Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 [musik] 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. 0:16 Assalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. 0:20 Waalaikumsalam. 0:21 Alhamdulillahirobbil alamin wabihi 0:23 nastain waala umuriddunya waddin. 0:26 Sholatu wassalam ala asrofil anbiya wal 0:28 mursalin. 0:30 Waala alihi wasohbihi ajmain. 0:32 Qolallahu taala fil quranul karim. 0:34 Audzubillahiminas syaitonirojim. 0:38 Qolu subhanaka la ilmalana illa ma 0:41 allamtana innaka antal alimul hakim. 0:44 Qola robbisrohli sodri wayasirli amri 0:47 wahlul uqdatam min lisani yafqohu qouli. 0:49 Sodakallahul adzim. 0:51 Alhamdulillahirobbil alamin masih 0:52 dipancarkan dari jalan Masjid 0:54 Silaturahim nomor 36 Cibubur Bekasi. 0:58 Inilah Radio Silaturahim dan Ras FM TV 1:01 untuk Islam yang satu. 1:03 Ikhwan akhwat yang dimuliakan Allah 1:04 subhanahu wa taala. Bagaimana kabar anda 1:07 di hari Selasa malam ini? Semoga selalu 1:11 dalam keadaan sehat walafiat. 1:14 Alhamdulillahirobbil alamin senang 1:15 sekali saya Fauzi Ridwanul Haq ditemani 1:18 oleh Neza dan juga Yusuf Subangkit. 1:22 Dapat kembali menemani ikhwan akhwat. 1:25 Dalam program tadabbur Alquran edisi 1:28 Selasa 25 Dzulqa'dah 1447 1:33 Hijriah dan bertepatan dengan tanggal 12 1:37 Mei 2026. 1:40 Bersama guru kita Al Mukarrom Ustadz 1:43 Doni Amir Sagaf. 1:44 Alhamdulillah beliau sudah hadir bersama 1:46 kita. 1:47 Kita sapa guru kita terlebih dahulu. 1:49 Assalamualaikum warahmatullahi 1:51 wabarakatuh Ustadz. 1:52 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:54 wabarakatuh. Kabar Ustadz? Kabarnya 1:56 sehat Ustadz. 1:58 Alhamdulillah alhamdulillah. 2:00 Barokah, mudah-mudahan demikian pula 2:02 Kang Fauzi serta seluruh 2:04 eee pendengar dan pemirsa Rasio TV di 2:07 mana pun berada, insyaallah. Amin, amin. 2:09 Terima kasih, Ustaz, doanya. Demikian 2:10 juga semoga 2:12 Mas Deza dan juga Mas Yusuf Bangkit TV 2:14 ini juga kita doakan, Ustaz, sehat 2:15 selalu, Ustaz. 2:17 Iya, iya, betul. Dan juga seluruh ikhwan 2:19 akhwat kami doakan di mana pun Anda 2:21 berada yang menyimak 2:23 siaran kita 2:25 tadabbur Alquran bersama Ustaz Doni, 2:27 semoga Allah lindungi, Allah berikan 2:29 kesehatan. 2:30 Dan semoga kajian ini dapat menemani 2:32 ikhwan akhwat di 2:34 malam hari sebagai 2:37 zikir sebelum 2:39 ber 2:41 sebelum tidur, insyaallah. 2:43 Baik, insyaallah ikhwan akhwat pada 2:46 malam ini 2:48 Ustaz Doni 2:50 akan 2:52 memberikan tadabbur Alquran kepada kita 2:54 semua dengan tema 2:57 Haji membawa pulang probabilitas 3:01 tanpa batas. Nah, masyaallah, karena 3:05 kita 3:06 eee tamu-tamu Allah ini sekarang se 3:09 sudah berada di 3:11 di Mekah 3:14 sudah melaksanakan haji atau ada yang 3:15 umrah dulu, masih ada yang umrah dulu, 3:18 masih 3:19 sebagian besar sudah 3:21 di 3:23 Masjidilharam di Mekah. Kita doakan 3:26 semoga tamu-tamu Allah ini 3:29 insyaallah ketika pulang membawa 3:32 probabilitas tanpa batas, insyaallah, 3:34 amin. 3:36 Baik, ikhwan akhwat, namun sebelumnya 3:38 bagi ikhwan akhwat yang ingin bertanya 3:39 tentang 3:42 haji ini dapat mengirimkan pertanyaan ke 3:45 nomor WhatsApp Rasio di 08111999720. 3:52 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 3:54 dengan Ustaz langsung dapat menghubungi 3:55 di 0218451512. 3:59 Baik Ikhwan wal Akhwat, mari kita 4:00 dengarkan ilmu yang akan disampaikan 4:02 oleh Ustaz Doni tentang haji membawa 4:04 pulang probabilitas tanpa batas. 4:07 Tafadhol, Ustaz. 4:09 Ya, terima kasih, Kang Fauzi. Iya, 4:10 Ustaz. 4:11 Bismillahirrahmanirrahim. 4:12 Assalamualaikum warahmatullahi 4:14 wabarakatuh. 4:16 Alhamdulillah, alhamdulillahi wahdah. 4:20 Shodaqo wa'dah, wa nashoro abdah, wa 4:23 a'azza jundahu, wa hazamal ahzaba 4:25 wahdah. Assholatu wassalamu ala 4:27 rosulillah, wa ala alihi wa shohbihi wa 4:30 man tabi'ahu wa wala, wala haula wala 4:33 quwwata illa billah. 4:35 Ikhwan wal Akhwat, para pendengar Radio 4:37 Silaturahim, demikian pula para pemirsa 4:39 Rasio TV di manapun berada. 4:42 Alhamdulillah, segala puji bagi Allah di 4:45 penghujung bulan Zulqaidah ini kita 4:47 kembali bisa ber ber eh tatap wajah 4:50 melalui layar, demikian pula bagi 4:52 pendengar Ras Radio Silaturahim bisa 4:55 kita berjumpa melalui udara lewat suara. 4:58 Semoga Allah subhanahu wa ta'ala 4:59 meridhoi perjumpaan kita ini dan apa-apa 5:02 yang akan nanti kita tadaburi dari 5:03 ayat-ayat Alquran, wabil khusus mengenai 5:07 apa itu eh oleh-oleh haji yang 5:11 sesungguhnya, insya Allah eh 5:13 mudah-mudahan bermanfaat bagi kita 5:14 semua. 5:15 Shalawat dan salam mari senantiasa kita 5:17 sampaikan curahkan kepada Baginda Nabi 5:19 Muhammad sallallahu alaihi wasallam, 5:21 demikian pula kepada seluruh keluarga 5:23 dan sahabat beliau. Semoga kita 5:25 istiqomah dalam belajar, dalam 5:27 mengamalkan, dan mendakwahkan 5:29 nilai-nilai yang beliau sallallahu 5:30 alaihi wasallam telah ajarkan untuk kita 5:32 semua. 5:34 Ma'asyiral muslimin wal muslimat 5:35 rahimakumullah, Ikhwan wal Akhwat, para 5:38 pendengar Radio Silaturahim dan pemirsa 5:41 Rasio TV. 5:43 Haji kita tahu, haji kita yang insya 5:46 Allah beberapa saat lagi, sekarang sudah 5:49 tanggal 25 Zulkaidah. Berarti tinggal 5 5:53 hari lagi sudah memasuki bulan Zulhijah 5:56 dan ada jamaah eh kita dari Indonesia 6:00 yang yang sudah berangkat, baik sudah 6:02 menetap di Mekah maupun di Madinah. Nah, 6:05 sebetulnya haji ini adalah sesuatu yang 6:08 amat luar biasa. 6:10 Dan eh malam hari ini insyaallah kita 6:12 ingin mendiskusikan sebetulnya apa yang 6:15 harus dibawa pulang eh nanti oleh jamaah 6:19 haji. Dan apa yang sebetulnya nanti akan 6:22 eh sebetulnya menjadi pelajaran bagi 6:24 kita semua. 6:25 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah, 6:28 yang pertama tentu haji dan juga umrah 6:31 sebetulnya 6:32 eh bukan hanya untuk cari pahala, ya, 6:35 atau mencari eh apa istilahnya, ya, eh 6:39 satu balasan ber 6:41 berupa hitung-hitungan, bukan 6:44 hitung-hitungan, gitu ya. Jadi, bukan 6:46 hitung-hitungan ini berapa ratus, ini 6:49 berapa ribu, gitu ya. Bukan itu. 6:52 Karena kalau yang dicari adalah 6:53 hitung-hitungan, apalagi eh apa sekedar 6:58 mendapat pahala lebih banyak, apa 7:00 hitung-hitungan begitu, 7:02 maka sebetulnya 7:03 orang tidak harus berangkat ke sana, 7:05 tidak harus berangkat berhaji, tidak 7:07 harus berangkat berumrah. 7:09 Karena dalam satu hadis Nabi sallallahu 7:11 alaihi wasallam yang sangat terkenal, 7:12 kita sudah eh sering men dengar hadis 7:15 itu. Ya, diriwayatkan misalkan dalam 7:17 riwayat Imam Tirmidzi nomor hadis 586. 7:22 Tentang salat syuruk dari Anas Ibnu 7:24 Malik radhiallahu anhu, eh beliau 7:27 mengatakan bahwa Nabi sallallahu alaihi 7:28 wasallam bersabda, "Man shallal ghadata 7:30 fi jamaatin, siapa yang salat besok hari 7:33 secara berjamaah, tsumma qa'ada, 7:35 kemudian dia duduk di tempatnya, 7:38 maksudnya di tempat salatnya itu, 7:40 yadz-kurullah, berzikir kepada Allah, 7:42 hatta tatlu asy-syams sampai terbit 7:44 matahari tsumma sholla rak'atain 7:47 kemudian dia sholat dua rakaat, nah ini 7:50 sholat syuruq begitu ya. Kaanat lahu ka 7:53 kaanat lahu ajran ka ajrin hajjatin wa 7:57 umratin. Nah, maka dia akan mendapatkan 8:00 pahala sebagaimana orang yang berhaji 8:03 dan berumrah 8:05 bahkan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam 8:06 mengatakan qola Rasulullah Shallallahu 8:08 Alaihi Wasallam taammatin taammatin 8:11 taammatin. Sempurna sempurna sempurna. 8:14 Haji dan umrahnya seolah-olah sempurna, 8:17 maksud bukan seolah-olah artinya seperti 8:20 sempurna sempurna sempurna. 