Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [musik] 0:06 Brail TV. [bernyanyi] 0:11 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:13 warahmatullahi wabarakatuh. 0:14 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:15 ini hari Rabu tanggal 5 Agustus 2026 0:20 atau tanggal 21 Asyafar 1448 Hijriah. 0:25 Kita jumpa lagi dalam acara bincang 0:28 hijrah. Tentu saja di sini sudah ada 0:31 Neza, ada Algi, ada juga teman-teman 0:34 yang sedang PLK, Danya, Cacan, dan Reva 0:38 dari SMA Taruna eh SMK Taruna Bakti atau 0:42 diingat Starbucks. Baik, kita tentu saja 0:46 mengundang Coach Husaini. Beliau adalah 0:50 dari BNSP Master Trainer kemudian 0:53 digital scale Up konsultan dan kami 0:56 nanti menghadirkan Profesor 0:59 Sultan Deden Lesmana expert circular 1:03 economy. Nanti kita lihat akan mendengar 1:06 keterangan-keterangan beliau tentang 1:08 bagaimana membuat kompos, membuat pupuk 1:11 dan semuanya dikaitkan dengan Al-Qur'an. 1:16 Kita dengar nanti ya. Oke. Eh, baik. 1:21 Bersama Coach Husaini dan Prof. Sultan 1:27 Deden Lesmana yang sekarang berada di 1:31 Cirebon. Asalamualaikum, Bib. 1:34 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:35 wabarakatuh, Pak. Terdengar suaranya. 1:38 Oh, ini menarik sekali nih e temanya nih 1:40 ya. Merancang ekonomi sirkuler ee dari 1:44 sampah lahir cuan. ini yang justru 1:47 sedang dihadapi oleh pemerintah. 1:49 Bingung, bingung, bingung nih samparan 1:51 sampah ini ya. Oke, bisa dikasih 1:53 pengantar dulu ee Bang Habib, 1:56 Coach Husaini. 1:59 Oke, terima kasih Pak Krishna. Sehat Pak 2:02 Krishna ya. 2:03 Alhamdulillah Bang Habib. 2:05 Oke. Alhamdulillahiabbil alamin. 2:07 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 2:09 warahmatullahi wabarakatuh. 2:11 Alhamdulillahirabbil alamin. Segala puji 2:13 bagi Allah yang telah memberikan kita 2:15 nikmat hari ini. 2:16 Amin. Kesehatan, kehidupan, dan 2:19 kesempatan untuk membahas ee segala 2:22 macam terkait ee umat, terkait ekonomi, 2:26 terkait pemberdayaan gitu ya. Selawat 2:29 dan salam 2:31 semoga senantiasa tercurah kepada Nabi 2:33 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 2:35 Iya, 2:36 Pak. dan keluarganya mungkin ngirim 2:40 dulu Pak Krishna 2:43 mau masuk tol ya tadi ya 2:44 boleh di ee suaranya masuk. 2:47 Selawat dan salam kepada Nabi Muhammad 2:50 sallallahu alaihi wasallam dan 2:51 keluarganya serta para sahabatnya 2:53 sebaik-baik umat manusia dan sebaik-baik 2:55 teladan. 2:57 Hari ini ee kita akan membahas 3:01 terkait salah satu hal yang banyak 3:05 dipandang remeh oleh sebagian orang 3:07 yaitu sampah gitu ya. Tapi ini bukan 3:10 sekedar sampah, Pak Krishna, tapi ini 3:12 masa depan Indonesia sebetulnya. Karena 3:16 ee sejarah menunjukkan bahwa 3:19 bangsa-bangsa yang besar itu tidak hanya 3:23 ee pandai mengelola sumber daya alam, 3:26 tapi mampu mengelola masalah. Jadi, 3:31 jadi 3:33 peluang gitu ya. Mungkin kalau gitu 3:36 bahkan sampah dijadikan pulau gitu ya. 3:39 ada di negara lain, banyak negara e 3:41 Eropa juga sampah itu bisa dijadikan ee 3:46 komoditas gitu. Bahkan ada negara yang 3:48 memang dia butuh sampah gitu ya, ekspor 3:51 apa namanya? Ngimpor sampah dari negara 3:53 lain saking ee negaranya tuh enggak ada 3:56 sampah, enggak ada bahan yang bisa 3:57 diolah gitu ya. Nah, ironisnya di ee 4:01 kehidupan kita sehari-hari yang kita 4:04 buang ya ternyata jadi salah satu 4:07 industri ee pertumbuhan yang tercepat di 4:09 dunia sekarang ini. Dan ini ee salah 4:13 satu yang ee kalau dalam Islam itu salah 4:16 satu jariah gitu ya, jariah kita dalam 4:19 memperbaiki ee lingkungan. Nah, jadi 4:22 hubungan kita dengan lingkungan gitu ya. 4:25 Nah, ee salah satunya ini adalah 4:27 cirkular ekonomi. Ckular ekonomi itu 4:31 ee 4:33 sangat dibutuhkan saat ini karena masa 4:36 depan di era distrupsi ini ya bukan yang 4:39 paling besar tapi yang paling cepat 4:41 belajar. Bagaimana sesuatu yang dibuang, 4:45 sesuatu yang ee jadi sampah jadi itu 4:49 bisa diolah kembali sehingga bisa di 4:52 digunakan gitu ya. apalagi bisa bernilai 4:55 ekonomi. Nah, ee Indonesia ini ee saat 4:59 ini memasuki ee babak baru, Pak Krisna. 5:02 Ada beberapa dari mulai green ekonomi, 5:05 negara-negara itu mulai memberi insentif 5:08 kepada bisnis yang ee ramah lingkungan. 5:10 Kalau kita pernah dengar mungkin ada 5:12 green carbon gitu ya. Ee jadi ee apa 5:17 perusahaan-perusahaan itu ee beli kredit 5:19 ada ee ee kalau dia enggak nanam ee apa 5:23 hutan dia beli kredit. Nah, kredit ee 5:25 green carbon itu yang jadi sekarang ee 5:30 sedang digalakkan gitu ya. Bagaimana 5:32 konservasi Indonesia itu luar biasa 5:36 menyerap karbonnya ya. Apalagi di 5:38 Indonesia itu cukup unik. Di mana k 5:41 semacam apa namanya rawa-rawa ee apa 5:46 pesisir gitu ya ee banyak itu 5:49 penyerapannya jauh lebih besar gitu ya 5:51 ee bahkan bisa 30 kali lipat 5:54 penyerapannya dibanding ee apa tumbuhan 5:56 di ee biasa. Jadi ee tumbuhan-tumbuhan 5:59 yang hidup di pesisir itu ee atasnya 6:02 menyerap, bawahnya juga menyerap karbon. 6:04 Jadi Indonesia ini sangat unik sekali. 6:06 Terus ada lagi digital economy gitu ya, 6:08 data menjadi aset baru. Jadi aset itu ke 6:11 depannya bukan hanya ee sumber daya alam 6:16 gitu ya, bukan hanya minyak dan 6:19 lain-lain, tapi data bagaimana kalau 6:21 kita lihat kemarin itu ketika perang, 6:24 kenapa ee Iran itu nyerang data center 6:27 gitu ya? Nah, karena data itu adalah 6:30 aset gitu ya. Data itu adalah ee 6:32 informasi, data itu adalah strategi gitu 6:35 ya. ee data itu adalah satu hal yang 6:38 sangat penting gitu ya. Jadi ee data ini 6:41 melahirkan satu kekuatan yang luar biasa 6:44 besar. Nah, kembali ke sular ekonomi. 6:48 Circular ekonomi ini yang dulu disebut 6:49 limbah gitu ya. Ini jadi bahan baku gitu 6:52 ya. Was eh was new resources ya. sampah 6:56 adalah resource yang ee baru. Bahkan ee 7:00 dari penelitian terakhir, sampah yang 7:02 diolah itu di ee di dunia tuh baru 7% 7:05 gitu ya. Nah, banyak sekali di Indonesia 7:08 ini sampah ini tidak dikelola dengan 7:10 baik gitu ya. Nah, bahkan sebetulnya 7:14 sudah ada ee startup, sudah ada mulai 7:17 komunitas-komunitas itu yang olah 7:19 sampah. Bagaimana sampah itu ee dicacah, 7:23 dipisah gitu ya. ee ada yang dikasih 7:26 dibusukkan gitu ya. Ee dan itu bisa jadi 7:29 bahan ee olahan gitu ya. Ada yang juga 7:33 ee jadi ee bahan bahan baku gitu, bahan 7:36 baku di industri gitu ya. Nah, itu 7:39 banyak ee banyak ee faktor di situ. Nah, 7:44 ee yang lain-lain itu ada knowledge 7:46 ekonomi gitu ya, eh ide dan 7:50 collaboration ekonomi. Nah, artinya apa? 7:55 ee kalau dulu bisnis kita hanya menjual 7:57 produk ee sekarang harus menjual solusi 8:00 gitu ya. Dulu kejar omset sekarang 8:03 bangun ekosistem Pak Krishna. 