Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 ullahi wabarakatuh 0:03 [Musik] 0:08 Waalaikumsalam 0:13 [Musik] 0:22 auzubillahiminasyaitanirraim 0:26 [Musik] 0:28 Bismillahirrahmanirrahim 0:39 Ya 0:42 ayyuhalladzina 0:46 amanuainu 0:47 bisabri 0:52 was 0:56 inallaha 0:57 [Musik] 0:58 maasirin 1:04 Wal 1:05 tak 1:07 Li yuqtalu Fi 1:12 sabilillahi 1:14 [Musik] 1:16 amwat bal 1:22 ahyaau 1:24 Wakin 1:28 tasurun 1:31 W 1:32 [Musik] 1:34 nabluwannakum 1:36 bisyaaiim Minal khaufi wal Jui wa 1:42 naqsim Minal 1:45 amwali wal 1:47 anfusi 1:52 watsamarat 1:54 wasyir 1:58 Shirin 2:01 [Musik] 2:04 alladzina 2:06 idza 2:10 asabathum 2:13 musibah 2:17 qalu 2:19 Inna 2:21 lillahi wa 2:25 inna ilaihi 2:28 roiun 2:31 [Musik] 2:37 ulaikaaiim 2:40 shawatum Mir 2:42 rabbihim 2:45 warahmah wa 2:48 ulaika humul 2:58 muhtadunqallah 3:03 wasalamualaikum warahmatullahi 3:09 wabarakatuh asalamualaikum 3:11 warahmatullahi wabarakatuh Eh selamat 3:14 malam dan salam sejahtera untuk para 3:17 sahabat Leaders dan Leaders dan calon 3:19 readers di seluruh Indonesia kita 3:22 kembali pada malam ini Indonesia leader 3:25 yang acaranya Insyaallah diadakan setiap 3:28 Jumat malam jam 20 sampai 22 dan tema 3:32 Indonesia leader talk pada malam ini 3:34 tentang milenial dan pahlawan kita nah 3:38 Alhamdulillah pada malam ini ee telah 3:41 hadir dan Insyaallah akan membersamai 3:43 kita empat narasumber kita yang yang 3:47 sangat menarik dan hebat-hebat 3:49 Insyaallah bisa memberikan cerahan 3:52 kepada kita terkait dengan bagaimana 3:56 masa depan Indonesia di masa kini dan 3:58 masa depan di tangan anak muda para 4:00 pemuda kita dan calon-calon pahlawan 4:02 kita di masa depan malam ini telah hadir 4:05 ee pembicara kita yang dan tua rumah 4:08 kita pak Mardani Asalamualaikum Pak 4:11 mardaniumsalam warahmatullahi 4:12 wabarakatuh bang haldi salam semua 4:15 ya salam salam dari Medan 4:19 Pak ya mudah-mudahan bisok ketemu di 4:22 Medan nah 4:24 eh ya malam ini mudah-mudahan Pak marani 4:27 Eh bisa memberikan eh paparan dan 4:30 pandangan ya terkait dengan Bagaimana 4:32 peran pemuda dan harapan terkait dengan 4:35 eh Pemuda kita di masa depan kemudian 4:38 pembacara kedua sudah 4:41 hadir bersama kita pak saididu 4:43 Asalamualaikum 4:46 pakidu itu diunmute pak bisa 4:51 diunmute Waalaikumsalam warahmatullahi 4:53 wabarakatuh Selamat 4:56 malam ini yang kita tunggu tunggu 5:00 akhirnya bisa hadir di indider Stol luar 5:03 biasa luar biasa pak tarung tarung iya 5:07 mudah-mudahan pak saididu bisa 5:10 memberikan motivasi eh dan harapan bagi 5:14 kepada para pemuda kita seluruh 5:15 Indonesia yang sekarang sedang 5:17 menyaksikan ya Ee agar bisa menjadi 5:20 petarung pahlawan dalam rangka untuk 5:23 membela 5:24 keadilan luar biasa dan juga nanti akan 5:27 menyusul bersama kita eh Dr Gamal albin 5:31 Said ya beliau mungkin masih di jalan 5:33 mudah-mudahan segera menyusul dan juga 5:36 eh pembicara tetap kita juga bersama Pak 5:39 Mardani adalah Pak Bang Roki Gerung juga 5:42 nanti Insyaallah eh Om Roki Gerung juga 5:45 akan segera menyusul kita baik E dan 5:49 juga saya ingin menyapa para rekan-rekan 5:52 media e wartawan yang juga senantiasa 5:55 Setia bergabung Meliput acara ini eeud 5:59 m-mudahan bisa memberikan ee pencerahan 6:02 dan pendidikan politik bagi seluruh 6:05 masyarakat Indonesia dan juga seluruh 6:07 sahabat-sahabat yang sudah bergabung 6:09 melalui Zoom kemudian melalui eh channel 6:13 YouTube eh dan juga Facebook acara ini 6:16 disiarkan secara live streaming juga di 6:19 youtube-nya Mardani alera juga YouTube e 6:23 PKSS TV dan juga YouTube eh rasil TV dan 6:27 juga di channel Facebook Eh Pak Partai 6:29 Keadilan Sejahtera untuk eh channel 6:32 Facebook bapak Marela lagi ada gangguan 6:35 teknis jadi eh rekan-rekan yang ingin 6:37 menyaksikan lewat Facebook bisa 6:39 menyaksikan di channel Facebook e partai 6:42 kadan Sejahtera baik eh sebelum masuki 6:45 pakardani eh sedikit eh Saya ingin 6:49 memberikan pengantar pada acara ini Eh 6:52 sahabat-sahabat sekalian eh dalam 6:54 beberapa hari ini dan kita ee ada dua 6:58 hari besar yang yang sudah menyertai 7:00 kita yang pertama hari Sumpah Pemuda ya 7:03 28 Oktober kemarin kemudian 7:06 ee yang sekarang adalah eh hari pahlawan 7:10 nantinya ya tanggal 10 November yang 7:12 juga nanti akan menyambut kita nah 7:15 antara Pemuda dan pahlawan ini ee 7:18 memiliki ee kaitan erat dari sejarah 7:21 berdirinya bangsa kita bagaimana ee 7:24 dalam Milestone seluruh perjuangan 7:26 bangsa kita baik ketika perang 7:28 kemerdekaan pada saat kemerdekaan juga 7:30 pasca kemerdekaan hingga masa reformasi 7:34 selalu anak-anak muda yang memiliki 7:37 peran dalamnya untuk melakukan perubahan 7:40 dan perjuangan gitu ya dan EE 7:43 mudah-mudahan Semangat perjuangan dan 7:45 perubahan yang senantiasa digaungkan 7:47 oleh para pemuda sebagai Agent of Change 7:50 agen perubahan dan para penjaga nilai 7:53 kita guardianue ini bisa senantiasa bisa 7:56 kita ee gaungkan dan kita turunkan 7:59 motivasi dan pewarisan ini kepada 8:01 generasi muda kita terus di masa depan 8:04 baik untuk kesempatan pertama saya 8:06 berikan kepada Pak Mar Al untuk berikan 8:09 pengantar dan juga paparannya terkait 8:11 dengan Pemuda dan pahlawan kita pakani 8:16 dipilakanihang izin pakid saya pengantar 8:20 dulu nanti isinya 8:22 Pak barengal 8:24 dan 8:26 bismillahirahirahamualikum 8:27 warahmatullahi wabarakatuh 8:31 Selamat malam dan salam sejahtera untuk 8:33 kita semua Bismillah Alhamdulillah 8:35 wasalatu wasalamu ala rasulillah 8:37 Muhammad Ibni Abdillah waa 8:39 alihiohbih W tabi W wata illa Billah 8:43 Amma ba 8:44 eh rekan Leaders yang saya banggakan 8:50 Eh kalau melihat tema ada 8:54 eh harapan dan optimisme ya karena kita 8:58 punya bonus demografi ya kita punya 9:02 angkatan kerja terbesar dalam sejarah ya 9:06 kita punya peluang untuk menjadi bangsa 9:08 yang besar karena tidak semua negara 9:11 punya 9:13 eh kartu TR bonus demografi tetapi 9:17 Ketika kita melihat realita eh oligarki 9:21 yang selama ini kita bahas ya Eh ada 9:24 yang lucu pak mungkin e sangat mendalami 9:28 bagaimana 9:30 eh undang-undang omnibus Law walaupun 9:33 sudah melalui proses gitu loh kami 9:35 termasuk yang tegas menolak tetapi 9:37 karena maksa hasilnya sangat jauh dari 9:41 standarstandar eh pruden gu L belum lagi 9:45 komen dari satu petinggi ya atau 9:48 pemimpin yang eh Que and unque menantang 9:51 milenial ya kalau buat saya jangan baper 9:54 buat milenial eh biasa kok diken segala 9:57 macam e buktikan dengan eh prestasi 10:00 prestasi prestasi jadi di pengantar ini 10:03 Bang haldi saya sampaikan tiga hal ya 10:05 tiga hal yang eh ingin saya angkat Yang 10:09 Pertama 10:10 eh setiap bangsa yang besar dia selalu 10:15 memberikan perhatian kepada Bagaimana 10:17 penyiapan generasi masa depan yang lebih 10:20 baik karena semua tantangan itu 10:23 Eh marhalijal ya setiap tahapan setiap 10:28 zaman itu punya ee orangnya ya punya 10:33 ee para 10:35 pahlawannya dan kita tidak bisa 10:37 memprediksi apa yang terjadi jangankan 10:41 ee 50 tahun ke depan mungkin bahasanya 10:46 Noval yuval nuahariri ya dalam 10:50 homodeus kalau dulu 10:52 eh 100 tahun satu penemuan kalau 10:55 sekarang 1 tahun bisa 100 penemuan ya 10:59 dan Eh bagaimana the world is flat 11:02 penemuan itu tidak melulu di us bahkan 11:05 us sekarang menjadi contoh Bagaimana 11:07 penanganan buruk e terhadap pandemi 11:09 bukan cuma pandemi ya Amerika hampir 11:12 mirip Kian mirip Indonesia ya dalam 11:15 presidenial electionnya gitu l nah eh 11:20 tapi negara Finlandia yang kecil di 11:22 utara 11:24 negara New Zealand yang kecil di Selatan 11:27 atau Singapura kota C dengan pendekatan 11:32 yang tepat ternyata bisa menjadi raksasa 11:35 dalam pengaruh gitu nah 11:38 sehingga langkah pertama pandangan saya 11:41 negara yang besar betul-betul memiliki 11:44 roadap memiliki political will memiliki 11:48 program memiliki anggaran memiliki 11:50 pasukan yang menyiapkan generasi masa 11:53 depan 11:54 ya saya 11:57 sering kita tidak dapat menemukan pulau 12:00 yang baru dengan peta yang lama 12:04 Eh 12:06 betul-betul kerangka berpikir kita harus 12:10 long term betul-betul kita bisa membuat 12:13 kebijakan yang sakit di masa sekarang 12:16 tapi 12:17 sebetulnya banyak memberikan kebaikan 12:19 pada masa yang datang tapi dalam 12:21 perspektif yang berbeda ya kalau omnibus 12:24 menggunakan kalimat ini menurut saya tuh 12:25 tidak tepat itu yang pertama Bang haldi 12:28 betul-betul kita bisa melihat 12:30 eh 12:32 Siapakah para pimpinan baik level Pusat 12:36 Provinsi kabupatin kota yang punya visi 12:38 yang jelas dalam membangun Generasi masa 12:41 depan yang lebih baik tentu tadi ya ada 12:44 roadap yang jelas yang disampaikan 12:46 dengan lugas ya Ada 12:48 politicalnya ada anggaran ada programnya 12:51 ada anggaran ada pasukan poin kedua 12:54 tidak ada perubahan fundamental kecuali 12:57 melalui pendidikanendikan pendidikan Nah 12:59 karena itu sebetulnya ketika ee Mas 13:02 menteri ya Nadim ini diangkat ada 13:04 eeporia ya what saya itu bagus ya tetapi 13:08 eh quote and unquote Nadim perlu 13:11 betul-betul day to day daily eh 13:15 activity-nya hadir ya bukan sekedar 13:17 jargon eh eh eh eh Merdeka belajar atau 13:22 kampus Merdeka tetapi betul-betul mampu 13:25 membuat gelombang besar yang melibatkan 13:28 seluruh stakeholders untuk memperbaiki 13:30 pendidikan walaupun tetap saya apresiasi 13:33 ketika Nadim dengan timnya mampu 13:36 mensimplifikasi ya target pendidikan 13:38 kita menjadi literasi numerasi dan 13:41 karakter satu pendekatan yang sederhana 13:44 tapi sebetulnya kokoh nah ini harusnya 13:46 dilanjutkan dengan pendetailan saya 13:48 tunggu Eh lebih lanjutnya karena eh eh 13:52 guru dan kurikulum belum kelihatan e 13:55 lompatan besarnya kalau kita melihat 13:57 sebetulnya eh Merdeka belajar gitu loh 14:01 ee eh sekolah Merdeka yb Wangun Wijaya 14:05 jauhjuh hari sudah memberikan banyak 14:08 sekali kajian tentang ini tapi kita 14:10 betul-betul harus mencari menteri 14:13 pendidikan ataupun pegiat pendidikan 14:16 ataupun kelompok relaan pendidikan yang 14:18 betul-betul bekerja keras kalau di 14:20 beberapa pikiran 14:21 eh eh 200 tahun kurikulum kalau di kita 14:27 mungkin 75 tahun kurikulum hampir tidak 14:29 banyak perubahan Padahal kalau kita 14:32 investasi terbaik adalah human 14:33 development eh investasi investasi human 14:36 development dan ini pendidikan 14:38 pendidikan pendidikan terakhir Bang 14:40 haldi yang saya ingin 14:42 angkat buat milenial eh tidak ada 14:45 hambatan apapun benar ada oligarki di 14:47 politik tapi di bisnis bisa start up 14:50 bisa jalan benar ada oligarki di 14:52 olahraga ya saya dapat cerita tentang 14:55 bagaimana eh eh unit-unit olahraga ini 14:58 banyak dalam tanda kutip tidak dinikmati 15:01 dulu kita dengan mas Kurniawan Dwi 15:04 Yulianto bagus sekali membahas tentang 15:06 PSSI baru-baru ini eh Kemarin ada 15:09 tentang PBSI yang mestinya ini salah 15:11 satu olahraga ataupun jenis olahraga 15:15 favorit Indonesia karena prestasi kita 15:16 di bulutangkis itu luar biasa tetapi 15:19 kita bisa melihat betapa ada banyak 15:21 catatan Dan ini semua memberikan 15:24 ekosistem yang harus membuat milenial 15:27 keluar dari zona nyaman nya membuat 15:29 milenial sejak awal harus mampu membuat 15:31 road map dirinya keluar Saya melihat 15:35 ee eh ketika kampus kita mungkin eh 15:39 memisahkan antara eh political exercise 15:43 dengan Academic exercise sebetulnya kita 15:45 sedang mengubur masa depan generasi muda 15:48 kita ketika kita 15:50 membedakan antara aktivitas akademis 15:53 dengan aktivitas sosial sebetulnya kita 15:55 sedang menyiapkan generasi yang lemah di 15:57 masa depan karena kar menghadapi 15:59 tantangan ke depan yang luar biasa kita 16:01 memerlukan milenial yang bukan cuma kuat 16:04 secara intelektual kuat secara spiritual 16:08 kuat secara profesional tapi juga yang 16:11 utama kuat secara visional sehingga 16:13 betulbetul dia bisa mampu mewujudkan 16:16 step by step perbaikannya untuk ke depan 16:19 milenial punya ruang yang sangat luas 16:22 tetapi tantangannya tidak mudah 16:25 harus dan semuagant kepada ya Karena 16:29 bagind nabi lagi-lagi 16:32 mengingatkan Mulailah dari diri sendiri 16:34 Indonesi leader bagian dari upaya kita 16:37 menyiapkan Generasi masa depan milenial 16:40 yang lebih kokoh walaupun saya ingin 16:42 garis bawahi 16:44 eh dari tahun 16:48 70-an riset di bidang kedokteran bukan 16:51 lagi untuk mengobati penyakit tetapi 16:55 untuk memperpanjang usia ya untuk 16:59 longetivity tetapi saat yang sama live 17:02 longer tapi live healthier gitu loh 17:05 hidup lama makanya PBB pun merevisi eh 17:08 eh definisi eh angkatan kerjanya atau 17:12 definisi usia muda sampai umur 65 ya 17:14 sehingga milenial dengan mereka yang 17:17 sudah umur 40 50 60 semuanya punya 17:20 kesempatan terbuka ya karena lagi-lagi 17:23 setiap orang punya metime ya Eh Obama eh 17:27 umur 40 4 sudah jadi presiden tambah 8 17:31 tahun ee 52 53 atau 55 Sudah pensiun Ya 17:36 sementara Joe biden umur 77 ataupun 17:40 kemarin eh Trump eh eh enggak ada 17:44 masalah semuanya bisa bekerja semuanya 17:47 bisa bergerak dan eh kata kuncinya 17:50 adalah kita mengubah diri kita sendiri 17:52 begitu bangdi sebagai pengantar terima 17:55 kasih ya terima kasih p pakani sebagai 18:00 eh pimpinan di PKS sebagai Ketua DPP PKS 18:04 eh dan juga anggotan DPR ini bagaimana 18:08 melihat e saat ini peran para pemuda 18:12 kita di politik dan juga di 18:15 momen-momen krisis dan strategis dari 18:19 negara kita karena eh secara umum eh 18:23 kita melihat belum terlalu banyak ya 18:25 tokoh-tokoh pemuda yang muncul mungkin 18:26 salah satu hal yang sedikit nanti ada eh 18:29 Dr Gamal yang perwakilan Pemuda tetapi 18:32 secara umum ee panggung politik dan juga 18:35 panggung kepemimpinan di Indonesia eh 18:38 masih domain eh yang lebih tuaah gitu 18:44 dan tapi di sisi lain ada sedikit isu 18:46 menarik ini di mana Pak Jokowi ini 18:49 memajukan anak muda tetapi anak