Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:12 [musik] 0:18 Bismillahirrahmanirrahim. 0:19 Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan 0:21 kirsir thayiban barokan fih kama 0:22 yuhiburbuna waardo. Allahumma shalli 0:24 wasallim wabarik ala sayyidina 0:26 Muhammadin wa ala ali sayyidina 0:27 Muhammad. masih dipanjarkan dari Jalan 0:29 Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimagis 0:32 Subur Bekasi, Radio Silaturahim dan juga 0:34 Resil TV untuk Islam yang satu. 0:36 Asalamualaikum warahmatullahi 0:37 wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang 0:39 dirahmati Allah. Senang sekali di Senin 0:42 pagi hari ini kami bisa kembali 0:43 menjumpai ikhwan akhwat dalam program 0:46 acara renungan di bawah naungan 0:48 Al-Qur'an spesial live di pagi hari ini, 0:51 tepatnya di tanggal 1 Juni 2026. 0:56 Berdebatan juga dengan hari lahir 0:59 Pancasila ya, hari libur nasional hari 1:01 ini, Ikhwan. Dan alhamdulillah guru kita 1:05 Ustaz Husain Alatas kembali hadir yang 1:07 akan memberikan kajiannya renungan di 1:09 bawah naungan Al-Qur'an untuk edisi pagi 1:12 hari ini. Asalamualaikum warahmatullahi 1:13 wabarakatuh. 1:14 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:16 wabarakatuh. 1:16 Kabar baik dan sehat, Ustaz? Ya, 1:18 alhamdulillah. 1:18 Alhamdulillah wasyukrulillah. 1:20 Baik, ikhwan akhwat. Di kesempatan ini 1:22 kita akan mendengarkan kajian dari Ustaz 1:25 Husein Alatas mengenai tema Minarifil 1:29 Quran. Untuk itu, mari kita simak 1:32 bersama dan kita awali dengan pembacaan 1:34 Quran surah Al-Fatihah yang akan 1:36 dibimbing langsung oleh ustaz. 1:37 [berdehem] Kami silakan, Ustaz. 1:41 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:48 Bismillahirrahmanirrahim. 1:55 Alhamdulillahirabbil 1:57 alamin 2:01 arrahmanirrahim. 2:05 Maliki yaumiddin. 2:10 Iyaka na'budu wa iyyaka nasta' 2:15 ihdinasirathal 2:18 mustaqim 2:21 shathalladzina 2:23 an'amta alaihim 2:26 ghairil maghdubi alaihim 2:30 waladin. 2:39 [berdehem] 2:41 Bismillahirrahmanirrahim. 2:43 Alhamdulillahi rabbil alamin. 2:48 Waqulilhamdulillah 2:50 wasalamun ala ibadihilladin asofa. 2:55 Allahu khairun amma yusyrikun. 3:01 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 3:04 abdika wa rasulika 3:06 sayyidina wa nabina Muhammadin wa alihi 3:11 wasohbihi 3:13 wabarik wasallim. 3:16 Allahumma atina minika rahmah waimna min 3:20 ladunka ilman nafi' wf'na bima alamtana. 3:24 Rbana zidna ilman wa alhikna shihin. 3:27 Amma ba'du. 3:30 Ikhwan akhwat 3:33 pendengar pemirsa 3:35 radio TV silaturrahmi yang dirahmati 3:38 Allah subhanahu wa taala. Alhamdulillah 3:42 setelah bersama-sama kita memperingati 3:45 Idul Adha 3:47 melalui 3:50 hari-hari tasyrik, 3:52 kita 3:54 bersama hari-hari tasyrik mentakdirkan 3:57 Allah Subhanahu wa taala, 4:01 memujinya, mensucikannya. 4:04 Begitu pula 4:06 menegaskan 4:08 tentang wahdaniyatullahi tabaraka wa 4:11 taala. 4:14 Semoga [berdehem] 4:16 apa yang kita 4:18 lakukan pada yauman nahar, hari kurban, 4:23 begitu pula hari tasyrik bisa 4:26 betul-betul meninggalkan bekas dalam 4:29 diri kita, 4:31 mengubah arah hidup kita. 4:33 [berdehem] 4:33 yang tadinya 4:37 kita jalani kehidupan jauh dari Allah 4:40 atau bercampur 4:42 antara tujuan karena Allah dengan 4:45 tujuan-tujuan duniawi atau kita mencari 4:48 kenyamanan hidup. Kita mohon kepada 4:51 Allah Subhanahu wa taala agar Allah 4:54 Subhanahu wa taala betul-betul 4:56 menyatukan hati kita semua sepenuhnya 4:59 menghadap ke hadapan Allah. 5:02 menyadari bahwa tujuan hidup kita 5:04 bukanlah kehidupan dunia, tapi dunia 5:07 merupakan ladang ujian bagi kita semua. 5:12 Orang yang [berdehem] 5:14 hidupnya 5:18 menjadikan dunia sebagai tujuannya, 5:21 maka dia tidak akan lepas 5:24 dari keresahan, kegelisahan, ketakutan 5:27 yang akan menyelimuti jiwanya. 5:30 Tapi siapa-siapa yang menjadikan Allah 5:33 dan hari akhirat sebagai tujuannya 5:36 mengikuti bimbingan Allah dalam kitabnya 5:38 dan tuntunan Nabinya Muhammad sallallahu 5:41 alaihi wa alihi wasallam dalam sunahnya, 5:43 dia akan dibimbing menuju kehidupan yang 5:46 lebih indah, lebih mulia, yang akan 5:49 membuat dirinya tenteram dan damai. Pada 5:53 saat dia menerima nikmat, dia bersyukur. 5:55 Pada saat dia menghadapi cobaan, dia 5:57 bersabar. Kedua-duanya akan membawa 6:00 betul-betul keuntungan 6:03 dan juga kebahagiaan yang tak terhingga. 6:07 Karena hidupnya betul-betul 6:10 sepenuhnya bergantung kepada Allah, 6:13 bukan kepada dunia yang 6:14 mengombang-ambingkan hidupnya dalam 6:17 keadaan tidak menentu. [berdehem] 6:20 Ikhwan Akhwat yang dirahmati Allah, 6:25 pada renungan kita pagi hari ini, 6:29 kita akan 6:31 memasuki maariful Quran, 6:34 yaitu 6:36 pengetahuan, 6:38 pemahaman 6:40 yang 6:44 berasal dari Al-Qur'an Alkarim yang 6:46 Allah jadikan sebagai pedoman hidup bagi 6:49 kita semua. Bukan hanya untuk kita baca, 6:52 tapi Allah perintahkan kita 6:54 merenungkannya. 6:56 Perintahkan kita menyatu dengan 6:58 Al-Qur'an, 7:00 mengikuti bimbingan dan tuntunannya 7:03 dengan penuh kekhusyukan dan rasa hormat 7:06 seorang hamba di hadapan Tuhannya. 7:10 Karena Al-Qur'an bukan sembarang kitab, 7:13 tapi kitab yang berisikan ayat-ayat 7:16 Allah Subhanahu wa taala yang diturunkan 7:20 dalam rangka mengeluarkan manusia dari 7:23 kegelapan yang bermacam-macam menuju 7:26 kehidupan yang terang-berang di bawah 7:28 cahaya penerangan dari Allah. 7:32 Dan kitab ini merupakan ajaran langsung 7:36 yang diajarkan dan diturunkan Allah. 7:40 Disampaikan kepada nabinya dan nabinya 7:43 menyampaikan apa adanya. Tidak 7:45 menambahkan sesuatu begitu pula tidak 7:47 menguranginya. 7:49 Apa yang terdapat dalam kitab suci kita 7:51 saat ini itulah merupakan seluruh wahyu 7:54 yang Allah turunkan kepada nabiinya 7:57 [berdehem] 7:59 Allah Subhanahu wa taala. mengingatkan 8:02 hal ini kepada kita semua bahwa kitab 8:05 suci ini merupakan manifestasi 8:08 dari 8:10 Allah Subhanahu wa taala arrahman yang 8:13 maha pengasih yang maha pemurah 8:16 merupakan karunia Allah yang tak 8:17 terhingga Allah berfirman, 8:20 "Bismillahirrahmanirrahim 8:23 arrahman alamal Quran 8:28 arrahman Allah yang maha Maha Pemurah 8:32 ya 8:34 yang kepunyaannya seluruh kerajaan 8:37 langit dan bumi dan apa yang terdapat di 8:39 antara keduanya? La syarikalah tiada 8:41 sekutu baginya. 