8:23 Maksudnya di sini kalau sekedar 8:25 berangkat haji itu mencari pahala, 8:28 pahala pahala hitung-hitungan begitu ya, 8:30 sekian sekian sekian dan lain 8:32 sebagainya, sebetulnya orang tidak perlu 8:34 berangkat pun setiap hari setiap pagi 8:37 dia bisa mendapatkan pahala haji dan 8:39 umrah bahkan dijamin oleh Nabi sempurna 8:42 sempurna sempurna. Begitu. Jadi kalau 8:45 begitu untuk apa orang berangkat ke 8:47 sana? Untuk apa kita ee mengorbankan 8:51 waktu, tenaga, uang ya, dan dan ee apa 8:56 istilahnya semangat begitu, untuk apa 8:59 orang berangkat ke sana? Hadirin yang 9:00 dirahmati Allah 9:03 jawabannya jawaban sesungguhnya ada di 9:05 surat Al-Hajj surat ke-22 ayat 27 dan 28 9:10 dan nanti kita akan membahas ini. 9:12 Kalimat Allah ini ee apa perintah yang 9:17 sejak zaman Nabi Ibrahim juga 9:19 disampaikan Allah kepada Nabi Ibrahim. 9:22 Nah, jadi pertama khitabnya atau yang 9:24 diajak bicara mengenai perintah ini 9:25 adalah Nabi Ibrahim. Kemudian turun 9:28 kepada cucu beliau yakni Nabi Muhammad 9:30 Shallallahu Alaihi Wasallam. 9:32 Quran surat Al-Hajj ayat 27 kalimat 9:34 Allah audzubillahiminasyaitanirrajim 9:36 wa adzin finnasi bil hajj. Panggillah 9:41 manusia untuk mengerjakan haji. 9:44 Ya, haji. 9:46 Ya'tuka rijalan wa'ala kulli dhomir 9:49 ya'tina min kulli fajjin amiq. 9:52 Akan datang nanti 9:54 semua apa orang-orang dari segala 9:56 penjuru. Baik mereka dengan berjalan 9:59 kaki maupun mengendarai, ah ini kiasan 10:03 ya fajjin amiq, mengendarai 10:06 eh apa eh unta yang kurus maksudnya 10:09 dengan segala daya upaya walaupun harus 10:13 mengendarai unta yang kurus, walaupun 10:14 harus berjalan kaki, mereka akan 10:17 mendatangi panggilan itu dengan 10:19 semangat. Eh wa adzin finnasi bil hajj. 10:22 Panggillah manusia, ajaklah manusia, 10:24 serulah manusia untuk berhaji. Akan 10:27 datang dengan semangat. 10:28 Lalu tujuannya apa? 10:30 Tujuannya apa? Dipanggil berhaji itu 10:33 tujuannya apa? 10:35 Pada ayat ke-28-nya, kita perhatikan di 10:37 situ ada dimulai, kalau tadi ayat 27-nya 10:41 panggillah gitu ya wa adzin finnasi bil 10:43 hajj, ya'tuka rijalan wa'ala kulli 10:45 dhomir ya'tina min kulli fajjin amiq, 10:47 nah akan datang orang dengan antusias, 10:50 dengan segala macam kesulitannya mereka 10:52 tetap akan datang. Ah ayat 28 dimulai 10:55 dengan huruf lam, lam li ghoyah ya, 10:58 tujuannya. 11:00 Tujuannya. Liyasyhadu manafi'alahum. 11:05 Wayadzku rismallahi fi ayyamin ma'lumat 11:08 'ala ma razaqohum min min bahimatil 11:11 an'am. 11:12 Tujuannya yang pertama sekali liyasyhadu 11:16 manafi'alahum. 11:18 Agar mereka menyaksikan 11:21 manafi' jamak dari kata naf'an 11:24 artinya manfaat-manfaat 11:27 lahun untuk kehidupan mereka. 11:31 Ini yang pertama. 11:32 Baru kemudian kalimat berikutnya wayadz 11:34 kurus maulallah fi ayyamin ma'lumat dan 11:37 agar mereka menyebut nama Allah pada 11:40 hari-hari yang sudah ditentukan 11:42 waktunya. 11:44 Ya. 11:45 Tanggal 9 wukuf di Arafah, lalu tanggal 11:47 10 menuju ke Muzdalifah. Kemudian 11:51 menginap di Muzdalifah mengambil kerikil 11:54 dan kemudian besoknya ke Mina melontar 11:56 jumrah. Nah, setelah selesai menginap di 11:59 Mina kemudian melanjutkan ke Mekah, 12:01 tawaf dan sa'i setelah itu tahalul. Nah, 12:04 itu fi ayyamin ma'lumat. 12:08 Fi ayyamin ma'lumat itu pada hari-hari 12:10 yang sudah ditentukan waktunya. 12:12 Nah, itu tujuan itu ada. 12:15 Tapi tujuan pertama yang disebutkan 12:18 justru adalah agar mereka menyaksikan 12:22 menyaksikan liyasyhadu 12:25 manafi'alahum 12:27 manfaat untuk kehidupan mereka. Lahum di 12:30 situ ya dhomirnya kepada mereka jemaah 12:33 yang haji itu. 12:35 Kepada mereka tentu saja akan akan 12:38 berdampak nantinya setelah mereka pulang 12:41 ke kampung halaman mereka. Karena proses 12:44 berhaji hanya sebentar saja. 12:46 Di situ mereka menyaksikan manfaat untuk 12:48 mereka bawa pulang. 12:50 Kemanfaatan itu nanti mereka pakai di 12:53 kampung halaman mereka setelah mereka 12:56 pulang. 12:58 Gitu. 12:59 Nah, jadi 13:00 justru 13:03 reason atau 13:05 tujuan yang pertama disebut ini 13:08 liyasyhadu manafi'alahum inilah justru 13:10 yang sepertinya 13:12 ya kita saksikan banyak terabaikan. 13:16 Manfaat apa yang dimaksud Allah di situ? 13:19 Kok manfaatnya? Manfaat untuk kehidupan 13:22 disaksikannya di sana, nanti dipakainya 13:25 di kehidupan sehari-hari di sini, karena 13:27 kalimatnya lahum, untuk mereka. 13:30 Untuk mereka itu artinya di mana 13:31 dipakainya? Di kehidupan mereka. 13:34 Nah, agar mereka menyaksikan manfaat itu 13:37 di sana, lalu dibawa pulang untuk 13:39 kehidupan mereka. 13:41 Nah, yang menyebut nama Allah, kemudian 13:44 apa? Berzikir, menyebut nama Allah di 13:47 hari-hari yang ditentukan, itu juga. Ya, 13:49 tapi itu setelah ya, atau bagian-bagian 13:53 kedua nih, setelah eh apa tujuannya nih. 13:55 Nah, itu saya garis bawahi di layar, 13:57 kalau di Rasya TV bisa disaksikan. 13:59 Liyasyhadu manafi'a lahum, agar mereka 14:02 menyaksikan, itu yang paling pertama. 14:03 Agar mereka bisa menyaksikan 14:06 manfaat-manfaat 14:08 yang mereka bawa pulang untuk 14:11 kemanfaatan kehidupan mereka di kampung 14:14 halaman mereka masing-masing. 14:17 Gitu. Nah, apa kok kok begitu ya? Kok 14:20 kenapa? Kenapa ada kalimat ini? Manafi', 14:24 manfaat, naf'an. 14:27 Jadi, harusnya maksudnya begini. 14:29 Kalau orang 14:30 datang berhaji, berumrah, 14:33 di kampung halaman dia kesulitan 14:35 keuangan, 14:36 finansial, gimana caranya? Jalan 14:39 keluarnya gimana? 14:41 Harusnya mereka datang berhaji, 14:43 berumrah, pulangnya mereka membawa 14:46 pulang 14:48 solusi, manfaat untuk menyelesaikan 14:51 masalah finansial mereka tersebut. 14:55 Orang berangkat berhaji, berumrah, 14:57 mungkin dalam keadaan persoalan keluarga 14:59 mereka 15:01 tidak harmonis, kurang bahagia rumah 15:03 tangganya. 15:04 Ya, harusnya mereka berangkat berhaji, 15:06 berumrah, di sana mereka menyaksikan 15:09 kemanfaatan yang mereka bawa pulang 15:11 untuk menyelesaikan persoalan rumah 15:13 tangga di dalam kerumah tanggaan mereka. 15:16 Begitu seterusnya, karena kalimat Allah 15:19 manafi'a lahum, manafi'a lahum, manafi' 15:23 itu jamak lahum manafi' itu jamak untuk 15:27 kata naf'an yang artinya mana 15:30 manfaat-manfaat, kemanfaatan-kemanfaatan 15:34 berbagai macam, berbagai jenisnya dan 15:37 semua persoalan kehidupan manusia tentu 15:39 saja 15:40 Bapak-bapak 15:41 nah ini kan 15:43 ini kan luar biasa itu, luar biasa 15:46 nah jadi bukan sekedar mencari pahala, 15:49 tadi kalau cari pahala di rumah pun bisa 15:52 hanya salat syuruk 15:54 tiap hari bisa dilakukan 15:56 pahalanya seperti haji dan umrah, ka 15:58 ajri hajjatin wa umrotin, bahkan 16:01 sempurna tammatin tammatin tammatin 16:03 tammatin sempurna sempurna sempurna kata 16:05 Nabi sallallahu alaihi 16:06 nah jadi manafi', manafi', manfaat, 16:10 manfaat 16:12 nah apa yang dimaksud manfaat ini? 16:14 Bagaimana kok bisa manfaat ini? 16:17 hadirin yang dirahmati Allah 16:20 saya akan mencoba menjelaskan dengan 16:22 mudah 16:25 manfaat yang dimaksud itu tentu saja 16:28 mencontoh 16:30 kepada 16:31 rukun-rukun ya yang ada rukun-rukun yang 16:34 ada di dalam haji itu mencontoh 16:37 kepada bapak moyang kita, kepada kakek 16:40 dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi 16:41 wasallam yang merupakan millah ya atau 16:46 bagian dari agama ini, millah Ibrahim 16:49 sebagaimana disebutkan dalam surat Al 16:50 Hajj juga ayat terakhir ya 16:53 ayat ke-78 di situ apa kalimatnya? 16:57 wajahi dufillahi haqqo jihadi wajtabakum 17:02 wama ja'ala alaikum fiddini min haraj 17:05 bersungguh-sungguhlah 17:07 kalian dalam agama kalian 17:09 apa namanya? Karena kami tidak 17:11 menjadikan dalam agama itu kesulitan 17:13 kata Allah subhanahu wa ta'ala, millata 17:16 abikum Ibrahima hanifa wa samakumul cara 17:20 berpikir, cara pandang, 17:22 cara bersikap bapak khitabnya kepada 17:25 Nabi Muhammad, maksudnya kakek beliau, 17:27 yakni Nabi Ibrahim. Millahnya Nabi 17:30 Ibrahim, cara berpikir, cara pandang 17:31 Nabi Ibrahim. Agama agama kita ini. 17:34 Nah, begitu juga berhaji ini. Makanya 17:37 belajarnya dari Nabi Ibrahim dan 17:39 keluarganya. 