Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Acara tausiah sore kajian tafsir maudui
- bersama Ustaz Agus, mohon maaf bersama
- Ustaz Ustaz Mansur. Di kesempatan sore
- hari ini masih membahas Quran surah
- Al-A'raf ya ayat
- 96 tentang upaya menggapai berkah dan
- tadi sudah dipaparkan cukup banyak
- sekali ya dan kelanjutannya seperti apa
- atau bagaimana pengaplikasian kita dalam
- bertakwa beriman untuk meraih berkah
- dalam kehidupan kita seperti apa? Mari
- kita simak bersama. Kami persilakan Imam
- Ikhwan Akhwati yang saya disayang oleh
- Allah Subhanahu wa taala.
- Nah, sekarang bagaimana supaya kita ini
- dapat mendapatkan
- berkah dalam teknis atau dalam aplikasi
- kehidupan kita? Terutama sekali berkah
- yang berupa harta ya itu karena
- memang segala sesuatu atau asal-asalnya
- itu dari harta.
- Nah, kalau harta ini sudah berkah,
- insyaallah yang lain akan
- berkah.
- Karena Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan betapa pentingnya masalah
- harta
- ini. Oleh karena itu, Allah sering
- menggunakan kata ee harta dengan kalimat
- khair. Nah, bagaimana supaya kita dapat
- memperoleh harta sehingga harta ini
- berkah? kemudian
- membawa efek bagi semua kehidupan kita.
- Jadi
- berkah
- artinya mendapatkan kebaikan yang
- terus-menerus malzum. Nah, yang pertama
- adalah tidak tamak ya dalam mencari
- harta
- ini. Allah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam pernah berpesan kepada seorang
- sahabat yang namanya Hakim.
- Ya
- hakim inna hadal mal
- khodiratun
- khulwatun man
- akodahu bisakhawati
- nafsin burika fihi rawahul
- bukhari yang artinya hai
- hakim harta
- ini
- hijau dan manis artinya nya
- menyenangkan.
- Siapa yang mengambilnya dengan tidak
- tamak, maka dia akan
- diberikan berkah di dalam harta
- itu.
- Jadi kita cari harta dengan semaksimal
- mungkin, tapi jangan sampai
- terlalu kita itu loba tomat terhadap
- harta itu sehingga melupakan
- segala-galanya.
- Orang yang
- melakukan berbagai macam kejahatan
- karena harta itu disebabkan karena dia
- tamak. Dia cari harta untuk kepentingan
- diri sendiri
- sebanyak-banyaknya dan tidak mau dia
- memberikan pada orang lain. Apabila ini
- terjadi maka harta tidak mungkin akan
- berkah.
- Ah, kemudian yang kedua dengan bangun
- pagi. Nah, kan mudah
- kan? Dengan bangun pagi kita akan
- diberikan berkah oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam mengingatkan beliau bahkan
- mendoakan, "Allahumma barik li ummati fi
- bukuriha." Rawahu Abu Daud.
- Ya
- Allah berikanlah berkah untuk umatku
- pada pagi-pagi
- hari. Jadi pada pagi hari setelah kita
- salat subuh menunaikan berbagai macam
- persiapan yang sifatnya taabudi, maka
- kemudian kita kemudian bekerja. Ah
- inilah yang akan mendatangkan berkah.
- tidak malah setelah subuh tidur dan
- sebagainya. Maka ulama sangat membenci
- tidur pada waktu pagi
- kecuali, nah sudah tentu ada kecualinya
- orang yang bekerja sampai malam misalnya
- semacam itu. Para dokter kan begitu atau
- orang yang sakit silakan.
- Tapi bagi orang yang polisi ronda malam,
- jaga malamnya silakan. Tapi secara umum
- kita jangan sampai waktu pagi kita
- gunakan untuk tidur saja. Nah, karena
- orang-orang yang orang yang menggunakan
- paginya untuk aktivitas, maka dia akan
- mendapatkan
- berkah. Nah, yang ketiga, qanaah.
- menerima dengan apa yang diberikan oleh
- Allah Subhanahu wa taala. Jadi jangan
- merasa kurang
- terus-menerus. Jadi satu hari kita sudah
- bekerja
- maksimal kemudian kita
- mendapatkan bagian kita ya sudah
- diterima oleh Allah Subhan. Jangan. Wah,
- ini kurang, itu kurang, itu
- kurang. Sudah punya motor satu, ingin
- motor dua. Motor dua punya ingin motor
- tiga. Begitu seterusnya sudah punya
- mobil satu, punya mobil dua, ingin punya
- mobil begitu seterusnya tidak ada
- qaahnya. Nah, Ibnu
- Batah dan merasa cukup dengan harta yang
- dicari akan mendatangkan berkah. Nah,
- inilah para hewan semuanya kata-kata
- seorang ulama yang sangat indah. Barang
- siapa qanaah dan merasa cukup dengan
- harta yang dicari akan mendatangkan
- berkah.
- Sedangkan mencari harta dengan
- ketamaan tidak akan mendatangkan
- berkah, bahkan akan mendatangkan siksa
- azab dari Allah Subhanahu wa taala.
