Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Tadi sudah terakhir dan Ras
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Allahumma sholli ala
- Muhammad wa ala ali Muhammad. Masih
- dipancarkan dari jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibur
- Bekasi. Inilah radio silaturahim dan ras
- visual untuk Islam yang ikhwan dan
- akhwat. Seperti biasa di hari Senin pagi
- ini sirah sahabat bersama Ustaz
- Komaruddin Basuni akan mengisi ruang
- dengan Anda dan alhamdulillah Ustaz
- sudah berada di tengah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Bagaimana kabar di pagi
- hari ini, Ustaz? Alhamdulillah cuaca
- dingin dan hujan turun. Hujan deres ya?
- Iya.
- Ya. Baik, ikhwan dan akhwat, mari kita
- simak saja bersama pemaparan yang akan
- disampaikan oleh
- Ustaz dalam kesempatan kali
- ini sahabat Abu Hizan itu seorang
- taubatnya
- seorang. Mari kita
- [Musik]
- bersama. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Inalhamdalillah
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- nahmaduhufirubillahillahua ilahaillallah
- wahdahuikalah asadu anna muhammadan
- abduhuasul am.
- Para pendengar radio silaturahim di mana
- saja
- berada khususnya dijambuan tabek
- Sukabumi,
- kemudian
- Batang,
- [Musik]
- Kalimantan, Malaysia dan di berbagai
- kawasan dunia yang menyimak
- acara Rasil di pagi hari ini. juga para
- pemiarsa
- TV yang ada di mana saja. Semoga Allah
- memberikan kemudahan kepada kita
- semuanya. Amin ya rabbal alamin. Amin.
- Para pendengar Radio Rasil dan pemiarsa
- TV Rasil Visual.
- Alhamdulillah pada pagi hari Senin ini
- kami akan
- membawakan kisah seorang
- pemabuk yang
- hari-harinya tidak lepas dari minuman.
- Dia adalah Abu
- Mihjam
- Assaqofi. Beliau karena
- kebiasaan sebelum Islam
- minum, namun
- nuraninya ingin kembali kepada jalan
- Allah, maka akhirnya beliau menundukkan
- hatinya di hadapan Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam.
- Namun kebiasaan-kebiasaan yang ia
- lakukan
- itu enggak bisa
- ditinggal. Jadi kalau istilah
- gampangnya ganjaran
- ia
- raih, dosa ia pun
- raih. Jadi hidupnya antara dosa dan
- maksiat dan antara ganjaran itu dia
- lakukan.
- tahu hukum
- tahu. Maka dia sering ketahuan dan
- ditangkap kemudian
- dijilid,
- dipukul selama 80 kali. Udah
- tobat, kambuh
- lagi begitu dan begitu.
- sampai
- akhirnya beliau ini hidup di zaman
- Khulafaur
- Rasyidin. Kita tahu bahwa di antara
- empat
- khalifah yang
- harismatiknya sangat
- ditakuti dan sangat
- dikagumi adalah Khalifah Umar bin
- Khattab. Allah berikan kekuasaan kepada
- beliau.
- itu kerajaan Parsi dan
- Romawi yang ratusan
- tahun mereka berjaya di muka bumi belum
- pernah ada yang
- menundukkan. Parsi tidak pernah
- ditundukkan oleh
- Romawi. Romawi juga tidak bisa
- ditundukkan oleh Parsi. Jadi dua
- kerajaan ini dua kerajaan super power.
- Namun dengan kehendak Allah, baik itu
- Parsi yang berpusat di Iran dan Romawi
- yang berpusat di Romawi Timur, Itali dan
- sebagainya itu di zaman Umar Umar bin
- Khattab keduanya itu
- rontok, ambruk total.
- Jenderal-jenderalnya perang seperti
- Rustum dan Lianus di Parsi kemudian di
- Romawi
- semua mereka menyerah
- kalah. Nah, sehingga dengan ambruknya
- kekuatan besar dunia pada saat itu,
- Parsi maupun
- Romawi, maka banyak harta kekayaan yang
- datang ke markas Islam yang berpusat di
- Madinah.
- itu
- berbondong-bondong sampai Umar bin
- Khattab satu saat dia
- melihat-lihat lihat di gudang kalau
- istilah bahasa kita banyak amat itu
- kekayaan dari mulai mahkota kerajaan
- belum perhiasan seperti gelang kalung
- cincin
- masyaallah ah dia sedang melirik-lirik
- itulah teringat
- Kata dia, "Jangan-jangan ada orang yang
- dulu di zaman Nabi dijanjikan belum
- terpenuhi." Akhirnya
- dia mengumumkan, kata beliau, "Siapa
- yang pernah dijanjikan Rasulullah waktu
- masih hidup dan belum
- dipenuhi, silakan datang kepada saya
- dengan syarat membawa bukti."
