Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 [musik] Brail TV 0:15 ee sebulan yang lalu gitu ya. Dan dan 0:19 saat ini kita menuju akhir tahun ee 0:22 banyak pembelajaran yang bisa kita 0:24 dapatkan dan kita ingin mengangkat tema 0:27 ee ee pada malam hari ini adalah terkait 0:31 dengan revolusi mental yang 0:33 selama dua periode selama 10 tahun ee 0:35 kepimpinan Pak Jokowi mengangkat tema 0:38 terkait dengan butuhnya bangsa ini ee 0:41 untuk revolusi mental di mana ee di 0:45 keinginan dan visi di kepimpinan beliau 0:47 beliau ingin adanya perubahan ee pada 0:50 mental dan kepribadian bangsa Indonesia 0:53 menjadi lebih baik. Tapi apakah ee ee di 0:57 tahun 2024 ini kita melihat sudahkah 10 1:00 tahun kepemimpinan Pak Jokowi kemarin 1:02 memang berhasil ee mengubah revolusi 1:05 mental, melakukan revolusi mental ee 1:08 terhadap ee mental dan kepribadian dan 1:11 karakter dari bangsa ini menjadi lebih 1:13 baik atau malah menjadi lebih buruk dari 1:16 berbagai sisi. Ya, untuk itu, pada malam 1:18 ini kita ingin mendiskusikannya 1:21 ya terkait dengan tema ini. Ee 1:23 alhamdulillah sudah hadir bersama kita 1:26 di sini Bung Roki Grung. 1:28 Selamat malam. 1:29 Kabar. Asalamualaikum. 1:29 Asalamualaikum warahmatullahi 1:30 wabarakatuh. Salam revolusi mental 1:32 walaupun sedang mental. [tertawa] 1:34 Kameranya masih off tuh, Prof. 1:37 Oh, iilah ini revolusi kamera nih yang 1:40 perlu. 1:40 Revolusi kamera. Ah. 1:43 Nah, kayaknya malam ini panggungnya akan 1:46 kita spesial ni. panggung Muroki. 1:48 [tertawa] 1:50 Ah, kenapa harus 1:52 enggak Marin video satu lagi Pak Ferus 1:56 ya, Ustaz Ferus nanti mudah-mudahan bisa 1:58 segera menyusul untuk narasumber. 1:59 Oke. 2:00 Baik, sebelum kita mulai acara kita pada 2:04 malam hari ini terkait pengin refleksi 2:06 revolusi mental selama ee 10 tahun 2:09 keperminan Pak Jokowi yang sudah 2:11 berakhir 2024 ini, apakah memang sudah 2:13 berhasil atau belum? Ee untuk itu kita 2:17 segera menyaksikannya. Sebelum kita 2:19 mulai ee kami mengucapkan terima kasih 2:21 yang sebesar-besarnya kepada seluruh 2:23 pemirsa setia Industal Stok baik di 2:25 dalam negeri maupun luar negeri. Ee dan 2:27 juga kepada ee seluruh pemirsa dan 2:31 wartawan dan media yang juga turut 2:33 meliput ee dan memberitakan acara kita 2:36 ini. Acara kita ini disiarkan secara 2:39 langsung setiap minggunya di pada pukul 2:42 20 dan bisa disaksikan melalui channel 2:45 YouTube eh dan juga Facebook e Mardani 2:48 Lisera PKS TV dan juga Rasil TV dan di 2:51 bisa didengar juga melalui channel Radio 2:53 Rasil ee di sekitar Jaboletabek dan 2:57 disiarkan juga di beberapa jaringan 2:59 radio Rasel di beberapa kota di seluruh 3:01 Indonesia. Baik, sahabat-sahabat 3:03 sekalian, kita saksikan dulu untuk 3:05 pengantar awal. Eh, Pak Marani Lisera 3:07 titip salam karena beliau lagi di dari 3:09 perjalanan ee ke luar negeri. Ee tugas 3:13 beliau sebagai DPR. Ee kita saksikan 3:16 dulu video beliau. Beliau titip video 3:18 seperti biasa kalau beliau lagi 3:20 berhalangan untuk hadir ya. Sebentar. 3:40 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah. 3:42 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad. 3:44 Amma ba'd. Selamat malam dan salam 3:46 sejahtera untuk kita semua. Bahagia 3:49 sekali Nusar Stalk malam ini bicara 3:51 tentang refleksi akhir tahun tapi bahas 3:54 tentang karakter bangsa. 3:57 judi online, 3:59 ee pinjaman online, 4:02 kemudian ee 4:05 masalah ee polisi nembak polisi, 4:09 masalah banyak yang bunuh diri 4:13 ee belum lagi urusan narkoba. Ini jadi 4:16 catatan besar bagi bangsa kita. 4:22 Bagaimana bisa jadi bangsa maju kalau 4:26 karakter 4:27 kepribadian dari warga punya catatan, 4:32 tema menarik tapi 4:34 dalam 4:36 tajam dan kadang-kadang bersembunyi 4:40 di balik segala jargon. Alhamdulillah 4:42 malam ini kita punya 4:44 tamu-tamu keren yang akan bantu untuk 4:48 ngisi 4:50 dan menghiasi Indusel Sok malam ini. 4:59 Oke, 5:08 entar ada dua beberapa video beliau 5:10 titipak 5:20 ya. 5:25 Salah satu yang sedang kami dalami 5:28 pendidikan berbasis fitrah. Karakter itu 5:33 seperti ee batang 5:37 ee dari pohon yang kokoh. 5:40 Nanti kalau 5:42 batangnya kokoh maka 5:45 tsabitun waara fisama. Kalau kata Quran, 5:49 akarnya dalam dan batangnya kokoh, nanti 5:53 akan menjadi kontributor peradaban. 5:57 Tetapi 5:59 karakter itu asalnya ada dari bibitnya, 6:04 dari benihnya. 6:07 Itulah fitrah. Itulah 6:11 yang Allah sudah berikan. 6:13 maulin yuladu alal fitrahidaniumisani 6:20 setiap anak yang lahir dalam keadaan 6:22 fitrah. Ibu bapaknya yang menjadikan 6:25 Yahudi, Nasrani atau Majusi tidak 6:28 disebut Islam karena dari awalnya sudah 6:32 Islam, dari awalnya sudah punya fitrah 6:37 dan tidak bisa membangun karakter. 6:40 Kalau bibitnya sakit, maka karakternya 6:43 sakit. 6:44 Kalau fitrahnya 6:46 e lemah, maka karakternya lemah. Karena 6:49 itu wajib kita perhatikan pendidikan 6:53 berbasis fitrah. 7:16 Dalam Al-Qur'an salah satu fitrah yang 7:19 kuat adalah fitrah spiritualitas. 7:22 Ketika Allah mengingatkan, 7:25 "Alastu birabbikum qulu bala syahidna." 