Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Rbi zidni
- ilman Allahummanfa bima alamtani
- warzuqni inma yanfauni. Masih
- dipancarkan dari jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimangg Subur
- Bekasi. Inilah radio silaturahim untuk
- Islam yang satu. Ikhwan dan akhwat,
- seperti biasa di hari Senin Sirah
- Sahabat bersama Ustaz Komaruddin Basuni
- akan mengisi ruang dengar Anda. Kali ini
- edisi 1 Januari 2018 atau bertepatan
- dengan tanggal 14 Rabiul Akhir 1439
- Hijriah. Dan alhamdulillah Ustaz sudah
- berada di tengah-tengah kita.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Al bagaimana
- kabar di tahun baru ini, Ustaz? Baik
- semuanya. Baik, alhamdulillah. Baik,
- ikhwan dan akhwat. Mari kita simak saja
- bersama pemaparan yang akan disampaikan
- oleh Ustaz Komaruddin Basuni dalam
- kajian sirah sahabat kali ini yakni
- sahabat Abu Qotadah. Siapakah beliau?
- Mari kita simak bersama. Tafadul Ustaz
- ya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu
- wa nastagfiruh wa naudubillahi min
- syururi anfusina wasayiati a'malina. May
- yahdillah fala mudillalah wam yudlil
- fala hadiyaalah. Ashadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- asyhadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluh. Amma
- ba'd. Para pendengar radio silaturahim
- dan para pemiarsa TV di mana saja
- berada.
- Alhamdulillah pagi yang penuh dengan
- cerah hari ini adalah hari Senin yang
- bertepatan dengan tanggal 14 bulan
- Rabiul Akhir ya yang masahinya tanggal 1
- Januari. Kalau sudah tanggal 14 berarti
- tengah setengah bulan lagi Rabiul Akhir.
- Kemudian masuk Jumadil Awal, Jum Rajab,
- Syengah lagi kita masuk
- Ramadan. Baik, saudaraku kaum muslimin
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Kajian pagi ini kami akan sampaikan
- sosok seorang sahabat Nabi yang begitu
- dikenal dalam sejarah dengan panggilan
- adalah Abu
- Qatadah. Nama aslinya adalah Haris bin
- Rabi. Dia salah satu di antara sahabat
- dari golongan Anshar yang mendapatkan
- reputasi yang sangat indah.
- Dia satu-satunya sahabat yang
- mengikrarkan dirinya
- sebagai orang
- [Musik]
- yang diserahkan kepada
- nabinya. Artinya dialah orang yang
- memasang
- badan untuk keselamatan
- Nabi. Jadi lebih baik dirinya daripada
- Nabi yang luka.
- Nah, sahabat Haris bin Rabi yang dikenal
- dengan julukan Abu Qatadah ternyata dia
- juga seorang
- alim, seorang ulama di kalangan para
- sahabat. Karena banyak hadis-hadis Nabi
- yang dia terima, dia sampaikan dan
- dinukil oleh Imam Bukhari dalam kitab
- sahihnya juga oleh Imam Muslim. Sering
- kita baca dalam hadis Muslim, an Abi
- Qatadah, an Abi Qatadah. Ah, inilah yang
- dimaksud Abi Qatadah tersebut, yaitu
- sahabat Nabi yang alim yang namanya
- adalah Haris bin
- Rabi. Dia mendapatkan julukan dari Nabi
- Farisul Khail, artinya pasukan kapalik.
- Nah, jadi ada pasukan kapalari, ada
- pasukan jalan kaki. Nah, siapa pasukan
- jalan kaki? adalah sahabat yang kita
- kenal sahabat
- ee Salamah bin
- Al-Aqwa. Jadi kalau jalan kaki ini
- komandannya, kalau Kavaleri bagian kuda
- ini orangnya yaitu Abu Qotadah.
- Nah, beliau dalam
- kisah itu saking cintanya kepada
- Rasulullah itu kepalanya dijadikan
- tameng untuk melindungi Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Satu
- peristiwa yang sangat
- mendebarkan itu peristiwa
- Uhud. Nah,
- beliau berada di hadapan Nabi dan
- satunya lagi di belakang Nabi. Jadi, ada
- orang yang melingkari Nabi dari depan
- dan dari belakang.
