Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 [musik] 0:07 [musik] 0:14 Bismillah, alhamdulillah, sholatu 0:15 wassalam ala Rasulillah wa ala alihi 0:17 wasahbihi wa ala. Assalamualaikum 0:19 warahmatullahi wabarakatuh. 0:20 Waalaikumsalam Ikhwan akhwat dirahmati 0:23 Allah subhanahu wa taala. Alhamdulillah 0:25 kembali lagi kami bisa menemani kholakot 0:27 di hari Senin pagi di acara live 0:30 renungan di bawah naungan Alquran 0:32 bersama Alfaqir Rizal Kaf. Ada Andi dan 0:34 juga Mas Algi di meja operator dan 0:36 membersamai kita guru kami Ustaz Husein 0:38 bin Hamid Alatas. Assalamualaikum Ustaz. 0:40 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:42 Sehat-sehat Ustaz ya. 0:43 Alhamdulillah. Bersama [berdehem] Ustaz 0:44 siapa? Ustaz Muhammad Bahres. Ustaz 0:47 Muhammad Bahres. Sehat Ustaz ya. 0:49 Insyaallah. Dari daerah mana Ustaz 0:51 Muhammad? Alhamdulillah bersyukur. Baik 0:54 wilayah Pancoran. Oh Pancoran. 0:56 Masyaallah. Alhamdulillah Ustaz. Asal 0:57 Madura? Bahres tapi dari Yaman Bahres 1:00 ya? Iya iya. Masyaallah. Dari Hadramaut 1:02 juga sama. Bahres sama beda lagi ya? 1:04 Beda lain Bahres sama lain. 1:06 Beda masyaallah. Kebanyakan mereka 1:07 keluarga mereka guru-guru. Guru-guru ya? 1:10 Bahres yang terjemahkan Riyadhus 1:11 Shalihin 1:12 Heeh heeh. merupakan paman beliau. 1:14 Masyaallah. Biar sehat-sehat Ustaz ya. 1:17 Amin amin ya rabbal alamin. Ikhwan 1:19 akhwat 1:19 pagi hari ini kita live dan kita akan 1:22 menjawab pertanyaan-pertanyaan ikhwan 1:23 akhwat. Kita akan berdialog ikhwan 1:26 akhwat yang mau telepon boleh yang mau 1:28 kirim pesan WhatsApp juga boleh di 08 1:31 111999720. 1:33 Sekali lagi 08 satunya tiga kali 1:36 sembilannya tiga kali 720 1:40 atau bisa telepon langsung di 021 1:43 8451512. 1:45 Kami tunggu pertanyaan dari ikhwan 1:47 akhwat. Kita buka dulu dengan baca ummul 1:49 Quran surat Al Fatihah. 1:52 [berdehem] 1:53 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:59 bismillahirohmanirohim 2:04 alhamdulillahirobbil 2:07 alamin 2:10 rohmanirohim 2:13 maliki yaumiddin 2:17 iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in 2:22 ihdinashirotol 2:24 mustaqim 2:26 shirotol ladzina an'amta alaihim 2:31 ghoiril maghdubi alaihim waladdholin 2:40 amin ya robbal alamin Allahumma 2:41 [berdehem] arhamna bil Quran semoga dari 2:43 bacaan Al Fatihah tadi Allah bukakan 2:46 pintu rahmat pintu hidayah untuk kita 2:48 semua kholakot eee sambil menunggu 2:51 pertanyaan dari kholakot sekalian Ustad 2:53 kita akan buka dengan sebuah diskusi 2:56 Ustad dengan eee kondisi Indonesia di 2:58 berbagai kota Ustad bukan hanya di 3:00 Jakarta 3:01 tentang pendemo yang eee mengaspirasikan 3:06 suaranya namun makin kesini kayaknya 3:10 makin terjadi kerusuhan Ustad mohon 3:13 pendapat dan nasehat Ustad di tengah 3:15 kondisi Indonesia yang seperti sekarang 3:18 ini Ustad syukron jazakallah 3:22 bismillahirohmanirohim 3:24 alhamdulillahirobbil [berdehem] 3:26 alamin 3:28 Allahumma [mendengus] sholli wasallim 3:30 wabarik [berdehem] 3:31 ala abdika wa rosulika sayyidina 3:33 Muhammadin wa alihi wasohbihi wasallim 3:38 assalamualaikum ya rosulallah 3:41 assalamualaikum wa ala ibadillahis 3:43 sholihin 3:46 wassalam ala sya'bil Indonesia 3:51 wa ala jami' 3:53 almuslimin [berdehem] 3:54 fi 3:56 Wa ala jami' 3:58 al muslimin 3:59 fi anha'i biladihim. 4:04 Wasalamualaikum wa ala ibadillahis 4:06 sholihin. Wasalamualaikum warahmatullahi 4:09 wabarakatuh. Waalaikumsalam 4:11 warahmatullahi wabarakatuh. 4:13 Allahumma atina min indika rahmah wa 4:16 alimna min [mendengus] ladunka ilman 4:18 nafi'a wa anfa'na bima alamtana. 4:22 Rabbana zidna ilman 4:24 wa alhiqna ma'a ash sholihin. 4:28 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 4:29 subhanahu wa ta'ala. 4:33 Kita 4:35 semua menyadari 4:37 [berdehem] 4:38 bahwa kemungkaran berlangsung 4:40 [mendengus] 4:42 di tengah-tengah bangsa kita. 4:45 Terutama sekali di kalangan elit politik 4:47 kita. 4:49 Di kalangan oligarki. [berdehem] 4:53 Yang seharusnya 4:55 hal semacam ini betul-betul disikapi 4:59 dengan cara yang benar. 5:02 Negara ini bukan milik oligarki, bukan 5:05 milik elit politik, bukan juga milik 5:07 partai. 5:09 Tapi kita berbangsa, bernegara 5:10 bersama-sama. 5:15 Dapat menikmati betul-betul kedamaian, 5:18 kesejahteraan bukan hanya dimonopoli 5:20 oleh 5:21 beberapa gelintir orang. 5:24 Nah, akibat dari 5:27 perlakuan yang tidak benar, perbuatan 5:29 aniaya, 5:31 begitu juga keserakahan sebagian orang 5:34 mengakibatkan negeri kita ini terjerumus 5:37 dalam kondisi yang betul-betul 5:40 amat menyedihkan. Negara yang kaya raya, 5:43 tapi rakyatnya hidup dalam kemiskinan. 5:47 Bahkan tercekik oleh menyejahterakan 5:50 mereka, 5:51 juga memenuhi hak-hak mereka sebagai 5:54 rakyat 5:56 yang 5:57 berada di bangsa dan negara yang 5:59 merdeka. 6:01 Tapi cara menyampaikan aspirasi ini 6:04 seharusnya dengan cara yang benar. 6:07 Bukan dengan cara-cara yang membawa 6:10 negeri kita justru menuju ke arah dan 6:13 kondisi yang lebih buruk. 6:16 Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Alquran 6:18 menggambarkan 6:19 [berdehem] 6:21 umat Nabi kita Muhammad Shallallahu 6:23 Alaihi Wa Alihi Wasallam yang sejati 6:25 dalam firman-Nya kuntum 6:27 khairu khairu ummatin ukhrijat linnas. 6:30 Ta'muruna bil ma'ruf wa tanhauna anil 6:34 munkar wa tu'minuna billah. 6:37 Kalian adalah sebaik-baiknya umat 6:40 yang dikeluarkan 6:43 bagi umat manusia. 6:45 Ini menunjuk kepada umat Nabi kita yang 6:47 sejati. 6:49 Baik yang hidup bersama Nabi 6:51 maupun mereka yang datang setelah Nabi 6:54 dengan kriteria umat yang terbaik mereka 6:57 merupakan sebaik-baiknya umat yang 7:00 dikeluarkan bagi umat manusia. Ini bukan 7:03 hanya terbatas pada orang-orang yang 7:04 hidup pada masa Nabi 7:06 tapi berlaku untuk mereka-mereka 7:10 yang mengikuti Nabi kita Muhammad 7:12 Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam 7:14 sebagai mana digambarkan pada akhir 7:16 suratul Fath. 7:18 Muhammadun Rasulullah 7:20 walladzina ma'ahu asyidda'u asyidda'u 7:22 wal kuffar ruhama'u bainahum. 7:25 Tarahum rukka'an sujjada yabtaghuna 7:29 fadlan minallahi minallahi wa ridhwana 7:32 simahum fi wujuhuhim min atsarissujud. 7:36 Muhammad bukan sembarang manusia 7:40 tapi dia 7:42 adalah Rasul yang diutus oleh Allah 7:44 Subhanahu wa Ta'ala untuk menyampaikan 7:46 pesan-pesannya. 7:49 Dan orang-orang yang benar-benar 7:51 bersamanya, menjadi pengikutnya adalah 7:54 orang-orang [mendengus] yang tegas di 7:56 hadapan kekafiran dan orang-orang kafir. 8:00 Mereka-mereka yang ingin melakukan 8:03 tindakan-tindakan 8:05 yang tidak benar, melakukan kejahatan 8:08 menimbulkan juga kesengsaraan bagi umat, 8:12 mereka adalah musuh kaum muslim. 8:15 Tapi diantara mereka ruhamau bainahum, 8:18 saling mengasihi dan saling menyayangi. 8:21 Apabila ada orang yang lemah, mereka 8:23 akan turun tangan untuk memberikan 8:25 bantuan. 8:26 Orang-orang yang teraniaya, mereka tidak 8:28 akan berdiam di hadapan orang-orang yang 8:31 teraniaya tanpa memberikan bantuan dan 8:34 pertolongan kepadanya. 8:36 [mendengus] 8:37 Yang kuat membantu yang lemah, yang kaya 8:39 membantu yang miskin, yang berilmu 8:42 mereka mendidik saudara-saudara mereka 8:43 yang membutuhkan ilmu. Ini gambaran yang 8:45 amat indah, wal mukminun wal mukminat 8:48 ba'duhum auliya'u ba'din. 8:53 Walladzina ma'ahu asyidda'u wal kuffar, 8:56 tapi ruhamau bainahum. Apa kesibukan 8:58 mereka? Kesibukan mereka bukan kesibukan 9:01 yang sia-sia kesibukan yang hura-hura, 9:04 kesibukan yang tidak bermakna tapi 9:07 tarahum rukka'an sujjada. Kamu akan 9:10 menjumpai mereka 9:12 rukka'an sujjada 9:14 dalam keadaan ruku' dan sujud. 