7:29 Apakah aku Tuhanmu? Benar. Ya Allah, 7:32 kami menyaksikan. Barusan kami 7:34 berbincang dengan adat konjen ee 7:39 Indonesia di Istanbul, Pak Dar. Beliau 7:43 dulu e lama di Hafana Kuba, negara 7:47 ateis. Tapi kata keluarganya kalau 7:50 kejadiannya ada badai, ada ee bencana, 7:56 maka yang dicari aduh ya ya Tuhan tolong 8:00 kami. Ya Tuhan tolong kami. Dalam diri 8:02 manusia sudah Allah install 8:05 spiritualitas itu yang harus dijaga. 8:07 Bukan cuma itu, nalar, berpikir dan 8:10 berpengetahuan juga sudah Allah install. 8:13 Makanya bayi, anak kecil pasti punya 8:16 petualangan. Ingin tahu curiosity-nya 8:19 tinggi. Ada estetika, 8:22 malu kalau telanjang, malu kalau 8:25 kelihatan auratnya, malu kalau berbuat 8:29 buruk. Nah, baik buruknya dijaga. Tapi 8:32 bukan cuma itu, ada juga fitrah 8:37 ee 8:39 individualitas dan sosialitas. Anak umur 8:42 0 sampai 2 tahun pasti 8:46 egois. Enggak kenapa. Tapi 3 4 tahun 8:49 mulai bisa diajarkan sampai akhirnya 8:52 sosialitasnya menguat. 8:54 Individualitas juga tetap harus ada. 9:23 Selain itu ada juga fitrah yang 9:26 berkaitan dengan estetika. ee bahasa 9:30 kemampuan berbahasa ini luar biasa 9:32 setiap anak, setiap kita dan tapi dia 9:34 perlu logika yang tumbuh berkembang ya. 9:39 Nanti ee di banyak kajian Pak almarhum 9:44 Haris Santosa sudah memetakkan juga 9:48 fitrah bakat ya. Tiap orang bakatnya 9:51 beda-beda ya. Dan nanti fitrah 9:53 seksualitas lelaki dan perempuan 9:55 berbeda. Nah, karena itu 10:00 karakter bangsa kita akan menguat kalau 10:03 fitrahnya diperkuat. Tanpa memperkuat 10:06 fitrah maka yang terjadi akan tumbuh 10:10 bangsa yang lemah karena karakternya 10:12 lemah. Oleh karena itu pendidikan kita 10:15 harus betul-betul 10:20 dan fitrah pendidikan khusus fitrah 10:23 salah satu yang wajib kita mulai 10:26 sosialisasikan. 10:45 terakhir tentu bukan cuma fitrah yang 10:49 ada Allah juga menurunkan Al-Qur'an 10:54 hudalinas wabinti minal furqan 10:58 yang memberi petunjuk yang menjaga nah 11:00 karena itu perlu 11:03 sesudah fitrah dijaga pasti Pastikan fit 11:07 in sesuai dan ikut kepada apa yang 11:10 Al-Qur'an katakan. 11:13 Leaders dan calon leaders. Makanya di 11:16 Mardana Leadership School kita punya 11:18 tiga metode. 11:20 Ada tarbiah, menjaga fitrah, tumbuh 11:22 berkembang. Tapi ada takdib ya mendidik 11:27 dan mengajarkan adab-adab dan adab. Tapi 11:31 ada taklim, pengetahuan juga 11:33 intelektualitas menjadi. Karena itu 11:35 pilar pertama muslim berkonsep. Nah, 11:37 karena itu 11:40 karakter bangsa ini tidak dimulai sejak 11:43 ee di luar rumah, tapi di dalam rumah. 11:45 Bahkan bukan cuma di dunia, di alam 11:48 dunia, tapi di alam rahim pun sudah 11:51 mulai dididik. Karena itu ibu-ibu yang 11:54 sedang hamil wajib mendapatkan 11:57 pendidikan parenting yang baik. wajib 11:59 mendapatkan pembekalan 12:02 di banyak cerita dibacakan surat Nabi 12:04 Yusuf katanya surat Yusuf. Tapi bukan 12:06 cuma itu, ada yang ee ee aktivitas 12:11 matematika ibunya diajarkan ee main 12:15 catur katanya atau yang berlogika 12:18 sehingga anak-anaknya ikut. Nah, kita 12:20 perlu betul-betul memperkuat karakter 12:24 dari akalnya. 12:29 Baik. Ee demikian video dari Pak Marani 12:33 pengantar. Beliau menitip salam dan 12:34 menitip videonya karena sedang tidak 12:36 bisa bergabung langsung. Mudah-mudahan 12:38 bisa memberikan pandangan dan pengantar 12:40 bagi diskusi kita yang sekarang nih akan 12:43 kayaknya kita diskusi. Saya puas-puasnya 12:46 dengan Bung Roki nih. [tertawa] 12:48 Baik. Oke, 12:49 kita melihat Bung Roki ee ee selama ee 12:53 dua periode kepimpinan Pak Jokowi yang 12:55 mengusung ee jargon revolusi mental. 12:58 Benarkah ada perbaikan mental bagi 13:01 bangsa kita di setelah ditinggal oleh 13:04 Pak Jokowi di tahun 2024 ini 13:07 ya jargon dan fitrah itu jarak yang 13:09 mesti kita evaluasi malam ini. Pak 13:12 Jokowi meninggalkan jargon. 13:16 Ustaz Mardani bahas itu apakah itu 13:19 fitrah dari seorang pemimpin sekedar 13:21 meninggalkan jargon atau bahkan mungkin 13:24 beliau tidak paham apa yang dia 13:26 tinggalkan itu menjadi persoalan hari 13:27 ini. Jadi kalau kita sebut revolusi 13:30 mental dari awal kita curiga kenapa 13:33 pakai kata revolusi itu revolusi artinya 13:37 perubahan kualitatif berubah secara 13:39 kimia. itu semua komponen dilepas dan ee 13:44 kita bentuk molekul baru. Itu namanya 13:46 revolusi mental. Tapi sampai sekarang 13:49 revolusi mental itu yang intinya di awal 13:53 adalah supaya tidak korupsi, supaya 13:54 patuh pada hukum, supaya memanfaatkan 13:57 [berdehem] dalil-dalil ilmu pengetahuan, 14:00 supaya taat pada perintah ee religius 14:04 itu kalau kita el sekarang coba kita 14:07 lihat misalnya patuh pada hukum. Oke. 14:10 Jadi, Pak Jokowi ingin ada revolusi 14:12 mental dan karena itu dia harus patuh 14:14 pada hukum. Oleh karena itu dia sudah 14:17 membatalkan ide dia untuk tiga periode. 