Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil Visual untuk
- Islam yang satu. Ikhwan dan akhwat,
- masih bersama kami dalam kajian sirah
- sahabat bersama Ustaz Kamaruddin Basuni
- yang telah kita simak bersama tadi
- memaparkan tentang sahabat Qais bin Saad
- yang cerdik, pandai, namun tidak
- berjenggot. Ya. Baik, Ikhwan dan Akhwat.
- Ee kini kita sudah masuki sesi yang
- kedua, yaitu sesi tanya jawab. Ada
- beberapa yang sudah masuk, Ustaz.
- Mungkin ada juga yang di luar tema ini
- pertanyaannya. Iya. Tafadol.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullah. Saya Ibu Darma. Heeh.
- Dari Bekasi. Ustaz, mungkin pertanyaan
- ini di luar tema. Kalau anak suka minta
- didoain sambil megang kaki saya
- seakan-akan seperti menyembah. Boleh
- tidak, Ustaz, dalam agama? Mohon
- pencerahannya. Iya.
- Baik, Ibu yang sama-sama mengharapkan
- ampunan
- Allah. Doa itu memang ada adabnya
- ya. Nah, adab doa itu tergantung kondisi
- ya. Kalau kita berdoa kepada Allah itu
- adabnya menghadap kiblat ya. dalam
- keadaan suci, bersih ya, tempatnya juga
- bersih, pakaiannya juga
- rapi. Nah, sekarang bagaimana seseorang
- berdoa minta didoakan oleh orang tuanya
- ya sambil mencium kaki atau sambil
- megang kaki. Megang kaki
- ya mungkin itu agak
- sedikit campur itu dengan adat kebiasaan
- orang Hindu ya.
- Karena kalau kita lihat banyak
- perilaku-perilaku orang Hindu yang ada
- di kalangan orang
- Islam seperti
- Sasajen itu. Sasajen itu kan perilaku
- orang Hindu. Tapi masih ada sebagian
- orang Islam melakukan hal
- itu. Ngasih minum kopi
- di tempat yang sunyi. Untuk siapa? Untuk
- Mbah K. Padahal mbahnya sudah mati. Nah,
- itu kan gaya-gaya Hindu. Terus minta
- didoakan sambil mencium
- kakinya. Ya, itu tidak islami ya. Ya,
- kalau minta didoakan di sampingnya ya
- enggak usah sambil mencium kaki dan
- sebagainya
- ya. Kita di depan orang tua kemudian
- orang tua berdoa sambil mengangkat
- tangan kita di sampingnya. Kita pun ikut
- menadahkan tangan sambil mengaminkan
- seperti Umar bin Khattab radhiallahu
- anhu minta didoakan oleh Abbas. Abbas.
- Nah, kenapa dia minta didoakan oleh
- Abbas? Kata dia, "Karena Abbas adalah
- salah satu paman Rasul dan Rasul
- mencintai Abbas."
- Maka pada saat Abbas berdoa maka Umar
- mengaminkan. Nah, itu sebaiknya. Artinya
- gak perlu pakai dicium-ciumlah.
- Apalagi kalau bahasa orang sono sungkem.
- Heeh. Sungkem sih enggak beda ya.
- Mungkin sungkem diadakan biasanya pada
- saat orang mohon ya izin mohon ridanya.
- Nah, biasanya dilakukan sungkem itu pada
- saat orang mengadakan yang kita kenal
- namanya nikahan ya. Coba kalau di luar
- nikahan tuh jarang orang sungkeman. Coba
- aja kita saksikan
- ya. Kita beberapa saat yang lalu melihat
- anak seorang pemimpin negara sungkeman.
- Itu kan dilakukan pada saat perni
- pernikahanikahan pernikahan. Jadi memang
- ada sebagian orang yang melakukan itu,
- tapi sebaiknya sebagai orang muslim ya
- kalau minta doa ya enggak usah sambil
- sungkeman ya minta doa aja. Karena doa
- itu kan dipanjatkan oleh seseorang
- kepada Allah. Karena yang punya e hak
- untuk memberikan itu adalah Allah. Nah
- kita sebagai hambanya memohon kepada
- Allah. Maka dalam ayatnya iyaka na'budu
- wa iyaka nastain. Demikian ya. Baik.