- Insyaallah dengan tiga hal
- tadi kita akan mendapatkan berkah dari
- Allah. Yang pertama tidak
- tamak, tidak terlalu
- berharap, tidak terlalu loba dengan apa
- yang kita ingin yang kita
- inginkan. Kadang-kadang kita ini tidak
- bisa membedakan antara apa yang kita
- inginkan dan apa yang kita perlukan.
- Hah. Padahal sebetulnya kalau kita
- mencupkan diri dengan apa yang kita
- perlukan selesai.
- Tapi kadang-kadang kita menuntut apa
- yang kita inginkan. Nah, ini yang kurang
- sesuai yaitu oleh karena itu jangan
- tamak keinginan manusia tidak akan ada
- batasnya. Nah, kemudian yang ketiga,
- dengan menggunakan waktu pagi dengan
- sebaik-baiknya maka kita akan
- mendapatkan berkah. diawali dengan salat
- subuh, kemudian aktivitas subah yang
- lain. Nah, itulah yang akan datangkan
- berkah. Karena pada waktu ini Rasul
- mendoakan
- umatnya agar diberikan berkah bagi
- umatnya pada waktu pagi kemudian yang
- terakhir adalah qanaah, ya, menerima
- dengan apa yang telah diberikan oleh
- Allah Subhanahu wa taala.
- Demikian
- mudah-mudahan kita semuanya mendapatkan
- berkah dalam kehidupan ini sehingga
- nanti di akhirat pun kita juga akan
- merasakan kebahagiaan bukan hanya di
- dunia tapi juga kebahagiaan di akhirat.
- Wallahuam bissawab. Amin. Amin. Amin ya
- rabbal alamin. Ya, terima kasih Imam Yas
- Mansur atas ee kajiannya, atas
- pemaparannya. Dan kita langsung memasuki
- sesi tanya jawab ya. Kami persilakan
- kembali bagi wwat yang ingin bergabung
- ya bisa menyampaikan pertanyaan,
- tanggapan ataupun komentarnya seperti
- biasa di
- 0218451512 untuk main telepon ya dan
- untuk WhatsApp di
- 0811999720. Pertanyaan pertama dari
- 087759321. Sekian-sekian hamba Allah di
- Depok. Mohon pencerahannya. Kadang saya
- merasa semakin kita berdoa dan
- mendekatkan diri kepada Allah kok
- rasanya semakin bertambah ujian dan
- semakin berat. Bagaimana dengan hal ini?
- Mohon nasihatnya. Terima kasih. Iya.
- Jadi memang dalam kehidupan ini orang
- tidak akan bisa
- lepas daripada ujian. Ya,
- itu.
- Jadi di dunia ini memang Allah jadikan
- pasang-pasangan. Ada bahagia, ada
- sengsara, ada hidup, ada
- mati, ada muda, ada
- tua, ada pria ada wanita, suami, istri,
- dan seterusnya. H. Nah, termasuk
- cobaan itu adalah pasangan dari
- kehidupan normal.
- Allah Subhanahu wa taala menjadikan
- cobaan itu sebagai sunah
- ilahiah. Kalau kita kembali kepada
- Al-Qur'an Allah mengingatkan,
- "Wabbluwannakum bisyaim minal khaufi wal
- ju wqsim minal amwali wal anfusiamar."
- Nah,
- ujian yang diterima oleh
- manusia itu ada tiga
- bentuknya. Satu cobaan dalam bahasa
- Arabnya
- bala. Kemudian yang kedua peringatan
- tazkirah dari Allah.
- Yang ketiga, ah ini yang sudah tidak
- kita harapkan yaitu azab siksaan dari
- Allah Subhanahu wa
- taala. Nah, soal yang pertama tadi
- mudah-mudahan ibu yang bertanya tadi ibu
- atau bapak ya enggak tidak menyebutkan
- menyebutkan itu dari bagian yang
- pertama yaitu berupa
- bala. Bala adalah ujian yang diberikan
- oleh Allah atau musibah hal yang tidak
- mengenakkan. yang diberikan oleh Allah
- kepada orang-orang yang
- dicintainya. Jadi ini tidak ada
- hubungannya dengan dosa, kesalahan dan
- sebagainya.
- Maka manusia yang paling besar dan
- paling banyak cobaannya adalah para
- nabi. Kita lihat saja Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam hidupnya
- penuh dengan cobaan.
- Mulai dari beliau ditinggal meninggal
- wafat oleh ayahnya masih dalam
- kandungan. Umur 6 tahun ibunya
- meninggal. Diasuh oleh kakeknya Abdul
- Muthalib. Baru 2 tahun meninggal juga.
- Dan setelah berumah tangga belum
- mendapatkan anak tujuh dengan delapan.
- Semuanya meninggal.
- di hadapan beliau kecuali tinggal satu
- Fatimah
- Thahir, Qasim, Ibrahim yang laki-laki
- semua meninggal sebelum beliau
- meninggal. Coba jarang manusia yang
- dicoba oleh Allah semacam ini. Punya
- anak laki-laki tiga-tiganya meninggal
- semuanya.
