Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 [musik] 0:09 Brazil 0:12 [musik] 0:17 [musik] 0:34 Bismillahirrahmanirrahim. 0:37 Asalamualaikum warahmatullahi 0:38 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:39 rahimakumullah. 0:42 Senang sekali, bersyukur sekali kita 0:44 dapat bersama-sama di acara tausiah pagi 0:47 yang mudah-mudahan terus bisa menambah 0:51 pemahaman kita, mempersuasi kita untuk 0:54 bisa menjadi hamba Allah yang layak 0:56 berada di surga indahnya. Ya, tidak lupa 0:59 salam selawat kita lantunkan untuk 1:01 junjungan umat kekasih kita Muhammad 1:04 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 1:06 Semoga kelak kita mendapatkan syafaat 1:09 beliau dan dipertemukan dengan beliau di 1:12 saat yang sangat kita rindukan di yaumil 1:14 akhir. Ikhwan akhwat, kenapa ya bulan 1:18 ini kita harus lekat dengan merah putih 1:20 nih? bulan kemerdekaan. 1:24 Meskipun apakah 1:26 mengibarkan bendera merah putih itu 1:29 kewajiban atau merupakan sesuatu yang 1:32 lain. Tapi yang jelas hari ini tadi di 1:35 off air Ustaz Abul Hidayah Sairji bahas 1:39 terkait dengan bagaimana kita mensyukuri 1:43 kemerdekaan kita ini yang ke-81 ya. Nah, 1:48 beliau sudah hadir di sini kita sapa. 1:50 Asalamualaikum warahmatullahi 1:51 wabarakatuh, Ustaz. 1:52 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:54 wabarakatuh. 1:55 Merdeka. Jadi betul ya, kita bicara 1:57 tentang bagaimana kemerdekaan NKRI yang 2:01 ke-81 2:03 ini kita syukuri. 2:06 Baik, ikhwan akhwat. Mari kita simak 2:09 agar ada pemahaman baru bagaimana kita 2:13 mensyukuri kemerdekaan kita yang 2:16 sekarang ini rasa-rasanya entah sudah 2:18 hilang berapa persen. 2:20 Baik, silakan Ustaz. 2:23 Baik, terima kasih. 2:26 Bismillahirrahmanirrahim. 2:30 Asalamualaikum warahmatullahi 2:32 wabarakatuh. 2:34 Alhamdulillah 2:37 nahmaduhu wa nastainuhu wafiruh 2:40 wa nauzubillah min syururi anfusina 2:44 wamin sayiati amalina 2:47 may yahdillah fala mudillalah 2:50 wam yudlil fala hadiyaalah 2:52 ashadu alla ilahaillallah 2:55 wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna 2:58 muhammadan abduhu wa rasuluh 3:02 masyaallahukan 3:04 am yasya lam yakun la haula wala quwwata 3:07 illa billah amma ba'd 3:10 qolallahu taala fil quranil karim 3:13 azubillahiminasyaitanirrajim 3:17 walau anna ahlal qura amanu wattaqauu 3:22 lafatahna 3:23 alaihim barokati minasamaai wal ard 3:26 walakin kadzabu faaknahum bima kanu 3:30 yaksibun 3:32 sadaqallahulim 3:35 Waqala Nabi shallallahu alaihi wasallam 3:39 waidza arodallahu fiqin khairo walla 3:42 amrohumul hukama wa'al mala 3:49 waidza arallahu biqinaron walla amro 3:53 humusfaha 3:55 walal malaal bukhala al hadis raw abu 3:59 daud sqallahulim 4:02 wasq 4:03 ul karimahuika 4:05 minyahidinakirin. 4:08 Maasiral muslimin, 4:10 para pendengar setia radio silaturahim 4:15 mudah-mudahan senantiasa diberkati oleh 4:17 Allah subhanahu wa taala. 4:21 Teriring doa mudah-mudahan kita semuanya 4:25 senantiasa 4:27 diberikan 4:29 kekuatan iman dan Islam, kesehatan 4:32 jasmani rohani, dimudahkan segala urusan 4:36 dan senantiasa mendapat bimbingan 4:39 sehingga hidup ini dengan 4:41 langkah-langkah yang bermakna, 4:43 berkualitas 4:45 bisa mendapatkan rida Allah Subhanahu wa 4:48 taala. Amin ya rabbal alamin. 4:53 Judul yang tadi disebut bahwa mensyukuri 4:57 kemerdekaan NKRI yang hari ini adalah 5:01 yang ke-81. 5:04 Hampir setiap bulan Agustus saya selalu 5:06 mengingatkan 5:09 agar supaya 5:11 kemerdekaan atau proklamasi itu hanya 5:16 secara 5:18 seremonial belaka, tetapi kehilangan 5:21 makna. 5:24 Mengapa harus kita syukuri kemerdekaan 5:27 RK NKRI 5:29 yang sampai hari ini adalah yang ke-81? 5:34 Karena pada hakikatnya kemerdekaan 5:36 sebuah bangsa adalah anugerah dari Allah 5:39 Subhanahu wa taala. 5:42 Apalagi seperti yang kita tahu di 5:44 Indonesia 5:45 kemerdekaan bukan hadiah dari 5:48 imperialisme kolonialisme 5:51 Belanda pada saat itu. Jadi bukan 5:54 hadiah, bukan sodqah, 5:56 tapi ini hasil perjuangan air mata dan 5:59 darah bahkan nyawa para syuhada. 6:04 Jadi saya kira patut kita renungi 6:07 kembali 6:09 betapa para pendiri, para para pejuang 6:12 terdahulu memperjuangkan nyawa, harta, 6:16 benda, tenaga, pikiran, waktu untuk 6:19 kemerdekaan yang kita nikmati hari ini. 6:24 Dan menjadi watak orang beriman adalah 6:27 selalu syukur terhadap nikmat dari 6:28 Allah. 6:30 Syukur dan sabar yang kemarin sudah kita 6:32 uraikan dalam kehidupan. 6:34 Karena memang isi kehidupan ini problem 6:36 dan masalah. Harapan. Harapan dan 6:40 problema. 6:42 Naik turun tertawa dan menangis. 6:45 Orang beriman senantiasa ada dua 6:48 karakter yang melekat. Ketika lapang dia 6:50 bersyukur. Ketika masalah dia sabar. Dia 6:53 hadapi dengan ketabahan. 6:56 Ini buah daripada iman yang benar. 6:59 Apalagi ketika bicara soal negara 7:03 Republik Indonesia 7:05 berarti satu anugerah dari Allah 7:07 Subhanahu wa taala dan sekaligus amanat. 7:15 Kalau dilihat dari ayat yang Allah 7:18 tegaskan 7:21 bahwa 7:23 dalam surat Al-A'raf ayat 96, 7:27 saya ulang lagi. Walau anna ahlal qura 7:30 amanu wattaqau 7:33 la fatahna alaihim barokati minasama wal 7:37 ard. Ini firman Allah sekaligus 7:40 merupakan satu jaminan dan kepastian. 7:44 Sekiranya penduduk satu negeri itu 7:46 beriman dan bertakwa 7:49 kan negeri mana saja termasuk Indonesia. 7:53 La fatahna alaihim barokati minasama wal 7:57 ard. Sungguh akan kami buka pintu berkah 8:00 dari langit dan dari bumi. Masyaallah. 8:03 Ini janji Allah. 8:05 Kalau janji kampanye ya bisa bohong 8:09 ya ngomong begini. kenyataan begitu 8:14 ngomongnya begitu kenyataannya begini 8:17 tapi kalau yang berjanji itu adalah 8:19 Allah Subhanahu wa taala pasti itu 8:21 berarti jaminan 8:23 akan diberikan keberkahan dibuka pintu 8:26 berkah dari langit dan dari bumi 8:29 terhadap satu negeri satu masyarakat 8:32 satu negara satu bangsa tapi syaratnya 8:35 adalah iman dan takwa penduduknya 8:39 nih tolong nih diingat kita seluruh 8:42 bangsa Indonesia terutama para 8:43 pejabatlah ya punya punya kompetensi 8:48 punya wewenang yang bisa ngatur dan 8:50 seterusnya. 8:51 Ini persyaratan dari Allah Subhanahu wa 8:53 taala. 8:57 Walakin kadzabu faaknahum bima kanu 9:00 yaksibun. Tetapi 9:02 jika kita mendustakan 9:06 kita jauh daripada 9:09 ketetapan jalan hidup yang telah 9:11 dibentangkan oleh Allah Subhanahu wa 9:13 taala yaitu Islam 9:16 ya jauh dari iman dan takwa 9:21 apalagi kemudian dia maksiat menentang 9:24 kebenaran yang ada kezaliman 9:27 yang ada penindasan yang ada ketidakad 9:30 Keadilan yang ada adalah 9:34 menyengsarakan rakyat yang dilakukan 9:37 oleh khususnya para pemimpin atau 9:40 rakyatnya juga jauh dari Allah Subhanahu 9:42 wa taala. 