dan 18:52 mantu beliau sendiri ya Gibran dan bobi 18:55 di Solo dan Medan gitu nah Eh bagaimana 18:59 sebenarnya secara eh helolikopter view 19:02 secara kebijakan ini 19:04 eh negara kita agar para pemuda ini bisa 19:09 menjadi tokoh perubahan ya pimpinan di 19:12 bangsa kita tetapi dengan kapasitas dan 19:14 pengalaman yang baik juga karena 19:16 kepemimpinan tanpa kapasitas dan 19:18 pengalaman ini khawatir eh apa namanya 19:22 ketika menjadi pemimpinnya juga tidak 19:25 bisa berkinerja dengan baik Bagaimana 19:26 pak melihat ini 19:31 maaf Pak tadi pak ada 19:34 menyebutilan politik kita yang tidak 19:37 memberikan kontestasi yang fair ya 19:41 adanya presidenial 19:43 th syarat minimal Pilkada yang keduanya 19:46 ini merusak merit system ya di Pilkada 19:51 dengan 20% syarat itu 67% kepala daerah 19:56 pecah kongsi dengan wakil kepala daerah 20:00 di Pilpres dua Pilpres terakhir ini 20:03 membelah bangsa jangan salahkan 20:05 pembelahan tapi sistemnya memang dengan 20:07 dua pasang calon ini isu besarnya isu 20:09 identitas coba buat thhold-nya 5 sampai 20:13 10% kalau Bung Roki kan 0% ya Monggo 0 20:17 juga oke gitu maka kita akan mendapatkan 20:20 sebuah kontestasi yang sehat sebuah 20:24 eksperimen yang 20:25 sehat sebuah peluang Bagaimana demokrasi 20:29 kita bisa memperbaiki kualitas 20:31 kesejahteraan masyarakat karena hasil 20:34 survei atau analisisnya CSS dari 95 20:37 sampai 20:38 2017 Freedom index kita membaik walaupun 20:41 tidak melompat membaik tapi human 20:43 development indek itu tidak membaik 20:45 jalan di tempat artinya demokrasi kita 20:48 belum memberikan hasil sebagaimana 20:51 harapan dari konstitusi memajukan eh 20:53 kesejahteraan umum dan mencerdaskan 20:55 kehidupan bangsa sehingga reformasi di 20:58 bidang politik pandangan saya apalagi 21:01 bebacis ya 21:03 Eh institusi perbaikan sistem politik 21:07 akan melahirkan institusi yang bersih 21:09 ini 21:10 menentukan semua sekarang ini dikuasai 21:13 oligargi karena ada kekuatan besar yang 21:16 memang mendomplengi sistem politik yang 21:19 kelam yang gelap yang tidak kompetitif 21:22 yang tidak demokratis karena itu pesan 21:25 saya satu angry and ya tapi terlibat Ayo 21:29 perbaikiah dan tidak perlu Marahnya itu 21:32 dengan bakar eh halte itu oknum dan eh 21:37 Nana sudah membuat dokumentasi yang 21:39 sangat menarik ayo jangan diam speak up 21:43 bergerak dan berkarya 21:45 begitu ya terima kasih Pak Mardani atas 21:49 e 21:51 pat pandangannya dan yang sekarang Eh 21:55 Alhamdulillah Om Roki sudah bergabung 21:57 selamat malam Om rokiung ya akhirnya 22:00 bisa bergabang w kok enggak pakai peci 22:03 lagi nih peci lagi Om 22:05 Roki peci Saya lagi dipinjam Habib risik 22:12 Oh baik eh nanti Om rokih eh seperti 22:16 biasa senantiasa sesi-sesi Pamungkas di 22:19 tahap akhir sekarang kita masuk ke Pak 22:21 sayidu dulu pak 22:25 sayidu ya bisa di-unmute lagi Pak 22:30 Oke 22:32 selamat selamat malam Pak saya Tid Ni Om 22:35 Roki sudah bergabung sebagai sama 22:37 pejuang 22:39 MSD MSD iya ya 22:44 Pak 22:46 iamam tadi Pak marani sudah memberikan 22:49 pengantar ya bagaimana ee peran dan 22:52 harapan terkait dengan pemuda di masa 22:54 kini dan masa depan dan juga ee sekarang 22:57 mungkin Pak bisa memberikan ee pemikiran 23:01 paparan juga terkait dengan bagaimana ee 23:04 peran milenials pemuda dan juga para 23:08 mantan Pemuda juga ya 23:10 mungkin dalam perubahan setiap perubahan 23:13 dan perjuangan di negara kita yang juga 23:15 sekarang pakidu juga sedang melakukannya 23:18 secara konsisten ya Eh dalam mengawal 23:22 segala e perubahan di negara kita kepada 23:26 pakpilakan Terima kasih asalamualaikum 23:30 warahmatullahi 23:31 wabarakatuh Waalaikumsalam 23:34 warahmatullahi wabarakatuh Suatu 23:37 kehormatan 23:38 diajak bicara di forum ini saya sudah 23:42 lama nunggu-nunggu kapan Pak 23:45 Mardani pikiran saya Pak mani keren 23:48 keren pikiran saya Pak Mardani takut 23:51 takut di diciduk juga forum ini 23:55 gitu lanjut terus 23:59 saya mengawali ee pernyataan 24:03 saya di ee forum yang terhormat ini 24:07 ee kepada generasi 24:10 muda saya nyatakan para 24:13 milenial Jadilah orang sukses bukan 24:17 sekedar Tim 24:21 Sukses Jadilah 24:24 pahlawan bukan Bangga Jadi relawan 24:34 itu E itu yang saya hindari dari dulu 24:38 karena jauh lebih mulia jadi sukses 24:41 setengah daripada Tim Sukses 24:45 sat ja lebih mudah pahlawan bobot 0,1 24:49 daripada 24:51 relawan bobot 1,0 untuk mendapatkan 24:56 komisaris eh itu pesan saya problemnya 25:01 mencapai sukses dan menjadi pahlawan 25:04 memang seperti dikatakan Pak Mardani 25:06 tadi ini sedang terjadi oligarki dan 25:10 dinasti itulah musuh 25:14 utama yang menyebabkan tidak terjadinya 25:17 persaingan 25:19 sehat di dalam menuju karir Pemuda ya 25:23 ini saya pikir sudah terjadi mulai dari 25:26 pusat sampai tingkat desa jadi tantangan 25:30 utama yang dihadapi adalah 25:32 menyingkirkan barier untuk menuju sukses 25:36 dan menjadi pahlawan itu dulu yang kita 25:39 harus singkirkan Ken saya katakan Saya 25:44 ini orang yang berangkat dari bawah 25:47 bukan anak 25:48 siapa-siapa saya baru pakai sepatu sejak 25:52 setelah 25:53 SMP Kerjaan saya ngambil kayu bakar daun 25:57 jati Gembala Sapi tapi karena kendala 26:00 oligarki dan dinasti saat itu saya bisa 26:05 Melakukan lompatan vertikal lewat 26:09 pendidikanpendidikan dan pendidikan 26:11 dengan persaingan sehat dan saya melihat 26:16 Nah teman-teman milenial sekarang kalau 26:19 kondisi 26:20 eh politik seperti sekarang saya katakan 26:24 bisa-bisa kita mendapatkan bonus 26:27 demograf yang 26:31 frustrasi bonus demokrasi yang frustrasi 26:35 Karena pada saat oligarki dan dinasti 26:38 terjadi maka yang tersingkir adalah 26:41 orang-orang pintar dan berintegritas itu 26:44 yang 26:45 disingkirkan Nah akhirnya orang Saya 26:49 baru pulang kampung ketemu anak-anak 26:51 muda apa pernyataan 26:55 Mereka banyak sekali anak muda sudah 26:57 tidak mau 26:59 sekolah untuk apa katanya sekolah yang 27:02 bisa jadi adalah ponakannya pejabat a 27:05 anaknya ini yang bisa menjadi masuk 27:07 peguai negeri masuk ke mana itu adalah 27:09 lewat nepotisme yang sangat nyata sampai 27:12 ke desa-desa ini musuh utama menurut 27:15 saya milenial sekarang Nah akhirnya 27:18 mereka lebih lebih ini adalah udah 27:21 ujungnya adalah mungkin kalau ini 27:24 dilanjutkan terus Pak marani maka 27:28 Institut Universitas bubar dan hanya 27:30 satu universitas yang maju adalah 27:33 universitas penjilatan 27:36 nasional orang hanya menjilat menjilat 27:39 men mendapatkan karir ini menurut saya 27:42 harus kita buka ke publik dan saya 27:43 berani menyatakan demikian itu boleh 27:46 mereka membantah tapi itu faktanya 27:48 demikian nah saya ingin mencoba lima hal 27:53 yang saya inginan kepada milenial apa 27:56 sih warisan yang anda terima nanti dari 27:59 kami-kami ini kondisi persaingan seperti 28:02 apa yang akan anda hadapi dan posisi 28:05 yang positioning milenial sekarang 28:08 seperti apa yang sebaiknya dilakukan dan 28:11 apa yang harus dipersiapkan dan karir 28:14 seperti apa yang Anda harus eh eh apa 28:18 namanya kejar untuk kehidupan Anda eh 28:22 saya bisa cerita begini karena saya 28:24 katakan tadi saya mungkin masih milenial 28:27 saat itu Saya umur 23 tahun sudah pimpro 28:30 30 juta dolar Wow 23 tahun saya 27 tahun 28:36 28 tahun sudah penulis garis-garis besar 28:39 haluan negara GBHN Diwan 28:42 hanangkamnas itu saya pikir masih 28:44 milenial saya tuh masih milenial jadi e 28:47 Nah kalau milenial 28:50 sayaon 2 itu umur 30 tahun jadi 28:54 Eh maksud saya bukan membanggakan diri 28:57 bahwa persaingan saat itu itu terjadi 29:00 dengan baik sehingga orang orang yang 29:03 punya profesi dan pintar dan 29:06 berintegritas itu dipilih Sekarang semua 29:08 tersingkir dalam banyak hal kita 29:11 Lihatlah di BUMN tidak ada lagi 29:13 pertimbangan profesional untuk 29:15 memasukkan orang-orang ke dalam Nah itu 29:18 tantangan berat eh milenial warisan 29:21 warisan yang sedang terjadi kalau tidak 29:24 diperbaiki dari segi ekonomi saya 29:26 katakan 29:28 dengan utang sudah kira-kira akan 2021 29:31 akan 7000 triliun lebih itu dibutuhkan 29:35 dengan potensi pendapatan yang saya 29:37 hitung hanya sekitar itu lambat sekali 29:41 tumbuhnya maka menyelesaikan utang itu 29:44 kira-kira butuh 202 tahun kalau tidak 29:47 ditambah secara drastis lagi oleh 29:50 pemerintahan sebelumnya karena 29:51 pemerintahan ini menambah utang utang 29:54 yang diterima oleh pemerintahan ini 29:56 sekitar R triliun sekarang sudah 6.000 29:59 triliun dan mungkin kira-kira du tahun 30:01 depan 7.000 triliun Coba 30:04 bayangkan enam presiden sebelumnya 30:07 mengakumulasi hutang 2.400 triliun ini 30:11 satu presiden ini kira-kira dua kali 30:14 tiga kali lipat empat kali lipat kalau 30:18 berlanjut terus ini inilah realitas yang 30:20 e apa namanya 30:22 eh yang warisan tanda kutip yang 30:25 diterima oleh anak-anak muda 30:28 eh sumber daya alam perkiraan saya sudah 30:31 habis 30:33 ee minyak Pang 5 tahun lagi batu bara 30:38 mungkin 10 sampai 20 tahun apalagi 30:39 sekarang digus sedemikian rupa apalagi 30:43 dengan omnibus La kira-kira kalau ini 30:46 berjalan maka mungkin lahan-lahan di 30:49 daerah masyarakat adat masyarakat daerah 30:53 tidak tahu tahu-tahu sudah dibagi oleh 30:55 pusat karena ditarik semua ke pusat nah 30:58 ini adalah ruang oligarki yang sangat 31:01 terjadi jadi jangan sampai kita 31:02 menganggap lahan-lahan sekarang di 31:05 daerah masih dimiliki bisa-bisa nanti 31:07 kita tidak tahu lagi kita tahu bagaimana 31:10 tambang perusahaan tambang dari luar 31:12 negeri dimasukkan ke Indonesia bebas 31:14 pajak kemudian eh memakit Tenaga Kerja 31:18 Asing mereka mesin mereka bank mereka 31:21 tidak ada yang tinggal di Indonesia 31:23 sedikit pun kecuali lubang tambang 31:26 nantinya tidak ada nah ini ini ee Saya 31:30 tidak menakut-nakuti tapi ini memang 31:32 faktanya demikian jadi saya Saya 31:35 berusaha hampir 3 bulan 31:37 ini mencari secerca harapan ke depan 31:41 saya belum menemukan semua adal masalah 31:44 di bidang politik ini menurut saya suatu 31:48 keberanian yang terlalu jauh Pak Mardani 31:50 boleh bisa koreksi saya kalau salah 31:53 bahwa Baru kali 31:55 ini politik mencapai titik kulminasi 31:59 yang sangat berbahaya karena ada pihak 32:01 yang sudah berani mengutak-ngatik dasar 32:04 negara dengan melalui undang-undang 32:07 mencoba merumuskan undang-undang 32:08 mengutak-atik dasar negara yang 32:11 kesepakatan Pancasila 18 Agustus 32:15 1945 di bidang sosial sosial yangbagang 32:19 kita itu kohesivitas sosial betul-betul 32:22 dipecah 32:24 belah bangga memelihara Baz untuk 32:27 memakai uang negara untuk menyerang 32:30 sesama rakyat itu baru kali ini saya 32:33 menemukan ada pemerintahan yang 32:35 menggunakan uang rakyat untuk menyerang 32:38 rakyat Baru kali ini saya baru e suatu 32:41 keberanian yang yang yang yang berlebih 32:43 nah eh eh oligarki di DPR saya tahu pak 32:48 Mardani ya inilah sistem jadi saya tadi 32:51 setuju sekali sistem ini yang harus 32:53 diubah kalau ini berlanjut maka saya 32:56 katakan 32:58 milenial kehilangan harapannya Dan saya 33:02 berharap teman-teman yang masih di dalam 33:05 masih hidup Ingat jangan Tinggalkanlah 33:09 amal Jaria negaramu jangan meninggalkan 33:12 dosa jariah apabila anda menghilangkan 33:16 harapan milenial maka anda meninggalkan 33:19 dosa jariah 33:21 saya saya 32 tahun di birokrasi Saya 33:26 pernah di 33:27 Senayan ya jadi pernah saya hampir semua 33:30 karir saya pernah lalui saya aktivis 33:32 saya birokrat Saya tahu korporasi saya 33:36 dan saya memilih 33:38 keluar dari zona nyaman tanda kutip demi 33:42 perjuangan para milenial demi perjuangan 33:45 bangsaku menjadi manusia Merdeka yang 33:48 menghadapi tekanan macam-macam dengan 33:51 kehilangan penghasilan ya ratusan juta 33:54 per bulan tapi dengan bismillah saya 33:57 akan jadi berbeda dengan teman mungkin 33:59 teman saya yang lain berjuang untuk 34:02 mendapatkan sesuatu Saya melepaskan 34:04 sesuatu untuk berjuang 34:07 demi nah Bagaimana posisi kondisi ke 34:11 depan kondisi ke depan begini Saya 34:14 mengingatkan jangan jangan terlalu 34:16 terjebak dengan 34:19 eh it it ini hanya ada alat untuk 34:24 memudahkan melakukan produksi transaksi 34:27 transformasi logistik dan lain-lain nah 34:32 jangan terbawa semua ke 34:34 sana jadilah profesional yang ahli 34:37 membuat motor membuat bibit tanaman 34:40 membuat pupuk membuat apa bukan semua 34:43 masuk ke it it ini hanyalah mempermudah 34:49 terjadinya proses produksi jadi saya 34:52 tidak terlalu ini it itu hanya saya 34:56 kasih contoh itu 34:57 begini restoran yang bagus butuh tukang 35:01 masak yang 35:02 bagus kalau Walaupun ada gojek yang bisa 35:06 ngantar setiap saat kalau masakannya 35:08 jelek yang tidak bisa di tidak ada yang 35:11 beli ee demikian juga produksi pertanian 35:15 produksi macam-macam itu milenial harus 35:17 masuk ke sana jangan meninggalkan itu 35:20 jangan terbawa semua ke it proyek it 35:23 terlalu banyak it ini hanya saya kasih 35:25 contoh begini it itu mereduksi biaya 35:28 transportasi dan logistik sangat berat 35:31 sangat besar setelah itu menjadi normal 35:34 kembali menjadi normal kembali maka 35:36 persaingan terjadi lagi di persaingan 35:39 produksi teknologi produksi teknik 35:42 produksi karena sudah semua orang sudah 35:45 menggunakan it Nah sekarang it masih 35:48 masih eh prospektif sekali karena masih 35:51 ada ruang untuk menurunkan biaya 35:54 logistik biaya transportasi dan 35:56 lain-lainnya dan biaya komunikasi Nah 35:58 kita tahu umpamanya Facebook Facebook 36:01 itu kenapa dia kaya raya Saya yakin 36:04 bukan kaya raya karena suatu pelu tapi 36:07 perpindahan iklan konvensional kepada 36:10 iklannya di Facebook jadi tidak ada 36:12 apa-apa terjadi di situ sebenarnya set 36:15 Nanti pindah semua ke Facebook maka 36:18 menjadi normal kembali semua jadi jangan 36:20 terlalu tergiur seperti itu tapi 36:23 produksi motor Jepang produksi mobil ee 36:26 e Jerman tidak