Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:11 [musik] 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan katan 0:20 thyiban barokan fih kama yuhibuna waard. 0:23 Allahumma shalli wasallim wabarik ala 0:24 sayidina Muhammadin waa ali sayidina 0:26 Muhammad. masih dipancarkan dari Jalan 0:28 Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis 0:30 Cibubur Bekasi, Radio Silaturahim dan 0:33 juga Rasil TV untuk Islam yang satu. 0:37 Asalamualaikum warahmatullahi 0:38 wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang 0:40 dirahmati Allah. Senang sekali di 0:41 kesempatan Senin pagi hari ini kami bisa 0:45 kembali menyapa ikhwan akhwat dalam 0:47 program acara renungan di bawah naungan 0:49 Al-Qur'an. Seperti biasa bersama guru 0:52 kita Ustaz Husein Alatas. Semoga yuha di 0:54 kesempatan ini dalam keadaan baik. dalam 0:57 keadaan ee sehat walafiat dan selalu 1:00 dalam lindungan Allah Subhanahu wa 1:01 taala. Tidak lupa kami mendoakan ikhwan 1:04 akhwat yang mungkin saat ini tengah 1:06 diuji sakit semoga segera diberikan 1:08 kesembuhan oleh Allah subhanahu wa taala 1:10 dan juga semoga sakitnya menjadi kafarat 1:13 bagi dosa-dosanya. Amin. Amin ya rabbal 1:15 alamin. Tidak lupa juga doa untuk 1:18 saudara-saudara kita di Sumatera ya, di 1:21 Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, 1:23 dan beberapa daerah lainnya juga di 1:25 beberap di Jawa pun sekarang sudah mulai 1:28 apa ya banjirnya sudah mulai apa ya ee 1:32 meningkat ya di Bandung dan beberapa 1:35 kota lainnya. Semoga diberikan 1:37 kesabaran, semoga banjirnya ca cepat 1:40 reda dan semoga cepat pulih kembali ya. 1:44 Semoga pemerintah juga bisa memberikan 1:46 bantuan segera ke wilayah-wilayah yang 1:49 terpencil ya, yang sulit untuk 1:51 dijangkau. Ikhwana telah hadir guru kita 1:54 Ustaz Husin Alatas yang akan kembali 1:56 memberikan ee ilmunya untuk kita semua. 2:00 Kita sapa terlebih dahulu. 2:01 Asalamualaikum warahmatullahi 2:02 wabarakatuh, Ustaz. 2:06 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:08 wabarakatuh. 2:09 Alhamdulillah nahmillahyukur. 2:10 Baik, ikhwanawat. Di kesempatan ini kita 2:12 akan insyaallah akan melanjutkan 2:15 ee penjelasan mengenai hubungan antara 2:17 wahyu dan akal, Ustaz. Ya. 2:19 Baik, langsung saja kita simak bersama 2:22 setelah nanti diawali dengan pembacaan 2:24 Quran surah Al-Fatihah. Kami persilakan, 2:27 Ustaz. 2:31 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:38 Bismillahirrahmanirrahim. 2:45 Alhamdulillahirabbil 2:49 alamin 2:51 arrahmanirrahim. 2:56 Maiki yaumiddin 3:01 iyaka na'budu wa iyyaka nasta' 3:09 ihdinasirathal 3:11 mustaqim 3:14 shathalladzina 3:16 an'amta alaihim 3:20 ghairil maghdubi alaihim 3:28 in. 3:31 Amin. 3:37 Bismillahirrahmanirrahim. 3:40 Alhamdulillahi rabbil alamin. Hamdan 3:43 katsiran thyyiban mubarokan fih kama 3:48 yuhibbu rabbuna waard. Allahumma sholli 3:52 ala Muhammadin wa ali Muhammad. 3:56 Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana 3:59 innaka antal alimul hakim. 4:03 Wala haula wala quwwata illa billahil 4:06 aliyil adzim. 4:10 Allahumma atina minika rahmah waimna min 4:14 ladunka ilman nafi' wf'na bima alamtana. 4:19 Rbana zidna ilman walhikna bisolihin. 4:22 Asalamualaika ya Rasulullah. 4:25 Asalamu alaina waa ibadillah shihin. 4:28 Wasalamualaikum warahmatullahi 4:30 wabarakatuh. 4:31 Waalaikumsalam. 4:32 Alhamdulillah wasyukrulillah. 4:36 Pagi hari ini kita dapat kembali bertemu 4:43 berkumpul di bawah naungan Al-Qur'an 4:46 Al-Karim. Semoga Allah jadikan Al-Qur'an 4:49 sebagai cahaya yang menerangi kalbu 4:52 kita, 4:53 petunjuk yang menunjukkan jalan kita. 4:58 Begitu juga menjadi rahmat bagi kita, 5:01 keluarga kita, seluruh kaum muslimin 5:05 dan juga menyembuhkan 5:09 berbagai macam penyakit 5:12 yang mengotori jiwa kita. 5:17 Semoga Allah jadikan Al-Qur'an bagi kita 5:20 sebagai pemisah 5:23 yang memisahkan di antara yang hak dan 5:25 batil. [tertawa] 5:29 ditemani oleh Kang Rizal, begitu juga 5:31 Ondi Saputra, 5:33 Algi, dan seluruh kerabat kerja di 5:36 studio. Semoga Allah Subhanahu wa taala 5:40 memberikan kita 5:43 pengajaran, bimbingan ilmu-ilmu yang 5:46 bermanfaat. Amin. 5:47 Yang dapat menjadi bekal kita baik dalam 5:51 kehidupan dunia agar berjalan dalam 5:53 kebenaran yang sejalan dengan keridaan 5:55 Allah dengan mengharapkan ridanya. 5:57 Begitu juga untuk bekal hari akhir 6:00 nanti. 6:02 Di saat manusia dikumpulkan pada hari 6:06 tersebut, harta, anak, dan seluruh 6:09 kebesaran dunia ini tidak akan berguna 6:12 kecuali yang datang kepada Allah dengan 6:15 hati yang salim ini. Semoga Allah 6:17 subhanahu wa taala membersihkan, 6:21 menyehatkan jiwa kita hingga dalam hidup 6:24 ini hanya Allah Subhanahu wa taala yang 6:26 menjadi tujuan. 6:28 Selalu berpegang kepada sunah nabi-Nya. 6:33 Dan Allah Subhanahu wa taala 6:36 menjadikan kita orang-orang yang 6:38 bermanfaat yang dapat mengajak manusia 6:40 kembali bersama-sama menuju Allah 6:43 subhanahu wa taala. Ikhwan akhwat yang 6:45 dirahmati Allah. 6:50 Melanjutkan kembali jawaban dari 6:52 pertanyaan sejauh mana atau bagaimana 6:55 hubungan antara wahyu dengan akal? 7:02 Kita dapat 7:04 mengumpamakan 7:07 akal itu yang Allah anugerahkan bagi 7:10 kita mirip dengan kedua bola mata kita. 7:14 Walaupun dalam keadaan sehat bola mata 7:17 kita, tapi di tengah-tengah kegelapan 7:20 tanpa cahaya, dia tidak akan dapat 7:22 melihat. 7:24 Begitu juga akal merupakan anugerah 7:27 Allah yang terbesar bagi manusia. 7:30 Dengan akal dia dapat mengenal Tuhannya. 7:34 Dengan akal yang Allah Subhanahu wa 7:37 taala berikan, 7:39 dia dapat menerima cahaya Allah 7:41 Subhanahu wa taala. 7:43 yang membimbing dirinya menuju keridaan 7:46 Allah Subhanahu wa taala. 7:49 akal tanpa penerangan wahyu dia akan 7:53 meraba-raba 7:56 yang akan betul-betul 8:00 menyusahkan dirinya 8:02 juga menimbulkan kebingungan dan 8:04 kegelisahan 8:07 yang bisa-bisa akal 8:12 ternyata 8:14 di 8:15 perdayakan oleh hawa nafsu Dia merasa 8:19 dirinya berjalan dengan mengikuti akal 8:21 sehat. Padahal sebetulnya tanpa disadari 8:25 dirinya dikendalikan dan dibully oleh 8:27 hawa nafsunya. Nah, ini banyak kita 8:29 jumpai orang-orang yang menganggap 8:31 dirinya orang-orang yang berakal, 8:34 orang-orang yang termasuk dalam golongan 8:36 kaum rasionalis. 8:38 Tapi kalau kita perhatikan cara hidup 8:41 mereka mirip dengan kehidupan binatang. 8:45 Mereka berpendidikan tinggi, tapi 8:47 ternyata mereka hidup tidak memiliki 8:51 rasa rahmat terhadap sesamanya. 8:54 Untuk kepuasan, 8:56 untuk kesuksesan dirinya, keluarganya, 8:59 dia rela menghancurkan bangsanya maupun 9:02 negaranya. 9:05 Kalau dilihat dari pengetahuan dan 9:07 pendidikan, pendidikan mereka tinggi. 9:09 Tapi tidak dapat mereka dikatakan 9:10 sebagai orang yang berakal. Tapi 9:13 merekalah orang-orang yang dikendalikan 9:15 oleh hawa nafsu mereka. 