Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 [musik] 0:12 Im. Alhamdulillahiabbil alamin. 0:13 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:16 wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:18 Asalamualaikum warahmatullahi 0:20 wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat, 0:21 pendengar ada silaturahim dan juga 0:23 pemirsa Rasil TV yang dirahmati Allah. 0:25 Alhamdulillah kita kembali berjumpa Iwan 0:27 akhwat di Kamis malam hari ini tanggal 0:30 25 Muharam 1448 0:33 Hijriah atau tanggal 9 Juli 2026 kembali 0:38 hadir acara kajian kitab Alulu Wal 0:41 Marjan bersama Dr. K. H. Zaki Mubar M. 0:44 Belah Mustasyar PBNU. Tema yang akan 0:47 disampaikan nanti adalah mengenai 0:49 menjaga keharusan menjaga persatuan 0:51 umat. Kita sapa Ustaz terlebih dahulu. 0:54 Asalamualaikum warahmatullahi 0:55 wabarakatuh, Ustaz. 0:56 Waalaikumsalam warahmatullah 0:59 wabarakatuh. 1:01 Kabar sehat, Ustaz? Ya, 1:03 alhamdulillah. 1:04 Alhamdulillah. Nanti yang ingin 1:05 bergabung bertanya, silakan Anda bisa 1:06 kirimkan oleh WhatsApp kami Wan Akwad di 1:08 0811999720. 1:13 T ustaz. 1:14 Baik. 1:17 Asalamualaikum 1:20 warahmatullahi 1:22 wabarakatuh. 1:26 Alhamdulillahilladzi 1:28 hadana lihadza 1:31 wama kunna linahtadiya laula an 1:34 hadanallah 1:36 ashadu alla ilahaillallahu wahdahu la 1:40 syarikalah 1:41 wa ashadu anna muhammadan abduhu wa 1:44 rasuluh. Allahumma sholli wasallim ala 1:48 had nabiyil karim sayyidina wa maulana 1:53 Muhammad 1:54 wa ala alihi wa ashabihi watabiin 1:59 waman tabiahum biihsanin 2:02 ila yaumiddin. Amma ba 2:06 ikhwan akhwat para pendengar radio 2:09 silaturahim 2:11 dan pemirsa Rasi TV yang kami cintai. 2:14 Alhamdulillah malam hari ini kita dapat 2:17 jumpa kembali dalam kajian kitab Al 2:20 Marjan. Semoga kajian ini dapat 2:22 membimbing kita bisa memahami agama 2:25 dengan baik dan utuh dan bisa kita 2:28 amalkan dalam kehidupan sehari-hari. 2:30 Amin ya rabbal alamin. Para jemaah, kita 2:34 akan 2:36 memasuki beberapa hadis. 2:39 Di antaranya adalah hadis semarahkan 2:41 kita agar tidak terjadi perpecahan 2:45 [berdehem] di kalangan umat. 2:49 Bismillahirrahmanirrahim. 2:51 Hadis bni Umar. 2:55 Hadis dari Ibnu Umar yakni Abdullah bin 2:57 Umar. 2:59 Anin Nabi dari Nabi sallallahu alaihi 3:02 wasallam. 3:06 Nabi bersabda, 3:09 "Wailakum, 3:10 eh wahakum, 3:12 celaka kamu. 3:16 Ya, 3:18 kamu celaka kata Nabi, 3:22 la tarji'u ba'di." Janganlah kamu 3:25 kembali sudah kuffarat 3:28 menjadi orang-orang kafir kembali. 3:32 Ini yang dikhawatiri Nabi. 3:35 Waktu Nabi wafat, jalan-jalan mereka 3:36 menjadi kafir. Maka Nabi katakan, "Ya 3:39 celaka kamu. Janganlah kamu 3:43 kembali pada kafiran setelah aku tidak 3:46 ada." 3:49 Apa wujudnya kafiran itu? Bukan kemudian 3:52 dia keluar dari Islam masuk agama lain. 3:54 Bukan. Wujudnya adalah yadribu ba'dukum. 4:01 Sebagian kamu 4:03 menebas 4:05 ya leher 4:08 dari sebagian yang lain. Artinya terjadi 4:12 peperangan sesama umat Islam, 4:16 permusuhan sama umat Islam sampai 4:17 terjadi peperangan. 4:21 Nah, kekhawatir kekhawatiran dari Nabi 4:23 ini kita jumpai dalam sejarah begitu 4:27 Nabi wafat itu ya. Kemudian khalifahnya 4:31 diganti khalifah Abu Bakar, Umar. Umar 4:35 wafat terbunuh 4:39 di istananya. 4:43 Ya. Kemudian Sayidina Ali terbunuh. 4:46 [berdehem] 4:48 Ya. 4:52 Umar terbunuh di masjid lagi salat. 4:56 Empat 4:58 khalifah itu 5:00 tiga wafat terbunuh. 5:03 Pertama Umar bin Khattab terbunuh di 5:06 masjid lagi salat subuh. 5:10 Utsman bin Affan terbunuh di istananya 5:16 atau di rumahnya. 5:18 Kemudian Ali bin Abi Thalib terbunuh 5:19 juga di waktu subuh 5:23 akan menjadi imam di masjid. 5:26 Nah, ini yang sebut ya 5:30 yadribu 5:33 ba'dukum riq. 5:36 Sebagian kamu membunuh sebagian yang 5:39 lain. Nauzubillah minzalik. Sekarang 5:42 kita jumpai juga itu lihat permusuhan 5:44 sama umat Islam di berbagai negara 5:48 sama negara muslim bermusuhan. Nah, ini 5:50 contohnya. 5:52 Ini yang dikhawatiri oleh Nabi. 5:55 Maka kita harus hindari itu 5:57 ya. Eh, enggak ada musuh aja sama muslim 6:00 kok berperang gitu. 6:03 Musuh banyak kuat-kuat. 6:07 Jangan sampai sama muslim itu harus 6:09 bersatu, 6:11 harus meletakkan ukhuwah, 6:15 harus meletakkan 6:17 kasih sayang, rahmat. 6:19 Jangan sampai saling 6:22 inilah para sahabat sekalian. Ini sampai 6:24 nanti ke masyarakat kita masyarat kecil 6:27 dalam masyarakat jangan sampai ada di 6:28 antara kita saling bermusuhan. 