Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Bismillahirrahmanirrahim. 0:05 [musik] 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:17 warahmatullahi wabarakatuh. 0:21 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 0:23 nastain waa umurid dunya waddin wasalatu 0:26 wasalam ala asrofil iyaai wal mursalin 0:30 wa ala alihi wasohbihi ajmain. Qallahu 0:33 taala fil quranil karim. 0:34 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 0:38 Qolu subhanaka la ilma lana illa ma 0:41 alamtana innaka antal alimul hakim. Q 0:44 rabbisrohli sodri waassirli amri wahlul 0:47 uqdatan m lisani yafqahu qauli. 0:49 Sadaqallahulim. Alhamdulillahi rabbil 0:52 alamin. Masih dipancarkan dari Jalan 0:54 Masjid Silaturahim nomor 36 Cibubur, 0:57 Bekasi. Inilah Radio Silaturahim dan 1:00 Rasil TV untuk Islam yang satu. Ikhwan 1:03 akhwat yang dimuliakan Allah subhanahu 1:05 wa taala, bagaimana kabar Anda di hari 1:09 Selasa malam ini? Semoga selalu dalam 1:12 keadaan sehat walafiat. 1:14 Alhamdulillahirabbil alamin. Senang 1:16 sekali saya Fauzi Ridwanul Haq ditemani 1:18 oleh Neza dan juga Yusuf Subangkit dapat 1:22 kembali menemani ikhwan akhwat dalam 1:25 program tadabur Al-Qur'an edisi Selasa 1:29 25 Zulkaah 1447 1:33 Hijriah dan bertepatan dengan tanggal 12 1:37 Mei 2026. 1:40 bersama guru kita almukaram Ustaz Doni 1:43 Amir Sagaf. Alhamdulillah beliau sudah 1:46 hadir bersama kita. Kita sapa guru kita 1:48 terlebih dahulu. Asalamualaikum 1:50 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:52 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:54 wabarakatuh, Kang Fauzi. 1:55 Kabar kabarnya sehat, Ustaz? 1:58 Alhamdulillah. Alhamdulillah. Barokah. 2:01 Mudah-mudahan. Demikian pula Kang Fauzi 2:02 serta seluruh ee pendengar dan pemirsa 2:06 Rasil TV di mana pun berada. Insyaallah. 2:08 Amin. Amin. Terima kasih, Ustaz doanya. 2:10 Demikian juga semoga Mas Deza dan juga 2:13 Mas Yusuf bangkit ini juga kita doakan 2:15 Ustaz sehat selalu, Ustaz. 2:17 Iya. Iya, betul. Dan juga seluruh ikhwan 2:19 akhwat kami doakan di mana pun Anda 2:21 berada yang menyimak siaran kita tadabur 2:25 Al-Qur'an bersama Ustaz Doni. Semoga 2:27 Allah lindungi, Allah berikan kesehatan 2:30 dan semoga kajiannya dapat menemani 2:32 ikhwan akhwat di malam hari sebagai 2:37 zikir sebelum 2:40 ber sebelum tidur. Insyaallah. Baik. 2:43 Insyaallah, ikhwan akhwat, pada malam 2:47 ini Ustaz Doni akan 2:52 memberikan tadabur Al-Qur'an kepada kita 2:54 semua dengan tema 2:57 haji membawa pulang probabilitas 3:01 tanpa batas. Nah, masyaallah. Karena 3:05 kita 3:06 ee tamu-tamu Allah ini sekarang sudah 3:09 berada di 3:12 Makkah. 3:14 sudah melaksanakan haji. Ada yang umrah 3:16 dulu masih ada yang umrah dulu. 3:19 Sebagian besar sudah di 3:24 Masjidil Haram di Makkah. Kita doakan 3:26 semoga tamu-tamu Allah ini insyaallah 3:30 ketika pulang membawa probabilitas tanpa 3:34 batas. Insyaallah. Amin. Baik, Ikhwan 3:37 akhwat. Namun sebelumnya bagi ikhwan 3:38 akhwat yang ingin bertanya tentang 3:42 haji ini dapat mengirimkan pertanyaan ke 3:46 nomor WhatsApp Brasil di 0811999720. 3:52 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 3:54 dengan ustaz langsung dapat menghubungi 3:55 di 0218451512. 3:59 Baikot, mari kita dengarkan ilmu yang 4:01 akan disampaikan oleh Ustaz Doni tentang 4:04 haji membawa pulang probabilitas tanpa 4:07 batas. Tafadul Ustaz 4:09 ya. Terima kasih, Kang Fauzi. 4:10 Iya, 4:11 bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 4:13 warahmatullahi wabarakatuh. 4:16 Alhamdulillah Alhamdulillahi wahdah 4:20 shodqo wa'dah waasoro abdah wa aazza 4:24 jundahu wa hazamal ahzaba wahdah. 4:26 Wasalatu wasalamu ala rasulillah. 4:33 willah. 4:35 Ikhwan akhwat, para pendengar Radio 4:37 Silaturahim, demikian pula para pemirsa 4:40 Rasil TV di mana pun berada. 4:42 Alhamdulillah, segala puji bagi Allah di 4:45 penghujung bulan Zulkaedah ini kita 4:47 kembali bisa ber ee tatap wajah melalui 4:50 layar. Demikian pula bagi pendengar 4:53 radio silaturahim bisa kita berjumpa 4:56 melalui udara lewat suara. Semoga Allah 4:59 subhanahu wa taala meridai perjumpaan 5:01 kita ini dan apa-apa yang akan nanti 5:03 kita tadaburi dari ayat-ayat Al-Qur'an 5:05 wabil khusus mengenai apa itu ee 5:10 oleh-oleh haji yang sesungguhnya 5:12 insyaallah ee mudah-mudahan bermanfaat 5:14 bagi kita semua. Selawat dan salam mari 5:17 senantiasa kita sampaikan curahkan 5:19 kepada baginda Nabi Muhammad sallallahu 5:20 alaihi wasallam. Demikian pula kepada 5:22 seluruh keluarga dan sahabat beliau. 5:24 Semoga kita istikamah dalam belajar, 5:27 dalam mengamalkan, dan mendakwahkan 5:29 nilai-nilai yang beliau sallallahu 5:30 alaihi wasallam telah ajarkan untuk kita 5:33 semua. MaaSiral muslimin wal muslimat 5:36 rahimakumullah. Ikhwan akhwat, para 5:38 pendengar radio silaturahim dan pemirsa 5:41 Rasil TV. 5:43 Haji kita tahu haji kita yang insyaallah 5:47 beberapa saat lagi. Sekarang sudah 5:49 tanggal 25 Zulkaidah. Berarti tinggal 5 5:53 hari lagi sudah memasuki bulan Zulhijah. 5:56 Dan ada jemaah ee kita dari Indonesia 6:00 yang sudah berangkat baik sudah menetap 6:03 di Makkah maupun di Madinah. Nah, 6:05 sebetulnya haji ini adalah sesuatu yang 6:08 amat luar biasa dan ee malam hari ini 6:12 insyaallah kita ingin mendiskusikan 6:14 sebetulnya apa yang harus dibawa pulang 6:17 ee nanti oleh jemaah haji dan apa yang 6:21 sebetulnya nanti akan ee sebetulnya 6:23 menjadi pelajaran bagi kita semua. 6:25 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah. 6:28 Yang pertama tentu haji dan juga umrah 6:31 sebetulnya ee bukan hanya untuk cari 6:34 pahala ya atau mencari ee apa istilahnya 6:38 ya ee satu balasan 6:42 berupa hitung-hitungan, bukan 6:44 hitung-hitungan gitu ya. Jadi bukan 6:46 hitung-hitungan ini berapa ratus, ini 6:49 berapa ribu gitu ya. Bukan itu. Karena 6:52 kalau yang dicari adalah 6:53 hitung-hitungan, apalagi ee apa sekedar 6:58 mendapat pahala lebih banyak, apa 7:00 hitung-hitungan begitu, maka sebetulnya 7:03 orang tidak harus berangkat ke sana, 7:05 tidak harus berangkat berhaji, tidak 7:07 harus berangkat berumrah. 7:09 Karena dalam satu hadis Nabi sallallahu 7:11 alaihi wasallam yang sangat terkenal, 7:13 kita sudah e sering mendengar hadis itu 7:16 ya. Diriwayatkan misalkan dalam riwayat 7:18 Imam Tirmidzi nomor hadis 586 7:22 tentang salat syuruk dari Anas ibn Malik 7:25 radhiallahu anhu ee beliau mengatakan 7:27 bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam 7:28 bersabda, "Man shal gata fi jamaatin." 7:31 Siapa yang salat besok hari secara 7:33 berjamaahmaqada 7:35 kemudian dia duduk di tempatnya 7:38 maksudnya di tempat salatnya itu 7:40 yazkurullah berzikir kepada Allah hatta 7:43 tatls sampai terbit matahari tumma shain 7:47 kemudian dia salat dua rakaat nah ini 7:50 salat syuruk gitu yaatlahu 7:53 kanat lahu ajron ka ajrin hajjatin wa 7:57 umratinah 7:59 maka dia akan mendapatkan pahala pahala 8:01 sebagaimana orang yang berhaji dan 8:04 berumrah. Bahkan Nabi sallallahu alaihi 8:06 wasallam mengatakan qala Rasulullah 8:08 sallallahu alaihi wasallam tamatin 8:10 tammatin tamatin sempurna sempurna 8:13 sempurna haji dan umrahnya seolah-olah 8:17 sempurna maksud bukan seolah-olah 8:18 artinya seperti sempurna sempurna 8:21 sempurna 8:23 maksudnya di sini kalau sekedar 8:25 berangkat haji itu mencari pahala pahala 8:29 pahala hitung-hitungan gitu ya sekian 8:31 sekian sekian dan lain sebagainya 8:33 sebetulnya orang tidak perlu berangkat 8:35 pun setiap hari, setiap pagi dia bisa 8:38 mendapatkan pahala haji dan umrah. 