Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [Musik] 0:07 Brasil 0:15 [Musik] 0:21 TV Brasil 0:23 [Musik] 0:28 TV mengambil kebijak kan di negeri ini 0:31 dan pencerahan bagi seluruh masyarakat 0:33 Indonesia sahabat-sahabat sekalian ilt 0:37 pada malam ini selain dari ilt yang 0:39 ke-100 juga eh ilt spesial karena ee 0:43 menyambut 0:44 eh 17 Agustus ya hari kemerdekaan di 0:48 mana setiap 0:50 ee tanggal 16 Agustus Sidang Umum MPR eh 0:55 Presiden RI selalu menyampaikan pidato 0:57 kenegaraan terkait dengan eh rencana eh 1:02 strategis eh pemerintah 1 tahun ke depan 1:05 termasuk dengan rencana anggaran ee 1:08 belanja negara selama 1 tahun ke depan 1:11 dan dari pidato Presiden dan dari 1:13 pemerintahan yang beredar kita meng 1:16 mengetahui bahwa eh APBN Indonesia 1:19 hampir eh untuk 1:22 2023 nanti hampir menyentuh 3.000 1:25 triliun dan juga hutang negara semakin 1:29 lama semakin membesar Ya sudah tembus 1:31 ee 7.000 triliun ee dan di sisi lain 1:35 kita melihat masyarakat ee merasakan 1:38 kehidupan semakin sulit harga-harga 1:41 semakin naik ya Ee kemudian kebutuhan 1:45 pokok semakin naik 1:47 ee lapangan kerja dan kesejahteraan 1:51 rakyat juga belum ee begitu memberi 1:54 menunjukkan perubahan yang bisa 1:56 mensejahterakan rakyat Nah kita ingin 1:58 tahu ini sebenarnya nya anggaran 3000 2:02 yang hampir 3.000 triliun ini ee ee dia 2:06 mendatangkan efek kesejahteraan bagi 2:08 siapa Apakah bagi rakyat ataukah 2:11 bagiorang yang selama ini ee menguasai 2:14 keuangan negara untuk itu sudah hadir 2:17 pada malam ini narasumber-narasumber 2:19 terbaik kita yang pertama Bang Faisal 2:22 Basri Asalamualaikum Bang Faisal 2:24 Waalaikumsalam Warahmatullahi 2:25 wabarakatuhah bisa bergabung 2:28 kembali dan kemudian Dr anteni Budiawan 2:31 yang juga e ekonom kita eh ini pada 2:35 malam ini dua narasumber ekonom kita ini 2:37 benar-benar ekonom kelas beratah jadi 2:39 mudah-mudahan eh kita bisa membahas 2:42 secara lugas apa sebenarnya yang sedang 2:44 terjadi dengan APBN kita ekonomi negara 2:47 kita dan belanja negara kita eh sehingga 2:50 dengan belanja yang begitu besar utang 2:52 yang begitu besar Sampai saat ini negara 2:55 kita masih belum naik menjadi negara 2:58 yang sejahtera dan juga yang tua rumah 3:02 Ind yang senantiasa membersamai acara 3:05 ini bersamaurung Pak asam 3:11 Pak ya dan juga nantiyaah akan menyusul 3:15 kita Sebelum dimulai sahabat-sahabat 3:17 sekalian Saya mengucapkan terima kasih 3:19 kepada seluruh pemirsa 3:21 seaonesia di negeri Danar negi dan juga 3:25 kepada seluruh rekankan media danaan 3:27 yang terusyaksan Danan acara ini acara 3:31 ini bisa disaksikan ee melalui siaran 3:34 langsung di channel YouTube ee ee 3:37 Mardani alisera PKS TV dan juga rasil TV 3:41 dan juga disiarkan juga melalui channel 3:43 radio rasil 720 am di sekitar jabod 3:47 tabek dan juga disiar e dielay juga 3:51 melalui beberapa jaringan Mitra radio 3:53 rasil di beberapa kota di seluruh 3:55 Indonesia baik sahabat-sahabat sekalian 3:58 kita mulai ee acara kita pada malam ini 4:02 iniok dengan tema e Merdeka k APBN 3000 4:06 triliun kepada pakani 4:10 dipersilakan kasih Bang Aldi izin eh 4:13 Prof Antoni Bang Fais Basri dan 4:16 teman-teman semua 4:18 Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum 4:21 warahmatullahi 4:23 wabarakatuh alhamdulillah Allahumma Shi 4:26 ala sayidina Muhammad am Selamat malam 4:30 dan salam sejahtera untuk kita semua 4:33 bahagia sekali ilp edisi spesial 4:37 ke-100 kita membahas tentang APBN yang 4:42 melewati 3.000 triliun tepatnya Belanja 4:46 Negara 4:47 3041 triliun luar biasa di era pasca 4:53 pandemi dan eh kita ingin coba bedah ya 4:57 menjadi eh wargagara negara yang cerdas 5:00 ee dana 5:03 3.41 triliun itu pemerintah sudah 5:06 jelaskan ya alokasinya ada sekitar 600 5:09 eh triliun untuk SDM gitu loh kemudian 5:14 eh 5:16 479 triliun untuk eh safety net ya 5:21 bagaimana perlindungan sosial tetap 5:24 subsidi energi diturunkan dari 502 yang 5:28 sekarang ini ee e 5:30 ke336 triliun eh kemudian ada 5:34 infrastruktur ya 390 termasuk ikkn ya 5:39 Eh Leaders dan calon Leaders 5:42 eh problem besar kita eh sudah terlalu 5:47 lama sejak 5:50 zaman 1986 ketika Pah masih di 5:54 puncak-puncaknya kita ada dalam middle 5:57 income Trap ya e jebakan negara 6:01 berpenghasilan menengah sempat kita 6:04 higher middle income Tapi karena pandemi 6:06 kita lower middle income kembali bahkan 6:10 kalau kita lihat eh pertumbuhan ekonomi 6:12 kita eh 5% eh ya 5,5 e eh di angka itu 6:20 sementara kalau kita melihat Cina dengan 6:23 sangat stabilnya du digit selalu 6:26 belakangan diikuti dengan Vietnam luar 6:29 biasa Vietnam sekarang pun angkanya 6:32 hampir 6:33 7 Del atau 7 7,5 at 7% itu ketika kita 6:38 lima 6:39 eh tentu menjadi pencermatan kita 6:43 bersama Alhamdulillah matur nuhun Prof 6:47 Antoni Bang Faisal Basri yang sudah eh 6:50 Insyaallah akan membantu kita membedah 6:53 Eh ada tiga pertanyaan yang pertama eh 6:57 buat saya APBN ini untuk siapa ya Ini 7:01 yang harus kita bedah karena ini adalah 7:03 anggaran negara dan negara perlu punya 7:06 kepemihakan dan kepemihakan itu mestinya 7:09 kepada masyarakat menengah ke bawah dan 7:13 itu dialokasikan dengan cerdas bukan 7:16 sekedar memberikan ikannya tapi juga 7:19 memberikan Kail dan ekosistemnya ya 7:22 termasuk Bagaimana memberdayakan 7:24 masyarakat benar ee lokasi sekarang ee 7:28 lokasi anggaran daerah naik sampai 7:31 800 triliun sesuatu yang positif Tetapi 7:36 bagaimana kita men-ifting ya dengan 7:39 cerdas dari sekedar membangun 7:42 infrastruktur fisik menjadi 7:44 infrastruktur pikiran dan infrastruktur 7:46 peradaban karena ketika cuma fisik fisik 7:49 dan fisik maka nilai tambah yang 7:51 dihasilkan bisa jadi dobel ya tidak ada 7:55 industri yang terbangun tidak ada center 7:57 of Excellence yang terbangun justru ada 8:00 alokasi dana yang harusnya bisa 8:02 digunakan untuk kepentingan lain Ee 8:05 tidak bisa R of-nya untuk kesejahteraan 8:10 menjadi dua kali ganda kita sudah jatuh 8:13 tertip tangga ketika alokasi dana buat 8:16 daerah 8:24 ini Jadi yang pertama pertanyaan saya ya 8:29 mungkin mudah-mudahan malam inia jawab 8:32 ini untuk siapa masyarakat sesudah 8:34 menghadapi pandemi covid-19 dan sekarang 8:37 menghadapi Resesi sebetulnya sangat 8:39 berat berat berat tetapi ketika kita 8:42 ingin membantu maka ada cara yang cerdas 8:44 cara yang bijak untuk membantu bukan 8:46 sekedar bukan sekedar menggelontorkan 8:49 eh Que and unque BLT ataupun subsidi 8:54 tetapi tidak membawa mereka betul-betul 8:57 menjadi pribadi Mandiri menjadi bangsa 9:00 yang tangguh dan kuat poin kedua tentu 9:03 sesudah APBN untuk siapa always dan 9:07 selalu 9:09 inail boleh jadi yang disampaikan Pak 9:13 Jokowi tentang en fokus ya Mulai SDM 9:16 unggul SDA dengan hilirisasi dan 9:19 industrialisasi ya modus demografi yang 9:22 dikelola kekuatan Global sehingga 9:25 ekonominya inklusif seperti manis tetapi 9:29 kalau kita bedah satu persatu maka kita 9:31 melihat Bagaimana kualitas sdm kita visa 9:35 skor kita e work in University ranking 9:38 kita termasuk link and match antara 9:41 riset dengan pasar atau dengan industri 9:45 ya justru ketika kita ngotak-ngatik Brin 9:49 ya yang selama ini e unit-unit riset di 9:54 bawahnya bekerja walaupun tidak top 9:56 performance tapi ada performancenya 9:58 dengan dengan Brin ini luar biasa banyak 10:01 sekali cerita negatif yang didapatkan 10:04 Bagaimana kita bisa membangun SDM yang 10:07 berkualitas ketika unit eh otak SDM 10:11 riset kita sendiri punya catatan terkait 10:14 dengan hilirisasi dan industrialisasi eh 10:18 kita doakan eh husnu zonnya tetapi 10:22 pengawasannya perlu ya karena dengan 10:25 Project ya yang selama ini dijalankan 10:28 saya agak khawatir yang terjadi kita 10:30 cuma mendapatkan residu dari hilirisasi 10:33 dan industrialisasi alih-ali kita 10:35 mendapatkan benefit baik itu knowledge 10:38 skill and technologynya dan pajaknya 10:41 tentu Tapi jangan-jangan karena kita 10:44 gelar karpet merah dengan undang-undang 10:46 Cipta kerja yang sangat Pro kepada 10:49 investor yang terjadi Eh kita dapat 10:52 siapa makan nangka siapa dapat getahnya 10:55 ya terkait bonus demografi ini pekerjaan 10:59 besar 10:59 eh lagi-lagi diil is in the detail eh 11:04 kita harus betul-betul melihat karena 11:06 eh Berapa waktu yang lalu Bang Faisal 11:09 Basri dan Prof Antoni kami undang teman 11:12 dari 11:14 eh eh Bapenas ya ketika mereka meneliti 11:18 output-output di setiap KL banyak sekali 11:22 outputnya berbentuk dokumen dokumen 11:25 dokumen dan dokumen ataupun anggaran itu 11:28 untuk 11:31 ot ya perjalanan dinas dan yang 11:34 semacamnya sehingga betul-betul eh kami 11:37 di DPR sudah tidak boleh lagi melihat 11:39 satuan 3 gu buat saya plus and minusnya 11:43 ya undang-undang 17 2003 sebetulnya 11:46 membolehkan tapi kepusan mahkamah 11:48 konstitusi konstitusi melarang itu 11:50 sehingga ini betul-betul ee 11:53 [Musik] 11:55 harusnya publik publik publik tentu ee 11:58 pengamat ee akademisi dan media yang 12:00 menguliti sehingga betul-betul eh 12:02 outcome dari governance standing ini 12:04 karena kita tahu secara umum tentu ya 12:07 pertumbuhan ekonomi itu ee hasil 12:10 resultan dari 12:27 empat 12:42 [Musik] 12:47 konsumsi rumah 12:50 [Musik] 12:57 t 13:02 terputus 13:06 pakani 13:10 terputus baik eh sambil menunggu Pak 