Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Radio Silaturahim untuk Islam yang satu
- Ikhwan dan Akhwat yang dirahmati Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala masih bersama kami
- dalam program ee renungan kalbu di malam
- hari ini bersama Ustad Rahmatullah dan
- tema kita tentang men
- men bagaimana mendapatkan rahmat Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala di bagian yang
- kedua. Baik, di sesi yang kedua ini
- Ikhwan dan Akhwat kami undang Anda untuk
- bergabung bersama kami di line telepon
- 021 845 1512 SMS dan juga WhatsApp di 08
- 111999720.
- Kita
- saya akan
- ke Bekasi dulu Ustad, ada hamba Allah di
- Bekasi yang ingin bertanya.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustad, saya mau bertanya masalah
- lingkungan
- yang mempengaruhi ibadah kita.
- Saya punya rumah
- dekat pasar kurang lebih 200 m. Apakah
- termasuk tempat yang buruk? Karena
- menurut saya pasar adalah tempat yang
- buruk.
- Dan apakah rumah saya harus dijual atau
- bagaimana Ustad? Mohon penjelasannya,
- terima kasih.
- Ya, baik. Terima kasih.
- Eee
- ya kalau tadi disebutkan pasar ya. He
- em. Pasar itu kan sesungguhnya tempat
- berbisnis ya.
- Tempat ber bisnis. Eee
- artinya eee
- kalau di situ tempat berbisnis, kalau
- tak tadi disebutkan di di surat eee Al
- Qasas ayat 77 itu
- wala tansanasi bakaminal dunya ya.
- Jadi artinya jangan lupakan nasibmu di
- dunia.
- Kalau misalnya eee di situ pasar, pasar
- itu adalah eee untuk tempat berbisnis.
- Sehingga ee bagaimana mensiasati
- sesungguhnya.
- Artinya
- ee kalau memang
- ee kita berprofesi katakanlah mau
- menjadi pedagang dekat pasar itu bagus.
- Tinggal sekarang ee apa namanya
- ee bagaimana supaya orientasi kepada
- negeri akhirat itu supaya terpelihara
- gitu.
- Artinya di dalam rumah itu nuansa
- ee keluarga kita untuk mendekatkan diri
- kepada Allah itu di situ juga harus
- ee apa namanya ee diperkuat.
- Katakanlah itu di pasar ya, tetapi di
- pasar itu kan ada masjid juga.
- Heeh.
- Iya kan.
- Di pasar itu kan ada masjid ya.
- Ya. Memang oh pasar itu adalah masjidnya
- setan, tetapi jangan lupa bahwa di pasar
- itu ada masjid juga gitu.
- Sehingga
- ee
- pada akhirnya itu ee sifatnya subjektif
- ya.
- Ee bagaimana pengaruhnya terhadap
- terhadap kita ya kan. Artinya kan siapa
- Ibu atau Bapak tadi? Ee tidak
- dijelaskan. Ee artinya kepada si penanya
- tadi sampai sejauh mana pengaruhnya kan
- nih.
- Dia yang lebih tahu pengaruhnya.
- Gitu.
- Kalau misalnya ee ee orang itu
- ee pebisnis pasar adalah tempat yang
- sangat strategis. Heeh. Iya kan.
- Heeh.
- Jadi artinya ee tinggal sekarang
- bagaimana sesungguhnya kita bisa
- ee mempertahankan
- ee keluarga kita itu
- ee untuk tetap
- orientasi kepada akhirat itu supaya
- kuat. He eh.
- Tapi Ustaz, bukankah eh pertahanan diri
- kita atau eh walaupun kita hidup di mana
- saja, itu
- terkadang kan tidak menjamin. Betul.
- Artinya kita kembali lagi kepada diri,
- kepada diri kita dan bagaimana Allah
- kemudian memberikan gambaran dalam
- Alquran, "Maka jagalah dirimu,
- keluargamu He eh. dari siksa api
- neraka."
- Iya, betul. Jadi artinya bahwa
- eh
- ya seperti saya katakan tadi,
- orang di pasar itu ada masjid juga kok.
- He eh. Ya kan?
- Artinya pasar tidak selalu buruk begitu.
- Pasar tidak selalu buruk, begitu.
- Artinya bahwa di situ
- eh kita bisa mensiasatinya. He eh, he
- eh. Nah,
- tapi pada akhirnya itu kan subjektif ya.
- Iya. Artinya tergantung kepada pribadi,
- apakah memang ini mengganggu
- karena memang tidak sejalan, He eh.
