Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:30 [musik] 0:35 Brail [musik] TV. 0:42 Bismillahirrahmanirrahim. 0:44 Asalamualaikum warahmatullahi 0:45 wabarakatuh. 0:46 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:47 wabarakatuh. 0:48 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:50 wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:51 Allahumma shalli alaih wa. Alhamdulillah 0:54 kita berjumpa lagi hari ini hari Kamis 0:58 tanggal 24 Muharram 1448 Hijriah atau 1:03 tanggal 9 Juli 1:06 2026. Kita jumpa lagi dalam acara 1:08 awasalan untuk edisiam 1:11 apa yang Bisa Kita Bantu 1:13 bersama Habib Ali Alhamid 1:18 Hilmi FPI. Habib bencana suka disebut 1:22 karena tiap ada bencana ada dia. 1:24 [tertawa] 1:25 Mau nyapa pendengar silakan, Bib. 1:27 Bismillahirrahmanirrahim. Hamdan waukran 1:29 lillah. Allahumma shalli ala Muhammad wa 1:30 ali Muhammad. Asalamualaikum 1:33 warahmatullahi wabarakatuh. 1:36 Pendengar hasil, sahabat kemanusiaan di 1:38 mana pun berada. Hari ini alhamdulillah 1:40 dikasih kesempatan kita ngumpul lagi 1:42 dengan ee membahas masalah apa yang bisa 1:46 kita bantu program bulanan yang sudah 1:49 berjalan 1:49 tiap Kamis kedua 1:51 tiap Kamis kedua yang sudah berjalan 1:53 cukup lama ee baru eh setahun lebih ya 1:56 oh udah lumayan sudah lama dan 1:58 alhamdulillah dari hasil ee kita live 2:03 atau bicara di radio Rasil 2:05 banyak juga yang bisa kita tangani 2:08 terbantukan ya 2:08 membantu ee memudahkan atau meringankan 2:12 beban saudara-saudara kita 2:14 yang sedang kesusahan 2:15 yang membutuhkan dan sedang kesusahan 2:18 ini pendengar juga boleh kasih laporan 2:20 ke kami ya 2:20 oh iya betul 2:21 bareng tetangganya apa yang susah yang 2:23 rumah radio di rumah juga bisa dengar di 2:26 AM7 2:27 20 2:27 20 2:28 heeh 2:29 yang mau ikut interaksi 2:29 yang rumahnya mau ambruk yang sakit yang 2:32 enggak sembuh-sembuh tapi enggak mau 2:34 berobat enggak ada uang 2:35 PPJS-nya enggak ada silakan 2:39 kirim ee laporan Anda. Alhamdulillah 2:42 yang kemarin ee yang ibu dengan anaknya 2:45 datang ke sini. 2:46 Heeh. 2:47 Ke Rasil ke Rasil yang turun naik mobil 2:50 dan alhamdulillah tim kita sudah datang 2:52 ke sana 2:53 yang di daerah Cipinang dan rumahnya 2:56 sudah diperbaiki. 2:57 Sudah diperbaiki. 2:57 Sudah selesai. 2:58 Waktu itu kondisinya gimana? Ambruk. Mau 2:59 ambruk k? 3:00 Parah. Parah. Luar biasa. 3:02 Kayunya sudahud ambruk. 3:03 Atap atasnya sudah bolong-bolong. Ukuran 3:05 rumah kurang lebih 20. Enggak layak huni 3:07 lah ya 3:08 sebenarnya enggak layak huni tapi karena 3:09 dia tidak ada tempat lagi dihunikan dia. 3:12 Eeah yang menghuni di situ ee neneknya 3:15 sama cucunya berdua. 3:16 Berua 3:17 karena ukuran rumahnya kurang lebih 3:19 mungkin berikut dapur berikut kamar 3:21 mandi 19 atau 23 m. 3:23 Sebesar studio ini lebih besar. 3:25 Oh lailahaillallah. 3:26 Enggak sampai 3:26 enggak? Paling dari sini ke sini. 3:29 Oh 3:29 19 m lah semua totalnya. Heeh. Heeh. 3:33 22 m kali atau 19. Aku lupa kurang lebih 3:35 segitu 3:36 luasnya ya 3:37 22 m 3:39 kurang lebih seperti itu. Alhamdulillah. 3:41 Siapa namanya bisa di kita hubungin 3:42 enggak? 3:43 Bisa. Ee itu saya sudah kasih nomor 3:44 teleponnya Zidan namanya. Nanti kita 3:46 akan dengar langsung apa yang ee 3:50 ee diutarakan nanti neneknya. Dan kita 3:52 juga ada satu kasus yang memprihatinkan 3:55 luar biasa. 3:57 Ada satu ibu sakit pendarahan. kita 4:00 mendapatkan laporan kurang lebih hampir 4:03 3 minggu lalu 4:05 dan akan dirujuk dari Waingapu NTT 4:09 menuju ee apa ibu kotanya apa namanya 4:13 daerahnya tuh 4:15 Allahumma shalloli ala Muhammad w Ali 4:16 Muhammad dan insyaallah Jumat besok 4:17 berangkat naik kapal laut 4:19 h [berdehem] 4:20 untuk operasi dan ditemani anaknya yang 4:22 menariknya Pak Krishna ketika dia harus 4:26 dirujuk dan dia di mendapatkan tempat 4:29 nanti Nanti 4:31 ee alhamdulillah tanpa ee terbayang sama 4:36 kita kan dia mau enggak mau ketika 4:37 dirujuk dia harus siapkan rumah buat dia 4:39 tempat tinggal. 4:40 Heeh. 4:41 Kebenaran kita hubungan sama teman-teman 4:43 yang di NTT, teman-teman yang kenalnya 4:45 di handphone saja nih di grup. 4:47 Teman-teman yang peduli dengan 4:48 kemanusiaan 4:50 dan ada yang nyaut mau ngasih tempat. 4:52 Hmm. Masyaallah. 4:53 Dan tempatnya itu berhadapan dengan 4:55 rumah sakitnya. 4:56 Ya Allah. 4:58 Ya Allah. Kalaui menggampang memudahkan 4:59 urusan orang, 5:00 nanti kita telepon juga. 5:03 Dan yang menemani dia nanti seorang anak 5:04 perempuan. 5:06 Nah, ini siapa nih yang pertama 5:07 dihubungin? Halo. Yang rumahnya 5:09 dibetulin itu ya. 5:11 Halo. Asalamualaikum. 5:12 I 5:13 Jidan ya? Apa? Anjit apa? Jidan. Jidan. 5:17 Jindan dan Pakind. 5:19 Oh Jindan. I kayak nama Habib. 5:21 Asalamualaikumalam 5:22 warahmatullahi wabarakatuh. 5:23 Waalaikumsalam. Ee bisa diceritakan 5:28 awal mula datang ke Rasil atau sampai 5:29 akhirnya rumahnya dibetulin gimana? Bisa 5:33 diceritakan? Silakan Jinan. 5:36 Oh iya bisa Pak. 5:40 Waktu itu nenek minta bantuan ke sana ke 5:43 sini cuman enggak digubris-gubris 5:47 bantuannya. 5:48 Ah, 5:50 saya bilang gini, nenek kan sering 5:52 nonton radio, 5:55 detail radio tiap pagi, tiap malam. 5:59 Coba aja, Nek ke radio gitu minta 6:03 bantuan. Terus bilang, "Nenek, ya udah 6:06 nanti dia datang." 6:07 Radio Rasil. 6:09 Heeh. Radio. Iya. 6:11 H. 6:13 Oh, jadi ini inisiatif Zidan untuk 6:15 ngasih tahu nenek untuk menghubungi 6:16 Radio Rasil. 6:18 Iya. Inisiatif Zidan ngasih tahu nenek 6:21 sama Bibi. Nah, yang datang ke sana bibi 6:26 anaknya nenek ini yang perempuan waktu 6:28 itu datang ke sana itu bibi saya. 6:30 Iya, 6:31 nenek. 6:35 Terus 6:37 nah saya dia nyasar dia tuh, Mbak 6:40 ceritanya. Nyasar-nyasar nanya-nanya ke 6:43 mana, Nek? 6:46 nanya-nanya ke orang. Akhirnya ketemu 6:48 ketemu siapa? Orang 6:52 ketemu yang ibu-ibu muda. Nah, 6:58 terus 6:59 apa? 7:00 Diin apa namanya? Diunjukin di 7:03 Oh, diunjukin masuk ke dalam. Diunjukin 7:06 katanya disuruh hubungin Habib aja 7:08 dibilang gitu. Hm. Oh. 7:11 Terus alhamdulillah 7:13 lagi ngajuin ini enggak lama abah ini 7:19 Habib Ali. Abah Ali datang ke rumah 7:22 ngelihat kondisi rumah. 7:27 Cerita dia tuh dari sana ke sini enggak 7:29 diiniin. Rumah udah rubuh. Setiap hujan 7:32 kehujanan. 7:34 Hujannya parah tuh Zidan ya. Kalau udah 7:36 bocor ya 7:38 parah bah. Apalagi kalau udah ada angin 7:41 kan sering 7:43 karena 7:43 dakduk-dakduk sudah ditutup terpal 7:46 dan di atas rumahnya pun udah udah apa 7:49 namanya? Ada tumbuh bukan tumbuh pohon 7:52 besar. Hmm. Ngeri banget ya. [tertawa] 7:55 Iya. Jadi 7:56 ditambah ada pohon juga kan ngeri 7:58 takutnya 7:59 tidur dalam ketakutan yang luar biasa. 