Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil
- alamin. Allahumma sholli ala sayyidina
- Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala, bagaimana kabarnya?
- di sore hari ini. Semoga dalam keadaan
- sehat walafiat dan selalu dalam
- lindungan Allah Subhanahu wa taala. Di
- sore hari ini, Ikhwan dan Akhwat, senang
- sekali kami dapat kembali menjumpai Anda
- dalam program tausiah sore bersama guru
- kita Ustaz Ahmad Jazzuli Khalil edisi
- Rabu di tanggal 13 Agustus 2025. Dan
- tema yang akan beliau sampaikan adalah
- tanda-tanda orang yang husnul khatimah
- atau akhir hidup yang baik. Telah
- tersambung dengan guru kita melalui
- aplikasi Zoom. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sehat, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Baiklah ikhwan dan
- akhwat, langsung saja kita akan membahas
- dan mendengarkan tausiah yang akan
- disampaikan oleh guru kita. Tafadol
- ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alfatihah hadi sayidina wa habibina
- rasulillah Muhammad ibni Abdillah
- sallallahu alaihi wasallam waa alihi wa
- ashabihi wawajihi wurriyati baithikhwani
- minalbiya mursalin walfiidinabi
- abdurahmanullah
- irfan Haji
- Syafiami Wi Ahmad Hawani Nawawi Akbar
- Jamin Nahdatul Ulama Kiai Muhammad
- Hasyim Asari Akbar Jam Muhammad KJ Ahmad
- Dahalan wawahi abina wa umatina wawajina
- [mendengus]
- muslimin wal muslimat mukmininahumul
- fatihahubillahiminasyaitanirjim
- bismillahirrahmanirrahim
- Alhamdulillahiabbil alamin
- arahmanirrahimiki yaumiddin iyaka
- na'budu wa iyaka nastain ihdinatal
- mustaqimatadzina
- anamta alaihim ghairil magdubi alaihim
- waladin
- amin. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasatu
- wasalamu ala asrofil mursalin sayyidina
- wa maulana Muhammadin waa alihi
- wasohbihi ajmain amma baad fa
- [mendengus] asq hadis kitabullah taala
- wiriral hadi muhammadin shallallahu
- alaihi wasallam
- umur matuha wa bidah wa bidatinalah
- waatin
- finar
- Para pendengar Radio Silaturahim dan
- pemirsa Rasil TV rahimakumullah.
- Alhamdulillah kembali kita panjatkan
- puji serta syukur ke hadirat Allah
- Subhanahu wa taala yang senantiasa
- melimpah curahkan nikmat karunianya
- kepada kita, terutama nikmat iman dan
- Islam, nikmat sehat walafiat, nikmat
- panjang usia dalam taat, termasuk nikmat
- dipertemukannya kita sore ini dalam
- rangka menjalankan kewajiban kita
- menuntut ilmu yang insyaallah Allah.
- Pada sore ini kita akan membahas tentang
- ma yustahabbu min ahwalil mtadal maut.
- Apa yang disukai
- ya dari [berdehem] ahwal orang yang
- hendak meninggal ee ketika meninggal
- ya atau dalam atau kita akan menjelaskan
- tentang tanda-tanda orang yang akhir
- hidupnya baik juga. perintah berhusnudan
- kepada Allah ya, perintah takut kepada
- Allah juga apa yang akan disaksikan min
- asraril malakut.
- Para pendengar ee radio silaturahim
- rahimakumullah.
- Am annal mahbubal maut min suratil
- mukhtadar
- wal hudu wasukun.
- husnad billahi taala.
- Ee ketahuilah bahwasanya
- [mendengus] ee seperti minggu yang lalu
- saya katakan bahwa orang
- kita bisa mengetahui orang ini wafatnya
- baik atau tidak itu adalah dari tanda
- ya. Dari tanda. Nah, tanda ini
- insyaallah menunjukkan ke arah sana
- bahwa orang yang mati ini mati dalam
- keadaan baik atau tidak baik,
- ya. Nah, yaitu pertama adalah dilihat
- dari surahnya,
- kemudian yang kedua adalah lisannya,
- yang ketiga adalah hatinya.
- Namun sebelum menerangkan tentang itu,
- karena ini adalah ketika wafatnya, nah
- sebelumnya juga sudah ada tanda ya yang
- [berdehem] akan kita ketahui bahwa dia
- ini insyaallah akan menjadi orang yang
- nanti wafatnya baik.
- yaitu seperti hadis yang diriwayatkan
- oleh Imam Tirmidzi, Imam Alhakim dari
- sahabat Anas bin Malik radhiallahu anh.
- Beliau berkata, bersabda Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam, idza
- aradallahu bibdin khairon istalah.
- Allah itu apabila menghendaki baik pada
- hambnya, ya maka si hamba itu
- dipekerjakannya oleh Allah.
- Nah, lalu ilila kaifa yastilu. Lalu
- sahabat bertanya, "Bagaimana Allah
- mempekerjakan orang itu, ya Rasulullah?"
- Jawab Rasulullah,
- yual,
- yaitu Allah
- diberikan taufik oleh Allah sehingga dia
- melakukan amal saleh sebelum
- meninggalnya.
- Ya. Dan kemudian Allah cabut nyawanya
- saat dia melakukan kebaikan-kebaikan itu
- [mendengus] ya. Ee dulunya mungkin orang
- ini adalah enggak benar ya ee dia adalah
- penjahat. Bisa jadi seperti itu. Tapi di
- akhir hayatnya menjelang wafatnya dia
- insaf. Kemudian ya kemudian dia rajin
- beribadah,
- salat, berjamaah,
- ngaji dan sebagainya lah. Itu namanya
- Allah berikan taufik sebelum wafat ya
- orang itu. Kemudian nanti Allah mencabut
- nyawanya saat dia masih melakukan
- kebaikan atau dalam keadaan ee baik-baik
- itu. Ya, itu adalah tanda sebelum ee
- wafatnya. [berdehem]
- Kemudian juga
- hadis riwayat Abi ee Ibnu Abi Dun dari
- Sayidah Aisyah radhiallahu anha.
- Apabila Allah menghendaki seorang hamba,
- menghendaki kebaikbaik pada seorang
- hamba, maka diutuslah
- sebelum matinya, 1 tahun sebelum matinya
- ya, yaitu satu malaikat yang malaikat
- itu menunjuk jukan ke jalan yang lurus.
- Lalu kemudian diberinya dia taufik oleh
- Allah ya sehingga dia mati dalam
- kebaikan itu ya. Redaksinya berbeda tapi
- ee maknanya adalah ee sama ya hadis ini
- dan [berdehem]
- ee masih
- banyak ee tanda-tanda yang lainnya ya.
