Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brazil
- Waa ali sayidina Muhammad.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat,
- pendengar radio silaturahim dan juga
- pemirsa Rasil TV yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah kita kembali berjumpa Iwan
- akhwat di Rabu sore hari ini tanggal 29
- Safar 1448 Hijriah atau tanggal 12
- Agustus 2026. Kembali hadir acara
- tausiah sore seperti biasa setiap Rabu
- sore bersama Ustaz Ahmad Zazuli Kholil
- yang alhamdulillah telah bergabung
- bersama kami di sini. Kita sapa Ahwat.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Apa kabar, Ustaz? Sehat.
- Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Masyaallah. Dan semoga
- Iwanat juga semua dalam keadaan sehat di
- sore hari ini ya. Yang sedang sakit
- semoga Allah angkat penyakitnya dan beri
- kesabaran. Amin ya rabbal alamin. Tema
- yang akan ustaz sampaikan adalah
- mengenai syafaat ustaz. Ya, kita akan
- bersama-sama simak Ikwan Ahwat. Yang
- ingin bergabung bertanya silakan nanti
- Anda bisa kirimkan WhatsApp kami di
- 0811999720.
- Tad ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alfatih hadi sayidina wa habibina
- rasulillah Muhammad ibn Abdillah
- sallallahu alaihi wasallam waa alihiwaji
- minursalinidinabi
- Muslim muslimatin
- fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillrahmanirrahimiki
- yaumiddin. Iyaka na'budu wa iyaka
- nastain ihdinatal mustaqimadina
- anamtail magdubi alaihim.
- in. Amin. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Wasalatu
- wasalamu ala asrofil mursalin sayyidina
- wa maulana Muhammadin wa ala alihi
- wasohbihi ajmain. Amma ba'dna asqal
- hadis kitabullah taala wahair hadi hadi
- Muhammadin shallallahu alaihi wasallam.
- Para pendengar silaturahim dan pemirsa
- Rasil TV rahimakumullah. Alhamdulillah
- pada sore ini kembali kita dipertemukan
- oleh Allah dalam keadaan sehat walafiat
- walaupun cuma lewat udara dalam rangka
- menjalankan salah satu perintahnya yang
- diwajibkan atas kita semua yaitu
- menuntut ilmu yang insyaallah
- pada sore ini kita akan membahas tentang
- sifatus syafaah.
- Ya, mudah-mudahan [berdehem]
- apa yang kita kaji, yang kita pelajari
- ini Allah jadikan sebagai ilmu yang
- manfaat pada bagi kita fid dunia wal
- akhirah. Selawat dan salam semoga selalu
- tercurah atas junjungan kita Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- beserta keluarganya, para sahabatnya,
- sunahnya.
- Para pendengar silaturahim dan pemirsa
- Sarasil TV rahimakumullah.
- Pada pertemuan yang lalu saya sudah
- sampaikan tentang
- ee keadaan di padang mahsyar ya, bahwa
- padang mahsyar itu adalah padang yang
- sangat luas,
- tak bertepi,
- ya, tidak ada tanahnya atau pasirnya
- putih kemudian
- tidak ada yang berlubang dan tidak ada
- tanah yang menonjol rata.
- Di sana dikumpulkan bukan saja manusia,
- tapi juga malaikat, jin, setan, ya.
- Kemudian hewan dikumpulkan di padang
- mahsyar. Selanjutnya di sana
- panas tak terkira.
- Namun sehingga [berdehem]
- orang bercucuran apa namanya ee keringat
- ya digambarkan oleh Nabi ada orang yang
- keringatnya sampai betisnya sampai
- lututnya sampai kemaluannya sampai
- lehernya. Bahkan ada yang tenggelam
- karena panas mata panasnya di sana itu
- matahari bagaikan satu hasta
- ya. Dan ini sudah kita bahas.
- Namun dari ee yang panasnya
- bias
- golongan manusia yang dinaungi oleh
- Allah subhanahu wa taala ya yang oleh
- ulama dihitung tidak kurang dari 70
- golongan manusia.
- Ya. Maka mudah-mudahan kita ini ada di
- antara yang 70 itu sehingga kita tidak
- kepanasan dilindungi oleh Allah dari
- keadaan yang mengerikan, yang mencekam.
- Di sana kita orang manusia atau makhluk
- berdiri ya perasaannya ada yang 3.000
- tahun, ada yang 15.000 tahun. Itu kan
- merupakan gambaran dari Rasul tentang
- bagaimana
- situasi batin manusia pada saat itu.
- Orang kalau ketakutan
- ee dalam keadaan takut dengan orang
- yang dalam keadaan senang, perasaan
- waktu itu berputarnya itu berbeda. Kalau
- orang yang lagi takut, waktu itu
- berputar rasanya lama. Tapi kalau orang
- lagi senang, waktu itu berputar begitu
- cepat
- ya. Orang lagi puasa dari jam .00 nunggu
- sampai jam .00 itu rasanya lama sekali.
