Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail TV. 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. Apa kabar Bang Ihsanuddin 0:20 Nursi? 0:22 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:24 wabarakatuh. Alhamdulillah. 0:26 Nah, her hair 0:29 enggak ikut dalam rombongan 0:31 rangkul-merangkul nih, Bang. Ini kan 0:33 lagi ramai nih, 26 orang, Mas. Saya 0:36 pikir antum apa ada yang coba-coba 0:39 mencolek-colek atau apa yang di balik 0:42 kisah ini ongkos politik dari 0:44 rangkul-merangkul ini apa yang terjadi, 0:47 Bang? Sementara menteri luar negeri yang 0:50 baru ini luar biasa harusnya ini ya. apa 0:53 akan dimainkan geopolitik, geostrategik 0:56 atau geoekonomi menjadi kisah yang 0:59 nampaknya Menteri Ekonomi pun sudah 1:01 mengingatkan tentang defisit APBN di 1:04 bawah batas 3% terhadap produk domestik 1:07 bruto. Ini maksudnya apa? Ya, sementara 1:10 hari ini, Bang, ada berita yang saya 1:12 bilang, "Saya termasuk, Kak nantinya, 1:14 ya." ya salam. Karena ada orang 1:18 Indonesia yang akan mendapatkan ee 1:21 status super kaya. Asetnya itu 538 1:25 miliar lebih. Mantap. Ini 81% adanya di 1:30 Indonesia hingga 2031. 1:33 Maksudnya apa nih, Bang? Ya, apa macam 1:35 lagu dari penyanyi dangdut itu? Yang 1:37 kaya mangkin kaya, yang miskin wasalam. 1:40 di tengah-tengah sedotan ee apa ya 1:43 sedotan ee apa anggaran dari berbagai 1:46 daerah ke pusat. Ini kan lucu ya dari 1:48 desa sampai ekonomi disedot semua ke 1:51 pusat nanti 202 akan disembur lagi ke 1:56 sana. Apa yang akan terjadi? Mungkin 1:58 Bang Ihsanuddin Nursi bisa memberikan 2:00 pencerahan buat kita semua karena dunia 2:04 sedang tidak baik-baik saja. minyak 2:07 masih naik terus juga perang di Irak eh 2:10 perang di Iran ee perang serangan ee 2:13 kepada Iran masih terus terjadi dan Gaza 2:17 masih menderita dengan ribuan orang eh 2:20 syahid di sana. Silakan Bang Ihsanuddin 2:23 Nursi. Mungkin ada juga yang lain dari 2:25 kisah ee pergolakan yang terjadi. 2:28 Nampaknya Amerika mundur 100 km dari 2:31 perbatasan Iran. Apa yang terjadi? Dan 2:33 bertumpuk pesawat Amerika di Israel? 2:35 Enggak di negeri lain. Bahkan dari 2:38 Inggris pun ngacir dia. Nah, peta apa 2:40 yang sedang terjadi? Silakan, Bang 2:42 Ihsanuddin Nursi. Tafadol, Bang. 2:47 Bismillahirrahmanirrahim. 2:49 Alhamdulillahiabbil alamin. 2:55 Subhanak 3:00 Allah Muhammad. 3:06 Kita mulai dari posisi 3:11 Amerika yang 3:14 di posisi 3:16 sidang umum kemarin menyatakan 3:19 akan melakukan serangan mematikan 3:21 serangan menghancurkan 3:23 h 3:24 atau ikut maunya mereka 3:28 kalimatnya kan unheal attack 3:30 ya. 3:32 Jadi ee 3:35 ee 2 minggu lalu 3:37 He 3:38 ee itu mereka 3:40 duduk bareng di sidang umum 3:43 he 3:44 di United Nation General Assembly. 3:47 Ee semuanya berpidato, 3:49 tapi semuanya sepakat untuk ee tidak 3:52 ikut maunya Amerika 3:55 kecuali Israel. 3:59 ee ratusan negara 4:03 menghindari cara Amerika yang 4:08 menolak 4:10 untuk 4:11 melihat Amerika menunjukkan 4:14 kekerasan 4:18 terhadap Iran. He. 4:20 Dan mereka enggak mau sehingga ratusan 4:23 negara itu ee cenderung untuk tidak 4:27 bersimpati 4:29 dan mengambil suara 4:31 ee 4:33 berjarak dan itu ditunjukkan dengan h 4:36 e tidak putusnya tidak bisanya diambil 4:40 keputusan tentang pandemi, prevention 4:44 and prepar. Uh, 4:46 beruntung kita karena 4:48 itu tidak putus di UNJA 81 di sidang 4:53 umum 81. Andai kata putus Barat akan 4:56 kembali menekan seluruh dunia dengan 4:59 Amerika dalam hal ini akan kembali 5:01 menekan seluruh dunia lewat WHO 5:03 h 5:03 ee menyerang 5:06 dunia dengan pandemi. Tapi kemudian di 5:08 situ di sidang umum itu tidak putus. 5:11 Nah, itu ee artinya walaupun Amerika 5:14 sudah menarik diri dari WHO, 5:17 tapi jangan lupa bahwa sejumlah 5:19 korporasinya masih tetap bercokol di 5:21 situ dan tetap mengarahkan maunya 5:26 WHO ke mana. 5:29 Ee dari sana kita melihat 5:35 bahwa 5:37 dunia masih tetap mengambil jarak. 5:40 dengan Amerika dan di tengah yang 5:43 namanya 5:45 kalau 5:45 h 5:46 ee 5:48 pasukan mereka menarik diri dan 5:52 pesawatnya seperti itu, 5:53 itu karena pada saat yang sama 5:57 ee bill mereka yang 10 tahun 6:01 I 6:01 itu kekurangan peminat. 6:02 H. 6:04 Jadi dalam sejarah sejarah ter yang 6:10 ee jumlah yang ee tingkat suku bungunya 6:14 sampai 5,3% 6:16 itu baru kali ini kekurangan peminat. 6:19 Bahkan beberapa kalangan menyebutnya 6:21 sebagai bitless. Tidak 6:23 bitless itu sampai tidak ada pembeli. 6:24 Tapi kali ini 6:25 bitless dinyatakan sebagai tidak ada 6:27 peminat. 6:29 Ee nah itu menunjukkan 6:32 Amerika dalam posisi sekarang 6:35 ee sudah tertekan 6:38 h 6:39 ee untuk membiayai perang. 6:42 He. 6:43 Tapi mereka masih menyebut mereka mereka 6:45 masih mampu karena ee biaya perang 6:47 mereka baru capai sekitar 25 miliar. 25 6:52 miliar US dolar. Hm. 6:54 Dari perkiaran bahkan ada yang menyebut 6:56 sampai kalau kalau C SIS baru 6:59 menyebutnya baru sekitar 20 7:01 h 7:02 ee anggaran mereka sekitar 45 mil. Tapi 7:04 itu juga sudah kesulitan karena 7:08 ee cadangan cadangan strategis mereka 7:11 h 7:12 sudah tersita habis di situ. Dan he 7:15 ee di tengah yang namanya 7:19 pemilu selang. 7:21 Iya. 7:21 Itu juga menakutkan. buat buat Trump. 7:25 Artinya Trump cemas pada posisi itu. 7:29 Jadi ketika 7:31 ee Trump menyebut dengan sebutan 7:35 unhealed attack, serangan yang paling 7:37 menghancurkan dalam sejarah dunia begitu 7:40 ya. 7:40 H 7:41 itu malah disahuti oleh Iran seperti 7:44 yang beritanya tadi dibacakan. 