Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:19 [Musik] 0:20 Asalamualaikum warahmatullahi 0:22 wabarakatuh. Allahumma sholli ala 0:24 sayyidina Muhammad waa ali sayyidina 0:26 Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa 0:28 lagi hari ini, hari Kamis tanggal 2 0:31 Rabiul Awal 1445 46 Hijriah atau tanggal 0:36 5 September 0:37 2 24. Kita jumpa lagi dalam acara 0:42 Hijra Bincang Hijra. Di sini juga ada 0:45 Kang Ondi Saputra dan Algi. Ada juga 0:49 teman-teman dari yang sedang PLK ya, 0:51 dari 0:53 Andika dan siapa namanya? Arya. Andika 0:58 dan Arya dari SMK Taruna 1:01 Bakti. Kita akan berbincang-bincang 1:04 tentang bincang hijrah ini. Judulnya 1:07 cukup menarik nih, merencanakan 1:09 kemustahilan. Jadi kemustahilan itu 1:11 ternyata bisa direncanakan ya. Ya tentu 1:15 saja ada Bang Habib, Bang Habib kita 1:19 tahulah beliau adalah master trainer 1:22 BNSP dan juga konsultan bisnis 1:26 digital. Kita secara zoom aja ya 1:28 bicaranya. Asalamualaikum, Bang Habib. 1:31 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:32 wabarakatuh, Pak Krisna sehat. Ini judul 1:35 yang diajukan Bang Habib agak unik juga 1:37 nih. Merencanakan kemustahilan. Apa? Apa 1:40 benar bahwa kemustalian itu bisa 1:43 direncanakan, Bang Habib? Iya. Ee hari 1:46 ini kita akan membahas 1:47 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:48 warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih 1:51 Pak Krisna ee kesempatan yang diberikan. 1:54 Kita hari ini ee temanya agak sedikit ee 1:57 santai, talk show ya, bersama seseorang 2:01 yang cukup spesial buat ee buat saya 2:05 terutama dan bagi banyak orang. Jadi 2:08 hari ini ee kita akan membahas 2:13 bagaimana seseorang bangkit dari ee 2:17 kegagalan ya, bangkit dari nol, dari 2:21 kegagalan bahkan dari minus ya. Sehingga 2:24 sesuatu yang di luar dirinya itu tidak 2:28 mempengaruhi. dia punya mental yang 2:30 kuat, mental yang baja, punya visi yang 2:35 luas yang yang panjang sehingga itu 2:39 semua kendala dan hambatan itu bisa 2:42 dilalui. Nah, beliau juga ee aktif di 2:45 berbagai 2:46 organisasi. Jadi ee ini temanya ini 2:49 diangkat dari judul ee buku beliau, 2:52 Merencanakan Kemustahilan gitu ya. Jadi 2:56 ee beliau ee namanya ee Pak Puguh ee 2:59 dokter hewan Puguh Wiji Pamungkas gitu 3:02 ya, mentor juga beliau nanti kita undang 3:06 untuk e berbicara di sini. Jadi, Pak 3:09 Krishna hari ini kita akan berbagi 3:12 kepada para pendengar ya, bagaimana 3:15 pendengar termotivasi bisa mungkin ada 3:19 yang kisahnya ee masih jauh di Bapak 3:22 Buru gitu ya. bagaimana beliau membangun 3:25 bisnis dari apotek. Saya ceritanya dari 3:27 apotek ya. Saya tahu apotek beliau itu 3:30 dari betul-betul ee enggak ada modal 3:32 gitu ya. Nanti cerita bahkan saya dengar 3:35 ceritanya itu ee ee untuk membeli stok 3:39 aja tidak ada gitu. Jadi sampai membeli 3:41 kotak-kotak ee susu kosong untuk 3:45 dipajang di ee etalase gitu ya mungkin 3:47 ya. Benar. Sampai beliau betul-betul 3:50 luar biasa gitu ya bersama istrinya. 3:53 Jadi di the power of couple ya ee kita 3:56 pentingnya mempunyai pasangan yang satu 3:58 visi sehingga bisa saling menguatkan dan 4:01 saling melengkapi gitu ya. Beliau ee 4:03 istrinya dokter dan juga menguatkan 4:06 beliau sampai ee bikin apotek gitu ya. 4:09 bikin apotek dan ee beliau benar-benar 4:12 bangun dari nol gitu ya, ngontrak sampai 4:15 apoteknya berkembang sampai akhirnya 4:18 mendirikan rumah sakit namanya wajah 4:20 gitu ya. Dan ee tidak berhenti sampai 4:24 situ ketika kita bermanfaat sukses untuk 4:27 diri kita 4:29 sendiri, kita berikan alasan untuk Allah 4:32 itu memberikan kita kesuksesan yang 4:34 lebih besar gitu ya dengan cara membantu 4:38 orang lain gitu. Ketika kita punya daya 4:41 ungkit, kita punya daya sosial yang 4:43 tinggi, kita akan diberi kekuatan yang 4:46 lebih besar lagi gitu ya. Ini juga yang 4:48 terjadi sama beliau gitu ya. Ketika 4:51 beliau mendirikan rumah sakit, beliau 4:54 banyak membantu orang gitu ya. Bahkan 4:56 ada ee sumber air, bangun masjid segala 4:59 macam dan banyak sekali aksi sosial yang 5:02 beliau lakukan gitu ya. sehingga ee saat 5:05 ini alhamdulillah bisilah dipercaya 5:07 menjadi anggota DPRD ee Provinsi Jawa 5:10 Timur gitu ya. Nanti kita diskusi ee 5:14 tidak perpanjang lebar mungkin ee kita 5:17 langsung ee buka ee 5:20 silakan Pak Pugah. Asalamualaikum Pak 5:23 Pug. Waalaikumsalam BB. Masyaallah 5:27 terima 5:28 kasih sehat. Ini lagi ada ee materi DPRD 5:33 ini ditinggal buat kita buat 5:36 sharing-sharing. Terima kasih banyak, 5:38 Pak Pug. Siap. Sama-sama, Bim. Ya, 5:41 silakan, Pak Krishna, 5:43 ya. 5:44 Asalamualaikum, Pak Dokter Hewan, ya. 5:46 Puguh Wiji Pamungkas. 5:49 usianya baru 39 tahun, tapi masyaallah 5:52 prestasinya. 5:54 Bisa diceritakan ee Pak Pogo bagaimana 5:57 merintisnya nih mulai dari modal 6:00 seadanya bikin apotek sampai sekarang 6:03 apoteknya sudah ada empat dan lalu bikin 6:05 klinik bikin rumah sakit. Bisa 6:07 diceritakan? Silakan Pak Pogo. 6:10 Baik terima kasih Pak Krishna. 6:13 Jazakumullah Pak Habib. Oh iya, K ee 6:16 sudah diundang di forum yang sangat luar 6:19 biasa ini. Bapak, Ibu sekalian. 6:22 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 6:24 warahmatullahi wabarakatuh. 6:26 [Musik] 6:27 Jadi saya 6:29 itu pada tahun 6:33 2000 21, Pak, pasca COVID itu saya 6:36 menulis sebuah buku yang berjudul 6:39 Merawat Optimisme Merencanakan 6:41 Kemustahilan. 6:43 Buku ini saya ilhami dari proses 6:46 perjalanan panjang ya, dari ee apa 6:49 namanya? Saya membaca, saya berinteraksi 6:51 dengan banyak orang dan sebagainya yang 6:55 pada satu titik kesimpulan saya itu ee 6:59 menyimpulkan ada benang merah yang ee 7:02 apa namanya? membuat seseorang itu 7:04 kenapa bisa sampai pada level kemuliaan 7:07 dan kemakmurannya. 7:09 Ternyata mereka ini adalah orang-orang 7:11 yang selalu merawat optimisme, 7:14 cita-cita, harapan 7:17 tertingginya. Ee dia percaya bahwa Allah 7:20 itu maha besar. Dia percaya bahwa semua 7:23 yang mengatur ini adalah Allah Subhanahu 7:25 wa taala. Tetapi dia di samping itu dia 7:28 juga merencanakan strategi-strategi 7:31 terbaik untuk kemudian menjadikan proses 7:34 kehidupan ini benar-benar sampai kepada 7:36 tujuan kemuliaannya itu. Nah, kebetulan 7:39 saya ini ee terlahir dari keluarga 7:43 petani. Bapak, Ibu saya 7:45 petani ee di desa begitu di Desa Wajak. 