Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Radio silaturahim untuk Islam yang satu
- untuk Indonesia bersatu masih
- dipancarluaskan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur
- Bekasi. Terima kasih untuk Ikhwan Akhwat
- yang selalu setia di Radio Silaturahim
- dan juga terima kasih untuk Ikhwan yang
- baru bergabung, baru mendengarkan di
- program kita yaitu Hikmah Pagi bersama
- Ustad Ahmad Jazuli Khalil dan tema kita
- pada kesempatan pagi ini yaitu Amar
- Ma'ruf Nahi Munkar. Dan di sesi kedua
- ini kami membuka untuk line interaktif
- dipersilakan untuk Ikhwan Akhwat yang
- ingin memberikan pertanyaannya melalui
- telepon dan juga SMS dan juga WhatsApp
- dipersilakan di 0218451512
- untuk telepon dan juga SMS dan
- WhatsApp-nya di 08 11199
- 9720.
- Baik Ustad, kita sudah ada penelpon yang
- masuk di pagi hari ini kita angkat dulu.
- Bismillahirahmanirahim. Assalamualaikum.
- Assalamualaikum dengan Ginajar Pak di
- Klender Jakarta Timur.
- Iya Pak Ginajar ya?
- Iya.
- Iya kita
- Eee gini Pak
- Silakan.
- eee mohon dibuatkan doa untuk saudara
- saya agar bisa
- saya lafazkan
- agar dia husnul khotimah karena
- saya punya saudara dekat ini sedang
- sakit Ayah namanya Suparno laki-laki Pak
- umurnya 72 tahun.
- Eee.
- Tolong diulangi tiga kali Pak doanya Pak
- supaya saya bisa saya catat.
- Iya baik.
- Baik. Bisa nangkap Pak ya?
- Iya syukron.
- Iya makasih.
- Iya makasih Pak.
- Iya.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Dipersilakan
- doanya Pak Ustad.
- Bismillahirahmanirahim.
- Eee Bapak ya
- Allah itu memang sangat adil, Allah itu
- sangat bijaksana.
- Eee.
- Coba Bapak perhatikan ya.
- Itu di dalam haji misalkan.
- Tidak ada satupun doa yang diajarkan
- Nabi yang harus dibaca.
- Kenapa masalahnya? Baik itu lagi tawaf,
- lagi sa'i, lagi ya lagi apa aja lagi
- haji itu.
- Nah, kenapa Nabi enggak mengajarkan,
- mengkhususkan doa? Karena manusia ini
- punya hajat berbeda-beda.
- Karena itu oleh Nabi diserahkan
- sepenuhnya masalah doa kepada manusia.
- Habis tahajud Nabi, coba kan enggak
- dijumpai doa tahajud. Yang ada adalah
- doa iftitah dalam salat tahajud. Karena
- sesudah tahajud manusia ketika memohon
- kepada Allah, tentu permohonan satu
- dengan yang lainnya akan berbeda sesuai
- dengan hajatnya masing-masing.
- Nah, selanjutnya sekarang doa yang baik
- itu, ya, bukan harus berbahasa Arab,
- harus ayat atau hadis, ya. Tapi doa yang
- baik itu adalah doa yang keluar dari
- lubuk hati kita. Yang paling dalam, yang
- kita pahami.
- Coba perhatikan sabda Nabi sallallahu
- alaihi wasallam, ya.
- Ud'u Allah wa antum muqinuuna bil
- ijabah. Berdoalah kamu kepada Allah
- sementara kamu yakin kalau doamu itu
- akan dijawab.
- Wa'lamu annallaha la yastajib du'aan min
- qolbin ghofilin lahin. Dan ketahuilah
- oleh kamu bahwa Allah tidak akan
- menjawab doa yang keluar dari hati yang
- lalai.
- Ya, dari hati yang lalai. Jadi, Bapak
- berdoa pertama adalah dengan yakin doa
- akan dikabulkan dan doa yang diucapkan
- adalah ee keluar dari lubuk hati kita.
- Berarti kan itu harus dipahami, ya,
- harus dipahami oleh kita sendiri yang
- meminta.
- Nah, dari sini kita bisa mengerti, Pak,
- bahwa doa yang baik itu bukan doa bahasa
- Arab.
- Tapi doa yang keluar dari lubuk hati
- dengan bahasa apa saja. Nah, mana yang
- terbaik oleh Bapak doa ini? Ah, saya
- harus mengucapkan begini sesuai dengan
- keinginan nya atau hajatnya, silakan
- ucapkan dengan bahasa kita kepada Allah.
