Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Bismillahirrahmanirrahim 0:05 [musik] 0:14 rahim. Asalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin. 0:20 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:23 wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:26 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 0:28 subhanahu wa taala. Bagaimana kabar Anda 0:30 di malam hari ini? Semoga dalam keadaan 0:33 sehat walafiat dan selalu dalam 0:36 lindungan Allah Subhanahu wa taala. 0:38 Kembali kita bersua dalam program 0:42 tausiah malam di edisi hari ini, Selasa, 0:47 4 November 2025 Masehi. 0:52 Ikhwan dan akhwat, segala puji bagi 0:54 Allah Subhanahu wa taala yang telah 0:55 memberikan kita nikmat iman, nikmat 0:57 Islam, dan kesempatan untuk kembali 0:59 menimba hikmah dari kalamnya yang mulia. 1:03 Sahabat Rasil, Ikhwan dan Akhwat, di 1:05 kehidupan ini tak jarang kita berhadapan 1:08 dengan orang-orang yang justru membuat 1:10 hati kita lelah. Kadang mereka adalah 1:13 orang terdekat seperti keluarga, teman, 1:16 bahkan pasangan yang ucapannya bisa 1:19 melukai, sikapnya bisa menguras emosi. 1:23 Lalu bagaimana Islam memandang hal ini? 1:25 Apa yang bisa kita pelajari dari 1:27 Al-Qur'an ketika orang dekat kita 1:30 bersikap toksik? Malam ini kita akan 1:33 bertadabur bersama dalam program tadabur 1:36 Al-Qur'an. 1:38 Dan telah hadir guru kita Ustaz Doni 1:42 Amir Sagaf. 1:44 Mari kita buka hati, tenangkan jiwa dan 1:47 biarkan ayat-ayat Allah menjadi cahaya 1:50 yang menuntut kita menghadapi ujian ini 1:52 dengan sabar dan bijak. Kita sapa guru 1:56 kita Ustaz Doni Amir Sagaf. 1:57 Asalamualaikum warahmatullahi 1:59 wabarakatuh, Ustaz. 2:00 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:02 wabarakatuh. 2:03 Sehat, Ustaz? Ya, 2:05 alhamdulillah. 2:06 Alhamdulillah. Ikhwan. Akhwat. Langsung 2:08 saja kita mendengarkan ee kajian siraman 2:12 rohani yang akan disampaikan oleh beliau 2:14 salah satu pengasuh Majelis Makbul 2:16 Qurani. Tafadol Ustaz. 2:19 Terima kasih ee Mas Agus dan ee para 2:24 ikhwan akhwat, Bapak, Ibu yang dirahmati 2:26 Allah, pendengar Rasil, sahabat Rasil di 2:28 mana pun berada. 2:29 Bismillahirrahmanirrahim. 2:31 Asalamualaikum warahmatullahi 2:33 wabarakatuh. 2:34 Alhamdulillah. 2:36 Alhamdulillahillahiwati 2:49 wasalamahilamin 2:52 asalya wal mursalin waa alihi wasobihi 2:56 ajmain. Amma ba. 2:59 Fayqulullah taala fi kitabihil karim. 3:01 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 3:03 Bismillahirrahmanirrahim. 3:05 Ya ayyuhalladina amanu alaikum anfusakum 3:09 la yadurrukumtadaitum 3:12 ilallahi marjiukum jamianukum 3:15 bimtumalun 3:17 sqallahulim 3:19 rasul nabiul karim wahnu alalika 3:22 minyahidinakirin 3:23 amma 3:26 para ikhwan dan akhwat, Bapak, Ibu, 3:28 sahabat Rasil di mana pun berada. 3:31 Ee semoga Allah subhanahu wa taala rida 3:34 kepada kita semua pada kesempatan malam 3:36 hari ini. Insyaallah kita akan ee apa 3:40 menghabiskan waktu kita dalam rangka 3:43 mentadaburi ayat-ayat Allah Subhanahu wa 3:44 taala malam ini. Dan wabil khusus kita 3:47 akan membicarakan bagaimana Al-Qur'an ee 3:50 menjelaskan kepada kita cara atau metode 3:55 menyikapi 3:57 jika orang-orang dekat dalam hidup kita 4:00 itu adalah orang-orang yang betul-betul 4:03 ee memberikan 4:05 dampak negatif kepada kita atau istilah 4:09 keren istilah zaman sekarang adalah 4:11 orang yang toksik ya beracun ya memiliki 4:14 racun 4:15 emosinya, mungkin juga dari 4:18 kata-katanya, sikapnya dan lain 4:20 sebagainya yang tidak jarang merupakan 4:22 orang dekat kita. Insyaallah 4:24 mudah-mudahan Allah izinkan kita membuka 4:26 hati dan pikiran kita sehingga masuk 4:28 ayat-ayat Al-Qur'an sebagai panduan 4:31 kehidupan kita insyaallah. Selawat dan 4:33 salam mari senantiasa kita sampaikan 4:35 curahkan kepada baginda Nabi Muhammad 4:38 sallallahu alaihi wasallam. Allahumma 4:40 sholli wasallim wabarik alaihi wa ala 4:42 alihi wasohbihi wasallam. Ee Bapak, Ibu 4:47 yang dirahmati Allah, ikhwan-akhwat 4:48 sekalian 4:51 ee 4:52 hampir 4:54 boleh dibilang 95% begitu. 4:59 95% orang yang bertanya kepada saya 5:02 biasanya 5:04 pertanyaannya itu selalu 5:07 berkaitan 5:08 atau pertanyaannya adalah pertanyaan 5:11 bagaimana cara mengubah cara mengubah 5:14 orang lain. Nah, itu ya. Jadi ini saya 5:18 perhatikan ini ee Mas Agus ya dan Bapak 5:20 Ibu ikhwan akhwat. Orang kalau tanya 5:23 tuh, "Ustaz, gimana caranya saya 5:25 mengubah misalkan ee mertua saya gitu 5:30 misalkan karena orangnya begini begini 5:32 begini begini begini atau Ustaz 5:35 bagaimana cara saya mengubah menantu 5:37 saya ya orangnya kok begini begini 5:39 begini gitu. Bagaimana cara saya 5:42 mengubah ipar saya? Bagaimana cara saya 5:44 mengubah ee ponakan saya? 5:47 Bagaimana cara saya mengubah orang tua 5:49 nih, Ustaz?" ya karena kok dia kayaknya 5:52 apa beliau ini ee posesif sekali begini 5:56 begitu dan lain sebagainya. Jadi dalam 5:59 perjalanan saya berdakwah begitu 6:04 kalau boleh dibuat analisis 95% orang 6:08 yang bertanya. Pertanyaannya adalah 6:10 bagaimana cara mengubah orang lain 6:13 supaya hidupnya atau hidup kita jadi 6:15 lebih mudah? Bapak, Ibu, Ikhwan akhwat 6:18 yang dirahmati Allah. 6:20 Sebetulnya pertanyaan bagaimana mengubah 6:23 orang lain ini 6:25 batasnya hanya kita ini cuma punya 6:28 kekuatan di hanya sampai pada 6:33 menyampaikan dakwah saja. 6:36 Yang harus kita pahami bahwa kita tidak 6:38 punya kekuatan untuk mengubah siapapun. 6:41 Kita cuma bisa menyampaikan saja. Nah, 6:44 jadi jangan sampai kita keliru, jangan 6:46 sampai kita akhirnya merasa tidak 6:50 apa, tidak berhasil ketika tidak bisa 6:53 mengubah orang lain atau kita merasa ee 6:56 rendah diri ketika misalkan orang di 6:58 sekitar kita ada yang toksik, ada yang 7:01 ee bicaranya itu menyakiti, ada yang 7:04 perilakunya, tingkah lakunya mungkin apa 7:07 ee tidak baik gitu ya. ee jangan kita 7:11 berkecil hati karena memang kita tidak 7:13 punya kekuatan apa-apa yang kita bisa 7:15 hanya menyampaikan saja. Justru yang 7:18 Allah perintahkan kepada kita, nanti 7:20 kita buka ayatnya, justru yang Allah 7:23 perintahkan kepada kita adalah menjaga 7:25 diri kita sendiri, menjaga kondisi jiwa 7:30 dan mental kita sendiri. 7:33 Nah, yang pertama saya hadirkan dulu nih 7:35 di layar Rasil TV. Kalau ee apa 7:38 ikhwan-akhwat yang memantau Rasil TV 7:42 atau kalau [berdehem] ikhwan akhwat yang 7:45 mendengarkan radio Rasil silakan membuka 7:47 di musaf masing-masing mungkin ya. Surah 7:50 Al-Qasas surah ke-28 7:53 ayat ke-56. 7:55 Nah, sudah sering kita mendengar ya ayat 7:57 ini nih kalimat Allah gini kepada 7:59 khitabnya kepada Nabi Muhammad dan juga 8:01 kepada kita semua. 8:03 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 8:05 Innaka la tahdi man ahbabta 8:10 walakinallaha yahdi yasya. Sekali-kali 8:14 kamu ini tidak mungkin, tidak bisa 8:17 memberi petunjuk kepada siapapun 8:20 termasuk orang yang engkau cintai atau 8:23 kamu kamu cintai. Kata Allah tidak bisa. 8:26 Nabi Muhammad tidak bisa apalagi kita. 8:30 Yang kita bisa apa? Cuma berdakwah saja. 8:33 Hanya berdakwah saja. 8:35 E inak tahdiban ahbabta kalian kamu tuh 8:39 tidak mampu memberikan petunjuk, 8:41 memberikan hidayah kepada siapa yang 8:43 kamu kehendaki, kamu cintai. Enggak bisa 8:46 kita cuma sekali lagi saya katakan 8:48 sekali lagi kita hanya bisa berdakwah 8:52 tapi tidak bisa kemudian kita Bapak Ibu 8:55 yang dirahmati Allah me apa menyandarkan 8:59 harapan bahwa orang ini akan berubah 9:02 lalu hidup saya jadi lebih enak gitu 9:03 atau jadi jadi lebih baik kalau dia bisa 9:06 dikasih tahu gitu misalkan gitu ya. Nah, 9:08 itu itu ee 9:12 adalah sebuah harapan yang ee melampaui 9:16 ya kewenangan kita. Karena kewenangan 9:18 kita hanya memberi dakwah saja. Jadi 9:21 jangan sampai kita berharap nanti malah 9:23 kecewa kitanya gitu ya. Karena memang 9:25 semua itu di tangan Allah bukan di 9:27 tangan kita. Sekali lagi tugas kita 9:29 hanya berdakwah dan berdoa kepada Allah, 9:33 minta kepada Allah gitu. Nah, 9:36 justru yang merupakan tugas kita adalah 9:40 nah ini ya surat Albaidah ayat 105 tadi 9:44 yang saya bacakan di awal nih. Justru 9:47 tugas kita adalah menjaga diri kita ya. 9:51 Jadi cuma ada satu manusia saja yang 9:55 betul-betul berada di bawah ee apa ya? 9:59 Di bawah ee kendali kita. 10:03 cuma satu, yakni siapa? Diri kita 10:06 sendiri. 