Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.
- Dipancarlaskan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimangis Cibubur
- Bekasi. Radio Silaturahim untuk Islam
- yang satu. Ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah Subhanahu wa taala.
- Bagaimana kabar Anda di pagi hari ini?
- Semoga dalam keadaan sehat dan selalu
- dalam lindungan Allah Subhanahu wa
- taala. Bersyukur kita dapat kembali
- berjumpa dalam program sirah Sahabat di
- pagi hari ini bersama narasumber
- kami bersama narasumber kami Ustaz
- Komaruddin Basun. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sehat, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah. Baik. Dan di pagi hari
- ini tema yang akan beliau bawakan adalah
- seorang sahabat bernama Abdullah bin
- Jazid. Demikian, Ustaz ya. Iya. Baik
- Ustaz. Iya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Inalhamdalillah
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- nahmaduhufirubillahialinaahdillah
- mudillalah fala hadalah asadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- asadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh
- amma
- ba' para pendengar radio silaturahim
- serta para pemirsa TV di mana saja
- berada
- alhamdulillah Pada pagi hari Senin ini
- kita kembali untuk
- mengkaji sirah sahabat yang insyaallah
- pada hari ini kita akan
- mengkaji tentang salah seorang sahabat
- Nabi yang namanya Abdullah bin
- Jahsyi. Abdullah bin Jahsyi adalah
- sepupu dan
- sekaligus saudara ipar Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Umaimah binti Abdul Muthalib bin Hasyim
- adalah bibi
- beliau dan adiknya yang bernama Zainab
- binti
- Jahsyi adalah salah seorang dari
- umahatul mukminin istri Nabi sallallahu
- alaihi
- wasallam. Ia termasuk sahabat yang
- memeluk Islam dari sejak awal.
- Bahkan dia dikenal dalam kelompok yaitu
- kelompok Darul Arqam. Artinya rumah
- pertama yang dijadikan oleh Nabi untuk
- basis pembinaan akidah para sahabat yang
- ada di kota Makkah almukarramah.
- Abdullah bin Jasi pernah hijrah ke
- Habsyi dalam rangka menghindari siksaan
- orang-orang kafir
- Quraisy. Tetapi tidak lama kemudian
- ia kembali ke kota Makkah karena tidak
- sanggup berpisah
- lama dengan Nabi sallallahu alaihi
- wasallam.
- Ketika perintah hijrah ke Madinah
- datang, maka Ibnu Jahsyi beserta seluruh
- anggota
- keluarganya segera menyambut panggilan
- hijrah tadi. Ia meninggalkan rumah dan
- segala perlengkapannya begitu saja.
- Inilah salah satu di antaranya respon
- para sahabat apabila mereka mendapatkan
- panggilan dari Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam.
- Abu Jahal dan Utbah bin
- Rabiah
- menyatroni rumah dan membuka paksa pintu
- rumah
- tersebut. Kemudian menjarah
- isinya layaknya seorang
- perampok. Jadi dua tokoh ini enggak
- peduli lagi. Pokoknya rumah-rumah kosong
- yang ditinggalkan penghuninya langsung
- disikat. Masyaallah.
- Mendengar kabar tentang
- ulah Abu
- Jahal,
- maka Ibnu Jahsi mengadukan hal itu
- kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam.
- Kemudian beliau
- bersabda, "Apakah engkau tidak rida
- wahai Abdullah? Padahal Allah akan
- memberikanmu rumah di surga."
- Kalau sekarang Abu Jahal mengambil alih
- tempat tinggalmu yang ada di Makkah,
- apakah engkau tidak rida bahwa engkau
- akan diganti rumahnya oleh Allah di
- dalam surga?
- Masyaallah. Inilah satu tafsyir ya dari
- Rasulullah kepada para sahabatnya.
- Saudaraku kaum muslimin, para pendengar
- radio silaturahim yang dimuliakan Allah
- subhanahu wa
- taala. Di
- sinilah jawaban dari Abdullah bin Jahsi
- terdengar waktu Nabi mengatakan, "Apakah
- engkau
- rida?" Apa jawabannya? Dia bilang, "Aku
- rida wahai
- Rasulullah." Hatinya kemudian tiba-tiba
- menjadi tenang.
- Dan air mata yang haru mengalir mendapat
- penjelasan dari Rasulullah sallallahu
- alaihi
- wasallam.