6:31 Ada yang berbeda partailah, 6:33 ada yang berbeda organisasih, jangan 6:35 bermusuhan silakan aja berbeda enggak 6:37 ada masalah ya. Itu merupakan fitrah 6:40 manusia senangnya berbeda. Enggak 6:43 apa-apa ya jangan saling bermusuan 6:45 kira-kira begitu. 6:49 Hadis berikutnya, 6:51 hadis Zaid ibn Khalid Aljuhaini. 6:55 Hadis Zaid bin Khalid Aljuhaini. 6:59 Qala beliau menginformasikan 7:03 sh lana salat peserta kami. Siapa 7:07 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam? 7:10 Shat subhi. 7:13 Nabi salat beserta para sahabat 7:16 melaksanakan salat subuh. bil 7:17 khudabiyati di khudabai 7:20 alama 7:23 ya di bawah langit artinya tidak tidak 7:25 di dalam masjid itu di lapangan terbuka 7:28 tidak ada atapnyaat 7:33 minal lailati itu terjadi pada suatu 7:35 malam 7:38 sarfa ketika nabi selesai jadiadi imam 7:41 salat subuh 7:44 akbala alanasi beliau menghadap kepada 7:46 jemaahnya, 7:48 kepada para sahabatnya. 7:50 Faqala, maka beliau bersabda, "Hal 7:53 tadruna 7:56 maza qalbukum?" Tahukah kalian kata 7:59 Nabi, "Apa yang difirmankan oleh 8:01 Tuhanmu?" 8:06 Q mereka menjawab, "Allahu waasuluhuam." 8:12 Allah dan Rasulnya lebih tahu. Rasul 8:14 kami enggak tahu. 8:17 Allah dan rasulnyaalah yang lebih tahu 8:19 mana 8:23 Nabi bersabda, "Abbaha min ibadi akan 8:27 terjadi 8:29 dari sebagian hamba-hambaku mukmin bi 8:33 kafir. 8:34 Hamba-hambaku yang beriman padaku dan 8:36 kafir kepadaku. 8:40 akan terjadi menimpa 8:42 hamba-hambaku. Kata firman Allah 8:45 ya ada sebagian yang mukmin ada yang 8:48 kafir. 8:54 Waamma manqala mutirna bifadlillah. 8:57 Orang yang mengatakan, "Oh, kami dapat 8:59 hujan dihujani dengan rahmat Allah 9:01 warahmatihi dan rahmatnya." 9:04 Karunia Allah dan rahmat fadlullah. Ya, 9:06 karunia Allah. 9:07 Alhamdulillah Allah memberikan karunia 9:09 kepada kami hujan, rahmat kepada kami 9:12 hujan. 9:15 Walika mukmin. Maka dia itulah orang 9:16 mukmin 9:19 adanya hujan. Kemudian dia bersyukur 9:21 pada Allah atas hujan itu sebagai rahmat 9:25 dan karunia dari Allah. 9:29 Mukminalika. Orang seperti itu ada 9:31 beriman kepadaku. Kata mukminun 9:36 wa kafir bil kawakib. 9:39 Dan mereka menolak kepercayaan pada 9:41 bintang-bintang 9:43 yang biasa ahli nuju ya. Bintang-bintang 9:47 dipercaya begini ini begini. 9:51 Qutirna bina. Adapun orang yang 9:55 mengatakan kami hujan 9:57 ya kami mendapatkan hujan karena ada 10:00 bintang ini, ada bintang itu yaika 10:05 kafir maka mereka itu adalah orang yang 10:07 kafir kepadaku. Kata Tuhan wumun bil 10:10 kaukab. Dan mereka itu 10:13 ya beriman kepada bintang-bintang. 10:19 Jadi ini enggak boleh hujan ini karena 10:23 ada bintang itu enggak 10:26 ya. Jadi enggak boleh kita mempercayai 10:29 hal-hal yang gaib seperti itu kepada 10:32 bintang-bintang. Tapi kalau kita 10:35 menjadikan bintang itu sebagai petunjuk 10:37 arah saja misalnya enggak apa-apa. Oh 10:40 ini bintangnya berarti arah utara ini 10:42 arah barat enggak apa-apa. 10:45 Ada bintang biduk ya, ada macam-macam 10:47 bintang itu ya. Nah, itu bisa untuk 10:49 menunjukkan arah enggak apa-apa. Tapi 10:51 kalau kita percaya bahwa ada hujan kita 10:54 dapat risih karena bintang itu. Oh, 10:56 alhamdulillah saya risih banyak tadi 10:58 malam saya lihat bintang itu. Itu jangan 11:01 itu bisa menjadi ternoda akidahnya ya. 11:04 Tidak. 11:08 Tapi kalau kita mengambil ee petunjuk 11:12 dari bintang atau bulan atau matahari, 11:16 kita di daerah yang kita bingung nih di 11:18 Indonesia ini mana arah kiblat. Lihat 11:21 sinar ada lihat matahari sore hari. Oh, 11:23 berarti ke arah barat gitu. Barat 11:26 seperti di sana yang timur sebaliknya 11:29 kan gitu. Yang utara sebelah kanannya, 11:33 yang kiri sebelah kiri, yang selatan 11:35 sebelah kirinya. Itu enggak apa-apa. 11:37 Ya, tapi yang tidak boleh itu 11:39 mempercayai bahwa bintang-bintang itulah 11:43 atau bulan atau yang lainnya memberikan 11:45 rezeki itu tidak. 11:53 Kita lanjutkan hadis berikutnya. 11:57 Hadisu anasin 12:00 anin nabi dari Nabi 12:03 sallallahu alaihi wasallam. 12:09 Q 12:11 Nabi bersabda, 12:13 ayatul imani hubbul ansar. 12:17 Tanda-tandanya orang beriman itu adalah 12:18 mencintai kaum ansar, penduduk Madinah. 12:23 Itu perwujudan dari orang beriman. 