- Dan kita tidak perlu malu, ya, berdoa
- dengan menggunakan bahasa Indonesia.
- Sebab kalau dengan bahasa yang dipahami,
- itu insyaallah nanti keluar dari lubuk
- hati.
- Kalau kita berdoa dengan bahasa Arab
- yang kita tidak paham, hanya kita
- mendapatkan kebaikan.
- Kita hanya baik berdoanya saja. Untuk
- dikabulkannya, nah, sekarang menggunakan
- bahasa Arab yang kita sendiri enggak
- ngerti yang kita ucapkan itu apa.
- Lah, kita ini minta apa? Seolah gitu
- Allah itu ngomongnya begitu, ya. Kamu
- itu minta apa? Gitu. Hmm, minta apa?
- Wong tidak dipahami. Dan Allah bukan
- melihat apa yang kamu ucapkan, tapi apa
- yang ada di dalam hati.
- Gitulah, ya. Jadi, kalau untuk sakit,
- ya, silakan baca
- ee, apa namanya, memohon kepada Allah
- doa supaya disembuhkan.
- Ya, ada yang mengucapkan Allahumma sfi
- anta syafi, la la syifa illa syifa uk
- syifa an la yughodiru saqoman, ya.
- Nah, sekarang kalau sudah diucapkan
- begitu, tapi Bapak enggak mengerti
- kalimatnya. Alangkah baiknya kalau Bapak
- mengucapkan, "Ya Allah, sembuhkanlah
- saudara kami dari penyakitnya
- dengan segera dan kemudian penyakit itu
- tidak pernah kembali-kembali lagi."
- Kemudian apa lagi kita puji Allah, lalu
- adab-adab berdoa kita pakai.
- Itu apa? Pertama kita baca dulu
- basmalah, hamdalah. Puji dulu Allah.
- Sesudah memuji Allah lalu membaca
- selawat kepada Nabi. Sesudah membaca
- selawat kepada Nabi baru kemudian masuk
- kepada tujuan dengan yakin bahwa Allah
- akan mengabulkan, insya Allah. Itu
- seperti itu. Karena semakin kuat
- keyakinan kita, semakin besar ee apa
- namanya kemungkinan untuk dikabulkannya
- doa kita. Wallahualam.
- Iya baik kami ucapkan jazakumullah khair
- atas jawabannya dan terima kasih ya dari
- Pak Ginajar ya. Baik kita lanjutkan di
- pertanyaan selanjutnya melalui WhatsApp
- ini Ustaz.
- Ini dari Ibu Irni di Bintaro.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Apakah menagih hutang termasuk amar
- ma'ruf nahi munkar Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Eee
- orang yang punya hutang itu wajib
- membayar, kan begitu.
- Iya.
- Nah kemudian kenapa orang punya hutang
- kok enggak membayar-bayar?
- Ah boleh jadi, boleh jadi karena satu
- dia ini eee tidak ada untuk membayar,
- kedua boleh jadi ada tapi dia lupa.
- Lupa kalau dia punya hutang. Nah kalau
- yang ketiga ini enggak saya hitung lah.
- Artinya orang yang enggak mengakui kalau
- dia punya hutang gitu ya.
- Nah karena itu menjaga kemungkinan orang
- ini lupa, maka kewajiban bagi kita yang
- menghutangkan untuk mengingatnya.
- Nah antara lain untuk mengingat itu
- Alquran sudah menggambarkan, wahai orang
- beriman kalau kamu mengadakan transaksi
- hutang piutang dan sebagainya, catat
- katanya gitu, catat, tulis oleh kamu
- kalau memang pembayarannya adalah
- ditetapkan pada waktu tertentu, gitu ya.
- Nah, jadi dengan demikian maka
- diperintahkan wajib kita mengingatkan
- kalau mengingatkan yaitu nagih tadi, ya.
- Nah, walaupun satu kali, wajibnya satu
- kali menagihnya, barangkali orang itu
- lupa, ya. Ya, kalau wajib ya termasuk
- namanya kita ini ee
- apa namanya masuk dalam kategori amar
- makruf, ya.
- Wallahualam.
- Ya, baik terima kasih dan dilanjutkan
- kembali Ustaz ini dari hamba Allah Ustaz
- di Bekasi yang bertanya Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, sebenarnya Siti Hajar ini bersama
- Nabi Ismail ditinggalkan Nabi Ibrahim di
- Padang Arafah yang gersang atau di hutan
- belantara?
