Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- thyiban mubarokan f kama yuhibuna waardo
- ashadu alla ilaha illallah wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Iwan lahwat
- pendengar radio silaturahim dan juga
- pemirsa rasil piswa yang dirahmati
- Allah. Alhamdulillah saya Muhammad Fahri
- ditemani Anis dan juga Zen dan juga
- Nurfit Tahir sebagai produser hadir di
- acara sirah sahabat bersama Ustaz
- Komarudin Basuni. Alhamdulillah telah di
- studio kita sapa saja Hawat.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Sehat dan
- segar. Alhamdulillah siap memberikan
- kisah-kisah sahabatnya di Ustaz.
- Insyaallah siap. Dan kisah yang akan
- disampaikan Ustaz adalah mengenai
- sahabat Abdullah bin Mas'ud atau dengan
- julukannya Shibusir, Ustaz ya. Iya. Atau
- sang penyimpan rahasia. Berarti kalau
- rahasia disampaikan kepada Abdullah ini
- tersimpan rapi, Ustaz, ya. tidak
- digembar-gembarkan kepada orang lain.
- Dan untuk Anda nanti yang bergabung,
- silakan Anda bisa kirimkan melalui
- WhatsApp kami atau SMS kami di
- 0811999720 ataupun telepon kami di
- 0218451512. Silakan, Ustaz, ya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Innalhamdalillah nahmaduhu waastainuhu
- waastagfiruh wa naud nauzubillahi min
- syururi anfusinaatialina.
- May yahdillah fala mudillalah wam yudlil
- fala hadiyaalah. Asyhadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- asyhadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluh. Amma
- ba'd. Para pendengar radio silaturahim
- di mana saja berada dan juga pemiarsa
- TV. Mudah-mudahan pagi ini Allah
- memberikan pencerahan kepada kita
- semuanya dan Allah memberikan jalan yang
- terbaik bagi hamba-hambnya.
- Para pendengar Radio Rasil dan pemirsa
- TV Rasil. Kajian pada hari
- ini yaitu akan kami sampaikan tentang
- sosok seorang sahabat
- Nabi secara zahir fisik memang orangnya
- kecil tapi namanya besar.
- Ia adalah Abdullah bin
- Mas'ud dengan
- panggilan yang sering disampaikan
- kepadanya yaitu panggilan shohibus sir,
- penyimpan rahasia Rasulullah sallallahu
- alaihi
- wasallam. Bagaimana
- awal mula beliau masuk Islam?
- Pertama-tama beliau ini menjadi seorang
- budak hamba sahaya.
- Kepunyaan seorang yang bernama yaitu
- Ibnu Muid. Uqbah bin
- Muid. Ee beliau tinggal bersama tuannya
- dan hari-hari yang beliau lakukan adalah
- menggembala
- kambing. Cara berpikir orang menggembala
- kambing hampir rata-rata.
- Tapi Abdullah bin Mas'ud justru punya
- kelebihan dari sekian para penggembala
- kambing. Maka pada saat dia sedang
- menggembala
- itu dengan
- qaddarallah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam bersama Abu Bakar sedang
- berjalan menuju tempat dia sedang
- menggembala.
- Maka Abdullah bin
- Mas'ud
- dengan agak heran, kenapa itu orang kok
- datang ke
- sini? Ternyata
- benar, dua hamba Allah itu datang ke
- tempat dia sedang menggembala.
- Tiba-tiba dua hamba Allah ini yaitu Nabi
- bersama Abu Bakar, dia
- menanya ee
- apa kambing-kambing kalian bisa kami
- minta air
- susunya? Kata Abdullah bin Mas'ud,
- "Tuan, ini bukan kambing
- saya. Saya hanya ditugaskan untuk
- menggembala.
- Jadi saya tidak bisa memberikan karena
- bukan milik
- saya. Dengan jawaban itu Rasulullah
- terkesan. Ini orang jujur
- amat. Begitu mau diminta dia bilang,
- "Memang bukan milik dia, milik orang."
- Terus
- tiba-tiba Nabi berkata, "Kalau gitu
- tunjukkan yang jantan yang mana."
- Mungkin kalau yang betina dia timbul,
- kan saya sudah ngomong
- tadi ini bukan milik saya, milik orang.
- Nah, Nabi justru nanyanya, "Yang jantan
- yang mana?" "Ah, kalau yang jantan kan
- enggak mungkin keluar air susu kan?"
- Berpikir ada katanya silakan. Nah, oleh
- Nabi ditangkap tuh yang
- jantan ditangkap kan tetap laki-lakinya
- pun kan
- ada susunya kan cuma kan kecil bukan
- yang seperti perempuannya
- betina sudah ditangkap oleh Nabi terus
- diusap-usap terus
- didoakan. Begitu Nabi mengusap dan
- berdoa itu tiba-tiba langsung kembung
- kayak balon. Wuh. Abdullah bin Mas'ud
- kaget.
- Lah lah kok kok
- bisa akhirnya udah ambil wadah. Ambil
- wadah ada batu itu agak cekung tuh
- batunya jadi kayak mangkok. Kayak
- mangkok diambil sret keluar. Benar.
- Wah keluar terus diminum akhirnya terus
- dia pun hanya dikasih ya kamu makan atau
- kamu minum.
- Dia dalam keadaan
- terheran-heran.
- Seumur-umur ada kambing jantan kok
- berair susu. Aneh ini. Aneh. Apaan
- ini? Ya
- udah ini kenyataan enggak bisa
- dipungkiri. Mau ditolak kenyataannya
- memang ada.
- Ya sudah. Cuma kan dia sebagai
- pengembala yang bertahun-tahun
- mengembala itu timbul pertanyaan, "Ini
- manusia model apa ini?
- Kok
- bisa yang tidak mungkin terjadi bagi dia
- mungkin terjadi.
- Selesailah peristiwa itu, Nabi juga
- langsung melanjutkan perjalanan.
- Abdullah bin Mas'ud kemudian sudah
- menjelang sore
- pulang.
- Nah, dalam kepulangan itu dia
- mikir, waduh ditanya, "Di mana ini?"
- Ternyata Nabi waktu itu masih di Makkah
- ya. Abu Bakar juga di Makkah. Akhirnya
- dia cari
- ketemulah dengan Nabi. Kemudian setelah
- dia ketemu, dia bilang,
- "Tuan, bagaimana kalau
- saya berkhidmat kepada tuan?"
