Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 [musik] 0:08 Brail TV. 0:11 [musik] 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh. Alhamdulillah kita berjumpa 0:19 lagi hari ini, hari Kamis tanggal 15 0:21 Syawal 1447 Hijriah atau tanggal 2 April 0:25 2026. Kita jumpa lagi dalam acara 0:28 Bincang Hijrah. Bincang Hijrah ini ada 0:31 di Kamis pertama di setiap bulannya ya. 0:36 Kami menghadirkan tentu saja Bang Habib 0:39 atau nama lengkapnya M. Alhusaini beliau 0:42 adalah BNSP master trainer juga branding 0:45 expert. Satu lagi nih orang yang sudah 0:48 tidak asing lagi Bapak Dedi Rahman, 0:50 Katapedia founder dari branding 0:53 Consultan. Nanti kami akan bacakan nomor 0:56 telepon beliau. Silakan ee Anda 0:58 bertanya. Kita akan mengambil tema 1:01 perang narasi Amerika Serikat dan Iran. 1:05 Di sini juga Daun di Saputra dan Algi. 1:08 Asalamualaikum, Bang Habib. 1:10 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:12 wabarakatuh. Apa kabar, Pak Krisna? 1:13 Wah, baik. Ini temanya seram amat ya. 1:15 Perang perang narasi AS Iran ya. 1:19 Pembukaan ee ini ee apa namanya? 1:23 Perang kosmetik ya, branding bukan 1:25 kosmetik tapi kekuatan. Jadi apa yang 1:27 bisa diuraikan di sebagai pengantar ini 1:30 Bang Habib? Silakan Bang Habib. Perang 1:32 Narasi Aas Iran. Silakan Bang Habib. 1:38 Asalamualaikum warahmatullahi 1:39 wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim. 1:42 Para Krisna yang saya hormati, pendengar 1:44 Rasil yang saya cintai, banggakan. 1:47 Mudah-mudahan dalam kesehatan 1:49 dan semua urusan dilancarkan dan 1:52 insyaallah hari ini kita akan bahas 1:54 terkait branding kekuasaan dan perebutan 1:58 makna di era barang narasi. Jadi, 2:00 bagaimana kita sering melihat branding 2:03 ini hanya urusan citra, slogan, kemasan. 2:07 Padahal dalam politik sekarang branding 2:09 ini soal kekuasaan gitu ya. Siapa yang 2:12 berhasil menguasai ee citra media, dia 2:15 lebih menguasai emosi publik gitu ya. 2:18 Siapa yang nguasain emosi publik, dia 2:20 lebih menguasai opini 2:22 dan siapa yang menguasai opini 2:23 seringkiali lebih mudah menarik 2:25 dukungan, dana legitimasi, bahkan 2:28 pengaruh dari geopolitik. Dalam kasus 2:31 Amerika 2:33 Iran, kita melihat dengan sangat jelas 2:35 bahwa perang ee saat ini modern bukan 2:38 hanya perang senjata tetapi ee juga 2:40 perang narasi. Bagaimana kalau kita 2:42 lihat ee Trump dengan narasi-narasinya, 2:45 sedangkan Iran juga ee luar biasa 2:48 narasinya ya. di tengah derasnya arus 2:50 informasi ee tugas kita bukan hanya 2:53 milih ee kita di mana, tetapi kita jaga 2:56 akal sehat, memisahkan fakta juga dari 2:58 propaganda dan menekankan tabayun gitu 3:01 ya sebagai adab ee dalam ee muslim ini. 3:04 Nah, kalau kita lihat bagaimana ee 3:08 perang ini sangat menarik untuk dikaji 3:11 ee tetapi kita mengkajinya spesifik dari 3:14 sisi branding gitu ya. Hari ini juga 3:16 kita ee akan mengundang ee Pak Dedi 3:18 Rahman gitu ya. Eh beliau memang pakar 3:21 katapedia ee pendiri Katapedia dan 3:24 branding expert gitu ya. Jadi 3:27 sistem pembentukan persepsi ini 3:28 menentukan siapa yang bisa dipercaya, 3:30 siapa yang ditakutin, siapa yang 3:32 didanai, dan siapa yang layak dianggap 3:34 pemimpin. Kita mungkin lihat nih ee 3:37 cukup unik ya, bagaimana Amerika dan 3:40 NATO-nya gitu ya, terpecah. bagaimana 3:42 pendukung Amerika sendiri seperti 3:44 Inggris ee Prancis itu tidak mengizinkan 3:48 ee landasannya dipakai. Bahkan terakhir 3:50 itu juga ee menolak gitu ya. Spanyol 3:53 sejak awal juga menolak ya untuk 3:56 terlibat di perang ini gitu ya. ee dan 4:00 ee Amerika juga narasinya juga bagaimana 4:04 kita lihat analisa eh Trump yang memang 4:06 dari awal itu kampanyenya Make America 4:10 Great again. Nah, sedangkan 4:12 implementasinya itu eh berlawanan. Dia 4:15 mendukung Israel dalam menginvasi ee 4:18 Iran gitu ya. Berarti bukan buat Amerika 4:21 tetapi buat Israel gitu ya. masyarakat 4:23 marah ada turun 8 juta orang di ee 4:27 kampanye Knockings ya ee beberapa hari 4:30 lalu. Nah, ini luar biasa. Jadi trum ini 4:33 juga e sebagai citranya eh Make America 4:36 Great Again itu mulai runtuh dan ee 4:41 bagaimana perang narasi ya ee branding 4:44 Amerika sebagai penjaga ketahanan, 4:47 penjaga keamanan di ee Teluk gitu ya 4:50 mulai runtuh gitu ya dengan Iran. 4:52 Padahal Amerika didukung dengan ee luar 4:55 biasa dananya yang ratusan triliun sudah 4:58 keluar ee alutista yang modern dan 5:02 Israel dengan teknologi canggih gitu ya. 5:05 Ee Tel Afif sebagai kota yang modern, 5:08 yang aman itu juga runtuh gitu ya dengan 5:10 ee drone-drone Iran yang masuk ke situ 5:12 gitu ya. Bagaimana ee narasi branding 5:16 yang dibangun selama puluhan tahun itu 5:18 bisa runtuh ee seketika? Nah, ini kita 5:21 perlu kaji ya, walaupun belum runtuh 5:23 100% tapi mulai retak gitu ya, mulai 5:26 kepercayaan itu menurun drastis gitu ya. 5:28 Dengan Iran yang bertahan diembargo 5:30 selama puluhan tahun ya dikampanyekan 5:33 negatif segala macam difitnah ya dipecah 5:36 belah gitu ya tetapi tetap bertahan 5:39 bahkan di sekarang media mainstream itu 5:42 memihak Iran ya walaupun walaupun kita 5:45 lihat ee ada motif ekonomi di sana gitu 5:47 ya. Jadi ee masyarakat global ini 5:50 terpengaruh langsung oleh perang ini dan 5:54 ee tidak suka gitu ya ee dengan Amerika 5:57 dan Israel. Kenapa? Karena harga bensin 5:59 naik gitu ya, krisis energi, harga-harga 6:01 naik gitu ya. Mereka ee tidak nyaman 6:04 berpengaruh ke kehidupan mereka. Dan 6:05 media mainstream melihat ini sebagai 6:08 pihak yang memang mendukung gitu ya, apa 6:10 yang disukai oleh publik gitu ya. 6:12 sehingga kalau kita lihat ee 6:14 berita-berita Iran itu lebih banyak 6:16 menyerang Ameryerang ee pangkalan 6:18 Amerika, menyerang Israel itu lebih 6:20 banyak dibandingin berita-berita yang 6:23 kehancuran Iran. Nah, ini juga kita 6:25 mesti pahamin secara secara branding 6:27 gitu ya. Bagaimana ee bahkan media 6:29 mainstream di Indonesia sebagian besar 6:31 itu memihak Iran gitu ya. Kenapa? Apakah 6:33 itu ideologis? Tentu saja tidak. Mereka 6:36 melihat sisi ekonomi gitu ya karena 6:38 viewer berpengaruh ke terhadap 6:40 pendapatan gitu ya. Nah, jadi eh kita 6:44 kembali ke Amerika ee dan Iran gitu ya. 6:48 Amerika ini sebagai penjaga dianggap 6:51 polisi dunia ya ee baik oleh NATO dan 6:54 Uni Eropa. Uni Eropa juga negara-negara 6:57 Uni Eropa sangat mengandalkan dengan 6:59 NATO ya, fakta pertahanan NATO dan NATO 7:02 sebagian besar didanai oleh Amerika. 