12:25 Mengapa? Karena penduduk Madinah ini 12:27 sangat baik pada umat Islam yang awal 12:29 mula datang ke sana. 12:32 Mereka berkorban apa saja untuk 12:33 kedatangan umat Islam. Bahkan waktu Nabi 12:36 datang dengan Abu Bakar Assiddiq 12:38 disambut beliau 12:40 oleh banyak orang di Madinah. Sahabat 12:43 yang lain datang disambut. Dan bahkan 12:45 orang-orang Madinah ini lebih 12:47 mengutamakan orang-orang Muhajirin dari 12:48 Mekah daripada dirinya sendiri. Itu yang 12:50 luar biasa. Maka kata Nabi, "Siapa yang 12:52 mencintai orang Madinah, dia berarti ya 12:56 orang yang beriman." 13:00 Waat wa ayatun nifaq. Adapun tanda-tanda 13:03 orang munafik apa? 13:06 Bugdul Anshar. Membenci kaum ansar itu 13:11 munafik. Dia itu enggak suka pada kaum 13:14 Anshar. Itu munafik. 13:17 Jadi di sini kita melihat bagaimana 13:20 Rasulullah mengarahkan kita ya supaya 13:24 mencintai sesama kita. 13:28 cintai orang ansar penduduk pribumi 13:31 Madinah atau mencintai kaum Muhajirin 13:34 migran Makkah mencintai suku-suku lain 13:38 ya baik dari Madinah, dari luar Madinah, 13:42 dari luar Makkah, termasuk dari Yaman, 13:44 termasuk dari Njet, termasuk dari Syria, 13:47 termasuk dari ee apa namanya itu 13:51 Yordania 13:53 saudara-saudara kita semua harus kita 13:56 menj jalin 13:59 hubungan silaturahim dengan mereka dan 14:01 merajutnya dengan sekuat-kuatnya 14:04 sehingga terjadilah apa yang disebut 14:06 dengan ukhuwah islamiah, persaudaraan 14:09 bersama kaum muslimin itu 14:17 waman abum 14:33 Al-Ansar. Al-ansharu la yuhibbuhum illa 14:37 mukmin. 14:39 Tidak ada orang ansar kecuali yang 14:40 mencintainya orang mukmin. 14:43 Al imanul ansaratun 14:46 nifaqi ya buul ansar. Ciri orang-orang 14:50 munafik itu membenci ya pada orang-orang 14:54 ansar. 14:57 Hadis berikutnya haditul barra. Barra 15:01 bin Azib 15:04 ya. Q 15:07 menginformasikan 15:09 Q Nabiu bersabda Nabi sallallahu alaihi 15:11 wasallam. 15:13 Alu orang-orang ansar itu la yuhibbuhum 15:16 illa mmin tidak ada yang mencintai 15:18 mereka kecuali orang-orang mukmin 15:22 yang mencintai kaum ansar penduduk 15:24 Madinah berarti dia seorang mukmin w 15:28 illa munafik dan tidak ada yang membenci 15:30 orang-orang ansar kecuali kaum munafik 15:34 waman ahabbahum ahabbahullah 15:38 maka barang siapa yang mencintai mereka 15:41 mencintai Dia bayangkan, Saudara, kalau 15:45 kita mencintai kaum Anshar, Allah 15:46 mencintai kita. 15:50 Waman abghum abghullah. Dan siapa yang 15:54 membenci kaum Ansar, Allah akan membenci 15:56 dia, memurkai dia. 16:01 Enggak boleh kita itu 16:03 ya menghina sahabat Nabi, menghina kaum 16:06 Hr, menghina keluarga Nabi. 16:10 Kita harus bakti pada mereka, harus 16:13 mencintai mereka. Ya, 16:20 hadis berikutnya. 16:23 Hadis Abi Said Alkhudri 16:27 Abu Said Alkudri 16:30 radhiallahu anhu qala 16:34 keluar Rasulullah sallallahu alaihi 16:36 wasallam fi adha au fitri 16:41 pada hari itulah atau idul fitri keluar 16:43 beliau ilal musalla 16:47 ke tempat salat 16:51 salat Nabi di di masjid ya 16:55 kalau salat di masjid termasuk salat id 16:57 dan salat ee lain-lainnya ya di masjid 17:05 alan nisa 17:07 beliau lewat di serobongan kaum wanita 17:10 ya di jamah kaum wanita banyak sekali 17:14 ini yang menunjukkan saudara-saudara ya 17:18 bahwa kaum wanita itu jangan dilarang ke 17:19 masjid boleh kalau mau ke masjid Kalau 17:21 salat di rumah boleh, ke masjid juga 17:24 boleh. Faqala ya masyarisa. Wahai 17:28 sekalian kaum wanita, kata Nabi, 17:33 banyaklah kamu sedekah. 17:35 Fa inni uritukun. 17:41 Sesungguhnya aku melihat kamu sekalian 17:46 aksaro ahlinari. 17:49 Sebanyak-banyak ahli neraka itu kaum 17:51 perempuan 17:55 ya. Bukan gender bukan ya. Mengapa? 18:00 Memang penduduk yang terbanyak wanita. 18:04 Ada malah di negara lain wanitanya lebih 18:08 banyak jauh dari kaum pria. 18:11 Sehingga di negara itu pemerintahnya 18:14 siapa yang mau [berdehem] menikahi lebih 18:18 dari satu dibiayai oleh pemerintahnya. 18:21 Ada 18:23 kebanyakan wanita. Nah, jadi dari segi 18:26 ini karena wanita jumlahnya banyak maka 18:28 di neraka juga yang banyak kaum wanita. 18:30 Begitu loh anunya pemahamannya. 18:34 Ya, 18:38 misalnya yang di neraka itu 10% dari 18:42 jumlah kaum pria 18:44 yang 10 juta. 18:46 Nah, 10% dari jumlah kaum wanita yang 15 18:50 juta atau 12 juta kan beda. Jadi yang 18:53 banyak wanita memang begitu ya. Jadi 18:55 memang dasarnya kaum wanita memang 18:57 banyak jumlahnya. 