Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Nikmat apapun selalu
- kusyukuri di setiap saat, di setiap
- waktu.
- Radio Silaturahim juga Rasil Visual.
- Ikhwan dan akhwat yang dapat meraih kami
- di dua tempat itu. Kami harapkan masih
- menyimak sampai ee termin pada saat ini
- yaitu tanya dan jawab. Sudah ada yang
- masuk, saya akan mulai segera. Dan kami
- juga masih undang e Ikhwan dan Awat yang
- masih berencana untuk menyampaikan
- pertanyaannya, silakan lewat nomor SMS
- yang tadi sudah saya sebutkan.
- Pertama-tama saya akan bacakan ini Ustaz
- dari hamba Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Dari Bapak Rasyid, Ustaz di
- Bandung. Semoga Ustaz senantiasa dalam
- lindungan Allah Subhanahu wa taala. Doa
- beliau. Bagaimana, Ustaz, cara bergaul
- dengan orang yang beda akidah, Ustaz?
- Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
- Al-Qur'an sebenarnya sudah memberikan
- petunjuk ya kepada kita semua
- yaitu ya dalam apa namanya surah
- al-Kafirun. Qul ya ayyuhal kafirun la
- a'budu ma ta'budun wala antum abiduna
- ma'bud dan seterusnya.
- Jadi di situ ayat ini menerangkan
- tentang toleransi antar umat
- beragama. Ya, toleransi antar umat
- beragama bukan berarti toleransi dalam
- beragama. Enggak ada. Kalau dalam
- beragama enggak ada toleransi, ya. Ada
- itu antar umat beragama.
- Saya punya tetangga, dia dosen. Temannya
- dulu adalah dia dengan ee apa? Dr. Nur
- Khalis Majid. Dr. Nurhal Majid itu
- tetangga saya. Kalau lebaran datang ke
- saya mengucapkan selamat hari Idul
- Fitri, selamat hari raya Idul Adha. Oh,
- udah sopannya bukan main ya. Baik.
- Nah, sementara kemudian saya enggak
- pernah mengucapkan selamat Natal. Kalau
- selamat tahun baru saya ucapkan selamat
- tahun baru ya. Kata saya, "Pak, saya
- mohon maaf sekali ya. Bukan saya enggak
- pengin berbuat baik ya. Mungkin Bapak
- bahagia kalau saya mengucapkan selamat
- Natal tapi Bapak maklumilah saya ya
- karena agama." Iya. Iya, Pak Ustaz. Pak
- Ustaz saya mengerti, saya hargai betul
- katanya Pak Ustaz. Jadi sebenarnya enak
- mereka itu begitu ya. Nah, jadi
- bagaimana kita bergaul dengan non agama?
- Bergaullah dalam urusan dunia silakan
- ya. Yang enggak boleh itu adalah ketika
- menyangkut masalah akidah. Nah, kita
- ngikut-ngikut. Nah, itu ya itu yang
- enggak boleh gitu. Lakum dinukum
- waliadin. Ini adalah ee dalam masalah ee
- toleransi beragama. Dalam beragama itu
- lakum dinukum waliadin. Dalam masalah
- kemasyarakatan kita tetap bergaul dengan
- dia dengan baik. Silakan ya silakan.
- Enggak ada larangan. Hasan Albashri itu
- berteman baik dengan tetangganya
- pendeta. Pendetanya tempatnya dia tempat
- yang tinggi. Hasan Albasri di bawah.