- yang perempuan empat, yang tiga juga
- meninggal. Sebelum beliau meninggal,
- Zainab, Umi Kulsum,
- Ruqayyah ditinggal mati oleh enam
- anaknya, tinggal satu Fatimah.
- Itulah
- cobaan yang diberikan oleh Allah
- kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Belum nabi-nabi yang
- lain. Maka memang benar hadis yang
- menyatakan idza aradallahu biabdihi
- khairon
- ibtalahu. Apabila Allah menghendaki
- orang tadi hambanya menjadi baik dia
- akan dicoba. Nah, mudah-mudahan dari
- ikhwan atau akhwat yang bertanya tadi
- itu sebagai wujud daripada kecintaan
- Allah kepada yang menanya tadi. Maka dia
- kemudian diberikan cobaan oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Ya, demikian.
- Wallahuam bisa. Selanjutnya dari Bunda
- Fajar di Bekasi. Namun sebelumnya kita
- terima telepon dulu ya. Ada yang sudah
- terhubung kita terima. Halo.
- Asalamualaikum. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ya, dengan
- siapa? Di mana Bapak? Dari Bapak Asih di
- Jati Asih. Bapak Asih di Jati Asih ya.
- Iya. Kami persilakan, Pak.
- Asalamualaikum Ustaz. Ya. Waalaikumsalam
- warahmatullah wabarakatuh. Saya termasuk
- barangkali orang yang apa dikatakan
- tidak mensyukur nikmat Allah barangkali
- ya. Cuma saya ada kecewa. Begini ustaz
- ya. Saya alhamdulillah punya anak
- delapan sudah nikah semua baru cucu baru
- 25.
- Alhamdulillah juga saya sudah bisa
- melaksanakan rukun Islam yang kelima.
- Namun belakangan mata saya katarak kalau
- kata istilah dokter. Saya sedih enggak
- bisa ngaji dengan baik. Baca Quran
- dengan baik itu malam kebiasaan suka
- ngaji. Kalau malam kan sekarang enggak
- baca tafsir kalau pagi saya enggak nih
- apakah saya tak masuk namanya kufur
- nikmat kalau apa bagi rasa ustaz saya
- khawatir nanti dia jadi hukum. Jadi saya
- hampir-hampir tiap malam habis salat
- mohon nama Allah agar mata saya
- dibersihkan dari kata rakmi agar saya
- bisa mencap firman Allah itu orang ustaz
- apa pencaraan saya agar saya jangan
- berputus harapan gitu ya demikian ustaz
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh waalaikumsalam warahmatull
- wabarakatuh ya jadi ini masih berarti
- masih kelanjutan dari pertanyaan yang
- pertama tadi kok makin banyak
- cobaan-cobaan yang saya hadapi padahal
- perasaannya makin dekat kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Nah, salah satunya
- tadi Bapak yang bertanya Pak Asri ya,
- Pak. Pak Asih itu sedang dicoba oleh
- Allah Subhanahu wa taala dengan katarak.
- Apakah kita tidak boleh gelisah, tidak
- boleh sedih dengan cobaan? Boleh. Itu
- wajar. Manusiawi ya. Manusiawi ya. itu
- ini Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam ketika Ibrahim anaknya
- laki-laki yang terakhir dipanggil oleh
- Allah belon-pelepon
- nangis sehingga ada sahabat yang
- bertanya, "Ya Rasulullah, kenapa Anda
- menangis?"
- Bukankah katanya kalau kita ditinggal
- meninggal seorang tidak boleh menangis
- dan menyatakan oh bukan menangis yang
- saya larang menangis itu wajar manusia
- kurang lebih begitu yang saya larang
- adalah niahah meratap apa meratap itu
- antara lain menyalahkan ketentuan Allah
- takdir Allah kemudian mengiringkan
- dengan ucapan-ucapan yang tidak baik
- Ah, itulah ratab. Jadi kalau soal sedih
- boleh. Bahkan Nabi Yakub, nah
- ketika karena sangat sedihnya ditinggal
- oleh Nabi Yusuf. Kemudian setelah itu
- Benyamin adiknya juga menyusul tidak
- kembali dari Mesir. Beliau kemudian
- menangis hatta takuna haradon sehingga
- sampai buta. Ah itu biasa. Jadi sedih
- pun gak apa-apa. Nah termasuk Bapak tadi
- hanya memang dalam
- menghadapi berbagai macam cobaan ini
- Allah telah memberikan tuntunan kan
- begitu.
- Wabasyirisobirin. Gembirakanlah
- orang-orang yang sabar. Jadi
- pertama penanya yang pertama maupun
- Bapak ee Asri tadi, betul ya. Ah adalah
- sabar. Apa sabar itu? Nah disebutkan
- oleh Allah orang yang sabar ini oleh
- Allah diperintahkan kepada Rasulullah.