- Nah, dari
- situlah sahabat
- mengingat-ngingat. Ternyata kebanyakan
- mereka karena jujur ya, bukan mangpang
- mumpung kan. Jadi mumpung ada kesempatan
- langsung masuk bikin tanda tangan palsu.
- Sahabat takut pada Allahnya tinggi.
- Artinya kalau dia pernah dijanjikan kan
- harus ada bukti persyaratannya.
- Nah, kebetulan di situ ada seorang
- sahabat namanya Suraqoh bin
- Malik. Nah, itu surat kalau orang
- Indonesia bagian selatan orang Sunda
- ngeselecek
- keta. Bayangkan itu sejak dia terima
- waktu Nabi bepergian hijrah dari Makkah
- ke Madinah sampai di zaman Umar itu
- kurang lebih 15 tahun atau 16 tahun itu
- surat.
- Bayangkan kalau orang sunah bilang geus
- harideung gitu. Geus haride saking sudah
- lamanya. Tapi karena ini bukti dan masih
- terbaca
- tulisan maka dibawalah oleh Surok bin
- iya saya pernah
- dijanjikan bahwa Rasul akan memakaikan
- mahkota
- kerajaan. Kata Umar buktinya mana? Ini
- suratnya.
- Wah, benar nih tanda tangannya Rasul.
- Udah ikut. Nah, Umar kan bawa yang
- namanya tongkat. Tongkat kan kepalanya
- kan ada pegangan tuh. putar-putar sama
- dia. Pasti kok bunyi kering, wah
- kencring. Saya waktu mengisahkan kisah
- ini ingat pada saat Ratu Elisabeth. Ratu
- Elizabeth iya. Ratunya Inggris kan pakai
- kerajaan tuh mahkota kata jangan-jangan
- itu kata saya. Akhirnya seperti itulah
- mahkotanya. Masyaallah.
- Setelah itu kata Nabi, ah kata Umar,
- "Coba sini
- kamu." Terus dipakaiin oleh oleh
- Umar. Sudah dipakaiin, dia umumkan,
- "Tolong orang ini diarak di Kota
- Madinah." Coba
- bayangkan orang desa yang tidak mengenal
- perkembangan peradaban ya, tiba-tiba
- pakai kerajaan, mahkota kerajaan. Kayak
- apa itu secara zahir?
- Tapi karena beliau memenuhi hajat orang
- tadi karena dijanjikan oleh Nabi,
- akhirnya apa?
- Dipenuhi. Jadi inilah salah satu
- tanggung jawab tanggung jawab seorang
- pemimpin yaitu menepati janjinya seorang
- pemimpin sebelumnya.
- Nah, harta yang melimpah begitu
- banyak,
- maka di zaman Umar itu seolah-olah orang
- mencari penerima zakat itu
- susah. Kenapa? Karena para sahabat yang
- hidup di zaman beliau yang sejak zaman
- Nabi itu hidupnya
- makmur. Ya, bayangkan Saad bin Abi
- Waqqas itu salah satu di antara sekian
- sahabat Nabi yang pertama kali dia punya
- istana. Padahal dia bukan ee seorang
- khalifah ya, seorang amir biasa layaknya
- ya. Seorang ditunjuk untuk daerah.
- Nah, begitu
- pula pada saat
- peristiwa peristiwa yang disebut namanya
- Qodisiah. Qodisiyah.
- He itu Umar bin
- Khattab mengutus siapa orang yang layak
- untuk memimpin peristiwa Qodisiyah.
- Jadi, Kodisiah ini adalah satu
- peperangan yang terjadi di daerah Parsi
- yang di situ kaum muslimin yang dikirim
- oleh Umar ke berbagai tempat. Kemudian
- di situ ada Saad bin Abi Waqqas dan
- memimpin peperangan Qadisiyah.
- Nah, pada saat Saad bin Abi Waqqas
- diserahi kepemimpinan untuk memimpin
- perang
- Qadisiyah, Allah
- uji beliau terkena serangan penyakit
- bisual di seluruh tubuh. Bayangkan Abu
- Mihsin ini enggak saatnya saatnya
- Saad bin Abi Waqqas begitu
- diserahi kepemimpinan untuk memimpin
- pasukan menghadapi pasukan
- Qodisiyah tiba-tiba beliau punyak punya
- penyakit semacam bisul di seluruh
- tubuhnya sehingga jangankan jalan,
- beliau duduk aja enggak bisa, tapi
- beliau tetap jadi pemimpin. Nah,
- bagaimana caranya?
