Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 Brasil 0:05 [Musik] 0:08 TV SDM Menteri Sosial 0:11 eh menyatakan bahwa kenaikan BBM ini 0:15 akibat semakin bertambahnya boban APBN 0:18 dikarenakan bertambahnya e subsidi BBM 0:21 dari 18,5 triliun menjadi 0:24 22,5 triliun akibat ee harga IPC harga 0:29 minyak dunia yang semakin lama semakin 0:32 naik dan fluktuatif tapi sudah jauh di 0:34 bawah asumsi harga minyak ee yang di 0:39 ditetapkan di APBN 0:41 2022 walaupun begitu di sisi lain kita 0:44 mengetahui bahwa pemerintah juga 0:47 menganggarkan untuk agenda IKN Ya Pindah 0:50 ibukota dan juga kereta cepat dan 0:52 beberapa projek-projek eh mercwar 0:55 lainnya yang tidak terkait langsung 0:57 dengan hajat hidup e masyarakat Indones 1:00 dan tidak terkait langsung dengan 1:02 kebutuhan hidup sehari-hari dan 1:04 kesejahteraan rakyat eh kebijakan ini 1:08 mendapat Respon yang sangat luar biasa 1:10 dari seluruh masyarakat Indonesia 1:12 Mahasiswa sudah mulai e Turun demo dan 1:16 Fraksi Partai Keadilan Sejahtera pada 1:18 rapat paripurna DPR RI kemarin eh 1:22 melakukan wall dan protes menyampaikan 1:26 sikap protes menolak dengan keras e 1:30 harga BBM ini di rapat paripuna DPRI dan 1:33 juga disampaikan juga di rapat-rapat 1:35 paripuna DPRD Provinsi dan kabaten kota 1:38 di seluruh Indonesia dan juga melalui 1:41 struktur dan kader partai PKS di seluruh 1:43 Indonesia di di baik di media sosial 1:46 ataupun melalui kegiatan-kegiatan flashm 1:49 dan turun ke jalan untuk menyatakan e 1:53 PKSS dengan tegas sangat merasakan 1:56 penderitaan rakyatan hidup rakyat 1:58 semakin berat menaikan harga BBM ini 2:01 rekan-rekan sekalian Untuk itu kita 2:03 ingin mengupas kembali dan mengundang 2:05 para 2:06 ee anggota DPR yang juga terlibat 2:09 langsung dalam eh e isu energi BBM ini 2:14 anggota DPR RI dari Komisi 7 sudah hadir 2:17 bersama kita buah Diah nurwitasari 2:20 anggota DPR RI Komisi 7 dari Fraksi 2:23 Partai Keadilan Sejahtera Asalamualaikum 2:25 bu Waalaikumsalam warahmatullahi 2:27 wabarakatuh Terima kasih sudah hadir 2:30 nanti Bu Diah sebagai perwakilan dari 2:32 anggota Komisi 7 ya yang membidangi ee 2:35 energi dan bahan bakar minyak ya ini 2:38 bisa mungkin bisa memberikan penjelasan 2:40 kepada kita Apakah menurut DPR komisi 7 2:44 khususnya partai k Sejahtera kebijakan 2:46 pemerintah ini sudah tepat atau belum 2:49 gitu ya nanti akan kita lihat 2:51 penjelasannya dan juga sudah hadir 2:52 bersama kita eh ini yang langsung 2:55 mewakili masyarakat yang terdampak 2:57 langsung dengan kenaikan harga BPM ini 3:01 Bang jahana maaban dari rembuk nasional 3:03 pengemudi online rnpu Asalamualaikum 3:07 Bang jahanaan Waalaikumsalam 3:09 Warahmatullahi wabarakuh i terima kasih 3:12 Bang Bang janaaban silakan nanti 3:14 menyuarakan ke kita kira-kira bagaimana 3:17 dampak kenaikan ini bagi para pengemudi 3:20 online ya di seluruh Indonesia dan juga 3:23 sudah hadir juga bersama kita tua 3:26 rumah 3:28 bersamaingu duet Pak Dr Mardani Al 3:31 Asalamualaikum Pak Mardani Salam Bang 3:35 Hatur Nuhun Bang Jaha 3:38 Makasih ya dan juga nanti akan menyusul 3:42 Moki Gung yang Insyaallah senantiasa 3:44 berkomitmen bersama Pak Mar ini setiap 3:46 malam di acara ini stok malam ini Baik 3:49 sahabat-sahabat sekalian Sebelum kita 3:51 mulai acara ini eh kami dari tim 3:54 Indonesia lead ST ingin mengucapkan 3:56 terima kasih yang sebesar-besarnya 3:57 kepada seluruh pemirsa Setia industal 4:00 leaderst acara ini bisa disaksikan 4:03 secara langsung melalui siaran live 4:06 streaming YouTube eh Mardani alera PKS 4:09 TV dan juga rasil TV dan juga disiarkan 4:12 melalui channel radio rasil 720 AMM bagi 4:16 sahabat-sahabat di sekitar Jabo detabek 4:18 yang ingin mendengarkan melalui siaran 4:20 radio ingin hemat bandwid tidak melalui 4:22 channel live streaming YouTube bisa 4:24 membuka radio rasil 720 AMM dan juga 4:28 acara ini disiarkan melalui jaringan 4:29 radio rasil di beberapa kota seluruh 4:32 Indonesia baik dan juga kita ingin 4:35 mengucapkan terima kasih juga kepada 4:36 rekan-rekan media Dan wartawan yang juga 4:38 terus ee menyaksikan dan membersamai 4:40 acara ini mudah-mudahan bisa memberikan 4:43 ee sumbangsi konten positif dan 4:45 mencerdaskan bagi seluruh rakyat 4:47 Indonesia dan memberikan masukan bagi 4:49 para e pemimpin dan pengambil kebijakan 4:52 di negeri kita ini Baik sahabat-sahabat 4:54 sekalian langsung kita masuk kepada ee 4:56 Tema kita pada malam ini terkait kan 4:58 kenaikan BBM PKS wout lawan BBM naik 5:02 kepada Pak marani Al Isra dipersilakan 5:04 memberikan ee pengantar dan juga 5:06 pandangan kasih Bang Aldi izin t Bang 5:10 Jaha dan semua Leaders dan calon leader 5:16 Bismillahirrahmanirrahim 5:17 asalamualaikum 5:19 warahmatullahi 5:22 wabarakatuh alhamdulillah Allah Shi 5:25 alaidina 5:28 Muhammad Selamat malam dan salam 5:31 sejahtera untuk kita 5:32 semua mohon maaf dalam perjalanan 5:38 ee ada besan yang baru pulang umrah 5:41 besok mau pulang ke Lampung jadi 5:44 berjumpa di bandara malam ini jadi mohon 5:47 maaf di mobil 5:52 eh kenaikan BBM ini kita bisa tinjau 5:57 dari banyak Sisi ya ekonomis yang sering 6:01 diungkap bahwa 6:06 eh terlalu besar subsidinya walaupun 6:10 Prof Antoni 6:12 Budiawan di forum ini termasuk juga Mas 6:16 Bima Yudistira di forum ini juga 6:18 mempertanyakan baik angka 6:21 502-nya ataupun besaran subsidinya ya 6:25 Bahkan eh Mas 6:28 Bima mengatakan ee dari desil 1 sampai 6:33 10 yang dibilang banyak orang yang mampu 6:36 bisa jadi 6:38 misjudgement salah penilaian ada banyak 6:42 contohnya nih nanti mas Jaha bilang ya 6:44 mereka yang punya motor dianggap orang 6:47 yang mampu sekarang padahal 6:51 teman-teman ojek online punya motor itu 6:55 bukan karena mampu tapi itu seperti 6:58 kaki bagi orang yang berusaha seperti 7:01 tangan gu itu adalah satu 7:04 keniscayaan yang ketika naik ya ini luar 7:07 biasa ya Belum lagi kita baru saja 7:11 eh selesai pandemi karena itu mas B 7:15 mengatakan 7:17 eh desil kan 1 sampai 10 ya dibagi 10 7:22 tingkatan penghasilan masyarakat secara 7:25 umum yang dulu mungkin masuk desil 5 dan 7:29 en sekarang karena kasus pandemi sudah 7:32 turun ke 4 dan 5 atau mungkin yang 7:35 tadinya 45 Jadi 3 dan empat itu sehingga 7:39 tetap layak untuk mendapat subsidi yang 7:43 kalau itu tidak dapat subsidi berat 7:45 sekali dan 7:48 eh dampak ekonomisnya sekarang luar 7:52 biasa ya bukan cuma harga angkutan yang 7:55 naik 7:56 harga bahan pangan atau 8:00 ee biaya yang dikeluarkan menjadi naik 8:02 tapi ini berlipat ganda ini yang saya 8:05 pikir pemerintah terlalu menyederhanakan 8:07 masalah Nanti Teh Dia mungkin karena di 8:09 komisi 7 punya formula hitung-hitungan 8:12 yang lebih tepat ya tapi buat 8:14 saya kalaupun ee subsidi itu besar maka 8:19 migrasi dari subsidi barang ke subsidi 8:22 orang seperti yang sekarang dilakukan 8:25 mesti dilakukan dengan seksama ya karena 8:28 saya melihat dtks data terpadu 8:31 Kesejahteraan Sosial kita masih belum 8:33 rapi belum lagi ada banyak kelompok 8:36 miskin baru di perkotaan dari pekerja 8:39 nonformal perkotaan yang sekarang ini 8:42 berat sekali mereka tidak termasuk dalam 8:45 kategori yang layak menerima BLT sebelum 8:47 ini tapi sekarang menjadi sangat berat 8:51 gitu tapi ekonomis menjadi sesuatu yang 8:56 bisa kita perdebatkan walaupun agak lucu 8:58 ya ya projek IKN sehari atau 2 hari 9:02 sesudah kenaikan BBM ditetapkan menjadi 9:05 projek strategis nasional dan yang 9:07 dibangun Istana Negara lebih dahulu 9:11 sebetulnya menunjukkan Seperti apa rezim 9:13 ini orientasi 9:17 kepemihakannya tapi kita juga bisa 9:19 memandang dari sudut politis mendekati 9:22 tahun politik ada kelompok yang Que and 9:25 unque perlu untuk diberi penguatan 9:29 dengan BLT sangat mungkin ini juga 9:33 Strategi politik yang nanti akan 9:35 mendapatkan insentif elektoral pada 2024 9:39 ada beberapa analisa yang seperti itu 9:42 tapi kita juga bisa melihat itu dari 9:46 pandangan etis nah di titik ini menurut 9:50 saya Partai Keadilan Sejahtera 9:52 menegaskan bahwa penolakan kepada 9:55 kenaikan BBM tatarannya tataran etis 10:00 negara harus hadir pemerintah harus jadi 10:03 ayah bagi masyarakat yang berat bukan 10:06 malah membiarkan beban ditanggung oke 10:09 Ada BLT tapi seperti apa 10:12 efektivitasnya sekuat apa penopangnya 10:15 termasuk seakurat apa datanya gitu Nah 10:19 karena 10:20 itu saya eh apresiasi sekali Ted dia 10:24 dengan kawan-kawan di PKS saya PKS Saya 10:28 dukung sepenuhnya 10:30 eh sikap BBM menolak ini bahkan 10:33 pandangan saya t kita harus melanjutkan 10:37 hak angket gu kalau perlu kita mendorong 10:40 dibentuknya Pansus karena pengawasan 10:43 anggaran yang dianggap 502 Dan lain-lain 10:47 itu menjadi pertanyaan besar yang harus 10:50 dibongkar dan dibuka di forum terhormat 10:53 di parlemen jadi dukung sikap PKS untuk 10:58 terus Aal kenaikan BBM ini jadikan ini 11:02 bagian dari akuntabilitas publik di mana 11:05 semua yang kebijakan