- Rasulullah diperintahkan oleh Allah
- untuk memberikan kabar gembira
- orang-orang yang sabar. Jadi orang-orang
- yang yang banyak cobaan tadi langsung
- digembirakan oleh Allah. Wabasyir
- shobirin. Siapa orang sabar? Alladzina
- idza asobathum musibah qolu inna lillahi
- wa inna ilaihi rojiun.
- Mereka berkata, "Ya Allah, kami ini
- milik Engkau. Wa inna ilaihi rojiun. Dan
- kepada Engkau ee akan
- dikembalikan." Harta yang kita miliki
- bukan milik
- kita. Mata yang kita miliki bukan milik
- kita. Telinga yang kita miliki bukan
- milik kita. Milik Allah Subhanahu wa
- taala. Inna lillahi wa inna ilaihi
- rojiun. Nah, orang-orang yang mampu
- bersabar tadi dengan punya akidah
- semuanya ini milik Allah, Allah akan
- berikan tiga
- keutamaan. Ah, ini tidak akan didapatkan
- kecuali oleh orang yang sabar ketika
- musibah. Ulaika alaihim shawatum
- mirbihim warahmah wa ulaika humul
- muhtadun. Orang-orang yang sabar yang
- mengembalikan segala sesuatunya kepada
- Allah. Akan diberikan pertama
- selawatun tambah kebaikan. Arti salah
- satu arti selawat adalah kebaikan atau
- kemuliaan. Dia akan menjadi
- mulia warahmah dan akan tambah disayang
- oleh Allah subhanahu wa taala. Dan yang
- ketiga dia akan diberikan petunjuk oleh
- Allah bagaimana mengatasi musibah
- tersebut.
- Jadi Bapak yang tadi bertanya sabar
- yaitu ini. Dengan sakit itulah Bapak
- akan mendapatkan tiga hal. Satu selawat.
- Yang kedua rahmat. Yang ketiga petunjuk
- untuk mencari jalan
- keluar. Dan kemudian kita juga harus
- berpikir positif.
- Bapak katarak sudah berapa
- tahun? Nah, kemudian
- bandingkan sehatnya mata berapa tahun.
- Ini macam itu. Jadi mungkin mata kita
- sudah sehat sekian puluh tahun. Ah,
- diberi katarak baru 2 4 tahun misalnya
- begitu. Nah, apakah kita akan
- menghilangkan kesehatan yang sekian lama
- itu? hanya karena cobaan Allah yang
- sebentar ini. Nah, inilah yang juga
- harus menjadikan bahan pemikiran kita.
- Sudah lama Allah memberikan nikmat mata
- kita sekarang oleh Allah dicabut oleh
- Allah sebentar saja. Nah, dan itu juga
- tidak merupakan kepastian. Kalau memang
- kita kemudian sabar dan kita terus
- berusaha untuk berobat, satu saat Allah
- akan memberikan kesembuhan. Nah, itulah
- agar kita tidak
- mengenyampingkan nikmat yang telah
- diberikan oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Bahwasanya Bapak sedih dengan katarak
- yang sekarang Bapak terima itu wajar.
- Tapi jangan sampai menghilangkan nikmat
- Allah yang telah begitu lama. diberikan
- Allah kepada Bapak dengan normalnya mata
- Bapak sehingga kita tidak
- akan mengecilkan nikmat yang telah
- diberikan oleh Allah kepada kita.
- Apabila itu dilakukan, insyaallah Allah
- akan tambah sayang kepada manus kepada
- hamb-Nya yang dicoba. Kemudian dia itu
- terus mengedepankan kebaikan-kebaikan
- kebaikan. kemarin ini sebagai contoh ya,
- bukan apa-apa waktu di Lombok malam itu
- saya terkena batuk
- parah tidak ada obat, tidak ada apa obat
- seadanya yaitu tapi terus hampir semalam
- itu saya merasakan tidak bisa apa-apa
- sampai justru yang saya baca adalah
- alhamdulillah alhamdulillah hanya itu
- saja.
- Masyaallah. Dengan memperbanyak baca
- alhamdulillah. Harusnya kan orang sakit
- mungkin
- innalillah ya innalillah jelas ya.
- Karena ada doa juga barang siapa yang
- mendapatkan musibah kemudian dibaca
- innillahi wa inna ilaihi rojiun.
- Allahumma jurni fi musibati wlufli
- minha. Nanti akan diganti Allah dengan
- yang lebih baik. Tapi semalam itu baca
- alhamdulillah alhamdulillah
- alhamdulillah. Eh alhamdulillah. Betul.
- Itu bisa tidur dengan nyenyak sampai
- bangun salat lail selesai. Nah, itulah.
