Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail TV. [musik] 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. 0:17 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. 0:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:20 wabarakatuh. 0:21 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:23 wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:24 Allahumma shalli alaih wa. Alhamdulillah 0:27 kita berjumpa lagi hari ini, hari Kamis 0:31 tanggal 24 Muharram 1448 Hijriah atau 0:36 tanggal 9 Juli 0:39 2026. Kita jumpa lagi dalam acara 0:41 awasalan untuk edisiam 0:44 apa yang bisa kita bantu 0:46 bersama Habib Ali Alhamid 0:51 Hilmi FPI. Habib bencana suka disebut 0:55 karena tiap ada bencana ada dia. 0:57 [tertawa] 0:58 [terkesiap] Mau nyampa pendengar 0:59 silakan, Bib. 1:00 Bismillahirrahmanirrahim. Hamdan waukran 1:02 lillah. Allahumma shalli ala Muhammad wa 1:03 ali Muhammad. Asalamualaikum 1:06 warahmatullahi wabarakatuh. 1:09 Pendengar hasil, sahabat kemanusiaan di 1:11 mana pun berada. Hari ini alhamdulillah 1:13 dikasih kesempatan kita ngumpul lagi 1:15 dengan ee membahas masalah apa yang bisa 1:19 kita bantu program bulanan yang sudah 1:22 berjalan 1:22 tiap Kamis. I kedua 1:24 tiap kis kedua yang sudah berjalan cukup 1:26 lama ee baru eh setahun lebih ya. 1:29 Oh udah udah lumayan sudah lama. 1:31 Dan alhamdulillah dari hasil ee kita 1:35 live atau bicara di radio Rasil 1:38 banyak juga yang bisa kita tangani ya 1:41 terbantu ee memudahkan atau meringankan 1:45 beban saudara-saudara kita 1:47 yang sedang kesusahan. 1:48 Yang membutuhkan dan sedang kesusahan. 1:51 Ini pendengar juga boleh kasih laporan 1:53 ke kami ya. Oh iya betul. Bareng 1:55 tetangganya apa yang susah yang rumah 1:57 radio di rumah juga bisa dengar di AM7 2:00 20 2:00 20. 2:01 Heeh. 2:02 Yang mau ikut interaksi 2:02 yang rumahnya mau ambruk yang sakit yang 2:05 enggak sembuh-sembuh tapi enggak mau 2:07 berobat enggak ada uang. 2:08 PPJS-nya enggak ada. Silakan 2:12 kirim ee laporan Anda. 2:14 Alhamdulillah yang kemarin ee yang ibu 2:17 dengan anaknya datang ke sini. 2:19 Heeh. Kerasil kerasil yang turun naik 2:23 mobil dan alhamdulillah tim kita sudah 2:25 datang ke sana 2:26 yang di daerah Cipinang 2:28 dan rumahnya sudah diperbaiki. 2:30 Sudah diperbaiki. 2:31 Selesai 2:31 waktu itu kondisinya gimana? Ambruk. Mau 2:32 ambruk? 2:33 Parah. Parah. Luar biasa. 2:35 Kayunya sudah ambruk. 2:36 Atap atasnya sudah bolong-bolong. Ukuran 2:38 rumah kurang lebih 20. 2:39 Enggak layak huni lah ya. 2:41 Sebenarnya enggak layak huni tapi karena 2:42 dia tidak ada tempat lagi dihunikan dia. 2:45 Ee yang menghuni di situ ee neneknya 2:48 sama cucunya berdua. Wuh. 2:50 Karena ukuran rumahnya kurang lebih 2:52 mungkin berikut dapur, berikut kamar 2:54 mandi 19 atau 23 m. 2:56 Sebesar studio ini lebih besar. 2:58 Oh lailahaillallah. 2:59 Enggak sampai 2:59 enggak paling dari sini ke sini. 3:02 Oh 3:02 19 m lah semua totalnya. 3:04 Heeh. Heeh. 3:06 22 m kali atau 19? Aku lupa kurang lebih 3:08 segitu 3:09 luasnya luasnya. I 3:10 22 m 3:12 kurang lebih seperti itu. Alhamdulillah. 3:14 Siapa namanya? Bisa di kita hubungin 3:15 enggak? 3:16 Bisa. Ee itu saya sudah kasih nomor 3:17 teleponnya Zidan namanya. Nanti kita 3:19 akan dengar langsung apa yang ee 3:23 ee diutarakan nanti neneknya. Dan kita 3:25 juga ada satu kasus yang memprihatinkan 3:28 luar biasa. 3:30 Ada satu ibu sakit pendarahan. Kita 3:33 mendapatkan laporan kurang lebih hampir 3:36 3 minggu lalu 3:38 dan akan dirujuk dari Waingapu NTT 3:42 menuju ee apa ibu kotanya apa namanya 3:46 daerahnya tuh. 3:48 Allahumma shalli ala Muhammad w 3:49 Muhammad. Dan insyaallah Jumat besok 3:50 berangkat naik kapal laut 3:52 h 3:53 untuk operasi dan ditemani anaknya. Yang 3:55 menariknya Pak Krisna ketika dia harus 3:59 dirujuk dan dia di mendapatkan tempat 4:02 nanti 4:04 ee alhamdulillah tanpa ee terbayang sama 4:09 kita kan dia mau enggak mau ketika 4:10 dirujuk dia harus siapkan rumah buat dia 4:12 tempat tinggal. 4:13 Heeh. 4:14 Kebenaran kita hubungan sama teman-teman 4:16 yang di NTT, teman-teman yang kenalnya 4:18 di handphone saja nih, di grup. 4:20 Teman-teman yang peduli dengan 4:21 kemanusiaan 4:23 dan ada yang nyaut mau ngasih tempat. 4:25 Hmm. Masyaallah. 4:26 Dan tempatnya itu berhadapan dengan 4:28 rumah sakitnya. 4:29 Ya Allah. 4:31 Ya Allah. Kalau mau kasih menggampangan, 4:32 memudahkan urusan orang. 4:34 Nanti kita telepon juga. 4:36 Dan yang menemani dia nanti seorang anak 4:37 perempuan. 4:39 Nah, ini siapa nih yang pertama 4:40 dihubungin? Halo. Yang rumahnya 4:42 dibetulin itu ya? 4:44 Halo. Asalamualaikum. 4:46 Jidan ya? Apaidan? 4:49 Jidan. 4:50 Jindan dan Pak Jindan. 4:52 Oh Jindan. I nama Habib. 4:54 Asalamualaikumalam 4:55 warahmatullah wabarakatuh. 4:57 Eh bisa diceritakan 5:01 awal mula datang ke Rasil sampai 5:02 akhirnya rumahnya dibetulin gimana? Bisa 5:06 diceritakan? Silakan Jinan. 5:09 Oh iya bisa, Pak. Datang ke 5:13 waktu itu nenek minta bantuan ke sana ke 5:16 sini cuman enggak digubris-gubris 5:20 bantuannya. 5:21 Ah, 5:23 saya bilang gini, "Nenek kan sering 5:25 nonton radio, 5:28 radio tiap pagi tiap malam." 5:31 He. 5:32 Coba aja naik ke radio gitu minta 5:36 bantuan. Terus bilang, "Nenek, ya udah 5:39 nanti dia datang." 5:40 Radio 5:42 Heeh. Radio. Iya. 5:44 Hm. 5:46 Oh, jadi ini inisiatif Zidan untuk 5:48 ngasih tahu nenek untuk menghubungi 5:49 Radio Rasil. 5:51 Iya. Inisiatif Zidan ngasih tahu nenek 5:54 sama Bibi. Nah, yang datang ke sana bibi 5:59 anaknya nenek ini yang perempuan waktu 6:00 itu datang ke sana itu bibi saya. 6:03 Iya. 6:04 Nenek. 6:08 Terus. 6:10 Nah, ini saya dia nyasar dia tuh, Mbak 6:13 ceritanya. Nyasar-nyasar nanya-nanya ke 6:16 mana, Nek? 6:19 Nanya-nanya ke orang akhirnya ketemu. 6:21 Ketemu siapa? 6:23 Orang 6:25 ketemu yang ibu-ibu muda. Nah, 6:31 terus 6:32 apa? 6:33 Diin apa namanya? diunjukin di 6:36 Oh diunjukin masuk ke dalam diunjukin 6:39 katanya disuruh hubungin Habib aja 6:41 dibilang gitu. 6:43 Hm. Oh. 6:44 Terus alhamdulillah 6:46 lagi ngajuin ini enggak lama abah ini 6:52 Habib Ali. Abali datang ke rumah 6:55 ngelihat kondisi rumah. 7:00 Cerita dia tuh dari sana ke sini enggak 7:02 diiniin. Rumah udah rubuh. Setiap hujan 7:05 kehujanan. 7:07 Hujannya parah tuh Zidan ya kalau udah 7:09 bocor ya. 7:11 Parah bah. Apalagi kalau udah ada angin 7:14 kan sering 7:16 karena 7:16 dakduk-dakduk 7:17 sudah ditutup terpal 7:19 dan di atas rumahnya pun udah udah apa 7:22 namanya? Ada tumbuh bukan tumbuh pohon 7:25 besar keropos. Hmm. Ngeri banget ya. 7:28 Iya. 7:29 Jadi 7:29 ditambah ada pohon juga kan ngeri 7:31 takutnya 7:32 tidur dalam ketakutan yang luar biasa. 