu 14:07 kita berjalan, 14:09 tiba-tiba ada orang memanggil kita, 14:12 "Mas, Pak, ya. Tunggu ya bareng ee 14:17 jalannya." 14:19 Nah, ini suara ini masuk 14:23 lewat telinga kita kemudian ke hati 14:26 membekas 14:28 ya, melintas di dalam hati. Inilah 14:31 khairah 14:33 kita melihat sesuatu ya sesuatu ini yang 14:39 kita lihat itu maka kemudian tergambar 14:44 ya sesuatu itu ke dalam hati kita. Ah, 14:47 itu namanya masuknya sesuatu ini 14:50 melintas ke dalam hati disebut katirah. 14:54 Ketika kita duduk di rumah, tiba-tiba 14:57 kita ini tergerak hati kita untuk pergi 15:00 ke suatu tempat untuk mengaji. Nah, itu 15:02 ada yang melintas di dalam hati. 15:05 Ini namanya khatirah. 15:08 Katirah ini ada yang baik, ada yang 15:10 buruk. 15:12 Ya. Jadi khairah ini ada yang baik, ada 15:16 yang buruk. [berdehem] 15:20 Katirah yang baik atau khatir yang baik 15:23 itu nanti disebut dengan ilham. 15:27 Dan khatir yang tercela atau yang buruk 15:30 itu disebut dengan wiswas. 15:32 Ini 15:34 jadi bisikan ya itu khatirah namanya. 15:37 Bisikan itu ya ee karena dia apa 15:41 namanya? ada pada hati. Melintas ke 15:43 dalam hati, masuk ke dalam hati. Yang 15:46 pertama masuk ke dalam hati itu namanya 15:48 khatir atau khatirah. 15:50 Nah, ini ada yang baik, ada yang buruk. 15:53 Dan ini sudah dijelaskan di dalam 15:55 Al-Qur'an. qul azubirabbinas 15:59 malikinas ilahinnas 16:02 min syarril waswasil khannas alladzi 16:06 yuwaswisu 16:07 yang berwiswas 16:10 fi sudurinas di dalam sudur manusia 16:14 ya yang berwiswas kan gitu tapi juga 16:19 dalam ayat lain Allah berfirman 16:21 tatanazzalu alaihimul malaikah malaikat 16:25 itu akan turun tur ke manusia. Karena 16:28 malaikat makhluk rohani, tentu turunnya 16:30 ini adalah ke dalam rohani kita, bukan 16:33 ke fisik kita. 16:36 Lalu malaikat berbisik, "La takofu wala 16:39 tahzanu wa absiru bil jannatillati 16:41 kuntum tuadun." La takof, jangan takut. 16:45 La takofu wala tahzanu, jangan bersedih. 16:48 Maka bisikan malaikat itu membawa 16:50 ketenangan, membawa kedamaian, 16:53 ketentraman 16:55 gitu. 16:56 Ya, beda dengan ee setan 16:59 ya. 17:02 Nah, jadi setan itu yaumul faqro 17:04 wamurkum bil fahsya. 17:07 Dia menjanjikan yang kefakiran, 17:10 kesusahan, yang jelek-jeleklah. 17:14 Nah, ini jadi bisikan tadi yang baik 17:17 namanya ilham. Nah, sementara yang 17:20 tercela yang buruk namanya wiswas. 17:23 [mendengus] 17:24 Nah, apabila kita menyalakan pelita di 17:29 dalam suatu ruangan, 17:32 ya, maka dengan sebab ee menyalanya 17:37 pelita, adanya cahaya dari pelita itu, 17:40 ruangan tersebut menjadi terang 17:44 ya, menjadi terang. Tapi lama-kelamaan 17:47 kemudian bagian atas dari atap ini 17:50 ya itu menjadi hitam. 17:54 Maka kita tahu semua bahwa penyebab 17:57 terangnya ruangan 17:59 dengan penyebab hitamnya itu atap 18:04 yang menyebabkannya pasti berbeda 18:08 walaupun keduanya bersumber dari tempat 18:10 yang sama. 18:12 Si hitam itu adalah bersumbernya dari 18:15 pelita, dari lampu, begitu juga cahaya. 18:19 Tapi yang menyebabkan terang bukan yang 18:22 menyebabkan gelap. 18:25 Begitu juga hati manusia. 18:28 Ada hati manusia yang jernih yang 18:30 terang. Ada juga hati manusia yang gelap 18:33 yang berkarat. Maka penyebab terangnya, 18:36 bersinarnya hati orang itu dengan 18:39 penyebab gelapnya, berkaratnya hati 18:42 orang itu pasti itu penyebabnya berbeda. 18:46 Enggak mungkin sama. 18:49 Nah, maka penyebab 18:52 ya bersinarnya 18:54 ee hati 18:56 ya atau tadi ee ee apa namanya? ruangan. 19:02 Maka yang menyebabkan bersinarnya hati 19:04 ini, terangnya hati, jernihnya hati itu 19:08 disebut dengan malak. Malak itu apa? 19:11 Malaikat. 19:13 Nah, sementara 19:15 yang menyebabkan kemudian gelapnya hati 19:19 manusia 19:21 ya itu adalah setan. Jadi, ilham itu 19:26 yang membisikannya adalah malaikat 19:29 sedangkan wiswas itu yang membisikannya 19:33 adalah setan. 19:36 Maka setan itu nanti disebut juga dengan 19:39 waswas. 19:41 Was itu adalah pelaku wiswas. Orang yang 19:44 melakukan ee yang membisikan-bisikan 19:47 buruk itu namanya waswas. Bisikannya 19:51 namanya wiswas, gitu. Jadi, wiswas itu 19:54 adalah khairah buruk yang dibisikkan 19:58 oleh setan. 20:00 Setan menyuruh, "Jangan ngaji, ngapain 20:03 ngaji?" Ya, jangan ini, jangan salat ya. 20:07 Orang kalau buat apaan salat bisikan 20:10 seperti itu tuh namanya wiswas. Yang 20:14 membisikannya 20:16 adalah setan. 20:18 Karena bisikannya disebut, maka yang 20:20 membisikan namanya waswas. 20:24 Ini bahasa Arab ya. Kalau bahasa 20:26 Indonesia was-was itu justru adalah ee 20:30 perbuatannya ya, bukan orangnya. Ya, 20:33 kalau dalam bahasa Arab was-was itu 20:35 adalah orangnya. Nah, enggak usah 20:38 diributkan ya. 20:41 Sama dengan begini silaturahim dengan 20:44 silaturahmi. 20:45 Kalau dalam bahasa Arab ya adalah 20:48 silaturahim. 20:50 Nah, yang sudah menjadi bahasa Indonesia 20:53 itu silaturahmi. 20:56 Jadi, sudah benar dua-duanya. Ya, yang 20:58 mengucapkan silaturahmi itu adalah 21:01 menggunakan bahasa Indonesia. Kalau yang 21:04 silaturahim yang lihat dari bahasa apa 21:07 namanya? Arabnya. Tujuannya sama. Orang 21:11 kadang-kadang berantem hanya karena 21:12 silaturahim dengan silaturahmi 21:15 ya. Sama dengan apa namanya ee ini 21:21 mahram dengan muhrim ya gitu. Padahal 21:25 isi tujuannya adalah sama. Nah, itulah 21:28 mengenai wiswas ya. Kemudian hati 21:32 yang menerima 21:35 ilham, ya. Nah, menerima ilham, bisikan 21:39 dari malaikat. 21:41 Hm. Kemudian melakukannya itu namanya 21:46 taufik, kemampuan hati menerima ilham. 21:50 Itu namanya taufik. Jadi taufik ini 21:54 adalah 21:56 ee 21:58 di ee kemampuan 22:01 melakukan kebaikan yang diciptakan oleh 22:04 Allah di dalam hati hamba-Nya. Itu 22:07 namanya taufik. 22:09 Beda dengan ee dengan hidayah. Orang 22:12 ketika ingin salat, ingin ngaji, ingin 22:16 belajar, ingin sodqah, itu namanya orang 22:19 dapat hidayah. 22:21 Tapi enggak salat, enggak ngaji, enggak 22:23 apa. Orang orang itu sudah dapat hidayah 22:26 cuma tidak mendapatkan taufik. Ilhamnya 22:29 sebenarnya sudah ada. Ilhamnya sudah 22:33 masuk tapi si hati tidak menerima ilham 22:36 itu. Jadi ilhamnya sudah ada, berarti 22:40 hidayahnya sudah masuk tapi taufiknya 22:42 yang tidak ada. 22:45 Sebab taufik itu adalah ketika ilham 22:48 membisikan kepada kita untuk salat, 22:50 untuk ngaji, lalu berangkat kita pergi 22:53 ngaji. Nah, ini namanya kemampuan 22:56 mengamalkan, melakukan ilham. Itu 22:59 namanya taufik, 23:01 gitu. Dan ini jarang orang yang dapat 23:05 hidayah itu banyak, tapi orang yang 23:08 mendapatkan taufik itu langka. Makanya 23:11 di dalam Al-Qur'an 23:14 banyak sekali ayat yang menerangkan 23:16 hidayah. Hanya satu ayat yang 23:19 menerangkan tentang taufik. Wama taufiki 23:23 illa billah. 23:25 Hal ini menunjukkan berarti bahwa orang 23:27 yang dapat hidayah itu banyak. Sedangkan 23:29 orang yang mendapat taufik itu jarang. 23:33 Nah, 23:39 jadi kalau kalau tadi hati yang menerima 23:42 ilham, menerima ilham itu ilham baik ya 23:46 disebut taufik. Lalu bagaimana dengan 23:49 hati yang menerima wiswas dari setan? 23:52 Yang menerima wiswas dari setan itu 23:55 disebut igwa. Igwa itu apa? Tersesat 23:59 namanya ya. Tersesat. Setan membisikkan 24:03 suruh berbuat ini lalu kita lakukan. 24:05 Nah, ini namanya kita sudah tersesat ya, 24:08 bukan mendapatkan taufik dari Allah. 