- Jadi, syukurilah nikmat
- Allah yang telah diberikan. Sekecil
- apapun insyaallah musibah-musibah yang
- lain akan terasa kecil. Tapi kalau kita
- tidak mensyukuri nikmat Allah, justru
- musibah yang merasa besar, yang dirasa
- besar. Kemudian nikmat Allah dirasakan
- kecil. Kita khawatir nanti seperti yang
- tadi Bapak
- khawatirkan yaitu menjadi orang yang
- tidak syukur dengan nikmat Allah
- Subhanahu wa taala. Mudah-mudahan kita
- dan khususnya Bapak yang bertanya tadi
- akan menjadi hamba yang bersyukur kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Wallahuam
- bissawab. Baik. Adapun mungkin ketika
- Bapak Asri dulu sudah membiasakan
- membaca Al-Qur'an segala macam ketika
- mata yang kataram itu masih mendapatkan
- pahala atau bagaim. Nah, begitu juga
- disebutkan dalam sepadis ada tiga
- kebaikan yang akan terus mengalir
- pahalanya
- walaupun tidak
- dilakukan tiga kondisi yang akan
- mendatangkan kebaikan. Tetap mendapatkan
- kebaikan seorang walaupun dia tidak
- melakukannya. Satu orang yang
- bepergian yang dia punya kebiasaan yang
- baik karena bepergian dia tidak sempat
- melakukan kebaikan itu maka dia tetap
- mendapatkan pahala. Misalnya orang biasa
- salat duha ketika di rumah karena dia
- bepergian dia enggak sempat salat duha
- maka dia tetap mendapatkan pahala salat
- duha.
- Kemudian yang kedua, orang yang
- sakit ketika sehat dia punya kebiasaan
- yang baik. Karena sakitnya dia tidak
- bisa melakukan kebiasaan baiknya, maka
- dia mendapatkan pahala. Yang ketiga,
- ketika orang pikun, nah ketika waktu dia
- itu muda, dia banyak melakukan kebaikan.
- Hanya karena
- pikunnya, karena sudah tua dia tidak
- dapat melakukan kebaikan, maka selama
- itu pula dia akan tetap mendapatkan
- kebaikan. Nah, insyaallah Bapak Asri ya
- yang biasa membaca Quran dengan baik
- ketika masih terang matanya, sekarang
- agak terhambat, insyaallah pahala akan
- terus dapat didapatkan. Inilah
- peringatan kita semuanya untuk melakukan
- kebaikan dalam waktu-waktu yang normal
- ya. Sehingga ketika waktu tidak normal
- kita akan tetap mendapatkan pahalanya.
- Wallahuam. Bismillah.
- Baik. Selanjutnya tadi sempat tertund ya
- dari Bunda Fajar ee bagaimana caranya
- supaya kita bisa membedakan bagaimana
- yang berkah dan mana bagaimana yang
- tidak diberkahi? Heeh. Iya.
- Seperti yang tadi saya sampaikan, berkah
- ini mesti akan membawa
- kebaikan. Ini misalnya
- begini, dari orang yang berpangkat
- rendah. Kemudian setelah itu dia naik
- pangkatnya
- menengah. Pada waktu berpangkat rendah
- dia itu salatnya baik. Ketika dia
- pangkatnya naik ke tengah, dia tetap
- baik. berarti pangkatnya ini
- berkah. Tetapi ketika dia naik kemudian
- dia yang dia tidak melakukan kebaikan,
- maka berarti kenaikan pangkatnya itu
- tidak berkah.
- Kemudian dia naik lagi ke tingkat yang
- tinggi. Nah, dia tetap konsisten dengan
- kebaikan bahkan tambah kebaikannya
- berarti pangkatnya ini jadi berkah.
- Begitu juga harta. Nah, ketika ada orang
- miskin dia rajin ibadah. Kemudian pada
- waktu dia kaya, dia tetap juga rajin
- ibadah. Berarti harta yang dia miliki
- itu adalah berkat. Sebelum nikah dia
- rajin ibadah. Setelah nikah dia tetap
- rajin ibadah. Berarti pernikahannya itu
- adalah berkah. Berkah. Tapi ketika dia
- waktu masih jomblo, nah dia rajin baca
- Quran, dia rajin pengajian, dia rajin
- bersedekah. Tetapi ketika dia nikah
- mendapatkan suami atau istri dan mulai
- malas baca Quran tidak pernah lagi
- taklim tidak pernah lagi sedekah tidak
- pernah lagi berarti ini pernikahannya
- tidak berkah. Nah, jadi sekali lagi
- keberkahan dapat dilihat dari baik atau
- tidaknya orang setelah mendapatkan apa
- yang dia inginkan. Demikian ya untuk
- membedakan mana berkah dan mana yang
- tidak berkah. Baik, selanjutnya dari Abu
- Fahri di Bekasi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Orang yang berbuat dosa
- tapi dia rajin bekerja, He. Apakah dia
- akan dapat keberkahan? Katanya
- pertanyaan. Iya. Jelas dia enggak akan
- dapat berkah. Ya, itu ini karena tadi
- orang itu bekerjanya bukan didorong oleh
- karena Allah, tapi karena mungkin
- ketamaan, karena ingin mencukupi
- kehidupan hidupnya dan seterusnya. Nah,
- bukan karena Allah. Ah, kalau kita
- bekerja bukan karena Allah, padahal
- Allah itu sumber kebaikan maka jelas
- tidak akan membawa berkah. Justru azab
- yang dia dapatkan. Inilah yang dirasakan
- oleh orang-orang yang meninggalkan
- agama.