- Hm. Artinya kalau istilah bahasa
- kitjalah. He.
- Tapi saya mah terserah. Artinya saya
- yang penting saya berkhidmat kepada
- Tuhan. Terus
- Nabi istilah bahasa kita mah ngelirik
- sama Abu Bakar. Maksudnya
- gimana? Kata Abu Bakar, "Bagus nih
- orangnya amanah tanggung jawab. Buktinya
- waktu kita minta air susu dia terus
- terang polos." Iya. Ya bisa kata Nabi.
- Oh iya sudah
- boleh. Akhirnya
- diterima menjadi pengkhidmat Rasul di
- dalam rumahnya.
- Terus sekarang kalau dia menjadi
- pengkhidmat, maka dia kan harus
- akidahnya harus sama dulu. Akhirnya dia
- masuk Islam kan kisahnya. Singkatnya dia
- masuk Islam diterima oleh Nabi
- keislamannya. Terus setelah
- dia siap akan berkhidmat kepada Nabi,
- maka Nabi ngasih tugas. Iya. Ini tugas
- kamu di antaranya kamu siapkan
- keperluan-keperluan aku di dalam rumah.
- Di dalam rumah waktu aku mau bepergian.
- Iya, siap semuanya. Nah, beliau itu
- kerjaannya apa? Setelah dikasih tugas,
- beliau selalu menyediakan di antaranya
- satu sikat
- gigi. Jadi, gigi sikat gigi itu dia
- pegang tuh.
- Ya, di zaman itu kan sikit giginya bukan
- kayak sekarang itu ya. Siwak. Oh, siwak.
- Yang kedua, dia siap menyiapkan
- keperluan Nabi kalau Nabi bepergian
- jauh.
- Sendal. Maka kalau Nabi sendal itu Nabi
- lalu dipegang sendal Nabi dimasukkan ke
- ini ke keteknya. Jadi selalu siap.
- Jadi dia siapkan sendal. H si dia
- siapkan bantal. Jadi dia selalu membawa
- bantal. Kalau Nabi pergi dia bantal bawa
- dia apa sendal dia bawa sikat gigi dia
- bawa segala keperluan dia bawa. H itu
- Abdullah bin Mas'ud. Dan Rasul
- memberikan izin kepada dia. Dia boleh
- masuk ke kampar Nabi kapan saja. H duh.
- Siang malam boleh. Tapi kan dia tahu ya
- tahu adab. Jadi jam-jam sekian enggak
- mungkin masuk. Harus izin dulu.
- Nah, sehingga salah seorang sahabat
- waktu datang mengira dia itu
- keluarganya. Iya. Ya, seperti anaknya,
- saudaranya, adiknya. Loh, kenapa? Karena
- dia begitu diberikan kelonggaran oleh
- Nabi untuk masuk ke tempat-tempat yang
- memang tidak semua orang masuk. Nabi mau
- silakan, silakan masuk. Nah, kenapa dia
- dipersilakan masuk ke kamar Nabi? Nah,
- dialah yang
- merapihkan tempat tidur Nabi, bantal
- Nabi, ka Nabi, semua dia yang merapikan.
- Masyaallah. Kemudian piring, piring Nabi
- mau makan dia yang nyiapkan sampai air
- cucinya
- ke kita apa namanya? Kobokan. Kobokan.
- Masyaallah. Ah, itulah Abdullah bin
- Mas'ud berada di keluarga Rasulullah.
- Jadi selalu dia membawakan sendal Nabi.
- Bahkan termasuk hal-hal yang
- sepele. Seperti apa yang sepele? Tali.
- He. Tali kan sepele. Heeh. Dia enggak
- pernah lepas. Perlu nih tali. Bawa tali.
- Nah, Abdullah bin Mas'ud dengan seperti
- itu, Rasul pernah
- mengatakan bahwa seseorang itu mulia
- dengan Quran. Wah, dia bangun. He.
- Akhirnya dia langsung belajar sama
- Nabi. Kemudian karena Nabi sebagai induk
- segala permasalahan ada di Nabi,
- pusatnya di Nabi, dia sampai hafal
- Quran. Hm.
- Bayangkan kalau Nabi umpamanya berpidato
- 1
- jam itu dia bisa mengulangi selama 1
- jam Abdullah bin Mas'ud tuh. Nah,
- bagaimana fisiknya? Nah, ini kita
- kembali kepada
- fisiknya. Beliau itu fisiknya kecil. Hm.
- Tapi sekalipun badannya kecil, beliau
- bersyukur pada Allah selalu mengenakan
- pakaian bagus dan tercium wangi
- semerebak. Wah.
- Jadi kalau istilah bahasa kita ya orang
- kecil tapi penampilannya gagah perkasa.
- Keren ya. Keren. Aduh. Kenapa? Karena
- dia dengar Nabi mengatakan, "Innallaha
- jamil yuhibbul jamal." Allah itu indah
- dan Allah senang kepada keindahan. Wah,
- itulah Abdullah bin Mas'ud. Gagah
- orangnya, tampan ya. Kemudian
- mengejutkan. Kalau ada apa-apa
- masyaallah. Yang kedua, kepribadian yang
- tidak dimiliki oleh orang lain. Orang
- kecil kan biasanya penakut. Hm. Karena
- kecil badannya memang kecil. Tapi dia
- beda kecil berani cabe rawit.
- Istilah bahasa orang Solo cabe rawit.
- Cabe rawit kecil-kecil menggigit ini.
- W apa buktinya?
- Nah, Abdullah bin
- Mas'ud dari sejak perkembangan ada di
- kota Makkah dia termasuk deretan sahabat
- yang masuk Islam urutan keenam. Heeh.
- Dan dia kelompok sahabat yang masuk
- Islam sebelum Rasul memberikan dakwah di
- rumah Arqam bin Abil
- Arqam. Jadi tempat penggodogan para
- sahabat itu yaitu di rumahnya Arqam bin
- Abil Arqam. He. Nah, beliau sebelum
- masuk ke rumah itu beliau sudah masuk
- Islam
- ya. Nah, Abdullah bin
- Mas'ud punya kelebihan apa? Pertama,
- kalau baca Quran suaranya
- merdu. Yang kedua, tidak ada rasa takut
- kecuali hanya
- Allah. Maka pada saat para sahabat
- kumpul kemudian orang-orang pada
- berbicara, "Ni kita ini sudah banyak
- baca Quran tapi tidak ada yang sanggup
- berani membaca di hadapan orang-orang
- kafir Quraisy."
