Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 Brasil 0:05 [Musik] 0:13 TV 0:16 sayaquulusfah 0:18 minani ma 0:20 wallahum qiblatihimatiaiah 0:28 [Musik] 0:36 yah 0:40 mustaqim 0:41 walika 0:43 ja'alnaakum 0:44 Ummat wasat litakunu 0:50 syuhadaasi wakunar rasuluikumah 0:58 [Musik] 1:08 mim yanqaliibu 1:12 aaqibai 1:14 waainat kabiratan 1:20 illaalladinaallah 1:22 wallahu 1:25 liudakum inallah 1:35 qqba wajika 1:38 fama 1:41 fwalliannaka qiblatan 1:44 tarda fawalli 1:47 wajakaral Masjidil 1:50 Haram waituma kunum fawallu 1:58 wujuhakum 2:07 u bighofilin Amma 2:13 yamalun W ataitalladina 2:17 utul kitaba bikulli ayatim ma tabiu 2:23 qiblatak 2:25 w antablah 2:33 [Musik] 2:39 ahwaahum m ba'di Ma 2:43 jaaka 2:44 minalm innaka 2:49 aminimin 2:52 shqallahulim wasalamaikum warahmatullahi 2:57 wabarakatuhsam makasih Bang 3:02 dan calon Leaders Leaders dan calon 3:04 Leaders seluruh Indonesia kembali lagi 3:06 kita pada acara Univ leader yang pada 3:08 malam ini sudah memasuki seri 3:12 ke12 dengan mengangkat tema tentang 3:15 Desain pendidikan Indonesia 3:17 sahabat-sahabat 3:18 sekalian di usia yang ke 79 3:22 tahun dirayu kemerdekaan Indonesia 3:26 sebagai negara Indonesia mungk kita 3:27 sama-sama menytiwa ikan merupakan hak 3:30 dan kewajiban seluruh bangsa Indonesia 3:32 yang harus dijalani oleh semua warga 3:34 negara ya hal ini pun dilegitimasi 3:38 dengan adanya undang-undang sistem 3:39 pendidikan nasional yang menyebutkan 3:42 bahwa tujuan pendidikan nasional 3:44 berfungsi untuk mengembangkan kemampuan 3:46 dan membentuk watak serta peradaban 3:48 bangsa yang bermartabat ya berdasarkan 3:51 undang-undang tersebut e seharusnya 3:53 sudah sangat jelas tujuan dari 3:54 pendidikan yaitu menjadikan dan membuat 3:56 manusia makhluk seutuhnya namun sistem 3:58 pendidikan yang diterapkan 4:00 untuk mencapai tujuan ideal dari 4:02 undang-undang Sis Diknas bukan merupakan 4:04 sesuatu yang tidak memiliki hambatan 4:06 beberapa hambatan untuk mencapai tujuan 4:09 tersebut adalah kapitalisasi pendidikan 4:11 dan ketidakmerataan kualitas pendidikan 4:13 yang 4:14 bermutu dengan adanya momentum 4:16 pergantian pemerintahan yang ada saat 4:18 ini ee pemerintahan baru presiden baru 4:22 dan mudah-mudahan juga ee menteri baru 4:25 dan semangat baru ee Sudah Selayaknya 4:27 kita rakyat Indonesia bisa memberikan 4:29 gagasan menitipkan perubahan dan 4:31 perbaikan untuk desain pendidikan 4:33 nasional untuk itu pada malam ini kita 4:35 ingin mendiskusikan Bagaimana sebenarnya 4:38 kondisi sistem pendidikan Indonesia saat 4:40 ini apa yang Perlu diperbaiki Apa yang 4:43 perlu diubah apa misi-misi perbaikan dan 4:46 perubahan yang perlu diwujudkan oleh 4:49 presiden baru dan juga menteri 4:51 pendidikan nasional yang baru nantinya 4:53 sehingga pendidikan kita bisa menjadi 4:56 semakin baik menjadi pondasi dasar untuk 4:58 membangun Indonesia seutuhnya yang 5:02 berbudaya yang berkualitas tinggi 5:04 berperadaban tinggi untuk itu pada malam 5:06 ini sudah hadir para pembicara 5:09 narasumber dari unival stok untuk 5:11 mendiskusikan tentang Desain pendidikan 5:13 e Indonesia ini yang pertama sudah hadir 5:16 bersama kita Mas Indra 5:19 khisajib beliau pengamat pendidikan dan 5:21 senantiasa 5:22 membersamai ini di setiap tema-tema 5:24 pendidikan Selamat malam Bang indraism 5:30 Mas Pak Mardani 5:33 k Terima kasih sudah hadir siap dan 5:38 kemudian juga sudah hadir eh bersama 5:40 kita Bang satriawan Salim ya beliau 5:44 adalah koordinator nasional perhimpunan 5:47 pendidikan dan guru 5:49 eh di Indonesia Asalamualaikum Selamat 5:51 malam Bang satriawan terima kasih sudah 5:54 hadirsam warahmatullahi wabarakatuh 5:56 Selamat malam Bang haldi Bang mani dan 5:59 eh 6:01 Mas manggilnya Kang SS aja ini ya siap 6:06 pak SS Nanti ingatnya Pak Said Oh gitu 6:10 ya 6:12 I kemudian juga alhamdulillah sudah 6:15 hadir bersama kita juga tuan rumah Ind 6:17 bersama 6:19 bungung Pak asalamualaikum 6:28 pakaniamang juga nanti Insyaallah segera 6:30 menyusul bersama kita tandemnya pak 6:33 Mardani eh Bungi Gerung baik 6:36 sahabat-sahabat sekalian Sebelum kita 6:38 mulai acara Indal eh sesi ke-192 ini e 6:42 Kami mengucapkan terima kasih yang 6:44 besar-besarnya kepada seluruh pemirsa 6:46 Setia indiv leader di seluruh Indonesia 6:50 dan juga luar negeri eh dan juga kepada 6:52 rekan-rekan wartawan dan media yang juga 6:54 senantiasa e menyaksikan Meliput dan 6:56 memberitakan acara ini acara ini bisa 7:00 disaksikan secara langsung melalui 7:02 Channel eh YouTube mardana elisera PKS 7:05 TV dan rasil TV dan juga disiarkan di 7:08 jaringan radio rasil di beberapa kota ee 7:11 di seluruh Indonesia terutama di 7:13 jaboletabek ya dan dirilai juga oleh 7:16 eh beberapa 7:19 eh apa beberapa 7:22 eh radio yang terhubung dengan kemitraan 7:26 radio rasil di seluruh Indonesia ee baik 7:30 kita mulai acara pada malam hari ini eh 7:34 kepada pakani dipersilakan untuk 7:37 memberikan pengantaran paparannya dengan 7:39 tema desain pendidikan Indonesia 7:42 pakilakan Pak 7:44 kasih SS duluan 7:48 Bismillahirahmanirrahim asalamualaikum 7:50 warahmatullahi 7:51 wabarakatuh 7:58 alamdillah Selamat malam dan salam 8:00 sejahtera untuk kita semua Leaders dan 8:03 calon Leaders 8:05 eh jangan patah hati Mas Anis tidak maju 8:09 E cagup ya mas Indra 8:14 eh eh Intan 8:18 emas berlian di mana pun berada tetap 8:21 Intan tetap emas tetap berlian ya 8:25 Eh 8:27 Dan Kita tidak bahas tentang Mas Anis 8:31 izin ya 8:32 Ee karena 8:34 ee justru kita 8:37 mencoba meniliknya dari perspektif yang 8:41 lebih mendasar dari perspektif 8:45 eh pendidikan dan karena itu izinkan 8:50 eh saya juga akan singgung dikit-dikit 8:52 nih Mas Indra Kang SS Kang santriwan 8:56 terkait dengan gonjang-ganjing Pilkada 8:59 karena saya juga lagi sedih inih banyak 9:02 sekali tulisan beredar kat yang tulis 9:05 pakardani sebetarnya kalau yang kenal 9:07 saya Mas Indra gak mungkin nulis kayak 9:09 begitu gitu 9:11 l tetapi namanya ketika pendidikan kita 9:14 ada catatan maka segala macam jadi 9:17 muncul karena itu izinkan eh Leaders dan 9:20 calon Leaders eh saya tidak lari dari 9:24 kenyataan kenapa tidak bahas Pilkada 9:26 Kenapa tidak bahas realita tik 9:29 faktualnya justru kita coba menyelam 9:33 sampai ke dasar makrifat untuk melihat 9:35 apa yang terjadi dan itu adalah 9:38 pendidikan pendidikan dan pendidikan ada 9:41 beberapa hal Mas Indra Kang SS saya 9:43 pengantar saja yang pertama kalimatnya 9:46 Buya Hamka bagus sekali Kang haldi 9:49 nih kalau makan kucing juga makan gitu 9:54 kalau tidur monyet juga tidur G tapi 9:59 yang membedakan kita dengan binatang 10:01 adalah prinsip hidup 10:03 ee karakter hidup integritas hidup dan 10:09 pendidikan-pendidikan dan pendidikanlah 10:12 yang membedakan kita dengan binatang Nah 10:14 karena itu Leaders dan chalon leader 10:17 Jangan bosan untuk terus tholabul Ilmi 10:22 Jangan bosan untuk Tafakur untuk 10:27 tadarus matur nuwun Mas Indra ini banyak 10:31 mengelola dan banyak jadi 10:34 ee apa namanya eh konsultan teman-teman 10:39 sekolah katolik dan sekolah katolik ini 10:42 bagus-bagus Mas Indra mudah-mudahan 10:44 kedatangan paus lancar dan membawa 10:48 kebaikan kedamaian bagi seluruh umat 10:50 Katolik dan bangsa Indonesia ya amin eh 10:54 lancar mudah-mudahan nih kita work from 10:56 home nanti saya maunya datang padal tapi 11:00 udah kita doakan aja dah lancar Ya 11:01 gitulah nah yang pertama kualitas 11:05 kualitas kualitas Ya kalau dalam bahasa 11:09 Arab tuh numu tauiah nuqodam numu kamiah 11:14 ya bang haldi ngerti enggak artinya Bang 11:16 haldi pertumbuhan kualitas itu 11:19 mendahului pertumbuhan kuantitas jadi 11:23 kualitas tidak bisa ada 11:26 ee ee 11:29 diskonnya ya enggak bisa 11:32 tawarm-menawar 11:34 makanya Punten Nyun Sewu buat semua 11:37 leader calon leader pendidikan memang 11:40 mahal pendidikan memang 11:43 elit pendidikan memang harus berkualitas 11:46 Karena itu negara negara dan negara 11:49 harus turut 11:51 serta ini lagi R di DPR nanti singgung 11:55 ya 11:57 Eh temuan B nih cuma 16% lebih ee 12:02 serapannya enggak 20% ya mas Indra ya 12:05 itu catatan besar Mas Indra yang bongkar 12:08 tu padahal amanat undang-undang 12:10 minimalnya 12:12 20% bukan cuma APBN Bang haldi 12:16 APBD 06 12:20 3879 eh operator hasilnya lagi ada 12:24 telepon ya makasih 12:27 Eh kita lanjutkan dulu Bang Om Yahya ada 12:31 yang bocor tuh nah jadi titip nomor sat 12:35 tidak bisa pemerintah ke depan kecuali 12:39 membahas 12:40 tentang kualitas pendidikan kualitas 12:43 masra ketika kita bahas Kang SS ketika 12:47 kita bahas kuantitas kita tenggelam 12:50 dalam mediokrasi kita tenggelam daripada 12:54 mendingan akhirnya pendidikan kalah 12:58 dengan tekanan ekonomi kalah dengan 13:01 tekanan politik apalagi minta maaf Kalau 13:04 pemimpinnya sukanya infrastruktur kalah 13:07 sama infrastruktur nanti pemimpinnya Mas 13:09 Indra sukanya sama pertahanan kalah sama 13:13 pertahanan kalah-kalah terus tidak boleh 13:16 titip pertama tidak boleh mundur sedikit 13:20 pun bahwa 13:22 Jalan emas memajukan bangsa negara 13:26 adalah pendidikan pendidikan pendidikan 13:28 ya yang dimaksud pendidikan mangdi 13:30 pendidikan berkualitas Itulah sebabnya 13:33 ini Nyun Sewu ini Mas Indra saya lagi 13:36 bicara dengan teman-teman sesama bangsa 13:39 Indonesia yang beragama Islam nih sama 13:42 sih di Katolik di Kristen Protestan 13:45 semua sama bahwa ayat yang pertama kali 13:49 turun itu bukan perintah salat bukan 13:51 perintah zakat bukan perintah Haji bukan 13:54 perintah berbuat baik tapi perintah Iqra 13:57 bacalah 13:59 ayat tentang 14:02 afalailunala 14:04 tataakarunarun apa engak berpikir apa 14:07 Enggak menelisik Apa Enggak meneliti apa 14:10 menggunakan akal bertebaran bahkan kalau 14:14 kita lihat ayat-ayat yang pertama kali 14:16 turun di Makkah surat makkiah banyak 14:19 dimulakan dengan 14:28 pertanyaan Halak hadis banyak itu 14:31 artinya akal akal 14:34 akal bahkan nikmat kedua sesudah Wahyu 14:38 itu adalah nikmat akal 14:41 Ayo Kenapa Anis enggak bisa maju Kenapa 14:44 partai islam kalah kenapa yang menang 14:47 yang lain itu akal akal akal There is no 14:51 Rocket science in Winning election gak 14:54 ada yang rumit kok menang Pemilu gitu 14:55 loh asal engak ada Bansos ya ya 15:00 enggak ada mobilisasi 15:03 ini tapi itu juga kalau kita punya akal 15:06 bisa kita kalahkan Mas 15:09 Indra Bang haldi semangat nih kita bukan 15:12 lagi bicara oposisi koalisi bang haldi 15:14 ya sudah selesai itu ya Bang haldi ni 15:17 aja 15:20 disinggung-singgung nomor dua tentu The 15:24 Man Behind the Gun Mas Indra kita udah 15:27 mulai harus berani nih nyebut nama 15:31 siapa Kang SS 15:34 siapa kandidat menteri 15:38 pendidikan menteri kedua terpenting 15:41 sesudah Menteri Keuangan pandangan Saya 15:43 masra justru pertama menteri pendidikan 15:46 menteri pendidikan menteri pendidikan 15:49 Kalau Pak Prabowo Mas Gibran tidak 15:51 nyebut kandidatnya siapa apagi ngasal 15:55 Wah itu tanda-tanda kehancuran ben-benar 15:59 harusnya