- Sayaakallah khair ustaz atas jawabannya.
- Semoga Ibu Darma di Bekasi tadi menyimak
- pertanyaan dari Ustaz Omaruddin
- selanjutnya, Ustaz, ini pertanyaan dari
- Bunda Rido. Iya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz. Apakah semua
- sahabat itu hafal Al-Qur'an, Ustaz?
- Oh, sahabat.
- Hampir semua sahabat itu mereka pada
- hafal, tapi tidak semuanya ya. Karena
- sahabat itu kebanyakan di zaman Nabi
- banyak diteruskan
- keluar. Khalid bin Walid itu di rumahnya
- berapa banyak sih? Kebanyakan di
- luar. Sahabat-sahabat besar yang lahir
- di Madinah dan tidak sedikit mereka
- meninggalnya di luar Madinah. Bahkan ada
- sahabat yang meninggal di Palestina,
- padahal rumahnya di
- Yaman, lahirnya di Makkah, meninggalnya
- di
- Irak. Terus ada lagi sahabat yang
- dikirim ke mana? Ke Cina. Meninggal di
- Cina. Sahabat yang dikirim ke Maroko
- meninggal di sana. Jadi di zaman Rasul
- para sahabat itu kebanyakan mereka
- berkelana yang oleh Allah dikatakan
- asaihun. Mereka berkelana menyampaikan
- dakwah. Ah, di tempat dakwah itulah
- mereka dipanggil Allah. Itulah
- orang-orang yang digembirakan oleh
- Allah. Yaitu di antaranya attaun,
- alabidun, alhamdul, assaihun yang suka
- berkelana. Demikian ya. Baik, terima
- kasih Ustaz atas jawabannya. Kita
- beralih ke SMS selanjutnya Ustaz. I ini
- tidak disebutkan namanya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Pak Ustaz, apakah kelompok
- orang yang menyatakan pendapatnya paling
- benar? dan menyesatkan orang yang
- berpendapat lain itu sama dengan
- kelompok yang diperangi oleh Sayidina
- Ali. Terima kasih, Ustaz, dari hamba
- Allah di perjalanan. Iya, ya. Kalau
- gayanya sama, enggak jauh
- beda, merasa dirinya paling benar yang
- lain salah. Ah, itu memang enggak boleh.
- Jadi, kalaupun kita merasa benar, jangan
- mengatakan saya yang paling benar, yang
- lain salah. Nah, itu namanya kibir
- namanya. Kibir kibir itu ya sombong ya.
- Jadi kalau demikian ee kita orang
- apalagi orang yang alim ya yang punya
- jiwa tawadu mereka gak berani ya
- menyalahkan. Paling mereka ngasih saran
- ya karena khawatir ya itu akan
- menimbulkan kesombongan ya. Nah,
- orang-orang
- saleh, orang-orang yang ilmunya tinggi,
- justru mereka merasa dirinya lemah.
- Karena Allah mengatakan wa dalam
- firmannya, wauqa kul ilmin alim. Di atas
- orang alim ada yang lebih alim
- lagi. Jangan merasa oh enggak ada yang
- lebih dari saya. Ah, itu kesombongan.
- Istikbaran fil arde itu. Itu ala itu
- artinya apa? Orang Sun mah adigung itu
- jelema adigung gede hulu istilahnya
- gitu. Merasa diri paling benar benar.
- Yang lain agamnya kecil. Nah itu
- sombong. Demikian ya. Baik terima kasih
- Ustaz atas jawabannya. Ini kita beralih
- lagi ke pertanyaan selanjutnya ini dari
- nomor
- 08966 sekiansekian. Iya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz
- Komaruddin Basuni. Iya. Ada sebagian
- orang ngomong ziarah kubur ketemu yang
- diziarahi kemudian minta bantuan agar
- usahanya lancar. Iya. Itu bagaimana,
- Ustaz? Terima kasih. Iya. Kalau kita
- ziarah ke tempat orang yang sudah wafat
- itu di zaman hari ini ya dan di zaman
- Rasul tidak jauh berbeda ya. Tapi
- bedanya itu kalau di zaman sekarang di
- samping dia ziarah ada niat-niat yang
- lain. Minta doa, minta didoakan. Itu
- kelirunya. Masa orang mati mendoakan
- orang hidup. Mestinya orang hidup
- mendoakan orang mati.