10:08 Hanya itulah ee hanya satu manusia itu 10:12 saja yang bisa kita kendalikan. Yang 10:15 lainnya gak bisa. Cuma yang lain itu 10:17 cuma kita bisa berdakwah saja. Nah, ini 10:20 kalimatnya justru luar biasa. Kata Allah 10:22 begini. 10:25 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 10:27 Ya ayyuhalladzina amanu. Wahai orang 10:29 beriman alaikum anfusakum. lah ini ya 10:33 ini gaya bahasa kalimat dalam bahasa 10:36 Arab alaikum anfusakum itu menunjukkan 10:39 betul-betul ya tingkat apa tingkat 10:44 peringatannya itu tinggi sekali ya kalau 10:47 pakai kata-kata alaikum ya alaikum ee 10:51 apa bittaqwa misalkan kamu jagalah 10:53 ketakwaanmu. Nah, itu berarti gaya 10:55 bahasa yang lebih daripada ee normal, 10:59 lebih dari normal gitu. Gaya bahasa yang 11:01 betul-betul menginginkan supaya 11:04 pendengarnya atau yang mendengarkan 11:06 ucapan ini betul-betul sadar. Kalimat 11:09 Allah saya ulangi. Wahai orang beriman, 11:12 alaikum anfusakum. 11:16 Jadi, kamu jagalah jiwamu itu. Eah, 11:19 anfus ini sebetulnya artinya jiwa karena 11:22 diambil dari kata nafs ya. Ee kalau 11:26 diterjemahan diartikan jagalah dirimu 11:28 ya. Kalau dirimu di situ masih agak 11:31 rancu, nanti bisa dikira ee apa? Bisa 11:36 dikira fisik. Ee 11:39 jagalah dirimu seolah-olah menjaga fisik 11:42 saja. Jaga makan biar sehat. olahraga 11:45 apa gitu segala macam. Padahal anfus itu 11:49 artinya adalah jiwa. Jabak dari kata 11:51 nafs. 11:54 Jadi, wahai orang beriman, kamu jagalah 11:58 ya betul-betul perhatikanlah ada di 12:00 bawah tanggunganmu itu jiwamu, kondisi 12:03 jiwamu, kondisi mentalmu. Nah, lalu kata 12:07 Allah pada kalimat berikutnya, la 12:10 yadurrukum madolla idzahtadaitum. 12:14 ee tidak akan memberi pengaruh kepada 12:18 kalian, tidak akan bisa memberi mudarat 12:21 kepada kalian. 12:23 Orang-orang yang berada di sekitar 12:25 kalian itu yang toksik tuh, yang sesat, 12:28 yang zalim, yang apalagi segala macam 12:31 itu tidak bisa memberi pengaruh kepadamu 12:34 seandainya kamu betul-betul dapat 12:36 petunjuk dari Allah. 12:38 Dari ayat ini, [berdehem] Bapak Ibu, 12:40 kita bisa pahami dua hal penting. 12:45 Yang pertama, karena ada kalimat Allah 12:47 la yadurukumadolla. 12:50 Tidak akan berpengaruh orang yang sesat. 12:53 Ya, dalam hal ini orang yang toksik ya. 12:57 Kalau apa emosinya itu negatif, kalau 13:00 bicara menyudutkan orang gitu ya atau 13:03 menuduh atau mengambil hak-hak orang 13:05 lain atau apapun itulah. Laadurukum 13:09 tidak akan mempengaruhi kamu orang-orang 13:11 yang sesat di sekitarmu. Kalimat ini 13:13 menunjukkan kepada kita bahwa pasti 13:17 dalam kehidupan kita akan ada 13:19 orang-orang yang toksik di sekitar kita. 13:25 Ee coba bayangkan Nabi Ibrahim saja 13:30 orang yang toksik di sekitar beliau, 13:32 betul-betul dekat dengan beliau, yakni 13:35 ayah beliau sendiri. 13:37 ee Azar itu ya, ayah beliau itu. 13:40 Sampai-sampai ketika beliau ini 13:44 ya apa melakukan penghancuran kepada 13:47 berhala-berhalanya 13:49 termasuklah Azar di situ sebagai pembuat 13:52 berhala ini ya. Maka Nabi Ibrahim itu 13:58 diusulkan untuk dibakar hidup-hidup 14:01 dan bapaknya yakni Azar itu ikut 14:05 menyetujui. Jadi waktu Nabi Ibrahim 14:08 dibakar itu bapaknya bukan sekedar tahu 14:11 tapi menyetujui. 14:13 Nah, jadi bayangkan betapa toksiknya, 14:17 betapa beracunnya g ya ayah dari Nabi 14:20 Ibrahim itu, ayah kandung beliau sampai 14:23 beliau diusir itu ya dalam surat Maryam 14:26 itu ya. Kemudian apa namanya? Tetap Nabi 14:31 Ibrahim itu mendoakan bapaknya ee 14:34 mendoakan ayahnya. Sampai-sampai malah 14:37 Allah menegor beliau dalam surah 14:40 almumtahanah itu ya. Karena ayahnya 14:42 sudah wafat, meninggal dalam keadaan 14:44 kafir, jadi sudah tertutup itu terputus 14:47 ya pintu atau jalur mendoakan itu. Maka 14:51 ditegur oleh Allah ee Nabi Ibrahim itu, 14:54 Pak. Begitu pula Nabi Yakub. Nah, kalau 14:58 Nabi Yakub ini yang toksik ini 15:01 anak-anak beliau ya. Sampai melakukan 15:05 pembunuhan kepada adik mereka yakni 15:07 Yusuf. 10 anak Nabi Yakub itu ya toksik. 15:11 Ya, [berdehem] orang-orang yang toksik. 15:14 Begitu pula Nabi Nuh Alaih Salam. Yang 15:16 toxic adalah istri dan anak beliau. 15:20 Anaknya enggak berhasil diajak dakwah. 15:22 Surah 43 eh surat Hud ayat 43 tuh. 15:26 Demikian pula surah ee At-Tahrim ayat 15:29 ke-10. 15:31 Ya, istri beliau berkhianat kepada 15:33 beliau, kepada Nabi Nuh.Allahina 15:38 kafaru nuh. 15:45 Ya, itu ya toksiknya luar biasa. 15:48 Sampai-sampai kemudian juga anak beliau 15:50 juga ya menjadi ee sesat gitu ya, toksik 15:54 juga. Begitu pula misalkan Siti Asiah eh 16:00 istri dari Firaun, suaminya yang toxic. 16:04 Ayat ke-11nya dari surat at-Tahrim. 16:07 Wallahualina amanu firaun. 16:18 Beliau selalu berdoa, "Ya Allah eh apa 16:22 ee bangunlah untukku sebuah rumah di 16:25 surga." E kata kata ee Siti Asiah, "Dan 16:30 jauhkanlah aku dari Firaun, jauhkanlah 16:32 aku dari orang-orang yang zalim nanti 16:34 bersama dengan di sisi engkau di surga 16:38 tu." Jadi suaminya gitu ya yang toxic 16:41 ya. Jadi semua di sekitar kita tuh Siti 16:45 Maryam. Begitu juga Siti Maryam ini yang 16:48 toksik adalah orang-orang dekat di 16:50 sekitar beliau ya. Orang-orang dekat di 16:53 sekitar beliau yang mengatakan kepada 16:55 beliau dengan kalimat-kalimat keji. 16:57 Sampai-sampai Al-Qur'an menamakan 16:59 muhtadanan azimah. Kalimat dusta, 17:02 kalimat fitnah tapi keji sekali kepada 17:05 Siti Maryam. gitu. Ahah. Itu 17:07 sampai-sampai karena sedihnya Siti 17:09 Maryam ya, sampai-sampai Siti Maryam 17:11 mengatakan lebih bagus, lebih bagus saya 17:14 mati saja. Dalam surat Maryam ayat 23 17:17 itu 17:19 gitu. Jadi tidak mungkin ada lingkungan 17:23 yang bersih gitu saja tanpa ada orang 17:25 yang toksik. Itu tidak mungkin. Sebab 17:28 apa? Para nabi pun dikisahkan dalam 17:30 Al-Qur'an itu dalam lingkungan hidup 17:33 beliau-beliau itu ada orang yang toksik. 17:36 Nah, jadi kalau kita sibuk berharap 17:39 orang lain berubah 17:42 gitu, sibuk berharap kalau berdakwah 17:45 boleh silakan harus kita berdakwah gitu. 17:47 Tapi kalau kita ngarepin kapan dia 17:49 berubah ni, kapan dia berubah, lalu kita 17:52 gantungkan 17:54 kebahagiaan kita itu 17:57 adanya kita gantungkan bersama dengan 17:59 perubahan orang. Ee artinya kalau orang 18:02 enggak berubah, kita enggak bahagia. 18:03 Kalau orang enggak berubah, kita enggak 18:05 punya rasa tenang. Ee betapa ruginya 18:08 kita ya. Padahal di Quran bolak-balik 18:11 dikisahkan orang-orang yang berhasil ya 18:15 melalui situasi yang banyak orang toksik 18:18 tadi ya di sekitar beliau-beliau itu ya. 18:21 Bahkan Nabi Muhammad sallallahu alaihi 18:23 wasallam pun demikian. Bapak Ibu 18:26 orang-orang yang toksik di sekitar 18:27 beliau amat banyak. Paman beliau sendiri 18:30 namanya Abu Lahab gitu ya. orang yang 18:33 toksik kepada beliau itu permusuhannya 18:36 besar sekali. Padahal awalnya dulu Nabi 18:39 Muhammad itu adalah ponakan favoritnya 18:41 Abu Lahab. Karena memang Nabi Muhammad 18:44 sejak kecil itu betul-betul lahir 18:46 sebagai anak yang sehat ee anak yang ee 18:51 apa ee cakep begitu ya. Jadi ee ponakan 18:56 favorit buat Abu Lahab. Tapi kemudian 18:59 setelah Nabi Muhammad berdakwah, Abu 19:01 Lahab membusuhi. Begitu pula istri dari 19:04 Abu Lahab, budenya Rasulullah 19:07 itu ya. Namanya Ummu Jamil ya. Begitu 19:10 juga omongannya betul-betul menyakitkan. 19:13 Bahkan ketika sempat ee lama tidak turun 19:17 wahyu kepada Rasulullah itu saat 19:20 malaikat Jibril tidak turun beberapa 19:22 waktu sampai Rasulullah kemudian ee apa 19:25 ya istilahnya terlihat sedih begitu. 19:29 Ee kemudian setelah itu turunlah surat 19:32 Aduha itu Ummu Jamil sempat mengatakan 19:35 kepada Rasulullah ya, kepada Nabi 19:37 Muhammad, "Wahai Muhammad ee saya 19:40 berharap mudah-mudahan setan yang biasa 19:43 masuk ke dirimu itu ee tidak ada tidak 19:46 datang lagi," kata dia begitu. Kata Ummu 19:48 Jamil itu terkenal sekali kalimat itu. E 19:51 lalu turunlah surah ee Adduha ya, Bapak 19:54 Ibu. Jadi maksud saya ikhwan akhwat 19:56 sekalian, 19:58 tidak mungkin kita terbebas dari orang 20:01 yang toksik di sekitar kita. Pasti akan 20:03 ada. 20:05 Jadi daripada kemudian kita 20:07 menggantungkan kebahagiaan kita kepada 20:10 bagaimana orang lain bersikap kepada 20:12 kita, justru sebaik sebaliknya harusnya 20:16 kitalah yang membuat batasan di dalam 20:19 diri kita. kita yang membuat kemudian 20:21 jiwa kita itu jadi ee tenang, jadi imun 20:25 menjaga jiwa kita. Karena satu-satunya 20:27 jiwa yang bisa kita kendalikan adalah 20:29 jiwa kita sendiri. 