- Tapi begitu jam .00 ke isya rasanya
- cepat sekali waktu itu. Padahal
- perputaran waktu dari jam 5.00 ke jam
- 0.00 dengan jam 0.00 ke jam .00 itu
- kecepatannya sebenarnya sama.
- Cuma kalau dari jam 5.00 ke jam .00 itu
- kita lagi nunggu-nunggu waktunya magrib
- untuk berbuka. Sementara dari jam .00
- kita lagi menikmati senang nikmatnya
- berbuka puasa sehingga perasaannya
- berbeda.
- Begitulah orang yang ketakutan di padang
- mahsyar
- rasanya lama. Semakin takut semakin
- lama. Tapi buat orang yang beriman kata
- Nabi di padang mahsyar itu rasanya
- seperti mengerja mengerjakan salat.
- Berapa lama salat subuh itu? Ya,
- begitulah perasaannya ya. Kenapa? Jelas
- situasi batin orang beriman dengan orang
- yang durhaka pada saat itu adalah sangat
- berbeda sekali. Para pendengar hadirin
- silaturahim dan pemirsa Rasil TV
- rahimakumullah.
- Nah, selanjutnya
- [berdehem]
- ee saking
- saking takutnya, mencekamnya keadaan di
- Padang Mahsyar itu karena semuanya
- menghadap ke Arasy nunggu [mendengus]
- keputusan dari Allah ya apa yang akan
- ditetapkan atas hamba-hambnya.
- Dan itu lama tidak ada keputusan
- sehingga rasa takutnya luar biasa.
- Sehingga kemudian kata Rasulullah,
- saking enggak tahannya di Padang Mahsar
- itu orang pengin lari ke neraka saja
- saking sudah enggak tahannya di Padang
- Mahsyar.
- Nah, dalam kondisi yang mencekam itu
- kemudian mereka makhluk ini, manusia ini
- mencari siapakah gerangan yang bisa
- menolong mereka.
- Nah, inilah yang kita bahas, yakni
- kaitannya dengan syafaat, yakni
- pertolongan.
- Perlu para pendengar ketahui bahwasanya
- mengenai syafaat itu memang ee kelompok
- atau mazhab dalam Islam ini berbeda.
- Orang Muktazilah, orang Khawarij
- [berdehem]
- mereka menolak adanya syafaat. Karena
- Allah berfirman, "Fama tanfauhum
- syafaatus syafiin." Ya, pertolongan
- orang-orang yang memberikan pertolongan
- enggak berguna buat mereka. Nah, mereka
- itu diartikan oleh orang-orang apa
- namanya? Muktazilah Khawarij itu ya.
- mereka yang ada di padang mahsyar yakni
- orang mukmin maupun orang kafir.
- Sementara mazhab ahli sunah wal jamaah
- menyatakan bahwa yang dimaksud dengan
- mereka di sini adalah orang kafir ya.
- Kalau buat orang mukmin maka syafaat itu
- adalah sangat bermanfaat.
- Para pendengar hadis silaturahim
- rahimakumullah.
- Ketika saya melaksanakan ibadah haji
- waktu wukuf di Arafah
- ee maka petugas haji ini ee mengumpulkan
- mencari para kiai, para ustaz
- untuk apa?
- Menolong membantu para jemaah.
- Pertama, siapa yang akan menjadi imam
- dalam salat? Keduanya siapa nanti yang
- memimpin doa waktu wukuf ya ee yang
- [berdehem] memimpin memimpin zikir
- demikian juga yang berdoanya.
- Dan yang dicari itu adalah ya ulama ya.
- Yang dicari itu ulama bukan bukan
- gubernur, presiden atau siapa. Tidak.
- yang dicari itu adalah ulama. Karena
- merekalah yang bisa menghubungkan
- kita dengan Allah Subhanahu wa taala.
- Ya. Lalu ya maka padang mahsyar itu e
- maka Arafah itu adalah disebut miniatur
- padang mahsyar.
- Karena di di Padang di di Arafah kita
- semua berpakaian sama ya. Nanti di sana
- pun demikian. Para pendengar hadiah
- silaturahim rahimakumullah.
- Maka manusia ini di sana dalam keadaan
- yang mencekam, yang menakutkan itu
- mencari siapa gerangan yang akan dia
- yang bisa menolong mereka. Maka pertama
- yang dicari
- adalah
- Nabiullah
- Adam
- alai alai
- tanda tertentu barangkali agak mendingan
- Ustaz
- [tertawa]
- I mohon maaf Iwan Awat ini kita live di
- aplikasi Zoom. Jadi sedikit gangguan di
- kemudian berkata
- ya saya akan menggunakan bahasa B
- kita jada dulu mungkin ya mohon maaf
- yawat kita ada gangguan sinyal
- internetnya jadi
- mungkin kita jedak dulu ya
- untuk kembali menghubungi Ustaz
- Halo
- ya. Halo.