terganggu dengan it Nah 36:30 jadi jangan Indonesia digeser menjadi 36:34 jadi menjadi ahli it semua it itu hanya 36:37 sementara sementara Alibaba berkembang 36:40 karena di Cina belum ada sekarang Ali 36:43 Baba sudah mulai stagnan karena yang 36:45 lain juga terjadi itu yang saya katakan 36:47 Persaingan di di depan tidak tidak 36:51 seperti itu orang yang memiliki profesi 36:54 saya dulu profesinya Pak marani adalah 36:56 bioteknologi saya Reka genetik saya 37:00 menciptakan banyak bibit nah jadi 37:03 profesi-profesi itu tidak bisa jadi Anda 37:07 yang ahli kimia harus masih mengingat 37:09 siklus k deret volta kemudian yang ahli 37:13 elektronika harus masih hafal semua yang 37:16 biologi harus masih ingat apa namanya E 37:19 semua family genus dan lain-lain kemud 37:22 ahli genetik kita milenial harus masuk 37:26 ke situ 37:29 jangan terbawa semua ke apa namanya 37:32 sebagai tools jadilah profesi nah bahwa 37:36 ke depan 37:37 persaingan Saya berasumsi bahwa oligarki 37:40 dan dinasti bisa kita selesaikan kalau 37:43 oligarki dan dinasti tidak bisa 37:44 diselesaikan maka kita hentikan seminar 37:47 malam ini dan Mari kita mencari ilmu 37:49 menjilat semua karena itu yang sedang 37:52 laku Nah sekarang 37:55 Eh milenial Seperti apa sekarang saya 37:59 berharap milenial pikirkanlah Masa depan 38:03 kalian kalau saya kami hanya membantu 38:07 Kenapa saya ingin membantu milenial 38:09 karena saya penikmat 38:12 betul-betul persaingan sehat sehingga 38:15 saya bisa menapa karir ke atas Kalau 38:19 mungkin saya lahir sekarang mungkin saya 38:21 pulang Jadi petani di kampung saya 38:23 karena saya enggak bisa bersaing dengan 38:25 sistem sekarang harus menjilat harus 38:28 Harus apa namanya eh ya macam-macam 38:30 memuji-muji ya enggak bisa 38:33 nah sekarang 38:36 Eh di bidang eh politik saya pikir ya 38:40 kalau nah politik ini menurut saya 38:43 memang milenial harus ikut memperbaiki 38:47 politik harus ikut memperbaiki politik 38:50 dan jangan terlalu serahkan kepada 38:53 tokoh-tokoh saja Anda harus mengambil 38:55 peran untuk mengambil 38:57 eh apaanya peran untuk mengambil e 39:01 posisi di masa depan anda saya saya saya 39:04 sangat kecewa sekarang terus terang 39:06 sangat kecewa karena saya juga di 39:08 mahasiswa aktivis ya saya kelas 2 SMA 39:11 tuh sudah mengkudeta kotosis 39:16 jadi jadi Eh jadi itu eh 39:22 idealisme harus dibangun jadi kalau saya 39:25 ketemu Mas siswa sekarang sudah 39:28 idealismenya hilang yang yang yang ee 39:32 apa namanya ee 39:35 eh keahliannya hanya-hanya bikin 39:38 proposal kiri kanan itu saya sudah Ee 39:42 apa namanya wah ini masa depannya sudah 39:44 jelas nih masa depannya sudah jelas nah 39:47 eh kemudian Apa yang perlu disiapkan 39:50 oleh para milenial saya pikir tugas kami 39:53 pakani adalah menyiapkan mereka 39:56 hilangkan 39:57 hambatan 39:59 mereka oligarki dan dinasti politik 40:03 harus kita 40:05 hilangkan 40:07 agar milenial bisa menjadi orang sukses 40:11 bukan sekedar Tim 40:12 Sukses bisa menjadi pahlawan bukan 40:16 sekedar 40:18 relawan itu saya pikir yang yang harus 40:20 ditanamkan di otaknya para milenial yang 40:23 mendengarkan Malam ini saya akan jadi 40:26 orang sukses bukan bangga sebagai Tim 40:29 Sukses Malam ini saya akan menjadi 40:32 berniat menjadi pahlawan minimal untuk 40:35 keluarga saya daripada relawan orang 40:38 lain itu saya pikir yang harus 40:40 ditanamkan di jiwa anak muda eh terakhir 40:44 saya ingin apa sih karir sebenarnya di 40:48 dalam kehidupan kita minimal lima karir 40:52 yang tersedia untuk para milenial satu 40:57 Apakah anda ingin menjadi 40:59 profesional profesional itu tidak 41:02 memandang apa saja profesional dia jadi 41:05 dokter yang baik insinyur yang baik e 41:08 apa namanya 41:10 E politisi yang baik itu itu profesional 41:15 ahli politik yang baik dan profesional 41:18 itu akan menjadi internasional internal 41:21 person karena dia bisa pindah ke negara 41:24 Manun dengan gaji yang dan minta itulah 41:28 profesional itulah profesional nah 41:31 jangan menjadi istilah saya cendekiawan 41:35 Kanebo cendekiawan Kanebo itu adalah 41:38 cendekiawan yang digunakan untuk melap 41:41 kotoran yang dibuat oleh 41:44 penguasa tidak sedikit sekarang 41:46 cendekiawan kita menjadi cendekiawan 41:48 Kanebo tukang lap kotoran apa ee 41:52 kekuasaan itu itu cendikwan Kanebo itu 41:54 ee tidak sedikit banyak cendekiawan ko 41:58 jadi cendekiawan itu cendekiawan ya 42:00 cendekiawan adalah selalu di Jalur yang 42:03 kebenaran tidak pernah bisa dialat nah 42:05 eh kemudian kedua adalah jadi politisi 42:10 jadi politisi itu jadi politisi adalah 42:14 memang betul-betul harus mendengarkan 42:16 suara rakyat bukan memanfaatkan rakyat 42:20 untuk bersuara Oke berbeda 42:25 antara menjadi penyalur suara 42:28 rakyat atau menjadi 42:31 ee menggunakan rakyat untuk bersuara nah 42:35 atau menggunakan Atas Nama Rakyat untuk 42:39 kesejahteraan dirinya dan kekus itu itu 42:43 itu politisi bisa jadi politisi yang 42:47 ketiga adalah menjadi birokrat birokrat 42:50 itu suatu karir tersendiri saya birokrat 42:52 32 tahun tapi nenggung-jengung juga 42:54 politik dulu masih boleh 42:57 boleh boleh nah yang ini adalah satu ini 43:02 juga menjadi aktivis aktivis itu adalah 43:05 suatu karir sebenarnya Tapi aktivis ini 43:09 yang problem adalah aktivis adalah orang 43:12 yang berjuang untuk selalu menjadi suara 43:15 penyeimbang terhadap kekuasaan itulah 43:19 aktivis nah aktiv tinggi tapi Insyaallah 43:22 saya yakin amalnya ruang amalnya lebih 43:25 besar daripada yang lain 43:28 itu Itulah aktivis nah aktivis jadi 43:31 politisi lebih 43:32 bagus saya tutup sebagai pengantar 43:35 diskusi bahwa karir Apun yang anda 43:39 inginkan karir apapun yang anda inginkan 43:41 Anda harus memiliki 43:44 empat hal satu 43:46 kompetensi dua integritas 43:50 tiga adalah keberanian 43:52 struggle dan keempat adalah jaringan 43:56 itulah 43:58 perlunya yang perlu anda miliki tapi 44:01 anda bisa memiliki semuanya tanpa 44:04 kompetensi kompetensi adalah faktor 44:08 pengali bukan penambah kalau kompetensi 44:11 nol integritas bagus berani punya n Maka 44:15 hasilnya nol ini perkalian Jadi bukan 44:17 penambahan Jadi kalau ada orang yang 44:20 sudah tidak punya kompetensi itu mungkin 44:23 memang 44:24 ee mungkin mungk jangan tersingg Mungkin 44:27 memang hanya bisa jadi relawan dan Tim 44:32 Sukses itu mungkin janganangan 44:34 tersinggung jangg atau 44:37 memang dia lebih senang itu Nah itulah 44:40 saya pikir pengantar diskusi saya terima 44:42 kasih sekali lagi atas apa namanya 44:44 kesempatannya wasalamualaikum 44:46 warahmatullahi 44:50 wabarakatuham 44:51 Ken nanti diskusinya Insyaallah kita 44:54 lanjutkan di e sesi berikutnya ya dan 44:57 sekarang alhamdulillah sudah hadir 45:00 bersama kita Dr Gamal bin Said 45:02 Asalamualaikum Mas 45:04 Gamal Waalaikumsalam Mas suar jelas Mas 45:09 jelas jelas Oke 45:12 Akhirnya bisa bergabung 45:17 jadi Matur nuuhun Mas Gamal sekilas 45:21 adalah juri bicara milenial Pemuda Eh 45:27 Prabowo sandi ketika Pilpres e 2019 45:32 kemarin dan sekarang alhamdulillah saya 45:34 ingin mengucapkan amanah baru sebagai 45:36 ketua bidang kepemudaan dpb PKS 45:38 mudah-mudahan bisa semakin 45:41 eh apa nendang ini perjuangan Mas Gamal 45:46 nanti di dunia politik dan di Indonesia 45:48 Amin Eh dipersilakan masal untuk bisa 45:52 memberikan paparan e kepada seluruh eh 45:56 Leaders dan calon Leaders eh milenials 45:58 dan juga mantan milenials di hisory 46:00 Indonesia 46:02 oke eh terima kasih kawan-kawan semua eh 46:06 selamat malam dan saya senang sekali ini 46:09 sebenarnya saya lagi perjalanan dari 46:11 Padang ke Bukit Tinggi berhenti di 46:13 Padang Pariaman ya di rumah makan 46:15 kiambang Raya untuk bisa berbagi dan 46:18 sharing dengan rerekan semua Insyaallah 46:21 akan ada tiga poin dan EE yang mungkin 46:23 saya sampaikan pada kesempatan kali ini 46:25 pertama perspektif saya soal tadi ya 46:27 mungkin peran pemuda dalam konteks bonus 46:28 demografi lalu kedua Eh kontribusi yang 46:31 bisa kita berikan lalu practical 46:32 approach dan yang keempat value value 46:33 yang menurut saya penting dan karakter 46:34 mindset yang perlu kita tanamkan saya 46:36 akan mulai dari soal wait few second 46:42 Oke saya mohon izin share slide bisa 46:45 Bang hel Ya jelas jelas oke Bisa Bisa 46:50 bis siap Sudah sudah ada ya Oke jadi 46:56 kita mungkin tadi sudah cerita banyak 46:58 soal bonus demografi ya kawan-kawan ya 47:00 saya coba masuk diplly di sana kenapa 47:01 itu menjadi penting buat kita semua jadi 47:03 bonus demografi atau kalau kita baca 47:05 literatur internasional akan banyak yang 47:07 menyebutnya sebagai dividen demografi ya 47:09 jadi the Economic growth potential that 47:11 can result from shift in population ex 47:13 structure artinya apa ketika kita 47:14 orang-orang yang usianya produktif ya 15 47:17 sampai 64 tahun jumlahnya lebih besar 47:19 dibandingkan yang di bawah 15 ataupun di 47:20 atas 64 tahun ini Kenapa penting karena 47:23 sejarah peradaban dunia menunjukkan 47:25 negara negara yang melalui bonus 47:26 demografi mereka punya lompatan 47:28 peradaban luar biasa Jepang Singapura 47:30 Hongkong Korea mengakhiri bonus 47:32 demografi dengan PDB yang sangat optimal 47:35 ya 17.000 16.000 12.000 11.000 dan 47:39 kondisi kita sekarang seperti kondisi 47:41 Jepang tahun 50 di saat itu Jepang 59% 47:44 orang produktif dalam waktu 20 tahun dia 47:47 menjadi negara dengan kekuatan ekonomi 47:49 terbesar nomor 3 di dunia setelah 47:50 Amerika dan Uni Soviet dan sekarang 47:53 dalam sejarah Indonesia kita akan 47:54 mengalami Puncak dependensi rasio Dan 47:57 ini menjadi sebuah momentum besar karena 48:00 semakin kecil dependensi rasio semakin e 48:04 banyak usia produktif semakin tinggi 48:05 produktivitas ekonomi contoh 46,9% 48:09 artinya apa 100 orang produktif 48:11 menanggung 46,9 orang yang tidak 48:14 produktif sehingga hal ini mengakibatkan 48:16 tiga hal peningkatan tenaga kerja dalam 48:19 jumlah banyak lalu kedua karena yang 48:22 ditanggung jumlahnya sedikit tabungan 48:23 nasional meningkat yang tanggung 48:26 jumlahnya sedikit uang bisa dipakai 48:27 untuk kesehatan dan pendidikan sehingga 48:29 kualitas ee manusia kita bisa menjadi 48:32 lebih baik dan banyak hal yang bisa 48:34 dilakukan pemerintah dan kita support 48:36 mulai dari membuka lapangan kerja 48:38 memastikan yang produktif tetap 48:39 produktif dengan pendidikan memastikan 48:42 produktivitas kita berkualitas jadi saya 48:44 punya optimisme sebetulnya ada tiga hal 48:47 kita punya banyak masalah kawan-kawan 48:49 tapi saya punya melihat ya Ada tiga hal 48:52 yang fundamental yang kita miliki hari 48:53 ini satu bonus demografi kedua adalah 48:57 percepatan penetrasi teknologi jadi ee 48:59 di banyak literatur yang saya baca 49:01 penetrasi teknologi itu bisa menjadi lip 49:03 Frog strategi lompatan kata jadi 49:06 negara-negara yang tertinggal bisa 49:07 melompat karena adanya Teknologi 49:09 disruptif yang dikembangkan ya dengan 49:11 kita lihat sekarang bisa dibayangkan 49:13 penetrasi teknologi kita 175,4 juta 49:16 orang pakai akses internet di Indonesia 49:18 dan itu menjadi peluang bahkan kalau 49:20 kita bicara industri startup beberapa 49:22 literatur menyebut kita di nomor t 49:23 setelah Amerika ee dan India Ya baik e 49:27 dari sisi jumlah maupun perkembangan 49:28 yang kita miliki nah dan yang ketiga 49:31 yang saya yakini adalah teman-teman 49:32 semua anak-anak muda gitu yang kita 49:34 punya tanggung jawab moral jadi e Saya 49:37 yakin karena sejarah Menunjukkan kita 49:39 anak muda ini punya tinta emas dan saham 49:42 besar dalam lahirnya bangsa dan negara 49:44 Indonesia bangsa Indonesia lahir tahun 49:46 1928 Negara Indonesia tahun 45 lahir dan 49:49 dalam semua proses itu anak muda yang 49:51 mengambil peran kunci kita mulai dari 49:54 1908 mahasiswa-mahasiswa kedokteran ini 49:58 di ruang kelasnya jam 50:00 pagi di jalan Abdurrahman Saleh mereka 50:02 mendeklarasikan Budi Utomo yang setiap 50:05 20 Mei kita peringati sebagai Hari 50:07 Kebangkitan Nasional 1928 Muhammad Yamin 50:10 dari sawalunto kaca sungkan dari Madura 50:13 mendeklarasikan Sumpah Pemuda 50:15 1945 anak-anak muda ke rumahnya Bung 50:17 Karno bayangkan anak muda ngancam Bung 50:19 Karno apa katanya waktu ituir Wikan dari 50:23 lumang Bung kita karkan revolusi malam 50:26 ini jika tidak jika tidak apa ini batang 50:28 Leherku kata Bung Karno ya seret saya ke 50:30 pojok itu dan potong malam ini juga 50:32 kalian tidak usah menunggu esok hari 50:34 jadi bahkan 1966 ketika ada gerakan 50:38 Tritura itu seorang pemuda meninggal 50:40 Arif Rahman Hakim jadi dalam proses 50:43 semua anak muda membantu lahirnya bangsa 50:46 Indonesia membantu dan berjuang 50:49 melahirnya negara Indonesia termasuk 50:51 menjaga proses itu semua di luar itu 50:54 kawan-kawan sekarang kita punya n tren 50:55 dunia yang namanya menial take over Jadi 50:58 sekarang generasi milenial itu mengambil 51:00 alih kepemimpinan di Indonesia dan di 51:03 beberapa negara kita mengalami yang 51:05 namanya gerontokrasi apa itu 51:08 gerontokrasi ketika pemerintahan dan 51:10 badan pemerintahan dipimpin oleh 51:12 orang-orang tua nah gerunokrasi ini yang 51:15 harus kita akhiri sejarah panjangnya 51:17 Karena sekarang dunia sekarang anak muda 51:19 mulai Syekh Tamim Bin hammad memimpin di 51:21 usia 33 tahun Luigi Deo menjadi Wakil 51:24 perdana menteri Itali di usia 32 tahun 51:26 vadimir grisman di usia 38 tahun juratas 51:30 di usia 38 tahun jadi sekarang anak-anak 51:32 muda itu punya kesempatan besar dan Saya 51:34 yakin Indonesia sekarang memasuki sebuah 51:36 era baru di mana nilai-nilai 51:39 penghormatan bukan lagi diberikan kepada 51:42 mereka-mereka yang punya kesejahatteran 51:43 finansial tapi diberikan kepada kita 51:45 generasi muda yang punya ide gagasan dan 51:47 kepedulian dan tidak peduli usia kita 51:50 siapun yang punya ide dan gagasan mereka 51:52 punya tempat untuk mengabdi di negeri 51:54 ini Nah kalau bicara soal Indonesia