8:06 Iya. 8:06 Ee banyak orang itu pengin ngembangin 8:08 usaha ternyata hanya ngembangin cabang 8:12 gitu. Nambah pegawai, nambah biaya. Ini 8:14 bukan scale up, tapi ee scale up itu kan 8:19 pemasukan lebih besar daripada cost-nya 8:21 gitu ya. Nah, tapi dengan adanya 8:23 sirkular ekonomi dampaknya itu lebih 8:25 lebih besar gitu ya. Sumber dayanya itu 8:28 sumber daya yang minim cost gitu bahkan 8:31 dibuang gitu. itu itu sebetulnya nilai 8:33 perusahaan ningkat ee ningkatnya lebih 8:36 drastis dan bahkan ini salah satu apa 8:40 namanya ee tren ya, tren baru ee dengan 8:44 regulasi pemerintah, enggak boleh apa 8:46 namanya buang sampah di TPA dan 8:48 lain-lain. Ini sebetulnya satu ee 8:51 peluang baru gitu ya. Nah, jadi ee scale 8:55 up itu ee atau pertumbuhan bagaimana 8:58 kita menumbuhkan bisnis kita itu adalah 9:01 ee value-nya apa, sistemnya bagaimana 9:04 teknologinya gitu ya, people 9:06 orang-orangnya dan kolaborasi. Jadi 9:08 bagaimana ee saat ini kita bukannya kita 9:12 punya saham 100% tapi kita enggak 9:14 bertumbuh. Nah, tapi kita ngajak 9:17 orang-orang yang bisa berkolaborasi. Oh, 9:20 Pak Krishna jagonya dikomunikasi. Pak 9:22 Krishna jagonya di networking. Oke, saya 9:25 di bagian teknikal digital gitu ya. Ee 9:28 kita kolaborasi. Nah, itu hasil yang 9:30 lebih besar. Nah, ketika ee kita mau 9:34 scale up ya ini prinsip sederhananya 9:38 bagaimana 9:40 atau apa masalah yang kita pecahkan gitu 9:44 ya. Bukan mulai dari produk saya jual 9:45 produk ini gitu ya. Tapi mulai dari 9:47 masalah. Semakin besar masalahnya itu 9:49 semakin besar potensi produk kita ee 9:53 membesar. Nah, sekarang masalah terbesar 9:56 ya, salah satu masalah terbesar adalah 9:58 sampah gitu ya. Nah, yang kedua, siapa 10:02 yang memperoleh manfaat dari produk 10:04 kita? Ketika kita memberdayakan sampah 10:06 itu masyarakat juga termanfaatkan 10:09 gitu ya. bagaimana kita mengurangi emisi 10:12 lingkungan, mengurangi penyakit, 10:13 mengurangi ee ee limbah dan lain-lain 10:17 gitu ya. Kalau kita lihat bagaimana di 10:19 Bekasi, di Bantar Gebang itu efeknya 10:21 sudah ke mana-mana, ke air, ke udara 10:24 gitu ya. Kasihan juga. Jadi ketika kita 10:27 bisa mengolah sampah ya sekarang sudah 10:30 mulai dipermudah sama pemerintah gitu 10:31 ya, itu kita akan mengurangi emisi gitu 10:35 ya. Yang ketiga adalah proses. Bagaimana 10:37 membuat proses yang lebih cepat. Nah, 10:39 teknologi ini juga membantu ada AI 10:43 sekarang gitu ya, buat menganalisa data 10:45 gitu ya, bagaimana kita hubungan dengan 10:47 customer dan lain-lain. Nah, eh jadi 10:50 intinya ccular ekonomi itu kalau model 10:53 lama kan ambil ee kita produksi buang 10:56 selesai. Tapi circular ekonomi itu ambil 10:59 kita produksi terus kita perbaikin gitu 11:01 ya. Daru ulang habis itu lu gunain 11:04 kembali. Jadi sebetulnya enggak ada 11:05 limbah kalau di sirkuler ekonomi yang 11:08 ada hanya ee ee sampah yang belum 11:11 dipakai gitu ya. Gitu ya. Jadi ee ini ee 11:16 setiap masalah besar itu adalah ee 11:20 potensi besar yang kita belum manfaatkan 11:22 sebetulnya. Semakin besar masalahnya 11:23 semakin besar peluang bisnisnya gitu ya. 11:26 Nah sampah ini masalah semua orang Pak 11:28 Krisna. 11:29 Nah, maka solusi apa? mengelola sampah 11:32 ini marketnya sangat besar sekali gitu 11:35 ya. Nah, ee nah kebetulan ini saya tuh 11:40 kenal sama salah satu profesor, dia 11:43 ekspert di bidang sampah. 11:45 Masyaallah. 11:46 Gitu ya. Nah, jadi bagaimana nanti kita 11:50 ee dengarkan kisah beliau bagaimana 11:53 beliau mengelola sampah bahkan dari 11:56 mulai ee rumah tangga gitu ya. Bagaimana 11:59 anaknya kuliah itu bukannya dibiayain 12:03 malah bisa menghasilkan membiayai 12:07 kuliahnya sendiri, e punya aset dan 12:09 lain-lain. Ini kisah real dari beliau. 12:12 Nanti kita coba tanyakan ya. ini beliau 12:15 sudah praktikkan. Beliau memang ee lama 12:19 berkecimpung di bidang ini. Beliau juga 12:21 mengembangkan sesuatu yang bisa ditanam 12:24 ya itu bisa dimakan. Jadi kalau banyak 12:28 pestisida dan lain-lain itu dampaknya ke 12:31 tubuh kita. Jadi kajian beliau itu 12:33 sebetulnya holistik gitu ya. Bukan cuman 12:35 alam tapi ke tubuh juga. Ini sebetulnya 12:38 nanti kita bikin beberapa sesi kalau 12:40 bisa Pak Krisna. Tapi sangat menarik 12:43 kita membahas terkait silkur ekonomi ini 12:45 bisa menciptakan lapangan kerja, usaha 12:48 baru, ketahanan pangan gitu ya, 12:50 kesehatan pangan gitu ya. Dan ini bisa 12:52 dimulai dari rumah gitu ya, hidup kita 12:55 bisa jadi lebih bersih, ada tanaman, 12:58 kita bisa ee makan makanan yang 13:00 dihasilkan gitu ya. Nah, ini ee diskusi 13:04 ini saya berharap bisa mendapatkan 13:06 pengetahuan dan keberanian untuk memulai 13:09 karena regulasi juga sudah mendukung 13:11 gitu ya, kita mulai dari rumah sendiri 13:13 gitu. Nah, kita gali ee hari ini bersama 13:17 Prof. Deden Lesmana ya. Mudah-mudahan ee 13:22 lingkungan kita ini banyak bisa 13:25 mengelola sampah itu jadi berkah, kompos 13:27 jadi produktif gitu ya. dan produktif. 13:30 Jadi ekonomi yang memberdayakan dan 13:34 membantu masyarakat di era ee tantangan 13:37 seperti ini, Pak Krisna. Eah siap. 13:40 Demikian, Pak Krisna pembuka sedikit 13:41 pembuka dari saya. 13:43 Baik, mungkin kita bisa langsung ke 13:45 Prof. Sultan Deden Lesmana, expert 13:49 circular ekonomi. 13:51 Halo, Prof. 13:54 Prof. Sultan. 13:56 Beliau ini sedang berada di Cirebon ini. 13:59 Nah, 14:00 ee Bapak saya minta 5 menit sebentar 14:02 lagi mau nurunin barang sebentar ya, 14:04 Pak. 14:04 Oh, baik baik baik. Kita 14:06 silakan 14:07 5 menit. 14:09 Oke, aja, Pak Krisna. 14:11 Tahu enggak dari RT8 di e duren sawit 14:14 itu Pak RT-nya itu juga orang Cirebon 14:16 juga tuh. 14:17 itu di RT-nya zero semuanya sampah 14:22 bermanfaat sampai selokan-selokan aja 14:24 itu jadi kolam ikan dan kolamnya tuh 14:27 bukan sekedar hiasan tapi bisa 14:28 dimanfaatkan bahkan katanya lelenya tuh 14:32 bobotnya lebih berat dari kalau 14:33 beli-beli di pasar jadi ada sayur bersih 14:37 waduh namanya Pak Taufik 14:40 jadi sampah 14:40 Pak Taufik 14:41 sampah ini menarik ya Pak Krisna ya 14:43 kalau orang bilang sekarang next oil 14:46 next oil oil itu sampah itu nanti oil 14:49 yang selanjutnya gitu ya. Ee karena 14:52 dunia ini mengalami perubahan cepat 14:54 sekali gitu ya. Resource dulu kita 14:57 ngerusak alam buat bikin nilai ekonomi. 15:01 Nah, kita sekarang ciptain nilai ekonomi 15:03 dari sumber daya yang ada. Nah, saya 15:06 lihat ada plastik diolah. Jadi ee jadi 15:09 ee sampah-sampah yang plastik itu 15:11 diolah, ada alatnya entar dicacah, 15:14 dibersihin 15:15 ee dibersihin bisa jadi produk-produk 15:18 macam-macam gitu ya, mainan, 15:20 produk-produk rumah tangga dan 15:21 lain-lain. 15:22 Terus ada juga sampah sampah olahan 15:26 makanan itu jadi di di simpel sekali 15:29 saya lihat ee Prof. ee ee Deden itu 15:33 masukin di dalam satu kayak galon Aqua 15:37 gitu. nanti dimasukin sama dia itu bisa 15:39 jadi pupuk yang sangat sehat sekali. 