- Nah, sebaliknya sekarang ee orang itu
- bisa menyebab ee bisa bisa menjadi suul
- khatimah itu dikarenakan empat hal.
- Seperti dijelaskan oleh beberapa ulama
- ya, bahwa yang menjadikan penyebab
- menjadi penyebab suul khatimah akhir
- hirup yang buruk adalah ada empat. Yang
- pertama attahawun bisalah
- ya. Orang yang gegampang menganggap
- rengemeh salat gitu tuh. Menganggap
- enteng salat itu adalah tanda bahwa ini
- orang akan suul khatimah.
- Yang keduanya
- adalah
- ee wasurbul kham ya. Minum-minuman
- keras.
- ee narkoba lah. Nah, itu ee tanda-tanda
- yang kedua bahwa orang ini akan namanya
- ee akhir hidupnya buruk. Yang ketiganya
- wauqul walidain. Durhaka pada ayah
- bunda.
- Ya, berdurhaka pada ayah bunda. Yang
- keempatnya waadal muslimin. Dia suka
- menyakiti kaum muslimin. [mendengus] Ya,
- menyakiti kaum muslimin. Awas. Empat hal
- ini maka jangan sampai kita lakukan
- karena itu bisa menyebabkan kita suul
- khatimah ya. Waladubillah.
- Nah, kembali kepada tadi ketika
- meninggal orang ini tanda-tandanya
- bahwa dia meninggal dalam keadaan buruk
- adalah satu dari surahnya, rupanya.
- Ya, sebaliknya baik juga bisa dilihat
- dari rupanya.
- Ah, yaitu kalau rupa orang ini mau
- meninggal tenang.
- aluduun dia tenang enggak apa nam
- gelisah ya kan kadang kita jumpai ada
- orang mau meninggal itu wah gelisah
- enggak mau diam ya nah itu itu tanda
- tidak baik ya tapi kalau orang yang
- tandanya baik dia mau meninggal itu diam
- tenang ya selanjutnya kata Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam
- urqubul mayit salas
- Perhatikan oleh kamu
- mayit ya ketika ada tiga tanda
- ya. Ada tiga tanda. Yang pertama id
- rosaha jabinu. Apabila pelipisnya
- keningnya itu berkeringat.
- Itu satu ya. Karena orang mukmin itu
- rohnya itu adalah ketika dicabut lewat
- keringat.
- Nah, beda dengan orang kafir itu dari
- mulut seperti apa namanya? Keledai
- [mendengus] ya. Jadi pertama apabila
- pipisnya keningnya berkeringat
- aina
- wafi riwayatin wfat ya. Yang keduanya
- matanya berair berlinang air mata kayak
- orang menangis. Tapi kan berlinang atau
- berair berurai air mata itu bisa jadi
- karena sedih, bisa jadi karena senang,
- karena bahagia. Ya, yang jelas ini yang
- kedua tandanya adalah matanya berair.
- Yang ketiga,
- yang ketiganya adalah ee wayabisat
- syafatah.
- Bibirnya kering
- ya. Bibirnya kering. Fahya min
- rahmatillahi taala qod nazalat bih. Maka
- tiga tanda itu adalah bagian dari rahmat
- Allah yang telah diturunkan kepada si
- hamba yang mau dicabut nyawanya itu.
- Makanya Sayidah Aisyah radhiallahu anha
- ketika Rasulullah ee wafat ya itu
- menjelang beliau wafat kan kepala yang
- mulia beliau itu di pangkuan Sayidah ee
- Aisyah dan beliau terus mengusap ya ee
- apa namanya keringat Rasulullah di
- pelipisnya, di keningnya. Nah, itu tanda
- bahwa orang yang matinya baik adalah
- seperti itu. Yang pertama, ya.
- [mendengus]
- Kemudian wa
- makn apabila orang itu mendengkur,
- ngorok ya seperti ee yang dijerat
- lehernya, hewan yang dijerat lehernya.
- Kadang suka bunyi krokok krokok. Gimana
- sih orang kalau dijerat lehernya?
- Wah launuhu dan warnanya merah mukanya
- warnanya kemerah-merahan.
- Wazbadat
- e syafatahu. Kemudian bibirnya berbusa
- ya. Bibirnya berbusa. Nah tiga nih. Maka
- fahua min adzabillah qod nazala bih.
- Maka itu adalah bagian dari azab Allah
- yang telah diturunkan kepadanya. Ya,
- ketika dia dicabutnya, ketika dia
- dicabut nyawanya.
- Itulah tanda-tanda ketika dicabut
- nyawanya. Sementara tadi kalau
- sebelumnya ya orang yang baik itu diberi
- taufik dulu oleh Allah
- sehingga timbul dia insaf, dia bertobat,
- sadar ya. Padahal dulu dosanya kayak
- apa, kejahatannya kayak apa, gitu.
- Sebaliknya kalau orang yang suul
- khatimah ya dia itu nganggap remeh salat
- kemudian juga durhaka pada ayah bunda,
- kemudian apalagi dia suka minuman keras
- lalu yang berikutnya suka menyakiti kaum
- muslimin. Ya, itu adalah bagian ya tanda
- dari orang yang ee nanti matinya akan
- khususnul khatimah
- eh suul khatimah, maaf. [mendengus]
- Nah, ini para pendengar radio
- silaturahim adalah mengenai surah atau
- rupa, ya. Lalu bagaimana sekarang
- ee tentang lisannya
- ya, lidahnya.
- Waquisanialimati
- syahadah fahiya alamatulir.
- Ciri lagi orang kalau matinya baik itu
- lidahnya ini ya dia mau mengucapkan
- kalimatus syahadah. Kalimah syahadah
- yakni kalimat thayibah. Lailahaillallah.
- Ya [mendengus] q Abu Said Alkudri
- radhiallahu anh. Qa Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Laqinu
- mautakum lailahaillallah.
- [mendengus]
- Ee diriwayat berkata Abu Said al-Khudri
- radhiallahu anh.
- Beliau ee ee Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam bersabda, kata beliau,
- "Laqinu mautakum lailahaillallah."
- Ya, ajarkan ya talkinkan oleh kamu
- kalimat lailahaillallah
- kepada mauta. Mauta itu mauta adalah
- jamak dari mayit.
- Mayit itu ee mengandung dua makna. Satu,
- orang yang akan meninggal. Yang kedua
- adalah orang yang sudah meninggal. Itu
- mauta ya. Allah Subhanahu wa taala
- berfirman di dalam Al-Qur'an, innaka
- mayyitun wa innahum mayyitun.
- Muhammad, kamu itu mayit. [batuk]
- [berdehem]
- Mereka juga mayit.
- Padahal nabi itu masih hidup. Mereka
- juga adalah orang-orang ee mereka juga
- masih hidup. Tapi Allah menyebutnya
- mayit. Maka mayit maknanya orang yang
- akan meninggal.