- Itulah seperti kegembiraan yang
- dirasakan oleh salah seorang sahabat
- Nabi yang bernama Abdullah bin Jahsi.
- Setelah dia membayangkan isi rumahnya
- diambil, kemudian Rasulullah memberikan
- kabar yang begitu indah.
- Pada bulan Rajab tahun ke-2 Hijriah,
- Abdullah bin Jasi memimpin 12 orang
- pasukan. Dalam riwayat yang lain, 8
- orang. Yang diperintahkan oleh
- Nabi agar dia menuju satu daerah yang
- mengarah ke daerah Makkah dari
- Madinah. Diberi satu
- surat yang surat ini merupakan surat
- tertutup.
- Bagaimana Nabi memberikan kepada
- Abdullah bin Jahsi satu
- pekerjaan dan disertai dengan membawa
- sebuah
- surat. Nabi bilang, "Wahai Abdullah bin
- Jasi, ini surat kamu bawa tapi jangan
- kau buka sebelum engkau berjalan 2 hari
- 2 malam."
- Coba
- bayangkan seorang panglima dikasih
- tugas membawa surat dengan syarat itu
- surat jangan
- dibuka kalau belum jalan 2
- hari. Masyaallah.
- Saya
- membayangkan waktu kemarin umrah. He.
- Jadi bisa dibayangkan oleh orang-orang
- sekarang yang kecerdasannya
- masyaallah di zaman itu orang jalan
- kaki. Bukan seperti sekarang jalan yang
- yang sudah dibuat begitu hebat laksana
- jalan tolak antara Makkah dan Madinah.
- Dulu jalannya
- melipir-melipir. Melipir gimana, Ustaz?
- Ya, jadi ke pinggir-pinggir gitu ya.
- Pinggir-pinggir karena panas atau ya?
- Karena panaslah karena jalannya ingin
- sedikit ya agak ee
- mudah. Jadi kalau ini jalan gunung dia
- melintasi di pinggir-pinggirnya itu.
- Iya. Supaya terhindar dari panas
- matahari dan sebagainya. Matahari. Iya.
- Nah, ya kalau tiba-tiba naik ke atas ya
- masyaallah ya. Kadang-kadang dia naik ke
- atas kemudian turun
- lagi. Nah, ini saya bisa membayangkan
- orang-orang dulu ternyata diberikan
- kekuatan oleh Allah lebih daripada orang
- sekarang. Apalagi ya, apalagi orang
- sekarang dikit-dikit naik
- ojek. Kalau enggak ojek naik
- grab. Nah, dulu enggak ada ojek. Wala
- grab wala ojek. Yang ada kuda. Yang ada
- kuda. Kuda atau unta?
- Masyaallah. Nah, ini sahabat disuruh
- pergi dari Madinah menuju arah
- Makkah. Jangan engkau buka ini surat
- sebelum engkau berjalan 2 hari 2 malam.
- Itu bisa dibayangkan jalan 2 hari 2
- malam bukan jalan 2 hari hari ini pakai
- pesawat, pakai mobil, jalan
- kaki. Masyaallah.
- Jadi orang-orang dulu tuh benar ya kata
- Nabi bahwa sebaik-baik generasialah
- generasaku. Jadi generasi sahabat itu
- memang generasi yang paling unggul.
- Kemudian sesudahnya lalu sudahnya. Nah
- semakin kemari generasi itu semakin ya
- masih dipertanyakan iya apa tidak. Nah.
- Nah, Abdullah bin
- Jasi
- dengan kekuatan iman yang begitu hebat,
- begitu dia nerima. Apa bilangnya? Sam'an
- wahah. Kata dia, "Saya dengar dan saya
- taati." Coba mungkin kalau orang
- sekarang surat
- ini
- umumnya sudah dilipat bahkan sudah
- dielem.
- Nah, bagaimana
- supaya dia bisa tahu dalamnya sekalipun
- sudah di lem itu ada usaha juga sekarang
- itu dibasahin dulu
- suratnya sudah dibasahin kan otomatis
- tuh ngelupas tuh kalau
- dibasahin baru dibuka. Nah, bagaimana
- caranya untuk memasukkan
- lagi? Ini sekarang caranya banyak.
