Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- kirsir thyiban mubarokan fi kama
- yuhibuna waard. Ashadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- asadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh.
- Allahumma shi ala sayidina Muhammad waa
- ali sayidina Muhammad. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat pendengar radio silaturahim dan
- juga pemirsa Rasil Visual yang dirahmati
- Allah. Alhamdulillah saya Muhammad Fahri
- temani Rosid dan juga Anis hadir di
- acara sirah sahabat bersama Ustaz
- Komaruddin Basyuni. Alhamdulillah beliau
- telah studio kita sapa saja Iwan akhwat.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Kabar sehat
- Ustaz ya? Alhamdulillah. Alhamdulillah.
- Segar sekarang nih sudah bisa live lagi
- ya Ustaz ya. I baikbaik. Kisah sahabat
- siapa nih yang akan dikisahkan, Ustaz?
- Sahabat Unes. Unes? Iya. Unes ya atau
- Anas bin Malik. Unes atau Anas bin Malik
- ya. Dua-duanya sama. Sama itu sama ya.
- Unes panggilan kesayangan. Hm. Nama
- aslinya Anas. Jadi Unes itu panggilan
- panggilan kesayangannya gitu ya. Iya.
- Baik. Dan nanti yang ingin bergabung
- seperti biasa, Anda bisa kirimkan
- melalui SMS dan WhatsApp kami.
- Pertanyaan Anda di
- 0811999720 atau telepon kami di
- 0218451512. Silakan, Ustaz. Ya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu
- wafiruh wa naud nazubillahi min syururi
- anfusina wasayiati a'malina. May
- yahdillah fala mudillalah wam yudlil
- fala hadiyaalah. Ashadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- asyhadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluh. Amma
- ba'd. Para pendengar radio silaturahim
- di mana saja berada dan juga para
- pemiarsa.
- TV
- Rasil.
- Alhamdulillah di hari
- Senin kita hari ini
- kembali mengkaji sirah sahabat
- yang sirah sahabat hari ini kita akan
- tampilkan sahabat yang begitu
- mendapatkan kesayangan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Dia adalah
- Anas bin Malik atau Unes bin
- Malik. Bagaimana kisah sahabat Anas ini?
- Beberapa ahli
- tarikh
- menceritakan
- awal
- perjumpaan Anas atau Unes dengan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Anas pernah
- berkata, kata Anas, "Tidak ada hari yang
- paling kukenang kecuali dua
- hari. Hari pertama, hari perjumpaan
- dengan
- Rasulullah. Hari kedua, hari perpisahan
- aku dengan
- Rasulullah." Ini dua hari yang dikenang
- oleh Anas bin Malik dalam sejarah
- hidupnya.
- Nah, bagaimana beliau kok bisa
- ketemu? Padahal jaraknya jauh. Rasul
- waktu itu berada di Makkah, sementara
- Anas ada di Yasrib atau Madinah.
- Sementara waktu itu Islam sudah mulai
- berkembang di Yasrib
- melalui orang-orang yang ada di daerah
- Yasrib, yaitu dari suku Khajraj dan suku
- Aus.
- Kemudian ditambah dengan seorang
- mubaligh yang masih muda, umurnya baru
- 16 tahun. Dia adalah Mus'ab bin Umair.
- He.
- Nah, masyarakat Madinah begitu
- antusias mendengar berita kehadiran
- seorang nabi akhir
- zaman. Dia adalah Rasulullah, dia utusan
- Allah. Nah, termasuk salah satunya
- adalah ibunya Anas
- yang dipanggil dengan panggilan
- Algumaiso.
- Apa tuh?
- nama seorang ibu namanya
- Gumaiso. Ibunya Anas
- Algumaiso. Nah,
- beliau setelah
- mendapatkan beberapa pelajaran dari
- kajian-kajian yang beliau sering
- mendengarkan apa yang disampaikan oleh
- masyarakat
- Madinah yang menyampaikan akan hadirnya
- seorang nabi akhir zaman.
- Beliau sangat antusias dan terpanggil.
- Betul. Beliau
- ingin menemaninya, beliau ingin
- mengikutinya. Namun sekarang bagaimana
- ini supaya tidak terjadi
- istilahnya antara keinginan ibu dengan
- anaknya. Karena bapaknya sudah tiada
- sebelumnya ya. Jadi hanya ibu dan anak.
- Nah, Anas atau Unes waktu itu baru
- berumur 10
- tahun. Nah, dia pada
- saat berdialog sama
- ibunya, diajak, "Nak, coba ikutin aku."
- Kata ibunya, "Apa, Bu, ya. Kita
- mengucapkan dua kalimah syahadah. Jadi
- ibunya membimbing anaknya mengucapkan
- dua kalimat syahadah. Nah, setelah itu
- kan beliau yang dimaksud Muhammad
- Rasulullahnya
- mana? Kan disebutkan dalam kalimah itu
- kan ashadu alla
- ilahaillallah. Bahwa tidak ada yang
- wajib disembah kecuali Allah. Tidak ada
- Tuhan kecuali Allah. Dan aku mengakui
- atau aku menyaksikan Muhammad utusan
- Allah. Nah, sekarang Muhammadnya mana?
- Nih orang pintar, jenius dia ya. Dia
- bilang, "Enggak lama lagi dia datang."
- Nah,
- kemudian setelah dia mendengarkan kabar
- bahwa Rasulullah akan pindah ke Yasrib
- itu masyarakat Madinah begitu
- bergembira, bersuka ria. Baik
- laki-laki,
- perempuan, anak, muda, dewasa itu siap
- menyongsong kehadiran Nabi. Sehingga
- kalau pagi-pagi mereka itu berangkat
- dari Yasrib menuju kampung yang di pintu
- gerbang itu dari kampung itu akan
- kelihatan siapa yang datang
- berbondong-bondong terutama anak-anak
- muda, anak kecil pun hadir. Begitu
- mereka datang untuk menyongsong,
- tiba-tiba yang diharapkan enggak datang.