- Yang keduanya mayit maknanya orang yang
- sudah meninggal. Yukjul hayya minal
- mayyit waukrijul mayit minal. Allah
- mengeluarkan yang hidup dari yang mati
- dan mengeluarkan yang mati dari yang
- hidup. Kata mayit di sini adalah memang
- yang sudah mati ya, enggak ada sudah
- enggak ada ruhnya. Nah, karena itulah
- maka ya di kalangan kaum muslimin
- seperti misalnya didatul Ulama,
- ulama-ulama Datul Ulama ya yang beran
- ahli sunah wal jamaah itu mereka suka
- mentalkini dan yang ditalkini itu mereka
- yang masih hidup atau akan meninggal
- maupun yang sudah meninggal. Karena
- lafaz mauta ini mengandung makna orang
- yang akan meninggal atau orang yang
- sudah meninggal.
- Para pendengar dia silaturahim
- rahimakumullah.
- Ee [berdehem]
- di dalam riwayat lain,
- dalam riwayat Hudzaifah radhiallahu anhu
- lakinu mautakum la ilahaillallah
- fainnaha tahdimu ma qoblaha minal kya.
- Ya, talkinkan kalimat lailahaillallah
- kepada orang yang mau meninggal.
- Karena ya kalimat tersebut dapat
- menghancurkan
- semua kesalahan yang dilakukan
- sebelumnya.
- Ya. [berdehem]
- Ee kemudian dari Ibnu Abdunya
- dari hadis Ibnu Mas'ud radhiallahu anh
- diriwayatkan bahwa juga dari Abi
- Hurairah fainna tahdimul khadimilul
- bunyi. Dalam riwayat lain yaitu dia ini
- bisa menghancurkan segala kesalahan
- sebagaimana bah menghancurkan
- gedung-gedung atau bangunan-bangunan.
- Nah, demikian ya jemaah rahimakumullah
- mengenai keutamaan berarti itu keutamaan
- ee talkin ya kalimat lailah di akir.
- Sementara dalam hadis lain dikatakan
- begini, manana akhir kalamihi la
- ilahaillallah dakalal jannah. Barang
- siapa kalimat terakhir yang keluar dari
- mulutnya itu adalah kalimah thayibah
- lailahaillallah,
- maka pasti orang itu akan masuk surga.
- Ya, pasti masuk surga.
- Nah, kemudian bagaimana, Pak, kalau
- orang itu enggak pernah kita lihat dia
- ini salat, enggak enggak pernah ke
- masjid, tapi begitu akhir hayatnya dia
- mengucapkan kalimat itu lailahaillallah.
- Apa K masuk surga? Iya.
- H ya Rasul enggak membatasi. Pokoknya
- siapa saja orangnya yang akhir kalamnya
- adalah lailaha masuk surga. [mendengus]
- Woh kalau begitu enak dong. Kita enggak
- usah salat, enggak usah puasa, enggak
- usah zakat. Yang penting di akhir hayat
- kita baca lailahaillallah. Coba deh ya.
- Nah, coba saja ya oleh Anda. Kalau Anda
- mau seperti itu, apakah itu mudah
- mengucapkan kalimat tersebut para
- pendengar? ya. Ee
- ya
- selanjutnya jemaah rahimullah, ada satu
- ee kisah bahwa Allah Subhanahu wa taala
- pernah memerintahkan kepada Nabi Musa
- alaihialatu wasalam, "Musa, pergilah
- kamu ke satu kampung."
- Ya, karena di sana nih ada orang yang
- membuat kerusakan di kampung. Jadi
- membikin resah
- ya usir keluarkan dari kampung itu. Maka
- Nabi Musa pergi ke sana lalu diusirlah
- orang itu dibuanglah ke sebuah pulau ya
- atau sebuah kampung.
- Nah, enggak lama kemudian Allah
- memerintahkan lagi kepada Nabi Musa.
- Musa pergilah kamu ke satu pulau atau ke
- satu kampung. Di sana ada kekasihku yang
- meninggal. rabat oleh kamu, urus oleh
- kamu sebagaimana layaknya kau mengurus
- kekasih-kekasihku."
- Maka Nabi Musa pergi ke sana. Begitu
- sampai di sana, kaget Nabi Musa. Karena
- orang yang dimaksud adalah ini orang
- yang dulu beliau usir atas perintah
- Allah. Karena itu maka Nabi Musa
- bermunajat kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Apa kata Allah? Benar sekali
- Musa, itu adalah orang yang kamu usir
- atas perintahku karena kefasikannya.
- Namun di akhir hayat
- dia ini ee mengadu kepadaku, bertobat
- ya, mengakui kesalahan-kesalahannya
- ya. bahwa beginilah
- ya Allah ya nasib dari orang yang
- berdosa pada saat ini. Andai saya ini
- orang baik tentu ee istri saya,
- anak-anak saya akan ada di samping saya.
- Tetapi karena kepasikan, karena dosa
- kejahatan yang saya lakukan. Jangankan
- tetangga, jangankan orang lain.
- Orang-orang yang saya cintai dan
- mencintai saya pun jauh dari saya. Tapi
- semua itu enggak jadi masalah. Kata dia,
- "Asal jangan engkau yang meninggalkan
- aku. Ya, engkaulah harapanku, engkaulah
- siqahku." Begitulah. Nah, karena itu
- Allah datangkan bidadari menjelma
- sebagai istrinya, kemudian bunyan
- anak-anak surga sebagai anak-anaknya
- untuk menghibur, menyenangkan,
- membahagiakan dia. Pertanyaannya
- sekarang jemaah rahimullah, kalau orang
- ini kemudian dibawa ke kampungnya,
- apakah penduduk kampung itu akan nerima?
- Jawabannya tentu pasti tidak. Ya, tidak.
- Kenapa? karena mereka tidak ada yang
- tahu tobatnya dia. Karena itu hanya
- antara dia dengan Allah Subhanahu wa
- taala. Nah, di sinilah para pendengar
- yang harus kita ee ketahui ya. Setiap
- manusia ini punya potensi untuk
- melakukan kejahatan, punya potensi untuk
- melakukan kebaikan.
- Dan orang yang melakukan kejahatan, ada
- harapan dia ini mendapat ampunan dari
- Allah ya. Sehingga husnul khatimah.
- Begitu juga orang yang berbuat baik pun
- ada apa namanya? ada kemungkinan dia
- kemudian khus suul khatimah dan
- mendapatkan azab ee dari Allah Subhanahu
- wa taala. Ya, coba lihat kurang
- bagaimana ganasnya itu sahabat Umar bin
- Khattab radhiallahu anhu. Dia mau
- membunuh Nabi ya bukan cuma benci kepada
- Nabi, mau membunuh Nabi. Tapi kemudian
- Allah berikan taufik kepadanya. Ya,
- berikan taufik kepadanya sehingga
- akhirnya menjadi orang yang luar biasa.