7:04 Nah, walaupun memang beberapa negara e 7:07 Uni Eropa itu kuat seperti Inggris, 7:09 Prancis gitu ya, dan beberapa lainnya, 7:11 tapi secara garis besar Uni Eropa itu 7:15 mereka tidak berfokus ke keamanan 7:17 sehingga ee keamanannya itu sangat 7:20 lemah. Mereka fokus ke ekonomi gitu ya. 7:23 Mereka berfokus ke bagaimana 7:24 meningkatkan pendapatan gitu ya di Eropa 7:28 sendiri. Nah, dari sisi itu ee bagaimana 7:33 kita lihat fenomena ya negara-negara Uni 7:36 Eropa itu menolak Amerika dan ee untuk 7:39 jadikan pangkalan udaranya dan tidak mau 7:42 mengikuti untuk ee membuka Selat Hormus 7:45 gitu ya. Nah, ini juga kita bisa lihat 7:47 bagaimana ee Iran memainkan strategi 7:50 yang cerdas gitu ya. ee mungkin ada ee 7:54 ketika memihak Amerika tidak diizinkan 7:56 kapalnya lewat dan lain-lain gitu ya. 7:58 Jadi ada faktor-faktor dan kepercayaan 8:02 branding terhadap Amerika sebagai polisi 8:05 dunia gitu ya, sebagai penjaga keamanan 8:08 ee Eropa dan Teluk ini sudah mulai turun 8:12 gitu ya, turun drastis gitu ya ee dengan 8:15 adanya perang Iran, Irak. Nah, ee mohon 8:17 maaf Amerika, Iran ini juga ee Eropa 8:22 melihat histori ya, bagaimana mereka 8:24 dulu perang Iran, Irak ini mereka 8:26 terlibat gitu ya, Teluk juga terlibat 8:28 gitu ya. Ee mereka ee dampaknya seperti 8:31 apa, mereka belajar dari situ juga. Yang 8:33 kedua ee kita mesti analisa juga terkait 8:38 ee 8:40 ee dampak ee dari perang ini terhadap ee 8:44 citra Amerika dan perang geopolitik. 8:47 Jadi eh branding ini sangat penting dan 8:50 sangat kita lihat ya bagaimana 8:53 narasi-narasi yang dibuat oleh Trump, 8:54 narasi-narasi yang dibuat oleh Iran gitu 8:56 ya sebagai pihak yang tidak merasa 8:58 tertindas gitu ya. Jadi, Iran bahkan ee 9:01 beberapa minggu lalu saya lihat ee ada 9:05 juru bicaranya gitu ya dengan santai dia 9:09 minuman Amerika. Di belakangnya ada 9:11 rudal gitu ya, dengan bahwa mereka tuh 9:14 ee bangga gitu ya. Mereka ee menyatakan 9:17 bahwa ini Persia ini sudah ratusan tahun 9:20 gitu ya. Udah ee ibaratnya sudah 9:23 benar-benas dunia sejak zaman dulu gitu 9:25 ya. ee mereka bangga terhadap bangsa 9:28 Persi gitu ya. Mereka membranding diri 9:31 mereka sebagai ee memang pernah 9:34 menguasai dunia yang cukup lama dan 9:35 Amerika jauh lebih muda gitu ya. Nah, 9:38 ini yang ditanamkan, ini yang di ee 9:41 banggakan oleh rakyat Iran di situ 9:44 dibranding bahwa mereka itu memang 9:47 penguasa dunia yang cukup lama gitu ya. 9:49 Amerika baru kemarin ibaratnya baru baru 9:51 mulai-mulai muncul ini kalau dibandingin 9:53 Iran sangat jauh sekali durasi menguasai 9:56 dunianya gitu ya. Nah, dan perang narasi 10:00 ya misalnya kita lihat Iran, narasi apa 10:02 yang disampaikan oleh Iran ya 10:04 narasi-narasi itu narasi-narasi yang 10:07 menunjukkan ketahanan gitu ya ee tidak 10:09 tunduk gitu ya. Satu-satu negara di ee 10:12 Timur Tengah yang tidak tunduk oleh 10:14 Amerika dan Israel gitu, itu Iran gitu 10:16 ya. Walaupun ada beberapa afiliasi 10:18 misalnya Libanon ee gitu ya ee Yaman 10:21 gitu ya beberapa Irak juga beberapa 10:23 fraksi yang diproksi yang dibuat oleh 10:25 Iran. Tapi dengan strategi bertahan itu 10:28 ternyata bisa mengalahkan strategi yang 10:30 puluhan tahun ya ee itu menguasai dengan 10:34 kampanyenya dengan dana yang luar biasa 10:37 itu bisa mengalahkan ya. Kalau dari tren 10:40 kita lihat kenapa bisa mengalahkan gitu 10:42 ya dari analisis saja analisis yang 10:45 kelihatan gitu ya. media-media itu 10:47 mainstream itu berpihaknya ke Iran. 10:49 Kenapa gitu? Saya ee lihat ya 10:51 media-media di Indonesia terutama ya 10:53 sekarang ada media India kemarin saya 10:54 lihat media-media AS itu melihatkan ee 10:59 misalnya serangan Iran gitu ya, rudal 11:01 baru gitu ya, serangan ke783 11:05 menyasar ini, menyasar ini. Tapi sedikit 11:06 sekali media mainstream terutama di 11:08 Indonesia yang melihat yang menampilkan 11:12 dampak-dampak serangan di Iran gitu ya. 11:14 Nah, oke. Eh, satu itu untuk viewer, 11:18 banyak untuk keuntungan-keuntungan juga 11:20 media mainstream ini bukan ideologi. 11:21 Yang kedua, banyak juga ee konten-konten 11:25 hoaks gitu ya, konten-konten yang ee 11:28 hanya berfokus kepada ke keuntungan 11:30 semata. Jadi, konten-konten yang kita 11:32 sukain lah, misalnya ee Israel hancur 11:35 dan lain-lain gitu. Konten-konten yang 11:36 sebetulnya bukan bukan fakta gitu ya. 11:39 Saya ingin memisahkan antara ideologi 11:41 dan memang kenyataan gitu ya. Jadi ee 11:44 Iran diinvasi sekarang juga gitu ya, 11:46 misalnya Amerika pangkalannya hancur 11:49 total ee dan lain-lain gitu. Jadi ee 11:51 misalnya Iran hancur gitu ya ee 11:54 pemimpin-pemimpinnya hilang semua. Jadi 11:56 konten-konten yang hoaks ya terlalu 11:58 berlebihan dan lain-lain gitu ya itu 12:01 menarik gitu ya menarik untuk masa-masa 12:04 yang memang memang suka dengan Iran gitu 12:07 contoh gitu ya. Nah, itu dikasih konten 12:09 yang disukain gitu ya, personalisasi. 12:12 Sedangkan orang-orang yang anti misalnya 12:15 anti barat, anti itu dikasih 12:16 konten-konten yang memang anti gitu ya. 12:19 Nah, ini apa? Ini ee konten yang jenis 12:22 kedua yaitu konten-konten hox yang kita 12:24 mesti klarifikasi gitu ya. Bagaimana 12:27 cara klarifikasinya itu kita bahas. 