Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil
- alamin. Allahumma sholli ala Muhammad wa
- ala ali Muhammad.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala.
- Senang sekali kami pada hari ini dapat
- menjumpai Anda di ruang dengar dalam
- program sejarah Islam di Nusantara
- bersama narasumber kita Pak Ahmad Mansur
- Suryanegara.
- Baik dan akhwat.
- Eh, tak lupa juga saya yang bertugas di
- hari ini, Abi Agus ditemani rekan saya
- Ateep dan juga perdar kita di hari ini
- ada Kang Angga Amin. Baik, langsung saja
- saya ke Pak Mansur. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sehat?
- Alhamdulillah.
- Dan tema kita di hari ini tentang peran
- ulama dalam proklamasi, Pak.
- Iya. Alhamdulillah.
- sebagai prolog adalah ee Ikhwan Naqat.
- Sejarah jelas menunjukkan kemerdekaan RI
- di pikirkan, disepakati oleh latar
- belakang politik, ormas dan agama yang
- berbeda.
- Semuanya bersepakat membangun negara ini
- yang memperjuangkan kepentingan unsur
- bangsa dan yang paling dominan berperan
- adalah ulama.
- I. Nah, tema kita hari ini adalah
- tentang peran ulama dalam proklamasi.
- Kita semuanya
- mengerti
- bahwa
- penjajahan itu menggunakan agama sebagai
- landasan
- bergerak untuk menjajah bangsa yang
- lain.
- Mula-mula ada penjajahan itu adalah
- adanya
- perjanjian Turdin Silas. yang dibuat
- oleh Paus Alexander ke6 abad ke-15 atau
- tahunnya 1494.
- Dari situ awal kejadian adanya
- penjajahan di muka bumi.
- Gereja Katolik yang pertama
- mencetuskan adanya
- upaya menjajah dunia
- diserahkan pelakunya adalah kerajaan
- Katolik. Portugis untuk menguasai dunia
- belahan timur dan kemudian
- kerajaan
- Katolik Spanyol itu yang diberikan
- kewenangan untuk menjajah dunia Barat.
- Saat itulah terjadinya amal penjajahan.
- Dunia mulai digoncangkan
- oleh adanya penjajahan.
- Tidak hanya di Indonesia yang nanti
- didatangi oleh Portugis
- menjadi
- wilayah yang tidak pernah damai, tapi
- juga di Eropa sendiri itu terjadi
- pergolakan untuk melawan penjajah itu.
- Jadi negara penjajah di Eropa itu ya
- Spanyol ya Portugis.
- Tapi karena sistem penulisan
- sejarah agamanya dihilangkan, maka
- terkenal hanya Spanyol, hanya terkenal
- dengan Portugis. Padahal itu diilhami
- oleh
- apa yang disebut agama yang mereka anut,
- yaitu Katolik.
- akibat adanya
- mereka datang dengan bendera agama, maka
- di Indonesia
- yang waktu itu Mojopahit sudah tidak
- ada.
- Itu kerajaan Hindu Mojopahit
- atau Hindu Siwa Mojopahit sudah tidak
- ada.
- sudah mereka runtuh karena adanya
- internal konflik perang di dalam
- sendiri.
- Kemudian di betul-betul diratakan,
- dirontokkan betul itu oleh Kediri. Nah,
- Kediri itu nama benarnya adalah kerajaan
- Hindu Kediri.
- Lalu Buddha sudah juga lukut lama
- Sriwijaya itu abad 13 sudah tidak ada
- diserang oleh
- Cola dari India.
- Nah, dalam kondisi tidak ada dan tidak
- ada, maka Islam pada waktu sudah
- membanyak
- berhasil membangun tidak hanya pasar dan
- pesantren, tapi juga sampai ke membangun
- adanya kesultanan
- baik dari Aceh sampai ke Irian
- atau yang diukan Papua gitu.
- Ketika Portugis itu dengan bendera
- Katoliknya datang ke sini,
- ya membangkitkan semangat untuk melawan
- dengan berdasarkan agama.
- Islam sebagai simbol pribumi.
- Maka
- untuk menggerakkan ini tidak mungkin
- hanya para sultan yang bekerja. Justru
- ulama.
- Ul.
- Iya. Ulama dengan santrinya. bergerak
- yang ee melawan
- Portugis itu. Nah, akibatnya apa? Dari
- hasil perlawanan ini karena Portugis itu
- masuk sampai ke Kalapa, Kalapa itu
- adalah Jakarta sekarang.
- Maka nanti putra ee cucu dari Prabu
- Siliwangi yang namanya Syarif
- Hidayatullah mengkan perlawanan
- bersama-sama Fatahilah merebut kembali
- Kalapa
- dan kembali Kalapa lalu karena berhasil
- mengusir Portugis
- itu Katolik itu dilawan.
- Imbranis Katolik itu dilawan. Maka
- lalu karena dirasakan sebagai kemenangan
- sama dengan Nabi melawan kafir Quraisy,
- maka apa perlu diganti namanya?
- Jadi,
- maka diganti dengan fathah mubina. Dalam
- surat 48 ayat 1, inna fatahna laka
- fathah mubina.
- lalu diterjemahkan menjadi Jayakarta.
- Fathamubina itu diartikan lebih lanjut
- Jayakarta itu adalah kemenangan
- paripurna.
- Lalu nanti berubah menjadi nama Jakarta.
- Untuk nama Jakarta saja ulama
- i
- wali
- memberikan nama.
- Iya. Beri nama. Jadi kita bisa melihat
- sebelum ada proklamasi tanggal 17845
- di Jakarta, nama Jakarta itu sendiri
- adalah hasil perjuangan ulama
- membebaskan
- Kalapa
- dan kemudian menjadi Jakarta itu oleh
- wali
- wali Songo itu
- satu di antara seorang di antaranya
- adalah Syarif Hidayatullah
- Sat itu adalah cucu dari Prabu Siliwangi
- bersama-sama menantunya nanti menantunya
- Sif Hidayatullah itu namanya Fatahilah
- maka diserbunya.
- Jadi kita bisa membayangkan proklamasi
- yang seolah-olah terlepas dari masa lalu
- ya enggak benar.
- Sekarang ini ada satu upaya memutuskan
- kaitan antara yang satu yang sekarang
- dengan yang lama. Keliru enggak bisa.
- Tidak akan ada sekarang kalau enggak ada
- yang dulu.
- Maka yang dulu itu adalah ulama-ulama
- itu.
- I
- jadi nama Jakarta saja itu adalah ulama
- itu. Dan kemudian kedudukan ulamanya itu
- adalah wali.
- Kalau nasabnya itu cucu dari Prabu
- Siliwangi
- yang waktu itu sudah Islam.
- Jadi memang Jakarta
- i
- salah satu buah pemikiran para ulama.
- Nah, Pak Mansur selama ini kan sejarah
- hanya menceritakan latar belakang
- budaya,
- suku, dan juga pendidikan saja. Lalu
- bagaimana dengan latar belakang ormas
- dan agama pada masa kemerdekaan?
- Bagaimana suasananya pada saat
- nanti
- penjajah itu ganti
- penjajahnya bukan
- karena Portugis sudah terusir
- maka datanglah gelombang berikutnya
- sebelum terus Portugis itu sudah datang
- yaitu karena di Eropa itu ada
- ada
- reformasi agama
- yang dipilih oleh Martin Lier.
- Nah, maka terjadilah perang agama di
- Eropa,
- Katolik kontra Protestan
- gitu. Nah, ini nanti dalam perang agama
- itu melahirkan yang dinamakan VOC itu
- ia compan lalu datang ke Indonesia
- dan menjadikan Jakarta sebagai pusatnya
- mula-mula beli sebidang tanah tapi
- akhirnya dibuat benteng.
- Dan akhirnya
- dikuasainya
- Jakarta itu diganti namanya menjadi
- Batavia.
- Nah, kehidupan
- untuk perlawanan dengan Belanda ini
- cukup lama.
- 1619
- itu mulai kita ee menghadapkan
- perlawanan kepada kerajaan Protestan
- Belanda.
- Gitu.
- Kita bisa bayangkan bagaimana pada waktu
- itu kerajaan-kerajaan Indonesia baru
- kerajaan Islam itu baru tumbuh kemudian
- sudah menghadapi serangan penjajah.
- Jadi pada waktu awalnya yang dinamakan
- organisasi itu adalah yang
- political authority
- merupakan pasaran politik yang disebut
- kerajaan atau yang disebut kesultanan.
- Jadi bentuk awal sebelum ada LSM,
- sebelum ada partai dan sebelum ada
- apa-apa itu para ulama itu membangun
- kesultanan.
- Karena kehidupan-kehidupan itu
- memerlukan adanya yang mengatur.
- Jadi penata kelola itu dalam bahasa
- Qurannya khalifah.
- Lalu dalam bahasa Indonesianya
- pemerintahan.
- Nah, bentuknya karena pada waktu itu
- adalah yang menjadi super power dunia
- adalah
- Turki dan Turki itu namanya sultan
- penguasaannya. Maka di Indonesia juga
- membangun kekuasaan politik dengan
- pimpinannya disebutnya sultan belum
- presiden.