kementerian pendidikan 16:00 pendidikan 16:02 pendidikan yang harus disebut terakhir 16:04 yang 16:05 ketiga 16:07 kolaborasi dan partisipasi enggak bisa 16:10 pendidikan ini cuma benar orkestrasi 16:13 dari pemerintah 16:15 dengan Kang SS dengan teman-teman 16:18 persatuan 16:20 gurunya pengamat dan praktisi Mas Indra 16:23 ayo dengar Duduk sebbenarnya kalau Anis 16:26 ban yang jadi presiden Enak juga nih ya 16:28 karena beliau sudah kolaborasi kata 16:31 beliau tuh tugasnya birokrasi Bang Aldi 16:34 gelar 16:35 tiker 16:37 dengerin semua masyarakat dan 16:40 stakeholders Insyaallah dengan rendah 16:42 hati mau kolaborasi mau Sinergi 16:46 Indonesia akan maju 16:48 jadi gimana ke depannya kita bahas 16:52 bareng para narasumber kita itu 16:54 pengantarnya matur nuhun Nyun Sewu 16:57 terima kasih Lanjut bang Aldi Saya saya 17:01 lagi lanjutin nih banyak sekali yang wa 17:03 Pak Mardani ini tulisan Pak Mardani Saya 17:05 sedih engak kenal saya yang nanya itu 17:08 sedih Pak harusnya enggak usah nanya 17:10 pasti bukan Pak Mardani ini k 17:13 klarifikasi Saya belum baca itu 17:15 tulisannya Iya enggak perlu klarifikasi 17:17 harusnya gitu loh itu memang indikasi 17:19 literasi kita rendah Bang itu kang SS 17:22 sedih saya yang ber masa masih bertanya 17:25 gitu loh Mardani elera nulis sampah kaks 17:29 kayak gitu Mas Indra tidak marah tidak 17:33 kesal ke penulis pasti serangan akan ada 17:36 sedih aja kalau literasi kita katan SS 17:38 belum hidup itu loh Harusnya kan bisa 17:40 memilah itu Lanjut bang haldi Baik 17:44 terima kasih Pak marani ya 17:45 sahabat-sahabat sekalian eh Malam ini 17:48 kita diskusi hal fundamental ya dalam 17:50 bangsa ini bahwa sebuah bangsa besar 17:52 pasti enggak bisa terlepas dari kualitas 17:54 pendidikan dan kekuatan cvil Society 17:57 dari masyarakat yang berpendidikan dan 17:59 berbudaya tinggi ya tanpa itu semua kita 18:01 akan terus e terjebak di middle eh 18:03 income apa country repap gitu ya dan 18:07 juga menjadi eh negara eh menengah ke 18:10 bawah Yang Terus eh tersandera oleh para 18:14 oligarki baik eh Untuk itu kita ingin 18:17 dengar nih bagaimana konsep pendidikan 18:19 yang kira-kira eh para narasumber di 18:21 sini ingin mengajukan ke pemerintahan 18:24 baru nantinya supaya didengar oleh para 18:27 pengambil kebijakan dan ada harapan 18:29 untuk perbaikan di pendidikan kita 18:31 kesempatan pertama ke Mas Indra 18:33 dipersilakan Mas Ind Ya makasih bang 18:37 Asalamualaikum warahmatullah 18:40 wabarakatuham kita semua selamat malam 18:44 pakani Bang dan semua pemirsa ilt yang 18:48 saya cintai e senang sekali dan sebuah 18:52 kehormatan kembali saya diundang ke 18:55 acara yang luar biasa terhormat dan 18:57 mencerdaskan ini kalau tadi Pak Mardani 19:02 bertanya sebut nama siapa yang yang bisa 19:05 kita dorong untuk jadi mendikbut di 19:09 eranya Pak Prabowo ya Saran saya siapa 19:14 aja asal jangan mantan Rektor PTN yang 19:17 di Jogja Itu loh pak itu bahaya kalau 19:20 jadi mendikbut 19:22 [Tertawa] 19:28 itu menjuruh sekali 19:33 itu makanya jangan bahaya Setuju Setuju 19:38 dari sekarang kita 19:39 teriak siap jadi ini bukan bocor alus 19:42 lagi ya bocor kasar ini ini mah banjir 19:45 bandang 19:47 ini itu yang pertama yang kedua ini juga 19:51 saran buat Pak Prabowo kan pakardani 19:53 dekat nih sama Pak Prabowo dan kalau 19:56 dari pidatonya Pak Prabowo kemarin ya 19:58 kayak 19:59 ya akan mengajak PKS untuk menjadi 20:03 bagian dari pemerintahan beliau untuk 20:06 bicara pendidikan ini 20:09 eh target-target beliau seperti 20:13 pertumbuhan ekonomi 20:15 8% bicara akan eh zero% apa eh exem 20:21 poverty itu enggak akan tercapai kalau 20:24 bidang pendidikan tidak dikelola dengan 20:27 baik 20:28 karena kalau kita ngomong pendidikan itu 20:30 Enggak cuman bicara output atau hasil 20:35 tapi kita juga harus bicara tentang 20:37 outcome atau 20:39 dampak contoh saja yang yang yang 20:43 harusnya menjadi diskursus Kita semua 20:46 adalah 20:47 eh pemenang Nobel tahun 2019 bidang 20:51 ekonomi yang namanya Ester duflo ini kan 20:56 yang 20:57 namanya Nobel itu kan enggak 21:00 kaleng-kaleng ya Jadi bukan bukan ngirim 21:03 ke jurnal Predator Terus tiba-tiba dapat 21:06 gelar guru besar enggak begitu nih ini 21:09 benar-benar riset yang luar biasa dan 21:11 menang itu risetnya tentang dampak dari 21:15 program SD impresnya Pak Harto dulu di 21:18 era Orde Baru yang ternyata 21:22 terbukti kalau adanya SD impres itu 21:25 ternyata meningkatkan pertumbuhan 21:28 ekonomi pertumbuhan pendapatan dari 21:31 masyarakat Indonesia secara 21:33 signifikan jadi kan harusnya yang 21:36 dibangun itu SMP Inpres SMA Inpres bukan 21:40 bangun IKN bukan bangun kereta cepat itu 21:44 yang harusnya dilakukan kalau kita 21:46 bicara mau mencapai target ekonomi 21:50 7% kan tinggal lanjutin aja Harusnya itu 21:53 kan pertumbuhan ekonomi 7% enggak pernah 21:56 tercapai tapi pembangunan manusianya 21:59 pendidikannya enggak pernah dikelola 22:00 dengan baik ya buktinya seperti yang 22:03 disampaikan ole Pak Mardani tadi temuan 22:05 BPK bahwa serapan anggaran kita hanya 22:08 16% untuk bidang pendidikan yang kalau 22:12 kata Prof mnuh sendiri 22:16 50% itu larinya ke dana 22:19 desa jadi bukan ke pendidikan bisa 22:21 bayangin anggaran pendidikan kita 22:25 ternyata tidak sesuai dengan amanat 22:29 konstitusi jadi kita sudah terlampau 22:31 lama 22:32 sebetulnya melanggar konstitusi dan ini 22:35 dibiarkan ya mudah-mudahan sih para 22:38 wakil rakyat kita di periode yang akan 22:40 datang itu lebih ketat lagi dalam 22:42 memberikan pengawasan kepada pemerintah 22:45 ya artinya bukan bukan bicara 22:48 mencari-cari kesalahan tapi memastikan 22:51 bahwa mereka berada dalam koridor yang 22:53 tat Mereka melaksanakan kajiban 22:56 ktitusional itu yang yang penting Nah 23:00 Enggak ma Bang haldi saya dikasih Waktu 23:02 berapa menit ya nanti takut kepanjangan 23:04 nih saya Amin aman aman lanjut 23:10 oke lanjut lanjut yang penting mantap 23:15 oke Malam ini saya mau cuman baca dua 23:18 mau membahas dua poin aja dua poin yang 23:21 sangat mendasar dan itu yang menurut 23:24 saya selama ini kita itu punya 23:29 kesalahan paradigma saya sering 23:31 menyebutnya kesesatan dalam kita 23:33 berpikir dan mengelola sistem pendidikan 23:36 kita dan ini jarang 23:39 dibahas yang pertama 23:41 adalah kita ini sebagai rakyat indonesia 23:46 warga negara Indonesia sering tidak 23:49 menyadari bahwa pendidikan itu adalah 23:52 hak asasi 23:54 manusia hak asasi manusia itu artinya 23:57 hak yang melekat dalam diri kita 23:59 masing-masing bukan sebuah kemewahan 24:02 bukan sesuatu yang diberikan oleh negara 24:05 tapi yang sudah melekat dalam diri kita 24:08 dan itu sebetulnya sudah tercantum dalam 24:11 pasal 24:13 28c ayat 1 undang-undang Dasar 24:17 1945 jadi ada di konstitusi kita saya 24:21 bacakan ya Setiap orang berhak 24:23 mengembangkan diri melalui pemenuhan 24:26 kebutuhan dasarnya berhak mendapatkan 24:29 pendidikan dan memperoleh manfaat dari 24:32 ilmu pengetahuan dan teknologi seni dan 24:35 budaya demi meningkatkan kualitas 24:38 hidupnya dan demi kesejahteraan umat 24:41 manusia pasal 28c ayat 1 ini sebetulnya 24:46 diambil dari artikel 26 deklarasi hak 24:50 asasi manusia Tahun 24:53 1948 yang buinya Setiap orang berhak 24:57 atas pendidikan 24:59 pendidikan harus diberikan secara 25:01 cuma-cuma atau gratis sekurang-kurangnya 25:04 pada jenjang pendidikan dasar dan 25:06 menengah pendidikan dasar wajib diikuti 25:10 pendidikan kejuruan atau vokasi harus 25:12 tersedia secara umum dan pendidikan 25:15 tinggi harus dapat diakses secara setara 25:18 oleh semua orang berdasarkan meritokrasi 25:22 atau prestasi nah ini yang banyak tidak 25:25 disadari oleh rakyat Indonesia kalau 25:28 pendidikan itu adalah hak asasi manusia 25:32 artinya apa kalau hak asasi manusia 25:35 artinya pendidikan itu tidak boleh 25:41 diperjualbelikan tidak boleh 25:44 dikomersialkan Jadi sebetulnya yang 25:46 namanya hak terhadap pendidikan itu sama 25:49 dengan seperti hak kita 25:51 beribadah kan kita enggak ada masuk 25:54 masjid harus bayar harga tiket masuk 25:57 masuk gereja harus bayar harga tiket 25:59 masuk itu enggak boleh jadi enggak boleh 26:02 diperjual belikan nah sayangnya 26:05 pemerintah Indonesia justru melihat yang 26:07 namanya pendidikan ini adalah sesuatu 26:10 yang bisa diperjual belikan Buktinya apa 26:14 pendidikan kita itu dikenakan 26:17 pajak baik itu pajak bumi dan bangunan 26:21 kan beda dengan rumah ibadah yang bebas 26:24 pajak bumi dan bangunan tapi 26:26 sekolah-sekolah kita kampus-kampus kita 26:29 itu kena pajak bumi dan bangunan belum 26:32 lagi belum lama bahkan kena yang namanya 26:35 pajak pertambah nilai kena PPN tuh jasa 26:41 pendidikan kalau kami-kami para aktivis 26:44 pendidikan Tidak memprotes itu itu sudah 26:47 dijalankan bersamaan dengan 26:49 undang-undang Cipta kerja kami protes 26:52 keras dan akhirnya sekarang jasa 26:55 pendidikan itu kena PPN tetapi 26:59 dikecualikan jadi secara hukumnya 27:01 harusnya tetap kena Nah ini kan sudah 27:04 sebuah kesesatan pikir kalau yang 27:06 namanya jasa pendidikan itu justru 27:09 menjadi tempat untuk komersial untuk 27:14 diperjualbikan nah ini juga Kenapa kamii 27:18 juga menentang konsep yang namanya 27:20 ptnbh perguruan tinggi negeri berbadan 27:23 hukum yang sebetulnya tu mka 27:28 untuk menjadi profit center atau revenue 27:32 center atau tempat mencari uang tempat 27:36 mencari 27:37 pendapatan jadi kebalik-balik nih BUMN 27:42 yang harusnya jadi tempat pendapatan 27:44 tempat profit itu bangkrut semua ya kan 27:48 tapi malah ptnnya disuruh nyari 27:51 duit Harusnya PTN itu menjadi tempat 27:54 yang disebut 27:55 denganer atau tempat yangru membutuhkan 27:58 banyak biaya bukan tempat mencari uang 28:01 itu yang membuat UKT kita tinggi sekali 28:05 bahkan kondisi sekarang ini masyarakat 28:07 berpendapatan menengah saja tidak bisa 28:11 mengkuliahkan anaknya karena kalau kita 28:14 bicara pendapatan per kapita rakyat 28:17 Indonesia kan R5 juta sekarang per tahun 28:19 rata-rata itu kan yang paling tengah nah 28:22 bayangkan kalau ipinya uang gedungnya R5 28:26 juta juga belumuk ya kalau misalnya satu 28:29 semester bisa 20 juta per tahun sudah 40 28:34 juta kan 28:35 berarti masyarakat berpendapatan 28:37 menengah pun tidak bisa 28:41 kuliah nah ini yang menjadi problem jadi 28:45 di Indonesia ini 28:47 pendidikan justru dilihat sebagai 28:51 sesuatu yang bisa diperdagangkan jadi 28:54 itu sudah melanggar pasal 28c 28:58 ayat 1 undang-undang dasar 29:00 5 sekaligus deklarasi hak asasi manusia 29:04 artikel 26 ya Belum lagi kalau kita 29:08 bicara hak asasi manusia itu tidak boleh 29:12 ada yang 29:14 namanya 29:16 seleksi yang namanya pendidikan itu 29:19 karena itu hak yang 29:21 melekat harusnya tidak boleh ada 29:26 seleksi kalau saya 29:28 dulu ya zaman Saya sekolah orang mau 29:31 masuk sekolah negeri itu diseleksi 29:34 nilainya 29:35 dulu yang pintar-pintar baru boleh masuk 29:38 sekolah negeri yang bodoh Terserah mau 