Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Terima kasih WWAT yang dirahmati Allah.
- masih menyimak siaran radio silaturahim
- dan juga rasil visual di kesempatan sore
- hari ini masih dalam acara tausiah sore
- kajian tafsir maudui bersama Imam Yas
- Mansur beliau tadi mengkaji Quran surah
- Fusilat ayat ke-53 mengenai tersebarnya
- Islam bukti kebenaran Al-Qur'an. Karena
- Imam S Mansur baru pulang kemarin dari
- London ya mengikuti konferensi
- internasional ee 25 tahun
- perjanjian Oslo ya. Perjanjian yang
- runtuh katanya. Dan tadi juga sedikit
- diceritakan beberapa hasil pertemuannya
- dan juga dihadiri oleh tiga agama ya.
- Iya. Ee Islam, Kristen dan Yahudi.
- Yahudi sendiri. Dan salah satu
- kesimpulannya mereka ya mengutuk keras
- ee Zionis yang berada di Palestina sana,
- Iwan Ahwat. Dan tadi juga dijelaskan
- beberapa ee bagaimana Islam tersebar,
- Islam berkembang di Eropa khususnya di
- Inggris. Dijelaskan oleh Mansur dan
- Ikhwan Ahwat. Setelah jeda kita akan
- lanjutkan kembali seperti apa ee
- tersebarnya Islam di sana. Dan ikhwanat
- nanti setelah selesai silakan ikhwan
- bisa mengirimkan pertanyaan. tanggapan
- ataupun komentarnya kami tunggu ikwan
- dan kami persilakan kepada imam untuk
- melanjutkannya.
- Ikhwan akhwat yang sangat disayang oleh
- Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi penyebaran Islam memang
- harus dilakukan dengan
- jihad. Arti jihad adalah
- kesungguhan. Dan jihad tidak mesti
- berarti perang.
- Memang kadang-kadang jihad juga berarti
- perang, tetapi sekali lagi jihad tidak
- mesti
- perang. Salah satu ayat yang berbicara
- soal jihad yang termasuk awal turun sama
- sekali tidak menyinggung masalah
- peperangan, tetapi masalah
- kesungguhan. Misalnya di dalam surah
- Al-Furqan ayat yang
- ke 52.
- Surah Al-Furqan adalah surah yang
- ke-25. Allah menyatakan
- azubillahiminasyaitanirrajim. Fala
- tutiil
- kafirin wajahidhum bihi jihadan
- kabiro. Yang
- artinya maka janganlah kalian mengikuti
- orang
- kafir dan berjihadlah terhadap mereka
- dengan
- Al-Qur'an dengan jihad yang besar.
- Nah, jadi di sini disebutkan wajahidhum
- bihi dan
- berjihadlah kalian dengan mereka
- menghadapi mereka dengan jihad yang
- besar dengan menggunakan
- Al-Qur'an jihadan
- kabiro. Jadi dengan Al-Qur'an sekali
- lagi kita akan dapat
- menyebarkan Islam yang rahmatan lil
- alamin. Maka jelas salah apabila
- dikatakan
- bahwasanya Islam itu
- disebarkan dengan pedang.
- Sebagaimana yang dikatakan oleh McDonald
- Dib ini seorang orientalis yang hidup
- pada tahun
- 1800
- 1863 sampai 900
- 1942. Dia menyatakan bahwasanya
- penyebaran Islam dengan pedang adalah
- kewajiban kolektif bagi semua
- muslimin. Jelas tidak benar.
- Karena apa? Ayat jihad tidak mesti
- diartikan dengan
- perang. Sementara itu
- Quran memang lebih banyak mengajarkan
- kasih
- sayang daripada yang bersifat
- kekerasan. Kalau kita baca Al-Qur'an,
- para ikhwan ikhwat maka mesti kita awali
- dengan apa? Bismillahirrahmanirrahim.
- Semua ayat diawali dengan basmalah
- kecuali semua surah. Maksud kami semua
- surah diawali dengan ee basmalah kecuali
- surah at-Taubah saja.
- Nah, ini menunjukkan bahwasanya Quran
- mengajarkan kepada kita akan menyebarkan
- rahmat kepada semesta alam
- ini. Di dalam Al-Qur'an hampir setiap
- lembar kita temukan di sana kata-kata
- yang menjelaskan soal kasih
- sayang latif misalnya
- begitu dan seterusnya.
- bahasa-bahasa yang mencenderung kepada
- Al-Qur'an, kepada kasih sayang seperti
- Halim dan sebagainya.
- Bahkan ada satu surah di dalam Al-Qur'an
- disebut dengan surah
- Ar-Rahman, surah kasih sayang.
- Tidak ada agama yang mengajarkan kasih
- sayang melebihi daripada Islam, baik
- dalam ajaran maupun realitanya.
- Sehingga salah seorang orientalis
- Inggris yang sangat terkenal bernama
- Edward Gen yang dia ini hidup tahun
- 17 37 sampai 1794 dia menyatakan
- Al-Qur'an adalah sebuah kitab
- agama, kitab kemajuan
- dunia, kitab persaudaraan dan
- perundang-undangan.
- Al-Qur'an mengandung isi yang lengkap
- yang
- meliputi urusan
- ibadah, akidah, akhlak hingga pekerjaan
- sehari-hari dan dalam urusan rohani
- maupun
- jasmani. Jadi, inilah para ikhwan akhwat
- yang sangat disayang oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Dengan
- Al-Qur'an Islam ini akan menyebar.
- Ini merupakan jaminan dari Allah
- Subhanahu wa taala. Oleh karena itu,
- jangan sampai kita
- semuanya
- itu terasing dari
- Al-Qur'an. Kita tidak perhatikan isi
- Al-Qur'an. Kita abai terhadap Al-Qur'an.
