Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 rasil 0:01 [Musik] 0:08 [Musik] 0:15 tvil 0:16 [Musik] 0:24 TV Qul 0:27 in had 0:43 qimqaman millata 0:47 Ibrahim 0:50 Hanifa 0:52 wamaana 0:58 minalrikin 1:01 in hadani 1:05 Rabbi 1:08 ilaatim 1:13 mustaqim Qul 1:15 Inna 1:17 shati wa nusuki wa 1:20 mahyaya wa mamati lillahiabbilamin 1:29 [Musik] 1:35 [Musik] 1:42 [Musik] 1:44 musliminqallahulim wasalamualaikum 1:46 warahmatullahi 1:49 wabarakatuhalam 1:50 warmah Leaders dan calon Leaders seluruh 1:53 Indonesia kembali lagi kitaada acara 1:56 Leaders talk yang pada malam ini 1:58 memasuki sesi ee 2:00 ke-175 ee di mana ee mengangkat tema 2:04 tentang ee Apple dan Tesla batal 2:07 investasi Ada apakah EE sahabat-sahabat 2:10 sekalian ee dalam beberapa ee pekan yang 2:14 lalu ya Ee sudah ada beberapa 2:18 ee tokoh ee perusahaan besar dari 2:21 Amerika ee yang datang ke Indonesia 2:24 mengunjungi Presiden Joko Widodo yang 2:27 salah satunya adalah ee CEO 2:30 tim yang bertemu dengan Presiden Jokowi 2:33 di Istana Merdeka pada tanggal 17 April 2:36 2024 ya dalam pertemuan tersebut timuk 2:40 menyatakan komitmen Apple untuk 2:43 berinvestasi di Indonesia investasi itu 2:46 nantinya akan digunakan untuk membangun 2:48 infrastruktur pendidikan lewat program 2:50 Apple developer Academy keempat yang 2:53 berlokasi di Bali lokasi teranyar ini 2:56 merupakan tambahan dari developeradem 2:59 yang sudah ada sebelumnya yakni di 3:00 Tangerang Selatan Batam dan juga 3:02 Surabaya namun ee menurut menteri 3:05 investasi dan kepala Badan Koordinasi 3:08 Penanaman Modal Pak Bapak bahlil hadilah 3:12 bahwa sampai saat ini ternyata belum ada 3:14 informasi terkait dengan tindak lanjut 3:17 kunjungan eh Apple pada tanggal 17 April 3:20 kemarin ya terkait permohonan investasi 3:22 maupun presid perizinan dari Apple ee 3:26 juga belum ada kabar ya Ee sebelumnya 3:28 juga ee eh namun eh selain dari 3:32 Indonesia tim cook juga sudah eh 3:34 mengunjungi Singapura dan Vietnam di dua 3:37 negara ini Apple sudah mengucurkan 3:39 investasi dengan nilai yang jauh lebih 3:41 tinggi dibanding Indonesia ya di Vietnam 3:43 e mengucurkan investasi senilai kurang 3:46 lebih rp55 triliun triliun sementara di 3:50 eh Singapura Apple menanamkan investasi 3:53 senilai 4 triliun untuk memperluas e 3:56 kantor Apple yang ada di Singapura ya ya 4:00 belum jelasnya investasi dari Apple 4:02 membuat 4:03 eh publik bertanya-tanya Ada apa dengan 4:06 iklim investasi di Indonesia dan 4:08 perekonomian Indonesia Apakah penilaian 4:11 dari perusahaan-perusahaan besar eh 4:13 asing ee bahwa ekonomi iklim ekonomi dan 4:17 bisnis kita kurang baik eh sehingga 4:21 tidak menjadi pilihan dari para 4:23 perusahaan-perusahaan multinasional 4:25 untuk menanamkan investasinya di ee 4:27 negeri kita ya Ee seperti seperti halnya 4:30 Tesla sempat melakukan komunikasi pada 4:32 tahun 2020 namun justru eh Tesla 4:36 memutuskan untuk membangun kantor dan 4:38 jaringan pelayanan di Malaysia bukannya 4:41 di Indonesia ya hingga kemudian Eh 4:44 sekitar bulan September 2023 tahun lalu 4:47 juga ee beredar kabar Tesla akan 4:51 berinvestasi Indonesia eh namun juga 4:54 sampai sekarang belum ada informasi ya 4:56 Jadi sebenarnya apa yang sedang terjadi 4:59 ee di negara kita ee apakah benar bahwa 5:03 negara kita ee tidak ee kondusif secara 5:06 iklim bisnis dan investasi dan penanaman 5:09 modal ee dari luar negeri dan bagaimana 5:12 prospek ee ekonomi Indonesia ke depannya 5:14 di tengah ee persaingan percaturan ee 5:18 Global yang semakin meningkat dan di 5:20 tengah tingginya ketidakpastian ekonomi 5:22 Indonesia untuk itu pada malam ini kita 5:25 akan membahasnya sudah hadir ee 5:28 narasumber kita eh sudah datang bersama 5:32 kita Bapak nailul Huda beliau adalah 5:34 Direktur ekonomi digital selios 5:36 Asalamualaikum Pak Nail Hud 5:39 Waalaikumsalam Warahmatullahi 5:43 wabakatuh Terima kasih sudah mengundang 5:46 ya terima kasih juga eh Mas Nail dan 5:49 juga alhamdulillah sudah hadir juga 5:50 bersama kita tuan 5:52 rumahiv yang eh senantiasa bersama dalam 5:55 setiap episodenya eh 5:58 pakamualaikum Pak 6:01 mardaniumsalam warahmatullahi 6:02 wabarakatuh Bang haldi Mas 6:04 nailul ya Dan nanti Insyaallah juga akan 6:08 bergabung bersama kita Bung Roki Gerung 6:11 sedangkan Pak dahan Iskan sampai saat 6:13 ini Eh mungkin berhalangan hadir ya 6:15 mudah-mudahan Di eh episode berikutnya 6:18 bisa membersamai kita baik eh Sebelum 6:21 kita mulai eh diskusi inusal stok seri 6:24 ke-175 malam ini ee Kami ingin 6:27 mengucapkan terima kasih yang 6:28 sebesar-besarnya kepada seluruh pemirsa 6:30 Setia indiversal leader ST baik Dar 6:32 dalam negeri dan luar negeri dan juga 6:35 kepada ee rekan-rekan media Dan wartawan 6:37 yang juga senantiasa eh menyaksikan 6:39 Meliput dan memberitakan acara ini eh 6:42 Indonesia leader Talk ini eh disiarkan 6:44 setiap pekan secara live streaming 6:46 melalui channel YouTube e Mardani 6:48 alisera rasil TV dan juga PS TV dan juga 6:52 disiarkan juga melalui jaringan eh radio 6:55 rasil ee 720 am untuk di beberapa ee e 6:59 daerah di jaburitabik dan juga di relay 7:02 juga di Beberapa jaringan radio rasil di 7:05 seluruh Indonesia eh baik 7:07 sahabat-sahabat sekalian kita mulai 7:09 acara indiv Talk pekan ini dengan tema 7:12 Apple dan Tesla batal investasi Ada apa 7:15 P Pak marani persilakan untuk memberikan 7:17 eh pengantar dan juga 7:20 paparannya izin Mas nailul 7:24 duluan Bismillahirrahmanirrahim 7:27 asalamualaikum warahmatullahi 7:28 wabarakatuh 7:31 Alhamdulillah Allahumma sholli ala 7:34 sayyidina muhammad Amma 7:37 ba'd 7:39 para Leaders dan calon Leaders yang EE 7:44 menikmati acara kita baik streaming 7:48 eh melalui internet ataupun melalui 7:52 rasil eh 729 am dan eh channel-channel 7:58 yang lain tema sekarang ini 8:02 eh diniatkan sebetulnya kita ingin ee 8:08 melakukan bedah anatomi Mas nailul 8:13 terkait dengan kesehatan 8:16 ekonomi Indonesia 8:18 ya bab ekonomi ini penting ya Ee karena 8:23 memang 8:24 ee Apalagi kita negara muslim walaupun 8:28 Katanya sudah tidak terbesar tapi tetap 8:31 besarlah Ya sama sama Pakistan ya bahwa 8:36 ee Baginda Nabi Muhammad Sallallahu 8:39 Alaihi Wasallam 8:41 mengingatkan kadal fakru ayakunu kufron 8:45 ya bahwa 8:46 kefakiran mendekati kekufuran orang 8:49 miskin 8:50 itu lebih dekat kepada perilaku kufur ya 8:55 Eh dan karena itu ada 20 Del ayat di 9:00 al-qur'an yang memerintahkan zakat infak 9:03 dan sedekah Tapi cuma dua ayat yang eh 9:08 menyinggung tentang fuqar Wal Masakin ya 9:11 salah satunya bahkan ayat tentang 9:14 orang-orang miskin yang Ifah yang jaga 9:18 diri sehingga beberapa ulama 9:21 mengingatkan bahwa islam itu agama yang 9:25 memerintahkan ee pemeluknya untuk tangan 9:29 di atas lagi-lagi 9:31 sebagaimana hadis Baginda Nabi Muhammad 9:34 Sallallahu Alaihi 9:38 wasallamadalun kufr atau hadis yang lain 9:45 eh tangan di atas itu lebih baik 9:48 ketimbang tangan di bawah ya Bahkan 9:51 sayidina Ali Bin Abi Thalib dalam sebuah 9:54 riwayat Saya sempat membaca pernah 9:57 mengatakan 10:01 kalaulah kemiskinan itu berwujud seorang 10:03 lelaki pasti aku akan memenggalnya ya 10:07 pasti aku akan ee menghilangkannya ya 10:10 sehingga 10:12 eh kita bahas politik penting e budaya 10:16 wajib ya tetapi ekonomi di atas 10:20 semuanya ternyata merupakan 10:23 faktor yang betul-betul mendapat e 10:26 perhatian ya bahkan kalau izin dikutip 10:30 lagi dari 10 sahabat yang dizamin masuk 10:33 surga se di antaranya itu yang 10:36 ekonominya kuat ya cuma satu sayidina 10:40 Ali yang Bahrul Ulum ya Tapi itu pun 10:42 punya kelebihan lautan ilmu Ya Sisanya 10:45 ada Abdurrahman bin Auf Abu Bakar 10:49 alhabsi Abu Bakar assiddiq ya dan 10:52 lain-lain sehingga eh ini menjadi 10:55 perhatian pada saat yang sama kita 10:58 melihat 11:00 kita pasar yang sangat besar ya dengan 11:04 hampir 300 juta penduduk bahkan kalau di 11:07 Asean kita lebih dari Separuh ini dengan 11:12 eh dulu sih angkanya 5 tahun yang lalu 11:15 Mas nailul 11:17 134 juta eh kelas menengah kita ya 11:21 mungkin sekarang sudah lebih Ditambah 11:22 lagi dengan kita pun punya bonus 11:25 demografi yang luar biasa sampai 2030 11:29 Jadi sebetulnya inilah saatnya 11:31 betul-betul Indonesia harus menjadi 11:35 salah satu kekuatan ekonomi yang besar 11:38 benar ada 11:40 prediksi goldman dan lain-lain kita jadi 11:43 ekonomi keempat terbesar tetapi kita mau 11:46 coba lihat dari judul Apple dan Tesla 11:50 tidak jadi 11:52 investasi kemarin ada yang baru juga eh 11:55 selain Apple dan Tesla ya Mas nailul ya 11:57 Bos ceonnya nya Microsoft juga datang 12:01 ternyata ee dikitar 1,7 miliar