- Kita melihat orang-orang yang
- jahat-jahat itu, apakah mereka tidak
- mungkin diberi taufik oleh Allah? Dan
- kita yang sudah melaksanakan kebaikan.
- Apakah bukan hal mustahil suatu saat
- kita akan apa namanya akan menjadi
- fasik? itu kesemuannya adalah mungkin
- sekali terjadi. Nah, karena itulah maka
- kalau kita lihat ada tetangga kita ya
- yang kita tidak tak pernah lihat dia
- pergi ke masjid lalu ketika mati mau
- disalatkan di masjid enggak boleh karena
- orang ini enggak doyan masjid ya padahal
- masjid kan bukan punya dia ya.
- Menurut saya salatkan aja selama dia
- orang Islam, seorang malam dia semuslim
- ya punya kemungkinan bahwa di akhir
- hayatnya dia itu taubatan nasuha
- sebagaimana umatnya Nabi Musa
- alaihialatu wasalam. Kita tidak tahu dia
- ini ya ee hulimah hakikatnya atau tidak.
- Karena itu kita salatkan saja. Andai
- tidak diterima itu urusan Allah.
- diterima itu juga urusan Allah. Kita ini
- tidak punya hak untuk menghakimi orang
- ini ee berhak mendapatkan azab atau
- kenikmatan dari Allah Subhanahu wa
- taala. Nah, seperti itu.
- Kita hanya melihat tanda-tandanya saja,
- namun hakikatnya hanya Allah Subhanahu
- wa taala yang tahu.
- Para pendengar di silaturahim yang
- dirahmati Allah. Subhanahu wa taala. Ee
- [berdehem]
- kemudian eh ada yang pertama famanq
- mauti wajabatul jannah qu ya rasullahanq
- fiati.
- Kalau orang ketika mati membaca
- lailahaillallah itu masuk surga, lalu
- bagaimana Rasulullah dengan orang yang
- mengucapkannya semasa sehat, bukan
- semata dia sewaktu dia cabut nyawanya.
- Qala tilka ajab wa ajab kata Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam itu lebih
- wajib lagi. Lebih wajib lagi. H ya lebih
- wajib lagi. Lebih wajib lagi. Nah. Nah,
- kenapa demikian? Karena kalau lagi sakit
- itu boleh jadi dia ini karena takut
- neraka ya. Tetapi kalau lagi sehat kan
- insyaallah enggak begitu. Nah, oleh
- sebab itu dalam mentalini pun para
- pendengar
- jangan disuruh ya. Jadi kita bacakan
- saja biar dia mengikuti mengucapkan
- kalimat itu
- ya.
- Nah, ketika mengikuti berarti dia ikhlas
- mengucapkan kalimat lailahaillallah
- tadi. Tapi kalau disuruh misalkannya,
- "Bang, ya ucapkan lailahaillallah, ayo
- ucapkan lailahallah." Ya, boleh jadi dia
- mengucapkan itu karena disuruh. Kalau
- disuruh, jelas enggak ada manfaatnya
- sama sekali kalimat itu baginya karena
- tidak diucapkan dengan ikhlas. Padahal
- kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
- "Barang siapa mengucapkan
- lailahaillallah ya dengan ikhlas karena
- Allah, surga ya masuk surga orang itu."
- [mendengus]
- Waqala Abu Hurairah radhiallahu anh
- samitu Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam yaakul.
- Aku mendengar Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam bersabda,
- "Hadar malakul maut rjulan yamut
- a fi halatin naza liqiruh."
- Ya, malaikat maut itu mendatangi orang
- yang akan mati di waktu naza ya yang mau
- dicabut nyawanya. Fanadoro fiqolbi falam
- yajid fi saian. Lalu diperhatikan oleh
- malaikat maut hati orang ini tidak ada
- sesuatu dalam hatinya.
- Kemudian
- lalu dibukalah
- ya kedua rahangnya ini. Kemudian dilihat
- oleh malaikat maut ujung lidahnya itu
- nempel ke lak-lakan atas. Ke lak-lakan
- ke langit-langit ya mulut.
- Nah,
- lalu apa? Yaakulu lailahaillallah.
- Rupanya dia mengucapkan kalimat
- lailahaillallah
- fagufir lahu bikalimatil ikhlas.
- Maka orang itu kemudian diampuni oleh
- Allah segala dosanya disebabkan kalimat
- ikhlas tadi. Ah, para pendengar radio
- silaturahim rahimakumullah.
- Ya, kalau ee kalau Anda
- orang tareqah sangat memaklumi, misalkan
- dalam tareqah itu ada tareqah qadiriah
- ya yang bersanadnya
- nanti jalurnya melalui Sayidina Ali dan
- dari Sayidina Sayidina Ali dari
- Rasulullah, Rasulullah dari Jibril,
- Jibril dari Allah Subhanahu wa taala.
- itu Qadiriah.
- Kemudian satu lagi ada Naqsabandiyah.
- Itu jalurnya adalah lewat sahabat Abu
- Bakar Assiddiq. Abu Bakar dari
- Rasulullah, Rasulullah dari Jibril,
- Jibril dari Allah Subhanahu wa taala.
- Kemudian dua tareqah ini digabungkan
- oleh Zudin menjadi Qadiriah
- Naqsyabandiyah.
- Nah, selanjutnya
- di dalam zikir orang Qadiriah
- Naqsabandiyah ini ada zikir ee jahr, ada
- zikir khafi ya, sir. Zikir sir dan zikir
- jahr. Zikir jahr itu artinya zikirnya
- disuarakan.
- Keras mana jar itu keras, kencang
- disuarakan.
- Kalaupun tidak disuarakan
- bibirnya bergerak.
- bibirnya bergerak. Ya, itu namanya zikir
- jahr. Nah, kemudian ada zikir sirnya
- yaitu hanya di hati
- ya, bibirnya pun enggak bergerak. Nah,
- ketika zikir jahar itu maka dia ketika
- berzikir melekatkan ujung lidahnya ke
- lak-lakan atas. ya. Nah, kalau orang
- yang bukan bukan enggak enggak enggak
- bertareqah mungkin apa namanya
- menganggap mana ajarannya dari Nabi yang
- begini. Enggak ada ajarannya. Bukan
- enggak ada sebenarnya tapi sampean yang
- belum tahu ya. Apa yang tidak diketahui
- oleh jenengan sampean bukan berarti
- enggak ada
- ya. Sebagaimana apa yang tidak diketahui
- oleh kami bukan berarti enggak ada.