7:49 Jadi saya ceritanya itu membangun ee 7:52 bisnis kesehatan di wajah itu pulang 7:54 kampung dan ingin membuktikan kepada ee 7:59 apa namanya kepada masyarakat bahwa ee 8:02 tidak haram bagi anak desa itu untuk 8:05 menjadi sukses dan berhasil begitu. 8:07 Bahkanang 8:09 membangun kesuksesan itu di daerah 8:11 tempat kelahirannya. di mana sangat 8:14 banyak sekali kita saksikan anak-anak 8:16 muda di desa itu kan enggak PD dia hidup 8:18 di desa karena mungkin tidak ada jaminan 8:21 ee kelayakan kehidupan penghidupan dan 8:24 segala macam. Nah, ee singkat 8:28 cerita saya pasca selesai kuliah dulu 8:31 saya kuliah di Udayana Bali di 8:33 Universitas Udayana. kemudian pulang 8:35 kampung dan memulai ee apa bisnis di 8:39 industri kesehatan. Mengawali dari toko 8:41 obat dulu dipinjami salah seorang teman 8:45 obat-obatannya itu senilai kurang lebih 8:48 3 juta waktu itu. Benar yang dikatakan 8:50 oleh Bapak Ibu Busen tadi awal buka itu 8:54 saya pasang di etalase itu 8:56 kardus-kardusnya obat jadiak supaya 8:59 kelihatan ramai ya supaya kelihatan 9:01 ramai gitu. Terus alhamdulillah berjalan 9:04 dengan baik. Ee dapat laku sekian siang 9:09 saya belanjakan lagi obat terus seperti 9:11 itu berjalan dan membesar membesar 9:14 membesar. Akhirnya toko obat itu 9:16 bertransformasi jadi apotek. Kemudian 9:18 tidak lama setelah apotek itu jalan dan 9:21 ramai ee kita berhasil membuat klinik ya 9:25 tahun 2016 klinik rawat inap waktu itu. 9:29 Namanya juga saya namakan wajah usada 9:32 gitu. Karena memang sebagai wujud 9:35 aktualisasi kebanggaan saya sebagai anak 9:38 putra daerah yang ee ya sedikit banyak 9:41 berkontribusi dalam 9:42 membangkitkan ee daerah ekonomi di sana 9:46 begitu. Hm. Nah, kemudian ternyata kok 9:49 momentumnya pas dan ee semakin hari 9:53 semakin mendapatkan kepercayaan 9:55 masyarakat dalam konteks pelayanan 9:57 kesehatan yang kita lakukan yang di 10:00 divisi apotek juga demikian. 10:02 Tahun 10:04 2021 klinik rawat rawat inap itu berubah 10:07 menjadi rumah sakit dengan tentu 10:10 penambahan kapasitas ee pelayanan begitu 10:13 baik ee jenis varian pelayanannya 10:16 ataupun dokter spesialis yang praktik di 10:18 sana. J alhamdulillah hari ini ee 10:22 semakin dipercaya oleh masyarakat. Jadi 10:25 kita semakin hari semakin ee apa ya ee 10:29 kapasitas layanannya semakin ee 10:32 membesar, meluas termasuk juga ee market 10:36 area layanannya juga semakin meluas. 10:38 Kalau dulu hanya orang kecamatan, satu 10:41 kecamatan, sekarang mungkin sudah satu 10:43 Malang Raya yang bisa akses dan 10:45 produk-produk layanan yang kita hadirkan 10:47 juga terus kita ee apa namanya? kita 10:51 hadirkan yang terbaik ya sehingga 10:53 orang-orang desa di daerah Malang Timur 10:56 ee sampai Lumajang itu sudah enggak 10:58 perlu lagi ee susah-susah untuk ke apa 11:03 ke kota jauh-jauh begitu untuk mengakses 11:06 kesehatan yang cepat, layak ee lengkap, 11:10 komplit begitu dan ee apa namanya 11:13 profesional. Kira-kira begitu, Pak. 11:16 Oke. Luar biasa Iwan Anat. Kami sedang 11:19 berbincang-bincang 11:21 dengan Bapak Pogu Wiji Pamungkas. 11:24 Usianya baru 39 tahun. Tapi luar biasa 11:27 prestasinya beliau nih. Peru ditiru dari 11:31 membuat toko obat yang alak kadarnya. 11:34 Lalu sedikit demi sedikit sekarang bisa 11:37 menjadi apotek dan sudah ada empat 11:40 apotek dan punya klinik. Kemudian 11:43 kliniknya menjadi Rumah Sakit Wajah 11:46 Husada yang beramat di jalan raya. ee 11:49 Cidangbang nomor dua ee Kedangbank 11:53 Kecamatan Wajak di Malang. Sayangnya 11:56 jauh ya dari 11:58 Jakarta. Jadi sebetulnya kuncinya apa ee 12:02 Pak Pogo sehingga Anda 12:05 nih luar biasa bisa 12:07 meluncur sampai setinggi ni. Bagaimana 12:10 itu kuncinya apa? 12:13 Iya. Sebagaimana yang saya tuliskan di 12:15 buku pertama saya itu 12:17 bahwa keberhasilan dan kesuksesan itu 12:20 ternyata tidak mensyaratkan kita itu 12:23 terlahir dan besar dari mana. H. Tetapi 12:27 ketangguhan, kerja keras, optimisme itu 12:31 yang kemudian menjadi penentunya begitu. 12:33 Hm. Nah, teori ini ternyata juga sangat 12:37 relate kalau kita belajar di banyak 12:39 teori tentang psikologi ataupun teori 12:43 pengembangan diri ya, bahwa ee apa 12:46 namanya mayoritas keberalitasan 12:48 seseorang itu ditentukan dari cara dia 12:50 berpikir, menata cara pandang atau 12:53 mindset dan ditunjang dengan kemampuan 12:57 keahlian ee skill-skill yang memang 13:00 dibutuhkan untuk itu. Begitu. Selagi dia 13:03 mau terus belajar, selagi dia mau terus 13:06 mencari peluang, maka kesempatan dia 13:09 untuk berhasil juga semakin tinggi. Nah, 13:12 itu yang juga saya rasakan, Bapak. Jadi, 13:15 ketika dalam proses 13:16 perjalanan ee dari zero dari nol begitu 13:22 kemudian bisa ee bertumbuh secara 13:25 eksponensial. Sekarang ada satu rumah 13:28 sakit, ada empat klinik, ada empat 13:30 apotek. ada beberapa bisnis yang lain 13:33 juga itu ee benar-benar memang dalil itu 13:38 benar begitu. Jadi kalau kita terus 13:41 belajar, kita terus ee 13:45 memperluas ee jaringan, kita terus ee 13:48 menjadi orang yang mencari 13:51 peluang, jadi terus kita mempersiapkan 13:54 diri kita dengan 13:56 dengan apa? dengan membekali diri dengan 13:59 skill yang baik, dengan kompetensi yang 14:01 baik, dengan attitude yang baik itu ee 14:05 peluang kita untuk berjumpa dengan ee 14:08 apa namanya? Banyak peluang, banyak 14:10 kesempatan itu semakin besar. Begitu 14:13 kira-kira begitu, Pak. Oke, sudah ada 14:15 pertanyaan dari pendengar dari pendengar 14:17 nih, Pak Wiji apa e Pak ya, Pak Pugo. 14:20 Apa tidak kesulitan dalam mengurus 14:23 legalnya karena membuat rumah sakit itu 14:25 agak sulit juga membuat legalnya? 14:31 Iya. Jadi ada orang bilang itu setan 14:34 rumah sakit industri terrumit, Pak. 14:39 Iya. Oh, industri terumit. Hm. Lalu 14:43 sekarang sudah ada berapa dokter di 14:45 rumah sakit ee wajah usada ini dan 14:49 bagaimana cara ee merekrut para dokter 14:52 itu, Pak Puguh? 