Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin.
- Alhamdulillah
- [Musik]
- Muhammadid. Masih dipancaraskan dari
- Jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimanggis Cibubur Bekasi. radio
- silaturahim dan juga hasil visual untuk
- Islam yang satu. Ikhwan dan akhwat
- pendengar dan pemirsa, apa kabar Anda di
- pagi hari ini? Semoga di pagi yang cerah
- ini selalu dalam keadaan sehat walafiat,
- selalu dalam keadaan baik, dan kita
- semua selalu dilindungi dan dirahmati
- Allah subhanahu wa taala. Amin ya rabbal
- alamin. Dan mungkin bagi saudara-saudara
- kita yang saat ini sedang berjumpa
- bencana, sedang dalam
- permasalahan, sedang diberikan cobaan
- sakit, semoga segera Allah berikan
- solusi atas permasalahan dan juga Allah
- angkat penyakitnya.
- Kita kembali berjumpa di hari hari Senin
- tanggal 2 Rajab 149 Hijriah atau
- bertepatan dengan 19 Maret 2018. Itu
- juga saya di hari pagi kita akan kembali
- ikuti kajian sirah sahabat yang akan
- mengisi di pagi hari ini. Seperti biasa
- Ustaz Komar binuni sudah hadir bersama
- kita istilah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz,
- waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Kabar baik, Ustaz ya?
- Alhamdulillah. Alhamdulillah. Di pagi
- hari ini saya Jikar ditemani oleh
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- para kita akan bersama-sama membahas e
- cerita tentang salah satu sahabat Nabi
- lainnya. yang bernama Adi bin Hatim,
- sang saksi sejarah. Bagaimana dan
- seperti apa kisahnya? Langsung saja kita
- simak bersama Ustaz Komaruddin Basuni.
- Kami persilakan, Pak Ustaz. Baik.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu
- wa nastagfiruh wa naud nauzubillahi min
- syururi anfusina wasiati a'malina. May
- yahdillah fala mudillalah wam yudlil
- fala hadialah. Ashadu alla ilahaillallah
- wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna
- muhammadan abduhu wa rasuluh. Amma
- ba'd. Para pendengar radio rasil di mana
- saja berada.
- Alhamdulillah pada pagi hari yang cerah
- ini kita semoga berada dalam lindungan
- dan pertolongan Allah Subhanahu wa
- taala. Amin ya rabbal
- alamin. Pagi ini kami akan sampaikan
- kisah salah seorang sahabat Nabi yang
- bernama Addi bin Hatim.
- Adi bin
- Hatim. Salah satu dari sekian banyak
- sahabat Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam yang pada awal perkembangan dia
- dengar dakwah Nabi Muhammad itu sama
- seperti seorang sahabat Nabi yang
- bernama Sumamah bin
- Usal. Jadi antara Sumamah dengan Adi itu
- memang kedua-duanya hampir sama.
- Sumama seorang raja, Adi juga seorang
- raja. Karakternya juga sama. Sumama
- orang yang paling membenci Nabi dan
- agama Islam. Begitu pula Addi bin Hatim
- paling membenci Islam dan paling tidak
- suka dengan kehadiran dakwah Islam. Jadi
- ini karakternya
- sama dan alhamdulillah dalam perjalanan
- hidupnya sama juga ujungnya sama awalnya
- sama ujungnya juga sama. Bagaimana kisah
- lengkapnya? Baik saudaraku para
- pendengar radio silaturahim dan juga
- para pemiarsa TV Rasil di mana saja
- berada.
- Menurut pernyataan Addi bin Hatim
- sendiri yang dikisahkan oleh Ahmad bin
- Hambal dalam kitab
- musnadnya, di antaranya sebagai berikut.
- Kata Ahmad bin Hambal setelah dia
- mendengarkan kisah dari
- guru-gurunya
- bahwa Adi bin Hatim, salah seorang
- sahabat
- Nabi yang pada saat dia mendengar dakwah
- Nabi itu bukannya seperti umumnya orang
- ingin mengecek, ingin melihat sendiri
- dan ingin membantunya. itu tidak ada
- pada dari Adib bin Hatim waktu itu tidak
- ada. Ah, kemudian dia punya
- agama bukan seperti lazimnya orang-orang
- Arab.
- Orang Arab itu di antaranya mereka ada
- yang beragama Yahudi, ada yang agama
- Nasrani. Kemudian Adi bin Hatim agamanya
- Rukusiah. Nih aneh nih. Jadi Rusiah itu
- perpaduan antara agama
- Nasrani dengan agama
- saobiin atau disebut juga agama Yahudi.
