Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [musik] 0:13 Bismillahirrahmanirrahim. 0:16 Assalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh. 0:19 Waalaikumsalam. 0:21 Alhamdulillahirobbil alamin 0:23 wabihinastain waala umuriddunya waddin. 0:26 Wasolat wasalam ala asrofil ambiya wal 0:29 mursalin waala alihi wasohbihi ajmain. 0:32 Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu 0:34 anna Muhammadan abduhu wa rasuluh. 0:37 Allahumma sholli wasalim wabarik ala 0:39 nabiyina Muhammadin waala alihi 0:41 wasohbihi ajmain. 0:44 Qalallahu taala fil Quranul Karim. 0:46 Qala robbisrohli sodri wayasirli amri. 0:50 Wahlul uqdatam milisani yafqohu qauli. 0:53 Sodaqallahulazim. 0:55 Alhamdulillahirobbil alamin masih 0:56 dipancarkan dari Jalan Masjid 0:58 Silaturahim nomor 36 Cibubur, Bekasi. 1:02 Radio Silaturahim dan Rasel TV untuk 1:04 Islam yang satu. 1:05 Ikhwan akhwat yang dimuliakan Allah 1:07 Subhanahu wa taala bagaimana kabar Anda 1:09 di 1:11 hari Selasa malam Rabu ini? Semoga 1:13 selalu dalam keadaan sehat walafiat. 1:16 Senang sekali saya Fauzi Ridwanul Haq 1:18 ditemani oleh Eza dan juga Yusuf 1:21 Subangkit dapat kembali menemani ikhwan 1:24 akhwat dalam program 1:26 tadabbur Alquran 1:28 edisi 25 Rajab 1447 1:32 Hijriah 1:33 dan juga bertepatan dengan tanggal 13 1:36 Januari 2026 1:39 bersama guru kita Al Mukarram Ustaz 1:42 Doni Amir Sagaf. Alhamdulillah beliau 1:44 sudah hadir bersama kita. 1:46 Kita sapa guru kita terlebih dahulu. 1:48 Assalamualaikum warahmatullahi 1:49 wabarakatuh, Ustaz. 1:51 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:52 wabarakatuh. 1:54 Kabarnya sehat, Ustaz? 1:55 Alhamdulillah. 1:57 Sudah lama tidak jumpa, Ustaz. 1:59 Iya, masyaallah, barakah. Mudah-mudahan 2:01 Allah ridho kepada perjumpaan kita malam 2:04 hari ini, insyaallah. 2:04 Amin, amin, insyaallah. Dan juga kami 2:06 doakan semoga ikhwan akhwat di manapun 2:08 Anda berada, kami doakan semoga Allah 2:10 memberikan kesehatan 2:13 dan keberkahan dalam setiap langkah dan 2:16 ibadahnya. 2:17 Amin, ya rabbal alamin. 2:20 Baik, ikhwan akhwat, insyaallah 2:22 Ustaz Doni pada malam ini akan 2:26 menjelaskan ah 2:28 tentang jenis-jenis penyesalan manusia 2:32 setelah kematian. 2:33 Nah, 2:34 ini mungkin sebagian dari 2:39 para ikhwan akhwat sudah 2:41 mungkin sudah seumurnya sudah di atas 50 2:45 ke atas. 2:46 Oleh karena itu, ini sangat penting 2:48 sekali untuk mempersiapkan bekal kita 2:51 supaya kita terhindar dari 2:53 jenis-jenis penyesalan ini, penyesalan 2:55 yang akan disampaikan oleh Ustaz Doni. 2:59 Nah, namunnya bagi sebelumnya bagi 3:01 ikhwan akhwat yang ingin berpartisipasi 3:03 dan ingin bertanya, 3:05 dapat mengirimkan di nomor WhatsApp 3:07 Rasio 0813 3:10 1 3:11 08111999720. 3:15 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 3:17 langsung dengan Ustaz dapat menghubungi 3:19 di 0218451512. 3:24 Mari kita simak dan dengarkan ilmu yang 3:27 akan disampaikan oleh Ustaz Doni tentang 3:30 jenis-jenis penyesalan manusia setelah 3:33 kematian. Tafadhol, Ustaz. 3:35 Baik. 3:36 Terima kasih, Kang Fauzi. 3:38 Ikhwan akhwat, eh para pendengar Radio 3:41 Silaturahim dan para pemirsa Rasio TV di 3:43 manapun berada. 3:44 Bismillahirrahmanirrahim. 3:46 Assalamualaikum warahmatullahi 3:48 wabarakatuh. 3:52 Alhamdulillah. 3:54 Alhamdulillahilladzi 3:56 anzala sakinata fi qulubil mukminin. 3:59 Liyazdadū īmānan ma'a īmānihim. 4:03 Walillāhi junūdus samāwāti wal ardh. 4:06 Wakānal-lāhu 'alīman hakīmā. 4:09 Ash-shalātu was-salām 'alā al-mab'ūtsi 4:12 rahmatan lil 'ālamīn. 4:14 Asyrafal anbiyā'i wal mursalīn. Wa'alā 4:18 ālihī wa shahbihī ajma'īn. 4:23 Ikhwan akhwat. 4:24 Para pendengar Radio Silaturahim, para 4:26 pemirsa Rasiltv di manapun berada. 4:30 Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. 4:33 Pada kesempatan malam hari ini, kita 4:35 kembali bisa bersambung. 4:38 Eee, layar ya dan juga suara. 4:41 Semoga Allah ridha kepada kita semua dan 4:44 insya Allah, eee, eee, beberapa 4:46 ayat-ayat Alquran yang akan kita 4:47 tadaburi nanti. 4:49 Insya Allah juga. Eee, menjadi. 4:52 Keberkahan. Menjadi pintu keridhaan 4:55 Allah subhanahu wa ta'ala dan menjadi 4:56 insya Allah. 4:58 Eee, penghapus dosa-dosa kita. 5:01 Dan. 5:10 Allah, kita semakin. 5:12 Eee. 5:13 Siap ya untuk kembali ke sisi Allah 5:16 subhanahu wa ta'ala dalam keadaan yang 5:18 bahagia, dalam keadaan yang. 5:21 Eee, bergembira atau nama lainnya adalah 5:24 husnul khotimah. 5:26 Shalawat dan salam, mari senantiasa kita 5:29 sampaikan, curahkan. Kepada Baginda Nabi 5:31 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 5:34 Demikian pula kepada seluruh keluarga 5:36 dan sahabat-sahabat beliau. Allahumma 5:39 shalli wasallim wabarik alaih. 5:41 Wa'ala alihi wasahbihi ajma'in. Semoga 5:45 kita pun para umat beliau sallallahu 5:48 alaihi wasallam terikut termasuk dalam 5:52 selawat itu dan mudah-mudahan kita 5:56 tetap istikamah dalam ee mempelajari, 5:59 mengamalkan, mendakwahkan, dan 6:01 memperjuangkan nilai-nilai yang beliau 6:04 sallallahu alaihi wasallam telah 6:05 tinggalkan untuk hidup kita di atas 6:07 dunia ini. 6:09 Di mana pun Bapak Ibu yang dirahmati 6:11 Allah, para pendengar Radio Silaturahim, 6:14 para pemirsa Radio TV di mana pun 6:15 berada. 6:17 Alquran ya betul-betul 6:20 memang adalah 6:24 panduan hidup kita 6:26 dan cara Alquran membimbing kita, cara 6:29 Allah membimbing kita lewat Alquran 6:32 itu luar biasa. 6:34 Salah satunya adalah melalui kisah. 6:38 Jadi 6:39 tasawur atau penggambaran 6:42 yang Allah berikan kepada kita dalam 6:44 Alquran itu 6:46 betul-betul detail. 6:49 Memperlihatkan suasananya, 6:51 me- me- menggambarkan kepada kita 6:53 suasana yang terjadi dalam dalam 6:56 berbagai kisah itu, suasananya, kemudian 6:59 menggambarkan lewat kata-kata itu 7:01 tergambar bagaimana disebutkan 7:03 penyesalan, bagaimana disebutkan apa ee 7:08 ee histerisnya dan lain sebagainya. Juga 7:11 disebutkan di situ alasan-alasan 7:15 atau sebab-sebab kenapa seseorang 7:17 begini, kenapa terjadi begitu dan lain 7:19 sebagainya. 7:21 Semua itu tujuannya adalah agar kita 7:24 dapat mengambil pelajaran. 7:26 Nah, supaya kita tidak menjadi seperti 7:29 yang demikian kalau memang ee kisah itu 7:31 yang dikisahkan adalah sesuatu yang ee 7:34 buruk gitu. 7:36 Dan juga kita bisa mengambil pelajaran 7:38 bagi kalau kemudian kisah itu adalah 7:40 kisah-kisah yang kemudian kita bisa ee 7:43 ambil pelajaran untuk perbaikan dalam 7:46 hidup kita, Bapak Ibu. 7:48 Nah, salah satu kisah yang ada di dalam 7:51 Alquran adalah mengenai jenis-jenis 7:54 penyesalan manusia nanti setelah wafat. 7:57 Kenapa ini penting untuk kita sampaikan? 8:00 Karena umur 8:02 waktu hidup yang Allah beri kesempatan 8:05 kepada kita 8:06 menginjak kita sekarang di tahun 2026, 8:09 Bapak Ibu. 8:12 Ini betul-betul nanti 8:14 akan berakhir dua 8:16 ya, umur kita ini. 8:17 Apakah akan disesali 8:20 gitu 8:21 atau akan disyukuri. 8:23 Nah, pilihannya cuma dua. 8:26 Disesali atau disyukuri. 8:28 Begitu. 8:29 Jadi 8:30 kita diberi umur ini, kita bersyukur ya. 8:34 Akan tetapi apa yang harus kita lakukan? 