9:16 [mendengus] 9:17 Ruku' mereka melambangkan kepatuhan 9:19 mereka kepada Allah. Mereka mengikuti 9:22 petunjuk Allah baik dalam yang kecil 9:24 maupun yang besar dengan meneladani 9:26 Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam 9:28 yang diutus sebagai rahmatan lil alamin. 9:32 Sujjada, dalam keadaan sujud 9:35 yang menggambarkan bagaimana kerendahan 9:38 di hadapan Yang Maha Besar. 9:40 Karena sujud mereka hanya kepada Allah. 9:43 Mereka begitu betul-betul penuh 9:45 kerendahan, penuh harap kepada Allah 9:47 Subhanahu Wa Ta'ala. Yang menjadi 9:49 pegangan, sandaran, dan harapan mereka. 9:54 Yabtaghuna fadlan minallahi wa ridhwana. 9:56 Yang menjadi harapan mereka adalah 9:58 karunia dari Allah dan keridhoannya. 10:01 Ungkapan mengharapkan 10:03 karunia dari Allah membuat mereka hidup 10:05 merdeka, terbebas dari berbagai macam 10:08 penjajahan. 10:10 Wa ridhwana dan keridhoan Allah, mereka 10:11 berusaha dalam hidup ini untuk 10:14 menempatkan hidup mereka di atas 10:15 keridhoan Allah. 10:17 Bila mereka tergelincir, mereka segera 10:19 kembali bergegas-gegas kepada Allah. 10:22 Yang menjadi dambaan mereka hanya 10:23 karunia dan keridhoan Allah. 10:26 Simahum fi wujuhuhim min atsaris sujud. 10:29 Tanda-tanda mereka 10:31 pada wajah mereka, bukan hanya pada dahi 10:33 mereka. 10:34 Dengan tanda dahi hitam tidak? Pada 10:36 wajah mereka terlihat tanda-tanda orang 10:39 yang sujud, penuh ketawadhu'an, penuh 10:41 kerendahan, cahaya wajah mereka, sorot 10:45 mata mereka yang penuh kelembutan 10:46 terhadap saudara-saudara mereka. 10:48 Tapi di saat menghadapi musuh 10:51 terlihat mereka bagaikan singa-singa 10:53 yang siap untuk apa? 10:55 Untuk melindungi 10:57 keluarga mereka, anak-anak mereka dengan 11:00 penuh keberanian tak gentar menghadapi 11:02 musuh. 11:04 Jadi kalau kita lihat gambaran yang 11:06 Allah gambarkan dalam Alquran 11:08 seharusnya begitu pula kehidupan 11:10 masyarakat Islam bila mereka mengaku 11:13 sebagai pengikut Nabi kita Muhammad 11:15 Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam. 11:18 [mendengus] 11:19 Nah, gambaran yang Allah gambarkan 11:21 mengenai umat yang terbaik ini 11:23 kuntum khoiro ummatin ukhrijat linnas 11:26 ta'muruna bil ma'ruf. 11:28 Mengajak 11:30 manusia ya 11:32 untuk apa? Mensosialisasikan nilai-nilai 11:34 universal 11:36 yang penuh dengan keindahan. 11:39 Yang diterima bukan hanya oleh kalangan 11:40 kaum muslimin, tapi seluruh umat manusia 11:43 Pak, mencintai nilai-nilai tersebut. 11:46 Dengan ungkapan bil ma'ruf di sini, 11:48 caranya pun apa? 11:50 Dengan cara yang amat indah. 11:52 Dengan cara yang tidak menyakiti orang, 11:54 tidak menganiaya orang ya. 11:56 Tidak mendorong keada, menuju keadaan 11:58 yang lebih buruk lagi. Ta'muruna bil 12:00 ma'ruf, ini merupakan ungkapan yang amat 12:02 indah. 12:03 Mengajak kepada yang ma'ruf, juga dengan 12:06 cara yang ma'ruf. 12:08 Wa tan hauna anil munkar. 12:10 Dan kalian bersama-sama 12:13 mencegah 12:15 dari berbagai macam bentuk perbuatan 12:17 munkar. 12:18 Hingga opini masyarakat secara umum, 12:20 opini yang betul-betul mencintai yang 12:22 ma'ruf. 12:23 Bersatu dalam hal yang ma'ruf. Bersosial 12:26 juga dengan cara yang ma'ruf. 12:28 Dan mereka membenci hal-hal yang munkar. 12:31 Karena kemungkaran bukan hanya ditentang 12:34 oleh sebagian orang, tapi bersama-sama 12:36 umat Nabi kita ini menentang yang 12:37 munkar. 12:39 Wa tu'minuna billah dan kalian beriman 12:41 kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 12:44 Oleh karena itu menghadapi situasi 12:45 Indonesia seperti saat ini. 12:48 Kita wajib melakukan amar ma'ruf, wajib 12:50 juga melakukan nahi munkar, tapi bukan 12:53 dengan cara-cara yang munkar. 12:55 Oleh karena itu 12:57 kita tidak sama sekali apa? 12:59 Tidak menyenangi sikap-sikap anggota DPR 13:02 kita yang hidup bermewah-mewahan, 13:05 tertawa, menari di atas tangisan rakyat. 13:08 Tapi cara kita untuk mengubah situasi 13:10 yang buruk ini, harus dengan cara yang 13:12 elegan. 13:13 Dengan [berdehem] cara yang profesional. 13:16 Dengan cara yang betul-betul profesional 13:18 dan betul-betul mengutamakan 13:21 tujuan kita yang utama. 13:22 Di mana aspirasi kita ini bisa 13:24 betul-betul apa? 13:26 Aspirasi yang kita sampaikan bisa 13:28 tercapai dan menuju kesuksesan dengan 13:30 cara yang tidak menimbulkan kerusakan 13:33 dan mencemarkan nama baik kita yang 13:35 berjuang untuk kebenaran. 13:37 Dan begitu dengan cara-cara melakukan 13:39 kerusakan, membakar fasilitas umum yang 13:41 merupakan aset kita, begitu juga 13:44 melakukan penjarahan. Ini cara-cara yang 13:46 akan menodai mereka-mereka yang berjuang 13:49 untuk menyampaikan aspirasi mereka. 13:52 Tapi yang membahagiakan kita, ternyata 13:55 apa yang dilakukan para mahasiswa adalah 13:58 demonstrasi yang benar-benar baik. 14:00 Mereka menolak perbuatan-perbuatan 14:03 orang-orang yang bersikap liar melakukan 14:05 pembakaran dan penjarahan. 14:07 Tapi 14:08 upaya mereka dikotori oleh orang-orang 14:11 yang berusaha untuk menungganginya dan 14:13 mencederai serta menodai tujuan mereka 14:17 yang sedang menyampaikan aspirasi mereka 14:20 dan melakukan amar ma'ruf nahi mungkar. 14:24 Mereka menuntut agar DPR dibubarkan. 14:27 Sebetulnya bukan lembaga DPR-nya, 14:30 tapi orang-orang yang sekarang duduk di 14:33 DPR memang tidak layak untuk duduk di 14:35 DPR. 14:36 Mereka tidak mewakili rakyat. Mereka 14:38 mewakili kepentingan mereka, mewakili 14:40 partai. Oleh karena itu kita ingin 14:43 wakil-wakil rakyat kita ini bukan 14:46 dicalonkan dan dipilih oleh partai, 14:49 tapi dipilih oleh rakyat secara 14:50 langsung. 14:51 Dan kita juga ingin agar wakil-wakil 14:53 rakyat ini bukan digaji oleh pemerintah. 14:57 Yang mengakibatkan mereka akhirnya 15:00 sering melakukan kolaborasi, kerja sama 15:03 untuk tujuan-tujuan yang merugikan 15:05 rakyat. Tapi mereka digaji oleh rakyat 15:08 yang memilih mereka. 15:10 Hingga keterikatan mereka dengan rakyat 15:11 kuat. Dan mereka juga melaporkan kinerja 15:14 mereka. Rakyat 15:16 memiliki hak untuk mendengarkan 15:18 bagaimana 15:20 sikap mereka, apakah mereka menyampaikan 15:22 aspirasi rakyat? Apakah mereka 15:24 berkolaborasi dalam 15:26 perbuatan-perbuatan yang tidak benar? 15:29 Coba tanya, apakah wakil rakyat terikat 15:31 dengan rakyat? Apakah punya tanggung 15:33 jawab untuk menyampaikan kinerja mereka? 15:38 Apakah rakyat bisa 15:41 melakukan kritikan terhadap mereka 15:42 secara langsung? Atau katakan 15:45 menyingkirkan mereka, menggantikan 15:46 dengan wakil rakyat yang sebenarnya? 15:48 Hampir kebanyakan wakil rakyat tidak 15:50 mengenal rakyatnya dan rakyat tidak 15:52 mengenal mereka. Tapi mereka memilih 15:54 orang-orang yang dicalonkan oleh partai. 15:56 Dan partai ini sama sekali apa? 15:59 Tidak mewakili rakyat yang memilih 16:01 mereka. 16:03 Jadi betul-betul aspirasi rakyat harus 16:05 disampaikan, tapi dengan cara yang 16:07 betul-betul mengantarkan mereka menuju 16:09 tujuan mereka. Hingga yang mungkar 16:12 bisa menjadi makruf, 16:14 yang batil bisa dirubah menjadi hak, 16:16 [berdehem] 16:16 dan seluruh anak bangsa kita, 16:19 baik mereka kaum muslimin atau 16:21 orang-orang di luar Islam, dapat hidup 16:23 betul-betul untuk menikmati hak-hak 16:26 mereka sebagai apa? 16:27 Sebagai anak bangsa. 