Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 politik PKS pasca Pilpres eh dan 0:03 pilek 2024 ini eh apakah akan kembali 0:07 menjadi oposisi setelah Pak Anis 0:09 Baswedan tidak berhasil memenangkan 0:12 Pilpres ya ataukah akan ee bergabung ke 0:18 koalisi pemerintah dan salah satu hal 0:21 analisis dari pandangan para pengamat 0:24 dan juga netizen ya ee dan masyarakat 0:28 adalah bagaimana kebij kebijakan politik 0:30 PKS dalam mendukung pasangan ee calon 0:34 kepala daerah pada Pilkada serentak 2024 0:37 ini ya. Bermula salah satu isu yang 0:40 hangat pembicaraan ketika PKS mendukung 0:43 Bobi Nasution yang merupakan menantunya 0:47 Pak Jokowi di Sumatera Utara gitu ya. ee 0:50 dengan pertimbangan Pak Edi Rahmayadi 0:52 tidak berhasil mendapatkan ee dukungan 0:55 tiket sesuai dengan e tingkat waktu yang 0:58 sudah ditetapkan. Karena PKS juga 1:01 berhitung waktu terkait dengan persiapan 1:03 pendaftaran ya dan beberapa 1:05 persiapan-persiapan lainnya terkait 1:07 pemenangan Pilkada. Begitu juga ada 1:10 kemungkinan yang terjadi di Sumut itu 1:12 terjadi juga di DKI ya ketika Pak Nisbah 1:16 Suedan gagal juga mendapatkan ee partai 1:19 lainnya selain dari PKS karena kalau 1:22 hanya PKS ee tidak bisa maju karena 1:24 kursinya kurang ya kurang empat kursi 1:26 lagi untuk di DKI. dan ee kemarin dari 1:30 DPP PKS para juri juru bicara ee sudah 1:34 menyatakan bahwa ee ada kemungkinan ee 1:38 PKS tidak mengusuh Pak Anis Baswedan 1:40 bila sampai saat ini dan beberapa hari 1:42 ke depan Pak Anis Baswedan belum bisa 1:45 juga ee membawa satu partai lagi minimal 1:48 minimal empat kursi untuk mendukung 1:51 pasangan Anis Baswedan dan Muhammad 1:53 Soibul Iman ya aman karena juga PKS 1:56 mensyaratkan sebagai partai pemenang di 1:59 DKI 18 kursi nomor 1 terbanyak jumlah 2:02 suara dan kursi di DKI Jakarta. ee PKS 2:06 ingin agar ee wakilnya adalah dari kader 2:10 PKS ya, yaitu Bapak Muhammad Sobul Iman 2:12 sebagai wakil ketua majelis ee PKS saat 2:15 ini. Nah, ee namun belum ada respon dan 2:19 tanggapan dari Pak Anis Basah Swedan dan 2:21 juga partai-partai ee lainnya gitu ya 2:24 sampai saat ini. Walaupun secara tenggat 2:26 waktu sebenarnya sudah lewat dari 2:27 tenggat waktu yang disyaratkan PKS gitu 2:29 ya ee 40 hari sejak ee awal Juli ya. ini 2:34 sudah melewati gitu. Nah, kita lihat 2:37 perkembangannya. Namun begitu terkait 2:40 dengan isu yang sedang berkembang ini, 2:42 kita juga pengin menganalisis secara 2:44 nasional seperti apa nih arah politik 2:46 dan arah kebijakan PKS ee ke depannya 2:49 selama 5 tahun ke depan gitu ya. Apakah 2:52 akan tetap menjadi oposisi seperti 10 2:55 tahun dua periode Pak Jokowi kemarin 2:57 ataukah akan ee merapat ke Koalisi 3:01 Indonesia Maju. Untuk itu, pada malam 3:03 ini kita sudah mengundang beberapa 3:05 narasumber untuk mengulas kira-kira PKS 3:09 ini akan ke mana ya, akan dibawa ke mana 3:12 oleh ee para pimpinan PKS. Eh, sudah 3:15 hadir bersama kita Pak Fajar Nursahid, 3:18 Direktur Riset dan Program Algoritma 3:20 Research and Consulting. Asalamualaikum, 3:23 selamat malam Pak Fajar. Waalaikumsalam 3:25 warahmatullahi wabarakatuh. kasih sudah 3:27 hadir dan juga nanti akan bergabung juga 3:29 bersama kita Bang Henri Satrio ya ee 3:32 dari lembaga riset kajian ee 3:36 Kedopi eh dan juga nanti akan menyusul 3:39 juga bersama kita Pak Marani Lisera tuan 3:41 rumah Indusal Stok dan mudah-mudahan 3:43 juga bersama Bung Roki Gerung khusus 3:45 Bung Roki Gerung kita juga ingin 3:47 mengucapkan selamat karena beliau 3:48 merupakan pengurus ee apa 3:52 asosiasi Panjat Tebing ya Indonesia. ee 3:55 beliau 3:56 mendampingi ee atlet kita yang berhasil 4:00 mendapatkan medali emas ee di Olimpiade 4:03 Paris ee saat ini gitu ya. Dan 4:06 mudah-mudahan ini juga menjadi salah 4:08 satu hadiah ulang tahun kemerdekaan RI 4:12 pada 17 Agustus nanti dan juga menjadi 4:15 penyemangat bagi bangsa Indonesia bahwa 4:17 kita ee tetap bisa mempertahankan 4:20 tradisi emas Olimpiade. Walaupun dari 4:23 bulu tangkis gagal memberikan sumbangan 4:25 emas Olimpiade, tetapi ee Allah 4:27 memberikan ee emas lainnya malah 4:30 bertambah satu lagi setelah sebelumnya 4:33 ee terakhir Susi dan Alan memberikan 4:35 sumbangsi dua medeli emas. Walaupun saat 4:38 ini dari badminton bulu tangkis tidak 4:41 bisa memberikan, tetapi Allah memberikan 4:44 lewat cabang olahraga lain yaitu dari 4:46 panjat dinding, panjat tebing, dan juga 4:49 dari angkat berat ya, angkat besi. Baik 4:52 ee selamat kepada Muroki dan 4:53 mudah-mudahan ee bisa bergabung tapi 4:56 walaupun tidak mungkin mudah-mudahan 4:57 mungkin pekan depan beliau masih ada 4:59 bisa bergabung kembali karena info 5:01 terakhir beliau masih sibuk mendampingi 5:03 para atletel di Paris. Baik, kita mulai 5:06 pada Indonesia leader Stock pada malam 5:09 ini dengan tema PKS Mau ke mana pada Pak 5:12 Fajar Nurai dipersilakan Pak untuk 5:13 memberikan paparan awal analisisnya 5:15 kira-kira dengan ee konstelasi yang 5:18 sedang berkembang saat ini. Kira-kira 5:20 Bapak membaca seperti apa nih arah 5:22 politik e PKS ke depannya? Silakan Pak 5:25 Fajar. 5:27 Baik, terima kasih Bang Heldi. 5:30 Asalamualaikum warahmatullahi 5:31 wabarakatuh. Ee Bapak Ibu sekalian ee 5:35 senang bisa ketemu lagi di forum yang 5:37 luar biasa ini. Ee saya diminta untuk 5:41 memberikan perspektif terkait dengan ee 5:43 apa ya em siapa kira-kira pihak-pihak 5:46 yang dirugikan dalam konteks ee arah 5:50 koalisi PKS telah membangun ee peta-peta 5:54 kolaborasi politik ke depan begitu ya, 5:56 baik dalam tingkat Jakarta maupun di 5:58 tingkat nasional. Oleh karena itu 6:00 pilihan saya adalah ee mencoba melakukan 6:03 kelaah lebih internal bagaimana ee 6:07 pemilih PKS itu memberikan mandatori 6:10 kepada partai untuk kemudian dijadikan 6:13 ee bahan pertimbangan dalam konteks 6:15 koalisi. Jadi kebetulan saya memiliki 6:17 beberapa data ee Bang Hdi yang kemudian 6:20 nanti mungkin bisa menjadi titik mula 6:22 untuk menentukan bagaimana membaca 6:24 karakteristik dari pemilih PKS begitu ya 6:27 kira-kira. Oke, ee saya akan share 6:30 screen karena sudah menyiapkan bahan 6:38 itu. Sudah terlihat, 6:42 silakan. Iya. Ya, ini adalah ee hal 6:46 studi yang sifatnya eh elaboratif ya. 6:48 Jadi bukan survei yang khusus dilakukan 6:50 untuk melakukan assesment terhadap 6:52 pemilih PKS, tapi dari beberapa survei 6:55 yang kita punya datanya kita 6:56 ekstrapolasi. 6:58 dan ee hasilnya menunjukkan bahwa 7:00 sebetulnya ada beberapa karakteristik 7:01 yang menunjukkan seperti apa ee pemilih 7:04 PKS itu memberikan pilihan politiknya, 7:07 bagaimana mereka memberikan persepsi 7:09 terhadap e konstansi politik yang 7:11 berkembang, termasuk juga dalam ee 7:13 isu-isu pokok berkaitan dengan konteks 7:16 ee pemilu kemarin ya, soal narasi 7:18 perubahan misalnya, soal politikas dan 7:20 macam-macam. Oleh karena itu, kemudian 7:21 ini menjadi bahan yang penting ee bagi 7:23 saya untuk apa namanya memberikan ee 7:26 intensi ini mudah-mudahan bisa menjadi 7:28 titik pijak yang baik buat ee PKS ya. 7:32 Nah, eh yang pertama adalah ee bagaimana 7:36 kita melihat ee persepsi masyarakat 7:39 pemilih PKS terhadap approval reading 7:41 Pak Jokowi. Ya, kita tahu dalam banyak 7:44 survei nasional itu tinggi sekali 7:48 approval rating masyarakat terhadap Pak 7:49 Jokowi kan ada yang 70% bahkan sampai 7:51 tembus 80 sekian pers begitu ya. Nah, 7:54 data yang kami himpun dari pemilih PKS 7:56 itu menarik karena sebetulnya ee pemilih 8:00 PKS itu cenderung cukup kritis ya 8:02 terhadap ee ee memberikan pilan terhadap 8:05 kinerja pendap Pak Jokowi. Karena dari 8:07 waktu ke waktu itu kalau teman-teman 8:09 lihat ee kurvanya itu kurva yang puas 8:12 memang mungkin ada terutama pada 8:15 pertengahan tahun di ee tahun lalu 2023 8:19 itu. Tetapi sebetulnya ada teknik juga 8:21 itu dinamis sekali karena ee awal-awal 8:25 Juni misalnya itu yang tidak puas tinggi 8:28 gitu ya. Dan kemudian eeu ketika 8:30 Desember itu dalam survei itu ee cukup 8:32 tinggi signifikan tingginya. Oleh karena 8:35 itu dalam dari ini kemudian kita bisa 8:37 menarik ee apa ya semacam pijakan bahwa 8:40 sebetulnya pemilih PKS itu pemilih yang 8:42 cukup kritis memberikan penilaian 8:44 terhadap ee apa namanya profile rating 8:46 itu gitu. meskipun kalau dibandingkan 8:48 dengan total pemilih nasional mungkin 8:50 tidak terlalu eh sebanding. Tapi kalau 8:53 kita lihat segmentasi pemilih sendiri eh 8:56 ini menunjukkan bahwa sebetulnya pola 8:58 yang ada itu tidak sebangun dengan pola 9:01 propting nasional begitu ya. Jadi 9:02 betul-betul apa ada dimensi kritikal di 9:05 sana begitu sekalian. Nah, kemudian juga 9:08 ee apa fluktuasi kepuasan juga menarik 9:11 ya. Karena em ini kita tidak punya data 9:14 yang baru setelah pemilu, tetapi kita 9:15 memberikan proksi bahwa ketika menjalang 9:17 pemilu 2024 kemarin itu kita eh apa 9:20 namanya? Selalu menanyakan bagaimana 9:22 prof reading itu dan kemudian kita cross 9:23 step dengan pilihan partai politik dan 9:25 ini menunjukkan gambar yang cukup 9:26 menarik dari sisi dari sisi perilaku 9:28 pemilih PKS. Jadi ee yang kami sampaikan 9:31 ini betul-betul menyasar mereka pemilih 9:33 PKS ya, Bang Had dan teman sekalian. 