20:32 Nah, maka itu kepada Nabi Muhammad saja 20:37 kadang-kadang beliau ini suka sedih 20:40 kalau orang itu tidak mau ikut ya dengan 20:43 dakwah yang beliau sampaikan. Beliau 20:45 suka sedih tuh. Nah, itu pun oleh Allah 20:47 ditegur juga beliau itu ya misalkan 20:49 dalam surah Alkahfi itu ya 20:56 had 20:57 surat 18 ayat ke6. Demikian pula surah 21:01 Al-An'am [berdehem] surat ke6 ya ayat 21:04 ke-35 21:06 kalimatnya di situ. Wainana kaburo 21:08 alaikauhum. 21:11 Kalau seandai kalau memang keberpalingan 21:15 orang-orang darimu itu membuat kamu 21:17 gundah gulana atau membuat kamu jadi 21:21 tidak jaman, ya. Wainana kaburo. Kaburo 21:25 itu artinya betul-betul berat bagimu. Wa 21:27 kaburum. 21:38 Maka kalau kamu bisa membuat tangga 21:42 menembus langit atau membuat lubang 21:45 sampai ke dasar bumi untuk bisa membuat 21:47 orang-orang masuk Islam dapat hidayah, 21:49 coba aja buat kata Allah gitu. 21:53 Jadi sebetulnya teguran juga kepada Nabi 21:56 sallallahu alaihi wasallam. 21:59 Eh, lalu kalimatnya walau allahahu 22:01 jamaahum alal huda. Kalau Allah mau, 22:05 Allah bisa saja mengumpulkan semua orang 22:07 dalam petunjuk Allah sekali waktu. Ya 22:10 bisa cuma balik telapak tangan aja semua 22:13 orang dapat hidayah bisa oleh Allah tuh. 22:15 Ee ujung kalimatnya tadi ayat 35 surat 22:19 Al-An'am tadi adalah ee fala takunanna 22:22 minal jahilin. Maka janganlah kamu 22:24 menjadi orang yang bodoh. Kata Allah 22:27 bodoh kenapa? karena bersedih hati, 22:30 terpengaruh kita oleh orang-orang toksik 22:33 di sekitar kita. Itu itu namanya 22:36 kerugian gitu ya. Ee sampai-sampai Nabi 22:39 sallallahu alaihi wasallam pun 22:40 diperingatkan Allah terhadap hal itu. 22:42 Bapak, Ibu, ikhwan-akhwat sekalian. 22:46 Nah, jadi kita tuh berdakwah kepada 22:49 orang-orang di sekitar kita, kita beri 22:51 peringatan. Tapi kita memang sebaiknya 22:56 tidak berharap dalam artian jangan 22:58 menggantungkan 23:00 ee kebahagiaan kita ya. Jangan 23:05 menggantungkan kebahagiaan kita ya 23:09 kepada ee respon orang lain ya nanti 23:13 kita kecewa tuh. 23:16 Ada istilah begini, 23:19 lebih bagus salah sarapan daripada salah 23:22 harapan gitu. Kalau sarapannya salah 23:26 umpamanya ee makan ketoprak cabainya 23:31 kebanyakan umpamanya gitu ya. 23:33 itu paling cuma beberapa beberapa waktu 23:36 saja kendalanya itu. Tapi kalau salah 23:39 harapan, nah ini bahaya karena kita akan 23:44 kecewa dan ujung-ujungnya membuat kita 23:46 menjadi tidak bisa bersyukur kepada 23:49 Allah ya karena penuh kekecewaan dan 23:51 lain sebagainya. 23:53 Sekali lagi Allah perintahkan kita 23:55 justru menjaga jiwa kita sendiri. La 23:58 yadurukumad 24:00 izah tadaitum. Tadi saya katakan ada dua 24:03 pelajaran penting dari kalimat la 24:05 yadurkumad ini. Yang pertama adalah 24:08 pasti akan ada orang yang toksik di 24:10 sekitar kita. Itu sebabnya Allah 24:12 langsung mengatakan tidak akan 24:14 berpengaruh orang yang sesat yang toksik 24:17 di sekitarmu. Artinya pasti akan ada. 24:20 Yang kedua, dari kalimat ini muncul satu 24:23 pelajaran bahwa 24:25 izahtadaitum tadi 24:28 kata Allah satu-satunya petunjuk atau 24:30 satu-satunya cara supaya kamu itu bisa 24:34 terbebas 24:36 dari 24:38 mudarat yang dihasilkan orang-orang 24:40 toksik di sekitarmu. 24:43 Jadi orangnya jangan, jangan kita pikir 24:46 harus mengubah dia baru baru saya bisa 24:49 tenang. Jangan. Ee 24:52 kata Allah satu-satunya jalan supaya 24:55 kamu bisa tenang, bisa melalui persoalan 24:58 dengan orang-orang yang toksik ini di 25:00 sekitarmu dengan baik, bisa melalui 25:03 semuanya dengan baik. Caranya adalah 25:05 cuma satu, yakni izah tadaitum. Kembali 25:09 kepada petunjuk Allah saja. Enggak ada 25:12 cara yang lain. 25:15 Ada orang berpikir mungkin kayaknya 25:17 kalau duit saya banyak, semua orang di 25:20 sekitar saya bakal respek sama saya. 25:23 Jangan salah begitu kita punya duit 25:25 banyak 25:26 mungkin ya mungkin mungkin Allah izinkan 25:29 juga kita punya duit banyak tapi coba 25:30 lihat orang-orang yang lain yang sudah 25:33 Allah berikan uang yang banyak. Akhirnya 25:36 sebelah sini pinjam uang, sebelah situ 25:38 minta uang, sebelah sini minta 25:40 pekerjaan. Sebelah sini minta ini minta 25:43 support disokong begini begitu sebelah 25:45 ini ah malah tambah pusing kita 25:49 itu yang yang betul begitu Bapak Ibu 25:51 yang terjadi itu ya jadi tidak 25:54 menyelesaikan apapun yang lain tidak 25:56 menyelesaikan kecuali izah tada itu 25:59 kembali kepada petunjuk Allah 26:04 baru kita bisa mendapatkan betul-betul 26:07 ee keberhasilan ya memiliki kemampuan 26:10 ibun tadi 26:13 izah tada hitung ilallahi marjiukum 26:16 jamian lanjut kalimatnyaallahi marjiukum 26:18 jamian kepada Allahlah kamu semua akan 26:21 dikembalikan fayunabbiukum bima kuntum 26:23 tamalun maka Allah akan nanti 26:25 menjelaskan kepadamu apa-apa saja yang 26:27 sudah kamu kerjakan lah ini jadi 26:31 perintah Allah ternyata bukan hanya 26:33 ibadah mahdah bukan hanya yang sifatnya 26:37 apa ya salat puas zakat dan lain 26:39 sebagainya nya. Rupanya perintah pun 26:42 juga adalah menjaga kondisi mental alias 26:46 jiwa kita masing-masing. Ee lantas 26:50 sekarang bagaimana caranya ini? Nah, ini 26:52 yang mau kita bahas ya sedikit. Mungkin 26:54 nanti kalau tidak cukup waktunya 26:56 bersambung insyaallah di 26:58 pertemuan-pertemuan berikutnya bila 27:00 Allah izinkan. Nah, bagaimana caranya 27:03 supaya kita betul-betul punya petunjuk 27:05 dari Al-Qur'an? Yang pertama 27:09 kita buka dulu contoh di dalam 27:11 Al-Qur'an. Orang-orang yang sempat 27:14 tergelincir 27:16 ee tergelincir akhirnya salah merespon. 27:22 Responnya salah kepada orang-orang yang 27:24 toksik di sekitar beliau itu. Beliaunya 27:27 enggak salah. Tapi orang-orang yang 27:29 toksik itu ada di sekitar beliau ee yang 27:31 perilakunya tidak baik gitu, 27:34 kata-katanya tidak baik. itu ada di 27:35 sekitar beliau-beliau nih. Cuma karena 27:38 respon beliau salah, maka Allah tegur ya 27:42 beliau itu dalam Al-Qur'an. Bapak, Ibu 27:45 siapa saja? Contohnya ada dua ini yang 27:48 awalnya itu sempat keliru. 27:53 Yang pertama adalah Nabi ee Yunus Alaih 27:55 Salam dan yang kedua adalah Sayidina Abu 27:57 Bakar Assiddiq radhiallahu anhu. 28:00 Kedua-duanya ini nanti ada asbabun 28:01 nuzulnya di dalam Al-Qur'an. ayat 28:03 Al-Qur'an yang turun karena beliau 28:06 ee Nabi ee Abu Bakar dulu, Sayidina Abu 28:09 Bakar dulu misalkan Sayidina Abu Bakar 28:12 ini, Bapak Ibu ya, Ikhwan Akhwat 28:13 sekalian yang dirahmati Allah, ini kita 28:16 tahu beliau ini adalah orang ee yang apa 28:20 istilahnya tuh nomor duanya Rasulullah 28:22 lah gitu. Jadi habis Rasulullah langsung 28:25 Sayidina Abu Bakar. 28:27 Nah, segitu tinggi ranking atau 28:30 peringkat beliau di hadapan Allah, di 28:32 sisi Allah. Tapi kemudian ketika beliau 28:35 keliru merespon orang lain yang toksik 28:38 di sekitar beliau, ee Allah kemudian pun 28:41 menegur Sayidina Abu Bakar. Nah, jadi 28:44 ceritanya 28:46 Sayidina Abu Bakar ini punya 28:49 keponakan ya namanya Mistah namanya. 28:53 Ponakan itu. Mistah ini oleh Sayidina 28:56 Abu Bakar dibiayai dari kecil. 29:00 Dari lahir dia sudah dibiayai oleh 29:02 Sayidina Abu Bakar ya. Sampai dia 29:04 menikah Sayidina Abu Bakar juga yang 29:07 membiayai. Rumahnya diberikan, bajunya 29:09 diberikan, makanannya dijamin. 29:13 Bahkan ketika Mistah punya anak pun anak 29:15 Mistoh itu pun juga jadi tanggung jawab 29:17 oleh ee di apa? Dico-cover oleh Sayidina 29:20 Abu Bakar. Nah, kemudian Misto ikut 29:24 masuk Islam, ikut hijrah ke Madinah. 29:28 Ya, sampai kemudian pada satu saat 29:30 ketika Sayidah Aisyah radhiallahu anha 29:33 difitnah 29:35 oleh orang-orang munafik ya, Abdurrahman 29:38 bin Ubay bin Salul itu ya, tokoh-tokoh 29:41 munafik itu di Sayidah apa? Sayidah 29:44 Aisyah ini di apa? Difnah ya melakukan 29:48 perbuatan keji alias perzinaan. 