9:18 Jadi 9:19 akal merupakan anugerah bagi Allah subh 9:22 anugerah dari Allah Subhanahu wa taala 9:24 bagi kita semua 9:27 yang membuat kita layak menjadi 9:30 khalifahnya, 9:31 layak untuk menerima amanat dan layak 9:35 untuk juga menerima firman-firman Allah 9:38 Subhanahu wa taala. 9:41 Sedangkan wahyu adalah cahaya. 9:44 Oleh karena itu, akal bukan musuh atau 9:47 lawan dari wahyu, tapi akal justru 9:51 menerima karunia dari Allah dengan wahyu 9:54 yang menerangi dirinya, menunjukkan 9:57 jalannya, menjelaskan kepadanya 10:00 standar-standar nilai yang besar hingga 10:02 akal tidak harus mencoba-coba. 10:06 Oleh karena itu, perbedaan antara 10:08 seorang mukmin dan seorang nonmukmin, 10:11 seorang mukmin dalam hidup ini ya mereka 10:15 mendapatkan bimbingan wahyu. 10:18 Di samping akal yang Allah berikan 10:20 mereka mendapatkan bimbingan wahyu. 10:22 Sedangkan orang yang tidak beriman, 10:25 mereka hidup bergantung kepada 10:27 rasionalitas 10:30 dan mereka tidak tahu ke mana mereka 10:32 dibawa oleh rasio mereka. 10:34 Tapi dengan bimbingan wahyu, akal tahu 10:38 apa yang harus dilakukan. 10:41 Akal juga tidak mengalami kebingungan 10:43 untuk menentukan kebenaran dan kesalahan 10:46 antara yang hak dan batil. 10:49 Oleh karena itu, ikhwan akhwat yang 10:52 dirahmati Allah, jangan kita salah paham 10:56 mengatakan bahwa agama tidak dapat 10:58 dipahami dengan apa? Dengan akal. Agama 11:01 tidak dapat dipahami 11:02 dengan 11:03 dengan akal. 11:04 Justru sebaliknya, agama yang merupakan 11:07 bimbingan petunjuk yang datang dari 11:09 Allah Subhanahu wa taala ditujukan untuk 11:12 menerangi akal manusia. Lalu bagaimana 11:15 kita memahami wahyu Allah seperti 11:17 Al-Qur'an? 11:19 Untuk memahami wahyu Allah, Allah tidak 11:21 meninggalkan kita dalam kebingungan. 11:23 Allah berikan kita metode yang 11:26 meyakinkan, yang menentramkan, yang 11:28 tidak membingungkan, yaitu dengan metode 11:31 menafsirkan Al-Qur'an dengan Al-Qur'an. 11:35 Jangan kita menafsirkan ayat Al-Qur'an 11:37 terpisah-pisah, akhirnya melahirkan 11:40 pemahaman yang tidak sempurna, malah 11:42 saling bertentangan satu dengan lainnya. 11:45 Oleh karena itu, Imam Ali mengatakan, 11:47 "La tadribul qurana ba'dahu bib'in." 11:51 Jangan kalian benturkan Quran satu sama 11:53 lain. Liannahu yufassiru ba'buhu ba'd. 11:57 Karena dia saling menafsirkan dan saling 11:59 menerangkan. 12:01 Jadi berbahagia sekali kita orang-orang 12:03 yang beriman kepada Allah dengan akal 12:06 yang Allah berikan. Allah Subhanahu wa 12:09 taala terangi akal kita dengan wahyunya. 12:13 Dan inilah yang akan menjamin kita 12:16 terbebas dan jauh dari kesesatan apabila 12:19 kita mengikutinya. Sebagaimana firman 12:21 Allah, "Faimma ya'tannakum minni huda 12:25 faman tabi hudaya fala khaufun alaihim 12:28 wala hum yahzanun. Walladina kafaru 12:31 waadzabu biayatina ulaika ashabunari hum 12:35 fiha kholidun." 12:37 Apabila petunjukku sampai kepada kalian, 12:39 siapa-siapa yang mengikuti petunjukku, 12:42 mereka dalam kehidupan dunia tidak akan 12:44 mengalami ketakutan dan kesedihan. 12:47 Begitu juga di hari akhir nanti. Tapi 12:50 sebaliknya, mereka-mereka yang ingkar 12:52 dan mendustakan ayat-ayatku, 12:54 maka mereka kelak akan menjadi penghuni 12:57 api neraka kekal di dalamnya untuk 12:59 selama-lamanya. 13:00 Ini merupakan 13:03 persimpangan jalan. Satu jalan yang 13:07 diterangi cahaya Allah 13:09 yang memiliki rambu-rambu jalan yang 13:11 jelas. 13:13 Yang menempuh jalan tersebut akan 13:15 menerima rahmat Allah dan ampunannya. 13:18 Yang menempuh jalan tersebut Allah 13:20 Subhanahu wa taala akan sucikan jiwanya. 13:24 Tapi sebaliknya, jalan yang lain 13:26 merupakan jalan yang diwahyukan oleh 13:29 setan. yang menempuh jalan tersebut 13:33 akan membuat nafsunya tak terkendali. 13:36 Hidup dalam kegelapan, membabi buta, 13:42 seradak-seruduk ke sana kemari yang pada 13:44 akhirnya menjerumuskan dirinya dalam 13:47 kehidupan yang tidak tenang 13:50 yang akan membuat juga jiwanya dalam 13:53 keadaan meronta-ronta. 13:55 meraba-raba di tengah kegelapan tak tahu 13:59 apa yang harus dilakukan dalam hidup 14:01 ini. Walaupun di tengah-tengah kekayaan 14:03 yang bergelimpangan di hadapannya, 14:05 ternyata semua itu tidak menentramkan 14:08 hatinya. Inilah merupakan 14:10 jalan yang akan mengantarkan dirinya 14:13 menuju penderitaan dunia dan azab di 14:15 hari akhir nanti. Tinggal kita memilih 14:18 jalan mana yang kita ingin tempuh. 14:20 Jangan mengharapkan kedamaian, 14:22 kebahagiaan, kesuksesan. Tapi jalan yang 14:24 kita tempuh adalah jalan setan, bukan 14:26 jalan yang ditunjukkan Allah Subhanahu 14:28 wa taala. Semua ini karena kesombongan 14:30 manusia yang merasa diri mereka pandai 14:34 juga disebabkan karena mereka mengikuti 14:37 hawa nafsu mereka terombang ambing di 14:39 tengah-tengah lautan khayalan. 14:41 Waliyadzubillah. 14:45 Baik, Ustaz. Terima kasih atas 14:47 penjelasannya mengenai hubungan wahyu 14:50 dan akal, Ustaz. Ya. 14:52 Ada kita langsung ke sesi kita jawab 14:53 aja, Ustaz, ya. Karena sudah ada 14:55 beberapa pertanyaan yang silakan 14:57 ee masuk, Ustaz. Ini yang pertama ini ee 15:01 batasan apa dan tanggung jawab akal, 15:04 Ustaz. Nah, di di ranah apa saja akal 15:08 manusia itu harus tunduk sepenuhnya pada 15:11 wahyu dan tidak diperbolehkan 15:14 mempertanyakannya karena merupakan 15:16 wilayah gaib atau metafisika yang 15:19 melampaui kemampuan nalar. Ee seperti 15:22 misalnya hakikat kehidupan di alam 15:23 barzakh, peristiwa hari kiamat atau 15:26 rincian 15:28 sifat-sifat Allah. Apakah akal boleh 15:31 merasionalisasi atau mencari sebab 15:33 akibat? 15:34 peristiwa-peristiwa tersebut. Ustaz, 15:38 bismillahirrahmanirrahim. 15:41 Berkaitan dengan hal-hal yang gaib, 15:46 dengan sendirinya sumbernya adalah wahyu 15:48 Allah Subhanahu wa taala. 15:52 Apa yang diterangkan Allah Subhanahu wa 15:54 taala dalam Al-Qur'an 15:57 yang Allah perintahkan kepada kita untuk 15:59 kita imani? 16:02 itu apa-apa yang bakal terjadi di hari 16:04 akhir nanti 16:06 berkaitan dengan hisab 16:09 juga berkaitan dengan aljaza balasan 16:12 yang diterima manusia mengenai kehidupan 16:15 surga yang digambarkan Allah begitu juga 16:17 mengenai nerakanya. Dalam hal ini kita 16:21 sebagai orang yang beriman, 16:24 kita dengan sendirinya beriman 16:27 sebagaimana yang diterangkan Allah 16:29 Subhanahu wa taala. Adapun detailnya, 16:32 hakikatnya, dengan sendirinya apa? 16:35 Tak mungkin dimensi kehidupan kita ini 16:38 bisa membayangkan kehidupan akhirat 16:40 nanti. Oleh karena itu yang Allah 16:42 gambarkan di surga dari berbagai macam 16:46 kenikmatan itu sebetulnya gambaran yang 16:49 Allah berikan buat kita sifatnya 16:52 takribi. 16:53 Artinya mendekatkan kepada kita sesuai 16:56 dengan kemampuan nalar kita. 16:58 Tapi hakikatnya tak mungkin dapat 17:01 diberikan dan dibayangkan. 