14:56 Iya, Pak. Dalam konteks tata kelola apa 14:59 namanya perusahaan yang baik itu kan 15:01 memang ada sebuah istilah itu begini, 15:05 ada transfer dari kuasa owner menjadi 15:09 kuasa sistem, kuasa regulasi, kuasa tim 15:12 ya. H sehingga ee bisnis yang dari awal 15:16 itu kita kelola sendiri, kita develop 15:19 sendiri, kita ee jalankan sendiri. 15:23 ketika itu sudah membesar, ketika itu 15:25 sudah scale up, itu kan kita butuh ee 15:28 orang-orang yang siap untuk juga menjadi 15:32 ee daya dukung dalam ee berjalannya 15:34 perusahaan kita. Nah, di proses itulah 15:37 kemudian dibutuhkan tadi itu 15:39 transformasi dari kuasa owner. Kuasa 15:42 owner itu kuasa kita sebagai pemilik 15:44 bisnis, representasi pemilik kepada tim, 15:48 kepada regulasi, dan ee kepada 15:51 orang-orang yang mengerjakan. 15:53 operasional di perusahaan kita. Hm. Nah, 15:56 hari ini saya mengimplementasikan itu 15:59 sehingga ee di divisi rumah sakit, di 16:02 divisi apotek, divisi klinik, di divisi 16:05 media dan segala macam sudah 16:09 terbentuk ee sebuah kuasa yang disebut 16:12 dengan kuasa tim regulasi tadi itu 16:14 sehingga mereka ini bisa menjalankan 16:17 aktivitas ee pekerjaannya dengan sesuai 16:20 dengan apa yang kita harapkan dan 16:22 targetkan. begitu. Termasuk juga kalau 16:25 ditanya tadi terkait dengan rumah sakit, 16:27 ada berapa dokternya? Ya, terus 16:31 bertumbuh ya dari satu dua dokter 16:34 spesialis menjadi 5 menjadi 10 sekarang 16:36 hampir 30 dokter spesialis dan ini 16:41 seiring dengan ee kuatnya corporate 16:43 branding yang kita bangun juga gitu. 16:45 Karena memang ee bisnis kesehatan itu 16:48 kan salah satu ee modal dasar yang 16:51 sangat menentukan itu adalah corporate 16:53 branding. semakin bagus eh branding atau 16:58 eh experience brandingnya sebuah rumah 17:00 sakit, maka bukan hanya masyarakat yang 17:03 akan mempercayakan kesehatannya kepada 17:05 rumah sakit itu, tetapi juga para 17:07 stakeholders, para dokter spesialis ee 17:11 apa ee para bidan, perawat, ee apoteker 17:15 dan yang memang dalam ekosistem itu juga 17:18 dia pasti akan 17:20 datang apa namanya menawarkan diri untuk 17:24 bergabung di perusahaan kita, di rumah 17:27 sakit kita. Ee oke. Kira-kira begitu, 17:29 Pak. Baik. Ini ada ya Pak Ma. Silakan, 17:33 Pak. Menggali dulu, ya. Jadi mungkin Pak 17:36 Pugo bisa cerita bagaimana apakah ada 17:39 titik terendah dalam hidup Pak Puguh, 17:41 ya. Jadi ee kapan saat itu gitu ya dan 17:45 bagaimana Pak PuguG bangkit dari ee 17:48 titik terendah itu ya ee bagaimana 17:51 membangun mentalnya, apakah ada pengaruh 17:53 dari luar? Ee kita berbicara ini untuk 17:56 juga mungkin ada pendengar yang rasakan 17:58 kemarin ada efek COVID ee usaha bangkrut 18:02 misalnya ada yang mungkin turun dari 18:05 pekerjaan keluar gitu ya ee dan 18:08 lain-lain gitu ya. Mungkin Pak Gu bisa 18:10 cerita kisah ee titik terendah dan apa 18:13 sih ee gimana cara bangkitnya dari titik 18:17 itu gitu sampai ee maju seperti 18:19 sekarang. Ee silakan Pak Peg. Iya. BB. 18:22 Heeh. 6 bulan setahun pertama ketika 18:25 saya buka toko obat itu, kita masuk ke 18:29 tahun kedua itu kita diusir 18:32 oleh oleh yang punya kontrakan 18:36 karena tidak mampu bayar kontrakan atau 18:37 bagaimana? Enggak juga sudah kita 18:40 bangar, sudah kita DP yang tahun kedua. 18:43 Jadi ada 18:44 permasalahan itu kan yang ngontrakin 18:47 orang tuanya, anaknya ngerasa tidak 18:49 dipamiti atau bagaimana. Jadi ada 18:51 masalah keluarga. Jadi yang yang ngusir 18:54 yang ngusir mantunya. Jadi bukan anaknya 18:57 tapi mantunya yang ngusir. Nah ee waktu 19:02 itu saya sempat berpikir apakah apakah 19:06 saya enggak cocok bisnis ya begitu. 19:09 ee karena memang sangat luar biasa 19:11 pengawali itu butuh perjuangan. Kontrak 19:13 rumah bayar DP yang tahun kedua juga 19:16 butuh perjuangan yang sangat luar biasa. 19:19 Karena memang ee orang tua 19:22 kita dari saya dan dari istri kebetulan 19:25 keluarganya istri bapak bapaknya itu ee 19:28 apa namanya? TKI tukang cat di Malaysia. 19:32 Ibu mertua itu tukang jahit menjahit 19:35 jilbab di itu. Nah, orang tua saya 19:38 petani. Jadi memang kita enggak dibekali 19:39 apa-apa 19:41 dalam maksudnya dalam bentuk uang begitu 19:44 modal begitu. Kita enggak dimodali 19:46 karena memang di 19:49 di kuliahin aja sudah bersyukur gitu, 19:52 sudah bisa sampai bangku kuliah gitu. 19:55 Iya. Iya. Nah, perjuangannya memang 19:57 sangat luar biasa untuk berkontrakan dan 19:59 modal awal itu. Nah, ketika kita diusir 20:01 itu, ah, ini apakah kita enggak cocok ya 20:04 di sini? Begitu. Tetapi waktu itu saya 20:06 sama istri ee apa namanya yang 20:10 menguatkan hati ya, bahwa ya kita ini 20:14 dari keluarga yang memang tidak mampu, 20:17 yang kemudian penuh dengan perjuangan. 20:19 Kalau kita hanya sekedar dapat ujian 20:22 seperti ini, kita mundur ya kita enggak 20:25 mewarisi warrior etosnya orang tua kita 20:29 begitu. Tapi alhamdulillah Allah itu 20:31 memang bersama orang-orang yang sabar 20:33 gitu. Jadi enggak lama setelah diusir ya 20:38 selang satu hari itu kita dapat 20:39 kontrakan baru di kira-kira sekitar 100 20:43 m dari lokasi saya diusir. Itu harganya 20:46 lebih murah atau lebih mahal? 20:48 harganya agak mahal sedikit tetapi 20:50 pembayarannya boleh ditermin. Oh, gitu. 20:54 Iya. Dan lokasinya lebih strategis. 20:56 Masyaallah. Jadi setelah kita pindah itu 20:59 ee orang mengenal apotek kita semakin 21:02 banyak ee apa namanya omsetnya semakin 21:05 naik dan seterusnya. Jadi di situlah 21:08 kadang kita itu saya berkesimpulan bahwa 21:12 terkadang memang cara Allah itu untuk 21:15 menaikkan kelas kita itu mendatangkan 21:17 ujian begitu. Nah, ketika kita diuji itu 21:20 kita sabar enggak ya? Kita husnudan 21:23 enggak? Nah, ketika kita sudah ee 21:26 terlalu dini menyimpulkan bahwa ujian 21:28 itu adalah sesuatu bencana bagi kita, ya 21:31 kita tidak akan mendapatkan ee berkah 21:34 hikmah dari ee yang apa ujian yang 21:37 disampaikan kepada kita dari Allah 21:38 Subhanahu wa taala itu. Jadi saya 21:40 betul-betul 21:41 menikmati, oh ternyata ini cara Allah 21:44 itu 21:45 untuk membuat saya naik kelas begitu. 