29:52 lah 29:54 wak- 29:59 munafik ini membuat statement seperti 30:01 itu, kasak kusuk seperti itu. Ee rupanya 30:06 ee mistoh tadi ada di situ juga dia ya 30:10 ada di kumpulan itu, gitu. ada di 30:13 kumpulan itu. Nah, walaupun dia tidak 30:16 mengatakan apa-apa, tapi dia ada di 30:17 kumpulan itu. 30:20 Itulah yang sempat membuat Rasulullah 30:22 ini kecewa. Eh, maaf yang sempat membuat 30:25 Sayidina Abu Bakar Assiddiq ini kecewa. 30:27 Betul. Kepada ee kepada Bistah 30:30 ponakannya. 30:31 Nah, beberapa hari kemudian turunlah 30:34 ayat dalam surah Annur juga menjelaskan 30:38 bahwa Sayidah Aisyah itu tidak bersalah. 30:43 Ya, menunjukkan bahwa Sayidah Aisyah itu 30:45 tidak melakukan tuduhan yang di yang 30:47 dituduhkan yang keji itu. Nah, karena 30:51 sudah turun ayat seperti itu, Sayidina 30:53 Abu Bakar ini merasa lega bahwa anaknya 30:56 tidak bersalah. Nah, tapi kemudian 30:59 beliau bersumpah, Sayidina Abu Bakar 31:01 bersumpah tidak mau lagi memberi bantuan 31:04 kepada Mistah. 31:06 Ee kenapa? Karena Misto tidak ngebelain, 31:10 malah diam-diam aja. Sehingga orang juga 31:13 bertanya-tanya, "Jangan-jangan benar 31:15 ini. Nah, tuduhan ini." Kenapa? Karena 31:18 ada ponakan, ada sepupunya 31:21 apa? Aisyah di sini. Ah, gitu. 31:25 Jadi tipuan luar biasa. 31:28 Nah, akhirnya 31:31 karena bersumpah 31:34 Sayidina Abu Bakar tidak mau lagi 31:35 memberi bantuan kepada Bistoh. Lalu 31:37 turunlah ayat ke-22 dari surat 24 ini 31:42 justru memberi teguran kepada Sayidina 31:46 Abu Bakar. Bukan menegur mistohnya, tapi 31:49 menegur Sayidina Abu Bakar. 31:52 Nah, ini pelajaran buat kita bahwa kalau 31:55 kita dalam posisi benar tapi salah 31:58 merespon orang yang toksik, bisa-bisa 32:01 kita jadi salah. Padahal tadinya kita 32:04 benar. 32:06 Ee jadi kalimat Allah ya asbabun 32:08 nuzulnya adalah kepada Sayidina Abu 32:09 Bakar. Wala ya'tali ulul fadli minkum 32:13 wasa'ah 32:15 ayyu ulil qurba wal masakin wal 32:18 muhajirina fisabilillah. Kata Allah, 32:21 "Dan janganlah orang-orang yang memberi 32:24 yang mempunyai kelebihan harta di antara 32:28 kalian kekaya yang memiliki kekayaan, 32:30 janganlah dia bersumpah untuk tidak mau 32:34 lagi memberikan bantuan kepada kaum 32:37 kerabatnya 32:38 yang miskin yang berhijrah di jalan 32:41 Allah." maksudnya bistah 32:45 ya. Janganlah ya janganlah Sayidina Abu 32:48 Bakar ditegur oleh Allah. Janganlah dia 32:51 ee bersumpah seperti itu. Lalu 32:53 kalimatnya walya'fu walasfahu. Hendaklah 32:57 dia melapangkan dada dan memaafkan. 33:02 Nah itu melapangkan dada dan memaafkan. 33:04 Padahal kalau kita pikir-pikir ya wajar 33:07 seorang tua sebagaimana Sayidina Abu 33:09 Bakar itu ya merasa kecewa marah gitu 33:13 kepada mistoh ponakan yang sudah 33:15 ditanggung dari kecil. Tapi kemudian 33:18 ketika terjadinya fitnah tadi itu 33:20 bukannya membela sepupunya yakni Siti 33:24 Aisyah malah-malah ee Misto tetap berada 33:27 di sana dekat-dekat dengan orang yang ee 33:30 apa memfitnah gitu. Mistah. Nah, lalu 33:33 kalimat Allah walyafu waliaspahu 33:36 hendaklah dia memaafkan, hendaklah dia 33:38 melapangkan dadanya. Ee lalu yang saya 33:41 beri tinta merah itu di layar Rasil TV. 33:44 Alla tuhibbuna ayagfirallahu lakum. Kata 33:47 Allah kepada Sayidina Abu Bakar karena 33:49 asbabun nuzulnya kepada beliau, "Apa 33:51 kamu tidak suka Allah mengampuni 33:54 dosa-dosamu?" 33:56 Nah, jadi dari ayat ini kita pelajari 33:59 bahwa Bapak Ibu yang dirahmati Allah 34:03 kepada orang sekali berserid Abu Bakar 34:06 saja oleh Allah tuh dibuat begini. Alla 34:09 tuhibbunafirallahu lakum. Apa kamu tidak 34:12 suka Allah mengampuni dosa-dosamu? 34:16 Wahai Abu Bakar. Yaah, coba bayangkan 34:20 Sayidina Abu Bakar saja begitu digituin 34:22 oleh Allah artinya ditegur oleh Allah. 34:24 apalagi kita. 34:27 Jadi hati-hati kalau kita merespon orang 34:29 yang toksik ya. Jangan sampai kita ee 34:32 memutuskan hubungan atau apa gitu. 34:34 Bersumpah saya saya bersumpah mulai hari 34:37 ini saya enggak punya saudara seperti 34:40 kamu. Wah tidak punya saudara kamu bukan 34:43 saudara saya. Nah gitu. Wah repot itu. 34:46 Dan itu banyak terjadi seperti itu, Pak 34:48 Bapak, Ibu. Jadi jangan sampai kita 34:50 respon kita justru membuat kita adalah 34:52 posisi bersalah. 34:54 gitu ya. Lalu lanjut kalimatnya. 34:58 Ala tuhibbunfirullahu lakum. Apa kamu 35:00 tidak suka Allah mengampuni kamu? Kata 35:03 Allah ya kepada Sayidina Abu Bakar. 35:04 Wallahu gfurur rahim. Ketahuilah bahwa 35:07 Allah maha pengampun, 35:10 maha penyayang. 35:12 Ee gitu. Jadi ee kalau salah merespon 35:16 bisa-bisa keliru. Kitanya aja yang 35:19 salah. Padahal tadinya kita benar. Satu 35:22 lagi contoh, Nabi Yunus Alaih Salam. 35:27 Nabi Yunus ini luar biasa, Bapak, Ibu, 35:29 ya. Karena Nabi Yunus ini kan seorang 35:31 rasul, gitu ya. Kalau Sayidina Abu Bakar 35:33 tadi walaupun orang yang apa namanya? 35:37 Tinggi kedudukannya ya, di sisi Nabi 35:40 sallallahu alaihi wasallam juga beber 35:42 juga ada ayat Al-Qur'an yang turun ya 35:45 asbabun nuzulnya beliau. Tapi beliau 35:47 bukan nabi Sayidina Abu Bakar itu. Kalau 35:51 Nabi Yunus ini nabi dan rasul nih. 35:53 Beliau ini Nabi Yunus ini. Eeah jadi 35:59 contohnya luar biasa ya. Nabi Yunus saja 36:02 bisa tercela kalau kemudian salah 36:04 merespon orang-orang toksik di sekitar 36:06 beliau. Nah ini dalam surat Assfat surah 36:09 37 mulai dari ayat 139 sampai ayat 144. 36:15 Di ayat 139 itu Allah mengatakan, "Wa 36:19 inna Yunusa laminal mursalin." 36:22 Sungguh Yunus itu adalah betul-betul 36:24 seorang rasul dari kami. Ee ini luar 36:28 biasa. 36:30 Karena seorang rasul pun kita saksikan 36:34 akan menjadi tercela 36:38 sebab salah merespon hidup ee salah 36:41 merespon orang-orang yang di sekitar 36:43 beliau. Nah, jadi ayat 139, wa inna 36:46 Yunusal mursalin. Kata Allah, "Sungguh 36:49 Yunus itu adalah rasul kami." Lalu pada 36:51 ayat 143nya, 36:53 eh maaf 142-nya 37:01 di situ Allah mengatakan ketika Nabi 37:03 Yunus ditelan oleh ikan, faltaqomahul 37:06 hut. 37:08 Dia ditelan oleh ikan wahua mulim. Dan 37:11 dia saat itu dalam keadaan tercela. 37:14 Ee jadi seorang rasul saja bisa tercela 37:17 dia kalau dia salah merespon. Padahal 37:20 awalnya Nabi Yunus dalam posisi benar. 37:23 Cuma karena responnya salah, akhirnya 37:25 salah juga. 37:27 Bahkan pada ayat 143 dan 144-nya kata 37:30 Allah, "Falaula annahu kana minal 37:32 musabbihin." Seandainya Yunus ini tidak 37:37 banyak bertasbih mengingat saya, kata 37:39 Allah 37:41 walau 37:43 ya. Maka Yunus menjadi orang yang mulim 37:47 atau tercelak. Ya, apa? 37:51 Seandainya dia tidak termasuk orang yang 37:53 banyak mengingat Allah fihiasun. 37:57 Niscaya dia akan tinggal di perut ikan 37:59 itu sampai hari kiamat. Ee sampai hari 38:04 kiamat, Bapak, Ibu. Jadi segitu 38:06 dahsyatnya 38:08 ee kesalahan merespon itu segitu 38:10 dahsyatnya. Padahal Nabi Yunus tentu 38:12 saja adalah orang yang benar. Namanya 38:16 juga seorang nabi rasul. Cuma karena 38:19 kaum Nabi Yunus ini 38:23 tidak mau didakwahi. Sudah didakwahi 38:25 oleh Nabi Yunus. Sudah diberikan segala 38:28 effort ya, segala daya upaya. 38:32 Tapi kaumnya malah 38:34 tetap menyepelekan beliau, tetap 38:37 memandang buruk Nabi Yunus Alaih Salam. 38:40 Ee lalu Nabi Yunus meresponnya dengan 38:43 marah. 38:44 Kemarahan itulah kemarahan Nabi Yunus 38:46 itulah yang membuat beliau meninggalkan 38:48 kaumnya. Surat Al-Haj ayat ke87. 38:53 E wazannun. Dan ingatlah zunnun 38:56 maksudnya Yunuszahabaan 38:59 ketika dia pergi dalam keadaan marah. 39:05 Kemudian dia mengira bahwa tidak ada 39:07 lagi yang lebih tinggi daripada dia. 39:11 Maka dia berdoa di kegelapan malam. Alla 39:14 ilahailla anta subhanaka inimin. 39:18 Dia berdoa, "La ilahailla anta. Tidak 39:20 ada Tuhan selain Engkau ya Allah. 39:22 Subhanaka maha suci Engkau ya Allah. 39:24 Inni kuntu minazalimin. Saya ini orang 39:26 yang zalim." Kenapa beliau katakan saya 39:29 orang yang zalim? Karena ke apa? Respon 39:33 yang beliau tampilkan, yang beliau 39:36 keluarkan itu betul-betul kezaliman. 39:39 Yang bentuk kezaliman yakni dengan 39:41 marah. Nah, jadi 39:45 padahal yang toxic orang-orang lain. 39:47 Kalau kita salah merespon, kitanya pun 39:50 juga menjadi salah. Bapak, Ibu yang 39:52 dirahmati Allah. Ee itu ya. Ini luar 39:55 biasa nih. Bagaimana kalau respon kita 39:57 salah ya ee salah jugalah hasilnya. 