Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
1:45 ikum warahmatullahi wabarakatuh 1:48 Waalaikumsalam War warahmatullahi 1:53 wabarakatuh 1:58 auzubillahiminasyait 2:00 [Musik] 2:14 [Musik] 2:18 Bismillahirrahmanirrahim 2:26 innalladzinaquahum 2:28 wu 2:35 [Musik] 2:41 innama 2:43 amruhum 2:44 ilallahi 2:46 tumma 2:49 yunabbiuhum Bima Kanu 2:58 yafalun 3:03 hasanati 3:05 fahu asru 3:09 [Musik] 3:10 amaliha 3:12 waman 3:15 ja 3:17 bisayiaati falaa yujza 3:22 illa 3:24 mitlaha wahum laa 3:28 yudlamun 3:32 Qul 3:35 innani 3:36 hadani 3:39 Rabbi 3:41 [Musik] 3:42 ilaatim 3:48 mustaqim 3:50 Din 3:52 qiamam mata 3:56 Ibrahim 3:58 Hanifa 4:01 Wana Minal 4:06 [Musik] 4:07 musyrikin Qul 4:10 Inna 4:12 shati 4:14 wausuki wa 4:16 mahyaya wa 4:18 mamati 4:20 lillahi 4:28 rabbilamin 4:30 [Musik] 4:37 Aul 4:50 mmininqallahulim wasalamualaikum 4:52 warahmatullahi 4:54 [Musik] 4:56 wabarakatuh asalamualaikum 4:58 warahmatullahi wabarakatuh wakatuh eh 5:00 selamat malam eh saudarasuda rekan-rekan 5:04 sahabat Leaders dan eh pemimpin dan 5:07 calon pemimpin Indonesia malam ini 5:09 kembali Indonesia stroke hadir sebuah 5:12 acara diskusi dialektikal yang penuh eh 5:16 dan mendalam 5:17 eh dengan tema omnibus law dan lonceeng 5:21 kematian 5:22 demokrasi tema omnibus Law kita angkat 5:25 kembali pada Indones stok pada malam ini 5:28 yang eh spesial dengan menghadirkan dua 5:32 pembicara kita dari kalangan akademisi 5:35 yang pertama adalah eh Bapak eh Faisal 5:40 Basri ekonom kita nantinya Insyaallah 5:42 akan 5:44 mengulas omnibus Law dari sisi ekonomi 5:48 sebenarnya seperti apa sih omnibus Law 5:51 yang katanya bisa memperbaiki ekonomi 5:53 dan investasi kita eh tetapi ternyata di 5:56 sisi lain banyak ditentang oleh 5:58 masyarakat Benarkah omnibus Law 6:01 merupakan sebuah solusi untuk membuka 6:03 Tenaga Kerja dan juga meningkatkan 6:06 investasi dan ekonomi kita Nah 6:08 mudah-mudahan nanti Pak Faisal Basri 6:10 bisa eh mengupas dan memberikan 6:13 pemaparan kepada kita yang sebenarnya 6:16 seperti apa yang sedang terjadi 6:17 pembicara kedua juga hadir bersama kita 6:20 Prof Firman Nur Asalamualaikum Pak Prof 6:22 Firman Waalaikumsalam warahmatullah 6:24 wabarakatuh mudah-mudahan Bisa mengulas 6:27 dari sisi politik dan juga demokr 6:29 Bagaimana sebenarnya ee kondisi dan 6:32 posisi omnibus Law di negara kita sebuah 6:35 undang-undang yang super ya super sekali 6:37 super cepat super padat super tebal 6:40 halamannya dan super aneh dalam proses e 6:44 penetapan undang-undangnya di eh sidang 6:47 paripurna DPR Nah mudah-mudahan nanti eh 6:51 Prof Firman juga bisa memberikan ulasan 6:53 kepada kita bagaimana sebenarnya posisi 6:55 omnibus yang banyak ee polemik ini dari 6:58 sudut pandang politik demokrasi dan 7:00 kenegaraan kita dan yang tidak kalah 7:03 pentingnya dua pembicara tetap kita tua 7:05 rumah kita pak 7:09 asamikumak 7:19 waramdillahak ya pakani juga di sini 7:21 mudah-mudahan nanti kita harapkan bisa 7:23 memberikan pemaparan kepada kita 7:25 bagaimana omnibus dari sudut pandang 7:29 demokrasi sebagai eh anggota DPR yang 7:33 melihat dari sudut pandang pembahasan di 7:35 dalam DPR dan juga eh dari sudut pandang 7:38 e partai politik gitu ya dan yang 7:41 terakhir juga pembicara tetap kita kita 7:43 ketemu lagi Prof Roki halo halo malami e 7:48 i ya kita tunggulah The Great ideas-nya 7:52 nanti 7:53 eh apa yang sedang terjadi di negara 7:56 kita dengan omnibus laow ini gitu ya dan 7:58 EE Pak pada perempat keempat pembicara 8:01 mudah-mudahan ee pada malam ini kita 8:03 bisa memberikan pencerahan Kepada 8:05 seluruh masyarakat Indonesia sehingga 8:08 mengetahui apa yang sedang terjadi di 8:10 negara kita secara substantif dan bisa 8:13 memberikan pencerdasan dan juga 8:16 pendewasaan bagi kita masyarakat dalam 8:18 kehidupan berbangsa beregara ke depannya 8:21 untuk kesempatan pertama ee saya berikan 8:23 kepada Pak m silakan 8:26 Pak kasih Bang eh Firman Mas Fa Basri 8:33 dan Bung RI 8:35 Gerung bismillahirrahmanirrahim 8:37 assalamualaikum warahmatullahi 8:38 wabarakatuh alhamdulillah Allahumma 8:40 shalli ala sayidina Muhammad Amma 8:43 ba tema omnibus Law eh sangat layak kita 8:48 dalami bukan sekadar secara 8:51 teknikality ataupun prosedur formil 8:55 belaka tetapi 8:57 eh di 8:59 eh inside the trend kita perlu lihat ya 9:04 makanya temanya 9:06 eh omnibus law dan lonceng kematian 9:09 demokrasi karena demokrasi mati tidak 9:12 tiba-tiba Tetapi dia selalu eh bertahap 9:17 eh kehilangan kebebasan sipil kehilangan 9:21 keberanian menyatakan pendapat ya sikap 9:24 eh eh eh aparat yang if sehingga 9:30 pembiaran dari ee pemimpin negara atau 9:33 pemimpin pemerintahan Nah karena itu ee 9:36 izinkan Pada kesempatan kali ini saya 9:38 memandang dari tiga hal ya eh 9:41 ee yang pertama tentu 9:44 eh kerangka 9:46 ee aktor sistem dan kultur perlu kita 9:51 lihat ya di negara kita ee antara aktor 9:55 sistem dan kultur aktor sangat berperan 9:59 ya dan karena itu izinkan pada 10:01 kesempatan pertama ini saya melihat dari 10:03 perspektif leadership seorang Jokowi ya 10:07 Leaders do the ya dia melakukan sesuatu 10:11 yang benar ya value arah visi Ya 10:16 sementara Manager do the things ya 10:19 melakukan sesuatu dengan benar ya ketika 10:22 menyatakan e yang tidak setuju Pergi 10:25 saja ke MK sebetulnya beliau tidak lagi 10:28 leader tapi sudah Manager atau mungkin 10:31 mungkin juga worker gitu karena ketika 10:34 Leaders dia langsung mengikat ya kalau 10:39 bahasa nabi 10:42 kanukumukum dan tanggung jawab setiap 10:44 kalian pemimpin setiap Pimpin akan 10:46 dimintai pertanggungjawaban dan tanggung 10:47 jawab itu bukan berakhir di dunia saja 10:50 bahkan sampai ke akhirat ya makanya e 10:53 dari tujuh eh golongan yang mendapat 10:56 perlindungan di hari akhir nanti yang 10:58 disebut pertama itu imamun adil ya 11:01 Ee imam yang adil kalau definisinya adil 11:05 ee yang eh Bung Roki sudah bahas beber 11:09 waktu yang lalu eh no one left behind 11:12 ini bukan no one left behind bisa jadi 11:15 half behind gitu 11:17 loh separuh yang tertinggalnya gitu nah 11:20 sehingga ini betul-betul sesuatu yang 11:22 harus kita cermati karena itu Nyun Sewu 11:26 Pada kesempatan kali 11:27 ini 11:29 karakter seorang pemimpin akan sangat 11:33 mempengaruhi kultur dan sistem yang 11:36 dibangun ya 11:37 Eh kalau teman-teman ingat kita sempat 11:41 berbincang dengan pakman Said di forum 11:44 ini Beliau pernah hadir di rapat 11:47 paripurna atau rapat plenonya kabinet 11:50 kabinet 11:51 G satu presiden mengangkat sekitar 50 11:56 the best talented person Inonesia baik 11:59 itu menteri atau kepala lembaga Ya 12:02 sebagian kepala lembaga 12:04 ee dipilih oleh DPR tapi panselnya 12:07 selalu dari 12:09 pemerintah kalau 50 orang terbaik ini 12:12 betul-betul dipilih berbasis merit 12:14 system berbasis 12:17 etis berbasis konstitusi maka inilah the 12:22 best player eh yang akan memikul beban 12:26 Indonesia 50 ini memilih 5 Dirjen 500 12:30 Dirjen dia akan memilih 500 eh 5.000 ee 12:34 direktur ya Dan inilah eh orkestrasi 12:38 yang luar biasa ketika seorang leader 12:41 betul-betul mampu melihat apa yang ada 12:46 dan dirasakan oleh masyarakatnya 12:48 termasuk betapa beratnya publik kena 12:51 covid-19 betapa 12:54 tidak memiliki hati ketika dalam keadaan 12:57 berat diberikan kado pahit omnibus Law 13:01 ya sehingga saya menggaris 13:04 bawahi pelajaran termahal bagi Demokrasi 13:07 adalah memilih pemimpin yang betul-betul 13:10 tepat Nanti kalau kita detailkan eh 13:13 mulai kepemimpinan level 5 ya yang 13:15 sekarang sudah mulai digagas 13:17 kepemimpinan yang tidak lagi berpikir 13:18 tentang posisi kepemimpinan tidak lagi 13:21 berpikir tentang 13:23 eh apa kata orang tapi betul-betul pure 13:26 murni kita eh melaksanakan fungsi dan 13:31 tugas sebagai pemimpin untuk 13:32 melaksanakan empat tugas konstitusi kita 13:35 tentu 13:38 ee pemimpin inilah pada poin kedua ya 13:42 yang harus betul-betul membangun sistem 13:45 membangun institusi sekarang ini 13:48 ee dari dulu saya di DPR ee sudah 13:53 melihat ada sesuatu yang salah ketika 13:55 demokrasi yang dikembangkan adalah 13:58 demokrasi yang prosedural bukan 14:02 substansial makanya yang terpilih ya 14:05 dengan 14:06 eh presidenal ataupun dengan 14:10 eh Pilkada betul-betul ent barernya 14:15 belum lagi reformasi partai politik itu 14:19 tidak berjalan sehingga yang terjadi 14:21 memang tren oligarki kita menguat 14:24 sehinggabage inage out padahal e kita 14:28 sangat tahu ya ketika sudah 28 tahun 14:32 lebih ya nanti ee P akan lebih 14:34 mendetailkan 14:37 ee fenomena middle income 14:41 Trap pemimpin yang 14:44 berkualitas berintegritas dan berani ya 14:47 karena seolah seperti kita ee 14:50 menerbangkan ee pesawat luar angkasa 14:54 kecepatan sebelum ee batas atmosfer dan 14:57 Sud atmosfer berb sangat jauh ya ketika 15:00 kita ma dari gaya gravitasi sebelumnya 15:03 sayangnya alih-alih kalau kata Robert 15:06 Frost ya the road not taken gitu dalam 15:09 puisinya ahli-ahli memilih jalan yang 15:12 susah berat memperbaiki KPK yang 15:14 sekarang sedih ya Tadinya lembaga 15:16 rujukan sekarang jadi lembaga yang 15:19 bicaranya Bagaimana mobil dinas 15:22 Bagaimana naik gaji padahal ee sejak 15:25 awal belum lagi undang ee revisi 15:27 undang-undang ter akhir pegawai KPK jadi 15:29 ASN padahal dengan single salary system 15:32 Kemarin saya diundang teman-teman 15:34 lembagai negara kita malah mulai 15:36 mengarang ikutin KPK dengan single 15:39 salary system untuk ASN kita karena itu 15:41 sangat baik sekali halalan thayibah 15:44 bersih gitu tapi mencukupi dan 15:46 ehish and rewardnya bagus ketimbang 15:49 membangun 15:52 [Musik] 15:54 institusiangun 15:57 sistem Pak jok pandangan sangat shortcut 16:00 yang sangat eh tidak mengikuti kepada eh 16:04 eh good governance praktis yang selama 16:07 ini ada bukannya eh menegakkan eh hukum 16:11 ya Eh membangun eh sikap anti korupsi ya 16:15 sampai kepada eh membuat eh merit system 16:19 tetapi politik dinasti dan lain malah 16:21 yang masuk sehingga dari sudut sistem 16:23 kita berat berat berat nah terakhir 16:27 eh W 16:30 Nation 16:32 eh akan sangat bisa 16:36 gunakanlu dalam bukunya bahwa membangun 16:39 negara sangat besar ditentukan bagaimana 16:43 kita membangun peranata sistem demokrasi 16:45 kita pemerintahan yang akuntabel 16:47 pemerintahan yang tidak eh 16:51 eh risih dengan kritik bahkan bukannya 16:55 malah paranoid ya E mempertontonkan 16:58 orang-orang yang mengkritik itu dengan 17:01 borgol dan baju tahanan yang sangat 17:03 tidak layak gitu kemarin ee didebat 17:07 dengan eh 17:09 menkomino ada indikasi ingin 17:11 mengeluarkan aturan turunan dari 17:14 undang-undang ite pemblokiran ya sesuatu 17:16 yang EE bisa jadi kado pahit lagi untuk 17:19 ee para pegiat demokrasi ya bagaimana 17:24 ee kasus Prita kasus ee Dani Laksono 17:30 kasus robertus Robet kasus teman-teman 17:33 yang lain yang dengan pasal karet pasal 17:36 2728 ataupun eh 29 undang-undang ite 17:40 ternyata ini di zaman Pak SBY cuma 17:44 78 undang-undang ini digunakan di zaman 17:47 Pak Jokowi angkanya 17:49 208 ya 72 dengan 208 luar biasa Nah 17:53 karena itu 17:56 eh demokrasi yang yang 17:59 EE mulai berdenting lonceng kematiannya 18:02 adalah sesuatu yang betul-betul harus 18:05 kita perhatikan dan harus kita lawan 18:07 tentu tetap mengikut koridorkoridor 18:11 hukum mengikut koridor demokrasi dan e 18:15 menghadirkan sivil Society yang kuat 18:18 yang mampu mengawal pemerintah agar 18:20 tetap on the track begitu 18:23 B ya terima kasih Pak Eh kalau Pak ingat 18:29 ya di dalam salah satu buku halaman di 18:32 platform PKS itu indikator salah satu 18:36 indikator utama dalam pembangunan eh 18:39 bangsa negara adalah konsolidasi yang 18:42 menjadi fundamentalnya adalah 18:44 konsolidasi demokrasi dan good 18:45 governance kemudian konsolidasi 18:48 demokrasi dan good governance inilah 18:49 yang menunjang perkembangan ekonomi 18:53 untuk bisa meningkatkan PDB ya 18:55 mengurangi pengangguran mengurangi 18:57 kemiskin dan e mengurangi G rasio 19:00 ketimbangan sosial dan ujungnya adalah 19:03 meningkatkan indeks pembangunan manusia 19:06 nah faktanya yang terjadi sekarang 19:08 ketika omnibus Law ini 19:11 digaungkan yang katanya ingin E apa 19:14 membangun ekonomi menciptakan lapangan 19:17 kerja e ternyata dibangun atas dasar 19:19 pondasi konsolidasi demokrasi yang 19:22 sangatsangat tidak sehat dan jugaance 19:25 yang banyak sekali dilanggar tataaturan 19:27 kenegaraan kita nah Apakah dengan 19:30 kondisi ini Eh omnibus ini nantinya akan 19:34 bisa menciptakan perkembangan ekonomi 19:36 nah di sisi lain fundamentalnya banyak 19:39 dilanggar Bagaimana pak melihat 19:42 ini tujuan yang baik harus dengan cara 19:46 yang baik kalau 19:49 kata Imam Ibnu qim itu amaru harus 19:53 dengan cara 19:56 yangarua yang k saya mengumpamakan 20:00 omnibus Law ini saya tidak ingin menilai 20:04 Pak Jokowi penjahat ataupun punya niat 20:08 buruk Oke katakan niatnya baik tetapi 20:11 cara omnibus Law adalah cara yang tidak 20:15 baik bahkan mendekati mungkar Nah karena 20:18 itu kita harus betul-betul membangun 20:22 ehivil Society yang kuat ya eh 20:27 kerjaamaivilet dengan kekuatan oposisi 20:30 di DPR ataupun di luar DPR sehingga 20:34 eh demokratos ya bahwa eh kekuasaan dari 20:39 rakyat rakyat untuk rakyat bisa kita 20:41 wujudkan dan tentu ya selalu ada ee eh 20:46 cahaya di ujung terowongan ketika kita 20:48 terus bekerja ketika kita terus berjalan 20:51 yang tidak boleh adalah kita ee Berhenti 20:54 bekerja ataupun pesimis karena memang 20:58 ujian terbesar kita sekarang adalah 21:00 terus bekerja walaupun