29:41 sekolah atau enggak at maok swasta tapi 29:44 masuk sekolah negeri itu dicari yang 29:46 paling 29:47 pintar sekarang tetap seleksi juga tapi 29:51 seleksinya pakai jarak nah kembali kita 29:55 bandingkan pernah gak kita masuk ke 29:57 masjid 29:58 yang boleh masuk masjid hanya yang 30:00 pintar doang atau yang dekat rumahnya 30:03 sama masjid kan enggak seperti itu siapa 30:06 saja terbuka Nah kalau kita bandingkan 30:09 di luar negeri ya Mau di 30:11 manaun karena mereka sudah mengakui 30:14 pendidikan sebagai hak asasi 30:16 manusia makanya 30:19 tinggal datang ke sekolah harus 30:21 diterima nah di situlah tugas pemerintah 30:26 memastikan jumlah bangkunya jumlah 30:29 ruangannya jumlah gurunya sesuai dengan 30:34 jumlah manusianya jumlah 30:37 anak-anaknya dan itu pun sebetulnya 30:40 sudah tercantum di pasal 31 ayat 2 30:43 undang-undang Dasar 1945 yang buya 30:46 adalah setiap warga negara wajib 30:49 mendapatkan pendidikan dasar dan 30:52 pemerintah wajib 30:54 membiayainya nah ini problem besar 30:58 kita bersama harus mengingatkan 31:00 pemerintah bahwa pendidikan ini adalah 31:03 hak asasi harus kita 31:06 tempatkan sebagai hak asasi manusia 31:10 banyak problem kalau pendidikan itu 31:13 ditempatkan 31:14 sebagai sesuatu yang bisa 31:17 diperdagangkan bisa menjadi satu hal 31:19 yang komersial 31:22 contoh kita bicara dampak ya kita 31:25 berulang kali juga saya Saya yakin nanti 31:28 Kang satriwan Salim juga pasti akan 31:30 bicara 31:32 tentang nasib guru kan kenapa guru dan 31:37 dosen di Indonesia 31:39 itu selalu deritanya adalah bicara 31:43 tentang pendapatan yang sangat minim 31:47 yang sangat kurang yang sedikit ya kan 31:50 belum lagi status 31:52 kepegawaiannya itu semua karena mindset 31:55 kita dalam mengelola 31:56 pendidikan sebagai entitas 31:59 bisnis kalau sebagai entitas bisnis maka 32:02 guru akan ditempatkan sebagai variabel 32:06 biaya Nah kalau orang berbisnis pasti 32:10 inginnya adalah pendapatan 32:12 setinggi-tingginya biaya 32:14 serendah-rendahnya 32:16 maka keuntungan atau profit akan 32:18 setinggi-tingginya Nah itulah yang 32:20 menyebabkan Kenapa guru selalu gajinya 32:23 taruh rendah karena ingin biaya itu 32:26 serendah-rendahnya 32:29 agak berbeda dengan penanganan di luar 32:31 negeri saat pendidikan tidak dikelola 32:34 sebagai entitas 32:35 bisnis ya memang guru itu justru 32:38 ditempatkan sebagai faktor penting di 32:41 mana guru itu tidak boleh punya 32:45 kekhawatiran Besok makan apa kalau sakit 32:49 itu biaya pengobatannya gimana Kalau 32:53 anaknya mau sekolah anaknya mau makan 32:55 anaknya butuh ini itu Gimana caranya itu 32:59 di luar negeri enggak enggak seperti itu 33:02 memang guru-guru tidak didesain untuk 33:04 menjadi orang yang kaya raya ya tetapi 33:06 mereka harus Sejahtera Artinya mereka 33:08 enggak boleh punya kekhawatiran hal-hal 33:10 yang remeh-temeh tadi kita harus siapkan 33:13 mereka supaya para guru ini fokus untuk 33:16 mendidik tugasnya untuk mendidik nah itu 33:20 yang kita belum punya karena tadi kita 33:22 menempatkan guru sebagai faktor biaya 33:24 dosen sebagai faktor biaya nah ini yang 33:27 harus kita kembalikan ke jalurnya 33:30 bagaimana pendidikan itu sebagai hak 33:33 asasi manusia makanya tidak boleh ada 33:37 seleksi tidak boleh ada 33:39 diskriminasi 33:41 dan pendidikan itu hak itu melekat dalam 33:45 diri kita masing-masing bukan sebuah 33:48 kemewahan bukan hanya orang yang punya 33:52 duit saja yang boleh kuliah boleh 33:55 sekolah ini kan justur yang terjadi 33:57 bahkan salah satu pejabat kemendigbud 33:59 waktu ada polemik kenaikan UKT yang luar 34:04 biasa e tajam ya kenaikannya kan Justru 34:07 malah menjawabnya loh ini kan Pendidikan 34:10 tersier ini kan 34:12 eh apa belum wajib belajar Jadi wajar 34:16 kalau mahalah ini kan 34:18 berarti pemerintahnya sendiri pejabat 34:21 tingginya tidak sadar kalau tugas utama 34:24 merekaalah mencerdaskan kehidupan bangsa 34:27 bukan untuk mengelola kampus supaya 34:29 menjadi 34:30 profitable itu yang yang harus kita 34:33 kembalikan lagi bagaimana kita 34:35 menempatkan pendidikan sebagai hak dasar 34:38 sebagai hak asasi manusia yang itu belum 34:41 diwujudkan oleh pemerintah kita walaupun 34:44 kita sudah 79 tahun merdeka nah ini 34:48 catatan penting buat pemerintahnya Pak 34:51 Prabowo mudah-mudahan pak dan tem-an 34:55 wakil rakyat kita ba itu dengan gamblang 34:59 ke pemerintah sehingga memang fokusnya 35:01 adalah menempatkan pendidikan sebagai 35:03 hak asasi itu poin pertama malam ini mau 35:06 saya sampaikan poin 35:09 keduaal kita juga punya kesalahan 35:13 paradigma dalam memandang 35:15 pendidikan selama ini pendidikan 35:19 itu ya mungkin para pemirsa malam ini 35:23 pun kalau kita bicara tentang pendidikan 35:26 sayaak yang kepala kita yang di otak 35:30 kita di pikiran kita pasti yang dibahas 35:33 adalah tentang sekolah atau 35:37 persekolahan faktanya pendidikan itu 35:40 tidak hanya tentang persekolahan ini 35:43 sudah disampaikan bahkan oleh Bapak 35:46 Pendidikan kita kiajar Dewantara dari 35:49 awal sudah menyampaikan yang namanya 35:53 pendidikan cara mencerdaskan kehidupan 35:56 bangsa itu kita harus membangun 35:58 ekosistem pendidikan yang terdiri dari 36:00 tiga pusat dari tiga Sentral rumah atau 36:05 keluarga harus menjadi sentra 36:08 pendidikan pergerakan Pemuda harus 36:12 menjadi sentra pendidikan baru yang 36:15 namanya perguruan atau sekolah menjadi 36:18 sentrra 36:20 pendidikan itu yang harusnya terbentuk 36:23 kalau kita mau bandingkan seperti 36:24 Finlandia atau negara-negara lain 36:27 ngomong pendidikan itu ya tiga sentra 36:29 ini makanya kita sering dengar kan 36:31 kenapa di Finlandia itu sekolah cuma 3 36:34 sampai 4 jam ya kan kan berarti lebih 36:37 banyak di 36:39 rumah 36:41 terus kok anak Finlandia kemampuan 36:45 membacanya tadi literasinya kemampuan 36:48 matematik kok jauh lebih hebat dari anak 36:50 Indonesia yang kita full day di sekolah 36:54 belum lagi kalau di kota pulang sekolah 36:58 masih ikut bimbel lagi sampai malam Nah 37:01 ini justru problemnya di kita 37:04 terlalu condong semuanya ke urusan 37:07 persekolahan makanya mungkin kita 37:09 satu-satunya negara di dunia ini yang 37:12 punya mata pelajaran sampai enggak tahu 37:14 Kang SS 15 apa 17 mata pelajaran tuh 37:16 kita tuh sekarang kan banyak banget Git 37:20 sedangkan negara-negara yang lebih maju 37:22 dari kita yang kualitas pendidikannya 37:24 lebih baik dari kita itu cuman 37:28 6 7 maksimal 8 mata 37:30 pelajaran di kampus pun begitu saya 37:34 kebetulan Dulu kuliah di luar 37:36 negeri satu semester EMP mata kuliah itu 37:41 sudah kita seakan-akan enggak punya 37:43 kehidupan lagi betul-betul 37:46 full sedangkan di Indonesia satu 37:49 semester itu bisa 8 sampai 9 mata kuliah 37:54 gila kan gitu kita begitu banyaknya yang 37:57 mau kita pelajari 37:59 tetapi buat apa Kenapa Justru malah 38:02 kualitas pendidikan kita tidak sebaik 38:04 negara-negara yang tadi jumlah mata 38:07 pelajarannya jumlah mata kuliahnya tidak 38:10 sebanyak kita kan Berarti ada satu hal 38:12 yang keliru di sini Nah kelirunya justru 38:16 tadi kita tidak pernah membangun rumah 38:20 atau keluarga sebagai sentra 38:23 pendidikan kita tidak pernah membangun 38:26 pergerakan Pemuda 38:28 sebagai sentra pendidikan dan itu akan 38:31 terlihat dari 38:33 RKA Kementerian maupun lembaga negara 38:37 bagaimana 38:39 menyerap 20% anggaran pendidikan yang 38:42 tahun depan itu kalau enggak salah 725 38:45 triliun 38:46 angg berapa persen kita bisa lihat nanti 38:50 yang lari untuk pendidikan keluarga 38:53 berapa persen yang akan digunakan untuk 38:56 pendidikan 38:57 dalam bentuk pergerakan Pemuda nol Coba 39:02 deh kita lihat semuanya isinya tentang 39:06 persekolahan jadi justru Ini yang harus 39:09 kita benahi Bagaimana justru 39:12 keluarga-keluarga para orang tua itu 39:15 harusnya mendapat bimbingan bantuan 39:19 dorongan sosialisasi Bagaimana cara 39:22 mendidik anaknya di rumah tentunya 39:24 mendidik anak di rumah itu bukan tentang 39:26 belajar tangan Bukan itu tapi belajar 39:30 tentang 39:32 kebersihan belajar tentang 39:34 kesehatan belajar bergaur belajar 39:39 menghormati belajar berdoa dan lain 39:41 sebagainya Itu hal-hal yang harus dibina 39:44 di 39:46 rumah Pak Prabowo ini akan banyak bicara 39:49 tentang stunting bicara tentang gizi 39:53 makanya program utama beliau kan eh 39:56 makanan bergizi 39:59 menariknya beberapa minggu yang lalu 40:02 kami bersama Pak Hasim Joyo Hadi Kusumo 40:05 juga membuat sebuah dialog tentang 40:08 tentang stunting ini salah satu 40:11 narasumber kami itu adalah istri Kapolda 40:14 Sulawesi Barat yang betul-betul punya 40:18 program untuk memberantas stanting di 40:20 Sulawesi Barat dia punya cerita yang 40:22 menarik di daerah Sulawesi Barat itu 40:25 banyak nelayan 40:27 yang setiap hari datang dengan tangkapan 40:29 ikan-ikannya yang 40:31 eh 40:33 tentunya punya gizi protein yang 40:37 tinggi tetapi mereka lebih memilih 40:40 ikan-ikan itu dijual ya kan uangnya 40:45 dibelikan Indomie untuk bayi indomi Baby 40:50 jadi Justru malah bayi-bayi di tempat 40:54 ini justru diberikan asupan makanan 40:56 berupa mie instan dibandingkan 41:00 ee ikan-ikan yang kaya dengan protein 41:04 itu menjadi makanan utama bayi-bayi ini 41:08 ya enggak heran anak-anaknya jadi 41:10 stunting enggak heran anak-anaknya jadi 41:12 enggak enggak tumbuh ee dengan gizi yang 41:16 baik itu semua kan masalah pendidikan 41:18 bagaimana pendidikan di rumah Bagaimana 41:21 menyiapkan makanan bergizi di 41:24 rumah bahannya ada kok mereka setiap 41:27 hari tangkap itu itu pekerjaan mereka 41:30 tapi mereka memilih untuk memberikan 41:33 makan berupa B instan buat bayi bayi ini 41:36 kan ini kan masalah masalah 41:38 pendidikan termasuk kita bicara literasi 41:42 bicara kemampuan membaca itu Mulainya di 41:44 rumah bukan seperti sekarang di mana 41:48 para orang tua 41:49 itu cara berpikirnya tentang pendidikan 41:52 karena berpikirnya adalah tentang 41:53 sekolah adalah ingin melakukan 41:56 outsourcing 41:57 yang di kampung ingin anaknya 41:59 cepat-cepat ke pondok ini bukan bukan 42:02 berarti saya mengatakan pendidikan di 42:04 pondok pesantren itu tidak baik tetapi 42:07 itu adal lanjutan dari pendidikan di 42:10 rumah pendidikan di rumah itu harus 42:12 menjadi yang pertama dan utama dan itu 42:16 kita tidak punya panduannya sama sekali 42:18 para orang tua di Indonesia bingung 42:24 sebetulnyausakim Dar 42:27 kita benahi bersama harus diberikan 42:29 panduan-panduan dorongan bimbingan untuk 42:32 Bagaimana cara mendidik anaknya sendiri 42:34 di rumah Bagaimana menjadikan rumah 42:36 sebagai pusat 42:38 pendidikan sentra 42:41 pendidikan kemudian pergerakan Pemuda 42:44 ya orang tua kalau suruh milih anaknya 42:48 main 42:50 bola sama anaknya ikut bimbel pasti 42:53 lebih anaknya ikut bimbel Kenapa karena 42:56 yang dipikir adalah Wah itu penting 42:58 nanti nilainya harus bagus nanti jadi 43:01 yang dikejar adalah skor angka nilai 43:05 padahal dengan