134 Jamaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci, Ustaz Deny Rahman : Petugas Haji Soroti Pentingnya Kesehatan Jamaah

“Haji bukan hanya soal menyelesaikan ritual ibadah di Tanah Suci, tetapi bagaimana nilai-nilai yang diperoleh selama berhaji dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat setelah pulang ke Indonesia,”

Mekkah, Rasilnews – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 yang bertugas di Sektor 2 Mekkah, Saudi Arabia, Deni Rahman, mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat sebanyak 134 jamaah haji Indonesia wafat selama penyelenggaraan ibadah haji 1447 H di Arab Saudi. Faktor kesehatan, terutama kelelahan fisik, dehidrasi, dan gangguan jantung, menjadi penyebab utama tingginya angka kematian jamaah pada musim haji tahun ini.

Ustaz Deny menjelaskan bahwa sebelum fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), jumlah jamaah yang wafat mencapai 123 orang. Setelah puncak pelaksanaan ibadah haji di Mina, jumlah tersebut bertambah 11 orang sehingga total mencapai 134 jamaah.

“Sebagian besar jamaah wafat saat menjalani perawatan di rumah sakit. Faktor yang paling sering ditemukan adalah kelelahan akibat aktivitas fisik yang berat, cuaca panas ekstrem, dehidrasi, serta gangguan jantung dan peredaran darah,” ujar Deni Rahman kepada Radio Silaturahim.

Menurutnya, seluruh jamaah Indonesia yang wafat selama musim haji dimakamkan di Arab Saudi sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain menyoroti kondisi jamaah, Deni Rahman juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji saat ini mengedepankan konsep Tri Sukses Haji, yang menjadi salah satu arah kebijakan dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan haji Indonesia.

“Tiga sukses itu meliputi sukses ritual, sukses ekonomi, serta sukses keadaban dan peradaban,” katanya.

Ia menjelaskan, sukses ritual berarti memastikan jamaah mampu melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji secara sempurna. Sementara sukses ekonomi berkaitan dengan optimalisasi manfaat ekonomi dari penyelenggaraan ibadah haji bagi masyarakat Indonesia.

Adapun sukses keadaban dan peradaban bertujuan agar jamaah tidak hanya memperoleh pengalaman spiritual selama di Tanah Suci, tetapi juga membawa perubahan positif bagi lingkungan setelah kembali ke Indonesia.

“Jamaah diharapkan membawa akhlak yang lebih baik, menjaga tutur kata, meningkatkan kepedulian sosial, dan menjadi teladan di tengah masyarakat. Haji yang mabrur seharusnya melahirkan perubahan, baik pada diri sendiri maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.

Tantangan Penyelenggaraan Haji Indonesia

Indonesia kembali menjadi negara dengan kuota haji terbesar di dunia dengan jumlah sekitar 221 ribu jamaah pada musim haji tahun ini. Besarnya jumlah jamaah tersebut, menurut Deni Rahman, menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam aspek kesehatan.

Ia menilai proses seleksi kesehatan calon jamaah perlu semakin diperketat agar yang berangkat benar-benar memenuhi syarat istitha’ah atau kemampuan fisik untuk menjalankan ibadah haji.

“Masa tunggu haji di Indonesia sangat panjang. Banyak yang mendaftar ketika usia masih produktif, tetapi baru berangkat saat usia sudah lanjut. Kondisi ini tentu memengaruhi kesiapan fisik mereka selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” katanya.

Meski demikian, ia mengapresiasi peningkatan kualitas layanan haji Indonesia yang menurutnya mendapat pengakuan dari Pemerintah Arab Saudi.

“Dari sisi pelayanan, Alhamdulillah banyak mendapat apresiasi. Baik dalam aspek akomodasi, transportasi, maupun konsumsi jamaah, terdapat berbagai perbaikan dan inovasi yang dirasakan langsung oleh jamaah,” ujarnya.

Deni Rahman mengingatkan calon jamaah haji agar mempersiapkan kondisi kesehatan sejak jauh hari sebelum keberangkatan. Menurutnya, kepatuhan terhadap pemeriksaan kesehatan merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan selama menjalankan ibadah haji.

Ia juga mengimbau jamaah yang berada di Arab Saudi untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca sangat panas, menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan payung, memperbanyak konsumsi air minum, serta menjaga pola makan secara teratur.

“Jangan menunda makan terlalu lama dan perbanyak minum cairan, termasuk oralit jika diperlukan. Langkah sederhana seperti ini sangat membantu mencegah dehidrasi dan gangguan kesehatan lainnya,” katanya.

Menutup wawancara, Deni Rahman berharap seluruh jamaah haji Indonesia dapat kembali ke tanah air dengan selamat serta membawa nilai-nilai haji ke dalam kehidupan sehari-hari.

“Haji bukan hanya soal menyelesaikan ritual ibadah di Tanah Suci, tetapi bagaimana nilai-nilai yang diperoleh selama berhaji dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat setelah pulang ke Indonesia,” pungkasnya.

Comments (0)

Your email address will not be published. Required fields are marked *