40:01 Padahal memang sebagian manusia memang 40:04 Allah jadikan sebagai ujian bagi 40:06 sebagian yang lainnya. Ini kalimatnya 40:08 surah Al-Furqan ayat ke-20 ya. 40:12 di yang saya beri tinta mewah merah itu. 40:15 W'alna ba'dakum'din fitnatan 40:19 atasbirun. 40:21 Memang kami jadikan 40:23 sebagian kalian bagi sebagian yang lain 40:25 itu adalah ee fitnatan, sebagai ujian. 40:29 Tujuannya apa? Atasbirun. Apa kalian 40:32 bisa bersabar? 40:34 Nah, wa kenapa bersabar? 40:38 Karena ketahuilah Allah Tuhanmu selalu 40:41 menyaksikan prosesnya itu. 40:46 E selalu prosesnya wanaabarbuka basir. 40:50 Jadi pasti akan Allah bayar ee kesabaran 40:53 kita itu karena memang Allah yang 40:54 menjadikan orang-orang di sekitar kita 40:57 sebagai ujian dan kemudian Allah yang 40:59 meminta kita juga untuk sabar atas biru 41:03 ee apakah kamu bisa bersabar? Kata 41:05 Allah. UK. 41:11 Nah, jadi ikhwan akhwat, Bapak, Ibu yang 41:13 dirahmati Allah, ketika seseorang salah 41:16 merespon ya, contohnya Sayidina Abu 41:18 Bakar Assiddiq dan demikian pula Nabi 41:21 Yunus Alaih Salam dampaknya besar sekali 41:24 kepada beliau-beliau berdua, kepada 41:27 apa ee teguran yang Allah sampaikan 41:31 kepada beliau. Kalau kalau respon beliau 41:34 eh kalau respon salah terhadap 41:36 lingkungan yang toksik atau tidak tepat 41:38 cara meresponnya. 41:41 Nah, 41:43 ee ini ada penelitian yang baru 41:47 dikeluarkan bulan Mei tahun 2024 ya 41:51 ikhwan akhwat sekalian. Memang kalau 41:54 kita biarkan marah itu berada di dalam 41:57 diri kita, marah dia itu ternyata 42:01 dampaknya besar, yakni bisa membuat 42:06 penyempitan pembuluh jantung dalam diri 42:09 kita. Nah, jadi aterosklerosis 42:12 istilahnya itu ee apa? Penyempitan 42:14 pembuluh jantung itu sebetulnya tidak 42:16 datang tiba-tiba dia ya. Tapi dia adalah 42:18 hasil dari marah yang menumpuk yang 42:21 terus-menerus ada menumpuk. Nah, jadi 42:24 ketika kita marah karena respon sebagai 42:27 respon dari perbuatan buruk orang di 42:30 sekitar kita, sebetulnya yang rugi kita 42:31 sendiri. Karena pembuluh jantung kita 42:34 itu jadi tidak bisa membuka dengan lebar 42:37 dan akhirnya besar kemungkinan menjadi 42:39 aterosklerosis atau penyempitan pembuluh 42:41 jantung. Ya, pembuluh jantung. Jadi, 42:45 Bapak, Ibu yang dirahmati Allah, ini dua 42:48 contoh tokoh yang sempat keliru dalam 42:51 merespon. Lalu kemudian beliau perbaiki 42:53 dan alhamdulillah ee apa rezeki apa ee 42:59 setelah setelah di setelah diperbaiki 43:01 kemudian ee semuanya menjadi lebih ee 43:04 baik. Nah, ikhwat Bapak Ibu yang 43:07 dirahmati Allah, ee mungkin pertemuan 43:11 berikutnya kita akan membahas nanti 43:13 bagaimana dua contoh lagi orang 43:15 [berdehem] yang berhasil ya yang 43:18 berhasil ee merespon dengan tepat yakni 43:21 Nabi Yusuf dan Nabi Nuh. Kedua-duanya 43:23 juga memiliki lingkungan yang toksik, 43:25 lingkungan dekat yang toksik toksik. 43:27 Tapi beliau berdua berhasil ee apa 43:30 merespon dengan baik ya. ini karena 43:32 pembahasannya juga masih panjang, jadi 43:35 sementara sudah kita sudah berada hampir 43:38 di jam ee 09.00. Saya pikir kita 43:40 lanjutkan saja di pertemuan berikutnya 43:42 nanti bagaimana ee meresponnya. Ya, pagi 43:46 apa malam hari ini kita sampaikan dulu 43:49 bagaimana kalau salah merespon seperti 43:51 Sayidina Abu Bakar dan Nabi Yunus sempat 43:54 salah merespon lalu Allah tegur ya. Nah, 43:58 jadi supaya kita betul-betul tidak salah 44:00 merespon, insyaallah kita lanjutkan di 44:02 pertemuan berikutnya. Kurang lebih 44:04 demikian ee apa ee Mas Agus yang bisa 44:08 saya sampaikan ya. Billahi taufik 44:11 walhidayah. Asalamualaikum 44:12 warahmatullahi wabarakatuh.Akallah 44:17 Akallah ee atas penjelasannya Ustaz 44:21 Doni. Ikhwan dan akhwat, tadi kita sudah 44:25 mendengarkan pemaparan tausiah 44:26 disampaikan oleh beliau dan nanti di 44:30 sesi yang kedua kami buka termin tanya 44:33 jawab. Silakan bagi Anda yang ingin 44:35 bertanya langsung saja di nomor kami 44:38 0811999720. 44:43 Kami akan segera kembali setelah jeda 44:46 berikut ini. 44:48 Bismillahirahmanirrahim. 44:52 [musik] 45:00 Salam yang satu 45:03 yang masih dipancaruaskan dari Jalan 45:05 Masjid Silaturahim nomor 36 45:09 Kalimanggis, Cibubur, Bekasi. Terima 45:12 kasih ikhwan dan akhwat. Masih bersama 45:15 kami dalam program tadabur Al-Qur'an 45:18 bersama guru kita Ustaz Doni Amir Sagaf. 45:22 Pertanyaan pertama datang dari Tebet, 45:25 Pak Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi 45:28 wabarakatuh. 45:29 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:31 wabarakatuh. 45:32 Ustaz, bagaimana kalau yang toksik itu 45:34 ibu yang sangat dicintai? Nah, 45:38 silakan, Ustaz. Masyaallah. 45:40 Iya, betul sekali. Tadi kita sudah 45:42 sebutkan, Pak, Bapak atau Ibu yang 45:44 bertanya ya. 45:45 Heeh. 45:45 Ee dari Tebet ini memang Allah sudah 45:48 contohkan dalam Al-Qur'an 45:51 ada orang tua yang sangat kita cintai 45:54 pun yang toxic tadi seperti Nabi Ibrahim 45:56 itu ayah beliau ya. Jadi itu kira-kira 45:59 samalah seperti kalau ada ibu ibu kita 46:03 ya itu kan memang orang tua kita dia 46:06 beliau itu orang tua kita yang kita 46:08 cintai, yang kita hormati tapi kalau 46:10 kemudian toksik nah itulah di situlah ee 46:14 apa ujian kita jangan sampai kita salah 46:17 meresponnya. Ee tapi yang jelas ee 46:20 jangan jangan keburu kita marah atau 46:24 memutuskan hubungan. itu yang yang nanti 46:27 yang salah jadi kita. Ee bagaimana 46:30 seharusnya nanti kita sampaikan di 46:32 insyaallah di pekan depan ya Bapak atau 46:35 Ibu yang bertanya. Ada dua contoh di 46:38 dalam Al-Qur'an yang nanti kita akan 46:40 jelaskan yakni Nabi Yusuf dalam hal ini 46:43 dan juga Nabi Nuh. Ee beliau berdua itu 46:46 lingkungannya toksik tapi berhasil 46:48 merespon dengan tepat. Kalau tadi Nabi 46:52 Yunus ya dan Sayidina Abu Bakar sempat 46:55 keliru meresponnya itu. Yakni, Sayidina 46:58 Abu Bakar memutuskan hubungan tidak lagi 47:01 mau membantu. Nah, ini juga enggak boleh 47:03 kita misalkan punya lingkungan yang 47:06 toksik tadi ada ibu atau bapak yang 47:08 toksik terus kita ah saya putuskan 47:10 hubungan. Gak boleh ya karena itu adalah 47:13 hubungan ee rahim gitu ya. kecuali 47:16 mungkin ya, maaf ini mungkin kalau itu 47:18 adalah ee pernikahan. Kalau pernikahan 47:21 itu kan berdasarkan akad. Jadi bisa bisa 47:24 ada apa bisa bisa terjadi ee berpisah 47:29 mungkin jadi lebih baik gitu ya daripada 47:31 ee menjadi mudarat. Tapi kalau yang 47:34 orang tua, anak, ee ee saudara kandung 47:38 itu tidak bisa diputuskan ya karena 47:41 memang ee itu ee sudah diberi oleh 47:44 Allah. Nah, seperti yang Bapak atau Ibu 47:46 yang bertanya dari tempat ini ya, 47:48 demikian pula yang terjadi kepada Nabi 47:50 Ibrahim. Beliau bapaknya toksik tapi 47:53 kemudian beliau tetap bisa bersabar dan 47:55 mendoakan. Nah, bagaimana caranya? 47:57 Insyaallah pekan depan akan kita bahas 47:59 secara rinci ee dari dua tokoh yang 48:02 menjadi contoh yakni Nabi Yusuf dan Nabi 48:05 Nuh Alaih Salam ya. Dan dan juga kita 48:08 tambahkan Nabi Ibrahim insyaallah. Ya 48:11 kira-kira 48:12 ada Dewi Lestari di Jakarta Timur. Pak 48:15 Ustaz asalamualaikum warahmatullahi 48:17 wabarakatuh. 48:18 Waalaikumsalam warahmatullahi 48:20 wabarakatuh. Silakan Bu Dewi ya. Kalau 48:22 orang toksik itu justru pasangan hidup 48:25 kita yang tiap hari ketemu dan susah 48:27 dihindari. Bagaimana cara menjaga diri 48:30 biar enggak ikut jadi negatif? Terima 48:32 kasih. 48:33 Ee itu dia sama juga ini. Jadi apa 48:37 namanya ya? 48:39 ee 48:40 nanti insyaallah pekan depan ya kita 48:42 kita buka ada dua cara supaya kita bisa 48:47 tetap ee kuat gitu sejauh memang 48:51 toksiknya itu tidak melampaui batas 48:54 syariat ya. Kalau kalau pernikahan kan 48:58 ada aturan syariatnya. 49:00 Kalau ibu ibu kita, bapak kita atau 49:03 saudara kandung atau anak ya itu kan 49:06 tidak ada tidak ada putusnya gitu ya. 49:09 Tapi kalau pernikahan tadi saya katakan 49:11 memang ada batas syariatnya. Sejauh 49:14 tidak melanggar batas syariat ya kita ya 49:17 tentu saja bersabar, berdakwah gitu ya, 49:21 kemudian berdialog gitu mudah-mudahan 49:25 bisa menjadi lebih baik. Itu tentu saja 49:27 sangat ideal ya. Tapi ada triknya, 49:29 memang ada caranya dalam Al-Qur'an tuh 49:32 Al-Qur'an menjelaskan contoh orang yang 49:34 seperti itu. Nabi Yusuf misalkan Nabi 49:37 Yusuf itu berhasil beliau me apa 49:40 memaafkan abang-abang beliau padahal 49:43 sudah berencana membunuh beliau. Nah, 49:45 bagaimana beliau bisa berhasil seperti 49:47 itu? Nah, ini yang insyaallah akan kita 49:49 bahas di pertemuan ee berikutnya. Begitu 49:52 pula Nabi Nuh. Nabi Nuh itu istrinya 49:54 juga toksik. Nah, tidak berhasil diajak 49:57 bahkan berkhianat kepada beliau. Anaknya 50:00 pun begitu juga. Tapi beliau itu selalu 50:02 oleh Allah disebut sebagai orang yang 50:04 bersyukur. Innahu kana abdan syakuro. 