8:02 Hm. Pohonnya sudah ditebang ya dia. 8:04 Tapi memang nenek waktu itu enggak ada 8:05 rumah lain ya kecuali situ ya? Enggak 8:08 ada, Pak. Ini satu-satunya rumah dari 8:11 dulu. 8:13 Ya, gimana? Tapi alhamdulillah sudah 8:15 selesai, ya. Minta maaf kalau ada 8:16 kurang-kurang enggak di chat dan lain 8:18 sebagainya. 8:20 Alhamdulillah sih, Bang. Enggak apa-apa 8:21 yang penting enggak kehujanan, enggak 8:23 kepanasan. 8:26 Gimana, Nenek? Sehat. 8:28 Sehat, Mbak. Nih orangnya nih. 8:30 Mana, 8:31 Nek? 8:32 Halo. 8:33 Asalamualaikum, 8:34 Nek. 8:35 Asalamualaikumam. 8:37 Gimana sekarang rumahnya? Sudah betul, 8:40 sudah bisa tidur? 8:43 Alhamdulillah. 8:44 Alhamdulillah ya. 8:46 H 8:47 iya. 8:48 Sekarang sudah tidur nih ya. 8:51 Iya. 8:52 Bukan bisa tidur, sekarang sudah bisa 8:54 ngimpi. 8:55 Sudah bisa ngimpi. Ya 8:58 udah 8:58 ngimpi. Pengin jadi orang kaya. 9:00 Wah elah udah kaya ne [tertawa] tinggal 9:04 tinggal perintahin Rasil aja langsung 9:05 ada yang datang. 9:07 itu kan orang kaya namanya. [tertawa] 9:11 Aduh, nenek nenek usia berapa sekarang 9:15 ne? 9:16 68. 9:17 68 masih muda. 9:19 Masih muda. Heeh. 9:22 68 masih muda ya. 9:24 Cucu berapa? Cucu 9:27 cucu lima. 9:28 Ee yang ikut nenek berapa orang? 9:32 Satu. Muhammadin dan Fadilah itu. 9:34 Satu. 9:35 Hm. He. 9:35 Tapi ini Ibu, masyaallah dari kecil 9:38 membesarkan anak-anak ya, Bu? 9:41 Iya. 9:42 Dari 9:42 saya kan lahir sudah jadi juga 9:45 apa ya? 9:46 Lahir saya emak saya, Bapak saya 9:48 meninggal. 9:49 Oh, Ibu juga begitu. Lahir dalam keadaan 9:52 orang tua sudah meninggal. 9:54 Bapak e bapak saya lahir-lahir saya 9:56 sudah jadi anak yatim. 9:58 Oh, 9:58 tapi mak saya 10:00 yatim kecil. Eh, saya sudah anak saya 10:02 sudah ini senikah anak teh kecil-kecil 10:05 masih 10:06 rupanya enggak ada juga. 10:08 Oh, Ibu ee kegiatannya apa jualan apa 10:11 Bu? Cari nafkahnya gimana Ibu? 10:15 Ya jualan sekarang saya bikin combro. 10:17 Oh, bikin combro. 10:18 Oh, combro. Kemarin sempat jual apa, Bu? 10:20 Kemarin Ibu bilang apa? 10:22 Itu pey orangnya sakit enggak 10:23 dagang-dagang. 10:24 Oh, Py. 10:25 Jadi saya 10:26 dia muter ba sekarang Ibu jual combo. He 10:30 laku enggak? 10:34 Ambil cucu juga nih. Bantuin nyari-nyari 10:36 kerjaan juga. 10:37 Aku Mbak. Alhamdulillah bantuan duit. 10:39 Laku. Alhamdulillah. 10:40 Iya deh, ada rezekinya. 10:42 E combo. Combro combro combro ya. Mau 10:44 beli combro nenek. Kalau mau beli 10:46 combronya nenek di mana itu alamatnya? 10:49 Kalau mau pesan. 10:50 Kalau mau pesan 10:53 [tertawa] 10:53 di mana sih? 10:54 I Jalan Perumpung Tengah, Pak. 10:56 Perpung tengah. 10:56 Jalan apa? 10:57 Perumpung Tengah. 10:58 Oh, Perumpung Tengah. 11:02 Nih ada yang pesan juga ini pengajian 11:04 buat malam jumatan 11:06 kan bisa 11:07 nomor tel 11:07 teleponnya aja nomor telepon barang 11:08 nomor teleponnya coba dibacain nomor 11:10 teleponnya yang aktif di TikTok juga 11:13 mau 11:14 berapa nomornya 11:16 085252 11:22 1273 11:23 12 73 11:26 6587 11:28 6587 yang mau Mesan combro. Berapa 11:31 harganya combronya nih? 11:33 R.500. 11:35 R.500. S. 11:38 Oke. Nomornya ya silakan yang mau mesan 11:40 combro di 11:40 ada apa aja? 11:42 Selain combro ada apa lagi? 11:44 Combro misro udah temenin [tertawa] 11:47 CS-nya kecil-kecil. combr enggak. 11:49 Oke, ini nomornya ya 0852 11:56 73 11:57 6587 11:59 0852. 12:01 Kemudian 1273 12:03 6587. 12:05 Yang mau pesan combrok silakan. 12:07 Iya deh, Zidan. Nenek makasih banyak ya. 12:09 Minta maaf orang selama ini dalam proses 12:13 rumahnya jindan. Doainit biar berkah 12:17 saya nih terima kasih ne ya 12:19 mudah-mudahan banyak-banyak yang nih 12:21 hidup yang sabar jalanin apa yang ada 12:24 nikmatin deh kuncinya itu 12:27 insyaallah ditambah 12:30 kan nenek engak enggak kenal saya aja 12:31 Allah gerakin untuk jadi kenal sama kita 12:33 [tertawa] 12:37 yaudah terimaasih ya asalamualaikum 12:41 asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh 12:44 Ini ada yang kedua kisah yang luar biasa 12:47 yang saya tadi katakan. Oh, dari 12:49 Waingapu ke Kupang insyaallah kita sudah 12:51 belikan tiketnya. 12:52 He, dia sakit ee ibunya harus dioperasi 12:57 di Wing Ngapu. Enggak bisa, harus 12:58 dikirim ke Kupang. 12:59 Dan di Kupang alhamdulillah kita WA-waan 13:02 sama teman-teman 13:03 yang kita enggak kenal. Kenal hanya di 13:05 WA ada salah satu pemilik itu apa kayak 13:08 model kos-kosan gitu 13:10 namanya Habib Jafar Al Haddad. 13:12 Saya telepon, di bilang, "Iya, saya 13:14 kasih izin pakai tempat saya. Satu kamar 13:16 saya siapin buat ee pasangan suami, 13:19 istri dan anaknya. Dan dahsyatnya lagi 13:22 anak ini 13:24 e entar kita mau tanya enak apa enggak, 13:26 enggak paham ya. Ee dalam kondisi 13:28 sebenarnya sakit juga payudara. 13:30 Hm. 13:31 Tapi dia mau tinggal berobat dia, dia 13:33 demi ingin menemani ibu. 13:36 Nah, ini kita akan telepon coba ee bisa 13:38 ditelepon yang kedua 13:40 siapa namanya? 13:41 E vira, Fiza, Firza apa? Vira gitu. 13:46 Vira atau Firza ya? Di di mana? Di NTT. 13:49 NTT Wengapu Kupang. 13:50 NT Wengapu Kupang. 13:52 Dari Wingapu kita akan kirim ke 13:54 Kupangalam 13:57 warahmatullahi wabarakatuh. Marhaba 13:58 bikum. Ya, teman-teman di TikTok minta 14:01 maaf nih enggak bisa nyaut panjang lebar 14:04 nih. 14:04 Oke, ini ya ada yang nanya nomor 14:06 teleponnya Habib nih. E nomor dicatat ya 14:09 nomor telepon Habib ya di 0812 14:13 87 14:15 88 8nya 3 kali 377 14:20 0812 14:22 kemudian 87 8 14:26 3 * 377 14:29 sudah masuk 14:30 ya sudah udah masuk nih yang dari NTT 14:33 NTT 14:34 siapa 14:35 asalamualaikum 14:36 asalamualaikum Um. 14:39 Waalaikumsalam, Habib. 14:41 Iya. Ini dengan siapa? Maaf. 14:45 Mamanya Vir. 14:47 Vira. Ini Viranya atau mamanya? 14:51 Iya, mamanya. 14:53 Yang akan berobat siapa nih? 14:58 Mamanya, Pak. 14:59 Oh, 14:59 ibu yang akan berobat insyaallah. 15:03 Iya. 15:04 Oh, oke. Sakitnya apa? 15:07 Kalau enggak salah ada pendarahan 15:08 ini. Mium, Pak. 15:10 Mium. 15:10 Oh, mium. 15:11 Ada pendarahan kemarin. 15:12 Ini apa? 15:14 Ini 15:18 hari 4 an darat, Pak. 15:20 Oh, oke. Insyaallah Ibu berangkat hari 15:23 Jumat, ya. 15:26 Iya, Pak. Besok paginya dari Wengapu. 15:28 Dari Wengapu besok menuju 15:32 Kupang. 15:32 Kupang. 15:33 Kupang. Oke. Insyaallah. 15:34 Naik apa itu? 15:36 Ini 15:38 naik kapal laut ya? 15:40 Naik kapal laut. 15:41 Iya. 15:42 Biasanya berapa jam itu lamanya dari 15:45 Weng Ngapuk ke Kupang? 