Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.
- Dipancaruaskan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis,
- Cibubur, Bekasi. Radio Silaturahim untuk
- Islam yang satu. Ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah Subhanahu wa
- taala, bagaimana kabar Anda di pagi hari
- ini? Semoga Allah subhanahu wa taala
- selalu senantiasa memberikan Anda
- kesehatan dan juga selalu permudah
- segala urusan kita. Kita berjumpa
- kembali ikhwan dan akhwat dalam
- program sirah sahabat bersama Ustaz
- Komaruddin Basuni. Alhamdulillah beliau
- saat ini sudah bersama dengan kita.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Baik, sehat,
- Ustaz? Ya, alhamdulillah. Alhamdulillah.
- Dan di pagi hari ini, Ikhwan Nafat ee
- kisah sahabat yang akan diangkat oleh
- beliau adalah tentang sahabat Khabab bin
- al-Ariki ya, Ustaz ya. Baiklah ikhwan
- dan akhwat, mari kita simak bersama
- penuturan kisah dari sahabat Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam Khabab bin
- Alfad.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Inalhamdalillah
- nahmaduhuinuhuagfiruh
- naudubillahiuri
- anfusinaalina yahdillah fala mudillalah
- wudlil fala hadalah asadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- asadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh
- amma
- ba saudara saudaraku para pendengar
- radio rasil di mana saja berada juga
- para pemiarsa
- TV
- Rasil yang mana alhamdulillah pada
- kesempatan hari ini Senin 2
- April
- 2018 atau bertepatan dengan 16
- Rajab
- 1439 Hijriah.
- Alhamdulillah pada kesempatan ini kami
- akan
- sampaikan
- sirah seorang sahabat
- yang namanya begitu harum namun
- jarang
- dibedah siapa dia. Ia adalah Khaubab bin
- al-Arad.
- Para pemirsa TV Rasil dan para pemiarsa
- pendengar juga Rasil saya
- sampaikan
- bahwa sejak Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam diangkat oleh Allah menjadi
- nabi dan
- rasul kemudian Allah menyuruh Nabi
- Muhammad agar melaksanakan dakwah.
- Maka beliau melaksanakan dakwah terdiri
- daripada
- dua. Yang pertama disebut dakwah sirrian
- atau dakwah
- khafifian. Yang kedua, dakwah jahron
- atau
- alaniah. Dakwah yang pertama, dakwah sir
- itu dakwah secara rahasia.
- Yang kedua, dakwah secara
- terbuka. Kenapa Rasul sallallahu alaihi
- wasallam kok dakwah dengan serian? Apa
- Rasul
- penakut? Ini yang perlu kita jawab
- dengan bijak. Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam diberikan kekuatan oleh
- Allah bukannya takut, tapi strategi
- dakwah. Karena beliau membawa
- orang-orang yang lemah.
- Beliau membawa orang-orang yang sangat
- perlu perhatian. Maka menghadapi hal
- ini, dakwah beliau harus dilakukan
- secara
- syirriah. Maka dakwah syriah inilah
- disambut terutama oleh kalangan
- orang-orang
- bawah. Nah, di
- antara orang yang berada di kalangan
- bawah ini ada orang yang bernama Khabbab
- bin Al-Arad.
- Nah, siapa
- dia? Khabbab bin al-Arad adalah salah
- seorang tukang pandai besi yang
- hari-hari dia menempah
- besi, menyalakan api, kemudian
- membakarnya itu besi. Sesudah besi
- dibakar menjadi merah, pijar kemudian
- ditempak dengan pukulan-pukulan besi
- yang lainnya.
- Maka hasilnya ada yang dia dapatkan
- berbentuk hasilnya itu pedang, lembing,
- panah, dan berbagai macam peralatan yang
- diperlukan di masa
- itu. Nah, beliau Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam mendatangi
- orang-orang yang seperti itu yang kalau
- istilah sekarang itu menengah ke bawah.