- Iya, Ustaz. Mohon maaf tadi tidak ada
- jelas suaranya. Sekarang sudah
- sinyalnya bagaimana, Ustaz?
- Sudah, ya.
- I
- lanjut.
- Lanjut boleh. Silakan, ya. Silakan.
- Iya.
- Baiklah.
- Engkaulah
- satu-satunya
- manusia yang Allah perintahkan malaikat
- bersujud kepadamu.
- Nah,
- tolonglah
- kami
- ya kami dalam ketakutan
- setiahat.
- Maka tolonglah katanya kami wahai Nabi
- Allah Adam alaihiatu alaihissalam.
- Kata Nabi Adam, "Ya,
- yang belum pernah sebelumnya marah
- seperti ini, ku dulu dilarang oleh Allah
- buahnya, tapi justru aku telah
- melakukannya." Dan itu pasti akan ada
- perhitungannya.
- Karena itulah kata Nabi Adam, "Aku tidak
- bisa menolong kalian. Pergilah kalian
- carilah orang lain dan temuilah coba
- Nuh." Barangkali Nabi Nuh bisa menolong
- kalian. Akhirnya manusia ini gruduk
- nyari Nabi Nuh. Setelah ketemu dengan
- Nabi Nuh, begitu juga minta tolong
- kepada Nabi Nuh. Apa kata Nabi Nuh? Aku
- ini dulu pernah berdoa
- ya yang tidak mendoakan berdoa yang
- tidak baik untuk umatku. Minta supaya
- dibinasakan semuanya. Padahal aku ini
- seorang nabi, seorang rasul yang
- tentunya aku tidak boleh berdoa seperti
- itu dan ini pasti akan ada hisabnya dari
- Allah. Karena itu aku tidak bisa
- menolong kalian. Carilah orang lain dan
- coba temui oleh kamu ee Ibrahim.
- Barangkali Ibrahim bisa menolong kalian.
- Setelah bertemu dengan Nabi Ibrahim, ya
- Nabi Ibrahim pun mengatakan bahwasanya
- dulu aku di dunia pernah berdusta tiga
- kali.
- Aku ini seorang rasul.
- Maka pasti itu akan dimintakan
- pertanggungjawaban oleh Allah Subhanahu
- wa taala.
- Ya, karena itu aku tidak bisa menolong
- kalian.
- Karena itu carilah orang lain. Coba
- temui oleh kamu Musa. Barangkali Musa
- bisa menolong kalian. Ya, nyari lagi
- Nabi Musa. Setelah ketemu dengan Nabi
- Musa, kata Nabi Musa, "Dulu aku pernah
- memukul orang Qibti sampai mati walaupun
- aku tidak niat
- ya tidak sengaja untuk membunuhnya.
- Tapi bagaimanapun kenyataannya dia mati,
- tentu saja ini akan dimintai
- pertanggungjawaban oleh Allah Subhanahu
- wa taala. Karena itulah makanya aku juga
- merasakan seperti yang kalian rasakan.
- Dan karena itu pula aku tidak bisa
- menolong kalian. Mintalah tolong kepada
- orang lain. Coba temui Isa. Barangkali
- Isa bisa menolong kalian.
- Nah, kemudian para pendengar silaturahim
- rahimakumullah, maka dicarinya Nabi Isa
- alaihi salalatu wasalam. Begitu sudah
- ketemu dengan Nabi Isa, maka
- minta lagi pertolongan kepada Nabi Isa.
- Tapi apa kata Nabi Isa?
- Ya, dulu kaumku menganggap aku sebagai
- anak Tuhan.
- Ya, bahkan ada yang mengatakan, "Aku
- adalah Tuhan.
- Begitu juga dengan ibuku
- ya. Dan aku sebagai nabinya tentu pasti
- apa akan diminta pertanggungjawaban oleh
- Allah Subhanahu wa taala. Maka akun sama
- katanya ya seperti kalian. Karena itu
- temuilah oleh kamu Muhammad barangkali
- Muhammad bisa menolong kalian.
- Begitu ketemu dengan Nabi Muhammad.
- Wahai Rasulullah,
- sayidul awalin wal akhirin,
- manusia bersamu sudah diampuni oleh
- Allah Subhanahu wa taala dosa yang
- dahulu maupun dosa yang akan datang.
- Seandainya engkau melakukannya, lihatlah
- keadaan kami, maka tolonglah kami wahai
- Rasulullah. Maka Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam kemudian bangun
- mahimullah.
- Beliau bangun
- langsung kemudian beliau ini
- apa namanya? Ee berbicara kepada Allah
- subhanahu wa taala. Qala Ibnu Abbas
- radhiallahu anh. Qala Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Bersabda
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
- "Tunsulil anbiya manabir minzahab." Ya,
- didirikanlah mimbar-mimbar untuk para
- nabi. Faylisuna alaihab min farigon.
- Semua para nabi itu sudah duduk di
- mimbar. Mimbar yang dibuat dari emas itu
- oleh Allah. Mereka semua duduk di situ.