15:49 12 jam, Pak. 15:50 12 jam. Oh, perjalanan cukup jauh ya. 15:55 Hm. 15:56 Jadi nanti di Kupang ee tinggalnya di 15:59 di Kupang insyaallah mudah-mudahan Ibu 16:01 ada tempat nih, ada yang mau ngasih 16:02 tempat sama Ibu yang berdekatan dengan 16:04 Rumah Sakit Siloam yang di mana nanti 16:06 Ibu akan dioperasi atau dirawat di sana 16:09 ya. 16:10 Mudah-mudahan doain. 16:11 Iya. 16:12 Dari ada satu namanya Habib Jafar. Ibu 16:14 berangkat bertiga ya. 16:16 Iya 16:19 Bu. 16:22 Iya Pak. 16:23 Ibu berangkat bertiga insyaallah. 16:28 Halo, Ibu. 16:30 Iya, bertiga ya. 16:32 Bertiga, Pak. 16:33 Bertiga ya sama anaknya ya? 16:34 Halo. Iya, bertiga. 16:39 I, Pak. 16:42 Suaranya putus-putus ya. 16:43 Ya, terputus-putus. I 16:47 Ibu doain biar dilancarkan ya. 16:49 Insyaallah ya. Termasuk buat tempat 16:51 tinggal Ibu. 16:53 Iya, Pak. H. 16:54 Iya. Ada yang mau Ibu sampaikan atau 16:56 Vira sampaikan? 17:02 Tidak ada, Pak. 17:03 Tidak ada. Oke. Ee maaf ee 17:06 terima kasih, Pak. 17:08 Bapak ada 17:11 ada, K Pak. 17:13 Oh, Bapak kerja apa 17:16 ini? Tukang bangunan sera 17:19 Oh, panggilan tukang bangunan. Kalau 17:21 lagi ada kerjaan, dia kerja begitu. 17:23 Iya. 17:24 Iya. Kalau ada yang panggil baru ker. 17:27 Oh, Ibu asli dari mana? 17:31 Wengapu, Pak. 17:32 Wengapu. 17:33 Ibu tahu nomor telepon saya waktu itu 17:35 dari siapa? 17:39 Dari 17:43 dari Ustaz Amir, Pak. 17:45 Oh, iya betul Ustaz Amir. Betul 17:47 Ustaz Hamzah. 17:49 Enggak, Ustaz Amir yang biasa hubungan 17:51 sama kita orang NTT. 17:52 Ustaz. Oke. Oke. 17:53 Iya, Ibu. Insyaallah semangat. 17:55 Insyaallah cepat sembuh. 17:56 Iya, Pak. Semangat. 17:57 Penyakitnya diangkat. 17:59 Salam sama anaknya. Anaknya juga kurang 18:01 enak badan atau gimana katanya? 18:05 I 18:09 di payudara ada benjolan di payudaranya, 18:12 Pak. Tumor. 18:14 Oh, insyaallah. Insyaallah enggak 18:16 kenapa-napa. Terus apakah anak juga 18:19 sekalian akan berobat di di Kupang? 18:27 Belum, Pak. Belum ambil ini. 18:30 Rujuk, Pak. 18:31 Oh, 18:31 rujukannya belum dapat. 18:33 Bisa enggak, Ibu bisa dapat rujukan buat 18:34 sekalian anaknya? 18:36 Iya, belum dapat, Pak. 18:38 Tapi besok mau berangkat, ya kan? 18:40 Iya. 18:41 H 18:42 iya iya. 18:43 Ya, mudah-mudahan Allah mudahkan ya, Bu 18:44 ya. 18:45 Insyaallah disehatkan. Ada apa-apa nanti 18:47 Ibu berkabar ya. 18:49 Iya, Pak. Insyaallah. Oke, terima kasih 18:51 Bu. 18:53 Salam anak. 18:55 Iya, Pak. 18:56 Ya. Asalamualaikum warahmatullah 18:58 wabarakatuh. 19:02 Oke. Baik. Itu 19:04 tadi Ibu dari Kupang. 19:06 Iya. Kemarin ada kasus menarik juga di 19:09 Jakarta. 19:11 Jadi kemarin Alfagir diundang dalam 19:14 acara ee sunatan 19:18 di daerah Polonia. 19:19 Hm. Dan nama tempatnya Aljazirah. 19:21 Hm. 19:23 Rumah 19:24 ini kalau ya kalau Allah punya kehendak 19:27 dengan skenario yang Allah inginkan, ini 19:30 yang terjadi. Jadi saya datang setelah 19:33 isya. 19:34 He. 19:35 Orang ini yang ngundang meemang orangnya 19:36 baik, sopan. Dia wanti-wanti dia WA 19:38 langsung saya untuk hadir. 19:40 H. 19:40 Saya hadir ke sana naik motor. 19:42 Hm. 19:43 Begitu saya masuk ke ruangan Aljazirah 19:45 tuh, Kang Parkir bilang, "Udah penuh." 19:49 Hmm. Enggak bisa parkir di situ. 19:51 Hm. 19:52 Saya putuskan untuk tidak parkir situ. 19:54 Saya muter di depan Aljazirah tuh kayak 19:56 ada taman 19:57 Jumak Polania. 19:58 Taman Sanjuntak 19:59 Bilang Sanjuntak ya. 20:00 Nah, saya muterlah. 20:02 Hm. 20:03 Begitu saya muter, saya taruh motor 20:06 di satu titik, saya lihat agak samping 20:09 di belakang mobil tuh ada satu motor 20:11 lagi diam. 20:11 Hmm. 20:12 Dan saya lihat ada orang agak 20:14 tidur-tiduran. Saya samperin lah itu. 20:17 Coba kalau seandainya saya markir di 20:18 dalam. Enggak ketemu kan saya? 20:19 Iya. Heeh. 20:20 Tidur wanita satu, anak kecil satu, sama 20:24 laki-laki satu. 20:25 Hm. 20:27 Sepertinya tukang apa? Ojek online. 20:29 Hm. 20:30 Saya tanya kamu ojek? Iya. 20:32 Hm. 20:34 Eh, terus maaf 20:38 karena Tuan Nita tidurnya tengkurep, 20:41 saya melihat di bagian dengan tidak 20:45 sengaja ya, dia pakai celana Levis, ada 20:48 bercakah di bagian belakangnya. 20:51 Hm. 20:54 kemungkinan dia lagi datang bulan 20:56 langsung terpikir di otak saya 20:59 jangan-jangan buat beli membalut 21:01 ini enggak punya enggak punya enggak 21:02 punya uang 21:03 udah saya masuk ke dalam begitu saya 21:05 masuk ke dalam di acara dengan begitu 21:08 luar biasanya 21:10 ketimpangan yang luar biasa di dalam 21:12 dengan makanan yang alhamdulillah luar 21:14 biasa 21:15 di sisain di luar nih ada orang yang 21:17 saya enggak tahu sudah makan apa belum 21:18 h 21:19 di dalam dengan tamu-tamu dengan pakaian 21:21 yang luar Luar biasa. 21:23 Di luar saya enggak tahu nih pakaian dia 21:25 sudah ganti atau belum dan pakaian dari 21:26 kapan. 21:27 Hm. 21:28 Di luar dengan mobil dan lain 21:30 sebagainya. Luar biasa. Tapi nih 21:33 jaraknya hanya berapa meter? 21:35 Heeh. 21:38 Saya makan empek-empek terus di samping 21:41 saya ada namanya Habib Abdul Qadir. Saya 21:43 bilang, "Bib, 21:45 saya enggak bawa duit." Saya bilang, 21:47 "Bib, ada duit enggak?" Saya minta 21:49 Rp100.000. 21:51 Dia lihat muka saya, saya enggak pernah 21:52 minta sama dia seumur hidup. He. 21:56 Saya enggak mau dia salah paham, saya 21:58 bisikin. Tadi di luar ada begini begini 22:01 begini. Oh, akhirnya dikasih duit. Oh, 22:02 ada tuh masih itu. Saya bilang, "Saya 22:04 minta nomor telepon eh nomor rekening 22:06 Habib ane kirim." Oh, enggak. Saya 22:09 bilang, "Enggak mau." Ya udah, enggak 22:10 usah. Ternyata beliau mau 22:14 bantu 22:15 bantu. He. 22:16 Jadi yang Rp100.000 ya diniatkan buat 22:18 beliau. Jadi saya sebagai wasilah. Hm. 22:21 Saya ambillah itu duit. Enggak lama di 22:23 acara itu 22:25 ee saya keluar paling saya di dalam 22:28 mungkin 15 menit kali ya. Yang penting 22:30 ketua ketemu tuan rumah 22:31 saya makan ee dua makan yang ada itu 22:34 minum. 22:35 Itu pun saya bukan di acara di dalamnya 22:37 saya di pinggir. Akhirnya ee saya keluar 22:41 saya bilang kamu sudah makan belum? 22:43 Udah. Kapan? Siang. Jadi dia makannya 22:46 siang. 22:47 Padahal malam ya. 22:49 itu acara saya datang jam 8.00 lewat. 22:52 Oh, maaf 22:54 saya saya ngomong langsung, "Itu celana 22:56 kamu ada bercak darah." Dia bilang, "Iya 22:59 ada itu pembalut. Kamu lagi datang 23:02 bulan." "Iya ada pembalut. Ada 23:04 ditunjukin di plastik. Saya enggak tahu 23:06 isinya apa." 23:07 Ya Allah. 