8:36 Jangan sampai masuk kategori yang kita 8:39 sesali umur itu, iya kan? 8:42 Eee 8:44 karena apa? Karena nanti akhirnya 8:47 eee rupanya eee dan dalam umur itu 8:50 justru kita tidak melakukan apa yang 8:52 mestinya kita lakukan, menyesal ya. Nah, 8:55 supaya tidak sampai seperti itu, justru 8:58 nanti kita bisa mensyukuri umur yang 9:00 Allah beri ini, maka kita buka Alquran, 9:03 kita tadaburi Alquran, bagaimana kisah 9:07 yang Allah tampilkan di dalam Alquran 9:09 tentang tentang orang-orang yang 9:11 menyesali umur mereka, eee gitu ya. 9:14 Jadi 9:15 ada setidaknya empat 9:18 eee jenis penyesalan di hari kiamat 9:21 tentang umur yang terbuang, waktu ya, 9:24 umur yang terbuang ini. Nah, nanti eee 9:27 tentu mungkin tidak akan selesai satu 9:29 kali ini ya, kita akan sambung ya, 9:32 supaya betul-betul meresap ke ke diri 9:35 kita dan akhirnya betul-betul bisa 9:37 menjadi panduan kita, ya. Jangan sampai 9:40 kemudian kita eh jangan sampai umur kita 9:43 lewat begitu saja, eh terjadi 9:45 penyesalan, Bapak Ibu. 9:47 Apa saja penyesalan yang yang eh di di 9:50 sampaikan Alquran kepada kita, ya. Allah 9:53 sampaikan melalui Quran kepada kita. 9:57 Yang pertama, Bapak Ibu, ya, Ikhwan 9:59 Akhwat. 10:00 Orang-orang akan menyesali umurnya nanti 10:04 di hari kiamat nanti. 10:06 Karena umur yang Allah beri, 10:10 ya, seperti kita sekarang ini, 10:12 semestinya dipakai untuk zikrullah. 10:16 Mengingat Allah. 10:18 Nah, 10:20 tapi karena tidak dipakai zikrullah, 10:22 mereka menyesal. 10:25 Mengingat Allah itu ternyata tidak se 10:28 tidak se 10:29 tidak se apa, tidak sesederhana 10:32 kita melakukan ibadah mahdoh, gitu ya. 10:36 Eh, boleh jadi gerakannya 10:40 gerakan ibadah mahdohnya kita lakukan, 10:42 misalkan salat, gitu ya. 10:44 Tapi kalau salatnya tidak sampai 10:46 zikrullah, nah, banyak yang terjadi 10:48 seperti itu. 10:50 Nah, makanya ini 10:53 kita buka malam hari ini supaya 10:55 betul-betul kita tahu dasarnya dari 10:57 mana, gitu ya. Sebab ada orang yang 10:59 salat 11:00 tapi tidak sampai zikrullah salatnya 11:02 itu. Dan mereka dikategorikan orang yang 11:05 munafik. 11:06 Nanti kalau Bapak Ibu, Ikhwan Akhwat 11:08 buka surat An-Nisa, surat ke-4, 11:12 ayat 11:14 ke 142, 11:17 ya, 142, surat An-Nisa itu. 11:20 Kalimat Allah, 11:21 auzubillahiminasyaitanirrajim, 11:23 Innal munafiqina 11:25 yukhadiunallah 11:28 wa huwa khadiuhum. 11:30 Orang-orang munafik itu mengira 11:33 Allah enggak tahu. 11:35 Mengira dia sudah bisa mengelabui, 11:37 menipu Allah. 11:40 Ya, padahal Allah telah membiarkan itu 11:43 semua ya supaya menipu mereka juga. 11:46 Cirinya apa ya orang yang tertipu ini? 11:50 Innal munafikina yukhodi'unallaha wa 11:51 huwa khodi'uhum. Wa idza qomu ilas 11:55 sholah, qomu kusala. 11:58 Ciri-cirinya mereka 11:59 yakni apabila mereka melakukan sholat 12:02 mereka melakukannya dengan malas. 12:06 Yang kedua, yuro'unannas. Mereka pengen 12:09 dilihat oleh manusia. Nah, yang ketiga 12:11 nih. 12:12 Wa la yadzcurunallaha 12:15 illa qolila. 12:18 Ciri mereka juga adalah apabila mereka 12:21 melakukan sholat, berdiri sholat mereka 12:24 Bapak Ibu 12:25 ya tidaklah mereka ingat kepada Allah 12:29 kecuali sedikit sekali. 12:32 Eee, gitu. 12:33 Jadi 12:34 orang yang munafik yang tidak diterima 12:36 sholatnya itu padahal mereka sholat gitu 12:39 ya, gerakan mekanisnya dilakukan 12:42 tapi dalam sholatnya tidaklah mereka 12:44 mengingat Allah kecuali hanya sedikit 12:46 saja. 12:49 Eee, wa la yadzcurunallaha. 12:52 Mereka tidak mengingat Allah, wa la 12:53 yadzcurunallaha illa qolila kecuali 12:56 sedikit. 12:58 Nah, ini makanya kita penting untuk 13:01 membuka, mentadaburi ini Bapak Ibu ya 13:05 supaya kita tidak menyesali. 13:07 Panjang umur diberi oleh Allah 13:10 tapi kalau dalam umur panjang itu kita 13:12 tidak pernah merasakan 13:13 dzikrullah, mengingat Allah, merasakan 13:17 getaran gitu maksudnya ada rasa teringat 13:19 kepada Allah walaupun melakukan sholat 13:23 tapi sholatnya hanya menjadi gerakan 13:26 mekanis saja. 13:29 Begitu pula membaca Qur'an 13:32 kalau tidak sampai masuk rasanya ke 13:33 dalam zik hati kita zikrullah mengingat 13:36 Allah. 13:37 Ya. Kita khawatir itu hanya gerakan 13:40 mekanis mulut kita saja walaupun 13:43 khatamnya ada gitu. 13:45 Tapi tidak sampai masuk kepada 13:47 zikrullah. 13:49 Sebab zikrullah itulah yang disesalkan 13:52 oleh orang-orang yang sudah wafat 13:54 nantinya ini. Eee di surat Fatir surat 13:57 ke-35 ayat 37. 14:00 Kalimat Allah begini. 14:03 Silakan yang mau buka surat Fatir surat 14:05 35 ya ayat 37 ikhwan akhwat Bapak Ibu di 14:09 di rumah di manapun berada. Kalimatnya 14:12 auzubillahiminasyaitanirrajim. 14:14 Wahum yastorikhuna fiha. Yastorikhun itu 14:18 artinya histeris. 14:20 Eee apa istilahnya itu ya? Ya 14:23 histeris. 14:24 Itu teriak-teriak. 14:26 Eee putus asa. Eee yastorikhuna fiha. 14:32 Ya. 14:33 Eee minta pertolongan nah gitu. Di di 14:36 hari di hari kiamat ini ya setelah 14:38 wafat. 14:39 Eee yastorikhuna fiha. 14:41 Apa yang mereka katakan dalam 14:43 histerisnya itu ya? 14:45 Mereka bilang rabbana 14:48 akhrijna ya Allah tolong keluarkan kami 14:51 ya Allah minta tolong ya Allah keluarkan 14:53 kami barang sebentar. 14:56 Untuk apa? Na'mal sholihan ghairalladzi 14:59 kunna na'mal supaya kami bisa berbuat 15:03 amal sholeh yang dulu semasa kami di 15:06 dunia lupa 15:08 atau tidak kami perbuat. Nah ini. 15:12 Menyesal mereka ini. 15:13 Eee apa yang dimaksud amal sholeh yang 15:16 tidak mereka perbuat ini yang ingin 15:18 mereka lakukan ini? 15:20 Kalimat berikutnya. 15:22 Dijawab ya oleh Allah Subhanahu Wa 15:25 Ta'ala lewat malaikatlah kira-kira 15:28 begitu ya kalimatnya. 15:29 Awalam nu'ammirkum. 15:32 Bukankah kami telah memberi umur panjang 15:36 kepada kalian, nah kepadamu, kepada 15:38 kalian. Awalam nu'ammirkum. 15:42 Nah, lalu kalimat berikutnya menunjukkan 15:44 harusnya diapain umur itu, dipakai buat 15:46 apa harusnya ya. 15:48 Awalam nu'ammirkum 15:49 ma yatazakkaru fihi man tazakkar. 15:55 Yang semestinya dipakai untuk ia 15:57 tazakkaru fihi di dalamnya, di dalam 16:01 umur itu diisi ia tazakkar zikrullah 16:06 man tazakkar bagi orang-orang yang mau 16:11 yang mau mengingat Allah. Nah. 16:15 Jadi mestinya umur kita ini, sibuknya 16:17 kita itu adalah untuk mengingat Allah. 16:22 Nah, yang celaka kita adalah kalau kita 16:25 melakukan ibadah 16:27 tapi ternyata tidak dapat zikrullahnya, 16:30 cuma gerak mekanis saja. 16:32 Ini yang berbahaya sebab orang yang 16:35 sudah melakukan gerakan mekanis ibadah, 16:38 dia kira, dia pikir sudah selesai. 16:43 Gitu, seperti tadi orang munafik salat 16:45 dia. 16:46 Salatnya sampai mati salat dia tuh. 16:48 Surat 4 hadis saat tadi ayat 142 ya, 16:51 salat dia. 16:52 Tapi salatnya itu tidak ingat Allah 16:54 kecuali sedikit. 16:56 Atau nah dalam surat Al Ma'un yang Bapak 16:58 Ibu insya Allah Ikhwan Akhwat semua 16:59 sudah familiar, sudah hafal kalimatnya 17:02 itu ya. 17:03 Ara'aitalladzi yukadzdzibu biddin, 17:05 fadzalikal ladzi yadu'ul yatim, wala 17:08 yahuddu ala ta'amil miskin, lalu ada 17:10 kalimat fawailul lil mushallinalladzina 17:13 hum an sholatihim sahun. 17:18 Neraka wail, kecelakaanlah neraka wail, 17:20 masuk neraka wail bagi orang-orang yang 17:23 salat yang dalam salatnya mereka lalai. 17:28 Dia salat tapi lalai. Yang dimaksud 17:31 lalai di situ para mufasir menjelaskan 17:33 lebih-lebih apa lebih condong yang 17:36 dimaksud adalah kelalaian batiniah 17:41 dalam salatnya. 17:44 Dalam salatnya batiniahnya hadirin. Jadi 17:49 ini memang zikrullah ini adalah perkara 17:52 kalbu. 17:53 Nah, perkara kalbu bukan bukan hanya 17:56 perkara fisik ya, perkara kalbu. Dari 17:59 mana kita tahunya? Dari ayat 38-nya. 18:02 Tadi 37 ya surat Fatir 37 tadi. Sekarang 18:06 surat Fatir 38-nya. 18:08 Kalimat Allah begini ee 18:10 tadi kan malaikat mengatakan ya ee 18:12 awalam nu'ammirkum mayyatazakkaru fihi 18:14 man tazakkar dan seterusnya. Lalu 18:16 disambung kalimatnya oleh oleh malaikat 18:19 di situ kalimatnya. Innallaha alimu 18:22 ghaibis samawati wal ard. Sungguh Allah 18:25 mengetahui semua keghaiban langit dan 18:27 bumi. 18:28 Nah, ujung kalimatnya nih. Innahu alimun 18:31 bi dzatis sudur. 