19:09 Waqulna maha kami berkata. 19:13 Para wanita bertanya para nabi ya wabima 19:17 ya rasulah. Kenapa Rasulullah kok kaum 19:19 wanita yang banyak di neraka? 19:26 Watfurnal asir. Kalian sering 19:30 mengingkari 19:33 karunia. Kurang bersyukur 19:36 ya. 19:37 Kasih oleh suaminya 19:40 ya rezeki banyak. Ini pakai masih 19:43 mencela-cela suami 19:47 ya. Suami saya sih enggak ngasih apa-apa 19:50 ya. Suaminya ngasih apa-apa. Padahal 19:53 setiap hari makan ya, masak dari suami, 19:56 pakaian bagus-bagus dari suami, punya 19:59 tas branded dari suami, punya sepatu 20:02 branded dari suami. Tapi kalau ah suami 20:06 saya enggak ngasih apa-apa. Ya Allah, 20:08 tega banget. Ya, ini yang mengakibatkan 20:11 banyak wanita terlaknat karena tidak 20:14 pernah bersyukur pada suatu ya. 20:31 Kemudian 20:33 watakfurnal asyiroh ya 20:37 watakfurnal asyir 20:47 banyak melaknat dan mengingkari kebaikan 20:50 suami ya. Eh maaf ini banyak ini 20:56 kebaikan suaminya diikai 20:59 banyak wanita begitu 21:03 membanding-bandingkan dengan suami orang 21:04 lain 21:06 tuh si dia tuh punya mobil punya ya 21:09 Allah 21:10 ya tidak bersyukur enggak boleh harus 21:12 kita syukuri yauk 21:21 maitu 21:23 min naqisoti aqlinhabalhabauli 21:33 alimi 21:37 kata Nabi tidak melihat 21:40 orang-orang yang tidak cerdas tidak 21:42 begitu cerdas cerdas seakilah 21:47 ya. 21:49 Ya. 21:51 Kemudian 21:52 ya 21:56 dan 21:57 pengamalan agamanya juga kurang. 22:05 Tapi kemudian wan yang seperti itu 22:08 dengan kekurangannya itu apa? 22:11 Lil 22:14 dia menutup akalnya 22:17 orang laki-laki ya. 22:25 Laki-laki hebat diguningan oleh 22:27 perempuan. 22:30 Ya, banyak laki-laki hebat, cerdasnya 22:33 luar biasa. 22:35 Ada yang guru besar, ada yang pendidikan 22:37 S3, ada yang punya jabatan tinggi, 22:42 tunduk pada kaum perempuan. 22:46 Banyak enggak kira-kira itu? Eh, banyak. 22:51 Nah, ini kata Nabi, padahal dia 22:55 perempuan itu enggak pintar, enggak 22:58 enggak pendidikannya tinggi, enggak, 23:01 cuma cantik. Eah, misalnya ya. Jadi 23:04 banyak menjerumuskan kalau pria 23:06 perempuan. Maka hati-hati ya. Ini ini 23:10 peringatan dari Nabi. 23:12 Ingatkan 23:16 kita banyak jumpai 23:18 media bagaimana kaum laki-laki tunduk 23:23 ya 23:26 kepada 23:28 kaum wanita 23:31 sampai mencium kaknya. 23:33 Ya, nauzubillah [berdehem] 23:35 ya. Ini yang harus 23:39 banyak tokoh-tokoh besar dunia gugur 23:43 terjembab dalam kehinaan yang mengerikan 23:46 karena perempuan. 23:50 Enggak bisa saya cerita lagilah. Itu 23:51 sudah banyak ya di Miss Media di mana 23:54 kita jumpa. 24:06 Maka kami berkata lagi, wina 24:10 apa Quran agama kami wahai Rasulullah? 24:12 Waqlina dan akal kami Rasulullah. Para 24:15 perempuan bertanya, "Apa yang dimaksud 24:17 kami kurang dalam agama kami dan dalam 24:20 akal kami Rasulullah?" 24:27 alisa syahadatul maratif. 24:32 Tidakkah kamu tahu bahwa 24:35 persaksian seorang perempuan itu 24:37 setengahnya persaksian seorang 24:38 laki-laki? Jadi kalau laki-laki saksi 24:41 satu, kalau perempuan harus dua 24:44 saksi. Ya, kalau menjadikan saksi 24:46 perempuan itu harus dua orang. Kalau 24:48 laki-laki satu. 24:51 Ya. Jadi kalau dua dua orang saksi 24:53 laki-laki satu kalau ada perempuan dua 24:55 perempuan 24:57 jadi setengah ya untuk persaksian. 25:01 Mengapa para zem sekalian? Ya karena 25:04 itulah salah satu kelemahan 25:08 bukan laki-laki enggak ada kelemahan. 25:10 Nah, laki-laki juga banyak kelemahan 25:11 sama 25:13 ada kelemahan-kelemahan yang dialami 25:16 kaum pria maupun kaum wanita. Ya, 25:20 sebagian kelemahannya itu 25:23 ya. Saya ambil contoh 25:28 itu enggak bisa memegang rahasia besar, 25:31 enggak kuat. Nanti cerita 25:39 misalnya ada akan ada pernyataan perang 25:42 jangan cerita kaum perempuan nanti dia 25:45 nyebar itu beritanya 25:49 atau hal lain yang besar 25:51 enggak kuat dia cerita. 25:57 Nah, itu ya 25:59 jelas. 26:12 Jadi itu ee kekurangannya. 26:15 Kemudian 26:18 qulna bala benar Rasulullah Qalika 26:22 minqsoni aqliha. Itu contoh-contoh dari 26:26 sedikit kekurangan dari akalnya kaum 26:28 wanita. 26:31 Al 26:33 bukankah apabila dia dalam keadaan mens 26:36 ya dalam keadaan mens lam tusoli walam 26:39 tasub. 26:42 Nah kalau men orang perempuan enggak 26:44 puas, enggak salat enggak puasa. 26:47 Kalau laki-laki enggak demen 26:49 ya. Laki-laki enggak ada. Puasa terus 26:52 salat seru. Perempuan setiap bulan ada 26:55 main. Seminggu, 4 hari, 5 hari berhenti. 