8:44 Alamal Quran dialah yang langsung 8:47 mengajarkan Al-Qur'an. 8:51 Allah ingatkan bahwa ayat-ayat Alkitab 8:54 ini bukan merupakan hasil karya Nabi 8:57 kita. Nabi hanya sekedar menyampaikannya 9:01 kepada kita dengan penuh amanat apa 9:03 adanya. [berdehem] 9:06 Jadi Arrahman yang langsung mengajarkan 9:09 Al-Qur'an. 9:11 Bila kita pahami hal ini, maka kita 9:13 betul-betul 9:15 memahami bahwasanya kitab suci ini 9:18 merupakan apa? Limpahan rahmat dan 9:20 karunia dari Allah yang diturunkan bukan 9:24 untuk memberatkan dan menyempitkan 9:26 kehidupan manusia. Sebaliknya untuk 9:29 mengeluarkan mereka dari kegelapan yang 9:31 bermacam-macam 9:33 menuju kehidupan yang terang berenderang 9:35 sebagaimana yang Allah terangkan dalam 9:37 surah Ibrahim. 9:40 Bismillahirrahmanirrahim. 9:44 [berdehem] 9:45 Alif lam ra. 9:47 Kitabun anzalnahu ilaika 9:51 litukhrijanasa minadzulumati ilan nur. 9:57 kitabun 9:59 anzalnahu ilaika litukhrijanasa 10:02 minadulumati ilan nur. 10:06 Ini adalah 10:10 kitab yang amat agung dan mulia. 10:15 Kami turunkan kepada-Mu agar Engkau 10:17 dengan bantuan kitab ini dan petunjuknya 10:20 mengeluarkan manusia dari kegelapan yang 10:23 bermacam-macam. 10:26 ilan nur 10:29 menuju kehidupan yang terang benerang 10:32 diterangi oleh cahaya Allah. 10:35 Kita lihat di sini Kang Rizal 10:40 berasal dari kata zulmah. Dulmah 10:43 mufradnya, kata tunggalnya. Sedangkan 10:45 zulumat kata jamaknya. 10:49 Allah menjamak kegelapan di sini. 10:51 Sedangkan nur datang dalam bentuk 10:54 mufrad. He. 10:56 Karena kegelapan yang dihadapi manusia 10:58 bermacam-macam. 11:00 Di antaranya 11:02 kegelapan yang berasal dari 11:04 kebodohannya. 11:07 Orang kalau hidup di dunia dalam keadaan 11:09 bodoh, pasti dia akan meraba-raba. 11:13 Bagaikan seorang yang buta dalam keadaan 11:16 membabi buta, tidak mengenal apa tujuan 11:18 hidupnya. Dia akan hidup dalam keadaan 11:21 hina, bahkan lebih hina daripada seekor 11:23 binatang. Karena binatang diciptakan 11:26 untuk dirinya. 11:27 Nah, bagaimana kalau manusia yang 11:29 diberikan akal dan Allah jadikan dia 11:32 sebagai khalifahnya hidup tanpa ilmu, 11:34 tanpa ada penerangan. 11:38 Tapi 11:39 kebodohan ini bukan berarti seluruh 11:42 kegelapan. Banyak kegelapan yang lain. 11:45 Kalau kegelapan bisa ditangani oleh para 11:48 filosuf, para ilmuwan. 11:51 Tapi ada kegelapan lain yang tidak bisa 11:54 dihapuskan oleh para ilmuwan maupun para 11:56 filosuf. 11:58 Yaitu kegelapan yang berasal dari 12:01 ittibaul hawa mengikuti hawa nafsu. 12:07 Begitu juga 12:11 mempertuhan dirinya, 12:16 mengedepankan egonya juga merupakan 12:18 bahagian dari kegelapan. 12:21 Kemudian kezaliman 12:24 ini merupakan 12:28 kegelapan yang amat mengerikan. Bukan 12:31 hanya kegelapan sebatas individual atau 12:35 fardi, tapi bisa menimbulkan kegelapan 12:37 pada satu bangsa di saat kezaliman 12:39 meraja lela. 12:41 Dan manusia menganggap bahwa ini 12:42 merupakan perbuatan yang biasa seperti 12:45 di negeri kita. Kalau kita lihat 12:48 kezaliman, ketidakadilan itu sudah 12:51 merupakan budaya 12:56 dan mereka merasa nyaman dengan semua 12:58 ini. Ini merupakan kegelapan yang amat 13:01 mengerikan. 13:03 Dan di Indonesia sebagaimana kita tahu, 13:05 Kang Rizal, orang yang berilmu tidak 13:08 sedikit jumlahnya. He 13:09 yang berilmu ya, yang setiap tahunnya 13:12 meraih gelar jumlahnya cukup banyak. 13:15 Bahkan mereka-mereka juga dari kalangan 13:19 yang mendalami agama yang hafiz Quran 13:21 begitu banyak, yang menguasai ulumul 13:24 hadis begitu banyak. Tapi ternyata 13:28 bukan hanya masyarakat awamnya, bahkan 13:31 kalangan ulamanya pun diselimuti oleh 13:33 kegelapan. 13:34 H 13:35 karena apa? 13:36 Karena mereka dikuasai oleh ashabiah 13:39 kefanatikan 13:41 mengikuti hawa nafsu. Akhirnya mereka 13:44 menjerumuskan diri mereka dan pengikut 13:46 mereka dalam kegelapan. 13:50 Kalau kita membuka YouTube 13:53 atau kita membuka Instagram, 13:57 kita akan temukan 13:59 dakwah-dakwah yang disampaikan oleh para 14:02 ustaz kita kebanyakannya bukan 14:04 mengarahkan umat. 14:06 kepada kebajikan, kemuliaan 14:09 dan bersatu dalam agama Allah. Tapi 14:12 ternyata para ustaz kebanyakannya 14:14 mengajak orang untuk 14:17 mengikuti mereka secara membuta. Bukan 14:20 lagi menyampaikan ayat-ayat Allah untuk 14:22 menerangi kehidupan mereka, tapi justru 14:25 mengajak pengikut mereka untuk 14:27 betul-betul manut, berfanatik kepada 14:29 mereka secara membuta dan melarang 14:32 mereka untuk mendengarkan 14:34 i 14:35 ajaran agama dari versi yang lain dengan 14:37 alasan agar mereka tidak apa? tidak 14:42 mengalami kebingungan bercampur di 14:44 antara yang hak dan batil. Masing-masing 14:46 mengatakan apa yang mereka sampaikan 14:48 itulah yang hak. Lalu kita bertanya, 14:51 standar dan tolak ukurnya apa? Kalau 14:54 kebenaran diukur dengan manusia 14:58 atau dengan seorang tokoh, maka 15:00 kebenaran ini berubah menjadi sesuatu 15:01 yang bersifat relatif. 15:04 Betul gak? 15:05 Seharusnya kita kembalikan kepada kitab 15:08 suci Al-Qur'an yang Allah turunkan 15:11 dengan membawa kebenaran yang tidak 15:13 meragukan dan Allah jadikan juga sebagai 15:15 mizan. Allah anzalal kitaba bilhaqqi wal 15:18 mizan. Allah yang menurunkan kitab 15:21 bilhaq. Alhaq arti kebenaran yang pasti. 15:24 Wal mizan. Dan Allah juga jadikan Quran 15:27 sebagai standar. Jadi baik saya, 15:31 baik ustaz fulan, 15:34 guru fulan, kiai fulan, habib fulan 15:38 bukan menjadi rujukan dan timbangan, 15:42 tapi kita semuanya kembali kepada kitab 15:45 Allah. 15:46 Apa yang dibenarkan oleh Allah dalam 15:49 kitabnya itu benar walaupun berlawanan 15:52 dengan tradisi kita, budaya kita, hawa 15:54 nafsu kita. apa yang disalahkan oleh 15:57 Al-Qur'an maka itulah yang salah. 16:00 Nah, saya teringat ucapan Imam Ali, Kang 16:02 Rizal, 16:04 ketika umat pada masa itu dihauiran, 16:09 dibingungkan oleh berbagai macam seruan, 16:13 beliau mengatakan, "Innal haqqo wal 16:17 batila la yfani biqdarir rijal." 16:22 Sesungguhnya kebenaran maupun kebatilan 16:25 tidak diukur dengan 16:29 kedudukan manusia. Bagaimanapun 16:31 tingginya, bagaimanapun mulianya. 16:35 Baik itu sahabat Nabi, baik itu para 16:37 tabiin, begitu juga para imah 16:40 mujtahidin. Demikian pula kita semuanya. 16:42 Kebenaran tidak dapat diukur dengan 16:45 sosok tokoh kedudukan manusia 16:47 bagaimanapun mulianya. 16:51 Tapi haq, kamu harus pelajari yang hak 16:54 dulu. Takrif ahlahu. Kamu akan tahu 16:57 siapa orang yang berada dalam kebenaran. 17:00 Warifil batil. Pelajari apa itu 17:02 kebatilan. Kamu akan tahu siapa orang 17:05 yang menjadi pelaku kebatilan. Nah, 17:07 al-Haq ini menunjuk kepada siapa? 