24:12 Begitu para pendengar radio silaturahim 24:14 yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa 24:17 taala. Maka setan ini selalu memberikan 24:21 kepada kita kebaikan 24:23 ya, ilmu, kemudian terbukanya kebenaran, 24:27 janji ya kebaikan, amar makruf dan 24:31 sebagainya. Sementara ya wiswas isinya 24:34 itu apa? Isinya itu ya yang buruk-buruk 24:38 ya. Yang buruk-buruk itu kalau kalau apa 24:40 namanya? Wiswas. [mendengus] 24:43 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 24:45 menjelaskan di dalam ee hadisnya bahwa 24:48 di dalam hati manusia ini itu ada dua 24:53 apa namanya? Ada dua ee tempat 24:57 persinggahan. 24:59 Satu adalah tempat persinggahannya 25:02 malaikat di mana malaikat itu kemudian 25:05 i'adun bil khair, menjanjikan kebaikan. 25:09 Watasdiqun bilhaq. ya membenarkan yang 25:13 hak ah maka faman wajada dalalik 25:18 falyalam annahu minallah subhanah 25:21 walahmadillah. 25:23 Maka barang siapa yang mendapati itu di 25:26 dalam dirinya, kata Rasulullah, yakni ee 25:29 si hati ini ee melihat kebaikan dan 25:33 pengin melakukannya ya dan lain 25:36 sebagainya, maka ketahuilah bahwa itu 25:40 adalah dari Allah Subhanahu wa taala. 25:43 Karena itu pujilah Allah Subhanahu wa 25:46 taala yang sudah memberikan taufik 25:47 kepada kita. Sebaliknya kata Rasulullah 25:51 satu lagi adalah ee apa namanya? Yang 25:55 satu lagi dari setan, dari musuh yaitu 25:59 i'adun bil bisyar menjanjikan kejahatan. 26:03 Watzakibun 26:06 bilhaq, mendustakan kebenaran wahyun 26:09 anil khair. Ya, mencegah perbuatan baik. 26:13 Nah, jadi perbuatan baik dicegah dan ee 26:19 malah ee perbuatan buruk yang harus 26:21 dilakukan. Nah, ini namanya dari setan. 26:24 Maka barang siapa yang mendapati ini di 26:27 dalam dirinya, ketahuilah itu dari 26:30 setan. Makanya berlindunglah kepada 26:32 Allah dari setanirrajim. 26:35 Nah, jadi yang pertama itu ya, Saudara 26:37 ya. ini adalah khatirah. Nah, kemudian 26:42 khatirah itu menggerakkan 26:46 katirah itu menggerakkan ini 26:49 menggerakkan 26:51 ee rogbah ya. Menggerakkan rgbah. Begitu 26:55 khatirah masuk ke dalam hati 26:58 maka si khatirah ini menggerakkan 27:01 ragbah. Apa rogbah itu? Rogbah itu 27:04 adalah suka atau tidak suka. 27:08 Nah, 27:10 tergantung nanti bisikannya yang 27:12 bagaimana ya. Kayak modal sekarang 27:15 begini. Kalau kita lagi berjalan 27:17 tiba-tiba didengar suara dari belakang, 27:20 "Mas, tunggu ya bareng ya." Katanya 27:23 bareng jalannya. Nah, orang yang e suara 27:27 tadi yang masuk ini dari siapa? Dari 27:30 orang yang kita cintai atau dari orang 27:32 yang kita benci? Kalau dari orang yang 27:35 kita benci, maka rogbah ini maknanya 27:38 adalah ee kebencian. Kalau dari orang 27:42 yang kita cintai, maka rogbah itu 27:45 artinya adalah senang, suka. Hmm. 27:49 Ya. Jadi sekali lagi, khatirah itu 27:51 menggerakkan rogbah, 27:53 rasa suka atau rakasa sebaliknya. Lalu 27:58 rogbah ini menggerakkan iradah. Iradah 28:01 itu keinginan. 28:03 Kalau tadi orang yang memanggil, 28:05 lalu kemudian nanti hati kita 28:08 menginginkan berhenti 28:10 atau kita berlari. H. Nah, sesudah 28:14 sesudah iradah baru kemudian azam. Azam 28:18 itu tekad bulat terakhir, keputusan 28:20 akhir tuh. 28:22 Nah, yang tiga ini para pendengar 28:25 silaturahim 28:27 ya. Manusia tidak mampu menolak 28:30 datangnya katirah, tidak mampu menolak 28:35 tumbuhnya ragbah, dan juga tidak mampu 28:39 menolak datangnya iradah, keinginan. Ini 28:42 dari Allah. 28:44 Nah, karena ini manusia tidak bisa 28:46 menolak ya datangnya yang tiga ini, maka 28:51 manusia tidak diperintahkan 28:54 ya di tidak diperintahkan oleh Allah 28:57 untuk menolak atau mendatangkannya. 29:01 Kenapa? Karena itu bukan bukan dari 29:03 ikhtiar kita 29:06 lah. Iya. Orang memanggil 29:09 ya, Mas, suara itu masuk ke kuping kita 29:12 kan kita enggak bisa menolaknya. 29:15 Enggak bisa menolaknya. 29:18 Kemudian dari panggilan itu tumbuh 29:20 kemudian rasa suka. Rasa suka ini juga 29:23 tidak bisa kita menghilangkan atau 29:25 menolaknya. Itu tidak bisa. Jadi tumbuh 29:28 begitu saja. 29:30 Nah, 29:33 ee inilah kemudian luar biasanya Allah 29:38 Subhanahu wa taala itu, Pak, ya. 29:42 Walaupun itu bukan keinginan dari kita. 29:46 Ketika orang mempunyai keinginan, ya 29:50 mempunyai keinginan untuk melakukan 29:52 baik, kata Rasulullah sallallahu alaihi 29:55 wasallam, maka orang itu diganjar oleh 29:58 Allah satu kebaikan. 30:01 Ya. Nah, kalau sampai dia melakukannya, 30:05 maka Allah akan berikan kepadanya 10 30:08 kali lipat minimal. 30:10 Bahkan bisa jadi sampai 700 kali lipat. 30:14 Wallahu yudifu lima yasya. Dan Allah 30:17 akan melipatkan lagi bagi siapa saja 30:19 yang dikehendakinya. 30:23 Tetapi kalau orang itu ada keinginan 30:27 melakukan kejahatan, selama kejahatan 30:30 itu tidak dilakukannya, 30:33 dia tidak dihukum oleh Allah Subhanahu 30:36 wa taala atas atas keinginannya. orang 30:40 ingin membunuh, orang ingin memukuli 30:42 orang lain, ya keinginan itu tidak 30:45 berdosa. Karena manusia tidak bisa 30:47 menolak datangnya iradah ini. Lalu 30:51 iradah ini ya kemudian menggerakkan 30:55 azam. Setelah menggerakkan azam baru 30:59 menggerakkan niat. Azam itu keputusan 31:01 akhir untuk ya atau tidak. Ya. Setelah 31:06 itu baru kemudian niat. Nah, niat ini 31:09 adalah tindakan langkah awalnya 31:13 ya dari niat kemudian menggerakkan 31:16 anggota tubuh sehingga terjadilah suatu 31:19 perbuatan. 31:21 Maka sekali lagi yang tiga itu bukan 31:24 kemampuan kita dan kita tidak dihukum 31:27 karena tiga ee hal yang terjadi dalam 31:30 hati. Tetapi kalau yang keempat yaitu 31:33 niat. Nah, ini ya. Niat itu adalah ee 31:39 kita mampu menolaknya. 31:43 Karena kita mampu menolak e menolaknya, 31:46 maka jika kita tidak menolaknya, kita 31:50 akan dihukum oleh Allah Subhanahu wa 31:52 taala. Contoh begini ya, biar lebih 31:54 mudah. Biar saya ee saya ini benci 31:58 sekali kepada seseorang. 32:01 Benci sekali. Nah, ini namanya rugbah 32:03 tadi ya. 32:04 Kemudian kebencian ini menggerakkan 32:08 keinginan. 32:10 Ingin apa? Saya ingin jotos tu orang. 32:13 Pengin saya pukulin orang itu umpamanya. 32:16 Ya. Nah, ini namanya iradah, keinginan. 32:19 Ketika kita, saya mempunyai keinginan 32:22 memukuli seseorang. Katakanlah orang itu 32:24 oni, ya. Saya pengin memukuli oni nih 32:27 ya. Keinginan saya memukuli ondi itu 32:29 bukan perbuatan dosa. 32:32 Selama belum saya lakukan tuh yang 32:34 namanya mukuli. 32:36 Niatnya 32:36 ya 32:37 niatnya. 32:37 Ah itu belum bukan niat itu namanya 32:40 hanya keing itu namanya keinginan ya. 32:43 Iradah. Saya ingin mukul dia gitu tuh. 32:46 Nah ini keinginan saya itu bukan 32:50 perbuatan dosa selama belum dilakukan. 32:54 Nah, keinginan ini kemudian menggerakkan 32:58 azam, keputusan akhir. Lakukan apa 33:02 jangan. 33:03 Nah, setelah itu baru kemudian 33:05 menggerakkan niat. Niat itu apa? 33:08 Berjalan mulai saya 33:10 ya berjalan mau ee menuju oni, yaitu 33:14 memukuli itu. Nih perjalanan ini 33:19 kita bisa menolaknya enggak? Bisa 33:21 menghentikannya enggak? Hah? Saya pergi 33:24 ke rumah Ondi mau mukuli Ondi ini. Nah, 33:28 berjalan. Nah, perjalanan ini bisa 33:30 dibatalkan enggak? 33:33 Hah? Saya teruskan apa saya batalkan nih 33:37 ke rumah dia? Kan kita bisa kan itu. 33:40 Nah, kita bisa lanjutkan, kita juga bisa 33:43 batalkan. Ah, ini namanya niat nih yang 33:45 begini. Jadi niat itu bisa kita 33:48 batalkan, bisa juga kita lanjutkan. 33:51 Tapi kalau keinginan 33:54 saya enggak mau punya keinginan begini, 33:56 enggak bisa kita menolak datangnya 33:58 keinginan. 