us tapi 12:06 kalau di Malaysia yang jumlah penduduk 12:10 yang lebih kecil di 2 miliar gitu loh 12:12 lebih besar dibanding di kita ya 12:14 Sehingga tentu Ee kita sudah bagus 12:17 sekali Ada Kementerian walaupun 12:20 bentuknya kementerian negara e yang 12:23 mengurus investasi ya Eh kepala bkpm 12:26 juga tetapi ini memang menjadi PR yang 12:30 sangat besar ya karena beberapa data 12:33 nanti mas nailul yang lebih lebih detail 12:36 Ya saya cuma ngelihat dari eh Big 12:39 picturnya Mas nailul yang pertama tentu 12:43 Singapura tetap menjadi tujuan fdi ya 12:46 foreign direct investment di Asean 12:49 bahkan angkanya bisa 4 sampai l kali 12:52 lipatnya kita ya masul ya kita kedua 12:55 memang ya di data 2022 yang saya baca eh 12:59 Singapura 13:00 141 miliar us kita 21 ee Vietnam di 13:04 bawah kita 20-an ya tapi 2023 2024 Mas 13:09 Nail nanti ya tapi Eh ini yang 13:12 menyebabkan 13:14 eh kan Eh kita ingin pertumbuhan ekonomi 13:20 kita ya mudah-mudahan sih Eh di atas tu 13:25 mestin mas nailul ya sehingga eh serapan 13:29 tenaga kerja yang keluar dari kampus 13:32 atau sekolah itu bisa terserap ya tapi 13:35 di 10 tahun terakhir ini di lima eh 13:38 komaan itu pun udah bersyukur ya di 13:41 antara eh bukan among the best ya among 13:44 the good lah gituah ya kalau 13:46 dibandingkan philipin agak tinggi 13:48 sekarang India juga tinggi ya Cina masih 13:51 tetap terus tinggi ya ini pertumbuhan 13:54 ekonomi tentu kalau eh mas nailul eh eh 13:59 nanti detailkan kan empat ya Ya mulai 14:03 dari yang di kita yang besar konsumsi 14:05 rumah tangga ya Mas ya Mestinya kan 14:09 investasi g l atau ekspor ya yang kedua 14:13 sesudah konsumsi rumah tangga kita 14:15 government spending gitu loh dengan APBN 14:18 kita ya itu pun defisitnya sudah dipatok 14:21 di tig gitu loh mestinya ee komponen 14:24 investasi kita yang tinggi ya tapi untuk 14:27 bisa investasi dari di luar yang tinggi 14:30 belajar dari kisah Apple dan juga Tesla 14:33 atau Microsoft ternyata memang easy of 14:36 doing busis di kita iklimnya masih belum 14:39 optimal bahkan ditambah dengan icore 14:43 kita yang mendekati 76 koma ya 14:45 incremental Capital output ratio belum 14:49 lagi index productivity eh biaya 14:52 transportasi biaya energi kita 14:54 ya ditambah tentu yang paling utama 14:58 adalah kesiapan sumber daya manusia di 15:01 kita ya Sehingga Ee kita agak sedih ya 15:06 50% lebih tenaga kerja kita itu 15:08 terserapnya di sektor informal yang itu 15:11 safety netnya tidak terlalu kuat ya yang 15:14 itu basis karirnya menjadi tidak jelas 15:17 ya Padahal mereka anak-anak muda yang 15:20 harusnya mendapatkan tangga karir yang 15:23 baik dan karena itu pandangan saya Mas 15:26 nailul Bang haldi dan teman-teman semua 15:29 kita harus betul-betul punya grand 15:32 design yang bagus ada eh short term ada 15:37 midterm ada long term yang long term-nya 15:39 tentu tidak lain tidak bukan 15:41 meningkatkan kualitas pendidikan 15:43 kualitas riset dan inovasi di tempat 15:46 kita ya tentu di antaranya juga yang 15:48 long term adalah membangun kapasitas 15:51 eh eh karakter masyarakat karena kalau 15:55 dilihat 15:56 ee baik itu kulit putih atau minta maaf 16:00 Eras kuning itu punya etos kerja yang 16:03 luar biasa ya kita harus membangun etos 16:07 kerja yang diikuti kreativitas ee dan 16:12 kapasitas yang baik sehingga betul-betul 16:15 akan terjadi dinamika di mana 16:19 perekonomian kita beranjak ya dari 16:21 perekonomian yang cuma berbasis kepada 16:25 komoditas ya walaupun ee Pak Jokowi 16:28 dengan hilirisasi quote and unquote eh 16:32 eh eh brandnya bagus Ya tetapi seperti 16:36 apa kajian dampak directnya kepada 16:39 pertumbuhan ekonomi ini masih banyak ya 16:41 karena kita punya nikel tetapi 16:44 eh Memang produk mobilnya banyak dari 16:47 Cina gitu dan lain-lain dan mestinya itu 16:50 menjadi catatan buat kita yang long 16:52 termnya memang pendidikan dan kualitas 16:55 sumber daya manusia kita manusia kita ya 16:57 serta 16:59 yang sudah menarik mas nailul eh kita 17:02 sudah menjadi invited countries untuk 17:06 duduk bareng menjadi anggota OECD ya 17:10 mudah-mudahan 5 tahun ke depan 17:13 eh comply seluruh peraturan di dalam 17:16 negeri kita sehingga isi of doing bisnis 17:19 kita meningkat 17:20 eh kita punya eh investasi ret sama 17:26 developmentnya itu satu persen PDB ee ee 17:31 korupsi kita mengecil ya dan lain-lain 17:34 sehingga long term-nya kita betul-betul 17:36 siap tinggal Landas menjadi negara maju 17:39 yang midterm pandangan saya memang harus 17:41 ada terobosan nah mudah-mudahan 17:44 pemerintahan yang baru 17:46 nanti bisa memilih menteri luar negeri 17:49 eh Menteri Menteri Menteri Keuangan yang 17:53 betul-betul proper ya Mas nailul saya 17:55 itu ketemu beberapa teman baik dari 17:57 Gerindra dari di Golkar G saya tanya 18:01 Siapa calon Menteri Keuangan gitu karena 18:04 Menteri Keuangan ke depan ini 18:06 betul-betul akan cukup menentukan jatuh 18:09 bangunnya Indonesia Bu Sri Mulyani 18:12 dengan segala halnya 18:14 eh 89 tahun ini mampu pruden mampu 18:19 menjaga Indonesia dari beragam krisis 18:22 dan EE dipercaya oleh pasar mendapat 18:25 dukungan donor internasional yang cukup 18:28 lumayan sih sehingga kita tapi tidak 18:30 cukup dengan 5% ini tidak cukup memang 18:33 Pak Prabowo punya gagasan besar 18:36 memisahkan badan penghasilan negara 18:38 dirijian pajak sendiri eh spendingnya 18:41 sendiri juga walaupun niatnya baik tapi 18:44 mudah-mudahan dengan eh niat baik ini 18:47 kita bisa meningkatkan 18:48 eh tax ratio kita dari 91 menjadi 18:53 mudah-mudahan 10 sampai 12% gu itu kalau 18:56 itu tercapai sudah bagus sekali 18:59 itu yang midterm-nya tentu yang short 19:01 term-nya memang harus ada keberanian 19:03 sebetulnya eh pola kawasan ekonomi 19:07 khusus kita 19:08 ee mestinya betul-betul didesain dengan 19:11 sangat menarik ya investasi bisa masuk 19:14 dengan kemudahan 19:16 eh mendapatkan fasilitas tanah eh suplly 19:21 energi ee ee bahan baku sehingga ee 19:25 kalau ta holiday satu dua hal nanti mas 19:28 eh nailul yang detailkan tetapi intinya 19:31 memang sebisa mungkin 5 10 tahun ke 19:34 depan migrasi pekerja kita yang 50%-nya 19:39 informal menjadi mudah-mudahan yang 19:41 informalnya di angka 20 sampai 30% 19:44 sisanya masuk ke tenaga kerja yang 19:46 formal yang itu jauh lebih 19:48 ee terlindungi jauh lebih punya karir 19:52 yang baik dan jauh lebih punya ee 19:55 kemampuan ekonomi yang mencukupi tentu 19:57 dibarengin dengan industrialisasi kita 20:00 sedih zaman Pak Harto kontribusi 20:02 industri dan Manufaktur sudah sampai 20:05 23% sekarang terjadi deindustrialisasi 20:09 angkanya di17an gitu l ini bukan perkara 20:12 mudah eah dan di posisi ini mas nailul 20:15 saya tidak ingin berposisi sebagai 20:17 oposisi gitu loh tapi kita melihat bahwa 20:20 ini pekerjaan besar kita bersama eh 20:23 jebakan middle income Trap countries ya 20:26 negara berpenghasilan menengah eh buat 20:30 Indonesia betul-betul kita sekarang 20:32 4.000 lebih gitu loh mudah-mudahan dalam 20:35 5 tahun 10 tahun ke depan angkanya di 20:37 12.000 sehingga betul-betul kita bisa 20:40 12.000 us dolar per tahun menjadi basis 20:44 jadi eh eh bukan lower tapi higher 20:48 middle income country yang mudah-mudahan 20:51 selangkah lagi menjadi negara 20:53 berpenghasilan tinggi dan ini pekerjaan 20:55 besar kita dan orkestrasinya tidak bisa 20:58 sendiri karena kpk-nya harus menguat 21:01 perizinannya harus dimudahkan perbankan 21:04 kita dengan net interest marginnya yang 21:06 masih sangat tinggi suku suku bunga kita 21:09 yang masih sangat tergantung kepada 21:11 Federal Res dan lain ini pekerjaan 21:14 besar detailnya seperti itu bang kita 21:17 saya cuma mampu memetakkan seperti itu 21:19 Mas nailul nanti mas naul yang 21:22 ngasihailnya seperti apa tapi buat saya 21:25 Tesla 21:27 waupun Tesla enggak masuk karena mungkin 21:30 melihat pasar mobil listrik kita mereka 21:34 belum masuk ke kita ya Di ya tetapi dia 21:36 mau masuk dengan starlingnya nih ya Mas 21:39 N lu lihat justru agak bahaya ini dengan 21:42 2.000 lebih 21:43 eh eh satelit yang sudah mengepung kita 21:47 gitu loh Itu kalau ada yang punya saham 21:50 Telkom kah xlk itu agak bahaya itu 21:54 karena yang sebelumnya menggunakan 21:56 wiring yang ini satelit e jadi mau apa 21:59 ee jejaring apa koneksi satelit ya jauh 22:04 lebih jauh lebih jauh lebih eh 22:09 eh bisa ke mana saja dan affordable dan 22:12 ini berbahaya buat eh para pemain telco 22:16 yang baru di Indonesia selamat datang 22:19 Bung Roki itu saja mas nailur eh 22:22 pengantar Saya mudah-mudahan 22:26 bisendatang lanjut ya selamat malam 22:30 