- Baik.
- Karena saya pernah dengar ada Ustaz yang
- menyebutkan di hutan belantara.
- Baik.
- Pencerahannya
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Jadi Nabiullah ee apa namanya Ibrahim
- setelah mempunyai putra yang bernama
- Ismail dari istri kedua yang bernama
- Hajar
- kemudian atas ee dorongan dari istrinya
- yang kebetulan juga memang Allah
- memerintahkannya lalu Nabi Ibrahim
- membawa putra dan istri tercintanya ini
- ke tempat yang sudah ditetapkan oleh
- Allah.
- Karena pada waktu malaikat di ee Nabi
- Ibrahim bertanya, "Ya Allah, ke mana
- saya harus membawa apa namanya anak dan
- istri saya?" Kata Allah, "Kau berangkat
- saja, naik saja karena unta itu sudah
- dikendalikan. Di mana unta itu berhenti,
- di situlah kamu turun." Ternyata unta
- itu berhentinya ini di sebuah lembah
- yang disebut dengan Wadi Mubarak. Itu
- Wadi Mubarak. Ternyata Wadi Mubarak itu
- adalah Mekah.
- Gitu adalah Mekah, ya.
- Nah, kalau kalau Mekah jelas Arafah
- bukan karena Arafah bukan apa namanya
- bukan Mekah, ya.
- Adanya adalah yang sekarang jadi
- Masjidil Haram itu. Tempat gersang jadi
- bukan di hutan belantara. Pada waktu itu
- enggak ada hutan belantara. Yang ada
- adalah tanah yang gersang yang tidak ada
- tumbuh-tumbuhan dan tidak ada air di
- sana, ya. Jadi demikian wallahualam.
- Ya, baik terima kasih dan juga hamba
- Allah ya di Bekasi ini. Baik Ustaz kita
- lanjut kembali. Ini ada pertanyaan
- baik ini masih dari hamba Allah Ustaz ya
- Ustaz. Dia menanyakan Ustaz saya seorang
- suami Ustaz beberapa hari lalu saya
- kedatangan tamu teman istri saya dua
- orang laki-laki. Saya sambut ngobrol
- panjang lebar dan sudah dan waktu sudah
- itu makan siang saya menanyakan ke istri
- saya apakah ada lauk dia menanyakan
- tidak ada lauk dan
- ingin makan di luar saja. Namun akhirnya
- dia berangkat dengan temannya makan di
- luar dan saya enggak ikut keluar Ustaz
- saya di rumah sama anak-anak saya. Mohon
- sarannya Pak Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Pertama Anda sebagai seorang suami ya
- enggak benar.
- Ya, mengizinkan istri Anda berangkat
- dengan dua orang laki-laki walaupun itu
- temannya.
- Ya, enggak enggak benar. Bagaimanapun
- juga tetangga Anda yang muslimah itu
- akan menyalahkan. Yang kedua istri Anda
- juga enggak benar walaupun minta izin,
- ya, pergi
- makan makan di luar apalagi dia makan
- bersama laki-laki lain meninggalkan
- suaminya dan anaknya di rumah. Itu
- enggak benar seperti itu, ya.
- Jadi, Anda sebagai kepala keluarga, ya,
- di sini dibutuhkan sebagai kepala
- keluarga ini mempunyai sikap yang tegas,
- tegas dalam menegakkan kebenaran.
- Ya, "Oh, tapi kan saya itu enggak
- berbuat apa-apa." Ya, enggak berbuat
- apa-apa. Jalannya orang yang apa namanya
- bukan mahramnya, itu bagaimanapun itu
- adalah perbuatan yang keliru dalam apa
- namanya agama, enggak benar, ya, seperti
- itu. Jadi, Anda enggak mestinya tidak
- mengizinkan, ya, tidak mengizinkan.
- Kalau mau berangkat, ya, Anda harus
- ikut. Mestinya Anda nya ikut. Jadi,
- kalau cuma istrinya saja berangkat
- dengan teman laki-lakinya, itu enggak
- benar. Wallahualam.
- Ya, baik, terima kasih, Ustaz. Kita
- melanjutkan kembali dari
- eh melanjutkan di SMS, Ustaz. Ya, dari
- Pak Rozali, Ustaz, di Batam ini, Ustaz.
- Iya.
- Ya, dia menanyakan, "Ustaz, eh
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh."