12:29 Bagaimana cara menyaring konten hoaks 12:30 itu kita bahas di sini gitu. Jadi 12:33 menarik sekali untuk dibahas secara 12:35 branding ee secara ee keilmuan gitu ya, 12:38 bagaimana ee ee konteks yang kita 12:41 bicarakan ee secara tokop politik gitu 12:44 ya, branding media gitu ya, bagaimana. 12:47 Nah, itu mungkin ee kalimat pembuka dari 12:51 saya. Ee nanti kita bahas juga ee 12:54 strateginya Iran ee terus strategi 12:56 Amerika, Trump gitu ya. bagaimana 13:00 Amerika menyerang, Iran bertahan dengan 13:02 counter brandingnya juga gitu ya. 13:04 Misalnya Trump menjual energi, lawannya 13:06 menjual stabilitas gitu ya. Trum menjual 13:09 kekuatan, lawannya menjual kewarasan 13:11 gitu ya. Trum menjual panggung ya, 13:13 lawannya menjual ketenangan rumah tangga 13:16 gitu ya dan keseharian gitu ya. Mereka 13:18 ee apa namanya memamerkan minyak yang 13:21 sangat murah gitu ya. Ee Rp10.000 bisa 13:26 beli 10 liter gitu ya. mungkin 1 13:29 liternya cuma Rp1.000 bahkan 500 perak 13:31 gitu ya gitu ya. Jadi ee nanti 13:36 kita bahas bagaimana brandingnya gitu 13:38 ya. Penjaga stabilitas dunia, pelindung 13:40 sekutu, pusat keamanan global, dan 13:43 tantangan internasional ini berubah 13:44 sens-nya gitu ya. Gitu ya. Nanti kita 13:47 bahas. E oke. Ee mungkin itu Pak Krishna 13:51 ee pembuka dari saya. Terima 13:53 kasihah. 13:56 Irhaman ya. Beliau adalah pendiri 13:58 Kapedia dan founder dari branding 14:00 konsultan. Pak Redi, dengan 14:04 orang lebih cenderung kepada Iran, lalu 14:06 Amerika berbuat apa dalam hal branding 14:08 ini? Apa naras yang dibuat oleh Amerika 14:10 supaya dia enggak kehilangan muka? 14:13 Kira-kira apa yang dibuat oleh Amerika? 14:14 Silakan, Pak Dedi. 14:16 Oke. Eh, terima kasih, Pra Krishna. 14:20 Jadi, ee kita bisa merujuk dulu ke 14:23 definisi branding, ya. Jadi definisi 14:26 branding itu itu sebuah proses yang ee 14:30 membuat beberapa values jadu aktivitas 14:33 gitu kan ya yang bernilai 14:35 agar layak untuk dipercaya. Jadi 14:39 masing-masing branding itu punya tujuan 14:41 untuk tujuan akhirnya itu adalah layak 14:43 dipercaya baik Iran maupun Amerika. 14:48 Nah, kalau kemudian Iran tadi itu sudah 14:51 ee sedikit banyak dijelaskan oleh Habib 14:54 bahwa Iran itu ingin dipercaya oleh ee 14:58 dunia terutama gitu kan ya narasi bahwa 15:03 mereka itu bisa bertahan, bisa cukup 15:05 kuat dan mereka punya pengalaman panjang 15:09 dalam ee peradaban gitu kan ya. Jadi ya 15:14 dengan kata lain kita bukan bukan anak 15:17 baruah gitu kan ya permainan brandingnya 15:21 seperti itu. Nanti saya bisa jelaskan 15:23 lagi tujuan-tujuan branding dari Iran 15:25 itu nanti apa aja. Ada yang bisa lebih 15:27 detail lagi. Nah, kalau yang ditanyakan 15:30 adalah masalah brandingnya Amerika Trump 15:35 ya. 15:36 Amerika sendiri terutama Trump itu lebih 15:39 fokus dia brandingnya untuk menjaga 15:42 suara pemilihnya. Jadi maga ya make eh 15:47 American Great again. Itu sebabnya eh 15:52 channel yang dia gunakan untuk 15:55 melancarkan kampanyenya itu adalah 15:58 channel yang dia miliki sosial dan X 16:02 juga yang itu dimiliki oleh ee Sohib. 16:06 dekatnya Elon Mas gitu kan ya. Jadi dia 16:09 menggunakan ee media yang dimiliki 16:12 sendiri sebenarnya dan itu untuk 16:15 kebutuhan meningkatkan terus atau 16:17 menjaga paling tidak kepercayaan para 16:20 pemilihnya. J maga ini kan American 16:24 Grade Again gitu dia lebih banyak di 16:27 situ. selebihnya 16:29 dia akan mengikuti gaya-gaya yang 16:31 disukai oleh pemilihnya. gaya-gaya yang 16:35 bombastis gitu kan ya memang kadang 16:38 terlihat tidak tidak konsisten. Kadang 16:42 dia bilang bahwa 2 3 hari lagi perang 16:44 selesai. Ternyata kemudian setelah 2 3 16:47 hari ee masih ada yang harus diurusin. 16:49 Nanti buku seminggu, 2 minggu ternyata 16:52 sebulan juga belum juga selesai gitu kan 16:55 ya. 16:57 Tapi itulah style-nya dia. Dia tetap 16:59 menjaga ee values-nya dia, style-nya dia 17:02 agar tetap dipercaya oleh ee warga 17:06 pemilihnya yang memang lebih besar 17:09 daripada yang tidak memilihnya gitu kan 17:11 ya. Tapi ternyata Iran melihat bahwa 17:15 pemilih bukan pemilih ee Trump itu juga 17:20 enggak kecil. 17:21 Jadi bisa di masih bisa dimanfaatkan 17:25 agar kemudian nanti yang midterms 17:28 pemilihan di November 2000 ee 26 tahun 17:32 ini itu kursi antara Republik dan 17:36 Demokrat bisa bergeser. Kalau sekarang 17:39 kan perbedaannya hanya lima kursi. 17:42 Begitu 17:43 Demokrat ngambil tiga kursi aja 17:46 permainannya akan berubah. 17:48 permainan akan sangat berubah karena 17:50 kemudian Demokrat akan mengontrol 17:52 seluruh ee kebijakan luar negeri, 17:56 mengontrol semua anggaran sehingga 17:59 kalaupun Trump masih tetap jadi presiden 18:02 tapi dia enggak ada ee budget untuk itu 18:05 ya selesai gitu kan ya terpaksa 18:09 diselesaikan gitu. 18:11 Cuma mungkin Trump nanti ada mikirnya 18:13 yang lain. Sebenarnya ada beberapa yang 18:16 terdekat dikejar ya terkejar. Misalkan 18:20 bahwa sebenarnya ee presiden Amerika itu 18:25 boleh melakukan eh action militer itu 18:29 tanpa persetujuan dari parlemen itu 60 18:31 hari. Jadi, sejak tanggal 28 Februari 18:35 paling nanti sampai akhir Maret ini, 18:38 akhir Maret ini dia boleh melakukan 18:41 apapun yang dia sukai gitu kan ya 18:43 sebagai Presiden Amerika. Tapi next-nya 18:46 itu harus persetujuan 18:49 dari parlemen. 18:51 Akan tetapi pengalaman dari 18:53 presiden-presiden sebelumnya itu 18:55 mengabaikan 18:58 mengabaikan ee ketentuan konstitusi 60 19:02 hari tersebut. Jadi kalaupun kemudian 19:05 parlemen tidak mensetujui, dia tetap dia 19:08 tetap akan jalan karena budgetnya itu 19:10 masih jalan. budgetnya itu tidak jalan 19:12 pada saat ee Demokrat yang menguasai ee 19:17 parlemen. Itu di November 19:20 2026 nanti pemilihannya dan mereka bisa 19:23 berkuasa di Januari 2027. 