27:00 Itu salatnya ada berhenti salat. Kalau 27:02 kaum laki-laki enggak salat terus. 27:07 Puasa juga begitu. Waktu lagi main puasa 27:10 jadi enggak puasa batal. 27:15 Tapi kalau puasa diqada. 27:17 Kalau ee 27:21 salat enggak dikot kaum mereka 27:26 nahnu nukmaru biqumi 27:30 wqat. 27:35 Kami diperintahkan untuk mengqada puasa 27:38 yaum wanita tapi kami tidak 27:41 diperintahkan untuk mengqada salat. Nah, 27:43 itulah wujud dari kekurangannya. Kata 27:45 Nabi, 27:48 Qulna bala. Benar Rasulullah kata kaum 27:50 wanita 27:53 itulah sebagian dari kekurangan agamanya 27:57 ini para sekalian ya. Nah, hadis 28:01 berikutnya hadisu Abi Hurairata. 28:04 Hadis dari Abi Hurairah 28:07 anna sesungguhnya Rasulullah sallallahu 28:08 alaihi wasallam suila 28:11 ditanya nabi itu apa pertanyaannya? 28:14 Ayyul amali afdol Rasulullah amal apa 28:17 yang paling utama? 28:19 Qa iman billah kata Nabi. Beriman pada 28:23 Allah yang pertama sekali 28:25 warasulihi dan beriman pada rasulnya. 28:31 Kemudian apa Rasulullah? Setelah beriman 28:32 kepada Allah dan beriman kepada rasulnya 28:34 ma q al jihadu fibilillah 28:39 jihad Allah yang kedua 28:42 ila dikatakan lagi ditanyakan lagi maza 28:45 kemudian apa Rasulullah qala hajum 28:48 mabrur haji yang mabrur 28:54 pertama beriman pada Allah dan rasulnya 28:57 ya kemudian yang kedua jihad 29:00 fisabilillah 29:02 Dan yang ketiga, haji mabruk. 29:06 Ya, itu hal-hal yang paling utama dalam 29:08 kehidupan kita. 29:11 Kita masuki hadis berikutnya. 29:13 Hadisu Abi Dzarin. Hadis dari Abi Dzar 29:16 radhiallahu anhu. Semoga Allah 29:18 meridainya. 29:19 Qala dia menginformasikan 29:22 nabiya. 29:25 Aku bertanya kepada Nabi sallallahu 29:27 alaihi wasallam. 29:29 amali amal mana yang paling utama wahai 29:32 Rasulullah 29:34 alan billah yang pertama beriman pada 29:36 Allah itu amal paling utama 29:41 dan berjihad Allah 29:44 iman dan jihad 29:49 memerdekakan budak mana yang paling 29:51 baikah 29:53 yang palingak 29:57 sangat mahal 30:02 Dan dia sangat dicintai 30:05 oleh pemilik budak, oleh tuannya. Itu 30:08 yang paling baik yang pahalanya besar 30:11 ya. 30:13 Dibayarnya mahal kemudian budak yang 30:16 sangat dicintai oleh majikannya itu 30:17 pasti mintanya mahal. Nah, kita 30:20 bebaskan. Itulah yang paling afdal. Kata 30:22 Nabi, 30:26 "Qu bertanya lagi, faillam af'al." Kalau 30:29 aku tidak bisa lakukan itu Rasulullah, 30:32 apa kata Nabi? Tuinuan, 30:36 kamu menolong orang-orang yang bekerja. 30:41 Menolong berikan kerjaan. 30:45 Ada pedagang bawa gerobak, 30:51 jalannya menurun, 30:54 gerbaknya besar. Orang itu terbawa 30:56 gerobak, 30:58 enggak bisa menahan diri. 31:01 Nah, cepat ditolong. 31:03 Jangan sampai dia terjatuh dengan 31:05 gerobak. 31:08 Itu bagian perbuatan baik. 31:11 Bahkan dalam kita menolong orang yang 31:13 kesulitan 31:15 atau kecelakaan secepatnya harus 31:18 refleksi sifatnya. Tidak mikir dulu 31:20 enggak langsung ditolong. 31:23 Enggak perlu ditanya agamanya apa. Ya. 31:26 Mau menolong orang tanya agamanya apa. 31:28 Enggak usah tolong. Kalau ada orang 31:30 celaka, orang susah tolong. Ya, itu 31:32 ajaran Islam ya. Jadi jangan ditanya 31:35 agamanya ya. Kalau lagi orang lagi susah 31:39 ya, lagi kena kecelakaan kok ditanya 31:42 agama enggak tolong. 31:51 Abiar bertanya lagi, 31:54 "Apabila aku tidak bisa itu Rasulullah, 32:01 kamu cegah dirimu jangan menyakiti orang 32:04 lain." Itu 32:07 tahan dirimu jangan menyakiti orang 32:09 lain. 32:10 Baik lisan, tulisan, maupun tangan. 32:22 Wa innaha sodqatan. 32:24 Karena sodqatun ya. Maka sesungguhnya 32:28 ee mencegah diri supaya tidak mengaku 32:30 orang lain, mengganggu orang lain ini 32:32 termasuk sedqah. 