- Karena apabila kita abai terhadap
- Al-Qur'an, maka bukti-bukti kebenaran
- Allah Subhanahu wa taala tidak akan
- dapat kita
- saksikan. Salah satu yang pernah
- dikeluhkan oleh Rasulullah sallallahu
- alaihi
- wasallam adalah tentang bagaimana
- kaumnya itu abai terhadap Al-Qur'an.
- Allah menjelaskan tentang
- bagaimana keluan Rasulullah sallallahu
- alaihi
- wasallam yang disebutkan di mana beliau
- menyatakan waqal rasul ya rbi innaaku
- hadal qurana mahjuro surah alfurqan ayat
- yang
- ke3 yang berbunyi yang artinya nya. Dan
- Rasul Muhammad berkata, "Ya Tuhanku,
- sesungguhnya kaumku telah menjadikan
- Al-Qur'an ini
- diabaikan." Nah, kalau kita mengabaikan
- Al-Qur'an, maka bukti-bukti kebenaran
- Al-Qur'an tidak akan dapat kita
- lihat. Apabila kita mengabikan
- Al-Qur'an, maka salah satu bukti yaitu
- penyebaran Islam tidak akan bisa
- terlihat.
- Oleh karena modal utama untuk
- dapat menyaksikan bukti kebenaran
- Al-Qur'an adalah kita usahakan dengan
- kita kembali kepada Al-Qur'an secara
- konsekuen. Jangan sampai kita abai
- terhadap
- Al-Qur'an. Nah, apa abai terhadap
- Al-Qur'an itu?
- Ibnul Qayyim Aljauzi menyatakan ada
- beberapa macam
- sikap orang abai terhadap
- Al-Qur'an. Minimalnya ada
- lima. Yang pertama mengabaikan Al-Qur'an
- dengan tidak
- mendengarkannya dan tidak mengimaninya
- serta tidak
- memperhatikannya. Ini abe terhadap
- Al-Qur'an yang pertama.
- Kemudian yang
- kedua, Abid tidak mengamalkan
- isinya dan menjadikannya tidak
- menjadikan sebagai barometer. Tidak
- menjadikan Al-Quran sebagai barometer
- untuk menentukan halal dan haram
- walaupun tetap membacanya dan merasa
- mempercayainya. Itu termasuk abai. Jadi
- dia
- baca, tetapi untuk menentukan benar atau
- tidak, halal dan haram tidak menggunakan
- Al-Qur'an, tapi menggunakan ajaran yang
- lain. Ini termasuk mahjur, termasuk
- abai. Kemudian yang ketiga, mengabaikan
- hukum-hukum yang terkandung di dalamnya.
- baik itu masalah pokok maupun
- cabang-cabangnya. Dan tidak meyakini
- bahwasanya Al-Qur'an dapat
- dipercaya serta menganggap dalil-dalil
- Al-Qur'an hanya lafaz biasa yang tidak
- ilmiah. Jadi menganggap Al-Qur'an ini
- tidak ilmiah. Ada yang lebih ilmiah
- daripada Al-Qur'an.
- Sehingga kadang teori-teori
- Al-Qur'an dalam tanda kutip sudah
- dibantah hanya karena ada teori yang
- dibuat oleh
- manusia. Padahal kalau itu teori buatan
- manusia
- relatif. Bisa benar sekarang, tapi belum
- tentu benar besok. Bisa benar yang akan
- datang,
- bisa tidak benar sekarang. Tapi kalau
- Al-Qur'an tidak begitu. Maka kita lihat
- bagaimana ilmuwan-ilmuwan Islam ketika
- menyampaikan sebuah teori dan kemudian
- dia itu berlandaskan kepada Al-Qur'an.
- Teorinya mesti dapat
- dibenarkan. Sementara teori-teori dari
- orang-orang kafir belum tentu itu bisa
- dibenarkan.
- Jadi kita akan dipandang sebagai
- mengabaikan Al-Qur'an ketika menganggap
- Al-Qur'an ini tidak atau kurang ilmiah.
- Ada yang lebih ilmiah daripada
- Al-Qur'an. Padahal kita belum
- mengekplore-nya, kita belum menggalinya
- dengan sebenar-benarnya.
- Ah, kemudian yang
- keempat mengabikan Al-Qur'an adalah
- tidak
- mentadaburinya dan tidak
- mempelajarinya serah tidak mencari tahu
- apa yang
- dikehendaki
- Al-Qur'an. Jadi, kita merasa puas dengan
- apa yang sudah kita pelajari dulu.
- Padahal Al-Qur'an dengan berbagai
- macam ayat yang disampaikan itu bukan
- hanya dulu kebenarannya, tetapi sekarang
- akan membuktikan kebenaran. Kemudian
- yang akan datang juga akan ah menjadi
- bukti kebenarannya. Seperti ayat yang
- sedang kita kaji. Sanurihim fil afaqi
- wafsiim annahul ya sanurihim ayatina fil
- afaqi wafi
- anfusim annahul haq. Bahwasanya Quran
- itu adalah hak. Jadi ini bagian dari
- kita tidak mengabikan Al-Qur'an, yaitu
- kita mempelajari ayat-ayat yang
- disampaikan oleh Al-Qur'an, baik itu
- ayat-ayat kauniah maupun ayat-ayat
- Quraniah. Sehingga kita semuanya ee akan
- mengetahui bahwasanya memang yang hak
- itu adalah
- Al-Qur'an. Ah, kemudian yang terakhir,
- yang kelima.