19:27 Jadi, Iran itu sendiri 19:30 dia melakukan branding agar kemudian 19:35 rakyat Amerika sendiri tidak percaya 19:38 dengan pemimpinnya. 19:41 Kalau biasanya saya membranding para 19:43 politisi sejak 2012 saya membranding 19:46 politisi itu agar dipercaya. Politisi 19:48 yang saya handle itu dipercaya dan 19:50 dipilih. 19:52 Tapi Iran melakukan hal yang berbeda. 19:55 Dia tidak ingin dipilih, 19:59 tetapi dia ingin agar lawannya terutama 20:02 Trump itu tidak dipilih lagi gitu loh. 20:06 Itu kan luar biasa. Dan menurut saya 20:09 baru kali ini ini perang yang enggak 20:13 kepikiran sebelumnya. Biasanya branding 20:16 itu dilakukan politisi dalam melakukan 20:19 election. Tapi ternyata perang darat pun 20:23 perang yang benar-benar perang itu bisa 20:26 dilakukan menggunakan digital branding. 20:30 Ini yang luar biasa. 20:33 yang sebenarnya digital branding yang 20:35 dilakukan ini mirip dengan perang 20:37 grilia. 20:39 Perang gerilia itu dilakukan oleh 20:42 orang-orang yang ee lemah gitu 20:45 sebenarnya ya. Jadi yang yang lebih 20:47 kecil, yang lebih lemah melawan yang 20:50 sesuatu yang jauh lebih besaranya lebih 20:53 banyak kekuatannya lebih banyak 20:56 elektabilitasnya lebih tinggi. Sama 20:58 persis pada saat saya dulu bantu 21:00 Anisandi. Jadi 2017 Anisandi itu secara 21:05 elektabilitas paling kecil waktu itu dan 21:08 secara pendanaan juga paling kecil. 21:12 Nah, lawannya waktu itu Pak Ahok itu 21:16 elektabilitas sangat tinggi. Jadi kalau 21:18 kita ambil data dari sosial media itu 21:22 bagaimana pemilih AHO itu sangat-sangat 21:24 tinggi gitu kan. Dan dananya juga hampir 21:27 tak terbatas. Sehingga kita menjalankan 21:30 strategi perang gerilia di mana perang 21:33 itu harus dilakukan dengan sama cepat 21:36 dan itu dilakukan di sosial media. 21:38 Ternyata Iran juga melakukan hal yang 21:41 sama. Jadi, Iran akan memproduksi 21:45 ee ee narasi-narasi yang sifatnya sangat 21:49 konsisten itu sebenarnya intinya 21:52 menyerang Trump, menyerang kredibilitas 21:55 Trump sehingga rakyatnya tidak bersedia 21:58 memilih dia lagi gitu kan ya untuk 22:00 memutuskan kebijakan-kebijakan terkait 22:03 ee luar negeri apalagi urusan perang. 22:06 itu yang ditargetkan sebenarnya. Dan 22:09 untuk itu Iran sebenarnya hanya mencoba 22:11 bertahan. Jadi sudah dipastikan perang 22:15 fisik Iran enggak akan mungkin bisa 22:17 memenangkannya karena sumber daya dan 22:20 lain-lain itu enggak akan bisa gitu kan. 22:22 Tetapi dia cukup hanya bertahan. 22:26 Bertahan ada milestone-nya bertahan 2 22:28 bulan yaitu akhir sampai Maret. Kalau 22:32 kemudian parlemennya 22:34 ee bisa memutuskan bahwa Presiden enggak 22:37 boleh melakukan 22:39 action militer lagi dan kalau Presiden 22:41 setuju 22:43 itu juga bisa terhenti gitu kan ya. 22:45 Tetapi juga saya meragukannya tetapi 22:47 yang paling kuat itu bisa menghentikan 22:50 presiden adalah di pemilihan di 22:53 November. 22:55 Karena kursi sudah berubah, Presiden 22:57 enggak bisa ngapa-ngapain lagi. Terpaksa 22:58 harus ngikut. Kalau enggak, dia enggak 23:00 dikasih budget sama sekali karena dia 23:02 butuh dana 200 miliar dolar sekitar 23:07 3.400-an triliun lah ya. Itu dana yang 23:11 akan mau dihabiskan untuk menghabisi 23:13 Iran. Nah, Iran berusaha untuk bertahan 23:16 aja gitu dengan menampilkan 23:18 narasi-narasi yang cukup konsisten. Nah, 23:23 ini jenis pertar pertarungan yang 23:25 menarik sama seperti Vietnam dulu. 23:29 Vietnam pasti tidak bisa mengalahkan 23:31 persenjataan dari Amerika. Tetapi 23:34 Vietnam kemudian hanya cukup bertahan 23:37 dengan masuk ke bawah tanah menghilang. 23:40 Jadi sulit untuk diserang, cepat 23:43 menghilang. Itu jadi ee prinsip perang 23:45 Gerilia itu memang seperti itu. Jadi dia 23:48 cepat menyerang lalu cepat menghilang. 23:50 Nah, begitu juga dengan prinsip-prinsip 23:53 perang gerilnya bahwa dia menyerang ee 23:56 titik-titik yang strategis. Nah, 24:00 sekarang ini titik-titik strategis itu 24:03 bukan lagi ya titik minyak, titik air, 24:06 titik listrik, gak, tapi titik-titik 24:09 opini. 24:11 Jadi, bagaimana dia bisa menyerang ee 24:14 para influencer sehingga influencer itu 24:17 kemudian 24:19 setuju bahkan followers dari influencer 24:21 itu setuju dengan narasi yang dia bawa. 24:25 Bahkan, 24:26 nah walaupun narasi tersebut orang tahu 24:29 itu hoax 24:31 karena yang dihasilkannya itu AI semua. 24:35 Hanya saja AI dia manfaatkan untuk 24:38 menampilkan narasi yang sifatnya 24:40 emosional seperti yang dijelaskan oleh 24:43 ee Habib tadi gitu kan ya. Bagaimana 24:46 kemudian memperlihatkan kondisi Iran 24:49 seperti ini, kondisi Amerika seperti 24:51 ini, bagaimana sebenarnya Iran itu tidak 24:55 bermusuhan dengan orang Amerika? Sama 24:58 sekali tidak gitu kan. Tapi dia hanya 25:01 bermusuhan dengan Trump yang mereka 25:03 anggap sebagai agresor yang kalau di 25:06 Indonesia dianggap sebagai setan gitu 25:09 kan ya. Narasi-narasi itu yang yang 25:12 dimunculkan. 25:14 Padahal AI yang dikeluarkan itu AI yang 25:17 terkait dengan budaya dari Amerika 25:19 sendiri. Lego gitu kan. Trump dibuat 25:23 Legonya bahkan Trump dibuat teletabisnya 25:27 gitu kan ya. 25:29 hal seperti itu. Jadi budaya Amerika 25:32 sendiri jadi mereka menggunakan senjata 25:34 yang sudah dipahami oleh orang ee 25:38 Amerika sendiri. Nah, Trump sendiri 25:42 terutama Amerika White House itu karena 25:46 ingin terlihat sangat sangat gagah, 25:49 sangat seru ee dan memuaskan para 25:52 pemilihnya, mereka membuat gamification. 