Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail TV. 0:11 [musik] 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Asalamualaikum warahmatullahi 0:20 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:22 rahimakumullah. 0:24 kembali hadir ke ruang Anda hijrah Talk 0:29 yang mudah-mudahan mempersuasi kita 0:32 semua apalagi bahasan hari ini. Dan 0:35 sayang Mas Krishna enggak bisa hadir ya 0:38 karena ada yang harus dikerjakan. Tapi 0:40 baiklah, Hijrah Talk kali ini temanya 0:44 adalah membangun ekosistem kesehatan 0:48 umat di era digital. sinergi, teknologi, 0:52 nilai, dan kepedulian kita untuk 0:56 kesehatan yang berkelanjutan. 0:58 Narasumber kita ada dua. Yang pertama 1:01 adalah Bung Wiviksana Suhendro. Beliau 1:05 adalah direktur PT Smartp Technologies. 1:09 Dan satu lagi seperti biasa adalah Bung 1:12 M. Alhusin, 1:14 BNSP, 1:16 Master Trainer dari Warton Business 1:19 Analy. Kita sapa beliau berdua yang 1:21 sudah siap untuk kita. Asalamualaikum 1:23 warahmatullahi wabarakatuh. 1:27 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:28 wabarakatuh. 1:29 Alhamdulillah sehat semua ya. 1:33 Oke, ngomong-ngomong nih, di tengah 1:36 perkembangan teknologi yang sangat luar 1:39 biasa cepat ini, bagaimana 1:42 kondisi ini dilihat, dinilai ekosistem 1:46 kesehatan umat Islam di Indonesia? 1:50 Apakah masyarakat kita nih sudah 1:52 benar-benar merasakan manfaat 1:55 transformasi digital di dalam bidang 1:58 kesehatan? atau sebaliknya justru 2:01 menghadapi banyak kesenjangan akses dan 2:04 listrasi. 2:06 Sok mangga. 2:11 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 2:13 warahmatullahi wabarakatuh. 2:14 Waalaikumsalamin 2:17 yang dirahmati Allah dan para pendengar. 2:20 Amin. Sehat walafiat dan diberkahi semua 2:24 urusannya. Amin. Amin. 2:28 Kita mengangkat tema yang cukup unik ya 2:32 dan ini berbasis dari pengalaman 2:35 saya sendiri gitu ya. 2:36 He he. 2:37 Membangun ekosistem kesehatan umat di 2:40 era digital gitu ya. 2:43 Ee sahabat radio silaturahim yang 2:45 dirahmati Allah subhanahu wa taala. Hari 2:46 ini saya memulai dengan sebuah 2:48 pengalaman yang saya alami gitu ya. 2:52 Beberapa waktu lalu saya berobat ke 2:54 rumah sakitsi ya. 2:57 Mungkin karena waktu itu saya 2:59 menggunakan BPJS sudah menyiapkan diri 3:01 dalam layangan saya mungkin antriannya 3:04 panjang, mungkin pelayanannya tuh waktu 3:06 lama mungkin administratin 3:08 berbulit-bulit karena standar seperti 3:10 itu. Tapi ternyata yang saya alami 3:13 justru sebaliknya saya benar-benar 3:15 terjude pelayanannya cepat, kalnya 3:17 jelas, tugasnya gitu ya, dokternya juga 3:20 cepat, suasananya tertib. lebih ke ee 3:23 layanan premium gitu ya. Kenapa saya 3:26 ambil kasusnya adalah rumah sakit ini 3:31 menjadi pelajaran kita gitu ya, apakah 3:34 ini benar rumah sakit BPJS seperti itu? 3:36 Karena pengalaman yang saya rasakan 3:39 ee ini lebih ke rumah sakit premium ya 3:43 ee yang saya dapati di Rumah Sakit 3:45 Premium. Lalu pertanyaan ini muncul, 3:48 kenapa bisa seperti ini? Nah, apa 3:50 rahasia rumah sakit ini seperti ini? Apa 3:52 gedungnya lebih bagus? Apa dokternya 3:55 lebih banyak? Apa rumah sakitnya ini 3:57 lebih kaya? Ee seperti apa? Saya mulai 4:00 cari tahu. 4:01 Saya bertanya kepada beberapa orang. 4:04 Saya ingin mengetahui apa sebenarnya 4:06 yang terjadi di balik layar di pelayanan 4:09 rumah sakit ini ya sehingga bisa sebaik 4:11 ini gitu ya. Dan ternyata saya menemukan 4:14 sesuatu yang sangat menarik ya, bahwa di 4:17 balik pelayanan yang cepat, nyaman, 4:19 membuat pasien ini merasa dihargain, ada 4:21 sebuah cara berpikir, ada sistem, ada 4:24 filosofi yang orang-orang ini dengan 4:26 tekun membangun ini selama 4:29 berbulan-bulan, ya. Nah, sosok yang 4:32 berperan ini ee saya undang hari ini 4:34 Bapak Wivik sana ya. Bapak Wifik ini 4:38 saya enggak ingin mengejak pendengar ini 4:41 membahas tentang software gitu ya atau 4:44 teknologi yang rumit-rumit gitu ya. 4:45 He. 4:47 Yang saya bongkar adalah hari ini 4:49 mengapa ada rumah sakit atau ada satu 4:52 bisnis yang mampu membuat customernya 4:55 merasa nyaman ya. Dokternya fokus 4:58 ngelayanin, manajemennya juga mudah 4:59 ngambil keputusan, organisasi berkembang 5:02 lebih sehat gitu ya. Nah, teknologi ini 5:05 menjadi jalan yang menghadirkan 5:07 pelayanan yang lebih baik ya. Apakah 5:09 kecerdasan buatan ini yang selama ini 5:11 kita mungkin ada sebagian pendengar yang 5:13 sudah pakai ini bisa menggantikan dokter 5:16 atau menggantikan manusia atau 5:18 menggantikan karyawan kita gitu ya? 5:21 Apakah sistem ini bisa menyelamatkan 5:23 manusia gitu ya? Gitu ya. Ini lebih 5:26 menarik ya. Nah, ee studi kasusnya 5:29 adalah rumah sakit dan setelah saya 5:31 telusurin ada orang yang ee berjasa di 5:35 balik itu. Nanti kita bongkar bagaimana 5:37 dia merubah satu sistem yang cukup 5:41 prodit gitu ya, cukup ee tantangan 5:43 menjadi yang menjadi premium gitu ya. 5:46 sesuatu bisnis yang sebelumnya ee rumit, 5:50 sebelumnya pelayanannya cukup ee 5:53 tantangan ee antrian, bahkan mungkin ya 5:56 mungkin ada e nyawa yang tidak 5:59 terselamatkan karena apa pelayanannya 6:02 lama dan lain-lain gitu ya menjadi 6:04 pelayanan yang premium, yang bagus ya 6:07 bahkan saya dengar profitnya naik sampai 6:10 5 kali lipat. Nah, 6:13 nah prinsip apa ini yang kita bisa ambil 6:16 dari kasus di kasus rumah sakit ini? Ya, 6:18 mungkin di bisnis kita, di sekolah, di 6:20 pesantren, di tempat-tempat lain, bahkan 6:23 di kehidupan kita sehari-hari. Nah, 6:25 selama 1 jam ke depan kurang lebih kita 6:28 bukan hanya membahas teknologi, tapi 6:30 kita membahas cara berpikir, cara 6:32 membangun sistem, cara memecahkan 6:34 masalah, dan buat solusi ini bagaimana 6:37 bisa buat solusi yang lebih produktif, 6:39 lebih bahagia, lebih mudah gitu ya. 6:42 Gitu. Ah, gitu. E 6:44 jadi 6:47 saya bahas sedikit apa yang terjadi di 6:49 balik layar sebetulnya ya. Mengapa satu 6:52 bisnis itu pelayanannya terasa berbeda 6:54 gitu ya. apa yang dirasakan oleh 6:56 customer gitu. Mengapa contohnya di 6:59 rumah sakit ya layanan BPJS terasa 7:01 seperti layanan premium, enggak perlu 7:03 ngantri, sudah ada sistemnya dan 7:05 lain-lain ya. Apa filosofi pelayanannya, 7:09 budaya organisasi itu seperti apa gitu 7:12 ya. Sistem kerjanya dan peran AI 7:14 kecerdasan buatan ini seperti apa? 7:16 Bagaimana kecerdasan buatan ini merubah 7:18 hampir seluruh sektor kehidupan kita, 7:21 mempermudah efektivitas. saya bekerja 7:24 harusnya 1 jam itu satu duen ini bisa 7 7:28 sampai 10 dokumen saya hasilkan dengan 7:30 bantuan AI gitu ya. 7:32 He he. 7:33 Nah, bagaimana teknologi ini bisa 7:37 memanusiakan ee manusia gitu ya? Kalau 7:40 orang Jawa bilang wongke uong ya ee 7:42 manuning ya saya mungkin bukan orang 7:45 Jawa tapi 7:46 