- Nah, sementara menengah ke atas pada
- saat itu belum beliau banyak berkiprah.
- Jadi, masih beliau melihat orang-orang
- bawah karena mereka hidupnya ter ee
- pinggirkan. Kemudian oleh bangsa Arab
- yang kaya raya mereka dianggap mata
- sebelah dan lain sebagainya. Maka
- banyaklah sahabat-sahabat kami dari
- kalangan bawah seperti Bilal bin
- Rabah, kemudian Amar bin
- Yasir, kemudian lagi ada yang
- namanya orang disebutkan Khabbab bin
- al-Arad ini. Nah, Khabab bin
- Al-Arad ee dia mendengarkan dakwah Nabi.
- Kemudian dia ikut mengadakan kajian
- ya. Kajian yang sering Nabi lakukan di
- sebuah rumah
- namanya Arqam bin Abil Arqam. Di rumah
- itulah Nabi menyampaikan dakwah sehingga
- sahabat-sahabat yang sudah masuk Islam
- dikumpulkan di rumah itu, dibina
- akidahnya, dibina akhlaknya dan lain
- sebagainya.
- Nah, berhubung dengan
- itu, berhubung dengan masuk Islamnya
- Khabbab bin
- Al-Arad,
- Fatimah adiknya Umar bin
- Khattab. Nah,
- dia mendengarkan dakwah Nabi. Kemudian
- dia diskusi dengan suaminya yang namanya
- Zaid.
- Nah,
- kemudian akhirnya mereka berdua masuk
- Islam
- juga. Nah, dengan masuk Islamnya
- Fatimah yang suaminya Zaid, ah di
- situlah ee dua hamba Allah ini harus
- mendalami alislam secara langsung dari
- sumber aslinya.
- Nah, kemudian
- bagaimana untuk mendatangkan seorang
- ustaz yang ustaz
- ini memberikan ilmu kepadanya dengan
- penuh keyakinan karena memang dia
- langsung dapat dari
- Nabi.
- Maka Fatimah bersama
- suaminya bergurulah kepada Khabab bin
- Al-Arad. Jadi seorang pandai besi yang
- secara zahir mereka pengetahuannya bisa
- terbaca ya umumnya di mana nak tukang
- pandah ya. Heeh. Itu bisa terukur untuk
- kemampuannya ya. Kalaupun sekolah paling
- tinggi mungkin S1
- ya jarang ya karena dia sudah ditempat
- cukup dengan itu kayaknya. kok dia bisa
- jadi
- pengajar dan apa yang disampaikan oleh
- dia kepada muridnya itu langsung masuk
- di hatinya. Jadi ini masyaallah. Nah,
- itulah kehebatan seorang sahabat bernama
- Khabbab bin al-Arad. Nah, sebelum beliau
- mendapatkan ilmu yang begitu besar yang
- diajakkan Rasul
- kepadanya, ujian yang beliau rasakan
- setelah masuk Islam ini di luar dugaan
- manusia. Orang-orang Quraisy yang selama
- ini atau selama itu mereka itu tidak
- suka dengan Islam, tidak suka dengan
- orang yang masuk Islam itu mengadakan
- aksi. Aksinya mengadakan penangkapan.
- Kalaupun mereka tidak menangkap, mereka
- kemudian mengeroyok kemudian
- memukul. Bahkan tidak hanya memukulnya,
- ada sahabat yang disiksa sampai orang
- tersebut tidak bisa berbicara. Sampai
- untuk bangun aja enggak bisa. Karena
- saking sakitnya itu badan disiksa. Ah,
- pas giliran Khabab
- sekarang. Khabab ketahuan dia masuk
- Islam. Kemudian ditanya dia jujur
- orangnya, "Betul kamu ikut Muhammad?"
- "Iya." "Ah, sekarang saya minta agar
- Anda keluar." "Oh, enggak bisa kata
- dia." "Wah, jadi dia tegas." "Tidak
- bisa."