- Dibuka isinya, difotokopi ya, kemudian
- dimasukkan lagi ke dalam lalu
- diistrikan. Jadi enggak kelihatan dulu
- mana
- ada seperti itu. Dan amanahnya bukan
- main orang dulu. Orang sekarang ya
- amanah si amanah di depan kadang di
- belakang main belakang tuh. Nah, ini
- untuk mengetahui isi suratnya aja itu
- betul-betul dilaksanakan. Tidak dibuka
- itu surat setelah perjalanan 2
- hari. Ternyata apa? Setelah perjalanan 2
- hari begitu dibuka isinya. Apa
- isinya? Begitu dia baca, "Wahai
- Abdullah, setelah kau buka surat ini,
- maka lanjutkan perjalanan menuju arah
- Nahlah." Yah, kalau bahasa kita dikira
- apa isinya?
- Ternyata setelah kau buka ini surat,
- jangan kau berhenti di sini. Jalan
- terus.
- Masyaallah. Kemudian sahabat bilang ke
- sahabat Abdullah binasi, "Baik saya
- terima dan saya laksanakan perintah
- ini." Kemudian dia bilang sama
- pasukannya, kata dia, "Kalau Anda-Anda
- mau ikut saya, terima kasih. Kalau Anda
- mau enggak ikut, silakan pulang. Jadi
- diberikan kebebasan." Kalau istilah kita
- demokratis lah. Jadi tidak kekerewuh ya,
- tidak otoriter. Kadang-kadang ada kan
- pasukan diberikan tugas pokoknya karena
- dia sebagai panglima pokoknya harus
- manut. Tidak manutkah engkau? Pokoknya
- saya usiir. Ah kalau dulu begitu
- demokratis. Saya diberikan kesempatan
- untuk memimpin kalian. Nah, kalian ee
- sudah saya beritahu saya akan
- melaksanakan isi surat. Kalau kalian
- ikut dengan saya ya alhamdulillah.
- Kalaupun kalian mau pulang ya silakan.
- Waduh, masyaallah. Terus bagaimana
- tanggapan sahabatnya yang delan orang
- tuh? Apa kata mereka? Saya akan siap dan
- akan taat kepada komandan saya. Tuh kan.
- Makanya kalau pemimpinnya taat,
- pemimpinnya berwibawa, pemimpinnya dalam
- keadaan ketakwaannya dijaga,
- maka makmum pun itu akan mengikuti
- pemimpin yang demikian. Nah, apa setelah
- perjalanan dilanjutkan
- ternyata sahabat Abdullah bin Jahsi ini
- dapat ujian dari Allah.
- Dia tiba-tiba ketemu dengan
- rombongan pasukan Quraisy yang pulang
- dagang.
- Nah, nah waktu dia
- lihat ada pasukan dagang menuju
- Makkah
- terus apa mereka berunding dengan
- teman-temannya.
- Di sini
- disebutkan
- sesampainya Abdullah bin Jah sebuah
- tempat namanya
- Nakhlah, mereka melihat kapilah dagang
- kaum kafir Quraisy sebagaimana yang
- disebutkan oleh
- Nabi. Ibnu Jahsyi melihat kapilah dagang
- Quraisy kemudian dia bermusyawarah
- dengan pasukannya. Tindakan apa yang
- harus
- dilakukan saat itu adalah akhir bulan
- Rajab, bulan haram yang dilarang untuk
- melaksanakan perang. Kalau menunggu
- malam
- harinya di mana sudah masuk bulan
- Syakban, maka diperbolehkan
- berperang. Kapilah itu akan masuk tanah
- suci dan mereka akan melenggang tidak
- mendapatkan apapun.
- Maka bulan yang haram ini harus
- dijaga. Maka setelah melalui berbagai
- pertimbangan, maka Abdullah bin Jasi
- dengan pasukannya akhirnya
- memutuskan untuk menyerang kafilah
- tersebut. Artinya dia tahu nih ini bulan
- Rajab nih. Cuma kalau saya biarkan
- mereka akan mudah masuk, tidak mendapat.
- Nah, bagaimana ya kata dia? Akhirnya
- diputuskan serang saat itu juga. Padahal
- itu akhir bulan Rajab.
- Heeh. Kemudian satu orang Quraisy yang
- ada di dalam rombongan itu kena sasaran
- tembak. Dia tewas dan dua orang lagi
- tertahan atau tertawan. Ya, sisanya
- melarikan
- diri dengan membawa tawanan dan
- ghanimah. Itulah Abdullah bin Jasi dan
- pasukannya akhirnya pulang ke
- Madinah. Menurut sebagian
- riwayat, Abdullah bin Jah bersama
- kawan-kawannya dengan harapan pulang ke
- Madinah
- mendapatkan ee penghormatan dan pujian
- dari Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam karena dia telah menawan dan
- telah membawa harta rampasan. Tetapi apa
- yang terjadi?