15:41 Jadi dimasukin 15:42 ee ke tanah, tanahnya juga enggak enggak 15:44 luas. 15:45 Nah, itu makanannya bisa jadi lebih 15:47 sehat. Nah, gitu ya. Tumbuhannya lebih 15:49 cepat gitu ya. Beliau sudah neliti juga 15:51 nanti 15:52 kita dengar gitu ya. Jadi limbah itu 15:54 jadi bahan baku gitu ya. Ee sekarang 15:57 jadi ee cost itu jadi profit gitu ya. 16:00 Perubahan ini sekarang bukan cuman jual 16:03 produk. Kalau jual produk kan kita juga 16:06 enggak tahu bahannya dari mana, ngerusak 16:08 alam dan lain-lain gitu ya, banyak. Tapi 16:10 ini kita membantu ya membantu alam ini 16:14 salah satu jariah kebaikan kita buat 16:16 alam gitu ya. Selama ini kan manusia tuh 16:18 banyak rusak alam, ngambil 16:20 minyak gitu dan lain-lain gitu. Nah, 16:23 Prof. Deden sudah bisa join 16:24 sudah siap ya. 16:25 Bisa. Bisa. 16:26 Halo. Asalamualaikum Prof. Sultan Deden 16:28 Lesmana. 16:30 Waalaikumsalam warahmatullahi 16:31 wabarakatuh. Ee terima kasih atas 16:33 kesediaannya untuk kita wawancara Radio 16:35 Rasil ini di Jakarta. Prof. mengenai 16:38 pengertian sampah di sini, sampah apa 16:40 yang dimaksud yang bisa dimanfaatkan 16:42 sampah apa saja dong, Prof? 16:44 Silakan dibuka dulu Prof. Mungkin 16:47 perkenalan 16:48 ya. Asalamualaikum warahmatullahi 16:49 wabarakatuh. Perkenalkan saya denuju 16:54 Bandung karena memang ada beberapa 16:57 ee tujuan salah satunya ya pemanfaatan 17:00 sampah menjadi minuman. Oh, sampah. 17:02 Jadi, minum itu. Wah, minuman apa itu? 17:05 Masyaallah. 17:06 Nanti kita akan bahas di sesi ya. 17:08 Baik. Ee terima kasih banyak dalam ee 17:11 perjalanan ee penelitian riset dan 17:15 alhamdulillah sudah terekognis ini. 17:17 Jadi, ee sampah yang diolah itu kan 17:20 banyak yang 17:23 berasal dari 17:25 rumah tangga. 17:27 Rumah tangga. 17:28 H. Nah, saat pemindahan dari rumah 17:31 tangga ke RT kemudian di RT dipindahkan 17:33 ke RW, RW pindah ke TPA itu prosesnya 17:36 sebenarnya bukan penanganan sampah, tapi 17:37 pemindahan sampah sehingga TPA semakin 17:40 banyak gitu ya. Nah, kalau TPA semakin 17:43 banyak, yang paling banyak sampah rumah 17:45 tangga adalah sampah organik. 17:47 He. 17:47 Kandungannya hampir 70 sampai 80%. di 17:50 TPA sampah-sampah yang diambil itu 17:52 adalah sampah-sampah yang ee bisa 17:55 memiliki nilai jual beli. Contoh 17:58 plastik, 17:59 besi, dan lain-lain. Sedangkan sampah 18:01 organiknya dan residunya ditinggal. 18:04 H 18:04 maka dari tahun ke tahun sampah 18:06 menggunung dan akhirnya tidak bisa 18:08 tertanganin. Indonesia darurat sampah 18:10 sepertinya bukan salah salah ee salah 18:14 penanganannya, mungkin salah salah 18:18 rumah tangganya. ee 18:20 ee penanganan dari awal dari hulu. 18:24 Heeh. 18:24 Nah, harusnya sampah itu selesainya di 18:26 RT dan RW dengan cara dirubah sampah ke 18:30 meja makan. Nah, sedang ee kami lagi 18:33 coba bikin program dengan tim-tim di 18:35 Bandung ini namanya waste to table. 18:37 Bagaimana sampah diolah langsung menjadi 18:39 produk ya waste to table. Jadi ee 18:42 menjadi cabai, menjadi bawang, menjadi 18:46 kacang panjang, menjadi palawija, 18:47 menjadi padi dan akhirnya kembali lagi 18:49 ke meja makan. 18:51 Nah, urusan pemerintah adalah bagaimana 18:53 caranya menyelesaikan residunya, 18:56 bukan menyelesaikan organiknya. 18:59 Bukan menyelesaikan organiknya. Kalau 19:00 menyelesaikan organiknya, pekerjaan 19:02 pemerintah semakin berat. Karena 19:04 pemerintah pasukannya sedikit, kita yang 19:06 lebih banyak, makanya sampahnya enggak 19:08 bisa ditanganin. Kalau di Indonesia ee 19:12 banyak orang-orang yang ahli sampah dan 19:14 ee kan kajian ini kan banyak ya, saya 19:17 juga mendapat 19:19 ee pemberatan, mendapat bunjingan, 19:21 mendapat cemohan. Yang saya tanyakan, 19:24 kenapa sampahnya nambah banyak gitu loh. 19:27 Jadi, e selesaikanlah sampah di tingkat 19:29 RW gitu loh. Jangan selesan sampah di 19:32 akhir. Kalau di akhir enggak akan 19:34 selesai. Nah, ini yang akan kita bahas 19:36 hari ini adalah bagaimana caranya 19:37 menyelesaikan sampah di tingkat rumah 19:39 tangga dan RW. Jadi yang namanya agen 19:42 hayati sampah-sampah rumah tangga yang 19:44 bekas nasi 19:47 sayuran, ikan-ikan tadi itu adalah itu 19:49 adalah agen hayati yang memiliki enzim 19:52 dan vitamin-vitamin untuk media untuk ee 19:56 untuk ee kesuburan tanah. Nah, caranya 19:59 adalah ee si sampah tadi kita akan 20:03 tumpahkan di dalam satu wadah. Wadahnya 20:06 itu kata katakanlah namanya galon. 20:09 Galon. mineral lah ya yang lebih mudah. 20:12 Nah, nanti ya nanti setiap hari itu 20:16 ditutup dengan tanah. 20:17 H 20:18 sampah sampah organik masukin lagi tutup 20:20 dengan tanah per layer ya. 20:22 H 20:22 kebetulan saya lagi di jalan jadi saya 20:24 enggak bisa apa praktikkan cara apa ee 20:28 ee ee apa praktikumnya di 20:30 tapi tergambar kok. 20:32 Ya tergambar ya. 20:34 Jadi perlay. 20:36 Nah, kemudian untuk membuat ee kecepatan 20:40 dia memproses dekomposisi atau proses 20:43 fermentasi di dalam tanah, maka 20:45 disiramkanlah mikroorganisme lokal dari 20:47 atas. 20:49 Mikroorganisme lokal ini bahan-bahannya 20:51 apa? Yang membuat revolusioner sehingga 20:53 1* 24 jam si sampah itu ee bisa langsung 20:57 digunakan untuk media tanam. Tentu bahan 20:59 dasarnya adalah madu. 21:01 Oh, bukan gula. Itu 21:02 madu dan 21:03 Iya. Ya, jadi inilah yang akhirnya ee 21:07 kita ini memang ee dibuat sebuah model 21:10 kelinci percobaan. Jadi, setiap 21:13 fermentasi selalu menggunakan gula ya. 21:15 H 21:16 gula. Nah, gula itu sebetulnya memang 21:18 buat alat fermentasi tapi dia mempunyai 21:19 batasan. Batasan seperti kadaluarsa. 21:22 Nah, ketika batasan batasan tadi ee 21:26 kalau melampaui batasan, maka bakteri 21:28 yang bekerja adalah bakteri patogen. 21:30 H. Nah, bakteri patogen ini tidak 21:32 berfungsi untuk menjadi nutrisi di dalam 21:34 tanah. Dia akan malah merusak h 21:37 merusak apapun yang ada di dalam tanah 21:40 dan di tanaman gitu. 21:42 Nah, tapi kalau dari madu ini yang 21:44 dicampurkan ya kayak kita kayak bikin 21:46 ekoenzim lah gitu kan kayak madu. Nah, 21:49 madu atas perintah Allah dia 21:51 diperintahkan hanya untuk kesehatan 21:53 manusia. Jadi, apapun yang terkena 21:55 dengan madu madu asli ya 21:57 insyaallah semuanya sehat. mau tanah, 22:01 mau sampah yang tadinya beracun, mau 22:03 apapun. Nah, proses ini kan ada 22:05 kelasnya, nanti kita bisa praktikkan ya 22:07 dalam ee acara-acara tertentu yang ee 22:11 saya diundang silakan ee peser apa 22:14 pemeriksa ikut di dalamnya. Jadi kita 22:17 bagaimana cara membuat probiotik 22:18 sebenarnya bukan koenzim probiotik. Jadi 22:20 pengubah 22:21 bakteri apatogen bakteri jahat menjadi 22:24 eh bakteri patogen menjadi bakteri 22:26 apotogen menjadi bakteri baru. Nah, 22:29 selama ini memang kita kan ee 22:31 khususannya terbentul pada ah udahlah 22:35 kalau ini pakai ini aja produk saya 22:37 enggak usah nyebutin produknya enggak 22:38 boleh nih 22:39 ini siaran langsung 22:41 [tertawa] 22:42 sudah yang nyebut bukan saya ya 22:43 enggak apa-apa enggak apa-apa sebut aja 22:45 biar jelas 22:46 ya karena itu menggunakan gula nah kalau 22:48 gula produk akhirnya itu kalau sudah 22:50 terfermentasi kan jadi alkohol 22:54 kalau sudah jadi alkohol jangankan tanah 22:56 Pak badan kita menolak badan kita kalau 22:58 kebanyakan gula, Bapak tahu kan 23:00 bagaimana proses terbentuknya kanser, 23:03 bagaimana proses terbentuknya 23:05 penyakit-penyakit degeneratif, bahkan 23:06 yang pengidap penyakit dalam atau kanser 23:08 enggak boleh makan gula dan minum gula. 23:11 Hm. 23:12 Apa kabar dengan tanah kita yang sudah 23:14 terinfeksi dengan yang Bapak sebutkan 23:16 tadi? Banyak virus-virus yang enggak 23:18 bisa ditangani, Pak, di tanah kita dan 23:19 membinggungkan para petani sekarang. 