- profesinya bukan pedagang atau apa. Ya
- tentu tentu ya beda lagi itu.
- He eh. Tapi bagi orang yang memang
- profesinya pedagang, pasar adalah tempat
- yang sangat strategis. He eh.
- Eh bagaimana katakanlah rumah kita kita
- buka toko kan bisa jualan. He eh. Tetapi
- di dalam rumah ini bagaimana nuansa eh
- eh nuansa eh akhirat, menjaga keluarga
- kita untuk supaya dekat kepada Allah,
- itu kan artinya dua-duanya bisa kena
- kan. He eh.
- Kalau tadi di sana bahwa betagifi ma
- ataqo, kalau enggak ada darul akhirat.
- Jadi orientasi kepada akhirat itu di
- rumah.
- Walatanza nasibaka minadunya dan jangan
- lupakan nasibmu di dunia, ya di pasar
- itu tadi. Artinya rumah kita bisa kita
- eh sulap buka toko jualan laris itu, ya
- kan?
- He eh. Dua-duanya kena kan.
- Jadi jadi tidak selamanya negatif
- begitu. Baik, apakah perlu dijual rumah?
- Tergantung. Tergantung tadi.
- Artinya
- sampai sejauh mana itu kan
- kan beda orang kan juga beda. Kalau
- orang pebisnis mungkin itu sesuatu yang
- baik. Baik, menguntungkan.
- Ya, tetapi bagaimana membuat suasana di
- dalam rumah ini betul-betul
- apa namanya suasana Islami di dalam
- rumah itu yang perlu kita pertahankan.
- Baik.
- Saat ini ada pertanyaan kembali Ustaz
- dari hamba Allah Heeh. di Sukabumi.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- Waalaikumsalam. salam warahmatullahi.
- Ustaz, bagaimana dengan lingkungan yang
- padat dan kumuh?
- Yang terkadang mandi pun berbarengan
- alias kamar mandi di luar. Apakah
- lingkungan seperti ini baik untuk ibadah
- kita, Ustaz?
- Ini mungkin di lingkungan-lingkungan
- yang kumuh ini. Iya.
- Ya, apa namanya
- kebersihan itu kan
- menjadi satu
- ee
- apa namanya ciri daripada orang beriman
- ya.
- Orang beriman.
- Kalau kumuh, jorok itu yang memang
- disenengin oleh setan gitu.
- Sehingga
- ee kalau kita memang ee benar-benar
- ee memahami tentang ee keimanan dan
- keislaman kita ya kan. Heeh.
- Jadi, mungkin tempatnya
- ya tidak tidak apa namanya
- ee tidak mewah lah.
- Tapi kalau
- kita misalnya bisa berbenah diri ya kan.
- Tidak mewah tapi bersih kan bisa
- sesungguhnya.
- Bersih itu kan tidak harus mewah.
- Jadi, kembali kembali lagi kepada kita
- gitu.
- Jadi, kalau misalnya kita ini memang
- memang ee apa namanya jorok ya
- mau ditaruh di mana ya juga jorok.
- Iya. Iya.
- Jadi, oh oh ini tempatnya ini kumuh.
- Ya, tergantung kepada kita. Kumuh apa
- tidak itu kan tergantung kepada kita
- gitu.
- Mungkin tempatnya tidak mewah, tapi
- bersih. Kan bisa saja.
- Heeh, heeh.
- Tidak harus mewah.
- Jadi, eee apa namanya? Orang beriman itu
- eee terutama kepada kebersihan itu Heeh.
- menjadi satu
- apa namanya? Harus menjadi eee ciri khas
- daripada orang yang beriman. Bersih itu.
- Tidak harus mewah.
- Baik, jadi kembali lagi kepada diri kita
- begitu, Ustaz.
- Iya. Artinya yang yang perlu dibenahi
- itu adalah orangnya gitu. Heeh.
- Nah, Anda kumuh apa tidak itu kan
- tergantung orangnya gitu.
- Kalau orangnya tidak mau berbuat sesuatu
- yang eee kebersihan, tidak menata
- lingkungan,
- ya mau taruh mau taruh di mana? Ya,
- tetap saja kumuh gitu. Baik.
- Jadi, jangan jadi orang pemalas gitu.
- Baik.
- Iya.
- Kita terima telepon dulu, Ustaz, dari
- pendengar kita. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Baik. Dengan siapa di mana, Pak?
- Dari Abu Rusdi di Parung ini. Abu Rusdi?