17:03 Begitu juga apa yang Allah gambarkan 17:06 dari neraka. 17:07 Apa yang Allah gambarkan itu gambaran 17:09 yang bersifatnya takribi. Allah 17:11 Subhanahu wa taala sesuaikan dengan 17:13 kemampuan narat kita. Tapi hakikat api 17:16 neraka jauh lebih mengerikan dari apa 17:18 yang dibayangkan. 17:20 Kemudian kita berbicara mengenai 17:22 nama-nama Allah dalam Quran. Allah tidak 17:25 pernah sama sekali menggunakan kata 17:27 sifat untuk dirinya. Karena apa? Karena 17:30 sifat kan terbatas. 17:32 Sifat merupakan sesuatu yang baru. 17:35 Sebagai contoh, Kang Rizal. 17:37 Kalau kita berkata, "Fulan seorang alim, 17:40 alim baginya kan sifat kan." 17:42 Iya. 17:42 Tapi apakah dia lahir dalam keadaan 17:44 alim? 17:46 Tidak. 17:46 Apakah ilmunya meliputi segala sesuatu? 17:49 Tidak, 17:50 terbatas itu sifat buat dirinya. 17:52 Nah, kalau ilmu merupakan sifat bagi 17:55 Allah dengan sendirinya apa? Terikat 17:58 dengan batasan tadi, ya. Allah Subhanahu 18:02 wa taala alim. 18:05 Artinya apa? Ilmunya bersama Allah. Baik 18:09 dulu, sekarang, dan akan datang. Ilmu 18:12 Allah Subhanahu wa taala ilmu yang 18:15 sempurna. 18:16 Ilmu Allah juga meliputi segala sesuatu. 18:19 Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa 18:21 taala nisbatkan kepadanya nama-nama 18:25 bukan sifat. H 18:27 Allah bahkan berfirman subhanahu wa 18:29 taala amma yasifun maha suci Allah dari 18:32 apa yang mereka sifati. Karena 18:33 sifat-sifat yang dikenal manusia ini 18:35 merupakan sesuatu yang hadis yang 18:38 bersifat arabi. 18:41 Artinya bukan yang melekat dengan 18:43 sesuatu ya dan tak terpisah daripadanya. 18:47 Sedangkan sifat-sifat Allah baik itu 18:49 ilmu ya, baik itu juga berkaitan dengan 18:53 kebijaksanaan ini merupakan sifat yang 18:55 menyatu dengan Allah. 18:58 Begitu juga tentang alhayyu kehidupan. 19:02 Beda antara Allah subhanahu wa taala ya 19:05 yang kehidupan menyatu dengan dirinya. 19:08 Kita katakan maha hidup dengan kita yang 19:10 dihidupkan. kehidupan kita sesuatu yang 19:12 baru. Sesuatu yang 19:14 baru. 19:14 Jadi makhluk hidup kata hidup sifat 19:17 kehidupan ini merupakan sesuatu yang 19:20 baru baginya. Sebelumnya apa? Dia dalam 19:23 keadaan mati. Betul gak? Kaifa takfuruna 19:25 billah wauntum amwatan faahyakum tumma 19:28 yumitukum. Bagaimana kalian ingkar 19:30 kepada Allah dulu kalian mati? 19:32 Kalau Allah hidupkan kem Allah matikan 19:34 kalian kembali. 19:36 Yuhikum. Setelah itu Allah hidupkan 19:37 kembali. Jadi kita ini sebetulnya 19:39 kata-kata makhluk hidup, makhluk yang 19:41 dihidupkan. Di mana kehidupan kita 19:42 merupakan sifat tapi bagi Allah 19:45 merupakan apa? Zat yang menyatu dengan 19:48 dirinya. Oleh karena itu, ilmu Allah 19:50 tidak pernah didahului dengan kebodohan. 19:52 I 19:52 kekuasaan Allah tidak pernah didahului 19:54 dengan kelemahan. Kesucian Allah 19:57 Subhanahu wa taala tidak pernah 19:59 didahului oleh kekurangan. Dia maha 20:01 suci, maha sempurna, maha tahu, maha 20:04 bijaksana. Nah, di sini hamba kalau 20:07 betul-betul memahami nama Allah di 20:09 siapa, dia akan betul-betul penuh rasa 20:12 yakin, percaya, dan tentram. 20:15 Nah, kita berbicara mengenai nama-nama 20:18 Allah. Coba Kang Rizal perhatikan. Kata 20:23 alhayyu, 20:25 Allahu la ilahailla alhayyu merupakan 20:28 nama Allah. Manusia juga dikatakan 20:31 hayyun. Betul gak? 20:35 manusia 20:37 adalah makhluk hidup. Perhatikan makhluk 20:40 hidup karena sebelumnya dia 20:41 mati. 20:42 Mati. Jadi dia merupakan makhluk hidup. 20:45 Sedangkan alhayyu Allah subhanahu wa 20:47 taala narasumber kehidupan yang 20:49 memberikan kehidupan kepada seluruh 20:51 makhluknya. 20:52 He. 20:53 Tapi kalau kita lihat ya dari akar 20:56 katanya 20:58 hidup. 21:00 Hidup ini merupakan kata yang 21:02 dipergunakan untuk manusia menggambarkan 21:05 mereka-mereka yang berada apa dalam 21:07 kehidupan dan dibedakan dari kematian. 21:09 Betul gak? 21:10 Tapi kata-kata ini kan kata-kata yang 21:13 berlaku di tengah-tengah manusia. Kalau 21:15 kita nisbatkan kepada Allah ya 21:18 sebagaimana apaadanya, cocok enggak? 21:20 Cocok enggak? 21:21 Cocok. 21:22 Kalau nama hidup dinisbatkan kepada 21:25 Allah sebagaimana dinisbatkan kepada 21:27 manusia enggak cocok. Heeh. 21:28 Betul gak? 21:29 Heeh. 21:29 Nah, Allah pinjam kata 21:32 hidup ini untuk dirinya. Tapi kita harus 21:35 sucikan nama Allah dari sifat kurang 21:37 yang ada pada manusia. 21:40 Begitu juga Allah subhanahu wa taala 21:43 alim. Kata alim di sini diambil dari 21:45 kata ilmu, kata sifat yang biasa 21:48 dipergunakan di antara manusia dengan 21:51 penuh keterbatasan. Betul gak? 21:53 Betul. Kalau kita nisbatkan 21:55 alim kepada Allah sama dengan apa yang 21:58 dinisbatkan kepada manusia enggak tepat. 22:00 Oh iya 22:01 betul gak? 22:01 Betul. 22:02 Kita harus sucikan nama Allah dari sifat 22:04 kurang yang ada pada manusia. Manusia 22:06 berilmu setelah sebelumnya tidak berilmu 22:09 atau bodoh dan dia dikala berilmu pun 22:11 ilmunya terbatas. Maka semua batasan ini 22:14 yang ada pada manusia dengan s tidak 22:17 dapat dinisbatkan kepada Allah. Maka 22:18 Allah bilang sabbihismaabbikal a'la. 22:21 Sucikan nama keagungan Tuhanmu yang maha 22:23 agung. Jangan sampai kita menisbatkan 22:25 nama ini kepada Allah sebagaimana kita 22:28 menisbatkannya kepada manusia. 22:31 Jadi, kata-kata yang biasa dipergunakan 22:33 manusia ini penuh dengan keterbatasan. 22:37 Penuh dengan 22:37 keterbatasan 22:38 dan kekurangan. 22:40 Kalau dinisbatkan kepada Allah karena 22:42 Allah meminjam nama ini ya untuk 22:44 dirinya. Dengan sendirinya kita dalam 22:47 memahaminya harus mensucikan Allah dari 22:51 sifat-sifat yang tidak layak bagi Allah. 22:56 Begitu juga nama Allah Subhanahu wa 22:58 taala yang lain. Katakan karim. 23:02 Kalau kita menyebutkan seorang atau 23:04 fulan karim menggambarkan dia seorang 23:06 dharmawan. 23:08 Tapi dengan sendirinya kekayaan yang 23:10 dimiliki terbatas. Betul gak? 23:12 Betul. 23:13 Ada batasnya. 23:15 Karena dia juga sama-sama makhluk yang 23:16 butuh. Tapi kalau Allah Subhanahu wa 23:18 taala alkarim, kekayaan Allah Subhanahu 23:21 wa taala tak terbatas. Seandainya 23:23 seluruh makhluk dalam waktu yang sama. 23:26 Sebagaimana dalam hadis jinnya, 23:28 manusianya memohon kepada Allah, Allah 23:30 kabulkan semua permintaan mereka yang 23:32 tak terbatas. 23:34 Apa yang Allah berikan untuk mereka sama 23:36 dengan apa? Jarum yang dimasukkan ke 23:38 dalam samudra yang melekat pada apa? 23:41 Jarum tersebut. Itulah yang Allah 23:42 berikan untuk mereka. H 23:44 ini perumpamaan. Jadi perlu kita 23:46 memahami dalam memahami nama-nama Allah 23:49 Subhanahu wa taala. Contoh jangan 23:51 jauh-jauh assami al bashir yang maha 23:54 mendengar 23:55 lagi maha melihat. 