9:46 Banyak dosa, banyak maksiat, banyak yang 9:49 haram. Nah, kalau ini yang terjadi di 9:52 satu negeri, satu bangsa, 9:55 Allah sudah menetapkan. 9:58 Faaknahum bimau yaksibun. Kami turunkan 10:02 musibah, kami turunkan bencana, kami 10:04 turunkan azab disebabkan oleh perilaku 10:08 mereka sendiri. Ngunduh wing pakerti. 10:12 Nah, ini yang perlu diingat oleh kita. 10:14 81 tahun tiap tahun kita adakan 10:18 peringatan-peringatan proklamasi 10:20 kemerdekaan. Proklamasi kemerdekaan. 10:23 Coba kita evaluasi pada diri kita. 10:27 Kenapa sudah 81 tahun? Kalau usia orang 10:31 kan sudah kakek-kakek ini sudah dewasa, 10:34 rambut sudah putih, sudah banyak makan 10:37 asam garam kehidupan 10:40 dalam membangun negeri ini. Coba kita 10:43 bandingkan dengan negeri lain yang 10:44 usianya lebih muda dari Indonesia, 10:49 rakyatnya sejahtera. 10:51 Ya, mereka mendapat betul seperti apa 10:54 yang dicita-citakan. 10:58 Nah, ini yang harus menjadi satu tolok 11:01 ukur dan sekaligus evaluasi diri. Tentu 11:05 yang dimaksud bahwa 11:08 persyaratan satu negeri yang akan 11:10 diberkati oleh Allah kalau masyarakatnya 11:14 baik itu pejabat ataupun rakyat. Apalagi 11:17 yang memangku amanat, memangku jabatan 11:20 yang punya tanggung jawab. Apalagi sudah 11:22 diangkat, dipercaya oleh rakyatnya, 11:24 digaji atas 11:27 sukungan daripada masyarakat. 11:30 Bahkan dengan sumpah 11:32 dia akan tetap setia dengan 11:35 Undang-Undang Dasar 45 dan seterusnya. 11:39 Ini syaratnya beriman dan bertakwa. 11:45 Dan disebutkan juga bahwa Indonesia 11:49 para funding father kita sepakat ini 11:52 bukan negara agama. Betul. 11:55 Kita harus kita harus akui karena di 11:58 Indonesia banyak beraneka macam agama. 12:00 Tidak hanya muslim saja walaupun 12:02 mayoritas di negeri ini. Tapi kan gak 12:05 bisa kita paksakan karena ini kontrak 12:08 sosial. 12:10 Jadi ditetapkan ini bukan negara agama, 12:13 tapi yang perlu diingat juga adalah ini 12:16 bukan negara sekuler. 12:18 Dalam artian unreligius meniadakan 12:21 keagamaan, 12:23 anti agama dalam kehidupan, meninggalkan 12:26 agama dalam kehidupan. 12:28 Bahkan ditegaskan dalam undang-undang 12:30 sendiri, negeri berketuhanan, negara 12:34 yang berketuhanan 12:36 Yang Maha Esa. Dan dicantumkan sebagai 12:39 dasar negara yang pertama adalah 12:42 Ketuhanan Yang Maha Esa. 12:45 Nah, ini yang perlu saya ingatkan. Jadi, 12:47 artinya apa? sekalipun bukan negara 12:50 agama, tapi masyarakatnya 12:52 adalah masyarakat yang religius, 12:56 masyarakat agamis. 12:58 Kenapa para funding father kita 13:00 menetapkan sebagai negara 13:03 yang berketuhanan? Karena memang latar 13:06 belakang sebelum terbentuknya 13:09 negara Republik Indonesia ini memang 13:11 masyarakat Indonesia dikenal sebagai 13:14 masyarakat yang religius. 13:18 Dibentuknya suatu negara adalah untuk 13:20 mengakomodir 13:22 dari keperlu apa? Kepentingan hajat 13:26 banyak penduduk yang ada sebagai warga 13:29 negara. 13:31 Ini perlu diingatkan terus ini 13:33 masyarakat bukan bukan negara agama tapi 13:37 juga bukan negara sekuler. Negara 13:40 sekuler dalam artian religius menafikan 13:43 agama. Tapi justru memang negara yang 13:46 berketuhanan yang maha esa yang sudah 13:48 semestinya yang harus diingat 13:51 semua warga negara adalah 13:54 masyarakat yang berketuhanan. 13:58 Tentu tidak hanya dalam ungkapan 14:00 kata-kata 14:02 dipraktikkan napasnya, pola pikirnya, 14:06 mindsetnya, 14:08 kebijakannya adalah cermin daripada 14:12 nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. 14:16 Dan itu sekaligus mengatakan jangan 14:18 sampai ada nilai-nilai yang dijadikan 14:20 aturan kebijakan yang bertentangan 14:23 dengan nilai-nilai ketuhanan. 14:26 Nah, itu kan undang-undang sendiri yang 14:27 mengatakan seperti itu 14:30 yang sering dijadikan sebagai sumpah 14:32 akan setia dan melaksanakan 14:35 Undang-Undang Dasar Negara Republik 14:37 Indonesia, Undang-Undang Dasar 45 itu 14:41 disumpah tuh para pejabat. Makanya kalau 14:44 ada pejabat yang menyalahi atau berlaku 14:47 bertentangan dengan apa yang ee negara 14:51 yang berketuhanan 14:53 ya menyalahi Undang-Undang Dasar 45 yang 14:56 disebut sebagai negara perketuanan 14:58 berarti dia kena sumpah. 15:01 Banyak orang kena sumpah. Kalau orang 15:03 sudah kena sumpah yang paling bahaya 15:05 adalah terkutuk. Kalau terkutuk itu dia 15:09 tidak bisa merasakan benar itu benar. 15:13 Oh, ini bahaya. 15:15 Berarti hatinya tertutup. Gak bisa 15:17 melihat kebenaran, kebijakan, kearifan, 15:23 dan amanah. Bahwa dia duduk di satu 15:26 kursi duduk yang kemudian difasilitasi 15:29 oleh negara. lupa bahwa dia adalah 15:32 sebenarnya harus melakukan satu tugas 15:36 yaitu mensejahterakan 15:40 masyarakat sesuai dengan tujuan 15:43 Undang-Undang Dasar 15:45 45. Mencerdaskan bangsa, 15:49 kesejahteraan sosial. 15:54 Ini yang harus dibuktikan. Nah, sekarang 15:57 sudah 81 tahun ini apa yang bisa kita 16:01 rasakan? Apakah 16:03 Nah, bukan apalagi nih sudah nyata jelas 16:07 sekarang yang banyak justru malah 16:11 kebijakan-kebijakan 16:12 yang hanya mementingkan 16:14 diri atau kelompok 16:18 individu ataupun grup 16:21 dan dia tidak mengabaikan daripada 16:24 tujuan didirikan. 16:27 dibentuknya Negara Kesatuan Republik 16:30 Indonesia yang dicetuskan oleh funding 16:33 father di dalam Undang-Undang Dasar 45. 16:38 Berarti dia mengkhianati dari para 16:41 funding-funder kita kalau dia melakukan 16:44 hal-hal yang negatif. Ternyata banyak 16:47 para koruptor yang nilainya bukan hanya 16:50 ratusan juta, miliaran triliunan. 16:54 triliun kok ribu gitu loh. Ribuan, 16:58 triliunan. 17:02 Walaupun Indonesia ini oleh Allah 17:04 Subhanahu wa taala sudah diberikan luar 17:05 biasa hadiah yang tiada taralah untuk 17:10 Indonesia. 17:12 Negeri yang kaya raya dengan sumber daya 17:15 alam yang beraneka macam ya, indah. 17:20 Sehingga kalau sedang memuji Indonesia 17:24 itu luar biasa para seniman 17:27 Indonesia negara negeri Zamrud 17:30 katulistiwa. Wus masyaallah. 17:34 Zamrud kan batu mulia yang indah mahal 17:37 harganya. 17:40 Negeri cuilan tanah dari surga kan 17:43 begitu. 17:47 Kata Kpros juga mengatakan 17:50 tongkat dan bukan bukan lautan tapi 17:54 kolam susu 17:56 tongkat dan batu jadi tanaman. Ya memang 17:58 itu meng nyondro bagaimana 18:02 indah dan luas luar biasanya Indonesia. 18:06 Negeri yang Allah berikan pada kita 18:08 bangsa Indonesia. 