ya begitulah istilahnya ee wong e wongke 7:49 wong ya manuning ya. 7:50 Iya mengorangkan nanti dibenerin ya. 7:52 [tertawa] Nah, mengorangkan orang gitu 7:54 ya. AI ini atau kecerdasan buatan itu 7:58 tidak menggantikan dokter, tidak 8:00 menggantikan karyawan, tapi EA ini 8:03 membantu mengurangi pekerjaan 8:06 administratif gitu ya. Data ini membantu 8:09 kita membuat keputusan, mengurangi 8:11 kerumitan gitu ya. Apa yang kita bisa 8:14 pelajari sebagai pengusaha, sebagai apa 8:17 namanya? misalnya ada yang unit 8:18 bisnisnya sekolah, ada yang unit 8:20 bisnisnya pesantren gitu ya. Apa yang 8:24 UMKM bisa pelajari gitu ya, bagaimana AI 8:28 ini bisa membuat organisasi bertumbuh 8:29 dan ini real atau 8:31 kasus nyata 8:32 dari sebuah organisasi rumah sakit yang 8:35 berkembang profitnya lima kali lipat 8:38 dengan bantuan AI. Nah, nah beliau ini 8:41 adalah arsitek di balik ee keberhasilan 8:44 itu gitu. Nanti kita bahas ya. Lalu kita 8:47 juga mau membahas bagaimana hikmah 8:49 kehidupannya, bagaimana ajaran-ajaran 8:52 yang diajarkan dalam pelayanan yang 8:54 diajarkan Rasulullah sallallahu alaihi 8:56 wasallam. Misalnya amanah 8:58 ee ikon profesional ya, melayani itu 9:01 sebagai ibadah gitu ya. Bagaimana sistem 9:04 yang baik itu sebetulnya jariah kita. 9:07 Misalnya kita buat sistem yang membantu 9:09 manusia bekerja lebih cepat. Nah, itu 9:12 pahalanya mengalir selama sistem itu 9:14 dipakai. bagaimana kita membangun 9:16 sesuatu yang terus menerus menghasilkan 9:18 kebaikan buat kita gitu ya. Jariah itu 9:21 bukan hanya sekedar uang, sekedar 9:23 barang, tapi sistem ya. Tapi satu 9:27 metode, satu cara, satu apapun itu yang 9:30 bisa membuat kita itu mengalir terus 9:33 kebaikan dalam diri kita gitu ya. Dan 9:35 EAI ini salah satu cara termudah dan 9:37 tercepat kita membuat satu metode itu 9:40 gitu ya. Gitu. Jadi ee mungkin nanti ee 9:45 setelah ini kita bahas lebih detail 9:47 bagaimana pelayanan yang terbaik itu 9:49 enggak harus butuhin biaya yang mahal 9:51 ya. Yang penting kita niatnya yang baik, 9:54 sistemnya benar, orang-orang yang 9:56 bekerja dengan benar gitu ya. Jadi ee 9:59 kita lanjutkan ee ini Bapak Wivik Sana 10:03 Suhendra, Direktur ee Smarth Hub 10:05 Teknologi. 10:06 Silakan 10:08 Pak Wivik ee dengan ceritanya gitu ya, 10:12 bagaimana apakah ini dibantu dengan jin, 10:15 mungkin [tertawa] 10:19 merubah satu organisasi yang sudah ee 10:22 banyak tantangannya gitu ya sehingga 10:24 jadi profesional gitu ya. Nah, ini ini 10:26 menarik menurut saya. saja ya. Kita 10:28 banyak mengambil pelajaran lah. Silakan 10:31 Pak Wifik. 10:32 Asalamualaikum. 10:33 Baik. Asalamualaikum warahmatullahi 10:35 taala wabarakatuh. 10:36 Waalaikumsalam warahmatullahi wabak. 10:38 Pak Nuning, Mas Habib, dan seluruh 10:41 pendengar radio Rasil di seluruh 10:43 Indonesia. 10:45 Salam kenal ya, saya Wifik. Saya 10:48 bergerak di bidang IT. Perusahaan kami 10:51 memang fokus di dunia kesehatan ya gitu 10:55 ya. tadi Mas Habib lumayan nih ceritanya 10:59 kayaknya seolah-olah kita hebat banget 11:01 padahal biasa-biasa aja. [tertawa] 11:05 Jadi memang ee bicara pengalaman dan ee 11:10 support teman-teman di rumah sakit ya 11:14 mudah-mudahan ini ada kita dapat 11:16 keberkahan dan pahala dari Allah 11:17 Subhanahu wa taala ya. Karena kan dasar 11:20 kita berpijak adalah ee sabda Rasulullah 11:23 sallallahu alaihi wasallam, "Barang 11:24 siapa yang melepaskan satu kesusahan 11:27 seorang mukmin di dunia ini, maka Allah 11:31 akan melepaskan satu kesusahannya pada 11:32 hari kiamat." Kan kalau kita tahu ya ee 11:36 orang itu punya 1000 masalah nih, Mas 11:39 Habib Manuning. Tapi 1000 masalah itu 11:42 hilang ketika tiba-tiba dia sakit. Kalau 11:45 dia sudah sakit masalahnya jadi satu. 11:47 Gimana caranya supaya sehat, enggak ada 11:49 yang lain. Nah, artinya kalau kita 11:53 datang ke rumah sakit pasti isinya orang 11:55 bermasalah semua kan ya. Nah, kita 11:57 sebagai orang IT ayo deh kita coba 12:00 bangun kita bantu mereka. Karena 12:03 ternyata di dalam rumah sakit itu 80% 12:07 itu sesuai dengan data yang kami miliki 12:09 itu adalah pasien BPJS. 12:12 Jadi 80% itu pasien BPJS dan lebih dari 12:16 50% itu pasien yang datang itu pasien 12:18 berulang. Jadi kalau pasien barunya 12:19 sedikit sebetulnya itu datanya seperti 12:21 itu. Nah, terkait ee pengalaman kami di 12:25 Cilengsi itu waktu itu kita datang ke 12:28 sana alhamdulillah kita diterima dan 12:31 kita dipilih waktu itu tahun 2019 pas 12:34 waktu itu sebelum COVID ya. He 12:37 sebelum COVID dan kita lihat 12:40 masyarakat-masyarakat yang mau berobat 12:42 itu bayangin aja datang itu jam .00 12:45 subuh Mas Habib Bandung jam .00 subuh 12:48 jam .00 jam . baru dilayani. Tapi mereka 12:52 ngantrinya itu pakai itu. Ngantrinya 12:54 pakai botol, pakai sendal, 12:57 pakai jaket. [tertawa] 13:00 Waktu itu pakai jaket terus ee akhirnya 13:02 ada yang titip security lah gitu kan 13:05 segala macam. Dan itu yang datang 13:06 bayangin ee saudara-saudara kita yang 13:08 jauh dari ee apa desa-desa gitu ya. Dan 13:13 mereka berharap sehat tapi sebelum 13:16 mereka mendapatkan lain kesehatan mereka 13:18 harus ngantri yang sedemikian panjang ya 13:20 kan. Nah itu luar biasa dramatis gitu ya 13:24 dengan ya abad ke-21 ya 13:28 itu masih begitu ternyata di Indonesia. 13:31 Nah, 13:32 waktu itu pelan-pelan kami datang, kami 13:34 mulai memperbaiki infrastruktur. Kita 13:36 bahasanya sedikit agak teknis tapi agak 13:38 global lah ya infrastrukturnya. 13:40 Oke. 13:41 Ada jaringan, ada server, ada visi gitu 13:44 ya. Nah, waktu itu kita datang memang 13:46 kondisinya lumayan berat karena memang 13:49 waktu itu belum belum ada ee arsitektur 13:53 infrastruktur yang cukup menarik. Jadi 13:55 bertahap waktu itu Mas Habib saya ee 13:58 pelan-pelan membangun fiber optik tuh 14:01 karena mau tidak mau data itu berkembang 14:03 kan itu kan rumah sakitnya ee horizontal 14:07 ya jadi bukan gedung ke atas tapi memang 14:09 luas. Jadi kita bikin 12 segmen ee fiber 14:13 optik, terus pelan-pelan kita bikin 14:15 server yang baik, kita bikin e jaringan 14:18 yang baik, kita bikin monitoringnya yang 14:21 cukup baik sehingga nanti kalau ada yang 14:22 masalah ee PC mati, server mati atau 14:27 atau suit yang mati, kita bisa lihat 14:29 dari jarak jauh. Nah, setelah itu baru 14:32 kita pasang tuh. Jadi kita memang ee 14:35 vendor SIM RS ya, namanya Smart RS. 14:39 Karena kita perusahaannya namanya Smart 14:40 Hub jadi kita punyanya produknya Smart 14:43 gitu loh ya. Artinya kita inginnya 14:45 kerjanya pintar Mas Abi. Maksudnya 14:46 gimana caranya supaya ee baik itu 14:51 masyarakat sebagai pasien ataupun dokter 14:53 sebagai pelayan kesehatan. Kemudian juga 14:57 perawat-perawat juga, belum lagi 14:59 teman-teman di rumah sakit yang lain 15:00 yang supporting itu mereka bantu gitu. 15:04 Karena tadi kan dasar berpikirnya barang 15:07 siapa yang membantu saudaranya di dunia 15:09 maka Allah akan membantunya di akhirat. 