13:13 mani Eh yang apa akan masuk eh kita 13:19 bahas sebentar ya tadi terkait dengan 13:22 poinin rincian Eh bagaimana mungkin 13:25 pandangan 13:27 bangal ini sudah menyinggung rencian 13:30 APBN ini sebenarnya seperti apa dan 13:33 memang Apakah benar ini secara e 13:36 komposisi anggaran ini memang bisa 13:38 menyelesaikan masalah kita yang ada saat 13:40 ini Bang Faisal 13:43 Eh kalau APBN itu penuh dengan angka ya 13:47 Ee mohon maaf nih kalau saya ee share 13:50 dulu angka-angkanya kalau bisa ee 13:55 dibolehkan saya masi iya silakan 13:59 Oh Pak marani mohon maaf tadi terputus 14:02 Pak ini k buang lanjut lanjut 14:05 di ini teman-teman tolong bisa dijadikan 14:09 Oh udah udah Silakan Bang 14:13 oke 14:16 ee dikit aja 14:19 kok ini kan masih suasana kemerdekaan ya 14:24 Jadi kita lihat apa sih Gunanya kita 14:26 merdeka gitu Eh kalau kita dijajah terus 14:31 maka kita lihat itu dari 1815 sampai 14:36 1875 itu pendapatan per kapita kita ya 14:39 jalan di tempat kan kemudian 14:42 ee ya naik sedikit gitu sampai kita 14:46 merdeka 14:48 ee kemudian 14:50 ee mulai Merdeka tapi gak bisa langsung 14:53 membangun sampai kita 14:57 ee di diakui oleh Belanda lewat 15:01 Konferensi Meja Bundar eh dan perubahan 15:04 rezim ya dari orde lama ke orde baru 15:07 barulah ee fokus membangun gitu mulai 15:10 naik gitu mulai naik tapi kalau kita 15:13 bandingkan dengan negara-negara lain 15:15 kecepatan kita untuk menyejahterakan 15:18 rakyat secara rata-rata itu sudah 15:22 staknan pada level yang rendah kita kan 15:26 mulai hampir sama ya dengan negara lain 15:29 tapi kita lihat eh Korea melesat 15:32 kemudian ini 15:34 adalah Malaysia yang abu-abu ini 15:38 Malaysia baru saja disusul oleh China 15:41 jadi China sebelum 98 itu masih di bawah 15:44 kita sekarang terus menjauh dari kita 15:48 ini yang biru adalah Thailand juga agak 15:51 melambat belakangan ini nah Indonesia 15:54 yang paling staknan ini jadi eh 15:59 ber apa eh kesempatan yang muncul untuk 16:03 kita kelola sendiri ekonomi kita ini 16:07 eh tidak mampu kita manfaatkan dengan 16:10 sebaik-baiknya bahkan gross National 16:13 income per capita pendapatan perkapita 16:16 kita dalam waktu dekat sangat boleh jadi 16:19 dekat itu tidak sampai lebih dari 10 16:22 tahun akan disusul oleh 16:25 Vietnam oleh Vietnam dan dan eh Filipina 16:30 gitu nah jadi apa salahnya dengan 16:35 kita nah kemudian kita eh masuk ke APBN 16:40 eh temanya ini eh 3.000 triliun ya 16:44 pertanyaannya 3.000 triliun itu untuk 16:47 siapa kan Nah jadi ini kita lihat 16:50 belanja negaranya sudah 3.000 triliun 16:53 walaupun pendapatan negaranya 16:56 ee hanya naik sedikit nih ni ya Ee ini 16:59 juga sebetulnya 3.000 triliun itu Tahun 17:02 2022 ya Eh mulai Tahun 2022 iya ya 2022 17:08 3.000 triliun tapi belanja 2023 itu yang 17:13 dipidatokan kemarin turun ya Jadi 17:16 bagaimana mungkin ee pemerintah katanya 17:19 kan eh APBN ini temanya meningkatkan 17:23 produktivitas segala macam bagaimana itu 17:25 caranya kita gak tahu dan Pak 17:28 produktivitas itu tidak bisa dilakukan 17:30 dalam setahun nah ee kemudian belanjanya 17:34 ini kan dari belanja pemerintah pusat 17:37 dan transfer ke daerah nah sebetulnya 17:42 ee transfer ke daerahnya cuma naik tidak 17:45 berarti ya dari kita lihat 17:49 811,7 triliun ini masih lebih rendah 17:52 dari posisi tahun 17:55 2019 nah kemudian ee pemerintah ingin 18:00 jadikan APBN pendongkrak percepatan 18:03 pemulihan segala macam tapi faktanya 18:06 belanja pemerintah pusatnya atau belanja 18:09 negaranya turun tahun depan gitu dari 18:14 39 jadi 18:16 3041 gitu ya jadi 18:19 eh tidak bisa diharapkan APBN ini untuk 18:22 mendongkrak ya pertumbuhan ekonomi harus 18:25 dari ee sumber yang lain nah 18:28 pertanyaannya belanjanya untuk apa 18:31 saja Apakah belanjanya makin banyak 18:34 untuk rakyat Mari kita lihat ini 18:36 Penerimaan saya lewati aja ya 18:41 Eh ini belanjanya ini belanjanya ya Nah 18:47 kita lihat belanja pegawai belanja 18:50 barang belanja modal belanja bayar bunga 18:54 subsidi hibah ee bantuan sosial dan 19:00 lain-lain nah belanja pemerintah pusat 19:03 ini ya 19:06 Ee paling banyak kenaikannya di era 19:09 Jokowi 1 19:11 2014-2019 itu paling tinggi 19:15 peningkatannya adalah bayar bunga 19:19 106,5% ya kemudian ee paling tinggi 19:23 kedua belanja barang 19:27 83 19:28 9,3% kemudian 19:31 ee ketiga ini subsidi energi subsidi 19:36 energi 19:38 76,9 kemudian belanja 19:41 pegawai lantas belanja modal nah belanja 19:45 modalnya kan ini untuk meningkatkan 19:48 kapasitas ekonomi ya belanja modalnya 19:51 naiknya rendah sekali 19:54 20,7% dan membantu rakyat hanya naik 20:01 14,9% itu era Jokowi 1 era Jokowi 2 ee 20:07 belum belum tuntas jadi sampai 2023 saja 20:14 Ee terbesar kenaikannya ini lain-lain 20:18 kita gak perlu bahas ya naiknya 20:21 2.651% ee ini karena ada covid segala 20:24 macam Nah jadi Ee kita lihat kenaikannya 20:28 paling besar di luar yang ini di luar si 20:31 lain-lain ini adalah bayar bunga juga 20:35 naik 20:36 60% kedua subsidi naik 20:41 47,3% ya kemudian ketiga belanja 20:46 ee pegawai belanja barang belanja 20:50 modalnya juga sedikit belanja modalnya 20:53 sedikit bantuan sosialnya ee naik % agak 20:59 lumayan karena covid Nah kalau kita 21:03 gabung semua ya belanja pemerintah pusat 21:07 ini paling banyak naiknya paling tajam 21:10 itu untuk bayar bunga 21:14 230,8 Jadi kalau pemerintah mengatakan 21:17 Wah ini 21:18 sejarah untuk pertama 21:21 kalinya pengeluaran menembus 3000% eh 21:27 300 3.000 triliun ya 3.000 triliun gak 21:32 bisa dibanggakan itu naiknya bukan untuk 21:35 rakyat naiknya karena beban bunganya 21:37 naik 21:39 tajam dari tahun 2014 bayar bunga cuma 21:43 133 triliun tahun depan itu bakal 21:48 441,4 21:50 triliun Kemudian yang kedua belanja 21:54 barang naiknya 21:57 114,8 triliun kemudian belanja pegawai 22:01 81,6 triliun belanja modalnya cuma 3 35 22:06 eh persen ya naiknya eh cuma 35% tadi Eh 22:12 personelnya 8 22:15 81,6% persen-pen semua tadi saya 22:18 ngomongnya triliun barangkali salah nah 22:20 kemudian eh muncul ini 22:24 eh apa namanya 22:26 eh assistance ya gara-gara didongkrak 22:30 oleh covid naik 51 tapi buat rakyat itu 22:34 cuma 22:37 148,6 triliun yang langsung buat 22:40 rakyatnya bantuan sosial buat rakyat 22:43 tidak mampu macam-macam sementara bayar 22:45 bunganya 22:47 441,4 triliun bayar bunganya tahun depan 22:50 akan hampir sama nyaris sama sebetulnya 22:55 dengan belanja pegawai artinya nya 22:58 walaupun pemerintah mengatakan hutang 22:59 aman macam-macam itu bebannya sudah 23:03 sangat berat ya bebannya sudah sangat 23:06 berat mencapai 23:08 20%-an dari pengeluaran pemerintah pusat 23:13 sehingga harus 23:14 dikorbankanlah yang lebih esensial ya 23:18 belanja yang lebih esensial itu 23:21 nah artinya pemerintah ini 23:24 ee sudah kebanyakan beban yang tidak ada 23:28 urusannya dengan rakyat kebanyakan beban 23:31 karena salah urus karena hutangnya tidak 23:34 produktif ya Ee pertumbuhan hutangnya 23:37 lebih cepat dari pertumbuhan pdb-nya 23:40 kemudian 23:41 ee pemerintah makin tidak mampu 23:44 menaikkan pajak ini saya pakai asumsi 23:48 pemerintah saja ya 23:49 Ee PDB 2022 dan 2023 eh tax ratio ya 23:56 tahun ini memang eh eh naik cukup tajam 24:00 eh dari 24:02 9,1% ke 24:04 10,3% tapi kan ini bukan upaya 24:07 pemerintah tapi karena 24:09 eh rezeki komoditas nah tahun depan 24:13 tidak bisa diandalkan lagi kembali ke S 24:17 digit 24:19 9,6% jadi ta Rao turun yang mau tidak 24:23 mau kalau selama ini belanja terus 24:26 dinaikkan nah ini agak berhenti Memang 24:28 karena nak boleh lagi defisitnya di atas 24:32 3% gitu oleh karena itulah peran 24:35 pemerintah tahun ini itu 24:39 bukannya produktif bukannya positif tapi 24:43 peran pemerintah itu negatif buat 24:45 pertumbuhan ekonomi pertumbuhan ekonomi 24:48 semester 1 tahun ini kan 24:51 5,23% ditopang ole peningkatan konsumsi 24:54 masyarakat 24:56 ehestasinya juga turun ee pertumbuhannya 25:00 ekspornya 18% tapi impornya 14 netonya 25:03 kira-kira kan cuman 25:05 4% namun belanja pemerintahnya minus kan 25:10 pemerintah itu suka marahi daerah ya 25:13 daerah Katanya sudahah dikasih uang tapi 25:15 ditaruh di bank nah pemerintahnya 25:17 sendiri gak menunjukkan peran positifnya 25:20 buat ekonomi itu nah jadi udah buat 25:25 masyarakat buat rakyatnya sedikit 25:27 perannya juga turun Jadi tidak mungkin 25:30 APBN ini bisa mendongkrak pertumbuhan 25:34 ekonomi gitu jadi pidatonya ya tinggal 25:37 pidato gitu ya ya yang bikin pidato kan 25:41 bukan Pak Jokowi salah yang bikin gitu 25:43 yang bikin itu kerjanya jilek-jilek 25:44 presidennya aja Nah inilah eh 25:47 teman-teman yang Oleh karena itu 25:52 Eh ini tantangan-tantangan ini 25:56 eh eh apa namanya sangat sangat apa ya 26:02 sangat nyata gitu kalau kita kembali ke 26:04 sini kita lihat ini ee jangan salah baca 26:08 Ya ini subsidi ya subsidi ini itu cuma 26:13 eh eh naiknya dari 200 dari 242 ke 26:21 284 nah saya lihat nih e subsidi BBM lah 26:24 ini kan katanya pertalit mau naik ya nah 26:27 Mari kita lihat 26:29 subsidinya 26:31 ini subsidi ah ini dia jadi subsidi BBM 26:37 yang ada di APBN itu cuma 26:41 14,6 26:42 triliun subsidi bbm-nya Wah hebat ya 26:46 pemerintah subsidi bbm-nya 14,6 triliun 26:51 cuma 26:53 ya Namun kita lihat ee Pak Joko jwi 26:58 kemarin bilang subsidinya itu mencapai 27:03 r502 triliun dari mana itu