- Akhirnya balik lagi itu berhari-hari
- itu. Bayangkan mungkin hari ini
- berangkat pagi hari sampai sore nunggu
- mereka itu enggak datang enggak datang
- juga balik lagi besoknya terus begitu.
- Nah,
- tiba-tiba setelah mereka hari itu nunggu
- dalam keadaan letih capek
- pulang ada
- suara. Apa
- bilangnya? Kalau bahasa agamanya oi.
- Ahah.
- Panggil. Heeh. Ini orang yang kalian
- tunggu itu. Dia datang
- tuh. Itu orang yang sudah pulang
- langsung bergegas. Balik lagi. Iya.
- Kalauat kata orang sono itu kira-kira
- bahasanya begini.
- Batitbet langsung lari sana lari sini
- pakai ini, pakai itu. Wah dengan segala
- adat yang mereka
- lakukan. Nah
- ternyata setelah mereka mendengar
- berita, yang memberitakan tuh ternyata
- siapa? Orang Madinah yang agamanya
- Yahudi. Hm. Nah. Dia naik pohon kurma.
- Nah, waktu dia naik pohon kurma melihat
- ada orang. Ih, jangan-jangan itu yang
- ditunggu-tunggu masyarakat Madinah tuh.
- Jadi, dia teriaknya bukan di bawah, di
- atas pohon.
- Terus dia teriak-teriak. Akhirnya mereka
- mendengar suara itu merasa kaget kan.
- Mereka sendiri menyaksikan dari awal
- enggak ada kok. Sekarang dia bisa ada
- dari mana ya? Karena dia lihatnya dari
- atas kan, ketahuan dari atas. Kalau di
- bawah enggak mungkin. Nah, dari situlah
- mulai mereka perhatian. Ternyata apa
- yang mereka dambakan betul datang. Cuma
- masalahnya ini kan dua
- orang. Mana rasul, mana
- bukan. Ah, di sinilah bagaimana Abu
- Bakar seorang sahabat yang mengerti
- diri.
- Nah, orang-orang yang menyongsong
- kehadiran Nabi itu awalnya mereka justru
- menghormati Abu Bakar. Karena saking
- tidak tahu mana Nabi, mana Abu Bakar.
- Kalau bahasa saya kok jadi
- saya yang dielu-elu yang dihormati
- mestinya ini. Abu Bakar paham. Kalau
- gitu beliau akhirnya ngambil sorbannya.
- Nah, sorban beliau kemudian ditutupkan
- di atas kepalanya. Oh, menandakan bahwa
- yang di selama ini mereka percayai
- mereka akui itu ini Nabi bukan saya.
- Tadinya kan mereka menghormati Abu
- Bakar. Akhirnya Abu Bakar punya ini
- hatib kemudian Nabi ditutupin oleh
- sorban dia. Mereka baru paham bahwa
- inilah orang yang selama ini
- ditunggu-tunggu. Nah, baru di situlah
- para sahabat dengan gegap gempita,
- dengan sukaria menyambut kehadiran
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- laki, perempuan, anak-anak, pemuda,
- semua beri yang gembira.
- Nah, setelah beliau dari satu tempat ke
- tempat yang
- lain, nah ibu-ibu ya, emak-emak kalau
- sekarang istilahnya. Nah, itu tidak
- ketinggalan.
- Mereka datang dari rumahnya
- masing-masing membawa
- hadiah. Ada makanan, ada minuman, dan
- lain sebagainya sebagai penghormatan
- kepada orang yang selama ini mereka
- dambakan. Jadi kecintaan mereka
- masyarakat Madinah kepada Nabi Muhammad
- itu kelihatan
- betul, enggak sembarangan.
- Nah,
- Algumaiso ibunya
- Anas, dia
- berpikir, "Lah, kok yang lain ngasih
- hadiah kok saya enggak." He. Ya, habis
- kalau saya enggak memberikan karena
- enggak ada apa yang saya sampaikan.
- Enggak ada. Saya orang enggak
- punya, tapi saya punya sesuatu yang
- tidak dimiliki oleh orang lain. Saya
- punya anak. Wah. Artinya anak yang
- sedang ee lucu-lucunya ya 10 tahun bisa
- dibayangkan 10 tahun. Nah, terus anaknya
- itu didandanin sama dia rambutnya di
- poni rambutnya kan biasanya ke belakang
- ini ke depan jadi menutup jidatnya poni
- itu dibawa anaknya. Nah, begitu anaknya
- dibawa terus anaknya ditarik sana tarik
- sini kan goyang tuh rambutnya. Wih jadi
- lucu kan.
- Belum ada tuh di poni itu. Waktu itu dia
- sendiri tuh yang di poni anak rambutnya
- agak gondrong kan agak panjang kan lucu
- anak di poni itu tarik kadang-kadang
- sama ibunya ke kanan kan rambutnya ikut
- ke
- kanan. Bisa dibayangkan lah saya begitu
- baca anak ini di poni Anas ingat waktu
- dulu Bing Selamat masih kecil. Oh iya
- kan rutnya diponi juga sama itu
- ini. Ya Allah kata saya terbayak gitu
- bagaimana anak ya dalam keadaan
- lucu-lucunya, senang-senangnya dibawa
- sama orang tuanya menghadapi orang yang
- sangat diagungkan.
- Akhirnya
- Gumaiso
- setelah ketemu dengan Rasul, dia bilang,
- "Ya
- Rasulullah, saya perhatikan emak-emak,
- ibu-ibu banyak memberikan hadiah kepada
- engkau. Nah, saya terus terang
- aja. Saya akan memberikan hadiah kepada
- Engkau yang luar biasa. Inilah anak
- saya."
- kasih saya akan serahkan kepada engkau.
- Masyaallah.