15:11 Jadi kita coba bantu kita bekerja 15:13 sepenuh hati ya. kita akhirnya setelah 15:17 aplikasinya kita tanam, kita install, 15:19 kita latih dah semua teman-teman di 15:22 rumah sakit itu kita latih gimana 15:24 caranya menggunakan sistem sejak dari 15:25 pasien datang kemudian pasien akhirnya 15:29 diterima 15:30 apakah dicek BPJS-nya eligible atau 15:33 tidak. Setelah itu kemudian pasien 15:35 dilayani. Habis pasien dilayani kemudian 15:37 nanti beri obat. Kalau memang perlu ke 15:39 laboratorium ke atau radiologi ya 15:42 silakan. Kalau tidak mereka langsung 15:44 nanti B ke kasir kemudian free karena 15:46 pakai BPJS mereka pulang dengan setelah 15:49 mendapatkan lain kesehatan mereka pulang 15:51 dengan hati yang tenang gitu. Nah, tapi 15:53 yang pertama kali kami rapikan waktu itu 15:55 adalah registrasi. Jadi pada saat itu 15:57 pasien datang tidak lagi harus tadi 16:00 antri dengan jaket, antri dengan botol, 16:04 antri dengan sendal gitu ya. Jadi mereka 16:06 ee cukup datang menggunakan karena waktu 16:10 itu sebelum ada MJKn waktu itu kita 16:12 sudah pakai registrasi online. Jadi pada 16:14 saat itu orang datang setelah dia 16:18 registrasi di rumah di rumah sakit 16:20 tinggal apa menunjukkan QR code yang ada 16:23 di handphone-nya kemudian ee dicckin dan 16:26 mereka masuk gitu ya. Pertanyaannya 16:28 gimana kalau ee orang tua kita yang 16:31 sudah sepo enggak punya handphone dan 16:33 segala macam itu biasanya 16:35 kita brief juga di depan ya ada security 16:37 yang juga membantu gitu seperti itu 16:40 kira-kira Mas Habib. Jadi itu awalan 16:42 cerita yang kami bangun tapi tentu di 16:45 balik itu cerita serunya banyak artinya 16:49 implementasi awalnya juga enggak gampang 16:52 gitu ya. Kemudian membuat apa 16:56 customisasi-customisasi aplikasi juga 16:58 enggak gampang gitu ya. Kemudian connect 17:00 terhadap BPJS juga enggak gampang. Tapi 17:02 yang paling penting sekarang memang ee 17:05 teknologi tadi kita bicara ee 17:09 digitalisasi gitu ya. Ee ekosistem 17:12 digital apakah bisa membuat kesehatan 17:15 masyarakat tambah baik? Apakah bisa 17:18 membuat pelayanan kesehatan itu tambah 17:19 menyenangkan? He. 17:21 Apakah bisa membuat masyarakat menjadi 17:24 apa ya kualitas hidupnya tambah baik 17:26 gitu dengan ekosistem digital? Menurut 17:28 saya sih iya karena pemerintah juga 17:33 melakukan banyak hal termasuk pemerintah 17:35 sekarang ada BPJS gitu ya. Jadi dengan 17:38 BPJS akhirnya seluruh rakyat Indonesia 17:40 mendapatkan kesempatan berobat yang sama 17:43 ya kan. Kemudian pemerintah juga ingin 17:47 agar pada saat Mas Habib misalnya Mbak 17:49 Nuning misalnya datang ke rumah sakit A 17:51 melakukan radiologi kemudian tiba-tiba 17:53 harus pindah ke rumah sakit B tidak 17:56 harus melakukan radiologi yang sama 17:57 makanya di atasnya dipakai cloud namanya 17:59 satu sehat. Nah, satu sehat itu 18:01 mengumpulkan data yang ada di rumah 18:03 sakit A dan bisa diambil di rumah sakit 18:05 B gitu. Nah, itu pemerintah juga. Nah, 18:07 tapi semua itu enggak mungkin tanpa 18:09 teknologi karena pasti harus menggunakan 18:12 koneksi internet. 18:13 internet yang stabil ya kan, internet 18:16 yang cukup cepat gitu ya. Nah, tapi di 18:19 balik itu semua menurut kami ada 18:21 backbond, ada tulang punggung, ada 18:24 skeleton yang cukup baik adalah ya 18:27 sistemnya. Jadi, makanya dalam hal ini 18:30 kami sebagai perusahaan ee support eh 18:33 kesehatan di dunia healthcare itu kita 18:35 tidak lagi menjual aplikasi Mas Habib. 18:37 Kita menjualnya adalah ekosistem 18:39 kesehatan by smartub gitu. Jadi kita 18:42 menjual semacam ee satu sistem full baik 18:45 itu mulai dari infrastrukturnya, 18:47 kemudian di atas infrastrukturnya ada 18:48 aplikasinya, kemudian aplikasinya ada 18:51 orang yang melakukan prosesnya 18:53 mendampingi teman-teman di rumah sakit 18:56 gitu ya. Kemudian juga ada jaringan 18:57 internetnya dan koneksi ke pemerintahan 19:01 baik itu ke BPJS maupun ke satu sehat. 19:03 Nah, itu 19:05 agak mudah rasanya digambarkan dengan 19:07 kata-kata tapi implementasinya sulit. 19:10 Tapi memang buat kami ee yang paling 19:14 menyenangkan adalah yang paling 19:16 membahagiakan adalah ketika kita melihat 19:18 masyarakat berbondong-bondong datang ke 19:20 rumah sakit berobat dengan happy gitu 19:23 ya, dengan mudah. Mereka datang daftar 19:26 mudah, mereka dilayani dengan mudah, 19:28 mereka kemudian pulang juga dengan 19:30 sehat. Itu yang paling penting. Kalau 19:32 kadang-kadang orang kalau masuk rumah 19:33 sakit itu malas ngantri. 19:36 Kemudian nanti pas selesai-selesainya 19:37 ngantri obatnya juga lama. Jadi pada 19:40 saat tambah sakit eh sebelum datang 19:42 sudah sakit pulang tambah sakit gitu 19:44 kan. Nah itu ya 19:45 sakit 19:46 ya yang jadi kadang-kadang itu adalah ee 19:49 potret di Indonesia kebanyakan gitu ya 19:52 seperti itu. Nah itu yang kemudian agak 19:54 berat makanya 19:56 Oh 19:56 saya sering diskusi dengan beberapa kali 19:58 pergantian direktur di rumah sakit itu 20:01 ee ada satu direktur terakhir yang 20:02 menurut saya sih luar biasa ya. Beliau 20:05 bilang gitu kan ee rumah sakit ini rumah 20:08 sakit pemerintah di mana 80%-nya itu 20:11 BPJS maka pasien-pasien BPJS itu kita 20:15 anggap sebagai pasien VVP. Wah. Jadi 20:18 tidak ada lagi tuh distorsi bahwa oh 20:21 kalau pasien BPJS itu adalah pasien 20:23 kelas menengah atau kelas bawah gitu ya, 20:26 masyarakat bawah yang akhirnya mungkin 20:28 ada beberapaah tempat-tempat yang belum 20:30 belum baik gitu ya. Kalau pasien BPJS 20:33 itu dinomor tig atau di nomor empat 20:35 gitu. Nah, ini enggak di situ. Enggak di 20:37 situ. Pasien BPJS adalah pasien VIP 20:40 gitu. Karena merekalah yang memangnya ee 20:43 Rumah Sakit Umum Daerah itu memang 20:45 disiapkan untuk melayani masyarakat gitu 20:47 kan. Kalau yang kaya-kaya ya bisa ke 20:49 rumah sakit yang besar-besar lah ya. 20:50 Tapi kalau yang itu, tapi dengan 20:53 nyamannya mereka dilayani 20:56 dan dengan dilayani dengan VIP dengan 20:58 hati gitu, dengan senyum gitu ya, 21:00 akhirnya dari mulut ke mulut itu 21:02 akhirnya tadinya rumah sakit itu sepi, 21:05 pendapatan waktu kita datang itu sekitar 21:07 R miliar per bulan. Itu kecillah gitu 21:09 ya. Setelah kita 5 tahun di sana itu 21:12 pendapatannya naik jadi sampai 16 sampai 21:14 18 miliar per bulan. Artinya tuh ee 21:17 jumlah pasien rawat jalan dan pasien 21:18 rawat inap itu meningkat itu 21:19 eksponensial gitu naik pasti karena 21:22 orang merasakan pengalaman nyata gitu. 21:26 Pengalaman nyata datang kemudian daftar 21:29 kemudian ee ketemu dokter dilayani gitu. 21:33 Itu dalam satu siklus yang mudah gitu 21:35 tidak ada tidak ada yang sulit. Nah dulu 21:38 misalkan masalah kamar kamar rawat 21:40 kadang-kadang kan kamar rawat suka ada 21:42 permainan tanda kutip ya. 21:44 Loh, 21:44 ada enggak ya kamarnya gitu? Oh, enggak 21:46 ada. Tahunya kalau ada orang dalam ada 21:48 gitu ya. [tertawa] 21:49 Ya kan itu sering terjadi. Nah, sekarang 21:52 itu udah kita siapkan dashboard di sana. 21:55 Kita bisa lihat misalnya ada 10 ee nama 21:59 kamar rawat di dalamnya itu ada 22:01 volumenya. Misalkan dia sebetulnya punya 22:03 kapasitas ee 20 setiap kamar. Kita kasih 22:06 tahu bahwa kamar itu tersisa lima. 22:10 Kosongnya kamar Xisa apa? Kosongnya 10. 