18:14 Kalau dalang apalagi nyondro kahanan itu 18:18 Indonesia negeri panjang apinjung 18:22 pasir ukir gemahripahloh cinawi tuh jadi 18:27 negeri yang panjang apinjung negeri yang 18:29 luas 18:31 negeri yang subur 18:34 mestinya subur sarwo tinandur 18:38 semua tanaman itu gak perlu ekspor e 18:40 impor dari luar negeri. 18:43 Karena subur sarwo tinandur apa saja 18:46 hidup. Gus plus mengatakan tongkat dan 18:49 batu jadi tanaman. 18:53 Nah, kenyataan 18:55 kita karena 18:58 bukan karena kebodohan. Sebenarnya orang 18:59 Indonesia pintar-pintar cuma itu 19:01 mentalnya lupa kepada pesan-pesan yang 19:05 dicantumkan sebagai Undang-Undang Dasar 19:07 45. 19:10 mental brokernya 19:13 berpikirnya pragmatis, ngakunya seorang 19:16 negarawan, seorang nasionalis, tapi 19:19 praktiknya berpikir individualistis 19:23 dan pragmatis. Untung 19:27 berpikir pragmatis 19:29 menurutnya adalah kebenaran itu kalau 19:31 menguntungkan. 19:34 menguntungkan dari segi materi itu orang 19:36 pragmatis 19:38 lah. Ini bahaya ini model pikiran 19:41 seperti ini. Boro-boro Pancasilais 19:48 nasionalis katanya aku nasionalis 19:50 pakaiannya, bajunya, 19:53 pengakuannya tapi praktiknya sebenarnya 19:55 pragmatis. 19:57 Dia hanya mencari untung. Wani piro? 20:01 maju tak gentar bela yang bayar. 20:04 Malah ujung-ujungnya berubah. 20:08 Dalam ungkapan kata-kata Pancasila yang 20:10 disebut yang pertama adalah Ketuhanan 20:12 Yang Maha Esa. Tapi praktiknya 20:16 masih banyak mempraktikkan bukan 20:19 Ketuhanan Yang Maha Esa, tapi keuangan 20:21 yang maha kuasa. 20:24 Lah ini kan susah makanya seperti apa 20:27 yang kita rasakan. Coba kita evaluasi 20:29 diri. 20:30 Tapi Allah telah menetapkan kalau satu 20:33 negeri umatnya dusta, mendustai 20:36 kebenaran, menyimpang dari kebenaran 20:39 Ilahi, yang akan ada masalah, problem, 20:42 bahkan azab akan turun. 20:50 Ribut melalu, gak ada ketenangan, gak 20:53 ada kedamaian. 20:57 Kalau kezaliman sudah dilakukan oleh 21:00 punya orang penguasanya, ketidakadilan 21:03 ada, hukum tidak ditegakkan. Yang ada 21:06 hanya kepentingan, yang ada pragmatisme 21:09 itu 21:11 merampok kekayaan negeri untuk 21:14 kepentingan dirinya. Loh, masok korupsi 21:17 kok sampai ribuan triliun gitu loh. Duit 21:19 sak triliun sepiro? sundul plapon tuh di 21:23 rumah itu coba ya kalau nyolong-nyolong 21:26 dikit-dikitlah ya namanya orang ya tapi 21:29 ini sampai triliunan korupsi 21:31 astagfirullah 21:32 lah ini kan berarti menentang 21:34 bertentangan dengan apa yang disebut 21:36 sebagai negeri yang berketuhanan 21:40 menyalahi pesan-pesan yang di 21:44 dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 45 21:48 didirikan dibentuknya negara untuk 21:51 kesejahteraan 21:52 umum, kesejahteraan rakyat, 21:54 masyarakatnya. 21:55 Mencerdaskan bangsa pendidikan susah di 21:59 Indonesia. 22:05 Di negeri lain pendidikan itu masyaallah 22:08 jadi hal yang prioritas dalam bangun 22:10 sebuah bangsa. 22:13 Saya pernah keliling di 22:16 Thailand Selatan ya yang Islam, 22:19 mayorista Islam. 22:22 Ada teman saya yang buat pesantren di 22:23 sana. 22:26 Dia mulai dari modal kalau di Surabo 22:29 disbutnya 22:31 modal apa? 22:33 Bonek. Bondo nekat. 22:36 Apa adanya dibuat gubuk-gubuk sana untuk 22:39 membuat tempat pendidikan. 22:42 Tapi karena di Thailand walaupun itu 22:45 negara Buddha yang gak punya Pancasila 22:49 tidak disebut sebagai Tuhan Yang Maha 22:50 Esa. Keadilan sosial juga tidak disebut 22:53 secara vulgar seperti di Undang-Undang 22:57 Dasar 45 sebagai dasar negara Pancasila. 23:01 Dia punya undang-undang wajib belajar 23:04 bagi 23:05 penduduknya, masyarakatnya wajib 23:08 belajar. 23:10 Maka 23:12 pada saat ada sidak turun 23:16 mungkin Kementerian Pendidikan atau apa 23:18 kalau di Indonesia 23:20 Menteri Sosial datang lihat 23:24 dengan stafnya ajudanya. Kebetulan yang 23:27 jadi menteri adalah putri raja sendiri 23:30 yang hidup sederhana. Dia tunjuk-tunjuk 23:35 aja sana sini sana sini dibangun itu 23:38 padahal itu pondok pesantren 23:40 bukan pendudukan, bukan pendidikan umum 23:43 pondok pesantren di negeri Budha yang 23:45 tidak punya Pancasila, tidak punya 23:48 Undang-Undang Dasar5 dan tidak pernah 23:50 menyebut sebagai keadilan sosial bagi 23:52 seluruh rakyat Indonesia. Gak ada. 23:56 Dibangunlah pesantren itu dua tingkat, 24:01 difasilitasi. 24:04 Kemudian karena ada wajib belajar, 24:06 SPP-nya, 24:08 buku-bukunya, 24:10 pakaian seragamnya itu dijamin oleh 24:14 pemerintah dalam rangka melaksanakan 24:16 wajib belajar bagi putra-putri 24:20 negaranya, kerajaannya. 24:23 Itu di negara tetangga, bukan negara 24:27 kita. 24:28 Negara kita mau sekolah susah. 24:33 malah ada kecenderungan dijual, 24:38 malah dijadikan perusahaan. 24:42 Makin 24:43 pelayanannya makin bagus, makin tinggi 24:45 harganya. Hanya orang-orang tertentu 24:48 yang bisa masuk lah. Bagaimana pesan 24:51 undang-undang mengatakan mencerdaskan 24:53 bangsa, tapi praktiknya pendidikan 24:55 dijadikan barang dagangan komoditi untuk 24:58 dijual. 24:59 Astagfirullah. 25:03 Belum lagi kesadaran diri sebagai bangsa 25:07 Indonesia. 25:09 Ya Allah. 25:10 Ya, kalau yang nyolong itu rakyat kecil, 25:13 orang bodoh yang lapar, 25:16 ya mungkin 25:18 karena kebutuhan atau karena yang lain 25:20 lah. Tapi kalau yang nyolong itu sekelas 25:23 menteri, pejabat negara, 25:27 sampai-sampai menteri agama yang 25:29 mestinya jadi panutan ya melu nyolong 25:30 ya. Ini negeri apa ini? 25:35 Pantes kalau kemudian problem masalah 25:37 terus-menerus walaupun sudah 81 tahun 25:40 kita merdeka, kapan kita akan bisa 25:44 menjalankan amanah? 25:48 Mestinya nilai-nilai kebijakan, 25:51 peraturan apapun yang kita lakukan tidak 25:55 bertentangan dengan nilai-nilai 25:56 ketuhanan sebagai dasar negara walaupun 25:59 bukan negara agama. 26:03 Nah, ini yang yang perlu 26:07 kita 26:08 sadari dan sekaligus 26:12 kita mensyukuri nikmat yang Allah 26:14 anugerahkan negeri yang panjang apinjung 26:16 ini. 26:18 Pasir wokir loh jinawi sar 26:21 subur sarwo tinandur murah sarwotinuku. 26:28 Tapi kenyataannya ini berbeda lah. Kalau 26:32 negeri yang kaya raya, negeri yang 26:34 makmur, negeri yang subur, 26:37 mau makan tempe impor. 26:42 Kedelinya dari Amerika. 26:46 Hidup di tengah samudra, di tengah 26:48 lautan luas. Garam saja impor. Dari 26:53 Australia, dari New Zealand. 26:59 negeri yang luas, padang rumput dan 27:01 seterusnya subur, 27:04 daging juga impor dari Australia, dari 27:07 New Zealand. 27:09 Lah iki opo iki? Ini dosa siapa? 27:14 Kita punya 27:16 intel, kita punya tentara, kita punya 27:19 polisi. Masa tidak bisa menangkap dan 27:23 melihat orang-orang yang menyimpang dari 27:25 kebenaran undang-undang yang ada. Gak 27:29 bisa nangkap maling yang nyolong 27:30 gede-gede gitu, korupsi, koruptor di 27:34 mana-mana. Nah, kalau ini terjadi bukan 27:37 kalau ini dan ini terjadi berarti kita 27:40 tidak amanah. 27:42 Pertama, amanah dari Allah untuk menjaga 27:46 kelestarian negeri ini sebagai negeri 27:50 titipan dari Allah Subhanahu wa taala 27:52 yang diberi negeri yang luar biasa 27:55 sebagai khalifatullah di muka bumi 27:58 mestinya mengayu-ayu harjaning pro, 28:01 mengayu-ayu harjaning bawono, memberikan 28:04 kemakmuran, kesuburan 28:06 dibentuknya negara supaya rakyat hidup 28:08 itu makmur, guyub, rukun. 28:15 Pendidikan walaupun tidak gratis ya 28:17 paling gak murah. 28:19 Kesehatan itu mudah 28:22 dan menjadi jaminan karena kekayaan 28:24 negeri ini dalam undang-undangnya untuk 28:27 sebesar-besar 28:30 kemakmuran kesejahteraan rakyat. 28:33 Ini mau berobat susah, mahal, 28:37 sekolah juga susah 28:40 tapi sisi lain ribuan triliun 28:46 dilebok k manehna. Padahal itu di luar 28:49 jalur yang sebenarnya. Jadi rakyat yang 28:51 menderita harga-harga mahal ini bukan 28:54 sedang nyindir tapi kenyataan 28:56 kepedihan yang kami rasakan sebagai 28:58 rakyat tiap hari melihat. 29:06 Maka 81 tahun 29:09 Negara Kesatuan Republik Indonesia 29:11 Merdeka. Cobalah 29:15 mari kita evaluasi total. 29:19 Turun mesin 29:21 bongkar pemikiran kita. 29:25 Mau di apakan negeri ini? mau harus 29:28 bagaimana ke depan ini 29:33 Indonesia emas 29:36 pada tahun 20 2045 nanti. Benarkah itu 29:42 apaak menjadi kenyataan atau hanya 29:44 slogan? 29:47 Insyaallah kita ini sebenarnya dari 29:50 sumber daya manusianya tidak kalah 29:53 dengan yang lain. Banyak Bang 29:56 orang-orang pintar di Indonesia ini tapi 29:59 kadang-kadang kurang mendapat 30:00 penghargaan. 30:03 Banyak tokoh-tokoh profesor-profesor 30:06 doktor pada ahli di bidang disiplin ilmu 30:09 masing-masing. Coba mereka berpikir 30:12 dietting Indonesia ke depannya apa? 30:15 Dari sekarang kita berpikir dalam rangka 30:18 mensyukuri nikmat Allah, merealisasikan 30:21 rasa syukur kita kepada Allah, membangun 30:23 negeri ini yang benar, 30:26 yang bebas dari penyakit-penyakit 30:29 masyarakat, penyakit bangsa yang 30:30 gerogoti terus. Karena sebuah bangsa 30:34 yang di dalamnya adalah banyak 30:35 ceconguk-cecunguknya 30:37 para koruptor-koruptor, 30:39 maling-maling aguno itu. Kalau banyak ya 30:42 itulah ciri-ciri negeri yang akan 30:44 ambruk. 30:46 itu mesti dibersihkan negeri ini dari 30:47 penyakit-penyakit itu 30:50 lah. Untuk apa itu tentara? Untuk apa 30:52 belajar nginteli? Intel ada polisi ada 30:57 semua. Untuk apa kita punya punya 31:00 kemampuan tapi kalau itu tidak 31:01 dipraktikkan? 31:03 Allah pasti akan murka. Jika anugerah 31:07 Allah yang sudah berikan dunia negeri 31:09 Indonesia yang begitu indah menjadi 31:12 rusak. oleh karena perilaku-perilaku 31:14 manusia-manusia yang tidak bertanggung 31:16 jawab itu. 31:18 Dan sebuah ketentuan dari 31:22 Allah Subhanahu wa taala tadi kalau mau 31:24 berkah ya beriman dan bertakwa. Benar 31:27 perilakunya, mikirnya itu benar. 31:31 Baik pejabat maupun rakyatnya. Kalau mau 31:34 Indonesia ini berkah, kalau mau Allah 31:37 bukakan pintu berkah dari langit, dari 31:39 bumi, 31:41 sehingga kehidupan kita sejahtera, 31:43 guyub, akur, rukun, damai, anti, tentram 31:49 di hati, 31:52 iman dan takwa. 31:54 praktikkan kehidupan yang bernilai 31:57 ketuhanan sesuai dengan agama 31:59 masing-masing. Silakan aja yang muslim 32:02 tentu saja pegang teguh itu Quran dan 32:04 sunah Nabi. Keteladanan Nabi kita 32:06 praktikkan bukan hanya terjebak pada 32:09 rutinitas ritual tapi tanpa makna. 32:13 Kaji sudah bolak-balik umrah tapi 32:16 malingnya tetap berjalan. Berarti 32:19 agamanya bohong. Karena agama itu adalah 32:22 sebenarnya membangun karakter orang yang 32:23 mulia, orang beriman, orang beradab, 32:26 orang berakhlak, orang memuliakan, 32:28 menghormati orang lain, saling 32:30 menghormati dan seterusnya. 32:33 Orang beragama orang yang punya amanah, 32:35 rasa tanggung jawab, 32:38 ada, rasa kepedulian 32:40 untuk masyarakatnya dan seterusnya. 32:44 Maka Rasulullah dalam hadis Abu Daud 32:46 yang saya sampaikan tadi tegas di sana 32:48 ditegaskan 32:50 waid arallahu biqin walla amrohumus 32:56 amrohumul hukama wa'al maala asya. 33:03 Kalau 33:05 Allah berkehendak, 33:08 maksudnya Allah berkehendak itu karena 33:09 memang perilaku kita bikaumin terhadap 33:13 satu kaum, terhadap satu masyarakat 33:15 khair baik 33:17 wala amro humul hukama. 33:20 Maka akan terangkat 33:23 urusan mereka akan diurus 33:26 oleh penguasa, 33:28 oleh pemerintah hukama yang bijak, 33:31 arif dan bijak. 33:34 Waa'ala 33:36 wa'ala ina'al maala indal 33:41 askya. Dan dijadikan harta itu ada pada 33:43 orang-orang yang dermawan, loman, 33:48 orang yang peduli, orang yang ada care, 33:51 ada jiwa altruisme, 33:53 jiwa sosial. 33:56 Jadi bukan diemplok sendiri. Pengusaha 33:59 yang berpikir bagaimana masyarakat, 34:02 bagaimana bangsa, tidak mikir untuk 34:04 perutnya sendiri. 34:07 Itu tanda bahwa masyarakat itu adalah 34:09 masakan yang baik. Bagaimana Allah 34:11 berkehendak masyarakat itu baik kalau 34:13 masyarakatnya sendiri itu memang dia 34:16 beriman dan bertakwa, maka Allah menjadi 34:18 suka. 34:24 Dan sebaliknya, waidza aradallahu 34:26 biqomin syarron walla amrohumusfaha 34:30 wa'alal mala bukhala. Sebaliknya kalau 34:34 Allah berkehendak buruk karena perilaku 34:37 buruknya manusia, masyarakatnya, 34:40 rakyatnya, 34:42 para pemimpinnya, 34:45 maka akan diangkat yang akan mengurusi 34:49 mereka berarti para pemimpin. 34:52 Sufaha orang yang 34:55 bodoh 34:57 di sini bukan bodoh, 34:59 tidak bukan bodoh intelektualnya. 35:03 Tapi bodoh dalam sufa adalah orang yang 35:06 jumut. 35:12 Bodoh dalam dangkal pemikirannya. 35:16 Tidak memikirkan secara keseluruhan, 35:18 secara komprehensif. Hanya mikirinya, 35:21 mikir kelompoknya, mikir partainya 35:25 dan tidak bijaksana 35:28 setiap ngambil keputusan. 35:33 Jahil adalah orang yang bertindak 35:36 ceroboh 35:38 dan tidak mempertimbangkan akibat 35:40 daripada keputusan yang diberikan. 35:42 Langkah-langkahnya tidak pikir berpikir 35:44 secara 35:48 adil dan bijak. 35:50 Itu sebulnya jahil. 35:53 Dan ekonomi dipegang oleh orang bakhil. 