- Katanya Ablo ngacung saya kalau gitu
- loh. Janganlah kamu kan kecil.
- Enggak, kalian enggak perlu takut. Saya
- siap. Benar.
- Iya.
- Eh, di depan Ka'bah itu saya kalau ingat
- waktu di Ka'bah saya bilang nih di sini
- nih. Dulu nih Abdullah bin Mas'ud ke
- dekat makam Ibrahim.
- Nah, dia baca Quran di situ dengan suara
- kencang. Dia baca surah Ar-Rahman.
- Ar-Rahman. Arrahman.
- Quran. Woh, suaranya keras. Orang-orang
- Quraisy kan di sekitar Ka'bah sedang
- nongkrong-nongkrong itu. Sedang
- duduk-duduk
- bercanda. Kaget nih. Ada suara nih. Ini
- suara siapa ya?
- Katanya. Pas
- dilihat Ummu Mabad.
- Oh. Ee panggilan ee ini dekatnya karena
- dia
- diidentikan bukan kepada bapaknya,
- kepada
- ibunya. Ah, dia loh kok anaknya Mabad.
- Han ya. Heeh. Loh, kok kenapa dia baca
- sesuatu bacaan yang dibaca oleh
- Muhammad? Kata
- dia. Dia enggak tahu bahwa dia sudah
- masuk
- Islam. Akhirnya apa? Orang yang sedang
- duduk nongkrong langsung datang ngeroyok
- dia ngebug dia. Dipukulin itu orang
- sampai pingsan
- sampai ini pada gemep nih
- mukanya. S dia jatuh pingsan terus dia
- sadar mereka sudah meninggalkan dia. Dia
- pulang. Begitu pulang kata sahabat lah
- kenapa? Saya enggak tahu. Katanya
- dipukulin. Padahal masyaallah.
- Kata sahabat-sahabat, "Udah kan saya
- sudah ngomong tadi, kamu enggak usah
- saya khawatir seperti gini." Kenapa?
- Karena kamu tidak ada yang
- nolong. Kalau orang-orang lain kan pasti
- ada pertolongan dari kaumnya. Kamu
- siapa? Enggak
- punya. Apa jawabannya? Kalau kalian
- menghendaki besok saya tampil lagi,
- woh enggaklah. Cukup satu kali aja deh.
- Itulah keberanian Abdullah bin Imam.
- Padahal belum ada satuun yang berani
- baca Quran secara terbuka kecuali
- dia.
- Masyaallah. Itu yang disebut namanya
- syaajaah. Syajaah. Allah berikan rasa
- keberanian kepada hambanya yang tidak
- dimiliki peristiwa ini atau keimanan ini
- oleh sahabat yang
- lain. Itulah sisi Abdullah bin Mas'ud.
- dalam hal keberanian. Berani
- menyampaikan hak sekalipun resiko yang
- akan dihadapi begitu
- hebat. Nah, pada keesokan
- harinya Abdullah bin Mas'ud hanya
- kembali kepada sediakala. Dia ee
- menyantuni Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Sehingga pada saat Rasul
- menyuruh
- hijrah ke Habsi, ikut hijrah Habsi.
- Kemudian enggak lama pulang Rasulullah
- hijrah ke Madinah. ikut ke Madinah. He.
- Nah, nah di Madinah beliau berbagai
- peristiwa hadir termasuk perang Badar,
- perang Uhud, perang Khaibar. Ada satu
- hal yang unik waktu peristiwa perang
- Badar.
- Kata
- Rasulullah, "Siapa yang sanggup
- memberikan informasi tentang Abu
- Jahal, tunjukkan kepada aku." Kata
- Abdullah, "Saya siap.
- Wah, kenapa? Kan Abu Jahal ini kan
- komandan tempur, panglima tertinggi. Dia
- akan dikawal secara ketat oleh
- pasukannya. I. Nah, Rasul memerlukan
- ini. Coba siapa di antara kamu yang
- sanggup membawa
- berita? Dijawab sama saya siap.
- Masyaallah. Kalau bahasa kata bahasa
- kita letik-leik wani amat sih
- ente. Ya udah, ternyata benar.
- Di perang Badar itu kan terjadi
- pertempuran perang
- tanding. Nah, Abdullah bin Mas'ud
- langsung menyeruak masuk ke dalam
- barisan dan dicari ini di mana ini Nabi
- ini apa yang ditunjuki Nabi, yang
- dikehendaki Nabi di mana? Ternyata dia
- ketemu dengan anaknya Afro
- Muad Muawid sama adiknya, adik kakaknya.
- Ternyata Muawid sama adiknya ini telah
- merobohkan pertempuran dengan Abu Jahal.
- Abu Jahal ada di situ. Heeh. Kalau
- bahasa kita kekerot manena.
- Uh. Nah,
- sementara Muawid dan Muad bin Maulid
- sedang berdiri. He dia habis di gebug
- oleh berdua. Ini adik kakak ini tampil
- waktu perang Badar ini waktu Nabi
- menyiapkan
- pasukan. Dua anak muda ini kan orang
- Ansar nih. He. Nanya sama Abdurrahman
- bin Auf. Paman.
- Yang namanya Abu Jahal mana tuh? Tuh,
- tuh. Kata dia, "Yang mana tuh?" "Yang
- rambutnya pirang." Rambutnya kayak orang
- Amerika pirang. Oh, itu. Iya. Begitu
- ditunjukin oleh Abdurrahman itu namanya
- Abu Jahal, itu dua anak muda itu lari
- dengan kencang sampai seperti orang
- terbang saking cepatnya.