environment 21:02 infrastruktur ekosistemnya harus kita 21:04 lawan begitu 21:07 banget ya terima kasih Pak Mardani eh 21:10 sebelum kita ke Pak Faisal Basri Saya 21:12 ingin menyapa eh rekan-rekan sahabat 21:15 yang sudah bergabung di seluruh channel 21:18 yang menyelenggarakan dan menayangkan 21:20 acara indivesia Leaders Talk ini yang 21:23 mulai dari Channel eh radio dan juga 21:25 YouTube eh rasil kemudian yang kedua 21:29 channel dari PKS TV dan juga fanpage 21:32 Facebook ee Partai Keadilan Sejahtera 21:35 dan juga yang paling utama juga di 21:37 channel YouTube dan juga Facebook eh 21:39 Bapak Mardani alisera dan juga eh Saya 21:43 mengucapkan terima kasih kepada 21:45 rekan-rekan wartawan yang sangat 21:47 antusias untuk Meliput dan mengikuti ee 21:51 acara diskusi kita dengan topik yang 21:53 sangat hangat ini mudah-mudahan ee semua 21:56 konten diskusi kita ini bisa menjadi 21:59 materi dan bahan untuk memberikan 22:00 pencerahan kepada masyarakat baik 22:03 berikutnya kepada Pak 22:05 Faisal Bagaimana Pak Faisal memandangs 22:09 ini dari sudut pandang jernih ilmu 22:13 ekonomi dan Apakah benar ini bisa 22:15 memberikan solusi bagi bangsa 22:22 kitareen 22:26 Sil minta izin dulu nih 22:31 Oke 22:32 Eh ini 22:35 Eh eh Bang haldi eh Bang Mardani eh Bang 22:40 firman dan Bang Roki yang sudah lama nak 22:43 jumpa eh asalamualaikum warahmatullahi 22:46 wabarakatuh dan e tentu saja teman-teman 22:48 Eh 22:49 sekalian saya ingin semua pakai data ya 22:53 Ee karena ekonomi tanpa pakai data ya 22:56 bukan ekonomi nah eh pertama ini Eh tadi 23:01 Bang Mardani sudah sampaikan 23:02 filosofisnya eh dari segi leadership eh 23:06 kemudian 23:08 eh salah satu dari 23:13 eh ciri eh pemimpin atau leader 23:18 yang baik adalah mampu mendiagnosis 23:22 masalah ya Nah ini 23:25 eh ini salah diagnosis sudah jadi kita 23:29 gagal Pak Jokowi maksud saya menurut 23:31 saya ini gagal paham jadi ee 23:35 ee dia tak hadir sendirian ya Ee 23:38 sebelumnya telah hadir revisi 23:40 undang-undang KPK di tengah wabah sudah 23:42 ada undang-undang Minerba nomor 3 ada 23:45 undang-undang mahkamah konstitusi dan 23:48 ada Perpu yang dijadikan keranjang 23:50 sampah untuk memasukkan semua agenda ee 23:54 para oligar jadi ee bukan tentu saja 23:57 tidak semua ya tapi ee agenda agenda 24:01 oligark ini sudah masuk di sini misalnya 24:04 pasal 5 ayat 1 yang menurunkan tarif 24:07 pajak gitu 24:08 eh kemudian juga Eh perepu ini tidak 24:12 berbicara tentang bagaimana 24:15 memerangi covid bukan jadi ini Perpu 24:18 bukan e undang-undang darurat untuk 24:21 menghadapi keadaan darurat tapi untuk 24:24 menghadapi dampak ekonomi nah kemudian 24:28 eh sejak awal sudah gagal paham nih ya 24:31 kalau kita lihat eh Jokowi di videonya 24:34 di sini mengatakan dengan apa eh tangan 24:39 sebelah kiri atau sebelah kanan saya 24:41 lupa sebelah kanan 24:43 eh jarinya lima 24:45 jarinya langititu akan meroket gitu jadi 24:49 dia nganggap remeh gitu apa Eh mengelola 24:53 ekonomi itu tidak bisa seperti itu nah 24:56 kemudian Pak Jokowi heran sendiri dia 24:59 ee ibarat orang sakit kita ini baik 25:03 semuanya Katanya siapa yang bilang baik 25:05 ee kolesterol baik jantung baik 25:08 paru-paru baik darah tinggi juga enggak 25:10 ada tapi kok enggak bisa lari cepat ini 25:14 ucapan Pak Jokowi seusai sidang kabinet 25:18 2018 eh 5 Januari ee ya jadi nganggap 25:23 tidak ada apaapa gitu kalau tidak ada 25:26 apa-apa kok ada omnibus gitu kan itu 25:28 pertama kemudian ini dia yang Pak Jokowi 25:32 katakan kok ekonomi engak bisa lari 25:34 cepat ya tadi kan gak bisa lari cepat 25:36 nih larinya malah lebih lambat dari 7 ke 25:40 6 ke 5 sebelumnya Del bahkan kemudian 25:43 ini tren-trennya turun semua nih lihat 25:46 turun ini gara-gara gara-gara pandemi ya 25:48 anjelok Ya semua negara alami kemudian 25:52 iniget Pak Jokowi yang keit 25:56 itu itasnya Demikian Ya jadi seperti apa 26:01 mulut buaya yang makin menganga gitu 26:04 antara realitas dengan target kemudian 26:07 di 5 tahun ke depan e sudahah dikoreksi 26:10 tidak tinggi-tinggi lagi 8% gitu ya tapi 26:13 reratanya 6% pakai dua senenario bahkan 26:16 ada yang optimis ada yang pesimis 5,7 26:20 ini pun tidak akan tercapai Perkiraannya 26:22 cuma 26:23 3,4 nah kemudian cari kambing hitam kan 26:27 kambing hitamnya apa 26:29 investasi jadi penghambatnya adal 26:32 investasi Pak Jokowi bilang saya akan 26:35 kejar dan hajar benar dihajar kita semua 26:38 ini oleh omnius nah kemudian Jokowi 26:41 sebut belum ada kebijakan investasi yang 26:43 nendang sungguh dia menafikan 26:46 keberhasilan dia sendiri yang harus kita 26:48 akui cukup banyak kan cukup banyak Eh 26:52 nanti saya bah Eh nah kemudian di 26:56 kipas-kipas pas nih oleh orang-orang 26:59 dekat dia namanya 27:01 muldoko Bilang nih KPK nih sumber 27:04 masalah kemudian wakil ketua pemenangan 27:08 tim pemenangan RUU KPK yang baru 27:11 maksudnya bikin iklim investasi makin 27:14 kondusif kan luar biasa kalangan 27:17 pengusaha tanggapi positif revisi 27:19 undang-undang KPK ya muldoko sebut 27:22 macam-macam deh ini ya Nah inilah Jadi 27:24 pertama kali KPK dulu yang diem 27:28 ya padahal yang bikin kepala pening ee 27:32 paling pening kepala pengusaha adalah 27:34 korupsi tapi korupsinya justru kpk-nya 27:37 yang dikubur tapi kita jangan tinggalkan 27:40 KPK ya jangan kita tinggalkan KPK masih 27:44 banyak teman-teman KPK kita yang EE 27:46 berupaya untuk melakukan semaksimal 27:50 mungkin yang mereka bisa Tengah iklim 27:52 yang semakin susah buat mereka kita 27:55 dorong terus mereka untuk berbuat ee 27:57 yang semaksimal mungkin nah hadirlah 28:00 untuk ini semua eh omnibus ya sebetulnya 28:04 Ada tiga omnibus itu Cipta kerja 28:06 perpajakan Ibukota Negara Ibukota negara 28:10 belum kedengaran e perpajakan ini sudah 28:13 kebelet mereka tidak bisa menunggu lagi 28:16 dibahas di DPR mereka masukkan di cipta 28:20 kerja ya Eh jadi klustter baru yang di 28:25 ruunya tidak ada di dinya tidak ada 28:27 masuk di tengah Saya tidak tahu ini ee 28:30 secara hukum seperti apa Nah omnibus 28:33 Cipta kerja sendiri karpet Mas buat 28:35 pengusaha Minerba melucuti hak normatif 28:39 pekerja menumpulkan ketentuan 28:41 perlindungan lingkungan mengurangi 28:43 kewenangan daerah menghilangkan atau 28:45 setidaknya meminimumkan sanksi pidana 28:47 bagi pengusaha kalau melakukan hal-hal 28:50 yang menurut undang-undang sebelumnya 28:52 itu eh eh eh eh tidak boleh nah ini tak 28:58 sabar menunggu Seperti yang saya katakan 29:00 dikebut dulu nih karena eh enam 29:03 perusahaan batu bara terbesar e 29:06 konsesinya mau habis Nah kalau tidak ada 29:09 undang-undang ini tidak ada omnibus 29:11 tidak ada undang-undang Minerba maka 29:13 mereka harus mengembalikan konsesinya 29:15 kepada negara dan negara Berencana untuk 29:17 memberikannya kepada BUMN di era ibuini 29:21 kemudian mereka tidak boleh melebihi e 29:24 konsesinya melebihi 29:26 15.000 15.000 hektar eh dan macam-macam 29:30 itu nah mereka berusaha menyelamatkan 29:33 diri dengan all out gitu nah kemudian eh 29:38 salah 29:39 sasaran katanya kan tadi investasi kan 29:42 investasi jeblok investasi rendah Saya 29:46 ingin eh Sekedar memetakkan Saja PDB itu 29:51 produk domestik bruto barang dan jasa 29:53 yang dihasilkan oleh ekonomi E itu 29:56 terdiri dari tiga komponen konsumsi ada 29:59 konsumsi rumah tangga ada lnprt ini 30:02 lembaga nonprofit yang melayani rumah 30:05 tangga ini kecil sekali Mungkin e eh ngo 30:09 di sini kira-kira kemudian pemerintah 30:11 konsumsinya 8,8 jadi yang paling besar 30:14 adalah konsumsi rumah tangga ada 30:16 investasi investasi ada eh beberapa 30:19 jenis yang terbesar adalah bangunan dan 30:22 mesin sisanya kalau saya gabung 4,6 30:25 ekspor dan impor Nah kalau kita lihat 30:27 ekspor dan impor Min 0,5% artinya impor 30:32 kita lebih besar dari ekspor ini persen 30:35 terhadap PDB tapi 0,5 kan mendekati no0 30:38 ya jadi kita bisa abaikan ekspor impor 30:41 ini Konsumsi eh eh bergantung pada 30:45 masyarakat nah yang diacu oleh oleh oleh 30:49 pemerintah dalam onibus adalah investasi 30:51 ini Nah kita lihat investasi kita ya 30:55 investasi itu sharenya 30:58 32,3% terhadap PDB tinggi banget ah ini 31:02 dia 32,3% itu lebih tinggi dari rerat 31:05 negara berpendapatan Menengah Atas dan 31:07 menengah bawah dan mencapai puncaknya di 31:11 era Pak Jokowi gitu loh ini kan 31:14 pencapaian spektakuler Kalau menurut 31:16 saya ya spektakuler sekali itu naik 31:19 tajam gitu dan gak turun-turun praktis 31:21 eh stay pada level di atas 31:25 30% yang yang terbesar 31:29 ee di Asean ya terbesar di ASEAN dan 31:33 terbesar di ee tertinggi di ASEAN dan 31:36 tertinggi di Bricks Bricks itu Brazil 31:39 Rusia India 31:41 eh China dan dan South Afrika kecuali 31:46 China China memang beda ya China lebih 31:50 tinggi dari kita China Memang ee ini ee 31:53 sangat berbeda tapi China pun sudah 31:56 sadar dia ketinggian investasi investasi 31:58 ketinggian juga enggak bagus makanya 32:00 mulai turun Kemudian dari segi 32:03 pertumbuhan tadi level investasinya 32:05 pertembuhan investasinya di erah Jokowi 32:07 naik 32:09 terus dan lebih tinggi dari Brazil China 32:14 ini China nih kita lebih tinggi dari 32:16 China lebih tinggi dari Malaysia 32:18 Filipina dan eh Thailand gitu ya eh eh 32:24 South Africa juga Jadi hampir sama 32:26 dengan India tapi memang kita kalah 32:29 dengan Vietnam yang dalam beberapa tahun 32:31 terakhir menjadi Primadona nah kemudian 32:35 dari segi asing kan salah satunya 32:37 omnibus ini untuk eh attra eh undang 32:41 investor asing investor asing di kita 32:44 itu besar 20 besar di dunia ini laporan 32:49 PBB yang terakhir United Nation 32:51 conference on trade and development kita 32:53 tuh Nomor 18 Thailand tidak ada Malaysia 32:57 tidak ada Vietnam tidak ada Asean itu 33:00 cuman Indonesia dan Singapura di posisi 33:02 Ketiga kan keren Siapa bilang investasi 33:06 jeblok kemudian ini eh survei 33:09 menunjukkan bahwa 33:11 48,1% pengusaha asing di Indonesia akan 33:14 menambah 33:15 investasinya nomor tiga setelah China 33:18 dan India China kasat mata makin 33:21 Gandrung datang ke Indonesia tadinya 33:23 Indonesia itu di posisi 44 bagi investor 33:26 Cina 33:27 sekarang nomor 33:29 26 kemudian di mata Jepang paling 33:32 promising di dunia itu adalah eh India 33:36 Indonesia pernah 2013 turun memang tapi 33:39 Indonesia masih di posisi sangat 33:41 terhormat nomor 33:44 L kemudian asing itu memang tidak pernah 33:48 kita jadikan andalan utama Kenapa 33:51 tiba-tiba Pak Jokowi mau 33:54 membanjiriestasi as as itu kecil di 33:57 dalam 33:58 eh total investasi di Indonesia 1per15 34:02 saja Kenapa karena kita secara sengaja 34:06 membuat barikade yang sangat tinggi 34:08 pagar yang sangat tinggi Berduri yang 34:11 membuat asing itu susah masuk pagar kita 34:13 itu tertinggi ketiga setelah Filipina 34:16 dan Saudi Arabia Kenapa tiba-tiba Pak 34:18 Jokowi balik arah gitu ya Nah Apa itu 34:22 barikadenya dalam bentuk larangan atau e 34:26 striksi asing itu gak boleh 100% Eh 34:31 punya saham harus bagi-bagi dengan 34:34 nasional Nah sekarang mau dikasih kasing 34:36 100% Ya silakan gitu tapi gak usah pakai 34:40 omnibus segala 34:42 ya rilekan aja ini negatif investasi dan 34:46 sebagainya selesai kenapa harus omnibus 34:49 gitu kemudian ini salah lagi setelah 34:53 saya Ar pemerintah itu bahwa investasi 34:56 tidak benar jawaban pemerintah gini Iya 34:59 tapi investasi yang masuk tidak padat 35:02 karya Nah ini kan investasi yang masuk 35:05 tidak padat 35:07 karya saya lihat angka pengangguran di 35:10 era Pak Jokowi turun terus kok mencapai 35:13 level terendah nah gara-gara pandemi 35:16 yang naik wajar tapi sudah on the right 35:18 track Pak Jokowi menurunkan garis garis 35:21 angka kemisk eh angka pengangguran nah 35:25 kemudian masa ahnya adalah di tengah 35:28 kita ingin menciptakan lapangan kerja 35:32 selebar-lebarnya pintu buat pengusaha 35:34 China dibuka itu dia ini ya saya 35:38 perkirakan ini Wisman dari China itu 35:41 bukan Wisman untuk wisata nih pasca 35:44 pasca apa pasca pandemi ya kan enggak 35:47 ada wisatawan pasca pandemi kita lihat 35:50 eh eh eh China yang masuk ke Indonesia 35:54 itu bulan Juni 2000 bulan Juli 35:57 2700 bulan Agustus 36:00 3.700 ya yang sudah pasti yang lewat 36:03 udara ini ini lewat Eh Manado nih jadi 36:08 samratulangi jadi samratulangi tiba-tiba 36:11 jadi favorit buat China inih ini kita 36:15 lihat samratulangi ini pesawat-pesawat 36:17 dari China semuanya dari China nah ini 36:21 eh kalah Bali sekarang ngurarai Nah 36:24 berarti kan SR tulang ini bukan buat 36:26 wisata 36:27 kalau mau wisata kan utamanya Bali nah 36:30 kemudian saya eh telusuri lagi ini kan 36:34 sampai Agustus Oktober masuk lagi 260 36:38 pekerja di bandara Morowali dari eh 36:41 madado nih dari Manado Ya itu e nomor 36:45 pesawatnya ada kemudian Sabtu 10 Oktober 36:48 masuk lagi datanya belum saya temukan 36:50 tapi ada masuk Kemudian pada bulan 36:53 September e Vir ya Vir ini nomor dua 36:57 terbesar ee ee apa namanya ee smelter 37:01 itu masuk ee eh mengumumkan di China 37:06 lewat website ini eh mereka ini kalau 37:10 saya klik itu ya keluar tapi bahasa 37:12 Mandarin kan tapi saya sudah punya Nah 37:15 nanti kalau mereka tahu nih mereka eh 37:17 delete ini tapi saya sudah print eh 37:21 eh isinya itu jadi aman kita nah dia 37:25 ingin merekrut tenaga kerja dari 37:27 Indonesia 600 ee 7 37:32 pekerja syarat pendidikan minimumnya 37:34 terbanyak adalah SMP SMA dan Sekolah 37:38 Teknik Menengah teknik usianya di bawah 37:41 45 tahun gajinya di Kisaran 7.000 sampai 37:45 24.000 jabatannya petugas keamanan 37:48 