17:09 Al-Qur'an. Allah berfirman, "Alhaqqu 17:12 mirbik." Kebenaran yang pasti yang tidak 17:15 meragukan yang datang dari Tuhanmu. Tapi 17:19 kalau datang dari kita, bisa saja kita 17:21 anggap benar. Ternyata dia tidak sesuai 17:23 dengan kebenaran. Bisa saja orang lain 17:26 menganggap pendapatnya benar, tapi belum 17:28 tentu sesuai dengan kebenaran. Maka mari 17:31 bersama-sama kita kembali kepada 17:33 Al-Qur'an. 17:35 Jadi, Kang Rizal, ilmu 17:39 begitu juga para filosuf pada zaman 17:41 dahulu kala berusaha untuk mencari 17:45 kebenaran. Sebagian dari mereka telah 17:48 menemukan kebenaran. 17:51 Walaupun yang berkaitan dengan yang gaib 17:53 ya mereka tidak dapat pahami kecuali 17:56 dengan pemberitahuan langsung dari Allah 17:59 Subhanahu wa taala. Tapi kita saksikan 18:01 pada zaman dahulu kala. Baik itu para 18:04 filosuf, para ilmuwan, mereka telah 18:07 menemukan banyak kebenaran. 18:10 Tapi apakah cukup dengan pengetahuan 18:14 mereka dapat mengubah manusia? 18:19 Allah Subhanahu wa taala yang 18:20 menciptakan kita lebih mengetahui 18:23 tentang kita, kelemahan kita, potensi 18:26 kita, apa yang akan dapat meluruskan 18:29 hidup kita dan apa yang dapat membuat 18:32 diri kita terjelembap dalam kehinaan. 18:35 Oleh karena itu, Allah turunkan kitab 18:37 sucinya, utus rasulnya 18:40 dalam rangka membimbing manusia keluar 18:43 dari kegelapan menuju kehidupan yang 18:45 terang berurat. bukan hanya membawa 18:48 pencerahan pemikiran, 18:50 bukan hanya mengajarkan ilmu, tapi 18:53 membantu mensucikan jiwa mereka. Contoh 18:55 dengan zikrullah, 18:57 dengan kita salat, dengan kita berpuasa, 19:01 dengan merenungkan ayat-ayat Allah, 19:03 dengan mengingat hari akhirat dan banyak 19:06 sekali apa bimbingan-bimbingan, tuntunan 19:09 ya bukan hanya mencerahkan 19:11 pikiran kita, tapi mensucikan jiwa kita, 19:14 memperbaiki amal kita. Nah, ini misi 19:17 Rasul. Sebagaimana firman Allah dalam 19:19 suratul Jumah, dalam surah Albaqarah, 19:22 dalam surah Alimran, Allah berfirman, 19:25 "Hualladzi 19:27 baata fil umiyina rasulan minhum." 19:31 Dialah yang telah mengutus di 19:32 tengah-tengah masyarakat umiyin 19:35 yang tidak mengecap pendidikan. 19:38 Tertinggal, terkebelakang. 19:41 Seorang rasul yang berasal dari kalangan 19:43 mereka yang langsung dididik oleh Allah. 19:47 Bahkan masa pertumbuhannya pun diawasi 19:49 oleh Allah. Tidak pernah sekejap pun dia 19:51 sujud di hadapan berhala. 19:53 Apa misinya? Misi Rasul ini seharusnya 19:56 misi para ulama. Yatlu alaihim ayatih. 20:00 Membacakan bagi mereka ayat-ayat Allah. 20:05 Ayat yang langsung turun dari Allah yang 20:08 menciptakan manusia yang paling 20:10 mengetahui tentang manusia. 20:13 Membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah 20:18 dan beliau yang terdepan dalam 20:20 mengamalkan ayat-ayat Allah. Di saat 20:23 membaca Al-Qur'an, beliau bukan hanya 20:25 membaca menyebutkan lafaznya, tapi 20:29 yatafa'al maal Quran. Betul-betul 20:32 berinteraksi dan menyatu dengan Quran. 20:36 Pada saat Allah Subhanahu wa taala 20:39 memerintah dalam Al-Qur'an, beliau yang 20:42 terdepan dalam menjalankan. Pada saat 20:43 melarang beliau orang yang paling jauh 20:46 dari larangan tersebut. Pada saat 20:48 menyampaikan kabar gembira terlihat air 20:51 mukanya berubah berseri-seri. Pada saat 20:53 mendengarkan ancaman dan peringatan 20:56 mengenai azab Allah, kelihatan muka 20:58 beliau berubah penuh rasa khawatir dan 21:00 takut berlindung kepada Allah Subhanahu 21:03 wa taala. Jadi betul-betul beliau ini 21:05 yatafa'al ma Al-Qur'an. 21:08 Ini yang seharusnya kita lakukan. 21:11 Membacakan ayat-ayat Allah dan beliau 21:14 bukan hanya membacakan tapi mengamalkan 21:17 dan menjadikan dirinya sebagai contoh. 21:20 Kemudian wauzakihim. 21:22 Lalu setelah membacakan ayat Allah yang 21:26 memberikan pencerahan dan penerangan, 21:29 beralih pada tahap berikutnya. Bagaimana 21:32 Allah Subhanahu wa taala mensucikan jiwa 21:36 mereka. Hal ini yang tidak dapat 21:38 dilakukan oleh para filosuf maupun para 21:40 ilmuwan. mensucikan jiwa mereka dari 21:43 syirik, dari kesombongan, 21:46 dari sifat ego, 21:49 kezaliman, mengikuti hawa nafsu, 21:53 kemudian mendorong mereka untuk 21:56 betul-betul menjadikan Allah Subhanahu 21:58 wa taala sebagai satu-satunya sembahan, 22:01 harapan, tempat dia berpegang, tempat 22:04 dia berlabuh, dan daripadanya dia 22:06 mengambil ajaran dan pedoman hidupnya 22:10 yang akan menyatu 22:11 semua mereka-mereka 22:13 yang beriman di jalan yang sama, tujuan 22:15 yang sama hingga tidak terjadi apa? 22:18 pertentangan, perselisihan karena 22:20 arahnya sama. 22:21 Betul gak? Kalau dari arah berlawanan 22:24 atau simpang siur pasti akan terjadi 22:26 kekacauan. Tapi menuju Tuhan yang sama. 22:30 Jalan hidup yang sama walaupun berasal 22:32 dari latar belakang yang berbeda. Mereka 22:35 bukan orang-orang yang menjadikan 22:38 manusia sebagai pegangannya, tapi mereka 22:41 menjadikan Allah sebagai pegangan hidup 22:44 mereka. Adapun manusia sebagai 22:46 pembimbing yang menyampaikan amanat 22:48 Allah, yang mengajak manusia semua 22:50 kembali pada Allah. Oleh karena itu 22:52 Allah perintahkan nabinya udu ila 22:56 sabiliik 22:58 bil hikmati wal maidil hasanah. Ajak ke 23:01 jalan Tuhanmu. 23:03 Rasulullah enggak pernah mengajak orang 23:05 kepada dirinya tapi mengajak manusia 23:07 kepada 23:09 Allah juga berfirman, "Waman ahsanu 23:11 mimman da ilallah." Siapakah yang lebih 23:14 baik ucapannya dari orang yang mengajak 23:16 kepada Allah? 23:18 Begitu juga Allah perintahkan nabinya 23:20 mengumumkan, "Qul hadihi sabili adu 23:23 ilallah." Katakan ini jalanku. Aku 23:26 mengajak kepada Allah. Ala basirah bukan 23:30 ala basr. Kalau basr membuka mata akhir. 23:32 Kalau basirah artinya dengan kesadaran 23:36 akalnya terbuka 23:38 memilih kebenaran dengan dasar 23:40 pemahaman. 23:42 Ana wamani. Inilah jalanku dan jalan 23:44 orang yang mengikuti aku. Wubhanallah w 23:48 minal musyrikin. Maha suci Allah. Aku 23:50 bukan sekali-kali tergolong dari 23:52 orang-orang yang mempersekutukan Allah. 23:55 Jadi Kang Rizal, 23:57 Nabi berhasil dalam dakwahnya karena 23:59 mengajak umat untuk menuju Allah hingga 24:04 mereka disatukan baik lahir maupun batin 24:07 ya berjalan menuju Allah Subhanahu wa 24:10 taala. 24:12 Kita gagal 24:14 dalam perjuangan kita dan berpecah 24:16 belah. Karena para dai bukan berdakwah 24:20 mengajak kepada Allah, tapi 24:21 masing-masing mengajak kepada 24:23 kelompoknya, kepada golongan, bahkan 24:25 menanamkan kefatikan kefaratikan di hati 24:27 mereka hingga umatnya tidak dapat 24:29 bersatu. 