- "Siap ya?" Kata mereka, "Saya akan
- berhadapan dengan Anda. Anda harus
- berhadapan dengan saya." Iya.
- Tahu-tahu beliau sedang di tempat
- kerjanya
- ditangkap laksana pencuri. Gimana sih
- ditangkap? Pegang tangannya kemudian di
- ya mereka dibawa kemudian mereka
- diberdirikan. Itu besi yang sedang
- dibakar. Heeh.
- dirubah oleh dia. Kalau saya gambarkan
- ini bantalan, bantalan besi untuk
- menimbangkan setiap besi itu ditaruh di
- atasnya. Ini bantalannya besinya ditaruh
- di di atasnya lalu dipukul oleh orang
- Quraisy.
- Dibalik. Jadi bantalannya itu di atasnya
- bukan besi tapi khabab ditaruh di
- atasnya. Bisa dibayangkan ya?
- taruh khobab di atasnya. Terus besi yang
- dibakar sampai pijar itu diangkat
- digosok di punggungnya. Bisa kebayang
- kayak apa
- itu? Menjerit beliau
- itu dengan rasa sakit dan terus dia
- lakukan sampai dia pingsan.
- Coba bayangkan oleh kita orang di
- istrika, istrika biasa aja yang tidak
- kelihatan pijarlah pijarnya kayak apa
- sakitnya ini pijarnya itu masih
- kelihatan digosokkan ban set
- masyaallah apa ada manusia hari ini
- disiksa seperti itu
- nah coba
- bayangkan ujiannya begitu berat
- Dan masyaallah sehingga pada saat beliau
- dianggap sudah tidak berguna lagi
- dibiarkan oleh mereka. Mereka pergi
- kemudian apa? Nah, enggak lama kemudian
- khobab
- siuman. Cuman dia
- bangun terus dia
- mikir apa? Di antaranya dia
- mikir saya gara-gara masuk Islam kok
- begini hina saya disiksa.
- Saya diperlakukan seperti ini. Sementara
- Nabiku
- Muhammad kok dia tenang tenang aja di
- rumah. Ah nih dia punya cita-cita. Saya
- mau datangi dia, saya akan marahi dia.
- Kenapa? Mana tanggung jawabnya dia
- kepada umat? Dia enak-enak saja di rumah
- sementara saya disiksa.
- Nah, jadi ini
- pembicaraan rahasia dia dengan dirinya
- karena dia disiksa akan mengadu seperti
- itu. Pokoknya dia akan menumpahkan
- segala apa yang terpendam di hatinya.
- Dengan takdir
- Allah, Nabi
- datang. Coba
- bayangkan Nabi datang kepada Khabab.
- Kemudian apa?
- Kemudian Nabi berkata, kata Nabi, "Ya
- Khabbab, orang-orang yang sebelum engkau
- mereka beriman kepada para nabinya,
- beriman kepada
- rasul-Nya. Ada di antara mereka yang
- beriman itu digergaji dari mulai kepala
- sampai badan terbelah
- dua, tapi mereka tidak keluar dari agama
- yang dibawa oleh nabinya."
- Kemudian lagi ada di antara mereka yang
- pengikut Nabi itu yang dipotong
- kakinya berikut juga tangannya. Tapi
- mereka tidak keluar dari keyakinan agama
- yang dibawa oleh
- nabinya. Juga ada di antara mereka yang
- disisir kepalanya dengan sisir besi
- sehingga terkelupas kulit
- kepalanya. Mereka tetap istikamah.
- Begitu dia dengar nasihat Nabi, mikir
- dia. Kata dia, "Saya digergaji
- belum, dipotong kaki, tangan
- belum, disisir besi belum, enggak jadi."
- Ah, dah.
- Itu Rasulullah dalam keadaan fisiknya
- atau mimpinya khabab? Langsung fisiknya
- datang Rasul waktu di Makkah. Ini
- periode dakwah pertama kali Nabi lakukan
- di kota Makkah. Belum hijrah ke Madinah.