23:22 Jangankan cabe, Pak, kena virus sekarang 23:24 pisang aja kena virus, Pak. Sama pepaya, 23:26 Pak. 23:27 Hm. Masyaallah 23:27 yang masyaallah yang zaman dulu itu 23:30 enggak pernah yang ada yang istilahnya 23:33 ee pepaya kena virus, pisang kena virus 23:35 itu tidak ada, Pak. Maka disebutkanlah 23:37 di surat Al 56, "Aku sudah memelihara, 23:40 aku sudah ciptakan alam semesta ini." 23:43 Kata Allah, "Aku sudah pelihara alam 23:45 semesta ini." 23:46 Manusia tolong dijaga, katanya. 23:49 Nah, jika ini sudah ee keluar sebagai 23:53 perintah, maka kewajiban kita adalah 23:55 menjaga ciptaan Allah. Tapi apakah tapi 23:59 apa nyatanya? Kita melakukan proses 24:02 pembuangan sampah seenak-enaknya dan 24:04 sampah tidak diolah malah dikasihkan ke 24:07 pihak ketiga yaitu pemerintah. Kan 24:10 kasihan Pak beban pemerintah sebetulnya. 24:12 Iya. Nah, bagaimana caranya dengan 24:14 dengan kajian ini adalah kita selesaikan 24:16 sampah di rumah tangga. Karena sampah 24:18 adalah produk kita, bukan produk 24:20 pemerintah. Produk kita yang kita 24:23 hasilkan sehari-hari dan sebenarnya itu 24:25 membebuni bumi gitu kan. 24:26 H 24:26 bagaimana caranya kita memuliakan alam 24:29 dan memuliakan ciptaan Allah dengan cara 24:31 mengolah sampah, dijadikan media tanam, 24:34 dijadikan produk-produk unggulan 24:36 pertanian, dinikmati bersama. Yang 24:39 kedua, apakah sampah bisa digunakan 24:40 untuk menjadi pakan ternak, pakan 24:42 manusia? Bisa. Ada caranya gitu, Pak. 24:45 Jadi ee mulai hari ini kami melalui 24:49 bukan kampanye aja ya, melalui melalui 24:51 gerakan RWC Indonesia. Saya melakukan 24:54 kajian, pembekalan dan ee pelatihan 24:57 bagaimana caranya mengelola sampah dapur 25:00 langsung jadi media tanam dalam waktu 1* 25:02 24 jam. Oh, 25:04 yang sudah berhasil banyak 25:06 yaitu panen cabe, panen pakcoy, panen 25:09 sayuran. 25:09 Masallah. Masyaallah. 25:12 Dan mereka senang karena yang 25:13 dihasilkannya organik ya. 25:15 Nah, kalau organik kan dimakannya sehat, 25:17 Pak. 25:17 Iya. 25:18 Terkadang kita juga tidak tahu, Pak. 25:20 Sayuran yang kita beli di pasar itu 25:24 terpapar pestisida atau tidak kan kita 25:26 tidak tahu. 25:26 Iya, 25:28 betul enggak? I 25:29 terpapar zat-zat kimia kan kita tidak 25:31 tuh. Akhirnya banyak sekarang 25:32 orang-orang yang maaf 25:34 kena autoimun. 25:36 Selain kena autoimun ee kena diabetes. 25:40 He. 25:40 Nah, diabetes autoimun ini diklaim oleh 25:42 manusia adalah penyakit turunan katanya. 25:45 Loh, kan bukan turunan sebetulnya. Ini 25:47 kan tingkat tingkat residu, tingkat 25:50 pencemaran. Pencemaran kan tidak hanya 25:52 udara, air, 25:54 tanah gitu kan yang di yang yang 25:56 dilakukan oleh kita gitu. Ya, 25:58 maka kita lurus, Pak. Kita luruskan 26:00 sekarang. Kita luruskan. Tidak ada 26:02 penyakit turunan karena Allah 26:04 menciptakan manusia dalam bentuk 26:06 sebaik-baiknya. Baik, baik. Masyaallah. 26:09 Masyaallah. Jadi memang sebuah paradigma 26:11 ini kita harus buat ke masyarakat harus 26:15 sistemik, harus masuk supaya tidak 26:18 meyakini tentang penyakit turunan, 26:20 tentang makanan tanpa biji mereka bangga 26:23 gitu kan 26:24 atau makanan instan gitu kan. dan harus 26:26 dikembalikan ke marwahnya bahwa semuanya 26:28 lewat proses ayam ya 4 bulan panennya 26:31 bukan 1 bulan buah-buahan harus ada 26:34 bijinya 26:36 karena kalau enggak ada bijinya nanamnya 26:37 pakai apa gitu kan. 26:38 Iya. 26:39 Kemudian yang dihasilkan pertanian 26:41 jangan pernah membubuhkan obat-obatan 26:44 kimia 26:45 i 26:45 karena residu itu akan nempel ke badan 26:47 kita bersandar ke ginjal. 26:49 Ginjal semakin berat kerjanya 26:52 gitu Bapak. Mungkin sementara itu ada. 26:55 Baik, ini pertanyaan sudah masuk nih 26:56 dari pendengar nih. Oke, ya. Pertanyaan 26:59 pertama dari Bapak Cokro. 27:02 Asalamualaikum, [mendengus] Prof. Sultan 27:03 Deden Lesmana. Tadi dokter eh Prof 27:06 mengatakan bahwa untuk fermentasi 27:08 menggunakan madu apalagi madunya madu 27:10 asli. Nah, itu kan mahal. Lalu madunya 27:13 tuh diapakan? Dicampur air lalu disiram 27:16 atau dicampur apaagi? Apa tidak perlu 27:18 air empat atau bagaimana? Cara dari madu 27:21 itu hanya madu saja atau ada lain untuk 27:23 fermentasinya itu dari Bapak Jokro. 27:29 Silakan. 27:29 Masyaallah. Terima kasih banyak. Ini 27:31 jadi ini jurus pertama memang kita harus 27:34 mengetahui ee formulanya apa. Jadi 27:37 sebetulnya madu dicampurkan dengan 27:39 buah-buahan dicampurkan agen hayati dari 27:43 tanah itu sudah cukup menjadikan 27:45 probiotik. Madu memang di otak kita 27:48 selalu mahal. karena mendapatkannya 27:51 sulit, Pak. 27:52 Iya. 27:52 Tapi sekarang kan di platform banyak 27:54 yang terjual madu asli dan tidak mahal 27:56 juga, ekonomis dan murah, Pak. Kita 27:59 harus tahu ee review-nya ee si 28:02 penjualnya. Jadi, dalam 28:07 ee fermentasi dalam ee 1 liter air kita 28:11 gunakan madu sekitar 50 mili, Pak. 28:15 Iya, 28:15 50 mili. Iya. Kalau dari dalam 200 liter 28:19 air kita gunakan madu 1 kilo. 28:21 Nah, berapa harga madu? Kan variatif, 28:23 Pak. Ya, ada yang R.000, ada yang 28:25 Rp70.000, 28:27 ada yang Rp100.000. Tergantung jenis ee 28:30 lebahnya, tergantung jenis madu yang 28:31 dihasilkannya. 28:32 Iya. 28:33 Tidak begitu mahal. 28:34 Jadi sebetulnya dalam proses pembuatan 28:37 nutrisi untuk tanaman, nutrisi untuk ee 28:42 minuman, atau nutrisi untuk tanah, kita 28:45 harus menggunakan bahan-bahan yang 28:47 jangan dibuat nilainya begitu ekonomis. 28:50 Karena itu kan masuk ke badan, Pak. 28:51 Iya. 28:52 Nah, madu itu ada keberkahan, Pak. 28:55 Keberkahannya adalah Allah sampaikan di 28:56 surat 69, madu untuk kesehatan manusia. 29:01 Jadi kalau mandu memang mahal saya 29:04 memang sekarang lagi kempain ee kampanye 29:06 gerakan serempat ke semua petani-petani 29:08 di Indonesia. Kita berternak lebah 29:11 sekarang 29:12 supaya madunya enggak mahal. 29:13 Kalau satu sendok madu bisa untuk berapa 29:15 liter air itu dicampurnya? 29:18 1 sendok madu bisa 1 liter, Pak. 29:20 1 liter ya. Hm. Oke. Tugasnya madu dia 29:25 mengurai gas metan sebetulnya. 29:27 Oke. 29:27 Gas metana. Gas amonia di dia urai. 29:31 Oke, nih ya Deden boleh eh sharing eh 29:34 saya tuh tertarik edukasi anak buat ee 29:37 sampah organik dan mungkin bisa cerita 29:40 kisahnya anak ee sendiri ya, bagaimana 29:43 edukasi sampah organik ini ke anak 29:46 sampai ee berhasil gitu ya. Ee dibentuk 29:49 sejak dini misalnya milah sampah, buat 29:52 kompos dan belajar tanggung jawab. 