- Nabi begitu
- dengariso menyerahkan anaknya yang lucu,
- kata Gumaiso,
- "Silakan
- dia berkhidmah
- kepadamu dan apa yang kau kehendaki
- silakan dia perintah. Pasti dia
- mau." Anaknya lucu. Rasul lalu
- memegangnya. dipegang itu rambut poninya
- oleh
- Nabi. Nah, anak sedang
- lucu-lucunya ya.
- Masyaallah. Dan di akhirnya langsung
- Rasulullah menerima kehadiran Anas bin
- Malik di dalam
- rumahnya. Ibunya merasa bahagia bahwa
- apa yang ibunya katakan ternyata
- disambut oleh Rasulullah sebagai
- keluarganya. He. Nah, Anas bin Malik
- oleh Nabi diperlakukan seperti anak.
- Seperti Nabi memperlakukan kepada
- anaknya yang
- namanya ee
- Zaid, yang namanya Fatimah, yang namanya
- Qasim. itu kan anak-anak Nabi waktu
- itu.
- Akhirnya kata Anas bin
- Malik,
- "Saya
- setelah hidup bersama Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam karena saya
- masih anak-anak
- katanya kan. Saya banyak teman-teman
- saya
- yang di pasar, yang di kampung katanya."
- Nah, satu saat saya disuruh oleh
- Nabi untuk melakukan
- sesuatu. Akhirnya saya berangkat dari
- rumah. Nah, di tengah jalan ketemu
- teman-teman
- saya ya. Maklumlah teman-teman ngajak,
- "Ah, Nas, Nas main dulu ya.
- Ayo. Ya namanya anak-anak lah." Saya
- ikut bersama mereka mainlah ceritanya.
- Eh, tiba-tiba sedang
- main ada yang narik baju
- saya mungkin
- gitu. Kemudian dalam riwayat yang lain
- itu tiba-tiba muka saya ditutup sama
- tangannya begini.
- Hm. Terus Anas, "Apaan sih?" "Iya siapa
- ini ya?" katanya. H begitu dilihat, "Eh,
- Rasulullah," kata
- dia. Rasulullah
- tersenyum. Kata beliau, "Sudah kau
- lakukan perintahku?" Ya,
- belum. Lupa kalau bahasa kita. Oh, baik.
- Kalau gitu laksanakan ya dengan lembut
- Rasul berkata. Padahal kalau kita
- umpamanya anak disuruh sudah
- ditunggu-tunggu paling wah bisa melotot
- dan sebagainya. ini enggak dengan
- lembut. Bahkan dicandain dulu. Sudah
- bercanda baru dia bilang, "Lakukan ya
- dengan segera langsung." "Iya siap."
- Nah, itulah Rasulullah menyantuni Anas
- bin Malik melebihi menyantuni daripada
- anak-anaknya. Begitu sayangnya beliau
- kepada Anas. Nah, kemudian beliau sering
- mendengarkan sabda-sabda Rasulullah yang
- disampaikan pada saat beliau
- menyampaikan.
- Ah, di
- antaranya Rasul pernah berkata yang
- didengar oleh Anas bin Malik, "Siapa
- yang mencintaiku pasti akan masuk
- surga."
- Masyaallah. Kemudian Rasul berkata, kata
- Rasulullah, orang yang selalu berada di
- pagi hari atau di sore hari
- kemudian tidak memiliki
- hati yang
- dengki, maka orang ini menandakan telah
- bersih hatinya. Jadi, jangan sampai
- seorang mukmin, seorang muslim itu pagi
- hari hatinya diisi dengan kedengkian.
- diisi dengan ketidaksukaan kepada orang
- lain. Jaga hati, bersihkan hati. Dalam
- ayat Allah mengatakan, kata Allah bahwa
- harta anak itu ternyata tidak ada
- gunanya di hadapan Allah. Yang akan ada
- gunanya adalah man atallaha biqolbin
- salim. Orang yang datang kepada Allah
- dengan membawa hati yang selamat. Jadi
- harta kekayaan apapun pada saat manusia
- memerlukan bantuan, memerlukan
- pertolongan, ternyata tidak ada gunanya.
- Yang ada gunanya di hadapan Allah orang
- yang datang dengan membawa hati yang
- selamat, tidak iri, tidak
- dengki, tidak membuat orang lain kesal
- kepadanya. Inilah satu modal yang
- ditanamkan oleh Rasulullah kepada Anas
- bin Malik sehingga hatinya bersih
- selalu. Para pendengar Radio
- Silaturrahim dan para pemirsa TV
- Rasil, bagaimana
- kelanjutannya? Anas bin Malik
- radhiallahu anhu saat beliau sudah
- dewasa.
- Rasulullah tahu
- nih Anas
- ini harus punya keluarga. I
- ternyata ya dengan takdir Allah Anas
- dinikahkan oleh Nabi dengan seorang
- wanita. Ada yang mengatakan riwayat
- namanya Ummu Aiman.
- Menikahlah Anas dengan Ummu Aiman.
- Nah, pernikahan ini
- alhamdulillah mendapatkan
- barokah dan doa yang makbul dari
- Rasulullah. Pada saat Anas punya anak
- yang pertama dari pernikahan itu, maka
- sebelum
- apa-apa, sebelum dikasih ini, dikasih
- itu, itu anak membawa anaknya yang baru
- lahir kepada Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam.
- apa yang dikehendaki oleh Anas kepada
- Nabi? Yaitu pertama dia memohon doa
- untuk anaknya
- ini. Maka dalam riwayat ee doa yang Nabi
- sampaikan kepada anaknya Anas yaitu
- dengan kalimat masyaallah ini masyhur
- sekali dan cukup mendebarkan hati orang
- beriman. Yaitu begini kalimatnya.
- Allahumma
- akfir fi malihi wa akfir fi
- auladih. Ya Allah perbanyaklah ia
- hartanya dan anak-anaknya.
- Jadi Anas didoakan oleh Rasulullah agar
- Anas ini anaknya banyak dan anaknya itu
- berharta semuanya.