yang tidak 11:08 bernuansa mendukung rakyat menolong 11:11 rakyat menjaga rakyat dengan bumbu-bumbu 11:14 Apun harus dibuka harus 11:16 dipertanggungjawabkan di hadapan publik 11:18 begitu 11:22 B Baik terima kasih Pak atas pantarnya 11:26 ya dan sekarang kita in dengar dulu nih 11:29 pandangan dari masyarakat ee yang 11:31 terdampak ya teman-teman pengemudi 11:33 online Komunitas dari pengemudi online 11:35 ee seperti apa sih Eh dampaknya yang 11:40 selama ini Pemerintah selalu menyuarakan 11:42 bahwa masyarakat yang terdampak itu yang 11:45 diberikan bantuan BLT ya sekitar 24 11:48 triliun itu ya Dan kita pengin melihat 11:50 Apakah benar hanya masyarakat yang 11:52 diberikan bantuan saja merasakan 11:54 dampaknya kepada Bang Jana bab 11:56 dipersilakan Bang Baik terima kasih 11:59 Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum 12:00 warahmatullahi wabarakatuh Eh pertama 12:03 mungkin kami memperkenalkan dulu 12:04 organisasi kami kami adalah forumerbuk 12:07 eh nasional pengabudi online yang 12:09 dibentuk tahun 2016 dari seluruh elemen 12:13 Eh gerakan eh driver online di seluruh 12:17 Indonesia pada waktu itu ya 12:19 eh akhirnya kami 12:22 eh dua dari ee pimpinan di rnpo menjadi 12:27 ee 12:30 eh salah satu dari tim tu atau tuuh 12:33 orang driver online Jadi dua dari tuuh 12:35 driver online itu yang diminta oleh eh 12:38 pemerintah untuk membantu membuatkan eh 12:41 peraturan pemerintah tentang 12:44 eh angkutan ee online ini ya yaitu PM 12:48 118 tahun 2018 Kami ini sudah 12:52 menjalani berbagai 12:55 eh hal ya Mulai dari gerakan eh demo 13:01 eh terus juga melobi pemerintah eh ke 13:05 KSP wtimpres dan lain-lain bahkan tahun 13:09 2000 20 eh itu ketika covid terjadi 13:15 eh apa namanya eh kami itu adalah 13:19 eh driver online khususnya yang roda 4 13:22 ya itu adalah ee jadi kelompok 13:26 masyarakat yang tidak terlihat 13:29 karena kalau tadi Eh Pak Mardani 13:32 ungkapkan bahwa apa ojol yang roda dua 13:36 itu eh mereka punya kendaraan yang 13:41 EE digunakan sebenarnya untuk mencari 13:44 nafkah gitu ya nah eh resiko dari 13:47 kendaraan roda du itu eh lebih kecil 13:50 daripada yang roda EMP karena satu dari 13:53 sisi bahwa ee kami ini ee modalnya beli 13:57 mobil itu lebih mahal hal daripada beli 13:59 motor dan kedua ee bensin yang kami 14:02 habiskan per hari itu lebih besar 14:04 daripada ee apa namanya ee ee pengugu di 14:10 roda dua ojol roda dua Nah ee kami ini 14:12 seringk dalam masal-masalah seperti ini 14:14 ee tidak terlihat gitu ya Nah 14:21 ee jadi ee tahun 14:25 2020 itu kami akhirnya demo karena roda 14:29 4 ini eh terdampak enggak dapat ee 14:33 perhatian sama sekali eh Ketika saat itu 14:37 banyak 14:38 orang apa namanya menampilkan eh 14:42 penderitaan ojol roda 2 taksi eh 14:46 konvensional gitu ya tapi kami enggak 14:48 ada sama sekali akhirnya kami memaksakan 14:51 diri untuk berdemo tahun 2020 dan 14:53 akhirnya 14:55 eh waktu itu kami sempat diskusi dengan 14:59 para pembuat kebijakan yang mana ee kami 15:02 minta sebagai pengemudi roda 4 itu 15:04 dimasukkan dalam ee penangguhan cicilan 15:08 motor eh cicilan mobil karena kami seap 15:11 hari jadi 15:12 eh apa 15:14 namanya beradu 15:17 otot dengan Dep collektor nah eh waktu 15:21 kami berargumen itu banyak yang eh 15:24 pemimpin negara ini yang bilang loh 15:26 driver online kan punya mob 15:29 mereka berarti mampu gitu nah ini yang 15:31 aneh gitu seperti tadi Pak Mardani 15:34 ucapkan gitu ya bahwa loh kami ini punya 15:37 mobil bukan buat gaya-gayaan gitu dan 15:40 eh kami ini sempat juga apa namanya eh 15:44 melakukan eh protes kepada komite 15:47 persaingan eh 15:50 eh pengawasan persaingan usaha gitu ya 15:52 eh kebetulan Pembina kami Prof Jim asidi 15:56 itu eh juga menjadi ketua dewan ee di 16:01 KPPU ee bahwa kami ini termarginalkan 16:04 dari sisi eh apa namanya orderan Jadi 16:08 kalau ada orderan itu yang paling gede 16:10 dapatnya adalah ee taksi konvensional 16:12 yang menjadi ee rekanan para eh 16:16 aplikator lalu kita itu sudah dapat 16:19 order yang kecil-kecil gitu ya jadi Eh 16:22 ini nasib kami yang roda empat dan 16:26 EE selalu ter apa namanya termarginalkan 16:29 enggak pernah diperhitungkan dianggap 16:31 punya mobil orang kaya gitu ya 16:35 apalagi kami ini eh enggak ada orang 16:38 yang percaya bahwa kami ini orang susah 16:40 karena para aplikator tuh mengiklankan 16:44 eh Ayo jadi driver online eh gajinya 16 16:48 juta loh sebulan gitu 16:51 eh gaji 16 juta sebulan tuh buat 16:54 masyarakat Indonesia Wow banget gitu 16:57 eh tapi apakah kami bisa merasakan 17:00 kemewahan seperti orang yang kerja di 17:02 kantor dengan gaji 16 juta sebulan eh 17:05 sungguh jauh dari jauh panggang dari api 17:08 untuk bisa hal itu terjadi kalau 16 juta 17:11 itu dibreakdown gitu ya 5 sampai 5 4,5 17:15 sampai 5,5 juta itu adalah cicilan 17:17 ataupun setoran kepada kalau misalnya 17:19 sewa mobil ya harus bayar setorannya 17:21 gitu ya terus ee 17:24 perawatan mobil Ya karena kami keluar 17:27 tiap hari 300 KM ee minimum tiap harinya 17:31 maka 17:32 ee kami hampir tiap bulan harus ee ganti 17:36 oli dan perawatan gitu ya Eh belum lagi 17:40 eh apa namanya ban dan lainnya harus 17:43 segera jadi 17:45 ee total-total itu kami yang bisa kami 17:48 bawa pulang ke rumah untuk anak istri 17:50 itu jauh di bawah 17:52 UMR apalagi dengan kondisi yang seperti 17:55 ini gitu satu ee apa namanya kami sama 17:59 sekali tidak didengarkan 18:00 ee buktinya begini sebelum terjadinya 18:05 ee apa namanya 18:08 eh e kenaikan ini ojol sudah dinaikkan 18:12 sampai 40% bahkan ojol sempat Mau demo 18:15 ini gawat ni kalau naikin 40% 18:19 eh mereka enggak akan eh dapat eh 18:23 orderan karena masyarakat enggak mampu 18:25 40% tapi demonya jadi batal karena 18:28 Terata bensin naik juga sekitar 30 18:30 sampai 40% gitu nah ee habis itu ee 18:35 taksi konvensional minta angkot minta 18:38 naik sementara kami driver online sama 18:41 sekali belum ada tanda-tanda untuk naik 18:44 nah eh yang Maksudnya yang roda empat ya 18:47 t sama sekali belum punya tanda Padahal 18:49 kami yang punya resiko paling besar 18:52 dalam hal ini nah 18:54 eh 18:55 sesungguhnya kenaikan yang ditawarkan 18:58 kepada ee ojol roda 2 ataupun jika nanti 19:03 kami 19:04 ee apa namanya 19:07 eh pun nanti akan ditawarkan oleh 19:09 aplikasi untuk ee mendapatkan kenaikan 19:12 eh tarif gitu Itu sebenarnya bukan hal 19:17 yang menguntungkan buat kami baik ojol 19:20 maupun eh driver online gitu ya Karena 19:23 begini ketika naik misalnya Katakanlah 19:25 ee kenaikannya ee 10.000 gitu ya eh dari 19:31 10.000 itu 19:33 eh sebenarnya eh kan begini konsepnya 19:37 ojol dan driver online roda 2 maupun 19:40 roda 4 itu adalah Mitra dari aplikasi 19:43 kalau Mitra berarti Harusnya kita 19:47 sama-sama menanggung ee biaya kenaikan 19:49 ini gitu nah kita masuk ke biaya 19:52 kenaikan ini 19:53 eh ketika misalnya Naik eh apa namanya 19:58 r.000 r.000 itu 20%-nya sekitar 20:02 Rp4.000 eh dipotong oleh eh aplikasi 20:06 aplikasi enggak merasakan ee bayar 20:09 bensinnya dia cuma motong aja gitu Jadi 20:12 ini yang EE membuat kami eh apa namanya 20:16 eh 20:18 eh jadi kesal gitu ya karena naik tapi 20:23 bukan untuk menolong kami tapi untuk 20:25 memperbanyak pemasukannya aplikasi 20:28 karena tetap aja yang bayar bensin tuh 20:31 kami juga gitu belum lagi resikonya 20:34 bahwa kami ini ee apa namanya akan 20:38 eh kekurangan orderan karena ya eh 20:42 seperti tadi disampaikan orang makin 20:45 enggak mampu untuk ke apa eh untuk 20:50 ee bayar ee taksi online gitu ya 20:55 dan dengan harga yang itu pun juga kami 20:58 yang bayar bensinnya dan kami itu harus 21:01 tiap harus bergerak ya jadi Untuk bisa 21:04 dapat orderan terus itu harus bergerak 21:06 jadi bensin selalu terbakar gitu nah 21:09 kita bergerak orderan sepi bensin naik 21:11 ya udah ujung-ujungnya akan terjadi eh 21:14 ketegangan kembali antara driver online 21:17 dengan Dep collector karena kami enggak 21:19 akan mampu eh apa namanya bayar ee 21:22 cicilan ataupun setoran yang mana di 21:25 tahun 2020 sempat terjadi beberapa 21:28 bentrokan besar seperti di Jogja eh dan 21:31 di beberapa kota besar antara eh ojol 21:33 driver online melawan De collector 21:37 mudah-mudahan hal ini tidak terjadi lagi 21:38 jadi ee untuk mencegah tidak hanya 21:41 dampak bawa kepada kami yang terzalimi 21:45 akibat ee keputusan ini dan juga 21:48 harusnya aplikasi mau menanggung apa 21:51 namanya menanggung eh kenaikan ini 21:55 karena ini kan Mitra gitu ya dan juga Ee 21:58 mudah-mudahan tidak terjadi ketegangan 21:59 di antara kami dengan depkolektor 22:01 mungkin sementara itu 22:03 ee itu dulu yang bisa kami sampaikan ya 22:07 bahwa 22:07 eh kami ini sering terlupakan dan yang 22:11 menikmati sebenarnya malah aplikator 22:14 sementara Kami tetap juga yang paling ee 22:17 menderita 22:18 eh terhadap kenaikan BBM ini Terima 22:22 kasih 22:23 ya terima kasih Bang Bang eh sejak 22:28 ditetapkannya kenaikan