7:46 Iya. Siap. 7:47 Menyatakan 7:48 siap untuk bernegosiasi 7:51 tapi pada saat yang sama siap bertahan. 7:53 Iya. Tujuh syarat 7:54 ee untuk melakukan ee serang bertahan 7:58 atau bernegosiasi tapi tidak akan 8:00 menyerahkan hormus gitu. 8:01 Oh. 8:02 Ee nah dari sana e pemberitaan juga 8:06 menunjukkan harga brand tetap di atas 8:08 100. 8:09 He. 8:10 Nah, ketika harga brand di atas 100 ya 8:13 kena semua tetap perekonomian. Nah, dari 8:15 situah 8:16 harga-harga di Amerika juga tidak 8:18 stabil. Jadi, 8:19 dampak dari peperangan yang mereka 8:21 lakukan 8:23 lagi-lagi di saatnya sama SCO, 8:26 H 8:26 Sang High Cooper Shang High Corporation 8:29 Organization 8:30 atau braks itu tetap menarik diri dari 8:32 penggunaan dollar, tetap menarik diri 8:34 dari penggunaan SH COD. 8:36 Hm. 8:37 ee 8:39 angkanya sekarang 8:41 kita kita pernah sampaikan angkanya 8:43 kalau di Rasil 8:44 itu 56,77% 8:47 penggunaan dolar. 8:48 Terakhir kemarin pada posisi 2025 8:52 di e kuartal akhir 2025 8:57 itu masih 57% sekarang sudah 56,7 9:01 se artinya orang makin berkurang 9:02 menggunakan 9:03 he 9:04 menggunakan dolar. He. 9:05 Nah, situasi itu ee yang makin mendorong 9:10 mereka menggunakan kekuatan digital, 9:14 makin mendorong mereka menggunakan 9:16 kekuatan h 9:17 kekuatan biologi untuk berperang. 9:20 Makanya dalam istilah saya ee perang 9:23 saja mereka sudah menggunakan apa yang 9:26 saya sebut sebagai financial digital 9:28 military industrial complex di MIC. 9:31 ee sementara dengan menggunakan kekuatan 9:35 ee biologi, kekuatan pandemi itu mereka 9:38 sudah juga menday gunakan apa yang saya 9:39 sebut sebagai biodigital industrial 9:42 complex. 9:43 Nah, ini kalau kalau akan panjang terus 9:46 begini semua negara terkena. Itu yang 9:49 saya sebut sebagai ee jalan tol menuju 9:52 perang dunia ketiga di rasio seperti 9:54 wawancar kita beberapa bulan lalu. 9:57 Situasinya masih seperti itu dan itu 9:58 yang disebutkan ketidakpastian. 10:01 H iya 10:02 kita pasti ini makin makin tidak jelas 10:04 ke mana sehingga ya kalau ada orang 10:07 mungkin kaya 10:09 dan orang miskin miskin miskin itu 10:11 artinya 10:12 orang itu betul-betul betul-betul 10:14 mendapatkan 10:16 ee celah menguntungkan 10:19 dari situasi yang penuh dengan 10:20 ketidakpastian dia berada di jalur yang 10:23 tepat sehingga justru dia mendapat 10:24 manfaat gitu. 10:25 Sama seperti kemarin. 10:27 Sama seperti kemarin waktu cerita 10:28 pandemi kan? 10:29 Iya. H 10:30 betapa banyak orang yang makin kaya 10:32 dengan situasi pandemi gitu. Karena dia 10:34 berhasil memanfaatkan 10:36 ee ketakutan setiap orang, ketakutan 10:38 negara 10:39 ee sehingga membiayai berbagai hal dan 10:42 pembiayaannya itu dia memberikan 10:44 keuntungan sama dia. Begitu 10:46 anehnya anehnya Indonesia ini 81% kata 10:50 Night Frank ini kok bisa begitu. Jadi 10:53 enggak dibilang negaranya tapi 10:55 person-person di Indonesia. Gimana kisah 10:58 ini, Bang? 10:59 Kalau kalau cerita, cerita tentang itu 11:03 enggak usah heran karena 11:05 negaranya memang memberikan kekayaannya 11:07 kepada orang-orang itu. 11:09 Sumber dayanya kan diserahkan ke 11:11 orang-orang itu. 11:12 Sumber daya alam, sumber daya buatan kan 11:14 diserahkan ke mereka. 11:16 Coba mari kita bertanya sama kita kita 11:19 mengevaluasi diri misalnya. 11:20 He. 11:21 Sumber daya buatan 11:23 Heeh. 11:23 Itu tidak sepenuhnya dipegang oleh 11:25 negara. 11:26 Iya. ee 11:28 tidak sepenuhnya berada di BUMN. 11:30 Sebagian besar itu berada di tangan 11:32 swasta. 11:34 Sumber daya alamnya juga sebagian besar 11:36 disahkan swasta. 11:38 Hm. 11:39 Saya terusin sedikit ya. Saya terusin 11:40 sedikit. 11:41 Sil. Silakan. Silakan. 11:43 Kalau misalnya saya mengkaji lebih dalam 11:46 lagi kesepakatan MOU Indonesia 11:50 dengan yang namanya Amerika pada 18 11:53 Februari 11:56 2026 11:57 makin jelas bahwa sesungguhnya 12:00 sumber daya alam kita pun kita serahkan 12:02 ke Amerika. 12:03 Innalillah. Iya ya. Prepot dari dulu 12:06 rakyatnya uring-uringan ya. 12:09 Dan 12:10 tahu enggak kalau yang namanya 12:11 penyerahan itu kalimatnya sampai apa? 12:13 Kalimatnya 12:15 kalimat dalam MOU itu 12:16 apa, Bang? 12:17 Life of resources. 12:19 Uh, selamanya. 12:20 Artinya gitu ya. Penguasaan sumber daya 12:23 alam yang di Papua itu terhadap privot 12:25 Mcmoren itu sampai dengan 12:27 tetesan terakhir kekayaan di sana. Coba 12:31 dan itu disebut sama dengan 261. Coba 12:34 bayangin itu. 12:36 Bayangin itu kalau sampai ke situ saya 12:38 baca di situ, widih ini nganalisisnya 12:40 gimana sampai kayak gini gitu. Artinya 12:44 di sisi lain 12:45 itulah e pangkalan perang yang jenis 12:48 lain daripada di Timur Tengah. Mungkin 12:50 itu ya, Bang, ya. 12:52 E nah di situ ada dua hal kalau saya 12:55 membacanya. H 12:57 yang pertama 12:58 Amerika boleh luruh dari perspektif 13:01 hegemoni global gitu ya. 13:04 Tapi dalam perspektif hegemoni 13:05 kontraktual terhadap Indonesia, 13:08 Amerika berhasil menekan luar biasa, 13:10 berhasil menunjukkan luar biasa 13:13 ee belanja belanja ee belanja Indonesia 13:16 pada Amerika. 13:17 Itu kan nunjukin bahwa yang namanya 13:20 Amerika membutuhkan optaker. 13:22 Hm. 13:22 Memberukan kepastian siapa pembeli 13:24 barang-barangnya. Maka kita bilang, kita 13:27 belanja minyak R miliar, kita belanja 13:31 ee Boeing 14,5, kita belanja barang 13:34 pertanian 3,5. Jadi kita belanja 34 13:37 miliar di S dolar. 13:38 Tapi pada saat yang sama gitu ya ee 13:41 Preort katanya disuruh belanja sekian 13:43 miliar. Tapi orang lupa bahwa di 13:45 belakang belanja-belanja yang muncul 13:47 dari katakan e preport seperti itu 13:50 untuk investasi di Indonesia gitu ya. 13:52 He. 13:53 Lalu kemudian juga ada investasi gratis 13:55 12% gitu. 13:56 Itu orang lupa bagaimana sesungguhnya 14:00 ee kalimat pentingnya gitu. Misalnya 14:03 bahwa saham itu bukanlah penguasaan. 14:06 Karena sampai dengan nanti pun di 261 14:10 Indonesia tidak punya hak kuasa 14:12 penguasaan. Indonesia tidak hak penguasa 14:14 operasional. Indonesia tidak punya kuasa 14:17 atas posisi bagaimana mengontrol 14:19 mengendalikan. sepenuhnya di tangan 14:21 pripoten. 14:22 Hm. 14:23 Jadi kalau 14:24 kalau pertanyaannya kok orang kaya 14:27 mungkin kaya ya iyalah orang sumber daya 14:29 kita serahkan ke tangan swasta kok 14:34 kita dan itu bukan hanya di situ banyak 14:36 lagi tempat lain. 14:37 Nah kalau kemudian mereka munculin 14:39 sekarang misalnya dengan 14:41 dengan PKH gitu ya. Iya. 14:43 Loh, kan itu bertentangan jadinya di 14:46 satu sisi kita bicara PKH, tapi di sisi 14:48 lain kita memperjanjikan bukan kita 14:50 perjanjikan, kita tuangkan dalam MOU 18 14:52 Februari 14:54 2026 itu 14:55 itu kita serahkan ke Perport sampai 14:57 dengan 2061 dengan terminologi life of 15:00 resources 15:02 sampai dengan titisan terakhir dari 15:04 deposit yang ada. Waduh, luar biasa. 15:08 Luar biasa. Gak bisa tuh sejenis agrinas 15:11 mengambil alih sana ya seperti sawit dan 15:13 lain-lain. Gak enggak bisa ya. 15:14 Engak bisa enggak bisa enggak bisa itu 15:15 enggak bisa 15:18 akhir. Nah itu itu cerita kalau kita mau 15:20 ngelihat ee situasi kita ee menghadapi 15:25 apa yang disebut oleh Trump sebagai 15:26 ahone attack. 15:28 Nah, di Indonesia anil-nya tidak pakai 15:30 senjata. H 15:31 cukup dengan perjanjian, cukup dengan 15:33 tekanan-tekanan seperti itu. He. 15:35 Nah, jadi kalau tadi desa disedot oleh 15:38 kel disedot oleh kecamatan, 15:40 kenyampatan disedut oleh kabupaten, oleh 15:43 ee kota, kota disebut disedut lagi oleh 15:45 provinsi, provinsi disebut disedut lagi 15:48 oleh yang namanya pusat, pusat disedut 15:50 lagi keluar ya begitu. Terus 15:51 ituis begitu juga ke keuangan swastanya 15:55 Bu ya. merah putih merengsek sampai ke 15:58 desa-desa. Maksudnya itu tuh waralaba 16:01 mau disaingi dengan koperasi Desa Merah 16:04 Putih pun nah gak susah kan ah apa 16:07 enggak beli aja saham si merah putih 16:08 pemerintah ambil alih kan pemerintah 16:10 bisa kalau mau tapi kan gak entah-entah 16:13 macam mana lobi oligarki nampaknya lebih 16:16 berkuasa atau bagaimana Bang 16:19 kalau 16:20 kalau modal model penghisapan 16:23 sepanjang memang modalnya kapitalisme 16:25 enggak bisa dihindari memang kapitalisme 16:27 kerjanya 16:28 ekstraktif menghisab habis-habisan. 16:30 H. 16:30 Nah, itulah fakta kehidupan kapitalisme 16:33 materialis. Begitu. He. 16:34 Jadi kalau ada orang-orang yang bangga 16:36 dengan sosialis, materialis, sosialis 16:38 demokrat gitu ya, 16:40 kan ada yang bangga saya sosialis 16:46 bukan sosial Rasulullah 16:48 sebagai 16:49 dan dan 16:51 dan karena bangga dengan sosialisnya dan 16:54 kemudian dirangkul dan menyebut presiden 16:56 sebagai belajar dari dia tentang 16:59 sosialis gitu ya. 17:00 Nah. 17:01 Nah. Nah, 17:02 coba nih hadapi menghadapi sosial 17:04 begini. 17:05 Nah, nah, nah, nah. Ini ini tadi 17:07 rangkul-merangkul harganya ini luar 17:09 biasa. 17:12 Nah, lalu kalau saya ditanya apakah saya 17:14 tidak dirangkul? 17:16 Saya sudah sejak awal. 17:18 Sejak awal saya bilang 17:19 cuma ini ketul sudah berkali-kali sudah 17:22 saya bilang 17:23 enggak ada yang namanya kebatilan 17:25 bercampur tangan hak 17:28 ya. Batil ya batil aja ya. Hak ya hak 17:30 aja gitu. He. 17:31 Siapa yang batil? Mungkin saya yang 17:32 batil gitu. 17:34 Mereka yang hak gitu. Tapi sudut 17:35 pandangnya apa dulu gitu. 17:37 Iya. Iya. 17:38 Jadi kita merendah itu kan begitu 17:40 ngelihatnya 17:41 kita mungkin kita yang batil, mereka 17:43 yang hak ya. Monggo silakan 17:45 kan ee 17:46 ee kalbu enggak bisa dibohongin kan. 17:50 Kalbu kalbu akan terus bicara kebenaran. 17:54 Nah, dari sana jelas 18:01 kan 18:02 sudah jelas di situ kalau ngambil 18:03 begitu. Lalu kalau saya ditanya lagi 18:06 ulang-ulang ditanya ulang oleh banyak 18:07 orang bahkan kenapa enggak gabung, 18:10 kenapa enggak gini? Kenapa enggak gini? 18:11 Saya jawabnya dua. 18:13 He. 18:14 Kalau saya enggak bilang subhanallah, 18:16 astagfirullah gitu ya. 18:18 Heeh. 18:18 Subhanallah, walhamdulillah, 18:20 walailahaillallah, Allahu akbar, 18:22 astagfirullah. Maka saya jawab yang 18:23 kedua, 18:25 nauzubillah minzalik. 18:29 Tapi entah ya antara kebatilan dan 18:32 kebatilan ya ketika kolaborasi terjadi 18:35 sehingga Gibran lolos di PKPU dan MK 18:40 sekarang nampaknya ee percaturan ini 18:44 akan dibalik. Apakah bisa ini terjadi, 18:48 Bang? tentang ee the real president 18:51 menyingkirkan wakilnya dan juga ada yang 18:54 bilang, "Ah, ini taruh di Menteri 18:56 Olahraga saja. Ini macam catur 18:58 sandiwara. Lucu sekali ini. Macam mana, 19:00 Bang ee apa yang terjadi ee hari-hari ke 19:04 depan ini penglihatan Bang Hanuddin 19:06 Nursi? 