- Hm.
- Jadi waktu Nabi bertanya kepada kamu,
- kepada AD, Adi aslim
- taslam? Jawaban Adi, "Ya Rasulullah,
- saya sudah punya
- agama." Agama apa yang kamu miliki?
- Bukankah arrukusiyah? Betul,
- arrukusiyah.
- Wah, kemudian dijelaskan apa itu
- arrukusiyah. Jadi suatu agama yang
- secara zahir itu mengakui agamanya
- Kristen atau Katolik ya. Kemudian
- aplikasi dari agama itu di antaranya
- menyembah
- api. Nah, menyembah api biasanya
- agamanya
- majusi. Nah, jadi Adi bin Hatim itu
- mengakui atau berada di dalam agama
- arrukusiyah.
- Baik para pendengar Radio Rasil yang
- dimuliakan Allah serta pemirsa TV Rasil.
- Addi bin Hatim
- ini kalau kita lihat
- sejarahnya kenapa dia bisa masuk Islam
- prosesnya
- lama. Jadi pada saat dakwah Nabi
- Muhammad berkembang ke berbagai kabilah
- baik di waktu Nabi di Makkah juga waktu
- di Madinah itu addi memendam kebencian
- kepadanya.
- Bahkan dia punya satu hal yang tidak
- dimiliki oleh orang yang lain.
- Pokoknya kalaupun
- ada dikit aja dakwah Nabi datang ke
- kampungnya, itu kegelisahan tuh begitu
- menggelora. Jadi takut makmumnya,
- rakyatnya tuh kena agama Nabi. Maka
- dia jaga-jaganya begitu ketat. sampai
- dia pesan sama
- pembantunya atau hamba saya, "Tolong
- kalau kamu dengar bahwa Nabi Muhammad
- atau siapa saja yang diutus datang ke
- sini, tolong kasih tahu saya cepat,"
- kata
- dia. Nah, setelah dia pesan kepada
- pembantunya, enggak lama pembantunya
- datang, "Tuan, bagaimana kalau orang
- yang Engkau takuti punya bawa agama
- demikian? Orang itu ada sekarang di
- sekitar kita.
- Loh, apa benar?
- Iya. Coba apa
- tandanya? Kata pembantunya, "Saya lihat
- di sekitar kampung kita ini itu berjejer
- bendera-bendera hitam. Nah, itu yang
- dibawa oleh pasukan Muhammad." Kata
- dia. Baru dengar kalimat itu, apa dia
- bilang? "Cepat bawakan kendaraan unta di
- depan rumah sekarang."
- Mungkin dia punya dugaan dia akan
- memimpin pasukan itu oleh dia sendiri.
- Tapi apa yang terjadi?
- Seluruh keluarganya, hartanya yang dia
- bawa dibawa lari. Bukannya dia sambut,
- tapi dia lari
- terbibit. Tapi
- sayang, kesiapan untuk lari
- menyelamatkan diri, ternyata ada bagian
- keluarga dia yang dia tinggal. Kalau
- orang Sunda namanya poho. Ketinggalan.
- Ketinggalan. Jadi yang lain begitu
- perhatian kok
- ini anak bapaknya sendiri berarti kan
- adiknya dia atau kakaknya dia itu enggak
- ingat. Menurut satu riwayat adalah bibi
- dia. Jadi bapaknya punya adik. Nah tapi
- menurut satu riwayat memang anak
- bapaknya masih saudaranya adik. Nah, itu
- enggak sempat dia pikirkan hanya dia
- lari. Nah, pada saat dia lari, pasukan
- Rasulullah masuk ke kampung dia. Namanya
- kampung
- toi. Kampung Toy itu kalau sekarang tuh
- berada di sekitar Jedah ya. Dulu namanya
- Nejed. Nah, ternyata begitu masuk
- pasukan
- Rasulullah, orangnya pada enggak ada,
- pada lari. Nah, yang ada saudaranya adik
- akhirnya ditangkaplah
- dia. Ditangkap kemudian beberapa harta
- yang bisa diambil diambil lalu
- diserahkan kepada Nabi. Nah, siapa
- namanya saudara Andi yang tertangkap?
- Namanya
- Safanah. Safanah hanya dibawa ke Madinah
- kemudian ditaruh di tempat ee
- penampungan perempuan.