17:40 Karena Nabi Ibrahim dan keluarganyalah 17:42 ee ee merupakan millah isi, cara 17:45 pandang, cara berpikir dari agama yang 17:47 dibawa oleh cucu beliau, disempurnakan 17:50 tentu saja ya, disempurnakan oleh cucu 17:52 beliau yakni Islam kita. Huwa sammakumul 17:55 muslimina min qablu wa fi haza dalam 17:57 ayat itu, surat Al Hajj ayat 78 ayat 18:00 terakhir. Dialah yang menamakan Allah 18:03 menamakan kalian muslim dan juga ndak 18:05 lewat lisan Nabi Ibrahim alaihissalam. E 18:08 min qablu sebelum datangnya Alquran ini 18:11 wa fi haza demikian pula di dalam 18:13 Alquran ini, kalian dinamakan muslim 18:16 lewat lisan Nabi Ibrahim alaihissalam, 18:18 sudah lewat lisan Nabi Ibrahim 18:20 alaihissalam. 18:22 Nah, jadi me 18:24 mengambil manfaat itu 18:26 ya, adalah dari sikap ya, 18:31 dari cara berpikir, dari cara pandang, 18:35 karakternya 18:36 Nabi Ibrahim alaihissalam beserta 18:39 keluarga beliau. 18:41 Beserta keluarga beliau. 18:43 Nah, itulah manafi, itulah manfaat 18:46 manfaat mendasar yang luar biasa 18:50 seandainya diterapkan oleh manusia 18:52 siapapun, di manapun kampung halaman 18:54 dia, dalam persoalan apapun dia, maka 18:58 dia akan ketemu solusi untuk persoalan 19:00 hidupnya itu. 19:02 Nah, ini. 19:05 Apa yang dimaksud ini? Apa yang dimaksud 19:07 dari manafi belajar dari Nabi Ibrahim 19:10 dan keluarga ini? Hadirin yang dirahmati 19:12 Allah saya keluarga ini. Hadirin yang 19:14 dirahmati Allah, saya cepat saja saya 19:15 lompat dulu kepada kalimatnya ya. 19:19 Nah, ini jadi 19:23 eee 19:26 Nabi Ibrahim mengajarkan kita Islam 19:29 ya 19:30 Nabi Ibrahim mengajarkan kita menamakan 19:32 bahkan kita sebagai Islam begitu ya. 19:35 Artinya Islam itu apa? 19:38 Islam itu mungkin selama ini kita 19:42 menganggapnya adalah lima rukun 19:45 syahadat, salat 19:47 puasa, zakat 19:49 haji 19:51 ya bila mampu kan begitu. 19:54 eee 19:55 Padahal sebetulnya 19:58 hadis yang kita kenal dari Ibnu Ibnu 20:01 Umar radhiallahu anhuma 20:04 ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam 20:05 bersabda mengenai Islam itu tadi 20:09 sebetulnya Nabi sallallahu alaihi 20:10 wasallam di situ mengatakan ini hadisnya 20:12 dalam riwayat Imam Bukhari nomor hadis 20:13 ke-8, dalam Shahih Muslim nomor hadis 20:16 ke-16 ya. 20:18 An Ibnu Umar radhiallahu anhuma qala, 20:21 dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma 20:23 berkata qala Rasulullah sallallahu 20:25 alaihi wasallam, Nabi sallallahu alaihi 20:26 wasallam bersabda, kalimat Nabi begini 20:29 "Budiyal Islamu ala khamsin" 20:33 Nah, baru kemudian nanti syahadat dan 20:35 seterusnya itu belakangan tapi kalimat 20:37 pentingnya ini "Budiyal Islamu ala 20:38 khamsin" 20:40 Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, 20:42 Islam itu dibangun 20:44 di atas lima rukun Islam. 20:49 Islam itu dibangun 20:52 bunia, dibangun 20:54 ya 20:56 eee di atas lima rukun Islam. 20:59 Syahadat, salat 21:01 puasa, zakat 21:04 ya dan ke haji ke Baitullah itu dibangun 21:08 di atas itu Islam. 21:11 Jadi, Islam itu bukan rukun Islam. 21:15 Ya, karena Islam itu dibangun di atas 21:18 rukun itu. 21:20 Gitu. 21:21 Jadi, seperti pondasi rumah. 21:24 Kalau kita perhatikan nih gambarnya ada 21:26 di di layar Hasil TV saya tampilkan atau 21:28 kalau para pendengar Radio Silaturahim, 21:31 bisa membayangkan 21:33 rumah yang kita bangun 21:35 di bawahnya ada pondasi. 21:39 Pondasi itu seperti rukun Islam. 21:43 Nah, Islamnya itu mana? Islamnya itu 21:46 rumah yang dibangun di atas pondasi itu. 21:50 Maka kalimat Nabi, Islam dibangun di 21:53 atas lima rukun, buniyal Islamu ala 21:56 khamsin. 21:58 Nah, jadi kalau kita hanya puas 22:01 dalam 22:02 ee konteks rukun yang sudah kita 22:05 kerjakan, 22:06 tapi Islamnya tadi belum tentu ada di 22:10 dalam diri kita sebagai karakter, 22:13 maka seperti kita sudah membangun 22:15 pondasi, tapi kita tidak lanjutkan 22:17 dengan membangun bangunan di atasnya. 22:22 Ee gambarnya itu seperti pondasi 22:24 mangkrak. 22:27 Karena Islam itu bukan rukunnya, 22:30 tapi tidak mungkin membangun Islam tanpa 22:33 ada rukunnya. 22:36 Nah, persoalannya kan orang sudah puas 22:38 kalau sudah melakukan rukunnya. Dia 22:39 berpikir, "Ah, saya sudah Islam." 22:41 Buktinya apa? "Saya sudah melakukan 22:43 rukunnya." Rukun. Nah, padahal Islam itu 22:46 adalah karakter 22:48 millah 22:50 ya yang dicontohkan Nabi Ibrahim dan 22:51 kemudian dijalankan oleh Nabi Muhammad. 22:54 Nah, yang 22:55 millah dan karakter itu berada atau 22:59 dihasilkan 23:00 dari rukun tadi. 23:03 Rukun tadi. 23:06 Gitu. 23:07 Jadi, 23:09 Islam itu apa? Nah, makanya itu nanti 23:11 kalau kita buka surat Al-Baqarah 23:13 misalkan ya, 23:14 ayat ke 23:16 eee 120 23:19 eh maaf 100 23:21 eee 30 berarti. 23:23 130 ya, surat Al-Baqarah ayat 130. 23:27 Kalimat Allah di situ mengatakan kepada 23:29 Nabi Ibrahim 23:30 ya, i kalimatnya 23:33 eee 23:35 apa? Izqola lahu robbuhu aslim. Eee qola 23:39 aslamtu lirobbil alamin. Ketika Nabi 23:43 Ibrahim di situ wama yarghobu an milati 23:45 Ibrohima illa man safiha nafsah. Walaqod 23:48 isthofainahu fid dunya wa innahu fil 23:49 akhiroti laminas sholihin. Izqola lahu 23:52 robbuhu aslim, qola aslamtu lirobbil 23:54 alamin. Oh, berarti yang qola aslamtu 23:57 lirobbil alaminnya pada ayat 131-nya. 24:01 Eee. 24:03 Ada 131. Izqola lahu robbuhu aslim, qola 24:07 aslamtu lirobbil alamin. 24:10 Eee. 24:11 Ketika Allah berkata kepada Nabi 24:13 Ibrahim, "Aslim." 24:15 "Berislamlah kamu." "Berislamlah kamu." 24:19 Qola aslamtu lirobbil alamin. Nabi 24:22 Ibrahim mengatakan, "Aslamtu." Eee 24:24 aslama itu Islam artinya. 24:27 Eee. 24:28 "Aku berserah diri." 24:32 "Aku berserah diri." 24:34 "Mengambil hanya Engkau, menjadikan 24:36 hanya Engkau saja ya Allah sebagai 24:37 pelindung aku." Aslam, Islam. 24:42 Karakter Islam. 24:45 Eee gitu. 24:47 Isqola lahu robbuhu aslim, qola aslamtu 24:49 lirobbil alamin. Kata Nabi Ibrahim. 24:53 Begitu pula surat Al-An'am ini saya 24:55 tampilkan di layar ayat ke-14, 24:57 kalimatnya 24:59 untuk mengetahui Islam itu adalah 25:00 karakter yang berserah diri kepada Allah 25:03 menjadikan satu-satunya pelindung kita 25:05 itu hanya Allah, itu Islam. 25:07 Itu itu artinya Islam, berserah diri. 25:10 Qul aghoirollahi attakhidzu waliyan, 25:13 kata Allah. 25:15 Katakanlah, apakah mungkin 25:18 saya ini mengambil yang selain Allah 25:21 sebagai ee pelindung saya, wali sebagai 25:24 pelindung saya? 25:25 Tidak mungkin. Sebab apa? Fathiris 25:28 samawati wal ard, Dialah yang 25:30 menciptakan langit dan bumi ini. 25:32 Wahuwa yuth'imu wala yuth'am, Dialah 25:35 yang memberi saya makan dan Dia tidak 25:38 minta diberi makan oleh saya, tidak 25:40 minta diberi apapun oleh saya. Dia yang 25:41 memberi saya makan, Dia menghidupkan 25:43 saya. 25:45 Ee qul inni umirtu an akuna awwala man 25:49 aslam, maka katakanlah 25:51 kepada semua orang kalau kamu sudah 25:53 paham itu, sudah paham bahwa Allah yang 25:55 menciptakan langit dan bumi ini, Allah 25:57 yang menghidupkan kamu, memberi kamu 25:59 makan, sementara Allah tidak minta 26:01 perlindunganmu, tidak minta kamu beri 26:03 makan. 26:05 Justru kamu yang butuh perlindungan 26:06 Allah, satu-satunya yang bisa jadi 26:08 pelindung hanya Allah saja, maka 26:10 katakanlah kepada semua orang lain 26:13 bahwa saya sudah Islam, awwala man 26:16 aslam. 26:19 Tuh, wala takunanna minal musyrikin dan 26:21 jangan pernah kamu sekutukan Allah 26:24 dengan apapun juga. Disekutukan sebagai 26:25 apa? Sebagai pelindung. 26:28 Ee sebagai pemberi 26:30 sebagai satu-satunya tempat kita 26:33 mengadu, berlindung, ya sebagai 26:35 satu-satunya keamanan kita, rasa aman 26:38 kita, ya itu namanya Islam. 26:42 Maka rukun Islam itu harusnya 26:44 menghasilkan Islam. 26:47 Karena tadi kata Nabi, buniyal Islam ala 26:50 khamsin, Islam dibangun di atas lima 26:53 perkara itu, ya. Lima perkara itu 26:55 harusnya membangun atau di di atasnya 26:57 dibangun Islam, dihasilkan Islam. 27:02 Kita salat, 27:03 rukun Islam, 27:05 harusnya menghasilkan 27:07 rasa aman kepada Allah, berlindung, 27:10 sehingga kita tidak perlu lagi ada yang 27:12 kita khawatirkan, 27:14 bertawakal kepada Allah. 27:16 Bahkan, 27:18 kalau betul-betul kita ber-Islam, 27:20 ya. Kalau betul-betul kita ber-Islam, 27:22 maka 27:23 probabilitas, 27:25 nah, probabilitas itu kemungkinan, ya. 27:28 Kemungkinan-kemungkinan yang ada dalam 27:31 hidup kita ini, 27:32 itu harusnya 27:35 tidak berbatas. 