- harta melimpah, tetapi justru mereka
- mudah sekali stres. Nah, walaupun
- hartanya banyak, mungkin dia segala apa
- yang dia inginkan di dunia ini telah
- tercukupi. Rumah ada, mobil ada,
- perabotnya lengkap, tapi
- ternyata kesedihan yang dia peroleh.
- Akhirnya apa?
- Ujung-ujungnya bunuh diri. Nah, ini
- tanda
- kalau orang yang berdosa kemudian dia
- bekerja, pekerjaannya tidak mendatangkan
- berkah. Sekian persen bengkir di Amerika
- matinya bunuh diri. Nah, ini kata Dal
- Karnadi dalam sebuah bukunya yaitu ini.
- Jadi, ternyata banyak-banyaknya harta
- tidak mendatangkan ketenangan.
- Kota tingkat bunuh diri yang paling
- tinggi. Kota mana, Mas Rizal? Oh, Tokyo.
- Tokyo Jepang. Nah, ya itu padahal dari
- segala aspek kehidupan kan boleh
- dikatakan mereka tercukupi. Nah, mudah
- ya itulah bukti kalau pekerjaan yang dia
- lakukan tidak berkah. Ini seperti yang
- terjadi akhir-akar ini beberapa kali di
- Amerika. Penimbakan di mana-mana hampir
- tiap hari. Ya, itu padahal dari segi
- materi mungkin mereka maju tapi karena
- memang tidak berkah itulah yang
- didapatkan. Wallahuam.
- Baik, selanjutnya dari Pak Tio. E,
- bagaimana menjaga tawakal dan takwa
- senantiasa ada di hati di zaman yang
- banyak godaan dan kemaksiatan yang
- terlihat di mana-mana rasanya sangat
- sulit sekali. Heeh. Ya. Jadi Allah
- Subhanahu wa taala itu menurunkan
- sesuatu, menurunkan syariatnya,
- menurunkan perintahnya itu mesti dalam
- batas jangkauan kemampuan
- manusia. Allah tidak mungkin menurunkan
- syariat, menggariskan syariat yang di
- luar batas kemampuan
- manusia. Ini sudah sering kita mendengar
- dari para asatid. La yukallahu nafsan
- illa wusaha. Tidaklah Allah membebani
- seseorang kecuali menurut kadar
- kemampuannya. Jadi dalam situasi
- apapun
- insyaallah kita akan mampu
- melaksanakan apa yang diperintahkan oleh
- Allah Subhanahu wa taala. Karena memang
- Allah menurunkan sesuatu sesuai dengan
- kemampuan kita.
- tawakal di kondisi dunia yang semacam
- ini. Kita mampu untuk
- tawakal. Tidak mungkin tawakal hanya
- bisa dilakukan pada masa Rasulullah
- sementara. Sekarang tidak bisa. Tidak
- semacam itu. Sepanjang itu ketentuan
- Allah, sepanjang itu pula mesti dapat
- dilakukan dalam kondisi apapun juga.
- semua perintah Quran karena memang Quran
- ini universal. Islam ini
- universal. Keuniversalannya ini bisa
- dilihat dari tiga aspek. Satu dapat
- dilakukan oleh siapa
- saja. Satu kemudian dilakukan di mana
- saja. Nah, kemudian yang terakhir kapan
- saja. Inilah keuniversalan Islam. Di
- Arab orang bisa pakai ee
- kerudung. Di sini pun orang bisa pakai.
- Jadi tidak hanya di Arab saja orang itu
- berpakai khimar e ketutup kerudung. Nah
- di sini
- bisa. Tapi kalau budaya belum tentu ya
- di satu tempat bisa dilakukan. Budaya
- seperti di pedalaman Papua dengan pakai
- kotek tidak mungkin di sini dilakukan.
- lah. Tapi kalau menutup aurat di mana
- saja bisa. Nah, jadi itu universalnya
- Islam ya. Oleh karena itu yakinlah
- bahasanya apa saja yang diturunkan oleh
- Allah. Jadi, jadi jangan sampai waduh
- zaman sekarang rasanya kita sulit untuk
- tawakal, untuk beriman, kemudian untuk
- bertakwa.
- Tidak. Tawakal, iman, takwa.
- itu di mana saja dapat dilakukan. Bahkan
- dalam kondisi semacam ini, dalam kondisi
- semacam ini, masyaallah dalam banyak
- persaingan yang begitu dahsyat,
- kadang-kadang tidak lagi mengindahkan
- nilai-nilai kebaikan. Ah, kalau kita
- punya sifat tawakal, tenang hidup ini
- semuanya sudah ada ketentuan dari Allah
- Subhanahu wa taala. ini pasrah kan.
- Tetapi sudah tentu sudah ee melakukan
- sesuatu dengan maksimal. Seperti yang
- dikatakan Rasulullah ketika ada orang
- mau salat, nah untanya
- di ee biarkan di depan masjid kemudian
- dia
- salat. Kata dia ditegur oleh Rasulullah,
- "Loh, kenapa kamu biarkan aja unta kamu?