datangnya Nah 27:06 di sinilah kita berharap kepada 27:08 teman-teman DPR untuk menjalankan 27:12 fungsi anggarannya ya 27:16 membawa memaksa pemerintah untuk patuh 27:19 tunduk dan taat kepada 27:21 konstitusi jadi setiap sen uang yang 27:24 dikeluarkan pemerintah itu harus 27:26 persetujuan DPR 27:28 jadi secara tidak langsung DPR hanya 27:30 menyetujui subsidi BBM 27:33 14,6 triliun tahun ini dan tahun depan 27:36 cuma 27:37 20,9 27:39 triliun nah subsidi yang paling besar 27:43 adalah untuk 27:45 eh LPG ya subsidi LPG ini tahun ini 3 27:51 134,8 tahun depan Turun 27:55 117,4 nih ee e kabarnya pemerintah akan 28:00 membagi-bagi kompor dan panci kepada 28:03 masyarakat untuk eh eh kompor listrik 28:08 supaya subsidi lpg-nya berkurang nah 28:13 namun kompornya itu terdiri dari dua 28:16 tungku Tungku yang satu 1000 watt tungku 28:19 kedua 1800 28:22 watt nah padahal rakyat miskin kan 28:25 paling 28:26 900450 28:28 Nanti katanya pemerintah akan menambah 28:30 daya Aduh pokoknya ribet deh ribet 28:33 karena akar masalahnya tidak 28:35 diselesaikan nah pertanyaannya adalah 28:37 dari mana 28:39 502,5 triliun ini saya baca berulang 28:43 kali APBN RAPBN itu enggak ketemu 28:46 angkanya yang ada cuma Yang ini tadi 28:49 pbm-nya 28:52 14,6 nah saya temukan di dokumen yang 28:55 lain pas dengan apa yang dikatakan Pak 28:58 Jokowi tapi nama yang di Dokumen itu 29:02 bukan subsidi tapi kompensasi BBM dan 29:05 listrik jadi sebagaimana teman-teman 29:08 ketahui subsidi BBM itu hanya 29:10 diperuntukkan bagi e minyak tanah dan 29:14 solar solar itu pun subsidinya r1.000 29:18 jadi 29:20 pertal Pertamax dan lain-lain itu tidak 29:24 resmi disubsidi tapi pemerintah maksa ee 29:29 Pertamina menjual lebih murah dari atau 29:32 lebih rendah dari 29:34 ongkosnya jadi kan rugi nah kerugian 29:38 yang diderita PLN dan Pertamina ini 29:41 dimasukkan 29:43 dalam kompensasi yang tidak ada di APBN 29:46 itu jadi harus menurut saya DPR 29:50 menjalankan fungsi salah satu fungsi 29:52 utamanya yakni ee ee anggaran ini ya sat 29:58 sen pun uang keluar dari pemerintah 30:00 harus 30:02 disetujui oleh dewan anggota dewan dan 30:06 harus dipertanggungjawabkan kepada 30:08 anggota dewan Nah jadi tidak bisa 30:10 suka-suka Oh ini kan Eh covid ini 30:13 praktik ini sudah terjadi sebelum covid 30:17 sekalipun Nah jadi ee 30:22 udah lupakan deh 3.000 triliun itu kalau 30:25 diklaim sebagai ee 30:29 prestasi prestasi apa Uang sebagian 30:31 besar kenaikannya untuk bayar bunga gitu 30:35 bukan untuk rakyat mungkin itu dulu eh 30:38 eh Supaya gak bertele-tele eh 30:42 Makasih baik terima kasih eh Bang Faisal 30:46 atas paparan datanya tadi banyak sekali 30:49 eh pertanyaan-pertanyaan ya dari P 30:51 Faisal terkait dengan peruntukan APBN eh 30:55 dan berikutnya kita dengar dari Pak Pak 30:57 Antoni Budiawan Pak Dr Antoni 31:02 dipersilakan Pak 31:05 Antoni Iya sebentar oke saya online dulu 31:10 Siap Eh iya saya rasa data-data apa yang 31:15 ada di apa Pak Faisal Basri itu sudah 31:18 sangat lengkap 31:20 ee saya ini cuma mau menyoroti beberapa 31:24 hal 31:25 ee tapi juga saya izin share juga 31:30 sebagai panduan saja tapi saya tidak 31:34 banyak 31:37 ee data seperti Pak Faisal Basri 31:41 Sebentar ya saya 31:44 share sudah bisa lihat ya sudah 31:50 Ee Ups oke nah jadi pertama saya cuma 31:56 mau menyorot ee 31:59 secara makro mengenai risiko fiskal 32:04 yaitu pertama 32:06 adalah bahwa beberapa asumsi yang sangat 32:10 penting untuk di apa yang mempengaruhi 32:13 pendapatan negara yaitu harga minyak 32:16 mentah 90 sampai 32:19 110 apa Us dolar per barel artinya kalau 32:22 kita ambil rata-rata di APBN 2023 itu 32:26 adalah 100$ do per barel saat ini ICP 32:31 juga sudah lebih di bawah ini ya saat 32:34 ini Terus yang kedua adalah lifting 32:37 minyak bumi ini adalah membuat ini juga 32:40 bagian dari penerima negara yaitu 32:45 660 sampai 32:47 680 barel per hari kalau kita lihat 32:52 realisasi selama semester 1 2022 tahun 32:56 ini hanya 32:59 616,6 ini angkanya salah-salah ini ya 33:06 616,6.000 barel per hari 33:13 616,6.000 jadi kedua hal ini adalah 33:16 memberikan risiko bahwa pendapatan 33:18 negara belum tentu bisa 33:22 ee terealisasi ini adalah risiko fiskal 33:26 di dalam sudut dari sudut penerimaan 33:29 negara ya harga minyak mentah dan 33:33 lifting minyak 33:35 bumi Terus yang kedua adalah Kenapa ini 33:39 juga optimis memang bahwa 33:44 kenaikan harga kenaikan pendapatan 33:47 negara tahun ini mungkin 33:50 2.400 memang dari 33:52 2022 ke 33:54 2023 itu tidak naik signifikan tidak 33:57 naik berartiah Ya berarti kurang lebih 33:59 setan di 34:01 2022 tapi kalau kita lihat dalam kondisi 34:05 normal APBN kita itu adalah tidak 34:10 terlalu melonjak terlalu tinggi 34:12 pendapatan negaranya kalau kita lihat 34:14 dari 2014 sampai 34:16 2019 itu dari 1500 2015 malah turun 34:21 sedikit itu akibat dari harga komoditas 34:25 pada tahun 2015 juga P jelok ya 2016 34:29 cuman ya kenaikan-kenaikannya adalah 34:31 sedikit tadi sudah dilihat ya dari 34:33 data-data Pak Faisal Basri kenaikannya 34:36 berapa persen berapa persen tapi tidak 34:39 sampai 34:41 melonjak-melonjak 2018 sampai 2019 juga 34:45 staknam ya Nah tahun ini memang eh 2000 34:50 dari 34:51 2021 menjadi ke dari 2000 ke 2022 itu 34:56 itu naiknya signifikan sampai du sampai 34:59 2.400 35:03 triliun pertanyaannya adalah Apakah 35:06 tahun depan kondisinya bisa sama seperti 35:09 tahun ini 35:12 artinya 35:13 apakah kenaikan harga komoditas karena 35:17 kita banyak dipengaruhi oleh kenaikan 35:19 harga komoditas Apakah harga komoditas 35:23 bertahan di tingkat seperti 35:27 sekarang seperti kita ketahui bahwa 35:31 ekonomi global sedang memerangi sedang 35:35 melawan 35:36 Inflasi artinya Apa artinya mereka akan 35:40 menaikkan suku bunga terus sampai eh 35:44 inflasi itu terkendali yaitu targetnya 35:47 mereka kurang lebih 2% ya negara maju ee 35:52 targetnya adalah inflasi 2% kalau 35:55 inflasinya masih tinggi Maka suku bunga 35:58 akan naik dan 36:02 akan mencapai diharapkan mencapai 2% Apa 36:07 artinya inflasi sampai 2% artinya adalah 36:11 harga-harga komoditas harga energi harus 36:14 turun nah turun ke tingkat berapa ke 36:18 tingkat sebelum seperti inflasi itu Jadi 36:22 ini akan kembali menjadi kurang lebih di 36:26 tingkat harga 2019 sekarang kita lihat 36:30 ini dengan kenaikan suku bunga Amerika 36:32 Serikat dari Maret Mei dan Juni eh sori 36:37 dan Juli ini Agustus juga sepertinya 36:42 akan dinaikkan lagi nah kalau kita lihat 36:46 dampaknya apa terhadap komoditas ini 36:49 inflasi di Amerika sudah eh sedikit eh 36:54 berkurang dari 9 1% pada Juni 2022 37:00 menjadi 37:02 8,5% pada Juli 37:05 2022 Tapi 8,5% ini masih tinggi dan suku 37:10 bunga sepertinya bulan ini masih akan 37:12 naik lagi nah sampai dia turun jadi 37:15 kalau kita lihat apa sebetulnya 37:17 dampaknya yaitu seperti begini Ini 37:21 adalah harga nikel harga nikel ini sudah 37:24 turun sudah turun berapa dari sekitar 37:26 5.000 4500 eh lebih itu sudah sampai 37:34 turun Nah kalau kita 37:41 lihat kalau kita lihat CPO juga begitu 37:44 palm oil ya juga sekarang sudah turun 37:48 tajam nah ini akan menjadi berkurang 37:53 penerimaan negara dari pnbp 37:57 dari pajak-pajak ekspor nah ini 37:59 dampaknya dan kalau kita lihat juga crud 38:02 oil juga juga sudah turun dan ini akan 38:06 turun rubber ya E Karet ini sudah turun 38:11 semua yang belum turun adalah batu bara 38:14 masih bertahan cukup tinggi dan gas 38:18 tetapi itu 38:20 akan 38:22 mengikuti pergerakan harga untuk minyak 38:26 mentah 38:27 Nah dengan Begini saya yakin bahwa harga 38:32 komoditas akan turun dan penerimaan 38:36 negara akan 38:38 tertekan jadi artinya penerimaan negara 38:41 sebesar 38:43 2.443 ini triliun ini ada risiko tidak 38:49 tercapai itu risiko fiskal Ini 38:55 pertama Terus yang kedua kita 38:58 lihat ini juga Pak Mardani kawan-kawan 39:02 di DPR 39:04 harus 39:06 menyoroti kita pembiayaan anggaran 39:09 adalah 39:10 598 triliun atau kurang lebih 39:15 2,85% 39:18 dari perencanaan PDB 39:24 2,85% tetapi Kenapa pembiayaan utangnya 39:28 adalah 696 triliun rencananya Ini untuk 39:32 apa Nah di sini dilihat bahwa Ada 39:35 pembiayaan hutang 39:37 investasi 175 triliun jadi semua 39:43 investasi tadi yang dikatakan adalah ee 39:46 belanja-belanja negara investasi itu ini 39:49 tidak termasuk di sini dan ini adalah 39:52 tidak dimasukkan ke dalam APBN ini 39:55 adalah utang-utang yang 39:59 dibuat penyertaan modal negara ini semua 40:02 dari sini bukan dari APBN tetapi diambil 40:06 langsung dari hutang jadi selisih ini ya 40:08 Eh utang ee dari anggaran ada lebihnya 40:13 hutang dan Ada pembiayaan lainnya yang 40:16 kemudian menjadi 175 triliun Jadi kurang 40:19 lebih di sini 100 triliun ya ditambah 72 40:23 triliun ditambah ada yang lainnya tadi 40:25 100 5 triliun untuk 40:29 investasi Apa itu 40:32 investasi Apakah itu untuk termasuk juga 40:38 membiayai kereta cepat yang seharusnya 40:41 adalah 40:43 B2B Apakah ini yang cost over Run 1,9 40:49 miliar yaitu sekitar 40:51 28,5 triliun Apakah ini untuk membiayai 40:55 untuk investasi 40:58 ini Jadi diambil dari hutang Apakah 41:01 Indonesia benar akan menanggung 100% itu 41:05 cost overunnya Nah di sini kita tidak 41:08 tahu dan tidak ada transparansi di situ 41:11 Nah di sinilah bahwa untuk investasi ini 41:15 jadi investasi diambil dari hutang semua 