- Di Parung. Di Parung. Silakan, Pak.
- Parung Bogor.
- Assalamualaikum, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Saya tadi
- menyimak baru setengah ini. Orientasi
- dunia dan akhirat itu
- apa istilahnya seperti
- kita bercocok tanam gitu ya, Ustaz.
- Jadi, nanti hasil panen menuainya itu di
- akhirat.
- Nah, yang saya tanyakan, satu, orang
- sering mengatakan dunia dan akhirat itu
- fifty-fifty. Itu gimana, Ustaz, itu
- orientasi itunya eee pencerahannya
- seperti itu, Ustaz. Terima kasih.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.
- Waalaikumsalam.
- Jadi,
- tadi kan Ustaz menyebutkan orientasi itu
- adalah akhirat. Tapi, ada orang yang
- menyebutkan bahwa dunia dan akhirat
- fifty-fifty.
- Ini bagaimana?
- Gitu. Iya.
- Ya, itu eee
- bagaimana dunia sama akhirat itu mau
- disamakan?
- Di akhirat itu yang dimaksudkan di situ
- adalah Allah dan hari akhir.
- Dan di akhirat itu kenikmatannya 99%.
- Sementara di dunia itu adalah 1%.
- Dari sisi nilainya saja sudah berbeda
- gitu.
- Dan tidak bisa disamakan, kalau
- disamakan itu malah labil gitu.
- Akhirat itu yang dimaksudkan adalah
- orientasi kepada Allah gitu.
- Ya, masa Allah mau disamakan dengan
- dunia gitu. He
- gitu.
- Nah,
- kalau kita lihat di sini misalnya di
- surat di di di surat Al-Qasas itu di eh
- surat 28 ayat 77
- itu,
- Wabtaghi fima atakal Allah daral
- akhirah. Di sini Allah menyatakan bahwa
- Allah mengada me me menganu gerakkan,
- carilah
- hal-hal kepada negeri akhirat, orientasi
- kepada negeri akhirat.
- Kemudian di sini walatan sunasibaka
- minad dunya dan jangan kamu lupakan
- nasibmu di dunia.
- Wa ahsin kama ahsanallahu ilaik. Wa
- ahsin, wa ahsin ini
- artinya suruh berbuat ihsan gitu.
- Jadi artinya pada saat mencari dunia itu
- orang itu suruh harus ada di makam
- ihsan. Ihsan itu apa?
- Al-ihsan an ta'budallah ka annaka tarahu
- fa in lam takun tarahu fa innahu yaraka.
- Ihsan itu hendaklah engkau menyembah
- Allah seolah-olah engkau melihat Allah
- atau kalau enggak Allah yang sedang
- melihatmu.
- Artinya di sini bahwa
- orientasi atau keuntungan akhirat itu
- akan bisa diperoleh dicari ketika di
- dunia dalam kondisi berada di dalam
- maqam ihsan. Jadi maknanya bukan ini, oh
- antara akhirat sama dunia harus sama,
- enggak begitu gitu.
- Masa mau menuju kepada Allah? Masa Allah
- mau disamakan dengan dunia? Kan enggak
- logis itu. He eh.
- Jadi tidak ada fifty-fifty. Enggak ada
- fifty-fifty, malah
- eh minimal itu 60% gitu.
- Kalau mau selamat gitu. Iya.
- Nah.
- Jadi
- eh kalau kalian oh harus seimbang, lah
- masa dunia sama akhirat itu seimbang?
- He eh.
- Ya, ya harus harus lebih condong kepada
- akhirat. He eh, he eh.
- Di sini disebutkan bahwa ayat ini
- Wabtaghi fima atakal lah daral akhirah,
- betul-betul orientasi kepada akhirat.
- Nah, orientasi kepada akhirat itu supaya
- kuat orang itu harus menjadi ihsan gitu.
- Nah, baru mencari dunia gitu.
- Jadi dunia ini sesungguhnya adalah hanya
- apa? Eh lahan ladang untuk menuju
- akhirat gitu.
- Wasilah begitu Ustaz ya. Wama khalaqtul
- jinna wal insa illa liya'budun, tidak
- Aku ciptakan jin dan manusia itu
- melainkan untuk beribadah kepada Allah,
- menghambakan diri kepada Allah.
- Artinya semua apa yang kita lakukan di
- dunia ini
- semua itu semata-mata karena memang
- perintah Allah untuk beribadah kepada
- Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- Nah, kalau tadi disebutkan Fa idza
- qudiyatish sholatu fantasyiru fil ardhi
- wabtaghu min fadhlillah, wadzakurullaha
- katsiran la'allakum tuflihun. He eh.