23:07 Saya bilang, "Udah nih duit Anda ada 23:09 orang ngasih." Saya bilang, "Ini duitnya 23:11 suaminya." Saya bilang, "Kau bangun nih 23:13 kamu lagi apa?" "Sakit, sakit apa 23:14 perut?" Sekarang kamu beli promah dan 23:16 atau lansopzol sekalian beli nasi sama 23:19 anak yang masih tiduran, anak kecil yang 23:20 masih tidur anaknya dia. Akhirnya suami 23:22 jalan. Begitu suami jalan, saya pikir 23:24 saya pulang deh. 23:28 Saya penasaran, saya balik lagi karena 23:30 suaminya sudah jalan, tinggal si istri 23:32 sama anaknya. Saya tanya, "Kamu kenapa 23:34 tinggal di luar?" 23:35 Hm. 23:36 Saya diusir dari rumah ya singkat cerita 23:38 pokoknya dia ada masalah di rumahnya. 23:40 He. 23:41 Terus sudah berapa lama begini? 23:42 Seminggu. H. S minggu di luar tidur di 23:45 luar. Iya. Bersama ni anak. He. 23:47 Terus kalau mandi 23:48 sedapatnya. 23:49 Hm. 23:50 Kadang di pom bensin tapi entar kadang 23:52 diomelin. He. 23:53 Terus tidur juga sedapatnya. 23:55 H. 23:55 Saya bilang, "Ya udah oke." Tahadus 23:58 binikmah. Alhamdulillah Allah kasih 23:59 kesempatan saya cari pulpen sama kertas. 24:01 Saya tulis nomor telepon saya nih. Saya 24:04 kasih sama dia. Kita kasih sama dia 24:06 entar berhubungan ya. Ya udah saya 24:08 jalan. Eh dia telepon Pak Haji. Saya mau 24:12 ngontrak. Oh iya, kamu ada duit berapa? 24:15 Singkat cerita dia ada duit 200 atau 24:17 berapa gitu. Akhirnya kita tambah 24:19 akhir sekarang dia sudah ngontrak. 24:22 Ee dari situ saya lihat, ya Allah 24:24 ternyata 24:27 di kondisi semakin hari ini cukup sangat 24:31 memprihatinkan. 24:32 Hm. 24:34 Semakin hari kondisi anak-anak bangsa 24:36 kita ini semakin hari semakin luar biasa 24:39 mengenaskan. Jadi banyaklah kita 24:41 bersyukur. 24:43 Sesungguhnya kalau kita keadaan susah di 24:45 luar sana ada yang jauh lebih susah. 24:47 Betul. Betul. 24:49 Saya kemarin ada tukang Gojek yang mesin 24:51 mobil motornya mati ternyata dimatikan. 24:53 Dan itu saya ceritakan di di TikTok 24:56 saya. 24:57 Jadi saya punya TikTok namanya Ali. 24:59 H. 25:00 Jadi isinya khusus kemanusiaan plus ada 25:03 dakwah salah satu pembicaranya Ustaz 25:06 Ahmad bin Hasan untuk membesarkan hati 25:08 kita. Contohnya misalnya rida dengan 25:10 keputusan Allah. Kata Ustaz Ahmad, 25:13 kadang kita ini mau ngeluh di media 25:15 sosial, di WhatsApp atau di Facebook 25:17 atau di Twitter kita ngeluh dan lain 25:19 sebagainya, 25:20 tapi kita enggak mau ngeluh kepada 25:21 Allah. 25:22 Enggak menarik. 25:24 Saya pikir, iya betul juga. 25:25 He. 25:27 Oh, hari ini si itu begini enggak ada 25:29 peduli sama saya. Saudara aja, saudara, 25:33 tapi saudaranya susah enggak mau tahu. 25:34 Itu kan itu kan bicara di di status dan 25:37 lain sebagainya. orang lain pada lihat. 25:39 Tapi kadang kita mau ngeluh sama Allah a 25:41 berat. Habis salat salamsalam ya 25:43 sudahudah jalan aja begitu. Wala minta 25:45 wala menunjukkan ke minimal 25:48 bersyukur atas apa yang Allah berikan 25:50 mulai dari nyawa, kesehatan dan apa yang 25:52 kita dapatkan itu aja susah kadang. 25:55 Kurang lebih begitulah Pak Krisna. Ada 25:57 lagi kasus-kasus yang lain yang 25:58 sebenarnya tiap hari itu kasus si 25:59 alhamdulillah Allah kasih kesempatan 26:02 kita menangani. Nah, termasuk ada kasus 26:04 lagi tim kita yang ada di Sulawesi 26:07 Tengah tapi juga ada bedah rumah di C eh 26:10 di Cariu. Ada enggak bisa ditelepon 26:12 enggak? 26:13 Siapa namanya? 26:15 Ustaz shallallahu ala Muhammad w Ali 26:17 Muhammad saya lupa. Ustaz 26:20 siapa namanya? Dicari. 26:22 Sule. 26:23 Sule. Ustaz Sule. 26:25 Sule. 26:25 Iya. 26:28 Oke. Ee tolong dihubungi Mas Salgi. 26:30 Jadi di luar sana tuh banyak kasus-kasus 26:32 yang luar biasa. Belum lagi di daerah 26:34 Aceh yang sampai saat ini Pak Krishna 26:36 masih banyak saudara-saudara kita yang 26:38 memprihatinkan. Jadi alhamdulillah 26:40 relawan-relawan kita di Aceh masih terus 26:42 semangat ee bantu saudara-saudara kita 26:46 yang ada di Aceh. 26:47 Oke, sudah masuk nih. Halo. 26:48 Asalamualaikum. 26:50 Halo. Asalamualaikum, Ustaz Salham. 26:53 Waalaikumsalam. Kabar S Krishna Saleh. 26:57 [berdehem] 26:58 Alhamdulillah sehat Bib. Berkah doa 27:00 Habibana sehat. Alhamdulillah. 27:02 Alhamdulillah. 27:03 Ustaz Sule gimana keluarga? Sehat semua? 27:08 Alhamdulillah sehat dib. Alhamdulillah 27:10 sehatsehat. 27:11 Alhamdulillah. Ustaz Suleai mau nanya. 27:12 Jadi kemarin yang dibedah rumah siapa 27:14 nih? Kemarin targetnya berapa rumah? 27:16 Terus yang sudah dikerjakan berapa 27:18 rumah? Yang belum berapa rumah? Wah, ini 27:20 satle kayak banyak nih. [tertawa] 27:23 Alhamdulillah 27:24 berkat yang target kita semuanya enam, 27:27 Bib. 27:27 Wah, 27:27 alhamdulillah. 27:28 Bedah rumah enam. 27:29 Di mana aja tuh? Enam 27:32 nih, Ustaz Sule [tertawa] jangan-jangan 27:34 Ustaz Sule jangan-jangan walikota atau 27:36 apa ini jabatannya. [tertawa] 27:39 Amin. 27:41 Atau Bupati Bogor. 27:43 Berkat. 27:44 Iya. Doa doa Habibana. Jadi ya Allah 27:47 ngelihat orang itu enggak enggak tega 27:48 habis bismillah aja kita gimana 27:50 rezekinya. Alhamdulillah tawakal sudah 27:51 biasaan tawakal aja. Tawakal aja. 27:54 Iya benar Bib. Alhamdulillah target kita 27:57 enam. Heeh. 27:58 Yang sudah itu yang kemarin itu Pak 28:01 Markum namanya. Beliau ada di perbatasan 28:06 Kecamatan Cariu Tanjungari. Oh, 28:09 itu alhamdulillah kita kerja sama dengan 28:11 masyarakat, kita rangkul dan langsung 28:14 dengan kepala desa. Alhamdulillah bibana 28:17 kita kerja dengan Hilmi dan laskar itu 28:22 semuanya beres selama 11 hari. Abibana 28:25 ukuran rumahnya berapa kali berapa 28:28 ukuran rumahnya? Rencana kita awalnya 28:31 itu 4* 5 kita musyawarah dengan lurah 28:34 akhirnya jadinya itu 6* 6 * 5 Bib. 28:38 Oh, besar. Alhamdulillah 6 * 5. 28:41 Alhamdulillah. Alhamdulillah. Kemarin 28:44 sudah kurang lebih sebulan ke belakang 28:47 sudah bis dan kita sudah serah terima 28:50 sama Bang Marum. Alhamdulillah beliau 28:52 juga mengucapkan terutama ke Habibana 28:54 dan ke ke IB semuanya terima kasih 28:57 banyak. Alhamdulillah. Emang beliau ini 28:59 kerjanya apa, Ustaz Sule? Sehingga harus 29:01 antum bantu untuk bedah rumahnya? 29:05 Beliau kerjanya serabutan, Bib. 29:09 Hidupnya 61 tahun. 29:11 Heeh. 29:12 Dan itu makan pun, makan pun pengasih 29:15 orang yang lewat. 29:16 Oh, masyaallah. Umur 61 tahun, makan pun 29:19 bagaimana kalau ada orang lewat ngasih 29:21 dia begitu. 29:24 I betul, Bibana. Betul. 29:26 Ada istri, ada anak. 29:29 Istri enggak ada dia sudah diceraikan 29:32 samaan 29:33 dan anaknya pun ada satu meninggal, Bib. 29:37 Dan sekarang dia hidup sendiri di situ. 29:39 Nah, tinggal dicariin pasangan 29:40 di rumah. 29:41 Carikan wanita yang enggak punya rumah. 29:43 Siap. 29:44 Yang mau [tertawa] yang mau nerima Pak 29:46 Kandra dengan apa adanya. 