asalamikum 22:34 Waalikumsalam kalauudah 22:36 adaah enak gunung kita bisa pak 22:40 telepteponanaang pakone juga 22:45 bisa terima 22:48 kasih selamat 22:52 datangkarang 22:56 ke Dar Kris ekonominya iklim investasi 23:00 dan kondisi ekonomi kita Mas nailul 23:03 Apakah sedang baik-baik sajakah karena 23:05 dengan dolar apa rupiah yang semakin 23:08 melemah dengan dari dolar banyak 23:10 kekhawatiran juga ya Ee ditambah e apa 23:13 banyak adanya potensi eh tingginya 23:17 ketidakpastian ekonomi global ya dengan 23:19 peperangan 23:20 eh apa Israel dengan Palestin yang masih 23:24 berlangsung kemudian Ukraina dan Rusia 23:26 dan beberapa isu lainnya Bagaimana 23:28 prospek kira-kira ekonomi bangsa 23:31 Indonesia ee di tahun ini dan beberapa 23:33 tahun ke depan kepada Mas nailo 23:36 dipersilakan baik 23:38 Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum 23:40 warahmatullahi wabarakatuh 23:42 waikumsalam Selamat malam semuanya 23:44 scriber kita semua yang saya hormati 23:47 Bang Mardani Bang Roki Mas haldi dan 23:51 semu eh tadi pertanyaan dari ee Masdi 23:57 berat sekali gitu ya mungkin nanti Bang 23:59 r tuh yang bisa menjab dari geopolitik 24:03 gitu ya geoekonomi dan geopolitik gitu 24:06 eh saya tadi cuman ingin aja ya Eh 24:11 sedikitlah menanggapi tadi dan 24:13 meneruskan apa yang disampaikan oleh 24:14 Bang Mardani gitu izin share screen bisa 24:17 Masdi saya sudah menyiapkan beberapa 24:19 data 24:23 keren Oke sudah Mas silakan oke 24:30 ya 24:31 Eh ini ada beberapa mungkin 24:35 kita dulu pernah bermimpi gitu ya 24:39 bermimpi mungkin 24:41 tepatnya Bu gitu kan bermimpi Untuk 24:45 membuat satu kawasan gitu kan satu 24:50 kawasan Sil gitu kan 24:53 atau diayebutnya 24:57 beliauyebutnya ma gitu Oh iya Bukit 25:00 algoritma Iya 25:03 eh mungkin saya kan berangkat dari situ 25:06 eh Masdi Bang marani dan Bung Roki jadi 25:11 eh 25:13 sangatsangat dulu ide itu sangat 25:16 diperpinjangkan di publik gitu kan dan 25:18 saya pun e juga mengkonfrontasi ke 25:21 Beliau gitu kan tentang 25:23 kesiapan pembangunan Bukit algoritma 25:26 yang itu ya sebenarnya juga ya sangat 25:30 angan-angan yang bisa dibilang kayak 25:33 semacam mimpi di siang bolong gitu kan 25:36 bahwa masih banyak sekali pr-pr gitu kan 25:39 yang memang ada di Indonesia khususnya 25:42 di sektor 25:43 eh teknologi yang dia hightech gitu 25:48 Nah mungkin saya akan mengawalinya dari 25:52 tadi Kalau Bang marani kan tadi nyebutin 25:54 darimansah ya memang kita eh diprediksi 25:58 bakal menjadi salah satu kekuatan 25:59 ekonomi besar gitu kan Nah tapi memang 26:02 kalau kita lihat Global ekonomi di 26:04 beberapa tahun ke depan itu mengalami 26:07 perlambatan yang cukup masif gitu kan 26:09 bahkan Cina pun sekarang dia pertumbuhan 26:13 ekonominya sudah bisa dibilang lebih 26:16 rendah dibandingkan dengan Indonesia 26:18 Walaupun memang Ses ekonomi Cina cukup 26:20 besar gitu 26:22 Tapi beberapa masalah yang ada di Cina 26:26 seperti properti Boom di Cina Kemudian 26:30 ada beberapa kasus juga yang menyangkut 26:33 dengan Evergreen yang akhirnya 26:35 dibangkrutkan Kemudian ada beberapa 26:38 perusahaan dari Amerika yang dia lari 26:41 dari Cina nah ini yang menyebabkan ya 26:44 ekonomi Cina tidak akan 26:46 setinggi ekspektasi sebelumnya gitu Nah 26:50 dari sini kita menyambung kepada larinya 26:56 fdi dari Cina gitu ini yang data yang 27:00 saya dapatkan itu sangat menarik sekali 27:01 kalau kita lihat FBI Cina dibandingkan 27:04 dengan GDP ya itu semakin tahun semakin 27:07 menurun bahkan kalau kita lihat di Tahun 27:08 2022 itu cuma 1% tadinya bisa sampai 27:12 4,5% 4% dan sebagainya Nah kita lantas 27:16 bertanya gitu kan ke mana nih larinya 27:20 perusahaan yang tadi yang dari Cina yang 27:22 mereka menganggap bahwa ekonomi Cina 27:24 enggak sehebat dahulu kala gitu kan 27:27 enggak sehebat 5 tahun yang lalu gitu 27:30 atau 10 tahun yang lalu gitu Nah mana 27:33 sih larinya gitu banyak sekali yang 27:36 menyampaikan bahwa Indonesia kebagian 27:38 Indonesia kebagian dan sebagainya gitu 27:39 tapi yang jelas kalau kita lihat data 27:42 ternyata ya fdi yang dari Cina itu 27:46 sebagian besar larinya ke Vietnam gitu 27:49 bahkan kalau tadi sampaikan bangadi ya 27:53 atau 27:55 sampan itu Terata menanamkan jauh lebih 27:59 besar investasinya di Vietnam 28:02 dibandingkan dengan Indonesia gitu kalau 28:04 Indonesia cuman kebat 1,6 triliun tapi 28:06 kalau di Vietnam itu kebagian sekitar 28:10 250 triliun gitu jadi perbandingannya 28:14 sangat besar sekali gitu kan dan kita 28:17 jadi bertanya-tanya gitu kan Mengapa sih 28:20 Indonesia ini tidak kebagian eh 28:23 perusahaan Cina yang lari ya peran 28:26 ataupun perusahaan besar yang dia 28:29 mempunyai ee manufakturing di Cina 28:32 mereka lari ke negara berkembang gitu 28:35 dan Indonesia sayangnya bukan menjadi 28:38 tujuan utama e dari fdi ini gitu mereka 28:43 lebih memilih untuk menanamkan modalnya 28:47 ke Vietnam ataupun ke Malaysia gitu nah 28:50 ini sekarang kita lihat apa sih 28:53 penyebabnya gitu kan Nah 28:55 eh salah satu yang memang kita highlight 28:59 di situ Dan ini juga sudah saya 29:01 sampaikan sebenarnya Ketika saya 29:04 berdebat dengan bangdiman mengenai Bukit 29:06 algoritma gitu kan produksi dari high 29:09 quity atau high tenologi produk di 29:13 Indonesia itu sangat rendah sekali Nah 29:15 kalau kita lihat di sini 29:17 eksor Indonesia itu bisa dibilang 29:20 Mengalami penurunan tren untuk sor dari 29:23 barang-barangch gitu Nah kalau kita 29:26 lihat di tahun 201 29:28 ekspor high tch Indonesia itu mencapai 29:30 12% kita hanya kalah 1% dibandingkan 29:33 dengan Vietnam tapi sekarang bandingkan 29:36 untuk tahun 2021 Indonesia untuk high 29:40 teh ekspor produk eksport itu cuman 7% 29:45 sedangkan Vietnam itu sudah mencapai 29:49 41,5% sedangkan Malaysia sudah mencapai 29:52 52% jadi memang ini artinya 29:56 ee Indonesia ini ketika melakukan ekspor 30:00 ya memang bukan tidak fokus kepada 30:03 highch eh produk gitu nah ini yang 30:07 paling banyak menyebabkan ya akhirnya 30:11 Kalau kita lihat perbandingan ya E 30:13 Vietnam ketika produk Apple di situ 30:16 mereka ternyata sudah bisa 30:19 memproduksi komponen untuk produk Apple 30:22 itu sekitar sor sekitar 30 sampai 30:26 40% jadi dari 100 ya 100 komponen dari 30:31 produk iPhone kita itu ternyata 30 30:34 40%-nya sudah bisa diproduksi di dalam 30:36 negeri Vietnam sedangkan Indonesia kalau 30:39 kita lihat itu cuman mampu Eh sekitar 4% 30:44 gitu jadi ya wajar sekali kalau misalkan 30:48 Vietnam lebih lebih dipilih oleh Apple 30:50 untuk bisa menanamkan investasinya gitu 30:53 kan dan ini sangat sangat ee bisa 30:57 dilihat dari high tech Eh productionnya 30:59 di mana ya Indonesia sangat-sangat e 31:02 ketinggalan dibandingkan dengan 31:03 negara-negara eh Vietnam Malaysia 31:06 Thailand ataupun China gitu bahkan India 31:09 pun kalau kita lihat trennya positif 31:12 gitu kan sedangkan kalau trennya 31:14 Indonesia itu justru negatif gitu jadi 31:17 Eh ini yang menyebabkan 31:21 highch ya ekosistem di Indonesia itu 31:24 sangat Tertinggal Nah ini salah satu nya 31:28 kenapa sih Malaysia itu bisa mengekspor 31:31 produk hightechnya itu hingga 31:33 52% sedangkan Indonesia cuma 31:36 7,2% 31:38 Malaysia membangun benar-benar membangun 31:41 ya untuk eh 31:43 ekosistem teknologi atau ekosistem 31:46 hightech produk itu sangat masif gitu 31:49 kan kita lihat silikon Malaysia itu ada 31:51 Intel ada beberapa 31:53 Eh ini ya beberapa produk lainnya HP 31:58 terus kemudian ada terutama yang di 32:01 Sarawak dan di Malaysia Utara itu ya itu 32:05 banyak sekali produk-produk di situ dan 32:08 bahkan kalau kita lihat Malaysia sudah 32:10 memproduksi cip gitu sedangkan Indonesia 32:13 belum gitu Nah inilah yang tadi 32:16 disebutkan juga dari sisi geopolitik eh 32:19 ekonomi ya geekonomi cip ini akan jadi 32:22 salah satu senjata perdagangan 32:26 internasional ke depan gitu dan kita 32:29 sudah mengalami penurunan produksi cip 32:32 jadi kita sudah mulai mengalami 32:34 kelangkaan cip gitu Ini sudah beberapa 32:38 media memberitakan mengenai kelangkaan 32:40 cip di 32:41 eh global global teh terutama jadi 32:45 Malaysia sudah menuju ke sana gitu nah 32:47 sedangkan Indonesia itu Ya dibilang 32:52 hanya mempunyai mimpi untuk membangun 32:54 silicon valy gitu kan Bukit algoritma 32:58 yang di mana itu sampai saat ini ee 33:01 masih menjadi bukit belum ada 33:03 algoritmanya gitu Jadi ini 33:07 yang ini yang eh terelalu saya sampaikan 33:11 Bang Mardani jadi ya dulu saya sampaikan 33:15 ke Bang Budiman gitu kan bahwa ini eh 33:18 enggak bisa nih 33:21 pasti bukan sebagian besar ya