8:40 Bahkan dijamin oleh Nabi sempurna, 8:42 sempurna, sempurna gitu. Jadi kalau gitu 8:46 untuk apa orang berangkat ke sana? Untuk 8:48 apa kita ee mengorbankan waktu, tenaga, 8:53 uang ya dan ee apa istilahnya semangat 8:57 begitu? Untuk apa orang berangkat ke 8:59 sana? Hadirin yang dirahmati Allah, 9:03 jawabannya jawaban sesungguhnya ada di 9:05 surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 27 dan 9:09 28. Nah, nanti kita akan membahas ini 9:12 kalimat Allah ini ee apa? Perintah yang 9:17 sejak zaman Nabi Ibrahim juga 9:20 disampaikan Allah kepada Nabi Ibrahim. 9:22 Nah, jadi pertama khitabnya atau yang 9:24 diajak bicara mengenai perintah ini 9:26 adalah Nabi Ibrahim. Kemudian turun 9:28 kepada cucu beliau yakni Nabi Muhammad 9:30 sallallahu alaihi wasallam. Quran surah 9:32 Al-Haj ayat 27 kalimat Allah. 9:34 Auzubillahim minasyaitanirrajim. 9:37 Waazin finasi bil haj. Panggillah 9:41 manusia untuk mengerjakan haji. Ya haji. 9:46 Yatuka rijalan waa kulir yatina min 9:50 kulli fajjin amiq. Akan datang nanti 9:54 semua apa orang-orang dari segala 9:57 penjuru, baik mereka dengan berjalan 9:59 kaki maupun mengendarai ah ini kiasan ya 10:03 fajjin amiq. Mengendarai 10:06 ee apa ee unta yang kurus maksudnya 10:10 dengan segala daya upaya. Walaupun harus 10:13 mengendarai unta yang kurus, walaupun 10:15 harus berjalan kaki, mereka akan 10:17 mendatangi panggilan itu dengan 10:20 semangat. E wainas bil haj. Panggillah 10:23 manusia, ajaklah manusia, serulah 10:25 manusia untuk berhaji. Akan datang 10:27 dengan semangat. Lalu tujuannya apa? 10:30 Tujuannya apa? Dipanggil berhaji itu 10:33 tujuannya apa? 10:35 Pada ayat ke-28-nya kita perhatikan di 10:37 situ ada dimulai kalau tadi ayat 27-nya 10:42 panggillah gitu ya. Waazin finasi bil 10:44 hajat. 10:47 Dan akan datang orang dengan antusias, 10:50 dengan segala macam kesulitannya, mereka 10:52 tetap akan datang. Ah, ayat 28 dimulai 10:55 dengan huruf lam lam lighayah. Ya, 10:59 tujuannya, 11:01 tujuannya liyashhadu manafiahum 11:06 wazkurusmallahi fi ayyamin maklumat ala 11:09 maq bahimatil anam. 11:12 Tujuannya yang pertama sekali liyashhadu 11:16 manafialah 11:18 agar mereka menyaksikan 11:21 manafi jamak dari kata naf'an artinya 11:25 manfaat-manfaat 11:27 lahum untuk kehidupan mereka. 11:31 Ini yang pertama. Baru kemudian kalimat 11:33 berikutnya wzkurusmallahi fi ayam 11:36 maklumat. Dan agar mereka menyebut nama 11:38 Allah pada hari-hari yang sudah 11:42 ditentukan waktunya. Ya, tanggal 9 wukuf 11:46 di Arafah, lalu tanggal 10 menuju ke 11:49 Muzdalifah kemudian menginap di 11:51 Muzdalifah mengambil kerikil dan 11:54 kemudian besoknya ke Mina melontar 11:56 jamarat. Nah, setelah selesai menginap 11:59 di Mina kemudian melanjutkan ke Makkah 12:01 tawaf dan sai. Setelah itu tahalul. Ah, 12:05 itu fi ayyamin maklumat. 12:08 Fi ayyami maklumat itu pada hari-hari 12:10 yang sudah ditentukan waktunya. Ah, itu 12:13 tujuan itu ada. Tapi tujuan pertama yang 12:17 disebutkan justru adalah agar mereka 12:21 menyaksikan 12:22 menyaksikan liyashhadu 12:25 manafia lahum. Manfaat untuk kehidupan 12:29 mereka. lahum di situ ya damirnya kepada 12:33 mereka jemaah yang haji itu kepada 12:36 mereka tentu saja akan akan berdampak 12:39 nantinya setelah mereka pulang ke 12:41 kampung halaman mereka karena proses 12:44 berhaji hanya sebentar saja di situ 12:47 mereka menyaksikan manfaat untuk mereka 12:49 bawa pulang kemanfaatan itu nanti mereka 12:52 pakai di kampung halaman mereka setelah 12:55 mereka pulang 12:58 gitu. Nah, jadi justru 13:03 reason atau 13:06 tujuan yang pertama disebut ini liasyadu 13:08 mana fi'alahum inilah justru yang 13:11 sepertinya ya kita saksikan banyak 13:15 terabaikan. Manfaat apa yang dimaksud 13:18 Allah di situ? Kok manfaat ya? Manfaat 13:21 untuk kehidupan. Disaksikannya di sana 13:24 nanti dipakainya di kehidupan 13:26 sehari-hari di sini. Karena kalimatnya 13:28 lahum. untuk mereka. Untuk mereka itu 13:31 artinya di mana dipakainya? Di kehidupan 13:33 mereka. 13:35 Ah, agar mereka menyaksikan manfaat itu 13:37 di sana. Lalu dibawa pulang untuk 13:39 kehidupan mereka. 13:41 Ah, yang menyebut nama Allah kemudian 13:45 apa? Berzikir, menyebut nama Allah di 13:47 hari-hari yang ditentukan itu juga ya. 13:49 Tapi itu setelah ya atau bagian bagian 13:53 kedua nih setelah ee apa tujuannya nih. 13:55 Nah, itu saya garis bawahi di layar. 13:57 Kalau di Rasil TV bisa disaksikan 13:59 liyashu manafi lahum. Agar mereka 14:02 menyaksikan. Itu yang paling pertama 14:03 agar mereka bisa menyaksikan 14:06 manfaat-manfaat 14:08 yang mereka bawa pulang untuk 14:11 kemanfaatan kehidupan mereka di kampung 14:14 halaman mereka masing-masing. 14:17 Gitu. Nah, apa kok begitu ya? Kok kenapa 14:21 kenapa ada kalimat ini manafi manfaat 14:25 naf'an? 14:27 Jadi harusnya maksudnya begini, kalau 14:29 orang datang berhaji berumrah 14:33 di kampung halaman, dia kesulitan 14:35 keuangan finansial, gimana caranya? 14:39 Jalan keluarnya gimana? Harusnya mereka 14:42 datang berhaji, berumrah, pulangnya 14:45 mereka membawa pulang 14:48 solusi manfaat untuk menyelesaikan 14:51 masalah finansial mereka tersebut. 14:55 Orang berangkat berhaji, berumrah 14:57 mungkin dalam keadaan persoalan keluarga 15:00 mereka tidak harmonis, kurang bahagia 15:03 rumah tangganya. Ya, harusnya mereka 15:06 berangkat berhaji, berumrah di sana 15:08 mereka menyaksikan kemanfaatan yang 15:10 mereka bawa pulang untuk menyelesaikan 15:12 persoalan rumah tangga di dalam kerumah 15:14 tanggaan mereka. 15:17 Begitu seterusnya. Karena kalimat Allah, 15:19 manafi alahum. Manafi alahum. Manafi itu 15:24 jamak untuk kata naf'an yang artinya 15:27 manfaat-manfaat, 15:29 kemanfaatan-kemanfaatan, 15:31 berbagai macam, berbagai jenisnya dan 15:34 semua persoalan kehidupan manusia tentu 15:36 saja, Bapak, Ibu. Nah, ini kan ini kan 15:40 luar biasa itu. Luar biasa. 15:43 Eah. Jadi bukan sekedar mencari pahala 15:46 tadi. Kalau cari pahala di rumah pun 15:49 bisa. Namanya salat syuruk. Tiap hari 15:52 bisa dilakukan pahalanya seperti haji 15:54 dan umrah keajri hajatin wa umratin 15:57 bahkan sempurna tamatan tamatin tamatin 16:00 tamatin sempurna sempurna sempurna kata 16:02 Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nah 16:04 jadi manafi manafi manfaat manfaat. 16:09 Ah apa yang dimaksud manfaat ini? 16:11 Bagaimana kok bisa manfaat ini? 16:14 Hadirin yang dirahmati Allah, 16:18 saya akan mencoba menjelaskan dengan 16:20 mudah ya 16:22 manfaat yang dimaksud itu tentu saja 16:26 mencontoh 16:27 kepada rukun-rukun ya yang ada ee 16:31 rukun-rukun yang ada di dalam haji itu 16:32 mencontoh kepada bapak moyang kita, 16:36 kepada kakek dari Nabi Muhammad 16:38 sallallahu alaihi wasallam yang 16:39 merupakan ee millah ya atau ee bagian 16:44 dari agama ini billah Ibrahim 16:46 sebagaimana disebutkan dalam surat 16:47 Al-Haj juga ayat terakhir ya ayat ke-78 16:51 di situ eh apa kalimatnya eh wajahidu 16:56 fillahi haqqo jihadi wabakum w ja'ala 17:00 alikum fidini min haraj eh 17:03 bersungguh-sungguhlah kalian dalam agama 17:05 kalian ee apa namanya karena kami tidak 17:08 menjadikan dalam agama itu kesulitan 17:11 kata Allah subhanahu wa taala 17:18 dan seterusnya millah cara berpikir cara 17:22 pandang, cara bersikap bapak moyangmu 17:26 khitabnya kepada Nabi Muhammad maksudnya 17:29 kakek beliau yakni Nabi Ibrahim 17:31 millahnya Nabi Ibrahim cara berpikir, 17:33 cara pandang Nabi Ibrahim, agama agama 17:36 kita ini. Nah, begitu juga berhaji ini. 17:39 Makanya belajarnya dari Nabi Ibrahim dan 17:41 keluarganya. Karena Nabi Ibrahim dan 17:43 keluarganyaalah ee ee merupakan milah 17:46 isi, cara pandang, cara berpikir dari 17:49 agama yang dibawa oleh cucu beliau. 