29:54 mungkin bisa cerita pengalaman pribadi 29:57 sedikit ee gimana edukasi ini buat anak 30:00 ee sekalian kisah suksesnya gitu, Prof. 30:04 Masyaallah tabarakallah. Iya. Jadi anak 30:07 saya kuliah di BINUS 30:10 ya. Memang uang kuliahnya masyaallah 30:12 satu semester itu tembus 15 sampai R 30:15 juta. 30:16 Masyaallah. 30:19 Jadi 30:20 dia daftar di TB enggak diterima. Hanya 30:23 prodinya hanya yang diminta itu. Kalau 30:25 enggak itu enggak kuliah katanya. 30:26 He. 30:27 Ya. Saya katakan ya silakan nanti kalau 30:29 ada apa-apa nanti ayah enggak bisa bantu 30:32 banyak. 30:32 H. 30:33 Tapi sebetulnya anak ini namanya Zahra 30:36 Pak ya. 30:36 Iya. 30:37 Tapi sebetulnya dia melakukan proses 30:40 bagaimana caranya tidak membani orang 30:42 tua. Jadi tiap malam dia kerjanya tuh ke 30:44 tempat-tempat ee kuliner. 30:47 tempat kuliner kan jam 11.00 jam 10 kan 30:50 sudah pada bertutup kan di Cirebon itu. 30:52 He 30:52 dia ambilin tuh bekas nasi goreng, bekas 30:55 martabak. 30:56 Iya 30:57 bakso, dan lain-lain. Dia campurkan 30:58 dengan tanah dicampurkan dengan ma dia 31:00 masukin ke ke galon. 31:02 Iya. 31:03 Saya pikir kan cuma 100 galon gitu. 31:05 Enggak tahunya sampai 5.000 galon 31:07 sekarang. 31:08 Waduh berarti luas tanahnya ya. 31:11 Masyaallah. Jadi si galon-galon yang 31:13 sebanyak itu dia titip-titipkan ke 31:15 RT-RT. H 31:17 kerja sama ekonomi syariah gitu kerja 31:19 sama. 31:19 Masyaallah. [tertawa] 31:21 Luar biasa. 31:22 Jadi kalau satu galon panen capek Iya. 31:24 Kalau satu galon panen cabainya 1 kilo. 31:26 Nah, kalau ke 5.000 galon panen cabainya 31:27 berapa? 31:28 Hmm. 31:28 5 ton. 31:32 Oke. 31:32 Jadi cabai cabai itu kan panennya 1 31:34 kilo, Pak. Dalam 150 hari. 31:36 He. 31:37 Sekali panen enggak 1 kilo, 200 gr. 200 31:40 gr. Kalau panennya 10 kali kan sudah di 31:43 atas 1 kilo, Pak. He. 31:45 Nah, kalau punya 50 galon berarti 5 ton 31:48 kalikan harga cabai. Kita anggap cabai 31:50 yang paling murah 30 deh. 31:52 Berarti R50 juta. Saya bingung sudah mau 31:55 lulus anak saya. Saya enggak pernah 31:57 bayar bantu anak kuliah. Cuma bantu 31:59 waktu itu kasih uang. 32:00 Masyaallah luar biasa. 32:01 Sekarang lulus Pak. Lulus dan sidang dan 32:03 katakan dia sudah punya rumah dari 32:05 galon. 32:06 Dari galon sampah ini. 32:08 Masak cabe itu ya. 32:10 Iya. Jadi yang ditanam cabai cabainya 32:12 cabe beauty itu loh. Cabai apa? 32:14 yang buat sambal goreng itu yang besar 32:16 itu. Itu kan baru sekali kan dan memang 32:18 pasarannya enggak tinggi kayak cabai 32:20 rawit domba atau setan ya. 32:22 Sekitar 30 hari ya dia panennya ya. 32:26 Iya 150 hari. Betul 32:28 Dok. Ini ada tanya lagi dari Bapak Dirga 32:30 Dok. Eh Prof e bagaimana Dokulu Prof. 32:33 Bagaimana caranya ke fermentasi supaya 32:35 fermentasinya tidak bau sehingga 32:37 mengganggu tetangga 32:40 ya? Jadi ee sebetulnya kalau mau sedikit 32:45 agak lebih agak lebih apa agak lebih 32:49 mantap masukkan unsur dari badan sapi 32:53 Pak. 32:55 Dari apa? 32:55 Yaitu rumen sapi. Rumen sapi. 32:57 Rumen sapi. 32:58 Iya. Rumen ya? Rumen sapi. 33:02 Rumen sapi. Jadi ee itu jelas nanti 33:07 jarak setengah jam tuh sampah enggak bau 33:10 dan enggak ada lalat, Pak. 33:11 Hm. 33:11 Kenapa dengan rumen sapi, Pak? 33:13 Rumen sapi itu kotoran sapi ya? Rumen 33:15 apa sih? 33:16 Rumen itu bukan kotoran sapi. Rumen 33:18 posisinya di depan, kotoran di belakang. 33:20 Oh. 33:22 Jadi sapi itu kalau kalau makan dia 33:24 simpan enggak enggak dimasukin ke 33:25 pencernaan, Pak. Dia simpan di rumahnya 33:27 dulu, Pak. Oh, 33:29 iya. Nanti setelah disimpan di tembolok 33:31 depan, dia kembalikan lagi, Pak. 33:33 Kembalikan lagi. Dimasukin lagi ke 33:35 tembolok apa? Ke lambung. Jadi ini 33:39 menarik, Pak. Kenapa dalam Al-Qur'an itu 33:41 ada surat Albaqarah, Pak? Itu sapi 33:43 betina, kan? 33:44 Iya. 33:44 Ternyata ada misteri di sana, Pak. 33:47 Misterinya itu apapun yang terkena 33:50 kajian dari ayat Albaqarah 73, apapun 33:53 itu dia akan hancur lebur, Pak. Dan 33:56 sesuatunya itu bisa berbuat kebaikan. 34:00 Karena dijelaskan ketika Nabi Musa 34:02 ditantang Bani Israil menghidupkan 34:04 mayat, kemudian Nabi Musa memohon kepada 34:07 Allah, "Ya Allah, bagaimana nih caranya 34:10 mengat mayat?" gitu. Allah langsung 34:11 kasih petunjuk, "Potonglah sapi 34:14 yang masih segar, masih kuning, 34:17 pukulkanlah daging sapi." 34:19 Isya mayatnya akan terbangun. Dan proses 34:21 pembangunan mayat ini sebetulnya proses 34:23 pembentukan sel-sel baru yang dinamakan 34:26 stem sel. 34:28 Hm. 34:28 Yang dinamakan sel berubah dari patogen 34:30 menjadi apatogen. Yang patogen bakteri 34:33 jahat menjadi bakteri baik. 34:35 Otomatis kalau sudah menjadi bakteri 34:36 baik dia akan mengurai gas-gas yang ada 34:39 di Nah, hubungan keilmuan ini namanya 34:42 ekologi, Pak. Kalau dipadukan dengan 34:45 hukum apa ilmuwan sekarang enggak akan 34:46 ketemu. Karena Prfnya sekarang itu 34:49 adalah sampah itu menjijikan, bakterinya 34:52 banyak gitu kan dan harus melalui 34:54 proses-proses 34:56 yang sangat lama. Proses dekomposisi aja 34:58 kita makan waktu bisa 3 bulan, Pak. 35:01 Iya. 35:02 Iya. Jadi, 35:04 ketika Allah menyampaikan kepada Nabi 35:06 Musa kan hitungannya enggak ada jam, 35:07 Pak. dipukulkanlah mayat apa mayat 35:11 tersebut dan bangun dan menunjukkan 35:13 siapa pembunuhnya. H. 35:15 Nah, kajian ini sebetulnya saya lakukan 35:18 riset ternyata masyaallah Pak sampah 35:20 sudah enggak bau. 35:22 Jadi enggak baunya tuh terurai gas 35:24 metannya gitu loh. 35:25 H. Oke. 35:26 Nah, kenapa sampah mengeluarkan gas 35:28 metan? Itu adalah cara sampah 35:31 memperingatkan manusia. Hai manusia, aku 35:33 tolong muliakan. Nah, jadi bau gitu kan. 35:36 Tapi kalau kita tahu sampah, kita 35:38 diam-diam aja ya yang salah kita. 35:40 Sebenarnya cara berkomunikasi sampah 35:41 dengan kita tuh dia mengeluarkan bau 35:43 gitu. 35:43 Oh, gitu. 35:46 Oke. Oke. Nih ada yang tanya, 35:50 "Dok, apakah 35:52 apakah daerah lindinya bisa dimanfaatkan 35:55 untuk POC?" 35:58 Nah, ini menarik. POC bisa langsung 36:01 dimanfaatkan jadi air sori air lindi 36:04 bisa langsung dijadikan POC dengan cara 36:06 mencampurkan fermentasi 36:10 tadi probiotik tadi kepada air lindih. 36:13 Berapa lama prosesnya? 1* 24 jam 36:16 direndah didiamkan dulu selama semalam. 36:18 Heeh. 36:19 Bisa jadi memang masyaallah dari sampah 36:21 ini kan keluar air tuh. Nah air 36:23 lindingnya ini untuk pupuk. 36:27 Untuk pupuk. 36:29 Oke. 36:32 Tapi dicampur air dulu kan? 36:34 Ee enggak si air linya kasih probiotik 36:37 aja. 36:37 H 36:40 probiotiknya diambil dari apa tuh? 36:43 Campuran madu tadi. Madu, rumen sapi, 36:45 sama buah-buahan. 36:46 Oh, madu rumen sapi ya. Oke. 36:52 Heeh. 36:52 Jadi ada yang tanya 36:53 berapa sih komposisinya? 36:57 Boleh, boleh. Silakan, 36:58 ee Prof. ee mau tanya, rumen sapi 37:00 didapat di mana? Apakah di toko daging 37:02 atau bagaimana, Prof? 37:05 Kalau kita bikin agak ribet karena harus 37:07 ke RPH, rumah potong hewan. 