- Saya waktu membayangkan bagaimana
- larinya dua orang ini, saya lihat Jetle
- cepat ya. Itu kan J kalau lari cepat C
- seolah tidak napak ke bumi kan. Wah,
- akhirnya sampailah ketemu dengan Abu
- Jahal terjadilah pertarungan. Jadi Abu
- Jahalnya kan kekuatannya satu berbanding
- 50 itu. Heeh. Dihadapi oleh dua anak
- muda, adik kakak. Uh. pertempuran sengit
- itu padahal anak muda ini jago nih kalau
- istilah bahasa kita jago keratenya jago
- tendang wuh bak b big buk akhirnya apa
- dengan kecepatan tindakan
- tangannya pedangnya langsung menebas Abu
- Jahal dan langsung dia jatuh he jatuh
- pingsan bekas
- sabatannya sabetannya masih
- nempel di pedang
- orangnya adik kakek berdiri udah dah
- udah ya udah udah jatuh
- udah Abul Abdullah bin Masud ucruk-ucruk
- datang Abu
- Jahal Abu Jahal
- ngomong nyesal saya
- katanya coba yang bunuh saya itu orang
- yang selevel dengan saya Abu Abu Bakar
- kek, Muhammad kek, ini anak petani kata
- dia. Waduh, kata Ibnu Mas'ud Abdul
- Marud, kalau gitu sekarang rasain dari
- saya ya.
- Katanya langsung dia berdiri diinjak itu
- lehernya.
- Diinjak lehernya sama dia, ambil
- pedangnya langsung ditekankan, dipukup
- bes putus jadi
- dua. Masyaallah.
- Udah putus jadi dua dipegang itu
- rambutnya dijingjing sama dia tahu
- dijingjing ya.
- Kalau orang Korea di
- kelawang-kelawangus ya Allah. Hanya
- dibawa ke hadapan Rasulullah. Begitu
- sampai di hadapan Rasulullah dia ya
- Rasulullah hadullah. Sambil
- digelundungin kepalanya. Kepalanya.
- Begitu Rasul melihat kepala Abu Jahal
- takbir Allahu
- Akbar. Dia mah tenang aja. Itu Abdullah
- bin Mas'ud. Masyaallah.
- Di
- situlah bagaimana kehebatan dan
- keberanian seorang anak muda. Padahal
- secara fisik kecil mungkin kalau istilah
- bahasa
- kita umumnya orang mengatakan orang
- cebol. He. Sehingga satu saat Rasulullah
- menyuruh dia untuk naik
- pohon. Waktu dia naik pohon kan ranting
- tuh. Nah, orang para sahabat di bawahnya
- ngelihat pada ketawa.
- Karena antara betis
- dia dengan ranting yang di injek itu
- masih gedean
- rantingnya. Pada ketawa
- orang. Rasul melihat kata Rasul, "Kamu
- mau ngetawain itu ya betisnya ya?"
- Katanya karena diselok istilah bahasa
- kita mah diselok ya. He. Mereka enggak
- banyak ngomong, diam aja. Iya benar. Dia
- membandingkan antara ranting yang dia
- injak dengan betis yang dia lihat. Kata
- Nabi itu
- betisnya jika nanti di hari kiamat
- ditimbang dengan gunung
- Uhud itu masih berat betis. Betisnya
- puh. Masyaallah. Nah, sejak itulah
- mereka enggak berani lagi mentertawakan,
- mencemohkan,
- mengejek.
- Sudah Abdullah bin Mas'ud di antara
- sekian para sahabat yang Allah berikan
- kepadanya wawasan ilmu yang luas.
- Jadi
- kalau beliau baca Quran kemudian Rasul
- mendengarkan bagaimana bacaannya merdu,
- maka Rasul mengatakan, kata Nabi, "Kalau
- kamu wahai para sahabat ingin belajar
- Quran sesuai dengan Quran yang
- diturunkan kepada aku, H belajarlah
- engkau kepada empat orang." Siapa itu?
- Abdullah bin Mas'ud, Ubay bin Ka'ab,
- Muad bin
- Jabal, ada lagi satu sahabat. Nah, gitu.
- H belajar kau
- kepadanya. Karena apa? Karena Quran
- diturunkan sesuai dengan apa yang dia
- bacakan. Dan Abdullah bin Mas'ud
- termasuk salah satu sahabat Nabi yang
- punya mushaf tersendiri.
- H
- ah. Sampai beliau mengatakan tidak ada
- satuun surat dan ayat yang turun. Saya
- pasti tahu di mana surat ini diturunkan,
- berkenaan dengan siapa, peristiwa apa.
- Sampai begitu. Bukan sombong, saya tahu,
- katanya. Bahkan kalau ada orang yang
- lebih tahu daripada saya, selama bisa
- dijangkau dengan naik kuda atau unta,
- saya akan datang
- kepadanya. Wah, itulah kehebatan
- Abdullah bin Mas'ud.
- Nah, Rasul
- wafat,
- beliau hidup dengan umur yang
- panjang. Di zaman Abu Bakar beliau
- hidup. Abu Bakar wafat di zaman Umar,
- beliau hidup. H
- Umar wafat di zaman Utsman dia hidup.
- Nah, di zaman Utsman itu terjadi kelash
- dia h dengan beberapa sahabat. Ada yang
- mengantakan dengan Saad bin Abi Waqqas
- dan lain
- sebagainya.
- Kemudian akhirnya dia ditarik ke
- Madinah setelah dia ditempatkan oleh
- beberapa khalifah sebelumnya untuk
- mengurus daerah-daerah yang ditaklukkan
- oleh kaum muslimin. Dia laksanakan
- dengan penuh tanggung jawab.
- Nah, beliau
- ternyata setelah di zaman khalifah ini
- banyak memberikan
- ilmu, ilmu tafsir, ilmu
- hadis, ilmu dirayah itu beliau
- menyampaikan dan orang yang datang
- kepada dia itu bukan satu dua orang,
- puluhan bahkan ratusan belajar ilmu,
- belajar ilmu tafsir, belajar ilmu
- hadis dan bagaimana sejarah-sejarah dia
- sampaikan. Padahal orangnya kecil. Tapi
- ilmunya luas. Masyaallah. Luar biasa.
- Nah. Nah,
- beliau waktu sakit dijenguk oleh
- Khalifah Utsman bin
- Affan. Kata
- Utsman, "Wahai
- Abdullah, apa yang kau keluhkan dan kau
- takutkan?"
- "Dosa." "Hah?"
- Dosa. Jadi saya selalu ingat dosa saya.
- Para sahabat kalau secara zahir ya
- mereka jauh daripada dosa tapi dia
- mengakui
- dosa. Terus apa harapanmu? Rahmat Allah.
- Ih sedang
- sakit. Ah begini aja
- ya Abdullah bin
- Mas'ud itu hartamu kan masih ada di
- Baitul Maha yang beberapa lama engkau
- tidak ambil.