18:34 Allah tahu 18:36 isi hati dari setiap manusia. 18:40 Nah, maksudnya tadi zikrullah 18:44 ya ee mayyata yatazakkaru fihi man 18:47 tazakkar semestinya umur itu dipakai 18:49 untuk zikrullah maksudnya berada di mana 18:53 zikrullah itu adalah aktivitas yang 18:57 terjadi di dalam dada alias kalbu di 19:00 dalam sini, rasa. 19:03 Nah, itu Bapak Ibu rasa. Innahu alimun 19:06 bi dzatis sudur. Sungguh Allah tahu. 19:09 Allah tahu itu. 19:10 Nah, ini. Jadi orang-orang akan menyesal 19:13 itu 19:14 karena di dalam hatinya, di dalam 19:16 dadanya tidak pernah terjadi zikrullah 19:18 tidak atau sedikit terjadi zikrullah. 19:21 Tadi kalimat surat An-Nisa tadi. Wala 19:23 yadz-kuruunallaha illa qaliila. Tidaklah 19:26 mereka ingat Allah terutama dalam 19:28 salatnya itu kecuali sedikit sekali. 19:31 Sedikit. 19:33 Gitu. Tapi gerakan mekanisnya mereka 19:35 lakukan. 19:37 Nah, ini. Makanya makanya ini adalah 19:40 perkara qolbu, perkara di dalam hati, di 19:43 dalam dada. Eh, dalam dada ada qolbu 19:46 alias jantung kalau kalau eh fisiknya 19:49 itu ya. Hadirin, Bapak, Ibu yang 19:51 dirahmati Allah. Nah, jadi innahu alimun 19:54 bidzati shuduur. Dia tahu apa yang ada 19:56 di dalam dada kalian. 19:58 Eh, makanya 20:02 eh lebih kuat lagi Allah mengatakan 20:04 dalam surat Al-Hadid surat 57 ayat 16. 20:10 Eh, kalimatnya 20:11 audzubillahiminasyaitanirrajim 20:14 alam ya'ni lilladzina amanu. Perhatikan 20:18 kalimat ini kepada orang beriman. 20:20 Belum datangkah waktunya bagi orang 20:23 beriman? 20:24 Eh, kalau kita mengaku beriman ini 20:26 berarti ini semua adalah untuk kita 20:28 peringatannya ini. Alam ya'ni lilladzina 20:32 amanu 20:33 belum datangkah waktunya bagi kalian 20:35 orang-orang beriman? 20:37 Untuk apa? 20:38 An takh-syaa quluubuhum. Eh, perhatikan 20:42 ada kalimat quluub 20:44 jamak dari kata qolbun yang ar yang 20:46 artinya 20:48 hati 20:49 di dalam dada. Belum datangkah waktunya 20:51 bagi kalian orang beriman untuk apa? An 20:54 takh-syaa quluubuhum untuk khusyu. 20:58 Khasya'ah 21:00 khusyu 21:01 ya. 21:02 Eh, fokus, ada rasa getaran di dalam 21:06 hati. An 21:07 qulubuhum, saat apa atau untuk apa? 21:11 Lizikrillah. 21:13 Ya, untuk mengingat Allah, zikrullah. 21:17 Ya, termasuk tadi salat gitu ya. Ya, 21:20 wama nazala minal haq, dan untuk 21:24 interaksinya dengan Alquran. 21:28 Nah. 21:29 Jadi salat kita 21:32 sebagaimana tadi surat An-Nisa 142 21:35 semungkin tahun 2025 yang lalu kita 21:37 lakukan tentu saja salat itu. Tapi 21:40 jangan-jangan hanya sebatas menggugurkan 21:43 kewajiban 21:45 tanpa memperhatikan isi zikrullah di 21:49 dalam qalbunya. 21:51 Bapak Ibu. Maka itu sekarang kita punya 21:53 waktu diberi umur panjang sampai 2026 21:57 ya, jangan sampai kita menyesali umur 21:59 nanti ini yang diberi ini. Maka 22:02 ah, poin pertama atau jenis pertama 22:04 penyesalan manusia nanti adalah ketika 22:06 dia tidak memperhatikan ya 22:09 kualitas 22:11 zikrullah, mengingat Allahnya. 22:14 Ya, bukan gerak mekanisnya saja. 22:17 Ya, dalam salat itu zikrullah itu kan 22:20 ah, aqimis salata lizikri, cara cara 22:22 zikir itu yang tertinggi adalah salat 22:26 dan demikian pula wama nazala minal haq 22:29 ya, dalam berinteraksi dengan Alquran. 22:32 Hadirin yang dirahmati Allah, ya. Insya 22:35 Allah nih, kalau tidak ada ah, apa ya, 22:38 insya Allah 22:40 kalau Allah beri umur kita panjang kalau 22:42 Allah beri restu kita, insya Allah 22:44 sebentar lagi kita akan masuk bulan 22:46 Ramadan. 22:47 Nah, biasanya nanti di Ramadan kita 22:49 berinteraksi lebih intens dengan 22:51 Alquran. Alhamdulillah. Tapi 22:55 umur yang Allah beri sampai Ramadan 22:58 tahun depan insya Allah itu 23:00 mari kita tingkatkan kualitas interaksi 23:03 kita dengan Alquran, bukan hanya 23:05 interaksi gerakan mekanis mulut kita. 23:09 Yakni membaca saja tanpa paham, itu 23:11 sudah bagus. Tapi kali ini mari kita 23:14 lanjutkan, ya kita berkorban lebih 23:17 banyak. Kita betul-betul memberi waktu, 23:21 memberi ruang bagi diri kita sendiri 23:23 untuk dapat merasakan maknanya. 23:26 Isinya, zikrullahnya dari situ. 23:30 Nah, zikrullahnya dari situ. 23:33 Jadi khatam satu kali, dua kali tanpa 23:37 mengerti apa yang dibaca, silakan 23:38 dilanjut. Tapi jangan jangan hanya 23:41 berhenti di situ saja, kita tambah. 23:44 Dengan kualitas, ya dengan mengikuti 23:46 pengajian-pengajian. 23:48 Majelis-majelis para ustaz, para guru, 23:50 para asatiz. Ya yang mengajarkan makna 23:54 dan isi Alquran tadi itu, kemudian kita 23:57 resapi. Baca pelan-pelan, kita masukkan 24:00 maknanya. Nah, kita tambah interaksi itu 24:04 selain yang sudah ada, yang baca tanpa 24:06 paham tetap kita lakukan karena 24:08 berpahala juga gitu Bapak Ibu yang 24:11 dirahmati Allah, mengisi waktu kita 24:13 dalam 24:14 Ramadan nanti, tapi juga kita tambah 24:16 dengan interaksi kalbu. 24:20 Interaksi zikrullah di dalamnya. 24:23 Nah. 24:24 Surat Al-Ikhlas, insyaallah kita hafal 24:27 semuanya, pendek suratnya. Tambahkan 24:30 interaksi kalbunya. Baca dia 24:32 pelan-pelan. Qul huwallahu ahad. 24:36 [berdehem] 24:37 Allah, katakanlah dialah Allah yang 24:41 satu. 24:42 Gitu, rasakan itu. Allahusshamad. 24:46 Dialah Allah tempat bergantung 24:48 satu-satunya. 24:50 Dalam seluruh isi Quran hanya ada kata 24:52 satu, hanya ada satu kali penyebutan 24:55 kata-kata shamad itu, yaitu hanya pada 24:58 di yang yang ada di surat Al Ikhlas itu. 25:01 Cuma satu, cuma itu saja. 25:03 Artinya ingin Allah menunjukkan kepada 25:04 kita, hendaklah Allah saja yang jadi 25:07 tempat bergantung hidup kita ini. 25:10 Allahus Somad. Lam yalid walam yulad, 25:12 dia tidak 25:14 tidak memiliki anak dan juga tidak 25:15 dilahirkan sebagai anak siapapun. 25:18 Di awal, di akhir dan seterusnya. 25:21 Lam yalid walam yulad. 25:22 Walam yakun lahu kufuwan ahad. Tidak ada 25:25 yang sama tidak ada yang bisa menyamai 25:27 dia. 25:28 Artinya kalau ada orang menyayangi kita, 25:31 orang tua kita menyayangi kita. Artinya 25:33 apa? Cinta Allah kepada kita jauh lebih 25:37 besar. 25:38 Tidak pandang waktu. Tidak pandang 25:40 kesalahan kita. Kalau kita mau bertobat, 25:43 mau 25:44 minta ampun kepada Allah, kembali kepada 25:45 Allah, pasti akan diterima. Kita Allah 25:48 itu pasti menyayangi kita. Nah, tadi. 25:51 Walam yakun lahu kufuwan ahad. 25:55 Kalau anak kita pasti akan lupa kepada 25:57 kita ada masanya nanti. Begitu juga 25:59 orang tua kita, pasti akan lupa juga 26:01 kepada kita ada masanya nanti. Yauma 26:04 yafirrul mar'u min akhih wa ummihi wa 26:06 abihi wa sohibatihi wa banihi. Likulli 26:09 imri'in minhum yaumaizin sya'nun 26:11 yughnihi. Pada surat Abasa, surat ke 80. 26:15 Di penghujung surat. Akan akan datang 26:17 hari yauma yafirrul mar'u min akhih. 26:21 Akan datang hari. Di mana seorang 26:24 saudara kandung akan lari dari 26:26 saudaranya. Begitu lihat saudara 26:27 kandungnya dia lari. Kenapa dia takut? 26:30 Ya nanti dimintai tolong. Ya, yauma 26:33 yafirrul mar'u min akhih wa ummihi wa 26:35 abihi. Dia lihat bapak ibunya dia lari. 26:38 Takut dimintai tolong. Ya, anak kita 26:41 nanti lihat kita dia lari, bapak ibu. 26:43 Nah, itu. Lalu bahkan wa ummihi wa 26:46 abihi. 26:48 Dia lihat dia lihat orang tuanya dia 26:49 akan lari. Wa sohibatihi wa banihi. 