16:29 Di mana tidak ada kezaliman. 16:31 Tidak ada orang yang dizalimi, melainkan 16:33 kita akan bangkit melindunginya. Dan 16:35 tidak ada orang-orang yang zalim, 16:37 melainkan dengan tegas kita menghentikan 16:39 perbuatan zalim tersebut. 16:42 Oleh karena itu, demonstrasi betul-betul 16:44 harus dijaga kebersihan 16:48 untuk mencapai tujuannya. 16:50 Kita menghindarkan diri kita dari 16:51 perbuatan-perbuatan anarkis, walaupun 16:54 mereka orang-orang yang zalim. 16:57 Kita melakukan penjarahan, pembakaran, 16:59 ini perbuatan yang akan menodahi 17:02 perjuangan kita. 17:03 Jadi kita ingin betul-betul 17:05 mereka menolak kezaliman, kalau perlu 17:08 mereka menuntut kepada 17:11 negara untuk merampas aset-aset para 17:13 apa? Anggota DPR yang tumbuh secara 17:16 tidak jelas Setelah mereka menjadi 17:18 anggota DPR, sebelumnya mereka kontrak 17:20 di rumah mertua mereka. 17:22 Sebelumnya mereka hidup dalam 17:24 kemiskinan, begitu mereka menjadi 17:26 anggota DPR kekayaan mereka tumbuh 17:29 melejit di luar akal sehat. Maka 17:32 seharusnya rakyat menuntut agar aset 17:34 mereka dirampas dikembalikan kepada 17:37 rakyat, bukan dikembalikan kepada 17:39 pejabat pemerintah. Pejabat pemerintah 17:41 ini orang-orang yang di tugaskan untuk 17:45 melayani rakyat. 17:47 [mendengus] 17:47 Bukan kita melayani mereka. 17:49 Karena negara ini sebetulnya rakyat, 17:51 sedangkan pejabat pemerintah maupun 17:53 wakil rakyat bekerja untuk rakyat. Kalau 17:55 mereka tidak bekerja untuk rakyat, maka 17:57 rakyat punya hak untuk apa? Meminta agar 17:59 mereka digantikan. 18:02 Tapi sayang sungguh sayang 18:04 budaya kita ini membiasakan kita, 18:07 mendidik kita 18:09 untuk mengagungkan dan menjunjung para 18:11 pejabat kita. 18:13 Sewaktu mereka masih rakyat biasa, hidup 18:15 bersama-sama kita. 18:18 Tapi begitu mereka dipilih ternyata 18:20 sikap mereka bagaikan raja-raja di 18:22 hadapan abdi-abdi mereka. Jadi kita 18:25 menolak demonstrasi yang menimbulkan 18:28 ketakutan, melakukan kerusakan, 18:31 melakukan penjarahan, pembakaran. Ini 18:33 tidak sesuai dengan apa? 18:35 Dengan betul-betul tujuan kita semuanya. 18:39 Jadi kalau seandainya rakyat menuntut 18:40 agar anggota DPR yang ada pada saat ini 18:43 dibubarkan, digantikan dengan wakil 18:45 rakyat yang sejati dan rakyat 18:47 [mendengus] memiliki hak untuk bertanya 18:49 tentang kinerja mereka dan mereka wajib 18:51 memberikan laporan kepada rakyat dan 18:53 kita ingin rakyat yang langsung 18:55 memberikan gaji mereka 18:57 sesuai dengan apa? Dengan hak-hak 19:00 mereka. 19:01 Yang mengherankan kita mendengarkan 19:03 salah satu wakil rakyat yang hidup dalam 19:05 kemewahan, memiliki rumah yang cukup 19:07 besar, dia mengatakan uang 68 juta tidak 19:10 cukup bagi kami. 19:13 Paling tidak 78 juta. 19:15 Padahal 19:17 dana aspirasi yang mereka terima setahun 19:20 dua kali sebanyak 450 juta kali dua. 19:23 Lima kali. Lima kali? Iya. Nah, kita 19:25 bertanya. 19:26 Bagaimana pejabat seperti ini bisa 19:29 membeli jam harga 28 miliar? 19:33 Saling membanggakan jam mereka yang 19:35 dibeli dengan harga 2 miliar, 4 miliar, 19:37 7 miliar. Ada lagi satu yang dibeli 19:39 dengan 1,8 19:41 juta dolar. 19:42 Bagaimana dengan gaji mereka, mereka 19:44 bisa membeli apa? 19:46 Perhiasan semacam ini. 19:47 Jelas-jelasan mereka adalah orang-orang 19:49 yang berkhianat. Orang yang berkhianat 19:52 wajib untuk dihukum. Jangan sekarang 19:54 mereka melarikan diri, begitu mereka 19:56 kembali rakyat lupa akan kejahatan dan 19:58 perbuatan mereka. Kita tidak ingin 20:00 rakyat kita ini lupa pada kejahatan 20:01 pejabat-pejabat yang melakukan 20:03 kerusakan. 20:04 Kapanpun juga 20:06 walaupun situasi telah tenang, mereka 20:08 wajib untuk diadili. Dihukum sesuai 20:11 dengan perbuatan mereka hingga 20:13 menimbulkan efek jera bagi wakil-wakil 20:16 rakyat yang datang di kemudian hari. 20:18 Kalau sekarang tidak, mereka sekarang 20:20 lari pada saat situasi dalam keadaan 20:21 panas seperti tahun 1998, begitu situasi 20:24 kembali dingin mereka kembali ternyata 20:27 mereka berkolaborasi kembali dengan 20:29 pemerintahan yang baru. 20:31 Tidak ada perubahan, rakyat hanya 20:33 dijadikan sebagai alat untuk melakukan 20:35 apa? 20:36 Untuk melakukan 20:38 apa-apa yang mereka inginkan setelah 20:41 terjadi perubahan ternyata yang 20:43 menikmati 20:45 orang-orang yang lebih zalim 20:46 dibandingkan orang-orang sebelumnya 20:48 seperti yang terjadi pada era Bapak 20:50 Soeharto presiden kita. 20:52 Begitu dia berganti, ternyata berikutnya 20:55 kita menghadapi keadaan yang lebih 20:56 buruk. Bahan-bahan pangan membumbung 20:59 tinggi, lapangan pekerjaan semakin 21:01 sulit, korupsi bukan menurun malah 21:04 semakin merajalela tapi dengan nama yang 21:07 baru. 21:08 Dengan orang-orang yang baru. 21:10 Nah, ini yang tidak kita inginkan. Kita 21:11 ingin rakyat kita betul-betul dalam 21:14 keadaan sadar, berjuang untuk tujuan 21:16 mereka secara benar dan mampu untuk 21:19 melakukan perubahan, bukan dijadikan 21:21 sebagai alat untuk melakukan perubahan. 21:23 Setelah selesai mereka ditinggalkan 21:25 bagaikan bola yang diperebutkan pada 21:26 saat pertandingan. Selesai pertandingan, 21:29 bola tersebut dibuang ke dalam 21:30 keranjang. Ini yang terjadi. 21:33 Ustaz, eh ini ada pertanyaan Ustaz. 21:36 Eh mengenai amar ma'ruf dengan cara yang 21:38 ma'ruf. Kadang-kadang kalau kita 21:41 menyampaikan dengan cara yang halus atau 21:43 cara yang lembut, enggak didengar Ustaz. 21:45 Apalagi untuk orang-orang yang sudah 21:47 keras hatinya. Bagaimana solusinya 21:49 Ustaz? Bukankah kita diperintahkan untuk 21:51 mencegah keburukan dengan tangan 21:53 terlebih dahulu, baru dengan lisan, baru 21:56 berikutnya dengan hati. Apa maksud 21:58 daripada nasehat ini Ustaz? Syukron 22:00 jazakumullah khair. 22:03 Amar ma'ruf 22:05 nahi munkar. 22:06 Kita beramar ma'ruf. 22:08 Juga apa? 22:10 Berjuang [berdehem] dengan cara yang 22:11 ma'ruf. 22:12 Kata ma'ruf ini dengan sendirinya 22:14 menempatkan sesuatu pada tempatnya. 22:16 [berdehem] 22:17 Bukan berarti apa? Selamanya kita 22:20 berlaku lemah lembut. Orang yang zalim 22:22 wajib dihukum. 22:24 Seperti ketika apa? 22:26 [berdehem] 22:26 Ketika Zulqarnain 22:29 melakukan 22:31 perjalanan 22:32 [berdehem] 22:33 dari barat menuju [mendengus] ke timur. 22:35 Berhadapan dengan berbagai macam 22:37 kejadian. 22:38 [berdehem] 22:38 Wa yas'alunaka 22:40 an Zilqarnain. Qul sa'atlu alaikum minhu 22:44 zikra. 22:45 Inna makkanna lahu 22:47 fil ardhi wa atainahu min kulli syai'in 22:50 sababa. 22:51 Hatta idza 22:54 balagha balagha maghribasy syamsi 22:57 wajadaha taghrubu taghrubu fi 'ainin 23:00 hamiyah. 23:01 Kemudian wa wajada indaha qauma. Qulna 23:05 ya dzal qarnain imma antuadziba wa imma 23:08 antattakhidza fihim 23:09 [mendengus] 23:10 husna. 23:11 Kita lihat ya. Penjelajahan pertama 23:13 menuju ke barat. 23:14 [berdehem] 23:15 Hingga apa? 23:16 Sampai di daerah ya tanah dan lumpur 23:19 yang berwarna hitam. 23:21 Kemudian dia menyaksikan matahari 23:24 terbenam. 