- H saya harapkan kalau kau pulang kepada
- Allah, engkau tidak meninggalkan
- keluargamu yang
- fakir. Bagaimana kalau saya nyuruh
- seseorang biar diambilkan untuk enggak
- perlu kata,
- kalau saya perlu diambil sama saya. Saya
- enggak
- perlu. Apa enggak khawatir
- anakmu kau tinggalkan dalam keadaan
- fakir? Enggak.
- Saya sudah pesankan sama anak saya, agar
- engkau tidak terkena fakir, maka bacalah
- tiap malam surah Al-Waqia'ah. Alwaqiah.
- Saya sudah titipkan kepada anak-anak
- saya bar membaca surah Al-Waqi'ah. He
- dipelajari, didalami isinya. Mereka
- tidak akan fakir. Jaminan yang Rasul
- katakan.
- Saya waktu baca apa benar? Katanya,
- "Saya buka tafsir Ibnu
- Katsir." Ternyata benar situ. Ada ada
- riwayat Ahmad, ada beberapa riwayat yang
- lain. H. Oh, iya juga kata saya. Maka
- beliau waktu ditawari oleh Utsman,
- "Bagaimana kalau saya bawakan tuus itu
- kan gajimu yang sudah sekian lama yang
- kamu tidak ambil akan saya berikan
- kepadamu untuk anak-anakmu. Enggak
- perlu," kata dia. Masyaallah. Begitu
- yakin dia dengan sabda Rasulullah.
- Ah, kemudian kalama betul dia pulang
- kepada Allah ya. Wafat di zaman ee
- Khalifah Utsman bin Affan 2 tahun
- sebelum Khalifah Utsman wafat, dia wafat
- duluan dan disalatkan oleh
- sahabat-sahabat besar. Itulah perjalanan
- sahabat Abdullah bin Mas'ud yang telah
- mengukir sejarah peradaban ini. Dia
- telah memberikan sumbangsi besar kepada
- perjuangan Islam. Dia telah menorehkan
- tinta sejarah yang sangat indah dan dia
- mengeluarkan beberapa fatwa yang tidak
- dimiliki oleh yang lain. Dia hafal
- ayat-ayat Allah 30 juz di luar kepala.
- Beberapa ribu hadis Nabi dia keluarkan
- disampaikan kepada murid-muridnya. Dan
- orang ini menjadi harum namanya. Padahal
- secara fisik orangnya kecil tapi ilmunya
- besar. Kenapa? Karena dia memuliakan
- kalamullah.
- Siapa yang dimuliakan oleh Allah maka
- dia pasti akan bahagia dunia. Demikian
- walhamdulillah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Demikian Iman Hawawat
- kisah sahabat Abdullah bin Mas'ud atau
- dengan julukan Shibusir atau penyimpan
- rahasia telah disampaikan oleh Ustaz
- Komuni. Dan untuk Anda bergabung Anda
- bisa kirimkan ee pertanyaannya melalui
- SMS atau WhatsApp kami di
- 0811999720 ataupun bisa telepon kami di
- 0218451512. Kami segera kembali.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Masih bersama kami Wan Ahwat di acara
- sirah Sahabat bersama Ustaz Komarudin
- Masuni membahas sahabat Abdullah bin
- Mas'ud atau julukannya sahih besir atau
- sang penyimpan rahasia. Sudah banyak SMS
- yang masuk Ustaz saya bacakan saja
- tafadol. Ini datang dari Bapak Yahya di
- Batam. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz. Waalaikumsalam orang
- Batam kemahae, Pak Ustaz. Apakah sejak
- zaman dahulu tidak banyak orang yang
- dapat menjaga rahasia? Apakah kemampuan
- menjaga rahasia termasuk kemampuan yang
- memang sulit untuk dijalankan, Ustaz?
- Ya, memang tidak semua orang bisa
- menyimpan rahasia. Ya. Ya, jangan
- jauh-jauh kita aja. Kita ini zaman
- manusia hari now ini. Now, ya, zaman itu
- katanya rahasia ya. Tapi ngomong sama
- temannya rahasianya itu mah bukan
- rahasia itu mah. Itu mah bocor ya. Jadi
- rahasia itu betul-betul tidak
- diucapkan baik kepada orang yang dia
- sayangi maupun kepada orang yang tidak
- sayangi. Jadi betul-betul disimpan
- rahasia.
- Nah, contoh apa rahasia itu yang tidak
- bisa contoh
- nih, kalau sudah menyangkut pribadi
- seseorang he itu kan orang biasanya
- kalau mau menceritakan itu agak risih
- ya. Nah, Nabi sempat menyampaikan berita
- kepada seorang
- sahabat ini di di antara sekian banyak
- orang-orang kita ini masih ada yang
- punya penyakit.
- Penyakit apa, Ustaz? Yaitu penyakit
- munafik. Munafik.
- Nah, disebut ini oleh Nabi. Tapi
- tolongnya disimpan rasanya.
- Jangan dibuka. Disebut si anu, si anu.
- Nah,
- itu waktu disebut namanya si anu si anu,
- ada sahabat mendengar. Iya. Nanya, "Apa
- sih yang dicampaikan Nabi tadi itu?"
- Kata dia, "Rahasia."
- Nah, jadi dia
- sampai pelan-pelan ngebongkar itu enggak
- pernah diucapkan. Nah, itu contoh contoh
- bentuk bagaimana dia menyimpan
- rahasia. Pemat contoh lagi nih. Ini
- seorang suami
- ini dia kalau memberi kepada orang itu
- buh breh. Buh breh. Heeh. Pokoknya apa
- yang dimaui orang kasih. Tapi kepada
- keluarganya pelitnya bukan main. Hm.
- Ada kayak gitu ya. Ada yang begitu tapi
- Nabi enggak sebut namanya. Rahasia
- rahasia tuh. Sebab kalau dibuka rahasia
- pasti kan malu.
- Ah ada disebutin tapi enggak disebut
- namanya.
- Ini contoh-contoh kecil ya. Dan yang
- besar juga banyak. Demikian ya. Kalau di
- kita juga ada bilang rahasia umum kan.
- Rahasia tapi umum. Itu bukan rahasia
- itu. M.
- Baik. Kembali ke pertanyaan selanjutnya
- datang dari Ibu Albar di Cikarang,
- Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam, Bu Albar.