- Kemudian dia sering menyaksikan Nabi dan
- para sahabatnya melaksanakan salat di
- tempat itu yang kita kenal sekarang
- namanya Masjid
- Nabawi. Nah, sapanah itu ditempatkan di
- dekat masjid ya, ada ruangan khusus.
- Nah, begitu Rasul mau ke masjid itu,
- Rasul suka lewat melihat. Eh, tahu-tahu
- bilang siapa bilang, "Ya
- Muhammad, tolong kasihanilah
- saya. Saya ini enggak punya
- penjamin. Dulunya saya punya, tapi
- penjamin saya sekarang enggak
- ada." Kata Nabi, "Memang siapa penjamin
- kamu?"
- Adi. Dia raja saya.
- Kemudian dia masih hubungan keluarga
- sama saya, dia yang menjamin hidup saya.
- Artinya kalau dia ada di kampungnya,
- saya sekarang di tempat sini kan
- lazimnya orang yang di penjara kan ada
- yang besuk. Ini walau besuk wala
- silaturahim
- w jamin. Hm. Semuanya enggak ada
- ya. Kata dia, "Ya Muhammad, tolong
- bebaskan saya.
- Saya mau mencari saudara saya yang
- enggak ada itu yang dia
- lari. Nah, hari kesatu, hari keduanya
- begitu pula sama menyampaikan, "Ya
- Muhammad, tolong bebaskan saya. Saya
- enggak punya yang menjamin diri saya.
- Kalaupun ada dia lari, saya akan cari
- dia." Nah, hari
- ketiganya waktu berbicara ada Ali.
- Kata Ali, "Udah kamu ngomong aja
- sekalian sama Rasul, sekalian minta
- kendaraannya." Karena kan dia mau
- mencari. Kalau perempuan mencari sendiri
- kayak apa kan? Pakai wuh
- hese. Akhirnya dia bilang, "Ya
- Rasulullah, kalau bisa sekalianlah
- kendaraannya." Ya, kata Nabi, "Saya
- siapkan." Eh,
- benar. Didatangkan seekor unta yang
- bagus kemudian dilengkapi dikasih bekal.
- selama dalam perjalanan pencarian
- kemudian dikasih pakaian kalau istilah
- kita dikasih sangon jadi tahanan tapi
- dibiarkan gitu ustaz ya percaya gitu ya.
- Oh iya bukan dibiarkan pokoknya
- dibebaskan oleh Nabi. Sudah kamu
- sekarang bebas kamu silakan cari
- saudaramu. Nah nih saya kasih
- kendaraannya gunakan ya. Ini bekalnya
- ini pakaiannya. Coba kira-kira pemimpin
- model mana di sini yang begitu ya sudah
- ditawan?
- sudah ditawan kemudian dia dihormati,
- dikasih kendaraan, dikasih pakaian,
- dikasih sangonnya percaya.
- Masyaallah. Nabi dengan hati lega
- melepaskan safanah karena safanah
- berjanji akan mencari saudaranya. Nah,
- dalam penceraian ini karena yakin bahwa
- saudaranya yang bernama Adi melarikan
- diri ke daerah Syam.
- Nah, kalau sekarang kan Syam
- itu terdiri daripada beberapa negara.
- Ada
- Palestina, ada Yordan, Suriah, ada lagi
- Syria, ada lagi eh Irak sebagian ya.
- Kemudian sebagiannya Turki ada. Kemudian
- lagi ada Libanon. Libanon. Nah, dulu itu
- namanya Syam. Sekarang terdiri daripada
- beberapa negara. Cuma yang terkenal Syam
- di zaman itu untuk hari ini itu Syria
- itu karena di situ banyak kota-kota tua
- yang sampai di jaban Nabi itu kota masih
- ada. Nah,
- ternyata Safanah sekarang sudah dilepas
- oleh Nabi mencari saudaranya. Kemudian
- dia menuju daerah
- Syam. Begitu sampai di daerah Syam,
- kebetulan dengan takdir
- Allah adinya sedang berada di depan
- rumah.
- Jadi dia tinggal di rumah kawan dekatnya
- yang agamanya sama. Dia sedang ngobrol
- dengan saudara saya di depan rumah.
- Mungkin kalau istilah kita teras ya atau
- pendopo
- gitu. Tiba-tiba dari kejauhan kelihatan
- ada orang naik unta itu firasatnya kok
- tajam. Mudah-mudahan itu safanah
- katanya. Padahal belum kelihatan
- orangnya. H. Jadi waktu saya baca Aldi
- punya firasat begitu tajam. Ingat waktu
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- sudah berada di daerah perjalanan menuju
- Tabuk, ada salah seorang sahabat lari
- dari belakang itu mengejar
- Nabi. Nah, begitu di dari kejauhan oleh
- Nabi kelihatan apa kata Nabi?