bermain bola itu yang 43:08 namanya karakter akan terbentuk mereka 43:10 belajar tentang bekerja sama bekerja 43:13 tentang motivasi berprestasi bekerja apa 43:17 belajar tentang problem solving dan lain 43:20 sebagainya itu banyak hal yang bisa 43:21 dilakukan Nah kalau kita kita lihat 43:24 perbandingan di luar negeri seperti itu 43:26 sore itu 43:27 anak-anak itu akan walaupun tempatnya di 43:30 sekolah tapi mereka enggak belajar 43:32 akademik belajar yang non akademik yang 43:36 suka nyanyi drama ya Kanan sibuk dengan 43:38 kegiatannya yang olahraga kan demikian 43:41 dan itu yang akan membuat negara-negara 43:44 tersebut punya atlet yang hebat-hebat 43:48 karena dari kecil memang sudah didorong 43:50 sesuai dengan minat dan bakatnya ya 43:52 bandingkan dengan negara kita 270 juta 43:56 orang buat nyari 11 orang main bola aja 43:59 harus naturalisasi dulu kan ini kan 44:02 problem dengan bagaimana kita mendesain 44:04 pendidikan Indonesia yang harusnya 44:07 terpusat di tiga sentra tadi bukan hanya 44:10 satu pusat yaitu persekolahan saja dan 44:14 karena hanya persekolahan saja akhirnya 44:16 yang dicari adalah hanya gelarnya saja 44:19 hanya ijazahnya saja ilmunya sendiri 44:23 keterampilannya sendiri tidak di 44:27 bangun dengan baik bahkan eh kita 44:30 berulang kah sudah membahas tentang 44:32 bagaimana rendahnya kemampuan literasi 44:35 kita kemampuan membaca kita yang 44:38 akhirnya dampaknya seperti yang yang 44:42 tadi dikeluhkan Oleh Pak bagaimana 44:45 beliau dituduh untuk membuat sebuah 44:47 tulisan yang sebetulnya kalau orang 44:49 kenal beliau itu bukan tulisan beliau 44:51 karena di Indonesia sendiri itualah 44:54 negara yanging tidak bisa medakan mana 44:57 yang fakta dan mana yang opini dan 45:00 sepertinya ini sudah saatnya kita 45:02 berubah Sudah saatnya kita membenahi 45:05 pembangunan manusia memang pembangunan 45:07 manusia itu agak berbeda pembangunan 45:09 infrastruktur karena enggak kelihatan 45:12 kalau kita bangun jalan tol bangun 45:14 bandara kelihatan tapi bangun manusia 45:17 enggak kelihatan tapi kalau kita tidak 45:20 membangun manusia ya Jangan berharap 45:22 kita akan mendapatkan Indonesia emas 45:24 yang ada akan indonesiaemas 45:27 mungkin itu dulu Bang dari saya 45:29 mudah-mudahan gak Kepanjangan 45:30 ya Ya terima kasiharnya banyak mau 45:34 diskusikan Tapi kita dengar dulu ya yang 45:36 lain ya Mas 45:38 ya mantap mantap baik kita sekarang ke 45:42 Kang sat Kang SS persilakan Kang Ya 45:46 makasih bang suara saya jelas gak Bang 45:50 jelas okeik 45:52 bismillahirahmanirahalamikum warahmatah 45:54 wabarakuh 45:57 salam sejahtera untuk kita semua Bang 45:59 Mardani sebagai sohibul ba yang kami 46:02 hormati kemudian bang haldi eh Mas Ice 46:07 mungkin Bung Roger belum masuk ya atau 46:10 apa namanya sudah sudah masuk 46:14 tuhomerih eh Bang mani Eh I eh Bang 46:19 haldi kalau tadi mas i mungkin e melihat 46:22 dari perspektif apa namanya beliau 46:25 sebagai akademisi pengamat gitu gu ya Ee 46:27 kalau saya mungkin 46:29 ee melihat dari perspektif ee kebijakan 46:32 yang mungkin nanti lebih ee teknis ee 46:35 termasuk juga bagaimana dari ee 46:38 pandangan guru gitu ya 46:39 Ee ada beberapa catatan Tapi sebelum 46:42 jauh ke sana ee saya ee teringat ketika 46:45 ee berkampanye kemarin itu maksud saya 46:48 pas debat kampanye kemarin itu ee kami 46:51 dari p2g menghitung gitu ya 46:54 Ee memang nomor dua Pak Prabowo itu 46:58 menggunakan kata tentang atau idiom 47:01 tentang pendidikan itu ada 14 kali dan 47:03 EE 47:05 idium untuk guru itu ada 38 kali jadi 47:07 cukup banyak ya dalam visi misinya Nah 47:11 jadi untuk pendidikan 14 kali untuk guru 47:13 38 kali Nah memang ada ee 47:16 harapan-harapan tentunya gitu ya setiap 47:18 pergantian ee pemerintahan Gitu Ee 47:20 walaupun ee kadang-kadang kami ee ada 47:24 waktu skeptisnya juga gitu kan ya Bahkan 47:26 apatisnya juga gitu karena mungkin kita 47:29 lihat pemerintah ini atau negara ini 47:31 sudah terlalu tidak memang tidak serius 47:33 gitu ya mengurusi Pendidikan gitu ya E 47:35 ketimbang misalnya politik ya ketimbang 47:38 misalnya 47:39 ee apa ekonomi hukum dan seterusnya gitu 47:43 nah pendidikan ini kayak anak tiri gitu 47:45 Padahal kalau kita mengacu kepada 47:47 undang-undang Dasar 1945 pasal 31 itu 47:50 jelas ya gitu dan di dalam pembukaan UUD 47:53 45 linia keempat itu juga jelas salah 47:56 satu tujuan dari negara kita akan 47:58 mencerdaskan kehidupan bangsa Nah jadi 48:01 Mas Adi itu yang pertama yang kedua ee 48:05 ada beberapa catatan dari kami ada 48:07 banyak sih tadi Mas Ice du ini kami dari 48:10 p2g ada ada 10 ya Ada 10 catatan nih 48:13 tapi enggak apa-apa ya semoga waktunya 48:14 cukup nih Eh Bang haldi ya Nah yang 48:17 pertama kalau kita berbicara tentang eh 48:21 apa namanya ee PR ya atau harapan untuk 48:24 ke depan Gitu Ee untuk pemerintahan baru 48:26 maksudnya gitu ya Nah ee kami melihat ee 48:30 apapun yang kita diskusikan kualitas 48:32 pendidikan literasi numerasi yang memang 48:35 masih stagnan gitu ya Ee kurikulum yang 48:38 berganti kemudian menterinya juga 48:39 mungkin akan berganti gitu yang faktor 48:42 paling pokok adalah guru gitu ya Nah 48:44 berbicara isu guru itu mas e Bang haldi 48:47 ada empat aspek ya atau empat apa 48:50 namanya item lagi yang pertama berbicara 48:53 kompetensi ya Nah ini memang menjadi PR 48:56 kita juga tahun 2020 ya Kami sering 48:58 mengulang Sebenarnya tahun 2020 itu ee 49:02 Bank Dunia pernah mengkaji gitu ya Ee 49:04 bahwa ee Bagaimana gambaran kualitas 49:07 guru kita dilihat dari aspek kemampuan 49:09 di dalam matematika gitu ya Bahasa 49:11 Indonesia kemudian ee pedagogi gitu ya 49:14 Ee untuk dua yang pertama itu nilainya 49:17 rendah gitu ya Dan untuk yang ketiga 49:19 pedagogi itu nilainya justru sangat 49:21 rendah ya itu guru baik di ee rural 49:25 maupun di Urban ya Ee di di perkotaan 49:27 maupun di ee di daerah gitu guru swasta 49:30 maupun Negeri Guru yang berada di bawah 49:33 ee apa Pemda guru sekolah maupun guru 49:36 madrasah ternyata sama hasilnyait untuk 49:38 aspek literasi kemudian Matematika dan 49:41 Bahasa Indonesia tadi rendah dan yang EE 49:44 mengagetkan adalah ee pedagoginya justru 49:47 sangat rendah gitu ya berarti kan ada 49:49 persoalan di dalam ee Bagaimana ee 49:52 pendidikan guru kita Nah yang kedua 49:55 adalah selain kompet 49:57 yang kedua yaitu kesejahteraan ini kan 50:00 isu yang setiap tahun berulang-ulang 50:02 disampaikan gitu ya tapi kami belum 50:04 melihat Eh bagaimana apa namanya upaya 50:07 yang sungguh-sungguh gitu ya Eh betul 50:10 Kita apresiasi misalnya ada rekrutmen 50:12 P3K Mungkin Bang Hadi tahu ya pegawai 50:14 pemerintah dengan perjanjian kerja gitu 50:16 ya tetapi 50:17 Eh ini kan sebenarnya tidak menjadi 50:21 solusi jangka panjang melainkan solusi 50:23 jangka jangka pendek sebenarnya namanya 50:25 saja P3K ya kalau kita ingat Bagaimana 50:28 P3K itu di mobil di gedung-gedung ya 50:30 mereka Oh P3K itu kan apa namanya ee 50:34 peralatan atau bahan-bahan yang kita 50:35 pakai dalam keadaan darurat gitu ya Nah 50:37 guru P3K juga seperti itu Nah jadi 50:40 mereka ini sebenarnya ee solusi jangka 50:43 penjek eh pendek gitu ya karena mereka 50:45 itu dibatasi masa kontraknya ya dengan 50:49 pemerintah Gitu Ee 1 tahun 2 tahun 3 50:53 tahun sampai 5 tahun dan sialnya lagi 50:55 setiap daerah itu ada yang berbeda-beda 50:58 ya memberikan kontrak kerjanya gitu ada 51:00 yang dapat 5 tahun ada yang 4 tahun ada 51:02 yang 1 tahun gitu ya Nah ini yang 51:05 menjadi ee persoalan bahkan Yang lebih 51:08 Yang lebih ee menyedihkannya lagi gitu 51:11 ada guru P3K itu yang sejak tahun 51:14 2021 mereka sudah ikut tes gitu ya dan 51:17 sudah apa namanya dinyatakan lulus gitu 51:20 memenuhi nilai passing rate Tapi sampai 51:23 hari ini ee mereka tidak kunjung 51:25 mendapatkan apa namanya ee penempatan 51:28 gitu ya jadi sudah 3 tahun nasibnya 51:30 terkatung-katung gitu sementara itu 51:32 pemerintah Pak Jokowi selama beliau e di 51:35 periode yang kedua ini kan tidak pernah 51:37 merekrut lagi guru PNS Nah jadi yang 51:40 yang sebenarnya menjadi persoalan adalah 51:43 pemerintah pusat itu tidak lagi merekrut 51:45 guru PNS sehingga yang ada adalah guru 51:48 P3K manajemennya pun berantakan gitu ya 51:51 rekrutmennya pun bermasalah gitu bahkan 51:53 yang sudah dinyatakan lulus tahun 2021 51:56 tuh bayangkan sampai hari ini mereka 51:58 masih ada yang belum di ee apa namanya 52:01 diberikan penempatan gitu nah sempat 52:03 juga ada misalnya di Kabupaten Serang di 52:05 di e Bandar Lampung gitu ya mereka tidak 52:08 digaji Bang Hadi Jadi saya pikir 52:10 kayaknya kita malu juga ya menjadi 52:12 anggota negara g20 gitu Kayaknya di 52:16 negara g20 yang lain tidak ada guru 52:18 asn-nya tidak digaji ada yang 6 bulan 52:21 tidak digaji ada yang sampai 9 bulan 52:23 tidak digaji gitu Padahal mereka sudah 52:25 mengajar Ya mereka sudah mengajar mereka 52:27 sudah Ee mengabdi gitu jadi eh manajemen 52:31 tata kelola kita guru kita ini memang 52:33 masih berantakan ya masih buruk sekali 52:35 gitu nah ini PR e diantaranya yang 52:37 ketiga adalah eh di satu sisi Apakah 52:41 kita kekurangan Guru Eh kalau kita lihat 52:44 data statistik mengatakan kita punya 52:46 kira-kira sekitar 3,3 juta guru ya Nah 52:49 di sisi lain kita punya murid itu 50-an 52:53 juta 50 sekian juta gitu kalau diambil 52:56 rata-rata ya satu satu guru tu mengajar 52:59 15 gitu ya siswa Sebenarnya cukup cuman 53:02 kan persoalannya di daerah-daerah 53:04 tertentu di perkotaan guru 53:06 terkonsentrasi mengajar di sana gitu nah 53:08 sehingga persoalan kita adalah kepada ee 53:11 distribusi gurunya yang bermasalah kalau 53:13 dilihat dari e rasio guru dengan murid 53:16 sebenarnya ee ee ideal gitu ya Satu 53:19 berbanding ee 15 tetapi persoalannya Eh 53:22 terkonsentrasi tadi ee apa namanya guru 53:25 mengajar di daerah tertentu itu gitu Nah 53:27 itu persoalan yang ketiga nah yang 53:29 keempat adalah bagaimana ee rekrutmen 53:32 guru sayang sekali ee kemarin itu 53:35 ketiga-tiga calon gitu Ya Termasuk yang 53:37 EE sudah jadi Pak Prabowo sekarang gitu 53:40 tidak menyentuh juga bagaimana persoalan 53:42 eh kampus-kampus pendidikan Nah justru 53:46 kampus-kampus lptk itu yang nota-nya 53:48 adalah eh quote unquote Ya pabrik 53:50 penghasil guru gitu ya Ee mereka justru 53:53 tidak Lagi fokus kepada pendidikan 53:55 sebenarnya Gitu Ee seiring adanya ptnbh 53:59 justru mereka berlomba-lomba menjadi 54:01 kampus-kampus yang menawarkan program 54:03 studi program studi yang non 54:04 kepependidikan Nah kenapa karena memang 54:07 mereka membutuhkan ee biaya gitu untuk 54:10 melangsungkan apa namanya E kegiatan 54:13 akademis gitu ya untuk apa namanya agar 54:16 kekuatan finansial mereka tetap ee 54:19 berjalan gitu kegiatan mereka tetap 54:21 berlangsung mereka butuh uang sedangkan 54:23 intervensi dari negara sudah sangat 54:24 minimalis nah jadi ee kampus-kampus lptk 54:28 tersebut ee Saya melihat justru apa 54:31 namanya di tengah apa ya bukan 54:33 