BBM ini apakah 22:31 sudah mulai kerasa langsung pengaruh e 22:34 dalam baik penghasilan ataupun 22:36 pengeluaran untuk BBM sehari-hari 22:40 Eh kalau penghasilan sih sudah e gini ya 22:44 yang pasti Pertama 22:45 eh terjadi pengurangan ya kan tadi G 22:48 kalau sistemnya aplikasi itu supaya kita 22:52 eh selalu dapat order itu harus bergerak 22:54 jadi misalnya dapat satu penumpang kita 22:57 engak boleh ngetm karena kita harus 23:00 bergerak ketika bergerak itu kan Bensin 23:02 sudah mulai terbakar gitu ya dan 23:04 ee eh sementara orderan belum tentu ada 23:08 dalam 1 2 menit ee ke depan gitu ya kita 23:11 perlu muutar sekitar 15 menit Jadi kalau 23:15 dari sisi biayanya ee sangat rasa sekali 23:19 kami sudah harus ee buang bensin yang 23:22 lebih besar ee kedua kalau dari sisi 23:26 orderan ya ee semakin ini aja ya karena 23:32 ee seperti tadi kami Sebutkan gitu ya 23:35 aplikasi itu eh 23:38 lebih memprioritaskan rekanannya yang 23:40 mana Eh adalah taksi online ee yang yang 23:46 dia punya saham di sana atau taksi 23:48 online yang punya saham di aplikasi ini 23:51 gitu Jadi kami udah di order sudah 23:53 paling bawah gitu kalaupun ada juga yang 23:55 kecil-kecil aja gitu 23:58 kira-kira Baik terima kasih Bang Jaha 24:02 atas penjelasannya 24:04 eh dan mudah-mudahan kita semua melihat 24:07 Ini Salah satu dampak langsung e dari 24:10 kenaikan BBM yang sudah mulai dirasakan 24:12 oleh masyarakat dan sekarang kita ke Bu 24:15 di nurwiasari sebagai anggota DPR RI 24:18 Komisi 7 dari Fraksi PKS buah mungkin 24:21 bisa sebagai anggota DPR membahas 24:24 langsung bersama dengan pemerintah 24:26 Kementerian ee terkait dengan BBM 24:30 bagaimana Bu Diah melihat kebijakan ini 24:33 secara objektif dan juga seperti apa eh 24:38 sikap PKS ee dalam hal ini dan juga 24:41 rencana ke 24:42 depannya ya Bismillahirrahmanirrahim 24:45 asalamualaikum warahmatullahi 24:46 wabarakatuh 24:47 Eh yang pertama kalau kita berbicara 24:51 tentang masalah kebijakan eh BBM ini 24:54 sebetulnya khususnya di tahun ini ya 24:57 perbincangan ataupun rapat serta diskusi 24:59 dengan ee pemerintah dalam hal ini 25:02 Kementerian 25:03 ESDM juga dengan SKK Migas dengan BPH 25:07 Migas dan dengan khususnya PT Pertamina 25:10 itu sejak awal tahun kita lumayan Intens 25:13 ya membahas karena kan perkembangan 25:16 dinamika harga Migas internasional itu 25:19 sudah sudah kelihatan gitu ya Nah dari 25:21 awal itu ya bisa dikatakan keluhan lah 25:25 ya keluhan pemerintah tentang naiknya eh 25:29 harga Migas internasional itu 25:31 terus-menerus diutarakan dan ketika itu 25:34 diutarakan kami juga sebetulnya 25:36 senantiasa membahas dan eh khususnya PKS 25:40 senantiasa eh apa ya mengajukan satu eh 25:45 gagasan satu gambaran bahwa kita mencari 25:48 dulu upaya untuk tidak sampai menaikkan 25:52 eh harga BBM terlebih lagi BBM yang 25:56 mendapatkan subsidi karena itu implikasi 25:59 dari e kenaikan harga BBM yang 26:02 mendapatkan subsidi dari pemerintah ini 26:03 luar biasa saya sendiri mencatat ya 26:06 sejak paling tidak bulan April itu sudah 26:09 saya gaungkan gitu eh pendapat ini dan 26:12 kita memberikan peringatan-peringatan 26:13 keras g Karena 26:16 eh di sisi lain kenaikan harga Migas 26:19 internasional juga sebetulnya kan bukan 26:21 hanya Migas ya termasuk kayak batuara 26:23 juga naik gitu ya jadi sejumlah komodi 26:26 kita juga mendapatkan keuntung dalam 26:28 tanah kutip ketika harga e energi 26:30 internasional ini naik gitu ya kita 26:32 ekspor batuara artinya ada penambahan 26:35 pendapatan juga untuk e negara dari 26:38 kenaikan harga secara eh internasional 26:41 juga Kami sering menanyakan tentang 26:43 bagaimana eh bentuk-bentuk pengawasan 26:46 dari pemerintah karena yang selalu 26:50 disebutkan ya tadi di awal sudah 26:52 diberikan pengantar ya Eh konsumen dari 26:55 bahan bakar yang mendapatkan subsidi 26:57 dari perintah itu ee dikatakan tidak 26:59 tepat sasaran selalu disebutkan yang 27:01 mampu yang dapat tapi kan kemudian 27:03 definisi mampu ini yang yang jadi enggak 27:06 jelas ya Eh siapa yang tidak mampu ini 27:09 gitu nah ini yang kita juga selalu 27:12 dorong dan boleh jadi kalau mengambil 27:14 data tentang mampu tidak mampunya itu 27:18 ketika sebelum pandemi ini akan berbeda 27:21 setelah 2 tahun pandemi gitu ya 2 tahun 27:23 pandemi itu telah mengakibatkan sejumlah 27:26 orang yang sebelumnya mungkin artinya 27:29 dia punya pekerjaan sekarang enggak 27:31 punya pekerjaan rumah dia punya misalnya 27:33 meskipun tadi inicil kendaraan dia punya 27:36 meskipun tadi misalnya nyicil gitu ya 27:38 karena sebelumnya dia punya penghasilan 27:40 tiba-tiba dia enggak punya penghasilan 27:42 ya kemudian cicilannya jalan terus Ya 27:45 baik rumah maupun kendaraan tapi ini 27:48 tidak ter apa ya enggak Ee tidak 27:51 terdeteksi oleh terlah oleh dtks gitu ya 27:54 oleh EE data pemerintah terkait dengan 27:56 yang EE bisa mendapatkan subsidi Oleh 27:59 karena itu eh kami terus mendorong gitu 28:02 ya pemerintah kita beberapa kali Coba 28:04 opsinya gimana gitu ya dan pemerintah 28:07 kemudian eh selalu mengatakan lihat nih 28:10 eh apa ya yang pertama kali kelihatan 28:12 waktu itu ketika Pertamax pertama kali 28:14 naik ya sebelumnya Pertamax itu berapa 28:17 saya Akak lupa 9.000an ya kalau enggak 28:19 salah gitu ya terus kemudian naik 28:20 menjadi 28:21 12.500 ketika harga pertamax pertama 28:24 kali naik Beberapa bulan yang lalu itu 28:26 saja terjadi asi ya 30 sampai 40% 28:30 pengguna Pertamax beralih ke pertal 28:33 light Nah berarti apa menambah jumlah 28:35 orang yang mengkonsumsi pertalid artinya 28:38 apaagi berarti alokasi kuota pertalid 28:41 yang disediakan untuk Tahun 2022 ini 28:44 kemakan lagi gitu ya oleh mereka yang 28:46 sebelumnya mengkonsumsi eh Pertamax 28:49 selain memang dengan eh semakin pulihnya 28:52 kondisi ekonomi mobilitas tinggi 28:55 penggunaan pertalit itu ee bertambah Nah 28:58 kita sudah wanti-wanti nih gitu ya 28:59 bagaimana pengaturannya kendaraan jenis 29:02 apa saja yang layak untuk mendapatkan e 29:05 BBM yang mendapatkan subsidi ini karena 29:08 ini harus dikendalikan kalau tidak 29:09 dikendalikan tadi Eh kuota tersebut bisa 29:12 cepat e habis itu ya kemudian juga 29:16 kebocoran-kebocorannya kita sudah di 29:18 media massa sendiri juga sering 29:20 mendapatkan laporan ya Eh mobil-mobil 29:22 yang dimodifikasi sedemikian rupa untuk 29:25 eh mengisi bahan bakar ee yang apa 29:29 bersubsidi itu entah dibawa ke mana atau 29:32 juga ee truk-truk yang ngantri solar di 29:36 SPBU ya Ee yang kemudian ternyata tidak 29:39 digunakan untuk ee masyarakat yang 29:41 membutuhkan ataupun yang terkait yang 29:43 boleh mendapatkan subsidi tapi kemudian 29:45 lari ke industri dan sebagainya 29:46 penyelewengan penyelundupan ini 29:48 kasus-kasus juga yang eh Ya paling tidak 29:51 dari media massa kita banyak temukan nah 29:54 penegakan hukum terhadap urusan seperti 29:56 itu bagaimana nah nah ini juga kita 29:58 harus Harus melihat belum lagi kalau 30:01 kemudian kita melihat ee efisiensi 30:03 karena kan harga harga yang menjadi 30:06 harga jual itu kan bukan hanya sekedar 30:08 harga perolehan ya dan harga perolehan 30:10 pun bukan harga minyak mentah ya harga 30:13 yang sudah Ee apa pengolahan menjadi BBM 30:16 nah kemudian juga ditambah dengan harga 30:20 dengan terkait dengan distribusi 30:22 pengolahan penyimpanan dan sebagainya 30:24 barulah keluar itu ada harga yang 30:26 menjadi sekarang ee muncul misalkan gitu 30:29 ya Nah kita juga mempertanyakan sejaum 30:31 mana tentang efisiensi gitu eh dan ini 30:34 enggak pernah ada transparansi gitu kita 30:35 enggak enggak tahu persis gitu 30:38 Sebetulnya basis perhitungan harga 30:41 pertal light itu berapa gitu jadi selalu 30:45 yang dia Jadikan alasan itu tentang 30:47 masalah harga minyak mentah ya yang eh 30:50 dinamis naik gitu Tapi kan Sekarang 30:52 turun lagi juga nih harga minyak mentah 30:54 gitu ya komponen yang lainnya ini kan 30:55 enggak enggak jelas gitu komponen 30:57 lainnya ini yang tidak transparan ee 30:59 berapa sebetulnya yang bisa kemudian 31:02 dihitung untuk menjadi ee harga BBM eh 31:05 terakhir eh terakhir juga dirapat dengan 31:08 menteri SDM kami juga menyampaikan eh 31:11 penolakan tentang kenaikan harga BBM ini 31:13 kita Suarakan ya Meskipun PKS kemarin 31:16 sudah eh walkout ya di Paripurna ya 31:19 Kenapa PKS sampai dengan walkout di 31:21 Paripurna karena kami ini menyuarakan 31:23 tentang eh penolakan terhadap opsi eh 31:27 kenaikan harga BBM ini sudah berulang 31:29 kali gitu ya diapat-rapat komisi dengan 31:32 ee menteri terkait kemudian juga 31:35 diparipurna kita sudah eh sampaikan 31:37 beberapa kali gitu tapi ternyata 31:40 pemerintah tetap mengambil keputusan ini 31:42 keputusannya diambilnya weekend tidak 31:44 ada kesempatan bagi kita untuk langsung 31:46 mengkonfrontir gitu ya berkomunikasi eh 31:50 sehingga ya buat kita nih pemerintah 31:52 enggak mau dengar nih masyarakat 31:53 