14:20 Oleh karena itu dia sudah membatalkan 14:22 keinginan dia untuk memperpanjang jabat 14:23 masuk jabatan. Bahkan sebelum dia ee 14:27 lengser, dia beri pesan pada bangsa ini 14:29 bahwa tolong Gibran itu jangan di 14:31 dianggap sebagai ee wakil presiden ya. 14:34 karena dia itu memang diselendupkan oleh 14:37 kekuasaan di luar kemampuan saya gitu 14:39 kira-kira tuh. Itu betul semua itu. 14:42 Kecuali kita baca secara terbalik kan 14:44 itu masalahnya tuh. Jadi apakah pertanya 14:47 apakah fitrah Jokowi itu untuk 14:49 memuliakan demokrasi? Apakah fitrah 14:52 politik Pak Jokowi itu untuk 14:54 menghasilkan peradaban yang berbasis 14:56 pada konstitusi? Nah, jawabannya ada di 14:59 dinding sebelah kiri setiap kantor 15:01 pemerintah tuh. Nah, di situ yaitu 15:04 dinding foto di atas yang di samping Pak 15:05 Prabowo. 15:08 Iya, menarik. Eh, terutama kalau kita 15:11 berbicara mental kepemimpinan ya eh 15:14 Moroki ya ee di banyak eh diskusi ee 15:19 salah satu cara karakter pemimpin yang 15:21 baik ini adalah ketika dia sudah selesai 15:24 dengan dirinya, keluarganya, sudah tidak 15:27 ada ee keakuannya yang timbul ketika dia 15:30 menjadi sosok pemimpin itu gitu ya. dia 15:32 tidak lagi berbicara dirinya, tapi dia 15:35 perwujudan representasi dari kemauan, 15:39 dari keinginan, harapan, dan kebutuhan 15:42 dari ee ee bangsanya, rakyatnya, ee 15:46 anggota yang dipimpinnya gitu ya. Nah, 15:48 ee sekarang justru banyak sekali di 15:52 Indonesia kepemimpinan ini diisi oleh ee 15:56 keluarga, anak, istri, 15:59 teman-teman se permainan dan segala 16:01 macam ya. sehingga ee sehingga kita 16:04 melihat kok ee apa memang ada harapan 16:08 ini bahwa pospos kepemimpinan ini akan 16:11 diisi orang-orang yang yang memang 16:13 memiliki kompetensi walaupun mungkin dia 16:15 tidak punya ikatan-ikatan akses jaringan 16:19 keluarga, kepentingan dan lain-lain. 16:21 Bagaimana muraknya lihat? 16:23 Bagus tadi oleh Ustaz Mardani bahwa 16:27 fakultas pertama yang membentuk fitrah 16:30 adalah rahim ibu itu jadi alam rahim itu 16:34 ada tempat pertama kesucian itu 16:36 menghasilkan basis untuk kehidupan kan 16:40 hanya dalam kesucian maka ada harapan 16:42 untuk kehidupan kalau tidak ada janji 16:44 kesucian ya orang merasa ngapain gue 16:46 hidup kira-kira begitu kan kalau tidak 16:48 ada janji kesucian juga orang merasa 16:49 ngapain gue mati gitu jadi absurditas 16:52 atau nihilisme itu dimulai dari 16:55 pertanyaan paling dasar. Fitrah kita itu 16:58 apa? Itu ya membuat kebaikan supaya 17:00 bertahan hidup. Kalau membuat keburukan 17:02 artinya belum omnium kontra omnes maka 17:05 terjadi saling bunuh-membunuh. Kan itu 17:07 dasarnya kan? Jadi kenapa seseorang 17:10 dilahirkan? Ya supaya memelihara 17:12 kehidupan bukan untuk menghentikan 17:13 kehidupan tuh. Nah, kita mulai melihat 17:16 bahwa di era 10 tahun ini kehidupan itu 17:19 dalam semua dimensi kehidupan ekonomi, 17:22 kehidupan politik, kehidupan 17:24 kewarganegaraan itu jatuh semua tuh. 17:27 Apakah ini sekedar pendapat dari 17:30 orang-orang kritis seperti saya atau 17:32 teman-teman saya? Bukan. Itu pendapat 17:34 dari Bank Dunia. Itu pendapat dari 17:36 pemeringkat korupsi yang mengatakan 17:39 bahwa di Indonesia itu ee indeksnya 17:42 tinggal 36. Artinya dari 100 orang 17:44 Indonesia tinggal 36 yang jujur. Jadi 17:47 sebetulnya kalau kita tanya kenapa 17:48 terjadi begitu, bukankah Pak Jokowi 17:50 ingin supaya indeks itu 60? Oh, itu 17:53 kesalahan yang dibuat oleh Presiden 17:55 Soeharto, itu kesalahan yang dibuat oleh 17:57 SBY, itu kesalahan yang dibuat oleh 17:58 Megawati, itu, itu kesalahan yang dibuat 18:00 oleh Prabowo. Loh, mereka itu bukan 18:03 pemerintah Jokowi kan. MestiNya kita 18:06 mendengar keterangan dari Pak Jokowi, 18:08 oke saya bersalah karena indeks yang 18:10 seharusnya 60 justru turun. Apa 18:12 penyebabnya? Ya orang cari kenapa 18:14 Presiden Jokowi gagal ee menghasilkan 18:17 itu. Tetapi nanti bererbasnya bilang itu 18:20 kan pendapat kalian loh. Ini pendapat 18:22 internasional. Baca di media-media 18:25 internasional yang sangat sangat 18:27 objektif. Jadi justru kefitrahan itu 18:30 dibatalkan oleh statistik yang disogok 18:33 oleh pemerintahan Jokowi supaya dia 18:35 dipoles berfitrah adil, berfitrah 18:39 demokratis, berfitrah citizen. Nah, 18:42 semua fitrah itu dibungkus oleh yang 18:45 kita sebut pemalsuan fitrah itu. Jadi, 18:48 betul tadi kalau ee mau dikatakan bahwa 18:52 kefitrahan itu berasal dari kesucian 18:55 rahim. Begitu dia lahir, dia pindah ke 18:57 rahim politik yang isinya segala macam 19:00 tipe musliah tuh. Nah, selama 10 tahun 19:02 ini rahim fitrah itu 19:05 ee ee berhenti memproduksi kebaikan 19:08 karena pindah ke rahim politik yaitu 19:11 rahim laki-laki yang namanya Muliono. 19:14 Itu jalan pikirannya. 