- Cuma mimbarku yang masih kosong. Kata
- Nabi sallallahu alaihi wasallam, "La
- ajlisu alaih, aku tidak mau duduk di
- sana." Ya. Tah. Tetapi lakin aku lakin
- [berdehem]
- lakin aku muqiman ba.
- Aku berdiri di hadapan Allah Subhanahu
- wa taala.
- Karena aku takut oleh Allah disuruh ke
- surga watab umati ba'di sehingga
- kemudian siapa nanti yang apa namanya
- akan menolong umatku. Nah, faak ya rab
- umati ya rab umati kata nabi sallallahu
- alaihi wasallam ya Allah umatku ya rab
- umatku ya rab fayqulullah azza waalla ya
- muhammad w turid asumat umtik kemudian
- Allah balik bertanya kepada nabi
- muhammad hai muhammad apa yang yang kau
- inginkan
- aku kuperbuat kepada umatmu
- ya ajil hisabahum
- Segeralah wahai Allah, segeralah hisab
- mereka ituala
- aku terus-menerus
- meminta pertolongan kepada Allah untuk
- umatku. Nah, inilah syafaat yang pertama
- jamaah rahimullah.
- Syafaat Nabi yang pertama yaitu yang
- kemudian disebut dengan syafaatul uzma,
- pertolongan. Maka dihisablah mereka ya.
- [berdehem]
- Ah,
- demikian ya jemaah rahimahullah.
- Selanjutnya
- nanti yang kedua,
- yang kedua ada lagi syafaat. Begitu Nabi
- sudah memberikan syafaat yang pertama
- barulah nanti para nabi dan yang lainnya
- juga boleh memberikan syafaat. Syafaatul
- udma ini adalah hanya milik Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Ya, yang
- lain tidak ada yang punya.
- Kemudian [berdehem] yang kedua,
- syafaat yang kedua adalah
- syafaat berupa dimasukkannya umatnya
- Nabi sallallahu alaihi wasallam ke dalam
- surga tanpa hisab.
- Ya, dulu ya dulu para pendengar saya itu
- mendapatkan informasi
- ya bahwa syafaat itu
- pertolongan Nabi kepada umatnya yang ada
- di neraka kemudian dikeluarkan dan
- dimasukkan ke surga. Itulah yang namanya
- syafaat
- ya. yang saya apa namanya yang saya
- terima ee demikian sehingga kemudian
- saya ini berpikir jadi kalau gitu
- berarti orang yang mendapatkan syafaat
- itu orang yang masuk ke dalam neraka.
- Kalau yang enggak masuk neraka ya enggak
- perlu ditolong lagi oleh Nabi sallallahu
- alaihi wasallam. sehingga ee saya ya
- cukup lama juga enggak mau minta
- syafaat.
- Kenapa? Karena dalam pemahaman saya
- kalau saya minta syafaat, syafaat Nabi
- itu kan sama dengan minta dimasukkan
- dulu ke neraka kemudian ditolong oleh
- Nabi. Yang saya inginkan itu masuk surga
- enggak harus masuk ke neraka dulu.
- Nah, itulah memang kalau orang apa
- namanya bodoh, orang enggak ngerti ya
- begitu rahimullah. Nah, setelah kemudian
- mengetahui macam-macam syafaat, maka
- saya kembali minta lagi kepada Allah
- agar mendapatkan syafaat Nabi. Dan
- ternyata para ulama, para aulia pun
- semua pada minta syafaat.
- Nah, syafaat yang kedua yaitu tadi
- adalah berupa di [berdehem]
- dimasukkannya seseorang atau hamba atau
- umatnya Nabi ke surga tanpa hisab. Kalau
- orang yang sudah biasa membaca Maulid
- deba itu ada hadis ya yang disebutkan di
- dalam da sulusun yadkhulunal jannata
- bighiri hisab. sepertiga dari umatnya
- Nabi Muhammad itu nanti akan masuk ke
- dalam surga tanpa dihisab. Dan itu
- adalah karena syafaat Nabi
- ya.
- Dan yang kedua ini syafaat yang kedua
- juga
- khusus ini hanya Nabi Muhammad yang
- punya.
- Nabi yang lain apalagi yang bukan nabi
- tidak punya.
- Yang ketiga adalah syafaat berupa
- dinaikkannya
- derajat ahlil jannah.
- Jadi kalau umpamanya
- orang masuk surga itu adalah di tingkat
- satu karena syafaat Nabi dinaikkan
- derajatnya ke tingkat dua. Itu karena
- syafaatnya Nabi ya.
- Dan ini pun syafaat yang jenis ketiga
- ini hanya Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam yang punya.
- Yang keempat adalah
- syafaat berupa
- dimasukkannya
- orang ke dalam surga yang mestinya dia
- masuk ke dalam neraka atau tidak ke
- neraka, tidak ke surga.