29:48 Ustaz Saleh, kondisi rumahnya kayak apa 29:50 emang? Sepertinya 29:53 rumahnya Bibi itu sih masyaallah bukan 29:55 rumah ya. Kalau kita mak maaf bi bukan 29:57 kita menginakan makmak ya Allah. 29:59 Heya itu emang bukan rumah cuman awal 30:03 awal rumah beliau itu cuman 2* 3 dan itu 30:07 pun pakai 30:09 apa? L Allah keraras. Keraras. 30:11 Lailahaillallah. Keras kelapa B. 30:14 Hm. Oh tutupan kelapa. Daun-daun kelapa. 30:19 Daun-daun kelapa. Dan atasnya pun itu 30:22 pakai plastik. plastik-plastik yang 30:26 bekas-bekas itu, Bib. H. 30:30 Alhamdulillah, berkat doa Habibana, 30:33 kerja sama kita sama anak-anak laskar 30:36 yang benar-benar lilah. 30:39 Alhamdulill. 30:39 Alhamdulillah. Itu juga dibantu RT, RW 30:41 atau lurah setempat. 30:44 Iya, alhamdulillah, Bib. Kita suan sama 30:46 Pak Lurah. Mohon dan kita izin sama Pak 30:49 Lurah. Alhamdulillah lurah ikut bahkan 30:52 dengan tenaga dan aparat desa semua 30:54 ikut. Alhamdulillah. 30:55 Oh, alhamdulillah. Jazakumullah khair. 30:57 Pak Lurah siapa namanya? 31:00 Pak Lurah Jaya Bibana. 31:01 Pak Lurah Jaya Cisauk. Mana Cisauk? Apa 31:05 nih? 31:07 Tanjungsari Antajay. 31:10 Antajaya. Bim. 31:11 Ah Tanjungsari Antajaya. Makasih banyak 31:13 Pak Lurah dengan Pak dan Kepala Staf 31:16 semua yang ada di sana RT RW ya. 31:19 Iya. Alhamdulillah, Bib. Alhamdulillah. 31:21 Sudah bantu ee bedah rumah. Terus 31:23 berikutnya bedah rumah apa lagi? Apa 31:25 sudah lagi belum? 31:28 Rencana satu lagi, Bib. Ini ada 31:29 nenek-nenek usianya 72 tahun. 31:32 Heeh. Nenek 72 31:33 itu. Heeh. Itu di Desa Cariu, Kecamatan 31:37 Cariyu. Kebenaran satu desa sama saya. H 31:40 itu sudah kita ajukan sama desa dan desa 31:44 tidak entah entah tutup mata entah 31:46 enggak peduli padahal pinggir jalan 31:48 rumahnya Bib. 31:49 Heh 31:52 itu dia dengan cucunya hidup dengan 31:53 cucunya berdua. 31:55 Seperti apa rumahnya? Harus di di 31:56 direnov saja atau bangun ulang? 32:00 Itu bangun ulang diana karena sudah 32:02 enggak layak. 32:04 Udah enggak layak semuanya. Rumah yang 32:06 sekarang permanen atau semi permanen 32:08 atau rumah seperti dari kayu? 32:13 Rumah yang sekarang kayu kayu. 32:16 Ukuran berapa kali berapa 32:17 rumah itu 32:19 yang sekarang ada itu? 4 * 3. 32:23 4 * 3 ya. 32:24 Entar mau dibangun ukurannya yang sama. 32:26 Heeh. 32:29 Iya. Rencana rencana kita itu kita mau 32:30 bangun BB kita masih masih nyari 32:35 dana donasi dan kita masih merangkul 32:37 belum wel langsung ke [tertawa] 32:40 ajukan aja dulu langsung ke grup Hilm 32:44 ah siap siap [tertawa] 32:46 ya barangkali entar pendengar Rasil ada 32:48 yang mau ikutan atau yang di TikTok nih 32:51 ada yang mau ikutan juga 32:54 program bedah rumah entar nih nomor 32:55 teleponnya an nomor rekening kasih tahu 32:58 entar 32:58 iya E Ustaz Saleh 33:00 nomor Ustaz Saleh juga boleh sebut 33:03 Ustaz Saleh itu dekat ee ee Yati 33:06 Waringin enggak yang kebakaran itu. 33:08 Oh bukan 33:09 jauh ya. Oh. Oh. Bukan. Jauh. Jauh jauh. 33:12 Jauh. Beliau nih dari Cibubur. Terus 33:13 lagi 33:14 arah ke Cianjur. 33:15 Iya. Cibubur. 33:17 Cianjur. Betul. 33:19 Cari. Betul. Cari. Cariu. Betul. 33:21 [tertawa] 33:23 Heeh. 33:24 Jadi di telepon berapa? 33:27 Heh. 33:28 0823 33:30 berapa? 33:30 Heh. 33:31 08282 33:34 0823. Terus 33:35 nah K 10. 33:39 10 33:42 7 77 33:44 7 7 33:45 77 kali 77 33:47 oh triple 7 33:48 heeh 09 33:50 09 33:51 09 33:53 Heeh [berdehem] 33:54 iya bagi siapa mereka pendengar Rasil 33:56 ataupun yang ada bergabung di TikTok 33:58 yang ikut andil mau satu semen, mau satu 34:01 genteng mau 34:03 Heeh. Mau minimal doa juga boleh untuk 34:07 bisa membangun kembali rumah seorang 34:09 nenek 34:10 yang sudah bisa dikatakan tidak layak. 34:14 Ee nenek ini kerjanya apa, Ustaz? Soleh 34:16 sudah enggak kerja kali 70 lebih. 34:19 Iya itu pun sama, Bib. Dia pun makan 34:22 pengasih orang sama. 34:24 Oh seorang nenek yang makannya pun atas 34:27 pemberian orang. Dia tinggal di dalam 34:29 rumah situ dengan siapa? 34:32 dengan cucunya, Habib. Cucunya. 34:34 Oh, terus anak-anaknya dia ke mana? 34:37 Anaknya itu ada dua itu kuda udah kita 34:40 hubungi semua. Udah udah benar-benar 34:42 ngelos orang. Enggak peduli dengan orang 34:43 tuanya, Bib. 34:45 Ee enggak peduli karena faktor 34:46 ekonominya juga memprihatinkan atau 34:48 gimana? 34:50 Kayaknya seperti itu. Karena kena pernah 34:52 kita datangin kayaknya faktor ekonominya 34:55 memang benar-benar pas-pasan. Jadi bukan 34:57 karena enggak pedul dengan orang tuanya 34:59 ya, karena memang pas-pasan mungkin itu, 35:00 Bim. Oh, dia laki perempuan anaknya. 35:05 Anaknya yang satu laki-laki, satu 35:07 perempuan. 35:09 Oke. 35:09 Dua. 35:10 Nanti minta yang laki terus yang 35:11 perempuan kan punya suami. 35:14 Kalau insyaallah terjadi ada perbaikan, 35:17 ikut minimal tenaga 35:20 biar dia dapat apa? Berkah dari orang 35:23 tua. I 35:24 sur tinggal ajuin ajai. Dasarnya apaan 35:27 aja yang mau dibangun yang penting kasih 35:29 anggarannya berapa. 35:31 se semini mungkin, jangan semaksimal 35:34 mungkin. 35:37 [tertawa] 35:38 Siap. 35:39 Oke, terima kasih Ustaz Salh ya. 35:43 Amin. Siap. Doanya bimana, Bu? Untuk 35:45 kami yang dicari 35:48 yang luar biasa. Kita enggak 35:49 ngapa-ngapain. 35:52 [tertawa] 35:56 Ustaz Sule. Asalamualaikum 35:57 warahmatullahi wabarakatuh. 35:58 Iya. Waalaikumsalam warahmatullah. 36:01 Syukron, Bib. Apa? 36:02 Sama-sama, Ustaz, 36:03 Bib. Nih kalau ada yang mau bantu nomor 36:04 rekeningnya, Bib. K di 038 36:08 4999 36:10 9-nya 4 kali. 038 4999 36:16 ee di ee rekening BCA Syariah atas nama 36:20 Yayasan Wakaf, Rumah Quran Silaturahim. 36:23 Hm. 36:24 Kalau yang mau bantu silakan. Tadi habis 36:26 dari Jakarta 36:28 loncat ke NTT. 36:30 Heeh. 36:30 Sekarang tadi ke Cianjur bukan Ci apa? 36:33 Ci 36:34 Cariu. 36:35 Cariu. 36:35 He. 36:36 Sekarang kita ke Tasik. 36:38 Ada enggak Tasik? M. Rahman. 36:42 Tasik. 36:42 Kalau enggak NTT yang gempa di NTT. 36:45 Eh, di maaf di Sulteng 36:50 Mahmud. 36:52 Halo. Saya belum dihubungin. [tertawa] 36:55 Siapa namanya? Mahmud ya? 36:57 Mahmud. Jadi kemarin ada kejadian juga 37:00 ee Pak Krisna 37:03 ada tukang Gojek. Udah kita ceritain 37:05 belum di sini? 37:06 Ada tukang Gojek 37:08 ketemu di jalanan lagi dorong motornya. 37:10 Ternyata motor dia motor listrik. 37:12 He. 37:13 Saya tanya kenapa mati belum bayar? Ya 37:15 udah dorong deh. Kamu mau didorong ke 37:17 mana nih? Pulangnya ke mana? dibilang 37:20 dari 37:22 Kalibata menuju Kalimalang. 37:25 Hm. 37:26 Kan jauh. Ya udah, sekarang kita dorong. 