37:11 Tapi kalau mau nanti saya buatkan. 37:14 Saya buatkan nanti bisa saya titipkan ke 37:17 Rasil. Rasil. 37:19 Wah, Rasil. Masyaallah. 37:20 Radio Rasil. E oke. Ee Prof ini sampah 37:24 organik sekarang gimana cara buatnya 37:27 supaya bisa jadi gerakan sosial gitu ya, 37:30 bukan hanya berhenti projek sesaat gitu 37:32 ya. Jadi kita gimana supaya bisa jadi 37:36 budaya gitu, Prof. Mungkin ee dari 37:38 seminar-seminar atau dan lain-lain gitu 37:41 ya, Prof. Ee ada ini enggak gerakan ini 37:44 bagaimana biar efeknya ini kan bagus 37:46 sekali, Prof. supaya bisa lebih 37:48 berdampak nasional, Prof. 37:51 Kalau saya rasa 37:52 pengalamanpengalaman Heeh. 37:54 Ya, pengalaman saya kalau 37:55 kegiatan-kegiatan itu harus jadi nilai 37:57 ekonomi, jadi duit. 37:59 Heeh. Heeh. 38:00 Kalau jadi duit, siapapun akan gemar 38:02 menekun menekuninya. 38:04 H. 38:05 Jangan kampanye-kampanye buang sampah, 38:07 pila sampah duitnya enggak ada, orang 38:09 enggak mau ngikutin. [tertawa] 38:10 Iya. Iya. Betul, Mas. 38:14 Betulbetul, Prof. 38:15 Ee Prof. Ini betul sekali. 38:17 Iya. Saya kalau sekarang dipanggil 38:19 misalnya di pemerintahan gerakan kamp 38:22 sudahlah pokoknya yang penting jadi duit 38:24 sampah jadi duit ditukar jadi ini jadi 38:27 media tanam benten jadi cabe cabe 38:30 menghasilkan duit nanti lama-lama sampah 38:32 tuh habis kalau jadi duit [tertawa] 38:35 betulak betul 38:37 itu aja jadi ee yang saya sampaikan tuh 38:40 gimana caranya sampah jadi duit jadi 38:42 duit itu maksudnya bukan sampahnya 38:43 dijual diolah jadi media tanam jadi 38:46 produk pakan ternak Ak. Jadi apalagi 38:49 kalau botol-botol bekas tuh ya pokoknya 38:52 di dicacah gitu kan jadi biji plastik 38:54 gitu kan. 38:55 He. [berdehem] 38:56 Mulainya gimana, Prof? Terus tadi 24 jam 38:58 itu kenapa mesti 24 jam Prof? Maksudnya 39:01 memulai dari mana nih e misalnya 39:04 keluarga nih dengan lahan misalnya kan 39:07 sebagian lahannya enggak enggak banyak 39:09 gitu ya. Paling ada tanaman gitu ya. Ada 39:12 ada sedikitlah gitu ya. Bagaimana bisa 39:15 jadi nilai ekonomi mulainya dari mana? 39:17 dari makanan atau dari apa gitu, Prof. 39:21 Yang paling cepat itu di rumah. Di rumah 39:25 itu bisa kan rumah tidak ada lahan 39:28 pertanian kan, bisa di depan, bisa di 39:30 belakang, bisa di rooftop, bisa 39:32 dititipkan di pinggir jalan. Yang 39:35 ditanam tuh sayuran umurnya 30 hari. H 39:38 h 39:40 30 hari. Jadi kalau nanam sayuran itu 39:44 ee apa ya? kita enggak perlu ilmunya 39:47 pintar-pintar banget gitu loh. Kalau 39:50 nanam sayuran ilmunya enggak usah 39:51 tinggi-tinggi banget. 39:53 Rajin siram enggak setiap hari itu harus 39:55 gimana? 39:56 Ee nanti ada tekniknya. Kalau galonnya 39:59 banyak pakai energi matahari digunakan 40:02 tetes. Tapi kalau misalnya galonnya cuma 40:04 10 sampai 100 mah disiram biasa aja. 40:07 Dan nyiram kayak ini ya ee kita ada 40:10 hitungannya setelah salat subuh dan 40:11 setelah salat isya gitu. 40:14 Jadi ketika luar biasa. [tertawa] 40:17 Masyaallah. 40:18 Jadi ngiran tanaman juga hitungan apa 40:21 rahasianya itu setelah salat subuh dan 40:24 setelah salat subuh dia akan melalui ee 40:27 mengawali proses fotosintesis. 40:30 Jadi badannya disegarkan dulu. Karena 40:31 kan kita yakin yang namanya tanaman itu 40:34 kan makhluk Allah. 40:36 Jadi dia juga punya nyawa, dia juga 40:38 bertasbih, dia juga berzikir gitu loh. 40:40 Ketika disiram 40:42 pasti 40:44 menyatakan alhamdulillah karena 40:46 posisinya segar. Lah kalau disiramnya 40:48 jam 10. Pagi lagi panas-panasnya, Pak. 40:50 Dia lagi proses bekerja kasihan gitu 40:53 loh. Stunting nantinya. Nah, kenapa 40:56 harus malam? 40:58 Kenapa harus malam disiram setelah salat 40:59 Isya? ketika dia mau melakukan proses 41:02 metabolisme, pergantian sel sama dengan 41:05 tubuh kita, maka Allah sampaikan kan 41:08 adanya pergantian siang dan malam 41:10 sebetulnya adalah itu adalah ilmu ilmu 41:12 untuk pergantian sel. Makanya kalau 41:14 malam jangan jangan nongkrong ngopi 41:17 tidur untuk pergantian sel. [tertawa] 41:21 Iya iya iya. 41:21 Biasanya dalam proses pergantian sel itu 41:23 kita harus sebelum mandi duluah maksimal 41:26 jam .00 malam jam 08.00 lah mandi. Kalau 41:28 mandi segar badan kita. 41:30 Oke, ini 41:33 dari Bapak Aang. Asalamualaikum, Prof. 41:37 Jadi rumusnya ruman sapi plus madu plus 41:40 buah fermentasinya berapa hari? Buah 41:42 yang paling efektif buah apa, Prof? Dari 41:45 Bapak Angka. 41:47 I buah-buah yang ada di surga itu lebih 41:51 bagus. 41:53 Semangka, buah tin 41:56 gitu kan ya. Kemudian pepaya. 41:59 Pisang 42:01 pilih salah satu. H. 42:04 Kemudian komposisinya adalah dalam 1 42:06 liter madu boleh menggunakan 50 mili 42:10 maksimal. 42:12 Buah-buahan 1 kilo, pisang 1 kilo, 42:16 nanas 1 kilo, atau buah yang lainnya 42:18 misal semangka, pepaya 1 kilo dimix ya. 42:22 Kemudian campurkan air rumen sapinya 1 42:25 sendok saja. 42:26 He 42:27 satu sendok. Diamkan selamat sampai 15 42:30 hari. 42:31 Lalu sama-sama daun yang lain bagaimana? 42:33 Sampah-sampah 42:35 itu kan bikin cairannya. Itu kan bikin 42:37 cairannya. 42:38 Hmm. Oke. 42:39 Bikin cairannya. Kalau yang sampah yang 42:41 lain yang saya sebutkan tadi, 42:42 sampah coklatnya itu gimana tuh? 42:45 Gimana 42:45 sampah coklatnya seperti daun-daun 42:47 kering. Daun-daun yang 42:48 Oh, daun-daun kering itu nanti ditumpuk 42:51 aja, Pak, di galon yang saya sampaikan 42:53 tadi. Di galon. 42:56 Oke, 42:57 Prof. tadi kan jadi sebutkan 43:00 si galon itu ditutupi ee daun-daun 43:02 kering, tutupin tanah, semprot pakai 43:04 probiotik tadi. 43:06 H 43:07 h. Jadi, Prof. tadi ee jelaskan hubungan 43:10 antara kesehatan, lingkungan, makanan 43:13 gitu ya. Ada sirkular ekonomi. Nah, 43:15 sekarang kita itu ee belum tahu nih 43:20 sebenarnya sekarang ini hubungan 43:21 makanan, tanah, kesehatan. Kadang itu 43:25 kan kita makan itu di luar. Orang kan 43:27 nyari untung, bukan mikirin kesehatan 43:29 kita gitu ya. Banyak ee faktor-faktor 43:33 yang enggak sehat, mereka cari murah 43:34 gitu ya. Bahkan kita enggak tahu ditanam 43:37 apa, dagingnya gimana dan lain-lain. 43:40 Nah, itu ketika masuk ke tubuh, nah 43:42 bagaimana dia netralisir yang tadi ee 43:46 bakteri jahat atau patogen dan lain-lain 43:48 gitu. Karena kita enggak tahu nih mereka 43:50 mengelola tanahnya bagaimana. Terus 43:52 apalagi sekarang pakai misalnya minyak, 43:56 minyaknya juga minyak yang sudah di apa 43:59 namanya? Di diolah lagi gitu ya. Minyak 44:01 bekas bisa jadi bening lagi. Saya itu 44:04 luar biasa. Jadi menurut saya ee tubuh 44:07 kita nih jadi tempat sampah, pengolahan 44:10 sampah. 