24:31 Nah, selanjutnya Kang Rizal 24:33 yatlu alaihim ayatihi wauzakihim. Lalu 24:36 untuk [mendengus] menjadi pegangan 24:38 pedoman yang mereka tidak lupakan. 24:40 Wimuhumul kitab wal hikmah mengajarkan 24:42 mereka alkitab wal hikmah yang tadinya 24:45 hidup dalam kegelapan tahu-tahu menjadi 24:48 manusia-manusia yang bijak yang mengajak 24:50 manusia kembali pada Allah 24:53 hanya dalam waktu singkat. Wau minqblu 24:56 lafi mubin. Padahal kalau mereka 24:58 menengok ke belakang sebelumnya 24:59 [mendengus] mereka berada dalam 25:01 kesesatan yang nyata menyembah berhala. 25:06 masyarakat yang terbagi-bagi pada 25:08 kasta-kasta 25:10 ya. Mereka yang menentukan semua itu dan 25:12 kezaliman yang kuat terhadap yang lemah 25:15 meraja lela. Hak-hak wanita yang 25:16 diinjak-injak tanpa sama sekali 25:18 dihargai, dihormati kecuali hanya 25:20 sebagai pemuas hawa nafsu atau 25:22 melahirkan anak-anak yang mereka 25:24 banggakan. Kalau lahir anak laki-laki 25:26 mereka banggakan, lahir wanita mereka 25:29 kubur hidup-hidup. 25:31 Ini yang terjadi di tengah-tengah 25:33 masyarakat jahiliah. Walaupun tidak 25:35 semua melakukan, tapi ini merupakan 25:38 kegelapan yang menyelimuti bangsa Arab 25:41 pada saat tersebut. 25:44 Kemudian, Kang Rizal, kalau kita kembali 25:46 ke dalam suraturahman tadi, Arrahman 25:50 yang mengajarkan Al-Qur'an. Khalaqal 25:52 insan, dia juga yang menciptakan 25:54 manusia. 25:56 Alamahul bayan dan kemampuan kecerdasan. 26:01 Kecerdasan yang dimiliki, mampu untuk 26:04 menyerap ilmu dan juga menyampaikannya 26:07 serta mengembangkannya. Siapa yang 26:08 mengajarkan? 26:10 Allah. 26:13 Jadi kalau Al-Qur'annya dari Allah, 26:14 manusianya dari Allah, begitu juga 26:17 kecerdasan 26:19 akal yang dimiliki dari Allah Subhanahu 26:21 wa taala, mungkin enggak terjadi 26:24 benturan 26:26 ketidakselarasan antara Quran dan 26:28 manusia? 26:29 Mustahil. Tapi kalau kita mengambil 26:32 jalan hidup dari selain Allah yang 26:35 menciptakan kita sama ya seorang yang 26:39 membeli katakan mobil Mercy. He. 26:42 Tapi buku panduannya diambil dari Honda 26:45 H 26:46 atau mobil Honda ya yang sama-sama dari 26:49 Jepang ya. Ternyata dia mengambil buku 26:52 panduannya dari Mazda. Ketemu gak? 26:54 Enggak. tidak mengik begitu juga 26:57 kerusakan manusia terjadi pada saat 26:59 mereka meninggalkan pedoman atau 27:02 petunjuk kehidupan bukan datang dari 27:05 penciptanya. 27:07 Tapi manusia walaupun bahkan kaum 27:10 muslimin yang memahami hal ini ternyata 27:13 kebanyakan mereka tetap menolak untuk 27:15 menerima ajaran Allah. Bahkan mereka 27:17 menganggap orang-orang yang mengajak 27:19 kepada Allah mengikuti petunjuk kitabnya 27:21 adalah kalangan ekstremis, kalangan 27:24 radikal, kalangan garis keras. 27:27 Sebetulnya yang garis keras itu yang 27:29 ekstrem yang keluar dari kebenaran, yang 27:31 mudah mengkafirkan sana, senjasakan 27:33 sini, menumpahkan darah manusia. Kita 27:35 walaupun berhadapan dengan orang yang 27:37 menolak, tidak pernah kita mengajak 27:39 orang untuk menyakitinya. 27:42 Silakan pilih keyakinan kamu. Tugas kami 27:44 hanya menyampaikan berdialog dengan cara 27:46 baik-baik. 27:47 Kecuali kalau mereka menggunakan 27:49 kekerasan, melakukan teror atau katakan 27:52 melakukan serangan, baru kita diizinkan 27:54 untuk menghadapi mereka sesuai dengan 27:57 apa yang mereka lakukan. Jadi, Kang 27:59 Rizal, 28:01 kewajiban kita para ulama, para ustaz 28:04 adalah menyampaikan pesan Allah dan 28:07 ayat-ayatnya. Ini merupakan bahagian 28:10 dari maariful Quran. Dan insyaallah 28:12 sesuai dengan unwan dan nama ini kita 28:15 akan melanjutkan kajian-kajian kita 28:17 membedah Maariful Quran. Kita akan 28:20 sampaikan apa adanya tanpa melakukan 28:22 tambahan-tambahan agar orang menyadari 28:25 bahwa yang datang dari Allah itu jelas 28:27 terang benerang. Bukan seperti pendapat 28:29 ulama yang satu mengatakan A, satu lagi 28:32 mengatakan B. Tarik-menarik di antara 28:35 mereka. bahkan sampai keluar 28:37 pernyataan-pernyataan yang tidak baik. 28:40 Ini sebagai pengantar. Insyaallah kita 28:42 akan lanjutkan kembali di seputar 28:45 Maariful Quran. 28:47 Baik, terima kasih Ustaz atas ee 28:49 kajiannya, renungan mengenai Maariful 28:51 Quran dan Ikhwan akhwat, selanjutnya 28:53 kita membuka sesi tanya jawab. Kami 28:55 persilakan bagi Ikhwan akhwat yang ingin 28:57 menyampaikan pertanyaan, komentar, 28:59 ataupun tanggapannya dari renungan yang 29:01 disampaikan oleh guru kita Ustaz Husain 29:03 Atas. Ustaz, jadi kalau kita sebagai 29:06 umat Islam, Ustaz, yang hidup di akhir 29:09 zaman, ee mungkin ada pesan khusus dari 29:11 Al-Qur'an yang paling apa ya, yang 29:14 paling mendesak, Ustaz, untuk kita 29:16 pahami dan kita amalkan, Ustaz. Agar 29:20 kita selamat gitu menghadapi 29:22 berbagai fitnah di akhir zaman ini, 29:24 Ustaz. 29:26 Allah Subhanahu wa taala 29:29 menurunkan Al-Qur'an. 29:31 di dalamnya terdapat petunjuk 29:35 pelajaran 29:37 yang terang benerang. 29:39 Bahkan Allah menceritakan juga 29:41 kisah-kisah umat terdahulu 29:43 agar menjadi ibrah dan pelajaran bagi 29:46 kita semuanya. 29:50 Agar manusia tidak beralasan di hari 29:52 kemudian nanti bahwa mereka tidak 29:54 memahami agama dengan jelas. 29:56 Maka Allah jadikan kitab sucinya ini 29:59 sebagaimana yang Allah terangkan nurun 30:01 ala nur. 30:04 Lalu kalau orang bertanya kenapa justru 30:06 sebagian besar manusia termasuk kaum 30:09 muslimin menolak untuk mengikutinya? 30:12 Mereka menolak. Mereka bercerai-berai 30:15 bukan karena agamanya yang tidak jelas, 30:17 bukan karena kitabnya yang tidak jelas, 30:20 tapi mereka justru hanyut mengikuti hawa 30:23 nafsu mereka. 30:25 Mereka menolak kebenaran bukan karena 30:27 tidak tahu, tapi mereka menolaknya 30:31 karena kebiasaan hidup mereka yang zalim 30:33 tidak benar dan juga dipengaruhi 30:35 kesombongan. 30:37 Allah berfirman, "Wahadu biha 30:39 wastiqonatha anfusuhum dululman 30:42 wauluwa." Mereka ingkar pada ayat-ayat 30:44 Allah pada hati mereka betul-betul 30:47 yakin. Penyebabnya zulman wauwan. Karena 30:50 terbiasa berbuah zalim dan juga sifat 30:53 angkuh. 30:55 Allah terangkan juga dalam surah Al 30:57 Imran, innaddinaallahil Islam. Tidak 30:59 ragu bahwa agama yang diakui oleh Allah, 31:02 diterima oleh Allah hanyalah Islam. Nabi 31:05 Nuh mengajak manusia untuk berserah diri 31:07 pada Allah. Begitu juga Nabi Allah Hud, 31:10 begitu juga Nabi Allah Saleh, begitu 31:12 juga Nabi Allah Ibrahim, begitu juga 31:14 nabi-nabi dari Bani Israil termasuk Nabi 31:17 Allah Musa, Isa. Begitu juga nabi kita 31:20 semuanya mengajak agar kita kembali 31:22 kepada Allah, berserah diri kepadanya. 