ke 51:57 depan saya melihat ada tiga hal yang 51:59 perlu kita perhatikan soal Indonesia 52:02 masa depan satu Bagaimana menyiapkan 52:04 kepemimpinan di semua level jadi 52:06 Lihatlah diri kawan-kawan itu dalam 52:09 orientasi untuk menyiapkan kapasitas 52:13 kompetensi karakter ya untuk mampu siap 52:16 mengembang kepemimpinan di level Apun 52:17 itu di kampus organisasi kita di 52:20 perusahaan yang kita Pimpin di startup 52:22 yang kita bangun ya Bahkan di level 52:24 komunitas kemasyarakat anis kepemudaan 52:27 kita butuh kapasitas kepemimpinan yang 52:29 kuat yang tangguh yang mampu membuat 52:31 orang-orang engg patuh menjadi patuh 52:33 kepada kita yang mampu menjadikan 52:36 kepemimpinan kita itu melampau 52:37 batas-batas idei sehingga mampu 52:39 memastikan kepemimpinan kita memberikan 52:42 dampak yang luas dan bisa diberikan 52:44 rasakan manfaatnya 52:46 kedua yang kita butuhkan adalah 52:50 meritanak 52:54 bilar karena baru 75 tahun merdeka ada 52:57 negara yang sudah 100 tahun dan lain 52:58 sebagainya tapi coba kita lihat 53:00 Singapura Singapura lepas dari Malaysia 53:02 federasi Malaysia tahun 1965 Singapore 53:05 lepas saat itu likwandu menangis di 53:08 televisi bahkan Beliau mengatakan 53:11 seluruh kehidupan saya seluruh kehidupan 53:14 dewasa saya saya lalu dia menangis tidak 53:17 bisa melanjutkan kalimatnya karena apa 53:19 dia dan Partai aksi rakyat yang 53:22 dipimpinnya yakin bahwa Singapura harus 53:24 bergabung dengan federasi Malaysia 53:26 Bagaimana tidak dia harus memimpin 53:28 negara baru miskin sumber daya sulit air 53:31 bersih tidak ada bahan bakar di sana 53:33 sangat minim sekali lalu banyak warganya 53:36 itu tidak bisa membaca tinggal di daerah 53:38 kumuh sakit malaria sangat besar itu 53:41 tapi bayangkan dalam waktu 55 tahun 53:44 Singapura berubah kalau kita buka 53:46 indikator-indikator internasional human 53:48 development index Global Innovation 53:50 index globaletitive index dan berbagai 53:52 indikator meletakkan Singapur urutan 53:55 atas yang sangat memberikan perubahan 53:57 besar dalam 55 tahun Apa penyebabnya 54:00 Saya yakin dan saya simpulkan dan dari 54:02 banyak apa yang saya baca meritokrasi 54:04 jawabannya michaelung menulis ini dalam 54:06 bukunya The Rise of meritocraasy Apa sih 54:09 meritokrasi itu jadi it start with the 54:12 same opportunities jadi sistem yang 54:14 memberikan penghargaan lebih kepada 54:17 mereka yang berprestasi itu yang kita 54:19 butuhkan Bagaimana bayangkan ketika 54:21 sebuah negara kebijakan itu diambil oleh 54:25 orang-orang terbaik di negaranya 54:27 sehingga apa yang diakibat kualitas 54:29 kebijakan bisa menjadi lebih baik 54:31 pengambilan keputusan didasarkan oleh 54:33 data informasi pengetahuan menghasilkan 54:35 sebuah wisdom karena dia punya kapasitas 54:37 di situ sehingga saya yakin hal kedua 54:39 yang kita butuhkan adalah meritokrasi 54:42 untuk memberikan kesempatan pada the 54:45 best and the brightest sons and doct of 54:47 Indonesia untuk bisa memimpin di tempat 54:50 yang terbaik yang mereka bisa dan yang 54:51 ketiga saya pikir adalah persatuan kita 54:53 semua ya saya ingat saya diundang rumah 54:56 yang Habibi dan banyak sekali nilai yang 54:58 beliau tanamkan kepada saya waktu itu 55:00 tapi saya ingin sampaikan bahwa 55:02 persatuan kita itu menjadi hal yang 55:04 pentingitu selain kita yang mencintai 55:06 Indonesia di sana ada orang lain yang 55:10 mungkin berbeda pemikiran dengan kita 55:12 itu juga mencintai Indonesia selain kita 55:15 yang bekerja untuk Indonesia di luar 55:17 sana ada orang lain yang juga bekerja 55:19 untuk Indonesia dengan paradigma 55:21 demikian kita akan melihat bahwa 55:23 kolaborasi yang bisa kita hadirkan itu 55:25 mampu memberikan kontribusi yang optimal 55:27 dan yang kedua kawan-kawan saya juga 55:29 ingin tidak ingin terjebak dalam sebuah 55:31 narasi-narasi ya Saya ingin groundit 55:33 jadi Izinkan saya berbagi sedikit saja 55:35 singkat saja pengalaman kami memberikan 55:37 dampak di 55:38 masyarakat a few 55:42 second mohon izin suara saya masih jelas 55:44 Masdi jelas jelas lanjut aman ya please 55:48 let me kalau misalnya suaranya e ada 55:50 trouble Mas Ya siap siap oke nah 55:53 Kebetulan saya di bidang eh inovasi 55:56 kesehatan dan sosioprer kawan-kawan jadi 55:58 Saran saya ke teman-teman pertama adalah 56:01 eh wait 56:03 Sorry pertama temukan potensi diri itu 56:06 yang pertama jadi kalau kita mau jadi 56:07 pemuda yang optimal mulai dari temukan 56:11 potensi terbaik dalam diri kita ada dua 56:12 teori yang bisa teman-teman pakai 56:14 pertama define calling ini teori dari 56:16 dosen di Harvard University namanya 56:17 talben Sahar kerjakan sesuatu yang kita 56:20 sukai kuasai dan bermanfaat jadi when or 56:23 interest intersect with mastery 56:29 kedua tem-eman bisa Pak Teori ini salah 56:31 satu konsep yang paling popul di Jepang 56:34 untuk membantu kita 56:41 menemukensihat ini teori yang saya 56:43 pegang juga dalam Hi sehinggaun yang 56:45 kita kjakan Kita su itu kuasai itu itu 56:48 bermanaat dan 56:53 itugauutah sup yang tidak ee supaya 56:57 teman-teman bisa yakin ya bahwa Teori 56:59 ini penting saya mau buktikan Saya punya 57:01 tiga define calling kawan-kawan saya 57:02 suka inspirasi Saya suka inovasi 57:05 kesehatan dan saya suka wirausaha sosial 57:07 bagi saya inspirasi itu orang enggak 57:08 pernah ketemu saya tapi dia mendengar 57:11 apa yang saya lakukan lalu menggerakkan 57:13 dia melakukan kebaikan yang sama atau 57:16 bahkan lebih ya Sehingga E saya in 57:18 jadiadi inspirator dulu sampai saya tuh 57:20 datang ke ruangan guru saya saya bilang 57:22 Dok saya inin jadi inspirator seperti 57:23 dokter sampai saya terba mimpi 57:25 kawan-kawan saya bangun jam malam saya 57:27 mimpi bicara di panggung besar di kampus 57:28 saya dan apa yang terjadi 5 tahun 57:53 kemudian 57:55 happ and 58:02 i we want to keep Freedom from Fe and 58:06 Pain because we believe that He is 58:08 famental 58:10 Human don't let anyone on you because 58:13 you are young so considering that 58:15 millions of people still help is still 58:21 [Musik] 58:23 have 58:24 [Musik] 58:26 saya saya bukan nari atau nyanyi ya di 58:29 situ ya saya berbagi inspirasi Ibu 58:33 peserta dari 150 negara jadi poin 58:35 pertama yang mau saya tekankan ke 58:36 teman-teman itu kerjakan sesuatu yang 58:39 betul-betul memberikan kita kesempatan 58:41 memberikan performa terbaik yang kita 58:42 bisa lalu kedua kawan-kawan Saya suka 58:45 inovasi kesehatan jadi saya suka buat 58:47 program kesehatan yang baru yang itu 58:50 belum ada di tempat lain dan bisa 58:52 menyelesaikan masalah di masyarakat dan 58:53 kami bersyukur inovasi kami diapresiasi 58:56 di berbagai negara ya ini ketika kami 58:57 diapresiasi di Peru dan di 59:16 [Musik] 59:23 Jerman 59:28 [Musik] 59:36 [Musik] 59:45 jadiin 59:49 kawan-kawan Apa hikmahnya kantor saya di 59:52 kota 59:53 Malang jauh dari hidup pikup e media dan 59:56 ibu kota ketika itu tapi Tuhan tunjukkan 59:58 kuasanya jadi yang kita lakukan mungkin 1:00:00 kecil dan sederhana tapi dengan 1:00:02 keikhlasan kerja keras dan gotongroyong 1:00:05 Tuhan itu berwenang sepenuhnya 1:00:06 membesarkan kebaikan kita jadi jangan 1:00:08 pernah meremehkan kebaikan sekecil 1:00:10 apapun itu dan kami bersyukur inovasi 1:00:12 kami diapresiasi berbagai tokoh dunia ya 1:00:15 jadi mulai Pangeran Charles Kerajaan 1:00:17 Inggris lalu John KRY Sekretaris Negara 1:00:19 Amerika Serikat e sampai Presiden Rusia 1:00:21 Vladimir Putin Oleh karena itu eh 1:00:25 fokuslah berkarya berkontribusi dan di 1:00:27 situlah kita akan bisa memahami bahwa 1:00:30 kita bisa mencapai sesuatu ya dengan 1:00:32 penuh ketulusan kerja keras yang kita 1:00:34 capai kita lakukan dan mungkin saya 1:00:36 ingin masuk satu poin yang penting 1:00:38 sekali e buat kawan-kawan Pemuda Don't 1:00:41 try to impress people but focus to 1:00:44 impact people because impress will be l 1:00:46 but impact Will Survive mayessive but 1:00:49 arect jadi fokuslah pada dampak 1:00:52 kebermanfaatan yang bisa kita hasilkan 1:00:54 dan kami mengembangkan berbagai inovasi 1:00:57 yang pertama garbage clinical insurance 1:00:59 ya Jadi kami mengembangkan sebuah 1:01:01 asuransi mikro yang membantu pembiayaan 1:01:04 kesehatan ya jaminan kesehatan untuk 1:01:06 warga-warga yang kurang mampu e let me 1:01:11 story Ini kisah nyata seorang anak 1:01:12 pemulung penghasilannya ayahnya 10.000 1:01:15 suatu hari dia sakit di tapi karena 1:01:17 ayahnya engak punya cukup uang dia gak 1:01:19 bisa pergi berobat akhirnya dia 1:01:21 meninggal diobak samp ayahnya Dan ini 1:01:23 menjadi dan bagi saya dan tim untuk 1:01:26 mengembangkan klinik asuransi sampah we 1:01:29 that he isundal human jadi bayangkan di 1:01:32 tempat kami warga bisa operasi bisa 1:01:35 rawat in berobat Ya tapi cukup membayar 1:01:37 sampah yang mereka e berikan lalu kedua 1:01:40 kami ngembangkan platform yang namanya 1:01:43 siapapeduli.id Jadi kami mengembangkan 1:01:45 platform pembiayaan kesehatan dengan 1:01:47 pendekatan digital sosial media dan 1:01:50 gerakan kerelawanan dan kami bersyukur 1:01:52 hari ini inovasi ini sudah membantu 1:01:54 ribuan pasien mendeliver miliaran rupiah 1:01:57 ya untuk operasi-operasi mereka yang 1:01:58 membutuhkan Saya ingin sampaikan buat 1:02:00 kawan-kawanku generasi 1:02:04 muda orang itu tidak peduli seberapa 1:02:06 hebatnya kita orang tidak peduli 1:02:09 seberapa kayanya kita orang tidak peduli 1:02:12 seberapa pintarnya kita tapi yang mereka 1:02:15 pedulikan hanyalah satu Apakah kehadiran 1:02:17 kita memberikan manfaat untuk mereka ya 1:02:20 jadi selalulah berpikir ya kadang-kadang 1:02:23 Bagi saya kebijaksanaan itu bisa kita 1:02:25 raih 1:02:27 ketika kita ketika kita bisa 1:02:30 menghilangkan kepentingan pribadi dalam 1:02:31 pengambilan keputusan sehingga kita 1:02:33 punya orientasi apa yang penting bukan 1:02:35 tentang diri kita jadi jadilah altruism 1:02:37 altruistik altruistik leader itu dia 1:02:40 memprioritaskan kepentingan orang banyak 1:02:42 di atas kepentingan pribadinya dan lebih 1:02:45 itu kadang-kadang dia berpikir tidak 1:02:47 tidak penting lagi apa yang bahagia buat 1:02:49 saya atau baik buat saya tapi yang 1:02:51 penting adalah apa yang baik buat 1:02:52 masyarakat di luar sana dan itulah yang 1:02:55 kita rindukan sekarang orang-orang yang 1:02:57 mau memberikan pengorbanan terbaik yang 1:02:58 dia bisa untuk memberikan kebaikan untuk 1:03:01 lebih banyak orang dan yang ketiga kami 1:03:02 mengembangkan platform eh namanya inm 1:03:05 untuk membantu mendigitalisasi berbagai 1:03:08 layanan kesehatan di masyarakat ya 1:03:11 karena singkatnya waktu E saya coba 1:03:13 masuk ke poin terakhir ini eh bagi saya 1:03:15 teman-teman yang paling penting buat 1:03:18 kawankawan Sekar Sekarang Adah memulai 1:03:20 jadi use What you have do what you can 1:03:24 are ya problem is primary engine of 1:03:27 Innovation jadi Lihatlah masalah itu 1:03:29 sebagai peluang Terima kasih Indonesia 1:03:31 punya banyak masalah sehingga kami 1:03:33 generasi-generasi muda punya banyak 1:03:35 peluang untuk berkontribusi ya 1:03:37 menyelesaikan berbagai masalah itu 1:03:39 bayangkan kalau kita lahir di tempat 1:03:41 yang sudah sangat maju ya yang tidak ada 1:03:43 masalah yang bisa kita selesaikan dan 1:03:45 yang berikutnya Saya ingin masuk ke 1:03:46 beberapa mindset yang fundamental yang 1:03:48 perlu eh saya rasa ya perlu menjadi 1:03:51 concern buat teman-teman 1:03:53 semua 1:03:56 pertama 1:03:58 adalah jangan kikir bekerja keras saya 1:04:01 sering saksikan orang hebat yang gagal 1:04:04 saya temukan banyak di antara mereka 1:04:05 kikir bekerja keras jadi kapal yang 1:04:08 berlabuh di pelabuhan itu memang aman 1:04:10 tapi bukan itulah tujuannya dibuatnya 1:04:12 kapal ya jadi 1:04:13 Watu tidak ada keberhasilan tanpa 1:04:16 kepayahan harus mau soroh Tanamkan dalam 1:04:19 diri kalau kita nyaman kita enggak akan 1:04:21 tumbuh kalau kita mau tumbuh kita harus 1:04:23 siap tidak nyaman jadi kedua kita harus 1:04:25 punya grow mindset jangan fix mindset 1:04:28 orang grow mindset itu dia menikmati 1:04:30 kegagalan dia menikmati tantangan ya dia 1:04:33 melihat kritik itu sebagai tempat untuk 1:04:35 dia tumbuh belajar ya dia tidak pernah 1:04:39 khawatir dengan kesalahan yang dia 1:04:41 lakukan karena itu membantu dia bisa 1:04:43 tumbuh lebih baik jadi jangan jadi orang 1:04:45 yang punya fix mindset tapi Jadilah 1:04:47 orang yang punya grow mindset sehingga 1:04:49 kita akan terus tumbuh dan ini yang 1:04:50 penting ya yang ketiga adalah soal 1:04:54 thinking dan critical thinking 1:04:55 eh sering orang punya critical thinking 1:04:58 yang baik dia mengkritik banyak hal tapi 1:05:01 untuk mengelahirkan problem solving kita 1:05:04 butuh creative thinking problem solving 1:05:07 itu irisan antara critical thinking 1:05:10 dengan creative thinking sehingga kita 1:05:12 bisa betul-betul memberikan sebuah 1:05:13 solusi Jadi bukan hanya kita judge idea 1:05:17 tapi kita juga generate solution ya atau 1:05:20 idea atas permasalahan yang ada karena 1:05:23 singkatnya waktu saya ingin masuk ke 1:05:24 poin terakhir buat kawan-kawan ini dari 1:05:26 lubuk hati saya paling dalam ee saya 1:05:29 benar-benar sayang sama kalian ee semua 1:05:31 ya Cinta Tanpa nafsu ya jadi saya 1:05:35 benar-benar berharap teman-teman semua 1:05:37 bisa mulai berkarya yang kita butuhkan 1:05:39 hari ini adalah generasi-generasi muda 1:05:41 yang solutif bukan generasi-generasi 1:05:44 yang provokatif Dan saya yakin kita 1:05:45 bukan orang provokatif kita mengkritik 1:05:47 dengan niat yang tulus karena kita ingin 1:05:51 jadi ketika kita berbeda pendapat saya 1:05:53 selalu yakin kita sama-sama mencintai 1:05:55 Indonesia Iya karena sama-sama mencintai 1:05:58 kita mungkin punya pandangan yang 1:06:00 berbeda tapi itu kita lakukan 1:06:01 semata-mata sebagai rasa cinta kita 1:06:03 kepada Indonesia Oleh karena itu yang 1:06:05 pertama buat teman-teman semua segeralah 