44:12 Karena Nah, jadi tubuh kita kita 44:14 kasihan. Makanya ada penyakit-penyakit 44:16 aneh-aneh itu kan gara-gara makanan gitu 44:18 ya. Kalau mungkin kalau di gunung, di 44:20 kampung, di daerah-daerah tuh masih 44:22 sehat, umurnya panjang-panjang gitu ya. 44:25 Bahkan kemarin adik saya cerita itu ada 44:27 di Yaman orang umurnya 170 tahun, Prof. 44:30 Itu masih bisa nyetir gitu ya. Saya 44:32 bilang, "Wah, gimana pagi-pagi dia minum 44:35 madu, air madu ee apa namanya? Makan 44:37 kurma gitu ya." Itu benar tuh. Jadi, nah 44:41 sekarang ini bagaimana Prof menyikapi 44:43 kita hidup di lingkungan seperti ini? 44:45 Terus di luar kalau kita makan juga 44:47 bagaimana gitu. Terus netralisir tubuh 44:49 yang sudah sering dikasih racun ini 44:51 bagaimana, Prof? [tertawa] 44:53 Masyaallah. Jadi ee dijelaskan di surat 44:56 Ala'raf 58 44:59 bahwa tanah yang baik kata Allah 45:02 manusianya akan baik. 45:04 Dan begitu juga sebaliknya tanah yang 45:07 buruk manusianya akan sakit. Allah 45:09 katakan berulang-ulang dalam kajian 45:12 dalam surat itu. Kemudian ayat ini 45:15 mendasari bahwa tubuh kita adalah 45:18 terbentuk dari terbuat dari tercipta 45:21 dari saripati tanah di surat almukminun 45:23 12. Jadi semua berkaitan. 45:26 Artinya begini. Selama ini para petani 45:28 tidak pernah memikirkan siapakah yang 45:31 akan memakan hasil pertaniannya. maka 45:33 dia menggunakan bahan-bahan kimia 45:36 seenaknya. 45:38 1 hektar sawah itu bisa menggunakan 7 45:40 kintal pupuk kimia. Yang disarankan cuma 45:43 1 kintal, Pak. Sebetulnya 45:44 tanahnya 45:46 kintal. 45:47 Masyaallah. Saya kemudian kemarin kan 45:48 dari Sumatera Barat ya, saya tanya 45:49 petaninya di sana berapa kintal, Pak? 45:52 Hampir 10 kintal, Pak. 1 hektar. 45:53 NPK atau apa tuh? 45:55 NPK. NPK jadi satu. Nah, kelebihan dari 46:00 residu kimia atau bahan kimia tadi si 46:02 tanaman tuh 46:04 bercerita kepada Allah menyampaikan 46:06 mengadu, "Ya Allah, saya ini terbebani 46:08 sekali. Ketika saya panen, saya kan 46:10 dimakan manusia. Kasihan manusia, ya 46:12 Allah." Maka daripada dia menghancurkan 46:16 alam semesta ini, dia padinya kan 46:19 disimpan, Pak, residu presidu itu di 46:21 padi, Pak, di beras dan dimakan oleh 46:23 manusia. Dan akhirnya sekarang itu kan 46:26 kenapa orang di kambing hitam kan beras 46:28 jadi diabet, beras jadi diabet bukan 46:30 anjiras jadi diadabet itu residunya 46:33 emang dititipkan petani eh dititipkan 46:35 tanaman ke padi. 46:38 Dulu, Pak, petani-petani kita minum air 46:40 air manis itu satu teko, satu teko 46:43 enggak pernah diabet, Pak. 46:44 Hm. 46:46 Karena masih pakai kotoran hewan kan di 46:47 sawah. Sekarang itu, Pak, diganti 46:50 kambing hitam, Pak. 46:52 Ya Allah. Oh. Oh, padi jadi kambing 46:54 hitam. Padahal itu energi, Pak, 46:56 yang Allah kasih untuk kita. 46:58 Jadi, inilah yang namanya ekoteologi. 47:00 Bagaimana caranya budaya, bagaimana 47:02 caranya agama, bagaimana caranya 47:03 teknologi disatukan. 47:06 Jadi petani kita edukasi jangan 47:08 menggunakan pupuk kimia berlebih. 47:10 Maksimal setengah kintal deh. Nah, kalau 47:13 berlebihan 47:15 maka tanahnya jadi tidak subur. Bukan 47:16 subur, hancur tanahnya, Pak. Keras 47:18 tanahnya. H. terjadilah banjir, 47:21 terjadilah longsor, terjadilah patahan 47:23 bumi, gitu kan. 47:25 Sebetulnya kalau sudah bertahun-tahun ya 47:28 akhirnya disebutkan dari surat Al-Anbiya 47:29 30 dulu aku ciptakan 47:33 e alam semesta ini bersatu kan langit 47:36 dan bumi kata Allah. Kemudian aku 47:38 pisahkan kata Allah pisahkan tuh bencana 47:40 kan. Nah kemudian air adalah segalanya 47:43 di halaman 30. Air ini fungsinya adalah 47:45 meriset alam. Jadi kalau ketika ketika 47:47 ada banjir kita jangan mengucapkan ya 47:50 Allah kenapa ada banjir tapi ucapkan 47:52 alhamdulillah ya Allah kau riset kembali 47:53 alam ini sebagai pengar subur kembali 47:55 gitu. 47:55 Masyaallah 47:57 masyaallah tabarakallah. Jadi sebetulnya 48:00 bagaimana cara mensikapinya? Tanahnya 48:02 kita muliakan, sungainya kita muliakan, 48:05 udaranya kita muliakan. Insyaallah 48:07 makhluk alam semesta ini akan mulia 48:09 semuanya sehat semuanya. Selandia Baru 48:11 contohnya enggak ada pertambangan 48:15 semuanya hasilnya dari pertanian. 48:17 Masyarakatnya sehat-sehat 48:20 ekonominya alhamdulillah 48:23 tidak ada pengangguran, 48:25 segar udaranya. Jalan-jalan ke mana 48:27 enggak pernah ada kecurian, tidak ada 48:29 masalah sosial. Kalau kalau di dalam di 48:32 negara ini banyak pertambangan, banyak 48:33 sampah, itu mencerminkan 48:36 orang-orang kita sudah mulai merusak 48:38 alam dan tidak pernah mensyukuri 48:40 nikmat-nikmat Allah. Jadi artinya kalau 48:44 untuk badan kita supaya sehat, tanahnya 48:46 kita muliakan. 48:47 Oke. Ee Prof. Ini tanah yang sudah 48:50 terlanjur kena pupuk-pupuk kimia itu 48:53 bagaimana supaya kembali ke menjadi 48:57 tanah yang alami? Bisa dikembalikan lagi 48:59 enggak? 49:01 Kembali kepada surat Ala'raf 58. 49:05 Tanah yang baik, manusia akan baik. 49:08 Artinya bagai berapa lama proses ee 49:12 pembentukan tanah yang baik itu? 1* 24 49:16 jam. 49:17 Tidak berpuluh tahun. Bagaimana caranya? 49:21 Ada kajian di surat Albaqarah 73 tadi 49:23 tentang proses pembangunan mayat. 49:26 tentang proses pembangunan. Ketika mayat 49:29 itu terbangun oleh bagian dari tubuh 49:31 sapi, maka tanah harus menggunakan 49:37 kotoran sapi. Jangan menggunakan ayam, 49:41 jangan menggunakan yang lain. Kenapa 49:42 coba? 49:43 Kan proses paling cepat, Pak. 49:45 Hm. 49:45 Kan kita enggak enggak mungkin, Pak. 49:47 Kita mau nanam didiamin 3 bulan gitu 49:50 habis duluan, Pak. kita. Jadi kita kalau 49:53 membukuhkan kotoran sapi kepada tanah, 49:55 besok sudah ditanam, Pak. Kan nanti 49:58 mati, Pak. Kotoran sapi kan panas, Pak. 50:00 Kan tadi disampaikan kan ada cairan yang 50:02 namanya probiotik yang di dalamnya 50:04 adalah madu dan lain-lain. Insyaallah 50:07 saya sudah melakukan proses itu 50:08 barang-barang Albahjah, Cirebon. 50:11 Jadi tanaman tanam dengan menggunakan 50:14 media tanamnya kotoran sapi dan 50:16 probiotik. Kita olah sore ini, besok 50:18 sore sudah ditanam. 50:20 Masyaallah. Jadi satu kali jam kalau mau 50:22 ada kajian, mau ikut kajiannya nanti 50:24 boleh nanti ee TV Rasil atau radio Rasil 50:28 setiap minggu atau setiap bulan kita isi 50:31 kajian-kajian ini pelan-pelan kan kita 50:33 enggak mungkin dalam satu waktu kita 50:34 ngisi kajian ini. 50:35 Oke. Baik. Kemudian dari Bapak Kastam. 50:38 Prof. tadi disinggung masalah pepaya dan 50:40 pisang juga sudah kena virus di daerah 50:42 asal saya yaitu Banjar Harja Brebes 50:46 tidak jauh dari kota Cirebon. Bukan cuma 50:48 itu, yang kena virus, mangga, alpukat 50:51 juga kena virus. Gimana ini, Prof? Cara 50:53 pencegahannya dari Bapak Kastam di 50:55 Pondok Aren. 50:56 Iya. 50:57 Kembali lagi tadi ke surat Alf 58. Tanah 51:00 yang baik, manusianya baik, tanamannya 51:02 baik. Virus-virus itu dari mana asalnya? 51:05 Itu virus fusarium, Pak. Dari tanah kita 51:09 yang terinfeksi oleh pupuk-pupuk kimia 51:12 yang berlebihan. 51:14 Kemudian ada unsur gula yang 51:16 menghasilkan 51:18 ee metanol, menghasilkan alkohol 51:21 yang disimpan oleh mereka dan akan 51:24 disalurkan ketika nanti ada tanaman. 