23:25 Seolah-olah terbenam apa? 23:28 Menuju kedalaman lumpur hitam. Tapi itu 23:30 sesuai dengan pemandangan kita. 23:33 Lalu di sana dia menjumpai satu kaum. 23:35 Ehm. 23:37 Ternyata kaum tersebut ya 23:40 sebagaimana yang digambarkan Alquran 23:43 diantara mereka terdapat orang-orang 23:45 yang zalim, terdapat juga orang-orang 23:47 yang baik. 23:48 Maka Allah memberikan hak kepada 23:50 Dzulqarnain. 23:51 Imma antuadziba wa imma antattakhidza 23:54 fihim husna. Kamu diberikan wewenang. 23:56 Bisa menghukum. 23:59 Bisa juga berbuat kebaikan. 24:01 Ini 24:02 penawaran dari Allah. Apa yang diucapkan 24:04 [mendengus] oleh Dzulqarnain? 24:07 Faamma Qala amman man zalama 24:10 fasaufa nuadzibuhu. Tsumma yuraddu ila 24:13 rabbihi 24:14 fayuadzibuhu adzaban nukra. 24:18 Dzulqarnain mengatakan adapun orang yang 24:20 zalim dari mereka, kami akan menghukum 24:21 mereka. 24:23 Fasaufa nuadzibuhu adzab isim maksudnya 24:25 menghukum mereka sesuai dengan kejahatan 24:27 mereka. Kemudian dia akan dikembalikan 24:30 ke hadapan Tuhannya dan dia akan 24:32 menghadapi adzab yang betul-betul amat 24:35 mengerikan. 24:37 Tapi sebaliknya wa amman amana wa amila 24:39 shaliha falahu jazaanil husna 24:42 wasanaqullahu min amrina Yusra. Adapun 24:45 orang-orang yang zalim 24:48 maka dengan sendirinya apa? Oh, adapun 24:50 orang-orang yang beriman dan mengerjakan 24:52 amal saleh 24:54 apa 24:55 yang akan diterima? Falahu jazaanil 24:57 husna. Dia akan menerima balasan yang 24:59 lebih baik daripada apa yang diperbuat 25:01 dari kebaikan dan keimanan. 25:06 Kemudian 25:07 wa sanaqulu wa sanaqulu lahu min amrina 25:10 yusra dan kami akan memperlakukan 25:12 dirinya dengan segala kemudahan, akan 25:13 berkata dengan perkataan yang baik, 25:15 memperlakukan juga dengan cara yang 25:17 mulia. 25:17 Ini sikap Dzulqarnain yang diberikan 25:20 wewenang oleh Allah bukan menghukum 25:22 setiap orang, juga bukan membalas 25:24 kebaikan setiap orang dengan apa? 25:26 Membalas apa perbuatan setiap orang 25:28 dengan kebaikan, tapi dibedakan antara 25:30 yang zalim dengan orang yang berbuat 25:32 baik. Begitu pula kita. 25:34 Tapi jangan kita rakyat ya 25:37 melakukan cara-cara yang salah. 25:42 Dengan melakukan penjarahan 25:44 dengan melakukan pembakaran terhadap 25:45 fasilitas umum. Apakah ini merupakan 25:48 cara yang akan mengantarkan kita menuju 25:50 tujuan kita? 25:52 Apa akan menodai kita? 25:54 Kemudian nanti ya mereka-mereka yang 25:56 berwajib menggunakan ini sebagai alasan 25:59 untuk melakukan apa? 26:01 Melakukan baik itu pembantaian atau ee 26:05 perbuatan-perbuatan yang akan menyakiti 26:08 mereka. 26:10 Oleh karena itu mahasiswa dan rakyat 26:11 yang berjuang untuk kepentingan bangsa 26:13 itu tidak boleh mendiamkan hal ini 26:14 terjadi karena akan mencederai, menodai 26:16 mereka. Mereka yang baik akan dianggap 26:18 sama dengan mereka-mereka yang melakukan 26:20 kejahatan. Tujuan kita kan mencegah yang 26:22 mungkar, mengajak kepada yang makruf. 26:24 Oleh karena itu kalau perlu tangkap 26:26 anggota DPR. 26:28 Kemudian minta agar mereka diadili di 26:29 hukum. 26:31 Kalau seandainya pemerintah tidak 26:33 melakukan tugasnya 26:35 kita tahu anggota DPR punya kekebalan, 26:37 tapi kita ingat 26:38 rakyat berhak untuk mencabut kekebalan 26:40 mereka karena rakyat yang yang memilih 26:42 mereka kan. 26:43 Yang memilih mereka bukan presiden, 26:45 bukan menteri ya 26:47 tapi yang memilih mereka bukan juga 26:49 partai, yang memilih adalah rakyat. Maka 26:51 rakyat punya hak untuk mencabut 26:53 kekebalan mereka. Kalau pemerintah tidak 26:55 menghukum mereka, mengadili yang berbuat 26:57 jahat dari mereka, maka rakyat punya hak 26:59 untuk mengadili mereka. 27:01 Asal kita bersatu bersama-sama, 27:04 dengan sendirinya orang yang zalim 27:07 tidak akan berani berkokok. 27:09 Tidak berani berkokok. 27:10 Betul. Tapi karena selama ini ada 27:12 pengabaian, pembiaran, dan umat tidak 27:14 bersatu seia sekata, terpecah-pecah oleh 27:17 berbagai macam kepentingan, 27:20 mengakibatkan akhirnya yang zalim 27:22 merajalela dan semena-mena, bahkan 27:24 berani mengatakan orang yang menuntut 27:27 agar DPR dibubarkan orang yang 27:30 setolol-tololnya. 27:33 Sambil tertawa di tengah-tengah 27:34 kemewahannya. 27:36 Begitu juga kita saksikan ketika 27:38 dikritik berjoget-joget, sengaja dia 27:40 berjoget-joget setelah itu untuk 27:41 menunjukkan ledekan terhadap apa? 27:44 Terhadap rakyat yang hidup menderita dan 27:47 merana. Kemudian dia melarikan diri 27:49 pergi ke gua Hira. 27:52 Dan kita saksikan bagaimana oligarki 27:53 orang-orang kaya berbondong-bondong 27:55 menuju airport, mereka melarikan diri 27:57 pada saat rakyat menghadapi ancaman. 28:00 Tapi pada saat senang mereka kembali. 28:02 Seharusnya mereka-mereka ini kalau perlu 28:03 dicabut kewarganegaraan mereka. 28:06 Jadi kata Ma'ruf ini 28:07 bukan berarti setiap orang diperlakukan 28:12 dengan perlakuan yang baik, tapi harus 28:14 dibedakan antara yang zalim 28:16 dan orang-orang yang baik. Jadi maksud 28:19 dari kata bil ma'ruf di sini menempatkan 28:21 sesuatu sesuai pada tempatnya. 28:23 Yang berbuat kejahatan, yang melakukan 28:25 kezaliman, yang terlibat katakan dalam 28:28 pengedaran obat-obatan terlarang, 28:31 dihukum dengan seberat-beratnya, 28:32 kalaupun dihukuman mati. 28:34 Nah, sebagai mana Cina berhasil bangkit 28:36 dari keterpurukan dengan menghukum mati 28:39 para koruptor, kita ingin 28:41 bagaimana mereka-mereka ini anggota DPR 28:44 yang berbuat kezaliman atau 28:45 pejabat-pejabat pemerintah yang 28:47 melakukan tindakan korupsi yang 28:49 menyengsarakan rakyat 28:50 jangan hanya sekedar dibicarakan 28:52 kejahatan mereka, tapi tidak dihukum. 28:54 Kita ingin kalau perlu anggota DPR 28:56 digantung di DPR. 29:00 Pejabat-pejabat pemerintah juga yang 29:01 melakukan kejahatan apa? Mereka juga 29:03 dikenakan hukuman dan sanksi yang berat. 29:06 Tapi yang melakukan jangan apa? 29:09 Jangan yang melakukan rakyat secara 29:12 brutal. Harus dilakukan sesuai dengan 29:14 aturan. 29:15 Kita ingin dengan aturan hingga baik itu 29:19 aparat TNI-nya, aparat kepolisiannya, 29:21 pemerintah melihat bahwa rakyat 29:22 melakukan segala sesuatu sesuai dengan 29:25 aturan. 29:26 Dan rakyat berhak mengatakan kami yang 29:27 memilih. 29:29 Kami juga yang mencabut kekebalannya dan 29:31 kami ingin mereka dihukum. Nah, pada 29:33 saat wakil rakyat yang melakukan 29:35 tindakan korupsi dihukum mati 29:38 karena kejahatan mereka 29:40 kira-kira yang berikutnya berani enggak 29:41 berlomba-lomba untuk menawarkan dirinya 29:43 jadi wakil rakyat? 29:44 Berani enggak? Enggak kan, Re. 29:45 Enggak berani. Jadi kata Ma'ruf itu 29:47 bukan berarti memperlakukan manusia 29:50 dengan cara yang sama. Yang baik 29:52 diberikan penghargaan, diberikan 29:54 penghormatan. Kalau perlu pada saat dia 29:56 meninggal dunia diberikan betul-betul 29:58 Bintang Mahaputra. Bukan Bintang 30:00 Mahaputra diberikan kepada orang seperti 30:02 si Bahlil 30:04 atau si Bahlul. 30:05 [tertawa] 30:06 Ini enggak benar sama sekali. Oleh 30:07 karena itu kita ingin Bapak Presiden 30:09 Prabowo 30:10 agar memberikan Bintang Mahaputra ini 30:13 kepada orang-orang seperti siapa? 30:15 Hukeng. 30:17 Nah, kalau di tengah-tengah kita ada 30:19 orang-orang yang berjuang untuk bangsa 30:21 negara 30:22 dengan penuh keadilan 30:24 mereka diberikan Bintang Mahaputra. 30:26 Jangan salah memberikan. Akhirnya 30:28 mengakibatkan kita mempermalukan 30:31 mempermalukan aturan di tengah-tengah 30:33 bangsa ini. Para penjahat diberikan 30:35 penghargaan sedangkan orang-orang yang 30:37 saleh dikriminalisasi. 