26:52 Begitu juga seorang-orang tua yang 26:54 melihat anaknya juga akan lari 26:56 meninggalkan ya, seorang istri melihat 26:59 suaminya dia lari dia tinggalkan, 27:00 seorang suami melihat istrinya juga 27:02 demikian, likulli imriin minhum 27:04 yaumaizin sya'nun yughniih, setiap orang 27:08 setiap jiwa pada hari itu memikirkan 27:12 urusan mereka masing-masing. 27:15 Ya, jadi habis cinta manusia itu. 27:18 Eee. 27:20 Cinta siapa yang tidak pernah selesai, 27:22 tidak pernah habis? Cinta Allah saja. 27:25 Nah, itu tadi mengandung kalimat 27:27 mengandung makna itu, walam yakun lahu 27:30 kufuwan ahad, tidak ada yang sekufu 27:32 dengan Allah, termasuk dalam mencintai 27:34 kita. 27:36 Bapak Ibu. 27:37 Hambanya ini. Ya, gitu ya. 27:40 Termasuk dalam memuliakan kita, walakod 27:42 karomna bani Adam, dalam eee, surat 27:46 ke-17 itu. Ya, sudah dimuliakan anak 27:49 cucu Adam kita semua ini, itu maksudnya. 27:51 Lah, merasakan semua rasa itu namanya 27:54 zikrullah. 27:56 Dari Alquran tadi kita zikrullah, 27:58 demikian pula dalam salat zikrullah 28:00 juga, ya, Bapak Ibu. Nah, makanya eee, 28:04 inilah yang disesali oleh manusia nanti 28:07 karena waktu berlalu, ibadah hanya jadi 28:10 gerakan mekanis, ya, kitab yang 28:13 diberikan kepada mereka hanya dibaca 28:14 dengan gerakan mekanis, menyesal. Nah, 28:17 lanjut kalimatnya nih, dalam surat 57 28:19 ayat 12, Al Hadid ini. 28:21 Alam ya'ni lilladzina amanu an takhsya'a 28:24 qulubuhum lidzikrillah wa ma nazala 28:26 minal haqq, belum datangkah waktunya 28:28 bagi kalian wahai orang beriman untuk 28:30 khusyu, tunduk hati kalian, kalbu kalian 28:33 dalam zikrullah kepada Allah, mengingat 28:36 Allah dan juga dalam interaksi kalian 28:38 dengan Alquran, wala takunu kalladzina 28:41 utul kitaba min qoblu, fatola alaihimul 28:44 amadu, faqosat qulubuhum, wa katsirun 28:48 minhum fasiqun. 28:50 Dan janganlah kalian menjadi seperti 28:53 orang-orang ahlul kitab terdahulu, 28:56 mereka diberi kitab, kemudian pada 28:58 awalnya mereka betul-betul merasakan 29:01 kualitas dari kitab itu, kemudian 29:06 tapi berlalu masa waktu umur yang Allah 29:09 berikan panjang kepada mereka, 29:13 faqosat qulubuhum, hati mereka menjadi 29:16 keras. 29:18 Tidak lagi terasa ada apa-apanya, tidak 29:21 lagi ada zikrullahnya, tidak lagi 29:24 merasakan ada getarannya. 29:26 Melakukan ibadah iya, tapi tinggal gerak 29:29 mekanis saja. Membaca Alquran iya, tapi 29:32 hanya gerak mekanis saja. Sudah 29:35 keras hatinya, qosat qulubuhum. 29:38 Wakatsirum minhum fasiqun, dan 29:41 kebanyakan dari mereka adalah 29:43 orang-orang yang fasik. 29:46 Orang-orang yang fasik itu artinya apa? 29:48 Orang-orang fasik itu artinya dulu 29:50 mereka baik, saleh, tapi kemudian 29:54 berlalu waktu, kesalehan itu hilang. 29:56 Artinya rasa zikrullah tadi itu sudah 29:59 tidak ada lagi. 30:01 Ya, tinggal gerakan mekanis. 30:03 Nah, ini ini peringatan Allah kepada 30:05 kita. Kita sekarang diberi kitab lewat 30:08 Nabi kita Muhammad, sampai kepada kita 30:10 sekarang, sallallahu alaihi wasallam, 30:12 kemudian kita diberikan juga syariat, 30:15 tapi semua itu jangan sampai tinggal 30:18 kuantitasnya saja, 30:20 jangan sampai tinggal gerakan mekanisnya 30:22 saja, karena sebetulnya yang yang yang 30:25 sesungguhnya, yang sejatinya dia adalah 30:29 kekhusyuan, 30:30 zikrullah, merasakan getaran kepada 30:33 Allah subhanahu wa taala. 30:36 Nah, inilah Bapak Ibu yang dirahmati 30:39 Allah, ya kadang-kadang kita kalau apa 30:41 ya, kalau Bapak mungkin di Tanah Suci 30:44 gitu ya, mendengarkan bacaan salat dari 30:46 imam-imam di Masjidil Haram maupun 30:48 Masjid Nabawi, ya, banyak-banyak orang 30:52 ya bilang ke saya, "Ustaz, ya, tadi 30:55 mendengar, saya mendengarkan bacaan 30:57 salat imam begitu. 30:58 Kok rasanya saya nangis begitu, padahal 31:00 saya enggak ngerti maknanya begitu ya, 31:02 apa yang dibaca." Kenapa itu terjadi? 31:05 Karena beliau imam imam masjid itu, imam 31:08 Masjidil Haram atau Masjid Nabawi ya 31:10 membaca itu, beliau membacanya dengan 31:12 zikrullah. 31:14 Nah, 31:15 bacanya dengan zikrullah, teringat 31:17 kepada Allah di situ membacanya. 31:19 Nah, 31:20 teringat bagaimana kasih sayang Allah 31:22 kepada kita, kepada beliau. Teringat 31:24 bagaimana apa yang sudah Allah janjikan 31:27 begitu. Betapa baiknya Allah memberikan 31:30 semuanya kepada kita, tapi juga 31:32 memberikan ampunan selalu luas 31:36 ampunannya agar kita ini semua bisa 31:38 selamat di dunia dan akhirat dan 31:40 seterusnya. 31:41 Nah, pelajaran-pelajaran yang Allah 31:43 sampaikan kepada kita, eh itu teringat 31:46 zikrullah. Maka itu 31:48 saat beliau-beliau itu membaca Alquran, 31:51 sampai juga kepada kita rasanya, 31:54 kualitas rasanya sampai kepada kita. 31:58 Bapak Ibu, 31:59 eh ikhwan akhwat sekalian, jadi eh ini 32:02 ini zikrullah. Inilah yang disesali oleh 32:05 orang-orang nanti di hari kiamat. Nah, 32:09 berikutnya saya ingin masuk sedikit 32:11 lebih-lebih apa, lebih menjelaskan lagi 32:15 khusus kepada Alquran, ya, tadi selain 32:17 salat, ya, sebagai zikir, juga Alquran, 32:21 ya. Khusus kepada Alquran, Allah telah 32:24 menegaskan dalam surat Al Qamar, surat 32:27 ke-54, juz yang ke-27, ya, juz 27, 32:31 sebelum surat Ar Rahman, ya, surat 55 32:34 itu, eh surat 54, ada empat kali ayat 32:38 ini berulang. 32:39 Gitu ya. Kalau Ar-Rahman ada 31 kali 32:42 ayat berulang, Fabi ayyi ala i rabbikuma 32:44 tukadziban, gitu ya. Kalau dalam surat 32:47 eh apa, Al-Mursalat 32:49 ada 10 kali ayat berulang, gitu ya. Ya, 32:52 wailuy yauma idzin lil mukadzibin. Nah, 32:53 kalau dalam surat Al-Qamar ada 4 kali 32:56 ayat berulang. 32:58 Ayat 17, ayat 22, ayat 32, dan ayat 33:01 40-nya. 33:03 Kalimatnya begini, walaqad yassarnal 33:06 Qur'ana lidz-dzikri, 33:09 fahal bim muddakir? 33:11 Eh walaqad yassarnal Qur'ana 33:14 lidz-dzikri. Sungguh Al-Qur'an telah 33:17 kami mudahkan, untuk apa? Zikir. 33:21 Mengingat Allah, zikrullah. Walaqad 33:23 yassarnal Qur'ana lidz-dzikri. Sebagai 33:25 pelajaran, sebagai peringatan ke dalam 33:27 ke mana, ke dalam diri. Maka itu 33:29 kalimatnya ujungnya fahal bim muddakir, 33:33 eh. 33:35 Di muddakir ini ya. Eh, ini kita 33:37 berhenti sebentar di kalimat, saya 33:39 jelaskan sedikit mengenai muddakir. 33:41 Kenapa kok muddakir bukan muz-zakir? Ya, 33:44 tadi padahal awalnya walaqad yassarnal 33:46 Qur'ana lidz-dzikri. Eh, terus jadi 33:49 fahal bim muddakir, ya bukan muz-zakir. 33:52 Kenapa demikian? 33:54 Karena muddakir ini 33:57 itu 33:58 terambil dari akar kata muz-zakir juga, 34:01 tapi kemudian terkena wazan atau terkena 34:04 tasrif wazan, perubahan kata, namanya eh 34:08 jenis perubahannya ifti'ala. 34:10 Ifti'ala. Jadi 34:13 eh akar kata mud- atau asal kata 34:15 muddakir itu adalah muz-ztakir, ya. 34:18 Ya, ifti'ala dari kata-kata zakara, 34:21 kemudian akar katanya ya. Eh, sulasi 34:24 mujarrad tiga huruf itu zakara, tapi 34:26 kemudian 34:27 eh apa, eh tasrifnya, wazan tasrifnya 34:30 adalah perubahan kata, jenis perubahan 34:32 katanya adalah ifti'ala. 34:34 Makanya menjadi muztakir gitu ya, 34:37 muztakir a asal katanya itu. 34:40 Tapi karena menyebut muz-muztakir itu 34:43 susah, sulit, menjadi muddakir ya, 34:46 menjadi muddakir. 34:48 Dilebur huruf zal dan ta nya itu dilebur 34:51 menjadi dal, jadi muddakir. 34:54 Nah, ada bedanya antara muzakkir dengan 34:58 muztakir yang akhirnya menjadi muddakir, 35:01 ada bedanya. Di mana bedanya? 