9:35 Tidak e bukan yang lainnya. 9:37 Nah, kemudian ee siapa pemilih PKS itu? 9:41 Mereka adalah orang-orang yang memilih 9:43 partai itu basisnya adalah karena mereka 9:45 tahu bahwa ee memilih partai agama 9:47 adalah ee kayak semacam mandatori em ee 9:51 mandatori mereka begitu. Sehingga jelas 9:54 sekali bahwa dari sisi orientasi politik 9:58 memang para pemilih PKS itu betul-betul 9:59 sangat sangat solid begitu dari sisi 10:02 ideologi partai. Oleh karena itu, 10:04 kemudian dalam konteks ee koalisi yang 10:06 tadi dibayangkan oleh ee teman-teman di 10:08 PKS juga menarik itu menimbang bagaimana 10:12 ee arah koalisi yang akan dibangun itu 10:13 apakah juga sinkron gitu dengan apa 10:17 sentimen-sentimen ideologis yang itu 10:19 sebenarnya menjadi basis kuat dari ee 10:21 para pemilih PKS meskipun ya meskipun 10:23 kita melihat bahwa ada juga pemilih PKS 10:26 yang ee mereka punya orientasi 10:28 nasionalisme yang kuat begitu tetapi 10:30 kalau kita lihat gambarnya kan 10:31 sebetulnya mereka muslim adalah 10:33 orang-orang yang memberikan basis 10:35 penilaian pemilihan itu kepada ee ee 10:37 agama, basis agama atau apa namanya 10:40 faktor keagamaan sebagai basis yang 10:41 sangat kuat dalam memberikan pilihan 10:43 parti politik. Nah, ini juga hati-hati 10:45 ke depan karena kalau misalnya koalisi 10:47 itu memberikan ruang atau memberikan apa 10:51 posisi PKS berhadapan dengan ee 10:54 sekondan-sekundan politik yang misalnya 10:56 ee ee sekular misalnya, apakah itu bisa 10:59 dikonfirmasi dengan positif oleh pemilih 11:01 PKS juga itu menjadi tantangan ya ke 11:02 depan saya kira. 11:04 Berikutnya adalah nah ini dua narasi 11:07 besar yang kemarin cukup santer di dalam 11:09 pemilu PILPR 2024 adalah pertama soal 11:12 narasi perubahan ataukah keberlanjutan 11:14 begitu ya Bang Halia dan teman 11:17 sekalian. Lalu yang kedua adalah 11:19 bagaimana ee publik menilai sikap 11:22 ca-cawi politik Presiden Jokowi. Nah 11:24 kelihatan betul bahwa sentimen pemilih 11:27 PKS itu cenderung melakukan afirmasi 11:30 negatif terhadap ee Jokowi itu gitu. 11:34 Jadi kalau kemudian ada narasi untuk 11:37 melakukan koalisi atau membangun ee 11:41 ruang ee baru melakukan kolaborasi 11:44 dengan pihak-pihak yang memungkinkan 11:46 adanya apa ya ee gabungan dengan em ee 11:51 gerbong-gerbong yang sebetulnya mereka 11:54 bagian dari proponen ee Presiden Jokowi. 11:56 Maka ini tentu saja bertabrakan dengan 11:59 sentimen ee negatif pemilih PKS begitu 12:01 ya. karena mereka merasa bahwa 12:03 sebetulnya dalam konteks Pilpres kemarin 12:06 ee sifak tercang dari istana itu cukup 12:08 direspon sangat negatif gitu. 12:10 Teman-teman bisa lihat angkanya bahwa 12:12 sangat ee dominan sekali. Mereka 12:14 mengatakan bahwa mereka tidak setuju 12:16 terhadap ee apa namanya 12:19 em sikap politik sana yang betul-betul 12:23 terbuka dengan hubung kemarin itu. Gitu. 12:25 Yang kedua adalah bagaimana mereka juga 12:28 memberikan ee informasi yang sangat 12:30 dominan sekali ide perubahan. 12:32 Nah, ini juga menarik karena memang 12:34 rupanya dari poros ee politik yang 12:37 terbangun itu antara perubahan maupun 12:40 ataupun keberlanjutan di sisi yang lain 12:42 itu kemudan pemilih PKS itu mutlak 12:44 sekali memberikan ee apa namanya 12:46 dukungan kepada ee ide perubahan itu 12:48 yang kita tahu bahwa itu adalah blok 12:50 yang dibangun oleh pasangan Anis dan 12:52 Muhaimin kan begitu ya dan PKS sebagai 12:54 proputama di situ. Nah, ini juga 12:56 mengkonfasi 12:58 lagi-lagi kalau kemudian ee PKS mau 13:01 menimbang koalisi politik, hal-hal ini 13:02 juga akan menjadi problematik karena ee 13:05 betul-betul akan berhadapan dengan ee 13:07 apa namanya subsi dominan dari PKS yang 13:10 betul-betul menjadikan apa ee produksi 13:13 politik seperti narasi perubahan 13:15 kemudian juga ee Cawi-Cawi itu sangat ee 13:17 ee negatif sekali begitu ya. Sehingga 13:19 itu menjadi ee pertimbangan yang penting 13:21 dari sisi internal. Nah, hal yang lain 13:25 juga adalah bagaimana sentimen mereka 13:27 terhadap ee pencalonan MDAN. Kemarin dia 13:30 kita memberikan ee testing pada bulan 13:33 Desember setelah eh konfirmasi eh 13:35 positif kecalonkan. Kemudian ee mereka 13:38 mengatakan bahwa itu adalah bagian dari 13:40 dinas politik ya 76%. Dan oleh karena 13:43 itu kemudian mereka memberikan delen 13:45 bahwa kondisi demokrasi ee Indonesia 13:48 sangat buruk sekali makin memburuk ya. 13:51 Jadi 13:53 53% pemilih PKS itu merasa bahwa kondisi 13:57 demokrasi itu menjadi semakin memburuk 14:00 karena berbagai macam situasi yang 14:02 berkembang dalam konteks Pil kemarin 14:04 itu. Nah, ini juga hati-hati karena 14:06 dalam konteks pen demokrat yang sangat 14:08 buruk sekali itu, sementara kemudian 14:10 semua orang itu betul-betul sedang 14:12 menotis ini seperti apa demokrasinya. 14:14 Sementara PKS kemudian mau menimbang 14:16 menimbang ee apa namanya yang yang 14:18 berbeda mungkin akan menjadi arus balik 14:20 yang yang ee menantang dari situ ya 14:22 gitu. Dan kemudian yang paling penting 14:25 adalah bagaimana kemudian kita melihat 14:27 menotice bahwa pemilih PKS adalah dari 14:30 Pak Anis Paswedan ini kemudian juga jadi 14:32 sangat penting sekali bukan hanya dalam 14:34 konteks Jakarta tapi juga sebetulnya 14:37 dalam dari sisi dari sisi afirmasi 14:39 politik ini kan menunjukkan bahwa ee 14:42 proksi-proksi politik itu kan bisa 14:43 diteta gitu ya ketika teman-teman ee di 14:46 apa namanya diajak untuk beragam koalisi 14:48 untuk membangun koalisi besar yang 14:50 dengan ee sebutan Kim Prus itu kan 14:51 sebenarnya betul-betul 14:53 membawa proksi lama politik yang ee 14:55 Pilpres miring begitu ya. Dan ee 14:58 konfirmasi ini akan betul-betul 15:01 bertabrakan lagi dengan eh apa sandimen 15:03 e pemilih ee PKS yang betul-betul dari 15:06 Pak Anis gitu. Apalagi kemudian kalau 15:08 dalam konteks Jakarta ya Mas Aldi kalau 15:10 misalnya kalau misalnya kemudian ee 15:13 betul-betul tidak mendapatkan ee tiket 15:16 itu maka sebetulnya ee kalau saya 15:19 ditanya ee siapa yang paling dikecewakan 15:21 pasti yang paling kecewa adalah basis AK 15:24 TKS karena kemudian mereka adalah hard 15:26 votnya Pak Anis Pak Suedan begitu ya 15:28 dari si ini. Jadi data-data ini ee 15:30 teman-teman sekalian menunjukkan bahwa 15:32 kita bisa melihat prototip PKS dilihat 15:35 dari ee perilaku pemilih ee ee apa 15:38 namanya? Basis pemilih loyalnya. Oleh 15:40 karena itu, kemudian rusanya harus 15:42 hati-hati. Sementara kemudian pada saat 15:44 yang sama, teman-teman sekalian, kita 15:46 ini ee sedang berhadapan dengan sebuah 15:50 ee apa ya konteks demokrasi yang dari ke 15:52 hari itu semakin ee buruk begitu ya. 15:56 Tadi yang saya sampaikan adalah dari 15:58 sisi internal. di sisi luarnya kita 16:00 berhadapan dengan sebuah fenomena di 16:02 mana Pilkada ke Pilkada dari tahun ke 16:04 tahun itu 16:05 kemudian gejala untuk membuat kayak 16:08 semacam peta borong partai itu semakin 16:12 menguat begitu dugaan kita 2024 juga 16:15 akan lebih kuat lagi dengan adanya 16:17 koalisi GIM itu kan begitu. Nah, apa 16:21 akibatnya? Akibatnya pilihan masyarakat 16:23 menjadi lebih sempit begitu. Jadi, ada 16:26 pola-pola yang agak kurang em baik 16:29 sebenarnya dalam konteks demokrasi. 