35:59 Orang bakhil adalah orang yang pelit, 36:02 orang yang egois, 36:04 orang yang hanya memikirkan dirinya 36:06 sendiri, 36:08 kelompoknya sendiri, 36:11 tidak memikirkan masyarakatnya luasnya. 36:16 Nah, ini ketetapan dari 36:20 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 36:22 menjelaskan bahwa itulah ciri-ciri satu 36:24 masyarakat. Jadi semua tergantung 36:27 daripada bagaimana kita mensikapi 36:29 terhadap kemerdekaan yang 81 ini. 36:33 Ini kita lihat dari segi agama. Maka 36:35 jelas wain taadzanaukum 36:38 lain syakartum laazidanakum 36:41 walain kafartum inna adzabi syadid. 36:44 Allah telah mempermaklumkan barang siapa 36:46 yang syukur Allah akan tambah nikmatnya. 36:49 [berdehem] 36:50 Tapi jika kufur maka Allah menetapkan 36:55 mengatakan bahwa azabku sangat pedih. 36:59 Astagfirullah. 37:01 Jadi kumaha orang bagaimana kita? 37:05 Kita harus berpikir semua komponen pada 37:07 bidangnya masing-masing berpikir. Mari 37:10 kita syukuri Indonesia yang luar biasa 37:12 ini. Negeri zamrud katulistiwa cuilan 37:15 tanah dari surga negeri-negeri yang 37:18 panjang punjung gemari pahloh cinawi. 37:21 Mari kita upayakan sebagai negeri yang 37:24 makmur yang subur yang masyarakatnya 37:29 ayam. 37:30 masyarakat yang bahagia dan seterusnya. 37:32 Tentu ini semua komponen harus menyadari 37:36 betul seperti apa yang dipesankan oleh 37:38 funding father kita yang ditetapkan, 37:41 dituangkan dalam Undang-Undang Dasar 45. 37:44 Dibentuknya negeri ini adalah untuk 37:47 mencerdaskan bangsa dan untuk menjadikan 37:50 kesejahteraan rakyat adil dan makmur. 37:55 Mohon maaf segala kekurangan kekeliruan. 37:57 Wabillahi taufik wal hidayah. 37:59 Asalamualaikum warahmatullahi 38:01 wabarakatuh. 38:02 Waalaikumsalam warahmatullahi 38:04 wabarakatuh. Masyaallah, ikhwan akhwat, 38:08 dari apa yang kita simak barusan, 38:12 ada beberapa hal yang naik turun di 38:16 dalam hati, di dalam pikiran kita. 38:19 sebagaimana juga ustaz yang ee 38:21 mengirimkan pertanyaan-pertanyaan 38:24 melalui WA ee boleh kita langsung ke 38:27 situ ya, Ustaz. 38:28 Iya, silakan. Silakan. 38:29 Baik. Yang pertama asalamualaikum Ustaz 38:32 Afwal. 38:32 Waalaikum Waalaikumsalam warahmatullahi 38:34 wabarakatuh. 38:35 Saya Amsir Tabrani di Kembang Utara. 38:38 Semoga semua Rasil dan Ustaz dalam 38:41 keadaan sehat, penuh berkah. Amin ya 38:43 Allah. 38:45 Pertanyaannya, Ustaz. Apakah negeri ini 38:48 masih punya harapan 38:51 untuk bisa germah ripah loh jinawai? 38:55 Loh jinawi. Padahal kita merdeka sudah 38:58 81 tahun. Rakyat sampai saat ini masih 39:02 susah menderita, Ustaz. Kalau para alim 39:05 ulama diam saja tidak mau memikirkan 39:09 negeri ini, bagaimana dengan kita-kita 39:11 yang ilmunya tidak seberapa ini? untuk 39:15 mampu memikirkan negeri ini agar bisa 39:18 keluar dari keterpurukan, kesengsaraan. 39:23 Oh, bagaimana menurut Ustaz? Jazakallah 39:26 khairan. Terima kasih. [berdehem] 39:29 Iya, saya bukan 39:31 negarawan ya, enggak ngerti. Cuma saya 39:34 cuma mengingatkan 39:36 dan Allah sudah memberikan satu 39:40 solusi yang terbaik dan ketetapan dan 39:43 itu pasti. 39:45 Kalau ingin makmur satu negeri, hidup 39:47 itu tentram, penuh diberkati, iman dan 39:51 takwa. Berarti menurut Al-Qur'an tadi, 39:56 bangsa Indonesia harus sadar, 40:01 sadar diri. 40:03 bahwa Indonesia anugerah dari Allah 40:05 Subhanahu wa taala yang luar biasa yang 40:07 harus kita cintai dan rasa syukur kepada 40:10 Allah itu dipraktikkan dalam kehidupan 40:12 sebagai manusia yang berketuhanan. Kalau 40:15 orang Islam, iman dan takwa jelas 40:18 amar makruf nahi mungkar. Pemimpinnya 40:21 jujur, pemimpinnya adil, pemimpinnya 40:23 memikirkan rakyatnya. Rakyatnya adalah 40:26 hamba-hamba yang amanat, bekerja dengan 40:28 sungguh-sungguh, tanggung jawab. 40:31 Pemerintah memfasilitasi sekolah murah 40:34 kalau tidak gratis. Kesehatan juga mudah 40:37 akses mengaksesnya 40:39 sehingga tidak menjadi susah. Ini 40:41 kadang-kadang kita sakit masuk rumah 40:43 sakit malah tambah sakit. 40:48 Nah, jadi ini memang Allah sendiri dalam 40:50 ayat itu sudah tegas sekali. Jadi 40:53 sekarang masalahnya adalah mau apa tidak 40:55 kita mengikuti seruan Allah tadi? 40:59 Kalau kita tidak ada kemauan, para 41:01 pemikirnya diam saja, nglehem, sudah 41:04 merasa pada zona aman, dia tidak mau 41:06 berpikir lebih jauh, ya repot. 41:10 Para pejabat yang mangku jabatan 41:12 pangembating projo yang dipercaya dengan 41:15 sumpah, eh leha-leha malah bagaimana 41:18 caranya untuk mendapatkan kesempatan 41:20 petugas atau pejabat yang hanya 41:23 sementara. Mumpung dia gunakan untuk lah 41:26 ini repot sampai kapanp enggak usah 41:28 sampai 100 tahun, 200 tahun, 300 tahun 41:31 juga tidak ada artinya. Jadi ini 41:33 tergantung bagaimana kemauan kita 41:36 sebagai bangsa Indonesia. Apakah kita 41:39 akan memilih keberkahan atau memilih 41:43 hal-hal yang justru yang tidak kita 41:44 kehendaki. Karena setiap perbuatan baik 41:48 yang dilakukan oleh para pemimpinnya 41:50 dengan keadilannya, rakyatnya dengan 41:52 amal kebaikan, kejujuran dan seterusnya 41:56 itu akan mengundang berkah. 41:58 tekun ibadahnya. 42:01 Pemerintah menyelenggarakan dan 42:02 menyokong upaya-upaya membangun mental 42:07 akhlak agama dipraktikkan dalam 42:09 kehidupan ditopang oleh pemerintah 42:13 sendiri. Jangan diabaikan. 42:18 Ini kalau yang ada urusan yang begitu 42:20 dibiarkan, tapi kalau yang ada uangnya 42:21 diurus. 42:23 Haji diurus, zakat diurus. Tapi akhlak 42:28 dibiarkan. 42:30 Pendidikan agama di sekolah juga mulai 42:33 dikurang-kurangin hanya sebagai 42:34 pelengkap penderita saja. Nah, ini 42:37 berarti kita tidak punya kemauan. ini 42:39 memang harus merubah mindset berpikir 42:42 kita sebagai bangsa kalau mau Indonesia 42:44 emas tahun 45 nanti. Tapi kalau tetap 42:48 membiarkan begini, berpikirnya 42:49 pragmatis, hanya memikirkan kelompok, 42:52 memikirkan partai, memikirkan politik, 42:54 itu saja tiap hari rebutan jabatan. 42:57 Setiap 5 tahun sekali kita ribut, rakyat 43:00 diadu domba jadi ancik-ancik nggo 43:02 bancaan dan seterusnya. yang mana akan 43:05 berkah turun dan setiap perbuatan yang 43:08 menyimpang menyalai daripada kebenaran 43:11 ilahi pasti itu sama dengan mengundang 43:14 sedang mengundang turunnya bencana. 43:18 Jadi jalan keluarnya tentu ini adalah 43:21 kesadaran bersama, tobat bersama kita 43:24 evaluasi bersama bagaimana membangun 43:26 negeri ini dengan benar. Wallahuam. 43:30 Baik, lanjut ke pertanyaan berikutnya. 43:32 Ustaz, mohon maaf saya bingung. 