- Agar kita tidak dianggap sebagai
- Al-Qur'an adalah kita dianggap sebagai
- mengabaikan Al-Qur'an apabila tidak
- menjadikan Al-Qur'an sebagai obat
- penyakit
- hati dan kita mencari obat selain
- Al-Qur'an. Orang-orang di negara-negara
- yang disebut dengan negara maju itu
- teori sekarang ya. Padahal belum tentu
- memang benar-benar maju. Secara fisik
- memang ya.
- Tetapi secara kejiwaan kelihatan mereka
- itu sangat lelah dalam kehidupannya.
- Karena apa? Tidak ada
- penyakit yang dapat menyembuhkan
- kejiwaan selain daripada Al-Qur'an.
- Sementara mereka
- mencari obat yang lain. Ah, tidak
- memungkinkan itu akan ditemukan.
- obat yang dapat mengobati penyakit
- terutama penyakit hati adalah
- Al-Qur'an. Nah, inilah ikhwan akhwat
- yang sangat disayang oleh Allah
- Subhanahu wa taala
- bahwasanya
- penyebaran Islam di segala penjuru
- termasuk di kota yang baru saja kami
- kunjungi adalah sebagai bukti kebenaran
- Al-Qur'an.
- Tetapi untuk membuktikan kebenaran
- Al-Qur'an, kita tidak boleh hanya
- berpangku tangan, tetapi kita harus
- berusaha dengan sekuat tenaga dengan
- cara mengamalkan Al-Qur'an. Sudah tentu
- sebelum mengamalkan kita membacanya
- kemudian kita mentadaburinya.
- Itu
- tahapan-tahapan kita dalam berinteraksi
- dengan Al-Qur'an. Yang pertama adalah
- membacanya. Kemudian yang kedua
- mentadaburinya. Kemudian yang terakhir
- adalah
- mengamalkannya. Dengan itu kita akan
- dapat menyaksikan
- kebenaran-kebenaran Al-Qur'an di segala
- penjuru dan bahkan termasuk di dalam
- diri kita. Nah, inilah ee yang dapat
- kita pahami dari surah Fussilat ayat
- yang
- ke-53 dengan pemahaman ayat-ayat
- kauniah. Dan akhirnya memang ayat ini
- ditutup oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Awalam yakfi
- birbika annahu ala kulli saaiin syahid.
- bahwasanya segala sesuatu yang terjadi
- di permukaan bumi ini, di alam semesta
- ini tidak pernah terlewatkan
- dari penyaksian atau disaksikan oleh
- Allah Subhanahu wa taala. Dengan kembali
- pada Al-Qur'an, insyaallah kita akan
- dapat menyaksikan
- tanda-tanda kebenaran Al-Qur'an baik di
- alam semesta maupun pada diri kita.
- Demikian wallahuam bisawab.
- Baik, terima kasih Mam Mansur atas
- pemaparannya di sore hari ini. Dan
- ikhwan akhwat, kita akan langsung
- memasuki sesuai tanya jawab. kami
- silakan bagi ikhwan-akhwat yang ingin
- menyampaikan ee pertanyaan, tanggapan,
- ataupun komentar dari penjelasan beliau
- mengenai tadi ya, perjalanan ke Eropa,
- ke London yang bagaimana melihat di sana
- tersebarnya Islam ya dan ini merupakan
- bukti dari kebenaran Al-Qur'an dan
- kaitannya dengan kajian tafsir di sore
- hari ini dari Quran surah Fusilat ayat
- ke-53. Ee yang pertama saya bacakan dari
- Pak Kurnia di Sukabumi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Islam tersebar karena kasih
- sayang bukan perang. I betul. Tapi
- kenapa mereka menggambarkan Islam
- tersebar dengan perang dengan teror?
- Heeh. Tapi memang pada kenyataannya ada
- saja oknum Islam yang mencoreng Islam
- sendiri seperti ISIS teroris di berbagai
- tempat. Mohon penjelasannya. Terima
- kasih. Jadi memang itulah dengan tahadi
- satu tantangan.
- sudah
- tentu
- untuk memacu kita agar kita lebih
- sungguh-sungguh. Kalau kita hidup ini
- tanpa tantangan, maka justru itu
- kadang-kadang membuat kita lalai. He.
- Maka kehidupan Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam sejak menyebarkan Islam
- penuh dengan tantangan. baik beliau
- rasakan sendiri maupun yang tadi saya
- katakan keluarga Yasir mulai dari ibunya
- Sumayyah
- kemudian dia sendiri Yasir kemudian Amar
- bin Yasir semuanya menghadapi tantangan
- yang begitu dahsyat. Nah, termasuk
- sekarang oknum-oknum Islam atau umat
- Islam yang berusaha untuk menutupi
- rahmat Islam. Itulah yang menjadi
- tantangan kita. Dan sebetulnya itu tidak
- murni dari umat Islam. Orang-orang luar
- Islam itulah yang kadang-kadang
- menciptakan teror. Kemudian
- mengatasnamakan Islam. Iis sendiri itu
- yang kita baca sebetulnya lahir bukan
- dari umat Islam sekarang. Itu dibuat
- oleh orang lain di luar Islam. Tapi
- kemudian banyak orang Islam yang
- kemudian tertarik. Nah, kemudian itulah
- yang terjadi. Seakan-akan itu adalah
- Islam. Mengatasnamakan Islam. ekstremnya
- semacam ini. Ee orang Yahudi menggunakan
- nama Nabi Yakub yaitu Israel sebagai
- negaranya mengklaim nama negaranya. Maka
- akhirnya orang memandang negatif
- terhadap Nabi Yakub, Nabi Israel itu.