suaranya seperti apa akhirnya PKS 31:55 memutuskan untuk walkout di sidang 31:57 pipunan itu sebagai penegasan dari 31:59 bentuk penolakan PKS terhadap keputusan 32:02 pemerintah yang tidak berpihak kepada 32:04 rakyat nah alasan yang selalu diangkat 32:06 ini kan beban APBN lalu muncullah nah 32:10 ini juga sangat kami sesalkan saya 32:11 sampai mengatakan juga kepada Pak 32:13 Menteri ini data data sesat gitu ya 32:15 soalu diungkapkan bahwa subsidi dan 32:17 kompensasi BBM itu r502,4 triliun ya 32:21 bukan kompensasi BBM itu bukan subsidi 32:23 dan kompensasi BBM di situ adalah energi 32:26 di dalamnya ada komponen LPG di dalamnya 32:29 ada komponen listrik dan komponen Kayak 32:32 misalnya belanja subsidi saja gitu ya 32:35 belanja subsidi saja komponen 32:36 terbesarnya adalah LPG pada belanja 32:38 subsidi ya gitu kalau belanja eh lainnya 32:41 gitu terkait dengan kompensasi ya di 32:43 situ ada eh apa namanya BBM yang agak 32:46 besar yang besar gitu ya BBM di situ 32:48 besar tapi artinya angka 502,4 yang 32:51 selalu digaung-gaungkan dan kesannya tuh 32:53 benar-benar besar sekali itu seolah-olah 32:55 ee penyebabnya tuh BBM gitu Padahal not 32:58 only gitu ya bukan cuma BBM dan menurut 33:00 saya ini juga informasi yang salah yang 33:03 diberikan pemerintah kepada masyarakat 33:04 gitu ya Eh Pembodohan juga gitu eh 33:07 informasi ini gitu dan jadi masyarakat 33:10 ditakut-takuti dengan Wah ini jebol nih 33:12 APBN kalau begini seperti itu ya dengan 33:15 eh apa namanya perhitungan sederhana 33:17 lainnya dia kami sampaikan kalau memang 33:20 eh apa namanya dalam kondisi sekarang 33:23 gitu apalagi pemerintah punya jargon ya 33:26 ee lebih cepat bangkit lebih kuat gitu 33:29 harusnya kebijakan itu berpihak kepada 33:31 rakyat sekarang pemerintah ingin 33:33 merengankan beban APBN e supaya APBN gak 33:36 jebel tapi bebannya ditumplekin ke 33:39 rakyat jadinya ujung-ujungnya gitu ya 33:41 rakyat yang 33:43 memikul beban berat tersebut gitu 33:45 Padahal naiknya harga BBM tadi P juga 33:48 sudah Sebutkan dan memang di lapangan 33:49 juga sudah terjadi alat apa biaya 33:52 transportasi naik produksi naik di 33:55 pasar-pasar harga an bahan pokok sudah 33:57 naik ya bahkan ketika pemerintah sudah 34:00 mulai gembar-gembor bilang akan naik 34:03 akan naik akan naik gitu ya naiknya 34:05 belum benar-benar terjadi pun harga 34:07 sudah akhirnya naik gitu harga-harga 34:10 sejumlah komoditas di ee pasar sudah 34:12 naik gitu nah kemudian sekarang ya ya 34:15 kasus sederhana kalau karangan emak-emak 34:18 nih ibu-ibu contohnya gitu ya 34:20 Eh Jajan anak-anak nih uang saku 34:23 anak-anak gitu misalnya anak-anak dapat 34:25 uang saku r.000 rupiah misalkan ya satu 34:28 orang anak dapat Rp10.000 misalkan dalam 34:30 sehari kemarin dia pakai angkot pakai 34:33 kendaraan umum r.000 bayar sekarang dia 34:36 harus bayar 4.000 penghasilan orang tua 34:38 tidak ee apa tidak bertambah berarti dia 34:42 harus mengurangi uang sakunya dia enggak 34:44 jajan dia enggak jajan itu pedagang 34:46 sekitar sekolah berarti juga enggak ada 34:48 yang beli makanannya kan gitu ya 34:50 berkurang yang Jajan nih gitu nah 34:51 pedagang ini ber ee apa namanya 34:54 menghadapi dua dampak sekaligus membinya 34:57 berkurang harga di pasarnya naik gitu 35:00 Ini multipler eek dari Ini yang luar 35:04 biasa eh inflasi kita sekarang sudah apa 35:08 namanya sudah sekitar 45% tapi inflasi 35:11 di sektor pangan terlebih lagi itu sudah 35:13 hampir sekitar 11% dalam salah satu 35:16 diskusi dengan Pertamina juga disebutkan 35:18 Tahu betul kalau eh naik harga BBM 35:22 bersubsidi ini terutama pertal ini naik 35:25 maka inflasi itu bisa naik lagi sekitar 35:28 1,5 sampai 35:29 1,9% jadi memang pasti akan terjadi e 35:34 multiplier eek itu ya Nah pemerintah ini 35:38 terkesan hanya mengambil satu jalan 35:40 pintas ya gitu untuk e tadilah 35:43 mengurangi beban secara eh APBN tadi 35:46 tapi kalau kita lihat nanti di tengah 35:47 masyarakat ini daya beli masyarakat 35:49 belum Belum apa ya belum pulih gitu 35:51 sekarang malah dikasih eh beban yang 35:54 lebih besar inilah pesan yang kita ingin 35:56 sampaikan kepada ee pemerintah ya PKS 35:59 mengambil sikap eh walkout pada saat 36:01 paripurna dan juga PKS sekarang 36:02 menyerukan ee apa namanya penolakan ini 36:05 di seluruh pelosok Indonesia kita kita 36:09 Suarakan ya bukan menyerukan menyuarakan 36:12 menyuarakan semua karena memang di semua 36:15 anggota DPRD PKS baik di tingkat 36:18 kabupaten kota maupun provinsi seluruh 36:20 Indonesia mendapatkan aspirasi dari 36:22 masyarakat gitu yang menolak gitu hampir 36:25 tiap hari ada ada yang datang ke kantor 36:27 DPRD untuk ee menolak kenaikan harga 36:30 bbmi dan ini kita tentu kita Kawal 36:33 perjuangan ini ya Eh dan ini dipantau 36:36 terus dan setiap meskipun ketika 36:38 Paripurna kemarin sudah walkout saya 36:41 kemarin juga bertemu dengan eh pak 36:43 menteri SDM dalam Raker ya saya Suarakan 36:46 lagi gitu ya disuarakan lagi dan kami 36:48 sampaikan gitu enggak usah malu enggak 36:51 usah merasa tabu ya gitu kalau kemudian 36:54 sudah ngambil keputusan dicabut lagi 36:55 gitu ya ini ee bisa saja gitu dilakukan 36:58 dan kita berharap bahwa ini dibatalkan 37:01 ee apa yang bisa dilakukan di antara 37:04 yang bisa dilakukan itu adalah 37:06 pengendalian ya pengendalian dari 37:09 ee penggunaan atau konsumsi BBM ini 37:13 siapa yang Sesungguhnya benar-benar 37:15 layak untuk mendapatkan ee apa BBM yang 37:18 mendapatkan subsidi misalkan gitu ya 37:20 misalkan sepeda motor angkutan umum 37:23 kalaupun misalnya kendaraan ronda EMP 37:26 misalkan di bawah berapa Ses tertentu 37:28 gitu itu kan bisa dikaji bisa dihitung 37:30 dan dengan ada pengendalian seperti itu 37:33 maka penggunaan kuota eh BBM yang 37:36 mendapatkan subsidi ini ee bisa lebih 37:39 apa ya lebih terarah lebih tepat sasaran 37:41 kemudian juga penegakan hukum ini kita 37:45 dorong Kenapa kita juga apa ya 37:48 mengkritisi keputusan pemerintah ini 37:51 dengan alasan tidak tepat sasaran selama 37:53 ini BBM subsidi ini tidak tepat sasaran 37:57 ada orang mampulah dianggap misalnya 37:59 orang mampu mengkonsumsi BBM bersubsidi 38:02 ada kebocoran gitu ya Ada penyelewengan 38:05 penyelundupan BBM dan lain-lain jadi 38:08 bahasa saya ibaratnya yang curangnya 38:10 siapa yang mendapatkan hukumannya adalah 38:13 seluruh rakyat gitu karena dengan 38:15 menaikkan harga ini yang terbebaninya 38:17 semua padahal yang tadi yang curangnya 38:19 itu siapa gitu ya tapi yang menanggung 38:22 bebannya akhirnya seluruh masyarakat 38:23 Indonesia dan ini enggak adil gitu ya 38:25 keputusan ini tidak adil untuk ee 38:28 masyarakat terlebih lagi di dalam ee 38:30 kondisi yang seperti ini itu mungkin 38:32 Bang Ali sementara 38:35 eh terima kasih Bu Diah di berita 38:38 terakhir kita eh ada mendengar statement 38:40 menteri ya bahwa Apakah ada kemungkinan 38:43 harga pertalai turun beliau mengucapkan 38:46 Insyaallah Bagaimana kira-kira prospek 38:49 turunnya harga ini kalau seandainya kan 38:52 tren harga minyak dunia sebenarnya lagi 38:53 turun juga Bu ya sebenarnya iya jadi eh 38:57 harga minyak dunia memang eh sedang 38:58 turun ya tentu kita berharap 39:01 ya bahasa kita ya kalau misalnya kemarin 39:04 yang dijadikan alasan karena harga 39:05 minyak dunia naik jadi naik ya sekarang 39:06 kalau harga minyak dunia turun harusnya 39:08 turun juga gitu yaah Ini ya 39:10 mudah-mudahan betul ya artinya ee 39:13 pemerintah ya saya saya sampaikan juga 39:15 kepada Pak menteri di rapat kemarin baru 39:18 hari Senin kemarin Gitu ya saya rapat 39:19 gitu jadi eh saya sampaikan kepada Pak 39:23 Menteri gitu bahwa 39:25 eh kita Percayalah bahwa pak menteri 39:28 gitu ya presiden ini punya hati nurani 39:30 untuk mendengarkan eh kondisi masyarakat 39:33 ini Jangan memaksakan sebuah keputusan 39:35 yang EE ujung-ujungnya itu semakin 39:38 membuat bangsa ini ee terseok lagi gitu 39:40 ya boro-boro mau bangkit gitu ya 39:42 boro-boro pulih gitu Jadi ini ee harus 39:46 betul-betul diperhatikan dan 39:47 perkembangan ini harus sangat ee jadi 39:49 Wak saya ya kita bersyukur kalau memang 39:51 kemudian pemerintah mencabut atau 39:53 membatalkan kenaikan harga BBM 39:55 bersubsidi ini ini tapi sekali lagi 39:57 memang tidak cukup dengan itu harus 39:59 diikuti dengan sekali lagi pengendalian 40:01 ya pengendalian tentang pemanfaatan dari 40:03 BBM yang mendapatkan subsidi Siapa yang 40:05 benar-benar EE mendapatkan subsidi ini 40:08 gitu ini perlu juga pengawasan jadi 40:10 semua semua terlibat ya BPH Migas juga 40:13 terlibat dan lain-lain gitu terus 40:15 kemudian juga eh kita juga mendorong 40:17 naiknya lifting eh minyak ya gitu ya 40:20 crude oil ini gitu minyak mentah ini 40:22 Indonesia nih turun terus gitu kan 40:24 produksi minyaknya dan dengan ya terus e 40:27 produksi minyak dan kebutuhannya 40:29 bertambah besar akhirnya kan 40:30 ketergantungan terhadap impornya tambah 40:32 