- Kalau alasan istri pergian titip
- kuncinya sama itu si pendeta ini kalau
- mau pergi titip kuncinya sama Hasan
- Albasri lah. Kalau umpanya Idul Hadah
- korban beliau kirim dagingnya kepada
- pendeta karena beliau di antaranya ulama
- yang mengatakan boleh kita bersedekah
- kepada apa namanya non Islam karena
- korban itu bagian dari sedekah. Makanya
- boleh kecuali kalau zakat enggak enggak
- boleh. Nah, suatu hari si pendeta itu
- ketika ke rumahnya Hasanul Asri, dia
- melihat ini di di ruangan tamu beliau
- ini itu menggenang air ya, diwadain gitu
- tuh. Dia heran dari mana? Ternyata itu
- air itu adalah dari tempatnya si pendeta
- itu. Dan Hasan Albasri enggak pernah
- menegor gitu. Jadi setelah pendeta itu
- tahu kenapa Anda katanya enggak
- komplain? Ya, kata beliau begini, "Agama
- saya
- melarangnya." Dan itu yang menyebabkan
- kemudian si pendeta itu masuk Islam tuh
- dengan sebab akhlak tadi ya. Jadi kita
- ini tetap berbuat baik kepada siapapun
- tangga saya, tetangga kita ya, kepada
- non Islam. Sebab Islam itu adalah
- rahmatan lil alamin. Ya, bukan bukan
- rahmatan lil muslimin. Bukan rahmat buat
- kaum muslimin, tapi rahmatan lil alamin.
- Buat alam
- semesta. Buat alam semesta ya lingkungan
- apalagi ini kepada manusia sama itu
- seperti itu. Maka Islam itu enggak ada
- harus apa namanya bledar-bledur gitu
- tuh. Kemudian ee bunuh sana bunuh halal
- darahnya. Enggak seperti itu ya. Islam
- itu begitu indah. Makanya orang kemudian
- tertarik. Hmm.
- Tertarik. Ee saya itu baca di YouTube
- ya, bagaimana seorang reporter dari
- Inggris itu ketika ke Makkah eh ke apa
- namanya? Ke Saudi Arabia mendengar orang
- azan dari sana azan di sini azan. Woh
- itu dia sangat
- terharu, kagum gitu. Lalu kemudian
- mereka tinggalkan kegiatannya beribadah
- setelah mendengar apa namanya suara azan
- di setiap apa namanya pengeras-pengeras
- suara di mana-mana. Subhanallah gitu kan
- membuat terharu dia gitu tuh. Heeh. Nah
- itu cakep. Eh sekarang malah dibatasin
- kita dibatasin enggak boleh pakai
- pengeras suara.
- Kina ini mayoritas Islam yang
- melarangnya juga adalah Departemen
- Agama. Ini gimana
- ceritanya? Kadang-kadang enggak ngerti
- saya ini hidup di negara kita ini. Iya.
- Ketika tanggal 25 kita harus
- menghormati orang-orang yang natalan.
- Ketika ada hari nyepi, kita disuruh
- menghormati orang-orang yang lagi
- nyepi. Begitu Ramadan, ya kita juga
- suruh menghormati orang-orang yang
- enggak puasa. Lalu yang puasanya kapan
- dihormatinya? Ini Menteri Agama nih
- gimana ceritanya ini ya? Kadang-kadang
- sayaampai bingung
- ya. Mau ngomel sama-sama orang NU. Dia
- NU, saya NU juga ya. Aduh. Tapi
- ya bukan karena DNU saya kemudian setuju
- aja enggak kagak kagak demen
- saya. Jadi begitu ya, Pak. Kita bergaul
- dengan siapapun dengan non Islam baik.
- Tapi non Islam juga yang harus
- mengerti. Harus mengerti tentang
- kebiasaannya atau dalam syariat Islam
- harus dipahami masalah
- ini. Iya. saya lihat itu ada ada juga
- kemarin saya sering nonton YouTube itu
- bagaimana anak muda ini
- memperdengarkan ayat-ayat Al-Qur'an ya
- ee kepada non Islam yang enggak ngerti
- Al-Qur'an. Lalu kemudian ditanya bagai
- apa yang Anda rasakan? Ya, ini adalah
- musik yang sangat indah, sangat
- menyentuh. Begitu dia bilang musik gitu
- ya. Ya, enggak apa-apa. Ada yang
- mengatakan damai, ada yang mengatakan
- macam-macam. Ya, begitu. Jadi mereka
- senang mendengarkan itu. Jadi silakan
- Bapak bergaul dengan siapapun tidak ada
- larangan ya. Karena memang kita ini
- diperintahkan bergaul dengan siapa saja
- ya ee sepanjang itu tidak menyangkut
- masalah ee akidah. Wallahualam. Baik,
- nampaknya ada pendengar yang bertanya
- lewat telepon. Saya sambut terlebih
- dahulu. Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam. Dengan Bapak di siapa?