35:04 Kalau muzakkir itu artinya 35:07 peringatan yang diberikan kepada orang 35:09 lain. 35:10 E itu muzakkir ya, makanya dalam surat 35:13 apa itu Al Ghasyiyah itu ya, dalam surat 35:15 Al Ghasyiyah, innama anta muzakkir ya, 35:18 lasta alaihim bimusaitir gitu ya. 35:21 Muzakkir itu artinya 35:22 pemberi peringatan kepada orang lain. 35:25 Tapi muztakir 35:27 yang men- akhirnya menjadi muddakir ini 35:30 ya itu artinya peringatan yang 35:32 disampaikan kepada diri sendiri. 35:35 Itu muddakir itu. 35:37 Muztakir ya. 35:39 Kalau muzakkir kepada luar, tapi kalau 35:42 muddakir kepada dalam diri. Makanya kata 35:45 Allah 35:46 sudah Allah mudahkan, walaqad yassarnal 35:49 Qur'an, Qur'an ini untuk mengambil 35:52 pelajaran, tapi yang mudah itu adalah 35:54 kalau pelajarannya dimaksudkan untuk ke 35:58 dalam diri, muddakir 36:01 kalau untuk ke luar diri belum tentu 36:02 mudah. 36:03 Belum tentu langsung bisa diterima 36:05 orang, belum tentu orang akan mengerti, 36:08 belum tentu orang akan mau 36:10 e gitu, makanya itu muzakkir ya, itu 36:13 muzakkir itu 36:16 itu belum tentu mudah, tapi kalau untuk 36:18 peringatan ke dalam diri, diambil 36:21 sebagai peringatan ke dalam diri, 36:22 sebagai zikrullah ke dalam diri, itu 36:24 yang Allah mudahkan. 36:27 Walaqad yasarnal Qur'ana lizikri, fahal 36:30 min mudzakir. Sungguh telah Allah 36:32 mudahkan Alquran ini untuk menjadi 36:34 zikir, pelajaran, maka adakah orang yang 36:37 mau mengambil pelajaran untuk dirinya? 36:40 Nah, untuk dirinya. 36:42 Nah, fahal min mudzakir. Nah, akhirnya 36:44 kemana nanti? Karena itu pelajaran ke 36:46 dalam diri, nah itulah kualitas 36:49 zikrullah yang berada di dalam kalbu 36:52 tadi. 36:54 Hadirin yang dirahmati Allah. 36:56 Nah, jadi interaksi dengan Alquran ini 36:59 kalau memang sudah kita niatkan untuk 37:01 kita cari dia, Alquran itu rasanya 37:06 ya, makna rasanya ke dalam diri itu, 37:10 Allah akan mudahkan itu. 37:13 Allah akan mudahkan itu. 37:15 Nah, jadi 37:16 Bapak, Ibu, Ikhwan, Akhwat sekalian, 37:18 mungkin kita Allah izinkan malam ini 37:21 mendengarkan, berdiskusi, kita sharing 37:23 mengenai eh ayat-ayat Allah ini, itu 37:26 bukan bukan eh bukan kebetulan. 37:30 Tapi memang itulah rezeki yang Allah 37:32 berikan kepada kita, insyaallah ya. Nah, 37:36 untuk untuk itu kemudahan gitu yang yang 37:39 Allah berikan kepada kita. Kemudahan. 37:41 Ya, untuk apa? Untuk tadi memasukkan 37:44 rasanya, kualitasnya, zikirnya ke dalam 37:48 diri kita. 37:49 Nah, yang mudah-mudahan nanti 37:52 ya, tidak akhirnya umur kita tidak akan 37:55 menjadi penyesalan ya, seperti 37:57 orang-orang dalam surat Fatir ini yang 37:59 menyesal karena umurnya tidak dipakai 38:01 untuk zikir. 38:02 Gitu Ibu. Eh, gitu ya. Salatnya jadi 38:06 zikrullah ya. Tidak seperti orang yang 38:09 munafik tadi, Quran surat ke-4 ayat 142. 38:12 Qurannya menjadi zikrullah sebagaimana 38:15 yang disebut dalam surat Alqamar ini 38:17 gitu ya. Bukan sekedar gerakan mekanis 38:19 saja. Salat dan Quran tadi ya. Eh, 38:22 kuncinya ada di surat 57 ayat ke-16 38:25 tadi. 38:27 Alam yakni lilladzina amanu an takhsya'a 38:30 qulubuhum lidzikrillah wa ma nazala 38:32 minal haq. Wa la yakunu kalladzina utul 38:35 kitaba min qablu fathala alaihimul amadu 38:38 faqasat qulubuhum wa katsirum minhum 38:40 fasiqun. Belum datang kah waktunya bagi 38:44 orang beriman untuk bersungguh-sungguh 38:46 berusaha betul-betul ya, mencari cara 38:50 supaya tunduk khusyuk hatinya, qolbunya 38:54 ya, dalam rangka mengingat Allah 38:57 dan dalam interaksinya dengan Alquran. 39:00 Janganlah mereka menjadi seperti 39:02 orang-orang ahlul kitab terdahulu, 39:05 diberi kitab kepada mereka, tapi berlalu 39:07 waktu yang panjang di umur mereka, 39:09 akhirnya hati mereka menjadi keras. Eh, 39:13 tidak lagi bisa merasakan eh, hati 39:16 mereka tidak lagi bisa sensitif, tidak 39:18 ada rasa lagi dalam dalam salatnya, ya, 39:22 dalam membaca Alqurannya tidak ada lagi 39:24 rasa. Ya, jangan sampai seperti itu. 39:27 Nah, hadirin yang dirahmati Allah, 39:29 ikhwan akhwat sekalian, para pendengar 39:30 Radio Silaturahim dan para pemirsa Ras 39:33 TV dan eh, apa yang melihat dari 39:38 YouTube, demikian juga ya. 39:41 Termasuklah di dalam men di dalam 39:45 dzikrullah ini di ayat 39-nya surat 39:48 Fatir tadi sudah kita delapan ya, 38 39:51 tadi kan masuk ke dalam qolbu gitu ya, 39:53 sebagai rasa gitu ya. Nah, ayat 39-nya 39:56 rupanya menjadikan Alquran sebagai 39:59 panduan kehidupan sehari-hari, ini pun 40:02 adalah bentuk dzikir. 40:05 Eh, gitu. 40:07 Ini pun bentuk dzikir ya, terhadap 40:09 Alquran itu. Ya, sebab kalimat Allah 40:12 begini, huwalladzi ja'alakum khala'ifa 40:15 fil ard. 40:16 Dialah yang menjadikan kalian sebagai 40:19 khalifah sebagai duta ya di atas muka 40:24 bumi ini Siapa 40:27 yang kufur dari petunjuk Allah maka 40:30 kekufuran itu kembali lagi mudaratnya 40:33 kepada mereka 40:34 Ya wala yazidul kafirin kufruhum inda 40:38 rabbihim illa maqt Orang-orang yang 40:40 kufur tadi kekufurannya itu tidak 40:43 menambah apapun di sisi Allah ya kecuali 40:46 betul-betul menambah kemurkaan Allah 40:48 saja 40:50 Dan 40:54 tidaklah semua kekufuran orang kafir 40:56 itu, kita perhatikan terulang lagi 40:58 kalimatnya 40:59 Ya illa khasar kecuali hanya kerugian 41:03 bagi mereka 41:05 Nah jadi menjadi khalifah di atas muka 41:07 bumi melakukan 41:09 tugas-tugas di atas muka bumi itu 41:12 kembali kepada peta perjalanan dia tadi 41:15 itu petunjuk pelaksanaan juklaknya ada 41:19 di dalam Alquran dan kemudian 41:21 implementasinya dicontohkan oleh Baginda 41:23 Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi 41:25 Wasallam Nah jadi 41:27 itu juga bentuk zikrullah Ya bentuk 41:30 zikrullah, bagaimana kita menjadi suami 41:33 apakah sudah seperti yang ditunjukkan di 41:37 peta hidup kita yakni Quran Nah 41:40 bagaimana caranya Apakah kita sudah 41:43 apa berperilaku yang baik ya misalkan 41:46 dalam surat An-Nisa surat keempat 41:48 ayat ke 20 ya 41:52 dan 21 itu ya Bapak Ibu ya itu 41:56 Bapak-bapak ini kepada Bapak-bapak ya 41:58 jadi apa 42:02 kalimat-kalimatnya 42:04 kita kita buka ternyata panduannya jelas 42:07 Ya ya ayyuhalladzina amanu la yahillu 42:09 lakum an taritsun nisaa akraha wala 42:12 ta'duluhunna litadzhabu bibagni maa 42:14 ataitumuhunna syai'an illa dan 42:16 seterusnya itu kalimatnya itu. 42:18 Eee di di 42:20 eee ayat 19 ya di ayat 19 surah ke-4 42:23 ayat 19 An-Nisa. 42:24 Eee ya ayyuhalladzina amanu la yahillu 42:27 lakum an taritsun nisa'a karhan. Wahai 42:30 orang beriman tidak dihalal-halalkan 42:32 bagi kalian untuk mewarisi kepada 42:35 seorang perempuan yang yang dicerai gitu 42:38 dengan kesulitan ya dengan dengan apa 42:40 dengan kasar. Eee ayat itu tentang 42:43 perceraian tapi kemudian maknanya 42:47 ya maknanya itu sebetulnya kepada 42:49 seluruh interaksi kepada perempuan. 42:52 Sebab apa? Sebab dalam 42:55 dalam status bercerai saja itu tidak 42:57 boleh diperlakukan dengan kasar apalagi 42:59 dalam status tidak bercerai itu 43:01 maksudnya ya mafhum mukhalafah namanya 43:04 pemahaman terbaliknya 43:06 ya Bapak Ibu. Nah itu bagaimana sudahkah 43:09 kita lakukan begitu? Ya atau sebaliknya 43:11 istri begitu juga kepada suaminya apakah 43:14 sudah melakukan eee sebagaimana peta 43:16 hidupnya dalam Alquran atau petunjuk 43:18 pelaksanaannya? Ya salah satunya dalam 43:21 surah eee An-Nisa juga sama ayat ke-30 43:25 eee 4 itu ya. Kalimatnya arrijalu 43:27 qawwamuna alan nisa'i bima faddalallahu 43:29 ba'dahum ala ba'din wa bima anfaqu min 43:31 amwalihim fash shalihatu 43:34 qanitatun hafizhatun lil ghaibi bima 43:37 hafizhallah. 