- Begitu hebatnyaah kita kalau merasa
- sudah mengetahui semuanya. Nah, para
- pendengar silaturahim antara lain
- dasarnya
- mengucapkan zikir sirri dengan apa
- namanya melekatkan lak-lakan atau lidah
- itu ke lak-lakan atau ke langit-langit
- adalah hadis dari sahabat Abi Hurairah
- radhiallahu anha ini. radhiallahu anhu
- ini.
- Wal baihaqi f'bi min hadis ibni Abbas
- juga Albaihaqi di dalam kitab subil
- subil imannya sibul imannya
- dari Ibnu Abbas beliau mengatakan iftahu
- ala sibyyanikum awala kalimatin
- bilailahaillallah
- mulakan untuk anak-anakmu ya permulaan
- kalimat yang diucapkan adalah
- lailahaillallah
- walakinuhum ajarkan kepada ajarkan
- kepada mereka indal mauti
- lailahaillallah kalimat lailaha
- paling tidak kalau enggak laillah Allah
- saya punya sahabat
- di Pekalongan ya itu namanya Kiai
- Nasiruddin.
- Beliau ini ngadu saya Mas saya ini punya
- anak sudah 4 tahun masih belum bisa
- bicara.
- Ya Allah, gimana kita sebagai orang tua
- enggak enggak pusing anak [berdehem]
- belum bisa bicara. Akhirnya
- sudah ikhtiar ke sana ke sini sampai
- akhirnya bertemu dengan seorang kiai ya.
- Beliau mengatakan, "Mas Nasir
- ya sampean enggak usah bingung-bingung
- ya. Ajarkan aja anak sampean mengucapkan
- Allah terus saja." Itu bisikan.
- Kalau anak sampean
- sudah bisa mengucapkan Allah, maka
- kalimat-kalimat lain akan mengikut.
- Jadi itu saja dahulukan yang lainnya
- akan ngikut.
- Jadi enggak usah dikerik dengan apa
- namanya dengan
- cincin emas atau sendok emas. Enggak
- usah. Itu aja. Ajarkan Allah. Allah.
- Begitu anak nanti sudah bisa mengucapkan
- itu, maka kalimat lainnya brudul akan
- ngikutin.
- Nah, kembali kepada ini kata sahabat
- Ibnu Abbas, "Mulakan anak kami itu
- permulaan kalimat yang diucapkannya
- adalah lailahaillallah. Kemudian nanti
- di akhir hayatnya talkinkan ajarkan juga
- kalimat lailahaillallah."
- Faahu manana awalalau
- manana [berdehem]
- e awalu kalami lailahaillallah
- wa akir kalam lailahaillallah
- alasanah masan bin wahid. Karena barang
- siapa yang permulaan kalimat yang
- terucap dari mulutnya itu lailahallah
- dan kalimat terakhirnya juga
- lailahaillallah. Kemudian orang itu
- hidup 1000 tahun maka maanin
- wahid. Dia tidak akan ditanya tentang
- satu dosa pun. Nah, kenapa ya?
- Ini karena pengaruh dari kalimat itu
- akan membentuk jiwa yang bertakwa kepada
- Allah Subhanahu wa taala.
- [berdehem]
- Nah, Imam Attabrani dan Imam Baihaqi
- beliau ini
- ee menjelaskan
- bahwa
- jaar rajulun ilan Nabi sallallahu alaihi
- wasallam. Seorang laki-laki datang
- menghadap Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam.
- Faqala, "Ya Rasulullah,
- inna gulaman qadar."
- Rasulullah di sana ada
- anak
- ya yang dia ini sedang naja mau
- meninggal.
- Fayu lahu lailahaillallah.
- Lalu kemudian ditalkinkan kepadanya
- kalimat lailahaillallah fala
- yastatuaqulaha.
- Tapi dia tidak bisa mengucapkannya.
- Q. Lalu Rasulullah bertanya, "Alakatih?"
- Apakah orang itu dulu semasa hidupnya
- biasa mengucapkan kalimat itu?
- Ubala. Benar sekali Rasulullah. Dia
- biasa mengucapkan kalimat lailaha
- minha. Lalu apa yang menghalangi dia?
- yang bisa menghalangi dia untuk
- mengucapkan lailaha
- meninggalnya.
- An nabiu sallahu alaihi wasallam
- maahuatal
- gulam. Kemudian Rasulullah bangkit.
- Sudah bangkit. Aku pun kata sahabat ee
- apa namanya? ee Ibnu Abbas ee aku pun
- bangun bersama dengan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam menemui ee
- apa namanya? Anak tersebut.
- Lalu Rasulullah berkata, "Ya gulam, qul
- lailahaillallah." Nah, ucapkan
- lailahaillallah. Anak itu la
- Rasul, "Saya tidak bisa mengucapkannya."
- Qalim, kenapa kamu tidak bisa
- mengucapkan itu? Ya Qidati
- karena saya durhaka pada ibu saya.
- Akhirnya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasam bertanya, "Ayatun hiya masih
- hidupkah katanya ibu kamu?" Q naam. Ya,
- katanya Rasul masih hidup. Maka
- Rasulullah mengutus seseorang untuk
- membawa ibunya ke situ. Lalu setelah
- ibunya datang, lalu oleh Rasulullah
- diminta agar ibunya ini mau memaafkan
- kesalahan si anak.
- ya, minta ee memaafkan kalau enggak
- dibakar kata ini anak ini. Akhirnya dia
- mengatakan, "Ya, saya" katanya memaafkan
- dia. Tapi Rasulullah kemudian bersabda,
- "Faasidillahidina
- biakiti."
- Ya, kamu minta kesaksian kepada Allah,
- minta kesaksian kepada kami bahwa engkau
- sudah rida kepada anakmu. Ya faqat qitu
- kata dia, "Aku sekarang sudah rida
- kepada anak saya ya Rasulullah." Faqala
- ya gulam qul la ilahaillallah. Faqala
- lailahaillallah.
- Nah, setelah ibunya rida, maka kata
- Rasulullah, "Nak, ucapkan oleh kamu
- lailaha." Anak [berdehem] itu langsung
- mengucapkan lailahaillallah. Faqala
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
- "Alhamdulillahilladzi anqahu minanar."
- Segala puji bagi Allah yang telah
- menyelamatkan anak ini dari api neraka.
- Ah, itu antara lain yang menyebabkan
- orang bisa suul khatimah adalah seperti
- tadi di atas sudah saya katakan
- apa ee dia sembrono gitu ya, menganggap
- ringan salat lalawora kalau kata orang
- Sunda. Kemudian juga dia suka
- minum-minum keras durhaka pada ee orang
- tua dan menyakiti kaum ee muslimin. Dan
- tentu masih banyak lagi ee tanda-tanda
- yang lainnya. Semoga semoga Allah
- Subhanahu wa taala selalu memberikan
- taufik dan hidayah kepada kita sehingga
- kita tidak menjadi orang yang
- ee apa namanya? orang yang fasik tapi
- justru dengan taufik dan hidayah Allah
- Subhanahu wa taala kita menjadi
- orang-orang yang saleh, orang yang
- bertakwa kepada Allah sehingga saat
- kematian nanti mati dalam keadaan husnul
- khatimah. Wallahuam.