- Maka beliau menyuruh pasukannya agar
- dibuatkan
- semacam ya mungkin kalau bahasa Sunda
- namanya saung. Tapi saungnya
- tinggi di dekat air di situ semacam ya
- tempat untuk bersuci dan sebagainya. Ada
- semacam kulah lah kalau istilah Sunda
- itu ada tempat
- bersuci dibuatkan tempat yang tinggi.
- Nah, beliau itu duduk di atasnya. sambil
- mengawasi dan memberikan
- komando. Begitu pasukan
- dipersiapkan, nah itu kan para sahabat
- dari berbagai tempat berdatangan. Begitu
- ada seruan jihad fisabilillah yang di
- pasar, yang di sawah itu berhenti total
- berangkat menuju jihad bisa bilillah.
- Jadi kecintaannya kepada jihad bukan
- main
- gitu.
- Nah, Abu Mihjam. Nah, itu Abu Mijan
- tadi. Begitu mereka sudah siap
- menghadapi pasukan eh apa? Minum.
- Waduh, begitu minum langsung mabuk.
- Kalau bahasa Jawa Barat ieu jelema
- nanaonan jadi kieu i jelema orang lain
- begitu semangat menghadapi musuh eh
- teler. Nah, Saad bin Abi Waqqas sebagai
- panglima akhirnya bilang bawa orang yang
- ini. Taruh di belakang
- ikat. Tapi dia jangan
- ditutup. Ikat kakinya. Biar apa?
- Biar dia tahu bagaimana gemerincingnya
- suara pedang. Kemudian tendangan kaki
- kuda menghempaskan debu k biar dia
- melihat. Cuma dia ditaruh di belakang
- diikat
- dirantai
- sudah. Jadi yang tadinya dia mau di
- lepaskan di medan perang karena ada
- kasus maka untuk menepati hal itu
- kakinya diikat sehingga tidak ada yang
- melarikan diri. Bayangkan antara kaki
- diikat kayak
- apa? Kita aja jalan ya diikat enggak
- bisa lari kan. Nah diikat ini semua
- orang diikat kakinya. Nah di depannya
- pasukan
- gajah.
- Nah begitu pasukan muslimin
- bertemu dengan pasukan gajah apa yang
- terjadi? Pasukan muslimin abrol
- semuanya ya.
- Jangankan manusia
- ya, kuda sehebat apapun, selincah
- apapun, kalau sudah berhadapan dengan
- kuda ya apa dengan gajah itu enggak akan
- mampu dihabisin sama dia. Waduh itu
- orang pada bergelimpangan tuh disikat
- sama
- gajah. Akhirnya di tengah-tengah itulah
- ada salah seorang ahli penembak jitu
- yaitu Kok Kok kokok. Heeh.
- Kemudian pertempuran masih
- berkecamuk. Ah, itu suara pedang
- terdengar
- bha kaum musliman dalam keadaan
- terdesakkan. Banyak yang
- berjatuhan. Akhirnya
- apa? Abu
- Mihjan
- ngedengar, "Waduh, tang treng tong."
- Waduh. Jadi dengan
- suara pedang ketemu pedang tombak
- ketemu yang namanya tameng itu kan
- bunyiar bangkit
- semangatnya gimana ya? Padahal saya
- keluar itu niat saya itu pengin seperti
- itu. Tapi sekarang saya enggak bisa.
- Kenapa? Karena saya bermasalah.
- Karena minum saya. Heeh. Karena dia
- minum tuh. Ya. Sekiranya dia enggak
- minum dia lepas. Tapi karena ada yang
- minum, akhirnya ditahan. Akhirnya dia
- bikin
- surat. Dia bilang, "Wahai istri tuan."
- Yang dimaksud istrinya
- Saad, sekiranya engkau mengizinkan
- saya, saya mendengar suara pedang,
- mendengar suara ini, suara itu, hati
- saya begitu berat. Saya ingin seperti
- mereka.
- Dan kalau engkau membolehkan saya keluar
- dari penjara ini, engkau menyerahkan
- kuda, engkau menyerahkan pedang, saya
- akan berangkat sekarang juga. Begitu
- nanti umpamanya selesai dan menang, saya
- akan kembali lagi ke tempat ini. Dan
- Anda nak perlu lagi mengikat, saya akan
- mengikat kaki saya sendiri. Tapi kalau
- saya gugur di medan juang, Anda enggak
- perlu lagi mencari
- saya. Dibaca itu surat oleh istrinya
- Saad.
- Kalau bahasa kita karunya ieu jelema
- udah semangatnya tinggi mendengar suara
- ringkikan
- kuda, berderingnya itu suara pedang,
- suara
- tameng. Kasihan ya dia pengin jihad.