- Heeh.
- Itu sultan dulu.
- Nah, kemudian juga nanti karena
- Amang Qurat 1 itu kepengin pakai nama
- lain daripada Sultan lalu menapkan susuh
- hunan.
- Karena apa? Ulama itu gelarnya Sunan.
- Heeh.
- Atau Suhunan gitu. Maka lalu organisasi
- yang dinamakan kehidupan kebersamaan
- di Indonesia pada waktu itu bentuknya
- adalah pemerintahan.
- Pemerintahan dengan pimpinan
- raja.
- Karena raja itu adalah Hindu, maka Islam
- sebutnya sultan.
- Nah, dari sini nanti
- karena sultan-sultan itu nanti
- dipatahkan oleh Belanda
- dengan mengadakan korte verklaring,
- maka ulama-ulama ini nanti bekerja
- sendiri mengadakan perlawanan terhadap
- penjajahan itu.
- Jadi organisasi keulamaan pada waktu itu
- adalah
- pesantren.
- pesantren itu yang wujud awal karena itu
- lembaga pendidikan yang kampusnya itu
- sebagai
- tempat pengajaran pendidikan dan juga
- sebagai markas untuk menanamkan rasa
- cinta tanah air, cinta bangsa, dan cinta
- agama.
- Jadi gerakan nasionalis itu
- dari pesantren.
- Dari pesantren.
- Kata nasionalis itu dulu disandang para
- santri
- gitu. Ini dapat kita baca bukunya Pak
- Sartono Sastro Dirjo itu seorang
- profesor yang beragama Katolik.
- dia ee sebagai guru besar sejarah di UGM
- itu mengakui bahwa pesantren itu pusat
- gerakan nasional.
- Kenapa? Karena istilah nasional itu
- adalah
- pengertiannya
- kalau difokuskan dalam teori yang banyak
- itu menjadi satu, yaitu gerakan cinta
- tanah air, cinta bangsa, cinta pada
- agama, anti imperialis
- itu nasional. Jadi wujud
- ee pengorganisasian
- gerakan bersama dari masyarakat yang
- banyak untuk melawan imparasi itu
- wujudnya adalah gerakan pesantren,
- organisasi pesantren.
- Pesantren di Indonesia yang paling tua
- di mana, Pak? Ya,
- pesantren di Indonesia yang paling tua.
- Pesantren di Indonesia yang paling tua
- itu besar kemungkinan kita sama tempat
- masuknya Islam di Indonesia itu di
- Baros.
- Baros.
- H.
- Sumatera Utara ya?
- Iya, Sumatera Utara. Di sana terjadi
- masuknya Islam yang pertama Baros gitu.
- itu adalah ee masuknya Islam pada abad
- 7.
- Nah, kita harus tahu bahwa yang membawa
- agama Islam itu habib-habib itu.
- Karena dia itu menjadi pedagang,
- maka dikatakan Islam masuk oleh
- pedagang.
- Itu profesinya.
- Heeh.
- Gitu. Kalau sanadnya dia itu adalah
- keturunan rasul, maka gelar-gelar mereka
- itu adalah habib atau ya sayid.
- Heeh.
- Gitu. Nah, pengorganisasian
- kemasyarakatan saat itu diorganisasi
- diorganisir
- oleh para habib.
- Heeh.
- Baik di pasar ataupun dalam kehidupan
- kejamaan yang lain gitu.
- Jadi kita semuanya harus memahami
- segala sesuatu mengalami proses
- proses awal
- itu dari gerakan-gerakan yang sekarang
- wujudnya ada nama-nama organisasi itu
- dulu basicnya adalah pesantren.
- Pesantren itu adalah tempat di mana
- orang cendikiawan Islam
- yang istilahnya itu ulama.
- Istilahnya
- jadi istilahnya ulama. Kenapa? Karena
- dia itu mengajarkan agama
- gitu. Kalau dia itu sea dalam profesi
- okupasinya atau pata pencariannya
- sebennya pedagang.
- Heeh.
- Kalau dilihat dari sanadnya itu dia
- adalah dinasti dari Nabi, gitu,
- keturunan Nabi gitu, ahli waris Nabi.
- Nah, itu disebutnya adalah para habib.
- Mau tidak mau karena Indonesia itu jauh
- dari Arab
- dan yang mempunyai kemampuan dagang itu
- adalah orang Arab kelas atas
- gitu. yang disebutnya habib.
- Maka lalu yang membawa
- budaya
- itu
- keislaman itu habib.
- Para habib-habib ini
- i. Jadi kalau kita mengatakan budaya
- sekarang ini diusahakan untuk pisah
- gitu dengan Islam itu sendiri. Ini
- budaya yang ada di Indonesia itu produk
- dari Islam.
- Ad Islam itu membudayakan orang.
- Budaya itu adalah semua hasil yang dari
- karsa,
- rasa, dan cipta gitu. Nah, itu budaya
- dan budaya itu meliputi bermacam-macam
- aspek.
- Tapi kan di Indonesia sendiri termasuk
- begitu banyak ragam budaya.
- Iya.
- Dan begitu banyak suku-suku yang ada di
- Indonesia. Apakah dengan datangnya Islam
- ke Indonesia itu ragam budaya kemudian
- suku-suku ini mereka melebur ke dalam
- Islam atau diwarnai oleh Islam?
- Budaya-budaya itu diislamkan
- umpama wayang.
- Iya. Itu seni kan salah satu seni.
- Budaya itu melahirkan seni-seni.
- Heeh. Ya, ada seni tari, ada seni
- nyanyi, ada seni apa budaya
- ee
- yang dinamakan wayang.
- Nah, wayang itu sebenarnya Yudistira itu
- siapa?
- Bima itu siapa? Janaka itu siapa? Nakula
- dan Sadewa itu siapa?
- ini oleh para wali diadakan satu
- perombakan karena adanya Islam datang
- maka diislamisasikan
- yudistira itu jadi syahadat
- bima itu jadi salat
- gitu jadi siapa yang salat itu akan bisa
- punya anak kapung bisa terbang seperti
- gadut kaca bisa ke bawah ke baah bumi
- antarja kan begitu nah kemudianaka
- itu zakat
- zakat sodqah itu orang yang mensahkan
- atau menzakatkan
- hartanya maka itu seperti janaka
- yang punya disayangi oleh 999
- istrinya.
- Itu hanya simbol ini kan bahasa-bahasa
- budaya itu banyak simbol.
- Lalu kemudian ee nakula itu adalah
- disebutkan Ramadan. Heeh.
- Sadewa itu adalah Idul Adha yang
- sekarang ini.
- Jadi karena Ramadan itu setahun sekali
- dan Idul Adhaka itu setahun sekali,
- Nakulasa Dewa ini munculnya juga sangat
- di dalam Pandawa 5 itu tidak terlampau
- sering gitu. Nah, maksud saya di sini
- bahwa Islam itu
- mempengaruhi perombakan budaya di
- sini
- di Indonesia.
- Iya.
- Nah, budaya itu bersifatnya lokal.
- Nah, kenapa bisa merupakan satu gerakan
- budaya yang bersama menghadapi penjajah?
- Karena semua dipengaruhi oleh Islam.
- Islam itu jadi simbol nasional
- gitu. Oleh itu, budaya-budaya pun tidak
- akan bisa bersatu kalau tidak ada Islam.
- Karena budaya itu adalah budaya daerah
- lokal kan. Sedangkan Islam itu
- universal.
- Jadi akibat adanya kesamaan
- pengertian Islamnya itu, maka budaya itu
- bagaimanapun
- jadi Islam
- dan kemudian bagaimanapun juga karena
- Islam menjadikan satu gerakan yang satu.
- He.
- Jadi kalau kita melihat yang membusanai
- bangsa ini
- itu Islam.
- Nah, akibatnya apa? timbullah
- gerakan-gerakan
- membuat busana.
- Setiap wilayah beda-beda busananya.
- Iya.
- Ada yang batik, ada yang yang namanya
- ee kalau Aceh itu bagaimana, kalau
- Palembang bagaimana, Lampung bagaimana,
- Makassar tu sampai ke NTT, NTB itu
- itu juga punya alat tenung yang beda.
- Heeh. ee hasilnya dari itu. Tapi yang
- penting kita pentingkan semangat
- berbudaya itu Islam. Semangat berbud
- iya berbusana itu Islam
- gitu.
- Jadi walaupun nanti ada
- organisasi-organisasi
- kebudayaan itu
- sifatnya adalah seperti lokal, tapi oleh
- Islam itu sifat-sifat yang lokalisasi
- itu hanya dalam sisi ee performance
- luar. Tapi
- arti-arti ke dalamnya itu adalah Islam.
- Makna kedalaman filsafat budayanya itu
- Islam.
- Nah, agak sedikit melenceng nih, Pak.
- Tadi Pak Mas sedikit menjelaskan tentang
- penjajah
- Portugis.
- Iya.