17:52 Disempurnakan tentu saja ya 17:53 disempurnakan oleh cucu beliau yakni 17:55 Islam kita. Hua samakumul muslimina 17:58 minqblu wafi haza. Dalam ayat itu surah 18:01 al-Haj ayat 78 ayat terakhir dialah yang 18:04 menamakan Allah menamakan kalian muslim 18:06 dan juga lewat lisan Nabi Ibrahim Alaih 18:09 Salam e minqoblu sebelum datangnya 18:13 Al-Qur'an ini wafi hadza demikian pula 18:15 di dalam Al-Qur'an ini kalian dinamakan 18:17 Muslim lewat lisan Nabi Ibrahim Alaih 18:20 Salam sudah lewat lisan Nabi Ibrahim 18:22 Alaih Salam. 18:24 Nah, jadi 18:26 mengambil manfaat itu ya adalah dari 18:31 sikap ya, dari cara berpikir, dari cara 18:36 pandang karakternya Nabi Ibrahim Alaih 18:40 Salam beserta keluarga beliau. 18:43 beserta keluarga beliau. Nah, itulah 18:46 manafi itulah manfaat manfaat mendasar 18:51 yang luar biasa. Seandainya diterapkan 18:54 oleh manusia siapapun di manaun kampung 18:56 halaman dia dalam persoalan apapun dia, 19:00 maka dia akan ketemu solusi untuk 19:02 persoalan hidupnya itu. 19:05 Nah, ini 19:07 apa yang dimaksud ini? Apa yang dimaksud 19:09 dari Manafi belajar dari Nabi Ibrahim 19:12 dan keluarga ini? Hadirin yang dirahmati 19:14 Allah, saya cepat saja saya lompat dulu 19:16 kepada kalimatnya ya. 19:19 Nah, ini jadi 19:23 ee 19:26 Nabi Ibrahim mengajarkan kita Islam ya. 19:30 Nabi Ibrahim mengajarkan kita menamakan 19:32 bahkan kita sebagai Islam itu ya. 19:35 Artinya Islam itu apa? 19:39 Islam itu mungkin selama ini kita 19:42 menganggapnya adalah lima rukun. 19:45 syahadat, salat, 19:47 puasa, zakat, haji. Ya, bila mampu kan 19:52 begitu. 19:54 Ee 19:56 padahal sebetulnya 19:58 hadis yang kita kenal dari Ibnu Ibnu 20:01 Umar radhiallahu anhuma 20:04 ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam 20:05 bersabda mengenai Islam itu tadi, 20:09 sebetulnya Nabi sallallahu alaihi 20:10 wasallam di situ mengatakan ini hadisnya 20:12 dalam riwayat Imam Bukhari nomor hadis 20:13 ke-8 dalam Sahih Muslim nomor hadis 20:16 ke-16 ya. An Ibn Umar radhiallahu anhuma 20:21 qal. Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma 20:23 berkata, qala Rasulullah sallallahu 20:26 alaihi wasallam, Nabi sallallahu alaihi 20:27 wasallam bersabda, kalimat Nabi begini, 20:29 bunial islamu ala khamsin. 20:33 Nah, baru kemudian nanti syahadah dan 20:35 seterusnya itu belakangan. Tapi kalimat 20:37 pentingnya ini bunial islamu ala 20:39 khamsin. 20:40 Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, 20:42 Islam itu dibangun 20:44 di atas lima rukun Islam. 20:49 Islam itu dibangun 20:52 buniah, dibangun 20:54 ya ee di atas lima rukun Islam. 20:59 Syahadat, salat, puasa, zakat, ya dan ke 21:06 haji ke Baitullah itu dibangun di atas 21:09 itu Islam. 21:11 Jadi Islam itu bukan rukun Islam 21:15 ya. Karena Islam itu dibangun di atas 21:18 rukun itu, gitu. 21:21 Jadi seperti pondasi rumah. Kalau kita 21:25 perhatikan nih gambarnya ada di di layar 21:27 hasil TV saya tampilkan. Atau kalau para 21:29 pendengar radio silaturahim bisa 21:31 membayangkan rumah yang kita bangun di 21:35 bawahnya ada pondasi. 21:39 Pondasi itu seperti rukun Islam. 21:43 Nah, Islamnya itu mana? Islamnya itu 21:47 rumah yang dibangun di atas pondasi itu. 21:50 Maka kalimat Nabi, Islam dibangun di 21:53 atas lima rukun. bunial islamu ala 21:57 khamsin. Nah, jadi kalau kita hanya puas 22:01 dalam ee konteks rukunnya sudah kita 22:05 kerjakan, tapi Islamnya tadi belum tentu 22:10 ada di dalam diri kita sebagai karakter, 22:13 maka seperti kita sudah membangun 22:15 pondasi, tapi kita tidak lanjutkan 22:18 dengan membangun bangunan di atasnya. 22:22 ee gambarnya tuh seperti pondasi 22:24 mangkrak. 22:27 Karena Islam itu bukan rukunnya, 22:30 tapi tidak mungkin membangun Islam tanpa 22:33 ada rukunnya. 22:36 Nah, persoalannya kan orang sudah puas 22:38 kalau sudah melakukan rukunnya. Dia 22:39 berpikir, "Ah, saya sudah Islam." 22:41 Buktinya apa? Saya sudah melakukan 22:43 rukunnya. Rukun. Nah, padahal Islam itu 22:47 adalah karakter 22:49 millah ya yang dicontohkan Nabi Ibrahim 22:51 dan kemudian dijalankan oleh Nabi 22:53 Muhammad ya yang milah dan karakter itu 22:58 berada atau dihasilkan 23:01 dari rukun tadi. 23:04 Rukun tadi 23:06 gitu. Jadi Islam itu apa? Nah, maka itu 23:11 nanti kalau kita buka surah Albaqarah 23:13 misalkan ya, ayat ke ee 1220 23:19 eh maaf 100 ee 30 berarti 130 ya surat 23:25 Albaqarah ayat 130. 23:27 Kalimat Allah di situ mengatakan kepada 23:29 Nabi Ibrahim ya kalimatnya 23:33 ee 23:35 apa? Q lahu aslim 23:39 q aslamtubil 23:41 alamin. Ketika Nabi Ibrahim di situ 23:45 ibrahim nafsah wqahuun 23:49 akinq 23:53 aslim q aslambilamin. Oh berarti yang q 23:56 aslamtu labbil alaminnya pada ayat 23:59 131-nya. 24:01 Eh, 24:03 ada 131. Q lahu aslim qala aslamtu 24:08 labin. 24:10 Ah, ketika Allah berkata kepada Nabi 24:13 Ibrahim, aslim, 24:15 berislamlah kamu. Berislamlah kamu. Qala 24:20 aslamtu lirabbil alamin. Nabi Ibrahim 24:22 mengatakan, "Aslamtu." Eh, aslama itu 24:25 Islam artinya. E, aku berserah diri. 24:32 Aku berserah diri 24:34 mengambil hanya Engkau menjadikan hanya 24:36 Engkau saja ya Allah sebagai pelindung 24:38 aku. Aslam Islam 24:42 karakter Islam. 24:45 Nah itu izqu lahu rbuhu aslim qala 24:49 aslamtu lirabbil alamin kata Nabi 24:51 Ibrahim. 24:53 Begitu pula surah Al-An'am ini saya 24:55 tampilkan di layar ayat ke-14. 24:57 Kalimatnya 24:59 untuk mengetahui Islam itu adalah 25:00 karakter yang berserah diri kepada 25:02 Allah. Menjadikan satu-satunya pelindung 25:05 kita itu hanya Allah. Itu Islam itu. Itu 25:08 artinya Islam. Berselah diri. Qul 25:11 aghairallahi attakhizu waliyan. Kata 25:13 Allah 25:15 katakanlah apakah mungkin 25:18 saya ini mengambil yang selain Allah 25:21 sebagai ee pelindung saya, wali sebagai 25:24 pelindung saya? Tidak mungkin. Sebab 25:27 apa? Fati samawati wal ard. Dialah yang 25:30 menciptakan langit dan bumi ini. Wahua 25:33 yutim w yutam. Dialah yang memberi saya 25:36 makan. Dan dia tidak minta diberi makan 25:39 oleh saya, tidak minta diberi apapun 25:41 oleh saya. Dia yang memberi saya makan, 25:42 yang menghidupkan saya. 25:45 Ee qul inni umirtu an akuna awal man 25:49 aslam. Maka katakanlah kepada semua 25:52 orang kalau kamu sudah paham itu, sudah 25:54 paham bahwa Allah yang menciptakan 25:56 langit dan bumi ini, Allah yang 25:58 menghidupkan kamu, memberi kamu makan. 26:00 Sementara Allah tidak minta 26:01 perlindunganmu, tidak minta kamu beri 26:03 makan. 26:05 Justru kamu yang butuh perlindungan 26:07 Allah. Satu-satunya yang bisa jadi 26:08 pelindung hanya Allah saja. Maka 26:10 katakanlah kepada semua orang lain bahwa 26:14 saya sudah Islam. Awal man aslam 26:19 tuh. 26:21 Dan jangan pernah kamu sekutukan Allah 26:24 dengan apapun juga. Disekutukan sebagai 26:26 apa? Sebagai pelindung. 26:29 Sebagai pemberi, sebagai satu-satunya 26:32 tempat kita mengadu, berlindung, ya. 26:35 Sebagai satu-satunya keamanan kita, rasa 26:38 aman kita, ya. Itu namanya Islam. 26:42 Maka rukun Islam itu harusnya 26:44 menghasilkan Islam. 26:48 Karena tadi kata Nabi, bunial Islam ala 26:51 khamsin. Islam dibangun di atas lima 26:53 perkara itu. Ya, lima perkara itu 26:55 harusnya membangun atau di atasnya 26:58 dibangun Islam, dihasilkan Islam. 27:02 Kita salat, rukun Islam harusnya 27:05 menghasilkan 27:07 rasa aman kepada Allah, berlindung. 27:10 Sehingga kita tidak perlu lagi ada yang 27:12 kita khawatirkan 27:14 bertawakal kepada Allah. 27:16 Bahkan kalau betul-betul kita berislam 27:20 ya kalau betul-betul kita berislam maka 27:24 probabilitas. 27:26 Nah, probabilitas itu kemungkinan ya 27:28 kemungkinan-kemungkinan 27:30 yang ada dalam hidup kita ini itu 27:34 harusnya 27:35 tidak berbatas. 