30:39 Ini yang tidak kita inginkan. Kita 30:40 menimpal perampasan aset yang sekarang 30:42 diperjuangkan Ustaz. Perampasan aset 30:45 juga kalaupun dihukum mati untuk 30:47 menimbulkan efek jera. Karena kalau 30:49 menurut salah satu seorang pakar 30:51 kadang-kadang enggak takut mati tapi 30:53 takut miskin. 30:55 Ya kalau belum belum berhadapan dengan 30:56 kematian belum takut. Iya. Tapi kalau 30:58 sudah berhadapan dengan kematian ya mau 31:01 enggak mau mereka akan lebih takut mati 31:03 dibandingkan takut miskin. 31:04 iya benar. Tapi sekarang ini karena 31:06 tidak ada ancaman hukuman mati mereka 31:08 pikir masuk penjara setahun 2 tahun 31:11 bahkan kalau perlu pagi masuk penjara 31:14 dari pintu belakang dia keluar 31:15 digantikan oleh orang lain. 31:18 Iya. Nah ini rakyat betul-betul apa 31:19 harus betul-betul memegang kendali. 31:23 Mengawasi pemerintah, mengawasi wakil 31:25 rakyat yang mungkin apa yang saya 31:26 ucapkan ini ya menakutkan bagi sebagian 31:29 kalangan tapi saya ingin rakyat ini 31:31 belajar menjadi orang merdeka 31:34 dengan kemerdekaan Republik Indonesia 31:35 ke-80 ini rakyat harus sempurna 31:37 kemerdekaannya secara spiritual 31:40 kemudian juga merasakan bahwa mereka 31:42 merupakan manusia yang sederajat. 31:45 Jangan kita meremehkan orang yang di 31:47 bawah 31:48 dan menjunjung orang yang di atas tapi 31:50 mari kita junjung orang-orang yang 31:52 benar, orang-orang yang berjuang demi 31:53 bangsa dan negara dan menghukum 31:55 mereka-mereka yang berbuat khianat pada 31:57 saat menghadapi situasi yang berat 31:59 mereka melarikan diri berbondong-bondong 32:01 ke luar negeri. Oleh karena itu para 32:03 wakil rakyat yang melarikan diri atau 32:05 pejabat-pejabat yang keluar kita ingin 32:08 di saat mereka kembali disiapkan untuk 32:10 mereka ya 32:12 disiapkan untuk mereka ya eh 32:15 aturan dan hukuman ya yang menghukum 32:17 mereka yang melakukan 32:18 perbuatan-perbuatan 32:20 yang membawa rakyat menuju kesengsaraan 32:22 kemudian mereka melarikan diri. Wah 32:24 kalau seperti ini keren enggak 32:25 kira-kira? Keren banget Ustaz. 32:27 Dan insyaallah mudah-mudahan wakil 32:28 rakyat berikutnya dipilih oleh rakyat 32:30 dan digaji oleh rakyat bertanggung jawab 32:33 di hadapan rakyat bukan bertanggung 32:34 jawab di hadapan konglomerat menerima 32:36 uang saku lalu memutuskan undang-undang 32:39 yang merugikan rakyat. 32:40 Amin ya insyaallah. Amin ya rabbal 32:42 alamin. Syukron Ustaz. Ini ada dari 32:44 Bunda Fajar, alhamdulillah dari 32:46 Palembang ikut menyimak, syukron. 32:49 Jazakumullah khair pencerahannya Ustaz. 32:51 Masyaallah lewat mana Bu? Palembang 32:53 lewat radio atau lewat eh YouTube atau 32:56 mungkin live streaming. Ada Ani Hani 32:59 Hudaifah, Hudaifah masyaallah. Ada Retno 33:02 ada Ansori, ada Siti Salamah, 33:04 kawan-kawan. Sekali lagi yang ingin 33:06 mengajukan pertanyaan, silakan kirimkan 33:07 pertanyaan Anda di 08111999720 33:13 atau bisa telepon langsung di 33:14 0218451512. 33:17 Kami akan kembali sesaat lagi. 33:47 Taala, kembali lagi bersama Al Faqir 33:48 Rizal Kaff di acara renungan di bawah 33:51 naungan Alquran bersama Ustaz Husein bin 33:53 Hamid Al Athas dan Ustaz Muhammad 33:55 Bahris. 33:55 Iya. Masyaallah. 33:57 Assalamualaikum warahmatullahi 33:58 wabarakatuh. 33:59 Waalaikumsalam warahmatullahi 34:00 wabarakatuh. Halo, saya mau bertanya 34:02 Ustaz. Siap Ustaz. Tentang bagaimana 34:05 dalam ayat yang dikatakan tadi Ustaz 34:08 membacakan kuntum khairu ummatin 34:10 ukhrijat linnasi ta muruna bil ma'ruf wa 34:13 tan hauna anil munkar wa tu'minuna 34:15 billah. 34:16 Nah lalu bagaimana kondisi yang saat 34:20 sekarang ini 34:21 orang-orang awam yang bertindak dengan 34:23 secara kekerasan yang tidak tahu 34:25 tuntunan agama. 34:27 Lalu bagaimana sanksi tersebut? Karena 34:30 karena tidak ada pengetahuan yang 34:32 memadai pada mereka. 34:34 Yang itu yang saya tanyakan, Ustaz. Lalu 34:36 tugas siapa yang harus yang memberikan 34:39 kepada mereka itu, memberikan arahan 34:41 yang 34:42 yang yang lurus, yang benar. 34:46 Nah, itu saja, Ustaz. Baik. 34:48 [berdehem] 34:49 Bismillahirrahmanirrahim. 34:51 Rabbana zidna ilman wal hikmah bis 34:53 sholihin. 34:56 Para ulama 34:58 bertanggung jawab 35:01 amat berat di hadapan Allah 35:04 dalam menyampaikan pesan-pesan Allah 35:06 kepada umat. Sebagaimana Rasul 35:09 dengan penuh amanat menyampaikan risalah 35:11 dari Allah. 35:13 Bukan menyampaikan pesan pribadinya. 35:15 Rasul menyampaikan risalah Allah 35:18 dengan membacakan Alquran, kemudian 35:20 mengamalkannya di tengah-tengah mereka. 35:23 Karena Rasul bukan hanya menyampaikan, 35:25 tapi dia beramal sesuai dengan apa yang 35:27 disampaikan. 35:29 Mampu untuk melahirkan perubahan yang 35:31 amat luar biasa. 35:33 Dalam waktu hanya 23 tahun terjadi 35:36 perubahan yang luar biasa di 35:38 tengah-tengah bangsa Arab. 35:42 Oleh karena itu, kewajiban ulama 35:44 sebetulnya melanjutkan apa yang 35:48 Allah tugaskan kepada Rasul-Nya untuk 35:51 menyampaikan risalah Allah. 35:54 Allah jelaskan 35:56 tugas Rasul ya'tlu alaihim ayatihi wa 35:59 yuzakki him wa yu'allimuhumul kitaba wal 36:01 hikmah wa in kanu min qablu lafi 36:03 dhalalim mubin. 36:05 Membacakan di tengah-tengah mereka ayat 36:06 Allah dengan mengajarkan, mencontohkan. 36:10 Kemudian bukan hanya sebatas itu, wa 36:12 yuzakkihim, tapi juga mensucikan 36:14 kehidupan mereka. 36:16 Hingga jiwa mereka yang tadinya 36:18 diselimuti oleh kejahiliahan 36:21 dibersihkan dan diterangi hingga mereka 36:23 kembali ke dalam fitrah mereka dan 36:25 kemanusiaan mereka. 36:27 Kemudian Allah mengajarkan mereka 36:29 Alkitab dan hikmah. 36:31 Setelah jiwa dibersihkan, 36:33 Alkitab diajarkan kepada mereka, 36:36 maka tumbuhlah hikmah kebijaksanaan 36:38 dalam jiwa mereka. Hingga dari 36:39 masyarakat jahiliyah yang terbelakang 36:42 menjadi masyarakat-masyarakat yang 36:43 bijak, bukan hanya 36:47 [berdehem] 36:47 para petinggi mereka yang menyampaikan 36:49 amanat Allah, tapi seluruh rakyat 36:51 menjadi bagian 36:53 dari apa? Dari orang-orang mengajak 36:55 kepada ma'ruf dan mencegah dari yang 36:56 mungkar. Oleh karena itu, untuk 36:58 memberikan edukasi kepada umat tanggung 37:00 jawab ulama. 37:01 [berdehem] 37:03 Bukan ulama justru membodoh-bodohi umat, 37:05 mengambil manfaat [berdehem] dari mereka 37:07 untuk kesenangan pribadi mereka. Sama 37:09 dengan wakil-wakil rakyat yang hidup 37:12 bersenang-senang di atas penderitaan 37:13 rakyat, membodoh-bodohi mereka, ulama 37:16 juga sama. Banyak dari mereka yang 37:19 membodoh-bodohi umat, bukan meluruskan, 37:21 memberikan edukasi yang baik. 37:23 Membacakan ayat-ayat Allah, mensucikan 37:26 kehidupan mereka dimulai dengan kesucian 37:28 mereka lebih dulu. 37:29 Mengajarkan mereka Alkitab dan 37:31 menjadikan mereka sebagai orang-orang 37:33 yang bijak. 37:35 Oleh karena itu, 37:36 terjadinya kerusakan di tengah-tengah 37:38 masyarakat pada saat ini disebabkan 37:40 pengabaian para ulama. 37:42 Di samping pengabaian para pemimpin di 37:44 atas, para ulama merupakan orang yang 37:48 bertanggung jawab berat di hadapan Allah 37:50 subhanahu wa taala. 