- Masih dalam suasana
- gawat. Nah, bayangkan tuh. Jadi ujian
- para sahabat waktu awal-awal Islam itu
- beratnya bukan main. Dan di situ
- Rasulullah tidak ada mengadakan
- perlawanan. Hanya jawabannya sabron.
- Sobron. belum saatnya kita belum
- diizinkan untuk melawan mereka.
- Nah,
- kemudian alhamdulillah dengan izin Allah
- akhirnya karena keyakinan begitu kuat
- Khubab sehingga Khabab akhirnya
- dibebaskan oleh mereka sehingga Khabab
- sekarang tidak seperti lagi tukang
- pandai. Dia belajar. Nah, kemudian para
- sahabat Nabi semakin kokoh dan semakin
- hari semakin bertambah pengikutnya. Iya.
- Ada
- Hamzah, ada Umar bin Khattab. Nah,
- sehingga pada saat Umar bin Khattab
- masuk Islam itu orang-orang kafir
- Quraisy yang tadinya begitu serakah,
- begitu keras, sangar, bengis, berubah
- mereka. Kenapa? Dengan munculnya Umar
- bin Khattab sebagai sahabat Nabi itu
- geng-geng ya,
- preman-preman Quraisy merasa
- senggak, segan dia. Karena Umar tuh
- bilang
- begini, "Siapa yang berani mengganggu
- saya, silakan kau tunggu di sana."
- Ditantang sama dia. Tapi enggak ada yang
- datang. Enggak ada yang datang.
- Coba siapa yang ingin putus dengan
- anaknya, dengan istrinya, silakan tunggu
- saya di
- sana. Aduh, Umar bin Khattab nih
- masyaallah. Sehingga kata sahabat Ibnu
- Mas'ud dan kata sahabat yang lainnya,
- sejak
- keislaman yaitu yang
- namanya sahabat-sahabat
- Nabi itu mereka tidak ada yang berani
- salat di Masjidil Haram. Kenapa? karena
- takut dengan ujian dari orang. Tapi
- begitu Umar masuk Islam itu sahabat bisa
- tenang, salat, tidak ada rasa takut.
- Wah, inilah hebatnya ya harisma yang
- Allah berikan kepada sahabat ee Umar bin
- Khattab.
- Nah, Khabbab bin
- al-Arad
- beliau mengajar adiknya Umar bin
- Khattab. Hm. Bagaimana itu? Jadi satu
- saat Umar bin
- Khattab sebelum Islam
- ini
- diperintah oleh tokoh-tokoh Quraisy
- untuk membunuh Nabi Muhammad.
- Karena bagaimana perlawanan Umar bin
- Khattab terhadap Islam, maka mereka
- dikasih tugas untuk membunuh
- Nabi.
- Akhirnya dengan gayanya seorang preman,
- dia jalan keliling di kota Makkah ketemu
- dengan Nuem.
- Nah, kata Nuem, "Umar, mau ke mana kau?"
- "Aku mau cari Muhammad." "Mu ngapain?"
- Musa, mau saya bunuh
- dia. Kata
- Noem, "Apakah kamu tidak menyelesaikan
- saudaramu sendiri
- dulu? Kenapa ke orang lain kau yang
- urusin?" Kata dia, "Emang
- saudaraku ngapain?" "Memang ada apa?"
- Kata Noem, "Emang engkau enggak belum
- tahu bahwa adikmu itu sudah masuk
- Islam?" Hah? Kaget
- dia yang tadinya dia arahnya lurus
- begitu dikasih tahu akhirnya belok dia.
- Belok ke mana? Ke rumah
- adiknya. Nah, ke rumah
- adiknya.
- Begitu dia belok ke rumah adiknya
- Fatimah binti Khattab.