- Ya, apabila telah ditunaikan shalat ya
- fantasyiru fil ardhi, bertebaran kamu di
- muka bumi. Artinya suruh
- mencari ma'isyah, mencari mata
- pencaharian. Iya.
- Dan pada saat mencari mata pencaharian
- itu kata Allah wadzakurullaha katsiran
- la'allakum tuflihun, perbanyaklah
- berdzikir kepada Allah supaya kalian
- beruntung.
- Jadi antara surah Al-Jumu'ah dengan
- surah Al-Qasas ini itu saling menguatkan
- gitu. Jadi satu ayat dikuatkan dengan
- ayat yang lain.
- Jadi kalau tadi dikatakan wa ahsin kama
- ahsanallahu ilaik.
- Nah, dijawab di dalam ee surah
- Al-Jumu'ah ayat 10 itu
- perbanyaklah berzikir. Jadi ihsan itu
- bukan berzikir.
- Perbanyaklah berzikir kepada Allah
- supaya kalian beruntung.
- Jadi ketika kita mencari mata
- pencaharian di dunia
- bahwa kita
- memahami ini adalah perintah Allah
- maka mencari dunia itu
- mendapat pahala dari sisi Allah
- subhanahu wa taala.
- Jadi semuanya itu harus tujuannya
- akhirat. Mencari dunia tujuannya
- akhirat.
- Enggak bisa mencari dunia tujuannya
- dunia.
- Bukan seperti itu.
- Sehingga kalau kita pahami secara ee
- hakiki
- maka mestinya 100%.
- Iya kan?
- Karena
- ketika orang itu bekerja tujuannya
- akhirat, iya kan?
- Kan itu 100% kepada akhirat.
- Jadi kita kembali lagi kepada innamal
- a'malu binniyat.
- Innamal a'malu binniyat.
- Jadi kalau orang motor oh iya harus anu,
- harus seimbang dunia akhirat. Ini ada
- dikotomi gitu ya, ada
- seolah-olah ini oh ini yang satu dunia
- oh ini satu akhirat. Enggak seperti itu
- pemahamannya gitu.
- Jadi innamal a'malu binniyat tadi
- bekerja ee coba bisa bayangkan
- ayat itu perintah salat dengan bekerja
- ada di dalam
- satu ayat Heeh. Di dalam surah
- Al-Jumu'ah itu.
- Jadi artinya apa? Ketika orang itu
- bekerja bahwa merasa bekerja itu adalah
- diperintah oleh Allah
- kemudian pada pelaksanaannya Allah
- mengatakan ketika kalian itu mencari
- dunia, perbanyaklah berzikir kepada
- Allah supaya kalian beruntung.
- Kalau kita pahami ayat itu, maka enggak
- ada oh ini dunia akhirat itu seimbang,
- enggak dunia dunia dan akhirat itu 100%
- untuk akhirat, untuk Allah. Artinya
- segala aktivitas kita, kita lakukan
- semata-mata
- untuk mengharapkan rida Allah Subhanahu
- Wa Ta'ala walaupun
- Jadi 100% kita kita bekerja Iya. Jadi
- enggak ada oh ini oh du harus seimbang,
- 50 50, 50% 50%, enggak begitu. Heeh.
- Kalau menurut saya malah 100% kan?
- Seharusnya seperti itu. Ya karena orang
- Iya. mencari dunia saja niatnya itu
- supaya orientasi kepada akhirat Ad-darul
- akhirah.
- Jadi 100% gitu. Innamal a'malu binniyat
- tadi. Dan yang membedakan antara kita
- Hanya orang-orang kafirlah yang
- ee apa namanya tidak seperti apa yang
- dilakukan oleh orang beriman Iya, yang
- dicantumkan di dalam Alquran. Kalau
- dalam Alquran semuanya 100% bukan
- seimbang lagi
- semuanya harus berorientasi kepada
- akhirat. Baik.
- Baik.
- Baik Bapak Abu Rusdi di Parung Pak,
- semoga terjawab. Kemudian dari Parung
- kita ke
- Tangerang ada Bapak Ramli.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz, saya mau mohon
- pencerahan atas
- hadis riwayat Abu Daud
- tiada dicabut rahmat kecuali dari hati
- seorang pendurhaka.