22:13 Jadi, jadi masyarakat juga transparan 22:16 melihatnya. Jadi, oh oke ya, katanya 22:18 gitu. Ini rumah sakit memang ee sangat 22:20 ee baik, kemudian transparan, kemudian 22:23 tidak membeda-bedakan antara yang lain. 22:25 Tapi itu semua bisa dilakukan dengan 22:28 supporting system. Makanya saya kami 22:31 bilang ekosistem Smarthub ini insyaallah 22:33 ee kita coba membantu teman-teman di 22:36 rumah sakit yang ee manajemen gitu ya, 22:38 yang memang butuh mitra. Jadi kita tidak 22:41 merasa bahwa kita yang terbaik, kita 22:43 adalah mitra. Mari kita bangun bersama 22:46 rumah sakit umum daerah yang Anda sedang 22:49 pegang gitu yang diamanahkan ke Anda. 22:50 Kami juga nanti bisa melakukan hal yang 22:53 sama. Anda gigi satu, kita gigi satu. 22:55 Anda gigi lima, kita gigi lima. Gitu. 22:56 Jadi, tapi ujung akhirnya adalah membuat 22:59 masyarakat umat terutama gitu ya, umat 23:02 Islam gitu ya, mereka ee kualitas 23:05 hidupnya terjamin, pelayanan 23:07 kesehatannya juga mudah gitu ya, tidak 23:10 dipersulit, adil gitu dan dilayani 23:14 dengan sebaik mungkin gitu Mas Habib. 23:16 Mungkin sementara dari saya gitu dulu 23:17 ya. Nanti silakan ke 23:18 Oke, sedikit saya sebelum ke Mbuning 23:21 saya sedikit saya sebetulnya ini menarik 23:24 ya. Kebetulan istri saya juga di bidang 23:27 kesehatan ya, dokter gitu. Saya bilang 23:29 sama istri saya, "Kamu jangan doa itu, 23:33 ya Allah banyakkan rezeki saya dari 23:34 pekerjaan." gitu ya. Ketika rezekinya 23:36 banyak, dokter berarti apa? Orang 23:38 sakitnya makin banyak kan, Pak, ya. 23:40 [tertawa] 23:42 Nah, jadi ini sebenarnya jokes ya, joks 23:45 tapi ya 23:47 itu fenomena di negeri kita. Bagaimana 23:50 orang yang sakit itu benar-benar enggak 23:53 berdaya gitu ya. Apalagi yang tingkat 23:55 menengah ke bawah itu kalau dibilang 23:58 enggak ada kamar, kita mau bilang apa? 24:00 Enggak ada kamar. Ya udah kita enggak 24:01 tahu bagaimana ngeceknya kamar atau 24:03 enggak dan lain-lain. Dan sebetulnya 24:07 kita dorong nih bagaimana pasien BPJS 24:10 itu diperlakukan secara premium karena 24:12 kita bayar uang pajak gitu ya. kita 24:15 bukan enggak bayar, kita bukan gratis, 24:17 tapi kita bayar lewat semua pajak-pajak 24:19 kita. Jadi menurut saya ini perlakuan 24:23 ini mesti kita duplikasi gitu ya ke 24:25 tempat-tempat lain dan saya lihat sudah 24:27 mulai banyak gitu. Nah, saya sebenarnya 24:30 menarik ini Pak Wifik bagaimana ya 24:33 menciptakan layanan yang kita itu 24:35 berbeda sama yang lain. Mungkin yang 24:38 mirip-mirip vendor Pak Wik itu kan 24:41 banyak ya. Bagaimana supaya produk kita 24:43 itu dipilih? Menurut Bapak apa ee apa 24:46 namanya? Kuncinya tuh apa? Misalnya nih 24:48 ada pendengar yang punya produk A, 24:51 produk B dan contoh ya paling gampang 24:53 gini. Bapak kalau tahu Condet, tahu 24:55 Condet enggak, Pak? 24:56 Tahulah. 24:57 Nah, itu sepanjang jalan itu minyak 25:01 wangi semuanya sama produk-produk Timur 25:04 Tengah ya. Bagaimana dia bisa dipilih 25:08 sama customer sedangkan semuanya sama 25:10 persis. Nah, ini yang saya tanyakan ke 25:12 Bapak, bagaimana Bapak itu bisa dipilih 25:15 sedangkan banyak produk-produk yang 25:18 sejenis? Nah, gitu. Nah, ini jadi 25:20 pelajaran kita juga apakah dari apa 25:24 keikhlas, 25:25 keikhlasan atau ketulusan atau apapun 25:27 gitu ya yang kita bisa treatment ini ke 25:31 bisnis kita, ke usaha kita gitu. Mungkin 25:33 Bapak bisa sharing sedikit Pak Wifik. 25:35 Oke. Baik, Mas Habib. Kalau ini khusus 25:39 pengalaman waktu di Chileksi ya. Saya 25:42 itu kita memang waktu itu prosesnya 25:44 sayembara ya. Sayembara itu artinya kita 25:46 presentasi kemudian akhirnya mereka 25:48 memilih dan setahu saya itu adalah kita 25:51 e peserta kelima. 25:53 Peserta kelima di mana kita cuma dapat 25:55 waktu 1 jam untuk presentasi. Tapi 25:58 wallahuam gitu setelah selesai 26:00 presentasi itu orang-orang pada senang 26:01 sama kita gitu. Saya enggak tahu kenapa, 26:03 tapi mungkin ya maksud saya gini, karena 26:06 kan dalam dunia marketing itu ada 26:07 namanya personal branding ya, Mas Habib 26:09 ya. Jadi kita bilang bahwa ya kita punya 26:13 niat baik, kita tidak tidak only murni 26:18 bisnis gitu ya. Kita ya udah kita bantu 26:21 teman-teman di sini maunya apa gitu. 26:22 Maksud saya, saya saya selalu bilang 26:24 dalam presentasi saya adalah tim saya, 26:27 tim kami itu ee akan bekerja sama dengan 26:30 tim Bapak Ibu di sana, ya kan? Ee 26:33 misalnya satu tim rumah sakit yang 26:34 pernah punya ada di PCT-nya, saya juga 26:37 punya tim IT-nya. Nah, saya bilang ke 26:40 mereka bahwa tim kita nge-blend dengan 26:42 mereka. Jadi, kita tidak akan 26:44 membeda-bedakan tim mereka dengan tim 26:45 kita karena kita mau kerja sama untuk 26:48 membangun rumah sakit ini. Ya kan? kita 26:50 tumbuh bersama, kita kerja sama, tidak 26:53 ada yang saya kunci, database tidak saya 26:55 kunci, password tidak saya kunci, apapun 26:58 ilmu yang ada di kami berikan kepada 27:00 teman-teman yang ada di sana, harapan 27:02 kami pada saat kami sudah selesai 27:03 kontrak, mereka mau lagi eh mereka bisa 27:06 apa melanjutkan apa yang ada gitu ya. 27:10 Terus waktu itu ee Ibu dr. Wiwi kalau 27:13 enggak salah itu direkturnya dia bilang, 27:14 "Pak Wifik, saya pilih Bapak karena kita 27:17 mau kerja bersama." Ya, katanya gitu. 27:20 Bapak bantu kami. Baik. Baik, Dok. Saya 27:22 bilang gitu kan. Jadi memang ee saya 27:25 lebih mengedekan mengedepankan good will 27:27 gitu loh. Niat baik dan ee open gitu ya. 27:31 Tidak ada yang kita sembunyikan gitu. 27:34 Kemudian kita memang berusaha 27:36 teman-teman tim saya itu berusaha 27:38 memberikan yang terbaik. Contoh gini, di 27:40 dalam rumah sakit itu pasti ada 27:42 perbaikan dan customisasi gitu ya. Ada 27:44 beberapa vendor yang customisasinya 27:47 dibatasi. ada mayor, ada minor, gitu ya. 27:50 Karena kita kerja sama operasi selama 5 27:52 tahun, saya bilang saya tidak membatasi 27:54 kok. Anda mau menambah apa demi 27:58 kenyamanan pasien gitu ya. Anda mau 28:00 menambah fitur apa demi kenyamanan