pekerja bongkar muat koki pengemudi 37:52 ekskavator truk Dirk dan froglift 37:55 manajer gudang ahli sttik montir dan 37:58 operator jadi enggak benar yang dibilang 38:00 luhud panjahitan 38:02 itu yang tenaga-tenaga ahli mau bikin 38:05 pabrik baterai gak ada pabrik baterai di 38:08 sana sampai sekarang rencana pun e apa 38:11 persiapan pun belum ada nah jadi kita 38:14 enggak dapat apa-apa pekerja itu justru 38:17 banyak dari Cina dan mereka pakai 38:19 fasilitas Visa Kunjungan jadi kalau kita 38:23 mau tenaga kerja tenaga kerja ya 38:26 ketatkan dong jangan seperti ini kita 38:29 jebol terhadap tenaga kerja dari China 38:32 sementara kita tidak mampu dan janjinya 38:35 Pakai omnibus l gitu nah kita gak dapat 38:38 apa-apa dari sini saya gak mau bahas 38:39 nikelnya ya Eh nanti kita bahas khusus 38:42 tentang nikel tapi ini kita gak dapat 38:44 apa-apa dengan dengan adanya 38:46 smelter-smelter ini kemudian kalau 38:49 begini bagaimana Mus pekerja 38:52 petani-petani kita butuh lahan tapi Pak 38:55 Joko bikin food Estate ya bukan 38:59 community farming food Estate enggak ada 39:02 pegawainya nih gak ada petaninya paling 39:05 kalau petaninya adalah purnawirawan TNI 39:09 kemudian mau bantu peternak Apa kabar 39:12 tol laut sudah kita dengar lagi kalau 39:15 mau 39:16 bantu nelayan Jangan biarkan ekspor 39:21 lobster benih Lobster 39:23 di dibolehkan gitu kemudian impor kita 39:28 impor gula syahwat impornya tinggi 39:31 sehingga kita sudah menjadi importir 39:34 gula terbesar di dunia sejak 39:36 2016 kemudian yang kita bangun adalah 39:38 biofuel yang untung martuasitorus dan 39:42 kawan-kawan pekerjanya juga sedikit 39:44 Kalau ini pakai pekerja asing kan 39:47 kemudian ini batuara ya Mana ada 39:49 pekerjanya jadi ya Salah sendiri 39:52 dibikin-bikin sudah melakukan kerusakan 39:55 ditambah kerusakan yang Mega kerusakan 39:58 yaitu omnibus low nah kemudian ini Pak 40:02 Jokowi bilang nih sektor Padat Karya 40:05 kita butuh jadi dia mau obral 40:08 investasi dengan cara menekan buruh 40:11 politik Upah Murah P karya nih dia 40:15 bilang ini waktu dia 40:17 menjelaskan covid itu setelah demo-demo 40:20 ya Padat Karya katanya pengangguran di 40:23 kita ada 39% berpendidikan sekolah ni 40:26 ini harus dikasih kan dan ini kasih 40:29 Padat Karya kita lihat ini tamatan SD 40:33 ini enggak perlu di gak perlu 40:36 di diajari oleh pemerintah gak perlu 40:39 diciptakan pekerjaan oleh pemerintah dia 40:41 cari kerja sendiri angka pengangguran 40:44 terendah adalah tamatan SD ke bawah nih 40:47 yang harus Pak Jokowi ciptakan adalah 40:50 penganggur-penganggur yang banyak di SMK 40:54 8%an di Diploma 6 6%-an di universitas 40:58 5%an dan di SMA 6%-an ini tidak boleh 41:03 ini mencari proyek-proyek Padat Karya 41:06 karena mereka gak mau ngejahit menjahit 41:09 di perusahaan garman dan sebagainya Itu 41:11 jadi salah lagi salah lagi gitu cara 41:16 bacanya koreksi kalau saya salah deh 41:18 gitu ya Nah ini saya akan lewati aja ini 41:21 nah kemudian ini yang terakhir ee sesi 41:26 sesi terakhir mungkin 5 menit 41:27 mudah-mudahan ini salah kaprah lagi 41:30 padahal sudah di Jalur yang benar nih 41:32 pak Jokowi dalam kaitannya dengan 41:33 kemudahan berbisnis nah ini videonya 41:36 Hari ini saya ee ee e ada videonya bisa 41:40 dilihat nanti eh memang semua orang 41:44 mengakui kita pun mengakui bisnis di di 41:47 Indonesia itu ribet perizinannya banyak 41:50 tumpang tindih prosesnya lama 41:52 berbelit-belit gak pasti sudah lama itu 41:56 itu dialami oleh masyarakat tapi jangan 41:59 lihat simptomnya lihat akar masalahnya 42:03 dan akar masalahnya sedikit demi sedikit 42:05 sudah dielesaikan oleh Pak Jokowi nah 42:09 bayangkan nih Ketika pak Jokowi dilentik 42:12 24 eh Oktober 2014 peringkat kemudahan 42:16 berbisnis kita nomor 42:18 120 tercecer dibandingkan Singapura 42:21 posisi pertama di dunia ya Malaysia 42:23 nomor 6 Thailand Nomor 18 juga bakalah 42:26 jauh dari Brunei ke-59 dan Vietnam 42:30 eh 42:31 ke-99 21 peringkat kita kalah dengan 42:36 Vietnam namun pak Jokowi udah di menurut 42:40 saya sehingga dia 42:44 bisa memperbaiki dengan cara apa nih 42:47 paket kebijakan yang 16 itu 42:49 teman-temanudahudah tahu deh nah 42:52 akibatnya apa peringkat kita jadi naik 42:55 dari 120 ke 73 dengan Vietnam tinggal 43:00 tiga lagi kita ketinggalannya dengan 43:02 Brunei tinggal 7 lagi Janganlah kita 43:07 mimpi melewati Singapura Malaysia dan 43:09 Thailand kan Oke jadi sudah onch lebih 43:12 separuh jalan 43:14 nah kemudian Apa yang harus dilakukan 43:18 untuk mencapai 40 sebagai mana target 43:20 Pak Jokowi gampang banget gampang banget 43:24 yakni ini nih 43:26 jadi ada yang membaik luar biasa 43:29 resolving insolvency itu dari 144 ke 38 43:33 bagus sekali gettingectricity dan 43:35 lain-lain ini teman-teman bisa lihat nah 43:37 ada satu yang memburuk kecolongan 43:40 trading across border jadi ekor impor di 43:42 Indonesia ini susah banget ini 43:44 dibagi-bagi 43:46 rentenya oleh Kementerian Perdagangan 43:48 kementerian perindustrian R bagi-bagi 43:51 rente rente untuk impor gula larangan 43:54 ekspor macam-macam Pokoknya susah gitu 43:57 Nah kalau ini dikembalikan ke posisi 54 44:00 kita itu nomor 40 sudah kemudian De Ling 44:04 with construction permit kita perbaiki 44:06 ini makin buruk juga di areah Jokowi dan 44:08 registering property gak terlalu sulit 44:11 Menurut saya kita bisa nomor 30 Nah 44:13 inilah Eh teman-teman sekalian Jadi 44:18 filosofinya udah salah background-nya 44:21 sudah salah Asbabun nulusulnya juga 44:24 jelek gitu Nah ini terjadi sejalan 44:27 dengan kemuduran demokrasi dan saya 44:29 berhenti di sini Terima 44:33 kasih matur nuhun luar 44:36 biasa luar biasa Pak faal Faisal Basri 44:41 eh sebagai Seorang ekonom ya dari sudut 44:43 pandang ekonom 44:45 eh seandainya bapak punya ee kekuasaan 44:50 untuk mengambil keputusan apa yang akan 44:53 Bapak lakukan terhadap omnibus Law ini 44:55 apakah mencabutnya memperbaiki 44:58 dalam-dalamannya atau memang meneruskan 45:01 tapi kemudian menjelaskan kepada 45:03 masyarakat mungkin ini baik begitu Begi 45:06 Seperti apa kalau dari nol saya bikin 45:09 namanya undang-undang kemudahan berusaha 45:12 Oke jadi ini kan isinya kemudahan 45:14 berusaha I Nah kalau bicara kemudahan 45:17 berusaha keluarkanlah yang namanya ee 45:20 klaster tenaga kerja karena bukan kita 45:23 ingin mengobral tenaga kerja kita kita 45:25 ingin meningkatkan martabat pekerja 45:28 pekerja itu bukan sebagai faktor 45:30 produksi tapi manusia yang harus 45:32 dinaikkan martabatnya kita Saya tidak 45:35 akan utak-atik Pemda diambil alih e e 45:39 kewenangannya tapi justru saya akan 45:41 memperkuat Pemda sesuai dengan semangat 45:44 eh reformasi gitu Saya akan patuh tunduk 45:49 dan taat kepada perlindungan lingkungan 45:52 supaya terjadilah keseimbangan antara ek 45:55 ekonomi bisnis dan lingkungan gitu itu 45:58 kira-kira ya terima kasih Pak Faisal 46:02 nanti kita lanjutkan menarik sekali ini 46:05 saya sangat antusias karena narasumber 46:07 kita semua ini benar-benar ahli di 46:09 bidangnya masing-masing kemudian 46:11 berikutnya kita ke Prof Firman nah 46:15 sebelum Prof Firman juga saya ingin 46:16 kembali Eh menyapa sahabat-sahabat yang 46:20 sangat antusias eh menyaksikan Indonesia 46:22 lead ST pada malam ini kapasitas Zoom 46:25 kita sudah maksimal kepada 46:27 sahabat-sahabat yang ingin menyaksikan 46:29 Indonesia leader ST ee sudah tidak bisa 46:32 masuk Zoom silakan bisa mengakses eh 46:35 akun YouTube dan juga Facebook pakani 46:38 alera PKS TV ataupun eh rasil TV Oke 46:43 kemudian eh kepada profman profman dari 46:47 sudut pandang sosial politik Dua 46:50 organisasi Islam terbesar di Indonesia 46:54 NU dan Muhammadiyah yang bagi kita ini 46:57 sebagai Garda dan acuan moral ee bangsa 47:01 ini gitu ya itu sudah tegas menolak 47:04 omnibus Law gitu ya dan juga dari sudut 47:08 pandang politik mungkin nanti Prof 47:10 Firman bisa menjelaskan ini banyak 47:12 sekali melanggar aturan dan tatanan 47:14 politik dan kenegaraan kita nah 47:16 bagaimana Prof Firman melihat kondisi 47:18 sekarang dan se apa harusnya yang bisa 47:21 kita lakukan untuk memperbaiki semua ini 47:23 persilakan Prof masuk Resesi demokrasi 47:28 silakan Prof Iya baik pertama-tama saya 47:31 ucapkan ee Selamat malam asalamualaikum 47:34 warahmatullahi 47:37 wabarakatuhsamam Terima kasih banyak 47:39 kepada Pak mani alisera sahabat lama 47:41 saya yang sudah mengundang saya pada 47:44 acara ini kemudian yang saya hormati 47:48 Prof Faisal Basri dan juga Prof Oki 47:52 Gerung Selamat malam 47:53 ee dan tentu saja rekan-rekan semua 47:58 e Sebenarnya saya ingin menceritakan 48:00 yang simpel 48:01 saja bahwa kita harus 48:04 mengkontekan omnibus Law ini dalam satu 48:08 tatanan berpikir bahwa ini adalah 48:11 sebetulnya efek dari satu kondisi 48:14 kepolitikan Indonesia yang dalam setahun 48:17 belakangan ini terutama itu sudah 48:20 semakin menjauhi nilai-nilai demokrasi 48:24 Oleh karena itu tepat sekali ee judul 48:28 perbincangan kita malam ini bahwa ini 48:30 memang menandai ee lonceng kematian 48:34 begitu ya Nah Saya ingin memulai dari 48:37 situasi ee setahun yang 48:40 lalu bahwa apa yang dicita-citakan oleh 48:43 pejuang reformasi di tahun 98 itu 48:47 semakin memudar ya dan EE memang 48:51 gejala-gejala itu justru semakin menguat 48:53 timbang berkurang dan ini ditangkap oleh 48:57 banyak Sisi oleh banyak pihak 48:59 juga yang jelas perkembangan kita 49:04 itu sudah bergeser dari 49:07 demokrasi ada yang mengatakan sudah 49:09 masuk wilayah otoriter seperti lp3is dan 49:13 juga ada 49:15 eh akademisi muda dari EU Tom power juga 49:19 mengatakan hal yang sedemikian ada yang 49:21 mengatakan eh belum sampai otoriter tapi 49:25 sudah dalam wilayah po demokrasiah 49:27 begitu ya po demokrasi atau pasca 49:30 demokrasi yang ditandai di antaranya 49:33 adalah bahwa 49:35 ee masyarakat secara substansial sudah 49:38 semakin terpinggirkan dalam eh kehidupan 49:42 politik jadi politik ini sudah semua 49:45 serba elit ya jadi bahasa Prancisnya itu 49:49 krem ala kem jadi krimnya krim Jadi 49:53 kalau krim itu ini puncaknya lagi gitu 49:56 jadi Sudah elitnya elit dan itu juga ee 50:00 diawali dengan situasi kebanyakan partai 50:02 kita yang juga semakin elitis terjadi 50:05 dedemokratisasi internal partai politik 50:08 yang ditopang juga oleh oligarki di 50:11 dalam partai sehingga memang kehidupan 50:14 partai itu sangat ditentukan oleh 50:17 segelintir elit yang kemudian terefleksi 50:20 dalam ee susunan ketatanegaraan dan 50:23 kepolitikan kita yang ujungnya akhirnya 50:26 membuat kehidupan politik kita semakin 50:29 menjauhi demokrasi nah hasil EE survei 50:33 dan polling eh beberapa lembaga 50:35 demokrasi internasional misalnya the 50:38 economist intelligence unit misalnya eh 50:41 sejak 2018 sampai 2019 menunjukkan bahwa 50:45 di level Asia Tenggara Indonesia saat 50:48 ini sudah diperingkat tig di bawah 50:51 Malaysia dan Filipin ee dengan nilai 6 50:55 kian terakhir 50:57 6,48 dan statusnya adalah FL demokrasi 51:01 artinya demokrasi yang tidak sempurna 51:04 atau demokrasi yang cacat jadi jatuhnya 51:07 tidak lagi demokrasi Kemudian beberapa 51:10 waktu 51:11 laluonomis menuliskan kondisi politik 51:13 Indonesia yang memang memiliki tendensi 51:16 untuk menjauhi 51:18 demokrasiian 51:20 tahunuember itu 51:24 menunjala-jala ah untuk ee memperkuat 51:27 demokrasi kita sehingga memang ee secara 51:31 umum ee lebih banyak kalangan yang 51:33 bersepakat bahwa kondisi kita ini 51:35 semakin 51:36 eh menjauhi demokrasi tahun lalu 51:40 September tahun lalu bagaimana ribuan 51:42 mahasiswa turun ke jalan untuk menolak 51:45 undang-undang ee Pelemahan KPK itu juga 51:48 ternyata tidak digubris ee berlanjut 51:51 sampai saat ini nah sehingga bisa saya 51:54 katakan bahwa ada 51:56 11 karakteristik situasi politik kita 51:59 yakni yang pertama adalah lemahnya 52:02 pelaksanaan checks and balances kedua 52:05 meredupnya Civil 52:07 Society ketiga kepemimpinan nasional 52:10 yang tidak membawa pencerahan atau 52:12 pendewasaan 52:13 berpolitik juga para elit tidak cukup 52:16 berhasil dalam memelihara soliditas 52:18 masyarakat dan mendorong demokrasi 52:21 substansial 52:23 rasional ini semua menjadi pendorong 52:26 berkembangnya Pembodohan politik dan 52:28 manipulasi kepentingan serta pembelahan 52:30 politik juga pada akhirnya yang 52:33 keempatahnya Pener 52:39 nai-ilraselunarat meningkatnya opis di 52:42 kalangan mernya pendk dannya 52:45 ekoniyarat kemudan yang k pegak hukum 52:49 yangang 52:54 Dian hukum 52:56 kita selain itu juga kecenderungan 52:58 menerabas aturan dan ini juga tercermin 53:00 dalam omnibus Law itu ya bagaimana 53:03 banyak sekali eh aturan-aturan yang 53:07 diterabas begitu dan yang keenam adalah 53:10 memudarnya partisipasi rakyat yang 53:12 otonom dan genuin yang ditandai dengan 53:14 maraknya politik uang manipulasi 53:16 informasi dan beroperasinya bazar secara 53:19 masif ketujuh adalah kelemahan kebebasan 53:23 berekspresi demi stabilitas 53:25 politik ya yang ditandai dengan 53:28 meningkatnya pendekatan keamanan dan 53:30 kriminalisasi kedelapan terjadinya D 53:33 demokratisasi internal pada 53:34 lembaga-lembaga politik terutama partai 53:37 yang justru saat ini makin menyuburkan 53:39 nilai-nilai anti demokrasi dan 53:42 meningkatkan personifikasi di dalam 53:45 partai kesemb adalah pelaksanaan Pemilu 53:48 dan Pilkada yang syarat dengan 53:49 manipulasi dan politik uang hingga 53:51 Menimbulkan fenomena V voice ya Jadi 53:55 kita punya votes kita memilih tapi kita 53:58 tidak berdaya untuk bersuara jadi votes 54:00 without 54:01 Voice