21:48 Oh, ini ternyata. Oh, ini ternyata. Dan 21:51 saya itu Pak Kadir dan Habib jadi sering 21:54 sekali menjumpai hal seperti itu gitu. 21:57 Pada saat kita ee apa membangun klinik 22:01 sudah jalan kemudian kita mau scale up 22:04 jadi rumah sakit itu juga sama dan pasti 22:08 kita bertemu dengan masalah, dengan 22:09 tantangan dan segala macam. Jadi selalu 22:11 saja ada ee apa insight baru yang saya 22:15 jumpai dari sebuah peristiwa perjalanan 22:18 saya membangun bisnis itu yang ternyata 22:20 oh ini itu bagian dari cara Allah untuk 22:23 semakin menguatkan mentalitas ee 22:27 kekuatan ee kalau bahasanya Angela Liw 22:31 itu greed ya kekuatan greit kita dalam 22:34 menjalankan aktivitas bisnis. Kira-kira 22:36 itu Pak Kadir. 22:39 Baik. Ini ee ada pertanyaan dari 22:41 pendengar ee Pak Pug Pug bilang ada 22:44 nulis buku judulnya apa dan bisa 22:46 didapatkan di mana itu judul bukunya apa 22:49 dan didapatkan di mana? Oh ya, siap siap 22:52 nanti bisa lewat ini ya radio Rasil 22:58 ya. E yang pertama itu judulnya merawat 23:01 optimisme merencanakan Kemustahilan. Oh, 23:04 jadi di buku itu berbicara tentang saya 23:09 menemukan benang merah bahwa bisnis, 23:12 cinta, dan karir itu menjadi satu paket. 23:15 Jadi, orang menjalankan orang sampai 23:18 pada ke titik suksesnya itu memang ada 23:21 perpaduan di antara itu. Ada bisnis, 23:24 cinta, karir, itu tidak bisa dilepaskan. 23:27 Kemudian yang buku kedua itu ee makmur 23:31 dan mulia dari desa. Jadi memang sengaja 23:34 saya tulis ya ee saya kampanyekan ke 23:38 makanya saya di rumah sakit itu ada 23:40 program ini, Pak eh school to school 23:43 education. Jadi kita bermitra dengan 23:45 PGRI, dengan sekolah-sekolah SMP, SMA di 23:49 pesantren-pesantren. Ee saya datang ke 23:52 tempat itu, saya kampanyekan bahwa kita 23:55 ini anak desa harus bangga begitu. Tidak 23:58 haram bagi kita itu untuk sukses dan 24:01 berhasil gitu. Apalagi sekarang yang ee 24:05 apa ee sumber daya itu kan sudah semakin 24:08 luar biasa ya. Banyak sekali yang bisa 24:10 diakses ee di mana pun kita berada. 24:13 Tinggal kemauan kita kuat gak? Tinggal 24:15 keinginan kita besar enggak begitu saja 24:18 gitu. Oke. Ini dari pendengar juga ada 24:22 WA inya. Asalamualaikum Pak Bogo. 24:25 Sukses. Semoga sukses berkembang. Rumah 24:27 Sakit Wajah Husada. Allah yang 24:30 menentukan sukses orang. Semoga Allah 24:32 meridai. Dari Ibu Tineka. Ibu Tineka. 24:36 Siap. Terima kasih Tineka. Siapeka. 24:39 Oke. 24:41 Ee kemudian ada dari Mbak Tuti, Mas Pug 24:46 boleh tahu enggak bagaimana cara 24:50 penggajian dokter? Apakah 24:52 tergantung pasien yang banyak itu yang 24:54 dapat tinggi atau memang setiap bulan 24:58 sudah ditentukan? Ee sekian-sekian. 25:01 Demikian dari pertanyaan dari Bu Tuti. 25:04 Iya, terima kasih Bu Tuti. Jadi memang 25:07 ada beberapa skema pengkajian ya ee ada 25:10 dokter organik, ada dokter yang memang 25:13 beliau ini ee apa namanya ee nonorganik 25:17 begitu. Nah, tapi secara umum ee para 25:22 dokter ini digaji ee berdasarkan ee apa 25:26 namanya? berdasarkan berapa jumlah 25:28 quantity pasien yang kemudian di 25:31 diperiksa oleh dia. Jadi kalau dalam ee 25:36 apa namanya? Dalam konteks BPJS saja ya. 25:38 Itu kan nanti sesuai dengan ee 25:41 data-data ee pasien yang diperiksa yang 25:45 itu secara ee apa namanya? Langsung bisa 25:49 diakses ee online terkoneksi dengan 25:53 aplikasi BPJS dan seterusnya. Jadi 25:54 semuanya sesuai dengan apa yang dia 25:57 lakukan gitu, apa yang dikerjakan 25:59 begitu. 26:02 Oke. Kalau dokter organik memang ada ini 26:05 sih kebijakan kita ada kita tambah 26:08 dengan ada ee gaji khusus ya ee standar 26:11 gaji khusus untuk dokter-dokter tertentu 26:13 yang memang mereka ini ee masuk di dalam 26:17 ee apa namanya di dalam tata kelola di 26:20 rumah sakit. Begitu. gitu, Pak Kad. Pak 26:24 Puguh boleh nanya, Pak Puguh. Jadi eh 26:28 Pak Pubuh ini background-nya dokter 26:29 hewan ya. Ee 26:32 bagaimana tuh jauh sekali pertama ee 26:34 banyak nih mungkin pendengar yang juga 26:37 baru mau mulai usaha gitu ya. Ee terus 26:41 ee memang sudah biasa kerja dapat gaji 26:43 bulanan tanggal 25 atau tanggal 1 gitu 26:46 ya. 26:47 tiba-tiba ee gimana ee memulai usaha itu 26:51 pertama dari background yang jauh sekali 26:53 antara dokter hewan dan bisnis gitu ya. 26:55 Walaupun bisnisnya sama-sama kesehatan 26:57 ini kesehatan hewan sama kesehatan 26:59 manusia ya dan itu berhasil luar biasa. 27:03 Nah, ini luar biasa nih. D menurut saya 27:06 ee cukup ekstrem gitu ya. Cukup ekstrem. 27:09 Pak Pugu ini luar biasa ee apa namanya? 27:12 Bangun bisnis ini ee kalau saya bilang 27:16 enggak ada basic ee secara bisnis 27:19 keilmuan memang enggak ada basic ya. 27:21 Cuma dengan cepat dalam waktu 4 tahun 27:24 gitu ya mungkin ya ee berapa tahun Pak 27:26 ya segitu ya mungkin 5 tahun gitu 6 27:29 tahun ya maksudnya untuk ukuran bisnis 27:31 itu sangat cepat sekali gitu ya apa ada 27:34 amalannya atau apa gitu ya mungkin bisa 27:36 sharing-sharing sama pendengar sama yang 27:38 mungkin ini ee yang baru mulai usaha nih 27:41 masih takut ninggalin kantor atau 27:43 bagaimana atau baru benar-benar modal 27:46 nol gitu ya atau minus booknya habis 27:48 ditipu orang gitu ya mungkin Pak Pugu 27:50 bisa sharing-sharing itu saya tertarik 27:52 sekali Bapak Ibu kisahnya. Silakan. 27:56 Iya BB. Jadi 27:59 memang kalau kita 28:02 berbicara ee apa namanya? Ada sebuah 28:05 filosofi begini. Filosofi telur. Telur 28:08 itu kan kalau dia dapat tekanan dari 28:11 dalam itu kan jadi anak ayam ya. Tekanan 28:14 dari dalam itu kan karena dierami oleh 28:17 induknya. Kemudian karena dieram itu 28:19 akhirnya menetas dan menetas itu jadi 28:21 anak ayam dan anak ayam itu nanti akan 28:24 bertumbuh jadi ayam kecil, ayam dewasa 28:27 dan seterusnya dan berkembang biak 28:29 begitu. Tapi kalau telur itu ditekan 28:32 dari luar, telur itu pecah itu jadi 28:35 telur jeplok begitu yang berakhirnya itu 28:38 di meja makan. Nah, kira-kira salah. 