- Durhakanya ini kepada siapa Ustaz? Dan
- hubungannya dengan ayat sebelumnya dan
- sesudahnya. Terima kasih.
- Ayat yang mana?
- Tidak dijelaskan.
- Terkait dengan hadis riwayat Abu Daud.
- Tiada dicabut rahmat kecuali dari hati
- seorang pendurhaka.
- Iya, orang durhaka itu kan ee apa
- namanya?
- Orang beriman itu kan di dalam kalbu ya.
- Heeh.
- Heeh.
- Jadi
- kata Nabi begini, "At taqwa hahuna, at
- taqwa hahuna." Nabi sambil menunjuk
- kepada kalbunya tadi.
- Ya.
- Jadi ee kalau tadi disebutkan
- ee "Wa ati'ullaha war rasula la'allakum
- turhamun."
- Itu ayatnya ya, di surah Ali Imran ya,
- ayat 132.
- "Taatlah kepada Allah
- dan rasulnya supaya kalian mendapat
- rahmat."
- Nah, kalau tadi disebutkan hadis, ini
- ayatnya gitu.
- Nah, jadi orang yang tidak taat kepada
- Allah itu artinya kan durhaka.
- Heeh.
- Ya sudah pasti kalau orang durhaka itu
- tidak akan mendapat rahmat Allah. Ya.
- Nah, nanti bisa dilihat di surah Ali
- Imran ya, surah 3 ayat 132.
- Nah, "Wa ati'ullaha war rasula
- la'allakum turhamun."
- "Taatlah kepada Allah dan rasulnya agar
- supaya kalian mendapat rahmat." Nah,
- ayat itu kalau dibalik iya kan?
- Kalau tidak taat kepada Allah itu
- artinya akan durhaka. Heeh. Ya kalau
- durhaka ya enggak enggak mendapat rahmat
- Allah gitu.
- Ayatnya Ali Imran 132.
- Baik. Barangkali itu. Baik, Bapak Ramli
- di Tangerang. Kemudian dari Bapak Dahali
- di Ciputat, Ustaz. Heeh. Masih dari
- Tangerang juga. Heeh. Kali ini dari
- Tangerang Selatan. Assalamualaikum
- warahmatullahi
- Waalaikumsalam warahmatullahi Ustaz,
- mohon nasehat bagaimana caranya agar
- dalam melakukan ibadah terasa ringan.
- Sekaligus minta amalan zikir agar
- terjaga dari godaan setan.
- Eee
- Az zikir eee di dalam hadis begini,
- "Aku menggoda anak cucu Adam." kata
- iblis, "Tapi aku dihancurkan dengan
- istigfar."
- Ehm. Ehm.
- "Aku menggoda anak cucu Adam, tapi aku
- di hancurkan oleh anak cucu Adam dengan
- kalimat la ilaha illallah." Gitu.
- Jadi istigfar itu adalah
- eee
- apa namanya
- orang yang
- orang yang ahli istigfar itu adalah
- orang yang tidak disukai oleh setan.
- Ehm.
- Maka di situ
- eee perbanyaklah berzikir, beristigfar,
- berselawat kepada nabi.
- Karena itu nanti
- eee apa namanya akan terbentengi.
- Terbentengi
- eee apa namanya kenapa setan itu eee
- suka sama manusia karena memang lupa
- kepada Allah.
- Gitu. Iya.
- Baik.
- Lupa tidak mengingat Allah sehingga
- akhirnya apa? Maka eee hawa nafsunya
- nanti yang akan muncul. Ketika hawa
- nafsu itu muncul, hawa nafsu inilah yang
- akan bekerja sama dengan setan tadi.
- Baik. Ditahan dulu, Ustaz. Sudah ada
- penelpon. Iya. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Baik, dengan Bapak siapa di mana, Pak?
- Dari hamba Allah ini, Pak.
- Baik, silakan, Bapak.
- Ustaz, saya mau tanya, Ustaz. Rabbana
- atina
- Pak, saya mau tanya kalau artinya
- rabbana atina fiddunya hasanah
- wafil akhirati hasanah waqina azabannar.
- Berarti kan dunia
- baik, di akhirat juga baik dan terlepas
- dari api neraka akan artinya. Ehm. Nah,
- tolong dijelaskan kalau Ustaz tadi satu
- di sini 90% di akhirat. Lah, kalau
- rabbana atina fiddunya hasanah akhirat
- wa fil akhirati hasanah, nah itu gimana
- itu maksudnya itu Ustaz? Terima kasih
- atas penjelasan Ustaz. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik Bapak hamba Allah.