- Nah, jangan sampai umat Islam pun begitu
- berperilaku seperti orang Yahudi. Kita
- menggunakan nama Islam yang penuh rahmat
- tadi. Ah, akhirnya setiap
- orang menghujat tentang kekerasan
- dibalikkan kepada Islam. Ini adalah
- Islam. Ini adalah Islam. Ini Islam.
- Tidak begitu. Nah, oleh karena itu
- menjadi tantangan kita semuanya agar
- kita terus berusaha bagaimana
- menampilkan ajaran Islam yang rahmatan
- lil alamin yang
- menjadi rahmat bagi semesta alam. Dalam
- beberapa dialog juga kami sampaikan
- kepada mereka dan mereka lebih bisa
- menerima dan itulah yang mereka harapkan
- karena memang dunia ini sekarang sudah
- dilanda
- kekerasan. Nah, apakah kemudian kita
- akan menambahi kekerasan itu juga?
- Padahal kalau toh Islam itu datang
- dengan perintah perang, seperti
- berkali-kali saya sampaikan itu bukan
- karena ingin memerangi, tapi karena
- diperangi. Yang ini sudah pernah sering
- bahkan saya sampaikan infiru khifafan
- waqolan dan seterusnya. itu karena umat
- Islam diperangi. Bisa kita lihat
- bagaimana
- perjalanan Islam sejak dari awal. 13
- tahun di Makkah belum ada itu perintah
- jihad. Karena memang Islam aslinya bukan
- jihad. Maksudnya jihad perang belum ada
- perintah perang. Aslinya memang tidak
- semacam itu. Nah, ketika umat Islam
- sudah diperangi dari sana sini baru
- Allah Subhanahu memerintahkan nah
- berperang. Apa? Karena memang Islam
- tidak bisa dibiarkan kemudian hilang,
- harus dilawan karena mereka menggunakan
- senjata. Kita juga akhirnya dengan
- terpaksa tanda kutip menggunakan
- senjata. Nah, jadi kalau ada orang-orang
- Islam yang melakukan kekerasan dengan
- atas nama Islam, itu adalah sebagai
- tantangan umat Islam sekarang. bagaimana
- kita dapat menghadapi
- agar Islam yang keras, yang warna darah
- dan seterusnya itu dapat kita ee rubah
- dengan Islam yang penuh kasih sayang,
- Islam yang
- mengedepankan
- ee
- kemanusiaan yang mengedepankan
- nilai-nilai kelembutan. Sudah tentu
- sekali sudah tentu kita tidak bisa
- menghilangkan yang kadang-kadang kita
- harus
- keras karena memang kita dipaksa untuk
- bertindak keras. Jadi bukan berarti kita
- harus terus lembut terus. Bukan. Kita
- keras apabila memang orang keras
- terhadap kita. Maka sering kita
- mendapatkan pelajaran yang dari Rasul
- juga tentang lebah. Lebah tidak akan
- pernah bersifat keras pada orang yang
- tidak mengerasi dia. Tetapi ketika dia
- sudah mengganggu, nah ganggu lebah tadi
- baru kemudian lebah tangan melawan
- dengan sekuat tenaga. Itulah Islam.
- Tantangan kita bagaimana menampakkan
- Islam yang rahmatan lil alamin. Ingat,
- rahmat bagi semesta alam bukan hanya
- rahmat bagi Indonesia, bukan rahmat bagi
- Eropa, bukan rahmat bagi Amerika, tapi
- rahmat bagi seluruh alam semesta.
- Wallahualam bisab. Baik dan selanjutnya
- dari Bu Wiwit di Tangerang.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah. Maaf tadi katanya ee
- mendengar baru di pertengahan. Dalam
- rangka apa ee Imam Yas Mansur ke London,
- Inggris? Apakah Islam Indonesia ikut
- menyebarkan Islam ke penjuru dunia saat
- ini? Heeh. Seperti contohnya tadi Imam
- Syamsi Ali kan. Heeh. Iya. Nah, jadi
- memang ya alhamdulillah
- beberapa ikhwan ya yang dari Indonesia
- ini ee juga menurut kadar kemampuan
- mereka menyebarkan ee Islam ke segala
- penjuru. Sebetulnya beberapa kali kami
- mengikuti ee konferensi di beberapa
- negara di luar Indonesia, mereka sangat
- mengharapkan peran umat Islam
- Indonesia. Mengapa? Menurut mereka ada
- tiga hal itu yang sering saya dengar.
- Satu, populasi terbesar umat
- Islam itu di Indonesia. Hm. Satu.
- Oleh karena itu sudah sangat wajar kalau
- umat Islam itu umat Islam lebih berperan
- di dunia.
- Yang kedua ini tadi
- populasi
- ah sebagai negeri muslim, sebagai negara
- yang terbesar di dunia ya Indonesia
- ini. Nah, yang kita semuanya tahu ya
- alhamdulillah Indonesia ini di berikan
- karunia oleh Allah Subhanahu wa taala
- dengan berbagai macam kekayaan alam.