- Mudah-mudahan itu Abu
- Khaisyam. Padahal orangnya enggak
- kelihatan. Cuma istilahnya kita mah
- feeling ya jangan-jangan. Ternyata
- begitu dekat benar Abu Hisyam. Nah, ini
- juga mudah-mudahan itu sapana. Eh,
- ternyata
- benar. Ah, akhirnya mendekat-mendekat
- kemudian ketemu dengan
- Adi. Apa yang terjadi coba? Itu mungkin
- karena dia terlalu banyak menahan emosi
- ya. Akhirnya keluar juga itu begitu dia
- berhenti di depan rumahnya Adi, kata
- adiknya yang nama Safanah, "Adi ini
- kalau bahasa saya
- gampangnya.
- Kamu enggak tanggung jawab ya? Mungkin
- bahasa kasarnya brensek. Kamu ini orang
- yang disayangi oleh bapakmu. Sekarang
- kamu tinggalkan
- sendirian ditangkap aku, dimasukin
- penjara aku. Kok kamu enak-enak di sini?
- Mana tanggung jawab kamu? H
- pokoknya habis-habisanlah dimarahin.
- Iya, saya sudah tahu. Saya maaf, saya
- maaf. Saya maaf, kata, saya banyak
- kesalahan, kekhilapan. Ampuni saya.
- Jadi Andi enggak membantah sekatapan
- pokoknya udah nerima aja silakan mau
- diomulin silakan
- aja. Begitu sudah
- selesai nanya dia gimana orang yang
- menahan kamu itu apa jawabannya pokoknya
- kamu harus datang aslim taslam gitu
- bahasanya. Gimana? Iya pokoknya kamu
- kalau ngomong dari saya mungkin kamu
- enggak percaya. Saya sudah saksikan
- orang yang kamu benci itu enggak
- sebagaimana yang kamu bilang itu
- orangnya perhatian. Eh, buktinya saya
- pulang nih dikasih kendaraan.
- Masyaallah. Bebas ya. Masyaallah. Bebas
- lagi. Gak perlu lagi apel-apel lagi. Kan
- sekarang keluarin harus apel seminggu
- sekali. Ini tanpa
- apel noh. Saya dikasih kendaraan dikasih
- apaagi nih? Saya dikasih hadiah, dikasih
- bekal dalam
- perjalanan. Ternyata tidak sebagaimana
- yang kamu katakan dia
- bengis, dia kasar, dia sadis. Enggak.
- Muhammad itu enggak. Pokoknya orangnya
- penyantun, sabar,
- dermawan. Adik kan penasaran.
- Wah, saya ber keyakinan adik itu seperti
- yang dulu saya katakan memang beda ya.
- Beda kata
- dia. Akhirnya adik enggak puas dengan
- pernyataan adiknya. Akhirnya diam-diam
- dia ambil
- kendaraan. Berangkat
- dia. Nah, berangkat dalam menggunakan
- baju
- kebesaran. Nah, namun masalahnya apa?
- Adi tahu Nabi tapi tidak tahu muka. Gitu
- kan.
- Nabi tahu Adi, tapi Nabi tidak tahu
- mukanya. Jadi sama-sama enggak tahu.
- Tahu nama aja, cuma tahu nama aja. Adi
- tahu nama Nabi Muhammad, tapi wajahnya
- kayak apa enggak tahu. Kenapa? Karena
- banyak orang-orang yang datang ke
- Madinah itu mereka menyangka itu Nabi,
- padahal itu bukan. Karena dalam sejarah
- yang kami ketahui itu ada empat wajah
- yang mirip seperti Nabi. Siapa di
- antaranya? Satu.
- di antaranya yaitu
- Saad. Ya. Kemudian lagi yang mirip itu
- Mus'ab bin Umair. Musab itu mirip itu.
- Kenapa? Dia kalau lihat Nabi berpakaian
- A, dia ikut berpakaian A. Coba bayangkan
- niru nabi pokoknya niru nabi. Banyak
- sahabat-sahabat itu yang berpenampilan
- persis seperti Nabi. Makanya banyak
- terkecoh orang itu. Muhammad ya ternyata
- kok bukan lah. Ini yang mana ini
- wajahnya mirip kemudian berpakaiannya
- sama
- semua. Nah waktu
- itu ee Adi pas sampai di Madinah sedang
- berjalan, dia jalan sendiri. C
- bayangkan. Heeh. dengan kendaraan dia.