tapi 33:24 berpotensi besar untuk mangkrek gitu dan 33:26 terjadi di tahun ini ternyata memang 33:28 mangkrak gitu kan bahkan ee 33:31 setelah acara besar untuk peresmian 33:34 bulket algoritma sampai saat ini belum 33:36 ada pangunan yang bisa difungsikan 33:39 sebagai pusat riset gitu jadi ya 33:42 akhirnya ini ee jadi bangunan mangkrak 33:44 dan ini yang yang satu di antara silicon 33:49 Valley ya di Indonesia yang 33:50 digadang-gadang oleh politisi kita gitu 33:52 kan ritwan Kamil juga menyebutkan ada 33:55 bisa dibangun di beberapa tempat gitu 33:57 kan terus kemudian ee Presiden Jokowi 34:00 juga sampaikan Sil di Papua dan 34:02 sebagainya dan sebagainya gitu jadi ya 34:04 itu cuman eh angan-angan saja dan 34:09 sangat-sangat jauh eh dari realita yang 34:13 ada di 34:15 lapangan 34:16 Nah makanya kita Indonesia untuk main 34:21 ekspor produknya itu masih sama gitu ada 34:24 mineral FS ya Kan dulu kita malah bisa 34:28 mengekspor lebih besar ya electrical 34:30 machinery dan equipment ya itu tertinggi 34:33 kedua setelah mineral fels dan 34:35 sebagainya gitu nah sekarang itu 34:37 kitaimpor keduanya animal andable dan 34:40 sebagainya jadi tidak ada perubahan yang 34:43 signifikan dari main export produk kita 34:45 gitu tidak ada 34:46 eh high technology produ yang menjadi 34:50 main export produk dari eh Indonesia ini 34:53 sangat disayangkan 34:55 sebenarnya nah 34:58 ini disebabkan salah satunya tadi 35:00 Sebutkan juga sama Bang mengenai eh SDM 35:03 kita gitu kan kalau kita lihat human 35:04 capital index kita itu bisa dibilang 35:08 stak di angka 0,5 terus kemudian kita 35:12 jauh kalah dibandingkan dengan Vietnam 35:14 yang ya dia negara sosialis ya dan dia 35:19 juga memeningkan human capital indeks 35:22 gitu eh satu yang bagus gitu terus 35:24 Malaysia Thailand Cina pun juga 35:28 sesuatu juga mendukung untuk 35:30 pengembangan human capital index gitu 35:33 nah kita jauh Tertinggal dibandingkan 35:35 dengan negara-negara tersebut gitu kan 35:37 Nah kalau kita lihat dari Pisa scor juga 35:39 sama gitu kan kita masih jauh Tertinggal 35:41 gitu kan jadi memang di Indonesia ini 35:44 lebih banyak untuk low skill workernya 35:46 dibandingkan dengan high skill workernya 35:48 gitu Ini yang 35:50 eh sahatnya disimpan oleh human capital 35:54 index nah ini school on Roman of terya 35:59 atau eh lulusan untuk perguruan tinggi 36:02 gitu ya Nah kalau kita bisa bilang gitu 36:04 ya Indonesia sebenarnya tidak jauh 36:06 berbeda dengan Malaysia Vietnam Thailand 36:09 E cukup tinggi gitu ya China juga cukup 36:12 tinggi tapi kita setara dengan Vietnam 36:15 dan Malaysia makanya beberapa kali 36:17 kesempatan ketika Apple ke sini gitu 36:20 saya tanyain Bagaimana nih kalau sdm-nya 36:22 gitu Nah kalau dari SDM kalau dari human 36:25 capital index kita kalah gitu tapi dari 36:28 edukasi Kita sebenarnya cukup cukup bisa 36:31 bersaing gitu kan Indonesia Vietnam 36:34 Malaysia mempunyai karakteristi school 36:36 enment 36:37 fornya ataupun orang yang dia mendaftar 36:41 kebergan tinggi itu cukup banyak gitu 36:43 kan dari jumah penduduk kita gitu Jadi 36:45 tidak tidak kalah gitu nah tapi yang 36:49 jadi permasalahan adalah unemploymentnya 36:51 ketika kita melihat with education itu 36:55 Indonesia lebih tinggi dibandingkan 36:57 dengan Vietnam dan Malaysia gitu dan 36:59 bahkan ketika 2022 eh Malaysia 3,5% 37:03 Vietnam 3% kita ada di angka 4,1% 37:07 Thailand lebih sedikit lagi 2,1% jadi 37:09 kita unemployment rate untuk eh Advance 37:12 educationnya eh workernya itu cukup 37:16 tinggi nah ini juga di digital skill ya 37:20 digital ranking skill kita ternyata dari 37:23 64 negara yang disurvei untuk knowledge 37:26 atau untuk pengetahuan mengenai digital 37:28 kita masih berada di angka di ranking 60 37:32 dari 64 negara yang disurvei jadi 37:34 pengetahuan digital kita masih sangat 37:36 rendah sekali gitu 37:38 kan juga 48 dari 64 negara survei jadi 37:41 secara overall kita ada di angka ada di 37:44 ranking 53 dari 64 negara yang disurvei 37:47 nah yang paling parah dari sisi 37:49 knowledge adalah dari sisi edukasi dari 37:52 edukasi ternyata menyebabkan knowledge 37:54 ranking kita itu jeblok dan kalau kita 37:57 lihat dari 64 negara yang disurvei 38:00 edukasi mengenai digital 38:02 itu berada di urutan paling buncit alias 38:05 64 eh peringkat 64 dari 64 negara yang 38:09 disurvei jadi kita eh dalam hal 38:13 pendidikan terutama untuk digital skill 38:15 itu masih sangat jauh ketinggalan 38:17 dibandingkan dengan negara-negara 38:21 lainnya Makanya kalau kita lihat 38:23 Innovation capability technolog itu 38:27 masih di angka 38:29 4,8% dan ini yang bisa dibilang staknan 38:34 dan bahkan kalau kita lihat 38:36 dinolog atau kesiapan teknologi itu kita 38:39 mengalami penurunan dari tahun 2014 ke 38:42 tahun 201 ini sangat disayangkan sekali 38:46 mengenai kesiapan teknologi di 38:49 Indonesia 38:53 nama ini 38:56 yangara itu cuma 38:58 0,24% dari PDB sedangkan kalau kita 39:01 lihat negara-negara lainnya nih seperti 39:04 Vietnam pun dia 0,5% gitu kan Terus 39:07 India 0,6% Malaysia 39:10 1,4% Singapura 39:12 2,2% Jepang 3,2 Tiongkok 2,1 gitu kan 39:17 jadi ini negara-negara yang memang e 39:21 fokus mengembangkan Inovasi dan r&-nya 39:24 gitu Dan kalau kita lihat memang 39:28 ini bukan masalah insentif yang 39:31 eh kalau kemarin kan bilang kan 39:35 Eh budiari ya buari itu menyebutkan 39:38 Kenapa sih Vietnam itu dikasih 39:41 Eh dikasih investasi sama Apple itu 250 39:46 triliun gitu sedangkan kita 1,6 triliun 39:48 gitu kanar bilang kalau itu terkait sama 39:52 insentif gitu kan tapi ternyata bukan 39:54 karena insentif juga gitu kan kalau kita 39:56 lihat sebenarnya Indonesia juga 39:59 menyediakan insentif bahkan kalau kita 40:01 lihat ada tax allowance kemudian ada 40:03 super tax deduction di mana 40:05 negara-negara yang dia memiliki inovasi 40:07 dia bisa mengurangi tsnya gitu dan ini 40:11 yang yang belum banyak digunakan oleh eh 40:16 perusahaan-perusahaan itu Untuk 40:18 memanfaatkan fasilitas insentif superx 40:20 deduction sedangkan Vietnam enggak punya 40:22 G Vietnam cuman ada red R kemudian Hol 40:26 kemudian ada gitu kan Nah sedangkan kita 40:29 mempunyai superx detection tapi 40:31 masalahnya adalah di lapangan ternyata 40:33 perusahaan-perusahaan ini tidak mau 40:34 untuk mengurus fasilitas super tax 40:37 deduction karena persyaratan yang ribet 40:40 kemudian eh ya alur yang rumit dan 40:43 sebagainya yang itu juga menimbulkan 40:45 cost bagi mereka gitu n makanya 40:48 supereduction ini jarang dilirik oleh eh 40:51 perusahaan untuk bisa mengembangkan 40:53 Inovasi dan menambah R mereka jadi ini 40:57 yang yang patut disayang say say 41:00 disayangkan ya Ee Kenapa sih pemerintah 41:02 ini belum bisa mendorong untuk ee 41:04 pemberian insentif-insentif seperti ini 41:07 Nah yang kedua adalah mengenai quality 41:10 dari logistik kita di mana Kalau kita 41:12 lihat LPI Logistic performance index 41:14 Indonesia itu Ternyata turun kalau kita 41:17 lihat dari eh trennya ya dari 3% ya Eh 41:21 stagnan bisa dibilang stagnan gitu kan 41:23 tapi Vietnam itu bisa memperbaiki untuk 41:26 logistik performance nya jadi dia dari 41:28 2,8 dia bisa naik menjadi 3,3 Malaysia 41:32 juga sama dari 3,48 menjadi 3,6 jadi 41:36 semua negara-negara itu dia 41:39 berlomba-lomba untuk memperbaiki 41:41 logistik performance-nya sedangkan 41:43 Indonesia itu stuck di angkaah 3 jadi 41:46 Istilahnya ya Eh terimo yang padum aja 41:49 gitu kan jadi kita tidak tidak mengalami 41:52 perubahan ataupun peningkatan 41:54 performance dari logistik kita yang 41:56 cukup signifikan gitu kan Nah kalau 41:58 dibandingkan dengan Vietnam gitu kan 42:00 kita tadi sayakan Apple tuh Vietnam 42:03 banyak sekali gitu sebagainya gitu Ya 42:05 jelas saja karena kalau dari semua aspek 42:07 di Logistic performance index itu jauh 42:09 lebih unggul gitu kan let say kayak 42:11 semacam 42:13 is price gitu kan itu eh lebih tinggiam 42:18 kemudian bisa dibilang quality of and 42:21 transp infrastructure gitu kan atau 42:24 infrastruktur dari 42:26 e 42:27 t dari perdagangan dan sebagainya itu 42:30 jauh lebih baik dan sebagainya jadi 42:32 memang e kita jauh ketinggalan daripada 42:37 Vietnam dari hal logisti 42:41 Ind jadi Sebutkan juga mengenaior gitu 42:45 kan Nah kita perkembanganor kita sudah 42:48 tadi angka 42:51 7 ada 42:54 dika,6% Jadi sekarang Kayaknya lebih 42:56 dari pers untuk eh eor kita dan ketika 43:00 ior lebih tinggi otomatis sebenarnya GDP 43:02 CR kita juga akan semakin melambat gitu 43:05 bandingan sama eh Vietnam Malaysia 43:08 Thailand Filipin itu kita jauh e kalah 43:11 