34:00 Karena itu keinginan untuk memukuli ini 34:03 bukan perbuatan dosa, tapi perjalanan 34:07 saya ya dari rumah ke rumah oni memukuli 34:12 oni itu kan bisa dibatalkan. Ah, enggak 34:15 jadi. Ah, gitu tuh. Nah, karena bisa 34:17 dibatalkan, maka kalau umpamanya kita 34:21 sudah bergerak berjalan, itu namanya 34:24 niat. 34:26 Nah, kalau sudah niat walaupun belum di 34:29 apa namanya belum terjadi perjalanan 34:32 kita itu sudah maksiat, sudah dihitung 34:34 dosa. Walaupun saya belum memukul sudah 34:37 dosa. 34:39 Nah, ini kan ada orang yang salah 34:41 pemahaman. Sebab ada hadis Nabi yang 34:44 mengatakan kalau tersirat di dalam hati 34:48 orang keinginan berbuat baik walaupun 34:52 dia ini ee belum berbuat baik sudah 34:54 diberi pahala satu. 34:57 Jika dilakukan maka dapat pahala 10. 35:01 Dan jika di dalam hatinya ada keinginan 35:04 untuk berbuat jahat, selama perbuatan 35:07 itu belum dilakukan ya, maka orang itu 35:11 tidak dicatat dosa berdosa. Nah, ini 35:14 awas hati-hati jangan salah paham. 35:17 Jadi berarti perjalanan kita ini beruju 35:21 kepada seseorang untuk melakukan 35:23 perbuatan jahat enggak dihitung sebagai 35:25 kejahatan selama kejahatan itu belum 35:27 dilakukan. Padahal sekarang begini. 35:30 Orang mau mencuri ke rumah kita belum 35:34 mencuri 35:36 tapi sudah berjalan dari rumahnya muncul 35:38 itu sudah dihitung dosa. 35:42 Karena dia sudah niat mau mencuri. Kalau 35:44 cuma keinginan saja 35:47 ya belum belum dosa. Nah, di sinilah 35:49 makanya dalam ilmu fikih kita harus 35:52 membedakan antara iradah, antara azam 35:56 dengan antara niat. 35:59 Kan ada orang begini, orang kalau di 36:01 rumah mau ke masjid itu namanya dia 36:03 sudah niat salat gitu. Makanya salat 36:07 enggak perlu pakai niat-niat lagi. H 36:10 karena rumah pergi ke masjid juga mau 36:13 salat. Nah, ini namanya orang tidak bisa 36:15 membedakan antara iradah dengan azam dan 36:18 niat. 36:20 Ah, coba perhatikan sabda Nabi 36:22 sallallahu alaihi wasallam. Alqatil wal 36:26 maqtul finar. 36:28 yang membunuh dengan yang dibunuh tuh 36:31 dua-duanya masuk neraka. 36:34 Makanya sahabat kan bertanya Rasulullah, 36:37 kalau orang yang membunuh masuk neraka 36:40 ya saya bisa mengerti, tapi loh kok yang 36:44 dibunuhnya masuk neraka juga 36:47 kan belum melakukan perbuatan jahat 36:50 orang yang dibunuh itu. Yaitu belum 36:52 membunuh. Kata Rasulullah, karena dia 36:55 itu sudah niat membunuh, cuma kedahuluan 36:59 oleh si pembunuh. 37:02 Kalau enggak, dialah pembunuhnya tuh. 37:04 Padahal dia korban bukan pelaku, tapi 37:08 dihukumi sama dengan pelaku. Kenapa? 37:11 Niat. Nah, [mendengus] nah dari niat itu 37:14 kemudian menggerakkan anggota tubuh. 37:17 Terjadilah suatu tindakan, suatu 37:19 perbuatan. Nah, prosesnya 37:22 yang enam ini di dalam hati itu begitu 37:26 cepatnya menunjukkan hati ini luar biasa 37:29 sekali ya. 37:32 Nah, selanjutnya para pendengar hadiah 37:34 silaturahim yang dirahmati Allah 37:36 subhanahu wa taala. 37:38 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 37:41 menjelaskan, "Ma minkum min ahadin illa 37:44 walahu setan." Qolu wa anta ya 37:47 rasulullah. 37:48 wa 37:50 anallaha aani alai faaslama fala yuru 37:55 illa bikhair [mendengus] 37:58 tidak ada seorang pun melainkan pada 38:00 dirinya itu ada setan 38:03 ya apa termasuk anda juga Rasulullah ya 38:06 cuma Allah menolong akunduk 38:11 sehingga dia tidak menyuruh kecuali 38:13 kebaikan 38:15 kok setan menyuruh kebaikan gim di mana 38:18 ini ya? Bahwa tadi saya katakan di dalam 38:21 diri kita ini ya ini ada dua ada dua 38:25 kekuatan yaitu satu adalah malaikat yang 38:29 membisikkan baik yang disebut dengan 38:32 ilham. Yang keduanya adalah setan yang 38:37 membisikkan wiswas ke dalam hati kita. 38:41 Hati kita ini menerima dua-duanya secara 38:43 seimbang, tidak berat sebelah. 38:46 Kemudian yang menyebabkan mana kemudian 38:49 yang diterima oleh hati itu tergantung 38:53 ee apa namanya yang ada di dalam yaitu 38:56 apa? Nafsu dan syahwat yang ada dalam 38:59 diri kita. Ini yang akan membantu apakah 39:03 nanti menerima wiswas atau menerima 39:06 ilham itu yang ada di hati kita itu 39:08 nafsu kita. 39:10 Kalau nafsunya nafsu amarah ya sudah 39:12 jelas nafsu amarah nafsu lawwamah. 39:15 misalnya, maka yang akan diterima adalah 39:18 wiswas dari setan menolak apa namanya 39:20 ilham. Tapi kalau nafsunya itu nafsu 39:23 mutmainah, maka dia akan menerima ilham 39:26 dan akan menolak apa namanya ee wiswas. 39:31 Nah, jadi di sinilah pentingnya kita 39:33 mengolah ya bagian dalam kita yaitu 39:37 nafsu kita, yaitu syahwat kita. 39:40 Nah, nanti insyaallah kita akan jelaskan 39:43 juga bahwa ee nafsu dan syahwat ini bisa 39:49 menjadi musuh kita, tapi juga bisa 39:51 menjadi penolong kita. Ya, tergantung. 39:55 Sebab nafsu itu ibarat kuda ya. 39:59 Sedangkan diri kita ini adalah ibarat 40:01 kereta atau dokarnya. Ke mana kereta ini 40:06 akan berjalan itu tergantung larinya 40:09 kuda. 40:10 Kalau kudanya jalannya jalan yang rata 40:13 ya enak keretanya. Tapi kalau jalan 40:15 belenjar berenjul ya nantinya akibatnya 40:19 ya si keretanya juga jualannya sudah 40:21 enggak karu-karuan. 40:23 Karena itu agar si kuda ini jalannya 40:27 terarah, 40:29 membawa kenikmatan enak juga kepada 40:31 keretanya, maka si kuda itu harus ada 40:35 size-nya, ada yang mengendalikan. Nah, 40:38 begitulah yang namanya nafsu kita ini 40:42 ya. Kalau tidak ada yang mengendalikan 40:45 akan membawa kita ini ke dalam lembah 40:49 kenistaan. 40:50 Karena itu harus dikendalikan. Bukan 40:53 dibunuh, bukan dihilangkan nafsu, tapi 40:56 dikendalikan. Ketika nafsu itu sudah 40:59 terkendali, maka dia akan menjadi 41:02 pembantu yang luar biasa. Ya, nafsu itu 41:07 di dalam burdah disebutkan seperti bayi. 41:10 W nafsu katli in tuhmilhu e khubbi al 41:15 apa namanya? Al r ya. [mendengus] 41:19 Ee jadi wfsu katifli. 41:23 Nafsu itu seperti bayi. 41:27 Seperti bayi. Kalau dibiarkan terus 41:29 enggak disapih dia akan menyusu sampai 41:32 besar. 41:34 Tetapi kalau disapih 41:36 mungkin pertamanya berat ya. Pertamanya 41:39 berat. Tetapi kalau sudah nanti tersapi 41:43 maka akan menjadi ringan. Dan cobalah 41:47 bayi kalau sudah disapi, waktu diapinya 41:50 nangis-nangis 41:51 ya. 41:52 Begitu sudah 2 3 hari aja apalagi sampai 41:56 seminggu misalnya disusuhin oleh ibunya 41:58 udah enggak mau lagi, sudah lupa dengan 42:01 kebiasaannya dia. Ah, begitulah tuh 42:04 nafsu. Kalau kita perturutkan terus 42:07 sampai mati pun kita tidak akan pernah 42:10 ya berpisah dengan nafsu. 42:13 Akan terus kita ini di apa namanya? ee 42:19 di di diseret-seret oleh nafsu dan nafsu 42:24 itu juga ee ini untuk untuk eksperimen 42:28 bolehlah ya. Kalau umpamanya kita nih 42:32 punya burung darah, burung darah itu kan 42:35 kebiasaan terbang ya. Itulah namanya 42:38 kebiasaan burung darah. Sekarang coba 42:41 oni ambil kalau kamu punya burung darah 42:44 ya ambil itu burung darah. 42:48 Kemudian di apa namanya? Diikat sayapnya 42:53 ya. Diikat pakai karet ke apa selama 42:56 seminggu. Jangan biarkan dia terbang. 42:59 Silakan kasih makan, kasih apa. Tapi itu 43:03 sayapnya kita ikat selama 1 minggu. 43:06 Kalau sudah 1 minggu kemudian silakan 43:08 buka kemudian lepaskan. Pasti itu burung 43:12 darah itu enggak bisa terbang. 43:15 Ya, kenapa? Lupa dengan kebiasaannya. 43:19 Lupa dengan kebiasaannya. 43:21 Nah, kalau kita biarkan dia belajar 43:24 terbang terus nanti bisa terbang lagi. 43:27 Begitulah namanya nafsu itu kalau kita 43:30 biarkan dia akan terus ya akan terus 43:33 terbang kayak burung. 43:36 Tapi kalau kita ikat itu ya, kita 43:39 kendalikan itu nafsu kita terus oleh 43:43 kita, maka dia akan lupa dengan 43:45 kebiasaannya. Innan nafs laaratum. Nafsu 43:48 itu mengajak pelakunya, pemiliknya ini 43:51 melakukan perbuatan jahat. Itulah 43:54 kecenderungan nafsu. Ngajaknya yang 43:56 enggak baik aja awalnya. 