- Eh, tahu-tahu Nabi bilang, kata Nabi,
- "Siapa
- kamu?" "Adi?" "Hah?" "Ingat Adi karena
- kan belum belum lama itu adiknya baru
- dilepaskan safanah langsung dipegang
- oleh Nabi pundaknya nih tepak ikuti
- saya. Ayo ke rumah
- saya." Akhirnya agak grogi kan dia.
- Orang kenal juga belum siapa gitu?
- Siapa? Nah.
- Saya ini Muhammad. Oh, yang tadinya kan
- profilnya begini kok enggak santun,
- senyum. Bahkan dipegang, di tepuk ininya
- dibawa diantar ke rumah. Begitu sampai
- di
- rumahnya kata Nabi, "Andi, silakan duduk
- sebentar saya akan bawa." Terus Nabi
- ngambil itu kasur. Kasur tempat duduk
- itu yang terbuat dari kulit. di dalamnya
- ya bahan-bahan yang diduduk itu empuk
- gitu.
- Begitu Nabi sudah menggelar kata Nabi,
- "Tafadol silakan kata Adi la la
- la." Enggaklah bukan saya kan Anda yang
- punya Anda yang berhak. Enggak kata Nabi
- Anda. Wah timbul
- nih. Saya punya pikiran Muhammad itu
- raja. Ternyata setelah saya lihat
- perilakunya bukan perilaku raja. H.
- Biasanya kalau raja kan diladenin apa
- aja diladenin ini kok bahkan dia
- ngeladenin
- saya.
- Ah kemudian kata Nabi,
- "Adi aslim taslam."
- H kata adik, "Saya sudah punya
- agama." Kata Nabi, "Rukusiah ya." Kok
- tahu? Tahu, kata
- Nabi. Ah.
- Terus kamu kan yang suka makan harta
- gonimah dari kaum kamu
- kan? Iya. Kok bisa tahu? Ya tahu
- saya. Kenapa Nabi mengatakan bahwa Adis
- suka makan harta gonimah dari kaumnya?
- Jadi setiap warganya mendapatkan hasil
- bumi itu seprapat
- 25% itu di serahkan sama Adi bin Hatib.
- Bagaimana enggak kaya raya itu bayangan.
- Maka dia waktu itu datang kepada Nabi
- menggunakan pakaian apa? Pertama dia
- pakai kalung salib besar yang terbuat
- dari emas. Salib ini gede tuh. Kemudian
- dia pakai perhiasan cincin nih di
- jarinya tuh cincin emas tuh. Wah, orang
- kaya ada. Terusamping itu ada lagi dia
- pakai baju yang terbuat dari sutra. H.
- Masyaallah.
- Ah,
- setelah
- dia mengatakan, "Ya sudah saya terima
- keislaman." Terus dia masuk Islam. Kata
- Nabi, "Adik, kamu sudah Islam?"
- "Udah." "Kalau kamu sudah
- Islam, Islam tidak memperkenankan
- seseorang
- menggunakan kalung
- salib." Kanara MTI nempel tuh. He. Oh,
- enggak boleh ya? Ya, enggak boleh
- langsung dilepas taruh plek
- aja tuh kalung salib
- tuh. Tahu berapa on
- itu? Saya lihat para pendeta kalau pakai
- kalung kan gede-gede. Kalau nyar sini
- wuh. Ah, itu enggak jauh beda. Itu orang
- raja lagi dia. Begitu selesai,
- Adi, kamu sudah Islam kan? Sudah ya
- Rasulullah. Kalau kamu sudah
- Islam, Islam tidak memperkenankan
- seorang laki-laki menggunakan cincin
- dari
- emas. Pakaian emas laki-laki enggak
- boleh. Enggak boleh ya? Enggak boleh
- laki-laki. Kalau perempuan ya boleh.
- Dicopot jina sat du taruh pelak dia
- udah nanya lagi nabi, "Adik kamu sudah
- Islam kan?" "Udah ya Rasulullah." Nah,
- kalau kamu sudah
- Islam, Islam tidak memperkenankan engkau
- menggunakan pakaian dari sutra. Loh,
- yang dipakai
- sutra. Jadi enggak boleh, enggak boleh
- langsung dibuka itu baju kebesarannya
- taruh lagi. Jadi dia tinggal pakaian
- yang biasa
- gunakan. Nah, coba sekarang kita
- renungkan. Kalau kita sekarang kita
- diingatkan oleh orang yang tahu hukum
- ini enggak boleh. Paling bilang, "Kata
- siapa?