- Yang Katolik. Eh, eksistensi Portugis di
- awal penjajahan pengaruhnya ini sebesar
- apa, Pak? Mansur? Karena beberapa
- wilayah di Indonesia pengaruh Portugis
- ini sangat besar dan mempengaruhi
- integritas bangsa setelah merdeka.
- Contohnya adalah Timor Timur.
- Katolik itu
- beda dengan Protestan, maka perang
- sampai 125
- tahun
- di Eropa.
- Jadi
- negara-negara Eropa itu
- dijajah oleh Spanyol
- tidak mau. Lalu timbul perang melawan
- Portugis melawan Spanyol.
- sama
- itu.
- Nah, kemudian ketika sama-sama menjadi
- penjajah,
- Protestan penjajah, Katolik penjajah,
- maka di sini rebutan wilayah
- itu rebutan wilayah itu
- Katolik berada di Timor-Timur
- itu.
- Lalu bagaimana Belanda itu mengusahakan
- supaya yang di Timor-Timur itu tidak
- sampai menyebar ke sini?
- Maka lalu di situ dibiarkanlah agama
- yang Islamnya di Lombok dan kemudian
- Bali Hindu
- itu adalah satu barikade ee wilayah yang
- untuk membendung pengaruh Katolik.
- Lalu Katolik itu ada di karena Spanyol
- menjajah Filipin,
- maka Belanda berusaha untuk menjadikan
- Manado itu pusat Protestan.
- Ya. Maka diputuskan
- Katolik yang sudah ada di Ambon, Katolik
- yang ada di
- di Timur-timur atau di Timur dai
- itu timur Kupang.
- Maka itu nanti akan diputuskan dengan
- adanya gerakan-gerakan Protestan yang
- mengambil wilayah
- untuk membendung mereka itu.
- Jadi adanya
- adanya upaya Belanda umpama membendung
- Katolik di di Sumatera Utara sampai Aceh
- karena adanya Prancis di Laos
- di Kamboja.
- di Vietnam itu Katolik.
- Kita mesti seperti biasa-biasa saja
- kalau sekarang pertahanan merdeka. Tapi
- dulu
- terasa sekali
- adanya perang segitiga.
- Pribumi Islam kontra penjajah yang
- menggunakan agama Katolik dan penjajah
- menggunakan agama Protestan sebagai
- simbol-simbol mereka.
- Jadi kita bisa melihat g
- wilayah-wilayah yang dinamakan wilayah
- Katolik
- itu sebenarnya tidak membawa kemajuan.
- Buktinya
- ketika kita membebaskan Timor-Timur dari
- penjalanan Portugis, orang-orang itu
- hanya namanya Barat tapi buta huruf. H.
- Jadi kita bisa melihat bagaimanapun juga
- mereka itu tetap ketakutan kalau yang
- dijajah itu pintar.
- Maka lebih di
- dipertahankan untuk menjadi yang bodoh.
- Indonesia juga begitu. Karena Belanda
- itu takut Islam menjadi maju, maka
- diupayakan supaya bangsa Indonesia itu
- bodoh
- sampai dilarang untuk berbahasa Belanda
- gitu.
- Tapi kan juga yang bahasa Belanda kan
- para pejuang-pejuang kita banyak yang
- bisa bahasa Belanda seperti
- Iya. Lalu nanti Gontor itu mengajari
- bahasa Belanda dan bahasa Inggris dan
- bahasa Perancis bahasa Arab gitu.
- Iya. Nah, mereka ee berusaha untuk
- tidak. Jadi, kalau pertanyaannya sampai
- di mana kuatnya pengaruh Katolik itu ya
- sampai sekarang kita lihat di Kupang
- masih ada gitu, di dai juga ada.
- Kita sifatnya menghormati.
- Lalu Pak Harto membuat patung Yesus
- seperti di Brazilia.
- Iya. Iya. Nah, itu kan untuk ee
- memelihara ajaran Katolik atau agama
- Katolik yang
- kita bicara begini bukan berarti Katolik
- itu penjajah, bukan gitu. Ini bangsa
- Portugis
- itu negara Portugis, kerajaan Portugis
- yang menggunakan agama Katolik untuk
- landasan penjajahannya.
- He
- ya.
- Jadi jangan apa kita disalahkan bicara
- ini,
- tapi kita secara historis bahwa Katolik
- pernah jadikan landasan untuk pemikiran
- menjajah
- gitu dan Belanda dengan Protestannya
- begitu.
- Jadi sampai di mana kuatnya itu kita
- bisa bayangkan ketika si Singa Mangaraja
- sudah bisa ditembak oleh Belanda.
- Singaja itu Islam yang ke-12 itu
- Singang Raja.
- Lalu di sana Katolik itu dikerdilkan
- yang ada hanya HKPB gitu. Itu apa? Jadi
- Huria Batak
- Batak Protestan PB. Nah itu yang
- dibanyakkan di sana. Nah kenapa Belanda
- berusaha untuk membendung Katolik itu?
- Dari mana datangnya Katolik itu? Sekali
- lagi itu Kamboja, Laos, Vietnam yang
- dikuasai di Prancis itu Katolik gitu.
- Jadi kelihatan mereka itu bersatu, tidak
- gitu. Mereka adalah penjajah. Penjajah
- itu enggak ada yang bersatu.
- Jadi kalau sampai di mana pertanyaannya
- tentang hal Portugis ya, kalau ditinju
- dari seni musik keroncong itu dari
- Portugis katanya. Istilah
- kemeja itu juga Portugis.
- Kemeja.
- Iya. Itu bukan bahasa Portugis. Kalau
- kita mendengar yang namanya
- Pasar Minggu itu kan dari S Don Minggu
- itu berubah.
- Jadi ahad yang tadi dikenal bahasa
- bahasa Arabnya itu menjadi milik kita
- Senin. Pasar Senin, pasar repu, pasar
- Jumat, ada pasar Ahad sebenarnya. Tapi
- karena pengaruh adanya San Domingo, San
- Domingo, lalu terjadilah
- pergantian nama,
- pengaruh dari Portugis gitu.
- Jadi ada
- itu pengaruh
- ya, ada juga itu yang merupakan bukan
- pengaruh
- yang bersifat
- hanya kebudayaan semata
- itu ada.
- Tapi kalau sifat pengaruh penjajahannya
- tidak ada. kita justru melawan
- Pak Mas. Kemudian muncul teori wilayah
- Nusantara yang kurang tersentuh ulama
- agar kebangsaan tidak kuat. Betul atau
- tidak?
- Ada wilayah
- yang
- Nusantara yang kurang tersentuh ulama
- agar kebangsaan tidak kuat.
- itu bisa saja kita melihat di mana
- adanya upaya-upaya
- Belanda menggantikan
- agama Kristen sebagai agama di
- masyarakat itu. Itu memang tidak ada
- gerakan perlawanan pada Belanda. He
- gitu.
- Jadi
- seperti daerah yang
- di daerah Indonesia Timur yang belum
- sampai tersentuh ajaran Islam, maka di
- situ memang digunakan oleh Belanda
- orang-orangnya itu membantu
- ee membantu upaya-upaya Belanda itu.
- Itu memang terjadi.
- Tapi tidak hanya
- yang dinamakan tidak tersentuh oleh
- ajaran Islam itu bukan hanya di luar
- Jawa saja, tapi di dalam di Pulau Jawa
- ini ada wilayah yang juga
- ee tidak dipengaruhi oleh ulama,
- tetapi wilayah itu dipengaruhi oleh yang
- kebatinan
- atau ajaran-ajaran lain sehingga mereka
- tidak mau ikut bergerak dalam gerakan
- nasional
- tersendiri ya.
- Jadi kalau umpama dalam sejarah itu ada
- agama
- Jawa Sunda, ADS di Cigugur.
- Heeh.
- Yaitu ada di Kuningan,
- daerah wilayah Cirebun.
- Nah, itu dia menyatakan kesetiaannya
- kepada Belanda.
- memang dia tidak mau ikut dalam gerakan
- nasional.
- Nah, apakah itu menjawab pertanyaan tadi
- daerah yang tidak tidak ada pengarah
- ulama terjadi
- sangat lemah gerakan nasionalnya mungkin
- eh terjadi itu karena ternyata di
- kalangan umpama gerakan sosok Kliwon itu
- juga begitu.
- Sosok Kliwon itu gerakan yang tidak
- menyetui Muhammadiyah.
- Jadi banyak gerakan-gerakan yang kita
- bisa yang dulu sebelum proklamasi
- sejarahnya itu sangat bertentangan
- dengan Islam.
- Tapi sekarang seperti setelah berhasil
- kita memerdekakan Indonesia,
- mereka itu seolah-olah ikut berjuang
- dengan kita pada waktu sebelum merdeka
- itu.
- Yang berjuang melawan penjajahan itu mau
- tidak mau hanya Islam.
- ini mutlak
- bukan hal-hal yang kita buat-buat
- bukan tuntutan yang irasional tapi benar
- terjadi
- yang mempelajari mempelajari yang
- mempelapori gerakan melawan penjajah itu
- adalah ulama.