dibandingkan dengan negara-negara 43:13 tersebut dalam hal 43:16 or nah terakhir itu dari coruption index 43:21 gitu kan ini kita juga mengalami tren eh 43:25 yang yang cukup eh negatif gitu kan 43:28 Kalau us kita bilang skornya kita turun 43:30 gitu kan di Tahun 2022 dari 2001 sekitar 43:34 38 kita skornya sekarang 34 dan dari 43:40 eh kita berada di e dan nilai kita hanya 43:46 lebih baik dibandingkan philipin Laos 43:49 Kamboja dan Myanmar gitu nah kita jauh 43:52 lebih buruk dibandingkan dengan Malaysia 43:54 gitu kan walaupun Malaysia kemarin ee 43:56 beberapa tahun terakhir ada sangang 43:58 skandal ya skandal korupsi dari Prime 44:00 ministernya eh dan Indonesia juga lebih 44:03 buruk dibandingkan dengan Timur les Gu 44:05 Jadi 44:06 Eh bisa dibilang kompleksitas inilah 44:10 yang menyebabkan ya fdi di Indonesia itu 44:13 fda ya fda Indonesia itu kurang kurang 44:16 eh berminat gitu kan dan sebagainya jadi 44:18 eh sedikit cerita Saya pernah eh juga 44:22 cukup berdebat denganyat Lisa jubirnya 44:25 eh 44:28 Pak bahlil ya jebitnya bahlil gitu kan 44:31 bilang kalau bahlil 44:33 eh membawa oleh-oleh dari Amerika gitu 44:36 saya car oleh-olehnya apa investasinya 44:38 apa investasi di mana Berapa besar terus 44:41 kemudian Apakah ada komitmen letter dan 44:44 sebagainya gitu tidak ada semuanya itu 44:45 cuman verbal eh Services dari pihak 44:48 Amerika aja kepada bahlil gitu jadi 44:51 memang masalahnya cukup banyak yang 44:54 akhirnya menyebabkan negara-negara 44:56 tersebut gitu ya ataupun 44:57 perusahan-perusahaan tersebut dia tidak 44:59 mau untuk menanamkan modalnya fdi 45:03 langsung secara Indonesia baik itu ya 45:06 untuk membangun pabrik apalagi gitu kan 45:08 bahkan kalau kita lihat salah satu 45:10 contohnya aja dengan Vietnam gitu kan 45:11 Vietnam ini kan ketika mau bangun e 45:15 pabrik gitu kan itu kan mereka 45:17 dipermudah dan sebagainya gitu kan 45:18 secara lahan dan sebagainya Indonesia 45:21 itu Eh kalau bangun pabrik itu sudah ada 45:23 mafianya gitu kan bahkan mafianya itu 45:25 adalah mafia dari P ah gitu kan dia 45:27 sudah tahu informasi di sini ada 45:29 dibangun pabrik dia beli dengan murah 45:31 harga tanah di situ terus kemudian 45:34 ketika mau dibangun itu ternyata harga 45:37 tananya berkali-kali lipat gitu jadi 45:39 permain-permain inilah yang menyebabkan 45:40 ya Indonesia tidak eh dilirik oleh eh 45:45 investor asing terutama untuk menanamkan 45:47 fdi-nya gitu dan bahkan mungkin e 45:49 sekarang kita juga tersandung masalah 45:51 Cukai gitu kan ba Cukai yang lagi ramai 45:54 gitu kan yang di mana 45:57 salah satu indikator mengenai FL dan 46:00 sebagainya gitu mungkin ituja Mas dari 46:03 saya 46:05 Makasih baik terima kasih kalau 46:08 dikira-kira 46:10 Mas apa yang tig faktor utama yang 46:14 kira-kira membuat Indonesia masih 46:16 Tertinggal dari Vietnam Singapura dan 46:19 Malaysia terkait 46:22 iklimi 46:24 iat ya banyak Kalau ini mungkin eh saya 46:29 mengerucutnya kepada investasi eh 46:33 hightech teknologi gitu kan karena kita 46:35 membahas Apple sama Tesla terus kemud 46:38 Microsoft dan sebagainya gitu nah memang 46:41 dari sisi tadi untuk eh human capital 46:45 indeknya itu masih cukup rendah yang 46:48 ditandai dengan digital ranking skill 46:51 itu yang kita masih kalah dibandingkan 46:53 dengan negara-negara tersebut kemudian 46:57 Ya bisa dibilang dari sisi rnya kita 47:00 juga masih minim sekali dan ini lucu 47:03 sekali mas dulu saya pernah panel sama 47:06 kepala Brin gitu kanal saya menyampaikan 47:09 Indonesia cuma 0,4 pnya gitu nah beliau 47:13 meralat gitu beliau meralat kalaualkan 47:15 kita lebih tinggi dari 0,4 berapa 47:18 gitu kita kan 0,24 ya lehtingg 0,2 47:24 beraku belia menyebkan 25 Gu Jadi e 47:28 cuman nambah 0,01% aja gitu Jadi itu 47:31 enggak signifikan sekali dan eh itu 47:34 artinya ya Eh beliau Ya berusaha untuk 47:38 menolak e kondisi r& fund kita nah 47:41 kemudian dari sisi logistik juga sama 47:44 logistik performance kita jauh 47:46 ketinggalan dibandingkan dengan Vietnam 47:48 gitu kan Nah ini yang menyebabkan ya 47:50 Banyak sekali dari compon of quality 47:52 Services dan sebagainya yang nanti eh 47:55 bahan PPT ini akan saya kirim kimkan ke 47:57 masahya ya untuk bisa di-share dan dari 48:00 ior juga sama serta dari coruption index 48:03 yang memang menyebabkan ya masih 48:06 ekor kita masih tinggi kemudian juga 48:09 jadi pungli di mana-mana gitu termasuk 48:11 untuk korupsi dalam hal lahan gitu Jadi 48:14 ini yang yang paling paling menurut saya 48:17 sih Eh berpengaruh terhadap Eh mengapa 48:21 fdi untuk high tech teknologi itu enggak 48:24 masuk ke Indonesia mas 48:28 Baik terima kasih Mas nailul atas 48:31 paparannya itu pandangan dari Seorang 48:34 anisis ekonom dan sekarang kita pengin 48:37 mendengar juga dari pakar akal sehat 48:43 kita I saya ikuti keterangan dari nairul 48:47 itu dan ada buku dulu saya baca bukunya 48:51 judulnya 48:56 itu ilmu ekonomi tidak akan berbohong 49:00 tapi ekonomi-ekonom berbohong nah naul 49:03 ini termasuk orang yang tidak ingin 49:05 berbohong karena dia ingin agar supaya 49:08 ada kejelasan di dalam data dan di dalam 49:11 cara berpikir strategis terutama tentang 49:13 energi itu kita tahu bahwa kata kunci 49:16 selama S du tahun terakhir ini ad 49:18 hilirisasi hilirisasi hilirisasi itu 49:20 semua rapat Kabinet itu dimaksudkan 49:22 untuk mempercepat hilirisasi itu 49:24 terutama ee hilirisasi Sika Oke mungkin 49:28 sampai tadi pagi Masih bicara soal 49:30 hindisasi saya kebetulan membaca 49:33 artikel 2 3 hari lalu bahwa Amerika itu 49:37 ada perusahaan energi namanya natron 49:40 energi dia memulai riset dari tahun 20 49:44 2020 dan sekarang sudah siap untuk 49:46 memasarkan energi yang basisnya bukan 49:49 nikel tapi sodium ion itu Jadi 49:52 sebetulnya memang revolusi energi itu 49:55 terjadi diam-diam karena ini menyangkut 49:57 strategi keamanan penguasaan ee 50:00 rumus-rumus kimia baru tuh jadi 50:02 bayangkan itu di kabinet Pak Jokowi 50:05 masih bicara tadi pagi tentang eh nikel 50:08 sementara nikel sudah pasti ditinggalkan 50:10 karena bukan lagi hidrogen sodium ion 50:12 itu sudahah di sudahah diproyeksikan 50:14 untuk dipaket di Amerika dan diekspor ke 50:16 mana-mana Untuk apa untuk 50:19 melayani artificial intelijen yang akan 50:21 mengkonsumsi energi luar biasa tuh jadi 50:24 ketika ada pck di dalam kebutuhan itu 50:26 yang mampu untuk memenuhi kebutuhan itu 50:29 600.000 MW itu adalah perusahaan semacam 50:33 sodium ini energi semacam sodium nikel 50:35 Pasti enggak mampu itu apalagi kalau 50:36 kita ee proyeksikan nikel di Indonesia 50:39 berapa sih mungkin 3 4 tahun lagi habis 50:40 itu kan jadi perencanaan strategis itu 50:43 diperlukan data ekonomi dan intelijen 50:45 ekonomi kan itu yang terjadi kan Nah 50:47 persaingan ini yang enggak ada di 50:48 Indonesia Indonesia itu bukan jadi 50:51 sumber eh eh foreign direct investment 50:54 tapi sumber bukan fdi yang Mas masuk 50:56 Indonesia tapi FBI untuk meneliti e apa 51:01 namanya nih ini partai ini lagi bersaing 51:03 dengan partai mana si stabilitas politik 51:06 tidak ada di Indonesia demikian juga 51:08 kepastian hukum tanah segala macam tuh 51:10 jadi kita lihat bahwa kita pasti 51:12 Tertinggal bukan karena kita enggak 51:14 punya sumber daya tapi cara kita 51:16 merencanakan Sumber daya itu 51:18 bertele-tele apalagi kalau kita tanya 51:20 misalnya dari mana Eh Amerika atau sebut 51:24 ajaan besar itu dari t ah sampai Cina 51:28 itu eh mengintai e keterangan resmi dari 51:32 Indonesia ya Dari bahlil dari LBP kan 51:36 buat mereka yang ngerti tentang hubungan 51:38 antara bisnis dan politik dengan mudah 51:40 orang anggap bahwa atau investor asing 51:42 misalnya mendengarkan oh ini uraian dari 51:45 bakle loh bukan dari dari nairul itu 51:47 orang sudah tahu kita diskona uraian itu 51:49 karena ini uraian politis kan jadi kalau 51:52 yang ngomong adalah bakl udah pasti bego 51:54 Tuh keterangannya tuh Kalau Pak luhudnya 51:57 ngomong sudah pasti bias karena beliau 51:59 seorang pengusaha searus politisi itu 52:01 jadi input yang kita berikan pada 52:03 inspektor asing itu dianggap sebagai 52:05 palsu semua tuh dari segi ilmu 52:07 pengetahuan sudah palsu informasinya pun 52:09 dipalsukan karena ada keinginan untuk 52:12 menyenangkan hati Pak Jokowi kalau mau 52:14 jujur kan mesti bilang nih kita ini 52:16 bangkrut Dalam strategi e 52:19 ekonomi makro sehingga itu berakibat 52:21 pada minimnya investor asing yang 52:23 melirik Indonesia kan mnya jujur begitu 52:25 kan tetapi selalu tak tadi itu kata kata 52:28 kata eh nairul tadi itu bahkan angka 52:31 yang tidak signifikan