19:07 Soal posisi Gibran 19:09 H 19:10 saya tulis dalam Prahara Bangsa 19:12 H 19:13 November 2024 sebagai 19:16 legal tidak legitim. 19:18 Oh 19:20 sudah saya tulis duluan. Jadi kalau 19:22 orang-orang itu sedang sibuk 19:24 ee menegaskan 19:25 sebagai illegal illegitate gitu ya. 19:28 He 19:29 gitu ya. 19:30 Iya 19:30 ya repot. Karena ee Mahkamah Konstitusi 19:35 menggunakan norma yuridis formal dia 19:37 gunakan, maka kalimatnya begitu. 19:39 H 19:40 pasti dia akan begitu karena sudah saya 19:42 sebut duluan ini pasti statusnya 19:45 legal ilitimate. Dia 19:47 secara juridis formal oke, 19:50 tapi juridis sosiologis, yuridis 19:52 filosofis enggak. Itu loh bahasa 19:54 sederhananya 19:55 gitu ya. Heeh. 19:56 Nah, lalu kalau ada orang yang mencoba 19:59 ngotak-ngatik, udah copotin jadi 20:00 menteri, mustahil 20:04 gitu. 20:05 Itu 20:06 itu analisis spekulatif yang tidak 20:08 berdasar. 20:09 Itu analisis spekulatif yang tidak punya 20:12 rujukan. 20:14 He. 20:15 Jadi analisisnya begitu enggak mungkin. 20:17 He. 20:17 Lalu kalau pertanyaan bagaimana ke depan 20:20 gitu ya ceritanya. 20:21 Hm. 20:21 Kalau dibilang bagaimana ke depan? Ya, 20:24 tadi pertarungan tajam makin tajam. 20:27 H. 20:28 Nah, di situlah masuk ke dalam bangsa 20:30 terbelah. 20:31 He. 20:32 Karena memang ada kalangan tertentu yang 20:34 memaksakan 20:35 apa-apa yang dimilikinya sebagai cara 20:37 untuk meraih tahta, tahtah untuk meraih 20:39 harta. Sederhananya begitu. 20:41 Ya, itulah model materialisme. 20:44 Itulah model materialis kapitalis. 20:47 Nah, itu artinya ada sistem yang salah. 20:49 H. Maka sebenarnya masyarakat terutama 20:52 pendengar Rasil, pemirsa Rasil TV jangan 20:55 ikut terjebak dalam aliran sistem yang 20:58 salah. Yang saya bilang itu jalan 21:00 tersesat gitu. 21:03 Terat di jalan sesat. Jadi, 21:05 sudah berkali-kali saya bilang di sini, 21:07 kita enggak usah terjerat di jalan 21:09 sesat. 21:09 Biarkan orang-orang itu kita watawas 21:11 bilhaq, watarobar kita lakukan 21:14 gitu ya, kita ingatin gitu ya. Iya. 21:15 Tapi kalau ada orang juga yang tetap mau 21:17 ikut terjerat di jalan sesat ya monggo 21:20 toh kita sudah 21:22 kan gitu. 21:23 Nah ke depannya ke depannya makin keras. 21:28 H 21:28 makin keras. 21:29 H 21:30 jadi kalau jadi kalau saya menyebutnya 21:33 begini di era 21:36 SBY 21:37 H 21:37 sudah saya sebut ketika SBY sudah jangan 21:41 gaduh ojo dhya begitu. Iya. 21:44 Kita butuh ketenangan untuk membangun 21:46 ekonomi ini. Logika berpikirnya enggak 21:48 enggak enggak ajak dengan dengan sistem 21:51 yang dibangun. 21:51 H 21:52 karena sistem yang dibangunnya adalah 21:54 sistem yang menegaskan Anda harus gaduh, 21:58 Anda harus dumeh, gitu. 22:00 H. 22:01 Jadi kalau tidak dumeh tidak gaduh, 22:03 tidak mustahil. Dan itu yang sedang 22:05 dinikmati oleh 22:06 hampir 90% masyarakat Indonesia. H 22:10 mereka menikmati kebebasan itu gitu ya 22:12 sehingga akan terus-menerus gaduh dengan 22:14 masing-masing kelompoknya. 22:16 Tanpa mereka sadari bahwa kegaduhan 22:18 dumehnya itu itu sudah mengganggu 22:20 mentalitas mereka. 22:22 Sehingga kalimat liberal is mental 22:24 mental illness kan pernah saya sampaikan 22:28 liberal is mental illness gitu ya di 22:31 kajian di Amerika gitu ya. He 22:33 itu nunjukin bahwa kita sesungguhnya 22:35 sudah kena penyakit mental. 22:36 Dan wujud penyakit mental itu apa yang 22:38 saya sebut sebagai civility war. 22:41 Dan civility war itu yang saya tunjukkan 22:42 Anda berkata-kata kasar. 22:44 Anda mencela satu sama lain. Anda 22:46 menghintas satu sama lain. Anda membully 22:48 itu Anda sudah bekena apa yang disebut 22:50 dengan mental illness. 22:53 Gitu. 22:54 Nah, mental illness dengan civility war 22:56 itu mempertajam keterbelahan bangsa. 22:59 Jadi ke depan Anda akan mungkin terbelah 23:02 gitu loh. Kenapa? Karena institusinya 23:04 gagal menegakkan yuridis filosofis. 23:08 Institusinya gagal menyerap bagaimana 23:11 situasi masyarakat untuk dipersatukan. 23:13 Kenapa? Karena Anda duduk pada sistem 23:15 yang palsu. 23:17 Sistem yang sungguh-sungguh tidak sesuai 23:19 dengan semangat nilai-nilai dan tujuan 23:23 kejuangan dari para pendiri republik 23:25 gitu. 23:28 Anda kalau ada orang bilang 23:29 membelakangi, ada orang meninggalkan. 23:31 Kalau saya memang enggak 23:33 h 23:33 menentang 23:34 seolah 23:35 sudah menentang semangat nilai dan daya 23:37 juang para pendiri republik ya hasilnya 23:40 begini gitu. Saya ketawa aja dengar 23:43 kemarin tuh Pak KSP serah terima dengan 23:45 Pak Listio. Dia cerita masalah PLN, batu 23:49 bara itu kan pasal 33 ke mana itu sama 23:52 swasta dipermainkan macam gitu kan ya 23:56 negeri sebesar ini gitu kan. Luar biasa 23:58 Bang oligarki ini berkuasa gitu. 24:02 Jadi kalau kalau balik lagi begitu gitu 24:05 ya. He 24:06 iya. Ada orang teriak pasal 33, pasal 24:09 33, pasal 33 24:12 buntutnya panjang. 24:13 33 itu, pasal 33 itu tidak berdiri 24:16 sendiri. 24:17 Anda cuma ribut soal sumber daya dengan 24:19 pendekatan pasal 33. Anda enggak ribut 24:22 soal APBN yang sesungguhnya berantakan. 24:24 Hm. Iya. 24:26 Kenapa? Karena basisnya utang. 24:28 Pinjam lagi nih sekarang ada bon global 24:30 bond. Tambah lagi ini. 24:33 He. 24:33 Anda enggak ribut soal APBN yang sudah 24:35 menghisab rakyat e sampai pajak 84%. 24:38 H. 24:39 Padahal sumber daya kita diambil. Itu 24:40 kan bertentangan. Sudah antara pasal 23 24:43 sama pasal 33 bertentangan gimana? Ada 24:45 di a 24:46 pasal 33 aja. Ada enggak ribut soal 24:48 pasal 27? 24:50 Iya. 24:50 Tiap-tiap warga negara berhak atas 24:52 pekerjaan dan kehidupan yang lausiaan. 24:55 Anda enggak ribut soal pasal 31, 24:57 soal bagaimana hak pendidikan. 24:59 Andaak ribut soal kebudayaan. Bagaimana 25:01 hak kebudayaan, tegaknya nilai-nilai 25:03 bangsa untuk itu enggak? Anda enggak 25:04 ribut sampai di situ gitu loh. 25:07 Ini cuma ribut pasal 33 yang enggak 25:09 selesai pasal 33 itu sudah dikacau 25:11 dengan pasal 33 ayat 4 25:13 ayat. 25:14 Jadi pasal 33 mana yang Anda persoalkan 25:16 gitu loh. 25:20 Jadi ya kalau kalau pendatan pemikiran 25:23 begitu ya enggak saya enggak heran 25:25 karena 25:26 tadi kita ikut 25:27 cara berpikir Amerika gitu ya. 25:30 Heeh. yang saya bilang 90% sedang 25:32 menikmati ketersesatan gitu. 25:34 Berada dalam posisi begitu karena sedang 25:36 menikmati terusmenerus menikmati 25:40 panggung liberal istilah saya. 25:42 H 25:43 panggung liberal terus dinati dan 25:45 sebenarnya ini bagian dari sekularisme. 25:48 Heeh. 25:49 Uh. 25:49 Ini bagian dari materialisme sekularisme 25:52 gitu ya yang sudah dihembuskan ke 25:54 Indonesia 25:55 sejak yang namanya sebelum Indonesia 25:57 terbentuk. 25:59 tuh ini 26:00 sampai keman Indonesia terbentuk pun 26:01 disembuskan terus-menerus gitu lewat 26:04 yang namanya 26:05 Republik Indonesia Serikat dan 26:06 seterusnya sampai sekarang gitu. 26:09 Nah, itu riwayatnya. Jadi kalau kalau 26:11 hari ini misalnya perspektif sejarah 26:13 kita ungkap, perspektif pemikiran kita 26:15 ungkap, perspektif pelaku kita ungkap, 26:19 sistem itu berantakan, aktornya 26:21 berantakan, ya. Saya kira itu karena 26:25 suksesnya Barat menanamkan materialisme 26:27 di Indonesia. Lalu kalau kemudian 26:29 dipersoalkan orang kaya mungkin kaya dan 26:31 kekayaannya luar biasa itu karena 26:33 kesuksesan materialis kapitalis. 26:36 Kalau ada orang miskin makin susah 26:37 duitnya. Ya itu dampak dari apa yang 26:39 saya sebut sebagai orang miskin itu 26:41 sudah dapat makanan dari sisa-sisa makan 26:43 malam kita aja. Loh itu omongan Adam 26:45 Smith. 26:49 Jadi eh kalau kalau soal biaya rangkul 26:53 merangkul lagi keman tambahan dalam 26:55 rangka mengurangi kritik gitu ya. 26:57 mengurangi kritik 26:58 ya. Tapi kalau kritik dalam rangka 27:00 memburu dilantik ya nanti duluah gitu 27:06 ya. Begitu ceritanya. Jadi he 27:09 apalagi terus 27:11 ee kelihatan 27:12 ee suasana peringatan 80 tahun Angkatan 27:17 Bersenjata gitu ya. 27:18 Iya. ee itu mungkin kita mungkin kita 27:22 pertanyakan dalam posisi bagaimana 27:25 sebenarnya 27:26 mendudukkan masalah def security gitu 27:30 ya. Dan ee kan pengertian pertahanan, 27:33 pengertian keamanan gitu, 27:36 pengertian kampnas 27:38 itu kan harus kita dudukkan berdasarkan 27:40 berdasarkan semangat kita mendirikan 27:42 republik ini bukan ngikutin pola 27:44 sehingga semua sehingga ada satu lembaga 27:48 yang begitu dominan menguasai hukum. 27:51 Polisi itu demikian dominan menguasai 27:54 hukum. Ang tu. 27:55 Satu-satunya institusi di negeri ini 27:57 yang dominan menguasai hukum ya cuma 27:59 polisi. 28:01 Apa saja polisi bisa masuk gitu loh. Apa 28:03 saja polisi bisa mempertanyakan ini soal 28:05 soal 28:06 karena polisi di situ berperan sebagai 28:08 penyelidik apapun. 28:09 Ulang. Polisi berperan sebagai 28:11 penyelidik apapun. 28:12 Hm. 28:13 Gitu. 28:15 Misalnya ada kesalahan kesalahan pada 28:17 Rasil misalnya yang turun polisi 28:19 mestinya yang turun KOMD digi 28:22 mestinya yang turun Komisi betul. I yang 28:25 turun polisi. Mestinya yang turun adalah 28:27 polisi penyiaran yang mesti turun adalah 28:28 KOMDI 28:29 bukan polisi sebagai penyelidik gitu. 28:34 Apalagi apalagi motonya berubah nih 28:36 polisi bersama masyarakat. Wah ini juga 28:40 kan tanda dia sudah masuk ke berbagai 28:44 tempat di masyarakat. Bukan begitu Pak? 28:47 Iya. Artinya pengertian masyarakat pun 28:49 bisa diterjemahkan macam-macam. 28:50 H persepsi ya. Tema polisi bersama 28:53 masyarakat 28:54 dia bersama masyarakat yang mana? 28:56 H 28:56 masyarakat yang punya duit, masyarakat 28:58 miskin, masyarakat Oh, kalau mereka 29:00 bilang iya kan pertanyaan begitu. Karena 29:03 karena mereka menyadari bahwa hukum 29:04 ditransaksikan. 29:06 Keadilan dijual belikan gitu. H 29:08 saya terus terang dengan dengan cerita 29:11 dengan drama di MK tentang Gibran kayak 29:14 gitu dan putusannya kayak gitu gitu ya. 29:16 Saya sama sekali tidak terkejut karena 29:17 saya sudah bisa duga gitu. 29:20 Pasti MK akan bermain pada normatif, 29:23 pada positivism namanya. 29:25 Ulang pasti MK karena MK berkali-kali 29:27 memainkan posisi diri cukup ada 29:29 positivism. 29:30 Hm. Ya gitu. 29:32 Ada positivism. H 29:34 pada yuridis norma, 29:36 bukan yuridis sosiologis, bukan yuridis 29:38 filosofis. 29:40 Itu dalam sejarahi sebagai saksi ahli di 29:43 MK sejak yang namanya Desember 29:46 2004 29:47 gitu. Iya. 29:48 Hingga hari ini. Itu yang saya pahami. 29:50 Jadi ketika juga polisi sekarang 29:52 masyarakatnya menyatakan begitu, yaitu 29:54 polisi akan memainkan posisinya, 29:57 peranannya sesuai dengan kondisinya lalu 29:59 kemudian mengambil jargon dari 30:02 dari posisi 30:04 bersama masyarakat ya. Tergantung 30:05 bagaimana mereka menerjemahkan siapa 30:07 masyarakat, 30:08 apakah masyarakat yang 30:09 mana. Bagaik 30:12 di dalam 30:13 dan keputusan politik itu basisnya 30:15 adalah menjalankan kekuasaan hukum. dan 30:18 kekuasaan hukumnya itu kekuasaan hukum 30:19 di mana-mana. Nah, ini yang kita lihat 30:23 sampai seberapa jauh DPR sesungguhnya 30:25 memahami aspirasi masyarakat, memahami 30:29 perkembangan seperti ini dan kemudian 30:31 menariknya dalam kancah nasional. 30:33 Lagi-lagi saya tulis itu di prahara 30:35 bangsa. Hm. 30:37 Sudah. 30:38 Bagaimana kita melihat posisi itu gitu 30:40 loh. 30:40 Jadi 30:41 ee arah berpikirnya bahkan kita sudah 30:43 berpikir untuk menata ulang bagaimana 30:46 menariknya dengan istilahnya Parjo dan 30:48 Parcok gitu. 30:51 Dan Pak Parjo ini bertambah lagi 30:53 kodam-kodam kemarin tuh kan dibuat lagi 30:55 berapa ribu orang lagi nambah itu. 30:58 Wah masyaallah. 30:59 Nah sekarang pertanyaannya penambahan 31:01 qodam-kodam itu 31:02 motifnya apa? Hm. 31:04 Apakah memang motifnya dalam rangka 31:06 menjalankan misi visi negara bebas 31:09 merdeka, daulat adil, makmur gitu ya, 31:12 melindungi, menyejahterakan gitu kan, 31:15 mencerdaskan dan membangun rasa 31:18 keadilan. Itu misinya 31:19 yang tidak meninggalkan pondasinya. 31:22 Hm. 31:22 Nah, gitu. Pondasinya disebut tuh dari 31:24 mulai Ketuhanan Yang Maha Esa sampai 31:26 dengan keadilan sosial. Kan 31:28 mestinya begitu. Jadi tetap dia kita 31:30 refleksikan tidak sekedar pada norma 31:33 karena norma tergantung pada 31:34 interpretasi penguasa. 31:36 He 31:37 iya. Iya. 31:38 Norma tertingginya tergantung pada 31:39 interpretasi penguasa. 31:41 Padahal kalau kita ee kita 31:43 interpretasikan ke dalam yuridis 31:45 filosofisnya, maka tidak bisa kita 31:47 tinggalkan visi misi dan pondasi bangsa 31:49 ini yang ditulis dengan baik, ditulis 31:51 dengan tegas 31:52 dalam 31:54 h 31:54 pembukaan undang dan semua orang 31:56 mengetahui. Nah, di situlah muncul 31:58 persoalan apa yang saya sebut sebagai 32:00 banyak pejabat publik di negeri ini 32:03 mengalami apa yang saya sebut sebagai 32:05 konstitutional gap. 32:07 H 32:08 ada kesenjangan pemahaman tentang 32:10 konstitusi 32:11 dan itu sudah berjalan sejak dari era 32:14 Soeharto sampai dengan sekarang. 32:18 Walaupun dulu masih ada soal pendidikan 32:21 ee ee penghayatan dan pedoman pedoman 32:24 pendidikan penghayatan Pancasila 32:26 misalnya P4 gitu. 32:28 Tapi pada praktiknya mereka menolak 32:30 karena itu gerakan melawan 32:34 materialisme dan dunia pendidikan. tidak 32:37 sepenuhnya mau menerima itu karena dunia 32:39 pendidikannya sudah disusupi oleh 32:41 liberalisme gitu. 32:43 Coba lihat bagaimana ee Trump 32:46 ketakutannya hari ini, cemasnya Trump 32:48 akan pemilu 32:49 i 32:49 dari ee perang yang tidak diinginkan itu 32:52 semuanya basisnya konstitusi. 32:54 Oh iya jalan konstitus semuanya 32:56 konstitusi Amerika. 32:58 Iya jalan konstitusinya. Tapi inilah 33:00 sebut begitu juga di Israel ini kan 33:03 terjadi juga kan ada jalan konstitusi. 33:05 Kalau 33:07 di kita ini konstitusi gampang 33:09 belak-belok kok bingung gitu ya. Ah itu 33:11 makanya yang disebut dengan gampang 33:13 belak belok itu tergantung interpretasi 33:15 penguasa. H. 33:17 Nah, 33:18 sampai dengan posisi bagaimana misalnya 33:20 Amerika. Nah, itu bisa kita lihat 33:22 keterbelahan antara 33:23 pendukung 33:24 pejuang 33:25 republik dengan pendukung dan pejuang 33:27 demokrat. keras sekali ketisahannya. 33:31 Nah, itu yang disebut dengan ee ee 33:34 konflik 33:36 antara dua pendukung ini yang 33:37 mengakibatkan modal sosial domestik 33:39 mereka juga luruh gitu. Nah, Indonesia 33:43 sudah saya sebut sejak yang namanya 33:45 nilai tukar diserang. 33:47 Hm. 33:47 Ini krisis ini akan berkepanjangan. 33:51 Kalau dia tidak selesai dalam jangka 33:53 pendek, itu artinya lebih dari satu 33:55 generasi Indonesia akan terus-menerus 33:57 mengalami apa yang kita sebut minggu 33:59 lalu krisis legitimasi. Nah, krisis 34:02 legitimasi itu akan berdampak pada 34:05 krisis kepemimpinan. Kris kepemimpinan 34:08 itu akan berdampak pada ee krisis 34:10 peradaban Indonesia. Nah, sekarang 34:12 kejadian. 34:13 Sekarang kejadian. 34:16 Ah, itu yang yang kemudian sebagai umat 34:18 Islam 34:19 yang punya Al-Qur'an dan sunah tapi kita 34:22 mengalami krisis peradaban gitu ya. 34:24 Heeh. Itu 34:26 itu betapa kita nelangsa, 34:28 betapa kita kalau pakai bahasa mahasiswa 34:30 yang ketemu di Jogja, betapa nestapanya 34:32 Indonesia dan nestapan Indonesia itulah 34:34 nestapanya umat Islam Indonesia karena 34:37 mereka telah meninggalkan ajarannya 34:40 gitu. Jadi ngelihat ya. 34:43 Uh iya iya memang memang ee ya habis apa 34:49 yang apakah sudah pada tingkatan doa 34:52 terhadap bangsa ini atau ikhtiar terus 34:55 berbicara macam di tengah Sahara ketika 34:59 ee semua orang dilangkur dan para 35:02 pengkritik menjadi ee apa? hanya kepada 35:08 doa-doa malam kita untuk bangsa tercinta 35:10 ini, Bang. 35:12 Ee 35:16 saya menggunakan metode berkali-kali 35:19 juga di rasil saya sebut saya 35:20 menggunakan metode apa yang saya sebut 35:23 sebagai bejana berhubungan. 35:25 Hm. 35:26 Saya menggunakan metode apa yang disebut 35:28 dengan hukum Archimides. 35:31 Saya menggunakan metode substitusi dan 35:33 konversi 35:34 itu selalu imbang. 35:36 Metode Archimides, metode becana 35:38 berhubungan, metode konversi adalah 35:41 metode keseimbangan yang dalam Arrahman 35:44 disebut jangan merusak keseimbangan yang 35:47 aku bangun. Kalau suatu saat 35:50 keseimbangan itu yang dibangun, dibangun 35:51 oleh dirusak oleh manusia, ingat kalian 35:55 akan merasakan kerusakan 35:59 gitu. 36:00 Jadi di situ wujudnya adalah Allah 36:02 menantang nikmat mana lagi yang enggak 36:06 kau dustakan. 