- Di mana, Pak? Saya namanya Sutikno.
- Sutikno. Iya, saya tinggal di Cimone,
- Tangerang. Oh, baik, Pak Sutikno.
- Silakan langsung dengan Ustaz
- pertanyaannya. Saya salah satu pendengar
- setia Rasil. Alhamdulillah.
- Alhamdulillah.
- Bahkan guru ngaji saya dulu tak kenalkan
- apa Radio Rasil. Setelah itu beliau
- sampai sekarang enggak pernah lepas dari
- Rasil. Alhamdulillah Bapak termasuk
- berdakwah juga tuh namanya. Amin. Terus
- Bapak, saya dari tadi dengerin saya juga
- sebetulnya kepingin ketemu namanya ustaz
- apa ya? Semua ustaz yang lah. Tapi
- karena saya juga sudah 68 tahun,
- bagaimana kalau keras naik apa? Jadi
- saya dengerin saja. Tapi menurut Pak
- Ustaz tadi apa? Saya termasuk yang dapat
- keciban ilmu bukan mencari ilmu.
- Bagaimana itu Pak? Iya. I apaapak ya?
- Tapi saya tetap tetap saya saya sayang
- sama Rasil karena saya sudah pernah
- mendengar radio mana tapi begitu ketemu
- yang Islam yang satu ini saya
- betul-betul ini rupanya yang saya cuocok
- dengan apa yang saya rasakan. He.
- Baik Pak Sutik itu aja pertanyaannya.
- Terima kasih. Terima kasih. itu
- saja jawaban Ustaz ya, Pak. Terima
- kasih. Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Iya, Pak. Ya, pada intinya
- kan kita ini bagaimana mendapatkan ilmu
- ya. Ah, memang Bapak ini tidak termasuk
- orang yang apa namanya? Hadir thalab.
- Tapi tadi kalau kata K Abdullah ini
- ketiban ilmu ya.
- sudah dapat itu. Ee masalahnya sekarang
- kan Bapak itu bukan enggak pengin hadir,
- tapi karena satu usia kondisi ya. Dan
- Allah itu Pak enggak melihat di mana
- kita
- berada. Kata Imam Al-Ghazali
- [Musik]
- rahimahullah, orang yang fisiknya jauh
- dari
- Baitullah tapi hatinya di depan
- Baitullah.
- itu jauh lebih baik dibanding dengan
- orang yang fisiknya di depan Baitullah
- tapi hatinya jauh dari
- Baitullah. Innallaha la yanduru ila
- suarikum walakinnallah yanduru ila
- qulubikum. Allah enggak melihat rupa
- kamu. Kalau Allah ngelihatnya rupa
- manusia yang jelek enggak ada yang masuk
- surga, Pak. Neraka semua. Nanti yang
- cakep-cakep masuk surga. Allah enggak
- ngelihat itu. Yang dilihat oleh Allah
- adalah hati kamu. Jadi rupa kita, fisik
- kita ada di mana itu enggak penting.
- Yang paling penting hati kamu ada di
- mana. Ini adalah yang paling pokok.
- Makanya saya sering katakan walaupun
- kita ada di Indonesia, kita bisa saja
- memperoleh pahala salat di Masjidil
- Haram, pahala salat di Masjid Nabawi
- tergantung seberapa besar keinginan
- kerinduan kita untuk bisa salat di
- Masjidil Haram di depan Baitullah. Itu
- yang dilihat oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Ya, itulah keadilan Allah dan
- kerahman-rahimannya Allah Subhanahu wa
- taala. Wallahuam.
- Oh, baik Bapak mudah-mudahan terjawab
- ya. Insyaallah dihitung menghadiri ya,
- Ustaz karena sudah niat menghadir
- insyaallah pasti. Baik, saya beralih
- masih ada waktu. Oh, baik ada penanya
- lewat telepon lagi. Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Dengan Bapak siapa Pak
- Asri? Dari Bapak Asri di Jatiasi. Bapak
- Asri. Iya. Baik, silakan langsung, Pak.
- Asalamualaikum, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ee saya
- sampai saat ini belum dapat kepastian
- kita sebagai umat Islam memanggilnya Isa
- Alaih Salam sementara menasarikan Isa
- Almasih. Nah, kemudian saya pernah
- mengobrol dengan salah seorang pendeta
- masalah dia kan anak Tuhan katanya. sama
- bengi sambil ketawa mertua tuhan siapa
- mertuanya gitu kan bingung dia iya
- kemudian mengakan begini jangan jangan
- dikatakan kalau tuhan tu kan tunggal
- banyak kan tapi dia masih yangang calon
- pendeta ya salahkah saya dalam keluarga
- begitu memberikan keyakinan kepada
- mereka dan saya masih ingat apa yang
- diingatkan oleh Rasulullah baligani
- walau ayah nahjir akhirnya dia tuh
- panjang lebar saya ngobrol akhirnya nya
- ya masa kalau kalian misal itu yang
- benar itu apakah Isa Almasih apakah Isa
- alaihi salam menurut kita baik bikin
- ustaz ya asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh waalaikumsalam
- warahmatullahi
- wabarakatuh
- bismillahirrahmanirrahim qalallah taala
- waidqolatil malaikatu ya maryamu
- innallaha
- yubassiruki bikalimatim minhusmuhul
- masihu isa bnu maryam
- ya. Ah, jadi Nabi Isa itu sudah dijuluki
- oleh Allah di dalam Al-Qur'an dengan
- sebutan
- Al-Masih ya, Almasih pengembara.
- Nah, kemudian alaihissalam itu adalah
- merupakan doa ya, doa kita manakala
- menyebutkan para nabi ee dianjurkan kita
- ini mengucapkan doa buat
- mereka ya. Yaitu kan Allah juga
- berfirman, "Innallah malaikatahu
- yushalluna alan nabi." Allah dan
- malaikatnya berselawat kepada Nabi. Ya
- walaupun di sini yang dimaksud Nabi
- Muhammad, tetapi dalam ayat lain, "La
- nufarriqu baina ahadim mir rusulih."
- Kami itu tidak
- membeda-bedakan ee satu rasul dengan
- rasul yang lainnya. Artinya sama. Jadi
- kalau kita berselawat kepada Nabi
- Muhammad juga kita supaya berselawat
- untuk nabi-nabi yang lainnya. Nah,
- karena itulah ee setiap kita menyebutkan
- kata Nabi selalu diakhiri dengan kata
- alaihissalam atau shatullah wasalamuhu
- alaih ya. Allahumma sholli wasallim
- alaih misalnya gitu. Nah, alaihissalam
- itu semoga keselamatan atas mereka. Ini
- kan doa. Ah, jadi ee bukan berarti Isa
- Alaih Salam itu namanya, tapi Alaih
- Salam itu adalah merupakan bentuk doa
- kita untuk beliau ya alaih salam. Nah,
- karena ini doa maka Alaih Salam itu
- tidak harus dipergunakan untuk para
- nabi. Kepada para ulama siapapun enggak
- apa-apa boleh. Misalkan kita mengucapkan
- ee ee qala Abu Bakrin berkata Abu Bakar
- alaihissalam misalnya enggak apa-apa
- yang mengucapkan alaihi salam untuk
- sahabat Abu Bakar, mengucapkan alaihi
- salam untuk Sayidina Ali, untuk Umar,
- untuk Utsman radhiallahu anhum itu
- enggak apa-apa ya. Alaih Salam ada orang
- mengatakan alaihi salam katanya buat
- Ali. Emangnya Ali itu nabi? Emangnya Ali
- itu Rasul? Seolah-olah alaihi salam itu
- khusus untuk Rasul lah. Doa keselamatan
- itu tidak hanya untuk Rasul, untuk siapa
- pun enggak apa-apa ya. Enggak ada
- larangan kita mengucapkan alaihi salam
- untuk sahabat, untuk tabiin. Boleh-boleh
- saja itu doa. Jadi nama aslinya adalah
- Isa. Kemudian julukannya Almasih.
- Adapun alaihissalam itu adalah merupakan
- doa dari kita untuk Nabi Isa. Wallahuam.
- Baik, satu pertanyaan lagi, Ustaz. Ya.
- Ee terakhir ini dari hamba Allah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Adik saya
- memakai cadar, Ustaz. Dan dia bilang
- bahwa sebaik-baiknya pergaulan wanita
- adalah berdiam diri di rumah. dia
- menghindari ee pergaulan atau pertemuan
- dengan yang jika ada laki-laki terutama
- juga apabila itu pertemuan keluarga.
- Ustaz, bagaimana kami menyikapinya,
- Ustaz? Kami sangat kehilangan kehadiran
- beliau. Terima kasih.
- Bismillahirrahmanirrahim. Pertama adalah
- apa hukumnya dulu cadar gitu ya. Jadi
- cadar ee hukumnya bukan masalah cadar
- tapi membuka wajah gitu. Memang di
- kalangan ulama itu ada yang mengatakan
- bahwa menutup muka itu wajib bagi wanita
- ya wajib. Dan ini adalah dianut paham
- ini sekarang ini oleh Wahabi gitu. Wa
- wahabi itu ya di Makkah Salafi ya. Ah
- kemudian ya mungkin juga ee jemaah ini
- tablig barangkali ya gitu. Cuma kalau
- tablig itu dia enggak enggak enggak
- memaksakan kehendak. Kalau tablig itu
- dia ikut ke mana pun juga menerima.
- Orang NU nerima orang Muhammadiyah
- nerima. Karena di dalam jemaah tablig
- itu ee dilarang sekali mereka ini
- berbicara masalah khilafiah. Enggak
- boleh ya. Ah sehingga orang-orang tablig
- enggak pernah ribut masalah khilafiah ke
- mana pun juga dia jadi gitu ya. Orang NU
- Ayu orang Muhammadiyah itu indahnya ee
- bagusnya orang tablig itu begitu ya. Ah
- cuma kadang-kadang ya ee mungkin agak
- kekurangannya itu apa? ee ketika ada
- taklim kadang-kadang kurang ini. Jadi ee
- banyak masyarakat giliran dia mengadakan
- taklim, orang supaya ikut, giliran orang
- lain mengadakan taklim, mereka pada
- pulang enggak? Nah, ini yang
- disayangkan. Tapi hal ini dijawab oleh
- jemaah Al-Ittihad itu di apa namanya? Di
- masjid ee ini Cibubur ada Al-Ittihad di
- sana. ee itu jemah altihad ee jemah
- tabligh biasanya banyak sekali mereka
- mengaji seperti biasa ya. Nah, mereka
- menggaji. Nah, jadi ee kembali lagi
- dalam mazhab Syafi'i mengatakan bahwa
- wajah itu bukan aurat. Wajah itu bukan
- aurat. Dasarnya bukan aurat. Pertama ya,
- bahwa orang yang sedang ihram, wanita
- yang sedang mukrimah itu haram menutup
- muka. Enggak boleh mukanya ditutup.
- Orang lagi ihram. Kalau menutup muka itu
- adalah wajib tentunya bukan haram
- menutup muka, tapi wajib menutup muka,
- haram membuka gitu. Yang keduanya ketika
- seorang sahabat mau menikah ya kalau
- enggak salah Thalhah ngadu kepada
- rasul-rasul, "Saya insyaallah mau
- menikah dengan wanita mana?" "Wanita
- Anshar. Kamu sudah melihat orangnya
- belum?" katanya Rasulullah. Lihat dulu
- ya, lihat dulu. Dan Rasulullah
- mengizinkan kepada sahabat itu untuk
- melihat wajah dan pergelangan tangannya.
- Dengan bolehnya melihat wajah itu
- berarti wajah itu bukan aurat gitu.
- Kalau aurat maka Nabi pasti melarang.
- Itu dasarnya. Dari dasar inilah makanya
- mazhab Syafi'i mengatakan muwajah dan
- pergelangan tangan itu bukan urat. Tapi
- juga kita harus hargai orang-orang yang
- berpendapat ee apa nam bahwa wajah
- wanita itu semuanya adalah aurat.
- Termasuk di antaranya yaitu saudara Anda
- yang memakai cadar ya. Memakai cadar.
- Ah, dan tanpa kecuali itu. Tanpa kecuali
- itu apa? Termasuk matanya. Termasuk
- matanya ini juga adalah aurat gitu.
- Makanya kalau kalau di Arab itu di sana
- kan ditutup pakai kain yang tipis. gitu
- ya. Nah, jadi itu yang pertama seluruh
- wajah adalah aurat. Yang kedua ada lagi
- yang berpendapat di antaranya Ibnu Abbas
- bahwa seluruh anggota tubuh ini termasuk
- wajah aurat kecuali kedua
- matanya. Yang ketiga mengatakan yang
- bukan aurat cuma sebelah matanya aja.
- Nah, ya kalau sebelah lagi adalah aurat.
- Nah, mata yang mana? Yang mana aja yang
- dipakai melihat itu yang bukan aurat
- gitu. Makanya sebelah gitu tuh
- ya. Kemudian yang ketiganya adalah yang
- keempatnya bukan urat seluruhnya. Nah,
- itu kita hargai. Kalau dia tidak mau
- bergaul dengan orang lain itu karena
- takut bertemu dengan orang yang bukan
- mahramnya ya kita apa namanya
- bagaimanapun juga ya hargai ya hargai
- masalah itu. Cuma masalahnya sekarang
- saya bisa kehilangan. lah seperti dia
- bukan berarti enggak bisa bergaul, dia
- juga bisa bergaul lah. Tinggal kumpul
- dengan kelompok wanitanya kan ya seperti
- itu sebenarnya. Nah, ini ya ee mungkin
- ini juga karena ini adalah budaya boleh
- dikatakan budaya Timur Tengah gitu ya.
- Lalu orang kemudian beranggapan ini
- bukan Indonesia, ini beda dengan Timur
- Tengah. Janganlah membawa-bawa budaya
- Timur Tengah ke sini. Oh, kalau ini
- menurut mereka bukan bicara masalah
- budaya, tapi ini adalah bicara masalah
- syariah, gitu. Nah, jadi kita harus
- jangan menyebutkan budaya gitu karena
- mereka tidak akan nerima kalau ini
- disebut budaya. Bagi mereka ini adalah
- syariah. Ya sudah ya, jangan diributkan
- masalah itu. Ah, saya juga menyayangkan
- kalau ada kemudian gubernur ee apa
- namanya? satu perguruan tinggi yang
- melarang mahasiswinya memakai cadar. Ya
- kan enggak merugikan siapa-siapa, enggak
- akan merusak budaya lah. Cuma seperti
- itu. Wong kita ini disuruh toleransi.
- Giliran ada orang seperti itu malah
- enggak ada toleransi. Ini orang ini
- kadang-kadang saya bingung ya. Di satu
- sisi kita suluh toleransi. Ada orang
- yang ee dia menjalankan ee apa namanya?
- keyakinannya justru kita yang enggak
- toleran itu ya. Jadi kita ini cuma bisa
- ngomong belum bisa mempraktikkan ya.
- Kita hargai sepanjang itu tidak merusak
- apa namanya ee negara kita ya
- aturan-aturan negara kita tidak
- merugikan siapapun juga ya. hargailah
- seperti itu. Jadi begitu ya, Mbak ya. Ee
- apa namanya? Ee enggak bisa ee enggak
- karena orang itu pakai cadar kemudian
- kemudian tidak bergaul lah. Kalau
- kemudian di lebih banyak di rumah
- mungkin itu adalah
- pilihannya dan dia lebih cocok kalau
- tadi itu beruzlah daripada bermukhalath
- ya. Ah, manfaatnya, faedahnya kan sudah
- ee saya jelaskan bagaimana faedah uzlah
- itu. Jadi kalau orang ber apa namanya?