43:37 [berdehem] 43:38 Baru saja belum lama saya dengar ada 43:41 hadiah miras untuk yang hafal surat dari 43:43 ayat suci ini. Bagaimana, Ustaz, bisa 43:47 terjadi seperti ini? Siapa yang 43:49 disalahkan, ya? Ooh, astagfirullah. 43:53 Miras maksudnya minuman keras. 43:55 Iya, 43:57 saya kira Miraj. Miras 43:58 pakai jet enggak? 44:00 Minuman keras. Nah, itu malah baru 44:02 dengar saya. Kalau benar itu ya berarti 44:05 ada yang enggak waras 44:07 ya. Masyaallah. Bagaimana kalau kita 44:11 jengkel ya manusia enggak bisa berbuat 44:13 apa-apa. Tapi kalau Allah yang murka 44:16 main-main dengan hal yang seperti itu 44:18 berarti menantang kebenaran. Kalau 44:20 menantang kebenaran berarti menantang 44:22 Allah. 44:23 Jadi jangan main-mainlah hal-hal yang 44:25 begitu dah. Kita sudah susah hidup ini 44:28 ya. 44:29 Jadi kalau benar apa yang terjadi 44:31 berarti ini sama seperti yang tadi saya 44:34 katakan, setiap perbuatan yang menentang 44:36 kebenaran, menyalahi kebenaran ilahi 44:40 pasti itu berarti menantang turunnya 44:43 bencana. Nauzubillah minzalik. 44:45 Semoga itu tidak terjadi ya. 44:47 Mudah-mudahan. Wallahuam. 44:50 Baik. Ini Alfa dari Depok. Bagaimana 44:54 Ustaz pandangan Islam terhadap tradisi 44:57 perayaan kemerdekaan? Ada lomba-lomba, 45:01 ada panggung hiburan, ada tirakatan, 45:04 mana yang bernilai pahala dan mana yang 45:06 perlu dihindari. Terima kasih. 45:09 Di dalam Islam itu ada yang disebut 45:11 dengan furqan, 45:14 pemisah. 45:16 Sepanjang hal yang bersifat mubah 45:20 dan itu bisa memberi manfaat sebagai 45:23 mengekspresikan kegebiran rasa syukur 45:27 tapi tidak maksiat itu bisa memberi 45:29 manfaat memberikan pendidikan 45:33 dengan niat syukur tadi. 45:37 Ya, itu dalam Islam kan tidak dibatasi 45:39 kalau teknis. Tapi kalau ada unsur-unsur 45:42 mengandung maksiat, 45:45 peringatan untuk tapi ada dosa di situ 45:48 seperti tadi ada miras segala macam 45:50 umpamanya hura-hura lah itu tentu 45:52 masalahnya adalah hal-hal tadi dalam 45:55 Islam itu demarkasinya tidak ditentukan 45:58 oleh hal-hal lain kecuali pada hak dan 46:00 batil. Kalau yang kita lakukan itu 46:02 walaupun masalah peringatan kemudian 46:05 tercampur dengan kebatilan, ya jelas itu 46:08 berarti menyimpang dari kebenaran Allah. 46:10 Tapi kalau itu mubah dan itu bisa 46:12 manfaat dan dengan niatnya adalah untuk 46:15 sebagai wujud syukur, kegembiraan kita 46:19 di dalam Islam tidak dilarang sepanjang 46:21 itu bukan hal yang batil. Wallahuam. 46:24 Ee terima kasih untuk yang sudah 46:28 mengirimkan apa ya istilahnya jempol ya. 46:32 Ibu Mariati di Sukabumi senang banget 46:36 dengan materi tausiah sekarang ini, 46:38 Ustaz. Sesuai sekali dengan kondisi 46:41 negara kita. Semoga ustaz dan seluruh 46:44 kru rasil dalam lindungan Allah. Amin. 46:46 Amin. Wakum. Amin. 46:48 Ee ada pertanyaan tentang info wakaf 46:51 masjid dijadikan saham ini bagaimana, 46:54 Ustaz? Heoh 46:57 ya perlu diperjelas saham bagaimana 46:59 maksudnya dan yang diwakafkan apa wakaf 47:03 apa? 47:05 Pasti gak ada uang, Pak Ustaz untuk 47:07 kalau uang namanya Bu ya harus di 47:11 berdayakan. Tapi kalau itu misalnya 47:17 ya nanti susah juga karena enggak jelas. 47:21 Kalau misalnya wakaf tanah masjid 47:23 kemudian dijadikan saham usaha lah itu 47:27 kan tentu enggak bener penempatannya. 47:29 Kalau wakaf tanah untuk masjid ya 47:31 digunakan untuk masjid, untuk ibadah dan 47:33 seterusnya. 47:34 Kalau wakafnya itu ini aku wakaf tanah 47:37 untuk dibuat usaha. Nanti usahanya untuk 47:40 fuqarah, masakin, anak yatim. Nah, tentu 47:42 kan itu bisa dikembangkan karena memang 47:45 niatnya wakaf untuk usaha. Jadi itu 47:49 tergantung apa wakaf yang bagaimana. Ada 47:51 wakaf yang tidak boleh digerakkan, tapi 47:53 ada wakaf yang untuk jariah bisa 47:56 dikembangkan dengan usaha. Wallahuam. 47:59 Baik, ini pertanyaan tidak ada namanya. 48:04 Ustaz, terima kasih dengan materinya 48:06 hari ini. Merdeka yang seperti apa sih, 48:09 Ustaz, yang akan terjadi di tahun ini 48:11 dan tahun-tahun ke depan melihat kondisi 48:15 ee negeri yang sedang tidak bisa 48:17 dibilang baik-baik saja. Terima kasih. 48:20 Heeh. 48:21 Ya, seperti yang tercantum 48:23 diundang-undangkan 48:25 dibentuknya negara itu adalah 48:28 e apa namanya? Supaya kita bebas 48:32 berdaulat. Ya. Kemudian 48:37 melindungi warga negara, 48:40 seluruh warga negara dan tanah tumpah 48:43 darah 48:45 dari upaya-upaya 48:48 orang-orang asing 48:51 atau orang-orang yang bisa merusak, mau 48:53 menguasai dan seterusnya. Jadi, 48:56 bagaimana itu mengamankan negeri ini? 48:58 membangun kesejahteraan, 49:02 bagaimana menciptakan nuansa, suasana 49:05 yang memberikan kemudahan-kemudahan 49:07 terhadap masyarakat. Karena tujuan 49:10 pemerintah dibangun kemerdekaan itu 49:12 untuk mensejahterakan masyarakat. Bahkan 49:15 dalam pasal undang-undang pun disebutkan 49:17 aset negara, sumber daya alam menjadi 49:20 dikuasai negara untuk sebesar-besar 49:23 kemasyarak ee kemakmuran masyarakatnya. 49:27 itu tujuan dibuat negara. Untuk 49:30 melakukan itu maka dibentuk pemerintah. 49:33 Jadi pemerintah itu sebenarnya pelayan 49:35 masyarakat 49:37 bukan dilayani jadi ratu. 49:40 Kita yang mesti dilayani. Oh, ini mau 49:42 bayar pajak. Wah, gampang usalnya boleh 49:44 kita bayar pajak. Tapi yang dipajaknya 49:46 mbok yang yang kira-kira memang ada 49:48 kelebihan seperti peng usaha apa lain. 49:52 Tapi kalau semua-semua dipajakin ya 49:54 Allah. Nah, itu kan jadinya bukan 49:58 melayani kita, mensejahterakan kita. 50:02 Jadi pemerintah itu adalah ditugaskan 50:05 oleh negara 50:07 yang disupport oleh masyarakatnya 50:10 untuk melayani kepentingan masyarakat 50:14 dalam rangka mensejahterakan 50:17 masyarakatnya, melindungi segenap warga 50:20 negara, melindungi tanah tumpah negara 50:23 dari digerogoti oleh orang-orang 50:24 Yarakus, Butot terong, Betoroko. itu kan 50:28 mau nyaplok negara ini mau menguasai 50:31 sendiri sehingga rakyat menjadi susah 50:33 hidupnya. Nah, ini kan tugas negara 50:35 jelas dalam undang-undang cuma cuma 50:37 dalam ungkapan kata-kata saja. 50:39 Undang-undang dibaca tiap ada upacara 50:42 tapi praktiknya wallahuam. Pancasilanya 50:45 di mana praktiknya ya kita gak jelas ya. 50:49 Setiap pemimpin 50:52 ya bagaimana soal ketuhanan, soal 50:54 keadilan sosial, soal kemanusiaan. 