- diketuk
- pintu. Nah, ternyata Fatimah bersama
- suaminya sedang belajar ngaji.
- Yang ngajar khabab tadi itulah.
- Nah, begitu suara ketuk pintu tuk tuk
- tuk tuk buka
- pintu. Kata Fatimah, "Siapa itu orang
- kok keras amat?" Pas diintip dari dalam,
- "Ternyata Umar." Waduh, akhirnya bilang
- sama suami, Umar. Umar. Jadi yang sedang
- ngaji di dalam begitu diberitahu bahwa
- yang datang yang ketuk pintu Umar itu
- langsung berdiri dan langsung
- menyembunyikan diri. Terutama gurunya
- Kabab. Khabab. Lari dia ke arah belakang
- dia bersembunyi ya. Nah, sementara Zaid
- ada di situ suaminya
- Fatimah langsung Umar
- masuk enggak antapah lagi atau antaparah
- enggak banyak bicara lagi langsung
- dipegang dadanya itu dadanya aja
- dipegang sama langsung dipukul di
- jatuh kalau bahasa kita gya lu bikin
- malu aku aja sebagai pemimpin tidak
- mudah terpengaruh dengan ajaran
- Muhammad gitu. gitu kan. Terus dipukul
- lagi. Nah, waktu dipukul dia jatuh. Nah,
- Fatimah kan tahu tuh. Heeh. Dia lerai.
- Maksudnya dia bela suaminya eh kena
- dampat
- prot pipinya
- kena darah keluar dari mulutnya.
- Nah,
- Fatimah dalam keadaan begitu ditampar.
- Kemudian
- Umar minta apa yang dibaca tadi itu
- supaya diserahkan karena berbentuk
- tulisan. Kata
- dia, "Mana itu yang kamu tadi baca?"
- Kata Fatimah, "Gak
- bisa ya."
- Kenapa? Karena tulisan ini sangat mulia
- dan sangat berharga. Engkau tidak pantas
- untuk menyentuhnya.
- Kemudian ditangtang kata Fatimah,
- "Terusin silakan mau berbuat apa kamu
- dengan
- aku?" Tahu-tahu lihat darah di mulutnya
- Umar
- langsung kalau bahasa Sundah ngarempek.
- Ngarampyek. H ngarempyek. Ondi tahu
- ngarempek? Langsung turun yang tadinya
- kelihatannya sangar
- terus menurun menurun menurun. Kata dia,
- "Saya ingin tahu apa yang kamu baca
- tadi." Enggak bisa. Kamu kan masih
- kafir. Kafir itu najis, kata dia.
- Waduh. Tapi kalau kamu mau benar, ada
- syaratnya. Kau harus wudu dulu, harus
- menyuci
- dulu dirimu harus dicuci dulu kalau bisa
- mandi. Kata dia. Ya. Baik kalau gitu.
- Terus Umar dia bergerak terus ke
- belakang terus dia ambil air nyuci muka
- atau nyuci apa gitu kata dia. Saya udah
- nih mana diserahkan tuh tulisan itu. Ini
- bentuk tulisan yang ditulis di dalam
- kulit. Nah begitu diserahkan dibuka itu
- tulisan itu. Apa isinya? Ternyata surah
- Thaha dibaca oleh dia.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Thaha. Terus inna anzalnahu quranan dan
- selanjutnya. Begitu dibaca hatinya
- bergerak. Bahwa Allah menurunkan Quran
- bukan untuk yang lainnya melainkan untuk
- orang-orang yang punya rasa takut kepada
- Allah.
- Ma anzalna alaikal qurana litasqo.
- Tidaklah kami turunkan Al-Qur'an ini
- untuk
- celaka. Illa tazkiratan lima yasya.
- Melainkan ini
- tazkirah, peringatan bagi orang yang
- takut kepadanya. Baru sampai di situ
- Umar langsung bergetar tangannya. Terus
- dia lemas. Terus dia tanya, "Aina
- Muhammad?" Muhammad di mana?