- Nah, ini kekeliruannya di situ ya. Jadi
- kalau hadis Nabi kan dulu saya melarang
- kalian berziarah, sekarang Pak Zuruha
- silakan ziarah. Terus ambil ibrah bahwa
- kamu pun akan seperti dia, kamu pun akan
- mati. Maka doakanlah mereka. Itu
- pentingnya doakan bukan minta doa. Nih
- kepada orang mati minta doa. Nih
- kelirunya di situ ya. Kelirunya.
- Nah, terus bagaimana kalau di tempat
- yang kita jarahi? Ketemu sama orang yang
- diziarahi umpamanya.
- Tapi kalau ketemu dengan orang yang
- diziarahi timbul pertanyaan yang
- diziarahinya pernah ketemu dia apa
- enggak gitu masalahnya. Nah, mungkin
- kalau dia bilang pernah ketemu sempat
- waktu hidup ketemu. Nah, kalau ada orang
- berkata, "Saya ketemu tuh dengan
- orangnya," padahal orangnya sudah mati.
- Kan gitu. Nah, itu siapa?
- Itu yang disebut namanya qarin. Qarin.
- Nah, qarin itu siapa? Ya, makhluk Allah
- yang menyertai dia waktu dia
- hidup. Dari mana itu qarin datangnya?
- Qarin itu datangnya dari bangsa jin.
- Nah, jadi dia
- menyerupainya. Jadi bukan asli orang
- mati hidup, bukan. Tapi itu qarin. Itu
- adalah qarin yang menampakkan diri
- kepadanya.
- Demikian ya. Ya. Baik, terima kasih
- Ustaz. Ini kita beralih ada
- pertanyaan yang lain Ustaz I. Ee
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz Kamaruddin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz, jika dalam
- pemerintahan sekarang, apakah posisi
- yang tepat untuk menggambarkan sosok
- seorang Qais bin Saad?
- Ya, kalau digambarkan di zaman sekarang
- mungkin karena dia itu ahli strategis
- ya, ahli pembuat perencana itu mungkin
- kalau di kalangan sebuah negara itu
- yaitu pemegang kendalinya BIN Badan
- Intelijen Negara lah. mungkin ya
- ketuanya ya. Dialah
- yang menyampaikan, dialah yang
- menggagas, dialah yang memberikan
- masukan kepada atasannya kan gitu.
- Bagaimana kalau sebuah negara ini bisa
- aman, harus diadakan ini ini. Wah. Nah,
- mungkin seperti itu. Nah, makanya ee
- Qais bin Sa'ad sebelum dia masuk Islam
- itu memang termasuk ya intelijennya di
- negeri Madinah ya. Karena dia anak muda
- dan cerdik, pandai, kemudian wawasannya
- jauh. Nah, karena memang keturunannya
- keturunan orang baik. Saad bin Ubadah
- ini kan tokoh. Nah, kemudian di samping
- itu dia punya kakek ya, kakeknya itu
- dermawan. Maka kedermawanan itu tidak
- turun kepada Saad bin Ubadah, tapi turun
- pula ke cucunya yaitu Qis
- itu. Sampai Qais ini dibicarakan oleh
- sahabat, "Wah, ini orang ini kalau
- terus-terus begini itu bisa habis tuh
- harta bapaknya."
- Akhirnya kedengaran sama bapaknya. Kata
- bapaknya, "Eh, kamu
- mestinya jangan bicara itu. Enggak
- mungkin anak saya jadi orang kikir
- itu. Kalau habis juga enggak apa-apa."
- Saya kata saya rida.
- Bahkan orang-orang Arab pada zaman itu
- kalau seorang musafir sedang bepergian
- kemudian dia bepergiannya tengah malam
- kemudian kelaparan itu suka ada api yang
- menyala terus ada
- tulisan siapa di antara kamu yang merasa
- haus lapar marilah mampir ke Bani Dulem.