- Silahkan Ustaz. Jadi gimana?
- Baik, jadi
- bagaimana dengan maksud dari
- arti doa sapu jagat? Rabbana atina
- fidunya hasanah, wa fil akhirati
- hasanah, waqina adzabannar. Iya.
- Rabbana atina fidunya hasanah, wa fil
- akhirati hasanah.
- dunia dan akhirat.
- Waqina adzabannar ya? Iya.
- Baik.
- Eee.
- Eee saya jawab dengan eee nanti Pak
- siapa tadi? Hamba Allah ya?
- Hamba Allah. Nanti bisa dilihat di surat
- Taha.
- Eee.
- Surat 20 ayat 124. He em.
- Bunyinya begini.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Waman a'radha an dzikri fainna lahu
- ma'isyatan dhanka, wa nasyuruhu yaumal
- qiyamati a'ma.
- Qala rabbi lima hasyartani a'ma waqad
- kuntu bashira.
- Qala kadzalika atatka ayatuna
- fanasitaha, wa kadzalikal yauma tunsa.
- Ya.
- Siapa yang berpaling dari peringatanku,
- peringatan Allah.
- Maka dia akan
- menjalani satu kehidupan yang sempit.
- He em.
- Wa nasyuruhu yaumal qiyamati a'ma, dan
- nanti di hari kiamat akan digiring dalam
- keadaan buta.
- Jadi ayat ini menyatakan bahwa
- eee ketika orang itu bekerja
- ya, lupa kepada Allah, ya kan?
- Ma'isyatan dhonka, maka dia akan sempit,
- stres. He eh.
- He eh.
- Sehingga artinya apa? Bahwa
- eee
- ternyata, ya kan?
- Ternyata stres di dunia itu
- ya.
- Eee wanahsyuruhu yaumal qiyamati a'ma,
- dan nanti di akhirat akan digiring dalam
- keadaan buta gitu.
- Sehingga artinya kalau kembali tadi,
- rabbana atina fid dunya hasanah wa fil
- akhirati hasanah waqina adzabannar.
- Jadi
- di dunia baik, di akhirat baik, ya.
- Kalau di dunia
- enggak kenal sama Allah, ya di akhirat
- akan celaka gitu. He eh.
- Sehingga artinya apa?
- Eee
- ukuran dunia itu akan memberikan
- gambaran
- kepada akhirat.
- Kalau tadi disebutkan di surat Taha ayat
- 124 itu
- ketika seorang mencari ma'isyah, lupa
- mengingat Allah, maka dia akan stres.
- Ternyata stres di dunia itu,
- wanahsyuruhu yaumal qiyamati a'ma, nanti
- di akhirat akan digiring dalam keadaan
- buta.
- Gitu.
- Kemudian eee dia berkata
- "Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan
- aku dalam keadaan buta, padahal dahulu
- aku dapat melihat?"
- Maka Allah katakan, "Demikianlah dahulu
- telah datang kepadamu ayat-ayat Kami dan
- kamu mengabaikannya.
- Jadi demikianlah pada hari ini kamu
- diabaikan."
- Jadi sesungguhnya
- ya itu tadi
- eee
- sama dengan surat Al Qasas tadi. He eh.
- Ya, jadi
- eee wabtaghi fima atakaallah darul
- akhirah wala tansa nasibaka minad dunya.
- Jadi ketika kita tidak melupakan dunia,
- mencari maisyah, mencari mata
- pencaharian di dunia, maka itu
- orientasinya harus kepada akhirat. Gitu.
- Baru akan baik.
- Di dunia baik, di akhirat baik. Di dunia
- susah, di akhirat celaka. Gitu.
- He eh.
- Karena kalau melihat di dalam surat Taha
- ayat 124 tadi, orang stres itu kenapa?
- Pada saat mencari mata pencaharian
- kenapa stres? Karena tidak mengingat
- Allah, lupa kepada peringatan Allah. He
- eh. Tidak menjadikan aktivitasnya
- sebagai ibadah. Nah,
- stres di dunia itu, ya kan? He eh.
- nakhsyuruhu yaumal qiyamati ama." Dan
- nanti di akhirat akan digiring dalam
- keadaan buta. Gitu.
- Jadi kalau kembali kepada pertanyaan
- tadi, "Rabbana atina fid dunya hasanah
- wa fil akhirati hasanah waqina
- adzabannar."
- Jadi di dunia baik, di akhirat baik.
