Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Bismillahirrahmanirrahim. 0:03 [musik] 0:13 Bismillahirrahmanirrahim. 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. 0:19 Waalaikumsalam. 0:21 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 0:23 nastain wa ala umurid dunya waddin 0:26 wasalatu wasalam ala asrofili iya wal 0:29 mursalin waa alihi wasohbihi ajmain. 0:32 Ashadu alla ilahaillallah wa ashadu anna 0:35 muhammadan abduhu wa rasuluh. Allahumma 0:37 sholli wasallim wabarik ala nabiyana 0:40 muhammadin wa ala alihi wasohbihi 0:42 ajmain. 0:44 Qallahu taala fil quranil karim. Q 0:47 rbisrohli sodri waassirli amri wahlul 0:51 uqdatan min lisani yafqohu qauli. 0:53 Sadaqallahulim. 0:55 Alhamdulillahi rabbil alamin. Masih 0:56 dipancarkan dari Jalan Masjid 0:58 Silaturahim nomor 36 Cibubur, Bekasi, 1:02 radio silaturahim dan Rasil TV untuk 1:04 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 1:06 dimuliakan Allah subhanahu wa taala, 1:08 bagaimana kabar Anda di hari Selasa 1:11 malam Rabu ini? Semoga selalu dalam 1:14 keadaan sehat walafiat. Senang sekali 1:16 saya Fauzi Ridwanul Haq ditemani oleh 1:20 Eza dan juga Yusuf Subangkit dapat 1:23 kembali menemani ikhwan akhwat dalam 1:25 program tadabur Al-Qur'an edisi 25 Rajab 1:30 1447 1:32 Hijriah dan juga bertepatan dengan 1:35 tanggal 13 Januari 1:38 2026 bersama guru kita almukarram Ustaz 1:42 Doni Amir Sagaf. Alhamdulillah beliau 1:44 sudah hadir bersama kita. 1:46 Kita sapa guru kita terlebih dahulu. 1:48 Asalamualaikum warahmatullahi 1:49 wabarakatuh, Ustaz. 1:51 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:52 wabarakatuh. 1:54 Kabarnya sehat, Ustaz? 1:55 Alhamdulillah. 1:57 Sudah lama tidak jumpa, Ustaz. 1:59 Iya. Masyaallah. Barokah. Mudah-mudahan 2:01 Allah rida kepada perjumpaan kita malam 2:04 hari ini. Insyaallah. 2:04 Amin. Amin. Insyaallah. Dan juga kami 2:06 doakan semoga ikhwan akhwat di mana pun 2:09 Anda berada, kami doakan semoga Allah 2:11 memberikan kesehatan 2:13 dan keberkahan dalam setiap langkah dan 2:16 ibadahnya. Amin ya rabbal alamin. 2:20 Baik ikhwan akhwat. Insyaallah 2:23 Ustaz Doni pada malam ini akan 2:26 menjelaskan 2:28 tentang jenis-jenis penyesalan manusia 2:32 setelah kematian. Nah, ini mungkin 2:36 sebagian dari para ikhwan akhwat sudah 2:42 mungkin udah sumurnya sudah di atas 50 2:45 ke atas. Oleh karena itu, ini sangat 2:47 penting sekali untuk mempersiapkan bekal 2:50 kita supaya kita terhindar dari 2:53 jenis-jenis penyelesai penyesalan yang 2:55 akan disampaikan oleh Ustaz Dani. 2:59 Namunnya bagi sebelumnya bagi ikwan Awat 3:02 yang ingin berpartisipasi dan ingin 3:03 bertanya dapat mengirimkan di nomor 3:07 WhatsApp Rasil 0813 3:10 1 0811999720. 3:15 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 3:17 langsung dengan ustaz dapat menghubungi 3:19 di 0218451512. 3:24 Mari kita simak dan dengarkan ilmu yang 3:27 akan disampaikan oleh Ustaz Doni tentang 3:30 jenis-jenis penyesalan manusia setelah 3:33 kematian. Tafadul Ustaz. 3:35 Baik, terima kasih Kang Fauzi. Ikhwan 3:38 akhwat ee para pendengar radio 3:41 silaturahim dan para pemirsa Rasil TV di 3:44 mana pun berada. 3:44 Bismillahirrahmanirrahim. 3:47 Asalamualaikum warahmatullahi 3:49 wabarakatuh. 3:52 Alhamdulillah 3:54 Alhamdulillahilladzi 3:56 anzal sakinata fi qulubil mukminin 3:59 liydadu imanan ma imanihim 4:03 walillahi junudusamawati wal ard wallahu 4:08 aliman hakim wasatu wasalam ala 4:11 alahmatanil 4:13 alamin asrofal anbiya wal mursalin waa 4:18 alihi wasobihi ajma 4:23 Ikhwan akhwat, para pendengar Radio 4:26 Silaturahim, para pemirsa Rasil TV di 4:28 mana pun berada. Alhamdulillah segala 4:31 puji bagi Allah pada kesempatan malam 4:34 hari ini kita kembali bisa bersambung ee 4:38 layar ya dan juga suara. 4:42 Semoga Allah rida kepada kita semua dan 4:44 insyaallah ee ee beberapa ayat-ayat 4:46 Al-Qur'an yang akan kita tadaburi nanti 4:49 insyaallah juga ee menjadi keberkahan, 4:53 menjadi pintu keridaan Allah Subhanahu 4:55 wa taala dan menjadi insyaallah ee 4:58 penghapus dosa-dosa kita ya. 5:10 Oh, kita semakin 5:12 ee 5:14 siap ya untuk kembali ke sisi Allah 5:16 Subhanahu wa taala dalam keadaan yang 5:18 bahagia, dalam keadaan yang ee 5:21 bergembira atau nama lainnya adalah 5:24 husnul khatimah. 5:26 Selawat dan salam mari senantiasa kita 5:29 sampaikan curahkan kepada baginda Nabi 5:31 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 5:34 Demikian pula kepada seluruh keluarga 5:36 dan sahabat-sahabat beliau. Allahumma 5:39 sholli wasallim wabarik alaih wa ala 5:42 alihi wasohbihi ajmain. Semoga kita pun 5:46 para umat beliau sallallahu alaihi 5:49 wasallam terikut, termasuk dalam selawat 5:53 itu. Dan mudah-mudahan kita tetap 5:56 istikamah dalam ee mempelajari, 5:59 mengamalkan, mendakwahkan, dan 6:01 memperjuangkan nilai-nilai yang beliau 6:04 sallallahu alaihi wasallam telah 6:05 tinggalkan untuk hidup kita di atas 6:08 dunia ini. 6:10 Bapak, Ibu yang dirahmati Allah, para 6:11 pendengar ee radio silaturahim, para 6:14 pemirsa Rasil TV di mana pun berada. 6:18 Al-Qur'an ya betul-betul memang adalah 6:22 ee 6:24 panduan hidup kita dan cara Al-Qur'an 6:28 membimbing kita, cara Allah membimbing 6:30 kita lewat Al-Qur'an itu luar biasa. 6:34 Salah satunya adalah melalui kisah. 6:38 Jadi tasawur atau penggambaran 6:42 yang Allah berikan kepada kita dalam 6:44 Al-Qur'an itu betul-betul detail 6:49 memperlihatkan suasananya, 6:52 menggambarkan kepada kita suasana yang 6:54 terjadi dalam berbagai kisah itu 6:57 suasananya. kemudian menggambarkan lewat 7:00 kata-kata itu tergambar bagaimana 7:03 disebutkan penyesalan, bagaimana 7:05 disebutkan apa ee ee histerisnya dan 7:10 lain sebagainya. Juga disebutkan di situ 7:13 alasan-alasan 7:15 atau sebab-sebab kenapa seseorang 7:17 begini, kenapa terjadi begitu dan lain 7:19 sebagainya. 7:21 Semua itu tujuannya adalah agar kita 7:24 dapat mengambil pelajaran. Nah, supaya 7:27 kita tidak menjadi seperti yang demikian 7:29 kalau memang ee kisah itu yang 7:32 dikisahkan adalah sesuatu yang ee buruk 7:35 gitu. Dan juga kita bisa mengambil 7:38 pelajaran bagi kalau kemudian kisah itu 7:40 adalah kisah-kisah yang kemudian kita 7:42 bisa ee ambil pelajaran untuk ee 7:45 perbaikan dalam hidup kita, Bapak, Ibu. 7:48 Nah, salah satu kisah yang ada di dalam 7:51 Al-Qur'an adalah mengenai jenis-jenis 7:54 penyesalan manusia nanti setelah wafat. 7:57 Kenapa ini penting untuk kita sampaikan? 8:00 Karena umur 8:02 waktu hidup yang Allah beri kesempatan 8:05 kepada kita menginjak kita sekarang di 8:08 tahun 2026 Bapak Ibu 8:12 ini betul-betul nanti akan berakhir dua 8:16 ya umur kita ini. Apakah akan disesali 8:20 gitu atau akan disyukuri? 