- Entar dulu, entar dulu." Tapi Adi dengan
- keyakinan karena Rasul di depannya Islam
- tidak memul langsung enggak banyak
- cingcong lagi. Samina
- wa pokoknya dia yang akan lakukan, dia
- akan pergunakan hal-hal yang dibolehkan
- dalam Islam. Alhamdulillah sudah
- selesai.
- Kata Nabi dalam satu riwayat sebelum dia
- mengucapkan dua kalimah syahadat kata
- Nabi, ini saya baca nih kalimatnya.
- Rasul bersabda kepada adi, kata Nabi,
- "La'allaka ya innama yamnauka minadul
- fiadin
- maatihimulu innama
- itabahuahunas waman la quata."
- Hai
- Adi, sesungguhnya yang mencegah kamu
- untuk masuk ke dalam agama Islam ini
- karena kamu melihat orang-orangnya itu
- orang-orang yang banyak keperluan.
- Maksudnya orang-orang yang lemah, yang
- banyak sesuatu yang diperlukan tapi dia
- tidak bisa
- memenuhi alias banyak orang yang
- fakir. Kemudian di antara itu pula
- banyak orang-orang yang berada di bawah
- saya orang-orang yang tidak punya
- kekuatan. Betul kan? Iya kata. Ah,
- itulah yang membuat kamu tidak langsung
- menerima agama yang saya ajak kepada
- kamu. Kemudian waqad romathum alab ma
- hajatihim. Padahal orang-orang yang di
- bawah saya tadi itu oleh orang Arab
- sendiri mereka sudah dilemparkan.
- Artinya sudah enggak diakui lagi. Tapi
- karena mereka beriman kepada saya, saya
- akui mereka menjadi sahabat saya. Tapi
- bagaimanapun saya akui mereka memang
- tidak punya kekuatan. Mereka lemah.
- He. Kemudian
- wallah lausikanal ma ayfido fihim hatta
- la yujada
- mayudzahu. Sebentar lagi akan tiba
- saatnya. Layusyakanna.
- Sungguh akan tiba
- saatnya akan terjadi almalu
- ayfido. Harta
- melimpah di tengah-tengah mereka
- sehingga tidak ada satuun di antara
- mereka kalau ada orang yang
- memberikan tidak ada yang mau
- menerimanya. Ini akan terjadi nanti satu
- saat.
- kamu kan sekarang menganggap orang-orang
- yang ada di bawah saya orang-orangnya
- fakir miskin ini satu saat mereka akan
- kelimpahan harta jadi kaya semua akan
- jadi orang kaya semuanya sehingga mereka
- tidak ada yang mau menerima harta
- pemberian
- lagi. Kalau bahasa kita, ah yang benar
- mungkin tapi dia agak enggak ngomong
- langsung mah diam aja. Terus yang
- kedua kata dia, walaaka innama yamuka
- minaduli fihi. Dan bisa jadi yang
- membuat kamu mencegah atau melarang diri
- kamu untuk ikut bersama dengan saya asuk
- kepada agama ini karena kamu matro min
- kasratin aduihim.
- tidaklah kamu melihat mereka yang di
- luar kamu itu
- kebanyakan orang yang memusuhinya. Betul
- kan?
- Iya. Waqillata
- adadihim. Dan sedikit sekali orang yang
- membantunya. Betul kan? Iya. Jadi saya
- kata Nabi kalau dijelaskan
- gampangnya punya umat tapi umat saya
- pada lemah-lemah.
- Dua,
- saya agama yang saya bawa itu kebanyakan
- yang nampak pada diri saya justru orang
- yang menentang dan memusuhi. Banyak
- musuh. Nah, banyak musuh sementara
- pendukungnya kecil sekali.
- Wallahi demi Allah kata adi
- layaknaas marati minalqah
- alirhataural bait
- lau
- adi akan tiba masanya sebentar lagi kamu
- akan mendengar ada seorang wanita keluar
- dari Kota
- Qodisiyah, sebuah kota yang ada di
- Irak. Dia itu akan keluar mengendarai
- kendaraan untanya, berjalan sendirian
- menuju
- Baitullah sementara tidak ada rasa takut
- padanya. Padahal waktu itu jangankan
- wanita, laki-laki aja berjalan jarang
- sampai di tempat hilang karena terjadi
- perampokan. Apalagi ini
- wanita. Mungkin kalau saya ditanya itu,
- "Ah, jangan-jangan hoak nih." Wah, kok
- berita enggak masuk akal? Dalam suatu
- seperti ini, situasi seperti ini akan
- ada orang berjalan tidak ada yang
- ditakuti dalam keadaan aman sentosa. Ah,
- mungkin ini pencitraan doang nih. Tapi
- Adn Hakim enggak komentar apa diam aja.