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- "Kita salut kepada FPI. Mereka jelas
- amar ma'ruf nahi munkar, meskipun banyak
- yang kontra, terutama orang-orang
- munafik, Ustaz.
- Tapi, ada juga oknum-oknum Islam sendiri
- keras terhadap saudaranya yang Islam.
- Mereka mempersekusi ulama, membawa
- membubarkan pengajian. Sebaliknya,
- oknum-oknum oknum ini begitu lembut dan
- sayang sama kaum kafir, bukan amar
- ma'ruf nahi munkar. Mohon tanggapannya,
- Ustaz."
- Yalah, bismillahirrahmanirrahim.
- Dan itu saya setuju, ya.
- Eh, saya setuju dengan apa yang
- disampaikan oleh Pak Gozali, ya, Pak?
- Iya.
- Iya, Pak Gozali, ya.
- Pak Rozali, ya.
- Di Batam.
- Heeh.
- Jadi, saya akan bicara tentang ini dulu
- karena itu enggak enggak eh enggak saya
- jawab, ini sudah kita saksikan. Saya
- akan bicara tentang suhbah, ya.
- Eh bahwa
- eh kita ini
- dibutuhkan adanya ukhuwah sebagai
- seorang muslim. Ukhuwah Islamiyah.
- Dan ukhuwah ini
- tidak membutuhkan
- kekerabatan.
- Ukhuwah itu tidak membutuhkan adanya
- ikatan kerabat. Ente kan bukan saudara
- saya
- Iya.
- dalam darah, ya.
- Heeh.
- Tapi kita bisa saudara.
- Ya, kalau walaupun kita bukan kerabat.
- Berarti kalau gitu ukhuwah itu tidak
- membutuhkan adanya ikatan kerabat.
- Kekerabatan itulah yang membutuhkan
- ukhuwah.
- Nah, sekarang
- kenapa terjalin ada ukhuwah? Ya, ada
- ukhuwah ini apa yang menyebabkan orang
- bisa bersaudara? Salah satunya di
- antaranya adalah karena adanya
- keserasian, adanya kesamaan.
- Keserasian apa? Kesamaan? Sama-sama kita
- bangsa Indonesia.
- Sama-sama kita kerja di kantor A.
- Gitu kan? Sama-sama kita ngaji ini di
- Kiai Anu. Sama-sama kita sekolah di SMA,
- SMP ini. Nah, itu bisa bersaudara, ya,
- dengan teman-teman, gitu kan? Karena
- adanya kesamaan atau keserasian.
- Makanya kalau kita ketemu di luar negeri
- dengan orang yang tidak pernah kita ke
- eh eh jumpai sebelumnya, tapi sama-sama
- orang Indonesia, rasanya kita sudah
- akrab banget, ya kan? Itu karena ada
- kesamaan
- eh di antara keduanya, sama-sama orang
- Indonesia.
- Nah,
- enggak heran makanya kalau kalau orang
- eh tukang mancing itu begitu akrab
- ketemu lagi dengan tukang mancing kan?
- He em. Jadi kaliknya orang tukang mabuk
- ketemu orang mabuk klop.
- Ya, klop ya.
- Nah, selanjutnya wong saya ini pernah
- dengan istri saya.
- Lagi mau ngisi bensin, di depan saya ada
- orang bawa joran.
- Saya iseng-iseng waktu itu.
- "Bang, mancing di mana?" kata saya.
- Menurut dia enggak mungkin orang itu
- nanya mancing kalau bukan orang yang
- hobi mancing gitu kan? Lah kalau orang
- ini hobi mancing berarti sohib ane nih
- gitu. Langsung turun ngobrol sama saya
- nah oh gini-gini. Jadi seolah-olah saya
- ini tukang mancing padahal waktu itu
- iseng menurut saya. He em, nah.
- Kita bisa pahami dari sini. Lihat
- anak-anak kalau bermain dengan anak-anak
- berjam-jam nahan kenapa? Kesamaan sifat.
- Tapi kalau anak itu bermain dengan orang
- dewasa dengan sifat kedewasaannya enggak
- bakalan bisa
- main eh bareng kenapa? Tidak ada
- keserasian, tidak ada kesamaan. Makanya
- kalau orang mukmin sekarang bersahabat
- dengan orang mukmin wajar kenapa? Ada
- kesamaan sama-sama orang muslimnya.
- Non Islam bersahabat dengan non Islam ya
- ya wajar kenapa? Kesamaan sama-sama non
- Islamnya.