- Justru Rasulullah bersikap tegas. Kata
- Rasulullah, "Emangnya aku nyuruh kamu
- nawan
- orang? Emangnya aku nyuruh kamu
- berperang? Saya kan enggak
- nyuruh." Diam itu
- sahabat.
- Waduh, gimana ini?
- Karena Rasul tahu itu bulan haram. Dan
- memang isi surat itu bukan untuk
- berperang. Intinya adalah wahai Abdullah
- bin Jasi, kau pergi ke daerah tersebut
- intai. Disuruh ngintai. Heeh. Bukan
- untuk
- menyerang.
- Nah, tiba-tiba datang bawa orang bawa
- harta rampasan.
- Nabi
- marah kalau bahasa gampang kita enggak
- mau saya nerima
- itu. Akhirnya Abdullah bin Jasi dengan
- sahabatnya merasa terpukul
- hatinya. Menangis
- dia. Nah, dengan kejadian ini lalu Allah
- menurunkan ayat
- yas'alunaka anil
- ahillah qul hiya mawaqitu linasi dan
- seterusnya
- ayat. Yasalunaka anil qital. Ah, mereka
- akan bertanya kepada engkau tentang
- kitalah. Ah, memang kita itu ya sesuatu
- yang tidak disukai.
- Tapi mereka-mereka yang
- menghalangi ke Masjidil Haram dan mereka
- yang
- inganya lebih besar daripada orang yang
- memerangi di bulan haram
- tadi.
- Artinya kalau mereka sahabat melanggar
- hukum itu kan bukan
- disengaja karena
- keterpaksaan karena mereka melihat
- pasukan Quraisy yang selama ini membabi
- buta. Nah, sekarang mereka kaum muslimin
- akan memberi peringatan. Jangan
- macam-macam lagi. Loh, sekarang aku
- sudah siap menghadapi
- kau. Nah, kemudian peristiwa ini
- dijadikan apa? dijadikan momok oleh
- orang Quraisy. Ternyata Nabi Muhammad
- dan pasukannya melanggar
- hukum melaksanakan peperangan di bulan
- haram. Nah, akhirnya apa? Setelah turun
- ayat
- yasalunakaanil ee
- qital mereka bertanya kepada engkau
- tentang qital di bulan haram. Kemudian
- Allah memanggil Abdullah bin
- Jasy mana? ini yang tadi kamu
- bawa akhirnya Rasul nerima dan
- menandakan kalau Rasul menerima berarti
- Allah sudah rida atas perbuatannya.
- Syekh Muhammad Alghazali, salah satu
- pakar tarikh di Mesir. Dia
- bilang, "Kalau sahabat melaksanakan
- perintah dari Allah dan Rasul-Nya untuk
- melaksanakan satu tugas
- syariah, kemudian
- dia melakukan sesuatu perbuatan yang
- bukan disengaja karena memang itu
- keterdesakan."
- Dibanding dengan orang-orang kafir yang
- melarang manusia di jalan Allah,
- mengusir manusia dari Makkah,
- menghalangi manusia dari masuk ke
- Masjidil Haram, itu dosanya besar mereka
- dibanding dengan dosanya orang muslim
- yang melanggar hanya karena memang
- keterpaksaan.
- Nah, di sinilah
- saudaraku,
- memang satu kelebihan ilmu yang dimiliki
- oleh Nabi dan para sahabatnya ini
- memberikan obat terhadap kegundahan yang
- dirasakan oleh para
- sahabatnya. Nah, Abdullah bin
- Jasi setelah menerima kabar dari Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- bahwa tindakannya ternyata tidak
- disalahkan oleh Allah.
- Justru yang lebih besar dosanya itu
- orang-orang kafir Quraisy yang
- menghalangi manusia masuk ke Masjidil
- Haram dan mengusir manusia dari tanah
- tumpah
- darahnya. Ah, ini yang pertama. Nah,
- Abdullah bin Jahsyi punya saudara
- namanya
- Ubaidullah.
- Nah, Ubaidullah
- ini
- nikah dengan anaknya Abu Sufyan.
