Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Berasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin.
- Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad. dipancar luaskan dari jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis
- Cibubur Bekasi, Radio Silaturahim untuk
- Islam yang
- satu. Ikhwan dan akhwat yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala, bagaimana
- kabar Anda di malam hari ini?
- Alhamdulillah kembali kita berjumpa
- dalam program Renungan QBU bersama Ustaz
- Rahmatullah edisi hari Selasa di tanggal
- 3 Maret 2020. Dan tema kita di malam
- hari ini, Ikhwan dan Akhwat yaitu
- tentang dengan mengingat Allah akan
- menghilangkan rasa takut.
- Saya Bagus ditemani Ondi dan juga Yusuf
- Subangkit di meja operator akan menemani
- Anda hingga nanti menjelang pukul 1130
- malam. Dan sebelum kita mulai, mari kita
- sapa terlebih dahulu Ustaz Rahmatullah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Sehat,
- Ustaz? Ya, alhamdulillah. Baik, Ustaz.
- Tafadal, ya. Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah
- Alhamdulillahilladzi khalaqal mauta
- walata liyabluakum ayukum ahsanu amala
- wahualizul
- gfur. Ashadu alla ilahaillallah wa
- ashadu anna muhammadan abduhu waasuluh.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- Muhammad wa ala ali Muhammad w
- ba
- para pendengar
- radio serta TV rasil
- yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa
- taala.
- Terlebih dahulu
- kita memanjatkan puji syukur ke hadirat
- Allah Subhanahu wa
- taala. Selawat serta
- salam semoga
- Allah limpahkan kepada junjungan kita
- Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam, keluarga beliau, para
- sahabatnya, dan kepada kita sekalian.
- Amin ya rabbal
- alamin. Pada kesempatan ini kita
- akan menyampaikan
- bahwa ee dengan mengingat
- Allah
- maka akan
- menghilangkan rasa takutnya.
- Pada judul ini,
- sesungguhnya Allah Subhanahu wa
- taala telah
- menciptakan satu kehidupan yang abadi,
- satu kehidupan yang kekal nanti di
- akhirat.
- Kemudian di sanalah sesungguhnya manusia
- akan bertempat tinggal yang
- selama-lamanya. Sudah tidak ada
- lagi
- kematian yang pada hakikatnya
- sesungguhnya
- adalah roh dan jiwa kita tidak pernah
- mati.
- Tapi oleh karena Allah Subhanahu wa
- taala pisahkan
- sementara berada di alam yang lain
- setelah
- kita dilahirkan ke muka
- [Musik]
- bumi. Nanti nanti kita
- akan
- merasakan perjalanan hidup yang
- sesungguhnya dimulai
- dari alam rahim.
- Kita berada di dalam
- rahim seorang ibu kemudian dilahirkan
- oleh Allah Subhanahu wa taala ke muka
- bumi. Dan kita akan masih mengalami satu
- perjalanan yang amat sangat
- panjang. Ada alam
- kubur, alam
- berbangkit, terus kemudian di sana nanti
- ada satu yaumul hisab.
- Semua kita
- akan ditanya, dimintai pertanggungan
- jawab oleh Allah Subhanahu wa taala. Apa
- yang sudah kita lakukan semasa kita
- berada di permukaan bumi ini?
- Setelah mengalami satu
- pertanyaan, kita
- terakhir
- apakah berada di satu kehidupan surga
- Jannatun
- naim
- ataupun berada di neraka jahanam.
- Nauzubillah minzalik.
- Maka pada hakikatnya sesungguhnya tidak
- ada
- ketakutan. Kalau dibandingkan ketakutan
- di akhirat dibandingkan dengan ketakutan
- di
- dunia, maka
- sungguh ketakutan di akhirat itu
- merupakan sesuatu ketakutan yang amat
- sangat mencekam.
- Sehingga ketika kita
- misalnya belum berbuat sesuatu di muka
- bumi
- ini, kemudian karena kesalahan
- kita, kita menghadapi satu kehidupan
- yang sangat hina di
- akhirat, maka
- itulah sebuah
- ketakutan yang
- sangat sangat mencekat
- Sebagaimana
- pada kesempatan yang
- lalu, bagaimana orang ketika berada di
- ketika sudah berada di akhirat minta
- dikembalikan ya meminta kepada Allah
- supaya dikembalikan ke muka
- bumi untuk bertobat kepada Allah
- subhanahu wa taala. Maka permintaan itu
- merupakan sesuatu yang tidak
- mungkin. Sebagaimana Allah Subhanahu wa
- taala memberikan satu gambaran bagaimana
- kehidupan
- neraka. Sebagian gambaran kehidupan
- neraka seperti Allah cantumkan di dalam
- surah An-Naba.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim. Inna
- jahannama kanat
- mirsada. Sungguh neraka
- jahanam telah
- menjadi tempat ya tempat
- pengintai. Lagina maaba.