- Lah sekarang kalau orang muslim kemudian
- mendukung orang Islam wajar kenapa?
- Karena ada kesamaan.
- Terjadi ukhuwah gitu ya.
- Nah nah yang kemudian ya enggak sekarang
- kalau ada orang Islam
- lho kok malah akrabnya dengan non Islam?
- Ya, apakah enggak wajar? Wajar he em
- wajar kenapa wajar? Karena ada kesamaan
- sebenarnya cuma kita enggak ngelihat di
- mana kesamaannya pasti ada kesamaannya.
- Jangan heran lah. Jangan heran kalau ada
- orang Islam kok lebih akrab dengan non
- Islam. Jangan, kenapa? Karena enggak
- mungkin mereka bersahabat kalau tidak
- ada kesamaan di antara kedua orang ini.
- Nah, apa kesamaannya? Enggak tahu saya
- kesamaannya apa, ya.
- Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
- Pak, kalau di dalam satu majelis ada 100
- orang muslim,
- satu orang munafik, datang munafik
- kedua, duduknya di mana yang kedua?
- Mesti di samping si munafik pertama.
- Sebaliknya kalau di majelis itu ada 100
- munafik, satu orang mukmin, masuk si
- mukmin kedua, dia akan duduk di samping
- si mukmin pertama. Karena orang mukmin
- dengan orang mukmin kalau ngobrol
- nyambung.
- Ehm.
- Orang munafik dengan orang munafik
- nyambung. Orang munafik dengan orang
- mukmin enggak nyambung kalau ngobrol.
- Ya.
- Ya, sebenarnya enggak di kita banyak
- kita baca. Jadi, jangan heran Bapak, ya.
- Jangan heran kalau sekarang ada orang
- Islam lebih membela non Islam, ya.
- Enggak, enggak usah heran. Enggak usah
- heran.
- Enggak mungkin dia bersaudara dengannya
- kalau tidak ada kesamaan di antara
- keduanya.
- Yang enggak tahu kesamaannya apa,
- hobinya, apa-apanya gitu, ya.
- Hobi mancing kali, ya.
- Ah, mungkin sama-sama hobi mancingnya
- barangkali gitu, ya, Pak, ya.
- Enggak usah bingung deh.
- Cukuplah dicatat oleh kita begitu
- sebenarnya.
- Ah, maka dari dari itulah Nabi
- mengingatkan,
- almar'u ma'aman ahab. Seseorang dia
- nanti akan bersama dengan yang
- dicintainya. Seseorang nanti akan
- bersama dengan orang yang dibelanya.
- Begitu. Nah, tinggal nanti Bapak mau
- ngebelain siapa, mencintai siapa, itu
- nanti akan menentukan kita di akhirat
- nanti. Wallahualam.
- Ya, baik, Ustaz. Ini nampaknya
- pertanyaan terakhir Ustaz ya dari Batam
- dan terima kasih atas pertanyaannya.
- Mungkin ada kesimpulan Ustaz yang
- disampaikan untuk pendengar kita?
- Ah, ya.
- Para pendengar Radio Silaturahim yang
- dirahmati Allah.
- Ini ada satu ungkapan dari Nabiullah Isa
- ya, eh Allah kepada Nabi Isa.
- Kata Nabi Isa begini, kata Allah kepada
- Nabi Isa
- eh in nafsak fainni ta'allamta fainnin
- nas wa illa fastahyi minni.
- Ya, Isa
- nasehati dirimu.
- Kalau kamu sudah bisa menasehati dirimu,
- nasehati orang lain.
- Kalau enggak, malulah kamu kepadaku.
- Tuh.
- Artinya kan di sini
- jadi orang jangan cuma bisa ngomong.
- Tapi yang penting itu adalah
- bisa enggak mengamalkan apa yang kamu
- omongkan, yang kamu ucapkan.
- Itu yang penting.
- Dan Sahabat Abi Dzar mengatakan
- orang yang pintar itu bukan orang yang
- ya, ahli berdalil, ahli berpidato, ahli
- berceramah.
- Karena ilmu itu adalah adanya di sini.
- Ya, jadi orang pintar itu orang yang
- pandai dalam beramal. Sahabat Umar bin
- Khattab
- dia mengingatkan kepada kita yang paling
- aku khawatirkan adalah orang munafik
- yang pintar.
- Makanya Sahabat bertanya
- Amirul Mukminin, bagaimana mungkin kok
- ada orang munafik katanya pintar?