1:06:07 memulai berkarya kita rindu sekarang 1:06:10 kita sangat rindu sekali generasi muda 1:06:12 yang betul-betul punya rasa cinta kepada 1:06:14 Indonesia bekerja keras sungguh-sungguh 1:06:17 untuk Bagaimana bisa berkontribusi buat 1:06:19 masyarakat dan yang kedua ee Saya ingin 1:06:22 mengajak kawan-kawan semua ya untuk 1:06:23 bagaimana 1:06:24 peduli dengan e proses politik yang ada 1:06:27 di manapun itu jadi jangan apatis dengan 1:06:29 politik sering anak muda bilang ngapain 1:06:32 ikut politik ngapainblos misalkan dan 1:06:35 sebagainya ya gakengaruhi kehidupan kita 1:06:38 harga beras yang kita beli pagi 1:06:40 ini harga e listrik yang kita bayar 1:06:44 bulan ini itu berbagai hal dipengaruhi 1:06:46 oleh keputusan-keputusan politik juga 1:06:48 dan berbagai hal yang kita terjadi dalam 1:06:50 kehidupan kita sehingga saya ing 1:06:52 sampaikan kepada kawan-kawan untuk 1:06:54 bagaimana kita punya betul-betul 1:06:56 kepedulian begitu Jadi Lihatlah 1:06:58 teman-teman saya beranilah ya jadi anak 1:07:01 muda itu enggak boleh jadi objek politik 1:07:02 enggak boleh jadi mangsa politik enggak 1:07:05 boleh jadi target politik narasi kita 1:07:07 ide kita gagasan kita harus bergemuruh 1:07:10 di panggung demokrasi Indonesia dan saya 1:07:13 yakin di hari-hari mendatang kita akan 1:07:16 menyaksikan banyak anak-anak muda 1:07:19 berjuang untuk Bagaimana bisa memberikan 1:07:21 kontribusi dan mengambil alih 1:07:22 kepemimpinan di berbagai 1:07:24 masyarakat izinkan itu bantu itu 1:07:26 masyarakat untuk Bagaimana bisa terlibat 1:07:28 dan mungkin e terakhir dari saya ee Work 1:07:32 Hard in silence and let impct noise 1:07:35 Bekerjalah Dalam Sunyi dan biarkan 1:07:37 dampak menjadi bisingmu Terima kasih 1:07:39 wasalamualaikum warahmatullah 1:07:41 wabarakatuh waalaikumsalam jazakumullah 1:07:44 Matur nuun luar 1:07:47 biasa ter 1:07:52 kasih 1:07:59 halo halo mas Gamal lanjut lanjut ya 1:08:03 masih bisa sampai akhir ya Gamal ya Oke 1:08:07 Oke Iya di sini Mas kita lanjut lagi Eh 1:08:10 pada sesi diskusi berikutnya eh eh yang 1:08:14 kita tunggu-tunggu Om Roki gureng malam 1:08:18 Ri iya selamat malam Iya ini ditunggu 1:08:22 nih bahan bakarnya 1:08:24 sudah e dimulai dari Pak Mardani Pak 1:08:28 Sidu sama Mas Gamal ya Eh dan juga di 1:08:32 sini kita harapkan juga salah satu sudut 1:08:34 pandang yang ingin kita dapatkan juga 1:08:36 dari Om Roki ini melihat sekarang Eh 1:08:40 generasi milenial kita ini tadi sudah 1:08:42 Disinggung juga oleh pak saidid ya 1:08:45 terkesan eh sekedar dimanfaatkan sebagai 1:08:49 objek gitu ya objek untuk kepentingan 1:08:52 politik tapi tidak menjadi sebuah agen 1:08:56 perubahan gitu nah bagaimana Om 1:09:00 melihatnya silakan 1:09:02 Om mau saya tambahin bahan bakarnya Oh 1:09:06 Boleh 1:09:08 Om siapa yang padamin nanti 1:09:18 okea aku 1:09:22 ya itu 1:09:26 tidak membakar minimal menghanguskan 1:09:30 itu Eh pak setidu tadi memberi semacam 1:09:36 sugesti bahwa sesuatu hanya bisa 1:09:39 dihasilkan oleh kompetensi itu dan 1:09:43 apapun yang EE ditambahkan itu hanyalah 1:09:46 bonus bagi si Kompetensi ini jadi itu 1:09:50 poin yang sangat fundamental tuh 1:09:53 ukuran per 1:09:56 dasarnyaet lalu Dr Gamal 1:10:01 menambahkan satu 1:10:03 dimensi yang tadi saya Perhatikan 1:10:07 dengan mengobarkan semangat ya dengan 1:10:10 tulus e Gamal ingin 1:10:15 menempelkan biografi 1:10:17 singkatnya padaenial karena itu dia e 1:10:22 observasi dengan baik lalu dia dapat 1:10:24 semacam sinopsis 1:10:27 bahwa misi 1:10:29 itu harus dipadukan dengan passion ada 1:10:32 istilah tadi Eh passion mission vocation 1:10:35 itu lalu terakhir profession itu kita 1:10:37 enggak usah hafal eh eh istilah-istilah 1:10:41 itu tapi 1:10:42 intinya adalah ketekunan untuk 1:10:46 menghasilkan yang baru itu eh poin bagus 1:10:50 dari Gamal tadi itu sekarang 1:10:55 seluruh optimisme itu gal kasih 1:10:59 optimisme bahwa kita punya masa depan 1:11:02 Pak kasih optimisme bahwa kita bisa 1:11:05 menghasilkan ulang Indonesia jadiudah 1:11:08 lengkap sebetulnya optimisme itu yang 1:11:11 kita butuhkan sekarang adalah meletakkan 1:11:14 optimisme itu di dalam 1:11:17 Timel karena satu satu wac 1:11:22 opisu pegang oleh manusia Karena manusia 1:11:25 memang didesain oleh alam dikehendaki 1:11:29 oleh Tuhan agar supaya selalu punya 1:11:32 Politics of hope politik Harapan itu 1:11:35 yang mengalirkan optimisme itu jadi itu 1:11:40 fundamental di dalam diri manusia yaitu 1:11:44 memelihara 1:11:45 harapan sekarang Coba kita Tunjukkan 1:11:47 bagaimana Harapan itu bisa dirawat 1:11:51 sekaligus ditunjukkan apa yang akan 1:11:53 membatalkan Harapan 1:11:54 itu supaya kita ada sense of reality itu 1:12:00 Coba kita mulai dengan fakta yang 1:12:02 diuraikan tadi Oleh Pak Said 1:12:06 diduh dikeluarkan angka bahwa Indonesia 1:12:10 akhirnya masuk ke dalam Resesi ekonomi 1:12:13 itu minus 5 ee berapa 1:12:18 35,3% akhirnya dikeluarkan angka 1:12:22 itu lalu orang Anggap kita masuk ke 1:12:25 Resesi padahal sebetulnya realitasnya 1:12:28 sejak dua Kuartal lalu kita sudah ada di 1:12:30 Resesi angkanya baru keluar sekarang kan 1:12:33 itu soalnya kan jadi kita bukan memasuki 1:12:37 Resesi setelah angka statistik Keluar 1:12:39 kita sudah ada dalam Resesi lalu 1:12:42 dikonfirmasi oleh angka statistik yaitu 1:12:44 5,3 itu jadi itu faktanya tu apa artinya 1:12:50 itu dengan 1:12:51 logic simpel well angka 5,3 itu 1:12:58 artinya upaya korporasi untuk 1:13:01 memperbaiki perform dia di semester 1:13:04 depan harus didasarkan pada angka ini 1:13:07 dan kita tahu bahwa seluruh korporasi 1:13:10 artinya 1:13:11 akhirnya memutuskan untuk menghentikan 1:13:14 produksi dan menghentikan investasi itu 1:13:17 karena minus 1:13:20 5,3 kan di dalam teori ekonomi minus,53 1:13:24 itu enggak akan ada orang yang tertarik 1:13:25 untuk datang ke negara yang minus 5,3 1:13:28 Jadi mereka menunggu apa yang akan 1:13:30 dihasilkan negara supaya min 5,3 itu 1:13:34 naik perlahan-lahan lalu jadi eh 1:13:37 insentif bagi korporasi itu ini soalnya 1:13:41 di kita nah kemudian 1:13:45 tanpa menyebutkan Apa yang hendak 1:13:47 dilakukan pemerintah langsung bikin 1:13:49 perbandingan I minus 5,3 itu masih masih 1:13:53 lebih baik dari minus9 di Malaysia minus 1:13:56 11 di Perancis jadi kita lihat cara 1:13:59 berpikir pemerintah dia membandingkan 1:14:02 keburukan dengan 1:14:03 keburukan dengan kata lain generasi muda 1:14:06 punya optimisme untuk melampaui 1:14:10 handicaptical eonomy hari ini pemerintah 1:14:13 justru memberi semacam fakta baru bahwa 1:14:16 dia tidak punya peralatan untuk 1:14:19 menyeberangkan optimisme generasi muda 1:14:22 jadi ada lag di situ itu kalau seluruh 1:14:25 energi yang kita bicarakan tadi 1:14:26 ditagihkan pada pemerintah Pemerintah 1:14:29 bilang dia enggak tahu mau bikin apa 1:14:31 karena bahkan angka itu dia hanya mampu 1:14:33 bandingkan bu Untung kita masih 5,3 ada 1:14:37 yang min9 ada yang min1 ada yang min 21 1:14:41 jadi Coba kita lihat eh cara berpikir 1:14:43 pemerintah jadi tidak comply dengan 1:14:45 eneri generasi muda nah dalam keadaan 1:14:48 itu generasi muda juga melihat yang 1:14:50 ngapain mengupayakan Indonesia yang 1:14:53 lebih maju kalau pemerintah sendiri 1:14:55 hanya mampu membandingkan keburukannya 1:14:57 dengan keburukan negara lainnya itu yang 1:15:00 menerangkan tadi Mengapa pak saidid 1:15:03 terpaksa mesti mengatakan bahwa itu 1:15:04 orang sudah enggak mau sekolah kan lain 1:15:07 kalau pemerintah kasih semacam pikiran 1:15:09 baru bahwa Indonesia masih bisa tumbuh 1:15:12 dengan cara apa dengan minta Gamal Gamal 1:15:16 drkter Gamal menerangkan itu di forum 1:15:19 istana dari depan 1:15:21 ee tangga istana Gamal memberitahu itu 1:15:25 supaya dapat optimisme itu jadi 1:15:28 pertanyaannya Mengapa Gamal ada di 1:15:32 ee di Sumatera Barat Kenapa dia tidak 1:15:35 ada di Istana Negara tuh hari 1:15:39 ini karena dianggap gabal itu adalah 1:15:42 penentang 1:15:44 kekuasaan yang ada di Istana Negara 1:15:47 Siapa milenialis ada milenials yang 1:15:49 diberi seragam putih hitam itu yang 1:15:53 dikumpulkan oleh Pak Jokowi dijkan kayak 1:15:57 penguin tapi justru penguin-penguin Ini 1:16:01 yang ggak bicara kan ajaib kan milenial 1:16:04 k Tutup mulut milenial cerewet Kenapa 1:16:08 karena beban yang ditanamkan pemerintah 1:16:10 sekarang itu adalah akan memberati 1:16:14 mereka 5,3 artinya produksi 1:16:17 berhenti investasi berhenti apa Arya 1:16:21 bagi negaraak adaisa pajaki W korporasi 1:16:25 enggak produksi mau dipajakin apa Karena 1:16:27 gak ada yang bisa dipajaki maka negara 1:16:30 mesti cari akal apa akalnya ya 1:16:32 satu-satunya adalah perbanyak hutang 1:16:35 luar negeri lagi itu beban lagi bagi 1:16:36 milenials kan itu konsekuensinya 1:16:39 sekarang kalau hutang itu kemudian 1:16:41 terhalang oleh aturan negara bar sampai 1:16:44 limitnya Apa yang dilakukan ya cetak 1:16:47 uang dengan apa cara apa bebankan 1:16:51 eh negara keluar surat utang Terus 1:16:54 disuruh beli sama Bi itu bi mau lakukan 1:16:56 apa di dalam rasionalitas 1:16:59 moneter caranya adalah cetak uang 1:17:02 sekarang kita lihat setelah pandemi 1:17:06 dengan sendirinya secara alami akan 1:17:08 berkurang mungkin semester depan bulan 1:17:11 Maret misalnya ketika negara-negara lain 1:17:15 mulai menanjak take off Indonesia 1:17:19 terlunta-lunta di lapangan karena 1:17:22 kelebihan 1:17:24 lemak korupsi lemak 1:17:27 inflasi lemak putus asa jadi dengan 1:17:31 mudah kita katakan bahwa seluruh 1:17:33 optimisme yang kita bayangkan adalah 1:17:35 milik generasi muda dibatalkan oleh 1:17:38 kedunguan pemerintah itu soalnya jadi 1:17:41 memang layak generasi muda sekarang 1:17:43 marah karena masa depannya dibajak hari 1:17:46 ini enggak ada harapan pemerintah enggak 1:17:48 bisa kasih harapan apa-apa Paling dia 1:17:50 bisa bilang ya kita nanti akan maju 1:17:52 Tetapi apakah kalkulasinya untuk 1:17:54 membuktikan bahwa Indonesia akan terbang 1:17:57 lagi di semester pertama 2022 2021 1:18:01 enggak ada fasilitas itu karena 1:18:05 kesalahan kebijakan yang sudahudah in 1:18:07 Optima for kesalahan kebijakan yang 1:18:09 dibuat berturut-turut sehingga 1:18:12 akumulasinya adalah 1:18:14 frustrasi Sekarang saya mau bicara 1:18:16 tentang frustrasi 1:18:17 itu 1:18:19 apakahenials mampu mengendalikan 1:18:22 frustrasinya 1:18:24 nanti 1:18:26 berhadapan dengan kesulitan ekonomi Dia 1:18:29 mungkin bisa atasi frustrasi itu Tapi 1:18:32 bagaimana kalau keluarganya mengalami 1:18:35 kepapaan yang luar biasa karena 1:18:38 konsumsinya tidak bisa 1:18:41 terpenuhi Apa yang akan terjadi Kita 1:18:44 mesti membayangkan bagian yang buruk itu 1:18:46 sebetulnya di depan karena memang hukum 1:18:49 sejarah sedang menuju ke situ lain kalau 1:18:52 ada sinyal bahwa Oke hukum sejarah bisa 1:18:54 dibalikkan enggak 1:18:56 bisa Jadi kita mesti terima bahwa 1:19:00 milenials dengan segala macam 1:19:04 e optimisme dia akan berhadapan dengan 1:19:07 keadaan paling buruk di bulan Februari 1:19:09 bulan Mart yang dengan mudah diterangkan 1:19:13 grafiknya itu Jadi kita mesti beri nama 1:19:16 keadaan ini apa sebetulnya yang kita 1:19:19 bicarakan hari ini dalam kaitan dengan 1:19:22 politik of hope dari the millenials 1:19:24 milenials tentu harus tumbuh dalam 1:19:28 optimisme tetapi hari ini kita mengalami 1:19:33 fatalisasi dalam semua soal jadi sebut 1:19:36 aja kita hidup di dalam 1:19:39 E fatalistik optimism itu optimisme yang 1:19:42 fatalistik Nah kita mesti pegang ini 1:19:45 supaya kita enggak di dikasih PHP oleh 1:19:48 janji-janji palsu oleh kekuasaan nanti 1:19:51 milenial akan begitu pandemi selesai 1:19:55 maka milenial akan memperoleh seluruh 1:19:58 kenikmatan bonus demografi milenial akan 1:20:02 diiapkan untuk menjadi czen 1:20:06 of.0 segala macam itu semua adalah 1:20:10 bayangan fatalistik sebetulnya atau 1:20:13 kalau pakai istilah k bayangan yang 1:20:16 patologis yangru menyebabkan penyakit 1:20:20 jadi kita pergi S ofity bahwa 1:20:23 di dalam upaya untuk melegakkan batin 1:20:25 kita sebagai e milenials yang 1:20:28 menginginkan Indonesia tumbuh dalam 1:20:30 Politics of hope pada saat bersamaan 1:20:33 kita mesti tahu bahwa kita hidup di 1:20:35 dalam optimisme palsu bukan milenialnya 1:20:38 yang palsu tapi suasana yang diedarkan 1:20:40 oleh oleh istana itu semacam optimisme 1:20:43 yang fatalistik Nah kita harus hitung 1:20:47 itu persis satu persatu dengan segala 1:20:50 macam konsekuensinya jadi sekali lagi 1:20:54 Eh your time is not yet buat milenials 1:20:59 tu I but The Day After Tomorrow Belongs 1:21:03 To You nah jarak antara to days Dan 1:21:07 After Tomorrow lusa itu itu yang disebut 1:21:10 sebagai krisis politik jadi bersiaplah 1:21:13 pertama kali untuk masuk di dalam krisis 1:21:16 politik supaya kita bisa punya 1:21:19 pengalaman otentik di dalam bernegara 1:21:22 jadi krisis politik itu penting buat 1:21:24 milenials supaya dihadapi betul realitas 1:21:27 keadaan bernegara hari ini kalau pakai 1:21:30 bagan yang diterangkan tadi oleh Gamal 1:21:33 dari Comfort Zone itu kita pergi pada Fe 1:21:36 zone Fe Zone itu bukan kecemasan psikis 1:21:39 saja tapi kecemasan terhadap masa depan 1:21:42 deprivasi masa depan harus kita olah di 1:21:45 dalam feone itu zona kecemasan itu 1:21:49 supaya kita bisa grow tadi saya sampai 1:21:51 sampai eh eh secara topografi lihat pet 1:21:56 gal itu 1:21:58 sehingcetak di kepala saya 1:22:01 ada di sampingnya itu 1:22:04 beririsan kita mau Terangkan apa 1:22:06 sebetulnya yang harus kita lakukan kalau 1:22:08 kita pindah dari 1:22:11 ke kita mengalami pengalaman Entik 1:22:15 bernegara kalau kitauh di dalam krisisk 1:22:19 jadi jangan tak 1:22:21 masrisisk itu yang dimaksud tadi oleh 1:22:23 Gamal di dalam topografinya dari Comfort 1:22:26 zone pergi pada P Zone itu artinya masuk 1:22:29 dalam krisis politik supaya kita masuk 1:22:31 pada grow zone pertumbuhan nah krisis 1:22:33 politik ini yang tadi dirumuskan oleh 1:22:37 MSD MSD artinya Muhammad saidid Didu itu 1:22:41 bedanya MSD