25:56 Jadi mereka tahu pemilihnya itu suka 25:58 main game 26:00 Call of Duty misalkan ya. Jadi pada saat 26:04 pada saat main game kemudian meledakkan 26:07 tapi ledakannya real gitu kan ya. 26:09 Benar-benar yang meledak itu yang di 26:12 Iran. Nah, itu bagi pemilih Trump itu 26:15 ini keren habis gitu kan, keren banget 26:18 gitu loh. Yang kemudian kalau yang anti 26:21 perang di Amerika itu pasti protes. Kok 26:24 bisa-bisanya 26:26 em nyawa manusia dipermainkan seperti 26:29 ini gitu kan ya. Nah, itu yang kemudian 26:31 dimanfaatkan oleh Iran. 26:33 Tapi ini menarik bahwa 26:37 ternyata ada gaya perang yang ee kalau 26:41 dulu kemarin itu kita mikir perang itu 26:46 harus dengan alat yang 26:47 secanggih-canggihnya gitu kan ya. Entah 26:51 bom kimiah, bom biologislah, e pakai 26:54 robot inilah, robot itu, harus 26:56 sangat-sangat canggih. Itu yang 26:58 ditampilkan oleh Cina gitu kan ya dengan 27:00 teknologi-teknologi perang yang terakhir 27:03 yang canggih. Tetapi ternyata ada cara 27:06 lain bahwa bahwa kalaupun teknologinya 27:09 tidak terlalu canggih, tetapi digital 27:12 iteration-nya sangat tinggi. 27:15 Kalau enggak salah mungkin ya 90% orang 27:19 Iran itu kuliahan semua gitu kan ya. 27:22 Jadi cukup cerdas orangnya. Itu 27:25 memproduksi 27:26 konten-konten yang dengan narasi yang 27:29 bagus itu sangat cepat. Jadi pada saat 27:32 penyerangan pertama di 28 Februari bulan 27:35 lalu langsung terproduksi banyak sekali. 27:39 Saya bisa cek itu sekitar hampir 27:42 100.000-an ribuan konten dalam sehari 27:45 yang itu semuanya pakai AI. Yang AI 27:48 sendiri tidak diciptakan di Iran. Iran 27:51 sendiri AI sendiri ciptakan di Amerika 27:53 dan di Cina gitu kan ya. Tapi kemudian 27:56 yang memanfaatkan AI untuk perang itu 27:59 justru Cina eh justru Iran gitu kan ya. 28:02 Walaupun itu sebenarnya kan fake semua 28:04 kan dan orang tahu itu fake tapi 28:06 narasinya emosional dan orang enggak 28:08 bisa membantah gitu kan. Itulah 28:10 menariknya. Dan walaupun dari Amerika 28:14 itu selalu menampilkan gambar-gambar 28:17 yang benar-benar sungguhan, jadi benar 28:20 real gitu kan ya. Tetapi kalau dibungkus 28:25 oleh Iran dengan eh AI defake kata Trump 28:29 kan di fake semuanya itu. Tapi jumlahnya 28:32 dengan sangat besar itu terkontasi juga 28:35 ke otak kita gitu kan ya. Terus-terusan. 28:40 tergemakan. Nah, itulah sebenarnya 28:42 kekuatan branding itu di situ. Sehingga 28:47 dunia juga terbelah gitu kan ya antara 28:50 memihak Iran atau Amerika walaupun 28:52 enggak ikutan perang. termasuk juga 28:55 target utama dari Iran tersebut adalah 28:58 memecah 29:01 di Amerika sendiri agar kemudian 29:04 kekuasaan dari Trump itu mulai 29:07 digerogoti di negaranya sendiri. 29:11 Yang penting Iran itu bisa bertahan 29:13 cukup lama, tidak perlu sampai memenang 29:16 perang. Tapi kalau dia bertahan, dia 29:19 sudah dianggap menang. 29:21 Itu kira-kira tujuan dari breaking 29:24 tersebut 29:28 dengan Iran, tapi Trump dengan Amerika. 29:31 Iya. [tertawa] 29:31 Ee iya terteram dengan Iran. Nah, ini 29:34 ada ada enggak pihak lain yang bisa 29:37 memanfaatkan branding ini atau situasi 29:39 ini bisa dimanfaatkan oleh negara lain 29:42 atau yang lain? 29:47 Nah, kalau itu saya masih masih belum 29:50 lihat ya. Ya, tapi paling tidak 29:53 ee ini bisa jadi pembelajaran yang luar 29:55 biasa bahwa kekuatan untuk branding itu 29:59 tidak hanya yang selama ini di urusan 30:01 produk atau election gitu kan ya, tetapi 30:05 bahkan sesuatu yang enggak terbayangkan 30:07 sebelumnya memenangkan sebuah perang 30:09 real itu juga bisa gitu kan. itu 30:11 pembelajaran luar biasa bahwa kemudian 30:15 memang akan dimanfaatkan oleh negara 30:17 lain tentu kemudian apabila terkait ee 30:23 dengan dianggap koalisinya Iran gitu kan 30:27 ya bahkan yang dianggap koalisinya 30:31 Amerika sendiri grup-grup NATO itu mulai 30:34 tidak men-support 30:36 h 30:36 Trump Amerika karena 30:40 ee ee akibat narasi-narasi itu tersebut 30:43 juga gitu kan ya. 30:44 Jadi kemampuan dari narasi yang 30:47 dilakukan ee Iran ini bisa memperkuat 30:52 dari teman-teman negara yang menjadi 30:55 sahabatnya dianggap sahabat berkoalisi, 30:59 tetapi juga bisa melemahkan 31:02 negara-negara pertemanan dari Amerika 31:05 sendiri. 31:05 Hm. 31:06 Agar tidak membantu Amerika kita kan. 31:12 Oke. Ee secara ekonomi Iran diuntungkan 31:16 enggak dalam hal ini misalnya produser 31:18 beser 31:20 terjadinya branding ini ya lu di 31:22 diuntungkan? 31:25 Ee kalau saya bukan pakar ekonomi ya Pak 31:28 Krisna jadi belum 31:30 belum bisa begitu melihat 31:31 hitung-hitungan hal tersebut. Oke. 31:34 [mendengus] 31:35 Oke. Silakan ee bagi pendengar yang 31:37 ingin bertanya kami tunggu di 31:38 0811999720. 31:43 Kami mengundang 31:45 M eh Bapak Dedi Rahman. Beliauah pendiri 31:49 Katapedia dan founder dari branding 31:51 konsultan dan juga tentu saja M. 31:54 Alhusini atau Bang Habib. Beliau ada 31:56 dari BNSP, Master Trainer dan juga 31:59 branding. Oke, Pak Habib silakan, Bang 32:03 Habib. 32:07 Masih keute, Pak Habib. 32:10 Kang Habib, 32:10 terima kasih, Pak Krisna kesempatannya 32:12 kedengaran 32:13 ya. Jadi ke depannya ini seperti apa 32:16 untuk memperbaiki citra dan menguatkan 32:18 citranya 32:20 e misalnya dari pihak kita kan sering 32:23 nih membangun branding dan banyak juga 32:25 tokoh publik yang bangun branding lama 32:27 gitu ya, tiba-tiba hancur seketika. 32:30 dengan satu dua hal kecil gitu. Ee Pak 32:34 Dedi bagaimana mempertahankan itu. Jadi 32:37 ada fenomena juga gini. 32:39 Ee ada satu sahabat saya itu dia 32:43 branding personalnya sangat kuat sekali 32:45 sehingga direkrut sama puluhan brand 32:47 gitu ya. Ada 49 brand rekrut gitu ya. 32:51 Nah, ada satu dua kesalahan ee beliau 32:54 itu hancur semua namanya, reputasenya 32:57 hancur, semua brand-brand lepas dari dia 33:01 gitu ya, dan lain-lain gitu ya. Akhir 33:04 artinya apa? Artinya dari sini kita mau 33:06 melihat bahwa branding itu apakah terus 33:09 dipertahankan sampai mati gitu ya 33:11 ataupun memang bagaimana apa perlu 33:14 dipisah gitu ya antara branding pribadi 33:16 atau branding eh memang ini kan jadi 33:20 Amerika ini Trum ini diasosiasikan 33:22 sebagai brandingnya Amerika padahal 33:26 eh di Amerika sendiri banyak yang tidak 33:28 setuju dengan Trump gitu ya 33:31 dengan sikap-sikapnya yang terlalu 33:33 reaktif. emosional dan menghancurkan ee 33:37 nama Amerika sendiri gitu ya. Jadi 33:39 bagaimana ee strateginya secara 33:42 konseptual mempertahankan branding 33:44 supaya branding ini ee lama dan bisa 33:47 bertahan lama gitu ya. dan Iran ini ee 33:51 apa yang bisa dibongkar strateginya Iran 33:53 tuh apa konsepnya gitu ya sehingga 33:55 mereka tuh pakai strategi unik bertahan 33:57 aja bertahan itu menunjukkan mereka kuat 34:00 gitu ya menunjukkan mereka kuat mereka 34:03 bisa memutuskan hegemoni Barat gitu ya 34:06 dan itu jadi bagaimana tuh Mas Dedi kita 34:10 membahasnya 34:14 ya kalau untuk memperbaiki brandingnya 34:16 ya jadi saya melihat sendiri sebenar 34:18 Sebenarnya Iran juga enggak akan bisa 34:21 terus bertahan lama melakukan branding 34:24 seperti yang dia lakukan saat ini. 34:27 Karena memang ee benar bahwa narasinya 34:31 konsisten, tetapi konten yang dia 34:34 gunakan itu fake semuanya. Jadi AI 34:38 sehingga akan lama-lama tingkat 34:41 kredibilitasnya akan terkikis. 34:44 Nah, yang harus dilakukan Iran itu 34:46 adalah memulai memperlihatkan footage 34:50 atau video-video yang asli gitu kan ya 34:53 di Iran sendiri bagaimana kondisi 34:56 kondisi mereka selama perang. Ee 35:00 terserah apakah narasinya itu mau 35:03 diperlihatkan bahwa mereka baik-baik 35:05 saja atau kemudian mereka ramah dengan 35:09 ee tawanan Amerika kalau memang ada gitu 35:12 kan ya. Nah, itu bisa narasi yang 35:14 dimunculkan. Tetapi footage-nya 35:17 istilahnya video-videonya itu mulai 35:19 dimunculkan yang real. 35:22 Karena ee ketika orang sudah lama 35:27 terus-menerus ee kena dengan di fake dan 35:30 mereka paham itu fake, 35:32 lama-lama mereka akan merasa bahwa 35:35 seluruhnya itu fake. 35:37 Sehingga sesekali harus dimunculkan 35:39 video-video yang real. 35:41 Nah, kalau kemudian terkait dengan trum 35:45 gitu kan ya, kalau terkait dengan trum, 35:47 trum ini ee yang dia lakukan walaupun 35:52 tidak konsisten begitu ya, tidak 35:54 konsisten. Kadang berubah-berubah dan 35:56 kadang meledak-meledak 35:58 ini masih bisa dipertahankan karena 36:01 Trump itu ee dia bisa menggunakan krisis 36:05 gitu sebagai brandnya dia. Jadi dia akan 36:08 dikenal sebagai orang yang tidak hanya 36:12 menghadirkan krisis, tapi dia juga bisa 36:14 menyelesaikan krisis gitu kan ya. Jadi 36:18 kalau dunia selalu ada krisis, maka 36:22 orang kayak Trump itu akan sangat 36:23 dibutuhkan karena dia bisa berpikir 36:27 cepat, bertindak cepat gitu. 36:30 Hanya saja kemudian 36:32 harus di direduce itu yang 36:37 gamification-nya. 36:40 Jangan sampai kemudian empatinya enggak 36:43 ada sama sekali gitu kan ya. Jangan 36:46 kemudian mempermainkan nyawa itu dengan 36:49 sangat-sangat ee hanya semuanya dengan 36:52 baik angka. Kalau itu bisa dirubah ee 36:56 trum gitu kan ya. dirubah, Trump dirubah 36:58 oleh White House sendiri oleh Amerika, 37:01 maka ada ada kemungkinan dukungan dari 37:05 rakyat Amerika yang kemarin ee tidak 37:08 setuju dengan ee kebijakan Trump itu 37:12 bisa pelan-pelan dirayu untuk kembali 37:14 setuju. Karena kemarin ada survei dari 37:19 Ipsos ya, dari Ipsos. Ipsos ini kan 37:22 lembaga survei internasional ada di 100 37:24 negara berpusat di Paris. 37:27 itu melihat bahwa 37:30 ee angka yang tidak setuju dengan perang 37:33 itu cukup signifikan gitu kan ya, cukup 37:36 cukup naik. Itu yang akan 37:38 mengkhawatirkan apabila terjadi 37:41 pemilihan di beberapa distrik nanti di 37:44 November itu angka 37:47 parlemen itu berubah tipis. Kalau 37:51 berubah itu akan membahayakan. 37:55 Tapi memang 37:56 sebaiknya memang ee 38:00 Trump agak memisahkan sedikit. Jadi 38:02 kalau sekarang itu Trump dengan White 38:04 House itu 38:06 itu sudah kayak satu gitu kan ya. Jadi 38:09 Trump menginginkan apa? 38:12 mengikutinya dengan 38:14 dengan sangat patuh gitu kan ya 38:17 mengikuti makanya yang gamification itu 38:19 kan keluarnya dari wide house. Nah, 38:22 saran saya sih wus itu mengurangi hal 38:25 seperti itu ee walaupun mereka tetap 38:28 melakukan glorifikasi untuk setiap ee 38:31 aksi peperangan, tetapi harus ada 38:35 empatinya juga gitu kan ya, bahwa kita 38:39 bahwa Amerika kemudian berperan sebagai 38:43 ee negara yang mendamaikan dunia melewat 38:47 perang gitu, tapi juga tetap menghormati 38:50 nyawa manusia. Iya, gitu. Nah, itu bisa 38:53 dimunculkan seperti itu. Jadi, agak 38:55 dipisahkan. Jangan kalau sekarang antara 38:57 Trump dan HW itu benar-benar menyatu 38:59 banget gitu kan ya. Yang ini agak 39:01 berbahaya. Kalau Trumpnya sendiri nanti 39:03 bermasalah, nanti kepercayaan 39:06 masyarakat Amerika terhadap WOS itu 39:09 makin berdegradasi. 39:12 Kira-kira gitu. 39:14 Iya. I. 39:18 E, Pak Didi, sampai kapan upaya saling 39:20 branding ini dapat dimanfaatkan baik 39:23 oleh Iran maupun Amerika? 39:27 Kalau Iran memang dia harus tetap terus 39:31 bertahan. Paling tidak itu sampai di 39:34 November. 39:35 Sampai November 39:36 harus bertahan. Karena kalau sampai 39:39 akhir Maret pun itu ada kemungkinan 39:42 Trump itu dengan gayanya dia enggak 39:44 peduli dengan parlemen 39:46 dan tetap masih bisa mendapatkan budget 39:48 gitu kan ya. 39:50 Dia enggak perlu harus ada tanda tangan 39:52 ee menghentikan atau tidak gitu, tapi 39:54 budget sudah ada sudah masih kepegang 39:57 sama Trump. Jadi dia tetap jalan. Nah, 39:59 budget terbesarnya itu 40:02 setelah November. 40:05 Nah, kalau kemudian November e republik 40:08 masih menang, 40:10 nah itu Trump tetap masih bisa berkuasa 40:13 gitu. Dan Iran, Iran akan kemungkinan 40:19 enggak bisa bertahan lebih dari 40:22 ee 1 tahun ke depan gitu. 40:25 itu bisa di dimaklumin sehingga Iran 40:29 akan terus berusaha dengan sangat 40:30 kencang agar kemudian 40:34 posisi dia begitu sangat bagus di mata 40:37 dunia dan di mata oleh warga Amerika 40:41 bahwa 40:43 mereka itu bisa bertahan gitu. Karena 40:47 kalau mereka bisa bertahan itu 40:49 menghabiskan dana yang begitu besar. 