43:39 Eee maka adapun wanita yang shalihah 43:41 mereka qanitat mereka taat mereka bisa 43:45 menjadi subordinat bagi suaminya artinya 43:49 walaupun kemudian seorang wanita ini 43:51 lebih pandai misalkan sekolahnya lebih 43:54 tinggi mungkin juga eee otaknya lebih 43:57 cerdas lebih pintar tapi dia tahu 43:59 bagaimana menjadi subordinat ya bagi 44:02 suaminya tidak tidak tidak menonjolkan 44:04 atau tidak mematahkan misalkan eee apa 44:07 si suami tadi itu, apalagi di depan 44:10 orang banyak, begitu ya. Eh, 44:12 tidak tidak merendahkan dan lain 44:15 sebagainya, itu namanya qaditat. 44:17 Ya, qaditatun. 44:19 Eh, jadi, jadi ini semuanya tuh ada 44:22 petaknya. Nah, demikian pula menjadi 44:25 ayah, menjadi ibu, menjadi anak, dan 44:27 seterusnya. Menjadi seorang profesional, 44:30 atau menjadi guru, semuanya. Menjadi 44:32 khalifah di atas muka bumi ini, ada 44:35 petunjuk pelaksanaannya. Ini pun bentuk 44:37 dari kita zikrullah, mengingat Allah 44:40 sebagai pengatur hidup kita, sebagai 44:42 pemberi tugas kita menjadi khalifah di 44:44 atas muka bumi ini. 44:47 Baik, ikhwan akhwat sekalian, Bapak Ibu 44:48 yang dirahmati Allah, ini poin pertama, 44:51 ya, pada kesempatan malam hari ini kita 44:53 membahas, jangan sampai kita menyesal, 44:56 karena tidak memakai umur sebagai, atau 44:59 di dalamnya, untuk zikrullah, dengan 45:02 tadi makna-makna yang sudah kita 45:04 jelaskan. Baik itu dalam salat, baik itu 45:07 dalam interaksi kita dengan Alquran, 45:09 maupun menjadikan Alquran sebagai 45:11 petunjuk dalam kehidupan kita. Inilah 45:14 makna dari zikrullah, bukan hanya 45:16 gerakan mekanisnya saja. Wallahualam 45:19 bissawab, saya kembalikan ke studio, 45:22 kepada Kang Fauzi. Billahi taufiq wal 45:24 hidayah. Assalamualaikum warahmatullahi 45:27 wabarakatuh. 45:30 Tuh, Ustaz, jazakumullah khairan 45:31 katsiran, Ustaz. 45:33 Alhamdulillah, kita sudah mendapatkan 45:36 jenis penyesalan yang harus kita 45:38 hindari. 45:40 Iya. 45:40 Sebelum, setelah wafat, ya, Ustaz, ya. 45:43 Setelah wafat. Jadi, insya Allah, 45:44 berikutnya kita akan sambung penyesalan 45:46 kedua, ketiga, dan keempat. 45:48 Iya, insya Allah, amin. 45:50 Jadi, yang satu jenis ini adalah tidak 45:52 menggunakan zikrullah, Ustaz. 45:55 Tidak menggunakan umur zikrullah, ya. 45:56 iya. Itu, baik, ikhwan akhwat. 45:59 Baik, ikhwan akhwat, kita akan masuk ke 46:01 sesi kedua. 46:03 Sesi 46:04 tanya jawab. 46:06 Sebelum kita bacakan pertanyaan, ada 46:09 Bapak Junaidi juga, alhamdulillah sedang 46:11 menyimak. 46:12 Kemudian 46:14 kita bacakan pertanyaan dari Ibu Fani, 46:17 Ustaz. 46:18 Iya. 46:18 Assalamualaikum warahmatullahi 46:19 wabarakatuh, Ustaz. 46:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 46:21 wabarakatuh. 46:21 Ustaz, izin bertanya. Bagaimana dengan 46:24 seseorang yang suka menunda-nunda tobat, 46:27 Ustaz? Merasa aman dengan kematian 46:30 seakan-akan hidupnya masih panjang. 46:32 Sulit untuk diajak hadir kajian untuk 46:35 menuntut ilmu syar'i. Bagaimana membuat 46:38 agar dia sadar agar tidak terjadi 46:41 penyesalan di akhir hidupnya kelak, 46:43 Ustaz? Jazakumullah khairan. 46:45 Iya. 46:46 Iya, kepada Ibu Fani yang bertanya, 46:48 demikian pula ikhwan akhwat semua. 46:51 Ya, memang betul nanti beberapa 46:54 penyesalan lagi itu adalah salah satunya 46:56 adalah karena memang umur yang yang di 46:59 yang diberi ini tidak kita pakai untuk 47:01 eee apa, betul-betul bertobat kepada 47:04 Allah subhanahu wa taala. Nah, jadi eee 47:07 kepada orang yang demikian, kalau memang 47:09 ada dalam hidup kita, orang yang 47:11 demikian ini ya, cara paling ampuh 47:16 yang bisa kita lakukan adalah kita 47:19 betul-betul berdoa kepada Allah untuk 47:22 dia, tanpa tanpa putus asa. 47:25 Sebab tidak ada orang yang tidak ada 47:27 yang bisa mengubah kondisi kalbu 47:30 seseorang itu kecuali Allah. 47:33 Nah, kita doakan terus, jangan putus 47:35 asa. Kita aja jangan putus asa gitu. 47:37 Kita doakan terus. Lalu dalam doa itu, 47:40 kita selalu optimis. Eee jangan jangan 47:44 jangan jangan dikedepankan rasa 47:47 khawatirnya atau rasa takutnya, jangan. 47:49 Aduh, gimana nanti dia kalau enggak ini, 47:51 nanti dia apa akan eee wafat dalam ini, 47:55 kayaknya enggak bisa dia taat tobat dan 47:57 lain sebagainya. Jangan, jangan itu yang 47:58 kedepankan walaupun tentu ada rasa yang 48:00 seperti itu gitu ya. Eh, artinya apa? 48:03 Eh, kalau kita optimis ya, kita optimis 48:07 banyak-banyak kita eh mengingat bahwa 48:12 apa banyak juga ada kalangan para 48:14 sahabat yang dulunya tidak bersama Nabi 48:17 gitu ya, dulu dulunya malah apa menjadi 48:20 musuh Nabi tapi kemudian berhasil ya eh 48:23 menjadi sahabat Nabi dan lain 48:24 sebagainya. 48:27 Eh, itu itu akan membuat kita jadi 48:29 optimis. Nah, jadi optimisme kita itulah 48:33 sebetulnya yang yang justru ya bisa 48:36 menambah kekuatan doa kita kepada Allah 48:39 Subhanahu Wa Ta'ala untuk bisa mengubah 48:41 si orang tadi. Tapi kalau kitanya 48:44 pesimis ya, kalau kitanya yang hadir 48:46 khawatir, takutnya saja gitu ketakutan, 48:49 kekhawatiran dan lain sebagainya ya 48:51 optimis menjadi tadi tertutup. Ya. Eh, 48:55 jadi agak jadi agak kontradiktif jadinya 48:58 itu padahal yang kita minta adalah 49:00 sesuatu yang eh baik gitu. Jadi justru 49:04 kita harus optimis supaya doa kita tadi 49:07 jadi lebih eh kuat ya kepada Allah 49:10 Subhanahu Wa Ta'ala untuk bisa mengubah 49:12 kondisi orang tersebut gitu. 49:15 Kira-kira demikian Bu Fani ya tadi yang 49:17 bertanya. 49:18 Fani. 49:19 Sekalian ya. 49:19 Iya, jazakumullah khairan katsiran. 49:21 Demikian Ibu Fani semoga dapat menjawab. 49:25 Kemudian pertanyaan kedua dari Ibu Ani 49:28 Hani Hufaida Ustaz. 49:30 Iya. 49:30 Bismillahirrahmanirrahim, 49:31 Assalamualaikum warahmatullahi 49:33 wabarakatuh. 49:34 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:35 wabarakatuh. 49:36 Semoga Ustaz dan pejuang dakwah rasil 49:38 sehat walafiat. 49:40 Amin ya rabbal alamin. 49:42 Ustaz izin bertanya. 49:44 Iya. 49:45 Waktu melaksanakan sholat agar khusyuk 49:49 bagaimana caranya Ustaz tadi? Ustaz 49:51 dijelaskan 49:53 eh bahwasanya sholat itu mekanisme saja 49:56 Ustad, bagaimana kita supaya tidak 49:58 mekanisme saja tapi dapat khusyuk itu 50:00 Ustad, terima kasih pencerahan nya. 50:03 Baik, terima kasih. 50:05 ee 50:06 Ibu yang bertanya Ibu Adi dan juga 50:09 seluruh pendengar Radio Suara 50:10 Hidayatullah Radio Suara Hidayatullah 50:12 dan Radio Suara Hidayatullah TV di 50:12 manapun berada Bapak Ibu. 50:15 Jadi memang begini yang pertama ya. 50:17 Yang pertama ada beberapa di ee yang 50:19 bisa saya sampaikan. Yang pertama 50:23 ja 50:24 harus kita ingat selalu 50:26 bahwa khusyuk berusaha khusyuk dalam 50:30 sholat itu 50:33 jangan jangan dibawa 50:36 pikiran kita 50:39 ee ada yang mengatakan gini kepada saya, 50:41 Ustad 50:42 kan memang tidak mungkin kita 100% 50:45 khusyuk sholat Ustad. 50:47 Nah, pikiran itu jangan dibawa. 50:50 Kalau pikiran itu dibawa nanti dari 50:51 dalamnya kita sudah lemah, kita jadi 50:54 permisif namanya. Kita jadi memang 50:57 mengakui ah toh enggak bisa khusyuk juga 50:59 gitu loh. Nah, justru yang harus kita 51:02 sekarang masukkan di dalam ee pikiran 51:05 kita atau mindset kita adalah 51:08 kita berusaha khusyuk walaupun sulit 51:11 walaupun tidak bisa 100% khusyuk memang 51:15 tapi ee ini penting 51:18 kita khusyuk dalam sholat sehari-hari 51:20 itu Bapak Ibu ya merupakan investasi 51:25 untuk seperti latihan untuk kita saat 51:29 menghadapi sakaratul maut kita 51:32 masing-masing. 