37:28 Saya mau salat Jumat. Siapa? Sudah ada 37:30 nih. Ini yang mana nih? 37:33 Tasik. 37:34 Tasik. 37:34 Tasik. Oh, Tasik. 37:35 Tasik. Halo. Asalamualaikum. 37:39 Halo. 37:40 Oh, 37:41 asalamualaikum. Tasik Tasikara 37:42 Tasikbahas ee bedah rumah juga yang baru 37:45 selesai. Kang Rahman. 37:47 Kang Rahman. Asalamualaikum, Kang 37:48 Rahman. 37:50 Oh, nih. 37:50 Waalaikumsalam. 37:52 Anda punya guru nih, 37:54 tapi bukan. 37:55 Oke, 37:56 Kang Raman kumaha? Damang cager. 37:59 Alhamdulillah saeulihna. 38:02 [tertawa] 38:02 Jangan diterusin. Akhirnya saya enggak 38:03 paham 38:08 tiasa tuh. 38:09 Tiasa-tiasa seutik-sutiknya. 38:11 Kang Rahman gimana kemarin program bedah 38:14 rumah berjalan lancar? 38:17 Alhamdulillah, Bib atas dukungan dari 38:20 DPP dan alhamdulillah dari warga 38:24 masyarakat setempat juga responnya 38:26 sangat bagus, Bib. 38:27 Ahah. Ini 38:28 kita dorong mereka untuk peduli dengan 38:31 ee sesama yang ada di lingkungannya 38:34 mereka. 38:35 Iya. Iya. Ini rumah ukuran berapa? Besar 38:37 juga ya? 38:39 Lumayan, Bib. Besar 5 * 8 kalau enggak 38:44 salah. Kurang lebih segitu. Oh 38:46 iya. 38:47 Rumah siapa ini, Kang Rahman? 38:50 Itu rumah seorang janda yang bernama Ibu 38:54 Kar ya. Sudah lansia beliau. 38:57 Janda lansia. 38:59 Iya. 39:00 Oh 39:01 iya. 39:02 Tinggal dengan siapa di rumah itu? 39:04 Tinggalnya dengan adiknya yang sakit. 39:07 Stroke. 39:08 Oh ya Allah. 39:09 Iya iya. Udah udah tua juga 39:12 ya adiknya itu. 39:14 Ibu ini enggak ada anak. 39:16 ada anaknya. Cuman ee kedua-duanya di 39:20 perantauan, Bib. Jauh di luar Pulau 39:23 Jawa. 39:24 Oh, iya. 39:26 Iya. 39:28 Oke. Terus ee berapa hari program ini 39:31 kerja berjalan? 39:32 Ee hampir 3 minggu, Mbah. Agak melar 39:36 dari perkiraan minggu. 39:38 Iya. 39:40 Padahal bukan bukan bangun ulang kan, 39:42 hanya bedah rumah aja ya. 39:44 Iya. 39:46 Setelah dibongkar ternyata banyak yang 39:49 harus direnovasi ya termasuk 39:52 ee itu tembok-temboknya yang mengelupas 39:54 kan Bib di kita di tambah lagi sama 39:59 aduk. 39:59 Oh di lagi. 40:01 Iya iya 40:04 luar biasa 40:05 yang sudah lu. Iya 40:07 iya iya. Terus atas kerja samanya sama 40:10 siapa aja nih Kang Raman? 40:12 Sama warga aja Bib. Oh, warga 40:14 sama warga sama ya Agnia-Ania yang ada 40:18 di sana. Alhamdulillah kita ketuk 40:21 ya. Ada yang ngasih kayunya, bambu dan 40:24 lain sebagainya. 40:26 Iya. Alhamdulillah. Wajakumullah. Ada 40:28 kendala Kang Rahman? 40:30 Alhamdulillah tidak ada. Bimana? 40:32 Tidak ada. Ya. 40:34 Iya. 40:35 Sudah ditempati sama ibu tersebut? 40:37 Sudah ditempati. Alhamdulillah. Iya. 40:40 Berapa orang ibu itu? Berapa orang yang 40:43 nempatin? 40:44 yang nin dua orang itu 40:46 yang satu yang sakit stroke katanya. H 40:48 iya adiknya yang sakit stroke. Iya. 40:53 Tapi gimana antusias masyarakat luar 40:54 biasa senang juga melihat ini warganya 40:57 bisa diperbaiki ya? 40:58 I senang juga. Iya. Alhamdulillah. 41:01 Iya. Sangat senang ada 41:04 kita bahu membahu dengan warga 41:06 masyarakat. Iya. 41:07 Ada kesan-kesan atau pesan yang Kang 41:09 Rahman mau sampaiin? 41:12 ya kesan-kesannya ya di situlah kita ee 41:17 ee setiap ada pengajuan itu 41:21 he 41:22 kita tidak langsung terima. Jadi kita 41:25 harus ee berdialog dulu dengan warga 41:28 masyarakat setempat, dengan pemerintahan 41:31 setempat ya pemerintahan yang terdekat 41:33 dengan warga ya RTRW-nya gitu Bim. Oh, 41:37 kemarin RW-nya ikut andil. 41:40 Alhamdulillah ikut andil. I 41:41 alhamdulillah kirim salam Pak RT, Pak RW 41:43 jazakumullah khair supaya panjang umur, 41:46 sehat juga pada warganya. Amin. 41:48 Amin. 41:49 Sini ada gambaran apaagi yang mau 41:50 dikerjakan? 41:53 Ee yang kita kita kemarin yang 41:57 kebakaran, Bib, tapi kita tidak bantu 42:01 tenaga ya. Kemarin baru kirim bantuan 42:04 aja yang kebakaran itu, Bib. 42:06 Oh, kebakaran 42:07 kita pangwa. Iya, 42:09 yang tiga rumah itu. 42:11 Oke, kita sudah ikut bantu. 42:12 Iya, alhamdulillah sudah kita bantu 42:15 masing-masing. 42:17 Satu korban mendapatkan 42:20 10 GRC, 5 sak semen, dan satu polba 42:25 kasin. 42:26 Iya, kita bantunya material. Bantuan 42:29 material buat tiga rumah yang kebakaran. 42:32 Mereka emang sudah mulai kerja? 42:34 Udah, Habib. Udah. Iyaallah. 42:36 Kita kita cuma mantau aja untuk yang ini 42:39 mah yang kurban kebakaran. 42:41 Iya. Iya. Kalau ada yang kira-kira 42:43 sampai berhenti karena faktor ee apa 42:46 namanya benar-benar enggak mampu, boleh 42:48 antum kasih laporan lagi. 42:50 Khususnya tua ya atau pasangan suami 42:53 istri yang sudah enggak ada 42:54 enggak ada penghasilan sama sekali. itu 42:56 antum lebih dahulukan. 42:58 Siap. Siap. Siap. Atau janda-janda yang 43:00 ada. 43:03 Siap. Pbana. I 43:05 ya. Tapi kalau di Hilmi sudah biasalah 43:07 janda yang dapat pasti umurnya di atas 43:08 5060. Yaiah 43:12 [tertawa] 43:15 Kang Rahman. 43:15 Kang Rahman. Terima kasih Kang Rahman 43:17 atas laporannya. 43:18 Sama-sama. 43:19 Jaga kesehatan Kang Rahman. Terima 43:21 kasih. Amin. 43:22 Yo. Asalamualaikum Kang Rahman. 43:24 Sebenarnya ada lagi bedahumsalam 43:26 warahmatullah. Saya sebutkan ada di tas 43:28 di di Ciamis dan di Garut. Cuma kita 43:32 enggak enggak telepon. Yang kita akan 43:34 telepon karena waktunya kali. Waktu 43:36 sampai jam berapa nih? 43:37 Sampai jam setengah 12. 43:40 Iya 40. 43:41 11.40. 43:42 11.40. Ee Mahmud mungkin nih. 43:46 Mahmud bukannya udah tadi? 43:47 Belum. 43:47 Belum. 43:48 Ini Sulawesi Tengah. Beliau lagi bangun 43:49 rumah di tempat yang gempa. Seorang ibu 43:55 nenek Kristiani umurnya sudah tua. 43:57 He. 43:58 Kalau enggak salah keluarga ayahnya dia 44:00 polisi apa bapaknya dia? Dia ngalamin 44:02 zaman Soekarno 44:04 zaman G30 SPKI kalau enggak salah. 44:08 Kemarin dia sempat nyanyi. Suaranya enak 44:10 deh, Pak. 44:10 Waduh. Aduh. 44:12 Sayang. Harusnya kita telepon ibunya itu 44:13 ya. [tertawa] 44:15 Ee bisa hubungan dengan Akhina Mahmud? 44:19 Oke. 44:21 Nah, terus yang tadi itu yang motor kita 44:23 doronglah dari Kalibata sampai PGC. 44:26 Akhirnya kita titipin dana. Ada orang 44:27 yang mau ikut titipin dana Rp200.000. 44:30 150 dibayar sama dia untuk ee untuk 44:34 Allahumma shalli ala Muhammad. Untuk 44:36 tagihan motor biar hidup yang 44:37 Rp50.000-nya dibelikan untuk 44:40 istrinya 44:40 ee susu buat anaknya. 44:44 Jadi ya kondisi-kondisi begini ni tiap 44:46 hari ada aja Pak Krisna. Semakin hari 44:49 semakin luar biasa memprihatinkannya. 44:53 Ah mungkin ini Mahmud sudah bisa ya. 44:55 Ustaz Mahmud. 44:57 Halo. 45:00 Halo. Asalamualaikum Ustaz Mahmud. 