28:41 Jadi kenapa ee seseorang itu bisa 28:45 menjadi orang yang 28:47 extraordinary, menjadi orang yang sangat 28:49 luar biasa melakukan pekerjaan-pekerjaan 28:52 yang di luar nalar dan seterusnya itu 28:55 karena dia memiliki awareness yang 28:58 mendalam bagi dirinya. Begitu kalau kita 29:02 menteladani Nabi kita, Nabi Muhammad 29:04 sallallahu alaihi wasallam itu kan 29:05 kenapa beliau ee apa namanya melakukan 29:09 sebuah aktivitas yang mungkin kalau kita 29:12 membaca apa namanya sejarah perjalanan 29:15 Nabi itu kan banyak peristiwa-peristiwa 29:17 itu yang di luar nalar gitu. Tetapi 29:20 kenapa kok dikerjakan? karena ada 29:22 awareness, karena ada kesadaran yang 29:25 mendasar, yang mendalam dalam dirinya 29:27 yang membuat dia itu bisa mengerjakan 29:29 pekerjaan yang di luar ee apa namanya? 29:32 nalar manusia. Sama kira-kira kenapa kok 29:35 saya 29:37 ee apa namanya bisa mendirikan rumah 29:41 sakit, mendirikan klinik, mendirikan 29:43 apotek dan seterusnya. Karena tadi itu 29:46 asal muasalnya itu ada sebuah janji di 29:49 dalam diri itu bahwa ya saya enggak mau 29:53 miskin, saya enggak mau ee apa namanya 29:57 seperti orang tua yang hari-harinya 30:00 habis di sawah untuk 30:02 mencangkul. Sama juga istri saya juga 30:04 gitu. Enggak mau ee kita menjadi seperti 30:08 orang tua kita yang ngecat bangunan 30:10 bertahun-tahun sampai hampir 30 tahun di 30:12 Malaysia. Jadi ada pesan yang yang 30:16 disampaikan secara tersirat oleh orang 30:18 tua kita. Kamu harus menjadi ee 30:20 istilahnya itu ee apa ya yang akan 30:25 merubah wajahnya keluarga begitu ya atas 30:29 kemampuanmu gitu, atas daya upayamu. Itu 30:32 mungkin yang membuat ya ee kita terus 30:35 akhirnya terus belajar gitu. Kita 30:38 meyakini bahwa orang yang terus belajar, 30:40 orang yang terus mencari ilmu, orang 30:43 yang terus ee belajar kepada orang yang 30:46 lebih sukses, yang sudah berhasil, 30:49 success of others kalau bahasanya 30:51 Profesor Carol Duek itu dia akan 30:54 berjumpa dengan banyak peluang untuk 30:57 bertumbuh begitu. itu yang juga saya 30:59 alami. Jadi ketika ee inspirasi untuk 31:03 membangun klinik itu saya dapatkan 31:05 ketika saya dulu tuh sering ngantar 31:06 istri jaga di rumah sakit, Beb. H. Jadi 31:09 saya ketika ngantar istri jaga di rumah 31:11 sakit itu kadang kan ikut nginp di rumah 31:13 sakit ketemu sama temannya mempelajari, 31:17 mengamati. Ini kok orang punya rumah 31:19 sakit gimana ceritanya ya? Ee cerita 31:22 ngobrol di warung kopi sama satpamnya 31:25 sama tukang parkirnya. Saya dulu 31:27 pergaulannya sama itu, sama tukang 31:29 parkirnya, sama security-nya. Kita 31:32 tanya-tanya, "Oh, ternyata begitu, oh 31:34 ternyata begini. Oh, ternyata begitu." 31:37 Jadi ee di situlah kemudian letaknya 31:41 gitu. Nah, ketika kita sudah bertemu 31:43 dengan sebuah opportunity, di situlah 31:46 nanti kita akan ditantang keberanian 31:49 kita sebagai ee apa namanya? 31:53 sebagai ee pengelola bisnis untuk 31:55 mengambil keputusan. keberanian kita 31:58 untuk mengambil keputusan itu linier 32:01 dengan seberapa besar, seberapa banyak 32:05 ee wawasan ilmu yang atau skill yang 32:08 kita miliki. J kadang orang itu kadang 32:11 bukan karena dia tidak mengerti bahwa 32:14 berbisnis itu akan menghasilkan banyak 32:16 uang, tetapi karena mungkin dia tidak 32:19 memiliki kecukupan ilmu ee untuk berani 32:22 menentukan bahwa saya harus memulai 32:24 bisnis. karena mungkin dia enggak enggak 32:26 enggak punya cukup. Makanya ada sebuah 32:29 ee kredo yang yang diajarkan oleh guru 32:32 saya dr Fahmi itu bahwa continue 32:36 learning itu akan menjadikan kita 32:39 continue growing. Orang yang terus 32:41 belajar maka potensi dia untuk terus 32:44 bertumbuh juga semakin besar gitu. Dan 32:47 itu yang saya yakini juga sampai hari 32:49 ini yang sampai menghantarkan saya di 32:53 usia 39 tahun. 32:55 ya ee apa di level yang sekarang begitu. 32:59 Jadi karena saya punya keyakinan orang 33:02 yang terus belajar, terus mengosongkan 33:05 gelas, terus ee mencari insight dari 33:09 orang-orang yang sudah sukses, belajar 33:11 dari orang yang sudah sukses itu akan 33:14 memperbesar peluang kita untuk menjadi 33:18 bertumbuh, menjadi berhasil dan 33:19 seterusnya. Iwan. Kami sedang 33:21 berbincang-bincang dengan orang yang 33:23 luar biasa ini yaitu Bapak 33:26 Pugu Wiji. Pamungkas usianya baru 39 33:30 tahun. Tapi dengan kesederannya dan 33:34 dengan kekurangannya malah 33:36 beliau sekarang sudah berhasil membangun 33:39 rumah sakit ee Rumah Sakit Wajak Husada 33:43 di jalan raya Kidangbang. Kidangbang 33:47 Kecamatan Wajak Malang, Jalan Kidang 33:50 Bang nomor dua. Ee ada yang bertanya ini 33:54 Pak Puguh. Pak Pak Pugo tidak ada 33:57 rencana ekspansi ke Surabaya atau ke 34:00 Jakarta rumah sakitnya? 34:04 Iya. Ee ini pertanyaan menarik. Jadi 34:06 memang kita baru me-poting tahun untuk 34:09 ekspansi itu di tahun 2025 Pakit. Jadi 34:14 tahun ini sudah mulai sih. Kemarin kita 34:16 insyaallah akan membangun di Sampang di 34:20 Madura di beberapa titik di pesantren. 34:24 Kemudian di Malang juga kita kemarin di 34:26 bulan Agustus ada satu dua titik yang 34:28 akan kita bangun juga berbasis pesantren 34:32 kliniknya. Ee dan mohon doanya nanti 34:35 sesuai dengan target kita di tahun 2025 34:37 ini nanti kita akan running untuk ee apa 34:40 namanya? expand di beberapa titik di ee 34:45 Jawa Timur bahkan mungkin di Indonesia 34:47 begitu. Sudah ada beberapa appointment 34:50 di beberapa titik di Jawa Timur dan ee 34:53 tinggal dieksekusi saja memang kita ee 34:57 sedang mencoba untuk disiplin dengan 35:00 timeline yang sudah kita ee buat begitu 35:03 kira-kira. H mohon maaf Rumah Sakit 35:05 Wajah Ususada ini masuk kelas A, B atau 35:07 C atau apa? Kelas D. Kelas D, Pak. kelas 35:11 D ya. Ini Pak ada pertanyaan lagi dari 35:14 Bapak Bambang. Pak Pogo boleh tanya ee 35:17 sendiri di Jakarta banyak juga rumah 35:19 rumah sakit mau dijual. Kira-kira kenapa 35:21 ya mau dijual? Mudah-mudahan rumah sakit 35:23 wajah tidak mau dijual. Jadi menurut Pak 35:26 Bogo, kira-kira kenapa kok rumah sakit 35:28 sampai dijual itu? Iya. Jadi memang tadi 35:32 itu Pak ada sebuah ee guyonan ya bahwa 35:36 industri kesehatan atau industri rumah 35:38 sakit itu industri bisnis yang paling 35:40 ruwet begitu. Karena dia itu tidak hanya 35:44 memikirkan tentang clinical service, 35:47 tetapi dia juga ee memikirkan yang 35:50 lainnya begitu. Ee clinical experience 35:54 dan sebagainya, service experience dan 35:57 seterusnya. Nah, di dua dimensi ini kan 35:59 dua dimensi yang berbeda. Dimensi 36:02 pelayanan secara klinikal dan di 36:06 dimensi excellent. Ini yang kadang tidak 36:09 bisa dikawinkan begitu. Ee para 36:11 manajemen pemilik rumah sakit atau 36:13 manajemen rumah sakit itu tidak bisa 36:15 mengkawinkan dua dua hal ini begitu. 