37:52 Yang seharusnya dia menyampaikan pesan 37:53 Allah, malah dia membiarkan rakyat dalam 37:56 keliarannya, yang penting menyenangkan 37:58 mereka, memuaskan mereka. Bahkan memecah 38:00 belah mereka dari satu umat yang 38:02 dipimpin oleh Nabi kita Muhammad 38:04 sallallahu alaihi wasallam menjadi 38:07 komunitas yang saling bermusuhan dan 38:09 bertentangan satu dengan lain. 38:11 Oleh karena itu, 38:13 apabila masyarakat awam yang bodoh ini 38:15 melakukan kesalahan, 38:17 beda hukumannya dijatuhkan pada mereka 38:19 dibandingkan dengan orang-orang yang 38:21 tahu. 38:23 Sebagai contoh, 38:25 kalau seorang awam 38:27 mencuri, 38:29 seorang awam mencuri. 38:32 Dan dia mencuri karena dia lapar, iya. 38:35 butuh untuk makan bagi keluarganya. 38:38 Pekerjaan sulit, harga kebutuhan hidup 38:41 meningkat tinggi, biaya pendidikan anak 38:44 sekolah, [berdehem] 38:46 maka pada saat dia mencuri untuk 38:48 memenuhi kebutuhannya, dia tidak di 38:50 kenakan hukuman potong tangan. 38:53 Kenapa? 38:54 Karena ada syubhat lapar, ada syubhat 38:56 kebutuhan. 38:58 Tapi kalau seorang sudah punya pekerjaan 39:00 yang mumpuni, 39:02 penghasilan yang bisa mencukupi 39:03 keluarganya, kemudian dia mencuri, orang 39:06 seperti ini yang dikenakan sanksi 39:08 hukuman. Apalagi para pejabat yang telah 39:11 mendapatkan kesejahteraan dan jaminan 39:13 hidup mereka. 39:14 Serakah. Hampir dikatakan mereka tidak 39:16 membayar pajak yang mereka terima itu 39:17 bersih. 39:19 Heeh, heeh. 39:20 Jadi orang-orang seperti ini sebetulnya 39:22 yang menjadi target hukuman. 39:26 Untuk apa? Meluruskan dan membersihkan 39:29 kehidupan. Karena apabila orang di bawah 39:31 menyaksikan para pejabat yang hidup 39:33 bersenang-senang mementingkan diri 39:35 mereka, pasti akan mendorong mereka 39:37 melakukan kejahatan-kejahatan di luar 39:39 kendali. Kenapa? Karena rasa iri dan 39:41 kecemburuan. 39:43 Heeh. Betul enggak? Betul, betul. Oleh 39:44 karena itu, mereka-mereka yang melakukan 39:47 katakan perbuatan-perbuatan buruk, 39:50 pembakaran, karena kondisi keadaan 39:52 mereka, 39:53 mereka berusaha menghasut, maka dengan 39:56 sendirinya mereka dipanggil, 39:59 diberikan pendidikan, dan ditanya kenapa 40:01 mereka melakukan hal itu. Kalau begitu. 40:03 Kalau yang melakukan kalangan 40:05 profesional yang biasa melakukan 40:07 kejahatan, dengan sendirinya mereka 40:08 dihukum atas kejahatan mereka. Tapi 40:10 kalau yang melakukan kalangan awam yang 40:13 terdesak oleh kebutuhan hidup, 40:15 seharusnya kita berikan solusi buat 40:16 mereka. 40:18 Carikan pekerjaan. Apa yang menyebabkan 40:19 kalian melakukan hal seperti ini? 40:22 Dia mengatakan, "Kami lapar, anak-anak 40:24 kami juga dalam keadaan susah, kami 40:26 tidak mampu bekerja." Seharusnya 40:28 pemerintah menyediakan lapangan 40:30 pekerjaan. Ulama memberikan edukasi, 40:32 memberikan pendidikan kepada mereka agar 40:34 kembali kepada Allah, pemerintah 40:36 memberikan lapangan pekerjaan sebagai 40:39 solusi. Setelah mereka mendapatkan 40:41 lapangan kehidupan, mereka melakukan 40:43 penyimpangan, baru mereka dikenakan 40:45 hukuman. 40:47 Ini namanya keadilan dalam Islam. Oleh 40:49 karena itu, setiap kerusakan yang 40:51 terjadi di tengah-tengah kita, yang 40:53 bertanggung jawab di sini bukan hanya 40:55 para pejabat, bukan hanya wakil rakyat, 40:57 tapi ulama-ulama juga bertanggung jawab 41:01 atas kerusakan di negeri kita ini. Oleh 41:03 karena itu, saya selalu mengingatkan 41:05 diri saya dan para ustaz, para ulama 41:07 untuk tidak bergalang gulung bersama 41:10 orang yang zalim. 41:11 Kalau diundang oleh orang-orang yang 41:13 zalim, 41:14 baik itu pejabat tinggi negara atau 41:16 wakil rakyat, ya, atau konglomerat, 41:19 jangan menyambut undangan mereka. 41:22 Karena begitu dia memenuhi undangan 41:23 mereka, 41:24 akan membuat apa? Dalam kezaliman 41:26 mereka, mereka mendapatkan bungkusan dan 41:28 casing yang amat indah, yang menipu 41:30 rakyat. Nah, kalau ulama berbuat seperti 41:33 ini, maka rakyat di bawah kehilangan 41:35 harapan mereka. Ternyata ulama yang 41:37 mereka harapkan untuk menjadi apa? 41:39 Orang-orang yang menyampaikan amanat 41:41 Allah, menyampaikan aspirasi mereka, 41:44 ternyata justru bersekongkol bersama 41:46 orang yang zalim. Kejadian semacam ini 41:48 pernah terjadi 41:50 pada salah satu wali 41:52 yang diangkat oleh Amirul Mukminin. 41:54 Kalau tidak salah bernama Utsman bin 41:56 Hunaif. 41:58 Dia orang yang baik. Ketika dia 42:00 diangkat, para konglomerat mengundang 42:03 orang tersebut menuju jamuan makan. 42:06 Ketika berita ini sampai kepada Amirul 42:08 Mukminin, Imam Ali marah yang luar 42:10 biasa. 42:11 Kamu menghadiri acara-acara yang 42:14 diadakan oleh orang-orang yang kaya. 42:16 Kamu telah membuat putus asa 42:19 orang-orang miskin dari keadilan kamu 42:21 dan kamu telah membuat orang-orang kaya 42:23 merasa aman daripada apa? Daripada 42:25 keadilan kamu. 42:27 Ditegur oleh Imam Ali. Oleh karena itu 42:29 ulama-ulama 42:30 jangan berkumpul bersama orang-orang 42:32 yang zalim, baik itu kalangan 42:34 oligarkinya, baik itu wakil rakyatnya 42:37 kecuali datang untuk memberikan nasihat 42:40 kemudian meninggalkan mereka. 42:42 Tapi kalau kita terima uang mereka, 42:44 mendapatkan perhatian mereka, kemudian 42:47 juga mendapatkan sanjungan dan apa? Dan 42:50 tanggapan yang manis, kita beranggapan 42:51 bahwa mereka adalah orang-orang baik. 42:53 Padahal kebaikan bukan diukur dengan 42:55 ini. Kebaikan diukur dengan kebenaran, 42:58 dengan keadilan dan menjalankan tugas 43:00 mereka dengan sebaik-baiknya. Allah 43:01 berfirman dalam surat Hud wala tarkanu 43:04 ilalladzina zolamu fatamassakumunnar. 43:08 Wama lakum min dunihi min auliya wala 43:10 tusorun. Jangan kalian rukun galang 43:12 gulung, akrab bersama orang-orang yang 43:15 zalim. 43:16 Akhirnya kalian akan terkena azab Allah 43:18 dan tidak akan ada penolong yang 43:20 menolong kalian. 43:22 Salah satu bencana yang menyebabkan Bani 43:24 Israil terkena azab dan laknat Allah 43:26 apa? 43:27 Lu'ina ladzina kafaru min Bani Israila 43:29 ala lisani Daud wa Isa bin Maryam. 43:32 Dzalika bima asau wa kanu ya'tadun. 43:34 Kanu la yatanauna munkarin fa'aluhu 43:37 labisa ma kanu yaf'alun. 43:39 Dikutuk, dilaknat orang-orang kafir dari 43:41 Bani Israil 43:43 disebabkan karena mereka menentang Allah 43:45 dan melampaui batas dan mereka tidak 43:47 saling mencegah dari perbuatan mungkar 43:50 yang mereka lakukan. Betapa buruknya apa 43:52 yang mereka perbuat. Lalu diterangkan 43:54 dalam sebuah riwayat dari Nabi kita 43:55 Muhammad sallallahu alaihi wa alihi 43:57 wasallam 43:59 bahwa orang-orang yang baik ya 44:01 [mendengus] 44:02 dari orang-orang Yahudi 44:04 ketika menyaksikan kaum mereka melakukan 44:07 pelanggaran untuk mencari ikan di hari 44:09 Sabtu dan lain sebagainya. 44:11 Ditegur. Jangan kalian melakukan 44:13 perbuatan yang dimurkai Allah. 44:15 Hati-hatilah kalian dari azab Allah. 44:17 Dia berikan peringatan. 44:19 [mendengus] 44:19 Tapi lama-kelamaan mereka bosan karena 44:21 tidak ditanggapi. 44:23 Fajalasuhum wa akaluhum wa syaribuhum. 44:26 Eh, besok-besok walaupun dia tidak 44:28 melakukan kejahatan yang sama, duduk 44:30 bersama mereka, makan bersama mereka, 44:33 minum bersama mereka. Begitu datang 44:35 azab, mereka [mendengus] semua 44:37 bersama-sama terkena azab Allah. 44:39 Oleh karena itu ketika datang azab 44:42 Allah, yang selamat siapa? 44:44 Falamma nasu ma dzukiru bihi 44:45 anjainalladzina yanhauna anis suu. 44:48 Begitu mereka lupakan peringatan yang 44:50 diberikan kepada mereka, kami hanya 44:52 selamatkan orang-orang yang mencegah 44:54 dari perbuatan buruk. 