27:40 Tidak berbatas. 27:43 Sebab apa? Sebab kita berlindungnya 27:45 kepada Allah, 27:47 Sang Maha Segala Sesuatu, pemilik alam 27:51 semesta, pemilik diri kita ini. 27:54 Nah, itu artinya Islam. 27:57 Bukankah Allah itu punya kemampuan yang 28:00 tanpa batas? 28:04 Nah, itu probabilitas tanpa batas. 28:10 Tawakal betul-betul kepada Allah, 28:13 mengikuti petunjuk Allah, 28:15 ya. Tidak pantang 28:17 eh, apa, ti- tidak tidak surut, ya. 28:20 Eh, tidak berputus asa 28:23 ya, 28:24 kepada kehidupan ini. 28:26 Nah, itu artinya tanpa batas 28:27 probabilitasnya. 28:29 Probabilitas tanpa batas. 28:32 Nah, 28:33 asalkan kembali kepada aturan Allah. 28:37 Bagaimana supaya kepingin finansial saya 28:41 eh, apa, cukup? 28:44 Nah, kembali kepada Allah. Nanti ada 28:46 beberapa beberapa ininya, beberapa eh 28:49 panduannya kita sampaikan. 28:51 Bagaimana supaya keluarga saya jadi 28:52 baik? Oh, Pak, kembali kepada panduan 28:54 Allah. 28:57 Karena di situ probabilitasnya tanpa 28:59 batas, hadirin. 29:02 Nah, inilah yang ditunjukkan oleh Nabi 29:04 Ibrahim alaihissalam 29:07 dalam beberapa doa beliau yang kita 29:10 kutip dari Alquran. 29:12 Cara beliau berpikir 29:15 itu ter 29:16 apa? 29:18 Terlihat jelas 29:20 dalam kalimat-kalimat doa beliau. 29:23 Di situlah Islam, itulah Islam. Cara 29:26 beliau cara beliau berdoa itu karena 29:29 tahu bahwa dirinya itu hamba Allah, 29:31 Allah itu tidak berbatas. 29:34 Maka coba perhatikan doanya. 29:36 Doa beliau. 29:38 Kalimatnya dalam surat Al-Baqarah 29:40 misalkan kita awali. 29:41 Surat Al-Baqarah ayat 126. 29:45 Kalimatnya 29:45 auzubillahiminasyaitanirrajim. 29:47 Wa iz qala Ibrahimu rabbij'al haza 29:51 baladan amina. 29:53 Warzuq ahahu binas samarat man amana 29:56 minhum billahi wal yaumil akhir. Qala 29:58 waman kafara fa umatti'uhu qalilan summa 30:01 atruhu ila azabin nari wa bi'sal masir. 30:05 Nabi Ibrahim berdoa di atas padang 30:07 pasir. 30:09 Beliau sendiri mengatakan nanti dalam 30:10 surat Ibrahim ayat 37 bi wadi ghairi zi 30:14 zar'in. Inda baitikal muharram. Ini 30:17 lembah tidak ada penghuninya, tidak 30:19 hidup sama sekali. 30:21 Tidak layak hidup di situ lembah itu. 30:25 Tapi beliau berdoa, doanya begini. 30:28 Eh wa iz qala Ibrahim, rabbij'al haza 30:31 baladan amina. 30:33 Ya Allah, jadikanlah negeri ini aman. 30:39 Padahal tidak ada kehidupan. 30:41 Ya. 30:42 Kalau kita pikir pakai logika, pakai 30:45 logika manusia, 30:46 tidak mungkin. Apalagi kalimat doa 30:48 berikutnya, "Warzuq ahlahu minas 30:51 samarat." 30:52 "Berikanlah rezeki, ya Allah, berupa 30:55 buah-buahan yang komplit, 30:59 yang banyak, beraneka ragam, samarat, 31:03 kepada penduduk di tempat ini nantinya, 31:05 ya Allah." 31:07 Beliau itu sedang berdoa di atas padang 31:09 pasir. 31:11 Tapi minta sesuatu yang 31:13 melampaui logika pikir manusia biasa. 31:18 Kalau ada manusia biasa yang dengar doa 31:20 beliau saat itu, mungkin dibilang 31:22 dicolek kali Nabi Ibrahim, "Mas-mas, 31:25 yang benar saja ya sampean ini. 31:28 Yang benar saja ente ini. Masa berdoa 31:30 minta buah-buahan yang komplit di padang 31:33 pasir yang gersang begini?" 31:36 Gitu kan. 31:38 Tapi di situlah 31:39 keislaman beliau. Itulah makna Islam. 31:44 Karena beliau tahu yang beliau minta ini 31:46 adalah Allah tempat beliau bersandar. 31:50 Kemampuan Allah itu tanpa batas. 31:56 Itulah rasa aman yang ada dalam diri 31:58 beliau ketika beliau harus meninggalkan 32:01 anak dan istrinya di padang pasir yang 32:04 tidak ada kehidupan ini. Nih, surat 32:06 Ibrahim ayat ke-37. Ini pun doa yang 32:09 yang yang tanpa batas probabilitasnya. 32:11 Ayat 37-nya, coba kita bacakan ya. 32:14 Rabbana, 32:15 "Inni askantu min zurriyati." 32:19 "Ya Allah, 32:20 aku meninggalkan, menempatkan, ya, sakan 32:23 artinya menempatkan, bertempat tinggal, 32:26 menempatkan anak, zurriyati, anak apa, 32:30 keturunanku, 32:32 biwadin ghairi zi zar'in." 32:36 "Di lembah ini yang tidak ada 32:39 tanam-tanaman, tidak ada kehidupan 32:42 Inda baitikal Muharram di sisi rumahmu, 32:46 baitillahi haram atau baitil atiq yakni 32:48 Ka'bah. 32:51 Rabbana liyuqimus shalah, ya Allah 32:53 supaya mereka mendirikan shalat. Lalu 32:56 kalimat berikutnya 32:57 Faj'al af'idatan minan nas tahwi ilaihim 33:02 warzuqhum minas tsamarat la'allahum 33:05 yasykurun, 33:06 nah ini. 33:08 Jadikanlah ya Allah 33:10 ya 33:11 keinginan manusia untuk semuanya 33:14 condong, cenderung kepingin datang ke 33:17 mereka ini. 33:19 Bayangkan, di tempat yang tidak ada 33:21 tanam-tanaman, tidak ada tumbuh-tumbuhan 33:24 tapi beliau berdoa, ya Allah jadikan 33:27 manusia seluruh muka bumi ini cenderung 33:29 pengen datang ke sini. 33:32 Nah, itu. 33:33 Nah, lalu warzuqhum, berikan mereka 33:36 rezeki ya Allah minas tsamarat dari 33:39 buah-buahan yang banyak variasinya, ya 33:42 lengkap, komplit la'allahum yasykurun, 33:45 supaya mereka bisa bersyukur. 33:48 Bapak, Ibu yang dirahmati Allah 33:51 ikhwan akhwat sekalian, para pendengar 33:52 Radio Silaturahim, para pemirsa Rasiltv 33:54 di manapun berada, inilah Islam 33:58 probabilitas tanpa batas. 34:03 Gitu. 34:03 [berdehem] 34:05 Itulah, itulah cara, itulah isi 34:08 di dalam karakter millah, millah itu 34:11 karakter. 34:13 Millah Ibrahim 34:15 ya, bapak kalian, bapak, bapakmu 34:17 maksudnya kakekmu, kan kepada Nabi 34:19 Muhammad ya, millata abikum Ibrahim 34:22 hanifa, surat Al Hajj ayat 78. 34:26 Millata abikum Ibrahim hanifa, huwa huwa 34:29 sammakumul muslimina min qabli min qablu 34:31 wa fi haza. 34:32 Nah, itu. Dia 34:34 Nah. 34:36 Jadi, hadirin yang dirahmati Allah. 34:39 Kalau orang 34:41 ya 34:43 manusia ini kalau dia cara berpikirnya 34:47 sempit 34:49 menurut-menuruti 34:51 logika dirinya sebagai manusia 34:55 maka segala sesuatunya akan sulit bagi 34:58 dirinya. 34:59 Sebab sangat terbatas kemampuan dia 35:01 manusia. 35:03 Akan sangat luka 35:06 rasa 35:07 batinnya 35:08 ketika dia kecewa oleh manusia lain. 35:12 Ketika dia 35:13 apa ee 35:15 berkonflik 35:17 dengan manusia yang lainnya. Ketika dia 35:19 harus mencurigai dan lain sebagainya. 35:22 Itu akan kecewa, akan terluka. 35:25 Dan dia lalu berpikir kepada dirinya, 35:27 "Apakah saya mampu? Apakah saya bisa? 35:29 Apakah saya cukup layak? Apakah saya 35:31 ini? Apakah saya itu? Nanti bagaimana? 35:33 Nanti begini, nanti begitu, bla bla bla 35:35 dan seterusnya." 35:37 Nah, ini. 35:38 Padahal di sisi Allah itu ada 35:40 probabilitas yang tidak ada batas. 35:45 Apakah Nabi Ibrahim langsung mendapatkan 35:48 apa yang beliau doakan? Tentu saja 35:50 tidak. 35:52 Nah, ini ini bagian yang terpentingnya. 35:54 Tentu saja tidak. Tetapi, beliau tidak 35:58 pernah berhenti menyandarkan 36:01 kepada Sang Maha 36:03 yang tiada batas. Itu. Dan itulah Islam 36:06 yang sesungguhnya. Maksudnya begini. 36:08 Kalau Anda punya persoalan hidup 36:12 lakukan apa yang Allah [berdehem] 36:13 perintahkan. 36:15 Lalu buang batas-batas pemikiran sebagai 36:17 manusia itu. Termasuk batas pemikiran 36:21 mengharapkan hasil yang segera. 36:25 Nah, 36:26 Ah, yang bikin kita terbatas. 36:30 Segera mengharapkan hasil. Mana? Saya 36:33 sudah doa 2 bulan ini pengin supaya 36:35 hutang lunas, hutang belum lunas-lunas. 36:38 Lah, itu. 36:40 Usahanya enggak seberapa, 36:42 tapi kepingin Allah 36:44 bekerja untuk dirinya. 36:50 Kepingin Allah menyelesaikan persoalan 36:52 dia, gitu kan. Jangan-jangan kayak lebih 36:54 tinggi dia daripada Allah, gitu. Coba 36:56 lihat Nabi Ibrahim. Beliau berdoa 36:59 menyandarkan kepada Allah yang tanpa 37:01 batas probabilitasnya. Tapi lihat, 37:03 apakah beliau mengeluh kalau itu belum 37:06 kelihatan 37:07 hasilnya? Tidak. 37:10 Tidak. 37:12 Gitu. 37:12 Nah, ini persoalan kita juga nih. 37:14 Persoalan kita tuh kalau doa tuh 37:15 buru-buru pengin 37:16 pengin dapat. Padahal nah, ah, coba kita 37:18 perhatikan. 37:19 Kapan doa Nabi Ibrahim ini dikabul, 37:22 hadirin? 