- Seperti ada tempat antara surga dan
- neraka itu disebut dengan al disebut
- al-Araf. Makanya kan [mendengus] ada
- surat A'raf itu tempat antara surga dan
- neraka ya. Atau orang yang timbangan
- amal jahatnya sedikit lebih berat
- sehingga mestinya masuk ke dalam neraka.
- Tapi dengan syafaatnya Nabi mereka
- kemudian dimasukkan ke dalam surga.
- tidak harus masuk neraka dulu. Ini yang
- keempat ya. Dan ini pun sekali lagi
- hanya Nabi Muhammad yang punya.
- Yang kelima adalah syafaat berupa
- dielamatkannya,
- diangkatnya
- orangorang
- mukmin dari yang durhaka dari neraka.
- Ya. Kemudian dimasukkan ke dalam surga.
- Nah, nah mengenai yang kelima ini tidak
- hanya Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam, tapi juga nabi-nabi lain,
- bahkan para wali, para ulama, para kiai
- ini
- diberi hak ya. Nah, mengenai syafaat ini
- terjadi pertama
- karena memang Allah rida,
- Allah mengizinkan.
- Ya, misalnya ulama katakan umpamanya
- ulama itu saya, saya diizinkan oleh
- Allah untuk memberikan pertolongan.
- Yang kedua, yang ditolongnya juga oleh
- Allah diizinkan.
- Nah, siapa yang diizinkan itu? Yang
- diizinkan itu tentu adalah orang mukmin.
- Kalau yang mau ditolong itu orang kafir,
- ya jelas itu tidak diperkenankan. Allah
- tidak akan meridai. Dan ini yang
- dimaksud ee dengan firman Allah yang
- dijadikan dasar oleh orang-orang
- Muktazilah dan orang Khawarij ya. yaitu
- fama tanfauhum syafaatus syafi'in.
- Jadi kalau orang kafir maka enggak bisa
- ditolong. Nah, itulah bentuk syafaat.
- Para pendengar radius silaturahim
- rahimakumullah.
- [mendengus]
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ya
- beliau menjelaskan bahwa semua nabi itu
- mempunyai doa yang mustajab.
- Artinya kalau doa itu dipergunakan oleh
- Nabi
- maka pasti dikabulkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Dan semua nabi sudah
- menggunakan doa itu semuanya kecuali
- aku, kata Nabi. Karena akan aku
- pergunakan untuk menolong umatku di hari
- kiamat nanti. Coba saking penginnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
- umatnya ini selamat, beliau sudah
- merancang, beliau sudah mencanangkan, ya
- memprogram
- untuk menyelamatkan kita ini bukan hanya
- di dunia, tapi lintas alam. Bahkan di
- akhirat beliau sudah canangkan nanti
- akan begini begini begini di akhirat.
- Sebagaimana ketika Sayidah Fatimah
- radhiallahu anha bertanya
- ya, ketika Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam sakit, Siti Fatimah tuh datang
- ditarik lehernya oleh Rasulullah
- dibisikin.
- Ya, dibisikin.
- Kemudian begitu sudah dibisikin, Siti
- Fatimah menangis.
- Kemudian setelah itu ditarik kembali ya,
- dibisikin lagi. Begitu selesai dibisikin
- yang kedua Siti Fatimah tertawa. Dia
- senang sekali
- apa yang terjadi ini tidak lepas dari
- pengamatan Sayidah Aisyah radhiallahu
- anha. Karena itu makanya Sayidah Aisyah
- bertanya, "Fatimah, tadi kamu dibisikin
- dua kali oleh Rasulullah. Yang pertama
- selesai dibisikin kamu nangis
- ya. Begitu yang kedua kemudian kamu
- tertawa. Emang Rasulullah berbisik apa
- kepada kamu? Maaf kata Siti Fatimah saya
- tidak akan menjelaskan kepadamu apa yang
- dirahasiakan Rasulullah. Ya, nanti akan
- saya beritahu kalau Rasulullah sudah
- tidak ada. Nah,
- rupanya bisikan pertama itu memberitahu
- kepada Siti Fatimah bahwa
- hari ini adalah hari terakhir aku di
- dunia dan hari pertama akhiratku. Kata
- Rasulullah. Jadi Rasulullah sudah
- memberitahu kalau hari ini adalah hari
- kematianku. Itulah yang membuat aku
- menangis. Nah, kemudian bisikan yang
- kedua beliau memberitahu, "Fatimah,
- keluargaku yang pertama nanti katanya
- meninggal adalah kamu." Itulah yang
- membuat saya tertawa, membuat saya
- girang karena ee berarti akulah orang
- keluarga yang pertama kali bertemu lagi
- dengan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Lalu Sayidah Fatimah tuh
- bertanya kepada Nabi, Rasulullah,
- Nabi ee ketika di akhirat nanti
- kalau aku pengin bertemu denganmu, di
- mana aku harus mencarimu? Kata
- Rasulullah, carilah aku di Mahsyar.