- Nah, namanya Ummu
- Habibah. Pada saat di awal-awal itu, dua
- hamba Allah ini ikut hijrah ke
- Habsyi. Namun apa yang terjadi? Setelah
- sampai di
- Habsyi itu Abu Ubaidullah. Kalau tadi
- kan Abdullah bin Jasi ini Ubaidullah bin
- Jasi murtad masuk
- Kristen. Coba bayangkan. Jadi kalau
- manusia hari ini pindah agama dari Islam
- ke Kristen dulu juga di zaman Nabi ada
- itu.
- Padahal dia sahabat militan itu. Eh
- begitu sampai di
- Habsi berubah
- pikirannya. Kenapa kok bisa ikut
- Kristen? Nah,
- sementara istrinya tetap
- istikamah. Dan enggak
- lama Ubaidullah bin Jas itu meninggal di
- tempat hijrahnya dan dalam keadaan dia
- keluar dari is Islam. Nah, Rasulullah
- mendengar bahwa istrinya yang taat tetap
- dia ya melaksanakan keislamannya
- meskipun di negeri orang.
- Rasulullah dengan penuh
- kebijakan, akhirnya setelah ee habis
- idah dari istrinya Ubaidullah, maka
- Rasulullah langsung
- melamarnya. Maka menggunakan
- atau melewati Raja Habasyi, Raja Habsyi.
- Maka mantan daripada istri Ubaidah
- dilamar oleh Nabi. Kemudian enggak lama
- dijadikan ee terjadilah pernikahan.
- Setelah selesai pernikahan, lalu Raja
- Najasi mengantarkan istri yang
- dinikahkan yang dinikah tadi melewat
- nikah wakil oleh dirinya diantara menuju
- Madinah. Itulah ee sekelumit ya dua
- sosok adik dan kakak. Yang pertama
- Abdullah bin Jahsyi, yang kedua
- Ubaidullah bin Jah. Nah, sementara
- Abdullah bin Jasi menjadi panglima
- pasukan muslim yang mendapatkan
- kehormatan tinggi karena ketaatannya.
- Yang kedua, Ubaidullah bin Jasi yang
- sayang akhir hidupnya dia menjadi
- murtad. Nah, kita di dalam bulan Ramadan
- perbanyaklah doa pada Allah.
- Mudah-mudahan keimanan kita dikuatkan
- oleh Allah seperti keimanan para sahabat
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Nah, kemudian lagi istri daripada
- Ubaidullah bin Jas itu yaitu istri
- bernamanya Ummu Habibah. Dan Ummu
- Habibah itu ternyata dinikah oleh Nabi
- dan dia menjadi ummahatul mukminin. Nah,
- memang keluarga ini keluarga barokah
- semuanya ya. ee yang suaminya yang
- meninggal akhirnya dinikah oleh utusan
- Allah. Kemudian begitu mendengar anaknya
- dinikah oleh
- Rasul, bapaknya yang tadinya begitu
- kejam, yang begitu keras memerangi Nabi
- langsung
- lumer. Kenapa? Sekarang Nabi Muhammad
- yang tadinya musuh sekarang jadi man
- mantu. Nah, orang-orang Arab kalau untuk
- meluluhkan, melunakkan hartanya itu
- diadakan itu memang dominasinya memang
- untuk menegakkan syariat yaitu menikah
- dalam rangka untuk dakwah. Makanya
- isi-isi Nabi itu kalau dilihat itu
- kebanyakan orang-orangnya usianya sudah
- sepuh.
- ee artinya sudah
- berumurlah. Yang gadis itu hanya satu
- Aisyah ya. Istri Nabi selainnya itu tuh
- janda. Seperti Hafsah janda ya, Khadijah
- janda. Nah, jadi kalau umpamanya nih
- anak-anak muda dihasil mau menikah itu
- yang janda boleh itu ya. Artinya apa?
- Ada contohnya mau janda kembang boleh
- ya. Janda kembang. Mau janda yang
- umurnya sedang ya boleh kan. Masyaallah.
- Ya mau isi dua. Nah itu nanti dulu isi
- dua. Satu aja dulu
- ya. Jadi kalau bisa diusahakan dulu ya.
- Insyaallah nih. Memang kenapa? Karena
- Rasul mencontohkan seperti itu. Tapi ada
- juga sahabat yang waktu nikah ditanya
- oleh Nabi istrinya gimana janda? Kok
- janda? Iya, saya senang karena saya
- punya adik. Mudah-mudahan adik saya bisa
- terawat. Oh, ya udah bagus katanya.