- Pak Ustaz, jika Abdullah bin Mas'ud
- mendapatkan gelar Soohibus sir, kalau
- boleh tahu contoh apa saja yang termasuk
- perlu dirahasiakan? Apakah rahasia
- taktik dalam perang salah satunya,
- Ustaz? Ya, salah satu bentuk taktik
- dalam peperangan pun itu memang rahasia.
- Contoh Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam waktu mau berangkat ke
- peristiwa Fathu
- Makkah itu Rasulullah di kota Madinah
- setiap salat beliau itu berdoa, "Ya
- Allah, jangan sampai berita
- kepergianku itu terdengar dan terambil
- beritanya oleh orang-orang yang memang
- mengusuhiku, memusuhiku."
- Nah, setiap bisalat Rasul berdoa, "Ya
- Allah, jaga jangan sampai berita akan
- kepergian kami kepada mereka
- terbongkar." He. Nah,
- tiba-tiba ada seorang
- sahabat ngirim surat. Iya.
- Nah, isi suratnya
- mengatakan,
- "Kalian agar menghindar diri.
- pergilah dari Makkah karena Nabi dengan
- pasukannya akan
- berangkat. Nah, surat
- ini dibawa oleh seorang wanita
- berkendaraan kendaraan
- unta. Nah, waktu pembawa berita surat
- yang akan membocorkan ini sampai di
- tengah perjalanan antara Makkah dan
- Madinah. Heeh. Jibril datang,
- "Muhammad, bawa apa yang kau minta
- kepada Allah,
- ternyata ini sudah di tengah perjalanan
- orang membawa berita akan
- kebocoranmu." Langsung Nabi bertindak
- cepat memanggil Ali dan Miqdad. Kata
- Nabi, "Ali Miqdad, segera kejar orang
- yang akan membocorkan rahasia kita." Dia
- berada di sebuah pertengahan jalan. Di
- situ ada pohon, ada kebon dan orang ini
- masih di sana. Cepat itu Ali dengan
- Miqdad langsung dia naik kudanya
- kencang. Benar. Enggak lama ada itu di
- yang di tempat ditunjukin Nabi di tengah
- jalan belok sana, belok sini ada pohon.
- Akhirnya Ali langsung nanya, "Mana
- surat?" Tadinya dia bicara bohong.
- "Enggak, saya enggak bawa
- surat. Rasulullah enggak pernah bohong.
- Kamu bawa surat enggak? Mana buktinya
- saya? Ya udah kata Ali, kalau gitu
- bagaimana kalau saya buka pakaianmu?
- Wah, mau
- digeladang kata wanita itu. Sudah kalau
- gitu kamu berpaling dari aku. Terus Nabi
- kan memalingkan muka dari dia. Ternyata
- apa? Itu langsung dia buka konde, konde
- rambut. Ternyata dimasukkan di kondde
- rambut suratnya. Ada kondde, ada konde.
- Ah, ini diserahkan. Sudah serahkan
- langsung ber aja pulang lagi. Sampai di
- Madinah dibaca ternyata apa? Ternyata
- yang membuat surat itu pejuang Badar.
- He.
- Waduh. Begitu disebut penulisnya pejuang
- Badar namanya ada. Panggil,
- panggil. Kata Nabi, "Kamu kenapa
- membacakan
- rahasia? Kan saya sudah larang. Enggak
- boleh." "Ya Rasulullah, maaf. Saya bukan
- murtad, tapi saya punya saudara yang
- khawatir. Ini kan saya sudah ngomong."
- Kata enggak boleh
- membocalkan. Kata Umar, "Ya izinkan
- saya, saya mau potong
- lehernya."itu jangan
- Umar, jangan. Kenapa? Sekiranya dia
- bukan ahlu
- Badar, mungkin saya sudah persilakan
- Anda untuk melibas dia. Tapi karena dia
- ahlu Badar dan Allah sudah Allah sudah
- berfirman kepada ahlu Badar, "Silakan
- kamu berbuat apa saja niscaya aku ampuni
- segala dosanya." Tuh Umar begitu
- dibacakan ayat nangis. He. Ternyata
- kepada para pejuang Badar ini Allah
- setelah rida dan Allah mengampuni segala
- dosanya.
- Nah, ini salah satu contoh bagaimana
- orang membocorkan raha rahasia rahasia.
- Ada di zaman Nabi aja, tapi akhirnya
- Allah melindungi nabinya kan sehingga
- akhirnya tidak ter tidak terjadi.
- Demikian. Baik, ke pertanyaan
- selanjutnya datang dari hamba Allah,
- Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustaz,
- kok kalau sekarang kita mendengar cerita
- orang menggorok leher, musuh di perang
- sepertinya ngeri sekali, Ustaz. Apakah
- Rasul juga merasa ngeri pada saat itu,
- Ustaz? Ya, kalau yang terjadi seperti
- yang tadi diucapkan atau disampaikan
- Abdullah bin Mas'ud menggorok, he
- kejadian itu Rasul enggak
- ngelihat kan dia Rasul hanya bilang,
- "Tunjukkan di mana Abu
- Jahal." Nah, Ibnu Mas'ud karena dia
- saking
- beraninya dari barisan dia keluar, dia
- nyari. Iya. Nah, begitu nyari kan Abu
- Jahalnya sudah
- tergeletak, sudah disikat oleh dua anak
- muda
- Ansar, yaitu Muawid dan saudaranya. Nah,
- waktu dia datang, Abdullah bin Masud
- datang, dia sedang kalau istilah bahasa
- orang sonoh itu kegerot. H kata Abdullah
- bin Mas'ud, "Kalau gitu rasain dari saya
- ya." Katanya diinjak lehernya langsung
- dipotong.
- Nah, itu mah dengan seketika aja di
- dipotong itu langsung dibawa tanda
- bukti. Ya, Rasul enggak ngelihat waktu
- dipotongnya sama dia karena saking
- cepatnya bertindaknya itu. Nah, itulah
- contohnya ya. Pasti ngerilah kalau lihat
- AC kan ngeri ya. Mungkin Rasul kalau
- Rasul tahu melalang jangan. Tapi karena
- Rasul enggak ada ya sudah akhirnya ini
- salah satu contoh ya tetap sebagai
- manusia akan mengerilah. Nah, demikian.
- Baik dari Bapak Khairo di Sukabumi,
- Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam. Orang
- Sukabumi. Sami-saminya ABG Sukabumi. Ya.