41:19 penyertaan modal negara itu diambil dari 41:22 hutang bayangkan BUMN dikasih modal 41:26 modalnya dari utang tetapi utangnya ada 41:28 di negara di pemerintah melalui Sun 41:31 bumn-nya sendiri untuk membiayai yang 41:35 lain-lain yaitu ada dari utang jadi APBN 41:39 kita itu 100% itu dari utang luar biasa 41:45 ini nah jadi saya rasa ini yang yang 41:50 highlight dari saya 41:51 oke lalu kemudian kita 41:55 melihat 41:56 Apakah 41:59 2023 akan ada 42:01 inflasi 42:03 2023 dengan adanya harga komoditas turun 42:06 seperti ini dan kita juga bisa lihat 42:09 Gandung itu sudah turun harga gandum itu 42:12 akan inflasi itu akan melandai dan kita 42:16 melihat bahwa kalau Amerika 42:20 berhasil menaikkan suku bunga sampai 42:23 mengendalikan berhasil mengendalikan 42:25 inflasi artinya inflasi itu melandai 42:28 artinya subsidi yang ada di dalam kita 42:32 punya APBN itu juga tidak 42:37 akurat lalu apa artinya kompensasi yang 42:41 tadi dikatakan oleh Pak Fais Al Basri 42:43 saya itu beberapa kali menulis 42:48 bahwa subsidi kita itu di dalam APBN 42:51 cuma 206 triliun sebelum yang tadi ya 42:54 ada ee penambahan sampai 293 triliun 42:58 tadi yaitu 2 triliun yang terdiri dari 43:02 subsidi energi dan subsidi non energi 43:07 subsidi energi sendiri cuman 43:10 R34 triliun ya dibagi lagi antara BBM 43:14 dan LPG dan eh bbm-nya sangat sedikit 43:17 dan lpg-nya sangat 43:19 banyak lalu saya juga mempertanyakan 43:23 kenapa itu bisa r502 triliun 43:27 menyatukan subsidi dengan kompensasi 43:30 adalah sesuatu hal yang sangat salah 43:33 karena di dalam APBN tidak dikenal 43:36 nomenklatur yang namanya 43:40 kompensasi kalau dia itu adalah 43:44 benar-benar selisih harga maka dia harus 43:47 masuk kepada subsidi tidak boleh kepada 43:50 kompensasi karena kompensasi ini kalau 43:53 dia tidak masuk pada subsidi maka bisa 43:56 menjadi liar kompensasi kepada siapa 43:59 karena di situ juga ada kompensasi 44:01 kepada badan usaha yang menyalurkan tadi 44:05 bahwa harga-harga yang ditentukan oleh 44:08 pemerintah ya misalkan ketika itu 44:11 Pertamax eh Harganya belum naik seperti 44:14 tadi dijelaskan oleh Pak Faisal Basri 44:17 lalu kemudian pemerintah bilang jangan 44:19 naik dulu tidak boleh Nah itu ada 44:21 selisihnya Nah apakah selisih 44:25 ini apa dimasukkan kepada subsidi 44:28 ternyata tidak Apakah itu termasuk pada 44:31 kompensasi kalau itu dimasukkan kepada 44:34 kompensasi di mana dihitung pada akhir 44:36 tahun maka ini menyalahi undang-undang 44:40 keuangan 44:41 negara menyalahi undang-undang keuangan 44:44 negara karena keuangan negara tidak 44:46 boleh begitu karena di dalam kompensasi 44:48 itu seperti yang tadi sudah dihighlight 44:50 oleh Pak Faisal Basri karena tidak 44:53 melalui persetujuan dari DPR tapi kita 44:58 tahu bahwa memang selama 3 tahun ini 45:01 dari 2020 2021 dan 45:05 2022 bahwa APBN tidak mendapatkan tidak 45:10 perlu persetujuan dari 45:13 DPR nah ini adalah 45:18 Eh ya pertanyaannya Apakah DPR masih 45:22 berdaulat atau tidak kita tahu banyak 45:24 sekali yang mengatakan DPR ini sudah 45:26 menjadi kepanjangan tangan dari 45:28 pemerintah maka tidak ada lagi check and 45:31 balances yang kita harapkan dari DPR 45:34 tapi meskipun begitu saya tetap 45:36 mendorong DPR itu harus memperhatikan 45:40 satu mengenai kompensasi tadi karena 45:43 kompensasi untuk tahun 45:45 2021 45:47 katanya menurut 45:49 infografis sebesar 100 triliun dan untuk 45:54 2020 45:56 200 triliun Nah itulah 100 triliun 200 46:00 triliun ditambah subsidi 206 triliun itu 46:03 diperoleh menjadi di total 502 triliun 46:07 nah 300 triliun ini kepada 46:12 siapa ini tidak ada diinikan kepada 46:15 artinya kalau dia kompensasi begitu 46:17 tidak disetujui oleh DPR apa disetujui 46:20 Nah itu tolong DPR mengklarifikasi ini 46:23 supaya rakyat mengerti benar Apa itu 46:27 eh subsidi dan kompensasi jangan rakyat 46:31 dibuat bodoh 46:33 bahwa pembicaraannya atau publikasinya 46:37 adalah subsidi BBM r502 46:39 triliun kalau APBN tidak kuat 46:43 Bagaimana ini kan sesuatu yang membodohi 46:48 masyarakat ini tidak boleh tidak boleh 46:51 terjadi 46:53 nah terakhir yang saya mau Garis bawahi 46:56 adalah 47:00 ekonomi politik 47:02 fiskal kalau kita bicara fiskal tidak 47:05 ada orang yang apa di negara lain 47:07 mengatakan fiskal itu untuk 47:10 produktivitasnya yang tinggi Wah ini 47:12 belanjanya bagus produktivitas tinggi 47:14 ini adalah benar-benar juga suatu 47:17 pembutuhan fiskal adalah kalau yang 47:21 netral yaitu dia harus Balance dalam 47:26 arti tidak ada defisit itu adalah netral 47:29 itu banyak sekali dilakukan di 47:31 negara-negara sebelum adanya BR W ya 47:35 sebelum BR wood dibubarkan itu 47:37 kebanyakan semuanya adalah Balance 47:41 tetapi 47:42 kemudian terjadi depresi besar di 47:47 mana Kin 47:49 John itu 47:51 mengatakan bahwa di sini 47:54 terjadipresi karena 47:57 spending consumer spending itu drop 48:00 tiba-tiba Nah untuk jangka pendek Karena 48:04 dia drop maka harus ada yang namanya 48:08 fiscal 48:09 stimulus untuk 48:13 mengkompensasikan 48:15 kekurangan dari konsumsi dari masyarakat 48:19 supaya total spending itu sama jadi 48:23 ekonomi tidak kontraksi 48:27 tetapi di dalam 48:30 ekonomi normal maka belanja negara itu 48:34 harus dikurangi 48:36 nah pertumbuhan yang bisa diperoleh 48:40 adalah dengan investasi dan 48:43 investasi dari APBN dari pemerintah itu 48:47 sangat sedikit tidak ada 48:50 artinya jadi investasi itu adalah kalau 48:53 kita bilang di dalam itu ya e apa e 48:57 belanja yaitu ada 49:00 dari PDB pengeluaran konsumsi 49:04 masyarakat pemerintah dan investasi 49:08 konsumsi pemerintah tadi belanja 49:10 pemerintah itu cuma 10% dari APBN itu 49:14 sangat tidak berarti 49:16 Nah untuk itu adalah pembangunan ekonomi 49:20 harus melalui investasi-investasi swasta 49:24 bukannya estasi dari pemerintah ini 49:27 inilah yang membuat swasta kita semuanya 49:31 stagnan karena itu diguyur dengan 49:35 eh harus berkompetisi dengan BUMN dan 49:39 kemudian projeknya proek BUMN proek 49:41 negara di mana yang 49:44 lain-lainnya menjadi e tidak bisa 49:47 kompetitif nah ini permasalahan ekonomi 49:50 bahwa investasi swasta tidak berjalan 49:54 yang jalan adalah investasi swasta 49:59 untuk natural resources ya nckel 50:03 pokoknya untuk itu batu bara dan 50:05 sebagainya tetapi industri kita staknam 50:08 dan ini ke depannya akan menjadi masalah 50:11 besar pada 50:13 negara ketika harga komoditas jatuh dan 50:19 kedua 50:21 sewaktu apa eh deposit komoditasnya 50:26 contohnya sewaktu minyak bumi minyak 50:29 mentah kita sudah habis kita harus impor 50:32 ya berarti kita sekarang net importers 50:35 dan begitu juga lambat laun batu bara 50:38 akan habis 50:40 2045 Indonesia itu akan mendapatkan 50:44 masalah besar nikel habis batu bara 50:48 habis ya bisa ada berkuranglah jauh 50:51 berkurang seperti juga kita lifting 50:53 minyak ini sudah berkurang pada 50:55 puncaknya kita bisa 1,4 1,5 juta barel 50:59 sekarang sudah tinggal 51:01 600.000 barel per hari Jadi sudah 51:04 tinggal hanya sekitar 40 eh 50% aja 51:08 enggak sampai 40% Nah inilah 51:11 masalah-masalah di dalam ekonomi kita 51:13 bahwa 51:14 APBN dianggap bisa meningkatkan 51:17 pertumbuhan ekonomi itu hanya ilusi saja 51:20 jadi kalau kita lihat pertumbuhan 51:22 ekonomi tahun 2023 dua e Kuartal 2 ini 51:27 kontribusi dari pemerintah itu malah 51:31 negatif 51:32 0,07% itu pun 51:36 sudah memperhitungkan 51:39 deflator-deflator yang menurut saya 51:41 adalah deflatornya kurang at ya kalau 51:44 saya punya lihat ini jadi pertumbuhan 51:47 ekonomi 51:49 5,4% saya mempertanyakan serius Apakah 51:52 itu 51:53 5,4% karena Nah kalau deflatornya 51:56 menurut perhitungan saya kalau itu 51:58 adalah itu terlalu deflatornya terlalu 52:01 rendah kalau itu dinaikkan untuk 52:04 konsumsi katanya deflatoor konsumsi 52:06 sekitar 52:07 4,3% kalau itu menjadi 7% pertumbuhan 52:12 kita menjadi tinggal 4% saja dan 52:18 seterusnya jadi 52:20 sementara untuk diskusi awal seperti itu 52:23 Terima kasih 52:27 Baik terima kasih 52:31 eh materinya dan sekarang kita ke Bung 52:35 dipersilakan Bung tadi data-data sudah 52:38 sangat banyak dipaparkan oleh Bang 52:40 Faisal dan Dr ant sekarang bagaimana 52:43 pendapat 52:44 bu ya saya mendengar banyak data dan 52:49 akhirnya satu yang di kesan bahwa iniar 52:55 yang didesain untuk Keadilan Sosial 52:57 untuk welfare dan ketika welfare tidak 53:00 dicapai social Justi terpenuhi mestinya 53:04 berlaku prinsip tadi seperti diterangkan 53:05 oleh pak Antoni apa namanya kan itu 53:09 temanya dulu 53:10 eh we are all now gitu kira-kira kan 53:15 namanya pada akhirnya kita harus 53:18 mengikuti prinsip-prinsip 53:20 dasar tapi memang istilah itu agak 53:23 Mendua Karena itu dipakai betul tadi 53:26 setelah Amerika Eh keluar dari sistem 53:29 braton wood itu lalu eh orang menganggap 53:32 bahwa kalau begitu kita semua sudah kion 53:34 dan orang-orang yang pro monetaris 53:37 menganggap bahwa Iya itu dalam satu hal 53:38 kita canion tapi dalam hal lain kita 53:41 tetap monetaris itu tetapi kalau 53:43 dihubungkan dengan Indonesia dari awal 53:45 kemerdekaan kita kion semestinya tuh nah 53:48 sekarang yang terjadi Jokowi itu kok 53:50 jadi eh Milton Friedman jadi jadi 53:53 muridnya Milton Friedman yang hanya 53:55 ngatur-ngatur soal monetarisme dan ini 53:59 sebetulnya yang kita anggap dari