- Yang dari depan Abu Qatadah yang dari
- belakang. Jadi Nabi dilindungi dari
- badan bagian belakang oleh orang yang
- bernama Abu Dujanah. Abu Dujanah. Heeh.
- Jadi ya seorang sahabat yang dikenal
- dengan pita merahnya. Nah, jadi setiap
- ada sasaran panah apa saja yang
- diarahkan kepada Nabi mereka itulah yang
- lebih dahulu menerima segalanya termasuk
- yang bagian depan.
- Sehingga suatu saat Rasulullah
- mendapatkan hadiah berupa panah. Panah
- kan biasanya lengkap dengan busurnya. H.
- Begitu panah diterima oleh Nabi,
- kemudian Nabi manggil Abu Qatadah. Nah,
- Abu Qadah ini nih panah dariku. Gunakan.
- Nah, itu panah digunakan oleh Abu
- Qotadah dengan sehemat mungkin sampai
- panah tadi itu
- patah. Jadi kok patah ya saking
- seringnya digunakan. Nah, satu saat
- waktu perang Uhud ee
- beliau
- mendapatkan gerakan yang sangat cepat
- dan memang disebut istilahnya sekarang
- itu gerakan masif, gerakan yang
- tiba-tiba dan mereka digempur dengan
- berbagai
- jurusan sampai pasukan muslimin koleb.
- Bayangkan ya KBnya bukan
- apa-apa. Waktu gerakan pertama muslimin
- menang, artinya pasukan musuh
- kelangkabut. Nah, waktu gerakan kedua
- ini koleb. KBnya apa? Karena mereka
- enggak
- menyangka musyrikin yang lari itu
- bisa membelokkan diri dan bisa naik ke
- atas bukit. Nah, ini yang bikin KB para
- sahabat.
- Nah, waktu itulah yang mereka ternyata
- tidak menduka akan mendapatkan ujian
- seperti itu. Maka banyak para sahabat
- yang korban sehingga gugur 70 sahabat.
- Nah, di antaranya ada orang yang bernama
- Abu
- Qotadah, ada juga yang nama Abu
- Dahdah. Nah, Abu Dah ini membelanya
- kepada Nabi bukan main.
- diikhlaskan semua jiwa raganya untuk
- membela Nabi sampai punggungnya itu jadi
- di hadapkan kepada pihak musuh sehingga
- dilihat oleh orang-orang yang di
- sekitarnya itu kayak landak jadi
- punggungnya penuh dengan anak panah anak
- panah. Nah, sementara Abu
- Dujanah demikian juga cuma kalau beliau
- ada kelebihan tiap panah yang nancap
- tarik cabut. Kalau ini enggak, karena
- saking cepatnya tek tek menuh meninggal.
- Nah, Abu Qatadah. Nah, dia setelah
- melihat sahabat meninggal dia tiba-tiba
- ada panah itu panah begitu mau masuk ke
- menabs terongkan mukanya begini. Jadi
- muka dia yang dulan kena. Kalau ada
- panah melejit ke arah Rasul dia begini
- terus begini. Nah, sehingga satu saat
- Rasul melihat, "Oh, ini orang hebat
- amat." Pas waktu itu matanya kena tet
- langsung jatuh di tangannya.
- Kecongkel. Iya, kecongkel. Matanya
- tercongkel dengan panah tadi. Begitu
- cabut keluar dis.
- Noh, itu urat mata sama matanya itu
- panjang masih
- mengulur. Akhirnya dengan rasa sakit
- yang begitu hebat, darah mengucur dari
- matanya. Berita sampai kepada Nabi, "Ya
- Rasulullah, Abu Qatadah memang Rasul
- juga tahu. Coba bawa sini." Nah, arya.
- Terus matanya di bawah itu matanya. Oh,
- mata bisa bisa lepas gitu ya. Kata
- Nabi, "Ya
- Allah, lihat mata di tangan, ternyata
- gede mata itu." Sekarang yang kelihatan
- kecil tapi itu dalamnya itu besar.
- Mungkin telur
- ayam kurang dikit dah. Kata Nabi, begitu
- lihat matanya di tangan, beliau berdoa,
- "Ya Allah, orang ini berbuat ini karena
- dia membela kepada
- rasulmu. Saya mengharapkan agar mata
- yang sobek ini kau sembuhkan dengan
- seketika, bahkan lebih tajam
- pandangannya dari mata yang
- sebelah itu." Dengan kehendak Allah.