- Ya, kalau di Mahsyar enggak ketemu
- Rasulullah,
- temu ee carilah aku di Mizan.
- Kalau saya cari ke mijan juga enggak
- ketemu wahai Rasulullah, carilah oleh
- kamu aku di sirat karena di sana aku
- akan berdiri sambil terus aku akan
- memohon kepada Allah. Umma sallim umati
- ya rab. Sallim umati ya rab. Sallim
- umati ya rab. Ya jadi nabi sudah
- mencanangkan jemaah
- itu untuk keselamatan umatnya.
- Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam
- menjelaskan,
- "Dan syafaatku itu akan menjangkau semua
- umatku yang tidak mensekutukan
- Allah, yang tidak syirik." Ya, artinya
- sebesar apapun dosa orang itu sepanjang
- bukan syirik dia akan mendapatkan
- syafaat dari Nabi sallallahu alaihi
- wasallam. Nah, mudah-mudahan kita semua
- ya yang
- sekarang lagi ngaji ini termasuk di
- antara orang-orang yang mendapatkan
- syafaat dari Nabi sallallahu alaihi
- wasallam. Barangkali inilah mengenai
- syafaat ya. Ee insyaallah nanti kita
- akan ee lanjutkan bahasan berikutnya
- pada minggu yang akan datang. Semoga
- kita semua dalam keadaan sehat walafiat.
- Wallahuam.
- Baikat. Alhamdulillah telah kita
- bersama-sama simak tausiah sore yang
- telah disampaikan oleh Ustaz Ahmad
- Zuzuli Kholil mengenai syafaat tema kita
- di sore hari ini. Kita jeda dulu, Ustaz.
- H.
- Oke kita jadi dulu ya. Nanti
- duluentar
- setelah nanti jedan akan kembali lagi
- untuk membacakan WhatsApp yang telah
- masuk. Tetap bersama kami Ikwan.
- sore yang disampaikan oleh Ustaz Ahmad
- Zuli Kholil membahas tema mengenai
- syafaat. Sudah banyak yang bergabung,
- yang berkomentar juga bertanya di
- WhatsApp Prasil ini sapaan-sapaan yang
- masuk. Saya akan bacakan dari Ibu Lisu
- sudah sedang menyimak, Ustaz. Terima
- kasih tausiahnya. Bapak Asep juga sedang
- menyimak ada juga Bapak Rama Mitra di
- Tangerang. Terus juga ini sapaan dari
- Ibu Anicani Hudaifa. Bismillah menyimak.
- Pak Haji Raya di Depok, Ibu Yuli, Bapak
- Baron Betawi juga, Ibu Pizza Fitriana,
- Bapak Musyawir Abdul Basyir, Bapak Amsir
- Tabrani juga ada. Ini sapaan dari Ibu
- Syakila yang sedang menyimak. Ini
- pertanyaan pertama saya akan bacakan
- Ustaz [berdehem]
- yang masuk dari
- Bapak Musyawir, Pak Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Mohon pencerahannya, Pak Ustaz.
- Perwakilan umat pada saat itu siapa yang
- bisa menyampaikan permohonan syafaat
- kepada para rasul?
- Begitu, Ustaz pertanyaannya. Mohon
- pencerahannya.
- Perwakilan umat.
- Coba diulang. Diulang.
- Siapa yang ee perwakilan umat pada saat
- itu? Siapa yang bisa menyampaikan
- permohonan syafaat kepada para rasul?
- Demikian.
- Hm. [berdehem]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Seperti tadi di Padang ee saya sampaikan
- ketika
- manusia dalam
- ketakutan
- ya ee kemudian mereka mencari
- manusia ini mencari siapa yang bisa
- menolong mereka.
- Nah, dipili maka dicarilah mulai dari
- Nabi Adam sampai Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam.
- Nah, perwakilan itu siapa? Memang enggak
- ada keterangan yang menyebutkan ini
- siapa yang nyari
- gitu ya. Enggak ada penjelasannya. Yang
- jelas semua manusia itu membutuhkan
- pertolongan
- ya.
- membutuhkan pertolongan.
- Apakah kemudian semua manusia mencari?
- Itu tidak ada penjelasannya.
- mengenai syafaat ini mereka mencari
- enggak mencari yaitu
- ketika Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam mikraj,
- Nabi itu sujud
- di hadapan Allah Subhanahu wa taala
- begitu lama.
- Kemudian Allah bertanya, "Kum, ya
- Muhammad
- fatunto." Bangunlah katanya Muhammad,
- mintalah apa yang kamu inginkan. Ya,
- nanti akan diberikan.
- Maka Nabi Muhammad kemudian minta kepada
- Allah, "Ya Allah, saya mohon kepadamu
- hak untuk memberikan syafaat kepada
- umatku nanti.
- Baik, aku berikan sepertiganya."
- Gitu kata Allah.
- Nah, maka Nabi Muhammad bersyukur karena
- dikabulkan permohonannya.
- Sujud lagi Nabi Muhammad. Begitu lama
- sujud sampai kata Allah, "Bangunlah
- Muhammad, apalagi yang kau inginkan."
- Ya, mintalah. Nabi kemudian minta lagi
- kepada Allah, "Ya Allah, aku minta
- kepanu hak untuk memberikan syafaat
- kepada yang dua per3."
- Baik, aku kasih katanya separuhnya.
- Berarti kan sudah 2/3 tuh nanti yang
- diberi syafaat. Nabi sujud lagi
- ya. Sujud lagi. Maka kata Allah, "Bangun
- Muhammad, apalagi yang kau inginkan?"
- Padahal Allah tentunya kan maha tahu ya.
- Nabi Muhammad menyampaikan, "Saya minta
- hak untuk memberikan syafaat kepada yang
- sepertiganya lagi."
- Akhirnya oleh Allah diberikan semuanya.
- Makanya kata Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam, "Syafaatku itu akan
- menjangkau semua umatku yang tidak
- mensekutukan Allah."
- Jadi, [berdehem] ada enggak yang minta
- di sana? Nabi sudah mencanangkan itu
- karena tentu saja Nabi kan lebih tahu ya
- dari kita kalau umatnya yang durhaka
- yang itu banyak sehingga butuh
- pertolongan gitu tuh. Demikian
- wallahuam.
- Selanjutnya kita beralih ke pertanyaan
- dari
- Bapak Haji Raya di Depok ya. Oh ini
- sapaan. Terima kasih Ustaz tausiahnya.
- Lagi ini dari tadi mana ya?
- Iya, Bapak Syan Rohili, Pak Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, apakah benar nanti di Padang
- Mahsyar itu kita tidak saling mengenal
- di antara sesama kita? Demikian.
- Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
- ee tempo hari sudah saya sampaikan bahwa
- dari kubur itu kita semua akan
- dibangkitkan.
- Minha khalaqnakum wafiha nuidukum
- waminha nukrijukuman tarotan.
- Dari tanahlah kita diciptakan kata
- Allah.
- Ya, kami ciptakan kalian dan ke dalam
- tanah kami kembalikan kalian dan dari
- tanah pula kami akan keluarkan kalian
- sekali lagi. Nah, begitu kita
- dikeluarkan dari kubur semua dalam
- keadaan telanjang
- digiring ke padang mahsyar. Makanya
- istrinya Rasul itu sampai nangis.
- Alangkah malunya katanya ya.
- Ee
- kenapa beliau mengatakan demikian?
- Karena dia merasa kan uratnya kelihatan
- gitu. Orang enggak pernah telanjang,
- enggak pernah buka urat, tiba-tiba di
- Padang Masar itu dalam keadaan telanjang
- semua. Kecuali nanti mereka orang-orang
- yang oleh Allah ditutupi auratnya itu
- karena amal perbuatan semasa di
- dunianya. Ya, itu merupakan takrimah
- penghormatan dari Allah Subhanahu wa
- taala. Nah, ketika istri Rasulullah
- itu menangis malu begitu, kata
- Rasulullah, Aisyah, ya, jangankan orang
- lain melihat,
- mengetahui aurat kamu,
- ya, aurat kita. Kita sendiri enggak
- sadar kalau kita itu telanjang.
- itu saking apanya itu? Itu saking
- mencekamnya.
- Orang kalau lagi ketakutan luar biasa,
- dia tidak menyadari dirinya sedang apa
- gitu ya.
- Saya ingat dulu ada cerita ya di Bogor
- itu ada anak gadis lagi mandi di kali.
- Tiba-tiba ada orang yang ngasih tahu,
- "Hai, rumah kamu kebakaran noh." Lihat
- si anak gadis itu melihat kan dia
- mandinya dikali, Pak, ya. Melihat asap
- membumbung, tahu dari arah rumahnya
- dalam keadaan panik, dia lari tuh dari
- kali itu teriak-teriak. Ya, dia enggak
- sadar kalau dirinya itu telanjang.
- itu kepanikan di dunia yang
- menakutkannya cuma sekedar terbakarnya
- rumah gimana di padang mahsyar. Jadi
- yang dimaksud tidak kenal itu ya adalah
- seperti itu masalahnya
- ya. Jangankan nanti di sana, waktu
- terjadi kiamat saja, yauma yafirul
- maruum min akhih wa ummihi wa
- abihohibatihi
- wa banii. Ketika terjadinya hari kiamat
- pada hari itu yafirul maruum min akhih.
- Ya, kita akan lari dari saudara kita.
- Arti sudah enggak peduli lagi kepada
- saudara.
- Enggak udah enggak enggak mikirin
- saudara lagi. Wa ummihi wa abi. Bahkan
- dari ibunya yang sangat mencintainya.
- Yang sangat dicintai dari bapaknya.