para 28:02 dokter. Anda mau menambah fitur apa demi 28:04 kenyamanan teman-teman yang lain. Ayo 28:06 saya open aja gitu Mas Habib. Enggak ada 28:09 yang saya saya itu. Jadi sepanjang 28:12 sepanjang kerja sama itu, wah ratusan 28:14 kali ya perbaikan yang kita lakukan, 28:16 adaptasilah terhadap sistem gitu. Jadi 28:19 ee mungkin dasarnya sih tadi niat baik, 28:22 kita memang ingin membantu dan waktu 28:25 kita membantu itu kita tunjukkan 28:27 keikhlasannya. Tidak tidak apa tidak 28:31 fake gitu ya. Beneran tim saya itu 28:33 beneran saya ajarin untuk melayani 28:36 dengan hatilah gitu ya. apapun apapun 28:39 yang mereka minta kita berikan. Kalaupun 28:41 misalnya harus harus terjadi konflik ya 28:44 kita segera selesaikan gitu kan. 28:47 Tapi yang jelas tujuan utamanya adalah 28:49 ee gimana pasien, gimana para dokter, 28:52 para nakes itu happy dengan sistem yang 28:54 kita punya dan mereka pasien datang 28:58 dengan senyum, pulang dengan senyum gitu 28:59 lah kira-kira gitu. Tapi bukan 29:01 mempersulit keadaan gitu gitu Mas Habib. 29:06 Siap. 29:08 Silakan, Mbak Nuning. 29:09 Iya. Jadi, melayani dengan hati itu 29:12 memang keren banget ya. Eh, Bung 29:16 Wifik, kalau misalnya nih di era digital 29:19 seperti sekarang ini, bagaimana 29:22 data kesehatan kita? Kita merasa aman 29:25 gitu hingga kita juga percaya untuk 29:29 menggunakan pelayanan digital ini. 29:33 Kira-kira gimana untuk bisa yakin? 29:36 [tertawa] 29:37 Ee baik Mbak Nunding karena memang itu 29:39 diatur sama undang-undang gitu ya. Dan 29:42 ketika kami ini sebagai vendor ee rumah 29:46 sakit, kami juga punya semacam NBA 29:49 terhadap rumah sakit. Tidak akan 29:51 membeberkan rahasia ee pasien ke manaun 29:54 gitu ya. Kedua, untuk secara security 29:57 itu kita punya registrasi medical report 30:00 gitu ya, elektronic medical report kita 30:02 sebut IMR itu sesuai dengan 30:06 ee ada keputusan menteri gitu ya. Nah, 30:09 itu juga aplikasi kita itu terdaftar 30:12 juga di Kominfo. Dulu Kominfo sekarang 30:14 Komigi ya Kominfo. 30:17 Kita punya TDPSE-nya 30:20 penyelenggara sistem elektronik. Jadi 30:21 itu juga kita di apa ya dican gitu ya 30:25 atau diuji apa seberapa bagus sistem 30:28 keamanannya atau security sistemnya. 30:31 Setelah itu kita juga diuji lagi oleh ee 30:35 Kementerian Kesehatan. Setelah itu kita 30:37 juga diuji oleh BPJS namanya UIT gitu 30:40 ya. Jadi ee berlapis-lapis ee ujian yang 30:45 kami terima agar bisa melayani kesehatan 30:50 masyarakat Indonesia gitu ya. Makanya 30:52 data ya insyaallah datanya ee aman dan 30:59 BPJS juga pada saat ee melakukan 31:03 pembayaran klaim pembayaran klaim 31:05 terhadap 31:06 ee klaim yang ada dari rumah sakit-rumah 31:09 sakit itu juga melakukan semua screening 31:12 itu. Jadi semua SOP yang dilakukan 31:15 kemudian seluruh ee data-data pasien itu 31:18 itu dicek semua sama BPJS baru kemudian 31:19 BPJS bisa membayar dengan baik gitu gitu 31:23 Mbak Nuning. Jadi insyaallah sih 31:25 data kita walaupun di dunia IT itu 31:27 memang tidak ada keamanan yang absolut 31:29 ya. ee Mas Habib lebih tahulah karena 31:31 beliau masternya di situ. Tapi minimal 31:34 semua usaha dan segala upaya sudah 31:36 dilakukan dari setiap ini. Baik itu dari 31:39 vendor kami melakukan ee apa penguncian 31:44 atau bikin security system yang cukup 31:46 kuat di aplikasi, di database gitu ya. 31:49 Kemudian juga di jaringan ada firewall 31:50 dan kawan-kawan. Nah, di sisi pemerintah 31:52 juga melakukan regulasi baik itu di 31:54 Kominfo, DPJS, SAT Sehat gitu ya, semua 31:58 melakukan itu sehingga ee 32:01 berlapis-lapislah kira-kira gitu Mbak 32:02 Nuning. 32:03 Iya. Kalau misalnya nih kita kan banyak 32:07 sekali mendapatkan informasi dari media 32:11 sosial ya untuk bisa membandingkan atau 32:15 membedakan ini benar apa enggak itu ada 32:19 patokan tertentukah yang perlu kita 32:21 genggam erat. 32:23 Ee mohon izin mohon diulangi agak kurang 32:25 jelas. 32:26 Jadi dari media sosial kita mudah sekali 32:30 mendapatkan informasi 32:32 ya tentang ini dan itu terkait dengan 32:36 kesehatan. Bagaimana kita meyakinkan 32:40 bahwa yang kita dapat informasinya ini 32:44 benar atau enggak gitu. Ada enggak 32:47 trik tertentu untuk membuat 32:49 kita yakin bahwa oh benar nih gitu. 32:54 Iya. Ee nanti Mas Hi bantu juga nih 32:58 jawabannya agak seru karena kalau 33:00 misalnya pertanyaannya kayak kita lihat 33:02 sekarang itu yang paling sering kan kita 33:04 scrolling-srolling TikTok ya. Scrolling 33:06 TikTok itu 33:08 informasi itu mengalir begitu deras gitu 33:10 ya. Semua tuh kadang-kadang ada yang di 33:12 fake, ada yang ee apa video-video yang 33:16 buatan AI gitu ya. ee apalagi tentang ee 33:20 informasi kesehatan gitu. Misalnya obat 33:23 ini lebih baik daripada obat ini atau 33:26 proses kesehatan di sini jauh lebih gitu 33:28 ya. Itu bagaimana cara melihat mana yang 33:32 benar atau mana yang salah gitu. Memang 33:34 agak sedikit seru ya Mas Habib ya. 33:37 Karena biasanya kalau saya sih, saya 33:40 pribadi saya tidak terlalu percaya 33:42 dengan berita yang ee apa terlalu cepat 33:46 viral gitu. Karena biasanya itu karena 33:49 kan teman-teman yang lagi main konten 33:51 kan biasanya senang sekali membuat 33:53 sesuatu yang viral sehingga kontennya 33:55 jadi viral dan FP di mana-mana gitu ya. 33:58 He. 33:59 Ee tapi kalau memang saya kita mau cari 34:01 tahu, bisa jadi sekarang ini karena 34:03 memang ee zamannya AI gitu ya, 34:06 kita bisa kok cek sama AI. Kita misalnya 34:09 cari tahu nih, oh ini permasalahan A B C 34:11 D kita cek sama AI kita bilang ini coba 34:13 cari kebenarannya apakah ini hoa atau 34:16 enggak gitu ya. Nah itu minimal AI akan 34:19 memberikan eh suggestion ya. dia akan 34:22 ngasih beberapa pandangan bahwa ini 34:25 datanya enggak ada, ini datanya enggak 34:27 ada, atau di ini datanya enggak ada 34:28 gitu, Mbak Nuni. Kalau saya 34:30 di cross check lagi ya ke AI. [tertawa] 34:33 Oke. 34:33 Oke, Bung Habib gimana? 34:36 Oke, saya tambahkan sedikit. 34:39 Ee sering juga mungkin Uning dapat 34:41 informasi kesehatan seperti ini. Minum 34:45 tiga jahe plus dua jeruk, Anda akan awet 34:49 muda 100 tahun gitu misalnya. [tertawa] 34:53 Atau nah itu sumbernya adalah dari Prof. 34:57 Dr. Wivikah Suhendra misalnya. Nah, itu 35:02 banyak sekali ee berita-berita yang 35:05 disebarkan. ini bukan cuman di bidang 35:07 kesehatan, tapi bidang-bidang lain 35:09 banyak banget. 