7:35 Hm. Pohonnya sudah ditebang ya. Tapi 7:37 memang nenek waktu itu enggak ada rumah 7:38 lain ya kecuali situ ya? 7:41 Enggak ada, Pak. Ini satu-satunya rumah 7:44 dari dulu 7:46 ya gimana? Tapi alhamdulillah sudah 7:48 selesai ya. Minta maaf kalau ada 7:49 kurang-kurang enggak di chat dan lain 7:51 sebagainya. 7:53 Alhamdulillah sih, Bang. Enggak apa-apa 7:54 yang penting enggak kehujanan, enggak 7:56 kepanasan. 7:57 Hm. 7:59 Gimana nenek? Sehat. 8:01 Sehat, Mbak. Nih orangnya nih. 8:03 Mana Nenek? Nenek. 8:04 Nek. Halo. 8:06 Asalamualaikum, 8:07 Nekumsalam. 8:08 Asalamualaikumam. 8:10 Gimana sekarang rumahnya? Sudah betul, 8:13 sudah bisa tidur? 8:14 I. 8:16 Alhamdulillah. 8:17 Alhamdulillah ya. 8:19 Hm. 8:19 Iya. 8:21 Sekarang sudah tidur nih ya. 8:24 Iya. 8:25 Bukan bisa tidur sekarang. Sudah bisa 8:27 ngimpi. 8:28 Sudah bisa ngimpi. Ya heeh. 8:30 Udah 8:31 ngimpi pengin jadi orang kaya. Wah. Elah 8:34 udah kaya Nek [tertawa] tinggal tinggal 8:37 perintahin Rasil aja langsung ada yang 8:39 datang tu langsung rapi itu kan orang 8:41 kaya namanya. 8:44 [tertawa] 8:44 Aduh nenek nenek usia berapa sekarang, 8:48 Nek? 8:49 68. 8:50 68 masih muda. 8:52 Muda. Heeh. 8:55 68 masih muda ya. 8:57 Cucu berapa? Cucu 9:00 cucu lima. Ee yang ikut nenek berapa 9:03 orang? 9:05 Satu. Muhammad dan Fadilah itu 9:07 satu. Hm. Tapi ini Ibu masyaallah dari 9:11 kecil membesarkan anak-anak ya, Bu? 9:14 Iya. 9:15 Dari 9:15 saya kan lahir sudah jadi juga 9:18 apa 9:19 lahir saya em saya bapak saya meninggal. 9:22 Oh. Ibu juga begitu. Lahir dalam keadaan 9:25 orang tua sudah meninggal. 9:27 Bapak e bapak saya lahir-lahir saya 9:29 sudah jadi anak yatim. Oh, 9:32 saya 9:34 tim kecil. Eh, saya udah anak saya udah 9:35 ini senikah anak teh kecil-kecil masih 9:40 enggak ada juga. 9:41 Oh, Ibu ee kegiatannya apa? Jualan 9:44 apa-apa Bu cari nafkahnya gimana, Ibu? 9:48 Ya jualan sekarang saya bikin combro. 9:50 Oh, bikin combro. 9:51 Oh, combro. Kemarin sempat jual apa, Bu? 9:53 Kemarin Ibu bilang apa? 9:55 Itu pey orangnya sakit enggak 9:56 dagang-dagang. Oh, Py. 9:58 Jadi, S 9:59 dia muter bawa P 10:01 sekarang Ibu jual combro. 10:02 Heeh. 10:03 Laku enggak? 10:06 Heeh. Ambil cucu juga nih. Bantuin 10:08 nyari-nyari kerjaan juga. 10:10 Lu, Mbak. Alhamdulillah. Bantu-bantuin. 10:12 Oh, laku. Alhamdulillah. 10:13 Iya deh, ada rezekinya. 10:15 Eh, combro. Combro combro combro. Ya, 10:17 mau beli combron nenek. Kalau mau beli 10:19 combronya nenek di mana itu alamatnya? 10:22 Kalau mau pesan. 10:26 di mana? 10:27 I Perumpung Tengah, Pak. 10:29 Tengah. 10:29 Jalan apa? 10:30 Perumpung Tengah. 10:31 Oh, Perumpung Tengah. Tapi 10:35 nih ada yang pesan juga ini pengajian 10:37 buat malam Jumat 10:39 kan bisa 10:40 nomor telepon 10:40 teleponnya aja. Nomor telepon barang. 10:41 Nomor teleponnya coba dibacain nomor 10:43 teleponnya. 10:44 Yang aktif di TikTok juga 10:46 mau 10:47 berapa nomor tel? 10:49 0852. 0852 10:55 1273 10:56 12 73 10:59 6587 11:01 6587 yang mau mesan combok berapa 11:04 harganya combronya nih 11:06 2.500 11:08 2.500 200. 11:11 Oke, nomornya ya. Silakan yang mau mesan 11:13 combro di 11:13 ada apa aja? 11:15 Selain combro ada apa lagi? 11:17 Combro, Misro udah temenin [tertawa] 11:20 CS-nya kecil. Combro, misro enggak bisa 11:23 ini nomornya 0852 11:29 73 11:30 6587 11:32 0852. 11:34 Kemudian 1273 11:36 6587. 11:38 Yang mau pesan combrok silakan. 11:40 Iya deh, Zidan. Nenek makasih banyak ya. 11:42 Minta maaf orang selama ini dalam proses 11:46 rumahnya Jindan. Doain biar berkah saya 11:50 nih. 11:50 Amin. Terima kasih ya ne ya. 11:52 Mudah-mudahan banyak-banyak yang nih. 11:54 Hidup yang sabar jalanin apa yang ada 11:57 nikmatin deh kuncinya itu 12:00 insyaallah ditambah 12:03 kan nenek enggak enggak kenal saya aja 12:04 Allah gerakin untuk jadi kenal sama 12:06 kita. [tertawa] 12:10 Iya. Terima kasih ya. Ya. 12:13 Asalamualaikum. 12:14 Asalamualaikum warahmatullahi 12:14 wabarakatuh. 12:17 Heeh. 12:17 Ini ada yang kedua kisah yang luar biasa 12:20 yang saya tadi katakan. Oh, dari 12:22 Waingapu ke Kupang. Insyaallah kita 12:24 sudah belikan tiketnya. 12:25 Heeh. 12:25 Dia sakit ee ibunya harus dioperasi. Di 12:30 Wing Ngapu. Enggak bisa, harus dikirim 12:32 ke Kupang. 12:32 Dan di Kupang alhamdulillah kita WA-wa 12:35 sama teman-teman 12:36 yang kita enggak kenal. Kenal hanya di 12:38 WA. Ada salah satu pemilik itu apa? 12:41 pakai model kos-kosan gitu. 12:43 Namanya Habib Jafar Al Haddad. 12:45 Saya telepon, dia bilang, "Iya, saya 12:47 kasih izin pakai tempat saya. 12:48 Satu kamar saya siapin buat ee pasangan 12:52 suami, istri dan anaknya. Dan dahsyatnya 12:54 lagi anak ini 12:57 e entar kita mau tanya enak apa enggak, 12:59 enggak paham ya. Ee dalam kondisi 13:01 sebenarnya sakit juga payudara. 13:03 Hm. 13:04 Tapi dia mau tinggal berobat dia, dia 13:06 demi ingin menemani ibu. Nah, ini kita 13:09 akan telepon coba ee bisa ditelepon yang 13:11 kedua 13:13 siapa namanya? 13:14 Eh, Vira. Viza. Firza. P Vira gitu. 13:19 Vira atau Firza ya? Di di mana? Di NTT. 13:22 NTT Wingapu Kupang. 13:23 NT Wingapu Kupang. 13:25 Dari Wingapu kita akan kirim ke Kupang 13:29 Asalam warahmatullahi wabarakatuh. 13:30 Marhaba bikum. Ya, teman-teman di TikTok 13:34 minta maaf nih enggak bisa nyaut panjang 13:37 lebar nih. 13:37 Oke, ini ya ada yang nanya nomor 13:39 teleponnya Habib nih. I nomor dicatat ya 13:42 nomor telepon Habib ya di 0812 13:46 87 13:48 88 8nya 3 * 377 13:53 0812 13:55 kemudian 87 8 13:59 3 * 377 14:02 sudah masuk 14:03 ya udah sudahudah masuk nih yang dari 14:05 NTT 14:06 NTT 14:07 siapa 14:08 asalamualaikum 14:09 asalamualaikum Um. 14:12 Waalaikumsalam, Habib. 14:14 Iya. Ini dengan siapa? Maaf. 14:18 Mamanya Vir. 14:20 Vira. Ini Viranya atau mamanya? 14:24 Iya, mamanya. 14:26 Yang akan berobat siapa nih? 14:31 Mamanya, Pak. 14:32 Oh, 14:32 ibu yang akan berobat insyaallah. 14:36 Iya. 14:37 Oh, oke. Sakitnya apa? 14:40 Kalau enggak salah ada pendarahan 14:41 ini. Mium, Pak. 14:43 Mium. 14:43 Oh, mium. 14:44 Ada pendarahan kemarin. 14:45 Ini apa 14:47 ini? 14:51 Hari 4 an darat, Pak. 14:53 Oh, oke. Insyaallah Ibu berangkat hari 14:56 Jumat, ya. 14:59 Iya, Pak. Besok paginya dari Wengapu. 15:01 Dari Wengapu besok menuju 15:05 Kupang. 15:05 Kupang. 15:06 Kupang. Oke. Insyaallah. 15:07 Naik apa itu? 15:09 Ini 15:11 naik kapal laut ya? 15:13 Naik kapal laut. 15:14 Iya. 15:15 Biasanya ber berapa jam itu lamanya dari 15:18 Weng Ngapu ke Kupang? 