dengan MSG MSG artinya 1:22:44 monosodium glukamat glutaman MSD artinya 1:22:48 monosodium Demokrat jadi penyedak 1:22:51 demokrasi adalah 1:22:54 Said jadi tadi yang diucapkan Said did 1:22:58 adalah ambil kesempatan untuk menjadi 1:23:01 aktivis politik di dalam era krisis 1:23:05 politik itu juga adalah pengalaman 1:23:07 otentik dari milenials sebagai Ujian 1:23:10 pertama Apakah dia mau jadi leader atau 1:23:13 dia sekedar hanya ingin jadi dealer itu 1:23:15 poinnya Terima 1:23:17 kasih baik Terima kasih Om om kalau 1:23:21 kitaihat dari sejarah perjuangan bangsa 1:23:24 kita ee terutama yang paling terlihat 1:23:27 adalah ee masa-masa perjuangan 1:23:29 kemerdekaan tahun 5 ini yang 1:23:32 menggerakkan adalah ee para pemuda Bah 1:23:36 dan para pemuda terdidik Ya seperti 1:23:39 eh Soekarno di Bandung ya di ketika dia 1:23:43 kuliah di ITB juga Hatta ketika kuliah 1:23:45 di Belanda gitu nah 1:23:48 eh dan sekarang Ee kita melihat dan 1:23:52 seakan-akan nih arah pendidikan kita itu 1:23:56 hanya membuat mempersiapkan para 1:23:58 generasi muda yang sekarang karakter 1:24:01 milenials ini untuk eh berada pada 1:24:04 Comfort zone tadi ya ketika berpikir 1:24:08 pada ruang 1:24:09 e kesejahteraan dirilah gitu masa depan 1:24:12 diri pribadi dan ini kalau 1:24:15 seandainya eh dibiarkan Terus eh Saya 1:24:19 khawatir bangsa kita hanya akan menjadi 1:24:21 objek generasi mudanya terkondisikan ee 1:24:25 mereka tidak sebagai pejuang gitu 1:24:28 Bagaimana eh omakingat yang pernah juga 1:24:31 kan besar di UI pernah merasakan 1:24:34 masa-masa e Dulu ketika kuliah dan juga 1:24:37 mungkin sebagai dosen eh antara ruang 1:24:41 akademis di kampus dengan ruang e 1:24:44 mengkritisi masalah-masalah sosial 1:24:46 politik dan kebangsaan di negara kita 1:24:48 bagaimana melihat e kondisi sekarang dan 1:24:50 harapan untuk masa depan 1:24:53 eh ada yang lebih konkret enggak ya 1:24:56 Kalau kalau saya mengu Gambarkan keadaan 1:25:00 sekarang dalam upaya untuk menghasilkan 1:25:03 ulang 1:25:03 Indonesia dengan parameter para pemuda 1:25:07 tahun 45 itu awal kemerdekaan yang 1:25:10 sekarang ini adalah kutu busuk semua 1:25:12 nih kaleng-kaleng semua tu karena 1:25:16 milenial hari ini yang ada di Istana 1:25:19 bukan yang ada di 1:25:21 jalan itu justru cari swaka mental di 1:25:25 situ swaka 1:25:28 mental Kenapa karena dia diajak ke situ 1:25:32 masuk ke 1:25:33 situ bukan karena 1:25:36 kompetensinya tetapi karena relasi 1:25:38 politik antara Presiden dan orang 1:25:40 tuanya Jadi sebetulnya yang ada di situ 1:25:43 adalah perwakilan orang tua perwakilan 1:25:46 ee pendukung presiden yang anaknya ada 1:25:49 di situ kan bukan milenials yang ada di 1:25:52 situ g kan yang di situ adalah proksi 1:25:54 dari bapak ibunya tu yang disebut 1:25:56 milenial se itu yang terjadi lain 1:25:59 konsepnya itu milenialis istana direkrut 1:26:02 bukan karena kompetensi mereka tapi 1:26:05 karena relasi presiden dengan bapak 1:26:09 ibunya dengan orang tua mereka itu itu 1:26:11 poinnya itu jadi 45 enggak ada begituan 1:26:15 semua orang datang secara otentik bawa 1:26:18 apa dia bawa buku milenials itu 1:26:22 milenialsnya eh 1:26:25 eh awal kemerdekaan untuk apa untuk 1:26:29 bertengkar jadi awal dari intelektual 1:26:32 kita di era kemerdekaan adalah mereka 1:26:34 yang memang ingin bertengkar tentang 1:26:36 dasar negara tentang kapitalisme tentang 1:26:39 harapan masa depan tentang nama 1:26:41 Indonesia sekarang mil hari ini dikasih 1:26:44 seragam di istana oleh Pak Jokowi Hitam 1:26:47 Putih Jadi mau bertenggar bagaimana W 1:26:49 Seragamnya 1:26:51 sama 1:26:52 coba saya kasih contoh sekarang 1:26:55 BUMN 1:26:57 BUMN 1:26:59 direksinya adalah mereka yang disetujui 1:27:03 oleh Jokowi 1:27:04 itu jelas bukan karena kompetensinya 1:27:08 tapi pertama-tama karena afirmasi 1:27:11 politik dari 1:27:12 istana itu pun Udah Ee melanggar ide 1:27:16 konstitusi bahwa Bun ini bukan milik 1:27:19 Presiden bukan milik pemerintah ini 1:27:20 milik negara karena itu fit and 1:27:22 propertest adalah o oleh publik bukan 1:27:24 oleh pemerintah sebetulnya untuk jadi 1:27:26 direksi itu oke direksi adalah pro 1:27:29 pemerintah 1:27:30 itu supaya BUMN ini sehat maka komisaris 1:27:35 harus mengawasi 1:27:37 direksi sekarang komisaris adalah 1:27:39 relawan influencer yang juga Pro 1:27:41 pemerintah Bagaimana mungkin dia mau 1:27:43 mengevaluasi direksi kalau sama-sama 1:27:45 Prof 1:27:46 pemerintah Jadi terlihat betul bahwa 1:27:50 sogok menyogok jabatan ini itu adalah 1:27:53 bisnis utama kekuasaan hari ini n 1:27:55 milenial enggak bisa tumbuh di dalam 1:27:57 tradisi semacam itu ada tradisi fodal 1:28:00 ada tradisi macam-macam jadi apa ciri 1:28:04 dari milenial istana lidahnya lebih 1:28:07 panjang dari 1:28:09 akalnya itu 1:28:12 soalnya dan lebih lebar dari otaknya itu 1:28:15 kan bagian yang lain kita lihat dalam 1:28:18 Talk Show di semua tempat Talk Show itu 1:28:21 enggak ada kita dengar milenial istana 1:28:24 diutus untuk debat padahal itu latihan 1:28:26 penting yang diutus adalah kaum kolonial 1:28:28 yang juga otaknya terbatas sehingga 1:28:32 debat tanp k marah-marah ngac di 1:28:34 situ jadi suasana ini yang saya sebut 1:28:38 saja bahwa hari ini ada paradoks istana 1:28:43 ingin memberi tempat pada menials tapi 1:28:46 sekaligus anti perdebatan intelektual 1:28:49 milenial tidak mungkin tumbuh di luar 1:28:51 perdebat 1:28:52 milenial itu diuji dalam perdebatan 1:28:56 gagasan sekarang tertutup kemampuan 1:28:59 perdebatan itu dan bagian inilah yang 1:29:02 kita harus juga tambahkan pada krisis 1:29:05 nanti Bagaimana mungkin kita masuk di 1:29:08 dalam era baru nanti semester pertama 1:29:10 2021 bersamaan dengan negara-negara lain 1:29:13 kalau kita kekurangan kemampuan 1:29:14 memperdebatkan ide- global ada 1:29:18 tentangbing 1:29:20 tent tentang e stunting segala macam 1:29:24 enggak bisa kita comply dengan itu siapa 1:29:28 yang berani bertanding dengan Greta 1:29:30 dalam debat soal eh climate Strike 1:29:32 misalnya enggak ada jadi karena itu saya 1:29:36 kira itu penting bagian semacam ini 1:29:39 selain kita 1:29:40 eh memberi sugesti pada pada optimisme 1:29:44 kita juga mesti 1:29:46 mengukur fatalistik yang bisa dihasilkan 1:29:50 akibat dari kebijakan pemerintah yang 1:29:52 terus-menerus memburuk hari ini intinya 1:29:54 satu pemerintah tidak punya jembatan 1:29:57 untuk menyeberangkan milenials ke 1:30:00 politik harapan karena itu milenials 1:30:03 harus ciptakan jembatannya sendiri ada 1:30:06 quation dari 1:30:07 eh siapa namanya tu seorang 1:30:12 pemikir kuno di di Mesopotamia 1:30:20 eh 1:30:23 dia bilang 1:30:24 begini we 1:30:33 will atau kita menemukan jalannya atau 1:30:36 kita menciptakannya nah jalannya sekang 1:30:38 tertutup oh karena itu hak milenial 1:30:41 untuk membuat jalannya sendiri jalan 1:30:43 yang pasti berseberangan dengan 1:30:45 kekuasaan ambiliko itu Karena itulah 1:30:48 ukuran bahwa kita keluar dariforone 1:30:51 masuk dalam 1:30:52 terima kasih Oke terima kasih Om Roki 1:30:56 nanti kita lanjut di sesi berikutnya 1:30:59 sekarang Eh saya kembali ke Pak merani 1:31:02 sebelum ke Pak merani lagi saya ingin 1:31:03 mengucapkan terima kasih kembali kepada 1:31:05 seluruh wartawan dan media yang 1:31:08 senantiasa terus ikut Meliput unival 1:31:11 stok setiap eh Jumat malam ini ya 1:31:14 mudah-mudahan menjadi sarana untuk ee 1:31:16 pencerdasan politik bagi seluruh 1:31:19 masyarakat Indonesia dan juga acara ini 1:31:21 eh disiarkan secara live di Channel 1:31:26 eh partai KAD sra Facebook dan juga PKS 1:31:30 TV dan juga eh rasil TV di YouTube dan 1:31:34 juga disiarkan eh secara langsung di 1:31:38 radio rasil eh channel radionya Nah 1:31:42 langsung ke Pak Mardani Pak Mardani eh 1:31:45 kita tadi menyaksikan pemaparan yang 1:31:47 luar biasa dari pembicara lain khususnya 1:31:49 dari Dr Gamal dan eh seharusnya 1:31:53 orang-orang seperti drter Gamal ini bisa 1:31:56 banyak tumbuh di seluruh belahan dunia 1:31:59 Indonesia gitu ya mudah-mudahan E Beliau 1:32:02 juga sekarang sudah terjun langsung 1:32:04 mudah-mudahan bisa menginspirasi tetapi 1:32:07 secara kebijakan publik negara ya Pak 1:32:09 marani sebagai ketua salah satu ketua 1:32:13 partai politik dan juga anggota DPR ini 1:32:17 bagaimana eh merekayasa ni agar negara 1:32:20 kita ini bisa melahirkan p 1:32:21 pahlawan-pahlawan muda yang dulu seperti 1:32:25 e mungkin di zaman kemerdekaan kita 1:32:28 zaman reformasi dan mungkin sekarang di 1:32:30 zaman milenial 1:32:36 bagaimanatama Terima kasih Pak MSD ya 1:32:41 Muhammad luar bias pencerahannya saya 1:32:46 banggaisa Diat 1:32:50 ini selalu mempesona Bung Roki ee jadi 1:32:53 gini indahnya malam ini memang pil pahit 1:32:58 ya tetapi ee sakit itu memang harus 1:33:01 minum obat yang pahit ya sehingga bisa 1:33:04 segera sembuh ya Kal dalam sesuatu yang 1:33:07 politik ophop tadi bung Roki bilang Bro 1:33:10 Roki eh ketika malam Kian kelam tanda 1:33:14 Fajar akan menyingsing ya jadi 1:33:17 eh a matter of time ya walaupun eh kata 1:33:23 nabi kita jangan jatuh ke lubang yang 1:33:24 sama dua kali buat 1:33:27 milenial memang harus create jalan dia 1:33:31 sendiri gitu 1:33:33 eh mendobrak dinding yang menghalangi 1:33:36 gitu karena itu 1:33:38 eh speak up harus bicara gitu 1:33:42 loh mengharapkan dukungan ataupun 1:33:46 kualitas kebijakan publik saat ini 1:33:49 khusus dari Pemerintah gitu loh saya 1:33:52 agak khawatir ketika hadis nabi 1:33:54 mengatakan menyerahkan satu ur kepada 1:33:57 bukan 1:33:58 ahlinya ya Tunggu saat kehancuran gitu 1:34:01 nah eh Pak 1:34:04 tadi kompetensi itu faktor pengali ya 1:34:08 jadi 1:34:09 eh kalau bahasa kas Lupakan apa yang 1:34:13 dibuat pemerintah kalau mereka berbuat 1:34:15 baik kita bers tidak kita harus terus 1:34:17 maju ehah satu M Speak itu Desember 2020 1:34:22 Ayo ee Ini adalah momen ee kalau memang 1:34:27 suka ya di Medan ada menantu di Solo ada 1:34:31 anak mungkin kalau ada suara yang tegas 1:34:34 itu jadi message yang kuat tapi bukan 1:34:37 cuma itu yang lain juga banyak ya dan 1:34:39 itu hak kebebasan dari kita semua saya 1:34:42 menggaris bawahi Bang haldi e kita perlu 1:34:45 sebuah rencana yang Brilian karena 1:34:48 oligarki ini betul-betul bekerja keras 1:34:51 kami di komisi 2 lagi coba untuk 1:34:54 menurunkan e tes tetapi eh rumor yang 1:34:58 beredar akan dipastikan bahwa Pilpres 1:35:02 2024 akan e berformat dua pasang calon 1:35:06 kembali sehingga pemenangnya tetap 1:35:09 oligarki dan karena itu ini sebuah 1:35:13 eh message yang sangat jelas masa depan 1:35:16 kita yang e sangat-sangat berbahaya 1:35:19 ketika dua pasang calon kembali di 1:35:23 2024 dan itu bisa kelihatan dari apa 1:35:26 yang sudah terjadi sekarang Nah karena 1:35:28 itu ee buat semua ya apalagi Leaders ya 1:35:32 Leaders itu eh eh trend setter leader 1:35:36 itu yang berani mengambil resisiko untuk 1:35:38 eh Keep moving ya Eh keep doing ya keep 1:35:43 striking ya Sehingga ayo eh Partai 1:35:46 Keadilan Sejahtera sudah memasang Mas 1:35:49 Gamal untuk bidang kepemudaan masuk 1:35:52 partai lain juga boleh ke mana saja yang 1:35:54 penting di mana pun berada kita menjadi 1:35:56 Island of integrity Pulau integritas 1:35:59 yang tadi mas bilang bahwa integritas 1:36:02 kompetensi ya keberanian dan jaringan 1:36:06 mudah-mudahan E Kitalah Yang nanti akan 1:36:09 menentukan masa depan Indonesia bukan 1:36:11 oligarki yang sekarang ada 1:36:14 begitu ya Baik terima 1:36:17 kasih Ya intinya ini Pemuda Jangan 1:36:19 Menunggu ya harus memulai dan berjuang 1:36:23 terus speak up baik e berikutnya ke Pak 1:36:29 Pak Apa sudah bisa bergabung 1:36:33 kembali sebentar 1:36:37 oke I lag lagi lagi dua 1:36:42 webinar keren Ken I luar biasa nih 1:36:46 Terima kasih Pak ataktunya 1:36:50 Pak ada Pak Said tadi saya melihat bahwa 1:36:54 masa mudanya ini sebenarnya luar biasa 1:36:57 secara karir ya Secara karir dari usia 1:37:01 20-an sudah menjadi pimro proyek P 1:37:05 proyek jutaan dolar gitu ya dan 1:37:09 karirbumnmn juga sangat e fantastis tapi 1:37:14 pada akhirnya dengan situasi sekarang 1:37:16 Eh ini berani keluar dari zonaan semua 1:37:21 untuk menjadi seorang pejuang yang 1:37:24 dengan kondisi saat ini mungkin eh 1:37:27 secara Comfort zone secara 1:37:29 fasilitas keduniaan jauh lebih kurang 1:37:33 baik dibanding masa sebelumnya nah eh 1:37:37 Kita mengetahui dari data kajian survei 1:37:41 salah satu karakter milenials 1:37:44 e adalah untuk 1:37:48 terkait terkait masa depan mereka 1:37:51 ent status masa depan nah saya ingungk e 1:37:57 pengalaman pribadi dari 1:37:59 Pak bagaimana mengalihkan dari comfor 1:38:02 zone ini yang 1:38:05 awalnya menjadi seorang profesional yang 1:38:08 sangat 1:38:09 sukses kemudian saat 1:38:11 ini menjadi seorang 1:38:20 pejuangingsisj eh sebagai teladan bagi 1:38:23 kami bagi para generasi muda agar eh 1:38:26 tetap apa tidak terlalu hanya memikirkan 1:38:29 diri sendiri bagaimana 1:38:32 Pak sebenarnya tidak ada yang berubah 1:38:36 cuma pada saat pemerintahan Sebelumnya 1:38:39 saya akan mulai di dalam sejak Pak Harto 1:38:41 dan seterusnya itu dan terakhir pada 1:38:45 saatak 1:38:46 s itu biasa saja kalau berbeda pendat 1:38:50 jadi saya bahintahan sebelumnya itu 1:38:53 dunia saya masih cocok karena berbeda 1:38:56 pendapat pun gak 1:38:59 masalah nah dunia ini gak cocok lagi 1:39:02 Maka kalau saya tetap di dalam bisa mati 1:39:04 berdiri saya karena karakter Saya memang 1:39:07 adalah karakter yang perah ingin melihat 1:39:10 sesuatu yang salah lewat di depan saya 1:39:13 itu tidak pernah 1:39:20 sayaat 1:39:22 c yang titipan dari penguasa untuk 1:39:26 jadikan komisaris dan direksi 1:39:28 BUMN dan saya menghadap kepada penguasa 1:39:33 ini saya masukkan tong sampah semua 1:39:36 karena ini bukan 1:39:38 profesional nah tapi saya tunggu dipecat 1:39:41 gak dipecat juga Oh berarti ini masih 1:39:44 oke 1:39:50 guk pernah berubah tidak pernah berubah 1:39:53 saya Pak Mardani mengikuti kita di DPR 1:39:57 itu saya di DPR itu dikasih nama namanya 