27:40 Tidak berbatas. 27:43 Sebab apa? Sebab kita berlindungnya 27:45 kepada Allah sang maha segala sesuatu, 27:50 pemilik alam semesta, pemilik diri kita 27:53 ini. Ee itu artinya Islam. 27:57 Bukankah Allah itu punya kemampuan yang 28:00 tanpa batas? 28:04 Nah, itu probabilitas tanpa batas. 28:10 tawakal betul-betul kepada Allah, 28:13 mengikuti petunjuk Allah, ya. Tidak 28:16 pantang ee apa tidak surut ya. Ee tidak 28:21 berputus asa ya kepada kehidupan ini. 28:26 Nah, itu artinya tanpa batas 28:27 probabilitasnya. 28:29 Probabilitas tanpa batas. 28:32 Nah, asalkan kembali kepada aturan 28:35 Allah. 28:37 Bagaimana supaya kepengin finansial saya 28:41 ee apa cukup 28:44 ah kembali kepada Allah? Nanti ada 28:46 beberapa beberapa ininya beberapa ee 28:49 panduannya kita sampaikan. Bagaimana 28:51 supaya keluarga saya jadi baik. Oh, 28:53 kembali kepada panduan Allah. 28:57 Karena di situ probabilitasnya tanpa 28:59 batas, hadirin. 29:02 Nah, inilah yang ditunjukkan oleh Nabi 29:04 Ibrahim Alaih Salam. 29:08 Dalam beberapa doa beliau yang kita 29:10 kutip dari Al-Qur'an, cara beliau 29:13 berpikir itu ter apa? Terlihat jelas 29:20 dalam kalimat-kalimat doa beliau. 29:24 Di situlah Islam. Itulah Islam. Cara 29:26 beliau, cara beliau berdoa itu karena 29:29 tahu bahwa dirinya itu hamba Allah. 29:31 Allah itu tidak berbatas. Maka coba 29:34 perhatikan doanya. 29:36 Doa beliau kalimatnya dalam surah 29:39 Albaqarah. Misalkan kita awali surah 29:42 Albaqarah ayat 126 29:45 kalimatnya 29:46 auzubillahiminasyaitanirrajim. 29:48 Ibrahim 29:51 baladan amin warzuq ahlahu minar 29:57 aku. 30:05 Nabi Ibrahim berdoa di atas padang 30:07 pasir. Beliau sendiri mengatakan nanti 30:10 dalam surat Ibrahim ayat 37, biwadin 30:13 ghairi zarin ina baitikal muharram. Ini 30:17 lembah tidak ada penghuninya, tidak 30:19 hidup sama sekali, tidak layak hidup di 30:22 situ lembah itu. 30:25 Tapi beliau berdoa, doanya begini. 30:28 E wazqala Ibrahim, rbij'al hadza baladan 30:32 amina. Ya Allah jadikanlah negeri ini 30:36 aman. 30:39 Padahal tidak ada kehidupan. 30:42 Ya, kalau kita pikir pakai logika, pakai 30:45 logika manusia tidak mungkin. Apalagi 30:48 kalimat doa berikutnya. Warzuq ahlahu 30:50 minsamarat. 30:53 Berikanlah rezeki ya Allah berupa 30:56 buah-buahan yang komplit, 30:59 yang banyak beraneka ragam tsamarat 31:03 kepada penduduk di tempat ini nantinya. 31:05 Ya Allah. 31:07 Beliau itu sedang berdoa di atas padang 31:09 pasir, 31:11 tapi minta sesuatu yang melampaui logika 31:15 pikir manusia biasa. 31:18 Kalau ada manusia biasa yang dengar doa 31:20 beliau saat itu mungkin dibilang dicolek 31:22 kali Nabi Ibrahim. Masmas yang benar aja 31:26 sampean ini, yang benar aja ente ini. 31:29 Masa berdoa minta buah-buahan yang 31:31 komplit di padang pasir yang gersang 31:34 begini. 31:36 gitu kan. 31:38 Tapi di situlah keislaman beliau. Itulah 31:41 makna Islam. 31:44 Karena beliau tahu yang beliau minta ini 31:46 adalah Allah. Tempat beliau bersandar. 31:50 Kemampuan Allah itu tanpa batas. 31:56 Itulah rasa aman yang ada dalam diri 31:58 beliau ketika beliau harus meninggalkan 32:01 anak dan istrinya di padang pasir yang 32:04 tidak ada kehidupan ini. Di surat 32:06 Ibrahim ayat ke-37. Ini pun doa yang 32:09 yang tanpa batas probabilitasnya. Ayat 32:12 37nya coba kita bacakan ya. Rabbana 32:16 inni askantu min zurriyati. 32:19 Ya Allah, aku meninggalkan menempatkan 32:23 ya sakan artinya menempatkan bertempat 32:26 tinggal menempatkan anak zurati apa 32:30 keturunanku 32:32 biwadin giri zarin. 32:36 Di lembah ini yang tidak ada 32:39 tanam-tanaman, tidak ada kehidupan. 32:43 Baitikal muharam di sisi rumahmu 32:46 baitillahil haram atau baitil atiq yakni 32:48 Ka'bahuqimus 32:53 ya Allah supaya mereka mendirikan salat 32:56 lalu kalimat berikutnya 32:58 afidatan minas tahwi ilaihim warzu 33:03 minarat lahum yasun 33:07 ini jadikanlah ya Allah ya keinginan 33:12 manusia untuk semuanya condong cenderung 33:16 kepingin datang ke mereka ini. 33:19 Bayangkan di tempat yang tidak ada 33:21 tanam-tanaman, tidak ada 33:23 tumbuh-tumbuhan. 33:24 Tapi beliau berdoa, "Ya Allah, jadikan 33:27 manusia seluruh muka bumi ini cenderung 33:30 pengin datang ke sini." 33:32 Nah, itu. Nah, lalu warzukhum. Berikan 33:36 mereka rezeki ya Allah minat tsamarat 33:39 dari buah-buahan yang banyak variasinya 33:42 ya lengkap komplit. Laahum yasykurun 33:45 supaya mereka bisa bersyukur. 33:48 Bapak Ibu yang dirahmati Allah, ikhwan 33:51 akhwat sekalian, para pendengar radio 33:52 silaturahim, para pemirsa Rasil TV di 33:54 mana pun berada. Inilah Islam, 33:58 probabilitas tanpa batas 34:03 gitu. [berdehem] 34:05 Itulah itulah cara, itulah isi di dalam 34:09 karakter millah. Millah itu karakter 34:13 millah Ibrahim. 34:15 Ya, bapak kalian. Bapak, bapakmu 34:17 maksudnya kakekmu kepada Nabi Muhammad 34:20 ya. Millata abikum Ibrahima Hanifah 34:22 surat Alhaj ayat 78. 34:26 abikum Ibrahim hanifahumul 34:29 muslimqah 34:33 itu dia yang menamakan kalian muslimah 34:37 jadi hadirin yang dirahmati Allah 34:40 kalau orang ya 34:45 manusia ini kalau dia cara berpikirnya 34:49 sempit 34:51 menuruti 34:53 logika dirinya sebagai manusia manusia, 34:57 maka segala sesuatunya akan sulit bagi 34:59 dirinya. Sebab sangat terbatas kemampuan 35:03 dia. Manusia akan sangat luka 35:07 rasa batinnya ketika dia kecewa oleh 35:12 manusia lain. Ketika dia apa ee 35:17 berkonflik 35:18 dengan manusia yang lainnya ketika dia 35:21 harus mencurigai dan lain sebagainya itu 35:23 akan kecewa, akan terluka. 35:26 Dan dia lalu berpikir kepada dirinya, 35:28 apakah saya mampu? Apakah saya bisa? 35:31 Apakah saya cukup layak? Apakah saya 35:33 ini? Apakah saya itu nanti bagaimana? 35:34 Nanti begini, nanti begitu, bla bla bla 35:36 dan seterusnya. 35:38 Nah, ini padahal di sisi Allah itu ada 35:42 probabilitas yang tidak ada batas. 35:46 Apakah Nabi Ibrahim langsung mendapatkan 35:49 apa yang beliau doakan? Tentu saja 35:52 tidak. Nah, ini ini bagian yang 35:55 terpentingnya. Tentu saja tidak. Tetapi 35:58 beliau tidak pernah berhenti 36:00 menyandarkan 36:02 kepada sang maha yang tiada batas itu. 36:07 Dan itulah Islam yang sesungguhnya. 36:09 Maksudnya begini, kalau Anda punya 36:11 persoalan hidup, [berdehem] 36:13 lakukan apa yang Allah perintahkan. 36:16 Lalu buang batas-batas pemikiran sebagai 36:19 manusia itu termasuk batas pemikiran 36:23 mengharapkan hasil yang segera. 36:27 Ah, itu kan yang bikin kita terbatas. 36:30 Segera mengharapkan hasil. Mana saya 36:33 sudah doa 2 bulan ini pengin supaya 36:35 hutang lunas, hutang belum lunas-lunas 36:38 lah. Itu 36:40 usahanya enggak seberapa tapi kepingin 36:43 Allah 36:45 bekerja untuk dirinya. 36:50 Kepingin Allah menyelesaikan persoalan 36:52 dia gitu kan. Jangan-jangan kayak lebih 36:54 tinggi dia daripada Allah gitu. Coba 36:56 lihat Nabi Ibrahim beliau berdoa 36:59 menyandarkan kepada Allah yang tanpa 37:01 batas probabilitasnya. Tapi lihat apakah 37:04 beliau mengeluh kalau itu belum 37:06 kelihatan 37:08 hasilnya? Tidak. 37:11 Tidak gitu. Nah, ini persoalan kita juga 37:14 nih. Persoalan kita tuh kalau doa tuh 37:15 buru-buru pengin pengin dapat. Padahal 37:18 coba kita perhatikan kapan doa Nabi 37:21 Ibrahim ini dikabul hadirin? Para 37:23 pemirsa Rasil TV, para pendengar radio 37:25 Silaturahim, apa doa Nabi Ibrahim ini 37:29 kira-kira baru dikabul setelah lahirnya 37:32 Nabi Muhammad sallallahu alaihi 37:33 wasallam. Walaupun air zamzam ya yang 37:37 merupakan cikal bakal nanti ee apa 37:40 kehidupan yang berkelanjutan di di 37:42 Ka'bah di Makkah itu sudah ada sejak 37:44 anak beliau Nabi Ismail. Tetapi doa yang 37:47 seperti beliau gambarkan, seperti Nabi 37:49 Ibrahim gambarkan itu baru terealisasi 37:51 ribuan tahun yang akan datang di masa 37:55 cicit beliau, yakni Nabi Muhammad 37:58 sallallahu alaihi wasallam. 