- Mungkin sampai hari ini dokter mana pun
- itu belum bisa merubah kehebatan
- mukjizat itu. Nabi diambil itu matanya
- diambil set dimasukin lagi masuk
- lagi dan itu nyalanya meleknya lebih
- hebat daripada yang satunya lagi.
- Masyaallah itulah kehebatan Abu Qatadah
- yang diberikan oleh Allah satu kelebihan
- dengan mukjizat Rasul. Matanya yang
- sudah lepas kok bisa kembali lagi?
- Pertanyaannya apa ada mata bisa lepas
- hari ini? Nah, gitu. Kalaupun ada mata
- hari ini lepas mungkin gara-garanya
- karena di dioperasi. Ini bukan karena
- dioperasi, karena tembakan panah yang
- begitu dahsyat sehingga tercungkil
- matanya, jatuh matanya. Bayangkan itu
- saking
- keras. Nah, alhamdulillah dengan doa
- Rasulullah, nah beliau sehat kembali.
- Coba bayangkan. Bahkan ada lagi sahabat
- Nabi membela Nabi di waktu itu. Itu
- sampai tidak bergerak lagi. Kayak orang
- mati karena badannya, tangannya penuh
- semua. Siapa
- dia? Sahabat Thalhah. Jadi di depan itu
- istilah bahasa kita
- itu tubuh-tubuh segar itu
- bergelimpangan.
- Ada yang matanya tadi jatuh, ada yang
- punggungnya kayak landang, ada yang
- memang badannya penuh dengan berbagai
- luka. Itu jatuh di hadapan Nabi. Itulah
- mereka yang
- disebutkan rijalu rasul, orang-orang
- atau tokoh-tokoh yang ada di sekitar
- Rasul. Nah, kita hari ini apa yang akan
- kita
- persembahkan untuk Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam.
- Pantas kalau sahabat oleh Allah
- diciptakan bersama Nabi itu karena
- mereka itu siap membela Nabi. Tidak
- hanya mulut tapi termasuk fisiknya,
- hartanya apalagi jiwa raganya. Nah,
- itulah Abu
- Qatadah. Kemudian waktu
- berjalan terus perjalanan waktu akhirnya
- terjadilah peristiwa yang disebutkan
- Hudaibiyah.
- Abu Qatadah punya peran dalam peristiwa
- Hudaibiyah. Selesai Hudaibiyah masuk
- peristiwa Fathu
- Mekah. Abu Qatadah pun ikut andil.
- Memang sahabat ini masyaallah sampai
- pada peristiwa Hunen.
- Nah, waktu perang Hunen tuh kan muslimin
- sama seperti perang Uhud itu. Jadi kalau
- di perang Hunen itu bedanya kalau di
- Uhud itu muslimin pertama gerakan
- menang, kedua kalah. Kalau Hunain begitu
- peristiwa pertama musrimin
- kalah. Nah, begitu putaran kedua
- muslimin menang. Nah, di situlah peran
- Abu Qadah membela
- Rasul seperti beliau membela di perang
- Uhud. Karena waktu itu kan kaum muslimin
- yang dipimpin oleh Khalid bin Abn
- sebagai penyapu gerakan awal untuk
- membebaskan jalan. Ternyata orang itulah
- yang pertama melarikan diri. Jadi kalau
- komandan yang ditugaskan oleh Nabi lari
- di depan Nabi, bagaimana yang di
- belakang?
- Tapi Rasul dengan giginya mengatakan,
- kata Rasulullah, "Ana Muhammad bin
- Abdillah. Saya Muhammad bin Abdah dan
- saya tidak akan lari. Kamu kembali ke
- teman saya
- sekarang." Akhirnya begitu mereka
- mendengar bahwa Nabi masih ada dikira
- mereka kan Nabi enggak ada tuh. Nah,
- sehingga orang-orang yang lari di
- hadapan Nabi itu dari jumlah 12.000 itu
- yang tersisa kurang lebih hanya sekitar
- 70 orang.
- sisanya sisanya itu bayangkan dari
- 12.000 pada ke mana enggak tahu itu.
- Mereka lari terbit ada yang lari ke
- lorong bersembunyi, ada yang ke kampung,
- ada yang ke bawah pohon. Tapi begitu
- mereka mendengar suara yang disampaikan
- oleh Nabi lalu disambung oleh sahabat
- Abbas bin Abdul Muthalib, itu kalimat
- yang sangat terkesan oleh para sahabat
- yaitu kalimat ya ashabas syajarah.