awal 54:01 desain hari ini itu bertentangan dengan 54:03 prinsip 54:04 eh ekonomi yang dibayangkan oleh 54:07 founding founding person kita jadi 54:10 sekali lagi evaluasi normatifnya memang 54:13 ini kacau bukan sekedar kacau tapi 54:15 menyimpang 180 derajat berbalik arah 54:19 kalau kita bilang bahwa I dibutuhkan eh 54:21 korporasi untuk mengakumulasi eh modal 54:25 agar supaya ada yang bisa kita banggakan 54:28 dan enggak ada soal tetapi harus diingat 54:30 bahwa negara itu selalu berprinsip kion 54:33 negara welfare itu berprinsip canion 54:36 biarkan korporasi mengakumulasi tetapi 54:38 distribusinya harus diawasi dan 54:40 dilakukan oleh negara kan itu prinsipnya 54:43 kan jadi sekali lagi kalau kita bikin 54:45 semacam permenungan memang arah eh 54:48 perekonomian kita itu berbalik 54:50 sebetulnya lain kalau yang memimpin itu 54:53 bukan seorang yang punya dalil 54:55 eh eh apa namanya berasal dari rakyat 55:00 kan orang mencitakan Pak Jokowi datang 55:02 dari rakyat karena itu dia paham apa 55:04 namanya pendeliteran rakyat dia dipilih 55:06 oleh mayoritas eh wong Cili karena itu 55:09 dia tahu apa yang harus diberikan pada 55:11 wong Chili sekarang yang dia lakukan 55:13 adalah mencabut subsidi pert minggu 55:16 depan itu 55:18 artinya pasti secara ekonomi kita tahu 55:20 bahwa itu beban buat inflasi dan tekanan 55:23 untuking power tetapi keterangan Pak 55:26 Jokowi itu yang mengherankan dia bilang 55:29 begini kan Ya apa boleh buat enggak ada 55:31 lagi jalan keluar Jadi bagaimana mungkin 55:33 seorang pemimpin menyerah pada sesuatu 55:35 yang menjadi eh prinsip dia di awal itu 55:38 mestinya dia malu dia mesti katakan saya 55:40 resain karena desain yang saya bayangkan 55:43 itu tidak berlangsung tuh jadi sekali 55:45 lagi kita tuntut semacam 55:46 pertanggungjawaban etis kalau soal data 55:48 semuanya semua sudah ditumpahkan Dan 55:50 harusnya pada akhirnya kita harus pilih 55:52 value Apa yang hendak kita ucapkan 55:55 ketika ekonomi memburuk kalau sekedar 55:57 ambil prinsipnya di luar negeri juga 55:59 memang begitu Oleh karena itu kita 56:01 terpaksa Mas melakukan adaptasi karena e 56:05 harga pertal light kita yang paling 56:06 murah di luar negeri Ya memang itu dari 56:09 awal begitu tetapi satu momentum hari 56:12 ini yang berbahaya adalah mencabut 56:14 subsidi dalam keadaan eh kepolisian juga 56:16 lagi dicabut akar-akarnya tuh jadi 56:19 bayangkan misalnya kalau terjadi social 56:21 unrest jadi Crash Terus bagaimana kita 56:24 hadapi itu memang di dalam antropologi 56:27 politik kita ada semacam e kepercayaan 56:29 bahwa ya itu kalau ada tetangga gue yang 56:31 miskin gua ambil alih dulu De kalau e 56:34 ponakan gua miskin gua biayain dulu 56:36 kira-kira begitu tuh atau eh yang 56:38 disebut sebagai Extended family tetapi 56:41 ini soal ee hidup bersama ini Bukan soal 56:44 nilai-nilai kekeluargaan jadi orang mau 56:46 tuntut jangan sampai Pak Jokowi 56:48 menganggap kan kita biasa Sudah sama 56:51 rasa ee sama beban tanggung sama-sama oh 56:54 enggak ini lain anda sebagai presiden 56:56 berjanji untuk memperhatikan harga ee ee 57:00 bahan kebutuhan pokok dan anda enggak 57:02 bisa bilang kita menyerah P mekanisme 57:04 pasar kalau begitu dari awal enggak 57:05 perlu ada program dong jadi sekali lagi 57:08 poin kita selalu adalah atas dasar apa 57:11 kebijakan itu kita evaluasi kalau 57:14 sekedar atas dasar buku teks itu artinya 57:16 kita kasih robot aja jadi presiden juga 57:18 bisa dilakukan itu kan itu kan cuman 57:21 bikin kalkulasi lalu kasih alasan 57:23 algoritma bilang bah bahwa subsidi mesti 57:26 dicabut algoritma bilang bahwa ee 57:28 kenaikan pert Lair tidak terhindarkan 57:31 algoritma bilang bahwa Indonesia akan 57:33 tumbuh 5,3% ini Bukan soal algoritma ini 57:36 soal watak kepemimpinan jadi sekali lagi 57:39 betul tadi yang tererangkan teman-teman 57:42 harusnya ada reaksi dari DPR tapi enggak 57:45 terjadi apa-apa itu J sekali lagi orang 57:48 hanya mendengar semacam pidato yang 57:50 isinya adalah eh zong Isinya enggak ada 57:52 enggak ada nilainya tuh orang enggak 57:54 membaca ya apa sebetulnya yang hendak 57:56 diucapkan oleh pak presiden itu kalau 57:58 kita lihat misalnya laporan 58:01 LKPP yang tebal-tebal itu toh Eh eh 58:05 dianggap oleh BPK sebagai belum lengkap 58:09 walaupun enggak bisa dinyatakan sebagai 58:11 ada manipulasi karena lampirannya enggak 58:13 ada lampiran e pengeluaran pen kita 58:16 enggak tahu itu buat apa aja Bagaimana 58:18 mungkin seseorang mau bikin riset kalau 58:20 yang dia yang data utamanya itu lampiran 58:23 enggak ada kan kan konyolnya di situ kan 58:26 jadi hal-hal semacam itu yang membuat 58:28 kita menganggap bahwa betul seluruh 58:30 statistik adalah diarahkan untuk 58:32 dimanipulasi BUMN kita berapa banyak 58:35 yang seolah-olah sehat padahal sebnya 58:37 disembujikan dalam holding sehingga 58:38 enggak terlihat e ruginya tuh jadi 58:41 sekali lagi mata publik melihat 58:43 kekonyolan itu karena kecemasan 58:45 kekuasaan sementara Ambisi untuk 58:49 membangun ibuota itu enggak berhenti itu 58:51 saya baru 2 jam lalu dari Kalimantan 58:55 Timur dan semua bicara soal itu 58:57 seolah-olah disulap semua universitas 59:00 untuk diberi proyek penelitian yang 59:02 harus membenarkan IKN itu kan ajaib 59:05 universitas-universitas akhirnya merasa 59:07 Oke itu bagus juga tuh karena paling 59:09 enggak sampai 2024 kita ada proyeknya 59:12 nanti ada yang riset Jalan segala macam 59:14 jadi enggak berpikir bahwa itu akan 59:16 menggerogoti APBN karena itu artinya 59:19 semua pragmatisme itu dihasilkan melalui 59:22 janji palsu itu kan jadi 59:25 kampus tidak lagi menjadi filter karena 59:27 begitu dapat proyek semua berpikir oke 59:29 Masa bodoh dengan setelah Joko itu yang 59:32 penting sekarang jalan duluyeknya 59:34 hal-hal ini yang membuat kita patah 59:36 sebagai bangsa itu kita Sung ulang 59:39 dengan semangat oposisi yang terusus 59:43 ka 59:46 sayaik 59:50 [Musik] 59:53 terimih pertanyakan kepada pemerintah 59:56 Apakah politik anggaran ya dan 59:58 pengambilan kebijakan ee APBN ini 1:00:01 benar-benar eh skemanya memberikan 1:00:04 dampak kesejahteraan bagi rakyat 1:00:06 Indonesia Iya itu itu maksudnya tadi 1:00:09 bahwa ini Bukan soal politik anggaran 1:00:11 anggaran dipakai buat berpolitik itu itu 1:00:15 yang terjadi sebetulnya I Baik terima 1:00:19 kasih buok itu benar sekali itu bung 1:00:21 Roki bahwa sekarang kenapa belanja 1:00:23 negara di ditekan terus itu adalah salah 1:00:27 satunya adalah ya dipakai untuk alat 1:00:29 politik di mana bahwa Belanja Negara 1:00:32 Tahun depan akan digenjot supaya di situ 1:00:36 ada pertumbuhan di 1:00:38 masa tahun politik Nah inilah itu nyogok 1:00:42 orang miskin namanya itu mau nyogok 1:00:43 orang miskin Nah itu dia ya Ni pas nih 1:00:47 kita ke Pak marani sekarang pakani 2023 1:00:51 adalah tahun politik dan tadi menurut Bu 1:00:54 Roki Pak ant bahwa ini kemungkinan 1:00:57 anggaran dipakai untuk berpolitik ya Ee 1:01:00 untuk tanda kutip politik uang ke rakyat 1:01:02 dan lain-lain tapi dampak untuk 1:01:05 kesejahteraannya dan pembangunan bangsa 1:01:08 itu e sangat kecil tadi data dari faisal 1:01:11 Bang Faisal BRI juga pertemuhan ekonomi 1:01:14 kita dibanding Korea juga jauh sekali 1:01:17 bagaimana Pak Eh masuk akal Kalau ada eh 1:01:23 budet eh politi ya karena memang eh 1:01:28 penguasa selalu ingin mendapatkan 1:01:30 insentif elektoral apalagi 2023 ini kan 1:01:35 pemilunya Februari 2024 jadi meang harus 1:01:38 dijot makanya ketika 341 triliun itu 1:01:42 diumumkan Wow saya langsung berkomentar 1:01:45 ketika tahun sulit engak nyambung gitu 1:01:48 Pak bilang ini tahun sulit tahun berat 1:01:50 tapi anggarannya W gu sehingga apagi KNN 1:01:54 juga tetap mendapat dana tadi eh Bung 1:01:58 Fais Bang Faisal Basri sudah ngangkat 1:02:00 tentang subsidi energi yang ternyata 1:02:02 kecil Kalau PLN dengan Pertamina kalau 1:02:05 kita lihat kualitas institusinya banyak 1:02:08 hal yang harus dibenahi ya Mulai dari 1:02:11 rantai pasukan e minyak yang dari awal 1:02:14 sudah banyak mafianya sampai kepada PLN 1:02:17 yang kita lihat eh eh banyak produk yang 1:02:21 out ofde dan tidak fit dengan kebutuhan 1:02:25 masyarakat tapi PLN wajib membelinya 1:02:27 gitu sehingga ini harus betul-betul ada 1:02:29 audit teknologi dan ada audit sebenarnya 1:02:33 terhadap dua institusi ini belum lagi 1:02:36 kalau eh Prof Antoni tadi menyampaikan 1:02:39 tentang beragam asumsi yang punya 1:02:42 catatan jadi memang aneh ya ketika tahun 1:02:47 sulit eh kita ekspansi tapi ekspansinya 1:02:52 punya catatan kepada sektor-sektor yang 1:02:55 punya peluang untuk quote and unquote 1:02:58 membboosting eh sentimen positif 1:03:01 pemerintah di tahun politik Jadi wajar 1:03:04 kalau dianggap tahun 2023 adalah tahun 1:03:08 pemerintah mencoba memanjakan dengan 1:03:12 tidak berpikir kepada fundamental 1:03:14 ekonomi bangsa yang Memang harusnya 1:03:16 sangat berhati-hati spendingnya begitu 1:03:21 Bang Baik terima kasih Pak Eh sekarang 1:03:25 kita ke Bang Faisal Bang Faisal Saya 1:03:27 ingin bertanya inih Apa sih yang faktor 1:03:29 yang membuat pertumbuhan ekonomi Korea 1:03:30 Selatan itu begitu luar biasa pesat ya 1:03:33 pertumbuhannya dibanding Indonesia yang 1:03:35 relatif staknan dan e merangk lah 1:03:38 naiknya gitu 1:03:39 ya Eh yang saya sampaikan tadi itu 1:03:43 