kegalauwan ya tetapi eh Core bisnis 54:36 mereka sebenarnya pendidikan tetapi di 54:38 sisi lain ee mereka sudah berorientasi 54:40 kepada non kepependidikan makanya tidak 54:42 heran ee ketika Bank Dunia tadi 54:45 melakukan kajian Ee guru-guru Kita 54:47 ternyata ee aspek di pedagoginya sangat 54:50 rendah gitu ya kan aspek di pedagoginya 54:52 sangat rendah gitu ibarat seorang 54:54 nelayan sudah Ee mungkin e dalam konteks 54:57 analoginya di sini ya nelayan sudah 54:59 tidak bisa lagi ee apa namanya melaut 55:01 dia sudah lupa gitu ya cara memukat gitu 55:03 tukang cukur ee dia sudah lupa e 55:06 model-model rambut tertentu gitu ya dia 55:08 sudah Gagap dalam mencukur nah bayangkan 55:10 ee guru yang menjadi darah dagingnya 55:13 adalah ee pedagogi justru ee kata Bank 55:16 Dunia ya gitu ya Eh Nilainya sangat 55:18 rendah di situ nah jadi itu empat empat 55:21 persoalan Jadi kami berharap ke Pak 55:23 Prabowo ke depan gitu ya masalah 55:25 kesejahteraan memang ee itu menjadi ee 55:28 janji Beliau juga Kemarin kami catat ya 55:31 akan memberikan ee tambahan upah ya 55:34 mungkin Bang haldi tahu ya 2 juta ya 2 55:36 juta jadi Kami hitung-hitung sebenarnya 55:38 ini masih kecil ya 2 juta kali ee 55:41 sekitar 3,3 juta guru itu tidak sampai 55:44 100 triliun lah satu sat tahun itu 55:46 artinya relatif ee bisa terpenuhi gitu 55:50 ya dan Insyaallah p2g organisasi ee 55:53 pendidikan dan guru yang pertama yang 55:54 akan nagih nanti ee t bulan Oktober ya 1 55:58 jam setelah beliau dilantik kira-kira 55:59 begitulah 2 juta itu nah kemudian yang 56:02 kedua adalah di janji Beliau juga eh apa 56:06 namanya Pak Prabowo waktu ee kemarin itu 56:09 adalah akan memberikan ee penetapan upah 56:13 minimum ya upah minimum bagi guru non 56:15 ASN nah bang haldi teman-teman guru kita 56:19 itu di di daerah ya Bahkan di perkotaan 56:22 yang guru-guru swasta gitu ya yang 56:23 honorer itu masih bergaji 500 Rib 56:26 r00.000 jadi harga ee harga apa namanya 56:30 kuenya atau rotinya Mas Kaesang di 56:32 Amerika itu ee itu setara dengan upah 56:37 guru kita 1 bulan gitu ya guru-guru 56:39 honorer kita dan itu pun dibayarnya 56:41 rapel ya per 3 bulan sekali gitu nah 56:45 jadi ini persoalan yang EE paling ee 56:47 pokok gitu ya nah jadi e kami apresiasi 56:50 sebenarnya terkait dengan tambahan yang 56:52 2 juta plus penetapan upah standar apa 56:55 namanya ee ee minimum e tadi ya upah 56:57 minimum bagi guru-guru non Eh non ASN 57:00 ini bentuk e apa namanya Saya rasa 57:03 kepedulian terhadap ee guru khususnya 57:05 guru non ASN nah yang terakhir kelima 57:07 adalah beban kerja guru Nah Pak Jokowi 57:10 itu sudah dua kali menyatakan ya saya 57:13 kutip kembali nih ya Ee menyitir tentang 57:16 bagaimana beratnya beban kerja guru ya 57:19 yang pertama saya kutip dari eh apa 57:21 namanya setnek ya website-nya eh 57:25 sekretariatnegara.go.id di di tahun 2020 57:28 ee bulan 3 ya eh eh sori ee bulan 4 ya 57:32 bulan April tanggal 3 3 April Pak 57:34 Presiden mengatakan bahwa apa namanya 57:38 ee guru-guru itu bebannya masih beban 57:42 administrasinya masih sangat ee tinggi 57:45 gitu ya beban administratifnya gitu Nah 57:47 itu diakui sendiri oleh oleh EE presiden 57:51 gitu ya jadi guru tidak fokus pada 57:54 kegiatan belajar mengajar 57:56 Tetapi lebih banyak dipakai untuk 57:58 hal-hal yang berkaitan dengan 58:00 administrasi ini tolong digaris bawahi 58:02 kata kata Pak Jokowi ya Nah tentu harus 58:05 digaris bawahi oleh Mas menteri mestinya 58:08 di tahun 58:11 2023 ya baru kemarin November ya tanggal 58:14 25 November pas hari guru jadi Beberapa 58:18 bulan yang lalu ee Pak Jokowi juga 58:20 menyatakan ee hal yang hampir sama ya 58:23 nah kata Pak Jokowi di hari guru 58:25 tersebut ya ya Ee tahun 2023 kemarin 58:28 menurut sebuah lembaga riset 58:29 internasional ini yang saya baca di Ren 58:32 corporation tahun e 2022 saya kaget juga 58:36 setelah membaca bahwa tingkat stres guru 58:39 itu lebih tinggi dari pekerjaan yang 58:41 lain ya tingkat stres guru itu kata pak 58:44 Jokowi lebih tinggi daripada pekerjaan 58:46 yang lain Nah jadi 58:48 ee Ini Harusnya menjadi apa ya menjadi 58:52 kritik gitu ya evaluasi dari dari 58:54 Presiden kepada bwa hanya yaitu Menteri 58:56 Pendidikan gitu tapi sampai sekarang di 58:59 kemdik butristek itu 59:01 ee apa namanya saluran ya saluran atau 59:06 sekarang kita menyebutnya dengan eh pmm 59:08 itu platform Merdeka mengajar itu masih 59:11 menjadi momok Ya bagi guru gitu dan itu 59:14 direfleksikan dengan pernyataan Pak 59:16 Presiden tadi ee tingkat stres guru itu 59:19 ternyata lebih tinggi ketimbang ee 59:21 profesi yang lain Kenapa Guru stres nah 59:23 bpip beberapa eh sori ee p2g mau saya 59:27 beberapa bulan lalu melakukan eh survei 59:30 juga kepada ee guru-guru ee dari 26 59:34 provinsi ya Nah kami mengangkat dengan 59:36 judul yaitu beban digital guru Gitu Ee 59:40 di 26 provinsi nah hasilnya mas eh haldi 59:44 gitu ya Ee guru-guru itu dalam 59:46 melaksanakan tugasnya sebanyak 59:49 61,4% justru membawa pekerjaan sekolah 59:52 itu ke ke rumah gitu ya nah jadi ini 59:54 berkorelasi dengan Eh pernyataannya pak 59:57 pak presiden gitu ya Eh yang tahun 2020 1:00:01 dan 2023 lalu p2g bertanya juga bahwa 1:00:04 eh ternyata 1:00:07 67,6% guru seringkiali menginput data 1:00:10 yang sama untuk dalam laporan 1:00:12 pembelajaran dan administrasi jadi e 1:00:15 berulang-ulang terus gitu ya apa namanya 1:00:17 E laporan pembelajaran gitu ya 1:00:19 administrasinya walaupun administrasi 1:00:22 itu sudah Ee apa namanya diberikan 1:00:25 melalui saluran digital tetapi justru 1:00:28 makin merepotkan gitu ya makin membebani 1:00:30 Mestinya kan digitalisasi itu 1:00:32 mempermudah kan ya kan untuk efektivitas 1:00:35 efisiensi gitu ternyata sebaliknya ya 1:00:37 Justru itu ee memper E berat ya beban eh 1:00:42 administrasi guru kemudian Bagaimana 1:00:45 respon guru atas peluncuran platform 1:00:47 Merdeka mengajar yang pmm ini menjadi 1:00:50 platform yang dibanggakan juga oleh 1:00:52 pemerintah sebenarnya gitu ya dalam 1:00:54 rangka digitalisasi pendidikan oleh 1:00:56 Kemdikbud juga demikian nah ternyata 1:00:59 respon guru-guru dari ee survei p2g 1:01:01 beberapa bulan lalu 1:01:03 63,6% guru justru menjadi e khawatir ya 1:01:07 panik dan muncul daya tolak ya saat 1:01:09 menggunakan eh pmm itu ee cukup besar 1:01:12 gitu 1:01:13 63,6%. nah kemudian juga Eh bagaimana eh 1:01:17 mereka menggunakan pmm karena merasa 1:01:19 butuh atau bagaimana ternyata 1:01:22 67,2% itu guru menggunakan platform 1:01:25 digital gitu ya E karena berdasarkan 1:01:27 instruksi saja eh yang sifatnya Top Down 1:01:30 gitu ya dari Kemdikbud dari dinas eh 1:01:33 kepala sekolah gitu bahkan ada apa 1:01:36 namanya sederet ancaman gitu ya 1:01:38 intimidasi di daerah itu ya di daerah 1:01:41 gitu e bahkan di dilaporkan per minggu 1:01:44 sejauh mana sekolah bayangkan datanya 1:01:47 per sekolah bahkan per individu guru 1:01:49 gitu Guru apa yang belum mengumpulkan 1:01:52 atau memenuhi Tugasnya di pmm gitu ya 1:01:54 belum memenuhi kegiatan aktivitas ee apa 1:01:57 namanya di pmm pembelajaran gitu dan 1:01:59 setus dan seterusnya nah ee sampai 1:02:02 sejauh itu gitu Bagaimana intervensi 1:02:05 dari birokrasi pendidikan kepada e guru 1:02:07 sehingga wajar guru mengatakan mereka 1:02:10 terbebani dengan adanya digitalisasi 1:02:12 pendidik apa namanya melalui pmm ini dan 1:02:14 dikonfirmasi oleh pak presiden tadi Nah 1:02:16 kemudian eh yang berikutnya adalah 1:02:19 Eh nah 1:02:22 61,7% guru 1:02:24 mengerjakan eh kegiatan pelatihan gitu 1:02:28 ya aksi nyata namanya gitu kemudian 1:02:31 pelatihan secara individual itu Justru 1:02:35 61,7% itu mengerjakan pmm setelah pulang 1:02:38 dari sekolah ya kan nah sampai larut 1:02:41 malam Nah sampai larut malam bayangkan 1:02:44 14,6% menjawab sampai larut malam gitu 1:02:47 ya kemudian ee yang pulang sekolah itu 1:02:49 kalau didetailkan gitu ya Ee 24,3 gitu 1:02:53 kemudian sambil mengajar juga ada ada 1:02:56 mereka ee sambil mengajar tapi ee 1:02:58 mengisi platform digital tadi gitu nah 1:03:02 ini kan menjadi kontradiktif ya eh di 1:03:04 satu sisi mereka harus eh merayakan 1:03:07 quote unquote Ya jargon Merdeka belajar 1:03:10 di sisi lain mereka justru ee makin 1:03:13 terbebani dengan digitalisasi ee 1:03:15 platform Merdeka mengajar ini gitu 1:03:17 alih-alih untuk mengurangi beban guru 1:03:19 efisiensi justru sebaliknya yang terjadi 1:03:21 kan Nah ee itu data nah kemudian juga Eh 1:03:27 bagaimana ee sarana yang dipakai oleh 1:03:29 guru 1:03:30 92,8% dari survei p2ag gitu ya di 26 1:03:33 provinsi kepada guru-guru mengaku mereka 1:03:35 menggunakan kuota sendiri WiFi e pribadi 1:03:39 sendiri gitu saat menggunakan aplikasi 1:03:41 pmm artinya Bang haldi guru-guru itu 1:03:44 sangat altruistik sekali sudahlah mereka 1:03:47 digaji diupah tadi yang honorer sangat 1:03:49 rendah gitu tapi mereka harus 1:03:51 mengorbankan pula gitu ya harus mencari 1:03:54 apa namanya ee eh dana juga untuk eh Wii 1:03:58 untuk membeli paket data untuk kegiatan 1:04:00 pmm Harusnya kan negara di sini yang 1:04:03 mengintervensi gitu mengingat anggaran 1:04:05 pendidikan kita sangat besar sekali ya 1:04:07 660 triliun tahun kemarin sekarang 722 1:04:11 triliun gitu ya nah jadi Justru 1:04:14 guru-guru itu berkorban gitu ya 1:04:16 Ee mereka upahnya rendah gitu ya di satu 1:04:20 sisi mereka terbebani juga secara 1:04:22 digital ternyata secara finansial juga 1:04:24 terbebani gitu gitu mereka harus 1:04:26 mengeluarkan kocek pribadi untuk ee 1:04:30 mengikuti 1:04:31 kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan 1:04:33 secara online oleh oleh negara gitu kan 1:04:35 Nah Mestinya kan negara yang 1:04:37 mengeluarkan anggaran untuk itu ya kan 1:04:40 yang memfasilitasi guru-guru kita gitu 1:04:42 ya untuk apa namanya ee mengerjakan ee 1:04:45 administrasi melalui digitalisasi tadi 1:04:47 gitu Jadi mereka menggunakan wifi 1:04:49 pribadi menggunakan kuota ee sendiri 1:04:51 gitu ya Nah kemudian ee guru-guru 1:04:55 ternyata 1:04:57 63,8% mengaku mengerjakan platform 1:04:59 Merdeka mengajar itu karena lebih karena 1:05:02 tuntutan administrasi semata ya Ee jadi 1:05:05 ingin segera kegiatannya selesai saja 1:05:07 gitu ya Ee karena sudah capek gitu 1:05:09 karena sudah capek nah kemudian 1:05:12 ee apa namanya ee dari responden tadi 1:05:17 ternyata guru-guru itu sebagian besar ya 1:05:19 responden 1:05:20 78,5% itu guru menjawab beban digital 1:05:23 yang paling memberatkan bagi mereka 1:05:25 mereka ya pmm Ya Sisanya ke bawah adalah 1:05:28 webinar Diklat e kemudian dokumen awal 1:05:31 semester dan tapi 1:05:33 78,5% menjawab platform Merdeka mengajar 1:05:36 itu yang menjadi eh beban digital bagi 1:05:39 mereka Nah jadi eh Itulah fakta ee 1:05:44 secara ilmiah gitu ya Secara empiris 1:05:46 tadi saya sampaikan dan terkonfirmasi 1:05:49 kan apa yang disampaikan oleh pak pak 1:05:51 presiden Ya baik di tahun 2020 gitu ya 1:05:54 maupun di tahun 2000 23 gitu bahwa 1:05:57 