44:57 Berarti bukan hanya orang yang zalim, 44:59 yang berbuat kejahatan, tapi yang diam 45:01 berpangku tangan 45:02 juga dibinasakan oleh Allah. 45:04 Yang rukun tadi yang dosa tadi. 45:06 Anjainalladzina yanhauna anis suu wa 45:08 akhodznalladzina zholamu bi adzabin 45:10 ba'isin bima kanu yafsuqun. Adapun 45:13 orang-orang yang zalim, dua golongan. 45:15 Satu yang berbuat zalim, yang kedua yang 45:17 mendiamkan kezaliman, kami hukum mereka 45:19 dengan azab yang amat mengenaskan 45:22 disebabkan karena kefasikan mereka. 45:24 Nah, kalau kita ingin selamat 45:27 jauhi perbuatan zalim dan jangan 45:29 berkumpul bersama orang yang zalim, tapi 45:32 berikan peringatan kepada mereka. Semoga 45:34 mereka kembali kepada Allah Subhanahu wa 45:36 Ta'ala. Oleh karena itu saya ingatkan 45:37 bukan hanya kewajiban wakil rakyat. 45:40 Bukan hanya kewajiban para pejabat 45:41 pemerintah, ulama-ulama di atas pundak 45:45 mereka amanat yang besar yang wajib 45:47 untuk mereka sampaikan kepada umat. 45:50 Kalau mereka mengkhianati amanat Allah, 45:52 mereka tidak kalah buruknya dengan 45:54 pejabat-pejabat baik itu wakil rakyat 45:56 maupun apa? Maupun pejabat pemerintah. 45:58 Biar hukum berlaku adil bagaikan air, 46:01 dalamnya berbeda-beda, permukaannya 46:03 sama. 46:04 Nah, Ustaz. Saya kenal satu orang, 46:05 Ustaz. Dia bekerja di kementerian sudah 46:07 puluhan tahun, Ustaz. 46:09 Boro-boro korupsi, dia saja enggak 46:11 pernah makan di tempat dia kerja, Ustaz. 46:13 Jadi, dia selalu bawa bekal untuk 46:15 menjaga 46:16 kehalalan dari makan yang masuk ke mulut 46:19 dia. Luar biasa, Ustaz. Masyaallah. Nah, 46:21 di sisi lain banyak, Ustaz, pertanyaan 46:23 amalan apa, Ustaz, yang kira-kira bisa 46:26 menjaga seseorang dari makan makanan 46:28 yang haram ataupun syubhat. Begitu 46:32 kira-kira kurang lebih pertanyaannya, 46:33 Ustaz. 46:36 Kita bahagia sekali, senang. 46:38 Bahkan kita malu disaat kita menyaksikan 46:40 pejabat yang jujur. 46:42 Ke kantor dia bawa bekalnya, dia makan 46:45 dari makan yang jelas, baik itu dari 46:47 mulai pendapatannya, penyembelihannya 46:50 diawasi dengan baik. Bukan 46:52 bermewah-mewahan, 46:54 makan bersama mereka-mereka yang tidak 46:56 jelas dari mana uang mereka. 46:58 Tapi dia berhati-hati sebagaimana firman 47:00 Allah. 47:02 Ini pelajaran yang amat indah. Qul la 47:05 yastawil khabitsu wat thayyib. 47:08 Walau a'jabaka katsratul khabits. 47:10 Fattakullah, ya ulil albab la'allakum 47:13 tuflihun. 47:14 Allah katakan, 47:15 katakan, wahai Rasul, tidak akan sama 47:17 yang busuk dengan yang baik. 47:20 Walaupun yang busuk jumlahnya banyak, 47:22 menggiurkan, tidak sama dengan apa? 47:25 Dengan satu yang baik. 47:27 Maka bertakwalah kepada Allah, wahai 47:30 orang-orang yang berakal. 47:32 Ikuti petunjuk Allah, jauhi apa yang 47:34 dilarang oleh Allah untuk kesuksesan 47:36 kalian dalam kehidupan dunia maupun 47:38 kehidupan akhirat. 47:40 Istri kita yang baik, yang menjaga 47:42 kehormatannya, 47:44 tidak dapat dibandingkan dengan 47:46 wanita-wanita cantik di luar, tapi yang 47:48 tidak menjaga kehormatan mereka. 47:50 Seharusnya perhatian kita pada yang 47:52 baik, yang mulia, yang indah, bukan 47:55 kepada mereka-mereka yang menjual 47:56 kehormatan, menampakkan aurat mereka, 47:58 melakukan perbuatan-perbuatan yang hina. 48:01 Nah, kalau kita kaum muslimin memuliakan 48:03 yang mulia, 48:03 [mendengus] 48:04 merendahkan yang hina, niscaya akan 48:06 terjadi perubahan dalam kehidupan kita. 48:08 Begitu juga usaha yang halal, walaupun 48:11 sedikit, itu diberkahi oleh Allah, akan 48:14 juga membuat hati kita menjadi bersih, 48:17 perilaku kita akan menjadi baik, dan 48:19 dimakan oleh anak keluarga kita juga 48:21 akan membuat kehidupan mereka menjadi 48:22 baik. Ini pengaruh makanan luar biasa 48:25 betul-betul besar. Gara-gara makan yang 48:27 haram, setan menjerumuskan kita untuk 48:29 mencintai perbuatan yang buruk, 48:31 perbuatan yang keji, bahkan berani 48:33 berdusta atas nama Allah, sebagaimana 48:35 firman-Nya, "Innama ya'murukum bisu' wal 48:38 fahsya wa an taqulu alallahi ma la 48:40 ta'lamun." 48:41 Jadi, untuk membersihkan hidup kita, 48:44 hendaknya kita menjaga makan kita. 48:46 Membeli ayam, hendaknya perhatikan 48:48 sembelihannya. 48:50 Pada saat disembelih, "Faqulu mimma 48:52 dzukiro smullahi alaihi in kuntum 48:54 biayatihi mukminin." 48:56 Hendaklah kalian makan dari sesuatu yang 48:58 telah disebutkan nama Allah baik pada 49:00 penyembelihannya maupun pada saat kita 49:01 memakannya. Kalau kalian mengaku beriman 49:03 pada Allah. 49:04 Kemudian dari usaha juga yang halal. 49:07 Berikan makan anak kita dari yang halal, 49:09 insya Allah mereka akan tumbuh dalam 49:11 kebaikan dan kemuliaan yang akan membawa 49:14 betul-betul keberuntungan, kesuksesan 49:16 bagi kita dalam kehidupan dunia maupun 49:18 kehidupan akhir. Jaga salat kita, 49:21 kemudian banyak-banyaklah berdoa memohon 49:23 kepada Allah perlindungan. 49:25 [mendengus] 49:25 Karena tanpa perlindungan Allah, 49:26 mustahil kita akan selamat. Bagaimanapun 49:29 luasnya ilmu kita, 49:30 bagaimanapun kuatnya kita, kita lemah di 49:33 hadapan godaan setan, kecuali kita 49:35 berlindung kepada Allah. Bahkan Nabi pun 49:37 diperintahkan untuk berlindung kepada 49:39 Allah. "Wa imma inzaghonaka minasyaitoni 49:41 nazghun fasta'idzbillah." Kalau kamu 49:44 menghadapi godaan dari setan, 49:45 bisikan-bisikan setan, segeralah kamu 49:48 berlindung kepada Allah. Dia di tempat 49:50 gelap, sedangkan kita di tempat terang. 49:53 Dia melihat kita, kita tak mampu untuk 49:55 melihat dirinya. 49:56 Alallahi tawakkalna 49:58 wa ilaihi anabna wa ilaihil masir. Insya 50:02 Allah, Ustaz. Jazakallah khair. Ustaz 50:03 Muhammad, ada Pak Kiai ada yang mau 50:06 ditanyakan terakhir ya? Ada tambahan 50:08 sedikit mungkin. Boleh-boleh. Lalu 50:09 bagaimana, Ustaz 50:10 dengan ayat yang di mana di surat yang 50:13 lain Allah Subhanahu wa Ta'ala 50:15 berfirman, "Ma asoba min musibatin illa 50:18 bi idznillah." Tidak ada 50:20 ada musibah yang menimpa pada suatu kaum 50:23 kecuali dengan izin Allah. Apakah yang 50:25 terjadi kemarin termasuk bagian dari bi 50:28 idznillah? [berdehem] 50:30 Baik. 50:31 Allah berfirman, "Ma asoba min musibatin 50:34 illa bi idznillah. Wa may yu'min billah 50:37 yahdi qolbahu." 50:40 Tidak ada satu musibah terjadi melainkan 50:42 terjadinya 50:44 atas izin Allah. 50:47 Tidak ada sesuatu yang terjadi melainkan 50:49 atas izin 50:50 Allah. 50:50 Contohnya jangan jauh-jauh. 50:54 Dalam peperangan Uhud ketika kaum 50:57 muslimin mengalami kekalahan pada ronde 51:00 terakhir 51:02 karena 51:03 sebagian tentara meninggalkan pos mereka 51:07 keluar dari disiplin dan perintah Rasul. 51:10 Terjadi atas izin Allah enggak? 51:11 Iya iya. 51:12 Terjadi atas izin Allah, tapi sebabnya 51:14 siapa? 51:15 Pelanggaran. Sebabnya karena sebagian 51:17 orang 51:18 tidak mengikuti tuntunan Rasul. Oleh 51:21 karena itu ketika mereka bertanya, 51:23 "Awalam ma asobatkum asobatkum musibatun 51:26 bima kasabat aidikum 51:28 awalam ma asobatkum musibatun qod 51:30 asobtumu mislaha qultum anna hadza? Qul 51:33 huwa min indikum anfusikum innallaha ala 51:35 kulli syai'in qodir." 51:36 Apa kalian bertanya-tanya 51:38 ketika kalian terkena musibah padahal 51:40 sebelumnya kalian telah meraih 51:42 kemenangan berkali-kali lipat. 