23:57 Kata sami dan basir ini diambil dari 24:00 kata assyam'u wal bashar yang artinya ya 24:03 pendengaran dan penglihatan. Nah, 24:05 manusia sebagai makhluk melihat dengan 24:08 mata, 24:09 mendengar dengan telinga. Nah, kalau 24:11 kita nisbatkan ya Allah Subhanahu wa 24:14 taala mendengar dengan telinga, melihat 24:16 dengan mata, lalu 24:19 apa namanya? 24:20 Seorang membayangkan bagaimana mata 24:22 Allah maupun telinga Allah, apa jadinya? 24:25 Iya, 24:25 betul gak? 24:26 Begitu juga. Tabarakalladzi biyadihil 24:29 mulk. 24:30 Allahu 24:31 maha suci Allah yang keberkahannya terus 24:33 melimpah yang dalam genggamannya. 24:34 seluruh kerajaan langit dan bumi. Kalau 24:37 kita bayangkan Allah bertangan 24:40 yang menggenggam langit dan bumi ini 24:42 merupakan hal yang tidak layak bagi 24:44 Allah. Tapi sifat ini merupakan sifat 24:46 manusia. 24:47 Iya. 24:47 Karena kalau Allah mendengar dengan 24:49 telinga, melihat dengan mata, Allah 24:51 Subhanahu wa taala merupakan apa? 24:53 Merupakan Tuhan yang butuh. 24:57 Allah Subhanahu wa taala maha suci dari 24:59 kekurangan. Lalu bagaimana Allah 25:01 sebenarnya? Kita enggak pernah sama 25:03 sekali diterangkan oleh Allah mengenai 25:05 zatnya. 25:07 Betul gak? Jangankan Allah, pernah 25:09 enggak kita menyaksikan zat dari roh 25:10 kita, dari jiwa kita? Tidak. 25:13 Dalam hidup kita ini banyak yang tidak 25:16 kita sama sekali ketahui hakikatnya, 25:18 tapi kita yakini keberadaannya. 25:20 Iya. 25:20 Betul gak? 25:21 Betul. 25:21 Kita yakini keberadaan banyak hal, 25:24 tapi kita sama sekali tidak mengetahui 25:27 hakikatnya. Jangan jauh-jauh. 25:30 Orang mengetahui keberadaan magnet ya 25:33 dengan tertariknya satu logam ke arah 25:35 logam yang lain. Tapi hakikat dari 25:37 magrib bisa enggak terlihat mata kita? 25:39 Tidak. 25:40 Jadi manusia sebetulnya dengan kemampuan 25:42 mereka amat terbatas. 25:44 Oleh karena itu dalam surat Luqman Allah 25:46 berfirman bagaimana? 25:49 Walau anna fil ardhi min syajaratin 25:53 aqlam wal bahru yamudduhu min ba'dihi 25:56 sabatu abur. Mana fidat kalimat? Seand 26:00 seluruh pohon yang terdapat di bumi, di 26:02 hutan Afrika, hutan Asia, hutan Amerika 26:06 Latin, hutan Eropa, ya, seluruh 26:10 hutan-hutan yang ada digunakan sebagai 26:12 pena. Kira-kira berapa banyak penanya? 26:15 Lautan yang ada ditambah tujuh kali 26:18 lautan yang ada ini sebagai tinta untuk 26:22 menulis kalimat Allah. 26:25 Niscaya apa? Laut akan kering, 26:28 pena-pena akan hancur berserakan. 26:30 Kalimat Allah tidak akan pernah 26:32 berakhir. Ini baru kalimatnya. 26:34 Alam semesta ini kan tercipta dengan 26:35 kalimat Allah. Kun fayakun. 26:37 Iya. 26:37 Betul gak? 26:38 Jadi bicara mengenai kalimat Allah saja 26:41 ya dengan seluruh keberadaan hutan yang 26:45 ada, keberadaan lautan ditambah tujuh 26:47 kali lipat tak mampu untuk menulis 26:50 kalimat Allah 26:53 apalagi berbicara tentang Allah. Jadi 26:55 tidak mungkin bahasa yang dipergunakan 26:58 manusia dapat menggambarkan hakikat 27:00 Allah. Oleh karena itu kita beriman 27:02 kepada Allah. Allah maha mendengar, maha 27:05 melihat, maha mengetahui, maha apa 27:08 namanya? Ee katakan bijaksana. 27:11 Sedangkan hakikatnya begitu juga 27:14 berkaitan dengan zat Allah. Kita beriman 27:17 tapi kita sama sekali tidak apa? Tidak 27:20 berani sama sekali mengkhayalkan dalam 27:22 benak kita. Sampai Abu Bakar Assiddiq 27:25 radhiallahu anhu ini sahabat besar 27:29 mengatakan alajzu andark idrakun. Kalau 27:33 orang sudah sama sekali lumpuh tak 27:36 berdaya untuk mengkhayalkan membayangkan 27:38 kebesaran Allah di situ dia mengenal 27:40 Allah hingga dia mengatakan subhanaka 27:42 lauhsianaan alaika anta kama. 27:47 Jadi alajzu 27:49 dar idrakun wal fatillah israkun. Orang 27:53 mulai mencari-cari berbicara mengenai 27:55 zat Allah pasti dia akan persekutukan 27:57 Allah. Kenapa? 27:59 Karena manusia kan terikat dengan apa 28:01 yang dia kenal, apa yang dia tahu, apa 28:03 yang dia lihat. Di saat dia bicara 28:05 mengenai zat Allah pasti apa? Apa yang 28:08 terjadi? Pasti dia akan membayangkan 28:10 sesuai dengan memori yang ada 28:12 keenangnya. 28:13 Jadi kalau mereka bayangkan Allah 28:14 bertangan, Allah bermata, dia akan 28:16 bayangkan bagaimana mata Allah, 28:17 bagaimana tangan. Betul gak? Akhirnya 28:19 dia samakan Allah dengan hambanya. Oleh 28:21 karena itu, dalam hal ini kita memahami 28:24 sebagaimana yang diterangkan Allah bahwa 28:26 Allah maha mendengar, maha melihat tapi 28:29 keserupaan dengan makhluknya kita harus 28:31 sucikan Allah. Bagaimana hakikatnya? 28:34 Dengan sendirinya kita tidak berani 28:35 bicara dalam hal ini, tapi kita yakin ya 28:39 kita yakin Allah bersama kita di mana 28:41 pun kita berada. Tapi bukan bersama 28:44 kebersamaan ruang, bukan kebersamaan 28:46 waktu. Dia bersama kita di sini, bersama 28:48 malaikatnya di langit, bersama juga 28:50 hambanya di Amerika. Tapi kalau 28:52 kebersamaan ruang, 28:54 di saat Allah bersama kita di satu 28:56 ruang, maka tempat lain akan kosong. 28:58 Tapi ilmu Allah meliputi segala sesuatu. 29:02 Allah Subhanahu wa taala bersama kita di 29:04 mana pun kita berada. Allah lebih dekat 29:07 kepada kita daripada denyut jantung 29:08 kita. Allah Subhanahu wa taala juga apa 29:12 yang memerintah di langit, memerintah di 29:14 bumi. Oleh karena itu, langit bumi 29:16 ciptaan Allah Subhanahu wa taala. 29:19 Bukan Allah Subhanahu wa taala dalam 29:21 langit. Karena langit bumi ciptaannya, 29:24 waktu ciptaannya, tempat ciptaannya. 29:26 Oleh karena itu, keberadaan yang paling 29:28 sempurna, yang tak terperikan, yang tak 29:30 terbayangkan. Begitu juga keindahan, 29:32 kebesaran, keagungan hanya keberadaan 29:34 Allah Subhanahu wa taala. Jadi yang kita 29:37 bisa pahami kesempurnaan yang mutlak, 29:39 keagungan yang mutlak, keindahan yang 29:42 mutlak, kebesaran yang mutlak tanpa 29:44 cacat, tanpa kekurangan. Sabbihisma 29:47 rabbikal a'la. 29:49 Alladzi khalaqo fasawa walladzi qaddaro 29:52 fa. Oleh karena itu, jangan kita 29:56 berbicara mengenai zat Allah Subhanahu 29:58 wa taala di luar ya, di luar kemampuan 30:02 kita. 30:03 Jadi kita sebagai manusia dengan 30:05 kekurangan kita, kita harus sadar 30:07 kemudian harus tahu batas. Karena kalau 30:09 orang melampaui batasnya, dia akan apa? 30:12 Akan membodohi dirinya. seperti orang 30:15 tidak tahu masalah medis, bicara masalah 30:16 kedokteran, bicara masalah obat, 30:20 memberikan resep lagi pada orang lain. 30:22 Bahaya gak? 30:23 Bahaya. 30:24 Bahaya. Jadi hendaknya kita sadar 30:28 sebagai seorang hamba yang penuh 30:30 keterbatasan dan kita juga harus tahu 30:33 diri dan tahu batasan kita pada saat 30:36 tersebut. Ya, niscaya jiwa kita akan 30:39 diterangi oleh cahaya Allah Subhanahu wa 30:41 taala. Nah, iblis yang dianugerahkan 30:45 kemuliaan oleh Allah karena dia tidak 30:47 tahu diri, tidak tahu batasnya, Allah 30:50 Subhanahu wa taala jatuhkan kutukan 30:51 padanya. Jadi, dengan nama-nama Allah 30:54 yang begitu indah, kita pahami juga 30:56 dalam satu kesatuan. 