43:59 Nah, ketika dipaksa si nafsu ini untuk 44:03 tidak melakukan kebiasaannya, 44:06 justru sekarang sebaliknya dipaksa oleh 44:09 kita melakukan ee yang bukan kebiasaan 44:13 dia, yaitu kebaikan. Terus lama-lama 44:16 kebaikan ini menjadi kebiasaannya 44:19 kejahatan. Lupa dia dengan kebiasaan dia 44:23 jahat. Itu yang disebut dengan hati yang 44:25 sudah tumaninah. Maka ketika hati sudah 44:28 atau nafsu, maaf nafsu sudah seperti 44:30 ini, jadilah nafsu itu sebagai pembantu 44:35 yang luar biasa menerima ilham. 44:39 Tuh. Jadi di sini kalau tadi disebutkan 44:42 dalam bagaimana setan menguasai hati 44:45 manusia dengan wiswas, nah itu caranya 44:48 bagaimana kita. Sebab hakikat manusia 44:50 itu kan hati. 44:51 Jadi kita ini akan menjadi milik setan. 44:54 Ya, caranya kalau sudah milikmilik setan 44:58 terserah maunya setan bagaimana 45:01 gitu. Nah, bagaimana setan ini bisa 45:03 memiliki menguasai kita? Yaitu lewat 45:07 wiswas ya. Tadi saya katakan hati ini 45:10 ibarat singgah ibarat istana. Di dalam 45:14 istana itu ada singgassana. Di situlah 45:17 iblis itu akan duduk. 45:19 Ya. Lalu dikendalikan oleh iblis. Apanya 45:22 yang dikendalikan? mata kita, tangan 45:26 kita, mulut kita, telinga kita, semua 45:29 anggota tubuh kita ini itu sudah ee 45:32 dikuasai oleh iblis ya. Karena hati kita 45:37 yang hakikat manusia itu benar-benar 45:39 sudah dimiliki oleh iblis. Cara 45:42 memilikinya tadi adalah dengan wiswas. 45:46 Nah, inilah para pendengar ee Radio 45:49 Silaturahim yang dirahmati oleh Allah. 45:51 Lalu, bagaimana dengan sabda Nabi? Semua 45:54 manusia itu punya setan. 45:57 Ya, termasuk Anda ada setannya. Termasuk 46:00 Anda, ya Rasulullah. Iya. Cuma Allah 46:03 menolong saya sehingga setan itu menjadi 46:07 tunduk kepada saya. Nah, yang dimaksud 46:09 di sini adalah setan di sini nafsu. 46:13 Jadi, nafsunya itu sudah tunduk kepada 46:16 saya. Karena tunduk fala ymur illa 46:19 bikhair. Enggak menyuruh, enggak 46:21 mengajak itu nafsu kecuali kebaikan. Itu 46:24 yang disebut dengan nafsu mutmainah 46:27 gitu ya. Nah, sedangkan dalam diri kita 46:31 ini 46:33 ya ee nafsunya ya mungkin ada ya nafsu 46:38 apa namanya mutmainah atau nafsu yang 46:42 lainnya seperti nafsu lawwamah ya dan 46:45 lain sebagainya. 46:48 Eh, [berdehem] 46:51 sahabat Jabir bin e Jabir bin Ubaidah 46:55 al-Adawi. Beliau ini mengadu, maaf bukan 46:58 sahabat Jabir. Jabir bin Ubaidah 47:01 al-Adawi mengadu kepada Al-Ula bin Ziyad 47:05 tentang apa yang didapati di dalam 47:07 dirinya, yaitu ada wiswas di dalam 47:10 dirinya. Yakni bisikan ngajak kepada 47:13 yang tidak baik. 47:15 Manusia kan ada yang ee penginnya apa 47:19 namanya ee ngumpulin harta melulu. Nah, 47:23 itu kan ada wisas berarti dalam hatinya. 47:26 Ada juga orang yang penginnya perempuan 47:29 melu kalau sudah ngelihat perempuan ini 47:31 sudah luar biasa ya. Ada juga kepada ee 47:35 kepada jabatan. Ah, ini namanya ada 47:37 wiswas di dalam hati ya. Nah, ini juga 47:40 yang dirasakan oleh Jabir bin Ubaidah. 47:43 Maka beliau ngadi kepada ngadu kepada 47:45 Alula bin Ziyad mengen tentang wiswas 47:49 yang dia rasakan ada di dalam dadanya. 47:53 Lalu alula ini berkata begini, "Innama 47:56 mluza mlul bait alladzi yamuru 47:59 bihilusus." 48:01 Kenapa sekarang kita ini ada apaana? Ada 48:04 biswas di dalam hati kata beliau itu. 48:08 Jadi hati kita ibarat rumah katanya 48:11 saudara 48:13 ibarat rumah. Kemudian maling ini lewat. 48:18 Nah maling ini pencuri ini akan masuk ke 48:22 rumah kita itu kalau dia tahu di rumah 48:25 kita ada barang. 48:28 Ada barang yang bisa dicuri. Kalau 48:31 rumahnya kosong blong. Enggak mungkin. 48:33 Katanya pencuri itu masuk 48:36 ya enggak mungkin. Nah, begitulah. Setan 48:39 ini enggak mungkin masuk ke dalam hati 48:42 kita. Kalau di dalam hati kita tidak ada 48:45 yang menarik buat dia. Tidak ada kalau 48:49 kalau tidak ada tempat buat setan masuk 48:52 itu kan kalau ada tempat. 48:55 Kalau ada tempat. Kalau enggak ada 48:56 tempatnya setan tidak akan mau masuk ke 48:59 dalam hati kita. Nah, tempat masuknya 49:02 setan itu banyak sekali. Apa itu? 49:05 Sifat-sifat manusia itu sendiri. 49:10 Ya, sifat-sifat manusia itu sendiri 49:12 seperti apa? Bohong, 49:14 suka menipu, 49:17 enggak mengingkari janji, 49:20 marah, 49:21 dengki. Maka ketika orang kalau marah, 49:25 "Nah, itu namanya ada tempat tuh buat 49:28 masuk setan kepada kita. Maka blung 49:31 masuk setan itu ke dalam hati kita 49:33 ketika kita marah. 49:36 Nah, makanya Nabi sallallahu alaihi 49:37 wasallam ketika ditanya ya tentang hal 49:40 ini, beliau mengatakan, "La tagdub, la 49:42 tagdub, lag." Jangan pemarah, jangan 49:44 pemarah, jangan pemarah. Intinya jangan 49:47 buka pintu masuknya iblis ke dalam hati. 49:51 Kalau iblis enggak menempati hati kita, 49:54 maka jelaslah hati kita ditempati oleh 49:56 malaikat sehingga tidak ada yang masuk 49:59 ke dalam hati kecuali ilham. Lah kalau 50:03 sudah ilham lalu hati menerima jadilah 50:06 itu kemudian taufik maka perbuatan baik 50:09 terus yang akan dilakukannya. Nah, 50:12 inilah mengenai makna dari bagaimana 50:15 setan menguasai manusia dengan ee 50:18 wiswas. 50:20 [berdehem] 50:20 Selanjutnya nanti insyaallah kita akan 50:24 bahas ee 50:27 bagaimana ee apa saja pintu-pintu 50:30 masuknya ee pintu-pintu tempat masuknya 50:33 setan ke dalam ee hati manusia. Nah, 50:36 terakhir Allah Subhanahu wa taala dalam 50:39 Al-Qur'an menjelaskan, "Innasitana lakum 50:42 aduun fattakiduhu aduawa innama yadu 50:46 hizbiyakunu min ashabisir." Sesungguhnya 50:49 setan itu adalah musuh yang nyata buat 50:52 kita semuanya. Kata Allah ya, setan itu 50:56 adalah musuh yang nyata buat kamu semua. 50:59 Karena setan itu yaidukumul faqro. 51:02 selalu menjanjikan kefakiran, 51:05 kemiskinan, kesusahan lah sudah jelas 51:08 ya. Dan innama fattakidu aduan maka 51:13 jadikanlah dia itu sebagai musuh. 51:16 Jadikan setan itu sebagai musuh. Jangan 51:18 berteman dengan setan ya. Jangan 51:21 berteman dengan setan. Innama yadu 51:23 hizbakunir. 51:26 Kenapa dia itu mengajak kita-kita semua 51:29 manusia ini untuk menjadi kelompoknya ya 51:33 golongannya? 51:35 Karena tujuannya supaya kita semua 51:37 menjadi temannya nanti di neraka Assair. 51:41 Kata Allah. Ya ini jelas setan itu 51:45 adalah musuh. Makanya jangan sampai kita 51:47 ikuti langkah-langkah setan. Wala 51:50 tattabiu khutwati setan. 51:55 Jangan ikuti langkah-langkah setan 51:57 karena setan itu adalah musuh yang nyata 51:59 bagi kamu semuanya. Begitu banyak ayat 52:02 yang menerangkan ini ya ee [berdehem] 52:07 yang menerangkan ini Allah Subhanahu wa 52:09 taala itu memang begitu ee indah ya 52:13 demokratis. 52:14 Ah jadi di sini ada kekuatan positif, 52:17 ada kekuatan negatif. Lalu kata Allah 52:20 apa? Famanyaa kafaro waman sa amana. 52:23 Yang mau beriman imanlah kata Allah. 52:26 Yang mau kufur kufurlah. Terserah ya. 52:28 Terserah kalau iman ya nanti 52:31 konsekuensinya ini ya. Kemudian begitu 52:35 juga kufur adalah ini. Jadi Allah 52:38 memberikan kebebasan 52:40 ya. Ee la ikraha fiddin. Dalam agama 52:43 tidak ada paksaan. Tidak dipaksa 52:45 memulama. Kalau memang enggak mau ya 52:47 sudah ya. Muridnya Sultan 52:52 Sunan Gunung Jati itu mengatakan, 52:54 "Kanjeng Sunan kalau orang itu sudah 52:57 sudah kita bilangin 52:59 ya sudah kita nasihatin tapi tetap aja 53:02 katanya enggak mau." Apaagi yang harus 53:05 kita lakukan? Kata beliau, jika orang 53:09 jika kita tidak bisa merubah seseorang, 53:12 biarkanlah orang itu ya biarkan orang 53:16 itu mengambil ee pilihan hidupnya biar 53:21 itu sudah menjadi pilihan dia. Nah, 53:24 tugas kita ini kan cuma cuma mengajak 53:27 bukan memaksa mengajak. Mau saja 53:30 alhamdulillah berarti memang Allah sudah 53:33 memberikan hidayah dan taufik. Kalau 53:35 tidak ya sudah ya itu seperti itu jah 53:39 rahimahullah kita ini cuma mengajak 53:41 karena tidak punya kemampuan kita ini 53:43 untuk memberikan hidayah apalagi taufik 53:46 kepada ee manusia. 