adalah 1:03:46 eh pendapatan 1:03:49 perkapita 1:03:51 pendapatankapita kalau sekarang 1:03:52 pertumbuhan ekonomi Korea ya karena dia 1:03:54 udah sudah negara maju ya Otomatis 1:03:58 melambat Oh jadi ee Nah dia tuh take 1:04:03 off-nya cepat gitu H jadi dia sudah ada 1:04:06 di udara pada ketinggian yang sangat 1:04:09 tinggi I 30.000 kaki misalnya nah 1:04:13 Indonesia itu baru negara berpertapatan 1:04:17 menengah bawah udah loyo H Harusnya kan 1:04:22 dia pertumbuhan ekonomi itu melambat 1:04:24 Setelah dia mencapai level tinggi 1:04:26 Indonesia levelnya masih rendah bahkan 1:04:29 kemarin ini kan turun kelas lagi dari 1:04:31 negara berpendapatan Menengah Atas 1:04:34 kembali ke negara pendapatan menengah 1:04:36 bawah nah keberhasilan Korea untuk 1:04:39 menjadi negara maju sekarang dia kan 1:04:41 sudah negara maju ya adalah karena 1:04:44 industrialisasi yang 1:04:46 berhasil antara lain Ya tentu 1:04:49 saja jadi ekonomi nilai tambah tingginya 1:04:52 itu sangat besar ya ya contohnya inilah 1:04:56 ya handphone kita misalnya handphone 1:04:59 kita itu nilainya berapa ee 5 juta ya 1:05:03 Misalnya 5 juta itu 1,5 jutanya sendiri 1:05:08 misalnya handphone-nya buatan Amerika 1:05:10 atau misalnya iPhone lah ya I iPhone itu 1:05:13 10 juta Katakanlah he 1:05:17 eh komponen terbesar adalah layar H 1:05:21 layarnya layarnya itu dari Korea betul 1:05:25 jadi dia tidak harus bikin dia bikin 1:05:28 handphone juga tapi hampir semua 1:05:30 handphone pakai layarnya Samsung Samsung 1:05:33 betul nah kemudian Taiwan Taiwan 1:05:37 nyumbang terbesar kedua buat nilai 1:05:39 handphone kita karena cipsnya betul 1:05:42 kira-kira 400 do gitu nah jadi 1:05:47 eh mereka itu menggunakan otak i untuk 1:05:54 memproses dari sesuatu yang nilainya 1:05:59 rendah disulap jadi nilainya tinggi Nah 1:06:03 kalau Indonesia pakai otot macul dapat 1:06:08 batubara langsung jual kan Kan model 1:06:12 otot Nah jadi itulah bedanya otak dan 1:06:15 otot iya iya nah kalau oligarki 1:06:19 itu kurang pakai 1:06:23 otak makanya dia mendekat 1:06:26 kekuasaan akibat dibackup oleh kekuasaan 1:06:30 dia bisa mengeksploitasi sumber daya 1:06:33 alam dan mereka juga menganggap kan buat 1:06:36 apa bikin industri Siapa tahu rezim ini 1:06:38 berubah pokoknya Selama saya dekat 1:06:41 dengan kekuasaan saya akan keruk 1:06:43 sebanyak-banyaknya 1:06:47 sedalam-dalamnya siap Terima kasih Bang 1:06:50 Faisal eh atas Jawabannya yang cukup 1:06:53 mencerahkan Sekarang kita ke Dr Antoni 1:06:56 Dr Antoni eh Sebenarnya masih nyambung 1:06:59 dengan pertanyaan Bang Faisal Kenapa apa 1:07:01 BN kita belum bisa misalnya logika 1:07:04 sederhananya gini ya ketika kita punya 1:07:06 dana uang itu kita buat untuk 1:07:08 meningkatkan skala ekonomi dan 1:07:11 pendapatan kita kan gitu ya tadi contoh 1:07:13 Korea Bang Faisal sudah Ee Seandainya 1:07:16 saya punya R juta uang R juta itu akan 1:07:20 saya buat untuk bisa menghasilkan ee 1:07:22 dana R3 juta gitu ya Misalnya atau 4 1:07:25 juta Gitu dengan kemampuan kegiatan 1:07:28 ekonomi yang tepat sasaran nah Indonesia 1:07:31 ee dengan data yang tadi pdb-nya naiknya 1:07:34 merangka berarti skema APBN kita ini 1:07:37 tidak membuat 1:07:39 produktivitas keekonomian kita menjadi 1:07:42 semakin lebih baik Bagaimana Dr 1:07:46 melihat I sekali lagi bahwa APBN itu kan 1:07:50 hanya sebagian kecil dari ekonomi Terus 1:07:53 kalau kita lihat dari keseluruhannya pun 1:07:57 kita ini adalah ekonomi berbasis 1:08:00 industri nah sehingga kita punya 1:08:04 eh ya di ekonomi ada yang namanya i ya 1:08:08 Pak faal ya incral Capital 1:08:12 output di mana ketika harga komoditas 1:08:15 naik tinggi kitaah-olah kecil tapi 1:08:19 begitu harga komoditas turun kita itu 1:08:25 naik tinggi berarti tidak efisien 1:08:27 sekarang itu lagi ini sampai en sekarang 1:08:30 ini saya yakin icor kita itu sangat apa 1:08:33 e eh rendah lagi tapi kalau kita bagi 1:08:36 dua 1:08:38 produktivity dari industri dan 1:08:41 productivity dari 1:08:43 eh dari sumber daya itu pasti berbeda 1:08:48 dari industri ya itu stabil aja Nah 1:08:53 sekarang masalahnya ya bukannya hanya 1:08:55 dari ini sekali lagi yang saya bilang 1:08:58 bahwa dari APBN kita tidak bisa 1:09:00 mengharapkan banyak APBN adalah suatu 1:09:03 kebijakan fiskal di mana dalam kondisi 1:09:07 tertentu maka dia harus pending adalah 1:09:10 untuk 1:09:11 sosial 1:09:14 untuk meningkatkan pertumuhan ekonomi 1:09:17 dia harus memberikan 1:09:19 stimulus di mana stimulus kita yang 1:09:22 namanya paketb an ekonomi dari 2015 yang 1:09:26 berjilid-jilid yaitu sampai 16 jilid itu 1:09:31 tidak bekerja yang ada malah 1:09:34 menggerogoti karena 1:09:36 perusahaan-perusahaan itu menikmati 1:09:39 pengurangan pajak Nah di sini memberikan 1:09:41 kontribusi bahwa rasio pajak kita itu 1:09:44 berkurang drastis meskipun ekonomi 1:09:46 bertumbuh tetapi rasio apa pajak kita 1:09:50 berkurang karena kenaikan dari pajak itu 1:09:55 adalah lebih rendah dari kenaikan PDB 1:09:57 itu sendiri karena banyak sekali 1:09:59 insentif-insentif pajak yang dinikmati 1:10:03 oleh perusahaan yang bukan perusahaan 1:10:06 baru jadi perusahaan lama pun mereka 1:10:08 sudah menikmati Nah dengan adanya pajak 1:10:12 misalnya dari 1:10:14 25% lalu dikurangi 22% corporate menjadi 1:10:18 20% pertanyaannya Apa benar industri itu 1:10:21 naik tidak juga tapi pajaknya adalah 1:10:25 sudah berkurang 1:10:28 25% dari 25% menjadi 20% itu sudah 1:10:33 berkurang drastis nah ini permasalah nah 1:10:37 kalau kita bicara mengenai untuk itu 1:10:41 industri Korea sewaktu 1:10:47 Awalnya dia untuk bersaing 1:10:50 dengan 1:10:52 Jepang negara yang memfasilitasi itu 1:10:56 negara yang memberikan retch dan dia 1:10:59 Memberikan suatu kebijakan-kebijakan 1:11:01 ekonomi di mana ini harus bisa 1:11:05 bertumbuh jadi kalau kita lihat 1:11:08 awal-awalnya terakhir terakhir ini ada 1:11:10 enggak mobil Jepang di Korea sangat 1:11:14 sedikit apalagi kalau kita bicara 1:11:17 mengenai Panasonic untuk itu ini adalah 1:11:19 suatu kebijakan 1:11:21 e industri bagaimana mereka membangun 1:11:25 industrinya dan melindungi industri itu 1:11:28 semasa masih infan ya masih baik dan 1:11:31 sampai dia bisa growing sampai dia bisa 1:11:34 bersaing di luar negeri dan itu semuanya 1:11:37 adalah melalui bantuanbantuan pemerintah 1:11:41 tadi dikatakan bahwa itu iphone tetapi 1:11:44 yang hebatnya lagi adalah Samsung itu 1:11:47 adalah panel untuk flat screen ya untuk 1:11:51 tv tv tipis tuh Sony pun sekarang 1:11:54 ngambil dari dia gitu jadi bukan ini aja 1:11:57 memang dia itu adalah suat mereka itu 1:12:00 ada pembangunan industri ya ituu 1:12:02 misalkan perkapalannya perkapalannya kan 1:12:04 sangat hebar diundaila atau yang lain 1:12:06 dan sebagainya Itu Korean laine dan 1:12:09 sebagainya galangan kapal dan sebagainya 1:12:11 itu sangat hebat sekali dan elektronik 1:12:14 mereka mereka fokus dan mereka 1:12:18 membangun Indonesia ini yang namanya 1:12:21 kutukan natural resource jadi kita 1:12:24 keenakan begitu ada natural resources 1:12:26 itu kita investasi di situ natural 1:12:28 resources dan di mana kita tidak 1:12:31 membangun industri itu Jadi yang tadi 1:12:34 dikatakan juga oleh Pak Faizal di mana 1:12:37 bahwa oligarkioligarki 1:12:39 pengusaha-pengusaha ini itu sangat 1:12:41 senang sekali dengan mengeruk begitu 1:12:44 mereka dapat konsesi Mereka pun tidak 1:12:46 bekerja Pak Faisal mereka suruh 1:12:48 kontraktor yang bekerja mereka bagi 1:12:50 kontraktornya berapa dia berapa dia 1:12:52 tidak ada apa-apa lalu lalu kemudian apa 1:12:54 modalnya modalnya tinggal dia dari bank 1:12:56 karena dia kenal sama penguasa 1:12:57 penguasanya bilang eh modalnya Dar mana 1:13:00 dari bank pemerintah Bang pemerintah 1:13:02 diberikan untuk diinstruksikan untuk 1:13:04 membuodali lalu untuk siapa kontraktor 1:13:08 dari batuara itu yang bekerja jadi 1:13:12 dianya sendiri enggak bekerja dianya 1:13:14 sendiri ngelobi aja e lobi-lobi untuk 1:13:17 itu Nah inilah b variante ekonomi yang 1:13:21 harusnya adalah tidak terjadi kalau 1:13:25 itu selama 2004 sampai 1:13:28 2019 itu ekspor bat batu bara adalah 1:13:33 245 miliar dolar artinya berapa artinya 1:13:38 adalah kurang lebih dengan kur sekarang 1:13:39 adalah 1:13:42 3.750 triliun dengan harganya tinggi 1:13:47 2004 ke 2008 lalu 2009 sampai ke 2012 ya 1:13:53 dan sekarang ini mulai ini saya 1:13:57 yakin profitnya itu paling sedikit 1:14:01 50% ya Jadi ada 1:14:04 1500 triliun paling sedikit itu 1:14:08 dinikmati Oleh segelintir orang pemilik 1:14:12 batu bara 1:14:15 bayangkan kalau itu dibuat ke daerah itu 1:14:18 berapa besar itu manfaat bagi daerah 1:14:20 orang-orang miskin di daerah Nah inilah 1:14:22 yang harus ada perubahan-perubahan ya Di 1:14:25 mana ya Pak Mardani ya mudah-mudahan ini 1:14:30 bisa disuarakan Bagaimana Sumber daya 1:14:34 itu harus benar-benar dinikmati 1:14:37 oleh rakyat Indonesia semakmur-makmur 1:14:41 sebesar-besarnya untuk kemakmuran bangsa 1:14:44 Indonesia pasal 33 ini harus 1:14:49 dijalankan terima 1:14:52 kasih Baik terima kasih eh pak Antoni 1:14:57 Sekarang kita ke Bung Roki Bung Roki eh 1:15:01 oke apa subsidi dicabut tapi sampai saat 1:15:05 ini kita belum mendengar adanya ee 1:15:08 kebijakan pemerintah untuk menghentikan 1:15:11 projek ee 1:15:13 IKN kerita cepat yang itu tidak ee ada 1:15:17 hubungan dengan Kesejahteraan