- sebagai tempat kembali bagi orang-orang
- yang durhaka kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Labitina fiha ahqaba.
- Mereka tinggal di dalamnya dalam masa
- yang sangat lama, tiada
- akhir. La yazuquuna fiha bard wala
- syarabah.
- Mereka merasa mereka tidak merasakan di
- dalamnya satu
- kesejukan dan tidak pula mendapatkan
- minuman illa
- terkecuali hamima
- waqa. Kecuali air yang mendidih.
- dan air nanah penduduk
- neraka. Jaza wifaqa sebagai
- balasan yang setimpal dari perbuatan
- mereka. Innahum kanu la yarajuna hisaba.
- Sesungguhnya mereka
- dahulu ketika berada di muka
- bumi mereka tidak mengharapkan adanya
- satu hari perhitungan, hari kiamat
- terjadi. Wakadzabu biayatina kidzaba.
- Dan mereka
- mendustakan terhadap ayat-ayat kami
- Al-Qur'anul
- Karim dengan sangat
- berdusta. Waulla saaiin ahsainahu
- kitaba. Dan setiap
- sesuatu kami telah mencatatnya di dalam
- satu kitab.
- Fzuquu falan nazidakum
- illazaba.
- Maka kalian rasakanlah siksa
- ini, maka tidak akan kami menambahkan
- pada
- kalian kecuali siksa di atas siksa.
- Maka
- bagaimana gambaran
- kehidupan di akhirat yang sangat
- menakutkan?
- Maka satu
- kehidupan yang sangat menakutkan
- ini Allah memberikan
- satu hiburan kepada
- kita bahwa di balik yang menakutkan
- itu ada satu jalan
- keluar bagi orang-orang yang beriman dan
- bertakwa kepada Allah Subhan Subhanahu
- wa
- taala. Allah Subhanahu wa taala
- menyebutkan di dalam surah Az-Zumar pada
- ayat yang
- ke-23. Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Allahu nazzala ahsanal hadisi kitab
- mutasyabihan
- matania takiru minhu juludadina
- yakunahum
- tummainu
- juluduhumikrillahika hudallahi yahdi
- bihi yasya
- min. Allah telah menurunkan perkataan
- yang paling baik yaitu Al-Qur'anul
- Karim yang serupa lagi
- berulang-ulang. Jadi Allah telah
- memberitakan bagaimana sesungguhnya
- kehidupan di akhirat. Allah telah
- menyampaikan kepada hambanya
- berkali-kali,
- berulang-ulang.
- Gemetarlah karena kulit orang-orang yang
- takut kepada Tuhannya.
- merasakan satu takut yang luar
- biasa bagaimana neraka
- jahanam menyiksa orang-orang yang
- durhaka kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Kemudian menjadi tenang kulit dan
- hati mereka di waktu mengingat Allah.
- Itulah petunjuk
- Allah. Dengan kitab
- itu, dia menunjuki siapa yang dia
- kehendakinya.
- Dan barang siapa yang disesatkan Allah,
- niscaya tidak ada baginya seorang
- pemimpin. Apa yang dimaksudkan dengan
- mengingat
- Allah? Ketika Allah memberikan satu
- gambaran yang begitu menakutkan di dalam
- Al-Qur'anul Karim, satu kehidupan neraka
- yang sangat menakutkan.
- Maka di dalam ayat ini Allah
- menyatakan menjadi tenang kulit dan
- kalbu mereka ketika mereka mengingat
- Allah. Apa yang diingat akan
- Allah? Azabnya yang begitu sangat pedih.
- Kemudian Allah Subhanahu wa
- taala telah
- menetapkan di dalam surah al-Anfal ayat
- 33.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim. Wama
- kanallahu
- liadzibahum wa anta
- fihim
- wallahu muadibahum wahum yastagfirun.
- Dan Allah sekali-kali tidak akan
- mengazab
- mereka sedang kamu berada di antara
- mereka. Jadi yang dimaksudkan
- adalah Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi
- wasallam. Dan tidak pula Allah akan
- mengazab mereka sedang mereka meminta
- ampun kepada Allah subhanahu wa taala.
- Jadi yang dimaksudkan dengan mengingat
- Allah adalah
- bahwa ketika seorang hamba memohon
- ampunan kepada Allah Subhanahu wa
- taala, maka sudah cukup alasan bagi
- Allah untuk tidak mengazab orang-orang
- yang beristigfar, memohon ampunan kepada
- Allah Subhanahu wa taala.