- Bani Dulem. Nah Bani Dulem itu
- ternyata
- engkongnya. Engkongnya Qais bin Saad.
- Nah, di tempat itulah makanan selalu
- terhidang siang dan
- malam. Dan mereka yang datang kepadanya
- gratis tuh, enggak ada yang diminta
- pokoknya. Dan mereka senang itu. Nah,
- itulah jadi kedermawanan diiringi dengan
- keberanian kemudian dengan keluhuran
- budi akhlak yang tinggi. Itulah Qais ya.
- Jadi dia mewarisi, mewarisi dari
- kakeknya, dari bapaknya. Demikian. Baik.
- Berarti kalau posisi dalam pemerintahan
- sekarang mungkin Kais bin Saat ini
- adalah ketua BIN, Ustaz. Negara ya.
- Baik, SMS selanjutnya nih, Ustaz. Ee
- Ustaz, apakah surah Fatir yang tadi
- dibacakan oleh Ustaz ayat 43 diturunkan
- untuk mengingatkan sahabat Qais bin
- Sa'ad?
- Ya, karena ayat ini bukan karena
- lisababihi,
- tapi ayat ini berlaku umum ya. Siapa?
- Jadi siapa saja yang punya keinginan
- yang terbaik, yang ingin merubah
- karakter buruk menjadi baik, ya ikutilah
- jejak-jejak sahabat Rasul itulah yang
- sekiranya dia sampai dia bilang, "Kalau
- bukan karena Islam, dia bilang, heeh.
- Saya akan membuat satu tipu muslihat,
- tipu muslimah yang tidak bisa ditandingi
- oleh bangsa Arab." Waduh. Jadi memang
- kalau istilah sekarang nih saya akan
- ledakan bom atom
- berikutnya. Kalau kita sekarang mengenal
- bom atom yang diledakan Amerika ya yang
- telah menghancurlulukan Kiroshima dan
- Nagasaki. Mungkin ini akan meledak lagi
- 10 kali lipat kali lebih dari itu. Lebih
- daripada itu. Tapi karena beliau itu di
- siibko, dididik oleh Al-Qur'an, dididik
- oleh Asunah itu niatnya tuh hilang.
- seketika hanya kebaikan dan kebaikan
- yang menonjol sekarang. Akhlak yang
- tinggi, sopan santun yang tinggi,
- peradaban yang indah pada dirinya,
- gayanya yang memukau. Masyaallah.
- Sekalipun dianggap orang kurang ya
- karena enggak punya jenggot, sunah.
- Jenggot jenggot itu sunah itu. Maka saya
- sekalipun tipis-tipis saya jaga. Ini
- satu apa istilahnya? Anugerah. Anugerah
- dari Allah. Tapi kadang kala orang lihat
- jenggotan, wah teroris itu. Wah ini
- namanya penistaan ini mah. Ya. Masa
- orang jenggot teroris banyak orang
- jenggot orang-orang yang tawadu. Justru
- mereka yang mendidik orang-orang yang
- tidak baik menjadi baik. Yang tnya
- orangnya
- kengang-kayang, jalan juga enggak jelas
- ke mana arahnya. Itu bisa berubah. Itu
- di sono. Di sini sih enggak ada. Ya,
- kalau yang dibilang teroris berjenggot
- orang-orang Yahudi Ustaz ya kan kita
- lihat banyak mereka pada Heeh.
- Jadi yang berjenggotnya saudara kenapa
- diatasnamakan kepada Islam? Di luar
- Islam juga banyak Yahudi itu kebanyakan
- berjenggot semua. Kenapa mereka tidak
- pernah? Justru mereka itu biangnya itu.
- Kita akan baca itu peristiwa 11 Maret
- itu
- dalam beberapa saat. Kenapa pada saat
- itu tidak ada satuun orang Yahudi yang
- menikah? Bahkan orang Yahudi pada saat
- kejadian mereka tidak masuk kantor. Nah,
- kenapa dialamatkan kepada orang Islam?
- Nah, juga itu sebuah pertanyaan.