31:26 Ini hal yang jelas. Tapi sebagian 31:29 manusia menolak bukan karena tidak 31:31 jelas. 31:33 Wtalafadina utul kitab illa min ba'di ma 31:36 jaahumul ilmu bagian bain. Dan tidak 31:39 terjadi perselisihan di antara para ahli 31:41 kitab melainkan disebabkan apa? 31:45 Kecuali setelah datang pengetahuan. 31:49 kepada mereka setelah mendapatkan 31:52 penjelasan 31:53 yang menyebabkan mereka 31:55 berselisih bukan karena tidak jelasnya 31:58 kebenaran tapi bagian bainahum karena 32:01 masing-masing dikuasai oleh hawa nafsu 32:03 yang mendorong mereka kepada kezaliman. 32:06 Oleh karena itu, 32:08 jalan yang terbaik bagi kita Kang Rizal 32:11 sebagaimana ketika satu hari 32:15 ya Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi 32:18 wasallam berkata kepada para sahabatnya. 32:22 Kebetulan di antara yang meriwayatkan 32:24 hadis ini Amirul Mukminin Ali Ibnu Abi 32:27 Thalib alaihialatu wasalam. 32:30 Nabi berkata, "Satakunu fitan." 32:33 Akan terjadi huru-hara. 32:36 fitnah, kekacauan 32:38 yang membuat orang betul-betul mengalami 32:41 kebingungan yang luar biasa. 32:44 Bahkan dalam riwayat yang lain, 32:46 yusbihuqil 32:48 mudrim bagaikan gelap gulitanya malam 32:50 yang berlapis-lapis. 32:53 Yusbihurjulu mukminan wumsi kafir. 32:55 Paginya masih beriman 32:58 t sore sudah beralih ke dalam kekafiran. 33:01 Waumsi mukminanusbihu 33:03 kafir. Sore masih dalam keadaan beriman 33:07 ternyata paginya sudah kafir. Yabiuahu 33:10 biar minad dunya. Dia jual agamanya 33:13 hanya dengan sebab kepigan-kepigan 33:15 dunia. 33:17 Jadi Rasulullah mengatakan satakunu 33:19 fitan. 33:22 Pada saat itu sahabat bertanya famal 33:24 makhraju minha ya Rasulullah? Apa jalan 33:27 keluarnya? Dijawab oleh Rasul, "Alaikum 33:30 biitabillah." 33:31 Pada saat itu kembalilah kepada 33:33 kitabullah. Karena yang tidak pernah 33:35 mengalami perubahan, yang terjaga 33:37 kesuciannya, yang tidak ternoda 33:41 dan mengalami kerusakan oleh 33:42 tangan-tangan manusia adalah kitab 33:44 Allah. Alaikum bikitabillah. Lalu Allah 33:47 terangkan, Rasulullah terangkan bahwa 33:49 dalam kitab Allah terdapat pelajaran 33:51 dari orang-orang terdahulu juga berita 33:54 kabar mengenai apa yang akan datang. 33:56 Heeh. 33:58 mengenai apa yang kita akan hadapi di 34:00 hari akhir nanti dari hari kebangkitan, 34:03 hisab juga mengenai surga, nerakanya di 34:07 mana manusia akan ditentukan nasibnya di 34:09 hari tersebut baik kebahagiaan maupun 34:12 deritanya untuk selama-lamanya. 34:14 Kemudian Rasul juga menjelaskan bahwa 34:18 kitab suci Al-Qur'an ini merupakan apa? 34:21 Alfaslu waaisa bil hazan. 34:25 Dia merupakan fasil pemisa di antara hak 34:30 dan batil dan juga merupakan bimbingan 34:32 petunjuk yang serius bukan permainan. 34:35 Seperti yang disampaikan oleh para ustaz 34:37 kita dalam ceramah senda gurau tawa dan 34:39 lain sebagainya. 34:41 Orang yang berbicara dengan Quran 34:44 dipastikan kebenarannya. 34:47 Manola bihi shodq waman hakama bihi 34:50 adal. Yang memutuskan dengan Al-Qur'an 34:52 keputusannya adil. 34:54 Kemudian waman amila bihi ujir. Siapa 34:57 yang beramal mengikuti petunjuk 34:59 Al-Qur'an, dia akan menerima 35:00 ganjarannya. 35:02 Tapi wama 35:04 tarokahu min jabbarin illa 35:07 adallahullah 35:10 illa qasamahumullah. Tidak ada seorang 35:12 pun yang sombong, congkak meninggalkan 35:14 Al-Qur'an karena kesombongan 35:16 kebanggaannya. Melainkan Allah akan apa? 35:19 Akan hinakan dan hancurkan dirinya. 35:26 dan tambahan-tambahan gambaran mengenai 35:28 Al-Qur'an yang begitu indah ini selaras 35:30 dengan apa yang terdapat kit dalam kitab 35:32 suci Al-Qur'an. Oleh karena itu, kita 35:34 wajib dari mulai dini mengajarkan maarif 35:38 Al-Qur'an bukan hanya baca Quran, bukan 35:40 hanya tahsin, bukan hanya menghafal, 35:42 mengajarkan maariful Quran kepada kaum 35:46 muslimin. Karena ini merupakan rukun 35:47 iman kita. Dia merupakan timbangan bagi 35:50 nilai yang benar dan salah. Dan dia juga 35:52 merupakan apa? 35:55 Penimbang amal kita di hari kemudian 35:57 nanti. Yang sesuai dengan Quran berarti 36:00 lulus. Yang tidak sesuai berarti gagal. 36:04 Kenapa justru kita beralih kepada 36:06 kitab-kitab yang lain hingga kita 36:08 terpecah belah? Si fulan mengaku sebagai 36:10 Asy'ari, fulan mengaku sebagai 36:13 Muktazili, fulan mengaku sebagai Syiah, 36:15 sebagai sunah. Padahal Tuhannya sama, 36:18 Nabinya sama, kitabnya sama. Kok jadi 36:21 begini? 36:23 karena mereka mengikuti hawa nafsu. Oleh 36:25 karena itu Allah perintahkan waimu 36:27 bihablillahi jamian. Berpegang teguhlah 36:30 kalian kepada tali Allah. Jadi kita 36:33 bersatu semua dalam tali Allah, dalam 36:35 iman, dalam Islam, kemudian dalam juga 36:39 mengikuti rasul-Nya dan kitab sucinya. 36:43 Jadi, Kang Rizal secara 36:47 e garis besar kembali kepada Allah, 36:49 berpegang kepada Allah, kepada kitab 36:52 sucinya, kepada rasul-Nya, ini merupakan 36:54 jalan keselamatan bagi kita. Dan jangan 36:57 mau kita diadu domba, dipecah belah, 37:00 dihasut [berdehem] untuk 37:01 bermusuh-musuhan. Padahal dalam haji 37:03 perpisahan Allah dengan tegas 37:04 mengatakan, 37:06 "Ketahuilah sesungguhnya Tuhan Tuhan 37:09 kalian satu, ayah kalian sama. Tidak ada 37:14 keutamaan bagi bangsa Arab atas bangsa 37:17 yang lain. Dan demikian pula sebaliknya 37:19 kecuali dengan takwa." 37:21 Allah tidak lihat suku, bangsa, warna 37:25 kulit, perbedaan bahasa atau status dan 37:29 gelar atau kekayaan yang diberiki 37:31 seseorang. Allah tidak tergiur pada 37:33 semua ini. Tapi Allah akan menilai 37:35 manusia dengan ketakwaannya kepada 37:37 Allah. 37:38 Jadi kita berharap betul-betul melalui 37:40 radio silaturahmi 37:42 yang mengajak kepada Islam yang satu. 37:44 Kita ingin para pendengar kita menjadi 37:47 dewasa, cerdas, tidak menerima sama 37:51 sekali apa hasutan-hasutan 37:53 dan mudah [berdehem] diu domba. Jadi 37:55 bukan hanya slogan Islam yang satu, tapi 37:58 betul-betul kita muslimin. Kalau ada 38:00 yang mengajak kita berpecah belah atau 38:02 bermusuh-musuhan, katakan ini 38:04 bertentangan dengan sunah Rasul. 38:07 bertentangan dengan perintah Al-Qur'an. 38:10 Maaf saya tidak dapat mengikuti ajakan 38:12 Anda. Tapi mari Anda bersama kita menuju 38:15 Allah Subhanahu wa taala. Karena Allah 38:17 akan bertanya pada apa yang kita 38:19 lakukan, 38:20 apa yang kita pilih, bukan apa yang 38:22 orang lakukan. 