37:23 Para pemirsa Radio Silaturahim, para 37:24 pendengar Radio Silaturahim. Ra- apa? 37:27 Doa Nabi Ibrahim ini kira-kira baru 37:29 dikabul setelah lahirnya Nabi Muhammad 37:33 sallallahu alaihi wasallam. Walaupun air 37:35 zamzam, ya, yang merupakan cikal bakal 37:38 nanti eh apa? Kehidupan yang 37:41 berkelanjutan di di Ka'bah, di Mekah itu 37:43 sudah ada sejak anak beliau Nabi Ismail, 37:46 tetapi doa yang seperti beliau 37:48 gambarkan, seperti Nabi Ibrahim 37:49 gambarkan, itu baru terealisasi ribuan 37:52 tahun yang akan datang di masa 37:55 cicit beliau, yakni Nabi Muhammad 37:58 sallallahu alaihi wasallam. 38:00 Kan begitu. Sekarang kalau Bapak Ibu ke 38:02 Mekah, 38:04 buah apa yang enggak ada di sana? 38:07 Semuanya ada. 38:09 Nah, sampai rambutan pun ada di sana 38:12 tuh, kalau musimnya rambutan. 38:15 Gitu kan. 38:16 Jadi, 38:17 itulah yang dimaksud itulah doa Nabi 38:19 Ibrahim dulu terijabah kita lihat 38:21 sekarang. Aman. 38:23 Ya, bahkan ada ada satu analisis yang 38:25 mengatakan kalau air di seluruh dunia 38:28 ini terkontaminasi, teracuni, 38:31 ya, 38:32 maka yang akan bertahan terakhir air air 38:36 itu yang yang air yang segar itu akan 38:38 berada di Mekah. 38:42 Air zamzam. 38:44 Eh, karena dia sudah tersimpan di dalam 38:46 bumi, hadirin yang dirahmati Allah. 38:48 Nah, jadi 38:50 jadi 38:51 apa? Probabilitas tanpa batas, ya. 38:54 Begitu juga istri beliau ketika me me 38:56 apa? Memutari Bukit Safa, Marwah, 39:00 Marwah, Safa, Safa, Marwah. Eh, namanya 39:03 sai itu ya. Sai itu diambil dari bahasa 39:05 Arab artinya berusaha, sa'yan berusaha. 39:09 Ketika beliau memulai usahanya, bersih 39:11 hati beliau itu. Siti Hajar bersih 39:14 hatinya. Tidak menyalahkan siapapun, 39:16 tidak menyalahkan Allah, tidak 39:18 menyalahkan suami beliau. Maka itu 39:20 saking bersihnya hati beliau ketika 39:22 memulainya, 39:24 di bukit tempat beliau memulai itu 39:26 diberi nama oleh Allah Subhanahu wa 39:28 Ta'ala 39:30 sebagai Bukit Safa. 39:32 Safa itu artinya jernih, 39:35 bersih. 39:37 Bukit Safa. Dan itu sebagian ulama 39:39 mengatakan diberi nama oleh Allah itu. 39:41 Kok kok tahunya begitu? Karena dari 39:44 surat eh Al-Baqarah ayat 158. 39:48 Innas Safa wal Marwata min Sya'airillah. 39:52 Faman hajj al baita awi'tamara fala 39:54 junaha alaihi ayyathawwafa bihim dan 39:56 seterusnya. Ah, itu. Penyebutannya di 39:59 surat Al-Baqarah itu. 40:01 Hadirin yang dirahmati Allah, 40:03 probabilitas tanpa batas inilah yang 40:05 semestinya dibawa pulang sebagai 40:09 oleh-oleh oleh para jemaah haji. 40:13 Nah, terakhir saya ingin tutup dengan 40:15 sebuah penelitian yang pernah dilakukan 40:17 di Amerika, insyaallah di pertemuan 40:19 berikutnya kita akan sambung mengenai 40:21 haji ini ya, tapi saya ingin tutup dulu 40:23 di sini. 40:24 Probabilitas tanpa batas. Ini penelitian 40:27 dilakukan tahun 1980 40:29 terkenal dengan istilah dengan nama 40:31 Dartmouth 40:33 eh studi atau eksperimen, Dartmouth 40:36 eksperimen ya memang eh apa dilakukan di 40:41 oleh seorang eh dosen namanya Robert 40:44 Cialdini. Ya, Robert Cialdini. Ya, dia 40:48 eh di 40:50 apa di universitas 40:52 namanya Dartmouth ya di Amerika di 40:55 Fakultas Psikologi. 40:56 Penelitian ini dia lakukan begini, dia 40:58 dia ajak beberapa orang mahasiswa untuk 41:02 melakukan penelitian lalu dia sudah 41:04 bikin 41:05 eh sudah merancang ya dengan seorang 41:08 ahli make up ya make up ya jadi 41:13 para 41:15 apa mahasiswa ini di make up seolah-olah 41:18 di mukanya tuh ada codet. Nah, ada codet 41:21 seolah-olah di mukanya. 41:23 Padahal ah setelah ada codet ini nanti 41:27 para mahasiswa ini diinterview, 41:29 diinterview. Setelah diinterview nanti 41:32 mereka ditanya bagaimana pendapat kalian 41:34 apakah yang menginterview kalian itu 41:36 orangnya baik atau gimana gitu kan. 41:39 Ah, rupanya 41:42 para mahasiswa yang di dikasih codet 41:44 make up itu dia merasa 41:46 gara-gara codet muka saya ini kayaknya 41:49 orang yang menginterview saya tuh apa 41:52 men-judge saya, judging me ya memandang 41:55 saya rendah kayaknya ngelihat saya ini 41:58 kok kriminal karena ada 42:00 codet di muka saya ini. Nah, kata-kata 42:02 mereka begitu. 42:04 Padahal mereka enggak tahu bahwa si 42:07 tukang make up tadi dengan satu basuhan 42:12 itu sudah menghapus codet yang awalnya 42:15 dibuat codet 42:17 dibuat codet oleh ahli make up terus 42:19 dilihatin pakai kaca nih codetnya oke 42:21 sudah nah begitu mereka mau berangkat 42:24 lalu si tukang make up ini bilang begini 42:25 sebentar sebentar sebentar sini biar 42:26 saya kasih bedak sedikit lagi 42:29 nah waktu dikasih bedak itulah 42:31 dihapus 42:33 terhapus oleh oleh oleh tukang make up 42:35 ini memang sengaja oleh Robert Cleck 42:37 dibuat begitu 42:38 jadi di di terakhir sebelum masuk ke 42:41 pintu interview sebentar sebentar saya 42:43 kasih dulu ininya ah gitu dibuat cara 42:45 begitu ah lalu sebetulnya itu sedang 42:47 menghapus codetnya tadi jadi sebetulnya 42:51 si mahasiswa yang interview ini tidak 42:53 ada codet di mukanya dia 42:56 tapi karena dia merasa ada codet di 42:58 mukanya ada goresan luka di mukanya 43:00 sebab tadi sudah dibikin secara palsu 43:02 tadi itu dia merasa 43:04 respon orang kepada dunia kepada dirinya 43:07 tuh adalah jelek sebab dia dia menurut 43:10 dia ada luka di mukanya dia padahal 43:12 enggak ada luka itu 43:15 sudah dihapus luka itu 43:17 nah jadi kesimpulannya hadirin ya 43:20 jemaah sekalian ya para pendengar Radio 43:23 Silaturahim para pemirsa Rasiltv 43:26 kesimpulannya adalah 43:29 apa yang kita pikir 43:32 terjadi kepada kita dari dunia ini 43:36 sebetulnya itu adalah hasil 43:39 dari bagaimana kita melihat diri kita 43:42 ini siapa 43:46 itulah hasil 43:48 sebetulnya 43:49 cara kita melihat dunia ini sebetulnya 43:51 ada penyakitnya itu ada di dalam kepala 43:53 kita sendiri 43:56 kalau kita merasa diri kita ini memang 43:58 tidak berharga 44:00 tidak mampu tidak bisa 44:03 maka kita akan menilai dunia itu 44:04 seolah-olah tidak adil wah dia kok kok 44:07 begini kok enggak bisa, kok sulit, kok 44:09 anu, kok susah begini. Eh, dia memang 44:10 begitu ke saya, dia anu. Itu sebetulnya 44:13 karena kita menilai diri kita ini tidak 44:15 layak, tidak mampu. 44:17 Tidak bisa. 44:20 Gitu. 44:21 Nah, 44:23 probabilitas tanpa batas 44:26 yang diajarkan Nabi Ibrahim 44:29 dan sedang dipelajari oleh jemaah haji 44:32 adalah 44:33 bahwa setiap Anda 44:36 para pendengar sekalian di manapun Anda 44:38 berada, kalau Anda mendengar ini 44:41 Anda itu 44:42 adalah makhluknya Allah. 44:47 Allah menjamin Anda 44:50 dan Allah itu memiliki kekuatan, 44:53 kemampuan tanpa batas. 44:59 Tanpa batas. 45:01 Nah, ketika Anda diperintah menyerahkan 45:04 diri Anda 45:06 bergantung sepenuhnya kepada Allah itu 45:09 artinya Islam 45:11 berarti betul-betul tidak pantas, tidak 45:14 layak 45:15 kalau kita ini 45:18 eh, merasa putus asa, tidak layak, tidak 45:21 pantas. 45:23 Merasa tidak mampu merasa tidak bisa, 45:27 merasa tidak bersyukur di dunia ini, 45:29 tidak pantas, tidak layak. Sebab apa? 45:32 Sebab Anda itu hambanya Allah dan Allah 45:35 itu tanpa batas. 45:39 Cuma ada beberapa syaratnya. 45:42 Ya, eh, syarat itulah yang yang harus 45:44 kita pelajari dari Nabi Ibrahim. 45:48 Eh, salah satu syaratnya apa? Jangan 45:51 buru-buru mendapat, melihat hasil 45:53 seperti yang dilakukan Siti Hajar. Coba, 45:56 Siti Hajar bolak-balik Safa Marwah, 45:59 Marwah Safa, Safa Marwah. 46:01 Eh, beliau up. Jadi gini, beliau kan mau 46:04 cari air Siti Hajar tuh. 46:07 Gitu kan. 46:08 Tapi sudah dari Safa ke Marwah enggak 46:09 ketemu air. 46:11 Balik lagi ke dari Marwah ke Safa enggak 46:13 ketemu air. 46:14 Tapi kok dia balik, beliau balik lagi ke 46:16 Safa lagi, ke Marwah lagi ya. 46:19 Nanti balik lagi ke Safa lagi, ke Marwah 46:21 lagi. 46:22 Padahal di situ sudah dicari 46:23 berkali-kali enggak ada air di situ. 46:25 Kenapa masih juga melakukan itu? 46:28 Nah, jawabannya adalah adalah karena 46:31 beliau berfokus 46:34 melakukan prosesnya. 46:37 Menikmati prosesnya, bersandar kepada 46:40 Allah dalam prosesnya. 