19:18 Baik. Menarik ketika kita berbicara 19:20 mental ini bermula dari kefitrahan ya, 19:23 Prof. Nah. 19:25 ee salah satu yang seringjadikan kajian 19:28 juga terkait karakter dan mental ee 19:30 beberapa pribadi dari bangsa-bangsa yang 19:33 ada di dunia ya. 19:34 Yes. 19:35 Nah, salah satu yang sering dijadikan 19:37 percontohan itu misalnya orang Jepang, 19:39 Prof. Ya, bagaimana mereka tuh orangnya 19:41 disiplin ya, kerjanya sangat ee kerja 19:45 keras, kompeten ee kerja tuntas sampai 19:48 akhir gitu ya. hasil pekerjanya juga 19:50 bagus gitu. Sampai kepemimpinnya juga 19:53 tahu malu kalau kalau kesalahan 19:56 mengundurkan diri gitu ya. Budaya-budaya 19:59 seperti itu ee memang budaya-budaya 20:02 unggul, rendah hati, kerja keras, 20:04 kejujuran, kedisiplinan itu sangat 20:07 tentara di bangsa Jepang gitu. Nah, 20:10 kalau kita lihat di bangsa kita malah 20:12 kalau kita lihat banyak di sosial media 20:14 yang sering muncul tuh ee mungkin 20:18 contoh-contoh yang kurang baik gitu ya. 20:19 Bagaimana kita lalu lintas di jalan 20:21 tidak disiplin, kita kotor ya. Kalau di 20:24 Jepang itu sangat disiplin untuk 20:26 masukkan sampah sampai budaya kerja kita 20:29 juga budaya kerja yang kurang 20:32 profesional dan kurang berkualitas. Nah, 20:34 bagaimana ee kenapa bisa terjadi seperti 20:37 ini di bangsa kita? Mungkin dari segi 20:39 sejarahnya apakah ada hubungan kita 20:40 pernah jadi bangsa terjajah Prof atau 20:42 bagaimana? 20:43 Iya Jepang itu punya mental busido itu 20:46 artinya bertanggung jawab terhadap apa 20:47 yang Anda lakukan itu. Kalau kesalahan 20:50 Anda sangat besar itu anda bunuh diri. 20:52 itu namanya ee semacam ee etos yang 20:57 disebut sebagai busido itu. Karena itu 21:00 selalu ada penghormatan terhadap mereka 21:02 yang mampu mempertahankan etos itu. Di 21:05 Jepang itu kalau e kalau kita di di to 21:09 di Tokyo ya, kota besar, kota-kota 21:12 sekitar Yokohama misalnya itu kan tetap 21:15 kita akan lihat anak sekolah itu nungguh 21:18 di lampu merah tuh. Bahkan ee mereka 21:21 tahu bahwa mereka berhak untuk nyebrang. 21:24 Pada pada saat yang sama 21:26 pengendara mobil tahu bahwa akan ada 21:28 yang menyeberang gitu. Jadi tidak ada 21:30 klakson mengklakson. Karena itu misalnya 21:32 di di Jepang itu under deal yang yang 21:36 enggak pernah diganti di sebuah mobil 21:38 itu adalah klakson karena enggak pernah 21:40 dipakai tuh. Nah, di kita yang paling 21:43 sering di yang kita dengar adalah 21:44 klakson tetot tetot segala macam tuh. 21:47 Bahkan dikasih sinyal untuk retreat, 21:50 untuk air itu mundur itu lampu belakang 21:53 sudah nyala tetap aja e nyelondong masuk 21:55 ke situ. Kan sebetulnya ini adalah 21:59 refleksi dari keinginan untuk cepat 22:01 mencapai tujuan dengan melanggar etos. 22:04 Kan itu dasarnya kan dia ingin cepat 22:06 tiba di 200 m di depan kita padahal di 22:09 situ ada lampu merah dan tidak memberi 22:11 kesempatan pada orang yang minta izin 22:13 kasih sinyal itu lampu kuning atau lampu 22:16 lampu putih ke belakang kita saya mau 22:17 mundur ya kan itu dasarnya ituh. Nah, 22:20 kalau kita bandingkan misalnya apa yang 22:22 terjadi? yang terjadi adalah motif 22:24 pertama-tama motif untuk memamerkan 22:28 kekuasaan di jalan raya, motif untuk 22:30 memamerkan kekuasaan di parlemen, motif 22:32 untuk memamerkan kekuasaan di kabinet 22:34 kan itu semua yang yang ada hari-hari 22:36 ini kan. Jadi kita tidak lihat semacam e 22:40 upaya dari Presiden Jokowi selama 10 22:42 tahun untuk memberantas motif-motif 22:45 buruk itu kan. Jadi kalau dikatakan 22:47 rakyat memang e cerminan dari 22:49 pemimpinnya atau sebaliknya pemimpin 22:51 adalah cerminan dari rakyatnya. Menurut 22:53 rakyat kita itu dari awal mampu untuk 22:57 mensosialisasikan nilai. Karena itu 23:00 negeri ini disebut di awal sebagai 23:03 negeri yang ee penuh pengalaman etis. 23:07 Karena pernah dijajah maka dia tahu apa 23:09 artinya kekerasan. Pernah dihisab 23:11 eksploitasi ekonominya maka dia tahu apa 23:14 itu artinya penyogokan. Tu. Nah, justru 23:16 karena pengetahuan itu yang terjadi 23:17 adalah di dilembagakannya kembali 23:20 lembaga lembaga kita mengulangi 23:21 sebetulnya periode panjang dalam sejarah 23:23 kita yang kita sebut sebagai 23:26 eksploitasi. Jadi kita belajar untuk 23:29 mengeksploitasi 23:31 hal yang justru kita tolak di awal 23:33 kemerdekaan. Kita belajar untuk menjadi 23:35 fasis. Hal yang kita tolak justru di 23:38 antara periode 42 sampai 45 ketika 3 23:40 tahun Indonesia itu dijajah oleh Jepang 23:42 dan itu adalah fasisme itu kekerasan ada 23:44 di jalan-jalan. Jadi kita tidak belajar 23:47 sebetulnya. Nah, kalau kita mau tagi apa 23:49 penyebabnya? Ya kepemimpinan dengan 23:51 sendirinya kan. Jadi leadership itu 23:53 selama 10 tahun itu menghasilkan 23:55 keburukan dan itu yang sampai sekarang 23:57 membekas dan bekas-bekas itu yang kita 23:59 lihat di ee akhir-akhir ini bagaimana 24:04 ee ee calon pemimpin itu tidak mampu 24:07 untuk mendefinisikan hal yang paling 24:09 simpel yaitu apa sebetulnya yang disebut 24:11 leadership itu leadership artinya 24:14 keinginan untuk menuntun orang lain. Itu 24:16 maksudnya leadership karena dia disebut 24:18 leader ada di depan untuk menuntun orang 24:20 lain. bukan menghalangi orang lain. 24:22 Justru kan yang terjadi dalam politik 24:24 halang menghalangi padahal mereka yang 24:26 menyebut dirinya leader gitu. Itu 24:28 soalnya ee Profesor Khaldi 24:31 Panjaitan. 