38:23 Iya. 38:24 Betul gak? Kenapa kita harus menyibukkan 38:26 diri dengan berbagai macam pertentangan? 38:29 Ajak orang kembali kepada Allah. 38:32 Kemudian ajak orang bersatu di jalan 38:34 Allah Subhanahu wa taala. Wallahuam. 38:36 Baik, Ustaz, kita lanjutkan, Ustaz. Saat 38:38 ini kan kita di [berdehem] era teknologi 38:41 gitu ya. Banyak dari kita itu belajar 38:44 baik itu Al-Qur'an, ilmu-ilmu agama, ee 38:49 ngaji gitu, Ustaz, melalui media sosial, 38:51 ya, melalui teknologi itu lewat YouTube, 38:55 Instagram, TikTok seperti ini juga radio 38:59 gitu, Ustaz. Nah, untuk di Meds sendiri, 39:01 Ustaz, ee akhirnya kan banyak apa 39:04 istilahnya ee kalau ada kesalahan satu 39:08 ustaz menyalahkan ustaz yang lain. Nah, 39:10 ini ada pertanyaan dari Pak Hasan, 39:11 Ustaz. Di media sosial katanya, saya 39:13 sering melihat seseorang muslim itu 39:16 saling menyalahkan, Ustaz. Hanya karena 39:18 perbedaan organisasi, mazhab atau 39:19 pilihan Ustaz yang diikuti. Salah 39:22 satunya di media sosial gitu, Ustaz. 39:23 [berdehem] 39:24 Bagaimana sikap yang benar agar kita 39:26 tetap bisa menjaga ukhuwah, Ustaz, tanpa 39:30 mengorbankan prinsip-prinsip agama yang 39:33 jelas tertulis dalam Al-Qur'an. Ustaz, 39:35 demikian. 39:37 Bismillahirrahmanirrahim. 39:41 Dalam menghadapi perbedaan pendapat, 39:44 kita bedakan di sini antara pendapat 39:48 syariat yang datang dari Allah yang 39:51 disampaikan Rasulnya. 39:53 Dalam syariat Allah Subhanahu wa taala 39:56 yang datang pasti dari Allah dan 39:59 Rasul-Nya. 40:01 Kita tidak dibenarkan sama sekali untuk 40:03 apa? Untuk mengajukan pilihan atau 40:08 mengubah dengan pendapat kita. Kewajiban 40:10 kita mengatakan samina wa atana wama 40:14 kanana limukminin wala mukminatin. 40:17 Qallahu amron. 40:20 Qallahu waasuluhu amrakuna lahumulatu 40:24 min amri. Tidak dibenarkan atau sekali 40:27 kali tidak dapat diterima dan dibenarkan 40:29 kalau Allah dan rasulnya menetapkan 40:32 sesuatu bagi orang yang beriman baik 40:35 pria maupun wanita. Mereka mengajukan 40:37 pilihan yang lain 40:40 atau mengajukan penawaran 40:43 selagi datang dari Allah dan pasti dari 40:46 Rasul-Nya. Artinya riwayatnya bukan 40:49 riwayat yang diperselisihkan, 40:51 maka kita wajib mengatakan samna wad. 40:55 Tapi selagi datang dari manusia atau 40:58 dari para ulama terhadap terjadi 41:01 perbedaan dalam pemahaman dan istimbat, 41:05 masing-masing merujuk kepada dalil yang 41:07 menjadi pegangannya. 41:10 Kita di sini tidak boleh sama sekali 41:12 menyalahkan orang yang tidak sependapat 41:14 dengan kita. 41:16 Dan awam hendaknya tidak terlibat dalam 41:19 apa? Pertentangan mempertentangkan 41:21 masalah ini tanpa ilmu. Biar para ulama 41:24 di atas yang duduk berdiskusi 41:27 untuk mencari kesepakatan. Kalau memang 41:30 tidak sepakat karena latar belakang 41:33 pendidikan pemahaman manusia kan 41:35 berbeda-beda kan. 41:37 Sudut pandangnya juga bisa berbeda-beda. 41:39 Hendaknya ini menjadi apa? pelajaran 41:42 buat kita bahwa kebenaran yang pasti itu 41:45 datang hanya dari Allah. Kalau manusia 41:48 sifatnya dugaan. Oleh karena itu, jangan 41:51 berasaskan dugaan kita menyesatkan yang 41:54 lain. Karena bisa saja dia yang benar. 41:57 Seperti ucapan Imam Syafi'i. 41:59 Ini pendapatku 42:02 hadi shawabun indi. Menurut saya tepat. 42:06 Kata sawab itu artinya sesuai dengan ee 42:10 mengenai sasaran. Kata asoba yusibu 42:14 asabun indi. Ya, 42:17 menurut pendapat saya ini merupakan 42:20 pendapat yang tepat 42:25 tapi apa? 42:30 Belum tentu kata Imam Syafi'i, pendapat 42:32 saya yang tepat ini ya mengenai 42:34 kebenaran secara pasti itu menurut 42:36 dugaan dia. 42:39 Sawabun indi wahaun inhairi. Menurut 42:42 pendapat yang lain tidak tepat meleset. 42:46 Tapi Imam Syafi kata apa? 42:49 Waqad yakunu giri hal musib. Bisa saja 42:54 orang lain yang benar yang mengenai 42:56 sasaran. 42:58 karena dia memahami betul-betul ini 43:00 merupakan interpretasi, 43:02 merupakan hasil ijtihad dan penelitian. 43:06 Hasil penelitian 43:08 belum tentu ya dia bersifat mutlak 43:12 kebenarannya. Karena berdasarkan sudut 43:15 pandang ya orang lain punya sudut 43:18 pandang yang berbeda. Itu wajar dalam 43:20 jangankan dalam ilmu agama, dalam 43:22 berbagai macam penelitian pun kita 43:24 jumpai bagaimana para ilmuwan berbeda 43:26 pendapat dalam masalah ini. Ini ujian. 43:29 Kita harus membedakan mana yang datang 43:31 dari Allah, mana yang datang dari apa 43:34 persepsi kita. Pendapat kita. Jangan 43:37 kita mempertuhan atau menyamakan 43:38 pendapat kita dengan apa yang datang 43:40 dari Allah. 43:42 Al-Qur'an ilmu yang Allah ajarkan kepada 43:45 kita. Sedangkan pendapat kita kan buah 43:48 dari kajian penelitian yang dangkal. 43:51 Oleh karena itu disepakati oleh para 43:53 ulama selagi perbedaan pendapat berkisar 43:58 ya di apa? di pemahaman dan interpretasi 44:02 manusia. 44:04 Maka dalam hal ini kita harus saling 44:06 menghargai satu dengan lainnya. 44:08 Sebagaimana contohnya umpamanya orang 44:11 dalam salat subuh Syafi'i qunut, Maliki 44:13 juga qunut, Maliki sebelum ruku, Imam 44:16 Syafi'i setelah rukuk, yang lain tidak 44:18 qunut. Ini merupakan perbedaan pendapat. 44:22 Kenapa yang berbeda yang sedikit kita 44:24 besarkan? Lalu kita memberikan stigma 44:27 negatif pada teman kita yang berbeda 44:28 dengan kita. Sedangkan yang disepakati 44:31 yang begitu banyak dari sunah amaliah 44:34 kita abaikan. Ini menunjukkan bahwa hati 44:37 kita sakit. 44:38 Hati kita ini dikuasai kesombongan, 44:42 kebanggaan hingga kita mengucapkan 44:44 kata-kata yang tidak patut. Jadi selagi 44:48 ya kita berbeda pendapat dalam 44:51 urusan-urusan yang tidak pasti sama 44:53 sekali, kita harus saling menghargai. 44:57 Tapi selagi perbedaan atau perselisihan 45:00 menyangkut hal yang pasti dari Allah 45:02 Taala, kita tidak dibenarkan untuk 45:04 berdiam, tidak dibenarkan untuk 45:06 bertoleransi menerima, tapi kita wajib 45:09 katakan yang hak itu hak, yang batil itu 45:11 batil. Jadi kalau seandainya ada 45:13 sebagian orang mengatakan orang Islam 45:15 bahwa khamar itu tidak haram atau bil 45:17 tidak haram 45:19 karena kadar alkoholnya sedikit ya atau 45:22 katakan berzina itu satu hal yang boleh 45:25 ya karena situasi saat ini sulitnya 45:28 pernikahan LGBT juga merupakan hak asasi 45:31 manusia kita enggak bisa terima tidak 45:34 bisa teri atau mengatakan bahwa salat 45:36 bukan merupakan kewajiban 45:39 apalagi kalau seandainya orang sedang 45:41 bekerja 45:42 kerjaan harus lebih diutamakan daripada 45:44 salat yang wajib. Itu tidak mungkin 45:46 diterima. Nah, cuma sayangnya masyarakat 45:49 sudah diracuni oleh ustaz-pustaz dan 45:52 ulama-ulama mereka untuk 45:55 menganggap bahwa pendapat ulamanya 45:58 merupakan pendapat yang sakral. 