32:34 Tasodqu biha 32:37 ala nafsika. Kamu bersedekah untuk 32:39 dirimu sendiri. Apa? menjaga diri untuk 32:42 tidak mengganggu orang lain. Yang paling 32:45 akhir para jemah yang paling akhir itu 32:49 hadis terakhir. Hadis Abdillah ibni 32:51 Mas'udin. 32:53 S Abdullah bin Mas'ud 32:56 qala menginformasikan 32:59 Nabi aku bertanya pada Nabi sallallahu 33:01 alaihi wasallam 33:02 ayul amali ahabuallah amal apa aktivitas 33:06 apa yang paling dicintai oleh Allah 33:09 asatu alq itu salat pada waktunya itu 33:13 amal aktivitas yang paling dicintai oleh 33:15 Allah ya qma ayun kemudian apa wahai 33:19 Rasulullah qala tumma birul walida Yang 33:23 kedua berbakti pada kedua orang tua 33:25 berbakti pada Allah yang pertama 33:28 berbakti pada orang tua ayah dan ibu 33:30 kita. 33:32 Qala tumma ayun. Kemudian apa Rasulullah 33:34 setelah itu qa aljihadu berjihad dengan 33:38 Allah 33:41 q haddasani bihinna 33:44 wis 33:48 wizuhu 33:52 aku memperoleh informasi dari nabi itu 33:55 sebagaimana kami sebutkan kata beliau, 33:57 sekiranya aku minta pada nabi 34:01 kebaikan yang lain 34:03 lazat pasti tapi beliau menc 34:07 pertanyaan ini ini pun sudah sangat baik 34:09 bisa kita pahami untuk kita semua para 34:12 jemah itu kajian kita dulu kalau ada 34:15 pertanyaan kami persilakan 34:16 wasalamualaikum 34:18 warahmatullahi wabarakatuh 34:21 waalaikumsalam warahmatullahi 34:22 wabarakatuh demikian telah kita bersama 34:25 sama-sim kajian kitab allu wal marjan 34:28 yang telah disampaikan oleh Dr. K. H. 34:30 Zaki Mubarok, MA. Beliau adalah 34:32 Mustasyar PBNU. Tema yang disampaikan 34:34 adalah mengenai keharusan menjaga 34:37 persatuan umat. Sudah banyak 34:40 sapaan-sapaan yang masuk di WhatsApp 34:41 Rasil ini. Ada yang menyapa kita di 34:45 siaran malam hari ini ya, ya. Yaitu dari 34:48 Bapak Budi Hartono sedang menyimak, 34:50 Ustaz. Terima kasih atas tausiahnya. 34:52 Bapak Rar juga ini ada Ibu Eyang Sri 34:55 yang selalu setia menyimak Ibu Fan ada 34:57 juga Bapak Baruan Albatawi sedang 35:00 menyimak Ibu Ani Cani Hudaibah juga 35:02 selalu nyimak berhasil di malam hari 35:04 ini. Terus lagi ini ada sapaan 35:07 selanjutnya dari Ibu Yeti di Depok Bapak 35:10 Rasyid ada juga Ibu Indarti ada juga 35:15 Ibu Nurhaidah Ibu Rahayu Bapak Hanafi. 35:19 Ibu Supi, Bapak Mugi Jumana, Bapak 35:23 Andi dan masih banyak lagi. Pertanyaan 35:26 pertama Ustaz saya bacakan yang sudah 35:28 dikirimkan oleh 35:31 Bapak Ahmad di Jakarta Timur. Ustaz, 35:33 asalamualaikum warahmatullahi 35:35 wabarakatuh. 35:37 Waalaikumsalam warahmatullah 35:40 wabarakatuh. 35:41 Ustaz, kita sering mendengar bahwa umat 35:44 Islam harus bersatu. Sebenarnya apa yang 35:48 dimaksud dengan persatuan umat umat 35:51 dalam Islam ini? [mendengus] Apakah 35:53 harus selalu memiliki pendapat yang sama 35:56 dalam semua hal atau bagaimana baiknya, 35:59 Pak Ustaz? Demikian 36:01 tidak harus memiliki pendapat yang sama. 36:04 Pendapat boleh beda-beda, tapi kita 36:06 saling mengerti, tidak memusuhi. Itu 36:09 yang seringan kalau beda pendapat kita 36:10 musuhi itu enggak boleh. Ya. 36:13 Ya, maaf. Ee para jemah sekalian, saya 36:16 dengan adik saya 36:18 itu makannya sama dari ibu saya. 36:21 Makanannya iya 36:22 sama ya. Engak beradik. 36:26 Madrasahnya sama tapi pendapatnya 36:29 berbeda. Itulah ya fitrah manusia 36:32 perbedaan. Enggak usah kita bermusuhan. 36:35 Kita anggap dia ya saudara kita, teman 36:38 kita. Nah, itu cara kita bersatu ya. 36:42 Boleh berbeda pandangan, boleh berbeda 36:46 ee apa namanya? Cara berpikir, tapi 36:48 tidak saling bermusuhan. Saya kira itu. 36:50 Terima kasih. 36:52 Baik dari Ibu Pani. Asalamualaikum 36:54 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Kiai. 36:57 Tadi diterangkan tentang banyaknya 37:00 wanita yang masuk neraka dan saya 37:04 sebagai seorang wanita ingin masuk 37:05 surganya Allah, Pak Kiai. Jalan jalan 37:08 apakah yang harus saya tempuh sebagai 37:11 seorang wanita agar tidak masuk neraka? 37:15 Syukran. 37:18 Baik. 37:20 Yang pertama 37:23 harus 37:26 menjaga lisan, 37:29 tidak memaki-maki 37:31 orang lain, tidak memaki-maki suami, 37:34 tidak memaki-maki anak. 37:38 Jaga lisan baik-baik. 37:44 Yang kedua 37:47 harus mensyukuri, 37:50 berterima kasih kepada apa yang 37:51 diberikan suami. Jangan 37:54 dihilang-hilangkan. 37:57 Yang tadi contohnya enggak pernah 37:59 dikasih apa-apa. Masyaallah padahal 38:01 dikasih segala-gala ya. Nah, itu enggak 38:03 boleh begitu. Masyaallah. Nah, yang 38:06 ketiga 38:08 terus berusaha kaum wanita ini untuk 38:11 membimbing keluarganya, anak-anaknya 38:14 menjadi anak-anak yang saleh dan 38:16 salehah. Insyaallah Ibu termasuk 38:19 perempuan yang mulia. Terima kasih. 38:23 Selanjutnya kita beralih ke pertanyaan 38:25 WhatsApp dari Ibu Siti di Cibinong, 38:28 Bogor. Asalamualaikum warahmatullahi 38:29 wabarakatuh, Ustaz. 38:32 di media sosial atau medsos sekarang ini 38:35 sering sekali ada perdebatan bahkan 38:39 saling menghina antara sesama umat 38:42 Islam. Bagaimana sikap yang seharusnya 38:44 kita ambil sebagai orang awam agar tidak 38:47 ikut memperkeruh keadaan, Pak Ustaz? 