ke10 adalah repolitisasi birokrasi 54:04 dan aparat untuk kepentingan penguasa 54:07 khususnya terutama dalam kontestasi 54:09 elektoral dan terjadinya diskriminasi 54:12 politik atas nama Sara dan kedaerahan 54:14 nah ke-11 karakteristik itu membuat 54:18 situasi kita memang stagnan ya bahkan 54:21 ada yang mengatakan sudah regresi begitu 54:23 ya mengalami pemunduran begitu ya Nah 54:26 ini yang memang 54:29 ee 54:31 menyebabkan munculnya kemudian 54:33 kebijakan-kebijakan yang memang tidak 54:35 aspiratif apalagi memang kalau kita 54:38 lihat karakter pemerintahan e Jokowi dan 54:42 pak Maruf ini secara umum memang Ee 54:45 tidak terlalu mempedulikan ya Eh 54:48 kehidupan e demokrasi kalau kita lihat 54:51 di inaugurasi pidato inaugurasi 54:54 beliau itu memang lebih mengarahkan pada 54:56 eh satu upaya transformasi ekonomi dan 54:59 juga akselerasi dalam bidang ekonomi 55:01 kita lihat bahwa poin-poin pidato 55:03 inaugurasi Jokowi itu yang yang pertama 55:06 adalah terkait dengan pembangunan sumber 55:07 daya manusia yang lebih profesional 55:10 dalam dunia pekerjaan Kemudian yang 55:12 kedua melanjutkan pembangunan 55:14 infrastruktur yang ketiga penyederhanaan 55:17 regulasi keempat di birokratisasi atau 55:19 penyederhanaan birokrasi dan yang kelima 55:22 adalah tujuannya adalah transformasi 55:24 ekonomi 55:26 nah ini yang sebetulnya menjadi fokus 55:29 dari pemerintahan sedangkan 55:31 target-target yang lain itu dianggap 55:33 hanya satu topangan bagi akselerasi 55:37 ekonomi Misnya dari mengatakan bahwa 55:40 targettarget akselerasi ekonomi itu 55:42 lebih penting dan yang lainnya bisa 55:45 belakangan termasuk misalnya masalah 55:46 penegakan Demokrasi H asasi manusia dan 55:50 korupsi refleksinya sangat kelihatan 55:53 Karena setelah itu kebij Jakat inilah 55:56 termasuk omnibus laow inilah yang 55:57 kemudian lebih dikedepankan ketimbang 56:00 suatu pembangunan demokrasi yang Solid 56:03 padahal ee satu negara akan lebih sukses 56:06 jika ibarat pesawat sisi ekonomi dan 56:10 politiknya ini imbang gitu ya Nah 56:12 Indonesia ini makanya mengalami 56:14 turbulensi karena lebih berat ke masalah 56:16 ekonomi ee sementara penguatan dan 56:20 pengawasan kontrol politik Ini lemah 56:22 begitu ya sehingga terjadi turbulensi 56:25 apalagi sebagaimana yang dikatakan oleh 56:27 Pak Faisal Basri tadi ternyata juga 56:29 banyak salahnya gitu ya Eh dalam 56:32 menganalisis kehidupan ekonomi gitu ya 56:35 Eh sakitnya apa obatnya apa begitu 56:37 enggak nyambung ini jaga Sembung 56:40 jadinya nah di sisi lain setelah punya 56:44 mindset demikian eh kita memang akan 56:47 menjadi negara yang Solid secara elit ya 56:49 Eh tapi belum tentu itu berarti adalah 56:53 sesuai dengan aspirasi masyarakat 56:55 artinya penguasaan parlemen demikian 56:56 luar biasa dan Pelemahan oposisi sangat 57:00 terasa jadi 57:02 eh isi penjara Kita ini sudah sudah 57:06 mengindikasi Bagaimana raut wajah 57:08 kepolitikan kita ya isi penjara itu 57:11 adalahah isi dari kualitas politik kita 57:16 Nah sekarang isi penjara itu bukan hanya 57:19 kriminal tapi juga kalangan kritis nah 57:21 ini memang indikasinya jel 57:23 Pan Sisi dan ini menyebabkan karakter 57:27 pemerintahan ini menjadi memang Solid di 57:30 sisi elit tapi ya itu mungkin efektif 57:32 mungkin efisien tapi jelas tidak tidak 57:34 tidak tidak berjalan berdasarkan 57:36 aspirasi masyarakat gitu ya nah 57:39 ditimpali lagi dengan pragmatisme eh 57:43 partai politik dan politisi 57:46 pengusaha yang saat ini menjadi penguasa 57:49 baik baik tidak saja di kalangan 57:52 partai-partai pada umumnya Eh tapi juga 57:55 di kalangan parlemen eh teman-teman Lipi 57:58 teman-teman muda Lipi melakukan eh eh 58:01 penelitian dan dan keluar pada 58:03 kesimpulan sekitar 56% eh politisi kita 58:07 di parlemen itu adalah pengusaha dan 58:10 mayoritas pengusaha itu menguasai 58:12 posisi-posisi strategis di parlemen 58:14 begitu kalau di partai eh Saya kira di 58:18 awal-awal reformasi saja partai itu 58:20 banyak diisi kalangan 58:21 cindikiawan kemudian kalangan ee 58:24 intelektual ya E juga kalangan Nah 58:28 sekarang kebanyakan adalah pebisnis ya 58:31 saodagar begitu kalau kata Akbar Tanjung 58:34 sehingga juga mindsetnya eh lebih ramah 58:37 dengan 58:38 oligarku nah yang berikutnya karena 58:41 biaya politik tinggi ini kemudian ya 58:45 semakin membuka peluang bagi hadirnya 58:48 oligar gitu ya karena memang 58:51 eh politik biaya tinggi sangat membutuh 58:54 butuhkan uang dan juga Memang ada gap 58:57 kemakmuran yang luar biasa sehingga 58:59 masyarakat pun akhirnya tidak berdaya 59:01 untuk melakukan perlawanan gitu nah di 59:04 dalam konteks oligarki ini sebenarnya 59:06 saya ingin eh mengupas sedikit ya Eh apa 59:11 sih efeknya bagi politik lokal begitu ya 59:14 karena ini penting dan ini kajian ini 59:16 nampaknya ee kurang banyak disentuh oleh 59:19 oleh eh kita gitu ya secara secara 59:22 langsung Nah bagi saya ya demokrasi di 59:26 level lokal pun bahkan lebih mengerikan 59:28 menurut nasib saya itu sebetul 59:30 betul-betul seperti di hutan belantara 59:33 eh karena jelas Civil Society di daerah 59:36 kalau kita bicara daerah berarti sampai 59:38 ke pelosok ya itu sangat lemah pers 59:42 sangat lemah LSM sangat lemah kalau 59:44 berani melawan pun resikonya sangat 59:46 tinggi karena tidak ada kontrol dari 59:48 dari pusat penegakan hukum yang juga 59:50 masih centang berenang sehingga memang 59:52 situasinya saat ini Eh rekan-rekan 59:55 sekalian di daerah itu seperti rimba 59:57 raya menurut saya nah Om Dib ini kan 1:00:00 intinya kemudahan berinvestasi versus 1:00:03 kelemahan peran dan kontrol kepala 1:00:05 daerah jadi bisa dibayangkan Bagaimana 1:00:07 bisa sangat mudahnya diterabas kepala 1:00:09 daerah itu oleh para oligark pada 1:00:12 akhirnya jadi di sini sebetulnya 1:00:15 memancing oligark untuk semakin 1:00:17 mengembangkan sayapnya ke daerah-daerah 1:00:19 atau menimbulkan oligark baru di daerah 1:00:22 itu 1:00:23 sendiri jadi investor politik itu 1:00:26 semakin menguat Kenapa simpel saja 1:00:29 karena mereka punya sumber daya politik 1:00:31 yang paling paling menentukan yakni uang 1:00:34 saat ini di era pragmatisme orang tidak 1:00:37 bisa lagi didekati dengan sekadar 1:00:39 ideologi tidak bisa lagikati dengan 1:00:41 Karisma tapi dengan uang ya senjata 1:00:44 sudah tidak mungkin gitu ya jadi memang 1:00:46 uang dan ini pemiliknya adalah oligar 1:00:50 dan oligark ini punya kesaran politik 1:00:52 tinggi ya eh karena mereka tahu bahwa 1:00:56 untuk melindungi bisnisnya salah satunya 1:00:58 adalah mendekati 1:00:59 politisi Kenapa agar mereka bisa 1:01:03 mengamankan aset-aset mereka ee dengan 1:01:06 cara mengakali kebijakan gitu Apakah 1:01:10 kebijakan yang sifatnya akan lebih ee 1:01:13 menopang kegiatan ekonomi mereka atau 1:01:15 kebijakan-kebijakan yang akan tidak 1:01:17 mengutak-utik bisnis mereka atau dengan 1:01:19 kata lain melindungi eh eh apa 1:01:22 kepentingan mereka sehingga eh mereka 1:01:26 instingnya radarnya Jalan Radar 1:01:27 politiknya Jalan sayangnya biaya politik 1:01:31 kita di daerah juga tinggi begitu eh dan 1:01:35 dan Partai kita pragmatis sehingga 1:01:37 welcome saja Bahkan Menanti kedatangan 1:01:40 para oligark begitu ya Sehingga sejak 1:01:44 dini partai itu sudah sangat ramah atau 1:01:48 dibuat ramah oleh oligark dan peran 1:01:51 oligark itu memang sangat 1:01:53 eh eh sangat 1:01:55 eh sangat kuat ya memiliki determinasi 1:01:59 yang sangat tinggi di dalam real 1:02:01 politiknya mereka bisa sangat ikut 1:02:03 campur dalam penentuan Siapa calon 1:02:05 kepala daerah Kenapa karena memang dalam 1:02:09 penentuan calon sendiri membutuhkan uang 1:02:12 undang-undang Pemilu kita memberikan 1:02:15 karpet merah untuk itu karena 1:02:17 mengharuskan 1:02:18 20% apa eh kursi dan 25% suara dan itu 1:02:23 berarti kita bisa jual beli atau sewa- 1:02:26 menyewa istilahnya sewa perahu ya dan 1:02:28 itu yang punya uang adalah sponsor atau 1:02:31 investor dalam hal ini oligar jadi dia 1:02:34 bisa menentukan mulai dari calon kepala 1:02:37 daerah malah mungkin ke depan saking 1:02:40 berkuasanya semua prosesi demokrasi itu 1:02:43 hanya hanya sekedar satu hur 1:02:45 bingar-bingar yang atau hura-hura yang 1:02:48 tanpa makna karena pemenangnya sudah ada 1:02:51 begitu ya Dan ini betul-betul kalau itu 1:02:54 sudah sudah eh bukan lonceng lagi 1:02:56 mungkin sudah Gong ya Gong kematian 1:02:58 demokrasi begitu ya tapi yang jelas saat 1:03:01 ini 1:03:01 eh oligar sudah sudah berperan pada 1:03:04 level eh juga mungkin penentuan pimpinan 1:03:08 kepala daer apa pimpinan partai di Diel 1:03:10 lokal tapi yang pasti juga dalam 1:03:12 penentuan calon kepala daerah tidak 1:03:14 sampai situ saja mereka juga jelas 1:03:17 memainkan peran dalam prosesi Pilkada 1:03:20 mulai dari kampanye sampai po election 1:03:24 begitu ya karena itu uang semua 1:03:27 isinya tidak selesai sampai di situ ada 1:03:30 yang namanya kompensasi politik tidak 1:03:32 ada makan siang yang gratis dalam 1:03:34 kehidupan politik jadi setelah 1:03:35 terpilihnya seorang kepala daerah 1:03:37 oligark dan juga mungkin rekan-rekannya 1:03:40 yang konon mungkin dulu mendukung 1:03:42 pasangan lawan ini bersatu untuk ee 1:03:45 mulai menentukan agendanya e kepala 1:03:48 daerah kebijakan-kebijakannya sehingga 1:03:50 kita bisa lihat biasanya yang akan 1:03:52 mendapat prioritas adalah orang-orang 1:03:55 yang memang kepala daerah ini eh harus 1:03:58 memberikan makan siang gratis sebagai 1:04:00 kompensasinya Ee tidak stop di situ saja 1:04:03 Bahkan di dalam implementasi pelaksanaan 1:04:06 kebijakan itu pun juga kadang-kadang 1:04:08 menggunakan perusahaan atau menggunakan 1:04:10 anak perusahaan dari kaum oligarki itu 1:04:13 nah ini yang yang eh yang akan terjadi 1:04:17 mengingat itu tadi tidak ada kontrol 1:04:19 dari civilet yang kuat parlemen pun 1:04:22 sudah sudah sangat pragma ya dan dan 1:04:26 tentu saja 1:04:27 eh 1:04:29 pemenang satu pertarungan politik juga 1:04:31 membutuhkan 1:04:33 oligar nah ini ujungnya dengan ditopang 1:04:36 oleh omnibus La ini adalah pengukuhan 1:04:39 oligarkiitu ya Nah bisa saya sampaikan 1:04:41 misalnya Mengapa politik itu biaya 1:04:44 tinggi hasil 1:04:46 lp3ui 1:04:48 misalnya mengatakan untuk calek DPR itu 1:04:52 rata-rata eh dana sekitar r87 juta 1:04:57 sampai 9,3 miliar Kemudian untuk calek 1:05:01 DPRD provinsi itu butuh 320 juta sampai 1:05:04 R miliar dan calek DPRD kabupaten kota 1:05:08 itu butuh dana sekitar 250 juta sampai 1:05:11 2,5 miliar nah dalam eh sekedar 1:05:16 ilustrasi juga dalam pilkada di Madiun 1:05:18 tahun 2018 itu satu kursi dihargai R50 1:05:23 juta gu ya Jadi ada satu kandidat yang 1:05:26 mampu mengumpulkan sampai 1:05:28 20 20 kursi itu berarti dia sudah spend 1:05:33 7 miliar hanya untuk mendapatkan kursi 1:05:36 itu belum di luar biaya saksi dan 1:05:38 sebagainya jadi bisa dibayangkan betapa 1:05:40 mahalnya dan itu jelas butuh sponsor Nah 1:05:43 uniknya itu di tahun 2018 10 tahun yang 1:05:46 lalu di Garut di 2008 satu kursi 1:05:48 dihargai 1:05:49 250 juta jadi dalam 10 tahun sudah naik 1:05:53 100 juta gu nah 1:05:56 eh tidak berhenti di situ juga bisa 1:06:00 disampaikan di sini bahwa 1:06:03 eh pola korupsi itu yang melibatkan 1:06:06 oligark itu juga pada akhirnya terjadi 1:06:08 di e situasi post election eh jadi 1:06:12 terkait dengan adanya perizinan Ya 1:06:14 seperti dalam sektor tambang Migas 1:06:16 Kehutanan dan sebagainya kemudian dalam 1:06:19 pelaksanaan fungsi DPRD terkait 1:06:21 legislasi anggaran wasan kemudian 1:06:24 pengadaan barang jasa promosi mutasi dan 1:06:28 seterusnya yang seperti Saya sudah 1:06:30 sampaikan ini memang terkait dengan 1:06:32 kepentingan oligark juga pada akhirnya 1:06:35 nah 1:06:36 eh akibatnya 1:06:39 apa akibatnya yang pertama jelas 1:06:42 pengendalian kebijakan untuk 1:06:44 kepementingan oligarki akan semakin 1:06:46 menguat ya Jadi ini ee di beberapa 1:06:49 daerah sebenarnya sudah terjadi ee sejak 1:06:51 era reformasi Bagaimana Kongkalikong 1:06:53 antara 1:06:54 politisi dan juga pebisnis itu memang 1:06:57 sudah sangat erat ya Dan ini mungkin 1:06:59 akan semakin erat lagi ini Bisnis usual 1:07:02 saja Kemudian kolusi dan korupsi akan 1:07:05 semakin marap ya tidak ada kontrol yang 1:07:07 kuat dan 1:07:09 money gitu ya Eh dan yang berikutnya 1:07:14 adalah jelas Patan pelambatan 1:07:17 kesejahteraan dan perlambatan juga 1:07:20 kualitas hidup karena semua 1:07:22 ditujukan 1:07:24 eh oligar yang yang dengan omnibus La 1:07:28 ini juga masalah lingkungan menjadi akan 1:07:30 semakin bermasalah hakak adat akan juga 1:07:33 H masyarakat adat juga akan semakin eh 1:07:37 apa semakin menyedihkan begitu ya dan 1:07:40 sebagainya dan sebagainya jadi memang 1:07:42 ini akan terjadi situasi yang e lebih 1:07:45 menyedihkan ya punya potensi lebih 1:07:46 menyedihkan dari yang sebelum sebelumnya 1:07:49 dan secara 1:07:50 umum oligar dengan topangan buslau ini 1:07:54 akan menjadi semakin 1:07:56 ee ee apa semakin menentukan dia bahkan 1:08:01 bisa menentukan desain politik kalau 1:08:04 kita baca eh buku klasik Stepen LS 1:08:07 tentang power eh radical view itu mereka 1:08:11 adalah orang-orang yang ada di balik 1:08:13 layar yang seolah-olah Ee tidak berperan 1:08:17 tapi sebetulnya Eh ada kandidat a 1:08:20 kandidat B kandidat c dan kemudian ada 1:08:22 masyarakat yang bertarung mati-matian 1:08:24 untuk membela abc itu sebetulnya hanya 1:08:27 sandiwara saja ee itu sudah ditentukan 1:08:30 ee siapa yang bisa maju yang tentu saja 1:08:33 harus ramah oligark begitu ya dan eh 1:08:37 masyarakat sebetulnya