- Kalangan raja-raja pun sultan-sultan itu
- ketika sudah menyenangi kurteving
- mereka itu tidak
- aktif melawan penjajah
- karena akan dicabut subsidi Belanda.
- Maka yang paling tidak mendulikan
- subsidi atau lain berjuang saja itu
- ulama dengan santrinya. Jadi ulama pada
- saat itu benar-benar independen
- benar.
- Oleh karena itu dia mencari
- wilayah-wilayah
- yang di pinggiran kota yang di luar
- pengaruh administrasi Belanda
- itu di daerah itu di luar-luar.
- Itulah maka dia membuat lebih menyukai
- keswastaan gitu.
- Jadi gak mau ikut pemerintah Belanda
- pada waktu itu. Yang namanya swasta itu
- artinya tidak pro pada penjajah.
- Heeh.
- Gitu. Tapi yang menjadi
- amenar atau kalau sekarang PNS gitu
- itu ya mereka-mereka yang di luar ulama.
- Ulama itu menanamkan haqqul yakin anul
- yakin
- bisa hidup.
- tanpa ada jaminan penjajah
- justru dilawan.
- Pada waktu itu yang yang ikut baris
- penjajah siapa?
- yang ikut menjajah itu kan yang
- pegawai-pegawai Belanda
- prayi-priayi
- itu yang direkrut oleh Belanda untuk
- menjadi pendukungnya
- itu semuanya adalah orang-orang yang
- tidak dibolehkan naik haji,
- enggak dibolehkan menjalankan sesuatu
- yang Islam, maka lalu dia menggunakan
- agama yang disebut kebatinan.
- Jadi saya bisa artikan mohon dikoreksi
- Pak Mansur. Jadi para
- bangsawan ini mendukung Belanda.
- Kemudian rasa celaka
- mendukung ulama yang ingin merdeka dari
- penjajahan. Bisa diartikan seperti itu.
- Iya. Kalau itu dibagi secara
- ee secara eksak seperti itu. Tapi kalau
- ada pertanyaan tidak semua itu memang
- betul.
- Iya
- gitu. Tetapi kalau kita lihat itu
- priaay-priayi
- yang sudah hidupnya tergantung pada
- Belanda, dia sangat menjauh dari rakyat.
- Saya mengalami untuk menginjak halaman
- dia itu enggak boleh karena saya anak
- rakyat gitu.
- Itu sampai begitu.
- Jadi kita tuh takut menginjak rumah dia
- tuh. Kalau sampai kita masuk main ke
- halaman juga kita kan berurusan dengan
- polisi
- iya terasa dulu
- kalau itu Mas saya masih hidup dalam
- zaman di mana pria itu merupakan
- kelompok yang terpisah
- tidak mau dengan rakyat.
- Baik ikhwan dan akhwat yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala. Sedikit banyak
- tadi pemas sudah menjelaskan bagaimana
- kondisi saat saat itu pada masa
- penjajahan baik itu penjajahan Portugis
- maupun penjajahan Belanda. Kemudian
- bagaimana peran ulama dan para santri
- yang bisa dikatakan ee dub spot
- independen karena memang ingin
- membebaskan diri dari penjajahan.
- Nah, bagaimana cerdas selanjutnya? masih
- dalam ee
- Islam di Nusantara bersama Pak Ahmad
- Mansur Suregara. Kami akan segera
- kembali setelah break atau berikut ini.
- Radio Silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Terima kasih Anda
- masih bersama kami dalam program sejarah
- Islam di Nusantara bersama Bapak Ahmad
- Mansur Suryanegara. Dan di hari ini kan
- Nafat
- kami masih berbincang dengan beliau di
- kediamannya di Bandung Jawa Barat. Dan
- kita langsung ke pertanyaan selanjutnya
- ya.
- Maksud ini pertanya tentang proklamasi.
- Pentingnya proklamasi bagi bangsa
- terjajah itu apa maksud? Karena kita
- tahu tidak semua negara-negara terjajah
- khususnya di Asia merasa bersukacita
- dengan proklamasi yang Indonesia
- gaungkan pada saat itu.
- Kalau kita melihat tata kota
- di Bandung atau di Bogor atau di
- Jakarta, di Pulau Jawa ini atau di
- Sumatera
- ada kota dibagi tiga kan?
- Ada bagian Katolik.
- Heeh.
- Ada bagian yang Protestan dan ada bagian
- pribumi yang Islam.
- Dan kemudian kita bisa melihat di bagian
- Protestan itu
- kita bisa nanti
- adanya penjara
- dan ada kantor pos.
- Sekarang pertanyaan, siapa yang
- dipenjara?
- itu enggak ada koruptor waktu itu.
- Karena yang koruptor itu ya VOC ya
- Belanda itu yang koruptor.
- Maka undang-undang koruptor itu
- melindungi dia isinya kan.
- Sedangkan yang dipenjara adalah ulama.
- Kita bisa melihat ada jalan kereta api.
- Setiap jalan kereta api itu mesti
- melintas di antara penjara dan di antara
- gereja,
- gitu.
- Jadi kalau kita bisa melihat itu saja
- gitu, maka kita bisa membayangkan
- adanya intolerance. Seolah-olah begitu.
- Agama diwilayahkan
- kan waktu kencana Bandung sampai ke
- Cimahi itu hanya untuk Protestan.
- Tidak ada Gereja Katolik.
- Tapi untuk jalan merdeka sampai ke
- Cicadas itu itu untuk Katolik.
- di Jalan Dagu itu adanya adalah rumah
- sakit
- Romeus Katolik. Sekolahan-sekolahan
- Katolik semua ada di situ.
- Sekolahan-sekolahan Protestan berada di
- seberang,
- yaitu di Bastu Kencana sampai ke daerah
- Kebon Jati segala macam istilahnya
- sampai ke Andir itu semua adalah untuk
- Protestan.
- Mereka sama-sama salib sudah tidak bisa
- bersatu.
- Itu penjajah.
- Ya.
- Lalu
- kita bisa melihat di sebelah selatan
- Bandung itu
- Heeh.
- itu ada yang dinamakan wilayah Islam.
- Kalau sudah alun-alun pasti ada pohon
- beringin.
- Sebelah kuluan alun-alun pasti ada
- masjid.
- Wilayah di belakang
- kabupaten tidak seindah yang ada di
- wilayah Protestan dan Katolik.
- Itu kan sudah pembedaan yang luar biasa.
- Jadi kita ada
- perlakuan-perlakuan penjajah yang
- membuat kita itu tidak merdeka.
- Sekarang sekolahan.
- Sekolahan itu ada sekolahan yang
- dibangun dengan ee tanpa ada tel.
- Ada sekolahan yang ada temboknya
- sepotong. ini atasnya juga itu ada
- sekolahan tidak boleh pakai sepatu,
- ada sekolahan yang boleh pakai sepatu.
- Lalu sekolahan-sukulan yang
- diistimewakan posisinya itu sekolahannya
- Katolik, Protestan,
- dan sekolahan Cina dan Ambon.
- Bayangkan itu kan sudah
- membelah-membelah bangsa.
- Jadi yang melakukan adalah penjajah
- Belanda.
- Belanda gitu.
- Jadi kota itu dibagi seperti itu. Dan
- sekolahan Islam itu madrasah
- dekat alun-alun
- dan kemudian kalau alun-alun pasti di
- depan masjid itu ada tempat hiburan
- supaya orang tidak masuk berjamaah di
- masjid.
- Sampai alun-alun pun digunakan kalau
- nanti bulan puasa dijadikan pasar malam
- supaya enggak mau ikut tarve.
- diganggu luar biasa
- itu itu penjajah
- sampai tersistematis seperti itu
- gangguannya, Pak.
- Anda melakukan
- apa namanya gangguan kepada umat Islam
- saat itu sampai sekarang juga masih
- ya sistematikanya sampai dengan tata
- kotanya.
- tata kota itu kalau kita melihat di sini
- ada pakuan dulu kan itu residen
- itu dulu kan penguasa Belanda kenapa di
- tempat diposisikan situ karena dekat
- jalan ee dekat stasiun kereta api dan
- dekat dengan andir lapangan kapal
- terbang
- dan kalau mengkol ke sebelah kiri kita
- kan dekat dengan yang namanya balik kota
- dan balik kota dekat dengan yang
- sekarang Pangdam Kodam itu
- di situ sudah komplek militer semuanya.
- Dan di daerah yang namanya daerah
- Protestan dan Katolik tidak boleh ada
- masjid.
- Katolik aja dipisahkan dengan Protestan
- apalagi masjid tidak akan mungkin ada.
- Nah, kabarnya ketika
- zomaker perancang kota Bandung itu masuk
- Islam, maka di sebelah utara Bandung ada
- masjid.
- Jadi kita untuk beragama tidak sebebas
- yang kita rasakan beragama di dalam
- negara merdeka ini. Itu Katolik tanya
- bagaimana bebas enggak membuat mencari
- wilayah? Kalau dulu enggak bisa. Ada
- terpisah-terpisah
- karena mereka di negeri negeri Eropa itu
- perang. Di sini dipisahkan.