35:10 Iya, 35:11 gitu ya. Kelihatannya herbal, 35:13 kelihatannya ee apa namanya? Valid gitu 35:16 ya. Sebarkan sebanyak mungkin gitu ya. 35:19 Nah, tetapi ini banyak sekali 35:22 berita-berita yang bahkan ini bisa jadi 35:24 berbahaya gitu ya. Jadi sharing ya ee 35:30 caring ya filter sebelum sharing ya. 35:32 Intinya semakin luar biasa berita 35:35 semakin kita nyecek dulu pertama siapa 35:37 sumbernya ya. Apakah sumbernya dari 35:40 WhatsApp aja, apakah dari lembaga resmi, 35:42 apakah reputasinya baik gitu ya. Yang 35:45 kedua, apa buktinya ada datanya apa 35:47 enggak, statistiknya kayak gimana, 35:50 dokumennya kayak gimana ya? Apakah 35:52 konsisten pernyataannya? Yang ketiga, 35:55 misalnya ada media hak ngomong apa ini 35:59 namanya perang narasi gitu ya. Kalau 36:00 dari misalnya kita kaitkan bidang lain 36:03 ya, misalnya perang ya, perang Iran sama 36:06 Amerika ini perang narasi gitu ya. Nah, 36:09 kita mesti lihat ini misalnya medianya 36:12 ini pro ke mana gitu ya. Itu juga ada 36:14 media-media yang kredibel, ada 36:16 media-media yang karbitan. Nah, karbitan 36:18 itu bagaimana dia memihak itu hanya 36:21 untuk mendapatkan uang gitu ya. Nah, 36:24 lalu masuk akal atau enggak gitu? 36:26 Misalnya 36:28 ee investasikan uang R1 juta selama 10 36:33 hari akan jadi R10 juta. Enggak masuk 36:35 akal gitu ya. Jadi 36:36 apakah ini masuk akal atau enggak gitu 36:38 ya. 36:39 Nah, terus kita mesti lihat motifnya tuh 36:41 apa? Ini yang sering dilupakan gitu ya. 36:43 Siapa yang diuntungkan dari berita ini 36:45 gitu ya. Apakah berita ini 36:47 menjelek-jelekkan 36:48 ee medis ini untuk menaikkan apa namanya 36:51 obat-obat yang apa belum terverifikasi. 36:54 Nah, obat herbal itu ada dua juga. Ada 36:56 yang sudah terverifikasi, ada juga yang 36:59 belum ada ujinya gitu. Jadi ee kalau 37:03 saya sharing ada framework-nya tuh stop 37:07 stop ya. Stop tuh apa isinya? S-nya tuh 37:10 source siapa sumbernya. T-nya itu TH. 37:14 Third itu eh buktinya apa? E third apa? 37:18 Terus O-nya itu other source ya atau 37:21 sumber lain. Apakah sumber lain ngomong 37:23 sama P-nya tuh purpose? Tujuannya berita 37:26 yang dibuat apa? Biasanya ada 37:28 ciri-cirinya berita hoaks itu judulnya 37:30 provokatif kayak gitu terus emosional 37:33 gitu ya. Terus ee ada tulisan segera 37:36 sebarluaskan. Nah, itu banyak yang yang 37:38 hoks tuh berita-berita kayak gitu terus 37:40 enggak ada referensinya spektakuler 37:42 kayak gitu-gitu Mbak Nuning. Jadi 37:44 berita-berita itu se seperti itu. Nah, 37:46 sebetulnya saya tuh tertarik bagaimana 37:50 kalau kita membenahin organisasi yang 37:52 udah udah rusak, udah memang wah ini 37:57 kayaknya udah mau mati nih 37:58 organisasinya. Nah, apa peran AI? Apakah 38:02 AI gantiin manusia? Karena banyak tuh 38:04 perusahaan-perusahaan itu digantikan 38:07 dengan AI. Dan ada juga fenomena yang 38:08 menarik ee ee Mbak Nuning. Jadi ada satu 38:13 perusahaan 38:15 di 38:18 luar ya, Samsung kalau enggak salah itu 38:20 dia dia bilang saya menyesal ee 38:23 menggunakan AI gitu ya. Dan dia mulai 38:25 merekrut lagi pekerja-pekerja manusianya 38:28 gitu ya. 38:28 He 38:29 ya. Jadi ee bagaimana AI itu perannya 38:34 itu seperti apa? Ketajaman manusia itu 38:38 ada hal-hal yang tidak bisa digantikan 38:40 namanya AI gitu ya. Nah giniak Pak Wifik 38:43 saya menarik sekali ya. 38:46 Jadi ada satu kasus ya ada saudara saya 38:49 sakit ya. Nah dalam satu kesempatan saya 38:52 itu tidak apa namanya tidak ada waktu 38:56 untuk ke dokter gitu ya. Akhirnya saya 38:57 pakai AI lah nanya obatnya. Ini cukup 38:59 beresiko ya, jangan ditiru. Tetapi 39:02 dengan apa namanya ya pertolongan Allah 39:05 sebetulnya saya enggak tahu. Saya coba 39:08 pakai A itu pakai obat. Saya coba beli 39:10 obat ini dimasukkan dicobain lagi sampai 39:14 ee ternyata saudara saya itu sudah ke 39:16 dokter itu belum ada ee kesembuhan ya. 39:20 Nah, beberapa kali saya pakai AI dengan 39:23 apa namanya komen-komen yang from yang 39:26 cukup advance lah, cukup rumit gitu ya. 39:30 Akhirnya dengan izin Allah ini orang 39:32 sembuh gitu Pak Wivik. Nah, bagaimana 39:35 EAI ini mengancam industri kesehatan 39:37 gitu ke depannya? Nah, kalau yang 39:39 dilakukan Pak Wif itu kan sebetulnya 39:42 AI itu terintegrasi dengan sistem ya, 39:45 dengan big datanya dia ya. Bagaimana EA 39:47 ini membantu sistem itu supaya dia lebih 39:50 mudah dipahami data-data pasien yang 39:53 banyak itu bisa jadi future prediction 39:56 atau prediksi ke depannya kayak gimana. 39:58 Oh, pasien di daerah Cibubur tuh banyak 40:00 yang sakit nih. Sakitnya sakit flu 40:01 misalnya. Oh, karena mungkin dingin gitu 40:04 atau apa gitu. Nah, itu bisa dibaca 40:06 datanya. Cuma ee menurut Pak Wifik 40:09 bagaimana ke depannya ini dunia 40:11 kesehatan ini dengan EA itu seperti apa? 40:14 Apakah EAI ini bakal menggantikan dokter 40:16 ke depannya? Eah seperti apa yang 40:18 dibilang sama Elon Mas gitu ya. 40:21 Ah, sama pakar-pakar gitu. Itu udah 40:24 memprediksi ini gitu. Tetapi kita kan 40:27 juga takut kalau misalnya kita berobat 40:29 nih ngobatin robot terus salah nih. 40:31 Terus minta tanggung jawab sama siapa? 40:33 Masa sama robot. Ya enggak 40:36 gitu Pak. Nah, ini menurut Bapak gimana 40:39 Pak ke depannya nih gimana sih tren di 40:42 industri kesehatan ini? Oke. 40:44 Iya. Ee pengalaman ya pengalaman kita 40:48 support teman-teman di kesehatan itu di 40:51 Rumah Sakit Umum Daerah itu pertama 40:53 sekali sebelum AI booming itu kita 40:55 menggunakan big data, Mas Habib. Big 40:57 data itu artinya kita bikin data eh kita 40:59 bikin dashboard di mana ada database 41:02 besar. Misalkan bayangin aja selama 5 41:05 tahun rumah sakit misalnya atau 10 tahun 41:08 itu kan pasti ada data pasien. data 41:10 pasien yang sakit A katakanlah ICD-nya 41:13 nomor berapa gitu. Katakanlah misalnya 41:14 demam berdarah gitu ya. Demam berdarah 41:17 itu ternyata selalu hadir di bulan 41:20 bulan-bulan pancaroba misalnya gitu ya. 41:23 Kemudian ee demografinya 41:27 misalnya banyaknya anak-anak di bawah 41:29 usia 12 tahun misalkan gitu atau ee yang 41:32 sudah sepuh di atas 60 tahun misalnya 41:34 gitu. Nah, itu kan sebetulnya ada tren, 41:37 ada data yang tersebar di database itu. 41:39 Itu yang tidak kita gali. Makanya waktu 41:41 itu kita coba gali termasuk obat apa 41:44 yang paling banyak digunakan, penyakit 41:47 apa yang paling banyak terjadi di bulan 41:49 tertentu gitu ya. Kemudian usia berapa 41:52 dan segala itu trennya jelas. Maka dari 41:55 situ kita bisa bikin prediksi, oh rumah 41:58 sakit harus nyiapin obat ini di bulan 42:00 ini karena di tahun yang lalu hal yang 42:02 sama terjadi. Kira-kira gitu kan. Nah, 42:05 sekarang ada AI. Nah, AI pada prinsipnya 42:08 kan sebetulnya dia artificial 42:11 intelligence dan dia memang melakukan 42:14 proses prediktif itu dengan 42:17 automatically gitu ya. AI itu makanya 42:19 dia bisa menentukan bahwa oh ee di bulan 42:24 depan kita harus beli obat ini supaya 42:26 penyakit ini gini ini gitu ya tercover 42:28 gitu ya. Nah, tetapi memang AI banyak 42:32 yang halu. 42:33 Hm. He 42:33 ya. Kalau kita bahas AI itu halu. Nah, 42:35 halusinasi yang terjadi di AI itu karena 42:37 memang AI itu juga belajar. AI itu 42:40 belajar. Proses pembelajarannya dia juga 42:42 lama butuh resource yang banyak. Pada 42:45 saat kayak kita lihat nih misalkan 42:47 katakanlah ada dipsik, ada Chat GPT, ada 42:51 Gemini gitu ya. Nah, mereka sederhana 42:54 aja kita coba aja ke CGPT misalkan ee 42:56 CGBT saya kepalanya pusing kemudian agak 42:59 demam dikit gitu ya. terus kok 43:01 kerongkongan saya sakit gitu, kira-kira 43:03 saya sakit apa ya? Tolong tegakkan 43:04 diagnosa buat saya. Dia kan keluarin tuh 43:06 sret gitu ya. Nanti dia bilang, "Saya 43:08 bukan dokter ya." Dia pasti bilang 43:10 begitu, "Saya bukan dokter ya. Anda 43:12 tetap harus ke dokter jika ee jika Anda 43:16 merasa A B C D E F." Jadi, Ei juga 43:19 dikasih semacam ee etika gitu bahwa 43:23 mereka tidak boleh menegakkan diagnosa 43:26 dan menyatakan bahwa penyakit itu benar 43:28 situ, gitu ya. Tapi dia bilang, "Saya 43:30 bukan dokter. Silakan Anda ke dokter." 