15:22 12 jam, Pak. 15:23 12 jam. Oh, perjalanan cukup jauh ya. 15:26 I. 15:28 Hm. 15:29 Jadi nanti di Kupang ee tinggalnya di 15:32 di Kupang insyaallah mudah-mudahan Ibu 15:34 ada tempat nih ada yang mau ngasih 15:35 tempat sama Ibu yang berdekatan dengan 15:37 Rumah Sakit Siloam yang di mana nanti 15:39 Ibu akan dioperasi atau dirawat di sana 15:42 ya. 15:43 Mudah-mudahan doain. 15:44 Iya. 15:45 Dari ada satu namanya Habib Jafar. Ibu 15:47 berangkat bertiga ya. 15:49 Iya 15:52 Bu. 15:55 Iya Pak. 15:56 Ibu berangkat bertiga insyaallah. 16:01 Halo, Ibu. 16:03 Iya, bertiga ya. 16:05 Bertiga, Pak. 16:06 Bertiga ya sama anaknya ya? 16:07 Halo. Iya, bertiga. 16:12 I, Pak. 16:15 Suaranya putus-putus ya. 16:16 Ya, terputus-putus. I 16:20 Ibu doain biar dilancarkan ya. 16:22 Insyaallah ya. Termasuk buat tempat 16:24 tinggal Ibu. 16:26 Iya, Pak. H. 16:27 Iya. Ada yang mau Ibu sampaikan atau 16:29 Vira sampaikan? 16:35 Tidak ada, Pak. 16:36 Tidak ada. Oke. Ee maaf ee 16:39 terima kasih, Pak. 16:41 Bapak ada 16:44 ada, K Pak. 16:46 Oh, Bapak kerja apa 16:49 ini? Tukang bangunan set, Pak. 16:52 Oh, panggilan tukang bangunan. Kalau 16:54 lagi ada kerjaan, dia kerja begitu. Iya. 16:57 Iya. Kalau ada yang panggil baru K. 17:00 Oh. Ibu asli dari mana? 17:04 Wengapu, Pak. 17:05 Wengapu. Iya. I. 17:06 Ibu tahu nomor telepon saya [tertawa] 17:07 waktu itu dari siapa? 17:12 Dari 17:16 dari Ustaz Amir, Pak. 17:18 Oh, iya betul Ustaz Amir. Betul 17:20 Ustaz Hamzah. 17:22 Ustaz Amir yang biasa hubungan sama kita 17:24 orang NTT. 17:25 Ustaz. Oke. Oke. 17:26 Iya, Ibu. Insyaallah semangat. 17:28 Insyaallah cepat sembuh. 17:29 Iya, Pak. Semangat. 17:30 Penyakitnya diangkat. 17:32 Salam sama anaknya. Anaknya juga kurang 17:34 enak badan atau gimana katanya? 17:38 I 17:42 di payudara ada benjolan di payudara, 17:45 Pak. Tumor. 17:47 Oh, insyaallah. Insyaallah enggak 17:49 kenapa-napa. Terus apakah anak juga 17:52 sekalian akan berobat di di Kupang? 18:00 Belum, Pak. Belum ambil ini. 18:03 Rujuk, Pak. 18:04 Oh, 18:04 rujukannya belum dapat. 18:06 Bisa enggak, Ibu bisa dapat rujukan buat 18:07 sekalian anaknya? 18:09 Iya, belum dapat, Pak. 18:11 Tapi besok mau berangkat, ya, kan? 18:13 Iya. 18:14 H 18:15 iya iya. 18:16 Ya, mudah-mudahan Allah mudahkan ya, Bu 18:17 ya. 18:18 Insyaallah disehatkan. Ada apa-apa nanti 18:20 Ibu berkabar ya. 18:22 Iya, Pak. Insyaallah. Oke, terima kasih 18:24 Bu ya. Salam anak 18:28 ya, Pak 18:29 ya. Asalamualaikum warahmatullahi 18:31 wabarakatuh. 18:35 Oke. Baik. Itu 18:37 tadi Ibu dari Kupang. 18:39 Iya. Kemarin ada kasus menarik juga di 18:42 Jakarta. 18:44 Jadi kemarin Alfagir diundang dalam 18:47 acara ee sunatan 18:51 di daerah Polonia. 18:52 H. Dan nama tempatnya Aljazirah. 18:54 Hm. 18:56 Rumah 18:57 ini kalau ya kalau Allah punya kehendak 19:00 dengan skenario yang Allah inginkan, ini 19:03 yang terjadi. Jadi saya datang setelah 19:06 isya. 19:07 He. 19:08 Orang ini yang ngundang meemang orangnya 19:09 baik, sopan. Dia wanti-wanti dia WA 19:11 langsung saya untuk hadir. 19:13 Hm. 19:13 Saya hadir ke sana naik motor. 19:15 Hm. 19:16 Begitu saya masuk ke ruangan Aljazirah 19:18 tuh, Kang Parkir bilang, "Udah penuh." 19:22 Hmm. Enggak bisa parkir di situ. 19:24 Hm. 19:25 Saya putuskan untuk tidak parkir situ. 19:26 Saya muter di depan Aljazirah tuh kayak 19:29 ada taman 19:30 Jumak Polania. 19:31 Taman Senanjuntak 19:32 bilang Suntak ya. 19:33 Nah, saya muterlah. 19:35 Hm. 19:36 Begitu saya muter, saya taruh motor 19:39 di satu titik, saya lihat agak samping 19:42 di belakang mobil tuh ada satu motor 19:43 lagi diam. 19:44 Hmm. 19:45 Dan saya lihat ada orang agak 19:47 tidur-tiduran. Saya samperin lah. Itu 19:50 coba kalau seandainya saya markir di 19:51 dalam. Enggak ketemu kan saya. 19:52 Iya. Heh. 19:53 Tidur wanita satu, anak kecil satu, sama 19:57 laki-laki satu. 19:58 Hm. 20:00 Sepertinya tukang apa? Ojek online. 20:02 Hm. 20:03 Saya tanya kamu ojek? Iya. 20:05 Hm. 20:07 Eh, terus maaf 20:11 karena tuh wanita tidurnya tengkurep. 20:14 Saya melihat di bagian dengan tidak 20:18 sengaja ya dia pakai celana Levis. Ada 20:21 bercak darah di bagian belakangnya. 20:24 Hm. 20:27 Kemungkinan dia lagi datang bulan 20:29 langsung terpikir di otak saya, 20:32 "Jangan-jangan buat beli membalut 20:34 ini enggak punya enggak punya enggak 20:35 punya uang." 20:36 Udah saya masuk ke dalam. Begitu saya 20:38 masuk ke dalam di acara dengan begitu 20:41 luar biasanya 20:43 ketimpangan yang luar biasa di dalam 20:45 dengan makanan yang alhamdulillah luar 20:47 biasa 20:48 di sisain di luar nih ada orang yang 20:50 saya enggak tahu sudah makan apa belum 20:51 h 20:52 di dalam dengan tamu-tamu dengan pakaian 20:54 yang luar biasa 20:56 di luar saya enggak tahu nih pakaian dia 20:58 sudah ganti atau belum dan pakaian dari 20:59 kapan 21:00 h 21:01 di luar dengan mobil dan lain sebagainya 21:04 luar biasa tapi nih jaraknya nya berapa 21:07 meter? 21:08 Heeh. 21:11 Saya makan empek-empek terus di samping 21:14 saya ada namanya Habib Abdul Qadir. Saya 21:16 bilang, "Bib, 21:18 saya enggak bawa duit." Saya bilang, 21:20 "Bib, ada duit enggak?" "Saya minta 21:22 Rp100.000." 21:24 Dia lihat muka saya, saya enggak pernah 21:25 minta sama dia seumur hidup. 21:29 Saya enggak mau dia salah paham. Saya 21:31 bisikin tadi di luar ada begini begini 21:33 begini. Oh, akhirnya dikasih duit. Oh, 21:35 ada tuh. Masih itu saya bilang, "Saya 21:37 minta nomor telepon eh nomor rekening 21:39 Habib ane kirim." Oh, enggak. Saya 21:42 bilang, "Enggak mau." Oh, ya sudah 21:43 enggak usah. Ternyata beliau mau 21:47 bantu 21:48 bantu. 21:48 He. 21:49 Jadi yang Rp100.000 ya diniatkan buat 21:51 beliau. Jadi saya sebagai wasilah. 21:53 Hm. 21:54 Saya ambillah itu duit. Enggak lama di 21:56 acara itu 21:58 ee saya keluar paling saya di dalam 22:01 mungkin 15 menit kali ya. Yang penting 22:03 ketua ketemu tuan rumah saya makan ee 22:06 dua makan yang ada itu minum. 22:08 Itu pun saya bukan di acara di dalamnya. 22:10 Saya di pinggir. Akhirnya ee saya keluar 22:14 saya bilang, "Kamu sudah makan belum?" 22:16 "Udah." "Kapan?" "Siang." 22:18 Jadi dia makannya siang 22:20 padannya malam ya. 22:22 Itu acara saya datang jam. 22:24 He. 22:25 Oh, maaf 22:27 saya saya ngomong langsung, "Itu celana 22:29 kamu ada bercak darah." [berdehem] Dia 22:31 bilang, "Iya. 22:32 Ada itu pembalut. Kamu lagi datang 22:35 bulan. Iya, ada pembalut. Ada ditunjukin 22:38 di plastik. Saya enggak tahu isinya apa. 22:40 Ya Allah. 22:40 Saya bilang, "Udah nih duit Anda ada 22:42 orang ngasih." Saya bilang, "Ini duitnya 22:44 suaminya." Saya bilang, "Kamu bangun ni 22:46 kamu lagi apa? Sakit." Sakit apa perut? 