- kita mau sekolah susah
- penjajah dulu sekarang itu susah dalam
- segi ekonominya kan
- artinya dalam arti masuk sesudah adanya
- ee
- perompakan-perakan tatanan pemerintahan
- sekarang ini. Dulu zaman Pak Harto masih
- gampang masuk universitas
- selalu begitu. Tapi sekarang ini masuk
- universitas kan luar biasa mahalnya.
- Nah, itu kan sekarang itu ibaratnya
- begitu. Tetapi kita bisa bayangkan
- untuk menjadi pintar saja pada zaman
- penjajah itu
- sekolah mau apa?
- Ada gelar Raden tidak.
- Maka itu hanya ongko satu ya, SD ongkos
- satu. Jadi angkol dua untuk anggot jadi
- engkol gitu. Jadi dibagi-bagi di di
- Ngawi itu begitu. Jadi kalau Agus mau
- sekolah itu paling-paling tinggi kelas 3
- SD dan itu hanya diajari ngitung dan
- membaca saja
- gitu. Itu hanya apa? rasa Belanda
- berhutang budi
- itu kepada bangsa Indonesia. Lalu dia
- ikut membuat sekolahan-sekolahan gitu.
- Bukan sekolah yang benar tapi asal bisa
- hitung dari itu aja.
- Jadi mereka bagaimana penjajah itu
- selalu menghambat dalam segala aspek
- kehidupan.
- Kalau orang Indonesia akan dagang susah
- gitu.
- pribumi enggak bisa karena semua
- perdagangan itu dimonopoli oleh golongan
- Cina.
- Karena ada
- golongan frame the Australingan, dia
- golongan timur.
- Dan kita kalau manggil Cina itu kan
- enggak enggak bisa namanya saja gitu.
- Enggak bisa. Harus kita panggil engkoh
- encim. Karena apa? kita kelas 3
- gitu. Kecuali pribumi yang masuk Kristen
- dianggap menjadi Eropa, bukan pribumi
- lagi
- gitu.
- Nah, lihat saja itu di sini itu di
- Bandung itu ada komplek namanya Pacinan
- Lama. Di depan Pacinan itu ada
- orang-orang Arab, orang-orang India gitu
- di dan di seberang sana baru ada
- pribumi. Enggak boleh.
- Di Jakarta kan ada kampung Ambon. Hanya
- orang Ambon aja itu kampung Jawa. Orang
- Jawa saja.
- Kampung Bali.
- Kampung Bali. Orang Bali kan. Jadi tapi
- itu kan mau orang Bali mau masuk Ambon
- enggak boleh kan.
- Lalu apa tujuannya Belanda membuat
- ee memisah-misahkan seperti itu? Mulai
- dari bangunan, tata kota hingga ke
- perkampungan kota
- kan divide and rule ya
- pecah belah untuk dikuasai.
- itu di dalam ee sampai secara fisik
- gitu.
- Sekarang orang Indonesia bikin membikin
- penjara
- di jalan
- yang dinamakan Soekarno Hatta itu.
- Itu kalau ada pemberontakan bagaimana?
- Kalau Belanda sudah menghitung, maka ada
- pemberontakan kantor pos memberitahu
- kereta api itu adalah tempat
- berangkatnya
- ee tentara Serdado Belanda yang tidak
- ada halangan, enggak ada macet. Kalau
- kereta api kan enggak ada kenal macet.
- Nah, itu menyerbunya cepat sekali.
- Jadi itu untuk melakukan mobilisasi
- begitu.
- Iya. Jadi benteng stels kereta api itu
- dijajah kita gambar-gambar tentang e
- ulama-ulama disiksa habis-habisan luar
- biasa.
- Kita mau ee mau jalan lewat jalan harus
- bayar. Sekarang juga bayar jalan tol
- itu. Tapi kan saya rasa ikhlas.
- Kalau dulu tuh yang yang namanya teks
- kolektor itu golongan Cina kan gitu.
- Maaf saya ini yang dulu ya.
- Heeh.
- Ini kita bicara yang dulu aja
- bicara sejarah.
- Iya. Jadi kita semuanya
- dipisah-pisahkan.
- Jadi kalau Cina boleh buat sekolahan
- sendiri gitu. Chinese School
- orang Ambon. Ambon sendiri gitu
- ada wilayah sendiri.
- Sedangkan pribumi sekolahnya
- sangat tidak
- Iya.
- Nanti kalau kita lihat Bandung Selatan
- ini ada realing system
- enggak ada
- tata kota yang berantakan arah dan
- bentuknya.
- Tapi kalau Belanda diatur betul ya
- didapatkan aspal, dapatkan ini dan itu.
- Tapi kalau di Dayuh kolot bayangkan
- dulu. Tapi bukankah dengan cara Belanda
- seperti itu akhirnya membuat kata kota
- menjadi lebih rapi begitu pemasur
- ee dengan apa namanya dengannya sekarang
- yang mungkin ee jadi berantakan mungkin
- orang berpikir seperti itu
- ya yang dinamakan rapi indah itu kalau
- dijajah bagaimana kita enggak bisa
- menikmati
- tidak bisa masuk
- kalau kita akan main-main di daerah
- Belanda itu repot kita enggak bisa ya.
- Jadi kita memang betul-betul dipisahkan
- tidak akan saling mempengaruhi gitu.
- Yang Islam, yang Islam, yang
- Katolik-katolik, perutan-perutan begitu.
- Jadi sekolahan itu tidak ada orang
- Kristen sekolah sama-sama orang Islam.
- Sekarang Unpar Bapak gitu ya,
- Parahiangan. Siapa yang sekolah itu?
- Orang Islam semua. He
- gitu.
- Sekarang Maranata itu Protestan. Orang
- Islam boleh boleh kan gitu. Belanda
- enggak mungkin
- kalau zaman Belanda enggak mungkin.
- Iya. Nah, oleh karena itu kalau kita
- melihat setiap kota ada makam pahlawan
- itu. Itu apa? Makam pahluman itu bukti
- bahwa kemerdekaan kita bukan hadiah
- kita rebut
- gitu.
- Jadi pada waktu sudah proklamasi saja
- terjadi perlawanan
- kepada penjajah yang ingin kembali
- menjajah
- itu.
- Jadi oleh karena itu kita merdeka itu
- beda dengan Malaysia. Maaf Mahatir
- Puten.
- Iya [tertawa]
- maaf. Malaysia itu ee bekas jajambelan
- ee Inggris.
- Inggris ini menjadi negara
- persemakmuran.
- Ketika kita sudah merdeka 1745,
- maka mereka diberi hadiah untuk
- dimerdekakan.
- Ya, jadi enggak ada fight, tidak ada
- pertempuran, tidak perlu ada bambu
- runcing untuk melawan, tidak ada. Itu
- ulama-ulamanya tidak sehebat Indonesia.
- Punten, maaf.
- Jadi, mereka tidak mendapatkan satu
- penindasan seperti kita.
- Dan itulah pentingnya proklamasi bagi
- bangsa Indonesia.
- Iya.
- Yang kemudian walaupun banyak
- negara-negara biasa yang mungkin tidak
- suka dengan proklamasi yang digigangkan
- oleh Indonesia begitu. Tapi ada enggak
- sih, Pak di Malaysia sendiri mereka rasa
- ingin untuk merdeka seperti Indonesia
- memproklamirkan sendiri tanpa diberi
- oleh penjajah Inggris waktu itu?
- Ya, enggak mungkin. Mereka masih ya
- ditindas kuat, hebat-hebatan
- penjajah.
- Andai kata ini ee ee perkiraan saya,
- andai kata Linin dari Rusia itu tidak
- merancang merancang mengkomuniskan semua
- daerah jajahan
- di Asia Tenggara,
- maka tidak akan dimerdekakan.
- Nah, pengaruh adanya testamen politik,
- wasiat politiknya Lenin bahwa Asia
- Tenggara itu harus dikomuniskan,
- maka buru-buru dibagi menurut agama.
- Iya kan?
- India itu daerah yang juara Asia
- Tenggara mau di dikomuniskan oleh Lenin
- dibagi
- ada Pakistan, Islam,
- Timur dan Barat ya bisa dipecah
- sebelumnya. Ada masalah Kashmir
- waktu semuanya India.
- Lalu yang namanya
- ee Sri Lanka Buddha,
- Birma yang sekarang namanya Myanmar itu
- Buddha.
- Diberi kemerdekaan semua. Tetapi dengan
- nama agama-agama karena untuk menghadapi
- benturan komunis yang akan masuk ke
- situ.
- Ya, kita enggak pernah memperhatikan
- itu.
- Jadi tujuannya diberikan kemerdekaan
- untuk itu.
- Iya. Tapi dengan bentuk agama-agama itu.
- Iya. Iya.
- Nah, kalau kita kan merdeka memang
- berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa
- gitu. Tetapi kehidupan kebersamaan
- beragama itu dijamin
- di dalam wilayah yang tidak perlu ada
- pembagian seperti
- gitu. Cuma ada aturan ee tiga menteri
- itu ya kalau sudah ada gereja tidak
- boleh ada masjid, kalau sudah ada masjid
- enggak boleh ada gereja kan. Jadi ada
- jarak-jarak tertentu yang diatur gitu.