36:18 Padahal ketika kita berbicara tentang 36:21 sebuah layanan industri layanan itu 36:24 memang ee dua hal ini, dua aspek ini 36:28 harus benar-benar dipastikan bisa 36:29 berjalan seiringan. Tidak cukup seorang 36:32 dokter yang pintar saja, tidak cukup 36:36 seorang dokter yang memiliki skill yang 36:38 sangat luar biasa, tetapi juga 36:40 dibutuhkan dokter yang memiliki 36:41 kemampuan untuk memberikan ee 36:44 komunikasi, informasi, edukasi yang baik 36:47 kepada pasien. Nah, ini yang kadang 36:49 akhirnya ee ee ketika itu tidak dijaga 36:54 akan menghasilkan experience bagi 36:56 pasien, keluarga pasien yang tidak baik. 36:59 Yang ini terus menumpuk, menumpuk, 37:00 menumpuk sehingga ee apa namanya? 37:03 mengakibatkan performance rumah sakit 37:05 itu turun, angka kunjungan turun yang 37:08 berakibat pada menurunnya pendapatan 37:10 rumah sakit. Padahal beban operasional 37:14 rumah sakit, fixed cost-nya rumah sakit 37:16 itu sudah tetap ya kan. Ee gaji dokter, 37:19 gaji apoteker, gaji bidan, gaji perawat 37:22 itu sudah tetap sudah ada ketentuannya 37:25 dan sudah ada range-nya dan tidak 37:28 mungkin tidak bisa tidak digaji begitu. 37:30 Nah, sehingga ini yang ee salah satu 37:32 penyebab itu, Pak. Kenapa ya mungkin 37:35 hari ini agak sedikit banyak 37:36 berita-berita ya rumah sakit dijual dan 37:39 sebagainya itu sehingga ee apa namanya 37:43 ya tadi itu secara prinsip m karena 37:45 memang mungkin tidak ada good governance 37:48 dalam operasional rumah sakit itu tadi 37:50 ya sehingga mereka pada satu titik ee 37:54 dia sudah terlalu besar beban 37:56 operasionalnya di satu titik dia tidak 37:58 bisa secara cepat untuk mengembalikan ee 38:02 corporate branding di tengah-tengah 38:03 dalam masyarakat yang itu bisa menjadi 38:06 daya tawar bagi rumah sakit untuk 38:08 mengundang kembali masyarakat mau 38:10 berobat ke situ. Begitu kira-kira 38:12 begitu. Oke, citra bagus sekali ya, Pak 38:15 ya. Rumah Sakit Wajak Husada ini 38:17 citranya ee bagus sekali sekarang ya. 38:20 Jadi ee kalau tidak salah dengar ee Pak 38:23 Pugu sempat ditawarin bikin rumah sakit 38:26 itu beberapa tahun lalu ya. Ee nah terus 38:29 ee Pak Pugu memilih untuk ee 38:33 memperbaikin dulu, menyempurnakan gitu 38:35 ya, kapan saatnya buat scale up gitu ya. 38:38 Jadi ee mungkin ada pendengar nih yang 38:40 punya bisnis ee baru satu cabang sudah 38:44 berambisi, "Oh, saya bikin cabang lagi, 38:46 bikin cabang lagi, bikin cabang lagi." 38:47 Nah, ketika ee bisnis ini kita 38:50 bermasalah ya dan kita scale up atau 38:53 menambah cabang, kita hanya memperbesar 38:55 masalah kita di tempat lain, gitu ya. 38:56 Iya, betul. Betul itu, betul. Nah, jadi 38:59 ee gimana tuh Pak Puguh ee kemarin 39:08 Halo. Wah, kok enggak kedengaran 39:11 suaranya nih? Iya, putus. Silakan, 39:14 Pakogus. Sudah, sudah terdengar 39:16 sekarang. Silakan. 39:18 Iya. Jadi ee memang itu, Pak ee apa 39:23 namanya? kita kemarin itu kita 39:25 menyiapkan pertimbangannya terus berapa 39:26 tahun sampai apa silakan Pak Wuh 39:29 silakan ya gi iya jadi sebenarnya acuan 39:34 sebenarnya acuan kita lebih kepada kita 39:37 sedang mempersiapkan 39:38 template-template-nya itu ya 39:40 template-template tentang pelayanan ya 39:44 misalkan pelayanan itu kan kalau di 39:45 rumah sakit diterjemahkan dalam banyak 39:47 sekali ee aspek ya misalkan kegawa 39:50 daruratan, kebidanan, poli dan segala 39:53 macam ini memang sedang kita siapkan 39:56 template-nya gitu. termasuk juga dalam 39:59 konteks membangun service excellent tadi 40:01 itu. Nah, ee di beberapa tahun yang lalu 40:05 kita merasa belum proven, kita belum 40:09 kita merasa belum siap untuk memiliki 40:11 template yang baku yang itu kita bisa 40:14 jadikan sebagai ee sebuah alat untuk 40:17 kita duplikasi di tempat lain. Nah, kita 40:20 sudah uji di beberapa kesempatan tahun 40:23 terakhir ini template kita itu dan 40:25 semoga nanti sesuai dengan rencana ya di 40:28 tahun-tahun mendatang kita akan expand 40:31 ya kita duplikasi template kita itu eh 40:34 sistem kita itu sehingga menjadi ee 40:36 bagian yang akan membuat kita terus 40:39 bertumbuh di masa-masa yang akan datang. 40:41 Begitu kira-kira Pak Kadet. 40:43 Jadi mungkin Pak Puguh sedikit ya kadang 40:46 ee satu lagi mungkin saya tertarik nih 40:48 ya kalau misalnya kita ketemu kesempatan 40:51 gitu ya ee terus Pak Pak Bu misalnya oke 40:53 nanti saya siapin dulu nih ya ketika 40:56 sudah siap kesempatannya udah enggak ada 40:58 nih kadang-kadang gitu kita nemu peluang 41:02 antara kita ambil dulu dengan ya mungkin 41:05 enggak sempurna atau mungkin bahkan 41:08 belum siap gitu ya tapi ini ada 41:10 opportunity gitu dibanding oke nanti 41:12 kita siapin dulu kita menunggu 41:14 kesempatan berikutnya. Pak Buu lebih ke 41:16 mana tuh kan fenomenanya kayak seperti 41:18 itu, Pak? 41:20 Kalau saya lebih ke ee apa namanya ini 41:24 ya? Berkaca dulu ya. Jadi karena ketika 41:28 kita sudah masuk pada proses kita 41:30 misalkan memutuskan untuk ee scale up, 41:33 menambah cabang dan seterusnya padahal 41:35 kita operasinya masih 41:37 berantakan itu nanti justru potensial 41:40 untuk membuat kita berdarah-darah dan 41:43 akhirnya habis itu menjadi lebih besar 41:45 dibandingkan kita sedikit menahan diri 41:49 untuk cepat 41:50 mempersiapkan kemudian kita pada 41:53 akhirnya kita benar-benar punya fondasi 41:55 yang kuat untuk scale up itu menurut 41:58 saya lebih 41:59 lebih cocok, lebih pas. Tapi memang 42:02 tipikal orang itu masing-masing berbeda 42:05 ya. Ada orang yang memang tipikalnya itu 42:07 suka suka seperti itu. Ada tipikal orang 42:11 yang ya di tengah-tengah begitu ya, 42:13 mempersiapkan, yang mencari peluang 42:15 begitu, yang mengambil peluang dan 42:17 seterusnya. Kalau saya lebih kepada tadi 42:19 itu mempersiapkan dan tetap kita mencari 42:22 ee apa namanya? tetap mencari e 42:24 opportunity tadi itu. Begitu, BB, 42:26 kira-kira. Oke, BB. Ini MWA yang masuk 42:29 banyak banget ini, ya. Ee dari Bapak 42:33 Nandang Nur Hidayat. Semoga rumah 42:35 sakit Wajah 42:37 Husada, karyawannya semua ee berjilbab. 