- Ternyata dalam sebuah buku yang disusun
- oleh K. H. Munawar Khalil waktu beliau
- menceritakan tentang Anas bin Malik,
- suatu saat Anas bin Malik mengumpulkan
- anak dan cucunya serta keluarganya ya
- mungkin mantu dan lain sebagainya.
- Banyak. Nah, dikumpulkan oleh Anas bin
- Malik karena beliau punya
- anak 20. 20. Bayangkan punya anak 20.
- Kalau 20 masing-masing punya jodoh
- berarti kan jadi 40. 40. Heeh.
- Itu anaknya Anas ada yang
- 10, ada yang
- lebih. Ah. Maka setelah dikumpulkan
- dihitung oleh
- Anas. Jadi anak, mantu, cucu itu berapa
- jematnya?
- 129. Masyaallah. Itu dari dua
- orang. Itulah berkat doanya Rasulullah
- sallallahu alaihi
- wasallam. Dan anak Anas itu semuanya
- orang-orang kaya semuanya. Jadi 20 anak
- itu kaya-kaya semua. Masyaallah. Sukses,
- kemudian
- berwibawa, berakhlak tinggi, moral
- tinggi, sosial tinggi. Masyaallah. E
- itulah berkat doa Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam dan sangat penyantun,
- hormat sama orang tua. Nah, ini yang
- jarang sekarang ini kita punya anak
- banyak. Jarang ini. He. Sekarang umumnya
- anaknya cuma
- dua. Yang dua itu, yang satu di
- Kalimantan, yang satu di Sulawesi.
- Jauh-jauhan. Jauh semua. Bapaknya di
- Jawa. Anas anaknya sampai 20. Bayangkan.
- Masyaallah. Dan tidak jauh dari orang
- tuanya. Mereka berkhidmat, mereka
- sayang, hormat sama orang tua.
- Masyaallah. Ini Anas bin Malik.
- Maka dalam perjalanan hidupnya Anas bin
- Malik itu banyak mendapatkan hadis-hadis
- Rasulullah sall wasallam dan beliau
- menjadi guru di kalangan para tabiin.
- Jadi kan orang-orang yang
- menzamani sahabat tidak ketemu Nabi itu
- namanya tabiin. Nah, mereka belajar
- kepada Anas karena Anas mendapatkan ilmu
- langsung dari Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Maka dia termasuk salah
- satu dari sahabat yang masuk kategori
- assabunal awalun. Orang-orang yang
- terdahulu yang masuk Islam di kota
- Yasrib karena dia masuk Islam sejak
- kecil. Dan alhamdulillah sampai dia
- dipanggil oleh Allah itu dalam keadaan
- beliau istikamah. Dan usia Anas melebihi
- yang lain. Dalam satu riwayat dia
- satu-satunya sahabat terakhir pulang
- pada Allah.
- umurnya ada yang mengatakan 103 tahun.
- Pokoknya di antara 100 tahun itu
- usianya.
- Jadi bisa dibayangkan Rasul kan tinggal
- di Madinah itu kurang lebih 10
- tahun. Ah, jadi dia menjamani hidup ee
- di zaman Nabi waktu Nabi 10 tahun Anas.
- Kemudian setelah itu ee sebelumnya 10
- tahun hidup dia. 10 tahun dengan Rasul
- kan 20. Nah, 80 tahun lebih itu bersama
- khulafaur rasyidin dan sahabat-sahabat
- setelah khulafaur rasyidin. Nah, itulah
- Anas bin Malik. Jadi, usianya panjang,
- berkah, bahagia, kaya, kemudian
- istikamah, saleh, shah, keluarga. Inilah
- yang disebutkan oleh Allah
- durriyatan thayyibah.
- keluarga yang baik yang selalu dia
- mengidolakan mengidolakan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Maka jangan
- kita punya prediksi sahabat Anas miskin,
- fakir, enggak. Awalnya betul, tapi
- karena dengan perkembangan waktu Allah
- kasih karunia anak-anaknya, anak-anak
- juga ngerti bapaknya sehingga terangkat
- derajat bapnya. Itulah karena kehidupan
- hidup dia bersama Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Demikian walum mingkum.
- Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Demikian
- ikwan akhwat kisah sahabat Anas bin
- Malik atau Unes bin Malik itu panggil
- kesayangannya merupakan sahabat dan
- sekaligus mungkin juga ini anak angkat
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- ya. karena orang ibundanya ee dengan
- ikhlas memberikan kepada Nabi untuk
- dirawat. Dan untuk Anda yang ingin
- bergabung silakan Anda bisa kirimkan
- pertanyaan melalui SMS dan WhatsApp kami
- di
- 0811999720 ataupun telepon kami di
- 0218451512. Kami segera kembali.
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Radio Rasil untuk Islam yang satu. Masih
- bersama kami Iwan Ahwat di acara sirah
- sahabat bersama Ustaz Komruddin Basyuni
- kita menceritakan sahabat Anas bin Malik
- atau panggilan sayangnya Unes ya karena
- ini merupakan ee bisa dibilang anak
- angkat dari Rasulullah juga ustaz ya
- karena ibunya dengan sukarela, dengan
- ikhlas memberikan kepada Rasul dari
- sejak usia 10 tahun sampai besar dirawat
- oleh Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam dan sudah banyak SMS dan
- WhatsApp yang masuk Ustaz saya akan
- bacakan yang pertama ini datang dari
- Ibu Albar ya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, Bu Albar. Ustaz ee dari
- awal cerita yang menarik bagi saya yaitu
- begitu luar biasanya ibu dari Anas yang
- begitu rela melepaskan anaknya untuk
- Rasulullah, untuk ikut Rasulullah.
- Karena saya juga seorang ibu yang juga
- mempunyai anak laki-laki bisa
- membayangkan bagaimana rasanya. He. Yang
- jadi pertanyaan, bagaimana menumbuhkan
- hati kita agar kita selalu ingat bahwa
- anak-anak kita ini hanya titipan Allah,
- bukan merasa untuk utuh memiliki.