Rakyat 1:15:18 bahkan membuat defisit anggaran APBN 1:15:21 makin besar gitu Apakah dengan kondisi 1:15:24 ini ee apa 1:15:26 Ee kita perlu meminta kepada pemerintah 1:15:30 agar mendesak agar segera dengan kondisi 1:15:33 beratnya beban ekonomi dan APBN dan 1:15:35 defisit yang semakin besar ee IKN dan 1:15:38 kereta cepat dan kebijakan yang lainnya 1:15:41 yang tidak berpihak ke rakyat perlu 1:15:43 segera dicabut itu kita itu artinya anda 1:15:46 ingin bikin Presiden Jokowi trauma dua 1:15:49 kali itu dia sudah trauma dengan 1:15:52 ee mobil yang enggak perlu ee BBM 1:15:55 namanya SMK gitu sekarang legasi 1:15:59 terakhir dia adalah IKN jadi sebagai 1:16:02 politisi enggak mungkin itu dia batalkan 1:16:05 Hanya itu satu-satunya yang dia ingin 1:16:08 banggakan sekaligus hanya itu 1:16:10 satu-satunya alasan kenapa ee uang untuk 1:16:14 KPU belum turun-turun juga tuh karena 1:16:16 memang akan direncanakan supaya enggak 1:16:18 perlu ada Pemilu demi menyelamatkan 1:16:21 bagian strategis dari reputasi beliau 1:16:23 sebagai presiden yaitu ibuota kan Coba 1:16:26 kita kita perhatikan ya 1:16:29 Seandainya konsep ibukota negara ini 1:16:32 diajukan sebagai proposal ekonomi maka 1:16:36 dari segala macam sudut pertimbangan 1:16:38 keuangan itu harusnya batal tetapi 1:16:41 karena ini harus dipaksakan sebagai 1:16:43 satu-satunya legasi maka dia Sang 1:16:47 Presiden juga akan meminta supaya proyek 1:16:50 ini bahkan dilanjutkan berkali-kali itu 1:16:53 ini aja sudah melanggar prinsip 1:16:54 Demokrasi apa hak dari Presiden untuk 1:16:56 meminta proyeknya itu Diteruskan oleh 1:16:58 Presiden berikutnya dalam demokrasi 1:17:00 enggak ada sistem itu suka-suka presiden 1:17:01 berikutnya dia bisa batalkan atas nama 1:17:03 Kesejahteraan Rakyat nanti nah supaya 1:17:05 dia enggak batal maka calon presiden 1:17:08 berikut harus Dis presiden Artinya kita 1:17:11 sudah tahu nanti si presiden berikut itu 1:17:13 hanyalah boneka dari Presiden sekarang 1:17:15 logikanya begitu Jadi kalau kita bilang 1:17:18 akan ada Pemilu engak akan ada Pemilu 1:17:19 ada Pemilu tapi untuk menghasilkan 1:17:21 boneka aja kan Kalau pikiran 1:17:24 demokrasinya runtun Presiden akan bilang 1:17:26 Oke sangat mungkin proyek IKN itu tidak 1:17:29 akan selesai di masa saya maka silakan 1:17:32 pada presiden berikut mau teruskan atau 1:17:34 mau batalkan itu urusan demokrasi enggak 1:17:37 boleh ada presiden yang memerintah 5 1:17:39 tahun lalu mengatur proyek 5 tahun ke 1:17:41 depan itu itu itu ngacau itu itu cuma 1:17:43 ada di negara komunis tuh jadi sekali 1:17:46 lagi kesempatan kita untuk membayangkan 1:17:48 demokrasi bersamaan dengan keadilan 1:17:51 sosial itu sudah enggak ada Nah sekarang 1:17:53 kita lihat misalnya apa yang sedang 1:17:55 dilakukan tuh musyawarah rakyat di 1:17:56 mana-mana mulai mulai disebar-sebarkan 1:17:59 padahal presiden bilang bahwa agenda 1:18:02 kita adalah pemilihan 2024 itu enggak 1:18:05 ada tuh enggak ada persiapan untuk 1:18:07 Pemilu 2024 KPU sekarang itu menggaji 1:18:10 dirinya hanya dengan anggaran rutin 1:18:12 sebagai lembaga bukan anggaran untuk 1:18:14 mempersiapkan Pemilu jadi sekali lagi 1:18:17 kekacauan ini disebabkan oleh ambisi 1:18:19 dari seseorang yang tidak Ee tidak tidak 1:18:23 paham tentang arah konstitusi itu tidak 1:18:25 paham tentang sejarah perjuangan bangsa 1:18:28 ini jadi kalau kita lanjutkan misalnya 1:18:31 ya dia enggak peduli bahwa subsidi cabut 1:18:34 itu artinya Inflasi artinya nilai 1:18:36 pensiun seseorang itu hilang tabungan 1:18:39 juga enggak ada nilainya lagi itu 1:18:41 e apa namanya trnya juga jadi semua hal 1:18:45 itu akan diambil risiko hanya demi 1:18:47 menyelamatkan reputasi dia ini ini 1:18:50 sebetulnya yang harus kita akhirnya kita 1:18:51 buka aja Oh memang Presiden Jokowi tidak 1:18:54 menginginkan ada pengganti dia yang 1:18:56 tidak direstui artinya dari sekarang dia 1:18:58 akan rancang penggantinya adalah orang 1:19:01 yang sejalan dengan keinginan dia dengan 1:19:03 kata lain arahan politik itu akan 1:19:05 membatalkan ee Pemilu itu itu aja 1:19:08 logikanya begitu aja W enggak ada 1:19:10 tanda-tanda lain 1:19:12 kok Baik terima kasih Oke ini 1:19:15 mudah-mudahan ee bisa apa ya 1:19:18 didengarlah oleh pak presiden dan EE 1:19:22 rakyat juga jadi dengar itu bukan dengan 1:19:24 kuping dengan otak n Masalahnya dia 1:19:26 punya kuping tapi enggak punya otak kan 1:19:28 itu bahayanya 1:19:29 kan ya kan dia enggak bisa proses kan 1:19:32 pembicaraan kita Iya Iya baik Terima 1:19:35 kasih Bu rokih eh sahabat-sahabat e 1:19:38 sangat menarik pembicaraan para gajah di 1:19:41 di ilt kali ini para ahli-ahli ekonom 1:19:45 dan tiba kita di akhir acara eh terkait 1:19:49 dengan tema eh APBN 3000 triliun ini dan 1:19:54 eh seperti biasa setiap narasumber kita 1:19:57 minta untuk memberikan closing ideas 1:20:00 cling closing ideas atau closing 1:20:02 statement kepada Pak mani 1:20:06 dipersilakan 3000 triliun Itu uangnya 1:20:09 rakyat yang 1:20:11 eh datang dari keringat air mata dan 1:20:14 darah dan karena 1:20:16 itu kami di DPR mesti betul-betul 1:20:20 bekerja keras mengawasi setuju sama Prof 1:20:23 Antoni dan Bang Faisal bas 1:20:26 S rupiah itu harus 1:20:30 dipertanggungjawabkan tapi itu akan 1:20:31 sulit terwujud ketika eh eh keseimbangan 1:20:36 oposisi koalisi tidak 1:20:38 ee terwujud tetapi itu bisa diwujudkan 1:20:43 dengan Koalisi bersama rakyat koalisi 1:20:46 bersama para ee pemegang etika dan 1:20:50 logika serta koalisi bersama sama hati 1:20:53 nurani dan Insyaallah Indonesia besok 1:20:56 akan selalu hadir untuk mewujudkan 1:20:59 koalisi berbasis etika dan logika serta 1:21:02 hati nurani tersebut begitu Bang 1:21:08 Hali Baik terima kasih Pak marani 1:21:11 berikutnya Bang Faisal basripilakan ya 1:21:14 jadi saya ingat eh 1:21:20 ee menjelang kejatuhan Pak Harto itu 1:21:23 pidato-pidatonya Mirip para menteri 1:21:27 mengatakan fundamental kita 1:21:29 baik P Antoni ingat barangkali ya bang 1:21:32 Roki udah apa lagiah eh fundamental baik 1:21:37 terkendali Oleh karena itu proyek-proyek 1:21:41 mercuuar itu jalan terus ya jadi ee ada 1:21:45 11 proyek Mega Project namanya ya ada 1:21:51 eh Mega projectnya hampir semua 1:21:54 eh kroni ya anak-anak Pak Harto gitu ya 1:21:59 eh eh Jadi mirip semua Nah kalau kalau 1:22:04 dulu namanya konglomerat dan kroni ya 1:22:08 kalau sekarang kan oligarki namanya saja 1:22:10 yang berbeda Nah akhirnya waktu krisis 1:22:13 semua di Jadwal ulang semua dijadwal 1:22:17 ulang nah proyek-proyek itu yang macet 1:22:21 itu sebagian punya elit-elit politik 1:22:24 sekarang 1:22:26 ini jadi itu yang terjadi di Indonesia 1:22:33 tidak berubah 1:22:36 rezimnya karena yang merusak negeri ini 1:22:38 partai golker namanya itu tidak 1:22:42 didiskualifikasi main e ikut pemilu dua 1:22:45 kali Harusnya kan ee kartu merah ya 1:22:48 kartu merah itu ee tidak boleh main dua 1:22:51 kali kan seperti n dari Liverpool itu 1:22:53 gak bisa main lawan MU 1:22:55 nanti karena apa Karena kalau dia bisa 1:22:59 main logistiknya dia yang paling 1:23:02 kuat makanya PDI Perjuangan cuma menang 1:23:05 sekali Habis reformasi setelah itu 1:23:08 pemilu golker yang 1:23:11 menang Nah jadi tidak terjadi perubahan 1:23:15 rezim Nah kan most likely kita nih 1:23:18 berubah kalau ada krisis besar Nah kalau 1:23:22 terjadi krisis besar lagi harus terjadi 1:23:25 perubahan rezim 1:23:27 itu Coba anda bayangkan luhud Panjaitan 1:23:30 kan Golkar 1:23:32 kanlangga hararto Golkar Iya kan siapa 1:23:36 lagi Pak Surya Pal ya Golkar juga dulu 1:23:39 karena kalah Pemilu dia bikin partai Pak 1:23:43 SBY dulu Golkar bikin Partai 1:23:46 Demokrat apagi yang Golkar itu Hanura ya 1:23:50 Golkar juga Indo Golkar Jadi kalau 1:23:54 gabung ini rezim orde lama menjelma eh 1:23:59 orde baru ya menjelma menjadi rezim 1:24:02 reformasi tapi kelakuannya sama Nah 1:24:05 kalau berubah Jangan 1:24:08 lagi kebodohan saya kebodohan eh Bang 1:24:12 Roki kebodohan Bang anthoni Budiawan itu 1:24:16 berulang Nah harus kita bikin nih Ee 1:24:19 kita dulu kasih C kosong aja h J waktu 1:24:22 Pak Harto Pak Harto jatuh kita sudah 1:24:24 senang kita lupa yang harus kita 1:24:27 jatuhkan bukan Pak Harto saja tapi rezim 1:24:30 Nah inilah generasi muda 1:24:34 mudah-mudahan akan muncul ya yang tidak 1:24:37 ada beban masa lalu macam-macam nah nah 1:24:41 kondisi seperti itu hanya mungkin 1:24:43 terjadi kata aen brer ya itu kalau 1:24:47 krisis besar terjadi nah bagaimana 1:24:50 krisis besar itu justru menjadi 1:24:52 pembangkit kita bukan menghilangkan 1:24:57 Indonesia ya karena bisa saja Indonesia 1:24:59 jadi hilang kan 1:25:00 eh apa karena krisis e semua ingin 1:25:04 menyelamatkan diri masing-masing saya 1:25:06 tidak berharap seperti itu tapi krisis 1:25:08 besar yang betul-betul menumbangkan 1:25:10 rezim dan memunculkan rezim baru yang 1:25:14 semangatnya baru gitu kalau rezim baru 1:25:17 isinya sambo semua ya rusak kita itu aja 1:25:21 Makasih 1:25:22 mungkin 1:25:23 e Bang Faisal biasanya ada Second Chance 1:25:27 kok jadi Bang Faisal masih ada waktu 1:25:29 untuk Second 1:25:32 Chance turun gunung lagi turun gunung 1:25:36 lagi I 1:25:39 sekarang Pak Dr persilakan eh saya ada 1:25:44 tiga hal pertama adalah ini kepada untuk 1:25:48 bisa disuarakan di dalam DPR itu 1:25:53 pembiayaan investasi 15 triliun itu 1:25:57 kalau bisa adalah