- Kalau dunia tidak baik, di akhirat ya
- celaka. Gitu.
- Iya.
- Jadi itu artinya bahwa bersambung antara
- dunia dan akhirat itu bersambung.
- He eh.
- Jadi enggak oh ini dunia, oh ini akhirat
- saja enggak enggak enggak seperti itu.
- Gitu.
- He eh.
- Sehingga
- eh apa namanya?
- Sesungguhnya kembali lagi secara hakiki
- tadi
- oh ini dunia saja, akhirat enggak.
- Itu satu kesatuan kok.
- Kembali lagi kepada "Innamal a'malu bin
- niyat."
- Pekerjaannya dunia, tapi orientasinya
- kepada akhirat. Ya itu semuanya 100%
- akhirat. Gitu. He eh.
- Gitu.
- Nah, begitulah sesungguhnya
- prinsip-prinsip yang ada di dalam
- Alquran Karim itu.
- Gitu.
- Insyaallah.
- Baik, Ustaz. Barangkali wallahualam.
- Baik.
- Ibu, Bapak hamba Bapak hamba
- Jakarta yang
- baru saja bertanya tentang makna doa
- sapu jagat tadi Rabbana atina fidunya
- hasanah wafil akhirati hasanah semoga
- terjawab Pak ya. Tapi memang ada sedikit
- yang tadi sedikit gantung Ustaz terkait
- dengan masalah zikir. He eh. Tadi yang
- ditanyakan oleh eh
- oleh hamba Allah tadi dari Bapak Dahali
- di Ciputat Tangerang Selatan mungkin
- ingin diselesaikan Ustaz.
- He eh.
- Agar
- nasehat bagaimana
- eh ibadah bisa ringan sekaligus amalan
- zikir agar terjaga dari godaan setan. He
- eh.
- Eh
- yaitu tadi sesungguhnya begini di dalam
- diri kita ini ada dua. He eh. Ada dua
- yang yang sela saling eh me me
- bertempur ya. Yang satu jiwa yang satu
- hawa. He eh.
- Nah
- jadi eh kenapa malas?
- Ketika malas artinya bahwa
- dominasi hawa itu lebih kuat daripada
- jiwanya.
- Sementara jiwa ini adalah
- fitrahnya itu
- dia bersyahadat kepada Allah. Jadi jiwa
- ini maunya berzikir kepada Allah.
- Bahkan jiwa ini sebelum dimasukkan ke
- dalam jasad kita ditanya sama Allah
- alastu birabbikum apakah aku ini bukan
- Tuhanmu kata kata Allah.
- Qalu mereka mengatakan bala asyhadna
- benar kami bersaksi bahwa Engkau adalah
- Tuhanku.
- Jadi fitrah jiwa ini wa nafsi wa ma
- sawaha
- jadi jiwa ini diciptakan dalam keadaan
- sempurna fitrahnya itu maunya kepada
- Allah tapi yang tidak mau kepada Allah
- ini adalah hawa. He eh.
- Hawa ini enggak mau kepada Allah pemalas
- bodoh
- tapi enggak tahu kalau dirinya bodoh ini
- hawa. He eh. Di Alquran menyatakan
- seperti itu.
- Sombong luar biasa ini hawa bahkan hawa
- ini ngaku dirinya Tuhan gitu.
- Nah.
- Sehingga ee ketika kita malas, kenapa
- kita malas? Berarti bahwa
- ee kekuatan hawa itu lebih besar
- dibandingkan kekuatan jiwanya. Artinya
- apa? Jiwa yang fitrahnya tadi berzikir
- kepada Allah, ya kan?
- Ini
- ee enggak pernah dilakukan, sehingga di
- situ yang kuat adalah hawa. Dalam posisi
- seperti itu, manusia akan menjadi
- pemalas.
- He eh. Jauh dari kebenaran Allah, jauh
- dari rahmat Allah.
- Sehingga ee bagaimana untuk mengatasi
- itu?
- Maka kembalikan
- kepada fitrahnya, bahwa jiwa ini adalah
- ee bersyahadat.
- Jiwa ini adalah ee berzikir kepada Allah
- subhanahu wa taala.
- Sehingga
- ee Allah itu menyatakan alladzina
- yadzukurunallah qiyamaw waqu'udaw wa'ala
- junubihim.
- Jadi
- agar supaya jiwa itu berzikir dalam
- keadaan berdiri, dalam keadaan duduk,
- dan dalam keadaan berbaring.