- Nah, waktu Umar nanya Muhammad di mana?
- Khabab yang sedang bersembunyi keluar.
- Kata Hubab, "Saya tahu ngaj loh kamu
- ya." "Iya jadi padahal padahal dia itu
- yang ngajarin Fatimah itu seolah-olah
- baru muncul." "Kalau gitu tolong saya
- antar." E kemudian Khabab keluar
- nyamperin dia. Dibawalah Umar bin
- Khattab. Nah, waktu itu Nabi sedang di
- Safa, di rumahnya Arqam bin Abil Arqam.
- Singkatnya, Umar masuk Islamlah di
- rumahnya sahabat Arqam bin Abil Arqam.
- Nah, itulah peranan seorang sahabat Nabi
- yang bernama Khabbab bin Al-Arad. Dia
- bisa mengajar adiknya Umar yang bernama
- Fatimah bersama suaminya. Dan suaminya
- ini termasuk salah satu dari 10 sahabat
- yang dijamin surga.
- Khabab ini bukan suaminya Fatimah.
- Sementara khabab itu yang ngajar itu
- tidak termasuk deretan 10 sahabat
- dijamin
- surga. Artinya kan orang ada
- kelas-kelasnya. Heeh. Nah, 10 sahabat
- yang dijamin surga itu siapa saja?
- Pertama Abu Bakar Siddiq. Nah, dua, Umar
- bin
- Khattab. Tiga, Utsman bin Affan, empat
- Ali bin Abi Thalib. Khula Rasyidin. Ya.
- Iya. Kemudian lima, Thhah bin
- Ubaidillah. En Zubair bin
- Awwam. Tujuh Abdurrahman bin
- Auf. 8 Sa'ad bin Abi
- Waqqas. 9 Said bin Zaid.
- Ah, 10. Said bin yang
- ke-10 adalah sahabat Abu Ubaidah bin
- Aljarrah.
- Jadi tadi yang saya
- katakan yang istrinya Fatimah itu adalah
- Said bin Zaid. Nah, ada lagi Zaid bin
- Khattab. Kalau Zaid bin Khattab itu
- adiknya. Nah, kalau ini adiknya itu
- adalah Fatimah. Nah, Fatimah itu adiknya
- Umar bin Khattab. Nah, dia diajar oleh
- salah seorang sahabat bernama Khabbab
- bin al-Arad. Nah, Khabab bin Al-Arad
- ternyata beliau seorang mukri yang
- mengajari para sahabat lainnya di bidang
- tentang Al-Qur'anul Hakim. Sementara itu
- aja dulu perjalanan seorang sahabat Nabi
- yang diberikan karunia oleh Allah
- Subhanahu wa taala. keyakinan yang
- begitu tinggi, keimanan yang begitu
- hebat, kekuatan yang masyaallah sehingga
- oleh Allah diangkat derajatnya sehingga
- menjadi seorang pengajar yang
- betul-betul pengajar yang serba bisa.
- Dia ngajar tentang pembuatan panah bisa
- memang ahlinya membuat panah mengajar
- Al-Qur'an biar juga bisa. Inilah sampai
- ada sahabat Nabi yang namanya Utsman bin
- Affan. Ah, beliau menyampaikan hadis
- kata Nabi, "Khairukum
- man taalamal Quran
- waamahu." Sebaik-baik kamu adalah orang
- yang mengajarkan Al-Qur'an.
- E sebaik-baik kamu man taalamal Quran.
- Orang yang belajar Al-Qur'an kemudian
- mengajarkannya. Nah, Hubbab bin al-Arad
- termasuk bagian dari orang yang
- mempelajari Al-Qur'an. Kemudian dia
- ajarkan Al-Qur'an kepada yang lain dan
- dia mendapatkan predikat orang-orang
- yang dikatakan
- assabiquunal awwalun. Demikian, mohon
- maaf wampu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh.