Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Bismillahirrahmanirrahim. 0:05 [musik] 0:17 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. 0:21 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 0:23 nastain waa umurid dunya waddin wasalatu 0:26 wasalamu ala asrofil iya wal mursalin 0:29 waa alihi wasohbihi ajmain. 0:32 Ashadu alla ilahaillallah wa ashadu anna 0:35 muhammadan abduhu wa rasuluh. Allahumma 0:38 sholli wasallim wabarik ala nabiyana 0:41 muhammadin wa ala alihi wasohbihi 0:43 ajmain. Qallahu taala fil quranil karim. 0:47 Aubillahiminasyaitanirrajim. 0:51 Qolu subhanaka la ilma lana illa ma 0:54 alamtana innaka antal alimul hakim. 0:57 Waqidon qolbisrohli sodri waassirli amri 1:01 wahlul uqdatan m lisani yafqahu qauli 1:04 shodqallahulim. Alhamdulillahirabbil 1:06 alamin. Masih dipancarkan dari Jalan 1:08 Masjid Silaturahim nomor 36 Cibubur 1:11 radio radio silaturahim untuk Islam yang 1:15 satu. Ikhwan akhwat yang dimuliakan 1:17 Allah Subhanahu wa taala. Bagaimana 1:19 kabar Anda di Selasa malam ini? Semoga 1:23 Allah senantiasa memberikan kesehatan, 1:25 kebahagiaan kepada ikhwan akhwat di mana 1:28 pun Anda berada. Senang sekali saya 1:30 Fauzi Rudanul Haq ditemani oleh Neza dan 1:33 juga Yusuf Subangkit dapat kembali 1:36 menemani ikhwan akhwat dalam program 1:39 tadabur Al-Qur'an Selasa tanggal 18 1:44 Syawal 1447 1:47 Hijriah dan juga bertepatan dengan 1:50 tanggal 7 April 2026 bersama guru kita 1:55 almukarram Ustaz Doni Amir Sagaf. 1:58 Alhamdulillah beliau sudah hadir bersama 2:00 kita. Oleh karena itu kita sapa guru 2:02 kita terlebih dahulu. Asalamualaikum 2:04 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 2:06 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:08 wabarakatuh, Kang Fauzzi. 2:11 Sehat, Ustaz? 2:12 Alhamdulillah. Barakallah. 2:14 Alhamdulillahirabbil alamin. Semoga 2:16 kesehatan juga dirasakan oleh ikhwan 2:18 akhwat di mana pun Anda berada. Kami 2:20 doakan selalu dalam keadaan sehat. Ee 2:24 kita bertemu kembali 2:27 edisi setelah 2:30 bulan Ramadan. Baru pertama kali, Ustaz, 2:32 ya? 2:33 Iya. Alhamdulillah. 2:35 Nanti mungkin Ustaz akan menyampaikan 2:38 ee ucapan taqobbal mininkum. Nanti 2:41 sebelumnya izinkan saya memulai dulu. 2:45 Kami saya atas segenap khasil atas 2:50 program tadabur Al-Qur'an memohon 2:55 taqobal minna wainkum minal aidin wal 2:57 faidlu aminantum bil khair. Semoga Allah 3:00 menerima amal ibadah kita di bulan 3:03 Ramadan dan tetap istikamah apa segala 3:08 amal ibadah yang sudah kita laksanakan 3:10 di bulan Ramadan kita istikamah dan 3:12 terus berlanjut sampai bertemu bulan 3:15 Ramadan kembali insyaallah. Baik ikhwan 3:18 akhwat semoga kajiannya dapat menemani 3:21 ikhwan akhwat di malam-malam sebelum 3:26 beristirahat. 3:29 Insyaallah pada malam 3:32 Rabu ini Ustaz Doni akan membahas 3:35 tentang memaafkan orang lain versus 3:40 memaafkan manusia. 3:43 Insyaallah. 3:46 Bagaimana nanti Ustaz Doni akan 3:48 menjelaskan 3:50 perbedaannya antara memaafkan orang lain 3:52 dengan memaafkan manusia apakah sama 3:54 atau berbeda. Ee sebelumnya bagi ikhwan 3:58 akhwat yang ingin berpartisipasi 4:02 dan menyampaikan pertanyaan dapat 4:04 mengirimkan pertanyaan di nomor WhatsApp 4:07 Rasil 0811999720. 4:11 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 4:13 langsung dengan ustaz dapat menghubungi 4:15 di 0218451512. 4:19 Baik ikhwan Ahmad, kita sama-sama 4:22 dengarkan ilmu yang akan disampaikan 4:24 oleh Ustaz Doni tentang memaafkan orang 4:27 lain versus memaafkan manusia. Tafadul 4:30 Ustaz 4:31 ya. Terima kasih Kang Fauzi. 4:34 Bismillahirrahmanirrahim. 4:35 Asalamualaikum warahmatullahi 4:38 wabarakatuh. 4:39 Ikhwan akhwat sekalian, Bapak, Ibu yang 4:42 dirahmati Allah, para pendengar radio 4:45 silaturahim, demikian pula para pemirsa 4:48 Rasil TV di mana pun berada. 4:51 Alhamdulillah segala puji bagi Allah ee 4:55 kita kembali dapat berjumpa lewat udara 4:59 maupun lewat layar di suasana yang masih 5:03 berada di dalam bulan Syawal. 5:06 ee tahun ini dan semoga Allah rida 5:09 kepada kita semua. Semoga amal ibadah 5:12 yang telah kita lakukan selama bulan 5:14 Ramadan diterima oleh Allah subhanahu wa 5:17 taala. Taqobbalallahu minna winkum amin 5:20 wa antum bikhair asallahu ayajalana 5:24 minal aidin wal faizin wal maqbulin. 5:27 Semoga Allah insyaallah menerima amal 5:29 ibadah kita Bapak Ibu semua dan semoga 5:33 insyaallah kita menjadi orang ee yang 5:37 berhari raya kembali kepada keadaan yang 5:40 ee fitrah dan kemudian juga diterima 5:43 segala amal ibadah kita. Selawat dan 5:46 salam mari senantiasa kita sampaikan 5:48 curahkan kepada baginda Nabi Muhammad 5:51 sallallahu alaihi wasallam. Demikian 5:53 pula kepada seluruh keluarga dan 5:55 sahabat-sahabat beliau. Semoga kita 5:57 istikamah dalam belajar, dalam 6:00 mengamalkan, dalam mendakwahkan 6:02 nilai-nilai yang beliau sallallahu 6:04 alaihi wasallam telah ajarkan kepada 6:06 kita semua. 6:09 Para ikhwan akhwat, para pendengar radio 6:11 silaturahim, para pemirsa Rasil TV di 6:13 mana pun berada. 6:16 Ee bahasan kita pada kesempatan malam 6:18 hari ini adalah mentadaburi 6:21 salah satu ciri dari ketakwaan. Ya, jadi 6:26 ketakwaan itu punya berbagai macam ciri. 6:29 Kalau definisinya ada lagi yang yang ee 6:33 mungkin sudah banyak dibahas. Tapi ciri 6:37 malam ini kita membahas cirinya. 6:39 Bagaimana ciri orang yang bertakwa? 6:41 Karena takwa itu memang merupakan 6:44 salah satu tujuan dari Ramadan ya. 6:47 Ramadan kita sudah lalu. Cara satu 6:49 tujuannya adalah takwa ya. Jadi ada 6:52 setidaknya empat tujuan Ramadan. Yang 6:56 pertama adalah takwa. Tadi dalam surah 6:59 ee Albaqarah ayat 183. Sama-sama sudah 7:04 kita ee hafal. Insyaallah familiar 7:07 ayatnya untuk kita. 7:08 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 7:10 Ya ayyuhalladzina amanu kutiba 7:12 alaikumusam kama kutiba alalladina 7:14 minqoblikum la'allakum tattaquun. Satu. 7:18 Kemudian yang kedua, la'allakum 7:21 tasykurun. Nah, 185-nya 7:24 tadi [mendengus] 183 sekarang 185. Di 7:27 ujung ayat 185 itu ya. 7:50 tadi laakum kemudian sekarang laakumun 7:54 sudah dua yang ketiga 186nya 7:58 kalimatnya 8:07 laallahum 8:09 yarsudun [berdehem] 8:10 laakum tattaquun sat laallakum taskurun 8:13 dua laallakum yarsyudun t 8:17 kemudian yang keempat ya yang keempat 8:20 walaupun nanti ketakwaan juga ee apa 8:24 disebutkan dalam 187 ya karena tadi 8:26 sudah disebutkan di 183 tiga. Nah, 8:28 kemudian yang keempat adalah ayat 8:30 188nya. 8:32 Kalimat Allah wulu amwakum bilal 8:37 hukam 8:39 min amwumamun. 8:42 Dan janganlah kalian memakan harta di 8:45 antara sesama kalian dengan cara yang 8:47 batil. Apalagi sampai merekayasa 8:49 membawanya ke hadapan hakim di 8:52 tengah-tengah manusia untuk 8:53 melegitimasi, untuk melegalisasi sesuatu 8:57 yang sebetulnya tidak dibolehkan atau 8:59 haram sementara kalian betul-betul 9:01 mengetahuinya. Nah, jadi setidaknya ada 9:04 empat ya ee evaluasi Ramadan itu sudah 9:08 nyampai apa enggak Ramadan kita itu ya, 9:10 Bapak, Ibu. 9:12 Nah, pada kesempatan malam hari ini, 9:13 ikhwan akhwat, Bapak, Ibu sekalian yang 9:15 dirahmati Allah, akan kita bahas masuk 9:18 lebih khusus mengenai tujuan yang 9:20 pertama tadi. Surah Albaqarah ayat 183. 9:25 Kalimat Allah sering kita dengar ini 9:27 kalimatnya ini yakni laallakum tattaquun 9:30 supaya kalian bertakwa. Definisinya ada 9:33 silakan nanti di mungkin guru-guru kita, 9:36 ustaz-ustaz yang lain juga sudah 9:37 menjelaskan definisinya. Kali ini kita 9:39 akan membahas cirinya. ya cirinya. 9:43 Jadi ciri itu ya berbeda dengan 9:46 definisi. Kalau definisi itu arti atau 9:48 makna, nah ciri itu adalah sesuatu yang 9:51 terlihat yang bisa diukur yang terukur 9:54 ya. Karena ciri itu melekat ya pada diri 9:58 ee seseorang yang disebut memiliki 10:00 ketakwaan ini. Di mana ayatnya? Quran 10:03 surah Ali Imran surah ke-3 ayat 133 10:07 ya dan juga nanti 134. Demikian pula 135 10:12 Bapak Ibu ya. Nah, kalimatnya 10:15 auzubillahiminasyaitanirrajim. 10:17 Silakan kalau mau yang ee ikhwan akhwat 10:20 membuka di apa di ee mushaf 10:24 masing-masing silakan ya. Satu Qur e 10:27 surat surat Ali Imran maksud saya bahok 10:29 jadi belibet nih. Surah Ali Imran surat 10:31 ketig 133 dan 134. 10:35 Kalimat Allah sudah dibuka semua ya. 10:37 Kalau mau buka silakan. 10:38 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 10:41 Wasariu. 10:43 Bersegeralah kalian ila magfiratinikum 10:47 menuju ampunan Allah subhanahu wa taala. 10:50 W jannatin dan juga surga ardu samawati 10:54 wal ard. Yang luasnya seluas langit dan 10:58 bumi. Kita tahu langit tidak ada 10:59 batasnya. Hadirin yang dirahmati Allah. 11:02 Ee kalau bumi terbatas tapi langit itu 11:05 tidak ada batasnya. 11:09 yang akan ditujukan atau diperuntukkan 11:11 bagi orang-orang yang bertakwa. Siapa 11:15 saja mereka atau apa ciri mereka yang 11:17 mereka miliki? Ya, di antara lain 11:20 134-nya, 11:22 alladzina yunfiquuna fisar wadar ya. 11:27 Yakni orang-orang yang tetap berinfak 11:31 baik dia di masa lapang maupun di masa 11:35 sempit. Nah, jadi kita perhatikan 11:37 bagaimana ciri-ciri ketakwaan di ayat 11:40 ini dan ayat 135 itu nanti adalah eh 11:45 kecerdasan emosi. Nah, jadi emotional 11:48 quent istilahnya itu kecerdasan emosi. 11:52 Yang pertama orang yang tetap berinfak 11:55 baik di masa di masa dia lapang maupun 11:57 di masa dia sulit. Ya, kita baca dulu. 12:01 Yang kedua, walim minal giz. Ya, 12:05 alkadzim. Alghaiz itu artinya menelan 12:09 menelan marah ya. Ee atau bahasa lainnya 12:14 menahan ya, menahan marah. Jadi, jadi 12:18 apa artinya menelan itu sebetulnya kalau 12:22 apa kalau Bapak Ibu lihat ketemu orang, 12:26 Bapak Ibu ikhwan akhwat sekalian tidak 12:28 akan tahu dia makan apa siang tadi. Dia 12:32 enggak dia makan apa siang tadi kita 12:33 enggak tahu sebab apa? Sudah dia telan. 12:36 Nah, itu maksudnya alkadzi minal ghaiz 12:39 itu begitu. Menahan marah itu artinya 12:42 tidak lagi nampak, tidak lagi kelihatan. 12:45 Ya, misalkan ada orang heh saya tahan 12:48 lagi tahan marah nih, lagi tahan marah 12:49 nih. Ya, tapi kelihatan gitu ya. Itu 12:52 bukan alkad minal ghaz. Nah, itu jadi 12:55 alkad minal ghais itu seperti orang yang 12:57 memakan sesuatu. Nah, kemudian orang 13:00 lain memang tidak tahu apa yang dia 13:01 makan karena sudah tertelan ya gitu ya. 13:04 Jadi alkadi min alaiz. 13:07 Lalu berikutnya dan ini yang akan 13:08 menjadi eh stressing pembahasan kita. 13:11 Walina aninas. Nah, di sini mohon fokus 13:16 kita di sini 13:18 kalimatnya 13:20 dalam bahasa Arab dalam redaksi 13:23 Al-Qur'annya adalah walina 13:26 aninas 13:28 memaafkan manusia. 13:31 Sayang sekali di dalam cetakan 13:34 terjemahan bahasa Indonesia itu 13:36 diartikan memaafkan kesalahan orang 13:39 orang lain maksudnya 13:42 ya. Padahal cetakan bahasa Arabnya 13:45 walinainas, 13:47 memaafkan manusia. Kalau memaafkan orang 13:51 lain dalam bahasa Arab pasti akan 13:54 jadinya walina misalkan ya anil akin, 13:59 memaafkan orang lain 14:02 gitu. 14:04 Nah, makanya judul kita malam ini 14:06 memaafkan manus memaafkan orang lain 14:09 versus memaafkan manusia sebagai satu 14:11 ciri ketakwaan. Ya, jangan sampai kita 14:14 keliru kalau redaksi bahasa Arab itu 14:17 memang di dalam di dalam 14:21 apa? Terjemahan bahasa Indonesia 14:24 banyak yang keliru ketika diterjemahkan 14:27 ke dalam bahasa Indonesia. Sebelum kita 14:29 masuk lebih lanjut ya kepada ayat ini, 14:31 misalkan ambil contoh yang lain. 14:33 Misalkan 14:35 Quran surah ke-55 surat Ar-Rahman ya 14:38 akrab dengan kita surat ini ada 31 kali 14:42 ayat di situ berulang kalimatnya. 14:45 Fabiayyi alaibikuma 14:47 tukziban. 14:49 Kalau kita buka terjemahan cetakan 14:51 bahasa Indonesia, saya sudah apa? Mek 14:56 menurvei hampir seluruh terjemahan. 14:58 yang beredar gitu diartikan di 15:02 situbayikum 15:04 tukaziban adalah maka nikmat Tuhanmu 15:07 yang mana lagi ya yang kamu dustakan 15:12 gitu. Silakan nanti Bapak Ibu ee atau 15:15 ikhwan akhwat sekalian membuka di 15:17 terjemahannya ya. Kalau ada yang sedang 15:19 pegang silakan buka 31 kali ayat 15:21 berulang dalam surah Arrahman surah 15:24 ke-55 juz yang ke-27. Fabiaybikuma 15:28 tukaziban. Ya, ayatnya di situ 15:30 diterjemahkan, "Maka nikmat Tuhan kalian 15:33 yang eh maka nikmat Tuhanmu yang mana 15:35 yang kamu dustakan?" 15:38 Nah, Ibu akhwat sekalian, Bapak Ibu yang 15:40 dirahmati Allah, kedengarannya 15:43 benar gitu ya ee arti itu, terjemahan 15:46 itu padahal salah dalam terminologi 15:49 bahasa Arabnya. Sehingga kita akan 15:51 kehilangan banyak makna di situ ya. Eh, 15:54 kalimat sesungguhnya dalam bahasa Arab 15:56 adalah fabiayyi alaibbikuma. 15:59 Ya, fabiayyi alaibikuma. 16:02 Kuma itu damir atau kata ganti terhadap 16:06 dua nafar, dua dua ya, dua sosok begitu. 16:13 Nah, jadi seharusnya dalam terjemahan 16:16 kalimatnya adalah maka nikmat Tuhan 16:18 kalian berdua yang mana yang kalian 16:20 berdua dustakan. 16:23 gitu. Jadi kalau nikmat Tuhan kamu yang 16:27 mana yang kamu dustakan seolah-olah satu 16:29 orang, satu nafar gitu. Padahal ee 16:32 maksudnya adalah dua, dua sosok, dua 16:34 nafar. 16:36 Fabiaybikuma 16:38 tukziban gitu ya. Anehnya lagi kalau di 16:41 surat almujadalah nanti surat ke-58-nya 16:44 e Arrahman kan 55 ya. Kalau keel ke 16:48 geser ke-58 awal juz yang ke-28 16:52 ayat yang pertama itu kalimat Allah. 16:54 Kalimat Allah di situ qod samiallahu 16:56 qulati tujadiluka fi zaujiha watasttaqi 17:00 ilallah wallahu yasma tahawurokuma. 17:03 Di situ juga ada damir kuma dan di situ 17:07 diartikan Allah telah mendengar 17:09 percakapan kalian berdua. Kuma berdua. 17:13 Tapi kenapa di arrahman tidak diartikan 17:14 berdua? Nah, itu itu anunya terjemahan 17:17 bahasa Indonesia yang bisa membuat kita 17:21 kehilangan banyak sekali makna yang 17:24 sungguh berharga. 17:26 Nah, begitu juga kalau kita kembalikan 17:28 ciri orang bertakwa 17:30 ayat 134 surat Ali Imran. Walina 17:34 aninas bukan walina anil akin. 17:41 Memaafkan manusia bukan memaafkan orang 17:43 lain. Ya, dampaknya besar ini. Dampaknya 17:47 luar biasa. Saya alhamdulillah ee apa 17:51 pengalaman banyak curhat jemaah gitu ya 17:55 kepada saya ya, Kang Fauzi dan apa 17:58 jemaah sekalian, Bapak, Ibu, Ikhwan 18:00 Akhwat. Banyak orang yang curhat 18:03 sama saya mengatakan bahwa sulit sekali 18:08 bisa memaafkan orang lain. 18:11 Nah, 18:13 kira-kira tuh analoginya 18:16 sudahlah 18:17 sesuatu itu diambil dari kita. umpamanya 18:20 kita dizalimi atau disakiti begitu ya 18:23 lewat perkataan, lewat perbuatan, lewat 18:26 apapunlah 18:28 sudah kita dizalimi, sudah kita 18:29 disakiti, sesuatu seperti diambil dari 18:33 kita. 18:35 Lalu ketika kita disuruh memaafkan dia 18:37 itu kan seolah-olah kita disuruh lagi 18:40 memberikan sesuatu kepada dia gitu. Jadi 18:43 sulit ya, susah untuk memaafkan orang 18:46 lain. 18:48 Karena memang kalimat Qurannya bukan 18:50 begitu, bukan memaafkan orang lain, tapi 18:52 memaafkan manusia. 18:54 Nah, di sini luar biasanya Al-Qur'an 18:57 gitu ya. Maka itu kita akan kehilangan 19:00 banyak ee kemukjizatan Quran kalau dia 19:04 tidak diartikan dengan sebaik 19:06 sebaik-baiknya gitu, dengan 19:08 sebenar-benarnya. Nah, apa saja 19:10 perbedaannya nih? 19:12 Makna dari memaafkan manusia yang tidak 19:15 ada kalau dia memaafkan orang lain 19:17 adalah ada tiga 19:20 yang bisa saya tampilkan. Ada tiga. Yang 19:22 pertama 19:24 dengan kata-kata memaafkan manusia 19:27 bukannya memaafkan orang lain. 19:30 Memberikan keringanan terhadap apa yang 19:34 dikenal dengan reward bias. 19:38 Biasnya reward. gitu. Jadi maksudnya 19:41 begini, orang itu akan sulit memaafkan 19:45 orang lain karena orang yang disuruh 19:50 diminta memaafkan ini berpikir 19:53 seolah-olah dia harus memberikan reward 19:56 kepada orang yang sudah menyakiti dia. 20:00 Ee padahal 20:02 kalau kalimatnya dikembalikan ke Quran 20:04 memaafkan manusia maksudnya adalah 20:08 penerima reward 20:11 atas kemaafan yang kita berikan itu 20:14 bukanlah orang lain. 20:16 Justru kita sendirilah 20:19 justru memaafkan orang lain itu adalah 20:22 cara untuk menghantarkan 20:25 reward yang paling besar kepada diri 20:27 kita. 20:29 gitu. Makanya manusia yang disebut bukan 20:32 orang lain. Tapi Anda, saya ini manusia. 20:35 Saya ini manusia. Ketika saya memaafkan 20:38 sebetulnya itu reward-nya kembali kepada 20:40 saya. 20:42 Nah, makanya jadi mudah memaafkan karena 20:47 tahu bahwa reward-nya itu sebetulnya 20:48 kembali ke kita. Nah, di sini ada 20:51 sedikit gambarannya 20:54 di layar saya tampilkan kemarahan yang 20:57 ter jadi begini, kenapa kok reward-nya 21:00 akan kembali kepada diri orang yang 21:02 memaafkan itu ya? Yaah, tadi hebatnya 21:05 Quran tuh menyebut manusia memaafkan 21:07 manusia bukan memaafkan orang lain. 21:09 Memaafkan manusia 21:11 ya maksudnya kita ini manusia kita 21:14 sendiri itu manusia. 21:16 Ketika kita ketika kita memaafkan orang, 21:18 sebetulnya kita sedang menghantarkan 21:20 hadiah kepada diri kita sendiri. Di 21:22 layar saya tampilkan kemarahan yang 21:25 terpendam adalah sampah yang mengandung 21:29 penyakit. 21:30 Maka dari itu memaafkan kepada orang 21:33 lain sesungguhnya adalah hadiah terbesar 21:37 untuk diri kita sendiri. 21:40 Nah, saya ulangi ya. Jadi memaafkan 21:43 kepada orang lain sesungguhnya adalah 21:46 hadiah terbesar untuk diri kita sendiri. 21:50 Ah itulah sebabnya kalimatnya bukan 21:53 memaafkan orang lain, tapi memaafkan 21:55 manusia. Mengizinkan diri kita 21:58 mendapatkan hadiah untuk diri kita 22:00 sendiri. Karena lepas tadi dendam itu, 22:04 lepas tadi marah itu benefitnya atau 22:07 manfaatnya itu memang luar biasa dan 22:10 untuk diri kita sendiri, 22:13 Bapak, Ibu. Sementara kalau kita tidak 22:15 lakukan, kalau kita tidak memberi 22:19 kemaafan kepada dia, kepada orang yang 22:21 menyakiti itu, ya karena kita rasa kok 22:25 jadi saya harus memberi reward kepada 22:27 dia, sebetulnya yang rugi itu adalah 22:29 diri kita sendiri. 22:31 Nah, yang rugi adalah diri kita dan 22:33 ruginya tidak tanggung-tanggung. Ini 22:36 besar ruginya itu besar. Makanya sekali 22:39 lagi hebatnya hebatnya Quran itu adalah 22:42 mukjizat ini betul-betul luar biasa 22:44 kalimatnya. Bukan memaafkan orang lain, 22:46 tapi memaafkan manusia. Apa saja rugi 22:50 seseorang ketika dia tidak bisa 22:52 memaafkan? Karena sebetulnya kemaafan 22:54 itu adalah kembali kepada dirinya, bukan 22:56 kepada orang itu. Bukan kepada orang 22:58 yang berbuat apa? zalim atau ee apa 23:03 menyakiti dia bukan tapi kepada diri dia 23:05 sendiri. 23:07 Apa ruginya? Ada beberapa nih saya ingin 23:09 tampilkan nanti nanti juga benefitnya 23:11 gitu ya. Yang pertama ini satu 23:14 penelitian yang cukup baru dilakukan ee 23:18 bulan Mei 2024 dirilis atau diterbitkan 23:22 di sebuah lembaga namanya National 23:25 Institute of Health. ya judulnya di situ 23:28 di atau langsung aja nih yang yang 23:31 diberi stabilo di ee saya saya beri apa 23:35 namanya enggak tunjuk kalau di layar 23:38 hasil TV ya. 23:41 Kalimatnya begini recurring feeling of 23:44 anger. Perasaan marah yang berulang. 23:48 Kenapa dia berulang? Karena ada 23:51 kemarahan itu belum selesai, 23:54 belum termaafkan orang lain berbuat 23:58 salah ke kita, kita marah. 24:01 Orang lain yang berbuat, tapi kita yang 24:02 marah. Kemarahan itu tersimpan di dalam 24:04 diri k kita. Makanya recurring, berulang 24:09 ya. Kalau lihat status WA-nya jadi marah 24:12 lagi kita. Kalau lihat status IG-nya 24:16 jadi marah lagi kita gitu. [tertawa] 24:18 Kalau teringat peristiwa itu gitu 24:20 misalkan gitu ya, kita jadi marah lagi. 24:21 Namanya recurring feeling of anger, 24:24 perasaan marah yang berulang. 24:27 Apa dampaknya ini? Kalau tidak buru-buru 24:29 diselesaikan. Kalau tidak buru-buru 24:30 diputuskan atau di dimaafkan begitu 24:33 [mendengus] ya dampaknya resikonya 24:35 kepada kita. Kalimatnya may increase a 24:39 person's risk of developing heart 24:42 disease. 24:43 Meningkatkan resiko orang tersebut tadi 24:46 bukan orang yang berbuat zalimnya bukan. 24:48 Tapi kitanya yang menyimpan marah itu 24:52 meningkat resiko terkena serangan 24:55 jantung 24:57 karena limiting the blood vessel's 24:59 ability to open karena perasaan marah 25:02 tadi eh membatasi kemampuan pembuluh 25:06 jantung untuk membuka. Nah, inilah yang 25:09 dibuktikan oleh research yang dilakukan 25:12 di eh yang dilakukan di apa bulan Mei 25:15 yang diterbitkan ya jurnalnya bulan Mei 25:18 2024 ini di penelitian ini. 25:21 Nah, ini dilakukan oleh ee apa ee 25:25 seorang 25:26 ee peneliti ya apa ee leadernya gitu ya, 25:30 namanya Laur Freatman, Dons. Nah, itu 25:33 ya. Silakan nanti kalau kalau Bapak, Ibu 25:37 ikhwana sekalian ingin membaca lebih 25:39 jauh silakan ya. Ini ini ada apa ee 25:44 penelitiannya dan ini saya tampilkan. 25:47 Jadi kalimatnya begini. 25:50 ee dalam penelitian ini ya ee 25:56 apa namanya partisipan atau apa ee 26:01 relawan gitu ya yang diteliti ini dibagi 26:03 tiga kelompok. 26:04 Kelompok pertama 26:06 itu diminta atau diajak ngobrol 26:11 soal perasaan yang ee soal peristiwa 26:14 yang bikin dia sedih. Nah, jadi kelompok 26:17 pertama kelompok sedih. Lalu sambil 26:20 diajak ngobrol, dirigger sedihnya gitu, 26:22 di diajak ngobrol yang sedih yang bikin 26:25 dia sedih itu semuanya diukur ya. 26:28 Variabel detak jantungnya diukur. 26:30 Kemudian juga ee apa blood flow-nya, 26:33 pembuluh apa ee aliran darahnya diukur 26:35 dan lain sebagainya. tekanan darahnya 26:37 gitu ya diukur. 26:40 Ee kelompok kedua setelah tadi kelompok 26:42 pertama sedih, kelompok kedua ah ini 26:46 diajak ngobrol soal sesuatu yang bikin 26:50 dia marah. Nah, jadi kelompok kedua 26:53 adalah kelompok marah gitu ya. Nah, 26:56 diajak ngobrol gitu. Apa yang kamu 26:58 ingat-ingat deh coba peristiwa yang 27:00 bikin kamu marah? Oh, iya iya saya ingat 27:02 tuh begini begitu. 27:04 waktu sedang terjadi apa dia dia 27:06 mengulang ee memorinya tentang kemarahan 27:09 itu semua juga diukur ya variabel letak 27:13 jantungnya diukur tekanan darahnya 27:15 diukur ya semuanya diukur ya untuk 27:17 mengetahui apa yang terjadi kepada dia. 27:20 Begitu juga satu kelompok lagi ya tidak 27:23 diajak diajak hanya diajak ngobrol 27:26 mengenai hal yang biasa-biasa saja. 27:28 Enggak enggak sedih, enggak marah gitu 27:30 cuman ngobrol-ngobrol ringan. gimana 27:32 kabarnya, gimana ini itu bla bla bla 27:34 gitu ya. Sambil juga diukur sebagai 27:36 control group istilahnya dalam dunia 27:38 penelitian untuk untuk dibandingkan 27:41 nantinya. 27:43 Nah, apa yang terjadi di sini? Saya 27:46 tampilkan di ee layar hasil TV itu the 27:50 researcher found. Oh, ya. Kemudian ee 27:53 apa penelitian ini juga ee apa menunjuk 27:58 kepada menunjuk spesifik kepada ee menit 28:02 ketiga, menit ke-40, menit ke-70, dan 28:05 menit ke-100. Jadi dicatat skornya tuh 28:07 di menit ketiga apa yang terjadi, di 28:09 menit ke-40 apa yang terjadi, di menit 28:11 ke-70 apa yang terjadi, di menit ke-100 28:14 apa yang terjadi? 28:16 Lalu the researcher found para peneliti 28:20 menemukan bahwa 28:22 the the ability of the blood vessels to 28:25 dilate kemampuan pembuluh jantung untuk 28:29 membuka was significantly reduced. Nih 28:33 kalimatnya sangat berkurang. Kemampuan 28:36 pembuluh jantung untuk membuka itu 28:38 sangat berkurang. Among participan in 28:41 the anger group. Nah, ini saya garis 28:43 bawahi di layar hasil TV ini. Jadi, ee 28:47 grup yang dirigger marahnya tadi, dipicu 28:49 marahnya tadi dengan diminta bercerita 28:52 sesuatu yang bikin dia marah itu, itu 28:55 kemampuan pembuluh jantungnya untuk 28:57 membuka itu betul-betul berkurang. 29:00 Compare to those in the control group. 29:03 Jika dibandingkan dengan control group 29:06 tadi yang tidak diminta ngapa-ngapain, 29:09 yang sedih juga berkurang tapi tidak 29:11 seberang yang anger 29:14 gitu. Nah, jadi ee kemampuan pembuluh 29:18 jantungnya, kelompok yang diajak ngobrol 29:21 soal kemarahan gitu ya, yang bikin dia 29:24 marah gitu ya, trigger di dipicu 29:26 kemarahannya itu di kalimatnya this fac 29:30 impairment kelumpuhan atau 29:32 ketidakmampuan pembuluh jantungnya untuk 29:34 membuka tadi itu wastain 29:38 bertahan up to 40 minutes sampai dengan 29:43 40 menit. after the initial recall event 29:47 that trigger the anger itu kemarahan 29:51 kemarahannya terjadi 40 menit yang lalu, 29:54 tapi pembuluh jantungnya tetap tidak 29:56 bisa membuka sampai 40 menit ke depan 29:58 gitu. Jadi, jadi total ada 40 menit ke 30:01 ketidakmampuan pembuluh jantungnya untuk 30:03 dilating untuk membuka. Nah, di situ ee 30:08 inilah yang kemudian 30:10 dalam penelitian ini ya di di 30:12 disimpulkan bahwa terjadinya plak di 30:17 pembuluh jantung atau dikenal dengan 30:19 istilah aterosklerosis 30:21 itu bukan hanya soal kolesterol 30:25 atau lemak yang terkandung di ee aliran 30:29 darah, tetapi lebih disebabkan karena ee 30:33 ee tekanan darah yang tidak stabil saat 30:37 seseorang marah yang membuat tadi 30:40 kemampuan pembuluh jantungnya menjadi 30:43 lemah sehingga dalam aliran darah yang 30:46 membawa kolesterol dan juga lemak tadi 30:49 itu sebesar kemungkinan untuk lengket 30:54 lengket. 30:56 Nah, hadirin yang dirahmati Allah. Jadi 30:59 ini 31:01 membuktikan bahwa [mendengus][terkesiap] 31:05 memaafkan itu bukan untuk orang yang 31:08 dimaafkan benefitnya 31:11 ya. Ini ini hebatnya Quran. Ini hebatnya 31:14 Quran. Ini harus kita catat. Al-Qur'an 31:16 itu mukjizat tuh karena ini ya. Jadi 31:18 Nabi Muhammad dulu kan enggak tahu ini 31:21 ee penelitian ini kan gitu. Tapi 31:24 kalimatnya tuh walina aninas, 31:28 memaafkan manusia. Maksudnya manusia 31:31 yang dapat benefit [berdehem] atas 31:33 kemaafan yang kita berikan kepada 31:35 orang-orang yang berbuat kesalahan ke 31:37 kita bukan untuk dia, tapi untuk kita 31:42 gitu. 31:44 Untuk kita sendiri ya. Sebab apa kalau 31:47 tidak dimaafkan? Ya, hadirin yang 31:50 dirahmati Allah. Bapak, Ibu sekalian, 31:52 para ikhwan akhwat di mana pun ee 31:53 berada, yang rugi itu kita. 31:58 Nah, yang rugi kita sendiri, ya. 40 32:01 menit terjadinya penjempitan pembuluh 32:04 jantung itu tidak murah itu ya. Tidak 32:09 murah. 32:11 Ee makanya 32:14 apa benefitnya ke kita. 32:17 Jadi bu bukan untuk dia gitu. Jadi enak 32:19 aja dia dimaafin sudah berbuat. Ah itu 32:21 kan karena kita tidak mengerti bahwa 32:23 Al-Qur'an mengatakan walina aninas 32:26 memaafkan manusia. Manusia itu maksudnya 32:28 Anda, 32:31 maksudnya kita sendiri. Ee nanti 32:34 benefitnya kepada kita sendiri ya. Jadi 32:37 Bapak Ibu yang dirahmati Allah ini luar 32:39 biasa ya. Eh, 32:43 kalimat yang menarik juga nih di layar 32:45 hasil TV ingin saya tampilkan ya. 32:48 Kalimatnya begini. Ini menurut saya 32:50 menarik sekali. The reasons 32:53 anger negatively affected blood vessel 32:57 function are unclear. 33:01 Jadi mereka pun enggak ngerti. Para 33:02 peneliti ini pun enggak ngerti kenapa 33:04 kok marah. 33:06 itu bisa mempengaruhi 33:08 ee pembuluh jantung senegatif itu gitu. 33:12 Mereka pun enggak ngerti, belum ngerti 33:13 itu. Enggak ngerti mereka. 33:16 Ee gitu. Jadi luar biasa gitu. Kalau 33:19 kalau Al-Qur'an sudah memperingatkan ya 33:23 lewat kalimat tadi walina aninas 33:25 memaafkan manusia. Memaafkan manusia. 33:29 Ya. Jadi bukan memaafkan orang lain, 33:31 tapi memaafkan manusia. Kalau sekali 33:33 lagi kalau maafkan orang lain 33:34 seolah-olah hadiahnya adalah untuk orang 33:36 lain itu padahal untuk diri si yang 33:39 memaafkan tadi. Maka kalimatnya 33:41 memaafkan manusia. Itu yang pertama 33:44 kerugiannya ketika kita tidak mampu 33:47 memaafkan. Padahal sebetulnya ee apa ee 33:52 ee pada ujungnya ya hadiahnya adalah 33:54 untuk kita. Yang kedua, kalau tadi tahun 33:57 2024 penelitian itu, kalau ini tahun 34:00 2009, 2009, bulan April 2009. 34:06 Eh, 34:07 juduljudul penelitiannya begini, Bearing 34:10 Grudge and Physical Health. Apa 34:14 dampaknya memendam 34:16 marah atau dendam? Apa dampaknya 34:19 terhadap kesehatan fisik? Nah, ini luar 34:22 biasa. Jadi nanti apa ada ada 34:28 apa ada hubungannya ada kaitannya dengan 34:31 ee bahaya merokok gitu ya. Kemudian 34:35 kardiovaskular dampak kepada jantung dan 34:38 juga ee 34:41 aler. Aler itu adalah luka di lambung 34:44 ya. Luka di lambung dan usus kecil. Nah, 34:47 ini ya ini penelitiannya saya tampilkan 34:51 di layar hasil TV. 34:54 Jadi ada sebuah lembaga ya, The National 34:57 Commorbity Survey. 34:59 Itu lembaga namanya National Commorbit 35:03 Survey. Jadi dia men-survei 35:08 penyakit-penyakit yang mentrigger 35:11 penyakit yang lebih besar. Namanya 35:12 komorbit. dia jadi penyakit dasar yang 35:15 menter penyakit yang lebih besar gitu 35:16 ya. Diteliti apa saja gitu, apa saja 35:20 yang memberi dampak kepada penyakit yang 35:21 lebih besar gitu kan. Nah, diteliti 35:24 kepada 9.882 35:26 pasien ya 35:29 tahun 2009 ini ya penelitiannya ya. Ah, 35:32 hasilnya luar biasa. Langsung aja kepada 35:35 conclusion-nya ya di bawah ini ya. Ini 35:37 saya beri garis bawah di sini di layar 35:39 hasil TV saya tampilkan. Nah, jadi ada 35:41 macam-macam tuh ya. Jadi ee apa 35:46 setelah dilakukan penelitian sekian 35:48 banyak dan lain sebagainya terjadi 35:50 chronic pain misalkan sakit yang 35:52 terus-menerus gitu, blood pressure-nya 35:55 tinggi, kemudian stamic alure nih tadi 35:58 apa luka di lambung kemudian juga eh apa 36:02 eh headaches atau sakit kepala ya dan 36:06 lain sebagainya. back problem atau ee 36:10 apa tulang belakang gitu ya. Ee 36:12 diabetes, epilepsi, segala macamlah 36:14 banyak gitu ya. Dan ujungnya juga ada 36:17 kanker. Eah apa yang terjadi atau 36:20 konklusinya apa? 36:22 Dia bilang sebut begini. in a population 36:25 based survey. Setelah disurvei sejumlah 36:27 populasi 9.882 orang tadi itu rupanya 36:32 bearing grudge 36:34 menyimpan dendam 36:36 is associated with a history of pain 36:40 disorder. 36:41 Itu erat sekali kaitannya dengan 36:44 timbulnya banyak rasa sakit di tubuh 36:48 itu. Nah, rasa sakit di tubuh. Lalu 36:52 kardiovascular disease, penyakit yang 36:56 kaitannya dengan jantung. Seperti 36:57 penelitian yang tadi 2024 tadi yang 37:00 lebih baru ini kan 2009 ya. Ah, yang 37:03 menarik stamic alcher dan juga luka yang 37:07 ada di lambung atau usus kecil. Eh, 37:11 lambung dan atau usus kecil. 37:14 Nah, jadi stamic aler itu adalah goresan 37:17 luka yang terjadi di lambung ataupun 37:21 usus kecil dan itu memang luar biasa 37:24 dampaknya 37:26 ee istilahnya tidak bisa disembuhkan 37:31 apa dengan sekedar minum obat. Nah, gitu 37:34 ya. Tidak bisa disembuhkan dengan 37:36 sekedar minum obat. Nah, jadi memang 37:38 harus betul-betul terjadi pelepasan 37:40 marah. e bukan dilampiaskan tetapi 37:43 dimaafkan. 37:45 Karena karena kalau terlampiaskan itu 37:47 sebetulnya adalah ee juga masih dalam 37:49 kondisi marah. Ya, kalau orang bilang 37:51 begini, "Tapi saya kalau sudah 37:53 dilampiaskan sudah lega." Sebetulnya 37:55 tidak. Karena dalam proses marah tadi 37:57 itu ya me 38:00 luapkan marah itu tadi sebetulnya 38:03 terjadi ee semua aspek fisikal ini ya. 38:07 Nah, jadi sebetulnya tidak tidak betul 38:09 ya. yang betul adalah memaafkan. Nah, 38:12 jadi saya ulangi ini penting sekali 38:14 kalimatnya stamic aler luka di usus 38:18 kecil ya ee dan juga di lambung. Nah, 38:22 dan atau di lambung dua ya lambung dan 38:24 atau usus kecil ya atau ee apa usus ee 38:29 ada ada namanya lamina terminalis juga 38:31 antara usus kecil dan usus besar itu ada 38:34 sambungan ya di situ lebih krusial lagi 38:37 tuh yang menyambung situ ya. Wah, itu 38:40 dampaknya besar sekali. Bisa terjadi 38:42 tidak bisa buang air besar gitu ya, 38:44 tidak bisa buang angin gitu ya. Padahal 38:47 tidak ada masalah apa-apa, tidak ada 38:49 apa. Karena terjadinya luka di situ. Dan 38:51 itu memang dihasilkan karena bearing 38:54 grudge atau ee menyimpan dendam, 38:57 menyimpan marah. Menyimpan marah. Jadi, 39:00 Bapak Ibu yang dirahmati Allah, ikhwan 39:02 akhwat sekalian, ee keuntungan atau 39:06 benefit dalam memaafkan itu bukan untuk 39:08 orang lain, tapi untuk kita. Maka itu 39:10 sebabnya tapi harus melewati, harus 39:12 memaafkan kepada orang lain. Itu 39:14 sebabnya di dalam Al-Qur'an disebut 39:17 memaafkan manusia. 39:19 Karena kita ini manusia. Kita kita beri 39:21 kemaafan kepada Dia sebetulnya untuk 39:23 kita. Jadi, manusia, memaafkan manusia 39:26 ya. 39:27 Nah, kalau tadi ruginya, ruginya kalau 39:29 tidak memaafkan gitu ya. Nah, sekarang 39:32 benefitnya ya. Benefitnya memaafkan 39:36 ini juga penelitian diterbitkan 39:38 jurnalnya di National Library of 39:40 Medicine. 39:42 Eh, kalau ini tahun 2017 ya diterbitkan 39:45 tahun 2017. Judulnya, judul 39:49 penelitiannya forgiveness, stress and 39:51 health, a five week dynamic parallel 39:55 process study. Jadi studi ini dilakukan 39:58 selama 5 pekan. Nah, ini ya dilakukan 40:01 selama 5 pekan 40:03 kepada 332 40:06 anak-anak muda. Nah, middle age ya usia 40:09 ee ya rentang usianya tuh antara 16 40:14 sampai 79 ya. Tapi ee tentu saja yang 40:18 apa ee rata-rata adalah 27,9 usianya ya 40:22 dari seluruh 332 40:25 orang lirik ya. Nah, apa yang diteliti 40:27 kepada mereka? 40:30 Ee setiap pekan selama 5 pekan 40:34 partisipan ini diminta untuk melaporkan 40:37 kepada para peneliti 40:40 level 40:41 mereka bisa memaafkan ya. Jadi ada 40:44 persoalan apa memaafkannya gimana 40:46 levelnya seperti apa level memaafkannya 40:49 apa. Ada yang memaafkan, memaafkan tapi 40:52 ya setengah-setengah gitu ya atau 40:54 memaafkan sedikit atau apa gitu. Nah, 40:56 itu di ee dilaporkan ya selama selama 5 41:01 pekan itu. Demikian pula dilaporkan juga 41:05 mengenai ee survei apa namanya ee 41:08 kuesioner ee untuk mengetahui tingkat 41:11 stresnya mereka. Jadi dirancang 41:13 kuesioner. Misalkan kuesioner itu kayak 41:16 ee ditanya ya seberapa lancar buang air 41:21 besar? Karena buang air besar itu adalah 41:23 salah satu tanda ee namanya syatic 41:27 nervous system atau sistem saraf ketika 41:30 stres itu salah satunya adalah sembelit 41:33 ya. Jadi orang kalau stres itu salah 41:34 satunya sembelit. Demikian pula salifa 41:37 atau air liur yang ada di mulutnya. 41:40 Kalau orang stres ya memendam marah ya 41:44 cirinya adalah salah satu cirinya adalah 41:47 salifanya berkurang sehingga ee mulutnya 41:50 mudah tergores ya, mudah luka gitu ya, 41:53 mudah luka. Nah, dan lain sebagainya. 41:55 Jadi, jadi dibuat pertanyaan atau ee 41:58 laporan seperti itu, apa yang terjadi 42:00 kepada mereka secara stres dan apa saja 42:03 yang mereka ee kemaafan yang mereka 42:06 berikan kepada orang gitu ya ee di 5 42:09 pekan selama 5 pekan setiap minggu 42:11 dikasih laporannya. 42:14 Lalu ee gejala-gejala itu, gejala-gejala 42:17 fisiknya diperiksa ya mereka diperiksa 42:19 oleh para peneliti ini sebanyak 332 42:22 orang. 42:23 Lalu hasilnya luar biasa ya. Ee hasilnya 42:29 di layar hasil DVD saya tampilkan ya. E 42:32 saya beri garis apa namanya? Nah ini 42:34 gini ya. 42:36 Hasilnya level of forgiveness, stress 42:41 and mental and physical health symptoms 42:45 each show significant change and 42:48 individual variability in change over 42:51 time. Jadi level memaafkan dengan level 42:56 stres dan level mental, kesehatan mental 42:58 dan kesehatan fisik, gejala kesehatan 43:00 mental, kesehatan fisik itu betul-betul 43:03 saling terkait dan menunjukkan perubahan 43:06 yang signifikan. Setiap kali kemaafannya 43:09 naik ya, maka stresnya berkurang. 43:13 Kemaafannya naik, kesehatan mental dan 43:15 fisiknya naik juga. Nah, gitu. and 43:19 individual variability in changer over 43:21 time. 43:23 Jadi, in forgiveness were associated 43:25 with decrease in stress. Ya, ini 43:27 kalimatnya ya. Jadi, semakin tinggi 43:30 level kemaafan semakin berkurang level 43:32 stresnya ya. 43:36 Nah, jadi ee dari 5 pekan itu ya 43:41 sebaliknya gitu juga. Semakin ee sedikit 43:44 level kemaafan, semakin tinggi level 43:47 stresnya, semakin rendah kesehatan fisik 43:50 dan kesehatan ee psikologisnya, 43:53 gejala-gejalanya dibuktikan lewat ee 43:56 apa? pemeriksaan. Nah, gitu. Nah, 44:00 conclusion-nya di sini ya dalam 44:02 penelitian ini. 44:05 This study is the first eh to provide 44:08 perspective longitudinal evidence 44:10 showing that greater forgiveness is 44:13 associated with less stress in turn 44:16 better mental health. Jadi, ini adalah 44:19 studi pertama menurut mereka. Studi 44:20 pertama yang secara longitudinal atau 44:23 secara ee ee apa? panjang gitu karena 44:26 ada 5 pekan membuktikan eh evidence 44:30 evidence eh showing eh menunjukkan bukti 44:33 bahwa semakin tinggi forgiveness 44:36 kemaafan seseorang itu semakin rendah 44:38 stresnya dan kebalikannya nanti ee atau 44:43 bukan kebalikannya dan juga dampaknya 44:45 adalah semakin tinggi kemaafan seseorang 44:47 yang yang orang berikan kepada orang 44:49 lain semakin better mental health eh 44:53 kesehatan mentalnya dan demikian pula 44:55 kesehatan ee fisiknya. Nah, jadi ee apa 45:02 kesehatan fisik, kesehatan mental gitu 45:05 ya sangat terkait dengan kemampuan 45:08 seseorang dalam memaafkan. 45:11 Dia memaafkan. Jadi benefitnya luar 45:13 biasa. Nah, makanya tadi sekali lagi 45:15 yang yang kita kagumi betul itu adalah 45:18 kalimat Al-Qur'an. Ciri orang bertakwa 45:21 itu walinainas. 45:24 Memaafkan manusia bukan memaafkan orang 45:26 lain. Karena benefitnya buat kita. 45:28 Sebaliknya kalau tidak memaafkan 45:30 kerugiannya pun buat kita. Itu sebabnya 45:33 ada tiga apa? Ada tiga kali gitu ya. 45:36 Ttok ya. Ttok. Pertama kita seolah-olah 45:39 memberi kemaafan kepada dia. Tapi 45:41 sebetulnya dengan begitu kita sedang 45:43 melepaskan segala bentuk beban tadi itu 45:46 ya. kerusakan ee lambung, kemudian juga 45:50 usus kecil, kerusakan jantung, 45:52 aterosklerosis, dan lain sebagainya itu 45:54 kita lepaskan ya sambil sekaligus ee 45:57 meningkatkan kesehatan fisik dan mental 45:59 kita. Jadi sebetulnya kita yang 46:01 memaafkan ini maka itu kalimatnya walina 46:04 aninas. Ini yang pertama. 46:06 Ini namanya reward bias ya. Bias reward. 46:10 Orang sulit memaafkan karena dia 46:12 berpikir dia sedang harus memberi, dia 46:14 dipaksa untuk memberikan suatu reward 46:17 kepada orang yang sudah menyakiti dia. 46:19 Padahal sebetulnya reward-nya adalah 46:21 kembali kepada dirinya sendiri. Nah, 46:23 [mendengus] kalau memaafkan orang lain 46:25 sulit tuh ya. Maka itu kalimat Allah 46:28 memaafkan manusia. Nomor dua, 46:32 memaafkan manusia 46:34 itu 46:36 maksudnya luar biasa. Karena 46:39 tidak ada sebetulnya manusia yang 46:43 aslinya jahat itu enggak ada. 46:46 Nah, ini oleh karenanya kita bisa 46:49 memaafkan manusia, manusianya yang kita 46:52 maafkan. Nah, ini yang terjadi kepada 46:53 Nabi Yusuf. 46:55 Nabi Yusuf Alaih Salam itu di surat 12, 46:58 Bapak, Ibu nanti kalau ikhwan akhwat mau 47:00 lihat silakan. Surah 12 surat Yusuf. 47:03 Sejak awal ketika beliau mimpi ya, 47:07 beliau melihat ya Bu, ada juga sebagian 47:09 mufasir mengatakan tidak dimimpi itu 47:11 karena kalimatnya ee apa? Bukan fil 47:14 manam gitu. Sebagaimana Nabi Ibrahim ini 47:18 arail manam. Demikian pula Nabi Muhammad 47:20 ketika perang Badar juga diperlihatkan 47:23 dalam mimpi. Izurikahumullahu fi 47:26 manamika gitu ya. Tapi Nabi Yusuf ini 47:28 tidak. 