- Maksudnya pintar lidahnya, tapi bodoh
- amalnya.
- Nah.
- Kita ini, makanya sekarang jamaah
- rahimakumullah
- ya menghadapi
- entah itu ustad atau siapa, kita lihat.
- Enggak cuma ucapannya, tapi amaliyahnya
- bagaimana.
- Kemudian nanti kita akan memilih calon
- pemimpin, entah itu presiden, entah
- wakil legislatif dan sebagainya, maka
- kita lihat bagaimana
- apa namanya amaliyah mereka. Gitu ya.
- Nah, jangan apa namanya ketika kampanye
- ngomong, ah namanya ngomong begitu siapa
- juga bisa. Hmm, siapa juga bisa kalau
- ngomong begitu.
- Nah, jadi pikirkan
- 5 tahun yang akan datang.
- Ya, jangan jangan sekarang lihat wah
- terpukau oleh oleh ucapannya, tapi
- pikirkan oleh kita masak-masak. Jika
- kamu mau melakukan sesuatu, kata
- Rasulullah, maka fatadabbar akibatahu.
- Renungkan, pikirkan oleh kamu akibatnya.
- Kalau memang itu baik, faamdihi,
- lanjutkan. Tapi kalau itu buruk,
- fantahi, hentikan oleh kamu. Gitu
- barangkali ya. Demikian juga dalam ber
- apa namanya ber amar ma'ruf, orang yang
- mengajak kebaikan, di mana kita adalah
- orang yang diajak, ya.
- Kemudian orang mencegah
- ee kemungkaran, apakah dia juga adalah
- orang yang sudah mencegah dirinya dari
- kemungkaran itu atau tidak. Nah, itu
- yang yang harus kita perhatikan,
- kemudian kita jadikan pelajaran, yang
- kemudian kita aplikasikan dalam ee
- kehidupan ee kehidupan kita.
- Ee semoga Allah subhanahu wa taala
- ya memanjangkan usia kita dalam taat
- kepada-Nya, Allah bimbing hati kita ke
- jalan yang diridai dan dicintai-Nya.
- Allah hiasi hati kita dengan akhlak yang
- mulia dan Allah bersihkan hati kita dari
- akhlak yang hina. Allah limpahkan
- rahmat, taufik dan hidayah kepada kita,
- anak cucu kita sehingga dapat istikamah
- dalam menjalankan perintahnya, menjauhi
- larangannya. Rabbana taqabbal minna
- du'ana wa rajana sirra wa alaniyah bi
- rahmatika ya arhamar rahimin. Rabbana
- atina fid dunya hasanah wa fil akhirati
- hasanatan waqina adzabannar wa
- shallallahu ala sayyidina Muhammadin wa
- ala alihi wa sahbihi wa sallam.
- Alhamdulillahirobbil alamin.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik, kami ucapkan
- jazakumullah khair kepada
- eh Ustaz Ahmad Zazuli Kholil tentunya
- yang telah memberikan
- tentunya ininya ya, eh kajiannya di
- kesempatan pagi hari ini dan semoga
- dapat bermanfaat bagi kita semuanya dan
- menambah keimanan dan juga ketakwaan
- kita. Dan kami ucapkan terima kasih
- untuk ikhwan awam yang telah memberikan
- pertanyaannya
- melalui SMS dan juga WhatsApp dan juga
- yang telah memberikan eh teleponnya juga
- ya, yang telah memberikan teleponnya.
- Semoga pulsa yang dikeluarkan dicatat
- oleh Allah subhanahu wa taala dan
- digantikan dengan pahala yang berlipat
- ganda. Amin ya rabbal alamin.
- Dan terima kasih juga untuk para pejuang
- dakwah kita yang berada di daerah yaitu
- di 96,9 Latansa FM Sukabumi dan juga di
- 104,3
- Selaras FM Batam dan juga di 612 AM
- Rasika Semarang.
- Semoga kita selalu diberikan kesehatan
- oleh Allah subhanahu wa taala. Akhir
- kata saya Muhammad Anis Mualim mohon
- undur diri. Terima kasih untuk Muhammad
- Fajar di kamera Medan dan juga switcher
- dan juga ada Muhammad Rizal Al Haq di
- meja operator. Dan kita tutup dengan
- membaca doa kafaratul majelis.
- Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu
- alla ilaha illa anta astagfiruka wa
- atubu ilaik. Wallahul taufiq wal
- hidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Uh.