16:31 Karena sebenarnya dalam konteks 16:31 demokrasi kan sebenarnya kesempatan 16:33 bersaing itu kan dibuka 16:34 selebar-lebarnya. Makin banyak pilihan 16:36 kan semakin bagus. Begitu. tadi Mas 16:39 menyampaikan disebut misalnya tiba-tiba 16:40 Pak Edi enggak dapat seat begitu ya, 16:42 dapat tiket kemudian harus mendukung 16:44 pasangan lain. Itu kan menjadikan ee apa 16:47 namanya kompetisi menjadi tidak menarik 16:48 lagi karena apa ee karena ada blok yang 16:51 sangat kuat sekali yang itu kemudian 16:53 menjadi tidak punya penantang begitu. 16:55 Nah, dari sisi kajian demokrasi saya 16:57 kira kondisi ini juga menjadi penting 16:59 untuk ditimbang apakah misalnya PKS mau 17:02 menjadi bagian dari afirmasi ini gitu. 17:05 seorang memberikan penilaian negatif 17:07 pada demokrasi, apakah PKS siap untuk 17:09 bianya menjadi bagian yang dikenang 17:12 sebagai proponen ee ee apa namembuknya 17:15 demokrasi itu gitu kalau misalnya 17:16 bergabung dengan koalisi pemerintahan 17:17 gitu ya. Sementara kita tahu bahwa 17:19 banyak sekali evaluasi tentang kondisi 17:21 demokrasi politik sekarang ini yang 17:23 menempatkan ee Indonesia sedang eh apa 17:26 namanya betul-betul terjun bebas gitu. 17:29 Kayak teman-teman bisa menuju pada 17:30 indeks e freedom house misalnya atau 17:32 indeks economic intelligence unit atau 17:34 mungkin indeks infasi Indonesia dan 17:35 sebagainya. Itu menunjukkan bahwa 17:37 sebetulnya kita sedang betul-betul meman 17:39 sebuah situasi demokrasi yang ee kurang 17:41 baik. Nah, pertanyaannya adalah apakah 17:43 memang PKS siap untuk menjadi bagian 17:46 dari blok itu? untuk memanen ee 17:49 katakanlah kritik atau apa e beban dari 17:51 itu gitu untuk diberelapir bahwa 17:53 proponen proponen demokrasi itu adalah 17:55 ee satu gitu. Jadi ini juga menang untuk 17:58 di apa di 18:00 diungkan. Nah, kemudian yang terakhir 18:02 adalah ee saya menyampaikan bahwa selain 18:05 kemudian adanya ee bloking-bloking 18:07 sangat kuat di daerah, calon-calon yang 18:09 afiliasi dengan ee dinas politik juga 18:11 sangat kencang sekali dan ini semakin 18:13 hari juga semakin meningkat. Lagi-lagi 18:15 pertanyaannya adalah apakah misalnya PKS 18:18 akan menjadi bagian yang betul-betul 18:22 me mendukung itu gitu, proponen itu 18:24 gitu. Karena kan sebenarnya banyak 18:26 sekali evaluasi-evaluasi yang 18:28 menunjukkan bahwa sebetulnya kita sedang 18:30 ee apa namanya? Sedang mencoba menangkat 18:32 kembali demokrasi itu dengan cara-cara 18:34 yang lebih ee baik, begitu ya. Nah, 18:37 dengan itu semua, Teman-teman sekalian, 18:40 saya merasa bahwa saya merasa bahwa yang 18:43 menjadi penting untuk di ee apa namanya? 18:46 ditekankan adalah kalau PKS itu misalnya 18:50 masih mau menimbang sisi ee dominasi 18:55 referensi kadernya, maka memang ee apa 18:59 namanya? Ruang untuk membangun koalisi 19:01 dengan pemerintahan itu memang menjadi 19:03 tantangan gitu. kalau memang betul-betul 19:05 menimbang ee tadi perilaku kadernya tadi 19:07 itu ya saya merasa bahwa ee mengapa 19:11 sekarang ini ee parti ID itu menjadi 19:16 semakin kecil gitu ya dari harhari 19:18 partai politik itu semakin berjarak 19:21 dengan pemilih ya kan seperti ini gitu 19:23 pemilihnya maunya seperti apa partainya 19:25 kemudian punya agenda politik sendiri 19:27 yang kemudian mereka mungkin ping 19:28 pragmatis dan sebagainya gitu ya 19:30 sehingga kemudian ada jarak antara ee 19:32 apa publik pemilih dengan parti politik 19:35 itu tantangan yang ee bukan hanya PKS 19:38 yang punya tapi juga semua papel saya 19:40 kira. Nah, yang kedua juga menurut saya 19:43 kita ini kan sebetulnya kita ini punya 19:47 satu ee apa namanya? Satu tugas penting. 19:52 Parpol itu kan salah satu tugasnya 19:53 adalah agregasi politik dan 19:55 representasi. So, kemudian pertanyaan 19:57 saya adalah siapa yang akan diwakili 19:59 oleh PKS dari segi transportasi itu? 20:02 Jadi, PKS itu mau mewakili siapa ketika 20:04 mau menentukan langkah politiknya. Nah, 20:07 kalau kita melihat berbagai macam 20:09 konteks yang tadi saya sampaikan ya, 20:10 data yang sudah ada tadi itu 20:12 representasi politik PKS itu harusnya 20:14 mengkonfirmasi bagaimana kader dan juga 20:17 pemilih PKS itu memberikan harapan gitu 20:20 kan. Harapan bahwa PKS itu adalah sangat 20:23 identik dengan misalnya perubahan tadi 20:24 itu. Harapan bahwa PKS itu identik 20:27 dengan misalnya ee apa namanya? Anti 20:30 dinasti politik begitu ya. harapan bahwa 20:32 PKS itu menjadi bagian yang ee 20:34 betul-betul partai yang ee apa 20:37 menjauhkan diri dari 20:40 ee pembusukan demokrasi begitu. Maka itu 20:43 menjadi pilihan-pilihan yang seharusnya 20:45 menjadi lebih e menakal pilih PKS ya. 20:47 Kecuali ada hal-hal yang praktikal yang 20:49 kita belum tahu dari sisi pertimbangan 20:51 TKS. Nah, yang kedua ee e ini sudah ada 20:55 Pak Marani ya. Selamat malam Pak. 20:57 Asalamualaikum. Kita sudah mulai tadi. 20:58 Matur nuhun Mas Fajar. Lanjut Mang 21:00 Haldi. Lanjut. bisa dengar siap ya. Nah, 21:03 ada studi-studi parti politik kontorer 21:05 yang kita juga menarik PKS itu menjadi 21:07 salah satu partai yang kci gitu. Iya 21:09 kan? Kalau kita melihat misalnya data 21:11 ind demokrasi itu kan ada data tentang 21:14 perlembagaan parti politik misalnya di 21:15 sana itu PKS ini menjadi partai yang 21:18 bahkan sangat positif sekali dari 21:20 syainya apa? ini partai ini punya masa 21:23 depan untuk dibangun sebagai sebuah 21:25 partai modern yang kemudian punya basis 21:28 nilai yang yang kuat tapi kemudian juga 21:30 sangat ee apa namanya ee punya 21:33 fleksibilitas dalam dalam mengakomodasi 21:35 berbagai macam em apa namanya em hal-hal 21:38 terbaru dalam konteks politik begitu. 21:40 Nah, apakah kemudian modalitas politik 21:43 yang sudah ada ini mau ditarik mundur 21:46 gitu ya dari segi itu gitu? Karena 21:50 em kita melihat bahwa hal-hal yang 21:53 menjadi spirit dari PKS itu sebagai 21:55 parti kader, sebagai partai yang 21:57 kemudian bersih, sebagai partai yang 21:59 kemudian ee tidak punya figur yang yang 22:03 apa namanya? sistemnya lebih menonjol 22:05 itu betul-betul bisa dilembagakan gitu. 22:08 Nah, kalau kita masuk dalam koalisi 22:09 besar yang ada sekarang ini, maka tenang 22:11 kita adalah kita mengafirmasi berbagai 22:14 macam praktik politik yang itu sangat 22:17 sangat bagi kami yang menjadi pengamat 22:19 dan apa namanya akademisi menjadi 22:21 problem gitu ya kan di situ ya kan. 22:24 Eh yang terakhir adalah em bagaimana 22:29 kita ini kebetulan terlibat Pak Marani 22:31 dalam dalam diskusi-diskusi BAPENAS 22:33 terkait dengan perlembagaan politik ke 22:34 depan 2 tahun ke depan itu kita ingin 22:36 membangun sebuah partai politik yang 22:38 modern yang dia akuntabel dan berbasis 22:41 nilai. Saya membayangkan ini kan 22:43 sebetulnya ee kurang lebih dengan PKS 22:46 sekarang ini gitu ya. Basisinnya sudah 22:49 sangat kentara jelas. Tapi kemudian dia 22:51 enggak enggak menjadi orang yang yang 22:54 enggak kaku begitu ya, modernnya dapat 22:57 begitu. Nah, pertanyaannya adalah kalau 23:00 kita sudah kontrak pada ee jalan 23:03 itu 23:05 mestinya harusnya ee hal-hal yang 23:08 menjadi apa ya tantangan yang menjbak 23:11 PKS untuk narik mundur dari sisi dari 23:13 sisi apa namanya ee TK yang benar itu 23:16 mungkin harus betul-betul diantisipasi 23:18 gitu tantangannya di situ. Ya, memang 23:20 kemudian kita akan ee punya kegelisahan 23:23 dan jangka pendek ya, soal bagaimana 23:25 misalnya em ee apa namanya? Kita harus 23:28 memenuhi berbagai macam tantangan sumber 23:30 daya finansial atau sumber daya 23:31 macam-macam yang kita butuhkan. Tapi 23:33 juga kita harus ee punya pikiran jangka 23:36 panjang karena sebetulnya kita sudah 23:38 pada truk yang benar. Ke depan ini 23:40 partai politik yang dibangun itah parti 23:41 politik yang betul-betul tadi berbasis 23:42 sil modern dan sebagainya yang itu ee 23:45 menjadi bagian yang betul-betul senang 23:47 kita. ini ada STPP Pak Mardani dan teman 23:50 sekalian. Sistem parti politik yang 23:52 sedang disusun oleh BRIN dan juga ee KPK 23:55 yang itu betul-betul menginjeksikan 23:58 value dasar dari orang berpolitik itu 24:00 soal etika politik ya kan. Soal 24:03 bagaimana misalnya 24:05 emotuntabilitas, soal pendanaan parti 24:07 politik, katerisasi dan demokrasi 24:09 internal ya kan. Hal-hal ini ke depan 24:12 akan menjadi prototip partai politik 24:14 yang ingin dibangun gitu. Nah, ee 24:17 sementara kita kemudian sekarang ee apa 24:21 ya memiliki tantangan untuk 24:23 ditarik-tarik ke sebuah ruang yang 24:27 menjauh 24:28 dari norma yang kita bangun itu. Gitu. 24:31 Saya kira itu menjadi penting untuk 24:32 direnungkan karena sekali lagi ee salah 24:35 satu basis akuntabilitas yang paling 24:37 penting dari sifat politik adalah 24:38 bagaimana melihat ee anggotanya, 24:41 kadernya gitu kan. tadi kami sampaikan 24:43 dengan sangat sangat detail Pak Ahmadani 24:45 bagaimana profil dari pemilih PKI 24:47 seperti apa dan bagaimana mereka 24:49 berilaku dalam konteks PER Pil kemarin 24:52 itu soal 103 macam-macam sehingga dengan 24:54 begitu kok rasa-rasanya ini menjadi PR 24:57 yang besar bagi PKS untuk mengambil 24:58 pilihan itu ya kalau saya merasa bahwa 25:01 em ee apa namanya hitungan-hitungan 25:03 politiknya harus betul-betul ditakar 25:05 lagi. Apakah ini betul-betul mau 25:08 mengorbankan satu TRK jangka panjang 25:10 gitu kalau kita mau lari maraton gitu. 25:13 Tapi ee kita kemudian ee membelok 25:16 sebentar untuk mengambil satu TRK pendek 25:19 gitu ya. Ee tetapi ee mungkin benar 25:24 seperti Tor yang Sai apakah orang itu 25:26 misalnya kan ingatnya jangka pendek. 