24:33 Saya semakin semangat kalau diskusi 24:34 berdua gini. 24:36 Oke. [tertawa] 24:37 Ini Prof. Ee dan ada satu contoh kita 24:40 bahwa saya ingin ee menimbulkan masih 24:42 ada harapan ya e untuk memperbaiki 24:44 bangsa kita. Walaupun ini contohnya 24:46 terlalu ideal. sosok Nabi Muhammad yang 24:49 bisa mengubah 24:50 masyarakat jahiliah itu ya e di 24:52 peradaban ketika itu di bangsa Arab yang 24:55 penuh dengan jahiliah lah ya kurang 24:57 lebih sama mungkin beberapa kondisi di 24:59 kita saat ini tapi dengan usaha yang 25:02 tidak pernah terlalu menyerah dalam 25:05 tempo 25:07 ee dan diteruskan oleh para sahabatnya 25:10 gitu ya dan pemimpin-pemimpin setelahnya 25:13 berhasil mengubah bangsa bodoh jahiliah 25:17 dan penuh kerusakan menjadi bangsa yang 25:20 bisa menjadi memimpin peradaban dunia 25:22 ratusan tahun setelahnya gitu ya. Nah, 25:25 bagaimana ee mungkin sedikit kita 25:27 melihat mungkin Murokim ngelihat kalau 25:29 pernah sejarah ya pasti pernahlah Murqib 25:32 sejarah Nabi Muhammad melakukan 25:34 perubahan mental yang luar biasa di 25:36 Jazirah Arab itu sehingga berhasil. Apa 25:38 yang bisa pelajaran yang bisa kita petik 25:40 dari usaha beliau? 25:42 Tentu Nabi melihat ada counter moral di 25:45 situ kan. Jadi, pertama-tama perubahan 25:47 dimulai dengan mendefinisikan bahwa ada 25:50 kontras moral tuh. Dari mana Nabi 25:52 mengerti itu? Tentu ada yang disebut 25:55 insting untuk melihat bahwa itu kok 25:57 enggak adil ya. Tetapi Nabi Muhammad 26:00 berupaya untuk menuntun bangsa itu yang 26:02 ada dalam kegelapan bukan sekedar dengan 26:05 semacam nasihat moral, tapi dia kasih 26:07 rasionalitas terhadap nasihat moral itu. 26:10 Itu yang kita sebut sebagai asbabun 26:12 nusul kan. asal usul dari pengetahuan 26:14 moral itu ini loh ada peristiwa lalu 26:17 diambil saripatinya tuh jadi Nabi 26:19 Muhammad mengevaluasi kehidupan lalu 26:22 merumuskannya itu di dalam bentuk 26:25 perintah moral. Perintah moral kemudian 26:27 dicarikan 26:29 rasionalitasnya, reeninya sehingga masuk 26:31 akal. Perintah moral boleh, baik, tapi 26:33 kalau enggak masuk akal orang enggak 26:34 akan ikuti. Kan? Jadi Nabi memanfaatkan 26:37 dua kapasitas itu. Ada imper ada moral 26:40 imperatif ada logical legitimation di 26:43 situ tuh. Itu pentingnya kita mengerti 26:46 bahwa semua seluruh ajaran sosial dari 26:49 Nabi Muhammad berbasis pada 26:51 rasionalitas. Tu karena itu ayat pertama 26:54 adalah baca, baca, baca, tafsirkan, 26:56 tafsirkan, tafsirkan. Iqra, iqra, iqra. 26:59 Kan itu dasarnya tuh. Jadi sebetulnya 27:02 kita mampu untuk membaca Quran dengan 27:04 kemampuan akademis kita. Nah, karena itu 27:07 selalu di diterangkan bahwa ee ayat ini 27:10 diturunkan untuk mereka yang berpikir. 27:13 Jadi, ada pengertian bahwa semua orang 27:15 mampu berpikir supaya ayat itu 27:18 dipikirkan. Itu maksudnya kan. Misalnya 27:21 ayat tentang amar makruf nahi mungkar. 27:23 Siapa yang mesti melakukan itu pertama? 27:24 Ya bukan rakyat, pemimpin yang musim 27:26 begitu. Karena yang potensi untuk tidak 27:29 menghasilkan amar dan dan ee 27:32 memperbanyak nahi mungkar adalah 27:34 pemimpin. Karena itu di dalam tafsir 27:37 mesti dikatakan bahwa ayat itu adalah 27:39 perintah terhadap pemimpin. Hei kau 27:41 pemimpin amar maf nahi mungkar dong. 27:43 Bukan pemimpin yang minta kita amar makf 27:45 nahi mungkar terbalik-balik kan. Nah itu 27:47 saya kira ee cara hermenutis untuk 27:50 membaca ee ayat-ayat dalam soal 27:53 leadership di dalam Quran. 27:56 Lanjut, Prof. Nah, kan yang awalnya ini 28:00 masyarakat jahiliah penuh kegelapan dan 28:02 kebodohan bisa diubah oleh Nabi menjadi 28:07 kalau dalam Al-Qur'an istilahnya khairu 28:08 ummah. Jadi umat terbaik yang digelar. 28:12 Nah, ciri-ciri umat terbaik di dalam 28:14 Al-Qur'an itu, Prof itu adalah mereka 28:16 beriman dan melakukan amar makruf nahi 28:18 mungkar. 28:19 Yes. 28:21 Nah, berarti bagaimana caranya dari 28:24 awalnya orang selalu melakukan kejihad, 28:26 kejahatan, kebodohan, kemaksiatan, 28:29 kezaliman di masyarakatnya diubah 28:32 menjadi masyarakat yang mereka melakukan 28:35 amar maruf nahi mungkar di komunitas 28:37 masyarakatnya. 28:38 Iya. Dia mengerti akhirnya bahwa amar 28:40 makruf nahi mungkar itu harus 28:42 dipraktikkan sebagai sindiran pada 28:45 pemimpin yang tidak amar makru nahi 28:46 mungkar. Kan itu dasarnya kan. Kenapa 28:49 itu kita anggap sebagai sindiran? Karena 28:51 setiap makhluk itu kendati dia hidup 28:53 dalam kegelapan di era itu. Tetapi 28:57 setiap makhluk potensial fitrahnya 28:59 sebagai ulul albab. Kira-kira begitu 29:01 dasarnya kan orang yang berpikir itu 29:04 karena itu kefitrahan manusia dibedakan 29:06 dengan kefitraan hewani yaitu kita 29:08 berpikir. Nah, itu yang saya sebut 29:10 selalu bahwa e ya semacam keinginan 29:14 untuk jadikan semua semua ee murid itu 29:18 di dalam kondisi tarbiahi gitu. Jadi 29:20 dalam kondisi berpikir, kondisi belajar, 29:23 kondisi untuk saling mendidik. Tuh. Nah, 29:25 itu sebetulnya etos pertama di dalam 29:28 kehidupan ketika kita berupaya untuk 29:30 membangun negeri, membangun bangsa, maka 