45:04 Waalaikumsalam. Baik. 45:05 Halo. Posisi lagi di mana, Ustaz Mahmud? 45:07 Posisi lagi di mana? 45:10 lagi di 45:12 rumah di sekretariat 45:14 di 45:14 Oh, di rumah ya iya iya 45:16 di Tasik ya? 45:17 Enggak. Ini Sulawesi Tengah. 45:19 Sulawesi Tengah. 45:20 Palu. 45:20 Palu. 45:21 Kemarin yang gempau. 45:23 Gempa di Sigi ya? 45:25 Iya di Sigi. 45:26 Oke. Laporannya 45:28 Akhina Mahmud. Laporan terbaru seperti 45:31 apa? Apa aja yang dilakukan semenjak 45:34 mulai awal gempa? 45:37 Ya, alhamdulillah dari awal 45:40 Iya. Dengan komunitas pembulung amal. 45:43 Iya, 45:45 silakan. 45:46 Alhamdulillah. Iya. Alhamdulillah awal 45:49 gempa itu kan tanggal 16 Juni. Nah, 45:53 esoknya kita langsung ke lapangan. 45:56 Hm. 45:57 Langsung bantu langsung ee untuk 46:00 logistik. 46:01 Ke lapangan ni mana daerahnya? 46:04 daerah 46:06 Kamarora A itu kan gempa itu kan 46:08 pusatnya di sana di Sigi. 46:11 Jadi yang terdampak yang terdampaknya 46:13 yang parah itu 6,4 ya di daerah Lembang 46:19 Tongoa sama Kamarora itu di Kamarora itu 46:23 Kecamatan Noki Lalaki. 46:26 Kalau Lembang Tongoa itu Kecamatan 46:29 Palolo. Nah, kita tujuan kita waktu itu 46:32 kita ke Kecamatan Noki Lelaki. 46:35 H 46:35 tepatnya di ee Desa Kamarora A dengan 46:39 Kamarora B itu tanggal 17 kita langsung 46:42 ke sana 46:43 H 46:44 bawa sembakau dengan logistik. Karena di 46:46 sana waktu itu dibutuhkan awal yang itu 46:49 ya sama sama air air minum waktu itu di 46:53 sana yang masih 46:55 dibuh 46:55 kgala sekali karena 46:57 Iya. Karena ee jalur air dari gunung itu 47:00 pipa-pipa itu ee banyak yang putus. 47:03 He. 47:04 Dan ada yang hancur 47:06 karena ada gunung ya pusat air yang 47:08 untuk dialiri sama eh ke desa tersebut 47:12 itu patah. Bahkan ada yang hancur kena 47:15 longsoran 47:18 akibat daripada gempa hari itu. 47:21 Separah apa gempanya 47:24 dia? itu gempanya itu kan itu kecamatan 47:28 itu Bib dia di kaki Gunung Noki Lalaki 47:31 berseberangan dengan gunung yang 47:33 memisahkan antara 47:36 ee dengan Kecamatan ee Lindu. 47:38 Hm. 47:39 Danau Lindu. 47:41 Jadi dia di kaki gunung 47:42 Noki Lalaki namanya. 47:44 Iya. Noki lalaki. 47:47 Enggak pernah dengar gitu. 47:47 Itu gunung. 47:49 Iya. 47:51 Gunung tertinggi itu di daerah Sigi. 47:53 Oh, berarti itu dari Palu ke Sigi. 47:56 Kecamatan? 47:57 Iya, dari Palu itu kecamatan itu, BIB. 47:59 Dia agak terpencil kecamatannya. 48:03 Jadi, jalur ke sana itu lumayan kita 48:05 lewat-lewat gunung dulu ya, kurang lebih 48:07 3 jam lah. Ke sana 48:10 lewat gunung. Terus kalau mau masuk kita 48:12 masuk Kecamatan Palolo dulu baru masuk 48:15 lagi arah ke selatan itu mengarah 48:19 kecamatan Nokia Noki lelaki itu. 48:22 Masuk ke situ itu B. 48:24 Iya masuk ke situ kan ada jalur dua 48:27 jalur itu kita jalur utama itu yang 48:29 longsor-longsor sampai hari ini belum 48:31 diperbaiki sama pemerintah. Gak bisa di 48:33 kita lewati situ. Jadi kita lewat di 48:36 apaat 48:37 sampai saat ini 48:38 karena apa? 48:40 jembatan. 48:40 Karena itu 48:42 ada jalannya, jalannya yang putus-putus, 48:45 longsor putus, ada yang dekat jembatan 48:47 lah. Terus 48:48 juga yang putus. 48:49 Kehidupan warganya gimana? Ada jalan 48:51 jalan jalan lain yang bisa di 48:53 ada jalan ada jalan alternatif itu kita 48:56 lewat itu ya itu agak jauh. Jadi sekitar 48:58 10 kilo lebih itu dia rabat masuk ke 49:01 dalam. Tapi rabatnya enggak mulus-mulus. 49:05 Banyak juga yang hancur. 49:07 Apa rabat tuh? kita lewati rabat itu apa 49:10 ya? 49:11 Ee 49:13 iya kayak semen. Semen di semen lah 49:15 panjang. 49:17 Oh di di ini di dicor tak 49:20 dicor ya itu. 49:22 Heeh. 49:24 Tapi enggak mulus. Enggak mulus-mulus 49:27 juga jalannya. Lumayan. 49:30 Hm. 49:33 Banyak yang hancur. Terus jembatan kita 49:35 lewati itu ada ada lima kayaknya. Iya. 49:37 Ada lima. Yang tiga itu yang parah 49:41 yang masih pakai pakai itu pakai balak. 49:46 Balak-balak. 49:49 Sekarang kegiatannya apa yang antum 49:50 lakukan di sana? Kemarin kalau enggak 49:51 salah ada bedah rumah. 49:54 Iya. Itu kita kita di Desa Kamarorabe. 49:57 Ada lagi bukan bedah lagi, Bib. Bangun. 50:00 Bangun itu rumah ya. Rumahrumah semi 50:02 permanen atau rumah sementara ya? 50:04 Muntara gitu ya? 50:05 Enggak. 50:06 Iya, rumah huntara gitu. Tapi 50:09 ya kita pakai itu, Bib. Pakai balak sama 50:13 tripleks 5 mili. 50:15 Oh, 50:17 ya. Karena pengalaman kita di beberapa 50:19 lokasi kan kita bedah rumah, bahkan 50:22 bangun rumah baru pakai gitu. Jadi 50:25 ukurannya 5* 4. 50:27 Buat siapa nih kemarin? Seorang ibu ya 50:29 sudah ada umur juga ya? 50:30 Oh iya, oma. Iya, kurang lebih 90 lebih 50:33 lah umurnya itu. Oma kocer namanya. Oma 50:36 voucher. 50:38 Coucher. 50:38 Coucher. Oma coucher. 50:40 Iya. Dia bap 50:45 ibunya. Ibunya itu ee ada Belandanya 50:49 Manado. Bapaknya ada Sundanya, 50:52 Garut bapaknya. 50:53 Oh, bapaknya orang Garut. Ibunya orang 50:56 Manado. 50:56 Iya. Manado Belanda. 50:59 Manado Belanda. 51:01 Iya. Dia suaminya dulu dia cerita 51:04 suaminya itu dulu tentara terus 51:07 dialihkan ke kepolisian zaman dulu, Beb. 51:10 Oh, bisa begitu. 51:11 Makanya sejarah-sejarah dia tahu ya 51:13 zaman dulu katanya begitu dia bilang. 51:15 Oh, dulu suaminya bekas tentara terus 51:17 dipindah ke kepolisian. 51:20 Kepolisian. 51:21 Oh, 51:22 iya. Karena umurnya sudah punya anak? 51:26 Punya anak. Punya anak itu lima kalau 51:29 gak salah. Ya, [mendengus] jadi dari 51:32 suaminya pertama itu tiga, [mendengus] 51:36 dari suami keduanya cuman satu eh empat 51:40 dari suami kedua satu. Suamai kedua itu 51:42 ya orang Palu situ. 51:46 Oke. Terus 51:47 jadi jadi dia dapat gak dapat pensiun 51:50 dia bilang karena suami pertamanya kan 51:53 itu kan 51:55 ee dari kepolisian tapi karena cerai dia 51:59 dapat pensiun makanya dia hidupnya 52:01 begitu. Anak-anaknya juga gak terlalu 52:03 bagaimana juga kan. 52:08 Sudah jadi obah kocer nih. 52:12 Informasi kemarin hari Selasa kan yang 52:15 bangun itu kan bantu bangun anaknya kan 52:18 kita terakhir kita dari sana itu hari 52:21 hari Sabtu kemarin, Minggu kemarin. Cuma 52:25 karena kondisi di sana juga itu BB 52:27 jalannya 52:28 jalannya alternatif juga itu ada 52:30 beberapa titik yang sudah itu sudah 52:33 miring. Terus jambatannya papannya sudah 52:36 jarang-jarang. 52:37 Aduh itu papannya emang di tempat buat 52:39 lalu-lalang orang jalan aja atau 52:41 kendaraan juga? 52:43 Iya kendaraan itu. Ee waktu gempa hari 52:47 kelima itu ada Menteri PU datang tapi 52:49 dia gak nyampai cuma nyampai di ujung 52:51 jembatan itu katanya balik lagi. 52:55 Oh 52:57 enggak berani dia masukin mobilnya 53:00 karena dia naik Alpar kan lebih mewah 53:02 dia pakai. Kalau kita pakai pick up, 53:05 kita hajar aja itu jembatan. 