- Dan khususnul khatimah seperti yang tadi
- disampaikan oleh Ustaz Ahmad Jazuli
- Kholil, Ikhwan dan Akhwat. ee tausiah
- yang beliau sampaikan semoga menjadi
- pembelajaran bagi kita dan semoga kita
- bisa mengambil hikmah dan memetik
- pelajaran darinya. Kami akan jeda
- sejenak terlebih dahulu setelah kita
- mendengarkan nasihat dari guru kita. Dan
- seperti biasa, ikhwan dan akhwat, kami
- akan mengundang Anda untuk bertanya
- kepada ustaz yang mana pada sore hari
- ini tema yang dibawakan oleh beliau
- adalah tanda-tanda orang yang khususnul
- khatimah. Kirimkan pertanyaan Anda di
- 0811999720.
- Kami akan segera kembali setelah jeda
- berikut ini. Tetaplah bersama kami.
- Islam yang satu. Ikhwan dan Akhwat,
- terima kasih Anda
- masih menyimak siaran kami di sore hari
- ini bersama guru kita Ustaz Ahmad Jazuli
- Kholil. Temanya di sore hari ini yaitu
- tentang tanda-tanda orang yang khususnul
- khatimah. Kita ingin menyapa terlebih
- dahulu ada pendengar kita Ibu Ani Khani
- Hudaifah, Bapak Sayan Rohili, Bapak
- Arwin, lalu ada Bapak Musyawir, Bapak
- Afandi, lalu ada Bunda Nurjanah binti
- Madiio dari Singapura, kemudian ada Nana
- Sumpa, Nana Sumarna Eyang Sri, lalu ada
- Ibu Kartini di Depok dan dari Ibu Umama
- begitu Ya, kita awali pertanyaan pertama
- dari Bapak Sayad Rohili, Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Dalam kita beribadah kepada Allah
- subhanahu wa taala, memperbanyak amalan,
- apa biar kita meninggal dunia
- digolongkan husnul khatimah. Kemudian
- dari ee
- Bapak
- Arwin. Oh, tidak.
- Itu dulu, Ustaz.
- Baik.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Satu pertanyaan yang sangat bagus sekali
- ya.
- Heeh.
- Bagaimana kalau ada amalan yang harus
- kita amalkan sehingga menyebabkan kita
- husnul khatimah? Yang pertama jelas ya,
- perintah Allah kita jalankan.
- Kemudian
- ada hadis dari
- ee
- ini
- siapa namanya ya?
- ee hadis riwayat
- ee
- dari Hakim dan riwayat Hakim
- dari dari Said Saad bin Abi Waqqas.
- Beliau kemudian berkata, "Hal adulukum
- al ismillahilam."
- H.
- Maukah aku tunjukkan kepada kamu
- ismulam?
- yaitu
- doa Yunus. Doanya Nabi Yunus.
- La ilahailla anta
- subhanaka inni kuntu minadzolimin.
- Ya, barang siapa muslim mana saja yang
- waktu sakitnya membaca 40 kali
- lailahailla anta subhanaka inni kuntu
- minadzolimin.
- Kalau dia meninggal,
- artinya ee dari sakitnya itu menyebabkan
- kematiannya maka iya ajru syahidin.
- Maka Allah akan berikan kepadanya pahala
- orang yang mati syahid. Wain baria baria
- magfuron lah. Kalau seandainya kemudian
- dia sembuh, maka dia sembuh dalam
- keadaan dosanya sudah diampuni oleh
- Allah. Jadi selama sakit baca
- lailahailla anta subhanaka inni kuntu
- minadzolimin 40 kali. Riwayat lain ada
- lagi yaitu surah ikhlas. La ilaha eh qul
- huallahu ahad. Allahusad lam yalid walam
- yulad walam yakun lahu kufuwan ahad.
- Sama itu juga adalah 40 kali.
- Ee kemudian
- dari Abi Hurairah
- bahwa sahabat Abu Hurairah menjelaskan
- ee barang siapa yang mengatakan
- mengucapkan di waktu sakit
- lailahaillallah
- yuhyi wa yumit wahua hayyun la yamut
- wasubhanallahbil
- ibad wal bilad walhamdulillah
- Allahu Akbar.
- Nah, kalau doa ini dibaca ya ee kemudian
- orang itu meninggal
- maka dia akan dihantarkan ke dalam
- kerida ke keridaan Allah dan surganya.
- Nah, kemudian wain kunta qodtaunuban
- taballahu alaik. Kalau kamu melakukan
- beberapa dosa, maka Allah akan terima
- tobatnya, akan Allah ampuni. Itu doa
- yang sangat bagus kalau ee kita dalam
- keadaan ee apa namanya? sakit ya. Atau
- ada lagi ya riwayat lain yaitu membaca
- lailahaillallahul
- halimul karim. Lailahaillallahul
- halimul karim. Tiga kali.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin. Tiga kali tabarakalladzi
- biyadihil mulku yuhyi waumit
- wahua ala kulliin qodir.
- Nah, itu satu kali ya. Mau tiga kali ya
- enggak apa-apa. Maka insyaallah
- bacaan-bacaan ini akan menyebabkan kita
- ee
- menyebabkan kita wafat dalam keadaan
- husnul khatimah. Tapi yang paling pokok
- tentu adalah kita jalankan salatnya.
- Heeh.
- Ya. Perintah-perintah yang lainnya. Nah,
- nah di akhir hayat di waktu sakit baca
- kalimat ini. Insyaallah
- ya kita akan wafat dalam keadaan husnul
- khatimah.
- Khatimah. Amin.
- Allah.
- Baik. Ada Bapak Haji Raya di Depok. Pak
- Ustaz ingin bertanya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah. Terima kasih atas
- tausiahnya, Ustaz. mau bertanya, usia
- saya sudah lansia. Tolong berikan
- langkah-langkah yang menghantarkan kita
- menjadi husnul khatimah di Bapak Raya di
- Sawangan. Kemudian dari Ibu Kartini di
- Depok. Ustaz, benarkah orang yang sedang
- sakaratul maut diperlihatkan
- kejadian-kejadian yang pernah ia perbuat
- semasa hidupnya? Terima kasih, Ustaz.