- Wasohibatihi wa banii juga dari istri
- dan anak-anaknya. Kenapa? Karena hari
- kiamat itu mencekam luar biasa. Padahal
- itu tidak seberapa jika dibandingkan
- dengan nanti di padang mahsyar.
- Karena masing-masing manusia saat itu
- hanya memikirkan keselamatan dirinya
- saja. Begitulah di Padang Mahsyar.
- Kenapa enggak pada kenal? Itu saking
- [berdehem] mencekamnya. Jadi bukan
- enggak kenal, enggak tahu ini si fulan
- siapa ya. Karena pada saat itu saking
- mencekamnya sehingga enggak ngeh lagi
- siapa yang ada di depan, siapa yang di
- belakang. Udah demikian wallahuam
- saking paniknya mungkinnya jadi fokus
- terhadap diri sendiri aja begitu ya.
- Baik, selanjutnya kita beralih ke
- pertanyaan dari Bapak Baron.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Iya.
- Iya.
- Halo, Ustaz. Terdengar
- ya?
- Iya.
- He
- Pak Bron bertanya, "Pak Ustaz, kalau
- syafaat dari Al-Qur'an itu seperti apa?"
- Apa penjelasan, Pak Ustaz? Mohon
- pencerahannya. Syafaat dari Al-Qur'an.
- Syafaat
- Al-Qur'an.
- Iya. [berdehem]
- Ya, sama saja. Jadi tadi yang memberi
- syafaat itu pertolongan itu adalah ya
- bukan cuma nabi tapi bisa para aulia
- termasuk juga Al-Qur'an ya.
- Nah,
- ee para pendengar dia silaturahim
- rahimakumullah,
- di dalam diri kita ini ada Al-Qur'an
- ya, ada Al-Fatihah,
- ada Al-Ikhlas. Apalagi kalau orang itu
- hafal Al-Qur'an kan luar biasa ya. Maka
- Al-Qur'an itu firman Allah. Sedangkan
- neraka itu apa namanya? Sedangkan neraka
- itu makhluk Allah. Ya. Maka enggak
- mungkin makhluk Allah itu mampu membakar
- ya mencelakai
- ee firman Allah. Enggak mungkin.
- Nah, artinya kalau di dalam diri manusia
- itu ada firman Allah, dilemparkan pun
- orang itu ke neraka, neraka tidak akan
- mampu membakarnya,
- tidak akan bisa.
- Ya. Hm. Nah, tinggal masalahnya sekarang
- begini.
- Jadi, kalau begitu orang asal hafal
- Fatihah saja dilemparkan ke neraka,
- nerakanya bisa mati ya. Kalau memang ya
- ini ya seperti itu. Cuma perlu diketahui
- para pendengar
- orang-orang mukmin ya atau muslim yang
- [berdehem] yang dosanya banyak
- dimasukkan ke neraka maka itu kalamullah
- firman Allah yang ada dalam dirinya itu
- dihilangkan oleh Allah gitu. Dihilangkan
- oleh Allah.
- Jadi dulu [berdehem] ya dihilangkan
- sehingga dalam dirinya enggak ada lagi
- kalamullah.
- Nah, karena itulah maka neraka bisa
- membakarnya.
- Ya, kalau enggak dicabut oleh Allah,
- enggak bisa neraka itu membakar.
- Bagaimana mungkin makhluk bisa
- membahayakan firman Allah?
- Ya.
- Baik, Ustaz.
- Sepertinya gangguan
- kembali ya. Silakan.
- Nah, karena itulah maka kita diajari
- ya oleh Allah juga yusab ketika mati dan
- sesudah mati supaya firman Allah itu ada
- dalam dirinya. Artinya
- berani
- [berdehem]
- terus
- sinyalnya kurang bagus. Iya, Iwat. Mohon
- maaf kembali kita
- terjadi trouble dengan sinyalnya. Kita
- coba kembali menghubungi Ustaz.
- Iya, Ustaz sudah terbuka kembali.
- Silakan Ustaz.
- Iya.
- I ya mungkin itu dulu ya. I
- nanti yang lainnya kita akan
- bahas
- pada pertemuan.
- Iya.
- Mudah-mudahan
- Allah Subhanahu wa taala
- panjangkan
- umur kita. Apa syafaat Nabi sallallahu
- alaihi wasallam di hari kiamat nanti.
- Hati kita ke jalan yang diridai dan
- dicintainya.
- Allah hiasi hati
- kita dengan akhlak yang mulia.
- Dan Allah bersihkan hati kita dari
- akhlak yang hina. Allah limpah kita
- istikamah menjalankan perintahnya.
- inanafirlana
- maana
- Muhammad Waalaikumsalamillahilamin.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian telah kita
- bersama-sama simak tausiah sore yang
- telah disampaikan oleh Ustaz Ahmad
- Zazuli Kholil mengenai syafaat di sore
- hari ini. Semoga apa yang disampaikan
- banyak manfaat untuk semuanya. Saya
- bertugas pahri ditemani Neza dan juga
- Yusuf Subamit. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaika.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.