- Hanya memang kita belum bisa
- mengolalanya. Kalau kita bisa mengul
- masyaallah ya. Nah, kemudian sebagian
- mereka juga mengetahui bahwasanya Islam
- itu di waktu datang ke Indonesia
- disebarkan, tidak dengan kekerasan. Maka
- sudah waktunya umat Islam Indonesia
- lebih banyak berperan untuk mendakwahkan
- Islam ke seluruh dunia. Hanya memang
- salah satu kekurangan kita ini adalah
- soal bahasa baik bahasa Arab maupun
- bahasa Inggris yaitu ini. Insyaallah
- kalau kita punya kelebihan ini bahasa
- internasional. Maka kemarin
- alhamdulillah kami walaupun yang
- diundang hanya kami sendiri tapi
- akhirnya juga kami didamping oleh Ustaz
- Umar Rasyid yang kita semuanya itu juga
- pengisi rasil. Kemudian Ustaz Agustus
- Darmaji juga pengisi rasil dengan Ustaz
- Arif Rahman itu adalah yang ee beliau
- bergerak di bidang jurnalistik soal
- Palestina. Jadi kami ditempat temani
- oleh tiga orang dan mudah-mudahan lebih
- banyak lagi ee orang-orang seperti Ustaz
- Samsi Ali tadi yang bisa menyebarkan
- Islam di Amerika. Mungkin juga ada
- orang-orang Indonesia yang kami tidak
- tahu ya. mungkin sudah banyak
- menyebarkan ee sudah menyebarkan Islam
- di Eropa. Wallahualam. Tapi memang jelas
- bahwasanya dunia mengharapkan kiprah
- umat Islam Indonesia lebih ditingkatkan
- lagi. Wallahuam bisab. Baik dan
- selanjutnya ada yang sudah terhubung di
- laine telepon ya. Kita terima terlebih
- dahulu. Halo.
- Asalamualaikum. Halo.
- Asalamualaikum. Masih terhubung Kang
- Fari.
- Halo. Halo. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Mohon volumenya dibesarkan
- sedikit, Kang Fari.
- Eh, saya Muhammad Hanafi, Pak Ustaz dari
- Keramat Jati. Pak Muhammad Hanafi ya,
- dari Keramat Jati. Ya, kalau ada salah
- tolong dikoreksi, Pak Ustaz. Saya pernah
- dengar kalau orang mau masuk Islam itu
- mualaf diharuskan mandi. Itu namanya
- mandi apa, Pak Ustaz? Iya. Mandi tobat.
- Terus dalam Islam apakah ada mandi
- tobat? Saya kadang itu ada sering juga
- mandi tobat karena dulu merasa banyak
- dosa gitu, Pak Ustaz. Apakah boleh?
- Apakah ada? Terus ee setahu saya ada
- salat sunat tobat dan salat sunat hajat.
- Apakah ada puasa sunat hajat dan puasa
- sunat tobat? Terus ee di mana kita
- mengetahui bahwa taubat kita diterima
- oleh Allah? Apakah ciri-ciri orang yang
- tobatnya diterima oleh Allah? Mohon
- penjelasannya, Pak Ustaz. Terima kasih
- banyak. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ya, jadi
- soal mandi ya memang betul ketika orang
- masuk Islam itu diperintahkan mandi. Ini
- termasuk mandi wajib seperti mandi
- jinabat. Kenapa? Ini untuk membersihkan
- najis.
- Karena orang musyrik itu disebut di
- bangkam sebagai orang yang najis.
- Innamal musyrikuna najasun. Disebutkan
- dalam surah at-Taubah semacam itu. Maka
- begitu orang masuk Islam maka dia wajib
- mandi. Ya, mandinya karena mandi
- lidukhulil Islam karena dia masuk Islam.
- Saya belum pernah mendengar ada ee
- istilah mandi taubat. Nah, jadi dia
- memang diwajibkan mandi karena dia masuk
- Islam. Seperti di dalam hadis disbutkan
- ketika ada seorang yang masuk Islam ee
- Allah eh Rasulullah sallah alaihi
- wasallam memerintahkan dia untuk mandi.
- Jadi sekali lagi ketika orang masuk
- Islam maka dia wajib mandi. Termasuk ini
- seperti mandi jinabat untuk membersihkan
- kenajisan-kenajisan yang dulu dia
- kemusyrikan-kemusyrikan ee
- keharaman-keharaman yang dia lakukan
- sebelum dia masuk Islam. itu yang saya
- ketahui. Ee kemudian salat, salat taubat
- pun juga begitu ya. Kemudian juga saya
- kurang ee mengetahui yaitu ini. Kemudian
- apalagi saum tobat juga kurang hanya
- disebut dengan salat awabin dalam hadis
- sebutkan yaitu salat dhha itu ya. Kapan
- salat awabin itu? Pada waktu unta,
- anak-anak unta kepanasan. Artinya salat
- duha itu disebut dengan salat awwabin.
- Nah, jadi itulah yang saya ketahui. Jadi
- kalau ada istilah-istilah yang lain,
- wallahuam bisawab. Sekali lagi bahasnya
- salat eh maksud kami mandi setelah masuk
- Islam itu adalah bagian dari kewajiban
- sebelum dia melaksanakan
- kewajiban-kewajiban yang lain ya.
- Seperti mandi besar, mandi jinabat ya
- seluruh tubuh harus terbasahi semuanya
- karena memang sekali lagi untuk
- membersihkan kotoran-kotoran
- kenajisan-najis baik yang najis yang
- fisik maupun yang non fisik sehingga dia
- harus mandi seperti orang mandi jinabat.
- Demikian yang saya ketahui. Sekali lagi
- kami tidak mengetahui
- ada puasa tobat atau juga salat taubat.
- Kalau sunah salat sunah hajat tadi
- katanya. Nah, kalau salat sunah hajat
- ada. Jadi kalau kita me ee memerlukan
- sesu ingin ingin ee dapat tercapainya
- sesuatu, maka kita melaksanakan salat
- untuk kita minta pada Allah Subhanahu wa
- taala. Itulah namanya dengan salat
- hajat. Karena memang Allah menyatakan
- wastain'inu bisobri wasalah. Jadi ada
- yang memahami secara umum, mintalah
- tolong pada Allah dengan ee sabar dan
- dengan apa? Salat. Nah, artinya kita
- ketika meminta sesuatu dapat kita
- lakukan pertama dengan sabar. Sabar itu
- ada yang mengartikan puasa. Jadi
- kemudian yang kedua dengan salat.