- Bersadar tadi, ah mungkin ketika
- menerangkan masalah uzlah, ah ini pas
- nih, gitu kan gitu ya. Ah, jadi akan
- bernilai. Cuma ya tadi itu dengan kita
- beruzlah sementara kita belum berilmu
- ini bisa jadi malah apa namanya akan
- rugi kita ini ya tidak belajar. Tapi
- biasanya orang begitu juga belajar, cuma
- belajarnya sama
- kelompoknya. Ya, ini yang saya kita
- sayangkan
- kadang-kadang orang ini eksklusif ya.
- Jadi mau belajar hanya kepada
- kelompoknya saja. Nah, ini yang
- dikhawatirkan ini tentang taqlid ya.
- Jadi nantinya menganggap paham yang lain
- itu adalah ee salah gitu. Kalau kalau
- saya murid-murid saya belajar sama siapa
- saja. Wong ilmu itu seperti mutiara.
- Mutiara itu walaupun adanya di comberan
- tetap mutiara kita ambil ya. Jangan
- karena adanya di mut di comberan lalu
- kita buang. Wong telur juga keluar dari
- pantat ayam kita ambil ya. Dan ketika
- ngambil telur itu kita enggak enggak
- mikirin pantat ayamnya kan ya. Telurnya
- aja yang kita lihat.
- Oh, jangan dihitung nih sehari geraknya
- berapa kali nih ayam ya. Telur kan cuma
- satu kali. Enggak jadi makan telur
- nantinya. Ya, barangkali itulah yang
- bisa sampaikan pagi ini. Mudah-mudahan
- Allah Subhanahu wa taala panjangkan umur
- kita dalam taat
- kepadanya. Allah bimbing hati kita ke
- jalan yang diridai dan dicintainya.
- Allah hiasi hati kita dengan akhlak yang
- mulia. Allah bersihkan hati kita dari
- akhlak yang hina. Allah limpahkan
- rahmat, taufik, dan hidayah kepada kita
- anak cucu kita yang sehingga dapat
- istikamah dalam menjalankan perintahnya,
- menja larangannya. Rabbana taqobbal
- minna duana amalina birahmatika ya
- arhamarahimin. Rabbana atina fid dunya
- hasanah wafil akhirati hasan
- waqinaabanar wasallallahu ala sayidina
- Muhammadin waa al wasallam.
- Walhamdulillahiabbil alamin.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahirabbil alamin. Ikhwan dan
- akhwat telah kita ikuti bersama. kajian
- seputar mukhalat. Insyaallah pemahaman
- kita mengenai uzlah dan mukhalath lebih
- terang benderang dan pilihan-pilihan
- yang ditetapkan oleh ikhwan dan akhwat
- bisa tepat untuk e kehidupan ikhwan dan
- akhwat. Kami juga minta maaf apabila ada
- pertanyaan yang masuk. Ini ada dari Ibu
- Nur Jannah, ada eh Marwat, ada Muhammad
- Faru di Batam, eh Mbak Hani, kemudian
- Ibu Rosita di Cikarang dan beberapa ee
- pendengar yang menyampaikan lewat
- WhatsApp tidak sempat kami bacakan.
- Insyaallah di lain kesempatan
- mudah-mudahan dipanjangkan umurnya dan
- usianya Ustaz diberikan kesehatan Ustaz
- ya. Amin. Insyaallah. Saya yang bertugas
- pada hari ini Karolin yang mendampingi.
- Kemudian ada Neza di ee mix e di
- switcher switcher eh rasil visual juga
- di belakang kamera. Ada Fahri juga yang
- mengendalikan kontrol radio. Mohon maaf
- apabila ada kesalahan. Kami juga mohon
- pamit. Insyaallah diberikan rezeki.
- Ketemu lagi di lain kesempatan.
- Subhanaka Allahumma wabihamdika ashadu
- alla ila anta astagfiruka wa atubu
- ilaih. Billahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- He.
- [Musik]
- [Musik]
- Oh
- [Musik]