hanya tinggal 1:08:38 menelan ludah untuk kecelek begitu 1:08:40 kemudian karena in the end of the day 1:08:42 the real winnernya itu yang tersenyum 1:08:45 paling akhir itu adalah bukan rakyat 1:08:47 tapi adalah 1:08:49 eh oligar gitu ya Dan ini juga 1:08:54 sebetulnya selama ini juga kita tidak 1:08:56 tahu sebenarnya apa sih yang menjadi 1:08:57 aspirasi dan kehendak rakyat memang 1:09:00 eh aspirasi itu rakyat menentukan atau 1:09:03 sebetulnya sudah didesain oleh 1:09:07 oleh oleh para 1:09:10 advertical ya untuk seahah inilah yang 1:09:13 menjadi kepentingan rakyat padahal 1:09:14 rakyat send gak pernah ngumpul untuk 1:09:16 membicarakan kepentingannya Kenyataannya 1:09:18 memang ada 1:09:20 istilahoral ya bagaim 1:09:22 sebetulnya 1:09:24 tentang kepentingan real masyarakat 1:09:26 karena semua sudah didesain oleh para 1:09:28 penasehat eh politik ya masing-masing 1:09:32 partai atau kandidat yang jelas itu 1:09:35 adalah hasil pemikiran eh segelintir 1:09:37 orang di ruang-ruang tertentu ya untuk 1:09:39 kemudian E disematkan menjadi 1:09:41 kepentingan rakyat nah ini eh bukan 1:09:45 tidak mungkin situasi ke depan akan 1:09:47 semakin buruk nah intinya ini semua 1:09:50 mengindikasikan hancurnya demokrasi dan 1:09:53 dan memang ini harus eh segera 1:09:55 dihentikan dan memang tidak mudah karena 1:09:59 yang yang bisa menghentikan itu 1:10:02 sebenarnya adalah rakyat sementara 1:10:03 rakyat sendiri dalam kondisi sulit 1:10:05 begitu ya Jadi sebetulnya sejauh 1:10:08 pendidikan politik masih seperti ini 1:10:11 apalagi juga tidak didewasakan oleh para 1:10:14 elit politik ya elit politik sibuk 1:10:16 sendiri dengan kepentingan 1:10:17 kepentingannya begitu ya Ee ya nuansanya 1:10:20 po demokrasi sehingga sangat elitis gitu 1:10:23 mampir ke Rakyat hanya untuk sementara 1:10:25 saja dan itu pun hanya eh bukan untuk 1:10:28 melakukan pendidikan yang genuin Ya 1:10:30 seperti misalnya Para founding fathers 1:10:33 kita memberikan pendidikan politik 1:10:34 kepada masyarakat secara tulus ikhlas 1:10:36 begitu ya untuk memantangkan pemahaman 1:10:39 masyarakat sekarang tidak kalau dulu 1:10:43 banyak rakyat datang ke rumah-rumah 1:10:44 pimpinan partai untuk mendapatkan 1:10:46 pencerahan sekarang orang menggerumut di 1:10:49 rumah-rumah pimpinan partai untuk 1:10:50 mendapatkan uang begitu ya ee jadi 1:10:53 memang beda kualitasnya eh eh tidak ada 1:10:57 pencerahan dan e sejauh itu terjadi dan 1:11:00 juga sejauh situasi ekonomi kita masih 1:11:03 seperti ini saya kira oligark itu belum 1:11:05 ada tantangan e belum ada penantang 1:11:07 seriusnya begitu yang kedua sejauh 1:11:10 partai masih sangat mudah tergoda pada 1:11:14 oleh oligark gitu yang mengindikasikan 1:11:17 belum modernnya partai atau belum 1:11:19 terlembaganya partai itu pun oligark 1:11:22 masih belum punya lawan yang ber di situ 1:11:24 yang ketiga kalau aturan main yang 1:11:27 harusnya bisa melindungi bangsa dan 1:11:29 negara serta rakyat kita dari kakitangan 1:11:31 oligark itu justru semakin ramah 1:11:33 terhadap mereka ya oligark juga akan 1:11:35 semakin menguat dan 1:11:38 eh eh dan tentu saja terkait di situ 1:11:42 adalah law enforcement dan yang ketiga 1:11:45 sejauh terjadi kriminalisasi bagi Civil 1:11:48 Society ya kekhawatiran berlebihan 1:11:50 terhadap gerakan masyarakat kritis 1:11:53 sejauh itu pulalah sebetulnya oligark 1:11:55 akan terus tersenyum begitu ya jadi saya 1:11:58 ingin mengatakan bahwa hal-hal seperti 1:12:00 itulah sebetulnya harus diperbaiki eh 1:12:03 manakala kita ingin eh melawan 1:12:06 eksistensi 1:12:07 oligar Saya kira demikian Apa yang bisa 1:12:10 saya sampaikan eh mohon maaf jika masih 1:12:13 ada kekurangan Terima kasih 1:12:15 wasalamualaikum warahmatullahi 1:12:17 wabarakatuh 1:12:19 waalaikumsalam Saya mau takbir nih 1:12:21 Allahu akbar mantap 1:12:24 luar biasa aduh bu r apa nanti 1:12:28 ngomongin tenang Kalau Om RG pasti 1:12:31 selalu ada great ideas profman sebelum 1:12:35 kita ke Prof Eh pas reformasi 98 1:12:41 sepertinya saat inilah Puncak semua eh 1:12:45 apa eh praktik oligarki dan eh 1:12:49 pelanggaran 1:12:51 etikak itu terjadi dengan nyata dan 1:12:54 gamblang dan EE sangat-sangat telanjang 1:12:58 di ruang publik bahkan sampai masuk ke 1:13:01 jantung lembaga dewan perwakil rakyat 1:13:04 gitu ya Nah ee dalam situasi politik ini 1:13:09 apakah ada peluang Ee kita itu bisa 1:13:13 ee seperti siklus seperti 1:13:17 9866 itu terjadi gitu ya Sehingga ee 1:13:21 negara kita menjadi sehat kembali gitu 1:13:23 gimana Prof I ini memang pertanyaan yang 1:13:26 cukup pelik ya mungkin nanti Prof rung 1:13:29 yang bisa menjawab gitu yang jelas 1:13:31 memang ini seperti yang saya katakan 1:13:33 tadi ya Empat kondisi kita memang belum 1:13:36 eh belum memungkinkan ya untuk 1:13:39 betul-betul melakukan perlawanan untuk 1:13:42 mengembalikan situasi ibaratnya kita 1:13:44 kalau sepak bola sedang di diserang 1:13:46 habis-habisan begitu ya karena memang eh 1:13:49 pertama situasi ee secara umum politik 1:13:53 kita kita masih berada dalam satu 1:13:55 kekuatan gitu ya dalam satu tangan gitu 1:13:58 kedua juga kondisi parpol kita dan 1:14:01 situasi elit-elitnya itu pada umumnya 1:14:03 juga iya sangat pragmatis gitu ya 1:14:06 kemudian kultur demokrasi kita terhambat 1:14:09 dan dihambat begitu ya Ee baik 1:14:13 penyadaran tentang tentang nilai-nilai 1:14:15 demokrasi itu sendiri maupun para para 1:14:18 pelaku-pelaku demokrasi dalam hal ini 1:14:20 adalah aktivis yang jelas saya saya eh 1:14:24 ingin mengutip eh tentangornya itu 1:14:27 tentang how democra itu adalah memang 1:14:30 salah satunya kalau Val demokrasi itu 1:14:33 terus diredupkan gitu ya Eh kalau itu 1:14:36 selalu diredupkan itu akan menyebabkan 1:14:39 kita seperti kehilangan ruh di dalam 1:14:40 berdemokrasi sehingga masyarakat kita 1:14:43 menjadi menjadi Gamang di dalam 1:14:45 berdemokrasi Apalagi kita menghadapi 1:14:47 situasi ketikaender 1:14:50 ignor dalam dunia politik karena mungkin 1:14:52 keseringan tipu sehingga mereka menjadi 1:14:54 sudah Patah Arang begitu ya Nah ya dalam 1:14:57 situasi ini tentu saja daya dukung 1:14:59 terhadap upaya kritis pun menjadi jadi 1:15:02 tidak mudah begitu ya Nah indikasinya 1:15:04 adalah bagaimana sebetulnya 1:15:06 eh dalam nilai demokrasi itu kita tidak 1:15:10 kita tidak memandang lawan sebagai 1:15:12 sesuatu yang harus dihabisi begitu ya 1:15:14 tapi kita harus respek dengan keerbedaan 1:15:16 itu nah sekarang situasinya adalah 1:15:19 eh apa keberbedaan itu dianggap sebagai 1:15:22 satu satu su Apa kesalahan begitu ya dan 1:15:25 di ditreatment sebagai satu kesalahan 1:15:27 juga begitu Nah inilah yang kemudian 1:15:30 kondisiondisi seperti inilah yang 1:15:32 kemudian menurut saya memang membuat 1:15:33 kita tidak mudah Eh tapi kita tetap 1:15:35 harus bertahan ya kita kita tetap 1:15:38 Berjalanlah eh sebagaimana apa adanya 1:15:41 saat ini mudah-mudahan ke depan ada 1:15:43 situasi yang jauh lebih baik karena 1:15:46 mudah-mudahan aktor-aktor politik juga 1:15:47 ee akan akan bergeseran begitu ya 1:15:50 mudah-mudahan Ada ada situasi yang lebih 1:15:52 menguntung 1:15:54 amin amin amin ya terima kasih eh Prof 1:15:58 Firman nanti kita lanjutkan saat 1:16:01 sekarang Eh saatnya Om rokiung untuk 1:16:05 memberikan great 1:16:07 ideasnya persilakan Om RI 1:16:11 Oke selamat malam teman-teman selamat 1:16:14 malam malam Prof Iya saya ada yang 1:16:18 spesifik ggak yang perlu saya bongkar 1:16:21 atau Uraikan itu asal jangan 1:16:25 revolusi Faisal sudahah 1:16:28 bicara Faisal bicara Firman bicara 1:16:32 Mardani bicara jadi Faisal telah 1:16:36 berfirman demi kemardanian 1:16:44 Oke saya ikuti e tadi 1:16:48 e paparan yang berupaya 1:16:52 untuk 1:16:53 memperlihatkan defect di dalam 1:16:55 undang-undang ini cacat dalam 1:16:58 undang-undang ini dan implikasinya pada 1:17:02 politik hari ini jadi implikasi pada 1:17:04 politik hari ini bukan pada masa depan 1:17:06 sebetulnya Kenapa harus hari 1:17:08 ini karena seluruh dunia mengamati 1:17:12 Indonesia dan tiba pada kesimpulan bahwa 1:17:14 Indonesia sedang membunuh demokrasi 1:17:17 bukan sekedar 1:17:18 eh lonceng kematian sudah sedang 1:17:21 membunuh jadi pembunuh itu in the making 1:17:24 ongoing gitu 1:17:26 ekonomis pakai eh ekonomis yang barusan 1:17:30 terbit bahkan pakai kalimat bahwa 1:17:34 omnibaslow ini bukan sekedar 1:17:37 merampingkan birokrasi merampingkan 1:17:40 birokrasi tapi sekaligus menghilangkan 1:17:43 institusi itu membunuh 1:17:45 institusi kan kalau kita bayangkan di 1:17:47 dalam gramar politik dunia orang pakai 1:17:50 kalimat itu itu artinya penghinaan pada 1:17:52 Indonesia itu merampingkan demokrasi 1:17:55 merampingkan birokrasi itu isi 1:17:57 undang-undang itu atau promosi dari dari 1:18:00 e Pak Jokowi Adalah Kita mau 1:18:02 merampingkan birokrasi karena itu perlu 1:18:05 omnibus Law karena itu 70 undang-undang 1:18:08 harus dimuatkan di dalam sekian lembar 1:18:12 ee ribuan lembar undang-undang jadi mau 1:18:15 merampingkan birokrasi 1:18:18 tetapi 1:18:21 sekaligus 1:18:23 membabat 1:18:26 institusi KPK di Babat kekuasaan daerah 1:18:30 di Babat hak masyarakat adat di 1:18:33 Babat 1:18:34 macam-macam itu kan pertanda bahwa 1:18:37 sebetulnya secara political 1:18:40 eics demokrasi betul-betul sudah hilang 1:18:43 bukan sedang mati lagi tapi sudah hilang 1:18:45 karena bahasa ekonomis Itu bukan bahasa 1:18:48 yang biasa dipakai di dalam 1:18:50 ee tradisi jurnal itu itu ekonomis 1:18:53 adalah jurnal yang sangat elitis bahkan 1:18:56 kita enggak tahu e siapa redakturnya 1:18:58 karena eh supaya tidak bas redakturnya 1:19:02 tidak disebutkan namanya tapi kita tahu 1:19:05 majalah itu adalah ukuran 1:19:08 tentang pikiran demokrasi dan ekonomi 1:19:12 itu orang selalu Acu ke situ nah kalau 1:19:15 kita lihat dalam sat minggu ini seluruh 1:19:18 dunia bukan sekedar ekonomis ekonomis 1:19:20 jadi 1:19:21 eh Mungkas untuk 1:19:24 memberi judul pada politik Indonesia 1:19:27 yaitu sudah membunuh institusi 1:19:32 itu dari Yerusalem 1:19:34 post di timur sampai dengan Washington 1:19:39 post di 1:19:41 barat dari Moskow sampai 1:19:44 Melbourne 1:19:46 analis 1:19:49 of juga memutuskan bahwa Indonesia sudah 1:19:53 bukan negara demokrasi itu jadi keadaan 1:19:56 itu memperlihatkan pada kita bahwa 1:19:58 memang Omni baslow Ini menghasilkan 1:20:01 keadaan yang 1:20:02 otoriter Kompas kemarin akhirnya harus 1:20:06 mengeluarkan risetnya bahwa 1:20:10 tingkat kepuasan publik terhadap 1:20:12 Jokowi jatuh di bawah 50% 1:20:16 itu kompas adalah koran konservatif 1:20:19 koran yang pro pemerintah terpaksa mesti 1:20:21 keluarin number figur itu bahwa 1:20:25 legitimasi turun di bawah 1:20:27 50% 2 bulan sebelumnya atau bahkan 1:20:31 sebulan sebelumnya smrc masih mengatakan 1:20:35 bahwa tingkat kepuasan itu 60 sekian 1:20:39 persen jadi bayangkan tiba-tiba drop itu 1:20:42 Nah kalau di dalam 1:20:44 tradisi 1:20:47 Eropa dalam satu tahun 1:20:50 tingkat kepuasan turun dibaah 50% 1:20:55 itu presiden atau perdana menteri 1:20:59 langsung mundur ini baru 1 tahun sudah 1:21:02 turun 50% kan itu kalau peradaban 1:21:07 demokrasinya beradab gitu kalau 1:21:09 beradab secara etis dia 1:21:12 menganggap tahun pertama saya sudah 1:21:14 tinggal cuma 50 di 50% maka dia 1:21:17 mengundurkan diri itu itu hal yang biasa 1:21:23 karena kita dilatih untuk menganggap 1:21:24 bahwa kalau malam pertama pasangan kita 1:21:28 tidak puas dalam perkawinan maka 1:21:30 perkawinan itu mestinya batal gagal gak 1:21:32 usah lagi tunggu 5 tahun perkawinan itu 1:21:36 Jadi terlihat di situ bahwa memang 1:21:39 pemerintahan Jokowi itu ya sudah selesai 1:21:42 sebetulnya Secara teoritis sudah selesai 1:21:44 gitu kalau kita pasang parameter Eropa 1:21:46 ini udah selesai tapi kenapa masih 1:21:49 bertahan karena tadi sponsor yang 1:21:52 memaksa agar supaya pemerintahan ini 1:21:54 melanjutkan dengan cara Apun agar 1:21:58 seluruh imajinasi investor yang disebut 1:22:02 oligarki tadi tidak terhalang sampai 1:22:05 2024 untuk mempersiapkan rezim baru 1:22:08 untuk melayani 1:22:11 kebutuhan akumulasi kapital dari 1:22:14 oligarki tadi jadi itu yang terjadi 1:22:17 sebetulnya tapi Sebetulnya saya eh tidak 1:22:20 setuju lagi dengan istilah oligarki 1:22:22 karena dalam oligarki masih ada Etika 1:22:25 itu oligarki 1:22:27 artinya sekumpulan kecil 1:22:30 orang berupaya untuk mengatur 1:22:33 kekuasaan dan pengaturan itu harus 1:22:37 dilakukan secara rasional supaya terjadi 1:22:40 keadilan di antara oligark sendiri itu 1:22:42 itu eh logic atau eical political eics 1:22:46 oligarki itu ada etika politiknya itu 1:22:49 dia enggak peduli hasil pembagiannya ke 1:22:52 rakyat tapi Dia peduli hasil pembagian 1:22:54 di antara oligark 1:22:56 sendiri yang sekarang ada oligarki lagi 1:22:59 yang ada ad plokrat PL itu satu orang 1:23:03 kaya bisa menyuruh separuh dari kabinet 1:23:07 untuk membuatkan undang-undang yang 1:23:09 menguntungkan bisnis dia di 1:23:12 2024 orang kayak yang lain ambil bagian 1:23:16 yang lain dari Kabinet itu tergantung 1:23:19 jenis bisisnya apa dia bukan oligarki 1:23:21 dia u satu korporasi bisa 1:23:25 nyewa separuh dari anggota DPR untuk 1:23:28 bikin undang-undang buat kepentingan dia 1:23:31 lawannya bisa sewa anggota DPR yang lain 1:23:33 juga tuh kan itu bukan oligarki itu 1:23:36 enggak ada kesepakatan etis di antara 1:23:38 mereka Jadi ini namanya plutokrat 1:23:41 plutokrasi jadi kita bukan lagi 1:23:43 demokrasi tapi 1:23:45 plutokrasi katein yang dikendalikan oleh 1:23:48 the plutos orang 1:23:50 kaya jadi keadaan kita betul-betul ada 1:23:54 di situ P hari ini kalau dibilang 1:23:57 misalnya bahwa 1:23:59 Eh ini undang-undang yang kapitalistik 1:24:01 saya bilang ini bukan kapitalistik di 1:24:04 dalam 1:24:05 kapitalisme etikanya adalah 1:24:07 kompetisi ini enggak ada 1:24:10 kompetisi kalau kita belajar e 1:24:13 doktrin-doktrin ideologi kapitalisme 1:24:16 hidup dari kompetisi itu di ujungnya 1:24:19 mereka akan saling membatalkan ini 1:24:21 enggak ada kompetisi karena 1:24:23 masing-masing punya segmen 1:24:24 sendiri bagaimana mungkin ada kompetisi 1:24:27 itu di dalam keadaan di mana bagian 1:24:31 ekstraktif konglomeratnya satu paket ini 1:24:34 bagian perizinan konglomeratnya yang 1:24:36 kuasai satu 1:24:37 paket bagian infrastruktur juga 1:24:40 lain-lain jadi enggak ada kompetisi di 1:24:42 situ maka ini bukan kapitalisme 1:24:44 sebetulnya tapi 1:24:45 plutokrasi jadi itu eh Hal pertama yang 1:24:49 saya mau Terangkan itu Yang kedua kita 1:24:52 masuk sedikit pada substance dari 1:24:55 undang-undang itu yang mungkin jarang 1:24:57 orang bicarakan tapi saya mau ambil cara 1:25:01 berpikir yang lain waktu undang-undang 1:25:03 ini 1:25:06 dibuat yang akan terkena akibat dari 1:25:09 undang-undang ini ada dua satu buruh dua 1:25:14 lingkungan 1:25:15 itu nah di dalam filosofi hukum di dalam 1:25:19 pembuatan hukum mereka yang terkena 1:25:23 dengan 1:25:24 undang-undang harus dari awal ikut 1:25:27 membuat undang-undang 1:25:29 itu karena itu yang disebut prinsip 1:25:31 egality 1:25:33 itu saya akan terkena undang-undang maka 1:25:36 saya mesti buat supaya saya berupaya 1:25:39 untuk mengambil keuntungan maksimal dari 1:25:41 undang-undang 1:25:43 itu buru ingin mengambil keuntungan 1:25:46 maksimal dari undang-undang itu karena 1:25:47 dia akan mengatur 1:25:49 buru pohon di Papua 1:25:52 harus mengambil keuntungan maksimal dari 1:25:54 undang-undang ini karena pohon akan 1:25:57 terkena akibat dari undang-undang ini 1:26:01 burung di Kalimantan 1:26:04 harus diikut sertakan tapi nanti orang 1:26:07 bingung bagaimana mungkin 1:26:09 eh saya mesti undang burung dan pohon 1:26:13 untuk merumuskan 1:26:15 undang-undang ini ketololan para pembuat 1:26:18 undang-undang enggak mengerti bahwa di 1:26:20 dalam pembuatan undang-undang legal 1:26:22 standing dari pohon itu adalah menteri 1:26:24 kehutanan legal standing dari Buru 1:26:26 adalah menteri perburuhan Jadi kalau 1:26:28 buru menolak undang-undang itu maka 1:26:31 menteri perburuhan harus juga 1:26:33 menolak kan menteri perburuhan 1:26:36 konstituennya adalah buruk Menteri 1:26:39 Kehutanan konstituennya 1:26:41 adalah monyet pohon serangga ular 1:26:48 itu dimensi baru di dalam pembuatan 1:26:51 undang-undang kalau kita baca seluruh 1:26:53 filsafat hukum tentang lingkungan kita 1:26:56 mesti minta izin pada pohon kalau kita 1:26:58 mau ganti pohon itu dengan 1:27:01 Perumahan cuman Indonesia buta huruf 1:27:05 terhadap zander baru di dalam legal 1:27:10 philosophy saya beri contoh Misalnya 1:27:13 undang-undang ini 1:27:16 memungkinkan plutokrat untuk minta tanah 1:27:19 di Papua itu karena presiden bilang 1:27:23 silakan supaya investasi itu masuk harga 1:27:26 tanah di Papua itu harus lebih rendah 1:27:29 dari harga tanah di 1:27:30 Vietnam Vietnam harga tannya Berapa 500 1:27:33 perak per meter kalau begitu kita akan 1:27:36 pakai 400 perak Vietnam tahu Vietnam 1:27:39 turunkan 300 perak Oleh karena itu kita 1:27:41 200 perak Vietnam Ikutin terus sampai 1:27:44 akhirnya kita mesti bilang Oke Supaya 1:27:46 kompetitif harga tanah di Papua itu 1:27:50 r0 Silakan masuk logiknya kan 1:27:53 begitu untuk bersaing gak ada soal harga 1:27:57 Tan R yang menentukan R itu siapa 1:28:01 presiden lohang tannya presiden Apa itu 1:28:04 tanah dari 500 masyarakat adat yang ada 1:28:07 di Papua itu tanah dari 20.000 jenis 1:28:11 pohon yang ada di Papua itu tanah 1:28:14 150.000 jenis serangga yang ada di Papua 1:28:17 itu t 200 mamalia yang ada di 1:28:20 Papua begitu itu cara melihat jadi kalau 1:28:23 kita bilang ini ekosistem loh pemerintah 1:28:25 tahu enggak Apa itu ekosistem Tu Papua 1:28:28 itu ada 20.000 jenis pohon ada 150.000 1:28:31 serangga ada 1:28:33 cadangan buat tukar tambah karbon itu 1:28:36 maka pemerintah mesti bicara dengan 1:28:38 masyarakat adat yang menjadi pengampu 1:28:40 dari pohon kecoa 1:28:43 monyet sagu ikan segala macam begitu 1:28:47 cara berpikir peradaban 1:28:51 modern Nah sekarang pemerintah bilang 1:28:53 bahwa 1:28:54 AMDAL tidak kami batalkan tapi kami 1:28:58 Permudah Jadi mempermudah untuk mengusir 1:29:00 burung mempermudah untuk potong pohon 1:29:02 mempermudah untuk menggusur masyarakat 1:29:04 adat Kan dungu kan logikanya kan 1:29:07 mestinya 1:29:10 perketat karena dunia sekarang berpikir 1:29:13 tentang environmentals environmental e 1:29:16 orang dianggap sebagai dungo kalau 1:29:18 enggak belajar Green 1:29:20 Economic tapi di kita ini yang disebut 1:29:23 ilmu ekonomi itu masih paradigma yang 1:29:27 disebut Chicago school yang gak mengerti 1:29:29 bahwa yang disebut manusia itu menyatu 1:29:33 dengan alam yang dia hidupi dari 1:29:36 awal pendekatan ini engak diajarkan di 1:29:38 Fakultas Ekonomi itu yang 1:29:43 disebutihajar itu pendekatan ekonomi 1:29:46 polikakultas ekomi Uak 1:29:50 adaiak acuannya ke mana belajar ilmu 1:29:53 ekonomi yang ada basis politiknya nah 1:29:56 environment adalah elemen di dalam 1:29:58 political economy 1:29:59 itu itu ajaib negeri ini Jadi sebetulnya 1:30:05 nanti kalau hutan Papua 1:30:08 dirusak maka hak masyarakat adat untuk 1:30:11 protes tidak ada lagi karena AMDAL Itu 1:30:15 bukan lagi hak masyarakat tetapi 1:30:18 ditentukan oleh negara nanti ada lembaga 1:30:21 tifikasi AMDAL Siapa yang bikin ya 1:30:24 negara di dunia ini gak ada negara yang 1:30:26 membuat sertifikasi AMDAL itu adalah hak 1:30:28 publikak 1:30:30 masyarakat yang merupakan pengampu 1:30:33 standing dari isi hutan itu jadi ini 1:30:38 yang gak tajam bukan tajam Karen memang 1:30:40 otak tumpul yang Bik desain 1:30:42 undang-undang itu lebih dari itu kalau 1:30:45 kita peri cara berikir ekonomi 1:30:50 konemporer tahun ini semua pemenang 1:30:52 Nobel ekonomi itu diberi penghargaan 1:30:55 Nobel karena mampu untuk menunjukkan 1:30:57 sifat sifat etis dan humanity dari ilmu 1:31:02 ekonomi itu Nah itu hilang jadi siapa 1:31:07 yang mendesain ini ya mereka yang tidak 1:31:10 paham tentang eical dimension sebagai 1:31:12 parameter baru dunia itu yang 1:31:14 menyebabkan Kenapa 40 perusahaan 1:31:17 investor gede sedunia yang diklaim oleh 1:31:21 presiden Jokowi akan masuk ke Indonesia 1:31:23 akhirnya menulis surat ke presiden bahwa 1:31:25 kami tidak akan masuk kan Presiden 1:31:27 janjikan undang-undang ini akan eh 1:31:31 membawa investor masuk Nah investor 1:31:33 sendiri bilang gue enggak bakal masuk di 1:31:35 situ karena lu enggak comply dengan 1:31:38 environmental Ethics kalau dia masuk ke 1:31:41 Indonesia dia akan dicacimaki oleh 1:31:42 menials di Eropa yang menganggap bahwa 1:31:45 ini perusahaan Eropa masuk ke Papua 1:31:47 untuk mengusir burung di situ untuk 1:31:50 mengusir masyarakat adat untuk menebang 1:31:51 pohon yang adalah hak 1:31:54 dunia demikian juga di Amerika kalau 1:31:57 perusahaan-perusahaan yang sudah tingkat 1:31:58 atas 1:32:00 itu terbaca melakukan perusakaan 1:32:03 lingkungan Dia kena penalti yang disebut 1:32:05 Global compact yang dibuat oleh PBB 1:32:08 perusahaan korporasi tidak boleh 1:32:11 melanggar hak masyarakat adat Human 1:32:13 Rights gender equality etca 1:32:15 etca jadi Anda lihat bahwa pemain-pemain 1:32:20 e konsep konsep undang-undang ini enggak 1:32:24 paham bahwa dunia sudah 1:32:27 berubah J ini undang- betul-betul dungu 1:32:31 oke itu bagian 1:32:34 yang yang sering orang gak mau bongkar 1:32:36 padahal sebetulnya undang-undang itu dia 1:32:38 harus membaca pikiran dunia 1:32:41 parameter-parameter ekonomi sekarang 1:32:44 dipaksa untuk berbasis envir berbasis 1:32:47 gender equity berbasis humanity itu yang 1:32:51 ter jadi yang kita kita tahu berubah 1:32:53 sejak eh krisis eh mgage di Amerika 1:32:58 sehingga orang ngerti bahwa enggak 1:32:59 mungkin lagi dunia ini diatur hanya oleh 1:33:02 plutokrat 1:33:05 gitu Jadi itu keadaannya sekarang saya 1:33:09 itu bab satu coba saya masuk bab dua 1:33:13 sekarang apa yang terjadi kalau 1:33:15 undang-undang itu dipaksakan untuk 1:33:17 bekerja untuk jadi 1:33:19 eh hukum positif 1:33:22 saya bayangkan atau coba kita bayangkan 1:33:24 undang-undang ini akan dipakai oleh 1:33:26 Presiden di 2024 bukan lagi Jokowi yang 1:33:29 pakai Bagaimana kalau Presidennya 1:33:32 otoriter maka dia akan pakai 1:33:34 undang-undang ini untuk menindas 1:33:36 lingkungan menindas buru dan menindas 1:33:38 masyarakat 1:33:39 sipil jadi kita sedorkan peralatan 1:33:43 otoriter pada presiden yang baru 1:33:45 nanti karena seluruh kekuasaan diambil 1:33:49 oleh 1:33:50 Pusat sentralisasi undang-undang ini kan 1:33:53 jadi bayangkan potensi otoritarisme itu 1:33:56 sudah ada sejak undang-undang ini 1:34:00 dicetuskan jadi kita sebetulnya menabung 1:34:03 otoritarisme tanpa kita sadar sebetulnya 1:34:06 di masa depan kalau pemerintahnya 1:34:10 lemah sebaliknya kalau pemerintahnya 1:34:13 lemah maka dia akan jatuh 1:34:16 sebelum tahun pertama bahkan karena 1:34:18 demonstrasi akan terus jadi 1:34:20 undang-undang ini bikin kita gaduh jadi 1:34:22 yang bikin gaduh bukan bukan rakyat atau 1:34:25 mahasiswa buru presiden dan kabinet 1:34:28 bikin gaduh sendiri coba saya ingin Lipi 1:34:31 bikin semacam eh 1:34:33 gtimation semacam dugaan gtimation itu 1:34:37 gabungan antara guessing dan estimation 1:34:40 bikin dugaan yang kira-kira masuk akal 1:34:42 Apa yang akan terjadi kalau 1:34:43 undang-undang ini berlaku dan presiden 1:34:45 berikutnya memakai undang-undang 1:34:48 ini 1:34:49 itu yang terjadi tadi sebetulnya Oke 1:34:53 bagian ketiga ini Soal e kira-kira 1:34:56 permainan pikiran yang agak 1:34:58 lucu undang-undang ini ganti-ganti form 1:35:03 kertasnya diganti-ganti itu karena 1:35:06 ketahuan bohong diganti lagi kertasnya 1:35:08 anda 1:35:10 bayangkan di dalam du minggu 1:35:13 undang-undang ini diganti berkali-kali 1:35:15 dicetak diganti lagi berapa rim kertas 1:35:18 yang terbuang percuma karenag tian 1:35:22 format undang-undang ini artinya berapa 1:35:26 banyak pohon 1:35:27 akasia yang konversi dengan kertas yang 1:35:31 ditebang hanya untuk 1:35:34 mengganti-ganti kertas jadi dari awal 1:35:37 undang-undang ini sudah merusak 1:35:39 lingkungan belum disahkan dia sudah 1:35:41 membabat pohon untuk bikin kertas buat 1:35:43 ganti-ganti Fone kalau saya bikin 1:35:45 semacam 1:35:48 eh kalkulasi ecological footprint 1:35:52 kira-kira undang-undang ini 1:35:55 sudah membabat 2 hektar pohon 1:36:00 akasia itu setara dengan jumlah kertas 1:36:04 yang diganti-ganti itu itu kira-kira 1:36:07 separoh Jakarta jadi separo Jakarta itu 1:36:09 sebetulnya sudah gundul sebelum 1:36:11 undang-undang ini tiba di kantor 1:36:13 kepresidenan karena ganti-ganti kertas 1:36:15 doang jadi bayangkan dengan ganti-ganti 1:36:17 kertas saja undang-undang ini sudah 1:36:18 bermasalah karena merusak lingkungan 1:36:23 kan itu logic dari 1:36:27 environmental nah so Ini yang kemarin 1:36:32 adatisi bilang ngapain kita tanya pada 1:36:35 beruang ngapain Kita tanyaada pohonik 1:36:38 undang-undangudah 1:36:42 Gil ini orang gakerti 1:36:47 perkembanganing anda 1:36:50 di Ang piaran anda itu mesti didaftarkan 1:36:53 di dalam kartu 1:36:56 keluarga sehingga keluarga anda ada 1:36:58 berapa Ada Li ternyata dalam rumah cuman 1:37:02 ada dua orang Iya karena yang tiga itu 1:37:03 adalah 1:37:05 binatang karena prinsip tadi bahwa 1:37:09 habitat itu begitu anda ingin kuasai 1:37:12 Anda harus bertanggung jawab karena itu 1:37:14 binatang harus Anda masukkan dalam kartu 1:37:17 keluarga Kalau Anda Pa burung burung itu 1:37:19 Adah keluarga anda jadi bisa anda 1:37:22 mungkin cuman bertiga Bapak Ibu dan satu 1:37:24 anak tapi kartu keluarg 20 Karena Anda 1:37:26 pelihara 19 anjing dan satu 1:37:28 kucing begitu e tingkat pemikiran 1:37:32 peradaban dunia ini enggak ada engak 1:37:34 tidak terpikirkan soalsal ini saya kira 1:37:37 dari awal 1:37:39 ini benar-benar undang-undang yang 1:37:42 secara konseptual 1:37:43 e 1:37:45 norak kedua itu undang-undang diketaw 1:37:48 dunia karena undang-undang yang gakerti 1:37:50 perkembangan ilmu ekonomi dan ilmu 1:37:52 lingkungan di 1:37:53 dunia Jadi sekali lagi kita Oke kita 1:37:57 sampingkan dulu segala macam sinisme 1:38:00 kita pada pemerintah tapi di dalam 1:38:02 undang-undang itu sendiri 1:38:04 tercermin satu paket pikiran kalau saya 1:38:08 ingin agar ada investasi masuk terutama 1:38:11 dalam kompetisi dengan negara lain 1:38:14 maka hal pertama yang saya harus lakukan 1:38:17 adalah tekan Upa buru hal kedua adalah 1:38:20 rusak lingkungan jadi isi undang-undang 1:38:23 itu cuman tiga satu undang investor dua 1:38:27 Tekan upah buru tig rusak lingkungan itu 1:38:31 yang terjadi Jadi seluruh Kim ini akan 1:38:34 menghasilkan pekerjaan buat kaum buru 1:38:37 segala macam itu omong 1:38:39 kosong karena yang diterangkan tadi oleh 1:38:43 faal BRI bahwa di semua bandara justru 1:38:47 yang banyak masuk TKA asing itu adalah 1:38:49 bandara-bandara yang bukan pintu masuk 1:38:52 wisatawan itu artinya Tenaga Kerja Asing 1:38:55 bukan untuk berwisata bukan untuk 1:38:57 tinggalkan ee dolar di Indonesia tapi 1:39:01 justru untuk mengambil rupiah dan dalam 1:39:04 kurs dolar sebetulnya itu yang terjadi 1:39:07 sebnya padahal pasal 27 konstitusi kita 1:39:10 bilang Setiap warga negara berhak atas 1:39:14 kehidupan yang