tingkat stres guru karena ada beban 1:05:59 digital itu ee justru makin tinggi gitu 1:06:02 Dan Dan kemarin ee ada teman guru juga 1:06:05 yang ramai juga di media gitu di di ex 1:06:08 gitu yang yang meninggal gitu ya karena 1:06:09 mereka eh karena almarhumah itu sedang 1:06:12 mengikuti ee kegiatan ee PPG yang juga 1:06:15 berbasis e digital gitu karena harus 1:06:17 mengumpulkan ee tugas beberapa kali 1:06:19 beberapa kali ditolak ee oleh sistem 1:06:22 gitu kan ee kemudian apa namanya ee 1:06:26 meninggal gitu nah jadi ee Bapak Ibu 1:06:29 pendengar ilt gitu ya Nah kami sih 1:06:31 berharap Ke depan ee bukan dalam konteks 1:06:34 ini guru-guru menolak ee apa namanya 1:06:37 digitalisasi pendidikannya Tetapi 1:06:39 bagaimana digitalisasi pendidikan yang 1:06:42 justru itu memberikan ruang efektivitas 1:06:45 yang justru mempermudah kerja-kerja guru 1:06:48 gitu ya tidak sebaliknya yang menjadi 1:06:51 beban baru yang tadi disebut oleh guru 1:06:53 beban digital gitu ya yang guru juga 1:06:55 secara finansial harus berkorban di situ 1:06:58 bayangkan sambil mengajar mereka harus 1:07:00 mengisi atau mengikuti serangkaian 1:07:03 kegiatan-kegiatan webinar atau 1:07:05 kegiatan-kegiatan yang ee di di di 1:07:08 diwajibkan di dalam platform merdeka 1:07:10 merdeka mengajar Nah itulah bagi p2ag 1:07:14 gitu ya Kami menyebutnya dengan istilah 1:07:16 ini mengutip dari bentam sebenarnya 1:07:17 jermi bentam beberapa abad yang lalu 1:07:19 digital panopticon gitu kira-kira ya 1:07:22 nanti mungkin ee apa namanya ee Bang 1:07:24 roky ee bisa juga menganalisisnya gitu 1:07:27 memberikan Insight nah digital 1:07:29 panopticom itu kira-kira Eh bagaimana 1:07:33 ee ada semacam labirin gitu ya atau 1:07:37 penjara bagi guru itu sehingga guru itu 1:07:39 dalam mengerjakan kegiatan yang berbasis 1:07:42 digital ini justru mereka terpenjara 1:07:44 sebenarnya merasa diawasi sebenarnya 1:07:46 secara digital gitu ya kan secara 1:07:48 digital karena memang ee akan terlihat 1:07:51 sejauh mana kinerja guru sejauh mana 1:07:54 kegiatan yang dilakukan oleh guru gitu 1:07:56 ya secara digital tadi pelatihan 1:07:58 mandirilah Mengisi berbagai macam ee apa 1:08:02 pertanyaan-pertanyaanah gitu kan ya Ee 1:08:04 lembar kerja kah dan seterus dan 1:08:06 seterusnya di satu sisi mereka harus 1:08:08 mengajar gitu mereka harus mendampingi 1:08:10 anak mereka harus membimbing mereka 1:08:12 harus jadi wali kelas mereka harus 1:08:14 mengunjungi siswa ke rumah mereka harus 1:08:16 mendampingi siswa di dalam ee 1:08:18 mengerjakan kegiatan mendampingi 1:08:19 ekstrakurikuler gitu ya dan set dan 1:08:22 seterusnya Nah jadi 1:08:24 ee di al panoptikon inilah yang terjadi 1:08:27 sekarang gitu guru merasa diawasi oleh 1:08:29 sistem digital gitu ya Ee Kemudian yang 1:08:32 kedua adalah ee guru tentu merasa 1:08:35 terancam gitu Ya kan karena tadi Dinas 1:08:38 Pendidikan pengawas sekolah gitu itu 1:08:41 mengecek ya bagaimana ee progres kinerja 1:08:46 guru yang harus dilaporkan kegiatan yang 1:08:48 tadi banyak itu melalui ee pmm gitu ya 1:08:51 dicek per sekolah gitu ya Ee kemudian 1:08:53 per mata pelajaran bahkan di dilaporkan 1:08:55 per minggu gitu yang ini sebelumnya 1:08:58 tidak ada gitu ya nah jadi artinya 1:09:00 adalah digitalisasi pendidikan kami 1:09:03 tidak menolak dalam konteks ee apa 1:09:06 namanya ee teknologinya tetapi justru 1:09:09 Bagaimana teknologi yang tidak membebani 1:09:11 Eh guru itulah kira-kira nah itu yang 1:09:14 pertama kemudian sedikit lagi mungkin eh 1:09:16 Bang haldi yang menjadi PR Kita juga ke 1:09:20 depan adalah eh Bagaimana sistem 1:09:23 pendidikan kita ini kita desain 1:09:25 sedemikian rupa gitu ya Sehingga 1:09:28 berkeadilan sehingga apa namanya tidak 1:09:31 diskriminatif gitu ya Nah itu kan sesuai 1:09:34 dengan amanah undang-undang Sis diiknas 1:09:36 bahwa prinsip penyelenggaraan pendidikan 1:09:38 itu harusnya berkeadilan terbuka gitu ya 1:09:40 Ee demokratis ya noniskriminatif dan 1:09:43 seterusnya gitu nah saat ini guru-guru 1:09:47 itu kan oleh Mas Nadim ya oleh mendik 1:09:51 kemdik butristek sudah 4 tahun berjalan 1:09:53 gitu ya Eh diberi ee pelatihan gitu yang 1:09:57 juga berbasis digital lagi lagi-lagi 1:09:59 gitu ya Ee namanya ee apa namanya 1:10:01 program apa pendidikan e guru penggerak 1:10:04 gitu ya Nah yang program guru penggerak 1:10:07 ini kalau kita lihat anggarannya di APBN 1:10:10 itu jauh ya lebih besar ee ketimbang apa 1:10:14 namanya 1:10:15 ee kegiatan yang diperintah oleh 1:10:18 undang-undang Jadi kalau yang program 1:10:21 guru penggerak itu itu perintahnya ee 1:10:23 Peraturan Menteri gitu ya sedangkan 1:10:26 kalau yang kedua ini yaitu pendidikan 1:10:28 profesi guru ini adalah perintah 1:10:29 undang-undang ya undang-undang guru dan 1:10:32 dosen 14 tahun 2005 ternyata sampai 1:10:34 sekarang bang haldi masih ada 1,6 juta 1:10:37 guru kita yang belum mengikuti atau yang 1:10:40 belum memperoleh eh apa namanya 1:10:43 sertifikat pendidik ya kan yang belum 1:10:45 mengikuti berarti pendidikan profesi 1:10:47 guru nah di sisi lain eh kemdikbudristek 1:10:51 justru eh fokusnya ya kan atau politik 1:10:55 anggarannya itu lebih untuk kepada lebih 1:10:59 dominan kepada ee apa PGP tadi ya Ee 1:11:03 program guru penggerak tadi gitu yang 1:11:04 program guru penggerak itu ditujukan ya 1:11:08 adalah untuk menyiapkan calon-calon 1:11:10 kepala sekolah atau calon-calon pengawas 1:11:11 gitu ya Nah padahal ada yang lebih 1:11:15 fundamental lagi ada yang lebih 1:11:16 substantif lagi Bagaimana guru-guru 1:11:19 profesional itu disiapkan oleh negara ya 1:11:21 guru-guru kopeten itu apa Salah satu 1:11:24 syarat dari guru kompeten atau guru 1:11:26 profesional menurut undang-undang guru 1:11:28 dan dosen yaitu ee mereka memiliki 1:11:31 sertifikat pendidik kayak dokter saja 1:11:33 gitu ya Sarjana Kedokteran dengan 1:11:35 profesi dokter itu kan dua hal yang 1:11:36 berbeda gitu nah dokter juga harus ee 1:11:39 Sarjana Kedokteran jika ingin mengambil 1:11:41 profesi dokter harus mengikuti ee koas e 1:11:43 sekitar 1 atau 2 tahun nah guru kan juga 1:11:45 demikian nah tapi sayangnya ee guru-guru 1:11:49 itu untuk mendapatkan sertifikat profesi 1:11:52 tadi ya mereka harus antri gitu karena 1:11:53 memang ee ee apa namanya negara 1:11:57 pemerintah juga mempersulit guru di 1:11:59 dalam mengikuti kegiatan ee PPG tadi ya 1:12:02 kan nah sedangkan di satu sisi 1:12:04 ee program guru penggerak yang 1:12:07 sebenarnya itu bisa saja nanti akan 1:12:09 hilang gitu Tergantung menterinya nanti 1:12:11 gitu ya yang itu hanya selevel peraturan 1:12:13 menteri itu cukup ee sangat tinggi 1:12:15 justru anggarannya gitu ya Nah padahal 1:12:18 kewajiban atau perintah undang-undang 1:12:20 adalah ee Bagaimana menyiapkan guru-guru 1:12:22 keten nah syarat yang pertama tadi harus 1:12:24 mengikuti ee program ee apa namanya 1:12:26 pendidikan profesi guru tapi 1,6 juta 1:12:29 guru belum memiliki itu gitu nah jadi 1:12:32 kalau ee kita lihat yang wajib yang 1:12:35 fundamental justru tidak diprioritaskan 1:12:38 ya kan Nah justru 1:12:40 ee yang ya terkait dengan ee PGP ini ya 1:12:44 ee apa namanya program guru penggerak 1:12:47 ini sebenarnya materinya bagus kalau 1:12:49 dari sisi konten gitu ya guru ini kan 1:12:51 mengikuti PGP beberapa bulan gitu ya 1:12:53 sebenarnya materi ini bisa diberikan 1:12:54 saat S1 Ya saat mereka menempuh 1:12:57 pendidikan ya sarjana sarjana pendidikan 1:13:00 di lptk dulu Nah kenapa tidak diberikan 1:13:03 di sana gitu ya kan bahkan dari aspek 1:13:06 dana ya kan anggaran itu bisa lebih 1:13:09 efektif efisien gitu yang diberikan di 1:13:12 dalam ee program guru penggerak itu ya 1:13:14 ya bagaimana hal terkait dengan pedagogi 1:13:17 sebenarnya Bagaimana apa namanya metode 1:13:20 pembelajaran Bagaimana paradigma 1:13:23 pembelajaran Ki haajar Dewantara gitu 1:13:25 mestinya materi-materi ini sudah 1:13:27 dikunyah waktu calon-calon guru itu 1:13:30 kuliah di kampus pendidikan tapi kenapa 1:13:32 membutuhkan waktu ee sekian bulan ya 1:13:35 setahun lagi gitu hampir setahun lagi 1:13:37 untuk mendapatkan atau untuk mengikuti 1:13:39 pelatihan ee guru penggerak tadi dan 1:13:42 tidak semua guru bisa tidak semua guru 1:13:44 bisa juga nah untuk mengikutinya Bang 1:13:47 haldina ini kan menjadi indikasi bahwa 1:13:50 pelaksanaannya juga sangat diskriminatif 1:13:52 gitu ya kan terkait usia ya 1:13:55 alhamdulillah ee ee Mahkamah Agung 1:13:57 mengabulkan uji materil terkait dengan 1:14:00 peraturan menteri pendidikan ee terkait 1:14:02 ee guru penggerak tadi yang tadinya 1:14:04 syaratnya harus e maksimal 50 kemudian 1:14:07 ee diubah gitu ya boleh di atas 50 gitu 1:14:10 nah tetapi Kami ingin mengatakan bahwa 1:14:14 pendidikan dan pendidikan ee apa namanya 1:14:17 tadi itu ee guru penggerak tadi itu itu 1:14:21 mestinya dari segi konten bisa diberikan 1:14:23 pada saat mereka berkuliah dulu tapi 1:14:26 kenapa negara menghambur-hamburkan 1:14:28 anggaran lagi termasuk yang kedua adalah 1:14:30 eh waktu lagi bagi guru gitu ya Belum 1:14:33 lagi pendidikan profesi guru eh Bang 1:14:35 Hali jadi di dua hal yang berbeda gitu 1:14:37 Jadi wajar saja guru ada yang meninggal 1:14:40 gitu ya Ee karena merasa terbebani 1:14:42 secara digital kemudian ee belum lagi 1:14:45 berbicara Bagaimana OJK terbaru 42% guru 1:14:49 guru itu terjerat pinjol Nah ini kan 1:14:51 negara harus punya punya strategi gitu 1:14:54 ya bagaimana tata kelola guru ke depan 1:14:56 Nah jadi kami ee sangat berharap betul 1:14:59 ya kepada pemerintahan yang baru Mohon 1:15:01 Pilihlah Menteri Pendidikan dan 1:15:03 Kebudayaan atau Menteri Pendidikan gitu 1:15:05 ya kabarnya kan akan dipisah lagi 1:15:06 katanya ya menteri pendidikan yang 1:15:08 betul-betul ya memahami Bagaimana 1:15:12 kondisi real guru tersebut gitu ya 1:15:14 termasuk dosen gitu termasuk dosen 1:15:16 karena dosen juga ternyata tidak 1:15:17 Sejahtera gitu persoalannya hampir sama 1:15:19 sebenarnya belum lagi eh apa namanya 1:15:22 beban-beban ee yang berorientasi kepada 1:15:25 pencapaian-pencapaian untuk menjadi 1:15:26 ptnbh atau ee indeks kinerja katanya iku 1:15:30 dan seterusnya gitu untuk dosen ya nah 1:15:32 jadi saya pikir harus betul-betul yang 1:15:34 EE memahami Bagaimana ee pendidikan di 1:15:37 tanah air Bagaimana karakter geografis 1:15:40 Bagaimana karakter ee demografis kita 1:15:42 gitu ya Ee kemudian yang Ee tidak ee apa 1:15:47 ya tidak hanya sekedar jargon gitu 1:15:49 Merdeka belajar kami melihat yang 1:15:50 berepisode Mungkin Bang Hali juga enggak 1:15:52 hafal pasti Ya sudah berapa episode itu 1:15:55 merdeka belajar gitu guru-guru juga 1:15:57 tidak hafal kami juga tidak hafal gitu 1:15:59 Apakah 26 Apakah 27 nah ke depan kita 1:16:02 tidak pengin yang seperti itu kita 1:16:04 pengin ee yang pertama adalah ee harus 1:16:08 ada perencanaan harus ada apapun namanya 1:16:12 grand design atau blueprint gitu ya yang 1:16:14 melibatkan semua stakeholder pendidikan 1:16:16 Tidak eksklusif gitu karena pendidikan 