- Itu dalam peraturan itu. Entah sekarang
- ini kalau dalam adanya apartemen ya,
- apakah boleh di apartemen itu ada
- masjid, apa boleh ada gereja dalam satu
- apartemen? Saya belum tahu.
- He
- gitu. Jadi kita bisa melihat beragama
- saja sudah sulit dijajah itu. Kalau
- agama itu ditinjau dari sisi kebaikan.
- Kan begitu semua kan baik ibaratnya
- semua agama itu ngajarkan kebaikan tapi
- juga dipisahkan
- antara Katolik dan Protestan pisah
- wilayah
- gitu apalagi Islam musuh.
- Iya.
- Maka dijauhkan dan enggak diberi
- prioritas apapun ee kehidupannya. Hanya
- bupatinya dibolehkan
- menjadi bupati tapi enggak boleh naik
- haji.
- Enggak boleh. Kecuali Jawa Barat.
- Kenapa, Pak? itu itu bisa berani jadi
- tapi kan meninggal dari Sumedang itu
- karena nekad dia ikut naik haji sampai
- sana wafat gitu.
- Seluruh bupati ee bupati-bupati itu
- dilarang naik haji.
- Itu Belanda tuh untuk Islam ya Islam
- tapi enggak boleh itu mengadakan ke
- pusatnya. Karena itulah kemudian ee
- dalam pembukaan Undang-Ur disebut bahwa
- kemerdekaan Indonesia adalah anugerah
- dan rahmat Allah Subhanahu wa taala.
- Iya.
- Karena kalau tanpa
- kehendak Allah kita mungkin tidak akan
- bisa memproklamirkan dan tidak akan
- mungkin bisa mer
- jelas bagaimana yang namanya Amerika tuh
- ngebom.
- Yang dibom tuh mana?
- yang dibohom itu adalah Hiroshima dan
- Nagasaki.
- Bayangkan itu kota itu rata
- gitu. Bayi yang baru lahir dibunuh oleh
- Amerika.
- Sekarang kalau kita melihat orang perang
- itu kan secara gentle.
- Heeh.
- Itu yang tentaranya kita bunuh kan
- begitu. Saling bunuh-bunuhan tapi bayi
- masa dibunuh.
- Amerika tidak peduli
- pada saat itu di Indonesia sendiri itu
- bagaimana pemasur
- ya itulah kita ketakutan dengan Amerika
- sebenarnya
- kita takut melawan
- itu pada Amerika yang membom dua kota
- kira-kira 200.000 Ribu orang habis
- kita enggak bisa melawan.
- Lalu siapa yang berani melawan? Ulama
- Bung Karno takut
- memproklamasi itu datang ke ulama-ulama
- ulama. Mari bung kita merdeka proklamasi
- terus gitu.
- sampai nanti Hasyim Asy'ari itu kan Rais
- Akbar Qudratus Syekh Hasyim Asy'ari
- didatangi oleh Bung Karno. Bagaimana Pak
- Kiai? Proklamasi jalan terus mung akan
- jadi presiden. Loh, kenapa kok ee ada
- istilah presiden tahun 26 itu?
- Heeh.
- tahun 26
- itu NU tanfidiyahnya tuh presiden
- namanya ketuanya itu
- sekarang Sayid Agil itu namanya ketua
- PBNU
- dulu tidak
- presiden.
- Presiden
- baru akan jadi.
- Jadi kalau dulu NU itu sudah jadi
- presiden dulu. Maka lalu Hasyim Asy'ari
- memerintah memberikan bung jadi
- presiden. Proklamasi
- semua Nahdiin akan membantu Bung Karno
- kan begitu. Itu cerita yang dulu begitu.
- Jadi kita bisa melihat dengan adanya bom
- atom Amerika yang meratakan Hiroshima
- dan Nagasaki. Habis
- fauna, flora. Kalau ada bayam, ada
- kangkung, habis mati sampai bayam-bayam
- jadi dibunuh. K.
- Artinya kalau Indonesia pada saat itu
- dibom atom oleh Amerika mungkin saja ya,
- Pak.
- Oleh karena itu pada ketakutan karena
- mungkinnya tadi
- mungkin akan dibom kalau itu. Tapi kan
- ee Truman sudah ketakutan sesudah
- melihat hasilnya sebegitu hebat
- itu orang-orang India itu dibunuh
- bapak-bapaknya aja kan kabur tapi
- bayi-bayinya enggak kan. Tapi ini dibom
- betul-betul dibunuh semua bayi-bayi.
- Dokternya mati, bidatnya mati. di tukang
- becaknya. Kalau ada tukang becak di sana
- mati semuanya. Itu enggak ada
- tanggung-tanggung bunuhnya total.
- Nah, siapa yangak enggak takut? Takut
- bangsa Indonesia ada perhatian. Karena
- kita perlu dengan Jepang pada waktu itu
- maka tentu simpati kepada Jepang ada.
- Tapi bagaimana Bung Karno pada tanggal
- 10 itu 6 dan 9 dibom Nagasami
- tanggal 10 dipanggil Terauchi di Saigon
- naik pesawat yang sudah pulang-bolong
- itu kena tembak Bung Karno bagaimana
- perasaannya dengan Bung Hatta untuk ke
- Jepang di sana akan diberi kemerdekaan
- tanggal 25 Agustus
- 25 ya bukan tanggal tanggal 17. Nah,
- wilayahnya Vietnam,
- wilayahnya
- Laos, wilayahnya Kamboja, wilayahnya
- Malaysia itu laut timur-timur semuanya
- yang dinamakan Nusantaranya Jepang itu
- beliau semua
- yang bekas Jepang itu akan menjadi milik
- Indonesia pada tanggal 25 Agustus.
- Iya. Karena yang bekas ee Belanda
- dipakai oleh ditunduk pada Jepang. Yang
- bekas ee Inggris dikuasai oleh Jepang.
- Yang punya Prancis dikuasai oleh Jepang.
- Itu akan diserahkan pada Bung Karno
- untuk dimerdekakan. Tapi Bung Karno
- tidak mau merdeka hadiah. Maka dia
- merebut bar tanggal 17 dan kemudian
- dipastikan wilayahnya itu Sabang
- Merauke, bekas India Belanda.
- Jadi saat itu yang membuat Bung Karno
- berani
- gitu itu adalah para ulama gu di sini di
- api sejarah ini saya sebutkan nama-nama
- ulama-ulama itu dari mana saya tahu itu
- dari dr. Soeharto, dokter pribadinya
- Bung Karno. Pak Bung Karno itu
- mendatangi para ulama-ulama itu
- ya seperti sekaranglah gitu. Kalau akan
- ada orang jadi pimpinan apa dan apa,
- sowan dulu ke ulama, datang dulu ke
- ulama, kan begitu. Nah, ulama itulah
- yang mempositifkan keberanian.
- Perang itu takut, jenderal juga takut.
- Karena apa? Unstay time. Tidak ada
- kepastian waktu kapan mulai, kapan
- berhenti.
- Ketakutan dimiliki oleh tentara sendiri.
- Pelaku perang itu.
- Nah, apalagi orang-orang sipil juga
- ketakutan. Bungkaro paling takut karena
- dia tadinya bekerja sama dengan Jepang
- lalu Jepang menyerah. Bagaimana pikiran
- Bungkar? Juga bingung. Siapa yang
- menguatkan ulama?
- Para ulama itulah yang menguatkan yang
- menentukan tanggal 17 itu Kiai Abdul
- Mukht.
- Kiai Abdul Mukti.
- Iya. Orang Madiun Muhammadiyah.
- Saya pernah melihat itunya
- bahwa yang menentukan tanggal 17 itu
- beliau itu Abdul Mukhti.
- Kenapa dipilih tanggal 17, Pak? B
- beliau itu punya orangnya sakti gitu.
- dia punya hitungan nanti, Bung, ini hari
- julung Jumat lagi kalau nanti tidak
- tanggal 9 Ramadan itu tunggu 300 tahun
- lagi
- merdeka
- itu. Nah, Bung Karno kan juga percaya
- dengan yang begitu-begitu
- yang prediksi-prediksi ulama-ulama itu
- maka dipegang kuat tanggal 17 harus.
- Nah, PKI nanti menggagalkan
- tanggal 15 diculik Bung Karno itu.
- Kenapa PKI menggagalkan? Karena PKI itu
- kan menginduk kepada Rusia. Rusia itu
- sekutu gitu. Sekutu Amerika,
- Inggris, Perancis itu lalu Rusia
- itu geduknya. ini dari sekutu memutuskan
- bahwa negara penjajah menerima tanah
- jajannya lagi.
- Nah, PKI kan ikut Rusia,
- menghidup pada Rusia. Rusia sudah
- menyetujui Belanda terima tanah
- jajhannya, maka PKI tidak ikut
- proklamasi bahkan menggagalkan
- proklamasi.
- Enggak percaya
- karena apa? Seolah-olah PKI itu sekarang
- ini menjadi pahlawan dulu. Tidak.