50:57 hari ini masih ternyaring terdengar 51:00 berbagai hal ketidakadilan 51:02 ya kemudian keputusan pengadilan itu 51:06 lagunya lagu maju tak gentar tapi bukan 51:09 bela yang benar bela yang bayar 51:12 saya kira bukan rahasia kalau saya 51:13 ngomong begitu karena orang dunia sudah 51:15 tahu semuanya wallahuam 51:17 baik ustaz ini pertanyaan tema kita 51:20 sekar ustaz kan Indonesia berdaulat adil 51:24 dan makmur mana yang paling 51:27 jauh dari yang kita tuju tentang 51:30 kedaulatan kitaakah atau tentang 51:33 keadilan negeri ini atau tentang 51:36 makmurnya. Terima kasih, Ustaz. Iya, 51:39 saya kira enggak usah dijawab sudah bisa 51:40 dirasakan sendiri oleh kita semua. 51:43 keadilannya di mana ya, kemudian 51:47 kemakmurannya di mana ya. Itu saya kira 51:49 kita bisa merasakan sendirilah hari ini. 51:52 Dan dilihat dari segi umur 81 tahun 51:54 rasanya ya ini yang saya bilang perlu 51:57 dilihat kembali apa kita mensyukurinya 52:00 hanya sekadar 52:02 ee re apa namanya sekadar upacara saja 52:07 atau mesti kita evaluasi. mensyukuri itu 52:10 adalah mengevaluasi 52:12 me 52:14 apa namanya memperbaiki kekeliruan 52:16 kegagalan, menyempurnakan yang sudah 52:18 sempurna dan seterusnya itu mestinya ke 52:21 depan. Jadi tiap tahun ada evaluasi 52:23 perlunya bukan hanya baris ngangkat 52:26 bendera saja turunkan lagi tapi gak ada 52:28 artinya yaitu 52:30 ya kurang manfaatnya kalau menurut saya. 52:34 Maka di sini mensyukuri kemerdekaan itu 52:37 adalah memperbaiki 52:39 mungkin kebijakan kita yang kurang, 52:42 mungkin keadilan kita yang perlu kita 52:43 tingkatkan, mungkin kesejahteraan 52:46 kemakmuran masyarakat yang perlu menjadi 52:48 pertimbangan dan kebijakan para pemegang 52:52 kekuasaan. Wallahuam. 52:54 Baik, ada yang perlu ditambahkan, Ustaz? 52:56 Ini belum masuk lagi 52:59 emm 53:01 pertanyaan yang kecuali jempolnya. 53:04 Jempolnya lumayan banyak. Oke. 53:09 Oh, iya. Terkait dengan perayaan itu, 53:12 Ustaz. Ibu Ida bertanya kalau 53:15 lomba-lomba 53:16 dan lain sebagainya yang menghabiskan 53:20 dana lumayan sementara 53:23 ada perbaikan yang harus dilakukan di 53:25 kampung kami. Ini kira-kira masuk akal 53:29 enggak ya, Ustaz? Heeh. 53:31 Iya. Ini masalah kebijakan. 53:33 Di sinilah kejernihan kebijakan para 53:36 pengambil keputusan. 53:39 Jadi memutuskan sesuatu yang memang 53:42 berpihak pada 53:45 kemasyarakatan kebaikan untuk masyarakat 53:49 yang daya gunanya itu bisa diambil 53:51 manfaat bukan sekadar hura-hura. Nah, 53:54 ini saya kira masalah kearifan kebijakan 53:57 para pengambil keputusan di tempat 53:59 setempat. Wallahualam. 54:04 He 54:06 pertanyaan dari 54:10 tunggu sebentar 54:14 untuk kesehatan mental anak-anak muda 54:18 kita, Ustaz, apakah 54:22 ulang tahun kemerdekaan Republik 54:24 Indonesia ini ada kapling buat mereka 54:27 biar sehat lahir dan batin? Bukan hanya 54:30 sekedar lomba-lomba saja. Di sudut 54:34 pandang Islam seperti apakah gerangan? 54:38 Terima kasih. Iya. [berdehem] 54:40 Kalau di dalam Islam itu kan lebih 54:42 menitik beratkan kepada pertama 54:45 kebenaran, 54:46 yang kedua kemanfaatan, 54:50 yang ketiga kemaslahatan dan menghindari 54:53 hal-hal yang bersifat mudarat. 54:56 Itu prinsip dalam Islam. 54:59 Ibadah saja kalau menimbulkan mudarat 55:01 malah malah dilarang. 55:04 Puasa itu wajib puasa Ramadan. Tapi 55:07 kalau orangnya memang lemah, tidak 55:10 mampu, dia mau maksakan diri lah justru 55:12 malah itu yang gak gak disebut baik. 55:16 Diperintahkan kalau dia sakit ya 55:18 batalkan, ganti hari yang lain. 55:21 Itu dalam Islam begitu. Ketika kita luka 55:24 tidak boleh kena air, memaksa juga kita 55:27 mandi. Misalnya mandi besar atau menyir 55:30 kena air kita paksakan. Padahal itu kita 55:33 dalam keadaan mudarat. Nah, dalam Islam 55:36 itu lebih menitik beratkan kemaslahatan, 55:39 kemanfaatan, dan menghindari hal yang 55:41 mudarat. Itu syariat. Tidak ada paksaan. 55:45 Salat misalnya gak bisa tiap hari itu 55:47 salat terus ya kan gak mungkin. Ada 55:51 waktunya diberikan kemaslahatan, untuk 55:53 kemaslahatan, untuk keluarga, untuk 55:55 anak, untuk bekerja, mencari nafkah dan 55:58 seterusnya. Karena Islam itu seimbang. 56:00 Attawazun 56:02 ya, albasath 56:05 simpel. 56:07 Jadi bukan dipaksakan untuk suatu hal 56:09 yang bisa menimbulkan kemudaratan. Maka 56:12 hal-hal yang sifatnya mudarat mesti 56:14 dilarang dalam Islam. 56:16 Dan hal-hal yang itu manfaat, memberi 56:18 manfaat itu malah dianjurkan untuk 56:20 berbuat baik. 56:23 Wallahualam. 56:27 Belum ada lagi [berdehem] pertanyaan 56:29 kecuali Ibu Intan. Terima kasih. Hari 56:32 ulang tahun kemerdekaan kita. 56:34 Mudah-mudahan betul-betul membuat kita 56:36 merdeka ya, Ustaz. Am. 56:37 Amin. 56:39 Kemudian kalau di kampung kami ini dari 56:42 enggak ada namanya 56:45 sengaja dilakukan untuk 17an tahun ini 56:48 adalah kebersihan lingkungan. Enggak 56:51 usah pakai hura-hura dengan lomba-lomba. 56:54 Heeh. 56:54 Ada juga ya yang seperti ini keren 56:56 banget berarti manfaat. 56:57 He. Jadi enggak bersifat ee 57:01 seremonial. 57:01 Seremonial belaka ya. 57:04 Dan 57:05 untuk sementara itu dulu lagi. Ada yang 57:08 perlu ditambahkan, Ustaz, terkait dengan 57:10 pilihan kegiatan ini kan 17-nya masih 57:12 beberapa hari lagi. 57:13 Betul. Betul. Jadi memang [berdehem] ee 57:17 pengambilan keputusan walaupun kelompok 57:19 di RT, di desa mesti harus pandai secara 57:23 arif. Heeh. 57:25 Ya, daripada yang hanya sekadar 57:27 seremonial tapi tanpa makna, apalagi 57:30 hura-hura. 57:32 Misalnya ada khitan masal 17 Agustus, 57:37 kemudian santunan pada orang-orang 57:40 compo, orang gak mampu, orang miskin. 57:43 Bedah rumah misalnya orang rumah mau 57:45 rubuh ee gotong-royong itu masyaallah 57:48 sebagai wujud kepedulian dan tuntutan 57:52 kesejahteraan daripada masyarakat, 57:55 keadilan sosial bagi masyarakat dan 57:57 seterusnya itu bisa dipraktikkan. itu 57:59 kan ya tergantung kearifan ya. Tapi yang 58:02 jelas jangan hanya bersifat hura-hura 58:06 apalagi yang sifatnya most pro artinya 58:09 tidak ada gunanya. Lebih diarahkan 58:12 kepada hal-hal yang bermanfaat untuk 58:14 masyarakat. 58:16 Oke. Ini Ustaz saya mau tanya deh. 58:19 Gimana caranya kita bersyukur atas 58:22 kemerdekaan tapi tetap semangat kerja 58:25 juga ibadah? Enggak cuman seremonial 58:28 doang. Kalau menurut Islam, Ustaz, apa 58:31 hubungan antara rasa syukur sama 58:34 kemerdekaan bangsa ini? Ada enggak sih 58:36 dalil atau kisahnya yang bisa 58:38 dicontohkan, Ustaz? Terima kasih. 58:40 Iya. 58:43 Syukur itu adalah rasa terima kasih. 58:47 Ingat kepada yang memberikan nikmat 58:49 kepada kita. 58:51 Kemudian kita mengucapkan syukur 58:54 dan digunakan nikmat itu pada jalan yang 58:57 benar. 