50:07 Coba bayangkan surah ee 17 itu ya, surah 50:11 e Al-Isra itu beliau itu selalu adalah 50:13 orang yang bersyukur. 50:15 Nah, bagaimana bisa bersyukur padahal 50:17 istrinya toksik, anaknya toksik? Nah, 50:20 itulah yang akan kita bahas insyaallah 50:21 di pertemuan berikutnya. kita membuka ee 50:24 beberapa ee apa cara ya yang bisa kita 50:27 pelajari dari beliau berdua itu dan 50:30 nanti tambahan sedikit dari Nabi Ibrahim 50:32 ya. Kira-kira begitu Bu Dewi ya di 50:35 Jakarta Timur. 50:36 Heeh. Ada Bapak Heri di Depok. 50:39 Asalamualaikum warahmatullahi 50:40 wabarakatuh Ustaz. 50:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 50:43 wabarakatuh. Pak Heri ya silakan Pak. 50:45 Kadang kadang-kadang orang toksik itu 50:48 bukan cuma ngomong kasar, tapi suka 50:51 menjatuhkan dan membuat hati menjadi 50:54 down. Apa ada ayat Al-Qur'an yang bisa 50:56 menjadi pegangan biar hati tetap kuat 50:58 menghadapi orang-orang seperti ini? 51:01 Ya, betul sekali. Jadi 51:04 ee 51:06 tadi Nabi Ibrahim saja bahkan waktu 51:09 beliau mau dibakar hidup-hidup itu 51:12 bapaknya tak ada di situ dan bahkan 51:15 memprakarsai bapaknya sampai akhirnya 51:18 terjadi Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup 51:20 bapaknya lihat ada di situ bapaknya itu, 51:23 ayahnya itu Azar itu. Ya, coba Allah 51:26 takdirkan Nabi Ibrahim tidak wafat. Nah, 51:29 apinya malah jadi dingin gitu atas izin 51:32 Allah. Nah, jadi ee bagaimana caranya? 51:35 Nanti sekali lagi ini kita tunda sampai 51:39 pertemuan berikutnya karena sayang kalau 51:41 kita paksakan nanti jadinya ee tidak 51:44 maksimal gitu ya ee pada kesempatan 51:46 malam hari ini apa isi bagaimana caranya 51:49 gitu. Yang jelas, yang jelas saya baru 51:52 bisa menyampaikan ee pekan ini bahwa 51:55 kalau orang toksik yang dimaksud adalah 51:58 orang-orang yang terikat 52:00 ee hubungan ee darah dengan kita 52:04 itu memang kita tidak bisa melepaskan. 52:07 Melepaskan itu maksudnya tidak bisa 52:08 melepaskan ikatannya. Ee tapi kita harus 52:12 ee tahu caranya. Nah, itu insyaallah 52:15 nanti akan kita bahas di pertemuan 52:16 berikutnya. Kalau orang-orang teman gitu 52:20 ya, kawan itu bisa lepaskan saja. Jangan 52:22 berkawan lagi sama dia, jangan berteman 52:25 lagi sama dia. Ee tapi kalau kalau orang 52:28 tua, anak gitu, begitu juga adik, kakak, 52:32 kandung itu tidak bisa karena memang 52:34 sudah ee terikat ee secara darah ya atau 52:39 rahib ya, terikat dengan rahim kepada 52:41 kita gitu. Ee kurang lebih demikian, 52:44 Pak. 52:45 Baik, Ustaz. Ada hamba Allah di Pulau 52:48 Gebang, Ustaz. Asalamualaikum 52:51 warahmatullahi wabarakatuh. 52:53 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:54 wabarakatuh. Ya, 52:55 Ustaz Tuni, apakah menjauhi orang yang 52:58 toksik ini termasuk perbuatan yang 53:00 dibenarkan dalam Islam atau justru kita 53:02 harus tetap dekat untuk selalu 53:05 menasehatinya? 53:06 Ya, ini dia tadi saya katakan. Jadi 53:09 kalau orang toksik itu adalah orang 53:12 dekat kita yang berhubungan dengan darah 53:15 kita, ya kita tidak punya pilihan untuk 53:19 menjauhi. Karena itu artinya kita 53:22 memutus tali silaturahim, nanti kita 53:25 yang salah tuh. Ya, seperti tadi 53:28 Sayidina Abu Bakar kepada mistoh ponakan 53:31 beliau ya, beliau bersumpah tidak mau 53:34 lagi ngasih bantuan karena Mistoh 53:36 perilakunya toksik ya. Ikut dalam 53:39 penyebaran fitnah ya tentang Siti 53:42 Aisyah. Mistahnya ada di situ ada di 53:46 waktu penyebaran itu dilakukan. 53:49 Maka Sayidina Abu Bakar kecewa. Akhirnya 53:51 Sayidina Abu Bakar memutus tali tali 53:54 silaturahimnya dengan tidak mau lagi 53:56 memberi kepada Bistah lah. Ternyata 53:59 ditegur oleh Allah ya lewat surat ke-24 54:03 tadi yang kita bacakan ayat 22 tidak 54:05 boleh. Ee jadi bagi kita sekali lagi 54:09 kalau memang orang toksik yang dimaksud 54:11 itu dekat hubungannya dengan kita karena 54:14 hubungan darah ya maka ee kita tidak 54:18 boleh memutuskan hubungan. Kalau 54:20 misalkan gini, menjauh dulu sebentar, 54:22 Ustaz, boleh enggak? Oh, boleh saja. 54:23 Kalau itu istilahnya kita break dulu 54:26 gitu, ya. Break dulu lalu kita ini lagi 54:28 enggak enggak ada masalah gitu. Tapi 54:30 yang jelas kita tidak boleh memutuskan 54:32 hubungan ya. Tidak boleh memutuskan 54:34 hubungan gitu. Karena itu adalah saudara 54:36 yang Allah pilih kepada kita. E termasuk 54:39 tadi ponakan tadi ya. Kalau Sayidina Abu 54:42 Bakar itu kan bisto kan ponakannya 54:43 beliau tuh. ponakannya Sayidina Abu 54:45 Bakar itu anak dari ee adik atau 54:48 kakaknya Sayidina Abu Bakar. Nah, jadi 54:51 pilihan untuk memutuskan hubungan itu 54:55 tidak boleh. Tapi kalau menjauh sebentar 54:58 ya tentu saja boleh ya. Tapi tapi bukan 55:01 berarti kita memutuskan hubungan. Enggak 55:03 mau ketemu lagi, enggak mau apa aja 55:05 enggak boleh. Karena ee tali tali 55:08 ikatannya adalah tali rahim ya yang 55:11 memang Allah yang pilihkan. Kan gini ya, 55:14 kita tuh enggak pernah minta kan ya, 55:17 diberi diberi orang tua yang seperti ini 55:20 misalkan gitu ya. Gak pernah minta kita. 55:22 Allah yang kasih. Kita enggak pernah 55:24 minta diberi saudara kandung yang 55:26 seperti itu enggak pernah minta kita itu 55:28 Allah yang beri. Nah, jadi itu hadiah 55:31 Allah kepada kita. Eah. Lihatlah siapa 55:33 pemberi hadiahnya supaya kita bisa 55:36 pelan-pelan belajar ya, bagaimana 55:38 caranya supaya tetap sembuh ya, supaya 55:41 sembuh dari luka-luka batin yang ee 55:44 mungkin ee pernah ada gitu ya, dari 55:47 perlakuan toksik orang-orang itu di 55:50 sekitar kita itu. Demikian kira-kira. 55:52 Baik, 55:55 eh pertanyaan selanjutnya eh Ustaz Doni 55:59 dari Bapak Fauzi di Tangerang. 56:03 I. 56:03 Asalamualaikum warahmatullahi 56:04 wabarakatuh, Ustaz. 56:06 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:07 wabarakatuh. Ya, Pak Fauzi, silakan. 56:09 Kadang orang yang toik itu bisa jadi 56:12 diri kita sendiri, Ustaz. 56:14 Eh, 56:14 tanpa sadar. 56:16 Lalu, adakah tanda-tanda dalam diri kita 56:18 yang bisa kita sadari supaya kita tidak 56:21 jadi sumber racun buat orang lain? 56:23 Iya, betul, Pak. ee menarik ini. Jadi 56:27 kadang-kadang kita sibuk mikirin orang 56:30 gitu, kita lupa bahwa diri kita 56:32 sendirilah sebetulnya yang beracun 56:34 kepada orang lain, kepada anak gitu ya. 56:37 Kayak jangan-jangan seperti itu. Ada 56:38 tanda-tandanya ya. Antara lain adalah 56:42 tadi seperti orang-orang yang toxic. 56:44 Kalau kita rinci misalkan satu ya 56:49 ee Nabi Ibrahim punya orang toksik yakni 56:53 bapaknya. Nah, bapaknya Nabi Ibrahim ini 56:56 toksik. Toksiknya apa? Karena sebagai 56:59 orang tua ya, dia memaksakan kehendaknya 57:03 kepada anak. Dia tidak mau lihat 57:05 argumentasi anak. Yaah, gitu. Jadi, 57:09 argumentasi anak ini 57:13 si bapak ini, si Azar ini merasa dia 57:15 yang paling benar. Ya, misalkan kalau 57:18 nanti Bapak Ibu buka surah Al-An'am ya 57:22 ayat ke74 57:25 gitu ya 74 dan 75 itu kalimatnya eh apa? 57:31 Waq ibrahimu azaraban 57:35 alihah inni arakain. 57:40 Dan ingatlah ketika Ibrahim bilang 57:42 kepada bapaknya, "Wahai bapakku, aku 57:45 melihat ee engkau ya melihat dirimu dan 57:49 ee kaummu ya menyembah sesuatu yang ee 57:53 sesat ya, jadi salah gitu kata-kata Nabi 57:56 Ibrahim kepada bapaknya." 57:59 Nah, bapaknya tuh enggak terima ya 58:01 kepada ee penyebutan itu ya. Enggak 58:05 enggak terima. Akhirnya diusir Nabi 58:07 Ibrahim tuh oleh bapaknya itu karena 58:10 apa? Mengatakan yang seperti itu. Nanti 58:12 ada tambahan di surat ee 19 atau surat 58:15 Maryam gitu ya. Jadi ee satu itu ya. 58:19 Yang kedua, 58:22 toksik seperti ee saudara-saudara dari 58:26 Nabi Yusuf Alaih Salam. Nah, itu juga 58:28 tanda toksik tuh. Kalau tadi yang 58:30 pertama ee toksik sebagai orang tua 58:34 yakni ee kita enggak mau dengerin anak 58:38 ya otoriter maunya ya omongan kita 58:41 sendiri ya pikiran kita sendiri tidak 58:44 mau memberikan peluang kepada anak untuk 58:46 menyampaikan apa isi pikirannya. Ya 58:49 belum tentu salah loh anak-anak kita tuh 58:51 apa yang dia bicarakan tuh toksik juga 58:53 tuh seperti Nabi bapak Nabi Ibrahim. 