- Kenapa disebut ya ashabah syajarah?
- Karena Rasul mengingatkan waktu di bawah
- pohon yaitu di pohon Samurah waktu itu
- terjadi peristiwa peristiwa yang
- disebutkan baiatur ridwan itu para
- sahabat yang lain itu berjanji itu akan
- membela Allah dan rasulnya sampai titik
- darah penghabisan. Nah sekarang di depan
- rasulnya mereka kok
- lari. Maka dalam panggilannya ya ashab
- sajarah. Wahai orang-orang yang pernah
- berada di bawah pohon, ingat kamu. Kamu
- kan sudah berjanji telah mengadakan
- mitakq, perjanjian yang kuat dengan
- Rasul. Nah, sekarang ada nih. Bagaimana
- kewajiban
- kamu? Tahu-tahu mereka yang mendengar
- suara itu, labaik. Labaik kuterima
- panggilanmu. Kuterima panggilanmu.
- Labaik ya Abbas. Labaik ya Abbas. Itu
- suara Abbas. Mungkin kalau sekarang itu
- suara speaker itu
- jadi orang yang lari
- sekian belas kilometer itu itu terdengar
- yang masuk ke dalam gua supaya mereka
- berlindung itu suara masuk ke dalam gua.
- Bayangan itu ya ashab
- syajar. Hei orang-orang yang berada di
- bawah
- pohon tal.
- Masyaallah. Saya membayangkan di tengah
- padang
- pasir saya waktu sebelum tahu Jazirah
- Arab. Bayangan saya gunung di daerah
- saya itu sama seperti Gunung Gede.
- Banyak pepohonan. Iya. Banyak pohonan.
- Gunung
- Pangrango. Ternyata di sana bukan kayak
- gunung kita. Burungnya penuh terjal dan
- batu lagi bersang. Yang tumbuh pun kalau
- tumbuh kayunya itu bukan kayu seperti
- kita.
- Masyaallah. Itu saya membayangkan
- bagaimana Allah memberikan kualitas
- kepada para sahabatnya begitu hebat.
- Mereka tahan lapar, mereka tahan
- banting, mereka tahan seg pokoknya
- masyaallah sampai perut Nabi itu saking
- menahan lapar bukan kayak kita
- diganjal sama batu. Sama batu. Kita
- enggak ada ganjal batu. Paling ganjal
- roti ya.
- ganjal sarapan Nabi diganjal batu dan
- para sahabat pun seperti siapa? Abu
- Hurairah itu menahan lapar. Masyaallah
- sampai orang menganggap itu orang
- gila. Padahal dia sedang pingsan karena
- menahan makan saking lapar. Saking
- laparnya menahan makan menahan minum
- karena enggak adaanya sampai dianggapnya
- seperti orang gila.
- Coba ini kualitas keimanan dan kesabaran
- serta ketakwaan para sahabat.
- Masyaallah. Maka kalau ada orang
- berkata, "Kenapa saya enggak dilahirkan
- di zaman Nabi?" Nah, itu ilmunya perlu
- diperbanyak perlu dipermak lagi. Justru
- kita beruntung. Bisa jadi kita di zaman
- Nabi seperti Abu Jahal. Iya, seperti
- Abdullah bin Ubay. Malah yang memerangi
- iya malah mengerami. Tapi beruntunglah
- karena ini terjadi di zaman tabiin.
- Begitu mereka mendengar mendengar
- kisah-kisah sahabat bagaimana Nabi,
- bagaimana sablannya timbul perkataan,
- "Waduh enak amat ya gitu. Engkau berada
- di zaman Nabi, engkau mendengar wahyu,
- engkau mau ikuti perkembangan
- Nabi. Nah, sahabat yang
- digituin memandang itu kepada orang yang
- ngomong, "Maaf,
- Saudara, boleh saya lihat apa yang Anda
- katakan tadi sesuai enggak dengan amal
- Anda?"
- Coba buka.
- Ah. Ah, sekarang saya dulu ya. Kalau
- enggak mau dibuka badannya.