- Apalagi sekarang anak saya sedang jauh
- di luar kota. Syukran, Ustaz.
- Ya. Baik, Ibu. Ya, memang enggak bisa
- dibayangkan ya. Iya. Seorang
- ibu punya anak sedang
- lucu-lucunya. Kok anak bisa dikasihkan
- itu? Iya, mungkin orang sekarang bilang
- error
- kali. Orang sekarang enggak ada kayaknya
- kayak gitu ya. Enggak lah. Tapi ini
- bukan bukan rekayasa. Memang begitulah
- buah keimanan ya kecintaan kepada Nabi
- sampai apa yang dia sayangi itu rela.
- Iya. Demi apa? Demi memuliakan nabinya.
- Maka ibu daripada Anas bin
- Malik itu Rasul
- mengatakan,
- "Aku melihat masuk di pintu
- surga saking apa? Saking terhormatnya
- hidup seorang ibu."
- Hm.
- Mudah-mudahan ibu-ibu yang punya
- anak yang mengajarinya dengan
- sabar kemudian
- tekun mendapatkan anugerah seperti yang
- dirasakan oleh ibunya Anas yaitu yang
- namanya Algumaisah. Algumaiso karena dia
- begitu berat dan besarnya cintanya
- kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam.
- Demikian. Subhanallah. Kalau di zaman
- sekarang masih anak sembarang tuh dapat
- kena pasal apa? Kena pasal. Baik, ada
- telepon yang masuk silakan. Halo.
- Asalamualaikum. Waalaikumsalam
- warahmatullah.
- Dengan siapa? Di mana
- pakir? Di lagi di jalan. Mohon maaf. AK
- kurang jelas suaranya ya. E mungkin di
- Pakir lagi di jalanir. Ya, silakan.
- Halo. Halo. Silakan, Pak.
- Ee asalamualaikum Ustaz Komarudin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Tadi berkaitan
- dengan hati seorang muslim yang pagi
- hari bersih, sore hari
- bersih, ee saya
- merasakan enggak bisa begitu tuh. Pagi
- pagi ada dongkol, sore dongkol, siang
- dongkol, gitu. Melihat
- saudara-saudara kaitannya mungkin orang
- muslim yang teraniaya dan lain
- sebagainya. Apakah itu termasuk tidak
- bersih hati? Ustazin Basuni? Terima
- kasih. Iya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik, Pak. Ya, itu yang
- dimaksud artinya
- dia melihat bukan karena melihat
- penganiayaan, tapi bukan itu yang
- dimaksud. Artinya apa? Hati ini tidak
- pernah tenang, tidak pernah tentram,
- selalu disibukkan dengan hal-hal yang
- negatif, iri, dengki. Nah, itu artinya
- kepada hal-hal yang tidak pantas untuk
- dilakukan. Contoh
- nih si A dengan si B. Hm. Ya, si A ini
- tidak suka dengan si B. Kenapa? Karena
- si B punya sesuatu sehingga timbullah
- iri, timbullah dengki. Ah, itu yang
- dimaksud. Tapi kalau umpamanya sekarang
- ada kezaliman yang dilakukan oleh
- orang-orang, terus kita timbul di hati,
- nah apa reaksi kita? Terus kita tidak
- ada perhatian. Nah, orang yang tidak ada
- perhatian apalagi yang diperlakukan oleh
- orang-orang muslim, oleh orang-orang
- kafir. Apa kata Nabi? Man lam yahtamma
- biamril muslimin falaisa minhum. Siapa
- yang tidak punya perhatian urusan
- muslimin itu bukan urusan atau bukan
- umatku. Betul. Kalau ini lain masalahnya
- ya. Kalau kita
- memperhatikan gejolak permasalahan kok
- ini kenapa keadilan tidak pernah tegak?
- Kok hukum tajam ke bawah, tumpul ke
- atas? Kenapa? Nah, ini lain lagi
- masalahnya ya. Jadi apa yang dikatakan
- tadi, barang siapa yang pagi hari atau
- sore hari hatinya tuh bersih hatinya
- tidak ada dengki, tidak ada iri kepada
- siapapun, itulah memang orang-orang yang
- sangat baik dalam perilaku kehidupannya.
- Sesuai dengan firman Allah, mereka akan
- datang kepada Allah. Yang bahagia itu
- adalah orang yang datang dalam keadaan
- hati yang selamat. Jadi, harta, kekayaan
- enggak ada gunanya di hadapan Allah.
- Kecuali yang akan ada gunanya adalah
- orang yang datang hatinya selamat.
- Bahkan disebutkan dalam surat Alkahfi,
- almaalu wal banun zinatul hayatid dunya.
- Ya, harta dan anak-anak itu merupakan
- perhiasan
- hidup. Tapi ingat kata Allah, wal
- baqiatus shihat yang akan kekal abadi
- sampai di hadapan Allah, itulah amal
- saleh. Loh, artinya apa? Anak yang
- selama ini harta yang kita tumpukan,
- yang kita cari, yang kita hitung.
- Nah, itu dibandingkan dengan amal-amal
- yang kita lakukan untuk persiapan
- menghadap Allah itu yang lebih baik. Ya,
- makanya Allah mengatakan almaalu wal
- banuna zinatul hayati
- dunya. Ingat wal baqiatus
- khair. Sementara amal-amal baik yang
- diperuntukkan untuk persiapan hidup dia
- untuk masa yang akan datang di hadapan
- Allah, itulah yang terbaik. Bukan
- berarti harta dengan anak enggak ada
- gunanya. Ada gunanya. Justru anak
- merupakan amanah tertinggi dalam
- kehidupan ini. Siapa yang menerima
- amanah anak, menerima amanah harta,
- dikelola dengan sebaik-baiknya, ini yang
- akan mengantarkan harta dan anak ini
- kepada wajah
- Allah. Jadi kalau kita mempunya gak mau
- dengan harta, berarti hidup kita miskin.