29:32 pastikan bahwa bangunan yang kita bikin 29:35 itu adalah hasil kerja sama kotak-kotak 29:37 warga negara. Itu dasarnya. Sehingga ada 29:40 hak warga negara untuk mengevaluasi 29:43 hasil kerja itu. Lalu hasil kerja itu 29:45 dititipkan pada pemerintah untuk diurus 29:47 oleh pemerintah demi kepentingan warga 29:49 negara. Kan itu ee yang dilakukan oleh 29:52 Nabi Muhammad juga itu sebetulnya kan 29:54 mengucapkan sesuatu, melaksanakan 29:56 sesuatu, memperlihatkan hasil yang baik 29:58 itu sehingga pemimpin entah itu Umar 30:01 entah itu berikutnya itu tahu bahwa 30:04 suksesi di dalam kepemimpinan juga 30:06 suksesi di dalam ide itu kira-kira. 30:10 Oh, jangan berlebihan nanti saya jadi ee 30:12 ee penafsir muamalat 30:15 enggak ada. Kita lagi tafsir sosial nih, 30:17 Prof. Oke. [tertawa] 30:19 Nah, 30:19 iya karena refleksi akhir tahun bolehlah 30:21 kita masuk 30:22 refleksi akhir tahun. Nah, kemudian ee 30:25 kita lihat di kondisi kekinian nih, 30:27 kondisi Indonesia di mana kita tingkat 30:29 korupsi masyarakatnya termasuk yang 30:31 paling tinggi ya kalau dilihat dari 30:33 indeks korupsi negara-negara lain. Tapi 30:36 kemudian ee tingkat ee kompetensi, 30:40 tingkat produktivitas ee pengetahuan, 30:43 produktivitas ekonomi itu kita rendah 30:47 gitu ya. dibanding negara-negara lain, 30:50 Prof. yang mereka ya mohon maaf mungkin 30:52 mereka bukan negara muslim ya, tapi 30:54 mereka mengajarkan mengamalkan apa yang 30:57 diajarkan Nabi Muhammad walaupun mungkin 30:59 secara ideologi dan agama kepercayaan 31:01 mereka bukan muslim. Nah, ini kan suatu 31:05 hal yang sangat ee kontradiktif dan 31:08 sangat kita sedihkan ya, sedih 31:10 melihatnya di mana negara ee banyak 31:13 seperti di Indonesia banyak yang mengaku 31:15 ingin meladani Nabi dan para sahabat 31:18 yang di masyarakat kir ummah ketika itu. 31:20 Tapi ternyata kita tidak berhasil. 31:22 Kenapa negara-negara yang lain itu 31:24 berhasil dan kita tidak, Prof? 31:26 Karena ada etos yang bisa di deseminasi 31:29 itu kalau misalnya ya mungkin kita kita 31:33 baca Quran misalnya misalnya e cara kita 31:37 untuk mengevaluasi keadaan. Saya kasih 31:39 contoh misalnya ee telah kami 31:42 perlihatkan kerusakan di bumi, di darat 31:44 dan di laut dan tanda-tanda itu telah 31:47 kami hukumkan pada sebagian dari mereka 31:50 supaya yang lain tidak berbuat seperti 31:53 yang kami hukumkan. kan itu juga 31:55 memerlukan rasionalitas kan. Jadi ayat 31:58 itu 32:00 bisa kita tafsirkan bahwa hukuman sudah 32:03 diberi pada sebagian supaya yang lain 32:07 belajar dari hukuman itu. Kan itu 32:08 maksudnya kan. 32:09 Bayangkan misalnya kalau kalau ayat itu 32:12 ee Allah Subhanahu wa taala mengatakan 32:14 kami hukum semua. Yang enggak ada 32:16 gunanya belajar karena semua sudah 32:17 dihukum. Kan hukuman itu hanya pada 32:20 sebagian supaya yang lain memikirkan 32:22 kembali perilaku buruk mereka terhadap 32:24 lingkungan. Itu kan surat apa? Surat 32:26 Arrum ayat 41 kalau enggak salah tu. 32:29 I itu bisa dicek lagi. Jadi maksud saya 32:33 adalah pelajaran moral itu, pelajaran 32:36 mental itu bukan sekedar membaca 32:39 ayatnya, tetapi mengambil logika di 32:42 dalam ayat itu dan dikontekskan dengan 32:44 kebutuhan hari ini. Nah, tanpa membaca 32:47 Quran, negara-negara ee Skandinavia 32:51 sudah praktikkan itu. Walaupun itu ee 32:53 negara ateis, tetapi etikanya ada di 32:55 dia. Logikanya mereka paham itu. Nah, 32:57 itu yang disebut sebagai keuniversalan 33:00 dari semua kitab suci, dari semua ayat 33:02 suci itu bisa ditafsirkan gitu. Ee poin 33:05 saya. Betul, Prof. Ini ee kalau saya 33:07 lihat ya saya seorang muslim autokritik 33:10 yang saya lihat ya banyak kan banyak 33:13 sekarang diajarkan misalnya membaca 33:15 Al-Qur'an ya, membaca tilawah Arabnya 33:17 gitu. Tapi kan orang enggak tahu apa 33:19 arti walaupun dalam Islam membaca Quran 33:21 itu berpahala. Satu huruf tu dapat 33:23 pahala lah. Tapi itu kan itu hubungan 33:24 kita dengan Tuhan ya. Tapi sebenarnya 33:26 makna utama dari Quran itu kan nilai 33:28 utama itu maknanya kan. 33:31 Iya. 33:32 Sementara orang enggak ngerti apa yang 33:33 dibacanya sehingga itu tidak berbuah 33:35 menjadi khairu ummah ketika orang 33:37 membaca Quran yang banyak gitu. 33:39 Karena pedagogi akhirat diutamakan 33:41 daripada pedagogi sosial tuh. 33:43 Hm. 33:44 Keinginan untuk membaca tanpa paham 33:46 bagus tetapi motifnya ya udahlah 33:49 pokoknya cepat-cepat tiba di akhirat 33:50 gitu. Padahal perintah Quran itu selalu 33:53 di dalam aktivitas sosial manusia. Kan 33:56 tadi asal usul genealogi dari dari ee ee 34:00 ayat-ayat suci itu untuk membongkar 34:04 kembali ee masyarakat yang hidup dalam 34:06 kegelapan. Kan itu dasarnya itu kan 34:09 karena itu diberi pengetahuan dan 34:11 pengetahuan itu harus didiskusikan bukan 34:14 sekedar didoktrinkan. Itu maksudnya. 