30:59 Ayat-ayat Allah juga kita pahami dalam 31:00 satu kesatuan, bukan terpisah-pisah. 31:03 Akan betul-betul apa? 31:06 akan betul-betul menerangi jiwa kita, 31:08 memberikan pemahaman yang benar akan 31:11 kebesaran keagungan Allah Subhanahu wa 31:13 taala. Jadi, berkaitan dengan apa-apa 31:17 yang gaib, begitu juga berkaitan dengan 31:20 ee kebesaran dan keagungan Allah 31:22 Subhanahu wa taala, kita harus tahu 31:24 batasan kita sebagaimana yang Allah 31:26 terangkan dalam surat Alimran. 31:29 Hualladzi anzala alaikal kitab minhu 31:34 ayatun muhkamat 31:36 hunna ummul kitab. Dia yang telah 31:38 menurunkan bagi kalian alkitab yaitu 31:41 Al-Qur'an. 31:44 Di antara ayat-ayat Quran terdapat ayat 31:46 muhkamat. Ayat-ayat ini muhkamat dalam 31:49 arti jelas gamblang maknanya ya. tidak 31:53 menimbulkan multi tafsir. 31:57 Wa ukharu mutasyabihat. Tapi ada 32:00 ayat-ayat juga mutasyabihat 32:03 di mana ayat-ayat tersebut ya bisa ya 32:06 membuat orang salah menafsirkan karena 32:09 ada keserupaan, 32:11 ada kesamaran. Contoh dalam satu kata 32:14 yang Allah pergunakan untuk dirinya ya 32:16 dengan sendirinya apa? 32:18 Dengan sendirinya kata ini yang biasa 32:20 dipergunakan untuk manusia mau tidak mau 32:22 apa hal-hal yang bersifat manusiawi kan 32:24 mau enggak mau terkandung dalam 32:26 kata-kata tersebut. Betul gak? 32:28 Betul. 32:29 Nah, bagaimana kita memahami 32:31 kata-kata kalimat-kalimat yang terdapat 32:34 dalam Al-Qur'an yang mengandung makna 32:37 mutasyabih. 32:39 Allah ajarkan pada kita kembalikan 32:41 kepada ayat muhkamat. Karena Allah 32:43 jadikan ayat muhkamat sebagai ummul 32:46 kitab, arti induk Al-Qur'an. Jadi kalau 32:49 kita memahami firman-firman Allah 32:51 arrahmanu al-arsyistawa 32:53 atau kita memahami firman Allah assami 32:55 al bashir atau wasia kursiuhus samawati 32:58 wal ard. Kalau kita pahami sesuai dengan 33:01 apa? Dengan madlul makna yang 33:03 ditunjukkan oleh kata-kata tersebut bisa 33:05 menimbulkan kesalahpahaman. 33:07 Kita samakan Allah dengan apa? Dengan 33:09 makhluknya yang duduk di atas kursi. 33:11 Betul gak? yang mendengar dengan 33:12 telinga, yang melihat dengan mata, tapi 33:15 kita sucikan nama-nama tersebut dari 33:18 keserupaan 33:19 yang ada pada manusia. Karena Allah 33:21 laisa kamitlihi. Nah, laisa kamlihi 33:24 saiun ini merupakan ayat muhkamat. La 33:26 tudriul absar wahua yudrikul absar. Ayat 33:29 muhkamat. Lam yalid walam yulad walam 33:32 yakun lahu kufuwan ahad merupakan ayat 33:34 muhkamat. Jadi ayat-ayat mutasyabihat 33:37 yang mengandung kesamaran, kesamaran di 33:40 sini bukan karena Allah Subhanahu wa 33:43 taala apa tidak mampu menjelaskan dengan 33:45 jelas, tapi keterbatasan akal manusia, 33:49 keterbatasan 33:49 akal 33:50 akal manusia yang hidup dalam ruang, 33:52 dalam waktu dan penuh dengan kekurangan. 33:55 Tidak mungkin Allah menjelaskan hakikat 33:57 dirinya yang sempurna kepada manusia 33:59 dengan bahasa kata-kata yang penuh 34:01 keterbatasan. 34:03 Coba kalau Kang Rizal ditanya sama anak 34:06 ya, bisa enggak kamu jelaskan sedalam 34:08 mana cinta ayah pada saya? Bisa enggak? 34:11 Enggak bisa. 34:11 Kata-kata bisa enggak diungkapkan? 34:13 Tidak bisa. 34:14 Enggak mungkin. Cinta merupakan gelora 34:17 yang hidup ya, yang di dalam terdapat 34:19 rahmat, terdapat kerinduan, terdapat 34:21 kedekatan. Kata-kata penuh keterbatasan. 34:24 Begitu juga kalau istri bertanya, "Kang, 34:26 sejauh mana Akang mencintai saya?" 34:29 Coba 34:31 paling hanya perumpamaan-perumpamaan. 34:34 Saya mencintai kamu bagaikan seorang 34:35 yang haus dahaga di tengah padang pasir, 34:37 menemukan air yang menghilangkan dahaga. 34:40 Itu hanya merupakan salah satunya kan? 34:42 Betul gak? 34:42 Betul. 34:43 Nah, bagaimana mungkin kita bisa 34:46 menggambarkan Allah dengan kata-kata 34:48 kita yang penuh keterbatasan? Kata-kata 34:50 ini mati. 34:51 He. 34:51 Oleh karena itu, seorang ketika ditanya 34:53 oleh pasangannya, "Sejauh mana, sedalam 34:55 mana kau mencintai saya?" Ya, dia 34:58 mengatakan, "Tak mungkin saya dapat 35:00 mengungkapkan kecintaan saya pada kamu." 35:02 Karena kata-kata merupakan benda mati, 35:05 sedangkan cinta merupakan kehidupan. 35:07 Bagaimana mungkin yang mati dapat 35:08 menggambarkan yang hidup? 35:11 Jadi, kalau Antum perhatikan, kita ini 35:13 harus tahu keterbatasan 35:16 kata-kata dan bahasa yang dipergunakan 35:18 manusia mana mungkin menggambarkan 35:19 kebesaran keagungan Allah. H. 35:22 Betul gak? 35:22 Betul. Jadi Allah ingatkan kita bahwa 35:26 Al-Qur'an terbagi dua. Ada ayat muhkamat 35:29 yang menjadi induk Al-Qur'an, ada ayat 35:31 mutasyabihat. Bukan disebabkan karena 35:33 Allah Subhanahu wa taala menggunakan 35:35 ayat yang tidak jelas. Tapi 35:36 ketidakjelasan ini timbul karena 35:38 keterbatasan manusia. Maka memahaminya 35:41 kembalikan kepada ayat muhkamat. Nah, 35:43 ini namanya tafsir Quran bil Quran. 35:45 Menafsirkan Quran dengan Qur bukan 35:46 dengan riwayat. 35:48 Kalau riwayat kita saksikan rusaknya 35:52 Bani Israil dulu karena mereka 35:53 meninggalkan kitab Taurat kembali kepada 35:55 riwayat. Akhirnya mereka gambarkan Tuhan 35:57 mirip dengan makhluk. 36:01 Nah, sebagai penutup dalam keterangan 36:03 ini ya mungkin ada pertanyaan lagi nanti 36:06 kita harus memahami bahwa hakikat 36:08 terbagi tiga. 36:09 Hm. Hakikat 36:11 tidak akan lebih daripada itu. 36:14 Hakikat yang pertama namanya 36:17 alhaqkiqatul wajibah. 36:20 Itu hakikat yang bersifat wajib. 36:23 Kalau dia tidak ada, yang lain juga 36:25 tidak akan ada. Itu Allah. 36:29 Karena keberadaan alam semesta ini 36:30 merupakan manifestasi 36:32 dari apa? Dari kebesarannya, dari 36:35 rahmatnya, dari kasih-Nya. Jadi kalau 36:37 orang mengatakan Allah tidak ada, sama 36:40 aja mereka mengatakan seluruh yang ada 36:42 ini tidak ada. Karena keberadaannya 36:43 semuanya keberadaan yang begini indah, 36:46 agung teratur tidak mungkin tanpa 36:48 pencipta dan pengaturnya. Oleh karena 36:51 itu, apa? 36:53 Hakikat yang bersifat wajib 36:54 keberadaannya adalah Allah Subhanahu wa 36:56 taala. Oleh karena itu orang atau 36:59 penyair mengatakan selain dari Allah 37:01 adalah ketiadaan. Karena apa? Karena 37:04 keberadaan mereka semua tergantung pada 37:06 Allah. 37:07 Apabila Allah kehendaki, Allah adakan. 37:10 Bila Allah tidak kehendaki, Allah 37:11 lenyapkan semuanya. 37:13 Betul gak? Jadi alain mahallaha bail. 37:16 Ketahuilah segala sesuatu selain dari 37:18 Allah adalah tiada. 37:21 Karena apa? Keberadaannya bergantung 37:24 kepada Allah. Jadi kita manusia kalau 37:27 kita bergantung berpegang kepada 37:29 ketiadaan meninggalkan yang 37:31 keberadaannya merupakan mutlak, bodoh 37:33 enggak? 