22:47 Sekarang kamu beli promah dan atau 22:49 lansopol sekalian beli nasi sama anak 22:52 yang masih tiduran, anak kecil yang 22:53 masih tidur anaknya dia. Akhirnya suami 22:55 jalan. Begitu suami jalan, saya pikir 22:57 saya pulang deh. 23:01 Saya penasaran saya balik lagi karena 23:03 suaminya sudah jalan, tinggal si istri 23:05 sama anaknya. Saya tanya, "Kamu kenapa 23:06 tinggal di luar?" 23:08 Hm. 23:09 Saya diusir dari rumah ya singkat cerita 23:11 pokoknya dia ada masalah di rumahnya. 23:13 He. 23:14 Terus sudah berapa lama begini? 23:15 Seminggu. H. 23:16 1 minggu di luar. Tidur. Di luar. Iya. 23:18 Bersama ni anak. 23:19 H. 23:20 Terus kalau mandi 23:21 sedapatnya. 23:22 Hm. 23:23 Kadang di pom bensin tapi getar kadang 23:25 diomelin. 23:25 Hm. Terus tidur juga sedapatnya. 23:27 H. 23:28 Saya bilang, "Ya udah oke. Tahadus 23:31 binikmah. Alhamdulillah Allah kasih 23:32 kesempatan saya cari pulpen sama kertas. 23:34 Saya tulis nomor telepon saya nih. Saya 23:37 kasih sama dia. Kita kasih sama dia. 23:39 Entar berhubungan ya. Ya udah saya 23:41 jalan. Eh dia telepon, "Pak Haji, saya 23:45 mau ngontrak." Oh iya. Kamu ada duit 23:47 berapa? Singkat cerita, dia ada duit 200 23:50 atau berapa gitu. Akhirnya kita tambah. 23:52 Akhirnya sekarang dia sudah ngontrak. 23:55 Eh, dari situ saya lihat, ya Allah, 23:57 ternyata 24:00 di kondisi semakin hari ini cukup sangat 24:04 memprihatinkan. 24:05 Hm. 24:07 Semakin hari kondisi anak-anak bangsa 24:09 kita ini semakin hari semakin luar biasa 24:12 mengenaskan. Jadi, banyaklah kita 24:14 bersyukur. 24:16 Sesungguhnya kalau kita keadaan susah di 24:18 luar sana ada yang jauh lebih susah. 24:20 Betul. Betul. 24:22 Kayak kemarin ada tukang Gojek yang 24:24 mesin mobil motornya mati ternyata 24:26 dimatikan dan itu saya ceritakan di di 24:29 TikTok saya. 24:30 Jadi saya punya TikTok namanya Ali. 24:32 Hm. 24:33 Jadi isinya khusus kemanusiaan plus ada 24:36 dakwah salah satu pembicaranya Ustaz 24:39 Ahmad bin Hasan untuk membesarkan hati 24:41 kita. Contohnya misalnya rida dengan 24:43 keputusan Allah. Kata Ustaz Ahmad, 24:46 kadang kita ini mau ngeluh di media 24:48 sosial, di WhatsApp atau di Facebook 24:50 atau di Twitter kita ngeluh dan lain 24:52 sebagainya, 24:53 tapi kita enggak mau ngeluh kepada 24:54 Allah. 24:55 Enggak menarik. He 24:57 saya pikir iya betul juga. 24:58 He. 25:00 Oh, hari ini si itu begini enggak ada 25:02 peduli sama saya. Saudara aja, saudara, 25:06 tapi saudaranya susah enggak mau tahu. 25:07 Itu kan itu kan bicara di di status dan 25:10 lain sebagainya. Orang lain pada lihat. 25:12 Tapi kadang kita mau ngeluh sama Allah a 25:14 berat. Habis salat salamsalam ya udah 25:16 jalan aja begitu. Wala minta wala 25:18 menunjukkan ke minimal 25:21 bersyukur atas apa yang Allah berikan 25:23 mulai dari nyawa kesehatan dan apa yang 25:25 kita dapatkan itu aja susah kadang. 25:28 Kurang lebih begitulah Pak Krisna. Ada 25:30 lagi kasus-kasus yang lain yang 25:31 sebenarnya tiap hari itu kasus si 25:32 alhamdulillah Allah kasih kesempatan 25:35 kita menangani. Nah, termasuk ada kasus 25:37 lagi tim kita yang ada di Sulawesi 25:40 Tengah tapi juga ada bedah rumah di C eh 25:43 di Cariu. Ada enggak? Bisa ditelepon 25:45 enggak? 25:46 Siapa namanya? 25:48 Ustaz shallallahu ala Muhammad wa Ali 25:50 Muhammad saya lupa. Ustaz 25:53 siapa namanya? Dicari. 25:55 Sule. 25:56 Sule. Ustaz Sule. 25:58 Sule. 25:58 Iya. 26:01 Oke. Ee tolong dihubungi Mas Salgi. 26:03 Jadi di luar sana tuh banyak kasus-kasus 26:05 yang luar biasa. Belum lagi di daerah 26:07 Aceh yang sampai saat ini, Pak Krishna 26:09 masih banyak saudara-saudara kita yang 26:11 memprihatinkan. Jadi alhamdulillah 26:13 relawan-relawan kita di Aceh masih terus 26:15 semangat ee bantu saudara-saudara kita 26:19 yang ada di Aceh. 26:20 Oke, sudah masuk nih. Halo. 26:21 Asalamualaikum. 26:23 Halo. Asalamualaikum, Ustaz Salham. 26:26 Waalaikumsalam. 26:28 Saya 26:31 alhamdulillah sehat Bib. Berkah doa 26:33 Habibana sehat. Alhamdulillah. 26:35 Alhamdulillah. 26:36 Ustaz Sule gimana keluarga? Sehat semua? 26:41 Alhamdulillah sehat dib. Alhamdulillah 26:43 sehatshat. 26:44 Alhamdulillah. Ustaz Suleai mau nanya. 26:45 Jadi kemarin yang dibedah rumah siapa 26:47 nih? Kemarin targetnya berapa rumah? 26:49 Terus yang sudah dikerjakan berapa 26:51 rumah? Yang belum berapa rumah? Wah ini 26:53 Ustaz Sule kayak banyak nih. [tertawa] 26:56 Alhamdulillah. 26:57 Berk yang target kita semuanya enam, 27:00 Bib. 27:00 Alhamdulillah. 27:01 Bedah rumah enam. 27:02 Di mana aja tuh? Enam. 27:05 [tertawa] 27:05 Ustaz Sule jangan-jangan 27:07 Ustaz Sule jangan-jangan walikota atau 27:09 apa nih jabatannya? 27:12 Amin. [tertawa] 27:14 Atau bupati Bogor. 27:16 Berkat. 27:17 Iya. Doa. Doa Habibana. Jadi ya Allah 27:20 ngelihat orang itu enggak enggak habis 27:21 bismillah aja kita gimana rezekinya. 27:23 Alhamdulillah. 27:26 Tawakal aja. 27:27 Iya benar, Bib. Alhamdulillah target 27:29 kita enam. 27:30 Heeh. 27:31 Yang sudah itu yang kemarin itu Pak 27:34 Markum namanya. Beliau ada di perbatasan 27:39 Kecamatan Cariu, Tanjungari. Oh, 27:42 itu alhamdulillah kita kerja sama dengan 27:44 masyarakat, kita rangkul dan langsung 27:47 dengan kepala desa. Alhamdulillah bibana 27:50 kita kerja dengan Hilmi dan laskar itu 27:55 semuanya beres selama 11 hari. Abibana 27:58 ukuran rumahnya berapa kali berapa 28:01 ukuran rumahnya? Rencana kita awalnya 28:04 itu 4* 5 kita musyawarah dengan lurah 28:07 akhirnya jadinya itu 6 * 6 * 5 Bib. 28:11 Oh, besar. Alhamdulillah 6 * 5. 28:14 Alhamdulillah. Alhamdulillah. Kemarin 28:17 sudah kurang lebih sebulan ke belakang 28:20 sudah bis dan kita sudah serah terima 28:23 sama Bang Marum. Alhamdulillah beliau 28:25 juga mengucapkan terutama ke Habibana 28:27 dan ke IB semuanya terima kasih banyak. 28:30 K. 28:31 Alhamdulillah. Memang beliau ini 28:32 kerjanya apa, Ustaz Sule? Sehingga harus 28:34 antum bantu untuk bedah rumahnya? 28:38 Beliau kerjanya serabutan, Bib. 28:40 He 28:42 hidupnya 61 tahun. 28:44 Heeh. 28:45 Dan itu makan pun, makan pun pengasih 28:48 orang yang lewat. 28:49 Oh, masyaallah. Umur 61 tahun, makan pun 28:52 bagaimana kalau ada orang lewat ngasih 28:54 dia begitu. 28:57 I betul, Bibana. Betul. 28:59 Ada istri, ada anak. 29:02 Istri enggak ada dia sudah diceraikan 29:05 samaan 29:06 dan anaknya pun ada satu meninggal, Bib. 29:10 Dan sekarang dia hidup sendiri di situ. 29:12 Ah, tinggal dicariin pasangannya 29:13 di rumah. 29:14 Carikan wanita yang enggak punya rumah. 