- Terus apaagi kata Nabi?
- Kata Nabi, walaaka innama
- yamnauka. Dan bisa jadi yang membuat
- engkau menahan diri minaduli fih untuk
- masuk kepada agama saya. Anaka taro
- analka wasult fi
- girihim. Bahwa yang disebut kerajaan dan
- sultan yang selama ini terjadi bukan ada
- di kalangan kami. Mereka di luar kami
- itu kan. Iya.
- Waimullah
- bil min ardi quti alaiim.
- Kemudian yang ketiga kata Nabi, "Akan
- tiba saatnya pula kamu akan mendengar
- gedung putih yang ada di
- Babilonia itu akan ditaklukkan oleh kaum
- muslimin."
- Wah, sampai dalam satu riwayat Amir bin
- Hurmuz. Iya, Amir bin Humuz. Rajanya
- gitu, Ustaz. Rajanya kan Khurmujud tuh
- bin Khuj. Jadi amil humus itu iya itu
- akan ditaklukkan oleh
- Islam. Nah, kemudian setelah Nabi
- memberikan penjelasan akhirnya dia
- menyatakan
- keimanannya. Nah, selesai dia menyatakan
- itu, Allah karuniakan kepada dia
- keimanan yang
- berlipat. Karena pertama dia diberikan
- kelebihan oleh Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Kemudian dia diberikan
- tafsir-tafsir dari nubuwah akan terjadi
- begini dan begitu, maka keimanannya
- semakin mantap. Dia setiap kegiatan yang
- Nabi lakukan dia enggak pernah absen. H.
- Nah, menurut riwayat dia itu dikasih
- usia 90 tahun. Usianya sudah tua. Waktu
- masuk Islam umur berapa? Nah, waktu
- masuk Islam ya masih muda lah. Belum
- begitu banyak ya. masih ya mungkin 10
- 20-an lebih lah. Tapi sudah jadi raja
- juga. Sudah jadi raja dia. Nah, jadi dia
- masuk Islam itu menurut riwayat ya ada
- yang mengatakan tahun 9 Hijriah.
- Jadi dia sempat melarikan dulu ke negeri
- Syam. Tapi ada juga yang mengatakan ada
- tahun keempat Hijriah.
- Jadi memang para ahli tariah biasa
- berselisih. Namun tidak
- mengurangi apa yang dilakukan oleh Adi
- bin Hatim setelah dia mendengar dakwah
- Nabi. Dia dengar kemudian tidak lama dia
- datang masuk Islam.
- Nah, di zaman Nabi dia
- sempat menyaksikan peristiwa-peristiwa
- besar.
- Bahkan kata ee Adib bin Hatim, "Dua hal
- saya
- saksikan. Nabi sudah wafat dan di zaman
- khalifah dia menyaksikan dua hal besar.
- Pertama, waktu dia sedang tawaf di
- Ka'bah. Nah, sedang tawaf dia lihat ada
- seorang wanita naik di kendaraannya.
- Ditanya, "Min aina
- anta?" "Min aina anti?"
- Ana bilqadisiyah kata dia. Masyaallah
- kaget. Qadisiyah
- naam. Kata Nabi dulu nabi yang
- ngomong akan ada seorang wanita berjalan
- sendirian dari Qodisiyah daerah Hirah
- masuk ke Baitullah untuk ziarah.
- Sekarang saya menyaksikan sendiri
- perempuan berjalan sendirian. Ternyata
- sabda itu benar nih kata
- dia. Wah dia dengan kagumnya dan
- menyaksikan orangnya ada seorang
- perempuan lagi sesuai yang disabdakan
- Nabi berjalan sendiri. Masyaallah. Saya
- waktu baca itu kese ini ingat kemarin
- saya waktu umrah bagaimana bisa ngelihat
- ya memang pembangunan juga beda dulu
- dengan sekarang ya. Sekarang mahu dijaga
- ketat enggak ada. Tiba-tiba unta masuk
- ke
- dalam. Ee askarnya begitu renai k pegang
- sana sini dulu orang bisa masuk
- kelayang-kayang.