38:00 Kan begitu. Sekarang kalau Bapak Ibu ke 38:02 Makkah, 38:04 buah apa yang enggak ada di sana? 38:07 Semuanya ada. 38:09 Nah, sampai rambutan pun ada di sana 38:12 tuh. Kalau musimnya rambutan 38:15 gitu kan. Jadi itulah yang dimaksud, 38:18 itulah doa Nabi Ibrahim dulu terijabah. 38:21 Kita lihat sekarang aman ya. Bahkan ada 38:24 satu analisis yang mengatakan kalau air 38:27 di seluruh dunia ini terkontaminasi, 38:30 terracuni 38:31 ya maka yang akan bertahan terakhir air 38:35 air itu yang yang air yang segar itu 38:38 akan berada di Makkah. 38:42 Air zamzam. 38:44 ee karena dia sudah tersimpan di dalam 38:46 bumi. Hadirin yang dirahmati Allah. Nah, 38:49 jadi 38:51 apa? Probabilitas tanpa batas. Ya, 38:54 begitu juga istri beliau ketika me apa? 38:57 Memutari bukit Safa, Marwa. Marwa Safa, 39:01 Safa, Marwa. Ah, namanya sa'i itu ya. 39:04 Sai itu diambil dari bahasa Arab artinya 39:06 berusaha. Saan berusaha. Ketika beliau 39:10 memulai usahanya, bersih hati beliau 39:12 itu. Siti Hajar bersih hatinya, tidak 39:15 menyalahkan siapapun, tidak menyalahkan 39:17 Allah, tidak menyalahkan suami beliau. 39:19 Maka itu saking bersihnya hati beliau 39:22 ketika memulainya 39:24 di bukit tempat beliau memulai itu 39:27 diberi nama oleh Allah Subhanahu wa 39:29 taala sebagai bukit Saofa. 39:33 Saofa itu artinya jernih, bersih, 39:37 bukit Safa. Dan itu sebagian ulama 39:39 mengatakan diberi nama oleh Allah. Itu 39:41 kok tahunya begitu. Karena dari surah ee 39:45 Albaqarah ayat 158. 39:48 Innofa wal marwata min syairillah hajal 39:53 baita junah alaihifa bihima dan 39:56 seterusnya. Ah, itu penyebutannya di 39:59 surat Albaqarah itu. Hadirin yang 40:01 dirahmati Allah, probabilitas tanpa 40:04 batas inilah yang semestinya dibawa 40:07 pulang sebagai-oleh oleh para jemaah 40:11 haji. 40:13 Nah, terakhir saya ingin tutup dengan 40:15 sebuah penelitian yang pernah dilakukan 40:17 di Amerika. Insyaallah di pertemuan 40:19 berikutnya kita akan sambung mengenai 40:21 haji ini ya. Tapi saya ingin tutup dulu 40:23 di sini. 40:24 probabilitas tanpa batas. Ini penelitian 40:27 dilakukan tahun 1980 40:29 terkenal dengan istilah dengan nama dark 40:32 mouth eh study atau eksperimen ya. Dart 40:36 mode experimen ya memang eh apa 40:39 dilakukan di oleh seorang eh dosen 40:43 namanya Robert Clobert Cleack ya. Dia eh 40:48 di 40:50 apa? Di universitas namanya Dart Mouth 40:53 ya. di Amerika, di Fakultas Psikologi. 40:56 Penelitian ini dia lakukan begini. Dia 40:59 dia ajak beberapa orang mahasiswa untuk 41:02 melakukan penelitian. Lalu dia sudah 41:04 bikin ee sudah merancang ya dengan 41:07 seorang ahli make up ya, make up ya. 41:12 Jadi para 41:15 apa? Mahasiswa ini di-make up 41:17 seolah-olah di mukanya tuh ada codet. 41:20 Nah, ada codet seolah-olah dibukanya. 41:23 Padahal, setelah ada codet ini nanti 41:27 para mahasiswa ini diinterview. 41:29 Diinterview. Setelah diinterview nanti 41:32 mereka ditanya, "Bagaimana pendapat 41:33 kalian? Apakah yang menginterview kalian 41:36 itu orangnya baik atau gimana?" gitu 41:38 kan. Ah, rupanya 41:42 para mahasiswa yang dikasih codet make 41:44 up itu dia merasa gara-gara codet muka 41:47 saya ini kayaknya orang yang 41:49 menginterview saya tuh apa? Menjudge 41:53 saya, judging me ya. Memandang saya 41:56 rendah kayaknya ngelihat saya ini kok 41:58 kriminal karena ada codet di muka saya 42:01 ini. Nah, kata-kata mereka begitu. 42:04 Padahal mereka enggak tahu bahwa si 42:07 tukang make up tadi dengan satu basuhan 42:12 itu sudah menghapus codet yang awalnya 42:15 dibuat codet. Dibuat codet oleh ahli 42:18 make up terus dilihatin pakai kaca nih 42:20 codetnya. Oke, sudah. Nah, begitu mereka 42:22 mau berangkat lalu si tukang make up ini 42:25 bilang begini, "Sentar, sebentar, 42:26 sebentar, sini. Biar saya kasih bedak 42:27 sedikit lagi. Nah, waktu dikasih bedak 42:30 itulah dihapus 42:33 terhapus oleh oleh tukang makeup. Ini 42:35 memang sengaja oleh Robert Clek dibuat 42:37 begitu. Jadi di terakhir sebelum masuk 42:41 ke pintu interview, sebentar sebentar 42:42 saya kasih dulu ininya. Ah gitu dibuat 42:45 cara begitu. E lalu sebetulnya itu 42:47 sedang menghapus codetnya tadi. Jadi 42:49 sebetulnya 42:51 si mahasiswa yang interview ini tidak 42:53 ada codet di mukanya dia. Tapi karena 42:56 dia merasa ada codet di mukanya, ada 42:59 goresan luka di mukanya, sebab tadi 43:01 sudah dibikin secara palsu tadi, itu dia 43:03 merasa 43:04 respon orang kepada dunia, kepada 43:07 dirinya tu adalah jelek. Sebab dia dia 43:10 menurut dia ada luka di mukanya dia. 43:12 Padahal enggak ada luka itu. 43:15 Sudah dihapus luka itu. Nah, jadi 43:18 kesimpulannya hadirin ya ee jemaah 43:21 sekalian ya para pendengar radio 43:23 silaturahim, para pemirsa Rasil TV 43:26 kesimpulannya adalah 43:29 apa yang kita pikir 43:32 terjadi kepada kita dari dunia ini 43:36 sebetulnya itu adalah hasil 43:39 dari bagaimana kita melihat diri kita 43:42 ini siapa. 43:46 Itulah hasil 43:48 sebetulnya cara kita melihat dunia ini 43:51 sebetulnya ada penyakitnya tuh ada di 43:53 dalam kepala kita sendiri. 43:56 Kalau kita merasa diri kita ini memang 43:58 tidak berharga, 44:00 tidak mampu, tidak bisa, maka kita akan 44:03 menilai dunia tuh seolah-olah tidak 44:05 adil. Wah, dia kok begini, kok enggak 44:08 bisa, kok sulit, kok anu kok susah 44:10 begini. Ya, dia memang begitu ke saya, 44:11 dia itu sebetulnya karena kita menilai 44:14 diri kita ini tidak layak, tidak mampu, 44:17 tidak bisa 44:20 gitu. Nah, 44:23 probabilitas tanpa batas yang diajarkan 44:27 Nabi Ibrahim 44:29 dan sedang dipelajari oleh jemaah haji 44:32 adalah bahwa setiap Anda 44:36 para pendengar sekalian di mana pun Anda 44:38 berada kalau Anda mendengar ini, Anda 44:41 itu adalah makhluknya Allah. 44:48 Allah menjamin Anda dan Allah itu 44:52 memiliki kekuatan, kemampuan tanpa 44:56 batas. 44:59 Tanpa batas. 45:01 Nah, ketika Anda diperintah menyerahkan 45:04 diri Anda bergantung sepenuhnya kepada 45:08 Allah, itu artinya Islam 45:11 berarti betul-betul tidak pantas, tidak 45:14 layak kalau kita ini 45:18 ee merasa putus asa, tidak layak, tidak 45:21 pantas, 45:23 merasa tidak mampu, merasa tidak bisa, 45:27 merasa tidak bersyukur di dunia ini, 45:30 tidak pantas. tidak layak. Sebab apa? 45:32 Sebab Anda itu hambanya Allah dan Allah 45:36 itu tanpa batas. 45:39 Cuma ada beberapa syaratnya 45:42 ya. Syarat itulah yang harus kita 45:45 pelajari dari Nabi Ibrahim. 45:48 Ya, salah satu syaratnya apa? Jangan 45:51 buru-buru mendapat melihat hasil seperti 45:54 yang dilakukan Siti Hajar. Coba Siti 45:56 Hajar bolak-balik Safa Marwah. Marwah 46:00 Safa, Safa, Marwah. Ah, jadi gini, 46:03 beliau kan mau cari air Siti Hajar tuh 46:07 gitu kan. Tapi sudah dari Safa ke Marwah 46:09 enggak ketemu air. Balik lagi ke dari 46:12 Marwah ke Safa enggak ketemu air. Tapi 46:15 kok dia balik, beliau balik lagi ke Safa 46:17 lagi, ke Marwah lagi ya. Nanti balik 46:19 lagi ke Safa lagi, ke Marwa lagi. 46:22 Padahal di situ sudah dicari 46:23 berkali-kali, enggak ada air di situ. 46:26 Kenapa masih juga melakukan itu? Nah, 46:29 jawabannya adalah karena beliau berfokus 46:34 melakukan prosesnya, 46:37 menikmati prosesnya, bersandar kepada 46:40 Allah dalam prosesnya. 46:42 Rupanya hasilnya bukan di situ. Memang 46:45 bukan di Bukit Safa dan Marwah. Justru 46:47 ada di kaki anak beliau, Nabi Ibrahim. 