- Kamu lepas tawakal ya Rasulullah." Loh,
- bukan begitu. Ini kurang lebihnya ikat
- dulu untamu baru kemudian tawakal kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Nah, sekarang
- kan kalau kita tawakal macam itu. Nikmat
- hidup ini itu pasrah semua pada Allah
- Subhanahu kalau tidak stres kita lah.
- Sudah kita berusaha sekuat tenaga tapi
- tidak mendapatkan apa yang kita
- inginkan. Nah, bingung. Oleh karena itu
- dalam kondisi semacam ini justru
- ketawakalan, ketakwaan, keistikamahan
- sangat diperlukan. Dan inilah yang akan
- menjadi solusi bagi kita menghadapi
- dunia modern saat ini. Demikian.
- Wallahualam bisa. Nah, untuk ee sekarang
- ini kan dolar atau rupiah kan melemah.
- Heeh. Dolar kan sempat Rp15.000. He
- untuk kalangan bawah ee misal rakyat
- rakyat kecil pasti kan berteriak karena
- bahan bahanbahan pokok pada naik semua.
- Nah, sikap kita yang benar seperti apa?
- Tetap tawakal, tetap bergantung pada
- Allah dan tidak panik dengan keadaan
- seperti itu. Iya, jelas itu sikap kita
- pasrah total kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Kita yakin yang mencukupkan
- adalah Allah Subhanahu wa taala. Bukan
- harta yang kita miliki, tapi
- kadang-kadang kita sudah berpikir bahnya
- yang mencukupkan itu harta kita, bukan
- yang mencukupkan Allah Subhanahu wa
- taala. Walaupun
- yang sebagai unsur yang bertanggung
- jawab, pemerintah juga harus mencari
- solusinya. Itu ini harus. Karena apa?
- Anda diberikan kepercayaan oleh rakyat.
- Jangan ketika rakyat itu menderita, Anda
- kemudian melemparkan kembali kepada
- rakyat. Tidak bisa. Anda bertanggung
- jawab cari solusi bagaimana supaya dolar
- ini bisa stabil. Kan semacam itu. Karena
- memang pada waktu rakyat memilih Anda
- itu adalah salah satunya adalah untuk
- memberikan solusi bagi kehidupan kalau
- tidak khianat. Nah, inilah beratnya
- orang yang diberikan kepercayaan. Jadi,
- jangan ambil enaknya saja. Usahakan
- bagaimana supaya rakyat ini ini bukan
- masalah politik ya, ya. Ini ini tapi
- bagaimana rakyat ini bisa merasakan
- kestabilan sehingga mereka tidak
- terombang-ambikan semacam ini. Hanya
- kita sebagai rakyat itu tawakal, pasrah
- pada Allah. Biasanya yang mencukupkan
- itu adalah Allah. Subhanahu wa taala.
- Walaupun mungkin harta kita banyak, tapi
- Allah memberikan permasalahan kita
- banyak. Apalah artinya harta yang kita
- miliki, yang kita punyai. Kita punya
- harta banyak, tiba-tiba anak kita sakit.
- Iya. Nah, istri kita sakit. Menjadi
- semacam itu. Nah, ini kan berarti yang
- mencukupkan Allah. Tapi dengan ada yang
- terbatas, anak kita sehat, istri kita
- sehat, dan seterusnya. Nah, jadi pasrah
- saja pada Allah. hanya yang bertanggung
- jawab cari usaha solusi bagaimana supaya
- kondisi ekonomi ini jadi stabil ya itu
- ini agar rakyat tambah percaya rakyat
- merasa ada yang mengurus dah jangan
- sampai rakyat merasa saya harusnya
- kepada siapa ini saya ini mengadu kok
- seakan-akan saya ini tidak ada yang
- mengurus kan sayang kalau sampai rakyat
- punya pemikiran yang semacam itu karena
- tugas pemerintah kita sebetulnya apa
- katanya kan sering melayani melayani ini
- macam itu. Makanya kalau dalam bahasa
- itu rain ee pemimpin itu adalah yang
- penggembala dia akan melayani. Melayani
- siapa? Melayani yang digembalakan
- rakyat. Yang digembalakan siapa? Rakyat.
- Jangan malah minta di dilayani. Nah,
- membuat aturan untuk rakyat, tetapi dia
- tidak mau memakai aturan itu. Kemarin
- ada saya baca itu tentang ganjil genap.
- Ini macam itu. Kalau kita harus ngikuti
- ganjil genap sementara yang membuat
- aturan loh karena privilege dan
- sebagainya ini bukan aturan saya. Hei
- khianat itu kepada Allah Subhanahu wa
- taala. buat aturan terapkan juga pada
- diri saya kan punya kepentingan emangnya
- kita rakyat enggak punya kepentingan
- semacam itu. Nah, jadi itulah yang
- diperlukan oleh rakyat sekarang
- bagaimana stabil di ada yang mengurus
- jangan dibiarkan ya itu di Nah jadi
- itulah tugas dari pemerintah adalah
- bagaimana melayani rakyat sementara
- rakyat ya kita tawakal pada Allah
- Subhanahu wa taala insyaallah solusi
- mesti akan datang. Nah,
- wallahuam. Insyaallah Allah yang
- mencukupkan ya. Allah yang mencukupkan.