37:34 Iya. 37:35 kita bergantung kepada makhluk, 37:37 kepada benda. Akhirnya begitu kita 37:42 ditinggalkan oleh benda atau kita 37:44 meninggalkan benda, kita kehilangan 37:45 harapan. Tapi kalau bersama Allah 37:48 yang hakikatnya keberadaannya 37:50 betul-betul mutlak ya dan tidak pernah 37:53 sekejap pun meninggalkan kita, kalau 37:55 kita bersama Allah, berpegang pada Allah 37:57 apa yang hilang? Tapi kalau Allah 37:59 meninggalkan kita atau kita melupakan 38:00 Allah, maka semua yang ada merupakan 38:03 tiada. Karena tanpa izin Allah tidak 38:05 mungkin kita akan mengambil manfaat 38:07 daripadanya. 38:09 Jadi hakikat yang pertama alhakiatul 38:11 wajibah yaitu Allah subhanahu wa taala. 38:14 Hakikat yang kedua Kang Rizal 38:17 hakikat yang bersifat mustahil. 38:20 Hakikat yang bersifat 38:21 mustahil. 38:22 Mustahil. 38:24 Nah, dengan sendirinya kalau orang 38:26 mengimani yang mustahil 38:29 berarti apa? 38:31 Dia betul-betul menginjak-injak dan 38:33 mengkhianati akalnya. 38:36 Seluruh keberadaan di langit dan di bumi 38:38 itu ya semua tunduk kepada Allah. Dia 38:42 yang mencipta, Dia yang menjaga, Dia 38:45 yang memelihara, Dia yang mengatur. Dan 38:47 kapan Allah kehendaki Allah Subhanahu wa 38:49 taala tetapkan juga saat kehancurannya, 38:52 kematiannya. 38:54 Tapi sayang, sebagian orang meyakini di 38:57 sisi Allah ada sekutu. 39:00 Walaupun mereka mengatakan ada dewa yang 39:04 besar, ada dewa-dewa kecil. 39:05 Heeh. 39:08 Dalam keyakinan Trimurti sebagaimana 39:10 kita ketahui ada 39:12 Tuhan pencipta. 39:14 Betul gak? 39:15 Iya. 39:16 Itu Wisnu ee Brahma. Kemudian Tuhan 39:19 penjaga, pemelihara itu Wisnu. Kemudian 39:23 Tuhan penghancur ya yang menghancurkan 39:26 katakan ee manusia yang melakukan 39:29 kerusakan, kejahatan dan lain 39:30 sebagainya. Nah, tiga oknum ini 39:34 membentuk ketuhanan di tengah-tengah 39:35 keyakinan orang-orang Hindu. 39:38 Tapi dalam Islam 39:41 yang menciptakan Allah, yang menjaga 39:43 Allah, yang memelihara Allah, yang 39:45 mengatur Allah dengan rahmatnya. Begitu 39:47 juga yang mematikan, yang menghancurkan 39:49 adalah Allah. Dan semua dengan penuh 39:52 kebijaksanaan, dengan penuh kesabaran 39:54 dan penuh dengan rahmat. Kira-kira 39:57 bagaimana orang yang meyakini keesaan 39:59 Allah Subhanahu wa taala dengan orang 40:02 yang meyaksini tuhan-tuhan yang 40:04 masing-masing mempunyai kekuasaan, 40:07 apakah tidak akan terjadi pertarungan? 40:09 He. 40:10 Memperebutkan kekuasaan sampai Allah 40:12 bilang, "Walau fihi maarihatun illallah 40:14 la fasadata. Kalau seandainya di langit, 40:17 di bumi ada Tuhan, Tuhan selain Allah 40:20 pasti akan mengalami kehancuran. 40:24 Nah, malaikat 40:25 hanya petugas yang Allah tugaskan. 40:29 Dia tidak melakukan sesuatu tanpa seizin 40:31 Allah. Jadi, jangan kita beranggapan 40:32 bahwa malaikat bekerja punya apa? 40:34 Otonomi. Tidak. Dia menjalankan perintah 40:36 Allah. Baik dia naik, dia turun. 40:41 lahu baidina w khfana wika 40:47 kami tidak turun 40:49 ya kecuali dengan perintah dari Tuhan. 40:54 Wanazalu illa biamribina lahu ma baina 40:57 aidina w khalfana w bainaalika wabuka. 41:02 Kami tidak turun melainkan dengan event 41:04 Tuhan kami, perintah Tuhan kami. Dia 41:08 yang berkuasa atas kami, di hadapan 41:10 kami, di belakang kami, dan apa yang 41:12 terdapat di antara keduanya. Jadi, 41:13 seluruh malaikat di langit tidak 41:16 bergerak, tidak bekerja melainkan atas 41:18 perintah Allah. Berarti dia juga di 41:21 bawah aturan 41:22 malaikatnya dibawa aturan. Malaikat yang 41:25 menjalankan perintah Allah juga dibawa 41:26 instruksi Allah subhanahu wa taala. 41:28 Begitu juga tidak mungkin satu tetes 41:31 hujan akan turun tanpa perintah dan izin 41:33 Allah. Jadi jangan kita beranggapan 41:35 Allah hanya melakukan hal yang besar 41:36 yang kecil-kecil dilakukan oleh 41:37 dewa-dewa kecil. Tidak. 41:39 Oleh karena itu kalau kita butuh sesuatu 41:41 minta sama Allah. 41:44 Tak butuh ada perantara, 41:46 tidak ada jarak, tidak melihat miskin 41:48 kaya, tidak. Atau orang yang bodoh 41:51 maupun yang berilmu, siapa saja yang 41:53 datang kepada Allah tidak akan ditolak 41:55 kecuali dengan bahasa apun, Ustaz. I 41:56 dengan bahasa apun. 41:58 I 41:58 kan Allah bukan Tuhannya orang Arab aja. 42:00 H 42:01 Tuhannya seluruh 42:04 semesta alam. Nah yang disambut oleh 42:07 Allah yang datang dengan tulus kepada 42:09 Allah jauh dari kesombongan dan tidak 42:12 mempersekutukan Allah. Tapi di saat dia 42:14 memohon kepada Allah dan kepada selain 42:17 Allah akan tinggalkan. Akhirnya dia 42:19 terjebak dalam perangkap setan. Dia 42:21 beranggapan dirinya sukses padahal dia 42:23 bekerja sama dengan setan. 42:26 Karena orang terkadang melihat benar 42:27 salah dengan kesuksesan. Tuh habis saya 42:30 datang ee memuja di gunung sana, gunung 42:33 sini datang ke kuburan fulan, kuburan 42:34 ini. Saya punya usaha lancar. Itu bukan 42:37 bertanda perbuatan dia benar. 42:40 Yang beruntung yang datang kepada Allah, 42:42 Allah Subhanahu wa taala anugerahkan 42:44 karunianya, dijaga dirinya dalam 42:46 keridaan Allah. Itu yang beruntung. Jadi 42:48 saya heran orang bisa langsung minta 42:50 kepada Allah tanpa perantara ya, tanpa 42:54 harus mengeluarkan biaya Allah begitu 42:56 dekat tanpa dia berteriak dengan bisikan 42:58 hatinya Allah mendengar apa yang 42:59 diucapkan 43:01 dan Allah kuasa untuk memberikan apa 43:03 saja yang diinginkan. Yang penting 43:05 jangan mempersekutukan Allah. Jangan 43:07 bersikap sombong, angkuh, bangga dengan 43:09 amal kebaikannya. Tapi datang dengan 43:11 penuh kerendahan. 43:13 Allah Subhanahu wa taala segera akan 43:15 mengabulkan doa Anda. Jadi, Kang Rizal, 43:18 hakikat yang kedua ini yang mustahil. 43:20 Mustahil Allah bersekutu. 43:22 Iya. 43:23 Mustahil Allah Subhanahu wa taala butuh 43:25 akan tempat. Mustahil Allah butuh atau 43:28 terikat dengan waktu. Kalau seandainya 43:31 Allah terikat dengan waktu pada saat 43:33 seorang berdoa, ya Allah katakan tinggal 43:36 di langit seorang berdoa untuk 43:38 mengabulkan doanya, butuh waktu gak? 43:42 Jarak yang begitulah jauh antara langit 43:44 dan bumi 43:45 butuh waktu. Tapi Allah bersama saya 43:47 bersama Kang Rizal, bersama Ondi, 43:49 bersama Agi, bersama seluruh makhluknya 43:52 di alam raya baik ilmunya, pengabulan, 43:55 doanya, kekuasaannya. Jadi tidak ada 43:57 seorang pun ya 44:00 yang apa yang berada jauh dari Allah. 44:04 Oleh karena itu, di saat dia berbuat 44:05 kebaikan, dia taat pada Allah, sungguh 44:07 dia beruntung. Tapi di saat dia lupa 44:10 kepada Allah, ingkar durhaka, itu yang 44:13 perlu diwaspadai. 44:15 Biasanya Allah berikan peringatan 44:17 usahanya yang maju langsung mundur, yang 44:20 terang menjadi sempit, yang terang 44:23 menjadi gelap. Itu bukan karena Allah 44:25 benci sama dia sayang diingatkan. Tapi 44:27 kalau sudah tidak diingatkan, semakin 44:29 jauh dari Allah, semakin wajib usahanya, 44:31 ini orang yang diulur oleh Allah. 