46:50 Coba kalau orang-orang yang masih 46:52 kecanduan hasil seperti kita 46:55 pasti akan ngomong gini, "Kalau tahu 46:57 airnya ada di sini, ngapain saya 47:00 jauh-jauh bolak-balik dari Safa Marwah? 47:03 Safa, Marwah, Marwah, eh Safa Marwah, 47:04 Marwah, Safa, Safa Marwah. Ngapain di 47:06 sini hasilnya? Ah, lihat. Itu adalah 47:09 kalimat orang yang tidak bergantung 47:12 kepada Allah, tidak menikmati prosesnya 47:15 karena dia maunya hasilnya. 47:19 Hasilnya hasilnya mana? 47:22 Nah, kok saya enggak bertambah kaya? 47:24 Nah, [berdehem] gitu hasilnya. Nah, 47:26 padahal yang diajarkan di situ kalau 47:28 bersandar kepada Allah. Nah, kalau kita 47:32 betul-betul bersandar kepada Allah, kita 47:36 harus tahu bahwa hasil itu adalah 47:41 betul-betul 100% 47:44 hak prerogatifnya Allah saja, 47:48 bukan hak kita. 47:50 Hak kita adalah melakukan prosesnya. 47:55 Ah, itu probabilitas tanpa batas. 47:59 Menikmati prosesnya tanpa batas. Kalau 48:01 gagal, perbaiki lagi prosesnya. Tapi 48:04 kalau enggak ada hasilnya, buat apa? Lah 48:06 ini kembali lagi tadi bahwa kita ee 48:10 masih menganggap diri kitalah ya yang 48:13 memiliki kemampuan melihat hasilnya. 48:16 Padahal kita hanya perlu terus berusaha, 48:19 berproses, menikmati prosesnya. 48:20 Menikmati prosesnya, mengevaluasi, 48:23 memperbaiki, mengevaluasi, terus e 48:26 melakukan prosesnya, bertawakal kepada 48:28 Allah, menikmati itu. Nah, boleh jadi 48:31 hasilnya nanti seperti Nabi Ibrahim, 48:33 ribuan tahun kemudian baru terbukti doa 48:35 beliau seperti Siti Hajar. Tujuh kali 48:38 beliau sudah bolak-balik Safa Marwah 48:40 baru baru ada hasilnya. Coba kalau 48:43 beliau, beliau ngambek di kali kelima 48:46 atau di kali keenam, beliau ngambek, 48:48 aduh enggak ada hasilnya. Udahlah capek 48:50 saya enggak mau lagi. Ah, enggak akan 48:52 pernah kita merasakan air zamzam, 48:54 hadirin. Ah, itu jadi probabilitas tanpa 49:00 batas yang diajarkan Nabi Ibrahim dan 49:01 keluarga beliau itu itulah Islam. 49:06 Ah, jemaah haji ke sana belajar melihat 49:09 di situ. Insyaallah di pertemuan 49:12 berikutnya kita akan bahas mengenai 49:14 wukuf Arafah. Kemudian mabit di 49:16 Muzdalifah mengumpulkan jamarat dan 49:18 melontar jamaratnya. Ya. Nah, jadi semua 49:21 itu adalah dalam rangka memasukkan cara 49:25 pandang Nabi Ibrahim, cara berpikir 49:27 beliau serta istri beliau dan anak 49:30 beliau. Cara berpikir itulah namanya 49:33 Islam. Millah. Millah Ibrahim. Millah 49:37 Ibrahim. 49:39 Baik, para pendengar sekalian yang 49:41 dirahmati Allah, para pemirsa Rasil TV 49:43 di mana pun berada. Mungkin ini dulu 49:45 yang bisa saya sampaikan. Insyaallah 49:47 kita sambung lagi di pertemuan 49:48 berikutnya mengenai haji ini. 49:50 Probabilitas tanpa batas ya. 49:51 Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat 49:53 bagi kita semua. Saya kembalikan ke 49:55 ruang studio kepada Kang Fauzi. Billahi 49:57 taufik walhidayah. Wasalamualaikum 49:59 warahmatullahi wabarakatuh. 50:02 Waalaikumsalam warahmatullahi 50:03 wabarakatuh. Alhamdulillah. Masyaallah, 50:05 Ustaz. Jazakumullah khairan kairan. 50:08 Probabilitas tanpa batas. Berarti ini 50:10 terus terus belum selesai Ustaz. Masih 50:13 tanpa batas terus, Ustaz di pertemuan 50:16 selanjutnya insyaallah. Baik ikhwan 50:17 akhwat. Demikian yang sudah disampaikan 50:21 oleh Ustaz Doni tentang haji 50:25 probabilitas tanpa batas. Semoga dapat 50:29 kita amalkan bagi 50:32 ee ikhwan akhwat calon haji tahun depan 50:35 insyaallah. 50:37 Baik, Ikhwanat tetap di radio 50:38 silaturahim. Jangan ke mana-mana. Kami 50:40 akan segera kembali untuk melanjutkan 50:43 sesi dua tanya jawab bersama Ikhwan 50:45 Ahmad. Terima kasih. 50:48 Bismillahirrahmanirrahim. 50:50 [musik] 50:56 Illahirabbil 51:03 alamin. Terima kasih Ikhwan Wat masih 51:05 bersama Radio Silaturahim. Saat ini Anda 51:07 sedang menyaksikan siaran live siaran 51:10 langsung tadabur Al-Qur'an bersama Ustaz 51:13 Doni Amir Sagaf. Tema yang dibawakan 51:16 oleh Ustaz Doni pada malam hari ini 51:18 adalah tentang haji membawa pulang 51:21 probabilitas tanpa batas. Baik, Ianwat 51:25 sudah mendengarkan tadi ilmu yang 51:27 disampaikan oleh Ustaz Doni. Sekarang 51:30 kita akan tanya jawab. 51:34 Ada Ibu Amina 51:38 ee men Alhamdulillah 51:41 kami mendengarkan siaran tadabur 51:44 Al-Qur'an, Ustaz. Semoga Allah 51:45 mengabulkan doa-doa saya, Ustaz. 51:48 Masyaallah. Amin. Semoga dikabulkan oleh 51:50 Allah. 51:52 Kemudian Ibu Aniha Hani Hufaidah. 51:56 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 51:58 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 51:59 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:00 wabarakatuh. 52:01 Alhamdulillah hadir menyimak di Radio 52:04 Rasil. 52:06 Insyaallah Ustaz dan kur Rasil 52:07 sehat-sehat dan bahagia selalu. Kemudian 52:10 Ustaz Junaidi juga alhamdulillah 52:12 menyimak. Ibu Wiwin 52:16 alhamdulillah menyimak Ustaz. 52:18 Kemudian juga ada Pak Arwin. 52:23 Asalamualaikum warahmatullahi 52:24 wabarakatuh.Salam 52:26 warahmatullah. 52:27 Terima kasih atas tausiah, nasihat, dan 52:30 pencerahannya, Ustaz. Semoga Ustaz dan 52:31 pejuang Rasil serta para pendengar rasil 52:34 dalam keadaan sehat walafiat. 52:37 Kemudian 52:40 ada 52:42 pertanyaan dari Ibu Ibu Fani. Ustaz, 52:47 asalamualaikum warahmatullahi 52:48 wabarakatuh. 52:49 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:50 wabarakatuh. 52:51 Ustaz, izin bertanya. Sebagai wanita 52:54 masa kini, apa yang harus kita lakukan 52:57 agar mendapatkan keberkahan 53:00 dan bisa mendapatkan keajaiban dari 53:01 Allah? seperti Bunda Hajar, 53:05 Bunda Siti Hajar. Ustaz, mohon 53:06 nasihatnya, Ustaz. 53:08 Iya, terima kasih Bu Fadi tadi ya yang 53:12 bertanya. 53:14 Jadi sebetulnya prinsip ee prinsipnya 53:17 sama. Beliau ee Bunda Siti Hajar itu 53:23 adalah seorang perempuan yang luar 53:24 biasa, wanita yang luar biasa dalam 53:27 kapasitas beliau sebagai istri. Demikian 53:29 pula kapasitas beliau sebagai seorang 53:31 ibu. 53:32 Dan contoh itulah yang harusnya dibawa 53:35 pulang sebagai manafi tadi ya. Naf'an 53:40 apa? Jamak dari kata naf'an manfi. Yakni 53:43 pada surah ee al-Haj ayat 28. 53:48 Terutama oleh jemaah-jamaah 53:51 ee haji wanita, para hajah ya. Nah, 53:56 bagaimana cara menerapkannya di 53:58 kehidupan sehari-hari di dunia modern 54:00 sekarang? 54:01 Prinsipnya sama, yakni ee bergantung 54:05 kepada Allah, berproses, menikmati 54:09 proses, 54:11 menikmati prosesnya. 54:13 Jadi penyerahan diri kepada Allah secara 54:17 total itu baru disebut total dan utuh 54:21 ya. saat kita itu sudah tidak melihat 54:26 lagi hasil 54:29 ee sebagai ukurannya, tapi yang kita 54:32 lihat adalah prosesnya. Apakah prosesnya 54:35 sudah benar? Apakah prosesnya saya lalui 54:38 dengan ikhlas, dengan bersih hati, tanpa 54:42 menyalahkan? Eah, tadinya seperti Bunda 54:44 Hajar, sofa jernih hati beliau. Lalu 54:48 beliau berproses berjalan dari sofa 54:51 menanjak. Artinya naik derajat beliau, 54:55 derajat diri beliau karena berusaha tadi 54:58 naik di sisi Allah derajatnya. Dalam 55:00 bahasa Arab derajat yang naik itu 55:02 namanya Marwah. 55:04 Lalu mengulangi lagi beliau ke sofa 55:06 lagi, bersih lagi hatinya. E apa? 55:10 Hilangkan victim mentality, mental 55:13 menyalahkan ini gara-gara dia, gara-gara 55:15 anu, gara-gara ini, gara-gara itu. 55:18 Hilangkan juga mental melihat candu 55:20 kepada hasil. Mana kok hasilnya enggak 55:22 ada? Mana kok enggak enggak kelihatan, 55:24 mana bla bla bla. Seperti Bunda Hajar ee 55:27 dalam kehidupan sehari-hari, dalam ibu 55:29 melakukan kewajiban ibu ya, fungsi ibu 55:33 sebagai istri, sebagai ee ibu ya di 55:36 dalam rumah tangga ibu. 55:39 Terapkan bagaimana Bunda Hajar 55:41 mengajarkan kepada terutama kaum 55:45 perempuan, yakni berusaha dengan bersih, 55:48 bergerak, berjuang dalam kapasitasnya 55:51 dengan bersih. Sofa, hatinya bersih, 55:56 lepaskan itu, buang itu prasangka. 