34:16 Nah, karena itu diskusi-diskusi yang di 34:19 di dalam semua ee ya semua agama 34:23 mestinya ada hak dari jemaah untuk 34:25 bertanya pada ustaz, bertanya pada 34:27 pendeta itu 34:29 misalnya oke ada khotbah Minggu atau 34:31 khotbah Jumat angkat tangan aja kan saya 34:33 tidak paham atau saya tidak setuju saya 34:34 mau bertanya tuh kan di situ juga 34:36 terjadi keadilan sosial kan saya kira 34:39 tradisi yang sama juga dilakukan oleh 34:41 Nabi terhadap ee sahabatnya dan bahkan 34:44 bertengkar di situ kan pertengkaran 34:47 antara nabi dan sahabatnya itu kita kita 34:49 baca di dalam ee ee banyak risalah 34:51 sebetulnya. Jadi kenapa bagian itu tidak 34:55 kita ambil bahwa apapun itu yang namanya 34:57 khotbah itu adalah pelajaran. Di dalam 34:59 pelajaran itu ada pengetahuan. Kalau 35:02 pengetahuan itu kita ambil tetapi 35:04 logikanya kita tinggalkan, kita sekedar 35:06 tahu, tapi kita tidak tahu hubungan 35:07 sebab akibatnya apa sehingga ayat itu 35:10 turun. Jadi itu sebetulnya yang e lebih 35:12 penting supaya ee kemampuan kita untuk 35:15 meningkatkan pengetahuan itu datang dari 35:18 keinginan kita untuk mempersoalkan semua 35:20 hal itu kira-kira. 35:23 Betul, Prof. Jadi ee saya waktu kuliah 35:26 dulu pernah dikasih buku eh bahkan apa 35:29 malaikat pun bertanya yang Jeffre Leng 35:32 eh 35:32 Jeffre Leng. 35:34 Heeh. Jadi malaikat aja ketika Tuhan 35:38 menciptakan Adam bertanya dan protes. Ya 35:40 Tuhan, "Ya Allah, kenapa kamu ciptakan 35:42 Adam?" gitu. Nah, dan Allah Tuhan juga 35:45 enggak ada masalah ketika tanda kutip 35:48 ditanyakan, dipertanyakan, dan diprotes. 35:50 Tapi kan terjadi dialog di situ kan 35:53 seperti itu. 35:53 Ya, itu pentingnya pentingnya dialog 35:55 itu. Kalau misalnya ada ayat yang ee 35:58 berbunyi atau tafsir yang berbunyi bahwa 36:01 perempuan itu dibuat dari tulang rusuk 36:04 laki-laki itu kan, itu berarti perempuan 36:07 tergantung pada laki-laki itu karena 36:10 perempuan itu produk nomor dua dari 36:11 laki-laki. Lalu, lalu kita bertanya 36:14 misalnya dengan kuriositas kita tuh 36:16 iqra, iqra, iqra artinya coba tafsirkan 36:18 apa maksudnya tuh. Coba kita tafsirkan 36:20 dengan kemampuan untuk menimbulkan 36:23 huruhara di pikiran misalnya. Oh ya 36:25 betul perempuan itu the second sex itu 36:28 nomor dua statusnya karena dia cuma 36:29 diambil dari rusuk laki-laki. Lalu kita 36:33 bertanya, "Lu laki-laki dibuat dari 36:34 apa?" 36:36 Ya, dari tanah becek, 36:39 dari gorong-gorong gitu kan? E aku 36:42 bentuk kamu dari abu dari segala macam. 36:44 Lalu kalau kita pakai ilmu kebersihan 36:47 lebih bersih mana tuh? Tubuh laki-laki 36:50 yang diambil dari tanah atau tubuh 36:53 perempuan yang diambil dari tulang? 36:55 Tulang itu sudah bersih kan? Jadi 36:57 sebetulnya lebih berkualitas perempuan, 36:59 tapi nanti ada perdebatan, enggak begitu 37:01 asbabunulnya itu mesti di Iya. Tetapi 37:03 itu menimbulkan percakapan kan itu. Itu 37:06 semua yang kita inginkan tuh bahwa ada 37:09 ee tafsir bahwa jangan ikuti kepan 37:12 perempuan karena perempuan itu tidak 37:14 mampu untuk menghasilkan keadilan. Itu 37:17 lalu itu jadi perintah bahwa pemimpin 37:19 perempuan itu dilarang. L bukan 37:21 dilarang. Pada waktu itu kita mesti cari 37:25 ee keterangan kenapa Nabi menganggap 37:28 bahwa perempuan itu tidak layak. Itu 37:30 lalu kita lihat misalnya oh pada waktu 37:32 itu e arah telunjuk Nabi itu mengarah ke 37:35 Ratu Seba di Persia yang memang 37:37 pemerintah tidak adil. Maka itu contoh 37:40 sederhana. Bukan semua pemimpin 37:42 perempuan itu buruk. Jadi itu kemampuan 37:45 untuk melakukan eh hermenutic or 37:48 suspicion itu dalam dalam upaya untuk 37:50 menafsirkan satu ayat. Tapi sekali lagi, 37:53 penafsiran itu kan dituntun oleh 37:55 kerohanian manusia. Kenapa kuriositas 37:58 itu muncul? Karena ada hal yang misteri 38:00 di dalam ee yang sakral dan kesakralan 38:03 itu kita bantu. Kita bisa berdoa untuk 38:06 menemukan dalilnya, tapi kita bisa juga 38:09 berpikir. Dan e setelah kita berpikir ya 38:11 kita doakan bahwa hasil pikiran kita 38:13 mudah-mudahan benar. Kan itu maksudnya. 38:16 Iya. Baik, Prof. Sekarang ee kita 38:19 merefleksikan kualitas pendidikan 38:21 Indonesia sekarang sekolah-sekolah yang 38:23 harusnya itu kan 38:24 pendidikan yang menumbuhkan karakter 38:27 peserta Nabi. 38:28 Tapi ternyata [berdehem] sekarang kita 38:29 lihat bagaimana kondisi sekolah kita 38:32 ee ya banyaklah apalagi sekolah negeri 38:34 ya. Kebetulan kan saya juga anak-anak 38:36 sambil mengevaluasi sekolah yang ada 38:37 gitu ya. yang seakan-akan sekolah itu 38:40 hanya untuk pelajaran-pelajaran aspek 38:42 pengetahuan kognitif, tapi karakter ee 38:45 dari para siswanya dan anak-anak bangsa 38:47 kita ini seakan tidak ada yang 38:49 mengevaluasi. Sehingga kita tahu banyak 38:51 sekali masalah-masalah moral di sekolah, 38:54 karakter anak-anak kita yang juga kurang 38:56 baik, belum lagi masalah karakter kerja 38:59 profesionalitas. Nah, bagaimana kondisi 39:01 dunia pendidikan Indonesia saat ini, 39:03 Prof? yang harusnya itu bisa membangun 39:05 ee karakter mental dan juga karakter 39:08 kepribadian yang unggul ee bagi bangsa 39:11 kita. 39:12 Iya. Lepas dari semua ambisi bagus dari 39:15 para pedagog kita tuh, semua keterangan 39:19 