layak bagi masa depannya 1:39:18 setiap warga negara warga negara mana 1:39:21 warg neegara Indonesia Nah dengan 1:39:24 praktik masuknya TKA maka sebetulnya 1:39:26 secara diam-diam Pasal itu telah berubah 1:39:30 menjadi setiap warga negara asing berhak 1:39:33 memperoleh pekerjaan untuk kehidupan di 1:39:37 Indonesia kan itu yang terjadi kan jadi 1:39:40 saya mau memperlihatkan 1:39:42 eh logical contradiction dari 1:39:44 undang-undang itu sekaligus sifat tidak 1:39:47 etis dari para pembuat undang-undang itu 1:39:50 yang tidak menghormati hak terhadap 1:39:54 environment kita bisa bongkar lebih 1:39:56 panjang tapi saya kira itu eh 1:40:00 eh apa namanya proposal pikiran buat ilt 1:40:04 hari ini dan e kita bawa ini sebagai 1:40:07 percakapan akademis sekaligus percakapan 1:40:10 politik Kenapa karena demonstrasi tidak 1:40:13 akan berhenti kalau saya bikin semacam 1:40:15 catatan historis yang demo hari ini 1:40:18 siapa sebetulnya dosen dosennya umur 1:40:21 berapa 40 tahunan itu Siapa Mereka ya 1:40:25 merekalah Yang demo 22 tahun yang lalu 1:40:28 ketika mereka mahasiswa itu Jadi pendemo 1:40:31 sekarang itu juga sama dengan pendemo di 1:40:34 98 karena dia Dia juga anak SMA anak STM 1:40:38 anak-anak mereka juga jadi ini paket 1:40:41 demo yang ada asal-usul historisnya 1:40:43 tuh Jadi kenapa dia tidak akan berhir 1:40:47 karena pendemonya sama itu mereka yang 1:40:50 ada di kami 1:40:52 kmmmi 2m dulu dari Universitas Indonesia 1:40:56 Bandung segala macam swasta itu mereka 1:40:59 sekarang yang jadi dosen anak-anak 1:41:00 mereka yang jadi anak SMA jadi ini 1:41:03 adalah 1:41:04 pendemo-pendemo yang dihasilkan justru 1:41:07 oleh sejarah reformasi itu itu poinnya 1:41:11 Terima 1:41:11 kasih 1:41:16 Akbar kita lihat ini Fena saat ini tahun 1:41:21 begitu banyak e kekacauan dan keanehan 1:41:25 yang terjadi di negara kita ketika 1:41:27 pertama kali dilantik bahkan mungkin 1:41:29 sebelum dilantik isu pindah ibuota 1:41:32 omnibus la dan ada yang memprediksi 1:41:37 beberapa rekan ya ketika diskusi di 1:41:40 forum lain perie kedu Joko ini akan 1:41:44 banyak sekali akrobat-akrobat 1:41:49 yangokotukemsalkan kepentingan 1:41:51 golongannya Nah kira-kira dengan ini 1:41:55 kita baru 1 tahun nih Prof akan masih 1:41:57 ada 4 tahun lagi nah apa pesan Prof Roki 1:42:02 eh Kepada seluruh masyarakat Indonesia 1:42:05 agar waspada dan semakin untuk menjaga 1:42:09 negara ini agar tidak semakin terguncang 1:42:12 pasti 1:42:13 terguncang kita enggak bisa hilangkan 1:42:15 lagi ee logika sejarah logika dari ee 1:42:18 sosiologi jadi kita berupaya untuk kasih 1:42:20 optimis enggak akan terguncang coba 1:42:23 figurnya coba kita lihat presiden 1:42:26 berusaha untuk nahan Resesi itu untuk 1:42:28 menunggu angkanya keluar bulan apa 1:42:31 namanya Kuartal 1:42:33 ketiga angka Kuartal ketiga itu 1:42:36 sebetulnya angka yang terlambat kan 1:42:40 angka itu 1:42:42 menunjukkan 3 trlan sebelumnya 2 TR 1:42:45 bulan sebelumnya kan jadi dalam 23 bulan 1:42:47 itu kita sudah Resesi angkanya baru akan 1:42:49 keluar nanti itu post faktum sebetulnya 1:42:52 angka itu jadi ini juga sulap-sulapan 1:42:54 psikologi nanti angkanya lu enggak perlu 1:42:56 tunggu angkanya angka itu cuman catatan 1:42:59 bagi investor untuk memastikan apa yang 1:43:01 dia mau lakukan di semester berikutnya 1:43:03 tuh Karena dia sudah alami sendiri dua 1:43:06 tribulan berturut-turut kan tapi 1:43:09 kemudian nanti orang bilang ternyata eh 1:43:11 enggak enggak ada kesulitan ekonomi 1:43:14 sembako masih jalan segala macam tuh Ee 1:43:17 pasar masih jalan uang masih beredar 1:43:19 sekarang kita bertanya kok ada uang 1:43:21 beredar bimana Dar manana caranya ada 1:43:23 uang beredar 1:43:24 gitu jadi kebingungan kita harus 1:43:27 diterangkan salahatu keterangan adalah 1:43:30 Bank Indonesia lagi cetak uang enggak 1:43:32 ada soal Bank Indonesia cetak uang 1:43:34 karena dipaksa untuk untuk beli surat 1:43:37 utang negara di pasar primer enggak ada 1:43:39 soal cetak uang yang jadi masalah adalah 1:43:42 Kapan efek cetak uang ini terasa gitu 1:43:46 Coba bayangkan misalnya mulai bulan 1:43:47 Januari Februari Mart negara-negara lain 1:43:50 sudah mulai take off Indonesia mau take 1:43:52 off dengan beban lemak cetak uang 1:43:56 itu inflasinya baru terasa di situ nanti 1:43:59 itu kan ini soalnya jadi pemerintah 1:44:01 enggak peduli bahwa nanti Februari Maret 1:44:04 itu kita enggak bisa take off karena 1:44:06 inflasi karena kegedean banyak uang yang 1:44:09 dicetak tanpa rasionalitas kursnya 1:44:12 mengambang nanti makin kacau pemerintah 1:44:14 enggak peduli apa yang akan terjadi 2 1:44:16 bulan ke depan karena dia ingin agar 1:44:18 supaya rakyat tidak resah Har ini dan 1:44:21 pertontonkan pada pada asing bahwa 1:44:23 Indonesia tetap 1:44:25 membangun tetapi dipuan itu akhirnya 1:44:28 batal karena ada rasionalitas dunia yang 1:44:31 melihat bahwa enggak mungkin Indonesia 1:44:33 bisa take off nanti 1:44:36 2000 awal pertama 2021 Karena bahkan 1:44:41 Bank Indonesia yang seharusnya hanya 1:44:43 menjadi lembaga intermediasi dipaksa 1:44:46 untuk mencetak uang kan enggak ada di 1:44:49 dunia ini ini di mana independensi itu 1:44:52 diatur oleh politik investor akan baca B 1:44:54 ini akan bermasalah nanti maka investor 1:44:57 akan datang ke Indonesia karena dia tahu 1:44:59 efek dari cetak keuangan ini akan 1:45:00 terjadi awal tahun 21 dan dia enggak mau 1:45:04 ambil risiko nanam nanam e modal di sini 1:45:07 yang demonya masih berlangsung sampai 1:45:09 Desember dan efek pertama dari dari 1:45:13 menggendutnya ekonomi karena disuntik 1:45:16 terus oleh kepentingan politik dan 1:45:17 meledak nanti di Februari memang bego 1:45:21 apa melihat potensi Indonesia akan maju 1:45:23 terus jadi terlihat bahwa seluruh 1:45:25 kebohongan yang mau dibungkus dengan 1:45:27 teori ini adalah Cipta kerja dikasih 1:45:31 nama enak at Cipta kerja padahal logika 1:45:34 kita Faisal Bahri bahkan Bisa tunjukkan 1:45:36 di dalam e matrix tadi di mana letak 1:45:39 utama dari crack itu jadi Sekali lagi 1:45:43 saya tidak ingin ee ikut memikirkan apa 1:45:48 yang akan yang harus dilakukan 1:45:50 pemerintah enggak perlu karena 1:45:51 pemerintah pasti akan gagal dengan apa 1:45:54 dengan logika ekonomi t logika politik 1:45:56 logika Global persaingan global itu 1:45:59 pasti akan terjadi Saya kira itu aja 1:46:02 jadi jangan pikir-pikir lagi untuk kita 1:46:04 membantu pemerintah untuk memuling engak 1:46:06 bisa 1:46:07 karena batu sudah 1:46:10 bergulir Rolling Stone gather no betul 1:46:14 batu yang bergulir engak 1:46:17 akan tidak akan mengumpulkan lumut 1:46:20 Tetapi dia 1:46:22 akan menyentuh batu-batu lain dan 1:46:24 menyeret batu-batu itu sama-sama 1:46:26 bergulir Jadi tunggu aja 1:46:29 dibaw Baik terima kasih luar biasa dan 1:46:33 waktu kita sudah hampir 2 jam tapi 1:46:35 sebelum cling ID kena mahal sekali forum 1:46:38 kita ini dihadir oleh du Profesor ahli 1:46:41 ekonomi dan politik kepada 1:46:47 profanya 1:46:49 saya ini akan merubah wajah ekonomi 1:46:52 bangsa kita yang secara filosofis dan 1:46:55 yuridis ee menganut ee semangat ekonomi 1:46:59 kerakyatan dan ekonomi berkeadilan dan 1:47:02 Apakah dengan omnibus La ini nantinya 1:47:04 sumber-sumber daya alam negara kita akan 1:47:09 dikuasai oleh pengusaha besar dan luar 1:47:11 negeriah gitu sementara undang-undang 1:47:13 dasar kita konstitusi mengamanatkan 1:47:15 bahwa sumber daya alam kita harus 1:47:17 semaksimal mungkin digunakan untuk 1:47:20 kemakmuran rakyat Kesejahteraan Rakyat 1:47:22 nah bagaimana ee ee Pak Faisal Basri 1:47:26 melihat ini karena sebagian dari ee 1:47:29 kekhawatiran dari rakyat dan juga para 1:47:32 ahli melihat omnibus lo ini pintu masuk 1:47:35 untuk merubah eh wajah ekonomi bangsa 1:47:38 kita 1:47:39 eh pertama investasi akan masuk 1:47:45 eh tapi kualitas 1:47:48 investornya akan 1:47:52 rendah ya t kan Bang sudah bilang 1:47:55 kualitas investor yang investor 1:47:57 berkualitas itu akan mempertanyakan 1:48:00 prinsip-prinsip dari omnibus 1:48:02 [Musik] 1:48:05 yangelabrak kaidah lingkungan 1:48:08 dan yang menjadikan manusia sebagai 1:48:11 bukan sebagai faktor 1:48:15 produksi itu 1:48:19 akani yang 1:48:21 kompetitif e kalau sektor-sektor yang 1:48:24 kompetitif 1:48:25 eh tertutup kemungkinannya karena apa 1:48:29 Karena 1:48:31 eh di pasar barat yang terbesar itu 1:48:34 mereka eh eh 1:48:39 konsumennya mensyaratkan komly dengan Eh 1:48:43 yang tadi itu ya human dan lingkungan 1:48:47 kemudian 1:48:49 eh yang datang itu akan berkolaborasi 1:48:53 dengan oligark yang di sini ya dia butuh 1:48:57 Mitra untuk 1:48:58 eh mengeruk kekayaan alam yang semakin 1:49:03 eh masif gitu Ini contohnya saja kembali 1:49:06 di smelter ya smelter nikel nih terutama 1:49:10 eh semua smelter yang baru dari China ya 1:49:15 mereka bertemu dengan Pak Jokowi 1:49:17 difasilitasi oleh para oligark ini ada 1:49:20 fotonya di istana ee bertemu kemudian 1:49:25 mereka ee memperoleh keuntungan ee 100% 1:49:30 keuntungannya mereka bawa pulang Jadi 1:49:32 investasi masuk lumayan banyak bisa tapi 1:49:35 kita gak dapat apa-apa karena ee mereka 1:49:39 diperlakukan sebagai ee proyek-proyek 1:49:42 mereka diperlakukan sebagai proyek 1:49:43 strategis nasional dan oleh karena itu 1:49:46 berhak dapat ta Solid 25 tahun gak bayar 1:49:49 pajak lantas eh untuk membuat mereka 1:49:53 gembira Indonesia melarang biji nikel 1:49:57 itu 1:49:58 diekspor harga biji nikel di pasar 1:50:01 internasional eh 1:50:03 80 gara-gara dilarang ekspor tidak ada 1:50:07 kata lain 1:50:08 bagi penambang domestik penambang warga 1:50:12 Indonesia kecuali untuk menjualnya ke 1:50:16 smelter China dengan harga yang mereka 1:50:19 tekan 1:50:20 sekarang harganya 20 1:50:23 dolaran per ton ya di dunia eh 1:50:29 80 kemudian pemerintah mencoba gitu 1:50:33 untuk e 1:50:35 melindungi tambang lokal dengan bikin 1:50:38 hpm harga pokok mineral harga pokok 1:50:41 mineralnya untuk e nikel 1:50:45 33 jadi masih jauh sekali jadi dari 1:50:48 keuntungan bahan baku saja sudah 1:50:50 berlipat ee 1:50:52 ganda Kenapa mereka diberikan proyek 1:50:55 strategis nasional karena katanya Mereka 1:50:56 mau bikin pabrik baterai tidak ada 1:50:59 satuun ee fasilitas produksi yang 1:51:02 mengarah kepada pabrik baterai nah 1:51:05 terjadi perlawanan di dalam pemerintahan 1:51:08 sendiri kemudian BUMN BUMN 1:51:12 dimobilisasi Pertamina ya Eh PLN eh 1:51:16 Antam itu bekerja sama dengan eh 1:51:20 perusahaan Korea dan perusahaan China 1:51:22 tapi China yang benar gitu di China 1:51:24 bukan semua jahat gitu Ada juga yang 1:51:26 benar Nah itu betul-betul ingin 1:51:29 membangun mata rantai untuk akhirnya 1:51:32 menghasilkan baterai gitu mereka mulai 1:51:34 dari Hilir justru jadi eh di dalam juga 1:51:37 ada perlawanan sebetulnya karena so 1:51:40 obvious gitu kemudian Anda bayangkan eh 1:51:43 ratusan ribu sudah eh pekerja dari China 1:51:46 itu ee yang masuk dengan sebagian besar 1:51:50 dengan visa turis mereka tidak membayar 1:51:52 iuran ee per bulan itu sebesar 100$00 do 1:51:57 per orang gitu kemudian gajinya tidak 1:52:00 mereka 1:52:01 ee bayar di sini tapi mereka bayar di 1:52:04 China untuk keluarganya gitu sehingga 1:52:08 mereka tidak punya efek Apa efek ee 1:52:11 menyebar gitu ya ke penduduk-penduduk 1:52:13 lokal lantas 1:52:16 ee yang datang itu yang saya sudah 1:52:18 Tunjukkan tadi pegawai macam-macam itu 1:52:20 ya yang 1:52:22 ee terus terang itu berbeda dengan apa 1:52:26 yang dibela-bela oleh pemerintah 1:52:27 kemudian kemenaker juga berusaha untuk 1:52:30 menjustifikasi Katanya sudah dikasih kok 1:52:33 kesempatan buat eh warga Indonesia warga 1:52:36 lokal untuk bekerja di smelter itu 1:52:39 dengan upah minimum nah upah minimumnya 1:52:41 Katakanlah 3,5 juta ya Nah mereka dapat 1:52:44 minimal 7.000 Yuan dikali 2.200 itu 1:52:48 sudah R juta kan Nah loh terang aja gak 1:52:53 mau kerja di hutan gak ada kehidupan 1:52:55 kecuali tambang itu jadi betul-betul ini 1:52:59 bentuk kolonialisme baru ya yang seperti 1:53:04 penjajah itu menguras habis kekayaan 1:53:06 Indonesia menyebabkan Belanda itu 1:53:08 menjadi sangat kaya raya dan VOC itu 1:53:11 menjadi perusahaan terbesar di dunia 1:53:13 waktu itu nah kita juga berpotensi untuk 1:53:16 membuat perusahaan China di semelter itu 1:53:18 sebagai perusahaan terbesar di dunia 1:53:20 saya lagi ngitung-ngitung dengan teman 1:53:23 ya kira-kira berapa yang hilang itu saya 1:53:25 ee agak sanksi ngitung lagi ngitung lagi 1:53:28 karena jumlahnya mencapai eh eh 1:53:33 triliunan dolar gitu tapi E saya 1:53:35 sangsilah ya Eh mungkin ratusan miliar 1:53:38 us dolar nah padahal cadangan devisa 1:53:41 kita cuma 135 miliar us dolar Jadi 1:53:44 sebetulnya kita mampu sekali 1:53:47 menghadirkan kemakmuran kesejahteraan 1:53:49 buat buat warga kita kalau oligarh ini 1:53:53 kita bisa kunci nah gak tahu saya cara 1:53:55 menguncinya kita bikin agenda sama-sama 1:53:58 deh gitu untuk mengunci 1:54:01 mereka Makasih 1:54:03 Prof Terima kasih Prof ada semua sedang 1:54:06 saya hitung 1:54:08 deh ada Jil kita nanti 1:54:13 ditunggu cling ideasnya sebelum kita 1:54:15 cling ideas ini saya ada pertanyaan buat 1:54:18 profman nih sayang ini profesor kita 1:54:21 Prof Firman dalam dunia dalam politik eh 1:54:25 masyarakat rakyat itu punya ee momentum 1:54:30 untuk menunjukkan sikap politiknya itu 1:54:32 melalui pemilu ya Ini masalahnya untuk 1:54:35 Pemilu RI kita masih 4 tahun lagi gitu 1:54:39 dalam situasi normal gitu ya tapi di 1:54:42 depan mata kita ini ada Pilkada serentak 1:54:44 2020 1:54:46 ee Mungkinkah eh dalam pilkada ini 