53:50 Demikian para pendengar radio 53:52 silaturahim. 53:53 Ee nanti kajian berikutnya kita akan 53:56 bahas lanjutannya pada pertemuan minggu 54:00 yang akan datang. Mudah-mudahan Allah 54:02 panjangkan umur kita dalam taat 54:04 kepadanya ya. Demikian ee 54:09 ee 54:11 asalamualaikum warahmatullahi 54:12 wabarakatuh. 54:13 Waalaikumsalam warahmatullahi 54:15 wabarakatuh. Baik ikhwan akhwat berengar 54:17 Radio Silaturahim Jakarta, Sukabumi, 54:19 Batam, Semarang, Pontianak, Palembang, 54:21 Banyuwangi. Alhamdulillahi rabbil alamin 54:23 sudah kita simak bersama-sama kajian 54:25 yang disampaikan oleh Ustaz Zazul 54:27 Khalil. Semoga dapat bermanfaat bagi 54:29 kita semuanya. Dan insyaallah di sesi 54:31 kedua kami akan membuka untuk layanan 54:33 tanya jawab. Dipersilakan untuk Ikhwan 54:35 Ahmad mempersiapkan ee tentunya 54:38 pertanyaannya melalui SMS ataupun 54:40 WhatsApp di 0811999720 54:44 dan yang ingin melalui teleponnya bisa 54:46 di 0218451512. 54:49 Tema pembahasan kita mengenai setan 54:51 menguasai hati dengan wiswas. Kami akan 54:54 segar kembali tetap di radio silaturahim 54:56 untuk Islam yang satu. 55:05 [musik] 55:12 [musik] 55:22 [musik] 55:30 [musik] 55:43 [musik] 55:50 [musik] 55:57 [musik] 56:08 [musik] 56:22 [musik] 56:28 [musik] 56:38 [musik] 56:46 [musik] 56:52 [musik] 56:56 Yeah. 57:01 [musik] 57:07 [musik] 57:19 [musik] 57:30 [musik] 57:39 [musik] 57:48 [musik] 57:57 [musik] 58:02 [musik] 58:08 [musik] 58:17 [musik] 58:23 [musik] 58:35 [musik] 58:40 [musik] 58:49 [musik] 58:54 berhasil TV 58:57 untuk Islam yang satu. 58:59 [musik][bernyanyi] 59:16 [musik] 59:23 Radio Silaturahim untuk Islam yang satu 59:26 untuk pendengar kita yang berada di 59:28 Sukabumi, Batam, Semarang, Pontianak, 59:30 Palembang, Banyuwangi, dan juga berada 59:32 di Jakarta. Terima kasih. Anda tetap 59:34 setia tentunya di radio Sultan untuk 59:35 Islam yang satu dan mudah-mudahan apa 59:38 yang disampaikan oleh Ustazil di segmen 59:40 yang pertama bermanfaat bagi kita 59:42 semuanya. Dan tema pembahasan yaitu 59:44 mengenai setan menguasai hati dengan 59:47 wiswas. Banyak sekali pembahasan 59:49 mengenai bagaimana niat kita kalau kita 59:53 kita melangkahkan ee kaki kita dengan 59:56 niat yang jahat. Apakah kita akan 59:57 mendapatkan dosa ataupun tidak 59:59 mendapatkan apa-apa. Tadi sudah 1:00:00 disampaikan oleh Ustaz Zaul Khalil. Nah, 1:00:03 di segmen kedua kita akan membuka sesi 1:00:05 tanya jawab dan banyak sekali pertanyaan 1:00:07 yang masuk ini, Ustaz, di pagi hari ini. 1:00:09 Dan kita langsung 1:00:12 bacakan, Ustaz, ya, satu persatu. 1:00:14 Baik. Ini, Ustaz, ini datangnya dari 1:00:16 Palembang, Ustaz. Dari hamba Allah, 1:00:17 Ustaz, ya. Melalui radio Rasal, Ustaz, 1:00:20 Radio Salam Sriwijaya. Ini Pak Ustaz, 1:00:23 asalamualaikum warahmatullahi 1:00:24 wabarakatuh. 1:00:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:00:26 wabarakatuh. 1:00:27 Ustaz, tadi menyampaikan tentang 1:00:28 khatirah atau bisikan. Nah, kalau dalam 1:00:31 bisikan itu buruk, dalam bisikan itu 1:00:34 buruk disebabkan setan yang menggoda, 1:00:36 apakah ada masalah dalam diri kita, 1:00:38 Ustaz? 1:00:39 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 1:00:44 Setan itu menggoda kita ini apakah kita 1:00:48 punya masalah maupun tidak, ya. Tetap 1:00:52 setan itu akan menggoda, membisikan 1:00:55 kepada kita. Cuma pengaruhnya set 1:00:59 bisikan itu akan diterima ya. Yang 1:01:03 kemudian kita menjadi khadlan itu apa 1:01:05 tersesat atau tidak itu sangat 1:01:08 dipengaruhi oleh nafsu dan syahwat yang 1:01:11 ada dalam diri kita 1:01:13 gitu ya. Jadi kalau memang kuat nafsunya 1:01:17 dalam diri kita, syahwatnya, bisikan itu 1:01:20 langsung nantinya diterima oleh apa 1:01:22 namanya? Oleh oleh hati kita. 1:01:26 ee apakah kita punya masalah atau tidak, 1:01:29 ya. Nah, ketika ketika punya masalah, 1:01:33 wah itu mungkin bisa jadi lebih hebat 1:01:36 lagi pengaruhnya 1:01:38 ya. Lebih hebat pengaruhnya kalau itu 1:01:40 juga masalah ee tentunya ada kaitannya 1:01:44 ya. 1:01:45 Ah, jadi sekali lagi bahwa 1:01:48 ee setan 1:01:50 berbisik di dalam hati kita itu tidak 1:01:53 karena kita ini punya masalah atau ee 1:01:56 punya atau tidak punya masalah. Tetap 1:01:58 setan itu akan terus-menerus yang 1:02:00 namanya musuh ya seterusnya dia ini. Hm. 1:02:05 Itu begitu ya. Wallahualam. 1:02:08 Iya. Baik, terima kasih Ustaz. Lanjut di 1:02:09 pertanyaan selanjutnya. ini dari SMS 1:02:12 Ustaz yang masuk. Ini dari ee Bapak 1:02:15 Salman Ustaz di Jonggol. Asalamualaikum 1:02:17 warahmatullahi wabarakatuh. 1:02:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:02:20 wabarakatuh. 1:02:20 Pak Ustaz kalau kita mengawali dengan 1:02:22 niat yang baik insyaallah pahala yang 1:02:24 akan kita dapatkan. Tapi kalau niat 1:02:26 awalnya baik, namun tiba-tiba niatnya 1:02:28 berubah jahat, apakah langsung dosa yang 1:02:30 didapat? 1:02:30 Baik. 1:02:32 Bismillahirrahmanirrahim. 1:02:36 Allah ee Rasulullah sallallahu alaihi 1:02:38 wasallam 1:02:40 bersabda [berdehem] 1:02:42 bahwa kata beliau begini, 1:02:46 makhluk itu di antara dua jari-jari 1:02:49 Allah ar-Rahman yang rahman 1:02:52 yang dimaksudnya ya qolbul mukmin baina 1:02:56 usuain min asobir rahman. 1:03:00 Hati orang mukmin itu 1:03:03 adalah di antara dua jari dari jari-jari 1:03:07 ar-Rahman. 1:03:09 Ini hadis ini bukan berarti Allah itu 1:03:12 mempunyai jari-jari 1:03:14 ya. 1:03:16 Tetapi yang dimaksudkan di sini adalah 1:03:20 ruhnya jari-jari. Yakni apa? Bahwa kita 1:03:24 ini mampu menggerakkan secepat kilat apa 1:03:27 yang kita inginkan dengan jari-jari. 1:03:29 Hm. Nah, artinya bahwa Allah itu ya bisa 1:03:33 merubah hati manusia dengan cepat. Yang 1:03:36 tadinya 1:03:37 hati itu adalah baik menjadi buruk. Ya, 1:03:41 itu luar biasa. Makanya kan ada doa dari 1:03:44 Nabi, "Ya muqollibal qulub, sabbit qolbi 1:03:48 ala dinik." 1:03:50 Wahai zat yang membolak-balik hati, ya. 1:03:53 Sabbit qolbi ala dinik. Tetapkan hatiku 1:03:56 atas agamamu. Hm. 1:03:59 Nah. Nah, maka boleh jadi sekarang kita 1:04:02 ini A kemudian begitu nanti siang hati 1:04:06 kita sudah berubah jadi B. 1:04:10 Ee awalnya kita ini niat baik sekali mau 1:04:14 melakukan sesuatu eh di tengah 1:04:15 perjalanan berubah menjadi buruk. Apa 1:04:18 kemudian jadi dosa? Ya, kita dosa karena 1:04:22 melakukan buruknya. Kita berpahala 1:04:25 karena kita niat baiknya. 1:04:27 Jadi masing-masing itu ada ada apa 1:04:30 namanya? Ada nilainya. 1:04:35 Eh 1:04:37 e apa nam ee iya kebaikan yang dilakukan 1:04:42 sekecil zarah kamu akan melihatnya. 1:04:45 Begitu juga kejahatan yang dilakukan 1:04:48 sekecil apapun kamu akan melihatnya. Dan 1:04:51 Allah tidak akan menyakan amal seorang 1:04:54 hamba laki-laki maupun perempuan. 1:04:57 inniumakarin 1:05:00 unsa ya tuh perbuatan baik ya akan ada 1:05:04 balasannya itulah adilnya Allah 1:05:05 perbuatan buruk ya ada balasannya jadi 1:05:08 awalnya baik di tengah perjalanan 1:05:10 kemudian buruk bagaimana apakah berdosa 1:05:13 ya berdosa ketika melakukan perbuatan 1:05:16 buruk berpahala ketika melakukan 1:05:18 kebaikan 1:05:20 memang manusia ketika mau melakukan 1:05:22 sesuatu itu bisa bisa ee bisa bisa 1:05:25 terbagi menjadi empat ya. Misalkan orang 1:05:28 pergi haji, pergi umrah dan pergi apa 1:05:31 namanya? Kayak reuni kemarin ya 212. 