- Justru merekalah yang akan menggagalkan.
- Menggagalkan.
- Maka digagalkan dengan kudeta di
- Cirebon.
- Siapa itu? Muhammad Yusuf. PKI.
- Namanya Islam ya?
- Iya namanya Islam PKI.
- Lalu Datuk Tanmalaka
- itu Datuk Ibrahim Tanaka namanya Islam.
- Tapi DK juga PKI tanggal 3 bulan Juli
- kudeta tahun 6
- PKI Amir Syarifuddin namanya Islam tapi
- agamanya Kristen gitu partainya PKI
- gitu
- itu bahkan nanti mendirikan Soviet
- Madiun
- itu mereka tidak mau proklamasi
- itu dia karena tunduk pada Rusia
- gitu. Jadi kita gitu proklamasi sangat
- dibanggakan
- dipertahankan dengan darah
- darah dan nyawa dan juga berkah
- i
- nasihat dari para ulama. Iya. Jadi kita
- lihat ya monumen-monumen
- yang merebut proklamasi itu makam
- pahlawan.
- Walaupun kiai banyak tidak mau masuk
- makam pahlawan.
- Tapi ada makam pahlawan Jumbang
- itu pahlawan nasional kiai.
- Heeh.
- Hasyim Asy'ari, Gus Dur Wahid Hasyim. di
- situ ada
- Pak Mansur
- seandainya dulu ee hadratus Syekh ee
- Hasyim As'ari ingin
- dijadikan sebagai presiden mungkin mudah
- bagi beliau saya jadi presiden misalnya
- seperti itu. Tapi saya melihat dari
- cerita pemasur adalah para ulama
- yang ada pada saat itu
- selain sebagai pejuang mereka semuanya
- adalah seorang negara.
- Saya merasakan itu, Bapak
- zaman itu, zaman itu, zaman itu,
- kiai-kiai itu punya
- yang dinamakan clear voyang, pandangan
- yang mukasfah.
- dia tahu siapa yang harus jadi.
- Karena
- yang sebagai kiai itu apa yang akan
- terjadi hari esok dan siapa yang akan ya
- jadi lakon hari esok itu sudah tahu.
- He.
- Maka beliau-beliau itu tidak mau lalu
- daftar mau jadi itu enggak ada ya ada
- kiai-kiai dulu itu bahkan bung saja yang
- jadi
- malah menunjuk orang
- menunjuk karena apa? Dia tahu
- Hasyim Asy'ari itu tahu siapa yang harus
- jadi presiden
- waktu itu. Bukan saya, Pak, wakilnya
- Hasyim Asri. Enggak begitu dulu. Tapi
- dulu.
- Iya.
- Maaf-maaf dulu saya bukan nyindir
- sekarang. Bukan.
- Ini sejarah.
- Iya.
- Sejarah itu NU itu punya pendirian hebat
- dan itu kiai-kiainya sakti.
- Betul. Yang namanya Kiai Abbas itu. He
- pesawat terbang yang terbang ditunjuk
- aja jatuh.
- Kok enggak mau jadi presiden?
- Karena dia tahu bukan jatah saya kan
- begitu. Dulu kiai itu tahu apa yang
- harus dikerjakan
- gitu. Maka dia membawa rakyat dengan
- bambu runcing memimpin perang.
- Dulu yang dilawan itu bukan bangsa
- sendiri, tapi adalah yang namanya
- Belanda. Itu penjajah kerajaan Protestan
- Belanda. Mau menjajah Inggris. Ini
- kerajaan Protestan Anglikan, Inggris
- kan. Jadi boleh-boleh begitu yang
- dilawan dulu.
- Tapi tidak mau dia itu ingin jadi apa
- dan apa. Enggak. Kalau sekarang termasuk
- masih ada
- apanya
- ulama yang seperti itu?
- Masih masih banyak yang mukasf mukasfah
- itu. Masih banyak. Saya sering berziarah
- apa saya sering sowan silaturahim dengan
- belo itu ada gitu. Jangan dianggap tidak
- ada. Ada
- ada
- ada gitu
- ya. Kalau di parpol-parpol tuh beda.
- Ulama parpol benten
- sareng
- ini yang saya maongkan ulama-ulama yang
- namakan
- ahli hikmah.
- I
- gitu.
- Pak Mansuk, ada berita yang pernah saya
- baca bahwa gedung proklamasi kemerdekaan
- yang ada saat ini adalah sumbangan dari
- ulama. Tapi sejarah ini kita enggak tahu
- bagaimana, Pak, dan seberapa banyak
- harta benda yang ulama-ulama tumpahkan
- untuk kemerdekaan.
- Tidak terhingga, tidak terhitung, Dset
- banyak. luar biasa gitu. Para kiai-kiai
- itu walaupun tidak punya apa-apa, tetapi
- dia membuat semua orang ingin bergerak
- mengikuti kiai.
- Kiai itu menurut Thomas Alfad Edis e
- Thomas Stef Revels,
- Wakil Gubernur yang ada di Indonesia
- dari Belanda tahun 1811 sampai 1816.
- itu kiai-kiai itu jumlah pesantren itu
- hanya 1/19
- dari jumlah populasi pribumi.
- Tetapi
- yang 1/19 ini mempunyai pikiran dan
- keyakinan
- yang dijamin apa yang dikerjakan itu
- membawa manfaat
- baik masyarakat di dunia ini ataupun
- nanti di akhirat.
- Maka mereka itulah yang memimpin bangsa
- untuk menyadarkan dirinya punya negara,
- punya bangsa,
- dan punya yang lambangnya juga merah
- putih itu.
- Itu kiai
- itu ulama yang punya ilmu hikmah.
- Dulu
- ini maaf saya ini dulu ya.
- Jadi ulama-ulama dulu itu luar biasa.
- Itu tidak hanya NU,
- Muhammadiyah juga situ. Tadi saya bicara
- sendiri dengan Pak Kiai Abdul Mukti itu.
- Beliau mendemonstrasikan
- kesaktiannya.
- Di antaranya kalau kelapa itu ditunjuk
- ya rontok jatuh,
- enggak usah naik gitu.
- Itu di antaranya.
- Dan itu juga bisa membuat yang hal-hal
- yang lain. Jadi kalau tentara kalau
- Belanda itu punya gudang senjata
- itu bisa diambil aja
- gitu dengan tanpa ada serbuan-serbuan
- begitu dikosongkan
- itu kesaktian yang waktu itu begitu.
- Tapi itu zaman
- belum ada
- yang dinamakan zaman no itu kan sekarang
- kan niate opo wani piroate op
- itu kan zaman sekarang kan begitu dulu
- tidak dulu k ada tugas enggak ada mana
- dana tidak ada berangkat
- gitu kalau tugaskan baik tugaskan Bung
- Karno, tugaskan Bung Hatta ditugaskan
- Jenderal Jerman, tugaskan siapa rakyat
- itu selalu siap menjalankan perintah.
- Itu suasana politik, suasana kehidupan
- kebersamaan
- yang diciptakan oleh keadaan di mana
- para ulama itu begitu bisa menciptakan
- rakyat itu berhati seperti itu.
- Itu hebatnya
- Pak Mansur. mungkin sebagai
- ee kesimpulan ya kita sudah berada di
- pengidung itu Pak Mans
- I
- ee saya ingin bertanya Pakud di dalam
- kontestasi politik saat ini
- he
- seharusnya ulama
- H
- dia berperan sebagai apa dalam hal ini?
- pemimpin ataukah menjadi seorang guru
- bangsa, negarawan yang berdiri di atas
- semua golongan.
- Sekarang zaman sudah merdeka
- itu Indonesia milik bersama
- gitu. Kita harus ee kembali kepada
- Quran.
- Quran itu memberikan contoh bahwa
- nabi yang pertama saja itu sudah
- diperintahkan ini jailun fil ardi
- khalifah.
- Pal baru berdua
- Nabi Adam dengan Siti Hawa tapi sudah
- mengemban amanah jadi khalifah.
- Ini jailun fil ardi khalifah. Maka orang
- Jawa mengatakan Hamengku Buono.
- Gitu. Jadi Ardi itu Buono. Lalu Hamengku
- itu akhirnya memegang amanah Allah
- sebagai itu.
- Dia menyatakan dirinya senopati ing
- Alongo sayidin panatomo
- khalifah Rasulullah ing tanah Jaowo
- itu zaman itu sudah begitu. Nah,
- sekarang
- ulama itu sudah tidak lagi
- keluaran-keluaran yang bersifat lokal.
- Ada ulama dari Amerika,
- ulama dari negeri Belanda, ada ulama
- dari IAIN, ada ulama dari UIN, ulama
- dari Unas Muhammadiyah, ulama dari itu,
- itu banyak itu. Maka dia tidak seperti
- yang dulu
- gitu. Ulama sekarang ini harus menjadi
- yang dinamakan khalifah pada bidang
- masing-masing.
- Kalau saya kan bidangnya khulaf itu
- sejarah, maka saya itu khalifah sejarah
- gitu.