- Maka ini yang dimaksudkan dengan
- mengingat Allah tadi. Artinya apa? Apa
- yang sudah ditetapkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala.
- Ketika seorang
- hamba sebesar apapun dosa yang mereka
- lakukan kemudian dengan
- bersungguh-sungguh taubatan nasuha mohon
- ampunan kepada Allah subhanahu wa
- taala maka Allah telah
- menetapkan tidak akan mengazab
- orang-orang yang memohon ampunan kepada
- Allah subhanahu wa taala.
- Bahkan bukan hanya itu
- saja, di dalam surah
- Al-Furqan pada ayat yang ke-68 sampai
- ayat yang
- ke-70 di mana mereka
- melakukan banyak dosa-dosa
- besar. Kemudian mereka menghampiri
- Allah.
- menyesal yang sedalam-dalamnya, memohon
- ampunan kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Maka dosa-dosa besar mulai dari
- kemusyrikan,
- berzina,
- membunuh merupakan dosa-dosa
- yang paling tinggi
- kemusyrikan. Kemudian mereka bertobat
- kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Maka Allah menyatakan di dalam surah
- Al-Furqan itu bukan saja mengampuni,
- tapi dosa-dosa yang telah mereka lakukan
- akan dihapus oleh
- Allah dan akan diganti dengan sebuah
- kebajikan.
- Ketika seorang hamba memohon ampunan
- kepada Allah, beriman kembali iman
- mengimani
- Allah, menebus dosa-dosa yang mereka
- lakukan, memperbanyak melakukan
- kebajikan, maka semua dosa
- yang telah mereka lakukan dihapus,
- diganti dengan sebuah
- kebajikan. Itulah yang dimaksudkan
- dengan mengingat Allah.
- Artinya satu kasih sayang Allah jauh
- lebih besar daripada azab yang
- sedang
- menghantui hamba-Nya.
- Sehingga dengan
- demikian ketika seorang hamba
- menghampiri
- Allah, mengaku bahwa dirinya
- lemah, banyak dosa yang telah mereka
- lakukan,
- maka kasih sayang Allah akan bersama
- dengan orang-orang yang memohon ampunan
- kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi yang pertama di situ adalah bahwa
- ketika seorang hamba memohon ampunan
- kepada Allah, beristigfar kepada Allah,
- maka sudah cukup bagi Allah untuk tidak
- mengazab hambanya.
- Kemudian yang
- kedua, setelah
- melakukan ampunan, beristigfar kepada
- Allah Subhanahu wa
- taala, maka tobat tadi mereka
- lakukan secara
- istiqamah. Artinya betul-betul taubatan
- nasuha, ya. Menyesal yang
- sedalam-dalamnya ya.
- merasakan
- bahwa kasih sayang Allah, ampunan Allah
- yang sangat dia harapkan maka dia
- lakukan secara istikamah.
- Kemudian yang kedua
- ini Allah Subhanahu wa taala telah
- menurunkan satu
- ketapan sebagaimana di dalam surah Filat
- pada ayat yang ke-30 dan
- 31. Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Innalladina
- qubunallahuqamu
- tatazalai malaikatu taku
- wahzanu wau
- bilum nahnu
- auliyaukumid dunya wail
- akhirah wakum fiha
- maastahi anfusukum wakum fiha ma'un
- Innalladzina qolu rabbun nas.
- Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan
- Tuhan kami adalah Allah.
- Summastaqamu. Kemudian dia istiqamah,
- teguh
- pendirian bahwa Tuhan kami adalah
- Allah. Dan artinya
- adalah
- bahwa ini adalah orang-orang yang ahli
- zikir secara istiqamah.
- Maka malaikat akan turun kepada mereka
- dengan mengatakan, "Alla takofu wala
- tahzanu wa absyiru bil jannatillati
- kuntum
- tuudun." Maka malaikat turun kepada
- mereka dengan mengatakan, "Janganlah
- takut, janganlah merasa sedih.
- Dan gembirakanlah mereka dengan jannah
- yang telah dijanjikan
- Allah
- kepadamu. Jadi bagi orang-orang yang
- istikamah, bertobat, memohon ampunan,
- menyesal
- sedalam-dalamnya, kemudian mereka
- bertobatnya secara istiqamah, tobatan
- nasuha. Maka bagi orang-orang yang
- semacam ini, Allah turunkan
- malaikat untuk membisikkan ke dalam
- jiwanya. Alla takofu wala
- tahzanu. Jangan takut, jangan
- berdukacita.