- Artinya apa? Jadi sahabat pun tidak
- dipaksa. Ya, dia senangnya ke situ.
- Monggo. Nah, Abdullah bin
- Jah sahabat Nabi yang punya sifat
- kebapaan. Orangnya muda tapi berpikirnya
- orang tua. Ya, dia tidak bisa begitu
- saja pulang sendiri tanpa memperhatikan
- pasukannya. Sehingga pada saat dia
- setelah melaksanakan mau pulang ke
- Madinah itu dia berhenti di tengah
- jalan. Bayangkan kenapa? Karena ada dua
- sahabat dari delan orang ini tersasar
- jalan. Tersesat
- jalan. Akhirnya apa? Pokoknya
- bagaimanapun saya tidak akan
- meninggalkan tempat ini sebelum dua
- orang ini ketemu saya. Yaitu ada yang
- menangkan Saad. Sahabat Saad bin Abiqas
- ini kan terus jalan itu. Nah, dia bilang
- kalau memang saat
- ini ter tangkap musuh atau dia
- terbunuh makanya saya tidak akan pulang.
- Masyaallah. Tapi dengan yakin kepada
- Allah ya mohon pertolongan Allah.
- Alhamdulillah akhirnya apa? Saat
- kembali. Ternyata saat ini tersesat
- jalan jauh dari induk rombongan.
- Akhirnya oleh Allah dipertemukan lagi.
- Nah, setelah dia kembali
- baru sahabat Abu Bijasi merasa tenang
- hatinya. Karena sahabat tidak ada satuun
- yang ketinggalan apalagi yang terluka.
- Nah, inilah salah satu di antaranya
- bagaimana tanggung jawab seorang
- pemimpin. Kalau merasa makmumnya ada
- sesuatu, dia yang maju ke depan. Inilah
- tanggung jawab yang dirasakan oleh para
- sahabat. Kemudian Abbah bin Jasim
- menurut
- riwayat dia
- memang dalam perjalanannya begitu
- terkenal namanya tapi ke
- sininya tidak begitu
- terkenal. Banyak para sahabat Nabi yang
- di awal-awal perkembangannya heboh,
- orang tahu semua, tapi menjelang
- akhirnya jarang orang
- tahu. Seperti siapa lagi? Adas.
- Ada itu kan seorang budak agama Nasrani.
- Pada saat masuk Islam heboh, semua orang
- tahu. Tapi begitu dia ke sininya jarang
- orang mendengar kisah itu. Nah, memang
- tergantung amal ya. Ada amal yang hebat
- terus istikamah yang kadang-kadang di
- tengah perjalanan ke sini langsung larut
- itu dengan waktu, larut dengan situasi.
- Akhirnya apa? tidak didengar lagi. Nah,
- mudah-mudahan dengan Ramadan yang kita
- laksanakan ini Allah memberikan
- istikamah. Nah, saya tambah dengan satu
- hadis ya. Rasul mengatakan, "Salasatun
- la turadu
- dakwatuhum." Ada tiga doa yang tidak
- akan ditolak oleh Allah. Apa saja doa
- yang tidak akan ditolak? Pertama,
- dakwatul walid ala
- walidihi. Doa orang tua terhadap
- anaknya. Ini pasti diijabah.
- Maka orang tua kalau berdoa sama anaknya
- yang baik-baik, "Ya Allah, jadikan
- anakku yang saleh." Kalau wanita yang
- salehah menjadikan anakku yang penuh
- dengan kebahagiaan, jauh daripada dosa
- dan maksiat, dekat dengan Allah, dekat
- dengan masjid, dekat dengan orang
- mukmin, jauhkan mereka dari musibah dan
- malapetaka. Sehatkan mereka, jauhkan
- mereka dari berbagai penyakit. Doa orang
- tua tuh kepada anaknya apalagi di bulan
- Ramadan pasti diijabah. Yang kedua kata
- Nabi, doa yang tidak akan ditolak
- dwustusim hatta yubtiro. Doanya orang
- saum sampai datang berbuka. Oh ya orang
- yang saum itu doanya pasti
- diijabah
- ya. Ondi dan teman-temannya yang sedang
- melaksanakan safar dari kampungnya ya ke
- sini ya. Yang lainnya pun
- mahri memang negerinya jauh sih di Korea
- apa Sukabumi Selatan.