dipublikasi untuk apa 1:26:01 saja 175 triliun 100 triliun kurang 1:26:05 lebih diambil dari hutang dan sekitar 72 1:26:10 triliun itu diambil 1:26:13 dari Kalau enggak salah Sil 1:26:16 Pak Nah itu jadi itu harus dilihat 175 1:26:22 itu apa gitu kan Apakah di situ ada juga 1:26:26 rencana-rencana untuk menalangi cost 1:26:29 overrun 1,9 miliar us dolar kereta cepat 1:26:33 Hm dan yang lain-lainnya itu apa apakah 1:26:36 15 triliun ini untuk 1:26:39 mengguyur ya kita punya ee BUMN BUMN 1:26:44 yang yang yang sudah sakit yang 1:26:47 kekurangan duit ya Ee dan apakah untuk 1:26:51 ee 1:26:54 eh jadi saya lihat banyak sekali juga 1:26:58 kemungkinan besar untuk 1:27:00 Ik langsung dari hutang 1:27:03 artinya bukan 1:27:08 dari saya secara 1:27:12 keseluruhan saya kok 1:27:15 hampir yakin bahwa IKN ini tidak akan 1:27:19 berjalan kapasitas kita tidak bisa 1:27:22 khususnya tahun depan di mana harga 1:27:25 komoditas akan unjlok ya Di mana kita 1:27:28 punya risiko APBN akan semakin besar 1:27:31 jadi saya mempunyai keyakinan orang kita 1:27:34 membangun kereta cepat saja 1:27:36 mundur-mundur kok ya 1:27:39 dan bisa hampir gagal juga gitu 1:27:43 Bagaimana ini IKN yang memerlukan segitu 1:27:46 uang yang begitu besar bisa berhasil 1:27:50 ini akan menjadi satu legasi yang justru 1:27:56 negatif untuk pak Jokowi kalau ini 1:27:58 sampai dipaksakan Uang sudah masuk ke 1:28:01 sana tetapi akhirnya juga akan 1:28:03 gagal yang ketiga adalah 1:28:08 bahwa ini yang disebut pencitraan 1:28:12 jadi kalau di dalam apa ee negara-negara 1:28:20 yangiter ini namanya propaganda jadi 1:28:24 semuanya informasi-informasi itu 1:28:27 ditutupi ya seolah-olah ini menjadi baik 1:28:31 Nah di sini contohnya adalah sewaktu 1:28:35 Stalin Stalin 1:28:38 dia mencoba untuk eh meningkatkan 1:28:41 ekonomi melalui mekanisme 1:28:44 eh koperatif e kopera land reform tadi 1:28:49 semuanya diambil petani-petani semu 1:28:51 semuanya dimiliki oleh negara petani 1:28:54 harus bekerja yang ada adalah 1:28:57 kelaparan-kelaparan di Uni Soviet sangat 1:29:00 besar sekali khususnya di 1:29:02 Ukraina tetapi kemudian Stalin mempunyai 1:29:07 pemikiran untuk dibalik itu untuk keluar 1:29:11 itu dianggap tidak ada Jadi tidak ada 1:29:16 krisis Jadi 1:29:18 mereka mengundang salah satu reporter 1:29:21 dari Amerika diset dulu bahwa ini adalah 1:29:25 bagus ya seperti kita lihat ya beberapa 1:29:28 ini adalah foto-foto ya di tempat sawah 1:29:32 dan sebagainya gitu nah di situ gandum 1:29:35 semuanya ada tapi itu adalah 1:29:37 diplot jadi seolah-olah kuat tidak ada 1:29:41 ekonominya bagus dan sebagainya dan 1:29:44 Stalin pada saat itu berpikiran itu satu 1:29:48 sisi untuk keluar dan Sisi di dalam 1:29:52 adalah dia berpikiran kalau rakyatnya 1:29:55 susah maka rakyatnya tidak bisa bangkit 1:29:58 orang ngurusinut aja tidak bisa maka 1:30:01 rakyat tidak bisa bangkit untuk melawan 1:30:04 dia jadi kemiskinan untuk rakyat banyak 1:30:07 itu adalah by 1:30:09 Design Nah jadi di sini jangan sampai 1:30:13 bahwa pencitraan-pencitraan ini 1:30:18 eh juga terjadi Nah di sini inilah 1:30:22 fungsi dari DPR harus memberikan 1:30:25 informasi sejelas-jelasnya maksudnya Apa 1:30:28 yang tadi saya bilang bahwa salah satu 1:30:29 pencitraan itu Misalkan subsidi BBM 1:30:32 adalah 1:30:34 5 triliun ini kan DPR harus bersuara 1:30:38 saya menanyakan menulis secara itu di 1:30:40 media Apa benar r502 triliun Tolong 1:30:43 dijelaskan kalau r502 triliun nah ini 1:30:46 tidak ada itu sangat terbuka gitu Nah 1:30:50 itu itu seperti begitu Apakah 1:30:52 pertumbuhan benar-benar 5,4% saya 1:30:54 mempertanyakan itu saya mengatakan 1:30:56 deflatornya enggak segitu Jadi kalau itu 1:30:59 dimainkan jadi memainkan dan sudah 1:31:02 banyak sekali kita lihat di mana-manap 1:31:04 pun even di Amerika itu adalah how to 1:31:08 with economy with statistic jadi sangat 1:31:11 gampang sekali untuk dengan deflator itu 1:31:13 gitu Jadi saya mempertanyakan dari 1:31:16 deflator itu karena apa Karena fakta 1:31:20 bahwa pertumbuhan 1:31:22 4% itu adalah bertolak belakang dengan 1:31:27 kehidupan masyarakat 1:31:29 sekitar 150 juta orang atau bahkan 200 1:31:33 juta orang mereka mengalami sangat 1:31:37 kesusahan nah saya rasa begitu Terima 1:31:40 kasih baik terima kasih eh Dr tadi 1:31:45 beberapa catatannya nitip ke Pak tolong 1:31:48 disuarakan Pak dan bisa 1:31:50 diselidiki 1:31:53 eh dan sekarang not 1:31:58 bu 1:31:59 ya akhirnya kita MTI persiapkan sesuatu 1:32:04 untuk mengambil alih isu ini jadi 1:32:07 sesuatu itu adalah aktivitas politik 1:32:09 pada akhirnya diaesan dengan aktivitas 1:32:11 politik karena gak ada lagi jalan keluar 1:32:14 tu orang menganggap ya kalau bisa 1:32:17 Ngapain jadi industrialis kalau bisa 1:32:20 dapat keuntungan dari rentai buat apa 1:32:23 itu dan orang menganggap bahwa keadaan 1:32:26 ini terjadi karena kepemimpinan yang 1:32:28 yang buruk dan e tidak punya visi 1:32:31 sebetulnya tuh sekarang kita masuk dalam 1:32:33 kecemasan Global yang saya baca report 1:32:36 terakhir 1:32:37 dari dari lembaga perburuan PBB bahwa 1:32:41 ada kira-kira 7080 juta Pemuda antara 1:32:46 usia 15 sampai 24% akan e tidak punya 1:32:50 pekerjaan setelah covid selesai bahkan 1:32:52 dibikin proyek seperti itu Indonesia ada 1:32:54 di bagian paling rentan di situ Jadi apa 1:32:56 yang kita sebut sebagai bonus demografi 1:32:58 yang diucapkan dan pidato macam-macam 1:33:01 itu jadi bonus yang negatif aja nanti 1:33:04 itu karena dari awal kita enggak punya 1:33:06 SDM yang kuat dan kita hanya dihipnotis 1:33:08 dengan seolah-olah begitu ibuota baru 1:33:11 selesai maka ramai-ramai investasi masuk 1:33:13 ke situ lalu trickle down terjadi tuh 1:33:16 kalau kita tanya seperti apa sih e ibu 1:33:18 kota itu tuh bayangannya apa Oh itu itu 1:33:21 itu jadi semacam Surga Di mana itu Di 1:33:24 digambarkan sebagai surga di laptop 1:33:26 Presiden Cuma dalam laptop presiden kita 1:33:28 bisa membayangkan Ibu kota itu dan 1:33:31 ekonomi sekarang 1:33:32 seolah ya tergantung pada hasil e hasil 1:33:36 eh diplomasi ekonomi dari Pak luhud 1:33:39 sebagai Menteri investasi dan mungkin 1:33:42 satu waktu akan ada orang yang nulis 1:33:43 buku we are all luhutian jadi hal-hal 1:33:48 yang semacam ini yang kita bayangkan 1:33:50 sebagai paradoks bahwa bahwa kita 1:33:52 diminta oleh konstitusi untuk presiden 1:33:55 bukan kita presiden diminta oleh 1:33:57 konstitusi ditugaskan konstitusi untuk 1:33:59 mencerdaskan kehidupan bangsa dan 1:34:01 memelihara orang miskin dan dua-dua itu 1:34:03 yang tidak D lakukan hari ini jadi kalau 1:34:05 kita bilang ada cost of run untuk soal 1:34:08 kereta cepat juga ada cost of Stupidity 1:34:10 karena kita memiliik seseorang yang 1:34:11 tidak punya kemampuan berpikir jadi 1:34:14 sekali lagi itu soalnya dan EE betul 1:34:17 tadi di era Stalin manipulasi 1:34:20 berlangsung di depan mata itu dan saya 1:34:22 ingat juga ketika di era Stalin eh 1:34:25 Polandia di diokupasi oleh Stalin lalu 1:34:30 Stalin perintahkan eh di Polandia itu 1:34:33 dibangun Jalan bukan kereta api di atas 1:34:36 tanah tapi Subway dan suatu waktu 1:34:39 insyur-insinyur Polandia melapor pada 1:34:41 Stalin bahwa enggak bisa dibangun karena 1:34:44 struktur tanah pollandia itu batu semua 1:34:46 dibawa lalu Stalin bilang itu batu-batu 1:34:49 sudah anti revolusi itu anti perjuangan 1:34:51 kelas tuh jadi sampai di situ kekacauan 1:34:54 dari seseorang yang punya Ambisi itu nah 1:34:57 kita ingin lihat sebetulnya hal yang 1:34:58 sama pasti akan dilakukan oleh Pak 1:35:00 Jokowi bahwa mereka yang anti IKN itu 1:35:03 anti revolusi mental kira-kira begitu 1:35:05 tuh dan dalam keadaan itu kita tahu 1:35:07 bahwa memimpin itu harus ada hubungan 1:35:10 antara otak dan batin nah dua-duanya itu 1:35:12 yang kita perlukan ke depan Terima kasih 1:35:14 asalamualaikum warahmatullahi 1:35:15 wabarakatuh Waalaikumsalam 1:35:18 warahmatullaham terima kasih eh dan 1:35:21 seluruh narasumber Bang PES Basri Bang 1:35:24 Dr Antoni Budiawan dan Pak marani 1:35:26 liserah eh semua pembicaraan kita malam 1:35:29 ini ee Sebenarnya sebuah pembicaraan 1:35:32 fundamental yang mendasar yang 1:35:34 seandainya para pemimpin di negeri ini 1:35:36 mengambil kebijakan yang memang 1:35:38 berorientasi kepada nilai-nilai 1:35:40 kebenaran akal sehat moral etik dan eh 1:35:44 Pro keadilan sosial E APBN yang 3000 1:35:49 triliun ini mungkin nasib negara kita 1:35:52 bisa seperti tadi Bang menggambarkan 1:35:54 bagaimana Korea Selatan bisa tumbuh 1:35:57 melaju sangat kencang berapa tahun 1:35:59 kemarin dan saat ini sudah masuk P 1:36:01 negara maju sementara Indonesia saat ini 1:36:04 malah turun kelas menjadi negara 1:36:05 menengah e kebawah nah semoga didengar 1:36:09 oleh para pengambil kebijakan semoga 1:36:11 didengar oleh para anak-anak muda juga 1:36:13 tadi Bang Faisal Basri menitip kepada 1:36:15 anakanak muda yuk kita dorong perubahan 1:36:20 bagi negeri ini karena kalau tidak ada 1:36:23 penyikapan serius untuk memperbaiki 1:36:25 negeri ini e kita hanya akan 1:36:27 terus negara kita akan terus turun kelas 1:36:31 dari waktu ke waktu dan yang akan 1:36:33 membuat menjadi sengsara adalah anak 1:36:36 anak cucu kita k Terima kasih sampai 1:36:39 ketemu pada acara Ind pekan depan 1:36:41 Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh 1:36:44 [Musik] 1:36:50 waalaikumsam