- Manusia akan menghadapi satu ketakutan
- yang luar
- biasa pada saat menjelang sakaratul
- maut, pada saat berada di dalam
- kubur di mana kehidupan-kehidupan ini
- akan sangat menakutkan.
- Pada saat itulah jaminan dari Allah
- Subhanahu wa taala. Allah turunkan
- malaikat. Kemudian malaikat tadi akan
- membisikkan jangan takut, jangan
- bersedih, jangan
- berduka. Nahnu auliyaukum fil hayatid
- dunya wafil
- akhirah. Dan kamilah
- pelindung-pelindungmu dalam kehidupan
- dunia dan akhirat.
- Wakum fiha maastahi anfusukum wakum fiha
- ma
- taddaun. Dan di dalamnya kamu akan
- memperoleh apa yang kamu inginkan dan
- memperoleh pula di dalamnya apa yang
- kamu
- minta. Maka bagi orang-orang yang
- istikamah
- tadi akan dibackingi oleh malaikat
- karena perintah Allah. Di mana? di
- kehidupan dunia dan kehidupan
- akhirat. Di kehidupan dunia pada saat
- menjelang sakaratul
- maut, manusia akan menghadapi satu
- ketakutan yang amat sangat luar biasa.
- Pada saat itulah malaikat muncul yang
- telah ditugaskan adalah Allah Subhanahu
- wa taala. Alla takauhafu wala
- tahzanu. Demikian juga pada saat berada
- di alam
- kubur
- merasakan satu ketakutan. Di sanalah
- malaikat. Karena malaikat ini ditugaskan
- oleh Allah fid dunia wal akhirat. di
- dunia sampai kehidupan
- akhirat akan
- senantiasa diberikan fasilitas oleh
- Allah Subhanahu wa taala bagi
- orang-orang yang istiqamah kepada Allah
- subhanahu wa
- taala. Sehingga inilah yang dimaksudkan
- dengan mengingat
- Allah ya. Ketika kita membayangkan
- bagaimana
- azab akhirat neraka jahanam, kemudian
- kita mengingat Allah bahwa ada jaminan
- dari Allah bagi orang yang memohon
- ampunan kepada Allah, bagi orang
- yang ee istiqamah kepada Allah.
- Maka itulah sesungguhnya yang
- dimaksudkan dengan mengingat Allah bahwa
- ada jaminan dari Allah, ada ketetapan
- yang sudah
- diurunkan, yang sudah diputuskan oleh
- Allah bagi orang-orang yang memohon
- ampunan kepada Allah, bagi orang-orang
- yang melakukan keistikmahan kepada Allah
- subhanahu wa taala.
- Maka dengan mengingat itulah
- sesungguhnya jiwa orang-orang
- yang senantiasa mengingat Allah akan
- menjadi
- tenang. Karena Allah ada jaminan dari
- Allah Subhanahu wa taala yang sudah di
- tetapkan di dalam Al-Qur'anul Karim.
- Kemudian yang
- ketiga, setelah
- melakukan dari awal
- melakukan beristigfar kepada Allah
- Subhanahu wa taala kemudian lakukan
- secara
- istikamah kemudian terus-menerus
- senantiasa mengingat Allah subhanahu wa
- taala. Maka ada jaminan lain yang sudah
- ditetapkan oleh Allah subhanahu wa taala
- sebagaimana yang telah
- di firmankan di dalam surah Al-Ahzab
- pada ayat 41 sampai dengan
- 44.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim. Ya
- ayyuhalladzina
- amanakurullahazikran
- katsir
- wasabbihuqrat waila.
- Walladzi yusolli alaikum
- waaikatuhu liyukrijakum
- minulumati wana bil mukminina
- rahima
- tahiyatuhum yaum yalqunahu
- salam waalahum ajran kariman.
- Wahai orang-orang yang
- beriman, berzikirlah dengan menyebut
- nama Allah zikir yang
- sebanyak-banyaknya. Maka di
- sini menjadi
- satu amalan yang paling baik ya.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan amalan yang paling baik
- adalah zikrullah, mengingat Allah.
- mengingat Allah dalam artian secara
- kafasah, secara
- keseluruhan. Bagaimana kita memohon
- ampunan kepada Allah? Bagaimana
- orang-orang yang istiqamah? Bagaimana
- orang-orang yang ahli zikir yang banyak
- zikirnya. Jaminan-jaminan Allah telah
- disiapkan oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Itulah sesungguhnya yang membuat jiwa
- kita itu akan menjadi tenang.
- Karena yang menjamin langsung adalah
- Allah Subhanahu wa taala.
- Dan bertasbihlah