51:45 "Kenapa semua ini terjadi? Kan kami 51:47 dipimpin oleh Rasulullah." Dijawab, 51:48 "Semua itu gara-gara kalian." 51:51 "Karena kalian 51:52 menentang 51:53 dan keluar dari perintah Rasulullah 51:55 sallallahu alaihi wasallam. Sesungguhnya 51:56 Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. 51:58 Allah bisa memenangkan kalian. 52:00 Tapi karena kalian melanggar dari 52:01 kemenangan kalian menjadi kekalahan. Ini 52:03 terjadi atas izin Allah apa dengan 52:05 kekuatan orang kafir?" 52:07 "Karena kekuatan orang kafir apa izin 52:08 Allah?" 52:10 Izin Allah. 52:10 Kekalahan mereka atas izin Allah sebagai 52:13 pelajaran hukuman buat mereka. 52:16 Begitu juga Allah berfirman, "Ma 52:17 ashabaka min hasanatin faminallah." 52:21 "Kebaikan yang kamu terima itu dari 52:22 Allah, anugerah daripadanya." 52:24 "Wama ashabaka min sayyiatin faminallah. 52:26 Keburukan yang menimpa kamu gara-gara 52:28 kamu sendiri." 52:30 Jadi izin Allah maksudnya semua terjadi 52:34 atas izin Allah. Tanpa izin tidak 52:35 mungkin terjadi. Baik kebaikan yang kita 52:37 terima maupun keburukan yang menimpa 52:40 kita akibat dari ulah perbuatan kita 52:42 semua atas izin Allah. Artinya disaat 52:44 orang 52:45 katakan berzina, terkena penyakit. 52:49 Atas izin Allah enggak? 52:51 Atas izin Allah itu penyakit timbul 52:52 akibat pelanggaran. Pelanggaran. Betul 52:54 enggak? 52:55 Tapi karena perbuatan dia. Kalau orang 52:57 bergaul sama istrinya tidak melakukan 52:59 hubungan liar, kena enggak penyakit? 53:01 Enggak kena. Enggak kena penyakit. 53:03 Betul enggak? Jadi maksud izin Allah itu 53:05 segala sesuatu semua tidak lepas 53:07 daripada izin Allah. 53:10 Baik ketika Zionis melakukan pembantaian 53:13 terhadap saudara kita di Gaza. 53:15 Tanpa izin Allah tidak mungkin terjadi. 53:17 Tapi bukan Allah yang apa? Yang 53:19 menentukan, bukan. Yang menggiring. 53:21 Bukan. Tapi terjadinya ini pertama. 53:24 Para syuhada di Gaza mendapatkan 53:26 kemuliaan dari Allah. 53:28 Dan sebab kejadian ini menyingkap 53:30 pengkhianatan bangsa Arab atau para 53:32 pemimpin bangsa Arab secara umum. Saudi 53:34 Arabia, Emirat Arab, Mesir, ya. 53:37 Terbongkar kebobrokan mereka. Dan 53:40 terlihat coba 53:41 bagaimana sebagian saudara kita seperti 53:43 Yaman tampil ke depan untuk membela 53:45 saudara mereka yang jauh tidak 53:47 bersebelahan. 53:49 Membuat bahkan bukan hanya Israel, 53:51 Amerika pun tidak berdaya berhadapan 53:54 dengan Yaman negara kecil yang miskin, 53:56 yang melarat dan tertinggal. 53:58 Kapal induknya lari tunggang langgang. 54:00 Betul enggak? 54:02 Terjadi atas izin Allah. Artinya yang 54:04 dilakukan saudara kita di Yaman tanpa 54:05 pertolongan Allah mustahil akan membuat 54:07 Amerika apa? 54:09 Porak-poranda. Betul enggak? 54:11 Begitu juga yang terjadi di Gaza, ya, 54:13 juga atas izin Allah. Tapi jangan 54:15 beranggapan yang mengenai saudara kita 54:17 di Gaza merupakan apa? Penderitaan. 54:18 Tidak, ini membawa kemuliaan buat 54:20 mereka. 54:22 Allah menjadikan mereka para syuhada. 54:24 Mereka cepat meninggalkan dunia yang 54:25 penuh dengan cobaan, dibukakan pintu 54:28 surga seluas-luasnya apa bukan merupakan 54:29 kebahagiaan? 54:31 Jadi Israel merajalela 54:33 ya, dan kelihatan mereka bersikap 54:35 sombong, mereka melakukan semua ini 54:38 bukan berarti mereka mengalahkan Allah. 54:40 Terjadi atas izin Allah dan apa yang 54:43 terjadi di tengah-tengah kaum muslimin 54:46 dari kerusakan akibat dari mereka 54:48 melupakan Allah subhanahu wa taala. 54:50 Akhirnya Allah 54:52 membiarkan Zionis untuk melakukan 54:54 kejahatan mereka sebagai peringatan 54:56 kembali pada Allah, bersatu di jalan 54:58 Allah, Allah akan menangkan kalian. 55:00 Karena Allah berfirman in tansurullah 55:01 yansurkum. Kalau kalian berjuang untuk 55:04 membela Allah, maksudnya berjuang di 55:05 jalan Allah, Allah akan menangkan 55:06 kalian. 55:07 Tapi ternyata negara-negara Arab yang 55:09 malah mendukung Zionis untuk melucuti 55:11 senjata Hizbullah, senjata saudara kita 55:13 di Gaza. 55:16 Dengan alasan bahwa merekalah yang 55:17 membawa petaka, yang menimbulkan 55:19 kerusakan di Timur Tengah. 55:21 Karena memang raja-raja tersebut ingin 55:24 hidup senang, duduk bersama Zionis, 55:26 bahkan salah satu ulama mereka namanya 55:28 Syekh Falah mereka mengatakan bahwa 55:31 tidak akan datang kiamat sebelum tiga 55:33 pemeluk agama bersatu, Islam, Yahudi dan 55:36 Nasrani untuk menghadapi musuh bersama. 55:38 Siapa musuh bersama? Iran. 55:42 Mereka bawa hadis palsu yang tidak ada 55:44 dasarnya hanya untuk membenarkan 55:46 perbuatan mereka. 55:48 Jadi, kalau kita perhatikan sama-sama 55:50 semua kejadian di langit, di bumi ini 55:53 atas izin Allah. Cuma ingat, ada hukum 55:56 dan aturan yang jelas. Kebaikan yang 55:58 menimpa kamu dari Allah. 56:02 Keburukan yang menimpa kamu disebabkan 56:04 karena ulah Inafsihi. 56:06 Di sini tidak keluar dari keadilan 56:08 Allah, bahkan dengan rahmatnya kebaikan 56:10 kita sedikit dibalas dengan balasan yang 56:12 berlipat-lipat ganda. Petani kalau nanam 56:15 padi 56:17 pekerjaan mereka dibanding apa yang 56:18 Allah lakukan, mana yang lebih besar? 56:21 Petani membajak kemudian memberikan air, 56:24 setelah itu diberikan pupuk, kemudian 56:26 mereka tanam. 56:27 Tapi, pertumbuhan pohon tersebut siapa 56:29 yang menumbuhkan? 56:31 Allah. Allah. Yang dilakukan petani 56:33 enggak ada apa-apanya dibanding dengan 56:35 apa yang Allah lakukan. 56:36 Iya, iya. Artinya, kebaikan semua dari 56:37 Allah. Iya. Tapi, keburukan Inafsihi. 56:41 kembali kepada perbuatan kita. Kita 56:42 merokok, kena paru-paru, kena kanker. 56:45 Itu akibat ulah perbuatan kita. Itu pun 56:47 tidak langsung dikenakan. Tapi, setelah 56:49 sekian lama tidak bertobat 56:51 kena penyakit macam-macam. Betul enggak? 56:54 Betul. 56:55 Jadi, mudah-mudahan Allah subhanahu wa 56:56 taala ampuni dosa kita semua 56:58 Ya Rabb. dan Allah selalu mengingatkan 57:00 kita untuk menyampaikan, melaksanakan 57:02 amanat Allah di atas pundak kita. 57:03 Mudah-mudahan kita meninggalkan dunia, 57:05 kita telah menjalankan amanat Allah. 57:07 Kita mohon kekurangannya, ampunan atas 57:09 kekurangannya, kelalaian kita semua, dan 57:12 mudah-mudahan Radio Silaturahmi 57:15 yang mengajak umat untuk bersatu di 57:17 jalannya, kembali pada Allah, setia 57:19 hingga akhir dari kehidupan dunia ini 57:22 bersama-sama ikhwan kita yang berjuang, 57:24 berjuang untuk mengajak manusia kembali 57:26 kepada Allah, bertobat dari kesalahannya 57:29 dan mudah-mudahan demonstrasi yang 57:31 sedang berlangsung ini 57:33 Allah giring ke arah yang benar sesuai 57:36 dengan aturan Allah yang tidak merusak 57:38 tapi mengingatkan mereka-mereka yang 57:40 berkhianat terhadap amanat yang berada 57:43 di pundak mereka untuk sadar kembali 57:45 sebelum hukuman Allah datang kepada 57:47 mereka semuanya. Subhanakallahumma 57:49 wabihamdika asyhadu an la ilaha illa 57:51 anta astagfiruka wa atubu ilaik wal afu 57:54 minkum wassalamualaikum warahmatullahi 57:56 wabarakatuh. 57:57 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:58 wabarakatuh. Jazakumullah khairan Ustaz 58:00 atas nasehatnya. Makasih khon khot yang 58:02 sudah menyimak sejauh ini. Khon khot 58:04 al-faqir Rizal Alkaff beserta seluruh 58:06 kru yang bertugas mohon undur diri. 58:08 Wassalamualaikum warahmatullahi 58:10 wabarakatuh. 58:10 Waalaikumsalam warahmatullahi 58:12 wabarakatuh.