58:56 Lalu sekarang seperti saudara Nabi 58:59 Yusuf. 59:02 Ee ee saudara Nabi Yusuf ini 59:07 toksik ya kepada kepada orang di 59:10 sekitarnya karena cemburu 59:13 ee 59:15 cemburu kepada siapa? Kepada Nabi Yusuf. 59:18 Cemburu kepada Nabi Yusuf. Ee cemburu 59:20 kepada Nabi Yusuf. Eh maksudnya cemburu 59:22 kepada bapaknya. Karena menurut mereka 59:24 perlakuan bapaknya itu kepada Nabi Yusuf 59:27 ini berbeda. Dan mereka memiliki 59:30 kesombongan ya kesombongan ee 59:37 merasa 59:38 golongan merekalah yang paling ee baik 59:41 gitu ya. Golongan mereka itu maksudnya 59:43 dari apa kan itu Nabi Yusuf tuh punya ee 59:47 apa? Nabi Yakub itu punya empat orang 59:52 istri gitu ya. empat orang istri. Nah, 59:54 dari masing-masing istri itu anaknya 59:56 beda-beda gitu ya. Nah, dari anak yang 59:59 ee 1:00:01 dari anak yang tua eh maaf dari istri 1:00:04 yang tua gitu ya. Dalam berbagai riwayat 1:00:07 disebutkan begitu. Itulah anak yang 10 1:00:10 itu ee eh maaf anak yang ee 10 itu dari 1:00:15 dari tiga istri ya dari tiga istri ee 1:00:20 yang anak 1:00:22 dua anak terakhir Nabi Yusuf dan Bujamin 1:00:25 dari istri yang lain gitu kira-kira. 1:00:28 Nah, apa yang terjadi di situ? Kalau 1:00:30 Bapak Ibu buka surat Yusuf, 1:00:33 surat ke-12 ya ayat yang ke ee 8 ya, 8 1:00:40 dan 9 gitu ya. Di situ ada perkataan 1:00:42 abang-abangnya Yusuf waktu mereka ee 1:00:46 rapat ya, bersiasat akan membunuh Yusuf 1:00:51 ya. Ayat 8-nya 1:00:54 izquolu la Yusufu wa akhuhu ahabbu ila 1:00:57 abina minah. Mereka berkata dalam rapat 1:01:01 itu bahwa Yusuf dan saudaranya itu lebih 1:01:04 dicintai oleh bapak kita daripada kita. 1:01:07 Itu kecemburuan di situ. Qul Yusufu wau 1:01:11 ahabbu abina eh min. Nah, lalu kalimat 1:01:15 berikutnya wahnu usbah. Padahal kita ini 1:01:18 lebih baik. E padahal kita ini lebih 1:01:20 baik. Eh, inna amana lafiali mubin. Yang 1:01:24 ketiga, orang toksik itu mudah ee apa? 1:01:29 Mudah menuduh, menjudge. 1:01:32 Ya. Ya. Jadi, pelan-pelan kita buka 1:01:34 kalimatnya. Jadi, kata Abang Yusuf gini, 1:01:39 "Ini Yusuf dan saudaranya Bunjamin lebih 1:01:42 dicintai oleh bapak kita daripada kita." 1:01:44 Nah, lihat keceemburuan itu. 1:01:46 He, 1:01:46 satu. Yang kedua, wahnu usbah. Padahal 1:01:50 kita lebih berhak karena kita lebih 1:01:51 hebat. Ee kesombongan 1:01:55 ee jadi kecemburuan, kesombongan. Dan 1:01:58 yang ketiga memberi hukuman ya. Inna 1:02:01 abana lafiolin mubin. Pada ujung 1:02:03 kalimatnya ayat ke-8 ini bapak kita 1:02:06 sudah sesat ini. Ee gitu. Jadi kalau 1:02:08 punya tiga sifat itu juga akan toxic 1:02:11 kita ee gampang cemburu lihat lihat 1:02:14 kebaikan orang lain. Kita yang sakit 1:02:17 kepala gitu misalkan. He he. 1:02:19 Lihat orang lain sukses, kita yang 1:02:20 beriang misalkan. Ah, itu berarti 1:02:22 jadinya toxic tuh. 1:02:24 Enggak enggak rida gitu ya kepada kepada 1:02:26 kebaikan orang lain. Yang kedua, setelah 1:02:29 setelah enggak rida dengan kebaikan 1:02:31 orang lain, merasa diri paling hebat. Ee 1:02:35 wahnu usbah. itu orang seperti itu akan 1:02:39 toxic dia. Dan yang ketiga tadi dari 1:02:41 dari kisah Yusuf ini dia gampang 1:02:44 menuduh, "Ah, ini pasti orangnya ini 1:02:47 nih, ini pasti begini, ini pasti begitu 1:02:49 dan lain sebagainya gitu." Nah, 1:02:51 kira-kira empat itu ya sifat yang kalau 1:02:53 kita punya tadi ada yang satu dari bapak 1:02:56 Nabi Ibrahim 1:02:59 dan yang tiga dari saudara Nabi Yusuf 1:03:01 Alaih Salam. Sifat-sifat yang kalau ada 1:03:04 dalam diri seseorang bisa membuat orang 1:03:06 menjadi toksik. Ya, yang pertama ee 1:03:09 tidak mau mendengarkan omongan orang 1:03:10 lain. Anak tidak mau didengarkan. Itu 1:03:13 dari Bapak Nabi Ibrahim. Terus dari 1:03:16 saudara Yusuf ada tiga sifat. Yang 1:03:18 pertama ee sifat cemburu terhadap 1:03:21 kebaikan orang. Dan yang ketiga eh yang 1:03:24 yang sifat berikutnya dari Saudara Yusuf 1:03:27 ee apa mereka merasa diri paling hebat? 1:03:31 wahnu usbah dan yang sifat yang ketiga 1:03:34 dari saudara Nabi Yusuf mudah memberi 1:03:37 label, memberi judgement kepada orang 1:03:40 lain. Ya, kira lebih demikian. 1:03:43 Baik, ini pertanyaan selanjutnya Ustaz 1:03:47 Doni dari Bapak Irwan. Asalamualaikum 1:03:50 warahmatullahi wabarakatuh. 1:03:52 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:03:53 wabarakatuh, Pak Irwan. Ya, silakan, 1:03:54 Pak. 1:03:55 Ustaz, di lingkungan kerja saya banyak 1:03:57 yang toksik, suka gosip, dan 1:03:59 menjatuhkan. Bagaimana caranya biar 1:04:01 tetap profesional tapi tidak ikut ke 1:04:03 bawah arus negatif? 1:04:05 Wah, 1:04:07 Pak Irwan, kalau Pak Irwan dan Bapak Ibu 1:04:09 yang dirahmati Allah, kalau dalam 1:04:10 lingkungan kerja ya artinya yang toxic 1:04:13 itu adalah hubungan kita dengan mereka 1:04:16 hanya kawan saja, maka sebaiknya kita 1:04:19 hindarkan. Ee karena kawan itu 1:04:22 berpengaruh sekali kepada kita ya. 1:04:25 pengaruhnya amat kuat kawan itu ya. 1:04:28 Lama-lama kita akan kebawa nanti kalau 1:04:30 kita tidak hati-hati. Lama-lama kita 1:04:33 jadi ikut-ikutan seperti kawan kita. Ee 1:04:36 kalau orang tua tadi atau 1:04:40 apa saudara tadi ya tidak bisa kita 1:04:43 tidak bisa kita ee apa tidak bisa kita 1:04:46 menghindar ya karena mereka memang 1:04:48 saudara kita. Tapi kalau kalau ee kawan 1:04:53 gitu itu bisa ya kita putuskan saja ya. 1:04:57 Ee ini misalkan nanti kalau Bapak buka 1:05:01 surah Al-Furqan ya, surat ke-25 1:05:06 ayat 27 dan 28. Di situ nanti 1:05:10 diceritakan di situ bagaimana di hari 1:05:13 kiamat orang-orang yang masuk neraka itu 1:05:16 mereka penyesalan terbesar mereka salah 1:05:19 satunya adalah karena mereka salah pilih 1:05:22 kawan 1:05:23 ee salah pilih teman itu ee dalam di 1:05:27 ayat 28-nya ya surat 25 ayat 28 1:05:30 kalimatnya begini ya wailata laitani lam 1:05:34 attakhiz fulanan khila 1:05:37 kata orang yang masuk neraka itu celaka 1:05:40 saya ini. Seandainya dulu saya di dunia 1:05:43 tidak menjadikan si fulan itu sebagai 1:05:46 khalilah, sebagai teman setia saya, 1:05:49 sebagai kawan sejawat. Kenapa? Karena 1:05:53 ayat 29-nya lanjut 1:05:56 kalimatnya, laqadaniikri 1:05:59 ba'da izani. 1:06:01 Karena si kawan ini membawa saya jauh 1:06:03 dari zikri, dari Al-Qur'an. Padahal 1:06:06 Al-Qur'an sudah datang kepada saya. 1:06:08 karena pengaruh kawan jadi terjauhkan 1:06:11 dari petunjuk Allah. Nah, gitu. Maka 1:06:14 menyesal dia di dalam neraka itu. Orang 1:06:17 yang masuk neraka ini salah satu 1:06:18 penyesalan terbesar itu karena kawan. Ee 1:06:22 sebaliknya kalau kawan kita baik itu 1:06:24 juga akan memberi membawa kita kepada ee 1:06:27 tempat yang baik juga ya. Memberi dampak 1:06:30 membawa menggiring kita ke surga juga. 1:06:33 Bahkan sebagian ulama mengatakan bisa 1:06:35 memberi syafaat itu kawan yang baik itu, 1:06:38 Bapak, Ibu. Eeah jadi kalau kalau ee Pak 1:06:41 Irwan tadi bertanya, "Bagaimana kalau 1:06:43 kawan saya?" Maka sebaiknya dihindari 1:06:45 saja. Karena kawan ini memang berbahaya 1:06:48 sekali bisa mempengaruhi kita. Demikian 1:06:50 kira-kira, Pak. 1:06:50 Baik. Ada pertanyaan selanjutnya ee 1:06:55 Ustaz Toni dari Ibu siapa ini? Tunggu 1:06:59 sebentar. 1:07:01 Iya, 1:07:01 Ibu Sari. di Bogor. Asalamualaikum 1:07:04 warahmatullahi wabarakatuh. 1:07:07 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:07:08 wabarakatuh. 1:07:09 Pasangan otoriter paling benar, paling 1:07:11 pintar enggak mau salat. Padahal fatal 1:07:14 kesalahannya. Anak-anak zaman sekarang 1:07:16 ini sudah bisa menilai dan jadi tidak 1:07:19 melihat teladan pada ayahnya. Harus 1:07:22 bagaimana, Pak Ustaz? Masyaallah, betul 1:07:26 banget semua yang Pak Ustaz sampaikan. 1:07:28 Semua empat sifat toksik yang ada pada 1:07:31 pasangan. Lalu harus bagaimana, Pak 1:07:33 Ustaz? Kasihan sekali kalau kita tidak 1:07:36 bisa menghindar dari orang toksik karena 1:07:40 tapi bagaimana? Karena dia adalah 1:07:42 pasangan. Itu saja, Pak Ustaz. 1:07:44 Iya, iya iya. Bu Aduh, Bu siapa tadi 1:07:48 yang bertanya? 