36:09 Pertama itu cerita tentang penciptaan 36:11 manusia, penciptaan keseimbangan yang 36:14 tidak boleh dirusak oleh manusia, 36:16 gitu. Nah, 36:18 dalam konstruksi misalnya kehidupan kita 36:19 sehari-hari melihat kondisi sekarang ada 36:23 kondisi pemerintahan yang mengalami 36:25 krisis kepemimpinan, krisis peradaban, 36:28 maka sesungguhnya juga ada pihak yang 36:30 sesungguhnya justru punya sikap tegas 36:33 teradas peradaban. He. 36:34 Nah, persoalan pokoknya adalah gitu ya. 36:36 He. 36:37 Dia tidak dalam posisi ee populer. 36:40 H 36:41 dia tidak dalam posisi populer. 36:43 Kalau pakai ayat-ayat tertentu, 36:45 bagaimana Aragzi menyampaikan 36:48 menyampaikan pidatonya, 36:49 betul. 36:49 Sesungguhnya karena dia sadar 36:51 h 36:51 andai kata Iran tidak bertahan, maka 36:54 tidak ada lagi negara Islam yang bisa 36:56 bertahan dan maka hanya satu-satunya 36:58 Barat yang unggul 36:59 dan habis semua Islam. Karena bersih 37:02 dari sungai Nil sampai ke sungai Erat 37:04 tuh 37:04 terbentuklah apa yang disebut dengan 37:06 Great Israel 37:07 itu. 37:08 Nah, itu artinya dalam panggung global 37:10 Iran itulah gambaran hukum keseimbangan 37:13 yang Allah bangun. 37:14 Dan keseimbangan itu tidak perlu besar. 37:17 Keseimbangan itu adalah soal bukan 37:19 jumlahnya tapi soal dayanya. 37:22 Nah, dayanya itu kemudian dimunculkan 37:24 oleh kekuatan brick dan kekuatan SCO. 37:26 H. 37:27 Nah, di Indonesia ah ini repotnya. Nah, 37:29 di Indonesia 37:30 ini 37:31 gimana, Bang? Nih menit-menit terakhir 37:34 70 37:35 itu sekalian, Bang. 37:36 Sudah 37:37 selama 75 tahun berjalan. 37:39 H. 37:39 Jadi kemarin saya bicara di satu tempat, 37:43 saya tidak ee 37:45 kalau di Muhammadiyah saya bicaranya 37:47 tentang bagaimana 37:48 ee 37:50 kita tidak mungkin bersama kelompok 37:51 mukadibin. Kita tidak mungkin berada 37:54 dalam kelompok wailulil mutaifin. 37:56 Misalnya saya ngomong gitu ya. Nah, nah 37:59 di rasil kali ini di pagi hari ini ya 38:02 ketika saya membaca betul mempelajari 38:04 betul pertemuan si Jinping dengan Trump 38:07 yang tidak membawa hasil 38:08 H 38:09 W yang kebetulan di satu sisi 38:11 kelihatannya tersendat dan malah 38:13 menunjukkan lumpuhnya PBB karena tidak 38:17 lagi menjadi lembaga yang mendamaikan, 38:21 tapi menjadi lembaga tempat pidato 38:24 berlomba gitu. Tempat lomba pidato gitu 38:26 ya. 38:28 Nah loh. Iya betul. Jadi ee 38:32 ee dan kita turun ke Indonesia dalam 38:34 situasi sekarang seperti ini gitu. H 38:36 orang semuanya sibuk masuk dalam e 38:39 arena, 38:40 saling berebut takhta, saling berebut 38:43 harta. 38:44 Yang kaya mempertahankan kekayaannya, 38:46 yang punya kekuasaan mempertahankan 38:47 kekuasaan dan terus ingin berkuasa gitu 38:49 ya. 38:50 H 38:50 dengan cara bagaimanapun caranya 38:52 dihalalkan. Ini kan penghalalan segala 38:54 cara nih. 38:55 Atas nama hukum gitu kan. kan penghalang 38:57 segala cara atas nama hukum 38:59 untuk menunjukkan eksistensinya. 39:01 Maka sesungguhnya keseimbangan itu 39:04 terjadi pada kita ketika kita merasa 39:06 kita bisa membuat demarkasi seperti 39:09 Rasulullah mendemarkasikan dirinya 39:11 dengan kelompok Abu Jahal dan Abu Lahab. 39:14 Sehingga ketika Abu Jahal, Abu Lahab 39:15 menawarkan apapun no tidak begitu. Dan 39:18 kalaupun harus keluar oke keluar tapi 39:21 kemudian kembali lagi. 39:22 Nah. 39:23 Nah itu sampai seperti itu kekerasan. 39:25 Nah. Nah. Nah. Nah. Ini, Bang Saar saya 39:27 saya mau tanya mempertahankan yang 39:29 namanya istiqamah itu cam mana Bang? Ini 39:32 kan banyak orang ber apa ya karena Allah 39:35 ya banyak orang bangga sama komunitas 39:38 atau apa senderan mereka lembaga dan 39:41 lain-lain. Tapi tidak karena Allah. 39:43 Istikamah ini macam mana, Bang? Banyak 39:46 ee dihadapi oleh para ee pendengar 39:49 kitalah paling tidak. Silakan Bang. 39:51 Oke. 39:53 Yang pertama, 39:55 Anda harus terbiasa lebih dahulu ee 39:59 bersikap kalau Anda dari halnya sepele 40:03 sekali. 40:03 Kalau Anda memberi, 40:05 jangan pernah merasa Anda memberi. 40:07 Nah, 40:08 kalau Anda menginfakkan sesuatu jangan 40:11 pernah merasa Anda menginfakkan sesuatu 40:14 karena itu bukan kewajiban. H 40:16 itu adalah hak Anda. Jadi bukan sekedar 40:19 kewajiban biasa, tapi ee hak Anda yang 40:22 memang harus Anda harus serahkan kepada 40:24 hak orang lain. Jadi suatu kewajiban 40:26 yang kalau pakai fikih gitu ya menjadi 40:28 kewajiban. Tapi kalau saya lakukan harus 40:31 Anda lakukan berdasarkan kesadaran 40:33 sebagai bentuk pembinaan. menyadarkan 40:35 diri bahwa 40:36 ada hak orang lain di dalam diri Anda 40:39 yang Anda serahkan sehingga Anda tidak 40:40 merasa merasa berjasa, tidak merasa 40:42 tinggi hati, tidak merasa riak, tidak 40:44 merasa ujub gitu ya, tidak merasa macam, 40:47 Anda lepas aja habis sudah serahkan. H 40:49 jadi gak jadi kalau bahasa sederhananya, 40:51 bahasa sederhananya sikap ikhlas dalam 40:54 berbuat itu harus ditanamkan sejak yang 40:58 namanya kita punya keberanian 40:59 menyerahkan sesuatu yang paling berharga 41:01 sekalipun. 