43:32 Tapi kalau pertanyaannya dibalik, apakah 43:35 besok mereka bisa menggantikan dokter? 43:38 Kalau saya ngelihatnya kemungkinan bisa 43:40 karena ilmu kedokteran itu memang ilmu 43:43 baku yang ada di dunia, di internet tuh 43:46 ada gitu ya. Tapi menurut saya ya 43:48 disclaimer menurut saya gitu. Nah, tapi 43:51 yang sekarang kita manfaatkan sebetulnya 43:53 lebih yang tadi Habib bilang terus kalau 43:56 salah siapa yang tanggung jawab gitu ya. 43:58 mesti ada humannya kan. Kalau dalam 44:00 Islam kan mesti ada wakalahnya nih. Ada 44:03 ada orang yang memang bertanggung jawab 44:04 gitu yang yang mendapatkan amanah itu. 44:07 Jadi paling dari sistem yang kita punya 44:10 adalah gimana caranya kita bikin sistem 44:12 kemudian ada AI-nya, ada prediktif 44:15 penegakan diagnosa yang membantu dokter. 44:18 Misalkan ada penyakit baru, dokter juga 44:20 harus buka-buka buku misalnya kan 44:22 mungkin lupa kebanyakan penyakit. Nah, 44:24 karena AI bisa membaca seluruh resources 44:26 yang ada di dunia ya, dia bisa lihat 44:28 nanti dokternya bisa ngelihat, oh iya 44:30 ya. Nah, dokter tapi dokter tetap 44:32 memutuskan berdasarkan pengamatan real 44:34 gitu di lapangan, berdasarkan diagnosa 44:36 real di lapangan dan berdasarkan juga 44:39 nanti saran dari AI. Jadi, fungsi AI 44:41 untuk penegakan diagnosa paling sekarang 44:44 yang paling baik adalah fungsi hybrid 44:46 gitu. Jadi, mereka hanya AI hanya 44:48 memberikan saran kemudian dokter yang 44:49 memutuskan. Jadi pertanggungjawaban di 44:52 rumah sakit tetap masih bisa. Kecuali 44:55 kalau misalnya untuk prediktif ee obat, 44:59 farmasi, pembelian obat atau prediksi 45:02 penyakit yang akan terjadi di 45:03 tahun-tahun depan. Nah, itu bisa 45:04 menggunakan AI. Minimal itu sebagai 45:06 tindakan-tindakan preventif dan 45:08 proyektif gitu. Dia proyeksi aja gitu, 45:10 Mas Habibi. Kalau pendapat saya sih. 45:13 Iya. Ngomong-ngomong nih, kalau kita 45:16 bicara soal 5 tahun ke depan misalnya 45:22 atau 10 tahun ke depan, gambaran ideal 45:25 ekosistem kesehatan 45:28 emm yang diwujudkan. 45:31 Langkah konkret apa juga yang perlu 45:34 untuk kita lakukan sejak sekarang ini? 45:38 Apakah itu di dunia usaha, di lembaga 45:42 dakwah, masyarakat ataupun bahkan juga 45:44 pemerintah. Gimana gambarannya? 45:48 Silakan, Mas Tabib dulu deh. 45:54 Ah, maaf suaranya agak terdengar ee 45:58 hilang 45:58 sedikit kecil tapi saya nangkap 46:00 maksudnya Mbak Nuning. 46:01 Oke. Oke. 46:02 Bagaimana ekosistem kesehatan ke 46:04 depannya? 46:06 Iya. 46:08 Nah, oke. 46:09 10 tahun atau 5 tahun ke depan gitu. 46:12 Oke. 46:13 Jadi, EA ini akan membantu seluruh 46:18 hampir seluruh sektor-sektor 46:20 ee hidup manusia ya di bidang-bidang 46:24 yang termasuk bidang-bidang yang argen 46:26 yang penting. Tetapi AI ini nanti itu 46:31 ada etiks ya, ada emosional, ada 46:36 faktor-faktor yang itu perlu belajar 46:39 lama ya. Walaupun AI itu juga sudah 46:42 ditanamin emosi gitu ya. Sekarang robot 46:44 humanoid di China itu China kan 5 tahun 46:47 lebih maju daripada kita ya. 5 sampai 10 46:49 tahun lebih maju pada diri kita. Kalau 46:51 kita mau lihat Indonesia 5 10 tahun ya 46:53 lihat aja Cina sekarang gitu ya. Nah ah 46:57 di sana robot-robot itu sudah membantu 46:59 pekerjaan-pekerjaan manusia ya. Misalnya 47:02 restoran enggak ada karyawan itu sudah 47:04 biasa gitu ya. mobil apa ee naik driver 47:08 enggak pakai driver eh autonomous itu 47:12 sudah biasa. Nah, termasuk di layanan 47:15 rumah sakit gitu ya. Nah, bagaimana 47:19 mengkombinasikan Cina itu punya metode 47:22 yang unik ya antara dia tradisionalnya 47:24 kan sudah lebih dari 5.000 tahun ya. 47:26 He. 47:27 Makanya di Islam juga belajar sampai ke 47:29 negeri Cina itu ya ada pepatah 47:31 mengatakan gitu. Jadi misalnya gini, 47:33 orang sakit ya Mbak Nuni. Dia begitu 47:36 sakit ditanyain, "Anda mau pengobatannya 47:38 apa? Tradisional atau eh apa? Modern ya. 47:43 Traditional China medicine atau modern?" 47:45 Oke, saya mau pengobatan modern. Misal 47:48 modern, begitu pengobatan, tegakan 47:50 diagnosa modern itu ee begitu obat Anda 47:53 mau eh modern atau Chinese medicine. 47:57 Oke, saya mau Chinese. Itu bisa 47:59 alternatif dia ngambil 48:01 pengobatan-pengobatan yang ee 48:03 tradisional. Nah, AI itu sebetulnya 48:07 m-leverage atau meningkatkan kemampuan 48:11 10 kali bahkan lebih lebih dari 10 kali 48:15 ya untuk kapasitas berpikir, kapasitas 48:18 menganalisa, kapasitas dalam menegakkan 48:21 diagnosa dan prediktif 48:24 ee history. Jadi prediktif apa? Untuk 48:27 menentukan keputusan-keputusan kita 48:29 dikasih, bakal dikasih berdasarkan data 48:31 yang ada. itu sangat membantu manusia 48:34 untuk apa menegakkan 48:36 yaak pasien dan lain-lain. Tetapi 48:38 jadi itu memang sangat membantu ya dalam 48:42 hal ini. 48:42 Nah, dalam hal kesehatan Mbak Nuning 48:44 ginilah contoh ya. Misalnya Mbak Nuning 48:47 ada ada dua dokter ya. Satu dokter yang 48:50 5 menit sekali. Oke. Ee begitu masuk 48:53 Mbak Nuning begitu dilihat ini contoh 48:55 ya. Saya enggak bilang ee apa namanya 48:58 nama tertentu, tapi misalnya gini, 48:59 Manuning masuk 5 menit, ya sudah obatnya 49:02 ini enggak dipegang enggak apa. Ada lagi 49:04 satu dokter yang begitu Mbak Nuning 49:06 masuk dipegang, "Ya, Bu Nuning sakit 49:09 apa? Sakit." Oh, iya Mbak Nuning sedikit 49:11 cerita. "Iya nih saya sakit gara-gara 49:13 kemarin nemenin anak." Dokternya 49:14 dengerin sebentar. Oh, iya. Terus 49:16 dipegang perutnya misalnya, dipegang apa 49:19 namanya? Tangannya. Oh, dipegang 49:22 lehernya. Oh, ini agak panas. Kira-kira 49:24 Mbak Nuning lebih milih yang mana? 49:27 Yang lebih punya peduli bukan cuma 49:29 sekedar ngasih obat. 49:30 Jadi, [tertawa] 49:31 nah jadi ada namanya profession eh 49:34 personal experience ya. Personal 49:37 experience itu menurut saya tidak bisa 49:39 digantikan sama AI sampai kapanpun. 