- Baik. [mendengus]
- mengenai bagaimana langkah-langkah ya
- supaya kita husnul khatimah. Tadi kan
- sudah saya sampaikan Allah itu kalau mau
- menghendaki orang ini ya menghendaki
- baik pada seorang hamba, maka diberinya
- hamba itu taufik oleh Allah sehingga
- melakukan amal saleh. Lalu nanti Allah
- mencabut nyawanya saat dia berlakukan ee
- apa nam amal saleh. Jadi itu sudah
- mendekati kematian itu kita diberi
- taufik oleh Allah mau menjalankan ya
- perintah-perintah Allah menjauhi
- larangan-larangan Allah. Nah, ini adalah
- tanda-tandanya yang bisa mengantarkan
- kita ke sana. Karena itu kita lakukan
- ini. Kemudian [mendengus] sekarang
- apakah benar kalau orang mau meninggal
- diperlihatkan
- amal yang kita lakukan selama hidup?
- Tidak. Ya, yang diperlihatkan bukan itu.
- Yang diperlihatkan berdasarkan hadis
- Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah
- satu tadi rupa malaikat ya. Kalau memang
- orang saleh, malaikat maut ini akan
- menjelma pemuda yang sangat ganteng,
- yang sangat harum baunya, berpakaian
- [berdehem]
- serba indah sekali sehingga menyenangkan
- ee membuat kita ini ee apa? Nikmat
- memandangnya. Lalu malaikat maut juga
- membawa 500 malaikat rahmat yang akan
- menyampaikan kabar gembira. Satu berita
- yang disampaikan satu malaikat dengan
- berita yang disampaikan malaikat lainnya
- berbeda. Lalu kemudian juga malaikat
- Raqib dan Atid akan menjelma mengucap
- mendoakan kepada orang tersebut doa yang
- baik.
- Lalu kemudian yang ke yang berikutnya
- akan diperlihatkan oleh Allah tempat
- yang akan ditujunya surga atau neraka
- ya. Nah, adapun mengenai amalamal
- perbuatan kita itu diperlihatkannya
- bukan ketika dicabut nyawa, tapi nanti
- sesudah dicabut nyawa ketika itu baru
- kita akan diperlihatkan sehingga kita
- mengetahui semua apa yang kita lakukan
- selama hidup di dunia. Ya, itu dijelas e
- nanti akan akan terpampang [berdehem]
- apa namanya sehingga dalam inial
- kitabir
- wotan illa asoha. Ini katanya kitab apa
- ini? Tidak ada satu kesalahan yang besar
- maupun yang kecil melainkan semuanya ada
- catatannya. Dan kita nanti akan membaca
- itu semua dalam waktu yang relatif
- sangat singkat sekali. Begitu ya, Bapak
- yang di mana? Depok atau saya mana ya?
- Iya.
- Jadi kalau diperlihatkan amal-amal buruk
- enggak ya. Saya enggak enggak enggak
- mendengar dan belum.
- Tapi kalau yang tadi empat memang ada
- dasarnya. Wallahuam.
- Baik. Kemudian ada Ibu Umama. Pak Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, saya ingin bertanya. Kalau
- seorang ibu pernah dimarahi sama anak
- yang memang ibunya ada kesalahan
- sebelumnya, tapi berat untuk
- memaafkannya. Mohon jawaban dari Ustaz.
- Kemudian pertanyaan selanjutnya dari
- Ibu Yuli di Pondok Labu, Jakarta
- Selatan. Ustaz, kalau seseorang banyak
- beramal tapi tidak pernah mengumbar
- senyum lalu wafat dalam keadaan biasa
- saja, apakah itu lebih mulia daripada
- orang yang meninggal dengan senyum tapi
- sedikit amal? Terima kasih, Ustaz.
- Tadi pertanyaan yang pertama apa, Gus?
- Karena enggak ini putus-putus tadi yang
- pertama.
- Oh, maaf, mohon maaf, Ustaz. Ee
- pertanyaan pertama, bagaimana jika
- seorang ibu pernah dimarahin sama anak
- yang memang ibunya ada kesalahan
- sebelumnya tapi berat untuk
- memaafkannya?
- Begitu, Ustaz?
- Baik. Yang berat memaafkan itu ibunya
- gitu ya?
- Ee kurang jelas juga, Ustaz. Tidak di
- Iya. Iya.
- Baik. Kemungkinan ini ibunya punya
- kesalahan dimarahi oleh anaknya. ibunya
- enggak terima gitulah.
- Heeh.
- Sehingga ibunya enggak bisa memaafkan
- ee anak kepada orang tua ya. Kalau
- sebaiknya
- apapun yang dilakukan oleh orang tua ya
- perlu kita marah ya jangan marah. Kita
- beri kasih kasih nasihat. Kalau
- kelihatannya dia itu nasihat, tentu
- dengan cara yang yang baik, yang sopan,
- yang pantas kepada orang tua. Kalau
- kelihatannya dia itu
- mulai cemberut umpamanya atau orang
- suka, hentikan. Sudah, jangan diteruskan
- bicaranya. Nah, kalau seperti itu,
- insyaallah nanti ee kalau orang tua
- enggak suka itu tidak akan berpengaruh
- kepada kita insyaallah. Tapi kalau kita
- meneruskan apalagi ngotot merasa kita
- benar itu berbahaya seperti itu.
- Walaupun memang ibu kita salah ya. Jadi
- tetap kesalahan orang tua kita anggap
- gitu ya. Ee saya masih ingat ibu saya
- itu kalau marahin anak ya enggak ada
- satuun anak-anaknya yang berani ee
- menjawab. Walaupun benar ya, walaupun
- benar. Nah, cuma ada satu abang ee saya
- saudara. Jadi kalau dia di diomelin sama
- orang tua, dia masuk ke kamar kemudian
- buru-buru tidur karena dia
- apannya takut menjawab ya. Takut
- menjawab. Supaya enggak menjawab maka
- dia suka suka masuk ke kamar buru-buru
- tutup ee telinganya pakai bantal.
- ya karena masalahnya apa? takut
- menjawabnya itu insyaallah kalau ini
- adalah apa namanya ee baik yang semacam
- ini yaun
- orang tua ya kalaupun dia s
- mereka ya tapi berilah nasihat kalau
- memang sudah dinasihati rupanya enggak
- terima berhenti. Sudah kemudian mengadu
- minta kepada Allah biar Allah yang
- menyadarkannya.
- Ya, cari selalu keridaan orang tua
- karena di situlah letak keridaan Allah
- Subhanahu wa taala. Wallahuam.
- Baik. Kemudian pertanyaan dari Bu Yuli
- di Pondok Labu, Pak Ustaz. Kalau
- seseorang banyak beramal tapi tidak
- pernah mengumbar senyum.
- Oh.
- Lalu wafat. Iya. [mendengus]
- Jadi orang mengumbar senyum
- ee sebenarnya bukan bukan senyumannya
- ya. Yang paling penting memang
- albasyasyah sunah. Senyuman itu adalah
- perilaku Rasulullah. Sangat baik sekali.