46:42 Rupanya hasilnya 46:44 bukan di situ memang, bukan di Bukit 46:46 Safa dan Marwah, justru ada di kaki anak 46:48 beliau Nabi Ibrahim. Coba kalau 46:51 orang-orang yang masih kecanduan hasil 46:53 seperti kita. 46:55 Pasti akan ngomong gini, "Kalau tahu 46:57 airnya ada di sini, ngapain saya 47:00 jauh-jauh bolak-balik dari Safa Marwah, 47:02 Safa Marwah, Marwah, eh Safa Marwah, 47:04 Marwah, Safa, Safa Marwah. Ngapain? Di 47:06 sini hasilnya." Ah, lihat, itu adalah 47:08 kalimat orang yang 47:11 tidak bergantung kepada Allah, tidak 47:12 menikmati prosesnya. 47:15 Karena dia maunya hasilnya. 47:19 Hasilnya, hasilnya mana? 47:22 Ah, kok saya enggak bertambah kaya? Nah, 47:24 gitu. [berdehem] Hasilnya mana? 47:26 Ah, padahal yang diajarkan di situ kalau 47:28 bersandar kepada Allah 47:30 nah 47:32 kalau kita betul-betul bersandar kepada 47:34 Allah 47:35 kita harus tahu bahwa hasil itu adalah 47:41 betul-betul 100% 47:43 hak prerogatifnya Allah saja. 47:48 Bukan hak kita. 47:50 Hak kita adalah melakukan prosesnya. 47:55 Ah, itu probabilitas tanpa batas. 47:58 Menikmati prosesnya tanpa batas. 48:01 Kalau gagal perbaiki lagi prosesnya. 48:03 Tapi kalau enggak ada hasilnya buat apa? 48:05 Nah, ini. Ini kembali lagi tadi. Bahwa 48:08 kita 48:10 masih menganggap diri kita lah, ya, yang 48:12 memiliki kemampuan. 48:14 Melihat hasilnya. 48:16 Padahal kita hanya perlu terus 48:18 berusaha, berproses, menikmati 48:20 prosesnya, menikmati prosesnya, 48:22 mengevaluasi, memperbaiki, mengevaluasi. 48:25 Terus, 48:26 lakukan prosesnya, bertawakal kepada 48:27 Allah, menikmati itu. 48:30 Boleh jadi hasilnya nanti seperti Nabi 48:32 Ibrahim, ribuan tahun kemudian baru 48:35 terbukti doa beliau. Seperti Siti Hajar, 48:38 tujuh kali beliau sudah bolak-balik Safa 48:40 Marwah, baru baru ada hasilnya. Coba 48:42 kalau beliau-beliau ngambek di kali 48:45 kelima atau di kali keenam, beliau 48:47 ngambek, aduh enggak ada hasilnya, 48:49 enggak udahlah capek saya enggak mau 48:50 lagi. Ah. 48:51 Enggak akan pernah kita merasakan air 48:53 zamzam. 48:54 Hadirin. 48:56 Nah, itu. Jadi, 48:58 probabilitas tanpa batas yang diajarkan 49:01 Nabi Ibrahim dan keluarga beliau itu, 49:03 itulah Islam. 49:06 Jemaah haji ke sana belajar melihat di 49:09 situ. 49:10 Insya Allah di di pertemuan berikutnya 49:13 kita akan bahas mengenai wukuf Arafah, 49:15 kemudian mabit di Muzdalifah 49:16 mengumpulkan jamarat dan melontar 49:18 jamaratnya, ya. Nah, gitu. 49:20 Jadi, semua itu adalah dalam rangka 49:23 memasukkan cara pandang Nabi Ibrahim, 49:26 cara berpikir beliau serta istri beliau 49:29 dan anak beliau, cara berpikir itulah 49:32 namanya Islam. 49:34 Millah. Millah Ibrahim. 49:37 Millah Ibrahim. 49:39 Baik, para pendengar sekalian yang 49:40 dirahmati Allah, para pemirsa Rasel TV 49:43 di manapun berada, mungkin ini dulu yang 49:45 bisa saya sampaikan. Insya Allah kita 49:47 sambung lagi di pertemuan berikutnya 49:48 mengenai haji ini, probabilitas tanpa 49:50 batas. Ya, mudah-mudahan bisa memberikan 49:52 manfaat bagi kita semua. Saya kembalikan 49:54 ke ruang studio kepada Kang Fauzi. 49:57 Billahi taufiq wal hidayah, 49:58 wassalamualaikum warahmatullahi 50:00 wabarakatuh. 50:02 Waalaikumsalam warahmatullahi 50:03 wabarakatuh. Alhamdulillah, masya Allah 50:05 Ustaz, jazakumullah khairan katsiran. 50:07 Proba probabilitas tanpa batas berarti 50:10 ini terus 50:11 terus belum selesai Ustaz, masih tanpa 50:13 batas terus Ustaz di pertemuan 50:15 selanjutnya, insya Allah. 50:17 Baik ikhwan akhwat, 50:19 demikian yang sudah disampaikan oleh 50:21 Ustaz Doni tentang 50:24 haji probabilitas tanpa batas. Semoga 50:27 dapat 50:29 kita amalkan bagi 50:32 eh ikhwan akhwat calon haji tahun depan, 50:35 insya Allah. 50:37 Baik ikhwan akhwat, tetap di Radio 50:38 Silaturahim, jangan ke mana-mana, kami 50:40 akan segera kembali untuk melanjutkan 50:43 sesi dua tanya jawab bersama ikhwan 50:45 akhwat. Terima kasih. 50:50 [musik] 51:03 Alhamdulillah rabbil alamin, terima 51:03 kasih ikhwan akhwat masih bersama Radio 51:06 Silaturahim. Saat ini Anda sedang 51:07 menyaksikan siaran live, siaran langsung 51:10 tadabbur Alquran bersama Ustaz Doni Amir 51:13 Sagaf. 51:14 Tema yang dibawakan oleh Ustaz Doni pada 51:17 malam hari ini adalah tentang 51:19 haji 51:20 membawa pulang probabilitas tanpa batas. 51:24 Baik ikhwan akhwat, sudah mendengarkan 51:26 tadi ilmu yang disampaikan oleh Ustaz 51:28 Doni. 51:29 Sekarang 51:30 kita akan tanya jawab. 51:33 Ada Ibu Aminah 51:38 eh menyam Alhamdulillah 51:41 kami mendengarkan siaran tadabbur 51:43 Alquran, Ustaz. Semoga Allah mengabulkan 51:46 doa-doa saya, Ustaz. Masya Allah, amin. 51:49 Semoga dikabulkan oleh Allah. 51:52 Kemudian, Ibu Ani Hani Hufaida. 51:56 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 51:58 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 51:59 Salam warahmatullahi wabarakatuh. 52:01 Alhamdulillah hadir menyimak di Radio 52:04 Rasio. 52:06 Insya Allah, Ustaz dan kru Rasio 52:07 sehat-sehat dan bahagia selalu. 52:10 Kemudian, Ustaz Junaidi juga 52:12 alhamdulillah menyimak. 52:14 Ibu Wiwin. 52:16 Alhamdulillah menyimak, Ustaz. 52:18 Kemudian juga ada Pak Arwin. 52:23 Asalamualaikum warahmatullahi 52:24 wabarakatuh. 52:26 Salam warahmatullahi 52:27 Terima kasih atas tausiah, nasihat, dan 52:30 pencerahannya, Ustaz. Semoga Ustaz dan 52:31 pejuang Rasio serta para pendengar Rasio 52:34 dalam keadaan sehat walafiat. 52:36 Amin. 52:37 Kemudian juga 52:40 ada 52:42 pertanyaan dari Ibu Ibu Fani, Ustaz. 52:47 Asalamualaikum warahmatullahi 52:48 wabarakatuh. Waalaikumsalam 52:50 warahmatullahi wabarakatuh. 52:51 Ustaz, izin bertanya sebagai wanita masa 52:54 kini, 52:55 apa yang harus kita lakukan agar 52:57 mendapatkan keberkahan 53:00 dan bisa mendapatkan keajaiban dari 53:01 Allah seperti Bunda Hajar. 53:05 Bunda Siti Hajar, Ustaz. Mohon 53:06 nasihatnya, Ustaz. 53:08 Ya, terima kasih, Bu Fani tadi ya yang 53:12 bertanya. 53:14 Jadi, sebetulnya prinsip 53:16 prinsipnya sama. 53:19 Beliau 53:20 Bunda Siti Hajar itu adalah seorang 53:23 perempuan yang luar biasa, wanita yang 53:25 luar biasa dalam 53:27 dalam kapasitas beliau sebagai istri, 53:29 demikian pula kapasitas beliau sebagai 53:31 seorang ibu. 53:32 Dan itu contoh itulah yang harusnya 53:35 dibawa pulang 53:36 sebagai manafi tadi ya, naf'an. Ja apa 53:40 jamak dari kata nafa'an, manafi, yakni 53:43 pada surat ee 53:45 Al Hajj ayat 28. 53:47 Terutama oleh jemaah-jemaah 53:50 ee haji wanita, para hajjah, ya. 53:55 Nah, bagaimana cara menerapkannya di 53:58 kehidupan sehari-hari di dunia modern 54:00 sekarang? 54:01 Prinsipnya sama. 54:03 Yakni 54:04 ee bergantung kepada Allah, berproses, 54:08 menikmati proses. 54:11 Menikmati prosesnya. 54:13 Jadi 54:15 penyerahan diri kepada Allah secara 54:17 total itu baru disebut total dan utuh, 54:21 ya. 54:22 Saat kita itu sudah tidak 54:25 melihat lagi hasil 54:29 ee sebagai ukurannya. 54:32 Tapi yang kita lihat adalah prosesnya. 54:34 Apakah prosesnya sudah benar? 54:36 Apakah prosesnya saya lalui dengan 54:38 ikhlas, dengan bersih hati, tanpa 54:41 menyalahkan ee tadi seperti Bunda Hajar? 54:45 Sofa 54:46 jernih hati beliau, lalu beliau 54:48 berproses berjalan 54:50 dari Sofa menanjak, artinya naik derajat 54:55 beliau, derajat diri beliau karena 54:57 berusaha tadi naik di sisi Allah 54:59 derajatnya. Dalam bahasa Arab, derajat 55:01 yang naik itu namanya Marwah. 55:04 Lalu mengulangi lagi beliau ke Sofa 55:06 lagi, bersih lagi hatinya. 55:08 Nah, apa? Hilangkan victim mentality, 55:12 mental menyalahkan. Ini gara-gara dia, 55:15 gara-gara anu, gara-gara ini, gara-gara 55:16 itu. 55:18 Hilangkan juga mental melihat candu 55:20 kepada hasil. Mana kok hasilnya enggak 55:22 ada? Mana kok enggak enggak kelihatan? 55:24 Mana bla bla bla? Seperti Bunda Hajar. 