42:41 Jangan sampai Alhamdulillah berjilbab 42:43 semua, Pak. He. Kecuali karyawan 42:47 prianya. 42:48 kecuali karyawan prianya. Betul. 42:52 Oke. 42:54 Kemudian dari Bapak Abi, asalamualaikum. 42:57 Saya izin bertanya, Pak Pugo. Apakah 43:00 rumah sakit kelas D yang dimiliki bisa 43:02 bersaing bila didirikan di kota-kota 43:05 besar di mana sudah banyak rumah sakit 43:07 atau klinik yang bahkan memiliki ee oleh 43:11 staf Taipan? Waduh. Kemudian mohon bisa 43:14 diulang tipis-tipis ee tips-tips yang 43:18 paling penting untuk bisa bertemu di 43:20 wilayah yang sudah jenuh atau ee atau 43:24 belum jenuh rumah sakitnya. Demikian 43:26 dari Bapak Abi. Kata kuncinya memang di 43:30 eh service excellent dan clinical 43:33 excellent tadi itu Pak bahkan sekarang 43:35 itu mulai ada perubahan pergeseran 43:38 behaviornya pasien ya. Mereka itu 43:41 memiliki kecenderungan tidak mau datang 43:44 ke rumah sakit-rumah sakit besar. Karena 43:47 rumah sakit-rumah sakit besar itu 43:49 identik dengan 43:50 administrasi alur yang ribet gitu, 43:54 berjenjang birokratis dan seterusnya. 43:56 Mereka lebih suka yang datang langsung 43:59 ditangani sembuh, kan begitu. Nah, ini 44:03 juga makanya sebenarnya kalau kita 44:05 berbicara apakah jenuh, apakah tidak, 44:07 apakah bisa bersaing atau tidak, ini 44:09 tergantung dari kemampuan kita untuk 44:13 memitigasi seberapa perubahan atau 44:16 polarisasi customer yang terjadi di 44:18 sebuah tempat itu, gitu. Nah, atau 44:21 kemampuan kita untuk mengaudit 44:22 marketnya, kemampuan kita untuk 44:25 mengaudit kompetisi yang terjadi di 44:27 wilayah tersebut. Nah, kalau kita 44:29 memilih kemampuan itu, maka kita akan 44:32 mampu untuk menyusun strategi yang 44:34 terbaik dalam kita menjalankan 44:37 operasional rumah sakit atau klinik kita 44:39 tadi itu. Sehingga apa yang kita 44:41 sajikan, yang kita tawarkan kepada 44:44 masyarakat, kepada publik terkait dengan 44:47 ee apa klinik atau rumah sakit kita tadi 44:49 itu benar-benar cocok ini sesuai dengan 44:52 kebutuhan yang diharapkan oleh 44:54 masyarakat. H terkadang begini, Pak. Ee 44:57 saya ditanya, "Pak, kenapa Rumah Sakit 44:59 Wajah itu kok enggak ditingkat sampai 45:01 10?" Begitu. Bukan masalah kita enggak 45:04 mampu untuk membuat ee gedung tingkat 45:07 10, tetapi masyarakat di wilayah Malang 45:09 Timur itu enggak butuh itu, Pak. H. 45:12 Orang melihat orang melihat gedung 45:14 dengan land dan ee terlihat mewah kayak 45:18 hotel itu, justru mereka ini malah takut 45:20 untuk datang ke rumah sakit gitu. 45:23 Asumsinya paham sekali. Oke. Nah, ini 45:25 kan ee berbeda juga dengan ketika rumah 45:30 sakit ini berada di tengah kota, ya kan? 45:33 Tengah kota itu secara level 45:35 masyarakatnya mungkin high class. Mereka 45:37 butuh hygien yang mungkin perf lantainya 45:41 sangat bersih, ee toiletnya luar biasa 45:44 begitu. ruang tunggunya harus ada 45:47 parfumnya, ada TV besarnya dan segala 45:49 mungkin ya seperti itu. Nah, kemampuan 45:51 kita untuk mengaudit ee apa namanya 45:54 mengaudit market dan ee memitigasi 45:58 polarisasi customer ini yang menjadi 46:00 sesuatu yang sangat penting. Jadi, 46:01 begitu kira-kira. Oke, ini ya yang masuk 46:05 banyak sekali nih ya. Apakah 46:08 ee Papogo merekrut Dr. Mars? Kemudian 46:12 apa tadi tuh? ee sejauh mana sejauh mana 46:17 pengaruh ee promosi dengan pengaruh dari 46:21 mulut mulut dari mulut ke mulut pasien 46:24 yang sehingga orang datang ke sana atau 46:26 dua pertanyaan itu. Apakah ada dokter 46:28 Mars di sana? Kemudian pengaruh ee 46:32 promosi dari mulut ke mulut dengan 46:33 promosi iklan tuh pengaruhnya bagaimana 46:36 perbandingannya, Pak? Ya, kebetulan di 46:39 kita ini yang di manajemen tidak ada 46:42 dokter Mars, tetapi kita memang belajar 46:45 tentang manajemen rumah sakit begitu 46:47 kita ikut mengikuti workshop, 46:49 pelatihan-pelatihan begitu, Pak. Tapi 46:52 direktur kita itu bukan Dr. Mars ya. 46:56 Iya. Lalu pemahamannya diambil regulasi 46:59 regulasi Permenkes yang terbaru kan 47:01 direktur rumah sakit enggak harus 47:02 dokter, Pak. Oh, begitu ya. Iya. Iya. 47:06 Luar biasa. Pertanyaan tadi menarik tuh 47:09 ee apa namanya? Apa tadi, Pak? Pengaruh 47:13 apa? Promosi dari mulut ke mulut. Iya, 47:15 promosi sama mulut ke mulut. Ya. Ya. 47:18 Jadi, dua-duanya berpengaruh, Pak. H. 47:21 Jadi, saya itu pakai teorinya Jbesos ya 47:23 tentang customer experience. Kalau kata 47:26 dia itu kan kenapa seseorang itu bisa 47:29 beli lagi, bisa beli lebih banyak, bisa 47:33 mereferensikan seseorang untuk membeli 47:35 kepada teman-temannya dan komunitasnya. 47:37 Karena ada istilahnya itu customer 47:39 experience. Customer experience terhadap 47:42 apa? Terhadap janji brand, terhadap 47:44 servis, dan terhadap produk yang dijual. 47:46 Hm. Nah, itu yang juga kita pegang, 47:49 gitu. Jadi kadang ini kan kita ee tidak 47:54 aware ya antara bahasa iklan yang kita 47:57 sampaikan kepada publik dengan ee apa 48:01 namanya ekspektasi yang kita hadirkan, 48:03 yang kita jawab ee terhadap 48:06 ekspektasinya 48:08 customer ketika mereka ini datang ke 48:11 ee rumah sakit kita begitu kita 48:15 ngomongnya ini ee ramah, kita ngomongnya 48:19 berkal kualitas kita ngomongnya 48:21 profesional bahasa iklannya seperti itu 48:22 ketika datang lama dari ngantri sampai 48:27 dapat obat ditangani itu lama ini kan 48:30 experience jadi apakah ada pengaruhnya 48:33 sangat berpengaruh gitu eh experience 48:36 itu. Nah, experience ini yang pada 48:38 akhirnya akan menjadi move to move tadi 48:40 itu kan direalkan oleh orang yang sudah 48:43 ee apa namanya? 48:46 Sudah pernah merasakan atau berinteraksi 48:48 dengan kita itu gitu. Hm. Jadi bahasa 48:52 iklan saja itu juga enggak cukup, tetapi 48:55 harus ditopang dengan ee experiencenya 48:59 ee customer, experiencenya pasien, 49:01 keluarga pasien ketika datang ke rumah 49:03 sakit yang dengan itu akan menjadi 49:06 referal tadi. Itu akan menjadi energi 49:08 move to move yang akan dilakukan oleh eh 49:12 customer yang merasa dia mendapati 49:14 sebuah experience terbaik ketika dia ee 49:18 apa namanya? berobat ke tempat kita. 49:20 Begitu. Wah, ini pertanyaan banyak 49:22 sekali. Apakah ada kesulitan penagihan 49:25 BPJS dari rumah sakit ke pihak BPJS? 49:28 Apakah ada kesulitan? 