- Baik, Ustaz. Banyak ee saat ini
- masyarakat yang mudah menyebar
- berita-berita yang belum jelas
- kebenarannya. Iya. Terus bagaimana kita
- bersikap dan apakah hal tersebut pernah
- terjadi, Ustaz, pada zaman Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam? Quran
- mengatakan, "Innalladina."
- Sesungguhnya orang-orang yang suka
- berbuat bohong itu mereka tidak akan
- merasakan ketenangan. La yuflihun, tidak
- akan bahagia. Bahkan Allah mengatakan,
- "Wadill
- anhum israhum." Allah akan melenyapkan
- apa yang mereka sebarkan itu. H. Artinya
- apa? Bagaimanapun rahasia yang oleh
- mereka
- digembor-gemborkan kemudian Allah
- membatalkan tidak akan terjadi. Atau apa
- saja yang mereka sebarkan berita hoak
- itu akhirnya wadola itu akan
- lenyap. Tapi kebenaran yang sesungguhnya
- itulah yang akan nampak. Nah dengan
- peristiwa ini kenapa banyak orang yang
- menyebarkan hak? Karena mereka tidak
- yakin dengan adanya Allah. tidak yakin
- dengan adanya kebenaran. Maka oleh
- mereka itu diadakan. Maka Allah turunkan
- ayat
- alladina. Orang yang suka membuat
- rekayasa. Rekayasa. Iya. Istilah bahasa
- kita hoak. Heeh. Nah, orang yang suka
- membuat hoak kata Allah, "La
- yuflihun." Orang ini selamanya tidak
- akan bahagia, akan dikejar-kejar. Dan
- sekarang terbukti he
- S apa? RS.
- membuat hoak apa akhirnya
- apa dari sana sini dia digencot nah
- itulah kalau dia dia apalagi dia
- mengatakan itu berita bohong kenapa dia
- berani nah Allah mengatakan la yuplehun
- kata Allah orang yang suka membuat
- berita hoak berita bohong tidak akan
- bahagia tenang demikian ada telepon yang
- masuk silakan hal asalamualaikum
- ya waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh kurang begitu untuk
- terdengar suaranya. Mungkin diperbesar
- suaranya. Oh, kurang begitu jelas ya,
- Pak. Dengan siapa? Di mana? Ibu. Iya.
- Eh, Ibu Ika di Jakarta, Pak. Ibu Ika
- silakan pertanyaannya. Heeh. Ee boleh
- kita ikut bertanya seperti itu, Pak,
- tentang pelajaran Al-Qur'an gitu, Pak?
- Ini baru baru tahu ini tentang siwa
- sahabat Ibu temanya ya. Oh, gitu. Iya.
- Hm. Kita kan belum pernah gabung jadi
- belum pernah ngerti. Ini Pak, baru ini
- kepengin tahu dulu sementara. Boleh.
- Silakan Bu Ita. Heeh. Ika. Ika. Iya Bu
- Ika. Heeh. Jadi ee ee apa namanya ini ee
- pelajaran tentang tafsir gitu ya, Pak?
- Iya. Heeh. Ee seperti tadi Bapak
- katakan, tapi saya belum begitu jelas,
- Pak. Karena apa ya kurang kurang jelas
- itulah. Tolong tolong jelaskan lagi
- supaya saya agak tahu karena baru
- bergabung orang baru ini. Baik. Iya.
- Baik, Ibu. Disimak ya, Bu ya. Oke. Baik,
- Bu. Ibu Ika ya baru menyimak ya. Ya,
- jadi setiap hari
- Senin itu ada kajian sirah sahabat ya,
- yaitu kita menampilkan sosok-sosok
- sahabat yang mana kesempatan hari ini
- kita mengkaji tentang sahabat Abdullah
- bin Mas'ud.
- Nah, Abdullah bin Mas'ud, salah seorang
- sahabat Nabi, dari sejak pertama dia
- menerima dakwah Nabi sampai dia masuk
- dalam deretan pejuang Nabi, maka
- ternyata Allah mengangkat derajat dia
- dengan kemuliaan. Kemuliaan dunia dan
- kemuliaan akhirat. dia sampai
- mendapatkan satu amanah yang mulia
- sehingga dikasih gelar yaitu dengan
- panggilan shohibis sir. Soohibisir yaitu
- orang yang menyimpan rahasia Nabi. Jadi
- orang-orang yang seperti ini bukan
- sembarangan orang. Padahal banyak
- sahabat di sekitar Nabi ribuan bahkan
- puluhan ribu itu itu tidak semuanya
- mereka dapat gelar tugas Sahih Besir
- hanya beberapa orang saja. Yang jelas
- nih yang dapat amanah Sahih Busir itu
- satu sahabat empat ya Abu Bakar, Umar,
- Utsman, Ali. Kemudian lagi ada Hudzaifah
- bin Yaman. Ini yang terkenal itu
- Hudzaifah bin Yaman. Ada lagi Abdullah
- bin Mas'ud, ada lagi Amar. Banyak itu
- Sahih Busyir, Sahih Busiri. Bahkan ada
- lagi sahabat Nabi yang ditugaskan hanya
- untuk mengatur
- strategi. Jadi bagaimana nih strategi ke
- depan? Ada ada spesialis-pesi. Ada
- spesialis-spesialis yaitu Qais bin
- Sa'ad. Ini strategis ahli perang.
- Ada lagi sahabat yang tugasnya
- intelijen. Intelijen ini masyaallah
- sampai pada satu saat dia sebelum masuk
- Islam karena memang intelijennya
- terkenal,
- tiba-tiba dia mendengarkan Nabi membaca
- ayat yaitu wala yahiquul makrus sayiu
- illa
- biahlih. Tidak ada usaha makar kecuali
- itu akan kembali kepada dirinya. Waktu
- dia baca dia enggak jadi katanya. Saya
- kalau tidak ingat dengan ayat itu sudah
- habis itu Muhammad di Makkah itu
- akhirnya disadar dia akhirnya masuk
- Islam tuh. Jadi pakar-pakar intelijen,
- pakar-pakar strategik, pakar-pakar ahli
- dalam bidangnya khusus itu di sekitar
- Nabi itu banyak. Heeh. Orang dermawannya
- ada, kaya raya ada. He. Dan selalu
- mampir ahli gulatnya ada. Ahli gulat
- bodegar istilah kita pendekarnya.
- Pendekarnya ada. Siapa Ali itu? Bodegar
- itu. Saad itu
- bodegarnya. Jangan coba-coba itu orang
- mendekati Mugirah bin Subah. Bodegar.