1:16:19 itu harus bergotongroyong ya tidak hanya 1:16:21 di kata-kata tapi harus dalam ee ee apa 1:16:24 namanya tindakannya nyata enggak hanya 1:16:25 di kampanye doang atau janji-janji saja 1:16:27 gitu jadi harus ada blueprint kita 1:16:29 pendidikan ke depan mau seperti apa gitu 1:16:32 ya lalu kumpulkan Kita sebenarnya tidak 1:16:34 kekurangan orang-orang yang pintar yang 1:16:36 peduli terhadap ee Pendidikan gitu ya 1:16:39 banyak banyak pihak gitu termasuk juga 1:16:41 organisasi jadi ee menteri pendidikan 1:16:45 yang betul-betul memahami persoalan e 1:16:47 guru dosen Kemudian yang kedua adalah ee 1:16:51 yang tidak hanya paham masa depan tapi 1:16:53 juga yang mengerti masa lalu gitu karena 1:16:55 kita Enggak lepas dari ee sejarah 1:16:57 Bagaimana republik ini ee didirikan gitu 1:17:00 ya Nah itu mungkin ee bak haldi yang 1:17:04 bisa saya sampaikan eh terima kasih eh 1:17:06 mohon maaf Billah taufik wal hiidayah 1:17:08 asalamualaikum warahmatullahi 1:17:09 wabarakatuh waalikumalam 1:17:11 warahatullahsam Makasih Kang SS 1:17:15 eh mudah-mudahan aspirasi dari para guru 1:17:18 didengar nih para pengambil kebijakan 1:17:20 dan presiden baru dan menteri baru dan 1:17:23 para anggota DPR sudah pasti Amin baik 1:17:27 ee sekarang ke Moki Bu Roki Selamat 1:17:30 malam 1:17:34 Asalamualaikum bu Roki Apa sudah bisa 1:17:38 bergabung sudah di 1:17:42 Oke kita 1:17:44 tunggu baik sambil menunggu Bung Roki 1:17:47 Pak Mardani ee tadi ada menarik 1:17:50 Sebenarnya ya Sebenarnya saya pengin 1:17:52 mendalami tadi dari Bang Indra ya 1:17:54 mengutip Dar dari K hajar bahwa kita ada 1:17:56 salah kaprah tentang pendidikan ya 1:17:58 seakan-akan pendidikan itu hanya sekolah 1:18:01 sekolah formal ya padahal tujuan itu kan 1:18:05 sekaligus ke ini juga Yai ya kan tujuan 1:18:08 negara kita mencerdaskan kehidupan 1:18:10 bangsa yang namanya bangsa Indonesia itu 1:18:12 kan bukan cuma anak usia sekolah ya 1:18:14 bagaimana petani Kita juga bisa cerdas 1:18:17 ya buruh-buruh kita pegawai pekerja bisa 1:18:20 cerdas UMKM kita bisa cerdas ya 1:18:23 orang-orang tua di rumah bisa cerdas Nah 1:18:28 harusnyaitu itu konsep pendidikan secara 1:18:31 utuh ya bukan disempitkan dengan lembaga 1:18:33 institusi pendidikan formal tapi 1:18:36 bagaimana konsep bangsa ini bisa 1:18:37 mencerdaskan seluruh bangsanya rakyatnya 1:18:40 kan seluruh komponen rakyat yang bukan 1:18:42 cuma berada di sekolah formal terbatas 1:18:45 sampai SMA Perguruan Tinggi gitu ya Nah 1:18:48 kayaknya itu seperti apa kira-kira kalau 1:18:51 kita membangun konsep mencerdaskan 1:18:53 kehidupan bangsa ini secara utuh bukan 1:18:55 cuma pendidikan formal Bung 1:18:57 Roki 1:18:59 Iya guru itu disuruh jadi pedagog 1:19:02 sementara presidennya demagog kan di 1:19:06 situ soalnya 1:19:07 tuh bayangin aja misalnya Presiden harus 1:19:11 merekayasa 1:19:13 rekaman wawancaranya soal itu door stop 1:19:17 itu aja sudah menunjukkan B ini orang 1:19:19 demagog jadi dia ingin pamer sesuatu 1:19:22 tapi dia tidak mau bertengkar di wilayah 1:19:24 hanya pedagogi itu n itu itu intinya tuh 1:19:27 Jadi sebetulnya dari awal ini negara 1:19:30 didesain oleh dia hanya untuk memamerkan 1:19:33 demagogi dia itu intinya n kalau kita 1:19:36 mau pergi ke mana-mana Ya udah itu kita 1:19:38 bongkar habis-habisan tuh Indra tadi 1:19:41 bagus menerangkan e Salim juga tetapi 1:19:44 kita mau pastikan Apakah politik 1:19:46 demagogi ini akan berlanjut di erah Pak 1:19:49 Prabowo kan itu intinya kan B kita sudah 1:19:51 diolok-olok nih ini saya nih baru turun 1:19:54 saya baru turun dari dari pesawat dari 1:19:56 ini baru tiba dari dari Makassar dan E 1:19:59 saya di Makassar didatangi oleh 1:20:02 mahasiswa dan 17 orang yang diskor oleh 1:20:05 Rektor karena mengucapkan protes pada 1:20:08 pemerintah Coba bayangin misalnya jadi 1:20:11 si Rektor pun enggak ngerti bahwa kalau 1:20:13 civitas akademikanya itu mahasiswa Dias 1:20:16 scor lalu yang disebut civitas apa di 1:20:18 situ yang disebut akademika apa di situ 1:20:21 kan jadi bayangkan Rektor enggak ngerti 1:20:23 bahwa kebebosan m itu adalah hak semua 1:20:26 siivitas akademika itu intinya Rektor ya 1:20:29 Rektor siivitas akademika Mas masir 1:20:31 siivilitas akademika jadi Rektor dan 1:20:33 mahasiswa punya keseteraan di dalam 1:20:35 mengucapkan argumen kan enggak ada 1:20:37 argumen yang lebih bermutus sebelum dia 1:20:40 diuji kan Nah ini mahasiswa mau 1:20:42 mengucapkan pikiran harus diminta izin 1:20:46 ketika mahasiswa bilang lah Kan saya 1:20:47 hanya e melaporkan ya saya mau bicara 1:20:50 ngapain Saya minta izin bicara kan dia 1:20:53 discourse sekarang lagi di dimasukin ke 1:20:56 pengadilan jadi bayangkan misalnya 1:20:58 kemampuan kita untuk tadi yang yang 1:21:00 dimaksudkan oleh haldi tadi bisa enggak 1:21:03 bukan sekedar sekolah bukan sekedar 1:21:05 jumlah APBN Tetapi kondisi untuk 1:21:08 berpikir ya kondisi berpikir ini yang 1:21:10 yang tidak tersedia itu kenapa ya karena 1:21:13 tidak ada kebiasaan untuk berargumentasi 1:21:14 padahal pendidikan itu dirancang untuk 1:21:17 dialog dirancang untuk dialektik dan 1:21:20 semua itu artinya bentur-membentur 1:21:22 pikiran kita mau lihat sebetulnya ini 1:21:24 apa ee uang yang di dikumpulkan dari 1:21:28 pajak rakyat diinvestasikan ke dalam 1:21:30 wilayah pendidikan dan hasilnya adalah 1:21:32 kita tetap stanting kita IQ tetap 78 kan 1:21:36 jadi kondisi ini sebetulnya yang mesti 1:21:38 kita ucapkan secara radikal bahwa Jokowi 1:21:40 itu bertanggung jawab terhadap kegagalan 1:21:43 dia memperhatikan perintah konstitusi 1:21:46 kan Presiden Jokowi diperintahkan untuk 1:21:48 mencerdaskan kehidupan bangsa itu aja 1:21:50 Tuh kan cuman itu prinsipnya kan J Apa 1:21:53 artinya mencerdaskan kehidupan bangsa 1:21:54 semua hal harus diinvestasikan 1:21:57 mendahului investasi yang sifatnya tadi 1:22:00 tangib jadi investasi pendidikan itu 1:22:03 harus dipastikan dikunci di situ 1:22:04 anggarannya tuh gak boleh dicomot-comot 1:22:07 lalu dipamerkan pada hal yangudah 1:22:11 bersifat terlihat bangunan ini bangunan 1:22:13 itu sama juga dengan soal stunting 1:22:15 misalnya kita ditipu oleh semua 1:22:16 statistik statis soal stunting misalnya 1:22:19 ada satu daerah dia bilang anggaran buat 1:22:22 stunting ituudah kita paku semua tuh tuh 1:22:25 kenapa angka stuntingnya enggak enggak 1:22:28 turun ternyata yang dimaksud dengan 1:22:30 memakai anggaran buat stunting adalah 1:22:32 memperbaiki pintu wc dari 1:22:36 Puskesmas membangun tembok dari dari 1:22:39 Puskesmas tuh jadi dia enggak ngerti itu 1:22:41 Bah stunting itu adanya masalahnya ada 1:22:44 di rahim perempuan nah bayangkan 1:22:46 misalnya kalau kita enggak ngerti bahwa 1:22:48 pendidikan pertama itu adalah rahim 1:22:50 perempuan di situ dimulai dibentuk 1:22:53 sel-sel otak ibunya setelah setelah 1:22:56 lahir dari Rim perempuan ibunya kaget 1:22:59 karena bayinya pindah ke Rim laki-laki 1:23:00 pindah ke Rim laki-laki pindah ke 1:23:02 kabinet pindah ke kabinet artinya pindah 1:23:04 ke ke ke sistem Kerajaan Jawa yang jadi 1:23:08 semua hal itu akhirnya kemarahan ini mau 1:23:11 mau dialirkan ke mana 1:23:13 tentu Mardani juga udahudah bosan dia 1:23:16 sudahudah enggak tahu apa yang mau di 1:23:18 mau diucapkan itu selain ee lakukan 1:23:21 politik angket misalnya atau hak angket 1:23:22 kan itu intinya kan angket pertama musti 1:23:25 di wilayah pendidikan tanya aja pada 1:23:26 Jokowi kenapa Eh IQ kita 1:23:29 itu yang paling rendah di Asia itu 1:23:32 adalah pertanyaan etis untuk membongkar 1:23:34 kebijakan kebijakan politik di bidang 1:23:36 pendidikan kan dengan satu pertanyaan 1:23:38 misalnya Pak Presiden kami minta Pak 1:23:41 Presiden Terangkan bukan kami mau mau 1:23:43 lengserkan Pak Presiden cuman kita minta 1:23:45 kenapa perintah konstitusi cerdaskan 1:23:47 kehidupan bangsa menghasilkan I 78 itu 1:23:50 sebetulnya dasarnya lalu guru-guru mulai 1:23:53 mempertanyakan tuh apa yang terjadi Jadi 1:23:54 sebetulnya nah kehebohan itu yang 1:23:56 memungkinkan kita turunkan Jokowi 1:23:58 sebagai presiden bukan karena dia 1:24:00 korupsi tapi dia gagal 1:24:02 memperhatikan potensi bangsa ini untuk 1:24:04 tumbuh kalau korupsi gampang kita bisa 1:24:07 bisa jual lagi BUMN itu buat buat 1:24:10 nelangin ee ya yang APBN yang bocor 1:24:14 tetapi kebocoran pikiran ini tanggung 1:24:16 jawab presiden kita malu kita diledek 1:24:20 terus di luar negeri ternyata ikiking 1:24:22 cuma 78 ya kan itu intinya Ya kan saya 1:24:25 bilang bukan IQ saya yang 78 IQ Raja 1:24:27 Jawa yang 78 beda kan itu intinya kan 1:24:30 loh atlet-atlet kita kalau nggak iq-nya 1:24:32 Enggak pintar itu enggak dapat mendali 1:24:34 emas di panjat tebing tuh sementara 1:24:36 Jokowi sibuk panjat kekuasaan kan itu 1:24:38 bedanya di situ jadi kita mau hasilkan 1:24:41 satu discourse yang betul-betul tajam 1:24:44 runcing supaya kita bisa Tunjukkan 1:24:46 dengan tepat bahwa kegagalan Jokowi 1:24:49 bukan 1:24:50 sekedar menebang pohon beringin tapi 1:24:52 menebang kecerdasan negeri ini tuh itu 1:24:55 intinya dia tidak bertanggung jawab 1:24:57 terhadap defisit di dalam intelektual 1:24:59 kita tuh defisit dalam IQ jadi itu 1:25:02 soal-soalnya saya tahu bahwa teman-teman 1:25:05 guru itu marah tapi kemarahan itu mesti 1:25:08 disalurkan secara ideologis itu dasarnya 1:25:11 kan jadi kegagalan Jokowi untuk 1:25:13 mempertahankan tingkat kecerdasan bangsa 1:25:15 ini artinya dia menenggelamkan kita 1:25:17 dalam persingan global nanti itu dasar 1:25:19 persaingan ke depan itu cuman fungsi 1:25:21 otak jalan enggak berapa persen otak 1:25:23 kita itu dipakai berapa berapa persen 1:25:26 nutrisi yang disediakan oleh negara itu 1:25:29 betul-betul menghasilkan kecerdasan 1:25:30 sejak dari rahim ibu-ibu kan itu 1:25:33 perhitungannya di situ kan jadi saya 1:25:35 kira itu secara kualitatif kita bisa 1:25:37 Ucapkan dengan gampang bahwa ada hak 1:25:40 kita untuk mulai mengatakan bahwa 1:25:42 presiden itu adalah impeachable bisa 1:25:45 diimpeach kenapa Karena dia melakukan 1:25:47 perbuatan yang tercela yaitu menurunkan 1:25:52 kondisi hidup bangsa ini dengan cara 1:25:54 menahan IQ kita enggak naik-naik kita 1:25:56 enggak perlu bilang menurunkan menahan 1:25:58 Enggak naik-naik karena dia bikin trade 1:26:00 off dengan IKN itu selalu yang kita saya 1:26:03 sering Terangkan Jokowi memperpanjang 1:26:05 jalan tol tapi memperpendek jalan 1:26:07 pikiran bangsa kan itu hal-hal yang 1:26:08 mestinya kita ucapkan secara jelaslah 1:26:11 kira-kira itu tuh sebelum saya kena 1:26:15 Deli aman Insyaallah 1:26:18 amanani sebelum diakhiri saya ada ada 1:26:22 pertanyaan ya eh 1:26:24 supaya bisa melengkapi Tema kita jadi 1:26:27 kalau di di dalam ajaran islam itu kan 1:26:31 ada dikatakan bahwa orang yang cerdas 1:26:33 itulah kata Nabi Muhammad wasam orang 1:26:36 yang mengingat kematian senantiasa 1:26:39 mengingat kematian itu yang pertama 1:26:41 Kemudian yang kedua di Alquran dikatakan 1:26:44 yang dikatakan ulama itulah orang-orang 