yang di dibawa ke media sosial karena 39:22 perbincangan dengan e Prof. Siapa 39:24 namanya? Prof. Stela ya. Prof. siapa 39:26 yang wakil menteri pendidikan tinggi itu 39:28 dan ee kita seolah-olah dapat semacam 39:31 oke ada inspirasi bahwa kita harus kejar 39:33 teknologi, kita harus kejar matematiks, 39:36 kita harus kejar ilmu-ilmu dasar 39:38 biologi, kimia. Oh iya. Tapi yang lebih 39:41 penting adalah kita tahu enggak bahwa 39:44 ujung dari pengetahuan kita tentang 39:46 ilmu-ilmu dasar itu mau dihasilkan apa? 39:48 Kan itu masalahnya kan bahwa kemudian 39:51 ilmu-ilmu itu berguna misalnya untuk 39:53 bikin mobil listrik. Oh iya. Tapi 39:55 pertanyaannya setelah mobil listrik itu 39:58 kemampuan kita berjalan kaki hilang itu 40:01 karena dengan mudah ya tapi kita dapat 40:06 ee sero eak enggak ada asap di situ. Oh 40:09 iya. Tetapi listriknya dibuat dengan 40:12 cara membakar batu bara kan. Jadi 40:14 reasoning itu tumbuh terus tuh. Nah itu 40:16 yang memungkinkan anak-anak ini belajar 40:18 bahwa sering-sering juga saya beri 40:20 contoh apakah ee sungai itu apa yang 40:22 disebut sungai itu? Oh, sungai itu yang 40:24 mengalir dari gunung pergi ke laut tuh. 40:26 Tapi kalau kita balik misalnya, Nak, 40:29 sungai itu adalah yang naik dari akar 40:32 pohon pergi ke daun lalu e di ditarik 40:36 oleh matahari, di sinari terjadi 40:39 fotosintesis. Karena itu ada sungai yang 40:41 horizontal, ada sungai yang vertikal. K 40:44 itu pengetahuan baru kan. Lalu kita cari 40:46 misalnya sesuatu di dalam Al-Qur'an yang 40:49 memungkinkan anak itu oke. Kalau begitu 40:51 metode berpikirnya memang ada di di 40:53 Al-Qur'an itu. Jadi sebetulnya Al-Qur'an 40:56 itu juga adalah metode ilmu pengetahuan, 40:58 yaitu metode bernalar kan itu itu 41:01 intinya tuh. Nah, balik tadi kalau itu 41:03 tidak dilakukan maka karakter itu tidak 41:06 terbentuk. Salah satu fungsi dari 41:08 karakter adalah kritisisme. Itu 41:10 dasarnya. Nah, anak-anak kita tidak ada 41:12 kritik sama sekali. Dia enggak mau 41:13 bertengkar dengan sahabatnya. Kenapa? 41:15 Karena pertanyaan yang sama itu diajukan 41:19 pada artificial intelligence itu 41:21 jawabannya sama kan. Jadi enggak ada 41:23 perbedaan persepsi kan. J itu yang yang 41:26 dianggap oke artificial intelligence 41:29 atau meta meta eh AI sekarang itu yang 41:34 sedang dihebohkan itu memang mampu 41:37 membantu memberi jawaban tetapi mereka 41:41 ee mesin-mesin pencari jawaban ini tidak 41:44 punya cara kerja yang sama dengan 41:46 kecurigaan manusia. Jadi tanpa kurios 41:49 misalnya itu e chat GBT itu tanpa 41:53 kuriositas chat GBT itu semacam BW aja 41:55 untuk menjawab-jawab kan tanpa keinginan 41:58 tahuan yang mendalam chat GBT itu 42:00 menganggap bahwa semua orang yang 42:02 bertanya itu fuhufafah. Kira-kira begitu 42:04 kan. CGBT enggak peduli siapa yang nanya 42:07 yang penting dia punya jawaban. Nah, 42:09 kita mungkin akan tiba dalam semacam 42:12 kemalasan berpikir ketika semua hal itu 42:15 disediakan oleh teknologi. Nah, itu 42:17 pentingnya membangun karakter supaya 42:19 kritisisme itu selalu dihasilkan. Kita 42:21 kritik bahkan terhadap jawaban standar 42:24 dari CGBT, jawaban standar dari meta I 42:27 kan itu dasarnya AI 42:31 ya. Baik, Prof. mungkin ee sudah cukup 42:34 panjang ya ini narasumber lain lagi 42:37 beralangan hadir. 42:39 Ee tema kita ini sebenarnya ee apa ya 42:42 nanti ee karena ini di akhir tahun 42:45 kemungkinan nanti juga di pekan 42:47 berikutnya akan ada refleksi juga tapi 42:49 mungkin aspek ekonomi dan lain-lain yang 42:51 akan kita bahas ya. 42:52 Oke, 42:53 seperti biasa closing ideas Prof. 42:57 Oke, kita balik pada pernyataan awal 43:00 dari ee Ustaz Mardadi bahwa kefitrahan 43:05 itu adalah kemuliaan yang dari awal 43:08 disusupkan oleh 43:11 Tuhan, oleh Allah Subhanahu wa taala 43:13 supaya kita pelihara kekitrahan itu. 43:16 Nah, sekarang ada yang akan mengotori 43:18 kefitrahan itu, yaitu kapitalisme, 43:21 politik, kerakusan segala macam. Nah, 43:24 karena itu revolusi mental artinya 43:26 keinginan untuk mengembalikan fitrah itu 43:29 kendati permainan kebudayaan itu kotor. 43:31 Kendati permainan itu kotor. Jadi, 43:33 fitrah artinya di depan tetap ada 43:36 harapan. Fitrah artinya upaya untuk 43:38 menuntun seseorang, saling menuntun 43:41 pergi pada politics of hope. 43:42 Asalamualaikum warahmatullahi 43:44 wabarakatuh. 43:45 Waalaikumsalam warahmatullahi 43:45 wabarakatuh. Terima kasih ee Bung RI. 43:49 Saya sangat menikmati [tertawa] sesi. 43:51 Kita coba diskusi berdua pada malam hari 43:53 ini. 43:55 Iya. Enggak berasa sudah 1 seteng jam 43:56 nih. [tertawa] 43:58 Baik, sampaian 44:01 ILT dengan tema tetap kemungkinan akan 44:04 terkait refleksi akhir tahun juga ya. 44:06 Dan semoga ee di tahun 2024 ini revolusi 44:10 mental selama 10 tahun terakhir tuh bisa 44:12 kita hentikan menuju harapan baru yang 44:15 lebih baik. Oke, 44:17 sampai ketemu pada ILT pekan depan pada 44:19 waktu dan channel sama. Asalamualaikum 44:20 warahmatullahi wabarakatuh. 44:22 Waalaikumsalam. Terima kasih Bu Rogi. 44:24 Okay.