- Itu ada orang Arab kan kalau bicara itu
- menandakan bahas apa? menandakan bahwa
- dia itu dekat dengan seorang yang diajak
- bicara itu biasanya kalau sedang bicara
- itu sering megang itu jenggotnya
- dipegangnya dipegang. Ee nah waktu
- peristiwa di
- Hudaibiyah, Suhail bin Amr, utusan
- daripada Quraisy, terjadilah ee dialog
- dengan Nabi. Waktu tangannya mau megang
- megang janggot Nabi. He. Itu oleh Bugir
- langsung dengan pedang yang dia pegang
- itu peraknya
- dipukulkan. Kalau istilah bahasa kita
- kekelepekan itu. Heeh. Sakitnya
- tangannya. Waduh.
- Ee kata dia Muhammad siapa
- itu kan yang mukul pakai perah pedang
- itu kan kelihat enggak kelihatan karena
- wajahnya kan ditutup kayak pakai ninja.
- Kata Nabi, "Itu keponakanmu siapa?"
- Mugiroh. Begitu sahabat Mugiro
- kaget. Baru aja kemarin pantatmu saya
- bersikat gitu kata dia.
- Kenapa?
- Begitulah berdegar-bedeger Nabi itu
- membela Nabi sampai begitu. Tidak
- sembarangan orang ee ingin menyentuh
- Nabi kalau dia itu belum mengizinkan
- sampai padahal itu saudaranya
- itu Mugirah itu sama Su itu masih amal
- bin itu masih saudara tapi kalau dia
- berani macam-macam harus berhadapan
- dulu. Nah itulah di antaranya
- orang-orang yang ada di sekitar
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Demikian sallallahui wasallam. Ustaz
- kita sudah dibatasi waktu mungkin
- sebelum pamit di simpulkan pembahasan di
- pagi hari ini tentang sahabat Abdullah
- bin Masud ini. Iya. Baik para pendengar
- Radio Silaturahim dan para pemiarsa TV
- Rasil bahwa keberadaan salah seorang
- sahabat Nabi itu memang setiap sahabat
- memiliki mumayyiz ya.
- Memiliki satu kelebihan masing-masing.
- Kelebihan. Jadi sahabat ini kelebihannya
- itu sahabat ini jadi tidak sama.
- masing-masing beda. H ada mumayiznya
- sendiri, ada kelebihannya
- masing-masing. Kalau kita lihat seperti
- sosok Abdullah bin Mas'ud, karena secara
- fisik apa yang
- dibanggakan? Ternyata dari fisik seperti
- ini ada sesuatu yang tidak dimiliki oleh
- Nabi menyimpan
- rahasia. Yang kedua tanggung jawabnya
- begitu besar. Dia itu Rasul sampai
- mempersilakan dia masuk ke kamarnya.
- kapan saja padahal tidak semua orang
- masuk coba rahasianya ini pribadi saking
- rahasia padahal nabi itu kekasih Allah
- yang dijaga ketat oleh sahabat-sahabat
- militan tapi kenapa sahabat ini kok bisa
- kenapa karena begitu dia tanggung
- jawabnya sangat menjaga rahasianya
- sehingga kalau Nabi mau buang air besar
- dialah yang membentangkan kainnya supaya
- tidak
- terlihat sampai sikat gigi aja dia yang
- megang enggak
- sembarangan kan Nabi Nabi pernah itu
- nyisir. Hm. Ya, waktu nyisir kan
- rambutnya ada yang jatuh itu. Heeh. Nah,
- ada
- sahabat yang ngambil itu sehingga
- istilah bahasa kita dijadikan jimat.
- Padahal bukan dijadikan jimat, hanya
- kenangan. He. Siapa itu? Salman
- Alfarisi. Salman Alfarisi itu di pecinya
- itu ada kalau istilah peci bahasa orang
- kita ya itu ada di dalamnya itu peci ada
- rambut Nabi. Rambut Nabi. Nah, ternyata
- apa? Kenangan kata dia. Bukan seperti
- orang sekarang jadikan jimat. Enggak.
- Jadi banyak hal yang ajaib yang mereka
- sangat mengambil berkahnya. Nah, jadi
- sahabat masing-masing diberikan
- kelebihan oleh Allah Subhanahu wa taala
- untuk menjaga rahasianya.
- Dan termasuk waktu Rasulullah di Uhud
- itu kan Rasulullah kan kena itu karena
- tusukan,
- pecahan besi yang nancap di leher apa di
- giginya tuh. Nah, waktu gigi Nabi
- kemasukan besi itu kan sahabat pada
- ngeri bagaimana rasulnya. Akhirnya maju
- sahabat Nabi yang dikasih gelar al-Amin
- yaitu Abu Ubaidah bin Aljarah.
- Jadi besi yang nempel itu bukan dicabut
- pakai tangan, dicabut dengan giginya.
- Gigi. Jadi gigi Abu Ubaidah yang
- menggigit besi yang nempel sampai
- giginya itu goyang.
- Akibat goyang rontok dua. Rontok
- bayangkan. Bukan gigi Nabi yang rontok.
- Jadi giginya saking kuat nempel besi itu
- ya. Heeh. Coba sampai begitu tuh.
- Bagaimana kecintaan para sahabat kepada
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Dan mereka yang mencintai Nabi itu
- Rasulullah memberikan kabar gembira. Hum
- ahlul jannah. Mereka semuanya ahli
- surga. Termasuk sahabat yang sedang kita
- bicarakan. Karena dia rida kepada Allah,
- Allah rida kepadanya. Demikian
- walhamdulillah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Demikian ee Iwan Awat
- sira sahabat bersama Ustaz Komasuni
- mengenai sahabat Abdullah bin Mas'ud dan
- atau julukannya shohibul sir atau
- penjebat rahasia. Semoga yang
- disampaikan dapat menambah ilmu agama
- kita juga menambah iman dan takwa kita
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan
- yang lewatkan setelah ini Iwan Lawat
- yang lewatkan acara perlindungan anak
- bersama Bapak Hamid Pati 5 dengan tema
- perlindungan khusus anak dari peredaran
- narkotika. Saya Muhammad ditemani Kang
- Zin Anis dan juga
- produserahid. Subhanakallahum
- wabihamdika asadu alla ilahailla anta
- astagfiruka waubu ilaik. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]