56:00 Kemudian menyalahkan orang lain. Ya, 56:02 seperti Bunda Hajar. Coba beliau 56:05 ditinggalkan oleh suami beliau, oleh 56:07 Nabi Ibrahim karena perintah Allah. 56:09 Biwadin giriizain tadi bait rabbana ini 56:12 askantu min zurati ya surat e 14 surat 56:15 Ibrahim ayat 37. 56:17 Ee beliau tidak tidak menyalahkan aduh 56:20 ini kok ditinggal. Oh aduh kok ini kok 56:22 begitu. Oh aduh kok ini kok kenapa saya 56:25 yang dapat ujian seperti ini? Kenapa ini 56:27 sulit sekali? Kenapa anu? Kenapa? Ah, 56:29 itu 56:31 beliau berdiri menghadapkan usahanya 56:34 kepada Allah karena Allah tanpa batas. 56:38 Beliau memiliki paradigma cara berpikir 56:40 itu yang diajarkan oleh suaminya ya Nabi 56:42 Ibrahim. Lalu beliau berusaha dengan 56:44 bersih jiwanya. Saofa namanya. 56:48 Ee beliau beliau melangkah yang penting 56:51 berusaha melangkah. Padahal usahanya di 56:53 situ-situ aja. Tapi hasilnya itu memang 56:56 betul-betul di tangan Allah saja 56:58 hasilnya. 56:59 Nah, jadi inilah bagaimana menerapkannya 57:02 dalam kehidupan sehari-hari di dunia 57:04 modern sekarang ini ya. Sebagai seorang 57:07 ee Buddha Hajar eh sebagai seorang Siti 57:10 Hajar ya di masa sekarang ini ya. 57:13 Wallahualam bawab. Demikian kira 57:16 demikian Ibu Fani. Semoga dapat 57:18 menjawab. 57:20 Berikutnya, Ustaz ee ada dari 57:23 pendengar yang bertanya. Asalamualaikum 57:26 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 57:27 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:28 wabarakatuh. 57:29 Ustaz ee hikmahnya Siti Hajar melakukan 57:32 sai, Ustaz. Kenapa bukan Nabi Ibrahim 57:35 yang melakukan sai? Karena dilihat dari 57:37 usahanya yang sangat berat. Ustaz, 57:40 mohon nasihat dan penyerahnya, Ustaz. 57:41 Jazakumullah khairan kiran. Ya, ee ini 57:45 hamba Allah tadi yang bertanya, ya. 57:46 Betul sekali. Kenapa kok bukan Nabi 57:48 Ibrahim yang berusaha? Kenapa kok Siti 57:50 Hajar gitu ya? Salah satu salah satu 57:53 hikmahnya adalah memang 57:57 pendidikan anak 57:59 itu bersandar betul kepada seorang ibu. 58:05 Perhatikan Nabi Ismail anak dari Nabi 58:09 Ibrahim dan Siti Hajar. 58:12 pada gilirannya nanti dalam surat ee apa 58:16 ee dalam surah Fusilat misalkan atau 58:19 dalam surat ee apa ya? Assfat misalkan 58:23 gitu ya. Ketika Nabi Ibrahim ya pulang 58:29 atau datang kembali ya ee kepada Nabi 58:33 Ismail ya datang kembali ke Makkah. 58:36 maksudnya 58:38 ee 58:40 Nabi Ibrahim itu mendapati anak beliau 58:44 ee 58:46 luar biasa ini anak. Nah, itu 58:50 jadi gini kok bisa kok bisa anak itu 58:54 luar biasa ya. Nanti silakan dibuka 58:56 misalkan dalam surat ee Assofat ya. 58:59 Surat Assofatnya itu yang jelas sekali 59:01 di ayat ke ee 102 itu ya surat Assafat 59:05 ayat 102-nya 59:07 ee kalimatnya kan begini. Falama balag 59:10 maahuah. ketika Nabi Nabi Ismail ini 59:13 sudah ee bisa berusaha bersama dengan 59:16 bapaknya, maksudnya sudah sudah anak 59:19 kecil yang sudah beranjak remaja. 59:22 Ee beliau mengatakan, Nabi Ibrahim 59:23 mengatakan, "Qa bunayya inni inni inni 59:27 aril manami azbahuka. Saya melihat dalam 59:31 mimpi-mimpi tidur saya, saya menyembelih 59:34 kamu." 59:35 Ini coba bagaimana pendapatmu? Pendapat 59:38 ini sebetulnya 59:40 akan mengeluarkan 59:42 ee apa pribadi sesungguhnya dari sang 59:46 anak ini, Nabi Ismail ini. Apa kata 59:48 beliau? Kata Nabi Ismail, qala ya 59:51 abat'al ma tummar. Wahai bapakku, abati 59:55 if'al ma tummar. Lakukanlah apa yang 59:58 Allah perintahkan. Jadi beliau tahu, 1:00:00 Nabi Ismail tahu ini perintah Allah. 1:00:02 Satajiduni insyaallahu minirin. 1:00:04 Insyaallah saya akan menjadi orang yang 1:00:06 sabar. Engkau Bapak akan melihat saya 1:00:08 menjadi orang yang sabar. Dari mana kok 1:00:11 anak ini bisa jadi seperti itu? Padahal 1:00:14 bapaknya tadi tidak ada di sekitar 1:00:15 beliau kan ditinggalkan. Nah, inilah 1:00:18 hasil didikan dari ibunya yang salihah. 1:00:22 Ibu yang salihah itu ditandai dari 1:00:25 bagaimana seorang ibu itu betul-betul 1:00:30 bersih hati dalam berusaha. 1:00:33 Dan dan pendidikan itulah yang Allah 1:00:35 ajarkan kepada Siti Hajar 1:00:37 ketika sai. 1:00:40 Ah, jadi modalnya itu beliau berusaha 1:00:44 mencari air bergantung diri kepada Allah 1:00:47 ya tanpa menyalahkan suaminya, tanpa 1:00:50 menyalahkan kondisi takdir Allah. Tidak. 1:00:53 Beliau berusaha serahkan diri kepada 1:00:55 Allah. Nah, itulah yang pelajaran itulah 1:00:59 mengukir seorang Siti Hajar menjadi ibu 1:01:03 yang luar biasa sehingga mampu mendidik 1:01:05 anaknya sampai segitu rupa. Segitu rupa. 1:01:09 Bahkan ketika bapaknya bermimpi karena 1:01:11 beliau, karena Nabi Ismail kecil ini 1:01:14 tahu bahwa bapaknya itu nabi. Mimpi 1:01:17 seorang nabi adalah wahyu, maka langsung 1:01:19 dia katakan, "Ya abatal, 1:01:22 ya abatal maar, ya abati ifal maar. 1:01:26 Wahai bapakku, lakukanlah apa yang Allah 1:01:28 perintahkan." Nah, itu. Nah, ini hasil 1:01:31 didikan ibu yang salehah. 1:01:34 Makanya kenapa kok Siti Hajar yang 1:01:36 diberi tugas oleh Allah ee Safa dan 1:01:39 Marwah ini untuk mendidik diri beliau 1:01:42 menjadi seorang ibu pilar? Pilar ya. 1:01:46 Sekali lagi saya katakan pilar dalam 1:01:49 rumah tangga itu mendidik anak. 1:01:51 Pilarnya, sandarannya. Nah, didikan itu 1:01:56 terbukti dari sa'i tadi itu ya, safa, 1:01:59 bersih hati dan naik derajatnya di sisi 1:02:02 Allah Marwah. Ya, kurang lebih demikian. 1:02:05 Wallahuam bisab. Wallahuam bawab. 1:02:08 Demikian semoga dapat menjawab. 1:02:12 Ee selanjutnya dari Ibu Asma di Jakarta 1:02:14 Selatan, Ustaz. Asalamualaikum 1:02:16 warahmatullahi wabarakatuh. 1:02:18 Waalaikumsalam warahmatullah. 1:02:19 Ustaz, probabilitas tanpa batas saya 1:02:22 alami, Ustaz. Saya adalah anak petani 1:02:24 dari desa dengan modal ijazah SMP 1:02:28 kemudian ke Jakarta. Alhamdulillah masuk 1:02:30 sebagai PNS. Diberi diberi kesempatan 1:02:34 sekolah SMA S1, S2, S3 dengan biaya 1:02:38 alhamdulillah dari pemerintah full. Saya 1:02:40 sangat bersyukur dan bersyukur sekali 1:02:43 Ustaz ya. Ini Ustaz ee sudah dialami 1:02:47 oleh Ibu Asma, Ustaz. Hm. Pertanyaannya, 1:02:51 Ustaz. Ee 1:02:54 tadi Ustaz menjelaskan tentang tidak 1:02:56 kita tidak layak untuk putus asa kepada 1:02:58 Allah Subhanahu wa taala. Lantas 1:03:00 bagaimana apabila kita sebagai hamba 1:03:03 Allah yang sudah putus asa, apakah masih 1:03:06 layak memohon kepada Allah, Ustaz? Atau 1:03:09 tadi Ustaz sudah sebutkan dengan 1:03:10 syarat-syaratnya, Ustaz? Apa saja, 1:03:12 Ustaz? Jazakumullah khairan kairan. 1:03:15 Iya. 1:03:16 Iya. Ibu Asma yang bertanya ya. Luar 1:03:19 biasa. Memang ee kalau Allah itu kalau 1:03:22 kita bersandar kepada Allah itu maka 1:03:25 tidak ada batasnya. Kalau kita renungi 1:03:27 hidup kita seperti yang Ibu lakukan, 1:03:29 merefleksi lagi ke belakang, kita akan 1:03:31 sadar bahwa semua kebaikan Allah itu 1:03:34 luar biasa. Enggak ada batasnya. Enggak 1:03:36 mungkin kita bisa kalau bukan karena 1:03:38 Allah. Nah, gitu ya. Semua pencapaian 1:03:41 itu bukan karena kita, karena Allah 1:03:43 semuanya itu. 1:03:44 E jadi terus tadi ada pertanyaan, 1:03:47 bagaimana kalau orang sudah terlanjur 1:03:49 putus asa? Putus asa ini dosa besar 1:03:54 karena itu setan yang kerjain. Nah, maka 1:03:57 itu rajin-rajinlah kita membaca surah 1:04:01 Az-Zumar surah 39 1:04:04 ayat ke-53. 1:04:07 Surat Azzumar surah 39 ayat 53. 1:04:11 Kalimat Allah, qul ya ibadialladzina 1:04:15 asrofu ala anfusihim. 