1:40:00 ituh mosat karena enggak pernah mau 1:40:03 mengalah Saya enggak pernah saya 1:40:04 mengalah walaupun dihadapi oleh 50 1:40:07 anggota DPR kita berdebat sampai habis 1:40:09 jadi maksud saya Maksud saya kepada 1:40:12 adik-adik milenial bahwa jalan saja 1:40:16 dengan 1:40:17 integritasnya kalau jadi saya katakan 1:40:19 Saya keluar karena dunia Saya 1:40:21 betul-betul tidak cocok lagi bukan bukan 1:40:25 karena saya pernah pada saat di dalam ee 1:40:27 pernah berubah tidak berubah tetap 1:40:29 idealisme saya saya pakai tapi kalau 1:40:32 kalau kita di dalam kan enggak usah 1:40:33 banyak ngomong lakukan saja tindakan 1:40:35 kalau enggak cocok pecat kalau ini 1:40:37 peecat pecat itu aja kan kita lagi lagi 1:40:40 punya kewenangan nah yang saya pegang 1:40:43 adalah selalu kita pegang terus adalah 1:40:46 saya katakan 1:40:48 tadi saya ulangi kompetensi dikali 1:40:51 integritas dikali dengan eh struggle 1:40:54 keberanian dan terakhir adalah jaringan 1:40:58 itu jaringan penting tapi saya katakan 1:41:00 itu perkalian loh ya Jadi kalau anda 1:41:02 enggak punya kompetensi yang lain Tu 1:41:04 enggak ada gunanya anda punya jaringan 1:41:06 Saya pikir kita punya banyak teman-teman 1:41:08 tuh jaringannya banyak sekali tapi 1:41:10 enggak punya kompetensi nah coba kita P 1:41:13 lihat Pak E drter Gamal tadi karena dia 1:41:16 punya kompetensi dan punya jaringan maka 1:41:18 dia lebih cepat maju nah Nah jadi saya 1:41:23 saya ngalami betul Bagaimana berjuang 1:41:25 dan kenapa saya Saya ulangi lagi bahwa 1:41:29 milenial hanya bisa ada harapan apabila 1:41:32 oligarki dan dinasti 1:41:35 dihilangkan hanya punya harapan kalau 1:41:37 itu seperti yang dikatakan Bung Roki 1:41:40 tadi itu clear sekali clear sekali Saya 1:41:43 hanya menitip kepadaenial 1:41:46 [Musik] 1:41:47 juga Berhentilah memberikan karpet merah 1:41:50 kepada ada kutu-kutu 1:41:53 loncat hari ini memaki-maki besok 1:41:56 menjilat memaki-maki yang pernah 1:41:58 tempatnya memaki-maki itu jangan kasih 1:42:00 lagi karpet merah hancurnya politik di 1:42:04 Indonesia karena kutu loncat ini Kalau 1:42:07 pindah dari partai a ke partai B 1:42:08 langsung dikasih karpet merah lagi 1:42:10 padahal atau Li pendukung a ke pendukung 1:42:13 B kasih karpet merah lagi itu itu yang 1:42:16 bikin rusak karena orang ini perusak itu 1:42:18 yang pindah-pindah dan itu saya pikir 1:42:20 Indonesia itu enggak banyak-banyak juga 1:42:22 sih ya mungkin ya enggak nyampai 20 1:42:25 orang lah yang hanya kerjanya loncat 1:42:27 kiri loncat kanan gitu memaki kiri 1:42:28 memaki kanan itu aja nah saya saya 1:42:31 banyak pengalaman saya 1:42:33 eh banyak sekali dan saya pikir Eh Pak 1:42:37 Habibi dulu tuh menyekolahkan orang 1:42:40 hampir e puluhan ribu orang dan itu yang 1:42:44 sekarang yang memegang memegang 1:42:47 perubahan Ya saya pikir paling banyak 1:42:50 itu di PKS tuh ya paling banyak tuh yang 1:42:53 bekas-bekas di disekolahkan nah jadi itu 1:42:57 memang Meletakkan dasar Nah itulah 1:43:00 pentingnya pendidikan tapi problem 1:43:02 sekarang pendidikan sekarang saya kasih 1:43:04 contoh begini milenial sekarang saya ke 1:43:06 luar negeri ketemu penerima 1:43:09 beasiswa jangankan mau ketemu berfoto 1:43:12 bersama pun 1:43:14 takut karena ditakuti kami ininya Pak 1:43:18 kalau ada foto bapak kami ditegur jadi 1:43:20 foto dengan Said pun itu gak berani 1:43:23 mereka nah betapa tersiksanya milenial 1:43:26 sekarang saya paham kenapa ak-akis 1:43:29 mahasiswa sekarang ketakutan karena 1:43:31 berbagai cara dilakukan Nah itu itu 1:43:34 menurut saya ini harus diakhiri 1:43:35 cara-cara seperti ini jadi nah milenial 1:43:38 harus bangkit melawan agar punya peluang 1:43:42 saya katakan tadi saya dengan pak hab 1:43:45 saya cerita gak apa-apa sedikit ya 1:43:47 cerita saya dulu ingin sekali kerja di 1:43:51 BPP teknologi di Pak Habibi saat itu 1:43:54 Ditulis Karena saya dari IPB Institut 1:43:57 Pertanian Bogor teknologi industri Saya 1:43:59 ingin sekali kerja di situ ditulis 1:44:01 pengumuman pertanian tidak diterima 1:44:05 marah saya sebagai milenial umur 22 1:44:07 tahun kurang ajar 1:44:09 Habibi Saya menulis surat ke Pak Habibi 1:44:13 Pak Habibi Saya tidak setuju Kalau bapak 1:44:15 hanya mengembangkan pesawat negara ini 1:44:18 negara pertanian butuh bioteknologi 1:44:21 Saya mau masuk bppt mengembangkan 1:44:23 bioteknologi saya tulis begitu 2 minggu 1:44:25 kemudian saya dipanggil oleh Beliau dan 1:44:28 menyatakan oke terima anak ini dan 1:44:30 kembangkan bioteknologi Nah itu milenial 1:44:34 cara kerja milenial jangan setelah lihat 1:44:36 pintu tertutup pulang Pak enggak bisa 1:44:38 diterima Nah milenial harus membuka 1:44:41 pintu yang tertutup untuk menghambat 1:44:43 karier mereka itulah milineal Nah itu 1:44:46 saya itu cerita cerita bagaimana 1:44:48 membukabuka apaanya 1:44:51 Nah jadi 1:44:52 eh kalau pengalaman pribadi saya sih 1:44:55 memang saya orangnya begitu saya bukan 1:44:57 anak siapa-siapa tapi Saya 1:45:01 merindukan 1:45:03 merindukan ke kondisi itu kembali lagi 1:45:07 bahwa hanya orang pintar berintegritas 1:45:11 yang punya struggle yang bisa maju bukan 1:45:15 bukan karena kemampuan menjilat dan 1:45:19 memuji-muji itu yang saya harapkan 1:45:21 sebenarnya nah Itul yang kita jadi saya 1:45:23 titip Mari kita malam ini kembali Saya 1:45:26 ulangi singkirkan ee apa namanya eh eh 1:45:32 barier utama oligarki dan dinasti 1:45:36 agar kembali Pemuda menjadi orang sukses 1:45:40 bukan sekedar Tim Sukses 1:45:44 dan tampil sebagai pahlawan bukan bangga 1:45:48 sebagai relawan Ken 1:45:52 itu saya pikir Terima kasih ya nanti e 1:45:57 sekaligus nanti sesi berikutnya kita 1:45:59 closing statement ya closing ideas Oke 1:46:01 Baik eh kemudian ke Gamal Dr 1:46:06 Gamal Halo Mas 1:46:10 Gamal Halo Iya mas ya ini Mas Gamal eh 1:46:14 mungkin tidak banyak eh orang yang di 1:46:17 sureluruh Indonesia para pemuda anak 1:46:19 muda yang meniti eh pengalaman karir ya 1:46:23 eh seperti Mas Gamal Nah ini mungkin 1:46:26 bisa dikasih tips-tipsnya untuk menjadi 1:46:28 inspirasi mulai dari sejak kuliah 1:46:30 kemudian menjadi dokter mungkin Dulu 1:46:33 ketika awal kuliah tidak terpikir ya eh 1:46:35 seperti sekarang gitu terjun dalam eh 1:46:38 apa namanya dalam jalur perjuangan 1:46:40 kemanusiaan dan juga sosial politik Nah 1:46:43 jadi step by step eh sebagai anak muda 1:46:46 ini mulai dari sejak masih sekolah 1:46:49 kuliah ee setelah lulus kemudian ee apa 1:46:53 ya kira-kira perlu dilakukan agar 1:46:56 sehingga di masa-masa seperti umur 30-an 1:47:00 ini sudah bisa ee menjadi tokoh 1:47:02 perubahan dan menjadi inspirasi bagi 1:47:05 yang 1:47:06 lain Terima kasih Mas kalau kita bicara 1:47:09 itu mungkin teman-teman e belum familiar 1:47:11 atau ada familiar dengan istilah 1:47:13 prominen eminen dan iminen jadi ada 1:47:16 prominen ada eminen ya jadi prominen itu 1:47:20 orang yang punya portofolio dan 1:47:21 diketahui publik diakui publik ada 1:47:23 eminen orang yang punya kepakaran 1:47:26 mendalam tapi dia mungkin tidak 1:47:27 mendapatkan pengakuan yang cukup dari 1:47:29 publik yang kita butuhkan hari ini itu 1:47:32 orang yang punya kepakaran ya portofolio 1:47:34 nyata dari kepakaran itu lalu dia juga 1:47:37 mendapatkan pengakuan dalam konteks 1:47:38 meluaskan dampak yang dia bisa lakukan 1:47:41 Nah untuk mencapai itu saya pikir memang 1:47:43 perlu kita You should Start with your 1:47:45 definition of Winner ya Nah kalau kita 1:47:47 dikorelasikan dengan Kontribusi saya 1:47:49 ingat tahun lalu Mas saya ke meksico 1:47:51 kebetulan ada salah satu mentor saya 1:47:53 mengajarkan saya Beliau menulis buku 1:47:55 namanya systemic change jadi systemic 1:47:57 change ini perubahan sistepik gimana 1:47:59 kita sebagai bagian dari e ratusan juta 1:48:03 orang di Indonesia ini mampu 1:48:04 menghadirkan perubahan setiap apa yang 1:48:06 kita lakukan itu menghasilkan perubahan 1:48:07 tapi yang perubahannya besar dan 1:48:09 perubahannya kecil nah kalau kita bicara 1:48:11 perubahan kita bicara tiga hal sosial 1:48:13 ekonomi dan politik ya teman-teman bisa 1:48:15 pilih It's OK teman-teman ingin bergerak 1:48:17 di sektor ekonomi membuka lapangan kerja 1:48:19 untuk menyelesaikan masalah dengan e 1:48:21 memberikan e menghasilkan produk untuk 1:48:23 memberikan kehidupan yang lebih baik 1:48:24 teman-teman juga bisa memilih masuk ke 1:48:26 sektor sosial untuk melawan 1:48:28 ketidakadilan yang ada bagaimana mampu 1:48:30 meningkatkan kesejahteraan masyarakat 1:48:32 memenuhi hak-hak dasar mereka lebih dari 1:48:34 itu bagaimana kita betul-betul bisa 1:48:37 mencapai ya ee apa yang dicita-citakan 1:48:39 soal kesejahteraan lalu ketiga 1:48:41 teman-teman juga bisa memilih jalur 1:48:42 politik dan bagi saya itu sama saja 1:48:45 teman-teman memilih ekonomi Oke sosial 1:48:47 Oke politik juga oke politik punya 1:48:49 kelebihan tidak ada tentakel yang lebih 1:48:52 besar dibandingkan politik untuk 1:48:53 melakukan perubahan jadi kalau saya 1:48:55 katakan satu tanda tangan lebih baik 1:48:56 daripada 1000 orang berteriak di jalan 1:48:59 ya Jadi kalau dibandingkan e 1000 orang 1:49:02 ya berteriak di jalan itu masih lebih 1:49:04 kuat satu orang yang memegang tanda 1:49:05 tangan lewat kendali politik yang 1:49:07 mungkin representasi pemerintahan dalam 1:49:08 konteks itu jadi dalam hal ini saya 1:49:11 melihat tiga hal teman-teman bisa 1:49:12 memilih pertama tadi dalam aspek apa 1:49:14 yang ingin teman-teman lakukan lalu ee 1:49:17 Kalau mungkin dalam konteks ee 1:49:19 perjalanan pribadi ya ataupun dalam 1:49:20 konteks Bagaimana kita bisa grow lebih 1:49:22 cepat itu soal ee bagaimana kita satu 1:49:25 meluaskan hektar wawasan kita ya jadi 1:49:27 penting buat teman-teman punya satu 1:49:29 orientasi gimana kita betul-betul punya 1:49:32 keinginan terus belajar Kalau Mas haldi 1:49:34 ke rumah saya ketemu sama ibu saya atau 1:49:37 istri saya akan tahu persis bagaimana 1:49:39 mereka menyaksikan saya tidur jam .30 1:49:41 pagi untuk mengerjakan sesuatu dan itu 1:49:44 berhari-hari hal yang biasa Ketika saya 1:49:45 betul-betul pasionate dengan apa yang 1:49:47 saya kerjakan bahkan ketika teman ibu 1:49:49 saya diwawancara sama salah seseorang 1:49:50 Apa sih yang membuat Gamal ini beda 1:49:52 dibandingkan saudara-saudaranya Ibu saya 1:49:54 tuh bilang Gamal ini hampir enggak 1:49:55 pernah tidur dia selalu ketiduran dan 1:49:57 ibu saya benar saya tuh sering banget 1:49:59 ketiduran di meja kerja saya di meja 1:50:01 belajar saya di sofa ruang keluarga 1:50:03 sambil saya karena saya menikmati 1:50:05 pembelajaran itu jadi satu pertama 1:50:07 teman-teman tadi Tentukan ingin bangun 1:50:09 portofolio kepakaran apa ya prominen 1:50:11 atau eminen sektor yang teman-teman 1:50:13 ingin bangun lalu kedua punya orientasi 1:50:15 sistemic change yang jelas jadi pattern 1:50:17 perubahan kita itu clear lewat mana lalu 1:50:19 Keti saya pikir soal kapasitas 1:50:21 kompetensi tadi gimana teman-teman bisa 1:50:23 grow cepat dengan betulbetul ngpus diri 1:50:26 untuk bisa punya orientasi dan mungkin 1:50:28 yang keat menurut saya juga fundamental 1:50:30 adal mindset kita ya soal resiliensi itu 1:50:34 penting ya punya ketahanan saya dan 1:50:37 teman-teman banyak teman-teman saya 1:50:38 ketika saya juga Mulai itu jadi sekitar 1:50:40 tahun 2013 Ya saya mulai inisiatif itu 1:50:43 banyak kawan-kawan mulai tapak banyak 1:50:45 yang bertahan sampai hari ini itu bagi 1:50:47 saya hal yang 1:50:49 p tahanan kita dalam mencapai apa yang 1:50:52 kita inginkan dan terakhir kelima soal 1:50:54 visi yang betul-betul melampaui 1:50:56 kapasitas kita Saya punya satu value 1:50:58 yang mungkin relevan dengan teman-teman 1:51:00 semua never limit your Vision based on 1:51:02 your current resources hold the Vision 1:51:05 trust the proses The vision Puls you 1:51:07 jadi jangan pernah batasi mimpi dan 1:51:09 cita-cita kita lewat sumber daya kita 1:51:11 hari ini pegang visi percaya pada proses 1:51:14 dan visi yang akan menarik kita dengan 1:51:17 contoh bedanya siput sama mobil Formula 1:51:19 1 ya untuk menempuh 400 me siut Butuh 1:51:23 Waktu 37 jam mobil Formula 1 9 detik 1:51:26 kita mungkin punya cita-cita tapi 1:51:28 pertanyaannya seberapa cepat kita bisa 1:51:31 mencapainya ya jadi Oleh karena itu 1:51:33 mungkin saya betul-betul melihat konteks 1:51:36 ya kapasitas kompetensi itu penting 1:51:38 sehingga begini mindset kita 1:51:40 adalah bagaimana kita itu menyiapkan 1:51:42 diri kita untuk punya kapasitas yang 1:51:45 memadai kompetensi yang kuat karakter 1:51:48 yang tangguh untuk bisa merealis 1:51:50 mengeksekusi apapun dengan sangat 1:51:52 efektif dengan demikian di level apapun 1:51:55 dan apapun yang teman-teman kerjakan 1:51:56 teman-teman akan mampu memberikan 1:51:58 performa terbaik dan terakhir soal ini 1:52:00 bagi saya inspirator kita yang Habibi Ya 1:52:02 Mas haldi Iya saya ingat di buku kedua 1:52:06 saya di buku pertama saya dan di buku 1:52:09 ketiga saya saya tulis yang Habibi 1:52:12 semuanya di tiga buku itu karena 1:52:14 betul-betul bagi saya Beliau ee adalah 1:52:17 role model ya Beliau pernah mengatakan 1:52:19 jadi saya waktu itu diundang Apa yang 1:52:21 membuat saya mengagumi beliau satu daya 1:52:22 saing Global beliau diakui dunia 1:52:25 dipanggil mis crack karena berartiil 1:52:27 menemukan untuk mengetahui kebocoran 1:52:28 pesawat kedua beliau punya rasa cinta ke 1:52:31 Indonesia Kan meninggalkan kenyamanan 1:52:33 Jerman pulang ke Indonesia ketiga punya 1:52:35 basis spiritualitas yang kokoh Beliau 1:52:37 mengatakan otak saya Jerman Tapi hati 1:52:39 saya Makkah dan yang keempat nah ini 1:52:42 yang penting membangun Harmoni antara 1:52:44 jiwa pengabdian dengan keluarganya jadi 1:52:46 yang Habibi yang langsung cerita ke saya 1:52:47 kepada pada saat itu cerita kepada saya 1:52:49 saya Beliau mengatakan ee ibunda Ainun 1:52:53 itu lulusan terbaik ya se Jakarta Jawa 1:52:55 Barat ketika itu dan pernah ibunda Ain 1:52:58 itu bahkan mengatakan begini servis 