1:26:46 yang e dia takut kepada Allah gitu ya 1:26:50 Nah bimana Pak dari dua Konsep ini 1:26:54 antara orang yang cerdas dan orang ulama 1:26:55 itu kan ulama-ulama itu kan orang yang 1:26:57 berilmu ya Ee dalam sudut pandang agama 1:27:00 ini implementasinya seperti apa ee yang 1:27:03 dua Konsep ini ya yang mengingat 1:27:05 kematian sama dia takut kepada Allah 1:27:07 ternyata ee itu sudut pandang yang 1:27:11 ditekankan dalam konteks Orang cerdas 1:27:13 dan berilmu dan ulama kalau di dalam 1:27:15 Islam nah bagaimana Pak marani melihat 1:27:17 ini pasti Bang haldi Kalau enggak salah 1:27:21 hadisnya bunyinya gini ee Al 1:27:29 orang yang cerdik itu yang cerdas itu 1:27:32 yang bisa menahan dirinya dan beramal 1:27:37 untuk kematiannya beramal untuk 1:27:40 kehidupan sesudah mati dua ini Kalau 1:27:43 digabungkan dengan eh Tema 1:27:47 kita bisa menahan diri itu kalau dia 1:27:50 sudah memahami konsep diri kalau dia 1:27:52 sudah mengenal diri nya dan kata Ibnu 1:27:59 arabisahu kalau kenal diri akan kenal 1:28:01 Tuhan kalau kenal Tuhan dia tahu ya 1:28:04 bagaimana para eh founding fathers itu 1:28:08 menegaskan bahwa mencdaskan kehidupan 1:28:11 bangsa itu sebuah cita-cita Mulia ya 1:28:14 bukannya membangun fisik saya setuju 1:28:17 bukan membangun infrastruktur saja 1:28:20 karena ternyata memang e membangun i 1:28:25 membangun pikiran membangun kekuatan 1:28:28 karakter itu pekerjaan yang maha berat 1:28:30 ya yang tadi Kalau Bang haldi bilang 1:28:33 yang Mas Indra ya Salah Kalau 1:28:37 menterjemahkan yang 1:28:39 namanya pendidikan itu cuma urusan 1:28:41 sekolah itu cuma salah satu makanya di 1:28:44 sistem kita kan ada pendidikan formal 1:28:48 informal nonformal itu luar biasa Kang S 1:28:51 sangat paham itu ya Nah sehingga memang 1:28:54 saya sed aja ketika Kang bilang 1:28:57 Peraturan Menteri anggarannya lebih 1:28:59 besar ketimbang perintah konstitusi gitu 1:29:02 Wah itu itu luar biasa itu luar biasa 1:29:06 itu masra punya data lebih banyak lagi 1:29:08 ituang dia gak buka aja itu tuh nah ini 1:29:13 kita teriak 1:29:14 selalu bab ini Bang tidak akan pernah 1:29:18 lel termasuk yang Bang Bil 1:29:24 ulama orang yang takut kepada Allah 1:29:26 ulama itu adalah orang yang takut kepada 1:29:28 Allah gimana cara takut sama Allah 1:29:31 meninggalkan generasi yang lebih rendah 1:29:33 kualitasnya meninggalkan kehidupan yang 1:29:35 lebih lemah meninggalkan pendidikan yang 1:29:38 centang perenang karena itu beresin 1:29:40 pendidikan itu jihad utama teriak 1:29:42 mengingatkan penguasa atau diri sendiri 1:29:45 Kita semua pendidikan pendidikan dan 1:29:47 pendidikan itulah pekerjaan utama gitu 1:29:50 Bang haldi 1:29:52 lanjut mantap 1:29:54 mantap kita perlu kasih pertanyaan itu 1:29:57 ke 1:30:00 ustaz baik sahat-sabat sekalian tiba 1:30:03 kita di hari acara kalau mau diteruskan 1:30:06 sampai pagi 1:30:09 kita mudah-mudahan ada sesi berikutnya 1:30:11 kita perdalam lagi ya supaya kita gak 1:30:14 terlalu sering bahask 1:30:24 ya tetapi minta mas yudti belum berhasil 1:30:28 padal jadi kita pendidikan aja dah 1:30:31 karena Mestinya Kita mulai belajar itu 1:30:34 lebih dalam lagi konsep-konsep 1:30:35 pembangunan bukan sekadar yang 1:30:38 dipaparkan oleh presiden kita tetapi 1:30:41 banyak sekali pemikir-pemikir Brilian 1:30:44 yang memberikan sumbangsinya bagi 1:30:46 ketajaman kita dalam membangun 1:30:50 perabanan Baik terima kas 1:30:54 di akhir acara ya eh seperti biasa 1:30:57 eh narasumber dipersilakan memberikan 1:31:00 closing statement ringkas e untuk 1:31:03 sebagai kesimpulan dari acara ini dari 1:31:05 setiap narasumber dipersilakan pertama 1:31:07 Bu RI persilakaning 1:31:11 Oke saya nanggap tadi betul bahkan 1:31:14 sangat relevan memakai perspektif dari 1:31:17 Amartia Zen kan development as Freedom 1:31:20 itu buku utamanya Amar Kita juga bisa 1:31:22 sebutkan bahwa 1:31:24 education as Freedom itu kan dasarnya 1:31:26 sama kan saya kira posisi dari amartias 1:31:29 justru juga menunjukkan Bagaimana basic 1:31:32 itu diutamakan sebagai entitlement 1:31:35 istilah Kuncinya kan entitlement itu 1:31:37 jadi Hak yang harus diperjuangkan Jadi 1:31:39 bagi amarti Indonesia itu adalah contoh 1:31:42 dari gagalnya Freedom development as 1:31:45 Freedom itu Intinya kalau kita lihat 1:31:48 bahwa semua hal yang bermanfaat untuk 1:31:52 kita investasikan di negeri ini 1:31:55 tergantung pada kapasitas si presiden 1:31:57 untuk mengerti ini Eh Pak Mardani 1:32:00 ucapkan am martiasen lalu Presiden 1:32:02 Jokowi ngerti enggak siapa tuh amartiasn 1:32:05 menerima Nobel untuk hal-hal yang 1:32:07 bersifat keadilan sosial amartiasn itu 1:32:09 adalah kepala kepala bpip itu badan ee 1:32:12 ideologi Pancasila itu karena martiasan 1:32:15 yang lebih paham Pancasila daripada bpip 1:32:17 kan itu intinya kan J kita mau 1:32:19 mendekatkan sebetulnya negeri ini pada 1:32:21 konsep-konsep dasar yang sebetulnya kita 1:32:23 punya dari awal tuh membangun kesedaran 1:32:26 kritis menghasilkan kemerdekaan 1:32:28 mempertahankan integritas Negeri Ini 1:32:30 dari kolonialisme itu artinya sosialisme 1:32:33 sebetulnya tu jadi kemampuan kita ada di 1:32:35 sini hanya yang tidak tidak mampu 1:32:37 melihat kemampuan ini yang selalu hanya 1:32:40 ingin memamerkan hal-hal yang yang 1:32:42 terlihat tadi itu jadi satu kepastian 1:32:45 bahwa kita ingin E Pak Prabowo itu di 1:32:48 hari pertama dia dilantik dia ucapkan 1:32:50 bahwa education as Freedom itu intinya 1:32:53 tu dan kita akan tagih itu tuh bahwa 1:32:55 setelah itu baru kita bisa katakan Oke 1:32:57 kalau anda bilang education as Freedom 1:32:59 itu artinya investasi untuk menghasilkan 1:33:01 kebebasan manusia harus tiba di 1:33:03 wilayah-wilayah Pendidikan gitu 1:33:05 kira-kira tuh 1:33:06 inakail Mantap us kerenen 1:33:12 Ustaz Terima kasih Ustaz RI 1:33:15 [Tertawa] 1:33:17 Gerong baik berikutnya Mas Indra 1:33:20 persilakan closing ideasosing statement 1:33:24 ya Eh secara singkat sih saya ingatkan 1:33:27 lagi kalau pendidikan itu adalah hak 1:33:30 asasi manusia jadi bukan sesuatu yang 1:33:34 bisa diperdagangkan bukan sesuatu yang 1:33:37 eh bentuk kemewahan suatu yang diberikan 1:33:40 oleh negara tapi sesuatu yang sudah 1:33:43 melekat dalam diri kita masing-masing 1:33:45 jadi itu yang harus dibenahi Jangan 1:33:47 sampai justru negara itu meminta 1:33:50 pendidikan itu menjadi komersial karena 1:33:53 itu melangg sasi yang kedua adalah 1:33:56 pendidikan Tidak sekedar hanya 1:33:58 persekolahan tapi tiga pusat pendidikan 1:34:00 itu harus terbentuk secara seimbang 1:34:03 rumah atau keluarga harus jadi sentra 1:34:06 pendidikan pergerakan Pemuda harus jadi 1:34:08 sentra pendidikan dan baru perguruan 1:34:11 atau sekolah menjadi sentra pendidikan 1:34:13 itu yang kita harapkan akan dibangun 1:34:15 oleh Pak Prabowo dengan kabinetnya dan 1:34:19 didukung oleh wakil-wakil rakyat kita di 1:34:22 DPR itu mas man itu namanya p2g Prabowo 1:34:28 pro guru 1:34:31 itu 1:34:32 ini Baik terima kasih Mas Indra sekarang 1:34:36 ke 1:34:38 kangwan silakan masih dimute Kang I 1:34:42 Makasih Bang Hadi saya sebagai guru 1:34:45 tentu mengajar itu kan kembali kepada 1:34:48 tujuan nasional kita ya di alinea keemp 1:34:50 Pembukaan UUD 45 itu mencerdaskan bangsa 1:34:55 eh jangan sampai kata-kata seorang 1:34:59 jurnalis Amerika ya sekitar 10 tahun 1:35:02 yang lalu memang ya Elizabeth Pani itu 1:35:05 yang kita dengar karena hasil Pisa kita 1:35:08 selalu rendah dia mengatakan Indonesian 1:35:10 Kids don't know how stupid they are gitu 1:35:13 Jadi ini saya pikir eh sangat nyelekit 1:35:16 sekali gitu tapi sebenarnya eh 1:35:19 jangan-jangan Yang eh stupid itu adalah 1:35:22 bagaimana eh pembuat kebijakan dan 1:35:24 kebijakan itu sendiri gitu yang justru 1:35:26 tidak membangun e kecerdasan bagi eh 1:35:29 murid gitu ya Atau bagi eh guru-gurunya 1:35:32 gitu alih-alih mencapai kecerdasan 1:35:34 justru yang terjadi adalah ee beban 1:35:37 digital gitu ya yang terjadi adalah 1:35:38 gurunya ee terjerat pinjol gitu ya dan 1:35:41 masih bermasalah berkutak-atik di ee 1:35:44 urusan e kesejahteraan kompetensi dan 1:35:46 seterusnya gitu yang tadi saya katakan 1:35:48 ini menjadi Ironi sekali ee ketika ee 1:35:52 guru diupah 400 r000 per bulan sementara 1:35:55 itu ee apa namanya E anak presiden ee 1:35:58 harga satu rotinya itu ee 400.000 juga 1:36:02 gitu ya ini saya pikir sangat ee ironis 1:36:04 gitu nah Harapan itu pasti selalu ada ya 1:36:07 Ee kalau dalam bahasanya Paulo frey itu 1:36:11 eh apa namanya Bapak pedagogi kritis ya 1:36:14 dia mengatakan masih ada pedagogi of 1:36:17 hope gitu ya jadi masih ada ee harapan 1:36:19 ke depan gitu ya demikian 1:36:21 Makasih Terima kasih Kak 1:36:24 sst Pak silakan kasih bangdi 1:36:31 eh pemimpin itu lahir dari rahim 1:36:34 masyarakatnya tugas kita mencerdaskan 1:36:37 kehidupan bangsa sehingga lahir pemimpin 1:36:40 yang memang punya kemampuan untuk mampu 1:36:44 memetakan bukan cuma masalah saat ini 1:36:47 tapi juga masalah masa depan dan itu 1:36:51 akan sangat bergantung kepada kemampuan 1:36:54 kita untuk betul-betul konsentrasi fokus 1:36:58 pada dunia pendidikan pendidikan dan 1:37:00 pendidikan bukan cuma anggaran Tapi 1:37:03 pikiran 1:37:04 e fokus hati betul-betul kepada 1:37:09 pendidikan pendidikan dan pendidikan 1:37:11 Makasih Bro Sudah menyinggung 1:37:14 Amar yang memang memberikan kepada kita 1:37:17 betapa 1:37:19 eh 1:37:22 itu itu Freedom itu adalah bagian utama 1:37:26 yang harus kita perjuangkan mengutip 1:37:29 kembali Buya Hamka kalau cuma makan 1:37:32 kucing pun makan kalau cuma tidur dan 1:37:36 punya rumah atau punya sarang monyet pun 1:37:38 punya kita manusia dan tidak layak 1:37:41 manusia Indonesia harus diperlakukan 1:37:44 sama seperti binatang tapi betul-betul 1:37:47 kita menjadi manusia Merdeka yang sadar 1:37:50 diri dan sadar pada Tuhannya sadar pada 1:37:53 mis ya Makasih 1:37:54 Bangi tapi monyet enggak baau 1:38:01 ketek Baik terima kasih Pak marani dan 1:38:04 seluruh narasumber yang Bu Mas Indra 1:38:08 Kang SS eh menarik sekali eh diskusi 1:38:12 kita pada malam ini dan sebenarnya 1:38:14 seandainya semua poin-poin diskusi kita 1:38:16 ini bisa didengar dan diwujudkan ya Ee 1:38:19 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa itu 1:38:21 benar-benar bisa terwujud ya dan amin 1:38:23 amin yang ada dalam hati dan pikiran 1:38:26 pemimpin kita yang baru nanti beserta 1:38:29 dengan jajaran menterinya bahwa mereka 1:38:33 diberikan amanah dalam rangka untuk 1:38:34 mewujudkan empat tujuan utama negara 1:38:37 yang ada di undang-undang dasar ya 1:38:39 pembukaan undang-undang dasar terutama 1:38:41 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan 1:38:44 mewujudkan ee apa kemakmuran ee bagi 1:38:48 seluruh rakyat Indonesia baik demikian 1:38:51 Terima kasih ee sahabat-sahabat sekalian 1:38:54 sampai ketemu pada acara inial ST pekan 1:38:56 depan pada waktu dan channel yang sama 1:38:59 asalamualaikum warahmatullahi 1:39:00 wabarakatuh 1:39:53 for