46:02 Sedangkan pendapat ulama yang lain 46:04 batil. 46:06 Tapi kalau seandainya 46:09 Kang Rizal ada orang menyebarkan 46:11 kebohongan dan fitnah yang bisa 46:14 menimbulkan kesalahpahaman di 46:16 tengah-tengah umat. Ini jelas-jelasan 46:18 fitnah kebohongan dan bukan merupakan 46:21 hal yang sifatnya perbedaan pendapat. 46:23 Kita wajib untuk menjelaskan kepada umat 46:26 supaya umat tidak terjerumus dalam 46:28 perbedaan pendapat. Kalau seandainya 46:31 apa? Ee dalam penyesatan atau 46:33 perselisihan atau dalam kebohongan. 46:35 Kalau memang hal tersebut diumumkan di 46:37 tengah-tengah manusia. Jadi kalau ada 46:39 orang katakan contoh Abu Janda 46:42 ya, dia ee berbicara mengenai Al-Qur'an 46:46 secara tidak patut 46:47 dan dia mengatakan bahwasanya umat Islam 46:50 ini tidak adil. Kalau ada orang ya 46:54 menista agama Kristen ya tidak dituduh 46:57 sebagai penista agama. Tapi kalau orang 47:00 berbicara tentang Islam mereka 47:02 mengatakan bahwa itu menista agama. Ini 47:04 tidak benar. 47:05 Islam melarang kita untuk menista agama 47:08 manaun. Bahkan melarang kita untuk 47:10 menista 47:12 tuhan Tuhan yang disembah oleh para 47:14 penyembah berhala. 47:16 Tapi harus dibedakan antara menista dan 47:18 mengkritisi. 47:19 He. 47:20 Kalau kita mengkritisi yang salah 47:23 tujuannya meluruskan itu bukan menista. 47:26 Nah, apa yang dilakukan oleh sebagian 47:27 pendeta ya yang disebutkan oleh Abu 47:30 Janda itu penghinaan bukan hanya 47:32 terhadap Islam bahkan terhadap agama 47:34 mereka. 47:37 Mereka mengatakan bahwa Rasul menggauli 47:39 Zainab tanpa ada pernikahan, tanpa ada 47:41 apa-apa dengan bahasa yang vulgar dan 47:43 kotor. 47:45 Begitu juga ada seorang pendeta juga 47:49 berbicara tentang agamanya dengan cara 47:52 yang tidak benar hingga diadukan oleh 47:54 pemeluk agamanya. Tapi Abu Jaha ini 47:57 orang yang meanjeng. kelihatannya 48:01 dibayar untuk menyebarkan 48:04 perpecahan dan menghasut antara pemeluk 48:07 agama Kristen dan agama Islam. Nanti 48:09 akhirnya orang-orang yang awam ya, 48:12 orang-orang yang mudah terbawa oleh 48:14 hasutan bisa terjadi pertikaian di 48:17 antara mereka hingga akhirnya bisa 48:20 timbul perang agama disebabkan ulah 48:23 hasutan Abu Jannah. 48:26 dulu dia mengaku sebagai orang Islam 48:28 belakangan ya dengan sikap-sikap yang 48:31 menghina, merendahkan juga Al-Qur'an, 48:34 menista juga agama Allah Taala ya dengan 48:37 tegas mengatakan bahwa Al-Qur'an 48:40 mengajarkan orang untuk menumpahkan 48:41 darah dan lain sebagainya kemudian 48:43 menyebarkan isu-isu negatif di tengah 48:46 masyarakat. Ini jelas-jelasan Abu Janda 48:48 ini seorang penjahat, seorang yang 48:51 berbahaya untuk 48:53 kehidupan 48:55 berbangsa di tanah air kita yang ingin 48:57 betul-betul merajut persatuan, saling 48:59 menghargai, saling menghormati. Kita 49:01 berbeda agama. Allah yang memberikan hak 49:05 pada mereka yang memilih keyakinan 49:07 mereka untuk tidak kita ganggu. 49:09 Lakum dinukum 49:10 lana a'maluna wakum a'malukum. 49:14 Jadi kalau seandainya ada orang seperti 49:16 Abu Janda yang menyebarkan isu, 49:18 menyebarkan fitnah, menghasut, wajib 49:21 untuk kita berikan peringatan kepada 49:23 umat. 49:24 Dan kita harap bukan hanya umat Islam, 49:26 umat Kristian juga sadar. Ini berbahaya 49:29 sekali. Mereka harus tampil menjelaskan 49:31 bahwa apa yang dilakukan Abu Janda ini 49:33 merupakan propaganda yang amat 49:35 berbahaya. Jangan sampai umat Kristian 49:37 terbawa, merasa senang seolah karena Abu 49:40 Janda berpihak pada mereka. Ini bukan 49:42 berpihak pada mereka. ini ingin 49:43 menjerumuskan bangsa ke dalam pertikaian 49:46 dan perselisihan. 49:48 Jadi, ingat pada prinsip-prinsip Islam 49:52 tidak dibenarkan sama sekali ulama untuk 49:54 menyampaikan yang berbeda dari apa yang 49:57 ditetapkan Allah dalam kitab sucinya 49:59 maupun sunah nabinya. Tapi pada 50:01 perbedaan pendapat dalam ranah yang 50:05 tidak terdapat nas yang tegas 50:07 dikembalikan kepada ijtihad para ulama, 50:10 kita harus saling menghargai, 50:11 menghormati. satu sama lain jauh dari 50:15 kefanatikan yang membutakan kita. 50:17 Wallahuam. 50:18 Baik, Ustaz. Ini ada dua pertanyaan, 50:20 Ustaz. Saya gabungkan, Ustaz, dari Ibu 50:22 Vivi dan Bu Fahni. Ustaz, mohon maaf 50:24 kalau Wiwi di luar tema katanya, Ustaz. 50:27 Ustaz, ada ee adakah hukum untuk mayit 50:30 yang satu liang lahad dengan yang bukan 50:33 mahram? Mohon penjelasannya, Ustaz 50:35 Syukron. Kemudian dari Ibu Fani. Ini 50:38 mengenai Al-Qur'an. Bagaimana agar kita 50:40 membaca Al-Qur'an mendapatkan rasa 50:43 kebahagiaan dan ketenangan juga 50:45 kedamaian? Ustaz Syukran, 50:47 pertama kita bicara mengenai Al-Qur'an. 50:51 Pada saat kita membaca Al-Qur'an, 50:53 pertama-tama kita harus mengikhlaskan 50:56 niat kita 50:58 untuk betul-betul 51:01 meresapi ayat-ayat Allah. Membebaskan 51:04 diri kita dari persepsi sebelumnya. kita 51:08 mengikhlaskan hati kita untuk menyimak 51:10 mendengarkan firman-firman Allah. 51:15 Kemudian kita juga harus merasakan 51:18 betul-betul Kang Rizal pada saat membaca 51:21 Al-Qur'an Allah sedang berbicara kepada 51:23 kita langsung bukan berbicara kepada 51:25 rasulnya dan sahabat yang hidup pada 51:28 masa Rasul tapi Al-Qur'an kitab yang 51:31 selalu hidup. Firman Allah yang 51:34 berbicara kepada pembacanya. Nah, pada 51:37 saat kita membaca Al-Qur'an merasakan 51:41 dan meresapi dengan penuh kesadaran 51:43 bahwa Allah berbicara kepada kita, 51:45 bagaimana perasaan kita, Kak Rizal? 51:50 Kita merasakan Allah berbicara kepada 51:53 kita. Kita betul-betul mendapatkan 51:55 kemuliaan, mendengarkan bimbingan, 51:58 tuntunan langsung dari Allah. 52:02 Oleh karena itu, 52:04 orang yang beda sekali orang yang 52:06 merasakan bahwa Allah berbicara 52:08 kepadanya melalui kitab sucinya 52:11 dan dia berbicara kepada Allah, mengadu 52:13 dalam doanya maupun dalam salatnya 52:15 dengan orang yang tidak merasakan hal 52:17 ini. Dia merasa seolah-olah membaca 52:19 Al-Qur'an sebagai wirid yang rutin 52:22 dilakukan mengkhatamkan satu juz tiap 52:24 harinya ya 52:26 tanpa diresapi sama sekali. Padahal 52:29 kitab Al-Qur'an dimudahkan. 