29:16 Siap. 29:17 Yang [tertawa] mau yang mau nerima 29:19 Pakanda dengan apa adanya. 29:21 Ustaz Saleh, kondisi rumahnya kayak apa 29:23 emang? Sepertinya 29:26 rumahnya Bib itu sih masyaallah bukan 29:28 rumah ya. Kalau kita maaf, Bib ya. Bukan 29:30 kita menginakkan mak ya Allah. 29:32 Heeh. 29:33 Itu emang bukan rumah cuman awal awal 29:36 rumah beliau itu cuman 2* 3 dan itu pun 29:40 pakai 29:42 apa? L Allah keraras. Keraras. 29:44 Lailahaillallah. Keras kelapa. 29:47 H. Oh. Tutupan kelapa. Daun-daun kelapa. 29:52 Daun-daun kelapa. Dan atasnya pun itu 29:55 pakai plastik. plastik-plastik yang 29:59 bekas-bekas itu, Bib. Hm. 30:03 Alhamdulillah berkat doa Habibana kerja 30:07 sama kita sama anak-anak Naskar yang 30:09 benar-benar lilah. 30:12 Alhamdulillah. 30:12 Alhamdulillah itu juga dibantu RT, RW 30:14 atau lurah setempat. 30:17 Iya, alhamdulillah Bib kita suan sama 30:19 Pak Lurah. Mohon dan kita izin sama Pak 30:22 Lurah. Alhamdulillah lurah ikut bahkan 30:25 dengan tenaga dan aparat desa semua 30:27 ikut. Alhamdulillah. 30:28 Oh, alhamdulillah. Jazakumullah khair. 30:30 Pak Lurah siapa namanya? 30:33 Pak Lurah Jaya Bibana. 30:34 Pak Lurah Jaya Cisauk. Mana Cisauk apa 30:38 nih? 30:40 Tanjungsari Antajay. 30:42 Antajaya Bim. 30:44 Ah Tanjungsari Antajaya. Makasih banyak 30:46 Pak Lurah dengan Pak dan kepala staf 30:49 semua yang ada di sana RT RW ya. 30:52 I alhamdulillah B. Alhamdulillah 30:54 sudah bantu ee bedah rumah. Terus 30:56 berikutnya bedah rumah apa lagi? Apa 30:58 sudah lagi belum? 31:01 Rencana satu lagi Bib ini ada 31:02 nenek-nenek usianya 72 tahun. 31:05 Heeh. Nenek 72 31:06 itu. Heeh. Itu di Desa Cariu, Kecamatan 31:10 Cariyu. Kebenaran satu desa sama saya. H 31:13 itu sudah kita ajukan sama desa dan desa 31:17 tidak entah entah tutup mata entah 31:19 enggak peduli. Padahal pinggir jalan 31:21 rumahnya Bib. 31:22 Heh. 31:25 Itu dia dengan cucunya hidup dengan 31:26 cucunya berdua. 31:28 Seperti apa rumahnya? Harus di di 31:29 direnov saja atau bangun ulang? 31:33 Itu bangun ulang di mana? Karena sudah 31:35 enggak layak. 31:37 Udah enggak layak semuanya. Rumah yang 31:39 sekarang permanen atau semi permanen 31:41 atau rumah seperti dari kayu? 31:46 Rumah yang sekarang kayu kayu. 31:49 Ukuran berapa kali berapa 31:50 rumah itu 31:52 yang sekarang ada itu? 4 * 3. 31:56 4 * 3 ya. 31:57 Entar mau dibangun ukurannya yang sama. 31:59 Heeh. 32:02 Iya. Rencana rencana kita itu kita mau 32:03 bangun BB. Kita masih nyari dana donasi 32:09 dan kita masih merangkulura belum 32:11 langsung [tertawa] 32:13 ajukan aja dulu langsung ke grup Hilm. 32:17 Ah siap siap [tertawa] 32:19 ya. Barangkali entar pendengar Rasil ada 32:21 yang mau ikutan atau yang di TikTok nih 32:24 ada yang mau ikutan juga. 32:27 Program bedah rumah 32:28 entar nih nomor teleponnya an nomor 32:30 rekening kasih tahu entar. Iya. 32:31 Ee Ustaz Salh 32:33 nomor Ustaz Salleh juga boleh sebut 32:36 Ustaz Saleh itu dekat ee ee Yati 32:39 Waringin enggak yang kebakaran itu. 32:41 Oh bukan 32:42 jauh ya. Oh, bukan. Jauh, jauh, jauh. 32:44 Jauh, jauh. Beliau nih dari Cibubur 32:46 terus lagi 32:47 arah ke Cianjur. 32:48 Iya, Cibubur. 32:50 Cianjur. Betul. 32:52 Cari betul cari. Cari betul. [tertawa] 32:56 Heeh. 32:57 Jadi di kita berapa? 33:00 Heh. 33:01 0823 33:03 berapa? 33:03 Heh. 33:04 08282 33:07 0823. Terus 33:08 nah kosong 10 10 33:12 10 33:15 7 77 33:17 tu 7 77 kali 33:19 7 7 33:20 oh triple 7 33:21 heeh 09 33:23 09 33:24 09 33:26 Heeh 33:27 ya bagi siapa mereka pendengar hasil 33:29 ataupun yang ada bergabung di TikTok 33:31 yang ikut andil mau satu semen, mau satu 33:34 genteng mau 33:36 Heeh 33:36 mau minimal doa juga boleh untuk bisa 33:40 membangun kembali rumah seorang nenek. 33:43 He 33:43 yang sudah bisa dikatakan tidak layak. 33:47 Ee nenek ini kerjanya apa, Ustaz Soleh? 33:49 Sudah enggak kerja kali. 70 lebih. 33:52 Iya, itu pun sama, Bib. Dia pun makan 33:55 pengasih orang sama. 33:57 Oh, seorang nenek yang makannya pun atas 34:00 pemberian orang. Dia tinggal di dalam 34:02 rumah situ sama dengan siapa? 34:05 Dengan cucunya, Habib. Cucunya. Terus 34:07 anak-anaknya dia ke mana? 34:10 Anaknya itu ada dua itu kuda udah kita 34:13 hubungi semua udah udah benar-benar los 34:15 orang enggak peduli dengan orang tuanya, 34:17 Bib. 34:18 Ee enggak peduli karena faktor 34:19 ekonominya juga memprihatinkan atau 34:21 gimana? 34:23 Kayaknya seperti itu. Karena kena pernah 34:25 kita kita datangin kayaknya faktor 34:28 ekonominya meemang benar-benar 34:29 pas-pasan. Jadi bukan karena enggak 34:31 pedul orang tuanya ya. Karena emang 34:32 pas-pasan mungkin itu, Bim. 34:33 Oh, dia laki perempuan anaknya. 34:38 anaknya yang satu laki-laki, satu 34:40 perempuan. 34:42 Oke. 34:42 Dua. 34:43 Nanti minta yang laki terus yang 34:44 perempuan kan punya suami. 34:47 Kalau insyaallah terjadi ada perbaikan, 34:50 ikut minimal tenaga 34:53 biar dia dapat apa? Berkah dari orang 34:56 tua. I 34:57 sur tinggalin aja dasarnya apaan aja 35:00 yang mau dibangun. Yang penting kasih 35:02 anggarannya berapa. Se se seminim 35:05 mungkin, jangan semaksimal mungkin. 35:09 [tertawa] 35:11 Siap. 35:12 Oke, terima kasih Ustaz Saleh ya. 35:16 Amin. Siap. Doanya bimana, Bu? Untuk 35:18 kami yang dicari 35:21 yang luar biasa. Kita enggak 35:22 ngapa-ngapain 35:24 [tertawa] 35:28 akhir Ustaz Sule. Asalamualaikum 35:30 warahmatullahi wabarakatuh. Iya. 35:32 Waalaikumsalam warahmatullah. Syukron 35:34 Bib. 35:35 Sama-sama Ustaz Suai. Bib nih kalau ada 35:37 yang mau bantu nomor rekeningnya BB kan 35:39 di 038 35:41 4999 35:43 9-nya 4 kali 038 4999 35:49 ee di e rekening BCA Syariah atas nama 35:53 Yayasan Wakaf Rumah Quran Silaturahim. 35:56 Hm. 35:57 Kalau yang mau bantu silakan. 35:59 Tadi habis dari Jakarta 36:01 loncat ke NTT. 36:03 Heeh. Sekarang tadi ke Cianjur bukan Ci 36:06 apa? Ci 36:07 Cariu. 36:08 Cari. He. 36:09 Sekarang kita ke Tasik. 36:11 Ada enggak Tasik? M. Rahman. 36:15 Tasik. 36:15 Kalau enggak NTT yang gempa di NTT. 36:18 Eh, di maaf di Sulteng 36:23 Mahmud. 36:25 Halo. Saya belum dihubungin. 36:28 Siapa namanya? Mahmud ya? 36:30 Mahmud. Jadi kemarin ada kejadian juga e 36:34 Pak Krisna 36:36 ada tukang Gojek. Udah kita ceritain 36:38 belum di? 36:38 Belum belum belum belum. 36:39 Ada tukang Gojek 36:41 ketemu di jalanan lagi dorong motornya. 36:43 Ternyata motor dia motor listrik. 36:45 He. 36:46 Saya tanya kenapa mati belum bayar? Ya 36:48 udah dorong deh. Kamu mau didorong ke 36:50 mana nih? Pulangnya ke mana? Dia bilang 36:53 dari 36:55 Kalibata menuju Kalimalang. 36:58 Hmm. 36:58 Kan jauh. Ya udah, sekarang kita dorong. 