- Nah, itu yang waktu itu yang menghadapi
- sahabat Miqdad. Oh, ini pengendara kuda
- yang
- mahir dibuka bajunya ternyata penuh
- dengan sodetan. Bekas pedang saja. Bekas
- pedang. Bekas tombak. K saya bilang apa
- ini yang dia katakan enak hidup di zaman
- Nabi kata dia. Iya.
- Kaget itu. Tabiin tuh pulang. Ih.
- Mana sekarang? Coba buka badan Anda.
- Begitu dibuka masih
- limit, mulus. Nah, belum kena kena seng.
- Nah, belum kena-kena senggol. Belum kena
- apa-apa. Nah, jangan dikira bahwa enak
- di zaman Nabi itu seperti apa yang Anda
- bayangkan. Inilah hidup di zaman Nabi.
- Katanya masyaallah. Baru itu sahabat
- enggak ber lagi ngomong. Nah, kita
- kadang kala enak ya hidup di zaman Nabi
- bersama. Iya, benar. Enak. Masih banyak
- banyak sekarang juga. mendengar atau
- melihat kiseng. He coba kalau hidup
- benar-benar bersama Nabi, wah
- hartanya,
- hidupnya, aktivitasnya, segalanya
- masyaallah. Makanya orang-orang yang
- hidup di zaman Nabi memang Allah
- persiapkan untuk para pembelanya.
- Makanya ayatnya
- waazzartumuhu
- waasoruhu. Sampai Allah mengatakan
- illa man yansruhu. Jika ada orang yang
- tidak mau menolong faqad
- nasarahullah. Kalau para sahabatnya yang
- ada di samping Nabi tidak ada yang
- sanggup membela Nabi, Allah sendiri akan
- nolong. Masyaallah.
- Itulah
- kelebihan Nabi dan para sahabatnya di
- zaman ini. Nah, satu
- saat ada kisah yang diriwayatkan oleh
- Imam At-Tabrani dan
- lainnya. Ada seorang
- tabiin datang ke sebuah kota yang
- namanya Damaskus.
- Sekarang ini Damaskub berada di daerah
- Syria.
- Tiba-tiba dia lihat ada seorang anak
- ya mungkin kalau istilah kita
- mah tadinya ya anak muda ya tapi
- kelihatannya belum begitu
- tua. Dia salat kok rajin salatnya.
- Cuma di samping dia, di samping anak
- yang disebut hamba Allah tadi itu yang
- itu ngagantung pedang. Jadi pedang sama
- ya pakaian peralatan perang. Jadi dia
- salat di samping ngegantel
- tuh. Terus hamba Allah ini memperhatikan
- itu siapa itu orang kok salatnya
- khusyuk?
- Kok ada pedang
- ngagantung, ada peralatan baju perang.
- Akhirnya hamba Allah ini berani
- bertanya, "Anda
- siapa?" Kata dia, "Nama saya
- Muhammad, cuma orang memanggil saya Abu
- Qotadah." Mm. H. Oh, iya
- deh. Nah,
- terus Anda mau ke
- mana dan Anda dari mana? Jadi yang nanya
- juga halus. Anda mau ke mana dan Anda
- dari
- mana? Saya orang yang ingin mencari
- istri dari bidadari.
- Oh, kalau bidadari kan bukan di dunia.
- Iya. Saya adalah orang yang ingin
- mencari bidadari.
- Oh, gitu ya. Anda dari mana ya? Saya
- dari sini gitu
- ya.
- Nah, bisa saya bercerita dengan Anda?
- Oh, boleh kata
- dia. Nah,
- sesungguhnya Anda ini dari mana? Terus
- gimana kelanjutannya?
- Oh, dia bilang begini,
- "Saudaraku, saya ini dari satu
- desa dan nanti jika memang yang saya
- kehendaki itu
- terjadi, tolong beritahukan
- kepada anak
- saya." Dan anak saya hanya satu-satunya
- perempuan berumur kurang lebih 5
- tahun. Dan saya punya keluarga artinya
- punya istri.
- akhirnya dicari-cari ternyata
- sudah gugur syahid syahid.
- Nah, hamba Allah tadi
- yang menjumpai dia
- ingat
- akhirnya ini orang jenazahnya kok beda
- akhirnya coba coba dekatin tuh yang tadi
- hilang itu terus ketemu. Begitu
- dilihat ternyata dia sedang sakaratul
- maut. Jadi belum belum
- wafat. Terus diurus diilapin tuh
- kotor-kotornya,
- debu-debunya. Kata dia,
- "Fulan, kalau kamu bisa ngomong masih
- sempat, ngomonglah kamu kepada aku apa
- yang kamu
- harapkan." Oh, baik katanya. Jadi
- ternyata masih bisa ngomong.