47:30 Nah, tapi bahasan kita tidak sampai 47:32 sejauh itu ya. Pada ayat keempatnya itu 47:35 surat Yusuf itu kalimatnya 47:39 Yusuf abati inni roitu ahada asar 47:42 kaukaban wasamsa walqar roituhum 47:46 liidin. Ketika Nabi Yusuf berkata kepada 47:49 bapaknya, "Wahai bapakku, aku melihat 11 47:53 bintang melihat bulan dan matahari 47:55 bersujud kepadaku." Nah, apa kata Nabi 47:58 Yaakub, bapak Nabi Yusuf pada ayat 48:01 kelimanya? Eh ya bunya lausaka 48:07 ikhwatika. 48:10 Wahai anakku sayang, jangan kamu 48:13 ceritakan apa yang kamu lihat ini kepada 48:17 abang-abangmu. 48:18 Nanti mereka akan mencelakai kamu, akan 48:21 membunuh kamu bahkan. Ya. Lalu ujung 48:23 kalimatnya ini yang penting ya. Kalimat 48:26 Nabi Yakub. Innasitana lil insani aduum 48:30 mubin. Itu luar biasa kalimat itu ya. 48:34 Kata Nabi Yakub, kata ayah Nabi Yusuf, 48:37 "Ea, jangan kamu ceritakan mimpimu 48:39 kepada abang-abangmu nanti mereka 48:41 membunuh kamu. Tapi ingatlah, ketahuilah 48:44 bahwa perilaku yang mereka lakukan itu 48:47 kalaupun mereka nanti mencelakai kamu 48:49 adalah karena setan 48:52 menggoda mereka." Initana lil insani 48:54 aduun mubin. Sesungguhnya [mendengus] 48:57 setan itu memang betul-betul adalah 48:59 musuh yang nyata bagi manusia. Jadi, 49:01 Nabi Yakub mengajarkan kepada Nabi Yusuf 49:04 satu exit ya, exit strategi yang luar 49:08 biasa. 49:10 Jadi, kenapa kita sulit memaafkan 49:13 manusia? Karena kita kira manusia itulah 49:17 yang jahat. Dia jahat. Padahal dalam 49:20 kasus Nabi Yusuf ini luar biasa. adik 49:23 kandungnya sendiri walaupun lain ibu nih 49:26 10 orang abangnya Nabi Yusuf ini ya 49:29 membunuh beliau 49:32 cuma qadarullahnya tidak wafat Nabi 49:34 Yusuf ini. Ya cerita Allah qadarullah 49:37 itu Allah tuh ee 49:40 apa belum menakdirkan kematian kepada 49:42 Nabi Yusuf kan gitu. Nah lalu apa yang 49:47 terjadi di kemudian hari? Nabi Yusuf 49:50 berhasil memaafkan abang-abangnya. 49:52 Nah, berhasil memaafkan abang-abangnya 49:54 itu dengan luar biasa, gilang gemilang 49:57 ya beliau itu dahsyat sekali bisa beliau 50:00 memaafkan abang-abangnya itu. Salah 50:01 satunya adalah karena sejak awal sudah 50:05 ditanamkan oleh ayahanda beliau, Nabi 50:08 Yakub bahwa tidak ada sebetulnya manusia 50:11 itu yang aslinya jahat tuh enggak ada. 50:14 Innitana lil insani adu mubin. Itu 50:16 kalimat penting. Eh, innya linsani aduun 50:20 mubin. Nanti di ayat 92 surat Yusuf ini 50:25 kita perhatikan di situ kalimatnya. Nabi 50:27 Yusuf mengatakan kepada abang-abangnya 50:29 setelah sekian lama itu sampai ee apa 50:33 masa remaja habis sampai dewasa beliau 50:36 sampai ee akhirnya beliau jadi orang 50:40 besar gitu. 50:41 giliran abang-abangnya butuh bantuan 50:43 beliau. Abang-abangnya kemudian datang 50:45 menemui beliau. Apa kata beliau? Apa 50:47 kata Nabi Yusuf kepada abang-abangnya? Q 50:50 la tasriba alaikumul yaum. Ayat 92. Ya q 50:55 la tasriba alikumul yaum. Wahai 50:57 abang-abangku, mulai hari ini sampai 50:59 seterusnya, selama aku hidup, maka tidak 51:02 akan pernah kalian akan mendengar satu 51:05 kalimat pun keluar dari mulut aku untuk 51:08 mengungkit-ngungkit perbuatan yang 51:09 pernah kalian lakukan kepadaku. 51:12 Laribaikumul 51:13 yaum. 51:16 Tidak berhenti sampai di situ. Kata 51:17 Nabi, kata Nabi Yusuf kepada 51:19 abang-abangnya, "Yagfirullahu lakum." 51:21 Saya doakan mudah-mudahan Allah 51:22 mengampuni kalian, abang-abangku. Wahua 51:25 arhamurahimin. Dan jangan putus asa 51:28 abang-abangku karena Allah 51:31 karena Allah menyayangi kalian semua. 51:34 Nah, jadi kemampuan itu, kemampuan yang 51:37 luar biasa itu ada di Nabi Yusuf. Karena 51:40 sejak awal Nabi Yusuf sudah disampaikan 51:43 oleh ayahanda beliau bahwa manusia itu 51:46 aslinya tidak ada yang jahat. Maka itu 51:49 kalimat memaafkan manusia 51:53 pada ayat 134 surat ee Ali Imran ini 51:56 ciri orang bertakwa memaafkan manusia. 51:59 Maafkan dia sebagai manusia yang 52:02 ditunggangi setan, yang digoda iblis, 52:06 yang disesatkan iblis. Nah, tentu saja 52:10 ee kalau perilakunya berkenaan dengan 52:13 hukum yang harus ditegakkan ya tentu 52:15 saja harus ditegakkan begitu ya. Akan 52:17 tetapi kalau kalau bisa dimaafkan ya 52:19 tentu bisa dimaafkan ya artinya misalkan 52:22 apakah kita memaafkan Donald Trump 52:24 misalnya ya tentu saja tidak bisa di 52:28 kalau dia ada yang harus dia 52:29 pertanggungjawabkan ya tentu dia harus 52:31 pertanggungjawabkan gitu ya. Tetapi pada 52:33 hakikatnya manusia itu semua aslinya 52:36 tidak ada yang jahat ya. setanlah yang 52:38 membuat dia hilang ee apa kemanusiaannya 52:42 tadi itu. 52:44 Nah, yang ketiga, kalimat memaafkan 52:47 manusia ini ya juga berarti ada satu 52:52 manusia yang senantiasa harus kita 52:55 maafkan terus-menerus. 52:57 Tidak lain dan tidak bukan adalah diri 52:59 kita sendiri. Nah, memaafkan manusia. 53:03 Maksudnya manusia pertama yang harus 53:05 dimaafkan lebih dulu adalah diri 53:07 sendiri. Orang yang sulit memaafkan 53:09 orang lain itu karena dia tuh sulit juga 53:12 memaafkan dirinya sendiri ya. Sulit juga 53:14 memaafkan dirinya sendiri makanya dia 53:16 sulit memaafkan orang lain. Hadirin yang 53:18 dirahmati Allah. Nah, untuk menutup ini 53:21 ya kita apa ee tampilkan satu penelitian 53:25 lagi diilakukan di ee Ottawa di Ontario 53:30 Kanada. 53:32 Eh, judulnya I forgive myself now I can 53:35 study. Ya, how self forgiveness for 53:39 procrastinating can [berdehem] reduce 53:41 future procrastination. Jadi singkat 53:44 cerita dalam penelitian ini [mendengus] 53:47 anak-anak mahasiswa yang waktu semester 53:50 1 nilainya jelek karena menunda-nunda 53:52 belajar kemudian diteliti 53:56 ada yang berhasil memaafkan diri 53:58 memaafkan kegagalan yang pernah terjadi 54:00 sebelumnya ada yang tidak berhasil masih 54:03 merasa gagal gitu. Nah, rupanya yang 54:06 berhasil memaafkan dirinya itu ya 54:07 sudahlah saya maafkan diri saya karena 54:10 semester lalu terlalu banyak main gitu. 54:13 [berdehem] 54:13 Ee justru mereka itu berhasil belajar 54:15 berikutnya di di apa semester berikutnya 54:19 dan berhasil ee mendapatkan nilai yang 54:21 baik. Yang tidak berhasil memaafkan diri 54:24 masih ada digelayuti rasa bersalah 54:26 justru belajarnya tidak maksimal. 54:29 Nah, sehingga hasilnya pun tidak 54:31 maksimal. Nah, inilah yang sering kita 54:33 temukan. Misalkan orang menikah lalu dia 54:37 bercerai dalam bercerai hidup gitu ya. 54:40 terjadi pertengkaran, terjadi sesuatu 54:43 pecahlah gitu ya. Nah, dia menyalahkan 54:46 dirinya sendiri tuh. Terus dia misalkan 54:48 menikah lagi. Kalau dia belum berhasil 54:51 memaafkan kesalahan atau guilty feeling 54:55 yang terjadi dari pernikahan sebelumnya, 54:57 maka pernikahan kedua itu akan sama 54:59 saja. Ya, tinggal nanti kapan pecah 55:02 laginya enggak tahu atau terjadi sesuatu 55:05 yang sangat tidak baik gitu dan lain 55:07 sebagainya. Pokoknya memaafkan diri 55:09 sendiri itu adalah kunci agar ke masa 55:11 depan lebih baik. Ke masa depan lebih 55:14 baik. Nah, jadi maka itu kalimat Allah 55:16 tadi memaafkan manusia ya, bukan 55:18 memaafkan orang lain. Karena ada satu 55:21 manusia yang jadi prioritas untuk 55:23 dimaafkan yakni diri kita sendiri. Ya, 55:26 sesudah kita bersalah gitu yang telah 55:29 lalu memang ya mari kita bertobat kepada 55:32 Allah. betul-betul memperbaiki diri 55:34 supaya maksimal perbaikan itu 55:36 betul-betul sungguh-sungguh bertobat 55:38 dan beri kesempatan untuk diri kita. 55:41 Nah, beri kesempatan untuk diri kita. 55:43 Bila teringat lagi, tobat lagi kepada 55:45 Allah, lalu beri kesempatan kepada diri 55:46 kita, berbuat baik dan lain sebagainya. 