38:50 Demikian 38:52 kita harus bisa menyaring 38:54 menyaring mereka. Yang kedua kita lihat 38:56 pendidikan mereka di mana. 38:59 Harus tahu itu. 39:01 H 39:01 ya di mana pendidikannya. 39:05 Jangan sampai orang enggak ngerti agama 39:06 banyak bicara sekarang masalah agama 39:09 ya. Orang baru belajar agama setengah 39:12 bulan di kursus pulangnya sudah pakai 39:14 sorban. Sudah pakai oh seperti kiai 39:16 besar. Nah akibatnya itu banyak bleset. 39:20 Jadi harus hati-hati jangan terlalu 39:22 banyak belajar ke medsos. He 39:24 karena itu enggak jelas ya. Banyak yang 39:25 enggak jelas. Belajar kepada ulama kita 39:29 di rumah, di kampung kita banyak 39:30 ulama-ulama kita itu lebih yakin ya 39:34 karena dia memang sudah teruji, 39:36 pendidikannya juga jelas dan dia kalau 39:39 apa-apa kita bisa datang, bisa tanyakan 39:42 atau bisa kita luruskan kalau dia salah. 39:44 Tapi kalau di Mesos kan enggak bisa 39:46 susah ya. Jadi boleh di medsus itu kita 39:51 mengambil ambil intisarinya yang 39:53 baik-baik, yang enggak baiknya kita 39:55 tolak. 39:56 Apalagi bermusuhan antar sama dai 39:58 misalnya bermusuhan itu enggak 40:00 memberikan contoh umat itu ya memalukan 40:02 itu kalau menurut saya ya harus 40:04 dihindari. Ada perbedaan pandangan 40:06 silakan enggak apa-apa itu namanya 40:08 pemahaman kok ya enggak enggak mesti 40:11 sama orang melihat dari sisi ini yang 40:13 ini dari sisi ini enggak akan ketemu 40:15 ya enggak usah kita perdebatkan. Terima 40:17 kasih. 40:19 Jadi kalau belum paham ya jangan 40:20 dikomentarin dikip aja ustaz. 40:24 Betul. 40:24 Baik dari Bapak Hadi di 40:28 Jakarta Selatan, Pak Ustaz. 40:30 Asalamualaikum warahmatullahi 40:31 wabarakatuh. 40:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 40:35 wabarakatuh. Semoga Ustaz dan Kasil 40:37 sehat-sehat selalu. Amin ya rabbal 40:39 alamin. 40:40 Amin. 40:41 Dalam sejarah Islam, Pak Ustaz, 40:43 bagaimana Rasulullah sallallahu alaihi 40:45 wasallam berhasil mempersatukan kaum 40:47 Muhajirin dan Ansar yang sebelumnya 40:50 memiliki latar belakang yang sangat 40:52 berbeda. Pelajaran apa yang bisa kita 40:54 terapkan saat ini, Pak Ustaz? Demikian. 40:59 Ya, itu terjadi karena baik kaum Muhajir 41:03 maupun Ansar tujuannya adalah menuju 41:06 rida Allah. 41:08 Tujuannya sama, enggak akan pecah. 41:12 Kalau tujuannya itu 41:15 kursi, 41:16 ayat kursi 41:18 itu kursi pecah. 41:20 Karena orang rebutan kursi kursinya satu 41:21 yang berebutan banyak orang pecah. Tapi 41:24 kalau kita niatnya lillahi taala, 41:27 betapaap pun banyaknya orang tujuannya 41:29 satu, enggak akan pecah. Itu yang harus 41:31 kita dasari niat kita ya. 41:36 Li alaii kalimatillah untuk menegakkan 41:38 kalimat insyaallah enggak akan. Oh, jadi 41:42 pemimpin siapa ajaalah pemimpin ya siapa 41:46 yang penting baik ya. Kita enggak jadi 41:48 pemimpin enggak apa-apa kok. Jadi 41:50 pemimpin tanggung jawabnya berat ya. 41:52 Jadi jangan rebutan jadi pemimpin itu 41:54 akibatnya kacoy ya. Makasih 41:57 ya. Ibu Dewi di Sukabumi pendengar 42:01 setiaat. 42:02 Asalamualaikum warahmatullahi 42:03 wabarakatuh ustaz. 42:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 42:07 wabarakatuh. 42:08 Mohon nasihatnya Pak Ustaz doa dan 42:12 amalan apa yang bisa kita lakukan agar 42:14 Allah menjaga persatuan dan kesatuan 42:18 kaum muslimin khususnya di Indonesia. 42:21 Karena saya miris melihat sekali 42:24 perbedaan dan sering sekali pada 42:26 bertengkar masalah-masalah sepele. 42:30 Bahkan para pejabat juga sering 42:31 bertengkar ini bagaimana, Pak Ustaz, 42:33 supaya negara ini menjadi negara yang 42:35 selamat dan aman. Demikian 42:38 ya saya kira bukan dari kita aja, 42:42 semua harus bisa menjaga diri termasuk 42:45 para dai ya, termasuk para apa namanya? 42:49 YouTuber ya. 42:51 He 42:51 harus bisa menyagua. 42:55 Malah harus menghormati perbedaan dari 42:59 teman-temannya. 43:00 Ya. 43:01 Misalnya [berdehem] 43:02 sayaambil contoh ada yang satu itu 43:09 kelompok orang yang kalau habis salat 43:12 wiridnya kedengaran 43:15 ya. Ada yang enggak kedengaran ya enggak 43:17 apa-apa. Sama-sama ya. yang kedengaran 43:20 tujuannya apa? Membimbing jemaah 43:24 ya. Ilahi rabbi maulana subhanallah. 