51:35 Ketika sakaratul maut nanti 51:38 itu kita butuh kekhusyukan seperti yang 51:40 kita sedang latihan di sholat ini. 51:43 Sebab apa? Sebab sakaratul maut itu 51:46 itu setan yang datang 51:49 mengganggu kita itu bukan ecek-ecek lagi 51:53 karena setan itu iblis itu tidak mau dia 51:56 tidak tidak rela dia kalau satu orang 51:58 anak manusia ini bisa mengakhiri hidup 52:01 dunia dengan kalimat la ilaha illallah 52:04 atau husnuzan kepada Allah enggak rela 52:06 dia jadi dia akan berusaha sekuat 52:08 tenaganya dia untuk mengacaukan 52:11 konsentrasi kita saat nyawa kita nanti 52:14 keluar dari 52:15 tubuh 52:17 nah 52:18 makanya banyak orang kita saksikan 52:20 sedang sakaratul maut ya tiba-tiba dia 52:23 ingat sesuatu yang 52:26 yang 52:27 apa yang 52:28 penting dalam pikirannya ada yang ingat 52:31 cucunya lah 52:33 ya karena saking cintanya sama cucu 52:35 ada yang ingat tanah 52:37 ada yang ingat harta ada yang ingat 52:40 macam-macam 52:41 bukannya ingat Allah malah ingat yang 52:43 seperti itu nah ini kan sepersis seperti 52:46 dalam salat ini 52:48 ya kalau kita tidak berjuang untuk salat 52:51 itu nah tiba-tiba lagi salat ya ingat 52:55 masakan ya kalau ibu-ibu mungkin ya 52:58 ingat ini ingat itu ingat yang tadinya 53:01 lupa kunci taruh di mana bisa ingat 53:03 dalam salat itu 53:05 nah itu tuh adalah cara setan itu nah 53:08 itu kita latihan di situ nah maksud saya 53:11 biar kita bertambah kekhusyukan kita 53:14 dalam salat mindset kita kita pakai 53:18 bahwa berjuang khusyuk dalam salat 53:20 sehari-hari merupakan investasi 53:23 latihan untuk khusyuk dalam sakaratul 53:26 maut sehingga kita serius 53:29 nah ini yang pertama 53:31 ya ini yang pertama sebab sakaratul maut 53:33 itu sendiri-sendiri dia bapak ibu sama 53:35 seperti salat walaupun kita berjamaah di 53:37 masjid 53:38 ya di sebelah kita ada orang tapi di 53:40 dalam kekhusyukan itu perjuangannya 53:42 sendiri-sendiri, dia sendiri, kita 53:44 sendiri. 53:45 Eee meninggal gitu juga nanti, wa- wafat 53:47 itu begitu juga. Eee ada mungkin 53:50 keluarga kita di sekitar kita, di kiri 53:52 kanan kita, mengelilingi kita, tapi yang 53:54 menghadapi kita sendiri. 53:57 Gitu. 53:58 Eee jadi pasang mindset itu supaya kita 54:01 khusyuknya eee supaya kita 54:03 bersungguh-sungguh untuk berusaha 54:05 khusyuk, itu yang pertama. Ya. Yang 54:07 kedua. 54:09 Biasanya supaya khusyuk untuk salat itu 54:12 ya eee Bapak Ibu dan Bu Ani tadi ya yang 54:15 bertanya itu. 54:16 Iya. 54:18 Dimulai dari sebelum salat. Jadi begini. 54:22 Siapkan waktu kita sebelum salat itu, 54:25 mulai dari wudunya, itu sudah tenang. 54:28 Kalau perlu kita atur nafas kita, jangan 54:31 makanya ada satu hadis Nabi sallallahu 54:32 alaihi wasallam yang memakruhkan orang 54:35 ketika mendengar sudah iqamat itu terus 54:38 dia lari mengejar salat, itu 54:40 dimakruhkan. 54:41 Ya, kenapa demikian? Karena nanti waktu 54:43 salat 54:44 jantungnya masih berdebar-debar. 54:47 Pernafasannya masih belum tenang, 54:50 sehingga pikirannya, konsentrasinya 54:52 masih terganggu, gitu. Nah, jadi kalau 54:54 bisa sebelum salat itu kita kasih jeda 54:56 waktu dulu. Bukan jeda waktu maksudnya, 54:58 kita siapkan dulu waktu kita 55:01 untuk tenang dulu, untuk rileks gitu 55:03 loh, gitu ya. Eee jadi makanya 55:06 azan sampai iqamat itu kan ada ada waktu 55:09 ya, jadi tenang. Eee konsentrasi kita. 55:12 Nah, begitu juga nanti saat memulainya, 55:15 nah itu penting juga untuk kita dalam 55:17 kondisi yang tenang. Ya, kalau perlu 55:19 nafas kita teratur dulu, gitu. Saya 55:21 biasanya menghitung begitu nafas itu. 55:23 Eee tenang nafas kita, rileks, baru 55:27 kemudian kita takbir ikuti takbiratul 55:29 ihram kalau menjadi makmum. Kalau 55:31 menjadi imam ya kita takbiratul ihram ya 55:34 dengan tenang, dengan rileks. Ya, 55:35 walaupun tidak boleh juga sampai apa 55:38 mencari tenang, akhirnya enggak 55:40 jadi-jadi takbiratul ihram, ya itu 55:42 terganggu setan lagi tuh. Ya, jadi 55:44 rileksnya itu betul-betul menyerah, 55:45 artinya adalah menyerahkan diri kepada 55:47 Allah, ya gitu. Ya, berserah diri, ya 55:50 Allah, saya berserah diri, eh gitu, 55:53 kira-kira. Jadi, di maksudnya, maksud 55:55 saya yang kedua, dimulai dari sebelum 55:57 salat, ya atau dari luar salat sudah 55:59 mulai gitu, ya. Mulai mengkhusyukkan 56:01 diri. Dan yang ketiga, 56:05 insyaallah supaya kita khusyuk dalam 56:06 salat itu, ya ikhtiar yang bisa kita 56:08 lakukan adalah, ya kita harus fokus 56:12 memahami bacaan-bacaan yang ada di dalam 56:15 salat. Nah, 56:16 kalau kita paham apa yang kita baca, 56:19 kita jadi berkomunikasi, ya kepada Allah 56:21 gitu. Eh, kalau kita tidak paham, 56:24 berarti kita lalai pikiran kita karena 56:26 apa yang dibaca kita enggak ngerti, ya 56:28 enggak tahu. Eh, jadi kalau misalkan 56:30 kita diimami oleh imam, ya yang 56:33 kebetulan mungkin bacaannya agak panjang 56:35 dan kita enggak tahu apa yang dibaca, 56:38 gitu misalkan gitu, ya. Boleh enggak 56:40 kita kita eh apa namanya? Eh, membaca 56:43 sesuatu yang lain, ya. Kalau kalau 56:46 bacaan eh itu kan bacaan yang surat 56:50 setelah Al Fatihah itu, itu boleh saja. 56:52 Eh, makanya ada ada ulama yang mana 56:54 mengatakan begitu. Jadi, boleh saja kita 56:56 membaca saja apa yang kita paham, boleh. 56:59 Ya, tapi kalau kita mendengarkan tapi 57:01 bisa khusyuk walaupun enggak paham gitu, 57:03 ya. Fokus, eh pikirannya enggak lari ke 57:06 mana-mana, ya lebih bagus mendengarkan. 57:08 Ya, lebih bagus mendengarkan. Nah, jadi 57:10 itu beberapa eh kira-kira apa namanya? 57:13 Eh, praktek atau praktis yang bisa kita 57:16 lakukan untuk menunjang salat kita 57:19 supaya khusyuk. Mindset-nya dirubah, 57:21 yang kedua kita siapkan diri dari 57:23 sebelum salat, dan yang ketiga kita 57:26 berusaha untuk memahami apa yang kita 57:28 baca atau yang kita dibacakan dalam 57:31 salat, ya. 57:32 Demikian, Allahu a'lam bishawab, Bu Ani, 57:34 ya. 57:35 Iya. 57:36 Alhamdulillah, demikian, Bu Ani, semoga 57:37 dapat menjawab. 57:39 Berikutnya, pertanyaan 57:42 ketiga dari Ibu Aminah, Ustaz. 57:45 Iya. 57:45 Assalamualaikum warahmatullahi 57:46 wabarakatuh. 57:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:49 wabarakatuh. 57:51 Ustaz, saya 57:52 alhamdulillah suka bersyukur, suka 57:57 melaksanakan perintah Allah, tapi saya 57:59 merasa 58:02 kurang dan merasa ingin bertobat dan 58:05 merasa banyak dosa. Apakah saya ini 58:08 termasuk yang sudah bersyukur atau 58:11 termasuk yang zikirnya sedikit, Ustaz? 58:13 Demikian. 58:14 Eee. 58:15 Masyaallah, ya, Bu Aminah. 58:17 Ya, dari pertanyaan Ibu, 58:20 kalau seseorang itu menyadari dirinya 58:23 banyak dosa, banyak kesalahan, itu itu 58:27 adalah anugerah dari Allah. Perasaan itu 58:30 perasaan yang yang bagus, yang baik, 58:33 yang anugerah dari Allah. Justru 58:35 sebaliknya, kalau orang tidak merasa 58:38 berdosa, tidak merasa kurang, gitu ya, 58:41 itu justru berbahaya, gitu ya, kalau dia 58:44 merasa pede-pede aja, gitu, padahal 58:47 mungkin banyak kekurangannya, justru itu 58:49 berbahaya. Jadi, perasaan yang Ibu tadi 58:51 sampaikan itu itu perasaan yang bagus. 58:54 Dan dari perasaan merasa masih berdosa 58:57 dan dan memang iya, memang kita ini kan 58:59 ber berdosa, itu sebabnya 59:01 kita kalau salat aja, habis salat kita 59:04 istigfar. Padahal habis melakukan 59:06 perbuatan amal saleh, kan? Kenapa? 59:09 Karena boleh jadi dalam salat kita, kita 59:12 lalai. Satu, dua, eee waktu kita lalai 59:14 dalam salat itu, kita beristigfar. 