besar Nah kita dorong juga gitu 40:34 Pertamina maupun perusahaan-perusahaan 40:37 lainnya gitu untuk meningkatkan lifting 40:39 eh minyak di Indonesia gitu ya punya 40:42 target 1 juta barel per hari di tahun 40:44 2030 ya harus betul-betul dirintis dari 40:46 sekarang gitu jangan trennya Tu kan 40:48 Sekarang turun masih turun terus nih 40:50 gitu nah ini yang harus kita eh up lagi 40:52 supaya ya kita kurangilah ketergantungan 40:55 terhadap impor sehingga subsidi juga ee 40:57 bisa semakin berkurang dan semakin 41:00 meringankan beban 41:01 APBN baik Terima kasih Bu Diah nanti 41:04 kita lanjutkan di sini sudah hadir guru 41:06 kita Bung Roki Gerung Selamat malam Bung 41:08 Roki 41:10 malam 41:11 ya satu pertanyaan pakungka saja 41:14 langsung kira-kira ee benar enggak sih 41:17 pemerintah mengatakan mencabut 41:18 mengurangi subsidi itu untuk ee 41:21 meringankan kehidupan rakyat 41:23 kecil bukan sekedar bohong dia sekaligus 41:27 menghina rakyat besar menghina orang 41:30 kaya tu karena orang kaya dituduh 41:32 membeli minyak murahan kan itu poinnya 41:35 kan Mana ada orang kaya punya merc beli 41:37 pertal itu Du hari dia pakai mesinnya 41:40 rusak gitu Jadi kalau data itu dibongkar 41:43 Siapa orang kaya yang 41:46 membeli BBM yang bisa merusak mesinnya 41:49 kan itu soalnya kan engakak enggak ada 41:53 kita lihat 41:55 saya di jalan enggak ada merci BMW mobil 41:59 mewah itu ngantri pertal light Itu 42:01 Bohong itu orang kaya 42:04 akan terhina loh beli pertal light 42:07 segitu aja sudah bohong pemerintah kan 42:09 jadi ini dua dua kali menghina rakyat 42:12 dihina dengan dengan mencabut subsidi 42:15 dan orang kaya dihina dengan menyalahkan 42:18 konsumsi kan begitu kan padahal enggak 42:21 ada big data yang menunjukkan bahwa mana 42:23 apa datanya bahwa orang orang kaya itu 42:25 ee penyebab ee salah sasaran yang salah 42:29 sasaran dari awal dan yang bikin salah 42:31 sasaran adalah presiden Itu poin pertama 42:34 yang kedua ngapain juga ini PKS kayak 42:37 ngemis hati nurani dari Presiden itu itu 42:40 itu mentalnya Apa itu itu oh nanti 42:43 dibuka hati nurani enggak ada kalau 42:45 punya hati nurani dari awal dia tidak 42:47 akan gebar-geborkan Apa yang disebut ee 42:50 prestasi Presiden melalui IKN 42:53 melalui macam-macam disebut industri 42:56 strategis Jadi buat saya yang paling 42:59 penting adalah tindakan moral tindakan 43:02 etis kemarinout itu artinya gua gak 43:04 percaya am lu termasuk hati nurani lu 43:07 kira-kira begitu Jadi Rakyat ingin dapat 43:09 pesan clear dari PKS kalau PKS bilang 43:12 Oke nanti kita akan siapkan e semacam 43:15 alternatif supaya lifting minyak segala 43:17 macam supaya 43:20 ehfall berkah 43:24 berkah itu ikan lagi itu artinya 43:28 mengolok-olok diri sendiri karena kita 43:30 tahu semua pekerjaan ini harus dibaca di 43:33 belakang polilcy Ini apa politiknya itu 43:37 behind state policies ini ada state 43:40 politic nah politik itu yang mustinya 43:42 kita Terangkan pada rakyat bahwa 43:44 pemerintah pelit kikir untuk membagi 43:47 hasil garuk-garuk e sumber daya kita 43:50 karena dia mau simpan itu untuk menyogok 43:53 orang miskin di 2023 yang dimiskinkan 43:56 kan hari ini dengan menarik subsidi itu 43:58 logikanya tuh jadi Kenapa orang miskin 44:00 diperlukan supaya bisa disogot di 44:03 2023 dengan dana yang yang ada 400 44:06 riliun di APBN kan begitu kan 2023 tahun 44:10 politik Sri Mulyani pasti dipaksa oleh 44:12 Jokowi untuk hemat 44:15 anggaran tarik subsidi biar orang miskin 44:17 sehingga orang yang yang miskin dikasih 44:19 uang dia langsung Pro lagi P Jokowi kan 44:21 kan itutiti tajam diucapkan jadi kenapa 44:26 karena kami menduga bahwa presiden akan 44:28 menyogok orang yang dia miskinkan 2022 44:31 untuk memenangkan dia 2023 itu itu lebih 44:35 lebih clear pesan etisnya Jadi saya mau 44:38 ambil risiko itu tuh Dan kita justru e 44:42 bergembira karena 44:45 pksout kan semua orang ingin tahu siapa 44:47 yang akan out ya akirnya PKS kalau kita 44:51 bandingkan misalnya dengan kan PDIP 44:53 enggak ngerti apa yang namanya subsidi 44:55 itu PDIP dalilnya adalah eh membedakan 44:59 pemerintahan mana yang paling buruk 45:01 dalam politik energi SBY atau Jokowi kan 45:04 cuma itu kan dia enggak peduli dengan 45:07 apa yang disebut subsidi itu dalam 45:08 undang-undang dasar kita enggak ada soal 45:10 subsidi orang miskin dipelihara oleh 45:12 negara bukan diberi subsidi itu subsidi 45:14 itu cuma permainan teknis ekonomi 45:16 padahal normativity dari dari konstitusi 45:19 kita adalah pelihara orang miskin itu 45:22 naikkan tingkat hidupnya itu bukan 45:24 disubsidi subsidi itu artinya 45:26 Oh saya ngem lalu pemerintah bilang Oke 45:29 nanti saya subsidi ya lalu pemerintah 45:30 bilang kan kita sudah subsidi soalnya 45:32 pemerintah itu kalau dia kasih subsidi 45:35 tangannya ada di atas lalu kita merasa 45:37 Oh pemerintah baik banget ya enggak ada 45:39 baiknya pemerintah itu buruk Justru 45:41 mensubsidi orang tu kan itu kan mental 45:44 kita jadi mental pengemis berharap dapat 45:47 subsidi lagi kan itu melemahkan yang 45:49 kita sebut hasrat untuk 45:52 memerdekakani PDIP 45:54 sebaliknyaak paham soal itu atau paham 45:57 tapi enggak mau ngomong soal itu dia 45:59 cuman ingin bikin 46:01 perbandingan politik energi Jokowi dan 46:04 politik energi SB ya lalu dianggap bahwa 46:07 ya SB Ca e Jokowi cuma naikin sekian 46:11 persen Memang betul dibandingkan dengan 46:13 SBY yang naikkan lebih tinggi gu tapi 46:16 SBY empat kali naikkan tiga kali turunin 46:19 Jokowi 7 kali terusmenerus jadi soah 46:22 perbandingan kalaupun perbandingannya 46:23 bagus ya enggak apa-apa Tapi kalau kita 46:26 baca misalnya statistik memang SBN 46:28 naikkan harga tapi pada saat yang sama 46:30 dia menaikkan pendapatan per kapita kita 46:33 tiga kali selama 10 tahun periode SB itu 46:37 Jokowi berapa kali dia naikkan 1,1 1,1 46:41 kali doang jadi kalau harga minyak 46:43 dinaikkan dua kali pendapatan perkapita 46:45 naik Tiga kali ya enggak ada soal ini 46:47 harga minyak dinaikkan berkali-kali 46:49 pendapatan perkapit cuma satu kali di 46:51 zaman era Jokowi itu perbandingan yang 46:53 mudah kita Perlihatkan kan tapi oke itu 46:56 versi PDIP karena versi PDIP bikin 46:58 hitungan statistik hanya untuk 47:00 menunjukkan Siapa yang lebih ee adil 47:03 dalam soal BBM dia enggak persoalkan 47:06 tentang hak rakyat yang tidak memperoleh 47:09 ee atau hak dia untuk hak rakyat untuk 47:13 menerima distribusi dari hasil 47:15 menggaruk-garuk batubara dan 47:17 manjat-manjat pohon sawit itu enggak mau 47:20 dia hitung kan jadi Sekali lagi saya Pro 47:23 pada PKS karena dia bersikap oposisi nah 47:26 oposisi itu selalu harus final Jalan 47:28 pikirannya tuh J oposisi sambil memberi 47:31 memberi jalan keluar itu bukan oposisi 47:33 itu sama kita sudah dicekek terus 47:35 dikasih oksigen lalu kita berbahagia Oh 47:38 terima kasih ya Kasih Oksigen yang cekek 47:40 gue terus kasih oksigen terus gua 47:42 berterima kasih sama si monyet itu kan 47:45 itu soalnya tuh saya pakai bahasa Betawi 47:48 ya bahwa dia nyekek gue terus gua minta 47:52 tolong dia kasih oksigen gua berterima 47:53 kasih karena dia kasih oksigen dia ek 47:56 kan itu 47:58 kan subsidi ditarik harga otomatis naik 48:01 multipler efek sudah jalan lalu dia 48:04 bilang Oke nanti kami kasih BLT ya itu 48:06 oksigen palsu BLT itu tu jadi soal-soal 48:09 semacam ini yang saya ingin partai 48:11 semacam PKS itu Kasih benchmar bahwa 48:15 secara etis secara moral melanggar 48:17 konstitusi dan melanggar penghormatan 48:19 terhadap hak rakyat untuk bahagia itu 48:22 jadi itu konsekuensinya itu nanti kalau 48:24 ditanya kalau begitu PKS usulannya apa 48:26 ya ganti presiden gampang aja kan Jangan 48:29 PKS kasih usulan oh nanti masih bisa loh 48:32 Ada cara lain ngapain ngih usulan pada 48:34 kekuasaan yang memang dari awal sudah 48:37 Arogan itu dan itu sebetulnya jadi eh 48:40 sor ya saya saya MTI Terangkan itu 48:42 karena kita mesti lihat posisi moral di 48:45 dalam soal energi itu ini Bukan soal 48:47 hitungan-hitungan statistik kalau 48:48 statistik bisa bertengkar tuh kemarin eh 48:51 e Siapa namanya nih e Pertamina 48:55 bertengkar dengan Sri Mulyani soal 48:57 status dari pertaamax kan kita kita 48:59 nonton itu Tapi itu kan pertengkaran 49:00 teknis di antara mereka tuh gua bohong 49:02 Ibu Sri Mulyani enggak itu memang eh 49:05 tidak disubsidi Kok kenapa ibu Sani 49:07 bilang bahkan pertam Max pun masih 49:09 disubsidi jadi dengan kata lain Jokowi 49:12 pun enggak tahu apa persoalan jadi apa 49:14 Masalah bangsa ini masalah bangsa ini 49:16 adalah presiden enggak tahu masalahnya 49:20 itu baik terima kasih kalau soal ganti 49:23 presiden kita harus beralih ke Pak 49:25 Mardani ni Pak 49:28 Mardani si di eh izin kamera off lagi 49:33 nyetir lanjut oke Pak Mardani Eh tadi 49:37 bung Roki secara tegas eh bahwa Ini 49:40 masalahnya bukan sekedar masalah teknis 49:43 ee terkait dengan harga minyak