41:02 Nah, itu ayat menyatakan begitu. itu 41:05 adalah agar kita berani 41:08 tanzahukum 41:11 tanzahukumitamakum 41:13 itu hanya tegak kalau anda punya tiga 41:15 hal yang pertama anda memenuhi panggilan 41:22 sederhana panggilan itu diterjemahkan 41:24 secara harfiah tapi dalami masyaallah 41:26 luar biasa it 41:28 begitu juga kita masuk ke dalamasilah 41:31 jam wok wah tapi kemudian kita malah 41:34 tafar. 41:35 Hm. 41:35 Lalu berikutnya kita melakukan ku 41:38 anusakumikumar. 41:39 Jadi segitiga sama sisi ini gitu ya, dia 41:42 bergerak karena keinginan kita 41:43 menegakkan ajaran dan menegakkan ajaran 41:46 itu menolong diri kita. Cara yang 41:48 pertama adalah cara yang paling 41:49 sederhana tadi. Ketika kita melaksanakan 41:51 infak, lakukan itu dengan rasa ringan. H 41:55 lakukan itu dengan ya pakai bahasa 41:57 hari-harinya tangan kanan ngasih. 41:59 Iya. 42:00 Tangan kiri enggak tahu. Ah, itu contoh 42:02 pertama. 42:03 Masyaallah. Eeah dengan begitu kalau itu 42:05 sudah terjadi di situ, Anda akan rendah 42:07 hati. Anda tidak akan sombong gitu ya. 42:11 Ee jadi kalau ada orang bilang 42:12 Ihsanuddin Nursi itu sombong, maka dia 42:15 tidak mengenal saya dengan baik gitu ya. 42:18 Belum tahu dia. Suruh main ke 42:21 sederhananya suruh main ke masjid. 42:23 Saya sudah 8 tahun. 42:25 Saya sudah 8 tahun di Rasil gitu ya. 42:27 Betul. Lebih 42:28 terus-menerus begini gitu ya ngomong 42:30 begitu gitu. dan ya ada keinginan saya 42:33 untuk berbagi pengetahuan, berbagi 42:36 informasi, berbagi ilmu, berbagi cara 42:38 pandang gitu sederhananya. Nah, itu yang 42:41 pertama. Yang kedua, harus dibangun 42:42 kesabaran. 42:44 Hm, gitu. 42:46 Ada ada kesabaran. Nah, ini gampang 42:48 ngomongnya. Apalagi kalau menahan amarah 42:51 walaupun kita bisa amarah, 42:52 antara kesabaran sama frustrasi itu ya 42:56 tipis-tipis tuh, Mang. 42:58 Iya. 42:59 Nah, dalam bahasa sederhananya kita 43:02 jalanin surah Almukminun ayat 1 sampai 43:04 dengan ayat 11. 43:06 Kita jalanin surah Luqman. 43:08 Heeh. 43:09 Surat pun Lukman bukan cuma sekedar dia 43:11 menasehati anaknya, nasihatkan itu juga 43:13 untuk dirinya gitu loh. 43:17 Kita jalanin surah Al-Isra gitu ya. Di 43:19 Alisra kan juga ee anjuran-anjuran itu 43:22 kayak gitu luar biasa. Mas. 43:24 Nah, kalau sudah sampai di situ maka 43:26 insyaallah 43:27 amin 43:27 kita akan sampai pada posisi yang paling 43:29 penting adalah seperti yang Rasil 43:32 teriakan. 43:32 Hm. 43:33 Salatlah di awal waktu itu 43:37 berjamaah 43:38 di masjid itu sederhana. Tapi begitu 43:42 kita penuhi dengan salatlah di awal 43:44 waktu 43:45 berjamaah 43:47 di masjid weh itu dampaknya luar biasa 43:51 itu. Anda tidak akan mendahulukan apapun 43:53 kecuali mendahulukan Allah. Nah itu 43:55 begitu. Nah begitu kalimat mendahulukan 43:58 Allah secara bersama-sama 44:00 di situ terbina sikap rendah hati. 44:03 Karena Anda sedang mengakui bahwa Anda 44:04 adalah objek Allah. Objeknya Allah. Anda 44:07 bukan subjek. Nah, begitu kita menyadari 44:10 kita adalah objek ajaran, 44:12 maka kita menerima secara ikhlas sebagai 44:14 objek ajaran. Setiap kesalahan pun kita 44:16 segera mohonkan ampun. 44:22 Nah, itu terus bergulir karena dari situ 44:24 pergumulan 44:26 antara hak dan batil terus terjadi. 44:29 Masyaallah. Waktu pulah nih, Bang, yang 44:30 membatasi kita sepertinya. 46. 44:33 Oke. Oke. Ee saya ingin menyampaikan 44:37 yang pertama 44:38 ke depan situasinya tidak makin ringan. 44:41 Saya tidak sedang nakut-nakuti. 44:43 Saya sedang mempelajari. Saya kebetulan 44:45 dalam sejak yang namanya sidang umum 44:49 majelis umum PBB ditutup, UNJA 81 44:52 ditutup, saya mempelajari berbagai hal 44:55 gitu ya untuk memproyeksi keadaan ke 44:57 depan. Seperti pertanyaan tadi ee akhir 45:00 santan Thalib. Heeh. 45:02 Kalau saya proyeksi, salah satu kalimat 45:05 penting yang saya dapat adalah kelompok 45:07 Zionis ini 45:09 akan kembali lagi menggunakan forum PBB 45:12 untuk mendapatkan kesepakatan bahwa 45:15 pandemi harus dicegah dan pandemi harus 45:18 dipersiapkan oleh semua negara di dunia. 45:21 Itu berarti mereka menang. 45:22 He. 45:24 Itu berarti mereka menang dan itu 45:25 berarti perang biaya digital gitu ya. 45:29 Higital industrial kompleks akan 45:31 berjalan. 45:32 H 45:33 industrial kompleksnya adalah industrial 45:35 setting rule setting dan itu PBB 45:37 gitu ya. Karena mereka sudah selesaikan 45:39 di badan kesehatan dunia mereka sudah 45:40 selesai itu sudah selesai. Mereka mereka 45:43 cuma tinggal minta persetujuan PBB. Nah 45:45 itu yang saya sebut sebagai pada saat 45:47 yang sama kita melihat Elon Mas sudah 45:49 menjadi penasihat perangnya 45:51 departemen perang Amerika. 45:53 Sudah ya. He. 45:54 Dan pada saat SM sama Bill Gates 45:55 menyatakan betapa pentingnya semua 45:58 manusia menggunakan HP dengan punya 46:00 rekening. 46:00 Hm. 46:02 Iya. 46:02 Itu artinya gitu ya. Situasi ke depan 46:05 mungkin makin luar biasa, makin berat 46:07 kita menghadapi. Hanya Allah yang 46:09 menjadi tempat kita memohon pertolongan. 46:12 Hasbunallah wikir. 46:16 Tapi apakah kita tidak punya daya? Kita 46:18 punya daya. Persoalan pokoknya daya itu 46:20 hanya muncul kalau kita menjadi umatan 46:23 wahidah. 46:23 Wahidah. Dia tidak akan punya daya kalau 46:25 tidak menjadi umatan wahidah. 46:27 Nah, kita serahkan diri kita dalam 46:29 bimbingan Allah, 46:30 dalam pembinaan Allah, 46:31 Amin. 46:32 Dalam perlindungan Allah 46:34 dan mudah-mudahan kita memang 46:35 diselamatkan dunia akhirat dan kita 46:37 kembali dengan husnul khatimah. 46:39 Amin. 46:46 Waalaikumsalam warahmatullahi 46:49 wabarakatuh.