- Najengan yang mereka karena Allah tidak
- pernah berkata dusta. Allah mengatakan
- bahwa mereka orang Yahudi itu selalu
- mewaroi jujur, selalu berada di belakang
- layar. Jadi yang berbuat orang lain,
- tapi yang mengendalikan siapa? Yang
- ngasih dana siapa? Yang ngasih ide,
- siapa? Yang ngaji siapa? Nah, tapi
- kenapa mereka tidak pernah terungkap?
- Nah, itu licik namanya. Licik itu
- namanya sifatnya sifatnya licik. Nah,
- orang Islam enggak boleh licik. Kalau a
- ya a jujur ya. Demikian ya. Baik. Ee
- terima kasih, Ustaz. Mungkin karena
- keterusan waktu Ustaz ya.
- Ee ini apa
- namanya? Pelajaran apa yang bisa kita
- ambil dari sahabat Qais bin saat ini
- agar kita bisa menjadi seperti bila
- Ustaz? Di zaman now ini. Iya.
- Para pendengar Radio Rasil dan para
- pemirsa TV
- Rasil yang dirahmati Allah Subhanahu wa
- taala. Ada yang perlu kita ambil ibrah
- dari perjalanan seorang Qais bin Saad
- ini, yaitu kita harus merubah karakter
- dan gaya kita ini. Yang tadinya kita
- punya pikiran yang negatif harus dirubah
- menjadi
- positif. Kenapa?
- Karena kebiasaan berlaku tidak baik.
- Kalau kita enggak rubah sekarang kapan
- lagi? Nah, justru yang bisa merubah itu
- yaitu
- adalah peradaban Islam yang telah
- dibangun oleh Nabi dan para sahabatnya.
- Itulah yang merubah. Sekiranya Nabi
- tidak diturunkan oleh Allah ke muka bumi
- untuk menegakkan agama Allah, mungkin
- dunia ini gelap terus, penuh dengan
- berbagai kezaliman. Nah, sekarang
- sekalipun terjadi di dunia ini, tapi
- tetap masih ada bagian-bagian negeri
- yang diamankan oleh Allah. Bahkan dalam
- tafsir Ibnu Katsir pada saat beliau
- menafsirkan surah at-Taubah ayat 18,
- yaitu ayat innama yammuru masajidallah.
- sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam
- Ahmad. Beliau, Nabi mengatakan, kata
- Nabi, Allah yang maha Aziz dan maha
- agung
- bersumpah pada saat
- Allah ingin menimpakan azab karena
- kezaliman
- manusia, maka Allah melihat dulu
- masjid. Ternyata masih ada orang yang
- memakmurkan masjid.
- Masih ada orang yang berkasih sayang
- karena Allah. Masih ada orang yang mohon
- ampun di waktu
- sahur. Maka dengan itulah aku
- cabut rencana akan mengajab ahli bumi
- itu. Karena apa? Karena masih ada
- orang-orang yang saleh tadi. Masih dia
- menghidupkan salat berjamaah di masjid.
- Masih dia membangun silaturahim.
- Masih dia mohon ampun di waktu orang
- lain tidur nyenyak dia masih. Nah, jika
- tidak ada orang-orang seperti ini
- mungkin kita ini sudah habis semua
- enggak ada nih. Maka kita bersyukur nih
- dengan kehadiran orang-orang yang saleh
- yang tidak sombong yang selalu mengabdi
- kepada Allah. Nah, ini
- benteng-benteng yang sehingga marah
- Allah, murka Allah tidak turun karena
- ada orang-orang demikian. Nah, itulah
- salah satunya yang disebutkan
- sibgatullah. Itulah celupan Allah.
- Demikian, mudah-mudahan bermanfaat.
- I demikianlah ikhwan dan akhwat
- pemaparan dan juga jawaban-jawaban yang
- diberikan oleh Ustaz Kamaruddin Basuni
- dalam pelajaran kita di pagi hari ini
- dengan sahabat Kais bin Saad. Semoga
- kita bisa mengambil pelajaran dan ibrah
- untuk kita semua agar menjadi lebih baik
- lagi. Lebih baik lagi ya. Baik ikhwan
- dan akhwat. Ee untuk itu kami karena
- keterusan waktu kami maaf undur diri.
- Saya Khalid Mustofa ditemani Ondi Kang
- Fahri juga Zain. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]