ya terus 49:46 tata kelola minyak Tetapi bagaimana 49:48 kepemimpinan dari Pak Jokowi yang ee 49:52 tiba-tiba ee ee walaupun dengan 49:56 pencitraan merakyat ee secara tiba-tiba 49:59 mengambil kebijakan yang Sangat 50:01 memberatkan rakyat seakan-akan rakyat 50:04 dibohongi Bagaimana pak marani melihat 50:07 dari sisi kepemimpinan ee Pak Jokowi ini 50:10 terutama di saat-saat terakhir di akhir 50:13 tahun ee kepimpinan beliau sebagai 50:15 presiden 50:18 ee deskripsi John man dalam Man of 50:24 contradiction 50:26 menurut saya bisa dijadikan kerangka 50:28 yang jelas Apa yang diucapkan Apa yang 50:31 dipikirkan dengan apa yang dilaksanakan 50:33 bukan cuma tidak Selaras tapi kacau 50:36 balau dan itu berbahaya karena di sistem 50:39 presidensial ini presiden presiden 50:43 presiden sangat menentukan arah dan 50:46 kemajuan 50:48 contohnya e dari awal PKS menolak 50:51 Ik Kenapa karena tidak 50:56 diperlukan adanya bentuk simbol fisik 50:59 baru uang yang ada justru distribusi 51:03 kepada 10 titik yang menjadi eh sayanya 51:07 center of Excellence C center Of 51:10 Economic ground ya kalau 600 triliun 51:13 masing-masing dapat 6 triliun saja itu 51:16 luar biasa bikin Universitas sama bikin 51:18 pusat riset dan di situ langsung 51:21 disiapkan eh inkubator industrinya Bang 51:24 haldi Ini luar biasa tapi memang tidak 51:26 terpikir gitu loh karena itu 51:30 intangib gitu loh Itu sesuatu yang tidak 51:33 terlihat G loh dan itu jangka panjang 51:36 yang diinginkan short term terlihat 51:40 tetapi costnya Tinggi karena kajiannya 51:43 berapa kali kita ngundang Bima Yudistira 51:46 Prof Antoni 51:48 juga mestinya Eh kalau kata Bim kan ya 51:53 incral output kita gitu l output Rio 51:57 kita kalau infrastruktur itu betul-betul 52:00 ee berguna maka dia akan menaikkan ior 52:04 kita gu loh efisiensi produksi kita eh 52:07 eh daya daya tumbuh kita PDB kita tapi 52:12 ternyata kalau tadi Mbak Eh Bang Joh 52:17 nanti eh bisa komen 52:22 tapi kalau bayarnya murah Oh ini tolnya 52:26 Soeharto Kalau tol bayarnya mahal ini 52:29 tol zamannya Jokowi sudah sudah sangat 52:32 sedikit load tornya gitu loh e tidak ada 52:36 pusat industri yang dibangun kalau mau 52:39 misal mau nirut Cina Cina enggak bikin 52:41 jalan tol dulu Cina bikin dulu 52:43 pusat-pusat pertumbuhan pusat-pusat 52:45 industri ketika itu ada baru dibuatkan 52:48 jalan tol sehingga betul-betul conect 52:52 gitu betul-betul match gitu nah Bang 52:55 haldi yang terjadi sekarang memang 52:58 pertunjukan banalisme betapa keputusan 53:01 presiden Kayak dulu bilang ada 11.000 53:05 triliun yang kita tas amnesti pertama 53:08 Buktinya apa tidak ada 53:10 pertanggungjawaban publik permintaan 53:11 maaf 53:12 502 triliun tadi Teh Dia sudah 53:14 memberikan paparan ternyata paling 53:16 besarnya untuk LPG yang itu Mesinnya 53:21 tidak bisa disalahkan mereka yang 53:22 gunakan Perta dan seterusnya si seingga 53:25 pandangan saya ini 53:32 betul hitung pemimpin 24 Jangan sampai 53:37 jatuh ke lubang yang sama dua kali 53:45 Begitu baik terima kasih Pak Mardani 53:48 atas pandangannya ya terkait dengan 53:51 bagaimana kepemimpinan dari Pak Jokowi 53:54 ee mudah-mudahan masyarakat juga bisa 53:56 melihat dengan kasus ini ya sudah hampir 53:59 10 tahun kita melihat gaya kepimpinan 54:01 Pak Jokowi dan untuk 2024 mudah-mudahan 54:06 masyarakat bisa memilih lebih bijak 54:08 Siapa presiden yang terbaik untuk bangsa 54:11 kita baik sekarang kita ke Bang Jaha 54:15 Nababan Bang Jaha ini demo-demo 54:17 masyarakat terus mengalir Apakah ada 54:20 rencana dari teman-teman dari komunitas 54:23 peng onl di Indonesia untuk terus 54:26 menuntut dan 54:28 mengkritisi menolak e Apa kebijakan 54:31 kenaikan BBM ini ya Eh sebenarnya 54:34 masalah demo-demo ini juga sesuatu yang 54:36 ini ya e eh yang yang kami ini eh 54:42 berpikir apa sih yang strategis mau 54:44 didapatkan gitu ya dari demonya gitu ya 54:47 karena diturunkan juga Yang lain udah 54:49 terlalu men enggak bisa turun gitu l 54:51 jadi 54:52 eh kami lagi berpikir keras hal apa 54:55 strategis yang bisa kita minta yang 54:57 mestinya bisa dibantu oleh partai 54:59 politik gitu ya Ee karena 55:02 ee percuma gitu bensin turun tapi yang 55:05 lain-lain enggak turun gitu 55:07 eh seperti tadi eh Bu Dia utarakan ya 55:12 anak anak kami ee misalnya jajannya udah 55:15 enggak bisa jajan lagi Gitu 55:18 Ee dadar gulung itu harganya sudah naik 55:21 gitu sementara kami enggak bisa kasasih 55:24 jajanan ee e yang lebih besar lagi dari 55:26 itu gitu tapi saya mau mau menyikapi 55:30 tadi e apa namanya dari komentar eh Bang 55:33 Gerung 55:35 dan serta Pak eh bahwa begini ini eh 55:41 bicaranya terus terang bicaranya tingkat 55:44 atas gitu kami ini ggak ngerti kalau 55:46 yang kayak gitu-gituan mau lifting lah 55:48 segala macam yang kita tahu tu begini 55:50 yang kita tahu adalah E ini misalnya 55:53 contoh tadi masuk to gitu ya eh driver 55:55 online sebagian besar sudah enggak 55:57 berani masuk tol karena eh aplik eh sori 56:00 eh plat mobilnya itu udah udah enggak 56:03 bayar Eh pajak 5 tahun sebagian besar 56:06 kalau di tol itu eh somehow polisinya 56:10 tahu aja tuh Mana yang apa namanya yang 56:12 EE udah enggak bayar pajak 5 tahun 56:15 sehinggal dikejar gitu terus pasti 56:17 ditangkap jadi ee kami itu ngertinya itu 56:21 aja gitu tapi enggak bisa bayar ee pajak 56:23 enggak bisa ee beli bensin enggak bisa 56:25 ngas kita cuma itu yang kita ngerti gitu 56:27 nah 56:28 ee kalau kita mau demo sekarang yang 56:31 didemoin itu eh apa gitu 56:35 eh turun bensin tetap aja kita Dep 56:38 collector eh kita akan berhadapan dengan 56:40 De collektor gitu Eh ini yang real 56:43 yangak yang belum bisa di-adress sama 56:47 sama pemerintah gitu ya bahwa kami real 56:50 permasalahan kami hidup mati demo pun 56:52 kami pernah ngalamin gitu ya ee e 56:55 maksudnya datang hadir diundang nih kita 56:57 mau ada koordinasi demo gitu Terus eh 57:00 dengan gaya Brainwash gitu ya 57:03 Eh apa Diundang jam 11. siang ya Tahunya 57:08 si pembicara datangnya jam siang semua 57:11 lapar dong nungguin dia dan orang ini 57:13 tiba-tiba ngomong kalian sudah 57:16 lapar ya 57:19 marahlahpar demonya mendukung 57:23 pemerintah kan lucu gitu loh orang udah 57:26 lupa sama mesage yang mau dengan dengan 57:28 hanya dikelab waktu Ma demo dikelabui 57:30 seperti itu aja gitu dibikin menunggu 57:33 lewat jam makan enggak sempat Makan 57:35 turun tahunya ee yang ngajakin demo 57:37 turun bilang kalian sudah lapar ya 57:39 laparlah orang bayangkan anak istri 57:42 kalian 57:43 lapar terus ya udah udah terbakar 57:46 amarahnya yuk demo t demonya bukan demo 57:49 yang kita 57:50 mau gitu loh jadi 57:53 Ee Kita 57:55 inih masyarakat kecil ini apalagi dver 57:58 roda 4 ini tidak masuk dalam peta 58:01 perhitungan itu kita butuh eh solusi 58:04 yang real kalau kalau 58:07 eh turun gitu ya apa berikutnya soalnya 58:12 yang lain enggak akan ikut turun gitu 58:14 dan tadi saya mau meng-highlight bahwa 58:16 kenaikan ini yang paling menikmati 58:18 adalah 58:19 aplikator kita nih kan Mitra Mitra itu 58:23 mestinya sama-sama ee berbagi keuntungan 58:26 berbagi kerugian gitu dia naikin naikin 58:29 tarif tapi dia cuma dapat pertambahan e 58:33 manfaatnya tapi enggak bayar bensin dia 58:36 enggak mau nanggung enggak mau nanggung 58:38 e ini apa namanya eh kerugian kamiat 58:42 bayar bensin gitu apalagi kami harus 58:45 jalan terus gitu Untuk bisa dapat 58:46 orderan jadi eh kalau tidak tepat 58:49 sasaran ini lebih tidak tepat sasaran 58:52 lagi Unicorn yang udah udahk n itu ialah 58:56 yang menikmati ee naiknya bensin ini 59:01 gitu kira-kira gitu Baik terima kasih eh 59:06 Bang Jaha ya Ya mungkin setelah ini e 59:09 para pihak bisa duduk bersama untuk 59:12 mencari ee jalan keluar ya agar beban 59:15 hidup rakyat tidak semakin berat 59:17 termasuk dengan 59:19 teman-teman juga duduk 59:23 bersama sabar 59:26 Bui saya sudah enggak sabar tuh dengar 59:28 argumen-argumen yang seolah-olah humani 59:31 seolah-olah demi Pancasila seolah-olah 59:33 demi kebersamaan Padahal kita tahu 59:36 arogansi dan Ambisi itu enggak mungkin 59:38 dihentikan hanya dengan himbauan itu itu 59:41 konyolnya begitu 59:44 tuh duduk bersama di trotoar sama 59:46 mahasiswa itu lebih berguna itu i 59:49 ya baiki sekarang kita keemudia dulu ya 59:54 Oke bu 59:56 di Bu Diah 59:59 eh tadi sudah mendengar ya dari Bu Roki 1:00:02 dari bank Jaha itulah yang real 1:00:04 dirasakan oleh oleh masyarakat Nah 1:00:08 sekarang apa yang akan dilakukan DPR 1:00:10 dengan setelah ada kenaikan DPR sebagai 1:00:12 wakil rakyat kira-kira akan merumuskan 1:00:15 kebijakan apa bersama pemerintah agar 1:00:17 beban hidup rakyat ini tidak semakin 1:00:19 berat lagi ya ini eh multidimensi Ya 1:00:23 tentu bukan hanya ee artinya bidang dari 1:00:26 Komisi 7 saja ya karena tadi 1:00:28 multidimensi ya pertama kalau terkait 1:00:30 dengan komisi 7 Se ya meskipun itu belum 1:00:34 tentu secara dampak akan apa namanya 