- Bagaimana orang miskin? Allah
- mengingatkan tidak semua orang bisa
- hidup bisa wajar hidupnya dengan tidak
- punya harta. Pasti dia akan
- terseok-seok.
- Padahal perintah syariat dari Allah
- bahwa orang mukmin itu dia harus
- melaksanakan salat,
- melaksanakan zakat, mengeluarkan zakat.
- Bagaimana bisa zakat bisa infak kalau
- tidak punya har harta? Bagaimana dia
- bisa naik haji? Kalau tidak punya harta
- berarti kan harus punya harta. Harus.
- Berarti di sinilah apa yang Allah
- katakan orang mukmin itu wamimma
- rzaqnahum yunfiquun. Dia bisa infak,
- bisa memberikan kepada siapa? Berarti
- dia kaya. Jadi kalaupun ada orang
- mengatakan, "Wah, di hadapan Allah yang
- enak orang miskin ya." Kalau miskinnya
- taat ya kalau miskinnya bandel
- sudah miskin bandel. Wah rugi dua kali
- itu mah. Iya. Enggak punya harta, enggak
- punya kenikmatan. Nah. Nah, sering orang
- mengatakan lebih baik miskin aja. Ah,
- siapa yang mau miskin? Enggak ada orang
- yang mau miskin. Pasti orang akan
- berkata, "Pagian kaya." Tapi ingat,
- kekayaan itu jangan disertai dengan
- kesombongan. Jadi, semua orang mukmin
- itu kaya. Iya. Apa buktinya? Allah kasih
- fasilitas
- hidupnya, Allah kasih kesehatan. Coba
- kita lihat orang-orang saleh di kalangan
- muslimin dari ulama-ulama yang terkenal
- Ahmad bin Hambal, Malik, Imam Malik,
- terus Imam Hanafi, Imam
- Syafi'i, terus di kalangan sahabat Abu
- Bakar, Umar itu orang-orang kaya
- semuanya. H. Tapi ada juga yang miskin.
- Ada memang selalu ada seperti ada siang,
- ada malam, ada kaya, ada miskin. Tapi
- mereka dalam keadaan apa?
- Saling saling membantu dan lain seb.
- Demikian. Baik, semoga terjawab. Dan
- kembali ke pertanyaan dari WhatsApp yang
- masuk dari Bu Hani di Cengkaring. Ini
- kayaknya sama seperti tadi yang e Bu
- Albar sampaikan mengenai seorang ibu
- yang begitu yakin melepaskan anaknya.
- Sementara melepas anak ke pondok
- pesantren saja saya sudah banyak menahan
- rasa. Katanya. Masyaallah. Sudah
- terjawab tadi ya, Ibu Hani. Heeh.
- Selanjutnya pertanyaan dari Bapak Istono
- ya. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam, Pak
- Istono. Anas bin Malik radhiallahu anhu
- memiliki 20 anak. Itu dari berapa orang
- istri, Ustaz? Kalau kalau lebih dari
- seorang apakah dikisahkan hal beliau
- dengan istri-istrinya? Syukran, Ustaz.
- Yang saya tahu beliau itu memang
- istrinya satu. Satu yang saya tahu tuh.
- Tapi saya tidak tahu mungkin beliau
- nikah lagi sama yang lain. Tapi yang
- saya tahu tuh satu istrinya satu cuma
- anaknya banyak. Jadi jangan dikira orang
- dulu itu anaknya sedikit, banyak-banyak.
- Bahkan jangan jauh-jauh.
- Ini
- saya ada sahabat saya di dekat rumah
- saya. Ada yang dekat, ada yang agak
- jauh. He.
- Waktu beliau diberitahukan
- bahwa sudah pulang pada Allah, saya
- datang ke
- rumahnya. Begitu datang ke rumahnya,
- saya ketemu sama anaknya. Saya kenal
- anak-anaknya ada yang di pasar anaknya.
- Begitu ngobrol saya tanya, "Nih, Bapak
- almarhum nih anaknya berapa?" 18. Wuh.
- 18 itu satu istri tuh kan 18 istri
- katanya belum yang mati Pak Ustaz
- katanya ini yang yang ada aja sekian
- itu. Nah masih banyaklah artinya
- orang-orang dahulu itu ya mulai antara
- antara tahun 6070 itu anaknya
- banyak-banyak ya. Ah tapi tahun 0 ke
- sini itu anaknya kecil-kecil
- sedikit-sedikit ya. Tapi kalau tahun
- yang ke sananya memang banyak-banyak ya.
- Masyaallah. Dan herannya orang-orang
- dulu itu yang sekalipun anaknya banyak
- itu anaknya bisa terurus semuanya
- pendidikannya. Iya. Ya enggak
- jauh-jauhlah.
- punya anak 18 itu semuanya mereka
- dididik dari mulai TK kemudian MI atau
- ST terus sanawiyah aliah atau SMP MA dan
- sebagainya sampai ke perguruan tinggi.
- Kalau dihitung dengan matematik berapa
- gajinya ya bingung tapi ya Allah maha
- kaya. Iya akhirnya apa? Semua anaknya
- bisa ee terurusilah pendidikannya
- terurus pakaiannya terurus. Nah, inilah
- barkah ya, berkah hidupnya. Berkah Allah
- kasih rezeki sesuai dengan
- kebutuhan. Demikian. Subhanallah. Dari
- Ibu Darman. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Bolehkah anak dipanggil dengan panggilan
- yang jauh beda dengan namanya? Karena
- cucu saya namanya Muhammad Akmal. He.
- Dan tiap hari dipanggilnya Dudung.
- Karena mantu saya orang Suunda. Orang
- orang Jawa orang dan saya orang Jawa
- katanya. Mohon pencerahannya, Ustaz.
- Ada itu dalam sejarah, ya.
- Jadi,
- Rasul bersabda, "Panggillah dengan
- panggilan yang ia sukai." Hm. Yang
- baik-baik. Yang baik-baik. Jadi, kalau
- kita punya anak itu jangan memanggil
- dengan panggilan yang dia tidak suka.