- Kemudian ada lagi tadi pertanyaannya apa
- satunya? Di mana kita mengetahui tobat
- kita diterima oleh Allah? Oh iya. Tobat
- kita kita mengetahui circinya adalah
- apabila kita itu berbuat baik makin
- terus bertambah makin terus bertambah
- bertambah bertambah. Itulah tanda kalau
- memang tobat kita diterima oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Jadi mengiringi
- tobat kita, mengiringi perbuatan kita
- dengan perbuatan yang baik. Jadi jangan
- sampai kita berkutat terus ee di dalam
- kemaksiatan. Nah, walaupun kita
- bertobat, bertobat, ber setiap
- hari membaca istigfar, tapi kita
- semuanya kita terus berada dalam ee
- kesesatan dalam dosa, maka ya itu
- kemungkinan tobat kita tidak diterima
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Maka
- dalam hadis disebutkan
- wattabbi sayiatal hasanata tamhuha.
- Satu,
- ikutilah ee perbuatan yang tidak baik
- dengan perbuatan yang baik, maka dia
- akan
- menghapusnya. Kemudian yang kedua,
- dengan akhlak yang baik. Waliqinas
- biulukin hasanin. Berakhlaklah kepada
- manusia dengan akhlak yang baik. Itulah
- tanda kalau tobat kita diterima oleh
- Allah, minimalnya. Wallahu alam. Menurut
- immat kami ada dua. Yang pertama apabila
- perbuatan kita cenderung lebih baik dan
- yang kedua kita bergaul dengan manusia
- dengan akhlak yang baik. Itulah tanda
- kalau tobat kita diterima oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Wallahuam bisawab.
- Baik ya. Semoga terjawab ya
- pertanyaannya dari Pak siapa tadi? Pak
- Muhammad Hanafi di Keramat Jati.
- Selanjutnya kita bacakan kembali ee
- pesan singkatnya. Selanjutnya dari siapa
- ini? Dari hamba
- Allah. Ee ketika mana ya? Sebentar
- terlewat. Nah, apakah kehasan muslimin
- di London dengan muslim di tempat lain
- seperti apa? Nah, ini termasuk tantangan
- ya itu ini. Jadi memang salah satu
- kekhasan ee Islam di sana adalah
- satu mereka itu terkumpul dengan
- komunitas. Hm. Jadi misalnya orang Mesir
- ya sendirilah Islamnya, komunitas Mesir
- sendiri sendiri ya. Itu ini jadi ada
- masjidnya sendiri. Kemudian orang
- Pakistan ada komunitasnya sendiri. He.
- Ee kemudian ee orang Bangladesh ini
- termasuk yang banyak
- sendiri. Bahkan ini Indonesia akan
- membuat masjid. Hm. Jadi untuk muslim di
- Indonesia itu sekali lagi tantangan
- maksudnya belum bersatu gitu. Nah,
- itulah belum bersatu ya. Itu ini. Oleh
- karena itu kami sampaikan dalam beberapa
- kali pertemuan dan sampai
- masalah-masalah yang semacam ini membuat
- kita berpecah belah. Tapi satu saat
- kalau terus mereka dalami Al-Qur'an ini
- akan hilang masalah-masalah nanti karena
- memang manusia di hadapan Allah sama.
- Saya sampaikan ee beberapa hal yang
- membuat kita ini berpecah belah dan
- rata-rata mereka setuju bahkan hampir
- semua setuju ketika saya sampaikan itu
- adalah masalah siasah, masalah politik.
- Inilah yang kadang-kadang membuat kita
- berpecah belah seperti yang kemarin
- sudah saya jelaskan melalui ee ruangan
- ini. Kemudian yang kedua adalah masalah
- mazhab. Nah, itu juga kadang-kadang
- membuat ee kita berpecah belah. Tapi
- alhamdulillah walaupun beberapa masjid
- itu berbeda kalau masalah mazhab
- sekarang ini menurut mereka sudah tidak
- jadi ee pembeda lagi walaupun dulu
- pernah ee menjadi permasalahan ya ini di
- satu
- masjid itu dengan berakam ee furuiah itu
- tetap bisa jadi satu seperti yang
- kemarin saya salat zuhur itu di sana.
- Nah, ada yang duduknya tahiyat akhir
- dengan tahiyat awal itu beda dan
- sebagainya. Ada yang menyamakan
- sebagainya ada ajen dengan apa
- namanya menggenggamkan tangan itu ada
- juga di sana ada yang ketika tasyahud ya
- ini ada tiga bentuk. Ada yang tidak
- mengisyaratkan dengan ee jari telunjuk.
- telunjuk. Ada yang mengisyaratkan dengan
- jari telunjuk tapi tidak
- digerak-gerakkan, ada juga yang ee
- menggerak-gerakkan. Nah, ini
- alhamdulillah nih masalah mazhab ini
- sudah mulai ee
- terkurangilah. E kemudian yang ketiga
- kadang-kadang yang membuat kita per
- masalah jinsiah, masalah kebangsaan.
- Nah, ini pun juga alhamdulillah sudah
- mulai berkurang ya. Kemudian yang
- terakhir, yang keempat adalah masalah ee
- pendapat. Merasa pendapatnya paling
- benar. Hanya ming kadang-kadang ada
- beberapa kelompok yang menyatakan ini
- salah, ini salah. Tapi alhamdulillah
- karena juga kami juga ter mengadakan
- pembicaraan yang cukup intensif ee
- kelompok-kelompok yang begini ini kurang
- bisa mereka terima ee yang meng
- bahwasanya kelompok saya paling benar,
- kelompok Anda salah dan sebagainya.