49:42 Kenapa 49:44 nih ini di luar negeri sudah banyak ni 49:46 banyak orang yang karena dia enggak 49:49 punya pasangan ya dia memilih 49:52 pasangannya itu eh AI. Jadi seolah-olah 49:55 AI itu jadi pasangannya dia. Tetapi pada 49:58 realitasnya dia tetap tidak mencintai 50:01 robot itu atau mencintai AI itu. Kenapa? 50:04 Karena tidak ada fisiknya gitu ya. Jadi 50:07 personal manusia itu Allah ciptakan 50:09 emosionalnya itu itu jauh melebihi 50:12 kecerdasan apapun gitu ya. dan manusia 50:15 itu apa menyentuh apa namanya mengasih 50:19 perhatian langsung dan lain-lain itu 50:22 bisa lebih menyembuhkan ya bisa lebih 50:25 efek untuk menyembuhkan dibandingin 50:27 hanya udah sakit udah obatnya ini 50:29 obatnya ini enggak 50:30 kadang-kadang ya ini saya cerita 50:34 ee mungkin istri saya ya ada ee satu dua 50:37 pasien ya ee sedikitlah ada cuman ada 50:39 pasien yang ketika ngelihat ee istri 50:42 saya tuh cuman ngelihat doang Oh iya, 50:44 saya sudah enakan sembuh. Bahkan dikasih 50:46 obat, obat yang enggak ada fungsinya itu 50:48 ada tuh namanya ee ada istilahnya obat 50:51 itu cuman enggak ada fungsi apa-apa. Dan 50:54 sebenarnya minum obat itu enggak minum 50:56 obat itu sama aja. 50:57 Iya. Iya. 50:58 Obat itu cuman meyakinkan pasien bahwa 51:01 dia itu enak, dia itu lebih lebih sembuh 51:03 gitu. Ketemu sama 51:05 dokternya gitu. 51:06 Itu jadi sebetulnya more complex than 51:10 teknologi gitu. 51:11 Iya. Dan sayangnya kita sudah di 51:14 penghujung. Jadi untuk Bung Wivik, 51:17 bagaimana dengan closing idea terkait 51:20 dengan membangun ekosistem kesehatan 51:23 kita kali ini? Silakan. 51:24 Oke, [berdehem] berarti saya closing 51:25 statement ya. 51:26 Iya. 51:27 Berapa menit tadi? Saya mau bahasedikit 51:28 tadinya. Kalau 5 tahun ke depan seperti 51:31 apa? Minimal sedikit aja ya. Kalau 5 51:33 tahun ke depan at 10 ke depan itu 51:34 mungkin nanti 51:35 rumah sakit akan semakin otomatis. 51:38 Kemudian 51:39 AI juga akan memprediksir. Jadi nanti 51:42 rumah sakit tidak menjadi 51:43 rumah sakit, tapi lebih ke arah 51:45 ekosistem rumah sehat gitu ya. Karena 51:48 nanti AI bisa memprediksi resiko 51:50 penyakit sebelum muncul. Kemudian 51:53 pemantauannya bisa pakai digital. Kita 51:54 sudah pakai jam digital kan sekarang kan 51:56 ya. 51:57 Jadi rumah sakit itu bisa memantau 51:58 secara near kabel pakai online orangnya 52:01 di rumah kemudian diperiksanya di rumah 52:03 sakit. Nah konsultasinya virtual 52:06 kira-kira gitu. Kemudian juga ada 52:07 kemungkinannya ada twin pasien. Jadi 52:11 pasien ada pasiennya pasien virtual yang 52:14 dican nanti secara kesehatannya pakai 52:16 virtual. Jadi jadi rekam medisnya itu 52:19 live record bukan bukan apa bukan kayak 52:22 data sekarang gitu. Jadi 5 tahun ke 52:24 depan atau 10 ke depan itu AI akan 52:26 sangat terintegrasi ke semua bidang. 52:28 seperti yang Habib sampaikan mungkin ee 52:31 statement closing statement adalah ya 52:34 kita ee sebagai manusia gitu ya, sebagai 52:39 hamba Allah gitu kita memang harus 52:40 bersyukur berada di penghujung 52:43 penghujung dunia kali ya, [tertawa] 52:45 penghujung zaman gitu ya. Di mana segala 52:48 sesuatu sekarang sudah sangat digital, 52:51 kemudian AI juga sudah lahir. Bahkan 52:54 memprediksi kalau mereka sebetulnya 52:55 lahir duluan sebelum kita gitu. 52:58 Dan ee harapan kita semua mudah-mudahan 53:02 apapun itu AI, apapun ekosistem digital 53:05 yang ada itu akan tetap memper 53:08 mempermudah dan meningkatkan kualitas 53:10 hidup manusia gitu ya, Bu Nuning gitu. 53:13 Heeh. 53:13 Karena kalau kita ngelihat ke sisi 53:15 ngerinya, lihat A ngeri. Tapi ya mau 53:18 enggak mau kita berharap dan berdoa sama 53:19 Allah mudah-mudahan 53:21 dengan adanya AI hidup kita semakin 53:23 mudah, semakin gampang beribadah dan 53:25 bisa hidup bahagia dunia dan hidup 53:27 bahagia di akhirat gitu. 53:29 Amin. 53:30 Jadi saya gitu. 53:31 Em, Bang Habib ada yang mau ditambahin? 53:34 Oke. Jadi, ee para pendengar yang 53:38 dirahmati Allah, hari ini kita belajar 53:40 terkait legasi pelayanan. 53:44 ee bahwa perubahan yang besar seringki 53:47 tidak dimulai dengan teknologi yang 53:49 paling canggih ya. Dia dimulai dengan 53:52 pertanyaan sederhana, bagaimana saya 53:54 membuat hidup orang lain itu lebih 53:55 mudah? Ya. Nah, kalau kita pertanyaan 53:58 itu jadi budaya, memecahkan masalah, 54:00 maka lahirlah inovasi, gitu ya. Bisa 54:03 jadi organisasi hebat, ya. Nah, kita 54:07 ketika kita bertanya ya, kita niatkan 54:10 semuanya ibadah. Nanti akan lahir satu 54:13 peradaban bahkan keberhasilan. Baik kita 54:16 dengar dari Pak Wifik ini rumah sakit 54:18 bukan diukur dari gedungnya yang mewah 54:20 ya atau teknologinya yang modern tapi 54:23 yang paling diingatlah adalah bagaimana 54:25 dilayani dengan baik diperlakukan 54:27 seperti manusia. Saya merasa dia hargai. 54:30 Pada akhirnya manusia tidak pernah lupa 54:32 bagaimana dia diperlakukan oleh orang 54:34 lain gitu. teknologi ini enggak punya 54:36 hati gitu ya. AI ini enggak punya empati 54:39 gitu ya. Sistem itu enggak punya kasih 54:41 sayang gitu. Tapi ketika semua berada di 54:44 tangan orang-orang yang ikhlas ya 54:46 orang-orang yang ingin memberikan yang 54:48 terbaik untuk manusia lain ya ingin 54:51 menjadikan nilainya 54:53 ibadah gitu ya, teknologi itu berubah 54:55 jadi kebaikan gitu ya. dia jadi berubah 54:57 keputusan yang bahkan menyelamatkan 54:59 nyawa orang lain. Ketika Allah bertanya 55:01 nanti sama kita, "Apa yang sudah engkau 55:03 lakukan buat orang lain dengan ilmumu, 55:05 dengan jabatanmu? Apa jawaban kita gitu 55:07 ya? Apakah kita hanya membangun bisnis, 55:10 mengumpulkan uang yang nanti akan kita 55:12 tinggalkan, 55:13 yang akan diperbutkan oleh anak-anak 55:15 kita gitu?" 55:16 He. 55:17 Nah, mulai dari sekarang kita bangun 55:19 jariah kita gitu ya. insyaallah 55:21 bagaimana kehidupan orang lain lebih 55:23 baik dari 55:25 dari sebelumnya gitu ya dengan kehadiran 55:27 kita gitu ya. 55:28 Iya. 55:28 Kita niatkan semuanya dengan ibadah 55:31 bukan sekedar efisiensi tapi menjadi 55:33 amanah gitu ya. Kita bukan 55:35 berlomba-lomba mana yang paling canggih 55:37 tapi bagaimana hidup orang lain lebih 55:39 mudah itu. 55:41 Terima kasih sekali Bung Habib dan 55:43 terima kasih Pak. 55:45 Asalamualaikum warahmatullahi 55:46 wabarakatuh. 55:47 Waalaikumsalam warahmatullahi 55:48 wabarakatuh. Ikhwan akhwat. 55:50 Mudah-mudahan acara ini mempersuasi kita 55:53 semua dan mencerdaskan kita semua 55:56 terkait dengan AI. [terkesiap] 55:59 Sekali lagi terima kasih banyak. Billahi 56:01 taufik wal hidayah. Wasalamualaikum 56:03 warahmatullah wabarakatuh. 56:05 Waalaikumsalam.