25:28 Tetapi jangan lupa sekarang ini orang 25:30 akan mengingat peristiwa 2024 ini 25:32 sebagai bagian dari studi politik yang 25:34 sangat-sangat menarik gitu. Bagaimana 25:36 misalnya politik kita itu di apa ya 25:40 dikaji sebagai politik yang betul-betul 25:43 ee aneh gitu ya dari sisi kondis praktik 25:46 politik itu. Dan ee pertanyaan adalah 25:49 apakah PKS kemudian akan dikenang juga 25:52 menjadi bagian dari polponan itu kalau 25:53 mau bergabung koalisi itu gitu ya ke 25:55 defet dalam konteks daerah dan juga 25:57 nasional. Oleh karena itu kemudian 25:58 betul-betul ee ee menurut saya ee 26:00 tantangannya adalah betul-betul 26:02 melakukan kalkulasi lagi secara lebih 26:04 cermat begitu. Dan salah satu yang 26:06 menjadi bagian penting adalah melakukan 26:09 assesment internal tadi itu ya menanyain 26:12 kader dan kita punya data yang tadi saya 26:14 sampaikan Pak ini yang itu betul-betul 26:15 menunjukkan bahwa orin PKS ya seperti 26:18 itu gitu. Kalau kemudian kita mau 26:20 melakukan melakukan apa namanya em eh 26:24 spekulasi politik yang apa namanya agak 26:28 stream gitu, itu akan 26:30 betul-betul mencerabut dari origin TKS 26:33 yang tadi luar biasa kuat tadi itu dari 26:36 si kadernya begitu. Saya stopi dulu Bang 26:39 Hali nanti kita sambung dengan e diskusi 26:40 lebih lanjut. Terima kasih. 26:41 Asalamualaikum warahmatullahi 26:42 wabarakatuh. Waalaikumsalam 26:45 warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih 26:46 Pak Fajar atas analisisnya tadi 26:49 berdasarkan data-data basis konstituen 26:51 PKS juga ya. Nah, sekarang kita mungkin 26:53 eh ingin mendengar juga dari Pak Mardani 26:56 ini fres from the oven mungkin lagi ada 26:59 pembahasan juga di DPP BKS terkait 27:02 mungkin arah koalisi PKS dan kebijakan 27:05 politik PKS ke depannya. dipersilakan 27:07 Pak 27:09 Mardani. Kasih Bang Aldi. Izin, Mas 27:13 Fajar, leaders dan calon leader. 27:17 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 27:19 warahmatullahi 27:21 wabarakatuh. Alhamdulillah. Allahumma 27:24 sholli ala sayyidina Muhammad. Amma 27:27 ba'd. Selamat malam dan salam sejahtera 27:30 untuk kita semua. 27:34 Ee bahagia sekali malam ini bersama Mas 27:38 Fajar. Pembukaannya luar biasa, tajam 27:41 dan dalam. Nanti ee minta datanya Mas 27:44 Fajar dikirim ke timnya. Ini penting 27:47 sekali membahas tentang mau ke mana PKS 27:51 ya. 27:52 Eh, izin saya e positioning dulu di saya 27:57 tidak mewakili PKS dulu 28:00 di bajunya lagi baju Indonesia leader 28:03 stok ya. Karena itu kami 28:06 meminta ee yang resmi ya tadinya Ustaz 28:09 Muhammad Sohibul Iman ataupun Kang Pipin 28:12 atau Mas Khalid tetapi karena hari ini 28:15 kebetulan majelis syura ya jadi lagi 28:17 pembahasan. Jadi yang saya sampaikan 28:19 bukan sikapnya partai. Nanti partai akan 28:22 menyampaikan sikapnya melalui jalur 28:26 resminya. Tetapi saya menyampaikan 28:28 beberapa hal. Yang pertama saya setuju 28:30 sama Mas 28:32 Fajar ee PKS mesti memberi warna bagi 28:38 perpolitikan 28:40 Indonesia. Politik berbasis nilai, 28:44 politik berbasis 28:46 prinsip, politik berbasis 28:49 integritas, dan politik 28:51 berbasis saya menyebutnya 28:54 kemaslahatan kebangsaan. 28:58 Dan karena itu poin duanya PKS 29:02 wajib memperkuat sendi-sendi 29:06 demokrasi. Check and balance system, 29:09 merit system, reformasi birokrasi, 29:13 penegakan hukum yang transparan dan 29:15 adil. Ya, how can you govern your 29:18 country if you cannot govern your party? 29:20 Kalau bahasa saya ya, makanya saya matur 29:24 nuwun Mas Fajar tadi banyak sekali ee 29:27 memberikan ee sedikit pujian di mana PKS 29:31 sudah partai profesional, modern, punya 29:35 nilai sehingga eksperimen atau 29:38 spekulasi, saya suka bahasanya itu, 29:40 spekulasi yang ee tidak didasari 29:44 pertimbangan yang matang bisa sangat 29:47 berbahaya untuk mereduksi citra positif 29:50 yang sudah ada. Nah, poin tiga memang 29:53 ini ada tantangan Mas Fajar. Saya di PKS 29:57 tapi di ILT ini seringki saya 30:00 memposisikan ee orang PKS yang mencoba 30:03 melihat dari luar 30:05 ya. Ee 10 tahun dua periode kita 30:10 beroposisi tetapi kita tidak beranjak di 30:14 partai tengah ya. Ee 7 sampai 8% ya ini 30:18 tantangan. 30:19 Sehingga wajar kalau ada beberapa 30:23 berpendapat ee kita perlu merevisi, kita 30:26 perlu 30:27 mengevaluasi. Nah, saya sendiri 30:31 berpendapat kita 30:33 maraton apalagi mengajarkan kepada 30:37 masyarakat yang nyuwun sewu nih ee 30:39 bahasanya NPWP gitu ya ee nomor piro 30:43 wani piro gitu loh Mas Fajar. 30:46 Tetapi ee dengan jumlah penduduk yang 30:49 demikian besar, sistem pemilu yang 30:53 rumit, saya malah menilai 60% NPWP tapi 30:58 40% pemilih rasional itu sudah sangat 31:01 bagus buat ee Indonesia. Makanya saya 31:05 selalu ketemu teman-teman yang dukung 31:07 Mas Anis Baswedan itu 40 juta suara Mas 31:10 Anis itu suara rasional, suara masa 31:14 depan, suara pemilik gagasan yang 31:16 benar-benar mahal harganya gitu. Nah, 31:19 sehingga kita betul betul-betul menjaga 31:22 karena itu di poin Bang Haldi, sesudah 31:25 PKS harus jadi partai nilai, PKS harus 31:27 jadi partai yang membumikan demokrasi, 31:30 integritas, ee 31:33 modernisasi dan merit sistem yang ketiga 31:35 buat 31:36 saya harus berani melawan 31:40 godaan-godaan jangka pendek. Ee 31:43 godaan-godaan yang mungkin punya 31:45 pembenaran gitu, Mas Fajar. Karena 31:48 bagaimanapun dalam kontestasi yang 31:51 sangat ee bahasa 31:53 saya kontestasi yang sangat high cost 31:57 politik. Kalau Ustaz Muhammad Shibul 31:58 Iman tuh secara akurat empat nih 32:00 penyakit kita. high cost 32:03 politik nanti melahirkan oligarki 32:06 politik yang membuat interlocking 32:10 politik involutif akhirnya muter. 32:12 Makanya undang-undang IKN cepat, 32:15 Undang-Undang Cipta Kerja cepat, tapi 32:17 Undang-Undang ee Pembantu rumah tangga 32:19 lambat, Undang-Undang Tanah Adat lambat. 32:22 Karena involutif yang sesuai dengan 32:26 ee apa? Yang sesuai dengan elit cepat, 32:29 yang keperluan publik tambat. Nah, 32:32 karena itu Bang Hi ee PKS harus 32:36 menemukan titik tetap istikamah tapi 32:39 tetap bisa menang dalam pertarungan 32:43 jangka pendeknya baik pemilu, Pilkada ee 32:46 maupun Pilpres. Nah, ini tantangan buat 32:48 PKS gitu, Bang Ali. 32:53 Baik, terima kasih Pak Madani. Jadi 32:55 belum ada nih kejelasan arah PKSmu ke 32:58 mana ya? 32:59 Majelis syurnya sampai hari Senin di Oh, 33:02 masih 33:05 lama. Oke. Baik, kita ee lanjut ee 33:10 diskusi berarti ya sekarang. Terima 33:11 kasih, Pak Mardani ya. Ee sambil 33:15 menunggu mungkin yang lain ada Bang Han 33:17 dan Bung Roki yang sedang berada di 33:19 Paris ya. Sekarang kita ke Pak Fajar. 33:21 Pak Fajar, dari penjelasan Pak Mardani 33:24 tadi, apakah di Indonesia ini masih ada 33:27 ruang kesempatan untuk partai untuk 33:30 istilahnya menjadi partai idealis lah ya 33:33 di tengah gempuran pragmatisme pemilih 33:35 dan masyarakat yang hanya melihat ee ya 33:40 mayoritas ya mungkin ya yang idealis 33:42 masyarakat ee ada gitu ya. Tapi dalam 33:45 beberapa periode pemilu kita lihat ee 33:48 mayoritas masyarakat kita itu ya 33:50 benar-benar mungkin pragmatis ya 33:51 pertimbangannya lebih kepada 33:53 pertimbangan jangka pendek material gitu 33:55 ya. Ee apakah akan ada ruang-ruang 33:59 kesempatan bagi partai politik yang 34:02 ingin memperjuangkan nilai di negeri 34:04 kita dengan kondisi masyarakat saat ini? 34:09 Iya, terima kasih. 