- Ah, tapi ingat yang namanya akhlak itu
- akhlak itu bukan
- Allah akhlak itu bukan ee ucapan
- ya, tapi akhlak itu adalah kecenderungan
- hati kepada perbuatan yang baik.
- Apakah kalau orang enggak apa namanya
- ada orang minta bantuan enggak membantu
- berarti dia bakhil? Belum tentu
- [mendengus]
- ya. Belum tentu dia itu bahil. Mungkin
- karena memang lagi tidak punya duit
- makanya dia tidak membantu. Makanya
- apakah orang kalau membantu itu berarti
- dermawan? Dia belum tentu juga.
- Tergantung yang dibantunya apa. Kalau
- ada orang mau mengadakan membuat sesuatu
- dan itu adalah perbuatan yang enggak
- baik, membutuhkan bantuan dari
- masyarakat, kita membantunya. Itu bukan
- dermawan namanya.
- Ya. Jadi akhlak bukan perbuatan.
- Iya.
- Juga bukan pengetahuan akhlak itu. Tapi
- akhlak itu adalah
- kebaikan.
- H.
- Kalau umpamanya begini ya, kita melihat
- di televisi itu ada ibu-ibu yang
- ngambilin nasi dari tempat sampah
- kemudian dicuci. sudah dicuci kemudian
- dijemur. Lalu kata dia nanti kalau mau
- mau masak baru kemudian tuh nasi-nasi
- yang dijemur tadi diangetin sama dia.
- Nah, kita begitu melihat itu hati
- rasanya perih sekali.
- Andai orang itu dekat atau saya dekat
- dengan orang itu, tiap hari pagi sore
- akan saya kirimi ee nasi. ya. Nah, ini
- akhlak sudah enggak berbuat ya. Enggak
- berbuat dia, tapi dia berakhlak yang
- mulia. Nah, senyuman boleh jadi senyuman
- itu adalah karena memang keluar dari
- hati, tapi boleh jadi juga senyuman itu
- cuma penghias bibir semata. Tapi
- maka itulah yang disebut dengan akhlak.
- Nah, jadi kalau kita banyak senyum dan
- itu adalah memang dari hati, maka
- insyaallah akan sangat bermanfaat sekali
- ya. Tetapi kalau cuma di mulut saja,
- insyaallah enggak ada manfaatnya untuk
- akhiratnya nanti. Cuma di dunia saja.
- Jadi yang dan juga senyum bukan berarti
- menunjukkan bahwa orang itu nanti kalau
- mati senyum
- apa namanya tanda bahwa dia ini khusus
- khatimah juga enggak enggak jaminan.
- yang ada keterangan dari Rasul tadi yang
- tidak saya yang tadi yang tiga itu yang
- saya sebut yang sudah saya sebutkan
- karena itu adalah sabda dari Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang
- enggak mungkin bohong. Wallahualam.
- Baik, Ustaz. Ke ada pertanyaan dari
- Bapak Kundarto, Pak Ustaz. Dua
- pertanyaan lagi, Ustaz, ya. Ee
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Saya mau bertanya.
- Apakah orang tua saya meninggal di malam
- Jumat dikategorikan khususnul khatimah
- dan masuk surga? Kemudian selanjutnya
- pertanyaan dari Ibu Rina di Senin.
- Ustaz, kalau tanda khususnul khatimah
- itu wajah cerah saat meninggal, lalu
- bagaimana dengan orang yang meninggal
- karena kecelakaan dan wajahnya rusak?
- Apakah ia apakah itu berarti ia tidak
- mendapatkan husnul khatimah atau
- bagaimana, Ustaz? Terima kasih.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ee
- orang yang meninggal di malam Jumat atau
- hari Jumat itu tanda bahwa dia orang
- baik.
- H
- ya. Tanda bahwa dia itu adalah orang
- [berdehem] baik. Kemudian sekarang kalau
- orang kecelakaan itu bagaimana? Apakah
- khusnul khatimah atau tidak? Sekali lagi
- mengenai khusnul khatimah itu hakikatnya
- itu kan cuma Allah yang tahu ya.
- Betul.
- Adanya saja. Nah, sekarang orang
- kecelakaan itu bisa jadi adalah karena
- keinginan dirinya, bisa jadi juga itu
- adalah satu musibah. Kalau itu adalah
- musibah, jelas musibah itu akan
- mengampuni dosa orang yang kena musibah.
- Dan itu sebagai tanda bahwa dia orang
- baik.
- Ya, seperti itu. Insyaallah. Insyaallah
- itu orang baik karena musibah, kena
- bencana ya ketiban
- dan itu kalau Bapak atau Ibu baca di
- dalam kitab Ianat
- Thbin itu masuk dalam kategori orang
- yang mati syahid akhirat yang seperti
- itu
- ya. Barangkali ini saja ya dulu yang
- bisa sampaikan se ini.
- Semoga Allah subhanahu wa taala
- panjangkan umur kita dalam taat.
- Amin. Amin.
- Allah bimbing hati kita ke jalan yang
- diridai dan dicintainya. Allah hiasi
- hati kita dengan akhlak yang mulia.
- Allah
- Allah limpahkan rahmat, taufik, dan
- hidayah kepada kita anak cucu kita
- sehingga selama hidup kita istikamah
- menjalankan perintahnya menj larangannya
- dan manakala wafat semoga Allah wafatkan
- kita semua dalam keadaan husnul
- khatimahbana
- minana
- aminahmatika yainbanaun
- amin amin
- Muhammadin.
- Amin. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih Ustaz atas
- tausiahnya di hari ini dari Bapak Silver
- Ropo. Kemudian ada Ibu Anggit.
- Alhamdulillah menyimak toes sore dari
- Ustaz Jazul Kholil. Lalu ada Bapak Nana
- Sumarna. Kemudian Ibu Nurjana. Ee terima
- kasih Ustaz. Kami menyimak dari
- Singapura. Semoga Ustaz sehat selalu.
- Begitu pula dengan kru Rasil.
- Dan Bapak Arwin juga mengucapkan semoga
- ustaz dan juga pejuang dakwah serta para
- pendengar radoasil selalu dalam keadaan
- sehat walafiat serta dalam lindungan
- Allah.
- Amin.
- Ibu Hani Kemayoran hadir menyimak dari
- awal. Terima kasih, Ustaz. Jazakallah
- ikhwan dan akhwat. Kami undur diri dari
- ruang dengar Anda. Terima kasih atas
- segala perhatian yang telah Anda berikan
- kepada kami. Akhirul kalam,
- subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilaha illa anta astagfiruka wa
- atubu ilaik ilqab billahi taufik wal
- hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.