- Nah, yang ulama ahli hadis ahli hadis.
- Ulama yang ahli fikih fikih.
- Nah, kalau dia itu sudah bagian politik
- kenapa tidak?
- H
- jangan lagi sekarang ini dijadikan MPR
- apa?
- Iya.
- Ya. Ketua MPR itu kan enggak punya
- kekuasaan eksekutif.
- Iya.
- dulu yang namanya
- Dr. Idam Khalid hebat NU
- mau setelah undang ee ada Orde Baru
- dijadikan ketua MPR lagi ya gitu mud kan
- jadi presiden
- tapi jadikan dia memang orang pertama
- yang memilih presiden MPR itu tetapi
- tidak lagi menjalankan eksekutifnya
- sekarang ini harus sadar mana yang
- eksekutif mana yang legislatif mana yang
- itu. itu kita memberadakan dalam posisi
- di mana kita bisa
- mempunyai profesi.
- Jadi kalau kita
- akan kita profesi kita di bidang
- penyiaran,
- pencarian berita, menyampaikan berita,
- membentuk pikiran melalui media-media
- elektronik dan apa itu kita harus ke
- situ menjadi khalifahnya.
- Tapi kalau kita yang tidak tahu apa-apa
- lalu menjadi RT aja enggak bisa
- pengin jadi khalifah.
- Mau jadi khalifah yang kelas tinggi gitu
- ya.
- Iya.
- Jadi kalau khalifah yang RT ya RT saja,
- khalifah RW saja.
- Kita harus tahu bahwa kehidupan ini
- bukan berarti kalau tukang suul sepatu
- enggak masuk surga, masuk surga.
- itu pemahaman keagamaan kita pada dewasa
- sekarang ini itu harus betul-betul
- mencontoh pada Rasul bagaimana
- mengaplikasikan agama dalam kehidupan
- kebersamaan.
- Karena Rasulullah itu untuk membuat yang
- dinamakan piagam Madinah.
- Piagam Madinah itu kan
- ada orang
- Nasraniinya, ada Yahudinya, ada
- Majusinya yang kerja sama dengan Islam
- dulu. Maka Indonesia juga meniru
- Rasulullah
- lalu dibuat piagam Jakarta
- itu ada maramis dari Kristen kan begitu.
- Nah, kita kerja sama
- di dalam kepentingan politik bukan
- berarti agama itu sama. Tidak. Agama tak
- beda. Katolik dan Prestan juga enggak
- mau
- untuk kalau sama nanti pada ganti agama
- kan enggak mungkin. Tidak sama. Tetap
- tidak sama tapi kita sama-sama
- menghormati.
- Begitu. Lalu dibuatlah piagam Jakarta
- yang di mana kita berbicara politik
- kepentingan bersama
- dari berbagai aliran dan ketingan
- politik partai-partai politik yang nanti
- menegakkan Indonesia merdeka itu.
- Karena saat itu Jepang sudah menjanjikan
- Indonesia merdeka pada tanggal 9
- September tahun 44 merdeka berdasar
- Islam maka suasananya kuat Islam
- gitu.
- Nah, inilah yang kita lihat itu fondasi.
- Maka lahirlah nanti proklamasi dan
- bahkan Undang-Undang 45 itu jiwanya juga
- Islam.
- Hanya bahasanya
- itu negara berdasar Ketuhanan Yang Maha
- Esa.
- Ini bahasa-bahasa
- politik itu harus
- itu bisa diterima oleh semua pihak gitu.
- Jadi kalau kita merdeka lalu kepala
- negaranya sultan ya belum enggak bisa
- diterima dong.
- Nah, maka istilahnya baru walaupun itu
- dipakai oleh NU
- itu tapi ini baru.
- Nah, akibat presiden itu merupakan
- lambang yang hebat, gelar yang hebat
- semuanya sekarang semuanya itu yang
- namanya Karni Elias presiden
- ya kan
- semuanya pengin jadi presiden. Presiden
- ILC nanti BEM-BEM semua pakai Presiden.
- Jadi kita maksud saya begini, jadi
- ulama-ulama itu sangat sadar pada saat
- itu
- mengetahui betul posisi dirinya dan
- siapa yang harus mimpin bangsa itu. Maka
- diserahkan. Bukan berarti dia tidak mau.
- Mau
- tapi menghormati kondisi nasional dan
- internasional
- itu memerlukan komunikasi dengan yang
- lain. Maka silakan.
- Nah, sekarang kan sudah bisa.
- Ulama-ulama sekarang bukan ulama yang
- dulu. Maaf
- sekarang sudah bisa karena ada gelarnya
- juga profesor doktor. He
- gitu.
- Apakah dia punyai kesanggupan secara
- jiwanya,
- akhlaknya, batinnya,
- pikirannya, dan rasanya mau jadi
- pimpinan? Silakan
- gitu. Karena Islam sendiri agama yang
- tidak misalkan politik.
- Katolik juga enggak misalkan politik.
- Protestan juga misalkan enggak politik.
- yang akan menghapuskan agama dari bidang
- politik itu PKI komunis gitu. Karena
- agama itu dianggap racun bagi rakyat
- maka enggak ada.
- Jadi NKRI itu negara berdasar Ketuhanan
- Yang Maha Esa. Itu tentu agama
- gitu.
- Jadi kalau nanti ulama-ulamanya
- tidak mau ikut membangun negara, keliru
- ya. Contohnya saya saja ini ini rianya
- ya sombong itu saya ikut ikut ikut
- menangani cerita sejarah ini kok banyak
- keliru, banyak salah maka saya buatkan
- buku api sejarah ini. Saya salah satu
- upahnya saya memberadakan diri sebagai
- khalifah sejarah. He
- gitu.
- Jadi jangan sampai hanya satu aja
- tempatnya. Tidak.
- Iya. yang dokter dokter.
- Jadi intinya adalah semua kita berperan.
- Oh iya
- berperan dalam bidang masing-masing.
- Begitu pula para ulamanya ya.
- Iya.
- Hari ini kita semuanya sedang merayakan
- rasa syukur yang tidak hingga sebagai
- bangsa yang menapkan kemerdekaannya
- bukan hadiah. Kemerdekaan yang
- betul-betul diperjuangkan oleh semua
- golongan untuk menjadi bangsa yang
- merdeka.
- kemerdekaan kita. Kalau kita hitung pada
- tanggal 9 Ramadan 1364,
- maka kita sudah 75 tahun. Tetapi kalau
- kita ngitung dari
- 17
- 845,
- maka kita hari ini memasuki
- ulang tahun yang ke-73.
- yang 73 itu HUD-nya, hari ulang tahunnya
- ke-73.
- Sedangkan Republik Indonesianya tetap
- satu, NKRI tetap satu.
- Kita bersyukur pada Allah. Umat Islam
- sebagai mayoritas tetap sampai detik ini
- terasa sekali
- apa yang dikerjakan adalah menampakkan
- sebagai bangsa yang sadar bela negara,
- bela bangsa, dan bela agama. Bukan
- berarti Indonesia milik yang lain, tapi
- adalah Indonesia hasil perjuangan ulama.
- Indonesia hasil perjuangan para santri.
- Indonesia merdeka. Tidak akan mungkin
- kalau tidak diawali
- jasa juang jihad para ulama dan para
- santri. Kalau kita namakan, kita panggil
- namanya Pangeran Diponegoro, Imam Bonjo,
- kalau wanitanya Cutyakdin, Dewi Sartika,
- Kartini dan semas-semuanya itu adalah
- nama-nama yang buat kita
- merdeka hari ini. Walaupun itu namanya
- Sudirman adalah dari Muhammadiyah.
- Kalau itu namanya Bung Karno juga, itu
- orang Muhammadiyah.
- Walaupun itu namanya Hatta juga dari
- keluarga muslim.
- Semua tokoh-tokoh yang terdepan adalah
- binaan para ulama. Oleh karena itu, kita
- bisa menyatakan ulama dan santrilah yang
- buat Indonesia merdeka hari ini. Semoga
- Allah melimpahkan rahmat-Nya
- dan kita tetap merdeka sampai akhir
- zaman. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ya. Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih, Pak Mud
- kembali
- atas pencerahannya. Subhanallah, ikhwan
- dan akhwat. pencerahannya. Mudah-mudahan
- sedikit tadi kita seperti masuk ke
- lorong waktu pada masa-masa dahulu
- Indonesia dijajah dan bagaimana peran
- ulama dan santri dalam memerdekakan
- negeri ini. Dan semoga apa yang
- dicertakan oleh pemansur dalam program
- kita di hari ini, sejarah Islam di
- Nusantara benar-benar dapat meresap ke
- hati kita dan juga kita bisa mengambil
- hikmah dan juga pelajaran apa yang
- beliau sampaikan dan semoga berguna dan
- mudah-mudahan bisa kita ceritakan nanti
- ke anak cucu kita dari kediaman beliau
- di Jalan Mergahayu Raya Jawa Barat. Saya
- Bagus
- di belakang K. Kemudian ada produser
- kita Angga Aminudin. Mohon undur diri.
- Billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.