40:52 Hm. Kalau Amerika menghabiskan dana yang 40:54 begitu besar, yang rugi rakyat Amerika 40:57 sendiri. 40:58 Harga-harga akan naik, semuanya akan 41:00 jadi masalah. Maka demo nanti akan 41:03 terjadi di Amerika sendiri. Itu yang 41:06 diharapkan oleh Iran. Sedangkan dari 41:09 sisi Amerika mereka melakukan branding 41:13 untuk mempertahankan suaranya sendiri 41:15 juga gitu. Mempertahankan semua 41:17 pemilihnya. Jangan sampai berkurang. 41:20 Kalau sampai berkurang ini berbahaya. 41:23 kebijakan-kebijakan enggak bisa 41:24 dilanjutkan berikutnya. Jadi, kebutuhan 41:28 branding mereka kebutuhannya seperti itu 41:31 untuk yang di Trump dan Amerika. 41:33 Hm. 41:34 Itu harus tetap mereka pertahankan. 41:37 Intinya branding seperti apa yang 41:39 diharapkan baik oleh ee Iran maupun 41:42 Amerika. 41:45 Jadi kembali lagi branding itu memang 41:47 kan tujuannya agar bisa dipercaya sesuai 41:51 target audiens-nya. He. 41:53 Nah, target audiens dari Iran itu 41:56 memastikan agar 41:59 sebagian besar warga Amerika itu tidak 42:03 mendukung kebijakan perang tersebut. 42:06 Hm. 42:07 Sehingga di parlemen nanti berubah 42:09 komposisinya. 42:11 Begitu juga dengan kebalikan dari yang 42:14 di Trump. 42:16 Trump juga berusaha agar dapat dukungan 42:20 sehingga bisa melanjutkan peperangan 42:22 tersebut sampai selesai gitu kan ya. 42:25 Walaupun itu akan agak sangat berat 42:28 sekali. 42:29 Hm. Iya. Baik. Ini ada pertanyaan dari 42:31 Bapak Anton. Apakah Israel juga 42:34 melakukan branding dalam hal ini? 42:37 Ee kalau Israel sebenarnya dia tidak 42:40 perlu melakukan branding, akan tetapi 42:43 dia akan melakukan lobi-lobi di 42:45 parlemen. 42:46 Memastikan 42:48 bahwa e parlemen itu masih dikuasai oleh 42:52 ee yang mendukung Israel. 42:57 Jadi dia menggunakan dana kekuatan lobi 43:00 dananya untuk memastikan keterpilihan 43:03 dari parlemen itu masih peminha Israel. 43:08 Oke, Pak Habib. 43:12 Ada lagi yang 43:12 menarik nih, Pak. Dedi, jadi branding 43:15 ini sebetulnya kan ee melahirkan 43:18 perhatian ya, perhatian menghasilkan 43:20 kepercayaan trust gitu ya. Jadi dari 43:23 situ ada dana kalau dari sisi negara 43:25 barat nih ada dana yang ngucur ke situ. 43:27 Baik dana pertahanan, baik dana ee dan 43:30 lain-lain ekonomi dan lain-lain. Nah, 43:32 dari dana itu baru ada kekuasaan gitu. 43:36 Nah, sekarang 43:37 ee saya juga ngobrol gitu ya ee beberapa 43:40 kali sama orang Irannya. Kenapa mereka 43:43 dari awal itu enggak enggak langsung 43:46 menyerang gitu ketika Amerika mendekat 43:47 ke perairan Iran dan mereka itu tetap 43:51 menjaga brand mereka mematuhi aturan 43:55 internasional, aturan PBB. Nah, kalau 43:57 aturan PB menyerang itu kan salah 44:00 intervensi negara lain itu salah. Nah, 44:02 jadi Iran itu menjaga kedaulatan, 44:05 mempertahankan kedaulatan itu yang 44:07 dijaga. Jadi sejak awal terlihat jelas 44:10 ya Iran menjaga nama baiknya. Artinya ee 44:15 nama baiknya tetap dijaga, bertahan gitu 44:17 ya. Walaupun sekarang mungkin serangan 44:19 Iran lebih dahsyat gitu ya, tetap itu 44:21 dalam rangka mempertahankan ya 44:23 kedaulatan negaranya gitu ya. Nah, dari 44:27 situ baru ada kekuasaan muncul gitu Mas. 44:31 Jadi kalau kaitan dengan Mas yang memang 44:33 berkutat banyak di dunia politik gitu 44:36 ya. 44:37 ke depannya ini hegomoni Amerika di 44:39 Teluk juga akan terancam gitu ya. Dan 44:42 Iran menyatakan bahwa Amerika harus 44:45 angkat kaki dari Teluk gitu ya dan ee 44:50 mengajak negara-negara Teluk untuk 44:51 membangun kekuatan berdasarkan Alquran 44:54 Al Al-Qur'an gitu ya. Jadi ini menarik 44:56 sekali gitu ya. ee menarik sekali ke 45:00 depannya geopolitik ini seperti apa, 45:01 mengakhiri perang ini seperti apa, 45:03 perang narasi juga seperti apa. Nah, 45:05 mungkin ee bagaimana Mas Dedi eh 45:07 terakhir eh bagaimana menyangkal hoaks 45:11 ini ya? Kita kan banyak hoaks ya ee 45:13 saran buat pendengar gitu ya. Gimana 45:15 kita melihat oh ini hoaks gitu ya 45:18 seperti apa gitu. 45:20 Iya. 45:22 Berita-berita yang ee mungkin 45:24 terkesannya waduh ini kok hoaks gitu ya. 45:27 berlebihan emosional terlihat sekali 45:30 gitu ya. Mungkin itu ee Mas bisa sharing 45:33 menyangkal hoaks itu kalau 45:37 ee Rocky Gerung bilang itu hanya 45:40 menaikkan 1% dari intelektualitas kita 45:43 aja. [tertawa] 45:45 IQ-nya dinaikin sedikit aja. Artinya 45:49 begitu informasi itu datang gitu kan ya, 45:52 kita cek dulu cukup dengan pertanyaan 45:55 ini benar enggak gitu kan ya. Kalau kita 45:58 melakukan ee membuat pertanyaan ini 46:01 benar enggak itu otomatis IQ kita naik 1 46:05 2% gitu kanah [tertawa] 46:07 gitu loh. 46:07 Siap. Siap. 46:08 Karena dari situ langsung kita ketahuan 46:11 kita akan bisa nyari tahu ini benar apa 46:15 enggak. Tapi masalahnya 46:17 orang itu menerima informasi itu bukan 46:20 dengan pikiran, [tertawa] 46:23 dengan emosi. Ya, 46:25 dengan emosi itu paling gampang masuk 46:28 gitu kan ya. Itulah [tertawa] yang di 46:30 oleh Iran. 46:32 Itu enggak mau masuk sehingga 46:34 ee tidak terfilter. tidak terfilter. 46:38 Apalagi karena belief dia, sistem belief 46:41 dia memang 46:44 sudah mendukung hal tersebut. 46:47 Nah, itu kan istilahnya kan echamber ya. 46:49 Jadi, setiap konten yang kita lihat dan 46:53 kita setujui, kita tonton sampai 46:55 selesai, maka konten serupa itu akan 46:58 terus mengalir di timeline-nya kita. Itu 47:02 kan eember terus merutmerut jadi bubble 47:04 ya sifatnya bubble. dan apalagi kalau 47:07 dia bantu sebaruaskan makin kuat lagi. 47:10 Jadi dia tidak hanya penerima hoak tapi 47:13 juga penyebar hoak. Hanya saja karena 47:17 dia tidak mau bertanya ini benar enggak 47:20 sih gitu kan. Kalau dia dia bertanya 47:23 maka naiklah 1% IQ-nya. 47:27 Makanya jadi gampang. 