- Nah, ini juga perjalanannya jauh ya.
- Afrika Selatan. Afrika Selatan.
- Heeh. Jadi orang yang bepergian di bulan
- Ramadan ya dalam keadaan saum. Aduh
- orang saum itu sampai datang waktu
- berbuka doanya diijabah oleh Allah.
- dakwatusim hatta yubtir
- tuh. Kemudian yang ketiga, wadwatul
- mazlum. Doa orang yang teraniaya itu
- pasti diijabah. Walau kan badahin.
- Sekalipun kejadiannya sudah lama itu
- tapi kalau dia dizalimi itu pasti
- diijabah oleh Allah. Maka jangan sampai
- di bulan Ramadan ada yang menyakiti
- orang. Apakah menyakiti secara terus
- terang, vulgar, atau lewat SMS.
- lewat WA nyaci maki ya habislah pahala
- puasanya.
- Maka yang sebaiknya di bulan Ramadan itu
- saum itu puasa itu tidak hanya puasa
- makan minum saja, termasuk puasa
- daripada
- perbuatan perbuatan yang tidak ter apa
- tidak senonoh, perbuatan-perbuatan yang
- memang akan menggugurkan pahala itu
- ditahan itu. Kemudian lagi jaga akhlak
- ya. Kenapa? Karena Nabi pernah
- mengatakan rubimin lahu al jual atos.
- Banyak orang yang saum tapi hasilnya itu
- tidak ada
- apa-apanya. Jadi
- dahaganya kemudian menahan laparnya
- enggak ada perpengaruh apa. Kenapa?
- Karena dia
- kaulazur. Omongan yang keluarnya asal
- aja
- ceplos-ceplos. Nyakitin orang,
- membohongi orang, mengkhianati orang.
- omongannya kasar. Nah, inilah jadi orang
- som itu harus dijaga akhlaknya, dijaga
- pandangan matanya, dijaga, semuanya
- dijaga. Nah, orang-orang yang semacam
- inilah yang insyaallah doanya pasti
- diijabah oleh Allah. Amin. Demikian
- walumikum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Ya rabbana
- atarofna
- [Musik]
- biannanafna wa annana
- asrafna aladha
- asrafna fatub alaina
- taubah tagsilu kulla
- haubah wasurlanal
- aurati wa aminir
- [Musik]
- wa
- mauludina wal ahli wal
- ikhwani wasairil
- khillani wa kulli dzi
- mahabbah au jiratin au suhbah wal
- muslimina ajma
- ambi
- aslan wudan
- manna
- biktisabin
- minna bil mustofa
- rasuli nahd bikulli
- suuli
- shallam
- rabbi alaihi addal habbi wa
- alihi wasahbihi
- [Musik]
- [Musik]
- Ya Allah, kami mengaku bahwa kami
- berdosa, kami melampaui batas, kami
- hampir tergelincir. Berilah kami
- pengampunan, membersihkan semua nista.
- Tutuplah kekurangan kami, ya Allah.
- Amankanlah yang kami takuti. Ampunilah
- ayah bunda kami juga anak-anak kami,
- famili dan saudara saudara serta semua
- teman dan yang mereka kami cintai,
- tetangga atau sahabat serta seluruh
- muslim semuanya. Amin. Terimalah
- harapanku. semata anugerah dan
- kemuliaan-Mu. Bukan karena usaha kami.
- Dengan kedudukan Almfa sallallahu alaihi
- wa alihi wasallam, kabulkan permintaan
- kami. Selawat dan salam semoga Allah
- limpahkan kepada Rasulullah senantiasa
- sebanyak butiran awan. Puji bagi Allah
- sejak awal hingga akhir.
- Ya, ikhwan dan akhwat yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala. Demikian tadi
- salah seorang sahabat yang kembali
- diceritakan oleh Ustaz Komaruddin Wasuni
- Abdullah bin
- Jahsi. Subhanallah ikhwan dan akhwat.
- Semoga kita dapat memetik apa? Memetik
- ibrah dan juga pelajaran yang
- disampaikan oleh Ustaz Komaruddin
- Basuni kisah seorang sahabat Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- tersebut. Dan seperti biasa nanti di
- sesi selanjutnya kami akan buka ruang
- tanya jawab di layan telepon
- 0218451512. SMS dan juga WhatsApp di
- 0811999720. Kami akan segera kembali
- setelah jeda berikut.
- [Musik]
- [Musik]