- Contoh nih, anak umpamanya namanya
- Saifulah. Heeh. Kan bagus itu namanya
- Saifulah. Heeh. Saifulah. Pedang Allah
- kan. Wah dipanggilnya
- Robert lah. Itu enggak cocok itu
- namanya. Obet obet. Ah ayo jangan. Jadi
- panggillah dia dengan panggilan yang dia
- senang. Kalau saya pula panggilnya apa?
- E ah kan senang tuh. Atau Aceep. Asep
- Assep tuh. Jadi panggillah dengan
- panggilan yang dia suka.
- Ada lagi nih mungkin saking kesal
- anaknya namanya bagus nih Zaid kan bagus
- Zaid itu saking kesal
- eet et et ah itu enggak cocok itu ya
- jadi panggillah dengan panggilan yang
- dia suka ya jangan panggilan jauh apalag
- kalau dia senang boleh ya maka kata
- Nabi, "Panggillah dengan panggilan yang
- ia suka
- jangan memanggil dengan panggilan yang
- apalagi kalau
- panggilannya menghina. Punya contoh nih
- panggilan hina itu ah dasar si fakir. Ah
- belum apa-apa sudah
- pakai jangan atau dasar kamu apalagi
- dengan bahasa-bahasa yang agak sedikit
- yang menghina. Janganlah
- ana kelihatan cuma ditanya enggak bisa
- bilang nya apa? Goblok. Allahu Akbar.
- Bodoh lu. Jangan
- itu. Jadi bahkan harus diangkat. Kalau
- dia tidak bisa kita sanjung
- mudah-mudahan engkau pintar ya. Gitu.
- Ternyata engkau nih pintar, cerdas.
- Buktinya apa? Engkau bisa ngitung
- sekalipun ngitungnya salah.
- Jadi angkat dia. Nah dengan mengangkat
- itu kan jadi siap dia. Berani jiwanya.
- Wah, itulah inilah yang disebutkan
- dedactik metodik ya, bagaimana seorang
- mendidik
- kepada apa kepada didikannya sehingga
- terangkat derajatnya. Inilah memang
- salah satu tugas orang tua itu yaitu
- memberikan
- tarbiyatul aulad pendidikan kepada
- anak-anak fil Islam dalam ajaran Islam
- sehingga diangkat derajatnya. Demikian.
- Baik. Kadang kalau dipanggil yang tidak
- sesuai itu bisa menger psikologis anak
- ya. Iya. Jadi apa pemalu, jadi tertekan
- gitu dibully istilahnya seolah
- dijatuhkan. Jangan sampaiah baik ya.
- Orang pintar kasihlah pintar. Jangan
- pintar. Bodoh lu. Aduh jangan.
- Baik dari hamba Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh ustaz. I pada
- zaman Rasul terdapat kelompok-kelompok
- dan suku-suku yang berbeda-beda. Ee dan
- tentunya tak lepas dari perselisihan.
- Bagaimana strategi Rasul menghadapi hal
- tersebut, Ustaz? Iya.
- Itulah sesuatu yang jarang dibicarakan
- orang. Nah, Rasul kok bisa merangkum
- berbagai warna. He. Di Madinah itu yang
- saya tahu dalam sejarah ya, itu Yahudi
- saja berkotak-kotak. Iya. Ada Yahudi
- Banu Nadir, Yahudi Banu Kunaiko, Yahudi
- Banu Quraizo. Ini yang besar-besar itu
- belum suku Zah. Ada suku Aus, ada suku
- Khajra.
- Rasul begitu sampai di Madinah itu
- beliau bisa merangkum itu Aus dan
- Khajraj sebelum kedatangan Rasul itu
- hidupnya perang. Iya. Perang tiap tahun
- itu enggak pernah akur ya. Heeh. Perang
- terakhir perang Buaz. Yang di perang
- Buas inilah wafatnya ayahnya Anas bin
- Malik. Hm. He. Terbunuh dia tuh. Nah,
- itu saja suku asli Madinah. Aus dan
- Khadraj. Kemudian di luar suku Madinah
- orang-orang Yahudi itu tadi. Begitu
- Rasul datang dari Makkah ke Madinah,
- beliau rangkum itu Aus dan Khad menjadi
- satu. Dihapus itu kesukuan yang ego
- menjadi saudara muslim. Innamal
- mukminuna ikhwatun. Bahwa orang mukmin
- itu bersaudara. Kemudian orang-orang
- Yahudi yang selalu ee mendengar berita
- kurang baik terhadap Islam. Rasulullah
- undang mereka agar sama-sama menjaga
- kehormatan Kota Madinah. Kalau ada
- gangguan dari luar, kita tanggung jawab
- untuk mempertahankannya. Sampai begitu
- Rasul. Sehingga antara sesama orang
- Islam dan di luar orang Islam nonmuslim
- itu selalu
- dijaga, dijaga akhlaknya, dijaga
- ketertibannya sehingga akhirnya mereka
- saling mengenal. Ternyata Rasulullah
- seperti itu sikapnya. Tidak pernah dia
- mencibirkan orang, selalu dia merangkul
- orang. Maka orang-orang itu paham, oh
- ini pemimpin, inilah pemimpin, inilah
- tugasnya pemimpin. Nah, Rasul bisa
- merangkum dari berbagai corak itu kok
- bisa bersatu. Nah, itu tadi sesuai
- dengan firman Allah, watasimu
- bihablillahi jamian wala tfarqu. Pegang
- teguh dengan tali Allah seraya berjamaah
- dan tidak berpecah belah. Demikian.
- Baik. Dua SMS terakhir ini datang dari
- ee Ibu Yanti. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi wab.
- Ustaz, Anas, anak angkat Rasulullah
- sallahu alaihi wasallam itu apakah ada
- kisahnya khusus yang dibukukan? Dan
- siapakah nama istri Anas ini, Ustaz?
- Saya agak terlambat menyimak ini.