44:33 Istidraj. Jadi kesimpulannya 44:37 hakikat yang kedua yang mustahil. 44:40 Hakikat yang yang mustahil. Nah, ini 44:43 dengan sendirinya semua yang mustahil 44:45 adanya yang mustahil terjadi kita harus 44:49 betul-betul apa? harus memahami hal ini. 44:51 Jangan kita beranggapan ya yang mustahil 44:55 itu mungkin terjadi. Nah, sebagian orang 44:58 mengatakan kita bisa beriman kepada 45:00 surga dengan berbagai macam 45:02 gambaran-gambarannya. 45:05 Itu kan termasuk dalam hal yang 45:06 mustahil. Siapa yang bilang mustahil? 45:08 Mustahil bagi kamu. 45:10 Kalau bagi Allah yang maha kuasa untuk 45:12 menyediakan kamu yang lebih daripada 45:14 itu, dia maha kuasa. Karena aranqu. 45:18 Jadi jangan kamu anggap ini merupakan 45:19 hakikat yang mustahil karena kamu tidak 45:21 mampu melakukan. 45:23 Iya. 45:24 Karena bagi Allah Subhanahu wa taala itu 45:27 merupakan hal yang mudah. Jadi jangan 45:29 kamu mengatakan kami mengimani bahwa 45:31 Tuhan terbagi tiga atau tiga tapi kami 45:34 tidak memahami hakikatnya sebagaimana 45:37 orang tidak memahami hakikat surga. 45:39 Salah. 45:40 Apa yang kamu imani hal yang mustahil. 45:42 Hm. 45:43 Sedangkan berkaitan dengan surga itu 45:45 bukan hal yang mustahil. Hal yang 45:47 bersifat mungkin. Ada, mungkin enggak 45:50 ada. Kalau kehendaki ada, ada. Jadi, 45:53 hakikat yang ketiga adalah alhaqkiatul 45:55 mumkinah. Jadi, hakikat yang wajib ya 45:58 itu Allah. Kemudian hakikat yang 46:00 mustahil. Mustahil Allah subhanahu wa 46:03 taala bersekutu. Mustahil Allah memiliki 46:05 anak. Mustahil Allah subhanahu wa taala 46:07 beristri. Kenapa? Bagaimana dia akan 46:09 beristri? 46:10 Bagaimana dia memiliki anak sedangkan 46:12 dia tidak beristri? Bagaimana dia 46:13 beristri sedangkan seluruh alam semesta 46:15 miliknya. 46:17 Anna lahu waladun walam takun lahu 46:20 waqai. Bagaimana dia akan memiliki anak 46:23 sedangkan dia enggak beristri? Padahal 46:25 dia yang menciptakan segala sesuatu. 46:27 Mana yang layak menjadi istri Allah 46:28 Taala? 46:31 Jadi logika yang Allah terangkan dalam 46:32 Al-Qur'an luar biasa. Jadi kita diajak 46:35 berpikir secara benar. Kita memahami 46:39 keberadaan Allah merupakan satu hal yang 46:41 wajib. Kalau tidak kamu tidak ada, alam 46:43 semesta tidak akan ada. Memangnya kamu 46:44 terjadi dengan sendirinya kan? Tidak. 46:46 Ada yang menciptakan. Nah, pencipta kamu 46:48 adalah Allah 46:50 yang merupakan 46:52 Tuhan yang maha sempurna, yang maha esa. 46:55 Tiada sekutu baginya dan maha kuasa. 46:58 Sedangkan yang kedua, hakikat yang 47:00 mustahil. Ya, mustahil Allah beristri, 47:03 beranak, ya, bersekutu. Yang ketiga, 47:06 hakikat yang bersifat mungkin. Oleh 47:08 karena itu ketika Allah berbicara 47:10 mengenai surga dengan berbagai macam 47:13 keajaibannya tidak masuk dalam kategori 47:15 mustahil, 47:17 tapi merupakan hal yang bisa terjadi 47:20 tergantung Allah kalau Allah kehendaki. 47:23 Dan sebagaimana dikabarkan dalam 47:24 Al-Qur'an maka surga merupakan sesuatu 47:27 yang wajib untuk kita imani. Ya, 47:30 keberadaannya sebagaimana yang 47:32 diterangkan Allah dan Allah akan jadikan 47:33 sebagai balasan bagi orang-orang yang 47:35 beriman dan taat kepada Allah Taala. 47:37 Jadi sebetulnya memahami hal ini 47:39 sederhana sekali. Cuma sayang manusia 47:43 terjebak 47:45 ketika dia membaca Al-Qur'an, 47:47 mendengarkan ayat-ayat Allah Subhanahu 47:49 wa taala, berbicara tentang Allah 47:51 menggunakan bahasa kita. Karena yang 47:54 diajak bicara kan kita manusia. Mereka 47:57 lupa bahwasanya bahasa ini penuh 48:00 keterbatasan. Tidak layak seluruhnya 48:02 dinisbatkan kepada Allah. Maka yang 48:04 tidak layak bagi Allah wajib kita 48:05 bersihkan sebagaimana perintah Allah. 48:08 Sabbihismaikal 48:10 a. Langit dan bumi melakukan hal 48:13 tersebut. Sabbaha lillahi ma fis 48:14 samawati wa fil ard wahual azizul 48:17 hakim. Maka subhanahu wa taala amma 48:20 yasifun. Maha suci Allah dari segala apa 48:22 yang mereka sifati itu mereka menyifati 48:24 Allah dengan sifat-sifat yang ada pada 48:27 makhluk. 48:28 Wallahuam. Satu lagi. 48:30 Baik Ustaz cukup komprehensif 48:31 jawabannya. Ini pertanyaan dari Pak Nur 48:34 Hadi. Sebetulnya juga ada kaitannya, 48:36 Ustaz, ya, dengan wahyu dan akal, Ustaz, 48:37 ya. 48:38 Ini beberapa pertanya beberapa kali 48:39 ditanyakan oleh Pak Hadi. Ustaz mohon 48:41 penjelasan mengenai mukjizat terbelahnya 48:44 bulan oleh Nabi Muhammad. Apakah 48:46 memang real dan ada bukti ilmiahnya atau 48:49 hanya kiasan dan apakah kita ya harus 48:52 mengimaninya? Terima kasih. 48:54 Bismillahirrahmanirrahim. 48:59 Rbana zidna ilman waikna bihin. Dalam 49:02 suratul qamar Allah berfirmanatuqal 49:09 waar ayatanqu 49:13 mustamir 49:19 telah dekat saat-saat berakhirnya 49:22 kehidupan dunia. 49:24 Wqqal qarelah. 49:29 Dalam menafsirkan ayat ini, 49:33 kalau kita kembali kepada riwayat hadis 49:35 yang terdapat dalam Sahih Bukhari, 49:37 Muslim, Ahmad bin Hambal, sebagian lagi 49:40 mengatakan mutawatir 49:43 bahwa ini terjadi pada masa Nabi ketika 49:45 orang-orang musyrik meminta kepada 49:47 Rasulullah untuk membuktikan 49:49 kebenarannya. Kalau dia betul seorang 49:50 rasul, 49:51 maka buktikan. 49:54 Tunjukkan pada kami bahwa Allah kuasa 49:56 untuk membelah bulan menjadi 49:58 maka di mata kaum musyrikin pada saat 50:00 tersebut bulan terbelah. Tapi ternyata 50:06 sebagian besar dari mereka tak beriman. 50:11 Jadi terbelah bulan telah dekat masa 50:13 kiamat. Wyaqal qarbelah. 50:16 Waar ayatan ybuquil. 50:21 Walaupun mereka melihat bukti, ternyata 50:23 mereka tetap berpaling 50:25 dan mereka mengatakan ini merupakan 50:26 sihir yang terus-menerus. 50:32 Jadi kalau kita perhatikan dari ayat ini 50:34 ya, kemudian riwayat yang diriwayatkan 50:38 dari Bukhari, Muslim, Ahmad bin Hambbal 50:41 dan lain-lainnya menunjukkan bahwa ini 50:43 merupakan satu kejadian yang terjadi 50:46 pada masa itu. 50:49 Tapi ada lagi pendapat yang lain 50:51 mengatakan bahwa akan terjadi 50:55 pada saat kiamat sudah semakin dekat 50:57 bulan terbelah. 51:01 telah dekat saat kiamat qar Allah 51:04 gunakan kata kerja dalam bentuk mabi 51:07 atau past bukan menunjukkan sudah 51:09 terjadi seperti apaamaun 51:14 farat waal kawakibunarat 51:18 begitu jugaamaunqqat 51:20 di sini kita lihat Allah menggunakan 51:22 kata kerja untuk masa yang lampau. 51:25 Betul gak? 51:25 Iya. 51:27 bukan berarti sudah terjadi, tapi 51:29 merupakan kejadian yang pasti. Allah 51:32 gunakan kata kerja untuk masa yang 51:33 lampau karena merupakan sesuatu yang 51:36 telah yang akan terjadi secara pasti. 51:41 Paham? 51:42 Jadi kata kerja yang dipergunakan dalam 51:45 bentuk 51:47 mbi masa lampau. 