55:48 Kalau kesalahan itu kepada manusia, maka 55:50 buru-buru kita selesaikan kepada 55:52 manusia, Bapak, Ibu ya, hadirin yang 55:54 dirahmati Allah. Nah, jadi inilah 55:56 kira-kira ee apa kurang lebih makna luar 56:00 biasa dari kalimat walina aninas 56:03 memaafkan manusia bukan memaafkan orang 56:06 lain sebagai salah satu ciri ketakwaan 56:08 dari ee surah Ali Imran ayat 134 56:13 ya. Wallahuam bawab. Mungkin ini saja 56:15 yang bisa saya sampaikan. Kembalikan 56:17 kepada e Kang Fauzi. Billahi taufik 56:20 walhidayah. Asalamualaikum 56:21 warahmatullahi wabarakatuh. 56:25 Alhamdulillah. Masyaallah, Ustaz. 56:27 Berarti sudah kita dapatkan ilmunya. 56:30 Ternyata maafkan manusia, Ustaz, ya. 56:32 Bukan maafkan orang lain. Walinainas 56:37 ada di surah Ali Imran ayat 134. 56:41 Masyaallah. Ya, bisa di bisa dibuka 56:45 kembali ikhwan akhwat. Surah Ali Imran 56:48 ayat 134 56:50 untuk judul yang sudah disampaikan oleh 56:54 Ustaz Doni pada malam hari ini tentang 56:58 memaafkan orang lain atau versus maaf 57:02 memaafkan orang lain versus memaafkan 57:05 manusia. E baik ikhwan akhwat 57:08 kita masuk ke sesi kedua untuk 57:13 tanya jawab. 57:17 Ha, 57:19 Ibu 57:21 Ibu Yuli Lestari. 57:23 Heeh. 57:24 Asalamualaikum warahmatullahi 57:25 wabarakatuh, Ustaz. 57:27 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:28 wabarakatuh, Bu Yuli. Ya, silakan. 57:30 Iya, Bu Yuli. Alhamdulillah menyimak, 57:31 Ustaz. Tadabur Al-Qur'an, Ustaz. 57:33 Jazakumullah khairan katsiron. 57:35 Kemudian ada 57:41 juga Ibu 57:44 Ibu Ani Hani Hufaidah. 57:47 Bismillahirrahmanirrahim. 57:49 Alhamdulillah Ustaz menyimak 57:53 tadabur Al-Qur'an di radio melalui 57:55 radio, Ustaz. Kemudian 57:58 ada pertanyaan dari Ibu Aminah, Ustaz. 58:01 Asalamualaikum warahmatullahi 58:03 wabarakatuh. Waalaikumsalam 58:05 warahmatullahi wabarakatuh. 58:09 Hm. Ustaz, izin bertanya, Ustaz. Saya 58:12 pernah ee mendapatkan perkataan yang 58:15 tidak baik di grup ibu-ibu, tapi saya 58:17 tidak merasa bersalah kejadiannya di 58:20 bulan Ramadan. 58:23 Tapi setelah itu dia minta maaf kepada 58:27 saya. 58:28 Namun ee dalam keadaan hati saya adalah 58:32 hati saya dalam keadaan emosi, tapi saya 58:35 memaafkan dia. Nah, bagaimana Ustaz? 58:38 Apakah saya mendapatkan pahala? Kemudian 58:42 bagaimana keadaan 58:44 badan saya atau beban saya di dalam 58:47 badan? Apakah 58:50 saya terpapar 58:53 apa menyempitnya pembulu, jantung dan 58:55 lain-lain, Ustaz. Terima kasih. 58:57 Jazakumullah khairan katsiran. 58:59 Iya, makasih Bu. Siapa tadi yang 59:01 bertanya? 59:01 Ibu Aminah, Ustaz. 59:02 Ibu Aminah ya. Pada Ibu Aminah begini 59:05 aja, Bu. 59:08 Supaya supaya jelas atau supaya yakin 59:12 gitu ya, [mendengus] bahwa Ibu memaafkan 59:16 dan juga benefitnya nanti untuk Ibu, 59:17 saya sarankan 59:20 ibu doakan aja orang itu ya yang yang 59:23 minta maaf kepada Ibu. tadi kan ibu kan 59:26 ee mungkin ragu ya karena saat saat dia 59:28 minta maaf tuh masih ada rasa kesal gitu 59:30 misalkan ya. Nah, sekarang coba ibu 59:32 doakan selama 3 hari berturut-turut 59:36 setelah salat fardu. Ibu doakan dia yang 59:40 terbaik untuk dia dan jangan jangan 59:43 diberitahu kepada orangnya gitu. Jangan 59:45 diberitahu supaya dampaknya nanti 59:48 betul-betul luar biasa kepada ibu. 59:50 Misalkan doakan dia sehat, doakan dia 59:53 wafat husnul khatimah, doakan 59:55 anak-anaknya bisa menjadi penghafal 59:57 Quran, ulama, dan lain sebagainya gitu 1:00:00 ya. Doakan dia bisa umrah selalu gitu. 1:00:05 Doakan dia ya pokoknya semua yang 1:00:07 baiklah. Doakan yang baik semua. Nah, 1:00:11 dengan begitu ibu sedang ee apa ee apa 1:00:15 membersihkan, mempurify, apa memurnikan. 1:00:19 memurnikan ee kemaafan yang ibu berikan 1:00:22 itu kepada dia dan dampaknya nanti 1:00:24 kepada Ibu. Nah, coba lakukan selama 3 1:00:26 hari berturut-turut ee setelah salat 1:00:29 fardu. Ya, kurang lebih demikian Bu. 1:00:33 Demikian, Ibu Amina semoga dapat 1:00:35 menjawab. Baik ikhwan awat, kami akan 1:00:37 segera rehat sejenak tetap di radio 1:00:40 silaturahim dan Rasil TV untuk Islam 1:00:42 yang satu. Terima kasih. 1:00:46 Bismillah. 1:00:48 Bismillahirrahmanirrahim. 1:00:50 [musik] 1:01:01 Radio Silaturahim dan Rasil TV. Saat ini 1:01:04 Anda sedang menyaksikan siaran langsung 1:01:07 program tadabur Al-Qur'an bersama Ustaz 1:01:11 Doni Amir Sagaf. Beliau menyampaikan 1:01:14 tentang 1:01:15 memaafkan orang lain versus memaafkan 1:01:18 manusia. 1:01:20 Baik, Ikhwan. Kita akan melanjutkan 1:01:22 berdiskusi bersama ikhwan akhwat. 1:01:25 Pertanyaan selanjutnya datang dari Bapak 1:01:29 Abdul Abdur Rahim. Asalamualaikum 1:01:33 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:01:34 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01:35 wabarakatuh, Pak Abdul Rahim. Ya, 1:01:37 silakan. 1:01:38 Ustaz, izin bertanya, Ustaz. Tadi ustaz 1:01:40 menyampaikan bahwasanya memaafkan 1:01:43 manusia ini 1:01:45 atau dari kajian tadi ustaz menyampaikan 1:01:48 ada hubungannya dengan bahaya merokok. 1:01:51 Ustaz, 1:01:52 Ustaz bisa dijelaskan tentang bahaya 1:01:53 merokok Ustaz. Terima kasih. 1:01:55 Oh iya iya terima kasih Pak Abdurrahim 1:01:58 tadi ya. Ini saya tampilkan kembali dari 1:02:00 ulang dari awal apa dari pemaparan tadi 1:02:02 ya. Jadi yang dimaksudkan dalam 1:02:05 penelitian itu 1:02:08 adalah ee jadi di penelitian ini 1:02:11 disebutkan 1:02:13 bahwa kerusakan 1:02:15 ee 1:02:18 mendam marah itu juga berkaitan dengan 1:02:22 kerusakan yang sama. Bukan sama sih, ada 1:02:25 kerusakan juga. Jadi ini saya lingk saya 1:02:29 garis bawahi kalimatnya. Ada kerusakan 1:02:31 juga. 1:02:33 yang dialami oleh orang yang merokok 1:02:35 gitu ya. Ya, jadi merokok itu ya jelas 1:02:38 merusak sih. Nah, ini kalimatnya di sini 1:02:41 ya. 1:02:43 Eh, we tested the hypothesis of 14 1:02:47 following medical condition ya. Jadi 1:02:50 diteliti ada 14 kondisi 1:02:54 ee yang sakit gitu ya berdasarkan tadi 1:02:57 ini sebenarnya ee including jadi 1:03:01 orang-orang yang diteliti 9.882 orang 1:03:04 ini 1:03:06 ee gendernya laki-laki dan perempuan 1:03:09 lalu usianya lalu rasnya juga dicampur 1:03:12 berbeda dan juga ada yang merokok dan 1:03:15 tidak merokok gitu ya smoking status. 1:03:17 Nah, itu ya 1:03:19 itu ee di diteliti mereka. Lalu ee 1:03:24 diteliti juga ee nanti akhir ada 14 1:03:28 jenis penyakit yang mereka ee yang 1:03:31 kondisi mereka jadi heart disease gitu, 1:03:34 ee serangan jantung, kemudian high blood 1:03:38 pressure, blood pressure yang tinggi, 1:03:40 kemudian eh asma, diabetes juga apa 1:03:46 kemungkinan kanker, epilepsi dan lain 1:03:48 sebagainya lah tu. Nah, itu rupanya 1:03:51 semua itu ee berkaitan tadi ya ee karena 1:03:57 mendap marah dan juga sebagiannya ada 1:03:59 dampak dari ee merokok ya. Tapi merokok 1:04:03 itu tidak dibahas secara khusus di sini 1:04:07 hanya menjadi salah satu komorbit saja. 1:04:10 Komorbit itu artinya e bawaan ya. Jadi 1:04:13 ee dampak kecil yang eh sesuatu yang 1:04:17 kemudian menghasilkan ee penyakit yang 1:04:20 lebih besar. Nah, kurang lebih begitu 1:04:21 ya. Jadi ee ada hubungannya merokok, 1:04:25 lalu gangguan jantung dan juga ee apa 1:04:30 usus ee luka usus ya. Walaupun ee 1:04:35 dasarnya adalah atau yang lebih besar 1:04:37 adalah tadi ee memendam kemarahan gitu 1:04:40 ya. Jadi komorbitnya atau salah satu 1:04:43 bawaannya adalah karena juga e kebiasaan 1:04:46 merokok. Kurang lebih demikian, Pak 1:04:48 Abdurrahim. 1:04:50 Iya. Demikian Bapak Abdurahim semoga 1:04:53 dapat menjawab apa yang disampaikan oleh 1:04:55 Ustaz Doni. Berikutnya pertanyaan ketiga 1:04:59 dari Ibu Karisa, Ustaz. 1:05:02 Iya. 1:05:02 Asalamualaikum warahmatullahi 1:05:03 wabarakatuh. 1:05:04 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05:06 wabarakatuh, 1:05:06 Ustaz. Alhamdulillah kami menyimak 1:05:08 tausiah tadabur Al-Qur'an, Ustaz. Terima 1:05:11 kasih ilmunya, Ustaz, tentang memaafkan 1:05:13 manusia, Ustaz. 