1:07:48 Sari. 1:07:49 Bu Sari ya di Bogor ya. Dan juga mungkin 1:07:52 Ibu-ibu atau Bapak-bapak yang lain, 1:07:53 ikhwan-akhwat sekalian. saya tidak bisa 1:07:56 memberikan anu apa ee 1:08:00 jawaban secara langsung karena tentu 1:08:03 saya tidak tahu banyak gitu ya yang di 1:08:06 yang ditanyakan di kesempatan malam ini 1:08:08 kan ee normatif gitu ya. Maka jawaban 1:08:11 saya juga normatif. Kalau yang toksik 1:08:14 itu orang dekat kita yang ee apa 1:08:18 terhubung kepada kita lewat pernikahan 1:08:22 gitu ya. Saya katakan sebetulnya bisa 1:08:26 saja ee mungkin diputuskan ee apa 1:08:33 tali tali akadnya pernikahan itu bisa 1:08:36 saja karena ee pertimbangan ee 1:08:40 kemudaratan yang banyak seandainya. Tapi 1:08:42 tentu saya tidak bisa tidak ini jawaban 1:08:45 ini tidak berarti langsung to the point 1:08:47 kepada pertanyaan Ibu Ibu Sari tadi ya. 1:08:50 Tidak begitu tapi itu adalah satu ee hal 1:08:54 yang bisa dilakukan sebab 1:08:57 ee terhubungnya kita dengan dengan 1:09:00 pasangan itu kan lewat akad. Namanya 1:09:02 akad itu ikatan ya. Akad itu artinya 1:09:06 ikatan. ikatan itu adalah ya dalam 1:09:09 ikatan itu masing-masing pihak mesti 1:09:12 memberikan 1:09:14 ee apa istilahnya bagiannya, 1:09:18 kewajibannya. 1:09:20 Ee jadi berakad itu kerja sama dia. 1:09:24 Kalau salah satu pihak 1:09:26 tidak memberikan ee apa kewajibannya, 1:09:31 maka itu dalam dalam kaidah hukum 1:09:33 namanya one prestasi. prestasi itu batal 1:09:37 lebih hukum ya. Batal lebih hukum ya. 1:09:40 Jadi kalau tadi tidak salat dan lain 1:09:42 sebagainya itu adalah satu hal yang juga 1:09:45 fatal gitu ya. Tapi tentu saja harus 1:09:47 dilihat lagi secara kasuistis lebih 1:09:50 teliti lagi. Tidak bisa ee hanya apa ee 1:09:55 mudah itu tidak bisa. Tapi saya hanya 1:09:57 ingin mengatakan bahwa 1:10:00 bisa dilakukan hal itu. Yang tidak bisa 1:10:02 diputuskan tadi adalah hubungan kita 1:10:04 dengan orang-orang yang berkaitan lewat 1:10:07 rahim dengan kita. Ee ibu, bapak, 1:10:12 apalagi ee papan itu enggak bisa juga 1:10:14 tuh karena itu dia adalah adik atau 1:10:16 kakak dari ibu kita. Begitu juga ee 1:10:20 saudara kandung itu tidak bisa 1:10:22 diputuskan. Anak gak bisa diputuskan. Ee 1:10:25 jadi mau tidak mau ya kita terus 1:10:28 menjalin ya ee silaturahim namanya 1:10:31 silaturahim tuh. E tapi kalau yang 1:10:34 pernikahan tadi bisa dan boleh 1:10:36 diputuskan kalau memang adanya 1:10:38 kemudaratan yang besar. Tapi sekali lagi 1:10:41 itu bukan berarti saya menganjurkan 1:10:42 kepada Bu Sari ya karena karena tentu 1:10:45 saja saya tidak tahu kondisi yang ee 1:10:48 realnya seperti apa gitu ya. Kurang 1:10:50 lebih demikian. 1:10:52 Pertanyaan terakhir Pak Doni dari Bapak 1:10:54 Rahman di Cibinong. Asalamualaikum 1:10:57 warahmatullahi wabarakatuh. 1:10:59 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:11:01 wabarakatuh. 1:11:02 Ee Ustaz, kadang saya iri lihat orang 1:11:05 lain bisa menghadapi orang toksik dengan 1:11:08 tenang. 1:11:09 Iya. 1:11:10 Apa rahasianya agar hati kita bisa 1:11:13 seperti itu? 1:11:14 Ya 1:11:16 memang begini, Pak. Eh, Pak Irwan tadi 1:11:19 ya di Cibidong ya. Dan Bapak Ibu 1:11:21 eh Pak maaf Pak Rahman dari Cibidong 1:11:23 tadi ya. Dan Bapak Ibu semua ikhwan dan 1:11:25 Ikhwat Al-Qur'an ini hebat ya. Namanya 1:11:29 juga petunjuk hidup dari pemilik semesta 1:11:32 alam. Tentu saja hebat. Hebatnya apa? 1:11:36 Pertama dalam Al-Qur'an ini ada 1:11:38 dijelaskan mengenai filosofi-filosofi, 1:11:42 makna ya, makna-makna dijelaskan. Yang 1:11:46 kedua, sekaligus juga dijelaskan 1:11:48 metodenya, 1:11:50 gimana caranya. Nah, gitu. Lalu 1:11:52 diajarkan juga dalam Al-Qur'an ini tolak 1:11:55 ukurnya, evaluasinya ada juga. Nah, maka 1:11:59 itu yang sedang kita bicarakan malam ini 1:12:02 baru ee melihat sisi bagaimana kalau 1:12:06 seseorang salah merespon ya tadi ya. 1:12:09 Nah, juga ini bagian yang penting juga 1:12:10 dari Al-Qur'an. Al-Qur'an menjelaskan 1:12:12 juga tolak ukur yang keliru begini. 1:12:15 Tolak ukur yang benar begini. Ee ini 1:12:18 baru baru kita jelaskan mengenai tolak 1:12:20 ukur yang keliru. Sayidina Abu Bakar 1:12:23 sempat tergelincir. Begitu juga Nabi 1:12:25 Yunus sempat tergelincir. Salah respon. 1:12:28 Nah, insyaallah pekan depan ya dalam 1:12:31 pertemuan berikutnya 1:12:33 kita akan membahas bagaimana caranya 1:12:35 supaya kita bisa memiliki skill ya 1:12:37 kemampuan ya menghadapi orang yang 1:12:40 toksik dengan tenang. itu itu terjadi 1:12:43 kepada Nabi Yusuf dan Nabi Nuh serta 1:12:46 Nabi Ibrahim. Ee itu nanti itu kita bisa 1:12:49 ee apa sampaikan. Tapi ee salah satu 1:12:53 yang 1:12:55 ee apa yang mungkin bisa saya sampaikan 1:12:58 di akhir malam ini adalah 1:13:01 kemampuan yang dimiliki oleh tiga orang 1:13:04 yang akan kita bahas nanti. Nabi Nuh, 1:13:06 Nabi ee Yusuf dan Nabi Ibrahim. Ya, 1:13:09 salah satu yang utamanya adalah 1:13:11 kemampuan senantiasa 1:13:14 mensyukuri apa yang lain dari situasi 1:13:18 itu. Nah, jadi menggeser fokus. Nah, itu 1:13:22 dia menggeser fokus. 1:13:25 Nabi Ibrahim, maaf, Nabi Nuh itu pandai 1:13:28 menggeser fokus. Jadi walaupun istrinya 1:13:30 toksik, anaknya toksik, tapi beliau 1:13:32 disebut oleh Allah innahu kana abdan 1:13:35 syakuro. Hamba yang selalu bersyukur. 1:13:38 Nah, gimana caranya syukur padahal 1:13:40 lingkungannya toksik. Beliau mengalihkan 1:13:42 fokusnya. 1:13:45 Mengalihkan fokus. Nah, ini jadi itu 1:13:49 boleh dilakukan. Kita boleh mengalihkan 1:13:51 fokus sebentar ya. Kemudian membuat jiwa 1:13:55 kita jadi fresh lagi, jadi tenang lagi, 1:13:57 jadi baik lagi gitu. misalkan. Nah, baru 1:13:59 kemudian kita kembali ke dalam kondisi 1:14:02 hidup kita. Ee kurang lebih begitu 1:14:03 sedikit ee penjelasan mengenai bagaimana 1:14:07 caranya gitu ya. Insyaallah kita akan 1:14:09 bahas di pertemuan berikutnya. 1:14:11 Baik, Ustaz. Terima kasih atas 1:14:13 penjelasan dan juga jawaban yang tadi 1:14:16 telah ditanyakan oleh pendengar kami. 1:14:19 Kita akan berpisah, ikhwan dan akhwat. 1:14:21 Namun sebelum berpisah, kita akan 1:14:23 dengarkan kesimpulan apa yang bisa kita 1:14:25 petik pada perjumpaan kita di malam hari 1:14:27 ini. 1:14:29 I terima kasih Mas Agus dan Bapak Ibu 1:14:32 semua yang dirahmati Allah, ikhwan 1:14:33 akhwat. Ee kesimpulannya ada dua saja. 1:14:37 Yang pertama 1:14:39 pasti akan ada orang toksik di sekitar 1:14:42 kita. Itu sudah sunatullah. Para nabi 1:14:45 pun menghadapi itu ya. Jadi kita tidak 1:14:48 perlu kaget, tidak perlu lagi merasa ee 1:14:52 apa istilahnya mungkin kok cuma saya 1:14:56 yang dapat percobaan gini. Enggak. Semua 1:14:58 orang, semua orang ada gitu ya. Cuma 1:15:01 beda-beda aja ee levelnya, beda-beda 1:15:04 juga kondisinya. Itu itu kesimpulan 1:15:06 pertama. Kesimpulan kedua, kalau kita 1:15:10 salah merespon, bisa-bisa kita yang 1:15:13 tadinya benar jadi salah. Nah, itu yang 1:15:16 malam ini kita pelajari dari Sayidina 1:15:18 Abu Bakar ditegur Allah. Demikian pula 1:15:20 apalagi Nabi Yunus. Ah, Nabi Yunus itu 1:15:24 kan nabi gitu ya. Beliau dakwah ya tapi 1:15:27 beliau marah karena kaumnya tidak terima 1:15:29 dakwah beliau. Akhirnya beliaulah yang 1:15:31 ditegur oleh Allah bukan kaumnya. Ya, 1:15:34 seandainya beliau tidak segera bertobat. 1:15:36 Lalab fiilun tadi dalam surat Assofat 1:15:40 tadi niscaya beliau akan tinggal dalam 1:15:42 perut ikan sampai hari kiamat. surat 1:15:44 Assfat ayat 144. Jadi penting sekali 1:15:47 untuk ee tidak salah merespon ya. 1:15:50 Insyaallah pertemuan berikutnya kita 1:15:52 lanjutkan bagaimana respon yang benar. 1:15:54 Ya, kurang lebih demikian. Wallahuam. 1:15:56 Baik, terima kasih jazakallah ee Ustaz 1:15:59 Toni atas tausiahnya. Ikhwan dan akhwat. 1:16:03 Dengan demikian Ustaz sudah jumpa kita 1:16:05 dalam perjumpaan program tadabur 1:16:08 Al-Qur'an bersama guru kita Ustaz Doni 1:16:11 Amir Sagaf. Semoga apa yang beliau 1:16:13 sampaikan bermanfaat dan kami ucapkan 1:16:15 terima kasih kepada seluruh pendengar 1:16:17 kami yang sudah menyimak dan memberikan 1:16:21 pertanyaan. Semoga jawaban lugas dan 1:16:24 tuntas. Akhirul kalam kami mohon undur 1:16:27 diri. Kita akan berjumpa insyaallah di 1:16:31 hari Selasa pekan depan. Saya Abi Agus 1:16:34 ditemani Neza juga ada Yusuf Subangkit 1:16:36 di meja operator. Billahi taufik wal 1:16:39 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 1:16:41 wabarakatuh.