34:11 Eh, saya mau berangkat dari sini, Bang 34:13 Haldi, Pak Mardani. Sebetulnya 34:15 kegelisahan ini bukan hanya kegelisahan 34:17 kita, karena banyak juga orang yang 34:19 gelisah. Sehingga dalam diskusi-diskusi 34:22 rekonstruksi sistem pemilu misalnya itu 34:24 dicari cara tuh untuk melakukan 34:26 addressing terhadap masalah ee politik 34:29 kita yang begitu ee pragmatisnya itu 34:32 gitu. Nah, kami ketemu dengan banyak 34:34 tokoh, para pemikir, para scholar yang 34:36 misalnya dulu membawa ee apa betul-betul 34:41 membawa aspirasi sistem yang terbuka itu 34:44 Pak Marani sekarang berbalik misalnya 34:46 kan gitu. Jadi sebetulnya masyarakat itu 34:49 mungkin akan bisa kita kita edukasi 34:52 dalam jangka panjang satu sisi. Saat 34:54 yang sama juga kita ee berkeinginan 34:56 untuk misalnya membangun sebuah sistem 34:58 politik yang bisa menutup gitu ya 35:01 lubang-lubang ee praktikal political 35:03 practice yang ee tidak em apa tidak apa 35:08 yang tidak ideal segitu gitu. Jadi 35:11 menurut saya 35:13 em 35:15 ee ini memang agak rumit ya. Dalam 35:18 banyak kesempatan Marin saya diminta 35:20 untuk menjadi fasilitator dalam ee 35:23 forum-forum sekolah politik gitu ya oleh 35:26 lembaga-lembaga internasional misalnya. 35:28 Itu selalu ditantang ee Pak itu kan 35:31 teorinya gitu tapi praktiknya kan 35:32 begini. Saya selalu bilang begini iya ee 35:35 memang begitu tapi kalau Bapak tanya 35:36 saya akan bilang bahwa ya begini gitu. 35:38 maksud saya ya kan harus ada orang yang 35:40 terus mempromosikan aspek-aspek ideal 35:42 itu gitu meskipun dalam sisi dari sisi 35:44 apa namanya kenyataan itu susah sekali. 35:47 Nah, em ee kalau dikembalikan kepada 35:52 soal apakah ada ruang untuk membangun 35:54 politik yang lebih lebih berbasis nilai, 35:57 lebih ee ideal, lebih normatif itu saya 36:00 merasa bahwa ee ya ada ruang itu gitu 36:02 kan. ruang itu. Karena em sat yang sama 36:05 kita harus berpikir juga soal sepolitik 36:07 itu dibuat format yang lebih bisa ee 36:10 lebih bisa 36:12 me ee celah-celah yang bisa mungkan itu 36:15 ya. Misalkan soal ee pilihan-pilihan itu 36:18 pem pilihan-pilihan sistem terbuka 36:20 tertutup misalnya itu kan bisa 36:21 dinegosiasikan kembali sehingga kendali 36:23 partai bisa menjadi bagian yang dihidup 36:24 kembali kemudan masyarakat tidak punya 36:27 ee apa jor-joran begitu dari sisi 36:29 kandidasi gitu ya misalnya dan 36:31 sebagainya. termasuk juga misalnya 36:33 walaupun ee banyak yang enggak setuju ya 36:35 soal pilkada yang dibuat ee apa namanya 36:39 simetris misal ya ini lagi-lagi berdebat 36:41 tapi maksudnya adalah orang berpikir 36:43 soal kenyataan ini seperti ini buruknya 36:46 sebagaimana antisipasinya gitu kan. Nah 36:48 antisipasi itu kan membayangkan sebuah 36:50 konsep yang yang bisa menekan 36:52 dampak-dampak buruk itu gitu. Nah ee 36:55 saya mau menyampaikan ee bahwa ee ruang 36:58 optimisme itu harus tetap dibuka begitu 37:00 ya. ee saya termasuk yang masih percaya 37:03 bahwa ada orang yang memilih tanpa uang 37:05 kok gitu. I kan kader-kader PKS kan 37:08 kader-kader yang tidak terlalu ee apa 37:11 tidak terlalu bisa mudah dipucuk kan ya 37:14 dengan profil-profil tadi itu gitu yang 37:16 kita sampaikan itu gitu kan. memang ada 37:18 orang-orang yang kemudian ee apa namanya 37:21 NPWP tadi itu, tapi ada juga ee 37:24 masyarakat yang cukup rasional begitu. 37:25 Bagaimana masih bisa melihat ini. Survei 37:27 kami Pak Madani itu kemarin menunjukkan 37:29 bahwa ada beberapa optimisme kalau 37:33 misalnya anak-anak muda misalnya 37:34 diedukasi dengan bahwa oh ternyata itu 37:37 enggak boleh ya. Mengapa sih orang 37:39 enggak boleh melibatkan keluarga dalam 37:42 politik gitu ya misalnya gitu ya. Mereka 37:44 kanak ketemu laras tapi setelah 37:45 diedukasi ternyata mereka paham juga. 37:48 ee anak-anak muda yang tahu bahwa ee 37:50 Sengkarut MKI itu ternyata punya 37:53 indikasi yang sangat luas, mereka 37:54 kemudian ternyata bisa berubah pilihan. 37:57 Ada juga begitu kemarin survei kita itu. 37:59 Jadi ee ada setup ee apa namanya 38:01 responden yang kita ee tentukan berbeda. 38:04 Ada orang yang diedukasi satu sisi dan 38:06 ada orang yang tidak diedukasi itu 38:08 pilihannya berbeda. Ini apa? Ee ee men 38:11 saya ini betul-betul menunjukkan bahwa 38:13 ada ruang-ruang untuk betul-betul orang 38:14 itu diajak untuk berbuat baik gitu. UK 38:17 itu ada dan itu ee memang jangka 38:19 panjang. Kalau bahasa ee kami tadi itu 38:21 maraton tadi itu memang betul-betul 38:23 harus dilakukan edukasi jangka panjang 38:25 ee saat yang sama. Kemudian kita 38:27 mengajak orang untuk mengkritsi berbagai 38:29 macam sistem pemilu itu pilkadanya, 38:31 pemilunya, pilpresnya untuk betul-betul 38:33 mencari format yang 38:35 meminimalisir sedapat mungkin bisa 38:37 menutup hal-hal yang selama sel sama 38:39 selama ini kita hindari gitu. Gitu, Mas 38:43 Salim. Menurut saya. 38:45 di boleh tanggapin, Dik? Baik, silakan 38:48 Pak Man. Makasih, Mas Fajar. 38:51 Eh, 38:53 saya ee ambil 38:56 contoh. Kalau orang lain susah, Mas 38:58 Fajar ya. Saya ambil contoh diri saya 39:01 sendiri. Saya di dapil Jakarta 1, 39:05 Jakarta Timur cuma 10 kecamatannya. 39:11 Ee mungkin saya tidak bisa ini 39:14 mengeneralisir, tetapi sejak awal kami 39:17 menegaskan 39:19 bahwa sasaran kita itu adalah kelompok 39:24 kami nyebutnya PG ya, pemilik gagasan, 39:28 kelompok 39:29 rasional. Ee karena itu di dapil itu ada 39:33 dua kecamatan besar. Satu duren sawit, 39:36 satu Cakung. 39:39 Duren sawit ini kelas menengahlah kalau 39:41 cakung menengah bawah. Saya mohon izin 39:44 ke tim saya gitu. Saya izin saya ke 39:47 duran sawit dulu. Jadi setiap ada 39:49 diskusi bahasanya kami banyaknya 39:52 pengajian mereka ya kuliah subuh, kuliah 39:54 Jumat, kuliah duha. Saya datang tapi 39:58 tidak kampanye saya tapi saya sampaikan 39:59 gagasan saya gitu. Beginilah cara kita 40:02 mengelola ekonomi, begini cara kita 40:04 mengelola pendidikan, begini cara 40:06 akhirnya diskusi dan mendalam gitu loh. 40:09 Sementara di Cakung saya perkuat basis 40:12 bahasa saya, basis TPS saya gitu loh. 40:16 Biar orang kenal saya gitu. Ee 40:20 kerja-kerja yang sifatnya door to door 40:23 campaign banyak di Cakung, tapi 40:25 kerja-kerja serangan udara banyak di 40:28 duren sawit. 40:30 Ternyata kombinasi keduanya ini membuat 40:34 target saya R.000. Saya sudah sujud 40:36 syukur gitu loh. Saya dapat 40:39 R76.000 gitu loh. Ee dan saya tetap 40:42 yakin yang Mas Fajar bilang gitu loh, 40:45 kelompok pemilik gagasan, kelompok 40:49 pemilih rasional, kelompok pemilik kelas 40:52 menengah itu banyak gitu loh. Asal kita 40:55 berani memantik diskusi bersama mereka. 40:58 Nah, belakangan ini saya justru dengan 41:00 teman-teman ada anak-anak muda nih ya ee 41:04 ting polisinya AVU ada ee revisi 41:07 Jakarta. Bahasa saya gini, karena saya 41:10 di DPR juga di Badan Legislasi itu lagi 41:13 ada banyak undang-undang yang suruh ya 41:15 tiba-tiba revisi undang-undang jumlah 41:18 kementerian, revisi undang-undang Dewan 41:21 Pertimbangan ee apalah kata tempo gitu 41:25 kan, revisi Undang-Undang TNI, Polri. 