58:59 mensyukuri kemerdekaan. Berarti kita 59:01 tahu betul, "Ya Allah, betapa kitanya 59:04 disayangi oleh Allah, dikasih negeri 59:06 yang panjang pinjung begini, yang negeri 59:08 yang sebenarnya subur, kaya dengan 59:11 segala macam. Kita mesti sadar diri, oh 59:14 terima kasih kita sebagai bangsa 59:16 Indonesia yang dimanjakan oleh Allah 59:18 Subhanahu wa taala." Lalu praktiknya 59:20 bagaimana? kita rawat dengan baik, kita 59:24 laksanakan dalam kehidupan ini yang 59:26 disebut dengan ramah lingkungan, penuh 59:29 persaudaraan, 59:30 kemudian 59:32 mendorong supaya kemakmuran bersama itu 59:35 bisa dituntut. Itu juga wujud daripada 59:37 syukur. 59:38 Kemudian perilaku kita sebagai rasa 59:42 syukur kita, kita mentaati apa yang 59:44 diperintahkan oleh Allah. Makin dekat 59:46 sama Allah, makin banyak beramal, makin 59:49 banyak berbuat. 59:51 Kemudian kita praktikkan tentang 59:52 keadilan sosial di masyarakat. 59:56 Ada kepedulian beri kemanusiaan itu kita 59:59 terapkan sebagai wujud rasa syukur kita 1:00:02 terhadap Allah. Anugerah Allah kepada 1:00:05 bangsa kita sebagai bangsa yang syukur, 1:00:08 bangsa yang berketuhanan, 1:00:11 bangsa yang beragama kita wujudkan dalam 1:00:13 kehidupan. Kalau beragama itu kita 1:00:17 praktikkan dalam kehidupan, baik yang 1:00:19 berdimensi vertikal kepada Allah dan 1:00:23 berdimensi sosial kita lakukan dengan 1:00:26 baik, masyaallah. Maka enggak usah 1:00:29 diminta akan turunnya berkah dari Allah 1:00:32 Subhanahu wa taala. pasti kehidupan yang 1:00:33 makmur, aman, tentram, penuh 1:00:37 persaudaraan, menebar kasih sayang, 1:00:40 peduli terhadap sesama sehingga tidak 1:00:43 ada orang yang paling 1:00:47 paling susah hidupnya merasa tersanjung 1:00:51 karena perilaku kita sebagai bangsa yang 1:00:54 bermartabat, berkeadilan sosial, dan 1:00:58 berperi kemanusiaan. 1:01:00 Wallahuam. 1:01:02 Baik, ikhwan akhwat. Kita tetap harus 1:01:05 mensyukuri dengan angka 81 yang luar 1:01:08 biasa sekali. Mudah-mudahan segala 1:01:11 sesuatunya menjadi semakin cerah 1:01:14 sebagaimana yang kita dambakan. Ya, 1:01:16 kalau tadi ustaz bilang mengayu-ayu 1:01:19 harjaningo. 1:01:20 Mudah-mudahan itu bisa terwujud. Baik, 1:01:23 Ustaz. kita rangkum 1:01:24 ee bahasan kita kali ini dengan 1:01:30 pernyataan yang mudah-mudahan membuat 1:01:31 kita semua merasa merdeka. Betulan. 1:01:34 Iya. 1:01:36 Para ikhwan rahimakumullah. 1:01:40 kita 1:01:42 apa yang saya sampaikan tadi sebenarnya 1:01:45 karena sangat berharap karena saya 1:01:47 mencintai Indonesia 1:01:50 dan juga di sisi lain ada rasa takut 1:01:52 juga kalau kita tidak menjadi orang yang 1:01:54 tidak bersyukur 1:01:56 kemudian Allah mengingatkan pada kita 1:01:58 akan lebih parah lagi. Maka mari kita 1:02:01 bersama-sama 1:02:03 jadikan negeri ini negeri sesuai dengan 1:02:05 apa yang didambahkan menjadi cita-cita 1:02:08 leluhur kita pendiri negeri ini adalah 1:02:12 negeri yang berketuhan 1:02:14 yang nilai-nilai ketuhanan dipraktikkan 1:02:17 dalam kehidupan. 1:02:19 Kemudian masing-masing punya rasa 1:02:20 tanggung jawab keadilan sosial. kita 1:02:23 bisa merasakan para pemimpin dengan 1:02:26 kepemimpinan, dengan keadilannya, 1:02:29 amanah dan seterusnya. Insyaallah 1:02:32 yakin saya akan lebih maju Indonesia ke 1:02:35 depan. banyak peluang-peluang potensi 1:02:38 yang sebenarnya luar biasa terhadap 1:02:40 bangsa Indonesia yang sebenarnya 1:02:43 dikagumi juga oleh bangsa lain. Tapi 1:02:45 kalau ini tidak kita rawat dengan baik, 1:02:47 kita tidak tempat pada tempat yang benar 1:02:50 apalagi sampai lupa pada Allah, lupa 1:02:53 kebenaran, lupa nilai-nilai keagamaan, 1:02:56 maka 1:02:58 nilai-nilai ketuhanan, maka ini justru 1:03:01 kesanaannya. Sehe apapun satu bangsa, 1:03:04 secerdas apapun, tapi kalau bangsa tanpa 1:03:06 moral, tanpa nilai-nilai ketuhanan, 1:03:09 pasti lambat ataupun 1:03:12 cepat pasti akan hancur dengan 1:03:15 sendirinya oleh karena perilakunya 1:03:17 sendiri. Kembali pada akhir ayat, mari 1:03:20 kita pada surat dan ayat yang saya 1:03:23 bacakan tadi kita baca berulang-ulang 1:03:25 sebagai peringatan bagi kita. Walau anna 1:03:28 ahlal qutaq 1:03:31 laatahna alaihim barokati minama walard 1:03:35 wakin kadzabu faaknahum bimau yaksibun. 1:03:40 Renungkan bersama. Allah berjanji 1:03:42 sekiranya satu negeri-negeri itu beriman 1:03:45 dan bertakwa masyarakatnya, 1:03:48 sungguh akan kami buka pintu berkah dari 1:03:51 langit dan kami buka dari bumi 1:03:55 keberkahan itu. Walakin kadzabu. Tetapi 1:03:58 jika mereka mendustakan, mereka maksiat, 1:04:01 mereka bermusuhan, mereka membuat 1:04:05 kezaliman, 1:04:06 membuat penyimpangan-penyimpangan dan 1:04:08 sebagainya banyak dosa, maka akan kami 1:04:11 turunkan azab kepada mereka disebabkan 1:04:14 oleh perilaku mereka sendiri. Ngunduh 1:04:18 wing pakerti. 1:04:20 Orang akan menanam, mengetam apa yang 1:04:22 dia tanam. Kalau yang ditanam itu bunga, 1:04:26 maka kita akan mendapatkan harum bau 1:04:29 baunya, semerba harum baunya. Tapi kalau 1:04:32 yang kita tanam adalah pohon berduri 1:04:35 yang beracun, maka itu pun akan kembali 1:04:38 pada diri kita untuk bukan untuk orang 1:04:40 lain. Akhirnya mari kita berdoa 1:04:42 mudah-mudahan negeri ini negeri yang 1:04:44 diberkati oleh Allah Subhanahu wa taala. 1:04:47 Mudah-mudahan negeri ini dibersihkan 1:04:48 dari penyakit-penyakit yang 1:04:50 pemimpin-pemimpin korup, 1:04:52 pemimpin-pemimpin yang tidak tanggung 1:04:54 jawab, pemimpin-pemimpin yang zalim. 1:04:56 Mudah-mudahan muncul ke depan seorang 1:04:58 pemimpin-pemimpin yang bijak, yang arif, 1:05:01 yang bertakwa kepada Allah sehingga 1:05:03 mereka betul-betul memajukan negeri ini 1:05:05 untuk kesejahteraan masyarakat secara 1:05:07 luas. Amin ya rabbal alamin. Wabillahi 1:05:10 taufik walhidayah. Wasalamualaikum 1:05:12 warahmatullahi wabarakatuh. 1:05:14 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05:16 wabarakatuh. Terima kasih sekali Ustaz 1:05:19 Abul Hidayah Seroji yang hari ini sudah 1:05:23 hadirkan bahasan membuat kita mampu 1:05:27 mensyukuri kemerdekaan NKRI yang ke-81. 1:05:31 Apapun yang sedang terjadi dan 1:05:33 bagaimanapun kondisinya. Bersatu, 1:05:36 berdaulat, rakyat sejahtera, dan 1:05:39 Indonesia maju adalah kerinduan kita 1:05:41 bersama. Dan kalau takwa mampu membuka 1:05:45 pintu keberkahan, mari kita tingkatkan. 1:05:48 Sekali lagi terima kasih untuk 1:05:49 kebersamaan ini. Billahi taufik wal 1:05:51 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 1:05:53 wabarakatuh. 1:05:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05:55 wabarakatuh.