55:26 Nah, dalam kehidupan sehari-hari 55:29 dalam Ibu melakukan 55:31 kewajiban Ibu, ya, fungsi Ibu sebagai 55:34 istri, sebagai ee Ibu, ya, di dalam 55:36 rumah tangga Ibu. 55:39 Terapkan bagaimana Bunda Hajar 55:41 mengajarkan kepada, ee, terutama kaum 55:44 perempuan, yakni berusaha dengan bersih, 55:48 bergerak, berjuang dalam kapasitasnya 55:51 dengan bersih, sofa. 55:54 Hatinya bersih. 55:56 Lepaskan itu, buang itu prasangka. 56:00 Kemudian menyalahkan orang lain, ya, 56:02 seperti Bunda Hajar, coba. 56:04 Beliau ditinggalkan oleh suami beliau, 56:06 oleh Nabi Ibrahim karena perintah Allah 56:08 biwadin ghairi zizar'in 'indabaitikal, 56:11 rabbana inni askantu min zurriyati, ya, 56:14 surat, ee, 14, surat Ibrahim ayat 37. 56:17 Ee, beliau tidak, tidak menyalahkan, 56:20 aduh, ini kok ditinggal, oh, aduh, kok 56:22 ini kok begitu, oh, aduh, kok ini kok, 56:24 kenapa saya yang dapat ujian seperti 56:26 ini, kenapa ini sulit sekali, kenapa 56:28 anu, kenapa, nah, gitu. 56:31 Beliau berdiri 56:33 menghadapkan usahanya kepada Allah. 56:35 Karena Allah tanpa batas. 56:38 Beliau memiliki paradigma cara berpikir 56:40 itu yang diajarkan oleh suaminya, ya, 56:42 Nabi Ibrahim, lalu beliau berusaha 56:44 dengan bersih jiwanya, sofa namanya. 56:48 Ee, beliau, beliau melangkah, yang 56:50 penting berusaha melangkah. 56:53 Padahal usahanya di situ-situ aja, tapi 56:55 hasilnya itu memang betul-betul di 56:56 tangan Allah saja hasilnya. 56:59 Nah, jadi inilah bagaimana menerapkannya 57:01 dalam kehidupan sehari-hari di dunia 57:04 modern sekarang ini, ya, sebagai 57:06 seorang, ee, Bunda Hajar, sebagai 57:09 seorang Siti Hajar 57:10 ya, di masa sekarang ini, ya. Wallahu 57:13 a'lam bishawab, demikian kira-kira. 57:16 Demikian, Ibu Fani, semoga dapat 57:18 menjawab. 57:20 Berikutnya, Ustaz, ee, ada dari 57:23 pendengar yang mau bertanya, 57:25 asalamualaikum warahmatullahi 57:26 wabarakatuh, Ustaz. 57:27 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:28 wabarakatuh. 57:29 Ustaz, ee, hikmahnya Siti Hajar 57:31 melakukan sa'i Ustad, kenapa bukan Nabi 57:34 Ibrahim yang melakukan sa'i karena 57:36 dilihat dari usahanya yang sangat berat 57:38 Ustad. 57:40 Mohon nasehat dan pencerahannya Ustad. 57:41 Jazakallah khairan katsiran. 57:43 Ya. 57:44 Eee ini hamba Allah tadi yang bertanya 57:46 ya, betul sekali kenapa kok bukan Nabi 57:48 Ibrahim yang berusaha, kenapa kok Siti 57:50 Hajar gitu ya. 57:51 Salah satu salah satu hikmahnya adalah 57:55 memang 57:57 pendidikan anak 57:59 itu 58:01 bersandar betul kepada seorang ibu. 58:05 Perhatikan Nabi Ismail anak dari Nabi 58:09 Ibrahim dan Siti Hajar. 58:12 Pada gilirannya nanti dalam surat eee 58:15 apa 58:16 eee 58:17 dalam surat Fussilat misalkan atau dalam 58:20 surat eee apa ya As-Saffat misalkan gitu 58:23 ya. 58:24 Ketika Nabi Ibrahim ya 58:28 pulang atau datang kembali ya 58:31 eee kepada Nabi Ismail ya 58:34 datang kembali ke Mekkah maksudnya. 58:38 eee 58:40 Nabi Ibrahim itu mendapati anak beliau 58:44 eee 58:46 luar biasa ini anak. 58:48 Nah itu. 58:50 Jadi gini 58:52 kok bisa kok bisa anak itu luar biasa ya 58:55 nanti silahkan dibuka misalkan dalam 58:57 surat eee As-Saffat ya surat surat 58:59 As-Saffat itu yang jelas sekali di ayat 59:02 ke 59:03 eee 102 itu ya, surat As-Saffat ayat 102 59:06 ya. 59:07 Eee kalimatnya kan begini "Falamma 59:09 balagho ma'ahu sa'ya" ketika Nabi Nabi 59:12 Ismail ini sudah eee bisa berusaha 59:15 bersama dengan bapaknya maksudnya sudah 59:17 sudah sudah anak kecil yang sudah 59:19 beranjak remaja. 59:22 Eee beliau mengatakan Nabi Ibrahim 59:23 mengatakan "Qola ya bunayya inni ra'aitu 59:26 inni inni ara fil manami ani azbahuka" 59:29 Saya melihat dalam mimpi-mimpi tidur 59:32 saya, saya 59:33 menyembelih kamu. Fanzur maza taro, ah 59:35 ini. Coba bagaimana pendapatmu? Pendapat 59:38 ini sebetulnya 59:40 akan mengeluarkan 59:42 eee apa? Pribadi sesungguhnya dari sang 59:46 anak ini, Nabi Ismail ini. Apa kata 59:48 beliau? Kata Nabi Ismail, 59:50 qola ya abati fa'al ma tu'mar, wahai 59:53 bapakku, 59:54 abati fa'al ma tu'mar, lakukanlah apa 59:57 yang Allah perintahkan. Jadi beliau 59:59 tahu, Nabi Ismail tahu ini perintah 1:00:01 Allah. 1:00:02 Satajidu ni insya Allah minas sobirin, 1:00:04 insya Allah saya akan menjadi orang yang 1:00:06 sabar. Engkau bapak akan melihat saya 1:00:08 menjadi orang yang sabar. Dari mana kok 1:00:11 anak anak ini bisa jadi seperti itu? 1:00:13 Padahal bapaknya tadi tidak ada di 1:00:15 sekitar beliau kan? Kan ditinggalkan. 1:00:17 Nah, inilah hasil didikan dari ibunya 1:00:20 yang shalihah. 1:00:22 Ibu yang shalihah itu 1:00:24 ditandai dari bagaimana seorang ibu itu 1:00:27 betul-betul 1:00:29 bersih hati dalam berusaha 1:00:33 dan dan pendidikan itulah yang Allah 1:00:35 ajarkan kepada Siti Hajar 1:00:37 ketika sa'i. 1:00:39 Ah, jadi modalnya kan itu. 1:00:42 Beliau berusaha mencari air, bergantung 1:00:45 diri kepada Allah. 1:00:47 Ya. Tanpa menyalahkan suaminya, tanpa 1:00:50 menyalahkan kondisi takdir Allah tidak, 1:00:53 beliau berusaha, serahkan diri kepada 1:00:55 Allah. Nah, 1:00:56 itulah yang yang pelajaran itulah 1:00:59 mengukir seorang Siti Hajar menjadi ibu 1:01:02 yang luar biasa sehingga mampu mendidik 1:01:05 anaknya sampai segitu rupa, segitu rupa. 1:01:09 Bahkan ketika bapaknya bermimpi, karena 1:01:11 beliau karena 1:01:13 Nabi Ismail kecil ini tahu bahwa 1:01:15 bapaknya itu nabi, mimpi seorang nabi 1:01:17 adalah wahyu, maka langsung dia katakan, 1:01:20 ya abati fa'al ma tu' ya abati if'al ma 1:01:23 ya abati if'al ma umar. 1:01:26 Wahai bapakku lakukanlah apa yang Allah 1:01:28 perintahkan. Nah, itu. 1:01:30 Nah, ini hasil didikan ibu yang salehah. 1:01:34 Makanya kenapa kok Siti Hajar yang 1:01:36 diberi tugas oleh Allah eh Safa dan 1:01:39 Marwah, ini untuk mendidik 1:01:41 diri beliau menjadi seorang ibu pilar 1:01:45 pilar. 1:01:46 Ya, sekali lagi saya saya katakan pilar 1:01:48 dalam rumah tangga itu mendidik anak. 1:01:51 Pilarnya. Sandarannya. Nah, didikan itu 1:01:56 terbukti dari Sa'i tadi itu. Ya, Safa 1:01:59 bersih hati dan naik derajatnya di sisi 1:02:02 Allah Marwah. 1:02:03 Ya. 1:02:04 Kurang lebih demikian. Wallahualam 1:02:05 bishawab. 1:02:07 Wallahualam bishawab, demikian. Semoga 1:02:09 dapat menjawab. 1:02:11 Eh, selanjutnya dari Ibu Asma di Jakarta 1:02:14 Selatan, Ustaz. Assalamualaikum 1:02:16 warahmatullahi wabarakatuh. 1:02:17 Waalaikumsalam warahmatullahi. Ustaz, 1:02:19 probabilitas tanpa batas saya alami, 1:02:22 Ustaz. Saya adalah anak petani dari desa 1:02:25 dengan modal ijazah SMP, kemudian ke 1:02:28 Jakarta alhamdulillah masuk sebagai PNS 1:02:32 diberi kesa diberi kesempatan sekolah 1:02:34 SMA, S1, S2, S3 1:02:37 dengan biaya alhamdulillah dari 1:02:38 pemerintah full. 1:02:40 Saya sangat bersyukur dan 1:02:43 bersyukur sekali, Ustaz, ya. 1:02:45 Ini, Ustaz, eh sudah sudah dialami oleh 1:02:48 Ibu Asma, Ustaz. 1:02:50 Mmm, per 1:02:51 pertanyaannya, Ustaz eh 1:02:54 tadi Ustaz menjelaskan tentang tidak 1:02:56 kita tidak layak untuk putus asa kepada 1:02:58 Allah subhanahu wa taala. Lantas 1:03:00 bagaimana apabila kita sebagai hamba 1:03:02 Allah 1:03:03 yang sudah putus asa, apakah masih layak 1:03:06 memohon 1:03:07 kepada Allah, Ustaz, atau tadi Ustaz 1:03:09 sudah sebutkan dengan syarat-syaratnya, 1:03:11 Ustaz, apa saja, Ustaz? Jazakumullah 1:03:13 khairan katsiran. 1:03:14 Ya. 1:03:16 Ya, Ibu Asma ya pertanyaannya ya luar 1:03:18 biasa memang kalau Allah itu kalau kita 1:03:22 bersandar kepada Allah itu maka tak 1:03:25 tidak ada batasnya. Kalau kita renungi 1:03:27 hidup kita seperti yang Ibu lakukan 1:03:28 merefleksi lagi ke belakang kita akan 1:03:31 sadar bahwa semua kebaikan Allah itu 1:03:33 luar biasa, enggak ada batasnya. Enggak 1:03:36 mungkin kita bisa kalau bukan karena 1:03:38 Allah ya gitu ya. Semua pencapaian itu 1:03:41 bukan karena kita, karena Allah semuanya 1:03:43 itu ya. 1:03:45 Jadi terus tadi ada pertanyaan bagaimana 1:03:47 kalau orang sudah terlanjur 1:03:49 putus asa. 1:03:51 Putus asa ini dosa besar. 1:03:54 Karena itu setan yang kerjain. 1:03:57 Nah, maka itu rajin-rajinlah 1:04:00 kita membaca surat Az-Zumar surat 39 1:04:04 ayat ke-53. 1:04:07 Surat Az-Zumar surat 39 ayat 53. 