1:05:15 Ustaz, izin bertanya. Ketika kita 1:05:18 berbuat baik kepada seseorang, tetapi 1:05:21 orang tersebut tidak berterima kasih 1:05:23 bahkan menyakitinya, Ustaz, apa 1:05:26 sebaiknya yang harus kita lakukan untuk 1:05:28 sama-sama menjaga kesehatan kita dan 1:05:33 orang yang kita berbuat baik tersebut? 1:05:36 Ustaz bah yang menyakiti tersebut, 1:05:38 Ustaz. Jazakumullah khairan kairan. Iya. 1:05:41 E saya tampilkan lagi ya di layar hasil 1:05:44 TV. Ee ini yang tadi tadi belum sempat 1:05:48 kita tampilkan nih di waktu pemaparan. 1:05:50 Jadi begini, kadang-kadang orang 1:05:52 berpikir, 1:05:54 kadang-kadang kita manusia berpikir 1:05:56 bahwa 1:05:57 kalau persoalan itu selesai, enggak ada 1:06:00 persoalan, kayaknya enak deh hidup kita 1:06:03 gitu ya. Misalkan udah maaf nih orang 1:06:06 sudahudah dimaafin eh tapi gitu lagi 1:06:09 nanti ada orang yang gitu lagi gitu lagi 1:06:10 gitu ya. 1:06:11 Kita kira ya kita kira ini judulnya nih 1:06:14 dalam penelitian ini judulnya gini. Most 1:06:17 people think solving all their problems 1:06:21 will make them happier. Kebanyakan orang 1:06:25 berpikir bahwa kalau masa semua masalah 1:06:28 dia terselesaikan maka dia akan bahagia. 1:06:31 Eh, neuroscience says the opposite 1:06:34 rupanya enggak gitu, justru 1:06:36 kebalikannya. Nah, jadi maksudnya gini 1:06:39 dari penelitian ini ya, ini kalimatnya 1:06:43 ini di di neuroglob ya. Jadi neuroglob 1:06:46 itu adalah satu apa juga apa penelitian 1:06:50 gitu, lembaga penelitian. Silakan nanti 1:06:52 kalau ikhwan akhwat ingin ee baca lebih 1:06:54 jauh silakan bisa ketik juga di AI atau 1:06:56 di eh internet ya. Neuroscience Show. 1:07:01 Your brain does not reward the absence 1:07:03 of problem. Jadi, otak kita tuh reward 1:07:08 kepada otak tuh bukan karena enggak ada 1:07:09 masalah, 1:07:11 tapi karena kita tapi justru kita dapat 1:07:15 reward setelah kita bisa beradaptasi 1:07:17 dengan masalah itu. Nah, jadi 1:07:21 ee pertanyaan Ibu tadi mewakili 1:07:24 kebanyakan orang termasuk juga mungkin 1:07:26 saya. Kenapa ya kok masalah tuh tetap 1:07:29 ada aja? Tetap ada aja orang yang 1:07:32 berbuat enggak enak. Tetap ada aja orang 1:07:34 yang ee apa enggak tahu diri. Udah 1:07:37 dimaafin tapi begitu lagi. Jawabannya 1:07:39 adalah supaya otak kita terus bisa 1:07:42 mendapatkan reward dalam memaafkan. 1:07:46 Kalau semua orang baik gitu, otak kita 1:07:50 kehilangan reward. Karena sebetulnya 1:07:52 reward yang di didapat otak itu bukan 1:07:55 karena enggak ada masalah, tapi karena 1:07:57 berhasil ee beradaptasi dengan masalah 1:08:00 itu. Ee 1:08:02 jadi ee begitu masalahnya habis, 1:08:07 [tertawa] 1:08:08 otak kita mati nanti. 1:08:10 Gitu, Ustaz. 1:08:11 Iya, otak kita mati nanti. Enggak ada 1:08:13 lagi ya cara kita dapat reward 1:08:16 gitu nih kalimatnya. Ya. Jadi eh ya 1:08:21 istilahnya dalam dunia neuroscience itu 1:08:24 this is known as previlence 1:08:27 prevalence induced concept ch indus 1:08:30 concept change. Jadi eh privilege yang 1:08:34 kita dapatkan itu bukan karena 1:08:39 mengurangi apa perubahan atau 1:08:43 bukan karena semua itu baik-baik saja, 1:08:45 bukan. Justru karena semua itu tidak 1:08:47 baik-baik saja. Setiap saat kita harus 1:08:49 beradaptasi. Beradaptasi. Saat 1:08:51 beradaptasi itulah kita dapat reward 1:08:54 dalam memaafkan nih, dapat reward. Nanti 1:08:56 orang begitu lagi, memaafkan lagi, dapat 1:08:58 reward lagi. Nanti orang begitu lagi, 1:08:59 maafkan lagi, dapat reward lagi. Kalau 1:09:01 tidak begitu, misalkan kita maafin terus 1:09:03 orangnya beres semua, kita enggak dapat 1:09:06 reward lagi. Otak kita enggak enggak 1:09:08 bisa anu enggak enggak dapat hadiah 1:09:11 lagi. 1:09:11 H 1:09:12 nih. Jadi kalimatnya nih ya saya garis 1:09:14 bawahi di layar Rasil TV nih. Penting 1:09:17 ini Bapak, Ibu. Nah, nih ya. Saya beri 1:09:20 tanda panah. 1:09:23 Remove friction completely. 1:09:26 and stimulation dropah 1:09:29 [erangan] 1:09:30 motivation f engagement declines and 1:09:34 even trivial inconvenience begin to feel 1:09:37 this eh proportionately significant jadi 1:09:41 menghilangkan friksi dalam hidup ini apa 1:09:45 menghilangkan perbedaan menghilangkan 1:09:47 permasalahan gitu secara completely itu 1:09:50 membuat stimulasi otak tuh drop 1:09:54 membuat motivasi itu hilang membuat 1:09:56 engagement itu apa ee apa keny apa ke ke 1:10:02 enak enaknya tuh jadi enggak ada 1:10:03 declining. Nah, nanti ujungnya hal-hal 1:10:06 yang remeh pun akan menjadi sesuatu yang 1:10:09 sangat ee apa sangat ee apa namanya? 1:10:13 menakutkan atau sangat tidak enak gitu. 1:10:15 Padahal awalnya enak. Nah, gitu. Jadi 1:10:19 menjawab pertanyaan Ibu dan juga kita 1:10:22 semua. Kenapa sih? Gimana sih orang tuh 1:10:25 kok dimaafin tapi begitu lagi? Dmaafin 1:10:27 kok begitu lagi? Ya memang itulah yang 1:10:29 otak kita butuhkan. 1:10:31 Nah, justru kita harusnya senang. 1:10:33 Sunatullah, Ustaz. [mendengus] 1:10:35 Sunatullah. Itulah itulah bagaimana cara 1:10:38 itulah cara Allah ya untuk memberikan 1:10:40 asupan ee pahala dopamin gitu juga ya. 1:10:45 Dopamin itu kan hormon ketika kita 1:10:47 berhasil ya beradaptasi dengan kesulitan 1:10:52 ee dengan memaafkan itu tadi ya justru 1:10:55 justru apa kita butuhkan itu ujian gitu 1:10:59 ya ujian itu kita butuhkan bukan sesuatu 1:11:01 yang jangan dianggap sebagai sesuatu 1:11:03 yang enggak enak. Kalau dianggap sebagai 1:11:05 sesuatu yang enggak enak kita jadi anti 1:11:08 nanti itu kita jadi bingung kenapa orang 1:11:10 begini lagi ya? Kenapa begini lagi ya? 1:11:12 Gitu. kita bahkan bisa jadi putus asa, 1:11:14 ah percuma maafin orang entar juga dia 1:11:16 gitu lagi. Nah, itu padahal justru 1:11:18 itulah dia kegunaan untuk menstimulus 1:11:22 terus otak kita itu supaya tetap bekerja 1:11:25 dengan baik. 1:11:27 Ee kurang lebih demikian. Wallahuam. 1:11:31 Wallahuam bisa. Demikian Ibu Karisa 1:11:33 semua dapat menjawab. Seperti imun ya, 1:11:36 Ustaz? Ya, 1:11:37 seperti imun. Seperti 1:11:39 kekebalan tubuh ya. 1:11:42 Baik, demikian ikhwan akhwat. Baik Ustaz 1:11:45 sebagai penutup Ustaz tafadol Ustaz. 1:11:50 Iya. Jadi, Bapak Ibu yang dirahmati 1:11:51 Allah, ikhwan-akhwat sekalian, para 1:11:53 pendengar Radio Silaturahim, para 1:11:55 pemirsa Rasil TV di mana pun berada. 1:11:57 Al-Qur'an ini memang luar biasa mukjizat 1:12:00 kepada kita. Ee tapi memang harus kita 1:12:04 perhatikan ee lebih detail. Salah 1:12:06 satunya adalah memaafkan manusia bukan 1:12:09 memaafkan orang lain. Benefitnya 1:12:11 ternyata luar biasa untuk kita dan 1:12:14 ruginya pun luar biasa kalau kita tidak 1:12:16 lakukan. Ya, mudah-mudahan ini adalah 1:12:19 betul-betul ciri ketakwaan yang berhasil 1:12:21 kita bawa ya sebagai-oleh 1:12:24 hadiah dari Ramadan kita 1447 1:12:28 Hijriah ini. Dan kita pakai selama ee 1:12:32 apa? setelah Ramadan ini sampai 1:12:34 insyaallah bertemu Ramadan lagi. 1:12:36 Kalaupun tidak bertemu Ramadan lagi, 1:12:38 maka mudah-mudahan sudah memberikan 1:12:40 manfaat bagi kita sehingga kita ee 1:12:43 bersiap dengan amal kebaikan ya keridaan 1:12:47 untuk pulang kembali ke sisi Allah 1:12:48 Subhanahu wa taala. Wallahuam bisab. 1:12:51 Billahi taufik walhidayah. 1:12:52 Asalamualaikum warahmatullah 1:12:54 wabarakatuh. 1:12:55 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:12:56 wabarakatuh. Jazakumullah khairan 1:12:58 kairan, Ustaz ilmunya yang sudah 1:12:59 disampaikan. Semoga ikhwan akhwat 1:13:02 mendapatkan maf manfaat apa yang sudah 1:13:05 disampaikan oleh Ustaz Doni Amir Sagaf 1:13:08 tentang memaafkan manusia dan karena 1:13:11 keuntungannya benefitnya untuk kita 1:13:14 sendiri sebagai manusia. Saya Fauzi 1:13:17 Radul haqq mohon undur diri mohon maaf 1:13:19 atas segala khilaf. Subhanakallahumma 1:13:21 wabihamdika ashadu alla ilahailla anta 1:13:24 astagfiruka wa atubu ilaik. 1:13:25 Asalamualaikum warahmatullahi 1:13:27 wabarakatuh.