49:33 Ya, silakan, Pak. Ini ada yang bertanya, 49:37 apakah ada 49:39 kesulatan penagihan ee BPJS ee dapur 49:43 rumah sakit ke BPJS? 49:47 Mohon maaf tadi apa? Bluetooth saya, 49:49 headset saya. Oh, ini tadi ada 49:51 pertanyaan ee bagaimana rumah sakit ada 49:53 kesulitan tidak dalam menagi uang BPJS 49:56 dari pihak rumah sakit ke BPJS? 49:59 Iya. Jadi ee mungkin di beberapa 50:04 kesempatan tahun terakhir ini sudah 50:06 tidak lagi ya. Jadi lebih lebih 50:09 transparan. Bahkan sekarang itu ada 50:12 sebuah ee apa 50:15 namanya? Sebuah aplikasi yang 50:18 terkoneksi ee antara rumah sakit 50:21 BJS dan jadi lebih transparan dan lebih 50:25 tepat waktu. begitu memang tergantung 50:27 dari seberapa rapi dan seberapa komplit 50:32 ee pihak rumah sakit itu dalam 50:35 ee apa menyajikan data-data yang 50:39 dilampirkan yang disetorkan ke BPJS 50:41 dalam konteks berkas klaim itu. Itu yang 50:44 memang menentukan gitu. 50:47 Selagi berkas kita ee kemudian laporan 50:50 kita komplit ya tidak ada fraud dan 50:53 segala macam ya itu pasti akan dibayar 50:56 tepat waktu oleh PPJS. Kira-kira begitu 50:59 Pak. Baik. W pertanyaan Mas eh Pak Pugu 51:02 boleh ee mungkin cerita sedikit 51:06 organisasi kemasyarakatan yang papuguh 51:09 pimpin sekarang ya itu mungkin ada 51:12 pendengar yang tertarik atau bagaimana 51:14 gitu. Mas Nusantara Gilangemilang ya. Eh 51:17 iya Nusantara Gilang Gemilang. Boleh 51:19 cerita Pak Puguh terkait itu mungkin 51:20 terakhir dari saya. Silakan Pak Puguh ee 51:23 dampaknya apa ke masyarakat dan mungkin 51:26 ada masyarakat yang ingin apa namanya 51:29 kolaborasi bergabung bisa berinteraksi 51:32 dengan Pak PuGugu juga di situ ya. Heeh. 51:34 Iya. 51:36 Jadi, Nusantara Gilang Gemilang itu 51:38 lahir dari sebuah sekolah bisnis yang 51:42 namanya Grounded Business Coaching di 51:45 Malang ya. Alumninya sudah lebih dari 51:48 10.000 di seluruh Indonesia. Jadi, 51:51 usianya juga sudah lebih dari ee 10 51:53 tahun begitu. Nah, ee karena alumninya 51:58 sudah banyak dan tersebar di seluruh 52:00 Indonesia pada tahun 2020 pada saat 52:03 pandemi Covid itu kita merasa perlu 52:05 untuk membuat sebuah ee organisasi 52:09 perkumpulan para alumni yang kita 52:11 gunakan sebagai alat untuk ee apa ya 52:15 berinteraksi kita dengan masyarakat. 52:17 Begitu. Pengabdianlah bahasanya 52:19 pengabdian kita kepada masyarakat. Maka 52:21 dibuatlah waktu itu Nusantara Gilang 52:23 Gemilang. Dan ini dengan apa yang sudah 52:26 saya kerjakan sejak lama gitu. Jadi kita 52:29 itu sejak zaman tahun 2011, 2012 sebelum 52:35 sebelum ada rumah sakit itu yang namanya 52:38 pengobatan gratis, sunat gratis untuk 52:40 yatim duafa dan kegiatan ee apa 52:44 kegiatan-kegiatan ee sejenis itu ya yang 52:46 terkait dengan kegiatan sosial itu 52:48 memang itu menjadi aktivitas rutin di 52:52 tempat kita gitu. itu di maksudnya di di 52:55 perusahaan saya begitu. Nah, 2020 52:59 kemudian ada ee kesepakatan untuk 53:03 membuat Nusantara Gilang Gemilang itu 53:05 ini menjadi salah satu narasi yang sama. 53:07 Akhirnya Nusantara Gilang Gemilang itu 53:09 kita dirikan ee kegiatannya berbasis ee 53:14 apa namanya? berbasis alumni di seluruh 53:17 Indonesia yang kegiatannya itu lebih 53:20 memang menjadi salah satu implementasi 53:24 dari cara kita untuk berdedikasi 53:26 terhadap bangsa dan negara. Ada banyak 53:29 sih programnya karena mayoritas memang 53:32 para pengampunya Nusantara Gilang 53:34 Gemilang ini adalah alumni Gron Bisnis 53:36 Coaching. Maka ee kegiatan porsi 53:39 kegiatan yang banyak itu ya di ruang 53:42 lingkupnya terkait dengan kewirausahaan 53:43 ya. Kita ada produk salah satunya itu 53:46 kampung wirausaha, inkubator bisnis. 53:49 Kemarin kita ee MOU dengan PEMPR 53:52 Kalimantan Tengah ya. ee inkubator 53:55 bisnis ini menjadi salah satu program 53:57 yang kita kerjasamakan antara Nusantara 54:00 Gilang Kemilang dengan Pempr ee 54:02 Kalimantan Tengah dan itu menjadi salah 54:04 satu iya Palangkaraya menjadi program 54:07 unggulan bagi PEMPR untuk kemudian 54:11 menumbuhkan UMKM di sana. Kemarin kita 54:13 juga diundang oleh Otorita Ibu Kota 54:16 Negara di Sepaku ee apa 54:20 namanya? mendampingi para UMKM yang ada 54:23 di sekitar ibu kota negara yang mereka 54:26 juga ee sangat luar biasa ya memang 54:28 harus didampingi karena palu tidak 54:32 mereka ini enggak siap gitu kalau ada 54:34 opportunity yang lebih besar dan segala 54:36 macamnya dan di provinsi-provinsi yang 54:39 lainnya Pak. Jadi memang dengan 54:41 kampus-kampus kita juga kerja 54:43 sama melakukan 54:46 menyelenggarakan parade coaching di 54:47 kampus-kampus ya yang sudah kerja sama 54:50 sudah ada lebih dari 10 kampus kita 54:52 sudah kerja sama ee dalam ee dalam 54:56 rangka mengawal program mahasiswa 54:58 wirausaha itu. Kira-kira 55:03 begitu Bang 55:05 Habib sekali kita sudah dibatasi oleh 55:07 waktu nih. Banyak sekali pertanyaan 55:08 belum terjawab. Misalnya tadi kenapa Pak 55:12 apa namanya Pak Bogo tidak konsentrasi 55:14 ke dokter 55:16 hewan. Baik. Ee oke. Itu itu bisa dibaca 55:21 di buku saya itu, Pak. Oke. Oke. Ya. Ee 55:23 bukunya nanti bisa nanti kita kita 55:25 sediakan bukunya kalau ada. Oke. Silakan 55:27 yang mau bukunya silakan dicatat nomor 55:30 teleponnya ini ya. Teleponnya Bang Habib 55:32 ya. 55:33 08 55:35 19 4 * 36 08 55:43 19-nya 4 * 36 atau ke 55:47 0823 kemudian 55:50 10.023 55:52 0823 10.00213 55:57 Terima kasih ee Bapak Puh Wiji Pamungkas 56:03 dan juga Bang Habib Husein. Terima 56:07 kasih. Mudah-mudahan siaran ini 56:09 bermanfaat dan mohon maaf untuk 56:11 penanya-penanya yang belum terjawab 56:13 pertanyaannya ya bisa tanya langsung ke 56:15 nomor tadi. Oke, terima kasih sekali 56:17 lagi. Saya Muhammad Krishna Oni Saputra 56:20 Andika dan Arya juga Algi mohon pamit. 56:23 Wabillahi taufik walhidah warahmatullahi 56:25 wabarakatuh. Waalaikumsalam 56:27 warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih 56:30 Bapak Ibu. Terima kasih semuanya. 56:32 Bismillah ya.