37:01 Saya mau salat Jumat. Siapa? Udah ada 37:03 nih. 37:04 Ini yang mana nih? 37:06 Tasik. 37:07 Tasik. 37:07 Tasik. Oh, halo. Asalamualaikum. 37:12 Halo. 37:13 Oh, 37:14 asalamualaikum. Tasik. Tasik bahas e 37:17 bedah rumah juga yang baru selesai. Kang 37:19 Rahman. 37:20 Kang Rahman. Asalamualaikum, Kang 37:21 Rahman. 37:23 Oh, ini. 37:23 Waalaikumsalamer. 37:25 Anda punya guru nih. 37:27 Tapi bukan. Oke, Kang Raman kumaha? 37:30 Damang cageur? 37:32 Alhamdulillah saeulihna. 37:35 Jangan diterusin ak [tertawa] enggak 37:36 paham 37:41 tiasa tuh. 37:42 Tiasa-tiasa seutik-sutiknya. 37:44 Kang Rahmat, gimana kemarin program 37:47 bedah rumah berjalan lancar? 37:50 Alhamdulillah, Bib atas dukungan dari 37:53 DPP dan alhamdulillah dari warga 37:56 masyarakat setempat juga responnya 37:59 sangat bagus, Bib. 38:00 Ahah. Ini 38:00 kita dorong mereka untuk peduli dengan 38:04 ee sesama yang ada di lingkungannya 38:07 mereka. 38:08 Iya. Iya. Ini rumah ukuran berapa? Besar 38:10 juga ya? 38:12 Lumayan, Bib. Besar 5 * 8 kalau enggak 38:16 salah. Kurang lebih segitu. Oh 38:19 iya. 38:20 Rumah siapa ini, Kang Rahman? 38:23 Itu rumah seorang janda yang bernama Ibu 38:27 Kar ya. Sudah lansia beliau. 38:30 Janda lansia. 38:32 Iya. 38:33 Oh 38:34 iya. 38:35 Tinggal dengan siapa di rumah itu? 38:37 Tinggalnya dengan adiknya yang sakit. 38:40 Stroke. 38:41 Oh ya Allah. 38:42 Iya iya. Udah udah tua juga 38:45 ya adiknya itu. 38:46 Ibu ini enggak ada anak. 38:49 ada anaknya. Cuman ee kedua-duanya di 38:53 perantauan, Bib. Jauh di luar Pulau 38:56 Jawa. 38:57 Oh, iya. 38:59 Iya. 39:01 Oke. Terus ee berapa hari program ini 39:04 kerja berjalan? 39:05 Ee hampir 3 minggu, Mbah. Agak melar 39:09 dari perkiraan minggu. 39:11 Iya. 39:13 Padahal bukan bukan bangun ulang kan, 39:15 hanya bedah rumah aja ya. Bukan. 39:17 Iya. 39:19 Setelah dibongkar ternyata banyak yang 39:22 harus direnovasi ya termasuk 39:25 ee itu tembok-temboknya yang mengelupas 39:27 kan Bib di kita di tambah lagi sama 39:32 aduk. 39:32 Oh di lagi. 39:34 Iya iya 39:37 luar biasa 39:38 yang sudah lu. Iya 39:40 iya iya. Terus atas kerja samanya sama 39:43 siapa aja nih Kang Raman? 39:45 Sama warga aja. Oh, warga 39:47 sama warga sama ya Agnia-Ania yang ada 39:51 di sana. Alhamdulillah kita ketuk 39:54 ya. Ada yang ngasih kayunya, bambu dan 39:57 lain sebagainya. 39:59 Iya. Alhamdulillah. Wajakumullah. Ada 40:01 kendala Kang Rahman? 40:03 Alhamdulillah tidak ada. Bimana? 40:05 Tidak ada. Ya. 40:07 Iya. 40:08 Sudah ditempati sama ibu tersebut? 40:10 Sudah ditempati. Alhamdulillah. Iya. 40:13 Berapa orang ibu itu? Berapa orang yang 40:16 nempatin? 40:17 yang nin dua orang itu. 40:19 Yang satu yang sakit stroke katanya. H. 40:21 Iya, adiknya yang sakit stroke. Iya. 40:26 Tapi gimana antusias masyarakat luar 40:27 biasa. Senang juga melihat ini warganya 40:30 bisa diperbaiki ya. 40:31 I senang juga. Iya. Alhamdulillah. 40:34 Iya. Sangat senang. Ada 40:37 kita bahu membahu dengan warga 40:39 masyarakat ya. 40:40 Ada kesan-kesan atau pesan yang Kang 40:42 Rahman mau sampaiin? 40:45 ya kesan-kesannya ya di situlah kita ee 40:50 ee setiap ada pengajuan itu 40:55 kita tidak langsung terima. Jadi kita 40:58 harus ee berdialog dulu dengan warga 41:01 masyarakat setempat, dengan pemerintahan 41:04 setempat ya pemerintahan yang terdekat 41:06 dengan warga ya RTR RW-nya gitu, Bim. 41:09 Oh iya. kemarin RW-nya ikut andil. 41:13 Alhamdulillah ikut andil. Iya. 41:14 Alhamdulillah. Kirim salam Pak RT, Pak 41:16 RW. Jazakumullah khair supaya panjang 41:18 umur, sehat juga pada warganya. Amin. 41:21 Amin. 41:22 Sini ada gambaran apaagi yang mau 41:23 dikerjakan? 41:26 Ee yang kita kita kemarin yang 41:30 kebakaran, Bib, tapi kita tidak bantu 41:34 tenaga, ya. Kemarin baru kirim bantuan 41:37 aja yang kebakaran itu, Bib. 41:39 Oh. kebakaran 41:40 kita pangtawa iya 41:42 yang tiga rumah itu. 41:44 Oke, kita sudah ikut bantu. 41:45 Iya, alhamdulillah sudah kita bantu 41:48 masing-masing. 41:50 Satu korban mendapatkan 41:53 10 GRC, 5 sak semen, dan satu polbak 41:58 pasir. 41:59 Iya, kita bantunya material. 42:01 Bantuan material buat tiga rumah yang 42:04 kebakaran. Mereka emang sudah mulai 42:06 kerja. 42:07 Sudah, Habib. Sudah. Oh, 42:09 kita kita cuma mantau aja untuk yang ini 42:12 mah yang kurban kebakaran. 42:14 Iya. Iya. Kalau ada yang kira-kira 42:16 sampai berhenti karena faktor ee apa 42:19 namanya benar-benar enggak mampu, boleh 42:21 antum kasih laporan lagi. 42:23 Khususnya tua ya atau pasangan suami 42:26 istri yang sudah enggak ada 42:27 enggak ada penghasilan sama sekali itu 42:29 antum lebih dahulukan. 42:31 Siap. Siap. Siap. Siap. 42:32 Atau janda-janda yang ada timnya. 42:36 Siap. Pambana. Iya. 42:38 Iya. Tapi kalau di Hilmi sudah biasalah 42:40 janda yang dapat pasti umurnya di atas 42:41 5060 ya. 42:45 [tertawa] 42:48 Kang Rahman. 42:48 Kang Rahman terima kasih Kang Rahman 42:50 atas laporannya. 42:51 Sama-sama 42:52 jaga kesehatan Kang Rahman. 42:55 Amin. 42:55 Yo. Asalamualaikum Kang Rahman. 42:57 Sebelumnya ada lagi bedah. 42:58 Waalaikumsalam warahmatullah. Saya 43:00 sebutkan ada di tas di di Ciamis dan di 43:04 Garut. Cuman kita enggak enggak telepon. 43:07 yang kita akan telepon karena waktunya 43:09 kali. Waktu sampai jam berapa nih? 43:10 Sampai jam setengah 12. 43:13 Iya. 40 43:14 1140. 43:15 1140. Ee Mahmud mungkin nih. 43:19 Mahmud bukan yang udah tadi? 43:20 Belum. 43:20 Belum. 43:21 Ini Sulawesi Tengah beliau lagi bangun 43:22 rumah di tempat yang gempa. Seorang ibu 43:28 nenek Kristiani umurnya sudah tua. 43:31 Kalau enggak salah keluarga ayahnya dia 43:33 polisi apa bapaknya dia? Dia ngalamin 43:35 zaman Soekarno, 43:37 zaman G30 SPKI kalau enggak salah. 43:41 Kemarin dia sempat nyanyi. Suaranya enak 43:43 deh, Pak. 43:43 Waduh. Aduh. 43:44 Sayang. Harusnya kita telepon ibunya itu 43:46 ya. [tertawa] 43:48 Ee bisa hubungan dengan Akhina Mahmud? 43:52 Oke. 43:54 Nah, terus yang tadi itu yang motor kita 43:56 doronglah dari Kalibata sampai PGC. 43:59 Akhirnya kita titipin dana. Ada orang 44:00 yang mau ikut titipin dana Rp200.000, 44:03 150 dibayar sama dia untuk ee untuk 44:07 Allahumma shalli ala Muhammad untuk 44:09 tagihan motor biar hidup yang 44:10 Rp50.000-nya dibelikan untuk 44:13 istrinya 44:13 ee susu buat anaknya. 44:17 Jadi ya kondisi-kondisi begini ni tiap 44:19 hari ada aja Pak Krishna. [berdehem] 44:21 Semakin hari semakin luar biasa 44:23 memprihatinkannya. 44:26 Ah mungkin ini Mahmud sudah bisa ya. 44:28 Ustaz Mahmud. 44:30 Halo. 44:33 Halo. Asalamualaikum, Ustaz Mahmud. 44:37 Waalaikumsalam. 