- Iya. Jadi kalau Ibu ingin mendalami
- lebih dalam itu ada buku khusus Anas bin
- Malik. Nah, khusus itu. Bahkan ada buku
- yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa
- Indonesia judulnya 60 sahabat. H. Nah,
- itu di dalam 60 sahabat itu ada khusus
- bab Anas bin Malik. Jadi, kita bisa
- istilahnya bisa berseloroh istilah
- bahasa berselor bisa mengenal siapa si
- Anas, bagaimana itu kehidupan
- hari-harinya dengan anaknya, dengan
- istrinya, bagaimana pergaulan beliau
- dengan yang lain. Ah, itu di situ ada.
- Bahkan termasuk istri Anas disebutkan.
- H. Kemudian bagaimana rumah tangga Anas
- bin Malik. Masyaallah. Indahnya bukan
- main. Bahkan satu saat saya pernah
- melihat lagi ada buku
- khusus gede namanya. Kelihatannya gede.
- Anas bin Malik. Ada. Ada lagi Abu Dzar
- Al-Ghifari. Jadi memang ini kalau kita
- ingin lebih dalam itu bisa kita cari di
- tokoh-tokoh kitab. Dan alhamdulillah
- kami di rumah ya apa yang kami sampaikan
- itu sebelum kami bicara itu kami baca
- dulu dulu. He. Bahkan alhamdulillah
- karunia dari Allah Subhanahu wa taala.
- Saya pertama kali mengenal sahabat itu
- justru dari buku yang berjudul
- Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad. Dari
- situlah He awal mula saya mengenal Nabi
- Muhammad sejarahnya mengenal para
- sahabat terus saya berkembang apa
- pengetahuan saya. Terus saya beli
- kitab-kitab yang dulu saya tidak punya
- Kantan Tar saya beli. Kemudian 60
- sahabat terus empat sahabat besar Abu
- Bakar sendiri, Umar sendiri. Wah sampai
- kepada
- khilafah sesudah beliau. Siapa itu Bani
- Umayyah, siapa itu Abbasiyah, terus
- siapa lagi itu Utsmaniyah sampai
- tokoh-tokoh dunia Islam itu. Itu buka
- bukunya sendiri. Khalid bin Walid
- sendiri, terus Abu Ayyub al-Anshari
- sendiri, terus apalagi Imam Malik, Imam
- Syafi'i sendiri-sendiri. Itu namanya
- biografi empat serangkai imam mazhab.
- Itu banyak yang punya itu kalau kita
- belajar sejarah itu ada yang penting ada
- kemauan dulu. Nah, kalau sudah ada
- kemauan nanti Allah akan membimbingnya.
- Nih bukunya ini ketemu beli. Ah,
- alhamdulillah. Itulah dengan rezeki yang
- Allah berikan bisa saya menikmati. Jadi
- tidak hanya mendengar, saya sendiri
- melihat.
- Demikian itu seari bisa baca berapa
- kisah, Ustaz? Biar enggak lupa tuh. Iya,
- tergantung itu. Tergantung kita maunya
- mau berapa kisah yang itu kita mau
- bukunya disiapkan dulu sebelumnya.
- Jangan keinginnya besar tapi kemampuan
- enggak bisa. Ah, enggak bisa. Kadang
- kala orang buku beli tapi enggak pernah
- baca. Ya itu yang payah itu koleksi
- doang kadang-kadang ya. Kadang-kadang
- untuk koleksi. Ya, demikian. Baik,
- terakhir dari hamba Allah. Iya, Pak
- Ustaz ee begitu begitu sayangnya Nabi
- kepada Anas ee apa yang membuatnya
- istimewa dari sahabat-sahabat yang
- lainnya itu? Mohon dijelaskan ya.
- Keistimewaan sahabat itu memang
- masing-masing ada
- keistimewaannya. Contoh nih, Rasulullah
- kepada Ibnu Abbas itu memanggilnya ya
- gulam. H. Nah, karena Ibnu Abbas itu kan
- paman Nabi. Nah, paman Nabi itu kan
- berarti sama dengan bapak ya. Punya anak
- Abdullah bin Abbas. Jadi dia Abdullah
- bin Abbas itu istimewa dalam satu sisi.
- Itu apa? Ibnu Abbas didoakan oleh Nabi,
- "Allahumma faqihu biddin." Ya Allah
- berikan dia kepahaman dalam agama. Maka
- beliau itu termasuk salah satu ulama di
- kalangan sahabat yang paham tentang
- Al-Qur'an. Itulah Ibnu Abbas
- hebat belum ada tandingannya. Kalau Ibnu
- Abbas ceramah di situ ada berbagai
- bahasa kata dalam sejarah itu pasti
- orang itu sekalipun orang sana orang
- sini pasti masuk Islam. Itu saking
- hebatnya Ibnu Abbas. Ada lagi yang
- namanya Ibnu Umar. Nah kalau Ibnu Umar
- dikenal dalam sejarah apa? Apa? Fotokopi
- Rasul. Fotokopi Rasul. Jadi kalau Rasul
- datang ke satu tempat enggak langsung
- duduk muter. Ibnu Umar kalau datang ke
- tempat itu pasti muter dulu ngikutin
- ngikutin Nabi itu. Makanya masing-masing
- punya kelebihan mumayyiz-mumayyiznya ada
- beda-bedanya ada masing demikian. Baik
- Ustaz kita dibatasi waktu mungkin
- disampaikan terakhir cukup. Baik, terima
- kasih Ustaz Komuni atas ilmunya, atas
- kisah sahabat Anas bin Malik yang telah
- hadir di pagi hari ini. Semoga
- menginspirasi kita juga untuk terima
- kasih untuk Anda yang sudah bergabung
- via telepon juga SMS. Untuk Anda yang
- belum sempat terbacakan mohon maaf
- karena waktu yang terbatas. Saya
- Muhammad Fahri temani Rasid dan juga
- Anis Nur pamit. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.