53:06 Jadi kalau pakai pick up berani mobil 53:08 Alpard enggak? 53:09 Enggak berani dia. [tertawa] 53:12 Ada-ada aja tuh. Iya iya iya. 53:16 Terus apaagi kebutuhan yang di ee buat 53:21 warga di sana? 53:24 Ee 53:25 program kita terakhir itu kan rumah. 53:27 Insyaallah ini mungkin Sabtu atau Ahad 53:29 ini sudah selesai, sudah rampung, 53:31 sudah bisa ditempati sama Allah semua. 53:34 Iya, insyaallah mudah-mudahan secepatnya 53:37 ditempati. Ee kemarin sebelum 53:40 [mendengus] 53:41 ee pekan kemarin, hari Sabtu ana ke sana 53:43 itu ada kebutuhan sebenarnya untuk 53:45 kebutuhan anak-anak sekolah seperti 53:48 buku, 53:50 polpen, pensil, penggerus. Buat berapa 53:53 anak? 53:54 Sama 53:56 kemarin kan anak-an itu ya kurang 53:58 lebihlah 50 anak. 54:00 Ee pertanyaan emang rumah mereka habis 54:03 total? 54:05 Iya itu rumah akan dua desa itu ada 100 54:09 lebih yang yang habis total. Jadi 54:12 [mendengus] ada kategorinya itu, Bib. 54:13 Ada yang hancur langsung dengan rubu 54:16 semua dengan tanah. [mendengus] Ada yang 54:19 rusak berat itu sudah gak bisa 54:20 ditempati. 54:22 Jadi hancur-hancur tapi kelihatan utu di 54:25 dari luar. Setelah kita masuk ke dalam 54:28 hancur dalam dapur hancur 54:30 bahkan ee rank balaknya sudah jatuh, 54:35 dindingnya sudah miring. Tapi dari depan 54:37 kita lihat, oh bagus rumahnya. 54:40 Kita masuk ke dalam ah rupanya hancur. 54:43 Ada yang dari depan terasnya aja sudah 54:45 habis 54:45 H 54:46 atau dapurnya habis tapi masuk ke dalam. 54:48 Ya sudah remembuk-remuk dari dalam. Tapi 54:51 kelihatan utuh kalau dari jauh. Tapi 54:53 posisi kita waktu kita ee hari Sabtu 54:57 kemarin saya ana ke sana itu sudah ada 55:00 alat berat yang hancurin itu rumah. Ada 55:02 beberapa rumah. 55:03 Oh berarti sudah ada program pemerintah 55:04 untuk pembangunan rubah. [berdehem] 55:07 Informasi pembangunan waktu ana kemarin 55:10 terakhir pekan kemarin itu untuk Desa 55:14 Kamarora A itu baru dua terbangun itu 55:18 Huntara. 55:20 Oh, 55:21 sama ukurannya dengan yang kita bangun. 55:23 Apa? 55:25 Sama ukurannya 5 * 4. 55:27 Oh, oke. 55:30 Cuman kita ada kamarnya. Kalau dia gak 55:32 ada kamar. Oh, plong aja gitu. Plong 55:37 pakai GRC dia. 55:39 Oh, sama. Bahannya juga sama 55:41 enggak? Kita pakai triplex yang 5 mili 55:44 terus bawahnya pakai papan. 55:45 Oh, lebih akhlak dong 55:47 biar biar dia tahan. Bib. 55:50 Iya. 55:50 Kalau itu kan 55:51 kalau GRC kan 55:53 ee apa kena tendang sedikit atau gimana 55:56 kan pecah dia baru gak bisa diganti. 55:58 Akhina Mahmud kira-kira yang sekolah itu 56:01 yang lebih urgen buat berapa orang itu 56:03 diajukan dan dibelikan? Dipastikan dulu 56:06 emang mereka belum ada. Ada orang yang 56:07 bisa antum telepon di sana 56:10 bisa-nya langsung mau masuk sekolah ya 56:12 kita saya lupa tuh waktu WA saya ya 56:15 sudah WA kita ya di grup ya. 56:18 Iya, cek-nya palingan 56:20 ya. Boleh antum pastikan lagi berapa 56:21 orang langsung dibelanjakan aja kalau 56:24 entar insyaallah siap. 56:26 Ada lagi yang mau disampaikan Ustaz 56:27 Mahmud? Akina Mahmud ee enggak ada 56:31 mungkin untuk program ini yaitu tinggal 56:35 kita menunggu finishingnya pengecetan 56:37 dengan penyerahan kuncinya. 56:39 Oh, alhamdulillah 56:40 dengan ucapan ya. Jazakumullah khair 56:43 akhirnya Mahmud. 56:45 Sama-sama. Kita makasih banyak. Jangan 56:46 lupa doain kita. Jadi kita tinggal 56:48 nunggu berita kabar dari Antum tentang 56:50 buku sekolah yang antum mesti pastikan. 56:52 Perlengkapan sekolah karena lagi sudah 56:54 masuk sekolah tuh. 56:55 Iya. Ana juga minta doanya Habib 56:58 dengan semua dari pusat biar kita 57:01 sehat-sehat. 57:01 Amin. Insyaallah. 57:03 Amin. 57:04 Iya. 57:06 Amin. Ya, Bib. 57:07 Yah. Syukran. Asalamualaikum 57:08 warahmatullah. 57:10 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:12 wabarakatuh. 57:19 ya. Ee ini ada lagi yang nelepon nih ee 57:23 tanya nomor teleponnya Habib sama nomor 57:24 rekening yang tadi dibacakan. Nomor 57:26 telepon Habib adalah 0812. 57:30 Kemudian 87 88 57:34 3712 57:38 8788 57:41 8 3 * 377. Kemudian nomor rekening yang 57:44 Anda mau bantu silakan di BCAR 57:49 atas nama Yayasan Wakaf Rumah Quran 57:51 Silaturahim nomornya 0838 57:54 4999 57:58 4 kali 08 58:01 ada lagi yang mau ditelepon apa ada 58:02 habis 58:04 habis 58:05 oh Kang Gojek yang kawin lagi tuh habis 58:08 ya udah habis waktunya 58:09 waktunya udah habis sayang tukang ojek 58:11 lu belum 58:11 oh ya udah Oke. 58:13 Heeh. 58:14 Iya deh sampai. 58:15 Oke. 58:16 Jadi, Pak Krishna kondisinya seperti itu 58:18 dan juga teman-teman kami yang ada di 58:20 TikTok. Saya punya TikTok nih, Pak 58:22 Krisna namanya Ali. Harapan saya ini 58:24 TikTok bisa berkembang luar biasa. Dan 58:27 saya sudah nazar dan saya sudah ngomong 58:28 sama anak istri saya kalau ini 58:30 menghasilkan katanya TikTok suka bisa 58:31 menghasilkan nih. Saya juga enggak 58:33 ngerti. 58:34 Saya akan maksimalkan hasil itu buat 58:36 kemanusiaan bukan buat saya. Buat sama 58:38 buat keluarga. Saya maksimalkan dulu 58:40 buat kemanusiaan. Kurang lebih gitu. 58:42 Oke, 58:42 juga terima kasih kepada pendengar 58:44 hasil. Barangkali juga ada yang akan 58:46 ikutan deil nanti ee dalam program kita 58:49 atau ada yang ingin melapor, ingin kasih 58:51 masukan atau ingin 58:54 kesah dan lain sebagainya. 58:56 Silakan juga pendengar apa teman-teman 58:59 kita di di apa namin. Amin. Dio doa ini 59:02 di mana? Di TikTok kami. Jika ada yang 59:05 ingin ee apa namanya? Saya ajak juga nih 59:08 di TikTok. Mereka semua bagian dari 59:10 kita. bagian dari kemanusiaan. 59:12 Amin. 59:13 Minimal kita berharap mereka berdoa 59:15 termasuk yang dihasil. 59:16 Oke. 59:16 Silakan sebarkan a berita terus nih. 59:18 Iya. 59:18 Saya saya pikir orang kadang ee main 59:20 TikTok dengan bicara makanan 59:23 begitu-begitu aja bisa banyak. 59:25 Mungkin enggak ada saluran. 59:26 Bercanda-bercanda aja bisa banyak. Tapi 59:27 kenapa buat kemanusiaan enggak? 59:29 Oke 59:29 ya. Kita gampangin orang insyaallah 59:32 Allah gampangin kita. 59:34 Baik. 59:34 Sederhana kok. 59:35 Terima kasih Habib atas kehadirannya. 59:37 Mudah-mudahan bermanfaat ya. Amin. 59:40 Saya Muhammad Krishna. Kemudian ada 59:42 Damar, ada Rafa dari SMA Venus. Saya 59:45 Muhammad Krishna dan juga Ondi Saputra 59:47 dan Algi. Mohon pamit. Wabillahi taufik 59:49 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 59:51 wabarakatuh. 59:52 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:53 wabarakatuh.