- Mudah. Kemudian yang kedua, saya
- menyaksikan jatuhnya kerajaan Parsi dan
- Romawi di zaman Khalifah Umar bin
- Khattab. Masyaallah. Karenapa? Karena
- dia waktu peristiwa Qodisiyah ikut
- menjadi prajurit tempur.
- Nah, itu di zaman Umar bin Khattab
- panglimanya adalah sahabat Sa'ad bin Abi
- Waqqas memimpin peperangan. Di dalamnya
- ada dia sebagai prajurit tempurnya. Dia
- menyaksikan bagaimana murat-maritnya
- lari yang terbirit-birit khurujmur itu.
- Kemudian kekayaannya diambil oleh kaum
- muslimin lalu dibawa ke Baitul ke
- Madinah. Oh, kata dia dua kejadian besar
- saksi hidup menyaksikan apa yang Nabi
- katakan saya melihat. Namun yang ketiga
- katanya yaitu sabda Nabi bahwa kaum
- muslimin satu saat akan dilimpahi harta
- kekayaan sehingga semua orang kaya raya.
- Sehingga kalau ada pembagian jagad
- enggak ada orang yang mau neri nerima.
- Kenapa? Ah kaya
- ngapain? Ternyata ini terjadi peristiwa
- ini di zaman Khalifah Umar bin Abdul
- Aziz. Dia memimpin hanya 2 tahun
- setengah. Tapi dia bisa merubah suasana
- negerinya yang tadinya kekurangan,
- kefakiran, kemiskinan itu menjadi negeri
- yang subur makmur roh cinawi. Yang oleh
- Allah dikatakan baldatun thayibatun
- warabbun gfur. Kenapa? Dalam tempo
- singkat hanya 2 tahun setengah dia
- memimpin Bani Umayyah itu muslimin
- dikembalikan lagi kepada semula. yang
- tadinya para khatib kalau khotbah itu
- mencaci maki keluarga Nabi, mencaci Ali,
- sekarang dirubah ditiadakan, diganti
- bahasa-bahasa itu dengan ayat yang dia
- ambilkan dari salah satu firman Allah
- yaitu
- innallaha ymmuru bil adli wal ihsan dan
- selanjutnya ya. Terus zakat dia hidupkan
- kembali, infak dia hidupkan, sedekah
- semua dihidupkan. Nah, sehingga kalau
- orang bersedekah berarti kan dia
- mengundang rezeki Allah. Orang
- mengeluarkan zakat berarti rezeki Allah
- diundang sama dia. Maka terus bertabah.
- Maka bisa kita saksikan dan Rasul juga
- sudah menjamin, demi Allah orang yang
- suka mengeluarkan hartanya fisabilillah
- tidak akan miskin.
- Tuh. Bahkan Allah berfirman dalam salah
- satu ayat kata Allah, "Wama anfaktum
- fiilillah fahua yukhlif. Apa saja yang
- dinafkahkan di jalan Allah pasti
- digantinya tuh. Jadi memang orang yang
- banyak beramal itu hartanya bukannya
- kurang nambah terus
- mobilnya tiba-tiba ganti baru. Nah sudah
- ganti baru ada lagi yang baru. Sudah
- Pajero datang lagi ke Mercy. Datang lagi
- Jaguar. Ada aja itu tahu dari mana?
- Wallahualam. Nah, itulah kebesaran Allah
- bagi orang-orang yang bersyukur. Maka
- firman Allah, "Lain syakartum
- lazidannakum." Kalau kamu syukur
- terhadap nikmat Allah, lalu dia
- memberikan haknya, memberikan yang perlu
- dia bantu, maka rezeki itu akan
- bertambah lagi. Bertambah lagi. Nah,
- itulah saudaraku kaum muslimin,
- peristiwa yang terjadi pada sahabat Addi
- bin Hatim yang dia diberikan beberapa
- saksi dalam menyaksikan sejarah.
- sehingga bisa kita teladani. Dengan apa
- meneladaninya? Justru dia dengan
- kecintaannya kepada Allah dan Rasulnya
- dia tingkatkan, pengabdiannya, dia
- tingkatkan, berbaktinya untuk Islam dan
- muslimin dia tingkatkan. Sehingga yang
- banyak adalah aplikasi dan aplikasi
- bukan hanya sekedar dia bicara tapi dia
- langsung melaksanakan. Demikian, semoga
- bermanfaat. Minkum. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.