- Tolong Anda sampaikan kepada keluarga
- saya, terutama anak saya yang
- perempuan
- bahwa salam saya kepadanya. Itu aja.
- Begitu disebutkan rohnya terus
- dicabut.
- Nah, karena dia seorang mujahid, nah
- oleh teman-temannya itu langsung
- dikuburkan.
- Nah, terus ini kan punya beban nih.
- Hamba Allah tadi itu si dia harus
- mencari rumahnya. Dia kan enggak tahu
- rumahnya di mana. Cuma namanya fulan,
- punya anak gadis. Akhirnya setelah dia
- menyelesaikan dosanya, dia cari itu di
- daerah Damaskus ternyata
- ketemu. Nah, sedang mencari itu,
- anak-anaknya keluar lagi. Ih, ini
- jangan-jangan ini nih nih. Begitu keluar
- kan ditanya namanya ini anaknya umur 5
- tahun kan benar. Iya. Dah pas di depan
- itu keluar kata si hamba Allah tadi
- pasti ini orangnya itu anaknya ada. Nah,
- anaknya begitu lihat bapaknya lari ke
- depan. Kata dia, "Ibu, Ibu, Bapak
- datang itu banyak di luar tuh. Bapak
- datang." Nah, jadi dipanggil
- ibunya. Terus enggak lama ibunya
- keluar. Laporan yang didengar sama
- ibunya, "Bapak datang dengan rombongan."
- Begitu ibunya lihat memang rombongan
- itu, cuma bapaknya enggak ada.
- Bapaknya
- mana, Ibu? Justru kami datang ke sini
- memberitahukan bahwa Bapak sudah
- dipanggil oleh
- Allah. Itu anaknya begitu dengar
- teriak ya. Anaknya kan begitu lengket ya
- sama ayahnya. Tadinya kan dibayangkan
- dalam pikirannya rombongan itu ada
- ayahnya. Ada ayahnya. Begitu diberitakan
- ayah sudah tiada langsung kalau istilah
- kita histeris ya historis teriak itu
- dengan teriakan kencang rohnya melayang
- juga anaknya.
- Ya Allah. Jadi dua itu ya bapaknya ya
- anaknya.
- Anaknya saking kalau istilah kita mah
- terlalu sok ya. Terus kaget. Iya
- kaget jantungnya. Masyaallah. Nah,
- ibunya melihat
- masyaallah
- itulah. Dan si ibunya begitu
- diberitahukan bahwa ayahnya itu tidak
- nampak di wajahnya, tegar aja. Kenapa?
- Karena dia wafat dalam keadaan
- syahid. Nah, inilah saaku, bagaimana
- pendidikan Rasulullah kepada para
- sahabatnya dan ini diterima oleh semua
- baik laki-laki maupun perempuan. Karena
- orang yang gugur di medan juang itu rasa
- sakitnya dicabut oleh Allah sehingga
- kalau dirasakan sakit seperti rasa sakit
- seseorang yang digigit
- semut. Jadi rasa sakit pedang, rasa
- sakit tombak, rasa sakit panah, itu yang
- menimpa kepada para mujahid itu rasa
- sakitnya seperti digigit
- semut. Masyaallah. Maka pantas kalau
- sahabat yang kita kenal yaitu sahabat
- Suheb
- ya, kemudian beberapa sahabat yang
- lainnya itu waktu tangannya putus kan
- putus tuh itu bandera pegang sama tangan
- kiri. Orang-orang kafir bilang, "I orang
- ke tangannya sudah putus satu kok bisa
- dipegang.
- Ditebas lagi yang satunya putus lagi.
- Kan masih ada lengannya diranggul sama
- dua lengan jalan terus.
- Orang sampai kaget sudah tidak ada
- langan tangannya dua-duanya masih
- memimpin. Wah hebat. Lalu dibelah dari
- belakang
- gua putus dia. Nah itulah. Jadi memang
- para sahabat Nabi itu memang orang-orang
- yang luar biasa semuanya kekuatannya,
- fisiknya, semangatnya. Masyaallah. Dan
- mereka oleh Allah diberitahu, "Jangan
- kamu kira mereka yang gugur di medan J
- itu seperti mati." Kalian mati.