1:54:50 rakyat kita di seluruh Indonesia ini 1:54:53 menyuarakan sikap politiknya yang tidak 1:54:56 setuju terhadap omnimus Law dengan cara 1:54:59 melalui Pilkada ini gitu ya sehingga 1:55:03 seluruh cerminan hasil pilkada ini 1:55:05 nantinya adalah cerminan Bagaimana 1:55:08 aspirasi masyarakat penyikapan politik 1:55:11 masyarakat terkait situasi bangsa kita 1:55:13 yang sedang berkembang ini khususnya 1:55:14 terkait isu omnibus loh Bagaimana Prof 1:55:17 Firman melihat 1:55:18 ini ya itu ee agak jauh itu stepnya ya 1:55:22 karena pemilihan ini kan pada dasarnya e 1:55:27 sudah dikuasai secara mayoritas oleh EE 1:55:30 partai-partai yang menjadi pendukung 1:55:33 pemerintah begitu 1:55:34 eh dengan cara yang juga kadang-kadang 1:55:37 ajaib ya sampai misalnya tidak 1:55:40 ditayangkan perdebatan mungkin agar 1:55:42 tidak ketahuan 1:55:44 ee sesuatu yang ingin disembunyikan 1:55:47 misalnya nah ini ini kan memang sudah 1:55:50 satu pagelaran elit begitu ya yang 1:55:53 menunggu itu untuk Pilkada itu bukan 1:55:55 rakyat kok yang menunggu itu 1:55:58 adalah oligark di daerah elit-elit 1:56:01 politik di daerah yang kalau kita lihat 1:56:04 kualitasnya sendiri Eh sudah 1:56:06 memprihatinkan baik kualitas 1:56:10 Eh mulai dari pencalonannya yang penuh 1:56:13 dengan 1:56:14 eh darah oligark di situ ya 1:56:16 berdarah-darah kah di situ ya e artinya 1:56:19 eh investasi oligard juga cukup besar di 1:56:22 sana e dan juga masyarakat ini kan ee 1:56:26 memang bukan itu 1:56:27 prioritasnya dan tidak dikasih 1:56:29 kesempatan untuk paham nah akumulasi 1:56:32 seperti ini jadi pesertanya seperti itu 1:56:36 kemudian m-back up mereka adalah juga 1:56:39 orang-orang itu juga begitu ya sementara 1:56:42 masyarakat yang seharusnya ee pegang 1:56:45 kendali sedang tidak fokus begitu dan 1:56:49 juga juga tidak paham apa yang tengah 1:56:51 terjadi apalagi juga paham apa yang 1:56:53 menjadi agenda dan program politik nah 1:56:56 ini kemudian menyebabkan eh akumulasi 1:56:58 ini menyebabkan memang tidak ada yang 1:57:00 bisa diharapkan dari Pilkada gitu eh 1:57:04 jangankan untuk ke omnibus flow ya untuk 1:57:06 memperoleh suatu pemerintahan daerah 1:57:08 yang berkualitas saja masih masih eh 1:57:12 tanda tanya begitu ya Eh bagaimana eh 1:57:15 kita bisa Lihatlah eh kurikulum Vita 1:57:18 mereka beberapa tempat itu memang bukan 1:57:21 seorang reformer gitu ya orang yang pada 1:57:24 umumnya e status kois atau akan membuat 1:57:29 situasi menjadi getting Wars gitu ya Eh 1:57:32 plus lagi nanti ada omnibus Law yang 1:57:34 sudah ditunggu juga plus juga apatisme 1:57:37 masyarakat eh baik karena 1:57:40 eh merasa tidak bermanfaat atau juga 1:57:43 ketakutan untuk ke TPS karena ada 1:57:45 pandemi ini eh sehingga tidak heran 1:57:48 kalau KUD ada pertanyaan ini sebenarnya 1:57:50 untuk siapa yang pasti bukan untuk 1:57:52 rakyat begitu dan yang pasti juga hasil 1:57:55 akhirnya tidak akan jauh berbeda dengan 1:57:57 pilkada-pilkada sebelumnya yni suatu 1:58:00 pemerintahan yang medioker ya kalau yang 1:58:03 berprestasi adal tapi bisa dihitung 1:58:05 dengan jari ya dari ratusan eh kepala 1:58:07 daerah gitu ya Eh dan kemudian juga pada 1:58:10 akhirnya eh selesai setelah setelah itu 1:58:14 untuk kemudian ee seperti yang saya 1:58:16 sampaikan 1:58:17 eh oligar menggerumut bergerumut di di 1:58:22 di sekitar kepala daerah untuk ya kita 1:58:25 tahulah siapa mendapat apa Kapan dan 1:58:27 bagaimana G ya dan yang pasti rakyat 1:58:30 Left Behind Saya kira 1:58:34 itu Makasih Prof Firman nanti kita e eh 1:58:38 apa lanjutkan mungkin nanti terkait 1:58:40 dengan closing ids-nya tiba saatnya eh 1:58:44 di akhir acara diskusi yang menarik dan 1:58:47 pemaparan yang sangat menarik mendalam 1:58:49 dan EE berlandaskan ilmu yang sangat 1:58:52 luas dari para narasumber kita 1:58:55 mudah-mudahan semua pemaparan ini bisa 1:58:57 menjadi pencerahan ee bagi kita bagi 1:59:00 masyarakat Indonesia dan mudah-mudahan 1:59:03 eh publik dan masyarakat rakyat eh 1:59:06 semakin sadar Apa seharusnya yang perlu 1:59:08 kita lakukan untuk memperbaiki situasi 1:59:11 bangsa dan negara kita Oke Baik eh kita 1:59:15 masuk kepada sesi cling ideas kepada Pak 1:59:20 dipersilakan bang eh Bang Faisal Basri 1:59:24 Prof firman dan Bro Gerung jazull Terima 1:59:28 kasih banyak e sudah 1:59:30 mencerahkan kita semua di PKS itu kami 1:59:34 punya sistem pembinaan halaqoh ya 1:59:38 halaqoh itu lingkaran untuk menjaga Iman 1:59:41 menguatkan ilmu dan berkoordinasi amal 1:59:43 saleh eh semuanya dalam proses tarbiah 1:59:47 inilah yang salah satu itu saya harapkan 1:59:49 melalui indonesan leader talk seluruh 1:59:52 bangsa seluruh umat apapun agama Apun 1:59:55 pikiran latar belakang kita bisa 1:59:57 berkumpul bersama untuk mengokohkan Iman 2:00:00 meningkatkan ilmu dan melakukan amal 2:00:02 saleh memperbaiki Negeri Ya karena ilt 2:00:05 memang hadir eh tentu eh kita punya 2:00:10 diskursus Tesa antitesa sintesa tapi you 2:00:14 canot find a new Land with an old Map ya 2:00:16 kita tidak dapat menemukan pulau baru 2:00:18 dengan peta yang lama ya apa yang 2:00:20 disampaikan di sini menjadi tanggung 2:00:22 jawab karena alilmu bila amal kasajari e 2:00:26 bilaamar ilmu tanpa amal seperti pohonan 2:00:29 tidak berbuah ya harus ada nah tentu apa 2:00:33 buahnya pandangan saya harus mulai 2:00:36 membangun Island of integrity ya Pulau 2:00:39 integritas saya setuju sama eh Bang 2:00:42 Faisal Basri KPK KPK KPK kita jagain ee 2:00:46 di dalam maupun di luar harus kita 2:00:48 perkuat kembali Karena itu satu produk 2:00:51 institusi terbaik yang kita miliki yang 2:00:54 luar biasa meningkatkan 2:00:56 ee jarak eh e kita mencapai tujuan 2:01:01 konstitusi kita tapi jangan cuma itu ya 2:01:04 Eh kita boleh think big tapi X smallnya 2:01:07 harus ada dan eh jangan takut dengan 2:01:12 segala macam skenario yang ada ya pelaut 2:01:15 yang tangguh itu ee lahir di dalam badai 2:01:19 saatnya kita jidah manjada wajada siapa 2:01:23 sungguh-sungguh pasti akan berakhir 2:01:25 berhasil manobaro zafiro siapa sabar 2:01:29 Pasti akan menang Partai Keadilan 2:01:31 Sejahtera akan selalu hadir untuk 2:01:33 membersamai teman-teman semua dan jangan 2:01:36 lupa 2:01:37 eh Kebenaran ada di mana siapun dapat 2:01:40 menjadi guru di mana pun dapat menjadi 2:01:43 kelas kita termasuk di ilt kita kali ini 2:01:46 saya bahagia sekali dengan para 2:01:48 narasumber terima 2:01:50 kasih ya terima kasih pakani berikutnya 2:01:53 eh closing ideas dari Pak dipersilakan 2:01:58 ya Eh ini kesadaran dari kaum muda sudah 2:02:03 meningkat luar 2:02:04 biasa kenapa sih karena mereka dengan 2:02:08 omnibus ini akan diwariskan oleh e 2:02:12 kerusakan kemudian juga beban hutang 2:02:15 yang luar biasa gitu Oleh karena itu 2:02:18 jangan biarkan mereka sendiri ya ayo 2:02:21 kita 2:02:22 ee menghindari 2:02:25 ee kutukan ee sumber daya alam dan EE 2:02:30 beban utang yang semakin besar karena 2:02:33 semua didedikasikan untuk generasi 2:02:35 sekarang Gitu 2:02:36 Ee yang membuat sekali lagi 2:02:39 generasi muda pada waktu mereka mencapai 2:02:43 usia produktif Puncak 2:02:45 produktivitasnya mereka akan sangat 2:02:47 terbebani dan 2:02:49 rupakan tentang apa 2:02:51 eh mampu terhindar dari midle income 2:02:54 Trap ya ya kita akan berat karena 2:02:57 bebannya terlalu berat buat generasi 2:02:59 mendatang saatnya tidak bisa 2:03:01 ditunda-tunda lagi kita harus melakukan 2:03:04 upaya yang maksimal sekarang 2:03:17 jugaasih ee orang-orang yang curiga ya 2:03:22 dan kecurigaan itu harus terus diasah 2:03:25 tapi kecurigaan itu adalah demi niat 2:03:27 baik untuk kepentingan bersama artinya 2:03:31 kita menjadi kritis tanpa harus 2:03:34 mengorbankan ee semuanya kritis kita 2:03:38 adalah dalam rangka perbaikan karena 2:03:41 kita percaya manusia itu ada 2:03:43 kekurangannya Demokrasi adalah satu 2:03:44 sistem yang percaya satu elit itu tidak 2:03:47 sempurna inilah yang membedakan antara 2:03:50 demokrasi dengan yang tidak demokrasi 2:03:53 bahwa yang tidak demokrasi itu selalu 2:03:55 punya bayangan bahwa seorang Leader 2:03:58 adalah refleksi dari sebuah 2:04:01 eh kesempurnaan perfect dan itu ditolak 2:04:05 dalam alam demokrasi nah ke depan 2:04:09 mudah-mudahan di tengah badai atau virus 2:04:13 eh demokrasi ini ya atau 2:04:16 virusotoritarian ini kita Mas masih bisa 2:04:19 bertahan untuk terus menjadi 2:04:23 elemen-elemen pejuang demokrasi The 2:04:25 Warriors of 2:04:26 democracy karena kita tahu saya kira 2:04:30 Demokrasi adalah pilihan yang terbaik 2:04:33 untuk bangsa kita yang plural ini 2:04:36 sebagaimana yang dititipkan oleh fing 2:04:37 fathers kita yang mengartikan sila 2:04:40 keempat itu sebagai demokrasi begitu 2:04:43 karena mereka tahu betapa pahitnya hidup 2:04:46 di dalam satu bentuk penjajahan ya dan 2:04:50 alangkah mengerikan kalau ternyata kita 2:04:52 tidak bisa menyambut dengan baik 2:04:55 perjuanganing kita itu Justru dengan 2:04:57 menciptakan kolonialisme baru untuk 2:04:59 bangsa kita Oleh karena itu saya 2:05:03 berpesan Demokrasi adalah bagian dari 2:05:06 Indonesia tertampung pada Silah keemp 2:05:09 dan menjadi Indonesia adalah menjadi 2:05:11 Demokrat yang 2:05:17 baik 2:05:21 Om silakan Om 2:05:24 oke eh cari car akal dulu 2:05:28 ya kita membaca 2:05:31 Indonesia harus di dalam konteks 2:05:34 persaingan politik global gu termasuk 2:05:37 dalam cara kita membaca 2:05:39 demokrasi beberapa tahun lalu saya 2:05:41 diundang oleh bas untuk membuat indeks 2:05:45 demokrasi Indonesia itu saya bilang 2:05:48 indeks demokrasi Indonesia harusnya 2:05:50 tidak dibuat oleh pemerintah Indonesia 2:05:53 sendiri biarkan luar negeri yang 2:05:55 mengindeking kita supaya audit eksternal 2:05:59 terhadap demokrasi itu betul-betul tidak 2:06:01 bas jadi seringkiali Pemerintah berupaya 2:06:05 untuk menunjukkan kita demokratis karena 2:06:08 buktinya ada penelitian indeks demokrasi 2:06:12 versi siapa 2:06:13 versienas engak bisa karena keaslian itu 2:06:18 hanya bisa ditunjukkan dengan mikroskop 2:06:20 dari luar bukan dengan mikroskop kita 2:06:22 sendiri itu jadi itu soalnya yang saya 2:06:24 ingin Terangkan nah indeks itu sekarang 2:06:26 dibaca oleh dunia itu lalu diperlihatkan 2:06:28 bahwa indeks kita itu drop itu sekarang 2:06:31 di dunia internasional 2:06:34 ada perubahan politik di timur tengah 2:06:37 itu Uni Emirat Arab memilih memihak 2:06:42 Israel ketimbang Palestina itu karena 2:06:45 apa Karena mungkin dianggap kalau 2:06:47 terus-menerus me Palestina itu bisnis 2:06:50 dengan Amerika bisa terganggu Uni Emirat 2:06:53 Arab tentu ingin ee memperbaiki sistem 2:06:55 pertahanannya teknologi persenyataan 2:06:58 dari Amerika Karena itu dia mesti pakai 2:06:59 lobi Israel itu fakta pertama dari Uni 2:07:03 Emirat arabah itu yang bikin komplikasi 2:07:05 baru di dalam peta politik Timur Tengah 2:07:08 fakta kedua tentang Uni Emirat Arab akan 2:07:11 ada nama jalan Jokowi di pusat bisnis 2:07:14 Uni Emirat Arab itu fakta kedua begitu 2:07:19 yang jadi ribut sekarang pertanyaan saya 2:07:24 Mengapa tidak ada jalan Firman Nur di 2:07:28 Uni Emirat Arab Mengapa tidak ada Jalan 2:07:30 Faisal Basri di pusat bisnis Uni Emirat 2:07:33 Arab karena Faisal Basri dan firman Nur 2:07:38 tidak punya tanah 300.000 hektar di 2:07:41 Kalimantan atau di Papua itu 2:07:45 penjelasannya Jokowi 2:07:47 punya jadi kita lihat bahwa Indonesia 2:07:50 itu terkait dengan orkestrasi oligarki 2:07:54 dunia sebetulnya Jadi mungkin sekali ini 2:07:57 semacam dugaan-dugaan tapi begitu kita 2:07:59 masuk di dalam politik dunia kita mesti 2:08:02 mampu membaca between the line gitu jadi 2:08:05 Oke Enggak ada soal ada jalan Jokowi di 2:08:07 Uni Emirat Arab tapi juga ada jalan 2:08:10 Munir di the hack Belanda itu di denh 2:08:13 jalan Munir di Belanda itu menandakan 2:08:17 mengingatkan kita bahwa Munir melawan 2:08:21 oligarki Jalan Jokowi di Arab akan 2:08:24 mengingatkan kita 2:08:28 bahwaok inian di 2:08:32 se sejah 2:08:47 anak kasih yang sebesar-besarnya kepada 2:08:50 empat narasumber kita atas sumbangsi 2:08:53 ilmu dan wawasan yang sangat luar biasa 2:08:56 ya dan juga saya ingin mengucapkan 2:08:58 terima kasih kepada rekan-rekan wartawan 2:09:00 media yang masih setia Meliput sampai 2:09:03 akhir acara kepada radio rasil dan rasil 2:09:06 TV yang terus merelay acara kita ini dan 2:09:08 juga kepada Partai Keadilan Sejahtera ya 2:09:11 YouTube dan Facebooknya juga senantiasa 2:09:13 merilay eh acara Indonesia pada kali ini 2:09:17 sebagai penutup Saya ingin memberikan 2:09:19 sebuah quote dari Mahatma Gandhi sebagai 2:09:22 bentuk eh penyambung hati dan suara 2:09:25 kepada sahabat-sahabat kita rekan-rekan 2:09:28 kita para mahasiswa dan para buruh 2:09:30 pekerja yang terus berjuang e 2:09:32 menyuarakan hati nurani dan kebenaran 2:09:35 mah Gandi mengatakan Kamu mungkin tidak 2:09:38 akan pernah tahu apa hasil dari 2:09:39 tindakanmu namun ketika kamu tidak 2:09:42 bertindak Apun maka tidak akan ada hasil 2:09:44 yang terjadi maka teruslah e kita 2:09:47 bergerak menyuarakan aran mencerdaskan 2:09:49 rakyat menggerakkan rakyat mudah-mudahan 2:09:51 suatu saat Allah subhanahu wa taala 2:09:53 memberikan takdir perubahan dan 2:09:55 perbaikan bagi negara kita terima kasih 2:09:57 kepada para narasumber kita akhiri acara 2:10:00 indonesiaak pada malam ini dan kita 2:10:03 sampai ketemu pada Jumat malam pekan 2:10:05 depan dengan tema-tema yang lebih 2:10:07 menarik asalamualaikum warahmatullahi 2:10:09 wabarakatuh Waalaikumsalam Oke 2:10:12 kawan-kawan Bang faisah 2:10:17 Bro Tera 2:10:19 kasih terima kasih banyak ya izin 2:10:47 l 2:10:53 forign