1:05:35 Nah, nanti tanggal 22 ada tablig akbar 1:05:38 di Atin ya. I 1:05:40 ee Ustaz Haikal, kemudian Zin Bahbid, 1:05:43 kemudian Habib Husein. Nah, ini orang 1:05:46 yang datang ke sana kan terbagi menjadi 1:05:48 empat ya. Yang pertama 1:05:52 ee adalah niatnya baik, amalnya juga 1:05:55 baik. 1:05:57 Ya, niatnya memang mau ngaji nyampai di 1:06:00 sana memang dia dengerin. Nah, itu 1:06:02 namanya niatnya bagus ya, pelaksanaannya 1:06:05 juga bagus. Yang kedua, niatnya bagus 1:06:09 tapi pelaksanaannya tidak bagus. Niatnya 1:06:12 memang mau nuntut ilmu, nyampai sono 1:06:14 pules tidur dari awal sampai akhir. Atau 1:06:16 di sana cuma muter-muter aja nyari 1:06:18 dagangan. Nah, itu namanya niatnya 1:06:20 bagus, tapi pelaksanaannya 1:06:23 enggak bagus. 1:06:25 Ada orang yang ketiganya niatnya enggak 1:06:27 bagus ke sana itu mau ngac mau 1:06:29 ngacak-ngacak, mau ganggu orang dan 1:06:31 sebagainya. Tapi nyampai di sana 1:06:33 ternyata dia menarik juga nih dengar 1:06:36 orang ceramah ini katanya. Akhirnya 1:06:38 terus dia, nah ini nama dia dengerin. 1:06:41 Nah, namanya niatnya enggak baik tapi 1:06:43 pelaksanaannya 1:06:44 apa namanya? Ee apa namanya? Bagus. dia 1:06:48 sudah mendapatkan dosa karena niatnya. 1:06:51 Kemudian dengan perbuatan baik ee 1:06:54 mendengarkannya itu ya insyaallah ini 1:06:55 akan menghapuskan ya niat yang buruknya. 1:06:59 Yang keempatnya 1:07:01 sudah niatnya memang buruk, pelaksananya 1:07:04 juga buruk. Itu dalam segala ee ibadah 1:07:08 itu ada empatlah orang seperti itu, 1:07:12 ya. Jadi ee sekali lagi Allah yang maha 1:07:15 adil ini akan membalas seseorang sesuai 1:07:19 dengan apa namanya ee niatnya. 1:07:23 Ee in ahsantum ahsantum lianfusikum wain 1:07:27 as'tum falha ya. Eah kalau kamu berbuat 1:07:30 baik kebaikan itu adalah manfaatnya buat 1:07:33 kamu. Kalau kamu berbuat tidak baik maka 1:07:37 ee bahayanya juga kamu sendiri nanti 1:07:40 yang menanggungnya. Wallahualam. 1:07:42 Iya. Baik, terima kasih Ustaz dan kita 1:07:45 lanjutkan kembali, Ustaz. Ini melalui 1:07:46 SMS, Ustaz. Asalamualaikum 1:07:49 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:07:50 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:07:51 wabarakatuh. 1:07:51 Ini dari Pak Wendi, Ustaz di Sukabumi 1:07:54 mau menanyakan, "Pak Ustaz, kitab apa 1:07:56 yang menerangkan tentang hati secara 1:07:58 detail, Ustaz?" 1:07:59 Ya, ya banyak. Kalau itu sih kitab Ihya 1:08:02 Ulumiddin ya, Al Imam Alghazali ada juga 1:08:06 beliau membaca ada kitab Mukasyafatul 1:08:10 Qulub ya atau karya ini Syekh Ibnu Ailah 1:08:15 Sakandari yaitu Al-Hikam itu tasawuf ya. 1:08:20 Ah, itu di antaranya itu. Ah, cuma 1:08:24 begini ya, 1:08:27 bagi kita yang mau belajar ilmu tasawuf 1:08:30 lebih dulu syariatnya dipelajari dulu. 1:08:33 H 1:08:34 iya. Jangan mempelajari tasawuf, 1:08:36 syariatnya enggak dipelajari nantinya. 1:08:39 Terutama akidahnya ini akidah dulu harus 1:08:41 dibentengi ya. Sebab saya ini sudah 1:08:45 kedatangan tujuh anak ya, tujuh orang. 1:08:49 yang tujuh orang ini stres saya 1:08:51 katakanlah tujuh-tujuhnya. H 1:08:54 ee dan saya tahu akhirnya semuanya itu 1:08:58 dia senang membaca buku-buku Imam 1:09:00 Ghazali. 1:09:01 He. 1:09:02 Salah satunya di antaranya datang ke 1:09:04 sana, "Ustaz, katanya saya mau ini 1:09:08 mau minta izin rida dari Ustaz murid 1:09:11 saya." "Iya mau apa? Saya mau mau ini 1:09:16 aja deh. Katanya menyepi aja di sana di 1:09:18 gunung. 1:09:20 Rasanya saya enggak kuat katanya di sini 1:09:22 terlalu banyak maksiat. Ke kanan maksiat 1:09:25 belakang kiri depan katanya maksiat. Hm. 1:09:28 Oh jadi kamu mau di gunung mana? Katanya 1:09:30 gitu kan. 1:09:32 Nah ya sudah kalau memang itu keputusan 1:09:35 kamu bulat silakan. Gunung Salak atau 1:09:39 Gunung Cereme di puncaknya sono ya. Cuma 1:09:43 kamu harus ingat bahwa di gunung itu 1:09:47 enggak semua pohon-pohonan itu berbuah. 1:09:50 Enggak selamanya berbuah. Kadang berbuah 1:09:53 kadang enggak. Yang jelas enggak ada 1:09:54 padi. 1:09:56 Kemudian ular itu ya suka matok yang 1:09:58 salat juga yang enggak salat dipatok 1:10:00 juga. 1:10:01 Ya begitu juga macan doyan makan daging 1:10:05 apa namanya yang salat dimakan yang 1:10:08 enggak salat juga ya dimakan. N 1:10:11 perhitungkan tuh begitu 1:10:14 mikir kali dia. Iya entar kalau 1:10:16 diacak-acak dicakar-cakarinah. 1:10:18 [tertawa] 1:10:20 Yang berikutnya kata saya begini ya. 1:10:24 Eah saya tahu namanya cuma barangkali 1:10:26 dia dengerin ya temannya dengerin enggak 1:10:28 enak saya nyebutinnya. 1:10:30 Kata saya eh fulan 1:10:33 kata Rasulullah orang yang paling orang 1:10:37 yang baik itu adalah orang yang tahu 1:10:39 kadarnya. tahu kelasnya kita ini kelas 1:10:43 apa itu orang. Kalau memang kita 1:10:46 kadarnya ee kelasnya kelas ini ya 1:10:48 jadilah kita kelas ini gitu. Orang itu 1:10:52 ada yang apa namanya yang makamnya makam 1:10:55 ikhtiari, ada makam daruri. Makam 1:10:58 ikhtiari itu makam yang kita kalau mau 1:11:01 makan harus ikhtiar dulu. Kalau pengin 1:11:03 kenyang ya kita harus makan. Nah, untuk 1:11:07 mendapatkan makanan kita harus kerja. 1:11:10 Ini namakam makam ikhtiari yang begini 1:11:12 kayak kita ini makam ikhtiari ini 1:11:14 namanya enggak akan kenyang kita kalau 1:11:16 enggak makan. Dan kita tidak akan dapat 1:11:19 rezeki kalau tidak ikhtiar. Makanya kita 1:11:21 disebut makam ikhtiari. 1:11:24 Maka enggak benar kalau kita 1:11:26 mengharapkan kenyang hanya ya Allah 1:11:28 hilangkan rasa kenyang dari saya. Enggak 1:11:31 pernah makan matilah kita. Kenapa? Bukan 1:11:34 Allah enggak bisa. Allah tuh mampu aja, 1:11:37 bukan Allah enggak mengabulkan. Cara 1:11:39 Allah mengabulkan itu kan sesuai dengan 1:11:42 apa namanya? Dengan sunatullah. 1:11:46 Jadi kita enggak ada ceritanya kalau 1:11:48 kita ini diuber-uber rezeki gitu. Kita 1:11:50 yang nguber-nguber rezeki. Wong diuber 1:11:52 aja lari rezekinya apalagi enggak diuber 1:11:55 tuh. Ini makam ikhtiari namanya. Kita 1:11:57 harus ikhtiar. Nah, bisakah kamu nanti 1:12:01 kalau di puncak gunung begini nyari 1:12:03 rezeki gitu kan? Lalu supaya kita aman 1:12:07 dari dari apa namanya? Dari hewan-hewan 1:12:10 buas, maka caranya adalah begini begini 1:12:12 ini. Nah, kita sudah perhitungkan 1:12:14 seperti itu. Sebab kita datangi 1:12:17 makhluk-makhluk buas itu, habislah kita 1:12:19 diacak-acak. 1:12:21 Nah, kenapa? Ini kelompok makam ikhtiar 1:12:23 itu kan takutnya enggak cuma sama Allah. 1:12:26 Kita masih takut sama hewan, takut sama 1:12:29 memedi, takut sama ini, takut sama itu. 1:12:31 Masih punya takut kepada selain Allah. 1:12:33 itu makam itari. 1:12:36 Yang kedua makam dori. Kata sayina makam 1:12:39 dori itu apa? Orang yang bukan lagi dia 1:12:43 mencari tapi dicari dia itu yang 1:12:45 diuber-uber rezeki 1:12:48 gitu tuh. Jadi bukan nyari rezeki, dia 1:12:50 yang dicari oleh rezeki. Walaupun dia 1:12:52 enggak mau, kata Rasulullah tuh ngumpet 1:12:54 sekalipun diuber-uber. 1:12:57 Ya, contohnya Imam Ibnu Ailah Sakandari 1:13:00 misalkan beliau ini [mendengus] 1:13:03 ngumpet di sebuah goa ya, di sebuah goa. 1:13:08 Dia pengin tahu bagaimana Allah ngasih 1:13:10 rezeki saya katanya. Udah diam aja di 1:13:13 gua. Eh, di Lalah itu ada orang yang 1:13:15 masuk ke dalam gua itu karena kehujanan. 1:13:19 Begitu masuk 1:13:22 kaget juga ternyata ada orang sila. 1:13:25 Ditanya ini adalah siapa? Diam aja. 1:13:29 Akhirnya setelah yakin itu manusia 1:13:32 ditanya diam aja akhirnya semuanya. Lalu 1:13:35 ada yang mengatakan jangan-jangan orang 1:13:36 ini kedinginan. Katanya ayo kita nabun 1:13:39 deh. Akhirnya nabun tuh di depan Syekh 1:13:42 Ibnu Ailah Sakandari ya. Nabun sehingga 1:13:46 anghangat semuanya tuh. Sesudah itu 1:13:49 kemudian dikasih diajak ngomong diam aja 1:13:52 padahal dengar semua dia itu. Lalu 1:13:54 kemudian dikasih makan diam aja enggak 1:13:57 mau juga. 1:13:59 Wah ini mungkin orang enggak bisa bicara 1:14:01 ini karena lapar. Ayo kita kasih makan. 