- Dia tidak banyak berpikir ini tuh
- langsung dia ambilkan pedang suaminya,
- ambilkan dia kuda, ambilkan dia senjata
- yang lainnya. di bawa itu nih saya
- serahkan sesuai dengan permintaanmu.
- Dilepas ikatannya langsung dengan
- kecepatan langsung bet dia loncat itu.
- Nah, begitu
- dilepas
- tiba-tiba Saad bin Abi Waqqas sebagai
- panglima
- tertinggi
- kaget di tengah-tengah pasukan gajah dan
- kawan-kawannya menyerang dalam keadaan
- muslimin hampir aja kalah waktu
- itu. Tiba-tiba ada orang ini. Dikiranya
- apa?
- Karena orang ini menggunakan
- pakaian kemudian mukanya ditutup seperti
- orang menggunakan ninja cadar cadar jadi
- enggak kelihatan wajahnya. Tapi kata
- Saad kudanya kok kayak kuda
- saya. Kemudian lihat potongan keberanian
- orang itu persis seperti Abu Mihjan.
- Tapi dia tidak mengatakan itu Abu
- Mihjan. Kenapa? Karena Abu Mujan saya
- ikat di belakang kata dia dianggapnya
- oleh sahabat tadi termasuk itu pasukan
- malaikat yang Allah kirim.
- Wah, itu orang tidak ada satuun orang
- yang sedang mereka beramai-ramai. Begitu
- datang dia hampal aja kayak apa? Kayak
- bola yang berbagai macam bentuk bola
- datang
- itu penendang buar aja. Jadi
- musuh seahsyat apapun kalau dia sudah
- datang langsung biar buat sehingga
- pasukan musuh yang tadinya mendesak kaum
- muslimin hampir muslimin terpepet kalah
- dengan adanya orang ini Allah berikan
- kemenangan saat tersenyum masyaallah
- enggak ada terbetik
- kala itu kalau gitu Mujan
- enggak akhirnya Abu Mijan setelah lihat
- pasukan Khadisiyah
- porak-poranda kembali dia kembali
- tambahnya langsung dia pulang dia
- serahkan pakaiannya kepada istrinya Saad
- setah itu langsung dia masuk ke
- penjaranya ngikat
- lagi dah
- duduk enggak lama pasukan pulang tuh ke
- markasnya istrinya
- nanya kalau bahasa kita a
- nah kabar Apa
- yang kau bawa untuk?
- Waduh, kalau gampangnya gini. Saya
- dikagumkan oleh satu pasukan
- malaikat, tapi saya
- aneh. Kudanya kayak kuda saya namanya
- Balqo. Balo. Nama kudanya. Nama kudanya
- Balko. Terus orang yang mengendarainya,
- saya perhatikan gayanya kayak Abi
- Mihjan. Kayak Abu Mihjan. Beraninya
- masyaallah.
- itu kita dalam keadaan terpepet hampir
- kalah. Begitu datang dia itu musuh semua
- ambrol semuanya langsung dia bercerai
- beray kata istrinya, "A itu Abu
- Muhyjan?" "Ah, enggak."
- "Ih, itu Abu
- Mihjan. Saya yang membuka dia, saya yang
- berikan senjata." Ya, senjata ayah,
- senjata
- aa ah yang benar.
- Iya, karena kaget
- kan kok Abu Mujan bisa begitu. Datanglah
- Saad ke penjara ya, Abu
- Mijan
- bangun. Terus dibuka.
- Saad
- bilang, "Seja
- ini saya tadinya tidak tahu, ternyata
- engkau telah memberikan
- satu kemanfaatan yang besar bagi kaum
- muslimin. Sejak ini kalau
- engkau minum lagi, saya tidak akan
- menghukum kamu
- lagi." Apa dia pang ya? Amir. Dan sejak
- ini pula karena Engkau telah memutuskan
- kepada saya, saya tidak akan kau hukum
- lagi. Dan saya katakan saya tidak akan
- minum
- lagi.
- Jadi tobatnya itu bukannya dia kemudian
- harus berhenti digebugin, dipukulin,
- tapi timbul kesadaran.
- Karena sang Amir mengatakan, "Saya tidak
- akan memenjara kamu lagi sekalipun kamu
- minum lagi. Kenapa? Saya melihat engkau
- telah berjasa kepada siapa?" Dijawab
- sama dia, "Saya sejak ini tidak akan
- minum lagi karena engkau tidak mau
- menghukum saya."
- Masyaallah. Itulah satu keimanan yang
- mendalam ya bagi seorang sahabat yang
- namanya Abu Mihjan. Dan sejak itu dia
- betul-betul tobat pada Allah sehingga
- menjadi orang muslim yang
- saleh. Demikian alhamdulillah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.