41:28 Saya 41:29 jadi melihat politik ini kian banal 41:32 gitu. Nah, tapi ketika ketemu anak-anak 41:34 muda luar 41:36 biasa itu membuat saya jadi hidup itu 41:40 anak-anak ini punya gagasan, punya 41:42 mimpi. Indonesia yang bebas korupsi, 41:44 yang marit system, yang reformasi 41:46 birokrasi, miskin, struktur, kayak 41:48 fungsi, yang kuat inovasinya, kuat 41:51 industrialisasinya, 41:53 itu dimulai dari bagaimana menata 41:55 politik kita. Nah, itu yang membuat saya 41:58 tetap meyakini jalan PKS adalah jalan 42:02 nilai, jalan memiliki prinsip, jalan 42:06 sunyi mengangkat ee etika logika, 42:09 mengangkat bendera integritas, 42:11 mengangkat bendera-bendera yang membuat 42:15 kita yakin masa depan itu cerah kok 42:18 kalau kita berpegang kepada 42:19 prinsip-prinsip kebenaran. Matur nuwun, 42:22 Mas Fajar. Saya nyambung aja, Dik. Gitu, 42:24 Dik. Lanjut, Dik. 42:27 Iya. Baik, terima kasih Pak sudah 42:30 sekaligus ee nanggap Mas Fajar mau 42:32 nanggapin tuh. Ayo, Mas Fajar. Iya, Mas 42:34 SD. Tadi saya juga tertarik ya ketika 42:37 Pak Mar memberikan ee apa namanya ee 42:40 introduksi bahwa kita 10 tahun oposisi 42:43 tapi enggak bisa beranjak ke partai 42:45 menengah begitu ya. Kalau dibalik kan 42:47 juga bisa ee itu eh matters, Pak. Karena 42:50 yang dalam konteks partai yang di 42:53 koalisi pun juga kemudian tertahan di 42:54 angka juga begitu ya. Jadi sebetulnya 42:57 ini isunya bukan oposisi atau menjadi 42:59 bagian dari koalisi pemerintahan tapi 43:01 memang memang tadi kalau menggunakan 43:03 bahasanya paman ini tegasan apa yang mau 43:05 sampaikan satu hal. Yang kedua juga ee 43:07 saya melihat eh eh misalnya mengapa 43:10 caruk partai-parti politik baru tidak 43:12 pernah bisa berenjak dari 0 koma ya 43:14 karena memang ini sudah jenuh begitu ya. 43:16 Jangan-jangan memang sebetulnya ee apa 43:19 namanya gagasan politik dan yang 43:20 diwakili partai-partai itu sudah jenuh 43:22 sehingga kemudian ya segmentasinya akan 43:24 di situ aja gitu simpangannya enggak 43:26 terlalu akan akan ekstrem-ekstrem sekali 43:28 gitu ya. Misalnya kalau kemudian ee 43:31 dibalik logikanya apakah dengan menjadi 43:34 bagit koalisi apakah menampilik juga 43:37 belum tentu Pak sebetulnya dari sisi itu 43:39 ya? Setuju? Setuju Mas Fajar karena ee 43:42 ee izin, Dik ee 43:47 karena trennya tuh baik di oposisi mau 43:50 koalisi, baik yang di dalam maupun di 43:51 luar itu kian menjadi partai tengah yang 43:54 tidak signifikan ya, yang nanti akan ee 43:59 kalau kita lihat rata-rata yang 44:02 bertambah kursi itu kalau dizooming lagi 44:05 ada bupati di situ, ada anak menteri di 44:08 situ. itu ada anak Kapolda di situ, ada 44:11 pengusaha di situ. Jadi micro 44:14 campaign-nya gitu. Tapi apa ideologi 44:17 yang dibawa? Apa narasi kuat yang itu 44:21 mentok itu loh. Jadi ada kejenuhan. Nah, 44:24 di titik ini PKS punya peluang besar 44:28 untuk menjadi partai yang 44:31 bahasanya tetap menentang arus. ketika 44:35 arus itu memang menarik kita untuk masuk 44:38 ke gravity ee 44:41 korupsi, korusi, nepotisme harus dilawan 44:46 justru dengan berani ya mestinya ee 44:51 sebetulnya nyun sewu ada PSI partai baru 44:53 bagus atau tempat lain 44:56 itu sama narasinya tidak kuat juga gitu. 44:59 Jadi sekarang ini memang tidak banyak 45:01 yang punya narasi yang kuat yang itu 45:03 bisa dibeli ee oleh publik. Karena itu 45:06 jatuhnya memang narasinya personal. 45:08 Kenapa tingkat kepuasan publik Pak 45:10 Jokowi tinggi? Ya, karena dia turun 45:12 terus, nyebar bantuan terus, bikin 45:15 ngomen terus, ngambil influencer terus. 45:17 Jadi ee yang lain karena tidak ada isu 45:21 substansial. Saat yang sama, IEx tu 45:24 tengok ya. ketika masyarakatnya 45:26 pendidikan tidak beranjak, indeks 45:28 prestasi manusia kita juga tidak 45:30 melambung, ee daya beli kita menurun. 45:32 Jadi memang mesti ada satu langkah 45:35 berani dari PKS untuk tetap menyuarakan 45:39 kebenaran, menyuarakan keadilan, 45:41 menyuarakan 45:43 prinsip-prinsip tata bernegara yang 45:46 memang ee menjamin ee terwujudnya 45:50 Indonesia yang madani, Indonesia yang 45:52 civiliz. Begitu Dik. 45:56 Baik, terima kasih. Ini lagi semangat 45:59 Pak Marani ya. 46:02 Itu karena datanya Mas Fajar tadi. 46:06 Baik. Iya, Mas Fajar. Ee ee contoh ya ee 46:11 kita melihat ee kondisi ril dari seluruh 46:13 peta partai-partai yang ada di yang 46:17 lolos ke parlemen ya. mungkin ada yang 46:19 terlihat partai idealis ya tanda kutip 46:22 ya seperti mungkin partai umat ya 46:25 mungkin ada partai-partai yang lain juga 46:27 yang dia tidak bisa ee lolos ke parlemen 46:30 g ee dan di sisi lain ee partai-partai 46:35 pemenang mungkin saat ini lebih dikenal 46:37 partai-partai yang tanda kutip ee mereka 46:41 bukan ee menjual idealisme dan gagasan 46:44 gitu tapi mereka mungkin menjual tanda 46:47 kutip kesejahteraan kepada rakyat gitu 46:50 ya. Nah, ini mau sampai kapan ee terjadi 46:54 kondisi politik kita pada saat ini, Pak? 46:57 Jadi ee seandainya ini berlangsung terus 47:00 ee sudah pasti ee ee apa tidak akan ada 47:05 perubahan yang signifikan dalam negara 47:07 kita. Malah mungkin dengan kondisi 47:09 ekonomi yang semakin sulit, hutang 47:11 negara semakin besar ya, korupsi juga di 47:14 semua daerah juga seperti tidak 47:16 menurun-menurun ini ya. 47:18 mungkin untuk masa depan generasi kita 47:20 bisa jadi akan akan semakin 47:22 mengkhawatirkan. Bagaimana Pak Fajar 47:24 melihat ini? 47:26 Iya. Ee pertama dari sisi instrumentasi 47:30 sebetulnya kalau kalau ukurannya adalah 47:32 lolos dian atau tidak itu kan bisa 47:35 lagi-lagi soal instrumen kan bisa 47:36 dinegosiasikan gitu ya. Misalkan 47:38 threshold-nya dihapuskan sehingga 47:40 berapapun orang akan keangkut ke Senayan 47:41 begitu misalnya ya. Artinya dari dari 47:43 sisi itu kan sebetulnya ada ee ruang di 47:46 mana kita bisa melakukan ee apa namanya 47:49 em eh political battle yang lebih lebih 47:52 sederhana gitu. 47:54 Nah, em 47:57 dalam jangka panjang lagi-lagi begini 48:00 ya. 48:03 Em 48:05 ee kultur politik kita itu kan kultur 48:07 politik yang sebetulnya cukup cukup apa 48:11 cukup familiar dengan berbagai macam ee 48:14 tingkatan elektoral itu gitu. Nah, 48:17 mengapa kemudian sekarang menjadi sangat 48:19 luar biasa e sarut-marutnya ya? karena 48:23 ee apa namanya 48:26 emm banyak yang tidak bisa ditegakkan 48:30 gitu dari sisi ee hal-hal ee regulasi 48:33 politiknya ya. 48:37 Em saya masih punya pandangan ya kalau 48:40 misalnya ini diskusi-diskusi yang kami 48:42 ikuti di beberapa tempat ya Masalia 48:44 kalau misalnya penalti terhadap ee 48:48 politik di elektoral itu ditegakkan 48:50 dengan kokoh gitu maka kok rasa-rasanya 48:54 akan bisa lebih lebih bisa memberi 48:56 harapan gitu. Nah memang PR-nya ke depan 48:58 adalah kita betul-betul bisa membuat 49:00 sebuah kerangka penelangan pemilu yang 49:03 lebih kokoh gitu. 49:05 sehingga ee em benar salah itu bisa 49:08 diberikan satu penalti yang adil gitu 49:11 kan tanpa ada proses-proses negosiasi di 49:14 balik tangan yang kita enggak bisa 49:15 kontrol begitu. Lalu juga tiba-tiba kita 49:18 tidak bisa melakukan melakukan apa 49:20 namanya apapun ketika ada 49:22 instrumen-instrumen non elektoral yang 49:24 bekerja di balik layar gitu yang kita 49:26 sama-sama enggak bisa kontrol itu gitu. 49:29 Nah, ee jadi 49:33 em-nya memang kompleks ya dari segi itu, 49:37 tetapi 49:39 em kita 49:42 punya teman banyak gitu. Itu partai 49:45 politik itu kemudian kalau memang mau 49:47 mendorong hal-hal yang normati dan 49:48 idealistik itu punya teman banyak. Di 49:50 luar itu ada masyarakat sipil yang 49:52 menbut kemarin itu ee campuran kekar. 49:55 Tapi, tapi kita masih merasa bahwa 49:58 kelihat untuk membangun sebuah peradaban 50:00 politik yang baik, ya, elekoral yang 50:03 baik, orang-orang yang punya idealisme 50:05 itu bisa keangkut dengan baik di 50:07 parlemen macam-macam itu, itu akan punya 50:09 banyak teman baik. Tadi yang disampaikan 50:11 oleh Pak Mardani ada anak-anak muda ya, 50:14 tim politiks, kemudian beberapa ee 50:15 konsorsium anak muda yang membuat kayak 50:18 konten-konten yang sangat luar biasa di 50:20 politik itu ee tumbuh sekarang ini gitu. 50:23 Dan mereka kan orang-orang yang yang 50:25 hidup pada sebuah sebuah apa namanya? 50:28 Sebuah ruang yang betul-betul sangat 50:30 otonom gitu yang mereka tidak bisa 50:32 disuap tanda kutip gitu ya. Mereka tidak 50:34 bisa dibayari untuk hal-hal yang 50:37 sifatnya receh untuk memilih siapa 50:39 dengan uang tertentu gitu. Enggak bukan 50:41 begitu kan. Nah, rasa-rasanya ini bisa 50:44 diperlebar. Bahkan kemudian ada 50:46 kebutuhan juga sekarang ini Mas Haldi di 50:48 ini di luar partai politik ya, kebutuhan 50:51 juga untuk mencoba menarik mundur lagi 50:55 isu-isu yang sifatnya eh elementarial em 50:58 apa namanya political development itu 51:01 misalnya ee dengan membuat apa ya em 51:06 kalau dulu kan kita masih masih punya 51:09 gagasan-gagasan untuk di masyarakat 51:12 melakukan edukasi dengan ee apa namanya 51:13 f education gitu ya. Tapi gara-gara 51:15 keman Indonesia dianggap sudah sangat 51:17 maju lalu kemudian itu ditinggalkan gitu 51:18 ya. Nah, itu bisa juga ditarik untul 51:21 lagi bahwa ternyata F edukasi itu masih 51:22 menjadi PR yang penting. Sama halnya 51:24 sekarang dengan misalnya menggeser bahwa 51:27 kita sekarang ini demokrasinya masih apa 51:29 namanya prosedural gitu ya. Dalam 51:31 instrumentasi perencanaan pembangunan 51:33 dalam konteks pemerintah itu ee dulu 51:36 mula-mula ditaruh bahwa tahun 2024 itu 51:38 sudah sudah maju 51:41 