1:53:00 terbesar saya kepada bangsa ini adalah 1:53:02 menjadikan Habibi menjadi seorang 1:53:04 teknokrat menjadi orang yang berguna 1:53:06 bagi bangsa dan oleh karena itu Akhir 1:53:09 kata dalam konteks ini kawan-kawan orang 1:53:11 enggak peduli seberapa hebatnya kita 1:53:13 orang enggak peduli seberapa kayanya 1:53:14 kita orang enggak peduli seberapa 1:53:16 pintarnya kita yang mereka pedulikan 1:53:18 hanyalah satu apakah adiran kita 1:53:21 memberikan manfaat untuk mereka oleh 1:53:23 karena itu Ulurkanlah tangan dan 1:53:24 pacarkanlah terus kebaikan dengan 1:53:27 demikian kawan-kawan Belajarlah dengan 1:53:29 semangat begini semakin cerdas saya 1:53:30 semakin banyak bisa saya bantu semakin 1:53:33 kritis saya semakin banyak masalah yang 1:53:34 bisa saya selesaikan semakin luas sektar 1:53:37 wawasan saya semakin banyak 1:53:38 inovasi-inovasi yang saya hasilkan 1:53:40 Terima kasih 1:53:42 Mas Oke luar biasa tadi e mudah-mudahan 1:53:46 dengan pemaparan tadi jadi saya 1:53:49 mudah-mudahan bisa silaturahim nih ke 1:53:50 rumah Mas Gamal silaturahim dengan orang 1:53:53 tua dan keluarga Mas Gamal gitu ya untuk 1:53:56 menyaksikan sendiri bagaimana 1:53:57 kesehariannya Insyaallah ada waktu kita 1:54:00 silaturahim Mas gal Doakan saya bisa ke 1:54:02 Malang 1:54:03 siapsiap Mas Terima kasih nanti kita 1:54:07 closing statement ya setelah ini mohon 1:54:09 ditunggu sebentar kemudian kepada Om 1:54:12 Roki Om 1:54:16 Roki 1:54:18 halo i ya oke om Roki Ini pertanyaan 1:54:24 spesifik kepada Om Roki Bahwa untuk 1:54:26 menjadi pahlawan itu satu hal yang 1:54:29 paling dimilikinya adalah 1:54:33 keberanian ini perlu kita pelajari ini 1:54:35 di mana Eh saat ini kita melihat salah 1:54:38 satu orang paling berani di Republik ini 1:54:40 namanya ry Gerung 1:54:44 Nah karena dikomporin sama 1:54:48 MSD 1:54:50 Jadi bagaimana Om Roki ini bisa 1:54:52 menularkan keberanian kepada para 1:54:54 generasi muda agar e bisa keluar dari 1:54:59 zona nyamannya dan menjadi Agent of 1:55:02 Change dan pejuang kebenaran dan 1:55:04 keadilan nah ini mohon ditularkan nih 1:55:06 keberaniannya 1:55:08 Om itu istilah yang keliru karena 1:55:12 keberanian itu adalah fakultas yang ada 1:55:15 di dalam setiap manusia jadi dia gak 1:55:18 mungkin ditularkan dia diaktifkan 1:55:21 diignite distarter gitu karena dia itu 1:55:24 baterai di dalam diri manusia namanya 1:55:26 keberanian itu yang menyebabkan kita 1:55:29 pindah dari situasi alamiah lalu masuk 1:55:32 pada situasi peradaban berani untuk 1:55:36 keluar dari situasi alamiah karena 1:55:38 kalkulasi maka kita tiba pada situasi 1:55:41 kemanusiaan hari ini jadi keberanian itu 1:55:45 dia melekat pada evolusi manusia itu itu 1:55:48 yang menyebabkan kan kita bertahan hidup 1:55:50 itu dari segi ilmu 1:55:52 pengetahuan jadi yang yang berani itu 1:55:55 sebetulnya ee DNA kita DNA kita 1:55:59 betul-betul ditrain oleh alam untuk jadi 1:56:02 berani nah keberanian itu dibatalkan 1:56:05 oleh 1:56:07 kekuasaan Jadi apa yang mesti dilakukan 1:56:10 ya batalkan kekuasaan yang menghalangi 1:56:12 keberanian kan bukan keberanian yang MTI 1:56:14 ditularkan Gu Jadi ee saya menganggap 1:56:18 bahwa yang ingin kita hidupkan hari ini 1:56:22 adalah mengumpulkan energi Untuk 1:56:25 membatalkan arogansi kekuasaan Itu poin 1:56:28 dari milenial itu membatalkan jangan 1:56:32 kita minta supaya tularkan keberanian 1:56:34 enggak keberanian itu eh buil in di 1:56:37 dalam baterai kehidupan manusia itu jadi 1:56:40 saya kira itu e poin eh awalnya itu nah 1:56:44 dengan cara 1:56:45 itu 1:56:47 dimungkinkanlah semacam oligarki 1:56:50 keberanian tuh karena keberanian hanya 1:56:52 menjadi keberanian kalau dia bisa 1:56:55 dibandingkan dengan keberanian yang lain 1:56:57 maka pertumbuhan keberanian terjadi 1:56:59 kalau ada oligarki keberanian jadi itu 1:57:02 yang disebut sebagai ikut dalam aktivas 1:57:04 politik PKS itu adalah oligarki 1:57:06 keberanian itu kalau Mardani sendiri ya 1:57:09 Engak enggak ada keberanian di situ tuh 1:57:11 karena keberanian menghadapi keadaan 1:57:15 itu mempersyaratkan 1:57:18 ee tadi apa istilahnya tuh jaringan tadi 1:57:21 e Pak pakai istilah itu tuh kompetensi 1:57:26 adalah kemampuan untuk memastikan bahwa 1:57:29 saya mampu itu lalu ditambahkan dengan 1:57:31 keberanian lalu ditambahkan dengan 1:57:32 jaringan jadi itu aja soalnya jadi 1:57:35 belajar politik itu belajar untuk 1:57:37 mengaktifkan jaringan keberanian nahu 1:57:40 dia udah e satu jaringan dengan saya tuh 1:57:43 di dalam 1:57:45 upaya membatalkan arogansi kekuasaan 1:57:49 Mardani Mardani sebetulnya udah udah 1:57:52 hampir sempurna Cuman karena ada 1:57:55 institusi maka dia masih ada siksak 1:57:57 siksa kecil 1:57:59 gitu tapi batinnya benar-benar batin 1:58:03 oposisiah 1:58:04 itu karena ada oposisi di dalam dan 1:58:07 oposisi di luar kita Iya Saya dan Pak 1:58:11 Said Dido oposisi outdoor Mardani 1:58:13 oposisi indoor sama-sama keberanian 1:58:15 beroposisi 1:58:18 oke Baik terima kasih Om 1:58:21 Roki tibalah kita di akhir acara luar 1:58:24 biasa tema kali ini dengan 1:58:26 narasumber-narasumber yang juga sangat 1:58:28 menginspirasi dan tiba saatnya sekarang 1:58:31 kita eh closing statement closing ideas 1:58:35 eh terkait dengan tema milenials dan 1:58:38 pahlawan kita ini untuk closing pertama 1:58:43 kita persilakan kepada 1:58:47 Pak eh eh sekali berarti sudah itu mati 1:58:52 ya kata Khairil Anwar ya Eh 1:58:56 entah kita milenial atau kita postmenial 1:59:01 ya ataupun sebagian sudah kolonial 1:59:05 eh usia doesn't matter ya yang paling 1:59:09 penting adalah integritas kita yang 1:59:11 paling penting adalah kontribusi kita eh 1:59:15 karena itu Nyun Sewu ya kami di partai 1:59:18 keadil Sejahtera betul-betul mendidik 1:59:21 kader untuk menunaikan hadis yang 1:59:24 dikutip sama Joe biden ya keren broroki 1:59:28 biden ngutip hadis Man roa minkum 1:59:31 munkaron faliru biadi ya kalau kalian 1:59:34 melihat kemungkaran ubah dengan tangan 1:59:36 ya faillam yastati fabilisani kalau 1:59:39 enggak mampu dengan lisan ya faam 1:59:41 yastati fabiqalbi kalau enggak mampu 1:59:44 dengan hati itu selemah-lemahnya iman ya 1:59:47 jadi kemungkaran harus dilawan dan ilt 1:59:51 memang hadir untuk mengguncang kita 1:59:53 semua karena tidak ada makan siang 1:59:56 gratis tidak ada oligarki memberikan 1:59:59 kartet merah bagi perubahan dia harus 2:00:02 direbut dia harus dikejar dia harus 2:00:05 dimenangkan Nah karena itu buat semua 2:00:08 Leaders 2:00:09 eh B nabi lagi-lagi mengingatkan 2:00:14 gini manusia seperti 100 ekor unta ya 2:00:18 hampirhir kemu satu pun dari 100 itu 2:00:21 yangilah ya unta beban setiap kita baik 2:00:25 yang disampaikan 2:00:27 Pak Mas gamalupun Bungi harus jadiil 2:00:32 unta beban yang berani untuk mengejar 2:00:35 bahwa ini haknya rakyat dan harus 2:00:38 dikembalikan kepada rakyat terima kasih 2:00:41 Oke terima 2:00:43 kasih Berikutnya saya 2:00:48 ke untuk bisa memberikan closing ideas 2:00:52 kalau di ilt kita namanya bukan closing 2:00:55 statement Mas tapi closing 2:00:57 ini gara-gara pengaruh 2:01:01 Om ini pas banget karena sudah mau tutup 2:01:05 warungnya Segera balik i jadi mungkin 2:01:08 Pesan Terakhir saya buat generasi muda 2:01:10 ya pertama anak muda dari bangsa lain 2:01:13 itu boleh sekedar memberikan kritik tapi 2:01:16 tidak dengan kita karena kita bagian 2:01:18 dari Indonesia bukan tugas kita sekedar 2:01:21 memberikan kritik tapi tugas Lur kita 2:01:23 sejatinya adalah menghadirkan sebuah 2:01:24 solusi Saya yakin masa depan Indonesia 2:01:27 bukan di tangan orang utopis ya tapi di 2:01:29 tangan generasi muda yang punya karya 2:01:31 dan berjuang keras untuk 2:01:32 merealisasikannya dan kawanku semua 2:01:34 Mungkin e pesant dari saya gunakan 2:01:37 teknologi untuk berkelahi melawan 2:01:39 ketidakadilan Jadilah anak muda yang 2:01:41 membangun bangsa dengan domnya 2:01:43 sendiri 2:01:48 any 2:01:53 Terima kasih wasalamualaikum 2:01:54 warahmatullah 2:01:57 wabarakatuhala kas mudah-mudahan kita 2:02:00 bisa segera ketemu 2:02:02 lagi Selamat jalan di Sumbar dan 2:02:06 sekarang kepada paking 2:02:09 nya Pak dipersilakan 2:02:12 eh Saya hanya in bahwa masa depan ada di 2:02:17 tangan masaan milenial ada di tangan 2:02:21 kalian jadi pekerjaan milenial sekarang 2:02:25 lebih berat dari kami dari kita ini 2:02:28 pekerjaan kalian adalah 2:02:30 menghentikan warisan-warisan yang jelek 2:02:34 yang sedang terjadi sambil membangun 2:02:36 diri untuk meraih masa depan itu agenda 2:02:40 milenial sekarang kalau dulu agenda Saya 2:02:43 hanya mencari apa namanya ee menambah 2:02:48 kompetensi untuk mengejar karir karena 2:02:50 saya enggak ketemu kendali dan tidak 2:02:53 melihat ada ada 2:02:55 ee warisan yang memberatkan saya karena 2:02:59 saya selesai S1 80-an 80an 2:03:01 puncak-puncaknya pembangunan yang sangat 2:03:03 bagus dan nepotisme belum terjadi 2:03:06 seperti tidak belum terjadi oligarki e 2:03:10 seperti sekarang walaupun dianggap 2:03:11 otoriter gitu kan karena hanya tiga 2:03:13 partai nah tapi milenial sekarang saya 2:03:16 Gambarkan tadi bahwa agenda anda lebih 2:03:19 berat dari eh generasi saya Pak Mardani 2:03:23 generasi R grung agenda anda lebih besar 2:03:27 tapi anda tidak sendirian masih ada 2:03:30 Mardani RI grung masih ada eh kita yang 2:03:34 ini sebenarnya yang akan membantu anda 2:03:38 untuk menyingkirkan barer warisan yang 2:03:41 memberatkan Anda saya sudah Gab tadi 2:03:45 anda 2:03:47 harus melawan membersihkan oligarki dan 2:03:50 dinasti Anda harus sekarang membersihkan 2:03:54 ee penempatan orang-orang tidak 2:03:56 berdasarkan profesi anda harus 2:03:59 menghentikan nepotisme-nepotisme yang 2:04:01 sangat E berat anda itu semua agenda 2:04:05 agar yang anda di kepala anda tapi 2:04:09 percaya masih banyak orang-orang tua 2:04:12 yang berjiwa muda untuk menyingkirkan 2:04:14 itu jadi Sisakan 30% waktu anda 2:04:19 untuk memperbaiki negeri ini demi masa 2:04:22 depan anda dan 70% untuk waktu anda 2:04:26 untuk menjar kompetensi saya sangat 2:04:28 kaget sekali tadi membaca data bahwa 2:04:31 pengangguran sekarang sarjana lebih 2:04:34 tinggi persentasenya menganggur 2:04:36 dibanding dengan tamatan SD dan SMP 2:04:39 bayangkan jadi semakin tinggi sekolahnya 2:04:42 orang sekarang semakin banyak 2:04:44 menganggurnya secara persentase Berarti 2:04:47 betul-betul ada masalah di negeri ini 2:04:50 sementara Tenaga Kerja Asing dibuka jadi 2:04:52 semua kendala-kendala ini kita harus ee 2:04:55 apa namanya hadapi dan semua silang 2:04:58 terjadi jadi closing 2:05:01 saya 2:05:02 Mari sekarang saya keluar dari zona 2:05:06 nyaman istilahnya untuk para Masa depan 2:05:10 milenial bukan untuk Muhammad Said 2:05:13 Terima kasih luar 2:05:16 biasa Terima kasih kata 2:05:19 di clingatnyaing ideas berikutnya eh 2:05:23 pemungkasnya Om dipersilakan closing 2:05:26 ideas 2:05:28 Oke saya senang karena tema ini diangkat 2:05:31 dibicarakan persis di ujung keresahan 2:05:34 sosial hari-hari ini jadi 2:05:37 eh Lakukanlah sesuatu hadapi apa yang 2:05:41 menghalangi 2:05:42 saudara-saudara tadi Betul 2:05:45 Pak Dalam usia muda dia 2:05:49 aturan dari BJ Habibi itu dan dia dengan 2:05:54 lantang mengatakan bahwa dia tidak 2:05:56 setuju dengan kebijakan presiden Habibi 2:05:59 yang hanya mengunggulkan teknologi dan 2:06:01 melupakan pertanian dia tulis surat dan 2:06:05 Habibi menerima kritik itu Mengapa 2:06:09 karena Muhammad Said Didu dan BJ Habibi 2:06:12 ada dalam frekuensi yang sama frekuensi 2:06:15 berpikir 4.0 sama-sama tu bayangkan 2:06:20 sekarang kalau milenials enggak setuju 2:06:22 dengan kebijakan Presiden Jokowi dia 2:06:23 kirim surat ke Presiden Jokowi apa yang 2:06:26 dikatakan bisa kita antisipasi 2:06:30 milenialnya akan justru diajak masuk 2:06:32 istana dikasih jabatan komisaris karena 2:06:34 frekensinya enggak sama milenialnya 4.0 2:06:37 istana 0.4 Jadi kita mesti bayangkan 2:06:41 bahwa kehidupan di masa depan harus 2:06:44 didasarkan pada kesetaraan cara berpikir 2:06:49 jadi duel argumentasi itu hanya 2:06:51 dimungkinkan kalau milenial menumbuhkan 2:06:54 kemampuan untuk menghadapi kolonial 2:06:57 dalam frekuensi yang sama jadi sekali 2:06:59 lagi Hanya itu yang bisa kita sugestikan 2:07:02 dan tadi kutipan tadi apa dari 2:07:06 Pak 2:07:08 betul bahas inggr 2:07:11 dise saat yanging gelal 2:07:15 sebelumjar nah 2:07:17 kalaujarnyaakalu lama kita tunggu di 2:07:19 2024 kita terbitkan matahari sendiri 2:07:22 ituas 2:07:24 milenial agar supaya ayam segera 2:07:27 berkokok itu maksudnya tu ya terima 2:07:31 kasih terima 2:07:33 kasih Oke luar biasa closing ideasnya 2:07:37 dan sebelum ditutup eh terkait dengan 2:07:40 tema eh milenials dan pahlawan ini saya 2:07:44 ingin mengutip salah satu dari Tan 2:07:49 idealisme adalah kemewahan terakhir yang 2:07:51 hanya dimiliki oleh pemuda gitu ya 2:07:55 mudah-mudahan E melalui acara ini banyak 2:07:58 pemuda yang e terinspirasi tersadarkan 2:08:02 dan bangkit keberanian dan idealismenya 2:08:05 eh negara kita republik ini menunggu 2:08:07 tangan-tangan perubahan bukan cuma 2:08:10 sekedar mengikut milenias yang bersandar 2:08:13 pada oligarki yang sekarang secara 2:08:16 terang-terangan kita saksikan ada di 2:08:18 meden dan Solo betul nah mudah-mudahan 2:08:20 para pemuda di seluruh Indonesia bisa 2:08:24 bangkit dan keluar dari zona nyaman dan 2:08:27 menjadi para pejuang untuk perubahan dan 2:08:29 perbaikan di bangsa kita tercinta kita 2:08:32 besok saya ke Medan haldi siap kita 2:08:35 ketemu mend jangan takut ambil risiko 2:08:39 jangan 2:08:40 takut jangan takut ambil risiko masuk 2:08:47 PKS Pak ini besok mau melawan Bobi di 2:08:50 Medan mendampingi akyar Salman bagus 2:08:54 saya Minggu depan saya saya sudah janji 2:08:55 minggu depan W 2:08:57 mantap oke Baik terima kasih kita 2:09:01 akhiri pada malam ini kitaih 2:09:05 semuanya malam pada waktu yang sama kita 2:09:09 akhiri asalamualaikum warahmatullahi 2:09:11 wabarakatuh waalaikumsalamsalam 2:09:13 warahmatullahi 2:09:17 w 2:09:53 for