44:39 Posisi lagi di mana, Ustaz Mahmud? 44:40 Posisi lagi di mana? 44:43 Lagi di 44:45 rumah. Di sekretariat? 44:47 Di 44:47 Oh, di rumah. Iya, iya. 44:49 Di Tasik ya? 44:50 Enggak. Ini Sulawesi Tengah. 44:52 Sulawesi Tengah. 44:53 Palu. 44:53 Palu. 44:54 Kemarin yang gempa. Palu. 44:56 Gempa di Sigi ya? I. 44:58 Iya, di Sigi. 44:59 Oke. Laporannya 45:01 Akhina Mahmud, laporan terbaru seperti 45:04 apa? Apa aja yang dilakukan semenjak 45:07 mulai awal gempa? 45:10 Alhamdulillah dari awal. 45:13 Iya. Dengan komunitas pemulung amal. 45:16 Iya. 45:18 Silakan, Prof. 45:19 Alhamdulillah, Ibu. Iya. Alhamdulillah 45:21 awal gempa itu kan tanggal 16 Juni. Nah, 45:26 esoknya kita langsung ke lapangan. 45:29 Hm. 45:30 Langsung bantu langsung ee untuk 45:33 logistik. 45:34 Ke lapangan ni mana daerahnya? 45:37 daerah 45:39 Kamarora A itu kan gempa itu kan 45:41 pusatnya di sana di Sigi. 45:44 Jadi yang terdampak yang terdampaknya 45:46 yang parah itu 6,4 ya di daerah Lembang 45:52 Tongoa sama Kamarora itu di Kamarora itu 45:56 Kecamatan Noki Lalaki. 45:59 Kalau Lembang Tongoa itu Kecamatan 46:02 Palolo. Nah, kita tujuan kita waktu itu 46:05 kita ke Kecamatan Noki Lelaki. 46:08 H 46:08 tepatnya di ee Desa Kamar A dengan 46:12 Kamarora B. Itu tanggal 17 kita langsung 46:15 ke sana. 46:16 H 46:17 bawa sembakau dengan logistik. Karena di 46:19 sana waktu itu dibutuhkan awal yang itu 46:22 ya sama air air minum waktu itu di sana 46:26 yang masih 46:28 dibutuhkan 46:28 kendala sekali karena 46:30 Iya. Karena ee jalur air dari gunung itu 46:33 pipa-pipa itu ee banyak yang putus. 46:36 He. 46:37 Dan ada yang hancur 46:39 karena ada gunung ya pusat air yang 46:41 untuk dialiri sama eh ke desa tersebut 46:45 itu patah. Bahkan ada yang hancur kena 46:48 longsoran 46:51 akibat daripada gempa hari itu. 46:54 Separah apa gempanya? 46:57 Dia itu gempanya itu kan itu kecamatan 47:01 itu, Bib. Dia di kaki Gunung Noki 47:03 Lalelaki berseberangan dengan gunung 47:06 yang memisahkan antara 47:09 ee dengan Kecamatan ee Lindu. 47:11 Hm. 47:12 Danau Lindu. 47:14 Jadi dia di kaki gunung 47:15 Noki Lalaki namanya. 47:17 Iya, Noki Lalelaki. 47:20 Enggak pernah dengar. 47:20 Itu gunung. 47:22 Iya. 47:24 Gunung tertinggi itu di daerah Sigi. 47:26 Oh, berarti itu perangkat dari Palu ke 47:29 Sigi. 47:29 Jadi, kecamatan. 47:30 Iya, dari Palu itu kecamatan itu, BIP. 47:32 Dia agak terpencil kecamatannya. 47:36 Jadi, jalur ke sana itu lumayan kita 47:38 lewat-lewat gunung dulu ya kurang lebih 47:40 3 jam lah. Ke sana 47:43 lewat gunung. Terus kalau mau masuk kita 47:45 masuk Kecamatan Palolo dulu baru masuk 47:48 lagi arah ke 47:51 selatan itu mengarah kecamatan Nokia 47:53 Noki Lelaki itu. 47:55 Masuk ke situ itu Bib. 47:57 Iya masuk ke situ kan du ada jalur dua 48:00 jalur itu kita jalur utama itu yang 48:02 longsor-longsor sampai hari ini belum 48:04 diperbaiki sama pemerintah. Gak bisa di 48:06 kita lewati situ. Jadi kita lewat di 48:09 saat ini 48:10 sampai saat ini 48:11 karena apa? 48:13 jembatan karena itu 48:15 ada jalannya jalannya yang putus-putus 48:18 longsor putus ada yang dekat jembatan 48:20 lah terus 48:21 juga yang putus 48:22 kehidupan warganya gimana ada jalan 48:24 jalan jalan lain yang bisa 48:26 ada jalan ada jalan alternatif itu kita 48:29 lewat itu ya itu agak jauh jadi sekitar 48:31 10 kilo lebih itu dia rabat masuk ke 48:34 dalam tapi rabatnya enggak mulus-mulus 48:38 banyak juga yang hancur 48:39 apa rabat tuh 48:40 kita lewati 48:42 Rabat itu apa ya? 48:44 Ee 48:46 iya kayak semen. Semen di semen lah 48:48 panjang. 48:50 Oh di di ini di dicor tak 48:53 dicor ya itu. 48:55 Heeh. 48:57 Tapi enggak mulus. Enggak mulus-mulus 49:00 juga jalannya. Lumayan. 49:03 Hm. 49:06 Banyak yang hancur. Terus jembatan kita 49:08 lewati itu ada ada lima kayaknya. Iya 49:10 ada lima. 49:11 Yang tiga itu yang parah 49:14 yang masih pakai pakai itu pakai balak 49:19 balak-balak. 49:22 Sekarang kegiatannya apa yang antum 49:23 lakukan di sana? Kemarin kalau enggak 49:24 salah ada bedah rumah. 49:27 Iya itu kita kita di Desa Kamarorabe. 49:30 Ada lagi bukan bedah lagi Bib. Bangun 49:33 bangun 49:34 rumah ya rumahrumah semi permanen atau 49:36 rumah sementara ya huntara gitu ya? 49:38 Enggak. 49:39 Iya, rumah huntara gitu. Tapi 49:42 ya kita pakai itu, Bib. Pakai balak sama 49:46 tripleks 5 mili. 49:48 Oh, 49:50 ya. Karena pengalaman kita di beberapa 49:52 lokasi kan kita bedah rumah bahkan 49:55 bangun rumah baru pakai gitu. Jadi 49:58 ukurannya 5* 4. 50:00 Buat siapa nih kemarin? Seorang ibu ya. 50:02 Sudah ada umur juga ya? 50:03 Oh iya, oma. Iya kurang lebih 90 lebih 50:06 lah umurnya itu. Oma kocer namanya. Oma 50:11 Culture. 50:11 Coucher. Oma coucher. 50:13 Iya. Dia bap 50:18 ibunya. Ibunya itu ee ada Belandanya 50:22 Manado. Bapaknya ada Sundanya. 50:25 Garut bapaknya. 50:26 Oh, bapaknya orang Garut. Ibunya orang 50:29 Manado. 50:29 Iya. Manado Belanda. 50:32 Manado Belanda. 50:34 Iya. Dia suaminya dulu dia cerita 50:37 suaminya itu dulu tentara terus 50:40 dialihkan ke kepolisian zaman dulu, Bib. 50:43 Oh, bisa begitu. 50:44 Makanya sejarah-sejarah dia tahu ya 50:46 zaman dulu katanya begitu dia bilang. 50:48 Oh, dulu suaminya bekas tentara terus 50:50 dipindah ke kepolisian. 50:53 Kepolisian. 50:54 Oh 50:55 iya. Karena umurnya sudah punya anak? 50:59 Punya anak. Punya anak itu lima kalau 51:02 gak salah. Ya, [mendengus] jadi dari 51:05 suaminya pertama itu tiga, 51:09 dari suami keduanya cuman satu eh empat 51:13 dari suami kedua satu. suami kedua itu 51:15 ya orang Palu situ. 51:19 Oke. Terus 51:20 jadi dia dapat gak dapat pensiun dia 51:23 bilang karena suami pertamanya kan itu 51:26 kan 51:28 ee dari kepolisian tapi karena cerai dia 51:32 dapat pensiun makanya dia hidupnya 51:34 begitu. Anak-anaknya juga gak terlalu 51:36 bagaimana juga kan. 51:41 sudah jadi obah kocer nih. 51:44 Saya informasi kemarin hari Selasa kan 51:47 yang membangun itu kan bantu bangun 51:50 anaknya kan kita terakhir kita dari sana 51:52 itu hari hari Sabtu kemarin, Minggu 51:57 kemarin. Cuma karena kondisi di sana 51:59 juga itu BB jalannya 52:01 jalannya alternatif juga itu ada 52:03 beberapa titik yang sudah itu sudah 52:06 miring. Terus jambatannya papannya sudah 52:09 jarang-jarang. 52:10 Aduh itu papannya emang di tempat buat 52:12 lalu-lalang orang jalan aja atau 52:14 kendaraan juga? 52:16 Iya kendaraan itu ee waktu gempa hari 52:20 kelima itu ada Menteri PU datang tapi 52:22 dia gak nyampai cuma nyampai di ujung 52:24 jembatan itu katanya balik lagi. 52:28 Oh 52:30 enggak berani dia masukin mobilnya 52:33 karena dia naik Alpar kan lebih mewah 52:35 dia pakai. Kalau kita pakai pick up, 52:38 kita hajar aja itu jembatan. 