1:04:11 Kalimat Allah 1:04:12 qul ya ibadiyalladzina asrafu ala 1:04:17 anfusihim 1:04:19 katakanlah 1:04:20 kepada hamba-hambaku yang melampaui 1:04:22 batas terhadap dirinya sendiri. 1:04:25 Ya. 1:04:26 La taqnatumin rahmatillah 1:04:29 sampaikan kepada mereka, bilangin sama 1:04:31 mereka 1:04:32 jangan putus asa terhadap rahmat Allah. 1:04:36 Gitu. 1:04:37 Innallaha yaghfirudz dzunuba jami'a, 1:04:40 karena Allah sanggup Allah mampu 1:04:42 mengampuni, memaafkan semua dosa. 1:04:46 Maksudnya dari manusia pertama Nabi Adam 1:04:49 sampai manusia terakhir nanti di muka 1:04:51 bumi kalau semua dosanya dikumpulin itu 1:04:54 semua manusia 1:04:56 terus minta ampun kepada Allah sanggup 1:04:58 diampuni oleh Allah semuanya. 1:05:01 Nah, apalagi dosa kesalahan kita satu 1:05:03 orang. 1:05:04 Buru-burulah kembali kepada Allah. 1:05:06 Innahu huwal ghafurur rahim ayat itu 1:05:09 ditutup innahu huwal ghafurur rahim 1:05:11 karena karena hanya Dialah 1:05:14 al-ghafur ar rohim yang Maha Pengampun 1:05:17 dan Maha Penyayangnya tanpa batas. 1:05:21 Nah, jadi jangan putus asa. Tidak boleh 1:05:24 putus asa terhadap rahmat Allah. Itu 1:05:25 dosa besar. Itu kerjaannya setan. 1:05:28 Setan yang berusaha membuat kita menjadi 1:05:30 putus asa atas atas rahmat Allah. 1:05:33 Segera kembali. Selama masih hidup kita, 1:05:36 selama nyawa kita masih ada di dalam 1:05:38 badan ini, ya, sebelum wafat kita, maka 1:05:41 selalu akan ada maaf di sisi Allah, 1:05:43 terbuka pintu-pintu tobat di sisi Allah, 1:05:47 asalkan kita mau datang dan ee apa 1:05:50 bertobat, minta ampun kepada Allah 1:05:52 subhanahu wa taala. Ya, demikian 1:05:54 kira-kira. Allah alam bisawab. 1:05:56 Allah alam bisawab, demikian Ibu Asma 1:05:59 ee di Jakarta Selatan, semoga dapat 1:06:00 menjawab. Berarti putus asa itu dosa 1:06:03 besar ya, Ustaz, ya? Dosa besar, 1:06:04 termasuk dosa besar. 1:06:05 Nauzubillahiminzalik. 1:06:07 Baik, ee kemudian ee ada 1:06:12 Bapak Pepen Supendi 1:06:14 Ya, asalamualaikum warahmatullahi 1:06:15 wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam. Ee 1:06:18 maaf, Ustaz. Alhamdulillah baru 1:06:19 menyimak, semoga Ustaz dan Qur'an sehat 1:06:22 selalu. 1:06:24 Ee kemudian 1:06:28 ee dari Bapak Abdullah, Ustaz. 1:06:31 Ya. 1:06:32 Ee asalamualaikum warahmatullahi 1:06:33 wabarakatuh, Ustaz. 1:06:35 Waalaikumsalam. Ee 1:06:37 Ustaz, izin bertanya, Ustaz, ee tentang 1:06:41 ee kalimat tadi Ustaz menyampaikan 1:06:45 kalimat ahlahu, Ustaz. 1:06:47 Ee Warzuq ahlahu ya, Ustaz. Ya. Apakah 1:06:51 ahlahu di situ maksudnya adalah 1:06:54 ee penduduk Mekah atau semua jemaah 1:06:56 haji, Ustaz? 1:06:57 Ya. Ya, warzuq ahlahu ya, Ustaz. Ya. Ya. 1:07:01 Siapa Bapak siapa yang bertanya tadi? 1:07:03 Pak Abdullah, Ustaz. 1:07:04 Pak Abdullah, menarik sekali, Pak 1:07:05 Abdullah. jadi memang 1:07:07 ada dua penafsiran mengenai warzuqahum 1:07:11 minatsamarat man amana minhum billahi 1:07:13 wal yaumil akhir itu. Iya. Yang pertama 1:07:16 eee 1:07:18 tentu ditafsirkan sebagai ahlu Makkah. 1:07:22 [mendengus] 1:07:22 Orang yang eee 1:07:24 tinggal di Makkah. 1:07:26 Ya, bahkan nanti lagi ada yang 1:07:28 mengatakan itu adalah eee apa? 1:07:32 Keluarga Nabi Ibrahim. Maksudnya 1:07:34 keluarga Nabi Ibrahim itu Nabi Ibrahim, 1:07:36 Nabi Ismail dalam hal ini, ya dan 1:07:39 kemudian Nabi Muhammad, ya karena nanti 1:07:42 ayat 127-nya, 1:07:44 ya. Rabbana eee waj'alna muslimaini laka 1:07:48 wa min dzurriyatina ummatan muslimatan 1:07:50 laka. 1:07:51 Eee, eh maaf 128-nya, wa idz yarfa'u 1:07:53 Ibrahimul qawa'ida minal baiti wa 1:07:55 Ismail. Oh, maaf ya betul 127. Rabbana 1:07:58 waj'alna muslimaini laka. Ya Allah, 1:08:00 jadikanlah kami berdua sebagai muslim 1:08:03 dan anak keturunan kami. Nah, ini dia. 1:08:05 Jadi, maksud maksud tafsir yang pertama 1:08:08 menunjukkan bahwa 1:08:09 ahlul Makkah wabil khusus adalah Nabi 1:08:11 Ibrahim dan eee cucu-cucu beliau dari 1:08:15 Nabi Ismail, yakni Nabi Muhammad dan 1:08:17 keluarganya. 1:08:18 Tapi eee saya lebih condong kepada 1:08:21 pendapat yang kedua, yakni yang 1:08:23 mengatakan 1:08:24 semua orang yang hijjul baiti Eee. Eee. 1:08:28 itu adalah termasuk ke dalam doa ini. 1:08:31 Sebab kalimatnya tadi dalam surat ke-22, 1:08:34 surat Al Hajj ayat 27. 1:08:37 Wa adzin fin nasi bil hajj. Panggillah 1:08:40 manusia untuk datang eee bil hajj. 1:08:43 Datang itu kan ke tempat yang didoakan 1:08:45 oleh Nabi Ibrahim ini, maka disebut 1:08:48 ahlahu. 1:08:49 Demikian pula pada surat Al Baqarah ayat 1:08:52 ke 1:08:54 125, 1:08:56 ya. 1:08:58 Kalimatnya begini. Wa idz ja'alnal baita 1:09:01 matsabatan linnasi wa amna. Dan ingatlah 1:09:04 ketika kami jadikan Baitullah itu 1:09:07 sebagai masabatan linnas, berkumpulnya 1:09:10 manusia wa amna dan aman. Nah, kata-kata 1:09:14 aman itulah merupakan bagian doa Nabi 1:09:16 Ibrahim pada ayat 126-nya. 1:09:19 Ya, ee 126-nya betul. Tadi 120 ee 4 ya 1:09:23 124 tadi yang yang apa 1:09:26 ee eh maaf 125 tadi ya. 1:09:28 125 1:09:37 125 126-nya wa idz qala Ibrahimu 1:09:41 rabbij'al hadza baladan amina. Nah, itu 1:09:44 kata-kata amina itu adalah bentuk doa 1:09:46 Nabi Ibrahim yang dikabulkan. Keamanan 1:09:49 yang ada di di Baitullah di di tempat 1:09:51 maksudnya di di tempat berhaji dan lain 1:09:53 sebagainya itu 1:09:55 ah itu untuk semua jamaah haji. Ah, jadi 1:09:58 termas jadi kata-kata lahu di sana ya ee 1:10:02 ah juga berarti kepada seluruh jamaah 1:10:05 yang datang berhaji maupun berumrah ke 1:10:08 tanah suci. Ya, demikian kira-kira. 1:10:11 Wallahualam bissawab. 1:10:12 Wallahualam bissawab, masyaallah. 1:10:14 Tafadhol jawabannya dua-duanya ada ada 1:10:18 tafsirnya Ustaz ya masyaallah. 1:10:20 Iya. Alhamdulillah. 1:10:21 Ee demikian Bapak Abdullah semoga dapat 1:10:23 menjawab. Baik, Ustaz Ikhwan Akhwat 1:10:27 semua alhamdulillah kita sudah mendengar 1:10:30 ilmu yang disampaikan oleh Ustaz Doni 1:10:32 Amir Syaqaf. 1:10:34 Dan sebagai hikmah dan manafi untuk kita 1:10:37 semua Ustaz yang tanpa batas di akhir 1:10:40 tadabbur Alquran ini Ustaz. Silakan 1:10:41 Ustaz. 1:10:42 Iya, jadi Ikhwan Akhwat, para pendengar 1:10:45 Radio Silaturahim, para pemirsa Hasil TV 1:10:48 Allah itu tidak berbatas. 1:10:52 Dan kita disuruh menjadi hambanya Allah. 1:10:56 Artinya apa? Kita itu 1:10:58 adalah hamba dari yang tidak berbatas. 1:11:02 Maka tidak layak kalau kita berputus asa 1:11:05 dalam hidup ini. Tidak layak kalau 1:11:07 kemudian kita merasa 1:11:09 eh tidak 1:11:11 ba- apa? Tidak 1:11:13 bersyukur dalam hidup ini. Sebab Allah 1:11:15 itu tidak tidak ada batasnya, tanpa 1:11:17 batasnya. Yang penting kita berdoa, 1:11:19 berusaha dan tidak mengambil wilayah 1:11:23 Allah, yakni hasil. Tidak. Yang penting 1:11:26 kita bergembira dalam usaha sebagaimana 1:11:28 yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim. Lalu 1:11:30 dicontohkan oleh istri beliau, Bunda 1:11:32 Hajar. Dicontohkan pula oleh anak 1:11:35 beliau, Nabi Ismail. Dan dilengkapi, 1:11:38 disempurnakan oleh cucu beliau, yakni 1:11:40 Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi 1:11:42 wasallam. 1:11:43 Kurang lebih demikian. Billahi taufiq 1:11:45 wal hidayah. Wassalamualaikum 1:11:46 warahmatullahi wabarakatuh. 1:11:49 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:11:50 wabarakatuh. Masya Allah, Ustaz. 1:11:52 Jazakumullah khairan katsiran, Ustaz. 1:11:54 Ilmunya yang tanpa batas ini. Semoga 1:11:56 dapat ikhwan akhwat amalkan dalam 1:11:58 seluruh kehidupan 1:12:00 yang masih terbuka lebar tanpa batas 1:12:04 di hadapan kita, di masa depan kita. 1:12:07 Masa saat ini dan masa besok dan yang 1:12:10 akan datang. Artinya 1:12:12 probabilitas tanpa batas akan 1:12:16 eh mendatangi kita semua, insya Allah. 1:12:19 Saya Fauzi Ridwanul Haq mohon undur 1:12:21 diri. Mohon maaf atas segala khilaf. 1:12:23 Kita tutup dengan doa subhanakallahumma 1:12:26 wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa 1:12:28 anta, astaghfiruka wa atubu ilaik. 1:12:30 Assalamualaikum warahmatullahi 1:12:31 wabarakatuh.