1:00:36 tidak langsunglah gitu ya seperti itu 1:00:38 biasanya ya harga juga kalau sudahah 1:00:39 naik meskipun bbm-nya turun harga yang 1:00:42 sudah naik ini belum tentu ikut turun 1:00:43 gitu ya Bet tadi seperti kata Bang Jaha 1:00:45 sampaikan Eh tapi paling tidak ini kita 1:00:47 mencoba gitu ya mengupayakan 1:00:50 Eh tadi tentang apa namanya penurunan 1:00:53 harga eh BBM ini gitu ya kita pembatalan 1:00:57 dari itu paling tidak ada yang bisa 1:00:59 turun misalnya biaya transportasi kan eh 1:01:01 tidak ada alasan untuk naik gitu kalau 1:01:03 memang harga eh dari BBM itu sendiri 1:01:05 turun nah kemudian juga kami di PKS eh 1:01:09 kita tentu harus ee apa namanya 1:01:11 melakukan koordinasi dengan 1:01:13 komisi-komisi lain ya dengan eh Apa 1:01:15 anggota Fraksi PKS di komisi lain karena 1:01:18 kalau yang dikeluhkan tadi oleh eh 1:01:20 driver khususnya kendaraan apa mobil ya 1:01:22 roda gitu online ini kan juga berbicara 1:01:25 tentang regulasi-regulasi di ee 1:01:27 persoalan transportasi juga masalah tadi 1:01:30 bantalan sosial meskipun kata bung 1:01:32 rokini subsidi ini 1:01:34 ee ya oksigen palsu gitu ya Ee buat eh 1:01:38 masyarakat tapi memang ini juga butuh 1:01:41 butuh apa ya satu edukasi butuh 1:01:45 eh apa ya treatment khusus juga kepada 1:01:48 masyarakat karena ee subsidi masyarakat 1:01:51 sudah terlalu dibiasakan dengan 1:01:52 mendapatkan ee bantu tuanbantuan tadi 1:01:55 BLT dan kita juga terus mendesak itu 1:01:58 perbaikan dari ee data ya dtks misalnya 1:02:01 ya data terpadu Kesejahteraan Sosial itu 1:02:04 kita minta ee diperbaiki Betul gitu 1:02:06 karena di lapangan 1:02:07 eh antara yang mendapatkan dengan yang 1:02:11 seharusnya mendapatkan itu masih banyak 1:02:13 terjadi carut-marut gitu data-data 1:02:15 tersebut nah ini juga harus jadi di 1:02:18 bidang sosialnya juga itu diperbaiki ee 1:02:21 sasaran-sasarannya dan juga bantuan 1:02:22 kepada masyarakat itu bukan sesuatu yang 1:02:25 sifatnya ee instan ya tetapi juga 1:02:28 membangun untuk masyarakat tadi misalnya 1:02:31 memang kebutuhannya yang kayak driver eh 1:02:33 online gitu ya untuk yang roda 1:02:36 berarti keringanannya bantuan yang 1:02:38 dibutuhkan tentu berbeda dengan misalnya 1:02:41 pedagang di pasar dan lain-lain nah yang 1:02:42 taayor begini yang eh disesuaikan dengan 1:02:46 posisi apa namanya kondisi masing-masing 1:02:48 segmen masyarakat ini ini yang harus 1:02:50 dikoordinasikan tapi yang jelas Bagi EE 1:02:53 PKS kita mencoba untuk di semua sektor 1:02:55 itu melakukan pendampingan di sektor 1:02:58 petani nelayan gitu ya karena ini juga 1:03:01 tidak banyak disebut ya contohnya ya 1:03:03 yang mendapatkan bantuan apa BLT ataupun 1:03:06 eh bantuan sosial inilah ya gitu 1:03:08 misalnya disebutkan yang pendapatan 1:03:10 sebulannya di bawah 3,5 juta lah ini kan 1:03:13 banyak juga yang tidak berpendapatan 1:03:15 gitu ya Artinya ee ataupun tidak bulanan 1:03:17 gitu ya yang enggak jelas juga harian 1:03:19 ataupun bisa jadi dapat bisa jadi enggak 1:03:21 gitu lalu belum tentu tercapture oleh 1:03:24 data yang ada siapa yang akan menanggung 1:03:25 ee apa namanya kesulitan hidup mereka 1:03:29 ini gitu nah ini kita akan ya Secara 1:03:32 pemerintahan tentu kita e kita Dorong ya 1:03:34 kalau secara eh politik Saya berharap 1:03:37 saya sependapat dengan Bung Roki tadi 1:03:39 bahwa e juga pakardani ya secara politik 1:03:42 tentunya kita berharap gitu bahwa 1:03:44 masyarakat semakin melihat gu ya dan 1:03:46 masyarakat belajar Kalau bahasa saya nih 1:03:49 Bang haldi saya kalau karena seringnya 1:03:51 dengan ibu-ibu ya Gitu Ee salah satu 1:03:53 edukas politik Saya suka bertanya sama 1:03:55 ibu-ibu ibu-ibu apa coba hubungannya 1:03:59 mencoblos pada saat pemilu dengan isi 1:04:01 dompet ibu-ibu Ini yang 1:04:03 eh saya selalu ajak ibu-ibu itu untuk 1:04:07 apa namanya eh berpikir untuk merasakan 1:04:11 oh ternyata ada dampak ya Siapa yang 1:04:14 kita coblos pada saat Pemilu baik itu 1:04:17 presiden wakil rakyat maupun kepala 1:04:20 daerah yang kita pilih ternyata punya 1:04:22 dampak terhadap kondisi isi dompet kita 1:04:25 nah ini hubungan ini seringkiali bisa 1:04:28 jadi lebih dimengerti dan kemudian jadi 1:04:30 akhirnya masyarakat Nah kalau begitu 1:04:32 berarti momentum-momentum eh demokrasi 1:04:35 kita ini harus dimanfaatkan betul-betul 1:04:37 oleh masyarakat sehingga jangan sampai 1:04:40 ya jatuh ke lubang yang sama gitu ya di 1:04:42 kemudian hari itu mungkin 1:04:45 Bang Baik Terima kasih Bu nah sekarang 1:04:50 kita e pada saat e kenaikan BBM kemarin 1:04:55 ee demo-demo dari masyarakat dari 1:04:58 mahasiswa dari buruh berlangsung di 1:05:01 depan gedung DPR kita menyaksikan 1:05:04 eh pandangan kontras di mana 1:05:08 Eh sebagian besar anggota DPR minus PKS 1:05:11 yang wallout itu merayakan hari ulang 1:05:15 tahunnya Ibu Puan yang pada saat ketika 1:05:18 PDIP di luar pemerintahan dahulu Bu Puan 1:05:21 ini menangis dan sekarang beliau ee 1:05:24 seperti tidak ada lagi bekasnya dan 1:05:26 tidak nyambung dengan apa yang sedang 1:05:28 dirasakan di luar gedung DPR ee 1:05:31 Bagaimana pandangan pemandangan kontras 1:05:33 ini Bung Roki kena harusnya DPR ini 1:05:35 adalah lembaga perwakilan rakyat yang 1:05:37 merepresentasikan hati nurani rakyat iya 1:05:41 kalau tadi diperpendek aja pertanyaannya 1:05:44 saya langsung jawab cepat-cepat jadi 1:05:45 enggak diuraikan lah soal begitu an Oke 1:05:48 saya sekali ini saya tutup ya karena 1:05:49 saya ini saya tersesat enggak bisa 1:05:51 pulang karena mascid segala macam ini 1:05:53 saya menumpang ke rumah teman dan 1:05:55 sekaligus saya kasih ke eh closing ya eh 1:05:59 teman-teman di sini nih Eh halde itu 1:06:03 jadi peristiwa di dalam ruang 1:06:07 parlemen berbeda diametral dengan ada 1:06:10 yang di jalan itu ada sudah tanda bahwa 1:06:13 fraksi besar itu tidak paham tentang 1:06:16 keadilan sosial kan itu intinya kan jadi 1:06:19 saya ucapkan aja Selamat ulang tahun 1:06:22 selamat panjang umur Ibu Puan 1:06:24 dan panjang umur perjuangan dua kali 1:06:27 saya kasih selamat buat yang di dalam 1:06:29 selamat ulang tahun buat yang di luar 1:06:31 selamat apa namanya Laluna kontradik Apa 1:06:36 itu bahasa Latinnya itu 1:06:38 selamat umur panjang perjuangan kan itu 1:06:42 yang mesti kita Perlihatkan sekarang 1:06:44 kalau misalnya ibu 1:06:47 dia Lalu orang lihat itu pesan moral 1:06:49 tertinggi Enggak belum itu baru pesan 1:06:52 moral yang akan diuji sebetulnya nya ini 1:06:54 moral beneran atau moral untuk negosiasi 1:06:58 dengan kekuasaan bagi saya itu yang saya 1:07:00 intip tuh kalau diminta dari saya apa 1:07:03 kira-kira trik supaya pemilih PKS itu 1:07:05 betul-betul firm menganggap bahwa PKS 1:07:08 ini adalah wakil mereka in Optima Forma 1:07:11 maka kita mesti cari keterangan Nah bagi 1:07:15 Saya 1:07:16 misalnya saya ingin dengar misalnya PKS 1:07:19 begitu dan tidak ada perubahan lalu 1:07:22 enggak usah lagi masuk DPR kan kan dia 1:07:25 walk out dari dari gedung DPR J enggak 1:07:27 usah masuk bersama-sama sama raket aja 1:07:29 kan lalu bilang kasih pidato 1:07:31 eh yang suaranya paling kencang itu 1:07:35 sejennya eh Habib Abu begini ya saya ni 1:07:40 Abu Bakar Saya akan bakar semangat 1:07:42 sehingga yang tersisa adalah Abu 1:07:44 kira-kira begitu tuh permulanya tuh lalu 1:07:47 apa yang akan didengar oleh 1:07:49 rakyat apa yang ingin PKS katakan 1:07:53 sebagai se dia akan pidato begini kalau 1:07:55 saya saya akan bilang begini nih Kami 1:07:57 telah berusaha dan kami telah walkout 1:07:59 dan masih ada cara yang lebih beradab 1:08:02 dari sekedar walkout supaya kami tidak 1:08:04 dianggap sebagai tidak konsisten Tidak 1:08:06 Dianggap sebagai partai eh of 1:08:09 contradiction maka kami sekaligus 1:08:12 membubarkan fraksi kami di DPR kami 1:08:14 tidak lagi ingin punya fraksi kami kami 1:08:16 gagal untuk merawat harapan rakyat 1:08:19 tentang keadilan dan kesejahteraan yang 1:08:21 kami maksudkan dari awal begitu itu 1:08:24 diucapkan tinggal 1 Seteng tahun pemilu 1:08:27 2024 suara PKS itu naik 500% percaya 1:08:30 saya memang rugi enggak ada penghasilan 1:08:34 DPR sebagai fraksi sudah bubar tetapi 1:08:37 kita menabung moralitas dan itu yang 1:08:39 akan dinilai 3 L kali lipat di 2024 1:08:43 Taran Nama saya tu tanpa kampanye orang 1:08:47 akan tungbuh bahwa kami hanya peduli 1:08:50 pada mereka yang pernah menyatakan diri 1:08:53 sebagai rakyat dengan konsekuen 1:08:55 membubarkan fraksinya itu headline 300 1:08:57 hari itu PKS membubarkan fraksinya di 1:09:00 DPR tuh itu begitu cara orang berpikir 1:09:03 kalau kita berpikir benar-benar ingin 1:09:05 lakukan apa yang disebut Eh gre refusal 1:09:08 itu secara total rakyat juga akan paham 1:09:11 jadi saya kira itu senjata pemungkas 1:09:13 yang saya bocorkan hari ini ya 1:09:15 kemudianani dan temanteman oke Ya saya 1:09:19 pamit dulu nih ya Karena yang punya 1:09:22 rumah sudahap Bro 1:09:24 Makasih Prof