demokrasinya ternyata belum kan. Maka 51:44 kita kena nolakan lagi. Sekarang kita 51:45 mulai dari awal lagi sampai 20 tahun 51:48 depan baru kita ngomongin soal demokrasi 51:49 sepansial. Nah, ini kan sebetulnya 51:51 hal-hal yang tumbuh dari kegelisahan 51:53 tadi itu Mas Si. Kegelisahan bahwa ada 51:56 hal-hal yang kita sama-sama hadapi 51:57 nyatanya mari kita bangun bareng-bareng 51:59 dan partai politik rasa-rasanya ee 52:02 enggak sendirian. Dan dan yang sayaakan 52:06 adalah kalau ada partai politik yang dia 52:09 memiliki perbedaan diferensiasi dengan 52:11 partai politik yang lain menurut saya 52:13 akan mendapatkan berkah elektual yang 52:15 signifikan ya dalam konteks demokrasi 52:17 yang sekarang ini yang sedang 52:18 buruk-buruknya ini Mas Sali dan Pak 52:20 sekalian kalau ada orang yang masih 52:23 menjaga gawangi itu dengan sangat baik 52:26 prasarannya kok akan menjadi bagian dari 52:28 apa ya tumpuan harapan baru untuk 52:31 dipilih gitu ya. Nah, peran ini yang 52:33 rasa-rasanya akan menjadi penting untuk 52:35 diperankan PKS gitu ya kan. Ketika semua 52:38 orang masuk ke gerbong gerbong apa 52:40 namanya kekuasaan begitu ya. Orang-orang 52:43 dari Mas sudah pindah semua pindah 52:44 kekuatan ke sana. Maka diferensiasi apa 52:48 yang bisa dilakukan oleh ee pari politik 52:50 untuk bisa membuat orang untuk memilih 52:52 dia? Menurut saya ya tadi menjadi bagian 52:56 kalau bahasa Pak Mar menjadi penjaga 52:58 gerbang penjaga moral untuk menegakkan 53:00 demokrasi itu panjang itu TRK itu yang 53:03 rasa-rasanya sekarang jadi masuk akal 53:05 untuk semakin ditimbang. Jangan sampai 53:07 kemudian ee partai-partai lain mengambil 53:09 peran di situ kecuali ee ee maksudnya 53:12 begini kan ini ada kompetisi juga di 53:13 situ ya, ada beberapa partai yang 53:15 kemudian juga ee misalnya katakan PDIP 53:18 misalnya kan juga bisa menekankan fungsi 53:20 itu gitu menjadi bagian yang betul-betul 53:23 mengimbangi kekuasaan politik pemerintah 53:25 misalnya gitu ya. Nah, kenapa PKS tidak 53:26 juga bisa di situ gitu sebagai orang 53:29 yang e sebagai partai yang punya 53:31 modalitas politik yang yang baik yang 53:32 kemudian juga secara nilai juga kokoh 53:34 dari itu. Jadi menurut saya emm ee 53:38 ruangnya di situ ya, Mas. Kalau sampai 53:41 kapan ya pertempuran antara yang buruk 53:46 dan yang baik itu kan enggak akan pernah 53:48 berhenti ya sampai kapanpun ya. termasuk 53:50 di politik menurut saya ee 53:52 pilihan-pilihan untuk menjadi baik atau 53:53 buruk itu kan pilihan-pilihan yang 53:54 memang itu harus 53:56 dilembagakan dan ee perlembagaan politik 53:59 itu bisa dilakukan dengan cara-cara tadi 54:01 anak muda itu semakin diajar dan 54:04 rasa-rasanya itu adalah kultur yang 54:06 sangat kuat dibangun dari PKS selama ini 54:08 gitu. Itu yang saya berharap mungkin 54:10 bisa dipertahankan terus gitu, Mas. 54:13 Demikian ya. 54:16 Baik, terima kasih Pak Fajar ya. 54:20 I ee kita ke Pak Maren lagi. Pak Marani 54:23 masih 54:29 bergabung. Halo, Pak Marani 54:34 masih di 54:38 Oke. Baik. Eh, lanjut nih. Lanjut ya. 54:41 Sebelum kita akhiri ya mungkin satu ini 54:43 lagi ya, satu tema diskusi lagi. Baik, 54:47 Pak Mardani. Ee ee terkait dengan khusus 54:51 ini isu ingin sedikit minta pandangan 54:53 terkait isu Pilkada DKI ya, di mana PKS 54:58 ingin tetap ee mengusung Pak Anis 55:02 berpasangan Pak Sohibul Iman gitu ya. 55:04 Tapi dengan kondisi saat ini ee belum 55:07 ada apa namanya ee kursi yang cukup 55:11 karena partai lainnya seperti NASD masih 55:13 belum fix sepenuhnya untuk memberikan ee 55:16 ee apa mendukung pasangan Pak Anis 55:19 dengan Pak Sohibul Iman. kira-kira ee 55:23 perkembangan Pilgop ee DKI ini bagaimana 55:26 terkait ee keputusan PKS nantinya? 55:30 Apakah ee akan tetap mengusung Pak Anis 55:33 ataukah ada opsi-opsi lain yang memang 55:35 ada infonya? Opsi untuk bergabung ke Kim 55:39 Koalisi Indonesia Maju ee juga saat ini 55:43 dibuka oleh ee DPP PKS. 55:47 kasih Mang. 55:49 Ee pandangan saya lagi-lagi saya tidak 55:53 mengatasnamakan struktur PKS ya, karena 55:55 teman-teman yang mengurus Pilkada ee 55:59 saya tidak ngurus Pilkada ya. ee 56:03 itu menjadi pertaruhan DKI ini ee bukan 56:08 cuma buat PKS ya, tapi buat Kim juga dan 56:12 mungkin juga buat PDIP ya. Menjadi lebih 56:15 rumit lagi 56:17 ketika 56:18 ee Kim mengacanakan Kim Plus gitu loh 56:22 dan mengajak banyak hal. Sebetulnya PKS 56:25 dengan sudah sangat jelas 56:28 menyampaikan paketnya lengkap. ee paket 56:32 Mas Anis dengan Ustaz Muhammad Shibul 56:34 Iman. Bahkan sudah deklarasi aman gitu. 56:38 Dan kita sudah menyatakan kami 18 kursi 56:42 kami berikan buat Mas Anis dengan Ustaz 56:45 Muhammad Shibul Iman ini. Tinggal Mas 56:48 Anis diminta membantu mencari empat 56:51 kursi. Karena syarat 20% dari 106 itu 21 56:55 koma dibulatkan jadi 22 gitu. 56:59 Tinggal masalahnya memang ee di DKI ada 57:04 semacam gerakan invisible hands yang ee 57:10 membuat pilihan itu menjadi tidak 57:13 sederhana. Sebetulnya teman-teman PKB 57:15 sudah ee DKI sudah dukung Mas Anis, ee 57:19 Nasdem Pusat juga dukung Mas Anis, ee 57:22 PKS dukung Mas Anis. Mestinya tiga ini 57:24 segera kumpul untuk memutuskan. ee 57:27 tetapi kenapa belum kumpul juga pasti 57:30 ada satu dan lain hal masalah. Dan 57:33 karena itu dinamika ini menjelang 57:34 pendaftaran 27 sampai 29 Agustus akan 57:38 memuncak. Tetapi saya pribadi tetap 57:41 menilai ee bahwa paket aman ini Mas Anis 57:46 dengan Syibul Iman ini adalah paket yang 57:49 pandangan saya pribadi sangat 57:51 menjanjikan dan bisa memenangkan 57:53 pertarungan karena Mas Anis kuat ee 57:56 elektabilitas dan popularitasnya 57:58 disurvei juga hampir 30%. Saat yang sama 58:02 dengan adanya Ustaz Muhammad Sibulan, 58:05 mesin PKS di Jakarta akan optimal 58:07 bekerja. gabungan dua ini mestinya bisa 58:10 menarik ya partai-partai lain untuk 58:12 segera sama-sama mendeklarasikan begitu 58:15 Bang Hadi. 58:18 Baik, ee terima kasih dan ee mungkin 58:22 kalau terkait dengan dukungan ke Bobi di 58:24 Sumut, Pak, bagaimana PKS? pandangan 58:27 dari sisi PKS ya ee ke depannya gitu. 58:30 Mengingat Bobi ini adalah menantunya Pak 58:32 Jokowi di mana selama dua periode ini 58:35 PKS sebenarnya dengan Pak Jokowi ee 58:38 oposisi apakah memang ada arah arah 58:40 kebijakan baru ke depannya terkait arah 58:43 politik PKS dengan salah satu ee 58:45 simbolnya inilah dukungan kepada 58:48 Bobi ee Bang Hald leaders dan leader 58:53 serta Mas Fajar. Kebetulan kemarin saya 58:56 ke Medan gitu ee ada acara BAPENAS 59:00 sebetulnya gitu tentang RU RPJ RPJP Mas 59:03 Fajar gitu. Terus 59:06 ee jumpa beberapa teman jadi saya 59:10 bertanya apa yang terjadi? Nah, mereka 59:13 memberikan penjelasan kronologisnya 59:15 cukup bagus. dari awal PKS ingin dengan 59:19 ee Pak Edi 59:21 Ramayadi karena kader pemilih ee 59:26 persepsinya 59:28 demikian. Tapi dua kali dikasih tenggat 59:33 bahasanya Pak Edi. Ayo kita ee jalan 59:36 segeralah kita deklarasi PKS dengan 59:38 siapa nih? ee biar cukup waktu eh cukup 59:42 waktu untuk kerja gituah. Tapi ee sampai 59:47 dua kali ee proses di DPP tiga kali 59:51 pembahasan, Pak Edi ee punya 59:55 kesulitan untuk 59:57 mendapatkan 59:59 ee partai lain yang siap untuk segala 1:00:03 deklarasi bersama. Ini hampir sama sama 1:00:06 Jakarta. 1:00:08 Kita tunggu lagi, kita perpanjang sampai 1:00:10 Pak Edi sendiri yang bilang, "Tunggu 1:00:12 saya sampai ini versi yang saya dengar 1:00:14 ya." Jadi versi ini perlu diklarifikasi 1:00:17 akhir Juli 31 Juli insyaallah sudah 1:00:20 dapat. Kita tunggu sampai 31 Juli belum 1:00:24 juga gitu loh. Ee sehingga 1:00:28 terjadilah ee usulan kan kita enggak 1:00:32 bisa nunggu yang tidak pasti. Saat yang 1:00:35 sama ketika dibuka ee forum formulir 1:00:40 pendaftaran ee Bobina Sution datang dan 1:00:44 mengambil orgulir 1:00:47 pendaftaran. Ee tapi ee teman-teman 1:00:50 tidak terlalu serius menganggapnya. Tapi 1:00:53 ketika Pak Hedi mengatakan kayaknya saya 1:00:56 ee sampai akhir ini belum bisa 1:00:59 memenuhi dan kita izin dan diskusi 1:01:03 kepada Pak Edi nih. Kalau gini kami 1:01:06 harus buka jalur komunikasi dengan yang 1:01:08 lain. Dipersilakan oleh Pak Edi. Silakan 1:01:13 ee walaupun nanti saya tetap akan 1:01:14 berusaha gitu. Dan ternyata ee Mas Bobi 1:01:19 ini ee ketika 1:01:22 disodorkan 8+1 ya satunya tentang 1:01:26 Palestina tanpa pikir panjang setuju dan 1:01:30 siap. Tiket juga sudah ada dibawa ke 1:01:33 DPP. Kata DPP, teman-teman DPW punya hak 1:01:36 gitu loh. Nah, akhirnya terjadilah 1:01:40 kesepakatan ini. Jadi ini terjadi Bang 1:01:43 Haldi karena lagi-lagi seperti di DKI, 1:01:47 PKS tidak punya golden ticket, Mas 1:01:49 Fajar. Itu kita ada pada posisi yang 1:01:52 tidak mandiri ya. Kita mau mengajukan 1:01:56 kader sendiri tidak cukup 1:01:58 elektabilitasnya. Bahkan sebetulnya 1:02:00 teman-teman DPW tuh sudah ngajak Golkar 1:02:02 duluan dan Golkar sudah siap 1:02:05 eh ee mengulang dulu Pak Samsul Arifin 1:02:09 dengan Mas Gatot itu loh kan Golkar PKS 1:02:12 menang tuh. Tapi ternyata belakangan 1:02:14 Golkar ee bergabung ke Bobi sehingga ee 1:02:18 rencana Golkar PKS-nya batal. Kita 1:02:21 dengan ee Pak Edi juga batal. Tersisalah 1:02:25 satu ini buah Simalakama. Tetapi 1:02:29 bagaimanapun memang 1:02:31 persyaratan-persyaratan yang diminta 1:02:33 oleh PKS dipenuhi oleh ee Mas Bobi 1:02:37 sehingga teman-teman di ee Sumatera 1:02:40 Utara membawa itu ke DPP dan DPP sendiri 1:02:44 melihat kita masih nunggu masih makin 1:02:47 lama waktu makin pendek akhirnya 1:02:49 diputuskan. Ini bukan keputusan yang 1:02:52 mudah, tetapi ee PKS bergabung karena 1:02:56 pasangan ini menyiapkan diri untuk ee 1:03:01 menandatangi kontrak politik ee dengan 1:03:05 PKS untuk 8 plus 1. Yang 8 itu enggak 1:03:08 ada urusan sama PKS ya. Ya, bagaimana 1:03:10 membangun Sumatera Utara yang madani, 1:03:13 yang adil, yang sejahtera, dan yang 1:03:14 bermartabat. Begitu, Bang. 1:03:20 Terima kasih, Pak Marani atas e 1:03:22 penjelasannya dan mungkin tiba kita 1:03:24 sahabat-sahabat di akhir acara. Eh, izin 1:03:27 mungkin Pak Bung Roki masih mendampingi 1:03:29 atlet kita di Olimpiade Paris masih 1:03:32 belum bisa bergabung dan juga mungkin 1:03:33 Bang Handsat Handy Satrio juga lagi ada 1:03:36 kesibukan lain tapi ee 1:03:39 tidak ketidakhadiran mereka tidak e 1:03:42 mengurangi ee serunya diskusi kita pada 1:03:45 malam hari ini terkait dengan arah 1:03:47 kebijakan PKS ke depannya nih mau dibawa 1:03:50 ke mana ya ee arah politiknya gitu. Tapi 1:03:53 mudah-mudahan kita tetap berharap e PKS 1:03:56 sebagai Partai Islam Rahmtil Alamin ini 1:03:58 bisa tetap menjaga ee keseimbangan ee 1:04:02 politik di Indonesia agar masih ada 1:04:05 harapan akal sehat ada di dunia politik 1:04:08 kita gitu ya. Baik eh sahabat-sahabat 1:04:11 sekalian eh tibi kita di akhir acara eh 1:04:15 sekarang kita closing statement atau 1:04:17 closing ideas istilah inal stock kepada 1:04:20 Pak Fajar. Dipersilakan Pak Fajar. 1:04:23 Iya, terima kasih. Saya karena orang 1:04:25 luar jadi memang betul-betul enggak 1:04:26 punya beban untuk menyampaikan ini ya, 1:04:27 Pak Marin dan Mbak LD ya. 1:04:32 Tadi saya sudah sampaikan beberapa data 1:04:34 tentang bagaimana ee apa namanya e 1:04:38 profil pemilih PKS gitu dari survei ke 1:04:41 survei yang kita punya walaupun tidak 1:04:43 secara khusus tujuan tu tapi kita punya 1:04:45 data ee apa yang kita ekstrapolasi 1:04:47 begitu. itu gambarnya betul-betul 1:04:49 menunjukkan bahwa mereka pemilihan 1:04:51 kritis, mereka memiliki apa namanya em 1:04:55 otonom terhadap negara. mereka juga 1:04:58 sangat ee apa namanya berjarak dengan 1:05:03 berbagai macam narasi yang dibangun di 1:05:04 pilek danes kemarin soal perubahan 1:05:06 keberlanjutan segala macam itu. Sehingga 1:05:09 menurut saya kalau ditanya ke mana arah 1:05:11 PKS itu yang paling penting adalah 1:05:14 bagaimana konstituensi itu diajak 1:05:15 sebagai bagian yang dilembagakan gitu. 1:05:18 Karena parti politik itu kan ee tugasnya 1:05:20 adalah agregasi dan representasi lagi. 1:05:23 Jadi siapa yang mau diwakili PKS kalau 1:05:25 kemudian bukan kader dan juga suara 1:05:26 pemilihnya gitu kan. Kalau tidak, maka 1:05:28 kemudian nanti bahayanya adalah tadi 1:05:31 mempertebal partti ID kita yang 1:05:33 terus-menerus turun dari tahun ke tahun, 1:05:35 Bu kan. Jadi jarak ee antara apa yang 1:05:37 dimaui apa yang partai dengan 1:05:39 konstituensinya itu berjarak lebar 1:05:41 karena agenda partai dengan agenda 1:05:44 masyarakat pemilihnya itu berbeda gitu. 1:05:47 Nah, ini yang kemudian harus dijaga 1:05:48 dalam tiisi itu sehingga melakukan 1:05:51 afirmasi ee kepentingan pemilih PKS 1:05:55 sebagai bagian dari kontabilitas 1:05:58 internal yang paling penting itu juga 1:05:59 harus menjadi pertimbangan yang 1:06:02 mengatang menurut saya ya. Sehingga 1:06:04 sebelum menimbang yang lain-lain 1:06:05 bagaimana melih memilih itu adalah 1:06:07 bagian yang paling penting menurut saya. 1:06:09 baru kemudian kita hitung-hitung tuh ee 1:06:12 kalkulasi-kalkulasi ee pragmatisnya tadi 1:06:15 yang Pak Kin sampaikan dan juga berbagai 1:06:18 macam peluangnya. Tapi apapun putusannya 1:06:20 menurut saya sepanjang sudah ada ee apa 1:06:23 namanya eh inward looking terhadap kader 1:06:26 eh apa kader dan juga seperti apa origin 1:06:29 mereka itu menjadi sangat eh luar biasa 1:06:31 pilihannya gitu ya. Dan kita di luar 1:06:33 berharap betul itu bahwa ada peran-peran 1:06:36 em apa namanya? Peran-peran balancing 1:06:39 yang cukup memadai dan kuat. Kalau tidak 1:06:42 nanti kita akan memanen lagi berbagai 1:06:44 macam kebijakan yang tadi Pak eh Marin 1:06:46 dis sampaikan. Tiba-tiba ada 1:06:48 undang-undang ABC, D yang kemudian kita 1:06:50 enggak tahu itu maunya siapa tanpa ada 1:06:52 kontrol yang betul-betul kuat di 1:06:53 departemen dan juga di masyarakat begitu 1:06:55 ya. Dan itu sangat buruk bagi demokrasi 1:06:57 kita. Saya kira begitu. Demikian Mas. 1:07:02 Baik, terima kasih Pak Fajar dan 1:07:05 berikutnya Pak Marin silakan Pak. 1:07:08 Makasih Bang Aldi. Makasih Mas Fajar. Ee 1:07:11 di PKS pola pengambilan keputusan itu ee 1:07:14 melalui majelis syura ya. ee 99 orang 1:07:18 punya hak yang sama untuk memberikan 1:07:21 pendapatnya, menimbang segala 1:07:23 perspektif, melihat segala 1:07:27 faktor, dan tentu ee kader, kader, dan 1:07:31 kader yang harus menjadi pertimbangan 1:07:35 utama. karena besarnya PKS, karena 1:07:38 kadernya, koknya PKS, karena kadernya, 1:07:41 dan kader juga selalu ee berhubungan 1:07:44 erat dengan ee para simpatisan ee para 1:07:48 pemilih PKS. Jadi ee doakan apapun 1:07:53 keputusannya ee Majelis Syura ee akan 1:07:56 bermusyawarah dengan seksama dan 1:07:59 keputusannya itu ee dapat mengagregasi 1:08:02 dan merepresentasikan bahkan kalau 1:08:04 bahasa saya dapat menginspirasi 1:08:07 terwujudnya Indonesia yang madani, 1:08:10 Indonesia yang beradab, yang civilize, 1:08:13 yang masa depan cerah. Karena kita 1:08:15 percaya kepada kekuatan etika dan 1:08:18 logika, percaya kepada kebersihan niat. 1:08:22 Ewa di politik ini masih banyak 1:08:24 orang-orang yang tidak sibuk meluluk 1:08:27 mengincar kekuasaan, tetapi betul-betul 1:08:30 ingin menjadi pelayan bagi rakyat, ingin 1:08:32 menghadirkan keadilan, 1:08:35 kesejahteraan, ee martabat, dan juga 1:08:38 menghadirkan sistem politik yang 1:08:40 egaliter, sistem politik yang 1:08:42 demokratis. ee sistem politik yang 1:08:45 berpijak kepada nilai. Doakan 1:08:48 mudah-mudahan semua harapan itu bisa 1:08:50 kita penuhi. Begitu, Bang. 1:08:54 Baik, terima kasih Pak Mardani atas 1:08:57 paparannya. Dengan demikian 1:08:59 sahabat-sahabat sekalian, berakhirlah 1:09:01 acara inal stop kita pada malam hari ini 1:09:04 dengan tema PKS mau ke mana? Ee pimpinan 1:09:07 PKS masih melakukan ee pembahasan ya di 1:09:10 majelis surau sampai awal pekan depan. 1:09:13 ee mudah-mudahan akan ada mungkin 1:09:16 keputusan yang diambil atau kepastian, 1:09:19 kejelasan bagaimana arah PKS, kebijakan 1:09:22 politik, arah politik PKS selama 5 tahun 1:09:24 ke depan gitu ya. kita tunggu saja ee 1:09:27 kita serahkan dan percayakan kepada 1:09:29 pimpinan PKS untuk bermusyawarah dan 1:09:31 mengambil keputusan bersama secara 1:09:33 kolektif ee 1:09:35 berorganisasi dan mudah-mudahan PKS 1:09:38 tetap akan menjadi partai harapan bagi 1:09:40 kita semua dalam rangka Indonesia yang 1:09:43 adil, makmur, sejahtera, dan bermartabat 1:09:47 ee dan penuh dengan ee berkah keberkahan 1:09:51 baldatun thyibatun warbun gfur. Baik, eh 1:09:54 sampai ketemu pada acara inal Stok pekan 1:09:57 depan pada waktu dan channel yang sama. 1:09:59 Terima kasih. Asalamualaikum 1:10:00 warahmatullahi wabarakatuh. 1:10:01 Waalaikumsalam.