- Karena apa? Nah, ini yang kedua ee ciri
- khasnya. Rata-rata orang-orang yang
- Islam dii orang-orang yang
- berpendidikan. H yang yang masuk Islam
- rata-rata orang berpendidikan. Nah, jadi
- bukan orang-orang awam. Sehingga ya
- memang itu ee menyebabkan pertama kita
- bisa mudah berdialog karena memang
- rata-rata mereka itu sudah dilandas
- ilmu. Tapi juga kita harus berhati-hati
- ketika kita menyampaikan sesuatu secara
- ilmiah. Ee mereka tolak. Ya, mereka
- belum bisa mereka akan bisa tulis
- seperti tadi saya bicara misalnya dengan
- ee salah
- seorang bekas menteri ya
- ee di Inggris yang mengisi ee seminar
- kongres saat itu. Yaitulah dia tanya
- bahkan beberapa kali dia ke Indonesia
- tanya kepada saya soal gender. Nah,
- tentang laki dan perempuan bagaimana
- dengan Islam ya. Saya sampaikan
- sebetulnya Islam ini sudah awal sangat
- menghargai kaum wanita. Nah, semacam
- itu. Nah, kalau kita tidak pas nanti
- akan mudah dibantah oleh mereka. Nah,
- itulah kekhasannya bahwasanya ee yang
- tadi pertama adalah mereka hidup
- berdasarkan komunitas. Ah, itu yang
- asubiyah mungkin ya. Ah, tapi saya tidak
- mengatakan asubiyah ya. itu nanti jadi
- negatif bahasnya mereka ee hidup di
- semacam itu. Kemudian yang kedua,
- rata-rata mereka adalah dari kalangan
- ilmuwan yang masuk Islam itu. Sehingga
- akan lebih mudah kita untuk menurut
- hidmat kami berdakwah dengan mereka
- karena mereka ee tidak taklid lagi.
- Mereka rata-rata berusaha. Kalau kita
- ini usaha dengan ilmu yang mereka dapat.
- Kalau kita kan rata-rata keturunan. Iya.
- Ah, mereka cari hasil perenungan. Hasil
- dari perenungan. Kemudian melihat
- kondisi semacam ini harus bagaimana.
- Mereka akhirnya temukan itu Islam. Nah,
- itulah kurang lebihnya ciri khas Muslim
- di ee di London. pertama mereka masih ee
- terbagi-bagi dalam komunitas-komunitas
- tertentu. Kemudian yang kedua, mereka
- rata-rata berlatar belakang ilmiah. Jadi
- orang-orang yang berilmu. Itu yang saya
- saksikan. Wallahualam. Insyaallah. Dan
- selanjutnya begini. Terakhir nih ketika
- perjalanan ke London kemarin, bagaimana
- Muslim Eropa khususnya Inggris melihat
- Muslim Indonesia dari Ibu Rina? Iya.
- Jadi ee sebetulnya seperti yang tadi
- umumnya mereka sangat berharap bagaimana
- umat Islam Indonesia ini lebih
- berperan di kancah dunia. He. Tapi
- memang mereka perhatian. Justru yang
- lebih terkenal adalah tsunami di Palu.
- Palu. Jadi diri mengatakan saya ikut
- berbila sungkawa dengan apa yang musibah
- yang menimpa Anda itu. Nah, di dan
- mereka jadi memang mereka perhatian e
- terhadap muslim yang ada di Indonesia.
- Bahkan ketika 121 mereka cerita juga
- mereka melihat begitu 212 ya. Heeh. 212
- itu di Monas. Mereka melihat bagaimana
- muslim begitu banyak bisa berkumpul di
- satu tempat. Nah, kalau ini terus
- dimanage kata mereka ini kekuatan yang
- sangat dahsyat. Nah, ya tetapi itu tadi
- yang ketiga sebetulnya kami ini ee
- menginginkan lebih banyak ee
- dai-diiprah di negeri Eropa ya atau di
- Inggris khususnya. Itulah harapan
- mereka. Jadi harapan mereka sebetulnya
- sangat-sangat positif. Hanya tinggal
- bagaimana kita ah untuk melayani mereka.
- Ee mereka sangat sangat kekurangan guru
- Quran saja. Nah mereka sebetulnya minta
- aja sudah kalau tuh ada orang yang bisa
- mengajari kami Al-Qur'an udahlah ee kami
- akan ya jaminlah mereka untuk dihidup
- sini. Nah. Nah, memang ya alhamdulillah
- karena memang ee hampir tiap hari itu
- ada orang yang masuk Islam itu. Bahkan
- ada satu masjid itu yang punya ruangan
- khusus bagi nonmuslim. He. Jadi begini,
- jadi mereka ada kajian perekan. He. Itu
- yang diikuti oleh orang nonmuslim itu
- ada di tingkat dua. Nah, kemudian di
- bawahnya itu adalah tempat untuk salat.
- H sehingga ketika sudah mereka
- mendapatkan pelajaran tentang Islam dari
- atas mereka melihat ini orang-orang
- Islam lagi salat ini. Nah, ini cukup
- menarik. Itulah kreasi-kreasi mereka.