sip mantap ya E Pak 1:09:30 Jaha bangani khdi yang selalu cerdas 1:09:34 untuk menuntun kita perlahan-lahan 1:09:35 jangan terlalu emosi 1:09:38 kita Oke alamualaikum 1:09:42 warikumsalam semua yang kita bicarakan 1:09:44 ini didengar oleh langit dalam bahasa 1:09:47 Arab 1:09:50 namanya asalamualaikum warahmatullahi 1:09:52 wabarakatuhikumam 1:09:54 Terima kasih Bu baik eh teman-teman eh 1:09:58 tadi closing idea sudah dilakukan Bui 1:10:01 dan memang kita sedang berada di 1:10:03 penghujung acara eh langsung saja kita 1:10:06 sekaranging 1:10:08 ideasel sekarang ke Bang Jaha 1:10:11 dipersilakan Bang jahaing statement atau 1:10:14 istilah kita cling ideas I eh Kalau 1:10:19 sayaak setuju sama Bang gitu ya pertama 1:10:23 kami rakyat enggak ngerti itu kalau ee 1:10:25 PKS membarkan fraksi buat apa kami 1:10:28 enggak ngerti itu manfaatnya kami buat 1:10:30 kami Enggak ada enggak ada manfaatnya 1:10:32 gitu kami butuh eh solusi yang eh 1:10:37 langsung gitu Dan tolong deh bahasanya 1:10:40 parpol manapun kamipu tidak terafiliasi 1:10:44 dengan parpol manapun dan kami hanya 1:10:46 ingin eh parpol itu berbahasa bahasa 1:10:49 kami gitu kami ini engak ngerti 1:10:52 ituah bubar membubarkan fraksi saya 1:10:55 enggak jamin tuh 500% akan terjadi 1:10:58 kenaikan eh apa namanya eh pemilih PKS 1:11:02 karena membubarkan fraksi karena kami 1:11:04 ggak ngerti itu apa dampaknya buat kami 1:11:06 gitu jadi eh kami butuh langkah nyata 1:11:08 aja dan jangan sekali lagi mungkin bisa 1:11:11 perlu berpikir lebih panjang lagi karena 1:11:13 eh eh kenaikan bensin ini yang enak ya 1:11:19 pengusaha apa dek itu naikin 20.000 1:11:23 mereka dapat ee 20% tapi enggak bayar 1:11:26 bensin kita tetap bayar bensin gitu Jadi 1:11:29 kami butuh langkah yang realil lah gitu 1:11:32 Enggak usah Ya kalau Bang rooki kan 1:11:35 terlalu pintar untuk kami yang eh driver 1:11:37 online ini jadi tolonglah PKS eh eh dan 1:11:41 eh siapapun yang ingin punya e yang 1:11:45 masih punya hati nurani Tolonglah eh 1:11:47 kasih sololusi yang EE benar-benar 1:11:50 cespleng buat kami driver onnya enggak 1:11:52 tahu apa-apa Terima kasih baik terima 1:11:56 kasih Bang Ja eh atas ee pesannya ini 1:11:59 Jadi PR Bagi Bu dan teman-teman nih agar 1:12:03 kebijakan-kebijakan negara memang terasa 1:12:06 langsung bagi untuk meningkatkan taraf 1:12:08 hidup masyarakat I Baik bu dia 1:12:11 dipersilakan closing statement atau 1:12:13 closing ideas istilah inial ST Iya 1:12:16 artinya eh kita tetap ya Eh menyuarakan 1:12:21 gitu tentang biar ba meskipun tadi 1:12:24 dikatakan ee dampaknya tidak langsung 1:12:26 terasa tetapi ini adalah bagian dari 1:12:28 upaya kami kita tetap menyuarakan agar 1:12:30 pemerintah membatalkan kenaikan harga 1:12:33 BBM yang mendapatkan ee subsidi ya 1:12:36 kemudian juga lebih melakukan 1:12:38 perhitungan secara ee apa namanya ee 1:12:41 melakukan efisiensi di dalam manajemen 1:12:44 pengelolaan ee energi ya Secara umum 1:12:46 gitu sehingga memang masyarakat bisa 1:12:49 menikmati harga yang EE murah ya yang 1:12:52 terjangkau dan juga pemerintah 1:12:53 sungguh-sungguh dalam meningkatkan ee 1:12:55 daya beli masyarakat ee secara 1:12:57 komprehensif yang selanjutnya juga dan 1:12:58 ini selalu kita ungkapkan hendaklah 1:13:01 pemerintah juga menghentikan gitu 1:13:03 program-program yang tidak berdampak 1:13:04 langsung terhadap kesejahteraan 1:13:06 masyarakat supaya anggarannya tadi bisa 1:13:08 dialihkan kita eh apa ya ini hal yang 1:13:12 sederhana saja dalam dalam apa balancing 1:13:14 eh anggaran ya ketika ada kebutuhan di 1:13:18 dalam satu sisi berarti kan urusan lain 1:13:20 kita sisir lagi skala prioritasnya ya 1:13:23 Jadi proyek-proyek yang tidak berdampak 1:13:25 langsung terhadap kesejahteraan 1:13:26 masyarakat PKS menolak eh IKN PKS 1:13:30 menolak eh apa namanya penyertaan modal 1:13:33 nasional terkait dengan pembangunan 1:13:35 kereta api cepat misalnya itu seperti 1:13:37 itu ini dalam rangka agar kita juga 1:13:39 menyelamatkan uang rakyat ini supaya 1:13:41 tersalurkan kepada urusan-urusan yang 1:13:43 memang lebih membantu termasuk tadi 1:13:46 dalam ee regulasi ya Kalau tadi yang 1:13:48 diharapkan seperti bank Jaha tadi gitu 1:13:50 ya bagaimana regulasi itu bukan hanya 1:13:52 sekedar naikin 1:13:54 ee angka ya ketika hanya sekedar 1:13:56 hitung-hitungan di atas kertas naikin 1:13:58 angka ternyata Tadi siapa yang kemudian 1:14:00 menikmati kenaikan tersebut itu harus 1:14:02 lebih ditelusuri lagi gitu Harus 1:14:03 betul-betul dihitung ya harus 1:14:05 betul-betul Dihitung memang Eh ini harus 1:14:08 Intens sekali ya kita berkomunikasi 1:14:10 antara legislatif dengan eh eksekutif di 1:14:14 dalam menentukan eh 1:14:16 kebijakan-kebijakannya karena 1:14:18 seringkiali memang pemerintah ini 1:14:19 mengambil kebijakan dalam tanah kutiup 1:14:20 ya kan enggak ngomong-ngomong gitu 1:14:21 tahu-tahu jebret aja gitu ada satu itu 1:14:23 keputusan ya kita ngejar lagi Gitu Ee 1:14:26 dengan ee perbaikan-perbaikan tapi ya 1:14:29 Em namanya juga keputusan manusia tidak 1:14:32 ada apa tidak ada kesalahan ketika 1:14:35 keputusan itu harus ditinjau ulang dan 1:14:36 diperbaiki gitu Jadi kita akan terus 1:14:38 memperjuangkan apa yang menjadi eh 1:14:41 konsern dari masyarakat ini gitu ya 1:14:44 karena kita adalah ya bersama dengan 1:14:45 masyarakat ee Indonesia dan kita juga 1:14:48 ingin memperbaiki ee pemerintahan ini 1:14:50 gitu ya ya kalau Bung dikatakan 1:14:53 berkaitan dengan 2024 ya ini adalah 1:14:55 momentum bagi masyarakat nanti ke depan 1:14:58 tapi dalam sisa waktu ini ya kita terus 1:15:00 berjuang dengan sarana yang kita miliki 1:15:02 ee saat ini di legislatif ee tadi sekali 1:15:06 lagi pengawasan kemudian juga ee apa 1:15:08 namanya membatalkan kenaikan harga dan 1:15:11 juga pengalihan anggaran 1:15:13 pengeluaran-pengeluaran yang tidak 1:15:15 penting Arahkan kepada masyarakat 1:15:16 perbaiki data masyarakat yang memang 1:15:19 layak mendapatkan ee bantuan lahirkan 1:15:22 kebijakan-kebijakan yang ee lebih 1:15:24 komprehensif dengarkan gitu ya jadi 1:15:26 masyarakat didengarkan gitu yang butuh 1:15:28 tuh siapa dan apa yang menjadi 1:15:30 kebutuhannya sehingga kebijakan yang 1:15:31 dilahirkan itu mudah-mudahan ke depan 1:15:33 lebih tepat 1:15:35 sasaran Baik Terima kasih Bu Dia selamat 1:15:38 berjuang terus di parlemen mengawal 1:15:40 suara rakyat doanya 1:15:43 Insyaallah baik dan terakhir closing 1:15:46 ideas dari Pak mardanipilakan 1:15:48 Pak kasih Bang hatuhun luar biasa pak 1:15:53 paparannya dan 1:15:54 datanya analisanya Bang Jaha 1:15:59 eh terima kasih karena ee membuka borok 1:16:06 tentang keadilan dan quote and unquote 1:16:10 prestasi dekakron dan lain-lainnya ini 1:16:12 menjadi catatan besar Doakan saya 1:16:16 mudah-mudahan akan bisa segera buat 1:16:19 kajian ee bab tentang ketidakadilan di 1:16:23 ee ee aplikator dengan Mitra ee 1:16:28 pejuang-pejuang keluarga yang di ojek 1:16:31 online baik roda 2 maupun roda 4 1:16:33 termasuk Nanti Mungkin saya akan 1:16:36 berbincang juga tedia kita dengan 1:16:38 teman-teman komisi 5 agar Kementerian 1:16:40 Perhubungan betul-betul memperhatikan 1:16:43 hajat hidup rakyat yang EE bukan di 1:16:46 aplikator justru adanya di eh ojek 1:16:49 online-nya gitu di drivernya makasih 1:16:52 bang Jaha k kalau secara umum bang haldi 1:16:54 eh Indonesia leader stop akan terus 1:16:57 menyuarakan dengan cerdas dengan etis 1:17:00 dan logis kondisi yang ada sekarang Dan 1:17:03 ini menjadi catatan besar kenaikan BBM 1:17:06 ini menjadi Awan Gelap bagi kebahagiaan 1:17:11 masyarakat menjadi pukulan besar bagi 1:17:15 teman-teman yang EE sedang berupaya 1:17:18 untuk memperbaiki diri pasnya pandemi 1:17:20 Dan itu menjadi ee eh panggilan besar 1:17:25 bagi siapun baik di eksekutif legislatif 1:17:30 media eh Civil Society termasuk kami 1:17:33 yang di PKS untuk menyuarakan bela 1:17:36 rakyat jaga rakyat dan berikan hak 1:17:38 rakyat Terima kasih Bang Baik terima 1:17:42 kasih Pak Mardani dengan demikian 1:17:45 berakhirlah acara ini kita pada malam 1:17:48 ini eh terima kasih kepada para 1:17:50 narasumber Bu 1:17:53 Bang jahana Baban ya Pak mani dan juga 1:17:56 Bung RI Gerung eh Tema kita pada malam 1:17:59 ini adalah untuk terus menyuarakan e 1:18:02 terkait dengan agar para pemimpin kita 1:18:05 lebih mengutamakan benar-benar 1:18:07 kepentingan rakyat Kesejahteraan Rakyat 1:18:10 kebaikan bagi rakyat daripada 1:18:12 kepentingan jakk pendek terkait 1:18:14 program-program bercusuar yang 1:18:17 inginjadikan bercuar prestasi bagi 1:18:20 segelintir pemimpin negeri ini tapi ke 1:18:23 rakyat Indonesia semoga 2024 kita lahir 1:18:28 pemimpin yang bisa menurunkan harga BBM 1:18:31 terima kasih eh selamat eh sampai ketemu 1:18:34 lagi pada acara ini stok e pekan depan 1:18:37 pada waktu dan channel yang sama 1:18:39 asalamualaikum warahmatullahi 1:18:40 wabarakatuh 1:18:42 Waalaikumsalam Terima kasih Bang 1:18:51 Jaka