mau dinaik-naikkan 52:33 0,01% bedanya tuh iya tapi bagi bagi 52:36 investor asing bukan itu poinnya yang 52:39 ngomong siapa itu kalau Brin yang 52:40 ngomong investor asing juga Tanya Brin 52:43 ini siapa Apakah dia independent eh 52:45 resarch Institute yang memulai data 52:48 untuk mengetahui perkembangan Star up di 52:50 Indonesia dibandingkan dengan di 52:51 Malaysia misalnya kan kan semua ini 52:53 dataata politis Nah itu Masalahnya tuh 52:55 jadi sekali lagi memang kita mesti ya 52:58 bergembira aja bahwa data-data palsu itu 53:00 akhirnya menghukum kita walaupun hukuman 53:01 itu akan berat karena nanti rejim baru 53:04 mesti mengatur kembali Strategi politik 53:06 energi kita kan jadi sekali lagi kita 53:09 bukan sekedar krisis dalam politik 53:11 energi tapi energi politik kita kurang 53:13 untuk mengawasi 53:18 kekuasaan Baik terima kasih 53:21 ei dan Eh sekarang kita ke Pak marani 53:24 dulu ya baik Pak Mardani itu 53:28 eh nyambunglah dari muraki energi 53:31 politik Kita ini kurang untuk mengawasi 53:33 kekuasan sehingga eh akibat check and 53:36 balance yang kurang baik eh termasuk 53:39 mungkin dari sisi ekonomi ya Eh dunia 53:43 pemerintahan kita mungkin saat ini 53:45 perdebatan masih dominan cenderung Aspek 53:48 politik hukum gitu tetapi pengawasan 53:50 dari sisi ekonomi yang mau mengkritisi 53:53 terkait tadi tentang eh kesehatan iklim 53:55 investasi kita itu sepertinya belum 53:58 sehingga 53:59 ee apa sehingga ya akibatnya ketika yang 54:02 ahlinya pada datang melihat kondisi 54:04 negara kita ya Mereka melihat banyak 54:07 sekali kekurangan yang itu tidak 54:08 terdeteksi mungkin oleh para politisi 54:11 kita oleh para masyarakat kita gitu 54:14 Bagaimana Pak Mar melihatnya Iya eh 54:18 menarik Bung Roki 54:21 energi politik yang memang eh 54:27 menjadi catatan besar ini ya sesudah 54:31 reformasi politik kita belum mampu untuk 54:35 menghasilkan energi yang membawa bangsa 54:37 ini melambung pertumbuhan ekonomiah ee 54:42 pertumbuhan indek human capital index 54:44 kita tadi sampai kepada eh reset and 54:48 development di kita nah ini tentu 54:51 menjadi tantangan eh 54:53 tetapi mungkin eh 54:56 kita lagi menghadapi satu kondisi di 55:00 mana memang peran negara makin berkurang 55:03 Bang haldi ya walaupun eh kita tetap 55:08 harus melakukan check and balance ya 55:11 betul-betul menggebuk Pemerintah menjaga 55:14 pemerintah 55:15 ee meneriaki pemerintah untuk bekerja 55:19 memajukan ee rakyat ya mencerdaskan 55:23 ee kehidupan eh mencerdaskan kehidupan 55:26 bangsa dan memajukan kesejahteraan umum 55:29 tapi mungkin ee selalu ada bagi para 55:35 eh inovator ya 55:38 Leaders sampai kepada e bisnis owner 55:42 untuk terus berkembang bang haldi 55:45 eh yang terberat memang eh betul-betul 55:49 sesudah kementerian keuangan nanti 55:51 Kementerian Pendidikan ya kita tidak 55:54 kekurangan sumber daya alam tetapi 55:57 Bagaimana turunan eh sumber daya alam 56:01 kita itu menjadi produk yang e punya 56:04 nilai tambah ya 56:05 Eh Indonesia penghasil CPO nomor 1 di 56:10 dunia ya tetapi produk turunan CPO kita 56:13 dalam beberapa literatur yang saya baca 56:16 cuma dua Malaysia sudah 19 ya padahal 56:19 Malaysia Enggak beda jauh karakternya 56:21 dengan budaya kita ya Sehingga ini 56:24 menjadi catatan besar memang dulu 56:28 eh pak Habibi kan begin with the end of 56:32 Mind ya dia mulai dengan industri 56:35 dirantara yang diharapkan bisa pull out 56:39 seluruh proses inovasi dari bangsa ini 56:42 ya makanya betul-betul salah satu poin 56:46 letter of intent yang didiktekan olehf 56:49 ke kita memang menghentikan dana 56:52 reboisasi untuk proek pembuatan n235 56:57 kita yang sebentar lagi Sebenarnya si 56:59 fe-nya sudah mau keluar tuh ya apa 57:01 sertifikat laik terbangnya ya jadi 57:03 memang enggak akan ada sebuah proses 57:06 yang mudah Bang haldi tidak boleh 57:09 strategi kita diketahui oleh bangsa lain 57:12 Saya setuju sama Bung Roki ya eh 57:16 gembar-gembor kemajuan bangsa ini kepada 57:19 bangsa yang lain bahkan kalau perlu 57:22 membuka jeroan kita ke bangsa atau ke 57:24 donor internasional atau kepada kreditor 57:27 internasional tanda kebodohan enggak 57:29 akan ada mereka membantu kita yang ada 57:32 memang ini adalah kompetisi e kecerdikan 57:36 kompetisi kreativitas inovasi kompetisi 57:40 kita bisa menghasilkan satu produk 57:43 termasuk di anaranya produk budaya ya 57:47 termasuk di anaranya produk bagaimana e 57:50 di tengah globalisasi orang sedang 57:52 mencari nilai-nilai lokal orang sedang 57:55 menc 57:56 exping gitu di mana tadinya mungkin Bali 58:01 ya misal saya sebut Bali yang M tourism 58:05 harus mulai masukti seperti dengan butan 58:09 ya yang menjadi quality tourism itu yang 58:12 betul-betul dijaga ya 58:15 Eh saya ngikutin mungroki waktu kita ke 58:19 eh anapurna bas itu sampai ke sana itu 58:24 betul-betul yangama namanya plastik itu 58:27 terjaga sekali ya yang namanya tempat 58:30 sampah ada selalu ya jadi memang quality 58:32 tourism kita akan sangat bergantung 58:35 kepada quality of SDM kita ya Sehingga 58:38 Bang 58:38 haldi sesudah kementerian keuangan 58:41 Kementerian Pendidikan termasuk 58:43 berikutnya tentu Jaksa Agung dan 58:45 kepolisian yang berani untuk melakukan 58:48 pembersihan besar-besaran ya Sehingga 58:50 mudah-mudahan dari key person ini saya 58:53 tidak tahu seperti apa Pak Prabowo punya 58:56 line up kabinetnya tapi kalau dari awal 58:59 eh kabinetnya lebih sibuk eh bukan 59:03 talent scting orang-orang terbaik tapi 59:05 sibuk silaturahim kepada parpol untuk 59:08 bikin koalisi besar saya agak khawatir 59:11 yang terjadi kita akan mendapatkan 59:14 barang-barang yang bukan rongsokan ya 59:17 tapi barang-barang yang EE seperti kadar 59:21 janggut ya memang ke atasnya kuat tapi 59:23 dia tidak punya ee kapas 59:26 Dia tidak punya kecintaan kepada rakyat 59:29 dia Yes men yang terjadi kita akan tetap 59:33 Terpuruk di middle income triap 59:35 countries yang itu sangat berbahaya 59:38 karena kita punya jendela bonus 59:40 demografi itu tidak lama ketika dia 59:42 tidak jadi berkah maka dia bisa jadi 59:45 musibah Eh bisa jadi bencana ee apa 59:49 bonus demografi kita ini tantangan berat 59:51 dan untuk itu memang ee kualitas ilt 59:55 kita kualitas media kita kualitas 59:58 oposisi kita kualitas Civil soci kita 1:00:01 harus meningkat untuk mampu mengontrol 1:00:04 pemerintah agar juga punya orkestrasi 1:00:07 yang lebih baik begitu Bang baik eh 1:00:11 terima kasih Pak Eh sekarang kita ke Pak 1:00:14 nailul lagi pak nailul terkait dengan 1:00:17 kita sekarang lagi bahas tema Eh ini ya 1:00:20 Eh terkait dengan bisnis teknologi ya di 1:00:22 mana Kalau di negara maju eh sangat 1:00:26 terkait juga dengan eh dunia 1:00:27 pendidikannya kampus-kampus eh 1:00:30 ternamanya yang juga eh Selaras e apa 1:00:34 namanya dengan dunia usaha gitu ya Eh 1:00:36 penta helix-nya gitu nah sehingga semua 1:00:39 penelitian riset temuan-temuan ee dari 1:00:43 kampus dan lembaga-lembaga kepenelitian 1:00:45 ini bisa juga ee nyambung dengan ee 1:00:49 dikomersialkan oleh para pelaku industri 1:00:52 begitu juga support dari sdm-sdm 1:00:54 profesionalnya Nah bagi ana mungkin e 1:00:56 Mas melihat kondisi kampus-kampus di 1:00:59 Indonesia yang mungkin semakin lama 1:01:01 semakin Tertinggal juga ya dari Malaysia 1:01:04 gitu ya apalagi dari Singapura Thailand 1:01:07 Vietnam dari segi SDM kita dan kualitas 1:01:10 penelitian kita mungkin eh kurang 1:01:13 menarik juga bagi bagi para pelaku 1:01:16 industri Global untuk e membangun 1:01:19 investasi dan kerjaasama di 1:01:22 Indonesia I Mas 1:01:26 Saya ingin tadi e sampaikan Si gitu ya 1:01:29 bahwa tadi memang Indonesia itu masih 1:01:32 berputa sama nikel gitu kan bahkan tadi 1:01:34 saya baca 1:01:36 tulisannyauhud gitu ya Ni Kapan nih yang 1:01:39 di for Poy gitu 1:01:44 eh itu menyebutkan 1:01:47 ya tanpa nikel Indonesia di Amerika gak 1:01:52 punya 1:01:53 e masa depan jadi memang itu 1:01:59 yang Iya itu pasti sangat ini sekali sih 1:02:02 e bungoki jadi memang di situ 1:02:05 e luhud menyampaikan kalau misalkan ya 1:02:09 nikel ini masih dibutuhkan oleh Amerika 1:02:12 sana gitu Padahal ya penemuan mengenai 1:02:16 bahan baku baterai ini kan juga sangat 1:02:20 berkembang sekali gitu kan ada sodium 1:02:22 terus kemudian di Cina juga sama lagi 1:02:25 meng kan dari ee saya lupa dari bahan 1:02:29 apa gitu ya itu juga sama gitu kan dan 1:02:32 Memang e ke depannya kita enggak bisa 1:02:36 sodium itu Bahannya kayak obat tetes 1:02:37 mata Iya Iyai jadi itu sangat sangat 1:02:42 ketinggalan sekali dan Iya kita 1:02:44 ketinggalan tuh jelas jadi 1:02:46 kekhawatirannya luhud juga gitu kan 1:02:48 sampai luhud pun e menulis eh artikel 1:02:51 gitu jadi kayak semacam ya k 1:02:53 tumen-tumenan gitu eh Bang luhud e 1:02:56 menulis dan itu sangat jelas sekali di 1:02:58 situ pesannya kalau mau menekan ee 1:03:01 kongres us ya untuk bisa menerima nikel 1:03:04 dari Indonesia gitu kan padahal kalau 1:03:07 kajiannya selios itu nikel ini sangat 1:03:10 membawa efek buruk kepada lingkungan dan 1:03:12 sebagainya gitu dan ini yang yang di 1:03:16 juga juga luhud menyampaikan 1:03:19 menjanjikan nikel Indonesia lebih bersih 1:03:21 dan sebagainya gitu kan tapi lebih 1:03:23 bersih tapi menggunakan batuara Kan sama 1:03:25 aja bohong gitu jadi Eh ini yang yang 1:03:28 terjadi di E Sektor nikel kita gitu dan 1:03:31 kita sangat miris sekali tadi terkait 1:03:33 sama Mas haldi tadi menanyakan tentang 1:03:37 eh riset dan peran dari peneliti gitu ya 1:03:42 ya kita tahu Mas beberapa kasus terakhir 1:03:45 gitu kan kita eh mungkin eh Bang juga eh 1:03:50 dosen juga gitu kan itu betapa ribetnya 1:03:53 untuk mengurusi administrasi di kampus 1:03:54 gitu kan kemudian juga 1:03:56 ee ada satu kejadian bahwa ada satu guru 1:04:02 besar di salah satu universitas swasta 1:04:05 di Jakarta gitu ya dia melakukan 1:04:08 plagiasi terus kemudian juga sangat 1:04:11 produktif sekali masi dia menulis jurnal 1:04:14 itu 1:04:14 Eh mungkin puluhan ya dalam waktu 1 1:04:18 tahun gitu dan itu tembus ke jurnal 1:04:20 scopus yang memang akhirnya ditelusuri 1:04:23 itu berbayar ee cukup tinggi gitu gitu 1:04:25 nah artinya adalah memang dari sisi ee 1:04:29 ekosistem perguruan tinggi pun tidak 1:04:31 mendukung dari ee apa yang kita teliti 1:04:35 sehingga digunakan oleh 1:04:37 eh perusahaan gitu dan perusahaan pun 1:04:41 Ternyata kalau saya lihat itu ya dari 1:04:43 sisi Haki perlindungan Haki gitu kan 1:04:46 Mengapa sih e perusahaan ini enggak mau 1:04:48 berinovasi gitu kan karena di kita hak 1:04:50 itu sangat lemah sekali Mas jadi hak UN 1:04:54 perlindungan hak kita ya itu e lemah 1:04:56 sekali dan ini memang 1:04:59 yang menjadi ya khususnya untuk ee 1:05:03 inovasi ya yang dibergatti bidang 1:05:05 teknologi inovasi itu e cenderung untuk 1:05:07 menahan rnd-nya gitu terus Kemudian ada 1:05:11 beberapa juga kalau kita lihat 1:05:12 sebenarnya kalau kita lihat Mas 1:05:16 beberapa Kementerian lembaga pun 1:05:19 mempunyai dana gitu ya Dan dia juga 1:05:21 sudah melakukan beberapa penelitian dan 1:05:23 sebagainya gitu kan termasuk dalam hal 1:05:25 ang ekonomi gitu kan untuk misalkan 1:05:27 menentukan tarif eh dari objek online 1:05:30 gitu kan ataupun tarif dari lainnya gitu 1:05:33 nah saya eh ketika eh ngobrol gitu kan 1:05:37 sama teman-teman gitu dari khub maupun 1:05:40 dari eh aplikator oine ya mereka 1:05:43 menyampaikan bahwa yang dihitung oleh eh 1:05:46 Ken mengenai tarif minimal tarif 1:05:48 maksimal dan sebagainya Itu berdasarkan 1:05:50 wangsit bukan berdasarkan penelitian 1:05:52 gitu jadi kayak semacam itu tiba-tiba 1:05:55 ada a gitu angkanya sekian ee rupiah 1:05:58 gitu dan sebagainya gitu Jadi tidak 1:06:00 berdasarkan apa yang sudah diteliti oleh 1:06:02 EE teman-teman yang ada di Universitas 1:06:05 gitu Jadi ini yang saya Sebutkan ya 1:06:08 Meskipun banyak sekali produk e 1:06:10 penelitian kita baik yang itu sifatnya 1:06:13 eksak maupun yang sifatnya sosial tapi 1:06:15 belum tentu itu digunakan oleh pemangu 1:06:17 kebijakan dan ini sangat 1:06:20 eh ya miris sekali Mas dan t Mas pasti 1:06:24 tah Kalau e kita buat penelitian 1:06:26 tebal-tebal dan sebagainya gitu kalau 1:06:28 kita di KL itu yang penting tebal aja 1:06:31 masi gitu Jadi yang penting tebal aja 1:06:33 laporannya gitu kan Entah mau dipakai 1:06:35 atau enggak itu terserah gitu kan dan 1:06:36 Saya bahkan eh salah satunya kemarin 1:06:39 kita menghitung ada satulah satu 1:06:42 instansi KL itu yang kita hitung 1:06:44 mengenai 1:06:46 eh dampak sektor yang ditangani terhadap 1:06:49 PDB gitu Dan hasilnya itu jauh di bawah 1:06:53 ekspektasi mereka gitu 1:06:55 sampai saat ini mereka belum mau 1:06:57 menggunakan hasil penelitian kita jadi 1:07:00 ini yang yang jadi krusial sekali mereka 1:07:03 harus bisa menerima dengan akal sehat 1:07:06 apa yang sudah kita teliti yang sesuai 1:07:09 dengan kaidah akademis pastinya ya kita 1:07:12 teliti dengan ka akademis kita 1:07:14 menghitung eh proporsi PDB sektor 1:07:17 tersebut ke sektor nasional yang mereka 1:07:19 nyangkanya bisa sampai e 6% 7% kita 1:07:23 hitung ternyata dengan data terbaru 1:07:25 dengan metode yang terbaru cuma 4% gitu 1:07:28 jadi cuma 4% dan itu mereka enggak 1:07:31 terima gitu jadi ee akhirnya ini yang 1:07:33 yang menjadikan mereka 1:07:37 ee menolak terlebih dahulu Apa yang kita 1:07:40 ataupun apa Yang Eh peneliti sampaikan 1:07:42 gitu sama aja kayak deindustrialisasi 1:07:45 juga banyak sekali menolak anggapan 1:07:47 mengenai deindustrialisasi Dini itu jadi 1:07:50 ee Ini yang yang EE jadi 1:07:53 masi h 1:07:55 Baik terima kasih Mas 1:07:58 nailol sekarang kita ke Bung Roki Bung 1:08:00 Roki kalau melihat tadi paparan Pak Mas 1:08:03 nailol juga bahwa dana riset kita kan 1:08:05 sangat kecil yaah dibanding 1:08:06 negara-negara lainnya ya sangat 1:08:09 Tertinggal dibandingkan dengan Korea 1:08:11 Jepang Cina ya dengan Singapura juga dan 1:08:15 Vietnam Malaysia eh bagaimana sebenarnya 1:08:18 Eh kalau Bung rocking lihat e postur 1:08:20 APBN kita arah kebijakan dari para 1:08:23 pemimpin kita selama ini 1:08:26 Apakah memang negara kita itu tidak bisa 1:08:28 memprioritaskan untuk anggaran riset 1:08:31 development pendidikan ya pembangunan 1:08:34 infrastruktur-infrastruktur eh untuk 1:08:36 inovasi industri gitu ya Sehingga 1:08:39 seakan-akan ya dengan postur ap BN kita 1:08:41 kita eh hanya negara kita ya menjadi 1:08:45 negara kena jebakan middle income Trap 1:08:48 terus ya negara ekonomi menengah apakah 1:08:50 mungkin Secara postur ekonomi kebijakan 1:08:53 anggaran kita kebijakan fiskal kita itu 1:08:56 mengikuti negara maju Bung Roki sehingga 1:08:58 kita juga bisa jadi negara maju gitu 1:09:01 problemnya bukan di situ problemnya 1:09:02 adalah investasi otak itu lama investasi 1:09:07 kecerdasan itu memerlukan ketelitian 1:09:10 akurasi ee dan bahkan kemampuan kita 1:09:14 untuk bertanding di di tingkat kecepatan 1:09:16 Berpikir itu sudah bisa dibikinkan model 1:09:18 g dari awal kita bisa lihat Bagaimana 1:09:21 hubungan antara nutrisi dan otak 1:09:23 hubungan antara imajinasi dan kapasitas 1:09:26 politikan itu semuanya bisa dimodeling 1:09:28 tetapi Bahkan mereka yang mendalilkan 1:09:31 hal-hal semacam itu dianggap sebagai itu 1:09:34 Itu bukan bagian dari pertengkaran sama 1:09:36 dengan kasus di Mahkamah Konstitusi 1:09:37 dimodelingkan hubungan antara Bansos itu 1:09:41 dengan elekabilitas enggak mau diterima 1:09:42 modeling itu padahal itu cara berpikir 1:09:45 ilmiah jadi dari awal politisi enggak 1:09:47 mau pakai cara berpikir ilmiah jadi 1:09:50 kacaunya di situ kan Nah kalau kita 1:09:52 lihat misalnya tuh bagaimana misalnya 1:09:53 Amerika itu bahkan memberi 1:09:56 insentif nanam uang di di proyek sodium 1:09:59 itu dengan prinsip bahwa high Ris high 1:10:02 reward kan itu prinsipnya kan Jadi 1:10:04 sebetulnya gengsi kita itu apalagi Pak 1:10:07 Jokowi dia ingin cepat terlihat apa yang 1:10:10 dibangun karena itu dia lebih memilih 1:10:12 proyek mencu suar yang bisa bisa dia 1:10:14 gunting pita tapi kalau riset riset yang 1:10:17 membutuhkan e imajinasi membutuhkan 1:10:21 sping ke untuk e mengetahui apa yang 1:10:23 lagi dilakukan di laboratorium di Israel 1:10:25 apa yang lagi dilakukan di laboratorium 1:10:27 di di Cina di e pusat 1:10:30 BMW membuat model-model segala macam kan 1:10:33 kita mesti kirim kemampuan intelijen 1:10:36 kita di situ kan jadi bukan intel-intel 1:10:38 yang memata-matai diskusi eh Mardani aja 1:10:41 yang beredar tuh juga memata-matai 1:10:44 perkembangan laboratorium laboratorium 1:10:46 kimia terutama kan Nah ini enggak ada 1:10:49 tradisi itu karena tetap ini soal 1:10:51 pemimpin pemimpin yang enggak mau ee ya 1:10:54 sedikit merendah untuk ee demi yang 1:10:57 disebut sebagai bonus demografi tunggu 1:10:59 ajaal pelan-pelan tapi ingin segera 1:11:01 diperlihatkan kan W bonus demografi dari 1:11:03 Jokowi Adalah Gibran padahal Gibran itu 1:11:06 kemampuan kapasitas apa pun engak ada 1:11:08 itu itu pun yang akan dilihat dinilai 1:11:10 oleh orang tuh jadi kalau dibilang 1:11:12 investor enggak mau masuk di 1:11:13 wilayah-wilayah yang yang sifatnya e 1:11:17 eh high itu bukan sekedar karena 1:11:21 kesulitan kita tapi juga karena situasi 1:11:23 politik kan tetap t mana ada investor 1:11:26 yang mau masuk kalau dia tahu bahwa 1:11:27 indeks korupsi kita cuma 37 tuh 37 1:11:30 artinya dari 100 orang Indonesia cuman 1:11:32 37 yang bersih itu namanya cara membaca 1:11:35 indeks korupsi kan Nah bayangkan 1:11:37 misalnya negara-negara yang sudah maju 1:11:39 itu ya indeks indeksnya itu 90 artinya 1:11:42 dari 100 orang ada 90 orang jujur di 1:11:45 kita 37 Bayangkan dan 37 itu turun dari 1:11:48 41 zaman SBY jadi Jokowi mempromosikan 1:11:52 lebih banyak koruptor sebetulnya kan 1:11:55 datangnya begitu aja cara melihatnya tuh 1:11:58 apaapagi kalau kita bicara tentang e Pak 1:12:00 luhud selalu bilang dan dia menulis 1:12:02 dengan dengan sangat teliti B hilirisasi 1:12:05 memang itu yang akan kita pamerkan Oh 1:12:07 boleh aja tuh Misalnya ini soal nikal 1:12:10 itu di hilir memang bersih itu zo emion 1:12:13 misalnya 1:12:14 atauo was misalnya Betul tapi buat anak 1:12:18 muda di Eropa misalnya dia akan lihat 1:12:20 Oke Hiras bersih tapi di Hulu Bagaimana 1:12:24 di Hulu itu secara politik karena enggak 1:12:26 ada kompetisi di situ penguasaan 1:12:28 industri-industri nikel itu cuma empat 1:12:30 empat ee oligarki di situ lalu orang 1:12:32 bertanya memang hilirnya bersih tapi 1:12:35 hulunya kotor secara politik Karena itu 1:12:37 adalah tukar tambah kekuasaan A yang 1:12:39 dihulu itu kan dan itu menunjukkan bahwa 1:12:42 kalau dihulu kotor secara politik maka 1:12:44 kemungkinan-kemungkinan untuk ee menilai 1:12:47 efisiensi itu enggak ada karena itu 1:12:49 dimonopoli datanya pasti diselundupkan 1:12:52 hanya untuk menyenangkan e kekuasaan e 1:12:55 Pak Jokowi misalnya akan lihat 1:12:56 bolak-balik ke Morowali itu kotanya 1:12:58 sudah jadi Iya tapi itu kota dari du t 1:13:00 orang doang dan tidak ada impactnya pada 1:13:03 masyarakat kan dan itu artinya berbahaya 1:13:05 eh sustainability-nya berbahaya secara 1:13:07 politik itu dasarnya tuh Apalagi ituh ya 1:13:11 teknologi itu tumbuh setiap 8 jam ada 1:13:13 teknologi baru sementara Kabinet itu 5 1:13:16 tahun ke depan itu itu-itu juga orangnya 1:13:18 tuh itu itu itu juga sudah ada trade off 1:13:20 antara kecepatan berpikir teknologis dan 1:13:23 kelambanan berpikir polilitk kan itu 1:13:25 intinya tuh jadi sekali lagi ini satu 1:13:28 keadaan yang sangat rumit bukan rumit 1:13:30 sebetulnya gampang kita urai kalau ada 1:13:33 counterfing Force yaitu orang 1:13:35 orang-orang masyarakat sipil apalagi 1:13:37 kalau ada partai politik yang yang 1:13:39 membayang-bayangi rezim yang ada hari 1:13:41 ini dari segi pengetahuan dari segi 1:13:43 politik dan dari segi keamanan Global 1:13:45 ini kan semua variabel yang M ada di 1:13:47 atas meja tuh nah kita tunggu misalnya 1:13:49 Pak Prabowo mau enggak Pak Prabowo 1:13:51 bicara secara detail soal ini bukan 1:13:53 sekedar e pus sendiri karena Jokowi 1:13:56 minta tiga kursi Gibran Gibran sama 1:13:58 dengan Jokowi tapi Gibran Mau du Dua 1:14:00 Kursi tambahan untuk dia sendiri kan 1:14:02 jadi begitu keadaanya kan bukan tuker 1:14:05 tambah riset tapi tuk tambah 1:14:08 Eh ya Tuk tambah kekuasaan akhirnya jadi 1:14:11 kita menjadi dangkal karena gagal untuk 1:14:14 mengatakan bahwa kami bangsa yang 1:14:16 berpikir bukan bukan bangsa yang sekedar 1:14:19 di diusir kiri kanan karena 1:14:22 ketidakmampuan kita untuk menunjukkan 1:14:23 prestasi k internasional apalagi 1:14:25 nama-nama semacam Bah itu itu udah 1:14:28 blacklist lah di di dunia investasi itu 1:14:31 karena bohong terus kan jadi apa yang 1:14:33 diucapkan oleh blil itu itu bukan nilai 1:14:36 ekonominya itu semacam apa dalam ilmu 1:14:38 ekonomi sangkos itu apa biaya yang gak 1:14:40 ada gunanya sebetulnya Oke betul begitu 1:14:43 istilahnya 1:14:45 yaik terima 1:14:48 kasih satsahabat eh sangat menarik eh 1:14:53 diskusi kita fundamental e masa depan 1:14:56 negeri ini akan sangat bergantung kepada 1:14:58 para pemimpin yang mau membahas seperti 1:15:00 diskusi kita di ilt ini ya Sehingga 1:15:03 substantif untuk kemajuan bangsa eh apa 1:15:06 saja yang harus kita lakukan secara 1:15:08 serius untuk agar ekonomi bisnis 1:15:10 investasi dan infrastruktur pengetahuan 1:15:12 kita bisa maju tidak menjadi negara 1:15:15 ee menengah Terus eh berputar-putar di 1:15:19 masalah-masalah yang sama baik eh ee 1:15:23 sudah di akhir acara seperti Seti 1:15:26 biasa memberikan kesempatan untuk 1:15:28 closing statement atau closing ideas 1:15:31 istilah kita P pakani 1:15:39 dipersilakannyaih 1:15:41 kesabaran salah satu 1:15:44 eh jalan menuju kebangan ya 1:15:49 Manar siapa sabar dia akan menang yaones 1:15:53 lead sabar melakukan edukasi publik di 1:15:58 banyak Sisi hari ini kita membedah 1:16:02 kondisi 1:16:04 ekonomi bangsa tepatnya di bidang 1:16:06 investasi dan eh tidak ada yang sia-sia 1:16:12 eh perubahan di depan sangat bergantung 1:16:15 kepada keberanian kita untuk terus 1:16:19 menyuarakan etika dan logika yang benar 1:16:22 dan 1:16:23 insyaallah kita 1:16:25 eh selangkah lagi akan 1:16:29 mendapatkan semua kemenangan itu jika 1:16:32 kita terus menjadi figur pemberani 1:16:34 sesuai dengan misi dari Indonesia leader 1:16:37 ST kasih 1:16:41 broasih Pak maju terus 1:16:44 ilt siapun presidennya yaoki Oh iya lah 1:16:48 ini kita di atas 1:16:50 [Tertawa] 1:16:51 presidenah ini namanya Indonesia lead 1:16:54 stok kalau Kabinet itu Indonesia dealer 1:16:59 stock baik Eh sekarang Mas nil 1:17:04 persilakan closing 1:17:06 statementnya Iya eh terima kasih mas 1:17:11 eh jadi memang angan-angan itu boleh 1:17:15 saja dilakukan gitu kan tapi memang kita 1:17:19 harus melihat data yang ada di lapangan 1:17:21 Seperti apa gitu kan sama seperti saya 1:17:23 sampaikan ketika 1:17:25 diskusi mengenai Buk algoritma beberapa 1:17:27 tahun yang lalu gitu kan bahwa kita 1:17:29 harus memperbaiki terlebih dahulu untuk 1:17:32 masalah dasarnya yang ada di Indonesia 1:17:34 masalah SDM di bidang teknologi Kemudian 1:17:38 dari sisi regulasi dan sebagainya 1:17:40 sehingga ketika kita ingin membangun apa 1:17:43 yang kita angan-angankan itu menjadi 1:17:45 kenyataan gitu kan bukan hanya menjadi 1:17:52 omonomungik terima kasih 1:17:56 terakhir Bung RI persilakan I jangan 1:17:59 lagi disebutut algoritma karena dia jadi 1:18:03 Bukit algoblok gu 1:18:05 bugor karena Ambisi diperlihatkan di 1:18:08 situ Namanya gigantisme segala macam 1:18:12 seolah-olah akan ada apa namanya tuh 1:18:16 silicon valy di situ tuh menyebutkan A 1:18:19 udah Bukit algoritma padahal sebetulnya 1:18:22 itu investasi hanya untuk bikin tempat 1:18:23 pameran kan dari segi itu kita tahu 1:18:26 bagaimana e kalkulasi-kalkulasi 1:18:28 dibatalkan l tapi yang penting 1:18:29 sebetulnya kita tuntun bangsa ini 1:18:32 melalui ilt karena ilt itu dimanfaatkan 1:18:35 oleh banyak orang banyak orang yang 1:18:37 selalu senang dengar ini dan saya 1:18:39 katakan bahwa memang dari sudut kecil 1:18:41 dari sudut pikiran kecil yang diinisiasi 1:18:43 oleh Pak Mardani ini bisa jadi model 1:18:46 bagaimana kita mendorong terus bangsa 1:18:48 ini untuk berpikir supaya otak kita 1:18:50 terus bergoyang bukan cincin yang 1:18:51 bergoyang-goyang tuh itu lebih lebih 1:18:53 lebih lebih bermanfaat jadi kita ingin 1:18:56 supaya ada getaran di dalam otak kita 1:18:59 karena diprovokasi oleh pikiran 1:19:01 kontroversi politik juga menghasilkan eh 1:19:04 mutu yang sama tuh kalau enggak ada 1:19:05 kontroversi dalam politik itu Arya 1:19:07 politik itu totalit tuh jadi Mari kita 1:19:09 lanjutkan pembicaraan ini supaya kita 1:19:11 bisa e ciptakan leader di masa depan 1:19:13 bukan dealer hari ini Baik terima kasih 1:19:17 eh Bung Roki 1:19:19 eh sepertinya perjuangan ilt akan 1:19:22 semakin kencang selama 5 tahun ke depan 1:19:25 dengan hasil pemilu yang sudah ada Ee 1:19:28 Kita kawal pemerintahan ee Prabowo 1:19:31 Gibran dan apabila ada 1:19:33 kebijakan-kebijakan yang tidak tepat 1:19:35 segera kita bahas di sini agar 1:19:37 masyarakat paham dan pemerintah juga mau 1:19:39 melakukan perubahan baik Terima kasih 1:19:42 semuanya dan sesuai dengan tema kita 1:19:45 semoga ee suatu saat baik itu Tesla gitu 1:19:49 ya ataupun Apple Google dan lain-lain 1:19:51 Microsoft juga bisa mengembangkan bisnis 1:19:54 ini dan yang paling penting adanya 1:19:55 transfer teknologi dan EE kapasitas SDM 1:19:59 kita kapabilitas SDM kita juga ikut 1:20:00 terangkat ya bukan cuma kita menjadi 1:20:02 objek pasar dari negara-negara maju 1:20:05 Terima kasih sampai ketemu pada acara 1:20:07 iniiv stok pekan depan pada waktu dan 1:20:09 channel yang sama asalamualaikum 1:20:11 warahmatullahi wabarakatuh