- He eh. Ketika orang itu akan banyak
- berzikir kepada Allah, maka insya Allah
- kemalasan itu akan hilang, karena
- kemalasan itu sesungguhnya adalah dari
- hawa. He eh.
- He eh.
- Ditambah lagi ketika hawa ini lebih
- dominan daripada jiwa, maka dia akan
- berinteraksi dengan setan. Setan akan
- membisik-bisikkan kepada hawa ini.
- Ya.
- Sehingga kalau di dalam hadis Nabi
- sallallahu alaihi wasallam itu,
- kenapa orang itu ee ee malas bangun
- malam untuk salat malam gitu ya?
- Maka
- ee Nabi mengatakan di tengkuk ini ada
- ikatan-ikatan yang diikat oleh setan
- gitu. He eh.
- Supaya orang itu malas bangun.
- Tapi ketika berzikir lepas satu, ketika
- ambil wudu lepas, ketika berada di atas
- sajadah hilang semuanya. Sudah tidak
- malas lagi.
- Gitu.
- Sehingga di situ
- hadis itu sesungguhnya pemahamannya
- adalah ketika jiwa itu istikamah ee
- memperbanyak berzikir kepada Allah
- subhanahu wa taala. Insyaallah kemalasan
- itu sudah enggak ada lagi gitu.
- Artinya ee bukan tidak ada kemalasan
- tetapi diatasi, bisa diatasi oleh jiwa.
- He eh.
- Karena memang
- hawa itu tidak bisa di
- hilangkan.
- Karena hawa itu punya tugas sendiri.
- Misalnya ketika ee Kang Agus lapar ya.
- Nah, ada keinginan untuk makan, nah itu
- tugasnya hawa.
- He eh.
- Gitu.
- Tapi kata Allah diperingatkan, awas ya
- hawa ya di surat 20 ayat ee 81, awas ya
- hawa. Kamu silakan makan yang baik-baik,
- jangan berlebih-lebihan nanti aku murka
- kepadamu. Kata Allah begitu kepada hawa.
- Tapi memang dasarnya hawa ini bodoh
- gitu, maunya makannya banyak akhirnya ee
- tidur mulu gitu.
- Gitu ya.
- Iya, baik. Jadi barangkali itu
- wallahualam.
- Baik, wallahualam Ustaz.
- Iya, jadi
- mudah-mudahan kita bisa mengatasi
- ee hawa ini Ustaz dan kemudian kita bisa
- meningkatkan jiwa ini agar lebih fokus
- dalam ibadah kepada Allah subhanahu wa
- taala.
- pertanyaan tadi yaitu perbanyak berzikir
- ya.
- He eh. Maka berzikir itu ya itu berdiri,
- duduk dan berbaring. Jangan lepas zikir,
- nanti jadi malas gitu. Baik, jadi
- agar kita rajin
- Nah, kalau zikir itu
- ee sesuai dengan apa namanya kata Nabi
- itu ada empat kalimat yang paling
- disukai Allah.
- Subhanallah. Subhanallah, alhamdulillah,
- la ilaha illallah, Allahu akbar.
- Allahu akbar. Di antara yang empat ini
- afdhalu zikri la ilaha illallah.
- Istigfar di mana Ustaz?
- Nah, kemudian Nabi juga Nabi itu setiap
- hari itu beristigfar 100 kali. Heeh.
- Tapi Nabi itu enggak punya dosa.
- Jangan karena dasar oh sunahnya 100 ya
- 100 enggak boleh.
- Ya itu namanya enggak pakai akal itu.
- Gitu.
- Nah,
- apalagi
- Jadi itu namanya apa memahami hadis
- hitam putih gitu. Iya iya. Padahal kalau
- kita telusuri Nabi itu dasarnya 100
- istigfar itu enggak punya dosa.
- Gitu. Masa kita sama dengan Nabi sih
- gitu. Iya baik. Heeh. Baik kita jeda
- dulu Ustaz ya. Iya. Baik. Ikhwan dan
- akhwat yang dirahmati Allah Subhanahu Wa
- Ta'ala eh di manapun Anda berada menarik
- sekali perbincangan kita di malam hari
- ini masih terkait dengan bagaimana cara
- mendapatkan rahmat Allah Subhanahu Wa
- Ta'ala. Di sesi yang ketiga nanti eh
- kami kembali lagi untuk mengundang Anda
- ikhwan dan akhwat untuk bergabung dan
- kami akan jeda sejenak
- dengan nada takwa yang telah disiapkan
- oleh tim operator.