52:39 Jadi kalau pakai pick up berani mobil 52:41 Alpard enggak? 52:42 Enggak berani dia. [tertawa] 52:45 Ada-ada aja tuh. Iya iya iya. 52:49 Terus apaagi kebutuhan yang di ee buat 52:54 warga di sana? 52:57 Ee 52:58 program kita terakhir itu kan rumah. 53:00 Insyaallah ini mungkin Sabtu atau Ahad 53:02 ini sudah selesai, sudah rampung, 53:04 sudah bisa ditempati sama Omatlah semua. 53:07 Iya, insyaallah mudah-mudahan secepatnya 53:10 ditempati. Ee kemarin sebelum ee pekan 53:15 kemarin hari Sabtu ana ke sana itu ada 53:17 kebutuhan sebenarnya untuk kebutuhan 53:19 anak-anak sekolah seperti buku 53:23 polpen, pensil, penggerus. Buat berapa 53:26 anak? 53:27 Sama 53:29 kemarin kan anak-an itu ya kurang 53:31 lebihlah 50 anak. 53:33 Ee pertanyaannya emang rumah mereka 53:35 habis total? 53:38 Iya itu rumah akan dua desa itu ada 100 53:42 lebih yang yang habis total. [mendengus] 53:44 Jadi ada kategorinya itu, Bib. Ada yang 53:47 hancur langsung dengan rubu semua dengan 53:50 tanah. Ada [mendengus] yang rusak berat 53:52 itu sudah gak bisa ditempati. 53:55 Jadi hancur-hancur tapi kelihatan utu di 53:58 dari luar. Setelah kita masuk ke dalam 54:01 hancur dalam dapur hancur 54:03 bahkan ee rank balaknya sudah jatuh, 54:08 dindingnya sudah miring. Tapi dari depan 54:10 kita lihat, oh bagus rumahnya. 54:13 Kita masuk ke dalam. Ah rupanya hancur. 54:16 Ada yang dari depan terasnya aja sudah 54:18 habis. 54:18 Hm. 54:19 Atau dapurnya habis tapi masuk ke dalam. 54:21 Ya sudah remuk-remuk di dalam. Tapi 54:24 kelihatan utuh kalau dari jauh. Tapi 54:26 posisi kita waktu kita ee hari Sabtu 54:30 kemarin saya ana ke sana itu sudah ada 54:33 alat berat yang hancurin itu rumah. Ada 54:35 beberapa rumah. 54:36 Oh berarti sudah ada program pemerintah 54:37 untuk pembangunan rubah. 54:40 Informasi pembangunan waktu ana kemarin 54:43 terakhir pekan kemarin itu untuk Desa 54:47 Kamarora A itu baru dua terbangun itu 54:51 Huntara. 54:53 Oh, 54:54 sama ukurannya dengan yang kita bangun. 54:56 Apa? 54:58 Sama ukurannya 5 * 4. 55:00 Oh, oke. 55:03 Cuman kita ada kamarnya. Kalau dia gak 55:05 ada kamar. 55:07 Oh, plong aja gitu. Plong pakai GRC dia. 55:12 Oh, sama. Bahannya juga sama 55:14 enggak? Kita pakai triplex yang 5 mili 55:17 terus bawahnya pakai papan. 55:18 Oh, lebih akhlak dong 55:20 biar biar dia tahan. BB 55:23 kalau itu kan 55:24 kalau GRC kan ee apa kena tendang 55:28 sedikit atau gimana kan pecah dia baru 55:30 gak bisa diganti. Akhina Mahmud 55:32 kira-kira yang sekolah itu yang lebih 55:34 urgen buat berapa orang itu diajukan dan 55:37 dibelikan? Dipastikan dulu memang mereka 55:39 belum ada. Ada orang yang bisa antum 55:41 telepon di sana? 55:43 Bisa shesnya langsung diit lagi mau 55:45 masuk sekolah ya kita saya lupa tu waktu 55:47 saya ya sudah WA kita ya di grup ya. 55:49 Iya iya cekd-nya palingan. 55:53 Ya boleh antum pastikan lagi berapa 55:54 orang langsung dibelanjakan aja kalau 55:57 entar insyaallah siap ada. 55:59 Ada lagi yang mau disampaikan Ustaz 56:00 Mahmud? Akina Mahmud ee enggak ada. 56:04 Mungkin untuk program ini yaitu tinggal 56:08 kita menunggu finishingnya pengecetan 56:10 dengan penyerahan kuncinya. 56:12 Oh, alhamdulillah 56:13 dengan ucapan ya. Jazakumullah khair 56:16 akhirnya Mahmud. 56:18 Sama-sama kita makasih banyak. Jangan 56:19 lupa doain kita. Jadi kita tinggal 56:21 nunggu berita kabar dari antum tentang 56:23 buku sekolah yang antum mesti pastikan 56:25 perlengkapan sekolah karena lagi sudah 56:27 masuk sekolah tuh. 56:28 Iya. Ana juga minta doanya Habib 56:31 dengan semua dari pusat biar kita 56:34 sehat-sehat. 56:34 Amin. Insyaallah. 56:36 Amin. 56:37 Iya. 56:39 Amin. Ya, Bib. 56:40 Ya, syukran. Asalamualaikum 56:41 warahmatullahi wabarakatuh. 56:43 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:45 wabarakatuh, 56:52 ya. Eh, ini ada lagi yang nelepon nih. 56:55 Eh, tanya nomor teleponnya Habib sama 56:57 nomor rekening yang tadi dibacakan. 56:59 Nomor telepon Habib adalah 0812 57:03 kemudian 87 887 57:09 0812 57:11 87 88 57:14 83 * 377. Kemudian nomor rekening yang 57:17 Anda mau bantu silakan di BCARIA 57:22 atas nama Yayasan Wakaf Rumah Quran 57:24 Silaturahim nomornya 0838 57:27 4999 57:31 4 kali 08 57:34 ada lagi yang mau ditelepon apa ada 57:35 habis 57:37 habis 57:38 oh Kang Gojek yang kawin lagi tuh habis 57:41 ya udah habis waktunya 57:42 waktunya udah habis sayang tukang ojek 57:44 lu belum 57:44 oh ya udah Oke. 57:46 Heeh. 57:47 Iya deh sampai. 57:48 Oke. 57:49 Jadi, Pak Krishna kondisinya seperti itu 57:51 dan juga teman-teman kami yang ada di 57:53 TikTok. Saya punya TikTok nih, Pak 57:55 Krisna namanya Ali. Harapan saya ini 57:57 TikTok bisa berkembang luar biasa. Dan 58:00 saya sudah nazar dan saya sudah ngomong 58:01 sama anak istri saya kalau ini 58:03 menghasilkan katanya TikTok suka bisa 58:04 menghasilkan ya. Saya juga enggak 58:06 ngerti. 58:07 Saya akan maksimalkan hasil itu buat 58:09 kemanusiaan bukan buat saya. Buat sama 58:11 buat keluarga. Saya maksimalkan dulu 58:13 buat kemanusiaan. Kurang lebih gitu. 58:15 Oke, 58:15 juga terima kasih kepada pendengar 58:17 hasil. Barangkali juga ada yang akan 58:19 ikutanil nanti ee dalam program kita 58:22 atau ada yang ingin melapor, ingin kasih 58:24 masukan atau ingin 58:27 kesah dan lain sebagainya. 58:29 Silakan juga pendengar apa teman-teman 58:32 kita di di apa namin. Amin. Di doa ini 58:35 di mana? Di TikTok kami jika ada yang 58:38 ingin ee apa namanya? Saya ajak juga nih 58:41 di TikTok. Mereka semua bagian dari 58:43 kita. bagian dari kemanusiaan. 58:45 Amin. 58:46 Minimal kita berharap mereka berdoa 58:48 termasuk yang dirasil. 58:49 Oke. 58:49 Silakan sebarkan berita terus nih. 58:51 Iya. 58:51 Saya saya pikir orang kadang ee main 58:53 TikTok dengan bicara makanan 58:56 begitu-begitu aja bisa banyak. 58:58 Mungkin enggak ada salurannya. 58:59 Bercanda-bercanda aja bisa banyak. Tapi 59:00 kenapa buat kemanusiaan enggak? 59:02 Oke 59:02 ya. Kita gampangin orang insyaallah 59:05 Allah gampangin kita. 59:07 Baik. 59:07 Sederhana kok. 59:08 Terima kasih Habib atas kehadirannya. 59:10 Mudah-mudahan bermanfaat ya. Amin. 59:12 Saya Muhammad Krishna. Kemudian ada 59:15 Damar, ada Rafa dari SMA Venus. Saya 59:18 Muhammad Krishna dan juga Ondi Saputra 59:20 dan Algi. Mohon pamit. Wabillahi taufik 59:22 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 59:24 wabarakatuh. 59:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:26 wabarakatuh.