- Karena memang mohon maaf mereka
- rata-rata orang-orang berpikir bagaimana
- mengcreate sebuah dakwah sehingga
- menarik. Nah, ini juga tantangan bagi
- kita semuanya. Betapa sulitnya
- orang-orang Kristen sekarang mengajak
- orang-orang Islam, orang-orang Kristen,
- anak generasi mudanya ke gereja. Sulit
- sekali. Sehingga tadi saya katakan
- isinya rata-rata orang tua. Itu pun
- kalau masuk berisi. Kalau enggak
- rata-rata kosong. Sementara orang Islam
- berduyun-duyun pergi ke masjid. Dan ini
- setelah saya pikir salah satunya adalah
- karena pelajaran agama tidak ada di
- sekolahan.
- Ajaran agama diserahkan kepada keluarga.
- Nah, ini pun juga saya kurang setuju.
- Kalau misalnya nanti pelajaran agama
- dicabut dari sekolahan kemudian
- diserahkan kepada orang tua, apa yang
- terjadi di Inggris mudah-mudahan tidak
- terjadi ya terhadap agama Kristen
- mungkin akan juga terjadi di Indonesia
- itu karena kan tidak setiap orang mampu
- untuk mengajarkan kepada anak-anaknya
- baik kemampuan secara materi maupun
- waktu. Nah, akibat di Inggris
- pengetahuan kami itu tidak ada ajaran
- agama ee di sekolahan ya. Kemudian
- mereka diserahkan kepada keluarga ya
- sudah. Sementara keluarga juga makin
- lama makin ee tidak mengenal agamanya,
- tidak beragama. Bahkan sekian puluh
- persen mereka sudah walaupun agamanya
- masih Kristen tapi mereka ateis. Nah, ya
- itulah yang saya lihat di sana.
- Mudah-mudahan itu tidak terjadi di
- Indonesia. Karena apa?
- bahwasanya Islam ini akan
- menyebar di seluruh dunia. Tapi ini
- tidak kita terima dengan taken for
- granted tanpa apa? Usaha bisa-bisa nanti
- mungkin tak naudubillah minzalik Islam
- di Indonesia bisa seperti yang terjadi
- di Inggris terhadap agama Kristennya.
- Kalau kita orang tua tidak perhatian.
- Maka di saya sampaikan, mari kita
- kembali kepada Al-Qur'an. Ah, mari kita
- kaji Al-Qur'an dengan sebaik-baiknya.
- Insyaallah kalau itu nanti akan lestari
- Islam. Tapi kalau tidak kemungkinan
- naudubillah minzalik jangan sampai
- terjadi. Yang betul-betul kita
- khawatirkan Islam akhirnya tinggal
- namanya, masjid tinggal bangunannya dan
- seterusnya. Itu yang sangat kita
- khawatirkan. Itu ibrah yang sebetulnya
- sebagian daripada kesimpulan akan saya
- sampaikan. Jangan sampai ee apa yang
- dialami oleh agama Nasrani Kristen di
- Inggris itu terjadi pada Islam di
- Indonesia. Yang gereja di sana kosong
- sekarang nanti masjid di Indonesia ini
- kosong. Nauzubillah minzalik dari
- penghuninya. Anak-anak remaja sudah
- tidak tertarik lagi dengan agamanya
- juga. Begitu anak remaja di Indonesia
- nanti ee Islam, Muslim tidak tertarik
- dengan agama Islam. Naudubillah
- minzalik. itu jangan sampai terjadi.
- Nah, memang banyak sekali hal-hal yang
- bisa kita ambil ee pelajaran ya dengan
- kita mengadakan perjalanan ini. Ya
- memang itulah yang Allah sampaikan.
- Fasiru fil ard fanzuru kaifaqibatul
- muqadibin dan seterusnya. Itu dapat kita
- saksikan bagaimana orang-orang yang
- mendustakan agama mereka. Masyaallah lah
- ya. Itu itu memang dari segi fisik
- nampak maju tapi kita lihat bagaimana
- kegersangan mereka dalam kehidupan
- sehari-hari. Itulah yang dapat kami
- lihat ee dari beberapa hal mungkin satu
- saat karena memang beberapa kali
- undangan ya ee kepada kami tidak
- semuanya dapat kami bisa penuhi ya itu
- ini sebagian dan ini juga masih menunggu
- lagi undangan keluar sehingga
- kadang-kadang ya saya sendiri mohon maaf
- ya tidak bisa seintensif lagi untuk
- mengisi di Rasil karena ee ya harus
- menemen tadi undangan-undangan dakwah
- Wah, ya itu undang-undangan yang lain.
- Dalam sebulan ini sudah dua kali kami
- harus pergi keluar, ya. Jadi, itulah
- sekali lagi
- sebetulnya umat Islam di Eropa sangat
- menunggu kiprah umat Islam Indonesia.
- Demikian yang saya sampaikan. Baik,
- terima kasih Imam Yasama Mansur atas
- pemaparannya, atas kajiannya, atas
- sharingnya ya perjalanan ke Eropa
- kemarin khususnya berdasarkan Al-Qur'an
- ya. I berdasarkan Al-Qur'an. Baik dan
- Ikhwan Awat terima kasih atas
- kebersamaannya. Mohon maaf ya ee jika
- ada pertanyaan yang belum sempat kita
- bacakan karena ternyata di tengah j ada
- gangguan teknis tadi WA dan SMS-nya
- tidak terbuka ya. Mohon maaf Ikhwanawat
- dan juga mohon maaf juga jika ada ikhwan
- awat tadi yang menunggu di telepon
- terputus ya ikhwan wat kita akan kembali
- lagi pekan depan insyaallah di waktu dan
- jam yang sama. Sekali lagi sampaikan
- terima kasih Imam Mansur dan kami undur
- diri saya Rizal Hak, Bang Ondi dan Bang
- Fahri juga teman-teman yang ada di
- daerah. Subhanakallahum wabihamdika
- asadu alla ilahailla anta astagfiruka
- billahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- Ah.
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]