51:48 Lampau 51:49 bukan berarti sudah terjadi tapi 51:52 merupakan sesuatu 51:54 yang pasti 51:55 yang pasti terjadi seperti qadarat 51:59 asaqad kan sudah 52:00 h 52:01 telah dekat kan. 52:03 Jadi kalau kita perhatikan ya, bahwa 52:07 berbagai macam keterangan Allah 52:09 Subhanahu wa taala untuk masa yang 52:11 lampau seperti dialog antara penghuni 52:13 surga 52:14 hmm 52:15 dan penghuni api neraka 52:17 neraka 52:17 ya. 52:18 Dialog antara Ashabul Arraf dengan 52:21 penghuni surga dengan penghuni neraka. 52:23 Kemudian dialog antara penghuni neraka 52:25 dengan penghuni surga yang Allah 52:26 ceritakan dalam suratul A'raf ini kan 52:28 belum terjadi. H 52:29 betul gak? Belum. 52:31 bilangada ashabul jannati ashabanar 52:35 penghuni surga bertanya kepada penghuni 52:38 api neraka 52:40 ini padahal belum terjadi tapi karena 52:42 kejadiannya pasti bagi Allah yang lalu 52:45 yang kini yang akan datang sama Allah 52:47 gunakan kata kerja dalam bentuk pasten 52:50 dalam bentuk 52:51 lampau. 52:53 Nah, begitu juga saat telah dekat saat 52:56 kiamat wyaqqal qamar dan bulan terbelah. 52:59 Arti pada saat kiamat semakin dekat ya 53:02 di antara tanda-tandanya bulan terbelah. 53:04 Ini dua pendapat. 53:05 H 53:06 satu mengatakan sudah terjadi 53:08 sebagaimana dalam riwayat Bukharinya, 53:11 dalam riwayat Muslimnya yang satu lagi 53:13 mengatakan dia akan terjadi nanti pada 53:16 saat kiamat semakin dekat sebagai tanda 53:19 berakhirnya kehidupan dunia. Karena ada 53:22 kata 53:26 dengan sendirinya ini bukan merupakan 53:28 ungkapan majazi ya, tapi ini merupakan 53:31 kejadian baik yang sudah terjadi maupun 53:34 akan terjadi. Kita mengimani hal ini. 53:37 Nah, antara dua pendapat ini jangan 53:39 sampai kita berkelahir ribut, tidak ada 53:41 karuan. Mendingan kita kerjakan hal-hal 53:43 yang positif yang kembali manfaatnya 53:45 untuk umat. Jangan habis waktu kita 53:48 sekarang di saat hutan digunduli, 53:50 ditebangi, 53:52 terjadi bahaya longsor, korban begitu 53:54 banyak. Kita masih habis waktu kita 53:56 untuk bicara hal-hal yang apa? Sifatnya 53:58 khilafi. Ini betul-betul merupakan apa? 54:01 Merupakan orang yang hidup bukan pada 54:03 zamannya. 54:03 Heeh. 54:04 Alangkah indahnya kalau kita 54:06 bersama-sama berkampanye untuk menjaga 54:08 hutan lindung kita agar menjaga suhu 54:11 kita stabil, menjaga keindahan alam 54:13 kita, fauna kita, flora kita. Betul gak? 54:16 Nah, 54:16 menjaga juga air kita agar tidak 54:18 tercemar. Karena ini kebutuhan vital. 54:20 Menolong orang-orang yang menjadi 54:21 korban. Tunjukkan mana rahmatan lil 54:23 alamin yang dibawa Nabi kita Muhammad 54:25 sallallahu alaihi wasallam. Jangan ribut 54:27 baca Yasin malam Jumat bidah. 54:30 Baca ini Alkahfi bidah. Ya, ini semuanya 54:34 menghabiskan waktu membuat hati menjadi 54:36 kering. Jadi alangkah indahnya kita 54:39 bicara hal-hal yang betul-betul 54:41 bermanfaat untuk umat 54:43 produktif. Sedangkan apa-apa yang 54:45 bersifat ee katakan yang bersifat pasti 54:50 yang diajarkan Allah Subhanahu wa taala 54:53 yang merupakan syariat yang ditetapkan, 54:55 kita wajib mengatakan sami'na wahan. 54:58 Adapun yang kembali kepada ijtihad dan 55:00 perbedaan pendapat dengan sendirinya 55:03 kita saling menghargai satu dengan 55:05 lainnya. Nah, berkaitan dengan ayat 55:07 tadi, dua golongan tidak mengingkari 55:08 terjadinya apa? Terjadinya bulan yang 55:11 akan terbelah. Cuma yang satu mengatakan 55:14 sudah terjadi. He. 55:15 Yang satu lagi mengatakan dia akan 55:17 terjadi. 55:20 Arti dua-duanya mengimani kejadian 55:21 tersebut. Nah, kita doakan mudah-mudahan 55:23 rahmat Allah limpahkan pada kita dan 55:26 Allah jauhkan kita dari azab dan 55:28 murkanya. 55:30 Jauhkan kita dari badai yang 55:32 menghancurkan dari gempa buminya, dari 55:35 banjirnya. Begitu juga Allah lindungi 55:37 saudara-saudara kita. Dan mudah-mudahan 55:39 mereka yang mengalami cobaan, Allah 55:41 Subhanahu wa taala ampuni dosa mereka, 55:43 angkat derajat mereka. 55:44 Amin. Amin. 55:45 Kemudian juga Allah mudahkan rezeki 55:48 mereka dan gantikan yang hilang 55:49 dengannya lebih baik. Dan pelajaran 55:51 kejadian ini pasti ada kesalahan yang 55:53 dilakukan. Saya dengar di Sibolga di 55:55 antaranya seorang pemuda bernama Arjuna 55:58 yang kemalaman bermalam di masjid 56:00 tahu-tahu ternyata dipukuli hingga 56:02 binasa. Satu nyawa binasa tanpa dosa 56:06 lebih dahsyat daripada kita 56:07 menghancurkan Ka'bah. 56:10 Jadi jangan kita menganggap sepele 56:12 perbuatan ini. Belum lagi penggundulan 56:14 hutan yang dilakukan oleh orang yang 56:17 berwenang dan berkolaborasi dengan 56:20 kalangan oligarki. Ini merupakan 56:22 penjahat-penjahat 56:23 yang harus dilenyapkan dan bangsa kita 56:27 harus bersikap tegas. Karena kekayaan 56:29 yang terdapat di bumi Pertiwi ini sesuai 56:32 dengan Undang-Undang Dasar pasal 33 ayat 56:35 3 itu dikuasakan ke negara untuk 56:38 didistribusikan, dimanfaatkan demi 56:40 kepentingan rakyat, bukan oligarki. Itu 56:42 sudah jelas-jelaskan menyalahi Undang 56:44 Dasar kan. 56:45 Seharusnya mereka dicopot ya digantikan 56:49 dengan lain orang-orang yang patut yang 56:51 mampu untuk menjaga amanat Allah dan 56:54 melaksanakan juga amanat rakyat. 56:56 Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala 56:58 berikan hidayahnya kepada kita semua. 57:00 Amin. Amin. 57:00 Dan kita sebagai ulama, sebagai ustaz, 57:03 katakanlah bukan ulama, sebagai 57:04 orang-orang yang menuntut ilmu, wajib 57:07 untuk menyampaikan amanat Allah. Kalau 57:09 tidak sebelum penyembah berhala, kita 57:11 yang pertama-tama akan dijerumuskan 57:13 dalam azab api neraka. 57:16 Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati 57:18 Allah. Mohon maaf kalau ada kekurangan 57:19 atau hal-hal yang kurang jelas. Semoga 57:23 apa yang baik ya Allah Subhanahu wa 57:26 taala jadikan manfaat bagi kita sebagai 57:29 bekal hidup kita yang menambah keyakinan 57:31 kita kepada Allah Subhanahu wa taala. 57:33 Menjauhkan kesalahpahaman dalam memahami 57:35 agama Allah. Kalau ada kekurangan semoga 57:38 Allah ampuni dan sempurnakan hidayahnya 57:41 untuk kita semua. Subhanakallahumma 57:43 wabihamdik ashadu alla ilahailla anta 57:46 astagfiruka wa atubu ilaik walu minkum. 57:49 Wasalamualaikum warahmatullah. 57:51 wabarakatuh. 57:52 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:54 wabarakatuh. Demikianlah, ikhwan akhwat 57:56 yang dirahmati Allah, renungan di bawah 57:57 naungan Al-Qur'an bersama guru kita 57:59 Ustaz Husein Alatas tadi menjelaskan 58:01 mengenai hubungan wahyu dan akal. 58:05 Seperti yang disampaikan Ustaz Husein 58:06 juga di akhir, semoga ini menambah 58:08 keimanan kita dan menjauhkan kita dari 58:10 hal-hal yang justru menjauhkan keimanan 58:12 kita. Ihan awat. Akhirnya saya Rizal 58:14 haqq dan juga Kang Algi dan Kang Odiri. 58:17 Billahi taufik walhidayah. 58:18 Wasalamualaikum warahmatullahi 58:19 wabarakatuhikumsalam warahmatullahi 58:21 wabarakatuh.