- Dan rasa cukup itu di hati tadi. Jadi di
- hati ya betul ya. Itu ini jadi dalam
- jiwa kita ini akan selalu tentram ya itu
- ini. Kalau kita ini tawakal pasrah
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Tawakal
- tidak menghapus usaha. Justru
- orang-orang yang bertawakal itu orang
- usaha keras. Setelah itu dia serahkan
- semuanya pada Allah Subhanahu wa taala.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- dalam peristiwa hijrah itu penuh dengan
- persiapan dan
- ketawakalan. Tapi toh kemudian akhirnya
- ee beliau terkejar oleh surokah ya itu
- dikejar oleh ketahuan ya sudah
- diserahkan pada Allah. Allah akhirnya
- membantu. Kemudian banyak gangguan di
- dalam pada perjalanan hijrah sampai
- beliau berada ketika di bawaah Tsur itu
- kemudian dilempari dari luar. Tapi ya e
- beliau pasrah pada Allah Subhanahu wa
- taala tetapi sudah berusaha maksimal.
- Nanti jalan yang akan kita lewati ini
- ini ini dan seterusnya. enth kemudian
- masih ketahuan ya sudah serahkan pada
- Allah subhanahu wa taala. Allah akhirnya
- menghantar beliau sampai ke ee Madinah.
- Inilah peristiwa hijrah yang sebentar
- lagi akan kita ingat karena ini adalah
- akhir dari tahun bulan dari tahun
- Hijriah. Ya, insyaallah kita akan
- menghadapi ee bulan yang baru nanti di
- tahun yang baru yaitu tahun Hijriah 14
- 40. 40. Ya, itu mudah-mudahan ah kita
- semuanya terus pasrah tawakal pada Allah
- Subhanahu wa taala dengan apa yang
- terjadi dengan kita berusaha semaksimal
- mungkin kemudian menyerahkan semuanya
- pada Allah subhanahu wa taala.
- Wallahuam.
- Baik, nampaknya kita sudah dibatasi oleh
- waktu ya dan sebelum dihiri mungkin bisa
- menyampaikan penutupnya. Silakan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- bahwasanya hanya dengan iman dan takwa
- kita akan mendapatkan berkah dari Allah
- Subhanahu wa taala. Kemudian apabila
- berkah itu datang, maka kita akan dapat
- merasakan kenikmatan hidup. Bukan hanya
- hidup di dunia saja, tapi juga kita akan
- mendapatkan kenikmatan hidup di akhirat
- atau kebalikannya.
- Dengan berkah itu kita akan mendapatkan
- kenikmatan hidup di akhirat, tapi juga
- kita mendapatkan kenikmatan hidup di
- dunia. Dan yang ketiga, berkah Allah
- akan dicabut manakala kita
- mendustakan ayat-ayat Allah Subhanahu wa
- taala. Mudah-mudahan yang tiga ini
- jangan sampai terjadi pada diri kita
- semuanya. Oleh karena itu, mari kita
- amalkan ayat-ayat Allah Subhanahu wa
- taala dalam kehidupan sehari-hari
- sehingga berkah tidak dicabut dalam
- kehidupan kita. Demikian, mudah-mudahan
- ada manfaatnya. Amin. Amin. Dan kami
- ucapkan terima kasih kepada Imam Yas
- Mansur atas kajiannya di sore hari ini
- dan juga Iwan Ah terima kasih atas
- kebersamaannya. Sebelum saya akhiri,
- saya sampaikan kembali ya undangan untuk
- ikhwan akhwat di mana pun Anda berada.
- Silakan untuk hadir dalam acara
- tasyakuran miladasil yang kees9.
- Insyaallah akan dilaksanakan besok pukul
- 09.00 ee maksud kami besok tanggal 20 eh
- tanggal 9 September, mohon maaf 9
- September 2018. Insyaallah dimulai pukul
- 8.00 pagi ya di Masjid Silaturahim. Dan
- ikhwan akhwat, kita akan bertemu dengan
- guru-guru kita narasumber hasil ee
- manajemen dan juga guru hasil dan
- tentunya bersilaturahim dengan
- pendengar-pendengar yang insyaallah akan
- hadir besok hari. Dan ikhwan-hikhatan
- silakan membawa keluarganya, saksudanya
- kami persilakan. Kami senang sekali
- insyaallah bertemu dengan ikhwan-akhwat
- besok di Masjid Silaturahim. Akhirnya
- saya Rizal Hak bersama teman-teman yang
- bertugas ada Bang Ondi dan juga Bang
- Yusuf di meja operator juga teman-teman
- yang ada di daerah ya undur diri.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahailla anta astagfiruka waubu
- ilaik. Billahi taufik wal hiidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Yeah.