1:04:19 Katakanlah 1:04:20 kepada hamba-hambaku yang melampaui 1:04:22 batas terhadap dirinya sendiri. Ya la 1:04:26 taqnatu mirrahmatillah. 1:04:29 Sampaikan kepada mereka, bilangin sama 1:04:32 mereka, jangan putus asa terhadap rahmat 1:04:35 Allah. 1:04:37 Inallah yagfirunuba jamia. Karena Allah 1:04:40 sanggup, Allah mampu mengampuni, 1:04:43 memaafkan semua dosa. Maksudnya dari 1:04:47 manusia pertama, Nabi Adam sampai 1:04:49 manusia terakhir nanti di muka bumi. 1:04:52 Kalau semua dosanya dikumpulin, itu 1:04:54 semua manusia terus minta ampun kepada 1:04:57 Allah, sanggup diampuni oleh Allah 1:04:59 semuanya. E apalagi dosa kesalahan kita 1:05:03 satu orang. 1:05:04 Buru-burulah kembali kepada Allah. 1:05:06 Innahu hual gfurur rahim. Ayat itu 1:05:09 ditutup. Innahu hual gfurur rahim. 1:05:12 Karena karena hanya dialah algfur 1:05:15 arrahim yang maha pengampun dan maha 1:05:18 penyayangnya tanpa batas. Nah, jadi 1:05:22 jangan putus asa. Tidak boleh putus asa 1:05:24 terhadap rahmat Allah. Itu dosa besar. 1:05:26 Itu kerjaannya setan. Setan yang 1:05:28 berusaha membuat kita menjadi putus asa 1:05:31 atas atas rahmat Allah. segera kembali. 1:05:34 Selama masih hidup kita, selama nyawa 1:05:37 kita masih ada di dalam badan ini, ya 1:05:39 sebelum wafat kita, maka selalu akan ada 1:05:42 maaf di sisi Allah, terbuka pintu-pintu 1:05:46 tobat di sisi Allah, asalkan kita mau 1:05:48 datang dan ee apa? bertobat, minta ampun 1:05:52 kepada Allah Subhanahu wa taala. Ya, 1:05:54 demikian kira-kira. Wallahuam BB. 1:05:56 Wallahuam bisab. Demikian, Ibu Asma ee 1:05:59 di Jakarta Selatan. Semoga enggak dapat 1:06:01 mencap. Berarti putus asa itu dosa besar 1:06:03 ya, Ustaz ya? 1:06:04 Dosa besar termasuk dosa besar. 1:06:05 Nauzubillahimzalik. 1:06:07 Baik. Ee kemudian ada 1:06:12 Bapak Pepen Supendi. 1:06:14 Asalamualaikum warahmatullahi 1:06:15 wabarakatuh, Ustaz. 1:06:16 Waalaikumsalam. 1:06:18 Maaf, Ustaz. Alhamdulillah baru 1:06:19 menyimak. Semoga Ustaz dan kurasil sehat 1:06:22 selalu. 1:06:24 Hm. Kemudian 1:06:28 ee dari Bapak Abdullah, Ustaz. 1:06:31 Iya. 1:06:32 Asalamualaikum warahmatullahi 1:06:33 wabarakatuh, Ustaz. 1:06:35 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:06:36 wabarakatuh. Ustaz, izin bertanya, 1:06:38 Ustaz. Ee tentang 1:06:41 ee kalimat tadi Ustaz menyampaikan 1:06:45 kalimat ahlahu, Ustaz. 1:06:47 Eh, 1:06:48 warzuk ahlahu ya, Ustaz? Iya. 1:06:50 Apakah ahlahu di situ maksudnya adalah 1:06:54 ee penduduk Makkah atau semua jemaah 1:06:56 haji, Ustaz? 1:06:58 Iya. 1:06:58 Jazakah I 1:07:01 siapa, Pak? Siapa yang bertanya tadi? 1:07:03 Pak Abdullah, Ustaz. 1:07:04 Pak Abdullah. Menarik sekali, Pak 1:07:06 Abdullah. Jadi memang ada dua penafsiran 1:07:09 mengenai warzuq ahlahu minsamarat manana 1:07:12 minhum billahi wal yaumil akhir itu. 1:07:14 Iya. Yang pertama ee tentu ditafsirkan 1:07:19 sebagai ahlu Makkah, [mendengus] 1:07:22 orang yang ee tinggal di Makkah ya. 1:07:26 Bahkan nanti lagi ada yang mengatakan 1:07:29 itu adalah ee apa? Keluarga Nabi 1:07:33 Ibrahim. Maksudnya keluarga Nabi Ibrahim 1:07:35 itu Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dalam hal 1:07:38 ini ya, dan kemudian Nabi Muhammad ya. 1:07:41 Karena nanti ayat 127-nya 1:07:44 ya rabbana eh waj'alna muslimaini laka 1:07:48 wamin zurriyatina umata muslimatan. Eh 1:07:51 eh maaf 128nya ya. Waarfa Ibrahimul qid 1:07:54 minal baiti wa Ismail. Oh maaf. Iya 1:07:56 betul. 127. Rabbana waj'alna muslimaini 1:07:59 laka. Ya Allah jadikanlah kami berdua 1:08:02 sebagai muslim dan anak keturunan kami. 1:08:04 Nah itu ya. Jadi maksud ee tafsir yang 1:08:07 pertama menunjukkan bahwa ahlul Makkah 1:08:10 wabil khusus adalah Nabi Ibrahim dan ee 1:08:13 cucu-cucu beliau ya dari Nabi Ismail 1:08:16 yakni Nabi Muhammad dan keluarganya. 1:08:19 Tapi ee saya lebih condong kepada 1:08:21 pendapat yang kedua, yakni yang 1:08:23 mengatakan semua orang yang hijjul baiti 1:08:27 h 1:08:27 ee ee itu adalah termasuk ke dalam doa 1:08:31 ini. Sebab kalimatnya tadi dalam surah 1:08:33 ke-22, surah Al-Haj ayat 27. 1:08:37 Waazin finasi bil haj. Panggillah 1:08:40 manusia untuk datang e bilhaj. datang 1:08:44 itu kan ke tempat yang didoakan oleh 1:08:46 Nabi Ibrahim ini maka disebut ahlahu. 1:08:49 Demikian pula pada surah Albaqarah ayat 1:08:52 ke 125 1:08:56 ya kalimatnya begini. Wa ja'alnal baita 1:09:01 matabatan linasi wa amna. Dan ingatlah 1:09:05 ketika kami jadikan Baitullah itu 1:09:07 sebagai matabatan linas berkumpulnya 1:09:10 manusia wa amna dan aman. Nah, kata-kata 1:09:14 aman itulah merupakan bagian doa Nabi 1:09:16 Ibrahim pada ayat 126-nya 1:09:19 ya. Eh 126 ya. Betul tadi 120 eh 4 ya. 1:09:23 124 tadi yang yang apa eh maaf 125 tadi 1:09:28 ya 1:09:37 125 126nya 1:09:42 amina. Ya, itu kata-kata Aminah itu 1:09:45 adalah bentuk doa Nabi Ibrahim yang 1:09:47 dikabulkan keamanan yang ada di di 1:09:50 Baitullah di di tempat maksudnya di 1:09:52 tempat berhaji dan lain sebagainya itu 1:09:55 ah itu untuk semua jemaah haji. Nah, 1:09:57 jadi termas jadi kata-kata ahlahu di 1:10:00 sana ya ee juga berarti kepada seluruh 1:10:04 jemaah yang datang berhaji maupun 1:10:07 berumrah ke tanah suci. Ya, demikian 1:10:10 kira-kira. Wallahuam bis. 1:10:13 B. Masyaallah. 1:10:15 Jawabannya dua-duanya ada ada tafsirnya, 1:10:19 Ustaz. Ya, masyaallah. 1:10:20 Alhamdulillah. Ee demikian Bapak 1:10:23 Abdullah semoga dapat menjawab. Baik, 1:10:25 Ustaz Ikhwan akhwat semua. Alhamdulillah 1:10:28 kita sudah mendengar ilmu yang 1:10:30 disampaikan oleh Ustaz Doni Amir Sagaf. 1:10:34 Ustaz sebagai hikmah dan mana untuk kita 1:10:37 semua Ustaz yang tanpa batas di akhir 1:10:40 tadabur Al-Qur'an ini, Ustaz. Silakan, 1:10:41 Ustaz. 1:10:42 Iya. Jadi, ikhwan akhwat, para pendengar 1:10:45 Radio Silaturahim, para pemirsa Rasil 1:10:47 TV, Allah itu tidak berbatas dan kita 1:10:52 disuruh menjadi hambanya Allah. 1:10:56 Artinya apa? Kita itu adalah hamba dari 1:11:00 yang tidak berbatas. Maka tidak layak 1:11:03 kalau kita berputus asa dalam hidup ini. 1:11:06 Tidak layak kalau kemudian kita merasa 1:11:09 ee tidak apa tidak bersyukur dalam hidup 1:11:14 ini. Sebab Allah itu tak ada tidak ada 1:11:16 batasnya. Tanpa batasnya. Yang penting 1:11:18 kita berdoa, berusaha dan tidak 1:11:22 mengambil wilayah Allah yakni hasil. 1:11:25 Tidak. Yang penting kita bergembira 1:11:27 dalam usaha. Sebagaimana yang 1:11:28 dicontohkan oleh Nabi Ibrahim lalu 1:11:31 dicontohkan oleh istri beliau Bunda 1:11:33 Hajar, dicontohkan pula oleh anak beliau 1:11:35 Nabi Ismail dan dilengkapi disempurnakan 1:11:39 oleh cucu beliau yakni Nabi kita 1:11:41 Muhammad sallallahu 1:11:42 sallallahu alaihi wasallam. 1:11:43 Kurang lebih demikian. Billahi taufik 1:11:45 walhidayah. Wasalamualaikum 1:11:46 warahmatullah wabarakatuh. 1:11:49 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:11:50 wabarakatuh. Masyaallah Ustaz. 1:11:52 Jazakumullah khairan kairan, Ustaz. 1:11:54 ilmunya yang tanpa batas ini. Semoga 1:11:56 dapat ikhwan akhwat amalkan dalam 1:11:59 seluruh kehidupan 1:12:01 yang masih terbuka lebar tanpa batas di 1:12:04 hadapan kita, di masa depan kita, masa 1:12:08 saat ini dan masa besok dan yang akan 1:12:10 datang. Artinya probabilitas tanpa batas 1:12:14 akan ee mendatangi kita semua 1:12:18 insyaallah. Saya Fauzi Ridanul Haq mohon 1:12:21 undur diri, mohon maaf atas segala 1:12:23 khilaf. Kita tutup dengan doa 1:12:25 subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:12:27 alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu 1:12:30 ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi 1:12:32 wabarakatuh.