1:14:04 Suruh makan diam aja. Akhirnya disuapin 1:14:08 tuh dibuka mulutnya dijejelin tuh nasi 1:14:12 ke mulut Syekh Abd Ibnu Atskandari. 1:14:15 Begitu dimasukin tertawa dia. Ibnu 1:14:18 Asakandarinya 1:14:20 kaget orang ya. Akhirnya ee setelah tahu 1:14:25 bahwa itu Ibnu Abdullah Asakandari 1:14:26 mereka menghormatinya. Dan kenapa Anda 1:14:29 katanya berada di sini sedang apa? Dia 1:14:31 mengatakan Allah ini luar biasa. Aku ini 1:14:35 sudah ngumpet ke tempat ini. Masih juga 1:14:38 katanya dikasih makan tuh dengan cara 1:14:41 didatangannya kalian dimasukkan kamu ke 1:14:44 sini. 1:14:45 Bukan Allah langsung masukin nasi ke 1:14:47 perutnya. Nah, ini namanya sunatullah 1:14:51 tuh. Udah ngumpet aja diuber ya. Nah, 1:14:54 kalau orang yang semacam ini kemudian 1:14:57 berperilaku seperti kaum ikhtiari, nah 1:15:00 itu namanya magrur. Tertipu orang 1:15:03 seperti ini. Apalagi dia ulama besar. 1:15:06 Dikatakan rizqul ulama fi aidinnas. 1:15:10 Rezekinya ulama itu di tangan manusia. 1:15:13 muridnya, jemaahnya datang ngasih gitu 1:15:16 tuh. Coba kiai-kiai kan banyakan enggak 1:15:19 pada usaha kan. 1:15:21 Iya. Enggak dagang enggak apa enggak 1:15:23 tapi duitnya ada aja. Kenapa? Emang 1:15:26 rezekinya lewat tangan orang. 1:15:29 Nah, maka sekali lagi nih orang yang 1:15:32 paling baik itu kalau makamnya dia makam 1:15:35 ikhtiari, jadilah orang yang sesuai 1:15:38 dengan makamnya. Orang yang makam zori 1:15:40 jadilah dia sesuai dengan makamnya. 1:15:43 Sekarang kalau orang ikhtiari masuk ke 1:15:45 dalam kelompok kedua, itu namanya 1:15:47 tertipu. 1:15:49 Kayak kita udah enggak mau lagi ikhtiar 1:15:52 ya, hanya wirid saja. Toh Allah nanti 1:15:55 juga akan datang rezeki. Nah, ini 1:15:57 namanya kita sudah tertipu 1:16:00 yang begini begitu ya. Ee wallahuam 1:16:03 ya. Baik, terima kasih Ustaz dan 1:16:06 masih ada waktu kita lanjut kembali 1:16:07 Ustaz. 1:16:07 Satu lagi ya. 1:16:08 Iya. Ini dari Ibu Liza Emilda. Ustaz mau 1:16:11 menanyakan. Asalamualaikum 1:16:12 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:16:14 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:16:15 wabarakatuh. Ustaz, saya mau bertanya 1:16:18 kalau waswas sama galau itu sama apa 1:16:20 enggak sih, Ustaz? Mohon penjelasannya, 1:16:21 Ustaz. Syukran. 1:16:24 Ee jadi 1:16:27 ya kembali was-was atau wiswas, ya. 1:16:30 Jadi wiswas itu bisikan negatif yang ada 1:16:33 di dalam hati kita. 1:16:35 Wiswas 1:16:35 ya. Kalau kita waswas itu kan artinya 1:16:38 ragu-ragu ya. Nah, ini ee yang saya 1:16:42 maksudkan dengan wiswas di sini bukan 1:16:45 ragu-ragu bukan ya. Tapi bisikan di 1:16:48 dalam hati kita untuk melakukan 1:16:51 perbuatan yang berlawanan dengan 1:16:54 perintah agama. Itu namanya wiswas yang 1:16:58 begitu. Alladzi waswi fi sudurinas. 1:17:02 termasuk ragu-ragu nih apa namanya salat 1:17:05 tuh benar apa enggak sih ini baik 1:17:07 enggak. Nah, perlu juga diketahui ya 1:17:09 bahwasanya jadi jadi sama enggak was-was 1:17:12 itu dengan galau? Kalau yang dimaksud 1:17:15 was-was di sini yang saya maksudkan 1:17:17 dalam ee dalam kitab ini tentunya 1:17:20 berbeda. Walaupun bisa jadi galau itu 1:17:23 bagian ya dari ee dari wiswas. Galau itu 1:17:27 bagian dari wiswas, tapi wiswas itu 1:17:30 bukan galau. Jadi wiswas lebih luas 1:17:33 daripada galau. 1:17:35 Nah, jadi galau ini adalah bagian dari 1:17:38 bisika dari dari pengaruh bisikan setan. 1:17:41 Jadi segala sesuatu yang mengakibatkan 1:17:44 kita ini kemudian tidak tenang, gelisah, 1:17:48 ya itu adalah akibat dari bisikan apa 1:17:52 namanya setan. Lah kalau dari bisikan 1:17:55 malaikat kita itu tenang. Punya duit 1:17:57 enggak? Punya duit tenang aja gitu. 1:18:00 Enggak pusing, enggak apa ya. Heeh. Saya 1:18:04 ingat waktu mau mesantrenkan anak yang 1:18:07 nomor satu dengan nomor dua 1:18:10 itu untuk masuk satu anak kalau enggak 1:18:12 salah itu ee 1:18:15 4 seteng waktu itu. 1:18:18 Karena dua anak ini dibutuhkan punya 1:18:21 duit Rp9 juta. 1:18:24 Waktu itu ada uang R juta atau berapa 1:18:26 saya. Istri saya sudah bingung tinggal 1:18:28 berapa hari lagi yah. Katanya, "Jadi 1:18:31 enggak anak ini pesantren?" Katanya lah, 1:18:34 "Jadi. Masa mas enggak jadi lah." Tap. 1:18:38 Terus duitnya dari mana gitu? Kata saya 1:18:41 dari Allah. Nanti juga Allah kasih gitu. 1:18:45 Dan ada orang yang datang ke saya ya, 1:18:49 "Kang, katanya mau minjam pinjam duit 1:18:51 katanya R juta. Saya ada duit tuh, kata 1:18:54 saya R5 juta. Silakan kalau mau dipakai 1:18:57 boleh saja. Cuma tanggal sekian saya mau 1:19:00 memasukkan anak ke pesantren. 1:19:03 Tolong ya kata saya nanti tanggal pada 1:19:06 waktunya tanggal sekian kembalikan. Kamu 1:19:08 sanggup enggak? 1:19:10 Wah enggak sanggup. Sebab kalau enggak 1:19:12 katanya kamu bisa diusir dari sini sama 1:19:14 istri saya. Ya bercanda begitu kan. Ah 1:19:18 enggak sanggup kan katanya gitu. Ya 1:19:19 kalau gitu saya bukan enggak menolong 1:19:21 kamu ya. 1:19:23 Karena kamu enggak sanggup, jangan 1:19:24 sampai anak saya gagal pesantren. 1:19:27 Dan pada waktunya alhamdulillah ada 1:19:31 ya ada duit. Kenapa? Karena saya yakin 1:19:35 saya kan mau naruh anak di pesantren 1:19:38 biar belajar agama, biar paham 1:19:40 aturan-aturan 1:19:42 Allah, syariat Islam. Masa Allah enggak 1:19:45 enggak nolong gitu ya. Wong mau 1:19:47 menjalankan perintah Allah 1:19:49 gitu. Makanya tenang aja. 1:19:52 Iya. Ya, dulu saya mengadakan Maulid 1:19:55 Nabi itu bikin list ke jemah-jemah 1:20:01 entah tahun berapa kata saya kumpulin 1:20:03 jemah saya mulai tahun ini enggak mau 1:20:06 lagi deh. Saya enggak mau bikin list 1:20:09 lagi. Ngirim-ngirim ee ke jemah itu yang 1:20:14 ada aja hari Minggu saya kalau ngaji 1:20:16 suka ada tromol itu ada aja cukup buat 1:20:19 beli nasi kembuli saya beli. Enggak ada 1:20:22 ya sudah air putih aja. 1:20:25 Nah, begitu 1:20:27 udah segitu akhirnya murid-murid saya 1:20:29 dia membentuk panitia sendiri. H 1:20:32 kadang bentuk panitia juga tanpa 1:20:34 sepengetahuan saya mungkin pengin 1:20:36 mewujudkan apa yang saya inginkan gitu 1:20:38 [musik] kan 1:20:39 ya merekalah yang bergerak ya bergerak 1:20:42 ya alhamdulillah wong kita mau 1:20:44 menghormati kok memuliakan Kanjeng Nabi. 1:20:46 Masa Allah enggak menolong ya. Nah 1:20:49 keyakinan yang semacam ini yang harus 1:20:51 ada di dalam diri kita setiap kaum 1:20:54 muslimin gitu ya. Ada lagi satu lagi. 1:20:58 Cukup satu 1:20:58 cukup. 1:20:59 Iya. 1:20:59 Baiklah. barangkaliin. 1:21:02 Oh, ada ya pertanyaan. Baik, mohon maaf 1:21:05 kita bacakan dulu, Ustaz. 1:21:07 Ee 1:21:09 gimana? 1:21:11 Baik, mohon maaf, Ustaz, ya. 1:21:13 Heeh. 1:21:14 Oke. Ini ada pertanyaan 1:21:17 ee 1:21:19 Ustaz, bagaimana hukumnya kalau kita 1:21:23 bermakmum pada imam yang wiswas seperti 1:21:26 dari Pak Yayan. 1:21:28 Bismillahirrahmanirrahim. 1:21:30 Ini yang dimaksud was-was di sini ya 1:21:33 adalah ragu-ragu 1:21:35 ya. Nih yang dimaksud oleh penanya nih. 1:21:38 Iya. 1:21:38 Ada yang takbirnya enggak jadi-jadi gitu 1:21:40 kan. Itu yang dimaksud was-was mungkin 1:21:42 oleh beliau. [mendengus] 1:21:44 Takbir lagi. Orang wudu juga basuh muka 1:21:47 enggak cukup 10 kali. Bisa jadi wo ada 1:21:50 orang yang seperti itu. 1:21:52 Heeh. 1:21:52 Nah ini saya pernah membaca satu kitab 1:21:55 namanya kitab Al-Iblis. H. 1:21:58 Kitab itu karya seorang ulama besar 1:22:00 waliullah namanya Syekh Abdul Aziz. 1:22:02 Iya. 1:22:04 Beliau ini ditanya, 1:22:06 "Ya Syekh, katanya 1:22:09 itu bagaimana dengan e kenapa tuh orang 1:22:12 itu katanya kalau salat kok takbirnya 1:22:14 enggak jadi-jadi?" 1:22:16 Ya. Ee begitu juga wudu basuh muka lama 1:22:20 berkali-kali katanya enggak jadi. Kenapa 1:22:23 seperti itu? Beliau jawab begini dengan 1:22:25 ringan. 