52:32 Baik orang yang berbahasa Arab maupun 52:33 yang tidak dengan terjemahan-terjemahan 52:35 yang begitu banyak, dia bisa membaca 52:37 beberapa ayat sambil diresapi dan mohon 52:39 pada Allah agar Allah memberikan hidayah 52:42 kepadanya dan menerangi jiwanya. 52:46 Kalau dia mohon pada Allah, Allah akan 52:48 mengatakan waqukumuni astajibakum waakni 52:54 ujibu 52:57 Allah berjanji untuk mengabulkan doa 52:59 hambanya yang memohon padanya. Tapi 53:00 dengan syarat kisal falyastajibu 53:03 lialminu bi. Sebagaimana dia ingin 53:06 dikabulkan oleh Allah pada saat Allah 53:07 berbicara kepadanya melalui Al-Qur'an, 53:10 melalui bimbingan petunjuknya dia juga 53:12 harus menyambut. Istijabah itu dalam 53:14 bahasa Arab artinya apa? 53:17 Dia bersungguh-sungguh menyambut. Jadi 53:18 kalau ada panggilan, 53:20 ada seruan yang memanggil kita, kita 53:22 bergegas-gegas menyambut, itu namanya 53:24 istijabah. 53:26 Kalau ajaba menjawab, kalau istajaba 53:28 yastajibu menggambarkan kesungguhan kita 53:31 apa? Menyambut seruan Allah kita. Pada 53:35 saat mendengarkan perintahnya, kita 53:36 menyambut dan mengikutinya. Pada saat 53:38 mendengarkan larangannya, kita menyambut 53:41 dengan menjauhinya. Pada saat kita 53:43 mendengarkan kabar gembira mengenai 53:44 surga, hati, kita mohon pada Allah untuk 53:46 dijadikan sebagai ahlinya. Kita ketika 53:49 mendengarkan peringatan mengenai neraka, 53:51 kita mohon kepada Allah untuk 53:53 melindunginya. Jadi kita merasa 53:54 betul-betul apa? Terdapat interaksi 53:56 bukan hanya sekedar secara lisan, tapi 53:59 jiwa kita berinteraksi bersama ayat 54:02 Allah, merasakan Allah sedang berbicara 54:05 kepadanya. 54:06 Kira-kira kita merasa terhormat tidak? 54:08 Iya. Orang merasa terhormat di saat 54:10 mendengarkan nasihat dari Bapak 54:12 Presiden. 54:13 Saya berjumpa dengan seorang ustaz ee 54:16 dia mengatakan saya selama ini atau kita 54:18 selama ini selalu mendengarkan arahan 54:20 dan nasihat yang disampaikan oleh Bapak 54:23 Wakil Presiden. 54:26 Padahal dia ini seorang alim, seorang 54:28 yang berilmu. Sedangkan Bapak Wakil 54:31 Presidennya bukan orang yang berilmu. 54:33 Seharusnya yang membutuhkan pengarahan 54:35 siapa? Oke, Pres. 54:36 Tapi karena kagum silau pada jabatan 54:39 ya, 54:40 dia membalik keadaannya. Begitu juga 54:43 kita sekarang mendapatkan kehormatan 54:46 Allah yang memberikan pengarahan, 54:47 bimbingan langsung kepada kita. Coba 54:49 Anda buktikan dengan ikhlas untuk 54:52 betul-betul mendengarkan firman Allah, 54:54 merasakan Allah, berbicara kepadanya, 54:57 mohon agar Allah memberikan petunjuk 54:59 kepadanya dan bersihkan diri kita dari 55:01 persepsi sebelumnya 55:03 agar kita betul-betul sebagai seorang 55:05 hamba beradab di hadapan Tuhan kita 55:08 menempatkan Allah dan kitab sucinya di 55:10 depan bukan di belakang. Lalu kita 55:13 menempatkan diri kita di depan, mengatur 55:15 dan mengiring Al-Qur'an semau kita. Jadi 55:18 enggak sulit. Bisa dibuktikan begitu 55:20 Anda meresapi, menyadari Tuhan Anda 55:24 berbicara langsung kepada Anda. Ini 55:26 kehormatan yang luar biasa. Nah, ini 55:28 salah satu pesona daya tarik dan 55:30 kekuatan Islam dan Al-Qur'an bahwa 55:33 setiap muslim bisa mendengarkan arahan 55:37 bimbingan petunjuk Allah secara 55:38 langsung. Bukan dari ustaz, bukan dari 55:41 ulama. Karena kita hanya mengarahkan ke 55:42 sana. 55:43 Iya. 55:44 Jadi jangan hanya sekedar mendengarkan 55:46 ceramah, cuma baca Al-Qur'an, resapi dan 55:48 dengarkan Allah memberikan bimbingan 55:50 pengarahan kepada Anda. Wallahuam. 55:53 Yang mayit tadi gimana? 55:55 Satu liang lahad dengan yang bukan 55:56 mahram 55:56 tidak dibolehkan. 55:58 Kita menyatukan jenazah seorang muslim 56:01 bersama nonmuslim dalam lahad yang sama. 56:04 Tidak dibolehkan sama sekali. 56:05 Kalau sesama muslim bukan mahram gimana, 56:07 Ustaz? 56:08 Begitu juga antara seorang muslim ya 56:12 katakan dengan muslimah tapi bukan 56:14 mahramnya juga tidak dibolehkan. 56:17 Sebagaimana As Sayidah Aisyah Ummul 56:19 Mukminin radhiallahu anha ketika Nabi 56:22 dikuburkan sendiri beliau tidak menutupi 56:26 auratnya. 56:27 Tapi begitu 56:29 waktu Abu Bakar juga dikuburkan, dia 56:31 tidak menutupi auratnya karena ayahnya 56:32 kan. 56:33 Iya. Begitu Umar bin Khattab radhiallahu 56:36 anhu dikuburkan, langsung mulai saat itu 56:38 ketika dia menziarahi Rasul, dia menutup 56:40 auratnya secara sempurna sebagaimana di 56:43 hadapan yang bukan muharimnya. Jadi 56:45 apalagi disatukan 56:47 antara seorang laki-laki ya muslim 56:50 dengan wanita yang bukan muslimah eh 56:53 dengan wanita yang bukan menjadi 56:54 mahramnya walaupun sesama-sama muslim 56:56 kecuali kalau darurat. 56:58 H 56:59 darurat tidak ada jalan lain sama sekali 57:01 itulah yang persoalan. Tapi kalau dalam 57:03 keadaan mudah tidak dibolehkan. 57:05 Karena kita menghormati jenazah seorang 57:08 muslim dan muslimah itu sama kita 57:11 menghormati pada saat hidupnya. 57:14 Jadi Islam itu betul-betul apa? 57:16 memerintahkan kita untuk menjaga, 57:18 menghormati kehormatan 57:20 sesama muslim. Jangan kita satukan 57:23 jenazah muslim ya dengan muslimah dalam 57:27 lahad yang sama. Ini tidak dibolehkan 57:29 [berdehem] sama sekali. ini merusak 57:31 mencederai kehormatan 57:33 saudara-saudari kita sesama kaum 57:35 muslimin. 57:36 Artinya kalau sesama mahram tidak apa, 57:37 Pak Ustaz? Ya, 57:37 kalau mahram enggak ada masalah ayah 57:39 sama anak ya 57:41 suami istri atau suami istri itu enggak 57:42 ada masalah apa-apa sama sekali. 57:44 Demikianlah subhanakallahumma 57:46 wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta 57:48 astagfiruka wa atubu ilaik walu minkum. 57:51 Wasalamualaikum warahmatullahi 57:53 wabarakatuh. 57:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:55 wabarakatuh. Terima kasih jazakallah kir 57:57 guru kita Ustaz Husein yang telah 57:59 menyampaikan kajiannya, renungannya 58:01 mengenai Minarifil Quran. Ustaz ya, 58:04 ikhwan akhwat, semoga hubungan kita 58:06 dengan Al-Qur'an tidak hanya sebatas 58:08 tilawah saja, Ustaz, ya seperti yang 58:09 tadi Ustaz sampaikan, 58:11 tetapi juga dengan tadabur, memaknai 58:14 maknanya dan juga menjadikan pedoman 58:16 untuk hidup kita semuanya. Yanawat, saya 58:18 Rizal Alhak bersama teman-teman yang 58:20 bertugas ada Kang Ondi dan Kang Algi 58:23 undur diri. Billahi taufik walhidayah. 58:24 Wasalamualaikum warahmatullahi 58:25 wabarakatuh. 58:26 Waalaikumsalam.