47:29 Si pembuat H juga ada untuk ini ya apa 47:34 sedang berbranding juga ya si pembuat H 47:37 itu tentu dia ingin juga ada branding 47:40 tertentu yang dia inginkan begitu enggak 47:42 kira-kira? 47:43 Pasti karena pada saat dia bikin hoa itu 47:46 ada narasi yang dia titipkan. Narasi itu 47:50 harus kemudian dia desain agar langsung 47:54 menembus hati pikiran. [tertawa] 47:58 Jangan, jangan masuk ke logika dulu. 48:02 Harus langsung masuk ke emosi. Maka itu 48:03 tembus. 48:05 Itu yang dilakukan 48:07 dengan perasaan sedih e kemudian adanya 48:11 agresor gitu kan ya. Kita bertahan itu. 48:14 Nah, itu itu udah enggak masuk logika. 48:17 Itu masuk langsung perasaan 48:19 dan otak perasaan itu tanpa ee proses 48:23 seleksi 48:24 langsung terima aja. 48:27 dan ea-e 48:29 yang menggambarkan perang terairan sama 48:33 Donald Trump ini ramai sekali lari 48:34 sekali cepat viralnya cepat. Heeh. 48:37 Kenapa begitu? 48:40 Ya itu karena mereka menggunakan narasi 48:42 yang sifatnya emosi [tertawa] 48:44 yang memanfaatkan jempol orang-orang 48:46 yang tidak mau meningkatkan IQ-nya 48:51 itu banyak sekali. 48:52 Oke. Ee ini untuk Pak Dedi ada salam 48:54 dari Bapak Firmansyah. Dimi dari YP 48:57 Bali. Ee dia sedang mendengarkan nih. 49:00 Keren nih temanya katanya. Oke. Tapi 49:03 sayang BB kita sudah dibatasi oleh 49:05 waktu. Mungkin terakhir ada yang mau 49:07 disampaikan, Bang Habib silakan. 49:09 Baik. Oke. Ee pada akhirnya kita belajar 49:12 satu hal penting ya. Ini dunia hari ini 49:14 enggak dikenal ee hanya pertarungan 49:17 senjata, kepentingan, kekuasaan, tapi 49:20 pertarungan makna gitu ya. yang 49:22 diperebutkan bukan hanya wilayah, tapi 49:24 cara manusia melihat wilayah itu gitu 49:27 ya. Bukan hanya pengaruh, tapi hati, 49:29 pikiran, dan kepercayaan kita gitu ya. 49:31 Jadi tugas kita bukan hanya jadi 49:33 penonton yang terbawa arus emosi, bukan 49:35 juga nyebarin hoaks, tapi kita harus 49:38 tabayun juga gitu ya. Kita harus jadi 49:41 umat yang jernih akalnya, bersih niatnya 49:43 gitu ya. akhlaknya juga kita perbaikin 49:45 terus, bacaannya juga kita narasinya di 49:49 dinaikkan lagi. Karena dalam Islam itu 49:51 kebenaran itu enggak diukur seberapa 49:53 viralnya, tapi seberapa dia jujur dan 49:57 bisa dipertanggungjawabkan di hadapan 49:58 Allah, gitu ya. Jadi, semua 50:00 konten-konten yang kita diterima di 50:01 WhatsApp kita viralkan lagi, ternyata 50:04 hoak itu akan dipertanggungjawabkan di 50:06 hadapan Allah Subhanahu wa taala. Jadi 50:08 kita itu hidup ini di era ketika 50:11 kebohongan itu bisa dikemas dengan 50:14 sangat indah gitu ya. Propaganda itu 50:17 terdengar sangat meyakinkan gitu ya. 50:19 Kebatilan itu bisa tampil menarik sekali 50:21 gitu ya. Maka legasi warisan kita itu 50:25 bukan cuman informasi yang kita sebar di 50:27 belakang dakwah tapi harus jernih kita 50:30 lihat apakah ini sesuai logika atau 50:33 enggak, mana sumbernya gitu ya. Apakah 50:36 ini hoaks atau bukan? Ada datanya atau 50:38 enggak gitu ya. Bukan cuman semangat 50:40 tapi ada nilai. Nah, ada keberpihakan 50:44 kita juga ya sesuai sama value-value 50:47 kebenaran gitu ya. Nanti kita ee jaga 50:51 ini jangan kurang informasi tapi harus 50:54 kita punya tetap ilmu iman tabayun, 50:57 tetap ada keberanian yang jujur gitu ya. 50:59 Walaupun kita sendirian gitu ya, oh ini 51:01 yang benar gitu ya. Nah, jadi kita ee ke 51:04 depannya akan dikenang itu bukan yang 51:06 paling keras, yang paling viral, tapi 51:08 yang paling benar, yang paling lurus. 51:10 Kita contohlah yang sekarang kita lihat 51:13 ternyata yang minoritas itu yang bukan 51:17 bukan yang salah gitu ya, tetapi yang 51:19 minoritas itu yang lebih dekat ke 51:20 nilai-nilai kebenaran gitu ya. 51:22 Mudah-mudahan ee ini bukan sekedar 51:24 diskusi, percakapan, mudah-mudahan bisa 51:27 membangkitkan kesadaran kita gitu ya. 51:28 bukan sekedar pengaruh sesaat. 51:30 Mudah-mudahan jadi warisan jariah yang 51:33 diridai Allah subhanahu wa taala. Terima 51:34 kasih, Pak Krisna, Pak Dedi ee segala 51:37 macam insight-nya. 51:39 Demikian. Asalamualaikum warahmatullahi 51:42 wabarakatuh. 51:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 51:43 wabarakatuh. Untong Pak Dedi mau memberi 51:45 kesimpulan sendiri. Silakan. 51:47 Mungkin kalau kesimpulan saya tidak 51:49 sesalehnya Habib ya. [tertawa] 51:54 Kalau cuma saya saya melihat sesuatu 51:57 yang menurut saya menarik bahwa apa yang 52:01 dilakukan Iran ini dengan melakukan 52:04 proses ee perang narasi ini juga punya 52:09 presenden yang bagus yakni bahwa ee 52:13 negara manapun gitu kan ya walaupun 52:16 tidak dia tidak sebesar tidak sekuat 52:19 bahkan mungkin dianggap lemah dari sisi 52:22 milit militer, keuangan atau apapun itu 52:27 bisa dianggap bukan sebagai negara yang 52:30 main-main gitu kan. 52:31 H 52:32 bukan negara yang gampang aja dicoplok 52:35 gitu, dicaplok gitu kan. Ya, itu yang 52:38 kemudian saya melihat bagaimana Iran ini 52:41 menarasikan dirinya. 52:43 Dia akan bilang kepada semua negara lain 52:46 yang juga mungkin selemah dirinya dalam 52:49 hal militer, Bro. Gitu. 52:52 Jangan, 52:53 jangan khawatir. 52:55 Gua aja sanggup bertahan dan bisa 52:57 memenangkan perang ini. Kita semua juga 53:00 akan bisa melawan siapapun 53:02 negara-negara yang menganggap dirinya 53:05 super power. 53:06 Itulah kekuatan narasi. Itu dari saya. 53:09 Asalamualaikum warahmatullahi 53:11 wabarakatuh. 53:11 Waalaikumsalam. Terima kasih Bapak Dedi 53:14 Rahman, pendiri Katapedia dan founder 53:16 dari Branding Konsultan juga Bang Habib 53:20 M. Alhusaini dari BNSP, Master Trainer 53:24 juga branding expert. Terima kasih, 53:26 mudah-mudahan acara ini bermanfaat. Saya 53:28 Muhammad Krishna Odi Saputra dan Algi 53:30 mohon pamit. Wabillahi taufik walidah. 53:32 Wasalamualaikum warahmatullahi 53:33 wabarakatuh.