1:22:26 Karena dia itu tidak mengerti tujuan 1:22:29 salat itu apa, 1:22:31 wudu itu apa. 1:22:33 Kalau kita ngerti tujuannya, ya enggak 1:22:36 perlu begitu katanya. 1:22:38 Ya, saya enggak paham betulah ya. Ee 1:22:42 jadi, jadi wong kita ini mau salat ya 1:22:45 menghadap Allah. Nah, ini kan sulitnya 1:22:48 memang dalam dalam fikih ini orang kalau 1:22:51 niat 1:22:53 kata yang biasa mengucapkan usoli fardol 1:22:56 magrib misalnya ya usolli fardal magrib 1:22:58 salas rakaatin mustaqbal qiblati adaan 1:23:01 makmuman lillah taala itu harus bareng 1:23:04 bersama awalnya takwir dalam mengucapkan 1:23:08 bar 1:23:09 ketika bar nah ini semuanya ada di dalam 1:23:12 bar gitu siapa yang bisa ini yang jadi 1:23:15 menyebabkan Orang ini enggak jadi-jadi 1:23:18 takbir tuh begitu. Kenapa? Karena usoli 1:23:21 fardal magrib salat sarakati himpunkan 1:23:24 jadi satu. Itu terucap saat kita 1:23:26 mengucapkan Allah Akbar. Kenapa? Karena 1:23:29 takbir itu adalah permulaan salat. H. 1:23:33 Sedangkan niat itu adalah di permulaan 1:23:37 ibadah. 1:23:38 Iya. 1:23:38 Hakikatun hukmun mahalun wa zaman. 1:23:41 Kaifiyatun syaratun wa maqsudun hasan 1:23:44 katanya 1:23:45 ya. Jadi kaifiah caranya niat. Haki 1:23:50 kaifiah ee hakikatun hakikat niat. 1:23:53 Hukmun hukumnya niat. Ee mahalun 1:23:57 tempatnya niat itu di mana? Di awal 1:23:59 ibadah. Nah, kalau wudu adalah saat 1:24:02 basuh muka. Kalau salat saat takbir. 1:24:06 Takbir yang permulaannya di mana? barnya 1:24:08 itu. Nah, ini yang menyebabkan orang ini 1:24:11 pengin 1:24:13 menyatukan kalimat-kalimat niat ini pas 1:24:16 bareng bersama dengan ucapan barnya itu. 1:24:20 Itu menyebabkan orang kemudian apa 1:24:23 namanya ee was-was ya, enggak jadi-jadi 1:24:26 kayaknya enggak pas, enggak pas ya. 1:24:29 Padahal ya enggak sulit-sulit begitu 1:24:31 amat orang niat ini. Apalagi seperti 1:24:33 Imam Abu Hanifah kan wong niat itu apa 1:24:37 namanya untuk menyempurnakan ibadah 1:24:39 bukan sebagai ee apa namanya rukun gitu 1:24:43 kata Imam Abu Hanifah ya. Ah. Nah, jadi 1:24:47 sekarang bagaimana sekarang makmum 1:24:50 kepada imam yang waswas? Enggak apa-apa. 1:24:53 Boleh, boleh. Ya, asalkan dia sudah 1:24:56 takbir. Sebab kalau dia sudah takbir, 1:24:58 Allahu Akbar misalnya, ya sudah enggak 1:25:01 was-was lagi. Was-was itu biasanya di 1:25:03 awalnya doang. Tapi kalau sudah takbir 1:25:06 udah Allahu Akbar, kita si makmum takbir 1:25:09 juga Allahu Akbar. Tiba-tiba dia batalin 1:25:11 gitu ya. Dia batalin lah. Bagaimana nih 1:25:13 kita ini? Ah, ya. Kita apa namanya? ee 1:25:19 kalau memang kita tahu dia batal, maka 1:25:22 kita bisa ee membatalkan ya juga kita 1:25:26 bisa mufaraqah ya. Tapi kalau dia tidak 1:25:29 membatalkan ya terusin aja 1:25:32 ya. Kalau dianya tidak membatalkan. 1:25:34 Kalau dia membatalkan kita bisa 1:25:37 membatalkan juga dan juga kalau tahu ya 1:25:40 dan juga boleh kita mufaraqah. 1:25:43 Wallahualam ya. Semoga Allah subhanahu 1:25:45 wa taala panjangkan umur kita dalam taat 1:25:48 kepadanya. Allah bimbing hati kita ke 1:25:49 jalan yang diridai dan dicintainya. 1:25:52 Allah limpahkan rahmat, taufik, dan 1:25:53 hidayah kepada kita anak cucu kita 1:25:56 sehingga dapat istikamah dalam jalan 1:25:57 perintahnya menj larangannya. Rabbana 1:26:00 taqobbal minna amalina birahmatika 1:26:03 yaahimin. Rbana fid dunya hasanah wafil 1:26:06 akhirati hasanabanar. 1:26:09 Wasallallahu ala sayidina Muhammadin wa 1:26:11 wasallam.Hamdulillahiabbil alamin. 1:26:12 Asalamualaikum warahmatullahi 1:26:13 wabarakatuh. 1:26:14 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:26:15 wabarakatuh. Alhamdulillahirabbil 1:26:17 alamin. Pertanyaan terakhir dari Yayan 1:26:19 Kurnia dari YouTube, Ustaz ya. Eh 1:26:22 YouTube Rasil TV dan menutup acara kita 1:26:25 di pagi hari ini. Dan tentunya terima 1:26:27 kasih Ustaz Jazul Khal yang telah hadir 1:26:29 menemani ikhwan akhwat pendengar radio 1:26:31 Silaturahim. Semoga apa yang ustaz 1:26:34 sampaikan dapat bermanfaat bagi kita 1:26:35 semuanya dan mudah-mudahan menambah 1:26:37 keimanan dan juga ketakwaan kita. Dan 1:26:39 terima kasih untuk ikhwan akhwat 1:26:41 pendengar Radio Silaturahim yang telah 1:26:42 memberikan pertanyaannya melalui SMS dan 1:26:45 juga WhatsApp. Mohon maaf banyak sekali 1:26:47 pertanyaan yang masuk belum sempat kami 1:26:48 bacakan karena keterbatasan waktu. 1:26:50 Insyaallah kami akan hadir ee secara 1:26:53 live 2 pekan, Ustaz ya. Karena ee di 1:26:56 tanggal 20 Desember kita akan mengadakan 1:26:59 acara tablig akbar. Jadi pengajiannya 1:27:02 kita pindah ke Masjid Atin 22 ya 22 1:27:05 Desember insyaallah. Dan ada informasi 1:27:08 juga untuk ikhwan akhwat ketahui yaitu 1:27:11 ada acara seminar LGBT yaitu ikutilah 1:27:14 ikhwan akhwat pendengar silaturahim 1:27:18 seminar LGBT dengan tema menangkal 1:27:20 penyebabnya LGBT di masyarakat dan 1:27:24 dicatat yaitu di hari Ahad di tanggal 16 1:27:28 Desember 2018 besok ya di hari Ahad 1:27:31 dengan tema yaitu menangkap penyebar 1:27:35 penyebaran LGBT di masyarakat dengan 1:27:37 pembicaranya yaitu Imamul Muslimin 1:27:39 Jafsullah Mansur, Ustaz Agus Sudarmaji 1:27:42 dan ada Dr. Joko Wiyono 1:27:46 dan dari Rumah Sakit Pertamina Pusat. 1:27:49 Dan yang keempat pembicaranya ada dari 1:27:51 Kapolsek Cilengsi dan yang kelima yaitu 1:27:54 dari ketua MUI Kabupaten Bogor. 1:27:57 Alamatnya di mana? Di Masjid At-Taqwa 1:28:00 Pondok Pesantren Alfatah Pasir Angin 1:28:02 Cilengsi pada jam 800 pagi hingga jam 1:28:05 12.00 siang. Dan acara yang kedua yaitu 1:28:10 ikungan akhwat hadir acara tablig akbar 1:28:13 dengan tema perkuat dakwah perkokoh 1:28:15 ukhuwah bersama Ustaz Husein Alatas, 1:28:19 Ustaz ZM Bahmid dan juga bersama Ustaz 1:28:22 Haikal Hasan yaitu bertempat di Masjid 1:28:25 Agung Atin Taman Mini Indonesia Indah, 1:28:28 Jakarta Timur. Jamnya itu di jam 0.00 1:28:31 pagi sampai dengan jam 11.30 siang. Nah, 1:28:35 hadir ya ikhwan akhwat. Acara tablig 1:28:37 akbar tanggal 22 Desember 2018 itu di 1:28:41 hari Sabtu ya dicatat dan ramai-ramai 1:28:44 ajak keluarga, saudara semuanya untuk 1:28:46 mengikuti acara tablig akbar Radio 1:28:48 Silaturahim dan acara ini 1:28:50 diselenggarakan oleh atas kerja sama 1:28:51 Rasil dan juga Masjid Agung Atin dan 1:28:54 juga Rasil TV. Dan ikhwan akhwat 1:28:57 pendengar radio Solim. Terima kasih dan 1:28:58 juga terima kasih untuk ee para sahabat 1:29:01 kita, teman-teman kita yang berada di 1:29:02 Sukabumi, Batam, Semarang, Pontianak, 1:29:04 Palembang, dan juga yang berada di 1:29:06 Banyuwangi. Dan akhir kata, saya 1:29:07 Muhammad Anis Mualim dan juga On Saputra 1:29:10 di meja switcher dan kameraman dan di 1:29:12 meja operator ada Muhammad Panji. Mohon 1:29:15 uruh diri dari ruang dengan Anda. Kita 1:29:17 tutup dengan kita membaca doa kafatul 1:29:18 majelis. Subhanakallahumma wabihamdika 1:29:21 ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka 1:29:23 wa atubu ilaik taufik wal hidayah. 1:29:25 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:29:27 wabarakatuh. 1:31:19 [musik] 1:31:35 [musik] 1:31:42 [musik] 1:31:50 [musik] 1:31:59 [musik] 1:32:05 berhasil [musik] 1:32:08 untuk Islam yang satu. 1:32:23 [musik] 1:32:28 Amin.