51:27 Zaman dulu enggak ada, Pak, namanya 51:28 pisang pepaya kena virus. 51:30 Sekarang aja, Pak. Serangan virusnya kan 51:33 pucuk daunnya kuning semua kalau enggak 51:34 salah 51:36 gitu ya. Bagaimana cara 51:37 mengembalikannya? Bikinlah media tanam 51:39 yang yang akan yang disebutkan saya 51:42 tadi. Nanti coba di pepaya, Pak, ya. 51:44 Insyaallah pepayanya akan kembali 51:46 normal. Atau Bapak bikin cairan tadi, 51:48 Bapak semprotkan yang sudah terlanjur 51:50 ditanam. Bapak bikin cairan tadi. Cairan 51:53 tadi itu cairan ekologi, Pak. Menyambung 51:56 rantai makanan. Nanti terjadi rantai 51:58 makanan kembali, Pak. Di bawah ada 51:59 cacing, ada mikroba, 52:01 he 52:02 ada hormon. Kemudian ada bakteri-bakteri 52:06 yang bisa mematikan apa unsur-unsur 52:10 fusarium, Pak. Trikoderma dan lain. 52:13 Oke. Ee Prof. maaf ini ada yang 52:16 menanyakan nomor teleponnya Prof. Sultan 52:19 Deden Lespana Ramar sekali. Boleh tahu 52:24 atau boleh 52:25 boleh berapa 52:26 atau Rasil gimana? 52:28 E Rasil 52:29 Rasil mau nomor siapa? Nomor Prof. 52:33 Nomornya Prof. Sultan Dedenosmana. Ada 52:36 yang tanya ini boleh dikasih tahu? 52:37 Boleh. 52:38 Di silakan. 52:41 Boleh. Lewat Rasil juga bisa Pak Krisna. 52:44 Terhasil. 52:45 Oke. Jadi lewat Rasil aja. 52:47 Lewat Rasil aja Pak. 52:49 Oke. Baik. E 52:50 mungkin takutnya enggak nyaman. 52:52 Prof. Ee kapan ada pelatihan seperti 52:54 ini? Sangat menarik sekali dan melawan 52:57 hal-hal yang sudah ada sekarang. 53:00 Masyaallah. 53:00 Benar. Heeh. 53:02 Masyaallah. Insyaallah nanti saya sama 53:05 Rasil. Insyaallah tiap minggu kita bikin 53:06 kajian ya. 53:07 Waduh. Di Zoom ya? 53:10 Di Zoom boleh. Kalau nanti kalau ada 53:12 jumpa fans boleh. Kita misalnya di mana 53:14 tadi? Di Banjarnegara gitu. Kita 53:16 sekali-kali ke sana. Asal taninya pada 53:18 kumpul ya. Kita going ke sana aja. 53:21 Hmm. Oke. Oke. Nih ada yang nanya kalau 53:24 melihara ikan bagaimana? Dikasih makan 53:26 apa yang bagus, Prof. 53:28 [tertawa] 53:30 Ikan itu sebetulnya makanannya bukan 53:33 maaf bukan kotoran air bukan kotoran 53:36 [tertawa] 53:37 bukan pokpan apa sor menceutkan merek 53:43 bukan konsentrat 53:45 makanan ikan 53:46 plankton 53:48 oh plankton dapatnya dari mana itu 53:51 plankton itu terjadi oleh rantai makanan 53:53 yang kita buat dengan cara cairan 53:55 probiotik tadi ada pelatihannya Pak. 53:58 Bahkan sekarang kalau lebih baik 54:00 menggunakan azola sama sorgum, Pak. 54:02 Oh, azola sama sorgum ya. H 54:05 iya. Itu nanti bisa untuk ayam, bisa 54:07 untuk ikan, bisa untuk yang lain-lain. 54:08 Jadi ketika ikannya baik, airnya jadi 54:11 baik, Pak. 54:12 He. 54:13 Karena kotorannya tidak banyak 54:14 mengandung gas-gas, Pak. 54:16 He. 54:16 Banyak gas sekarang di bawah di bawah 54:19 air, Pak, yang bikin masalah. 54:20 Hm. 54:21 Bikin masalah. Akhirnya ikannya pada 54:23 mati, Pak. Terus rasanya enggak enak. 54:25 Hm. 54:26 Dokang tanya, Dok. E, Prof. ee apakah 54:30 yang ee Prof uraikan tadi sudah 54:32 diketahui oleh teman-teman dari IPB? 54:37 BB. BB itu apa ya? 54:39 IPB. IPB. Apakah yang diriwayatkan tadi 54:41 sudah diketahui oleh teman-teman dari 54:43 IPB? 54:45 Kenapa harus di IPB? [tertawa] 54:47 Yang ke sana pertanian. 54:50 Ee kenapa harus di PB? Kan banyak. Kalau 54:53 misalnya di daerah Puwokerto ada apa? 54:56 Undip gitu kan. He. 54:58 Jadi gini 55:00 ee sementara ini kan BPA kita selalu 55:02 IPB, Institut Pertanian Bogor, Pak. Ya. 55:05 Iya. 55:06 Saya maunya memuliakan daerah, Pak. 55:08 Kalau misalnya di Banjarnegara 55:11 cari universitas sana, kita buat kajian 55:14 di sana. Kajian kita nanti lakukan 55:16 jurnal penelitian internasional 55:19 yang merekognisikan tidak hanya IPB, 55:21 Pak. 55:23 Semua ya, Pak, ya. 55:24 Kalau seandainya pertanian Indonesia ini 55:26 bagus, 55:28 ya maaf 55:30 berarti yang sudah berjalan juga bagus. 55:32 Tapi nyatanya Indonesia selama hampir 50 55:34 tahun enggak bisa apa-apa, Pak. 55:36 H 55:36 jujur aja setelah eranya Pak Prabowo ini 55:39 kan gencar-gencarnya melakukan 55:41 swasembada pangan. Sebelumnya gimana? 55:44 Hm. kurang pupuk tanahnya kurang air 55:48 berarti kan 55:51 ee konsultan konsultan yang lulus-lulus 55:54 dari pertanian ke mana gitu loh. 55:55 Hm. Oke. 55:57 Pertanian-pertanian kita pada ke mana 55:59 gitu. 56:00 Kita nih negara agraris, Pak. Harusnya 56:02 kita ini menjadi penyumbang pangan di 56:04 dunia malah kita agraris, Pak. Ada 56:07 kemarau sudah hujan 6 bulan sekali. 56:09 Apa kabarnya dengan Eropa? 56:10 4 bulan sekali. Apa kabarnya dengan 56:12 Soviet, Pak? 56:13 Hm. siangnya bisa 1 tahun gitu. 56:16 Iya. I 56:17 kita harusnya malu ini. Harusnya malu. 56:18 Makan saya bilang kalau kiblatnya kenapa 56:20 kalau kenapa harus ditahu IPB? Nah, 56:23 makanya nanti petani bisa enggak 56:24 melakukan jurnal penelitian? Bisa. 56:27 Dengan siapa nanti? Ya, dengan kelompok 56:29 tani dan koperasi dan badan usaha di 56:31 sana. Lakukan sendirilah. Jangan punya 56:34 kiblat-kiblat yang ee akhirnya kita 56:37 memahami dan harganya jadi mahal gitu 56:39 loh. Mengundang segala macam. 56:41 He. Oke. 56:42 Sudah. Ya, dengan adanya seperti ini 56:44 jalanlah jalan saja nanti yang 56:47 mengetahui hanya Allah tentang tadi Pak, 56:51 tentang sehat, tentang kemuliaan tanah 56:53 gitu kan. Patokannya apa? Alat ukurnya. 56:56 Alat ukurnya adalah bekerja samalah 56:58 dengan universitas-universitas yang ada 57:00 di sana Pak. Enggak ada pertanian, Pak. 57:02 Kan nanti disambungkan mereka bisa 57:03 kolaborasi gitu loh. 57:05 Sehingga tidak terlalu jauh kita ini 57:08 terlalu benchmarknya terlalu jauh dan 57:10 akhirnya enggak jalan-jalan. Hm. 57:12 Benchmark studi banding ke manaah? Kalau 57:15 dari Jawa Barat Konosobo gitu kan di 57:17 Jawa Barat ada UNPAN. 57:19 Kenapa jauh-jauh banget? 57:21 Yang Jawa Timur VPK ke sini kan di sana 57:23 cukup banyak yang bagus Brawijaya gitu 57:25 kan ada. 57:26 Oke. 57:27 [tertawa] 57:29 Wah luar biasa Prof. ee dan Coach Susis 57:34 ee banyak sekali pertanyaan yang masuk 57:36 tapi kira-kira kita dibatasi oleh waktu 57:38 ini. Mohon maaf. Ee 57:40 dikasih kontak Rasil boleh Pak Krishna 57:42 disebutin ulang kontaknya Rasil. 57:44 Oh iya ni kalau ke ke 57:47 Coach Husya ini nomor teleponnya silakan 57:49 dicatat ya. 0823 57:53 sudah. Kemudian 10.00213 57:57 0823 57:59 10.000 58:01 213. Kalau tadi ada yang tanya nomor 58:03 teleponnya Prof. Sultan Deden Lesmano 58:06 bisa menghubungi ee Bang Habib ya atau 58:09 Coach Husaini di 0823 58:13 10.00213. 58:17 Prof. kajiannya luar biasa, sangat 58:18 bermanfaat dan sangat out of the box ya. 58:22 [tertawa] 58:23 Pakai madu 58:24 luar biasa apalagi dikaitkan dengan ayat 58:26 Al-Qur'an yang luar biasa. Terima kasih, 58:28 Prof. Terima kasih Coach Usaini. Kita 58:32 akan jumpa lagi pada kajian berikutnya. 58:36 Terima kasih. Saya Muhammad Krishna. 58:38 Kemudian Neza juga di sini ada 58:42 eh Danya, Caca dan Reva juga Algi. Mohon 58:46 pamit. Wabillahi taufik walhidah. 58:48 Wasalamualaikum warahmatullahi 58:49 wabarakatuh.