8:23 Nah, pilihannya cuma dua, disesali atau 8:27 disyukuri. Begitu. Jadi kita diberi umur 8:32 ini kita bersyukur ya. Akan tetapi apa 8:35 yang harus kita lakukan? Jangan sampai 8:37 masuk kategori yang kita sesali umur itu 8:41 ya kan. Ee 8:44 karena apa? Karena nanti akhirnya ee 8:47 rupanya ee dan dalam umur itu justru 8:50 kita tidak melakukan apa yang mestinya 8:52 kita lakukan. Menyesal ya. Nah, supaya 8:56 tidak sampai seperti itu, justru nanti 8:58 kita bisa mensyukuri umur yang Allah 9:00 beri ini. Maka kita buka Al-Qur'an, kita 9:03 tadaburi Al-Qur'an. Bagaimana kisah yang 9:07 Allah tampilkan di dalam Al-Qur'an 9:10 tentang orang-orang yang menyesali umur 9:12 mereka. Ah, itu ya. Jadi, ada setidaknya 9:16 empat 9:18 ee jenis penyesalan di hari kiamat 9:21 tentang umur yang terbuang, waktu ya 9:24 umur yang terbuang ini. Nah, nanti ee 9:27 tentu mungkin tidak akan selesai satu 9:29 kali ini ya. Kita akan sambung ya supaya 9:33 betul-betul meresap ke dalam diri kita 9:35 dan akhirnya betul-betul bisa menjadi 9:38 panduan kita ya. Jangan sampai kemudian 9:41 kita ee jangan sampai umur kita lewat 9:43 begitu saja. ee terjadi penyesalan Bapak 9:46 Ibu, apa saja penyesalan yang ee 9:50 disampaikan Al-Qur'an kepada kita ya 9:53 Allah sampaikan melalui Quran kepada 9:55 kita. 9:57 Yang pertama Bapak, Ibu ya, Ikhwan 9:59 Akhwat, orang-orang akan menyesali 10:02 umurnya nanti di hari kiamat nanti. 10:06 Karena umur yang Allah beri ya seperti 10:10 kita sekarang ini semestinya dipakai 10:14 untuk zikrullah, 10:16 mengingat Allah. 10:19 Nah, tapi karena tidak dipakai 10:21 zikrullah, mereka menyesal. 10:25 Mengingat Allah itu ternyata tidak se 10:29 tidak se apa? Tidak sesederhana kita 10:33 melakukan ibadah mahdoh gitu ya. Ee 10:37 boleh jadi gerakannya, 10:40 gerakan ibadah mahdhnya kita lakukan 10:42 misalkan salat gitu ya. Tapi kalau 10:45 salatnya tidak sampai zikrullah, nah 10:48 banyak yang terjadi seperti itu. Nah, 10:50 makanya nih 10:53 kita buka malam hari ini supaya 10:55 betul-betul kita tahu dasarnya dari mana 10:57 gitu kan. Sebab ada orang yang salat 11:00 tapi tidak sampai zikrullah salatnya 11:02 itu. Nah, mereka dikategorikan orang 11:05 yang munafik. Nanti kalau Bapak, Ibu, 11:08 ikhwan akhwat buka surah An-Nisa surah 11:11 ke-4 11:12 ayat 11:14 ke 142 11:17 ya, 142 surat An-Nisa itu kalimat Allah. 11:21 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 11:23 Innal munafiqina 11:26 yukunallah 11:28 wahua khuhum. 11:30 Orang-orang munafik itu mengira 11:34 enggak tahu, mengira dia sudah bisa 11:37 menggelabui, menipu Allah. 11:40 Ya, padahal Allah telah membiarkan itu 11:43 semua ya supaya menipu mereka juga. 11:46 Cirinya apa ya? Orang yang tertipu ini 11:50 munafik yukunallaha wahuaum 11:53 wauala. 11:58 Ciri-cirinya mereka yakni apabila mereka 12:01 melakukan salat, mereka melakukannya 12:04 dengan malas. 12:06 Yang kedua, yurunanas. 12:08 Mereka pengin dilihat oleh manusia. Nah, 12:11 yang ketiga nih, wala yazkurunallaha 12:15 illa qolila. 12:18 Ciri mereka juga adalah apabila mereka 12:21 melakukan salat, berdiri salat mereka, 12:24 Bapak, Ibu, ya tidaklah mereka ingat 12:28 kepada Allah kecuali sedikit sekali. Ah, 12:32 gitu. Jadi, orang yang munafik yang 12:36 tidak diterima salatnya itu padahal 12:38 mereka salat gitu ya, gerakan mekanisnya 12:40 dilakukan, tapi dalam salatnya tidaklah 12:44 mereka mengingat Allah kecuali hanya 12:46 sedikit saja. 12:49 Eh, wala yazkurunallah. 12:52 Mereka tidak mengingat Allah. W 12:53 yazkurunallah illa qolila kecuali 12:56 sedikit. 12:58 Nah, ini makanya kita penting untuk 13:01 membuka mentadaburi ini, Bapak, Ibu ya. 13:05 Supaya kita tidak menyesali panjang umur 13:08 diberi oleh Allah. Tapi kalau dalam umur 13:11 panjang itu kita tidak pernah merasakan 13:14 zikrullah, mengingat Allah, merasakan 13:17 getaran gitu, maksudnya ada rasa 13:19 teringat kepada Allah walaupun melakukan 13:22 salat, tapi salatnya hanya menjadi 13:25 gerakan mekanis saja. 13:29 Begitu pula membaca Quran kalau tidak 13:32 sampai masuk rasanya ke dalam hati kita 13:35 zikrullah mengingat Allah. Ya, kita 13:38 khawatir itu hanya gerakan mekanis mulut 13:41 kita saja. Walaupun khatamnya ada gitu, 13:45 tapi tidak sampai masuk kepada 13:47 zikrullah. Sebab zikrullah itulah yang 13:50 disesalkan oleh orang-orang yang sudah 13:53 wafat nantinya. ini ee di surah Fatir, 13:56 surah ke-35 ayat 37. 14:00 Kalimat Allah begini, 14:03 silakan yang mau buka surah Fatir, surah 14:05 35 ya, ayat 37. Ikhwan akhwat, Bapak, 14:09 Ibu di rumah di mana pun berada 14:11 kalimatnya 14:12 auzubillahiminasyaitanirrajim. 14:14 Wahum yastorikhuna fiha. Yastarikhun itu 14:18 artinya histeris. 14:20 Ee apa istilahnya itu ya? ya histeris 14:25 itu teriak-teriak 14:26 ee putus asa 14:30 yastaruna fiha 14:32 iya eh minta pertolongan itu di di hari 14:37 kiamat ini ya setelah wafat eh 14:39 yastarikuna fiha apa yang mereka katakan 14:43 dalam histerisnya itu ya mereka bilang 14:46 rabbana 14:48 akhrijna ya Allah tolong keluarkan kami 14:51 ya minta tolong ya Allah keluarkan kami 14:54 barang sebentar 14:56 untuk apaal shihan 14:59 kunnaal supaya kami bisa berbuat amal 15:03 saleh yang dulu semasa kami di dunia 15:07 lupa atau tidak kami perbuat. Nah, ini 15:12 menyesal mereka ini. Nah, apa yang 15:15 dimaksud amal saleh yang tidak mereka 15:17 perbuat ini, yang ingin mereka lakukan 15:19 ini? Kalimat berikutnya 15:22 dijawab ya oleh Allah Subhanahu wa taala 15:26 lewat malaikatlah. Kira-kira begitu ya 15:28 kalimatnya. Awalam nuamirkum. 15:32 Bukankah kami telah memberi umur panjang 15:36 kepada kalian? Kepadamu kepada kalian. 15:39 Awalam nuirkum. 15:42 Nah, lalu kalimat berikutnya menunjukkan 15:44 harusnya diapain umur itu dipakai buat 15:46 apa harusnya. Ya, awalam nuamirkum 15:50 ma yatazakkaru fihi man tazakkar. 15:55 Yang semestinya dipakai untuk 15:57 yatazakkaru fihi di dalamnya. Di dalam 16:01 umur itu diisi yatazakar 16:05 zikrullah 16:07 man tazakar. Bagi orang-orang yang mau 16:11 yang mau mengingat Allah. Nah, 16:15 jadi mestinya umur kita ini sibuknya 16:18 kita itu adalah untuk mengingat Allah. 16:22 Nah, yang celaka kita adalah kalau kita 16:25 melakukan ibadah tapi ternyata tidak 16:28 dapat zikrullahnya, cuma gerak mekanis 16:31 saja. Ini yang berbahaya. Sebab orang 16:35 yang sudah melakukan gerakan mekanis 16:37 ibadah, dia kira dia pikir sudah 16:40 selesai. 16:43 gitu. Seperti tadi orang munafik salat, 16:45 dia salatnya sampai mati salat dia tuh 16:48 surah 4 An-Nisa tadi ayat 142 ya 16:51 salatnya. Tapi salatnya itu tidak ingat 16:54 Allah kecuali sedikit. Atau dalam surat 16:57 Almaun yang Bapak Ibu insyaallah ikhwan 16:59 akhwat semua sudah familiar, sudah hafal 17:01 kalimatnya itu ya. Aritalladzi yukzibu 17:04 biddinikadzi 17:06 yadulim wahudil 17:09 miskin. Lalu ada kalimat fawailul lil 17:12 musliadzina hum shatihim sahud. 17:18 Neraka wail kecelakaanlah neraka masuk 17:21 neraka wail bagi orang-orang yang salat 17:23 yang dalam salatnya mereka lalai. 17:28 Dia salat tapi lalai. Yang dimaksud 17:31 lalai di situ para mufasir menjelaskan 17:34 lebih lebih apa? lebih condong. Yang 17:36 dimaksud adalah kelalaian batiniah 17:41 dalam salatnya. 17:44 Dalam salatnya, batiniahnya, hadirin. 17:47 Jadi, 17:49 ini memang zikrullah ini adalah perkara 17:52 kalbu 17:53 ya. Perkara kalbu bukan, bukan hanya 17:56 perkara fisik ya. Perkara kalbu. Dari 17:59 mana kita tahunya? Dari ayat 38-nya tadi 18:02 37 ya. Surat Fatir 37 tadi. Sekarang 18:06 surat Fatir 38nya. 18:08 Kalimat Allah begini. Ee tadi kan 18:10 malaikat mengatakan ya eh awalam nuirkum 18:13 maazakaru fi tazakar dan seterusnya. 18:16 Lalu disambung kalimatnya oleh malaikat 18:19 di situ kalimatnya. Innallaha alimu 18:22 gaibis samawati wal ard. Sungguh Allah 18:25 mengetahui semua kegaiban langit dan 18:27 bumi. Ah ujung kalimatnya ni. 18:31 Bizud. 18:34 Allah tahu isi hati dari setiap manusia. 18:40 Nah, maksudnya tadi zikrullah 18:44 ya eatakar 18:46 fi tazakar. Semestinya umur itu dipakai 18:49 untuk zikrullah. Maksudnya berada di 18:52 mana zikrullah itu adalah aktivitas yang 18:57 terjadi di dalam dada alias kalbu. di 19:01 dalam sini rasa. Nah, itu Bapak, Ibu 19:05 rasa innahu alimun bztiudur. Sungguh 19:07 Allah tahu, Allah tahu itu. Nah, ini 19:12 jadi orang-orang akan menyesal itu 19:14 karena di dalam hatinya, di dalam 19:16 dadanya tidak pernah terjadi zikrullah. 19:18 Tidak atau sedikit terjadi zikrullah 19:21 tadi kalimat surah An-Nisa tadi. Wala 19:23 yazkurunallah 19:25 illa qolila. tidaklah mereka ingat Allah 19:28 terutama dalam salatnya itu kecuali 19:30 sedikit sekali. 19:32 Sedikit 19:33 gitu. Tapi gerakan mekanisnya mereka 19:35 lakukan. Nah, ini makanya makanya ini 19:40 adalah perkara kalbu perkara di dalam 19:42 hati, di dalam dada. Ee dalam dada ada 19:45 kalbu alias jantung. Kalau kalau ee 19:49 fisiknya itu ya. Hadirin Bapak Ibu yang 19:51 dirahmati Allah. Nah, jadi innahu alimun 19:54 bizati sudur. Dia tahu apa yang ada di 19:57 dalam dada kalian. Ee makanya 20:02 ee lebih kuat lagi Allah mengatakan 20:04 dalam surah Al-Hadid surah 57 ayat 16 20:10 ya kalimatnya 20:11 azubillahiminasyaitanirrajim 20:14 alam y'ni lilladzina amanu. Perhatikan 20:18 kalimat ini kepada orang beriman. Belum 20:20 datangkah waktunya bagi orang beriman? 20:24 Ah, kalau kita mengaku beriman ini 20:26 berarti ini semua adalah untuk kita 20:29 peringatannya. Ini alam y'ni lilladzina 20:32 amanu. Belum datangkah waktunya bagi 20:35 kalian orang-orang beriman untuk apa? An 20:39 taksya'a qulubuhum. E perhatikan ada 20:42 kalimat qulub jamak dari kata qolbun 20:46 yang yang artinya hati di dalam dada. 20:50 Belum datangkah waktunya bagi kalian 20:52 orang beriman untuk apa? Antaksya 20:55 qulubuhum untuk khusyuk. 20:58 Khasya'ah khusyuk ya ee fokus ada rasa 21:05 getaran di dalam hati. Antyaubuh 21:08 saat apa atau untuk apa? lizikrillah 21:13 ya untuk mengingat Allah zikrullah 21:17 ya termasuk tadi salat gitu ya e wama 21:21 nazala minal haq untuk 21:24 interaksinya dengan Al-Qur'an. 21:28 Nah, 21:29 jadi salat kita 21:32 sebagaimana tadi surat Annisa 142 21:35 semkin tahun 2025 yang lalu kita lakukan 21:38 tentu saja salat itu. Tapi jangan-jangan 21:41 hanya sebatas menggugurkan kewajiban 21:45 tanpa memperhatikan isi zikrullah di 21:49 dalam kalbunya. 21:51 Bapak, Ibu, maka itu sekarang kita punya 21:53 waktu diberi umur panjang sampai 2026. 21:57 Ya, jangan sampai kita menyesali umur 21:59 nanti ini yang diberi ini. Maka ee poin 22:02 pertama atau jenis pertama penyesalan 22:05 manusia nanti adalah ketika dia tidak 22:07 memperhatikan ya kualitas 22:11 zikrullah, mengingat Allahnya ya, bukan 22:15 gerak mekanisnya saja ya. Dalam salat 22:18 itu zikrullah itu kan e akimi salat 22:21 zikri cara cara zikir itu yang tertinggi 22:25 adalah salat dan demikian pula wama 22:28 nazala minal haq ya dalam berinteraksi 22:31 dengan Al-Qur'an. Hadirin yang dirahmati 22:33 Allah ya. Insyaallah nih kalau tidak ada 22:37 ee apa ya insyaallah 22:40 kalau Allah beri umur kita panjang kalau 22:42 Allah beri restu kita, insyaallah 22:44 sebentar lagi kita akan masuk bulan 22:46 Ramadan. Nah, biasanya nanti di Ramadan 22:49 kita berinteraksi lebih intens 22:52 Al-Qur'an. Alhamdulillah. Tapi umur yang 22:56 Allah beri sampai Ramadan tahun depan 22:58 insyaallah itu mari kita tingkatkan 23:01 kualitas interaksi kita dengan 23:03 Al-Qur'an. Bukan hanya interaksi gerakan 23:06 mekanis mulut kita, yakni membaca saja 23:10 tanpa paham itu sudah bagus. Tapi kali 23:13 ini mari kita lanjutkan ya. kita 23:16 berkorban lebih banyak, kita betul-betul 23:19 memberi waktu, memberi ruang bagi diri 23:22 kita sendiri untuk dapat merasakan 23:25 maknanya, isinya. Zikrullahnya dari 23:29 situ. Nah, zikrullahnya dari situ. 23:33 Jadi, khatam satu kali, dua kali tanpa 23:37 mengerti apa yang dibaca silakan 23:39 dilanjut. Tapi jangan jangan hanya 23:41 berhenti di situ saja. kita tambah 23:44 dengan kualitas ya, dengan mengikuti 23:46 pengajian-pengajian 23:48 ee majelis-majelis para ustaz, para 23:50 guru, para asatiz ya yang mengajarkan 23:54 makna dan isi Al-Qur'an tadi itu. 23:56 Kemudian kita resapi, baca pelan-pelan, 24:00 kita maksudkan maknanya. Nah, kita 24:02 tambah interaksi itu selain yang sudah 24:05 ada yang baca tanpa paham tetap kita 24:08 lakukan karena berpahala juga gitu. 24:10 Bapak, Ibu yang dirahmati Allah. Mengisi 24:13 waktu kita dalam ee Ramadan nanti, tapi 24:15 juga kita tambah dengan interaksi QBU, 24:20 interaksi zikrullah di dalamnya. Ah, 24:25 surah Al-Ikhlas insyaallah kita hafal 24:27 semuanya. Pendek suratnya tambahkan 24:30 interaksi QBunya. Baca dia pelan-pelan. 24:33 Qul huwallahu ahad. 24:37 Ah, Allah. Katakanlah dialah Allah yang 24:41 satu gitu. Rasakan itu. Allahus somad. 24:46 Dialah Allah tempat bergantung 24:48 satu-satunya. 24:50 Dalam seluruh isi Quran hanya ada kata 24:52 satu hanya ada satu kali penyebutan 24:55 kata-kata Somad itu. Yaitu hanya pada di 24:59 yang ada di surat Al-Ikhlas itu cuma 25:01 satu. Cuma itu saja. Artinya ingin Allah 25:04 menunjukkan kepada kita hendaklah Allah 25:06 saja yang jadi tempat bergantung di 25:08 hidup kita ini. Allahusad e lam yalid 25:12 walam yulad. Dia tidak memiliki anak dan 25:15 juga tidak dilahirkan sebagai anak 25:16 siapapun ya di awal, di akhir dan 25:19 seterusnya. Lam yalid walam yulad. Nah 25:23 walam yakun lahu kufuwan ahad. Tidak ada 25:25 yang sama, tidak ada yang bisa menyamai 25:27 dia. Nah, artinya kalau ada orang 25:30 menyayangi kita, orang tua kita 25:32 menyayangi kita, artinya apa? Cinta 25:35 Allah kepada kita jauh lebih besar. 25:38 Tidak pandang waktu, tidak pandang 25:40 kesalahan kita. Kalau kita mau bertobat, 25:43 mau ee minta ampun kepada Allah, kembali 25:45 kepada Allah, pasti akan diterima kita. 25:48 Allah itu pasti menyayangi kita tadi. 25:51 Walam yakun lahu kufuwan ahad. 25:55 Kalau anak kita pasti akan lupa kepada 25:57 kita, ada masanya nanti. Begitu juga 25:59 orang tua kita pasti akan lupa juga 26:02 kepada kita, ada masanya nanti. 26:12 Ada surat Abbasah, surah ke-80 di 26:15 penghujung surat akan datang hari ya 26:19 maru min aki. Akan datang hari di mana 26:23 seorang saudara kandung akan lari dari 26:26 saudaranya. Begitu lihat saudara 26:28 kandungnya dia lari. Kenapa? Dia takut 26:30 ya nanti dimintai tolong ya. Yairulin 26:34 akhi wa umhi wa abi. Dia lihat bapak 26:37 ibunya dia lari takut dimintai tolong. 26:40 Nah, anak kita nanti lihat kita, dia 26:42 lari Bapak, Ibu. Nah, itu. Lalu bahkan 26:46 wa umihi wa abih dia lihat eh dia lihat 26:49 orang tuanya dia washibatihi wanih. 26:52 Begitu juga seorang tua yang melihat 26:55 anaknya juga akan lari meninggalkan. Ya, 26:58 seorang istri melihat suaminya dia lari 27:00 dia tinggalkan. Seorang suami melihat 27:02 istrinya juga demikian. Likulliri minhum 27:05 yaumaidzin s'un yugni. setiap orang, 27:08 setiap jiwa pada hari itu memikirkan 27:12 urusan mereka masing-masing. 27:15 Ya, jadi habis cinta manusia itu ee 27:20 cinta siapa yang tidak pernah selesai, 27:22 tidak pernah habis, cinta Allah saja. 27:25 Nah, itu tadi mengandung kalimat, 27:27 mengandung makna itu. Walam yakun lahu 27:30 kufuwan ahad. Tidak ada yang sekufu 27:32 dengan Allah, termasuk dalam mencintai 27:34 kita. 27:36 Amin. 27:37 Hambnya ini ya gitu ya. Termasuk dalam 27:41 memuliakan kita. Walauqad karamna bani 27:44 Adam dalam ee surat ke-17 itu ya sudah 27:48 dimuliakan anak cucu Adam kita semua 27:50 ini. Itu maksudnya lah merasakan semua 27:53 rasa itu namanya zikrullah. 27:56 Dari Al-Qur'an tadi kita zikrullah. 27:58 Demikian pula dalam salat zikrullah juga 28:01 ya, Bapak, Ibu. Nah, makanya ee inilah 28:05 yang disesali oleh manusia nanti. Karena 28:08 waktu berlalu, ibadah hanya jadi gerakan 28:11 mekanis ya. Kitab yang diberikan kepada 28:14 mereka hanya dibaca dengan gerakan 28:15 mekanis. Menyesal. Nah, lanjut 28:17 kalimatnya nih dalam surat 57 ayat 16 28:20 Al-Hadid ini. Alamilladina amanuikrillah 28:26 minal. Belum datangkah waktunya bagi 28:28 kalian wahai orang beriman untuk khusyuk 28:31 tunduk hati kalian, kalbu kalian dalam 28:34 zikrullah kepada Allah, mengingat Allah 28:36 dan juga dalam interaksi kalian dengan 28:38 Al-Qur'an. Wala takunu kalladina utul 28:42 kitaba minqlu fa alaihimul amadu 28:45 faqatlubuhum. 28:50 Dan janganlah kalian menjadi seperti 28:53 orang-orang ahlul kitab terdahulu. 28:56 Mereka diberi kitab. Kemudian pada 28:58 awalnya mereka betul-betul merasakan 29:01 kualitas dari kitab itu. Kemudian fat 29:04 alaihimul amadu. Tapi berlalu masa, 29:07 waktu umur yang Allah berikan panjang 29:11 kepada mereka. Fat alaihimul amadu 29:13 faqosat qulubuhum. Hati mereka menjadi 29:16 keras. 29:18 Tidak lagi terasa ada apa-apanya. Tidak 29:21 lagi ada zikrullahnya. tidak lagi 29:24 merasakan ada getarannya. 29:27 Melakukan ibadah iya, tapi tinggal gerak 29:29 mekanis saja. Membaca Al-Qur'an iya, 29:32 tapi hanya gerak mekanis saja. Sudah 29:35 keras hatinya. Qosat qulubuhum. 29:39 Wakirum minhum fasiquun. Dan kebanyakan 29:42 dari mereka adalah orang-orang yang 29:44 fasik. 29:46 Orang-orang yang fasik itu artinya apa? 29:48 Orang-orang fasik itu artinya dulu 29:51 mereka baik, saleh, tapi kemudian 29:54 berlalu waktu kesalehan itu hilang. 29:56 Artinya rasa zikrullah tadi itu sudah 29:59 tidak ada lagi ya. Tinggal gerakan 30:02 mekanis. Nah, ini ini peringatan Allah 30:05 kepada kita. Kita sekarang diberi kitab 30:08 lewat Nabi kita Muhammad sampai kepada 30:10 kita sekarang sallallahu alaihi 30:11 wasallam. Kemudian kita diberikan juga 30:14 syariat. Tapi semua itu jangan sampai 30:17 tinggal kuantitasnya saja. Jangan sampai 30:21 tinggal gerakan mekanisnya saja. Karena 30:23 sebetulnya yang yang sesungguhnya, yang 30:26 sejatinya dia adalah kekhusyukan, 30:30 zikrullah, merasakan getaran kepada 30:33 Allah subhanahu wa taala. 30:37 Nah, inilah Bapak Ibu yang dirahmati 30:39 Allah ya. Kadang-kadang kita kalau apa 30:41 ya, kalau Bapak, Ibu mungkin di tanah 30:43 suci gitu ya, mendengarkan bacaan salat 30:46 dari imam-imam di Masjidil Haram maupun 30:48 Masjid Nabawi ya, banyak orang ya bilang 30:53 ke saya, "Ustadz ya tadi mendengar saya 30:56 mendengarkan bacaan salat imam gitu kok 30:59 rasanya saya nangis gitu. Padahal saya 31:00 enggak ngerti maknanya gitu ya apa yang 31:03 dibaca." Kenapa itu terjadi? Karena 31:06 beliau imam imam masjid itu imam 31:08 Masjidil Haram atau Masjid Nabawi yang 31:10 membaca itu. Beliau membacanya dengan 31:12 zikrullah. 31:14 Nah, bacanya dengan zikrullah. Teringat 31:17 kepada Allah di situ membacanya. Nah, 31:20 teringat bagaimana kasih sayang Allah 31:22 kepada kita, kepada beliau. Teringat 31:24 bagaimana apa yang sudah Allah janjikan 31:27 gitu. Betapa baiknya Allah memberikan 31:30 semuanya kepada kita, tapi juga 31:32 memberikan ampunan selalu luas 31:36 ampunannya agar kita ini semua bisa 31:38 selamat di dunia dan akhirat dan 31:40 seterusnya. Nah, pelajaran-pelajaran 31:43 yang Allah sampaikan kepada kita nah itu 31:45 teringat zikrullah. Maka itu saat 31:49 beliau-beliau itu membaca Al-Qur'an 31:51 sampai juga kepada kita rasanya, 31:54 kualitas rasanya sampai kepada kita. 31:58 Bapak, Ibu ee ikhwan akhwat sekalian. 32:00 Jadi ee ini ini zikrullah inilah yang 32:04 disesali oleh orang-orang nanti di hari 32:06 kiamat. Nah, 32:09 berikutnya saya ingin masuk sedikit 32:12 lebih apa lebih menjelaskan lagi khusus 32:15 kepada Al-Qur'an ya. Tadi selain itu 32:17 salat ya sebagai zikir juga Al-Qur'an 32:21 ya. Khusus kepada Al-Qur'an. Allah telah 32:24 menegaskan dalam surah Al-Qamar surah 32:27 ke-54 juz yang ke-27 ya. Juz 27 sebelum 32:31 surah Ar-Rahman ya, surat 55 itu ee 32:35 surah 54 ada empat kali ayat ini 32:38 berulang gitu ya. Kalau Arrahman ada 31 32:42 kali ayat berulang. Fabiaybikuma 32:44 tukaziban gitu ya. Kalau dalam surat ee 32:47 apa? almursalat ada 10 kali ayat 32:50 berulang gitu ya. Ya, wailu yaumizil 32:53 mukadzibin. Nah, kalau dalam surat 32:54 Al-Qamar ada empat kali ayat berulang. 32:58 Ayat 17, ayat 22, ayat 32, dan ayat 33:01 40-nya. Kalimatnya begini. Walaqod 33:05 yassarnal qurana lizzikri 33:09 fahal mim muddakir. 33:11 Nah, walaq yassarnal quranaikri. Sungguh 33:16 Al-Qur'an telah kami mudahkan untuk apa? 33:19 Zikir mengingat Allah. Zikrullah walaqad 33:23 yasar quranaikri sebagai pelajaran, 33:26 sebagai peringatan ke dalam ke mana? Ke 33:28 dalam diri. Maka itu kalimatnya ujungnya 33:31 fahal min muddakir. E 33:35 muddakir ini ya. Ee ini kita berhenti 33:38 sebentar di kalimat saya jelaskan 33:39 sedikit mengenai muddakir. Kenapa kok 33:41 muddakir bukan muzakir? Ya tadi padahal 33:45 awalnya walaqad yasarnal qurana lizikri 33:48 ya terus jadi fahal mim muddakir ya 33:51 bukan muzakir. Kenapa demikian? Karena 33:54 muddakir ini itu terambil dari akar kata 34:00 muzakir juga tapi kemudian terkena wazan 34:04 atau terkena tasrif wazan perubahan kata 34:07 namanya ee jenis perubahannya iftiala. 34:11 ifti'ala. Jadi ee akar kata atau asal 34:15 kata muddakir itu adalah muzakir ya. Ya. 34:19 Iftiala dari kata-kata zakar kemudian 34:22 akar katanya ya e sulasi mujarad tiga 34:24 huruf itu zakar. Tapi kemudian ee apa 34:28 tasrifnya wazan tasrifnya adalah 34:30 perubahan kata. Jenis perubahan katanya 34:32 adalah ifti'ala. 34:34 Makanya menjadi muztaqir gitu ya. 34:37 Muztakir 34:39 asal katanya tuh. Tapi karena menyebut 34:42 muztakir itu susah, sulit menjadi 34:45 muddakir. Ya, menjadi muddakir. 34:48 Dilebur huruf zal dan t-nya itu dilebur 34:51 menjadi dal. Jadi muddakir. Nah, ada 34:55 bedanya antara muzakir dengan muztakir 34:59 yang akhirnya menjadi muddakir. Ada 35:01 bedanya. Di mana bedanya? Kalau muzakir 35:05 itu artinya peringatan yang diberikan 35:08 kepada orang lain. Eah itu muzakir ya. 35:12 Makanya dalam surat apa itu alghasiyah 35:15 itu ya. Dalam surat alghasiyah innama 35:17 anta muzakir ya lasta alaihim bimitir 35:20 gitu ya. Muzakir itu artinya pemberi 35:23 peringatan kepada orang lain. 35:25 Tapiqir 35:27 yang akhirnya menjadi muddakir ini ya 35:30 itu artinya peringatan yang disampaikan 35:33 kepada diri sendiri. Itu muddakir. Itu 35:37 muzdakir. 35:39 Kalau muzakir kepada luar tapi kalau 35:42 muddakir kepada dalam diri. Makanya kata 35:45 Allah sudah Allah mudahkan. Walaqad 35:48 yassarnal Quran. Quran ini untuk 35:51 mengambil pelajaran. Tapi yang mudah itu 35:54 adalah kalau pelajarannya dimaksudkan 35:57 untuk ke dalam diri. Muddakir. 36:01 Kalau untuk keluar diri belum tentu 36:02 mudah, belum tentu langsung bisa 36:04 diterima orang, belum tentu orang akan 36:07 mengerti, belum tentu orang akan mau. Ee 36:11 gitu. Maka itu muzakir ya itu muzakir 36:14 itu 36:16 belum tentu mudah. Tapi kalau untuk 36:19 peringatan ke dalam diri diambil sebagai 36:21 peringatan ke dalam diri, sebagai 36:22 zikrullah ke dalam diri itu yang Allah 36:25 mudahkan. 36:27 Walaqad yassaral qurana lizikri fahal 36:30 mim muddakir. Sungguh telah Allah 36:32 mudahkan Al-Qur'an ini untuk menjadi 36:34 zikir pelajaran. Maka adakah orang yang 36:37 mau mengambil pelajaran untuk dirinya? 36:40 Untuk dirinya fahal muddakir. Akhirnya 36:44 ke mana nanti? Karena itu pelajaran ke 36:46 dalam diri. Nah, itulah kualitas 36:49 zikrullah yang berada di dalam kalbu 36:52 tadi. Hadirin yang dirahmati Allah. Nah, 36:56 jadi interaksi dengan Al-Qur'an ini 36:59 kalau memang sudah kita niatkan untuk 37:01 kita cari dia Al-Qur'an itu rasanya 37:06 ya makna rasanya ke dalam diri itu Allah 37:10 akan mudahkan itu. Allah akan mudahkan 37:14 itu. Ee jadi Bapak, Ibu, Ikhwan Akhwat 37:18 sekalian, mungkin kita Allah izinkan 37:20 malam ini mendengarkan, berdiskusi, kita 37:23 sharing mengenai ee ayat-ayat Allah ini. 37:26 Itu bukan bukan ee bukan kebetulan, 37:30 tapi memang itulah rezeki yang Allah 37:33 berikan kepada kita insyaallah ya. Ee 37:36 untuk itu kemudahan itu yang Allah 37:39 berikan kepada kita kemudahan ya untuk 37:42 apa? untuk tadi memasukkan rasanya, 37:45 kualitasnya, zikirnya ke dalam diri 37:48 kita. Nah, yang mudah-mudahan nanti ya 37:52 tidak akhirnya umur kita tidak akan 37:55 menjadi penyesalan ya. Seperti 37:57 orang-orang dalam surah Fatir ini yang 37:59 menyesal karena umurnya tidak dipakai 38:01 untuk zikir, Bapak, Ibu. Ee gitu ya. 38:04 Salatnya jadi zikrullah ya. Tidak 38:08 seperti orang yang munafik tadi. Quran 38:10 surah ke-4 ayat 142. Qurannya menjadi 38:13 zikrullah sebagaimana yang disebut dalam 38:16 surah Al-Qamar ini gitu ya. Bukan 38:18 sekedar gerakan mekanis saja. Salat dan 38:20 Quran tadi ya. Eh, kuncinya ada di surat 38:23 57 ayat ke-16 tadi. 38:28 amanuumikrillah 38:32 minalinaulqaihim 38:38 faqatubuhum 38:41 fquun belum datangkah waktunya bagi 38:44 orang beriman untuk bersungguh-sungguh 38:46 berusaha betul-betul ya mencari cara 38:50 supaya tunduk khusyuk hatinya kalbunya 38:54 ya dalam rangka mengingat Allah dan 38:57 dalam interaksinya dengan Al-Qur'an. 39:00 Janganlah mereka menjadi seperti 39:02 orang-orang ahlul kitab terdahulu diberi 39:05 kitab kepada mereka, tapi berlalu waktu 39:07 yang panjang di umur mereka, akhirnya 39:10 hati mereka menjadi keras. Nah, tidak 39:14 lagi bisa merasakan. Nah, hati mereka 39:16 tidak lagi bisa sensitif, tidak ada rasa 39:19 lagi dalam dalam salatnya ya, dalam 39:22 membaca Al-Qur'annya tidak ada lagi 39:24 rasa. Nah, jangan sampai seperti itu. 39:27 Nah, hadirin yang dirahmati Allah, 39:29 ikhwan akhwat sekalian, para pendengar 39:31 Radio Silaturahim dan para pemirsa Rasil 39:33 TV dan ee apa yang melihat dari YouTube 39:38 demikian juga ya. 39:41 Termasuklah di dalam 39:44 di dalam zikrullah ini di ayat 39-nya 39:48 surat Fatir tadi sudah 38 ya. 38 tadi 39:51 kan mas ke dalam QBU gitu ya sebagai 39:54 rasa gitu ya. Nah, ayat 39-nya rupanya 39:57 menjadikan Al-Qur'an sebagai panduan 40:00 kehidupan sehari-hari ini pun adalah 40:03 bentuk zikir 40:06 gitu. Ini pun bentuk zikir ya terhadap 40:10 Al-Qur'an itu ya. Sebab kalimat Allah 40:12 begini, hualladzi ja'alakum khalafa fil 40:16 ard. Dialah yang menjadikan kalian 40:19 sebagai khalifah, sebagai duta ya di 40:23 atas muka bumi ini. Faman kafaro faaihi 40:26 kufruh. Siapa yang kufur dari petunjuk 40:30 Allah maka kekufuran itu kembali lagi 40:32 mudaratnya kepada mereka. Ya wala 40:35 yazidul kafirin kufruhumbihim 40:38 illa maqta. Orang-orang yang kufur tadi 40:41 kekufurannya itu tidak menambah apapun 40:44 di sisi Allah ya, kecuali betul-betul 40:47 menambah kemurkaan Allah saja. 40:50 W yazidul kafirina kufruhum illa kharo. 40:54 Dan tidaklah semua kekufuran orang kafir 40:56 itu kita perhatikan terulang lagi 40:58 kalimatnya ya illa khasaro kecuali hanya 41:02 kerugian bagi mereka. 41:05 Nah, jadi khalifah di atas muka bumi, 41:08 melakukan ee tugas-tugas di atas muka 41:11 bumi itu kembali kepada peta 41:14 perjalanannya tadi itu petunjuk 41:16 pelaksanaan juklaknya ada di dalam 41:19 Al-Qur'an dan kemudian implementasinya 41:22 dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad 41:24 sallallahu alaihi wasallam. Nah, jadi ee 41:27 itu juga bentuk zikrullah ya, bentuk 41:30 zikrullah. Bagaimana kita menjadi suami? 41:33 Apakah sudah seperti yang ditunjukkan di 41:37 peta hidup kita yakni Quran? Ee 41:40 bagaimana caranya? Apakah kita sudah ee 41:43 apa? Berperilaku yang baik ya. Misalkan 41:46 dalam surat An-Nisa surah ke-4 ayat 41:49 ke-20 41:51 ya. Eah dan 21 itu ya Bapak Ibu ya. Itu 41:56 eh Bapak-bapak ini kepada Bapak-bapak 41:58 ya. Jadi ee apa ee 42:02 ee kalimat-kalimatnya kita kita buka 42:05 ternyata panduannya jelas ya. Ya 42:07 ayyuhalladzina amanu la yahillu 42:09 lakumitunisa 42:11 karha wuluhunbu 42:14 maitumun 42:16 illa dan seterusnya itu kalimatnya itu. 42:18 Nah, di 42:20 ee ayat 19 ya. Di ayat 19 surat ke4 ayat 42:23 19 Annisa. E ya amanuakum. 42:30 Wahai orang beriman, tidak dihalal 42:32 halalkan bagi kalian untuk mewarisi 42:34 kepada seorang perempuan yang dicerai 42:37 gitu dengan kesulitan ya, dengan apa? 42:41 Dengan kasar. Nah, ayat itu tentang 42:43 perceraian. Tapi kemudian maknanya 42:47 ya maknanya itu sebetulnya kepada 42:50 seluruh interaksi kepada perempuan. 42:52 Sebab apa? Sebab dalam status bercerai 42:56 saja itu tidak boleh diperlakukan dengan 42:58 kasar. Apalagi dalam status tidak 43:00 bercerai itu maksudnya ya mafhum 43:03 mukhalafah namanya. Pemahaman 43:05 terbaliknya ya Bapak Ibu. Nah itu 43:08 bagaimana sudahkah kita lakukan begitu? 43:10 Ya atau sebaliknya istri begitu juga 43:12 kepada suaminya apakah sudah melakukan 43:15 ee sebagaimana peta hidupnya dalam 43:17 Al-Qur'an atau petunjuk pelaksanaannya? 43:20 Ya, salah satunya dalam surat Annisa 43:22 juga sama ayat ke-34 43:25 itu ya kalimatnya. 43:39 Maka adapun wanita yang salhah mereka 43:42 qonitat, mereka taat, mereka bisa 43:45 menjadi subordinat bagi suaminya. 43:48 Artinya walaupun kemudian seorang wanita 43:51 ini lebih pandai, misalkan sekolahnya 43:54 lebih tinggi, mungkin juga ee otaknya 43:56 lebih cerdas, lebih pintar, tapi dia 43:59 tahu bagaimana menjadi subordinat ya 44:01 bagi suami ya. Tidak tidak tidak 44:04 menonjolkan atau tidak mematahkan 44:06 misalkan ee apa si suami tadi itu 44:09 apalagi di depan orang banyak gitu ya ee 44:12 tidak merendahkan dan lain sebagainya. 44:16 itu namanya qonitat ya qonitatun ya. 44:20 Jadi, jadi ini semuanya tuh ada petanya. 44:23 Nah, demikian pula menjadi ayah, menjadi 44:26 ibu, menjadi anak dan seterusnya. 44:28 Menjadi seorang profesional atau menjadi 44:31 guru, semuanya menjadi khalifah di atas 44:33 muka bumi ini ada petunjuk 44:35 pelaksanaannya. Ini pun bentuk dari kita 44:38 zikrullah mengingat Allah sebagai 44:41 pengatur hidup kita, sebagai pemberi 44:43 tugas kita menjadi khalifah di atas muka 44:45 bumi ini. 44:47 Baik, ikhwan akhwat sekalian. Bapak, Ibu 44:49 yang dirahmati Allah. Ini poin pertama 44:51 ya. Pada kesempatan malam hari ini kita 44:53 membahas jangan sampai kita menyesal 44:56 karena tidak memakai umur sebagai atau 44:59 di dalamnya untuk zikrullah dengan tadi 45:02 makna-makna yang sudah kita jelaskan. 45:05 Baik itu dalam salat, baik itu dalam 45:07 interaksi kita dengan Al-Qur'an, maupun 45:10 menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk 45:12 dalam kehidupan kita. Inilah makna dari 45:15 zikrullah. Bukan hanya gerakan 45:17 mekanisnya saja. Wallahuam bisawab. Saya 45:21 kembalikan ke studio kepada Kang Fauzi. 45:24 Billahi taufik walhidayah. 45:25 Wasalamualaikum warahmatullah 45:27 wabarakatuh, 45:30 Ustaz. Jazakumullah khairun kir. 45:33 Alhamdulillah kita sudah mendapatkan 45:35 satu jenis penyesalan yang harus kita 45:38 hindari. 45:40 Iya. 45:40 Sebelum setelah wafat ya, Ustaz ya. 45:43 Setelah wafat. Jadi insyaallah 45:44 berikutnya kita akan sambung penyesalan 45:46 kedua, ketiga, dan keempat. 45:49 Iya, insyaallah. Amin. Jadi yang satu 45:51 jenis ini adalah tidak menggunakan 45:53 zikrullah, Ustaz. 45:55 Tidak menggunakan zikrullah. Ya. Iya. 45:57 Itu baik ikhwan aat. Baik, Ikhwan Awat. 46:00 Kita akan masuk ke sesi kedua. 46:03 sesi tanya jawab 46:06 sebelum kita banyakan pertanyaan ada 46:09 Bapak Junaidi juga alhamdulillah sedang 46:11 menyimak. Kemudian 46:14 kita bacakan pertanyaan dari Ibu Fan 46:17 Ustaz. 46:18 Asalamualaikum warahmatullahi 46:19 wabarakatuh Ustaz. 46:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 46:21 wabarakatuh. 46:22 Ustaz izin bertanya. Bagaimana dengan 46:24 seseorang yang suka menunda-nunda 46:26 taubat, Ustaz? Merasa aman dengan 46:29 kematian seakan-akan hidupnya masih 46:31 panjang. 46:32 Sulit untuk diajak hadir kajian untuk 46:35 menuntut ilmu syari. Bagaimana membuat 46:38 agar dia sadar agar tidak terjadi 46:41 penyesalan di akhir hidupnya kelak. 46:43 Ustaz, jazakumullah khairan. 46:45 Iya. Iya. Kepada Ibu Fadi yang bertanya. 46:49 Demikian pula ikhwan-akhwat semua. Ya, 46:51 memang betul. Nanti beberapa penyesalan 46:55 lagi itu adalah salah satunya adalah 46:57 karena memang umur yang yang di yang 46:59 diberi ini tidak kita pakai untuk ee 47:02 apa? Betul-betul bertobat kepada Allah 47:05 Subhanahu wa taala. Nah, jadi ee kepada 47:08 orang yang demikian, kalau memang ada 47:09 dalam hidup kita orang yang demikian ini 47:13 ya cara paling ampuh yang bisa kita 47:17 lakukan adalah kita betul-betul berdoa 47:21 kepada Allah untuk dia tanpa tanpa putus 47:24 asa. Sebab tidak ada orang tidak ada 47:28 yang bisa mengubah kondisi kalbu 47:30 seseorang itu kecuali Allah. 47:33 Nah, kita doakan terus. Jangan putus 47:35 asa. Kitanya aja jangan putus asa gitu. 47:37 Kita doakan terus. Lalu dalam doa itu 47:40 kita selalu optimis. Nah, jangan jangan 47:44 jangan jangan dikedepankan rasa 47:47 khawatirnya atau rasa takutnya. Jangan. 47:49 Aduh, gimana nanti dia kalau enggak ini 47:51 nanti dia apa akan ee wafat dalam ini 47:55 kayaknya enggak bisa dia tobat dan lain 47:57 sebagainya. Jangan. Jangan itu yang 47:58 kedepankan walaupun tentu ada rasa yang 48:01 seperti itu gitu ya. Ee artinya apa? Ee 48:04 kalau kita optimis ya, kita optimis 48:07 banyak-banyak kita ee mengingat bahwa 48:12 apa? Banyak juga ada kalangan para 48:14 sahabat yang dulunya tidak bersama Nabi 48:17 gitu ya. Dulu dulunya apa? Menjadi musuh 48:20 Nabi tapi kemudian berhasil ya ee 48:23 menjadi sahabat Nabi dan lain 48:24 sebagainya. 48:27 Ee itu akan membuat kita jadi optimis. 48:30 Nah, jadi optimisme kita itulah 48:33 sebetulnya yang justru ya bisa menambah 48:37 kekuatan doa kita kepada Allah Subhanahu 48:40 wa taala untuk bisa mengubah si orang 48:42 tadi. Tapi kalau kitanya pesimis ya, 48:45 kalau kitanya yang hadir khawatir, 48:47 takutnya saja gitu, ketakutan, 48:49 kekhawatiran dan lain sebagainya ya 48:51 optimisme. Jadi tadi tertutup ya ee jadi 48:55 agak jadi agak kontradiktif jadinya itu. 48:59 Padahal yang kita minta adalah sesuatu 49:00 yang ee baik gitu. Jadi justru kita 49:04 harus optimis supaya doa kita tadi jadi 49:07 lebih ee kuat ya kepada Allah Subhanahu 49:10 wa taala untuk bisa mengubah kondisi 49:13 orang tersebut gitu. Kira-kira demikian 49:16 Bu Fadi ya tadi yang bertanya. 49:18 Iya Bu Fani. 49:19 Sekalian ya. 49:19 Iya. Jazakumullah khairan kir. Demikian 49:22 Ibu Fan semoga dapat menjawab. 49:25 Kemudian pertanyaan kedua dari Ibu Ani 49:28 Hani Hufaidah. Ustaz. 49:30 Iya. 49:31 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 49:32 warahmatullahi wabarakatuh. 49:34 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:35 wabarakatuh. 49:36 Semoga Ustaz dan pejuang dakwah Rasil 49:38 sehat walafiat. 49:40 Amin ya rabbal alamin. 49:42 Ustaz izin bertanya. 49:44 Iya. 49:45 Waktu melaksanakan salat agar khusyuk 49:49 bagaimana caranya, Ustaz? Tadi ustaz 49:51 dijelaskan 49:53 ee bahwasanya salat itu mekanisme saja, 49:56 Ustaz. Bagaimana kita supaya tidak 49:58 mekanisme saja tapi dapat khusyuk itu, 50:00 Ustaz. Terima kasih pencerahannya. 50:03 Baik, terima kasih ee Ibu yang bertanya, 50:08 Ibu Adi dan juga seluruh pendengar hasil 50:11 Radio Silaturrahim dan Rasil TV di mana 50:13 pun berada Bapak Ibu. 50:15 Jadi memang begini yang pertama ya, yang 50:17 pertama nih ee yang bisa saya sampaikan. 50:20 Yang pertama 50:24 harus kita ingat selalu 50:27 bahwa khusyuk, berusaha khusyuk dalam 50:30 salat itu 50:33 jangan jangan dibawa pikiran kita. 50:39 Ee ada yang mengatakan gini kepada saya, 50:41 "Ustaz, 50:42 kan memang tidak mungkin kita 100% 50:45 khusyuk salat, Ustaz." Nah, pikiran itu 50:48 jangan dibawa. 50:50 Kalau pikiran itu dibawa, nanti dari 50:52 dalamnya kita sudah lemah, kita jadi 50:54 permisif namanya. kita jadi memang 50:57 mengakui, "Ah, toh enggak bisa khusyuk 50:59 juga gitu loh." Nah, justru yang harus 51:01 kita sekarang masukkan di dalam ee 51:04 pikiran kita atau mindset kita adalah 51:08 kita berusaha khusyuk walaupun sulit, 51:11 walaupun tidak bisa 100% khusyuk memang, 51:15 tapi ee ini penting. 51:18 kita khusyuk dalam salat sehari-hari 51:20 itu, Bapak, Ibu ya, merupakan investasi 51:26 untuk seperti latihan untuk kita saat 51:30 menghadapi sakratul maut kita 51:32 masing-masing. 51:35 Ketika sakaratul maut nanti itu kita 51:38 butuh kekhusyukan seperti yang kita 51:41 sedang latihan di salat ini. Sebab apa? 51:44 Sebab sakaratul maut itu itu setan yang 51:48 datang mengganggu kita itu bukan 51:51 ecek-ecek lagi. Karena setan itu, iblis 51:55 itu tidak mau dia, tidak rela dia kalau 51:58 satu orang anak manusia ini bisa 52:00 mengakhiri hidup dunia dengan kalimat 52:02 lailahaillallah 52:04 atau husnuzzan kepada Allah. Enggak rela 52:06 dia. Jadi dia akan berusaha sekuat 52:08 tenaganya dia untuk mengacaukan 52:11 konsentrasi kita. saat nyawa kita nanti 52:14 keluar dari tubuh. Nah, makanya banyak 52:18 orang kita saksikan sedang sakratul maut 52:22 ya tiba-tiba dia ingat sesuatu yang yang 52:27 apa yang penting dalam pikirannya. Ada 52:30 yang ingat cucunya lah ya karena canging 52:34 cintanya sama cucu. Ada yang ingat 52:36 tanah, ada yang ingat harta, ada yang 52:40 ingat macam-macam. Bukannya ingat Allah 52:42 malah ingat yang seperti itu. Nah, ini 52:45 kan sepersis seperti dalam salat ini ya. 52:48 Kalau kita tidak berjuang untuk salat 52:51 itu ya tiba-tiba lagi salat ya ingat 52:55 masakan ya. Kalau ibu-ibu mungkin ya 52:58 ingat ini, ingat itu, ingat yang tadinya 53:01 lupa kunci taruh di mana, bisa ingat 53:03 dalam salat itu. Nah, itu tuh adalah 53:07 cara setan itu. Nah, itu kita latihan di 53:10 situ. Nah, maksud saya biar kita 53:13 bertambah kekhusyukan kita dalam salat, 53:15 mindset kita pakai bahwa berjuang 53:19 khusyuk dalam salat sehari-hari 53:21 merupakan investasi latihan untuk 53:25 khusyuk dalam sakaratul maut sehingga 53:27 kita serius. 53:29 Ee ini yang pertama ya. Ini yang 53:31 pertama. Sebab sakaratul maut itu 53:33 sendiri-sendiri dia, Bapak, Ibu. Sama 53:35 seperti salat. Walaupun kita berjamaah 53:37 di masjid ya, di sebelah kita ada orang, 53:40 tapi di dalam kekhusyukan itu 53:41 perjuangannya sendiri-sendiri. Dia 53:43 sendiri, kita sendiri ee meninggal gitu 53:46 juga nanti wafat itu begitu juga. Ee ada 53:49 mungkin keluarga kita di sekitar kita, 53:51 di kiri kanan kita mengelilingi kita, 53:53 tapi yang menghadapi kita sendiri, 53:57 gitu. Nah, jadi pasang mindset itu 54:00 supaya kita khusyuknya eh supaya kita 54:03 bersungguh-sungguh untuk berusaha 54:05 khusyuk. Itu yang pertama ya. Yang 54:07 kedua, 54:09 biasanya supaya khusyuk untuk salat itu 54:12 ya ee Bapak, Ibu dan Bu Ani tadi ya yang 54:16 bertanya itu 54:16 iya 54:18 dimulai dari sebelum salat. Jadi begini, 54:22 siapkan waktu kita sebelum salat itu 54:25 mulai dari wudunya itu sudah tenang. 54:28 Kalau perlu kita atur nafas kita. 54:30 Jangan. Makanya ada satu hadis Nabi 54:32 sallallahu alaihi wasallam yang 54:33 memakruhkan orang ketika mendengar sudah 54:37 iqamat itu terus dia lari mengejar 54:39 salat. Itu dimakruhkan. 54:41 Ya. Kenapa demikian? Karena nanti waktu 54:43 salat jantungnya masih berdebar-debar, 54:48 pernafasannya masih belum tenang. 54:50 sehingga pikirannya, konsentrasinya 54:52 masih terganggu gitu. Nah, jadi kalau 54:54 bisa sebelum salat itu kita kasih jedak 54:56 waktu dulu. Bukan jedak waktu maksudnya 54:58 kita siapkan dulu waktu kita untuk 55:01 tenang dulu, untuk rileks gitu loh gitu 55:04 ya. Ee jadi makanya azan sampai iqamat 55:08 itu kan ada waktunya jadi tenang. Nah, 55:11 konsentrasi kita. Nah, begitu juga nanti 55:13 saat memulainya. Nah, itu penting juga 55:16 untuk kita dalam kondisi yang tenang ya. 55:19 Kalau perlu nafas kita teratur dulu 55:21 gitu. Saya biasanya menghitung begitu 55:23 nafas itu. Nah, tenang nafas kita 55:26 rileks. Baru kemudian kita takbir ikuti 55:28 takbiratul ihram. Kalau menjadi makmum, 55:31 kalau menjadi imam ya kita takbiratul 55:33 ihram ya dengan tenang, dengan rileks 55:35 ya. Walaupun tidak boleh juga sampai apa 55:38 mencari tenang, akhirnya enggak 55:40 jadi-jadi takbiratul ihramnya. Ah, itu 55:42 terganggu setan lagi tuh ya. Jadi 55:44 rileksnya tuh betul-betul menyerah 55:46 artinya adalah menyerahkan diri kepada 55:47 Allah ya. gitu ya. Berserah diri ya 55:50 Allah saya berserah ini ya gitu 55:53 kira-kira. Jadi di maksudnya maksud saya 55:55 yang kedua dimulai dari sebelum salat ya 55:58 atau dari luar salat sudah mulai gitu ya 56:01 mulai mengkhusyukkan diri dan yang 56:02 ketiga 56:05 insyaallah supaya kita khusyuk dalam 56:06 salat itu ya ikhtiar yang bisa kita 56:08 lakukan adalah ya kita harus fokus 56:12 memahami bacaan-bacaan yang ada di dalam 56:15 salat. Nah, kalau kita paham apa yang 56:18 kita baca, kita jadi berkomunikasi ya 56:21 kepada Allah gitu. Ee kalau kita tidak 56:24 paham berarti kita lalai pikiran kita 56:26 karena apa yang dibaca kita enggak 56:27 ngerti ya enggak tahu. Ee jadi kalau 56:30 misalkan kita diimami oleh imam ya yang 56:33 kebetulan mungkin bacanya agak panjang 56:36 dan kita enggak tahu apa yang dibaca 56:38 gitu misalkan gitu ya, boleh enggak kita 56:41 kita apa namanya ee membaca sesuatu yang 56:45 lain ya. Kalau kalau bacaan ee itu kan 56:48 bacaan yang surat setelah Al-Fatihah itu 56:51 boleh saja. Nah, makanya ada ada ulama 56:54 yang mengat mengatakan begitu. Jadi 56:55 boleh saja kita membaca saja apa yang 56:57 kita paham boleh ya. Tapi kalau kita 57:00 mendengarkan tapi bisa khusyuk walaupun 57:02 enggak paham gitu ya, fokus ee 57:05 pikirannya enggak lari ke mana-mana ya 57:07 lebih bagus mendengarkan ya. Bagus 57:09 mendengarkan. Nah, jadi itu beberapa ee 57:12 kira-kira apa namanya ee praktik atau 57:15 praktis yang bisa kita lakukan untuk 57:17 menunjang salat kita supaya khusyuk. 57:19 Mindsetnya dirubah. Yang kedua, kita 57:22 siapkan diri dari sebelum salat. Dan 57:25 yang ketiga, kita berusaha untuk 57:27 memahami apa yang kita baca atau yang 57:30 kita dibacakan dalam salat. Ya, 57:32 demikian. Wallahuam Bu Adi ya. 57:35 Iya. Alhamdulillah. Demikian Bu Ani 57:37 semoga dapat menjawab. 57:39 Berikutnya pertanyaan 57:42 ketiga dari Ibu Aminah, Ustaz. 57:45 Iya. 57:45 Asalamualaikum warahmatullahi 57:46 wabarakatuh. 57:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:49 wabarakatuh. 57:51 Ustaz, saya alhamdulillah suka 57:54 bersyukur, suka 57:57 melaksanakan perintah Allah, tapi saya 57:59 merasa 58:02 kurang dan merasa ingin bertaubat dan 58:05 merasa banyak dosa. Apakah saya ini 58:08 termasuk yang sudah bersyukur atau 58:11 termasuk yang zikirnya sedikit, Ustaz? 58:13 Demikian. 58:15 Masyaallah, ya, Bu Aminah, ya. Dari 58:18 pertanyaan ibu, kalau seseorang itu 58:22 menyadari dirinya banyak dosa, banyak 58:25 kesalahan, itu adalah anugerah dari 58:29 Allah. Perasaan itu perasaan yang yang 58:31 bagus, yang baik, yang anugerah dari 58:34 Allah. Justru sebaliknya kalau orang 58:36 tidak merasa berdosa, tidak merasa 58:40 kurang gitu ya, itu justru berbahaya 58:43 gitu ya kalau dia merasa PD-PD aja gitu. 58:47 Padahal mungkin banyak kekurangannya 58:49 justru itu berbahaya. Jadi perasaan yang 58:51 Ibu tadi sampaikan itu itu perasaan yang 58:53 bagus dan dari perasaan merasa masih 58:57 berdosa dan memang iya memang kita ini 58:59 kan berdosa. Itu sebabnya kita kalau 59:02 salat aja habis salat kita istigfar 59:05 padahal habis melakukan perbuatan amal 59:08 saleh kan. Kenapa? Karena boleh jadi 59:10 dalam salat kita lalai satu dua ee waktu 59:14 kita lalai dalam salat itu kita 59:16 beristigfar. Begitu juga dalam ee doa 59:19 kifaratul majelis ya. Kifarah itu 59:21 artinya bukan penutup saja sebetulnya. 59:23 Bukan hanya penutup di majelis selesai 59:26 lalu kita baca doa itu. Bukan itu 59:28 maksudnya, bukan hanya itu maksudnya 59:30 tapi kifarah itu artinya adalah penebus 59:34 ya. Penebus kesalahan-kesalahan atau 59:37 dosa kita sepanjang majelis. Karena apa? 59:40 Dalam majelis yang di yang baru saja 59:42 terjadi itu dibacakan ayat Allah, 59:45 dibacakan ee hadis-hadis Nabi sallallahu 59:47 alaihi wasallam. Kalau di situ attitude 59:49 kita mungkin lalai ya, mungkin suuzon 59:53 atau apapun itu yang tidak baik. Eah 59:56 caranya kemudian kita bertobat kepada 59:58 Allah. Itulah doa kifaratul majelis. 1:00:01 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:00:02 alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu 1:00:06 ilaik. Aku beristigfar kepadamu ya Allah 1:00:08 dan aku bertobat padahal baru dengan 1:00:11 majelis. Kenapa demikian? Karena memang 1:00:13 kita tidak lepas, tidak luput dari 1:00:15 kesalahan. Nah, supaya betul-betul ee 1:00:18 tadi ee bersih namanya kifarah. Ee 1:00:22 kifaratul majlis itu artinya penebus. 1:00:25 Nah, jadi perasaan maksud saya perasaan 1:00:27 yang Ibu sampaikan tadi Bu Aminah itu 1:00:30 bagus sekali, baik sekali dan tidak 1:00:32 perlu ibu tidak perlu merasa ee apa? 1:00:35 Gundah gulana. ya, justru ee teruslah 1:00:38 beristigfar, teruslah mohon ampun kepada 1:00:41 Allah dan teruslah bersyukur. Tadi 1:00:43 seperti yang Ibu sampaikan ee 1:00:45 kedua-duanya itu ee perlu ee bukan perlu 1:00:48 lagi, kedua-duanya itulah kunci ya. 1:00:51 Terus merasa terus minta ampun kepada 1:00:53 Allah dan terus bersyukur kepada Allah 1:00:55 ya. Mudah-mudahan ee Allah berikan Ibu 1:00:57 kekuatan ya untuk senantiasa bisa 1:01:00 bersyukur terus dan juga bisa terus 1:01:03 memohon ampun kepada Allah, beristigfar 1:01:05 kepada Allah. Karena memang kita manusia 1:01:08 ini tidak pernah lepas, tidak pernah 1:01:10 luput dari kesalahan dan dosa. Tapi 1:01:13 Allah pun maha pengampun dan maha 1:01:15 penyayang kepada kita. Demikian 1:01:17 kira-kira. 1:01:18 Demikian Ibu Aminah semoga dapat 1:01:20 menjawab. 1:01:22 Eh, berikutnya pertanyaan Ustaz. 1:01:25 Tadi Ustaz membahas tentang surah Al 1:01:29 anna, Ustaz ayat 42 ya. 1:01:32 142 ya. 1:01:33 142 ya. 142 ada 1:01:37 potongan ayat terakhir dan orang munafik 1:01:40 itu tidak berzikir kecuali dengan zikir 1:01:42 yang sedikit itu, Ustaz. 1:01:44 Iya. Ya, kalau 1:01:47 zikir orang yang munafik yang sedikit 1:01:49 itu kan 1:01:51 kita bisa ambil kesimpulan tidak akan 1:01:53 diterima oleh Allah zikir yang 1:01:55 sedikitnya itu, Ustaz. 1:01:57 Iya. 1:01:57 Tapi bagaimana kalau misalnya 1:02:01 zikir yang sedikit itu ya mungkin bukan 1:02:03 orang munafik tapi orang beriman. Apakah 1:02:06 zikir yang sedikit itu diterima atau 1:02:08 tidak, Ustaz? 1:02:10 Oke, ya. Jadi ayat 142 tadi itu 1:02:14 konteksnya dalam salat. Nah, jadi dalam 1:02:17 durasi salat gitu ya. Dalam makanya 1:02:19 dalam durasi salat ini kata para ulama 1:02:23 supaya kita terhindar dari jenis 1:02:25 salatnya orang munafik yang tidak ingat 1:02:28 Allah kecuali sedikit dalam salatnya itu 1:02:31 supaya kita terhindar di situ. Maka kita 1:02:34 berusaha setiap kali pikiran kita lari 1:02:38 ke mana-mana kita kembalikan lagi 1:02:40 khusyuk lagi. Ah terus lari lagi ingat 1:02:44 ini, ingat itu, tarik lagi. Nah, jadi 1:02:46 usaha itu memang seperti battle ya, 1:02:49 seperti pertempuran dengan diri kita 1:02:52 sendiri gitu ya. Jadi maksudnya orang 1:02:55 munafik zikir zikirnya sedikit tadi itu 1:02:57 dalam salat. Eah dalam salat. Jadi 1:02:59 munafikallah 1:03:01 waqah. 1:03:03 Nah, itu kalimatnya. Ah, ketika mereka 1:03:05 berdiri salat mereka malas terus mereka 1:03:08 ri. 1:03:10 Nah, jadi selama kita berusaha selalu ee 1:03:14 berusaha khusyuk gitu, walaupun ee sudah 1:03:17 berusaha tiba-tiba ee ingat anu ingat 1:03:21 kerjaan gitu ya. Ah, kita tarik lagi. 1:03:25 Ah, udah ditarik lagi, khusyuk lagi, 1:03:27 berusaha khusyuk. Tahu-tahu sebentar 1:03:28 malah ingat apaagi misalkan ingat uang, 1:03:31 ingat ini, ingat tarik lagi ee keluar 1:03:34 lagi, tarik lagi, keluar lagi, tarik 1:03:35 lagi. Nah, kalau pertempuran itu terus 1:03:37 kita lakukan sepanjang salat, maka 1:03:39 insyaallah kita termasuk dari 1:03:41 orang-orang yang mengingat Allah banyak. 1:03:45 Nah, tapi kalau kita biarkan lalai ke 1:03:47 mana-mana gitu ya, sampai apa yang tadi 1:03:51 sebelum salat enggak ingat malah dalam 1:03:53 salat kita ingat. Ah, itu yang 1:03:55 dikhawatirkan menjadi seperti salatnya 1:03:58 orang munafik tadi dalam dalam surat 1:04:00 An-Nisa 142. Nah, jadi itu dalam salat 1:04:03 konteksnya. Jadi kita kita berusaha 1:04:06 betul-betul ya untuk ee menjadikan salat 1:04:09 kita itu 1:04:11 ee mayoritasnya adalah ingat kepada 1:04:14 Allah ya, bukan bukan sedikit ya. Kalau 1:04:16 sedikit itu nanti ee khawatir terjadi 1:04:20 seperti orang-orang yang munafik ya. 1:04:22 Kira-kira demikiani 1:04:25 demikian Ustaz. Jazakumullah khairan 1:04:26 kair 1:04:28 e. Baik Ustaz di sini ada Ibu Sri yang 1:04:31 menyapa Ustaz. Terima kasih ilmunya, 1:04:33 Ustaz. 1:04:34 Iya, sama-sama. 1:04:35 Alhamdulillah saya menyimak. Kemudian 1:04:39 tadi ada 1:04:41 telepon dari Bapak Hamzah tidak 1:04:43 terangkat. 1:04:45 Eh, 1:04:45 he iya. 1:04:47 Iya, Pak Hamzah. Semoga sehat. 1:04:49 Iya, alhamd 1:04:51 baik Ustaz sebagai penutup, Ustaz. 1:04:53 Silakan, Ustaz. 1:04:54 Iya. Ikhwan akhwat, para pendengar Radio 1:04:57 Silaturahim dan pemirsa Rasil TV di mana 1:04:59 pun berada. 1:05:01 ee umur yang Allah beri kepada kita ini 1:05:04 ee ada konsekuensinya. 1:05:07 Konsekuensinya adalah nanti kita akan 1:05:11 bersyukur atau menyesal atas umur 1:05:15 tersebut. Tentu kita tidak mau menyesal, 1:05:18 tentu kita ingin mensyukuri. Oleh 1:05:20 karenanya ya kita buka Al-Qur'an kita 1:05:22 tadaburi ya. Jangan sampai kita termasuk 1:05:25 orang yang menyesali umur. Satu poin 1:05:28 sudah kita bahas malam ini, yakni umur 1:05:31 itu hendaklah dipakai sebanyak-banyaknya 1:05:34 zikrullah. Nah, dalam salat zikrullah 1:05:36 itu, dalam interaksi dengan Quran 1:05:38 zikrullah itu, dan dalam menjalankan 1:05:41 kehidupan sehari-hari sesuaikan dengan 1:05:44 petunjuk Allah Subhanahu wa taala. Itu 1:05:46 maknanya secara komprehensif. 1:05:48 Mudah-mudahan Allah berikan kesempatan 1:05:51 kita untuk berjumpa lagi di ee pertemuan 1:05:53 berikutnya membahas poin berikutnya yang 1:05:55 kedua, ketiga, dan keempat ya. 1:05:58 Demikian wallahuam biswab. Billahi 1:06:00 taufik walhidayah. Wasalamualaikum 1:06:02 warahmatullah wabarakatuh. 1:06:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:06:06 wabarakatuh. Alhamdulillah ustaz. 1:06:07 Jazakumullah khairan kasiran Ustaz 1:06:08 ilmunya tentang jenis penyesalan. Yang 1:06:11 pertama itu kita memperbanyak berzikir 1:06:14 kepada Allah dan terhindar dari penyelas 1:06:16 penyesalan karena tidak berzikir. 1:06:20 Baik ikhwanawat saya Fauzi Ridanul haq 1:06:23 mohon undur diri mohon maaf atas segala 1:06:25 khilaf segala kata subhanakallahumma 1:06:28 wabihamdika ashadu alla ilahailla anta 1:06:31 astagfiruka wa atubu ilaik. 1:06:33 Asalamualaikum warahmatullahi 1:06:34 wabarakatuh.