- Kenapa dia dikasih rezeki oleh Allah?
- Dia dikasih hidup oleh Allah. Sampai
- Allah mengatakan
- walaina amat bal ahya wakill
- yasurun. Makanya sahabat Rasulullah
- masyaallah ya. Satu hal yang ajaib lagi
- ini para pejuang yang gugur di medan
- juang itu. Bahkan sempat ada pejuang
- yang dimimpikan oleh keluarganya.
- Mimpinya
- apa? Si yang gugur itu dalam mimpinya
- datang ngasih tahu,
- "Pulan, saya ini punya
- hutang, tolong bayarkan utang saya."
- Nah, orang yang ditipin kan bingung
- memang bayarnya pakai apa? Saya kan
- punya baju besi. Nah, baju besi saya
- waktu saya mati diambil tuh sama si
- fulan tuh. Nah, terus
- disembunyiin di satu tempat. Nah,
- sekarang kamu datangin aja. tempat itu
- kemudian jual. Nah, begitu
- siangnya orang tadi mikir ini mimpi
- benar apa
- enggak? Karena komandannya waktu itu
- Umar bin Khattab nanya ya ee Umar ini
- teman saya bilang
- begini katanya bajunya diambil sama
- temannya tapi disembunyian. Ya, coba
- dicari aja. Begitu cari benar
- ada baju mestinya ada apa yang
- ditunjukin ada akhirnya diambil. Kata
- Umar, "Kalau ber ambil aja itu yang
- pesan orang
- yang memberikan pesan kepada engkau
- sekalipun dia sudah mati tapi kan
- menurut Allah dia tuh tidak mati.
- Sebagaimana mati biasa hidup akhirnya
- baju itu dijual kemudian dibayarkan
- utangnya." Maka pantas kalau Nabi
- melihat atau menyaksikan ada sahabatnya
- meninggal kemudian suka ditanya, "Orang
- ini punya hutang enggak?"
- Kalau dijawab punya hutang, kata Nabi,
- "Kalau gitu silakan Anda salatkan. Saya
- mau pergi aja." Kenapa? Kata Nabi, kata
- sahabat, "Karena saya tidak mau
- nyelatkan orang yang punya hutang."
- Masyaallah.
- Nah, kasihan kan sahabat sudah Nabi
- datang tiba-tiba Nabi pergi. Sementara
- nih sahabat belum di salatkan akhirnya
- ngacung. Abu Qotadah tuh. Heeh. Sahabat
- Abu Qotadah tadi kata Abu Qadarah, "Saya
- loh hebatnya Abu Qatar di situ lagi."
- Makanya ada kaitan. Kata Abu Qatar,
- "Saya ya Rasulullah akan
- melunasinya." Kata Abu benar kata iya
- saya benar. Dan saya tanggung jawab
- akhirnya baru Nabi salat. Begitu sudah
- selesai, begitu datang hari, Nabi nanya,
- "Gimana Abu Qatadah? Sudah kamu?"
- "Sudah, ya Rasulullah. Semua beres
- semuanya." Alhamdulillah. Ah, itulah Abu
- Qatadah ya. Memang dia dalam hidupnya
- suka berbagi ya. Dan juga dia perhatian
- kepada ikhwannya. Kalau ikhwannya
- mendapatkan gembira, dia ikut gembira.
- Kalau ikhwannya dapat duka, dia pun ikut
- duka. Bahkan dia meringankan beban orang
- yang meninggal. Bukan orang yang sudah
- meninggal, keluarganya dibebani lagi.
- Justru sahabat-sahabat Nabi semua
- derita, semua beban yang dirasakan oleh
- keluarga yang ditinggal itu mereka
- diberikan kemudahan dan keringanan.
- Kalau kita sekarang doble, sudah beban
- ditinggal wafat, harus mengadakan ini,
- mengadakan itu, harus menyediakan ini,
- menyediakan itu. Bahkan yang tadinya
- untuk ahli warisnya habis digunakan
- untuk ABC ini acara-acara acara-acara
- yang tidak sesuai dengan sunah
- Rasulullah. Nah, demikian
- saudaraku apa yang pernah terjadi di
- zaman sahabat Nabi yang terjadi di
- sahabat Abu
- Qotadah. Demikian walaupun minkum
- wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]