43:31 Jadi jemaah ngerti. Oh baca habis itu 43:35 alhamdulillah 43:37 kemudian Allahu Akbar. Tujuannya 43:39 membimbing. 43:41 Nah yang diam enggak enggak pakai suara 43:44 keras ya enggak apa-apa. Yang penting 43:45 kan zikir, 43:48 kemudian tahlil pasti begitu ya. Tahlil 43:51 itu sangat bagus. Apa tahlil itu? 43:54 Mengucapkan kalimah lailahaillallah. 43:58 Bagus sekali ya. Nah, ini kadang-kadang 44:00 orang ee sering tidak berlapang dada itu 44:05 akibatnya ya. Harus sebenang dada 44:07 sehingga kita tidak saling bermusuhan 44:10 ya. Karena itu soal pemahaman ya. 44:13 pemahaman dalilnya sama, pemahamannya 44:16 berbeda. 44:18 Ya, saya ambil contoh di Qurannya 44:21 disebutkan 44:24 ya, 44:26 misalnya 44:28 ayat yang menyebutkan mengenai 44:31 ee wudu itu. 44:32 Iya. 44:35 Ya mengenai wudu 44:40 ilatium 44:47 basuhlah wajahmu. Basuh 44:49 iidikum 44:52 dan tangan-tanganmu. Tangan dua tangan 44:57 basuh sampai siku marsahikum. 45:04 Usaplah sebagian kepalamu. 45:07 Kemudian wa arjulakum. 45:10 Dan basuhlah kakimu. Dibacanya 45:12 arjulakum. 45:13 Basuhlah kakimu. 45:15 Mengapa atafnya dia itu kepada fsilu? 45:18 Maka kaki tapi ada yang menyakir 45:21 membacanya wa arjunikum dan kakimu 45:24 berarti di situ atafnya kepada bangsaku. 45:26 Diusap saja. Nah itu perbedaan 45:30 ya. 45:32 Nah, jadi itulah hal-hal yang terjadi. 45:34 Enggak usah diperdebatkan. 45:37 Di mana kita hormati mereka yang berbeda 45:39 dengan kita ya. Terima kasih. 45:42 Baik, Ustaz. Pertanyaan yang terakhir, 45:44 Ustaz ya. Yang terakhir dari Ibu Rina di 45:48 Batam. Asalamualaikum warahmatullahi 45:49 wabarakatuh Pak Kiai. 45:51 Waalaikumsalam warahmatullah 45:54 wabarakatuh. Pak Kiai, jika persatuan 45:57 umat benar-benar terwujud di atas 45:59 Al-Qur'an dan sunah, perubahan besar apa 46:02 yang akan dirasakan oleh kaum muslimin, 46:05 baik dalam kehidupan sosial, ekonomi, 46:07 maupun dalam dakwah. Mohon 46:09 pencerahannya. Demikian. 46:12 Yang pertama sekali 46:15 rezeki akan terbuka 46:19 dari langit dan dari bumi, 46:23 ya. buka. 46:26 Yang kedua, akan terjalin persaudaraan 46:30 sama kita. Saling mencintai, 46:35 saling beribadah hati. 46:38 Itu kan luar biasa ya. 46:42 Nah, yang ketiga 46:45 akan melahirkan generasi penerus yang 46:48 saleh dan shah. 46:52 Para jemaah sekalian, 46:55 orang yang wafat 47:00 meninggalkan harta, 47:04 ada meninggalkan keluarga, 47:06 anak-anak, 47:08 yang paling baik tuh kita meninggalkan 47:11 anak-anak yang rukun, enggak ribut. 47:16 Ada yang ribut, ada warisan tapi ribut. 47:21 Kakak beradik. 47:24 Nah, ini enggak enggak berkah ya. 47:28 Kita m generasi yang baik, yang saling 47:32 mengasihi, saling menyayangi itu lebih 47:34 baik dari harta. 47:35 Iya. 47:35 I begitu saya kira. Terima kasih. 47:39 Baik, Ustaz. Kita dibatasi oleh waktu 47:40 mungkin sebelum pamit disimpulkan tema 47:43 kita di hari ini, Pak Ustaz. 47:44 Baik, ikhwan akhwat sekalian. dari 47:46 kajian kita ini, 47:49 kita harus berusaha 47:51 secara maksimal untuk membimbing 47:54 generasi penerus kita dan generasi kita 47:57 yang ada sekarang 48:00 untuk menjalin ukhuwah islamiah 48:05 bahkan ukhuwah insaniah. H 48:09 persaudaraan sama muslim dansaudaraan 48:11 sesama umat manusia. 48:13 Maka dikenal kita kan tiga. Ada tiga. 48:16 Ada ukhuwah islamiah, 48:18 ada ukhuwah wataniahaniah. Persaudaraan 48:21 sama tanah air tanah air. 48:27 Dan yang ketiga adalah ukhuwah insaniah, 48:30 persaudaraan sesama umat manusia. Itu 48:32 sangat luar biasa ya. Nah, dengan 48:35 demikian maka hidup kita ini akan 48:38 semakin berkah dan semakin bermakna. 48:42 Demikian, semoga bermanfaat. Saya mohon 48:45 maaf kalau ada kekhilafan. 48:46 Wasalamualaikum 48:48 warahmatullahi wabarakatuh. 48:51 Waalaikumsalam warahmatullahi 48:53 wabarakatuh. Demikian Iwan Awat telah 48:54 kita bersama-sama simak kajian kitab 48:58 Alulu Wal Marjan yang telah disampaikan 48:59 oleh Dr. K. H. Zaki Mubarak, MA. Belah 49:02 Mustasyar PBNU. Tema yang disampaikan 49:04 adalah mengenai keharusan menjaga 49:07 persatuan umat. Semoga pembahasan hari 49:10 ini menjadi pengingat bagi kita semua 49:12 untuk terus memperat ukhuwah, saling 49:15 menghormati dan menghindari segala 49:17 bentuk perpecahan. Saya yang bertugas 49:19 Pak ditemani Neza dan juga Yusuf Subur 49:22 pamit. Subhanakallahum wabihamdika 49:24 ashadu alla ilahailla anta astagfiruka 49:26 wa atubu ilaik. Wasalamualaikum 49:28 warahmatullahi wabarakatuh.