59:17 Begitu juga dalam eee doa kifaratul 59:19 majelis, ya. Kifarah itu artinya bukan 59:22 penutup saja, sebetulnya. Bukan hanya 59:24 penutup di majelis selesai, lalu kita 59:26 baca doa itu, bukan itu maksudnya, bukan 59:28 hanya itu maksudnya. doa itu, bukan itu 59:30 maksudnya, bukan hanya itu maksudnya. 59:32 Tapi kifaroh itu artinya adalah 59:35 penembus, ya. Penembus 59:38 kesalahan-kesalahan atau dosa kita 59:40 sepanjang majelis. Karena apa? Dalam 59:42 majelis yang di yang baru saja terjadi 59:45 itu dibacakan ayat Allah, dibacakan ee 59:49 hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi 59:50 wasallam. Kalau di situ attitude kita 59:53 mungkin lalai, ya, mungkin suuzon atau 59:56 apapun itu yang tidak baik, ee caranya 59:59 kemudian kita bertobat kepada Allah. 1:00:01 Itulah doa kifaratul majelis. 1:00:03 Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu 1:00:05 alla ilaha illa anta astagfiruka 1:00:08 wa atubu ilaik. Aku beristigfar 1:00:10 kepadamu, ya, Allah dan aku bertobat. 1:00:12 Padahal baru dengan majelis. Kenapa 1:00:14 demikian? Karena memang kita tidak 1:00:16 lepas, tidak luput dari kesalahan. Ee 1:00:19 supaya betul-betul ee tadi ee bersih 1:00:23 namanya kifaroh. Ee kifaratul majelis 1:00:26 itu artinya penembus. Ee jadi perasaan, 1:00:29 maksud saya perasaan yang Ibu sampaikan 1:00:31 tadi, Ibu Aminah, itu bagus sekali, baik 1:00:33 sekali. Dan tidak perlu, Ibu tidak perlu 1:00:36 merasa ee apa, gundah gulana, ya. Justru 1:00:39 ee teruslah beristigfar, teruslah mohon 1:00:43 ampun kepada Allah dan teruslah 1:00:44 bersyukur. 1:00:45 Tadi seperti yang Ibu sampaikan. Ee 1:00:48 kedua-duanya itu ee perlu, ee bukan 1:00:51 perlu lagi, kedua-duanya itulah kunci. 1:00:53 Ya. Terus merasa, terus minta ampun 1:00:55 kepada Allah dan terus bersyukur kepada 1:00:57 Allah. Ya, mudah-mudahan ee Allah 1:00:59 berikan Ibu kekuatan, ya, untuk 1:01:01 senantiasa bisa bersyukur terus dan juga 1:01:04 bisa terus memohon ampun kepada Allah, 1:01:07 beristigfar kepada Allah. Karena memang 1:01:10 kita manusia ini tidak pernah lepas, 1:01:12 tidak pernah luput dari kesalahan dan 1:01:14 dosa. Tapi Allah pun Maha Pengampun dan 1:01:18 Maha Penyayang kepada kita. Demikian 1:01:20 kira-kira. 1:01:21 Demikian, Ibu Aminah, semoga 1:01:23 pertanyaan Ustaz. 1:01:25 Iya. 1:01:25 Tadi Ustaz membahas tentang surat Al 1:01:29 Anisa Ustaz ayat 142 ya. 1:01:32 142 ya. 1:01:33 142 ya, 142. 1:01:35 Ada 1:01:37 potongan ayat terakhir dan orang munafik 1:01:40 itu tidak berzikir kecuali dengan zikir 1:01:42 yang sedikit itu Ustaz. 1:01:44 Iya. 1:01:44 Ya. 1:01:45 Kalau 1:01:47 zikir orang yang munafik yang sedikit 1:01:49 itu kan meng 1:01:51 kita bisa ambil kesimpulan tidak akan 1:01:53 diterima oleh Allah zikirnya 1:01:55 yang sedikitnya itu Ustaz. 1:01:57 Iya. 1:01:57 Tapi bagaimana kalau misalnya 1:02:01 zikir yang sedikit itu mungkin bukan 1:02:03 orang munafik tapi orang beriman. Apakah 1:02:06 zikir yang sedikit itu diterima atau 1:02:08 tidak Ustaz? 1:02:09 Oke. 1:02:11 Ya, jadi 1:02:12 ayat 142 tadi itu konteksnya dalam 1:02:15 salat. Ya, jadi dalam durasi salat gitu 1:02:18 ya. 1:02:19 Dalam makanya dalam durasi salat ini 1:02:21 kata para ulama supaya kita terhindar 1:02:24 dari jenis salatnya orang munafik yang 1:02:28 tidak ingat Allah kecuali sedikit dalam 1:02:29 salatnya itu supaya kita terhindar di 1:02:32 situ maka kita berusaha setiap kali 1:02:37 pikiran kita lari ke mana-mana kita 1:02:39 kembalikan lagi, khusyuk lagi. Nah, 1:02:42 terus lari lagi, ingat ini, ingat itu, 1:02:45 tarik lagi. Nah, jadi usaha itu memang 1:02:47 seperti battle 1:02:49 seperti pertempuran ter dengan diri kita 1:02:52 sendiri gitu. Ya, jadi maksudnya orang 1:02:55 munafik zikir-zikirnya sedikit tadi itu 1:02:57 dalam salat. Nah, dalam salat jadi 1:02:59 innalladzina munafikina yukhadi'unallaha 1:03:01 wa idza qamu ilashalah, nah itu 1:03:03 kalimatnya. Nah, ketika mereka berdiri 1:03:05 salat mereka malas, terus mereka riya 1:03:08 dan tidak ingat Allah kecuali sedikit. 1:03:10 Nah, jadi se selama kita berusaha selalu 1:03:13 eee, berusaha khusyuk gitu walaupun 1:03:16 eee, sudah berusaha tiba-tiba 1:03:19 ee, ingat 1:03:20 anu, ingat kerjaan gitu ya. Ah, kita 1:03:23 tarik lagi. 1:03:24 Ah, sudah ditarik lagi, khusyuk lagi, 1:03:26 berusaha khusyuk, tahu-tahu sebentar 1:03:28 malah ingat 1:03:30 apalagi misalkan, ingat uang, ingat ini, 1:03:32 ingat tarik lagi. Eh, keluar lagi, tarik 1:03:34 lagi, keluar lagi, tarik lagi. Nah, 1:03:36 kalau pertempuran itu terus kita lakukan 1:03:38 sepanjang salat, maka insyaallah kita 1:03:40 termasuk dari orang-orang yang mengingat 1:03:43 Allah banyak. 1:03:45 Ee, tapi kalau kita biarkan lalai, ke 1:03:47 mana-mana gitu ya. Sampai apa yang tadi 1:03:51 sebelum salat enggak ingat malah dalam 1:03:52 salat kita ingat, nah itu itu yang 1:03:55 dikhawatirkan menjadi seperti salatnya 1:03:58 orang munafik tadi dalam dalam surat 1:04:00 An-Nisa 142. Nah, jadi itu dalam salat 1:04:03 konteksnya. Nah, jadi kita kita berusaha 1:04:06 betul-betul ya untuk ee, menjadikan 1:04:09 salat kita itu 1:04:11 ee, mayoritasnya adalah ingat kepada 1:04:13 Allah ya bukan bukan sedikit ya. Kalau 1:04:16 sedikit itu nanti ee, khawatir terjadi 1:04:20 seperti orang-orang yang munafik ya. 1:04:22 Kira-kira demikian. 1:04:24 Iya. 1:04:24 Demikian Ustaz, jazakumullah khairan 1:04:26 katsiran. 1:04:27 Iya. 1:04:28 Ee, baik Ustaz. Di sini ada Ibu Sri yang 1:04:31 menyapa Ustaz, terima kasih ilmunya 1:04:33 Ustaz. 1:04:34 Iya, sama-sama. 1:04:35 Alhamdulillah saya menyimak, kemudian 1:04:39 tadi ada 1:04:41 telepon dari Bapak Hamzah tidak 1:04:43 terangkat. 1:04:45 Ee. 1:04:45 Iya. 1:04:47 Iya, Pak Hamzah semoga sehat. 1:04:49 Iya, alhamdulillah. 1:04:51 Baik Ustaz, sebagai penutup Ustaz, 1:04:53 silakan Ustaz. 1:04:54 Iya. 1:04:55 Ikhwan akhwat, para pendengar Radio 1:04:57 Silaturahim dan pemirsa Rasil TV di 1:04:59 manapun berada 1:05:01 ee, umur yang Allah beri kepada kita ini 1:05:04 ee, ada konsekuensinya. 1:05:07 Konsekuensinya adalah 1:05:10 nanti kita akan bersyukur atau menyesal 1:05:14 atas umur tersebut tentu kita tidak mau 1:05:17 menyesal, tentu kita ingin mensyukuri. 1:05:19 Oleh karenanya ya kita buka Alquran kita 1:05:22 tadaburi ya jangan sampai kita termasuk 1:05:25 orang yang menyesali umur. Satu poin 1:05:27 sudah kita bahas malam ini yakni umur 1:05:31 itu hendaklah dipakai sebanyak-banyaknya 1:05:34 zikrullah. Nah dalam salat zikrullah 1:05:36 itu, dalam interaksi dengan Alquran 1:05:38 zikrullah itu dan dalam menjalankan 1:05:41 kehidupan sehari-hari sesuaikan dengan 1:05:44 petunjuk Allah subhanahu wa taala. Itu 1:05:46 maknanya secara komprehensif. 1:05:48 Mudah-mudahan Allah berikan kesempatan 1:05:51 kita untuk berjumpa lagi di ee pertemuan 1:05:53 berikutnya membahas poin berikutnya yang 1:05:55 kedua, ketiga dan keempat ya. 1:05:57 Amin. 1:05:59 Wallahu alam bishawab. Billahi taufik 1:06:00 walhidayah. Assalamualaikum 1:06:02 warahmatullahi wabarakatuh. 1:06:04 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:06:06 wabarakatuh. Alhamdulillah Ustaz 1:06:07 jazakumullah khairan katsiran Ustaz 1:06:08 ilmunya tentang jenis penyesalan yang 1:06:11 pertama yaitu kita memperbanyak berzikir 1:06:14 kepada Allah dan terhindar dari penyesal 1:06:16 penyesalan karena tidak berzikir. 1:06:20 Baik ikhwan dan akhwat saya Muhammad 1:06:22 Fauzi Ridwanulhaq mohon undur diri. 1:06:24 Mohon maaf atas segala khilaf segala 1:06:26 kata. 1:06:27 Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu 1:06:29 alla ilaha illa anta astagfiruka waatubu 1:06:32 ilaik. Assalamualaikum warahmatullahi 1:06:34 wabarakatuh.